Page 1

AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

1


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

CALL TO PAPER An1mage Jurnal Studi Kultural http://www.an1mage.org/2016/06/call-for-paper-jurnal-studi-kultural.html

Kamu Dosen dan atau Peneliti Kritis pada Bidang Seni, Desain, Filsafat, Sains, Teknologi yang terangkum dalam Budaya? Kirim Laporan Penelitian Kamu ke: an1mage@an1mage.org www.an1mage.org

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

2


Daftar Isi CALL TO PAPER......................................2 An1mage Jurnal Studi Kultural .................2 Daftar Isi ...................................................3 CHARLES DARWIN: ................................4 NAGA YANG MEMAKAN GAMBAR ........8 YUK MENGGAMBAR .............................20 I GDE NGURAH PANJI : .......................29 VHAROK.................................................32 Bring Your Tumbler ................................44 ON THE EDGE .......................................51 an1magalery ...........................................68 ELEMEN & PRINSIP ANIMASI: .............72 Kebun Raya Bogor .................................74 MINDPORTER:.......................................77 PERPUSTAKAAN UI ..............................87 MOTION GRAPHICS: ............................89 HADI SUTOPO: ......................................95 Balai Diklat Industri Denpasar ................99 KUDIT: Sang Penguasa Mantradeva ...103 I-komik bareng Gradasi di STIKI ..........105 Download edisi sebelumnya di sini: https://goo.gl/Z4QdN0

AN1MAGINE ISSN: 2502-3381 www.an1mage.org https://www.facebook.com/An1mage

Visi Membuka, mencerahkan pikiran generasi baru agar menjadi terbuka lagi dalam logika dan kreatifitas sehingga menjadi generasi yang cinta damai, berkemanusiaan, sayang pada sesama, sayang pada satwa, tanaman, lingkungan, alam, dan jagat raya. Misi Menghasilkan media hiburan bulanan yang ringan, berbagi ilmu pengetahuan sekaligus mengedukasi sesuai visi.

DIREKTUR Michael Sega Gumelar

REDAKTUR PELAKSANA Archana Universa

REDAKSI

Aswin Chandra Fatimah Kusuma Dimas Satria Kevin Putranto Wulan Ardhana

Agar selalu update terbitan An1magine? An1mareaders silakan gabung di sini: an1mage:an1mareaders https://www.facebook.com/groups/1184883821589509/

Cover model: megagumelar.contact@gmail.com All content in this monthly magazine, logo, illustration, story, characters and the distinctive likeness (es) thereof are Trademarks & Copyright © 2016 – AN1MAGE. ALL RIGHTS RESERVED.

enlightening open mind generations

ALAMAT 53 Abergeldie Road Aberdeen AB10 6ED Scotland – UK An1mage@an1mage.org Bumi Jati Elok Blok A5 No. 2 Jl. Raya Parung Panjang Legok, Tangerang Banten – 15826 Jl. Drupadi XIV No. 11 Renon, Denpasar Bali – 80266 IKLAN 08888988005 an1mage@an1mage.org


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

TOKOH PERUBAHAN

http://atavisionary.com/wp-content/uploads/2016/07/charles-darwin.jpg

CHARLES DARWIN: Evolusi yang Berkelanjutan Kevin Putranto

An1mareaders berbicara mengenai evolusi tidak terlepas dari nama Charles Robert Darwin, yang lahir pada 12 Februari 1809 dan meninggal pada 19 April 1882. Darwin adalah seorang pengikut aliran naturalis sama seperti Stanley Lloyd Miller yang telah an1mareaders baca di edisi an1magine sebelumnya.

semua berasal dari nenek moyang yang sama.

Survival of the fittest kata-kata yang muncul dari evolusi Darwin yang berarti perjuangan suatu mahluk hidup karena adanya kesesuaian yang paling cocok pada mahluk tersebut.

Di mana perjuangan mahluk untuk eksistensi memiliki efek yang sama dengan artificial selection (seleksi buatan) yang juga memberi kontribusi juga dalam selective breeding (pengembangan keturunan secara seleksi).

Darwin dari Inggris dan ahli geologi, Darwin terkenal karena kontribusinya pada ilmu biologi bidang evolusi. Darwin menetapkan bahwa semua spesies yang hidup saat ini dan di masa depannya merupakan turunan mahluk sebelumnya, hal ini berjalan dalam waktu yang relatif lama dari waktu ke waktu dan

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Pemikiran ini masuk dalam publikasi bersama dengan Alfred Russel Wallace memperkenalkan teori ilmiah bahwa ada pola percabangan dalam evolusi dihasilkan dari suatu proses yang ia sebut seleksi alam.

Darwin menerbitkan teori evolusi dengan bukti kuat pada tahun 1859 bukunya On the Origin of Species, hal ini dilakukannya untuk mengatasi penolakan ilmiah konsep awal dari transmutasi spesiesnya. Pada tahun 1870-an komunitas ilmiah dan banyak dari masyarakat umum telah

4


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

menerima evolusi sebagai fakta bukan sebagai teori lagi. Namun, banyak terjadi kompetisi dan debat mengenai evolusi ini sampai munculnya sintesis evolusi modern dari tahun 1930-an ke 1950-an bahwa konsensus yang luas berkembang di mana seleksi alam adalah mekanisme dasar dari evolusi. Dalam bentuk modifikasi, penemuan ilmiah Darwin adalah teori pemersatu ilmu kehidupan, menjelaskan keanekaragaman kehidupan. Minat awal Darwin di alam membuatnya mengabaikan pendidikan medis yang diterimanya dari University of Edinburgh; sebaliknya, ia membantu untuk menyelidiki invertebrata laut. Studi di University of Cambridge (Kristus College) mendorong semangatnya untuk memelajari ilmu alam lebih kuat. Lima tahun pelayaran pada HMS Beagle menetapkan dia sebagai ahli geologi terkemuka yang memiliki observasi dan teori kuat yang didukung oleh ide dari uniformitarian Charles Lyell, dan publikasi jurnal pelayaran membuatnya terkenal sebagai penulis populer. Bingung dengan distribusi geografis satwa liar dan fosil yang ia kumpulkan tentang Pelayaran, Darwin memulai penyelidikan rinci dan pada 1838 disusun teorinya tentang seleksi alam. Meskipun ia membahas ide-idenya dengan beberapa naturalis, ia butuh waktu untuk melakukan penelitian dan pekerjaannya sebagai seorang geologis memiliki prioritas utama. Darwin menuliskan teorinya pada tahun 1858 ketika Alfred Russel Wallace mengirim dia seberkas esai yang menggambarkan ide yang sama, mendorong publikasi bersama langsung dari kedua teori yang mereka miliki.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

https://s-media-cacheak0.pinimg.com/originals/fa/06/a9/fa06a919d91d272 c0059e42d6d65f45e.jpg

Karya Darwin menjadi dasar utama evolusi berdasarkan keturunan dengan modifikasi sebagai penjelasan ilmiah yang dominan karena adanya diversifikasi di alam, di sini Darwin tidak menyebutkan jangka waktu berapa lama evolusi terjadi. Pada tahun 1871 ia memeriksa evolusi manusia dan seleksi seksual di The Descent of Man, and Selection in Relation to Sex, seleksi dalam kaitannya dengan jenis kelamin, diikuti oleh The Expression of the Emotions in Man and Animals (1872). Penelitiannya pada tanaman diterbitkan dalam serangkaian buku, dan dalam buku terakhirnya, The Formation of Vegetable Mould, through the Actions of worms (1881), ia memeriksa cacing tanah dan efeknya pada tanah. Darwin digambarkan sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah manusia, dan dia dihormati oleh pemakaman di Westminster Abbey.

5


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

http://images.huffingtonpost.com/2015-07-10-1436513910-642293-survivaloffittest2-thumb.jpg

Evolusi merupakan penjelasan ilmiah adanya perubahan yang terus menerus tidak hanya di Bumi, sehingga hal ini membuka kemungkinan kesempatan besar terjadinya evolusi yang terjadi di Bumi juga, di mana memungkinkan kemunculan adanya mahluk cerdas di Bumi, salah satunya saat ini adalah manusia. Apakah karena survival of the fittest inilah yang membuat satu mahluk dengan mahluk lainnya saling memangsa? Apakah manusia sudah selesai evolusinya? Bagaimana bila ternyata belum selesai? Berarti setelah manusia apakah masih membuka kesempatan muncul mahluk cerdas lainnya di Bumi? Apakah evolusi benar-benar memungkinkan dapat terjadi juga di planet selain Bumi? Bagaimana menurut an1mareaders?

https://i.ytimg.com/vi/NEWVv4ytRxg/hqdefault.jpg

https://i.kinja-img.com/gawker-media/image/upload/s--p0Ju2j19--/c_fit,fl_progressive,q_80,w_636/18gk4sf8cqyu5jpg.jpg

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

6


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

KOMIK

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

7


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

NAGA YANG MEMAKAN GAMBAR PANDU MAHARDIKA – I MADE MARTHANA YUSA

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

8


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

9


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

10


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

11


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

12


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

13


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

14


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

15


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

16


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Bersambung

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

17


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

18


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

‌

Bersambung enlightening open mind generations

www.an1mage.org

19


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

TUTORIAL

YUK MENGGAMBAR Wajah: Bagian 3 M.S. Gumelar

Setiap orang memiliki ciri khas goresannya tersendiri dalam menggambar dan membuat ilustrasi, ada beberapa orang memiliki kemampuan untuk meniru dengan mirip goresan karya seseorang yang terkenal. Walaupun seseorang memiliki ciri khas goresan tersendiri, namun setiap goresan dapat dikelompokkan menjadi empat gaya gambar utama yaitu: 1. Realisme (Realism) 2. Kartunisme (Cartoonism) 3. Gaya Gambar sebisanya (Fine Art) 4. Gaya Gambar Campuran (Hybridism)

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Keempat gaya gambar tersebut telah dijelaskan di an1magine volume 1 Nomor 7 September 2016 yang dapat didownload di link berikut: https://goo.gl/pQEXTo Jangan dibingungkan gaya gambar dengan jenis cerita (genre). Nanti penulis akan menjelaskan genre cerita saat membahas tentang elemen dan prinsip mendesain cerita (elements & principles of story design). Gaya gambar juga berbeda dengan gaya desain. Bila berbicara gaya dalam desain, maka akan banyak sekali pecahannya. Namun

20


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

jangan dibingungkan dengan gaya gambar, itu sesuatu yang berbeda.

lainnya, siluet dan ekstraksi bentuk saja.

Penulis sebutkan berbagai macam gaya desain ini, gaya desain masuk ke dalam principles of design.

Dan cenderung terjadinya pengulangan (repetition) untuk mendapatkan penekanan. Berguna untuk diterapkan pada bangunan, alat-alat, transport dan kostum suatu karakter.

Gaya desain berhubungan erat dengan teknik dan proses pembuatannya, dengan menggunakan teknik tersebut biasanya akan muncul gaya tersebut. Gaya Desain (design style) terdiri dari: 1.

Simplicity & Extraction: Sederhana & Ekstraksi. Simplicity adalah desain yang mengutamakan focus dan simple, “simple is more� untuk mencapai tingkatan elegan yang dibutuhkan, Simplicity disebut juga dengan nama minimalist atau juga basic. Shapes dan forms yang digunakan dalam komposisi juga cenderung yang sederhana. Sehingga terkadang dilakukan ekstraksi dari shapes & forms yang kompleks menjadi jauh sangat sederhana.

Tingkatan seberapa simple tepatnya? Tentu saja tiap orang akan cenderung relatif berbeda persepsinya, tetapi pada umumnya memang hasilnya cenderung simple.

Fotografi dengan gaya desain minimalist. Sumber: http://bit.ly/gkZOAk

2. Complexity & High Density: kompleks & padat. 2. Complexity adalah desain yang mengutamakan kerumitan, detil yang kuat dan kerapatannya kuat (high density), untuk mencapai tingkatan artistik yang dibutuhkan. Sama seperti simplicity untuk complexity seberapa kompleks tepatnya? Sangat relatif tergantung persepsi masing-masing, tapi biasanya memang hasil desainnya cenderung kompleks. Pointilism termasuk dalam gaya desain yang kompleks.

Contoh Simplicity. Sumber: http://bit.ly/o6wpD4

Mengutamakan shapes dan forms yang cenderung bergaris-garis lurus, garis lengkung, titik, kotak, bulat, kubus, segitiga, kerucut, piramida, dan bentuk-bentuk sederhana Contoh ilustrasi yang bergaya kompleks dalam goresannya. Sumber: http://bit.ly/Kompleks

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

21


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

internasional, terapkan pada kostum, setting (waktu, latar, dan lingkungan) dalam suatu karakter dan cerita.

Ilustrasi untuk puisi (vignet) yang kompleks desainnya. Sumber: http://bit.ly/ri17Ss

3. Based on time: desain berdasarkan waktu, yang sebenarnya masih menggunakan kedua gaya desain sebelumnya, yaitu berdasarkan kesederhanaan dan/atau kerumitan. Berdasarkan waktu ini memiliki tiga pecahan yaitu:

Manfaatkan benar kekuatan ethnic style budaya lokal kita agar bangsa lain tertarik dengan keunikan desain dari negara kita, mengapa begitu?

3.1 Masa Lalu (past) 3.2 Kini (presents) 3.3. Masa Depan (future) 3.1 Past: Ethnic & Classic Style: Masa lalu, Gaya Seni Kesukuan dan klasik. Ethnic Style atau tribe style design adalah hasil budaya tradisional yang dulu dibuat kemudian dilestarikan secara turun temurun di suatu area dalam suku tertentu (tribe). Contoh untuk gaya etnis di negara kita tercinta Indonesia ini adalah Batik, baik secara teknik dan polanya. Tetapi Batik di tiap daerah juga sangat unik dan berbeda, misalnya batik dari Jawa dengan batik dari Bali akan terasa perbedaan pola dan warna yang mencolok. Dalam membuat desain apa pun, budaya etnis tradisional ini dapat menjadi kekuatan dan daya jual yang tinggi bila dipasarkan untuk pasar

enlightening open mind generations

Gambar 1Batik motif Singabarong Bali. Sumber: http://bit.ly/n6pu47

www.an1mage.org

Sebab bangsa lain cenderung sudah bosan dan tahu budayanya sendiri, oleh karena itulah mereka lebih suka mengoleksi hasil seni dan desain dari negara dan budaya lainnya. Namun ada kalanya etnik tertentu mempunyai larangan yang tidak boleh dilanggar, oleh karena itulah bagaimana caranya seorang desainer dengan kekuatan kreatifitasnya dan inovasinya membuatnya tetap menjadi menguntungkan. Misalnya di area timur tengah, banyak wanita tidak boleh menunjukkan keseluruhan wajahnya, sehingga untuk membuat iklan rambut sehat, rambutnya dibuat seolah menjadi cadar, sehingga menyisakan matanya saja.

22


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Desain partisi atau pembatas area saat bekerja Sumber: http://bit.ly/Nhs3l4

Rambut yang secara kreatif dibuat berfungsi seperti kerudung penutup wajah, Sumber: http://bit.ly/hE4Ro7

3.2 Present: gaya masa kini, bergaya pop atau populer, yang mungkin saja sebelumnya belum ngepop dan/atau pernah menjadi tren di masa lalu kemudian menjadi booming lagi di masa kini. Suatu gaya yang disebut masa kini serta popular diciptakan oleh seseorang atau sekumpulan orang yang akhirnya gaya tersebut menjadi tren atau diikuti oleh hampir semua orang (populer) di saat ini. Ada banyak gaya yang populer di masa ini, terserah an1mareaders, gaya apa yang akan digunakan. Sebagai info, gaya yang lama (klasik) bila ternyata menjadi tren juga disebut dengan gaya yang pop. 3.3 Futuristic. Gaya acuan relatif masa depan. Gaya ini juga unik, di mana gaya desainnya cenderung ke gaya masa depan, tetapi versi masa depan juga sangat relative, sehingga mungkin akan cenderung menghasilkan gaya desain yang kurang lebih dianggap sebagai desain masa depan dari persepsi tertentu yang sangat subjektif atau pun objektif tergantung sisi pandangnya.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Virtual tenis game. Sumber: http://bit.ly/NhsyLQ

4. Fine Art: Gaya desain yang cenderung fine art. Gaya ini lebih ke explorasi sense of art, sehingga akan sulit untuk ditebak, mengejar keunikan, ekspresi dan penuangan sense of art pembuatnya menjadi goal atau tujuan yang utama.

Patung kuda desain fine art. Sumber: http://bit.ly/OlHInP

23


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Gaya gambar anak-anak, tidak selalu pembuatnya seorang anak. Gambar oleh: https://www.facebook.com/MegaGumelarOffici al

Forms dengan tampilan fine art. Sumber: http://bit.ly/N9GTLa

5. Age Classification. Desain berdasarkan klasifikasi usia. Masih masuk sebagai bagian dari design style dan juga batasan layak tidaknya, kuat dan tidaknya (feasible) suatu design dari segi hukum, segi adat dan budaya area tersebut. Juga dari segi harga, dari segi klasifikasi usianya, dan hal-hal di luar dugaan lainnya, maka suatu desain sesuaikan dengan relevansi dan target yang dibutuhkan.

5.2 Teeny Style. Gaya desain ala remaja. Desain dengan gaya untuk remaja dan khusus untuk segmentasi remaja, di mana desain cenderung ramai, ceria versi remaja. Bila hasil karya foto, warna cahaya objek ataupun subjek modelnya cenderung flat atau rata, kalau bisa tidak ada bias bayang atau pun bayangan jatuhnya, desain foto cenderung bersih dan cenderung overexposed dengan sinar lampu.

5.1 Kiddy Style. Gaya desain kekanakan. Desain dengan gaya anak-anak dan khusus untuk segmentasi anak-anak, naif, ceria versi anak-anak. Banyak bertaburan aksesori bintang, font bergaya tulisan tangan anakanak, dan hal-hal yang berhubungan dengan anak-anak. Tetapi membuat gambar dan desain untuk anak-anak tidak harus karakter pemerannya seorang anak-anak, bisa bermacam-macam, seperti boneka, orang dewasa yang bergerak di bidang hiburan anak-anak dan lainlainnya yang sesuai kebutuhan.

Gaya remaja yang ramai dan ceria. Sumber: http://bit.ly/qj9Xva

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

24


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

5.3 Adult Style. Gaya desain dewasa. Desain dengan gaya dewasa sangat luas pecahannya, tetapi desain gaya dewasa ini sangat kental dengan artistik seni pada fotonya bila desain yang cenderung banyak fotonya. Sangat detil dan kuat pada lighting, yaitu arah sinar datang, bias bayang dan bayangan jatuh, bermain depth of field dan tampak solid, dan elegan ada banyak desain gaya dewasa ini yang dapat digunakan dan beragam style di dalamnya.

atau hatching kadang disebut juga rendering. Arsir ini banyak ragamnya, gunakan sesuai kebutuhan.

5.4.3.1 One Angle Hatching Hatching memberi arsir satu arah, boleh menyamping sesuai dengan sudut yang diinginkan, boleh melintang atau pun mendatar.

Hatching satu arah dalam sudut tertentu.

Design gaya dewasa. Sumber: http://bit.ly/ppe8GE

Setelah an1mareaders mengerti perbedaan gaya gambar dengan gaya desain. Seperti yang penulis janjikan di edisi sebelumnya, kali ini an1mareaders akan meng-update pemahamannya variasi arsiran, rambut, kulit dan hidung dari tampak samping. Kelanjutan dari edisi sebelumnya sudah sampai pada 5.4.2 yaitu goresan kini mulai masuk ke 5.4.3 yaitu arsir. 5.4.3 Mengarsir (hatching) Dari garis lurus dan lengkung bila dilakukan secara berulang (repetition) di area tertentu dapat menjadi arsir

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Menggunakan arsir untuk membentuk lekuk tubuh dan sinar datang serta area teduhnya (shade).

25


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

5.4.3.2 Cross Hatching. Arsir silang. Memberi arsir yang saling menyilang/ bertubrukan. Bila saling silangnya tegak dan mendatar disebut grid hatching.

Curve cross hatching.

5.4.3.4 Swirl Hatching. Memberi arsir seperti benang kusut disebut dengan nama swirl hatching atau spiral hatching, dalam Bahasa Jawa disebut uwer. Cross hatching.

Swirl hatching atau uwer.

Cross Grid Hatching.

5.4.3.3 Curve hatching. Memberi arsir seperti lengkungan bentuk huruf s dan juga cross curve hatching mengarsir dengan teknik ini sering dipakai untuk design gambar uang. Demikian pula untuk membentuk shapes & forms dengan teknik ini disebut juga dengan nama guillochĂŠ.

halftone

Menggunakan halftone.

Curve hatching.

enlightening open mind generations

5.4.3.5 Halftone. Zaman saat cetak mencetak offset menggunakan mesin print roll CMYK, membuat terjadinya halftone yang mirip dengan arsir ini. Silakan digunakan, sebab boleh juga sebagai pengayaan arsir.

www.an1mage.org

26


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

5.4.3.6 Pattern. Pola dapat dijadikan sebagai elemen gambar. Pattern terbentuk karena membuat garis secara berulang, lalu menjadi teratur. Awal mula pola tentu saja dari pengembangan arsir dan kombinasi shapes bahkan membentuk forms.

Variasi pola dapat digunakan memperkaya arsir seperti halftone.

Untuk elements of design tersebut, penulis cukupkan sampai di sini saja untuk edisi kali ini, di edisi berikutnya akan penulis tambahkan lagi elements of design lainnya.

Karakter berambut ikal.

Rambut menjadi salah satu ciri khas suatu karakter, tetapi bukan berarti tidak memiliki rambut juga tidak memiliki ciri khas. Tidak memiliki rambut seperti karakter Lex Luthor menjadi mudah bagi penggemarnya untuk mengenalinya. Rambut ada beberapa tipe yaitu gundul, botak, rambut lurus, rambut ikal, rambut keriting.

Karakter berambut keriting yang indah.

Karakter berambut lurus. Karakter berambut ular, whaoow unik.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

27


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Karakter yang hampir mirip dapat diakali dengan membuat kulitnya berbeda warna.

Untuk kulit. Dengan variasi kulit pada suatu karakter, akan memudahkan seseorang untuk membedakan satu karakter dengan karakter lainnya, apalagi misalnya wajah dan bentuk badan karakter yang digambar cenderung sama saat seorang ilustrator membuatnya. Walaupun terkadang kalau pembacanya lebih teliti, sebenarnya ada sedikit perbedaan antara karakter satu dengan lainnya bila diperhatikan. Perhatikan karakter di halaman bawah yang menghadap ke samping kanan dari Arah an1mareaders sebagai pembaca. Mampukah an1mareaders membedakan karakter tersebut yang wajahnya hampir mirip, perhatikan garis bantu di area mata, area mulut dan area dagu, juga perhatikan bentuk dagunya juga berbeda. Dengan mengeksplorasi bentuk mata, bentuk hidung, bentuk dagu, bentuk wajah, serta ukurannya dapat membuat perbedaan suatu karakter. Perhatikan pula ilustrasi di sebelah kanan halaman ini. Di mana letak cuping hidung dibagian terluar pada gambar paling atas

mirip lainnya dengan eksplorasi cuping hidung bagian luarnya berbeda. Dengan sentuhan tersebut mampu menghasilkan karakter yang berbeda, mulai dari wajah caucasian pada wajah asia dan spesifik pada umumnya wajah polynesia yang ada di berbagai suku di indonesia.

dapat mengga baik?

lebih baik dengan memainkan ukuran, suatu karakter agar menghasilkan berbagai ras yang berbeda. Di ed bagian spesifik saja, yaitu mata dan elements & principles of design Referensi: 1. Elemen dan prinsip menggambar https://goo.gl/gD3NaM 2. Comic Making https://goo.gl/SNl76V

Bersambung


TOKOH Vol. 1 No. 9 November 2016

AN1MAGINE

I GDE NGURAH PANJI : Penjaga Setia Seni Lukis Klasik Bali I Ketut Sandika

I Gde Ngurah Panji akrab dipanggil Rah Panji adalah tokoh dan seniman muda dari Bali yang melahirkan banyak karya seni lukis klasik di Bali.

Rah Panji dilahirkan di Mengwi 11 April 1989, dan menamatkan studi di SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa), kemudian melanjutkan menggali seni lukis klasik ala Bali secara otodidak. Selain memang ia belajar pada seniman tua Batuan yang ia anggap guru sekaligus sumber insfirasi. Selain itu, Rah Panji juga menimba ilmu dari para guru seni dan

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

seniornya, hingga pada akhirnya memberikan ilham pada setiap karyanya. Setelah menimba ilmu pada guru, akhirnya ia melepaskan diri dari komunitas seni di Batuan yang membesarkan dirinya. Bukan karena apa, tetapi hanya ingin menemukan dan memuaskan hasratnya untuk menggali gaya dan kekhasan dalam berkarya. Akhirnya, ia mulai menggali ide-ide seni dan inspirasi seninya yang liar, sehingga ia pergi ke Perancis. Di negeri mode tersebut ia belajar teknik modern, sehingga ia berhasil memadukan antara teknik tradisi dan teknik modern menjadi teknik baru.

