Issuu on Google+

KAMIS 9 MEI

Resmikan Perumahan

Khusus Polisi

21

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

BANYUWANGI - Kapolda Jatim, Irjen Pol Hadiatmoko, meresmikan Pe rumahan Pesat Gatra Village di Jalan Cemara, Kelurahan Sumberrejo, Banyuwangi, kemarin (8/5). Perumahan yang dibangun khusus anggota korps baju cokelat itu meru pakan perumahan khusus Polri yang pertama dan satu-satunya di Polda Jatim.

Kapolda Hadiatmoko mengatakan, ide Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi memberikan kemudahan kepada anggotanya memiliki rumah secara kredit tersebut sangat brilian. Sebab, jika harus mem beli rumah secara kontan, anggota akan kesulitan lantaran saat ini harga rumah mahal. Kapolda Hadiatmoko menambahkan, jarak perumahan ke Mapolres Ba-

nyuwangi yang hanya sekitar 300 meter ke sebelah barat itu akan memudahkan Polres Banyuwangi jika sewaktu-waktu membutuhkan personel dalam waktu cepat. “Kalau jarak rumah anggota terlalu jauh dari polres, maka akan menyulitkan jika sewaktu-waktu (Polres Banyuwangi) butuh personel dalam waktu cepat,” ujarnya n

KHUSUS POLISI: Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko meninjau perumahan Pesat Gatra Village di Desa Sumberrejo, Banyuwangi, kemarin.

 Baca Resmikan...Hal 27

GALIH COKRO/RaBa

Urus Akta tanpa Sidang BUDAYA

Kebo-keboan Jadi Tema BEC III 2013 BANYUWANGI - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) III akan mengangkat tema kebo-keboan. Tradisi kebo-keboan itu digelar dalam bentuk karnaval yang memadukan modernitas dan seni tradisional Bumi Blambangan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dis budpar) Banyuwangi, Suprayogi mengatakan, tema kebo-keboan dipilih setelah pihaknya menerima banyak masukan dari para seniman dan budayawan. Karena kepeduliannya terhadap pelestarian budaya asli Banyuwangi, para seniman dan budayawan bersedia mengawal workshop agar konsepnya tidak melenceng dari tema. Beberapa waktu lalu, kata Suprayogi, beberapa budayawan dan seniman telah bertemu Bupati Abdullah Azwar Anas untuk membicarakan tema BEC III. Dalam pertemuan itu, hadir beberapa budayawan, antara lain Hasnan Singodimayan, H. Andang CY, H. Tedjo, dan Samsudin Adlawi n  Baca Kebo-keboan...Hal 27

BAGAIMANA INI...

BANYUWANGI - Kabar gembira bagi masyarakat yang hendak mengurus akta kelahiran anaknya. Sejak 1 Mei lalu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi sudah melayani penerbitan akta kelahiran bayi yang telah berumur satu tahun lebih tanpa harus melampirkan penetapan pengadilan. Kepala Dispendukcapil Banyuwangi, Sudjani mengatakan, menyusul keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI, maka warga yang hendak mengurus akta anaknya yang berusia satu tahun atau lebih

tak perlu melampirkan surat ketetapan pengadilan. “Sejak 1 Mei pengurusan akta kelahiran bayi berusia satu tahun lebih kami layani tanpa harus melampirkan penetapan pengadilan,” ujarnya Selasa (7/5) n

BUTUH DOKUMEN: Bayi yang berumur kurang dari setahun seperti ini, tak terpengaruh perubahan regulasi pengajuan akta kelahiran.

 Baca Urus...Hal 27

n Dispenduk Taati Putusan MK Baca Radar Situbondo

GALIH COKRO/RaBa

Hari Ini JK Hadiri BWI Peduli BANYUWANGI - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) dipastikan hadir pada acara donor darah masal dalam rangka Banyuwangi Peduli hari ini (9/5). Ketua PMI Provinsi Jawa Timur (Jatim), Imam Utomo, juga akan hadir di Bumi Blambangan mendampingi mantan wakil presiden periode 2004-2009 tersebut. Ke t u a panitia Ba nyuwangi Pe du li, Choiril Ustadi mengatakan, berdasar koordinasi yang dilakukan, JK dan Imam Utomo positif hadir di Banyuwangi. “Penyambutan kedatangan JK dan Imam Utomo sudah siap,” ujarnya kemarin (8/5). Dikatakan, selain untuk menghadiri kegiatan Banyuwangi Peduli, dua pentolan PMI itu ke Bumi Blambangan sekaligus akan melantik Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko sebagai ketua PMI Banyuwangi. Sebelum melantik pengurus PMI, JK akan menggelar si laturrahmi dengan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan takmir masjid se-Banyuwangi di Masjid Rogojampi. Selain itu, JK juga berencana meninjau pembangunan pabrik semen Bosowa di Bulusan n  Baca Hari...Hal 27

JADWAL PESERTA DONOR DARAH 9 MEI 2013

Hanya 4 Kades yang Diproses

9 Mei 2013 No

SKPD/Instansi

Pendonor

8:00 WIB

1 2 3 4 5

Muspida Dinas Kesehatan Dinas Pendidikan Dishubkominfo Disbudpar

7 104 700 287 5

7

6 7 8 9

Kec. Banyuwangi Kec. Giri Kec. Glagah Kec. Tegalsari

100 100 134 82

100

10 11 12 13 14 15 16

Kec. Kalipuro Kec. Kabat Kec. Licin Kec. Rogojampi Kec. Wongsorejo KODIM 0825 Bwi Lanal Banyuwangi

218 217 115 29 165 150 50

150 50

17 PT. PBS Ikatan Guru Olahraga 18 (DISPORA) 19 Pers Mahkota 20 Keluarga Besar Golkar 21 Stikes 22 Polres Banyuwangi 23 PERTAMINA

25

25

24 Siswa Siswi SMA / SMK PKK dan Posyandu 25 Kecamatan Bwi Kembyang Wangi 26 Woman Community 27 Satpol PP

40 30 10

9:00 WIB

10:00 WIB

11:00 WIB

12:00 WIB

13:00 WIB

104 150 187

150 100

150

100

150

5 100 134 82 218 217 115 29 165

40 30 10 150

150 100 50

100 50

1000

100

150

150

150

101 10

150

150

150

101 10

100

Jumlah Per Jam

14:00 WIB

100 637

591

616

590

568

565

512

4079 Jumlah Total Per Hari

4079

BANYUWANGI - Dari sebelas kepala desa (kades) yang terdaftar dalam daftar caleg sementara (DCS), ternyata hanya empat kades yang permohonan pengunduran dirinya sudah diproses bupati. Padahal, untuk sekadar melenggang sampai penetapan daftar caleg tetap (DCT), para bakal calon legislatif (bacaleg) yang berstatus kades itu harus melampirkan surat pengunduran diri yang sudah disetujui bupati. Jika mengacu jadwal pencalegan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat, bacaleg berstatus kades itu hanya memiliki waktu sampai 22 Mei mendatang untuk melengkapi syarat-syarat administrasi. Itu bertepatan dengan berakhirnya masa perbaikan DCS partai. Nah, jika sampai tenggat waktu tersebut ada bacaleg berstatus kades yang tidak melampirkan surat permohonan pengunduran diri yang sudah

Ada beberapa kades yang mengajukan pengunduran diri dengan kemauannya sendiri tanpa persetujuan BPD. Makanya, ada beberapa berkas pengunduran diri kades yang dikembalikan karena tak memenuhi syarat.” SLAMET KARYONO Sekkab Banyuwangi

disetujui bupati, otomatis dia tidak bisa mengikuti pesta demokrasi tersebut n  Baca Hanya...Hal 27

Mengintip Tiga Laga Away Persewangi Banyuwangi GALIH COKRO/RaBa

Waspadai Gepeng Pendatang RUANG Terbuka Hijau (RTH) Taman Blambangan makin diminati warga untuk berolahraga dan berbagai kegiatan. Selain bersih dan lapang, kawasan tersebut juga rutin dijaga ketertibannya oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja. Namun, bila lengah sedikit, tak jarang gepeng pendatang dari daerah lain tibatiba mangkal di lokasi tersebut. (gal/c1/bay)

Perantau Antusias Dukung, Semangat Berburu Kuliner Perjalanan Persewangi di putaran kedua di kompetisi Divisi Utama diawali dengan tiga laga away. Kota Mojokerto, Kota Magelang, dan Jogjakarta, menjadi jujukan skuad Laskar Blambangan sejak 2 Mei hingga 11 Mei mendatang. Seperti apa kegiatan mereka? NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi ROMBONGAN Persewangi kali ini terdiri atas 22 pemain, dua pelatih, dan dua ofisial. Menggunakan bus berukuran sedang, kota yang pertama dituju dari Banyuwangi Kamis lalu (2/5) adalah Kota Mojokerto. Di laga away perdana itu, Laskar Blambangan takluk 3-1 atas tuan rumah

http://www.radarbanyuwangi.co.id

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

REFRESHING: Para pemain Persewangi di Candi Borobudur, Magelang.

