Issuu on Google+

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

KAMIS 8 NOVEMBER TAHUN 2012

DIREKTUR KEUANGAN PT MAYA Nama : Agus Wahyudin Umur : 57 tahun Alamat : DesaKenjo,KecamatanGlagah,Banyuwangi Tuntutan Jaksa: ■ hukuman 1 tahun penjara ■ Denda Rp 100 juta subsider 6 bulan UMK Banyuwangi 2010: Rp 824 ribu/bulan Upah buruh lepas PT Maya 2010: Rp 28 ribu / hari (Rp 700 ribu/bulan) UU nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan  pasal 88 s/d pasal 98: tentang upah kerja  Peraturan Gubernur Jatim nomor 69/2009 tentang UMK di Jatim tahun 2010.

Direktur Keuangan Dituntut 1 Tahun BANYUWANGI - Sidang kasus dugaan pelanggaran upah minimum kabupaten (UMK) dengan terdakwa Direktur Keuangan PT Maya Muncar, Agus Wahyudin, memasuki babak baru. Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN)

Banyuwangi kemarin (7/11), jaksa penuntut umum (JPU) menuntut pria berusia 57 tahun asal Desa Kenjo, Kecamatan Glagah, tersebut dengan hukuman setahun penjara plus denda Rp 100 juta ■

 Baca Direktur...Hal 35

SIDANG: Puluhan mantan buruh PT Maya Muncar menggelar spanduk di halaman Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin. GALIH COKRO/RaBa

Komplotan Bisu Menjambret BANYUWANGI - Benar-benar mengejutkan. Itulah gambaran sepak terjang sekelompok pria bisu. Bayangkan, dengan keterbatasan fisik, Enggar Wahid, 19, dan M. Sarif, 30, justru menjambret tas milik Niken Ardi Dian Lukmay, 27, warga Jalan Ikan Tombro, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi. Parahnya lagi, seorang penderita tunawicara yang lain, yakni Awaludin Songsongadi, 31, justru memilih melibatkan diri dalam tindakan pidana yang dilakukan dua rekannya tersebut. Pria asal Gang Dahlia, Jalan Musi, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, itu malah bersedia menjual barang hasil kejahatan Enggar dan Sarif. Bahkan, Udin—sapaan karib Awaludin—justru mendapatkan bagian terbesar dari penjualan barang jambretan kedua rekannya tersebut. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, kejahatan yang dilakukan tiga pelaku kriminal itu sebenarnya berlangsung sekitar dua bulan lalu, tepatnya Minggu (2/9) sekitar pukul 23.10. Kala itu, Sarif yang beralamat di Perum Kebalenan Indah, Banyuwangi, itu menunggang sepeda motor bersama Enggar yang tinggal di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Glagah. Rupanya, keduanya sengaja berkeliling kota menjelang tengah malam untuk mencari warga yang bisa dijadikan korban kejahatan ■  Baca Komplotan...Hal 35

PENDIDIKAN

Aset Diserahkan, Poliwangi Jadi PTN BANYUWANGI - Politeknik Banyuwangi (Poliwangi) segera berubah status menjadi Politeknik Negeri Banyuwangi. Bupati Abdullah Azar Anas akan melakukan penandatanganan nota penyerahan aset Poliwangi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hari ini (7/11). Penyerahan aset Poliwangi adalah salah satu syarat perubahan status menjadi perguruan tinggi negeri (PTN). Saat ini, Poliwangi menempati lahan seluas 10 hektare (ha). Pengadaan lahan Poliwangi itu menggunakan anggaran pemerintah daerah. Lantaran pengadaannya menggunakan dana APBD, secara otomatis lahan tersebut menjadi aset daerah. Aset 10 ha tersebut akan diserahkan kepada Kemendikbud ■  Baca Aset...Hal 35

Komplotan Jambret Bisu

FAY 2012 GALIH COKRO/RaBa

LANGKA: Kanitpidter Aipda Sastro Mulyono menyaksikan Sarif (depan) dan Enggar memeragakan adegan berboncengan disaksikan Udin (duduk) di Mapolres Banyuwangi kemarin.

Nama Umur Alamat Peran Nama Umur Alamat Peran Nama Umur Alamat Peran

: Enggar Wahid : 19 th : Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Glagah : Eksekutor, mengiris dan merebut tas korban : M. Sarif : 30 th : Perum Kebalenan Indah Banyuwangi : Joki Sepeda Motor : Awaludin Songsongadi : 31 th : Jalan Musi, Kelurahan Penganjuran, Banyuwangi : Penjual ponsel hasil jambretan

Bunuh Rima untuk Bayar Utang Gempa Tremor

BENNY SISWANTO/RaBa

SIDAK: Tim penilai berkunjung ke salah satu panti kemarin.

12 Panti Lolos Seleksi BANYUWANGI - Sebanyak 12 panti asuhan anak yatim lolos seleksi administrasi Festival Anak Yatim (FAY) 2012. Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, 12 panti tersebut langsung dinilai. Tim penilai terdiri atas Dinas Sosial, Bagian Kesra Pemkab, Dinas Kesehatan, dan Jawa Pos Radar Banyuwangi. Tim mendatangi pantai secara diam-diam untuk mengumpulkan berkas-berkas kelengkapan panti ■  Baca 12 Panti...Hal 35

LKS BASA USING

Penerbit Ternyata Sudah Minta Maaf BANYUWANGI - Terjawab sudah siapa penerbit Lembar Kerja Siswa (LKS) Basa Using yang salah mencantumkan nama Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi. Penerbit LKS tersebut ternyata adalah UD Setya Budi yang beralamat di Jalan Patimura, Desa Bagorejo, Kecamatan Srono. Dengan gentle, Direktur UD Setya Budi, Edy SB, mendatangi kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi di Jalan Yos Sudarso 89C Banyuwangi kemarin (7/11). Tanpa sungkan, Edy menyampaikan permohonan maaf kepada Wabup Yusuf Widyatmoko dan seluruh masyarakat Banyuwangi atas kesalahan penulisan nama wabup tersebut. “Saya meminta maaf kepada bapak wabup. Kekeliruan ini akan menjadi pelajaran berharga bagi kami,” ujarnya ■  Baca Penerbit...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

BANYUWANGI - Aparat Polres Banyuwangi terus mendalami kasus pembunuhan Rima Lutfiasari, 16, gadis asal Dusun Kedawung, Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Untuk mengetahui kronologi kejadian yang merenggut nyawa gadis tersebut, polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan yang diduga kuat dilakukan FI, 16, warga Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, dan FA, 16, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, kemarin (7/11). Dalam rekonstruksi yang digelar di persawahan depan Mapolres Banyuwangi itu terungkap, sebelum kejadian, FI mengirim pesan singkat (SMS) kepada Rima. Pesan singkat lewat ponsel itu berisi ajakan bertemu di depan sebuah SD di Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring. Setelah bertemu, FI mengajak Rima jalan-jalan menunggang sepeda motor Honda Beat

bernopol P 4240 ZE milik Rima. Keduanya menuju kediaman FA di Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. Setelah dijemput, FA pergi bersama mereka sambil membawa pi-

sau yang sebelumnya disimpan di dalam lemari. Ketiga remaja itu pun berboncengan tiga menuju Desa Kebaman, Kecamatan Srono ■

 Baca Bunuh...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

REKA ULANG: Tersangka FI dan FA memeragakan saat menghabisi Rima Lutfiasari di depan Polres Banyuwangi kemarin.

Terus Menurun

SONGGON - Aktivitas Gunung Raung menunjukkan tren menggembirakan. Sebab, gempa tremor yang terekam seismograf di pos pantau terus menurun. Gempa tremor gunung setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut (laut) itu rata-rata 18 mm kemarin (7/11). Meski intensitas terus menurun, tapi status gunung terbesar di Pulau Jawa itu tidak otomatis lekas diturunkan. Sampai kemarin, gunung yang memiliki kedalaman kawah 400 meter hingga 500 meter itu masih berstatus siaga (level III). Kepala Pos Pengamatan Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Balok Suryadi menegaskan, status gunung tersebut belum berubah sejak 22 Oktober 2012 lalu. ‘’Meski aktivitas menurun, tapi tetap kita berlakukan status siaga,’’ ujarnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin.

Balok menjelaskan, cuaca di sekitar puncak Gunung Raung berawan dan penuh kabut sepanjang hari kemarin. Sehingga, pihaknya tidak mengetahui secara pasti puncak gunung tersebut mengeluarkan asap ataukah tidak. ‘’Sehari mendung sehingga puncak gunung tidak kelihatan,’’ terangnya. Sementara itu, sehari usai kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen (Purn) Samsul Ma’arif di Desa Sumberarum, sejumlah daerah yang terdampak bencana langsung bergerak. Salah satunya, Desa Singojuruh. Jajaran Muspika menggelar rapat koordinasi bersama perangkat desa di Pendapa Kecamatan Singojuruh. Satu per satu menyampaikan gagasan mengenai kesiapan jika sewaktu-waktu gunung bergolak hingga mengharuskan warga mengungsi. (ton/c1/bay)

Catatan Perjalanan dari Arena Seminar Kedokteran di Singapura (1)

Paspor Nyaris Expired Bisa Lolos Imigrasi Singapura dikenal sangat ketat dalam urusan keimigrasian. Namun, ternyata petugas imigrasi negeri itu bisa melunak, meski paspor yang dibawa nyaris kedaluwarsa. Berikut catatan BAYU SAKSONO yang baru datang dari negara tersebut.

KEDATANGAN saya ke Singapura kali ini sebagai tugas liputan 26th Annual Seminar yang dihelat Mount Elizabeth Hospital di kawasan Orchard. Seminar kesehatan tersebut berlangsung Sabtu lalu (3/11).

Agar tidak terlambat, saya berangkat dari Bandara Internasional Juanda sehari sebelum acara (2/11). Saat check in di Bandara Juanda subuh, petugas maskapai China Airlines kaget karena ternyata paspor saya sudah hampir expired. ‘’Untuk masuk Singapura, paling tidak masa berlaku paspor harus 6 bulan. Masa berlaku paspor Anda tinggal 4 bulan lagi,’’ jelas petugas maskapai tersebut. Untuk menunda keberangkatan dan membuat paspor baru, rasanya sudah tidak mungkin. Akhirnya, petugas maskapai menawarkan untuk membuatkan surat pernyataan. Isi surat tersebut, maskapai tetap menerbangkan saya ke Singapura, tapi pihak maskapai tidak bertanggung jawab untuk urusan lain-lain. Saya setuju saja, yang penting bisa terbang dulu. Urusan dengan mas-

Komplotan bisu njambret

Ah… ukkk… ah… ukkkk…

Aset diserahkan, Poliwangi jadi perguruan tinggi negeri

Semoga prestasinya sewangi namanya

BAYU SAKSONO/RaBa

LAJUR KANAN: Jalanan yang mulus memungkinkan kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi di Singapura.

kapai beres. Kali ini, berhadapan langsung dengan petugas imigrasi Indonesia. Pertanyaan yang diberi-

kan pun sama. Tapi lagi-lagi, petugas imigrasi masih berbaik hati ■  Baca Paspor...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Kamis 8 November 2012

Awal Manis Tim Basket

BULU TANGKIS

Sukses Lewati Cuaca Panas SURABAYA - Beban dan impitan faktor non-teknis mampu dilewati dengan mulus oleh kontingen bulu tangkis yang tampil perdana di ajang Popda IX di Surabaya kemarin (7/11). Memainkan dua partai tunggal dan satu partai ganda, pebulu tangkis Banyuwangi memastikan lolos ke babak kedua. Hasil itu diperoleh setelah anak asuh Aditya Wahyono itu mampu mengalahkan lawan-lawannya. Di partai tunggal putri, Novi tanpa kesulitan menang dua set langsung atas Nanindya asal Lamongan. Pebulu tangkis belia Banyuwangi itu menang 21-8 dan 12-9. Di partai tunggal putra, Zakcy yang berhadapan dengan Berlian asal Nganjuk juga memastikan satu tempat di babak kedua. Zakcy menang dua set langsung dengan skor 21-12 dan 21-14. Sukses Zakcy juga berlanjut saat dirinya berlaga di partai ganda putra. Berpasangan dengan Dicky, mereka berhasil mengirim pulang ganda putra asal Madiun, Chandra, dan Aditya. Keduanya menang dua set langsung 21-9 dan 21-13. Terkait hasil itu, Aditya Wahyono menuturkan itu bisa menjadi modal berharga dalam menatap laga berikutnya. Ketakutannya terkait masalah non-teknis berupa cuaca panas di Surabaya memang menjadi kekhawatiran tersendiri baginya. “Cuaca panas tetap jadi momok. Tapi anak-anak sudah mampu tampil bagus. Semoga bisa terus bertahan dan konsentrasi penuh selama fase penyisihan dan fase berikutnya,” pintanya. (nic/c1/als)

ADA APA LAGI

ABDUL AZIZ/RaBa

MIRAS: Aparat Polsek Genteng mengamankan puluhan botol berisi miras dan arak kemarin.

Sisir Pasar, Dapat Puluhan Botol Miras GENTENG - Seolah tak mau kalah dengan Polsek Muncar yang sehari sebelumnya merazia ratusan botol minuman keras (miras) dan arak, kemarin giliran aparat Polsek Genteng yang melakukan hal serupa. Razia yang dipimpin Kapolsek Genteng Kompol Heru Kuswoto itu dilakukan di sejumlah

toko di Pasar Sumberwadung, Desa Kaligondo, pasar Dusun Pandan, Desa Kembiritan, dan Pasar Desa Genteng Kulon. Hasilnya, polisi mengamankan barang bukti berupa 31 botol berisi arak, 10 botol berisi miras jenis anggur merah, dan 7 botol miras jenis New Port. “Semua barang bukti sudah

kita amankan di mapolsek,” kata Kapolsek Genteng Kompol Heru Kuswoto. Kaposlek menuturkan, operasi miras tersebut akan terus dilakukan di wilayah tugasnya sebagai salah satu bentuk pencegahan terhadap maraknya penyakit masyarakat di wilayah Genteng. (azi/c1/aif)

Nelayan Tewas saat Mancing

SURABAYA - Tim putri Banyuwangi menorehkan hasil positif dalam laga perdana di babak utama Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) IX di Surabaya kemarin (7/11). Menghadapi tim kuat, Sidoarjo, Banyuwangi yang turun dengan kekuatan terbaik mampu mempersembahkan kemenangan di laga tersebut. Dalam empat kuarter yang dimainkan, tim asuhan Mulyadi itu menang 29-25. Mengusung Tata, Marsil, Serly, Firsa, dan Elsa sebagai starter, tim Banyuwangi sempat dibuat tidak berdaya oleh permainan tim asal Kota Udang tersebut. Tampil gugup, kuarter pertama ditutup oleh keunggulan lawan dengan skor mencolok 0-9. Di babak kedua, usaha mengejar ketertinggalan mulai membuahkan hasil. Tata dkk mulai menemukan kepercayaan diri. Perlahan tapi pasti mereka mengejar perolehan angka Sidoarjo. Babak kedua pun dituntaskan tim Banyuwangi dengan keunggulan satu setengah bola, yaitu 14-11. Di fase ketiga, pertandingan ketat antar kedua tim tidak terelakkan.

