Page 1

SELASA 9 APRIL

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

TRY OUT SMP

Pendaftaran Ditutup Hari Ini KABAT - Pelaksanaan try out tingkat SMP/ MTs yang dihelat Jawa Pos Radar Banyuwangi sudah semakin dekat. Panitia masih membuka kesempatan kepada para siswa untuk men daftarkan diri dalam ajang tersebut hingga pukul 12.00 siang ini (9/4). Salah seorang p anitia try out, Sahroni mengatakan, pihaknya tidak akan menerima pendaftaran melebihi batas waktu yang telah ditentukan n  Baca Pendaftaran...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

DIATUR: Petugas Polsek Blambangan memeriksa KTP penghuni rumah kos beberapa waktu lalu (atas). Anggota DPRD Suminto dan Basit menyimak penjelasan pansus raperda kos saat rapat paripurna kemarin (kanan).

Perda Kos Akhirnya Disahkan FORUM KEMISAN

Seminar UKS Hadirkan Staf Khusus Menkes BANYUWANGI - Keberadaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di sekolah-sekolah di anggap masih kurang maksimal. Untuk memaksimalkan UKS, perlu penanganan lebih komprehensif. Fenomena itu menggugah kalangan akademisi untuk lebih memacu UKS. Sekadar tahu, UKS adalah usaha untuk membina dan mengembangkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yang dilakukan secara menyeluruh dan terpadu. Untuk mengoptimalkan program UKS, perlu ditingkatkan peran serta peserta didik sebagai subjek, bukan hanya sebagai objek n  Baca Seminar...Hal 39

BANYUWANGI - Pembahasan ranca ngan peraturan daerah (raperda) penyelenggaraan usaha rumah kos di Banyuwangi mencapai klimaks. Raperda inisiatif anggota DPRD Banyuwangi tersebut akhirnya disahkan menjadi perda dalam rapat paripurna di gedung DPRD Banyuwangi kemarin (8/4).

Dukungan Terus Berdatangan BANYUWANGI - Program Banyuwangi Peduli semakin banjir dukungan dari publik Kota Gandrung. Sederet elemen menyatakan siap berpartisipasi dalam ke giat a n ke ma nusiaan di lapa ngan tenis GOR Tawang Alun, Ba nyu wangi, 24 April 2013 mendatang itu. Komitmen untuk berpartisipasi itu ditunjukkan keluarga besar Dinas Pengairan Banyuwangi dan IPSI Banyuwangi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi, kantor Kecamatan Wongsorejo, kantor Kecamatan Kalipuro, dan kantor Kecamatan Sempu. Mereka akan ikut menyukseskan kegiatan kemanusiaan yang rencananya akan dimasukkan dalam catatan Museum Rekor dunia Republik Indonesia (Muri) sebagai donor darah terbanyak tingkat kabupaten di Indonesia itu n  Baca Dukungan...Hal 39

Sumbangan yang Masuk Dinas PU Pengairan & IPSI Banyuwangi: Rp 15 juta & 250 pendonor Satpol PP Banyuwangi: Rp 10 juta & 175 pendonor Kecamatan Wongsorejo: 165 pendonor Kecamatan Kalipuro: 125 pendonor Kecamatan Sempu: 105 pendonor DR Abdul Kadir BPPT: Rp 5 juta

http://www.radarbanyuwangi.co.id

BANYUWANGI - Diduga terlibat human trafficking dua gadis di bawah umur, Muhamad Ramly, 37, diciduk anggota Buru Sergap (buser) Polres Banyuwangi Minggu malam kemarin (7/4). Saat ditangkap, tersangka berada di ru mah saudaranya di Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, malam itu. Tersangka yang tinggal di Dusun Ka limati, Desa Kedungrejo, Mun car, itu langsung dibawa ke Mapolres Banyuwangi untuk menjalani pemeriksaan. “Tersangka baru tadi malam (Minggu malam, Red) kita tangkap. Seka rang (kemarin, Red) masih kita periksa,” jelas Kasatreskrim Polres Banyuwangi, AKP Bagus Ikhwan Christian.

Keluarga korban melacak dan menemukan mereka di panti pijat di Bali. Mereka kerja belum dibayar oleh juragannya.” AKP BAGUS IKHWAN CHRISTIAN Kasatreskrim Polres Banyuwangi

Dugaan trafficking yang dilakukan tersangka Ramly itu terjadi pada 15 Maret 2013 lalu. Korbannya adalah Saritem (nama samaran), 15, asal Desa/Kecamatan Cluring, dan Sarijem (juga nama samaran), 16, warga Desa Sraten, Kecamatan Cluring. “Korban ini kabur dari rumahnya,” katanya.

n Merupakan perda inisiatif DPRD n Dilandasi banyaknya keluhan masyarakat tentang dugaan penyalahgunaan fungsi rumah kos n Izin penyelenggaraan usaha rumah kos tidak dikenakan biaya n Usaha rumah kos tidak perlu izin gangguan (HO) n Pemilik usaha rumah kos harus lapor tertulis ke kades/ lurah.

lingkungan Pemkab Banyuwangi. Di hadapan peserta rapat, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Penyelenggaraan Usaha Rumah Kos DPRD Banyuwangi, Ismoko mengatakan, fenomena kuantitas rumah kos menjadi salah satu faktor yang mendasari munculnya raperda tersebut n  Baca Perda...Hal 39

Dua Gadis Dijual ke Panti Pijat Kerja Dua Pekan Belum Dibayar

I LOVE BWI

Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Banyuwangi, Hermanto, dan didampingi tiga wakil ketua dewan, yakni Adil Achmadiono, Ruliyono, dan Joni Subagyo. Hadir pula Bupati Abdullah Azwar Anas, Wakil Bupati (Wabup) Yusuf Widyatmoko, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Slamet Karyono, dan sejumlah pejabat lain di

Poin Penting Perda Kos

Kedua korban yang masih berusia belia itu, jelas dia, oleh tersangka dikirim ke AN, salah satu pemilik panti pijat di kawasan Kuta, Bali. Di tempat itu, keduanya diduga juga harus “melayani” para tamu. “Saritem dan Sarijem bekerja di panti pijat itu selama dua pekan,” jelasnya. Berdasar pengakuan korban, lan jut dia, mereka sudah bekerja di salah satu panti pijat di sekitar Pantai Kuta itu selama dua pekan. Meski begitu, keduanya mengaku be lum mendapat bayaran sama sekali. Sebab, keduanya keburu dijemput keluarganya dan diajak pulang ke Banyuwangi n  Baca Dua...Hal 39

M. Ramly

Aktor Dijerat Tiga Pasal Sekaligus BANYUWANGI - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banyuwangi masih memeriksa Heri Kartono, 22, warga Desa Bunder, Kecamatan Kabat, hingga kemarin (8/4). Dia pemuda yang diduga menjadi aktor dalam video mesum bersama Saritem (nama samaran), 16, salah satu siswi SMK di wilayah Kecamatan Rogojampi. Hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik kemarin, pemuda pengangguran itu akhirnya dijerat pasar berlapis. Pasangannya, yakni Saritem, oleh polisi dibebaskan karena menjadi korban. “Yang cewek itu korban,” cetus Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Bagus Ikhwan Christian. Menurut Kasatreskrim Bagus, otak pembuat video mesum yang sempat beredar di masyarakat itu adalah Heri. Selain itu, Heri juga menjadi pemeran dalam hubungan dengan perempuan yang masih di bawah umur itu. Selain itu, Heri juga diduga terlibat dalam peredaran video tersebut. “Heri kita jerat tiga pasal,” katanya. Ketiga pasal yang dipasang untuk menjerat sang aktor video mesum itu sebut dia adalah Pasal 29 dan Pasal 37 Undang-Undang (UU) No. 44 Tahun 2008 tentang pornografi. Selain kedua pasal itu, tersangka juga dijerat Pasal 81 UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak (PA). “Tersangka kita jerat Undang-Undang Pornografi dan PA,” tegasnya n  Baca Aktor...Hal 39

AGUS BAIHAQI/RaBa

Perda rumah kos akhirnya disahkan GALIH COKRO/RaBa

KOLOSAL: Lebih seribu penari terlibat dalam pergelaran Gandrung Sewu di Pantai Boom 17 November 2012 lalu.

Pergelaran Tari Gandrung Sewu Masuk MURI setelah 5 Bulan

Tercatat sebagai Rekor Peserta Tari Terbanyak Pergelaran tari kolosal Gandrung Sewu memang dihelat tahun lalu (17/11). Setelah lima bulan, akhirnya kegiatan itu resmi tercatat dalam Museum Rekor dunia Indonesia (MURI). AF. ICHSAN RASYID, Banyuwangi

PESERTA tari kolosal Gandrung Sewu itu mencapai 1.047 penari. Sedianya, pergelaran tari lokal Banyuwangi itu akan diikuti 1.052 peserta, tapi menjelang acara dimulai, lima peserta ambruk sehingga hanya tersisa 1.047 penari. Walau berkurang lima penari, tapi itu tetap sebagai pergelaran de ngan jumlah penari paling ba nyak. Rekor pertama yang dicatat MURI hanya 300 penari. Kemudian, rekor 300 penari itu

terpecahkan oleh pergelaran tari kolosal yang melibatkan 500 pe nari di Surabaya beberapa tahun lalu. Rekor 500 peserta itu akhirnya terpecahkan dengan tari kolosal Gandrung Sewu yang di gelar Pemkab Banyuwangi 17 November 2012 lalu. Peserta tari Gandrung Sewu melebihi 1000 penari yang ditargetkan panitia penyelenggara n  Baca Tercatat...Hal 39

Yang punya lebih 10 kamar, tunggu saja perda hotel

Aktor video syur Rogojampi dijerat tiga pasal sekaligus Bisa ditambah lagi, pasal menggunakan lokasi syuting tanpa izin

ICHSAN RASYID/RaBa

KEJUTAN: Drh Budianto menyerahkan piagam MURI kepada Bupati Anas kemarin.

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


30

Selasa 9 April 2013

Kiat Pemdes Blambangan Perbaiki Jalan Rusak

Pakai Dana ADD, Aspal Berasal dari Bantuan Pemkab MUNCAR - Pemerintah Desa (Pemdes) Blambangan, Kecamatan Muncar, terus berbenah. Kali ini, perbaikan jalan di ruas jalan daerah pelosok menjadi prioritas utama. Tidak mudah untuk merealisasikan agar jalan segera dibangun alias diaspal. Berbagai cara dan usaha sudah ditempuh. Salah satu caranya, yakni dengan menggunakan dana diambil dari Alokasi Dana Desa (ADD). Tampaknya, usaha keras itu membuahkan hasil. Pendes mulai melakukan perbaikan jalan di Dusun Sukosari, desa setempat. Jalan yang sudah bertahun-tahun tidak pernah

diaspal itu kini sedang diperbaiki. Panjang jalan yang diaspal menggunakan dana ADD tersebut yakni 1,5 kilometer. Alokasi anggaran khusus ADD tahun 2012 itu senilai Rp 60 juta. Dana tersebut untuk membiayai material dan biaya pekerja. Sementara, aspal merupakan bantuan Pemkab Banyuwangi melalui Dinas PU Pengairan. Aspal yang dibutuhkan untuk membangun jalan tersebut yaitu 104 drum. ’’Sharing untuk pembangunan aspal ini,’’ ungkap Kepala Desa Blambangan, Purwanto, bersama

ALI NURFATONI/RaBa

PERBAIKAN: Kades Purwanto (celana merah) meninjau lokasi pembangunan perbaikan jalan di Dusun Sukosari, Desa Blambangan, Muncar, kemarin.

Sri Utami, politisi partai Demokrat di sela-sela memantau aktivitas pengaspalan kemarin. Menurut dia, pengajuan jalan tersebut dilakukan pada 2012 lalu. Setelah melalui proses panjang, akhirnya cita-cita itu terwujud. ’’Alhamdulillah, setelah menanti lama, jalan bisa diperbaiki,’’ kata Purwanto sumringah. Dia menjelaskan, penggunaan ADD tersebut ternyata dijadikan bahan acuan bagi desa lain. Buktinya, sejumlah desa kini ikut-ikutan menggunakan ADD untuk memperbaiki jalan. ’’Dua desa, yaitu Tembokrejo dan Sumbersewu, juga

ikut-ikutan pakai dana ADD untuk memperbaiki jalan,’’ tuturnya. Meski begitu, lanjut dia, aspal untuk memperbaiki jalan tersebut paling banyak jika dibandingkan dengan dua desa itu. ’’Dua desa itu hanya 54 dan 84 drum,’’ jelasnya. Dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar jalan tersebut tetap baik setelah aspal selesai. ’’Ini jalan milik kita bersama. Jadi mari kita bersama-sama menjaga agar aspal tidak rusak. Semoga perbaikan jalan ini membuat masyarakat lebih nyaman,’’ himbaunya. (ton/als)

Sidang Baru Mulai Langsung Interupsi BANYUWANGI - Sidang lanjutan praperadilan yang diajukan M. Yunus Wahyudi bersama 19 tersangka kasus illegal logging digelar lagi di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (8/4). Sidang dengan agenda kesimpulan itu sempat berlangsung panas. Agenda sidang yang dipimpin hakim tunggal Afrizal Hadi SH itu sebenarnya penyampaian kesimpulan dari pemohon dan termohon. Tetapi, begitu palu diketuk oleh hakim sebagai pertanda sidang dimulai, pengacara termohon yang bernama Aipda Bambang Purwanto SH langsung melakukan interupsi untuk menyampaikan bukti tambahan. “Ada bukti tambahan yang perlu kami sampaikan,” cetus Bambang. Keinginan Bambang yang akan menyampaikan bukti tambahan itu langsung ditolak pengacara pemohon, Achmad Hasan SH. Penolakan dilakukan karena agendanya adalah kesimpulan. “Kami sudah selesai membuat kesimpulan,” dalih Achmad Hasan.

AGUS BAIHAQI/RaBa

BUKTI: Hasan selaku pengacara pemohon (tengah) dan Aipda Bambang Purwanto dari Polres Banyuwangi dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin (8/4).

