Issuu on Google+

29

17 JUNI TAHUN 2012

Masuk SMK, Fisik Harus Fit BANYUWANGI - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) semakin diminati lulusan SLTP di Bumi Blambangan. Tetapi, untuk masuk SMK, setiap pendaftar harus mengikuti seleksi ketat. Selain itu, kondisi fisik mereka juga harus fit. Pada proses penerimaan peserta didik baru (PDB) SMK kali ini, setiap pendaftar harus menyertakan surat keterangan sehat. Untuk jurusan tertentu, pihak sekolah akan melakukan tes kesehatan. Yang paling berat adalah tes fisik jurusan perikanan dan kelautan. Seperti yang terlihat di SMKN 1 Glagah kemarin (16/6). Serangkaian seleksi berlangsung di sekolah tersebut sejak Kamis lalu (14/6). Pada hari pertama Kamis lalu, panitia memanggil 300 pendaftar, tapi yang hadir hanya sekitar 180 pendaftar. Begitu juga pada hari kedua (15/6), yang dipanggil sebanyak 300 pendaftar, tapi yang datang hanya 250

pendaftar. Pada hari ketiga kemarin (16/6), panitia juga memanggil 300 pendaftar, tapi tidak hadir semua. Meski tidak hadir dalam seleksi hari pertama, kedua dan ketiga, mereka tetap memiliki kesempatan mengikuti seleksi di hari keempat, yaitu Senin besok (18/6). Seleksi hari keempat merupakan kesempatan terakhir bagi para pendaftar SMKN 1 Glagah. Kepala SMKN Glagah, Paidi mengatakan, seleksi PPDB tahun 2012 ini dilaksanakan selama empat hari mulai 14 hingga 18 Juni 2012. Empat hari itu sudah dianggap cukup. Oleh karena itu, pihaknya tidak akan memperpanjang waktu seleksi dan validasi syarat kelengkapan ■  Baca Masuk...Hal 35

1

Ribuan Data e-KTP Hangus Warga Kalipuro Harus Rekam Ulang

UJIAN FISIK: Pendaftar antre untuk mengikuti serangkaian tes kesehatan di SMKN Glagah kemarin (1). Mereka harus mengikuti ujian buta warna (2), tes telinga (3), dan pengecekan mata (4).

3

2

4

KALIPURO - Ribuan warga Kecamatan Kalipuro yang sudah selesai melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP) tampaknya harus melakukan perekaman ulang. Sebab, lebih dari seribu data hasil perekaman eKTP hilang karena peralatan yang digunakan rusak. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi, Sudjani, melalui Kabid Administrasi Kependudukan, Heru Eko Wahyudi menjelaskan, hilangnya data perekaman e-KTP itu terjadi saat sistem dan peralatan diperbaiki tim Sucofindo. Saat itu, beberapa alat mengalami kerusakan dan harus segera diperbaiki karena antrean warga membeludak. Pada saat diperbaiki, data yang berhasil direkam hilang. Setelah dilacak ternyata data itu tidak di-back up dan akhirnya tidak bisa diselamatkan. “Solusinya ya harus melaku-

kan perekaman ulang. Kalau tidak melakukan perekam ulang bagaimana, wong datanya hilang semua,” tegas Heru. Dispendukcapil melakukan evaluasi e-KTP Rabu lalu (13/6). Dalam evaluasi yang dipimpin Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko itu, semua camat hadir. Dalam kesempatan itu, Kepala Dispendukcapil Sudjani membeberkan hasil rekapitulasi data masingmasing kecamatan. Berdasar hasil rekapitulasi, tiga kecamatan tercatat sebagai kecamatan paling banyak merekam data e-KTP. Tiga kecamatan terbaik itu adalah Kecamatan Srono, Rogojampi, dan Muncar ■  Baca Ribuan...Hal 35

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

Ternyata Anak Warga Sempu Balita yang Ditinggal di Bus Itu Ogah Dijemput Keluarga BANYUWANGI - Terkuak sudah misteri anak berusia tiga tahun yang ditinggal orang tuanya di dalam bus Borobudur jurusan Jember-Banyuwangi pekan lalu. Bocah

yang masih berumur di bawah lima tahun (balita) itu ternyata adalah Fitri, putri pasangan Trimo dan Farida, warga Dusun Truko, Desa Karangsari, Kecamatan Sem-

UNAS SD

SD Pinggiran Moncer, SD Perkotaan Keok BANYUWANGI - Sejumlah sekolah dasar (SD) di perkotaan Banyuwangi tampaknya harus mengakui keunggulan dan prestasi siswa sekolah pinggiran. Hasil ujian nasional (unas) 2012 menempatkan siswa tiga SD di Kecamatan Pesanggaran sebagai peraih nilai unas tertinggi. Peraih nilai unas tertinggi pertama dan kedua tahun 2012 berasal SDN 1 Kandangan, Kecamatan Pesanggaran. Nilai yang diraih adalah 29,55. Sementara itu, peraih nilai tertinggi ketiga berasal dari SDN 1 Pesanggaran. Nilainya tidak terpaut jauh dari nilai tertinggi pertama dan kedua ■  Baca SD Pinggiran...Hal 35

BAGAIMANA INI...

AGUS BAIHAQI/RaBa

LENGKET: Fitri saat akan diserahkan kepada keluarganya disaksikan polisi dan perangkat Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, kemarin.

pu, Banyuwangi. Saat ditemukan Mad Zainuri, 36, sopir bus Borobudur di Terminal Brawijaya, Lingkungan Karangente, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, sekitar pukul 20.00 Jumat lalu (8/6) lalu, Fitri sebetulnya tengah bepergian bersama Farida, ibu kandungnya. “Farida kondisinya sedang sakit (stres),” cetus Suyono, 53, ayah kandung Farida. Menurut Suyono, hingga saat ini pihak keluarga belum mengetahui keberadaan Farida. Sebab, sejak pergi Jumat pagi dan membawa Fitri, hingga kini Farida belum pulang. “Sudah dicari ke mana-mana tapi tetap tidak ketemu,” katanya kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di rumah Zainuri di Dusun Krajan, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, kemarin (16/6). Setelah ditemukan di dalam bus, Zainuri, sopir bus, langsung membawa pulang balita itu ke rumahnya di Desa Sembulung. Bahkan, Fitri sudah dianggap sebagai anak sendiri. “Kami tahu Fitri hilang saat dia diberitakan hilang di TV,” ungkap Suyono. Dengan suara berat, Suyono menjelaskan yang pertama tahu berita tentang Fitri adalah Indah, salah satu putrinya. Saat melihat televisi, dia melihat berita tentang anak hilang ■  Baca Ternyata...Hal 35

SIGIT HARIYADI/ RaBa

ULANG: Warga menjalani perekaman iris mata di kantor Camat Kalipuro, Banyuwangi, kemarin.

Gara-gara Alat Rusak Sejak April-Mei S EMENTARA itu, dikonfirmasi di ruang kerjanya kemarin (16/6), Camat Kalipuro, Nurhadi, tidak menampik bahwa ribuan data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) warganya hangus. Tidak tanggung-tanggung, jumlah warga yang datanya hangus mencapai 1.500 warga. Menurut Nurhadi, warga yang datanya hilang tersebut

berasal dari satu desa dan dua kelurahan, yakni Desa Pesucen, Kelurahan Klatak, dan Kelurahan Bulusan. “Data yang hilang tersebut adalah data yang dimasukkan mulai pertengahan April sampai akhir Mei,” ujarnya. Nurhadi mengatakan, hilangnya data itu bukan disebabkan kesalahan manusia (human error) ■  Baca Gara-gara...Hal 35

Membentuk Corak Warna Ikan Koi dengan Metode Cutting

Harga Langsung Melonjak Sepuluh Kali Lipat

GALIH COKRO/RaBa

Pelanggaran Berlipat SEORANG pelajar tingkat SLTP mengendarai motor di Jalan Jakgung Suprapto, Banyuwangi, kemarin. Melihat seragam yang dikenakan, diperkirakan usia siswa tersebut belum cukup untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM). Selain itu, dia berkendara tanpa mengenakan helm pengaman. Ditambah lagi, selama berkendara, dia bermain telepon seluler. Oh, bagaimana ini? (gal/c1/bay) http://www.radarbanyuwangi.co.id

Tidak mudah memiliki ikan koi dengan warna yang sesuai selera. Kalaupun ada, harganya biasanya selangit. Metode cutting bisa menjadi alternatif untuk memenuhi keinginan tersebut. EDY SUPRIYONO, Situbondo

