Issuu on Google+

7 OKTOBER

29

TAHUN 2012

Gudang Kapuk Ludes Terbakar WONGSOREJO - Gudang kapuk milik H. Suroto, 55, di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, ludes terbakar pagi kemarin (6/10). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Tetapi, korban mengaku mengalami kerugian Rp 300 juta lebih. Kebakaran yang sempat menggegerkan warga kampung itu terjadi sekitar pukul 05.30. Belum diketahui penyebabnya. Yang jelas, sebelum api membesar dan melahap semua kapuk di dalam gudang, sempat terdengar suara ledakan. “Ada ledakan, lalu kita lari keluar,” cetus Ngatinem, salah

Kebakaran K eba aran nG Gudang ud dang Kap K Kapuk puk p uk

satu karyawan Suroto. Saat kebakaran terjadi, belasan karyawan gudang kapuk yang sebagian besar perempuan itu sudah mulai masuk kerja. Baru mulai kerja, terdengar suara ledakan keras dari gudang yang digunakan menyimpan kapuk. “Setelah ada suara ledakan, muncul asap,” kata Ngatinem ■

Pemilik: H Suroto Lokasi: Desa Alas Buluh,, Kecamatan Wongsorejo, o, Banyuwangi. Kejadian pukul: 05.30

Durasi kebakaran: 1 jam D Kerugian: Rp 300 juta K Korban: nihil K Penyebab: ledakan diduga korsleting listrik d

 Baca Gudang...Hal 35

BERASAP: Warga bahumembahu memadamkan api di gudang kapuk di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, pagi kemarin. AGUS BAIHAQI/RaBa

Siapkan 1,5 Ha Lahan Masjid Daerah BANYUWANGI - Rencana pembangunan masjid besar Banyuwangi terus dikonkretkan. Saat ini, Pemkab Banyuwangi sudah menemukan lahan seluas 1,5 hektare (ha) sebagai lokasi pendirian masjid aset daerah tersebut. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Slamet Kariyono menjelaskan, rencana pembangunan masjid besar itu hanya bagian kecil dari program besar yang

digagas pemkab. “Program kita mendirikan gedung Islamic Center yang mewah. Di dalamnya nanti akan kita bangun masjid besar,” ungkapnya. Pembangunan gedung Islamic Center itu, kata Slamet, diharapkan akan menjadi pusat pengembangan agama Islam di Banyuwangi. Pengelolaan Islamic Center akan ditanggung sepenuhnya pemerintah daerah. Sejak menjadi rekomendasi rapat koordinasi (ra-

kor) tiga pilar, kata Slamet, tim pemkab langsung bekerja. Langkah pertama adalah melakukan inventarisasi sejumlah lahan milik pemerintah daerah. Hasil inventarisasi lahan, tim menemukan lahan sebagai calon lokasi pendirian Islamic Center. Sayang, Sekkab Slamet menolak menyebutkan lokasi itu karena belum ada penetapan secara resmi ■  Baca Siapkan...Hal 35

DOK. RaBa

Slamet Kariyono

Dipaksa Bikin Pernyataan Bahas Re-Barong dalam GREEN & CLEAN

Besok Mulai Penilaian Final BANYUWANGI - Peserta lomba gerakan Banyuwangi Hijau dan Bersih yang lolos babak final harus mempersiapkan diri. Sebab, penilaian babak final lomba tersebut akan dilaksanakan mulai tanggal 8 hingga 18 Oktober 2012 mendatang. Senin besok (8/10), tim juri akan menilai di Kecamatan Banyuwangi, Giri, dan Glagah. Selasa (9/10) mendatang, tim juri akan menilai di Kecamatan Kalipuro dan Wongsorejo. Penilaian dilanjutkan keesokan harinya di Kecamatan Kabat, Rogojampi, dan Songgon. Pada hari berikutnya, tim juri akan berangkat ke Kecamatan Srono dan Muncar ■  Baca Besok...Hal 35

ADA APA LAGI

BANYUWANGI - Sejumlah hotel dan tempat kos digeledah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi kemarin. Dalam operasi tersebut, petugas penertiban berhasil menjaring 13 pasangan tidak sah dan dua orang yang tidak memiliki identitas. Belasan pasangan dan orang tanpa identitas yang terkena razia saat check in di hotel dan tempat kos tersebut masih beruntung. Satpol PP tidak menggiring mereka dibawa ke kantornya di Jalan Jagung Suprapto seperti dalam operasi yang dilakukan sebelumnya. Mereka hanya diminta mengisi surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya. “Mereka yang terjaring razia ini kita beri pembinaan di lokasi,” cetus Kabag Ops Satpol PP Kabupaten Banyuwangi, Ardian DS, kemarin (6/10). Razia kartu tanda penduduk (KTP) yang dilakukan Satpol PP itu dibagi dalam dua regu. Regu pertama dipimpin Kasi Penyidikan Rifa’i. Mereka menyisir sejumlah hotel dan tempat kos di wilayah Kecamatan Kalipuro. Regu kedua yang dipimpin Kabag Ops Ardian DS merazia sejumlah

Evaluasi Workshop

GALIH COKRO/RaBa

RAZIA: Petugas Satpol PP menggiring dua warga di Hotel Tanjung Asri, Kecamatan Giri, Banyuwangi, kemarin.

hotel dan tempat kos di wilayah kota. Regu kedua yang dipimpin Ardian itu merazia Hotel Giri Indah di Kelurahan/Kecamatan Giri, Hotel Tanjung Asri di Kelurahan Pena-

taban, Kecamatan Giri, dan Hotel di Jalan Brawijaya. Selain itu, mereka juga menggeledah sebuah tempat kos di Jalan Brawijaya ■

 Baca Dipaksa...Hal 35

BANYUWANGI - Untuk mematangkan acara Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) Jilid II, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi akan menggelar evaluasi secara menyeluruh. Rencananya, evaluasi akan dilaksanakan 13 Oktober 2012 di Gedung Bulog Sukowidi, Kecamatan Kalipuro. Dalam evaluasi tersebut, tim kreatif yang digawangi Dynand Paris dan tim teknis dari Disbudpar Banyuwangi akan bertemu untuk mematangkan kegiatan akbar tersebut. “Banyak yang akan kita bahas dalam evaluasi ini. Demi kesuksesan acara,” cetus Kepala Disbudpar Banyuwangi, Suprayogi, kemarin (6/10). Di antara yang akan dievaluasi, jelas Suparyogi, hasil workshop yang baru dilaksanakan di gedung BPP Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, beberapa waktu lalu. “Workshop berlangsung bagus, tapi kita masih perlu

melakukan evaluasi,” katanya. Dia menambahkan, masukan sejumlah seniman dan budayawan yang baru menemui kadisbudpar itu juga akan dibahas. “Kita menerima semua masukan, dan akan kita evaluasi bareng-bareng,” ujarnya. Menurut Suprayogi, dalam kegiatan BEC ini tim panitia dibagi menjadi dua. Pertama, jelas dia, tim kreatif yang bertugas merancang dan membuat materi. Yang kedua adalah tim teknis yang berasal dari Disbudpar Banyuwangi. Dalam evaluasi yang akan dilaksanakan nanti, kata dia, masukan dari para seniman dan budayawan itu akan disampaikan kepada tim kreatif. Sebab, masukan seperti corak barong itu yang menguasai materi adalah tim kreatif. (abi/c1/bay)

Keluarga Penjual Es ”Penguasa” di Alun-alun Situbondo

Semangat karena Ditemani Istri-Anak tiap Hari Penjual es krim keliling adalah hal biasa. Tapi bila pedagang es itu bekerja selalu mengajak keluarga, mungkin hanya ada di Alun-alun Situbondo. GALIH COKRO/RaBa

BERSIH: Para pesapon bekerja di Taman Blambangan, Banyuwangi.

