Page 1

8 JUNI

TAHUN TAHU HU H UN 2014

Eceran Rp 5.750 HALAMAN 25

KUCUR

NGOPAI GOPAI

ANTON SUNARTONO AN

IPUK FESTIANDANI ANAS

Nganggur malah Bingung dan Capek

Andalkan A nd Senjata Bank Sampah

KEGIATAN dan tugas yang ya dilakoni Anton Sunartono terasa lebih padat akhir-akhir in ini. Selain menjalankan tugas harian sebagai kepala SMA 17 A Agustus Banyuwangi, Anton juga disibukkan dengan tugas-tugas sebagai Kerja Kepaketua Musyawarah Kerj la Sekolah (MKKS) SMA SM swasta se-Banyuwangi. Rupanya kesibukan itu ma-

SAMPAH kerap menimbulkan SAMP permasalahan p ermas lingkungan. Sebaliknya, li iknya, jjika dikelola dengan baik, sampah sa ampah justru bisa mendatangkan berbagai b erbaga keuntungan, termasuk kkeuntungan euntu materi. Oleh karena itu, sebagai ketua Tim Penggerak P (TP) PKK Banyuwangi, Ipuk Festiandani Anas uwan bertekad intens menyosialisabert sikan bahwa sampah harus sik dipilah, diolah, dan did daur-ulang. Istri Bupati

sih belum cukup. Anton juga dibebani tugas sebagai ketua Bidang Organisasi Komite Olahraga Nasional (KONI) Banyuwangi. “Bangun pagi ke SMA dan siang mengajar sebagai dosen di Untag. Sering juga kami keliling ke kejuaraan dan urusan KONI. Tetap semangat meskipun sibuk. Kalau tidak ada kegiatan, saya malah bingung dan capai,” jelasnya (*/c1/bay)

Abdullah Azwar Anas tersebut juga mengajak masyarakat tidak membuang sampah di sungai. Apalagi, predikat Banyuwangi sebagai kota terkotor kedua se-Jatim pada 2010 kini sudah berubah 180 derajat. “Menurut saya, Bank Sampah dan daur ulang sampah menjadi barang kerajinan yang memiliki nilai jual. Sangat efektif menjaga kebersihan yang sudah berhasil dilakukan seluruh elemen masyarakat Banyuwangi,” jelasnya. (sgt/c1/bay)

DIAN EFFENDI/RABA

SIGIT HARIYADI/RABA

Kalap, Suami Bacok Leher Istri TEGALDLIMO - Aksi kekerasan dalam rumah tangga menimpa Siti Marminah, 57, warga Dusun Tegalsari Kidul, Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, kemarin (7/6). Perempuan itu harus menjalani operasi di Rumah Sakit (RS) Al-Huda Gambiran setelah lehernya ditebas senjata tajam oleh suaminya sendiri. Aksi pembacokan istri itu terjadi sekitar pukul 07.00 pagi kemarin. Tersangka pembacokan dengan golok tersebut adalah suami korban yang bernama Sudarno, 58. Aksi membabi buta yang dilancarkan Sudarno mengakibatkan Marminah mengalami luka sepanjang 20 centimeter (cm) dan 10 cm di leher. Selain itu, jari telunjuk tangan korban juga putus. Kepada Jawa Pos Radar Bany-

uwangi, dr. Soegeng Hery Priyanto dari RS Al Huda menjelaskan, korban masih bisa diselamatkan. Sabetan golok yang mengarah ke korban ternyata tidak mengenai pusat saraf otak. “Beruntung tidak sampai mengenai saraf otak. Korban juga tidak pingsan tadi,” jelas Hospital Liaison Officer (HLO) RS Al-Huda Gambiran, Banyuwangi, itu. Setelah ditangani di intensive care unit (ICU), Marminah segera menjalani operasi pemulihan. Operasi dilakukan sekitar pukul 10.00 kemarin. “Ini nanti yang sulit adalah menyambung bagian yang putus itu,” ujar dr. Sugeng. Sementara itu, para kerabat korban tampak tertutup dan enggan memberikan penjelasan terkait kasus pembacokan tersebut ■  Baca Kalap,...Hal 31

SHULHAN HADI/RABA

SADIS: Keluarga membawa Siti Marminah melintasi koridor menuju UGD RS Al-Huda, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, kemarin.

SHULHAN HADI/RABA

PARAH: Darah bercucuran dari leher Siti Marminah.

Warga Kertosari Tenggelam di PM

SPORT

Hari Ini Tuntas hingga Babak Final MUNCAR - Deru mesin motocross memekakkan telinga di Sirkuit Kumendung, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kemarin. Meski masih sesi latihan resmi dan babak kualifikasi, para pembalap tidak ingin setengah-tengah dalam kejuaraan bertajuk Kejurnas Sumberyala Motocross dan Grasstrack tersebut ■  Baca Hari...Hal 31

PPDB Penghuni Kelas Akselerasi selerasii ■ ■ ■ ■

Tahun Tahun Tahun Tahun

2010 : 12 kursi. si. 2011 : 7 kursi. si. 2012 : 16 kursi. si. 2013 : 10 kursi. si.

Kelas Akselerasi Tinggal Menunggu Pengumuman BANYUWANGI - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik jalur reguler maupun mandiri, akan dimulai dalam waktu dekat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam PPDB SMAN tahun ini juga dibuka pendaftaran kelas akselerasi. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Dwi Yanto, melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah (kabid Dikmen) Suratno mengakui, tidak semua SMAN punya kelas akselerasi ■  Baca Kelas...Hal 31

http://www.radarbanyuwangi.co.id

PESANGGARAN - Peringatan keras bagi pengunjung pantai Pulau Merah (PM) agar mengindahkan peringatan yang diberikan lifeguard. Seorang pengunjung meregang nyawa akibat tenggelam kemarin (7/6). Korban bernama Lukman Hakim, 44. Warga Jalan Ikan Banyar, Kelurahan Kertosari, Banyuwangi, itu tewas akibat tenggelam di pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14.15. Korban meninggal di Puskesmas Pesanggaran sekitar 30 menit setelah penyelamatan yang dilakukan lifeguard. Menurut Sule, salah satu lifeguard di Pulau Merah, sebelum kejadian, korban sudah diingatkan berkali-kali oleh lifeguard agar menjauhi zona bahaya. Bahkan, beberapa surfer juga sudah mengingatkan korban terkait zona bahaya yang tidak boleh dijadikan arena bermain itu ■  Baca Warga...Hal 31

SHULHAN HADI/RABA

CEPAT: Petugas medis menutup luka di leher Siti Marminah di UGD RS Al-Huda, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, kemarin.

Kronologi  Pukul 13.00: ■ Lukman bersama keluarga berwisata di Pulau Merah, Pesanggaran, Banyuwangi. ■ Anaknya main di tepi pantai, Lukman berenang 100 meter dari bibir pantai ■ Orang tua, istri, kakak sempat menegur Lukman  Pukul 14.20: ■ Lifeguard mengingatkan Lukman karena melewati batas aman bendera merah  Pukul 14.30 : ■ Lukman terbawa arus dan semakin ke tengah ■ Lifeguard menolong Lukman ke tepi pantai ■ Korban mendapat bantuan pernapasan buatan ■ Korban dibawa ke Puskesmas Pesanggaran ■ Korban meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas  Pukul 15.00 ■ Jenazah korban dibawa pulang oleh pihak keluarga

Publik Diminta tak Terlena BANYUWANGI - Keberhasilan Banyuwangi merengkuh Piala Adipura dua kali berturut-turut merupakan buah karya pemerintah bersama seluruh elemen lemen masyarakat kabupaten paten ujung timur Pulau Jawa ini. Masyarakat patut me menensyukuri prestasi gemilang milan ng tersebut. Meski demikian, agar kebersihan lingkungan tetap terjaga jaga dengan baik, masyaarakat diminta tidak terlena dengan raihan Piala Adipura dua kali beruntun n tersebut. “Terkait perolehan Adipura, ini karya seluruh elemen masyarakat Banyuwangi. Bersyukur harus. Tetapi, kita tidak boleh berpuas diri. Sebab, kalau terlena, maka akan sulit maju,” ujar Asis-

ten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi, Wiyono, kemarin (7/6). Dikatakan, meski berhaDik sil me meraih Adipura selama dua tahun berturut-tud rut, Banyuwangi belum seratus persen berhasil “menanamkan” be kesadaran menjaga kekes bersihan sebagai pola be hidup masyarakat. h Sebab, hingga kini masih ada warga yang membuang sampahsembarangan,termasukdisungai. Padahal, menurut Wiyono, salah satu poin penting keberhasilan Banyuwangi meraih piala lambang kebersihan tersebut adalah sungai di Banyuwangi cukup bersih ■  Baca Publik...Hal 31

Aktivitas Komunitas Pemain Layang-layang di Banyuwangi Selatan

Punya Spot Khusus, Atur Lokasi dan Cara Main Kapan Anda terakhir kali bermain layang-layang? Pasti jawabannya beragam. Ada yang terakhir kali main saat duduk di bangku SD, SMP, dan ada pula yang saat duduk di SMA. Bagi beberapa anggota komunitas pemain layang-layang, hobi itu sulit diputus. Mainan tersebut merupakan pembangkit rasa senang. SHULHAN HADI, Genteng Usum.., usum…, usum layangan

KOMPAK: Warga bermain layangan di lapangan Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, sore kemarin.

