Page 1

DESIGN PORTFOLIO A M A L I A

J I

D A R M A S T U T I


Education 2002-2008

SDS Niaga Eka Sari

2008-2011

SMPN 161 Jakarta

2011-2014

SMAN 87 Jakarta

2014 - 2018

Sebelas Maret University, Surakarta, Indonesia Architecture Department, Engineering Faculty

Organization and Community 2015

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Student Executive Board of Engineering Faculty

2016

Architecture Event 2016 Annual Event of Architecture Sebelas Maret University

Bamboo Biennale Regional Bamboo Architecture Biennale

Architecture Event 2017 Annual Event of Architecture Sebelas Maret University

2017

Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vastu Vidya Student Association of Architecture Sebelas Maret University

Experience 2015 Mangrove Replant 2015 2016

Mapping Industrial Creative Economy in Batang, Pemalang, and Pekalongan, Indonesia with Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesian Creative Economy Agency

4 th Urban Social Forum as Panelist about “Sangkrah Disaster Mitigation System�

2017 City Scale Settlement Mapping Project Along Kali Pepe Riverside, Surakarta, Indonesia. Construction of Friendly Space for Children in Surakarta Project Assistant of Water Management System by Nigel Dierks and Rowdy Baan undergraduate student of Hogeschool Rotterdam Project Assistant of Livelihood Analysis of Post Relocation Settlements by Sebastian Pihan Master student University of Innsburk, Austria

2018

Project Leader Construction of Friendly Space for Children in Sewu, Surakarta International Workshop on Asian Heritage 2018 Lom Kao, Petchaboon, Thailand Sakura Science Exchange Program in Engineering, Kyushu University, Japan Project Leader of Collaboration Project with Kyushu University, Building Engineering System in Urban Settlement Surakarta, Indonesia


Working Experience 2017-2018 Intern Staff (Arkom Solo) Solo City Government Project in Arrangement and Construction of relocational housing Masterplan Taman Keanekaragaman Hayati Boyolali Boyolali Biodiversity Park Masterplan

Achievement Project and Papers 2016 PKM - Sistem Tanggap Bencana di Sangkrah 2017

Sangkrah Disaster Mitigation

Habitat Young Leader Build 2017 (UNHabitat) Journal Publisher in ICIMECE 2017- International Conferenceon Indusrial, Mechanical, Electrical, and Mechanical Engineering 2018

Journal Publisher in ICIAP - International Conference on Indonesian Architecture and Planning Journal Publisher in IECIES -International Exchange and Innovation Conference on Engineering and Sciences Kyushu University, Fukuoka, Japan

Amalia Ji Darmastuti Date of Birth: April 15, 1997 Nationality : Indonesian Domicile : South Jakarta

Design Project 2015 Expatriates Apartment, Mijen, Semarang Academic Project - Architecture Studio 3

2016

Mix Use Building (Apartment, Shopping Mall, and Rent Ofď€ ce) Academic Project - Architecture Studio 4

Mix Use Building (Shopping Mall and Rent Oď€ ice) Academic Project - Building Structure Plan

First Place Pendidikan Hijau Workshop and Competiton in Bandung

Contacts email : amaliaajd@gmail.com phone: +6282113361449 fb : Amalia Ji Darmastuti twitter : @amaliajd ig : @amljd_

Design Competition - Vertical Housing Prototype Concept

2015 Open Theater in Bandung Academic Project - Wide Span Building

Residential Housing Project, Klaten, Central Java Commercial Project - Design Proposal

Software Skills l CAD l Sketchup l Vray l Corel Draw l Adobe Illustrator l Lumion

2018 Rumah Kompromi di Kemijen, Semarang Compromise House System in Kemijen, Semarang Design Competition - Spacetacular

Bachelor Design Thesis - Vertical Housing Kenteng Semanggi with Flexibility Approach Academic Project

Residential 123 Housing Project, Tangerang Selatan Commercial Project - Design Proposal

Language Skills Bahasa Indonesia English

(Native Speaker) IELTS : 6.5


TABLE OF CONTENT .