Satu Pesapon Dijatah Menyapu Seribu Meter BANYUWANGI - Jelang penilaian Piala Adipura 2012, area kerja para pesapon (petugas kebersihan jalan) diperpanjang. Awalnya, lokasi kerja tiap pesapon hanya sekitar 400 hingga 700 meter ■  Baca Satu...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

NUR HARIRI, Situbondo JARUM jam sudah menunjuk pukul 13.00. Terik matahari begitu panas menyengat di Alun-alun Situbondo siang itu. Datanglah seorang ibu dan dua anaknya menghampiri pedagang es keliling bernama Amin. Mereka duduk di samping sepeda pancal yang mengangkut es krim tersebut. Ibu-anak itu datang bukan untuk membeli es. Mereka sengaja datang untuk menemani sekaligus memberi dukungan kepada Amin. Ya, mereka

ternyata adalah istri dan anak-anak Amin. Mereka siap menemani Amin jualan es krim hingga menjelang malam. Perempuan itu datang dan menemani suaminya. Ketika pulang sekolah, anak-anak mereka ikut bergabung di Alun-alun. Terkadang, dua anak yang masih belia itu mengangis. Mungkin mereka rewel lantaran sinar mentari yang cukup menyengat. Melihat tangisan anaknya, Amin tidak punya pilihan lain selain memberinya es krim. Begitu si kecil diam, mereka kembali menunggu pembeli. Amin mengaku sudah bekerja sebagai penjual es krim keliling selama 20 tahun. Pekerjaan itu dia tekuni lantaran tidak ada pekerjaan lain yang dapat dia lakukan. “Pekerjaan ini saya lakukan karena sudah jadi tumpuan hidup kami ■  Baca Semangat...Hal 35 SABAR: Amin dan keluarga di Alun-alun Situbondo.

Belasan pasangan mesum dipaksa bikin pernyataan

Kalau mengulangi lagi, didenda wajib ikut karnaval saja

Satu pesapon dijatah menyapu seribu meter

Layak dijadikan penyidik KPK, agar bisa menyapu seribu koruptor

NUR HARIRI/RaBa

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@jawapos.co.id


30

Minggu 7 Oktober 2012

Hi – Tech Mall

Festival Tablet Android HANYA di Hi – Tech Mall, beli tablet android mulai Rp 500ribuan langsung mendapatkan berbagai macam bonus dan hadiah menarik. Mulai hadiah langsung berupa screen guard, leather case, microSD, mouse, earphone, headset dan mug eksklusif bergambar foto diri. Ditambah lagi dengan puluhan modem, tablet android, puluhan printer dan juga notebook Ditambah lagi dengan hadiah berupa 2 buah sepeda motor serta hadiah grand Prize 2 buah mobil. Harga Termurah dan Terlengkap Mulai Rp 500ribuan

BANYUWANGI

Penawaran termurah dimulai dari tablet android Websong yang memberikan harga termurah hanya Rp 599ribu untuk seri Slim A9 ditambah bonus leather case, screen guard dan earphone. Vandroid T2i dari Rp 999ribu jadi Rp 699ribu gratis screen guard. Kemudian Treq A10 Basic 2+ dari Rp 999ribu jadi Rp 935ribu. Axioo PicoPad bahkan memberikan harga khusus dari Rp 1.2juta jadi hanya Rp 999ribu. Sedangkan RealPad Nias memberikan harga spesial hanya Rp 975ribu. Cashback hingga ratusan ribu

SITUBONDO

BANYUWANGI

juga diberikan oleh tablet android A Note untuk seri CP706 dari Rp 1.799juta jadi hanya Rp 999ribu. Samsung Galaxy Tab 2 7” memberikan harga spesial dari Rp 3.999juta jadi hanya Rp 3.1juta (syarat & ketentuan berlaku). Sedangkan Efioo e3 memberikan harga sale dari Rp 1.599juta jadi Rp 1.399juta. Tablet android Cyrus seri terbaru Honey ditawarkan hanya Rp 1.499juta. Dapatkan juga konsultasi gratis tentang android dan juga pembuatan email Gmail gratis hanya di Android Corner. Ikuti juga lomba game Android setiap harinya berhadiah aksesories menarik dan satu unit tablet android. Anda juga bisa mengikuti seminar dan workshop gratis tentang android.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Paket Hemat Internet Mulai Rp 15ribuan Dapatkan harga paket internetan termurah dari berbagai broadband internet mulai Rp 15ribuan. Mulai dari FlexiNet, SmartFren, AHA, XL, Axis, Tri dan TelkomselFlash menawarkan paket internetan termurah mulai Rp 15ribuan denga kuota hingga 6GB. Berbagai merk printer juga menawarkan harga termurahnya mulai Rp 500ribuan serta kamera digital mulai Rp 500ribuan serta paket hemat skin protektor mulai Rp 80ribuan. Jadi segera kunjungi pameran Festival Tablet Android hanya di Hi – Tech Mall. Ingat IT ingat Hi – tech Mall dong.

BANYUWANGI

SITUBONDO

• Arya Agen Properti •

• Beli Tanah Hadiah Mobil•

• Marketing •

• PT BFI Finance Indonesia •

• Daihatsu Ayla •

• Mercy C180 ‘97 •

• Honda Stream ‘02 •

Anda ingin jual/beli rumah seken atau baru di Banyuwangi? Arya Agen Properti 081336659258

Tnh9408m2Jl.Argopuro11Stb900Rb/m2,8985m2 Jl. Argopuro 9B Stb 600Rb/m2, 9598m2 Jl. Ry PanturaKM214Sby150Rb/m2.H:082333008871.

Dcr Marketing wnta, pnmpilan mnarik, ckap brkmnkasi. H: 081236550459 (tdk SMS)

PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk, mmbuka low utk posisi krywn di BFI Cab. Banyuwangi. (1) Marketing, (2) Surveyor, (3) Collector, (4) Admin. Kualifikasi: Pria&Wanita (1&4), Pria (2&3), Usia max 30th, min SMA (1), min D3 (2,3&4), Brpnglmn lbh dsukai (1&3), Pny spd mtr (1,2,3), mnguasai MS Office (4), Jujur & brtgung jwb, domisili di Bwi & sktrny. Lam ke: BFI Finance Cab. Denpasar. Jl Cokroaminoto 43 Denpasar Bali. CP: Fera 0361-427676 (maks 14 Okt 12)

Indent skarang juga AYLA harga mulai Rp. 80 Juta-an. All New Xenia DP mulai Rp. 25 Juta-an, Terios, Sirion, Luxio, Gran Max. Disc Gede. Hub HADI 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

Mercy C180 ‘97 terawat, htm metlik, plat L. Hub: 081237451527 / 085792151827

Djl Honda Stream ‘02 istimewa, 1700cc, hitam, plat N Problg, bln 6, Hub: 08124987000

• Persada Regency• Pahe dijual tanah dpn Perum persada regency kertosari, jl ikan wader pari, hub 081217908788.

• Jl. Raya Kalipuro • Jual tanah cepat butuh uang, sblh Jl. Raya Kalipuro 1265m2, Jl. Kec. Kalipuro 5345m2, tanah kebun Jati 5975m2, tanah kebun Jati 8610m2. Harga nego - murah. Hub: ADE, 081334223999

BANYUWANGI • Jl. Raya Muncar •

• Karangrejo 850m2 • BUTanah dijual, lok Karangrejo Bwi, LT 850m2, hrg 230jt. Rmh Dkontrakkn d Kertosari Bwi, 2,5jt/thn. Hub.08813606165, 081353581017

• Rogojampi 740m2 • Dijual tanah LT 740m2 sebelah terminal Rogojampi harga 250 juta (nego) Hub. 081338333153, strtegis, mobil bs msuk

• Jajag 1500m2 • Tanah dijual daerah Jajag, L 1500m2 (30x50m), bisa untuk ternak ayam, sebelah sudah ada kandang, harga 80 juta nego. Hubungi: Edy 085 258 751 525

• Ruko Rogojampi • Djl/dkntrakkn min 3th Ruko 3KT, 2km Jl. Raya Gtg-Bwi 217 Rgojampi (sltan Ktr Pos) hrg nego. H: 081324084036, 081234774984

• Administrasi • Dbthkn administrasi utk penempatan di Banyuwangi, Jember, Situbondo & Bali, Wanita / Pria, computer, llsn S1/D1/SMU lamaran ke UD. Jaya Subur Jl. Raya 1416 Rogojampi-Bwi up Yani 0333-635888

• Perum Mendut Hijau • Djual rmh Perum Mendut Hijau Blok B no 1-2, dpn Pos Satpam, sertifikat SHM IMB, hubungi: 081937620001 / 082141147299

Djl Rmh+tnh SHM,Lt300,LB200,Jl Ciliwung 29.Tnh SHM500m, Jl.Tangkuban Perahu. Hrg 450 jt nego. 08124900784

• Modal Kerja • Ingin mendapat kredit modal kerja? Jaminan tabungan anda. Tabungan bertambah, mendpt kredit modal kerja hub.Permata Saving,Ruko Stendo kol.sugiono 3. 8926109

• Warnet • Dijual Warnet siap pakai 14 PC dual core/ AMD Athlon, 40jt nego, hub 081336641321.

