Page 19

AN1MAGINE

Vol. 3 No. 6 Juni 2018

“OK siapa namamu?” tanya Maung Bodas. “Orang tersebut diam saja.

Rangga sudah memiliki kamar sendiri,” jelas Prof.Habibie. “Jadi Rangga tinggal di sini, wuaah, bagaimana dengan Mega?” tanya Anita.

BUKH Satu pukulan mengenai perut orang tersebut. “UGGH,” orang tersebut kesakitan sembari memegang perutnya dengan kedua tangan dengan merunduk. “Hei…Apa yang kau lakukan?” tanya Maung Bodas kepada orang yang memulai pengejaran. “Kar…Karman Pak,” jawab orang tersebut. “Baiklah Karman, kau boleh pergi dari sini,” kata Maung Bodas. Orang tersebut segera pergi dengan terhuyung-huyung. “Kau, namamu siapa?” tanya Maung Bodas kepada orang dalam timnya yang memulai pengejaran dan memukul Karman. “David Pak Jenderal!” jawabnya. “OK David, aku tidak tahu apa masalahmu, tapi hentikan melakukan sesuatu sebelum aku perintahkan OK!” bentak Maung Bodas.

“Dia di ruangan lain, di sebelah pojok sana, agak belakang…” Prof. Habibie menunjuk satu arah. “Tidak kukira, Ayah mengangkat dua anak sekaligus ha ha ha…” Anita bercanda. Sembari melihat ke arah Rangga dan Mega. Rangga dan Mega nyengir. “Oh ya Mama di mana?” Anita celingukan. “Seperti biasa…” jawab Prof. Habibie “Arisan,” Rangga, Mega, Anita, dan Prof. Habibie menjawab bersamaan. Mereka semua tertawa.

* Di kantor Mala. “Bu Direktur, ada Rangga dan temannya”. Kata staf Mala.

“Siap, Jenderal!” jawab David.

“Ya dipersilakan masuk saja,” jawab Mala.

“OK, kalau dia orang yang kita cari, kau sudah celaka, karena orang yang kita cari memiliki kekuatan super, jangan berbuat bodoh, atau kau akan mati sia-sia!” lanjut Maung Bodas.

Tak lama kemudian Rangga dan Mega duduk di ruang tamu di kantor Mala.

“Siap, Jenderal!”

SYUUTH

“Jangan memukul orang lagi tanpa diperintah!” bentak Maung Bodas. “Siap, Jenderal!” * “Ah rumah masa kecil, ada perubahan di area sana, sepertinya lab ayah tidak lagi di basement,” kata Anita. “Ya benar, ruanganmu masih ada, pernah ditempati Rangga, tetapi sejak renovasi,

enlightening open mind generations

“Hei siapa dia, kenalkan,” kata Mala saat melihat Mega. Sembari mendekat ke arah Rangga.

www.an1mage.org

Tubuh Mala mendadak lemas dan pingsan saat menyentuh Rangga. Kemudian Mega berubah wujud menjadi Mala. Mala yang pingsan karena sentuhan tadi mendadak tubuhnya mengecil, kemudian diletakkan dalam saku oleh Rangga.

*

19

An1magine vol 3 no 6 juni 2018  

Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan en...

An1magine vol 3 no 6 juni 2018  

Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan en...

Advertisement