UNTUK memperindah warna tubuh ikan Koi, tidak semua orang mengenal metode cutting. Demikian juga di Kabupaten Situbondo. Untuk melakukan hal itu, para pencinta koi di Kabupaten Situbondo harus mendatangkan ahli

cutting dari luar kota. Demi kesenangan, itu akan dilakukan tanpa berat hati. Metode cutting merupakan sebuah cara membentuk warna tubuh koi menggunakan silet. Warna-warna di tubuh koi dibentuk sedemikian rupa, sehingga terstruktur sebagaimana yang ada di pasaran. “Kita edit warna-warna yang ada di tubuh koi dengan cara mengeriknya menggunakan silet,” terang Maulana Rizki, ahli cutting koi asal Probolinggo. Pria yang masih betah melajang itu beberapa waktu lalu diundang ke Situbondo untuk melakukan cutting koi milik sejumlah penggemar koi di Situbondo. Dia tampak lihai mengerik bagian-bagian tubuh koi ■

 Baca Harga...Hal 35

Ribuan data e-KTP Kecamatan Kalipuro hilang

Kalau warga menghilangkan pasti kena denda, kalau yang ini…

SD pinggiran moncer, SD perkotaan keok

Di kota terlalu banyak main play station

EDY SUPRIYONO/RaBa

AHLI: Corak warna ikan koi diubah menggunakan metode cutting. email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@jawapos.co.id


30

Minggu 17 Juni 2012

Budayakan Malu Berlaku tak Baik Seniman-Budayawan Bahas Wawasan Kebangsaan BANYUWANGI - Masyarakat dan budaya lokal Banyuwangi rupanya dapat dijadikan salah satu modal berharga dalam membangun Bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Seperti terangkum dalam sarasehan wawasan kebangsaan dalam rangka peningkatan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai luhur Pancasila yang digagas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol Linmas) Banyuwangi di aula Hotel Ikhtiar Surya, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Giri, kemarin (16/6). Kegiatan yang dihadiri puluhan seni-

BANYUWANGI

man dan budayawan Bumi Blambangan itu sejatinya digelar demi memupuk kebanggaan nasional dan kesadaran masyarakat dalam membangun bangsa menjadi bangsa yang berdaulat dan bermartabat. “Sebab, akhir-akhir ini bangunan keindonesiaan masyarakat semakin meredup,” ujar Prof. Ayu Sutarto, narasumber sarasehan tersebut. Menurut Sutarto, dalam sarasehan tersebut terungkap dua poin penting yang beranjak dari budaya lokal Banyuwangi, yakni rukun dan malu melakukan hal-hal yang tidak baik. “Rukun adalah bagian dari persatuan dan kesatuan, sedangkan persatuan dan kesatuan adalah modal berharga demi kejayaan bangsa kita ini,” ujarnya. Sutarto menambahkan, warga Bumi

BANYUWANGI

Blambangan boleh bangga jadi orang Banyuwangi, tapi jangan melupakan Indonesia. “Jadi, membangun Banyuwangi juga berarti membangun Indonesia,” jelasnya. Masih menurut Sutarto, budayawan dan seniman dipilih sebagai peserta sarasehan karena mereka merupakan informal leader yang suaranya akan didengar masyarakat dan para pejabat. Sementara itu, Pelaksana Harian (PlH) Kepala Bakesbangpol Banyuwangi, Sukimin menuturkan, sarasehan tersebut digelar guna menyadarkan kembali masyarakat tentang cita-cita luhur yang dirumuskan para pendiri bangsa. “Kita berharap carutmarutnya persoalan bangsa ini segera berakhir,” harapnya. (sgt/c1/bay)

BANYUWANGI

GALIH COKRO/RaBa

SARASEHAN: Dari kiri Abdullah Fauzi, Sukimin, narasumber asing, dan Ayu Sutarto, di aula Hotel Ikhtiar Surya, Banyuwangi, kemarin.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

• Jl. Pajajaran •

• Elite Sutri Garden •

• Depo Air Isi Ulang •

• Jus Bernutrisi •

• Bak T 120 SS •

• Nissan Terrano ‘97 •

• Trinton 6D22 ‘97 •

Dijual rumah SHM, LT 235/115m2, Jl. Pajajaran II/47, Hubungi: 085732321000

Djl rmh tipe 90 & 140 di perum Elite Sutri Garden, kualitas bgunn sgt bgs, fas kolam renang. Hub: 081249400460 / 7722222

Alami menerima pemasangan depo Air Isi Ulang dgn standart Depkes Hub: 0852334091299 / 085236863706

Diet sehat dg Jus bernutrisi, aman utk Ibu mnyusui, trn 3-6kg, Hub: 085236167944

Dijual Bak Bekas T 120 ss 1.8 juta, Hub. 082142194111-081335897888

Dijual Nissan Terrano SGX 97, silver orisinil. Hub: 081252862299

Dijual 1 unit Trinton 6D22 th ‘97, kondisi bagus, plat P. Hub: 08124966252

SITUBONDO

• Jual Selep Beras •

• Besuki •

Djl cepat & murah Selep Beras LT2935m2, strategis, Hub: 081336596124, bisa nego

• Mendut Regency • Dijual rumah di Mendut Regency A19 LT 11x19 LB130m2, hrg nego. H: 081249707879

• Jl. Letjen Sutoyo • Dijual rumah Luas 148m2, Jl. Letjen Sutoyo 64. Hub: 083847363744 - 085233834113

BANYUWANGI • Ruko Pakis •

Djl Rmh SHM LT 750m2/LB 150m2, Jl Gn. Ringgit (300m dr Alun2)/Rawan RT03/02 Besuki, hrg 675jt nego. Hub 085259967973

• Souvenir •

• Kijang ‘94 • Djl Kijang '94 (P) abu2 metalik, body nusa, long sasis, Istimewa. Hrg Nego. Hub: (0333) 7750406 dan 0818319774 TP

• Naik/Turun Berat Badan •

Cetak Souvenir nikah/ultah bonus undangan. Mug kaos PIN Gantungan kunci Pulpen Jam piagam utk promo toko kntor skolah. Hrg djamin mrah. Ruko Karibia B-3 Jakgung Suprapto 39.Telp 417992-081913906633

Sarapan sehat dg Nutrisi utk Anda yg ingin naik/turun berat badan 3-30 Kg dg rasa: coklat, vanilla, bery. Garansi 30 hri uang kembali. Hub: 081336134758

Dcr Gudang L 1000 M2 ada PLN, truck bisa masuk, H: 081398980007/081808039007

• Dicari Gudang •

> New CRV 2006< Dijual New CRV tahun 2006 matic, istimewa, silver stone, tangan 1, audio + 4 ban baru, TP, 085330284100

BANYUWANGI • Tanah Jati Lilitan •

TARIF IKLAN B.O.T Rp. 75.000, 2x muat, Rp. 125.000, 6x muat, Rp. 180.000, 10x muat. Maksimal dua baris. Hubungi: Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89-C Banyuwangi Telp./Fax. (0333) 412224/415153

Djl tnh L3085m2 Jati lilitan 100 s/d 200cm 200 btg, kelapa&mahoni 10 btg, kndang ayam siap tebar 10x40 m utk kpstas 3500 ekor, SHM, 200juta nego.H:BpkSaiful081358694748-081234561467 - 087849649627. Lok. Ds Paspan, Glagah

• Tanah & Sawah Dlm Kota •

Dijual cepat Ruko 2 lantai, cash/kredit, LT5x29m LB5x15m lokasi strategis, parkir luas, uang muka ringan, harga nego. Hub: 081336596124/08123382035

• Ruko Agus Salim • Dibangun/dijual Ruko 2 Lt (tinggal 1 unit) Jl. Agus Salim (blkg Untag) Banyuwangi Hubungi: 081233669969

• Suzuki APV 08•

DIJUAL Suzuki GC 415V APV ARENA DLX th 2008 abu-abu mtl ( AC / DBL ) hrg 116 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Isuzu Panther ‘97 •

• Mitsubishi T120 ‘10 •

• Grand Max ‘11 •

DIJUAL Isuzu Panther Sporty TBR 54 PRLC STD tahun 1997 biru mtl hrg 72,5 jt nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Mitsubishi T120ss PU 1.5 FDR (pick-up) tahun 2010 biru hrg 73,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Daihatsu Grand Max S40I RP 1.5cc/1.3cc (pick-up) tahun 2011 hitam hrg 83,5 jt / 80 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Mitsubishi Kuda ‘02 •

• Suzuki APV GL ‘05 •

• Daihatsu Terios ‘09 •

DIJUAL Mits kuda VB 2W PL MT tahun 2002 hitam silver hrg 90 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Suzuki APV GL tahun 2005 warna coklat muda metalik, terawat jarang dipakai, harga nego. Hubungi: 08156870460 / 0333 - 420691

Dijual Daihatsu Terios 09 TX adventure, silver, harga 170 juta nego, cash & kredit, tukar tambah, hubungi: 082142194111, 081335897888

• Toyota Avanza ‘08 •

• T129SS ‘08 •

• Kijang Super ‘92 •

Dijual Toyota Avanza ‘08 G, silver, harga 131 juta nego, cash & kredit, tukar tambah, hubungi: 082142194111, 081335897888

Dijual T120SS ‘08 hitam, harga 68 juta nego, bisa cash/kredit, tukar tambah. Hubungi 082142194111, 081335897888

Djl Kijang Super th ‘92, P Bwi, an. pemakai, short superior, jrg pakai, STNK pnjang, sgt trawat, silver met, PS, CL, AC dngin. Hrg 50jt nego. Hub: 08124934794 TP.

