Issuu on Google+

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

SENIN 9 DESEMBER TAHUN 2013

Eceran Rp 5.750

25

Berguru Kelola Wisata ke Bali

OLEH:

A. CHOLIQ BAYA *

UPAYA Pemkab Banyuwangi untuk mengangkat sektor pariwisata semakin all-out. Setelah melakukan promosi melalui beberapa even akbar dan memperbaiki infrastruktur menuju ke lokasi wisata, kini giliran pelaku wisata yang digarap. Salah satunya dengan menggelar gathering Banyuwangi Night in Bali yang berlangsung di Hotel Paradise di Sanur, minggu

lalu. Ratusan pengelola perjalanan wisata, hotel, restoran dan pemandu wisata di Bali dan Banyuwangi dipertemukan. Salah satu tujuan dari agenda itu adalah terjadinya koneksi yang lebih signifikan di antara pelaku dan pengelola pariwisata yang ada di Bali dan Banyuwangi. Sehingga, setelah tahu potensi wisata yang ada di Banyuwangi,

para turis di Bali juga bisa diajak atau ditawari berwisata ke Banyuwangi. Tentu semua itu akan semakin mudah dilakukan manakala para pelaku wisata juga membuat paket-paket wisata dengan tujuan Banyuwangi. Obyek wisata andalan Banyuwangi yang akhir-akhir ini gencar dipromosikan adalah alam dan tradisi seni budaya berkonsep ecotourism. Seba-

gian besar obyeknya tak jauh berbeda dengan destinasi di Bali yang lebih banyak mengandalkan keindahan pantai, pegunungan dan seni budaya. Bahkan, Banyuwangi masih memiliki kelebihan destinasi dibandingkan Bali, salah satunya adalah obyek wisata di perkebunan dengan berbagai tanaman produksi dan keindahan yang ada di dalamnya. Hampir seluruhnya

PABRIK KERTAS

masih asli dan alami. Dari acara gathering itu pula diharapkan Banyuwangi bisa mendapat limpahan turis dari Bali sebagaimana Pulau Lombok yang ada di sebelah timur Pulau Dewata. Bahkan, konon kabarnya, sebagian turis lebih senang ke destinasi wisata di Lombok yang juga tak kalah indah n  Baca Berguru...Hal 35

MA Barter Aset Bekas PN Lama

Akhir Februari Uji Coba Mesin BANYUWANGI - Rencana operasional PT. Kertas Basuki Rahmat (KBR) pada bulan Maret mendatang, benar-benar dipersiapkan sebagai industri kertas besar yang muncul dari Kota Gandrung. Dalam tenggang waktu tiga bulan, Desember hingga Februari 2014 mendatang tim kerja ekstra mempersiapkan perangkat produksi yang handal. Kejayaan masa lalu pabrik keras bekas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, tampaknya menginspirasi pemilik baru perusahaan yang berlokasi di jantung Kota Banyuwangi ini. Mesin yang dipersiapkan pada Maret 2014 nanti merupakan mesin baru yang sama sekali belum dioperasikan. Walau mesin tergolong baru, namun mesin seharga sekitar Rp 1 triliun itu sudah lama dibeli oleh pemilik lama, yakni sekitar tahun 1995 n

Bangunan Lama Bakal Dijadikan Museum Daerah

 Baca Akhir...Hal 35

SAMBUT TAHUN BARU

BANYUWANGI – Upaya pemerintah daerah untuk mendapatkan lahan bekas gedung pengadilan negeri (PN) di Jalan Jaksa Agung Suprapto seluas 4.870 meter persegi, akhirnya membuahkan hasil. Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan barter aset yang

diajukan Bupati Abdullah Azwar Anas beberapa waktu lalu. Aset MA di Jalan Jaksa Agung Suprapto akan diserahkan menjadi aset daerah. Rencananya, pemerintah akan menjadikan bekas gedung PN itu sebagai gedung museum daerah. Sebagai kompensasinya, pemerintah daerah akan menghibahkan sebagian aset daerah yang ada di belakang kantor Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi di Jalan Adi Sucipto n  Baca MA Barter...Hal 35

Barter Aset MA-Pemkab GALIH COKRO/RaBa

STOK AMAN: Pedagang terompet di Pasar Mojopanggung bersiap sambut tahun baru.

Aset Mahkamah Agung Gedung bekas PN lama di Jalan Jagung Suprapto seluas 4.870 m3 Gedung Pengadilan Agama Jalan A.Yani seluas 1.600 m3

Perajin Terompet Wonogiri Serbu Banyuwangi BANYUWANGI - Malam pergantian tahun 2013 ke 2014 memang baru akan berlangsung 22 hari mendatang. Namun demikian, sejak beberapa hari terakhir, para perajin terompet sudah mulai sibuk berkreasi pernik yang identik dengan suasana malam tahun baru tersebut n

Aset Pemkab Banyuwangi Lokasi 1: JL Adi Sucipto (lahan parkir kantor BPKAD) Luas: 2.170 M3 Lokasi 2: Lahan eks TKD Kelurahan Tukang Kayu di Jalan Brawijaya.

Peruntukan Aset Barter Bekas gedung PN lama akan digunakan museum daerah Lahan eks TKD akan digunakan gedung kantor baru PA. Lahan daerah di Jalan Adi Sucipto Akan digunakan untuk pengembangan ruang sidang PN Banyuwangi.

 Baca Perajin...Hal 35

F

emal

ZAKARIA/RaBa

Kerahkan 6000 Siswa

E

Budayawan Bedah Buku Nawi BKL Inah KEKAYAAN potensi yang ada di Banyuwangi ternyata menarik perhatian beberapa kalangan untuk mendokumentasikan dalam sebuah buku. Bertempat di kampus Untag 1945 Banyuwangi sebuah buku dengan judul “Isun Dhemen Basa Using” diluncurkan. Buku hasil kolaborasi Andang C.Y. Antarikssawan awan Jusuf dan Hani Z. Noor itu berisi kosa kata dalam itu Berbasa Using n Berbasa  Baca Budayawan...Hal 35

ALI NURFATONI/RaBa

PUKAU PENONTON: Aksi pembalap saat melakukan freestyle di Sirkuit Utun, Dusun Trembelang, Kecamatan Cluring, sore kemarin.

BANYUWANGI - Ribuan siswa SD/MI se- Kabupaten Banyuwangi dipastikan akan meramaikan lomba Gebyar Teka-Teki Silang (TTS) bertema “Misteri Banyuwangi”. Acara kerjasama Jawa Pos Radar Banyuwangi bersama Dinas

Pendidikan dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Blambangan Banyuwangi, itu diagendakan pada Senin, 16 Desember 2013 mulai pukul 08.00 n  Baca Kerahkan...Hal 35

Crosser Mancanegara Dominasi Podium BANYUWANGI – Even Banyuwangi Internasional Powercross Championship yang digeber di Sirkuit Utun, Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring berlangsung spektakuler, kemarin. Ribuan penonton terpukau dengan atraksi sejumlah crosser dengan gerakan freestyle. Saat aksi freestyle berlangsung, para penon-

ton tanpa dikomando langsung berteriak kencang hingga gelenggeleng. Selain itu, mereka pun langsung kompak bertepuk tangan sebagai bentuk apresiasi terhadap aksi para pembalap tersebut. Semua pembalap yang melakukan gerakan freestyle sukses menghibur penonton n  Baca Crosser...Hal 35

CICI/RaBa

KUNJUNGAN: Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Banyuwangi Nur Hamim (pakai udeng) saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi bersama pengurus K3SD dan para kasek.

Masripah, 15 Tahun Bertahan Menjadi Penjual Nasi Cengkaruk

Dagangan Habis Untung Rp 7.500, tak Laku Dijemur Lagi SHULHAN HADI/RaBa

Sudah 15 tahun Masripah berjualan nasi cengkaruk alias nasi aking. Semakin hari, minat konsumen mengonsumsi makanan hasil daur ulang nasi basi yang dikeringkan lantas dimasak kembali, ini semakin turun. Lantas, apa yang membuat nenek berusia 61 tahun ini bertahan? SIGIT HARIYADI, Banyuwangi ANTARA percaya dan tidak percaya. Itulah kesan pertama yang saya rasakan ketika mendengar kabar bahwa saat ini masih ada penjual nasi yang khusus menyediakan menu nasi aking. Apalagi, kabar yang saya terima dari seorang rekan, itu menyebutkan sang

http://www.radarbanyuwangi.co.id

SIGIT HARIYADI/RaBa

MENUNGGU KONSUMEN: Masripah menjajakan nasi aking di gang sempit Lingkungan Krajan, Kelurahan Kampungmandar.

penjual nasi cengkaruk (sebutan nasi aking oleh warga lokal Banyuwangi, Red), tersebut menjajakan dagangannya tak jauh dari pusat Kota Gandrung, yakni di Kelurahan Kampungmandar, Kecamatan Banyuwangi. Pikiran negatif pun muncul ketika mendengar kabar yang seolah tidak masuk akal tersebut. Jangan-jangan saya dibohongi. Seraya setengah tertegun, saya mencoba menganalisa apa yang sesungguhnya terjadi. Apa iya masih ada warga yang mengonsumsi nasi aking? Kalaupun ada, apakah masih ada orang yang berjualan nasi khusus menyediakan menu aking tersebut. Tidak ingin berlama-lama memendam pertanyaan tersebut, pencarian pun saya lakukan Minggu pagi kemarin (8/12) n

Mahkamah AgungPemkab Banyuwangi barter aset Barter aset yes, barter perkara no!

Mohammad Syifa jabat kadisdukcapil Jabatan empuk, dudukduduk sambil bawa capil!

 Baca Dagangan...Hal 35 email: radarbwi@gmail.com/beritaraba@gmail.com


26

Senin 9 Desember 2013

Pamerkan Karya 200 Seniman

SHULHAN HADI/RaBa

PATUNG: Karya seni berbentuk bermain biola menyapa pengguna jalan di depan Gedung Wanita Paramitha Kencana kemarin.

BANYUWANGI - Para seniman seni rupa dari Jawa dan Bali hari ini (9/12) akan memamerkan karyanya di Gedung Wanita Paramitha Kencana Banyuwangi. Pameran seni rupa ini merupakan rangkaian Banyuwangi Festival yang digelar pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Lebih dari 200 seniman ambil bagian dalam acara ini. Separo berasal dari Banyuwangi dan selebihnya berasal dari seantero Jawa-Bali. Sebuah patung dari bilahan kayu berbentuk orang sedang bermain biola menyapa pengunjung sejak dari jalan raya. Kemudian, beberapa pohon yang berada di dalam area juga tak luput dari garapan para seniman. Sebuah topeng menancap di setiap dahan pohon sampai menuju pintu masuk ruangan. Yang tidak kalah menariknya, beragam lukisan yang dipajang di dalam gedung. Media lukis yang digunakan juga sangat beragam. Salah satu lukisan Gandrung karya seniman asal Rogojampi dikerjakan dengan

menggunakan rambut sebagai media lukisnya. Selain itu, beberapa karya kontemporer juga cukup menarik untuk disimak. Menurut salah seorang panitia, Slamet Sugiono, dalam pameran bertema LayarLayar Blambangan itu, pihaknya memiliki konsep yang dibuat lebih menarik. Pria yang juga angota Dewan Kesenian Blambangan itu menambahkan, selain lukisan dan patung, seni instalasi yang diletakkan di beberapa sudut gedung juga bisa dinikmati pengunjung pameran. “Untuk pembukaan besok (hari ini), direncanakan akan ada demo melukis on the spot oleh beberapa seniman,” ungkapnya. Selain menjadi rangkaian Banyuwangi Festival, pameran seni rupa ini juga dimaksudkan mengumpulkan para seniman dan potensi seni yang ada di Banyuwangi. Karena, Banyuwangi merupakan lumbung kesenian di Jawa Timur. “Kita ini Jogjanya Jatim,” katanya. (mg1/als)

RUBRIK PERPAJAKAN

Bahasa Osing Terancam Punah BANYUWANGI - Perkembangan peningkatan wisata Banyuwangi serta gencarnya promosi budaya Banyuwangi tidak serta merta membuat nasib Bahasa Osing terangkat. Bahasa asli suku Osing itu justru berbanding terbalik dengan laris manisnya lagu berbahasa Osing. Setidaknya, fakta inilah yang dikhawatirkan beberapa pemerhati budaya dan pemerhati bahasa Banyuwangi. Menurut beberapa kalangan, bisa dibilang keberadaan Bahasa Osing di Banyuwangi mengalami sebuah paradoks. Artinya, di tengah gencarnya promosi pariwisata Banyuwangi melalui festival dan ornamen

khas Banyuwangi, ada satu hal yang masih sedikit terabaikan. Yakni Bahasa Osing sebagai penyokong sebuah keberadaan budaya. hal itu disampaikan Hasan, salah satu budayawan Banyuwangi di sela-sela pelatihan penulisan cerpen Osing di kampus Untag Banyuwangi, Sabtu (8/12) lalu. Hasan yang juga PNS di SMPN 1 Banyuwangi mengatakan, bahwa penerapan Bahasa Osing di dunia pendidikan kurang maksimal. Selain jam pelajaran yang sangat sedikit, salah satunya disebabkan keberadaan guru. Guru yang selama ini mengajar Bahasa Osing bukan penutur asli dan juga tidak berlatar pendidikan

Anak muda di Banyuwangi lebih senang membuka percakapan dengan bahasa selain Osing. Baru setelah diketahui jika lawan bicaranya bisa berbasa Osing, maka mereka akan menggunakan Bahasa Osing. Ada ketidakpercayaan diri menggunakan Bahasa Osing. Hasan Budayawan

bahasa Osing. Selain itu, kendala kebijakan juga ada. Yang mana anggaran untuk peningkatan mutu Bahasa Osing

kurang. “Selama lima tahun ke belakang, hampir tidak ada pelatihan mengenai Bahasa Osing,” tuturnya.

