Issuu on Google+

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

KAMIS 8 MEI TAHUN 2014

Eceran Rp 5.750 HALAMAN 29

KEPENDUDUKAN

GALIH COKRO/RaBa

KUMPUL: Berbagai elemen mengikuti rakerda kependudukan dan KB di aula Rempeg Jogopati, Pemkab Banyuwangi.

Rapat Akbar Bahas KB BANYUWANGI - Sebesar apa pun pembangunan yang dilakukan Pemkab Banyuwangi selama ini akan berkurang maknanya jika laju pertumbuhan penduduk tidak terkendali. Karena itu, sebagai upaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP-KB) dan jajaran Pemkab Banyuwangi yang lain menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Kependudukan, KB, dan Pembangunan Keluarga di aula Rempeg Jogopati kantor Pemkab Banyuwangi Selasa (6/5) lalu. Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk sekaligus memadukan berbagai program terkait yang diarahkan pada pembangunan yang berwawasan kependudukan. Dengan demikian, diharapkan tercipta suatu tata kelola yang baik dan terencana untuk pembangunan Banyuwangi. Menurut Bupati Anas, keberhasilan program kependudukan dan KB memang tidak terlihat secara nyata dalam waktu singkat ■  Baca Rapat...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

BARU TIBA: Dokter Taufiq Hidayat (kiri) dan dr Hery Subiakto mengamati kondisi Sihatul Alfiyah alias Uul di ruang ICU RSUD Blambangan Banyuwangi pagi kemarin.

Uul Akhirnya Pulang Kampung Setelah Koma selama Tujuh Bulan di Taiwan BANYUWANGI - Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Rumping, Desa Plampan-

grejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Sihatul Alfiyah alias Uul, 24, akhirnya pulang kampung. Setelah tujuh bulan tak sadarkan diri alias koma di Taiwan, akhirnya perempuan itu tiba di Banyuwangi pagi kemarin (7/5). Uul tiba di RSUD Blambangan sekitar

pukul 04.00. Uul diangkut mobil ambulans milik RSUD dr. Sutomo, Surabaya. Sebelumnya, TKI bernasib malang itu terbang dari bandara di Taiwan Selasa (6/5) sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Dia mendarat di Bandara Juanda, Surabaya, sekitar pukul

Vonis Pemain Lama Narkoba

LATSITARDA

Terdakwa: Slamet Sukmajaya alias Afuk Umur: 47 tahun Alamat: Jl Pierre Tendean Banyuwangi Sebelumnya: pernah mendekam di Lapas Madiun Modus: Memesan SS 10,66 gram yang disembunyikan di dalam paket roti Tuntutan: ■ 5 tahun penjara ■ Denda Rp 800 juta subsider 3 bulan Vonis: ■ 5 tahun penjara ■ Denda Rp 800 juta subsider 1 bulan

GALIH COKRO/RaBa

PAPARAN: Kolonel Drajat Panggayuh dan Bupati Anas di aula Pemkab Banyuwangi kemarin (7/5).

Panglima TNI Siap Buka Latsitarda BANYUWANGI - Bumi Blambangan akan jadi tuan rumah Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara XXXIV Sabtu (10/5) mendatang. Kegiatan yang diikuti 1370 taruna dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara, dan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu akan dibuka Panglima TNI Jenderal DR. Moeldoko. Untuk memantapkan kegiatan nasional tersebut, Bupati didampingi forum pimpinan daerah (forpimda) didampingi perwira menengah dari Mabes TNI menggelar paparan persiapan kegiatan Latsitarda. ‘’Latsitarda merupakan kegiatan kurikulum integratif taruna dewasa akademi TNI. Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan mahasiswa dari sebelas universitas atau perguruan tinggi. Peserta akan melakukan kegiatan kerja bakti, penyuluhan, riset sosial, wisata juang, dan bakti sosial,” jelas Kolonel Drajat Panggayuh dari Mabes TNI kemarin (7/5). (c1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

RAJA SABU: Slamet Sukmajaya alias Afuk menyimak pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin.

Diganjar 5 Tahun, Afuk Pasrah BANYUWANGI - Harapan Slamet Sukmajaya alias Afuk menerima keringanan hukuman dari majelis hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi akhirnya kandas. Dalam sidang putusan yang didok kemarin (7/5), lelaki bertubuh

 Baca Diganjar...Hal 39

 Baca Uul...Hal 39

Gagal Sikat Ponsel Bule, Nyonyor Dimassa BANYUWANGI - Aksi penjambretan menimpa seorang warga negara asing di Jalan Kepiting, Banyuwangi, sekitar pukul 10.30 kemarin (7/5). Korbannya adalah June Rosena, 50, warga Belanda yangsedangmembelitanamanhias di kios bunga tepi Jalan Kepiting. Siang itu June mengendarai mobil Daihatsu Xenia bernopol P 893 VL seorang diri. Kemudian, bule itu berhenti di kios bunga tepi Jalan Kepiting. Saat hendak menaikkan bunga ke mobil, tibatiba tas tangan perempuan asal Eropa itu jatuh. Isi tas tersebut pun berserakan di jalan. Melihat ada telepon seluler jatuh, pelaku mendadak datang. Dengan cepat, pelaku yang rambutnya disemir pirang itu menggondol ponsel milik June ■  Baca Gagal...Hal 39

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

KORBAN: June Rosena memegang tasnya di Polsek Banyuwangi kemarin.

Yang Tersisa dari Kasus Mutilasi di Kabat Mantren

Tengkorak Bersih Diduga Dikelamuti Biawak Pengungkapan kasus mutilasi Eni Marfuah, 14, di Dusun Kabat Mantren, Desa/ Kecamatan Kabat, Banyuwangi, sudah hampir tuntas. Setelah korban ditemukan 26 April, petugas langsung berhasil menangkap dua tersangka dan beberapa bukti. Namun, kasus tersebut masih menyisakan teka-teki di mata publik. NIKLAAS ANDRIES, Kabat KASUS pembunuhan Eni Marfuah rupanya masih menjadi perbincan-

http://www.radarbanyuwangi.co.id http://www.radarbanyuwangi.co.id

subur itu diganjar hukuman lima tahun penjara. Selain itu, pemain lama narkoba itu juga diwajibkan membayar denda Rp 800 juta, subsider 1 bulan kurungan ■

23.00. “Setelah perjalanan jauh, alhamdulillah akhirnya tiba di Banyuwangi,” terang Kepala UPT P3TKI, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur, Agus Heri Santoso ■

Sadar nasibnya masih lebih baik daripada Marsa di Situbondo

gan hangat di masyarakat. Mulai dari warung kopi, kafe, hingga tempat keramaian umum, tidak sedikit orang yang menjadikan kasus mutilasi siswi madrasah tsanawiyah itu sebagai bahan obrolan. Padahal, menilik kejadian, kasus yang menggemparkan tersebut sudah berlalu hampir satu bulan. Berbagai tahap pembunuhan sadis itu menarik animo masyarakat untuk tetap membahasnya. Tidak hanya terkait tindakan para tersangka yang dinilai sadis, obrolan masyarakat juga mengarah ke kondisi kepala yang terpisah dengan badan korban. Apalagi, saat ditemukan di sungai Dusun Kabat Mantren, Desa/Kecamatan Kabat, kepala korban ternyata sudah berbentuk tengkorak ■  Baca Tengkorak...Hal 39

Diganjar 5 tahun, Afuk pasrah

DI Situbondo, Marsa pengedar SS divonis 6 tahun Menerima dan legawa itu jauh lebih baik

GALIH COKRO/RaBa

NIKLAAS ANDIRES/RaBa

SADIS: Tengkorak Eni Marfuah di RSUD Blambangan pekan lalu (kiri). Kedua tersangka mutilasi Eni Marfuah di Polres Banyuwangi.

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


RADAR GENTENG

30

R A D A R

Jawa Pos

Kamis 8 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

Residivis Tewas Tertabrak Sepur

AGENDA KOTA

M2C Bangkitkan Indra Ke-6 METODE tercepat dunia dalam membangkitkan keajaiban spiritual dalam diri, optimalkan otak kanan, heart power, kuasai metafisika modern, pengaruhi orang lain jarak jauh, proteksi diri, sembuh dari berbagai penyakit, rahasia hypnosi, menidurkan orang hanya dengan pandangan mata, pelat tanggal 11 Mei 2014, Banyuwangi pukul 09.00, Situbondo pukul 15.00,  tiket Rp. 250.000, info kata hati 081358110511.(*)

SINGOJURUH - Nasib tragis menimpa Giman, 32. Warga Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, itu tewas mengenaskan karena diduga ditabrak kereta api (KA) di rel Dusun Gayam Lor, Desa Gumirih, Kecamatan Singujuruh, kemarin pagi. Akibat kecelakaan itu, kondisi tubuh korban yang meninggal di lokasi kejadian itu hancur. Untuk keperluan pemeriksaan, jenazah korban dibawa

KERAJINAN

ke ruang mayat RSUD Genteng oleh aparat kepolisian. “Korban meninggal di lokasi. Tubuhnya luka parah,” cetus warga sekitar lokasi kejadian. Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 04.00. Saat kejadian, korban diduga sedang berjalan di rel tersebut sambil membawa burung dan sangkar. “Korban berjalan di rel dan ada kereta lewat tidak tahu,” terang Kapolsek Singojuruh AKP Maspud melalui Kanitreskrim

Aiptu Joko Mulyono. Saat korban sedang berjalan di rel tersebut, jelas kanitreskrim, dari arah selatan meluncur KA Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi yang dimasinisi Tesar dan Budi W. “Karena korban tidak minggir, akhirnya ditabrak,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), terang dia, kecelakaan itu murni

akibat kelalaian korban. Berdasar luka yang diderita korban, korban sepertinya ditabrak. “Lukanya seperti tertabrak,” cetusnya Data di polsek, masih kata kanitreskrim, korban termasuk residivis. Pihaknya, sudah dua kali memproses kasus pencurian yang melibatkan korban.”Kami menduga burung yang dibawa korban itu hasil mencuri,” katanya. (sli/c1/abi)

SHULHAN HADI/RaBa

KERAJINAN: Seorang perajin bambu menyelesaikan tempat parsel.

Perajin Gintangan Ditinggal Karyawan ROGOJAMPI - Para perajin bambu di Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, mulai gusar. Kini para pengusaha kerajinan bambu tersebut merasa kesulitan mendapatkan tenaga kerja. Sebab, para pemuda Desa Gintangan mulai meninggalkan usaha kerajinan yang sudah mengharumkan nama desa mereka itu. Saat ini mereka lebih senang bekerja di luar kota dengan harapan gaji lebih tinggi. “Sulit mencari tenaga produktif,” cetus salah satu pengusaha kerajinan bambu, Untung Hermawan. Menurut Untung, kini generasi muda di Desa Gintangan lebih senang bekerja di luar kota karena gaji yang didapat lebih tinggi. “Saya mengakui upah yang diterima cukup kecil,” katanya. Sistem pengupahan karyawan dalam bisnis kerajinan bambu, terang dia, adalah borongan. Dengan sistem seperti itu, penghasilan per hari sekitar Rp 50 ribu. “Menaikkan gaji sangat sulit karena harus menaikkan harga jual produk,” cetusnya. Pria dua anak itu berharap ada pihak ketiga yang mau membantu memecahkan persoalan yang sedang mereka hadapi. Untung juga berharap adanya bantuan alat yang bisa membantu proses penghalusan bambu, sehingga waktu produksi bisa dipangkas.”Bila ada mesin yang bisa membantu menghaluskan bambu, itu lebih baik,” ujarnya. Ditanya terkait permintaan pasar, Untung menyebut sampai saat ini permintaan pasar masih stabil. “Tetapi, kini pelanggan banyak yang pindah ke plastik,” terangnya. (sli/c1/abi)

ABDUL AZIZ/RaBa

SOSIALISASI: Petugas Satpol PP Genteng menggelar sosialisasi kepada pengamen di eks Terminal Genteng kemarin.

Pengamen Dilarang Ikut Bus

SENGKETA LAHAN

GENTENG - Ruang gerak para pengamen di wilayah Kabupaten Banyuwangi mulai dibatasi. Sebab, pemkab Banyuwangi melarang pengamen beraktivitas di dalam angkutan umum, seperti bus. Sosialisasi larangan mengamen di dalam bus itu mulai dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Genteng dengan cara mendatangi tempat mangkal para pengamen di eks Terminal Genteng kemarin. “Kita menyampaikan aturan tentang

ketertiban umum,” cetus koordinator lapangan (korlap) Satpol PP Genteng Rusmiadi. Saat menemui para pengamen, Rusmiadi meminta agar mereka tidak mengamen di dalam bus, terutama saat angkutan umum itu berjalan. “Mengamen di dalam bus tetap boleh asal (bus) sedang berhenti di terminal,” ungkapnya. Menurut Rusmiadi, larangan mengamen di dalam bus yang sedang berjalan

itu berdasar Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 5 Tahun 2011 tentang ketertiban umum. “Sebelum aturan itu benarbenar diterapkan, kita awali dengan sosialisasi,” cetusnya. Menanggapi larangan mengamen di dalam bus yang sedang berjalan, sejumlah pengamen di eks Terminal Genteng mengaku tidak keberatan. “Kita siap saja dan nanti teman-teman akan kita beri tahu,” kata Subekti, seorang pengamen. (azi/c1/abi)

SHULHAN HADI/RaBa

BARU: Bangunan pagar milik yayasan yang disoal warga.

