Page 1

Archana Universa

www.an1mage.org

Dark Universe - Monster Montser

1


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

DARK UNIVERSE Monster Montser Archana Universa ISBN: 9786027405479

“Mengapa kau berpikir monster hanyalah produk khayalan?”

an1mage Enlightening crowdsourcing 53 Abergeldie Road Aberdeen AB10 6ED Scotland – United Kingdom Bumi Jati Elok, Blok A5 No. 2 Jl. Raya Parung Panjang, Legok, Tangerang, Banten Indonesia – 15826 E-mail: an1mage@an1mage.org

www.an1mage.org

2


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

DARK UNIVERSE Monster Montser Archana Universa Authorship: archanauniversa@gmail.com Cover & Ilustrasi: ms.gumelar@gmail.com All content in this book, logo, illustration, story, characters and the distinctive likeness (es) thereof are Trademarks & Copyright © 2016- an1mage@an1mage.org. ALL RIGHTS RESERVED. This is a work of fiction. Names, characters, places and incidents either are products of the author’s imagination or are used fictitiously. Any resemblance to actual events or locales or persons, living or dead, is entirely coincidental. Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat, waktu, dan peristiwa, hanyalah kebetulan belaka.

an1mage Enlightening crowdsourcing 53 Abergeldie Road Aberdeen AB10 6ED Scotland – United Kingdom Bumi Jati Elok, Blok A5 No. 2 Jl. Raya Parung Panjang, Legok, Tangerang, Banten Indonesia – 15826 E-mail: an1mage@an1mage.org

www.an1mage.org

3


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

UU No 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta Fungsi dan Sifat hak Cipta Pasal 2 1. Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta atau pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hak Terkait Pasal 49 1. Pelaku memiliki hak eksklusif untuk memberikan izin atau melarang pihak lain yang tanpa persetujuannya membuat, memperbanyak, atau menyiarkan rekaman suara dan/atau gambar pertunjukannya. Sanksi Pelanggaran Pasal 72 1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) atau pasal 49 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/ atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). 2.

Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Isi di luar tanggungjawab percetakan. Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Penulis dan atau Penerbit.

www.an1mage.org

4


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Daftar Isi Daftar Isi .......................................................................... 5 Bab 1 - Peneliti ................................................................ 8 Bab 2 – Berkenalan ....................................................... 23 Bab 3 – Permintaan Bantuan ........................................ 41 Bab 4 – Kulihat Diriku ....... Error! Bookmark not defined. Bab 5 – Profesor Tawe ...... Error! Bookmark not defined. Bab 6 – Lift Unik ............... Error! Bookmark not defined. Bab 7 - Pino ...................... Error! Bookmark not defined. Bab 8 - Terbang ................ Error! Bookmark not defined. Bab 9 - Kolam ................... Error! Bookmark not defined. Bab 10 – Monster Berlendir ............ Error! Bookmark not defined. Bab 11 – Secangkir Coklat Panas..... Error! Bookmark not defined. Bab 12 - Naga ................... Error! Bookmark not defined. Bab 13 – Dalam Gedung Penelitian. Error! Bookmark not defined. Bab 14 – Si Mungil............ Error! Bookmark not defined. Bab 15 – Mother Monster Error! Bookmark not defined. Bab 16 – It’s a Plane? ....... Error! Bookmark not defined. www.an1mage.org

5


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Bab 17 – Pertemuan Kedua ............. Error! Bookmark not defined. Bab 18 – Monster dalam Diri .......... Error! Bookmark not defined. Bab 19 – Bibiku Sayang .... Error! Bookmark not defined. Bab 20 – Sepasang Naga .. Error! Bookmark not defined. Bab 21 - Kepiting .............. Error! Bookmark not defined. Bab 22 – Pertaruhan ........ Error! Bookmark not defined. Bab 23 – Bibi Ansella ........ Error! Bookmark not defined. Bab 24- Memilih Monster Error! Bookmark not defined. Bab 25 - Menghadapinya Bersama . Error! Bookmark not defined. Bab 26 - Menyatu ............. Error! Bookmark not defined. Bab 27 - Reptilian ............. Error! Bookmark not defined. Bab 28 – Cantik atau Genius? ......... Error! Bookmark not defined. Bab 29 - Rio ...................... Error! Bookmark not defined. Bab 30 - Naif ..................... Error! Bookmark not defined. Bab 31 - Cantik ................. Error! Bookmark not defined. Bab 32 – Mall ................... Error! Bookmark not defined. Bab 33 - Genius ................ Error! Bookmark not defined. www.an1mage.org

6


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Bab 34 – Bantuan Vynya .. Error! Bookmark not defined. Bab 35 - Robot.................. Error! Bookmark not defined. Bab 36 – Restoran China. . Error! Bookmark not defined. Bab 37 – Ke Ruangan Peri Error! Bookmark not defined. Bab 38 – Lift Aneh ............ Error! Bookmark not defined. Bab 39 - Bebas.................. Error! Bookmark not defined. Bab 40 – Alien Peri. .......... Error! Bookmark not defined. Bab 41 – Ramuan ............. Error! Bookmark not defined. Bab 42 - Superhero .......... Error! Bookmark not defined. Bab 43 – Prof. Hendra ...... Error! Bookmark not defined. Bab 44 – Prof. Geo............ Error! Bookmark not defined. Bab 45 – Pemarah ............ Error! Bookmark not defined. Bab 46 – Gesapus Cyluk ... Error! Bookmark not defined. Bab 47 – Aku Tidak Suka .. Error! Bookmark not defined. Bab 48 – Kepedulian ........ Error! Bookmark not defined. Bibliography ..................... Error! Bookmark not defined. Roro Jonggrang Sci-fi ................................................... 529 An1magine .................................................................. 530 Antologi Komik Duet! .................................................. 531

www.an1mage.org

7


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Bab 1 - Peneliti

Ada atau tidak ada. Kata orang-orang kalau kau bisa memikirkannya maka hal itu ada. Tapi bagaimana segala sesuatu terlihat begitu mudah, begitu gampang. Berpikir saja kemudian hal itu muncul. Seperti keajaiban. Aku tentu bukan penyihir, begitu pula dengan bibiku, Ansella. Orang yang kusebut bibi barusan sebenarnya tidak terpaut jauh umurnya dariku. Kebanyakan orang mengira kami sepupu atau bahkan kakak beradik. www.an1mage.org

8


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Mungkin karena kami memiliki banyak kemiripan. Dimulai dari wajah oval cenderung panjang dan gaya rambut yang sama. Tapi jujur saja itu hanya kebetulan, kami tidak janjian atau apa. Ansella bekerja di kantor penelitian Pekalongan, sebuah kota kecil di Indonesia. Meski begitu penelitian di sini sangatlah maju. Ibuku yang juga mengharapkan aku menjadi peneliti alih-alih seperti dirinya yang sehari-hari terperangkap dalam dapur hotel berbintang, memintaku pergi ke kota muram itu untuk kuliah. Aku tidak ingin menjadi peneliti. Aku tidak tahu mengapa ibuku tidak bisa melihat bahwa anaknya ini cantik. Lebih pantas berlalu-lalang menghiasi layar kaca dari pada mengintip-intip melalui mikroskop atau mengurung diri di laboratorium. Itu bisa membuat diriku cepat menua! Maka dari itu secara diam-diam aku memutuskan untuk mendaftar di sekolah tinggi seni di sana. Belajar menjadi aktor yang andal dan segera kembali ke kota untuk mengikuti audisi merupakan rencanaku. Masa bodoh dengan permintaan ibuku. Maksudku, ini hidupku kan? Dia mestinya tidak mengaturku sejauh ini apalagi tidak lama lagi aku akan berumur delapan belas tahun. www.an1mage.org