• Corolla TC ‘88 •

• Honda Genio ‘92 •

• Nissan X Trail ‘09 •

Dijual Corolla TC ‘88 1600cc, AC/VR16/ PS/EM/PW/RT/Power, AC dingin, hrg 39,5jt, TP. Hub: 085236266672

Dijual Honda Genio tahun 1992 bln 12, biru, harga 62 juta, VR 17 jok kulit, audio. Hubungi: 08123454599 (jam kerja)

Jual Nissan X Trail Tipe XT 2500cc Tahun 2009 akhir tahun, warna hitam. Hubungi 081336654004

Dijual murah: Tanah pinggir jalan raya BwiKetapang (Bulusan) Luas 16.500m2. & sawah dalam kota, gandeng perumahan, pinggir jalan 7m, luas 7.390m2, cpt BU. Hub: 08179622454/082334360316

• Kavling Strategis • Dijual 5 Kavling strategis, Jln Raya Kalipuro. Hubungi: 081334223999

• Penggilingan Padi • Djl Pnggilingan Padi (2 SHM) 895m2 + 3965m2 Ds Glagah.TnhSHM452m2KelPenganjuran.RmhSHM 250m2KelPenganjuran.hrgnego.H:085331364555

BANYUWANGI • STNK • Hlg STNK Nopol P 8076 VF, an. Hj. Uni Ridiana, Jl. Ciliwung 29 RT01/02 Bwangi Hlg STNK Nopol P 6183 XD, an. Agus Suastri, Dsn. Tapaklembu RT03/01 Temuasri Sempu Hlg STNK Nopol P 3190 V, an. Lasmono. Lingk. Krajan RT01/01 Telemung, Kalipuro HlgKTP,SIMC,STNKNopolP3926W,an.Ahmad Prayitno, Krajan RT01/01 Bengkak Wongsorejo Hlg STNK Nopol P 4756WV, an.Monik Priyanto, Kampung Baru RT02/01 Jajag, Kec. Gambiran Hlg STNK Nopol P 7168V, an.Darmiyati, Karang Anyar RT04/03 Karang bendo Rogojampi Hlg STNK Nopol P 5318 WU, an. Sudianto, Dsn. Sido mulyo RT2/2 Gitik Rogojampi Hlg STNK Nopol P 556 VL, an. Budi Santoso A, PerumKebalenanBaruIIBlokF-1RT01/04Kebalenan HlgSTNKNopolP6046XG,an.AhmadBaedowi, Krajan Dua RT03/07 Kembiritan Genteng Hlg STNK Nopol P 2292 YV, an. Andriyanto, Lingk. Gajah Oling RT12/III Temenggungan. Hlg STNK Nopol P 4689 ZG, an. Hariyono, Lingk Suko RT01/02 Gombengsari Kalipuro

BANYUWANGI • PELUANG USAHA • Mau serius bisnis tanpa ganggu kerjaan. Mdl min 5juta.keuntungan pasti 3% perbln. Keuntungan lgs 15%.Hub 03338926109

• ADIRA KREDIT • Dbthkn karywn Marketing(M), collector (CL). Syrt Pria, wanita, ulet, disiplin, jujur, min SMA/sdrjt, pny mtr. Krm ke Adira kredit. Jl Dr Sutomo (Ruko Mutiara Blambangan C3) Bwi. Jl KH wahid hasyim 9 Genteng kulon

• WISNU KARYA MEBEL • Dibutuhkan tenaga serabutan, usia, jenis kelamin, pendudukan tdk diutamakan. Lebih disukai yang mengemudi+SIM A. Lamaran ke Wisnu Karya Mebel. Jl. Brawijaya 60(depan Polres Bwi)

SITUBONDO • PRT • Cari Pembantu Rumah Tangga, tidur dalam, gaji 500 ribu, hub: Panorama Indah Blok CC No. 6 Sumberkolak, Situbondo. HP 085236010344

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi (Banyuwangi), Edy Supriyono, Ali Nurfatoni (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Minggu 17 Juni 2012

KOMUNIKATIF: Wagub Jatim Saifullah Yusuf berpidato di Ponpes Mambaul Ulum, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kemarin.

Wagub Dukung Golden Share MUNCAR - Keinginan Pemkab Banyuwangi meminta golden share kepada pihak yang mengelola tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, terus menuai dukungan. Kali ini, dukungan golden share disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf. Wakil Gubernur yang akrab disapa Gus Ipul itu melontarkan

dukungan tersebut saat menghadiri peringatan Isra Mikraj dan haul KH. Askandar ke-45, sekaligus penutupan pengajian Ahadan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, kemarin (16/6). Gus Ipul mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya Pemkab Banyuwangi meminta jatah beberapa persen saham dari perusahaan pertambangan emas di Banyuwangi itu.

Sebab, langkah tersebut sangat berdampak positif bagi rakyat Banyuwangi. “Kita akan dukung terus,” tegasnya. Gus Ipul menambahkan, golden share tersebut sangat bermanfaat bagi rakyat Banyuwangi. Sebab, sumber daya alam yang dimiliki kabupaten ini memang seharusnya dinikmati rakyatnya sendiri. “Masak kita punya sumber daya alam melimpah, tapi gak merasakan manfaatnya sama sekali. Kan lucu,” katanya.

Menurut Gus Ipul, permintaan golden share oleh Bupati Anas yang tertuang dalam kontrak kerja sama terbaru tersebut patut diapresiasi. Sebab, itu berpeluang besar terhadap kesejahteraan rakyat Banyuwangi. Sebelumnya, Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan laporan tentang upaya-upayanya dalam menyejahterakan rakyat ■ Baca Wagub...Hal 39

ALI NURFATONI/RaBa

Perdes Larangan bagi Pemulung

POLITIK

Gerindra Incar 16 Kursi DPRD Banyuwangi BANYUWANGI - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memasang target tinggi pada pemilihan umum (pemilu) legislatif 2014 mendatang. Partai politik berlambang kepala Burung Garuda itu menargetkan perolehan kursi di DPRD Banyuwangi sebanyak 16 kursi. Target tersebut ternyata jauh lebih tinggi daripada target yang dipatok Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jawa Timur (Jatim). Hal itu terungkap dalam proses verifikasi dan revitalisasi calon pengurus DPC Gerindra Banyuwangi kemarin (16/ 6). Tiga pengurus DPD Gerindra Jatim, yakni Hendro Tri Subiyantoro, Moch. Basuki, dan Slamet Supriyadi, melakukan wawancara dengan calon pengurus DPC partai yang dibidani Prabowo Subianto tersebut. Dikonfirmasi di kantor DPC Gerindra Banyuwangi, Hendro Tri Subiyantoro mengatakan, proses verifikasi dan revitalisasi itu dilakukan sebagai tindak lanjut perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang disepakati pada kongres luar biasa yang dilaksaSIGIT HARIYADI/RaBa nakan 17 sampai 19 Mei Naufal Badri lalu. “Salah satunya adalah perubahan jumlah pengurus cabang. Semula maksimal 17 orang, kini minimal 17 orang,” ujarnya. Menurut Hendro, pihaknya siap menggandeng tokohtokoh yang memiliki semangat membangun bangsa. “Khusus di Banyuwangi, target kita pada pemilu tahun 2014 mendatang adalah sepuluh kursi (di DPRD Banyuwangi, Red),” terangnya. Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Banyuwangi, Naufal Badri, berani memasang target yang lebih tinggi dibanding target yang ditetapkan DPD partai tersebut. “Target kami pada pemilu 2014 adalah 16 kursi DPRD Banyuwangi,” cetusnya. Dijelaskan Naufal, pihaknya memasang target tersebut bukan tanpa alasan. Gerindra ingin menyamai perolehan kursi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPRD Banyuwangi saat masih dipimpin Gus Dur, yakni 16 kursi. “Saya teringat kata-kata mantan presiden Abdurrahman Wahid. Beliau pernah mengatakan kepada kakak saya (mantan bupati Banyuwangi, Samsul Hadi, Red) bahwa tokoh yang ikhlas memimpin Indonesia hanya satu, yakni Pak Prabowo. Maka dari itu, pada pemilu mendatang, Gerindra wajib memperoleh 16 kursi,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

NUR HARIRI/RaBa

CAIR: Suasana dialog aktualisasi nilai-nilai Pancasila di aula Kesbangpol Linmas Situbondo kemarin.