Bangunan Yayasan Diduga Melanggar Batas GAMBIRAN - Bangunan milik Yayasan Pondok Pesantren Darul Hikmah, Dusun Gembolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, ditengarai melanggar peraturan ruang milik jalan (rumija). Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyuwangi melalui suratnya bernomor 300/156/429.300/2014 memerintahkan pemilik bangunan segera membongkar pagar tersebut karena dianggap belum memenuhi beberapa syarat. Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Darul Hikmah, KH. Imam Muhdi mengatakan, sebelum pembangunan gedung itu dilakukan, dia sudah berkonsultasi kepada pihak desa terkait lebar jalan desa. “Katanya tidak ada masalah,” cetusnya. Kiai Muhdi menegaskan pagar pada bangunan gedung yayasan miliknya itu dibangun di lahannya sendiri. Dia menyayangkan sikap para pelapor yang terkesan tergesagesa tanpa mengajaknya bermusyawarah terlebih dahulu. “Yang lapor itu tidak pernah datang untuk musyawarah. Hanya kepala dusun yang datang,” katanya. Ditambahkan, jika memang ada pelebaran jalan untuk kepentingan umum, pihaknya siap melakukan pembongkaran. “Kalau ada pelebaran jalan, kami siap membongkar. Lagian bangunan itu mengganggu apa?” cetusnya. Sementara itu, Camat Gambiran Firman Sanyoto mengaku sudah melakukan upaya meredam gejolak di masyarakat dan melakukan pendekatan kepada pihak terkait. Dia mengimbau semua pihak agar menahan diri dan tidak terpancing. Camat menegaskan, persoalan itu sudah ditangani secara benar. Proses administrasi bangunan juga sudah ditangani dinas terkait. “Kita berharap menemukan win -win solution,” harapnya. (sli/c1/abi) Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis (Koordinator), Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono Wakil Pemimpin Redaksi: Syaifuddin Mahmud Kepala Liputan: Agus Baihaqi Redaktur: Ali Sodiqin, A.F. Ichsan Rasyid Staf Redaksi Banyuwangi: Sigit Hariyadi, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni Redaksi Situbondo: Edy Supriyono (Kabiro), Nur Hariri Redaksi Genteng: Abdul Aziz (Kabiro), Shulhan Hadi Fotografer: Galih Cokro Buwono Editor Bahasa: Minhajul Qowim J

Direktur: Samsudin Adlawi Pemasaran dan Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, W. Nugroho (Genteng), Samsuri (Situbondo) Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah Administrasi Iklan: Fitria Arifiana Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan Event: Benny Siswanto Keuangan: Citra Puji Rahayu

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Kasir: Widi Ukiyanti Piutang: Anissa Windyah Sari Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti Perpajakan: Cici Irma Setyani Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982.

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

Website: www.radarbanyuwangi.co.id. Email: radarbwi@gmail.com, beritaraba@gmail.com, artikelradarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/ mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


Jawa Pos

MENUJU PARLEMEN

Kamis 8 Mei 2014

R A D A R

31

B A N Y U W A N G I

Kisah Sukses Caleg Perempuan Pendatang Baru Menembus Kursi DPRD (2)

Tidak Ajak Memilih, Banyak Menggali Kemauan Rakyat Politisi perempuan Partai Demokrat (PD), Yusieni, maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) didorong niat luhur berbuat lebih banyak untuk kepentingan umum. Guna mewujudkan niat luhur itu, dunia politik menjadi pilihan perempuan yang berlatar belakang sebagai pedagang itu. SEHARI-hari Yusieni adalah ibu rumah tangga yang nyambi sebagai pedagang. Sudah bertahun-tahun Yusieni menjadi pedagang. Dengan berdagang, dia dikenal banyak orang karena kerap berinteraksi dengan berbagai elemen masyarakat. Yusieni pun banyak membantu masyarakat. Beberapa tahun sebelum Pemilu 2014 berlangsung, banyak

kolega Yusieni yang mendorongnya masuk partai politik (parpol) dan maju sebagai calon anggota DPRD. Dorongan itu tidak saja datang dari kolega bisnisnya, tapi juga dari masyarakat lapisan bawah. Yusieni akhirnya memutuskan maju sebagai calon anggota DPRD dapil IV yang meliputi Kecamatan Pesanggaran, Bangorejo, Purwoharjo, Gambiran, Siliargung, dan Pesanggaran, melalui Partai Demokrat. Dia memutuskan maju sebagai caleg setelah musyawarah dengan keluarga besarnya. Keluarga besarnya setuju, Yusieni pun mantap nyaleg. “Niat saya ingin membantu dan berbuat banyak untuk masyarakat melalui DPRD,” ungkap Yusieni. Keinginan dan dorongan dari berbagai pihak itu mengantarkan Yusieni terpilih menjadi anggota DPRD periode 2014-2019. Saat ini caleg nomor urut satu di dapil IV itu

tinggal penetapan dan caleg parpol lain. sebagai caleg terpi“Saya tidak menebar lih yang akan segejanji politik apa-apa. ra dilakukan Komisi Saya hanya menePemilihan Umum barkan pentingnya (KPU) Banyuwangi sikap jujur kepada 12 Mei 2014 menmasyarakat. Itu saja datang. kunci sukses saya,” Sukses melenggang aku Yusieni. ke DPRD merupakan Selama masa kamprestasi mempanye berlangsung, banggakan. Tidak Yusieni mengaku tisemua caleg peremdak pernah bosan puan bernasib sama mengajak masyadengan Yusieni. Dari rakat bersikap jujur ISTIMEWA 178 caleg perempudalam setiap menjaYusieni an yang maju pada lani kehidupan apa Pemilu 2014 ini, hanya sembilan pun. Dengan sikap jujur, orang akan perempuan yang lolos ke gedung lebih bermanfaat untuk orang banyak. DPRD. Kejujuran yang dia tebar ternyaDari sembilan orang itu, salah satu- ta menuai hasil maksimal. Sebanya adalah Yusieni. Tidak banyak yang gian besar masyarakat memang dilakukan Yusieni dalam memenangi menghendaki para wakil rakyat yang persaingan ketat di internal partai duduk di DPRD selalu jujur kepada

masyarakat yang diwakili. “Kuncinya jujur, jujur, jujur, dan jujur. Selain jujur, kita juga harus amanah,” katanya. Selain menebar kejujuran, selama kampanye berlangsung, Yusieni menerapkan sedikit bicara dan banyak kerja. Sedikit bicara banyak kerja bukan berarti takut salah tapi jangan nyalah. Pintar ngomong itu memang harus, tapi bukan yang utama bagi Yusieni. Pintar itu memang harus dimiliki setiap orang. Tetapi, pintar saja tidak cukup, juga harus benar. Pintar ngomong tapi tidak benar dampaknya akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Karena itu, dia memiliki prinsip, “mengajari rakyat pintar ngomong itu perlu, tapi lebih perlu lagi ngajari rakyat pintar ngomong benar dan jujur, itu jauh lebih penting”. Yusieni sukses menjadi caleg bukan karena dia rajin dan banyak mengajak warga memilih dirinya. Selama kampanye, dia tidak pernah mengajak

calon pemilih agar memilih dirinya sebagai caleg. Yusieni lebih banyak mendengarkan, menyerap, dan menindaklanjuti, kemauan dan aspirasi masyarakat. Selama masa kampanye, perempuan asal Kecamatan Purharjo itu lebih banyak menggali kemauan masyarakat dapil IV. Sebagian kemauan dan aspirasi warga itu sudah ditindaklanjuti. Beberapa kemauan rakyat yang belum ditindaklanjuti, dia berjanji akan memperjuangkannya setelah resmi dilantik menjadi wakil rakyat. Yusieni mengaku sudah memiliki banyak list kemauan warga yang digali selama kampanye. Dari sekian banyak kemauan warga, ada yang sangat mendesak dan harus mendapat prioritas diperjuangkan setelah resmi jadi wakil rakyat. “Jujur, amanah, sedikit ngomong, banyak kerja, itu salah satu prinsip hidup saya,” pungkasnya. (afi/c1/habis)

Panwaslu Terima 8 Laporan Pelanggaran Prosesnya Dihentikan karena Tak Cukup Bukti BANYUWANGI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) menerima sembilan laporan dugaan pelanggaran pemilu 9 April 2014. Dari sembilan laporan yang masuk, sebagian tidak cukup bukti. Laporan terbanyak yang masuk KPU adalah laporan dugaan praktik politik uang yang dilakukan caleg Partai Golkar DPR RI Eddie

GALIH COKRO/RaBa

TUNGGU GILIRAN: Peserta seleksi calon anggota KPU Banyuwangi antri menunggu wawancara tes Psikologi tim RSUD Blambangan kemarin.

Tim Psikolog Uji 45 Calon Anggota KPU BANYUWANGI - Sebanyak 45 calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi mengikuti seleksi wawancara psikologi kemarin (7/8). Dalam tahap tersebut, tim psikologi RSUD Blambangan memanggil satu per satu peserta untuk wawancara. Seleksi yang berlangsung di salah satu ruang RSUD Blambangan itu dijadwalkan tuntas sehari. Untuk mewawancarai 45 peserta seleksi anggota KPU itu, pihak RSUD Blambangan menurunkan dua tim psikolog. Tes wawancara psikologi itu dibagi menjadi dua sesi dan dilakukan di ruang berbeda.

Peserta nomor satu hingga 22 menjalani tes wawancara dengan tim satu. Peserta nomor 23 hingga 45 tes wawancara dengan tim dua. Proses wawancara itu berlangsung mulai pukul 08.30 hingga pukul 12.00 kemarin. Setelah mengikuti tes wawancara, hari ini (8/5) peserta seleksi akan mengikuti tes diskusi terarah atau focus group discussion (FGD). Sama seperti seleksi wawancara, peserta akan dibagi menjadi dua kelompok. Dua kelompok itu akan dipandu dua tim psikolog. FGD merupakan seleksi tahap akhir untuk men-

jaring 20 peserta terbaik. S etelah merampungkan FGD, tim psikolog akan menyerahkan hasil penilaian kepada timsel. Khusus tes kesehatan dan tes psikologi, timsel tidak melakukan sendiri melainkan menyerahkan kewenangan kepada tim dokter dan tim psikolog RSUD Blambangan. “ Tim akan menerima hasil tes kesehatan dan tes psikologi dari tim RSUD Blambangan,” ungkap Ketua Pokja Seleksi Anggota KPU, Febry Nugroho Wibisono. Nilai tes tulis, tes kesehatan, dan tes psikologi itu, kata Fe-

bri, akan diranking menjadi 20 terbaik. Dua puluh peserta terbaik akan diumumkan agar ditanggapi masyarakat. Tanggapan dan pendapat publik itu akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan timsel dalam menentukan 10 terbaik. Sebelum menentukan 10 terbaik, 20 peserta terbaik itu akan dipanggil untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan oleh anggota timsel. Hasil uji kelayakan dan kepatutan itu akan dijadikan dasar penetapan 10 nama peserta yang akan dikirimkan ke KPU Jatim. (c1/afi)

Anda Ingin Tampil Lebih Fresh, Datang ke Rumah Cantik Aura GENTENG- Perawatan memang utama dalam menjaga penampilan agar terlihat lebih anggun serta fresh. Apalagi sekarang banyak produk kosmetik mengandung bahanbahan kimia berbahaya. Rumah Cantik Aura Spa yang berada kota Genteng kemarin (7/5) resmi dibuka. Pembukaan rumah cantik itu ditandai dengan potong pita oleh pemiliknya Ida Yunisca. Hadir dalam kesempatan itu, kades Geteng Kulon bersama ibu Kades dan beberapa tamu undangan yang hadir. Rumah Cantik Spa akan memberikan sensasi dan pengalaman perawatan kecantikan dan spa yang lebih menarik dan rasakan suasana perawatan kecantikan yang berbeda dengan tempat lain. Rumah Cantik Aura Spa menyediakan fasilitas penunjang ruangan perawatan seperti, air conditioner (AC), head Seat stereo, sound system, aromatherapy branded terbaik di setiap bed perawatan. Konsumen bisa me-

milih sesuai dengan keinginan, dan akan lebih rileks karena setiap pelanggan akan di sediakan lagu sesuai dengan keinginan sebelum di mulai perawatan. Yang lebih menarik lagi di Rumah Cantik Aura Spa Anda dapat memilih sendiri menu– menu kecantikan terbaru yang di kembangkan dan tidak ada di tempat lain. Lebih special harga pasti terjangkau dan pelayanan perawatan lengkap membuat Anda dapat merawat secara rutin untuk hasil yang maksimal. “Rumah Cantik Spa menyediakan diskon 20 persen untuk bathtubs dan shower 10 persen,” ungkap Ida Yunisca, pemilik Rumah Cantik Aura Spa yang telah menyandang delapan sertifikat dari lembaga kecantikan salah satunya dari dr. Aedjoefrie. Jangan ragu lagi untuk datang langsung ke Rumah Cantik Aura Spa yang beralamat di Jl. Makmur No. 64 Genteng – Banyuwangi , telp 082 232 812 699. (*)

EKO BUDIYONO/RaBa.