01 02 03 04 05 06 07

REVITALISASI PASAR HARJODAKSINO, SOLO

APARTEMEN EKSPATRIAT MIJEN, SEMARANG MIX USE BUILDING

(APARTEMEN, MALL, DAN KANTOR SEWA)

KAMPUNG VERTIKAL KENTENG SEMANGGI DENGAN PENDEKATAN FLEKSIBILITAS RUMAH TINGGAL 123

KAMPUNG NANGTUNG

CONSERVATION TOWARDS SUSTAINABILITY LOM KAO DISTRICT THAILAND .


01

REVITALISASI PASAR HARJODAKSINO, SOLO STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 3


Tapak dasar pasar lantai dasar untuk komoditas semi-kering

penggunaan ramp di sekeliling split level dan sebagai akses vertikal menuju lt 2. Terdapat juga akses eskalator di tengah pasar

Penggunaan split level dalam desain untuk pemenuhan komoditas dan kenyamanan

lantai dua digunakan sebagai area kuliner dan perlengkapan sehari-hari

area basah (daging) diletakkan ditingkat 3 untuk meminimalisir adanya lalat. (lalat dapat terbang hingga ketinggian 3m saja) area tersebut juga ditutup dgn dinding kaca terdapat gudang dan akses drop off di bawah area daging

Penggunaan split level juga terdapat di lantai 2

Denah Lt. 1

Denah Lt. 2


02

APARTEMEN EKSPATRIAT MIJEN, SEMARANG STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 4


03

MIX USE BUILDING

(APARTEMEN, MALL, DAN KANTOR SEWA) STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 5


04

KAMPUNG VERTIKAL KENTENG SEMANGGI DENGAN PENDEKATAN FLEKSIBILITAS Bachelor Design Thesis


Kampung Kota Vertikal Kenteng Semanggi dengan Pendekatan Fleksibilitas adalah sebuah konsep Kampung Kota Vertikal di Kenteng Semanggi yang berbasis konsep eksibilitas sehingga dapat berubah dan berkembang sesuai dengan kebutuhan pengguna


Konsep Akses

Konsep Bentuk Bangunan

Adjustable Hasil desain menunjukkan konsep adjustable social area teraplikasi. Adjustable social area atau area sosial yang berada di Social Area Terdapat gap antar hunian. Area tersebut dapat digunakan sebagai area sosial, ekonomi, dan lainnya

Taman sebagai sentral permukiman

Konsep akses sebagai sentral permukiman teraplikasi dengan bentuk akses dari dalam hingga luar kelompok massa yang menuju area taman

Penggunaan Bentuk Kotak dan panggung Parsial

Taman P2KH difungsikan sebagai area sentral permukiman sehingga orientasi titik kumpul berada di taman P2KH. Keberadaan taman sebagai area sentral juga sebagai titik acuan kawasan yang akan mempermudah jalur akses pengguna

Area Terdapat area kandang dengan bentuk Kandang modular kandang sehingga warga dapat menambah dan menata kandang sesuai modular dengan kebutuhan

Konsep Struktur Terdapat Gap antar massa agar angin dapat eksibel mengalir melewati bangunan dan cahaya matahari dapat

Gap tersebar lebih maksimall. Antar Massa Gap antar massa kemudian dihubungkan dengan

connector yang juga berfungsi memberikan suasana jelur kampung horizontal dalam hunian vertikal

Area utama PKL Konsep area PKL pada sentral permukiman teraplikasi pada sentral Kampung Kenteng memiliki potensi PKL yang berada di permukiman sekitar jalur utama permukiman. Potensi ini dikembangkan dengan adanya sentra PKL sehingga mendukung fungsi taman P2KH sebagai titik kumpul dan ruang sosial terbuka

Perbedaan ketinggian dimaksud agar cahaya matahari dan angin dapat masuk hingga ke dasar bangunan lebih

Struktur utama Struktur mengadaptasi sistem skeleton inll dimana struktur dan dibagi menjadi dua sistem (utama dan inll). Struktur utama Struktur parsial penggunakan panel beton dengan struktur pengisi berupa partisi ringan dengan kuncian kering yang dapat dengan (skeleton inll) mudah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna

Beda maksimal. Ketinggian

Hasil desain menunjukkan konsep buffer zone pada bangunan permukiman teraplikasi.

