Page 37

AN1MAGINE

Vol. 3 No. 6 Juni 2018

“OK, on-kan teleport, tempatkan batu ginjal ini balik ke tubuh gurita tersebut,” perintah Matahari ke Magnet. “Siap laksanakan,” jawab Magnet.

* “Lihat Genruo, ada pengumuman lontar di sana”. Bintang menggerakkan kepalanya tanda mengajak kepada Genruo ke suatu arah. Genruo mengikuti Bintang ke area di mana beberapa orang berkumpul membaca lontar pengumuman. “Dicari orang yang mampu memilih dengan pasti putra pangeran yang asli dari tiga orang yang mengaku sebagai pangeran, bila perempuan akan diangkat menjadi mantu, bila laki-laki akan dijadikan saudara, atau diganti dengan kekayaan yang setimpal, daftarkan diri Anda ke Istana Tungga, Raja Haur Bhuwana,” kata seseorang yang membacanya. “Ah biarin aja, pangerannya juga kelakuannya buruk, suka meniduri, menghamili gadis-gadis, dan tidak bertanggung jawab!” kata seseorang. “Iya, biarin, biar mereka berperang, raja yang tidak peduli dengan rakyatnya, kini mendapatkan bencana dari dewa!” teriak seseorang di belakang yang membaca. Bintang tersenyum ke arah Genruo. Genruo, mengangkat tangannya ke area sekitar dada sebagai tanda tidak mengerti senyuman bintang. *

“Uh oh nami khulo, Lintang Genderewo,” jawab Genruo dengan suara cowoknya. Pengawal istana bagian pendaftaran terkesiap. Matanya melihat lekat-lekat ke arah jakun Genruo. Sadar akan kesalahannya. Genruo berdehem lalu mengulanginya lagi dengan suara yang dibuat seperti wanita. “Nami khulo1, Lintang Genderewooo,” jawabnya manja. Kali ini si pengawal sepertinya merasa puas, lalu menggoreskan namanya di lontar. “Baik, silakan masuk, dan menunggu giliran,” perintah pengawal istana tersebut.

* “Kau memiliki tuhan? Panggil tuhanmu datang ke sini!” teriak serangga berwarna hijau gelap kepada serangga berwarna coklat muda. “Tuhanku tidak terlihat, dia akan menghancurkan tuhanmu!” teriak serangga coklat muda. “Tuhan yang tidak terlihat? Tuhan kami terlihat, namanya Gerhana dan Awewe, ada bersama kami di kampung kami, kau menyembah tuhan yang salah!” teriak serangga hijau gelap. “Kau menyembah tuhan yang salah!, tuhan kalian kejam, tuhan kami penyayang dan penyelamat kami, aku tidak akan menyembah tuhanmu!” teriak serangga coklat muda.

“Nama saya Unggul Kartiko,” kata Bintang. Bintang dan Genruo sudah berada di area pelataran istana dengan bentuk bangunan bergaya Jawa Kuno. Istana yang megah dengan ragam aksesoris, patung, taman yang asri dengan ragam tanaman dan warna.

CLAAAKH

“Nama?” tanya pengawal istana bagian pendaftaran, giliran kepada Genruo.

“Siapa lagi yang menentang tuhanku, nasibnya akan sama seperti dia!” teriak serangga hijau

Kepala serangga coklat muda terputus oleh tangan serangga yang berbentuk sabit dengan gerigi yang dilapisi sejenis metal dari planet tersebut.

1

enlightening open mind generations

www.an1mage.org

Nama saya

37

An1magine vol 3 no 6 juni 2018  

Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan en...

An1magine vol 3 no 6 juni 2018  

Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan en...

Advertisement