Sudah pendaftaran, kelas akselerasi tinggal pengumuman Kelas percepatan, pendaftarannya tentu paling cepat

Dapat dua kali Piala Adipura, warga diminta tidak terlena Meraih sulit, mempertahankan jauh lebih repot p

SHULHAN HADI/JPRB

Bola digelas dienggo bendetan Aran ganjur dowo-dowoan, Sangkrahe carang wit-witan LAGU yang dipopulerkan Catur Arum

itu bisa jadi terinspirasi kebiasaan orang-orang bermain layang-layang. Bagi Endi, warga Pengatigan Kecamatan Rogojampi, layangan tak hanya mendatangkan kesenangan. Lay-

ang-layang juga salah satu ladang mencari uang. Sehabis panen, dia memulai usaha musiman sebagai perajin layang-layang ■  Baca Punya...Hal 31

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


RADAR GENTENG

26

R A D A R

AGENDA KOTA

Jawa Pos

Minggu 8 Juni 2014

B A N Y U W A N G I

Harga Semangka dan Melon Melonjak

Desy Education Toefl Hadir di Situbondo

MUNCAR - Petani semangka dan melon di wilayah Banyuwangi Selatan kini bisa tersenyum. Bayang-bayang kegagalan saat musim tanam terhapus. Sebab, harga kedua jenis buah itu kini sedang merangkak naik. Cuaca yang menunjang ditambah permintaan pasar tinggi, penyebab harga semangka dan melon naik. Situasi itu dimanfaatkan petani untuk membuka keran penjualan semangka dan melon seluas-luasnya. Salah satu petani semangka dan melon asal Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Agus Sugiharto, menuturkan harga kedua komoditas tersebut cukup bagus saat ini. Dibandingkan musim tanam lalu, harga panen saat ini menggembirakan. “Alhamdulillah di musim tanam kali ini hasilnya lumayan,” katanya. Harga semangka di pasaran mencapai Rp 3.700 per kilogram. Harga melon cukup bervariasi tergantung jenis dan ukurannya. Melon merah dijual Rp 6.000 per kilogram. Melon putih dijual petani seharga Rp 4.500 per kilogram. Selain dipicu kenaikan permintaan, para distributor tampaknya mulai menimbun untuk persiapan Ramadan. Kenaikan harga itu juga dipicu gagal panen komoditas tersebut di luar kota. (nic/c1/abi)

PENDIDIKAN (diklat) dan test toefl internasional akan dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 15 Juni 2014, pukul 15.00 sampai selesai, di Minihall Hotel Rosali, Jalan PB Sudirman, 52, Situbondo. Setiap peserta memperoleh full fasilitas berupa materi test taker handbook, CD Listening, dan tiga macam sertifikat internasional. Sertifikat bisa dipakai untuk pengajuan beasiswa ke luar negeri, program S1 , S2 dan S3. Informasi pendaftaran hubungi Desy Education Test Center / LKP Ausie, Jalan WR Supratman, 31, Situbondo,  HP. 085258036777, 081233851430, PIN BB 2939D6E2, 740EB849, email : desy.education@yahoo. co.id ,  Segera daftar kuota terbatas.(*)

YAMAHA

Buntut Injeksi, Penjualan New V-ixion Melonjak Tajam KEHADIRAN Yamaha New V-ixion, mampu mendongkrak sales penjualan di segmen motor sport. Penjualan motor New V-ixion mengalami kenaikan setiap bulannya. Tentunya, kenaikan itu sangat mencengangkan. Sebab, gempuran motor sport dikelas serupa sangat tinggi. Namun dengan mengeluarkan varian terbaru dari edisi sebelumnya, Yamaha New V-ixion mampu menunjukkan eksistensinya. Supervisor promotion PT Rodasakti Suryaraya, Jember, Yudi Ramadani mengakui Yamaha New V-ixion jadi bintang motor sport tahun ini. Alasannya, varian ini adalah yang pertama menggendong teknologi injeksi dan laku keras di pasaran. Penjualannya pun melonjak. Peminatnya mengalir. Sukses ini meneruskan cerita manis pendahulunya, V-ixion yang berhasil merebut hati publik. Bukti Yamaha New V-ixion merajai kelas motor sport sudah terlihat sejak pertengahan 2013,- belum termasuk angka penjualan hingga tutup tahun ini yang trennya terus menanjak. Hingga Juli 2013, penjualan V-ixion meroket. Khusus kelas motor sport, pada kurun waktu itu mencatat penjualan tertinggi di pasar Indonesia. “Yamaha memang sangat andal dalam mendesain motor buatannya. Yamaha V-ixion terdahulu saja masa kejayaannya sangat lama. Makanya, tak heran kalau New V-ixion semakin diburu konsumen. Sekadar gambaran, New V-ixion ini sudah dilengkapi dengan teknologi full injection yang lebih irit bahan bakar. Tampilan baru diberikan pada head lamp, bodi samping, lampu belakang, dan tangki bahan bakar. Tidak ketinggalan juga bagian knalpot yang mempunyai sentuhan baru dengan penambahan material seperti aluminium pada tepinya. Nah, untuk memberikan apresiasi terhadap konsumennya, Yamaha memberikan promo untuk setiap pembelian Yamaha New V-ixion ini. “Khusus pembelian periode bulan Juni, konsumen mendapat jaker biker dan diskon hingga Rp 100 ribu,” cetusnya. (*/abi)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

UNTUNG: Petani memanen tanaman melon dan semangka kemarin.

GRATIS: Pengendara motor menerima stiker yang dibagikan anggota Panwaslu di depan Kantor Panwaslu Jalan dr. Soetomo, Banyuwangi.

CHIN JULLIEN/RABA

Panwaslu Gelar Gerakan Damai

Lolos Audisi Dai Muda Indonesia GENTENG - Fitriatur Rohmah, 20, mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Blokagung, Kecamatan Tegalsari, berhasil menyingkirkan ribuan kontestan dalam ajang audisi dai muda Indonesia yang digelar salah satu TV swasta nasional di Semarang, Jateng. Selanjutnya, mahasiswi semester IV jurusan Tarbiyah itu akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti babak penyisihan yang akan dilaksanakan pada 25 Juni 2014. “Saya minta doa semoga bisa lolos,” katanya saat berkunjung ke Kantor

Jawa Pos Radar Banyuwangi Biro Genteng, kemarin. Fitri, sapaan cewek kelahiran 16 Juni 1994 itu, mengaku dalam ajang Dai Muda Indonesia itu dia satu-satunya peserta dari Kabupaten Banyuwangi. “Rasanya deg-degan. Saya akan berjuang keras agar bisa membawa nama harum Banyuwangi,” katanya. Untuk memaksimalkan penampilannya di Jakarta, Fitri memfokuskan pendalaman pada kajian kitab. Selain itu, juga memperbanyak membaca berita dan melihat berita TV terutama yang berhubungan isu-isu aktual terkini. (sli/c1/abi)

BANYUWANGI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Banyuwangi menggelar aksi damai Sabtu (7/6). Dalam aksi itu, mereka membagi stiker kepada setiap pengendara motor dan mobil yang melintas di depan kantornya di Jalan dr. Soetomo, Banyuwangi. Selain membagi stiker, aksi yang diikuti anggota Panwaslu, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL), itu juga memberikan layanan

sablon gratis. “Ini solidaritas. Anggaran kita tanggung sendiri,” cetus salah satu anggota Panwaslu Banyuwangi, Totok Heryanto. Dana yang digunakan Panwaslu itu iuran, karena kegiatan seperti itu tidak masuk dalam rencana anggaran Panwaslu. ”Walaupun berlangsung secara sederhana, kami berharap masyarakat mau berpartisipasi dan mengapresiasi kegiatan ini,” harapnya. Kegiatan itu murni inisiatif

Panwaslu Kabupaten Banyuwangi sebagai upaya menyatukan seluruh komponen masyarakat, termasuk kepolisian, pers, dan Satpol PP. Menurut Totok, tujuan kegiatan itu adalah agar masyarakat mewujudkan pemilu yang berintegritas, menghindari money politic, dan segala pelanggaran yang berhubungan dengan black campaign. Selain itu, juga agar tercipta perdamaian dan suasana kondusif. (mg2/c1/abi)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Kebun

STNK

Mitsubishi FE ‘13

Djl Murah Kebun Ada Jati, Gambalina L 5,4 HA, 70 Jt/HA Hub: 08179622454

Hlg STNK P 3188 VD an Kholipah, Dsn. Krajan RT. 01/01 Macan Putih, Kabat

Toyota Dynasaurus ‘03

Nissan

Nissan

Truk MTS FE

Dijual Toyota Dynasaurus tahun 2003 roda enam warna biru siap pakai harga bersahabat. Hubungi 085234622754

Dapatkan Nissan All New Grand Livina Dengan Proses Cepat dan Akurat, Cash/ Kredit, DP Ringan atau Angsuran Ringan Hub: Reza 085330522444-081937628089

Lebaran Sebentar lagi! Saatnya Beli Nissan Grand Livina, March, Evalia dan Juke, DP Ringan dan Harga Spesial Big Sale !! Hub: Rimbun 081252767281/085933784067

Dijual Truck MTS FE114 tahun 81/82/83 kning/mrh hrg 85,5/87,5/89,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Toyota Innova

Terios

Daihatsu Xenia

MTS Pajero

Dijual Kjg Innova G XS42 tahun 010/08/06 slvr/htm hrg 199,5/177,5/127,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Terios F700RG tahun 010/09 htm mtl/mrh hrg 147,5/ juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia F650 RV tahun 012/010/09 hitam/mrh hrg 127,5/105/107,5 jt nego brg istw , bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual MTS Pajero SPR2 5D GLM 4x2MT (jeep) solar tahun 010 hitam hrg 287,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

BANYUWANGI

Jl. Basuki Rahmat Djl tanah+bangunan Jl. Basuki Rahmat Bwi Kota 900m2 H:082232010444/08123488733

Mitsubishi Colt Diesel 2000 100 ps, bks elpiji, sasis mulus, kaki Baru, Siap lgs kerja Hub: 081332510117

Tanah + 2 Rumah Djl Cpt Tanah 430 m2 SHM Rgjmpi + Rumah 2 Unit di Bwi Hp: 0822 3201 0444

BANYUWANGI Dikontrakkan

HOTLINE IKLAN HUBUNGI: RADAR BANYUWANGI 0333 412224; BIRO SITUBONDO 0338671982; BIRO GENTENG 081336161357 THOMY 081336287999 EKO

MITSUBISHI COLT DIESEL 2000

SHULHAN HADI/RaBa

BERPRESTASI: Fitri berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi biro Genteng.