Meski ditolak pengacara pemohon, Hakim Afrizal Hadi tetap meminta berkas bukti baru yang telah diajukan itu. Tetapi, setelah diperiksa, berkas itu ditolak karena dianggap sama dengan berkas yang diajukan sebelumnya. “Bukti itu sudah include dengan buktibukti yang diajukan sebelum-

nya,” kata hakim Afrizal Hadi. Dalam sidang itu, hakim meminta para pengacara menyerahkan kesimpulan. Secara bergiliran, Hasan dan Bambang menyerahkan berkas yang berisi kesimpulan. “Apakah kesimpulan ini perlu dibaca dalam sidang ini,” tanya hakim dan dijawab oleh para

pengacara “tidak perlu”. Sidang yang sudah normal itu kembali tegang saat hakim mengumumkan sidang akan dilanjutkan Selasa dan Rabu untuk pengambilan keputusan. “Mohon waktu ditentukan, Yang Mulia. Kalau boleh dipastikan Rabu saja,” pinta Hasan sambil menyebut dua temannya tinggal di Surabaya. Usul sidang Rabu itu ternyata ditolak penasihat hukum Polres Banyuwangi, Bambang Purwanto SH. Menurut Bambang, sidang untuk menentukan keputusan sebaiknya dilanjutkan hari ini (9/4). “Bagi kami, lebih cepat lebih baik,” katanya kepada majelis hakim. Meski kedua penasihat hukum mengajukan usul yang berbeda, Hakim Afrizal Hadi bersikukuh akan melanjutkan sidang dengan agenda putusan pada Selasa atau Rabu. “Sidang tetap besok (hari ini) atau Rabu. Kalau besok sudah selesai, putusan akan kami bacakan,” kata hakim Afrizal sambil mengetuk palu. (abi/c1/bay)

Dispendik Beri Penghargaan Juara OSN SITUBONDO - Dinas Pendidikan Situbondo melalui bidang Dikdas Seksi SMP menggelar Olimpiade Sains Nasional tingkat kabupaten yang diikuti pelajar SMP. Mata pelajaran yang dilombakan mapel matematika, biologi, fisika, dan IPS. Juara 1,2 dan 3 ajang ini berhak mengikuti OSN tingkat Provinsi Jawa Timur pada 12 April 2013 mendatang. Pemenang biologi dirah Risqi Akbar Fatah dari SMPN 1 Situbondo, Juara II Alvinda Aulia S (SMPN 1 Panji), dan Juara III Dellaniq GRandifolia M (SMPN 1 Suboh). Juara Fisika diraih Putri Larasantang (SMPN 1 Situbondo), Juara II diraih Rury Rislah Hasturi (SMPN 1 Asembagus), dan juara III diraih Nur Koiri Zein (SMP Islam Fazza). Kasi SMP Dispendik, Sukarnadi mengatakan, untuk mata pela-

SYAMSURI/RaBa

SEMANGAT : Plt Kadispendik Situbondo, Ateng Jaelani memberikan penghargaan kepada para pemenang OSN tingkat SMP di halaman kantor Dipendik Situbondo kemarin.

jaran Matematika juara 1 diraih oleh M.Syuqron (SMPN 1 Asembagus), juara II Alief Fauziah Alnur (SMP Muhammadiyah 1 Panji), juara III Alya Nufaisah Adilah (SMPN 1 Situbondo). Juara bidang IPS diraih Natanael (SMP Kristen Immanuel), juara II Dinda Zannuba Arifah (SMPN 1 Situbondo), dan juara III Dwi Nur Amalia (SMPN 1 Banyuglugur). Bagi para juara tersebut mendapat piagam dan trophy. Khusus juara I diberi tambahan piala dan laptop yang diberikan oleh Plt Kadispendik Situbondo, Ateng Jaelani saat apel di halaman Dispendik Situbondo kemarin (8/4). ‘’Mudah-mudahan sang juara ini dapat memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan Kabupaten Situbondo di jenjang OSN provinsi maupun nasional,’’ ujar Ateng Jaelani.(adv)

Dapat Beasiswa Setahun dari Al Irsyad BANYUWANGI - Siswi SDN 2 Ketapang, Sinzi Anesta Afaya berhasil menjuarai try out yang digelar SMP Al Irsyad (bukan SD Al Irsyad seperti diberitakan kemarin) Sabtu (6/4) lalu. Sinzi berhasil meraih juara dengan nilai 91,67; disusul kemudian Muna Azzahro dari SDIT Al Uswah dengan nilai 90,83; dan juara tiga dengan nilai 89,00 diraih juga oleh siswa SDIT Al Uswah Banyuwangi. Ketua Panitia try out, Iqbal Attamimi, S.PdI mengatakan, try out ini diikuti 474 siswa dari 21 SD se-Kecamatan Banyuwangi dan Kalipuro dan dibuka oleh Kepala UPTD Kecamatan Banyuwangi, Drs Nurhamim serta disaksikan oleh LPP Al Irsyad Salim Thohir, S,Pd. Sepuluh besar mendapat uang pembinaan dengan total Rp 2juta. “Namun trophy kita berikan kepada juara 1,2,3. Sementara semua peserta juga mendapat sertifikat,” kata Iqbal. Sementara itu, LPP Al Irsyad Banyuwangi, Salim Thohir, S,Pd mengucapkan selamat kepada peserta yang dinyatakan mendapat juara. Padahal soal yang dibuat saat try out itu sudah sesuai standar kelulusan (SKL) yang ditentukan Badan Standardisasi Nasional

ISTIMEWA

LULUS: Para guru IPS usai diwisuda di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang kemarin.

50 Guru Lulus Magister IPS BANYUWANGI - Sebanyak 50 guru yang berada dalam persatuan PGRI Banyuwangi menyelesaikan studi magister kependidikan. Selesainya masa studi 50 guru ini ditandai dengan wisuda yang berlangsung di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang kemarin (8/4). Sekretaris PGRI Banyuwangi, Siswaji mengatakan magister pendidikan yang ditempuh para guru ini adalah program studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Dengan selesainya masa studi ini, Siswaji berharap dengan diambilnya program studi IPS ini, mutu pembelajaran bidang

kajian sosial dan pendidikan IPS memperkuat epistemology. Dikatakan, dewasa ini permasalahan sosial berkembang semakin banyak dan semakin kompleks seiring dengan perkembangan sosial yang terjadi di masyarakat. Bahwa masalah-masalah sosial sekarang ini dan yang akan datang semakin sulit diselesaikan karena adanya saling keterkaitan. Apalagi di era globalisasi ini, setiap masalah dalam kehidupan manusia bertambah dan terkait dengan berbagai kepentingan. Untuk itu dibutuhkan tenaga ahli dalam bidang kajian sosial (studi

sosial) dan ahli pendidikan IPS (social studies). “Program Pascasarjana Pendidikan IPS merupakan suatu lembaga pendidikan lanjut tingkat magister yang mengembangkan bidang IPS baik sebagai bidang kajian masalah sosial (Ilmu-ilmu sosial) maupun program pendidikan bidang rumpun IPS. Oleh karena itu, program pascasarjana pendidikan IPS mendidik para calon tenaga akademisi bidang kajian masalah sosial (ahli IPS), tenaga pendidik, dan tenaga peneliti, serta tenaga pengabdi bidang IPS,” katanya. (adv)

SDN 1 Lateng Resmikan Musala Baru BANYUWANGI - Program kendali belajar dan kendali ibadah yang digagas Bupati Abdullah Azwar Anas, direspons positif oleh kalangan sekolah. Salah satunya, SDN 1 Lateng Banyuwangi. Ini dibuktikan dengan peresmian pembangunan musala Al Ikhlas di lingkungan SDN 1 Lateng Banyuwangi. Kepala SDN 1 Lateng Banyuwangi, Suci Nuryanti, S.Pd, M.Pd mengatakan, musala itu dibangun dengan dana swadaya dari donatur, para guru, komite dan para siswa. Mereka bergotong royong untuk mewujudkan musala itu. Tujuan dibangunnya musala ini, kata Suci, untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. “Di samping itu juga untuk praktik pendidikan agama Islam dan sarana pem-

ISTIMEWA

BARU: Kepala Sekolah dan Komite SDN 1 Lateng Banyuwangi memotong pita peresmian musala Al Ikhlas.

bentukan karakter anak menuju kepada akhlak mulia,’’ kata Suci kemarin (8/4). Dijelaskan, dengan keberadaan musala ini diharapkan bisa digunakan untuk sarana ibadah dan

kegiatan ekstrakurikuler, seperti tilawah Alquran, serta pembacaan salat nabi. “Saya berharap dengan adanya fasilitas musala kegiatan salat berjamaah lebih digiatkan lagi,” pungkasnya. (adv)

TOHA/RaBa

SERIUS: Peserta mengikuti try out yang digelar oleh SMP Al Irsyad pada Sabtu lalu (6/4).

Pendidikan. Dalam kesempatan itu, Salim berjanji 10 peserta terbaik dalam try out ini mendapat beasiswa selama setahun. “Saat

ini pun, Al Irsyad sudah membuka pendaftaran siswa baru untuk tingkat SMP. Jadi silakan yang akan mendaftar,” pungkasnya. (*)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Selasa 9 April 2013

Rusak Kunci, Kuras Perhiasan ABDUL AZIZ/RaBa

SITA PERHATIAN: Khofifah saat menghadiri pengajian akbar di Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Glenmore, kemarin malam.

MUNCAR - Rumah notaris Maria Ulfa, 50, di Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, dibobol kawanan pencuri. Aksi para penjahat tersebut berlangsung siang hari saat rumah sepi. Kerugian akibat pencurian itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kapolsek Muncar Kompol Ary Murtini melalui Kasi Humas Aiptu Putu Ardhana menjelaskan, pencuri beraksi saat korban pergi ke Banyuwangi. Praktis, kondisi rumah sepi tanpa penghuni. ‘’Kejadiannya sekitar pukul

Dua Hari Road Show di Banyuwangi Khofifah Mampir di Biro Genteng GENTENG - Bakal Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tampaknya benar-benar serius menggarap para calon pemilih di wilayah Banyuwangi. Buktinya, selama dua hari dua malam Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu memiliki agenda cukup padat di pelosok desa di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Selain menghadiri sejumlah pengajian akbar, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid itu juga melakukan road show ke sejumlah tokoh dan kantor media massa. Usai menghadiri acara ulang tahun Muslimat NU di Gesibu Blambangan dan silaturahmi di kantor Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa, Khofifah dan rombongan melakukan kunjungan ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi biro Genteng yang beralamat di Jalan Raya Jember Nomor 36, Setail, Kecamatan Genteng. Saat berkunjung ke Biro Genteng, Khofifah didampingi Ketua

Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Timur, Farida Hanum, Ny. Hj. Hasyim Muzadi, Ning Nihayatul Wafiroh dari Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, dan sejumlah tim suksesnya yang kebanyakan kaum perempuan. Saat berkunjung ke biro Genteng, Khofifah mengatakan bahwa belakangan ini seolah ada upaya dari pihak tertentu yang menggiring opini bahwa dirinya tak bisa maju sebagai calon Gubernur Jatim 2013-2018. Upaya penggiringan opini oleh pihak tak bertanggung jawab tersebut cukup berhasil menyedot perhatian masyarakat. “Hampir setiap kali kunjungan ke daerah, suara yang menyebutkan saya tidak bisa maju selalu ada. Itu berarti opini seperti itu memang sengaja digiring,” kata Khofifah tanpa menyebut siapa pihak yang menggiring. Dia mengaku tidak tahu secara pasti apa maksud pihak yang tak bertanggung jawab itu mengopinikan dirinya tidak akan mendapatkan kendaraan untuk maju sebagai cagub Jatim. Padahal, menurutnya, tahap tersebut sudah dia lalui dan kini dia memilih intens melakukan komuni-

Rumah Notaris Ulfa Digarong, Kerugian Capai Rp 111 Juta

13.30 sampai 17.00 Minggu lalu dol pencuri itu, antara lain 2 (7/4),’’ ungkapnya kemarin. gelang emas seberat 60 gram; 2 Kasus pencurian baru diketa- gelang emas keroncong seberat hui ketika korban bersama 20 gram; dan 3 kalung suaminya tiba di rumah. emas seberat total 58 Saat i tu , p asang an gram. ‘’Satu gelang suami istri (pasutri) permata seberat 10 tersebut mengetagram juga hilang,” hui pintu depan ungkap Putu. terbuka. ‘’Kunci Perhiasan lain yang s u d a h r u s a k ,” dicuri berupa 9 cincin kata Putu Arddan permata seberat PENCURIAN 10 gram; 1 cincin emas hana kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. berlian, dan 10 cincin dan Melihat hal itu, pasutri tersebut giwang. ‘’Korban juga mengaku langsung masuk rumah. Ternya- kehilangan sebuah hand phone ta beberapa barang berharga merek Nokia, BlackBerry Gemini, yang ditaruh di kamar sudah 3 jam tangan merek Bosnia, Guess, raib. ‘’Barang-barang yang hilang dan Furla,” sebutnya. Polisi sudah mayoritas perhiasan,’’ imbuhnya. menerima laporan pencurian di Sesuai laporan yang diterima siang bolong tersebut n Baca Rusak...Hal 39 polisi, perhiasan yang digon-

Warga Songgon Wadul Dewan ABDUL AZIZ/RaBa

TEBAR SENYUM: Khofifah Indar Parawansa ditemui Kabiro Radar Genteng Abdul Aziz kemarin sore.

kasi dengan massa di akar rumput. Usai berkunjung ke biro Genteng, Khofifah melanjutkan silaturahmi ke Pangasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholabah, Setail, Kecamatan Genteng, asuhan KH. Masruhin Aba Hidayat sekaligus menunaikan salat Magrib. Sekitar 30 menit kemudian, Khofifah dan rombongan takziah ke rumah Ketua Tanfidziah Majelis Wakil Cabang NU Kalibaru, H. Hasan Sonhaji, yang baru saja ditinggal wafat ibu kandungnya.