Situasi itu membuat keran perolehan poin kedua tim sedikit seret. Meski demikian, Tata dkk mampu mempertahankan keunggulan 18-15 untuk menutup babak ketiga. Di kuarter penentuan, kedua tim memeragakan permainan lebih menyerang dan terbuka. Mulyadi yang sedikit melakukan rotasi pemain di babak tersebut membuahkan hasil. Lewat pertarungan ketat, Banyuwangi akhirnya memastikan meraup poin sempurna. Babak keempat ditutup dengan skor akhir 29-25 untuk keunggulan tim Banyuwangi. “Anak-anak sempat gugup di awal laga. Itu lumrah. Sebab, pertandingan pertama tentu tidak mudah. Anak-anak sudah menunjukkan apa yang semestinya di lapangan tadi,” ujar Mulyadi. Kemenangan atas Sidoarjo sekaligus menjadi modal penting bagi skuad Banyuwangi dalam memainkan laga kedua hari ini. Dijadwalkan, pukul 14.00 siang ini tim Banyuwangi akan menghadapi Kota Malang dalam fase penyisihan Popda IX di Surabaya. (nic/c1/als)

Mayatnya Ditemukan di Pantai Pancer EDY SUPRIYONO/RaBa

MENGADU KE DPRD: Abdurachman (baju biru) ditemui Wakil Ketua DPRD, Syamrowi Madjid, siang kemarin.

Tarif Tanah Naik, Wadul Dewan ASEMBAGUS - Tarif sewa tanah milik Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur naik berlipat-lipat. Sejumlah warga yang selama ini memanfaatkan lahan tersebut terancam tidak bisa memperpanjang sewa. Keadaan itu diungkapkan H. Abdurachman, perwakilan warga penyewa tanah milik Dinas Bina Marga di depan Pabrik Kapas, Desa Wringinanom, Kecamatan Asembagus. Pria itu menemui pimpinan DPRD Situbondo agar difasilitasi untuk mendapatkan keringanan. Dia ditemui Ahmad Syamrowi, wakil ketua DPRD dari FPKNU. “Tak ada yang mampu bayar, Pak, kalau tarif sewanya tetap begini. Mau dapat uang dari mana? Lha yang nyewa cuma jual kopi, tukang las, dan warung-warung kecil,” ujar Abdurachman seraya menyodorkan kopi Perda Provinsi Jawa Timur No. 01 Tahun 2012 tentang retribusi daerah. Menurut pria yang sehari-hari berjualan material bangunan itu, tarif sewa sebelum tahun 2012 hanya Rp 3.600 per meter per tahun. “Saya tahun Rp 2010 hanya kena tarif sewa Rp 338 ribu, dan 2011 Rp 348 ribu. Tahun 2012 kalau dihitung-hitung saya harus mengeluarkan sewa Rp 6 juta,” ungkapnya. Dia mengungkapkan, ada sekitar 20 warga yang memanfaatkan tanah milik Bina Marga di depan Pabrik Kapas itu. Itu sudah berjalan sejak 2001. Warga tidak mungkin pindah ke tempat lain karena tidak ada tempat yang dinilai lebih strategis untuk mendirikan usaha. Wakil Ketua DPRD, Ahmad Syamrowi, meminta agar seluruh warga yang menempati tanah milik Bina Marga Provinsi Jawa Timur di depan Pabrik Kapas itu diinventarisasi. Sehingga, nanti bisa mengajukan keringanan secara bersama-sama kepada gubernur. “Ini jalan satu-satunya. DPRD akan memfasilitasi agar secepatnya bisa sampai kepada gubernur,” ungkapnya. (pri/c1/als)

PESANGGARAN - Nelayan di Pantai Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, dihebohkan dengan ditemukannya sosok mayat pria kemarin pagi. Sosok mayat yang belakangan diketahui bernama Suhadi, 65, warga Dusun Jatisari, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, itu kali pertama ditemukan seorang nelayan Kecamatan Muncar. Kali pertama ditemukan, tubuh Suhadi dalam kondisi tengkurap di bebatuan. Mayat tersebut berbalut jaket warna hitam, celana panjang hijau, dan di sampingnya ada pancing, topi, sandal jepit dan peralatan pancing. “Selain itu, di celana korban juga ditemukan KTP, SIM C, STNK, uang Rp 40 ribu, dan kontak sepeda motor,” sebut Kapolsek Pesang-

ABDUL AZIZ/RaBa

AKIBAT SERANGAN JANTUNG: Mayat Suhadi sesaat setelah ditemukan nelayan di Pantai Pancer kemarin.

garan AKP Supriyadi. Polisi meyakini korban adalah seorang pemancing. Dugaan itu diperkuat dengan temuan barang-barang yang dibawa korban. Kapolsek menuturkan, saat pertama melihat mayat tersebut, nelayan Muncar yang belum diketahui namanya itu langsung memberitahu tokoh masyarakat setempat yang bernama Margono. Tak lama kemudian,

Margono bersama warga setempat ramai-ramai membawa mayat korban ke Pos Angkatan Laut di Pantai Pacer. “Sekitar pukul 11.00 tim medis melakukan pemeriksaan, dan diduga korban meninggal karena serangan jantung,” duganya. Sekitar pukul 11.45, keluarga korban datang ke Pancer untuk mengambil jenazah lalu dibawa pulang ke rumah duka. (azi/c1/aif )

CAGAR BUDAYA

Dapat Perhatian Dirjen Kebudayaan SITUBONDO - Rencana pembongkaran gedung eks Kawedanan Sumberwaru di Kecamatan Asembagus mendapat perhatian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kementerian yang kini dipimpin Mohammad Nuh itu akhirnya ikut cawe-cawe. Salah satunya, meminta Balai Pelestarian Cagar Budaya Mojokerto melakukan kajian kecagarbudayaan gedung eks Kawedanan Sumberwaru. “Alhamdulillah perjuangan kita tidak sia-sia,” terang Irwan Rakhday, anggota Forum Penyelamat Cagar Budaya (FPCB), sambil menunjukkan surat dari Dirjen Kebudayaan RI. Dalam surat tertanggal 3 Oktober 2012 yang ditandatangani Direktur Pelestarian Cagar Budaya, Surya Helmi, itu Dirjen Kebudayaan mengucapkan terima kasih karena FPCB Situbondo telah memberikan perhatian terhadap cagar budaya di Kota Santri. Surat tersebut langsung ditembuskan kepada Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Mojokerto. “Sebelumnya, kita mengirimkan surat ke Kemendikbud. Kita sampaikan rencana Pemkab Situbondo membongkar bangunan cagar budaya untuk dijadikan pasar modern. Kita yang aktif melangkah, pemkab tak pernah punya iktikad baik untuk membuktikan apakah bangunan itu cagar budaya ataukah bukan,” terangnya. Dia menegaskan, FPCB akan terus berusaha menyelamatkan gedung eks Kawedanan Sumberwaru yang diyakini sebagai salah satu bangunan cagar budaya. Gedung eks Kawedanan Sumberwaru adalah saksi sejarah. Ada pelaku sejarah yang hingga kini masih hidup, yakni Imam Subakti. Usianya sudah 84 tahun. Beliau salah satu kurir amunisi. Beliau mengakui bahwa bangunan itu adalah markas para pejuang dan tentara Indonesia saat melakukan perlawanan terhadap agresi militer Belanda Juli 1947,” papar Irwan. (pri/c1/als) Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Kamis 8 November 2012

7 Mucikari Lansia Tobat

Tangkap Pengepul Burung Rangkok PESANGGARAN - Nasib apes menimpa Suryadi, 30. Diduga sebagai pengepul burung rangkok, dia ditangkap polisi dan dijebloskan ke ruang tahanan Polsek Pesanggaran kemarin malam. Pria asal Perkebunan Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, itu dibekuk polisi di Pos Kaliagung, Perkebunan Sungailembu, Kecamatan Pesanggaran, saat membawa 17 ekor burung. Kapolsek Pe sa n g g a ran AKP Supriyadi mengatakan, selain menangkap Suryadi, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 17 ekor burung rangkok, satu unit sepeda motor Honda Gl Max bernopol W 3252 XY, dan sebuah tobos. Mantan Kapolsek Gambiran itu menuturkan, penangkapan Suryadi bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa selama ini pelaku ditengarai sebagai pengepul hewan lindung dan menjual burung-burung itu di daerah Pesanggaran. Mendapat laporan tersebut, polisi bersama petugas Polhut TNMB langsung melakukan penghadangan di Pos Kaliagung, Perkebunan Sungailembu. Bak gayung bersambut, setelah beberapa saat melakukan penghadangan, pelaku benar-benar melintas di jalur tersebut. Tanpa menemui kesulitan, polisi langsung menangkap Suryadi yang malam itu naik motor GL Max. “Sekarang pelaku dan barang bukti sudah kita amankan di mapolsek,” kata kapolsek. (azi/c1/aif)

Teken Surat Pertanyaan, Siap Dijatuhi Sanksi

ABDUL AZIZ/RABA

DIAMANKAN: Kapolsek Pesanggaran AKP Supriyadi saat menangkap pelaku kemarin malam.

SINGOJURUH - Jumlah penghuni lokalisasi Sumber Loh, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, terus berkurang. Sebab, mucikari dan pekerja seks komersial (PSK) yang beroperasi di tempat prostitusi terbesar di Banyuwangi itu kini banyak yang keluar dari lembah hitam. Ada sekitar tujuh mucikari dan seorang PSK yang menyatakan keluar dari dunia hitam. Rata-rata mereka sudah lanjut usia. Mereka adalah TK, 48, MS, 47, SR, 70, SM, 62, AN, 38, AS, 48, dan AG, 42. Kebanyakan mereka tinggal di Dusun Pandang Bulan, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh. Niat mucikari alih profesi itu bukan main-main. Buktinya,

Kaus BEC Mulai Diburu MENDEKATI pergelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) pada 18 November mendatang, mulai banyak yang memburu kaus BEC di outlet KaOsing. ‘’Sudah seminggu ini, ada saja yang beli kaus edisi khusus BEC. Mungkin saja mereka takut kehabisan sehingga tidak bisa mengoleksinya,’’ papar Tasya Madina. Pengelola outlet KaOsing di Jalan A. Yani 93C (50 meter arah selatan kantor Pemkab Banyuwangi) itu menambahkan, desain kaus BEC produksi tim kreatif KaOsing sangat unik. Yakni, menampilkan gambar barong asli dengan tulisan ‘’BEC 2012, Banyuwangi Ethno Carnival’’. Desain tersebut makin elegan dalam dua cetakan sablon. Ada yang berwarna, juga ada yang klasik. Kedua desain itu dicetak pada kain combed oatmeal misty 30S yang lembut. Selain itu, juga ada warna putih.

Kaus BEC putih sangat digemari para pembeli sehingga saat ini sudah sold out. Kini, tim kreatif KaOsing sedang ngebut men cetak kembali kaus BEC warna putih tersebut. Sebab, banyak sekali yang memesannya.

‘’Begitu selesai ce taknya, akan langsung kami hubungi para pembeli yang sudah inden,’’ tandas Tasya. Bagi para kolektor kaus KaOsing kini bisa memilih belasan desain yang baru dirilis. Seperti produkproduk sebelumnya, desain terbaru juga mengandalkan kekuatan kreatif pada kata dan kalimat khas Banyuwangi. Tetap mengangkat tema kekayaan budaya dan pariwisata yang ada di Bumi Blambangan. Cocok sekali untuk suvenir dan oleh-oleh bagi sanak famili dan kolega yang ada di luar kota. (adv)

mereka menyertakan surat pernyataan dan disaksikan pemerintah desa dan kecamatan setempat. Camat Singojuruh Nanik Machrufi mengakui bahwa ada beberapa PSK dan mucikari yang beralih profesi. Sebab, pekerjaan yang selama ini mereka geluti terlalu pahit diteruskan. ‘’Mereka alih profesi berdasar pertimbangan sendiri dan tanpa ada unsur paksaan,’’

katanya kemarin. Menurut dia, para mucikari dan PSK tersebut bakal menjalani kehidupan yang lebih baik. Mereka juga berjanji bakal menggeluti pekerjaan yang halal. ‘’Keinginan kuat mereka beralih profesi juga atas dorongan pemerintah,’’ jelasnya. Sementara itu, dalam surat pernyataan masing-masing menyebutkan bahwa mereka

memutuskan berhenti sebagai mucikari dan PSK dan ingin menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermartabat. Dalam surat pernyataan yang disaksikan Kepala Desa Benelan Kidul, Sugeng Widodo dan Camat Singojuruh, Nanik Machrufi itu, mereka juga siap menerima sanksi dan jika perlu diproses sesuai undang-undang yang berlaku. (ton/c1/aif)

PEDULI SOSIAL: Perwakilan Pura Jagatnatha Anak Agung Ngurah Rai Iswara, Presiden Direktur FIF Suhartono, Direktur FIF Sutjahja Nugroho, dan Kabag Kesra Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Mataram saat penyerahan bantuan oleh FIF kepada Pura Jagatnatha, Denpasar. ISTIMEWA