POTONG PITA: Ida Yunisca saat memotong pita peresmian kemarin.

Budi Probowo dan caleg DPRD Jatim Prayana Yudha Mahardika. Kedua caleg itu banyak dilaporkan warga melakukan politik uang di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Srono, Kalibaru, Banyuwangi, dan beberapa kecamatan lain. Dugaan politik uang yang

dilakukan Eddie Budi dan Prayana dilaporkan beberapa orang ke Panwaslu. Sayang, setelah dikaji Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) yang terdiri atas Panwaslu, Kejaksaan Negeri, dan Polres Banyuwangi, laporan itu tidak bisa dilanjutkan hingga Pengadilan Negeri (PN ) karena tidak cukup bukti. Lantaran tidak cukup bukti, Panwaslu tidak bisa melanjutkan laporan itu ke proses penyidikan n  Baca Panwaslu...Hal 39


BERITA UTAMA Pastikan Keputusan MA Sudah Mengikat 32

Jawa Pos

R A D A R

SITUBONDO – Komentar kuasa hukum DPC PKNU kubu Ra Malung, Reno Widigdyo membuat tercengang kuasa hukum PKNU Kubu Toha Barisyi, Supriyono. Sebab, pernyataan tersebut bertolak belakang dengan fakta yang terjadi. Kata Supriyono, dalam website Mahkamah Agung RI sudah tertera

jelas bahwa gugatan PKNU kubu Ra Malung ditolak. “Silakan dilihat, dicek, sudah jelas ditolak, bukan tidak dapat diterima. Ini perlu diluruskan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (7/5). Supriyono sangat menyayangkan karena hanya untuk menyenangkan kliennya, kemudian menyampaikan

Kamis 8 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

pernyataan yang bertolak belakang dengan fakta. “Memelintir bahasa yang seolah putusan tersebut tidak dapat diterima, dan menyatakan kalau masih ada peluang untuk menggugat kembali,” jlentrehnya. Kata Supriyono, pernyataan Reno Widigdyo itu merugikan terhadap dunia peradilan di Situbondo dan

pencari keadilan. Sebab, putusan MA yang sudah jelas masih ditafsiri dan diputarbalikkan lagi. “Jadi keputusan MA itu sudah mengikat secara hukum terhadap para pihak yang berperkara dan pihak lain yang ada kaitannya langsung maupun tidak langsung,” imbuh Supriyono.

Diberitakan sebelumnya, Reno Widigdyo gugatan DPC PKNU kubu Ra Malung dinyatakan tidak dapat diterima. Sebab, seharusnya gugatan dilakukan melalui mekanisme Mahkamah Partai. Keputusan MA itu menguatkan keputusan Pengadilan Negeri (PN) Situbondo yang juga memberikan keputusan serupa.

Keputusan MA bukan akhir dari segalanya. Sebab, pihaknya bisa kembali melakukan gugatan dengan pokok permasalahan. Sebab, keputusan MA hanya mengatakan tidak dapat diterima, bukan ditolak. “Kapan hari kita mengajukan upaya ke mahkamah partai, tapi belum ada putusan sampai sekarang,” tegasnya. (pri/als)

Dikunjungi Ratusan Mahasiswa Unesa BANYUWANGI - Yang ingin melakukan studi banding ke Bumi Blambangan ternyata tak hanya kalangan eksekutif dan legislatif dari daerah lain. Kalangan mahasiswa ternyata juga berminat melakukan studi banding ke kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Bali ini. Kali ini ratusan mahasiswa jurusan Administrasi Pembangunan dan Administrasi Keuangan Negara, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) datang ke kantor Pemkab Banyuwangi Senin lalu (5/5). Kehadiran mereka diterima Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Wiyono, beserta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Agus Siswanto. Dosen Pendamping sekaligus pengajar di jurusan Administrasi Pembangunan dan Administrasi Keuangan Unesa, Tauran, Ssos, Msoc.Sc mengatakan, kedatangan para mahasiswa itu dalam rangka melakukan perkuliahan luar kelas. Dikatakan, Banyuwangi dipilih sebagai tujuan perkuliahan karena kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini dianggap memiliki banyak prestasi di bidang pemerintahan. “Banyuwangi sangat jauh dari ibu kota negara, dan dari ibu kota provinsi. Daerahnya juga diliputi pegunungan dan hutan. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi Banyuwangi menjadi daerah terbaik dengan banyak prestasi,” kata Tauran. Tauran menambahkan, para mahasiswa diharapkan bisa mempelajari secara langsung tentang pengelolaan pemerintahan, baik administrasi pembangunan maupun

administrasi keuangan dari Pemkab Banyuwangi. “Kami ingin menunjukkan pada mahasiswa bahwa teori yang dipelajari selama perkuliahan ada implementasinya dan di Kabupaten Banyuwangi terimplementasi dengan baik. Kami berharap bapak-ibu (jajaran Pemkab Banyuwangi) dapat memberikan ilmunya bagi mahasiswa kami,” harapnya. Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Wiyono mengatakan, Banyuwangi terus melakukan pembenahan di berbagai lini selama empat tahun belakangan. Posisi Banyuwangi yang jauh dari pusat pemerintahan baik negara maupun provinsi seolah dapat “dilipat” dengan beroperasinya penerbangan komersial di Bandara Blimbingsari. “Langkah pertama yang dilakukan Bupati Abdul-

BANYUWANGI

HUMAS PEMKAB BWI for RaBa

LUAR KELAS: Ratusan mahasiswa Unesa saat menimba ilmu di kantor Pemkab Banyuwangi Senin (5/5).

lah Azwar Anas adalah menghidupkan Bandara untuk melipat jarak antara Banyuwangi dengan berbagai kota besar di Indonesia,” kata Wiyono. Bersamaan dengan pengoperasian bandara, fasilitas infrastruktur terus dibenahi, baik jalan maupun infrastruktur penunjang industri. “Investasi yang masuk ke Kabupaten Banyuwangi meningkat tajam. Investasi naik sampai 1.200 persen pada 2013 dibandingkan pada tahun 2010,” imbuh Wiyono. Di bidang pemerintahan, Banyuwangi juga mengalami pembenahan. Kinerja birokrasi pemerintahan mendapatkan penghargaan dari Kemendagri dengan masuk 20 besar Kabupaten dengan kinerja sangat tinggi dari 511 kabupaten/kota di Indonesia. Selain itu Banyuwangi juga mendapat Pangripta Nusantara Utama sebagai dae-

rah dengan perencanaan terbaik nomor dua di Indonesia dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Bappenas RI. “Tidak hanya memajukan pembangunan, namun Pemkab Banyuwangi serius untuk membenahi administrasi dan pengelolaan di birokrasi,” urai Wiyono. Wiyono berharap mahasiswa nanti bisa lebih jauh mendalami proses administrasi pembangunan dan keuangan di Banyuwangi. Tidak sekadar mendengarkan paparan dari beberapa kepala dinas yang terkait. “Jangan hanya satu hari, mungkin lain kali bisa menimba ilmu lagi dengan waktu yang lebih lama sekalian berkeliling menikmati pariwisata di Banyuwangi yang juga sedang terus kita kembangkan,” pungkas Wiyono setengah berpromosi. (sgt/c1/bay)

BANYUWANGI

• Aliyan-Rogojampi •

BANYUWANGI

Djl Tanah Rumah Ds. Aliyan di Prmptan Strtgis SHM 466 m2 350 Jt Hp. 082301243434

• Tanah Kapling Rogojampi •

• Rumah Walet+Seriti •

Djl Tnh Kavling Murah Bs Kredit Strtgis Rogojampi & Singojuruh 081335555573

Djl Cpt Rmh Walet + Seriti & Tanah SHM 460m di Rogojampi Telp. 081913900030

• Tanah Kapling •

• Kebalenan Indah •

Jual Tanah Kapling, uk. 10x40m2 (2 kapling), SHM, Hrg 85 jt, H: 083847407631

Djl Cpt Rumah di Kebalenan Indah + R u m a h d i K a l i p u r o A s r i T l p. 081913900030

SITUBONDO • Jl. Sudirman • Djl Rmh LT 288 m2 LB 78 m2 L. Strategis Jl. Sudirman 250 Jt Hub. 085257887775

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Kijang Innova •

• Honda Jazz •

• Nissan Evalia ‘12 •

Dijual Kjg Innova EXW41 tahun 05/08/010 silver mtl hrg 126/176/198 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Honda Jazz/strem GE8 1.5 SMT tahun 012/03 putih mutiara hrg 185/115 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Nissan Evalia 1.5 4x2 MT tahun 012 putih hrg 156 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Nissan Grand Livina •

• Toyota Avanza •

• Nissan Grand Livina •

Dijual Grand Livina SV tahun 013/08/011 putih/silver hrg 136/142,5/155 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual New Avanza 1.3E MT tahun 010/04 abu2 mtl hrg 107,5/111,5/137,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Saatnya Punya Nissan G. Livina DP Ringan & Harga Spesial Big Sale !!! Hub: Andi 081359944425

• Suzuki APV •

• Isuzu Panther •

Dijual Suzuki APV 2010 sgx Luxury Hitam Rp. 122 Juta Nego, Cash & Kredit, Tukar Tambah Hb. 08123453975 - 081335897888

Dijual Panther LV 08/03 Silver Nego, Cash & Kredit, Tukar Tambah Hub. 082142194111 - 081335897888

• Katana-Jimni-Panther • Djl Katana Biru th ’93, Jimni 4x4 Pth th ’85, Phanter Royal Biru th ’99 H: 08123651374

• Promo Daihatsu Ayla • R-STOCK AYLA hrg mli 81 Jt, All New Xenia DP mli 25 Jt. Krdt bs 5 thn. Hub sgr HADI 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatas nama kan pe tugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfir masi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak ber tang gung ja wab atas semua transaksi yang terjadi selain pema sa ngan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

BANYUWANGI

BANYUWANGI • STNK • Hlg SIM C+STNK P 3912 UE an Hari Subagio, Prm Bwi Baru Blok F 12 RT. 04/02 Hlg STNK P 2168 ZB an Benny Byp. H, Gunung Remuk RT. 04/05 Ketapang Hlg STNK P 3280 ZD an Fajar Verdiyanto Wonosari RT 01/02 Tamansuruh, Glagah Hlg STNK P 4506 UM an Lilik Hertantini, Jl. Mendut Gg. X RW. 01/02 Kel. Taman Baru

PROMO IKLAN LOWONGAN Terbit Hari Senin s/d Jumat 1kolom x 40mm; Rp. 88.000 Terbit Hari Sabtu 1kolom x 40mm; Rp. 165.000

HUBUNGI: 0333-412224


Jawa Pos

BALJEBOL

Kamis 8 Mei 2014

R A D A R

37

B A N Y U W A N G I

Bentrok, 1 Tewas, 3 Luka

BONDOWOSO

Bersitegang Usai Nonton Calonarang

EKO SAPUTRO/RADAR JEMBER/JPNN

TEGAS: Tim Kejaksaan Negeri Bondowoso saat menyita mesin selep terkait dugaan korupsi Bansos.

Kejaksaan Sita Mesin Selep Milik Samsul KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Bondowoso menepati janjinya. Kemarin, satuan khusus pemberantasan korupsi Kejari mendatangi rumah Samsul, di Desa Jetis, Kecamatan Curahdami. Mereka meminta izin kepada istri tersangka, untuk menyita mesin selep dan perlengkapan lainnya yang ada di dalam bangunan milik Samsul. Penyitaan itu sebagai barang bukti dalam sidang di pengadilan tipikor Jawa Timur. Namun, istri tersangka tidak mau menandatangani berita acara penyitaan yang disodorkan oleh kejaksaan. Dengan alasan, penasehat hukum suaminya, yakni Cakrabirawa SH tidak ada di tempat. Tetapi, akhirnya kejaksaan menyita barang bukti tersebut setelah ada tanda tangan dari perwakilan Yayasan Raudlatul Ma’arif yang mengelola bantuan sosial (bansos) berupa mesin selep itu. “Kami terpaksa membawa mesin selep dan perlengkapan lainnya untuk barang bukti ,” ujar M. Safi, kasi Pidsus Kejari Bondowoso kepada Jawa Pos Radar Jember. Bahkan Safi dan beberapa jaksa, ikut mengangkat mesin selep ke pikap, kemudian menyegelnya. Para guru MI dan MTs yang mengajar di sekolah Yayasan Raudlatul Ma’arif hanya melihat dari kejauhan penyitaan barang-barang tersebut. ”Maaf kami tidak tahu apa-apa terkait kejadian yang oleh ketua yayasan,” tutur salah seorang guru MI Raudlatul Maarif. (eko/sh/jpnn/aif)

DENPASAR – Peringatan HUT ke-810 Kota Bangli tercoreng. Penyebabnya, terjadi bentrok berdarah hingga menewaskan pemuda di sela-sela rangkaian pesta HUT Kota Bangli. Seorang pemuda tewas dan seorang lainnya terluka parah akibat bentrok berdarah yang terjadi Selasa (6/5) dini hari kemarin. Korban tewas diketahui bernama I Kadek Dwi Maliastrwan, 20, asal Banjar Pule, Kelurahan Kawan, Bangli. Tiga pemuda lainnya yang terluka maising-masing I Kadek Hendrawan, 19, I Wayan Juliartawan, dan Wayan Artha Wedana Putra,19. Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, bahwa peristiwa itu terjadi di sela-sela rangkaian pestaHUT Kota Bangli. Yakni dini hari pukul 00.15. Saat itu keempat korban baru saja menonton pementasan tari Calonarang di areal Lapngan Kapten Mudita, Bangli.

