Issuu on Google+

21

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

SELASA 1 JANUARI

Tahun Baru Bernuansa Religi BANYUWANGI - Perayaan malam tahun baru 2013 di Banyuwangi berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya tadi malam (31/12). Malam pergantian tahun tak hanya dimeriahkan riuh suara tret-tet-tet, konvoi kendaraan, dan gemerlap kembang api. Kali ini, nuansa religi lebih kental terasa di jantung Kota Gandrung n  Baca Tahun...Hal 27

PENGAJIAN: Ribuan warga mengikuti kegiatan Malam Pencerahan Akbar di lapangan Taman Blambangan Banyuwangi tadi malam. GALIH COKRO/RaBa

Sepekan Raib, Tewas di Gumitir

CATATAN

Oleh A. CHOLIQ BAYA

2012 Tahun Kebangkitan Ekonomi Banyuwangi DUA bulan terakhir di pengujung tahun 2012, aneka even akbar digelar di Kota Gandrung. Even akbar itu tidak hanya bisa dinikmati warga Bumi Blambangan, tapi warga luar kota hingga mancanegara juga bisa menikmatinya. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Terutama even-even berkelas nasional dan internasional, seperti Parade Sewu Gandrung (17/11), Banyuwangi Jazz Festival (17/11), Banyuwangi Ethno Carnival (18/11), International Power Cross Championship (1-2/12), Banyuwangi Tour de Ijen (7-9/12) dan Festival Kuwung (22/12) n

SEMPU - Imam Sujono, 13, asal Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, ini diduga menjadi korban pembunuhan. Sebab, jenazah remaja tersebut penuh luka di beberapa bagian tubuhnya saat ditemukan di Gunung Gumitir Rabu lalu (26/12). Jenazah anak kedua pasangan suamiistri Kusni, 60, dan Jumaiyah, 40, itu sebenarnya sudah dikebumikan di kompleks pemakaman Rumah Sakit (RS) dr. Subandi, Patrang, Jember, beberapa hari lalu n  Baca Sepekan...Hal 27

Yang Mengajak Malah Menghilang

Misteri Kematian Imam Sujono Kronologi:  Senin 24 Des 2012: Diajak SY dan SM nyetrum ikan. Semalam tidak pulang.  Selasa 25 Des 2012: Sempat pulang pukul 06.00. Kemudian menghilang lagi.  Rabu 26 Des 2012: Warga menemukan mayat bocah tak dikenal di Gunung Gumitir, Jember.  Minggu 30 Des 2012: Mayat tak dikenal dimakamkan di RSUD dr Subandi Jember  Senin 31 Des 2012: Diketahui identitas korban adalah Imam. Makam dibongkar, jenazah dibawa ke rumah duka.

REPRO: ALI NURFATONI/RaBa

Imam Sujono

PENYEBERANGAN GALIH COKRO/RaBa

KE BANDUNG: Jenazah UjangTompel, kernet busTrans Utama, diangkut ambulans di RSUD Blambangan siang kemarin.

Sopir Bus Trans Utama Buron SEPI: Areal parkir Pelabuhan Ketapang yang biasanya padat kendaraan sepekan terakhir, terlihat lengang sore kemarin.

Ketapang Lengang KALIPURO - Kepadatan penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang yang terjadi sejak Sabtu dini (29/12) mulai mengalami penurunan. Bahkan, kemarin (31/12) kawasan pelabuhan yang melayani rute pelayaran di Selat Bali tersebut lengang. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, kepadatan penumpang di Pelabuhan Ke tapang mencapai puncak pada tang gal 29/12. Sehari setelah itu, tepatnya hari Minggu (30/12), kepadatan penumpang yang akan menghabiskan libur tahun baru 2013 masih terjadi. Namun, situasi sebaliknya terjadi pada hari terakhir tahun 2012 kemarin. Pantauan di lapangan, antrean kendaraan tidak lagi terjadi n  Baca Ketapang...Hal 27

BANYUWANGI - Aparat Polres Banyuwangi terus mendalami tabrakan maut antara bus PO Trans Utama dan PO Ardiansyah di jalan raya Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo Minggu (30/12) dini hari lalu. Untuk mengungkap penyebab tabrakan, petugas satuan lalu lintas (satlantas) menggelar reka ulang di lokasi kejadian. Hasil reka ulang dan keterangan

sejumlah saksi, polisi menyimpulkan bahwa tabrakan yang menyebabkan tiga korban tewas dan 18 penumpang terluka itu karena ada unsur human error. “Sopir bus PO Trans Utama tidak mematuhi rambu-rambu,” cetus Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi kemarin (31/12). Menurut Kapolres Nanang, kendaraan tidak boleh menyalip di ruas jalan tersebut. Tetapi, Anan

asal Bandung yang menyopiri bus PO Trans Utama nekat menyalip truk di depannya, sehingga terjadi tabrakan. “Penyebab tabrakan itu karena bus PO Trans Utama menyalip truk,” katanya. Kapolres Nanang menyebut, Anan yang menjadi sopir bus PO Trans Utama telah ditetapkan sebagai tersangka n  Baca Sopir...Hal 27

GIRI - Pengurus empat partai politik (parpol) di Banyuwangi tampaknya tengah semringah. Bagaimana tidak, perjuangan panjang mereka melengkapi persyaratan untuk menjadi peserta pemilihan umum (pe mi lu) legislatif tahun 2014 akhirnya membuahkan hasil. Dalam rapat pleno terbuka yang berlangsung di aula Hotel Tanjung Asri, Kecamatan Giri, Minggu malam (30/12), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi mengumumkan partai yang memenuhi syarat mengikuti pemilu di Banyuwangi. Sekadar tahu, sebelumnya ada 18 parpol yang dinyatakan tidak lolos verifikasi faktual di tingkat KPU pusat. Beruntung, keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengharuskan KPU tetap melakukan verifikasi faktual terhadap 18 parpol tersebut. Nah, di Banyuwangi ada delapan parpol yang mengajukan formulir untuk

DOK. RaBa

Syamsul Arifin

diverifikasi. Setelah KPU Banyuwangi melakukan verifikasi faktual, ternyata dari delapan parpol yang mengajukan, hanya empat parpol yang memenuhi syarat n  Baca Hanya...Hal 27

Sisi Lain Tabrakan Dua Bus Pariwisata di Jalur Pantura

Ngotot ke Bali meski Tangan dan Kaki Terluka Tabrakan bus Trans Utama dan bus Ardiansyah di jalan raya Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, ternyata tidak membuat para penumpang trauma. Meski sakit, para siswa SMA Mino Warga, Palembang, Sumatera Selatan, itu tetap akan melanjutkan perjalanan ke Bali. AGUS BAIHAQI, Wongsorejo BELINDA Priska berbaring dengan sesekali menahan rasa sakit di ruang UGD RSUD Blambangan. Tangan kanannya terus mengutak-atik Blackberry. Dengan ponsel yang digenggamnya itu, sesekali dia menghubungi seseorang yang ke-

http://www.radarbanyuwangi.co.id

 Baca Yang...Hal 27

Hanya Empat Parpol yang Memenuhi Syarat

 Baca 2012 Tahun...Hal 27

GALIH COKRO/RaBa

SEMENTARA itu, SY, 40, dan SM, 17, bapak dan anak yang terakhir kali mengajak pergi Imam Sujono ternyata tidak ada di rumah. Usut punya usut, bapak-anak yang tinggal di Dusun Klon tang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Ba nyuwangi, itu me ninggalkan rumah sejak Minggu pagi (30/12) n

AGUS BAIHAQI/RaBa

LUKA: Polisi melihat kondisi Belinda Friska di RSUD Blambangan.

mungkinan orang tua atau keluarganya. Saat berkomunikasi dengan ponsel itu, Belinda yang mulanya ceria

mendadak matanya memerah. Tidak lama, butiran air mata mengalir dari dua kelopak matanya. Sambil

mengusap butiran yang telah membasahi pipinya, bicaranya tersendat. Remaja dengan rambut sebahu itu bergegas beranjak dan duduk saat pe tugas medis menghampirinya. Sambil membersihkan air matanya yang masih menempel di pipi, siswi kelas IX SMA Mino Warga, Palembang, itu mencoba tersenyum kepada perawat. “Saya baik, kok,” katanya seraya senyum. Tidak lama, Belinda bergegas turun dari tempat perawatan dan berjalan menemui dua temannya yang sedang duduk di depan UGD. “Saat tabrakan itu kami semua sedang tidur, jadi tidak tahu waktu persis kejadiannya,” ujarnya diiyakan oleh dua temannya. Belinda bersama dua temannya menyebut, mengetahui bus yang ditumpangi mengalami tabrakan saat terbangun n

Selamat Tahun Baru

 Baca Ngotot...Hal 27

email: radarbwi@gmail.com / radarbwi@yahoo.com

EKONOMI BISNIS

22

Selasa 1 Januari 2013

Redam Gejolak Harga Sembako BANYUWANGI-Mengantisipasi melonjaknya harga-harga barang kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi melakukan operasi pasar. Operasi pasar tersebut ditempatkan di tiga titik. Di Banyuwang Kota, operasi pasar dipusatkan di halaman kantor Disperindagtam Jalan A. Yani dan

Taman Sri Tanjung. Sedangkan di wilayah Banyuwangi Selatan dipusatkan di Pasar Genteng. Kepala Disperindagtam Hary Cahyo Purnomo melalui Kabid Perdagangan Made Maharta menjelaskan, operasi pasar itu digelar sejak 22 hingga 31 Desember 2012. Tujuannya untuk melayani kebutuhan masyarakat terhadap barang-barang pokok yang biasa melonjak di pasaran.