Pemuda Wajib Kenal Sejarah SITUBONDO - Dialog dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila digelar pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di aula Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol-linmas) Situbondo kemarin (16/6). Dialog bertema aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari itu diikuti puluhan mahasiswa dan pemuda Situbondo. Menurut Ketua PC PMII Situ-

bondo, Arif Rahman, 25, tujuan dialog itu adalah menyaring kembali nilai-nilai yang masuk ke Indonesia. Sebab, dirinya menilai akhir-akhir ini banyak kaum muda yang lupa terhadap budaya sendiri. Mereka lebih senang mengikuti pola hidup orang-orang Barat. “Kami melihat banyak anak muda yang tidak lagi menjalankan budaya Indonesia, dan lebih senang budaya Barat yang masuk ke Indonesia,” kata Arif kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Salah seorang pemateri, Narwiyoto mengatakan, minimal pemuda sekarang harus mengenali sejarah bangsanya sendiri, sehingga dalam dialog tersebut dirinya mengangkat seorang tokoh bernama Soekarno. “Pemuda harus memahami benar sejarah mulai cikal-bakal berdirinya negara, seperti gerakan Budi Utomo, Sumpah Pemuda, sampai pada Soekarno membacakan teks proklamasi,” papar wakil ketua DPRD itu ■ Baca Pemuda...Hal 39

CLURING - Entah apa penyebabnya sampai-sampai pemulung dilarang masuk kawasan desa. Seperti yang terlihat di Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, ini. Sebuah papan peringatan bagi pemulung dipasang di tepi jalan raya desa tersebut. Dalam papan itu disebutkan, semua pemulung dilarang masuk Desa Kaliploso. Bila pemulung tetap masuk, maka melanggar Peraturan Desa (Perdes) Nomor 4 Tahun 2009. Selain itu, dalam warning tersebut juga ada peringatan bahwa semua warga dilarang meracun, memutas, menyetrum, dan menembak. Kepala Desa Kaliploso, Warsito Hadi mengatakan, papan tersebut memang sengaja dipasang di sejumlah titik di desa tersebut. Sebab, peraturan itu untuk mencegah kejadian-kejadian yang tidak diinginkan ■ Baca Perdes...Hal 39

ALI NURFATONI/RaBa

PERINGATAN: Pengumuman peraturan desa berupa larangan masuk bagi pemulung di Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, kemarin.


34

Minggu 17 Juni 2012

Out Door Siswa Suka Belajar IPA di Luar Kelas ILMU Pengetahuan Alam (IPA) kini jarang dianggap momok oleh sebagian besar sahabat Koper (Koran Pelajar). Bahkan, pelajaran tersebut justru sangat diminati siswa. Tak sedikit siswa yang malah meraih prestasi dengan menggandrungi mata pelajaran eksakta tersebut. Salah satunya Shafira Eston, peraih nilai ujian nasional (NUN) tertinggi ketiga di Kabupaten Banyuwangi dalam Ujian Nasional (Unas) tahun 2012 lalu. Pelajar yang baru lulus dari SMPN 1 Banyuwangi itu meraih NUN 39,35. Angka NUN-nya hanya beda tipis dengan capaian nilai di atasnya, yakni 39,40, yang diraih dua siswa SMPN 1 Genteng, Vicky Mahfudy dan Ariani Yuliansari. Salah satu penyumbang poin tertinggi dalam NUN yang capai Shafira adalah mata pelajaran IPA. Untuk pelajaran tersebut, dia berhasil meraih nilai sempurna, yakni 10. Maklum, Shafira mengaku sangat menyukai pelajaran ilmu alam itu. Jangan heran, bila dia begitu antusias mempelajarinya. Kenapa Shafira menyukai pelajaran IPA, selain juga ‘menggilai’ matematika? Dia mengaku suka IPA, karena cara mengajar gurunya yang menarik. Metode pengajarannya mudah dimengerti dan tidak membuat siswa merasa bosan. Salah satu cara mengajar yang disukainya adalah langsung di alam bebas. “Guru IPA sering

memberi contoh langsung dengan cara praktik di luar kelas. Jadi tidak melulu belajar di dalam ruangan,” tutur pelajar yang tinggal di Jalan Ikan Lele Banyuwangi itu. Nah, sahabat Koper, satu lagi siswa yang mengaku suka pelajaran IPA. Dia adalah Ni Wayan Apsari Shantika Pratistha, siswa kelas XI IPA 2 SMAN 1Giri (Smagi). Sahabat Koper yang akrab disapa Tistha itu memilih jurusan IPA, karena suka mempelajari ilmu tersebut. Dia juga antusias ketika diajak mempelajari biologi langsung dari alam. “Saya memang tertarik dengan pelajaran IPA, karena mempelajari segala sesuatu yang berada di sekeliling kita,” cetusnya. Meski suka IPA, tetapi Tistha justru meraih segudang prestasi di bidang seni dan bahasa. Baginya, mempelajari IPA tak berarti harus meninggalkan pelajaran seni dan pengetahuan lainnya. “Saya memang suka berkegiatan seni dan ikut lomba-lomba, tetapi tetap tak melupakan tugas-tugas pelajaran IPA,” ujar Putri Smagi yang tinggal di Jalan Kemuning, Desa Boyolangu, Kecamatan Glagah, Banyuwangi itu. Kiat mengajar IPA, khususnya biologi,

h i b e L dengan cara langsung praktik di luar kelas, memang biasa diterapkan para guru. Seperti yang dilakukan Yeti Chotimah, guru biologi SMPN 3 Rogojampi dan Smagi. Belum lama ini, Yeti mengajak para siswanya mengunjungi sebuah tempat budidaya hasil laut di kawasan Watudodol, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Menurutnya, model pembelajaran secara langsung tersebut akan lebih efektif. Dengan begitu, siswa mudah mengerti terhadap materi pelajaran biologi yang disampaikan guru. “Dengan contoh langsung begitu, siswa mudah memahami,” cetus (irw)

Cespleng MENYELAM:Dua pria mengangka t hasil budidaya laut dari perairan Wat udodol.

l budidaya BELAJAR:Siswa memegang hasi laut di daerah Watudodol.

PESISIR:Yeti bersama siswa SMAN 1 Giri di Watudodol, Banyuwangi, beberapa waktu lalu.

MENGENALKAN pelajaran biologi kepada siswa dengan cara mengamati berbagai objek kehidupan di sekitar tempat tinggalnya, akan memudahkan mengenali bentuk, ragam, dan keberadaannya. Untuk itu dilakukan pengajaran kontekstual sebagai salah satu model pembelajaran yang didasarkan pada pemikiran bahwa makna akan muncul, karena adanya hubungan antara isi dan konteksnya. Sesuai filosofi dari pembelajaran konstektual, siswa berpartisipasi aktif untuk meningkatkan responsibilitas. Peran siswa sebagai pemecah masalah. Bukan mengkuti petunjuk, tujuan kurikulum berorientasi pada proses dan produk, serta peran guru sebagai pembimbing atau fasilitator bukan petunjuk. Proses inkuiri dapat dilatihkan pada siswa dengan memulai memberikan pertanyaan dan bagaimana menjawab pertanyaan yang akan melatih peserta didik untuk melakukan observasi terbuka, menentukan prediksi jawaban, dan menyimpulkan sebuah konsep tertentu.

Dunia Kata yang ingin merangkum cinta Sungguh susahnya… Mungkin saja engkau kini berbaring mimpi bersama bulan dan bintang Bukan dengan ku Seseorang yang mulai memasuki senja Ribuan kenangan telah menjadi ulat dalam ingatanku Tak bisa lagi mengelak pada takdir Dan dunia yang terus berputar Menuju masa depanku Aku hanya tinggal di sini Melihatmu yang tengah merajut kebahagiaan Fatah Yasin. Penggiat Komunitas Watubuncul Banyuwangi.

Senyum mawar Aku masih duduk di perjalanan kehidupan Meniti malam lengkap dengan sunyi Kasih terlelap di sampingku Merebahkan endapan lelahnya pada alam Segenggam kecupan kulayangkan untuk dia Ku eratkan hati menggenggam gelisahnya Di Sepanjang malam Ya, sepanjang malam hingga pagi mekar Sekarang kita bersama Tapi bukan bulan bintang yang selalu mengharumkan malam Aku hanya angin dengan semilirku teguh membelai hatinya Bersama senyum mawar Terus mengalir hingga ke dasar hatinya Ida Abdulloh. Bermukim di Muncar.

Terbang Bersama Senja Tak kusangka senja tiba melalui hari-hariku tanpa mendampingi diriku walau langit membiru.... walau dedaunan hiaskan hijaunya.... tetapi tak dapat membelah diriku dalam tidur angan namun tiba-tiba lantunan indah menggema menyapa dengan halusnya ia menebarkan aroma kecantikannya hingga teteskan air mata titian dalam senja tiba kembali dampingi diriku dalam cahaya berlabuh dalam pelukannya Muhammad Husein. Penikmat Sastra.