Sebelumnya, sekitar pukul 23.00, korban datang ke lapangan secara terpisah seusai bersama-sama pesta miras di suatu tempat. Dua korban, yakni Kadek Dwi Maliastrawan dan Kadek Hendrawan tiba lebih awal di lokasi sebelum rekan-rekan lainnya datang.

Selanjutnya, sekitar pukul 00.00, pementasan Caloanarang berakhir. Korban, Wayan Wedana Putra serta dua rekan lainnya termasuk korban Wayan Juliartawan mencari dua rekannya yang terpisah. Beberapa saat kemudian, dua korban Dwi Maliastrawan

245 Siswa SMP Positif tak Lulus

TABANAN

Mau Nagih Utang Malah Kena Hajar GARAGARA ditagih utangnya, I Putu Darma Putra alias Sopia,31, menjadi gelap mata. Petani dari Banjar Galiukir, Desa Kebon Padangan, Pupuan ini bahkan nekat menghajar si penagih utang yakni I Gusti Ngurah Edy Muliarta,26, yang masih terhitung tetangga satu banjar sampai babak belur. Akibat perbuatannya itu, pelaku kini harus mendekam di ruang tahanan Polsek Pupuan. Informasi yang diperoleh kemarin), perkara utang piutang ini yang berujung penganiayaan ini terjadi pada malam hari. Kebetulan pada malam itu, sekitar pukul 20.00, korban bertemu dengan pelaku di pasar yang berlokasi di Banjar Galiukir Kaja. Dalam pertemuan itu, korban bermaksud menagih utang penjualan kelapa terhadap pelaku. Tapi sayangnya, alih-alih mendapat pembayaran, korban saat itu justru mendapat omelan. Sambil memaki-maki, pelaku pergi meninggalkan korban dan pulang menuju rumahnya. Begitu juga dengan korban yang malam itu hanya mendapatkan omelan akhirnya memutuskan untuk pulang. Kebetulan rumah korban maupun pelaku sama-sama searah. Sehingga setelah pelaku pergi, korban menyusulnya dari belakang. Saat melewati depan rumah pelaku persoalan akhirnya muncul. Tiba-tiba saja pelaku mencegat korban yang saat itu masih dalam perjalanan menuju ke rumahnya. Tanpa babibu, pelaku langsung melancarkan serangkan ke wajah korban. Bogem mentah berulang kali dilepaskan pelaku hingga korban terjerembab di atas permukaan jalan. (hai/yes/jpnn/aif)

RADAR JEMBER/JPNN

EVAKUASI: Petugas mengevakuasi mayat dari dasar sungai menuju jalan raya sejauh 500 meter.

Mayat di Aliran Lahar Semeru

DENPASAR

LUMAJANG – Para penambang pasir di aliran lahar Gunung Semeru, tepatnya di bawah Jembatan Perak, kawasan Piket Nol, Candipuro, kemarin geger. Sebab, mereka menemukan sesosok mayat di bawah jembatan. Mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan usia sekitar belasan tahun. Informasi Jawa Pos Radar Jember di lokasi kejadian, mayat tersebut kali pertama ditemu-

ADRIAN/RADAR BALI/JPNN

DIKIRIM KE OMBUDSMAN: Surat kaleng dari pengirim bernama Van Balang Tamak.

 

Kunci Jawaban Bocor, ORI Terima Surat Kaleng OMBUDSMAN Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali menerima pengaduan berupa surat kaleng dari pengirim fiktif bernama Van Balang Tamak. Dalam surat kaleng tersebut, berisi mengenai kecurangan yang dilakukan pihak SMPN 9 Denpasar (Sanur) dalam membagikan kunci jawaban kepada para peserta Ujian Nasional (Unas). Walaupun pengirimnya fiktif, ORI tetap akan menindak lanjuti pengaduan terebut. Kepala ORI Perwakilan Bali, Umar Al Khattab, menerima selembar kertas berisi pengaduan pada Senin malam atau usai ujian pertama. “Kami terima Senin malam, laporannya berupa surat kaleng karena tidak ada identitas pengirim yang jelas,” ujar Umar, Selasa kemarin (6/5). Walaupun hanya sebatas surat kaleng, namun pihak ORI mengaku akan menelusuri pengaduan tersebut. Karena bisa saja warga yang melapor takut ketahuan. “Menurut laporan itu menemukan kebocoran jawaban, tapi dari mana jawabannya, kami tidak tahu, sehingga belum bisa dipastikan,” ujar Umar. (dra/JPNN/aif)

dan Kadek hendrawan terlihat tengah bergumul dan dianiaya oleh dua orang tak dikenal di lapangan basket, sekitar 50 meter dari lokasi panggung. Korban Wedana Putra dan Juliartrawan pun mendatangi lokasi untuk melerai. ”Saya awalnya datang untuk memisahkan, tapi kena tebas juga,’’ aku Wedana Putra di RSUD Bangli, kemarin. Wedana sendiri hanya mengalami luka gores senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya. Sehingga hanya dirawat di RSUD Bangli. Sementara itu terkait kasus pembacokan tersebut, hingga kemarin jajaran Polres Bangli belum mengantongi identitas para pelaku. Kemarin polisi lansgung melakukan penyisiran dan menggelar olah TKP. Dari hasil penyisiran, petugas mendapati barang-barang bukti yang mengarah pada pelaku. ”Dari hasil olah TKP kami belum menemukan pisau yang digunakan pelaku,’’ jelas Kapolres Bangli AKBP Suswanto. Petugas hanya menemukan bercak darah dan topi milik korban. (yog/fil/pit/JPNN/aif)

kan Bukhori, pemilik warung di sekitar Jembatan Perak. Bukhori melihat mayat tersebut sekitar pukul 06.30 saat jalan-jalan di sekitar jembatan. “Saya biasa jalan-jalan pagi, lalu menengok ke kanan dan kiri bawah jembatan. Saya kok melihat ada orang telentang di bawah jembatan,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian. Melihat hal itu, Bukhori berteriak-teriak memberitahu para

penambang pasir di bawah jembatan. Saat itulah puluhan penambang mengecek sesosok manusia tersebut. Setelah didekati, dipastikan bahwa manusia tersebut telah meninggal dunia. Spontan para penambang pasir geger. Aktivitas penambangan dihentikan. Bukhori segera turun bergabung dengan penambang yang berkerumun di sekitar mayat tersebut. (fid/har/jpnn/aif)

JEMBER – Sukses wajib belajar 9 tahun yang terus digalakkan prakteknya banyak menemui ganjalan. Bahkan banyak siswa yang menyianyiakan kesempatan saat detik-detik terakhir studi mereka. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang tak mengikuti unas SMP alias mengundurkan diri. Dari 256 siswa yang tidak hadir dalam unas kali ini, 245 peserta diantaranya dianggap mengundurkan diri dan dinyatakan tak lulus Unas SMP. Kepala Dispendik JemAda ber Bambang Hariono saat beberapa berkunjung ke sejumlah alasan sekolah kemarin mengatakan, dari sekitar 33 siswa ini ribu peserta, ada sekitar tidak hadir 256 siswa yang tak hadir dalam Unas mengikuti ujian. Menurut dia, jumlah peserta kemarin unas SMP dan sederajat di Jember tercatat sebanyak Bambang Hariono 32.098 siswa dan sebanyak Kepala Dispendik 31.842 siswa di antaranya Jember mengikuti unas di masingmasing sekolah yang tersebar di 31 kecamatan. “Ada beberapa alasan siswa ini tidak hadir dalam Unas kemarin (lusa, red),” jelas Bambang kemarin. Sejumlah alasan itu, dengan rincian sebanyak delapan siswa meminta izin tidak hadir karena sakit, tiga siswa mengajukan izin karena ada keperluan. “Namun yang terbanyak karena sudah mengundurkan diri mencapai 245 siswa,” jelasnya. Untuk 11 orang yang sakit dan mengajukan izin tidak hadir, menurut Bambang, nantinya akan mengikuti ujian nasional susulan, yang dijadwalkan tanggal 12 - 16 Mei mendatang. Sedangkan untuk 245 orang yang mengundurkan diri, sudah dianggap tak lulus. “Tentu harus mengulang dan mengikuti ujian nasional tahun depan,” ujarnya. Bahkan, jika memang tidak memungkinkan, maka bisa mengikuti ujian kejar paket B atau ujian persamaan lanjutan. Tatang Prijanggono, Kabid SMP/SMA Dispendik Jember menambahkan peserta unas yang tidak hadir sebagian besar mengundurkan diri dan mereka mengundurkan diri setelah namanya masuk daftar nominasi tetap (DNT) sebagai peserta unas tingkat SMP. Beberapa alasan penyebab siswa mengundurkan diri sebagai peserta unas di Jember antara lain pindah sekolah atau mutasi ke sekolah lain sesaat sebelum unas SMP. Ikut bekerja orang tuanya ke luar kota, dan sebagian siswa menikah sebelum pelaksanaan unas. “Sebagian siswa memang tidak menyampaikan alasan mereka mengundurkan diri sebagai peserta unas atau tanpa keterangan,” katanya. Padahal, menurut Tatang, sebenarnya pihak sekolah sudah memberikan pemahaman tentang pentingnya mengikuti unas. Namun, sejumlah siswa sepertinya belum sadar akan pentingnya unas dan ijazah wajardikdas tersebut sehingga meninggalkan unas itu. Dari data tahun lalu sebanyak 125 siswa dengan rincian 110 siswa mengundurkan diri, 12 siswa tidak hadir tanpa alasan, dan tiga siswa menderita sakit. (ram/jum/wah/jpnn/aif)

Temuan Dua Gua Baru PANTI – Satu kekayaan alam ditemukan di Jember. Sebuah gua baru yang cukup besar dan panjang ditemukan di atas taman Perkebunan Gunung Pasang Panti. Di kawasan yang memiliki luas 1026 hektar ini ternyata ada gua sedalam 25 meter yang sangat eksotis. Kekayaan alam ini ditemukan barubaru ini sehingga gua yang baru ditemukan tersebut belum diberi nama. Begitupun akses menuju gua tersebut sama sekali belum ada. Uday Alif Ali, salah seorang warga yang tinggal di perumahan Gunung Pasang menjelaskan dirinya telah beberapa kali mengunjungi gua itu. Berdasarkan hasil penelusurannya, gua yang terletak pada ketinggian sekitar 900 meter dari permukaan laut itu, ada dua bagian. “Ada dua gua panjang dan pendek,” tegasnya. Dijelaskan pertama gua yang memiliki panjang lorong 25 meter. Gua itu terletak di atas lahan perkebunan. Namun, masuk dalam wilayah lahan cadangan yang tidak dijadikan lahan

produksi. Sementara, dari jarak yang tidak jauh dari gua tesebut, ada gua lagi yang dikatakan hutan kedua. “Tapi lebih kecil” jelasnya Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, sebelum ditemukannya gua itu, di kebun PDP Gunung Pasang ada satu tempat wisata yang sangat dikenal oleh masyarakat Jember. Yakni air terjun Tancak Kembar. Kemudian, dengan adanya penemuan gua ini, diharapkan bisa menambah adanya kekayan alam. Masyarakat yang tinggal di perumahan perkebunan berharap adanya tempat yang layak dijadikan wisata itu bisa dikelola dengan baik. Sehingga berdampak pada objek kunjungan wisata yang ada di wilayah itu. “Kalau gua ini dikelola, akan lebih bagus. Masyarakat juga bisa mengambil hikmah adanya penambahan wisata itu,” katanya. Sementara, Sugeng Santoso pengelola unit usaha agro wisata Perusahan Daerah Perkebunan (PDP) Jember menjelaskan, baru-baru ini pihaknya melakukan eksplorasi ke gua tersebut sehingga

HERU PUTRANTO/RADAR JEMBER/JPNN

EKSOTIK: Gua di kawasan Perkebunan Gunung Pasang Panti yang baru ditemukan dan di eksplorasi. Penemuan gua tersebut diharapkan bisa menambah tempat wisata di kawasan tersebut selain air terjun tancak.

muncul ide untuk mengembangkannya. Namun, jika melihat akses jalan menuju pada gua tesebut, pihaknya harus banyak melakukan perubahan. “Kalau saat ini

masih belum bisa dilewati, sebab untuk menuju ke tempat tersebut masih harus membuat jalan baru lagi,” tegasnya. (hud/wah/jpnn/aif)