Kendala yang muncul di lapangan adalah muncul rasa kurang percaya diri di sebagian masyarakat, khususnya generasi muda dalam berkomunikasi dengan Bahasa Osing. Menurut budayawan yang tinggal di Rogojampi ini, anak muda di Banyuwangi lebih senang membuka percakapan dengan bahasa selain Osing. Baru setelah diketahui jika lawan bicaranya bisa berbasa Osing, maka mereka akan menggunakan Bahasa Osing. “Ada ketidakpercayaan diri menggunakan Bahasa Osing,” katanya. Lelaki ini juga menambahkan, tidak menutup kemungkinan jika situasi ini dibiarkan, maka Bahasa Osing suatu saat akan punah. (mg1/als)

Mohammad Syifa Jabat Kadisdukcapil SITUBONDO – Bupati Dadang Wigiarto akhirnya mengisi kursi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil§ setelah ditinggalkan Agus Tjahyono Basuki karena memasuki masa purna tugas. Pejabat yang dipercaya menggantikannya adalah Mohammad Syifa, mantan Kepala Dinas Pertanian yang menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi. Pelantikan Mohammad Syifa ini dilakukan sangat mendadak. Yakni setelah pelaksanaan apel pagi Jumat

(6/12) lalu. Tidak ada yang menyangka jika saat itu akan dilakukan pelantikan. Meski demikian, langkah Bupati Dadang Wigiarto yang akan segera mengisi jabatan Kadisdukcapil sudah banyak diprediksi sejumlah pihak. Sebab, SKPD yang berada di Jalan Sucipto tersebut merupakan lembaga pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Misalnya, dalam pelayanan KTP, Kartu Keluarga dan sebagainya. Sehingga, semakin lama jabatan kepala dinas dikosongi, maka

masyarakat akan semakin kesulitan untuk memperoleh pelayanan. Informasi yang dikumpulkan koran ini menyebutkan, begitu Agus Tjahyono Basuki memasuki masa purna tugas, bupati tidak langsung menyiapkan pengganti definitifnya. Tak pelak, pelayanan kartu keluarga dan sebagainya sempat terhenti karena tak ada pejabat berwenang yang bertandatangan. Bahkan, sejumlah pemohon ada yang langsung datang ke rumah Agus

Tjahyono Basuki untuk meminta tanda tangan. Namun, mantan kabag hukum itu menolak tanda tangan dengan alasan sudah bukan merupakan pejabat yang berwenang. Kepala Badan Kepegawaian daerah Pemkab Situbondo, Lutfi Joko Prihatin membenarkan jika Mohammad Syifa dilantik sebagai Kepala Disdukcapil. “Hanya satu orang itu yang dilantik Bupati, ini untuk menempati posisi kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” terangnya. (pri/als)

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 4 NO

NAMA

HASIL (%)

NO

NAMA

HASIL (%)

NO

NAMA

HASIL (%)

NO

NAMA

HASIL (%)

1 Dadang Wigiarto

25,40

6 Muh Hidayat, drs. H. 8,55

11 Mentik Rohimah

4,41

16 Sri Utami Faktuningsih 2,24

2 Muslimin Fasyah

14,80

7 Irwan Setiawan

8,29

12 Wendriawanto

3,03

17 Wiwik Eko Lestari

0,42

3 Hadi Wijono

12,67

8 Umi Kulsum, SH

7,93

13 Teguh Sumarno

2,89

18 Andi Mulyo

0,28

4 Guntur Priambodo,DR. Ir. 9,69

9 Ficky Septa Linda

5,92

14 Ira Damayanti

2,52

19 Danny Farda M

0,18

5 Arvy Rizaldy, SE

10 Toni Hartono

4,60

15 Andriani, dr.

2,28

20 I Made Cahyana

0,09

9,19

Andi Mulyo

Andriani, dr.

Irwan Setiawan

Mentik Rohimah

Arvy Rizaldy, SE Dadang Wigiarto

Muh Hidayat, Drs. H.

Muslimin Fasyah

Danny Farda M

Ficky Septa Linda

Guntur Priambodo, Dr. Ir. MM

Sri Utami Faktuningsih

Teguh Sumarno

Toni Hartono

Hadi Wijono

Pertanyaan : Apakah syarat Wajib Pajak (WP) yang sudah membayar Pajak Penghasilan (PPh) final tarif 1% dan memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB) agar tidak dipotong atau dipungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 dan Pasal 23 jika bertransaksi dengan pemotong atau pemungut pajak? Jawaban :Terima kasih atas pertanyaan Saudara. Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-32/PJ/2013 tentang Tata Cara Pembebasan dari Pemotongan dan/atau Pemungutan Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak yang Dikenai Pajak Penghasilan Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu Pemotong dan/atau pemungut pajak tidak melakukan pemotongan dan/atau pemungutan PPh untuk setiap transaksi yang merupakan objek pemotongan dan/atau pemungutan PPh yang tidak bersifat final apabila telah menerima fotokopi SKB yang telah dilegalisasi oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat WP menyampaikan kewajiban Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Permohonan legalisasi fotokopi SKB diajukan secara tertulis kepada Kepala KPP tempat WP menyampaikan kewajiban SPT dengan syarat : menunjukkan SKB; menyerahkan bukti penyetoran PPh yang bersifat final berdasarkan Peraturan Pemerintah No 46 Tahun 2013 untuk setiap transaksi yang akan dilakukan dengan pemotong dan/atau pemungut berupa Surat Setoran Pajak lembar ke-3 yang telah mendapat validasi dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara, kecuali untuk transaksi yang dikenai pemungutan PPh Pasal 22 atas: impor; pembelian bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan pelumas; pembelian hasil produksi industri semen, industri kertas, industri baja, industri otomotif dan industri farmasi; pembelian kendaraan bermotor di dalam negeri; mengisi identitas WP pemotong dan/atau pemungut PPh dan nilai transaksi pada kolom yang tercantum dalam SKB; ditandatangani oleh WP, atau dalam hal permohonan ditandatangani oleh bukan WP harus dilampiri dengan Surat Kuasa Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 Undang-Undang KUP. Fotokopi SKB diajukan dalam rangkap 3 (tiga), yaitu : satu lembar untuk KPP tempatWP menyampaikan kewajiban SPT; satu lembar untuk diserahkan WP kepada WP pemotong dan/atau pemungut; satu lembar untuk diserahkan kepada KPP tempat pemotong dan/atau pemungut terdaftar. Legalisasi fotokopi SKB dilakukan dalam jangka waktu 1 (satu) hari kerja sejak permohonan legalisasi diterima lengkap. Informasi lebih lanjut dapat berkonsultasi dengan Account Representative Saudara di Kantor Pelayanan Pajak dimana Saudara terdaftar atau hubungi Kring Pajak 500200. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur III

I Made Cahyana

Ira Damayanti

Umi Kulsum, SH Wiwik Eko Lestari

Wendriawanto

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Sabtu 9 Desember 2013

Minta Kasusnya Segera Diproses Kasus Oknum Guru Pukul Sales

ABDUL AZIZ/RABA

SERU: Bupati Anas dan istri menikmati serunya bermain rafting di Sungai Mbadeng, Kaki Gunung Raung kemarin.

Bupati Jajal Rafting Karo Adventure SONGGON – Serunya arung jeram di Kaki Raung Gunung Raung (Karo) Adventure, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, ternyata juga menarik minat Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan istri, Ny. Ipuk Fiestiandani Anas untuk menikmatinya. Kemarin pagi, orang nomor satu di jajaran Pemkab Banyuwangi tersebut secara khusus datang ke lokasi Karo Adventure Sungai Mbadeng, dengan mengajak sejumlah kepala dinas. Awalnya, bupati dan rombongan datang ke lokasi hanya untuk melihat saja. Tujuannya memberikan apresiasi kepada pengelola sekaligus memotivasi agar mengembangkan wisata di lereng Gunung Raung tersebut. Namun, setelah sampai di lokasi dan melihat air sungai, bupati dan istri serta rombongan, ternyata justru kepincut

ingin mencoba menikmati arung jeram Karo Adventure. Tanpa menunggu lama, bupati langsung ganti pakaian dan memakai pelampung. Sebagaimana layaknya pengunjung lainnya, mantan anggota MPR RI termuda itu juga naik mobil jeep wilis yang mengantarkannya ke start arung jeram di pegunungan. Bupati dan istri menikmati arung jeram dengan naik perahu karet dan didampingi skipper dari Karo Adventure. Keduanya menyusuri sungai yang membelah wilayah KPH Perhutani Banyuwangi Barat itu. Selama bupati menyusuri sungai dengan perahu karet, banyak warga yang menunggu di garis finish karena ingin tahu bupati dan rombongan datang. Begitu perahu yang dinaiki bupati muncul dari kejauhan, sorak pengunjung pun semakin ramai. Apalagi ketika perahu

karet keduanya jatuh ke sungai, suasana semakin seru. “Wah seru, seru banget,” kata bupati dan istri yang pakaiannya masih basah. Bupati menuturkan, dia sengaja datang dan menikmati arung jeram Karo Adventure karena sekaligus ingin mendorong dan memotivasi pengelola agar wisata air dengan alamnya yang masih alami tersebut bisa terus dikembangkan. Dia berharap, kehadirannya juga bisa menjadi bagian promosi wisata daerah yang menarik minat wisatawan. Ketua Karo Adventure Yusuf mengaku senang dikunjungi Bupati Anas. Pihaknya berjanji akan terus bekerja keras memoles tempat wisata baru berupa rafting tersebut. ”Kunjungan Pak Bupati akan kami jadikan semangat untuk bekerja lebih keras,’’ kata Ndan Yusuf, panggilan akrabnya. (azi/aif)

KERJA BAKTI: Warga dan jajaran Forpimka Rogojampi memperbaiki rumah pasutri Samsuri dan Sunami kemarin.

ABDUL AZIZ/RaBa

Warga Perbaiki Rumah Samsuri ROGOJAMPI – Rumah reot yang ditempati pasangan suami istri (pasutri), Samsuri 75 dan Sunami 65, Warga Gang Sawo Dusun Maduran Desa/Kecamatan Rogojampi akhirnya diperbaiki kemarin. Rumah reot berukuran 5 x 5 meter berdinding gedheg dan beralas tanah itu langsung dibongkar oleh warga sekitar. Rehabilitasi rumah dibantu aparat koramil, polsek, dan Satuan Polisi Pamong Praja Rogojampi. Rumah tersebut diperbaiki dengan bantuan dana badan amil zakat Kecamatan Rogojampi senilai Rp 1 juta. Secara simbolis bantuan diserahkan

oleh Camat Rogojampi Kusiyadi kepada pasutri Samsuri dan Sunami. Kepala Desa Rogojampi Siti Jamilah mengatakan, bahwa dirinya sudah berusaha mengusulkan untuk perbaikan rumah milik Samsuri dan Sunami, agar mendapatkan program bedah rumah. Hanya saja, hal ini kemudian terkendala masalah status lahan yang ternyata bukan milik pasutri tersebut. “ Tapi alhamdulillah, ada dermawan yang peduli dengan kondisi Pak Samsuri,” kata Kepala Desa Rogojampi, Siti Jamilah. Selama rumahnya dibangun, Samsuri bersama istrinya Su-

nami akan tinggal di Yayasan Sritanjung, Desa/Kecamatan Rogojampi. Proses pembangunan sendiri diprediksikan sudah harus rampung dalam waktu 15 hari, “ Kami usahakan bisa cepat selesai dan bisa ditempati” kata Sugiyanto, Kadus Maduran, Rogojampi. Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang melanda kawasan Rogojampi menjadi duka tersendiri bagi Sunami, 65, dan Samsuri, 70, sepasang suami sitri warga Gang Sawo, Dusun Maduran, Desa Rogojampi, pada Rabu lalu (27/11). Rumah tersebut nyaris ambruk setelah diterjang banjir. (azi/aif)