29


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Setelah beberapa tahun tinggal dan belajar gaya lukis modern di Perancis, akhirnya ia kembali lagi pulang ke Bali. Kepulangannya tentu untuk mewujudkan ide-ide dalam cerukan pemikirannya guna menjadi karya yang memiliki corak yang khas. Sesampainya di Bali ia tidak menunggu lama untuk berkarya, sehingga beberapa karya telah dilahirkan dengan teknik yang khas. Rah Panji sebenarnya tergolong tokoh seni yang mampu menjembatani antara gaya modern dan tradisi menjadi gaya baru yang memuat daya estetik tinggi. Dilihat dari teknik yang digunakan dalam setiap karya Rah Panji boleh dikatakan mampu mendobrak dan memberikan mazhab baru dalam dunia seni lukis. Karya Panji termasuk dalam aliran uniqism yang muncul dari literature etnik kontenporer. Dalam karyanya, ia mampu menorehkan garis yang tegas dan berkarakter dengan tekanan gelap terang anatomi yang lembut dan keras pada setiap objek. Menimbulkan pemanipulasian cahaya latar belakang yang dramatis dengan memasukan sentuhan ornament rumit dan detail disertai teknik golden ratio dalam pengaturan komposisi. Semuanya itu terbungkus dalam dimensi sederhana hitam dan putih. Sehingga terciptalah karya yang dinamis, elegan dengan pencintraan ornament dan warna klasik yang masih terkait dengan efek gaya lukis tradisional ala Bali. Jika diamati dan cermati, pada setiap karyanya. Kekhasan coraknya tersebut, menjadikan karya dari Rah Panji diminati oleh para kolektor seni dunia. Demikian pula, karya perupa muda asal Bali ini menjadi pembicaraan hangat di negeri Paman Sam. Dilansir dari salah satu media cetak terpopuler di Amerika, The American Art News menyebutkan bahwa salah satu

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

lukisan karya perupa asal Bali (I Gde Ngurah Panji) yang dipamerkan di Gagosian Gallery Los Anggeles dikoleksi oleh seorang kolektor dari sepuluh kolektor dunia, yakni Larry Gagosian. Ia adalah kolektor elit dijajaran kolektor lukisan tingkat dunia, dan ia memiliki 11 gallery elit di kawasan Amerika dan Eropa. Karya Rah Panji dipamerkan di salah satu galerry miliknya berserta dua seniman Amerika lainnya. Disebutkan lebih jauh dalam media tersebut, bahwa Larry Gagosian adalah kolektor ternama yang tidak asing lagi di kalangan pencinta seni dunia. Semua karya seni yang dikoleksi olehnya selalu dijadikan tolok ukur bagi kolektor lainnya. The American Art News juga menyebutkan bahwa karya Panji yang bertitel Life After The Died tergolong karya seni yang sangat unik. Karya tersebut menggunakan teknik kelas tinggi, sehingga mendapat sorotan dan perhatian khusus dari para pengamat seni lukis Amerika. Olehnya, karya pelaku seni dari Bali ini menjadi salah satu most wanted alias buruan bagi para koletor. Ditemui saat berkarya terkait pemberitaan tersebut, Panji menuturkan bahwa lukisannya itu dulunya menjadi koleksi Grenoble Museum di Perancis. “Memang sempat saya mendapatkan info dari pihak Grenoble Museum, kalau salah satu dari tiga karya saya akan dilepas, dan saya menaggapi biasa saja serta itu merupakan kewajaran. Akan tetapi, jujur Panji tidak mengetahui kalau yang meminang karyanya adalah Larry Gagosian pada saat pelelangan di Harriet Auction. Panji mengaku sangat terkejut, dan perasaan menjadi campur aduk. “Di satu sisi saya senang karya saya telah dikoleksi kolektor ternama dunia, di sisi lain jujur saya merasa minder, karena saya belum ada apa-apanya� ujar Panji.

30


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

“Ibarat anak burung yang masih belajar terbang, dan masih banyak pelukis hebat dengan karya yang tidak terduga.� Demikian penuturan Panji yang rendah hati terkait pemberitaan dirinya tersebut.

Unique Art Foundation di bawah manajemen Grenoble Museum.

Sebenarnya di balik kerendahan hatinya, pelukis yang sedikit aneh ini memiliki talenta rasa rupa yang tinggi.

Yayasan inilah yang memfasilitasi Panji untuk bisa belajar pada seniman-seniman di peracis selama hampir dua tahun. Selain bernaung di yayasan tersebut, saat ini Panji ikut dalam Sanggar Seni Pudak Bali.

Karya-karyanya mampu mendobrak dan memberikan mazhab baru dalam dunia seni rupa. Karya Panji termasuk dalam aliran Uniqism yang muncul dari literatur etnik kontenporer.

Sanggar ini berlokasi di Ubud yang diprakarsai dan dibina oleh seorang kolektor muda bernama Wayan Sutarma (Wayan Damping) pemilik Damping Gallerry.

Setiap karyanya merupakan pesan alam dengan simbol-simbol yang terdapat pada setiap gerak objek dan latar belakangnya. Menurut Panji alam adalah perpustakaan seni yang lengkap, dan semua sudah ada di alam ini, tergantung kita untuk bisa memahaminya imbuhnya.

Wayan Sutarma dikenal memiliki citarasa seni yang tinggi, dan mengabdikan hidupnya untuk membangun dan menumbuh kembangkan para senimanseniman muda Bali.

Selain itu, ketekunan dan talenta murninyalah yang membawanya bertemu dengan salah seorang warga kenegaraaan Perancis. Dialah yang memboyongnya ke negeri mode untuk bergabung di yayasan La

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Olehnya, beliau mengapresiasi sosok Panji dan satu-satunya kolektor di Bali yang mengoleksi karya Panji. Di samping itu, Panji mendapat banyak arahan dan masukan dari para seniman-seniman yang bernaung di Sanggar Pudak Bali. Bagi Panji, mereka adalah sahabat dan guru yang mengajarkannya nilai-nilai dalam hidup berkesenian.

31


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

CERBUNG

VHAROK M.S. Gumelar

“Tetaplah di situ, aku akan mencari buruan, dan kau masak ya, kau pandai memasak seingatku.”

tetapi lebih mudah untuk dibentuk menjadi pakaian sejenis pakaian pelindung,” jelas Wanara.

PLAK PLAK PLAK

“Ah ternyata, ada baiknya pasukan kerajaan kita menggunakan pakaian pelindung seperti itu, pintar sekali kau,” puji Bandung kepada Wanara sembari menjelaskan harapannya pada pasukan yang dimilikinya.

Garudeva mengepakan sayapnya menjauh dari tempat itu untuk mencari buruan. * Bandung meminum lagi jamu yang diberikan Wanara. Demikian juga Pikatan,”Pahiiit!” teriak Pikatan, lalu segera setelah menghabiskannya ia mengambil asem manis yang ada di tangan Wanara. “Sepertinya kau tidak begitu merasa sakit… tubuhmu?” tanya Bandung kepada Wanara. “Ha ha ha iya gusti, selain minum jamu yang sama, saya juga selalu menggunakan pakaian rangkap dengan bahan kulit ulin, kekuatannya mirip besi,

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

“Bisakah dalam waktu dekat kita mendapatkannya, minimal tiga lagi, eh empat lagi. Sudah waktunya kita menjemput Roro Jonggrang!” Bandung jadi teringat. “Sepertinya tidak bisa gusti, ada baiknya lain kali dalam misi lainnya, iya ada baiknya kita segera menjenguk Jonggrang,” jelas Wanara dan setuju untuk melihat Jonggrang. “Hari sudah sore, ada baiknya besok saja, kalian kan berjalannya sudah lebih baik, tetapi berjalan agak jauh pasti masih

32


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

tertatih-tatih kayak kakek-kakek, lihat aku, jalanku aja kayak aki-aki he he he,” Pikatan menawar sembari berdiri dan berjalan memeragakan seperti gerakan kakek-kakek yang kesulitan dan gemetar saat berjalan sembari memegang pinggangnya.

“Gusti adalah campuran antara kaum kami dan kaum manusia, sehingga lebih kuat, tetapi kami tidak pernah bilang bahwa kami juga tidak bisa mati, kami hanya berusia lebih lama dari manusia, namun tetap akan mati,” jelas Dvargha.

HA HA HA HA HA

“Akh, ternyata, berarti minimal aku hidup setengahnya umur kalian, berapa umurmu sekarang?” tanya Vharok.

Semuanya tertawa dengan ulah Pikatan tersebut.

“Lima ratus tahun versi kaum manusia gusti,” jawab Dvargha.

Istana Baka, istana yang indah berada di area bukit, terhampar dari tampak jauh Gunung Merapi terlihat jelas dan tampak lebih jauh lagi Gunung Merbabu diselimuti awan sore.

“Dan aku minimal akan hidup dua ratus lima puluh tahun, ha ha ha ha paling tidak lebih lama dari manusia lainnya, cukup adil,” ujar Vharok.

Duduk di ruangannya yang megah patih amungkubumi. Duduknya tidak tenang dan tampak kesal lalu mendadak dia berteriak,”Dvarghaaaaa!” Seketika muncul dengan cepat sekelebat mahluk dengan tinggi sekitar 3,5 meteran.

“Berapa umur kaummu bila mati secara alami?” tanya Vharok. “Seribu lima ratus tahun versi kaum manusia gusti,” jelas Dvargha. “Ah ternyata, mungkin minimal bisa 750 tahun ha ha ha,” Vharok tertawa gembira.

“Hamba gusti,” jawab Dvargha.

“Iya gusti, selama gusti tidak terbunuh oleh Bondowoso, mungkin akan hidup selama itu,” jawab Dvargha.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Vharok.

“BONDOWOSO! HUUEEEEH!” Vharok geram mendengar kata-kata itu.

“Mohon maaf gusti, dia bernama Bondowoso, sepertinya ingin memasuki istana, keperluannya tidak jelas, tetapi yang jelas, dia mampu menewaskan 5 anggota pasukan kami,” jelas Dvargha.

“TEMUKAN DAN HABISI DIAAAA!” perintah Vharok dengan murka.

“APAAAAAA!” bentak Vharok. “Bukankah kalian batara-batara, kenapa tewas? Apakah ia juga batara?” bentak Vharok.

“Baik gusti, laksanakan!” jawab Dvargha lalu dengan gerakan sangat cepat keluar lari ruangan tersebut, karena sangat cepatnya sehingga berkesan menghilang. Kemudian setelah itu Vharok menuju ke suatu ruangan dan melihat wanita tinggi sekitar 3,25 meteran bertubuh ramping, cantik dan berkulit sangat pucat.

“Iya gusti,” jelas Dvargha. “Berarti dia juga bisa membunuhku, aku pikir aku tidak akan bisa mati, ternyata?...” gumam Vharok.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Wanita cantik tersebut tersenyum melihat Vharok mendekatinya, terlihat gigi-giginya yang berupa taring semua, sehingga senyumannya lebih mirip seringai.

33


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

“Ada apa anakku, kau tampak bersedih?” tanya wanita itu yang ternyata ibunya Vharok.

semakin berbeda dengan ayahmu, ibu merasa sedih,” mata ibu Vharok tampak seperti berkaca-kaca.

“Aku pikir aku tidak bisa mati, melihat tubuhku terluka dan sembuh demikian cepat, dan usiaku sekarang seratus tahun dan tampak seperti usia dua puluh lima tahunan, ibu tidak pernah cerita ternyata aku juga bisa mati,” ujar Vharok kesal.

“Aku harap kau bisa berubah dan mulai menjadi lebih bijaksana sayang, usiamu seratus tahun tidaklah muda bagi ukuran manusia, menurut ibu cukup untuk segera berubah menjadi lebih baik” tambah ibunya.

“Ah, aku pikir kau tidak pernah bertanya dan sepertinya sudah memercayai bahwa kau tidak bisa mati, bagi ibu, melihatmu senang itu sudah cukup,” jawab ibunya.

BRUAAAAKH

“Dendamku pada keluarga Gotawa karena membunuh ayahku delapan puluh tahun yang lalu akan terbalas, sekaligus merebut kerajaan keturunannya akan segera terjadi, mendadak muncul penghalang dengan nama Bondowoso, sial!” gerutu Vharok.

Ibu Vharok yang terlihat anggun, cantik, sekaligus seperti menyeramkan itu ternyata terlihat memiliki pancaran kebijaksanaan dan rasa peduli yang tinggi dari matanya.

“Hmm… ayahmu punya cita-cita besar seperti kau anakku, oleh karena itulah aku mau menjadi pendamping hidupnya, pertemuan yang tidak terduga, kami jatuh cinta, ayahmu tidak melihat ibu sebagai perbedaan, demikian juga ibu, dan kami pun melanjutkan hubungan sampai lahirlah kau anakku, yang gagah perkasa,” jelas ibunya.

Vharok keluar ruangan tersebut dengan menutup pintu keras sekali.

Di tepi sungai, Bondowoso sedang mencelupkan tangan-tangannya dan mendadak dia dengan gembira segera mengangkat tangannya sembari berteriak. “Kena kau!” sembari matanya melihat seekor lele besar yang sedang menelan tangannya, tetapi Bondowoso tidak merasa kesakitan, walaupun sedikit gigi lele besar tersebut menancap ke lengannya, tetapi tidak masalah baginya.

“Kenapa kau tidak membalaskan dendam atas kematian ayah!” Vharok menekan kata-katanya sehingga terkesan menahan amarah.

Kemudian dia bergegas keluar dari sungai dan menuju ke teman-temannya dan dari jauh Bondowoso melihat Bandung dan Pikatan yang baru keluar dari tendanya.

“Kau telah menanyakan hal tersebut berkali-kali anakku, dunia ini sangat luas, melebihi apa yang kamu bayangkan, dan dunia ini punya hukum, ibu terikat hukum untuk tidak ikut campur urusan manusia, bukankah ibu selalu menjawabnya demikian?” ibunya menjelaskan dan balik bertanya.

“Selamat pagi,” ujar Pikatan kepada Bandung. “Met pagi Pikatan,” ujar Bandung membalasnya. “Sepertinya badan kita sudah lumayan segar, apakah kita akan segera berangkat,” ujar Pikatan.

“Jawaban BODOH!” teriak Vharok. “Hei anakku, aku tidak mengajarkan berkata-kata kasar, semakin besar kau

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

“Ya, kita akan berangkat setelah sarapan, liat, aku mendapatkan lele besar sekali,” ujar Bondowoso.

34


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

“Ho ho ho ngeri, bagaimana lele bisa sebesar itu ya, sekitar dua meter, dan kau tidak apa-apa, bagaimana kau menangkapnya?” ujar Bandung.

Bandung, Pikatan, dan Wanara telah siaga, sedangkan Bondowoso telah berdiri paling depan di antara teman-temannya, menghadang 30 penunggang kuda itu.

“Dengan membuat tanganku sebagai umpan,” ujar Bondowoso.

“Hah ternyata kalian tidak hangus terkena sinar matahari, seperti dalam cerita-cerita drakula itu,” ujar Bondowoso bercanda.

“Pantas, sebab bau tanganmu seperti ikan,” canda Wanara sembari menyiapkan pembakaran ikan tersebut. “HA HA HA HA HA,” semuanya tertawa. “Bumbu yang ditinggalkan Iyem sepertinya masih cukup,” ujar Pikatan menambahkan sembari mulai menyiapkan dan meracik bumbu-bumbunya. “Baiklah, sepertinya kayu-kayu kering ini cukup untuk membuat ikan lele itu matang,” Wanara meletakkan beberapa kayu bakar yang dia dapat dari area sekitar, lalu segera berupaya menyalakan lagi api unggun yang hampir mati. Ditiup-tiupnya api kecil tersebut dan dia menambahkan beberapa daun kering serta kapas yang akhirnya membuat api menyala lagi, dan dia segera menambahkan ranting-ranting kecil yang kering sehingga nyala apinya perlahan mulai membesar lagi. Setelah bakaran sudah matang dan siap, mereka menikmati bakaran lele tersebut dan bercanda. Namun di sela-sela candaan mereka. Mendadak muncul sebanyak tiga puluh orang yang tinggi-tinggi berkuda mendekati mereka, pakaian mereka memang ala kerajaan kuno di zaman tersebut, namun pakaian mereka serba berwarna hitam. “Aku telah mencium bau busukmu yang khas berkilo-kilo meter dari sini Bondosowo,” ujar Dvargha yang ternyata menjadi pimpinan rombongan itu.

“Drakula?” Dvargha mengatakan hal itu dan tidak mengerti. “Ha ha ha kalian tidak mengerti, itu candaan yang lucu, ha ha ha!” ujar Bondowoso sembari tertawa, hal itu membuat Dvargha dan teman-temannya saling berpandangan tak mengerti. “DIAM!” teriak Dvargha ke arah Bondowoso. “He he he. Hei ini lelucon yang bagus, he he he,” Bondowoso masih menimpali dengan tenang di antara teman-temannya yang kebingungan dan sudah siap untuk bertarung. “Baiklah, apa maksudmu mengejar kami?” tanya Bondowoso mulai serius. “Sederhana, kau ikut dengan kami, atau kami bunuh teman-temanmu,” ujar Dvargha. “Oh… berarti bila aku ikut kalian, temantemanku tidak akan kau ganggu?” ujar Bondowoso menyakinkan. “Benar, kau tahu, makhluk yang terevolusi lebih tinggi seperti kami tidak akan mengingkari janji,” ujar Dvargha. “Hmm bisa iya bisa tidak, tetapi baiklah,” ujar Bondowoso. “Apa?” Bandung tidak percaya dengan apa yang didengarnya dan menatap Bondowoso. Pikatan dan Wanara juga saling pandang. “Bawa aku ke pemimpinmu,” ujar Bondowoso lebih jelas lagi.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

35


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

“Ha ha ha ternyata tidak sulit, geledah dia dan bawa dia!” ujar Dvargha.

sana, perlu waktu dua hari perjalanan naik kuda,” ujar Wanara.

Empat anak buah Dvargha segera turun dari kudanya, memeriksa tubuh Bondowoso dan mengambil beberapa alat yang dibawanya, lalu mengikat Bondowoso dengan alat aneh yang mampu mengikat tangan Bondowoso dengan ketat, dan mendadak alat tersebut seperti punya sulur ajaib.

“Kita punya tugas menyelamatkan kerajaan ini, tetapi masalah waktu, sepertinya memang kita tidak bisa cepat setelah mengetahui kendala yang kita hadapi, sepertinya ilmu dan beladiri kita tertinggal jauh,” kata Bandung.

Selain melingkari tangan Bondowoso, segera pula melingkari ke tubuhnya, sehingga tangannya benar-benar tidak dapat bergerak karena terikat pula ke bagian pinggang.

“Ada baiknya kita mempersiapkan diri dan bila dibutuhkan, kita akan merekrut beberapa orang yang kita anggap cukup hebat untuk membantu kita mengatasi orang-orang tinggi besar dan cepat tersebut, kita ke arah kayu ulin itu berada!” ujar Bandung menambahkan.

“Ayo balik ke Baka!,” ujar Dvargha.

“Baik gusti!” ujar Pikatan dan Wanara.

Bandung, Pikatan, dan Wanara bengong saja melihat hal tersebut, tanpa bisa berbuat apa-apa lagi, mereka tahu, kemampuan beladiri dan kecepatan mereka bertiga tidak akan mampu mengalahkan satu dari orang-orang tersebut, hanya Bondowoso yang mampu melakukannya, dan dia pun tidak melawan bahkan menyerahkan dirinya.

SKRIEEEEEECH!

“SIAAAAAAL!” teriak Bandung, dengan membanting blangkonnya setelah rombongan Dvargha yang membawa Bondowoso sebagai tawanan menjauh.

“Dewa?” Bandung terkesima dengan pemandangan yang ada di depannya. Makhluk gagah berbentuk elang besar tetapi juga hampir mirip manusia.

“Apa rencana kita gusti?” ujar Pikatan.

Bertengger di dahan yang kuat dengan terlihat perkasa dan mengagumkan. Demikian juga Pikatan dan Wanara yang segera bersujud simpuh.

“Ada baiknya tetap pada rencana semula, yaitu bertemu dengan Roro Jonggrang terlebih dulu,” usul Wanara. “Baiklah, benar kata Wanara, cuma sepertinya hanya Bondowoso yang tahu di mana kita akan bertemu dengan Jonggrang, itu yang akan menyulitkan kita, ada baiknya kita perlu persiapan dulu, adakah cara lain mendapatkan kayu ulin di area sini Wanara?” ujar Bandung. “Ada gusti, tetapi jauh, ada hutan yang ada kayu ulin di dataran rendah area

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Sebentuk elang besar mendadak turun dari langit dan mendarat dengan mulus di atas pohon kapuk besar, sehingga kapukkapuk beterbangan terkena angin dampak hentakan sayapnya. “Bandung Skrieeeech!” ujar Garudeva.

“Oh bukan, namaku Garudeva, aku mendapat kontak via mind network, eh oh lewat telepati eh lewat doa eh oh… untuk menemui kalian di sini, dan mempertemukan kalian dengan Jonggrang,” ujar Garudeva. “Jonggrang, di mana dia?” ujar Bandung bersemangat. “Baiklah, ikutilah aku, aku akan terbang terlebih dulu, dan kalian ikuti aku dari

36


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

bawah,” ujar Garudeva, lalu segera terbang ke suatu arah.

“Kalian menunggu saja di sini, skrieeeech,” Garudeva berkata.

Bandung segera bergegas mengikuti Garudeva dengan kudanya. Saat dia merasa sendirian, dia menoleh ke Pikatan dan Wanara yang masih sujud bersimpuh.

“Menunggu?” ujar Bandung balik bertanya.

“Ayo Pikatan, Wanara, ikuti dia,” perintah Bandung, Pikatan, dan Wanara segera mendongak ke arah suara Bandung, lalu bergegas menaiki kudanya dan mengikuti Bandung. Sekitar setengah jam Bandung mengikuti Garudeva akhirnya tiba di suatu mulut goa. Bandung melihat Roro Jonggrang berada di sana, kemudian manusia burung tadi turun dengan segera dan berada di samping Jonggrang. “Roro Jonggrang, syukurlah kau baik-baik saja,” ucap Bandung setibanya di depan Roro Jonggrang. Demikian juga Pikatan dan Wanara segera turun dari kudanya dan gembira melihat Jonggrang. Mata Jonggrang mencari-cari sesuatu. “Mana Bondowoso?” Roro Jonggrang bertanya dan menatap Bandung. “Eh bukankah sudah ku katakan, Bondowoso menjadi tawanan kerajaan Baka, Skrieeech” ujar Garudeva kepada Jonggrang. Jonggrang menoleh ke Garudeva, ”Iya, cuma aku menyakinkan saja apakah benar seperti itu?” “Sebagai dewa tentu dia akan tahu,” ujar Bandung. “Aku bukan dewa, skrieeeeech!” jelas Garudeva. “Baiklah, rencana kita bagaimana selanjutnya?” Jonggrang bertanya.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

“Iya Skrieeeech, menunggu, Bondowoso akan ke sini,” ujar Garudeva. “Berapa lama?” tanya Roro Jonggrang. “Entahlah skrieeeech, tetapi dia bilang minimal satu hari saja, skrieeech” jawab Garudeva. “Satu hari ya, hmm… begini dewa, hamba perlu bantuanmu,” ujar Bandung kepada Garudeva. “Kami membutuhkan baju perang dengan bahan kayu ulin, perhatikan anyaman baju luar Wanara, itu terbuat dari kayu ulin, bisakah dewa antar kami untuk mendapatkan kayu ulin tersebut?” pinta Bandung sembari menyembah Garudeva. “Haiiizh Skrieeeeech, tidak perlu menyembah seperti itu!, skrieeeech, sepertinya aku pernah lihat kayu sejenis itu di sekitar sini, tetapi hanya sekitar dua pohon saja, apakah cukup?” ujar Garudeva. “Sangat cukup sekali dewa, kau baik sekali!” ujar Wanara dengan gembira dan menghaturkan sembah sujud kepada Garudeva. “Skrieeeech, tidak perlu menyembah, aku bukan dewa, baiklah sebaiknya kau ikut aku, ujar Garudeva. Lalu Garudeva terbang perlahan dan mencengkeram pundak Wanara dan dibawanya pergi terbang menuju pohon ulin berada. “Bagaimana Bondowoso bisa tertangkap?” tanya Jonggrang. “Dia tidak tertangkap, tetapi menyerahkan dirinya,” ujar Pikatan mendahului Bandung yang akan berkata, akhirnya Bandung

37


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

urung melanjutkan karena sudah didahului oleh Pikatan.

“Nah itu dia…” ucap Bandung lalu terdiam, seperti memikirkan cara lainnya.

“Mengapa dia menyerahkan dirinya? Tidak seperti Bondowoso yang pantang menyerah?” tanya Jonggrang.