Oleh:Yeti Chotimah, Spd Guru Biologi SMPN 3 Rogojampi

Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual pada mata pelajaran biologi dapat membantu dan mempermudah guru untuk mengaitkan antara materi biologi dengan situasi alam sekitar. Hal itu dapat mendorong siswa lebih memahami permasalahan yang sedang dipelajari dalam kelas. Konteks pembelajaran biologi akan memberikan pembelajaran semakin bermakna, apabila siswa semakin mampu mengkaitkan konsep atau materi biologi dengan konteks. Dengan semakin mengerti makna dari pengetahuan dan keterampilan, maka akan menuntun siswa pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan. Pada materi invertebrata yang dipelajari dalam pelajaran biologi SMP kelas X semester genap, siswa diajak memperhatikan lingkungan tempat tinggal-

nya. Khususnya kehidupan tempat tinggal siswa yang berada di wilayah agraris di mana penduduknya banyak yang bertani, berkebun, dan nelayan. Karena secara geografis, Banyuwangi terletak di wilayah dekat pantai sekaligus gunung. Jadi, dalam pembelajaran biologi, siswa diminta lebih berperan aktif mengenali lingkungann sekitar dan menemukan bermacam contoh invertebrata, yang ditemui di sekitar rumahnya. Kemudian memadukan dengan teori yang ada, sehingga siswa akan lebih mampu mengingat sebuah konstruksi teori tentang invertebrata dalam jangka lebih lama. Siswa diajak mengalami sendiri belajar yang lebih menyenangkan dengan berbagai contoh invertebrata yang sebelumnya sudah dikenali. Mereka yang pengetahuannya dibangun sendiri dengan sebuah teori tentang invertebrata, akan mudah menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam pembelajaran invertebrata. Terutama peranan invertebrata. Pen-

getahuan tentang peranan invertebrata ini nantinya akan memberikan pengertian tentang arti penting dari pelestarian, pemanfaatan, serta perlindungan terhadap invertebrata sebagai manivestasi keseimbangan lingkungan hidup manusia. Sikap tersebut diharapkan bisa mempengaruhi lingkungan tempat tinggal siswa, yang banyak mengeksploitasi kekayaan alam dari hewan-hewan invertebrata. Baik yang tinggal di darat, contohnya perburuan tokek, ular, dan nyambik. Begitu juga yang tinggal di lautan, contohnya coral, karang, kerang, bintang laut, dan lainnya. Dengan begitu, para siswa lebih bijak dalam memperlakukan hewan invertebrata tersebut. Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran biologi diharapkan akan meningkatkan, memperluas, memberi makna, serta menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademis. Baik dalam kehidupan di sekolah, masyarakat maupun setelah siswa kembali ke masyarakat nantinya.(*/irw)

FOTO-FOTO: DOK PRIBADI YETI

Pelajari Biologi Langsung dari Alam

Pergi untuk Kembali

Oleh NN*

“Bahtera dedaunan yang mungkin akan terpisah” Mataku terus saja kuarahkan pada tulisan berwarna putih yang tergores indah di pojok bangku kelasku. Sedikit demi sedikit pikiranku mulai melayang keangkasa, mengibaratkan sebuah kenyataan bahwa Adam akan kembali padaku. Tapi sungguh mustahil, kini Dia hilang entah ke mana. Sudah bertahun-tahun Aku mencari sosok yang pernah merasuki jiwaku. Namun, tarkadang aku merasa bosan, dan selalu saja muncul pertanyaan di otakku, “Apa yang selama ini Dia inginkan diriku. Datang tiba-tiba dan pergi tanpa permisi.” Huh, sudah waktunya aku meninggalkan dia.                                 *                *            * Pukul 08:45          Seperti biasa, aku melewati harihari dengan sendiri, berangkat kuliah sendiri, pulang pun sendiri. Aku ini pendiam, dan lebih senang menyendiri. Aku juga tidak tau mengapa aku seperti ini. Tapi inilah aku, ”Rani”.           Kebetulan pagi ini dosen tidak hadir, jadi bisa pulang lebih awal. “Ran,” Belum sempat tubuh ini terpisah dari kursi yang kududuki, seseorang dari belakang tiba-tiba memanggil. Dia adalah Dio, kemudian Aku menoleh kepadanya. “Ya, ada apa?” Dengan sergap ia menghampiriku. “Ini,” Hanya lipatan kertas yang ia berikan, dan kemudian berpaling meninggalkanku. “Apa maksudnya? Apa maunya dia?” Tak hentinya hatiku bertanya. Aku segera membuka surat itu “Ehm,,,,, Diammu, sinismu, sendirimu, aku yakin kau bukan orang jahat. Dan aku ingin kau tahu, aku tak akan jahat padamu. Ran, aku suka padamu, bolehkah aku bersanding denganmu?”   DEG!!!!!!!!! Jantung ini berdetak kencang, ternyata masih ada orang yang memper-

hatikanku selama ini, dan Dia ingin dekat denganku. Aku tak percaya, lalu bagaimana dengan Adam? Benarkah aku akan menghilangkannya dari hati? Aku langsung pulang, kepalaku pusing.                            *                     *                *         Tak seperti biasa, kali ini rumah sedikit ramai, entah ada acara apa. Ayah tak pernah memberitahuku, yang pasti semua lengkap. Aku hanya duduk di lantai bersama keponakan, dan tibatiba Tante Diyah menghampiri. “Ran, gimana? Sudah siap?” “Aku gak kuliah Tante, agak males, juga lagi badmood, hehe..” jawabku asal. “Lho, masak Rani gak tau sih Mas bahwa ada tamu yang mau datang?” Pandangan Tante Diyah tertuju kepa-

da ayah yang sedang duduk di sofa. Aku menoleh kepada ayah, dan ia hanya tersenyum. Alis kananku kuangkat, dan ayah menghampiriku. “Maaf, ayah tidak pernah bilang. Hari ini ada seseorang yang melamarmu,” DUARR!!! Jantung ini serasa meledak, tubuh ini pun mendadak lemas. Berarti aku harus benar-benar melupakan Adam? Dulu aku sakit hati karena ayah melarangku berhubungan dengan Adam, dan sekarang? Apa hanya karena aku pendiam, lalu semua orang bebas menyuruh diriku. Aku juga manusia yang punya perasaan. Aku berlari ke kamar. Ku tutup pintu sekeras mungkin, kubanting tubuh ini di atas kasur. Aku menangis dan hanya

memanggil nama Adam. Hanya nama dia yang ada dalam pikiranku. Mata kupejamkan dan kepala kututup bantal. Aku tidak mau melihat siapa-siapa dan aku tidak mau mendengar siapa-siapa. “Ran,” Ada suara di dekatku. Aku tak tau itu siapa. Tapi tunggu, aku kenal suara itu. Ya, suara Adam. Tapi hanya sekejap, kemudian hilang. “Ah, apaapaan ini”. Tak kuhiraukan, aku kembali tidur. “Ran, Rani,” Sekarang suara perempuan yang muncul, tapi tetap tak kuhiraukan. “Sayang bangun dong, sebentar saja, ada yang mau ketemu!” Aku hanya sedikit mengangkat bantal. “Siapa?” “Ran,” Seorang laki-laki muncul di depan pintu kamar. Aku sangat mengenal suara itu. Suara itu pernah datang di dalam mimpi. Aku menutup mata yang sembab ini. “Sayang, Bunda tinggal dulu ya. Ayo Nak masuk, silakan duduk di samping Rani. Dia pasti akan membuka matanya.” Ucap Bunda halus. Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh tanganku. “Aku Adam,,,,,!!” suara itu terdengar lirih. Dengan hati yang berantakan, aku membuka mata. Tidak mungkin. Aku tak percaya, Adam benar-benar ada di depanku. Air mata jatuh membasahi pipi. Dia memelukku sangat erat. “Maafkanku. Aku pergi demi mencari restu orang tuamu. Sekarang aku telah mendapatkannya.” Aku mencoba melepas pelukannya. “Apa…?” “Sssst…” Dia memotong aku bicara. “Aku ingin tau apakah kamu masih menjaga hatimu untukku. Dan ternyata iya.” “Dari mana Mas Adam tau?” “Dio. Dia temanku. Aku yang menyuruhnya mendekatimu. Sekarang kamu pilih aku atau Dio?” Aku tersenyum. Kali ini aku yang memeluknya erat. *) Cerpenis muda Banyuwangi.