9


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Setelah aku mendapat usia itu, aku akan segera mencari pekerjaan dan meninggalkan rumah bibi. Sudah cukup belasan tahun aku diatur, aku ingin bebas. Kupingku sudah kenyang mendengar ocehan wanita tua tukang atur. Ansella yang sering ke luar rumah untuk penelitiannya membuat aku cepat-cepat pindah ke sana untuk menghindari ibu. Padahal kuliah baru akan dimulai sekitar dua minggu lagi. Kapan lagi aku bisa mempercepat kebebasanku? Ansella sudah menungguku di beranda rumahnya ketika aku menghubunginya akan segera sampai. Sebenarnya ini pertama kalinya aku pergi ke Pekalongan. Jadi aku benar-benar buta arah. Selepas dari bandara tadi aku langsung menggunakan jasa taksi sehingga tidak perlu pusing mencari-cari jalan ke rumah bibiku. “Perjalananmu menyenangkan?” katanya sembari tersenyum. “Lima jam. Empat jam di pesawat dan satu jam di taksi. Aku merasa baru saja fitness kemudian dikeroyok selusin penjahat!” sahutku hiperbolis. “Kau bisa menggunakan kursi pijitku di dalam,” usulnya sembari membantuku membawa barang-barang yang memang agak banyak. www.an1mage.org

10


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Maksudku aku akan tinggal di kota ini paling tidak selama empat tahun. Otomatis aku membawa semua benda kesayanganku. Mulai dari bantal kepala beruang hingga kain dari Bali yang sering menemaniku tidur. Rumah bibi bergaya minimalis. Tapi semuanya berubah karena juntaian kabel-kabel yang tidak jelas mana pangkal dan mana akhirnya. Seperti hidup di sarang sulur-sulur yang mematikan. “Apa yang sedang kau kerjakan?” Mendadak aku merasa rasa kantukku melemah setelah melihat ribuan meter kabel di rumahnya. Kami baru saja selesai meletakkan barang-barang di kamar yang ia sediakan untukku. Kamarku ada di lantai atas dan menghadap jalan. Mestinya ini kamar utama, tapi sepertinya bibi tidak terlalu membutuhkannya. Kurasa ia lebih menyukai kamar di belakang rumah yang lebih tenang. “Sains,” jawabnya singkat. Ia memandangi kabel-kabel itu seolah itu hal yang wajar. “Kau sedang membuat robot atau apa?” “Bermacam-macam,” sahutnya kemudian berhenti buat menghela napas. “Robot termasuk, tapi lebih luas sebenarnya ranah penelitian kami.” www.an1mage.org

11


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

“Apa kalian juga menciptakan monster?” tanyaku asal. Kadang aku suka iseng saja mengucapkan apa yang ada di kepalaku. Apalagi itu bukan bidang yang kukuasai. Aku tidak akan mengucapkan kata-kata khusus Sains yang sulit dicerna orang awam. “Sesuatu yang hidup, bergerak, mengeluarkan lendir seperti yang sering kau temui dibuku fantasi? Kurasa tidak Ayu Indah. Kami mengerjakan sesuatu yang lebih dahsyat dan berguna.” Aku menahan diri untuk tidak tertawa saat ia mengucapkan ‘dahsyat dan berguna’. Jujur saja aku malah membayangkan kembang api di kepalaku. Ansella benar-benar membanggakan dan menikmati pekerjaannya. Aku tidak heran sampai sekarang ia tidak memiliki pacar. Yang ada dipikirannya hanya penelitian dan penelitian. Aku heran mengapa rambutnya belum beruban. Ia mengantarku mengelilingi rumahnya. Semacam tur kecil-kecilan untuk memberitahu letak-letak ruangan. Tepat seperti dugaanku, kamarnya ada di bagian belakang rumah. Kesannya tidak terjamah dan misterius. Mungkin di sana ia memiliki lilitan kabel yang lebih banyak. Maka dari itu ia memilih buat tidak menunjukkan isi ruangan pribadinya itu padaku. www.an1mage.org

12


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

“Kau tidak menyembunyikan sesuatu yang aneh sana kan?’ gurauku sembari tertawa lepas.

di dalam

“Beberapa hasil riset,” terangnya, tidak menolak hipotesaku barusan. “Anse, apakah kau akan sering meninggalkan rumah untuk bekerja?” tanyaku serius. “Pekerjaanku sangat banyak, Ayu Indah. Kuharap kau bisa mengurus dirimu sendiri di sini. Aku tidak memiliki peraturan macam-macam. Aku juga tidak akan bertindak seperti polisi pengawas yang siap menilangmu kapan saja,” ujarnya sambil tertawa. Yes! Aku bersorak dalam pikiran. Tidak akan ada lagi wanita tua tukang omel dalam hidupku. Aku pasti akan betah di sini. Kabel-kabel tadi tidak akan bisa melilit kebahagiaanku. Termasuk jika benar ada monster di rumahku ini, ia tidak akan mampu merobek kebahagiaanku biar secuil. Aku orang yang paling beruntung di dunia! Setelah itu kami berkeliling menggunakan mobil bibi yang berwarna hitam mengkilap. Mobil ke luaran lima tahun silam tapi masih kelihatan keren. Suatu hari aku harus bisa memiliki mobil sebagus ini! Ia membawaku mengenali area-area di dekat rumahnya. www.an1mage.org

13


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Lingkungan tempat tinggal bibi sebenarnya nyaman. Banyak trotoar dan tanaman di sini. Jalanannya tidak terlalu ramai namun bukan berarti kami jauh buat ke mana-mana. Berbagai fasilitas umum dapat dijangkau dengan mudah. “Di sebelah kiri ada minimart. Kau bisa mencari kebutuhanmu di sana,” katanya sembari menunjuk menggunakan satu tangan. “Lalu di blok sebelahnya kau bisa menemukan petshop juga salon.” “Aku ingin creambath!” sorakku senang. “Apakah ada gym?” “Ada tapi agak jauh. Kusarankan kau berlari mengelilingi kompleks saja.” “Kenapa tidak ada gym,” gerutuku pelan. “Karena kebanyakan yang menghuni tempat ini bekerja di tempat riset dan di sana sudah di siapkan tempat untuk latihan badan seperti itu,” terangnya, santai. “Apakah tempat kerjamu juga ada di daerah sini?” Ansella mengangguk mantap. “Aku akan menunjukkannya setelah kita melihat sekolah risetmu.” “Apakah kau juga bisa menunjukkan sekolah seni yang ada di sekitar sini? Kudengar mereka memiliki museum pribadi!” kataku penuh harap. www.an1mage.org

14


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

“Tidak masalah,” katanya menyanggupi. Kami melaju maju aku melihat bank, beberapa cafe yang lumayan ramai dengan remaja seumuranku, juga taman di mana banyak anak kecil bermain di sana. Benar-benar kota kecil yang normal. “Sekolah seninya ada di kananmu, Ayu Indah.” Ternyata ada di pinggir jalan besar. Tidak terlalu luas, bahkan malah terlihat membosankan. Bagaimana sebuah sekolah seni bisa beratmosfer sesuram itu? “Tidak terlalu luas ya,” Aku menyerukan pendapatku. “Bahkan terlihat sepi.” Ansella menjalankan mobilnya lagi. Agak pelan. “Memang sepi kalau sudah sore begini. Lagipula tidak banyak yang menuntut ilmu di sana. Ini adalah kota pusat riset di Indonesia. Kebanyakan mahasiswa pergi ke universitas yang tidak kau tuju,” jelas bibi. Tentu saja ia belum tahu rencanaku yang lain, pikirku. “Apakah universitas riset lebih megah?” tanyaku tanpa benar-benar peduli. “Lebih baik dari sekolah seni yang barusan tentunya. Aku juga lulusan universitas riset.” www.an1mage.org