*

“Sepertinya dia bukan menyerah gusti, tetapi sepertinya dia punya rencana lain yang kita belum tahu,” jawab Pikatan, lagilagi mendahului Bandung yang akan mengucapkan penjelasan, dan lagi-lagi Bangung mengurungkan niatnya untuk berkata. “Mungkin juga ya, lalu apa rencana kita,” tanya Jonggrang. “Eh… mm…,” kali ini Pikatan yang biasanya mendahului menjadi tidak punya rencana apa pun yang akan dikatakan, dia lalu melihat Bandung yang sepertinya akan bicara dan sembari nyengir lalu dengan gerakan tanda hormat, tangannya bergerak sebagai tanda mempersilakan Bandung untuk berbicara. “Terima kasih Pikatan,” ujar Bandung setelah diberi kesempatan Pikatan untuk berbicara. “Begini, sembari kita menunggu Wanara balik membawa kayu ulin bersama Garudeva, kita akan mencari solusi lain tentang bagaimana menyirep orang-orang tinggi besar dan cepat geraknya itu, sebab mereka sepertinya tidak terpengaruh dengan asap sirep yang dibuat oleh Wanara,” ujar Bandung. “Tetapi sayangnya aku sendiri tidak tahu tentang racikan herbal membuat sirep untuk mahluk seperti itu, aku memerlukan minimal satu orang tinggi besar dan bergerak cepat itu untuk dijadikan percobaan, bila berhasil, maka kita bisa mengalahkan mereka tanpa bertarung,” lanjut Bandung. “Ide yang bagus, tetapi bagaimana kita bisa mendapatkan orang tinggi besar dan dapat bergerak cepat itu?” ujar Jonggrang.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

“Ini Bondowoso, yang gusti cari,” kata Dvargha kepada Vharok sembari mendorong Bondowoso sampai tersungkur di lantai dan berhenti tepat di depan Vharok. “Hm akhirnya Bondowoso,” Vharok turun ke arah Bondowoso, menjangkau dagu Bondowoso yang tertelungkup ke lantai untuk melihat wajahnya, lalu mendadak Vharok meludah dan menutup hidungnya. “Bau busuk apa ini, cuuuh!” segera saja Vharok meludah dan menutup hidungnya dengan selempang kain. “Itu bau Bondowoso gusti, kami berhasil melacaknya karena bau tersebut,” ujar Dvargha. “Hmm… apa maksudmu menghentikan kami Bondowoso?” ujar Vharok. Bondowoso bergerak untuk duduk bersimpuh dan kemudian menatap wajah Vharok, ”Tak kukira ternyata kau sepertinya persilangan virus dan bakteri, ternyata bisa ha ha ha,” ujar Bondowoso dan tertawa. “Apa Apa yang kau maksud?” ujar Vharok tidak mengerti. “Ah ternyata kau tidak diberitahu ya, hm… baiklah,” ujar Bondowoso. “Kau telah menculik Raja Baka, di mana dia? Kami datang untuk menyelamatkannya,” ujar Bondowoso. “Ah ternyata ksatria penyelamat keluarga Gotawa ha ha ha,” Vharok tertawa. “Tahukah kau bahwa ayahnya dia telah membunuh ayahku?” Vharok melanjutkan.

38


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

“Oh jadi ini perkaranya? Lalu mengapa anaknya yang menjadi pelampiasan dendam? Bukan ke ayahnya saja?” ucap Bondowoso kalem. “Dia telah tewas dalam peperangan beberapa tahun lalu, jadi anaknya yang akan menanggungnya ha ha ha,” ujar Vharok terlihat puas.

Dvargha seolah biasa saja dengan keadaan yang hampir gelap dalam lorong penjara tersebut, sebab mata mereka seperti mampu melihat dalam gelap karena mata mereka sepertinya mempunyai sinar infra merah, sehingga bersinar merah dalam gelap. Lalu mereka menempatkan Bondowoso ke dalam salah satu penjara tersebut.

“Oh jadi karena yang membunuh ayahmu telah tewas, lalu kau membalasnya kepada anaknya? Salah apa dia?” tanya Bondowoso.

Penjara yang pengap, bunyi cicit tikus besar-besar terdengar dan sesekali menyentuh kaki mereka.

Vharok tertegun, ”DIAAAAAAAM!” teriaknya.

“Kau seharusnya tahu itu salah,” ujar Bondowoso kepada Dvargha.

“Dendam dibalas dengan dendam, tidak akan berakhir, kulihat kau lebih cerdas dari yang lain, seharusnya kau tahu hal itu,” Bondowoso menambahkan.

“Kau sudah tahu Bondowoso, tidak ada yang namanya salah atau benar, yang ada adalah kau mengejar cita-citamu dengan cara apa pun, dan pasti terwujud,” jelas Dvargha.

“DIAAAAAAAAAM!” teriak Vharok dan terengah-engah, matanya melotot tajam kepada Bondowoso. “Kau semakin marah karena aku benar, atau kau marah karena kau bodoh?” ujar Bondowoso menambahkan. “KURANG AJAR!” Vharok mendekati Bondowoso dan menamparnya. PLAAAAAAKH! Tamparan itu begitu kerasnya, tetapi sepertinya Bondowoso bergeming dan tertawa mengejek, ”Ha ha ha pengecut seperti kau tidak bakalan berani bertarung satu lawan satu,” ejeknya kepada Vharok. BLEGGGH! Vharok menendang tubuh Bondowoso, “Bawa dia ke penjara bawah tanah,” ujar Vharok terlihat murka. Dvargha dan ke dua anak buahnya segera menyeret paksa Bondowoso ke penjara bawah tanah.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

“Aku pernah seperti itu, tetapi bagiku, mengejar cita-cita, bertahan hidup, harus tidak menyakiti makhluk lainnya!” ujar Bondowoso. “Ah kita sudah pernah membahas ini bukan, masalah menyakiti atau tidak itu relatif, buktinya kau tetap saja memakan makhluk yang di bawah rantai makananmu bukan? Jangan munafik!” ujar Dvargha. “Dan ingin kubuktikan bahwa kami tidak seburuk yang kau kira, kuletakkan peralatanmu di depan ruang penjaramu, hanya kami yang berani ke penjara bawah tanah ini, manusia dilarang masuk ke sini, kecuali ya.. kecuali tawanan,” ujar Dvargha. “Tidak seburuk apanya? Kalian menghisap darah manusia, species kami, tak akan kubiarkan ini terus berlangsung!” teriak Bondowoso. “Ah, ah, kau mulai menggunakan perasaanmu ketimbang logikamu. Baiklah aku tidak jadi bermaksud baik padamu,

39


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

aku bawa saja peralatanmu ini, sebab berbahaya juga bila dilihat oleh species manusia di masa ini,” ujar Dvargha. “Kau tidak akan bisa keluar, pintu penjara ini adalah pintu baja setebal 20 cm, kau yang sudah terevolusi pun… yah evolusi di levelmu, kau tidak mampu mendobraknya, kami pun tidak bisa, apalagi kau,” lalu mereka berjalan keluar area tersebut sembari tertawa. HA HA HA HA HA! Dvargha dan kedua temannya tertawa dengan suara serak dan menggema yang membuat siapa pun yang mendengarnya menjadi merinding bulu kuduknya. “Siaaaal!” teriak Bondowoso, lalu segera duduk.

sana, pastilah kerangka orang yang di penjara bawah tanah ini. Lalu mata Bondowoso mencari-cari lagi dan menganalisis ruangan tersebut dan berhasil memukul runtuh ke ruangan lainnya. Entah berapa ruangan yang telah dia pukul sampai dia melihat kerangka yang tinggi besar dan melihat bagian tengkoraknya bertaring, ”Sepertinya mereka juga memenjarakan sesama mereka sendiri yang dianggap membangkang.” Kemudian Bondowoso melihat pintu baja yang di area sampingnya ternyata dari dinding biasa, lalu segera dia memukulnya. BRAAAAAAL

“Infra Blue night vision on!” Matanya mendadak bersinar seperti mata orangorang tinggi besar dan bertaring itu, tetapi sinarnya bukan warna merah, tetapi warna kebiruan. Matanya jelas melihat sekeliling area penjara tersebut. “Area mapping based on sonar on,” katanya, lalu Bondowoso bersiul, dengan nada lagu burung kakaktua membunyikan suara siulan dan pantulan suara yang terjadi membuat peta di matanya. Ternyata matanya tersebut merupakan monitor seperti monitor komputer masa sekarang, namun jauh lebih canggih. Lalu setelah menganalisis, ada area dinding yang tipis dan dapat menembus dinding lainnya. Bondowoso segera mengumpulkan tenaganya ke titik tersebut.

Dinding tersebut hancur dan terlihat obor menerangi area tersebut,”Infra Blue night Vision off,” lalu mata Bondowoso menjadi normal kembali segera dia memasuki ruangan tersebut. Di ruangan tersebut ada beberapa sisa makanan di piring periuk, ada banyak semut mengerubuti sisa makanan tersebut. Tempat minum dari tembaga tergeletak airnya tertumpah berceceran. Ada buah jeruk dan anggur yang hampir busuk. Di pojokan ruangan tersebut Bondowoso melihat seseorang sedang duduk bersila, berpakaian ala penggede kerajaan, namun dengan warna yang lusuh dan kotor sepertinya tidak diganti sudah beberapa lama.

BRAAAAAAAAL!

“Siapa kau?” orang tersebut bertanya dengan suara berat tetapi terasa berwibawa.

Pukulannya berhasil meruntuhkan dinding tersebut dan menembus ruangan lainnya, dia melihat kerangka manusia ada di

“Hamba Bondowoso, utusan Kerajaan Pengging untuk menyelamatkan Raja Baka,” jawab Bondowoso.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

40


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

“Sungguh? Sudah waktunya kau hadir, aku Gupala Gotawa, Raja Baka,” kata Gupala. “Hamba haturkan sembah kepada Paduka Raja, dan maaf bau tubuh hamba sangat tidak nyaman,” ujar Bondowoso dan segera duduk dengan hormat dan menghaturkan sembah kehormatan kepada raja dengan menyatukan kedua telapak tangan di depan dadanya dan membungkuk. “Ha ha ha bau ruangan ini juga busuk, aku sudah terbiasa dengan bau-bau seperti itu,” Gupala berdiri dari duduk silanya,”Berdirilah Bondowoso!” Bondowoso segera berdiri sembari tetap menghaturkan sikap hormat kepada Raja Baka. “Tidak kukira, ternyata permaisuriku berhasil lolos sampai ke Pengging,” ujar Gupala. “Benar gusti,” jawab Bondowoso. “Baiklah, kau sepertinya sangat kuat Bondowoso, keluarkan kita dari sini terlebih dulu,” ujar Gupala. “Baik gusti prabu, laksanakan!” Bondowoso segera mencari area dinding yang mudah untuk diruntuhkan dan memukulnya, sedangkan Gupala mengikutinya dari belakang. Setelah beberapa area, mereka memasuki ruangan yang lebih besar dan lebih terang. Di dalamnya terdapat enam ekor macan geni. Macan geni tersebut segera melihat ke arah mereka. “Kuharap kau bisa menangani macanmacan geni ini,” ujar Gupala. “Tidak masalah gusti, gusti segera menjauh mencari area aman dari area ini terlebih dulu,” ujar Bondowoso.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Gupala segera berlari ke arah belakang saat mereka datang, bersembunyi di balik penjara yang telah dipukul salah satu dindingnya oleh Bondowoso dan sembari mengintip melihat Bondowoso. Bondowoso meraba peralatannya, dia segera sadar bahwa dia tidak membawanya, karena sudah dirampas oleh Dvargha. Macan geni semakin mendekat, dan segera saja ketiga ekor macan geni melompat menyerang Bondowoso. Mendadak ketiga ekor macan geni tersebut terlempar menabrak dinding, berkelojotan dan apinya berangsur-angsur padam menandakan telah tewas. Ketiga macan geni sisanya setelah melihat teman-temannya tewas dan melihat Bondowoso. Mereka mundur teratur setelah melihat tubuh Bondowoso diliputi sinar tipis seperti bola energi yang menyelimuti tubuhnya dan energi paling kuat berkisar di area kepala sehingga membentuk lingkaran energi di atas kepalanya terlihat lebih terang. “Gusti prabu, segera keluar dan ikuti hamba!” Bondowoso mengajak Gupala untuk segera keluar dari ruangan tersebut. Gupala segera keluar dan mengikuti Bondowoso, ketiga macan geni sisanya sepertinya sudah tidak berani lagi mendekati Bondowoso, macan geni tersebut hanya menggeram saja saat keduanya melewati mereka, walaupun begitu Bondowoso dan Gupala masih berhati-hati saat melewatinya. Setelah berhasil masuk ke ruangan lainnya, Bondowoso segera menutup pintu area tersebut agar macan-macan geni tidak mengikuti mereka. “Kau sakti mandraguna Bondowoso, tidak salah Raja Pengging memberikan tugas ini kepadamu,” ujar Gupala memuji.

41


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

“Terima kasih gusti prabu atas pujiannya, sekarang mari kita keluar terlebih dulu dari kerajaan ini, untuk menyusun strategi berikutnya,” ujar Bondowoso. “Anakku Jonggrang, dia ditawan juga, tapi masih di ruangan dalam istana area atas,” ujar Gupala. “Jonggrang? Bukankah Jonggrang selamat?” ujar Bondowoso bertanyatanya.

tidak butuh kekuasaan, yang kubutuhkan hanya balas dendam,” ujar Vharok. “Dan kau sebagai keturunannya masih berguna untukku untuk memancing Keturunan Gotawa lainnya agar keluar dari tempat persembunyiaannya dan menghabisi mereka,” ujar Vharok lebih lanjut. “Kau pecundang, kenapa kau tidak tantang saja Raja Baka kalau kau berani, pengecut!” ujar gadis tersebut.

“Jonggrang, Loro Jonggrang!” ujar Gupala. PLAAAK! “Ta…tapi gusti!” Bondowoso kebingungan. Tamparan mengenai wajah gadis tersebut. “Diam, dan ikuti perintahku, dan ikuti aku,” ujar Gupala. “Baiklah gusti,” ujar Bondowoso masih heran, tetapi penasaran, dan akhirnya tetap mengikuti ke mana Gupala bergerak.

“Kau pikir aku juga tidak merasa berterima kasih telah diberi jabatan dan kekuasaan, jadi aku sekalian belajar politik, menggulingkan seorang raja dari dalam setelah mendapatkan kekuasaan darinya?” kata Vharok.

Mereka bergerak sembunyi-sembunyi melintasi area istana. Beberapa prajurit biasa terlihat mondar-mandir di antara pos jaga mereka, tetapi dengan gerakan lincah dan gesit Gupala berhasil menyelinap diikuti oleh Bondowoso.

“Ini menyenangkan, ada seni dan kepuasan tersendiri daripada langsung membunuhnya, penghianatan dariku akan lebih terasa menyakitkan di benaknya,” jelas Vharok.

Bondowoso kagum dengan ketangkasan dan kelincahan Raja Baka, terlihat jelas bahwa Raja Baka memang ahli dalam bertarung dan strategi.

“Dan kau Jonggrang, akan menyaksikan keluargamu habis satu demi satu di tanganku ha ha ha ha!” Vharok tertawa terbahak-bahak dan menggema.

Sampai di suatu area ruangan yang lebih megah, Raja Baka mengisyaratkan agar lebih berhati-hati, dengan menempelkan jemarinya di depan mulutnya dan menoleh ke arah Bondowoso.

“Cuuuuuh!” Jonggrang meludahi wajah Vharok dan tepat mengenai mulutnya, seketika itu Vharok berhenti tertawa dan tersedak.

“Kenapa tidak kau bunuh saja aku!” ujar seorang gadis yang terlihat dari belakang, tangannya terikat. “Aku memang benci dengan keturunan Gotawa, tetapi aku harus membunuhnya secara ksatria, di depan umum, untuk menjadi raja hukumnya adalah dengan membunuh raja, tetapi aku sebenarnya

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Setelah tersedaknya selesai, Vharok mendekati Jonggrang dan tangannya diangkat tinggi dan ditamparkan dengan keras. Jonggrang menutup matanya dan siap dengan tamparan yang selalu menjadi kebiasaan yang diterimanya selama menjadi tawanan di situ.

42


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Mendadak tamparan tersebut terhenti oleh tangan kuat dari Bondowoso. Dan satu pukulan Bondowoso mengenai wajah Vharok, sehingga Vharok terjengkang dan menabrak dinding. BRUAAAAAAKH! Segera saja Gupala membebaskan Jonggrang. Namun, mendadak Gupala terjengkang terkena tendangan manusia tinggi besar dan bergerak cepat, ternyata Dvargha. “Ayah!” ujar Jonggrang dan segera memeluk ayahnya yang menahan sakit. Lalu orang tinggi besar tadi mendekati mereka secara perlahan. Pada saat yang sama Vharok bangkit dan bergerak mendekati Bondowoso. “Jadi ini kekuatanmu yang sesungguhnya ya, pantas kau berani menyerahkan diri, ternyata ini tujuanmu, tapi aku tidak akan membiarkannya,” lalu Vharok bergerak cepat, tidak secepat orang-orang tinggi besar tersebut. Tetapi tetap memiliki sekitar separuh dari kecepatan mereka, dan bagi orang normal, kecepatan seperti itu tidak mungkin dapat dilakukan oleh orang biasa. Vharok menyerang dengan kecepatan penuh kepada Bondowoso. Bondowoso dapat mengimbangi kecepatan Vharok, sebab dengan kecepatan yang dilakukan oleh orang-orang tinggi dan mampu bergerak cepat itu pun Bondowoso mampu mengimbanginya. Dengan mudahnya Bondowoso mematahkan serangan Vharok, lalu dengan jurus anehnya, memanfaatkan tenaga yang terpusat pada kepalan tangannya Vharok, Bondowoso memelintirkan tangan tersebut, dan dengan mudah membanting Vharok ke lantai.

BRUUUUUUKH! Vharok nyengir kesakitan dan bangkit perlahan lalu menggerakkan tangannya sebagai tanda agar anak buahnya yang tinggi-tinggi besar itu untuk menyerang Bondowoso. Lima belas orang tinggi besar dan bergigi taring menyerang Bondowoso dengan serentak. Mendadak mereka semua terpental saat Bondowoso berteriak,”Plasma Shield!”. Mereka semua tertegun, lalu segera saja mereka mengeluarkan semacam alat di pinggang masing-masing dan menembakkan ke arah Bondowoso. Mengetahui gelagat yang tidak baik ini, segera saja Bondowoso melompat tinggi ke atas dan terbang dengan masih diselimuti oleh plasma shield-nya. Tembakan senjata sinar beruntun mengenai plasma shield tersebut tetapi tidak berengaruh banyak. “SIAAAAAAL! SIAPA DIA SESUNGGUHNYA?” teriak Vharok dengan geram. “DVARGHAAA!” teriak Vharok lagi memanggil anak buah kepercayaannya. Sementara itu, Gupala dan Jonggrang telah diringkus kembali oleh anak buah Vharok. Bersamaan dengan itu Dvargha segera mendekati Vharok,”Nama aslinya Azrael Baruna.” “Dari mana dia?” tanya Vharok. “Megacity Surabaya,” jawab Dvargha. “Di mana itu?” tanya Vharok. “Hamba juga tidak tahu,” jawab Dvargha. Bersambung

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

43


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016LIPUTANMU

Bring Your Tumbler Be An Eco Warrior Luh Putu Budiarti

Laporan dari Luh Putu Budiarti. Bring Your Tumbler Be An Eco Warrior adalah suatu gerakan yang mengajak seluruh masyarakat baik anak-anak, remaja maupun orang tua untuk bersama-sama peduli dalam mengurangi sampah plastik yang merupakan salah satu penyebab perubahan iklim dengan cara membawa botol minum sendiri (tumbler). Kegiatan utama tim Bring Your Tumbler adalah Project “Bring Your Tumbler Goes to School� dengan target anak-anak di jenjang usia Sekolah Dasar. Acara ini merupakan project donasi, yakni mencari donatur tumbler yang kemudian

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

akan didistribusikan langsung kepada anak-anak. Bring Your Tumbler Goes to School bertujuan untuk mengajak anak-anak untuk mengembalikan kebiasaan masa kecil yakni membawa botol minuman ke sekolah dan diharapkan menjadi budaya serta komitmen internal ketika dewasa sebagai bentuk rasa tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar. Berdasarkan data yang dilaporkan Wawan Some, yang tergabung dalam Aktivis Lingkungan Surabaya konsumsi air kemasan dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2011 produk konsumsi air kemasan mencapai 17 milyar liter dan menghasilkan botol plastik sampai 500.000 ton. Dengan adanya latar belakang demikian, perlu adanya sosialisasi dini khususnya kepada anakanak.

44


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Sosialisasi dilaksanakan di SD Negeri 11 Sumerta, melibatkan 101 anak kelas 4, 5 dan 6 serta 15 guru pendamping, dengan total 116 donatur yang mendonasikan 116 botol tumbler. Panitia yang terlibat berjumlah 13 orang, 9 orang dari tim Bring Your Tumbler dan 4 orang volunteer. Tim Bring Your Tumbler membagikan sebanyak 116 botol tumbler ke masing-masing anak dan kepada 15 guru pendamping. Acara ini berlangsung dari jam 08.00 WITA sampai dengan 09.30 WITA yang diisi dengan permainan dan sosialisasi. Permainan bertujuan untuk melatih motorik anak serta menumbuhkan sifat kebersamaan dan bertanggungjawab penuh terhadap kelompoknya. Setelah diadakan permainan, anak-anak diberikan sosialisasi mengenai pengenalan Bring Your Tumbler dan pentingnya membawa tumbler sebagai gerakan peduli lingkungan yang bisa dilakukan anak-anak sekolah dasar.

yang diajukan oleh tim Bring Your Tumbler. Di akhir acara, tim Bring Your Tumbler membagikan tumbler ke masing-masing anak dan guru pendamping. Tumbler yang dibagikan merupakan hasil donasi dari para donatur yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan ini dan juga memiliki harapan besar dalam membantu mengurangi sampah botol plastik. Alasan mengapa anak-anak SD dijadikan pilot project program ini adalah karena tim percaya bahwa anak-anak masih memiliki pemikiran yang lugu dan dapat diajak dengan mudah untuk menjadi seorang eco warrior khususnya di bidang lingkungan, dan mereka dapat dengan senang hati akan memberitahu teman-teman serta orangtua mereka.

Anak-anak SDN 11 Sumerta sangat antusias dalam mengikuti acara ini, hal ini bisa dilihat dari semangat mereka dalam mengikuti setiap kegiatan, mulai dari mengikuti permainan serta aktif bertanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

45


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Hal ini diharapkan dapat memberikan efektifitas yang lebih tinggi terhadap gerakan ini. Harapan besar tim Bring Your Tumbler adalah dengan diadakannya acara ini masyarakat khususnya anak-anak dapat menumbuhkan komitmen untuk membawa botol minum atau tumbler kapan pun dan di mana pun. Langkah kecil bersama ini dapat berdampak besar untuk membantu mengurangi sampah botol plastik dan ikut mewujudkan Indonesia bebas sampah 2020.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

46


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

PAO ISSUE #15 NOBEL FISIKA 2016

Grey-Pao! Grey-Pao! Tebak-tebakan yuuuk!

Soal apa neh, Purple-Pao? Aku mah siap-siap aja

Kamu tau takkk siapa peraih Nobel Fisika 2016? Ahh! Gampang! Ada Jean-Pierre Sauvage, Sir Fraser Stoddart, dan Bernard Feringa

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

47


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Wuahhh ternyata kamu update sama info-info terkini ya Grey-Pao! Bener bingits! Ketiga ilmuwan itu berasal dari Inggris

Tentu saja! Mereka kan merancang mesin pada skala Molekul jadi ukuran mesinnya kecil bingits Mesin yang dibayangkan, berukuran 1.000 kali lebih tipis dari sehelai rambut dan dapat digunakan untuk membawa obatobatan misalnya pengobatan langsung ke sel-sel kanker

Pemikiran yang hebat banget ya, GreyPao! Aku jugak kepengen suatu hari nanti jadi penemu

Jadi penemu memang bagus, membuka banyak kemungkinan baru tapi penemuan saja tidak cukup Sama seperti kata Feringa, inovasi perlu dimanfaatkan dengan baik sejalan dengan kemanusiaan

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

48


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

PAO ISSUE #16 NOBEL SASTRA 2016

Sekarang giliran, Grey-Pao yang nanya!

Apa tuh, Grey-Pao? Pertanyaannya jangan yang susah-susah yaa!

Purple-Pao tau gak siapa yang dianugerahi nobel sastra 2015?

Wuohhh! Nanya yang tahun lalu? Namanya Svetlana Alexievich Kalo tahun ini musisi Bob Dylan yang bernama asli Robert Allen Zimmerman enlightening open mind generations

www.an1mage.org

49


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Kamu tahu gak karya-karyanya dia yang legendaris?

Blowin' in the Wind dan The Times They are A-Changin' yang merupakan lagu perjuangan hak asasi manusia di Amerika dan pergerakan anti-peperangan

Benar! Karya-karya Bob Dylan banyak menyerukan masalah politik, filosofi, sosial, hak asasi, juga kemanusiaan

Hebatnya lagi, Selain menjadi musisi Dylan juga aktif sebagai pelukis, aktor dan penulis naskah

Sungguh multitalenta!

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

50


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

ON THE EDGE Cerita: Handi Yawan Ilustrasi: Qomar

Prologue Hari ke-30 Catatan Gerard J. Clarke, Kapten Jaladara, Tachyon class starship.