PASAR MURAH: Operasi pasar sembako dilakukan di halaman Disperindagtam, kemarin.

Diungkapkan, ada tiga komoditas yang dijual dalam pasar murah tersebut. Minyak kemasan botol isi 900 ml hanya dijual Rp 7.500. Beras kemasan 5 kg berkualitas ditawarkan hanya Rp 36.500 atau dihargai Rp 7.300 per kg-nya. Gula kemasan bermutu juga hanya dibanderol Rp 10.000 per kg. “Di pasaran harganya jauh lebih tinggi, seperti gula, ada yang memasarkan hingga Rp 11.000,” ungkap Made. (irw)

IRWAN/RaBa

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Melihat Hasil Penelitian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) 2012 (7)

Rintis Program Cyber Village dengan Penguat Sinyal Wajanbolic Pemanfaatan teknologi informasi telah merambah setiap lini kehidupan masyarakat. Tak hanya di perkotaan, bahkan telah menjangkau seluruh pelosok pedesaan. Mulai dari yang paling sederhana seperti penggunaan telepon seluler, hingga pemanfaatan internet dengan berbagai fitur dan kelengkapannya. Berikut hasil penelitian tim STIKOM PGRI Banyuwangi tentang ‘Mewujudkan desa cyber di kabupaten Banyuwangi melalui media weblog’. TEKNOLOGI informasi berperan besar dalam perubahan sosial masyarakat, mengubah perilaku, gaya hidup, memperpendek jarak, dan menembus batas wilayah serta efisiensi tenaga dan waktu. Lantas apa yang bisa disikapi dari perkembangan kondisi tersebut, terutama dalam percepatan pembangunan pedesaan. Teknologi informasi dapat didorong untuk menunjang percepatan peningkatan kemajuan desa serta menunjang peningkatan kreativitas masyarakat desa. Teknologi informasi dapat menjadi media informasi dan promosi potensi desa, menguatkan jaringan komunikasi masyarakat dengan pemerintah desa, saling berbagi informasi antar desa, antara desa dan kecamatan, dan seterusnya sehingga berkembang menjadi desa cyber atau cyber village. Kreativitas dan inovasi masyarakat juga dapat dipacu melalui pemanfaatan teknologi informasi di pedesaan. Pemasaran produk UMKM masyarakat desa secara online untuk peningkatan jangkauan pemasaran produk pedesaan menembus batas-batas wilayah. Dan banyak hal lainnya yang bisa dilakukan dengan teknologi informasi di pedesaan sebagai ruang kreativitas baru. Selama ini banyak orang yang berasumsi bahwa segala sesuatu yang berbasis teknologi membutuhkan biaya mahal, rumit

serta membutuhkan infrastruktur yang tidak sederhana. Apalagi tidak semua warga desa mempunyai pemikiran yang jauh ke depan. Bahkan banyak di antara mereka yang tidak terpikir sama sekali tentang bagaimana memanfaatkan informasi sebagai suatu sarana untuk mengembangkan desa. Atas dukungan Pemkab Banyuwangi, tim Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) PGRI Banyuwangi berupaya mengubah asumsi tersebut, berupaya mewujudkan desa berbasis teknologi dengan cara yang mudah dan murah. Salah satu upaya tersebut adalah membangun weblog. Sudah banyak orang membuktikan bahwa membangun weblog itu tidaklah serumit yang dibayangkan. Apalagi saat ini banyak sekali ditemukan content management system (CMS) yang sudah tersedia secara cumacuma di internet. Asalkan mempunyai konsep yang jelas tentang informasi yang akan ditampilkan, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama, informasi mengenai desa tersebut sudah tayang di dunia maya. Peralatan yang dibutuhkan membangun weblog juga tidak mahal dan sulit, mengingat sekarang ini fasilitas teknologi informasi sangat mudah untuk didapat. Cukup modal sebuah komputer atau laptop, sebuah modem dengan harga yang terjangkau, maka weblog desa sudah bisa ditayangkan. Aspek positif yang bisa didapatkan dengan memanfaatkan fasilitas blog desa di internet, terutama adalah tersebarnya informasi desa ke berbagai pihak secara luas dan masal. Hal itu menjadi bagian langkah penting untuk mempromosikan potensi desa sehingga semua orang yang mengakses internet di berbagai belahan dunia bisa mengetahui desa ini. Banyak keuntungan yang dapat diraih jika desa cyber ini bisa diwujudkan. Nilai positif desa sebagai pembelajaran bagi pihak lain bisa ditampilkan. Posisi pemerintahan desa sebagai lembaga yang mendorong transparansi pembangunan dan berpihak pada kepentingan orang banyak bisa diperkuat. Selain itu dengan menyediakan informasi yang up to date, maka para perantau bisa melihat

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• STNK • Hlg STNK Nopol P 2568 WP a/n Dinas Kelautan & Perikanan, jl. KH Agus Salim 106 BWI

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK Nopol P 5308 EI, an. Ria Herawati, Perum Panji Permai 01/21 Mimbaan Panji

perkembangan desanya dari tempat kerja mereka masing-masing. Tentunya suatu kebanggaan yang sangat luar biasa bagi mereka-mereka yang bekerja di negeri orang bisa melihat dengan mudah kemajuan desa asalnya. Sebagai wujud dari program penelitian dan pengabdian pada masyarakat, STIKOM PGRI Banyuwangi dan Pemkab Banyuwangi bekerja sama untuk membangun media weblog desa, sebagai sarana untuk memberikan informasi mengenai perkembangan dan kemajuan desa ke dunia luar. Weblog desa Banyuwangi ini sudah online dan bisa diakses melalui alamat _ HYPERLINK “http://www.profilbanyuwangi.com” __http://www.profilbanyuwangi.com. Dimulai bulan Juni 2012 sampai Oktober 2012, tim peneliti STIKOM telah melakukan serangkaian proses penelitian guna mewujudkan pembangunan desa cyber di Banyuwangi. Namun kemudian muncul pertanyaan dan masalah. Apakah semua staf desa tahu dan mampu mengakses internet? Apakah data-data yang akan diisikan ke weblog desa tersebut tersedia di desa? apakah sarana untuk mengoperasikan weblog ini sudah tersedia di desa? Yang dimaksud sarana di sini adalah komputer yang terhubung ke jaringan internet. Untuk menjawab permasalahan-permasalahan tersebut, tim peneliti STIKOM PGRI menyediakan sebuah aplikasi content management system (CMS) weblog desa. Dengan tersedianya CMS ini, maka pengelolaan data-data potensi desa bisa dilakukan dengan mudah dan semuanya bisa dilakukan dengan online. Langkah selanjutnya, tim peneliti melakukan road show ke desa-desa binaan, yang meliputi 6 desa yang dijadikan ajang uji coba yaitu Desa Olehsari, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah; Desa Pendarungan, Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat; serta Desa Rogojampi, Desa Gladag, Kecamatan Rojojampi. Kegiatan sosialisasi ke desadesa tersebut dilakukan seminggu sekali dalam kurun waktu 3 bulan. Serangkaian kegiatan dilakukan untuk

memastikan semua kebutuhan untuk membangun desa cyber tersedia. Mulai dari kelengkapan data, kemampuan staf desa dalam mengoperasikan komputer dan internet dan sarana pengoperasian program berupa peralatan komputer yang terhubung ke jaringan internet. Selama proses sosialisasi, ditemukan fakta bahwa data-data profil desa sebagai sumber data paling utama, sudah tersedia pada masingmasing desa. Kemampuan staf desa dalam mengoperasikan komputer ternyata juga sudah memadai. Dengan diadakannya pendampingan selama 3 bulan (8 kali pertemuan), terbukti kemampuan staf desa bisa ditingkatkan. Dengan hasil seperti ini, maka kekhawatiran banyak orang yang menganggap orang desa itu gaptek (gagap teknologi) tidak terbukti. Hanya tersisa satu permasalahan yang perlu penanganan lebih yaitu tidak tersedianya jaringan internet di masing-masing desa. Untuk menjawab permasalahan ini, tim peneliti mencoba menyediakan modem. Namun keberadaan modem ini pun tidak cukup membantu, karena ternyata tidak semua desa bisa menangkap sinyal telephone seluler dengan mudah. Salah satu contohnya adalah di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah. Di desa ini, karena kondisi alam yang berbukit maka daya tangkap sinyal telephone seluler sangat lemah. Sehingga tidak memungkinkan untuk dibangun jaringan internet memanfaatkan modem. Untuk mengatasi hal itu, peneliti mencoba menyediakan antena penguat sinyal, berupa wajanbolic. Antena penguat sinyal wajanbolic ini bahan dasarnya adalah wajan (penggorengan), pipa paralon, kertas aluminium foil dan kabel. Dengan memanfaatkan antena wajanbolic ini, terbukti koneksi internet di Desa Olehsari mampu ditingkatkan secara signifikan. Dengan memanfaatkan antena ini, koneksi internet yang semula mempunyai kecepatan rata-rata 50 Kbps (Kilo Byte per Second) sampai dengan 100 Kbps tanpa antena penguat sinyal, bisa ditingkatkan menjadi rata-rata 60 Mbps sampai