15


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

“Benarkah? Tahun berapa kau lulus?� “Sudah cukup lama,� katanya sembari tersenyum penuh misteri. Orang ini benar-benar tidak suka ngobrol ya. Jawabannya kebanyakan singkat. Mungkin efek karena terlalu lama meneliti. Delapan puluh persen hidupnya digunakan untuk meneliti dan berpikir. Sementara delapan puluh persen hidupku kugunakan buat bergosip. Ah! Ngomong-ngomong soal gosip aku baru ingat kalau aku benar-benar alien di sini. Maksudku aku tak mengenal siapa-siapa. Teman-teman SMA ku tidak ada yang pergi ke kota ini. Aku tidak heran, mereka pasti lebih memilih kuliah di kota besar. Kita lihat seberapa cepat aku bisa menemukan teman baru di sini. Kami berbelok ke kanan melewati jalanan yang lebih sepi. Aku bisa melihat matahari yang mulai tenggelam dari sini. Sinarnya tepat menyorotku. Namun pemandangan sinar matahari yang menembus dahan-dahan pohon begitu indah. Kupikir aku harus banyak mengambil foto di sini. Secara berat hati aku mengakui kota ini cukup eksotis untuk diabadikan dalam gambar. www.an1mage.org

16


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Tata kota yang rapi, benar-benar kota yang terlahir dari para imuwan. Seolah kota ini berasal dari peradaban yang lain saja. Bogor, kota dari mana aku berasal tidak serapi ini. Memang sih udaranya lebih sejuk karena ada di dataran tinggi. Sementara Pekalongan memiliki pantai pribadi. Tapi jalan-jalan di sana sempit dan terlalu naik turun. Rumah-rumahnya juga berdempetan, sesak. Aku bertanya-tanya apakah tempat ini dekat dengan pantai. Semestinya begitu karena samar-samar aku bisa mencium udara asinnya laut. Jalanan itu membentuk huruf “r� terbalik. Di hadapan kami aku bisa melihat universitas riset kebanggaan kota ini. Sebenarnya universitas ini sudah terkenal ke seluruh penjuru bumi karena hasil-hasil penelitiannya juga cetakan manusianya yang cerdas. Hanya saja aku tetap belum merasa tertarik untuk menuntut ilmu di sini. Aku sudah diterima di sini juga di sekolah seni yang agak di luar dugaan tadi. Tinggal dua minggu lagi aku masuk yang mana. www.an1mage.org

17


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Jujur saja universitas riset ini lebih bagus. Bangunan yang terdiri dari kaca-kaca selalu memesona. Aku bisa membaca deretan huruf yang membentuk nama universitas ini. Universitas Unggulan. “Bagaimana menurutmu, Ayu Indah?” Tanya Ansella sembari tersenyum lebar. “Sangat besar dan modern. Aku ingin tahu apakah dalamnya juga nyaman,” kataku mengungkapkan pikiranku yang sesungguhnya. Tidak lagi berpura-pura seperti tadi. “Kau akan segera mengetahuinya dua minggu lagi. Kujamin kau tidak akan kecewa.” Aku hanya mengangguk. Tidak tahu harus berkomentar apa karena sebenarnya aku sendiri binggung. Masa sih aku memilih universitas karena bangunannya? Bukan karena peminatan yang kupunyai? Tapi sekolah seni tadi benar-benar jelek dan terlihat suram. Sangat suram dan tua. Dan aku benci sesuatu yang berhubungan dengan tua. Seandainya ada ramuan untuk tidak menua aku pasti akan bersedia mendaftarkan diri untuk mencobanya. Volunteer. “Jadi ingin melihat kantorku?” www.an1mage.org

18


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

“Boleh,” jawabku agak tidak fokus karena baru sadar dari melamun. “Kantorku ada di akhir dari jalan ini. Tidak terlalu jauh. Sebenarnya kau bisa jalan kaki selama dua puluh menit dari rumah menuju kantorku,” paparnya sembari menambah kecepatan. “Jadi kau sering ke kantor dengan berjalan kaki?” Aku mulai membayangkan bisa menggunakan mobil miliknya untuk berjalan-jalan. Lagipula tidak dipakai kan? “Sering. Sekalian berolahraga,” katanya ceria. “Apa boleh aku meminjam mobilmu?” langsung saja kutanyakan pertanyaan yang sudah bertengger dan bernyanyi di kepala itu. Sebenarnya banyak temanku di Bogor dulu kaget ketika mengetahui anak orang tidak punya sepertiku bisa menyetir. Apalagi waktu itu umurku lima belas. Jawabannya adalah karena aku punya banyak teman sopir angkot. “Boleh untuk alasan khusus. Sebaiknya kau berjalan kaki saja ke kampus. Aku tidak ingin otot-otot keponakanku menjadi loyo. Kita bisa berjalan bersama jika kebetulan waktu kuliahmu dengan waktu kerjaku sama.” www.an1mage.org

19


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Kami sampai di ujung jalan. Aku bisa melihat gedung riset tempat bibiku bekerja. Sama bagusnya dengan universitas yang belum lama kami lihat. Gedungnya sangat besar dan luas. Penjagaan ketat membuat bibi memutuskan kami tidak masuk ke sana. “Tentu saja, lembaga riset bukan arena rekreasi,” candaku. “Tenang saja, kau bisa memasukinya dengan lebih mudah begitu mendapatkan kartu mahasiswa. Tempat ini sangat terbuka untuk mahasiswa riset.” Dia terdiam sebentar. “Tapi berhubung kau ini keponakan dari salah satu ilmuwan yang bekerja di sini, kurasa kau bisa masuk segera. Tapi bukan hari ini,” katanya sembari nyengir. Kontradiktif dari kata-katanya yang sebelumnya. Ia benar-benar suka berputar-putar saat bicara. Bilang saja sebenarnya dengan ajakannya aku bisa masuk ke sana. “Tempat yang penuh dengan mengomentari tempat kerjanya.

bahaya,”

celetukku

“Banyak yang berpikiran seperti itu, padahal bekerja di lembaga riset tidak seburuk itu. Kami banyak melakukan hal menarik dan menyenangkan.” www.an1mage.org

20


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Menyenangkan karena memang kau menyukai riset, gerutuku dalam pikiran. “Jadi ini adalah akhir dari tur kecil kita. Apakah kau memiliki pertanyaan mengenai kota ini? Kuharap kau dapat dengan mudah mengingatnya berhubung kota ini memang tidak terlalu luas. Atau kau bisa mulai menghapal kompleks ini dulu.” “Apakah ada mall?” “Ada di kota. Ini pinggiran kota kau tahu. Dari bandara tadi mestinya kau sempat melewatinya.” “Agak jauh kalau begitu.” “Memang.” Astaga! Astaga! Astaga! Sepertinya aku harus bekerja keras untuk mencari hal-hal yang kusukai dari kota ini. Mall itu bagian dari hidupku. Dari dulu sepulang sekolah aku selalu mampir ke mall untuk sekadar ngobrol. Sebisa mungkin aku hanya membeli air ketika nongkrong. Tidak keren memang, tapi berlama-lama di mall itu menyenangkan karena mereka memiliki pendingin ruangan. Tidak seperti rumahku yang sempit. Sekarang aku harus puas dengan minimart yang sepertinya tidak terlalu lengkap. Memang sih rumah bibi jauh lebih baik. www.an1mage.org

21


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Aku bahkan memiliki kamar sendiri yang bagus. Kamar terbagus yang pernah kumiliki. Tapi perbedaan membuatku tidak nyaman. “Lama-lama kau akan terbiasa hidup di sini,� hibur Ansella seolah bisa membaca pikiranku. “Tentu saja, kuliah tidak dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat,� timpalku dengan wajah sedikit di tekuk. Aku paling benci mengubah gaya hidup. Biasanya aku bisa mendapatkan apa pun dengan cepat dengan mudah. Tapi kota ini memberikan tantangan yang berbeda. Malam itu aku tidur di kamarku yang baru. Memikirkan apa yang sebenarnya harus kulakukan di kota ini. Setidaknya aku masih punya dua minggu untuk mempertimbangkan apakah masuk universitas riset seperti rencana ibu dan bibiku. Atau menyelinap ke sekolah seni sesuai passion yang kumiliki. Aku harus segera mendapatkan teman baru di lingkungan ini supaya bisa memantapkan pilihan. Besok, besok aku harus ke cafe yang penuh dengan anak muda tadi.