Dikontrakkan 2 Ruko/Showroom & 2 Gudang L 500 + m2 Hlmn Luas H: 081934881999

4 Unit Ruko Dijual Murah 4 Unit Ruko Semuanya 300 Jt Di Jl. Kepiting, SHM, PLN, Air Bor Siap Pakai Hub: 08179622454

HONDA ODYSSEY 2003 Honda Odyssey Absolute Japan Sunroof 2003 sgt trawat, brsih, pjk baru. Djamin puas. Hub 081332510117

Djl Dump Truck Mitsubishi FE SHD 2013 Harga 250 Juta Hub: 081252547560

Promo Lebaran Daihatsu R-STOCK mobil untuk LEBARAN. All New XENIA DP mli 26 Jt, AYLA angs mli 1,7 Jt. Sgr Hub HADI 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

BANYUWANGI Brawijaya Residence Djl Cpt Rmh Perum Brawijaya Residence E-02 Hub. 081357884262 dan 082244213483

Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis (Koordinator), Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono Wakil Pemimpin Redaksi: Syaifuddin Mahmud Kepala Liputan: Agus Baihaqi Redaktur: Ali Sodiqin, A.F. Ichsan Rasyid Staf Redaksi Banyuwangi: Sigit Hariyadi, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni Redaksi Situbondo: Edy Supriyono (Kabiro), Nur Hariri Redaksi Genteng: Abdul Aziz (Kabiro), Shulhan Hadi Fotografer: Galih Cokro Buwono Editor Bahasa: Minhajul Qowim J

Direktur: Samsudin Adlawi Pemasaran dan Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, W. Nugroho (Genteng), Samsuri (Situbondo) Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah Administrasi Iklan: Fitria Arifiana Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan Event: Benny Siswanto Keuangan: Citra Puji Rahayu

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Kasir: Widi Ukiyanti Piutang: Anissa Windyah Sari Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti Perpajakan: Cici Irma Setyani Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982.

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

Website: www.radarbanyuwangi.co.id. Email: radarbwi@gmail.com, beritaraba@gmail.com, artikelradarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 27.000/mmk, berwarna depan Rp 54.000/ mmk, berwarna belakang Rp 42.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 42.000/baris, Lowongan: Rp 53.500/baris, Sosial: Rp 24.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


MINGGU 8 JUNI TAHUN 2014

27

Koranna Oreng Kota Santri

Toko Perhiasan Perak Habis Dikuras Maling Kerugian Korban Capai Rp 150 Juta

RENDRA DES KURNIA/RaBa

BLUSUKAN KEBUN: Personel Perbekud Kostrad menyisir kebun tebu untuk mencari puluhan parasut yang hilang di Kecamatan Asembagus, Situbondo, kemarin.

Menyisir Puluhan Parasut di Kebun Tebu SITUBONDO – Latihan gabungan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU sudah berakhir empat hari lalu. Namun, kegiatan bear tersebut masih menyisakan tugas bagi sejumlah pasukan Perbekalan Udara atau Perbekud. Personel tersebut masih terus melakukan razia dan pencarian puluhan parasut yang hilang di areal kebun tebu hingga kemarin. Pencarian parasut tersebut dilakukan hingga tengah perkebunan tebu yang membentang cukup luas di Desa Wringin Anom, Kecamatan Asembagus, Situbondo. Lettu

Pupuk Urea Langka di Empat Kecamatan SITUBONDO – Para petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Situbondo, sebulan terakhir ini kebingungan. Hal ini karena persediaan pupuk urea di pasaran yang langka. Dan mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan tersebut. Darsu, salah seorang petani mengungkapkan, pupuk urea di Kecamatan Situbondo, Panji, Kapongan, dan Mangaran, saat ini sangat sulit didapatkan. “Saya sudah mencari hampir ke semua kios, namun stoknya kosong,” terangnya. Pada Jumat (06/06), kata dia, persediaan pupuk urea di salah satu kios masih ada, tapi hanya satu ton. Jumlah tersebut, sangat jauh dari kebutuhan petani. “Sudah sebulan ini kita tak dapat pupuk, padahal saat ini sedang butuh-butuhnya pupuk,” katanya. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo, Agus Fauzi membenarkan jika sejumlah petani kesulitan mencari pupuk urea. Hal ini, jelas dia, karena stok yang diterima Kabupaten Situbondo pada tahun ini mengalami pengurangan dibanding tahun sebelumnya n  Baca Pupuk...Hal 30

CBA Oyon Subiyanto, Komandan Peleton Perkebud Yon Bekang 2 Kostrad mengatakan, pencarian puluhan parasut tersebut dilakukan sejak Rabu siang lalu (3/6). Jumlah parasut penerjun payung yang dinyatakan hilang tercatat sekitar 185 buah. Sedangkan sekitar 166 unit parasut sudah ditemukan. ‘’Sisanya hanya tinggal 19 unit masih terus dicari. Kami cari keluar masuk kebun tebu mulai pagi sampai sore sebelum Magrib,” jelasnya. S e l a i n m e n e r ju n k a n 4 0 orang anggota Perbekud, Let-

tu Oyon juga telah berkoordinasi dengan Koramil, Kapolsek, dan Kepala Desa setempat. Dia menyampaikan kepada warga, agar siapa pun yang menemukan parasut penerjun payung bisa dikembalikan ke Balai Desa Wringin Anom. Sementara itu, di bawah teriknya sengatan sinar matahar i, puluhan pasukan Perkebud Kostrad tidak kenal lelah menyisir kebun tebu. Mereka membawa sabit dan parang sembari menyisir satu per satu lokasi tebun tebu. Dengan semangat kebersa-

maan, mereka akhirnya menemukan satu per satu parasut yang hilang. ”Kendalanya parasut berada di tengah kebun tebu yang rapat, daunnya tajam,” jelas Oyon. Selama proses pencarian, pasukan Perkebud Kostrad akan beristirahat hanya sekali saat makan siang. Setelah itu, pencarian dilanjutkan kembali mulai dari panel buka dan tutup. Penghentian pencarian parasut akan ditetapkan setelah jumlahnya sesuai. ”Kalau masih belum pas jumlahnya, terus kami cari,” pungkasnya.(mg4/bay)

PANJI - Toko perhiasan Lestari milik Kustini Fatimatus Zahra, 60, di Pasar Mimbaan Baru, Kecamatan Panji, dikuras kawanan maling kemarin. Dalam aksi itu, pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari seorang menguras semua perhiasan perak. Korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 150 juta. Kustini yang tinggal di Jalan Bawean, Kecamatan Panji, mengaku baru mengetahui toko perhiasannya dimasuki maling pada pagi hari. Saat itu dirinya akan membuka toko. “Korban mengatakan, baru mengetahui kejadian itu pagi hari,” cetus Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi. Keterangannya, terang Wahyudi, korban menutup toko perhiasan itu sekitar pukul 20.00. korban telah mengunci tokonya itu menggunakan gembok. “Korban juga sudah memeriksa gemboknya. Semua sudah terkunci,” ungkapnya. Saat pelaku beraksi, diduga sekitar toko perhiasan di Pasar Mimbaan Baru itu tengah sepi. Pencuri beraksi dengan cara merusak kunci gembok. Selanjutnya, semua perhiasan berupa kalung, gelang, cincin, dan anting

NUR HARIRI/JPRS

TUTUP: Ruko Lertari di Blok B 13-14, Pasar Mimbaan Baru, dibobol maling.

yang berada di etalase, dikuras. Wahyudi menyebut, saat maling itu beraksi, tidak ada warga yang mengetahui. Toko perhiasan perak milik korban berlokasi di tengah-tengah pasar. “Kita masih melakukan penyelidikan. Pelaku diduga beraksi sekitar pukul 03.00,” katanya. Data yang berhasil dikumpulkan Jawa Pos Radar Situbondo, pelaku pencurian sempat mengganti gembok toko itu dengan gembok lain. Gembok milik korban dibawa

kabur pelaku. “Jadi, tokonya itu dikunci lagi tapi dengan gembok lain,” imbuhnya. Menurut Wahyudi, kasus pencurian yang menyebabkan pedagang merugi sekitar 150 juta tersebut masih diselidiki. Guna mengungkap pelaku, pihaknya telah mengumpulkan keterangan saksi dan bukti lain. “Pasar yang sepi dijadikan kesempatan penjahat. Kita akan terus melakukan lidik dan memintai keterangan saksisaksi,” terangnya. (rri/c1/abi)