Malamnya pukul 20.30, Khofifah menjadi pembicara di pengajian akbar di Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, yang dihadiri ribuan orang. Yang menarik, selama menghadiri pengajian akbar itu, Khofifah dielu-elukan para pengunjung. Bahkan, beberapa tokoh yang memberikan kata sambutan, seperti Kepala Desa Sepanjang, Rojikin dan Ustadz Dzulqornain, dari Kalibaru, n Baca Dua Hari...Hal 39

BANYUWANGI - Sejumlah tokoh masyarakat dari Desa Sumberarum dan Desa Sragi, Kecamatan Songgon, yang menolak proyek air bersih kemarin mendatangi gedung DPRD Banyuwangi. Mereka mengadukan rencana pembangunan air bersih yang akan digarap pada tahun anggaran 2013 tersebut. Rombongan warga yang dipimpin Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sragi Mustain Nawawi dan Kepala Desa (Kades) Sumberarum Supriyono itu diterima dua anggota Komisi I Sukarno dan Muhamad Abbas. “Kami mohon dewan

yang terhormat membantu masalah yang dihadapi warga kami,” pinta Mustain yang menjadi juru bicara warga. Menurut Mustain, rencana proyek air bersih yang telah dianggarkan APBD Banyuwangi sebesar Rp 2,8 miliar itu telah meresahkan para petani di Desa Sumberarum dan Sragi. “Mata air yang akan digunakan untuk air bersih selama ini dipakai untuk pengairan sawah,” ungkapnya. Bila mata air di Desa Sumberarum dipakai proyek air bersih, lanjut dia, maka akan mengancam pengairan sawah

para petani. Padahal, mata air itu satu-satunya sumber air yang dipakai petani untuk mengairi sawahnya. “Petani di dua desa bisa kekurangan air,” katanya. Sukarno dan Abbas belum bisa menanggapi keluhan warga. Apalagi, kedatangan warga itu tidak ada memberitahukan terlebih dahulu. “Aspirasi bapak-bapak semua kami tampung, nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan komisi,” janji Sukarno. Usai dari DPRD, rombongan warga mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum Pengairan dan Pemkab Banyuwangi. (abi/c1/aif)

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Bina SDM Birokrat, Lanjutkan Kerja Sama ESQ

ISTIMEWA

BERKELANJUTAN: Bupati Anas bersama dengan Dr (Hc) Ary Ginanjar usai menandatangani MoU di Jakart, Sabtu lalu (6/4).

JAKARTA – Perbaikan kinerja birokrasi di lingkungan Pemkab Banyuwangi terus berlanjut. Selain membekali sumber daya manusia (SDM) aparat dengan berbagai keahlian, Bupati Abdullah Azwar Anas juga mengasah mentalitas birokrat secara rutin dan berkelanjutan. Untuk menata SDM aparat pemerintahan, Bupati Anas menggandeng ESQ Leadership Center, Jakarta. Melalui kerja sama itu, pemerintah daerah telah menggelar sejumlah pelatihan pengembangan karakter bagi para pejabat dan pendidik. Pelatihan telah digelar sejak dua tahun lalu. Pertama-tama, pelatihan itu diikuti pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berada di eselon II. Tahap berikutnya, pelatihan yang sama diikuti pejabat eselon di bawahnya, serta para kepala desa dan guru. Tahun 2013 ini, Pemkab Banyuwangi kembali menandatangani MoU dengan ESQ Leadership Center untuk mengadakan pelatihan lanjutan. Nota kesepahaman itu telah diteken Bupati Anas dengan Presiden Direktur ESQ Leadership Center, Dr (HC) Ary Ginanjar Agustian, Sabtu (6/4) di Menara 165, Jakarta. Penandatanganan MoU ini dilakukan di sela-sela Training Total Action (TTA), yang diikuti 400 peserta dari berbagai unsur antara lain Bupati/ Walikota, DPRD, TNI/Polri, BUMN dan beberapa alumni ESQ dari negara Malaysia, Singapura dan negara Eropa. Bupati Anas merupakan salah satu peserta TTA. “MoU ini sudah yang ketiga kalinya, tujuannya untuk membina

pemerintahan daerah Banyuwangi. Karena itu, kerja sama dengan ESQ perlu dilanjutkan untuk membina SDM pemerintah daerah agar lebih baik dan cakap memberikan pelayanan cepat kepada rakyat. Kepala Badan Kepegawaian Diklat (BKD) Sih Wahyudi, menambahkan, MoU kali ini merupakan kesepakatan lanjutan antara pemkab dengan ESQ Leadership Center dalam rangka pembinaan karakter SDM di lingkungan pejabat pemkab. Dalam MoU ini, ada empat tingkatan. PerISTIMEWA ASAH MENTALITAS: Bupati Anas saat menjadi peserta ESQ total action tama, ESQ Basic Reguler yang telah dilaksanakan beberapa di Menara 165 Jakarta. waktu lalu. Kedua, ESQ mission statement and caracter buildSDM Banyuwangi lebih kompetitif dan berani bersaing,” katanya. Pelatihan ini dimaksudkan sebagai ikhtiar ing (MCB) yang akan di laksanakan pada Mei hingga untuk meningkatkan SDM birokrasi dengan target Juni 2013 ini. Tujuan untuk memantapkan kinerja peningkatan pelayanan publik. “Sejak awal menjabat pemerintah daerah agar lebih sepenuh hati sesuai densebagai bupati, saya sadar ada persoalan di birokrasi gan visi dan misi Bupati Anas. Ketiga, ESQ self control yang harus disinergikan, motivasinya dibangkitkan, and collaboration (SCC) dan ke empat ESQ total action. “Program ini merupakan training lanjutan hingga 2015 dan berbagai masalah harus diurai,” katanya. ESQ telah mengurai permasalahan yang ada di mendatang,” terang Sih Wahyudi. (afi/aif)

SMAN I Genteng Dominasi Juara OSN GENTENG - Para siswa SMA Negeri 1 Genteng kembali menunjukkan prestasinya. Kali ini mereka mendominasi kejuaraan Olimpiade Sain Nasional (OSN ) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Banyuwangi bekerjasama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Banyuwangi tanggal 2 sampai 4 April lalu. Acara yang digelar di SMAN I Purwoharjo, itu diikuti oleh 1347 peserta dari SMA/ sederajat negeri maupun swasta se-Banyuwangi. Mereka mengikuti lomba sembilan mata pelajaran (mapel). Ketua 2 lomba OSN Drs. Moch Nawawi mengatakan, waktu pelaksanaan lomba selama tiga hari, mulai tanggal 2 hingga 4 April. Pada hari pertama adalah matematika, fisika, kimia, dan untuk hari

kedua biologi, astronomi, teknologi informasi dan komunikasi, sedangkan pada hari ketiga ekonomi, kebumian dan geografi. Dari Sembilan mapel tersebut panitia mengambil 27 siswa yang akan menjadi wakil Banyuwangi ke tinggkat Propinsi Jawa Timur. “Dari 27 siswa yang terpilih tersebut, 15 adalah siswa SMAN I Genteng,” kata Nawawi yang juga guru SMAN I Genteng tersebut. Koordinator OSN SMAN I Genteng Dra. Istikomah menambahkan, para siswa peraioh juara tersebut mendapatkan tropi dan sertifikat serta uang pembinaan. “Tropi diserahkan langsung oleh bapak Bupati Banyuwangi tadi pagi di SMAN I Glagah, “tuturnya. Istikomah menambahkan, persiapan untuk mengikuti OSN tersebut diawali dengan melakukan pembinaan se-

cara umum metari dasar kurikulum, memberikan bimbingan sepekan dua kali melalui club mapel. “Seleksi calon peserta kita lakukan pada semester dua,”jelasnya. Hasil seleksi tersebut untuk matematika 14 siswa; kimia 17 siswa; fisika 15 siswa; ekonomi 20 siswa; biologi 17 siswa; astronomi 13 siswa; geografi 10 siswa; TIK 12 siswa, dan kebumian 11 siswa. Kepala SMAN I Genteng, H. Mujib, S.Pd menyampaikan banyak terimakasih kepada para siswa dan guru pembina yang telah bekerja keras serta dukungan finansial dari para komite sekolah, sehingga SMAN I Genteng mampu mempertahankan diri sebagai juara umum sejak tahun lalu. Tak lupa, mantan Kepala SMAN 2 Genteng itu juga menyampaikan terima kasih Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, M.Si dan Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Drs. Sulihtiyono, M.Pd yang telah berkenan menyerahkan langsung tropy kejuaraan OSN SMA tahun 2013. “Kami mendukung sepenuhnya program Bapak Bupati Banyuwangi untuk menyempatkan hadir di sekolah di tengah- tengah kesibukan kedinasan. Semoga kehadiran Pak Bupati bisa memberi motivasi dan mampu menginspirasi siswa dan guru untuk lebih SMAN I GENTENG FOR RaBa DOMINASI JUARA: Para siswa SMAN I Genteng peraih juara OSN giat dan semangat belajar dan kerja bersama kepala sekolah dan dewan guru pembina foto bersama Bupati keras guna menggapai cita-cita di masa Banyuwangi Anas dan Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono. mendatang,’’ kata Mujib. (adv/aif)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

BERANGKAT UMRAH: Rombongan Partai Demokrat di Bandara Blimbingsari bersiap menuju Tanah Suci Makkah.

Demokrat Berangkatkan Kader Umrah BANYUWANGI - Partai Demokrat (PD) tidak hanya berkonsentrasi terhadap pendidikan dan pembangunan karakter politik. Kerohanian juga menjadi perhatian partai berlambang Mercy tersebut. Buktinya, belum lama ini PD memberangkatkan tujuh anggota partai untuk melaksanakan umrah ke Tanah Suci Makkah. Rombongan umrah dilepas Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi Michael Edi Hariyanto di Bandara Blimbingsari. Ibadah umrah itu dijalani selama 10 hari. “Umrah ini bagian dari program partai untuk

membangun kekuatan kerohanian kader dan pengurus,” kata Michael. Dia menambahkan, memberangkatkan kader dan pengurus umrah akan menjadi agenda rutin partai. ”Ini merupakan lanjutan dari rombongan umrah sebelumnya. Selanjutnya, akan ada tujuh kader dan pengurus yang akan diberangkatkan secara kontinu,” imbuh owner tempat wisata AIL Rogojampi itu. Jumlah rombongan yang diberangkatkan memang tidak banyak. Setiap rombongan akan diisi tujuh orang. Sekaligus itu menjadi ciri khas Partai

Demokrat yang mendapat nomor tujuh dalam Pemilihan Umum 2014 mendatang. Michael berharap rombongan yang diberangkatkan umrah itu pulang membawa berkah. Saat pemberangkatan, Michael tidak lupa meminta doa agar Partai Demokrat diberi kejayaan dan kemenangan dalam pemilu mendatang. “Saya cuma minta doa. Semoga partai ini tumbuh besar dan menang. Dengan demikian, pembangunan Banyuwangi akan tetap berjalan lancar,” harap Michael. (nic/c1/aif/*)


KESEHATAN

32 Puskesmas Singotrunan

Latih Dokter Cilik hingga Kelas Hamil SINGOTRUNAN - Untuk meningkatkan wawasan tentang pola hidup sehat, Puskesmas Singotrunan menggelar pelatihan dokter kecil dan kader kesehatan remaja pekan lalu. Kegiatan yang bekerja sama dengan Tim Pembina UKS Kecamatan Banyuwangi itu merupakan implementasi program Harga Pas dan Kadarsi Anak Tokcer. Selain menambah wawasan bagi peserta, even tersebut juga bertujuan pembinaan dan pengembangan pengelolaan UKS, lingkungan sekolah sehat secara benar, kegawatdaruratan UKS, dan sebagainya. Hal itu sesuai yang tercantum TRIAS usaha kesehatan sekolah. Puskesmas Singotrunan yang dipimpin drg. Dwi Yani H. MM.Kes itu juga mengadakan berbagai kegiatan. Antara lain penyuluhan HIV/ AIDS, konseling KB dan kesehatan reproduksi remaja, serta pelaksanaan kegiatan kelas ibu hamil. “Program pembangunan kesehatan dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan. Utamanya pada kelompok paling rentan kesehatan. Yaitu ibu hamil, ibu bersalin, dan nifas serta bayi masa perinatal,” ujar Dwi Yani,

ISTIMEWA

TAMBAH WAWASAN: Suasana pelatihan dokter kecil yang digagas Puskesmas Singotrunan dan pembina UKS Kecamatan Banyuwangi.

dalam sambutannya. Hal ini, imbuh Dwi, ditandai dengan masih adanya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Masih adanya AKI dan AKB antara lain disebabkan karena ketidakberdayaan seorang ibu dalam memutuskan untuk mendapatkan pertolongan medis apabila terjadi permasalahan pada kehamilan dan bayinya. Hal ini disebabkan salah satunya adalah rendahnya pengetahuan ibu dalam

perawatan kesehatan ibu. Serta pengenalan tanda-tanda bahaya obstetri dan neonatal. Kelas ibu hamil merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui sarana belajar kelompok tentang kesehatan ibu hamil dengan memanfaatkan buku KIA. Kelas ibu hamil juga melibatkan suami dan keluarga. Sehingga dapat memahami kondisi ibu hamil sampai dengan melahirkan dan merawat bayi. (*/als)

Selasa 9 April 2013

Target Bebas Bibir Sumbing BANYUWANGI - Program operasi gratis 1000 dhuafa yang digagas Rumah Sakit (RS) Al-Huda Genteng dan RS Bina Sehat Jember berlangsung sukses. Respon warga terhadap kegiatan itu cukup besar hingga mencapai 2.039 orang pendaftar. Direktur RS Al-Huda dr Faida MMRS menjelaskan, kegiatan operasi gratis 1000 dhuafa berlangsung selama 55 hari di lima kabupaten; Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Lumajang. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan operasi terhadap penderita polidaktili, CTEV, hernia, bibir sumbing, dan katarak. Kegiatan operasi itu, ungkap Faida, dilakukan 41 dokter spesialis, 10 dokter umum, dan empat orang dokter gigi. “Kegiatan operasi dilaksanakan di RS Al-Huda Genteng dan RS Bina Sehat Jember,” ungkap Faida, di sela-sela kunjungan kepada Bupati Abdullah Azwar Anas di ruang kerjanya kemarin (8/4). Warga yang mendaftar di posko operasi, ungkap Faida, mencapai 2.039 orang. Hanya saja, tidak semua yang mendaftar bisa dilakukan operasi seluruhnya. Yang sudah dilakukan operasi, hanya 1000 orang. Sedangkan sisanya, tidak bisa dilakukan tindakan operasi karena alasan

PT. Askes dan Puskesmas Sempu

SALAMAN: Direktur RS Al-Huda dr Faida MMRS (kanan) bersama Bupati Abdullah Azwar Anas kemarin.