dengan 80 Mbps (Mega Byte per Second) setelah dipasang antena wajanbolic. Dari serangkaian penelitian yang telah dilakukan disertai dengan bukti-bukti yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa mewujudkan desa cyber (cyber village) di Kabupaten Banyuwangi bukanlah hal yang sulit. Bahkan dalam waktu dekat ini, penerapan weblog sebagai sarana berbagi informasi potensi desa secara bertahap bisa dilaksanakan. Untuk menyediakan sarana prasarana koneksi internet juga terbukti tidak memakan biaya yang besar. Cukup membeli modem seharga ratusan ribu dan mengisi pulsa seharga puluhan ribu, maka koneksi internet sudah bisa diwujudkan. Jika terkendala daya tangkap sinyal yang lemah, masih bisa diatasi dengan antena wajanbolic. Untuk membuat antena ini hanya memakan biaya tidak lebih dari Rp 200.000. Weblog desa ini adalah wujud nyata dari kreativitas dalam pemanfaatan teknologi informasi. Weblog ini semata-mata dibangun dengan tujuan sebagai sarana membangun jaringan informasi pedesaan, yang pada akhirnya diharapkan mampu mempercepat laju pembangunan desa khususnya di wilayah kabupaten Banyuwangi. Harapan yang selalu diimpikan adalah dengan semakin bertambahnya informasi yang terkandung di blog ini, seharusnya seiring sejalan dengan berkembangnya pembangunan desa. Untuk mewujudkan cita-cita ini, tentunya dibutuhkan kerjasama dan komitmen yang berkesinambungan, antara STIKOM PGRI Banyuwangi, Pemerintahan Banyuwangi dan seluruh elemen masyarakat di Banyuwangi. Tidak ada kata tidak mungkin, selama semua elemen tersebut mempunyai semangat yang sama, saling bekerja bersama dan bahu membahu untuk mewujudkan Banyuwangi yang lebih maju, gemah ripah loh jinawi. *) (Tim Peneliti STIKOM PGRI Eko Heri Susanto, S.Kom., M.Kom, Mohamad Erdda Habibi, S.St., Abdul Haris, S.Kom, I Wayan Gede Suma Wijaya)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Tanah Strategis •

• Jl. Ikan Tongkol •

• Jl. Adi Sucipto •

• Kijang Krista ‘01 •

• Cuci Gudang Daihatsu •

• Kijang Innova ‘08 •

Lokasi Banjarsari, pinggir jalan, cocok utk perumahan/ dikavling, luas 2600m2, harga 1,5M. Bisa bayar separoh, separohnya 1thn lagi. Hubungi pemilik. Ita 085785087588

Jual rumah di Jl. Ikan Tongkol Kertosari, LT 322m2, SHM, Hub: 0811350821

Djl rmh 2Lantai Jl. Adi Sucipto LT 1742m2 LB 600m2 Strategis Hub. 08123461944

Dijual Kijang Krista Diesel ‘01, silver, 116 juta bisa nego. Hub: 081358979111

Terios disc 12jt, Xenia disc 9jt, Luxio 15jt, Grandmax 7jt, Xirion 13jt, buruan barang ready stock. Hub: Vira 081336244377

• Tanah Ketapang • Jual tnh blkg Bulog Ketpg L 1600m2 strtgis, hrg nego, bs utk gudang. H: 08123461944

• Rumah Cantik Murah • Perum permata genteng blok AA-01 Lt 113, Lb 70, rumah cantik, murah,harga 390jt djual 320jt cukup byar 50% sisa 2th lagi bunga 0% ada yg siap sewa 15 jt/th hub 08885105987

• Bunga Residence •

• Vario CW 09 •

Jual rumah Bunga Residence blok A31 LT 104m2, LB 55m2, SHM. Hub: 081358639444 / 085646477168

Jual Vario CW 09 htm STNK panjang ist ex dokter 11 jt pas hub 08887105016

BANYUWANGI • Disewakan • Disewakan Toko/Kantor dpn pasar. Jl Raya Sumberayu Muncar uk 3x7m, listrik 900+Toilet. Hub: 081338391966

• Carry Pick Up ‘88 •

SITUBONDO • 2 Isuzu Bison •

Jual Carry Pick Up ‘88, putih (cat baru) harga nego, Hub: 082331488668

Dijual 2 Isuzu Bison tahun 1993, engkel Box posisi jalan, kondisi prima. Berminat, Hubungi: 085258568953

• PRIMA Mobil •

• Suzuki Carrry ‘90 •

STW ELf ‘11, Kjg Krista’03, PU SS ‘09, STW Espass ‘96, APV X ‘05, PU Futura ‘11, Avanza G’07’11, PU Granmax ‘11, Jazz’10, Escudo’98, Fortuner’10,Innovadiesel’08,Coltdiesel.Bscash/ kredit, hdh lgsg TV/lemari Es. H: 0811301676

Dijual murah: Suzuki Carry tahun ‘90, no. L, body Alexander, warna kuning metalic, BU, Rp. 25 juta. Hubungi: 082 333 00 8871

• Obral Murah •

Djl Kijang ‘91 P Silver, hrg 47,5jt & Kijang LGX ‘03 P Jbr 1,8 cc. Pajak br, biru, hrg 135jt. H: 081335292597 / 087757767416

Dijual obral murah 3 unit Honda Revo + 1 unit Honda Spacy, kadaan bru. 1 Unit mobil Bison Stcn, knds bgus. 3 Gerobak kue kndisi bgs. Hub: Jago Oli Rogojampi 0333-632888 / 08179680253

BANYUWANGI

• Honda Genio ‘92 •

• Desain Interior •

Jual Honda Genio 92 Silver, 61 juta nego, BU. 081333346665, 081805144642

• Kijang ‘91 •

Butuh Desain Interior untuk rumah, ruko, & kntor? Arya Property 081336659258

Dijual Toyota Kijang Innova ‘08 euro type G, warna hitam, bensin, tangan pertama, maaf tanpa perantara, hubungi: 085859687870

• Dicari Timor S515 ‘99 •

Dicari mobil Timor S515 tahun 1999 warna hitam bisa menghubungi KSP Agus 0333 – 420831 atau 0811350821

• Selep & Mesin Temes • Dijual selep & mesin Fuso mrh L2935m2, hrg 135jt. Djl msin Temes mrh nego 081336596124

• Dicari Innova ‘06 •

• Anda Telat Bulan? • Anda telat bulan?? Solusi cepat & tepat melancarkan haid secara teratur dalam jangka 3 jam dijamin lancar, garansi & tanpa efek samping. Hubungi: 082333794444

• Investasi • Dibuka Investasi sengon setot mdl 7 juta tagl 2-9 januari jangka waktu 5 tahun terima 22 juta. huubungi GS INVESMENT 08574680823

Dicari mobil Toyota Kijang Innova tahun 2006 warna silver metalik, bisa menghubungi KSP Agus 0333 – 420831 atau 0811350821

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

23

Selasa 1 Januari 2013

JALAN SEHAT

Sering Kecelakaan, Warga Tambal Jalan

ALI NURFATONI/RaBa

SWADAYA: Warga gotong royong memperbaiki jalan berlubang di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu, kemarin. ABDUL AZIZ/RaBa

DARI BUPATI: Lima sepeda gunung siap dibagikan kepada pemenang jalan sehat Ansor.

Kambing dan Sepeda Bisa Diambil BANGOREJO - Membeludaknya peserta jalan sehat yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi Biro Genteng bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Banyuwangi dan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor dan Muspika Bangorejo pada 23/12 lalu mendapat apresiasi khusus dari Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas. Kala itu, saat menyampaikan sambutan di atas pentas, orang nomor satu di jajaran Pemkab Banyuwangi tersebut secara spontan memberikan hadiah tambahan berupa lima ekor kambing dam lima sepeda gunung. Beberapa hari lalu lima sepeda gunung dan lima ekor kambing tersebut sudah dikirim utusan bupati dan diterima panitia lokal, yaitu Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Bangorejo. Namun, sampai kemarin masih ada satu ekor kambing dan satu sepeda gunung yang belum diambil pemenang. Untuk itu, panitia berharap kepada pemenang yang merasa belum mengambil hadiah, silakan langsung menghubungi panitia lokal atas nama Aman di nomor HP 085331478264 atau Ma’ruf di 081231735784. (azi/c1/aif)

KDRT

Ajakan Rujuk Ditolak, Bogem Mentah Melayang BANGOREJO - Hariono, 40, warga Dusun Sembon, Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, harus mendekam di ruang tahanan mapolsek setempat kemarin. Dia diduga kuat telah melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Sulastri, 32. Diperoleh keterangan, kasus tersebut bermula ketika pelaku mengajak istrinya rujuk. Sebab, Hariono dan istrinya sudah lama berpisah. Sayang, ajakan rujuk tersebut ditolak mentah-mentah oleh korban. Penolakan itu berakhir dengan keributan. Dengan kalap Hariono menganiaya istrinya. Sulastri mengalami luka memar di bawah kelopak mata dan lutut karena terbentur anak tangga. Tak terima dengan perbuatan pelaku, Sulastri akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Bangorejo. Tak lama berselang, polisi berhasil menangkap Hariono di rumahnya. Kapolsek Bangorejo AKP Hery Purnomo melalui Kanitreskrim Aiptu Basori membenarkan bahwa pelaku KDRT itu sudah dijebloskan ke ruang tahanan Polsek Bangorejo. “Sekarang masih dalam proses penyidikan,” tandasnya. (azi/c1/aif)