30

Jawa Pos Minggu 8 Juni 2014

Anak Metal Belum Tentu Underground KAOS hitam dengan gambar seram, celana doreng tentara, dan helm penuh stiker mungkin bisa menjadi petunjuk seseorang itu adalah metal head. Tetapi jika ditanya apakah mereka undergrounders? Jawabnya nanti dulu. Kata underground jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka berarti bawah tanah. Menurut Joko Black, underground itu menunjukan menunjukan bahwa orang-orang yang berkecimpung di dalamnya itu melakukan pergerakan di bawah tanah. Orang-orang underground ini menggunakan cara terselubung dari tangan ke tangan untuk mengenalkan musik mereka. Kenapa harus disebar di bawah tanah? Joko Black menjelaskan, jika musik underground adalah musik memiliki alunan yang ekstrim bukan mainstream. “Orang underground pasti musiknya metal, tapi kalau orang metal itu underground, nanti dulu, harus di lihat pergerakannya” jawab Black. Masih penasaran dengan penjelasan underground, koran ini mencoba mendatangi salah satu undergrounders lain yang sudah lama bermukim di Banyuwangi. Koran ini bertemu dengan seorang mantan gitaris Band Ebola Syndrome, Dede. Saat ditemui Dede sedang berjualan makanan, pria paruh baya ini mengatakan dirinya saat ini sedang fokus kepada pekerjaannya sehingga sedikit meliburkan diri dari bermain musik metal. Saat ditanya tentang masalah style dan musik underground, Dede menjelaskan sambil melayani pembeli, ada banyak genre musik metal dalam lingkup underground. Di antaranya ada Black Metal, Death Metal, Gothic, Hardcore, dan Grindcore. Masing-masing genre tersebut memiliki gaya sendiri. Black Metal menggunakan atribut seperti make up putih yang dibentuk seperti mayat atau disebut corpse paint, ditambah dengan setelan hitam-hitam yang dipenuhi spike

Banyuwangi Undergrounders

Siap Menggempur Setiap penikmat musik tentunya ingin mendengarkan lagu yang memiliki alunan suara yang indah, harmonis, dan memiliki lirik yang penuh makna. NAMUN, bagaimana jika musik yang diputar memiliki irama yang memekakkan telinga, paduan vokalnya berisi jeritan yang tidak jelas liriknya, masihkah Anda suka? Mungkin tidak. Mungkin pembaca pernah melihat segerombolan orang yang menggunakan pakaian hitam-hitam di Banyuwangi, lalu gambargambar di kaos mereka menunjukan gambar yang seram. Maka merekalah pecinta musik yang menghentak-hentak itu. Mereka ini me-

nyebut dirinya kaum Metal Head (sebutan bagi pecinta musik metal), mereka memiliki selera musik extreme yang biasa disebut mu-

sik metal atau musik underground. Di antara komunitas musik lain yang berubah sesuai tren musik yang berjalan, anak-anak metal ini tidak pernah merubah haluan musik mereka. Musik cadas tetap menjadi favorit mereka dari dulu hingga sekarang. Salah seorang dedengkot Metal Head, Joko Black menceritakan, awal mula terbentuknya komunitas metal di Banyuwangi sendiri muncul dari daerah Pedotan, Kecamatan Purwoharjo ■  Baca Siap...Hal 31

FREDY RIZKI/JPRB

ISTIMEWA: Konser Metal yang diikuti para pecinta musik metal dari berbagai macam usia.

(duri besi), Gothic menggunakan atribut bridal seperti pada pernikahan orang Eropa, untuk aliran lain seperti Grindcore, Hardcore dan Death Metal lebih simpel. Mereka cukup menggunakan kaos hitam, celana tentara dan sepatu kets. Saat menjelaskan tentang underground dan musik metal, Dede satu suara dengan Joko Black. “Harus diamati lebih dalam, tidak bisa cuma dilihat saja,” pungkasnya. (mg1/als)

ISTIMEWA: Atheis Band Metal Beraliran Black Metal

FREDY RIZKI/JPRB

EDUCATION

EXPO 2014 SMA 17 AGUSTUS 1945

Guru Berkualitas, Siswanya Cerdas BANYUWANGI – Salah satu faktor utama keberhasilan di dunia pendidikan adalah kemampuan guru dalam menyampaikan materi pelajaran dengan baik. Sehingga siswa akan mudah memahami dan menerapkan pelajaran tersebut. Ternyata tidak semua sekolah mempunyai tenaga pengajar yang mampu seperti itu. Tapi tidak dengan SMA 17 Agustus Banyuwangi. Dari sekian banyak guru yang ada, sebagian besar merupakan tenaga pengajar/dosen dari Untag Banyuwangi. Selain itu, dengan kelengkapan fasilitas yang ada, menjadikan siswa semakin enjoy belajar di kelas. Ditambah tenaga pengajar yang profesional dan berpengalaman, maka akan lahir siswa SMA 17 Agustus Banyuwangi yang mampu meraih banyak prestasi di kemudian hari. Tahun ini ada 41 anak lulusan SMA 17 Agustus Banyuwangi yang diterima di perguruan tinggi negeri yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan ada dua anak diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. Kepala SMA 17 Agustus Banyuwangi, Drs H Anton Sunartono MPd menambahkan, dengan guru yang berkualitas, dirinya yakin ke depan SMA ini akan semakin menjadi pilihan orang tua untuk

DIAN EFFENDI/JPRB

AKRAB: Siswa sedang diskusi dengan guru SMA 17 Agustus Banyuwangi.

menyekolahkan anaknya. Anton menambahkan, bahwa dia mempunyai target di tahun depan. Yaitu nilai rata-rata siswanya harus 8,2. “Tidak hanya sekedar lulus 100 persen, tapi harus langsung diterima di perguruan tinggi negeri,” tegas Ketua Bidang Organisasi KONI Banyuwangi ini. Untuk tahun ajaran baru 2014-2015, SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi

membuka pendaftaran bagi calon siswa baru. Pendaftaran dibuka mulai bulan Juni sampai Juli 2014 dengan persyaratan membawa foto kopi ijazah dua lembar, foto kopi SKHUN dua lembar, pas foto ukuran 3 x 4 sebanyak dua lembar. Untuk info lebih lengkap silakan datang langsung ke Kampus SMA 17 Agustus 1945 di Jl. Adi Sucipto 26 Banyuwangi. (*/als)

SMK AL-AZHAR SEMPU

TOHA/RABA

PERSIAPAKAN DIRI: Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi kesehatan melakukan try out Sabtu (7/6) di Kampus Stikes Banyuwangi.

STIKES BANYUWANGI

Ratusan Mahasiswa Keperawatan Ikuti Try Out Uji Kompetensi BANYUWANGI - Kampus Stikes kembali menjadi tempat try out uji kompetensi bagi mahasiswa D3 Keperawatan. Seperti yang terlihat pada Sabtu kemarin (7/6). Ratusan mahasiswa D3 Keperawatan dari berbagai Perguruan Tinggi di luar Banyuwangi mengikuti try out uji kompetensi. Suasana try out ini pun didesain sesuai ketika uji kompetensi ini berlangsung, hall yang akan digunakan ujian disegel. Sehingga kesterilan soalsoal terjaga. Pengujinya pun langsung dari Jakarta. Ketua Stikes Banyuwangi, Dr H Soekardjo mengatakan try out uji kompetensi ini digelar untuk memberikan

pembelajaran awal ketika para mahasiswa Keperawatan ini akan mengikuti tes uji kompetensi sesungguhnya. Dalam try out ini diikuti empat perguruan tinggi kesehatan, yaitu Stikes Banyuwangi, Akademi Keperawatan Rustida, Akademi Keperawatan Lumajang, dan Universitas Muhammadiyah Jember. Dikatakan, uji kompetensi bagi tenaga keperawatan ini adalah peraturan Menteri Kesehatan dimana setiap tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas keprofesiannya wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). “Nah sebelum mahasiswa Keperawatan ini lulus kuliah, maka mereka harus memiliki STR ini.