OLAHRAGA

38

R A D A R

Persewangi

Jawa Pos

Kamis 8 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

Persebo

Ujian Para

Striker meraup tiga poin di masa injury time. Itu pun, gol kemenangan baru tercipta via titik putih hasil eksekusi Nelson Caparo. Hal itu menjadi pelajaran bagi Persewangi dalam melakoni laga kandang kedua dengan meladeni tamunya, Persebo Bondowoso sore ini. Kick off pukul 15.00 di Stadion Diponegoro Banyuwangi. Lini depan Persewangi dituntut untuk bisa membuktikan diri di atas lapangan. Sebab, sejauh ini, para penyerang merah-hitam masih minim dalam urusan mencetak gol. Tapi, fakta kurang oke itu berusaha akan dipatahkan dalam matchday keempat ini. Pelatih Persewangi, Bagong Iswahyudi diprediksi akan memasang Trubus Gunawan sejak menit awal. Sebab, sejauh ini, bomber itu hanya masuk sebagai pengganti. Pertimbangannya, penyerang asal Tegaldlimo itu sedikit mengalami gangguan cedera engkel. Tapi, saat ini, dia sedang dalam kondisi fit. Apalagi, pemilik nomor jersey 10 itu kerap menjadi kreator yang berbuah gol penalti. Berkaca pada itulah, daya magis dia akan ditunjukkan lagi saat menghadapi Persebo dan memenangkan pertandingan. Pergerakan Trubus memang cukup berba-

haya. Terutama saat memasuki area kotak terlarang. Tapi, dia masih punya PR yang belum selesai, yaitu dalam urusan mencetak gol. Karena itu, dia harus bisa membuktikan pada pertandingan kali ini. Pelatih Persewangi, Bagong Iswahyudi mengisyaratkan bakal mengubah posisi line up dengan pertandingan sebelumnya. Hal itu berdasar dengan hasil evaluasi dan perkembangan tim secara umum. ‘’Jelas, nanti ada sedikit perubahan di posisi tertentu,’’ ujarnya usai memimpin latihan kemarin pagi (7/5). Dia mengaku memiliki formula khusus agar penyerang bisa lebih haus gol. Namun, dia tetap mengutamakan agar semua pemain mengandalkan kolektivitas di atas lapangan. ‘’Kita yakin, strategi besok akan manjur,’’ tandasnya. Di lain pihak, Pelatih Persebo, Bambang Sumantri bertekad akan membungkam publik tuan rumah. Menurut dia, tidak ada yang tidak mungkin di atas lapangan. ‘’Kita ingin mencuri poin,’’ katanya. Dia memberikan apresiasi terhadap Persewangi. Hasil kacamata dia, semua lini diwaspadai. ‘’Kami optimistis bisa mencuri poin,’’ pungkasnya. (ton/als)

OPTIMISTIS: Pemain Persebo saat menjajal Stadion Diponegoro kemarin (7/5). Mereka bertekad memecahkan rekor tak terkalahkan Persewangi.

Kick Of

PERSEWANGI 18 16

1 Nanda

4

M. Jakfar

5

23

Nelson

9

10

17

RAMADA KUSUMA/RaBa

7

Nova

KLASEMEN SEMENTARA GRUP 7 1. Persekam

5

3

1

1

8-2

10

2. Persewangi

3

2

1

0

4-2

7

3. Persebo

4

2

1

1

5-4

7

4. Sumbawa

3

1

2

0

2-1

5

5. Persbul

4

1

1

2

4-4

4

6. Persigo

5

1

1

3

3-7

4

7. Persid *

4

0

1

3

1-8

-2

*) Dikurangi 3 poin dan dikalahkan 3-0 karena WO.

PON REMAJA

Putra Bagong Lolos Seleksi PON Jatim BANYUWANGI - Pelatih kepala tim sepak bola PON Remaja Jawa Timur, Mursyid Efendi, akhirnya merilis pemain yang lolos seleksi di Banyuwangi. Setidaknya ada 12 pemain potensial asal Kota Penyu ini yang akan dipanggil dalam seleksi lanjutan di Surabaya. Proses seleksi tersebut akan digeber di markas Persebaya, yaitu Lapangan Karang Gayam, tanggal 8 Mei mendatang. Yang menarik, putra pelatih Persewangi, Bagong Iswahyudi, lolos dalam seleksi di Banyuwangi yang digeber beberapa waktu lalu itu. Dia adalah Billy Syahbana. Pelajar kelas IX SMPN 1 Purwoharjo itu akan berjuang keras agar masuk skuad utama PON Remaja Jatim yang akan dihelat di Blitar Desember mendatang. Sayang, remaja kelahiran 1998 dari tim Persega Glagah, Purwoharjo, itu tidak akan didampingi sang ayah dalam seleksi tersebut. Pasalnya, di waktu yang sama, Persewangi sedang bertanding menghadapi Persebo di Stadion Diponegoro, Banyuwangi. Sementara itu, sebelas pemain lain berasal dari beberapa klub. Tiga pemain asal Mandala, yaitu Firman, Jelly Handika, dan Yoga Alfian. Dua pemain dari PSGS juga lolos, yaitu Lukianto dan M. Lutfi. Arif dan Slamet berasal dari klub Porwing. Tim Tunas Muda juga berhasil mengirim dua pemain, yakni Yusuf dan Destriano Angga. Satu pemain lain dari Putra Junior, yaitu Rozak, dan dari Persik Keradenan bernama Firma. Pelatih Persewangi, Bagong Iswahyudi, tidak mau intervensi terkait seleksi tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada tim seleksi yang dipimpin Mursyid Efendi. ‘’Tapi, anak-anak didampingi para pelatih klub,” terangnya. (ton/c1/als)

19

h Ba gong

Iswa

hyud i

4 2 3 1

1

Sigit

Bagas

32

21 Johan

Rae

Olisa

22

12

Adi

Wahyu

Johan

Pela ti

26

15

Reza Decky

Riski

Aiman

Fani

7

Trubus

Putut

6

10

Ikhrom S

ANDALAN: Di tiga pertandingan sebelumnya, Trubus Gunawan hanya menjadi pemain pengganti. Sore ini, Bagong akan memasang mantan top scorer Liga Remaja 2006 itu sejak menit pertama.

PERSEBO

Pukul 15.00 WIB

8

Anis M

Peter L

ALI SODIQIN/RaBa

BANYUWANGI – Rekor Persewangi cukup apik dalam tiga laga kompetisi Divisi Utama musim ini. The Lasblang, julukan Persewangi, belum tersentuh kekalahan. Baik di kandang sendiri maupun di luar kandang. Catatan paling jelek adalah saat Persewangi menahan imbang tuan rumah Persigo Gorontalo dengan skor 1-1. Satu partai away lain, merah-hitam berhasil meraup poin maksimal kala dijamu Persbul Buol dengan skor 2-1. Hasil itu yang membuat Persewangi semakin optimistis kala bermain di kandang sendiri. Namun, Persewangi terlalu overconfident meski berlaga di hadapan pendukung sendiri. Pasukan Bagong Iswahyudi itu harus lebih tenang dalam memanfaatkan peluang. Terbukti, Nanda Pradana dkk kesulitan mencetak gol kala melakoni home perdana saat menghadapi Persekam Metro FC 28 April lalu. Padahal, statistik pertandingan mencatat Persewangi banyak mendapatkan peluang emas. Sayang, kesempatan yang seharusnya menjadi gol gagal tercipta karena pemain kurang tenangnya pemain depan dalam mengeksekusi bola. Beruntung, Persewangi memastikan

Stadion Diponegoro Banyuwangi

Sebagai tuan rumah, Persewangi tentu berada di atas angin. Status belum terkalahkan hingga matchday keempat sore ini tentu ingin dipertahankan pasukan Bagong Iswahyudi ini. Kepercayaan diri pemain inilah yang menjadi modal berharga menghadapi Persebo. Kecuali bomber Sukarno Andi Wijaya, semua pemain saat ini dalam kondisi on fire. Nanda Pradana dkk sudah teruji bermain di kandang lawan maupun di kandang sendiri. So, kemenangan seakan tinggal menunggu waktu saja.

4 4 2

tri

uman

ih Pelat

gS mban

Ba

Poin Persebo dengan Persewangi memang samasama 7. Namun, selisih gol yang hanya plus satu mengakibatkan mereka harus bersedia berada di peringkat ketiga di bawah Persewangi yang surplus 2. Dari empat kali tanding yang dimainkan, hasil yang direngkuh Persebo tidak terlalu buruk. Mereka hanya kalah sekali 1-2 dari Persekam. Sejatinya, mereka bisa menang saat sua ke kandang Persid. Namun, bola itu bundar. Segalanya masih bisa terjadi. Pemain Persebo belum teruji bermain di kandang lawan.

Ayub Dipercaya Tangani Tim Atletik Jatim BANYUWANGI - Prestasi yang diukir kontingen Banyuwangi dalam Kejuaraan Jatim Open di Surabaya tanggal 24 hingga 26 April lalu berbuah manis. Sebab, sejumlah atlet Kota Gandrung dipanggil Pengprov PASI Jawa Timur untuk mengikuti kejuaraan atletik Yunior dan Remaja di Jakarta. Sedianya, ajang tersebut digeber 14 hingga 17 Mei mendatang. Para atlet Bumi Blambangan yang dipercaya masuk dalam Tim Atletik Jatim itu berjumlah empat orang. Empat atlet tersebut akan tampil di berbagai kelas, antara lain Davit Ali yang turun di kelas Yunior Putra. Pria kelahiran 1996 itu akan berkiprah di nomor lomba 200 meter, 4x100 meter, dan 4x400 meter. Atlet binaan Pengcab PASI Banyuwangi yang juga dipanggil adalah Nikmatul Nafi’ah. Dia akan berlaga di kelas Yunior Putri. Perempuan berusia 18 tahun itu akan bertarung di empat nomor lomba sekaligus, yaitu 200 meter, 400 meter, 4x100 meter, dan 4x400 meter. Di kelas remaja putra, atlet Banyuwangi yang mendapatkan apresiasi manis dari Pengprov PASI Jatim adalah Dedi Irawan. Remaja berusia 15 tahun itu akan bertarung dan memperebutkan medali pada nomor lomba lompat galah. Pada kelas Remaja Putri, at-

ISTIMEWA

GO PROVINSI: Ayub Hidayat (kanan) dan pelatih atletik Banyuwangi Agus Sujiono (kiri) bersama sejumlah atlet Banyuwangi yang berhasil mempersembahkan medali di ajang Jatim Sprint. Ayub diplot sebagai manajer atletik Jatim.

let Banyuwangi yang masuk dalam skuad Tim Atletik Jatim adalah Prila Satwati Nanda. Atlet berusia 16 tahun itu akan bahumembahu di nomor lomba 400 meter dan 4x200 meter. Selain menyumbangkan sejumlah atlet, Pengprov PASI Jatim juga memberikan mandat

kepada sejumlah orang sebagai offisial. Tidak tanggung-tanggung, Ketua Umum Pengcab PASI Jatim, Ayub Hidayat, ditunjuk sebagai manajer Tim Atletik Jawa Timur di even tersebut. Keberhasilan Banyuwangi semakin lengkap. Sebab, Agus Sujiyono yang notabene sebagai pela-

tih atletik PASI Banyuwangi juga masuk dalam tim kepelatihan. Sedianya, semua yang dipanggil akan merapat di Surabaya dan bergabung bersama beberapa atlet daerah lain 12 Mei nanti. Ketua Umum Pengcab PASI Banyuwangi, Ayub Hidayat mengungkapkan, panggilan

untuk mengikuti kejuaraan di Jakarta itu tidak akan disia-siakan. Dia menekankan, atlet yang masuk dalam skuad agar bekerja keras demi mengangkat nama daerah. ‘’Ini kesempatan emas. Anak-anak sangat antusias menyambut kabar itu,” tukasnya. (ton/c1/als)


Jawa Pos

BERITA UTAMA

Kamis 8 Mei 2014

R A D A R

B A N Y U W A N G I

Tangan Sempat Bergerak ■ UUL... Sambungan dari Hal 29

Dalam jumpa pers di RSUD Blambangan kemarin, Agus Heri mengaku sejak awal sudah berupaya memulangkan Uul yang koma sejak 22 September 2013 lalu. “Karena masih ada kendala teknis, baru sekarang pemulangan Sihatul (Uul) bisa dilakukan,” katanya. Pemulangan Uul yang sebelumnya dirawat di rumah sakit Thungs’ Taichung di Min An Road, Distrik Baihe, Kota Tainan, Taiwan, itu didampingi satu dokter dan tiga perawat. Dalam rombongan itu juga ikut Senior Asisten Bidang Tenaga Kerja Kamar Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan, Noerman Adhiguna. Kepada para wartawan, Agus

Heri menyampaikan, biaya pemulangan Uul sepenuhnya ditanggung majikan. Bos peternakan sapi perah itu memberikan santunan sebesar 680 NT atau setara Rp 270 juta. Sumbangan sebesar itu, 400 NT atau senilai Rp 150 juta digunakan untuk biaya pemulangan. “Dana itu masih tersisa 280 NT atau Rp 106 juta,” ungkapnya. Sementara itu, setiba di RSUD Blambangan, putri kedua pasangan Tukiman dan Sutiah itu langsung dimasukkan ke ruang intensive care unit (ICU). Tim dokter yang sudah disiapkan segera memeriksa kondisi TKI yang diduga menjadi korban kekerasan tersebut. “Saat kita ambil darahnya, terlihat ada respons, tangan Sihatul gerak-gerak,” cetus ketua tim dokter RSUD Blambangan, Hery Subiakto.