PSMP Mojokerto. Dari Kota Mojokerto, Zaenal Ichwan dkk menuju Kota Magelang. Kali ini Persewangi menghadapi

tuan rumah PPSM Magelang Sakti. Di laga yang digelar Selasa lalu (7/2) tersebut, Laskar Blambangan sukses menahan imbang Laskar Harimau

Tidar dengan skor 1-1. Selanjutnya, di laga away pemungkas di awal jeda kompetisi Divisi Utama ini, Persewangi akan boyongan ke Kota Gudeg, Jogjakarta. Dijadwalkan, laga melawan tuan rumah PSIM Jogjakarta itu akan digelar Sabtu (11/2) mendatang. Targetnya pun jelas, manajemen Persewangi ingin mencuri poin dalam laga tersebut. Melakoni tiga pertandingan dalam waktu dua pekan memang bu kan pekerjaan yang mudah. Bu tuh kesiapan fisik dan mental yang prima. Jarak ketiga kota yang dituju itu memang cukup jauh dari Banyuwangi. Perjalanan yang panjang itu cukup menguras stamina para pemain. Perjalanan Banyuwangi menuju Kota Mojokerto, misalnya, memakan waktu cukup panjang n

Urus akta kelahiran tak perlu sidang Jutaan warga harus berterima kasih kepada jukir yang menggugat di MK

Kebo-keboan jadi tema Banyuwangi Ethno Carnival Pendaftar audisi tak harus cantik, putih, dan mulus

 Baca Perantau...Hal 27

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


22

Kamis 9 Mei 2013

AGENDA KOTA

Pameran Pendidikan Anak SMART event organizer menggelar pameran pendidikan anak. Event pertama di Banyuwangi ini bakal digelar di Gedung Wanita Paramitha Kencana mulai hingga 10 Mei 2013 mendatang. Pembukaan pameran sudah dilakukan mulai pukul 13.00 kemarin (8/5). (*/bay)

Pelatihan Mengubah Pola Pikir ANDRY Lesmono, Director Program of Power Character datang keBanyuwangiSabtumendatang(11/5).Trainernasionaliniakan memberikan tips, cara tepat, cepat, dan akurat untuk meraih sukses. Dia juga akan mengajarkan bagaimana menciptakan strategi perusahaan maupun marketing secara efisien, dan juga foto karakter. Hubungi 0333410510; 087755774384. (*/bay)

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini: OPINI DAN REMBUGAN Naskah Opini panjang tulisan sekitar 850 kata. Sedangkan Rembugan maksimal 250 kata. Kirim ke artikelradarbwi@gmail. com. Sertakan nama dan identitas penulis.

SUARA PEMBACA Tulis permasalahan yang Anda hadapi terkait layanan publik. Baik terhadap intansi swasta maupun pemerintah. Sertakan alamat yang lengkap disertai fotokopi identitas dan nomor telepon Anda. Kirim ke artikelradarbwi@ gmail.com Atau kirim langsung ke kantor Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Biro Genteng: Jalan Raya Jember 47 Genteng, Biro Situbondo: Jalan Wijaya Kusuma 60 Situbondo.

BANYUWANGI

FPI Minta DPRD Fasilitasi Hearing Polemik Gagalnya Pengajian Manakib SITUBONDO - Polemik seputar gagalnya manakib akbar Pengasuh Ponpes Al-Qodiri, Jember, KH. Muzakki Syah, terus bergulir. Siang kemarin, belasan orang dari sejumlah elemen masyarakat membawa permasalahan tersebut ke DPRD Situbondo. Mereka menuntut agar DPRD memfasilitasi hearing (dengar pendapat) dengan pihak-pihak terkait, termasuk Bupati Situbondo. “Jadi, teman-teman dari wilayah

barat, tengah, dan timur, sepakat meminta DPRD memfasilitasi hearing, termasuk dengan MUI,” terang Pembina Front Pembela Islam (FPI), Zainuri Ghazali, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Menurut dia, FPI menyoal perlakuan diskriminatif pengajian kelompok tertentu. Jika itu dibiarkan, bisa dipastikan nanti akan terjadi kembali. “Percuma memasang poster kerukunan antar umat beragama besar-besar di jalan utama, lha satu agama saja seperti ini perlakuannya,” tandas Zainuri. Kata Zainuri, pemkab sebenarnya tidak boleh melakukan upaya-upaya secara

perizinan, kinerja pemerintahan, maupun pelaksanaan pengajian, dengan mendelegasikan Komisi I dan Komisi IV DPRD Situbondo. “Bagi DPRD, setiap orang maupun kelompok masyarakat boleh melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak bertentangan dengan UU dan nilai-nilai agama. Jika memang pemkab punya pertimbangan sendiri, misalnya ada alasan kuat yang bisa membuktikan bahwa suatu pengajian yang diajukan tidak baik, ya harus disampaikan secara transparan,” tandas politisi PDI Perjuangan itu. (pri/c1/als)

Salah Satu Wadah Jaminan Kerja BANYUWANGI – Kampus LP3i mengadakan seminar dan pelatihan di Aula Pondok Wina Banyuwangi Senin lalu (6/5). Acara itu dihadiri Sugihono dari Kadin Banyuwangi, Hang Suryo, SE, MM; Yon Rahnoyo, SE, MM, sebagai Dewan Pembina LP3i College Jakarta dan para staf LP3i. Kegiatan itu mempunyai visi dan misi untuk memberikan wadah bagi para lulusan SMA/SMK tahun 2013, untuk meningkatkan kualitas SDM dalam menghadapi masa depan serta kebutuhan dunia kerja. Langkah-langkah inilah yang akan dilaksanakan LP3i untuk demi terciptanya SDM yang berkualitas, dan siap menghadapi masa depan, dalam era globalisasi. Seminar pelatihan itu diikuti oleh lulusan SMA/SMK se-Banyuwangi yang ingin mengubah nasibnya. Sehingga mereka akan mengetahui jati dirinya dalam memilih suatu pekerjaan yang didapat dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Karena para lulusan SMA/SMK masih

BANYUWANGI

SEMANGAT: Hang Suryo selaku konsultan keuangan umum didampingi Sugihono, dan jajaran Staf LP3i. MEGA/RaBa

merasa kebingungan dalam menentukan pilihannya untuk memasuki dunia kerja nyata ke depan. Hang Suryo sebagai konsultan keuangan umum, mengatakan bahwa untuk menjadi manusia yang berkualitas itu harus bisa menguasai diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa menakar kemampuan dan keinginan dari hati, bukan dari unsur paksaan yang akan menimbulkan hasil yang tidak memuaskan. Hang Suryo juga memberikan semangat, bagaimana cara meraih cita-cita seperti dirinya. ‘’Yaitu be-

BANYUWANGI

lajar dari kesalahan dan tekad yang yakin dan tidak perlu kuliah di luar kota,’’ imbuhnya. Yon Prahyono, sebagai Dewan Pembina LP3i College Jakarta mengatakan, setiap permasalahan khususnya yang ada saat ini adalah, minimnya kemampuan dan pemahaman jati dari individu yang kurang informasi dan perkembangan pribadi. Namun dalam pemaparan Yon, individu harus dapat menilai dirinya sendiri dan harus sesuai dengan karakter dan kemampuan di bidang yang mereka kuasai. (adv)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Panther Sporty ‘99 •

• Toyota Avanza ‘07 •

• Grand Livina ‘07 •

Dijual Panther Sporty tahun 1999, warna coklat muda abu, barang istimewa, siap pakai, full audio, DVD, harga 80 juta nego, hubungi 085331868888

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60 IRM GMMFJJ tahun 2007 hitam metalik, harga 124,5 juta nego, brg istmw, bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007 abu-abu metalik, harga 143,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Kijang LGX ‘00 •

• Isuzu Panther ‘01 •

• Daihatsu Terios ‘10 •

• Toyota Avanza ‘09 •

Dijual Toyota Kijang LGX LF 82 super long ( solar) tahun 2000 biru metalik, harga 117 juta nego, brang istimewa, bisa cash/kredit hub(0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Isuzu Panther TBR 541 LS 25 mt tahun 2001 biru muda metalik, harga 115 juta nego, brng istimewa, bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700 RG TS tahun 2010 hitam, harga 149 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza type G tahun 2009, warna hitam, full variasi, harga 137 juta nego, hubungi 081332040783

• Sales •

• Jl. Yos Sudarso •

• Tulang Ikan Hiu •

• Truk Toyota Dina ‘04 •

Bth sgr eks Sales handal. P/W, min 20th &max30th, min SMA sdrjt, jujur&pkrja kras, mmp bkrj dgn team, pny kndraan+SIM C. Fas: Gaji 1, 9jt. Krm lam ke Permata Edulink, ruko Lavender. Jl. Kol. Sugiono Bwi. Tlp 087 755 744 259

Djual rmh Jl. Yos Sudarso 08 Bwi LT 1082 m2, SHM lok strategis hub, 0811309588.

Dicari tulang dari ikan hiu hubungi: 081353027992.

Dijual Truk Toyota Dina thn 2004 wrn biru, kond siap pakai, hrg 110 jt. H. 085234622754.