AF. ICHSAN RASYID/RaBa

medis. “Penderita katarak yang paling banyak dioperasi jumlahnya mencapai 773 orang,” katanya. Untuk kegiatan operasi di Banyuwangi, sebut dia, jumlah yang mendaftar mencapai 465 orang. Sedangkan yang bisa dilakukan tindakan operasi hanya 225 orang saja. “Sisanya tidak bisa dioperasi karena tidak memenuhi kelayakan medis,” katanya. Pasien mata katarak mendominasi kegiatan operasi. Pendaftar yang tidak bisa dilakukan operasi disebabkan karena usianya belum memenuhi dan penderitanya memiliki riwayat darah tinggi. “Sebagian besar yang menderita tensi adalah

penderita katarak,” sebut Faidah. Sedangkan biaya operasi gratis itu, lanjut dia, berasal dari dana zakat, HRS, dan hasil penjualan buku biografi pendiri RS Bina Sehat dan RS Al-Huda dr Mustahar. “Kita silaturrahmi dengan Bupati Anas untuk meminta dukungan melanjutkan acara serupa,” katanya. Dalam kegiatan berikutnya, Faida berniat untuk mengembangkan sinergi. Jika sinergi operasi bisa diperluas, maka jumlah penderita bibir sumbing akan terus berkurang. “Kita punya mimpi agar lima kabupaten ini bebas dari bibir sumbing,” pungkasnya. (afi/als)

Puskesmas Badean

Soasialisasi Cegah Penderita Penyakit Kronis Gugur Gunung Wujudkan UCI Desa SEMPU - Penyakit darah tinggi dan kencing manis masih menjadi momok di dunia kesehatan. Menurut data Kementerian Kesehatan, kedua penyakit tersebut menempati rangking ke-3 penyebab kematian di Indonesia lewat program Penanggulangan Penyakit Kronis (Prolanis). Untuk meminimalisasi penderita penyakit tersebut, Puskesmas Sempu bekerja sama dengan PT Askes Banyuwangi menggelar sosialisasi, penjaringan, dan pemeriksaan peserta Askes. Kegiatan yang digelar pada Jumat (5/4) lalu itu diharapkan dapat menurunkan angka kematian dan memperpanjang harapan hidup penderita kedua penyakit tersebut. Selain itu, juga untuk mencegah terjadinya gagal ginjal yang mengharuskan seseorang cuci darah selama hidupnya, serta menghindari terjadinya penyakit stroke dan jantung coroner. “Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian PT Askes dan Puskesmas Sempu dengan program nyatanya,” ujar Hadi Kusairi, kepala Puskesmas Sempu. Even yang diawali senam bersama dengan instruktur senam khusus lansia itu diikuti 150 orang peserta

BANYUWANGI • Puri Mendut •

PEDULI: Dari kanan, Hadi Kusairi, dr Satinta F, Adi Sunarno Apt, Camat Sempu Lukman Hakim, dr Erwin, dan tim Askes. ISTIMEWA

Askes. Acara dilanjutkan pemeriksaan tensi dan gula darah dari laboratotium Askes Banyuwangi. Di wilayah kerja Puskesmas Sempu, terdapat penderita kencing manis 20 orang, dan darah tinggi 60 orang. Mereka tergabung dalam kelompok Prolanis GauL (Gabungan Usia Lanjut). Setiap bulan, anggota Prolanis GauL melakukan senam bersama, dilanjutkan pemeriksaan dan pengobatan rutin oleh dokter keluarga Puskesmas Sempu. Nampak hadir dalam acara tersebut, Camat Sempu, kepala UPTD Pendidikan Sempu, ketua PGRI, ketua PWRI, dan ketua PAPABRI. Dalam paparannya, manajer PT. Askes Banyuwangi Drs. Adi Sunarno. Apt menekankan pentingnya usaha preventif agar semua peserta Askes bisa terhindar dari dua penya-

BANYUWANGI • Ruko Gandeng •

kit tersebut, serta mengurangi beban anggaran pembiayaan PT Askes. Karena sekali cuci darah, satu penderita bisa menghabiskan dana sekitar Rp. 400.000. “Lha kalau 1 minggu 2x cuci, darah bapak/ibu bisa menghitung sendiri,” ujar Adi Sunarno. Adi juga memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Camat Sempu Drs. Lukman Hakim Msi, Kepala UPTD Pendidikan, PWRI, Papabri, serta tim dokter keluarga Puskesmas Sempu yang sudah mengkoordinir kedatangan peserta Askes serta merawatnya. Di akhir kegiatan, diadakan penyegaran tentang penyakit kencing manis dan darah tinggi oleh dr. Satinta Febriyanti. Mulai cara penganggulangannya, pentingnya pemeriksaan rutin, diet, pola hidup sehat, dan aktivitas. (*/als)

BADEAN - Masyarakat Banyuwangi khususnya, dan Jawa Timur pada umumnya, akhir-akhir ini dikejutkan munculnya Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) yaitu penyakit difteri. Di Banyuwangi sendiri, muncul delapan kasus difteri. Sehingga Banyuwangi merupakan salah satu dari 19 kota/kabupaten di Jatim yang menyumbang terjadinya kasus difteri. Dengan banyaknya kasus penyakit difteri, akhirnya Gubernur Soekarwo menyatakan Jatim sebagai daerah yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Untuk memutus mata rantai penularan penyakit difteri tersebut, dilakukan kegiatan Sub PIN difteri sebanyak 3 putaran. Hal itu dimulai pada putaran 1 tahun 2012 dan putaran 2 nanti bulan Mei 2013. Sedangkan putaran 3 dilaksanakan September 2013 menatang. Tak ayal, puluhan miliar rupiah digelontorkan untuk kegiatan setiap putarannya dalam rangka memutus mata rantai penularan KLB difteri. Sungguh sangat disayangkan. Seharusnya dana sebesar itu dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang lain. Namun, dana itu terpaksa dipergunakan hanya

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Peluang Usaha •

• Toyota Soluna •

Ingin punya usaha tanpa ganggu pekerjaan? Modal minimal 10 juta, tidak perlu bayar pegawai, keuntungan pasti 100% dalam 24 bulan. Hubungi: 0333-7611387

Dijual Toyota Soluna 2003 hitam, metalik, hub: 082141268922 / 087857370701

nawan AP, SKM,M. MKes, tengah sibuk menggalang sinergitas lintas sektor di wilayah kerjanya. Hal itu demi mewujudkan UCI desa. Pada 3 April lalu, Puskesmas Badean telah mengadakan Lokakarya Mini Lintas Sektor (Lokmin istimewa PENTINGNYA IMUNISASI: Kepala Puskesmas Gunawan Linsek) dengan poAP, SKM, M.MKes menyampaikan penjelasan GAIN UCI kok kegiatan GAIN UCI. Acara yang di depan peserta Lokmin Linsek. bertempat di Aula untuk penanggulangan KLB penyakit Puskesmas itu guna memperoleh difteri. Di mana, sebenarnya penya- dukungan kebijakan serta menyukit tersebut dapat dicegah apabila sun perencanaan pelaksanaan promasyarakat dengan sadar membawa gram imunisasi serta memecahkan putra-putrinya usia 0-12 bulan ke tem- masalah dan mencari solusi agar pat-tempat pos pelayanan imunisasi UCI desa bisa tercapai 100% di yang telah ada (Puskesmas, Pustu, wilayah kerja Puskesmas Badean. Posyandu, Poskesdes, Ponkesdes, Ada beberapa komitmen yang diBPS, dll) untuk mendapatkan Lima hasilkan dalam Lokmin Linsek terseImunisasi dasar Lengkap (L-I-L). but. Yaitu diberikan Sertifikat Lulus Sebagai tindak lanjut pertemuan Imunisasi (Si LUSI) bagi bayi yang Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasi- sudah mendapatkan imunisasi dasar onal Universal Child Immunization lengkap, sertifikat Lulus Imunisasi wa(GAIN UCI) di tingkat kabupaten jib dilampirkan saat anak mendaftar yang dilaksanakan 1 April lalu di di PAUD, TK, RA, dan dibentuknya tim Hotel Mirah Banyuwangi, saat ini ke- supervisi baik di tingkat kecamatan pala UPTD Puskesmas Badean, Gu- maupun tingkat desa. (*/als)

• Mercy E200K’05 •

• Chevrolet Aveo ‘04 •

• Mitsubishi Kuda ‘99 •

Mercy E200K’05 full moduf AMG,velg+ban baru, asuransi sd 2015. Pajak baru, ist,dijamin puas, jual cepat.Peminat serius diskon khusus lumayan.Hub 081234587000

Dijual Chevrolet Aveo 1.5L MT tahun 2004 hitam metalik, harga 87,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Mits Kuda VB5W GLS (solar) tahun 1999 hijau muda metalik harga 77,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub: (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Chery Tiggo ‘08 •

• Nissan Livina ‘08 •

• Toyota Kijang ‘97 •

Dijual Chery Tiggo 2.0L Mt tahun 2008 hitam harga 115 juta nego, barang istimewa , bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Nissan Livina 1.5 4x2 MT XR tahun 2008, abu-abu tua metalik, harga 132,5 juta nego, barang istimewa, bisa kash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Toyota Kijang LF80 SPR (solar) tahun 1997 hijau metalik harga 87,5 juta nego, barang istimewa, bisa kash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Kijang LGX ‘04 •

• Honda Jazz ‘08 •

• Minibus KIA Pregio ‘08 •

Dijual Toyota Kijang LGX bensin tahun 2004 silver stone, harga 135 juta nego, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hubungi 081336666171

Dijual Honda Jazz tahun 2008, warna hitam, manual, mulus, harga 157 juta nego, Toko Kurnia Sumberayu, hubungi 0811354594

Dijual Mini Bus KIA Pregio Tahun 2008 body baru, harga 145 juta, bisa nego, hubungi 081216866602/087857311088

• Bus Mitsubishi ‘87 •

• Minibus Isuzu ELF ‘08 •

Dijual Bus Mitsubishi Tahun1987 barang istimewa, AC, 40 kursi, harga 95 juta nego/kredit, hubungi 081216866602/087857311088

Dijual Mini Bus Izusu ELF Tahun 2008, body baru/AC/TV audio, harga 195 juta, harga nego/kredit hubungi 081216866602/087857311088

• Rajah Kijang Kencono • Ush rajah Kijang Kencono mdl sdkit Insya Allah hsilny mmuaskan yg pnting ush; 085236824224 Rumah siap huni di Puri Mendut, Jl. Mendut 88 Banyuwangi (100m dari Kantor Pemda), cash/kredit, bunga ringan. 081336143490, cepetan sisa hanya 5 unit.

Dijual ruko gandeng. L42m2 & 45m2. Lokasi Tengah kota, strtgis. (dpn alun-alun, dekat Bank Mandiri, Telkom, Kantor Pos). Hub 081336119000, 03337751000. Tanpa Perantara.

• Perum Griya Giri Mulya •

SITUBONDO

Djl cpt Perum Griya Giri Mulya WX-01/WX02 hrg nego. Hub: 085353574360 SHM

• Jl. Ahmad Yani •

• Rumah+Tanah+Toko •

Djl Ruko pusat kota + 400m2, Jl. Ahmad Yani 106 A, 081336436864 / 0338671304

DjlrmhdiBwiL+330, 130 jt & djl tnh+Toko L1200 Sembulung Cluring 300jt. 087755630534

BANYUWANGI • Marketing •

BANYUWANGI

Lowongan Marketing, Pria, min SMA, mempunyai pengalaman Marketing, pekerja keras, mampu kerja ditarget. Lam krm ke: KSU Syirkatul Muamalat Syari’ah, Tegalmojo, Singojuruh, T: 635900

• Tepi Jalan Raya • Djl tanah tepi jalan raya, sblh showroom mobil Sraten, L4000m2. Hub:082336199061

BANYUWANGI • STNK • Hlg STNK Nopol P 6551 WV, an. Zurkoni. Dsn Popongan RT 4/2 Benelan Lor, Kabat Hlg STNK Nopol P 2166 WC, an. Busa, Bayurejo 02/02 Bayu, Songgon. Hlg STNK Nopol P 3665 XB, an. Sanuri Effendi, Jl. Cendrawasih 02/01 Pakis Hlg STNK Nopol P 6042 WE, an. Daliman, Jl. Ikan Mas No.10 01/01 Karangrejo Hlg STNK Nopol P 6384 ZC, an. Riska Dwi Ratnasari, Jl. Ikan Wijinongko 01/03 Sobo Hlg STNK P 5298 YK, an. B Wulan Hidayatsih. Jagung Suprapto 25 02/04 Penganjuran Hlg STNK Nopol P 2218 ZG, an. Siti Fatwa. Krajan RT03/02 Segobang, Licin Hlg STNK Nopol P 4109 XT, an. Luluk Khodiyah, Krajan 01/03 Cluring HlgSTNKW 2061 RU, an. Nurmaolah, Taman Pinang Indah D-V 34/06 Lemahputro, Sidoarjo

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK Nopol P 3890 ET, an. Muhamat Sali, Banyuglugur 03/04 Banyuglugur Hlg STNK Nopol P 5887 BT, an. Hendrik, Triganjo Asembagus Hlg STNK Nopol DK 5696 FX, an. I Dewa Gede, A.S, Lk. Mertonadi Krobokan, Badung