Hery menjelaskan, dalam rekam medis, jantung Sihatul pernah berhenti berdetak selama 30 menit. Dan itu, jelas dia, membuat suplai oksigen ke otak berhenti. “Itu yang menyebabkan otak Sihatul rusak dan mengganggu saraf lain, termasuk pernapasan,” terang dokter spesialis penyakit dalam tersebut. Menurut Hery, Sihatul sangat bergantung dengan alat bantu pernapasan. Seluruh tubuhnya, jelas dia, belum bisa bergerak meski sudah bisa merespons rangsangan dari luar. “Tim dokter yang menangani akan memantau langsung. Setiap hari akan berdiskusi soal Sihatul,” ungkapnya. Sementara itu, dokter Tsao Chih Chen dari rumah sakit Tungs’ Taichung Metroharbor, Taiwan, Tsao Chih Chen, yang mengantar Uul menjelaskan, dirinya tidak

mengetahui penyebab jantung Uul berhenti berdetak. “Saya bukan dokter yang merawat, tapi hanya bertugas memantau dalam pemulangan ini,” katanya melalui penerjemah kemarin. Tungs’ Taichung, jelas dokter Tsao, sebenarnya hanya menerima Sihatul. Sebelumnya, pasien tersebut dirawat di rumah sakit Chi Mei Medical Centre, Taiwan. “Hasil diagnosis saat itu, Sihatul mengalami gagal jantung,” ungkapnya. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang datang untuk membesuk Uul di RSUD Blambangan mengatakan,  Pemkab Banyuwangi akan berupaya mencari dana tambahan untuk biaya perawatan Sihatul. Sebab, perawatan Sihatul membutuhkan waktu cukup lama. “Kami berharap ada keajaiban untuk Sihatul,” kata Azwar. (abi/c1/bay)

Paket Sabu Disimpan Dalam Roti ■ DIGANJAR... Sambungan dari Hal 29

Majelis hakim menyatakan Afuk terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memiliki, menyimpan, dan menguasai narkotika golongan I sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Putusan yang diberikan kepada terdakwa klop dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Dalam tuntutannya, jaksa meminta majelis hakim memberikan vonis 5 tahun dan denda Rp 800 juta subsider tiga bulan kurungan. Hanya saja untuk dakwaan sub-

sider, terdakwa mendapat keringanan hukuman. Dalam putusan itu, terdakwa hanya dikenai subsider satu bulan kurungan. Atas putusan tersebut, terdakwa dan kuasa hukumnya, Tomi Yudianto SH, mengaku menerima. “Kami menerima putusan ini,” ujar Tomi. Dalam persidangan sebelumnya, pria yang sudah sering keluar-masuk penjara lantaran kasus narkoba itu dituntut hukuman lima tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Dia dituntut atas pelanggaran Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Pria bertubuh subur itu dianggap

Budi Cahyono (jaksa penuntut umum) bersalah dengan tanpa hak memiliki, menyimpan, dan menguasai narkotika golongan I jenis sabu-sabu melebihi 5 gram. Dalam tuntutannya, jaksa juga meminta agar terdakwa membayar denda Rp 800 juta subsider tiga bulan kurungan. Sebab, Afuk bukan pemain baru di Banyuwangi. Afuk sudah kerap berurusan dengan polisi terkait kasus narkoba. Belum lama ini Afuk baru keluar dari Lapas Narkoba Madiun. Sekadar diketahui, Afuk disergap anggota Satnarkoba Polres Banyuwangi pukul 07.00 di depan rumahnya di Jalan Piere Tendean

18, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, awal tahun ini (20/1). Itu setelah polisi menerima informasi bahwa pagi itu Afuk menerima paket sabu-sabu dari seorang kurir. Benar, setelah diringkus, di tangan Afuk ditemukan sabu-sabu dengan berat kotor 10,91 gram. Setelah ditimbang, berat bersih sabu tersebut 10,66 gram. Untuk mengecoh polisi, sabusabu itu dimasukkan dalam paket roti yang sudah menjamur. Barang bukti sabu-sabu 10,91 gram yang diamankan dari tangan Afuk tergolong besar untuk tangkapan di Banyuwangi. (nic/c1/bay)

Diselamatkan Polantas dari Amuk Massa ■ GAGAL... Sambungan dari Hal 29

Melihat penjahat mengambil barangnya, June langsung bereaksi. Teriakan perempuan itu mengundang perhatian warga sekitar lokasi. Lantaran takut aksinya ketahuan, pelaku segera kabur

naik motor. Sayang, usahanya melarikan diri itu gagal. Ban motor Honda Kharisma bernopol DK 8966 EN yang dikendarai penjambret itu terpeleset. Lelaki itu pun jatuh terkapar dan langsung menjadi sasaran bogem mentah warga yang mengetahui kejadian tersebut. Pukulan massa yang sudah

emosi pun mendarat bertubitubi di wajah pemuda tersebut. Beruntung, amuk warga tidak sampai membuat nyawa korban melayang. Petugas Satlantas Polres Banyuwangi yang kebetulan berpatroli di sekitar lokasi kejadian segera mengamankan pelaku. Kemudian, dia diamankan dan digiring

menuju Polsek Banyuwangi . Identifikasi petugas polsek, pelaku aksi penjambretan itu bernama Farid Wilhan, 41, warga Jalan Jempiring, Denpasar Utara, Bali. Farid diamankan bersama barang bukti ponsel milik korban dan motor Honda Kharisma yang digunakan melancarkan aksi. (nic/c1/bay)

berkurangnya sumber pangan, air, dan kebutuhan hidup semakin tidak seimbang. Apabila itu terjadi, maka dikhawatirkan terjadi krisis pangan, air, dan dampak lain yang berkaitan dengan berkurangnya potensi sumber daya alam,” paparnya. Rakerda yang digagas BPP-KB Banyuwangi tersebut menghadirkan Kepala Balai Pelatihan dan Pengembangan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jatim, Agus Proklamasi. Kegiatan tersebut juga dihadiri berbagai elemen yang lain, mulai jajaran forum pimpinan daerah (forpimda), camat, kepala puskesmas, organisasi masyarakat, organisasi profesi, hingga Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) se-Banyuwangi. Rakerda kali ini membahas rencana dan strategi operasional yang akan dilakukan dalam menyeimbangkan jumlah

angka kelahiran dengan demografi kependudukan. Bupati Anas menambahkan, laju pertumbuhan penduduk Banyuwangi hanya 0,45 per tahun atau lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan penduduk Jatim, yakni 0,76 per tahun dan laju pertumbuhan penduduk nasional 1,49 per tahun. “Namun, pada kesempatan ini saya sampaikan bahwa angka kelahiran di Banyuwangi berada pada kisaran 23 ribu jiwa per tahun,” bebernya. Masih menurut Bupati Anas, permasalahan kependudukan dan KB sangat pelik, kompleks, multidimensi, dan multi faktor. “Karena itu, saya sangat mengharapkan kesungguhan dan kerja keras kita semua untuk menempatkan program kependudukan dan KB sebagai salah satu program prioritas guna mewujudkan masyarakat Banyuwangi yang sehat dan sejahtera,” serunya.

Sementara itu, Kepala BPP-KB Banyuwangi Muhamad Pua Jiwa menambahkan, jumlah keluarga di Banyuwangi berdasar hasil pendataan keluarga tahun 2013 tercatat sebanyak 498.379 keluarga. Jumlah keluarga tersebut tersebar di RT/RW yang terdapat di 217 desa/kelurahan. Menurut hasil cakupan wilayah, jumlah RW mengalami kenaikan dari tahun 2010 sebesar 963 RW, tahun 2011 naik menjadi 2.654  RW, tahun 2012 kembali meningkat menjadi 2.654 RW dan tahun 2013 naik menjadi 2.850 RW. “Untuk itu, BPP-KB Banyuwangi dengan telah mengadopsi isu-isu strategis yang ada mengadakan rakerda sesuai tugas pokok dan fungsinya dengan topik Penduduk Tumbuh Seimbang di Tahun 2015 dan menyongsong Pasca MDGs (Millennium Development Goals) 2015,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

39

Tidak Ditemukan Bukti ■ PANWASLU... Sambungan dari Hal 31

“Pelaku tidak kita temukan. Keterangan saksi tidak ada yang menyebutkan Eddie dan Prayana membagikan uang untuk mempengaruhi pemilih,” tegas anggota Panwaslu, Totok Hariyanto. Keterangan beberapa saksi, kata Totok, tidak ditemukan bukti kuat keterkaitan Eddie dengan orang yang membagikan uang yang dijelaskan beberapa saksi itu. Selain laporan dugaan politik uang, Panwaslu juga menerima laporan politik uang dengan terlapor ketua PK Partai Golkar Singojuruh. Hanya saja, setelah dilakukan kajian dan beberapa saksi diperiksa, laporan itu juga tidak terbukti. Keterangan beberapa saksi, kata Totok, pimpinan kecamatan (PK) Partai Golkar Singujuruh

memang benar-benar membagikan uang sebelum coblosan 9 April lalu. Tetapi, uang itu dibagikan sebagai uang transportasi saksi Partai Golkar yang bertugas di beberapa TPS. “Bukti kuitansi penyerahan uang saksi ada dan dapat dibuktikan,” jelas Totok. Selain itu, Panwaslu juga menerima laporan dugaan penggelembungan suara caleg Partai Golkar Aminah dan caleg PAN Muhammad Kharir. Satu laporan sudah diputuskan dalam rapat pleno Panwaslu. Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan bukti. Satu laporan masih menunggu keputusan rapat pleno. Proses pemeriksaan beberapa saksi sudah dilakukan Panwaslu dan saat ini tinggal menunggu hasil kajian dan keputusan rapat pleno. Selain menerima laporan, Panwaslu memiliki dua temuan dugaan pelanggaran. Hanya saja,

dua temuan itu juga tidak berlanjut ke pengadilan. Dua temuan Panwaslu itu masih terkait politik uang dalam rangka mempengaruhi pemilih. Temuan Panwaslu itu adalah pengiriman 900 paket beras yang ditemukan pada hari tenang. Asalusul beras itu sudah diketahui, tapi tidak ditemukan siapa pemilik beras tersebut. Hasil pelacakan tim Panwaslu, tidak ditemukan nama seperti yang disebutkan penjual beras tersebut. Karena belum dibagikan, kata Totok, maka 900 paket beras itu belum termasuk politik uang. Lantaran tidak termasuk politik uang, maka temuan itu tidak bisa dilanjutkan. “Temuan lain adalah dugaan politik uang caleg Partai Golkar DPR RI di Kecamatan Srono. Laporan yang masuk ke Panwaslu adalah delapan laporan dugaan pelanggaran pemilu,” ungkap Totok. (c1/afi)

Wujudkan Masyarakat Adil dan Sejahtera ■ REALISASI... Sambungan dari Hal 40

Dalam paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2013, Bupati juga menyampaikan tentang penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah berbasis visi, misi dan program prioritas tahun anggaran 2013. “Dapat kami sampaikan bahwa fokus dari RPJMD tersebut pada dasarnya diarahkan untuk mencapai visi Kabupaten Situbondo, yakni terwujudnya masyarakat Situbondo yang beriman, sejahtera dan berkeadilan. Untuk mencapai visi tersebut maka Pemerintah Kabupaten Situbondo telah menetapkan lima misi. “misi ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam mewujudkan cita–cita mulia yang memerlukan dukungan dari seluruh komponen masyarakat dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan yang mengedepankan partisipasi, kerangka hukum yang adil, transparansi, responsibilitas, berorientasi pada konsensus bersama, efektif, efisien dan akuntabel,” tegas Bupati. Dia menjelaskan, pada tahun

2013 telah dilakukan berbagai program dan kegiatan serta realisasinya yang mendukung upaya pencapaian misi pertama. Yaitu, pelaksanaan urusan wajib otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian yang dilaksanakan oleh Bagian Kesra pada Sekretariat Daerah. Capaian dari misi kedua, yakni merupakan upaya pencapaian tujuan pembangunan Kabupaten Situbondo dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. “Pada tahun 2013 telah dilakukan berbagai program dan kegiatan serta realisasinya yang mendukung upaya pencapaian misi kedua yaitu pelaksanaan urusan wajib pendidikan, urusan wajib kesehatan, urusan wajib keluarga berencana, urusan wajib perpustakaan dan kearsipan, urusan wajib kepemudaan dan olah raga, urusan wajib pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta urusan wajib kebudayaan dan urusan wajib sosial,” terang Bupati. Misi ketiga Pemkab adalah memberdayakan dan meningkatkan kemampuan ekonomi rakyat, sehingga akan

mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas dan berkelanjutan. Capainnya Pada tahun 2013 telah dilakukan berbagai program dan kegiatan serta realisasinya yang mendukung upaya pencapaian misi ketiga. Program tersebut diantaranya pelaksanaan urusan pilihan perdagangan, urusan pilihan industri, urusan wajib koperasi dan UKM, urusan pilihan pertanian, urusan pilihan kehutanan, urusan pilihan kelautan dan perikanan, urusan wajib lingkungan hidup,urusan wajib perhubungan, urusan Pilihan pariwisata, urusan wajib pekerjaan umum, urusan wajib perumahan, urusan pilihan Ketransmigrasian, urusan pilihan energi dan sumber daya mineral, urusan wajib ketahanan pangan. Misi keempat merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam meningkatkan kualitas dan mentalitas pengabdian pengelola pemerintahan demi terwujudnya profesionalitas kinerja pelayanan. Capainnya, pada tahun 2013 telah dilakukan berbagai program dan kegiatan serta realisasinya yang mendukung upaya pencapaian misi keempat. (pri/*/als/bersambung)

Identitas Korban Belum Diketahui Penduduk Tumbuh Seimbang Tahun 2015 ■ DUA...