BERITA UTAMA

Minggu 17 Juni 2012

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Proses Rekam Data Tegalsari Lamban ■ RIBUAN... Sambungan dari Hal 29

Kecamatan Srono jumlah wajib KTP-nya sekitar 86.485 orang, yang sudah menjalani rekam data 21.744 orang. Jumlah warga wajib KTP di Kecamatan Rogojampi mencapai 86.485 orang, dan sudah berhasil direkam sekitar 20.484 orang. Warga Kecamatan Muncar yang wajib memiliki KTP

berjumlah 123.153 orang, dan sudah selesai direkam 20.382 orang. Sementara itu, Kecamatan Giri memiliki progress e-KTP yang cukup menggembirakan. Walau jumlah warga wajib KTP-nya tergolong kecil, yakni hanya 23.918 orang, tapi kecamatan tersebut mampu melakukan rekam data hingga 13.628 orang dalam waktu singkat. “Secara persentase,

Kecamatan Giri yang paling baik, karena telah menyelesaikan 60 persen kewajibannya,” ujar Wabup Yusuf saat rapat evaluasi tersebut. Wabup Yusuf mengimbau Kecamatan yang telah selesai melakukan rekam data agar dipinjamkan ke kecamatan lain yang belum selesai. “Ada daerah-daerah yang perlu didorong agar lebih baik lagi,” ujar Yusuf.

Menurut Yusuf, ada beberapa kecamatan yang perlu dukungan peralatan yang memadai. Kecamatan Tegalsari, misalnya, hasil rekam data di sana tergolong kecil karena terkendala lokasi dan alat. Hingga kini, Kecamatan Tegalsari baru berhasil merekam data e-KTP sekitar 14.783 orang. Padahal, jumlah wajib KTP di sana tergolong besar, yaitu 43.269 orang. (afi/c1/bay)

■ TERNYATA... Sambungan dari Hal 29

“Indah melihat Fitri sedang main sepeda di rumah Pak Zainuri,” cetusnya. Setelah melihat berita di televisi, Indah segera mengadu kepada Suyono. Dengan mengajak kerabat dan perangkat desa, pada Selasa malam (12/6) kakek korban langsung meluncur ke Polsek Cluring. “Karena yang menemukan Fitri sempat melapor kepada polisi, saya langsung ke polsek,” cetusnya. Sayangnya, jelas dia, pada malam itu dirinya belum bisa ber-

periksa petugas Polsek Cluring, Aiptu Eko Laksono, Fitri yang saat itu digendong Tukijan, ayah Zainuri, lagsung diserahkan kepada Suyono disaksikan puluhan tetangga. “Semua surat sudah sah. Bisa diserahkan sekarang,” ujar Kasi Humas Polsek Cluring itu. Saat diserahkan Tukijan, awalnya Fitri menurut saja. Tetapi, sesaat kemudian balita tersebut meronta, menangis, dan mengulurkan kedua tangannya kepada Tukijan. “Pelan-pelan dulu Pak Suyono. Namanya juga anak kecil, jadi jangan dipaksa,” cetus Eko.

Sambungan dari Hal 29

Bagi calon siswa yang tidak mengikuti proses seleksi dan validasi di hari keempat, secara administrasi dia gugur sebagai calon siswa SMKN Glagah. “Pendaftaran calon siswa SMKN Glagah dilakukan melalui online. Pada saat seleksi, calon siswa harus menunjukkan print out bukti pendaftaran online dan syarat kelengkapan lain yang sudah ditentukan untuk

divalidasi,” tegasnya. Tidak semua calon yang sudah mendaftar di SMKN Glagah bisa diterima di sekolah RSBI itu. Saat pendaftaran ditutup, peminat SMKN Glagah sudah mencapai 1.116 siswa. Guna menyaring 1.116 orang itu, panitia melakukan seleksi selama empat hari. Seleksi itu dilakukan dalam rangka menentukan skor tiap calon siswa yang mendaftar. Penerimaan siswa baru ditentukan jumlah skor. Calon

siswa yang akan diterima di SMKN Glagah sekitar 576 siswa. “Calon siswa yang sudah mendaftar melalui online, silakan ikut seleksi pada hari terakhir,” tambah Paidi. Tingginya minat jebolan SMP melanjutkan ke SMK ternyata tidak hanya terlihat di SMKN Glagah. Sebab, SMKN 1 Banyuwangi juga kebanjiran peminat. Saat pendaftaran ditutup, calon siswa yang mendaftar melalui online sudah mencapai

Melihat cucunya tidak mau digendong, Suyono yang datang bersama Kepala Dusun (Kadus) Truko, Desa Karangsari, hanya diam dengan mata berkaca-kaca. “Saya ikhlas bila Fitri diasuh Pak Zainuri, tapi saya akan sering datang melihatnya,” sebut Suyono dengan suara berat. Menanggapi pernyataan Suyono, Zainuri bersama keluarganya mengaku siap merawat Fitri. Bocah yang ditemukan di atas bus itu akan dirawat seperti anaknya sendiri. “Bila nanti akan diambil, kita juga akan menyerahkan,” katanya. (abi/c1/bay)

1.398 siswa. Peminat SMKN 1 Banyuwangi juga terpaut jauh dari kuota yang dimiliki sekolah itu yang hanya 448 kursi. Oleh karena itu, para siswa yang mendaftar secara online hanya akan diterima 448 siswa. Yang 950 siswa dipastikan akan tersingkir. Peminat SMKN Glagah mencapai 1.116 siswa, sedangkan kuota yang dimiliki sekolah tersebut hanya 576 kursi. Secara otomatis, sekitar 540 calon siswa akan tersingkir. (afi/c1/bay)

Takluk Dua Tahun Berturut-turut ■ SD PINGGIRAN... Sambungan dari Hal 29

Peraih nilai tertinggi keempat berasal dari SDN 4 Penganjuran dengan nilai 29,25. Tahun 2011 lalu nilai ujian nasional (NUN) tertinggi diraih peserta unas dari SDN 1 Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Berarti, sejumlah sekolah favorit di Kecamatan Banyuwangi

dua tahun berturut-turut takluk dengan SD pinggiran. “Detail perolehan NUN tertinggi akan diumumkan Senin,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Sulihtiyono, melalui Kasi TK/SD, Hamami, kemarin (16/6). Untuk diketahui, peserta unas SD 2012 di Banyuwangi berhasil lulus 100 persen. Dari sekitar 22.694 peserta unas,

semua berhasil menamatkan sekolah dasar alias lulus. Capaian itu menempatkan unas SD sebagai terbaik. Sebab, unas SMP dan SMA gagal melampaui target 100 persen seperti yang sudah ditetapkan. Persentase kelulusan SMP hanya 99,85 persen. Dari 15.792 peserta unas SMP, 23 siswa gagal lulus. Persentase kelulusan SMA hanya sekitar

99,96 persen. Jumlah peserta unas SMA dan SMK mencapai 12.816, dan yang tidak lulus 3 siswa. Secara umum, persentase kelulusan unas SMP dan SMA mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun 2011. Bahkan, persentase kelulusan unas SMA nyaris sempurna dan hanya kurang empat digit. (afi/c1/bay)

Berakar dari Tradisi Bangsa ■ TAK PERLU... Sambungan dari Hal 36

Sehingga, apa pun benda yang jika ditabuh berbunyi, maka dia masuk kategori alat perkusi. “Inilah yang kini sedang di eksplorasi teman-teman. Kita terus melakukan eksplorasi dengan alat apa pun yang ditabuh, termasuk barang-barang bekas,” paparnya. Sebab itulah, semua sekolah sebenarnya bisa menangkap peluang tersebut. Sehingga, untuk menyalurkan kreativitas siswa dalam bermusik tidak hanya ada pada ekstrakurikuler band dan drum band. “Musik perkusi tetap mengedepankan kreativitas siswa dalam bermusik dengan memanfaatkan barang-barang seadanya yang ada di sekitar yang sudah tak terpakai,” jelas Wahyu.

Diungkapkan, siswa menjadi salah satu objek pengembangan musik perkusi. Sebab, mereka memiliki semangat eksplorasi yang tinggi. Di tangan merekalah nasib dunia seni di masa-masa mendatang ditentukan. Jika tidak digarap mulai sekarang maka bisa terlambat. “Dari pemantauan yang kita lakukan siswa dan sekolah memiliki ketertarikan yang besar terhadap musik perkusi ini,” katanya. Karena itu, Zhiper tak lupa untuk memainkan alat-alat musik tradisional dalam setiap permainannya. Ini agar nilainilai budaya tradisional tidak luntur. “Walaupun sebenarnya ranah kita ini adalah musik kontemporer. Namun kita harus tetap membuat musik yang berakar dari tradisi bangsa,” pungkas Wahyu. (pri/c1/bay)

ISTIMEWA

KUMPUL: Komunitas perkusi Situbondo punya 100 anggota.

Pemainnya Masih Sangat Muda

■ SELARASKAN...