Kapten memandang Prof. Jim Butcher dengan serius, sekalipun demikian semua awak tidak tahu apa yang terjadi. Lalu Gerard J. Clarke mulai teringat sesuatu.

Semua perhatian awak Jaladara tertuju ke arah daerah kosong tepi semesta di depan mereka dengan kecamuk air muka berbagai rasa yang sulit dijelaskan. Tetuko yang terjebak di luar semesta ibarat disedot oleh lumpur hisap lebih jauh.

Sejenak Jim Butcher berbicara dengan Lieutenant Commander Jelita Dimyati, lalu kembali menemui Kapten Clarke.

ini berat kehilangan teman-teman kru tanpa ada kabar sama sekali dari mereka yang berada di dalam shuttle pod itu.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

“Coba lihat ini,� kata Jim Butcher sambil menunjuk ke arah jendela anjungan yang berfungsi sebagai monitor utama. Helmsman Jelita Dimyati menayangkan dua bagan tabulasi pada monitor atas permintaan Jim Butcher. Tabulasi pertama menampilkan bola-bola dalam model yang berbeda dengan model

51

CERMIN


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

pada tabulasi yang kedua dan dua-duanya dalam bentuk ilustrasi untuk dibandingkan dan dianalisa. “Semesta yang hidup ini ternyata berada di tengah samudra bola-bola statis tiada bertepi,” tunjuk Jim Butcher ke monitor. “Daerah kosong di luar semesta adalah proton-proton statis sehingga tanpa neutrino.” “Tidak ada kehidupan apa pun di dalam lapangan proton-proton statis itu, sehingga apa pun yang memasuki daerah itu lepas dari kehidupan dan di luar jangkauan the Great Attractor!(2)” simpul Jim Butcher. Bola-bola proton statis ini terus bergelombang mengisi tempat yang semula dimasuki Tetuko, sehingga mendorong Shuttle Pod itu semakin jauh dan sekarang teleskop Nagapasha sudah tidak mampu menangkap citranya.” Kapten menghela nafas mendengar paparan Prof. Jim Butcher. Berat sekali kehilangan executive officer dan beberapa awaknya sehingga tidak kuasa memandang Jelita yang kehilangan suaminya di dalam shuttle pod itu. Sementara itu Jelita hanya bisa tersenyum tawar dan mencoba tabah sambil memandang daerah kosong jauh di cakrawala semesta dengan mata basah berkaca-kaca mengikhlaskan kepergian suami dan teman-teman kru dalam shuttle pod itu.

satu unit pesawat luar angkasa jarak tempuh antar galaxy. Taburan berjuta-juta bintang di langit yang merupakan tata surya masing-masing yang mengisi ruang di Jagat Raya. Sehingga Bima Sakti yang merupakan stasiun luar angkasa terbesar di dunia masih terlihat kecil dalam kesunyian ruang angkasa. Tata surya-tata surya itu tampak seperti lubang di alam semesta yang di dalamnya ada matahari sebagai pelita. Matahari itu ibarat di dalam kaca berupa planet-planet yang berkilauan pada orbitnya dinyalakan dari kayu yang diberkati berupa atmosphere sekalipun tidak disentuh oleh api dari matahari. Solar system-solar system membentuk ruang sedangkan yang berada antara solar system-solar system merupakan luar ruang yang diisi lautan sinar yang mengisi di mana saja dalam alam semesta ini. Tachyon Class Starship ini bentuknya mirip sebuah Yoyo dengan masingmasing piringnya berdiameter 2.734 feets. Mengapung di langit dan sedang menerima perintah dari Admiral Mustafa Abuelhassab yang berada dalam Bimasakti. Monitor utama Jaladara hampir sebesar ruang di anjungan sehingga setiap awak seolah-olah melihat langsung ke langit di luar dan sebentuk inzet menayangkan Admiral yang berada di stasiun Bima Sakti.

*** Hari ke-1 Catatan Gerard J. Clarke, Kapten Jaladara INA 0303.16, Tachyon class starship. Stasiun luar angkasa Bimasakti sedang membuang sauh di ujung tata surya untuk melepas kepergian satu unit starship yang bernomor lambung Jaladara, INA 303.16,

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Admiral Mustafa Abuelhassab memberikan pidato pengantar untuk Jaladara: “Hari ini kita telah memasuki peradaban Tipe III (4), yang menguasai bentuk energi galaksi.” “Misi kalian adalah untuk menjawab pertanyaan umat manusia di bumi, yaitu menyelesaikan pemetaan langit di ujung semesta sehingga bisa diperoleh gambaran utuh bagaimana wujud semesta

52


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

kita,” ujar Admiral. “Sehingga kalian harus membawa Jaladara ke tepi batas semesta?” “Dulu dengan rintangan hukum relativity, sejumlah cara dicari untuk mendekati kecepatan cahaya. Teori relativitas Einstein telah membuktikan bahwa tidak ada yang mampu melebihi kecepatan cahaya. Tapi tidak untuk peradaban Tipe III, saat ini! Ternyata solusinya pada pemahaman mutakhir konsepsi atom mengenai Neutrino ini, dengan memahami secara mendetail mengenai peluruhan satu neutrino menjadi satu positron, dan satu elektron. Sementara itu karena sifat "hantunya", deteksi eksperimental pertama dari neutrino meluncur lebih cepat daripada cahaya (2)? Para peneliti CERN di Jenewa, mempublikasikan; perjalanan neutrino secara signifikan bergerak lebih cepat dari pada cahaya pada jarak yang sama dalam vakum. Beberapa tahun kemudian ada klaim mengejutkan dari hasil inovasi teori yang mengubah hukum fisika secara fundamental, bahwa neutrino yang beremisi itu adalah Tachyon! diumumkan oleh Prof. Zwarnaa Yussma penemunya. Jauh lebih revolusioner, klaimnya mengatakan Tachyon bukan partikel sehingga tidak memiliki massa atau netral. Hasil dari pengembangan riset Prof. Zwarnaa Yussma, sekarang kita punya Jaladara, Tachyon class starship, pesawat luar angkasa dengan kecepatan Tachyon yang beberapa belas kali lebih cepat daripada cahaya. Pertanyaan-pertanyaan dari para skeptis, sekarang tak lagi soal spekulasi omongkosong yang telah lama kita tinggalkan. Ini semua telah mengantarkan pada era baru

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

dalam hubungan kita dengan alam semesta dan kita takkan pernah lagi memandang langit dengan cara yang sama. Perkembangan dari evolusi fisika ini, akhirnya telah dapat mengidentifikasi lebih banyak planet mirip bumi. Telah kita datangi 1.000 bintang paling cemerlang di jarak 50 tahun cahaya dari bumi dan akan fokus eksplorasi pada 50 sampai 100 sistem planet mirip Bumi.” Pungkas Admiral. Kapten Clarke menegaskan pidato Admiral, “Jaladara telah dilengkapi peta universe sehingga tujuan kita sudah pasti, namun meskipun kecepatan Jaladara sanggup melibihi warp 11, tetap saja bila ditempuh dengan jalur biasa umur kita tidak akan sanggup melewatinya sehingga kita membutuhkan teleportasi yang berada di alam ini.” Gerard J. Clarke seorang pria paruh baya namun tampak masih bugar biar pun rambut putih telah mewarnai kepalanya. “Jaladara siap berangkat Lieutenant,” ujar Kapten sambil tersenyum kepada Helmsman cantik sehingga secara tidak langsung pula mengingatkan semua awak pada jadwal. Lieutenant Commander Jelita mengangguk lalu ia alihkan perhatian ke arah konsol di depannya. Letnan Komandan Jelita mengangguk dan mengalihkan perhatian ke arah konsol di depannya. Melalui monitor di dalam bridge kapal bintang, Gerard J Clarke bisa melihat bagaimana antusias orang-orang di bumi mengantarkan para pionir ini mulai bergerak memasuki mulut Heliosphere (3). ***

53


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Helmsman melaporkan, “Heliotail, ekor tata surya ini yang menjadi pilihan paling masuk akal karena teknologi memanfaatkan fungsi suatu blackhole sudah kita kuasai.”

Di anjungan Jaladara, Kapten Clarke mengawasi konsol Helmsman dan di saat yang sama Erik Gunarso, mengawasi jendela utama yang berfungsi sebagai monitor.

Seolah-olah diingatkan pula, Admiral Mustafa Abuelhassab menyela, “Maaf, bulan madu kalian terganggu,” singgung Admiral sambil menengok Helmsman Jaladara dan Commander Erik Gunarso.

Jelita Dimyati duduk di konsolnya sambil mengoperasikan jaladara dengan tenang.

Gerard J. Clarke tersenyum sambil menengok pula ke arah Lieutenant Jelita yang duduk di belakang meja konsol, Helmsman Jaladara yang memang jelita menjadi tersipu. Di antara para awak Jaladara ada sepasang kekasih yang menunda bulan madu mereka demi misi ini. Lieutenant Commander Jelita baru saja melangsungkan pernikahan dengan Commander Erik Gunarso. Erik Gunarso tidak kalah tersipu digoda oleh awak Jaladara lainnya. Kedua sejoli ini adalah penerbangpenerbang terbaik pula sehingga diikut sertakan dalam misi pionir yang menyita perhatian dunia. “Ok,” kata Admiral, “Selamat bertugas dan kembali dengan selamat!” Akhirnya Admiral mengangkat tangan kanan dan meletakkan pangkal lengan di atas dahi sebagai penghormatan mengantar Jaladara memulai perjalanan. Gerard J. Clarke balas menghormat dan sekaligus mewakili seluruh Kru Jaladara. “Lieutenant Jelita,” seru Kapten memberikan instruksi pada Helmsman, “Maju dengan kecepatan penuh!” Lieutenant Jelita mengangguk dengan mantap.

Di belakang kursi Kapten, Lieutenant Commander Will Jin Feng duduk pula mengawasi kelayakan mesin pesawat pada konsolnya. Sementara itu ada yang di luar kebiasaan, tampak seorang pria gendut tidak mengenakan seragam seperti layaknya kru tetapi berpakaian kasual. Ia seorang ketua dewan Sains PBB yang ikut dalam misi ini sebagai penilai. Kelak dari penilaian Profesor Jim Butcher, apakah Jaladara bisa diputuskan layak terbang lagi atau cukup sekali misi ini saja. Ada lebih menarik. Seunit robot berbentuk bola, terbang melayang di atas ruangan. Objek ukuran sesepak bola adalah Conny Max, satelit teknologi nano yang memiliki kemampuan untuk berubah menjadi bentuk apa pun dan telah ditanamkan kecerdasan buatan. Bola mata Conny Max yang hanya satu, berkedip atau melirik ke siapa yang sedang berbicara. “Max, Bagaimana perjalananmu hari ini?” sapa Kapten. Conny Max, satelite penjelajah galaksi memberikan jawaban dengan memperdengarkan suara seorang wanita sambil melayang mendekati tempat Kapten berada. “Bola-bola replikaku yang terdiri dari jutaan, sekarang berada di galaksi yang berjarak 7961.78 tahun cahaya, butuh waktu 10 hari mengirim pesan terkompresi ke dalam Quanta bit melalui teknology teleportasi dan hari ini baru kembali …

***

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

54


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Kuhimpun kembali sinyalnya hingga akurat melalui rutin error correction dalam system yang ditanam dalam diriku. Nah, apa yang Anda tanyakan, Kapten?” Gerard J. Clarke selalu dibuat tersenyum oleh Max yang ramah. “Tidak, aku hanya ingin tahu kenapa data saja yang bisa ditransmisi secara teleportasi dan bukan manusia? sehingga kita tidak perlu repot pergi ke bintang paling jauh di ujung dunia.” “Tidak bisa Kapten, karena selain butuh kecepatan tachyon, tubuh manusia akan terurai. Manusia memiliki ruh sedangkan data tidak, kecuali kalo ruh bisa dipisahkan dengan tubuh. Tetapi ruh dan jiwa hanya bisa dipisahkan yang berarti mati!” jawaban mengejutkan dari Max membuat Kapten tersenyum lebih lebar.” “Ha, ha, ha … “ tawa Kapten. “Tapi tetap saja kita butuh teleportasi itu karena tubuh dan ruh kita keburu berpisah bila menempuh rute biasa.” Max hanya memperdengarkan suara mesin karena ia tidak bisa memahami kalimat terakhir Kapten J. Clarke. Lalu Kapten mengubah arah duduknya, lebih mencondongkan tubuh ke arah Lieutenant Commander Jelita Dimyati. “Bagaimana kesiapan kita masuk ke modus teleportasi yang aman?” tanya Kapten. Sebelum Helmsman Jaladara yang duduk di depan Kapten memberikan tanggapan, Ia bicara ke bola logam bermata bulat dan besar itu. “Max, berubah ke modus tablet!” Perintah Lieutenant Jelita. Conny Max segera merespon perintah Lieutenant commander sambil meletakan dirinya di atas tangan Jelita, lalu hanya dalam hitungan detik mengubah dirinya menjadi sebentuk komputer tablet.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Lieutenant Jelita mengakses data yang dikirim replika Max. Sesaat kemudian di hadapan para kru Jaladara, terbentang monitor virtual yang berasal dari tablet di tangan Lieutenant Commander. Lalu mengembang sebentuk monitor virtual di hadapan mereka. Monitor memperlihatkan gambaran suatu area langit. “ini model Supercluster Laniakea (1) telah membuat kita mengenali “rumah” di semesta ini yang merupakan super kluster galaksi yang di dalamnya dihuni oleh ratusan ribu galaksi termasuk Galaksi Bima Sakti, Tata Surya, dan Bumi yang berada dalam jarak 7961.78 tahun cahaya dari galaxy terluar yang telah diidentifikasi Max.” Papar Jelita. “Tepi semesta ini oleh para ilmuwan dinamai Langittepi,” sambung Jelita, “dan tidak ada tata surya lain di belakangnya atau dengan kata lain merupakan tepi jagat raya di kuadran ini.” “Alamat baru ini kita identifikasi oleh para ilmuwan yang berhasil menangkap cahaya yang lepas dari Heliosphere sehingga bisa kita amati alamat cahaya itu berasal. Ke alamat inilah Jaladara menuju.” Sampai di sini para Kru mengerti apa yang dijelaskan oleh Lieutenant Commander. “Dua supercluster ini telah dipetakan bersama super-super cluster lainnya dalam Universe Navigation Satellite System (UNSS) yang dimiliki Jaladara dan merupakan teknologi yang digunakan untuk menentukan posisi atau lokasi dalam satuan ilmiah di Jagat Raya.” “Baiklah,” ujar Kapten dengan mantap, “Peta dua supercluster ini membuat posisi atau alamat Bumi di jagat raya, semakin jelas! “Blackhole yang terletak di luar tata surya ini memiliki tipe yang bersifat berpindah ruang, sehingga bila dimasuki, Jaladara akan berpindah tempat untuk dijadikan

55


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

jalan pintas mengarungi ruang angkasa yang luas.” Para Kru tampak puas dengan paparan Lieutenant Jelita dan Kapten Clarke. Rupanya Blackhole ini yang akan menjadi mesin teleportasi untuk menempuh ke alamat di langittepi. “Dulu sewaktu belum dikenal, lubang hitam adalah obyek yang sebaiknya tidak didekati dan akan berusaha pergi sejauh mungkin dari lubang hitam,” kenang Jim Butcher. “Baiklah,” sela Jim Butcher. “Design Jaladara telah dirancang oleh para ahli berdasarkan pengalaman bertahun-tahun mengamati The Great Attractor dan Heliosphere, sehingga kapal berbentuk yoyo seperti ini unik dan paling cocok untuk memasuki sebuah terowongan wormhole” “Aku sudah baca panduan teknis kerja mesin yang kalian sebut Shuttling system, tapi tetap saja untuk melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya saja akan menimbulkan chaos pada system metabolism dan psykologi kita.” Ucap Jim Butcher. “Apalagi yang akan kita lakukan dalam perjalanan luar angkasa ini kecepatannya melibihi cahaya!” Kedua mata Jim Butcher terbelalak lebar sambil mengerutkan kedua bahu. Demikian pula kedua telapak tangannya dibuka lebar-lebar menuntut jawaban dari para kru, terutama dari Kapten. Jim melanjutkan paparannya, “paradox yang terjadi bila kita bergerak mendekati cahaya, pertama terjadi kontraksi!” Sementara itu Max sudah menutup monitor virtual dan kembali ke wujud bola sehingga bebas bergerak kembali ke mana saja ia suka di atas kepala mereka dalam ruangan itu.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

“Ini akan terjadi pada orang yang bergerak mendekati cahaya, orang akan melihat kita mengecil sama halnya kita melihat mereka pun mengecil. Kedua, butuh energi Infinity dan tidak akan sanggup dipenuhi yang dihasilkan dari kalkulasi E=mc2, dan energi kinetik = ½ mv2 sekalipun!” “Dan yang terakhir, melambatnya waktu! Semua orang akan melihat kita mengalami dilasi, tapi kita pun melihat hal yang sama terhadap orang lain. Kalaupun ada yang bisa melakukannya, itu akan sia-sia karena begitu pesawat yang berkecepatan cahaya pergi beberapa detik saja maka yang berada di bumi akan merasakan pesawat ini pergi bertahun-tahun bahkan bisa ratusan tahun. Padahal yang berada di dalam pesawat merasa dia pergi hanya sebentar. Itulah relativita!” Semua kru duduk terdiam di kursinya masing-masing. Bukan gambaran yang diberikan Jim Butcher yang membuat mereka membisu, tetapi sikap Jim, di zaman ini siapa sangka sikap skeptis masih ada pada diri seorang Profesor Jim Butcher yang nota bene seorang teknokrat!?

“Aku bisa jelaskan…” bisik Conny Max yang hanya bisa didengar oleh Gerard J. Clarke. Sikap Max bisa dimengerti oleh Kapten. Seunit robot seperti Max saja bisa kesal melihat kelakuan seorang Jim Butcher. Tapi Gerard J. Clarke seorang pria yang sabar. “Aku tidak mengijinkan!” Sela Kapten. Bisikan Kapten juga hanya bisa di dengar oleh Max dan yang lain hanya megira Kapten sedang bergumam saja. “Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan professor, kali ini sebaiknya di jawab oleh

56


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Commander Erik Gunarso, yang paling bertanggung jawab segala hal kelayakan pesawat ini,” ucap Kapten memberikan kesempatan kepada commander. Sebelum Executive Officer berbicara, ia sempatkan memperbaiki duduknya supaya merasa lebih nyaman. “Kendala-kendala yang dipaparkan oleh Prof. Jim Butcher akan terjadi karena kita menantang hukum-hukum alam yang telah diletakan oleh Newton dan Einstein selama ini.” Erik Gun adalah pria yang selalu bersikap serius. Badannya atletis dan wajahnya selalu kelimis. “Tetapi sekarang kita lihat, ketika kita memahami sifat sebenarnya dari alam semesta, menjadi jelas bahwa gaya elektromagnetik lebih kuat dari pada gaya gravitasi. Gaya elektromagnetik meniadakan peran gravitasi atau menimbulkan massa ringan sehingga menghasilkan energi yang dapat digunakan dalam jumlah besar dan biaya minimal.” “Ya,” Ujar Kapten mendukung argumen Commander Erik Gun. “Bisa dilihat teori Newton yang sudah ada 400 tahun lalu, bahkan orang yang bekerja dengan fisika kuantum 100 tahun lalu. Sekarang sudah menjadi kenyataan… teruskan Commander!” pinta Kapten. Commander Erik Gunarso melanjutkan bantahannya. “Siapa sangka ada orang yang secara tekun melakukan pengembangan model motor antigravitasi ciptaan Nicola Tesla. Seperti yang kita ketahui, Nicola Tesla yang jenius tetapi kalah populer dibandingkan Einstein, bahkan Newton sekalipun, karena teori-teorinya menentang hukum alam fundamental yang diletakan oleh Newton dan Einstein yang 200 tahun terbukti berguna.”

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

“Tetapi sekarang adalah abad penerbangan antar Galaksi, sehingga orang lebih banyak mencari teori-teori yang menjadi solusi dari hukum-hukum Newtonian dan Einstein. Ternyata, jawabannya ada dalam kerja motor MagnetoHidroDinamik ("MHD") ciptaan Nikola Tesla. Hukum Newton dan Einstein berguna di dalam lingkungan gravitasi, sedangkan hukum Tesla sebaliknya, meniadakan peran gravitasi atau massa ringan yang merupakan konstanta kosmologis-nya Einstein yang dulu masih merupakan misteri.” “ Ya aku tahu,” sela Jim butcher. Rupanya menyela sudah menjadi kebiasaannya. Lalu ia lanjutkan argumennya. “NASA pernah membuat seunit 'piring terbang' untuk melakukan perjalanan robot ke luar angkasa. Waktu itu Piring terbang NASA ini memiliki parasut apabila ia akan mendarat, tapi kemudian Prof. Zwarnaa Yussma melakukan terobosan, Ia gandakan menjadi dua unit piring yang arah putarannya saling berbalik dan memutar dua piringan secara horizontal sehingga bisa take off maupun landing seperti helikopter.” “Bukankah itu yang ingin anda katakan?” kata Jim. “Aku mengenal Almarhum Prof. Zwarnaa Yussma karena ia dulu adalah dosen fisikaku.” “Tapi yang ingin aku tahu, bagaimana konsepsi Tachyon bisa kalian aplikasikan kedalam wujud nyata seperti pada mesin Jaladara ini yang merupakan koreksi konsep atom klaim Prof. Zwarnaa Yussma.” “Baiklah kalau hal ini sudah Mister Jim pahami,” Kata Erik Gun mulai tidak sabar. “Dengan mengembangkan prinsip Tachyon, hasilnya sangat jenius, mesin dengan 2 piringan yang arah putarannya berbeda dan telah Prof. Zwarnaa Yussma

57


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

patenkan dengan nama Shuttling System yaitu pesawat berupa piring dempet yang di tengahnya tempat kabin awak.

Erik mengambil tablet miliknya sendiri yang ia letakan di atas konsolnya, lalu mengakses data yang ia butuhkan.

Berbeda dengan interaksi gravitasi yang bersifat hanya tarik-menarik, interaksi elektromagnetik bisa tarik-menarik maupun tolak-menolak.

Sesaat kemudian layar virtual menampilkan sebentuk sketsa teknik. Lalu Commander Erik melanjutkan paparannya. “Ini adalah konstruksi pesawat anti gravitasi :

Interaksi elektromagnetik juga perlu idekatakanlah Tachyon yang tidak lain adalah Neutrino yang telah mengalami emisi akibat proses fusi pada inti. Sejauh ini diketahui, Tachyon tak bermassa. Struktur atom dapat dipahami sebagai interaksi tarik-menarik antara proton (inti) dan nuetron yang melingkupi inti, dengan demikian interaksi elektromagnetik memiliki kekuatan interaksi yang relatif lebih besar bila dibandingkan dengan kekuatan interaksi gravitasi.” "Hm, ini menarik ...." Kata Prof. Jim Butcher, tersenyum ke arah Kapten. Kapten Gerard J. Clarke mengangguk juga dan senang melihat senyum tamunya yang menunjukkan komunikasi mulai cair. “Langsung saja ke bagian kontruksi mesin shuttling system ini!” Pinta Jim Butcher.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Bagian Atas, menghasilkan massa positif berputar ke kanan sedangkan Bagian Bawah, bermasa negatif, berputar ke kiri. Kombinasi kerja dua piring yang berlawanan arah putarannya menimbulkan medan ringan di tengah dan Netral, tempat awak pesawat serta perlengkapan dan mesin yang memutar Positif dan Negatif sekaligus. Masing-masing piring dibelokkan oleh kemudi yang fungsinya seperti layar pada kapal di laut.” “Dulu ilmu pengetahuan mengira di luar angkasa tidak ada gravitasi. Sekarang rahasianya kemudian yang telah ditemukan oleh para Ilmuwan, ternyata di pusat alam semesta ada the Great Attractor.” ungkap Prof. Jim Butcher.