www.an1mage.org

22


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Bab 2 – Berkenalan

Kamarku memang menakjubkan. Jendelanya besar dan memiliki balkon. Belum lagi kasur untuk dua orang dapat kukuasai sendiri. Ansella menyediakanku komputer, tidak terlalu up to date tapi cukup untuk kugunakan buat sementara waktu. Mungkin ke depannya aku akan mencari laptop agar bisa dibawa-bawa. Aku langsung meng-install beberapa game yang sudah kusiapkan di external hard disk. Cukup lama rasanya menunggu sekitar sepuluh game ter-install semuanya. Tapi tidak masalah. Sebaiknya memang diselesaikan dalam sehari. Angin berhembus pelan dari jendela. Membuatku agak mengantuk. sayang sekali kemarin aku lupa menanyakan arah ke pantai. www.an1mage.org

23


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Mestinya sore ini aku sudah bisa jalan-jalan ke sana untuk memandangi matahari terbenam karena cuaca hari ini benar-benar cerah. Tadi pagi aku sembat ngobrol sedikit dengan bibiku, kami sarapan bersama. "Jadi kerjaku mengenal shift karena laboratorium tidak boleh ditinggalkan tanpa ada ilmuan yang berjaga. Itu sudah menjadi standar." "Tiga shift per hari? Seperti stasiun televisi saja," ujarku mengomentari. "Kau sadar pekerjaan kami lebih menuntut tanggung jawab dari pada stasiun televisi. Setelah kau lulus dari universitas kau akan merasakan hidup sebagai ilmuan dan memahami apa yang kukerjakan sekarang." OK Ansella sebenarnya pendiam. Tapi bila sudah menyangkut penelitian ia seperti radio rusak yang tidak bisa diam. Seolah ia memiliki dua kepribadian saja. "Apa kau pernah memiliki pekerjaan lain selain menjadi peneliti?" "Aku tidak bisa membayangkan pekerjaan lain itu. Penelitian adalah oksigenku Ayu Indah." www.an1mage.org

24


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Dan karbondioksida bagiku, pikirku dalam pikiran. Aku sendiri bingung kenapa bisa lolos tes masuk universitas riset. Apa karena aku mengerjakannya dengan asal dan jawabanku menjadi benar? Entahlah toh aku tidak tahu berapa poin yang kudapat. Di surat yang kuterima sebulan yang lalu hanya ada pernyataan bahwa aku lolos seleksi dan dapat mulai kelas pertamaku di bulan September. "Aku senang ada penerus ilmuwan di Keluarga kita. Ilmuwan adalah pekerjaan mulia. Jauh lebih mulia dari pada pemuka agama," katanya sembari menyendok sereal. "Kenapa bisa begitu?" "Karena seluruh umat manusia bisa merasakan manfaatnya! Kau bisa menggunakan internet karena ilmuwan. Kau bisa terkena penyakit ganas dan sembuh karena ilmuwan. Buktinya sudah banyak." Giliran aku yang menyendok sereal. Sejujurnya aku tidak terlalu suka. Segala makanan lembek bukan favoritku termasuk pasta atau bubur. Sepertinya aku suka makanan lembek hanya saat bayi saja. "Bolehkah aku membeli roti? Aku tidak begitu suka sereal atau oat. Rasanya aneh di lidahku," kataku mengeluh. www.an1mage.org

25


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

"Tidak masalah. Kau bisa membelinya di minimart yang kemarin aku tunjukkan� “Aku akan pulang agak larut meski hari ini masuk pagi. Temanku ada yang cuti, aku harus menggantikannya." "Kau nampak tidak keberatan bekerja marathon seperti itu." "Memang," jawabnya singkat. "Kau butuh uang ya?' tebakku. Aku merasa menjadi bagian dari tanggungannya. Mungkin aku harus segera bekerja paruh waktu begitu umurku sudah cukup. Umurku enam belas sekarang. Beberapa kelas percepatan membuatku dapat masuk universitas lebih cepat dari yang seharusnya. Kenyataan itu juga yang membuat bibi menyayangiku. Ia suka ponakannya yang genius meski aku lebih suka dipanggil cantik dari pada genius. Seandainya aku bisa segera menjadi model atau sosok terkenal. "Tidak. Aku hanya terlalu total dalam pekerjaanku. Daripada yang kubangun sekian lama hancur dalam sekejap, lebih baik aku menjaganya." www.an1mage.org

26


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Masuk akal, pikirku. Hanya saja seperti tidak memiliki kehidupan lain. Ansella benar-benar dibutakan dengan pekerjaannya. "Apa kau memiliki kegiatan lain selain ke kantor?" "Aku ikut kelas yoga!" Aku langsung memasang tampang terkejut. Ayolah yoga? Pasti ada kegiatan yang lebih menarik dari pada itu! "Aku tidak tahu kalau yoga benar-benar membawa manfaat bagi tubuh kita," kataku sembari berusaha memakan serealku. "Menurutmu begitu? Aku juga sempat memikirkannya."Menurutmu aku harus mengambil kelas lain? Bagaimana dengan kelas memasak?” “Boleh juga,” kataku tanpa menatapnya. Tetap saja kelas-kelas yang tidak membutuhkan banyak interaksi dengan orang lain. Aku jadi penasaran dengan kehidupan sosial Ansella. Tapi dia kelihatan normal. “Apa kau membutuhkanku untuk melakukan sesuatu?” aku menawarkan jasa. “Kau tahu aku menganggur dua minggu ke depan. Jadi seandainya kau butuh bantuan, kau bisa memintaku untuk melakukannya,” tawarku sembari mengantar Ansella ke pintu depan. www.an1mage.org

27


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Bibiku yang masih muda itu terlihat berpikir sebentar. Sepertinya ia bahkan tidak terlalu ingat apa saja yang dibutuhkan di rumahnya sendiri. Ia jarang di rumah dan tidak memberikan perhatian khusus untuk merawat rumahnya. “Begini saja, jika kau melihat ada yang diperlukan, kau bisa mengambil uang di dalam toples yang kuletakkan di…di atas lemari es,” katanya sembari mengenakan sepatu. Blazernya yang berwarna putih bergoyang-goyang tertiup angin. “Jangan lupa untuk mengunci pintu saat kau ke luar,” tambahnya sembari mulai berjalan kaki ke kantor. “Aku akan mengingatnya,” janjiku sembari melambaikan tangan. Dan selepas dari situ aku mengurung diri di kamar untuk bermain game. Aku baru selesai ketika matahari sudah berada di atas kepala. Lagi-lagi cuaca di sini cerah. Sangat berbeda dengan kota asalku. Sering sekali mendung dan diguyur hujan. Perutku keroncongan. Aku segera menuruni tangga dan mengintip ke dalam kulkas. Ada beberapa makanan beku di sana. Hati-hati kuperiksa tanggalnya. Ternyata masih aman hingga akhir tahun. Berarti tidak masalah jika kumasak saja. www.an1mage.org