SEMPU - Warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu, punya cara sendiri untuk mengatasi jalan rusak di kampungnya. Kemarin, warga menambal jalan yang berlubang menggunakan dana swadaya masyarakat. Jalan yang berlubang itu kerap kali menyebabkan petaka bagi pengendara. Pemerintah dianggap lamban mengatasi problem tersebut. Sebab itulah, warga memilih segera memperbaiki jalan agar tidak menambah korban. ‘’Sering terjadi kecelakaan di sini. Kemarin ada orang patah kaki gara-gara terjatuh di sini,” ungkap Aan, warga setempat, saat ditemui koran ini di sela-sela bekerja. Menurut dia, semua biaya yang dibutuhkan untuk menambal jalan itu murni iuran warga. Sebab, warga tidak ingin kecelakaan kembali terulang. ‘’Kasihan pengendara kalau jalan seperti ini,” terangnya. Sementara itu, jalan berlubang tersebut ditambal bukan dengan aspal melainkan dengan pasir dan semen. Selama perbaikan, sejumlah warga juga meminta sumbangan kepada pengendara yang lewat. (ton/c1/aif )

Keluarga Zainul Datangi Polsek GLENMORE - Kasus penembakan yang dilakukan oknum anggota Polsek Glenmore Brigadir Farid terhadap Zainul Farid, 14, warga Dusun Tulungrejo, Kecamatan Genmore, belum tuntas. Pukul 09.30 kemarin, belasan anggota keluarga korban yang dipimpin KH. Nurul Islam mendatangi Mapolsek Glenmore. Mereka menanyakan kasus penembakan yang menimpa keponakannya tersebut. Begitu tiba di mapolsek, rombongan diterima petugas jaga. Sekitar 15 menit kemudian, Kapolsek Glenmore AKP Subardi tiba di mapolsek. Begitu tiba, Kapolsek Glenmore meminta salah satu perwakilan keluarga (KH. Nurul Islam) bertemu dirinya. Sementara itu, yang lain

diminta menunggu di luar ruang kapolsek. Tak lama kemudian, pihak keluarga yang bergerombol di luar ruang kapolsek tersebut diajak ke warung kopi di tepi Jalan Raya Jember, depan kantor Kecamatan Glenmore. Cukup lama Kapolsek Subardi dan KH. Nurul Islam melakukan pertemuan tertutup membicarakan kasus penembakan yang menimpa Zainul Farid. Sekitar 15 menit kemudian, KH. Nurul Islam keluar ruangan. Kepada sejumlah wartawan, dia menjelaskan pihaknya menerima keterangan dari Kapolsek Subardi mengenai status keponakannya. “Sementara katanya jadi tersangka karena merampas HP, tapi itu pun masih menung-

ABDUL AZIZ/RaBa

KLARIFIKASI: Rombongan keluarga Zainul Farid dipimpin KH. Nurul Islam saat tiba di Mapolsek Glenmore.

gu keterangan teman-temannya yang sebelas orang,” jelas KH. Nurul Islam. Keterangan kapolsek itu, lanjut Pengasuh Yayasan Nurul Islam Tulungrejo tersebut, tentu bertolak belakang dengan keterangan Zainul Farid, sejumlah saksi, dan para pihak, kepada keluarga. Sebab, kata KH. Nurul Islam, pada saat terjadi perkelahian dari Kalibaru di dekat Pasar Sapi, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, posisi keponakannya sedang menambal ban. Setelah perkelahian berakhir, Zainul Farid datang ke tempat kejadian perkara (TKP) menemui rekan-rekannya dan meminta uang untuk bayar tambal ban. “Setelah itu, dia pulang. Tapi dalam perjalanan pulang, nggak tahunya ada polisi mengejar dari belakang yang kemudian menembak Zainul Farid. Nah, yang dipahami keluarga, Zainul Farid ini korban,” tandasnya. Belakangan, keluarga heran karena polisi justru menetapkan keponakannya sebagai tersangka kasus perampasan HP. Untuk itu, pihaknya meminta agar kasus tersebut diusut secara tuntas. Sehingga, pihak keluarga tidak diliputi tanda tanya mengenai status Zainul yang ditetapkan sebagai tersangka n Baca Keluarga...Hal 27

ALI NURFATONI/RaBa

DITAHAN: Dionus Onar Budi diapit petugas di Mapolsek Cluring kemarin. Dia jadi tersangka karena bikin laporan palsu.

Ngaku Dirampok, Masuk Bui Bikin Laporan Palsu Gara-gara Utang CLURING - Utang menumpuk membuat Dionus Onar Budi, 27, berpikir cekak. Warga Dusun Sumberjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, itu pun nekat memberikan keterangan palsu saat lapor polisi. Dia mengaku menjadi korban kejahatan saat melintas di persawahan Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, pukul 20.00 Minggu kemarin (30/12). Uang senilai Rp 58 juta miliknya seolah-olah hilang dibawa kabur orang tidak dikenal. Di hadapan polisi, Dionus mengaku uang tersebut baru diambil di ATM BCA Genteng. Nah, saat perjalanan pulang, dia dibuntuti dua pengendara sepeda motor. Selanjutnya, orang asing itu merampas uang miliknya.

Bukan hanya itu, untuk mengelabui polisi, Dionus nekat melukai beberapa bagian tubuhnya, seperti melukai telapak tangan dan dada. ‘’Setelah kita periksa secara mendalam, ternyata peristiwa itu tidak benar,” ungkap Kapolsek Cluring, AKP Agung Setyabudi, kemarin. Agung menjelaskan, luka yang diderita Dionus seolah-olah kena sayatan pisau lipat oleh para penjahat. ‘’Dalam laporannya, Dionus mengaku dihentikan di jalan lalu ditodong menggunakan pisau. Uang yang disimpan di depan perut pun diambil paksa penjahat,” bebernya. Menerima laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan, termasuk melacak asal-usul uang tersebut. ‘’Malam itu yang bersangkutan kita periksa secara intensif. Hasil pemeriksaan, pelapor terbukti membuat laporan palsu,” tegas Agung. (ton/c1/aif)

30

KALEIDOSKOP 2012

FOTO-FOTO: DOK.RaBa

9 MARET: Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, KHR Ach. Fawaid As’ad berpulang ke Rahmatullah. Putra KHR As’ad Syamsul Arifin itu meninggal di Graha Amerta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya. Sepekan sebelum meninggal, Kiai Fawaid sempat menghadiri Harlah PPP di Lapangan Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Situbondo.

Selasa 1 Januari 2013

6 APRIL: Setelah kepergian KHR Ach Fawaid, air mata masyarakat Kota Santri dan sekitarnya kembali tumpah. Itu setelah ulama kharismatik, KH Achmad Sufyan Miftahul Arifin, pengasuh Pesantren Mambaul Hikam, Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji juga menyusul ke Rahmatullah. Kiai Sufyan meninggal sekitar pukul 19.00 waktu Arab Saudi, di Hotel Hera, Misfarah no 401, Makkah, atau sekitar pukul 23.00 WIB. Kiai Sufyan meninggal usai melakukan umrah bersama 171 jamaah asal Situbondo dan Bondowoso.

Kota Santri Kehilangan Tokoh Panutan

SELAIN berhasil meraih sejumlah prestasi di tingkat nasional, tahun 2012 bisa disebut tahun duka bagi masyarakat Situbondo. Sebab, dua ulama kharismatik, KH Sufyan Miftahul Arifin dan KHR Ach. Fawaid, dipanggil ke Rahmatullah. Wafatnya tokoh panutan itu terjadi hanya terpaut sekitar satu bulan. Berikut sebagian peristiwa sepanjang 2012 di Kota Santri yang terekam lensa Jawa Pos Radar Banyuwangi. (habis)

8 MEI: Ribuan massa yang mengatasnamakan Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) untuk menurunkan ribuan massa melakukan aksi damai ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo. Mereka menuntut penuntasan kasus korupsi Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) yang diduga melibatkan sejumlah pihak. Mulai mantan anggota dewan, anggota KPU, hingga tokoh masyarakat.

29 JUNI: Kabupaten Situbondo berhasil meraih dua prestasi membanggakan sekaligus. Pertama, kabupaten berjuluk Kota Santri itu berhasil meraih Piala Adipura atas keberhasilannya mewujudkan terpeliharanya kebersihan di kota ini. Kedua, kabupaten ini meraih Piala Adiwiyata Mandiri melalui keberhasilan SMKN 1 Panji mewujudkan lingkungan hidup di sekolahnya. Dua piala bergengsi tingkat nasional itu dikirab keliling kota. Pawai dua piala itu disambut gembira masyarakat Kota Santri.

1 SEPTEMBER: Kabupaten Situbondo meraih predikat kabupaten tersukses menerapkan program keluarga berencana (KB) jenis Medis Operasi Pria (MOP) untuk tingkat nasional. Atas keberhasilannya tersebut, selain mendapat penghargaan dari BKKBN, Situbondo juga tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI).