FIF Peduli Pura Agung Jagatnatha DENPASAR - Suasana Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Bali diramaikan oleh kunjungan manajemen PT. Federal International Finance (FIF). Kunjungan tersebut dalam rangka kegiatan sosial perusahaan, sebagai bagian dari rangkaian acara rapat pimpinan (rapim) FIF 2013 di Bali. Kegiatan sosial yang dilaksanakan mencakup bantuan dana punia untuk pura, perlengkapan pemangku pura, penghijauan, kebersihan lingkungan, dan sumbangan buku untuk perpustakaan pura. Acara dimulai dengan kegiatan kerja bakti pembersihan area pura oleh tim Cabang FIF Denpasar, setelah pura menjalani kegiatan upacara 50 tahunan sehari sebelumnya. ”Kami sangat berterima kasih atas kepedulian FIF terha-

dap Pura Agung Jagatnatha yang telah berdiri sejak tahun 1953. Di mana ini merupakan pura terbesar di Kota Denpasar. Pura ini selain sebagai tempat sembahyang umat Hindu yang merupakan mayoritas di Bali, juga menjadi objek wisata sejarah-keagamaan,” kata Sekretaris Daerah Denpasar, Anak Agung Ngurah Iswara. Pura yang merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) itu memiliki rancang bangunan yang sangat indah. Dipenuhi dengan berbagai ornamen etnik dan religius. Penyerahan bantuan yang pertama yaitu penyerahan dana senilai Rp 50 juta yang diperuntukkan bagi kebutuhan operasional pura, baju pemangku adat, sumbangan buku-buku leadership untuk menjadi koleksi

perpustakaan pura serta penanaman pohon Jepun Bali oleh Suhartono, Presiden Direktur FIF. Penyerahan bantuan lainnya yaitu pemasangan tong sampah permanen secara simbolis oleh Sutjahja Nugroho, Direktur FIF. Tong sampah tersebut rencananya akan dipasang di 4 titik di sekitar pura. ”Seluruh kegiatan sosial yang dilakukan FIF tidak terlepas dari salah satu filosofi Catur Dharma Astra yaitu menjadi aset yang bermanfaat bagi bangsa dan negara dengan menyeimbangkan antara kinerja perseroan dengan tanggung jawab sosial,” ujar Suhartono. Kegiatan sosial FIF mencakup empat pilar yaitu di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan lingkungan. (adv)

Usia Menanjak Naik, PLN Kampanye Anti Suap BANYUWANGI - PT. PLN (Persero) genap berusia 67 tahun. Pada usia yang terbilang matang ini, perusahaan listrik milik negara ini tidak henti-hentinya berupaya memperbaiki kualitas layanannya. Tantangan yang semakin berat dianggap sebuah peluang untuk tetap memegang komitmen yang lebih baik. “Sebagai sebuah perusahaan yang memberikan pelayanan, PLN dituntut untuk memberikan kepuasan terhadap pelanggannya,” kata Manajer Area PLN Banyuwangi, Ir. Agung Surana saat melepas jalan sehat memeringati HUT PLN ke-67, Minggu (4/11). Agung menyadari, tantangan perusahaan kedepan akan semakin berat. Akan tetapi seberat apapun tantangan itu bila berkomitmen dan bersama-sama menghadapinya akan menjadi peluang untuk sukses sesuai tema tahun ini, Bekerja, Bekerja, Bekerja. Keluhan dari masyarakat tentang kualitas layanan yang belum prima baik dari pelanggan maupun stake holder lainnya masih banyak diterima, termasuk keluhan tentang seringnya terjadi padam listrik, jeleknya kualitas tegangan, kesalahan baca meter, dan masih ada oknum PLN yang bertindak sebagai calo dan masalah lainnya. “Ini yang menjadi salah satu fokus PLN untuk memperbaiki secara internal. Untuk itu, tema HUT PLN ke 67-adalah perusa-

haan tanpa korupsi, tanpa suap,” jelas pria yang pernah bertugas di PLN Jakarta itu. Dalam kesempatan itu, Agung membeberkan jika selama tahun 2012 ini, PLN Banyuwangi mencapai kinerja yang bagus. Seperti, penambahan jumlah pelanggan baru. Dimana semester pertama, pelanggan baru mencapai 30.605 sementara di semester kedua mencapai 68.011 pelanggan baru. Di tiga bulan terakhir, misalnya, bulan Juli jumlah pelanggan baru mencapai 13.024, Agustus 14.801 dan September mencapai 16.515 pelanggan baru. Dijelaskan, program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan Listrik (Grasss 2) sangat efektif dalam mencapai kinerja jumlah pelanggan baru di Banyuwangi. Program Grasss 2 ini untuk mengatasi daftar tunggu permintaan sambungan listrik yang masih ada. “PLN telah membangun jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 53,747 KMS, saluran udara tegangan menengah (SUTM) sepanjang 12,10 KMS dan membangun gardu distribusi baru sebanyak 53 unit dengan total kapasitas 8.370 kVA,” kata Agung. Sementara itu, kemeriahan jalan sehat HUT PLN ke-67 ini diikuti oleh seluruh keluarga besar PLN Banyuwangi, masyarakat umum, mitra PLN, perbankan, dll. Jalan sehat ini memberikan door prize elektronik. (adv)

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

SEHAT BERSAMA PLN: Agung Surana melepas peserta jalan sehat, pada Minggu (4/11). MENGULAR: Peserta jalan sehat HUT PLN ke 67 diikuti masyarakat umum, keluarga besar PLN dan mitra PLN.

Ir. Agung Surana

LANSUNG BAWA PULANG: Peserta jalan sehat mendapat televisi 32 in didampingi Agung Surana (dua dari kiri) bersama mitra PLN, dari perbankan dan Direktur Radar Banyuwangi A. Choliq Baya.

GAME: Selain jalan sehat, HUT PLN juga dimeriahkan dengan lomba-lomba dengan hadiah uang tunai. MENGHIBUR: Rangkaian acara jalan sehat dimeriahkan tarian tradisional.


KOMUNIKASI BISNIS

28

Kamis 8 November 2012

PCM Rogojampi Bangun Panti Asuhan ROGOJAMPI–Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rogojampi mulai membangun panti asuhan di kompleks Perguruan Muhammadiyah Jalan KH. Hasyim Asy’ari Nomor 38 Rogojampi. Gedung tersebut diberi nama Panti Asuhan Yatim Husnul Hotimah. Dimulainya pembangunan gedung berkapasitas 22 anak, itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh PCM Rogojampi, pada 5 November 2012 lalu. Pembangunan gedung seluas 230

meter persegi itu ditargetkan rampung 10 Februari 2013. Ketua PCM Rogojampi H. Aditya Warman menuturkan, gedung itu dibangun dengan visi menjadikan panti asuhan sebagai lembaga sosial dan pendidikan. “Sebagai dakwah yang mampu menghasilkan kader Islam dan bangsa yang berkualitas serta mandiri,’’ jelasnya. Selain visi mulia tersebut, kata dia, adanya panti asuhan itu demi meningkatkan kuantitas pelayanan. Kualitas pelayanan terhadap anak-anak yatim juga menjadi

prioritas. “Misi kita adalah menampung anak-anak yatim yang kurang mampu untuk bisa belajar pendidikan dengan gratis,’’ terang ketua yang menjabat dua periode itu. Dia menegaskan, status panti asuhan itu adalah bangunan wa kaf. Sedangkan, pemiliknya adalah Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang notabene sebagai induk organisasi yang berbadan hukum. “Pendirinya Pimpinan Cabang Muhammadiyah Rogojampi. Dengan bertambahnya gedung

ini, Banyuwangi sudah punya tiga panti asuhan milik Muhammadiyah,’’ urainya. Sejauh ini, lanjut dia, gedung panti asuhan tersebut ditunjang berbagai sarana prasarana yang memadai. Antara lain, TPA Melati Rogojampi, PAUD dan TK Aisyiah Bustanul Athfal, SMP Muhammadiyah 11 Rogojampi, dan SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi. “Semua fasilitas itu sangat memadai,’’ cetusnya yang diamini ketua panitia pembangunan Hari Wahyudi, kemarin. (ton/adv/irw)

SOSIAL : Pengurus PCM Rogojampi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Panti Asuhan di kompleks Perguruan Muhammadiyah Rogojampi, Senin lalu. ISTIMEWA

Terbentuk Asosiasi SIDAT Dikukuhkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan

SINGOJURUH–Even turnamen sepak bola di LPMD Cup 2012 di Lapangan Bung Saihul, Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh, berlangsung meriah. Perhelatan tersebut ramai suporter. Rata-rata penonton yang hadir mencapai seribu orang. Gelaran turnamen tersebut dimulai 30 September 2012. Kini, kejuaraan yang memperebutkan hadiah total Rp 10 juta itu memasuki tahap 16

besar. Antusiasme penonton dipicu banyak pemain berkelas, yang ikut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Kepala Desa Gambor, Ahmad Saihul mengungkapkan, sejumlah pemain top ikut dalam beberapa tim. Sebut saja, Nur Cahyo dan Mahsun Bukhori. Dua puggawa Persewangi itu menjadi daya tarik tersendiri. “Para pemain dari luar daerah juga banyak yang ikut. Semua pemain sangat sportif,’’ ung-

kapnya kemarin. Dijelaskan, kegiatan tersebut semata-mata untuk meningkatkan pretasi dalam dunia sepak bola. “Yang terpenting adalah bagaimana sepak bola di Banyuwangi semakin maju. Salah satunya, ya ini dengan mengadakan turnamen,’’ paparnya. Terkait hal itu, Camat Singojuruh Nanik Machrufi mendukung langkah pemerintah desa tersebut. Sebab, turnamen tersebut memotivasi supaya

memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. “Itu juga untuk menjalin kekompakan persatuan dan kesatuan,’’ tuturnya. Sesuai rencana, turnamen yang digagas pemerintah desa tersebut bakal berakhir pada akhir bulan ini. Turmanen sepak bola tersebut diikuti 50 tim se Banyuwangi. “Rencana final akan dilangsungkan pada 25 November 2012 ini,’’ ungkap Kades Saihul. (ton/adv)

GENTENG- Satu lagi terobosan dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banyuwangi, untuk menjalankan program Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas tentang gerakan 10 ribu kolam di pekarangan. Kemarin pagi (7/11), DKP mengukuhkan terbentuknya Asosiasi SIDAT yang dirangkai pelatihan di Balai Pembenihan Ikan di Kaputih, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Acara tersebut dihadiri Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP Suryono Bintang Samudra. Suryono mengatakan, budidaya SIDAT merupakan komoditas baru yang dikembangkan di Banyuwangi, karena nilai ekonominya sangat tinggi. “Wilayah Banyuwangi yang potensi airnya melimpah, sangat tepat untuk

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

ISTIMEWA

POSE BARENG: Camat Singojuruh Nanik Machrufi bersama dua tim kesebelasan dan ofisial sebelum pertandingan Selasa lalu.

Turnamen LPMD Cup Gambor Meriah

• Rumah Rogojampi •

ABDUL AZIZ/RaBa

SAMBUTAN: Kabid Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra memberi kata sambutan kemarin.

mengembangkan budidaya SIDAT ini,” tuturnya. Dia menuturkan, pembentukan asosiasi itu diharapkan bisa menjadi wadah terbentuknya pola jaringan kemitraan untuk memudahkan pengadaan dan pengembangan benih, sarana prasarana, dan pemasaran SIDAT. Suryo-

no menjelaskan, program budi daya SIDAT ini sejalan dengan program Bupati Anas tentang ge rakan 10 ribu kolam di pekarangan. “Jadi ini merupakan bagian dari kegiatan untuk mendukung gerakan 10 ribu kolam yang sudah dicanangkan Bapak Bupati,” tandasnya. (azi/adv/irw)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Perum Bunga Residence •

• Souvenir •

• Peluang Usaha •

• Prima Mobil •

• Carry Futura ‘94 •

Dijual rumah Perum Bunga Residence bl o k A 3 1 LT. 1 0 4 m 2 , S H M , h u b : 081358639444/085646477168

Trm pesnan souv nikah ultah promo ktr, TK sklh, pulpen, jam, mug, kaos, pin, Gaci Efod 0333417992, 081913906633. Murah!

Anda punya modal mini 50jt? Ingin dikembangkan dalam bentuk real bbrp usaha tanpa hrs anda tangani sendiri&tiap bln trima keuntungan pasti? Hub 03338926109

New Car, PUT120SS, Pajero, PUL300, All New Avanza, Rush, New Inova, Agya, All New Xenia, Terios, PU Granmax, Ayla, AllNew Jazz, All New CRV, Brio, Freed, Ertiga, APV, dll. Hub 0333411655, 0811301676

Dijual Carry Futura 1.3 Relvan th ‘94, P Bwi, harga nego. Hub: 085233896483

SITUBONDO • Jl. Plaosa • Djl Rmh LT=195m2, LB=195m2. 5K.Tdr. Jl. Plaosa No.4 STB Hub:085335812288 Dijual rumah SHM, IMB, Jl. Hasyim Asyari Rogojampi. LT 400m2, LB 200m2. Hubungi: 085258324200 - 082143389807

• Lemari Etalase • Dijual Lemari Etalase P150XL90XT250 & 4 rak Dsply P238L53T250. Kond bgs ex. TK. Chicha Bwi/7779889/082141474733

• Rental Mobil • Bwi Rent menyewakan CRV, Innova, Avanza, dll, D/T, sopir. Hubungi: 081333317110

SITUBONDO

• Civic Verio ‘97 •

• Grand Vitara •

• Pajero Sport ‘10 • Pajero Sport Exceed th 2010, warna hitam, tangan pertama, ex dokter, istimewa. Hubungi: 081358864541

• Peluang Usaha •

Djual cpt sedan Civic Verio ‘97, 90jt nego, merah met, mlik prbdi. H: 085236193224

• Honda Genio ‘94 •

Edukasi FOREX melatih menjadi trader yg handal dg metode treding yg trarah & trget profit konsisten. Hub: 081252341466

• Toyota Vios ‘05 •

Dijual Honda Genio ‘94 hitam, manual R16, N. Malang, Hrg 74jt. Hub: 085 233 922888

Dijual Toyota Vios th 2005, kondisi mesin bagus, atas nama pembeli, warna tinggal pilih. Hrg 77jt nego. H: 085258552222

Dijual Grand Vitara 2007 JLX, harga 167 juta nego, bisa cash / kredit atau bisa tukar tambah. Hubungi 08123453975 – 081335897888

• Perum Kalirejo Permai • Dijual rumah siap huni LT. 84m2, LB: 47m2, Perum Kalirejo Permai. Jl. Belimbing NN/13. Hubungi: 085236003081

• Jl. Ikan Gurami •

BANYUWANGI • Toko + Rumah Genteng •

Dijual rmh Jl. Ikan Gurami 20 LT894 LB515, SHM, hub: 08175214082 / 08883855586

Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 GtgBwi. H. Sugiarto, 081233499888, 03170338181