58


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

“Jadi pesawat Shuttling System yang memanipulasi tenaga lenting atau centrifugal cocok untuk bergerak mengarungi gravitasi jagat raya yang memiliki kecepatan sekaligus memberikan massa netral di dalam pesawat seperti Tachyon!” Puji Jim Butcher menyimpulkan sendiri. “Tapi “benda” ini bilang,” Tetap saja kita butuh mesin teleportasi karena bila menempuh rute biasa, umur kita tidak cukup untuk tiba di tempat tujuan sekalipun menggunakan pesawat berkecepatan Tachyon.” “Aku bukan Benda!” Conny Max protes. Bunyi suara mesin mirip keluhan terdengar dari Max. “Aku memiliki kecerdasan artifisial dan … “ Max tidak sempat menyelesaikan omelannya karena Commander Erik menegurnya. “Lalu…” ujar Jim yang tidak terpengaruh oleh protes Max. “Kau belum jelaskan point keduanya!” Commander Erik Gun sekarang bisa tersenyum juga. “Dengan kontruksi shuttling system, otomatis bila putaran itu semakin cepat akan semakin besarlah daya centrifugal dan semakin kecillah daya gravity, akhirnya daya jatuh ini akan hilang sama sekali dan mulailah pesawat terangkat terbang dengan mudah tanpa pengaruh tarikan The Great Attractor sehingga hanya butuh energy yang minimal.” Wajah Jim Butcher sekarang menjadi cerah, rupanya sikapnya semula hanya merajuk meminta penghormatan dari para Kru Jaladara. “Ya tapi apa itu energy yang digunakan, apakah rahasia?” canda Jim Butcher. Commander Erik Gun menggelengkan kepala sambil tersenyum.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

“Jaladara menggunakan energi Hydrogen cair yang ditambang dari sinar matahari dan bintang-bintang yang melimpah di luar angkasa. Permukaan logam Jaladara sekaligus berfungsi sebagai solar sel” “Gaya gesek udara tidak perlu diperhitungkan karena Jaladara beroperasi di luar angksa yang tidak ada udara atau angin, ya?” kata Jim Butcher sekedar menegaskan. “Sekaligus menepis benturan asteroid-asteroid yang menghalangi jalan pesawat ini.” Erik Gun mengangguk, “Daya gesek pada bearing mesin, temperatur yang ditimbulkan oleh gesekan tersebut juga pada sistem mesin-mesin lainnya didinginkan menggunakan helium terkompresi.” Timpal Commander.

***

“Ok,” Ujar Kapten. “Jaladara, akan memasuki wormhole dan akan membawa kita ke tepi semesta!” Sebentuk area besar dan yang paling menyilaukan di antara benda-benda luar angksa lainnya ditampilkan pada monitor. Itu adalah gerbang Blackhole yang akan dimasuki oleh Jaladara. Pemandangan di atap mulai ditutup oleh jendela otomatis sehingga semua kru sudah tidak bisa melihat langit di luar untuk persiapan terbang menempuh kecepatan tachyon. Sekarang pesawat mengarungi angkasa dipandu navigasi dari hasil perhitungan Conny Max. Dan kali ini Max tidak banyak bicara hanya lampu matanya berkedip dengan nyala berwarna warni, menunjukkan Max sedang mengirim sinyal radar berkecapatan tachyon secara terus menerus untuk memastikan jalur yang ditempuh Jaladara aman.

59


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Kerja Max terus dipantau oleh Helmsman melalui konsolnya. “Ekor Heliosphere menunjukkan kombinasi cepat dan lambat gerak partikel-partikelnya,” papar Lieutenant Jelita. “Ada dua 'lobus' partikel lambat di sisi, partikel yang lebih cepat di atas dan di bawah, dengan seluruh struktur bengkok, karena mendorong dan menarik medan magnet luar tata surya.” “Mesin shuttling system yang digunakan Jaladara sekalian membangkitkan pelindung magnetik sehingga menciptakan medan vakum yang melindungi Jaladara dari panas fusi nuklir berantai yang terjadi di dalam Heliosphere. “Mekanisme mesin Jaladara berfungsi dengan baik, semakin besar putaran mesin maka semakin tebal medan vakum yang tercipta!” simpul Commander Erik Gun. Lieutenant Will Jin Feng, Chief Engineer duduk bersama kru lain yang mengoperasikan konsolnya masingmasing. “Berada di daerah lubang cacing membutuhkan banyak antigravitasi, yaitu energy negatif. Tetapi mesin shuttling system meniadakan kebutuhan ini yang diperlukan oleh pesawat luar angkasa konvensional,” ujar Lieutenant Will Jin Feng . Tampak wajah Gerard J. Clarke puas dan senang sekali mendapatkan laporan ini. Bahkan tidak ada guncangan sedikit pun dirasakan oleh awak Jaladara. Lewat konsol helmsman, Kapten dan Commander Erik melihat langsung ekor partikel mengalir di sebelah kanan heliosphere. Bentuknya memanjang dengan warna biru terang, sehingga mereka tahu, Jaladara sudah keluar dari wormhole.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Lieutenant Jelita mengangguk sehingga mereka yakin telah benar-benar keluar dari Heliosphere.

*** Berangsur-angsur Jelita memperlambat kecepatan Jaladara menjadi kecepatan di bawah kecepatan cahaya sampai menjadi kecepatan minimal. Selanjutnya Jaladara kembali membuka jendela-jendela mekaniknya sehingga seluruh kru di anjungan bisa melihat langit kembali. Gambar peta UNSS di konsol helmsman memperlihatkan posisi Jaladara di jagat raya ini. Kapten dan awak Jaladara lega telah berhasil mencapai tujuan. Semua awak starship menjadi takjub memandang ke langit ketika mereka sadar telah sampai di tepi jagat raya. Suatu perjalanan yang singkat dan tidak terasa mereka sudah tiba di tujuan tanpa mengalami hal apa pun yang membahayakan Jaladara dan awaknya. “Ini adalah Langittepi yang merupakan bagian dari system bintang Omega Sidron yang terletak di langit Langittepi paling tepi di sisi lain jagat raya ini.” Papar Jelita. Lalu Max datang mendekati Kapten. “Kapten,” Conny Max berbicara kepada Kapten. “Ijin replika-replikaku di luar akan masuk dan bergabung denganku.” “Diijinkan,” Jawab Kapten pendek dan tidak berpaling sedikit pun menyaksikan langit di luar. Sesaat tubuh Conny Max diselubungi cahaya biru lalu muncul jutaan replika Max yang lebih kecil dari kelereng yang langsung luruh lalu lebur ke tubuh induknya. Setiap butir kelereng logam itu adalah replika-replika Max yang berfungsi sebagai satelit. Semua menyatu menjadi bagian dari Max.

60


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Baru saja seluruh kelereng-kelereng logam itu selesai menyatu dengan induknya, Lieutenant Will Jin Feng meminta perhatian Kapten. “Kapten, lihat ke arah jam lima!” tunjuk Lieutenant Will Jin Feng . Kapten memutar tubuh menengok ke monitor di samping monitor utama. Tampak sebentuk bongkahan sisa seunit pesawat terapung-apung. Awak Jaladara dari anjungan melihat reruntuhan seunit pesawat yang masih menyisakan identitasnya yang masih jelas tertulis di lambung; INA 030.15. “Hm, itu bangkai pesawat pionir seri Jaladara awal,” ucap Commander. “Bermula dari misi memberangkatkan pesawat tanpa awak ini, sekarang Bimasakti mampu memberangkatkan Jaladara INA 303.16 ini.” “Jelas sekali bangkai INA 030.15 telah mengalami kebakaran yang parah setelah melewati terowongan wormhole,” ungkap Erik Gunarso penuh hormat terhadap bangkai pesawat itu.

***

“Saatnya kita luncurkan Tetuko!” Ujar Kapten mengingatkan. Executive Officer Erik Gunarso mengangguk lalu pergi. Sebelum berlalu dari anjungan, Lieutenant Jelita sudah berdiri dan menanti suaminya lewat. Sesaat mereka hanya saling berpandangan dan memegang lengan satu sama lain dengan penuh cinta. Lalu Commander Erik Gunarso pergi ke luar anjungan. Beberapa waktu kemudian, di monitor terlihat seunit shuttle pod keluar dari dek. Tetuko diawaki empat orang untuk mengamati tepi semesta secara langsung. Commander Erik dan team kecil menerbangkan Tetuko dan tampak di monitor memberikan tanda kesiapan melaksanakan tugas. Commander ditemani oleh Ensign Carlibach G. Rabin sebagai helmsman, ensign Lara Eikamp dan officer Achmed Khammas. “Sistem navigasi Tetuko dilengkapi teknologi Exapixel yang sudah menggunakan program optimasi citra untuk mendapatkan panorama langit dalam bentuk bola yang dibagi dalam 8 kuadran,” lapor Erik. “Omega Sidron merupakan bagian dari supercluster Langittepi diletakkan pada kuadran 1 bersama galaksi Bimasakti.”

Close to the Edge Sepintas dengan pengamatan biasa, langit di tempat ini tidak berbeda dengan langitlangit lainnya. Tetapi nun jauh di cakrawala semesta, dan bila menengok ke arah jam 9, awak Jaladara melihat pemandangan yang berbeda. Daerah gelap dan tanpa bintang-bintang.

Ensign Carlibach G. Rabin mengoperasikan konsolnya dan membawa Tetuko maju semakin jauh memasuki tepi semesta. Ribuan replika Conny Max terbang di luar untuk mendampingi Tetuko.

Sungguh mencekam dan menimbulkan rasa takut ibarat memandang ke dalam sebentuk jurang yang tidak berdasar.

Di tempat yang telah ditentukan oleh Commander, replika Max memecah diri menjadi beberapa kelompok lalu masingmasing kelompok terbang ke berbagai jurusan dengan kecepatan fantastis.

Gerard J. Clarke berpaling ke arah Commander Erik Gunarso yang berdiri di samping.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Hari ke-7 Ensign Lara Eikamp mengawasi konsolnya dan melihat hasil kerja replikareplika Max. Hanya butuh beberapa saat,

61


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

kemudian beberapa bentuk gambar langit muncul lalu disusun ulang secara otomatis oleh program UNSS. “Silakan Kapten,” ujar Erik menyampaikan laporan. “Hasil pencitraan satelite bisa langsung kita lihat.”

dan membuat penasaran selama berada di dekat daerah tepi semesta. Tepi cakrawala yang gelap lebih menarik perhatian Kapten. Jelita paham apa yang sedang di pikirkan oleh Kaptennya. “Apakah kita perlu maju lebih jauh, Kap?” tanya Jelita.

Kapten menengok ke arah Ensign Bo Drex yang segera dipahami. Lalu tampilah tayangan langsung hasil pemotretan Tetuko di monitor utama. Sebentuk bola muncul di layar. Lebih tepatnya milyaran cahaya yang membentuk sebentuk bola.

Kapten J. Clarke tampak ragu. Lalu, “Tidak usah!” ucap kapten memutuskan dengan tegas. “Kita belum tahu ada apa di sana?” Tapi tetap saja masih menjadi sebuah kepenasaran yang besar bagi semua kru.

“Apa yang kita dapat hari ini?” tanya Prof Jim Butcher.

“Ada apa di tepi semesta? sekalipun hasil perhitungan yakin bentuknya adalah sebuah bola.” Gumam Erik di layar monitor.

“Hari ini adalah pembuktian bahwa Jagat Raya berbentuk bola dan mari kita hitung berapa besar bola yang menjadi rumah kita ini!” Ujar Kapten bersemangat. “Wujud semesta ini bisa kita asumsikan dengan cara menghitung hasil pemotretan replika-replika Max. Lalu hasilnya kita konversikan ke dalam satuan tahun cahaya supaya lebih sederhana. Mari kita hitung. Jarak bumi ke omega sidron adalah 7,961.78 tahun cahaya, maka jarak The Great Attractor di pusat Jagat Raya ke tepi adalah dikalikan 2 hasilnya 15.923,56 tahun cahaya. Maka, luas tepi jagat raya kita ini dalam satuan tahun di bumi adalah 50 ribu tahun dan bisa kita hitung pula berapa besar volume bola semesta ini, yakni (4/3) x pi x (r pangkat 3) tahun ... “ Meski Laniakea dan Langittepi adalah struktur terbesar yang kini telah diketahui di semesta, menghasilkan gambaran utuh wujud semesta dan asumsi perhitungan matematis diketahui semesta ternyata berbentuk sebuah bola, namun semua awak Jaladara tetap merasakan hanya bagian kecil dari alam semesta ini. Tetapi rupanya semua belum puas dan masih ada sisi lain yang lebih menantang

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Kapten memahami rasa ingin tahu anak buahnya seperti hal dirinya juga. “Baiklah, tapi kalau ada sesuatu yang ganjil, kalian harus segera kembali!” Kapten memberikan ijin dengan berat hati. Tetuko bergerak maju kembali dan semakin masuk ke daerah gelap di cakrawala untuk mendapatkan angle yang terbaik. Dan gerak maju diikuti sebaran replika-replika Max yang berpencar lebih jauh pula. Akhirnya dari dalam pesawat mereka benar-benar melihat semesta ibarat sebuah bola seperti yang diduga semua kru. “Kalau kita perhatikan lebih seksama, bola ini adalah air!” gumam Jim Butcher memuji benda yang ia lihat. “OMG!” seru Kapten yang tidak kuasa turut memuji pula. “Kemilau jutaan cahaya tampak beriak seperti berada di dalam air. Bola air besar dan di dalamnya bertaburan bola bola air kecil yang berputar dengan gemerlap cahaya. Rupanya itu air di atas air.” Gumam Jelita kagum memandangi pemandangan yang baru ia lihat.

62


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Semua awak takjub melihat pemandangan di depan mata sehingga lupa, shuttle pod semakin jauh meninggalkan batas tepi semesta. “Benang-benang kosmik yang terdiri dari galaxy-galaxy wujudnya persis dengan model microcosmos, sehingga jutaan galaxy tetap berada di dalam kumpulannya dan berada dalam jangkauan Sang Penarik Besar di pusat semesta.” Ujar Jim Butcher yang turut melihat melalui konsol helmsman. Pengambilan gambar sempat terhenti ketika awak shuttle pod silau oleh segaris cahaya yang datang dari sudut lain di langit. “Itu Komet…!” seru officer Achmed Khammas dengan takjub . “Indah sekali….” Puji jelita yang turut melihat dari layar monitor Jaladara. Erik Gunn juga melihat semua awak di anjungan Jaladara turut menyaksikan pemandangan langka ini. Tidak ada suara apa pun ketika benda yang besar itu datang melayang dengan kecepatan fantastis. Tetapi kecemerlangan cahayanya sampai ke tempat Tetuko berada dan mengalahkan gemerlap milyaran bintang-bintang di langit. Bergegas asisten Erik Gunarso merekam gambar komet yang terlihat bergerak ke arah tepi dan muncul dari sisi lain pedalaman semesta. Komet itu jelas jauh sekali karena bergerak di belakang bintang-bintang yang dilewatinya. “Demi yang berbaris susun dengan teratur. Demi yang menerobos dengan benturan...“ gumam Jim Butcher kagum melihat iring-iringan komet itu bergerak. Tiba-tiba terlihat komet yang bergerak cepat, berbelok arah ketika tiba di daerah kosong tepi semesta, seolah-olah menabrak dinding lalu memantul kembali

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

masuk ke pedalaman semesta secepat kilat. Sayang sekali benda besar yang cemerlang itu hanya sebentar terlihat. Komet itu sudah menghilang secepat ia datang! Ada apa di tepi semesta sehingga ada komet memantul ketika melaluinya? pikir semua kru. Hm, suatu pengalaman yang tiada terhingga tetapi menambah misteri ilmu pengetahuan di jagat raya ini yang teramat luas, pikir Commander Erik Gunarso. Baik awak Tetuko maupun Jaladara segera menguasai diri dan kembali memusatkan perhatian kepada misi. Carlibach G. Rabin yang menerbangkan Tetuko kembali mengoperasikan konsolnya sehingga shuttle pod melaju terus. Lampu lampu dari Tetuko yang menyala di luar kini tidak cukup menerangi jalan di depan. Senter tiba-tiba mati sehingga di depan semakin gelap. Meskipun demikian Tetuko tetap melaju tenang. Tiba-tiba pula Commander Erik Gunarso melihat Jelita berteriak panik sambil melambai-lambaikan kedua tangannya. Commander Erik Gunarso tidak mengerti kenapa istrinya bertindak seperti itu? Semua kru Tetuko merasakan suasana tiba-tiba sunyi? Tetapi sunyi yang ganjil!? Commander akhirnya sadar juga ternyata Tetuko tidak bergerak sekalipun melihat helmsman mendorong pada kecepatan penuh. Meskipun demikian Commander Erik Gunarso tidak panik dan mencari apa yang salah. Erik Gun melihat wajah istrinya cemas.

63


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Sekarang Erik Gun tahu mesin Tetuko kehilangan kompresi sekalipun helmsman mendorong balik dan beberapa lampu di kabin telah mati sehingga keadaan menjadi gelap. Gambar-gambar dilayar mulai terganggu sampai akhirnya hilang dari monitor. Dan bola besar yang mereka lihat semakin kecil lalu akhirnya tinggal noktah cahaya. Dalam keadaan genting seperti itu, disusul monitor-monitor mati. Semua lampu-lampu mati pula. Gelap total! Sementara itu di anjungan Jaladara, Kapten menyadari Tetuko tidak bergerak dan tidak bertenaga. Tidak ada respon dari Tetuko. Lampu-lampu di tubuh Tetuko padam. Untungnya Tetuko masih terlihat di antara kegelapan daerah kosong. Para awak Jaladara melihat Tetuko tinggal diam di tempat yang jauh dalam kesunyian. Tapi tidak ada suara dan tidak ada gambar yang dikirim dari Tetuko. Kapten Gerard J. Clarke mulai panik dan sadar ada sesuatu yang tidak beres? “Max, ada apa?” tanya Kapten. “Tidak tahu, Kapten,” jawab Max tandas. “Replika-replika ku tidak merespon?!” “Pergilah dan cari tahu apa yang terjadi dengan Tetuko.” “Siap, Kapten!” Jawab Max. Cahaya biru menyelubungi lalu Max menghilang dari tempat itu. Max pergi keluar melaksanakan perintah Kapten. Lalu dari monitor, Kapten melihat Max terbang ke luar menuju Tetuko dengan kecepatan fantastis. Kapten menunggu hasil observasi robot satelit itu melalui monitor dan berharap segera melihat apa yang terjadi pada Tetuko.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Beberapa menit telah berlalu tapi Kapten belum mendapatkan apa-apa. “Max!?” Tanya Kapten. Tidak ada respon dari Max! *** Sudah enam jam berlalu, tetapi baik Tetuko maupun Max tidak memberikan respon. Kapten merasa seolah-olah mati kutu, dan tidak mampu mengambil keputusan apaapa. Kapten hanya duduk bersender pada kursinya sambil memandangi monitor yang hanya memperlihatkan tempat kosong di luar. Semua kru terdiam dan Jelita yang paling tampak gelisah. Kapten sudah mulai tertekan dan merasa frustasi sambil duduk di kursinya bertopang dagu. “Kapten!” seru Jelita, “kita harus secepatnya menjemput mereka. Aku kuatir kita terlambat!” Seolah-olah diingatkan, Kapten segera berdiri dari tempat duduknya. “Baiklah, kita maju menjemput mereka!” Jelita bersemangat dengan keputusan ini, lalu membawa Jaladara maju dengan kecepatan penuh. Tetapi sebelum Jaladara maju lebih jauh. Tiba-tiba alarm berbunyi keras dan panjang! Kapten mengepalkan tinjunya dan terpaksa Jelita mengurangi kecepatan. Beberapa lampu di ruangan nakhoda mati dan bunyi alarm semakin panjang. Bahkan Lieutenant commander Jin Feng mengingatkan, “Kapten ... tenaga Jaladara terus menurun dan kehilangan kompresi!” “Tidak! Maju terus…” teriak Jelita. “Tetuko perlu pertolongan, cadangan oksigen mereka cuma cukup 6 jam!”

64


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Kapten mengangkat tangan kanan sambil membuka kelima jarinya. Bergegas Jelita melanjutkan gerak maju Kapal. “Kapten! Awak Jaladara puluhan orang, sedangkan Tetuko hanya empat. Ini tidak sebanding!” sela Lieutenant Jin Feng. Akhirnya Kapten lebih rasional lalu membatalkan perintah. Seketika Kapten Mengepalkan jari-jari tangannya. Dan Jelita terpaksa menghentikan laju pesawat. Sekarang, setelah lampu penerangan di anjungan mati, beberapa layar di monitor ikut mati. Pandangan mata Jelita menampakkan marah sekali kepada Lieutenant Jin Feng. Tetapi Kapten bertindak tegas dan tidak menanggapi sambil memandangan lurus saja ke depan mengamati perubahan kondisi.

Jelita terkejut melihat Bo Drex mendekati dirinya. Dia tahu kemampuan asistennya yang berasal dari Alpha Centauri dapat mengontrol pikiran orang lain. “Drex, Jangan coba-coba ...!“ Jelita mencegah. Tetapi sekonyong-konyong Jelita menjadi diam. Lalu Drex menyentuh bahu Jelita. Drex pergi diikuti oleh Jelita begitu saja ibarat kerbau telah dicocok hidung. Kapten tidak menunggu Drex dan Jelita menghilang pergi ke luar anjungan, bergegas Ia memberi perintah pada Lieutenant Will Jin Feng menggantikan posisi Jelita. “Lieutenant, bawa mundur Jaladara secepatnya!” perintah Kapten. Bergegas Lieutenant Jin Feng pindah ke konsol helmsman.

“Mundur!” Gerard J. Clarke mengambil keputusan Tegas dan memberi perintah kepada Helmsman.

Lieutenant Will Jin Feng membawa Jaladara mundur dengan sisa tenaga yang ada.

Tetapi Jelita telah kehilangan konrol diri dan hanya diam mematung serta wajahnya berubah pucat dan tegang.

Perlahan-lahan tenaga Jaladara mengalami akselarasi kecepatan kembali. Ketika tercapai posisi awal sewaktu Jaladara mulai maju, lampu-lampu menyala kembali dan gambar-gambar di monitor-monitor tampak sudah normal.

“Jelita!” seru Kapten disertai nada suara yang tinggi. Namun Jelita bergeming sama sekali. Akhirnya Gerard J. Clarke berpaling ke arah Officer Bo Drex. “Drex, kau tahu apa yang harus kau lakukan!” ucap Kapten kepada orang dari Alpha Centaury. Officer yang duduk di belakang kursi kapten tidak bisa mendengar, tetapi ia punya kemampuan merespon tingkat saraf.

Kapten bernafas lega melihat parameterparameter di konsol helmsman kembali normal dan terlihat Jaladara mencapai tenaga penuh pula. Akhirnya Kapten memerintahkan Lieutenant Jin Feng menghentikan gerak mundur Jaladara lalu memberi aba-aba berhenti. Setelah keadaan normal, Kapten Gerard J. Clarke meminta Prof. Jim Butcher menganalisa apa yang terjadi.

Bergegas Bo Drex berdiri dan mendekati Jelita.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

65


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Profesor Jim Butcher tampak pucat akibat ketegangan tadi. Meskipun demikian ia cepat-cepat menguasai diri. Setelah bisa menguasai diri, Jim Butcher memberikan analisa, “Ternyata di luar bola semesta, benang-benang semesta tidak menjangkau sampai ketempat itu sehingga perlahan-lahan shuttle pod hanyut terseret lebih jauh ke dalam kegelapan akibat tenaga dorongnya sendiri.” “Di luar permukaan matahari dan bulan serta di luar daerah atmosphere bumi, adalah semua cahaya atau sinar. Baik di bumi maupun di luar angkasa merupakan lautan kehampaan yang luas, dipenuhi sinar yang abstrak.” “Tapi semesta yang hidup ini ternyata berada di tengah samudra bola-bola statis tiada bertepi,” tunjuk Jim Butcher ke monitor. “Daerah kosong di luar semesta adalah proton-proton statis sehingga tanpa neutrino.” "Static sehingga tidak memiliki gravitasi dan tidak membentuk apa pun sehingga diam mengambang sejak alam semesta diciptakan." Kapten memandang wajah Prof. Jim Butcher sangat serius ketika teringat sesuatu. “Prof, menurutmu apa yang terjadi dengan komet tadi sehingga memantul, seolaholah menabrak sebidang dinding ketika tiba di tepi?” tanya Kapten. “Saya tidak yakin...” aku Jim Butcher. “Tapi bila dilihat bola-bola statis yang berada di luar semesta, itulah yang menyebabkan komet balik memantul!” Sejenak Jim Butcher meletakkan kedua tangannya di area dada dan menaruh telunjuk kiri pada bibirnya sambil berpikir keras. Lalu seolah-olah mendapatkan petunjuk dari ucapannya sendiri, Profesor Astrofisika ini mengambil kesimpulan.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

“Lihat! oleh sebab itu pula komet yang bergerak secepat itu tadi memantul kembali ketika memasuki daerah luar jagat raya yang berupa lautan proton statis.” “Tidak ada kehidupan apa pun di dalam lapangan proton-proton statis itu, sehingga apa pun yang memasuki daerah itu lepas dari kehidupan dan diluar jangkauan the Great Attractor!” Karena tidak ada apa pun yang bisa dilakukan untuk menolong Tetuko, akhirnya Kapten berserah diri saja. “Baiklah, aku harus melaporkan semua ini kepada Admiral,” Ujar Kapten mengambil keputusan. “Max ikut lenyap, jadi pesan yang akan kukirim melalui mesin teleportasi lain dan ini butuh waktu lebih lama dari yang bisa dilakukan oleh Max.”