Djl 2 Ruko gandeng di Mutiara Blambangan (Brt Bank Mandiri) Hub.03337751000

Jual rmh SHM siap huni, LT 235m2, LB 115m2. Jl.Pajajaran II no.47Tamanbaru, 085732321000

• Jl. Agus Salim •

• Rumah 2 Lantai •

Dijual Ruko 2Lt, lok Jl. KH. Agus Salim blkg Untag, Bwi. Hub: 081233669969

Djl rmh 2Lantai Jl. Adi Sucipto LT 1742m2 LB 600m2 Strategis Hub. 08123461944

• Toyota Innova G ‘10 •

• Grand Vitara JLX ‘07 •

Dijual Innova G 2010 Silver, solar, pajak atas nama pembeli, harga 235 juta nego, cash/kredit, atau tukar tambah, hubungi: 08214294111, 081335897888

Dijual Grand Vitara 07 JLX, harga Rp. 169 juta nego, bisa cash/kredit, tukar tambah. Hubungi: 082142194111, 081335897888

• Panther Turbo ‘07 •

• KIA Picanto ‘05 •

• Nissan Grand Livin ‘07 •

Dijual Panther is 07 Turbo, hitam, harga Rp.170 juta nego, bisa cash/kredit, tukar tambah. Hubungi: 082142194111, 081335897888

Dijual KIA Picanto MT tahun 2005 abu-abu metalik, harga 90,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007 abu-abu metalik, harga 148,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Chery Tiggo ‘08 •

• Daihatsu Luxio ‘10 •

• Mits. T120ss PU ‘10 •

Dijual Chery Tiggo 2.0L MT tahun 2008 hitam, harga 107,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Daihatsu Luxio 1.50 MT.PS tahun 2010 hitam metalik, harga 105 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Mitsubishi T120ss PU 1.5FD (pickup) tahun 2010, hitam, harga 71,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Daihatsu Promo • Miliki All new Xenia DP mulai 25 jutaan, Terios, Sirion, Luxio, Gran max DP mulai 15 jutaan. Info Daihatsu terbaru hubungi: Hadi 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

LBB “Paedagogia”, terima les privat Terapi Anak Berkebutuhan Khusus. Hubungi: 085258688175

BANYUWANGI

• Rumah Jl. Let. Sulaiman •

• Rumah Pajajaran •

• Colt Diesel PS120 ‘97 • Djl cpt Clot Diesel PS120 th ‘97, kondisi mulus, terawat, istimewa, plat P. H:08123255611 / 081357301066

• Vios & Daihatsu Zebra •

• LBB Paedagogia •

• Global CCTV • Ingin rumah Anda dipantau dari luar kota melalui handphone? Global CCTV menerima service dan p e m a s a n g a n C C T V. H u b u n g i : 08121626627 (call/SMS)

• KIA Picanto ‘07 • Djual mobil Kia Picanto 2007 (P) srba bru,pjk mei,91jt,nego,tnp prntra hub:085259967973.

• Innova G ‘08 •

Djl Vios 2005 hitam plat P Bwi, Daihatsu Zebra, box 2002, barang istimewa. Hubungi: 08179671110, 082334662339

BANYUWANGI

• Avanza ‘11 • Avanza G ‘11, htm, plat P (Bdws), 146jt, DP 46,3 @3.252.000x47bln.087806514066, 082330510859

Dijual Innova G tahun ‘08 bln 12, hitam, ban ring 18, Astra Recd, P Bwi, tangan 1, orisinil cat, harga 215 jt. 08123256347

• Salesman •

Dijual rmh Jl. Letnan Sulaiman 57 Bwi, luas tanah 233 M2, Luas bangunan 133 M2, sertifikat SHM IMB,garasi ada, hub: 0333-424720 atau 0331-422772.

• Mutiara Blambangan •

• Avanza ‘10 • Djl Avanza ‘10 G, silver, no. msh panjang & P asli, istimewa sekali, hubungi 081336666171

Dbthkn Salesman untuk penempatan di Banyuwangi, Jember, Situbondo dan Bali pria, Min SMU, sim C dan motor sendiri lamaran ke UD. Jaya Subur Jl. Raya 1416 Rogojampi-Bwi up Yani 0333-635888 Dijual cepat rumah, lokasi Jl. Raya Muncar, 4KT, 2KM, garasi, mushola, taman belakang, SHM, harga nego. Hubungi: 081233101974

• Rumah + Tanah • BANYUWANGI

• Galangan Kapal • Proses Cpt Tenaga Krja utk GALANGAN Kapal di Jepang : Gj. USD 1800-USD 2500, Australia: Gj. USD 1800-USD2500, Non Peng. Umur Max.45thn Biaya bs ptng Gaji. Hub. 021-4208223. 08112427889 PT. B.J.P

BANYUWANGI • Ijazah & Seritifikat • Hlg ijazah SD,SMP,SMK&Serttifikat kelautan, BST SCRB, AFF, ATT DSR,BK PLAUT, Pasport a/n Joko Dwi Hartono. Hub 081237924932 imbalan sepantasnya sbg ucpan terima kasih.

• STNK • Hlg STNK Nopol P 2633 WI, an. Diah Aryani Pranajaya,SoboIndahPermai176RT02/02Sobo Hlg STNK Nopol P 4810 XF, an. Moh Nor. Talunrejo RT03/03 Sembulung, Cluring Hlg STNK Nopol P 5671 WJ, an. Ngadimin. Sumbergroto RT1/I Rejoagung

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/ mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Minggu 7 Oktober 2012

Diserbu Daging Ayam dari Bali

EKONOMI

SIGIT HARIYADI/RaBa

MUSIMAN: Seorang pedagang menjajakan durian di tepi Jalan HOS Cokroaminoto, Banyuwangi, kemarin (6/10).

Mulai Marak Penjual Durian BANYUWANGI - Kabar baik bagi para pencinta buah durian. Bagaimana tidak, pohon-pohon durian di Bumi Blambangan sudah mulai berbuah. Penjual buah beraroma harum menyengat itu pun sudah mulai bertebaran di sejumlah lokasi, terutama di titik-titik yang selama ini kerap digunakan tempat mangkal para penjual durian dadakan. Sejumlah penjual durian mulai menjajakan dagangan di tepi Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Giri, Banyuwangi, kemarin (6/10). Pemandangan serupa juga tampak di sekitar Taman Blambangan, tepatnya di tepi jalan raya di sebelah selatan kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Banyuwangi. Sayang, saat ini harga durian masih tergolong mahal. Itu disebabkan jumlah durian yang matang masih sedikit. Puncak musim durian kali ini diprediksi akan berlangsung bulan Mei hingga Juni 2013. Usnan, 50, seorang penjual durian yang mangkal di tepi Jalan HOS Cokroaminoto mengatakan, saat ini durian berukuran kecil dilepas ke tangan konsumen seharga Rp 15 ribu per butir. Durian ukuran sedang dia jual seharga Rp 20 ribu sampai Rp 20 ribu per butir. Durian berukuran besar dilepas ke tangan konsumen seharga Rp 50 ribu per butir. Usnan menjelaskan, pada puncak musim durian, harga durian berukuran kecil hanya sekitar Rp 5 ribu per butir. “Beberapa hari terakhir pembelian oleh konsumen masih sedikit, rata-rata hanya 25 sampai 30 butir per hari,” ungkapnya. Usnan memprediksi, jumlah pembelian durian oleh konsumen akan melonjak sejak awal 2013 mendatang. “Saat ini penghasilan kami masih tipis. Bahkan, beberapa hari lalu saya sempat merugi Rp 150 ribu sehari karena hanya sedikit sekali dagangan saya yang terjual. Biasanya penjualan durian mulai ramai pada awal tahun,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

ADA APA LAGI

SIGIT HARIYADI/RaBa

MAHAL: Daging ayam ras produksi lokal di Pasar Banyuwangi lebih mahal daripada daging ayam ras asal Bali.

Plengsengan Terhambat Bangunan Warga GENTENG - Proyek plengsengan di Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, sedikit terhambat. Gara-garanya, plengsengan tersebut berbenturan dengan bangunan milik Muhamad Haris yang terlalu menjorok ke jalan KH. Wahid Hasyim, Genteng. Dengan adanya bangunan tersebut, saluran irigasi tidak bisa lurus. Sebab, bangunan milik Haris terlalu dekat trotoar. Setelah diprotes warga, pemilik bangunan tersebut melunak. Pemilik sudah bersedia bangunan tersebut dibongkar asal ada kompensasi. “Dipindah ke belakang sedikit

GALIH COKRO/RaBa

BERENDAM: Beberapa orang berburu kijing di sekitar muara Pulau Santen, Banyuwangi, kemarin.