• Dikontrakkan •

• Jl. Agus Salim •

Dikontrakkan rmh Jl. Mendut 61 Bwi. Hub: 0318419288 / 0333413973 / 081230614069

Dijual Ruko 2Lt, lok Jl. KH. Agus Salim blkg Untag, Bwi. Hub: 081233669969

• Toyota Innova 2010 •

• Honda Jazz ‘06 •

• Kijang LGX ‘01 •

Dijual Toyota Innova 2010 Solar, warna Silver, harga 228 juta nego, bisa cash & kredit atau tukar tambah. Hubungi: 08123453975 – 081335897888

Dijual Honda Jazz th 2006 idsi, warna silver stone, harga 131 juta, cash/ kredit, bisa tukar tambah. Hubungi 082142194111 – 081335897888

Dijual Kijang LGX Diesel tahun 2001, silver, harga 125 juta nego, bisa cash/ kredit atau tukar tambah, hubungi 082142194111 – 081335897888

• Isuzu Panther ‘01 •

• GranMax ‘09/’11 •

• Kijang LGX ‘02 •

Dijual Isuzu Panther lv tahun 2001, biru power window, spion mirror, harga 105 juta nego, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hubungi 082142194111 – 081335897888

Dijual Gran Max Pick-Up 09/011 1.5cc/1.3cc, harga 77,5 juta/82,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang LGX KF 80 STD tahun 2002, hitam metalik, harga 129,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Daihatsu Xenia ‘10 •

• Suzuki APV ‘10 •

• Toyota Innova ‘05 •

Dijual Daihatsu Xenia F600RV-GMPF JU tahun 2010, hitam metalik, harga 113,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Suzuki GC 415V APV DLX tahun 2010, hitam metalik, harga 113,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Kijang Innova E XW 41 (BSN) tahun 2005, hitam metalik, harga 135,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

BANYUWANGI • Galangan Kapal • Proses Cpt Tenaga Krja utk GALANGAN Kapal di Jepang : Gj. USD 1800-USD 2500, Australia: Gj. USD 1800USD2500, Non Peng. Umur Max.45thn Biaya bs ptng Gaji. Hub. 021-4208223. 082163331119 PT. B.J.P (tdk trma SMS)

BANYUWANGI • Kuliah Di Australia • Prgrm pmbiayaan kuliah smbl krj d Australia D1/ D2/D3/S1: Test, kls bhs, usia, mdical Cek, biaya pend 2 smstr, biya tnggal 1 kali d awal stdy, tket kbrgktn. Syrt & ktntuan brlk. Anda serius krm ke Media 03614012697 / 082340619744

BANYUWANGI • Tanah Tegal 1500m2 • Dijual Tnh Tegal 1500m2 (30x50) Mbolo, Jajag, untuk ternak ayam, ikan, harga 55juta. H: P. Edy 085237904629 (no SMS)

• Tanah & Bangunan • Dijual Tnh & Bangnn di Sumberayu Muncar, SHM 2074, LT 1650m2, LB 200m2, cck utk gudg & perumahn, TP. H: 082145163392

BANYUWANGI • STNK • Hlg STNK Nopol P 6081 VB, an. Jl. Sekardalu 03/03 Kel. Temenggungan

• BPKB • Hlg BPKB Nopol P 3752 ZG, an. Rudi Susanto. Lugonto RT01/04 Rogojampi

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK Nopol P 6277 EK, an. Osman Mimbaan, Kec. Panji, Situbondo


BALJEBOL

Kamis 8 November 2012

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Achmad Divonis Setahun

PENGANIAYAAN

Dihajar Saat Nonton Motorkros BONDOWOSO - Hairud Dakirin, 21, warga Desa/Kecamatan Binakal dihajar saat nonton lomba motorkros di lapangan Sumbersari, kecamatan Maesan pada Minggu lalu (4/11). Diduga kuat, dia dihajar oleh YG, 21, warga Bataan Tenggarang, seorang kroser dan teman-temannya. Masih untung korban bisa melarikan diri. Lalu, melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Maesan. Dan Rabu kemarin (7/11), korban bersama orang tuanya, yakni Suprapto dan kuasa hukumnya, Sido Gatut SH mendatangi Mapolsek Maesan untuk lapor polisi. Korban juga membawa hasil visum dan meminta pada penegak hukum untuk segera memproses penganiayaan itu. ”Anak saya ini hanya menonton lomba motorkros kok malah dianiaya,” ungkap Suprapto, kemarin. Suprapto menceritakan, saat itu YG yang sedang mengendarai motor trailnya menyenggol peserta lomba lainnya yakni Dana Putra, 21, seorang kroses asal Jember. Sehingga, Dana Putra terjatuh. (eko/hdi/jpnn)

Tiga Rekanan Kena Empat Tahun Penjara

INFRASTRUKTUR

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

MENGELUPAS LAGI: Kondisi aspal di Jalan MH Thamrin rusak lagi, meski baru saja diperbaiki.

Baru Diperbaiki, Jalan Rusak Lagi JEMBER - Kualitas aspal sepanjang jalan MH Thamrin, Desa/Kecamatan Ajung ternyata kurang bagus. Baru saja diperbaiki, ternyata jalan aspal sudah mengelupas kembali. Terlebih, jalur ini merupakan jalan provinsi yang setiap hari menjadi jalur alternatif kendaraan berat dari arah Banyuwangi menuju Surabaya. Sebelumnya, kondisi jalan yang rusak ini sudah diperbaiki dengan cara bagian bawahnya diberi batu kecil kemudian diaspal. “Rusaknya aspal dengan mengelupas ini bisa jadi karena mutu aspal kurang bagus atau memang cara pengerjaannya yang amburadul,” kata Supriyadi, warga setempat. Bahkan, kata dia, dengan rusaknya kembali Jalan MH Thamrin, banyak pengendara sepeda motor yang menjadi korban. Sampai-sampai warga memberi tanda dua drum di sekitar jembatan kecil di timur gudang PTPN X Kebon Gayasan Ajung agar pengendara berhati-hati. Terlebih lagi, beberapa kali pengendara sepeda motor terjatuh karena menghindari jalan yang rusak. “Kalau ini terus-menerus dibiarkan, makin banyak pengendara yang akan jadi korban,” ujarnya. (jum/c1/wnp/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

BOCOR: Petugas PDAM Jember berusaha menarik pohon yang menimpa kawat seling penguat pipa ukuran 8 dim ini.

Pipa PDAM Jebol Tertimpa Pohon JEMBER - Pipa PDAM ukuran 8 dim yang melintang di atas Sungai Bedadung di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Tegalbesar jebol setelah tertimpa pohon jenis Ringin Lanang. Ini terjadi saat beberapa karyawan PDAM memotong kayu dan menimpa pipa PDAM tersebut hingga bocor. Padahal air PDAM tersebut untuk melayani warga di Jalan KH Shidiq. Menurut Taufan, direktur PDAM Jember, pohon besar tumbang di atas penguat saluran pipa ukuran besar dari tempat pengolahan air

PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk. KANTOR CABANG BANYUWANGI Jl. Jenderal Achmad Yani No. 12 Telp. (0333) 421444, 412285, 412777, 424888, Facsimile (0333) 424616, 412286 BANYUWANGI

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Nomor : B. 6211/KC-XVI/ADK/11/2012 Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996 dan Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi selaku pemegang Hak Tanggungan Peringkat Pertama atas kekuasaan sendiri akan menjual Obyek Hak Tanggungan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember dan berdasarkan Surat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember Perihal Penetapan Hari dan Tanggal Lelang, terhadap : 1. Debitur : MARYATI, Alamat: Dsn. Tegalpakis Rt.02 Rw.01 Ds. Kalibaruwetan, Kec. Kalibaru, Kab. Banyuwangi. a. Tanah kebun, Luas : 2.050 m2, SHM No. 955 a/n. MATDJURI, Ds. Kalibarukulon, Kec. Kalibaru, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 47.000.000,- (Empat Puluh Tujuh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 385 m2, SHM No. 1541 a/n. MARYATI, Ds. Kalibaruwetan, Kec. Kalibaru, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 145.000.000,- (Seratus Empat Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 44.000.000,- (Empat Puluh Empat Juta Rupiah). 2. Debitur : FATKHUROHMAN, Alamat: Dsn. Kedungringin Rt.03 Rw.02 Ds. Tratas, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 215 m2, SHM No. 167 a/n. FATKURROHMAN, Ds. Kedungringin, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 108.000.000,- (Seratus Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 33.000.000,- (Tiga Puluh Tiga Juta Rupiah). 3. Debitur : PODO SANTOSO, Alamat: Dsn. Muncar Rt.02 Rw.03, Ds. Kedungringin, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 245 m2, SHM No. 491 a/n. PODO SANTOSO, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 184.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 56.000.000,- (Lima Puluh Enam Juta Rupiah). 4. Debitur : MUHAMMAD ALI, Alamat: Jl. Batur Rt.02 Rw.02 Kel. Singotrunan, Kec./Kab. Banyuwangi. a. Tanah pekarangan, Luas : 450 m2, SHM No. 810 a/n. MUHAMMAD ALI, Kel. Tamanbaru, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 180.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 54.000.000,(Lima Puluh Empat Juta Rupiah). 5. Debitur : SELAMET WIDODO, Alamat: Jl. Citarum 13 Rt.03 Rw.02, Kel. Panderejo, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 164 m2, SHM No. 1777 a/n. SELAMET WIDODO, Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 36.000.000,- (Tiga Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 11.000.000,- (Sebelas Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 113 m2, SHM No. 3346 a/n. AGUS PRANOTO, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 67.000.000- (Enam Puluh Tujuh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 21.000.000,- (Dua Puluh Satu Juta Rupiah). c. Tanah bangunan, Luas : 590 m2, SHM No. 436 a/n. 1. SELAMET WIDODO 2. ROHIMAH, Ds. Banjarsari, Kec. Glagah, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 598.000.000,- (Lima Ratus Sembilan Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 180.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Juta Rupiah). d. Tanah bangunan, Luas : 394 m2, SHM No. 873 a/n. 1. SELAMET WIDODO 2. ROHIMAH, Kel. Panderejo, Kec./ Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 339.000.000,- (Tiga Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 102.000.000,- (Seratus Dua Juta Rupiah).

di Villa Tegal Besar, Kaliwates. “Karena ada pohon yang tumbang di bagian kawat penyangga pipa, akhirnya dilakukan pemotongan,” kata Taufan yang kemarin turun langsung ke lokasi. Menurut Taufan, pipa PDAM bocor setelah pipa ukuran 8 dim tertimpa pohon. “Untuk sementara, air yang menuju pelanggan di wilayah Jalan KH Shidiq untuk dimatikan dulu,” ujarnya. Untuk menurunkan kayu yang tumbang di atas pipa, terpaksa harus ditarik dari bawah sungai. (jum/c1/wnp/jpnn)

JEMBER – Achmad Sudiyono, mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember yang menjadi terdakwa perkara korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2010 senilai miliaran rupiah, harus menerima kenyataan pahit. Majelis hakim Pengadilan negeri (PN) Tipikor Surabaya menjatuhkan vonis bersalah terhadap Achmad. Pria yang kini menjabat Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumberdaya Mineral (Disperindag dan ESDM) Pemkab Jember ini, divonis satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara. Majelis Hakim PN Tipikor Surabaya yang terdiri dari Dame Pandiangan, Syahman Girsang menyatakan, Ahmad Sudiyono terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tipikor dana DAK 2010. Putusan yang sama juga dijatuhkan untuk enam terdakwa lainnya dalam perkara korupsi DAK Dispendik Jember ini. Vonis bersalah juga dijatuhkan kepada Bagus W selaku PPK Dispendik, Sumardi (Ketua Lelang), M. Nurrohmadan (penerima barang), Sugeng (pemeriksa barang), Malaisondi (pemeriksa barang), dan Sujarwono selaku pemeriksa barang. Masing-masing divonis hukuman satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta, subsider 1 bulan kurungan. Justru, vonis lebih berat dijatuh-

kan majelis hakim kepada tiga rekanan DAK Dispendik Jember 2010. Mereka adalah Arif A selaku rekanan buku SMP, Abdul F (rekanan Buku SD), dan Usman Hadi selaku rekanan alat olahraga. Ketiganya divonis empat tahun kurungan penjara. Vonis untuk Achmad Sudiyono dan enam terdakwa dari Dispendik Jember ini hampir sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Sedangkan putusan yang dijatuhkan kepada tiga rekanan DAK Dispendik Jember, jauh lebih berat dari tuntutan JPU. Achmad dan sembilan terdakwa DAK Dispendik masing-masing dituntut satu tahun penjara dengan denda Rp 500 juta subsidair 3 bulan penjara. Hanya Bagus W selaku PPK yang dituntut lebih dari satu tahun penjara dengan nilai denda yang sama Rp 500 juta. “Pak Achmad Sudiyono memang divonis satu tahun penjara denda Rp 50 juta subsider 1 bulan,” ungkap Muhammad Nuril SH, penasehat hukum (PH) Achmad Sudiyono dan enam terdakwa dari Dispendik Jember saat dihubungi lewat telepon seluler, kemarin. Hanya saja, dalam putusan yang dibacakan dalam persidangan dengan agenda pembacaan putusan kemarin, majelis hakim I membuat Dissenting Opinion atau pendapat berbeda. “Dalam putusan itu ada Dissenting Opinion. Majelis hakim menyatakan Pak Achmad bersalah karena tidak melakukan pengawasan sebagai pengguna anggaran,” ungkap Nuril. (aro/c1/wnp/jpnn)

c. Tanah bangunan, Luas : 418 m2, SHM No. 2435 a/n. MASDUR, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 238.000.000,- (Dua Ratus Tiga Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 72.000.000,- (Tujuh Puluh Dua Juta Rupiah).

WIHARJA, Kel. Karangrejo, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 202.000.000,- (Dua Ratus Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 61.000.000,- (Enam Puluh Satu Juta Rupiah).

12. Debitur : KHALID S. KURDI, Alamat: Dsn. Jajangsurat Rt.02 Rw.01, Ds. Karangbendo, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 2820 m2, SHM No. 184 an. KHALID SALEH KURBI, Ds. Karangbendo, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 435.000.000,- (Empat Ratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 131.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Satu Juta Rupiah). b. Tanah kebun, Luas : 18250 m2, SHM No. 511 a/n. MUHAMAD AMOUDI, Ds. Kalibaru Manis, Kec. Kalibaru, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 685.000.000,- (Enam Ratus Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 206.000.000,- (Dua Ratus Enam Juta Rupiah).