SEMPU - Nanang Muzaki, warga Dusun Mangli, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, minta aparat Polsek Sempu mengusut laporan kasus dugaan penganiyaan yang dilakukan oknum guru berinisial YN kepada dirinya. Laporan dugaan penganiayaan yang dia alami sekitar sebulan lalu sudah dilaporkan ke Polsek Sempu. Menurut Nanang, beberapa waktu lalu, dirinya mengemudikan sepeda motor dari arah Kecamatan Genteng menuju Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu. Ketika sampai di Pertigaan Damsari, Desa Tegalarum, dirinya hendak belok ke kanan dengan menyalakan lampu sein. Meski mengaku sudah menyalakan lampu sein, mendadak ada YN dari arah utara tetap mengemudikan motor secara cepat, bahkan hendak menabrak dirinya. “Waktu itu nggak sampai

sehari-harinya bekerja sebagai sales tersebut. Atas laporannya tersebut, Nanang mengaku sempat dimintai keterangan penyidik. Begitu juga dengan beberapa saksi. “Tapi sampai satu bulan ini kok belum ada perkembangan, setelah saya tanyakan katanya polisinya sibuk,” ujarnya. ABDUL AZIZ/RaBa Dia berharap, KORBAN: Nanang Muzaki kasus dugaan pengiayaan tersenabrak, tapi dia sempat jatuh,” but tetap diproses secara hukum. kata Nanang saat berkunjung ke “Saya pokoknya tetap minta kantor Jawa Pos Radar Banyu- lanjut,” ujarnya. Kapolsek Sempu AKP Toha wangi Biro Genteng kemarin. Anehnya, lanjut Nanang, ketika Choiri melalui Kanitreskrim itu tanpa banyak bicara, YN lang- Aiptu Sayus belum bisa dikonfirsung memukul dirinya, hingga masi terkait hal ini. Beberapakali mengalami luka. “Akhirnya saya dihubungi melalui HP-nya, juga lapor polisi dan minta visum tak diangkat meski terdengar ke puskesmas,” tutur pria yang nada sambung. (azi/aif)

Perguruan Ilmu Sejati Wayangan PURWOHARJO - Perguruan Ilmu Sejati melangsungkan hari ulang tahunnya yang ke-88, kemarin malam. Acara yang diisi dengan pertunjukan wayang kulit tersebut dipusatkan di Dusun Kaliboyo, Desa Keradenan, Kecamatan Purwoharjo. Puncaka acara tersebut bukan hanya dihadiri oleh para anggota ilmu sejati dari Banyuwangi, namun juga dari sejumlah kabu-

paten lain, seperti Tulungagung, Lumajang, Madiun, Probolinggo dan Malang, serta beberapa kabupaten lainnya. Hadir dalam acara tersebut, Ketua PKK Banyuwangi Ny. Dani Azwar Anas, yang malam itu didaulat menyerahkan gunungan wayang kepada dalang Sujito dari Tulungagung. Plt. Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra Wawan

Yadmadi mengatakan, pemkab memberikan apresiasi terhadap kegiatan pagelaran wayang kulit dalam memeriahkan HUT ke-88. Sebab hal ini adalah bagian dari seni budaya Indonesia, termasuk Banyuwangi yang patut terus dilestarikan. “Kita juga berharap Perguruan Ilmu Sejati bisa sejalan dengan pemerintah dalam upaya memajukan daerah,” harap Wawan. (azi/aif)


28

Sabtu 7 Desember 2013

Basuki Rachmat Hanuraisasi Kertosari BANYUWANGI - Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Banyuwangi Dapil I dari Partai Hanura, Ir Basuki Rahmat, berhasil memberikan semangat gotong-royong kepada warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, Minggu kemarin (8/12). Dalam kegiatan rijig-rijig saluran air (drainase) itu warga sangat kompak. Mulai dari kalangan ibu-ibu, bapakbapak, hingga remaja kompak membersihkan gorong-gorong saluran air. Tak ketinggalan tokoh masyarakat hingga ketua RT pun turut hadir. Ketua RT 01 RW 02 Lingkungan Krajan, Kertosari, Saini menjelaskan, kerja bakti membersihkan saluran air ini adalah upaya warga untuk hidup bersih. Dan, kebetulan Caleg Partai Hanura Dapil I Nomor urut I, Ir Basuki Rachmat turut mendukung kegiatan ini. Bentuk kepedulian Ba-

suki Rachmat ini adalah salah satu bentuk nyata yang sangat ditunggutunggu warga sekitar. “Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada Basuki Rachmat. Kami akan mendukung perjuangan beliau untuk maju dalam pemilihan legislatif. 90 persen kami akan mendukung beliau,” ujar Saini. Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua RT setempat, Suyono. Menurut dia, masyarakat membutuhkan figur seperti Basuki Rachmat yang telah berhasil mendorong warga untuk bergotong-royong membentuk keluarga sehat. “Figur seperti yang ini cocok untuk mewakili kami di parlemen,” katanya. Hal serupa dikatakan seorang toko masyarakat setempat, Agus Supandi. Menurut Agus, selama ini warga hanya disuguhi caleg yang hanya membutuhkan dukungan warga, na-

mun setelah jadi wakil rakyat, warga ditinggal, mereka lupa dengan janjinya. “Kami ini sebagai warga hanya dijadikan jembatan kepentingannya. Namun saya yakin dengan kehadiran seorang Ir Basuki Rachmat, hal tersebut tidak akan terjadi. Basuki seorang yang memiliki karakteristik yang sangat baik,” cetusnya. Sementara itu, Caleg Hanura Dapil I Nomor urut I, Ir Basuki Rachmat mengaku berterima kasih atas dukungan dan tekad bulat mendukung dirinya menuju parlemen. Menurut Basuki, budaya gotong royong adalah salah satu solusi yang harus dipertahankan. Termasuk ketika dirinya kelak memang mendapat amanat sebagai wakil rakyat. “Saya akan selalu mendampingi warga ketika mereka ada kegiatan,” pungkas Ketua DPC Partai Hanura Banyuwangi itu. (adv/als)

SIGIT HARIYADI/RaBa

IMBAS CUACA: Pedagang bumbu menjajakan dagangan di Pasar Banyuwangi kemarin (8/12).

Harga Bumbu Mulai Melejit

TOHA/RaBa

GUYUB: Caleg Dapil I Nomor I, Ir Basuki Rachmat (belakang kiri bertopi) bersama warga Kertosari saat kerja bakti Minggu kemarin (8/12).

JEMBER

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI - Musim penghujan yang mulai melanda wilayah Banyuwangi dan sekitarnya sejak beberapa pekan terakhir mulai berdampak pada penurunan hasil panen beberapa jenis tanaman, termasuk cabai, tomat, ranti, dan bawang merah. Akibatnya, harga sejumlah jenis bumbu masakan tersebut di pasaran mulai melejit. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di Pasar Banyuwangi kemarin (8/12), harga bawang merah melejit lima puluh persen dibanding sebelumnya. Sekitar sepekan yang lalu, para pedagang di pasar tradisional tersebut menjual bawang putih sebesar Rp 20 ribu

BANYUWANGI

per kilogram (Kg), kemarin harga bawang putih sudah mencapai Rp 30 ribu per Kg. Kecenderungan serupa juga terjadi pada harga pasangan tomat dan ranti. Jika sebelumnya harga tomat di pasaran hanya sebesar Rp 2 ribu per kg, namun sejak beberapa hari terakhir, pedagang melego tomat ke tangan konsumen seharga Rp 8 ribu per kg. Harga ranti juga naik signifikan, yakni dari Rp 1.500 per kg menjadi Rp 5.000 per kg. Selain tiga jenis bumbu masakan tersebut, kenaikan harga juga terjadi pada cabai rawit. Ya, sejak tiga hari terakhir, harga cabai rawit juga ikut-ikutan naik

BANYUWANGI

dari Rp 14 ribu per kg menjadi Rp 18 ribu per kg. Samsul, 32, pedagang yang menjajakan dagangan di Pasar Banyuwangi mengatakan, kenaikan harga beberapa jenis bumbu masakan tersebut terjadi akibat penurunan pasokan dari pengepul. “Harga naik karena memang stok berkurang,” ujarnya. Dia menambahkan, penurunan pasokan tersebut terjadi lantaran hasil panen tanaman bawang merah, tomat, ranti, dan cabai rawit berkurang. “Itu terjadi karena tanaman sering diguyur hujan sehingga produktivitasnya turun,” pungkasnya. (sgt/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Telkomvision •

• Dikontrakkan •

• STNK •

• Perum Sobo Asri •

• Toyota Hiace ‘82 •

• Body Kijang Kapsul •

• Xenia XI (Plat W) •

Telkomvision, 80+Chnel, gmbr jernih,one day service, info Reza 085231300123

Dikontrakn 1 Toko, Bs utk Dealer, Sprmrkt, Gudang Lok.Sumberayu H:081231457220

Hlg STNK P 2394 VE, an. Sur ya Cahyanto, Jambu 01/01 Tamansari, Licin

Djl Perum Sobo Asri 2 Blok D10 Bwi LT 168 LB 45 Posisi Dpn H: 081235323199

Djl Toyota HIACE Th 1982 20 Jt Nego Hub 03338939244-03337770552 /08174745225

Dijual Body Kijang Kapsul Lgx Hrg 20 Juta Nego Hb 082142194111

Dijual Mobil Xenia XI Plat W (Sidoarjo) Hub Tlp 085336525043

• Rumah & Ruko •

• Ruko Pesanggaran •

Djl rmh di Bwi L+350m msk gang 100m SHM hrg 130jt. Ruko kuat+kokoh L+350m2 lok Benculuk msk gang 100m hrg 400jt Hb 087755630534

• Jl. JA. Suprapto • Dijual B.U Rmh Srtgs Jl. Jaksa Agung Suprapto 152 a, LT 450, LB 200 m Hrg 850 Jt Nego Lgs Pemilik 087738832093

• Gardenia Estate • BANYUWANGI

Dijual Rmh Gardenia Estate LT 96 LB 55 Semi Furnish Hrg Nego Hub 082147026788

• Kepala Produksi • Dibthkn Kepala Produksi Pria Lulusan Min SMA/STM Mempunyai Semangat Kerja&Jujur Krm CV Ke Jl Ikan Wijinongko Perum Sobo Waterspring Blok A1/Kantor Pemasaran Perumahan H:082132212222

SITUBONDO

SITUBONDO • Jl. Argopuro • J. Tnh 9000m, Jl. Argopuro 15B 750 rb/m, 9600m Ry Lmgn Asb 200 rb/m 082333008871

Dkontrkn ruko 8x18m, d pasar, jantung kota Psanggaran, sblh bank mandiri , 70 jt/th (nego), IMB&SHM. Hb iin 0812164186333/ hardi 082332839591. iinsetyowati@yahoo.com

Jual Innova Solar G 2008 Abu2 Metalik, harga Rp. 187 juta nego Avanza ‘11 G, Silver, 140 juta nego Cash & Kredit, Tukar Tambah

Hub: 082142194111

Honda Jazz ‘09 vs harga 179 juta, Panther lv ‘03 harga 125 juta Harga Nego. Cash, kredit, tukar tambah.

Hub: 082142194111

• Jual Rumah Kos • Djl Rmh Kost&Isi LT/LB:178,9 kmr terisi 8.Hrg 325 Jt Ng Hub 082231281892

• Nissan •

MOBIL ANDA BELUM LAKU? HUBUNGI: 0333412224

Promo Nissan Akhir Tahun,DP Grand Livina 34 Juta&March 21 Juta,Diskon Besar untuk Semua Produk Nissan Hub Adzam 081232246632&087806542223

• Grand Livina ‘07 •

• Hyundai Trajet ‘04 •

• Toyota Kijang LGX ‘02 •

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007, abu-abu tua metalik, harga 141 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Hyundai Trajet G8 MT tahun 2004, abu-abu metalik, harga 91,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang LGX LF 80 STD (solar) tahun 2002, merah metalik, harga 121,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Avanza ‘10 •

• GranMax PU ‘12 •

• Toyota Innova ‘10 •

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60 IRM tahun 2010, silver metalik, harga 131,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Gran Max pick-up S40 IRP tahun 2012, putih, harga 82,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Inova 2010 Type G Diesel Matic warna abu2, pemakaian 70 Km-an,kondisi barang bagus, pemakaian tangan pertama Hrg 215 Juta Hb 082265599989

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak ber tanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Senin 9 Desember 2012