Hari ke-31 Catatan Kapten Jaladara INA 0303.16, Tachyon class starship Gerard J. Clarke menemui Jelita di kabinnya. Jelita menyambut Kaptennya dengan tersenyum, melihat hal ini Kapten Clarke merasa senang karena di luar dugaannya ia mengira Lieutenant Jelita masih marah padanya. “Kapten,” sambut Jelita. “Maafkan aku ...” “Ah, sudahlah ... “ sela Kapten ikut tersenyum. “Kita semua sudah maklum keadaannya. Tapi aku senang sekarang kau sudah pulih.” “Aku dengar kau menemui Lieutenant Jin Feng dan meminta maaf atas kejadian kemarin. Aku senang mendengarnya.” “Tapi, terpaksa aku harus kusampaikan, teleskop Nagapasa … sejak kemarin

66


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

sudah tidak mampu menangkap citra Tetuko.” Kapten merendahkan suara dan berat menyampaikan kabar ini. “Tetuko lenyap ditelan gelap dan sunyi di batas luar semesta.” “Saya sudah ikhlas Kapten ...” Jawab Jelita sambil tersenyum. Sejenak Kapten menjadi kikuk atas kebesaran hati Lieutenant-nya. Namun segera jiwa seorang Kaptennya timbul kembali. “Ok, mulai hari ini kau kembali bertugas ...” kata Kapten sambil merentangkan kedua tangannya. Jelita girang sekali lalu memeluk Kapten Gerard J. Clarke.

yang sudah tidak nampak di monitor. Matanya berkaca-kaca tetapi mencoba tetap tegar. (24.04-16 TAMAT) Referensi : 1. http://www.physicsastronomy.com/2014/12/scientistsmade-amazing-discoveryby.html#.VwHwmflYpkg 2. http://phys.org/news/2014-12-fasterthan-light-particles.html 3. http://iopscience.iop.org/article/10. 1088/0004637X/771/2/77/meta;jsessionid=336E9 E11EFF48DE733E1C70048FB0FAA.ip -10-40-2-73 4. http://futurism.com/the-kardashevscale-type-i-ii-iii-iv-v-civilization/

Mereka berpelukan dan saling memaafkan sebentar, lalu Kapten mempersilahkan Jelita jalan duluan keluar kabin. Jelita melangkah dengan hati senang lalu didampingi Kapten. Mereka berdua berjalan berdampingan sepanjang koridor menuju anjungan. Tiba di dalam anjungan, Jelita disambut hangat oleh Lieutenant Commander Will Jin Feng, dan asisten Jelita sendiri, Officer Bo Drex yang tidak pernah bicara. Setelah kru lain ikut menyambut kedatangan Lieutenant Jelita, Jelita lalu duduk menghadapi konsolnya kembali dan segera ikut menyimak apa yang berjalan. Jelita sudah tahu bahwa Kapten Gerard J. Clarke telah menerima pesan balasan dari Admiral Mustafa Abuelhassab agar kembali ke Bumi untuk menyerahkan hasil perjalanan Jaladara. Lieutenant Jelita menyempatkan diri melihat ke arah terakhir Tetuko terlihat. Ia hanya mampu menatap kosong merelakan kepergian suaminya dalam shuttle pod

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

67


an1magalery LUKISAN

I I NYOMAN BRATAYASA EKSPRESI JAUK HP: 08164713112 UKURAN 45x45 cm Pelukis & Perupa Bali: Londtunduh-Ubud 1

NYOMAN DANA BARONG N RANGDA HP: 08174714281 Mixed Media. Ukuran 200x150 Cm Pelukis & Perupa Bali: Londtunduh-Ubud 1


an1magalery LUKISAN

NYOMAN DIRA UNTITLED HP: 08179781844 100X100 Cm Pelukis & Perupa Bali: Londtunduh-Ubud 1 on Paper A4 Origami#6

PUTU ARI WIRAWAN DOGGY IS MY FRIEND HP: 087860602055 Hardboard cut on canvas 100X80 Cm Pelukis & Perupa Bali: Londtunduh-Ubud 1


an1magalery PUISI

BHINNEKA TUNGGAL IKA Katanya beragam, beda logat sedikit, gak mau berbisnis, main kemplang harga Katanya beragam, beda pendapat sedikit, gak mau berteman, main hasut

Perbedaan adalah kekayaan Perbedaan adalah keharmonisan Perbedaan adalah anugrah Pegang erat perbedaan, hargai sesama Pegang erat persatuan, kita akan sejahtera

Katanya beragam, beda jenis kelamin, gak mau setara, main dominasi

https://www.facebook.com/michael.sega.gumelar Twitter: @MSGumelar http://michaelgumelar.blogspot.com/

Katanya beragam, beda tingkatan ekonomi sedikit, sombong, main pamer kekayaan

TITIK KOORDINAT

Katanya beragam, beda suku sedikit, merendahkan, main toyor Katanya beragam, beda ras sedikit, gak mau saling kenal, main curang Katanya beragam, beda agama, marahmarah, main bacok Katanya beragam, beda partai, gak mau kenal, ngajak jotosan Katanya beragam, beda pendidikan, gak mau temanan, ngajak debat Katanya beragam, beda ilmu, gak mau belajar, ngajak ribut Katanya beragam, beda budaya, gak menghormati, ngajak berantem Katanya beragam, beda daerah, gak mau nyampur, ngajak perang Ayo hilangkan sifat iri dengki Ayo hilangkan sifat sok benar sendiri Ayo hilangkan sifat sok lebih tinggi Ayo hilangkan sifat sok pintar sendiri Ayo hilangkan sifat sok suci sendiri Berprestasi tanpa melihat perbedaan yang berarti Berprestasi tingkatkan kepercayaan diri Berprestasi membaktikan kemampuan diri Berprestasi membangun negeri

Berjalan menyusur jejak waktu mencari titik koordinat meninggalkan jejak-jejak damai pada garis lintang dan bujur mana adanya? Begitu susah dicari begitu sukar tergapai mungkin! kan lama mendapatnya jika masih berpijak pada kaki sendiri sementara selumbar masih ada di mata Merasa diri selalu benar dan orang lain salah akh!!! coba bungkukkan sedikit badan rendahkan hati ciptakan empati pada setiap diri yakinlah perdamaian pasti terjadi ketika semua memiliki kepekaan hati mau berbagi dengan sesama 22112014 Oleh: Neye Sagitha


an1magalery ILUSTRASI

ANGGORO PRASETYO UNTITLED Fb: https://www.facebook.com/profile.php?id=100010456783884 #ikomiktober 2016 #GoGlobalCergam #ikomik #i-komik

+

RATUVEE RATU & FRIENDS: JALAN-JALAN BELI ICE CREAM https://www.facebook.com/tude.mudarsa #ikomiktober 2016 #GoGlobalCergam #ikomik #i-komik


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

TUTORIAL

6

https://i.ytimg.com/vi/TZJLtujW6FY/maxresdefault.jpg

ELEMEN & PRINSIP ANIMASI: Time & Timing Bagian 4 M.S. Gumelar

Setelah mengetahui dan menerapkan prinsip-prinsip animasi yang telah dipelajari sebelumnya yaitu Slow Out (acceleration) and Slow in (deceleration), Squash (penyet) and Stretch (mulur), anticipation, kini an1mareaders menambah satu lagi yaitu time dan timing.

An1mareaders dapat membaca edisi sebelumnya di link berikut: https://goo.gl/0h5neP

sequence animasi dan disusun menjadi, animation movie dalam komposisi di timeline juga menggunakan waktu. Timing diterapkan dalam suatu gerak di mana para animator tahu di mana gambar diperbanyak agar geraknya berkesan melambat dan di area mana gambar lebih sedikit agar gambar bergerak lebih cepat. jarak

Time adalah waktu, membuat animasi memerlukan banyak waktu, dan juga banyak anggota tim dengan beragam keterampilan yang saling melengkapi. tinggi

Membuat animasi 2D yang paling banyak dan andal timnya tentu saja adalah animator, kemudian disusul oleh colorist, dan berikutnya adalah background artists. Kemudian sebagai animation movie editor, maka menggabungkan setiap hasil

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Perhatikan draft ilustrasi gerak gambar sequence animasi bola atas. Bola saat di posisi kiri kekuatannya masih banyak dan semakin ke kanan karena membal dan terjadinya pengurangan energi, maka ketinggian membal semakin berkurang, demikian pula jarak membalnya.

72


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Dan yang paling penting, perhatikan pula berapa banyak gambar dalam rencana gerak tersebut, di sebelah kiri gambar lebih banyak karena energi juga masih banyak, sedangkan di area semakin ke kanan gambar cenderung semakin sedikit karena energi lebih sedikit. Perhatikan pula di area bagian gambar saat bola di atas karena gravitasi paling kuat tarikannya, gambar cenderung diperbanyak dan lebih rapat karena bola cenderung melambat karena tarikan ion massa planet/gravitasi.

lagi bila diberikan suara, sehingga dengan adanya suara tersebut adegan lebih optimal dan semakin terasa lebih real. Bahkan di komik pun pengganti suara bom meledak diberikan teks sebagai ilustrasi adanya suara tersebut.

Tzzzzzzzzt‌

Kemudian saat bola melaju meluncur ke bawah sequence gambar semakin sedikit karena kekuatan tarikan ion massa planet cenderung lebih berkurang. Saat membal, bola mendapatkan energi baru dari momentum saat membal tadi, sehingga dalam draft gambar sequence animasinya juga jaraknya cenderung longgar.

https://a2ua.com/bomb/bomb-007.jpg http://www.pitara.com/wordpress/wpcontent/uploads/2006/11/nuclear-bomb-conventionalbomb-2.jpg

Kemudian mulai jarak gambar merapat dan semakin rapat jaraknya, sampai ke titik terkuat tarikan gravitasinya, hal ini membuatnya melambat, semuanya disebut dengan nama timing yang juga memerlukan waktu (time) tertentu dalam menyusunnya di timeline.

Karena an1mareaders berlatih menerapkan suara pada adegan tertentu, maka secara cepat atau lambat dan sudah terbiasa dengan timing dan time di timeline menggunakan software movie editor apa pun, biasanya juga suatu saat akan mampu untuk membuat lip sync suatu karakter yang sedang berbicara.

Bagaimana menyusunnya di timeline? Silakan an1mareaders membaca terbitan di edisi sebelumnya bagaimana menyusunnya semua sequence gerak animasi tersebut menjadi movie, dapat didownload di link berikut: https://goo.gl/anxYyj

Hal ini terjadi karena an1mareaders sudah terbiasa menggunakan timing. Software movie editor yang digunakan dapat berupa Adobe Premiere, Adobe After Effects, Sony Vegas, Avid dan lain sebagainya sesuai skill an1mareaders sendiri.

Timing juga berkenaan dengan tepatnya suatu adegan dengan suara sebagai penekanan suatu adegan. Sudah penulis singgung di edisi sebelumnya bahwa suatu adegan tertentu bila tidak ada suaranya cenderung belum optimal.

Penulis akan memberikan tutorial menambahkan audio di motion graphics edisi kali ini, silakan check tutorial motion graphic di halaman lainnya edisi ini. Untuk elemen dan prinsip animasi di edisi berikutnya penulis akan membahas exaggeration.

Penulis mencontohkan ada animasi bom meledak, atau bola membal di lantai, saat bom dan bola membal, akan lebih bagus

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Referensi: 2D Animation Hybrid Technique: Book A https://goo.gl/QhfC1T https://goo.gl/QXWM5D

Bersambung 73


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Kebun Raya Bogor Archana Universa

Cikal bakal Kebun Raya Bogor tidak dapat dilepaskan dari usaha Prof. Caspar George Carl Reinwardt yang menyukai tanaman yang digunakan untuk obat-obatan juga pertanian.

Tanaman yang dikumpulkannya kemudian ditempatkan di halaman Istana Bogor yang didiami Letnan-Gubernur Thomas Stamford Raffles pada tahun 1811-1816. Raffles mengubah halaman istananya menjadi taman bergaya Inggris klasik. Pada 15 April 1817, Reinwardt menggagas pendirian kebun botani kepada Gubernur Jenderal G.A.G.P. Baron van der Capellen. Kemudian pada 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal G.A.G.P. van der Capellen

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

secara resmi mendirikan sebidang Kebun Raya di Kota Bogor, yang pada masa itu disebut Buitenzorg. Seluas 47 hektar halaman Istana Bogor dijadikan kebun Botani. Reinwardt kemudian mengumpulkan tanaman dan benih dari seluruh pejuru Nusantara dan menjadikan Bogor sebagai pusat pengembangan pertanian dan hortikultura. Diperkirakan 900 tanaman hidup di Kebun Raya Bogor pada masa itu. Katalog pertama, tahun 1822 mencatat ada 912 spesies tanaman di tempat tersebut. Pengaturan tanaman koleksi di Kebun Raya Bogor berdasarkan familia. Selain diisi berbagai tanaman dari berbagai daerah di Nusantara. Kebun Raya Bogor juga dihiasi ribuan spesies dari berbagai negara atas jasa Johannes Elias Teijsmann yang menjabat sebagau ahli kebun istana pada masa Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch.

74

LIPUTAN


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Pada 30 Mei 1868, kepengurusan Kebun Raya Bogor dipisah dengan halaman Istana Bogor. Meski menyimpan begitu banyak koleksi tanaman, Kebun Raya Bogor bukanlah satu-satunya tempat pengembangan koleksi tanaman di Indonesia.

Setyodiwiryo. Koleksi tanaman khas dataran tinggi beriklim kering dapat ditemui pada kebun dengan luas 159,4 hektar ini.

Ada Kebun Raya Cibodas yang terletak di Jawa Barat. Pendirinya adalah Johannes Elias Teijsmann pada tahun 1866. Bertempat di lahan seluas 120 hektar, di sini banyak terdapat koleksi tanaman khas dataran tinggi beriklim basah daerah tropis dan subtropis. Ada juga Kebun Raya Purwodadi di Jawa Timur yang didirikan oleh Van Sloten tahun 1941. Dengan luas 85 hektar, kebun ini mempunyai koleksi tanaman khas dataran rendah beriklim kering daerah tropis. Kebun Raya "Eka Karya" Bedugul Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

75


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

76


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

MINDPORTER: Mindporting to Plante M.S. Gumelar

Setelahnya ia akan kembali ke Sintesa Samiroonc untuk merayakan bersama Glaric dan jika temannya itu tidak bercanda, Mozza akan datang dari Schavelle untuk merayakan DaroKanori bersama. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ia akan membawakan Wakno atau minyak nabati yang dibuatnya sendiri, resep turunmenurun dari keluarganya.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Ia akan membuat minyak itu sekitar seminggu sebelum Daro-Kanori tiba. Minyak buatannya dipercaya harus di simpan selama itu supaya mampu menghasilkan aroma yang khas dan menambah rasa lezat pada makanan yang dicampur dengannya. Rhalemug memutuskan untuk mencari dua botol sebagai wadah Wakno yang akan dibuatnya.

77

CERBUNG


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Ia juga ingin Glaric dan Mozza mencicipi rasa Wakno-nya. Ia menuju bagian dapur dari flatnya.

Wakno sebenarnya terbuat dari batang dan dedaunan. Pertama-tama yang perlu dilakukan adalah merebus air.

Hatinya sesaat berdesir memikirkan Ahora pernah menggunakan dapur itu untuk menyiapkan makan malam buatnya.

Setelah mendidih, masukkan parutan batang dan irisan tipis daun ke dalamnya. Berhubung daun tidak boleh direbus terlalu lama, ketika membuatnya Rhalemug akan menaruhnya dalam alat saringan, sehingga ketika daun itu sudah mulai layu, ia segera mengangkatnya.

Makan malam berdua dengan seorang wanita, malam itu merupakan pengalaman pertamanya. Hubungannya dengan Ahora berjalan seperti biasa meskipun mereka sempat tinggal bersama selama hampir sebulan. Mungkin memang itu yang seharusnya terjadi, Rhalemug tidak pernah berani melakukan pendekatan. Jadi tidak heran jika hubungannya tidak mengalami kemajuan. Selain itu, sebenarnya Rhalemug berat untuk mengakuinya, namun sepertinya Ahora memang tidak pernah menganggapnya menarik. Ia hanya seorang kenalan biasa, teman Alo yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan gadis itu. Botol yang selalu ia gunakan untuk membuat Wakno ada di lemari yang berada di atas kompor ion. Letaknya agak ke pojok. Rhalemug memang menggudangkan seluruh peralatan dapurnya di lemari itu. Dengan agak berjingkat, ia mengambil dua botol bening yang masing-masing mampu menampung 75 ml Wakno. Bahan-bahan Wakno sudah ia siapkan kemarin. Semuanya segar karena dipetik langsung dari ladang. Rhalemug sebenarnya bukan tipikal petani yang gemar mengambil hasil pertanian untuk keperluan pribadinya. Namun khusus untuk menyambut DaroKanori, ia selalu mengambil beberapa bagian tumbuhan yang diperlukannya, secukupnya.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Langkah terakhir, ia mencampurkan sedikit getah dari pohon Talanau dan menunggu hingga air rebusannya tinggal sepersepuluh dari volume air awal. Dalam keadaan masih agak panas, ia memasukkan Wakno ke dalam botol. Hampir saja ia lupa. Hari ini ia telah berjanji untuk menjenguk tanaman Irrina. Ia segera menyimpan Wakno di lemari atas dan bersiap-siap menuju flat yang tidak jauh dari tempatnya tinggal. Rhalemug sangat disiplin soal waktu. Ia tidak ingin melanggar janji. Rumah Irrina memiliki beberapa pot bunga mawar di depannya sehingga sangat mudah untuk menemukannya. Dalam dua kali ketuk, gadis itu sudah muncul dan segera mempersilakan masuk. Ibu Irrina ada di sana juga. Tiga cangkir dan satu teko sudah siap di atas meja. Harum aroma mawar menguar di udara padahal tanaman di sini bukan hanya dari mawar. “Silahkan diminum tehnya,” Ibu Irrina tersenyum sembari menuangkah teh. “Jarang-jarang Irrina mengajak temannya dari ladang ke rumah”. Rhalemug mencium aroma teh yang harum itu. “Senang bisa bertemu dengan Anda. Tehnya harum, apakah ada campuran bunga mawar di dalamnya?”

78


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

“Tidak heran jika kau terpilih menjadi senior di Aracheas, Nak! Pengetahuanmu memang tajam!” seru ibu Irrina memuji.

Ia harus segera menguasai diri dan mengarahkan pembicaraan ini sesuai dengan tujuan kedatangannya.

Agak merasa pujian tadi berlebihan, Rhalemug memilih untuk menyibukan dirinya untuk menyeruput teh yang sebenarnya masih panas itu.

“Mengenai teh, sebenarnya kita dapat menggunakan air teh sisa kemarin sore sebagai pupuk tanaman hias. Siram air teh bersama ampasnya ke tanaman setiap pagi,” katanya buru-buru menambahkan.

Ia tidak suka jabatannya di Aracheas dibawa-bawa keluar ladang. Lagipula jabatan selalu berkaitan dengan tanggung jawab, orang kadang hanya melihat posisi tanpa memperdulikan apa yang dilakukannya. Menyedihkan. Irrina berdehem. “Ibuku sangat mahir dalam me-memproses bunga-bungaan, Rhalemug. Be-beliau dapat mencampurkan bunga ke makanan dan minuman”. “Bakat yang Anda miliki sangat bernilai,” puji Rhalemug tulus. Orang yang dipuji tertawa sembari meletakkan telapak tangan di depan bibir. Jelas sekali sangat bahagia dengan ucapan Rhalemug. “Aku banyak melakukan eksperimen nak! Dulu aku sempat di bagian Florikultur Aracheas dalam waktu yang singkat. Namun keahlian memasakku tercium oleh divisi kuliner sehingga mereka memintaku buat bergabung”. “Di sana aku belajar banyak pengolahan bunga sebagai makanan. Percaya atau tidak, aku juga dapat mengubah mawar menjadi arak yang mampu menghangatkan tubuh”. Benar-benar pribadi yang berbeda, batin Rhalemug. Jika Irrina adalah gadis yang tidak memiliki percaya diri yang baik, ibunya pasti adalah kebalikannya. Menyukai kepopuleran dan perhatian. Mungkin gadis ini menyerap sifat-sifat dari ayahnya saja. “Pasti hidangan yang Anda buat dari bunga sangatlah lezat,” kata Rhalemug lagi. Menghabiskan tehnya hingga menyisakan ampas.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Ibu Irrina melihat gelas Rhalemug yang kosong. “Akan saya buatkan lagi, termasuk cake mawar jika kau mau menunggu”. “A-aku tidak tahu teh memiliki khasiat sehebat itu!” seru Irrina takjub. Rhalemug memandangi pot-pot milik Irrina. Jumlahnya puluhan seperti yang dikatakan gadis itu. Berbagai bunga mencuat dari tanah-tanah berhumus. Ada yang terlihat segar, ada pula yang tidak. “Mengenai bunga, sebenarnya ada beberapa jenis yang ‘ramah’ untuk pemula. Ramah di sini maksudnya mudah untuk tumbuh dan cepat berbunga”. “Namun melihat koleksimu yang sangat beragam aku akan memulai dari yang standar terlebih dulu”. Rhalemug mendekati tanaman yang paling dekat dengannya. “Berbagai macam tanaman membutuhkan perlakuan yang berbeda. Seperti ada tanaman yang suka tumbuh di tanah berhumus, ada juga yang lebih suka hidup di media yang gembur dan berpasir”. “Ada yang menyukai cahaya, ada yang lebih menyukai lingkungan yang redup. Di sini aku melihat kau menggunakan media yang sama untuk seluruh tanamanmu”. Rhalemug menambahkan. Irrina meremas-remas ujung pakaiannya. Ketika tidak menggunakan pakaian kerja, sepertinya ia suka untuk menggunakan rok sepanjang mata kaki di rumahnya. “Bunga Geragere ini misalnya. Berbau segar, bunganya juga awet. Dapat tahan hingga sebulan. Bunga ini tidak terlalu

79


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

suka dengan sinar. Jika di ladang bisa di letakkan di bawah pohon atau menggunakan jaring-jaring dengan kerapatan 60-70%. “Bunga ini sangat baik di untuk di letakkan dalam rumah karena dapat berlaku sebagai penyaring udara dan menurunkan kadar polusi”. “Tiga pot Geragere untuk satu flat tanpa tanaman lain sebenarnya sudah cukup,” kata Rhalemug sembari menyentuh daun tanaman itu yang berbentuk bulat-bulat. Ia membayangkan tengah menemukan Geragere di hadapannya. Bunga unik yang berwarna coklat keemasan. Memesona. “Ja-jadi menurumu aku harus membuangbuang bungaku?” tanya Irrina frustasi. “Kau bisa mengurangi jumlahnya dan menaruh di luar flat,” saran Rhalemug. Beberapa tetangganya juga melakukan hal serupa. Asal tidak memakan setengah dari jalan menaruh pot pot tanaman di koridor bukanlah sebuah tindak kriminal. “A-aku... Aku hanya khawatir bunga-bunga ini akan di rusak anak-anak yang menyukai keindahannya!” jelas Irrina dengan suara parau. Rhalemug terdiam, memilih kata-kata yang tepat dibenaknya. “Kurasa kesehatan penduduk Plante lebih penting Irrina. Lagipula kau bisa memberikan tanda supaya mereka tidak merusak tanaman. Anak-anak di sini baik kok”. Irrina memalingkan muka namun tak berkomentar. Pada akhirnya itu keputusan pemilik, batin Rhalemug. Ia melanjutkan penjelasannya. “Aukt merupakan contoh tanaman yang kurang subur jika ditanam pada media yang terlalu gembur dan berpasir. “Tanaman yang cukup tahan banting karena dapat hidup dengan cahaya yang melimpah atau tanpa cahaya sekali pun.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Ia dapat bertahan pada suhu yang panas, sedang, juga dingin. Bunganya harum, baunya seperti vanila. “Meskipun tergolong mudah, sebenarnya Aukt sangat bergantung pada kelembaban air. pH yang tepat untuknya berkisar antara 5.52-6.7”. “Sementara itu penyiraman bergantung pada jenis media yang digunakan. Misal media yang digunakan adalah arang, media ini tidak mengikat air, maka penyiraman yang dibutuhkan akan lebih sering”. “Apa kau tahu ca-cara agar tanaman lebih sering berbunga?” tanya Irrina sembari membelai Aukt kesayangannya. “Kuncinya ada pada pemupukan dan pemangkasan. Pemangkasan dapat dilakukan setelah bunga layu. Pangkas hingga pangkal tangkai bunga supaya tunas baru dmuncul dan perlakuan ini dapat menginiasi kuntum bunga baru akan bermunculan”. “Selain itu pemangkasan membuat penyerapan nutrisi menjadi lebih efektif. Nutrisi tidak akan terbuang percuma”. “Konsentrasi pertumbuhan akan beralih ke tunas lain yang produktif”. Rhalemug mengambil gunting tanaman yang sudah disediakan Irrina di dekat pot-pot dan mencontohkan pemotongan yang benar. Ia melanjutkan penjelasannya. “Untuk pemupukan kita harus melihat suhu. Meski hampir sama, suhu ladang dengan flat cenderung berbeda. Ladang merupakan kawasan yang lebih dingin, sementara flat memiliki suhu yang lebih tinggi. “Perlakukan tanaman di daerah panas berbeda dengan perlakukan di kawasan yang lebih dingin. Di Aracheas pemupukan digelar dua kali seminggu. Kalau di flat, pemupukan dilakukan lebih sering dengan dosis yang dikurangi supaya penyerapannya lebih optimal”. Samar-sama aroma mawar menguar ke udara. Entah sajian unik apa yang tengah

80


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

di persiapkan si pemilik rumah. Meski sudah sempat makan, perut Rhalemug menjadi bergejolak membayangkan hidangan yang enak. Semoga ibu Irrina tidak terlalu ekstrim dalam pencampuran tumbuhan menjadi makanan. Pencampuran yang salah dapat mengakibatkan keracunan bahkan kematian. Dan yang paling berbahaya, racun bisa saja terasa enak.

mawar dan berwarna merah muda di hadapannya. “Mungkin ini saatnya aku meneruskan rumor ini pada generasi berikutnya. Tidak perlu dipercaya jika kalian menolak untuk percaya”. Rhalemug dan Irrina berpandangan. Tidak mengerti apa yang sebenarnya apa yang akan mereka bahas.