28


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Aku bersenandung pelan sembari memanaskan penggorengan kemudian menyetel televisi. Berita mengenai pemilu menjadi topik utama di mana-mana. Maklum saja tidak lama lagi Indonesia harus memiliki presiden yang baru. Berbagai bendera partai politik yang berwarna warni memenuhi layar. Aku mulai memasukkan beberapa potong nugget ke dalam wajan. Karena aku tidak menghilangkan bunga esnya, minyak-minyak berloncatan ke sana kemari. Beberapa bahkan mengenai lenganku, tapi tidak masalah. Tidak separah ketika menggoreng ikan. Aku benar-benar benci jika harus memasak ikan. Setelah warna nuggetku menjadi keemasan, aku segera mengangkatnya dan memindahkan semuanya ke dalam piring. Tidak sulit, karena kemarin bibi sudah menjelaskan rumahnya dengan baik padaku. Aku tidak terlalu kesulitan untuk mencari benda-benda di rumah ini. Mencoba mengganti beberapa channel TV, kebanyakan memang di dominasi oleh berita kampanye. Tidak ada yang dapat kulakukan. Aku tidak mungkin menelepon stasiun televisi dan berteriak minta di putarkan movie yang Box Office. www.an1mage.org

29


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Jadi aku segera menghabiskan makan siangku dan mencuci perkakas baik memasak juga makan. Bibi tidak suka rumahnya berantakan dan aku tidak mau dimarahi olehnya. Aku memeriksa isi lemari es sekali lagi. Rasanya aku butuh kentang beku dan sarden. Sarden sangat enak, ikan memang tapi lebih manusiawi ketika dimasak. Juga bagaimana dengan menambahkan beberapa buah-buahan? Durian! Sekarang sedang musim durian jadi harganya tidak akan terlalu mahal. Sedikit berjingkat, aku meraih toples yang bibi maksudkan dan mengambil beberapa lembar uang. Biasanya aku menggunakan kartu debit untuk belanja. Tapi untuk kota kecil seperti ini sepertinya orang-orang masih mengandalkan uang tunai. Kebutuhanku selama di sini merupakan patungan antara ibuku dengan bibi. Ayahku sudah lama meninggal. Jadi kau bisa bayangkan ibuku bekerja keras untuk menghidupi kami berdua. Hanya berdua karena aku ini anak tunggal. Ibuku tidak memiliki pendidikan tinggi, namun mampu mendapat pekerjaan yang layak di Bogor. Ia bekerja sebagai chef di salah satu hotel ternama di sana. Masakannya benar-benar lezat. Meski bekerja ia tetap memasak buatku tiap hari. Maka dari itu aku merasa agak www.an1mage.org

30


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

aneh untuk memasak makanan beku seperti tadi. Tapi ini memang bukan rumahku. Tiap rumah memiliki aturan yang berbeda. Berhubung sekarang aku tinggal di sini, artinya aku harus menjujung peraturan di rumah ini. Cepat atau lambat aku akan memahami gaya hidup bibiku. Aku mengenakan sandal dan mengunci pintu. Pertama aku harus ke cafe dulu sebelum belanja karena tidak keren membawa belanjaan sambil nongkrong. Jalanan sepi seperti biasa. Lebih sepi dari kemarin sore sebenarnya. Sayup-sayup aku bisa mendengar suara televisi dari rumah-rumah yang kulewati. Beberapa ada yang menyetel musik. Kebanyakan penduduk memilih untuk bersantai di dalam rumah, menghindari teriknya matahari. Aku merasa keputusanku untuk pergi pada jam dua siang adalah keputusan yang salah. Mungkin saja cafe itu belum buka, atau masih sepi. Tapi aku sudah terlanjur melangkah. Aku harus mencapainya atau aku hanya akan menggerutu sepanjang sisa hari ini. Seandainya benar-benar tutup seperti dugaanku, aku harus memastikannya sendiri dengan mataku. Aku menoleh dan melihat minimart yang akan kutuju setelah dari cafe. www.an1mage.org

31


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Dengan mempercepat langkah aku mencari-cari cafe yang kumaksud. Ternyata dugaanku salah. Cafenya tetap buka meski siang hari. Tidak ramai tapi tetap terlihat beberapa anak muda di sana. Seorang anak laki-laki memakai topi bersama dua temannya duduk di emperan Cafe. Terlihat sedang mengobrol seru. Sepertinya mereka baru membahas penyanyi yang baru naik daun yang aku lupa namanya. Secara kilat aku membenahi rambutku dan merapikan bajuku. Rasa haus yang dari tadi menggantung di tenggorokan menghilang entah ke mana. Tempatnya tidak besar, tapi nyaman. Aku bisa melihat mereka memasang tanda gratis Wifi di jendela. Instingku benar. Aku harus segera memiliki laptop. Tapi sebenarnya aku bisa internetan di rumah bibi. Hanya saja di sana aku sendirian. Di sini meski banyak yang tidak kukenal, tapi bisa kuajak kenalan. Mengajak kenalan, aku tertawa sendiri dan menyadari anak-anak muda itu memandangiku dengan aneh. Aku memang sulit mengerem lamunan. Sembari menunduk karena malu aku memasuki cafe. Tidak sesepi dugaanku, untuk kedua kalinya dugaanku salah dalam jam yang sama. Beberapa meja diisi orang-orang tapi nampaknya sedang pacaran. Keberanianku untuk mendapat www.an1mage.org

32


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

teman baru mendadak menguap. Mungkin aku salah tempat untuk mencari teman. Sembari agak terengah-engah aku melihat menu di counter. Lucu sekali meski sebutannya Cafe mereka tidak menyediakan kopi. Sesuatu yang berubah drastis dari maksud awal, dari kedai kopi menjadi tempat nongkrong yang sama sekali menyajikan menu yang berbeda. Aku bisa menemukan aneka rasa roti bakar, burger, hotdog, juga kentang goreng di menu makanan. Di sisi menu minuman aku melihat aneka jus juga milkshake. “Ada yang bisa dibantu?” seorang pelayan menanyaiku dengan senyuman tersungging di wajahnya. Seorang gadis yang nampaknya sudah berkuliah. Dua atau tiga tahun di atasku. “Double Cheese Tuna Burger dan Milkshake vanilla,” pintaku. “Esnya yang banyak.” “Satu Double Cheese Tuna Burger, untuk minumannya Milkshake Vanilla. Apakah ada tambahan lain?” “Itu dulu saja.” Aku duduk di dekat jendela sembari menunggu pesanan. www.an1mage.org

33


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Sebenarnya di sini menggunakan sistem self-service hanya saja aku ingin duduk setelah berjalan sekian lama di bawah pancuran sinar matahari. Begitu melihat pesananku siap, aku langsung mendatangi counter untuk mengambilnya. Haus, sangat haus. Sepertinya aku agak sempoyongan. Yang aku tahu adalah aku jatuh dan minumanku tumpah ke lantai. Sedikit celanaku terkena tapi lebih banyak di kaos laki-laki bertopi yang tadi aku lihat saat masuk kemari. “Gak punya mata ya?” seru seseorang dengan wajah memerah. Mungkin itu baju terbaiknya, baju kesayangannya, baju dari neneknya. Aku tidak tahu. Tapi yang jelas aku tidak sengaja. Aku bahkan tidak melihatnya. Saat berbalik mendadak kami sudah bertabrakan saja. “Minumanmu seperti lendir monster saja! Lengket sekali!” gerutunya lagi. Aku berusaha berdiri dan melupakan burgerku yang masih ada di atas nampan. “Maaf! Aku tidak sengaja!” seruku panik. “Dasar gadis buta.” www.an1mage.org

34


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Si pelayan datang melerai kami juga seorang pengunjung yang dari tadi asik dengan laptopnya. “Dia tidak sengaja,” sahut si pengunjung. “Lagipula gadis ini sudah minta maaf kan, memangnya kau ingin apa lagi? Memukul cewek?” “Bukan urusanmu!” hardik si pria bertopi. Tapi kemudian ia pergi ke luar. Memanggil teman-temannya supaya mengikutinya. Ia terlihat bersunggut-sunggut. Sangat kentara dari wajahnya. Tapi aku tidak bisa mendengarnya. Si pelayan membantuku membereskan makanan. “Apa kau akan memesan minuman lagi? Minuman yang sama?” tanyanya sembari menatapku khawatir. Aku mengangguk kemudian berjalan kembali ke mejaku sembari membawa burger. Sial sekali. “Kau baru ya di sini?” Aku mendongak dan memandangi pengunjung di hadapanku. Ia sudah pindah kemari. Kenalanku yang pertama tapi ternyata aku tidak seantusias rencana semula. Aku masih belum mendapatkan minuman dan malah mendapat masalah. www.an1mage.org