BALI

HAJI

Meninggal dalam Perawatan di Makkah JEMBER – Musim haji 2013 sudah berakhir saat para jamaah haji kembali ke tanah air. Namun, kabar duka masih diterima masyarakat Jember. Seorang jamaah haji asal Silo, Jember, yang bernama Giman, meninggal di Arab Saudi. Jamaah yang tergabung dalam kloter 61 itu merupakan jamaah ketiga asal Jember yang meninggal dunia selama musim haji 2013. Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Jember Misbahul Munir menyatakan, pihaknya mendapat informasi mengenai meninggalnya Giman dari Sulis, petugas kesehatan haji dari Provinsi Jatim. “Kami mendapat kabar duka ini dari salah seorang tenaga kesehatan,” katanya. Giman meninggal pada Selasa (3/12) akibat sakit yang dideritanya. Giman sendiri tidak pulang ke tanah air bersama jamaah haji yang lain. Dia terpaksa masih harus ditinggal di Arab Saudi karena menjalani perawatan medis. Saat itu, seorang jamaah haji asal Jember yang lain yang bernama Sutho. Jenazah Giman, lanjut Munir, sudah dimakamkan di Pemakaman Sarayi Kota Makkah.  Giman sebelumnya dirawat di Rumah Sakit King Faisal Arab Saudi. “Kemarin juga muncul informasi dari dokter Nani di Makkah yang menjelaskan Giman masih dirawat di RS King Faisal. Tetapi, info itu akhirnya diralat karena yang masih hidup hanya jamaah atas nama Sutho,” ungkapnya. Setelah menerima kepastian meninggalnya Giman, dia menyatakan, Kantor Kemenag Jember menghubungi pihak keluarga melalui KUA Silo. Saat ini pihak keluarga sudah mengetahui tentang informasi tersebut.  Sebelumnya diberitakan sebelumnya, terdapat dua jamaah haji asal Jember yang terpaksa tidak ikut kembali ke Indonesia karena sakit keras. Keduanya dalah Giman dan Sutho. Giman dipastikan sudah meninggal dunia, sedangkan Sutho masih menjalani perawatan intensif di RS King Faisal Kota Makkah. Sebelumnya, jamaah haji asal Jember yang pertama meninggal dunia adalah Hj Sutini Binti Juliat, 69. Sutini berasal dari Desa/Kecamatan Wuluhan. Sutini meninggal karena komplikasi. Menurut data Kemenag Jember, Hj Sutini adalah jamaah haji yang berasal dari kloter 62 Jember. Berikutnya, seorang jamaah haji asal Jember dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung. Jamaah kedua yang meninggal dunia itu adalah Jumadin bin Sarwi, 75,  berasal dari Dusun Krajan, Desa Sumber Wringin, Sukowono, yang berasal dari kloter 59. Selain tiga jamaah haji yang meninggal, sebelumnya juga ada seorang jamaah haji juga dipulangkan terlebih dahulu diduga karena stres. Jamaah haji asal Desa Patempuran, Kalisat, itu bernama H. Saladin. (ram/har/jpnn)

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Lahan Kedelai Menyusut Dari 32 ribu menjadi 9 Ribu Hektare JEMBER - Harga kedeleai yang dinilai belum menguntungkan membuat banyak petani enggan menanam komoditas tersebut. Imbasnya, selama 2013 ini, lahan penanaman kedelai di Jember menyusut dibanding tahuntahun sebelumnya. Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertaniaan Jember, Abdul Halim, dalam rapat TPID beberapa waktu lalu mengatakan selama 2013 ini, luasan lahan tanaman kedelai milik petani di Jember berkisar 9 ribu hektare saja. Angka tersebut mengalami penurunan drastis

jika dibanding tahun 2012 lalu. “Tahun lalu padahal mencapai 35 ribu hektare,” ujarnya. Dengan demikian, hal ini menunjukkan jika masyarakat petani masih menganggap jika menanam kedelai dianggap tidak menguntungkan dibandingkan dengan menanam komoditi lainnya. Sehingga para petani banyak beralih tanaman. “HPP kedelai belum menggugah keinginan petani untuk menanam kedelai. Karena dinilai belum menguntungkan. Sehingga mereka memilih komoditas lain,” tegasnya. Padahal, HPP kedelai untuk tahun 2013 hanya Rp 7.000 per kilogram. Harga itu dinilai masih belum menguntungkan untuk petani penanam

kedelai. Serta, masih adanya harga yang tidak stabil di pasaran, membuat petani juga lebih memilih komoditas lain. “Saat awal panen kedelai, harganya bisa mencapai Rp 9.500. Namun saat panen hanya Rp 7.900 - 8.500,” lanjutnya. Padahal, lanjutnya, pihak Dinas Pertanian terus mendorong kepada petani agar mau menanam kedelai. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi ketergantungan pada kedelai impor. “Tetapi apa yang mau ditanam itu hak mutlak dari petani, jadi paling kami hanya bisa menghimbau,” ujarnya. Untuk meningkatkan produksi tanaman kedelai tahun mendatang, kami mendorong melalui kelompok tani agar mampu menerapkan pola tanam yang benar sehingga

produksi kedelai tahun depan bisa terus meningkat di tahun mendatang. Sementara itu, Bulog Sub Divre XI Jember mengaku, tahun 2013 ini sudah mulai membeli kedelai petani lokal Jember. Menurut Kepala Bulog Sub Divre XI Jember, Alwi Umri, sebanyak 22,9 ton kedelai lokal Jember sudah dibeli Bulog Jember. Pembelian itu melalui satu kelompok tani di Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari. Di desa itulah, sentra penanaman kedelai di Jember. “Kami membeli dari gapoktan Rp 7.900 per kilo, dan harga jual Rp 8.100 per kilo,” ujar Alwi. Kedelai lokal yang dibeli Bulog itu kemudian dibeli oleh sejumlah pengrajin tahu tempe di Jember. (ram/wah/jpnn)

KESEHATAN DATA JAMKESMAS LUMAJANG n Jumlah Penduduk n Jamkesmas n Jamkesda n Askes n Jamsostek

: 1.018.180 : 426.701 : 2.300 : 71.332 : 1.149 SUMBER, DINKES LUMAJANG RADAR JEMBER/JPNN

Pemegang Jamkesmas Dijamin Program JKN LUMAJANG - Pemegang kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dijamin masuk penerima bantuan iuran (PBI) pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dengan begitu, mereka tidak perlu membayar untuk ikut system kesehatan nasional yang berbasis asuransi tersebut. JKN akan diberlakukan oleh pemerintah pada Januari 2014 nanti. Rencananya, program ini akan diberlakukan secara bertahap dan ditargetkan tuntas pada 2019 nanti. Pemerintah memastikan pemegang Jamkesmas akan masuk tahap pertama program tersebut disamping pemegang kartu Askes dan kartu Jamsostek. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Buntaran kepada koran ini mengatakan, untuk Kabupaten Lumajang jumlah pemegang kartu Jamkesmas sebanyak 426.701 peserta. Jumlah tersebut tidak termasuk pemegang kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang jumlahnya mencapai 2.300 orang. Pemegang kartu Jamkesmas dan Jamkesda tersebut nantinya secara otomatis akan masuk PBI. Untuk peserta Jamkesmas, secara otomatis akan masuk dalam JKN katagori PBI. Pemerintah pusat nanti yang akan memasukkan peserta Jamkesmas tersebut ke program JKN. Sebab, selama ini yang menjamin program Jamkesmas adalah pemerintah pusat. “Prosesnya nanti dipusat. Kami tidak ikut-ikut,” kata Buntaran. Sedangkan untuk Jamkesda, pemerintah daerah memang mempunyai anggaran untuk menopang kegiatan tersebut. Dari anggaran yang ada, kata Buntaran separuhnya akan digunakan sebagai jaminan untuk peserta Jamkesda. Sisanya, digunakan untuk masyarakat miskin yang berlum tercover program tersebut. Buntaran mengatakan, pemegang kartu Jamkesda adalah masyarakat Lumajang yang tidak tercover dalam program Jamkesmas. Mereka bisa mendapatkan Jamkesda setelah mendapatkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari pihak desa. Sebenarnya, jumlah peserta Jamkeda ada pada angka 5.000-an orang. Namun, separuhnya sudah masuk pada Jamkesmas. “Sekarang, tinggal 2.300 orang. Tapi masih kita verifikasi lagi,” ucapnya. Untuk Jamkesmas, Buntaran mengaku memang masih ada masalah. Kartu Jamkesmas yang didroping dari pusat, ternyata banyak yang tidak sesuai di lapangan. Ada yang sudah meninggal, tidak tepat sasaran, dan bahkan ada yang alamatnya tidak jelas. “Ada 6 ribu kartu yang bermasalah,” ucapnya. Kartu tersebut, kata dia kemudian sudah dilakukan verifikasi dan sudah pula dikembalikan ke pusat. Namun, hingga saat ini masih belum dikirim lagi oleh pemerintah pusat. “Kalau sudah datang, langsung kita berikan,” pungakasnya. Sementara itu, jumlah pemegang kartu Askes di Lumajang sebanyak 71.332, dan pemegang kartu Jamsostek sebanyak 1.149. Dengan begitu, pada Januari 2014 nanti, jumlah masyarakat Lumajang yang belum terlindungi program JKN sebanyak 513.893. “Nanti bisa mendaftar secara mandiri,” pungkasnya. (wan/sh/jpnn)

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini: OPINI DAN REMBUGAN Naskah Opini panjang tulisan sekitar 850 kata. Sedangkan Rembugan maksimal 250 kata. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com. Sertakan nama dan identitas penulis.

ALAT MANUAL: Petugas BPBD Lumajang membersihkan longsoran di Wonokerto kemarin (8/12).

Pembersihan Diupayakan Rampung Hari Ini LUMAJANG - Puluhan warga bersama dengan aparat TNI/Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih terus melakukan upaya pembersihan sisa-sisa longsor di Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Lumajang. Karena menggunakan peralatan manual, upaya pembersihan sisa longsoran tersebut memakan waktu lebih lama. Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, kemarin warga bersama dengan TNI/Polri masih terus melakukan kerja bhakti. Sehari sebelumnya, setelah terjadi longsor, warga juga sudah bergotong royong untuk memberishkan sisa-sisa longsoran tersebut. Namun, hari pertama

hanya bisa membuka akses untuk kendaraan roda dua saja. Kemarin, bersih-bersih kembali melibatkan puluhan warga. Mereka kembali berusaha membuka akses jalan desa tersebut. Hanya, karena menggunakan alat manual, proses pembersihan tidak maksimal. Kepala BPBD Lumajang, Rochani kepada koran ini mengatakan, tidak ada alat berat yang digunakan di desa tersebut. Alasannya, pembersihan sisa longsoran masih bisa dilakukan dengan alat manual. “Pake manual,” ungkapnya. Warga, bersama dengan aparat TNI/ Polri juga terus bergotong royong untuk membersihkan jalur tersebut. Sehingga, penggunaan alat berat un-

tuk membersihkan jalur tersebut dari lumpur belum diperlukan. Kemarin, kata dia jalan tersebut sudah bisa diakses kendaraan roda empat. Hanya saja, kendaraan yang melintas dikawasan tersebut harus hati-hati. Alasannya, jalanan masih licin karena masih berlumpur. Dia menambahkan, proses pembersihakan sisa-sisa longsoran tersebut hanya mengunakan pompa air, disamping alat lain seperti cangkul yang dibawa masyarakat. Jalanan disemprot air agar akses terbuka dan tidak licin. Berbeda dengan Desa Wonokerto, Gucialit, longsor yang terjadi di Desa Kali Iling, Kecamatan Tempursari harus menggunakan alat berat. Ratu-

san warga yang terlibat dalam proses pembersihan tersebut ternyata tidak mampu untuk membersihkan sisasisa longsoran. Longsor di Kali Uling terjadi pekan lalu. Sehari setelah longsor pertama di Desa Monokerto. Pihak BPBD sudah menerjunkan alat berat ke desa tersebut untuk mempercepat proses pembersihan jalan. “Hari ini (kemarin) diharapkan sudah selesai,” ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, longsor kembali terjadi di Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit. Pekan kemarin, longsor menimpa desa tersebut. Jum’at malam, longsor susulan terjadi dan menutup akses jalan desa setempat.(wan/sh/jpnn)

Biang Banjir, Warga Bongkar Median Jalan JEMBER – Banjir yang terjadi di Jl Hayam Wuruk pada Jumat (6/12) malam membuat warga berinisiatif membongkar median jalan di kawasan tersebut. Beberapa titik median jalan dibongkar warga agar air yang meluap di jalan tersebut bisa segera surut. Warga menganggap, banjir di Jl Hayam Wuruk yang malam itu mencapai sekitar 30 cm itu disebabkan oleh adanya median jalan. Median jalan tersebut membuat air tidak cepat surut karena melokalisasi aliran air, terutama di sisi utara (jalur masuk kota). Beberapa titik median jalan yang dibongkar warga itu terletak di sekitar simpang tiga Jl Lumba-Lumba sampai Mangli. Akibat pembongkaran paksa itu, kini kondisi median jalan di kawasan tersebut semakin tidak keruan. Batako median jalan berserakan di tengah jalan. Pasir di median jalan sebagian berserakan ke tengah jalan akibat hanyut oleh air hujan. Iptu Subagyo, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember, menjelaskan, sekitar pukul 22.15 satlantas mendapat kabar bahwa kawasan Jl Hayam Wuruk banjir. Mendengar laporan tersebut, dia mempersiapkan anggota Satlantas Polres Jember untuk terjun ke lokasi. “Berkoordinasi dengan Polsek Kaliwates, kami memonitor keadaan untuk antispiasi kemacetan lalu lintas,” ujarnya. Jika Jl Hayam Wuruk banjir, dia mengatakan, dipastikan akan menimbulkan kemacetan. Hal itu disebabkan oleh arus kendaraan yang berjalan meram-

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

TIDAK KERUAN: Setelah warga membongkar paksa, median jalan di Jl Hayam Wuruk dibiarkan berserakan, kemarin.

bat atau mogok di tenga jalan akibat mesin kendaraan terendam banjir. Hujan lebat yang mengguyur sejak pukul 19.00 membuat kawasan Jl Hayam Wuruk dan sekitarnya banjir. Petugas satlantas turun ke lokasi untuk mengalihkan arus kendaran agar tidak terjebak banjir. “Jika ada kerawanan seperti genangan air, maka satlantas bersama Polsek Kaliwates mengalihkan arus lalu lintas agar kendaraan tidak mogok akibat banjir,” ujar Subagyo. Banjir di kawasan itu berasal dari derasnya air dari sisi utara Jl Hayam

Wuruk. Sebab, kontur di sisi utara jalan tersebut lebih tinggi. Karena itu, air yang biasanya berasal dari Jl LumbaLumba langsung masuk Jl Hayam Wuruk. Sejak ada median jalan, arus air dari utara menghantam median jalan. Biasanya bisa mengalir hingga ke selatan jalan, saat ini tidak bisa lagi. Sehingga, air terlokalisasi di sisi utara. Saat terjadi banjir semacam itu, biasanya petugas kepolisian mengalihkan arus kendaraan menuju double way di sekitar kampus STAIN Jember.