■ RAPAT... Sambungan dari Hal 29

Namun, program tersebut merupakan hulu yang secara langsung dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan program lain, seperti penyediaan pelayanan publik, lapangan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. “Sebab, data kependudukan merupakan data awal dalam melaksanakan program-program lain,” ujarnya. Menurut Bupati Anas, apabila jumlah penduduk membengkak, maka akan berdampak pada makin tingginya biaya kesehatan reproduksi, pemenuhan biaya pendidikan, dan membengkaknya pemenuhan biaya hidup yang harus ditanggung masyarakat. “Kegagalan kita dalam program KB akan berakibat pada penyediaan daya tampung dan daya dukung lingkungan,

Ingin Segera Rekonstruksi, tak Perdebatkan Tengkorak ■ TENGKORAK... Sambungan dari Hal 29

Ditambah lagi, pihak Instalasi Kedokteran Kehakiman (IKK) RSUD Blambangan dua kali mengotopsi tengkorak tersebut. Otopsi ulang tengkorak itu tentu menimbulkan gonjang-ganjing apakah itu betul kepala korban. “Ya aneh juga kalau dokternya sendiri ragu dan otopsi sampai dua kali,” ujar Dedi, warga Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi. Keraguan dokter IKK RSUD Blambangan terhadap tengkorak korban memang didasari atas beberapa alasan. Selain diduga merupakan tengkorak lama, beberapa bagian tengkorak, khususnya gigi, sudah tidak lengkap. Gigi korban hanya tersisa sekitar empat hingga enam buah. Padahal, gigi dianggap organ yang paling susah lapuk dan hancur. Terlebih lagi, tengkorak yang ditemukan itu tergolong sudah bersih. Serabut otot di tengkorak itu tak tersisa sama sekali. Selain itu, isi tengkorak tersebut juga sudah bersih. Dugaan bahwa itu merupakan tengkorak lama pun mencuat. Tetapi, alibi lain muncul seputar kondisi tengkorak yang tidak lagi utuh tersebut. Salah satunya, kondisi lingkungan di lokasi penemuan tengkorak yang merupakan sarang reptil. Lokasi penemuan tengkorak memberikan gambaran bahwa tengkorak itu diduga rusak akibat terendam air. Apalagi, di

sungai tersebut banyak lubang yang diyakini sebagai sarang biawak. Warga sekitar mengaku sering melihat biawak berkeliaran di sekitar lokasi kejadian dan lokasi penemuan tengkorak. Ditambah lagi, saat ditemukan Samsul pada 1 Mei lalu, atau 15 hari setelah pembunuhan korban, tengkorak itu ditemukan di sebuah lubang biawak di pinggir sungai. Masyarakat setempat menduga kepala korban itu menjadi santapan biawak. Otak, mata, kulit, dan gigi yang rompol, diduga disebabkan sering dikelamuti hewan melata tersebut. “Tengkorak itu sudah bersih. Saat ditemukan hanya berisi pasir,” ujar Yudi, penjaga kamar mayat RSUD Blambangan. Hasil identifikasi itu cukup membantu dalam menguak identitas korban. Hasil pemeriksaan diketahui, tengkorak itu diperkirakan berusia di bawah 17 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Keluarga korban pun menyatakan legawa dan menerima masalah tersebut. Meski demikian, tidak sedikit orang yang menyangsikan kebenaran terkait identitas tengkorak tersebut. Apalagi, kepolisian akhirnya memutuskan tidak melakukan tes DNA. Tidak sedikit pula yang meminta dilakukan rekonstruksi untuk mengetahui setiap detail kejadian. Dalam rekonstruksi itu nanti akan diketahui kemungkinan perubahan lokasi tengkorak kepala yang diyakini milik korban tersebut. Eko Susanto SH, pengacara pelaku, ingin

rekonstruksi itu digelar dalam waktu dekat. Alasannya sederhana, agar runtutan kejadian bisa diketahui dengan detail termasuk proses mutilasi kepala korban. Soal benar atau tidaknya tengkorak korban, Eko enggan mengomentari lebih lanjut. Yang jelas, rekonstruksi itu nanti akan memberikan gambaran kemungkinan lain terkait posisi kepala korban. “Sebetulnya rekonstruksi kemarin, tapi ditunda. Mudah-mudahan digelar dalam waktu dekat,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Syaiful Hadi, 17, warga Dusun Bodean, Desa/Kecamatan Kabat, tega menghabisi Eni Marfuah, 14, pacarnya sendiri. Dibantu temannya, Abdul Rosyid, Syaiful mencekik Eni di lapangan bola Kabat. Setelah itu, mereka membawa mayat korban ke lahan kosong dekat jurang di Dusun Kabat Mantren, Desa Kabat. Di lokasi itu, kepala korban dipenggal hingga terpisah dari badan. Selanjutnya, kedua pemuda itu pulang dan nonton kesenian janger. Pada dini hari mereka kembali lagi ke jurang itu untuk mengubur mayat Eni. Lantaran tanah di lokasi cukup keras, akhirnya jenazah korban dikubur seadanya. Setelah diguyur hujan lebat, lahan di lokasi kejadian longsor, sehingga tubuh korban dan kepalanya tercebur ke sungai. Kasus pembunuhan itu terkuak setelah badan tanpa kepala ditemukan di dam dekat rel KA di Dusun Kabat Mantren Sabtu akhir bulan lalu (26/4). (c1/bay)

Sambungan dari Hal 40

Menurut Aiptu Suwono, Kanitlantas Polsek Besuki mengatakan, saat ini pihaknya masih menyelidiki dua kendaraan misterius tersebut termasuk menyelidiki keberadaan bus tersebut. Pasalnya, usai menabrak dua korban itu, pengemudi bus tancap gas dan melarikan diri. Sementara itu, kecelakaan yang melibatkan sebuah bus dan menewaskan seorang korban juga terjadi di Jalur Pantura, Desa

Sletreng, Kecamatan Kapongan. Kecelakaan pada KM 207,00 itu terjadi sekitar pukul 04.00 Rabu dini hari kemarin (7/5). Kecelakaan yang satu ini menyebabkan seorang perempuan tewas dengan kondisi tubuh hancur. Diduga, Mrs X itu melintas di jalan raya tanpa melihat kendaraan yang akan melintas. Diduga kuat, korban ditabrak bus yang melintas. Data yang berhasil dikumpulkan, Mrs X korban tabrak lari itu membawa sebuah dompet bertulisan “Ramayana Emas Situbondo” yang berisi uang Rp

6 ribu pecahan dua ribuan. Karena tak ada yang menolong usai ditabrak, korban yang tubuhnya hancur itu diduga berulang kali dilindas kendaraan lain. Atas kejadian itu, Wahyudi menegaskan pihaknya tengah berupaya mengejar bus yang melarikan diri itu. Korban sudah dibawa ke rumah sakit. “Warga Alas Tengah itu sempat di bawa ke RS Besuki dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Yang di Sletreng identitasnya belum diketahui,” terangAKPWahyudi,KasubagHumas Polres Situbondo. (mg2/rri/c1/als)

Tiap Malam Tidur di Halaman Rumah ■ TIGA... Sambungan dari Hal 40

Salah seorang warga, Nurhawi menjelaskan, guncangan gempa setiap hari bisa terjadi antara lima sampai enam kali. Warga mengaku trauma dan banyak yang memilih tetap berada di luar rumah. “Setiap hari gempa terjadi lima sampai enam kali. Jadi, warga masih trauma, Pak. Malam hari warga berkumpul di halaman yang luas,” kata Nurhawi sambil menunjukkan kondisi masjid yang retak. Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo Zainul Arifin mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui pasti pusat gempa tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang didatangkan dari Tretes, Pan-

daan, Malang, masih melakukan penelitian di lokasi gempa. “Tim BMKG masih melakukan penelitian di lokasi gempa. Untuk mengantisipasi adanya gempa susulan, petugas BPBD mendirikan tenda pengungsian sementara, karena banyak warga yang khawatir,” kata Zainul. Pantauan koran ini, tim BMKG yang langsung dipimpin Kepala BMKG, Dadang Permana, itu tiba di Dusun Beto Kodung, sekitar pukul 14.00 siang kemarin (7/5). Begitu tiba, tim BMKG itu memasang portable digital seismograph guna mengetahui asal dan kekuatan gempa bumi yang meresahkan ratusan warga itu. “Tim kita membawa alat untuk memantau gempa susulan,” ujar Dadang. Dijelaskan, dengan alat tersebut diharapkan pusat gempa diketahui. “Sementara kami menduga gempa itu disebabkan

patahan lempengan lokal. Di sini ada patahan yang membentang cukup panjang,” jelasnya. Hingga sore kemarin pihaknya masih memantau durasi gempa yang terjadi di Dusun Beto Kodung. Bila durasi dan intensitas gempa menurun, maka pihaknya akan meninggalkan lokasi. “Jika kondisi gempa menurun, maka alat ini dibawa kembali,” pungkasnya. Data yang berhasil dikumpulkan, pada tahun 2007 terjadinya guncangan dahsyat di wilayah Kecamatan Asembagus. Gempa saat itu dirasakan warga Desa Kedunglo, Bantal, Kertosari, dan Awar-awar. Pada saat itu, gempa terkuat dirasakan warga Desa Kedunglo. Akibat gempa saat itu, salah seorang warga patah tulang akibat tertimpa reruntuhan rumah. “Semoga tidak ada gempa lagi,” kata warga. (rri/c1/als)

Berharap Kinerja Semakin Baik ■ BUPATI... Sambungan dari Hal 40

Dan dua pejabat lagi yakni Farid Kuntadi dari Kabid Hortikultura Disperta, menjadi Sekretaris Disperta. Terakhir adalah Sjamsul Arifin, Kabid Ketenagaan Dispendik, menjadi sekretaris Dispendik. Usai pelantikan dilakukan, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto menjelaskan bahwa terjadinya mutasi tersebut tidak dinilai secara subjektif. Tetapi, mutasi

yang dilakukan itu berdasar keahlian masing-masing pegawai untuk ditempatkan pada bidangnya. “Mutasi yang saya lakukan dengan melihat keahlian masing-masing pegawai, tujuannya untuk kepentingan yang lebih besar demi memajukan Situbondo,” kata Dadang. Ditambahkan, selain disesuaikan dengan keahlian pegawai. Mutasi setidaknya menjadi obat jenuh bagi mereka yang sudah puluhan tahun tetap berada di satu tempat. Dengan jabatan baru

diharapkan ada semangat yang fres untuk terus mengabdi. “Saya contohkan Camat Mangaran, sekarang kita promosikan menjadi Kabag Perekonomian,” katanya. Dengan adanya mutasi 18 pejabat ini,bupatimengakuterbukabilaada orang yang harus menilai. Dirinya menegaskan kembali, mutasi yang dilakukan itu berdasar keahlian masing-masing orang yang selama inidiamati.“Denganmutasiinikami harap, kinerja pemerintah Kabupaten Situbondo semakin baik,” pungkasnya. (rri/c1/als)


RADAR SITUBONDO

40

R A D A R

Jawa Pos

Kamis 7 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

Melihat LKPJ Bupati Situbondo Tahun Anggaran 2013 (3)

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Meningkat 106,63 Persen Pendapatan daerah Pemkab Situbondo tahun 2013 melebihi target hingga 100,94 persen. Pendapatan tahun 2013 yang ditargetkan Rp 1.099.104.931.257 mampu terealisasi hingga Rp 1.109.471.133.396. MELAMPAUINYA target pendapatan daerah Pemkab Situbondo tahun 2013 hingga 100,94 persen, dikarenakan dua sumber utamanya yang juga mampu melebihi target. Pendapatan Asli Daerah (PAD) misalnya, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 73.190.222.487, mampu direalisasikan hingga Rp

78.043.235.601 atau 106,63 persen. Kontribusi terbesar PAD Situbondo berasal dari penerimaan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), pajak penerangan jalan, pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan dan pajak reklame. Demikian juga dana perimbangan. Dari target yang ditetapkan sebesar Rp 832.012.208.984 dapat direalisasikan penerimaannya hingga Rp 839.722.211.740. Keadaan itu menunjukkan dana perimbangan juga melampaui target sebesar 100,93 persen atau Rp.7.710.002.756. Beda halnya dengan sumber pendapatan daerah di sektor lain– lain pendapatan daerah yang sah. Realisasi penerimaannya hanya mencapai Rp. 191.705.986.055. Padahal target yang ditetapkan Rp

Edy Supriyono/RaBa

PELATIHAN APARATUR: Pemkab Situbondo terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

193.902.499.786. ada pengurangan sebesar Rp 2.196.513.731 atau sebesar 98,87 persen dari target yang ditetapkan.