35


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

“Ayu Indah. Aku baru tiba di sini kemarin sore.” “Rio,” katanya sembari menjulurkan tangan. Kami bersalaman sebentar kemudian pelayan membawakan minumanku. Aku segera menghabiskan setengah isinya dan merasa lebih baikan. “Keluargamu pindah kesini untuk bergabung dalam lembaga penelitian?” tebaknya. Aku menggeleng. “Aku kuliah di sini. Maka dari itu aku pindah ke tempat bibiku.” “Kuliah? Kau tidak sedang membuat lelucon kan?” sahut Rio sembari mengamati postur tubuhku yang lebih pantas menjadi anak sekolah ingusan berseragam dan memegangi es krim. “Kelas akselerasi. Umurku baru enam belas sebenarnya. Belum memulai kuliah sebenarnya. Aku baru akan kuliah mulai September.” Rio menatapku tak percaya. Namun ia mencoba menguasai diri. Ia mengunyah beberapa batang kentang gorengnya sebelum kembali bersuara. “Umurku sembilan belas dan aku juga akan memulai kuliah September ini! Katakan kau kuliah di mana?” www.an1mage.org

36


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Aku menggigit burgerku dengan tidak berselera dan menelannya. “Aku di terima di Universitas Unggulan dan Sekolah Seni. Aku tidak tahu mana yang sebaiknya kupilih. Ibuku mengatakan aku harus menjadi seorang ilmuwan seperti bibiku tapi aku tidak yakin.” Rio mendengarkan tiap perkataanku dengan seksama. “Kalau aku jadi kau, aku tidak akan membangkang dari orang tua. Mereka pasti memiliki pertimbangan khusus. Apalagi mengetahui anak enam belas masuk universitas, kau pasti punya otak genius seperti Einstein!” “Aku hanya anak biasa, sungguh,” kataku sembari mengunyah burgerku lagi. “Jadi di mana kau akan berkuliah?” “Sekolah seni.” Aku baru saja akan membuka mulut untuk memprotes ketika ia menghentikanku. “Aku sangat ingin masuk Universitas Unggulan tapi gagal. Itu sebabnya aku sudah tertinggal kuliah. Tahun lalu aku mencoba dan gagal, tahun ini aku kembali gagal. Jadi kuputuskan untuk masuk sekolah seni.” “Menurutmu aku harus masuk Universitas Unggulan?” www.an1mage.org

37


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

“Universitas bergengsi di seluruh… seantro bumi. Bodoh saja jika kau melepaskan apa yang sudah kau capai. Tesnya sangat sulit, buktinya aku gagal dua kali. Sementara kau masuk tanpa rintangan berarti. Sungguh membuatku iri.” “Aku tidak tahu apa yang akan kuteliti. Kadang aku berpikir untuk menjadi orang terkenal saja.” “Ilmuwan juga bisa menjadi orang terkenal,” katanya meyakinkan. Itu memang tidak bohong. Mereka tersohor meski tidak dibicarakan seramai artis. “Seandainya aku diterima Universitas Unggulan aku sudah berencana untuk meneliti monster. Sayang aku gagal.” “Monster itu produk khayalan, Rio. Sepanjang hidupku aku tidak pernah melihatnya ada. Itu cuman cerita untuk menakuti anak-anak kecil supaya segera tidur.” “Jangan lupa teknologi memungkinkan segalanya. Aku percaya lembaga penelitian kita yang ada di ujung jalan sebenarnya memiliki monster. Beragam, lebih banyak dari jenis jus di Cafe ini.” Aku tidak bisa menahan diri untuk tertawa. “Tadi katamu bibimu itu ilmuwan, coba saja tanyakan padanya apakah mereka memiliki monster-monster di laboratorium.” www.an1mage.org

38


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

“Dia mengatakan padaku tengah mengerjakan sesuatu yang dahsyat dan berguna.” “Aku percaya itu! Ilmuwan selalu bisa menciptakan sesuatu yang hebat. Menjelaskan hal yang dianggap di luar nalar menjadi bisa diterima logika! Superhero zaman sekarang.” “Kau benar-benar menganggap mereka mulia.” “Jangan samakan dengan pemujaan. Tapi apakah bibimu benar-benar tidak pernah menyinggung soal monster?” tanyanya masih belum terima. “Tidak Rio. Tidak. Sungguh. Bibiku tidak mengatakan apa pun mengenai hal itu.” Rio seperti ingin mengatakan sesuatu tapi akhirnya dia batalkan. “Jadi apa yang akan kau lakukan di sini selama kuliah belum dimulai?” “Mengenal kota ini. Aku berasal dari Bogor dan belum genap satu hari di sini.” Aku menelan liur dan bertanya. “Apa kau bisa menemaniku? Atau memiliki urusan lain?” “Aku ada kerja paruh waktu tiap sore hingga malam. Kurasa dari pagi hingga sore aku bisa menemanimu,” katanya mantap. www.an1mage.org

39


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

“Siang sampai sore saja cukup. Aku tidak yakin banyak hal yang bisa kutemui di kota kecil ini,” tawaku. “Kita bisa janjian di taman itu pukul dua siang dan aku akan menemanimu mengelilingi kompleks ini terlebih dulu,” katanya. “Baiklah aku harus pergi sekarang. Jam kerjaku akan dimulai tidak lama lagi.” “Terima kasih, kau sangat baik.” Kami menghabiskan makanan kami dan berpisah di depan pintu Cafe. Pertama kalinya aku membaca nama Cafe itu. Cafe Kafe. Berani taruhan penciptanya pasti malas berpikir atau kurang kreatif. Aku segera menuju minimart. Tidak terlalu luas. Tapi barang yang disediakan cukup beragam. Kentang beku dan sarden ditambah beberapa kantong cemilan rasa coklat. Tidak lupa aku menyambar roti dan selai nanas untuk sarapan. Aku membayar semuanya dan bersiul pelan. Rasanya aku tidak sabar untuk hari esok. Aku berhasil membuat satu teman, sesuai rencana. Dan besok kami akan berkeliling kompleks bersama. Pasti menyenangkan!

www.an1mage.org

40


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Bab 3 – Permintaan Bantuan

Kebebasan dan kesepian. Aku baru tahu kalau omelan ibuku bisa terasa sangat hangat. Aku merindukannya. Namun ia belum pulang bekerja jam segini. Aku tidak mungkin meneleponnya sekarang. Beruntung zaman sekarang game sudah online, aku bisa membunuh waktu dengan bermain dan chatting dengan teman gameku. Teman yang nama aslinya pun tidak aku ketahui. Lucu juga tapi inilah dunia online. Selama dia tidak merugikanmu, tidak ada salahnya untuk berteman bukan? Kami malah banyak melakukan misi game bersama. Menyenangkan. www.an1mage.org

41


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Aku menyelesaikan satu sesi pertarungan tepat pada jam pulang ibuku. Dengan penuh semangat aku segera menyambar ponselku dan menekan sederet nomor yang sudah kuhapal. Terdengar nada sambung, tapi tidak diangkat. Mungkinkah dia lembur seperti bibi? Bibi tadi pagi mengatakan akan pulang larut tapi tidak menyebutkan tepatnya pukul berapa. Rasanya aku ingin pulang. Mengatakan pada ibuku bahwa aku lebih memilih universitas di Bogor saja untuk berkuliah. Tapi itu benar-benar tidak singkron dengan tujuan awalku yang ingin bebas. Aku sudah mendapatkan kebebasanku dan harus merasa sendirian karenanya. Seandainya tadi aku menanyakan nomor milik Rio mungkin akan lebih baik. Tapi ia juga tidak dapat mengangkat teleponku seandainya aku punya nomornya. Ia kan kerja paruh waktu dari sore sampai malam. Entah apa yang ia kerjakan, tapi ketika bertemu lagi aku akan menanyakannya. Sekadar menambah referensi untuk tempat kerja yang menyenangkan ketika aku sudah cukup umur nanti. Makan malamku hari ini adalah daging ayam beku dengan kentang yang baru kubeli di minimart. Rasanya enak, walau www.an1mage.org