29. Debitur : TUMININGSIH, Alamat: Jl. Hayam Wuruk No. 20 Rt.01 Rw.05 Kel. Penataban, Kec. Giri, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 52 m2, SHM No. 581 dan Luas : 81 m2, SHM No. 582 keduanya a/n. 1. ROCHMAN 2. TUMININGSIH, Kel. Penataban, Kec. Giri, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 197.000.000,- (Seratus Sembilan Puluh Tujuh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 60.000.000,- (Enam Puluh Juta Rupiah).

13. Debitur:H. ACH. MOSANNA, Alamat: JL. Sayu Gringsing 45 Rt.01 Rw.02, Kel. Kampung Melayu, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 135 m2, SHM No. 423, a/n. Haji Achmad Mosanna, Kel. Lateng, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 126.000.000,- (Seratus Dua Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 38.000.000,(Tiga Puluh Delapan Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 57 m2, SHM No. 564 a/n. HAJI ACHMAD MOSANNA, Kel. Kampung Melayu, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 21.000.000,- (Dua Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 7.000.000,- (Tujuh Juta Rupiah). c. Tanah bangunan, Luas : 80 m2, SHM No. 222 a/n. 1. MUSANNA 2. MAHWIYATUN, Kel. Kampung Melayu, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 90.000.000,- (Sembilan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 27.000.000,- (Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah). 14. Debitur : JOHAN, Alamat: Dsn. Jagalan Rt.02 Rw.04, Ds. Rogojampi, Kec Rogojampi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 108 m2, SHM No. 1640 a/n. JOHAN Pak SULASTRI, Ds. Rogojampi, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 53.000.000,- (Lima Puluh Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 16.000.000,- (Enam Belas Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 114 m2, SHM No. 1947 a/n. JOHAN, Ds. Rogojampi, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 52.000.000,- (Lima Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 16.000.000,- (Enam Belas Juta Rupiah). 15. Debitur : TRI MARIYONO, Alamat: Ds. Muncarlama Rt.01 Rw.04, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 100 m2, SHM No. 524 a/n. TRI MARYONO, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 171.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 52.000.000,- (Lima Puluh Dua Juta Rupiah). 16. Debitur : ABDUL WAHAB, Alamat: Dsn. Muncar Baru Rt.02 Rw.03, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 600 m2, SHM No. 928 an. ABDUL Wahab, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 420.000.000,- (Empat Ratus Dua Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 126.000.000,- (Seratus Dua Puluh Enam Juta Rupiah). 17. Debitur : BAWONO, Alamat: Kec. Kalibaru, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas : 420 m2, SHM No. 1369, a/n. BAWONO, Ds.s Kalibaruwetan, Kec. Kalibaru, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 102.000.000,- (Seratus Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 31.000.000,- (Tiga Puluh Satu Juta Rupiah). 18. Debitur : SUMAJI, Alamat: Dsn. Talunrejo Rt.03 Rw.01, Ds. Sembulung, Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 454 m2, SHM No. 475 a/n. SUMAJI, Ds. Sembulung, Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 116.000.000,- (Seratus Enam Belas Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 35.000.000,- (Tiga Puluh Lima Juta Rupiah). 19. Debitur : ABD. HARIS, Alamat: Dsn. Krajan Rt.03 Rw.04 Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 10315 m2, SHM No. 512 a/n. HANIYAH, Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 93.000.000,- (Sembilan Puluh Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 28.000.000,- (Dua Puluh Delapan Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 1004 m2, SHM No. 766 a/n. HANIYAH, Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 127.000.000,- (Seratus Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 39.000.000,- (Tiga Puluh Sembilan Juta Rupiah). 20. Debitur : NIKMAT P. LINDA, Alamat: Dsn. Alasmalang Rt.03 Rw.03, Ds. Alasrejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 677 m2, SHM No. 260 a/n. NIKMAT PAK LINDA, Ds. Alasrejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 155.000.000,- (Seratus Lima Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan : Rp. 47.000.000,- (Empat Puluh Tujuh Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 1245 m2, SHM No. 464 a/n. JULIATI, Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 60.000.000,- (Enam Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 18.000.000,- (Delapan Belas Juta Rupiah).

30. Debitur : HERMANTO, Alamat: Jl. MH Thamrin No. 17 Rt.01 Rw.01 Kel. Singonegaran, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 265 m2, SHM No. 1674 a/n. RONY CAHYADI, dan Luas : 424 m2, SHM No. 1675 an. RONY CAHYADI Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 621.000.000,- (Enam Ratus Dua Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 187.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Tujuh Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 202 m2, SHM No. 1679 an. RONI CAHYADI, Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 528.000.000,- (Lima Ratus Dua Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 159.000.000,- (Lima Puluh Sembilan Juta Rupiah). c. Tanah bangunan, Luas : 422 m2, SHM No. 1095 an. HERMANTO, tanah bangunan Luas : 1090 m2, SHM No. 1097 an. HERMANTO, tanah bangunan Luas : 480 m2, SHM No. 1096 an. LENY MARLINA, tanah bangunan Luas : 389 m2, SHM No. 1094 an. LENY MARLINA, tanah bangunan Luas : 85 m2, SHM No. 646 an. HERMANTO dahulu bernama THONG KIAN NYAN, tanah bangunan Luas : 250 m2, SHM No. 1013 an. LENY MARLINA dahulu bernama LAUW TJHUN JIN, tanah bangunan Luas : 146 m2, SHM No. 1012 an. LENY MARLINA dahulu bernama LAUW TJHUN JIN, tanah bangunan Luas : 1015 m2, SHM No. 1067 an. HERMANTO dahulu bernama THONG KIAN NYAN, Kel. Singonegaran, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 7.000.000.000,- (Tujuh Milyar Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 2. 100.000.000,- (Dua Milyar Seratus Juta Rupiah). 31. Debitur : RAMDAN, Alamat: Lingk. Sukowidi Rt.02 Rw. 03 Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 4590 m2, SHM No. 3018 & 3017 a/n. RAMDAN, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 2.700.000.000,- (Dua Milyar Tujuh Ratus Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 810.000.000,- (Delapan Ratus Sepuluh Juta Rupiah). 32. Debitur : SUJAI KOMAR, Alamat: Dsn. Muncar Baru Rt.02 Rw.02, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 528 m2, SHM No. 1461 a/n. SUJAI KOMAR, Mesin Freezer/Bitzer 30 HP komplit dengan kondensor, electromotor, evaporator, panel listrik dan accesoriesnya, kamar knock down berukuran 4 x 6 x 3,5 m dan 1 (satu) unit mesin Coldstorage, Freezer berikut instalasinya, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 1.932.000.000,- (Satu Milyar Sembilan Ratus Tiga Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 580.000.000,(Lima Ratus Delapan Puluh Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 396 m2, SHM No. 2421 a/n. SUJAI KOMAR dan 1 (satu) unit Cold Room ukuran 13x13x5 m beserta mesinnya/lengkap accessories dan panel listriknya, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 931.000.000,- (Sembilan Ratus Tiga Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 280.000.000,- (Dua Ratus Delapan Puluh Juta Rupiah). c. Tanah bangunan, Luas : 168 m2, SHM No. 2289 dan Tanah bangunan, Luas : 910 m2, SHM No. 2423, keduanya a/n. 1. SUJAI KOMAR 2. TITIK NURHIDAYATI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 210.000.000,- (Dua Ratus Sepuluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 63.000.000,- (Enam Puluh Tiga Juta Rupiah). d. Tanah bangunan, Luas : 140 m2, SHM No. 2654 a/n. SUJAI KOMAR, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 239.000.000,- (Dua Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 72.000.000,- (Tujuh Puluh Dua Juta Rupiah). e. Tanah bangunan, Luas : 165 m2, SHM No. 2655 a/n. TITIK NURHIDAYATI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 160.000.000,- (Seratus Enam Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 48.000.000,- (Empat Puluh Delapan Juta Rupiah). f. Tanah bangunan, Luas : 100 m2, SHM No. 3026 a/n. TITIK NURHIDAYATI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 101.000.000,- (Seratus Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 31.000.000,- (Tiga Puluh Satu Juta Rupiah). g. Tanah bangunan, Luas : 33 m2, SHM No. 3027 a/n. TITIK NURHIDAYATI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 9.000.000,- (Sembilan Juta Rupiah). h. Tanah bangunan, Luas : 1.295 m2, SHM No. 3181 a/n. Hajjah TITIK NURHIDAYATI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 1.750.000.000,- (Satu Milyar Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 1.750.000.000,- (Satu Milyar Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

21. Debitur : GINARTI, Dsn. Muncarbaru Rt. 03 Rw.05 Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 960 m2, SHM No. 1921 a/n. GINARTI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 329.000.000,- (Tiga Ratus Dua Puluh Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 99.000.000,- (Sembilan Puluh Sembilan Juta Rupiah).

33. Debitur : HARIONO, Alamat: Dsn. Yosowinangun Rt.08 Rw.03, Ds Jajag, Kec. Gambiran, Kab. Banyuwangi. a. Tanah kering, luas 1.870 m2, SHGB No. 1 a/n. WOEN KOK KON alias HARIONO, Ds. Sidorejo, Kec. Purwoharjo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 85.000.000,- (Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 26.000.000,- (Dua Puluh Enam Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, luas : 1285 m2, SHM No. 1 a/n. HARIONO, Tanah bangunan, Luas : 1.135 m2, SHM No. 840 a/n. HARIONO dahulu bernama WOEN KOK KON dan Tanah bangunan, Luas : 563 m2, SHM No. 1221 a/n. HARIONO dahulu bernama WOEN KOK KON, ketiganya terletak di Ds. Sidorejo, Kec. Purwoharjo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 452.000.000,- (Empat Ratus Lima Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 136.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Enam Juta Rupiah).

7. Debitur : KHIRUL ANAM GOZALI, Alamat: Dsn. Krajan Rt.02 Rw.02 Ds. Kalirejo, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 3.620 m2, SHM No. 00504 a/n. MOH. ARIFIN ABU, Ds. Rejoagung, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 68.000.000,- (Enam Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 21.000.000,- ( Dua Puluh Satu Juta Rupiah).

22. Debitur : ABDURAHMAN TAHER, Alamat: Dsn. Curahsawo, Ds. Sidodadi, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 1215 m2, SHM No. 447 a/n. ABDURAHMAN TAHIR, Ds. Sidodadi, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 74.000.000,- (Tujuh Puluh Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 23.000.000,- (Dua Puluh Tiga Juta Rupiah).

Lelang akan dilaksanakan pada : Hari / Tanggal : Kamis / 22 November 2012 Pukul : 10.00 WIB Tempat : Kanca BRI Banyuwangi (Lantai 3), Jl. A. Yani No. 12 Banyuwangi

8. Debitur : TUKIYONO, Alamat: Dsn. Kebunrejo Rt.04 Rw.02, Ds. Alasrejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan Luas : 1050 m2, SHM No. 255 a/n. TUKIYONO, Ds. Alasrejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 129.000.000,- (Seratus Dua Puluh Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 39.000.000,- (Tiga Puluh Sembilan Juta Rupiah).

23. Debitur : SUNIT ERNAWATI, Alamat: Dsn. MUncarbaru Rt.03 Rw.05, Ds. Tembokrejo, Kec Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 1118 m2, SHM No. 3252 a/n. SUNIT ERNAWATI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 75.000.000,- (Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 23.000.000,- (Dua Puluh Tiga Juta Rupiah).

Syarat-syarat Lelang : 1. Setiap peserta diwajibkan menyetorkan uang jaminan sesuai yang tertera dalam masing-masing point ke rekening Penampungan Lelang KPKNL Jember nomor : 143.0009894476 pada PT. Bank Mandiri Cabang Jember Alun-alun paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang telah efektif diterima, dengan menyebutkan identitas penyetor (dan kuasanya) serta nomor urut barang yang akan ditawar dan bagi peserta lelang penawarannya dianggap tidak sah apabila barang yang ditawar tidak sesuai dengan obyek yang disebutkan pada waktu menyetor uang jaminan. Terhadap barang yang sama setiap peserta hanya dapat mengajukan 1 (satu) penawaran. 2. Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis dalam amplop tertutup atau akan ditentukan kemudian saat pelaksanaan lelang. 3. Peserta lelang wajib melakukan pendaftaran kepada Pejabat Lelang dengan menunjukkan identitas diri dan bukti setoran asli/sah. 4. Peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang dapat mengambil kembali uang jaminan lelang tanpa dikenakan potongan apapun setelah lelang berakhir. 5. Pemenang lelang yang ditunjuk wajib melunasi harga lelang dan bea lelang sebesar 1% dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak ditunjuk sebagai pemenang lelang dan BPHTB sesuai ketentuan yang berlaku. 6. Apabila sampai dengan waktu yang telah ditentukan pemenang lelang belum melunasi harga lelang, maka pemenang lelang tersebut dinyatakan wanprestasi dan uang jaminan lelang menjadi milik Negara yang disetorkan ke Kas Negara. 7. Semua barang yang akan dijual dalam kondisi sesungguhnya, dilokasi dan dengan semua cacat dan kekurangannya, kami menganjurkan peminat untuk melihat, memeriksa obyek yang bersangkutan sebelum mengikuti pelelangan. 8. Apabila karena sesuatu hal terjadi pembatalan / penundaan lelang terhadap salah satu barang atau beberapa barang tersebut diatas, pihak-pihak yang berkepentingan / peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan dalam bentuk apapun baik pidana maupun perdata kepada KPKNL Jember dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. 9. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Nomor Telepon (0333) 421444, 412285, 412777, 424888. 10. Syarat-syarat lainnya akan ditentukan pada saat lelang.

6. Debitur : HJ. MUSDALIFAH, Alamat: Dsn. Krajan Rt.02 Rw.10, Ds Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas : 285 m2, SHM No. 453 a/n. MUSDALIFAH, Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 191.000.000,- (Seratus Sembilan Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 58.000.000,- (Lima Puluh Delapan Juta Rupiah). b. Tanah kebun, luas : 21700 m2, SHM No. 300 a/n. MUSDALIFAH, Sarjana Sosial, Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 109.000.000,- (Seratus Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 33.000.000,(Tiga Puluh Tiga Juta Rupiah).