• Lingk. Stendo •

• Investasi •

SITUBONDO

Dijual Rmh Lingk Stendo RT/RW 02/02 Tukangkayu LT 306 LB 249 Sertifikat SHM IMB Hub 0333-423950

Ingin omset jualan naik 100%?Temukan rahasianya dg hny brinvestasi 250rb.Hub 03337742121,087755774384

• Staff Promo & Admin •

sistematis yang mengakibatkan batalnya manakib akbar yang mendatangkan Kiai Muzakki Syah. Apalagi, peristiwa ini adalah yang kali kedua terjadi pada pengajian DOK/RaBa Kiai Muzakki. Zainuri Ghazali Wakil Ketua DPRD Narwiyoto mengaku akan memberikan atensi khusus terhadap permasalahan tersebut, baik terkait

Kantor baru buka butuh 20 staff promo, 3 adm, gaji 1,3 jt- 2jt/bln, Jl. Ikan Gurami 15 Karangrejo. Hub. 085645120579

• Supervisor • Supervisor SIM B1, salesman SIM A, driver B1, accounting min SLTA, lamarn ke CV. Kresno Wijoyo, Jl. Teratai 15 Bwi.

• Kepala Bagian Produksi • Perusahaan PMA yang bergerak di bidang produksi mebel export membutuhkan segera tenaga skill yang berpengalaman "Kepala Bagian Produksi". Pelamar harus menguasai gambar dan Teknik Konstruksi pembuatan mebel kayu. Kirim lamaran ke PT. Warisan Eurindo, Jl. Letjen Suprapto 69 Banyuwangi, Jatim. atau email ke : adhiwarna.p.h@gmail.com

• Solusi Telat Bulan • Anda telat bulan ?? solusi cpat&tpat dlm jangka 3jam dijamin lancar, garansi & tanpa efek smping h.081358456098.

• Jaring Futsal • Dijual murah jaring yang ada di tempat Futsal Kabat. Hub: 632888, 081934815953

• Toyota Yaris • Dijual Yaris E06 merah terawat baik, milik sendiri 135juta nego, 081233770294.

BANYUWANGI • Blimbingsari • Jl tnh sktr Bandara Blimbingsari Bwi, L 3Ha, SHM,300rb/m.H.081235026365/087859712349

• Karangrejo • BANYUWANGI

• Honda City ‘01 • Djl Honda City 2001 (5X-8) MT, silver, PS/ PW/EM/AC dingin/audio shock breaker 4 buah baru, istmw, siap pakai plat DK Denpasar, pajak baru bln april, 89jt nego dtmpat smpai jd. bu posisi Stbondo H 081232318000

Djl tnh L600m 200rb/m utr pabrik es krgrejo& Lt460m 300rb blkg kntr pos ktpg 082334205469

• Jl. Lingkar Ketapang • • STNK • STNK Nopol P4274 ZC, an. Siti Mahwiyah, Lingk. Sukorojo 02/003 Banjarsari Glagah Hlg STNK P 5664 YI, an. Jamali'ah, perum GGM RS 12 05/04 Klatak kalipuro Hlg STNK P 4719 XG, an. Hartoyo, Dsn Krajan 03/01 Dsa Gambor Singojuruh

Dijual tnh 2500 m2 Jl. Lingkar Utama Ketapang Bwi, hub 082141046676.

Hotline Iklan 0333-412224

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhatihati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, Mega Dwi P. Administrasi Iklan: Widi PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Ukiyanti. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/ mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


23

Kamis 9 Mei 2013

ADA APA LAGI

Dari Diskusi Mengurangi Angka Kemiskinan di Genteng

Secara Ekonomi Mampu, tapi Masuk Kategori Miskin Berbagai upaya dilakukan Pemkab Banyuwangi untuk mengurangi angka kemiskinan. Namun, dalam praktiknya, masih banyak kendala yang membuat upaya tersebut tak bisa mempercepat pengurangan angka kemiskinan. ABDUL AZIZ/RABA

DIAMANKAN: Dayat di Mapolsek Genteng kemarin.

Pria Stres Hajar Tetangga GENTENG - Tanpa sebab yang jelas, Nurhidayat alias Dayat 26, warga Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, mendadak mengamuk dan memukuli Sulastri, 40, tetangganya, kemarin malam. Peristiwa itu terjadi saat Sulastri hendak membeli nasi goreng di warung depan rumahnya. Dalam perjalanan, dia bertemu Dayat yang saat itu tidak memakai baju. Saat berhadapan, Dayat tiba-tiba melayangkan pukulan ke wajah Sulastri. Kontan, pukulan yang tak dinyana itu membuat korban terjungkal. Tak tahan dengan rasa sakit akibat pukulan, Sulasatri langsung berteriak minta tolong, “Warga yang mendengar langsung datang dan ganti menghajar Dayat,“ terang Joko Poel, seorang saksi, kepada polisi. Setelah itu, warga yang lain segera menolong Sulastri dan membawanya ke RSUD Genteng untuk menjalani pengobatan. Sulastri menderita lebam di mata sebelah kanan. Sementara itu, warga yang lain langsung melapor ke Polsek Genteng via telepon. Tak lama kemudian, petugas datang dan membawa pelaku ke Mapolsek Genteng. Kapolsek Genteng Kompol Riamun melalui Kanitreskrim Iptu Abdul Jabar mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, diduga kuat pelaku mengalami gangguan jiwa. “Kita menunggu pihak keluarga yang akan membawa Dayat berobat ke Jember,” jelas Jabar. (azi/c1/aif)

PELANGGAN TERBAIK

ABDUL AZIZ/RABA

MITRA KERJA: Kepala Biro Radar Genteng Abdul Aziz memberikan rak koran kepada perwakilan RS Al-Huda, Lisa, kemarin.

RaBa Bagi-bagi Souvenir GAMBIRAN - Sebagai bentuk apresiasi kepada para mitra kerja, Jawa Pos Radar Banyuwangi menyerahkan kenangankenangan kepada para pelanggan terbaik. Salah satunya, berupa rak koran sebagaimana diberikan kepada mitra kerjanya, yaitu Rumah Sakit Al-Huda, Kecamatan Gambiran. Kemarin kenang-kenangan tersebut diberikan langsung Kepala Biro Radar Genteng Jawa Pos Radar Banyuwangi, Abdul Aziz, kepada perwakilan RS Al-Huda, Lisa. “Meski sederhana, semoga rak ini bisa bermanfaat,” kata Manajer Pengembangan Usaha Jawa Pos Radar Banyuwangi, Ely Irwan Suryanto, yang kemarin juga datang ke RS Al-Huda. (azi/c1/aif)

HAL itu terungkap dalam diskusi bedah kemiskinan yang diselenggarakan Forum Pimpinan Kecamatan Genteng di hall room lantai dua hotel Agung Jaya Mahkota, Genteng, kemarin pagi. Diskusi yang dimulai pukul 10.00 tersebut

menghadirkan narasumber Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Agus Siswanto, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Peni Handayani, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Beni. Awalnya, diskusi yang diikuti perwakilan awak media, pengusaha, tokoh masyarakat, dan aktivis pemberdayaan masyarakat, itu berlangsung cukup santai dan jauh dari suasana tegang. Begitu Agus Siswanto memaparkan angka kemiskinan di Kota Genteng mencapai angka di atas 15 persen, suasana memanas. Sebab, sebagai kota yang aktivitas ekonominya cukup pesat, sangat tidak mungkin Genteng memiliki angka kemiskinan cukup tinggi n

TIDAK MAMPU: Ibu dan anak ini layak mendapat bantuan. Dari sisi pendataan mereka masuk katergori orang miskin.

Baca Secara...Hal 27 GALIH COKRO/RaBa

Kerjakan Unas di Rumah Sakit GAMBIRAN - Ujian nasional (unas) tahun ini tampaknya bakal sulit dilupakan Defri Pranata, 13, siswa SD Negeri 03 Tamansari, Kecamatan Tegalsari. Warga Dusun Polean, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, itu mengerjakan soal unas di ruang perawatan Rumah Sakit Al-Huda, Kecamatan Gambiran. Penyebabnya, sehari sebelum unas dilaksanakan, putra nomor dua pasangan Sarju, 47, dan Tinem, 40, itu mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan desa, masuk Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari. Akibat kecelakaan tersebut, Defri mengalami luka parah di bagian dahi sebelah kiri dan telapak kaki kiri, sehingga dokter harus menjahit kedua luka tersebut. Karena sakitnya cukup parah, Defri harus menjalani rawat inap di RS Al-Huda, Kecamatan Gambiran. Sehingga, sejak hari pertama Unas, dia harus mengerjakan soal unas di RS tersebut didampingi seorang pengawas. Selama mengerjakan soal, sesekali Defri menahan sakit kepala. Namun demikian, dia tetap berusaha hingga akhirnya semua soal selesai dijawab. Usai mengerjakan soal unas, dia langsung tidur karena tak kuat menahan sakit dan tak bisa diajak bicara. Beberapa kali wartawan koran ini melontarkan pertanyaan, dia hanya menjawab dengan anggukan dan gelengan kepala. K e p a l a D e s a Ta m a n sari, Sucipto, yang kemarin menunggui Dafri di RS Al-Huda mengatakan, kecelakaan yang dialami warganya tersebut terjadi ketika yang bersangkutan pulang mengikuti