18 JUNI: Masyarakat Situbondo menyambut antusias program Kali Bersih yang dicanangkan Bupati Dadang Wigiarto. Sebagai bukti dukungan masyarakat, sebuah ormas kepemudaan menggelar lomba arung sungai. Lomba ini ditempatkan di saluran irigasi yang membelah Kota Situbondo. Diharapkan, lomba arung sungai ini mengurangi kebiasaan masyarakat membuat sampah di sungai.

9 DESEMBER: Warga Situbondo, Jawa Timur, digegerkan dengan isu adanya arisan seks yang dilakukan sekelompok pelajar SMA. Bahkan, praktik arisan seks itu telah berlangsung selama satu tahun. Arisan seks siswa itu diungkap seorang PSK berinisial YL kepada Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Situbondo. Testimoni atau pengakuan itu didapatkan KPA saat melakukan rapid test atau tes cepat HIV/AIDS kepada para wanita penghibur di sejumlah eks lokalisasi di Situbondo.

Melihat Potensi Desa Paspan, Kecamatan Glagah

Kerajinan Lidi Serap Banyak Tenaga Kerja PASPAN - Kekayaan alam di Desa Paspan, Kecamatan Glagah, mampu dimanfaatkan betul oleh masyarakat setempat. Sadar di sekitar tempat tinggalnya banyak tumbuh pohon kelapa, mereka berinisiatif memberikan nilai tambah batang lidi yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku sapu lidi, menjadi aneka macam barang kerajinan. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, usaha kerajinan anyaman lidi tersebut

mampu menyerap banyak tenaga kerja. Terbukti, nyaris seluruh ibu rumah tangga di Dusun Pereng, Desa Paspan, Kecamatan Glagah, bekerja sambilan menjadi buruh anyam lidi menjadi piring, tempat buah, baki, dan lain sebagainya. Meski pendapatan mereka tidak terlalu besar, para ibu rumah tangga tersebut mengaku bersyukur bisa bekerja sebagai buruh anyaman tersebut. “Hasilnya lumayan untuk menambah perekonomian keluarga

kami,” ujar Irma, 26, warga setempat. Diperoleh keterangan, di Dusun Pereng terdapat beberapa pengusaha anyaman lidi. Salah satunya adalah Murik, 32. Dia mengaku mendapatkan bahan baku lidi dari Desa Paspan dan sekitarnya. “Bahan baku berupa lidi kami beli seharga Rp 1.250 per ikat. Satu ikat lidi itu dapat menghasilkan tiga sampai empat piring. Satu piring kami jual seharga Rp 1.000,” paparnya. Menurut Murik, para buruh anyam mendapat upah sebesar Rp 5.500 per

dua puluh buah piring. Nah, piring dan aneka kerajinan lain tersebut sudah menembus pasar di wilayah Bali, Surabaya, dan sejumlah kota besar lain. “Kami hanya memenuhi pesanan dari pengepul,” tuturnya. Namun, seperti kebanyakan pelaku usaha kecil yang lain, Murik mengaku kesulitan modal untuk memperbesar skala usaha miliknya tersebut. “Kami berharap pemerintah membantu permodalan. Sehingga usaha kami semakin berkembang,” harapnya. (sgt/als)

TELATEN: Dua ibu rumah tangga sibuk menganyam lidi menjadi piring di Dusun Pereng, Desa Paspan, Kecamatan Glagah.

SIGIT HARIYADI/RaBa

BERITA UTAMA

Selasa 1 Januari 2013

27

HALAMAN SAMBUNGAN

Motifnya masih Belum Jelas n SEPEKAN... Sambungan dari Hal 21

Sebab, saat ditemukan seorang pencari rumput di Gunung Gumitir Rabu lalu, jenazah tersebut tidak dilengkapi identitas. Diperoleh informasi, bocah kelas lima Sekolah Dasar (SD) itu diajak menyetrum ikan oleh SY, 40, dan SM, 17, pada Senin sore lalu (24/12). Setelah semalaman tidak pulang, korban sempat pulang ke rumah sekitar pukul 06.00 Selasa lalu (25/12). Setelah itu, entah karena apa, tiba-tiba korban tidak lagi kembali ke rumah. Hal itu yang membuat keluarga cemas.

ALI NURFATONI/RaBa

KELUARGA KORBAN: Dari kiri Kusni, Jumaiyah, Buwari, dan Supaidi, di rumah duka Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, kemarin.

Selanjutnya, pihak keluarga menanyakan hal itu kepada SY dan SM yang notabene bapak-anak. SY dan SM mengaku bahwa Imam Sujono sudah diantar pulang. Namun, korban hanya diantar sampai tepi jalan alias tidak sampai di depan rumah. “Katanya sudah diantar cuma sampai di depan gapura masjid,” ungkap Supaidi, paman korban, kemarin (31/12). Supaidi menceritakan, pihaknya menerima kabar ada jenazah seorang bocah tanpa identitas di rumah sakit dr. Subandi, Jember. Namun, bocah tersebut sudah dimakamkan. ‘’Kita sampai sana, sudah sehari

Suhu Politik Memanas Tahun 2013 n 2012 TAHUN... Sambungan dari Hal 21

Selain itu, ada juga agenda lain dalam rangkaian Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-241 yang juga banyak diapresiasi warga selain even-even akbar di atas. Seperti Festival Anak Yatim (15/11), Pergelaran Wayang Kulit dengan dalang Ki Enthus (23/11), Malam Resepsi Harjaba dengan pesta kembang api dan pemberian penghargaan (22/12), konser Ungu sekaligus deklarasi antinarkoba dan HIV/AIDS (29/12), serta Pencerahan Akbar 2012 dengan penceramah Dr. Quraish Shihab tadi malam. Aneka even itu menyebabkan nama Banyuwangi semakin melambung dan dikenal di mana-mana hingga seantero dunia. Sehingga, semakin banyak orang dari luar kota yang ingin datang dan tahu lebih detail tentang potensi Banyuwangi. Ya, Banyuwangi benar-benar telah ‘’menggeliat’’ dan jadi banyak perbincangan orang luar. Banyak orang tak percaya dengan kemajuan Banyuwangi yang begitu pesat. Ada pula yang merasa iri, kenapa kemajuan daerahnya tidak sepesat Banyuwangi. Pengakuan itu banyak saya terima dari teman-teman luar kota. Termasuk, pertanyaan tentang kemampuan daerah ini dalam merealisasikan even-even berkelas internasional yang beritanya banyak bermunculan di media massa. Memang, banyak wartawan dari media cetak dan elektronik ibu kota yang turun langsung ke Banyuwangi selama daerah ini menggelar even berkelas internasional. Mereka yang semula tidak tahu tentang Banyuwangi akhirnya mengekspose besarbesaran potensi di daerah ini. Sebab, potensi wisata alam dan tradisi budaya yang begitu banyak di sini membuat para jurnalis semakin antusias mendapatkan objek pemberitaan. Tayangan berita di media cetak, televisi, dan media online, akhirnya mendapat porsi yang cukup besar. Itu yang membuat Banyuwangi semakin dikenal, dan tentunya sangat diuntungkan. Bahkan, pasca even-even besar dalam rangka Harjaba digelar, ada stasiun televisi nasional yang empat hari berturut-turut melakukan siaran langsung dari Ba nyuwangi, yaitu sejak 29 Desember 2012 hingga 1 Januari 2013. Tayangannya, banyak menampilkan potensi seni-budaya, tempat wisata, dan kuliner daerah khas Banyuwangi. Itu semua merupakan dampak tereksposenya even-even akbar yang se-

lama ini banyak menghiasi media massa. Terselenggaranya even-even besar itu tentu tak bisa lepas dari inovasi dan leadership kepala daerah yang juga didukung berbagai pihak. Mulai mendesain, menyiapkan anggaran, menggerakkan berbagai elemen, dan lain sebagainya. Juga tak kalah penting, kemampuan melobi pihak lain untuk diajak kerja sama dan mendukung program yang dirangkai dalam tajuk Banyuwangi Festival. Sehingga, banyak even-even besar itu yang anggarannya ditanggung para sponsor, sehingga beban APBD yang dikeluarkan tidak sebanding dengan gebyar dan manfaat yang didapat. Kemampuan me lakukan efisiensi anggaran ini termasuk luar biasa. Tidak banyak kepala daerah yang memiliki kemampuan seperti Bupati Banyuwangi. Inilah salah satu yang patut disyukuri warga Banyuwangi. Apalagi, dalam waktu yang begitu cepat mampu menjadikan daerah ini lebih maju dan bergairah. Kemajuan pesat Banyuwangi yang saya sampaikan ini, parameternya bukan sekadar maraknya gebyar aneka even akbar. Juga bukan karena banyaknya pengakuan pihak luar yang banyak mengapresiasi ‘’menggeliatnya’’ kemajuan daerah ini berdasar pemberitaan di media massa. Tapi, dari data dan fakta yang ada, Banyuwangi memang terus menunjukkan tren kemajuan di segala bidang. Kemajuan paling mencolok di tahun 2012 adalah di bidang ekonomi. Kinerja makro ekonomi Banyuwangi di tahun 2011-2012 menjadi tahun pertumbuhan ekonomi yang sangat atraktif. Angka pertumbuhan ekonomi di tahun 2010 hanya 6,22 persen, pada 2011 meningkat menjadi 7,02 persen, dan melambung lagi menjadi 7,15 persen di tahun 2012. Di tahun 2013 ini, ekonomi Banyuwangi diprediksi akan tumbuh lagi menjadi 7,2 persen. Fakta lain, indeks daya beli masyarakat Banyuwangi yang ditunjukkan dari pengeluaran riil per kapita juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2010, pengeluaran riil per kapita pada kisaran Rp 620 ribu, di tahun 2011 naik menjadi Rp 632,8 ribu, dan di tahun 2012 mencapai Rp 635,3 ribu. Pengeluaran riil meningkat karena pendapatan warga meningkat. Pendapatan masyarakat yang ditunjukkan dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita juga mengalami peningkatan baik. Dalam beberapa tahun terakhir, PDRB per kapita ada dalam kisaran Rp 6 juta sampai Rp 15 juta per tahun. Ta-