Subagyo menyatakan, sekitar pukul 23.00 anggota satlantas sudah berada di posisinya masing-masing untuk mengatur arus kendaraan guna pengalihan jalur. Sementara, warga sekitar Jl Lumba-Lumba keluar rumah karena air semakin meninggi. Saat petugas melakukan pengalihan arus kendaraan, masyarakat setempat mencari solusi agar air tidak terlokalisasi di sisi utara jalan. Sebab, akibat banjir tersebut, kondisi Jl Hayam Wuruk sisi utara sudah mirip dengan sungai. “Air mengalir dari arah utara Jl Lumba-Lumba. Sesampainya di Jl Hayam Wuruk, air menabrak median jalan hingga memunculkan banjir,” ujar Subagyo. Tanpa dikomando siapa pun, masyarakat langsung memecah jalannya air. Warga membongkar beberapa median jalan agar air cepat surut. Subagyo menyatakan, sebelum kejadian pembongkaran paksa oleh warga, dirinya pernah berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga Jember mengenai banjir di kawasan Jl Hayam Wuruk. Saat itu dinas PU mengakui, drainase di Jl Hayam Wuruk tidak berfungsi maksimal. “Hal tersebut yang mengakibatkan air meluap,” ujarnya. Dinas PU, kata dia, menjelaskan bahwa drainase di Jl Hayam Wuruk akan diperbaiki setelah warga bersedia membongkar bangunan yang terkena pelebaran jalan. “Sehingga, jika sebagian tanah tersebut sudah dibebaskan, drainase baru akan diperbaiki,” ungkapnya. (hud/rul/har/jpnn)


34

Senin 9 Desember 2013

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Jaring Aspirasi, Tatap Muka dengan Kiai, Ulama, dan Tokoh Agama

Masjid dan Pesantren Jadi Pemain Utama Program Zakat Oksigen Aspirasi masyarakat menjadi salah satu pijakan utama pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Untuk menjaring aspirasi masyarakat secara berkesinambungan Bupati Abdullah Azwar Anas secara rutin bertemu dengan para kiai, ulama dan tokoh agama dari berbagai ormas dalam forum halaqah tahun baru Islam di Gedung Korpri, Rabu (4/12) lalu. DALAM forum halaqah itu, Bupati Anas dan Ketua MUI KH. Yamin menjadi nara sumber utama. Bupati Anas menyampaikan, sebagai salah satu stakeholder pembangunan daerah aspirasi dari kiai, ulama dan tokoh agama dibutuhkan untuk memberikan masukan untuk ikut

bagai usulan yang muncul pada sarasehan tersebut. Salah satunya keinginan memanfaatkan masjid lebih dari tempat menunaikan ibadah. Masjid diharapkan juga menjadi tempat membina akhlak masyarakat terutama generasi muda. “Kami sangat mendukung dan akan medorong upaya pelaksanaan hal tersebut. Tidak hanya masjid, kita juga akan minta gereja, pura untuk lebih memperhatikan perkembangan moral anak-anak muda,” kata Bupati. Pada kesempatan tersebut Bupati Anas juga menyampaikan rencana launching program zakat oksigen dalam waktu dekat. Zakat oksigen merupakan program menanam pohon yang dilandasi dengan nilai ibadah. “Kami berharap pondok pesantren dan masjid menjadi bagian utama dalam program zakat oksigen. Semakin banyak pohon yang ditanam maka sumber oksigen yang menjadi bahan bakar kehidupan manusia juga makin berlimpah,” katanya. (afi/aif)

ISTIMEWA

MENGINSPIRASI: Bupati Anas menyampaikan pokok-pokok pikiran dan progres pembangunan kepada peserta halaqah ulama, kiai, dan tokoh agama.

mengontrol proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. “Setiap proses yang kita lakukan tidak mungkin sempurna, masukan dan kontrol dari para tokoh agama penting untuk menjaga pembangunan tetap on the track,” kata Bupati Anas. Selain itu kiai, ulama dan tokoh agama juga memiliki peran yang cukup besar dalam menciptakan suasana kondusif bagi berlangsungnya pembangunan.“Setiap program yang digulirkan, pemerintah daerah mem-

butuhkan dukungan dari kiai, ulama dan tokoh agama untuk ikut mensyiarkan. Pendekatan yang dilakukan oleh kiai dan ulama juga lebih mudah diterima oleh masyarakat,” katanya. Acara halaqah, lanjut bupati, merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam memajukan daerah. Karena itu pemerintah daerah akan terus menggalakkan pertemuan serupa baik dengan forpimda, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama serta pemangku keamanan di lini desa melalui pertemuan tiga pilar.

DIALOG: Bupati Anas bersama Wakil Bupati Yusuf Widiyatmoko berdialog dengan salah seorang peserta halaqah.

“Pertemuan seperti ini menjadi momen istimewa yang tidak bisa digantikan. Karena itu kami berterima kasih atas kehadiran dan kerja sama semua stakeholder atas perannya ikut memajukan Banyuwangi,” ungkap mantan anggota MPR/DPR RI itu. Berkat kekompakan itu, kata Bupati Anas, inilah Banyuwangi

mendapat tiga penghargaan JPIP Otonomi Awards 2013, satu di antaranya terkait kinerja dan partisipasi publik. Halaqoh tersebut dihadiri oleh para kiai, ulama, serta tokoh agama dari ormas NU, Muhammadiyah, MUI, LDII, muslimat, fatayat, aisyiyah, dan yayasan Al-Irsyad. Bupati Anas menyambut baik ber-

BU

v

TRIPEL KEDIRI

Satu Tekad, Menang!

GALIH COKRO/RaBa

SENGIT: Dua atlet taekwondo saat bertarung di Gedung Korpri Banyuwangi kemarin.

Kejurkab Taekwondo Dimulai BANYUWANGI - Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Taekwondo mulai digeber di Gedung Korpri Banyuwangi kemarin (8/12). Seperti diprediksi, ratusan atlet taekwondo terlibat pertarungan sengit di gelanggang. Hingga tadi malam, belum diketahui siapa yang keluar sebagai pemenang dalam beberapa kelas yang dilombakan. Mengingat, pertandingan masih belum mencapai babak final. Beberapa kategori kelas yang dipertandingkan masih berlangsung. Ada dua kategori yang dipertandingkan, yaitu georugi dan pomsay. Di tiap kategori terdiri atas kelompok pra-junior, junior, dan senior. Ajang tersebut rutin digelar setiap

tahun sekaligus memperingati Hari Jadi Banyuwangi. Sesuai rencana semula, rentetan pertandingan itu rampung selama sehari. ‘’Sekarang masih belum final,’’ ungkap ketua Pengcab Taekwondo Indonesia (TI) Banyuwangi, Yanuar Pribadi, tadi malam. Kejuaraan dalam rangka pembinaan itu dihadiri ketua terpilih KONI Banyuwangi, Nurmansyah. Dia mengungkapkan, jika ajang tersebut menjadi bagian dalam meretas jalan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Banyuwangi tahun 2015 mendatang. (ton/als)

BANYUWANGI - Rekor 10 gol dan hanya sekali kebobolan selama tiga kali bertanding pada putaran pertama bisa mengangkat moral pemain Banyuwangi United (BU) U-17 dalam menatap putaran kedua Liga Remaja Jatim sore ini (9/12). Selain itu, tren positif pasukan Giman Abadi selama beberapa kali uji coba harus tetap dipertahankan. Ujian sesungguhnya bagi Yoga Eka Yulianto dkk akan dibuktikan saat meladeni Tripel Kediri di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, siang ini. Kick off akan dimulai pukul 13.30. Kemenangan menjadi ambisi besar BU U-17 dalam duel melawan tim tamu itu. BU masih mengandalkan Diki Bastiar dalam menjebol jala gawang tim tamu. Mengingat, pemain yang berposisi striker tersebut memiliki catatan manis selama pada putaran pertama di Lumajang. Saat ini, dia menjadi top skor tim dengan torehan empat gol. Selain itu, Giman Abadi juga masih mengandalkan Vicki sebagai pengatur ritme permainan di lini tengah. Putra mantan pelatih Persewangi Ribut Santoso itu berperan besar dalam menyuplai bola. Umpan terobosan yang terukur acap kali berujung gol. Target harus menang memang menjadi bidikan BU dalam mengawali laga pada putaran kedua grup VII itu. Para pemain pun sudah siap bakal all out untuk mengamankan

tiga angka dalam laga penuh gengsi itu. ‘’Saya dan teman-teman sudah siap untuk menang,’’ ungkap kapten tim BU U-17, Yoga Eka Yulianto. Manajer tim BU U-17, Miskawi mengungkapkan, timnya sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk membidik lolos ke partai puncak. Menurut dia, anak didiknya bakal mampu memberikan permainan cantik dan meraih kemenangan. ‘’Anak-anak masih lapar kemenangan,’’ ujarnya. Meski begitu, dia menekankan kepada para pemain agar kerja keras selama bermain di lapangan. Artinya, timnya tidak boleh meremehkan tim mana pun yang bakal dihadapi. ‘’Semua tim kuat, karena itu kita juga harus kerja keras mengalahkan mereka,’’ tandas kepala desa Karang Harjo, Kecamatan Glenmore itu. Secara terpisah, manajer Tripel Kediri, Sugianto tidak gentar saat menghadapi tuan rumah. Timnya tetap ingin tampil maksimal demi mencuri kemenangan. ‘’Melawan tuan rumah, kita tetap harus menang,’’ katanya usai Technical Meeting di Hotel Kumala, Banyuwangi kemarin sore. Sementara itu, usai bentrok dua tim itu, akan dilanjutkan dengan laga lain yang mempertemukan Persema Malang versus Persekam Malang. D erb y tersebut akan mulai pukul 15.00 di Stadion Diponegoro. (ton/als)

MENANGIS: Salah satu atlet taekwondo usai pertandingan.

Banyuwangi Selatan Lumbung Climber BANGOREJO - Rencana Banyuwangi sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2015 disambut pelaku serius olahraga. Tidak hanya di pusat kota, perkembangan olahraga di wilayah selatan Banyuwangi juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Salah satu benih-benih prestasi itu adalah olahraga Panjat Tebing. Kemarin (8/12) sekumpulan anak muda melakukan latihan panjat dinding di MD CC yang terletak di samping di Desa Kedungrejo, Kecamatan Bangorejo. Para climber yang berasal dari sekitar Bangorejo ini terlihat semangat berlatih. Nila, salah satu remaja yang ikut latihan dalam kesempatan itu menuturkan, dirinya sangat SHULHAN HADI/RaBa senang bisa melakukan BERLATIH: Salah seorang atlet saat latihan di tempat ini. melakukan panjat tebing di MD CC Tempatnya yang mudah kemarin (8/12).

dijangkau memudahkannya melakukan latihan di sela waktu belajar pelajaran sekolah. “Enak, Mas. Gak harus ke kota Banyuwangi untuk berlatih,” ujar Nila. Menurut, Joko, pemilik MD CC, potensi atlet Panjat Tebing di wilayah selatan cukup bagus. Hal ini bisa

dilihat dari keikutsertaan mereka dalam kompetisi yang diadakan di dalam maupun luar Banyuwangi. Joko menambahkan, perkembangan olahraga Panjat Tebing sering terkendala fasilitas. Hingga saat ini untuk wilayah Banyuwangi selatan, wall (dinding yang dipanjat)

baru tersedia di SMK Muhammadiyah Siliragung, MD CC di Desa Kedungrejo, SMAN Cluring, dan SMAN Tegaldlimo. “Dengan dukungan semua pihak, semestinya ini akan menjadi pencetak prestasi olahraga Panjat Tebing,” cetusnya. (mg1/als)

ALI NURFATONI/RaBa

JADI TUMPUAN: Diki Bastiar diandalkan untuk menggempur pertahanan Tripel Kediri di Stadion Diponegoro siang ini (9/12).