Mobil Anda belum laku? Hubungi: 412224


BALJEBOL

Selasa 9 April 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

BAHAN BAKAR

Jember Selatan Langka Solar

Ijen Fluktuatif, Raung Turun

GUMUKMAS - Dalam beberapa hari ini, terlihat kendaraan besar seperti truk seringkali harus memutar kembali ketika ingin mengisi bahan bakar jenis solar. Penyebabnya, SPBU jenis ini kehabisan dalam beberapa hari terakhir. Pantauan Jawa Pos Radar Jember kemarin, masih terlihat salah seorang petugas SPBU melambaikan tangannya ketika sopir truk memarkirkan kendaraan guna mengisi bahan bakar. Hal tersebut karena jatah bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sudah habis. Terpaksa, truk harus beli ngecer, untuk mengisi bahan bakar kendaraan yang sudah habis. “Tidak hanya di Gumukmas, SPBU lain seperti Wonorejo - Kencong, juga tidak melayani dalam beberapa hari ini,” kata Sudarmaji, salah seorang supir truk. Sopir yang biasa memuat pasir ini mengatakan, jika dalam beberapa hari ini sangat kesulitan mencari solar. Sementara Setio Hadi, pengelola SPBU Bagorejo mengatakan, kelangkaan tersebut karena jatah dari Depo Pertamina dibatasi. Imbasnya, dalam beberapa jam saja banyak SPBU yang kehabisan solar. “Yang biasanya dikirim 16 ton, kini cuma dibatasi maksimal 8 ton,” kata Setio Hadi. (mg1/hdi/jpnn)

BONDOWOSO – Meski sudah lebih dari setahun gunung Ijen berstatus waspada, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda penurunan aktivitas. Bahkan dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas gunung yang menjadi destinasi wisata di perbatasan Bondowoso – Banyuwangi tersebut cenderung fluktuatif. Data PVMBG menyebutkan, hingga kemarin, gunung Ijen masih berstatus Siaga (Level III). Kegempaan tremor masih terus terjadi. “Untuk tremor amplituda fluktuatif,” ujar Surono, kepala PVMBG Bandung yang terus me-

mantau perkembangan Ijen. Mengingat kondisinya yang masih dalam status Siaga tersebut, dia menghimbau agar aktivitas di sekitar gunung Ijen dihentikan. “Rekomendasi agar tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius 1,5 kilometer dari puncak Ijen,” tambahnya. Sementara itu, status gunung Raung sendiri sejak akhir pekan kemarin (5/4) statusnya sudah diturunkan dari Siaga (level III) menjadi Waspada (Level II). Penurunan status gunung Raung oleh pihak PVMBG mengacu pada penurunan kegempaan tremor. (esb/wah/jpnn)

PILKADES NEKAT: Para penambang belerang memberanikan diri turun ke bawah untuk mengambil belerang. Hingga kemarin, Gunung Ijen masih berstatus waspada dan belum ada tanda-tanda penurunan aktivitas.

HERU PUTRANTO/RADAR JEMBER/JPNN

RADAR JEMBER/JPNN

BEBER SPANDUK: Anak-anak ikut unjuk rasa di DPRD.

Dewan Panen Demo JEMBER – Protes hasil pemilihan kepala desa (pilkades) terus meluas. Kemarin (8/4) massa dari dua desa sekaligus menggelar unjuk rasa di kantor DPRD Jember. Mereka menuntut agar pilkades di Desa Plalangan, Kalisat, dan Desa Curahmalang, Rambipuji, diulang. Mereka menilai selama pelaksanaan pilkades banyak kejanggalan dan kecurangan. Bahkan, sejumlah tokoh masyarakat dan calon kepala desa yang kalah di Desa Plalangan menggugat hasil pilkades ke Pengadilan Negeri (PN) Jember. Pagi kemarin mereka menyerahkan berkas gugatan ke PN Jember. Usai dari PN Jember, mereka bergerak ke DPRD Jember. Mereka melakukan orasi di depan pintu masuk DPRD Jember. Sedangkan sejumlah perwakilan diterima Komisi A DPRD Jember. Ahmad, salah seorang warga Plalangan, mengatakan, sebelum melakukan aksi di dewan dan pemkab, warga sudah mendesak panitia pilkades Plalangan untuk melakukan pemilihan ulang. Namun, panitia pilkades menolak dengan alasan tidak memiliki anggaran cukup untuk membeli tinta. “Jawaban panitia ini tidak bisa diterima oleh warga. Sehingga warga memilih untuk menyalurkan aspirasinya ke DPRD,” ungkap Ahmad. Mereka juga berunjuk rasa di kantor pemkab. Mereka menyampaikan tiga tuntutan, yang di antaranya mendesak bupati tidak melantik Kades terpilih, dilakukan pilkades ulang, dan menuntut panitia pilkades mempertanggungjawabkan pekerjaannya secara hukum. Kepada Komisi A DPRD Jember, mereka menyerahkan surat pernyataan dari Ketua BPD Plalangan Ach. Dahlan tertanggal 29 Maret 2013. Dalam surat pernyataan itu, Dahlan menyatakan tidak pernah menerima laporan hasil pilkades Plalangan yang dilaksanakan 26 Maret 2013 (tidak pernah menandatangani berkas apa pun). Selain ittu, yang bersangkutan tidak akan mengusulkan calon terpilih ke bupati Jember untuk dilakukan pelantikan, sebelum proses peradilan selesai/ada keputusan pengadilan. Selain itu, masih ada surat pernyataan dari saksi tujuh calon kepala desa. Salah satunya adanya perbedaan surat suara mencolok antara surat undangan sebanyak 5.482 lembar dan jumlah surat suara yang tercoblos mencapai 5.710. Atas kejadian itu, koordinator saksi diwakili calon Kades nomor 4 Andiyas Yudianto meminta kepada panitia untuk mengumumkan hasil perhitungan suara. Namun, panitia tidak menghiraukan. Selain itu, ada pula surat pernyataan dari Ketua Panitia Pilkades Plalangan Achmad Rofik yang menyatakan telah terjadi perubahan bentuk segel kawat pada kotak suara yang dititipkan di Mapolsek Kalisat, dengan alasan segel lama longgar dan mengkhawatirkan keamanannya. Pernyataan ditulis di atas kertas bermeterai tertanggal 1 April 2013. (aro/c1/har/jpnn)

Mata Biru Serang Ratusan Bebek JEMBER – Beberapa pekan terakhir para peternak bebek heboh. Hal ini menyusul matinya bebek peliharaan mereka secara mendadak. Kematian itu disebabkan karena penyakit dengan ciri mata biru. Dari kondisi ini para peternak mengaku rugi. Informasi ditingkat peternak menyebutkan, serangan penyakit ini sangat mendadak. Kemudian penularannya juga sangat cepat. Sedangkan apa yang menjadi penyebab tumbuhnya penyakit ini juga tidak ada yang mengetahui. ‘’Kalau sudah terserang, dipastikan bebek itu mati. Persebaran penyakit ini juga sangat cepat,’’ kata Romelan, salah seorang peternak bebek Potong

asal Purwojati, Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan. Romelan mengungkapkan, dalam musim ternak bulan ini, dirinya menyebar benih di kandang sekitar 600 ekor. Dia mendatangkan benih bebek potong itu dari Lumajang. ‘’Kami datangkan benih dari penetasan yang ada di daerah sebelah. Saat itu kami membeli 600 ekor,’’ katanya. Kemudian anakan bebek potong itu di rawat dengan prosedur yang telah ditentukan. Mulai pakan yang terjamin hingga kebersihan kandang. Biasanya anakan bebek itu bias dinikmati hasilnya setelah usia 40 hari. Namun tampaknya Romelan pun

juga tidak bisa menikmati hasil. Sebab ketika bebek masuk dalam usia 15 hari, banyak yang mati. Dengan cirri mata membiru. Jumlah ini terus bertambah sampai usia 25 hari. ‘’Apa penyebabnya kami juga tidak tahu. Pada usia itu jumlah kematian sangat banyak. Dalam 600 ekor tersebut tersisa tak lebih dari 25 ekor,’’ katanya. Tampaknya romelan tidak sendirian. Edy Suryanto pun juga menglami hal yang sama. Peternak asal Dukuh Dempok wuluhan ini juga menanggung kerugian yang tidak sedikit. Dalam sehari bebek miliknya yang terserang dan mati sangat banyak. ‘’Sehari bias 200 ekor. Pagi 100 sore 100 ekor,’’ ungkapnya.

Tampaknya serangan penyakit untuk bebek ini tidak hanya di satu titik. Shodig salah seorang peternak bebek telur di Sukorambi juga mengalami hal yang sama. Kini bebeknya habis di serang penyakit dengan cirri mata biru. ‘’Dalam sekejap bebek saya mati. Dan apa penyebabnya juga tidak tahu. Namun yang jelas saat mati, mata bebek berwarna biru,’’ kataya. Kondisi ini juga dialami Sugiono. Peternak asal Gumukmas itupun mengaku saat ini berhenti berternak bebek. Meskipun permintaan daging untuk hewan ini sangat tinggi. Terpaksa dia pun tidak bisa melayani. (rid/hdi/jpnn)

Dua Balita Tersiram Air Panas

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

MELEPUH: Imam Shidiq Syafi’i ditunggui Sulana, ibunya saat dirawat di Puskesmas Sukorambi kemarin (8/4).

PANTI – Kelalaian berbuah petaka. Dua balita, Imam Shidiq Syafi’i, 2; dan Zaenal, 3; yang tinggal di Dusun Permisen, Desa Serut, Panti, sekitar pukul 07.00 kemarin (8/4) tersiram air panas saat bermain di rumah tetangganya. Peristiwa tragis ini terjadi saat kedua ibu balita itu tengah bekerja sebagai pembantu di rumah orang lain. Imam Shidiq Syafi’i merupakan anak Sulana, sedangkan Zaenal anak Misria, warga setempat, yang bekerja sebagai pembantu di Jember. Kedua balita itu biasa dititipkan ke tetangga saat ibunya bekerja. Setiap hari kedua korban biasa bermain di rumah tetangga. Sekitar pukul 07.00, kedua balita ini masuk ke rumah Jumaiyah, tetangganya. Keduanya masuk ke dapur, di mana Jumaiyah saat itu sedang memasak air. Kedua bocah itu masuk ke rumah Jumaiyah tanpa diketahui si empunya rumah. Tidak ada yang tahu persis kejadiannya, keduanya tiba-tiba tersiram air panas yang sedang mendidih di atas tungku.

Keduanya langsung menjerit dan menangis saat tersiram air panas, Tangisan kedua balita ini terdengar oleh Jumaiyah. Betapa kagetnya Jumaiyah saat melihat kedua bocah itu terlihat melepuh karena tersiram air panas. “Dua bocah ini sudah tersiram air panas di bagian pantatnya,” jelas Jumaiyah saat ditemui di Puskesmas Sukorambi. Sementara, Zaenal, mengalami luka bakar di bagian tangan kanan, kaki kiri, dan bagian pantat hingga melepuh. Zaenal yang sudah melepuh di bagian pantat dan kedua kakinya langsung dilarikan ke Puskesmas Panti untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan Imam Shidiq Syafi’i yang mengalami luka lecet cukup parah di bagian pantat dan kakinya dilarikan ke Puskesmas Sukorambi. Sulana, ibu Imam, mengakui bahwa saat kejadian dirinya tidak berada di rumah. Sebab, setiap hari Sulana menjadi pembantu rumah tangga di sebuah keluarga di Perumahan Sempusari, Kaliwates.. (jum/ram/jpnn)

Tiga Siswa Jember Raih Penghargaan Lukis International

Rembangan Park, Jember Pun Dapat Honorable Mention Prestasi membanggakan kembali ditorehkan anak-anak Jember. Tiga murid dari Sanggar Lukis Anak-Anak Mentari Pagi berhasil menggondol penghargaan lukis Internasional dari Jepang. Bukan pekerjaan yang mudah untuk menggapai prestasi itu. RANGGAJUMAI, Jember RUMAH Blok BC 48 Perumahan Bumi Tegal Besar, sore itu, cukup ramai. Halaman yang dibuat ruangan itu penuh dengan anak kecil. Puluhan bocah-bocah usia balita hingga kelas 3 SD terlihat tekun dengan buku gambar dan alat gambar di depannya. Rupanya, di sinilah ’markas’ atau sanggar Lukis Anak-Anak Mentari Pagi Jember. Sanggar ini dilatih oleh Buhari alias Bukhori. Sepertinya memang tidak ada yang istimewa dari sanggar lukis anak lainnya. Namun, ternyata dari puluhan murid-murid yang belajar melukis itu ada tiga anak yang cukup istimewa. Diantaranya Qarina Rasya Aquila (SD Al Irsyad Jember), Devi Ismiyati (TK ABA 4 Jember) dan Rayhan Maulana

Efendi (TK Fun School Jember). Ketiga anak itu baru saja mendapatkan penghargaan lukis anak International. Yakni dalam ‘The 20th Annual World Children Picture Contest’ di Jepang yang mereka ikuti pada medio Juni 2012 silam. Namun, pengumuman penghargaan itu baru diketahui Januari 2013. “Bahkan piagamnya baru datang sebulan lalu,” ujar Buhari kemarin. Dalam penghargaan itu, Qarina dengan karya ‘Morning in the Village’ dan Devi dengan karya ‘The Beautiful Environment’ meraih medali perunggu, sedangkan Rayhan dengan ‘Rembangan Park, Jember’ membawa pulang gelar Honorable Mention atau penghargaan kehormatan. Penghargaan yang digelar oleh Ie-No Hikari Association ini cukup bergengsi karena dinilai langsung oleh profesor seni Jepang, termasuk Sochio Kamogawa, Direktur General The National Museum of Modern Art, Tokyo Japan. Yang lebih bergengsi, ternyata perlombaan yang digelar tiap tahun ini diikuti oleh anakanak dari 75 negara di dunia. Bahkan, dari data panitia dalam buku yang dikirimkan bareng dengan penghargaan itu diikuti oleh sekitar 28 ribu karya lukisan anak-anak usia dini hingga 15 tahun dari seluruh dunia. Untuk Indonesia sendiri, diikuti oleh sekitar