hun 2011 meningkat menjadi Rp 16,8 juta dan tahun 2012 meningkat lagi menjadi Rp 18,1 juta per kapita per tahun. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi te lah memberi dorongan terhadap penurunan angka kemiskinan. Pada tahun 2011, angka kemiskinan turun menjadi 11,25 persen dari total penduduk Banyuwangi yang berjumlah sekitar 1,6 juta jiwa. Angka kemiskinan ini di bawah Provinsi Jawa Timur yang mencapai 15,2 persen dan angka kemiskinan nasional yang mencapai 13,3 persen. Karena itu, cukup pantas kalau beberapa waktu lalu Banyuwangi mendapat penghargaan Pro Poor Award kategori pemberdayaan usaha ekonomi mikro dari Gubernur Jatim. Pesatnya kemajuan Banyuwangi itu telah memotivasi warga Banyuwangi menjadi lebih bangga dan lebih mencintai daerahnya. Tumbuhnya motivasi yang memunculkan rasa bangga, rasa cinta, dan rasa memiliki ini diharapkan akan membawa perubahan dalam pola pikir dan perilaku yang positif. Terutama memunculkan rasa kepedulian, kebersamaan, dan partisipasi dalam membangun daerah. Karena itu, tahun 2012 bisa disebut sebagai tahun kebangkitan ekonomi masyarakat pada era kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas yang kini te lah memasuki tahun ketiga. Meski demikian, peningkatan ekonomi makro yang berhasil dikatrol di tahun 2012 tetap saja tak bisa menyejahterakan semua warga Banyuwangi. Dibutuhkan kerja keras lagi agar di tahun 2013 ini prestasi tersebut terus membaik, terutama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di tahun 2013, saya yakin kemajuan yang akan didapat Banyuwangi akan lebih baik di segala sektor. Dengan catatan, kondusivitas keamanan tetap terjaga dan terjamin. Apalagi, di tahun 2013 ini diperkirakan suhu politik agak memanas karena ada pesta demokrasi, seperti pemilihan gubernur Jatim, persiapan pemilu legislatif 2014 dan persiapan pemilihan presiden 2014. Kalau warga Banyuwangi tidak memiliki kesadaran dan kepedulian mengamankan daerahnya, jangan harap kemajuan dan kesejahteraan bakal diraih kembali. Kita semua pasti berharap daerah ini tetap tenang, aman, dan damai, agar berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, pihak swasta, maupun elemen masyarakat lain dalam memajukan Banyuwangi bisa terealisasi. Wallahu a’lam bissawab. (cho@jawapos.co.id)

dimakamkan,’’ paparnya. Setelah dilakukan pengecekan, pi hak keluarga memastikan bah wa jenazah yang sudah dimakamkan itu adalah Imam Sujono. Itu berdasar pakaian yang dipakai korban. “Setelah melihat pakaiannya, itu benar keponakan saya,” terangnya.

Sebab itulah, lanjut Supaidi, pihaknya minta agar jasad korban dibongkar dan dikebumikan di kampung halaman. ‘’Tadi makam digali pukul 07.00 (kemarin, Red). Informasi terakhir, jenazah almarhum ada di rumah sakit dan mau dibawa pulang,” paparnya di rumah duka siang kemarin.

Kapolsek Sempu AKP Toha Khoiri masih melakukan penyelidikan atas kasus dugaan pembunuhan tersebut. Pihaknya mencurigai sejumlah nama yang kini masih dalam proses pengejaran. “Masih lidik dan kita belum tahu motifnya apa,” jelasnya. (ton/c1/bay)

Keluarga Sering Dapat Pesan Singkat n YANG... Sambungan dari Hal 21

Kakak korban, Buwari, 25, mengatakan bahwa kedua orang tersebut kini sudah tidak ada di rumahnya. “Dua orang itu pergi dari rumah pada Minggu pagi. Kira-kira mereka pergi jam 05.00. Sampai sekarang gak ada,” terang istri Jumaiyah itu. Menurut Buwari, sejak adiknya tidak pulang, keluarga sering menerima

pesan singkat dari nomor ponsel yang tidak dikenal. ‘’Ada saja SMS dari orang agar keluarga tidak usah khawatir, karena adik saya diajak kerja di Kalimantan. Dalam SMS itu dikabarkan bahwa posisi adiknya di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya,” terangnya. Keesokan harinya, pihak keluarga juga menerima kabar bahwa bocah tersebut sudah berada di Kalimantan.‘’Pernahteleponkesini,katanya adik saya sudah kerja di pabrik roti.

Tapi, yang menelepon itu bukan suara adik saya,” jelasnya. Beberapa kali keluarga korban menerima telepon dan pesan singkat dari nomor-nomor berbeda. Anehnya, telepon dan pesan singkat itu selalu diterima saat situasi rumah sedang ramai. “SMS masuk di sini pas waktu banyak orang. Itu yang aneh. Mungkin di sekitar sini ada matamatanya,” kata Supaidi, paman korban. (ton/c1/bay)

Lalu Lintas Dipadati Kendaraan n TAHUN... Sambungan dari Hal 21

Setidaknya itu tergambar dari dua agenda pengajian akbar yang dihelat di dua tempat di pu sat Kota Gandrung, yakni Taman Blambangan dan halaman Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi. Ribuan warga seantero Bumi Blambangan tumplek blek di dua lokasi tersebut. Pengajian bertajuk “Malam Pencerahan Akbar” yang berlangsung di Taman Blam bangan itu merupakan penutup rangkaian Banyuwangi Festival

yang dihelat dalam rangka me meriahkan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-241. Cen dekiawan muslim, Prof. Dr. Quraish Shihab didaulat menjadi pembicara dalam pencerahan akbar tersebut. Seperti biasa, kegiatan yang diadakan Pemkab Banyuwangi tersebut juga diisi dengan santunan untuk puluhan anak yatim. Selain itu, warga juga diajak berdoa bersama hing ga menjelang detik-detik pergantian tahun. “Doa dan santunan anak yatim itu merupakan syukur kepada Tuhan atas nikmat selama tahun 2012,” ungkap Kabag Humas dan

Protokol, Juang Pribadi. Sementara itu, ribuan jamaah sudah berdatangan di Masjid Agung Baiturrahman sejak pukul 19.00 kemarin. Halaman parkir masjid yang berlokasi di jantung Kota Banyuwangi itu pun dipenuhi warga yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT di malam pergantian tahun. Hingga berita ini ditulis tadi malam, ruas jalan utama di Banyuwangi dipadati warga. Kendaraan roda dua dan roda empat tampak hilir-mudik. Su ara terompet tahun baru dan percikan kembang api menambah semarak suasana. (sgt/c1/bay)

Menunggu Pengumuman secara Nasional n HANYA... Sambungan dari Hal 21

Empat parpol itu adalah Par tai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Nasional Republik (Nasrep), Partai Kedaulatan, dan Partai Damai Sejahtera (PDS). Empat parpol yang tidak memenuhi syarat adalah Partai Karya Republik (Pakar), Partai Buruh, Partai Se rikat Rakyat Independen (SRI), dan Partai Pekerja dan

Pengusaha Independen (PPPI). Namun demikian, meski sudah dinyatakan memenuhi syarat di tingkat KPU Banyuwangi, empat parpol tersebut tidak serta-merta berhak menjadi peserta Pemilu 2014. Pasalnya, berdasar ketentuan, parpol harus memiliki 75 persen kepengurusan di tingkat provinsi dan 50 persen di tingkat kabupaten. Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin mengatakan, ada beberapa hal yang mengakibatkan empat

parpol tersebut tidak memenuhi syarat. “Ada beberapa item yang disyaratkan, misalnya ambang minimal kepengurusan 30 persen perempuan, jumlah minimal seribu KTA, dan lain-lain,” ujarnya. Syamsul menambahkan, KPU Provinsi Jawa Timur akan menggelar pleno terbuka awal Januari 2013. “Pengumuman secara nasional parpol yang berhak mengikuti Pemilu 2014 akan dilakukan pada pertengahan Januari 2013,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Bertepatan dengan Libur Sekolah n KETAPANG... Sambungan dari Hal 21

Bahkan, halaman parkir pelabuhan kebanggaan masyarakat Banyuwangi itu tampak lengang. Penurunan jumlah penumpang itu ditengarai kuat akibat

banyak wisatawan yang sengaja datang ke Bali lebih awal mengingat libur tahun baru kali ini bertepatan dengan libur panjang sekolah. Penumpang yang me nyeberang kemarin kebanyakan adalah mereka yang ingin menghabiskan malam per-

gantian tahun di Bali. “Saya sengaja baru berangkat mendekati malam tahun baru untuk menghindari kepadatan lalu lintas selama perjalanan, khu susnya di pelabuhan ini (Pelabuhan Ketapang),” ujar Sari, 19, salah satu calon penumpang asal Jember. (sgt/c1/bay)

Korban Luka Diizinkan Pulang Diduga Terlibat Perampasan HP

n SOPIR...

