Page 30

Sate dan Tempe Menjadi Mayoritas Warga Amerika ‘Masakan Terfavorit’ Minta Imigran Ilegal dalam International Food Tetap Tinggal di AS Festival di Taipei

M

I

ayoritas warga Amerika menghendaki agar imigran ilegal tetap tinggal di AS dan diberi kesempatan menjadi warga negara AS.

nternational Food Festival di  Taipei Medical University  (TMU) kembali dilaksanakan pada Rabu, 23 November 2016. Sekitar 23 perwakilan negara mengikuti kegiatan ini dan bersaing menyajikan masakan khas negara masing-masing, termasuk 30 mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di TMU (PPI-TMU) yang menyajikan tiga macam menu masakan andalan; sate ayam, tempe mendoan, dan teh serai yang diolah menjadi jelly.

Menurut NBC News yang melaporkan pada 24 November 2016, hal itu terungkap dalam poll pendapat yang digelar Quinnipiac University. Dalam jajak pendapat yang digelar 17 hingga 20 November itu, 60 persen responden ingin kaum imigran tanpa dokumen tetap berada di AS dan diberi kesempatan menjadi warganegara AS. Sedangkan 12 persen responden menyatakan tak keberatan bila para imigran gelap berada di AS, tapi tidak mau dijadikan warga AS.

Sate ayam dijual seharga Rp 20.000 (50 NTD) per dua tusuknya, tempe mendoan dijual seharga Rp 6000 (15 NTD) per potong, teh serai yang diolah menjadi jelly (15 NTD) habis terjual dalam waktu satu jam saja. Antrian di depan  stand  Indonesia bahkan sudah mengular sebelum jam makan siang dan sebelum stand dibuka.

Namun sebanyak 25 persen dari 1.071 total responden menyatakan agar kaum imigran tak berdokumen harus dideportasi. ‘’Meski digembar-gemborkan dalam kampanye, retorika agar imigran tak berdokumen dipulangkan, ternyata kehilangan dukungan,’’ bunyi pernyataan Tim Malloy, asisten direktur jajak pendapat Quinnipiac University.

Akhirnya, sebanyak 1.300 tusuk sate, 250 potong tempe mendoan dan 100 cup jelly berhasil membawa Indonesia (kembali) menjadi juara dan meraih gelar “Masakan Terfavorit” dalam acara ini. Keuntungan bersih yang didapatkan dalam satu jam berjualan bahkan mencapai lebih dari 10 juta rupiah (25.656 NTD).

Sebanyak 55 persen responden yang dilibatkan dalam poll pendapat itu juga menolak pembangunan tembok pemisah AS-Mexico. Lebih tinggi dari 42% yang menghendaki tembok itu dibangun. Ketika ditanya langkah apa yang harus menjadi prioritas utama Donald Trump, 24% responden menyatakan ekonomi adalah masalah lebih prioritas. Hanya 6% dari responden yang menganggap masalah imigrasi jadi masalah utama.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh International Office Taipei Medical University  tersebut merupakan kegiatan tahunan yang amat ditunggu, karena mahasiswa Indonesia dapat memperkenalkan masakan khas Indonesia, budaya serta tradisi lokalnya melalui pakaian tradisional Indonesia ke dunia internasional. Kegiatan ini juga menjadi ajang latihan bisnis dan  entrepreneurship  bagi mahasiswa Indonesia di tengah kesibukan kuliahnya.

Meski demikian, 50 persen responden mendukung upaya penangguhan penerimaan pengungsi dari negara-negara yang berada di kawasan ‘Rawan Teror’. Sebaliknya, hanya 44 persen yang bersedia menerima pengungsi asing. (IDNTimes)

Harapan PPI-TMU untuk food festival  tahun selanjutnya adalah agar dapat menyajikan sate dan tempe mendoan sebagai masakan tradisional Indonesia yang memiliki citarasa dan bisa lebih diminati masyarakat internasional. Selamat untuk PPI-TMU.  AmerIndo

30

Profile for Amerindo

Desember 2016 Issue #17  

Amerindo

Desember 2016 Issue #17  

Amerindo

Profile for amerindo
Advertisement