Page 97

AN1MAGINE

Vol. 3 No. 6 Juni 2018

Aku mendesah pelan. Mabuk? Kurasa Aswin sedang punya beban pikiran yang berat. Ia selalu mencari anggur jika sulit tidur. Untuk bisa tidur ia akan membuat dirinya mabuk dan ketika mabuk ia akan tertawa-tawa, dia seperti merasa terbebas dan lebih mampu menerima masalahnya. Masalahnya aku tidak tahu apa yang sebenarnya mengganggu pikirannya. Mungkin saat dia sadar aku akan mencoba mengajaknya bicara. Meski aku kurang yakin ia akan menceritakan apa yang tengah menganggunya. Aswin terbangun beberapa jam berikutnya. Ia terlihat tidak lebih baik meski sudah tertidur. Seolah-olah masalah yang dimilikinya ikut mengejar hingga ke alam mimpi. Aku segera memberinya minuman hangat dan sepiring makanan yang sudah dingin. Aku sudah makan malam beberapa jam yang lalu. "Tidak, aku memang lapar tapi belum ingin makan. Biarkan aku menguasai kepalaku dulu," pintanya dengan suara lemah. "Ada apa sebenarnya denganmu," tanyaku tidak mengerti. "Ada apa dengan ada apa, aku tidak mengerti." "Ya ampun kata-katamu kacau," gerutuku sembari memijat-mijat kening. Aku duduk di atas kursi kayu, sudah agak reot tapi tidak masalah, masih cukup kuat menopang berat badanku. "Seuntai kata maaf, katamu kau tak menerima. Penawaran dan penolakan. Semula dugaan, kini jadi kenyataan. Kauberi rasa manis, kau juga bawa kepahitan, namun kurasakan tawar." "Aswin...."

“Apa sesuatu terjadi di antara kau dengan Vedika?” “Ya.” “Itu menjelaskan segalanya.” Atau mungkin juga tidak. Aswin tertawa masam. Aku hanya mengira-ngira, tidak berani bertanya lebih jauh padanya.

Chapter 15 "Kalian kemari untuk mencari tahu soal Archilum lagi?" Aku menoleh dan mendapati Vedika tengah membawa beberapa gulungan perkamen di tangannya. "Kau membaca semua itu?" tanya Aswin, terperangah. "Dengar, aku baru saja menemukan fakta menarik soal Archilum." Kami berjalan beriringan, mengikuti gadis itu ke dekat jendela besar di mana pertemuan kami sebelumnya mengambil tempat. Ia membentangkan beberapa gulungan perkamen yang dibawanya ke atas meja, menyiapkan materi yang akan disampaikannya. "Apakah Nebula tidak datang bersamamu?" "Kenapa? Kau naksir padanya?" goda Vedika. Aku hanya mendengus pelan. Kalau saja ia tahu Nebula punya hubungan yang disembunyikan dengan kakakku, pasti dia tidak akan membuat spekulasi seperti itu. Seenaknya saja menuduh orang.

"Ya?"

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

97

An1magine vol 3 no 6 juni 2018  

Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan en...

An1magine vol 3 no 6 juni 2018  

Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan en...

Advertisement