42


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

sebenarnya masakan ibuku tidak ada bandingannya. Aku ingin rebusan sayur wortel yang dicampur dengan udang. Aku sebenarnya benci wortel, tapi ibuku berhasil mengolahnya dengan sempurna. Aku menyukai wortel hanya bila beliau yang memasak. Dengan metode dan bumbu khasnya. Dua tetes air mata jatuh ke bantal kepala boneka beruangku. Benar-benar manja. Baru satu hari aku pergi dari Bogor dan aku sudah selemah ini. Aku menyeka tangisanku. Tidak boleh menangis. Pekalongan menarik kok. Aku akan membuktikan pada ibu bahwa aku bisa segera lulus dan membantunya mencari uang. Begitu lulus dan bekerja aku akan segera mencicil rumah begitu jumlah tabunganku cukup. Kami tidak peru mengontrak di flat jelek lagi. Tempat tinggal kami di Bogor benar-benar buruk. Dekat tempat pembuangan sampah. Tikus-tikus berkeliaran di antara selokan-selokan. Biar rumah kami bersih namun lingkungan kami cukup jorok. Aku bahkan beberapa kali harus dirawat karena terkena typhus. www.an1mage.org

43


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Sebenarnya Bibi Ansella sudah berkali-kali mengajak ibuku tinggal bersamanya di Pekalongan. Namun ibu selalu menolak. Ia ingin mandiri. Ia selalu membanggakan keberhasilannya membesarkan aku, menyekolahkan aku di sekolah terbaik meski dia adalah single parent. Ya. Dia memang hebat. Aku juga mengakui hal itu dan sangat menyayangi ibuku. Mungkin kata-kata Rio tadi benar. Mestinya aku menurut saja, tidak perlu berpikir macam-macam. Tinggal kuliah, melakukannya dengan baik dan segera lulus. Dalam pikiran aku memang memiliki ambisi yang kuat untuk bisa lulus secara memuaskan dalam tiga tahun saja. Aku tidak ingin menghamburkan uang untuk pendidikan. Jika kau bisa menyelesaikannya lebih cepat, mengapa aku mengambil waktu standar atau bahkan lebih lama? Alasan yang samalah yang membuatku mengikuti kelas percepatan dan bisa lulus sekolah menengah atas di usia yang relatif muda. Lihat sendiri tadi Rio sempat tidak percaya pada ucapannya bahwa aku akan memulai kuliah September ini. Kuliah. Aku sebenarnya bisa mencuri start dengan mempelajari buku-buku miliki bibinya. Aku melihatnya tadi siang. www.an1mage.org

44


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Satu rak penuh buku yang membahas soal kimia, fisika, biologi. Segala sesuatu tentang sains. Mungkinkah jika aku membaca buku yang lebih jauh dari yang diperlukan, bisa lebih memperpendek masa studiku? Aku mulai mempertimbangkan usulan itu. Maka aku segera ke bawah dan menuju rak yang kumaksud. Mestinya bibi tidak akan marah jika aku membaca buku koleksinya. Ia selalu mendukungku menjadi seorang ilmuwan sepertinya. Karena aku tidak yakin buku mana yang bisa kucerna dengan mudah dengan pengetahuanku yang sekarang. Aku memutuskan untuk memilihnya secara acak. Memejamkan mata dan menyentuh punggung buku dengan jari. Oke, stop. Aku menarik sejilid buku. Agak sulit karena rak itu penuh sesak. Tapi aku berhasil mengeluarkannya dari deretan teman-temannya. “Monster Montser,� gumamku membaca judulnya. Kenapa ya semenjak kepindahanku monster selalu disebut. Tadi pagi aku yang bertanya pada bibi, kemudian Rio bertanya padaku. Kini aku mendapatkan buku sejenis. Mungkinkah ada sesuatu yang berhubungan dengan monster setelah ini? Sekilas judulnya seperti salah ketik. Maksudnya seperti “Monster-Monster� tapi mungkin penulisnya memang memaksudkan Montser. www.an1mage.org

45


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Hanya apa itu Montser aku tidak memahaminya. Berhubung pilihan acakku jatuh pada buku itu dan aku tidak ingin melakukan pemilihan random lagi mengingat usahaku yang cukup keras untuk mengeluarkan buku ini. Aku memutuskannya untuk membawa buku Monster Montser ke kamar. Tidak lupa juga membawa satu gelas penuh air putih supaya tidak naik turun jika aku haus. Aku duduk di meja komputerku sembari memandangi sampul buku itu. Covernya penuh dengan warna hijau. Dengan gambar-gambar monster yang agak abstrak. Tidak ada sinopsis di sampul belakangnya. Untuk sesaat aku merasa ini sebenarnya buku Science Fiction, tapi aku tidak yakin bibi akan membaca buku seperti itu. Aku ingat benar tadi pagi ia menyebutkan bahwa di kehidupan nyata tidak ada sesuatu yang hidup, bergerak, mengeluarkan lendir dan disebut monster. Yah mungkin sebutannya beda. Seandainya monster bisa dihubungkan dengan binatang, mungkin lintah atau bekicot bisa menjadi kandidat yang baik. Tanpa sadar aku tertawa sendiri karena pemikiranku barusan. Aku mulai membuka buku tersebut. Benarkan ini tidak berisi dongeng? www.an1mage.org

46


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Buku ini murni sains. Tapi memangnya monster sungguhan ada? Atau hanya inisiasi wacana saja? Bisa jadi ada jika seseorang memang menciptakannya, aku mengingatkan diri sendiri. Apalagi ini buku yang ditulis ilmuwan. “Mengapa kau berpikir monster hanyalah produk khayalan?� Kalimat pembuka yang sangat menggelitik rasa ingin tahu pembaca, harus kuakui. Aku melanjutkan membaca. Monster dapat diciptakan melalui sains. Beberapa mencobanya dengan menggabungkan binatang yang berbeda dan menyatukannya. Namun kemajuan Sains mampu membawa manusia pada level yang lebih tinggi.

Rekayasa Genetik menjadi semacam sihir di zaman ini. Ingin memiliki anjing bersisik ikan bukan lagi suatu omongan kosong. Putri duyung yang menjadi tokoh cerita anak-anak gadis juga mampu diciptakan menjadi nyata. Aku berhenti di paragraf itu. Jadi monster nyata? Tapi kenapa aku belum pernah melihatnya sepanjang hidupku? Apakah mereka disembunyikan oleh para ilmuwan? www.an1mage.org

47


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Benarkah monster-monster itu berbahaya. Aku tidak bisa menjawabnya. Aku tidak pernah mempelajari hal ini dan bibi mungkin tidak akan mengajariku. Tujuannya. Aku tidak tahu apa tujuan ilmuwan menciptakan monster. Mungkin untuk menambah keragaman makhluk hidup? Ilmuwan ini hampir tidak ada bedanya dari tuhan kalau begitu. Mereka adalah pencipta. Menciptakan sesuatu. Dari mustahil menjadi nyata. Mulanya eksklusif lama-lama menjadi mainstream. Mendadak aku merasa kedinginan. Sudah pukul sebelas malam dan bibiku belum pulang. Aku sudah mengantuk. Semestinya ia membawa kunci rumah, jadi tidak masalah jika aku tidur duluan. Aku menutup jendela kamar dan menurunkan suhu pendingin ruangan. Ruangan yang gelap adalah hal yang wajib bagiku untuk tidur, maka aku segera mematikan lampu. Ibuku tidak mengirimkan panggilan balasan. Mungkin ia mengira aku sudah tidur dan takut mengganggu istirahatku. Malam kedua dan aku baru saja menemukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang selama ini kuanggap khayalan ternyata tidak sepenuhnya begitu. Para ilmuwan cepat atau lambat mampu menghadirkan hal-hal yang semula dianggap mustahil menjadi nyata. www.an1mage.org