Gudang Selep Dibobol PURWOHARJO - Gudang penggilingan gabah yang sudah lama tidak beroperasi menjadi sasaran para pencuri. Itu terjadi di Dusun Tempurejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo. Beberapa Mesin selep di tempat itu raib digondol pencuri. Beruntung, pencurian itu berhasil dibongkar aparat. Ada tiga pelaku yang ditangkap polisi. Mereka adalah Harsono, 19, Candra, 22, dan Budi, 30. Semua pelaku tinggal di sekitar tempat kejadian perkara. Diperoleh keterangan, kasus itu tercium sejak pemilik penggilingan padi bernama Hariyono alias Akon, 62, mengetahui banyak mesinnya yang hilang. Atas kejadian itu, warga yang masih satu dusun dengan para pelaku

itu melaporkan kejadian itu kepada polisi 2 Mei lalu. Polisi langsung mengusut kasus raibnya barang yang ditaksir harganya belasan juta rupiah itu. Beberapa hari kemudian, polisi mencokok tiga pelaku tanpa perlawanan di rumah masingmasing. Sejak ditangkap Selasa lalu (7/5), ketiga pelaku hingga kemarin mendekam di sel tahanan Mapolsek Purwoharjo. Dalam kasus itu, polisi mengamankan sejumlah komponen mesin penggilingan. Barang bukti tersebut ditemukan di rumah salah satu tersangka. “Barang curian itu masih belum sempat dijual pelaku,” ungkap Kapolsek Purwoharjo, AKP Trijoko, melalui Kasi Humas Sasmito di markasnya kemarin n Baca Gudang...Hal 27

ABDUL AZIZ/RaBa

SAKIT: Defri Pranata terpaksa mengerjakan soal unas di ruang perawatan Rumah Sakit Al-Huda, Gambiran, kemarin.

kursus di Tamansari. Saat itu, dia dibonceng temannya sesama kelas VI di SDN 03 Tamansari yang juga tetangganya sendiri bernama Hendrik, 13. Tanpa sebab yang jelas, ketika sampai di jalan desa, masuk Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, mendadak kendaraan yang mereka naiki roboh. Tak lama setelah

kejadian, Defri dibawa keluarganya ke RS Al-Huda, Kecamatan Gambiran. Hendrik memilih pergi ke rumah saudaranya di Kecamatan Kalibaru. Beruntung, kepergian Hendrik itu segera diketahui pihak keluarga. Dia diminta segera pulang, karena keesokan harinya dia harus mengikuti unas. (azi/c1/aif)

ALI NURFATONI/RaBa

SINDIKAT: Tiga pencuri mesin selep ditahan di Mapolsek Purwoharjo kemarin.


UNTUK PEREMPUAN

26

Kamis 9 Mei 2013

Rekreasi Yes, Santunan Oke

Refresing di kaki gunung gumitir

ALUMNUS Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Banyuwangi lulusan tahun 1993 sering berkumpul dan mengadakan kegiatan bersama. Komunitas ini tidak sekadar melaksanakan arisan dan berkumpul di rumah anggota secara bergiliran, tapi juga memupuk rasa silahturahmi. Dalam pertemuan dapat diperoleh informasi tentang kesehatan, informasi pendidikan, dan transaksi jual

REFRESING masih menjadi tema utama dalam komunitas kali ini. Ada yang suka berkebun dan menikmati panorama di kaki Gunung Gumitir. Ibuibu ini begitu kompak membangun komunitas yang mereka bentuk. Hanya satu kata, persaudaraan dan tali silaturahmi tetap terjaga. (aif)

UStadah

beli. Tak jarang komunitas ini mengadakan kegiatan berlibur bersama. Seperti Minggu (12/5) kemarin. Aktivitas Kumpul Sedulur yang diketuai oleh Rifa Damitri liburan bersama di Café Gumitir. Sebanyak 45 anggota mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan lainnya yang sudah terlaksana adalah memberikan santunan kepada teman-teman seangkatan yang kurang beruntung. (aif)

Base Camp: Ponpes Darus Syafaa’at Rogojampi, Banyuwangi Berdiri: 28 April 2013

n$

$khusus perempua

KOMUNITAS anda ingin tampil di koran? Caranya mudah. Isi ballot Jawa Pos For Her Community Competition yang tercetak di halaman koran ini, lalu kirim data dan foto ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi di jalan Yos Sudarso 89-c Banyuwangi. Kiriman pembaca akan terbit setiap edisi kamis dan minggu.

Mengajar dan Berkebun KOMUNITAS ini terbentuk karena memiliki profesi yang sama yakni pengajar alias ustadah. Mereka sama-sama mengajarkan ilmu pengetahuan di lingkungan Pondok Pesantren Darus Syafa’at, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Mereka tak hanya berkum-

pul dan berkutat dengan kegiatan belajar di dalam kelas. Berbagai kegiatan juga dilakukan, terutama untuk mempercantik lingkungan sekitar kawasan pesantren. Yang rutin dilakukan adalah bercocok tanam berbagai tanaman hias, bunga, hingga tanaman produktif seperti buah naga. (*)

Camp: Banyuwangi kumpul seduluran Base Berdiri: September 2010

Buah Strategi Rotasi Pemain SEMENTARA itu, hasil imbang 1-1 dalam laga kontra PPSM Magelang Sakti, Selasa (7/5) lalu memang di luar target manajemen. Persewangi tampil tidak dengan kekuatan terbaik. Sejumlah pemain inti sengaja diparkir dalam laga yang disaksikan ratusan pasang mata tersebut. Dalam line up yang disusun pelatih Bagong Iswahyudi dan Mohamad Hasan, tidak ada nama-nama yang sejauh ini menjadi langganan tetap skuad inti. Kapten tim Zaenal Ichwan, Slamet Sampurno, Mohamed Lamine Fofana, Jordi Kartiko, dan kiper utama Boy Vinalosa, harus puas sebagai penonton di laga tersebut. Menurunkan pemain lapis

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

ASAH KIPER: Kiper Persewangi Boy Vinalosa (kanan) diberondong tendangan oleh rekan-rekannya dalam latihan kemarin.

Optimistis Curi Poin di Mandala Krida BANYUWANGI - Satu poin dalam menghadapi tuan rumah PPSM Magelang Sakti bakal menambah spirit Zaenal Ichwan dkk di laga berikutnya. Menghadapi tuan rumah PSIM Jogjakarta akhir pekan (11/5) ini Stadion Mandala Krida, Persewangi dipastikan dalam kepercayaan diri penuh. Satu poin dalam lawatan ke Magelang telah membumbungkan asa Laskar Blambangan untuk mencuri poin penuh saat melawan Laskar Mataram. Keputusan pelatih Persewangi Bagong Iswahyudi mengistirahatkan sejumlah pemain inti di laga kontra tuan rumah PPSM Magelang Selasa (7/5) lalu, sebetulnya isyarat agar Persewangi bisa turun dengan kekuatan penuh dalam pertandingan melawan PSIM Jogjakarta. “PSIM kita anggap satu tingkat di atas PPSM Magelang. Di laga kemarin, sejumlah pemain inti kita istirahatkan agar mereka benar-benar fresh saat bertandang ke Jogja Sabtu (11/5) besok,” bebernya. Menghadapi PSIM yang dihuni kombinasi pemain senior dan junior, Bagong ingin melihat anak asuhnya tampil dengan kondisi terbaru. Sebagai catatan, di laga pertama yang digelar di Stadion Diponegoro beberapa waktu lalu, PSIM mampu menahan imbang Persewangi dengan skor 1-1. Hasil itu mengindikasikan bahwa PSIM merupakan tim tangguh. Apalagi, bertanding di depan publik sendiri, Laskar Mataram dipastikan bakal tampil ngotot. Ditambah hasil jeblok saat melawan PSMP Mojokerto Putra, 0-1, tim tuan rumah dipastikan akan menjadikan laga kontra persewangi sebagai pertandingan pelampiasan. Berbekal hasil imbang 1-1 di

Magelang, Bagong optimistis anak asuhnya bisa berbuat lebih baik di Jogjakarta nanti. Catatan itu bisa menumbuhkan kembali kepercayaan diri pemain yang sempat drop pasca dibekap PSMP Mojokerto Putra 3-1. “Target kita ingin mencuri poin di Jogja nanti,” tegasnya.

Di klasemen sementara, PSIM dan Persewangi tidak terpaut jauh. Tuan rumah berada di posisi lebih baik karena berada di posisi ketiga. Persewangi ada di peringkat keempat. Keduanya sama-sama mengemas poin sebelas. Hanya saja, agregat gol PSIM lebih baik.

