Page 95

AN1MAGINE

Vol. 3 No. 6 Juni 2018

“Bagaimana kalau kau membantuku membakar Brachuura saja?” dengusku kesal. Chatura tidak menggubris kata-kataku. "Apa bagusnya dunia atas hingga kau lebih memilih buat pergi ke sana dan meninggalkan seluruh hidupmu yang tenang? Kau memiliki pekerjaan yang kau inginkan, keluargamu juga ada di sini, tidakkah itu cukup Candhra?" Perdebatan yang berlanjut ke perdebatan yang lainnya. Chatura tentu memiliki hak untuk mengatakan hal itu. Ia juga boleh berusaha buat mengubah pikiranku. Tapi mengenai membuat keputusan, akulah yang akan melakukannya. Aku tahu benar, ia sangat ingin aku tetap di sini. Mungkin ia tidak akan lagi menggerutu tiap kali aku pergi ke desa perairan buat bekerja asal aku tidak jadi mengikuti Archilum. Chatura mungkin akan lebih membebaskanku dalam bertindak di masa depan selama aku tidak meninggalkan keluargaku. Ia tidak akan terus-terusan mengomel seperti seorang nenek-nenek bawel. Tapi letak masalahnya bukan di situ. Aku akan tetap pergi biarpun ibu tidak mengizinkan dan Chatura menahanku. Aku akan mencari cara supaya dapat pergi. Namun bagiku keadaan sebenarnya tidak terlalu buruk. Ibu sudah memberi restu, dan Aswin biar sebenarnya tidak setuju juga sudah berkata untuk belajar merelakanku. Hanya Chatura yang tetap keras kepala. Ia ingin aku tinggal dan tidak berbuat yang aneh-aneh. Ia ingin aku menjadi adiknya yang baik. "Aku akan membuatmu berpikir seribu kali, hingga kau yakin kalau keputusanmu

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

untuk mengikuti upacara agung adalah sebuah pilihan yang kekanak-kanakan." Ya. Ya. Kurasa kami memang tidak akan berbaikan. Ia akan selalu menganggapku sebagai sosok yang bersalah dan menyebalkan. Tapi seandainya saja kami bisa berbaikan sebelum aku pergi, hal itu akan membuatku lebih bahagia. Kuharap itu bisa terjadi. "Mengapa tidak kau batalkan saja?" Aku mendongak dan memerhatikan Aswin yang sedang memanjat pohon Eyata untuk mengambil beberapa buahnya. "Aku ingin ke dunia atas," jawabku, singkat. "Apa kau percaya kalau manusia bisa ke surga kalau sudah mati?" "Aswin, apa kau percaya kalau sebenarnya surga dan neraka itu ada?" Aswin melemparkan dua buah Eyata dan aku menangkapnya dengan baik. Nampaknya ia belum selesai dan aku masih harus memandanginya dari bawah. "Kau mau mengambil berapa?" "Sebanyak jumlah yang bisa membuat perut kita membesar seperti ibu hamil," kekehnya. Aku mencibir. "Kau memang menyebalkan. Bagaimana mungkin kau banyak makan dan tetap kurus." “Oh! Sebaiknya aku tidak mengambilnya terlalu banyak.” “Sebaiknya memang kau mengambil buah secukupnya saja,” dengusku mengingatkannya. “Iya secukupnya karena aku membawakan sesuatu untukmu.”

95

An1magine vol 3 no 6 juni 2018  

Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan en...

An1magine vol 3 no 6 juni 2018  

Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan en...

Advertisement