Sambungan dari Hal 36

Pemain kesenian tradisional itu juga masih muda sehingga sangat potensial diajak berbagi. Tabuhan can-macanan kaddhuk dari dulu hingga kini masih seperti itu-itu saja. Sehingga

cenderung membosankan. “Saat berkolaborasi, ada sesisesi di mana kita bisa masuk dan berbagi untuk menyelaraskan suara gigi can macanan kaddhuk yang beradu dengan musik perkusi yang kita mainkan. Hasilnya spektakuler. Banyak yang memuji,” kata Angga. (pri/c1/bay)

Beli Rp 20 Ribu, Jual Rp 200 ribu ■ HARGA... Sambungan dari Hal 29

Untuk membuat lingkaran di tubuh koi, dia tak perlu menggunakan alat dan langsung membentuknya begitu saja. “Harus hati-hati mengedit. Sebab, jika salah sedikit, koi menjadi tidak berharga. Lingkaran yang kita bentuk cuil sedikit, misalnya, maka akan merusak keindahan warna. Padahal, cutting bertujuan memanjakan mata,” terang pria berambut agak gondrong tersebut. Langkah pertama dalam melakukan cutting adalah mempersiapkan koi yang akan di-cutting. Warna yang dibutuhkan harus sudah ada di tubuh koi itu. “Kalau warnanya tidak ada, ya tak bisa di-cutting,” ungkap Rizki. Selanjutnya adalah menyiapkan bius. Ini tahap yang paling menentukan keberhasilan cutting. Jika bius yang digunakan me-

lebihi dosis, maka akibatnya bisa fatal. Koi bisa mati saat di-cutting. Itu pernah dialami Hartoyo, pencinta koi di Jalan Ijen, Situbondo. “Saya sebetulnya coba-coba saja karena sudah sering melihat proses cutting. Lantaran menurut saya mudah, saya lakukan sendiri. Namun, ternyata ikan yang saya cutting tak bergerak lagi. Dosis biusnya terlalu banyak,” kisahnya. Rizki mengungkapkan, dosis bius yang digunakan memang jarang diberitahukan. “Kalau dosisnya pas, tak lama setelah cutting, koi akan sadar. Kita letakkan di air yang steril, tak sampai lima menit sudah normal lagi,” terangnya. Usai di-cutting, koi butuh perawatan khusus minimal sepekan. Meski dalam masa perawatan koi masih berisiko mati, tapi risikonya tidak sebesar saat pembiusan. Dalam masa perawatan, koi biasanya dimasukkan dalam aquarium. Airnya harus hangat dan dicampuri obat.

Sambungan dari Hal 29

Menurutnya, itu karena kerusakan alat perekam e-KTP yang dioperasikan di kantor Kecamatan Kalipuro. “Alat perekam yang dioperasikan di kantor Kecamatan Kalipuro berjumlah dua unit,” sebutnya. Atas kejadian itu, Nurhadi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang datanya hilang. Sebab, mereka harus melakukan perekaman data ulang. “Kami sudah berkomunikasi dengan kades dan lurah. Kami juga sudah menyampaikan permohonan

Itu dilakukan agar luka di tubuh koi akibat cutting cepat kering. Dalam masa penyembuhan tersebut, koi tidak boleh terlalu sering diberi makan. Sebab, itu bisa menyebabkan penyebab tumbuhnya jamur di luka bekas cutting. Ardian, pencinta ikan koi asal Jalan Gunung Arjuna, Kecamatan Panji, mengaku dirinya melakukan cutting koi karena ingin memiliki koi jenis tertentu. Jika sudah pulih, dia yakin harga ikan koinya akan naik beberapa kali lipat. “Kalau harga belinya Rp 20 ribu, bisa jadi 200 ribu. yang Rp 200 ribu bisa jadi Rp 2 juta. Kita bisa memanfaatkan internet untuk memasarkannya,” kata bapak empat anak itu. Menurut dia, cutting ikan koi hanya demi keindahan saja. Dalam lomba, koi hasil cutting tidak diperkenankan ikut. “Kecuali kalau mau bikin lomba khusus koi cutting,” imbuhnya. (c1/bay)

maaf kepada masyarakat seraya memberikan pengertian terkait pentingnya e-KTP. Syukurlah, minat masyarakat untuk melakukan perekaman data sangat tinggi. Sampai saat ini (kemarin), dari 1.500-an orang yang datanya hilang, sekitar 250 orang di antaranya sudah melakukan perekaman data ulang,” sebutnya. Nurhadi menambahkan, di seluruh Kecamatan Kalipuro jumlah warga wajib KTP mencapai 64 ribu orang. Sampai kemarin, jumlah warga yang melakukan perekaman data eKTP masih sekitar 12 ribu orang, atau sekitar 20 persen.

Padahal, pelayanan e-KTP di kantor kecamatan tersebut dilakukan sampai pukul 24.00. Dijelaskannya, ada banyak kendala yang menyebabkan proses perekaman data per orang menjadi lama, di antaranya banyak warga lanjut usia dan tidak lulus sekolah dasar (SD). “Saat ditanya tentang data-data dirinya, banyak yang bingung. Inilah yang membuat lama. Biasanya hanya memerlukan waktu dua menit, tapi waktu yang dibutuhkan oleh lansia dan orang yang tidak lulus SD nyaris sepuluh menit per orang,” papar Nurhadi. (sgt/c1/bay)

Bisa Dinikmati Beberapa Tahun Lagi Sambungan dari Hal 31

Pendaftar SMKN Banyuwangi 1.398 Siswa ■ MASUK...

■ GARA-GARA...

■ WAGUB WAGUB...

Masih Kecil Jangan Dipaksa temu Fitri. Zainuri yang datang menemuinya ternyata tidak mengajak Fitri karena Fitri sedang tidur. “Suyono langsung pulang sekalian meminta surat keterangan dari desa,” terangnya. Dengan membawa surat keterangan dari desa yang menerangkan bahwa Fitri benar-benar cucunya, sekitar pukul 11.30 kemarin Suyono datang ke rumah Zainuri di Desa Sembulung. “Maunya ke rumah Zainuri pagi hari, tapi menunggu tanda tangan kepala desa agak lama dan ban motor bocor,” dalihnya. Setelah surat keterangan di-

Banyak Warga tak Lulus SD

Salah satunya meminta golden share kepada mengelola emas Gunung Tumpang Pitu. ‘’Kita minta jatah minimal 10 persen untuk rakyat Banyuwangi,” ujarnya. Dengan jatah tersebut, lanjut Anas, rakyat Banyuwangi minimal mendapatkan keuntungan senilai 45 juta USD. ‘’Kalau dihitung dengan rupiah, angka itu mencapai Rp 5 triliun. Dengan begitu, insyaallah ekonomi

masyarakat akan terangkat dan semakin sejahtera,” terangnya. Bupati Anas mengakui, hasil tersebut belum bisa dinikmati rakyat Banyuwangi di tahun ini. Sebab hingga kini, perusahaan PT. Indo Multi Niaga (IMN) yang mengelola tambang emas di Gunung Tumpang Pitu itu masih belum melakukan eksploitasi. “Kemungkinan lima tahun mendatang rakyat akan merasakan. Sekarang masih tahap eksplorasi,” jelasnya. Anas menjelaskan, saat ini pihaknya sudah meminta PT.

IMN segera menindaklanjuti tuntutan tersebut, dan dalam waktu dekat kabar baik akan segera datang. “Dalam waktu dekat kita akan menerima kabar baik,” pungkasnya. Dalam acara tersebut, KH. Imam Baidlowi, pengasuh ponpes tersebut, juga menerima kehadiran beberapa kiai luar daerah. Mereka adalah KH. Nurul Huda Dzajuli (Ploso Kediri), KH. Ali Mashuri (Sidoarjo), dan KH. Nur Iskandar. Mereka bergantian memberikan mauidotul hasanah. (ton/c1/bay)

Harus Paham Sejarah ■ PEMUDA PEMUDA... Sambungan dari Hal 31

Ditambahkannya, ketika seseorang paham betul mengenai sejarah, maka akan mudah menjalankan nilai-nilai bu-

daya sesuai harapan pendahulu kita. Hal senada juga disampaikan tiga pemateri lain; Imam Nawawi yang mewakili akademisi, Sugiono dari Dispora, serta Sumaryono dari Kes-

bangpol-linmas. Dalam menyaring nilai-nilai yang masuk ke Indonesia, minimal harus memahami sejarah bangsanya sendiri agar mampu memilah apa yang sewajarnya dilakukan. (mg1/c1/bay)

Warga Sering Kehilangan ■ PERDES PERDES... Sambungan dari Hal 31

Menurtu Kades Warsito, sejauh ini pemulung kerap membuat warga resah. Pasalnya, warga sering kehilangan barang. Padahal, barang tersebut

masih baik dan masih layak. “Banyak warga yang kehilangan, seperti cangkul dan pakaian yang dijemur,” katanya. Oleh karena itu, pihaknya menyiasati dengan membuat peraturan desa. ‘’Pemulung biasanya memang sengaja me-

ngambil barang milik warga. Karena banyak warga yang kehilangan barang, maka dibuatkanlah perdes. Isinya, pemulung dilarang masuk, tapi yang pedagang rongsokan yang membawa sepeda motor boleh,” pungkasnya. (ton/c1/bay)