Ramai-ramai Cari Kijing BANYUWANGI - Muara Pulau Santen, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, ternyata kerap dijadikan tempat ‘’pelarian” para nelayan. Setiap musim sepi ikan tangkapan, para nelayan banyak yang mencari nafkah di lokasi tersebut. Dengan berbekal peralatan sederhana, seperti jaring, ember, dan sekop, para nelayan mencari kijing (sejenis kerang) di lokasi tersebut. Hasilnya pun lumayan. Ratarata setiap orang bisa mengumpulkan dua kilogram (Kg) sampai tiga kg kijing dalam sehari. Di pasaran, kijing tersebut dibanderol Rp 12.500 per Kg. Satuni, 55, seorang penjual ikan di Pasar Banyuwangi mengatakan, setiap sepi ikan tangkapan, banyak nelayan yang mencari kijing di Muara Pulau Santen. Selain para nelayan, warga setempat juga banyak yang mencari kijing. “Kijing yang saya jual ini adalah hasil tangkapan adik saya sendiri,” ujarnya. Menurut Satuni, para pencari kijing biasanya bekerja sejak pukul 06.00 sampai tengah hari. Selain itu, kijing bukanlah komoditas musiman dan dapat dicari nyaris sepanjang tahun. (sgt/c1/bay)

JEBENG THULIK

ALI NURFATONI/RaBa

Kunjungi Bustanul Makmur FINALIS Jebeng Thulik mengunjungi SMP Unggulan Bustanul Makmur, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kemarin (6/10). Mereka ingin belajar lebih dalam tentang lembaga pendidikan Islam dan strategi khusus hingga sekolah swasta tersebut. Dengan begitu, para finalis bisa menjelaskan tentang prestasi pendidikan Banyuwangi ketika sedang berada di luar sekolah.(ton/bay)

BANYUWANGI - Ada kabar kurang sedap bagi kalangan konsumen daging ayam broiler. Sejak sekitar sepuluh hari terakhir, daging ayam ras mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan. Tidak tanggung-tanggung, daging ayam ras mengalami peningkatan harga sebesar Rp 5 ribu per Kilogram (Kg). Susi, 32, penjual daging ayam di Pasar Banyuwangi menyebutkan, nyaris sejak dua pekan lalu harga daging ayam ras melonjak tajam dari Rp 22 ribu menjadi Rp 27 ribu per Kg. Menurut Susi, mahalnya harga daging ayam ras tersebut sangat berdampak pada volume pembelian konsumen. Dikatakan, sejak lonjakan harga terjadi, dia mengalami penurunan omzet sekitar 50 persen. “Biasanya saya jual 40 ekor per hari. Tetapi, sejak harga daging ayam naik, saya hanya bisa menjual 20 ekor sampai 25 ekor ayam per hari,” kata dia. Susi mengungkapkan, akhirakhir ini pasaran Banyuwangi diserbu daging ayam ras dari Bali. Anehnya, imbuh Susi, harga jual daging ayam ras dari Bali tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga daging ayam ras lokal Banyuwangi. Di pasaran, daging ayam ras asal Pulau Dewata hanya sekitar Rp 24 ribu per Kg. “Karena kita beli kepada pengepul harganya mahal, ya kita jual mahal. Kalau kita mengikuti harga jual daging ayam yang didatangkan dari Bali, kita bisa rugi,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

gak apa-apa, tapi saya harus dibantu juga,” kata Haris. Jika dibongkar paksa tanpa ada kompensasi, kata Haris, maka dirinya tidak akan bisa membangun lagi. Sebab, butuh dana tidak sedikit. “Pada prinsipnya saya mau pindah,” tegas ketua Kelompok Pelestari Pertamanan (Kepelwangi) Banyuwangi itu. Haris mengakui, proses perbaikan plengsengan di depan tokonya itu sempat dihentikan sementara. Padahal, perbaikan saluran itu sangat ditunggutunggu warga. “Saya ingin proyek di depan bangunan saya ini cepat selesai, tapi katanya bangunan milik saya ini

bermasalah,” jelasnya. Menurut Haris, bangunan tersebut tidak bermasalah sejak berdiri empat tahun silam. Namun, akhir-akhir ini bangunan miliknya itu bermasalah. “Bangunan ini memang tak ada IMB-nya, tapi gak ada urusannya dengan perbaikan plengsengan ini,” imbuhnya. Me n u r u t n y a , a d a s a l u ran irigasi yang tidak lurus, misalnya karena ada tiang listrik di pinggir jalan. “Kalau otot-ototan, seharusnya tiang listrik itu juga harus dijebol, karena menyebabkan plengsengan tidak lurus. Tapi, nyata dibiarkan saja,” pungkasnya. (ton/c1/bay)

ALI NURFATONI/RaBa

HAMBAT PROYEK: Muhamad Haris menunjukkan perbaikan plengsengan di muka bangunan miliknya di Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kemarin.


34

Minggu 7 Oktober 2012

Beasiswa Kuliah Membawa Berkah Bisa Menelusuri Jejak Cheng Ho di China BEASISWA kuliah pascasarjana bisa mengantarkan bepergian dan belajar di luar negeri secara gratis. Itulah pengalaman yang dialami Yeti Chotimah, guru SMPN 3 Rogojampi, Banyuwangi yang tengah menjalani pendidikan pascasarjana Program Tweening Biologi di Universitas Negeri Malang. Dia tak hanya berkesempatan berkuliah di Nanjing Agricultural University (NJAU), Tiongkok, sejak Juli hingga Agustus 2012 lalu. Tetapi juga sempat belajar sejarah dan budaya di sana. Berikut ini pengalaman Yeti yang baru pulang dari Tiongkok: DARI 46 mahasiswa Indonesia yang dikirim, saya adalah salah satu penggemar berat Laksamana Cheng Ho. Laksamana itu berasal dari Yunan, China Selatan pada masa Dinasti Ming, masa kekaisaran Shi Zong yang berkuasa pada sekitar tahun 1691. Cheng Ho merupakan seorang Kasim yang beragama Islam. Untuk mengurangi pengaruhnya di dalam istana, ia dikirim untuk melaksanakan ekspedisi pelayaran di Asia, Afrika, dan sebagian Negara Timur, tengah dengan membawa sedikitnya 208 kapal layar dan 2700 prajurit. Dalam perjalanan tersebut, Cheng Ho membawa tiga misi, yakni yang utama dan pertama adalah mengabarkan bahwa ada kerajaan bernama Daratan Tiongkok yang menyukai perdamaian dan ingin menyebarkan perdamaian sera persaudaraan ke seluruh negeri yang dilampaui. Kedua, melakukan perniagaan berupa kain sutra, guci, giok, dan lain sebagainya. Ketiga, menyebarkan agama Islam. Indonesia termasuk dalam daftar pelayarannya. Salah satu daerah yang dikunjungi pada masa Kerajaan Majapahit adalah Palembang. Dalam pelayaran tersebut, ban-

KALIGRAFI: Yeti Chotimah berpose di depan pengimaman Masjid Jingjue di China pada bulan Ramadan lalu.

yak juga prajurit Cheng Ho, yang akhirnya menikah dengan orang Indonesia, bahkan menetap di Indonesia. Salah satu murid kesayangan Cheng Ho adalah Samata, yang menikah dengan Raj Respati, seorang Panglima Kerajaan Majapahit pada masa Wikramawardhana. Awalnya cukup sulit untuk menelusuri jejak Cheng Ho, karena di China mempunyai nama panggilan Zheng He. Beruntung, ketika kami mendapatkan kesempatan Visit of Nanjing, tempat yang kami kunjungi adalah Istana Nanjing yang dibangun pada masa Dr. Sun Yat Sen. Di situ, kami menemukan brosur untuk menelusuri jejak Cheng Ho atau Zheng He. Waktu itu memasuki bulan Ramadan, dan kami harus berpuasa dengan cuaca mencapai 40 derajat Celsius, dengan waktu siang 17 jam. Setiap Sabtu dan Minggu, kami mencari jejak Cheng Ho. Di China ada 234 masjid yang tersebar di seluruh Daratan China. Nah, 30 di antaranya dibangun pada masa Cheng Ho, yakni masa Dinasti Ming dan lima masjid dibangun pada masa Dinasti Qing (1616). Di

Belajar di Kota Rantau Aku tulis puisi ini Karena proses mengajari tentang kesabaran Menderita untuk menjalani hidup dan keluh dibuang dari diri Menjadi konsultan diri Tempat yang membuatku asing Kini menjadi teman kesendirian Frandebug, aku dan dirimu bertemu Menuai cerita tentang kehidupan di Jogja Merajut anyaman untuk kelangsungan hidup Aku tulis puisi ini Karenan puisi bukan tabu Lalu patung-patung di dalam ruangan itu bercerita Nenek moyang kita ditelan senjata Dijogja aku dan dirimu bertemu pada satu ruang tak terbatas Senjata menjadikanku melata pada altar harapan Aku ingin memainkan patung-patung di dalam kaca Aku ingin membuat isyarat asap kaum buruh Yang tegar, bersahaja menjalani hidup Di Jogja aku menjadi buruh tukang masak Tapi bukan buruh katanya “masakanmu ke timur, dan lidahku ada di tengah” Aku tidak menemukan alasan Kenapa harus manis Aku ingin secara wajar kita bertukar rasa. Masak sama, sambil mengatakan ini rasaku dan ini rasamu Kita akan bertemu dalam rasa-rasa kita masing-masing   yang congkak bagai sampah   Kegamangan. Kecurigaan.   Ketakutan.   Kelesuan. Rasa kita ternyata saling memberi kenikmatan SITI ROHMATIN NAZILAH. Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta asal Banyuwangi.