Berkenaan belanja daerah, alokasinya diperguna kan untuk memenuhi kebutuhan belanja langsung dan belanja tidak lang-

sung dengan anggaran sebesar Rp 1.222.569.896.213 dan dapat direalisasikan 94,07 persen atau sebesar Rp. 1.150.103.067.652,69.

Dengan demikian terdapat efisiensi penggunaan anggaran sebesar Rp 72.466.828.560 atau 5,92 persen. Komposisi realisasi belanja daerah tersebut dipergunakan untuk anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp 691.250.488.182 dan terealisasi sebesar Rp. 654.029.661.711,57 atau 94,61 persen dari anggaran. Sehingga terdapat efisiensi anggaran sebesar Rp.37.220.826.471 atau 5,38 persen. Sedangkan alokasi anggaran belanja langsung sebesar Rp 531.319.408.030 dengan realisasi sebesar Rp 496.073.405.941 atau 93,37 persen dari anggaran. Sehingga, terdapat efisiensi anggaran sebesar 6,63 persen atau sebesar Rp 35.246.002.089 n  Baca Realisasi...Hal 39

Dua Tewas Dilindas Bus

BUDAYA

Satu Korban Diduga Dilindas Berulang Kali SITUBONDO - Dalam waktu satu malam, dua orang tewas karena dihantam bus malam. Kecelakaan mengerikan itu terjadi di dua lokasi berbeda. Ironisnya, dua bus yang menabrak dua korban tewas tersebut sama-sama melarikan diri dan sampai sekarang

belum diketahui identitasnya. Korban pertama yang tewas ditabrak bus adalah Amyati, 32, warga Desa Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang. Sebelumnya, korban yang tewas akibat luka robek di leher dan bahu kanan itu dibonceng suaminya, Suyono, 37, menggunakan motor Yamaha Jupiter Z bernopol DK 4860 UH. Informasi yang berhasil dikumpulkan koran ini menyebutkan, saat melin-

tas di lokasi kejadian, Suyono hendak mendahului sedan yang tidak diketahui identitasnya itu dengan kecepatan tinggi. Namun, saat menyalip, dari arah berlawanan, muncul bus yang juga tidak diketahui identitasnya. Diduga karena tidak bisa mengimbangi laju kendaraannya, akhirnya motor Suyono menyenggol bus tersebut. Hal itu mengakibatkan motor yang dikendarai Suyono oleng ke kiri jalan.

OLAH TUBUH: Presiden Penyair Indonesia, Sosiawan Leak, saat membaca puisi di hadapan santri Pesantren Sukorejo kemarin (7/5).

Sekolah Deklamasi Diuji Penyair Nasional BANYUPUTIH - Penyair nasional Sosiawan Leak kemarin (7/5) datang ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo. Kedatangan Presiden Penyair Indonesia itu untuk menjadi narasumber dalam seminar budaya dan seni sekaligus menjadi penguji Sekolah Deklamasi yang ada di pesantren dengan ribuan santri tersebut. Menurut Zainul Walid, penggagas acara, penyair asal Solo itu diplot menjadi penguji Sekolah Deklamasi yang diadakan santri Pesantren Sukorejo beberapa waktu lalu. Dari 14 santri yang diuji, terang Walid, hanya akan diambil beberapa orang saja. “Bisa saja tidak ada yang lolos,” ujar Dosen Fakultas Dakwah IAI Ibrahimy itu. Bidang-bidang yang diuji meliputi teatrikal puisi, olah sukma, olah tubuh, improvisasi, dan sebagainya. Santri yang lolos dalam pandangan Sosiawan Leak berhak menjadi deklamator pesantren. “Semoga saja kedatangan penyair Sosiawan Leak ini kian membuka wawasan kebudayaan santri. Sekaligus, pesantren juga diharapkan lebih dewasa dalam menyikapi kesenian,” pungkas sutradara drama kolosal “Fitnah di Keris Pak Matram” itu. (mg3/c1/als)

BAGAIMANA INI NUR HARIRI/RaBa

RESAH: Warga menunjuk bangunan yang retak karena gempa di Desa Kedunglo kemarin (7/5).

Tiga Hari Kedunglo Diguncang Gempa Lima Rumah Retak, BMKG Pasang Pendeteksi

SULTAN ANSHORI/RaBa

Marak Penambangan Pasir Tak Berizin BANYUGLUGUR - Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Situbondo hingga kini belum pernah menerbitkan surat izin terkait usaha pertambangan di wilayah Kota Santri bagian barat. Namun, di sejumlah kawasan di Kecamatan Banyuglugur banyak ditemukan aktivitas penggalian pasir. Seperti yang terlihat di Sungai Lubawang, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur. Kemarin (7/5) aktivitas galian C di tempat tersebut berlangsung meski belum mengantongi izin. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin, proses penambangan tidak hanya manual, tapi juga menggunakan alat berat (backhoe). Kemudian, pasir hasil galian itu diangkut dump truk yang sudah menunggu di pinggir sungai. Menurut salah satu warga yang tinggal tidak jauh dari tempat tersebut, aktivitas galian tersebut menyebabkan warga setempat terganggu. Itu disebabkan jalan yang sering dilalui dump truk tersebut rusak. ”Sekarang jalan banyak yang rusak,” ucap sumber yang enggan disebutkan namanya itu. Dia menyebut, aktivitas penambangan tersebut sudah berjalan satu bulan lebih. Bagaimana ini? (mg2/c1/als)

 Baca Dua...Hal 39

Pengedar Narkoba Divonis 6 Tahun

HABIBUL ADNAN/RaBa

TIDAK BERIZIN: Aktivitas penambangan pasir di Sungai Lubawang, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, kemarin (97/5).

Nah, pada saat bersamaan, sedan yang berada di belakang yang juga melaju kencang, langsung menabrak sepeda Suyono. Sejurus kemudian, Suyono dan Amyati terpental. Peristiwa terebut menyebabkan Amyati tewas di tempat karena mengalami pendarahan hebat akibat pecah di kepala. Sedangkan Suyono hanya mengalami luka ringan di kaki dan lengan. n

SITUBONDO - Ratusan Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Dusun Beto Kodung, Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, resah akibat gempa yang berlangsung tiga hari terakhir. Akibat gempa tersebut, ratusan warga tidak berani berada di dalam rumah dan memilih tinggal di bawah pohon-pohon rindang. Bahkan, akibat guncangan tersebut, lima rumah warga retak dan plafon beberapa rumah ambruk. Kabr itu disampaikan langsung Kepala Desa Kedunglo, Asriyanto, di lokasi gempa. “Meski guncangan gempa tidak terlalu besar, tapi data yang kami diterima lima rumah retak dan

SITUBONDO - Pengadilan Negeri (PN) Situbondo menjatuhkan hukuman penjara kepada dua terdakwa kasus narkoba. Sang pengedar narkoba jenis ganja dan sabu-sabu divonis 6 tahun penjara. Temannya divonis lebih ringan, yakni 4 tahun penjara. Kedua terdakwa itu adalah Muhammad Khalil alias Marsa, warga Senokerto, Surabaya. Dirinya ditangkap saat akan melakukan transaksi barang haram dengan temannya yang juga berasal dari Surabaya. Sedangkan rekannya, Nasuli yang divonis 4 tahun penjara. Vonis kepada Nasuli ini, oleh Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Nova Flory Bunda, SH, M.Hum. dilakukan lebih dulu sebelum vonis terhadap Khalil. Selain dihukum 6 dan 4 tahun penjara, dua terdakwa itu harus membayar uang denda sebesar Rp 800 juta. Bila mereka tidak bisa membayar denda tersebut, maka diganti kurungan penjara sela tiga bulan. “Sesuai dengan fakta bukti daun ganja dan narkoba kelas 1, terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar Undang-undang nomor 35 tahun 2009. Karena itu, kami menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Muhammad Khalil alias Pak Marsa 6 tahun penjara,” kata Nova Flory Bunda, saat membacakan amar putusannya. Mendengar putusan hakim, Khalil terlihat menunduk lesu. Begitu ditanya apakah dia menerima putusan 6 tahun penjara tersebut, pria yang sebelumnya berprofesi sebagai sopir ini mengaku menerima. “Didenda Rp 800 juta, kalau tidak dibayar diganti kurungan 3 bulan,” terang Bunda, kepada terdakwa. Sidang putusan kasus narkoba ini lebih ringan dari tuntutan JPU sebelumnya. JPU Dewi S menuntut dua terdakwa dengan 9 tahun penjara. Tetapi Hakim memutuskan 6 dan 4 tahun penjara. Meski begitu, JPU mengaku menerima saat ditanya oleh ketua majelis hakim. Data yang berhasil dikumpulkan, dua terdakwa yang telah divonis penjara ini sebelumnya ditangkap polisi di sekitar SPBU Utama Raya, Kecamatan Banyuglugur. Salah satu terdakwa sempat mengaku bahwa sabu-sabu yang mereka miliki ada sebanyak 15 gram, tapi dalam persidangan hanya ada sebelas gram. (rri/c1/als)

DETEKSI: Petugas BMKG memasang alat pendeteksi gempa di Desa Kedunglo kemarin (7/5)

plafon ambruk,” terang Asriyanto kepada sejumlah wartawan. Selain rumah warga, sarana pendidikan dan tempat ibadah

rusak ringan. “Satu masjid, musala, dan sekolah SDN 6 Kedunglo juga retak,” terang Asriyanto n  Baca Tiga...Hal 39

NUR HARIRI/RaBa

DIGIRING: Terdakwa M. Khalil usai mengikuti sidang putusan di PN Situbondo kemarin (7/5).

Bupati Dadang Mutasi 18 Pejabat Pemkab SITUBONDO - Sebanyak 18 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo dilantik untuk menduduki jabatan baru siang kemarin (6/5). Pelantikan para pejabat yang berlangsung sekitar satu jam itu dipimpin Bupati Situbondo Dadang Wigiarto. Dari 18 pejabat yang dilantik itu, ada sejumlah pejabat yang mengejutkan. Staf Ahli Bidang Pemerintahan kini dijabat Sugiono yang sebelumnya menjadi Kadisbudpora. Kepala Disbudpora diganti Tulus Priatmadji yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Pemerintahan. Kabid Pemerintahan itu diganti seseorang yang dulu menjabat sebagai Camat Mangaran, yakni Dimyathi. Pada jabatan Asisten Administrasi Umum diduduki oleh Suhartono yang dulu merupakan Kabag Organisasi. Dia

NUR HARIRI/RaBa

PELANTIKAN: Bupati Dadang Wigiarto mengambil sumpah 18 pejabat Rabu (6/5).

digantikan oleh Kabag Perekonomian lama, yaitu Risky Winahyo. Jabatan Asisten Perekonomian dan Pembangunan kini dijabat Achmad Sugiarto. Pria ini meninggalkan jabatan sebelumnya sebagai Kabag Hukum dan untuk saat ini digantikan oleh Supriyatno, yang dulu menjabat Sekcam Besuki.

Sementara, dalam pelantikan itu juga terungkap ada lima kecamatan yang memiliki camat baru, yaitu Abd. Rasyid menjadi Camat Mangaran. Jabatan sebelumnya sekretaris Disperta. Dadang Aries Bintoro dari Sekcam Situbondo, menjadi Camat Sumbermalang. Dan Budi Hartono yang sebelumnya menja-

bat Sekretaris Dispendik, kini menjadi Camat Suboh. Untuk dua orang camat lain hanya digeser menjadi camat lagi di kecamatan lain. Mereka adalah Zainal Arifin dari jabatan Camat Besuki pindah ke Kecamatan Kapongan dan Bahri dari Camat Suboh menjadi Camat Besuki. Sementara yang terlihat langsung naik jabatan, yakni Eko Prayudi mantan sekretaris DKP, yang sekarang menjadi Kepala DKP. Untuk empat jabatan dalam pemutasian ini, yakni Samsul Hadi menggantikan Eko Prayudi menjadi Sekretaris DPK. Pria ini sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Pembantu Wilayah II, yang langsung diganti oleh Untung Pribadi, yang sebelumnya bertugas menjadi Camat Sumbermalang. n  Baca Bupati...Hal 39


Radar Banyuwangi | 8 Mei 2014