Pembagian Akses menjadi tiga jalur yakni jalurkendaraan roda 4, kendaraan roda 2, dan pedestrian.

Akses Kendaraan dan Pedestrian kawasan dibagi menjadi tiga jalur. Jalur merah sebagai jalan utama dengan batasan kendaraan roda 4. Jalur hijau sebagai jalur kendaraan roda 2-3 masuk ke dalam hunian Jalur ungu merupakan jalur pedestrian

Penggunaan Buffer zone sebagai area pengurangan cahaya matahari Buffer zone masuk langsung ke dalam hunian. Pada area buffer zone juga terdapat sunshading

Konsep Ruang

Sistem C-Sistem C-Plus digunakan pada bangunan hunian. Sistem ini terdiri plus untukdari komponen balok precast dan kolom precase yang dihubungkan dengan baja, besi, dan mur kemudian ditutup Bangunandengan semen tidak susut hunian Konsep denah modular 1.5 x 1x5 m sehingga partisi dapat dipindahkan dan diubah sesuai dengan modul hunian.

Konsep unit hunian memiliki tiga tipe yang kemudian dipadukan denah menjadi dua tipe kelompok unit. modular

Tatanan Massa dibagi menjadi 5 komponen massa. Penataan massa Massa Grid berbentuk grid untuk mempermudah akses kawasan sehingga memungkinkan adanya jalur pedestrian di antara bangunan. Pola ini digunakan agar pengguna dapat mengakses permukiman dengan eksibel kemungkinan perubaha layout ruang dengan pemanfaatan ruang ekspansi dan tidak menutup kemungkinan adanya pola layout lainnya

Sistem RISHA untuk bangunan sosial

Sistem struktur panel beton yang dihubungkan dengan sambungan kering mur dan baut sehingga memungkinkan adanya ekspansi ruang. Sistem ini memiliki kapasitas beban dua lantai

Layout ruang dapat disesuaikan. Ruang utama sebagai core hunian dan ruang ekspansi yang dapat disesuaikan dengan

Layout ruang kebutuhan disesuaikan Hunian tidak didesain memiliki ruang tertentu atau dengan menggunakan sistem open plan pengguna (open plan) Fleksibilitas pada layout ruang diimbangi dengan adanya

limitasi. penggunaan limitasi dibutuhkan agar tidak digunakan melampaui batas yang telah ditentukan. limitasi hadir pada perbedaan tekstur lantai hunian dengan lantai selasar yang kasar serta kolom pendukung partisi yang hanya berada pada titik-titik tertentu.

Ramp Ramp menjadi alur vertikal landai yang menggabungkan massa Utama di masing-masing area, yakni 4 massa di area 1 dan 2 massa di area 2.

Penggunaan ramp utama ini sebagai eksibilitas akses ke atas bagi pejalan kaki, pedagang maupun gerobak sehingga masyarakat masih merasakan suasana kampung dengan adanya pedagang keliling di lantai atas. Ramp ini juga sebagai upaya meningkatkan interaksi sosial antar warga.

Penggunaan Furniture multifungsi yang dapat mendukung fungsi ruang sehingga penggunaan

Furniture ruang dapat lebih esien multifungsi

Sistem Partisi sebagai struktur pengisi

Penggunaan partisi sebagai dinding yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. partisi dapat dipasang sesuai dengan modul struktur yang telah ditentukan