“Ba-bagaimana dengan bunga Aukurt?” sahut Irrina sembari menunjuk tanaman di pot yang agak tersembunyi oleh tumbuhan lainnya.

Ibu Irrina duduk dengan menyilangkan kaki, ia memegang cangkir teh mawar meminumnya sedikit kemudian meletakannya di atas meja keramik.

“Aukurt?” Rhalemug memiringkan kepalanya ke samping. Ia tidak pernah dengar. Di Aracheas sekali pun tidak ada.

Meja itu berbentuk bundar, sama seperti yang ada di flat milik Rhalemug.

Bersamaan dengan Irrina ia memindahkan pot-pot lain yang menutupi tanaman yang dimaksud. Dengan seksama Rhalemug memandangi tanaman tersebut. Tanaman ini sekilas benar-benar mirip Aukt. Namun bagian bawah daunnya berbeda. Warnanya biru gelap dengan tulang-tulang daun yang berwarna merah darah. Seolah tanaman itu tidak berasal dari Plante. “Aku tidak pernah menemukan tanaman ini di Aracheas,” sahut Rhalemug jujur. “Tentu saja tidak!” potong ibu Irrina yang muncul dengan kue-kue di tangannya. Ia melirik anaknya dengan pandangan agak tidak suka. “Itu adalah tanaman turun-temurun keluarga kami. Tanaman yang berasal dari leluhur dan tanaman ini sudah ada sebelum Plante”. Irrina meremas-remas dasternya hingga agak terangkat. Sementara Rhalemug binggung harus berkomentar apa. “Kemarilah!” pinta Ibu Irrina kepada dua orang di hadapannya. Ia meletakkan nampan dengan kue-kue berbentuk

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

“Legenda Generoro. Beberapa leluhur bersedia bersumpah bahwa ini sebenarnya adalah benar. Dulu Generoro hidup di dunia yang luas. Tanahnya memang tidak subuh seperti Aracheas. Suhunya naik turun, dan hujan sering jatuh di sana. Namun bukan berarti mereka hidup di neraka dan penuh sengsara. “Kehidupan yang keras membuat Generoro menjadi bangsa yang tangguh. Mereka mampu mengarungi lautan yang luas dan menyelam hingga dasarnya yang dalam. Menjelajah udara, meluncur bak burung dan berlari di daratan yang memiliki pemandangan yang indah”. “Kami selalu diajarkan bahwa leluhur memang tinggal di Plante yang lain”. sela Rhalemug. Ia mendadak teringat sesuatu. Miniatur Plante di perpustakaan. Ibu Irrina memijit pelan pelipisnya dengan kedua tangan atasnya. “Tidak nak, hanya saja mereka juga tidak menyebutkan tempat asal Generoro. Mereka hanya menyebutkan hal-hal yang berbeda. Mereka menyebut Plante sebagai ‘dunia rekayasa yang bergerak maju’. “Legenda menyatakan orang-orang terpilih saja yang dapat memasuki Plante. Orangorang dengan keahlian tinggi dan golongan jenius. Kita perlu

81


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

menggarisbawahi kata dunia rekayasa,” tegasnya. “Intinya bukan Plante. Tapi dunia yang sesungguhnya”.

Tanpa sesuatu yang buruk, bagaimana kau menilai yang lain adalah baik?

“Dunia yang sesungguhnya?” tuntut Rhalemug, mengatasi rasa herannya. Lidahnya agak kelu waktu mengucapkannya. “Apakah Plante merupakan semacam program untuk membentuk bangsa Generoro menjadi jenius?”

“Kau datang saat aku hendak tengah memasak ikan, sobat!” sapa Glaric. “Kupikir aku harus menyiapkannya agak mendekati waktu kedatangan kau dan Mozza, supaya tetap hangat. Namun siapa sangka kau datang lebih cepat”.

Rhalemug agak tidak yakin dengan logikanya. Memangnya ada program semacam itu? “Kudengar, tujuannya untuk mengetahui hal-hal baru yang sebelumnya tidak diketahui. Kakek Irrina, ayahku, selalu menceritakan hal itu padaku sewaktu masih kecil. Beberapa temannya juga sering datang ke rumah. “Mereka membahas kemajuan yang dicapai Plante dari waktu ke waktu. Seperti kestabilan sistem di Plante, kecukupan pangan, juga menyebutkan angka-angka. Mereka seringkali melakukan pengukuran jarak Plante dengan planet-planet yang ditemui”. Ibu Irrina mengubah silangan kakinya. “Planet?” tanya Rhalemug tidak mengerti. “Be-benda yang sering muncul di monitor ki-kita. Ku-kurasa di flatmu juga ada,” kata Irrina menjelaskan. Ia mengambil remote dan menyalakan monitor. Monitor tersebut menampakkan benda bulat besar yang selalu menarik perhatian Rhalemug. “I-itu disebut Planet”. Untuk pertama kalinya, Rhalemug mengetahui nama dari benda yang selalu dilihatnya itu. Planet. Sepertinya nama itu tidak asing. * Positif - Negatif Plus dan minus. Keduanya dibutuhkan

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Rhalemug berusaha menyembunyikan kesedihannya. Perayaan Daro-Kanori bersama Alo dan Ahora mulanya berjalan lancar. Namun setelah selesai dan ia berpamitan pada Alo, sahabatnya itu langsung merasa tersinggung. Biasanya Rhalemug akan menginap di tempat Alo, menanti hingga Daro-Kanori benar-benar berakhir. Namun karena undangan Glaric ia tidak mungkin melakukannya tahun ini. Hal itu benar-benar membuat Alo tidak senang. Seandainya tidak ada Ahora di antara mereka, mungkin Alo dan Rhalemug sudah perang besar. Untung gadis itu di sana mencairkan suasana. Rhalemug memandangi flat Glaric yang nampak lebih rapi. “Kau tidak membuangi barang-barangmu kan?” “Ada di kamar, sobat!” serunya riang. “Mozza akan mengomel sepanjang DaroKanori jika kakinya tersangkut kabel”. “Namun itu mengingatkanku untuk merapikannya. Mungkin aku harus lebih mendisiplinkan diri untuk mengikat kabelkabel supaya tidak menjadi lilitan maut”. Seekor ikan berukuran besar di wajan mengalihkan perhatian Rhalemug. Besarnya ikan sewajan penuh dan terlihat agak gosong-gosong di beberapa tempat,

82


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

sementara di tempat lain dagingnya terlihat belum matang. Rhalemug tidak dapat membayangkan seandainya ia harus memakan satwa seperti berukuran raksasa itu. “Glaric, kurasa kita bisa membagi satu ikan itu untuk bertiga dan merasa sangat kenyang?” ujar Rhalemug ragu-ragu. “Oh!” Glaric segera mengambil ikan itu dan membuangnya ke tempat sampah organik. Rhalemug menghembuskan napas lega. Ia tidak harus memakan makanan aneh itu. “Itu aku hanya coba-coba dan gagal. Aku sudah menyiapkan ikan yang akan kita santap bersama”. Glaric menunjuk wadah di sampingnya yang penuh dengan ikan berukuran seperti yang biasa ia lihat. Mendadak Rhalemug ingat sesuatu. Ia mengeluarkan satu botol Wakno dari sakunya dan memberikannya pada Glaric. “Kau boleh menyebutnya resep rahasia keluargaku”. “Membuat semua makanan terasa enak?” tanya Glaric dengan mata membulat. “Sesuai takaran. Beri dua hingga tiga sendok saja. Rasanya sudah kuat jika membuat rebusan. Jika membakarnya kau bisa mengoleskan dengan kuas,” saran Rhalemug. “Sisanya nanti kau simpan saja”. “Kau menyelamatkanku! Aku sangat payah dalam urusan bumbu. Terima kasih banyak sobat!” sahut Glaric. Rhalemug membantu Glaric dengan alat masaknya. Menyiapkan tatakan ikan supaya api tidak langsung mengenainya. Sementara Glaric yang sudah membersihkan ikan menaruhnya ke atas tatakan. Rhalemug sesekali membalik ikan mereka dan memberikan olesan wakno.

“Ha ha ha kita benar-benar seperti keluarga harmonis!” tawa Glaric ketika ikan mereka sudah jadi dan dipindahkan ke wadah saji. Baru saja Rhalemug akan membuka mulut ingin memberikan komentar atas perkataan Glaric yang agak aneh ketika bell flat Glaric di ketuk. Mozza datang dengan baju peach yang menawan. Bukan gaun, tepatnya hanya atasan. Sangat feminim dibanding penampilan yang selama ini Rhalemug lihat darinya. Biasanya Mozza nampak formal. “Bagaimana perayaan Daro-Kanori dengan sepupumu Mozz?” “Mengejutkan!” “Ada apa? Apakah ikan yang sudah dimasak mendadak hidup kembali?” goda Rhalemug. “Maksudku, perayaannya berjalan lancar. Tapi ada yang mengejutkan! Ternyata sepupuku juga bekerja di Aracheas”. “Aku tidak pernah tahu. Kupikir ia berada di divisi kuliner seperti ibunya,” cerocos Mozza sembari menaruh bungkusan yang dibawanya di atas meja, bersisian dengan ikan yang baru Rhalemug masak bersama Glaric. Rhalemug dan Glaric berpandangan kemudian bertanya secara bersamaan. “Siapa?” “Irrina, apa kalian tau?” tanya Mozza. Ia mendekati washtafel kemudian mencuci tangan dan mulai menyajikan ikan yang dibawanya ke dalam mangkuk. Ternyata Mozza memasaknya dengan memberi kuah. Sementara Rhalemug dengan Waknonya dengan metode di bakar. “Tahu,” kata Rhalemug. “Tidak,” kata Glaric.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

83


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

“Dia ada di tingkat lima. Farmakultur,” jelas Rhalemug sembari memandangi ikan milik Mozza yang sepertinya lebih lezat dari pada ikan Waknonya. “Beda ya. Senior Aracheas memang memiliki jaringan yang lebih luas. Kau harus menunjukkan padaku yang mana Irrina ketika kita di ladang,” pinta Glaric sembari mengeluarkan tiga piring dari lemarinya. Mereka berkumpul di meja yang sudah dipersiapkan Glaric. Rhalemug membayangkan betapa berantakan kamar Glaric sekarang, penuh dengan alatalatnya. Semoga ia tidak kewalahan dan bisa membuat peralatannya menjadi lebih rapi.

untuk mengawali perayaan kita”. Glaric berdehem. “Hal baik tahun ini adalah aku berteman dengan Rhalemug”. Rhalemug hampir memrotes ketika Mozza memperingatkannya untuk tidak menginterupsi. Glaric berkata dengan mata terpejam. “Bertahun-tahun bekerja di Aracheas yang damai, mendadak bertemu dengan orang yang berpikiran terbuka, mendorongku untuk kembali berkutat dengan penemuan-penemuan baru”. “Ia seolah-olah memperingatkanku : menjalankan apa yang kita sukai tidak harus terbatas pada pekerjaan. Aku boleh saja kehilangan karier yang sudah kubangun untuk waktu yang cukup lama, kubangun dengan sepenuh hati”.

Mozza membagikan ketiga ikan yang dibawanya dalam tiga piring, juga membagi ikan yang Rhalemug dan Glaric buat sehingga mereka masing-masing memiliki dua ikan di piringnya.

“Namun tidak berarti aku berhenti berkarya. Rhalemug menjadi obor penyemangat melalui pertanyaanpertanyaannya akan dunia”. Jelas Glaric.

Sementara itu Glaric menuangkan air jeruk pada masing-masing gelas mereka. Rhalemug mematikan monitor yang menampilkan planet-planet. Kemudian mereka duduk bersama.

“Orang-orang yang baik di sekitar kita, akan membantu kita menjadi baik juga,” kata Mozza. Ia melahap ikan yang di masak Rhalemug dan Glaric. Ia mengernyit.

“Senang rasanya memiliki banyak tamu di rumah!” seru Glaric riang.

“Ada apa Mozz?” tanya Glaric panik.

Ia membenahi kacamatanya yang agak miring. “Hanya dua orang saja Glaric. Tapi aku senang karena bisa merayakan DaroKanori bersama sahabat. Seolah ini merupakan suatu anugerah,” timpal Mozza yang sudah mulai mengangkat garpunya. “Anugerah ternyata bisa kita ciptakan sendiri ya? Aku baru menyadarinya,” sahut Rhalemug senang. “Kebahagiaan berasal dari diri sendiri dan orang-orang disekitar kita”.

“Apakah rasanya tidak enak? Kau bisa menyingkirkannya jika tidak menyukainya,” tambah Rhalemug yang mendadak panik, takut masakannya tidak sesuai dengan lidah Mozza. Harus diakui tidak semua orang menyukai Wakno. Alih-alih membuang ikan bakar di piringnya. Mozza kembali menggunakan garpunya untuk mengambil daging ikan itu dan mencoba merasakannya baik-baik. “Aku.... Sepertinya aku baru pertama kali merasakan bumbu ini. Gurih, manis, namun tidak menyiksa lidah. Apakah menggunakan bahan-bahan dari ladang yang tidak dijual di kota?”

“Jadi perbolehkan aku buat menceritakan hal baik yang terjadi padaku tahun ini,

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

84


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

“Rhalemug memiliki resep rahasia. Namanya Wakno”. Glaric mengedipkan matanya pada Rhalemug.

“Jadi kau tidak menganggap kunjunganmu ke Schavelle adalah hal baik?” tanya Mozza.

“Apakah kau gemar memasak juga?” tanya Mozza dengan nada agak mendesak. Ia meletakkan garpunya, berusaha meminta penjelasan dari Rhalemug.

“Atau ketika kau merasakan hujan?” giliran Glaric yang bertanya.

“Sebenarnya resep memasak ikan secara turun-temurun saja. Aku jarang memasak, lebih mengandalkan divisi kuliner tepatnya,” aku Rhalemug. Glaris melanjutkan, “Jadi Rhalemug yang tidak biasa memasak ini selalu menyempatkan waktu untuk membuat Wakno pada saat Daro-Kanori. Tidak semua orang bisa mencicipi lezatnya Wakno. Kau beruntung Mozz!” Mozza mengangguk, menyetujui kata-kata Glaric. “Jadi sekarang giliran Tuan Wakno untuk menceritakan hal baik yang dia alami selama sepuluh bulan di tahun ini,” tegas Glaric. Kini ia dan Mozza menyantap makanan mereka. Rhalemug tersenyum kecut. “Aku tidak pernah menceritakan apa pun selama Daro-Kanori. Tadi saat di tempat Alo kami juga tidak membahas hal tersebut, kami membicarakan Aracheas. Bagiku DaroKanori hanya perayaan berkumpul dan makan ikan”. “Jangan membuat kami kecewa,” peringat Mozza sembari mengambil ikan bakar Wakno. Ia sudah menghabiskan satu dalam hitungan menit. “Bukan begitu. Aku hanya merasa harihariku selalu sama, dari tahun ke tahun. Otakku di penuhi dengan tanaman,” kata Rhalemug membela diri. Di samping itu ia masih merasa hal buruk baru saja menimpanya, cekcok dengan Alo saat Daro-Kanori tentunya tidak bisa dibanggakan.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

“Entahlah...”. Rhalemug memikirkan katakata yang pas dan sebisa mungkin tidak menyurutkan semangat teman-temannya. “Maksudku Schavelle memang menyenangkan. Banyak hal baru yang aku temui dan pelajari. Namun pekerjaanku selalu ada di pikiran. Hal baik yang ada di kepalaku adalah ketika panen berhasil, namun tahun ini kami tengah menghadapi tantangan gulma”. Ia ingin menghentikan ucapannya di situ namun kedua temannya memberikan tatapan memelas padanya. Seolah berkata ‘pasti ada hal baik yang kau alami!’ “Biarkan aku berpikir dulu,” pintanya sembari mengambil ikan masakan Mozza dan mencicipinya. Glaric dan Mozza membiarkan Rhalemug berpikir. Mereka menyantap ikan masingmasing. Dentingan pisau dan garpu yang mengenai piring menjadi lagu utama. “Kejadian yang membuatku sangat senang tahun ini adalah ketika aku memandangi monitor raksasa di perpustakaan. Rasanya aku seperti masuk ke sana dan meninggalkan Plante,” gumam Rhalemug di antara kunyahannya. “Memang cukup memukau,” ujar Glaric setuju. “Ternyata ada kan hal yang membuatmu senang? Hal baik dan kesenangan tidak terpisahkan. Bahkan sering kali datang dari sesuatu yang sepele,” komentar Mozza. “Sekarang giliranku yang bercerita hal baik”. Mozza berdehem sebentar sebelum berkata. “Hal baik yang paling kurasakan tahun ini adalah ketika aku berhasil membuat taman dalam botol! Butuh

85


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

kesabaran dan ketelitian. Tapi aku berhasil menciptakan benda cantik itu. Kapan-kapan kalian mampir ketempatku dan aku akan menunjukannya!” “Kau benar-benar hebat Mozz,” puji Glaric sembari bertepuk tangan kecil. “Taman dalam botol,” Rhalemug teringat kaca yang disentuhnya pada saat terakhir kali ke perpustakaan. “Teman-teman apa kalian pernah berpikir bahwa yang selama ini kita pandangi di kaca besar perpustakaan sebenarnya bukan monitor? Melainkan kaca?” Glaric dan Mozza berpandangan namun tidak berkomentar. Mendadak Rhalemug teringat sesuatu hal, mengenai sesuatu yang nampaknya ada hubungannya dengan semua ini. Yang mengarahkan dirinya untuk berpikir seperti itu. “Pernah mendengar legenda Plante?” “Legenda? Cerita yang lebih terdengar seperti dongeng pengantar tidur! Kadang tidak masuk akal. Tapi jujur saja aku tidak mengetahui legenda apa yang kau maksud, sobat,” ucap Glaric tanpa menahan Rhalemug untuk membagikan cerita. Glaric memerhatikannya, kemudian kembali fokus pada Rhalemug. Menunggu legenda apa yang ia maksudkan selain informasi seperti Plante adalah surga atau hal-hal yang mirip dengan itu. “Aku mendengarnya dari ibu Irrina, belum lama ini. Semoga aku tidak salah tangkap dengan ucapannya. Beliau menceritakan suatu legenda di mana sebenarnya Generoro dulu tidak tinggal di Plante”. “Dulu leluhur kita tinggal di dunia yang memiliki hujan dan berbagai kondisi ekstrim lainnya,” papar Rhalemug lambatlambat. Seingatnya ibu Irrina memang mengatakan hal itu. “Jika Generoro dulu tidak tinggal di sini... itu artinya mereka memang tinggal di dunia yang memiliki hujan dan sejak lima

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

ratus tahun yang lalu kita sudah tidak memiliki hujan,” angguk Glaric. Rhalemug menarik napas dalam-dalam. Ia sudah memikirkannya beberapa hari kebelakang ini. Mengenai cerita ibu Irrina, mengenai pengetahuan yang ia dapat dari Mozza dan Glaric. Mengenai teorinya yang ia coba katakan pada Alo dan menerima sikap tidak disukai karenanya. “Beliau menyatakan Plante diisi oleh orang-orang terpilih juga menyebut Plante sebagai ‘dunia rekayasa yang bergerak maju’. Rhalemug mencari-cari remote milik Glaric yang ternyata ada di dekat meja komputer temannya. Ia menyalakan monitor. “Benda bulat itu, bernama Planet”. Saat itulah Mozza menjatuhkan garpunya. Bunyi bising logam yang beradu dengan lantai timbul memekakan telinga. “Planet,” bisiknya pelan. Glaric segera mendekati Mozza memegangi bahunya, khawatir gadis itu mendadak pingsan. Wajahnya sangat pucat. Sementara Rhalemug memungut garpu yang di jatuhkan Mozza dan menaruhnya pada washtafel. Ia mengambilkan garpu bersih untuk gadis itu. “Ada apa Mozz?” tanya Glaric lembut. Ia kini memeluk Mozza dari belakang. Tubuh gadis itu bergetar pelan. Napasnya naik turun. Pandangannya gelisah. Ia seperti tengah memandangi sesuatu yang tidak ada di hadapannya. Mungkin ia mengingat sesuatu. Kenangan yang buruk mungkin? Rhalemug tidak tahu. Ia baru saja mengenal Mozza dan tidak banyak mengetahui masa lalu gadis itu. .

Bersambung

86


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016 LIPUTAN

PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS INDONESIA: The Crystal of Knowledge Archana Universa

Begitu membaca “The Crystal of Knowledge� An1mareaders mungkin akan membayangkan cerita Sci-Fi. Memangnya ada?

Pembangunannya tidak tanggungtanggung menelan biaya sebesar 175 Milyar Rupiah. Karena luasnya, perpustakaan ini dapat menampung 10.000 pengunjung dalam waktu bersamaan.

Ada! The Crystal of Knowledge yang dimaksud disini adalah gedung perpustakaan unik milik Universitas Indonesia. The Crystal of Knowledge atau Si Kristal Pengetahuan merupakan perpustakaan yang dibangun di lahan luas sekitar 2,5 hektare, bangunannya sendiri seluas 33.000 meter persegi.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Lebih kerennya lagi sebagian kebutuhan energi perpustakaan ini dipasok dari pembangkit listrik tenaga surya. Perpustaaan yang diresmikan pada 13 Mei 2011 ini selain memiliki gaya arsitektur yang keren juga terletak di pinggir danau. Crystal of Knowledge memiliki jutaan koleksi mulai dari buku, ebook, hingga bahan informasi lainnya.

87


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Pertama kali masuk ke area perpustakaan, an1mareaders dapat melihat tulisan dari berbagai bahasa di dunia yang semuanya berarti baca. Selain diisi oleh koleksikoleksi buku baik yang sudah lama, hingga terbitan baru, penggunjung juga dapat menemukan food court, kedai kopi, minimarket, bank, hingga tempat buat nge-gym.

Fasilitas yang gak kalah menarik di perpustakaan ini adalah kebun apple. Yup, Apple! Deretan iMac jadi penunjang bagi para mahasiswa untuk mencari berbagai informasi.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

88


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

TUTORIAL

MOTION GRAPHICS: Time, Timing dan Audio Bagian 3 M.S. Gumelar

Elemen-elemen atau bagian-bagian pembentuk motion graphics. Sengaja penulis ulangi lagi agar ada repetisi atau pengulangan, di mana repetisi adalah salah satu prinsip-prinsip desain yang diterapkan dalam motion graphic. Elemen-elemen motion graphics (Elements of motion graphics) tersebut adalah: 1. Pembuatnya. Tentu saja an1mareaders, pembuatnya semakin kreatif semakin bagus hasilnya. 2. Ide yang unik. Untuk sementara ini kita berlatih terlebih dulu ya.

pembuatnya dalam mengerjakannya. 5.3. Visual (image). Segala tampilan yang terlihat mata, mencakup. 5.3.1. Shapes (bentuk datar) 5.3.2. Form (bentuk bervolume) 5.3.3. Teks 5.3.4. Warna 5.3.5. Ilustrasi 5.3.6. Foto 5.3.7. Movie 5.3.8. Animasi 5.3.9. Filter (effect)

3. Alat. Alat yang digunakan, dalam hal ini hardwares dan softwares.

5.4. Audio. Diperlukan agar memberi penekanan, sebab bom meledak secara visual saja tidak ada suaranya juga tidak greget.

4. Media. Pilihan media yang digunakan seperti alat elektronik, layar komputer, tablet komputer dan apa pun yang sesuai dengan alat dan bahan yang digunakan.

Pembaca telah mengetahui elemen-elemen motion graphics. Kini saatnya mengenal principles of design yang diterapkan dalam motion graphics.

5. Bahan (material): 5.1. Area dan Ruang. sesuai kebutuhan dan tujuan dibuatnya di media apa, apa pun media tersebut.

Principles of design sebenarnya berbicara tentang: 1. Penekanan (emphasizing) 2. Konsistensi (consistency) 3. Penempatannya suatu objek dan/atau subjek dalam suatu komposisi (composition). 4. Unik dan keunikannya (unique and Uniqueness)

5.2. Waktu. Dalam durasi tertentu sesuai keperluan. Dan juga waktu yang dihabiskan oleh

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

89


AN1MAGINE

5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

16.