48


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Dalam pikiran aku sangat senang bisa mendapatkan pemikiran itu. Tinggal di rumah bibi yang ilmuwan, juga kota penelitian lama kelamaan membuatku ikut mencintai Sains. Untuk sekian kalinya menguap, tapi aku bukan orang yang mudah buat jatuh tertidur. Kecuali bila kondisi fisikku benar-benar lemah, aku bisa tidur segera seperti kerbau. Kata ibuku aku kalau tidur kadang mengorok. Tentu aku tidak mampu memastikan apakah hal itu benar atau tidak. Mungkin bisa jika aku merekam diriku sendiri saat tidur. Tapi aku tidak ingin melakukannya. Aneh saja harus memandangi dirimu sendiri. Dalam mimpiku aku bisa melihat berbagai macam monster yang dijabarkan di buku yang kubaca sebelum tidur. Itulah aku mudah terbawa suasana. Memikirkan sesuatu hingga ke akar-akarnya. Sehingga secara tidak langsung alam bawah sadarku mendukung untuk memikirkannya. Otak manusia memang mesin game yang paling canggih. Ia bisa membuat tubuh si pemimpi merasakan dengan jelas apa yang mereka rasakan di dunia mimpi. Contohnya saat bermimpi sedang dikejar-kejar monster buas, jantungmu akan memacu keras. Napasmu ikut ngos-ngosan. Tapi untungnya mimpiku tidak seburuk itu. www.an1mage.org

49


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Aku hanya memandangi monster-monster di hadapanku. Mereka nampak jinak alih-alih agresif. Aku mendadak terbangun dari tidurku. Aku mengecek jam dari ponsel. Jam dua pagi. Sebuah pesan masuk ke ponselku tapi aku tidak merasakan getarannya saat tidur. Pesan itu dikirimkan bibi, sekitar satu jam yang lalu. “Apa?” sahutku kaget ketika membaca isinya. Ia memintaku segera ke kantornya dan membawakan data yang ia butuhkan. Data itu ada di komputer kerjanya di dekat ruang makan. Ada di dalam hard disk external-nya. “Yang benar saja ia menyuruhku berkeliaran ke luar rumah jam segini!” gerutuku tanpa mengecilkan suara. Toh tidak ada yang bisa mendengarku. Aku kan sendirian di rumah. Lagipula kenapa bukan dia yang pulang sebentar saja untuk mengambil datanya? Jarak kantor ke rumah kan tidak terlalu jauh. Ansella memang tidak membawa mobil tapi kan ia bisa minta diantar orang kantor. “Ternyata kau bibi yang merepotkan,” desahku. Aku bisa melihat kilatan petir dari jendela. Hujan mengguyur kota ini. Pasti di luar sana sangat beku. www.an1mage.org

50


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Tapi aku ingat saat dia mengatakan pekerjaannya adalah sesuatu yang dahsyat dan berguna. Jika ia tidak pulang untuk mengambil berkasnya apakah itu artinya ia memang sedang menghadapi kesulitan sekarang? Ia tidak bisa meninggalkan apa pun yang sedang menjadi objek penelitiannya. Sepertinya memang begitu karena hingga sekarang bibinya memilih untuk tetap di kantor. Padahal ini sudah lewat dari larut, sekarang sudah subuh. Jadi bagaimana? Apa yang sebaiknya aku pilih?

1. Aku tidak akan menembus kegelapan malam untuk berkas tidak jelas. Cukup beralasan sudah tidur dan tidak membaca pesan, semuanya akan beres. Mari kembali tidur ke Bab 7. 2. Aku memilih untuk mengantarkannya dan menjadi keponakan yang baik. Data itu harus segera sampai ditangan bibi karena ia sangat membutuhkannya. Siap berangkat di Bab 13.

www.an1mage.org

51


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Roro Jonggrang Sci-fi Pilih sendiri ending-mu dalam Bahasa Inggrisnya Pick Your Own Endings (PYOE) adalah gaya bercerita dengan lebih dari satu pilihan akhir cerita. Seri Dark Universe, serta Roro Jonggrang Sci-fi adalah beberapa judul yang menggunakan teknik bercerita tersebut. Gaya bercerita dengan banyak ending ini memberikan pilihan dan keunikan, seperti hidup kita. Banyak pilihan, entah mana yang benar kita tidak tahu. Ada kalanya pilihan yang kita anggap salah ternyata berakhir baik, ada kalanya pilihan yang kita anggap baik malah membawa keburukan untuk kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, namun yang pasti dengan banyak pengalaman dan banyak pilihan, akan membuka misteri yang menanti. Dapatkan versi cetaknya hanya dengan 150 Ribu Rupiah saja. Pesan ke: an1mage.studios@gmail.com atau sms ke: 08888988005.

www.an1mage.org

52


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

An1magine Majalah bagi remaja cerdas dan tercerahkan, makin tercerahkan dengan membaca “An1magine� www.an1mage.org

53


Archana Universa

Dark Universe - Monster Montser

Antologi Komik Duet! Menghasilkan suatu karya comic memiliki jalur yang panjang dan melelahkan, dimulai dari ide, kemudian cerita, cerita menjadi sketsa, ditinta, kemudian diberi warna, diberi teks, di-lay-out dan akhirnya menjadi karya utuh. Terkadang sebelum menjadi cerita saja, proses sudah berhenti. Menjadi suatu karya memerlukan perjuangan melawan diri sendiri yang tidak mudah dan tidak semua orang mampu untuk melakukannya. Kini telah muncul duet comic artist yang luar biasa yaitu I Made Marthana Yusa dan Pandu Mahardika yang sangat berprestasi dalam menghasilkan karya-karya berkualitas. Selamat kepada I Made Marthana Yusa dan Pandu Mahardika, karya “Antologi Komik Duet!’ ini sangat luar biasa, karena memberikan contoh nyata kerja tim yang andal. Diharapkan dengan terbitnya comic ini memberi dampak kepada comic artist lainnya untuk segera berkarya nyata dengan segala kemampuannya. Di sisi lainnya an1mage studio membuka peluang sebesar-besarnya kepada para comic artist lain yang tertarik untuk menerbitkan karyanya. An1mage menerima comic dengan berbagai gaya gambar sesuai dengan gaya gambar comic artist itu sendiri, boleh gaya gambar aliran realis, aliran kartun, aliran fineart dan juga aliran hibrida (gabungan dari satu atau lebih gaya gambar) kirim ke: an1mage@an1mage.org, an1mage.studios@gmail.com www.an1mage.org

54


Archana Universa

www.an1mage.org

Dark Universe - Monster Montser

55

Poster designed by I Made Marthana Yusa (made.marthana@gmail.com) - 2016


Archana Universa

www.an1mage.org

Dark Universe - Monster Montser

56

Dark Universe: Monster-montser Preview  

Pilih Sendiri Akhir Ceritamu dalam Bahasa Inggrisnya Pick Your Own Endings (PYOE) adalah gaya bercerita dengan lebih dari satu pilihan akhir...

Dark Universe: Monster-montser Preview  

Pilih Sendiri Akhir Ceritamu dalam Bahasa Inggrisnya Pick Your Own Endings (PYOE) adalah gaya bercerita dengan lebih dari satu pilihan akhir...

Advertisement