KULIAH KINI TAK LAGI TERGANGGU DERITA ASMA JANGAN biarkan aktifitas Anda terhambat karena derita sesak nafas! Atasi segera dengan Milkuma, minuman serbuk susu kambing yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu kambing peranakan ettawa segar dan gula aren. “Sudah 1 tahun terakhir ini, badan sering terasa saya menderita asma. Kalau sudah kambuh, jadi batuk-batuk dan nafas terasa sesak. Untungnya sekarang tidak lagi. Setelah minum Milkuma 2 gelas sehari selama 3 bulan, Alhamdulillah sekarang saya sudah sehat, aktifitas kuliah dan baca buku jadi tidak terganggu lagi.” Terang Rahma Savina atau yang akrab disapa Avin. Rupanya atas saran dari salah seorang temannya, gadis berusia 18 tahun ini mengetahui manfaat Milkuma. Dengan tubuh yang sehat, kini warga Dusun Bakalan-Taman Agung, Muntilan, Kab. Magelang, Jawa Tengah tersebut dapat menjalani aktifitasnya dengan nyaman. Ia pun mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu kambing milkuma ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajak mahasiswi tersebut. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga. Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu kambing milkuma. Ber-

beda dengan susu sapi, sesungguhnya susu kambing milkuma memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu kambing milkuma pun jarang menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita asma. Satu gelas susu kambing milkuma memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 3 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing milkuma bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Milkuma dikomposisikan dengan gula aren sehingga aman bagi penderita diabetes. Milkuma juga sangat dianjurkan bagi perokok baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www.milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim: 082120862055. Banyuwangi, 082141345607, Bangkalan: 085322748548, Sumenep: 082120862055, Situbondo: 082120862055. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


MINGGU l 17 JUNI 2012 l HALAMAN 36

Kumpulan Penggila Perkusi S ITUBONDO - Para seniman musik perkusi di Kota Santri merapatkan barisan. Mereka membentuk Zhitubondo Percussion (Zhiper) untuk menghidupkan dan mengembangkan jenis musik yang semua menggunakan alat tabuh itu. Kini anggotanya sudah hampir seratus orang. Terbentuknya Zhiper berawal saat seorang seniman senior Kota Santri, Agus Sukandar, mencoba memainkannya di salah satu sekolah 2009 silam. Lantaran mendapat respons positif, dia merasa harus ada gerakan bersama-sama membumikan musik perkusi di Kabupaten Situbondo. “Akhirnya saya kumpulkan teman-teman, mereka semua satu kata untuk membentuk komunitas yang bisa kian menghidupkan dan membesarkan musik perkusi. Ada tiga komunitas musik perkusi yang sudah bergabung di Zhiper, yakni Mahameru Perkusi, Crescendo dan sinergi kreatif, anggota kita sudah hampir seratus orang,” ungkap Agus Sukandar, pembina Zhiper kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (16/6). Dalam pertemuan itulah me-

reka mencari konsep musik perkusi yang berbeda dari yang telah ada. Akhirnya, sebagai langkah awal disepakati agar Zhiper mampu mengolaborasikan antara perkusi dan alat-alat lainnya. Misalnya saja memadukan dengan alat-alat musik tradisional, alat-alat musik modern hingga alat musik dari alat-alat bekas pakai. Dari sinilah eksistensi Zhiper kian hari kian diakui. Sehingga, dipercaya untuk tampil di acara-acara publik dan menjadi musik pengiring dalam acaraacara bergengsi. Misalnya saja, pada 2011 lalu, Zhiper menjadi musik pengiring acara malam grand final pemilihan KakangEmbug Situbondo. Selanjutnya, baru-baru ini juga tampil dalam “Padang Rembulan” yang digelar di alun-alun Kota Santri. Tidak tanggung-tanggung ada 45 penabuh yang terlibat dalam kegiatan ini. “Pada 28 Mei lalu kita mengisi acara di Dies Natalis SMAN Panarukan. Selanjutnya tanggal 31 Mei kita tampil di Festival Karya Tari (FKT) mengiringi tari Yu Narokanan. Alhamdulillah karena kita bisa mengantarkan Yu Narokanan tampil sebagai juara. (pri/c1/bay)

PENAMPILAN: Aksi komunitas perkusi Situbondo tampil dengan atraksi macan-macanan.

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

Tak Perlu Modal Besar KOMUNITAS perkusi Situbondo ingin mendobrak stigma bahwa bermusik membutuhkan modal yang besar. Sehingga, tidak jarang mereka yang datang dari keluarga yang pas-pasan sering memilih memutar haluan dalam menyalurkan hobi bermusik. Zhiper tak ingin hal yang demikian terjadi. Zhiper ingin menunjukkan bahwa bermusik itu murah, bisa dilakukan siapa saja, di mana saja dan kapan saja. Meski demikian, bukan berarti asal-asalan. Dengan alat yang dianggap terbatas oleh sejumlah orang, di tangan anggota Zhiper justru mampu memunculkan kreativitas tinggi. “Kita ingin main musik dengan

Bakal Dikunjungi Lima Orang Komponis Asing

cvbg;f,’;

PEREMPUAN: Para pelajar berlatih memainkan musik alat pukul di Situbondo.

alat yang oleh orang dianggap biasa namun menjadi tak biasa bahkan luar biasa. Istilahnya barang kali “minimaks”, artinya

memaksimalkan yang minimal,” kata Wahyu Aves, Pembina Zhiper. Menurut dia, yang dimaksud

perkusi adalah semua jenis alat musik tabuh yang tidak memiliki atonal (skala nada) n  Baca Tak Perlu...Hal 35

Selaraskan Suara Macan-Macanan

dgh.l,m;l

MENJIWAI: Penampilan anggota Zhitubondo Percussion (Zhiper).

O BSESI Zhiper untuk mengembangkan musik perkusi tidak main-main. Bukan hanya sekadar ingin memperkenalkan dan mengembangkan, Zhiper berharap perkusi mampu menjadi musik alternatif untuk tontonan dan musik pertunjukan. Angga Alfebri Anggotro, pembina Zhiper mengungkapkan, musik perkusi sebenarnya bukanlah hal baru. Di Situbondo, penggunaan musik perkusi sudah bisa dilihat dalam budaya patrol dan hadrah. “Namun, kenapa kian lama pe-

minatnya kian sedikit atau stagnan?” katanya. Menurut dia, keadaan itu bisa saja karena kejenuhan masyarakat, atau variasi pola pukul dan alat yang digunakan sejak dulu hanya itu-itu saja. “Makanya kita belajar dari pengalaman itu bagaimana Zhiper mampu mengemas musik perkusi ini lebih variatif sehingga lebih bisa diterima oleh masyarakat,” ungkap Angga. Yang sudah dilakukan saat ini adalah melakukan kolaborasi dengan can macanan kaddhuk n  Baca Selaraskan...Hal 35

DI masa mendatang, Zhiper ingin memiliki program atau even-even reguler, misalnya menggelar festival musik perkusi tingkat pelajar. Sayang, hingga kini belum semua siswa akrab dengan alat musik perkusi. “Sebenarnya, selama seseorang masih bisa memukul atau kotekan, maka selama itu pula dia bisa memainkan musik perkusi. Hanya saja perlu kebiasaan dan teknik dalam memadukan dan mengharmonisasi suara-suara yang dihasilkan alat tabuh,” terang Juned Rastafara, pembina Zhiper. Meski belum ada kegiatan regular, tapi Zhiper sudah mulai bergerilya ke sekolah-sekolah di Kota Santri untuk memperkenalkan perkusi. Beberapa waktu lalu dilakukan work shop di SMKN 1 Panji tentang cara membuat musik dari barang-barang di sekitar. “Yang begini-begini ini ingin kita lanjutkan sehingga ada kegiatan

berkesinambungan yang kian menggugah kecintaan siswa terhadap musik perkusi. Intinya dalam pertemuan itu kita ingin mengeksplorasi bentuk-bentuk musik perkusi,” terang Juned. Salah satu yang kini dipersiapkan adalah kegiatan dua bulanan yang di dalamnya bisa ditampilkan segala macam jenis kreasi seni. Mulai seni musik, peminat puisi hingga teater. Jika sudah berkumpul, maka setiap seniman bisa saling melengkapi untuk sempurnanya sebuah pertunjukan. Jika tidak ada halangan, pada 17 Juli 2012 nanti, Zhiper akan kedatangan tamu dari luar negeri. Ada lima orang asing dari lima negara yang berbeda. Mereka adalah komponis muda yang ingin melakukan studi banding ke Situbondo. Hari pertama akan dilakukan work shop. Baru hari kedua akan dilakukan kolaborasi dalam bermusik. (pri/c1/bay)


Radar Banyuwangi | 17 Juni 2012