Artinya, menempuh perkuliahan di tenaga Keperawatan maupun Kebidanan benar-benar dituntut untuk memahami tugas dan fungsinya sebagai tenaga kesehatan,” tegas Soekardjo yang baru saja dipercaya memegang kendali Stikes untuk kesekian kalinya. Soekardjo mengatakan, urgensi pokok uji komptensi adalah standarisasi, akuntabilitas profesional, standar dan etik profesi, crosscheck terhadap mutu lulusan suatu institusi pendidikan serta melindungi kepercayaan masyarakat terhadap profesi perawat. Uji kompetensi sebagai standarisasi kompetensi perawat. (*/als)

Sekolah Ok, Mondok Yes! SEMPU – Meski mampu berprestasi di bidang akademik, SMK Al-Azhar Sempu tidak lupa membangun keimanan siswa-siswinya. Tujuan mulia ini untuk mencetak generasi penerus yang berketerampilan, memiliki keimanan, dan ketakwaan. Sehingga, SMK Al-Azhar layak disebut sebagai sekolah Islam. Di sekolah ini berbagai kegiatan tidak boleh menyimpang dari ajaran Islam. Misalnya, siswa perempuan diwajibkan berhijab. Hal ini bertujuan untuk membiasakan perempuan menutup aurat. Di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Azhar, atau lebih dikenal dengan Pondok Tugung, semakin membuat SMK ini nuansa Islami. Namun demikian, hal itu tidak membatasi kreativitas siswa untuk mengembangkan bakat dan menyalurkan hobi. Nyatanya, di SMK AlAzhar punya banyak grup band indie. Kepala SMK Al-Azhar, Asnan SPd mengatakan, pengasuh pondok tetap memberikan kebebasan kepada pihak sekolah untuk mempunyai kebijakan sendiri, asal tetap menjaga kaidah Islam di dalamnya. Jadi, semua kegiatan bisa

SEKOLAH & PESANTREN: Siswa SMK Al-Azhar saat mengadakan kegiatan Islami. Hal ini rutin dilaksanakan pihak sekolah dan pesantren. ISTIMEWA

dilaksanakan di sekolah. Kecuali hal yang dilarang Islam. “Justru SMK Al-Azhar banyak memberi manfaat untuk pesantren. Misalnya banyak siswa yang tinggal di asrama dan mengikuti pelajaran pondok,” ujar Asnan. Pihak pesantren sendiri mendukung langkah Kepala SMK Al-Azhar yang berkomitmen membantu eksistensi pondok. Sehingga banyak murid yang menimba ilmu di SMK sambil belajar agama di pesantren. Menurut pengurus Pesantren Al-Azhar Toha Alfaridzi, 26, pondok yang berdiri

sejak zaman Belanda ini menyediakan program pendidikan agama seperti Diniyah, Wustho, dan Ula, untuk siswa SMK Al-Azhar yang tinggal di asrama. Jurusan TKR SMK Al-Azhar menerima pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2014-2015. Pendaftaran dibuka pada tanggal 9 Juni sampai 8 Juli 2014. Untuk persyaratan pendaftaran, melampirkan foto kopi ijazah sebanyak dua lembar dan menyerahkan SKHUN SMP/MTs. Tempat pendaftaran di kampus SMK Al-Azhar Jl. Imam Syafi’i No.45 Sempu, Telp. 0333-844388 / 846484. (*/als)


Jawa Pos

BERITA UTAMA

Minggu 8 Juni 2014

H A L A M A N

31

S A M B U N G A N

Melewati Batas Bendera Merah ■ WARGA...

Sambungan dari Hal 25

“Tadi sudah diingatkan. Itu kan juga sudah diberi bendera merah. 50 meter dari bendera itu sudah bahaya,” jelas Sule. Dia menambahkan, saat diingatkan, korban beralasan bisa berenang. ‘’Kendati demikian tetap kami mengawasinya.

Ternyata ya peristiwa itu terjadi. Lifeguard bernama Supri dan Sugiyanto langsung terjun,” jelas Sule. Menanggapi penyelamatan yang berakhir nahas tersebut, Public Relationship Lifeguard Pulau Merah, Fendi Aditya menyatakan, tim lifeguard selalu memberikan peringatan kepada pengunjung yang mendekati

zona bahaya. Tidak jarang lifeguard beradu mulut dengan pengunjung yang bandel. “Langkah preventif sudah kami lakukan, tapi kebanyakan mereka beralasan bisa berenang,” ujar Fendi. Dia mengaku, sebenarnya ombak Pulau Merah sangat familiar. Pantainya pun cukup landai. “Pulau Merah ini sebenarnya

sangat familiar. Tinggal kita bisa waspada ataukah tidak,” tandasnya. Fendi menambahkan, penanganan korban sudah sesuai prosedur. “Semua sudah standar. Memang kita masih memakai rescue board manual (tanpa mesin). Semoga ke depan punya peralatan lebih memadai,” harapnya. (sli/c1/bay)

GALIH COKRO/RABA

SATWA: Anak-anak memegang ular di Smart School Kertosari, Banyuwangi, kemarin.

Mengajak Anak Sayangi Reptil PERSIAPAN: Sejumlah pembalap mempersiapkan motornya di paddock Sirkuit Kumendung, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kemarin.

NIKLAAS ANDRIES/RABA

Latihan Sudah Ramai Penonton ■ HARI...

Sambungan dari Hal 25

Mereka ngotot menaklukkan sirkuit yang tak jauh dari pantai tersebut. Sekitar sirkuit pun berubah menjadi lautan debu. Hentakan ban motor peserta membuat debu di tanah yang kering itu berhamburan. Meski demikian, hal itu tidak

menyurutkan animo masyarakat menyaksikan ajang tersebut. Sejak siang penonton sudah memenuhi sirkuit tersebut. Mereka ingin melihat dari dekat penampilan crosser Banyuwangi dan luar daerah yang beradu nyali demi menjadi yang terbaik. Seperti tahun lalu, di Kejurnas Sumberyala Motocross dan

Grasstrack itu ada sebelas kategori yang dilombakan. Kategori-kategori itu, di antaranya bebek standar pemula Banyuwangi, bebek standar pemula terbuka, bebek modif junior, bebek modif dua tak senior, dan bebek modif empat tak senior. Selain itu, di even itu juga dilombakan kategori campuran senior, FFA terbuka, trail empat

tak 115 cc terbuka, minimoto, kelas 35 tahun ke atas nonpembalap, dan spesial engine 250 cc. Babak final akan digelar sehari penuh pada Minggu (8/6). “Besok (hari ini) selama sehari penuh seluruh pembalap akan all out demi menjadi juara di setiap kategori,” ujar Aslani, panitia Sumberyala Motocross dan Grasstrack. (nic/c1/bay)

Ada Tes IQ dan Kemampuan Khusus ■ KELAS...

Sambungan dari Hal 25

Kelas percepatan untuk menampung anak-anak berprestasi itu hanya terbatas di beberapa sekolah. “Sementara hanya SMAN 1 Glagah yang memiliki program kelas akselerasi. Jalur mandiri dan reguler sudah ada di semua SMAN,” jelasnya. Secara terpisah, Kepala SMAN 1 Glagah, Heru Muhardi mengaku, PPDB kelas akselerasi sudah dibuka. Seleksi administrasi dilakukan 12 Mei 2014 lalu. Selanjutnya, psikotes dilaksanakan 18 Mei. Yang terakhir, tes potensi akademik berlangsung 21 Mei. Nah, tahap yang belum dilakukan adalah pengumuman PPDB kelas akselerasi, yakni 16 Juni mendatang. ”Tiap tahun pagu kelas akselerasi 20 kursi, tapi tidak pernah penuh,” ujarnya. Heru menambahkan, kelas akselerasi tahun 2010 hanya terisi 12 kursi. Kelas akselerasi tahun 2011 hanya terisi 7 kursi.

Kelas akselerasi tahun 2012 hanya terisi 16 kursi. Yang terakhir, kelas akselerasi tahun 2013 hanya terisi 10 kursi. ‘’Jumlahnya selalu di bawah jumlah pagu, karena standar penilaiannya cukup tinggi,” ujarnya. Kata Heru, nilai kumulatif rapor sejak semester satu sampai semeter lima rata-rata minimal harus 8,0. Itu pun nilai mata pelajaran bahasa Inggris, matematika, dan IPA, rata-rata harus tiga angka di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) sekolah. Manajer Kelas Akselerasi SMAN 1 Glagah, Cahyo menambahkan, jika nilai rapor memenuhi, pendaftar akan mengikuti tes psikologi yang di dalamnya ada tes IQ (intelligence quotient). Tes psikologi diselenggarakan bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang. Selain IQ, beberapa hal yang dinilai dalam psikotes adalah kemampuan khusus, kreativitas, komitmen, dan kepribadian. Setelah itu, pendaftar akan

mengikuti tes potensi akademik (TPA) yang diselenggarakan pihak sekolah. Tes tersebut bertujuan melihat komitmen calon siswa dalam belajar. Agar diterima di kelas akselerasi, calon siswa harus mendapat nilai baik dalam kedua tes tersebut. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Banyuwangi, Istu Handono menyatakan, tahun lalu peminat jalur mandiri di SMAN 1 Banyuwangi cukup banyak. Karena itu, pendaftar harus dibatasi, apalagi prosesnya cukup panjang. Secara terpisah, Kepala SMAN 1 Giri, Mujiono menjelaskan, ada beberapa persyaratan yang harus dibawa calon pendaftar jalur mandiri, antara lain Surat Keterangan Lulus (SKL) dari sekolah dan sertifikat prestasi, baik akademis maupun nonakademis bagi yang memiliki. Pendaftar juga wajib membawa kartu keluarga (KK), dan kartu pengendali sosial (KPS) bagi pendaftar yang kurang mampu. Mujiono menambahkan, pe-

serta yang memiliki prestasi nonakademis akan diuji sesuai bidangnya. “Juara menyanyi tingkat nasional, misalnya, akan diuji menyanyi. Tujuannya, mengetahui apakah kemampuannya sesuai sertifikatnya ataukah tidak,” jelasnya. Bagi yang berprestasi akademis cukup disesuaikan database Diknas. Penerimaan jalur mandiri, kata Mujiono, merupakan bukti keberpihakan pemerintah kepada para siswa yang kurang mampu atau yang memiliki potensi lain di luar akademik. Saat ditanya terkait siswa pindahan dari luar kota, Mujiono menyatakan hal itu harus disesuaikan pagu yang tersedia. ‘’Jika memang masih ada kursi, kemudian murid itu telah bersekolah minimal satu semester, ada surat keterangan dari Diknas Banyuwangi dan Diknas daerah asal, ditambah lagi ada penyesuaian skor dengan standar yang ada, bisa diterima,” jlentrehnya. (mg1/c1/bay)

Jauh dari Jalan Raya dan Jalur Listrik ■ PUNYA...