Senin 9 Desember 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

PA Masih Tahap Pemilihan Lokasi n MA BARTER... Sambungan dari Hal 25

Lahan dan aset yang kini ditempati Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) itu, sebagian akan dihibahkan ke MA untuk pengembangan gedung PN Ba-

nyuwangi. Realisasi barter aset itu disepakati bersama antara Bupati Anas bersama dengan dua utusan ketua MA Hatta Ali pada Jumat (6/12) lalu. Dua utusan Ketua MA Hatta Ali itu adalah, Kepala Biro Perencanaan Bahrain Lubis dan Kepala Biro Perlengkapan

Ade Usman. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Anas itu, Bahrain menyampaikan, kedatangannya ke Banyuwangi terkait rencana peningkatan pelayanan PN dan Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi. Saat ini kedua institusi MA

di daerah tersebut dirasa telah mengalami over kapasitas dalam memberikan pelayanan masyarakat. Ke depan diperlukan ruang yang lebih luas untuk meningkatkan pelayanan. “Kami ingin masyarakat yang datang ke pengadilan merasa nyaman. Kami berencana

Diguyur Hujan Penonton tak Beranjak n CROSSER... Sambungan dari Hal 25

Artinya, tidak ada satu pun pembalap yang melakukan gerakan freestyle alias gaya bebas itu yang terjatuh dan mengalami cedera. Atraksi freestyle tersebut menjadi menu tambahan dalam beberapa kategori lomba yang dipertandingkan. Tentu, freestyle tersebut seolah-olah menjadi sajian utama yang ditunggu para penonton yang memadati di luar pagar sirkuit. Sementara itu, semua crosser mancanegara tidak terbendung untuk menjuarai lomba

kelas utama MX-2. Tiga pembalap luar negeri mendominasi dan berhasil naik di atas podium sebagai juara. Lewis Steward berhasil menyabet sebagai pemenang dalam kategori MX-2 atau power to power itu. Crosser asal Australia yang memperkuat team Husqvarna Indonesia itu mampu mengungguli 15 pembalap pada kelas utama itu. Peringkat kedua direbut Davis Levs. Rider asal Latvia yang bergabung Husqvarna Evalube Ink IRC MX Team itu harus puas menjadi runner up setelah kalah cepat dengan Lewis Steward. Sedangkan, pada posisi ketiga

direbut rekan senegara Lewis Steward. Dia adalah Nick Muray yang membela panji-panji SDN Racing Team. Pada kelas power to power itu, satu per-satu pembalap diadu. Tapi, pada akhirnya digeber laga final yang mengukuhkan Lewis Steward sebagai pemenang setelah mempecundangi Davis Levs. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas memberikan piala kepada tiga crosser terbaik tersebut. Dia mengungkapkan, jika even tersebut dalam rangkaian agenda Banyuwangi Festival tahun 2013. Bupati Anas menuturkan, jika even Internasional Powercross

Championship akan digelar secara kontinu. ‘’Akan kita gelar secara rutin setiap tahun,’’ ungkap Anas kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Sementara itu, beberapa pembalap bersaing ketat dalam beberapa kategori yang dilombakan, antara lain MX 2, MX 2 Junior, SE 55 CC, SE 65 CC, SE 65 Novice, SE 50 CC, MX 2 Novice, Eksekutif A, Eksekutif B dan Veteran. Meski hujan mengguyur berlangsung pada sore hari, namun balapan tetap berlangsung. Bahkan, para penonton yang menyaksikan ajang tersebut nyaris tidak beranjak dari lokasi. (ton/aif)

Bisa Mencontoh Konsep Wisata Kopi di Ubud n BERGURU... Sambungan dari Hal 25

Sebab, Bali dianggap sudah terlalu sesak dan padat, termasuk lalu lintasnya juga sering macet, sehingga tidak lagi nyaman untuk disinggahi. Untuk menampungnya, Banyuwangi bisa menjadi alternatif bagi para turis sebagaimana Pulau Lombok. Di sinilah peran agen perjalanan wisata yang biasanya melayani para turis sangat diperlukan. Termasuk, institusi terkait seperti penyedia akomodasi juga harus mendukung. Pemerintah daerah juga tak boleh berpangku tangan, tapi harus membenahi infrastruktur dan destinasi wisata yang bakal dijadikan jujukan para turis. Kalau masing-masing pihak sudah bisa menyatu dan sejalan, dipastikan tak bakal lama lagi para turis limpahan dari Bali akan meluber ke Banyuwangi. Sehingga, hal ini bisa mendatangkan keuntungan bersama. Upaya lain yang perlu diapresiasi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi adalah pembelajaran mengelola destinasi wisata. Sebab, banyak obyek di Banyuwangi yang bila dikelola dengan sungguh-sungguh bisa menyedot wisatawan untuk berkunjung ke bumi berjuluk Sunrise of Java, sekaligus

menyedot uang mereka agar dibelanjakan di Banyuwangi. Dalam pembelajaran langsung ini, Bupati Banyuwangi mengajak seluruh kepala SKPD dan sebagian besar kepala desa untuk berguru mengelola destinasi wisata ke Bali. Langkah ini mungkin dinilai lebih efektif dibandingkan harus mengumpulkan mereka dalam sebuah majelis kemudian dijelaskan konsep ecotourism yang perlu dijalankan terkait dengan pembukaan destinasi wisata baru. Sebab, mereka bisa melihat dan belajar secara langsung terkait dengan konsep, manajemen dan upaya menarik para turis. Para aparat pemerintah itu diajak berguru ke desa wisata kesenian Batu Bulan, Gianyar yang tiap hari selalu menyuguhkan tari Barong dan tari Kecak secara periodik di delapan panggung yang sengaja disiapkan untuk para turis. Selain itu, di desa ini juga ada industri kerajinan perak yang juga dijadikan sebagai daya tarik bagi wisatawan. Hasil kerajinan perak ini bisa dijadikan pemikat agar turis juga membeli souvenir dari sini. Selanjutnya, para aparat pemerintah itu diajak mengunjungi desa adat Panglipuran di Bangli. Tahun ini Desa Panglipuran berhasil meraih juara pertama desa wisata tingkat nasional. Konsepnya tak jauh

berbeda dengan desa adat Kemiren yang ada di Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Yang ditawarkan ke turis adalah konsep rumah adat dan lingkungan pendukung yang dikelola oleh pemangku adat. Saya yakin, Desa Kemiren yang memiliki banyak tradisi seni budaya juga bisa ‘’dijual’’ sebagaimana Desa Panglipuran. Yang juga bisa dilakukan oleh beberapa desa di Banyuwangi adalah mencontoh konsep wisata kopi yang ada di Desa Tegal Alang di Ubud. Yang dijual kepada para turis adalah pemandangan sawah, kebun kopi mini dan proses pembuatan kopi. Konsepnya cukup sederhana, sangat cocok dengan nuansa alam Banyuwangi yang memiliki pemandangan alam cukup indah, sejuk dan kebun kopi yang demikian luas. Di desa ini para turis bisa melihat hamparan sawah yang indah sambil makan di warungwarung yang berjajar rapi. Fasilitas pendukung seperti jalan dan toilet tertata rapi dan bersih serta berstandar internasional. Para turis bisa foto bersama petani yang sedang menyabit atau memanggul rumput untuk menunjukkan kesan tradisional. Kondisi itu sengaja diciptakan untuk menarik para turis. Sebab, petani pemilik sawah di dekat warung-warung yang berjajar rapi itu tiap bulan dibayar Rp

2,5 juta oleh pemilik warung secara patungan. Selain itu, setiap diajak berfoto oleh turis, petani itu juga meminta imbalan dengan gaya yang lugu. Masih di desa itu, para aparat pemerintah asal Banyuwangi juga diajak melihat kebun kopi mini. Di sini, wisatawan disuguhi aneka macam rasa minuman kopi yang bisa dicicipi dengan gratis. Mereka juga bisa melihat proses menyangrai dan menumbuk kopi secara tradisional. Hasilnya berupa bubuk kopi yang sudah dikemas rapi dengan aneka rasa dijual kepada turis sebagai buah tangan. Turis tinggal pilih rasa kopi yang disuka seperti contoh kopi yang disuguhkan tadi. Ajakan berguru ke beberapa desa yang jadi destinasi wisata di Bali itu diharapkan bisa membuka wawasan sekaligus menginspirasi para perangkat desa maupun aparat pemerintah terkait pengembangan pariwisata di Banyuwangi. Kita semua berharap, Bumi Blambangan yang cukup kaya raya dengan potensi wisata alam, tradisi adat dan seni budaya bisa tereksplor dan menarik para wisatawan untuk datang ke sini. Karena itu, kita tunggu kiprah dan realisasi dari aparat pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan warga Banyuwangi dari sektor pariwisata secara signifikan. (twitter: @cho_baya)

Ramaikan Pameran Pembangunan Harjaba n KERAHKAN... Sambungan dari Hal 25

Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Kecamatan Banyuwangi Drs. Nur Hamim, MSi mengatakan, bahwa seluruh sekolah di wilayahnya siap menyukseskan lomba tersebut. Sebanyak 6000 siswa SD lebih siap ikut dalam lomba asah otak itu. “Yang terdaftar siap ikut lomba dari Kecamatan Banyuwan-

gi sudah mencapai 6000 lebih,” tegasnya saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Sabtu (7/12) lalu Kesiapan ribuan peserta dari Kecamatan Banyuwangi juga disampaikan Bendahara K3SD Kabupaten Banyuwangi Emy Triastutik. Dalam kunjungan ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi Sabtu lalu (7/12), selain Nur Hamim dan Emy, pengurus K3SD Kecamatan Banyuwangi Sumadi, Kepala SDN Singone-

garan Alfia, dan Kepala SDN Kampung Melayu 1Suprihati, juga hadir. “Dipastikan lomba akan berlangsung meriah, karena 6000 lebih siswa dari sekolah di Kecamatan Banyuwangi siap ikut serta,” timpal Emy. Lomba TTS itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-242. Ribuan peserta akan tumplek blek di RTH Taman Blambangan sekalian meramaikan pameran pem-

bangunan dalam rangka Harjaba, yang akan digelar sejak 9 hingga 16 Desember 2013. “Kami menyambut baik lomba TTS yang diikuti ribuan siswa di RTH Taman Blambangan, karena bakal meramaikan pameran pembangunan sekaligus menjadi pengisi acara di sela-sela pameran,” ungkap Arief Setyawan, Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Banyuwangi, yang mengetuai panitia pameran. (*/aif)

Tak Ingin Merepotkan Kedua Anaknya n DAGANGAN... Sambungan dari Hal 25

Berbekal sedikit petunjuk yang saya terima via Blackberry Messenger (BBM), saya menyusuri jalan lintas timur (JLT) di kawasan Pantai Boom, untuk mencari keberadaan sang penjual nasi cengkaruk tersebut. Ternyata benar, setelah dua sampai tiga kali bertanya kepada warga sekitar, disebutkan bahwa memang masih ada penjual nasi cengkaruk di lingkungan tersebut. Bahkan, seorang warga bersedia menunjukkan jalan menuju lokasi sang penjual nasi cengkaruk yang saya cari. Singkat cerita, saya berhasil menemukan seorang perempuan yang berjualan nasi aking. Dia adalah Masripah, 61, warga Lingkungan Krajan, RT 03/RW 03, Kelurahan Kampungmandar, Kecamatan Banyuwangi. Lapak dagangan sang nenek berada di sudut gang sempit di kawasan padat penduduk yang sebagian besar penduduknya

bekerja sebagai nelayan dan penjual ikan tersebut. “Sudah sekitar 15 tahun saya berjualan nasi cengkaruk. Walaupun semakin tahun penjual nasi cengkaruk semakin sedikit, tetapi pembeli tidak semakin bertambah. Malah sebaliknya, pembeli nasi cengkaruk semakin sedikit,” ujar Masripah. Beberapa tahun yang lalu, dalam sehari dirinya sanggup menjual dua sampai tiga kilogram (kg) nasi aking. Namun kini, Masripah hanya mampu menjual paling banyak 1,5 kg nasi cengkaruk per hari. Itu pun kalau cuaca mendukung. Kalau hujan atau gerimis terjadi di pagi hari, kadang dia hanya mampu menjual setengah kg nasi aking tersebut. Oleh Masripah, nasi aking dengan lauk pindang koyong, sambal pecel, plus kelapa parut, itu dijual seharga Rp 1.500 sampai Rp 2.000 per porsi. Harga yang sangat murah memang. “Saya tidak menentukan harga. Tergantung yang beli. Kalau beli Rp 2.000, porsinya agak banyak, kalau beli Rp 1.500, porsinya saya kurangi,”

tutur janda dua anak tersebut. Masripah menambahkan, bahan baku cengkaruk dia beli dari para tetangga dengan harga Rp 2.500 per kg. Sedangkan sekali berjualan, dia harus mengeluarkan modal sebesar Rp 30 ribu. Nah, jika nasi cengkaruk dagangannya habis terjual, Masripah mengaku bisa mengantongi keuntungan sebesar Rp 5.000 sampai Rp 7.500 per hari. Tetapi bagaimana jika nasi aking tersebut tidak habis? Masripah mengatakan, nasi cengkaruk yang tidak terjual, itu akan dia jemur kembali. Jika sudah kering, nasi tersebut akan dibersihkan, dimasak lagi, dan kembali dijual. “Mau dibuang eman. Lebih baik dikeringkan lagi,” kata perempuan yang ditinggal mati suaminya sejak tiga tahun yang lalu tersebut. Lebih jauh Masripah mengatakan, dirinya menyadari penghasilan berjualan nasi aking sangat sedikit. Meski begitu, dia tetap bertahan melakoni pekerjaan tersebut lantaran usia yang semakin

tua sehingga dia tidak kuat bekerja di bidang yang lain. “Mau berjualan ikan di pasar juga sudah tidak kuat. Apalagi saya juga khawatir kalau ada penertiban oleh petugas (Satuan Polisi Pamong Praja/Satpol PP), bisa-bisa saya terjungkal,” paparnya. Karena penghasilan yang minim tersebut, Masripah mengaku tak bisa memperbaiki taraf hidup dia dan keluarganya. Bahkan, hingga kini dia harus rela tinggal di rumah gedhek yang dia kontrak seharga Rp 750 ribu per tahun. Masripah mengungkapkan, mengontrak rumah adalah pilihan terbaik bagi dirinya. Sebab, dia tidak ingin merepotkan dua anaknya yang masing-masing sudah berumah tangga. “Dua anak saya sudah berumah tangga. Tetapi mereka juga orang tidak punya seperti saya. Anak yang satu ikut istrinya. Dia bekerja sebagai buruh, sedangkan anak satunya lagi masih tinggal bersama saya. Dia bekerja sebagai tukang pijat,” pungkasnya. (aif)

memperluas beberapa ruang seperti ruang tahanan, ruang sidang umum, ruang sidang anak dan beberapa ruang pelayanan lainnya,” ungkap Bahrain. Dia berharap lokasi PN yang saat ini berada di Jalan Adi Sucipto bisa diperluas ke belakang. Lahan yang akan di belakang kantor PN merupakan aset daerah yang menjadi bagian kantor BPKAD . “Niat kami, jika berkenan lokasi tersebut ingin kami tukar dengan hibah bekas kantor pengadilan negeri lama yang berlokasi di jalan Jaksa Agung Suprapto,” kata Bahrain. Bupati Azwar Anas menyambut baik keinginan dari MA RI. Menurut dia, lokasi PN lama akan dihibahkan MA kepada pemerintah daerah. Lahan itu, sejak lama memang diproyeksikan sebagai area bagi daya dukung pendidikan. ”Kami terbuka bagi kerja sama yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat,” tutur Bupati Anas.