Konsep Utilitas Sistem bio-swale dan Sungai buatan


05

RUMAH TINGGAL 123 CIPUTAT PERSONAL PROJECT


TAMAN BELAKANG

TAMAN

R. JEMUR

TERAS LAUNDRY ROOM R. KELUARGA

MUSHOLA

KM KAMAR

BALKON

KAMAR

TAMAN SAMPING

DAPUR TAMAN SAMPING

KM

R. UTAMA R. KERJA KAMAR PEMBANTU

KAMAR R.TIDUR UTAMA

R.TAMU

KM R. FITNESS

KAMAR BALKON

DENAH LT. 1

DENAH LT. 2

CAR PORT

TAMPAK TIMUR

TAMPAK SELATAN

TAMPAK BARAT

DENAH UTARA


06

KAMPUNG NANGTUNG TIM 6 (AKMAL, AMALIA, VALIAN, DHITA, ROSITHA)

FIRST PLACE “PENDIDIKAN HIJAU” ARCHITECTURE WORKSHOP AND DESIGN COMPETITION Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, 2016


“KAMPUNG NANTUNG” merupakan PENGEMBANGAN dari kampung di PASIRLUYU BANDUNG dengan memanfaatkan potensi yang ada yang meningkatkan POTENSI EKONOMI, SOSIAL KULTUR, KREATIVITAS WARGA, DLL tanpa merusak dan menghilangkan karakter kampung.

Nangtung Bapak

Nangtung Anak


Tampak Samping 1

Tampak Depan

Tampak Samping 2

Tampak Belakang Tampak Belakang

Genteng Balok Utama 10 x 20

Anyaman Bambu

Bambu Rail Bambu Vertical Garden

Railing Bambu Apus

Papan Triplek 12mm Kayu Kolom 20 x 20 Material Bekas Taman & Area Resapan / Biopori


07

CONSERVATION TOWARDS SUSTAINABILITY LOM KAO DISTRICT THAILAND INTERNATIONAL WORKSHOP ON ASIAN HERITAGE GROUP1


What is

LOM KAO?

Lom Kao is located in Petchaboon province, Northeastern of Thailand. From history of Settlement, Lom Kao has been the central commercial district of Northeastern region since 1917. The characteristic architecture was built by twostorey wooden structure with Thai traditional A-shape roof. As its characteristic, the rst oor function was the shop and adapted as private space for users on the second oor linked with outdoor by adding the balcony. It represents northeastern architectural style as commercials building/district and reects traditional lifestyle. By time, Lom Kao is left behind by its community especially the young family. They prefer to move to the city center of Thailand for better economic income. Lom Kao has three villages that spread in the are, there are Lom Kao Market Area (Main area), Baan Wang Woen Village, and Baan Phruan. We gure out, there is no connection between the main area and the other two area. This disconnection impacted to their economic and social life since there is no sense of belonging and depending to people in other area. This design aimed to make connection between the area to improve the interactionbetween the people, attract people in the village to go to the main area of Lom Kao for economics and social, and improving the economics development through the people. We do think if the people can have the sense of belonging and depending to thearea, they can develop the area, build an alternative tourist destination of Thailand in the future, and Lom Kao will never left behind.


1

BUILT AND CULTURAL HERITAGE CONSERVATION

Promote cultural event and program that promote local interaction. . Protect and maintain built heritage to maintain the local identity.

2

RIVER RESTORATION Promote community interaction while enhancing the natural resources.

1

Provide connectivity in between areas that help improving the economic.

3

TRADITIONAL VILLAGE Promote and protect the cultural and natural resources to maintain the community identity.

3

Learning new knowledge and skills to develop the hereditary lifestyle for new generation.

4

2

PUBLIC SPACE

Encourage connectivity and healthy lifestyle for community. Enhance the natural resources by planting more vegetation that show the local identity. Enhance public spaces and facilities for users to

increase the quality of life.

4


Developing pedestrian and bycycle route. This concept aimed to attract people go to the city center by cycling, as its one of Thailand’s and Asian’s people way of strolling around the city. The bycycle route comes with bycycle park as a rest area. Along with cycling behavior, the government also could take role in the policy and competition to encourage the people for developing the city and the environment. The policy could be like “1 bath for 1 km cycling”.

MASTERPLAN MACRO PLANNING

MEZZO PLANNING


Profile for amaliajd

Architectural Design Portfolio