9. Debitur : NARAWI, Alamat: Dsn. Krajan Rt.05 Rw.10, Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 438 m2, SHM No. 328 a/n. NARAWI, Ds. Alasbuluh, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 62.000.000,- (Enam Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 19.000.000,- (Sembilan Belas Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 403 m2, SHM No. 756 a/n. Nyonya MARTINAH, Ds./Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 156.000.000,- (Seratus Lima Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 47.000.000,- (Empat Puluh Tujuh Juta Rupiah). c. Tanah bangunan, Luas : 236 m2, SHM No. 857 a/n. SURYATI Bok LUKMAN HAKIM, Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 106.000.000,- (Seratus Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 32.000.000,- (Tiga Puluh Dua Juta Rupiah). 10. Debitur : TRI WAHYUDI, Alamat: Dsn. Sempi Rt.03 Rw.03, Ds. Karangbendo, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah sawah, Luas : 6.540 m2, SHM No. 70 a/n. TRI WAHJUDI SUJONO, Ds. Kaotan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 184.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 56.000.000,(Lima Puluh Enam Juta Rupiah). b. Tanah sawah, Luas : 3540 m2, SHM No. 236 a/n. TRI WAHYUDI dahulu bernama OEI TJIE LIEK, Ds. Kaotan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 30.000.000,(Tiga Puluh Juta Rupiah). c. Tanah sawah, Luas : 2345 m2, SHM No. 237 a/n. TRI WAHYUDI dahulu bernama OEI TJIE LIEK, Ds. Kaotan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 66.000.000,- (Enam Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah). d. Tanah bangunan, Luas : 225 m2, SHM No. 328 a/n. TRI WAHYUDI disebut juga TRI WAHJUDI SUJONO, Ds. Karangbendo, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 195.000.000,- (Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 59.000.000,- (Lima Puluh Sembilan Juta Rupiah). 11. Debitur : MASDUR, Alamat: Ds. Klatak, Kec. Klaipuro, Kab. Banyuwangi. a. Tanah, Luas : 3.890 m2, SHM No. 1491 a/n. H. AHMATAMIN disebut juga Haji AHMATAMIN, Kel. Kalipuro, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 53.000.000,- (Lima Puluh Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 16.000.000,- (Enam Belas Juta Rupiah). b. Tanah, Luas : 1.520 m2, SHM No. 1102 a/n. H. AHMATAMIN, Ds. Kalipuro, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 88.000.000,- (Delapan Puluh Delapan Juta). Uang jaminan Rp. 27.000.000,- (Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah).

24. Debitur : TUKIMIN, Alamat: Ds. Kedunggebang, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan Luas : 2.865 m2, SHM No. 780 a/n. RUSTINATUN, Ds. Kedunggebang, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 209.000.000,- (Dua Ratus Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 63.000.000,- (Enam Puluh Tiga Juta Rupiah). 25. Debitur : MOCH.YUSUF HASYIM, Alamat: Dsn. Curahuser Rt.05 Rw.01, Ds. Sumberanyar, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 253 m2, SHM No. 573 a/n. MOCHA,MAD YUSUF HASYIM, Ds. Sumberkencono, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 110.000.000,- (Seratus Sepuluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 33.000.000,- (Tiga Puluh Tiga Juta Rupiah). b. Tanah tegalan, Luas : 2350 m2, SHM No. 1 a/n. MOHAMAD SYAIFUDDIN ARIF, Ds. Sidowangi, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 32.000.000,- (Tiga Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah). 26. Debitur : AHMAD SAINULLAH, Alamat: Perum Griya Giri Mulya GH-08 Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 125 m2, SHGB No. 938 a/n. AHMAD SAINULLAH, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 125.000.000,- (Seratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 38.000.000,- (Tiga Puluh Delapan Juta Rupiah). 27. Debitur : MOCH. ACHYARUDIN, Alamat: Dsn. Curahsawo Rt.02 Rw.02 Ds. Sidodadi, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 370 m2, SHM No. 1865 a/n. JUMARI, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 57.000.000,- (Lima Puluh Tujuh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 18.000.000,- (Delapan Belas Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 1815 m2, SHM No. 642 a/n. Doctorandus MOHAMAD ACHYARUDDIN, Ds. Sidodadi, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 69.000.000,- (Enam Puluh Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 21.000.000,- (Dua Puluh Satu Juta Rupiah). 28. Debitur : THOMAS BUDI SARWONO., Alamat: Jl. Agus Salim No. 34 Kel. Tamanbaru, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, satu paket yang terdiri dari : Luas : 880 m2, SHGB No. 8; Luas : 1465 m2, SHGB No. 10; Luas: 1260 m2, SHM No. 486; Luas : 2770 m2, SHM No. 1922 a/n. MELIAWATI LIANITA dan Luas : 21480 m2, SHGB No. 13 a/n. THOMAS BUDI SARWONO, Ds. Gambiran, Kec. Gambiran, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 1.719.000.000,- (Satu MIlyar Tujuh Ratus Sembilan Belas Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 516.000.000,- (Lima Ratus Enam Belas Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 418 m2, SHGB No. 92 a/n. Nyonya LIEM MEE HUNG alias MELIAWATI LYANITA isteri BUDI

Demikian pengumuman lelang ini dan atas perhatian dan partisipasinya disampaikan terima kasih. Banyuwangi, 08 November 2012 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Ttd. Sulaeman Tahe Pemimpin Cabang


Ingin Tampil di Koran?

34

MLAKU

MANGAN

Caranya gampang! Cukup kirim ke radarbwi@gmail.com tentang pengalaman Anda pergi ke tempat-tempat wisata bersama keluarga, teman, atau si Dia. Anda juga bisa mengirim tips masakan, kue, maupun minuman. Maksimal tulisan satu halaman kuarto. Jangan lupa, sertakan juga foto-foto plus keterangannya. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

MEJENG

Kamis 8 November 2012

Fotografer Situbondo Luruk Kalibendo BANYUWANGI memiliki banyak tempat wisata menawan. Pantainya membentang panjang, hutan nan lebat, gunung di kanan-kiri, air terjun, dan hawa sejuk perkebunan. Jangan heran apabila digemari para turis asing. Begitu juga wisatawan dari luar daerah juga penasaran untuk berkunjung, termasuk para penggemar fotografi. Minggu (4/11) lalu, sembilan orang fotografer asal Situbon-

do bertandang ke Banyuwangi. Berkolaborasi dengan Banyuwangi Photography Community (BPC), komunitas jeprat-jepret itu menuju lokasi yang menjadi salah satu wisata favorit warga Kota Gandrung. Destinasinya adalah Perkebunan Kalibendo di Kecamatan Licin. Selain hawanya sejuk, hamparan pohon kopi dan karet juga menarik untuk dilihat dan dipotret. Apalagi, perkebunan ini terkenal memiliki

pemandian dan air terjun. Karena pemandangannya itu, perkebunan ini sering dijadikan tempat pemotretan pre wedding maupun syuting video klip. Salah satu penggemar fotografi asal Kota Santri, Situbondo, Arif Nur Faisal mengaku, awalnya dirinya tahu lokasi Kalibendo dari media jejaring sosial Facebook. Dia juga melihat beberapa foto hasil jepretan anggota BPC. Siapa sangka

lokasi aslinya sungguh memukau. Begitu sampai di lokasi, pria yang berprofesi sebagai kontraktor itu tidak mau melepas shutter kamera. “Banyak sekali yang bisa diabadikan, tidak hanya terfokus dengan model yang sudah ada, dan berlatar belakang perkebunan,” tutur pria yang akrab disapa Rif itu. Banyak objek foto menari di Kalibendo  Baca Fotografer...Hal 35

BPC For RaBa

HUNTING FOTO: Fotografer Situbondo bersama anggota BPC dan para model mejeng di depan bangunan kuno di Kalibendo.

Ketika Yamaha Merahkan Banyuwangi

Gelar Tiga Event, Edukasi Pentingnya Fuel Injeksi BANYUWANGI—Yamaha membuktikan diri sebagai salah satu produsen yang eksis memberikan berbagai even yang menghibur. Tidak tanggung-tanggung, tiga even sekaligus digelar pada Minggu (7/10) lalu. Even berskala regional itu dilakukan di tiga titik berbeda. Pertama, fun bike yang digelar di depan Gesibu Blambangan, untuk memperingati HUT TNI ke-67. Kegiatan itu diikuti ribuan biker yang menjelang siang dilanjutkan Drag Bike yang digelar Polres bersama Pemkab Banyuwangi, yang juga berhasil menyedot ribuan orang. Pada jam yang sama, Yamaha juga meramaikan Banyuwangi dengan Matic Music Fest (YMMF) 2012 di Giant Hypermarket Banyuwangi. “YMMF ini merupakan audisi ke-5 yang diikuti seluruh band di wilayah eks Karesidenan Besuki dan pemenangnya akan kita ikutkan di tingkat Jatim,” kata Bambang Setiabudi, Branch Manager PT. Rodasakti Suryarayamain dealer roda dua Yamaha. Dijelaskan, tujuan Yamaha menggelar even ini adalah memberikan informasi sekaligus mengedukasi masyarakat, jika motor injeksi Yamaha selalu diburu konsumen. Hingga saat ini, permintaan terhadap motor injeksi Yamaha meningkat. Seperti Mio-J, Jupiter Z1, Soul GT, dan V-Ixion, berkontribusi besar terhadap penjualan motor injeksi Yamaha. Pertumbuhan positif itu karena permintaan motor-motor injeksi Yamaha meningkat. Hal itu membuktikan kepercayaan konsumen akan motor injeksi Yamaha sangat

bagus. “Apalagi ditambah pengalaman sukses Yamaha menangani motor injeksi selama lebih dari lima tahun,” imbuhnya. Ditambahkan, motor terbaru All New Jupiter Z1 secara resmi telah diluncurkan. Motor ini disebut-sebut sebagai motor injeksi pertama yang telah memiliki teknologi fuel injection dengan performa tinggi. Sebab, lebih responsif, sehingga akan membuatnya lebih kencang untuk dikendarai. Selain itu teknologi mesin Jupiter Z1 ini telah mengadopsi teknologi motor balap untuk meningkatkan performa sebanyak 20 persen. Mudah pemakaian dan murah saat servis. Cara pemakaian motor fuel injeksi sama seperti karburator. Kelebihannya, bila mesin mengalami masalah, mudah sekali mengetahui di mana masalahnya. Dengan FI diagnostic tool masalah–masalah pada mesin motor mudah ditemukan dan mudah diatasi, sehingga tidak perlu menunggu lama di bengkel. BBM dan perawatan murah. Padahal sering diasumsikan motor canggih sama dengan mahal, tapi nyatanya tidak demikian. Semua motor fuel injeksi Yamaha didukung ketersediaan spare part asli Yamaha, yang harganya ter-

UJI COBA: Seorang konsumen menjajal Mio-J yang merupakan motor matik injeksi yang irit.

jangkau. Karena spare part FI Yamaha dapat dibeli per komponen atau modular. Selain itu, biaya perawatan servis terjangkau dan mesin fuel injeksi bisa menggunakan besin premium biasa yang harganya lebih ekonomis. Bambang menambahkan, bengkel resmi terlatih mengutamakan kepuasan pelanggan merupakan hal yang diutamakan Yamaha. Sebelum meluncurkan motor fuel injeksi, sarana dan prasarana yang mendukung perawatan motor fuel injeksi disiapkan terlebih dahulu, sehingga konsumen bisa dengan mudah melakukan perawatan. Apalagi, bengkel resmi Yamaha sudah ada di seluruh kota di Indonesia. Di setiap bengkel resmi Yamaha telah dilengkapi perawatan servis fuel injeksi, sehingga konsumen dengan mudah dan tidak perlu jauh–jauh untuk melakukan servis berkala. “Tak kalah penting semua mekanik Yamaha sudah tersertifikasi dalam menangani produk FI Yamaha,” jelas Bambang. Selain memberikan door prize untuk pembeli All New Jupiter Z1, Yamaha j u g a m e m b e r i k a n ke j u t a n h a d i a h kepada pembeli Mio-J dan Soul GT. Konsumen mendapat hadiah langsung berupa hand phone dan berkesempatan mendapatkan satu Mio-J (khusus wilayah Banyuwangi). “Jadi mumpung ada kesempatan, silakan mengunjungi diler Yamaha, customer service kami akan memberikan informasi sejelasjelasnya mengenai produk fuel injection Yamaha,” sarannya. (*/irw)

PENASARAN: Pengunjung berputar-putar untuk menikmati sensasi berkendara All New Jupiter Z1.

ISTIMEWA

TREN MENINGKAT: Sosialisasi FI oleh team SA service dan CCS bertujuan untuk mengenalkan teknologi Fuel Injection kepada masyarakat.

MENIMBANGNIMBANG: Calon konsumen mengorek informasi tentang keunggulan Yamaha terbaru.

HORE: Seorang konsumenYamaha mendapat kejutan uang tunai karena telah berani test rideYamaha.