202 anak. “Indonesia mendapatkan empat penghargaan. Tiga diantaranya murid sini (sanggar lukis anak-anak Mentari Pagi Jember, red),” ujar murid Ketut Sugama, pelukis terkenal Jember dengan bangga. Tentu saja, hasil ini cukup disambut gembira dirinya yang sudah bergelut dengan dunia lukis anak sejak puluhan tahun silam. Meskipun dirinya mengakui dalam kontes itu sanggarnya mengirimkan 20 lukisan anak. Namun, yang membuatnya lebih bangga adalah sebenarnya alat yang digunakan oleh para muridnya cukup biasa alias tidak istimewa. “Hanya memakai alat standar,” imbuhnya. Saat ditanya tentang kunci keberhasilan karena murid-muridnya itu dapat menggabungkan media spidol, crayon dan cat air sehingga menghasilkan perpaduan yang cukup indah. Selain itu, keberhasilan itu diakui karena gambar dan pemilihan tema yang tepat sehingga mampu menarik perhatian juri. Antara lain tema kegiatan penduduk lokal, lingkungan hidup, taman bermain, keluarga hingga hewan peliharaan. Dirinya pun mengakui tidak menyangka jika berhasil mendapatkan penghargaan itu. Pasalnya, saat pengiriman 20 lukisan anak didiknya dulu sempat ketar-ketir. Dengan biaya

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

BANGGA: Tiga siswa memamerkan penghargaan internasional yang baru saja diperolehnya.

pengiriman Rp 700 ribu dari iuran sumbangan wali murid akhirnya bisa mengirimkan paket lukisan dan mengikuti kontes itu. Namun, pihaknya selalu optimis dan memberikan motivasi kepada anak didiknya untuk selalu berdoa siapa tahu bisa

mendapatkan penghargaan. Ternyata, doa itu manjur hingga akhirnya pada januari 2013 saat pengumuman lomba melalui website dirinya melihat tiga nama anak didiknya mendapatkan penghargaan internasional seni lukis anak di Jepang. (*/hdi/jpnn)


38

Selasa 9 April 2013

Efisiensi, Beberapa Pemain Dilepas BANYUWANGI - Keputusan manajemen Persewangi merevitalisasi kekuatan timnya jelang putaran kedua kompetisi Divisi Utama dipastikan memakan korban. Sederet pemain Laskar Blambangan yang pernah memakai kostum merah hitam bisa dipastikan terdepak. Itu menjadi satu keputusan tim asuhan Bagong Iswahyudi dan Mohamad Hasan itu dalam mempersiapkan tim agar lebih baik. Ketua Persewangi Hari Wijaya menyatakan, evaluasi pemain dipastikan tidak hanya terfokus pada penambahan pemain. Dengan pertimbangan efisiensi dan kebutuhan tim di putaran kedua nanti, pihaknya memastikan akan melepas sejumlah pemain. Hanya saja, Hari belum mau membeberkan nama-nama pemain yang masuk dalam daftar jual tersebut. Dia beralasan, hal itu merupakan hak prerogatif manajemen dan pelatih. Mereka yang terdepak bukan berarti jelek, tapi hanya demi efisiensi. Keputusan mengurangi pemain itu sudah menjadi keputusan final. Hal yang sama juga diungkapkan manajer Persewangi, Andik Purwanto. Dia mengaku revitalisasi tim menjadi bagian dari evaluasi yang harus dilakukan. Terkait kekurangan dan kelebihan yang ada, manajemen juga merasakan perlu melakukan pembenahan pemain. Selain berencana mendatangkan pemain, manajemen juga akan merumahkan sederet pemain. Andik melihat hal itu sebagai hal lazim dalam persepakbolaan profesional. Sementara itu, dalam sesi uji latihan perdana di Stadion Diponegoro kemarin, pilar Persewangi yang ikut latihan belum komplet. Baru sekitar 18 pemain yang hadir dalam latihan pasca libur putaran pertama lalu. (nic/c1/als)

GALIH COKRO/RaBa

BANJIR PEMINAT: Salah satu atlet bulu tangkis dalam sebuah kejuaraan tingkat kabupaten yang digelar di Genteng beberapa waktu lalu.

Tim-Tim Raksasa Turut Nimbrung Pastikan Ikut Banyuwangi Open BANYUWANGI - Kejuaraan bulu tangkis bertajuk Banyuwangi Open 2013 rupanya tidak hanya menarik perhatian tim lokal Banyuwangi. Ternyata sejumlah tim besar Jawa Timur dan nasional juga kepincut untuk ikut serta dalam even yang memperebutkan Trofi Bupati Banyuwangi itu. Di antara tim besar yang bakal turut membuktikan kemampuannya di ajang tersebut adalah PB Suryanaga Surabaya, PB Surya Baja. Tidak ketinggalan PB Hi Qua Wima Surabaya juga akan mengirimkan wakilnya di kejuaraan yang digelar mulai 10 hingga 14 April tersebut. Tidak tanggung-tanggung,

mereka menyertakan puluhan pebulu tangkis di ajang tersebut. Sementara itu, keseriusan PB Suryanaga dalam mengikuti Banyuwangi Open tidak perlu diragukan. Klub bulu tangkis asal Kota Pahlawan itu sedikitnya mengirimkan 50 pebulu tangkis ke GOR Tawang Alun sebagai venue kejuaraan yang meliputi Jawa Timur dan Bali itu. “Itu baru Suryanaga, belum yang lain,” ujar Mujiono, ketua PBSI Banyuwangi Menurut Mujiono, panitia sedianya hanya menarget 200 pebulu tangkis yang ikut ambil bagian. Namun, perkembangan terkini, target itu dipastikan terlampaui. Apalagi, beberapa tim lokal Banyuwangi sudah memastikan diri akan menyerbu even tersebut. Sekadar diketahui, Banyuwangi Open

akan mempertandingkan enam nomor dan satu nomor tambahan. Nomor yang dipertandingkan itu adalah usia dini putra-putri, tunggal anak putraputri, tunggal remaja putra-putri, tunggal taruna putra-putri, tunggal dewasa putra, dan ganda dewasa putra.

Gunakan Lapangan Standar Internasional SEMENTARA itu, setelah GOR Tawang Alun dipilih sebagai venue Banyuwangi Open, panitia pelaksana dan PBSI langsung menggelar persiapan secara intensif. Selain mempercantik gedung olahraga terbesar di Banyuwangi itu, pihak penyelenggara juga mulai mempersiapkan sarana pendukung pertandingan, di antaranya memoles lapangan hingga berstandar internasional. Ketua PBSI Banyuwangi, Mujiono mengatakan, pihaknya

berencana menyediakan tiga line (lapangan) di dalam GOR Tawang Alun. Artinya, akan ada tiga lapangan dengan bahan baku terbaik di dalam GOR itu. “Lapangannya tidak seperti biasa, karena sengaja dibuat berstandar internasional,” katanya. Lapangan yang layak dan berstandar internasional itu diharapkan dapat mendukung penampilan atlet. Semua pebulu tangkis yang berlaga diharapkan bisa menunjukkan

permainan terbaik. Tujuannya, agar mutu kompetisi Banyuwangi Open tetap terjaga. Selain lapangan, PBSI juga melakukan perbaikan dan pembenahan di beberapa sudut gedung. Press room dan toilet mendapat perhatian serius induk pembina olahraga bulu tangkis tersebut. “ Ka m i i n g i n s e mu a atlet benar-benar menunjukkan penampilan terbaiknya dan meraih hasil maksimal,” tegasnya. (nic/c1/als)

Satu nomor tambahannya adalah nomor veteran. Nomor yang juga disebut sebagai ajang Jago Kapuk itu akan menjadi bagian dalam even yang digagas PBSI Banyuwangi jelang pertengahan tahun 2013 ini. Mujiono berharap even tersebut bisa memberi nilai plus terhadap perkembangan olahraga bulu tangkis di Banyuwangi. Mujiono juga berharap Banyuwangi Open bisa menjadi stimulus terhadap lahirnya even-even lain yang bisa memberi pengalaman dan spirit bertanding para atlet Banyuwangi. “Kita akui, atlet Banyuwangi memiliki potensi yang besar di bidang bulu tangkis. Namun, even di sini sangat minim. Terkait even ini kita berharap ada nilai positif yang bisa ambil,” harapnya. (nic/c1/als)

Persewangi kembali berlaga di Divisi Utama PSSI. Ayo beri dukungan, kritik, dan saran agar kedua tim tersebut mampu meraih prestasi maksimal. Kirim tulisan Anda melalui SMS ke nomor 087857488787. Tulisan dilarang menghujat, menyerang, dan menghina personal.

Bangun dari Tidurmu Hancurkan lawanmu dengan gol-gol terbaikmu. Bangun semangat barumu. Bangkitlah dari tidurmu. Kami yakin Persewangi pasti bisa memberikan yang terbaik untuk Banyuwangi. Loovus Band, 081934831100

Hancurkan Semua Lawanmu Ayo Persewangi, hancurkan semua lawanmu. Tunjukkan keganasan kamu dan permainan tiki taka arek-arek Banyuwangi. Rezta Arweter, 081937612428

Rekrut Lagi Victor Ayo Persewangi, mana semangat jenggirat tangimu. Kalahkan lawan-lawan yang menghadangmu. Saya menginginkan Victor da Silva ditarik lagi menjadi pemain Persewangi Lathok Community, 087857317440


BERITA UTAMA

Selasa 9 April 2013

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Izin Kos Tidak Dipungut Biaya n PERDA... Sambungan dari Hal 29

Menurut Ismoko, kuantitas rumah kos meningkat seiring pe ningkatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan sarana pendidikan, dan pembangunan di Banyuwangi. Dikatakan, pemberitaan di media dan banyaknya laporan ma syarakat yang mengaku ge rah dengan maraknya pen ya l a h g u naa n f u n g s i r u mah kos, juga menjadi dasar pencetusan raperda tersebut. “Perlu pengaturan penyeleng-

garaan usaha rumah kos melalui perda,” cetusnya. Menurut Ismoko, perda penyelenggaraan usaha rumah kos semata-mata demi memberi jaminan hukum kepada para pengusaha sekaligus kepada aparat. “Izin penyelenggaraan usaha rumah kos tidak dikenakan biaya apa pun agar tidak membebani masyarakat,” ujarnya. Terkait penolakan yang dilontarkan sekelompok masyarakat terhadap perda ter sebut, Ismoko menanggapi hal itu dengan diplomatis. “Jika ada sebagian kelompok ma-

syarakat yang menganggap perda ini bertentangan dengan pe raturan di atasnya, tidak perlu ditanggapi berlebihan. Toh, setelah disahkan dalam paripurna hari ini (kemarin), perda tersebut akan dikirim ke gubernur dan kementerian dalam negeri. Jika memang bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, perda ini pasti dianulir,” paparnya. Masih kata Ismoko, izin penyelenggaraan usaha rumah kos tidak perlu izin hak operasional (HO). “Pemilik usaha rumah kos harus melapor secara ter-

tulis kepada kepala desa (kades) atau lurah,” kata dia. Sementara itu, Bupati Anas mengatakan, disahkannya perda penyelenggaraan usaha rumah kos tersebut akan menjadi instrumen untuk meminimalkan pelanggaran di rumah kos, misalnya pesta miras, berbuat mesum, dan lain-lain. “Ini inisiatif yang baik. Jalan tengah yang ditempuh. Di satu sisi tidak ingin mempersulit pengusaha rumah kos, di sisi lain menampung aspirasi masyarakat yang gerah dengan banyaknya pelanggaran di rumah kos,” tuturnya. (sgt/c1/bay)

Keluarga Melacak sampai Bali n DUA... Sambungan dari Hal 29

“Kerja belum dibayar oleh juragannya,” ujar Kasatreskrim Bagus. Menurut Kasatreskrim Bagus, terungkapnya dugaan trafficking yang dilakukan tersangka itu bermula dari laporan

keluarga korban. Pihak keluarga melapor kepada polisi karena putrinya yang masih berusia di bawah umur itu dibawa ke Bali untuk bekerja di panti pijat. “Keluarga korban melacak dan menemukan mereka di panti pijat di Bali,” katanya. Atas laporan keluarga korban

itu, polisi langsung menangkap Muhamad Ramly. Berdasar pengakuan kedua korban, yang telah mengirim ke Bali untuk bekerja di panti pijat itu adalah Ramly. “Ramly yang mengirim kedua korban ke Bali, kemudian kedua korban diserahkan AN,” kata Bagus.

Ramly kini diamankan di ruang tahanan polres. Dia juga menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Banyuwangi. “Dengan mengirim kedua korban ini, Ramly mengaku mendapat uang dari AN sebanyak Rp 250 ribu,” pungkasnya. (abi/c1/bay)

KOORDINASI: Panitia try out SMP seBanyuwangi rapat di rumah makan Bunda, Kabat, Banyuwangi, kemarin.