Dengar Keluhanku Wahai Angin Senja Dengarlah wahai angin senja, dengarlah lenguhan hati ini Biarkanlah kepak kepak ku melanglang lagi mengitari langit dan gundah

Nanjing, ada empat masjid, yakni Jingjue, Caoqio, Jizhaoying, dan Taiping South. Kami juga menemukan hampir di tiap provinsi terdapat monumen Cheng Ho, yang berupa taman dan atau museum dengan miniatur kapalkapal yang digunakan Cheng Ho untuk berlayar. Banyak sekali taman yang dibangun dengan sengaja digunakan untuk paru-paru kota. Taman-taman tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul, utamanya para lansia. Betapa terkejutnya kami, ketika mendengarkan para lansia bermain alat musik tradisional seperti biola yang disebut “Erhu”. Mereka menyambut kedatangan kami dari Indonesia dengan menyanyikan dua lagu Indonesia berjudul “Butet” dan “Ayo Mama”. Beruntung, saat berkunjung ke Masjid Caoqio, kami bertemu dosen NJAU Profesor Li, yang beragama Islam. Dari beliau, kami mengetahui makam Cheng Ho berada di Nanjing. Kami berkunjung ke situs Cheng Ho, yakni Jinghai Temple and Tianfey Palace di Macao, yang merupakan tempat Cheng Ho menimba ilmu kanuragan dan kenegaraan.

Airmata yg tercurah, hanya untuk kesiasia an belaka Usah mengulas kembali untaian untaian janji yg terberai Yg tergores pada dinding dinding yg telah kusam, dan pada rasa yg telah mati Dengarlah jua seruan kalbu nan terhimpit resah Adalah hati yg memanggil dan kaki jiwa yg berat, melaju kesatu arah Melangkahi bebatuan runcing, mengurai makna hidup yg hakiki Mencari sandaran jiwa, kala gemuruh azab cinta mendera nurani Dengarlah jua wahai senja nan enggan bersenda ria Di sini kuberharap ada senyuman manis yg khan kau torehkan di langkah ini Menghibur risau nurani, yg tergulung serpihan luka yg menganga Mengajak lengan lengan jiwa ku menampak gagah, di batas tatap netra Dan lantunan awan mu bagaikan kidung keindahan yg mewarnai hening Berhentilah berkeluh resah menatap silam, wahai hati nan tergayut sesal Buatlah apa saja yg sampai kepada waktu, hingga kau tak merenung dalam kecewa Sibaklah jalanan depan yg terbentang, yg masihlah begitu panjang Kenakanlah senyum dan tawa di rentangan waktu, sebelum masa yg kau nantikan tiba Dan dengarlah jua, wahai buana nan memerih luka Usirlah kelam yg mengotori indah nuansa pesona mu Jangan biarkan wajah sang gulana memagut kedamaian hati Biarkah kisah yg terpenggal berlalu, ketika makna tlah ternodai dusta Jalanan ini masihlah menampakan tatap netra jiwa ku Dan biarkanlah jua, tatap tatap liar, memasung langkah yg tlah tercanang Dan untuk mu sang petang Usah kau bawakan lagi keremangan, di atas deru nafasku yg kian melaju, menatap muak pada aksara cinta yg tergerai Dimas Ashlich Lana. Penyair.

Jangan Bertanya Lagi Bila sepi menghunjam terasa angin pengap panas melingkupi Tak ada buaian apalagi senyum dan rayu

Kami juga mendatangi Site of The Treasure Boat Factory, tempat pembuatan kapal Cheng Ho. Ada replika kapal Cheng Ho setinggi 10 meter. Beberapa tiang pancang asli bekas perahu Cheng Ho setinggi 21 meter juga masih berdiri. Bahkan beberapa barang-barang niaga, baju-baju, serta alat-alat makan-minum yang digunakan oleh Cheng Ho dan prajuritnya. Pada minggu keempat bulan Ramadan, tepat tanggal 17 Agustus kami diberi kesempatan tidak mengikuti perkuliahan yang sengaja dikosongkan. Saat itu, kami diberi waktu untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-67. Pada sore hari, kami diundang berbuka puasa bersama di Masjid Jingjue. Sekitar 400 orang berbuka puasa bersama di acara yang disebut “buka puasa besar” itu. Menu yang dihidangkan mirip di Indonesia. Ada udang, daging ayam, daging kambing, daging sapi, jamur, sop, sayur bening kangkung, oseng-oseng mente, telur dadar, dan lain sebagainya. Usai berbuka puasa, kami diajak ke ruang museum masjid, yang ternyata menyimpan beberapa buku sejarah perjalanan Cheng Ho. Pada akhir pekan bulan Ramadan minggu keempat, kami berkunjung ke Villa Cheng Ho yang dibangun saat awal Cheng Ho mempelajari Islam. Agama Islam masuk ke China sejak tahun 1905, yang dibawa tamu kerajaan dari Brunai Darussalam. Perjalanan kami terpuaskan dengan mengunjungi Zheng He Tumb atau Makam Cheng Ho di Gunung Niushou. Nah, pengalaman Ramadan yang tak terlupakan, ketika sama dengan Indonesia pada Minggu, 19 Agustus 2012, kami melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Jingjue bersama seribu jamaah. Selain muslim asli China, kami juga bertemu muslim dari Pakistan, Somalia, Kenya, Sudan, Australia, dan Arab. Pada malam harinya, kami mengadakan acara halal bihalal di aula Asrama Foregen, tempat kami tinggal selama ini. (*/irw)

FOTO-FOTO PRIBADI YETI

SANG PANGLIMA: Yeti berfoto di depan patung Cheng Ho.

MONUMEN TAMAN: Yeti mejeng di depan batu Zhenghe Park.

sepi menusuk kian dalam jangan bertanya lagi aku hanyalah sepenggal cerita dari sebingkai sejarah tentang guru dan pengabdiannya jangan bertanya lagi Untaian kata yang kupunya hanya  silabus dan rpp berkarakter tetapi anak-anakku anak-anak bangsa juga  masih belum beranjak dari tradisi diam menunggu dan termangu sementara yang lain  sibuk dengan ambisinya sibuk dengan euforianya sibuk dengan egonya MASHUDI. Guru SMPN 2 Srono.

Kepada KH. A. Fauzi sirran Sedang air mata belum reda Kau pun berangkat dengan tenang menyusul guruku di Jawa yang pulang Belum sempat kami ucapkan salam terakhir dan cinta Kau terus menghilang dalam jemari Tuhan Guru...! Apakah alamat-alamat hidup yang kau ajarkan sudah kau anggap cukup untuk kami seberangi bumi yang tandus ini sehingga kau tinggalkan kami sendirian? Guru...! Masih kudengar kisah-kisahmu Kisah Gus Dur yang tak plin-plan sebagaimana dipergunjingkan orang karena lauhul mahfudz memang berubahubah catatan Kisah anak yang hanya bekerja merawat kubur ibunya tapi akhirnya terbukti lebih bahagia dari saudara-saudaranya yang bekerja ke Jawa Kisah filsafat menanam jagung, sekalipun caranya sama, buahnya tak ‘kan sama Kisah orang yang merebut tanah orang, tujuh turunan akan sengsara Kisah pedagang Padang, usaha tenang karena tak pamir di negeri orang Kisah dua malaikat, mencari orang mendoakan orang, hinggap di pundaknya mendo-

akannya pula Kisah amalan ayat kursi, menangkal cemeti raja Pamekasan Kisah Pak Matlak Muncar, buta tulis buta baca, taat pada guru, kaya raya Kisah orang aneh, bertamu diantar H. Abdul Djalil dan H. Idris, sekedar menyerahkan secarik ayat cinta Kisah orang-orang mati, sejenak bertemu leluhurnya, lalu dipisahkan tiba-tiba

Biar Tuhan saja yang memberimu senyum sederhana yang mampu remukkan jutaan bebatuan nestapa

Guru...! Adakah kisah-kisah itu telah memberi kami alamat untuk kutemukan tempatmu setelah kami pun pergi dari bumi tandus ini..