Laga tersebut bakal menjadi pertaruhan bagi PSIM dan Persewangi. “Pertandingan away memang tidak mudah. Banyak hal yang mempengaruhi hasil pertandingan. Namun, itu bukan alasan untuk tidak ambil poin dari Mandala Krida nanti,” pungkas Bagong. (nic/c1/als)

Klasemen Grup V 1. Persik Kediri 2. PSMP 3. PSIM 4. Persewangi 5. Persis Solo 6. Madiun Putra 7. PPSM

7 8 8 8 8 7 8

5 5 3 3 2 2 0

kedua tentu bukan tanpa alasan. Bagong menilai, Persewangi membutuhkan rotasi demi menjaga kebugaran pemain. Apalagi, di laga away pamungkas, Persewangi akan menghadapi tim kuat PSIM Jogjakarta. “Tentu rotasi ini menjadi pilihan,” katanya. Namun, meski dihuni sebagian besar pemain lapis kedua, Persewangi tetap bisa memberikan tekanan kepada tim

1 0 2 2 3 2 4

1 3 3 3 3 3 4

9-3 11-5 12-9 10-7 12-16 9-14 9-16

16 15 11 11 9 8 4

tuan rumah. Penguasaan bola pun menjadi milik Persewangi dengan perbandingan 45:55. Di samping itu, dengan pemain pelapis, Bagong menilai itu bisa memberikan preasure terhadap tim tuan rumah. “Pemain tampil sabar dan rotasi membuktikan anak-anak lapis kedua tidak kalah dengan inti. Hasil 1-1 rasanya sudah fair untuk laga tandang ini,” bebernya. (nic/c1/als)

Banyuwangi Pastikan Tampil Kejuaraan Antar Pengurus PBSI Jatim BANYUWANGI - Pengkab Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Banyuwangi punya gawe dalam waktu dekat. Sebab, kejuaraan bulu tangkis antar PBSI se-Jawa Timur sudah. Dijadwalkan, ajang tersebut akan digelar di Surabaya 18-19 Mei mendatang. Ketua bidang dana usaha Pengkab PBSI Banyuwangi, Toni Hartono mengatakan, sesuai konfirmasi awal, kejuaraan antar PBSI se-Jawa Timur dijadwalkan akan digelar minggu ketiga bulan ini. Surabaya akan menjadi tuan rumah kejuaraan bulu tangkis

DOK.Raba

Toni Hartono

yang mempertemukan para pengurus PBSI itu. “Jadwalnya kemungkinan besar 18 dan 19 Mei,” katanya.

Meski tidak ada juara, tapi kejuaraan tersebut tetap memiliki arti penting bagi PBSI Banyuwangi. Namun demikian, hanya pemain dengan batas usia minimal 40 tahun yang boleh ambil bagian dalam ajang tersebut. Lalu, bagaimana dengan PBSI Banyuwangi? Toni menuturkan, pihaknya siap berpartisipasi. Apalagi, dua tahun lalu Banyuwangi pernah menjadi juara di ajang tersebut. Sejumlah persiapan pun sudah dilakukan, di antaranya mencari atlet yang akan diberangkatkan ke Surabaya. “Secara prinsip kita siap dan bisa meraih prestasi di sana,” tegas pengusaha asal Gendoh, Kecamatan Sempu, itu. (nic/c1/als)


BERITA UTAMA

Kamis 9 Mei 2013

27

HALAMAN SAMBUNGAN

Rata-rata 7 Pemohon per Hari n URUS... Sambungan dari Hal 21

Itu berarti syarat-syarat yang di perlukan untuk mengurus akta kelahiran bayi berusia satu tahun atau lebih sama dengan syarat yang harus dipenuhi untuk pengurusan akta bayi berusia di bawah satu tahun. “Persyaratan lain yang diperlukan untuk penerbitan akta kelahiran tetap, di antaranya surat nikah, surat keterangan kelahiran asli, kartu keluarga (KK), dan kartu tanda

penduduk (KTP) dua saksi,” kata dia. Menariknya, lantaran saat ini se bagian besar warga sudah memegang KTP elektronik (e-KTP), maka nama dua saksi cukup dicatat di selembar kertas lengkap nomor induk kependudukan (NIK)-nya. Sebab, Mendagri melarang e-KTP difotokopi demi menghindari ke rusakan chip penyimpan data di e-KTP tersebut. “Nama dan NIK-nya cukup dicatat. Tidak perlu fotokopi e-KTP,”

tandasnya. Lebih lanjut, pengadilan sudah tidak melayani warga yang mendaftar sidang penetapan pengadilan untuk pengurusan akta kelahiran. “Namun, bagi pengurus akta kelahiran yang proses sidangnya sudah berjalan, ya harus dituntaskan,” pungkasnya. Sekadar tahu, sejak per tengahan tahun 2012 lalu, prosedur pengurusan akta kelahiran anak, khususnya anak yang sudah berusia satu tahun

atau lebih, sangat sulit. Sebab, sebelum permohonan penerbitan akta kelahiran itu diajukan ke Dispendukcapil, harus disahkan lebih dahulu oleh pengadilan. Sementara itu, tahun lalu permohonan penerbitan akta kelahiran di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi ratarata tujuh sampai sepuluh pemohon per hari. “Setiap hari permohonan sidang pe netapan pengadilan untuk akta kelahiran sekitar tujuh hingga

sepuluh,” ujar Humas PN Banyuwangi, Bawono Efendi, beberapa waktu lalu. Nah, saat mengurus permohonan sidang penetapan untuk akta kelahiran tersebut, warga harus membayar sejumlah biaya resmi yang akan di setor ke kas negara. Biaya pendaftaran Rp 30 ribu, biaya legalisasi Rp 5 ribu, biaya meterai Rp 6 ribu, dan biaya proses senilai Rp 50 ribu. Selain itu, pemohon juga dikenai

biaya panggil yang jumlahnya ber variasi tergantung jarak kediamannya dengan PN Banyuwangi. masyarakat yang tinggal di wilayah kota, biaya yang harus dikeluarkan Rp 60 ribu, dan biaya panggil untuk jarak terjauh Rp 125 ribu. Selain harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, pihak pemohon juga direpotkan dengan beberapa persyaratan lain, seperti melampirkan akta nikah, KTP kedua orang tua,

surat kenal lahir, dan minimal menghadirkan dua saksi. Menurut Bawono, sidang pengurusan akta kelahiran itu ternyata tidak berbeda dengan persidangan pada umumnya. Sidang dipimpin hakim PN Banyuwangi. Selain bukti-bukti kelahiran anak, orang tua juga harus menghadirkan saksi. “Kalau sidang, orang tua anak yang akan dimohonkan akta kelahirannya harus hadir,” kata dia kala itu. (sgt/c1/bay)

Hanya Berjarak 300 m dari Mapolres BPM Harus Berani Jatuhkan Sanksi n SECARA...

n RESMIKAN... Sambungan dari Hal 21

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, perumahan khusus anggota Polri itu merupakan yang pertama di jajaran Polda Ja-

tim. Karena itu, Hadiatmoko mengimbau seluruh polres lain di jajaran Polda Jatim meniru langkah yang dilakukan Polres Banyuwangi. “Kami mengimbau seluruh jajaran Polda Jatim mencontoh langkah Polres

Banyuwangi. Ja ngan hanya memerintah ang gota tanpa memperhatikan kesejahteraan anggota,” imbaunya. Sementara itu, Kapolres Nanang Masbudi mengatakan, pembangunan Pesat Gatra Village

itu merupakan wujud internal trans building (membangun kepercayaan internal) di lingkungan PolresBanyuwangi.“Kamiberharap perumahan ini dimanfaatkan dengan se ba ik-baiknya oleh anggota,”pungkasnya.(sgt/c1/bay)

Berkas Tujuh Kades Belum Lengkap n HANYA... Sambungan dari Hal 21

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi, Slamet Karyono mengatakan, para kades yang nyaleg tersebut sebenarnya sudah mengajukan permohonan pengunduran diri kepada bupati. Namun, dari sebelas permohonan, baru empat yang diproses, lantaran tujuh berkas permohonan pengunduran diri yang lain belum memenuhi syarat. Dijelaskan, sesuai peraturan daerah (perda), pengajuan pengunduran diri kades harus disertai keputusan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan pengantar dari camat. “Tetapi, ada beberapa kades yang menga jukan pengunduran diri dengan kemauannya sendiri tanpa persetujuan BPD. Maka nya, ada beberapa berkas permohonan pengunduran diri kades yang dikembalikan karena tidak memenuhi syarat,” ujar