Sambungan dari Hal 21

Hanya, sopir asal Bandung itu belum bisa diperiksa karena kabur. “Anan yang jadi sopir PO Trans Utama kita masukkan DPO (daftar pencarian orang),” sebutnya. Menurut kapolres, Anan yang mengendalikan bus saat terjadi tabrakan bukan berstatus sopir utama. Anan hanya sopir cadangan dan menggantikan Alit, sopir utama yang beristirahat. “Anan ini sopir cadangan,” tegas Nanang. Meski sopir bus itu menghilang, tapi pihak pengelola bus

PO Trans Utama berjanji akan membantu mengurus semua korban. Selain itu, perusahaan tersebut juga akan membantu mencari Anan. “Kita juga minta bantuan polres di Bandung dan Jakarta Barat untuk memburu Anan. Anan biasanya tinggal di dua daerah itu,” katanya. Sementara itu, jenazah tiga korban meninggal akibat tabrakan dua bus di Desa Bengkak itu sudah dikirim ke daerah masing-masing. Je nazah Mar’atus Sayidah Sho fia, 12, sudah dikirim ke Desa Anggaswangi, Kecamatan Su kodono, Sidoarjo. Demikian pula

je nazah Suroso, 42, sudah dibawa ke daerah asalnya di Desa Masangan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, kemarin malam. “Suroso dan Shofia dikirim tadi malam (kemarin malam),” terang petugas kamar mayat RSUD Blambangan, Agus Wahyudi. Jenazah Ujang Tompel, 40, yang tinggal di Bandung, Jawa Barat, juga telah dikirim ke rumah duka. JenazahkernetbusPO TransUtama itu diangkut mobil ambulans pada pukul 12.00 kemarin. “Yang dikirim ini adalah jenazah kernet bus yang dari arah utara (PO Trans Utama),” sebutnya siang kemarin.

Bagaimana dengan para korban luka yang dirawat di RSUD Blambangan dan RS Yasmin? Ternyata sebagian korban sudah diperbolehkan pulang, terutama penumpang bus PO Trans Utama. Pada umumnya, penumpang bus PO Trans Utama dari rombongan wisata SMA Mino Warga, Palembang, Sumatera Selatan, itu hanya mengalami luka ringan. “Saya sudah temui semua anak-anak SMA yang menjadi korban, umumnya luka mereka tidak serius dan akan melanjutkan perjalanan ke Bali,” sebut kepala SMA Mino Warga, Palembang, Yus Rizal. (abi/c1/bay)

Basori Patah Kaki, Istri Terluka, Anak Meninggal n NGOTOT... Sambungan dari Hal 21

Saat itu, posisi mereka sudah terjatuh dari tempat duduk. Bersamaan dengan itu, penumpang yang berjumlah 45 orang di dalam bus itu juga terbangun. “Saya bangun sudah sakit semua rasanya,” cetusnya. Sambil memandangi dua temannya, Belinda mengisahkan suasana dalam bus saat tabrakan. Hampir semua teman di dalam bus menjerit dan menangis saat terbangun. Apalagi, saat melihat bagian depan bus yang sudah hancur. “Yang banyak terluka kebetulan duduknya di depan,” katanya sambil menyebut duduknya pada kursi nomor lima dari depan. Bus rombongan wisata SMA Mino Warga yang mengalami kecelakaan itu merupakan bus nomor dua dari lima bus rombongan yang akan berwisata ke Bali. Meski mengalami kecelakaan, rombongan tersebut akan tetap berangkat ke Bali. “Sudah tanggung, kita harus berangkat ke Bali, sudah sampai sini,” sebut Belinda. Belinda dan siswa SMA Mino Warga

sudah lama ingin mengunjungi Pulau Dewata. Sehingga, meski kondisinya kurang sehat karena baru mengalami kecelakaan, mereka tetap memaksakan diri berangkat. “Tadi kami sudah lihat kapal-kapal yang akan ke Bali, dan Bali juga sudah terlihat,” kata salah satu teman Belinda. Sikap Belinda dan temannya yang ingin tetap ke Bali itu juga disampaikan kepada Kepala SMA Mino Warga, Yus Rizal. Saat menjenguk siswanya yang menjadi korban tabrakan, Yus Rizal menyanggupi untuk memberangkatkan para korban ke Bali. “Yang luka ringan tetap berangkat ke Bali, yang harus rawat inap akan ditunggui satu guru,” terang Yus Rizal. Para penumpang bus PO Trans Utama kebanyakan hanya mengalami luka ringan, meski kernet bus Ujang Tompel, 40, asal Bandung, Jawa Barat, meninggal dunia dengan luka cukup parah. Namun, kondisi tersebut berbeda dengan penumpang bus Ardiansyah. “Kita baru turun dari kapal,” sebut Slamet Sugianto, sopir bus Ardiansyah. Sejumlah penumpang bus Ardiansyah yang baru melakukan ziarah ke makam tujuh wali

di Bali itu belum tidur saat terjadi tabrakan. Meski demikian, para penumpang hanya bisa pasrah saat bus yang ditumpangi ditabrak bus Trans Utama yang meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah depan. Penumpang bus PO Ardiansyah lumayan banyak, yakni 58 orang. Mereka merupakan rombongan wisata religi asal Desa Anggaswangi, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Penumpang yang ada di bus tersebut kebanyakan luka parah dan dua di antaranya meninggal dunia, yakni Suroso, kernet bus, dan Maratus Sayidah Shofia, 12. Ketua rombongan wisata religi yang juga modin desa, Imam Basori, mengalami luka cukup parah. Basori yang duduk di kursi depan kakinya tergencet hingga patah. “Shofia yang meninggal itu anaknya Pak Basori,” bisik salah satu petugas di RSUD Blambangan. Dalam rombongan yang mengalami kecelakaan itu, Basori bukan hanya mengajak putrinya tapi juga istrinya. Istri Basori juga mengalami luka cukup serius dan dirawat di RSUD Blambangan. “Pak Basori belum bisa dioperasi karena kadar gulanya tinggi,” kata petugas RSUD tersebut. (c1/bay)

n KELUARGA... Sambungan dari Hal 23

“Tadi kapolsek bilang masih menunggu keterangan sebelas teman Zainul yang sekarang masih lari,” pungkasnya. Sementara itu, Kapolsek Glenmore AKP. Subardi juga menjelaskan bahwa kasus Zainul Farid terkait dugaan perampasan HP akan ditangani pihak Polsek Glenmore. “Kasus pe nembakannya ditangani Pro pam Polres Banyuwangi. Sam pai sekarang F (anggota polisi yang menembak Zainul) masih di polres menjalani pemeriksaan Propam. Sementara itu, kasus kriminal dugaan perampasan HP ditangani Polsek Glenmore,” tuturnya. Dia menjelaskan, penetapan Zainul sebagai tersangka karena

memang ada dugaan bahwa yang bersangkutan melakukan perampasan HP milik salah satu orang yang terlibat perkelahian pada malam itu. “Yang jelas ba rang yang dirampas ada, tapi lebih jelasnya nanti kita akan kumpulkan keterangan dari sebelas temannya yang sekarang masih lari,” ujarnya. Sementara itu, korban penembakan, Zainul Farid, masih terbaring di rumahnya. Keluarganya mengaku sama sekali tidak pernah mengajukan penangguhan kepada pihak kepolisian. “Surat perintah penahanan (SPP) saja kita nggak per nah terima kok tiba-tiba mengajukan penangguhan penahanan. Adik saya ini korban penembakan,” kata Sertu Abdul Basit, kakak kandung korban yang juga anggota Korem

Manado ditemui di rumahnya kemarin. Basit menuturkan, dua hari lalu keluarganya memang sudah mendengar bahwa pihak kepolisian meminta tolong kepada perangkat Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, untuk membuatkan surat pengajuan penangguhan penahanan atas nama adiknya. Namun setelah diberi pemahaman mengenai posisi hukum yang menimpa Zainul Farid, pihak perangkat Desa Tulungrejo, akhirnya bisa memahami. “Sampai sekarang kita nggak pernah mengajukan dan tidak menandatangani permohonan penangguhan penahanan. Alasannya itu tadi, adik saya ini korban, dan tidak pernah melakukan perampasan HP milik orang,” tandasnya. (azi/c1/aif)

Coba Bunuh Diri, Minum Obat Nyamuk PANARUKAN - Gara-gara ti dak punya uang untuk bayar arisan, seorang ibu rumah tangga bernama Idayati, 25, warga Kampung Pe sisir, Desa Kilensari, Ke ca matan P a narukan, nekat me la kukan percobaan bunuh diri dengan cara meminum obat nyamuk lotion bermerek Autan. Sebelum melakukan perco baan bunuh diri, Idayati bertengkar dengan suaminya, Samsuri, 35, di rumahnya. Pertengkaran itu diduga dipicu masalah arisan. Lantaran sedang tidak memiliki uang,