BERITA UTAMA

Kamis 8 November 2012

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Penyidik Minta Bantuan Guru SLB n KOMPLOTAN... Sambungan dari Hal 25

Sebab, saat itu Enggar sudah membawa senjata tajam. Ketika melintas di Jalan Surati, Banyuwangi, dua pemuda tersebut melihat seorang wanita mengendarai sepeda motor. Keduanya pun membuntuti perempuan yang belakangan diketahui bernama Niken tersebut. Setelah posisi motor yang mereka tumpangi cu kup dekat dengan sepeda

motor perempuan yang baru saja pulang kerja di salah satu ho tel di wilayah Kecamatan Ka lipuro itu, keduanya pun melaksanakan niat jahatnya. Enggar mengiris tali tas laptop milik korban. Singkat cerita, Enggar dan Sarif kemudian bertemu Udin. Kepada Udin yang lebih senior, Enggar dan Sarif menceritakan penjambretan yang baru saja mereka lakukan. Bukannya menasihati kedua juniornya, Udin malah meminta uang

sebagai imbalan tutup mulut. Tidak cukup sampai di situ, Udin juga meminta bagian yang jauh lebih besar daripada dua penjambret itu. Uang tunai sebesar Rp 350 ribu di dalam tas itu dibagi kepada Enggar dan Sarif masingmasing sebesar Rp 100 ribu. Udin meminta jatah Rp 150 ribu. Seolah belum puas, Udin kemudian menjual satu unit telepon seluler (ponsel) merek Black Berry (BB) yang juga terdapat dalam tas hasil jambretan tersebut. Setelah ponsel

tersebut terjual, lagi-lagi Udin me minta bagian yang lebih besar. Uang hasil penjualan BB tersebut Rp 500 ribu. Bagikan kepada Enggar dan Sarif masingmasing Rp 150 ribu. Nah, yang Rp 200 ribu masuk kantong Udin. Sementara itu, sesaat setelah menjadi korban penjambretan, Niken mendatangi kantor polisi terdekat untuk melaporkan peristiwa yang dia alami. Polisi yang menerima laporan pun langsung melakukan pengejaran. Nah, akhirnya polisi berhasil

Denda Rp 100 Juta Subsider 6 Bulan n DIREKTUR... Sambungan dari Hal 25

Saat membaca berkas tuntutan di hadapan majelis hakim yang dipimpin Made Sutrisna, JPU Hari Utomo mengatakan bahwa sejumlah saksi yang sudah diajukan ke persidangan membenarkan Agus menjabat sebagai direktur keuangan di perusahaan pengalengan ikan yang berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, tersebut. Bahkan, Direktur Utama (Dirut) PT Maya, Hendri Sutandinata, menerangkan bahwa dirinya menyerahkan pengelolaan PT Maya kepada Agus, termasuk mengenai pengupahan, penerimaan, dan pemberhentian karyawan. JPU Hari menambahkan, saat dimintai keterangan sebagai terdakwa di persidangan, Agus membenarkan bahwa dirinya membayar upah buruh lepas A dan lepas B sebesar Rp 28 ribu per hari, atau sebesar Rp 700 ribu per bulan. Padahal, saat itu UMK Banyuwangi sudah Rp 824 ribu per bulan. Hari menambahkan, dalam persidangan se belumnya, Agus mengatakan bahwa buruh bulanan dan buruh harian di PT Maya dibayar sesuai UMK dan diikutkan Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja), se dangkan buruh lepas A dan lepas B sesuai “pasaran” di sekitarnya berkisar Rp 17 ribu sampai Rp 20 ribu. “Benar waktu ada pertemuan antara kepala bagian-kepala bagian, terdakwa (Agus), dan perwakilan buruh, ditemukan angka (upah buruh lepas A dan lepas B) Rp 28 ribu per hari, lalu dilaporkan kepada dirut di Jakarta. Setelah ada persetujuan Dirut, (pengupahan sebesar Rp 28 ribu per hari) baru dilaksanakan,” katanya saat membacakan pernyataan Agus pada sidang

sebelumnya. Menurut JPU Hari, keterangan ahli, yakni Agus Winarto, menyatakan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pe ngupahan buruh di PT Maya tahun 2010 di bawah UMK. “UMK berlaku untuk semua karyawan atau buruh, baik yang ada perjanjian maupun yang tidak ada perjanjian. Upah buruh tidak boleh di bawah UMK. Upah kerja diatur Pasal 88 sampai Pasal 98 UU RI Nomor 13 Tahun 2003. Jika ada kesepakatan antara pengusaha dan pekerja atau buruh mengenai upah yang dibayar lebih rendah daripada upah minimum yang ditetapkan, maka kesepakatan tersebut batal demi hukum,” terang Hari mengutip keterangan Agus Winarto. Nah, berdasar fakta-fakta di persidangan, JPU berpendapat bahwa Agus Wahyudin terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana membayar upah lebih rendah daripada upah minimum sesuai dakwaan Pasal 90 ayat (1) jo Pasal 185 ayat (1) UU RI Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan jo Peraturan Gubernur Jatim Nomor 69 Tahun 2009 tentang UMK di Jatim tahun 2010. Karena itu, JPU menuntut Agus Wahyudin dipidana penjara selama satu tahun dan membayar denda sebesar Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan. Hal yang memberatkan, terdakwa tidak merasa bersalah. Hal-hal yang meringankan, terdakwa sopan di persidangan, mempunyai keluarga yang harus dinafkahi, dan belum pernah dihukum. Usai JPU membacakan tuntutan, ketua majelis hakim menunda sidang hingga Rabu pekan depan (14/11). “Sidang kami tunda hingga Rabu pekan depan untuk memberi waktu terdakwa dan penasihat hukum mengajukan pembelaan,” tutur

Made Sutrisna. Sementara itu, dikonfirmasi usai sidang, perwakilan mantan buruh PT Maya Muncar, Geger Setyono, mengaku kecewa JPU menuntut Agus dengan hukuman setahun penjara. “Seharusnya JPU menuntut dengan tuntutan setinggi-tingginya, yakni kurungan empat tahun dan denda Rp 400 juta,” paparnya. Dikonfirmasi secara terpisah, tim penasihat hukum terdakwa, yakni Oesnawi dan M. Fahim, mengaku akan berusaha memberikan pembelaan semaksimal mungkin. “Kita akan memberikan pembelaan semaksimal mungkin sesuai faktafakta yang terungkap di persidangan,” kata Oesnawi didampingi Fahim. Seperti diberitakan sebelumnya, memberikan keterangan dalam kapasitas sebagai terdakwa Rabu bulan lalu (17/10), Agus merasa dirinya tidak menzalimi para buruh yang dibayar sebesar Rp 28 ribu per hari pada tahun 2010 lalu. Padahal, dia tahu UMK di Banyuwangi saat itu Rp 824 ribu. Itu artinya, jika dikalkulasi, upah yang seharusnya di bayar kepada setiap buruh sekitar 32 ribu per hari (asumsi dalam sebulan 25 hari kerja). Menurut Agus, PT Maya telah menerapkan pembayaran upah sesuai UMK kepada para pekerja bulanan dan pekerja harian. Bagi buruh lepas upah dibayar berdasar upah di perusahaan-perusahaan pengalengan ikan lain di wilayah Kecamatan Muncar. “Upah buruh lepas di PT Maya saat itu sudah lebih besar daripada upah buruh lepas di perusahaan-perusahaan lain di Muncar. Selain itu, pengupahan itu sudah melalui rapat yang juga dihadiri perwakilan buruh. Karena itu, saya tidak menzalimi para buruh karena mereka sudah setuju” terang Agus kala itu. (sgt/c1/bay)

Terpaksa Membunuh karena Diancam n BUNUH... Sambungan dari Hal 25

Sesampai di depan tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Sukomukti, Desa Kebaman, FA yang berada dalam posisi paling belakang menusuk perut Rima. Setelah itu, giliran FI mengek s ekusi Rima dengan dua tusukan di perut. Usai menghabisi nyawa Rima, FI dan FA membuang jasad gadis tersebut di sekitar jembatan yang berlokasi di Dusun Melik, Desa Parijatah Ku lon, Kecamatan

Srono, yang berbatasan dengan Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh. Setelah membuang jasad korban, kedua pemuda itu bergeser menuju Desa Wonosobo. Di sana FI dan FA membersihkan bercak darah di motor korban. Selanjutnya, FI menitipkan sepeda motor milik korban itu di rumah rekannya berinisial SL, juga warga Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. Dikonfirmasi usai re konstruksi, Wakapolres Banyuwangi Kompol Agus Wi do do mengatakan, bahwa rekonstruksi

sengaja tidak dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) dengan tujuan mempermudah pengamanan. “Juga agar tidak menimbulkan trauma,” ujarnya. Menurut Wakapolres Agus, motif pembunuhan sadis yang dilakukan dua anak baru gede (ABG) tersebut adalah demi memiliki sepeda motor korban. “Rekonstruksi berjalan sesuai keterangan kedua tersangka,” paparnya. Sementara itu, FA mengaku terpaksa menusuk perut Rima lantaran diancam FI. Menurut FA, awalnya dia hanya disuruh

memegangi tubuh Rima. Namun, sesampai di TKP dia malah disuruh membunuh. “Sebenarnya saya tidak tega. Tetapi, karena diancam, terpaksa saya lakukan. Waktu itu FI bilang, kalau saya tidak mau membunuh Rima, saya sendiri yang akan dia bunuh,” terangnya. Sementara itu, FI mengaku nekat menghabisi nyawa Rima hanya untuk menguasai kendaraan korban yang sebenarnya adalah teman dekatnya sendiri. “Motor tersebut akan saya jual untuk membayar utang. Utang saya sekitar Rp 3 juta,” tuturnya. (sgt/c1/bay)

Surat Dikirim 10 September 2012 n PENERBIT... Sambungan dari Hal 25

Pada kesempatan yang sama, Edy menjelaskan bahwa tim edit LKPD LKS Basa Using sudah mengirimkan surat permohonan maaf kepada seluruh pengguna LKS kelas IV SD/ MI semester I, karena ada kesalahan pada halaman 34 tentang biodata wabup. Melalui surat yang dikirim kepada para kepala SD/MI itu, lanjut Edy, pihaknya juga sudah memohon kepada para kepala sekolah untuk menyampaikan

hal tersebut kepada para guru muatan lokal Basa Using untuk memberitahu seluruh siswasiswi kelas IV di sekolah masingmasing. “Sehingga, para siswa tidak menelan mentah-mentah kesalahan penulisan nama wabup tersebut,” paparnya. Menurut Edy, surat permohonan maaf tersebut sudah di kirim jauh hari sebelum mencuatnya berita kesalahan pe nulisan nama tersebut. “Su rat permohonan maaf itu sudah kami kirim tanggal 10 September 2012 lalu,” terangnya.

Seperti diberitakan kemarin, ada sesuatu yang cukup menggelitik pada Lembar Kerja Siswa (LKS) Basa Using untuk siswa ke las IV SD di Banyuwangi. Setelah dicermati, terdapat kekeliruan cukup fatal pada LKS yang sudah beredar di kalangan siswa tersebut. Bagaimana tidak, di LKS yang hing ga kini belum diketahui penerbitnya itu ternyata ada kesalahan penulisan na ma Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi. Nama Wabup yang seharusnya Yusuf Widyatmoko tertulis Kartok Widyatmoko.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Banyuwangi, Wabup Yusuf Widyatmoko mengatakan, pihaknya tidak begitu risau dengan kesalahan ketik namanya di buku LKS tersebut. Namun de mikian, orang nomor dua di lingkungan Pemkab Banyuwangi itu mengimbau Dinas Pendidikan (Dispendik) segera memanggil pihak-pihak terkait untuk melakukan perbaikan. “Agar tidak terulang, Dispendik harus segera memanggil pihakpihak terkait, terutama penerbit buku tersebut,” ujarnya Senin lalu (5/11). (sgt/c1/bay)

Melaju di Jalan dengan Speed 100 Km/jam n PASPOR... Sambungan dari Hal 25

‘’Ini paspornya kurang dari enam bulan. Saya tidak akan memindai atau scan supaya tidak terbaca di pusat. Silakan jalan saja,” ujar petugas imigrasi tersebut. Alhamdulillah, sejauh ini lancar. Selama 2,5 jam penerbangan saya terus berdoa, semoga urusan imigrasi saat masuk Singapura juga lancar. Begitu mendarat pagi itu, saya langsung antre pemeriksaan imigrasi. Begitu dapat giliran pemeriksaan, perempuan petugas imigrasi di Bandara internasional Changi itu langsung memelototi paspor saya. Dia langsung menanyakan berapa lama saya akan tinggal di negeri itu. Dia juga menanyakan negara tujuan selanjutnya setelah saya keluar dari Singapura beberapa hari kemudian. Tidak lupa, dia juga meminta saya menunjukkan tiket penerbangan pulang. Begitu saya serahkan semua yang diminta, pe tugas imigrasi yang menggunakan

bahasa Inggris campur Melayu itu pun melunak. Dia langsung menasihati saya dengan nada yang datar. ‘’Ketika kamu kembali ke negaramu nanti, jangan lupa segera memperbarui paspormu. Ingat itu ya,” tuturnya dalam bahasa Inggris. Stempel kedatangan pun diketokkan dengan keras di paspor saya. Alhamdulillah, plong rasanya karena akhirnya diizinkan masuk Singapura meski paspor sudah nyaris expired. Saya pun bergegas melangkah menuju tempat pengambilan bagasi dan menjalani pemeriksaan akhir sebelum keluar bandara. Driver penjemput dari hotel sudah berdiri di depan pintu sambil memegang “sabak elektronik” bertuliskan nama Mr Saksono. Selanjutnya, mobil Mercedes Benz E350 warna silver itu melaju di jalanan

umum dengan speed rata-rata 100 Km/ jam. Kami menempuh jarak 23 kilometer dari Bandara Changi ke hotel The Elizabeth di kawasan Orchard dengan waktu hanya sekitar 20 menit. Itu pun sudah termasuk beberapa kali berhenti di persimpangan karena lampu merah menyala. Sementara itu, begitu urusan check in di hotel tuntas, saya harus bergegas mandi karena jadwal salat Jumat tinggal satu jam lagi. Saya butuh waktu agak lama mencari masjid terdekat di kawasan tersebut. Sebab, saat melihat gedung-gedung di sekitar tempat saya menginap, sepertinya tidak ada tanda-tanda ada masjid. (bersambung)

mengendus ponsel milik korban yang sudah dibeli seseorang tersebut. Aparat pun bekerja keras menelusuri pelaku penjambretan terhadap Niken. Penelusuran polisi tertuju kepada Udin, Enggar, dan Sarif. Ketiga pria penyandang tu nawicara itu pun diciduk dan langsung digiring menuju Polres Banyuwangi. Keterbatasan fisik tiga pria

yang ditengarai kuat terlibat penjambretan itu tentu saja menyulitkan aparat dalam melakukan proses penyidikan. Untuk menyiasati dalam berko munikasi, polisi men datangkan seorang pengajar di SLB Banyuwangi. “Hasilnya, ketiganya memang ditengarai kuat terlibat penjambretan ter h adap korban (Niken),” ujar Kasatreskrim Polres Ba-

nyuwangi, AKP Bagus Ichwan, melalui Kanitpidter Aipda Sastro Mulyono kemarin (7/11). Aipda Sastro menambahkan, untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, ketiga pelaku dan barang bukti berupa satu unit ponsel merek Black Berry diamankan di Mapolres Banyuwangi. “Uang tunai milik korban sudah habis digunakan ketiga pelaku,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Teken Penyerahan Hari Ini n ASET... Sambungan dari Hal 25