Sekkab Slamet kemarin (8/5). Sekkab Slamet menambahkan, sementara baru empat kades yang berkas pengajuan peng unduran dirinya lengkap. Empat berkas pengunduran diri itu kini sedang dalam proses disetujui bupati. “Kalau kelengkapannya sudah lengkap, maka keputusan bupati akan dibuat untuk memberhentikan kades tersebut. Saat ini ada sekitar empat kades yang berkas pengunduran dirinya sudah diproses,” pungkasnya. Seperti diberitakan kemarin, ha rapan menduduki kursi empuk di DPRD Banyuwangi tam paknya mampu menjadi stimulan tersendiri bagi para kepala desa (kades) untuk rela menanggalkan jabatannya. Itu terbukti dengan adanya sebelas kades yang mencalonkan diri sebagai anggota dewan. Padahal, syarat mutlak yang harus dipenuhi agar kades terse but bisa ikut pertarungan

memperebutkan kursi DPRD ada lah melampirkan berkas pengunduran diri yang sudah disetujui bupati. Data yang berhasil dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, para ba caleg yang saat ini masih ber status kades itu tersebar di DCS enam partai berbeda; satu orang di Partai Demokrat (PD), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Golongan Karya (Golkar). Selain itu, ada dua nama kades yang terdaftar dalam DCS Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan masing-masing tiga kades dalam DCS Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Dikonfirmasi di ruang ker janya kemarin (7/5), Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ba nyuwangi, Syamsul Arifin mengatakan, berdasar verifikasi yang dilakukan kelompok kerja (pokja) pencalegan KPU, ada

sebelas kades yang terdaftar dalam daftar caleg sementara (DCS) yang diserahkan sejumlah partai politik (parpol). Bahkan, para kades tersebut sudah menandatangani surat pernyataan pengunduran diri. Menurut Syamsul, para kades yang sudah terdaftar dalam CS di sejumlah partai po litik (parpol) itu memang sudah menandatangani surat per nyataan pengunduran diri sebagai kades. Namun de mikian, imbuh Syamsul, hing ga kemarin belum ada seorang pun yang sudah melampirkan surat keterangan bahwa pengunduran diri sebagai kades tersebut sudah disetujui bupati. “Surat yang harus dilampirkan dalam berkas pencalonan, yakni surat keterangan pengunduran diri yang disetujui pimpinannya (bupati), sampai saat ini (kema rin) belum kami terima,” ujarnya. (sgt/c1/bay)

Bangun Image Donor itu Menyehatkan n HARI... Sambungan dari Hal 21

Ustadi menambahkan, bantuan sembako dan santunan anak yatim piatu akan diberikan kepada warga yang tersebar di lima kecamatan. Ada 1.112 amplop berisi uang @ Rp 100.000 yang telah disiapkan panitia un tuk anak yatim dan 1.120 pa ket sembako untuk kaum duafa. Jumlah santunan itu jauh le bih banyak daripada yang diberikan pada acara serupa 24 April lalu yang dimotori Pemkab Banyuwangi, PMI, dan Jawa Pos Radar Banyuwangi. ‘’Anak yatim dan kaum du-

afa yang kami datangkan tidak hanya dari wilayah kota, tapi juga dari Kecamatan Glagah, Kalipuro, Kabat dan Giri, yang dikoordinasi para camat. Bagian kesra, Satpol PP, dan Dispenda, juga ikut mengoordinasi anak yatim dan kaum duafa,’’ tandasnya. Sementara itu, jumlah warga yang sudah mengonfirmasi keikutsertaan dalam donor darah yang akan dilaksanakan di lapangan tenis indoor Gedung Olah Raga (GOR) Tawang Alun pagi ini mencapai sekitar 4.069 orang. “Bagi masyarakat yang belum mendaftar tapi ingin mendonorkan darahnya, si-

lakan datang langsung ke lokasi acara,” kata dia. Masih menurut Ustadi, program Banyuwangi Pe du li bertujuan memupuk kepedulian warga agar membantu sesama. ‘’Kami juga ingin membangun image di ma syarakat bahwa donor darah itu gampang, tidak sakit, dan menyehatkan. Selain itu, dengan mendonorkan darah, berarti yang bersangkutan telah membantu mereka yang membutuhkan dengan harta yang tidak ternilai harganya,’’ pungkasnya. Sementara itu, Bank Ja tim kembali menambah bantuannya untuk acara aksi kemanusiaan

hari ini. Kemarin bank milik Pemprov Jatim itu menambah bantuan Rp 10 juta. Dengan demikian, total bantuan yang akan diberikan pada aksi sosial gelombang dua ini adalah Rp 20 juta untuk menyantuni 200 anak yatim, 50 paket sembako dan 3 sepeda gunung. Para peserta akan dihibur penyanyi, penari, dan pelawak. Pada kegiatan Banyuwangi Peduli gelombang pertama, Bank Jatim memberikan bantuan berupa dana Rp 10 juta, 100 paket sembako, sebuah sepeda gunung, 50 payung, dan 100 jam dinding sebagai door prize. (c1/sgt)

Ada Kebo Geni, Bayu Tirto, dan Bumi n KEBO-KEBOAN... Sambungan dari Hal 21

Dalam pertemuan itu, dipresentasikan tema kebo-keboan sekaligus men dis ku sikannya dengan Bupati Anas. Pro totipe kebo-keboan yang dipresentasikan di depan Bu-

pati Anas. Dalam pertemuan itu pula langsung diputuskan tema BEC tahun 2013. Untuk menunjukkan kekhasan Banyuwangi, kata Suprayogi, Bupati Anas min ta penari gandrung tetap ditampilkan di awal pem bu ka an BEC III.Setelah itu, akan tampil

kebo-keboan asli sebagaimana yang biasa ditampilkan di Desa Alas Malang. Kemudian, dilanjutkan penampilan kebokeboan ala BEC III. Tema kebo-keboan yang menginspirasi BEC III akan dibagi menjadi tiga sub tema yakni kebo geni, kebo bayu tirto, dan kebo

bumi. Kebo geni menggambarkan semangat, motivasi, amarah, dan kepahlawanan. Kebo bayu tirto meng gam barkan kehidupan dengan tiga warna dominan, yakni hitam, silver, dan putih. Kebo bumi yang menggambarkan tentang kesuburan warna dominannya hitam dan emas. (afi/c1/bay)

Lomba Joget Mengusir Lelah di Perjalanan n PERANTAU... Sambungan dari Hal 21

Meski masih berada di Jawa Timur, perjalanan menuju markas PSMP Mojokerto sangat menyita stamina, karena para pemain harus berada di dalam bus selama enam jam. Rasa bosan dan lelah pun menghinggapi sejumlah pemain Persewangi. Beruntung hal itu bisa disiasati manajemen dengan memberikan sedikit kenyamanan ekstra di dalam bus. Selain menyediakan bus yang nyaman, manajemen juga menggelar lomba dan aneka kegiatan di dalam bus tersebut. “Kita gelar lomba joget dan nyanyi demi mengusir lelah,” ujar Sunjoyo, salah satu ofisial Persewangi. Selepas laga di Kota Mojokerto, perjalanan tidak kalah berat kembali dilakoni Persewangi. Para pemain Persewangi harus menempuh perjalanan jauh menembus perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Panjangnya rute yang harus ditempuh membuat manajemen kembali menggelar kegiatan yang bisa mengusir lelah para pemain. Tidak hanya lomba joget dan bernyanyi, Zaenal Ichwan juga diberi kebebasan memilih menu makan yang disukai di saat turun makan. Keinginan itu cukup terbantu dengan kepedulian sejumlah masyarakat Banyuwangi di luar kota.

Saat singgah di Nganjuk, misalnya, skuad Persewangi dijamu salah satu perantau asal Bumi Blambangan. Meski sederhana, tapi sajian itu cukup disyukuri manajemen dan pemain Persewangi. “Ya lumayan dan alhamdulillah ada yang peduli kepada Persewangi,” cetus Sunjoyo. Makanan memang menjadi persoalan yang cukup vital dalam laga away. Perbedaan kuliner Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jogjakarta, membuat para pemain kurang nyaman. Rasa legit di masakan Jogjakarta dan Jawa Tengah membuat sejumlah pemain kesulitan beradaptasi. Imbasnya, sejumlah pemain memilih makanan dengan lauk seadanya dan menambah porsi makan sendiri di luar jam makan. “Sebetulnya tidak ada masalah. Mungkin karena sudah terbiasa dengan rasa gurih dan pedas khas Banyuwangi. Jadi, rasa legit di Magelang dan Jogja terasa kurang pas,” beber Decky Rolias, salah satu pemain Persewangi. Nah, dalama kesempatan itu, sederet pemain pun berburu kuliner khas kota yang dikunjungi. Beberapa pemain senior, seperti Zaenal Ichwan, Jordi Kartiko, dan Slamet Sampurno, mendadak berubah menjadi pemandu wisata dan menuntun rekanrekannya menemukan keistimewaan kota yang dikunjungi.