Terancam 15 Tahun dan Denda Rp 300 Juta n AKTOR... Sambungan dari Hal 29

Kasatreskrim Bagus membeberkan, Pasal 29 berisi tentang hukuman membuat dan mengedarkan pornografi. Pasal 37 digunakan karena objek dalam video yang dibuat dan diedarkan itu masih di bawah umur. “Pasal 81 mengenai persetubuhan dengan anak yang

masih di bawah umur,” jelasnya. Bila dalam persidangan tersangka terbukti melanggar pasal yang telah dipasang polisi itu, tersangka bisa terancam penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp 300 juta. “Paling ringan penjara tiga tahun dan denda Rp 60 juta,” sebutnya. Ditanya nasib Virnas Harivi Ha kim, 21, asal Dusun Lugjag, Desa Pengatigan, Ke ca-

matan Rogojampi, yang juga ditangkap karena diduga sebagai pe ngedar video mesum itu, Kasatreskrim menyebut bahwa Virnas hanya dikenai Pasal 29 UU No. 44 Tahun 2008 tentang pornografi. “Hasil pemeriksaan, Virnas diduga hanya sebagai pengedar, dan tidak terlibat pembuatan dan perbuatan mesum,” katanya. (abi/c1/bay)

Pelaku masih Dalam Pencarian n RUSAK... Sambungan dari Hal 31

Total kerugiannya mencapai Rp 111,7 juta. Saat ini, pencuri masih dalam pencarian. ‘’Pelakunya masih kita lidik,’’ pungkas Putu. Sementara itu, pintu rumah

korban memang tidak terlihat dari luar. Sebab, ada sebuah kere (anyaman bambu) yang dipasang di depan rumah tersebut. Tidak ada orang saat wartawan koran ini datang di ru mah tersebut. Maria Ulfa bisa ditemui di kantornya yang

berlokasi sekitar 100 meter selatan SMP Kosgoro, Muncar. Yang bersangkutan ternyata keberatan saat dimintai tanggapan terkait peristiwa itu. “Maaf ya, Mas, musibah tidak harus dikorankan,” kata perempuan berkerudung itu. (ton/c1/aif)

Kunjungi Ponpes Darussalam Blokagung n DUA HARI... Sambungan dari Hal 31

Tak segan-segan mengajak para hadirin mendukung bacagub perempuan tersebut. “Saya kalau urusan Bu Khofifah ini adalah amanatnya almarhum Kiai Fawaid, bahwa beliau harus kita dukung menjadi Gubernur Jawa

Timur,” tandas Dzulqornain yang juga alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo, itu. Dukungan bukan hanya disampaikan para tokoh yang naik ke podium, selama Khofifah berpidato, para pengunjung juga tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel dukungan

dan aplaus panjang. Sementara itu, usai menghadiri pengajian di Glenmore, agenda Khofifah masih padat. Dia melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, dan pagi harinya dia berkunjung ke Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, asuhan KH. Ahmad Hisyam Syafaat. (azi/c1/aif)

BPKB Asli Keluar Agustus n MATERIAL... Sambungan dari Hal 40

Apabila nanti BPKB asli sudah datang, maka Skets BPKB itu akan langsung diganti dengan yang asli. Pihaknya mengimbau masya-

rakat agar tidak cemas. “Pada Agustus nanti BPKB asli akan didistribusikan,” paparnya. Pihaknya menjamin keamanan bagi masyarakat yang mengurus BPKB baru, mutasi masuk, dan balik na ma kendaraan. Data yang ber ha sil dikumpulkan,

proses penerbitan Skets BPKB sama dengan BPKB asli, yakni ting gal mendaftar di kantor Samsat Bersama. “Ini sudah disosialisasikan kepada sejumlah diler di Situbondo dan beberapa tokoh masyarakat,” pungkas Indro Abrianto. (rri/c1/als)

Biaya Pemulangan Ditanggung Sang Kakak Konfirmasi Ulang Sebelum Pukul 12.00 IWAN SETIONO/RaBa

n JENAZAH...

n PENDAFTARAN... Sambungan dari Hal 29

“Bagi sekolah yang sudah konfirmasi pendaftaran tapi belum menyebut jumlah pendaftar, segera konfirmasi ulang sebelum pukul 12.00 besok (hari ini),” ujar lelaki yang juga pengurus MKKS SMP Negeri se-Banyuwangi tersebut kemarin (8/4).

Sahroni menjelaskan, pihak sekolah yang mengonfirmasi jumlah pendaftar bisa menghubungi MKKS SMP Banyuwangi. “Bisa juga melakukan konfirmasi kepada panitia Jawa Pos Radar Banyuwangi,” terangnya. Sementara itu, berdasar hasil rapat persiapan distribusi koran yang digelar di ru mah makan Bunda, Desa Ked a-

yunan, Kecamatan Kabat, kemarin, disepakati lembar jawaban komputer (LJK) dan soal didistribusikan ke masing-masing wilayah kerja (wilker). “Titik dropping LJK dan soal di wilker tersebut mencakup beberapa sekolah di wilayahnya,” kata Sahroni. Di sisi lain, Sahroni me ngimbau para peserta agar ti-

dak lupa berdoa sebelum mengerjakan soal try out yang di dukung Dinas Pendidikan Banyuwangi, MKKS SMP seBanyuwangi, Bimbel Sony Sugema College (SSC), Murahkom, Treq, PT BRI Banyuwangi, dan PT Temprina Media Grafika tersebut. “Jangan lupa berdoa sebelum mengerjakan soal,” imbaunya. (sgt/c1/bay)

40, Banyuwangi. Ketua STIKes Banyuwangi Drs. H. Soekardjo, S. Kep, MM mengatakan, seminar kali ini akan menghadirkan na rasumber Bambang Sulastomo. Se hari-hari, Bambang yang juga anak pejuang Bung Tomo itu menjadi staf khusus menter i ke sehatan. ”Kita pilih tentang UKS karena STIKes telah ditunjuk sebagai promotor UKS tingkat perguruan tinggi. Harapan kami, peserta seminar memiliki kebiasaan hidup sehat dan bisa

menularkan kebiasaan hidup sehat. Hasilnya, peserta didik bisa tumbuh dan berkembang se cara harmonis,” jelas Soekardjo. Lebih jauh Soekardjo mengatakan, jumlah peserta semi nar cukup banyak, mulai mahasiswa STIKes, dosen, keluarga besar STIKes, dan guru UKS di seluruh Banyuwangi. Peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa berjumlah 800 orang, dan undangan yang disebar berjumlah 500. ”Kita juga mengundang Bapak Bu-

pati Banyuwangi Abdullah Anas. Beliau akan membuka seminar ini,” kata Soekardjo. Sebelum seminar dimulai, ada rangkaian kegiatan sebagai pembuka, di antaranya se nam, penanaman pohon, dan penandatanganan nota ke sepakatan antara STIKes de ngan sekolah-sekolah seBanyuwangi. ”Semoga seminar ini bisa memberikan kontribusi dan sumbangsih positif terhadap kemajuan UKS di sekolah-sekolah,” harap Soekardjo. (c1/aif)

Sambungan dari Hal 40

“Waktu kerja pertama, Nurhaini dua kali pulang kampung. Ini keberangkatannya yang ketiga,” terang Ma’awi. Pantauan Jawa Pos Radar Ba nyuwangi, dalam proses pemulangan TKW yang tewas

di Malaysia itu, tidak satu pun pe jabat Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Situbondo maupun pejabat muspika setempat terlihat di rumah duka. Buaya pemulangan jenazah Nurhaini dari Malaysia ternyata semua di tanggung pihak keluarga. “Yang saya dengar biayanya Rp 35 juta. Itu semua ditanggung

kakak kandung dan orang tua nya,” kata  Sujanto, salah seorang kerabat Nurhaini. Kepala Desa Kandang, Kusnadin Birri mengatakan, pemulangan  jenazah warganya dari Malaysia itu merupakan keinginan pihak keluarga. “Usai disalatkan, jenazah langsung dimakamkan,” kata Kusnadin. (rri/c1/als)

Jangan Menunggu Dilanjutkan MoU dengan Sekolah Informasi dari Masyarakat

n SEMINAR... Sambungan dari Hal 29

Berangkat dari fenomena di atas, Sekolah Tinggi Il mu Kesehatan (STIKes) Ba nyuwangi bekerja sama dengan Forum Kemisan Jawa Pos Radar Banyuwangi akan menggelar seminar nasional tentang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) 2013 bertema ”Sehat Dimulai dari Saya”. Seminar akan diselenggarakan pada Sabtu 13 April 2013. Tempatnya di Auditorium STIKes Banyuwangi Jl. Istiqlah

n SUDAH... Sambungan dari Hal 40

Sehingga, banyak TKI yang berangkat secara ilegal,” kata Syaiful. Menurutnya, pemerintah dalam hal ini Disnakertran harus bisa memfasilitasi warga Kota Santri yang hendak ke luar negeri

agar tidak berangkat secara ilegal. “Banyak TKI yang dirugikan, baik terkait jaminan keamanan, kesehatan, dan pendapatan yang ternyata dimanfaatkan orang lain,” papar Syaiful. Akibat kurangnya perhatian pemerintah, banyak TKI yang mendapat musibah bahkan meninggal di luar negeri. Se-

perti yang dialami Nurhaini, ternyata pihak keluarga yang ha rus mengeluarkan biaya hing ga jutaan rupiah untuk memulangkan jenazahnya. “Ini sudah sangat serius. Dinas terkait harus mengambil langkah dan tidak menunggu informasi dari masyarakat,” pungkas Syaiful. (rri/c1/als)

KUMPUL: Komunitas Gitaris Banyuwangi berdialog dengan Bupati Abdullah Azwar Anas Senin kemarin (8/4).

Para Camat Kerahkan Warganya n DUKUNGAN... Sambungan dari Hal 29

Wujud kesungguhan itu tidak hanya diwujudkan dengan menyertakan relawan donor darah. Para peserta juga siap memberikan santunan de ngan beragam

nominal. Dinas Pengairan dan IPSI Ba nyu wangi, misalnya, siap menggelontorkan bantuan sembako senilai Rp 15 juta dan 250 relawan pendonor donor. Hal itu diikuti keluarga besar Satpol PP yang siap membagikan sembako senilai Rp 10 juta plus 175 relawan

pendonor darah. Jumlah bantuan itu semakin be sar dengan kucuran dana dari Abdul Kadir senilai Rp 5 juta. Camat Wongsorejo dan jajarannya siap menurunkan 165 personel. Camat Kalipuro beserta perangkat desanya me-

nyiapkan 125 pendonor. Sementara itu, personel Kecamatan Sempu menyiapkan 105 orang untuk menjadi relawan donor darah. “Kegiatan ini terbuka untuk umum. Siapa pun boleh ikut donor darah,” ujar Chairul Ustadi, panitia donor darah. (nic/c1/bay)

Pihak MURI Tahu dari Pameran Foto n TERCATAT... Sambungan dari Hal 29

Rekor baru MURI itu tidak disangka pihak panitia penyelenggara. Sebab, pada pelaksanaan acara Gandrung Sewu tahun lalu, tidak ada pihak MURI yang datang menyaksikan acara itu. Beberapa pekan lalu, ketua panitia tari kolosal Gandrung Sewu drh. Budianto dihubungi manajemen MURI. Dalam pembicaraan lewat telepon tersebut, pi hak MURI mengorek banyak keterangan tentang pelaksanaan tari kolosal gandrung tersebut. Mulai jumlah peserta, pelaksanaan, dan banyak hal lain, ditanyakan. Pihak MURI menanyakan kenapa panitia tidak memberi tahu pihak MURI bahwa ada acara yang melibatkan peserta dalam jumlah besar. “Saya sampaikan, panitia tidak punya anggaran untuk mengundang MURI,” tutur Budianto. Manajemen MURI mengetahui tari kolosal Gandrung Sewu itu dari pameran foto

di Jakarta. Dalam pameran itu, objek foto tari masal gandrung pada 17 November 2012 lalu termasuk objek yang dipamerkan. Berangkat dari pameran foto internasional itu, pihak MURI melakukan hunting acara tersebut dengan cara browsing di internet. Kemudian, pihak MURI mendapatkan data banyak terkait pelaksanaan tari kolosal Gandrung Sewu itu. Untuk melengkapi data hasil browsing itu, pihak MURI mewawancarai beberapa panitia untuk mendapatkan data pendukung. “Saat menghubungi kami, MURI menyampaikan akan membicarakan Gandrung Sewu itu pada sidang untuk menentukan apakah acara itu bisa memecahkan rekor baru,” paparnya. Setelah melalui rapat, akhirnya MURI mencatat tari kolosal Gandrung Sewu itu sebagai acara paling banyak penarinya. “Pemberitahuan bahwa masuk rekor MURI juga melalui telepon. Piagam penghargaan akan dikirim melalui pos. Saya minta diantar petugas, tapi pihak MURI memilih

mengirim melalui pos,” jelas Budianto. Piagam penghargaan MURI itu diterima Budianto pada Sabtu (6/4). Setelah diterima, piagam penghargaan itu langsung diserahkan kepada Bupati Abdullah Azwar Anas kemarin (8/4). Penyerahan piagam penghargaan itu dilakukan Budianto dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Suprayogi. Pada kesempatan itu, Bupati Anas menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia pergelaran tari kolosal Gandrung Sewu. “Penghargaan ini berkat kerja keras kita semua dan berkat kerja keras rakyat Banyuwangi. Terima kasih untuk semua,” ucap Bupati Anas. Secara khusus, Bupati Anas menyampaikan penghargaan kepada semua guru tari di Banyuwangi atas dedikasinya yang te rus-menerus mengembangkan tari gandrung. “Terima kasih kepada semua guru tari gandrung, ayo kita bekerja keras mengembangkan kebudayaan dan seni Banyuwangi,” ucapnya. (c1/bay)

ICHSAN RASYID/RaBa

Gratis Nonton Aksi Gitaris Nasional BANYUWANGI - Komunitas Gitaris Banyuwangi (KGB) akan menggelar acara Gitaran Sore di Gesibu Blambangan. Pada acara itu, lima gitaris nasional akan ambil bagian untuk meramaikan acara komunitas yang baru berdiri di Kota Gandrung itu. Rencana acara Gitaran Sore itu dilaporkan kepada Bupati Abdullah Azwar Anas di ruang kerjanya Senin lalu (8/4). Pada kesempatan itu, KGB mengundang Bupati Anas agar hadir dalam acara tersebut. Komunitas seniman itu memiliki anggota sekitar 200 seniman gitar. Jumlah itu akan bertambah karena KGB akan merangkul semua se ni man Banyuwangi dari semua lapisan. “Kita akan rutin menggelar even untuk me nam pung potensi seniman junior Banyuwangi,” ujar Ketua KGB, Udianto. Sejak berdiri sebulan lalu, kata