Dan aku yang tertulis dalam kitab kehidupanmu Adalah doa yang kau tunggu sepanjang waktu Sedang kamu adalah jatukrama bagiku Kita bertakhta di atas singgasana cinta Sampai kelak, sampai habis masa!

Ataukah, Guru... kami dan engkau tak ‘kan pernah bertemu lagi setelah kehidupan pahit ini karena setelah engkau pergi kami tak dapat menguasai diri terpelanting-pelanting terbentur-bentur remuk dalam tarian bumi....

Sebentar lagi, Ketika matahari beranjak tinggi Senyummu adalah aliran padasan yang akan membanjiri ribuan pandau yang mati oleh musim kemarau

Selamat ulang tahun, Istriku! ROSIE JIBRIL. Sebagian sajaknya dipublikasikan dalam antologi puisi Tadarus Airmata tahun 2005.

Marks

Deras kembali air mata kami....

Bukalah mata Lihat di depan sana Banyak sudah dedaunan runtuh sebelum menguning Melambai-lambai meninggalkan pepohonan Di empas waktu dideru angin berdebu Hanya embun yang tertinggal di ujung musim Masihkah kau bermimpi Muka kini mulai mengeriput Seakan menjerit disentuh telunjuk kiri Entah apa, sedikit aku tak mengerti Perlu sapu debu-debu di atas lantai Sebelum petang datang mengelilingi rumah

ZAINUL WALID. Sastrawan asal Situbondo.

Musyaffa’. Manusia biasa.

Guru... Walau berat, kuucapkan juga selamat jalan dengan suara tersekat dan dada tersangkut carang * Sesekali jenguklah kami sekalipun dalam mimpi... Allahumaghfiralahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu

Arti Sebuah Senyuman Ada luap pinta menggema di relung jiwaku, Istriku! Ketika remah waktu mulai menuntunmu ke arah sang Ibu Aku ingin menemukanmu dalam senyum tak berpintu Sebab, senyummu adalah galaksi jauhar yang berpijar dalam altar sukmaku Dengarlah Istriku! Ada manikam mutiara yang tertunda, dan Kita masih bertapa dalam murba

Rubrik Koran Pelajar (Koper) Jawa Pos Radar Banyuwangi yang dimuat setiap hari Minggu menerima sumbangan pemikiran dan tulisan dari para siswa dan guru. Silakan kirim artikel ke alamat email radarbwi@ gmail.com. Jangan lupa sertakan foto diri atau ilustrasi dan beri keterangan untuk rubrik Koper.


BERITA UTAMA

Minggu 7 Oktober 2012

Tiada Korban Jiwa, Kerugian Rp 300 Juta n GUDANG... Sambungan dari Hal 29

Beberapa menit kemudian, jelas dia, api terlihat di sekitar lo kasi ledakan. Api tersebut membesar dengan cepat dan membakar tumpukan kapuk di dalam gudang. “Api cepat membesar dan membakar semua tumpukan kapuk,” ujarnya.

Bukan hanya tumpukan kapuk yang terbakar, gudang dengan ukuran sekitar sepuluh meter kali delapan meter itu juga terbakar. Warga sekitar lokasi yang membantu memadamkan api dengan cara menyiramkan air tidak kuasa melawan api yang terus berkobar. Hanya dalam waktu satu jam, hampir semua isi gudang ha-

ngus terbakar. Bahkan, gudang produksi di belakang gudang kapuk tersebut juga ludes terbakar. “Beruntung, mesin di gudang produksi berhasil diselamatkan,” sebut pemilik gudang, Suroto. Dalam keterangannya, Suroto menyebut bahwa tumpukan kapuk dalam gudang yang terbakar tersebut sekitar 30 ton. Semua kapuk itu sudah siap dikirim ke

pelanggan di Pasuruan, Malang, dan Surabaya. “Akibat kebakaran ini, kerugian sekitar Rp 300 juta,” sebutnya. Ditanya terkait penyebab kebakaran, Suroto mengaku belum tahu. Tetapi, dirinya ragu api yang membakar kapuk dan gudangnya itu akibat korsleting listrik. “Saya tidak tahu asal api,” ungkapnya. (abi/c1/bay)

Gencar Jelang Penilaian Adipura n SATU... Sambungan dari Hal 29

Saat ini ditambah menjadi lebih panjang menjadi 500 meter hingga 1000 meter. “Penambahan area kerja itu sudah berjalan efektif,” tegas Plt Kadis Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi, Arief Setiawan. Menurut Arief, tidak hanya lokasi kerja yang ditambah. Shift kerja pesapon juga mengalami perubahan. Awalnya, shift kerja mereka hanya dua kali, yakni pagi dan sore. Saat ini, shift kerja mereka ditambah menjadi tiga kali dalam sehari. “Nyapunya sekarang pagi,

siang, dan sore,” katanya. Arief menambahkan, pemberlakuan tiga shift itu hanya ber laku bagi pesapon yang ber tugas di jalan poros dan beberapa titik pantau. Pesapon yang bertugas di luar jalan poros dan titik pantau, shift-nya tetap dua kali sehari. Arief mengatakan, DKP bekerja all out untuk menjadikan Banyuwangi sebagai kota hijau dan bersih. Jauh sebelum pelaksanaan penilaian Adipura, pihaknya sudah mengundang tim Adipura Kementerian Negara Lingkungan Hidup (LH) Jakarta. Salah satu tujuannya, kata

Arief, Kementerian LH diminta memberikan evaluasi terhadap kerja keras yang dilakukan ma syarakat dan pemerintah daerah. Hasil evaluasi itu diharapkan dapat memperbaiki beberapa kekurangan yang ada selama ini. “Hasil evaluasi itu kita jadikan dasar pembenahan,” katanya. Partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan hijau dan bersih masih dinilai kurang maksimal. Karena itu, DKP akan mengajak masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi. Masyarakat tidak perlu ikut me nyapu jalan, cukup tidak

membuang sampah di jalan merupakan bentuk partisipasi konkret. Selain itu, kesadaran tidak membuang sampah di sungai juga merupakan bentuk partisipasi. “Karena itu, jangan membuang sampah di sembarang tempat. Buanglah sampah di tempatnya,” katanya. Bagi pengendara kendaraan, tambah Arief, diserukan agar tidak membuang sampah di jalan. Buanglah sampah di tempat sampah setelah Anda sampai tujuan. “Walau hanya bekas tisu dan puntung rokok, budayakan tidak buang sembarangan,” pintanya. (afi/c1/bay)

Lokasi Tepi Jalan di Kecamatan Banyuwangi n SIAPKAN... Sambungan dari Hal 29

Yang jelas, lahan tersebut berada di wilayah Kecamatan Banyuwangi dan lokasinya persis di pinggir jalan. Lahan itu sangat strategis dijadikan lokasi pembangunan Islamic Center. “Lokasinya mudah dijangkau dari berbagai arah. Nanti kalau sudah ada penetapan resmi, kita sampaikan kepada masyarakat umum,” katanya. Dalam pembangunan gedung Islamic Center itu, pemerintah daerah tidak akan bekerja sendiri. Pemerintah daerah akan

Setiap Ada Acara Masal Selalu Dikejar n SEMANGAT... Sambungan dari Hal 29

Tidak ada lagi yang bisa diandalkan selain berjualan es krim,” kata Amin. Dia mengaku mangkal di Alun-alun Kota Santri hampir setiap hari. Tetapi, bila situasi jantung kota Situbondo itu sepi, Amin terpaksa berkeliling hingga ke pelosok desa. Meski berkeliling, hasil penjualan es krim tidak jauh berbeda dengan jualan di Alunalun. “Kalau di Alun-alun sepi pengunjung, saya terpaksa keliling kampung. Hasilnya

sama saja. Justru kalau keliling lebih capek daripada mangkal. Saya cuma punya sepeda pancal, jadi harus keluar tenaga lebih banyak untuk keliling,” imbuhnya. Setiap hari, penghasilan menjual es krim memang tidak seberapa. Meski begitu, Amin masih bisa menyisihkan sedikit penghasilannya untuk keluarga. Pada hari biasa, dia mendapatkan keuntungan Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Dari laba sebanyak itu, Amin selalu menyisihkan uang untuk biaya sekolah kedua anaknya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kalau ada acara,

seperti Harjakasi, konser dan sebagainya, saya pasti datang. Alhamdulillah dapat lebih banyak. Kadang Rp 50 ribu bahkan bisa sampai Rp 100 ribu,” papar warga Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo itu. Dia berharap agar keluarganya selalu diberi kesehatan dan bisa terus bekerja dan menyekolahkan anak. Selain itu, Amin ingin kedua anaknya belajar dan sekolah sampai jenjang yang tinggi, sehingga nanti punya kehidupan yang lebih baik. “Saya hanya berharap anak-anak saya bisa lebih baik hidupnya daripada saya,” pungkasnya. (mg1/c1/bay)