Untuk memuluskan kerja sama tersebut, usai pertemuan, Anas bersama dengan Sekkab Slamet Kariyono mengajak rombongan pejabat MA untuk meninjau lokasi aset yang akan di hibah barter-kan. Lahan pemerintah daerah yang ditinjau adalah bekas tanah kas desa (TKD) Kelurahan Tukang Kayu yang ada di Jalan Brawijaya. Lahan bekas TKD itu akan diproyeksikan sebagai lokasi kantor pengadilan agama (PA) baru untuk menggantikan gedung PA yang lama yang berlokasi di Jalan A. Yani. Sedangkan, gedung PA di Jalan A.Yani itu direncanakan untuk direlokasi karena dinilai sudah mendukung kenyamanan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai kompensasi penyerahan aset daerah itu, gedung PA tersebut akan dihibahkan menjadi aset daerah. Kepala BPKAD Djajat Sudrajat menjelaskan, luas pengadilan negeri di Jalan Adi Sucipto

mencapai 4.200 meter persegi itu direncanakan diperluas ke belakang hingga area kantor BPKAD. Lahan BPKAD itu, saat ini digunakan sebagai lokasi parkir seluas 2.170 meter persegi “Luas lahan itu tidak semua dihibahkan dipakai PN. Kompensasinya MA menghibahkan kantor PN lama seluas 4.870 meter persegi,” ungkapnya. Hibah gedung pengadilan agama di Jl. A Yani yang seluas 1.600 meter persegi dengan aset daerah yang lebih luas, kata Djajat, masih belum diputuskan. Pihak MA masih memilih beberapa tempat yang ditawarkan pemerintah daerah. Salah satunya aset yang ditawarkan ada di Jalan Brawijaya yang telah ditinjau langsung Bupati Anas bersama dua pejabat MA. ”Kalau yang PN sudah positif, realisasi perjanjian hibah akan segera kita proses. Untuk yang PA masih dalam tahap pemilihan lokasi,” katanya. (afi/aif)

Dilengkapi Instalasi Pengolah Air Limbah n AKHIR... Sambungan dari Hal 25

Pada saat pertama kali dibeli, pemilik lama perusahaan pabrik kertas itu tidak sempat mengoperasikan mesin itu karena terjebak krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997 dan 1998 silam. Hingga krisis ekonomi Indonesia berakhir, pemilik pabrik kertas lama tidak mampu bangkit dan kinerja keuangan perusahaan itu terus anjlok hingga ganti pada pemilik baru. Pabrik KBR memulai produksi pertama kali tahun 1969 yang merupakan pabrik pulp dan kertas terintegrasi. Pabrik kraft pulping berakhir pada tahun 1997. Sedangkan paper machine (PM1) selama ini, pabrik memproduksi kertas tulis/cetak dengan menggunakan bahan baku kertas

bekas. Selama ini, PT. KBR telah memproduksi beragam jenis kertas berkualitas untuk kebutuhan tulis cetak dan industri. Beberapa jenis kertas yang diproduksi itu antara lain, medium liner, wrapping, back kraft, HVO, uncoated wood free paper, HVS dan kertas gambar. Kapasitas produksi PM1 PT. KBR adalah sebesar 10.000 ton per tahun atau sekitar 30 ton per hari. Selain itu PT. KBR juga membangun PM2 untuk memproduksi uncoated wood free paper dengan kapasitas 150.000 ton per tahun atau sekitar 600 ton per hari dengan menggunakan bahan baku pulp, namun akibat krisis moneter yang melanda Asia dan Indonesia pada tahun 1998, mesin tersebut belum dapat dioperasikan, dan kini menunggu persiapan pengo-

perasian oleh pemilik baru. Pabrik juga sudah dilengkapi dengan fasilitas seperti, instalasi pengolah air limbah (IPAL), sarana ibadah, sport center, dan juga perumahan untuk karyawan pabrik. “Sebelum produksi kita mulai pada Maret mendatang, kita akan melakukan commissioning (uji coba mesin,Red),’’ ujar Manager HRD PT. KBR, Akfan Lazuardi. Sebelum dilakukan uji coba mesin, tim melakukan berbagai persiapan pada beberapa unit produksi. Salah satu fokus persiapan itu adalah, pada sistem mesin dan jaringannya. Jika tidak aral melintang, kegiatan commissioning akan dilakukan pada akhir Pebruari mendatang. “Paling lambat, awal Maret sudah kita lakukan commissioning,” kata Akfan. (afi/aif)

Paling Mahal Model Naga n PERAJIN... Sambungan dari Hal 25

Seperti yang terlihat di kawasan Pasar Mojopanggung, Kecamatan Giri. Di lokasi tersebut, sejumlah perajin tampak sibuk mengkreasi terompet dengan beragam bentuk, mulai terompet standar, saxophone, kupu-kupu, dan naga. Usut punya usut, para perajin terompet tersebut ternyata berasal dari luar Banyuwangi. Mereka jauh-jauh datang dari Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, Jateng, untuk mencoba peruntungan berdagang terompet di Bumi Blambangan.

Wiyato, 45, perajin terompet musiman asal Wonogiri tersebut mengatakan, dirinya datang ke Banyuwangi bersama empat rekannya sekitar sepekan yang lalu. “Saya datang ke Banyuwangi menumpang bus bersama rombongan lima orang. Sejak beberapa tahun terakhir saya dan teman-teman selalu berjualan terompet di Banyuwangi menjelang tahun baru,” ujarnya kemarin (8/12). Dikatakan, terompet hasil kreasinya, itu baru akan dilepas di pasaran mulai 20 Desember mendatang. Untuk saat ini, kata Wiyato, dirinya masih fokus membuat terompet. “Dalam sehari rata-

rata saya bisa mengerjakan 25 unit terompet. Untuk tahun ini, saya berencana membuat 500 unit terompet yang akan mulai saya jual pada 20 Desember mendatang,” cetusnya. Masih menurut Wiyato, terompet-terompet tersebut dijual dengan harga bervariasi, yakni mulai Rp 5 ribu per unit hingga Rp 25 ribu per unit. Tingginya harga tergantung dari tingkat kesulitan pengerjaan dan ukuran terompet tersebut. “Yang termurah terompet bentuk standar, harganya Rp 5 ribu per unit. Sedangkan yang paling mahal terompet model naga,” pungkasnya. (sgt/aif)

Novel Berbasa Using Pertama n BUDAYAWAN... Sambungan dari Hal 25

Buku yang menyerupai kamus ini merupakan upaya para pemerhati basa untuk melestarikan kemurnian Basa Using. Selain itu, buku dengan sampul bergambar motif batik Banyuwangi itu juga disiapkan untuk para kalangan pelajar saat menulis karya dalam Basa Using. “Selama ini, dalam sebuah karya Using masih banyak yang mencampuriadukkan

Basa Using dengan bahasa serapan lainnya,” kata Hani. Selain peluncuran buku, di tempat yang sama juga dilangsungkan diskusi buku yang membedah novel dwi bahasa dengan judul “Nawi BKL Inah”. Dalam diskusi yang dihadiri para penikmat sastra itu, Samsudin Adlawi hadir menjadi pembanding Hani Z. Noor sebagai penulis novel bersama Antariksawan Jusuf. Keunikan novel ”Nawi BKL Inah” adalah format penyajiannya yang dikemas dalam

dua bahasa, Using dan Indonesia. Selain bertujuan mengenalkan Bahasa Using melalui novel, buku ini juga bercerita fenomena yang lazim terjadi di kalangan anak muda era 80-an. Dalam salah satu kesempatan, Samsudin yang juga Direktur Jawa Pos Radar Jember mengatakan, novel ini bisa menjadi pemicu lahirnya karya-karya lain yang bangga menggunakan Bahasa Using. ”Ini novel Berbasa Using pertama. Karya ini menarik untuk dibaca,” cetus Samsudin. (mg-1/aif)

Petani Minta Segera Diperbaiki n TANGKIS... Sambungan dari Hal 36

Menurutnya, saat ini para petani banyak membutuhkan pasokan air, karena sudah memasuki musim tanam padi. Untuk itu, dirinya berharap tangkis yang jebol segera diperbaiki. “Sudah banyak petani yang datang ke saya menanyakan kapan diperbaiki. Petani yang datang, rata-rata akan membajak sawah untuk tanam padi,” ujar pria yang menyebutkan bahwa jebolnya tangkis terjadi pada Sabtu (7/12) lalu. Data yang berhasil dikumpulkan, sebelum tangkis jebol, sekitar sepuluh warga sempat melaku-

kan kerja bakti untuk menutupi tangkis sungai. Namun, karena derasnya air sungai, warga tidak mampu menutupi lubang yang terus membesar hingga akhirnya jebol. “Mungkin karena pengerukannya yang terlalu dalam. Karena tanah di dasar melebihi pondasi tangkis paling bawah,” kata warga lain. Tak hanya itu, pada saat tangkis sungai jebol nyaris memakan korban. Sebab, salah seorang warga yang ikut membantu menutup lubang sempat terseret tertendang tangkis sungai yang jebol setinggi tiga meteran. “Untung saja temannya bisa menolong, satu orang sempat hanyut waktu jebol,” terang

Amna, di lokasi kejadian. Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan, Yoyok Mulyadi mengatakan, pihaknya sudah menugaskan petugas UPT untuk turun ke lokasi untuk melihat kondisi tangkis sungai yang jebol. “Hari ini, petugas saya perintahkan untuk ke lokasi,” kata Yoyok Mulyadi. Untuk menormalkan aliran sungai, pihaknya akan segera memperbaiki tangkis sungai yang jebol tersebut. “Tangkis itu akan diperbaiki segera, karena menyangkut nasib petani. Apalagi saat ini memasuki musim taman padi,” pungkas Yoyok. (rri/als)


36

Senin 9 Desember 2013

Tangkis Jebol, Ancam Irigasi Empat Desa

NARKOBA

Polisi Ciduk Kurir SS SITUBONDO - Diduga memiliki satu poket sabu-sabu, Miskatul Anwar, warga Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, dibekuk polisi. Pria 36 tahun ini, ditangkap di rumahnya oleh Satuan Narkoba Polres Situbondo kemarin (8/12). Saat penyergapan dilakukan petugas kepolisian, pria yang berhasil ditangkap ini tidak melakukan perlawanan. Sehingga petugas dengan cepat membawa pria ini ke Mapolres Situbondo untuk diperiksa lebih lanjut. Data yang berhasil dikumpulkan, penangkapan terhadap pria tersebut dilakukan setelah pihak Reskoba mendapat informasi dari masyarakat sekitar. Informasi itu menyebutkan terkait maraknya peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Hal itu membuat petugas reskoba yang dikomandani AKP Prio Purwandito, langsung melacak keberadaan informasi tersebut. Setelah beberapa hari melakukan pelacakan, petugas berhasil mengendus nama tersangka yang diduga memiliki satu poket sabu-sabu. Saat itulah, petugas yang tidak mau kehilangan momen langsung mendatangi rumah tersangka. “Saat dilakukan penggeledahan dari tangan tersangka, polisi berhasil menemukan 1 poket sabu-sabu dengan berat 0.45 gram. Selanjutnya, barang bukti beserta tersangka kami amankan ke Mapolres Situbondo,” terang AKP Priyo Purwandio, Kasat Reskoba Polres Situbondo. Kepada polisi, Miskatul Anwar mengaku bahwa barang haram tersebut adalah milik seseorang. Dirinya juga mengaku hanya sebagai kurir. “Pengakuannya hanya sebagai kurir dan barang tersebut dari mana, dia mengaku dari seseorang yang identitasnya belum diketahui,” kata Priyo. Dikatakan, untuk sementara ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihaknya. “Sampai saat ini pria yang diduga menjadi kurir narkoba tersebut masih diperiksa. Kasus ini yang pasti juga dikembangkan,” tegas AKP Priyo Purwandito. (rri/als)

NUR HARIRI/RaBa

SITUBONDO - Tangkis sungai di Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan, jebol akibat tergerus arus sungai. Jika lubang besar sepanjang enam meter tersebut tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan mengancam irigasi persawahan milik petani di empat desa sekaligus. Tanda-tanda akan jebolnya tangkis sungai sebenarnya sudah diketahui warga sejak tiga bulan yang lalu. Saat itu, ada sebuah binatang yang disebut berekai (biawak) melubangi tangkis sungai. “Dulu itu dilubangi berekai,” kata Amna, seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari jebolnya tangkis. Begitu irigasi pertanian yang menuju empat desa itu dilakukan pengerukan, aliran sungai selanjutnya menggerus tangkis hingga tangkis sungai yang berada di sisi barat tersebut ambruk dan jebol. Dampaknya, mengancam irigasi pertanian di empat desa pada dua kecamatan. “Jika tidak segera diperbaiki, maka akan berdampak pada pertanian yang ada di Desa Pokaan, Tanjung Kamal, Glugur, dan Mangaran, ” kata Sumar, salah seorang ulu-ulu air kepada koran ini kemarin (8/12) n  Baca Tangkis...Hal 35

JEBOL: Kondisi tangkis sungai di Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan, yang jebol terkenda arus sungai kemarin (8/12).