Vol. 1 No. 9 November 2016

Ilusi bentuk bervolume (3D/form illusion). Pencapaian dalam mencapai titik kenyamanan (comfortability) Keadaan dalam mencapai titik keamanan (secureness) Keberlanjutan (suistainability), Aman bagi lingkungan (ecology friendly) Waktu dan momen yang pas (time & timing) Tema dan jenis cerita (theme and genre). Penggolongan Usia (Age classification) Peduli dengan lainnya (Care for others/compassion). Lahir dan Mati (birth and death). Kebebasan memilih dan ending lebih dari satu (freedom of choice/free will and multiple endings). Subjektif, sangat personal, tergantung suka dan tidak suka/selera seseorang (subjective).

Kini penulis akan menambahkan suara atau audio. Silakan download sound effects untuk suara bola membal di link berikut: https://goo.gl/nmcR8J Atau di sini: https://goo.gl/ihUxKv Setelah file audio tersebut di-download dan disimpan di folder dengan nama an1mareaders sendiri, kini import di Adobe After effects dengan menekan tombol Ctrl I.

Nama file audio tersebut adalah 01 bouncing sound.wav ada banyak audio extension format, salah satunya wav.

Dalam principles of design yang penulis sebutkan tersebut, urutan dalam daftar tersebut tidak menentukan mana yang paling penting, sebab semuanya penting. Penulis sengaja memulai dengan waktu dan momen yang pas (time & timing) untuk menjelaskan prinsip-prinsip motion graphics di edisi publikasi kali ini. Silakan an1mareaders melihat edisi sebelumnya bila belum paham apa yang dibincangkan di edisi ini: https://goo.gl/0h5neP

File audio bouncing sound.wav telah terimpor di project window. Kini saatnya menambahkannya di timeline.

Penulis lanjutkan edisi sebelumnya di edisi ini. Penulis sudah meng-upload animasi movie pendek hasil karya sebelumnya di link berikut: https://goo.gl/Mhgjwr Tentu saja karena animasi movie durasi pendek maka saat di-play menjadi singkat durasi tayangnya, tetapi yang terpenting, di animasi movie pendek tersebut saat bola membal, tidak ada suara sama sekali, hal ini dalam prinsip desain disebut penekanannya (emphasize) kurang.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

90


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

digerakkan icon timeline arrow indicatornya yang berfungsi sebagai mesin waktu.

Perhatikan pada gambar di atas. Audio file tersebut berada di layer paling bawah. Dengan icon seperti speaker sebagai lambang dari suara/audio.

Setelah ketemu, langkah berikutnya adalah mengatur agar bouncing sound tersebut menjadi pas saat bola sedang penyet dan membal ke atas.

Apa bedanya sound dengan audio? Sound adalah segala macam suara yang berasal dari apa pun. Sedangkan audio adalah hasil rekaman suara yang dapat diperdengarkan/diputar ulang menggunakan suatu alat. Click tanda panah sebelum nama file audio agar tanda panahnya menghadap ke bawah.

Click lagi sampai muncul audio level di mana berguna untuk memperkuat volume suara dan atau menguranginya dengan system audio keyframe, oh ternyata keyframe tidak hanya untuk image ya? Iya benar sekali.

Click waveform untuk memunculkan “symbol� bentuk dari suara, di sini an1mareaders dapat melihat suara yang paling kuat volumenya memiliki gelombang/wave yang paling tinggi. Langkah berikutnya adalah mencari waktu di timeline tersebut momen di mana bola mengalami squash (penyet) di frame tertentu untuk pertama kalinya, silakan

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Click audio lalu drag di timeline agar titik awalnya audio waveform di sekitar area frame bola saat penyet, atur agar sangat pas antara audio dan bola penyet tersebut.

Untuk mengetahui pas dan tidaknya, an1mareaders dapat melakukan scrubbing audio dengan menahan tombol Ctrl lalu menggerakkan timeline arrow indicator ke kanan dan ke kiri, dengan melatih kepekaan suara dan gerak animasi, maka timing yang sesuai (sync) antara suara dan gerak akan tercapai. Bila sudah pas, click tanda play di jendela preview, bila perlu dibuat looping dengan meng-click tombol looping yang terletak sebelum icon speaker di jendela preview ini.

91


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Setelah di-play, suara dan animasi akan sesuai bila pengaturan momen (timing) antara bola penyet, kemudian membal dengan sound bola membalnya. Bila belum pas, silakan diulangi langkah sebelumnya, sampai tercapai timing yang benar-benar sync antara audio dan visualnya.

Di jendela project muncul komposisi baru dengan nama Pre-comp 1. Click nama komposisi tersebut, lalu tekan enter untuk mengubah namanya menjadi bouncing ball.

Kini click nama komposisi 03 bola animasi kartun edit, atau nama apa pun yang an1mareaders berikan pada komposisi tersebut. Perhatikan komposisi yang diberi nama bouncing ball menjadi bagian dari komposisi 03 bola animasi kartun edit. Langkah berikutnya, an1mareaders akan menambahkan copy dari sequence animasi yang telah dibuat agar animasi bouncingnya tidak hanya sekali tetapi lebih, sehingga dapat dilihat dan dinikmati lebih lama durasinya.

Pastikan semua nama layer terseleksi di jendela timeline. Kemudian tekan kombinasi tombol di keyboard (shorcut) Ctrl Shift C. Akan muncul jendela baru dengan nama Pre-compose, click OK tanpa mengubah apa pun yang ada di sana.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

92


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Agar tidak membingungkan, ganti nama komposisi 03 bola animasi kartun edit menjadi animasi bouncing ball durasi panjang.

Langkah berikutnya mengubah durasi komposisi “animasi bouncing ball durasi panjang” menjadi lebih dari 01:06 detik. OK penulis memerlukan durasi selama empat kali lipat dari semula, menjadi 04:24. Caranya click nama komposisi “animasi bouncing ball durasi panjang” lalu click mouse kanan, akan muncul jendela baru, pilih Composition Settings, click lepas.

Seleksi nama komposisi “bouncing ball” yang ada dalam komposisi “animasi bouncing ball durasi panjang” yang telah memiliki durasi lebih lama menjadi 04:24. Tekan huruf – (minus) untuk melihat keseluruhan durasi timeline. Kemudian tekan Ctrl D sebanyak tiga kali untuk menduplikat komposisi “bouncing ball” menjadi tiga layer baru, atur posisinya mengisi akhir setiap animasi, sehingga keseluruhan durasi timeline terpenuhi.

Ubah durasinya dari 01:06 menjadi 04:24, tanpa mengubah yang lainnya, lalu tekan enter.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

93


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Penulis sarankan an1mareaders memiliki folder dengan nama sendiri, sehingga semua karya pasti berada di folder tersebut. Pastikan pilihan audionya juga sudah on ke auto saat meng-click lossless di output modules.

Bila sudah pas, click tanda play di jendela preview, bila perlu dibuat looping dengan meng-click tombol looping yang terletak sebelum icon speaker di jendela preview ini.

Bila sudah pas, maka saatnya mengekspornya menjadi animasi movie. Caranya seperti di edisi sebelumnya yang dapat an1mareaders download di link berikut: https://goo.gl/0h5neP

Baiklah, penulis ulangi untuk edisi kali ini agar memudahkan juga mengingat caranya. Click File – Export – Add to Render Queue atau dengan shortcut/kombinasi tombol keyboard (Ctrl M). Muncul jendela Render Queue di sebelah tab Timeline project. Yang perlu diperhatikan adalah menu output to untuk menyimpan file hasil render berupa movie di folder mana? Pastikan menggunakan nama an1mareaders sendiri untuk memudahkan mencarinya nanti.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Bila sudah mantap di folder mana, tinggal click tombol render dan tunggu prosesnya selesai dengan ditandai suara audio khas dari after effects ini. Jangan lupa selalu di save project-nya dengan shortcut Ctrl S. Kini tutup Adobe after Effects-nya dan cari movie file hasil ekspor tadi di folder mana, setelah ketemu file-nya click dua kali untuk mem-play movie-nya. Untuk hasilnya an1mareaders dapat mengakses link berikut: https://goo.gl/FzP6hb Apakah ada yang kurang pas? Benar sekali, belum ada drop shadow-nya, wuah halamannya tidak cukup untuk edisi kali ini, untuk dua edisi berikutnya saja ya, sebab di edisi berikutnya giliran membahas animasi 3D menggunakan Aplikasi Blender lanjutan edisi sebelumnya.

94


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

HADI SUTOPO: Menggabungkan Menggambar dengan Programming Pengalaman di masa kecil dan bekerja yang sangat berpengaruh besar di masa kini, tidak lepas dari dua orang yaitu ayah Hadi Sutopo dan P. A. Heuken SJ. Ayah Hadi Sutopo mengatakan, “Kalau bekerja harus sampai tuntas”, sedangkan P. A.Heuken SJ berkata: “Orang bekerja itu harus fokus, konsisten, dan memiliki komitmen”. Hadi Sutopo adalah salah satu Tokoh Indonesia yang memiliki banyak karya di bidang seni, desain dan programming.

Informasi multimedia dan game masih banyak dibutuhkan untuk masyarakat Indonesia terutama sejak usia dini. Indonesia kaya akan beraneka kearifan lokal. Banyak game dengan karakteristik budaya yang dapat dikembangkan, misalnya permainan tradisional nusantara, dan masih banyak lagi. Keinginan bagi Hadi Sutopo adalah suatu mimpi yang harus bisa dicapai. Pencapaian yang paling berkesan menurutnya adalah: x

Keterampilan dasar berupa menggambar dan programming memberikan bekal dan terobosan tersendiri baginya. Hadi Sutopo ingin menggabungkan kemampuan tersebut pada bidang multimedia.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

x x

Poster film “Inem Pelayan Seksi” tahun 1979, Buku “Animasi dengan Macomedia Flash dan ActionScript” tahun 2003 Mobile game “Math Game 1” tahun 2016.

95

TOKOH


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Hadi Sutopo memberikan wejangan berupa sharing kepada generasi muda, “Jadilah pemuda yang tangguh dan jangan cepat menyerah. Semua yang dilakukan tidak selalu memberi keuntungan pada saat itu juga, tetapi di kemudian hari akan mendapatkan manfaatnya�.

Pencapaian Publikasi Buku: 1. Menulis dan Mengelola Jurnal Bereputasi ISBN. 978-602-72849-7-5, Yogyakarta Graha Ilmu, 2016 2. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan ISBN. 978-979756-822-1, Yogyakarta Graha Ilmu, 2012 3. Pengolahan Data Kualitatif dengan NVivo, written with Adrianus Arief, ISBN. 978-602-8730-27-3, Jakarta: Prenada, 2010 4. Pemrograman Flash dengan PHP dan MySQL ISBN. 978-979-756-075-1, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2007 5. Desain Brosur dan Majalah dengan Adobe InDesign ISBN. 978-979-270121-0, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2007 6. Desain Buku dengan Adobe InDesign ISBN. 978-979-270-121-0, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2007 7. Pemrograman Berorientasi Objek dengan Java, written with Fajar

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Masya, ISBN. 979-756-000-7, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005

8. Integrasi Flash dan ASP ISBN. 979205-040-x, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2003 9. Multimedia Interaktif dengan Flash ISBN. 979-328-951-9, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2003 10. Pengantar Grafika Komputer ISBN. 979-970-881-8, Yogyakarta: Gava Media, 2002 11. Analisis dan Desain Berorientasi Objek ISBN. 979-939-818-5, Yogyakarta,: JJ Learning, 2002 12. Animasi Menggunakan Macromedia Flash dengan ActionScript

96


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

ISBN. 979-955-023-8, Jakarta:

Salemba Infotek, 2002

Publikasi ke Jurnal 1. Hadi Sutopo. Mobile Multimedia Development: Flash Mobile Game with MySQL Database. International Journal “International Journal of Computer Theory and Engineering (IJCTE)”, http://www.ijcte.org. Singapore ISSN: 0975-5578 (Online); 0975-5934 (Print), Vol.5, No.1, February, 2013 2. Hadi Sutopo. Multimedia-Based Learning Evaluation Development with Flash, PHP, and MySQL, Journal “Jurnal Informatika”, Universitas Kristen Petra - Surabaya ISSN. 1411-0105, Vol. 11, No. 1, May 2012 3. Hadi Sutopo. Bresenham’s Lines Algorithm Visualization Using Flash. International Journal “International Journal of Computer Theory and Engineering (IJCTE)”, http://www.ijcte.org. Singapore ISSN: 0975-5578 (Online); 0975-5934 (Print), Vol.3, No.3, June, 2011 4. Hadi Sutopo. Selection Sorting Algorithm Visualization Using Flash. International Journal “The International Journal of Multimedia & Its Applications (IJMA)”, http://airccse.org/journal/ijma.htm. Chennai, India ISSN: 1793-821X (Online); 1793-8201 (Print), Vol.3, No.1, February, 2011 5. Hadi Sutopo. Flash Game With MySQL Database Development.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

International Journal “Journal of Theoretical and Applied Information Technology (JATIT)”, http://www.jatit.org, Islamabad, Pakistan E-ISSN 1817-3195 / ISSN 1992-8645, Vol. 20, No. 1, October 2010 6. Hadi Sutopo. Learning Model Development: Creating Snakes and Ladder Game. Journal “Pedagogika”, Post Graduate Program Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. ISSN. 20871678, Vol. 1, No. 1, August 2010

97


Vol. 1 No. 9 November 2016 BUNG

AN1MAGINE

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

98

TOMO


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Drs. Paryono, M.M. Kepala BDI Denpasar di depan gedung acara “Kids Animation Festival� diselenggarakan.

Balai Diklat Industri Denpasar: Pusatnya Belajar Animasi! Archana Universa

Di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar Tanggal 5-6 November 2016, di Bali Creative Industri Center diselenggarakan event “Kids Animation Festival� yang digagas oleh Bamboomedia dan BDI lho an1mareaders!

Adik-adik dari berbagai sekolah dasar di Bali beserta orang tua mereka diberi pengetahuan mengenai animasi oleh Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar. Kebanyakan mengira animasi hanyalah main-main belaka, tidak serius. Maka dari itu acara Kids Animation Festival bertujuan mengenalkan animasi sejak dini, juga untuk mengedukasi orang tua. Berbeda dengan industri lainnya yang membutuhkan modal besar, industri kreatif tidak membutuhkan banyak hal.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Cukup ruangan dengan fasilitas saja, yang lebih utama lagi ide kreatif dari pelakunya. Belajar animasi tidak dapat instan, butuh proses. BDI Denpasar mencari bibit yang punya skill dan bakat untuk bergabung dalam program pelatihannya. Pelatihan ini berkaitan dengan usaha BDI Denpasar untuk menyiapkan tenaga kerja industri yang berkualitas dan memiliki kompetensi di bidangnya sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. BDI Denpasar memiliki dua sasaran utama yakni persiapan tenaga kerja industri siap kerja melalui pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja berspesialisasi dan kompetensi. Acuannya adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang animasi, kerajinan, dan industri barang seni, dan penciptaan wirausaha baru melalui program inkubator bisnis di bidang industri digital kreatif.

99

LIPUTAN


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Drs. Paryono, M.M. Kepala BDI Denpasar

Visi BDI Denpasar adalah menjadi lembaga diklat SDM Industri yang profesional berbasis spesialisasi, kompetensi, dan berdaya saing 2020. Sementara misi BDI Denpasar meliputi: 1.

Melembagakan BDI Denpasar sebagai pusat diklat SDM industri kreatif berbasis spesialisasi dan kompetensi.

2.

Menyelenggarakan diklat SDM industri secara profesional berbasis spesialisasi dan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

3.

Membangun SDM industri yang kompeten dan berdaya saing.

4.

Mengembangkan kerja sama, menciptakan wirausaha baru dan penempatan kerja alumni diklat.

Beberapa contoh diklat yang digarap BDI Denpasar di antaranya Diklat 2D dan 3D animasi, Motion Capture, Lighting, Rendering, hingga Compositing.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Lomba dan Pameran yang diselenggarakan BDI area Denpasar antara lain : 1. Pameran industri dan teknologi produksi dari More Media Kreasi 2. Tattoo exo dari Magic Ink Magazine 3. Pemilihan putri citra nasional dari Argadia 4. Kids Animation 5. Pameran UKM/ IKM Expo dan Workshop dari Astra 6. Pameran Pesta Wirausaha dan Komunitas tangan di atas

Drs. Paryono, M.M. selaku Kepala BDI Denpasar menceritakan kondisi di mana industri membutuhkan banyak tenaga kerja, namun belum banyak sumber daya manusia yang keterampilannya sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh industri. Untuk menjadi peserta pelatihan, calon peserta harus memberikan portofolio. BDI Denpasar sendiri tidak terlalu memerhatikan asal sekolah, yang jadi perhatian adalah kemampuan dari calon

100


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Putu Sudiarta, Direktur dari Bamboomedia dan Drs. Paryono, M.M., Kepala BDI Denpasar

peserta tersebut. Juga akan lebih baik jika peserta telah menguasai grafis desain. Pelatihan yang dilakukan BDI Denpasar diselenggarakan selama kurang lebih setahun dengan berbagai fasilitas yang mumpuni seperti lab komputer, asrama, akomodasi hingga konsumsi ditanggung oleh pemerintah. Peserta yang lulus tahapan uji kompetensi, baik ujian pribadi dan project kelompok, oleh badan sertifikasi akan langsung disalurkan ke industri sehingga dapat membantu karier dari peserta juga membantu industri memenuhi SDM berkompetensi animasi. Adapun pengajar pelatihan ini adalah para praktisi animasi seperti Pak Putu Sudiarta, Direktur dari Bamboomedia.

Jika produk inkubator sudah siap, maka BDI Denpasar akan membantu legalitas usaha hingga start up sampai dapat mengurus dokumen yang fiprtlukan di perbankan. Ketika launching produk, BDI Denpasar mendatangkan stakeholder, calon pembeli atau investor dengan harapan terjadi transaksi. Program ini merupakan misi bersama, sehingga BDI Denpasar juga menggandeng berbagai pihak untuk bekerja sama. Selain membina relasi dengan universitas dan SMAK di Bali, BDI Denpasar juga menggandeng perusahaan di seperti dengan bank BRI, AINAKI, dan masih banyak lagi.

Dengan demikian program BDI Denpasar dapat mengurangi pengangguran dan menurunkan tingkat kemiskinan sehingga perekonomian Indonesia tumbuh di bidang industri kreatif. Selain pelatihan, juga terdapat program inkubator bisnis. BDI Denpasar merekrut anak muda berbakat dan memiliki ide bernilai ekonomi tinggi.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

101


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

102


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

KUDIT: Sang Penguasa Mantradeva Archana Universa

Buat penggemar webcomic, Mantradeva boleh jadi salah satu komik favorit buat an1mareaders!

Webcomic fantasy oriental bertemakan mitologi Bali ini memang buatan anak bangsa. Gusti Putu Aditya Pratama atau yang sering dipanggil Kudit, membuat komik ini bersama dengan adiknya, Agung Pramana. Mulanya Mantradeva dijadikan Kudit untuk latihan membuat gambar dengan berbagai pose yang dinamis, sementara adiknya melatih kemampuan mewarnai secara digital. Mantradeva mengisahkan titisan Mantradeva bernama Sona yang ditugaskan untuk menutup kontrak dari titisan dewa yang telah diturunkan terlebih dahulu bernama Sandhikala. Karakter Sona merupakan antripomorphisme daru Barong Keket

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

yakni makhluk mitologi gabungan macan, lembu, dan juga naga. Sebagai orang dari Bali, Kudit banyak mengangkat tema yang sangat kental dengan Bali seperti Barong dan Rangda, Cupak Gerantang, hingga Pan Balang Tamak. Lulusan STMIK STIKOM Bali ini mengaku membuat Mantradeva karena ingin generasi muda memandang Budaya Indonesia sebagai sesuatu yang keren. Ide cerita Mantradeva datang pada saat Hari Raya Galungan, sekitar bulan Februari tahun 2016, mengenai pertarungan dharma melawan adharma yang disimbolkan dengan Barong melawan Rangda. Inspirasi cerita Mantradeva berasal dari Kera Sakti, Magi, Groove Adventure Rave, dan Kamen Rider Kuuga. Semula, Mantradeva adalah konsep Boardgame, yang mulanya diberi nama Nawa Raksasa kemudian berkembang menjadi webcomic.

103

TOKOH


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Kudit mengaku dirinya sebenarnya bukan seorang komikus, tidak mahir menggambar. Namun Mantradeva membuatnya menggambar. Untuk cerita Mantradeva, Kudit mengaku sudah mengetahui awal dan endingnya, namun untuk kisah ditengahnya digarap sesuai kreativitas sehingga belum dipastikan berapa total pannel Mantradeva hingga tamat. Berhubung pemasarannya yang menggunakan webcomic, Kudit mengembangkan cerita yang diminati selera remaja. Kini pembaca Mantradeva di webcomic mencapai 40.000. Untuk membina hubungan dengan pembacanya, Kudit sering membalas komentar dari pembaca, termasuk menjawab pertanyaan yang tidak bersifat spoiler. Kadang author dari Mantradeva juga meminta masukan dari pembaca, semisal memberi kuesioner ke pembaca, misal meminta pendapat mengenai karakter baru sehingga hubungan baik antara author dan pembaca terjalin dengan baik. Jika ada inputan yang bagus dari pembaca, maka author akan memasukannya ke dalam cerita. Menurut Kudit, membangun fan base awalnya berat dan sulit namun ia menikmatinya. Selain mempopulerkan Mantradeva, webcomic ini juga ikut berdampak positif pada self branding-nya. Kedepannya Kudit berharap Mantradeva dapat lintas media seperti menjadi game, juga animasi.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

104


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

I-komik bareng Gradasi di STIKI Archana Universa

Minggu, 9 Oktober 2016, teman-teman Gradasi STIKI Indonesia membuat komik bareng-bareng lho An1mareaders!

Gak cuman menggambar, karya yang terkumpul nantinya akan diterbitkan oleh An1mage dan dapat diunduh di Amazon dan Playstore, gratis! Acara ini bertempat di Kampus STIKI Indonesia, Jalan Tukad Pakerisan, Denpasar. Mulai jam 10.00 hingga pukul 14.00. Acara dibuka oleh Made Marthana Yusa selaku pembina dari Gradasi. Ketua Gradasi periode kali ini adalah Ayu Riyanta. Setelah pembukaan oleh Made Marthana Yusa acara dilanjutkan dengan penjelasan dari Kudit mengenai komiknya Mantradeva yang sudah tembus di webtoon. Mantradeva adalah webcomic fantasy oriental yang bertemakan mitologi dari Bali.

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Para peserta mendengarkan dan menyimak dengan seksama, satu kelas workshop membuat komik bareng i-komik dan Gradasi ini berjalan meriah dan menyenangkan. Peserta yang kebanyakan remaja ini sangat antusias mengikuti penjelasan para narasumber. Kemudian M.S. Gumelar dari An1mage menjelaskan soal i-komik. I-komik merupakan organisasi non-profit yang mewadahi komikus Indonesia dengan menerima gaya gambar dan jenis cerita apa pun. Mahendra Sila juga menjelaskan tentang membuat komik dengan cara mudah, ditambahkan pula demonstrasi membuat komik secara langsung menggunakan cara digital oleh Made Martahana Yusa. Karya kompilasi dari hasil dalam workshop i-komik dengan Gradasi ini akan diterbitkan dalam buku yang memiliki international standard book number (ISBN) yang terdaftar secara resmi di

105

LIPUTAN


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Perancis dan atau Inggris (United Kingdom) dengan judul “I-komik Gradasi 1� di mana membuka kemungkinan akan adanya seri berikutnya di masa depan. Kalau an1mareaders juga ingin komiknya diterbitkan di i-komik, kalian bisa langsung kirimkan naskahnya ke an1mage@an1mage.org Karya berjumlah minimal sebanyak 24 halaman boleh hitam putih, boleh ragam warna (fullcolour), dengan ukuran tertentu yaitu 21x29.7 cm, 16.83x26 cm atau 14.8 x21 cm, silakan pilih menggunakan ukuran

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

yang mana, karya kamu sudah bisa diterbitkan! Jadi tunggu apa lagi? Untuk bergabung di komunitas i-komik, silakan akses link berikut: https://www.facebook.com/groups/an1magekomik/

Mengapa memulai dari komik? Banyak industri kreatif berkembang menjadi animasi dan movie berawal dari cerita dan komik yang populer, sehingga saat menjadi animasi dan atau movie, menjadi lebih diterima karena para penonton sudah “mengenal� karakter tersebut melalui cerita dalam komik terlebih dahulu.

106


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

107


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

108


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

109


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

110


AN1MAGINE

enlightening open mind generations

Vol. 1 No. 9 November 2016

www.an1mage.org

111


AN1MAGINE

Vol. 1 No. 9 November 2016

Pilihanmu akan membawa maut‌

Setiap pilihanmu membawa maut. Temukan petualanganmu sendiri dengan memilih ceritamu sendiri dengan ending pilihanmu sendiri. Pick your own endings/PYOE dalam novel fiksi ilmiah ini memberikan beragam kemungkinan dan mampu menggelitik kamu untuk membaca terus sampai menemukan multiple endings yang luar biasa jenius https://goo.gl/7A4SRz http://www.an1mage.org/2016/04/dark-universe-monster-montser-by.html enlightening open mind generations

www.an1mage.org

112

09 an1magine vol 1 no 9 november 2016  
09 an1magine vol 1 no 9 november 2016  
Advertisement