Demi mengurangi beban sebelum dan sesudah pertandingan, para pemain menyempatkan diri mengunjungi sejumlah objek wisata di kota yang dikunjungi. Di Magelang, misalnya, seluruh pemain dan ofisial mengunjungi candi terbesar di Indonesia, yakni Borobudur. Sejumlah pemain juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah tenant alat olahraga. Beragam koleksi terbaru alat olahraga, seperti kostum, sepatu sepak bola, hingga pelindung tulang kering keluaran terbaru, menjadi sasaran para pemain dalam mengisi waktu senggang jelang dan sesudah pertandingan. Selain itu, yang membuat pemain Persewangi tetap semangat, sambutan masyarakat Banyuwangi di tiga kota tersebut luar biasa. Tidak hanya datang ke hotel memberikan dukungan kepada seluruh pemain, mereka juga sesekali membawakan makanan dan buah serta vitamin demi menambah stamina pemain. Bagi manajemen, tiga rangkaian pertandingan di laga luar kandang itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Manajemen Persewangi saat ini kompak menutup biaya operasional yang tinggi itu. “Laga away memang butuh biaya dan modal tinggi,” ujar Hari Wijaya, ketua Persewangi. (c1/bay)

Sambungan dari Hal 23

Suasana tambah panas ketika pemaparan Agus Siswanto itu diperkuat data BPS yang disampaikan Beni. Secara detail Beni memperlihatkan datadata penduduk miskin di empat desa di Kota Genteng. Mulai penduduk miskin yang ha nya memiliki rumah dan tak memiliki jamban sampai warga miskin yang rumahnya berlantai tanah. “Data kami ini juga dilengkapi foto warga dan ru mahnya, semua lengkap,” tutur Beni. Hal tak jauh berbeda disampaikan Peni Handayani. Menurutnya, secara umum peme rintah sudah memetakan pen duduk miskin di Ba nyuwa ngi yang diperkuat data BPS. Pemerintah juga telah mempersiapkan program dan strategi untuk mengentaskan ke miskinan, mulai program pemberian modal kerja, pemberdayaan; seperti pavingisasi, pengairan, bantuan sarana air bersih, sampai pengajaran keterampilan kepada masyarakat. Bukan hanya itu, program pengentasan kemiskinan juga ada

yang berupa pemberian bantuan ternak kambing, itik, bedah rumah, dan pemberian beasiswa. “Semua program ada dan sudah kita lakukan,” tandasnya. Hanya saja, berbagai program tersebut banyak menemui kendala, misalnya banyak masyarakat yang mampu secara ekonomi dan minta di masukkan ke dalam kategori miskin. Kasus semacam ini biasanya terjadi pada program bedah ru mah, pemberian bantuan modal, dan pemberian beras untuk warga miskin. Pada program yang sifatnya pemberdayaan melalui kelompok masyarakat (pokmas), banyak ditemukan yang mengajukan adalah orang yang sama dan tidak tepat sasaran, mi salnya satu orang masuk dalam pokmas pemberian bantuan ternak kambing sekaligus ternak itik. “Kasus semacam ini banyak kita temukan, sehingga banyak pokmas yang mengajukan tapi orangnya ya itu-itu saja,” tandasnya. Paparan Peni dan kedua narasumber lain itu langsung direspons para peserta. Mereka ba nyak yang menyayangkan banyaknya kendala yang terjadi

di lapangan tersebut. Sebab, banyaknya warga mampu tapi mengaku miskin dan dobel nama dalam pokmas itu adalah modus lama. “Mestinya kasus semacam ini tidak terulang, sehingga yang dapat bantuan tidak hanya itu-itu saja, harus merata,” kata Jazuli, salah satu peserta dari unsur lembaga swadaya masyarakat. Sementara itu, kepala Biro Radar Genteng Jawa Pos Radar Banyuwangi, Abdul Aziz, juga ikut urun rembug dalam acara ter sebut. Menurutnya, data warga miskin secara detail yang dimiliki Pemkab Banyuwangi sangat memudahkan dalam menentukan skala prioritas pengentasan kemiskinan. Sebab, program pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan sudah cukup banyak. “Jadi tinggal kesungguhan dan konsistensi semua pihak agar benar-benar menjalankan program-program tersebut,” tuturnya. Terkait adanya warga yang mampu tapi mengaku miskin, dan adanya penerima bantuan yang namanya tercantum di banyak pokmas, perlu ada sanksi tegas dari BPM. “Harus ada sanksi yang membuat mereka jera,” desaknya. (azi/c1/aif)

Beberapa Orang masih Buron n GUDANG... Sambungan dari Hal 23

Menurut Sasmito, masih ada pelaku lain yang terlibat dalam pencurian itu. Barang curian lain sempat dijual kepada salah satu penadah. ‘’Beberapa orang masih buron. Ada penadah yang juga ikut mencuri,” terangnya.

Para tersangka beraksi di siang bolong. Caranya, mereka melompat pagar kemudian mempreteli sejumlah mesin yang sudah lama tidak beroperasi itu. ‘’Mereka berulang kali mencuri, yang terakhir April kemarin,” katanya. Candra mengakui perbuatannya. Hanya saja, dia menganggap barang tersebut sudah tidak

digunakan lagi. ‘’Saya kira sudah nggak dipakai. Ambil barang itu cuma iseng, tidak untuk mabukmabukan kok,” dalihnya. Dia menambahkan, barang tersebutsedianyaakandijualkepada tukang rongsokan. Namun, belum sempat dijual, sudah ditangkap polisi.‘’Belumdijual,ketahuanpolisi dulu,” kata Sasmito. (ton/c1/aif)

Hanya Tindakan Persuasif n PMII... Sambungan dari Hal 28

Kami menuntut agar Kapolres Situbondo mengundurkan diri dalam waktu 7x24 jam. SDM kepolisian juga harus diperbaiki. Kepolisian harus me lek UU,” tegas Amier Hardi, salah seorang aktivis PMII Situbondo.  Para aktivis menilai, sikap anggota polisi yang mendatangi markas PMII pada 2 Mei lalu dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan aspirasi di muka umum. Koordinator aksi, Hen driyansah mengatakan, selain berunjuk rasa ke Mapolres Situbondo, pihaknya juga telah berkirim surat kepada Kapolri, Kapolda Jawa Timur, Kompolnas, dan Komisi III DPR RI. Hendri juga mengaku menyesalkan perlakuan represif polisi kepada mahasiswa. Me-

nurutnya, polisi yang mestinya melindungi dan mengayomi malah memancing emosi mahasiswa. “Kami sangat me nyesalkan tindakan polisi yang represif. Kami menuntut agar kapolres dicopot,” kata Hendriansyah. Setelah situasi reda, belasan mahasiswa itu melanjutkan aksi ke Kantor DPRD dengan berjalan kaki. Sesampai di DPRD, para mahasiswa kecewa karena tak ditemui oleh satu pun anggota dewan. Dikabarkan, sejumlah anggota dewan sedang tidak ada di kantor karena tengah melakukan kunjungan kerja ke luar daerah. Kapolres Situbondo, AKBP Er thel Stephan mengatakan, lang kah polisi mendatangi se kretariat PMII menjelang kedatangan Presiden SBY ke Situbondo pada 2 Mei lalu sebenarnya langkah persuasif, bu kan penggerebekan. Saat itu, anggota Patroli Polres Situbondo mendatangi Se kre-

tariat PMII Situbondo dalam rangka cek TKP. Itu dilakukan setelah menerima laporan dari warga terkait banyaknya orang berkumpul di lokasi tersebut. “Tapi, kalau bersikukuh dengan pendapat masing-masing, yang jelas tidak akan ketemu. Yang jelas kami terima sikap mereka,” papar Erthel Stephan kepada sejumlah wartawan kemarin (8/5). Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan aktivis PMII dari berbagai daerah se-Tapal Kuda hendak melakukan demo menuntut sejumlah kasus yang tak kunjung usai, seperti kasus Bank Centuri dan sebagainya. Demo itu hendak mereka lakukan saat SBY datang ke Situbondo. Namun, karena tidak melayangkan pemberitahuan sebelumnya, akhirnya pihak kepolisian mendatangi sekretariat PMII berdasar laporan warga. Akhirnya, para aktivis itu urung berunjuk rasa. (rri/c1/als)

Pernah Curi Motor Ayahnya n KELUAR... Sambungan dari Hal 28

Begitu berhasil mengeluarkan motor dari rumah kor ban, pelaku langsung menyembunyikannya di rumah temannya ber nama Dasuki, 23, warga Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. “Saya minta tolong Dasuki mengantar saya menggunakan Mio,” katanya. Setelah itu, polisi berhasil me lacak keberadaan pelaku

dan berhasil menangkap pelaku. Selain itu, polisi juga me ngamankan barang bukti berupa motor yang dicuri dan satu motor lain. Data yang berhasil di kumpulkan, AR ternyata seorang re sidivis yang sudah pernah masuk penjara karena kasus se rupa. Bahkan, pada kasus sebelumnya, dia mencuri dua motor. Ironisnya, satu dari dua motor yang dicuri itu milik orang tuanya sendiri. “Sepeda

Fiz punya bapak, saya jual Rp 850 ribu untuk beli HP,” terangnya. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi mengatakan, pelaku curanmor yang masih di bawah umur tersebut ma sih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dikatakan, ada kemungkinan keterlibatan pelaku lain. “Masih dalam penyelidikan. Petugas juga akan mengembangkan kasus ini,” kata AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

Bau Kotoran Ayam Menyengat n WARGA... Sambungan dari Hal 28

Yang ironis, lanjut Syaiful, sempat terjadi keributan antara warga dan pemilik peternakan. Sebab, warga mendatangi rumah pemilik ternak lantaran sudah tak tahan dengan bau menyengat dari kotoran ayam

yang dibakar. Warga kesal karena selama ini komplain mereka tidak pernah diperhatikan pemilik peternakan. Sudah lama mereka menuntut agar peternakan itu ditutup. “Makanya kita sepakat memfasilitasi penyelesaian masalah ini,” imbuh Syaiful. Dia mengungkapkan, Komisi

1 telah memanggil dinas terkait, seperti KPPT, Dinas peternakan, dan Kantor Lingkungan Hidup (KLH). “Saat Komisi I turun ke lapangan dan bertemu warga, Camat Panji, Sekdes Curah Jeru, kepala kampung, dan ketua RT, juga ikut. Sehingga, kita mendapat masukan cukup lengkap,” terangnya. (pri/c1/als)


28

Kamis 9 Mei 2013

KRIMINALITAS

Dispenduk Taati Putusan MK Pelaporan Kelahiran yang Lampaui Setahun

NUR HARIRI/RaBa

RESIDIVIS: AR diamankan di Mapolres Situbondo setelah tertangkap mencuri sepeda motor tetanggannya dini hari kemarin (8/5).