Sambungan dari Hal 25

Saat musim layang-layang tiba seperti ini, Endi mampu menjual sekitar 30 buah layang-layang dalam sehari. Dia juga memiliki pelanggan tetap. Pelanggannya tidak hanya di sekitar Rogojampi, tapi juga dari Kecamatan Srono, Songgon, dan Genteng. “Yang membeli dari Srono, Tegalwudi (Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon), sampai Genteng,” ujarnya. Endi mengaku, usaha membuat layang-layang bisa menambah penghasilannya. Namun, usaha layangan itu bukan usaha utama. “Ya bisa buat tambahan, karena ramainya saat musim saja,” ujarnya. Salah satu tengkulak yang kerap memborong layangannya adalah Sahrin. Selain berjualan layang-layang, pria berumur 46 tahun itu juga kerap bermain layang-layang. Permainan yang dia kenal sejak kecil itu hingga kini tetap menjadi penghilang rasa penat. Saat musim layang-layang, dia selalu menghabiskan waktu sore dengan bermain layang-layang. Dia juga mencoba mengambil keuntungan dari hobi musiman tersebut. Setiap hari dia kulakan layang-layang kepada Endi di Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi. Layang-layang itu dijual kepada para penggemar layang-layang mulai harga Rp 2 ribu. Untuk menambahkan daya tarik layang-layang tersebut, dia menambahkan goresan motif tertentu. Selain lebih cantik, ternyata layangan yang sudah mendapat sentuhan motif lebih diminati. Para penggemar layang-layang lebih memilih membeli daripada membuat sendiri. Selain lebih praktis, saat ini tidak semua penggemar layang-layang bisa membuat dan memiliki waktu membuat layang-layang. “Lebih memilih beli daripada membuat, lebih mudah dan murah,” ujarnya.

Sementara itu, setiap sore, tanah lapang yang tidak jauh dari rumah pria dua cucu itu selalu dipenuhi puluhan orang. Hampir semua membawa segulung benang dan layang-layang. Tidak hanya satu, rata-rata mereka membawa lebih dari sepuluh layang-layang. Setiap sore lapangan Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, ini menjadi ajang adu ketangkasan para pilot layang-layang. Bagi yang sudah mahir bertempur di udara, layang-layang miliknya hanya akan berkurang satu dua saja. Namun, bagi yang kurang beruntung, belasan layangan yang dibawa bisa tinggal segelintir bahkan habis tidak tersisa. Sarbini, 40, warga Kaliputih, Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, setiap sore selalu menerbangkan layang-layang. Sarbini tidak seorang diri, istri dan anaknya selalu diajak saat dia beradu ketangkasan dengan penerbang lain. “Saya pokoknya pulang kerja ya ke sini, melepas lelah,” terangnya. Sementara itu, Rudi, mahasiswa STAI Ibrahimy, juga tidak pernah absen menerbangkan layang-layang setiap sore. Rudi mengaku sangat menggemari permainan layang-layang. Salah satu alasannya, selain memang mengasyikkan, permainan layang-layang cukup sportif. Adanya komunitas layang-layang cukup membantunya bermain layang-layang yang benar. “Kita kalau bermain tidak ngawur. Aturan dan lokasi ada ketentuannya,” ujarnya. Layaknya komunitas lainnya, mereka juga memiliki spot nongkrong khusus. Bagi para penggemar layang-layang, lokasi ideal yang sering dijadikan lokasi kumpul dan mengadu ketangkasan ada beberapa tempat. Untuk di sekitar Genteng, biasanya mereka berkumpul di daerah Dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon. Kemudian, tempat berikutnya adalah lapangan Kembiritan, Desa Kembiritan. Selain lapang, alasan mereka menggunakan lokasi tersebut adalah faktor kenyamanan. Jauh dari jalan raya dan menghindari insta-

lasi listrik. “Kita menghindari kabel PLN,” cetusnya Sebelum diadakan lomba, dia bersama teman-temannya sering berlatih di tempat ini. “Sekarang latihan, besok ikut lomba,” tegasnya. Meski sudah merasa mahir menerbangkan layang-layang, terkadang kendala saat bermain selalu ada. “Pas main itu kadang kalahnya bukan karena kalah bendetan, tapi kena diskualifikasi,” ujarnya. Peserta sambitan atau bendetan tidak dibatasi umur, jenis benang juga bebas. Namun, beberapa aturan tetap dipakai. Jika layang-layang menyangkut di pohon, itu dianggap diskualifikasi. Otomatis mereka yang diskualifikasi dinyatakan kalah. Selain itu, jika layang-layang sampai menukik ke bawah juga dinyatakan kalah. Terkait aturan yang dikenakan kepada penerbang, biasanya mereka akan diberi garis batas. Dengan demikian para penerbang tidak bisa seenaknya mencari posisi yang diinginkan. Umumnya, ukuran garis ini sekitar empat meter persegi. Posisinya juga bergantung arah angin. Jika angin di utara atau selatan, berarti posisinya timur dan barat. Begitu sebaliknya. “ Pemainnya di dalam garis,” ujarnya. Biasanya, setelah layang-layang sudah dalam posisi terbang, tidak sampai dua menit salah satunya sudah ada yang tumbang. Namun jika sampai batas waktu yang ditentukan belum diketahui pemenangnya, maka kedua penerbang akan didekatkan. Hal itu untuk memudahkan sambitan. “Waktunya sekitar lima menit, tapi gak sampai dua menit biasanya sudah kalah salah satu,” ungkapnya. Akhirnya, layangan yang menari di angkasa itu menjadi sebab para penggemarnya rukun. Pedhote layangan sing dadi paran, tapi ojo sampek pedhot seduluran. Pedhote layangan sing dadi paran, tapi ojo sampek pedhot seduluran. (c1/bay)

BANYUWANGI - Pengenalan binatang, termasuk reptil, perlu diberikan kepada anak-anak sejak usia dini. Dengan demikian, anak-anak tidak takut terhadap binatang. Sebaliknya, bocah-bocah tersebut diharapkan dapat menyayangi binatang. Seperti yang dilakukan Komunitas Pencinta Reptil Banyuwangi kemarin (7/6). Mereka mengenalkan beberapa jenis reptil, seperti ular, kadar, iguana, dan lain-lain, kepada siswa Smart School, Kelurahan Kertosari, Banyuwangi, itu. Uniknya, begitu mendapati berbagai reptil

berada di hadapan mereka, bocah-bocah tersebut tampak antusias. Ada yang sekadar memegang, memberi makan, ada pula yang mengalungkan ular di leher. Namun, saat ditunjukkan ular piton berukuran besar, tidak sedikit anak yang menangis. “Kita sengaja mendatangkan komunitas pencinta reptil agar anak-anak menyayangi binatang,” ujar kepala Smart School Banyuwangi, Andre. Andre berpesan, jika anak-anak bertemu binatang, misalnya ular, jangan dibunuh. “Sebaiknya menghubungi komunitas pencinta reptil,” sarannya. (sgt/c1/bay)

Selamat karena Tak Kena Syaraf Pusat ■ KALAP,...

Sambungan dari Hal 25

Meski begitu, Jawa Pos Radar Banyuwangi mendengar dari salah satu kerabat korban yang mengaku kaget dengan peristiwa itu. “Saya saat itu di sawah. Setelah mendengar ada ini (pembacokan, Red), terus yang laki-laki di

kantor,” tuturnya. Kapolsek Tegaldlimo AKP Hery Purnomo menjelaskan, motif pelaku melakukan aksi pembacokan tersebut masih dalam penyelidikan. Sementara kasus tersebut mengarah ke urusan rumah tangga. ”Ini tersangka diamankan di polsek. Sepertinya problem rumah tangga,” ujarnya. (sli/c1/bay)

Kebersihan Sungai Jadi Poin Penting ■ PUBLIK...

Sambungan dari Hal 25

Namun, berapa pun banyaknya petugas kebersihan yang membersihkan sungai, seberapa sering instansi pemerintah melakukan kerja bakti membersihkan sungai, hasilnya tidak akan optimal

jika masyarakat masih menjadikan sungai sebagai tempat sampah. “Ini yang menjadi tugas kita bersama,” kata Wiyono. Selain sungai, imbuh Wiyono, kondisi pasar tradisional di Banyuwangi yang semakin bersih juga berperan besar mengantarkan kabupaten ber-tagline Sunrise of Java ini menyabet Piala Adipura. (sgt/c1/bay)

Akan Awasi Peredaran Pupuk ■ PUPUK... Sambungan dari Hal 27

“Dari luas lahan pertanian yang kita miliki, tidak masuk akal stok pupuk yang kita terima dari pemerintah pusat. Tahun 2013 saja kebutuhan kita 39 ribu ton, sekarang hanya dijatah 31 ribu ton. Jadi memang kurang realistis, makanya akan kita usahakan bagaimana ada penambahan,” ungkapnya. Menyadari stok yang kurang, Dinas Pertanian akan serius mengawasi peredaran pupuk di tingkat

bawah. Jangan sampai, penyalurannya menyalahi aturan. “Pengurangan jatah, sebenarnya tidak berpengaruh jika petani di Kabupaten Situbondo sudah terbiasa dengan pemupukan berimbang,” jelasnya. Tapi kenyataannya, petani di Kabupaten Situbondo belum menjalankan seruan pemakaian pupuk berimbang itu. Mereka, masih terlalu fanatik dengan pupuk urea. Padahal dalam pemupukan, seharusnya juga ada pupuk ponska, organik, dan sebagainya. “Kita terus melakukan sosialisasi tentang budaya pupuk berimbang ini,” cetusnya.(pri/abi)

Aliran yang Cukup Ekstrem ■ SIAP...