Samsuri mencoba meminjam uang untuk membayar uang arisan tersebut. Diduga, Idayati tidak memberi izin suaminya pinjam uang. Lantaran itulah pertengkaran terjadi. Setelah pertengkaran, Samsuri pergi meninggalkan istrinya. Dia hendak menjemput anaknya di suatu tempat. Setelah pulang, dia mendapati istrinya tergeletak di kamar tidur. Dari mulutnya keluar busa. Di dekat korban ditemukan dua bungkus obat nyamuk lotion. Samsuri pun terkejut. Bersama warga sekitar, dia membawa korban ke

Puskesmas Panarukan. Setelah itu, korban dirujuk ke RSUD Abdoer Rahem, Situbondo. “Yang saya tahu, sebelum ma grib mereka bertengkar. Nah, setelah magrib, saat suaminya datang menjemput anaknya, dia dikejutkan dengan kon disi istrinya yang sudah tidak sadarkan diri,” terang Supriyono (48), salah seorang kerabat korban, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (31/12). Ditambahkan, setelah mendapat perawatan medis, kon disi korban sedikit demi sedikit membaik. (rri/c1/als)

32

Selasa 1 Januari 2013

APA POLEH

Hujan Semalaman, Rumah Ambruk BANYUPUTIH - Nahas menimpa kakek bermana Misnari, 90, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih. Rumah tempat tinggalnya tiba-tiba ambruk setelah diguyur hujan deras dan angin kencang. Akibatnya, Misnari tertimpa reruntuhan rumah dan harus dilarikan ke Puskesmas Banyuputih kemarin (31/12). Sebelum rumah korban roboh, hampir semalaman hujan mengguyur desa tersebut. Hujan yang cukup deras itu juga disertai angin kencang. Lantaran kondisi rumahnya sudah tua dan banyak kayu-kayu yang lapuk, rumah berdinding anyaman bambu itu pun ambrol. Ironisnya, pada saat rumahnya roboh, Misnari sedang tidur-tiduran di dalam rumah. Dia pun tidak sempat menyelamatkan diri. Misnari terjepit kayu yang jatuh. Mendengar suara keras, warga setempat langsung mendatangi sumber suara. Puluhan warga sangat terkejut saat mengetahui rumah Misnari sudah ambruk. Setelah itu, terdengar suara lirih meminta tolong. “Kami awalnya mendengar suara keras. Saat kami datang, ternyata rumah kakek itu sudah roboh. Kakek itu baru berhasil dikeluarkan setengah jam kemudian,” kata Busono, tetangga korban, kepada wartawan kemarin. Setelah berhasil dievakuasi, warga langsung melarikan korban ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. “Hujan tadi malam (kemarin malam, Red) memang cukup deras. Anginnya juga kencang. Akibat tertimpa rumah, Pak Misnari mengalami luka di tangan kanan. Oleh petugas medis, tangannya dijahit sebanyak 13 jahitan,” kata Tikno, 39, warga lain. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi membenarkan kabar rumah ambruk tersebut. Dikatakan, dugaan sementara ambruknya rumah korban memang disebabkan rumahnya sudah tua dan diguyur hujan. (rri/c1/als)

Musim Hujan, Waspadai Serangan Wereng SITUBONDO - Musim hujan membuat air di lahan-lahan pertanian tersuplai dengan baik. Meski demikian, petani diminta waspada terhadap serangan wereng dan tungro. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo, Mohammad Syifa mengungkapkan, musim hujan sering diikuti serangan hama wereng yang ganas. “Di Situbondo ada sejumlah titik yang menjadi daerah endemis wereng,”

ungkap Syifa kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (31/12). Menurut Syifa, untuk menanggulangi keadaan tersebut, Dinas Pertanian sudah menggalakkan gerakan masal Organisasi Pengganggu Tanaman (OPP). “Ini gerakan antisipasi serangan hama yang sudah diambang batas. Sebab, jika dibiarkan akan berpengaruh terhadap penurunan produksi dan produktivitas

(pertanian),” papar Syifa. Kegiatan tersebut, kata Syifa, melibatkan kelompok tani dan tokoh petani. “Khususnya di wilayah-wilayah tertentu yang merupakan wilayah endemis hama, kita lakukan upaya pengendalian hama. Baru-baru ini difokuskan di dua tempat, yakni di Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, dan Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan. Dengan gerakan masal

ini kita berharap tidak akan sampai pada tahap ambang batas. Serangan wereng dan tungro bisa kita potong, terutama penyebarannya,” terang pria yang berdomisili di Kecamatan Mangaran itu. Syifa berharap petani selalu kompak dan membiasakan diri bekerja secara kelompok. Selain itu, juga jangan tergantung kepada varietas tanaman jenis tertentu saja. (pri/c1/als)

KERAJINAN GALIH COKRO/RaBa

WASPADA HUJAN: Para petani di Kecamatan Panji, Situbondo, menanam padi beberapa waktu lalu.

Pesta Miras, Renang, Klenger NUR HARIRI/RaBa

CUKUPI KEBUTUHAN: Seorang pembeli menawar gedek yang dijual Ridho di pinggir Jalan Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, kemarin (31/12).

Jualan Bambu masih Menjanjikan SITUBONDO - Usaha yang digeluti Ridho ini patut diacungi jempol. Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, dia berusaha membuka lapangan pekerjaan sendiri. Berkat keterampilannya menganyam bambu, pria 33 tahun itu mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Bambubambu yang telah dia anyam biasanya berbentuk gedek. Uniknya, usai membuat, dia juga memasarkan sendiri buah tangannya tersebut. Ridho membuka lapak di Kampung Lugundang, Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo. Tak hanya anyaman bambu, Ridho juga menjual bambu untuk panjeran (tiang) tanaman pertanian, seperti melon, kancang panjang, dan lain-lain. Menurut Ridho, bambu-bambu itu didatangkan dari Bondowoso. “Bambunya saya pesan dari Bondowoso. Sebab, dari sana, meski uangnya belum ada, mereka tetap mengirim,” kata Ridho kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (31/12). Usaha menjual gedek dan bambu lanjeran itu sudah digeluti Ridho selama empat tahun terakhir. Menurutnya, di Kampung Lundungan, tempat tinggalnya, mayoritas warga adalah petani. Karena itu, masih banyak yang membutuhkan gedek dan bambu. “Biasanya warga membeli gedek ini untuk dinding rumah. Bambu-bambu ini untuk pagar sawah, panjeran melon, kacang panjang, dan sebagainya,” imbuhnya. Harga bambu yang dijual Ridho berbeda-beda tergantung jenis dan kualitasnya. Satu lembar anyaman bambu berukuran 1x2 meter dipatok Rp 20 ribu dan ukuran 2x3 meter dihargai Rp 45 ribu per lembar. “Bambu jenis panjeran saya jual Rp 100 ribu per ikat dengan isi 23 batang,” kata Ridho. Ridho sangat bersyukur usaha yang digelutinya tersebut dapat memenuhi kebutuhan seharihari keluarganya. “Alhamdulillah, setiap minggu ada saja orang yang beli, sehingga kebutuhan keluarga tercukupi,” pungkas Ridho. (rri/c1/als)

BUNGATAN - Apa jadinya jika sebelum berenang terlebih dahulu minum-minuman keras? Jawabannya terjadi Minggu petang (30/12) kemarin di Pantai Wisata Pasir Putih, Kecamatan Bungatan. Ahmad Bahtiar Rizki Widodo, remaja asal Jetis, Bondowoso, ditemukan menggelepar di Pantai Pasir Putih saat berenang bersama temannya. Beruntung, petugas Satpol Air Polres Situbondo yang sedang nge-pam di perairan tersebut cepat tanggap. Pelajar SMK tersebut langsung dibawa ke klinik terdekat untuk m e n d a p at k a n p e na n ga na n . “Kondisinya sudah kiritis. Korban sudah tidak sadar,” terang

Kasatpol Air Polres Situbondo, Iptu Basori Alwi, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (31/12). Kejadian tragis yang menimpa remaja berumur 16 tahun itu terjadi sekitar pukul 17.30. Ahmad Bahtiar Rizki Widodo dan temannya sebenarnya berenang di perairan yang dangkal. Namun, karena tubuhnya terpengaruh minuman keras, dia tak bisa mengendalikan diri. “Saat petugas turun, tubuhnya sudah kejang-kejang dan menggelepar karena pengaruh minuman keras. Dari keterangan temannya yang bernama Ari Robi, sebelum berenang, mereka minum arak yang dioplos Men-

sion,” terang Basori Alwi. Informasi yang dikumpulkan koran ini menyebutkan, tujuan Ahmad Bahtiar Rizki Widodo dan Ari Robi datang ke Pasir Putih adalah ingin berekreasi. Sebelum berenang, keduanya minum miras jenis arak yang dicampur Mension. Dalihnya ingin menghangatkan tubuh. “Keduanya berenang mulai pukul 15.00 hingga 17.00. Sekitar pukul 17.10, tubuh korban ditemukan menggelepar di tepi pantai yang dangkal. Beruntung, di sekitar lokasi kejadian ada petugas Pol Air yang PAM di atas kapal Pol X-2003 di perairan Pasir Putih,” imbuh Kasat Pol Air. (pri/c1/als)

ISTIMEWA

MABUK, BERENANG?: Ahmad Bahtiar Rizki Widodo setelah mendapat pertolongan medis kemarin.


Radar Banyuwangi | 1 Januari 2013