Udianto, KGB sudah menggelar dua even yang melibatkan ratusan seniman lokal Banyuwangi. Yang terbaru, KGB akan menggelar Gitaran Sore di Gesibu Blambangan 14 April 2013 mendatang. Dalam acara itu, lima gitaris nasional akan datang untuk sharing dengan gitaris lokal Banyuwangi. Dalam acara itu, 17 gitaris lokal akan unjuk kebolehan bersama gitaris Jakarta. Gitaris nasional yang siap datang, antara lain Andy Owen, Andi Muhammad, dan Tri Bend. “Kita ingin atmosfer musik Banyuwangi kondusif dan musik jadi ikon Banyuwangi,” tegas Udianto. Bupati Anas menyampaikan apresiasi terhadap gagasan pelaksanaan Gitaran Sore itu. Pertama, Bupati Anas minta agar mengubah image tentang grup musik. Selama ini, grup musik image-nya urakan, tidak

produktif, dan pemalas. Padahal, grup musik juga bisa memberi inspirasi un tuk produktif. “Mengubah persepsi itu penting. Karena itu, KGB harus mengubah image kelompok musik menjadi positif,” ujarnya. Kedua, Bupati Anas menyampaikan permintaan agar komunitas gitaris berperan aktif memajukan Banyuwangi melalui kegiatan seni. “Bikin lirik lagu bertema Banyuwangi. Ini penting sekali untuk menginspirasi masyarakat untuk bangkit dan maju,” katanya. Bupati Anas juga berharap KGB memberikan inspirasi kepada anak-anak muda Banyuwangi untuk bangkit menatap masa depan yang lebih baik. “Silakan manfaatkan sejumlah fasilitas yang telah dibangun untuk kegiatan-kegiatan positif,” cetus Bupati Anas. (afi/c1/bay)


40

Selasa 9 April 2013

Tipikor Periksa Pengurus Demokrat SITUBONDO - Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Situbondo mulai memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan korupsi penggunaan dana bantuan parpol (banpol) yang diterima DPC Partai Demokrat Situbondo. Tidak tanggung-tanggung, hampir seratus orang diundang untuk memberikan keterangan oleh penyidik. Siang kemarin, sejumlah anggota DPRD dari Partai Demokrat dimintai keterangan, di antaranya Janur Sasra Ananda, Hadi Prianto, dan H. Lukman

Rifa’i. Namun, saat ditanya Jawa Pos Radar Banyuwangi, ketiganya kompak tutup mulut. “Kok tanya kepada kita. Tanya langsung ke polisi saja. Kita kan cuma dimintai keterangan,” terang Janur Sasra Ananda seraya meninggalkan koran ini. Jawaban yang sama juga disampaikan Arifa, anggota DPRD dari Partai Demokrat, yang sudah diperiksa beberapa hari sebelumnya. Informasi yang dikumpulkan menyebutkan, dana banpol yang diduga

disalahgunakan dan diperiksa Tipikor itu adalah banpol 2012. Nilainya mencapai Rp 113 juta. Diduga ada mark up anggaran, pemalsuan tanda tangan SPJ, dan penggunaan dana yang tidak sesuai peruntukan. Untuk mengungkap itu, Tipikor memeriksa pengurus DPC Partai Demokrat, pengurus PAC, dan sejumlah orang yang tanda tangannya tertera dalam SPj dana banpol Partai Demokrat itu. Kapolres Situbondo, AKBP Ertel

Stephan, melalui Kasatreskrim AKP Sunarto membenarkan langkahnya memeriksa sejumlah pengurus DPC Partai Demokrat Situbondo. Meski demikian, kata dia, langkah tersebut baru sebatas penyelidikan. “Masih pengumpulan data dan keterangan,” terang Sunarto. Kata dia, ada 90 saksi yang akan dimintai keterangan dalam tahap penyelidikan. Hingga kini setidaknya 45 persen sudah dimintai keterangan penyidik Tipikor. (pri/c1/als)

Ada 90 saksi yang akan dimintai keterangan dalam tahap penyelidikan. Hingga kini sudah 45 persen dimintai keterangan penyidik Tipikor. AKP Sunarto Kasatreskrim

Jenazah Nurhaini Disambut Histeris

NUR HARIRI/RaBa

JAMIN AMAN: Kasatlantas Polres Situbondo AKP Indro Abrianto (kanan) saat menunjukkan Skets BPKB

Material Habis, Samsat Keluarkan Skets BPKB SITUBONDO - Habisnya stok material Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) di lingkungan Polres Situbondo membuat Samsat Bersama Situbondo mengeluarkan Surat Keterangan Pengganti Sementara BPKB (Skets BPKB) agar bisa tetap melayani masyarakat. Terkait Skets BPKB tersebut disampaikan Kasatlantas Polres Situbondo AKP Indro Abrianto dalam sosialisasi

kepada sejumlah masyarakat di Mapolres Situbondo kemarin (8/4). Dijelaskan, Skets BPKB sengaja dikeluarkan untuk melayani masyarakat yang membeli kendaraan baru, mutasi masuk, dan kendaraan yang akan balik nama. “Skets BPKB itu dikeluarkan karena stok BPKB di samsat habis,” ujar AKP Indro Abrianto. Menurutnya, BPKB itu habis bukan karena kesalahan petugas

di Situbondo, melainkan karena kiriman dari pusat memang telat. “Kekosongan stok BPKB tersebut memang dari pusat dan itu terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota se-Indonesia,” kata Indro saat ditemui di kantornya kemarin. Dijelaskan, material BPKB tersebut diperkirakan baru akan datang pada Agustus mendatang n  Baca Material...Hal 39

SITUBONDO - Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Situbondo, Nurhaini, 37, yang meninggal di Malaysia, akhirnya tiba di kampung halamannya di Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, malam kemarin (7/4). Wanita dua putra yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia itu meninggal dunia Jumat (5/4) lalu. Hal tersebut diperkuat data medis dari rumah sakit Malaysia yang menyebutkan bahwa Nurhaini meninggal lantaran darah tinggi. Jenazah pembantu rumah tangga yang mengadu nasib di Malaysia untuk kali ketiga itu tiba di rumah duka sekitar pukul 23.30. Kerabat korban yang sudah lama menunggu menangis histeris saat mobil ambulans yang mengangkut jasad Nurhaini dari Bandara Juanda, Surabaya, tiba di halaman rumahnya. Bahkan, ibu korban, Hatimah, 57, sempat pingsan saat melihat tubuh anaknya terbujur kaku terbungkus kain kafan di dalam peti mati. Ayah kandung Nurhaini, Ma’awi, 58, menyatakan bahwa sebelum dikabarkan meninggal, Nuhaini sempat menghubungi dan berkomunikasi dengannya cukup lama melalui telepon. Dalam percakapan itu, anaknya menyampaikan  per mintaan maaf berkali-kali. “Ada setengah jam anak saya menelepon saya dan ibunya. Saya tidak menyangka dia akan meninggalkan kami semua,” kata Ma’awi kepada sejumlah wartawan di rumahnya. Sejak kembali merantau 2010 lalu, Nurhaini belum pernah pulang kampung n  Baca Jenazah...Hal 39

APA POLEH

Ditelantarkan, Istri Polisikan Suami SUBOH - Merasa ditelantarkan, seorang ibu rumah tangga bernama Hairiyah, 29, warga Desa Mojodungkol, Kecamatan Suboh, melaporkan suaminya yang berinisial RH ke Mapolres Situbondo kemarin. Korban melapor kepada polisi karena berbulan-bulan tidak pernah diberi kabar suaminya. Bahkan, ibu satu anak itu juga mengaku tidak pernah dinafkahi lahir dan batin sejak terlapor meninggalkan korban. Kepada polisi, wanita tersebut menceritakan bahwa pada September 2011 lalu, RH pergi dari rumah dengan alasan mencari kerja. Mendengar keinginan suaminya, Hairiyah pun senang dan mengizinkan suaminya pergi. Namun, setelah lebih dari setahun, suaminya tersebut DOK.RaBa tidak kunjung pulang. BahAKP Wahyudi kan, saat korban berusaha menghubungi sang suami, Hairiyah tidak mendapat kejelasan dari suami yang dilaporkan tersebut. Merasa ada yang kurang beres, Hairiyah langsung melaporkan dugaan penelantaran oleh suaminya tersebut. Data yang berhasil dikumpulkan, sebenarnya korban sangat mengharapkan suaminya datang. Namun, karena sudah lebih dari setahun, dia pun merasa ditelantarkan. Akibat penelantaran tersebut, buruh tani itu harus menanggung biaya hidup dirinya dan satu anaknya. Kasubbag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi, membenarkan adanya laporan dugaan penelantaran yang dialami warga Desa Mojodungkol tersebut. “Kami akan segera memanggil terlapor untuk dimintai keterangan demi membuktikan benar-tidaknya laporan tersebut,” Kata AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

MENINGGAL: Jenazah Nurhaini saat tiba di rumah duka di Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, kemarin malam (7/4).

Sudah Empat TKI Tewas di Luar Negeri SEMENTARA itu, hingga tahun 2013, sudah empat tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Situbondo yang meninggal dunia di luar negeri. Para TKI yang meninggal itu semua bekerja di negeri Jiran. Mereka, di antaranya TKI asal Desa/Kecamatan Besuki; Desa Bugeman, Kecamatan Kendit; dan Desa/ Kecamatan Banyuputih. Terakhir TKI asal Desa Kandang, Kapongan, Nurhaini. Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran), Yogie Sudharma mengatakan, selama ini pihaknya tidak pernah menerima laporan ada keluarga TKI  yang mening-

gal dunia di luar negeri. Yogi mengaku, pihaknya kesulitan menpendata TKI yang berangkat secara ilegal. “TKI yang meninggal itu, saya baru tahu setelah ada laporan dari keluarganya. Kalau ada pemberitahuan, yang jelas mereka saya bantu,” ujar Yogi kepada wartawan kemarin (8/4). Menanggapi tewasnya TKI tersebut, anggota Komisi I DPRD Situbondo, Syaiful Bahri mengatakan, TKI Situbondo di luar negeri memang kurang mendapat perhatian pemerintah. “Sejak awal proses keberangkatan TKI Situbondo tidak pernah ada proteksi n  Baca Sudah...Hal 39

PPT-PPA Akan Somasi Sekolah NM SITUBONDO - Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPT-PPA) berencana melakukan somasi terhadap sekolah NM (siswa SMA yang pernah dikeluarkan karena pelanggaran etika). Pasalnya, pihak sekolah telah mengingkari kesepakatan yang telah dibuat dengan keluarga NM, Dinas Pendidikan, dan PPT-PPA.

Hal itu disampaikan kuasa hukum NM, Supriyono. “Sesuai kesepakatan di kantor PPT, selama menunggu pelaksanaan ujian nasional (unas), NM akan mendapat pelajaran privat di rumahnya, bukan di sekolah,” kata Supriyono kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (7/4). Kata dia, NM menerima pelajaran di rumahnya merupakan

kesepakatan bersama. Sebab, jika di sekolah, dikhawatirkan NM akan mendapat tekanan dari teman-temannya. “Nyatanya, sampai sekarang, NM belum pernah mendapat pelajaran privat dari sekolah,” ungkap Supriyono. Padahal, kata pr ia asal Panarukan tersebut, pelajaran privat tersebut sangat dibutuhkan. Sebab, berdasar

EDY SUPRIYONO/RaBa

SANTAI: Habib Sholeh Al-Muhdar (kiri) di kediamannya di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, kemarin.

Dihujat Gara-gara Eyang Subur SITUBONDO - Habib Sholeh Al-Muhdar, mediator pertikaian antara Adi Bing Slamet dan Eyang Subur, pulang kampung. Untuk beberapa hari ke depan, pria yang dulu sangat dekat dengan Bupati Ismunarso itu akan berada di Kabupaten Situbondo. Ditemui di kediamannya di Jalan Cendrwasih, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, Habib Sholeh mengaku sudah tidak punya kewajiban menyelesaikan masalah Adi Bing Slamet dan Eyang Subur. Sebab, kasusnya sudah diserahkan kepada MUI (Majelis Ulama Indonesia).

“Saya pulang ini tak ada hubungannya dengan itu. Saya pulang karena ingin bersilaturahmi dengan keluarga besar di Situbondo,” terang Habib Sholeh kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Dia sempat menceritakan kenapa dirinya bisa terlibat dalam pusaran konflik Adi Bing Slamet dan Eyang Subur. Dia menegaskan, awalnya dirinya hanya ingin menjadi mediator islah antara guru dan murid tersebut. Sebagai sesama penggiat dunia metafisik, Habib Sholeh merasa terpanggil untuk ikut menyelesaikannya. “Tak baik

kalau terus-menerus menghujat dan menghujat. Eh, lama kelamaan kok saya juga terkena hujatan,” ungkapnya. Pria yang dikenal sejumlah artis itu mengungkapkan, sejak awal dirinya tidak pernah membela Eyang Subur. Apalagi, dirinya tahu bahwa salah satu perilaku Eyang Subur nyatanyata keluar dari Syariat Islam. “Istri Eyang Subur itu delapan. Makanya, saya tak pernah membelanya. Buat apa membela orang yang sudah keluar dari syariat Islam. Saya lebih berkepentingan mendamaikan keduanya,” kata Habib Sholeh. (pri/c1/als)

pengakuan NM kepada Dinas Pendidikan, NM lemah di mata pelajaran tertentu. “Makanya kita sangat menyayangkan ini. Kok tidak sportif, ya?” tandasnya. Supriyono mengaku akan segera melayangkan somasi. NM sangat dirugikan karena tidak mendapatkan hak-haknya sesuai kesepakatan. “Mumpung masih ada waktu, kita minta

sekolah memberikan pelajaran privat itu,” tandasnya. Diberitakan sebelumnya, gara-gara di hand phone (HP)nya ada foto cowok telanjang dada, NM, siswi kelas XII SMA swasta di Situbondo, dikeluarkan dari sekolah. Kemudian, NM mengadukan nasibnya ke kantor PPT-KKTPA. Tak lama dari itu, NM diterima kembali di sekolahnya. (pri/c1/als)

Radar Banyuwangi | 9 April 2013  

radar, banyuwangi, situbondo, genteng

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you