SITUBONDO - Ini berita gembira bagi para pemohon akta kelahiran yang mengalami keterlambatan lebih dari satu tahun. Jika selama ini mereka harus melakukan sidang di pengadilan negeri (PN) untuk memperoleh akta kelahiran, kini sudah tidak lagi. Itu menyusul terbitnya keputusan MK tertanggal 30 April 2013 yang menyatakan UU No. 23 Tahun 2006 tentang administrasi kependudukan sudah tidak memiliki kekuatan hukum mengikat. Sehingga, sejak 1 Mei 2013,

pelaporan kelahiran yang melampaui batas waktu satu tahun, pencatatannya tidak lagi memerlukan penetapan PN. “Bisa langsung diproses di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota,” terang Kepala Dispenduk dan Capil Pemkab Situbondo, Agus Tjahyono Basuki, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Apa yang diungkapkannya tersebut, lanjut dia, berdasar surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tertanggal 6 Mei 2013 tentang tindak lanjut Putusan MK No. 18/PII-XI/2013. “SE itu intinya mengimbau kabupaten/ kota menyesuaikan tata cara dan persyaratan pelayanan pencatatan

kelahiran dan penerbitan kutipan akta kelahiran yang pelaporannya melebihi batas waktu 60 hari sejak tanggal kelahiran,” ungkapnya. Agus menyebutkan, DOK.RaBa setidaknya Agus Tjahyono ada tiga poin dalam SE Mendagri No. 472.11/2304/ SJ tersebut. Yang pertama, pelaporan kelahiran yang melampaui batas waktu

satu tahun pencatatannya tidak lagi memerlukan penetapan PN. Bisa langsung diproses di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota. Kedua, pelaporan kelahiran yang melampaui batas 60 hari sejak tanggal kelahiran, pencatatan kelahirannya dilaksanakan setelah mendapatkan keputusan kepala instansi pelaksana. “Dalam hal ini tentu Kadisdukcapil,” terang Agus. Yang ketiga, pencatatan kelahiran tersebut harus dilengkapi syarat-syarat sebagaimana ditentukan Peraturan Presiden No. 25/2008 tentang persyaratan dan tata cara pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. (pri/c1/als)

Keluar Penjara, Curi Motor Lagi SITUBONDO - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Situbondo menangkap seorang ABG berinisial AR, 16, asal Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan. ABG tersebut ditangkap karena mencuri motor Suzuki bernopol P 6826 F milik tetangganya bernama Hayati, 50, dini hari kemarin (8/5). Pencurian yang dilakukan ABG yang putus sekolah itu terbilang berani. Sebab, pelaku masuk ke rumah korban saat korban masih belum tidur. Pelaku sepertinya sangat memahami seluk-beluk rumah korban. Kemudian, ABG itu membawa kabur Suzuki bernopol P 6826 F. “Jadi, saya sudah di dalam rumah saat ibu itu (Hayati) sedang melihat TV. Setelah dia tidur, sepedanya saya ambil,” kata AR saat ditemui wartawan koran ini n  Baca Keluar...Hal 27

LEGISLATIF

EDY SUPRIYONO/RaBa

MEDIASI: Syaiful Bahri (tengah) berdialog dengan warga RT 03, RW 06, Dasa Curahjeru, Kecamatan Panji.

Warga Protes Peternakan Ayam PANJI - Komisi I DPRD Situbondo turun ke Desa Curahjeru, RT 03, RW 06, Kecamatan Panji, Selasa (7/5) lalu. Mereka menindaklanjuti pengaduan warga yang mempermasalahkan berdirinya peternakan ayam dan bebek di lingkungan setempat. Bukan hanya itu, wakil rakyat yang membidangi masalah regulasi dan perundang-undangan itu juga menyempatkan diri datang langsung. Pasalnya, malam sebelumnya, nyaris terjadi keributan karena warga ngeluruk rumah pemilik peternakan. “Jadi, berdasar pengaduan warga sekitar ke Komisi I DPRD, kami datang untuk mendengarkan langsung keluhan masyarakat. Kita juga memantau langsung kondisi yang sebenarnya,” terang Ketua Komisi I, Syaiful Bahri, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Kata dia, pengaduan warga dipicu mereka terganggu bau tidak sedap yang ditimbulkan kotoran bebek dan ayam. “Warga selama ini mengaku sudah sabar. Sebab, peternakan ini sudah berdiri sekitar setahun lalu,” imbuh politisi PKB tersebut n

NUHARIRI/RaBa

DEMO KISRUH: Aktivis PMII berusaha menghalang-halangi anggota kepolisian yang hendak mematikan api di ban bekas yang dibakar.

PMII Tuntut Kapolres Dicopot

SITUBONDO - Sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar unjuk rasa ke Mapolres Situbondo pagi kemarin (8/5). Dalam aksi tersebut, mereka menuntut Kapolres Situbondo AKBP Erthel Stephan dicopot dari jabatannya. Mahasiswa menilai, perbuatan kapolres yang telah men-sweeping markas PMII di Jalan Wijaya Kusuma 2 Mei lalu dianggap melanggar undang-undang (UU). Sebab, pihak kepolisian melarang mahasiswa berunjuk rasa menyambut

 Baca Warga...Hal 27

Amankan Balita dan 2 Perempuan Razia Satpol PP di Eks Lokalisasi SITUBONDO - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Situbondo terus menggalakkan operasi Penyakit Masyarakat (Pekat). Kemarin (8/5) di tempat pelacuran berbeda, petugas berhasil menjaring dua wanita berinisial LA, 28, asal Jember, dan ID, 30, asal Kecamatan Besuki, Situbondo, yang diduga PSK. Ironisnya, dalam operasi rutin menjelang pemkab menutup total seluruh tempat pelacuran di Situbondo itu, seorang perempuan berinisial ID kedapatan membawa anaknya yang masih berumur 4 tahun. ID diamankan petugas dari eks Lokalisasi Bandengan, Kecamatan Kendit. “Saya cuma main-main ke teman saya,” kilah ID sambil menangis. Sedangkan LA, wanita asal Jember itu, diamankan petugas saat berada di salah satu warung remang-remang di Desa Kotakan, Kecamatan Kota. LA mengalami luka ringan di bagian paha lantaran berusaha kabur saat petugas menggerebek lokasi tersebut. Kasi Penertiban Satpol PP, Dasar Giyanto mengatakan, pihaknya terus menerus melakukan operasi rutin di sejumlah eks lokalisasi di Kota Santri. Menurutnya, Perda Nomor 27 Tahun 2004 tentang larangan praktik pelacuran merupakan harga mati

NUR HARIRI/RaBa

DIDUGA PSK: Dua wanita saat didata di kantor Satpol PP Situbondo.

“Kedua wanita ini diamankan dari lokasi yang berbeda. Kami menjalankan Perda Nomor 27 Tahun 2004 dan razia ini merupakan razia rutin menjelang penutupan sejumlah tempat pelacuran di Situbondo,” kata Dasar Gianto. Ditambahkan, setelah berhasil menjar-

ing kedua wanita yang diduga PSK tersebut, pihaknya langsung memberikan pembinaan agar kedua wanita itu tidak mengulangi hal serupa. “Kami lakukan pendataan, pembinaan, dan mereka harus membuat surat pernyataan,” katanya. (rri/c1/als)

kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Aksi belasan aktivis PMII itu dilakukan dari sekretariat PMII menuju mapolres. Di depan polres, mereka berorasi dan membentangkan poster berisi desakan pencopotan Kapolres Situbondo. Para mahasiswa tersebut juga membakar ban bekas. Sekitar 10 menit aksi tersebut berjalan damai. Sayang, mendadak terjadi kericuhan lantaran seorang anggota polisi berusaha memadamkan api yang disulut mahasiswa di ban bekas.

Kemudian, beberapa mahasiswa berusaha menghalangi polisi yang berusaha memadamkan api di ban bekas yang dibakar tersebut. Aksi saling dorong pun terjadi. Seorang mahasiswa mengaku dihantam. Bahkan, salah seorang mahasiswa menangis histeris setelah bendera PMII disobek oknum polisi. “Aparat Sabhara juga harus dicopot karena telah melakukan pengusiran secara paksa dan tidak sopan n  Baca PMII...Hal 27


Radar Banyuwangi | 9 Mei 2013