Kamar Ortu dan Anak Dipisah Kelambu Sambungan dari Hal 36

Bagi yang tak ada teras, tabing tongkok langsung berfungsi sebagai pagar pengaman rumah lengkap dengan pintunya, agar ayam atau sapi tak masuk ke dalam rumah. Di ruang tamu ada empat pilar penyangga rumah. Empat pilar itu lazim disebut sokoh rabeh yang memiliki filosofi kebersamaan baik dalam keluarga maupun dalam hidup bermasyarakat. Di ruang tamu ini ada satu set kursi tamu yang bersebelahan dengan balaibalai.“Kebanyakan memang seperti itu isinya. Walaupun ada juga yang mengisinya dengan dua set kursi, atau mengganti balai-balai dengan lemari. Tapi umumnya ada satu set kursi dengan balaibalai. Balai-balai itu bisanya untuk orang perempuan. Kalau kursi untuk orang laki-laki, jadi tidak kumpul,” ungkap budayawan senior Situbondo, Imam Kutunuk. Umumnya, tidak ada eternit dan semacamnya yang digunakan untuk menutup bagian langit-langit rumah. Bagian tersebut dibiarkan kosong sehingga kayu usuk maupun reng-nya terlihat dari dalam rumah. Bagi warga yang mampu, itu biasanya dihiasi dengan ukiran-ukiran dengan motif tertentu. Ruang tamu dengan kamar utama dibatasi dengan dinding terbuat dari kayu jati atau lazim disebut gebluk. Di tengahnya

ada dua pasang pintu. Ada di bagian luar yang semua bagianbagiannya terbuat dari kayu. Pintu bagian dalam yang juga sepasang, juga terbuat dari kayu namun bagian tengahnya dipasangi kaca warna-warni. Dua pasang pintu ini juga diapit jendela di kanan kirinya yang juga dua pasang. Yang khas, di atas jendela maupun pintu tersebut ada hiasan kaca warna-warni. “Setelah ruang tamu itu, baru ruang utama yang biasanya terdiri dua kamar tidur. Biasanya dibuat berjejer menyamping kanan kiri, ada juga yang hanya berjejer di satu bagian,” terang Imam Kutunuk. Di kamar utama ini juga biasanya ada perabot rumah tangga lainnya misalnya lemari. Selain lemari pakaian, juga ada lemari yang digunakan untuk memajang alat-alat rumah tangga semacam piring maupun cangkir. Pada zamannya, itu merupakan suatu kebanggaan. “Yang menjadi kritik, di kamar utama ini tempat tidur orang tua dan anak kumpul. Sehingga, anak berpotensi melihat aktivitas orang tuanya saat malam hari. Biasanya hanya dibatasi kelambu saja,” terangnya. Setelah ruang utama, selan jutnya ada kamar tengah yang lazimnya digunakan untuk menemui tamu khusus pe rempuan atau pertemuan khu sus ibu-ibu. Sehingga, tidak terlihat langsung keluar ru mah. Baru setelah kamar tengah, ada dapur. “Bagi warga yang mampu seluruh bagian rumah tabing tongkok terbuat

dari kayu jati, namun yang tak mampu terbuat dari gedhek

atau anyaman bambu,” terang Kutunuk. (pri/c1/bay)

EDY SUPRIYONO/RaBa

KHAS: Bagian ruang utama rumah tabing tongkok terdapat dua tempat tidur.

Mirip Orang yang Memakai Topeng n MENGALAMI... Sambungan dari Hal 36

Disebut totop an karena semua bagian r umah ini sudah tertutup rapat, tidak sebagaimana pada masamasa pertama. Ruang tamu yang biasanya terbuka, sudah tertutup rapat. Jendela dan pintu di bagian depan sudah

menyesuaikan bentuk terbaru, misalnya model arsitektur Spanyol. “Namun, untuk bagian dalam, yakni penyekat antara ruang tamu dengan kamar utama, tetap menggunakan bentuk yang lama, misalnya dua pasang daun pintu luar dalam, demikian juga jendelanya,” imbuh Imam Kutunuk. (pri/c1/bay)

melibatkan semua elemen umat Islam. Langkah kedua, ungkap Slamet, mencari arsitek untuk mendesain bangunan masjid dan gedung Islam Center yang akan dibangun itu. Beberapa desain bangunan masjid sudah selesai dikerjakan pihak arsitek. Hanya saja, gambar-gambar itu belum bisa disampaikan kepada publik karena gambar itu baru sebatas konsep dan belum ada keputusan. “Sepintas saya sudah lihat, dan gambarnya bagus sekali. Masjid itu nanti menjadi ikon Islam di Banyuwangi,” katanya. Lalu, berapa anggaran yang

dibutuhkan untuk pendirian masjid besar itu? Saat ini, tim sedang menyusun dan menghitung berapa kebutuhan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun gedung tersebut. Yang jelas, kalau ke uangan daerah memadai, pembangunan Islamic Center akan diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Jika ke mampuan keuangan daerah tidak memadai, tentu pembangunan Islamic Center akan dilakukan secara bertahap. “Berapa kebutuhan anggarannya, belum diketahui sekarang karena masih dihitung,” tambahnya. (afi/c1/bay)

Dua Orang Tidak Membawa KTP n DIPAKSA... Sambungan dari Hal 29

“Hasil operasi, terjaring lima pasangan mesum dan dua orang tidak punya identitas,” kata Ardian. Bagaimana dengan hasil regu pertama yang dipimpin Rifa’i? Ternyata hasilnya lebih banyak. Dari hasil pemeriksaan di empat hotel di wilayah Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro,

pe tugas berhasil menjaring delapan pasangan. “Ada satu hotel dan beberapa tempat kos yang kita periksa hasilnya nihil,” sebut Rifa’i. Rifa’i membeberkan, delapan pasangan bukan pasutri itu dijaring dari empat hotel, yakni Hotel Lingkar Ketapang, Hotel Sawang, Hotel Ketapang Asri, dan Hotel Banyuwangi. “Setiap hotel kita temukan dua pasangan mesum,” ungkapnya.

Semua pasangan mesum yang terjaring razia tersebut, jelas dia, memang tidak dibawa ke kantor Satpol PP. Mereka diberi pembinaan di tempat penangkapan. “Mereka juga kita minta mengisi surat pernyataan tidak mengulangi lagi,” terangnya. Bila nanti mereka terjaring razia lagi, mereka akan diproses se suai aturan. “Jadi, mereka kita beri pembinaan dulu,” kata Rifa’i. (abi/c1/bay)

Ada Kategori Khusus Pasar n BESOK... Sambungan dari Hal 29

n AWALNYA...