Penandatanganan nota penyerahan aset itu akan dilakukan Bupati Anas dan Kemendikbud yang diwakili Dirjen Pendidikan Tinggi. “Pada pe rayaan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke241, Poliwangi sudah menjadi negeri,” tegas Bupati Anas. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Sulihtiyono

mengatakan, status Poliwangi yang berubah menjadi PTN itu akan tercatat di Kemendikbud bersama 17 PTS lain yang juga dinegerikan. “Di antara yang akan segera diresmikan adalah Poliwangi dan Politeknik Terpikat Sambas di Kalimantan Barat,” kata Sulihtiyono. Sejak penyerahan aset, jelas Sulihtiyono, semua aset dan belanja kebutuhan ope ra sional Poliwangi sebagai PTN

akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Dalam hal ini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Setelah diserahkan, proses selanjutnya berada di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  (Kemen PAN & RB) untuk memproses kepegawaian. “Kita harapkan, Poliwangi dapat mendongkrak per tumbuhan ekonomi di Ba nyu wangi,” harapnya. (afi/c1/bay)

Tim Datang tanpa Pemberitahuan n 12 PANTI... Sambungan dari Hal 25

Penilaian panti meliputi kelengkapan administrasi, kebersihan pantai, kebersihan tempat tidur, sanitasi, kelengkapan panti, dapur, dan sarana pendukung lain. Penilaian panti dilakukan selama dua hari mulai Senin hingga Selasa lalu. Panti yang dinilai tersebar di Kecamatan Banyuwangi, Siliragung, Genteng, Kalibaru, Songgon, dan Cluring. “Untuk menghasilkan penilaian yang objektif, tim datang tanpa pemberitahuan,” ujar salah seorang tim penilai, Benny Siswanto. Hasil penilaian akan digodok di Bagian Kesra Pemkab hari ini (8/11). Rapat tim tersebut akan membahas calon-calon panti terbaik. “Dalam rapat itu, kita akan menetapkanpantaiterbaik,”ungkap

Panti Asuhan Lolos seleksi Administrasi 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Panti Asuhan YKM Khadijah Banyuwangi Doktren Al Futuhiya Muncar Yayasan Roudlotul Doktren Aitim Cluring Panti SLB Miftahul Jannah Yosomulyo Gambiran Panti Asuhan Buah Hati Songgon Panti Asuhan Muhammadiyah Budi Mulya Pakis Banyuwangi 7. Panti Asuhan SLB Yayasan Kesejahteraan dan Pendidikan Tuna Netra (YKPTI) Banyuwangi 8. Panti Muhthara Salam 9. Yayasan Yatim dan Miskin Al Fath Genteng 10. Darul FalahTamanagung Cluring 11. Panti Asuhan Anak Yatim Muhammadiyah Buluagung Siliragung 12. Pondok Pesantren Darussalam Kalibaru

Kasubag Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan pada Bagian Kesra Pemkab, Sandi Dian Ervani. Walau rapat itu akan mene tapkan panti terbaik, tapi

pemenang tidak langsung diumumkan. Pengumuman pantai terbaik baru akan dilakukan pada puncak FAY pada 15 November 2012 mendatang. (afi/c1/bay)

Wisata Kuliner di Banyuwangi n FOTOGRAFER... Sambungan dari Hal 34

Seperti aktivitas penduduk kampung Kalibendo yang mayoritas menjadi magersari perkebunan. Ada juga gedung pabrik kuno. Pepohonan kopi dan cengkih yang hijau dan berhias warna-warni ketika se-

dang berbuah juga indah. Tak ketinggalan, aneka fauna ada di sana. Kupu-kupu dan capung bisa menjadi fokus bidikan para pecinta lensa. View landscape sangat menjanjikan, karena pemandangan alamnya memang mempesona mata. Di antara deretan pohon karet, terdapat

rumput yang menghijau laksana permadani. Air terjun dan sungai yang dialiri air nan bening, tak luput dari bidikan lensa. Setelah puas seharian memotret bermacam obj ek, para fotografer dari Situbondo didampingi anggota BPC menikmati kuliner khas Kota Gandrung. (*/irw)

Polisi Kantongi Identitas Penjual n KURIR... Sambungan dari Hal 36

“Kita sekarang masih mengincar orang yang menjual pil dextro itu kepada kedua pelaku. Identitasnya sudah dikantongi. Tapi kalau bisa jangan ditulis di koran, nanti lari kalau ditulis,” pinta perwira yang pernah bertugas di Banyuwangi itu. Wartawan sempat memper-

masalahkan perlakuan polisi terhadap tersangka bernama Sumiati yang juga ditahan polisi karena tertangkap membawa obat terlarang ke rutan. Sebab, perempuan itu kasusnya dilanjutkan hingga ke pengadilan. “Itu beda kasusnya. Kalau itu penjual. Dia menjual ke rutan, bukan hanya mengantar,” ungkap Prio. Diberitakan kemarin, petugas

Rutan Situbondo berhasil menggagalkan pengiriman pil dextro yang dilakukan dua pembesuk. Rencananya, obat-obatan terlarang sebanyak 80 butir itu akan diberikan kepada tahanan bernama Halim, 23. Dua remaja itu adalah Akbar, 19, warga Desa Pesisir, Desa/Kecamatan Panarukan, dan Ari Kurniawan, 19, warga  Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo. (pri/c1/als)

KEMBUNG KARENA MAAG HILANG BERKAT MINUM SUSU KAMBING MILKUMA MAAG atau radang lambung atau tukak lambung adalah gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih pada perut. Penyebabnya bisa karena pen derita makannya ti dak teratur, terdapat mi kro organisme yang merugikan, meng onsumsi obat-obatan tertentu, atau sebab-sebab lainnya seperti mengonsumsi alkohol, pola tidur yang tidak teratur dan stress. Keluhan maag ini telah dirasakan oleh Mustopa. “Kalau maag saya kambuh, perut jadi sering terasa kembung, kalau makan jadi muntah-muntah.” Cerita ayah 3 orang anak tersebut. Untunglah, kini ia sudah menemukan cara yang tepat untuk mengatasi keluhannya itu, yakni dengan minum Milkuma, minuman serbuk susu kambing yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu kambing peranakan ettawa segar dan Gula Aren. Manfaat Milkuma telah dirasakan oleh pria berusia 33 tahun ini setelah minum selama 2 bulan. “Dulu saya terbiasa berobat ke dokter, tapi sekarang sudah tidak lagi! Sejak minum Milkuma sekarang stamina saya bagus, sakit maag pun jarang kambuh, aktifitas kembali nyaman.” Ungkap warga Tanggung, Kota Blitar, Jawa Timur tersebut. Karena merasakan manfaatnya secara langsung, sekarang ia menyarankan orang lain untuk mencoba Milkuma, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajak wiraswasta tersebut. Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang

belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu kambing Milkuma. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu kambing memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Kini, hadir Milkuma yang bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Satu gelas susu kambing Milkuma memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, Fluorine yang terdapat dalam susu kambing Milkuma bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan menetralisir asam lambung. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, terapkan pola hidup sehat seperti disiplin dalam pola makan, dan berolahraga, serta mengkonsumsi air putih paling sedikit 8 gelas/ hari. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www.milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim: 082120862055, Banyuwangi: 082141345607, Bangkalan: 082120862055, Sumenep: 082120862055, Situbondo: 082120862055. Depkes RI No.PIRT. 6.09.3328.01.395.


36

Kamis 8 November 2012

Tewas Dilindas Tronton Tabrakan Beruntun di Pasir Putih

NUR HARIRI/RaBa

BEREBUT: Ratusan warga berebut sesajen di acara haul Bujuk Rama Kae di Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, kemarin (7/11).

Berebut Sesajen Bujuk Rama SITUBONDO - Haul Bujuk Rama Kae yang dilaksanakan di Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, Situbondo, kemarin dihadiri ratusan warga Kota Santri dan sekitarnya. Ratusan warga itu bermaksud mencari barakah. Acara tersebut dimulai pukul 13.30. Menurut salah seorang warga, Syaiful, setiap Dzulhijah masyarakat setempat menggelar ruwatan masal dengan cara melakukan takziyah ke makam Bujuk Rama Kae. Kegiatan rutin itu digelar setiap tahun. “Ruwatan ini bertujuan mengenang beliau,” ujar Saiful. Data yang berhasil dikumpulkan, warga yang datang tidak hanya warga setempat.

Ada juga yang berasal dari luar Situbondo, di antaranya dari Bondowoso, Banyuwangi, Jember, dan Bali. “Hari Jumat biasanya tamu yang datang ke pemakaman sangat banyak. Rata-rata mereka datang hanya untuk mengaji dan meminta barokah Bujuk Rama  Kae,” imbuh Syaiful. Sementara itu, sebelum ruwatan dimulai, ratusan warga melakukan tahlilan. Setelah tahlilan selesai dilakukan, warga yang datang langsung berebut sesajen yang telah disiapkan keluarga keturunan Bujuk Rama Kae. Sesajen yang berhasil diambil akan dibawa pulang ke rumah masingmasing untuk disimpan. Ada

Lopa Pimpin Panwaslu SITUB OND O - Str uktur kelembagaan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Situbondo terbentuk. Mutapik Lopa, satu dari tiga anggota panwaslu yang telah dilantik di Gedung Grahadi Provinsi Jawa Timur Selasa (6/11) lalu, didapuk memimpin lembaga ad hoc tersebut. Selain Lopa, dua anggota panwaslu lain adalah Eko K. Kusumo dan Imam Nawawi. Eko adalah satu-satunya anggota panwaslu incumbent. “Sudah disepakati ketua langsung merangkap sebagai humas,” terang Eko K. Kusumo melalui telepon seluler siang kemarin (7/11). Menurut dia, penentuan jabatan ketua berdasar hasil musyawarah. “Penunjukan langsung setelah musyawarah tentunya. Tidak perlu voting,” kata mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo itu. Dia mengatakan, usai dilantik, Panwaslu Situbondo langsung melakukan fungsinya,

Kurir Dextro Dilepas SITUBONDO - Akbar, 19, dan Ari Kurniawan, 19, dua remaja yang tertangkap tangan membawa 80 butir pil dextro bernasib mujur. Pasalnya, meski sempat digelandang ke Mapolres Situbondo, polisi bermurah hati dan melepas keduanya. Itu setelah penyidik menilai keduanya tidak terbukti menjual obat-obatan terlarang tersebut kepada tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Situbondo. “Yang bisa kita tahan adalah yang menjual,” kata Kasatreskoba Polres Situbondo, AKP Priyo Purwandito, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (7/11). Akbar dan Ari, kata Priyo, hanya berperan mengantar. Dia disuruh seseorang untuk membeli dan mengantarkan ke Rutan Situbondo. “Pengakuan keduanya di BAP seperti itu. Juga tidak ada saksi maupun bukti lain yang menunjukkan pelaku adalah penjual. Makanya tidak bisa dilanjutkan,” ungkap Priyo. Akbar dan Ari dilepas sejak Selasa malam (6/11). Meski demikian, kata kasatreskoba, keduanya masih diwajibkan lapor. Dia mengaku, pelepasan Ari dan Akbar itu sudah dilaporkan ke kapolres dan Kejaksaan Negeri Situbondo n  Baca Kurir...Hal 35

yakni mengawasi proses verifikasi faktual partai politik yang dilakukan KPUD. (pri/c1/als)

juga sesajen yang langsung dimakan. (mg1/c1/als)

BUNGATAN - Tabarakan beruntun yang melibatkan seorang pejalan kaki, truk tronton, dan dua sepeda motor, terjadi di Jalan Raya Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo, kemarin (7/11). Akibat tabrakan tersebut, seorang pengendara sepeda motor P 599 EZ bernama Toama, warga Desa Alasbayur, Kecamatan Mlandingan, tewas dengan kondisi sebagian tubuhnya hancur. Selain mengakibatkan satu korban tewas, insiden tersebut juga mengakibatkan dua korban lain mengalami luka-luka. Ceritanya, tabrakan beruntun yang terjadi di KM 184

arah Surabaya itu bermula saat sepeda motor P 5994 EZ yang dikemudikan Surasmi, 34, dan berboncengan dengan Toama melaju dari arah barat menuju timur dengan kecepatan tinggi. Saat melintas di lokasi kejadian, Surasmi yang merupakan warga Desa/ Kecamatan Mlandingan itu hendak menyalip truk tronton milik PT Sarana Kencana Mulya bernopol K 1467 TB. Nah, saat mendahului truk itu Surasmi kurang memperhatikan arus lalu lintas di depannya. Padahal, saat itu dari arah berlawanan muncul sepeda motor bernopol P 3631 EY yang dikemudikan Hary Firmanto Budhi Setia, 42, warga Jalan Mawar, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo. Lantaran jarak terlalu dekat, kedua sepeda motor itu pun

b e r t a b ra k a n h i n g ga m e nyebabkan Toama yang di bonceng Surasmi terjatuh. Ironisnya, setelah Toama terjatuh, tubuhnya masuk ke bawah truk tronton. Akibatnya, sebagian tubuh Toama terlindas ban truk. Bisa ditebak, Toama tewas seketika di lokasi kajadian. “Berdasar beberapa keterangan, awalnya dua sepeda motor bertabrakan. Satu penumpang terjatuh ke bawah truk tronton. Satu sepeda motor lagi oleng ke pinggir jalan dan menabrak seorang bocah pejalan kaki,” ujar Iptu Bakhtiar, Kanitlaka Lantas Polres Situbondo. Sepeda motor yang menyerempet pejalan kaki itu dikemudikan Hari Firmanto Budhi. Untungnya, meski diserempet, bocah bernama Riva, 4, anak pasangan suami istri (pasutri) asal Demung, Kecamatan Be-

suki, itu hanya mengalami luka ringan. Setelah dievakuasi, semua korban dibawa ke IGD RSUD dr. Abdoer Rahem, Situbondo, untuk mendapatkan perawatan intensif. Iptu Bakhtiar menambahkan, kecelakaan itu diduga akibat pengendara sepeda motor P 5994 EZ kurang berhati-hati. Sebab, saat mendahului truk tronton, Surasmi tidak memperhatikan lalu lintas yang datang dari arah berlawanan. “Kami tidak dapat menyimpulkan penyebab tabrakan beruntun tersebut. Namun, untuk kepentingan penyelidikan, kami langsung mengamankan sejumlah kendaraan yang terlibat insiden beruntun tersebut. Selain itu, kami juga meminta keterangan sejumlah saksi,” terang Iptu Bakhtiar. (mg1/c1/als)


Radar Banyuwangi | 8 November 2012