Pengumuman Tes CPNS K.2 Tak Jelas

NUR HARIRI/RaBa

DIAMANKAN:Tersangka saat diamankan di ruang Reskoba Polres Situbondo kemarin (8/12).

Infotorial

SITUBONDO - Para peserta tes tulis ujian masuk CPNS dari jalur tenaga honorer katagori dua (K.2) Pemkab Situbondo tampaknya harus benarbenar bersabar untuk mengatahui hasil tes yang digelar 3 November lalu. Pasalnya, kapan pengumuman akan dilakukan hingga kini belum ada kepastian. Bahkan, yang terjadi justru kesimpangsiuran jadwal pengumuman. Awalnya, pengumuman hasil ujian tes tulis akan dilakukan 3 Desember. Namun, hingga waktunya tiba, itu tak terjadi. “Kita hanya bisa terus menunggu, tak bisa berbuat banyak,” terang salah satu tenaga honorer yang meminta namanya dirahasikan. Menurut pria yang hampir sembilan tahun menjadi tenaga honorer itu, ada temannya yang memilih datang langsung ke BKN untuk menanyakan langsung kepastian pengumuman. Dia mengaku takut dengan tidak jelasnya pengumuman hasil tes tulis akan membuka peluang jual beli kursi CPNS. “Kecurigaan semacam itu memang

EDY SUPRIYONO/RaBa

ADU NASIB: Sejumlah tenaga honorer K.2 yang mengikuti tes CPNS 3 November lalu harus bersabar untuk menunggu pengumuman hasil tes dari BKN.

ada. Bayangkan saja ini sudah ada jeda waktu sekitar sepuluh hari dari waktu yang dijadwalkan. Semakin lama, akan sangat memungkinkan untuk membuka praktek jual beli kursi CPNS oleh

oknum-oknum tak bertanggungjawab,” tandasnya. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Situbondo, Lutfi Joko Prihatin mengakui jika hingga kemarin pihak-

Djamal Azis Berbaur di Launching Kota Sehat BESUKI – Ribuan warga membanjiri Alun-alun Kecamatan Besuki mengikuti acara jalan sehat bersama Bupati Dadang Wigiarto dan Ketua TP PKK, Hj Umi Kulsum serta anggota DPR-RI dari Komisi IX dari Partai Hanura H. Djamal Azis,SH.MH, pagi kemarin (8/12). Kegiatan yang digelar Forum Komunikasi Kota Sehat (FKKS) Situbondo dan Kecamatan Besuki ini juga dalam rangka launching program Kota Sehat. Bupati Dadang Wigiarto dalam sambutannya mengatakan, terbentuknya FKKS di tingkat kecamatan ini telah ditindaklanjuti dengan launching Kota Sehat dengan jalan sehat, bukan akhir dari segalanya. Tapi merupakan permulaan untuk mendapatkan dukungan dari semua pihak. “Sebab, Kabupaten Sehat bukan sekedar angan-angan tetapi mari kita jadikan sebuah momentum untuk memperbaiki derajat kesehatan di Kabupaten Situbondo. Makanya untuk mensukseskan program ini perlu perhatian dan kesadaran masyarakat sendiri. Untuk meng-goal-kan Situbondo menjadi kota atau kabupaten sehat kemungkinan besar banyak sekali tantangan,” terangnya. Pelaksanaan jalan sehat kemarin dilepas oleh Djamal Azis dan Bupati Dadang Wigiarto. Sebagai Anggota Komisi IX DPRRI yang membidangi kesehatan dan tenaga kerja, Djamal menyempatkan hadir ke acara tersebut untuk berbaur dan menyapa langsung masyarakat Kota Santri. Pada, Pileg 2014 mendatang, Djamal memang diberangkatkan di dapil III, yakni Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi. “Tanpa disengaja bersamaan dengan kami turun ke Kabupaten Situbondo, bersamaan dengan acara ini. Saya hadir, sekaligus ikut membantu memberikan bantuan siswa miskin (BSM) untuk siswa SD sebanyak 1.562 siswa di kecamatan Besuki. Insyaallah minggu depan sudah dapat dicairkan lewat kantor pos setempat,” terang Djamal Azis. Dia berharap, apa yang dilakukannya bisa memberikan kontribusi terhadap kepentingan masyarakat, khususnya Kabupaten Situbondo. “Walaupun kami baru memperkenalkan diri di Kabupaten Situbondo, tetapi kami sudah bisa berbuat, seperti saat ini di kabupaten situbondo akan mencanangkan tentang pembrantasan demam berdarah. Kita berikan bantuan delapan mesin fogging,” imbuhnya. (pri/adv/als)

SYAMSURI/RaBa

BERBAUR: Anggota Komisi IX, H Djamal Azis berbaur bersama masyarakat di acara jalan sehat kemarin (8/12).

nya belum mendapat informasidari BKN tentang kepastian pengumuman hasil tes tulis CPNS dari tenaga honorer K.2. “Kita pertanyakan lewat telepon belum ada informasi kaitannya hasil K.2 untuk diumumkan,” terangnya, kemarin. Meski demikan, dia mengaku terus aktif berkomunikasi dengan BKN. “Namun hingga sekarang masih belum ada kejelasan yang pasti. Kalau memang ada surat dari BKN, langsung akan kita umumkan. Karena ini sifatnya untuk registrasi. Selain itu juga terkait dengan bilamana ada yang komplain dan sebagainya,” papar Lutfi. Dia mengakui, ada sejumlah tanggal di Bulan Desember ini yang disebutsebut akan menjadi waktu pengumuman. Meski demikian, informasi tersebut juga tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Kemarin ada yang bilang tanggal 7, 14, dan 21 Desember, tapi masih belum jelas. Surat dari BKN tidak ada,” imbuhnya. (pri/als)

Dana Cadangan PDAM Dinilai Misterius

NUR HARIRI/RaBa

TERTUSUK: Korban Saiful menjalani perawatan medis di RSUD dr. Abdoer Rahem, Sabtu malam (7/12).

Tawuran, Paha Tertusuk Pisau SITUBONDO - Tawuran yang melibatkan sejumlah anak muda kembali terjadi di Kota Santri. Kali ini terjadi di Alunalun Situbondo Sabtu malam (7/12). Akibat tawuran itu, satu pemuda bernama Saiful, warga Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, terkena tusuk di bagian paha kanan belakang. Pemuda 20 tahun itu terpaksa dilarikan ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Pantauan koran ini, korban menderita luka serius pada paha kanannya, dengan luka gores yang lebarnya sekitar 5 centimeter dan dalamnya sekitar 2,5 centimeter. Kasus penusukan yang dialami Saiful terjadi sekitar pukul 23.00 di lapangan basket alunalun kota. Sebelumnya, korban sedang bermain dengan tiga orang temannya untuk bermalam mingguan. “Saya sedang bermain di alun-alun dengan dia (korban),” kata salah satu teman korban saat berada di ruang IGD dr Abdoer Ra-

hem Situbondo. Tidak disangka, segerombol pemuda lain datang menghampiri korban dan tiga temannya. Tanpa banyak bicara, tawuran pun berlangsung cepat, hingga membuat Saiful terkena luka tusuk pisau pada paha kanan bagian belakang. Selain Saiful, bentrok antar pemuda itu juga membuat Hari, 20, asal Desa Olean, Kecamatan Situbondo mengalami luka lebam usai tawuran. “Jumlahnya banyak, ada puluhan orang. Karena teman saya dikeroyok, jadinya saya membantu,” terang Hari. Setelah korban tergeletak penuh darah yang kelauar dari kakinya, kawanan pemuda yang menyerang itu pun berusaha kabur. Setelah keadaan cukup aman, korban Saiful langsung dibawa ke RSUD dr. Abdoer Rahem untuk mendapat perawatan medis. “Dibawa ke rumah sakit pakai sepeda motor,” kata temannya yang terus mendampingi korban.

Data yang berhasil dikumpulkan, tawuran yang terjadi di pusat kota ini, konon dipicu adanya rasa dendam oleh salah seorang yang sebelumnya terlibat bentrok dalam sebuah acara pertunjukan musik. Setelah bertemu di alun-alun, diduga kuat ketegangan di antara kembali memuncak hingga terjadi tawuran. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi membenarkan adanya kasus yang terjadi di Alun-alun Kota Situbondo. Dikatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan melakukan pengejaran terhadap pelakunya. “Kejadiannya di Alun-alun saat korban dan temannya bermalam mingguan. Sementara ini diduga karena ada dendam diantara keduanya. Tetapi kasus ini masih diselidiki petugas. Kami akan memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk pelaku yang masih diburu,” terang AKP Wahyudi. (rri/als)

SITUBONDO - Komisi II DPRD Situbondo memberikan perhatian khusus kepada dana cadangan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Situbondo. Sebab, alat kelengkapan lembaga wakil rakyat yang membidangi masalah ekonomi tersebut menilai ada yang misterius dalam pengelolaan dana yang besarnya sekitar Rp 800 juta itu. Wakil Ketua Komisi II DPRD, H Aswari mengungkapkan, kecurigaan dirinya terhadap pengelolaan dana cadangan di salah satu BUMD (badan usaha milik daerah) itu setelah melakukan kunjungan kerja belum lama ini. “Di semua BUMD sebenarnya sama ada dana cadangan, tapi transparan. Tidak seperti yang di PDAM ini, makanya harus terus dikejar, ini pasti ada yang misterius,” terang Aswari kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (9/12). Menurutnya, dana cadangan diambilkan dari pendapatan atau laba bersih. Sebelum disetorkan ke kas PAD (pendapatan asli daerah), di PDAM dana itu dipotong dulu untuk dana cadangan tujuan sebesar 25 persen dan dipotong lagi untuk dana cadangan umum sebesar 20 persen. Baru sisanya disetor ke PAD. “Aturan perdanya memang begitu. Hanya saja, saya sempat bertanya, dana sebesar 45 persen sebagai dana cadangan tujuan dan cadangan umum itu sekarang dananya ada dimana? Apa dana itu berupa uang semua? Katanya, ada di PDAM, namun tidak semuanya berbentuk uang, dibilang berupa aset lain. Nilainya sekitar Rp 800 juta,” ungkap Aswari. Padahal, menurut pria asal Jangkar tersebut, dana cadangan yang selama ini dilaporkan adalah berupa uang. “Ma-

DOK.RaBa

Aswari

sak di PDAM ini ada yang berupa barang. Dari sini sudah mengandung misteri. Makanya, kita akan segera melakukan hearing,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Direktur PDAM Situbondo, Jamal, mengatakan permasalahan dana cadangan tersebut sebenarnya telah selesai dibahas pada saat Komisi II datang ke kantor PDAM. Adanya dana cadangan itu, lanjut dia, mengacu kepada Perda no 5 tahun1991, bahwa dana cadangan yang 25 persen itu digunakan jika ada yang belum dianggarkan. “Misalnya ada bencana, ada kenaikan tarif listrik yang tidak direncanakan. Setelah kebutuhan itu, baru disetor 55 persen ke PAD. Mulai dulu seperti itu, mengacu ke perda,” terang Jamal melalui telepon selulernya sore kemarin. Jamal membantah jika dana cadangan yang di PDAM disimpan dalam bentuk selain uang tunai. “Semua disimpan bentuk uang ada di PDAM,” tegasnya. Lebih jauh, Jamal menjelaskan, jika mengacu kepada Permendagri nomor 23, sisa laba bersih 55 persen pun tidak wajibdisetor kepada PAD. Kecuali, jika pelayanan PDAM sudah terpenuhi 80 persen. (pri/als)


Radar Banyuwangi 9 Desember 2013