Sambungan dari Hal 30

Beberapa anak muda setempat yang berkuliah di Jogjakarta membawa aliran musik extreme ke Banyuwangi. Band yang saat itu pertama kali muncul bernama Inpurity. Band yang dikepalai Yuwono (Wowo) itu membawakan aliran Death Metal yang waktu itu belum pernah terdengar di Banyuwangi. Baru kemudian setelah itu muncul band-band metal serupa seperti Brutalator, Something Wrong, Blastperm dan Dedemit. Masuknya musik metal Banyuwangi kota sendiri menurut Black terhitung terlambat, baru sekitar tahun 1998 beberapa band seperti Atheis, Jerangkong, dan Black Shadow bermunculan. Untuk jumlah Metal Head sendiri, saat itu pun masih belum sebanyak sekarang. Para metal head yang ada hanya berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil, mereka awalnya berkumpul di bawah patung Merdeka Atau Mati, simpang lima Banyuwangi. Joko Black sendiri ada-

lah salah satu orang yang turut memperkenalkan musik metal atau underground di Banyuwangi kota. Saat ini jumlah Metal Head di Banyuwangi sudah semakin banyak, terlihat saat RaBa menemui salah satu mantan personel Band Underground, Achong Sielenoz, dia menjelaskan saat ini banyak komunitas undergrounders yang terbentuk di Kabupaten Banyuwangi, adaBanyuwangiMetalMilitia(BMM), Banyuwangi Metal Gerilya (BMG), Banyuwangi Metal Head (BWMH), GentengCorpsGrinder(GCG),RogojampiDeathMetal(RGDM),Songgon MetalSyndicate(SMS),SebrangKidul Berontak(SKB)danBanyuwangiBarat Metal Sindikat (BBMS). Banyaknya jumlah komunitas underground tersebut menurut Sielenoz, selain menunjukan bahwa minat terhadap musik cadas semakin besar, hal ini juga bermaksud untuk mempermudah para undergrounders (penggemar musik underground/metal) untuk berkumpul di wilayahnya masing-masing. Untuk mengumpulkan seluruh

undergrounders yang ada di wilayah Kabupaten Banyuwangi, terkadang dibuat sebuah event musik yang menghadirkan bintang tamu band Underground dari daerah lain. Menurut mantan drummer band Trauma Concept dan Roh Iblis ini, dalam event Metal/Underground beberapa band asli Banyuwangi juga ikut bergabung. Mereka turut meramaikan event agar semakin bisa mengenal satu sama lain. Diantara beberapa event metal yang pernah digelar di Banyuwangi diantaranya adalah BMG#1, BMG#2, Metal Blast,Valentine Rose, Gerbang Ujung Timur #1 dan Distortion of Murder. Adanya event ini menunjukan bahwa eksistensi metal head di Banyuwangi masih terjaga, mereka tetap teguh dengan pilihan aliran musik yang mereka miliki. Tidak peduli seberapa banyak trend yang berubah, underground tetap menjadi history dan resolusi hidup bagi para undergrounders ini. (mg1/als)

Lokasi Tempat Kumpul Pindah Empat Kali TAHUN 1999, sejumlah band metal seperti Dedhemit, Might Devil (yang sekarang bernama Atheis), dan Black Shadow sering nongkrong di beberapa sudut Banyuwangi. Mereka menyebut diri mereka sebagai worshiper Diamond atau Banyuwangi Undergrounders. Aria studio adalah studio pertama yang menyediakan fasilitas musik metal untuk tempat mereka berlatih musik. Beberapa waktu kemudian, mereka menciptakan studio Gigs, yaitu semacam acara kontes band kecil yang diadakan di depan studio bersama band-band studio lainnya. Di awal tahun 2000-an, Bries Stein atau biasa dikenal dengan Bang Beres, salah satu senior Komunitas Metal Banyuwangi berinisiatif untuk mendirikan sebuah Distribution Outlet (Distro) untuk mendistribusikan pernik-pernik yang berbau metal. Distri tersebut diberi nama Hypnotize. Namun tujuan khusus dibangunnya distro itu, sebenarnya untuk tempat berkumpulnya penggemar musik metal. Distro Hypnotize sendiri sempat empat kali berpin-

dah tempat. Namun sekarang menetap di Jl.Kolonel Sugiono, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Untuk wilayah Banyuwangi Selatan, di daerah Kecamatan Genteng ada juga distro metal serupa yakni Grind Shop. Beberapa pernak-pernik yang di jual di antaranya baju, topi, stiker, album musik, dan lainnya. Waktu berkumpul sering dimanfaatkan untuk membahas perkembangan dunia metal, filosofi lagu dan gambar-gambar metal. Filosofi lirik lagu dan gambar metal selalu menarik untuk dibahas. Karena memiliki bahasa konotasi yang khas dan memiliki pesan yang tidak umum. Bang Beres sering mengarahkan junior-juniornya, melalui pendekatan individu untuk menghindari tren hidup yang buruk. “Tidak perlu diambil pusing , semua tergantung dari sudut pandang masing-masing individu. Namun kami merasa lebih baik, bila menjawab anggapan buruk mereka dengan menunjukkan kebaikan tingkah laku keseharian kami,” ujarnya. (mg2/c1/bay)


32

EDUCATION

EXPO 2014

LP3I BANYUWANGI

Jawa Pos Minggu 8 Juni 2014

STKIP SITUBONDO

ISTIMEWA

BERKUMPUL: Mahasiswa STKIP yang memiliki bakat minat terus diasa dalam berbagai kompetisi. Istimewa

Salurkan Minat Mahasiswa

PLUS GARANSI: Kuliah di LP3I menerapkan metode pendidikan yang tepat pada sasaran dunia kerja.

LP3I Garansi Alumni, Langsung Kerja GUNA mengurangi tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi yang kian membludak, Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) tidak hanya memberikan pendidikan keilmuan, tapi berani memberikan garansi kepada alumninya mendapatkan pekerjaan setelah selesai kuliah. Untuk mewujudkannya, kurikulum yang ditawarkan pun didesain sesuai kebutuhan pasar. Termasuk para pengajarnya, 20 persen dosen LP3I merupakan akademisi. Sisanya, 80 persennya adalah praktisi. Kebutuhan perusahaan terhadap lulusan pendidikan tinggi sebenarnya cukup besar. Namun yang menjadi masalah, kualitas dari lulusan perguruan tinggi yang tidak memenuhi kulifikasi perusahaan. Metode yang diterapkan di LP3I berani memberi garansi lulusan LP3I diterima dunia kerja, bahkan sebelum mereka lulus. “Dari 900 mahasiswa yang diwisuda saat ini, 90 persennya sudah bekerja,” kata Komisaris Utama LP3I Banyuwangi, H Said Haryanto. Said mengatakan pihaknya menyadari betul bahwa seiring perkembangan jaman, pesaingan akan semakin ketat dengan beban hidup yang semakin berat, sehingga dengan demikian tak ada pilihan lain bagi kami bahwa pilihan untuk terus menerus membenahi diri dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu, LP3I Banyuwangi membuka jurusan office management, bisnis administrasi, komputer akuntansi, informatika komputer, finance syariah banking. Dimana jurusan ini adalah program studi yang saat ini dibutuhkan oleh pasar. Informasi pendaftaran Jalan MH Thamrin 115 telepon 0333421326 Banyuwangi. atau call/SMS 08113385252 atau klik www.lp3i.ac.id. (*/als)

SMAN 1 GENTENG

EKO BUDIONO/RaBa

H Mujib

SMAN 1 Genteng Terapkan SKS GENTENG - Sistem Kredit Semester (SKS) akan segera diberlakukan di SMAN 1 Genteng pada tahun pelajaran 2014/2015. Hal ini dikatakan oleh Kepala SMAN 1 Genteng, H. Mujib, S.Pd. Menurut dia, tahapan persiapan sudah dimulai sejak Agustus 2013, mulai memberikan workshop kepada dewan guru dan komite tentang SKS. Workshop yang menggandeng SMAN 1 Probolinggo ini juga dilakukan nota MoU yang diteken pada bulan September 2013. “Persiapan teknis sudah tuntas, selanjutnya Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi telah menugaskan tim visitasi, terdiri atas Kasi SMA/SMK Drs. Sutikno, M.Pd, Subag Sungram Hj. Sumiyati dan Pengawas Dikmen , Drs. H. Sabari pada bulan Mei 2014 yang lalu hadir di sekolah mengecek segala persiapan teknis dan administrasinya. “Alhamdulillah, dari hasil visitasi tersebut Dinas Pendidikan Banyuwangi telah memberikan lampu hijau kepada SMAN 1 Genteng untuk menerapkan Sistem SKS pada Tahun Pelajaran 2014/2015,” katanya. Mujib yang juga anggota Tim Dewan Pakar LP Maarif Banyuwangi mengatakan, bahwa melalui SKS sekolah memberikan layanan sesuai potensi kemampuan dan kecepatan belajar serta kemandirian untuk menyiapkan peserta didik di perguruan tinggi. Hal ini sesuai amanah UU No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 12 Ayat (1) mengamanatkan bahwa “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya; menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. “Siswa yang mempunyai kecerdasan istimewa bisa 2 tahun , sedangkan siswa yang lambat diberikan waktu hingga 5 tahun untuk menyelesaikan jenjang belajar di SMA,” pungkas Kasek peraih Juara1 Nasional Penulisan Karya Tulis Populer PT.Telkom Indonesia 2013 itu. (*/als)

ISTIMEWA

MEGAH: Gedung perkuliah STIKOM di Jalan A. Yani Banyuwangi.

Ingin Jadi Ahli IT, Kuliah di STIKOM STIKOM (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi) Banyuwangi menerima mahasiswa baru. Ada dua program studi, yaitu D3 Managemen Informatika, S1 Teknik Informatika. Kedua program studi ini dirancang untuk menghasilkan seorang ahli yang mampu memimpin suatu proyek pembangunan sistem informasi, merancang dan menulis aplikasi komputer, serta menjembatani antara pemakai akhir dari jasa komputer dengan lingkungan komputer. Ketua STIKOM Banyuwangi, H Chairul Anam mengatakan peluang kerja dan prospek lulusan

sangat banyak sekali. Misalnya, seorang D3 Managemen Informatika maka dia bisa bergerak pada system analyst dan IT consultant, database administrator, network specialist, Electronic Data Processing (EDP), programer, instruktur, dan tenaga kerja, dan wirausaha. Sementara itu, untuk S1 Teknik Informatika bisa menjadi staf IT di instansi pemerintah dan swasta, pengembang sistem informasi, sistem analyst dan software engineer, Manager EDP, network administrator dan web programmer, designer (advertising, game,

television, radio dan film), Instruktur dan tenaga pengajar serta Wirausaha (konsultan TI, Independent analyst). Untuk mendukung proses belajar mengajar STIKOM melengkapi Laboratorium Aplikasi; Laboratorium Perakitan; Laboratorium Multimedia; Laboratorium Pemrograman; Laboratorium Internet; Hot Spot Area; Perpustakaan dan Beasiswa Untuk Mahasiswa Berprestasi dan kurang mampu. Informasi penerimaan mahasiswa baru Kampus STIKOM Banyuwangi Jalan Jend A Yani 80 B Banyuwangi Telp (0333)7700669. (*/als)

SEKOLAH Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Situbondo turut mengembangkan juga potensi bakat dan minat mahasiswanya. Berkaitan dengan bakat mahasiswanya, pada event Pekan Olahraga dan Seni Nasional Mahasiswa (Porsenasma II) PGRI Tahun 2014, turut mengikutsertakan mahasiswanya. Dalam ajang tersebut, mempertandingkan 8 cabang olahraga, yakni pencak silat, karate, taekwondo, bola voli, catur, tenis meja, bulutangkis dan futsal. Selain itu turut serta juga pada 8 Cabang seni yakni nyanyi pop, nyanyi dangdut, nyanyi keroncong, baca puisi, photo berwarna, film pendek, poster dan penulisan cerpen, yang dilaksanakan di Universitas PGRI Semarang, 12 – 17 Mei 2014 lalu. Drs. H. John Harisantoso MM, Ketua STKIP PGRI Situbondo mengatakan, STKIP PGRI ada banyak organisasi kemahasiswaan. Melalui organisasi-organisasi tersebut, mahasiswa bisa tetap menyambungkan potensi bakat minatnya. (*/als)

SMK GAJAH MADA

ISTIMEWA

SMK MUHAMMADIYAH 6 ROGOJAMPI

BELAJAR: Siswa Jurusan Multimedia sedang melakukan praktek pembuatan video klip.

Kirim 100 Lulusan ke Jepang SELAIN banyak diterima di perusahaan-perusahaan otomotif di Indonesia, lulusan SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi mulai dilirik perusahaan Jepang dalam beberapa tahun terakhir. “Untuk tahun ini saja, ada permintaan 100 siswa untuk kerja di Jepang,” ujar Didin Setyorini MPd, 44, Pokja Humas SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi. Didin menambahkan, pada tahun 2013, ada dua puluh siswa yang dikirim ke Jepang dan untuk memenuhi target 100 orang yang akan dikirim ke Jepang, dirinya berupaya untuk memenuhinya. Humas SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi merupakan ujung tombak menjaring perusahaanperusahaan untuk bekerjasama dengan sekolah. Dengan prinsip kejujuran dan kekeluargaan,

Buka Jurusan Multimedia

ISTIMEWA

KERJA KERAS: Lulusan SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi yang berhasil bekerja di Jepang.

Humas SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi bekerja keras untuk

dapat menyalurkan lulusannya ke dunia kerja. (*/als)

BANYUWANGI - Untuk menghasilkan video klip yang baik, dibutuhkan orang yang ahli di dalam proses pengerjaannya. Sehingga tidak jarang perusahaan recording berani mengeluarkan kocek besar untuk orang yang ahli di bidang pembuatan video klip. Melihat peluang itu, sejak tahun 2013 SMK Gajah Mada Banyuwangi membuat jurusan Multimedia agar dapat memberikan peluang pekerjaan baru bagi lulusannya. Jurusan Multimedia merupakan jurusan yang mempelajari kombinasi teks, seni, animasi, dan gambar dengan dilengkapi audio video yang dikomunikasikan/disampaikan baik melalui komputer atau peralatan digital lainnya. Selama tiga tahun di jurusan ini, siswa akan diajarkan teknik fotografi, membuat video klip, membuat film animasi, membuat web, membuat game, dan menguasai design grafis. Sehingga setelah lulus, siswa akan mempunyai keterampilan dan keahlian di bidang ini sehingga memudahkan untuk mendapat pekerjaan atau membuka usaha sendiri. Tahun ini, SMK Gajah Mada Banyuwangi menambah satu studio recording, sepuluh unit komputer, dua kamera dlsr, dua camcorder, dua studio foto, video lighting dan mixer audio recording untuk jurusan multimedia. (*/als)

SMK PELAYARAN PRADANA

ISTIMEWA Istimewa

SKILL PARIWISATA: Mahasiswa STIPAR dibekali sistem kredit prestasi sebagai bagian dari soft skill.

Soft Skill Lulusan STIPAR Triatma Jaya STIPAR Tiatma Jaya yang sudah berpengalaman lebih dari dua puluh tahun dalam mencetak sumber daya manusia kompeten di bidang pariwisata sangat concern pada soft skill mahasiswa. Hal tersebut tentunya didasari atas kebutuhan industri pariwisata yang menuntut pelayanan prima kepada wisatawan. Sehingga mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka dalam melakukan kegiatan wisata. Upaya yang dilakukan STIPAR Triatma Jaya dalam meningkatkan soft skill adalah dengan memberikan pembinaan yang kontinyu dalam setiap proses pembelajaran,

yang meliputi kedisiplinan, kerapian, senyum, dan selalu membiasakan greeting dalam keseharian yang membudaya. Pemberlakuan SKP (Sistem Kredit Prestasi) melalui kegiatan Organisasi Senat Mahasiswa, Aplikasi Manajemen Konvensi yang mengasah jiwa entrepreneurship, kemampuan bekerjasama, pemahaman terhadap diri sendiri, mampu memahami orang lain, dan mampu berkomunikasi dengan orang lain merupakan soft skill yang menjadikan mahasiswa STIPAR Triatma Jaya berbeda dan memiliki keunggulan tersendiri. Oleh karena itu, lulusan STIPAR

Triatma Jaya yang mendekati angka 10.000 orang, sampai dengan tahun 2014, sudah bekerja pada sektor pariwisata sebanyak 95,26%. Di mana sebagian besar mengabdikan diri di hotel berbintang lima di Bali, di Kapal Pesiar, hotel-hotel di dalam dan luar negeri, serta sisanya berwirausaha dengan core business pada jasa pariwisata. Untuk tahun akademik 2014/2015, STIPAR Triatma Jaya membuka penerimaan mahasiswa baru bagi semua program studi. Hubungi nomor telepon (0361) 412971/425761, e-mail : marketing@triatma-mapindo. ac.id. (*/als)

UNGGUL: Taruna SMK Pelayaran Pradana Giri berprestasi di ajang kejuaraan Karate antar pelajar.

Buka Tiga Jurusan UNTUK tahun ajaran baru 2014-2015, SMK Pelayaran Pradana membuka tiga jurusan unggulan, yaitu Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, dan Teknik Otomasi Industri/Elektro Pelayaran. Dengan sarana dan prasarana yang lengkap, seperti lab navigasi, lab bahari, bengkel permesinan kapal, bengkel kelistrikan dan elektronika kapal, bengkel las/welding, dan bengkel automation, SMK Pelayaran Pradana siap mengantar tarunanya ke dunia pelayaran berstandar nasional dan internasional. Selain itu, taruna SMK Pelayaran Pradana akan mendapat sertifikat BST (Basic Safety Training), MEFA (Medical First Aid), SCRB (Survival Craft and Rescue Board), dan AFF (Advand Fire Fighting) sebagai persyaratan bekerja di industri pelayaran. Info pendaftaran www.smkpradanagiri.sch.id atau datang langsung ke Kampus SMK Pelayaran Pradana Giri di Jl. Jaksa Agung Suprapto 140 Banyuwangi, Telp. 0333-422425. (*/als)

Radar Banyuwangi | 8 Juni 2014  

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you