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Plt. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuwangi, Husnul Chotimah mengatakan, penilaian babak final tersebut terbagi menjadi dua termin. Tim juri akan tergabung menjadi satu tim utuh,

tak lagi terbagi menjadi tiga tim kecil seperti babak penyisihan lalu. “Kami harap semua peserta lomba yang lolos babak final mempersiapkan diri dan siap dinilai tim juri,” ujarnya. Husnul menambahkan, ada beberapa kategori yang dilombakan, yakni penataan taman

dan kebersihan lingkungan. Ada juga pemilihan lurah dan camat teraktif yang berhasil mengimplementasikan program gerakan Banyuwangi Hijau dan Bersih. “Tahun ini ada satu kategori lomba tambahan khusus, yakni penilaian pasar di pusat keramaian kecamatan,” katanya. (*/c1/bay)

Kata Tiongkok Meleset Jadi Tongkok n RUMAH... Sambungan dari Hal 36

Penyebutan tabing tongkok ada yang berpendapat mengarah kepada adanya bangunan yang dindingnya terbuat dari bambu atau kayu yang dibuat tidak menyentuh ke tanah langsung. Dalam bahasa Madura berarti epanongkok. Namun, pendapat tersebut ditentang budayawan senior Situbondo, Imam Kutunuk. Menurut Imam Kutunuk, tabing tongkok berasal dari kata tabing Tiongkok. Tiongkok yang dimaksud adalah bangsa China. Sebab, pengaruh warga China ter hadap sejumlah budaya masyarakat Kota Santri cukup kental. “Sama dengan sebutan rumah pecinan, itu maksudnya rumah pacinaan, maknanya rumah yang ditempati warga China,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Namun, lidah Madura cende rung kaku, sehingga kata Tiongkok berubah menjadi tong kok yang dalam Bahasa Madura bermakna meletakkan barang tidak menyentuh tanah. Demikian juga kata pacinaan berubah menjadi pecinan. Menurut Kutunuk, tabing tongkok hanya mengarah kepada sebutan pagar bagian depan rumah yang biasanya memisahkan bagian teras dan ruang tamu. Pagar itu ada yang hanya berbentuk garis-garis tegak lurus, ada juga yang diukir secara sederhana untuk menambah keindahan. Rumah adat Situbondo ini sudah diakui di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah. Bahkan, di sana sudah dibuat miniatur. “Jadi rumah adat di Jawa Timur yang diakui hanya tiga, yakni rumah adat Situbondo, Bangkalan, dan Sumenep,” terang Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga, Sugiono. (pri/c1/bay)

EDY SUPRIYONO/RaBa

UNIK: Desain kayu langit-langit teras salah satu rumah tabing tongkok di Situbondo.

Koreksi ADA kesalahan yang mengganggu dalam berita Upacara HUT TNI halaman 33 edisi 6 Oktober 2012 kemarin. Dalam berita tertulis, Resepsi HUT akan digelar bersama Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono pada 10 Oktober 2012 mendatang. Yang benar adalah resepsi HUT TNI akan digelar pada 10 Oktober 2012 bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI H Murdjito. Demikian kesalahan telah dibetulkan.


MINGGU l 7 OKTOBER 2012 l HALAMAN 36

FOTO-FOTO: EDY SUPRIYONO/RaBa

METAFORMOSIS : Tiga bentuk rumah tradisional Situbondo tabing tongkok, mulai dari yang klasik (kiri), topengan (tengah) dan totopan (kanan).

Rumah Adat Tabing Tongkok Halaman Memanjang yang Kian Langka TRADISIONAL: Miniatur rumah tabing tongkok dengan empat ruangan dan tiga tonjolan atap.

Awalnya Empat, Kini Tersisa Tiga Ruang BAGIANBAGIAN rumah tabing tongkok sebenarnya terdiri atas empat ruang, yakni ruang tamu, kamar utama, kamar tengah, dan dapur. Tiga sekat ruang itu ditunjukkan dengan bagian atap bangunan atau wuwung rumah yang dibuat menonjol menjadi tiga bagian. Hanya bagian kamar tamu yang atapnya tidak dibuat menonjol. Meski demikian, saat ini sudah sulit menemukan rumah tabing tongkok yang bagian-bagiannya lengkap seperti itu. Rata-rata hanya terdiri atas tiga bagian, ruang tamu, ruang utama, dan dapur. Itu pun dengan satu bagian atap yang menonjol. Ada juga yang menambahnya dengan teras. Teras biasanya dibangun menyatu dengan ruang tamu agar terik mentari tak langsung masuk ke ruang tamu. Demikian juga saat musim penghujan. Teras dan ruang tamu dibatasi pagar khusus yang disebut tabing tongkok n  Baca Awalnya...Hal 35

SITUBONDO - Situbondo memiliki rumah adat yang dinamakan tabing tongkok. Namun, saat ini rumah tradisional semacam itu sudah mulai sulit ditemui. Hanya beberapa warga yang tetap mempertahankan rumah tanian lanjeng atau tipe pecinan tersebut. Perbedaan nama tersebut sebenarnya hanya masalah penyebutan. Namun, maksudnya sebenarnya satu. Penyebutan

tabing tongkok, rumah pecinan, ataupun tanian lanjeng (halaman yang panjang) semuanya mengarah kepada ciri-ciri fisik rumah tradisional masyarakat Situbondo. Penyebutan tanian lanjeng, misalnya. Itu karena rumah tradisional masyarakat Situbondo rata-rata memiliki halaman yang memanjang. Ini sangat wajar mengingat beberapa kavling tanah biasanya dihuni oleh warga yang masih terikat kekerabatan. Bentuknya berderet memanjang sehingga membentuk halaman yang memanjang n

KLASIK : Bagian langitlangit rumah tabing tongkok dibiarkan terbuka sehingga bagian atap terlihat jelas.

 Baca Rumah...Hal 35

Mengalami Tiga Kali Metamorfosis HINGGA saat ini, Rumah tabing tongkok setidaknya sudah mengalami tiga kali metamorfosis (perubahan bentuk). Yang kali pertama adalah tabing tongkok yang seluruh bagian-bagiannya terbuat dari kayu. Kemudian, ketika rumah-rumah gedung atau tembok mulai membumi di Situbondo, ada perpaduan antara keduanya. Tabing tongkok tak lagi terbuat dari kayu seluruhnya, tapi dimodifikasi atau dipadukan dengan tembok, meski hanya di bagian depan. Bangunan separo tembok semacam ini disebut topengan.

“Disebut topengan, karena rumah ini layaknya orang yang memakai topeng. Di bagian depan, tampak rumah tembok tapi di bagian belakang tetap tabing tongkok. Ada juga yang pagarnya sudah dari batu bata dan semen dan sampai ke belakang. Namun, bentuk dan bagian-bagiannya masih tetap mempertahankan rumah tabing tongkok,” papar Imam Kutunuk. Bentuk rumah tabing tongkok yang ketiga adalah totopan (tertutup) n  Baca Mengalami...Hal 35

Dipertahankan untuk Diwariskan kepada Anak Lelaki Rumah Damanhuri di Dusun Sokaan, Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, sudah dikepung rumah modern. Namun, pria yang bekerja sebagai guru di Kecamatan Arjasa itu memilih mempertahankan rumah tradisional miliknya. EDY SUPRIYONO, Mangaran BANYAK alasan yang membuat Damanhuri mempertahankan rumah tabing tongkok miliknya. Selain masih bangga menempatinya, dia juga sangat menghargai tempat tinggal itu karena merupakan warisan leluhur. Damanhuri memperkirakan rumah itu dibangun sekitar akhir 1800-an. “Kakek saya mendapatkan rumah ini dari kakeknya. Sekarang turun ke saya. Sekali saja rumah ini pernah direhab,” katanya saat menceritakan asal-usul rumahnya itu kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Seluruh bagian rumah tabing tongkok milik

Damanhuri terbuat dari kayu jati. Tentu, pada zamannya tidak semua warga bisa membangun seperti itu. Hanya orang-orang yang memiliki uang yang mampu melakukan. “Makanya saya rawat baik-baik rumah ini,” kata Damanhuri. Dia yakin, kayu jati di rumahnya itu adalah kayu-kayu pilihan. Terbukti, meski sudah lebih dari seratus tahun tetap bisa diandalkan. Hampir seluruh bagian rumah tersebut merupakan peninggalan para pendahulu. Mulai dari seng, genting, hingga kaca warna-warni yang menjadi hiasan pintu dan jendela. “Hanya bagian teras yang merupakan bangunan baru. Itu sengaja saya tambahi agar kalau hujan air tak langsung masuk ke ruang tamu. Kalau musim kemarau, ruang tamu juga tak terlalu panas,” imbuhnya. Rumah Damanhuri sudah beberapa kali didatangi pedagang barang antik. Mereka merayu agar kayu rumah tersebut dijual. Bahkan, ada yang sudah menawar hingga Rp 100 juta. Kayu itu dikatakan akan dibawa ke Bali atau Jakarta. “Cuma saya tetap mempertahankan. Eman-eman,” ujarnya. Bukan hanya karena warisan leluhur yang

KUNO: Bagian ruang tamu rumah tabing tongkok terdiri dari kursi tamu dan balai-balai.

membuat Damanhuri mempertahankan rumahnya. Namun, dia juga berniat mewariskan rumahnya tersebut kepada anak laki-lakinya. “Di tradisi kami, anak lakilaki kalau menikah harus membawa rumah.

CONTACT US! Anda anggota sebuah komunitas, penghobi, atau sekadar mengetahui keberadaan mereka? Jangan pernah membiarkan hal itu terpendam tanpa diketahui orang lain. Silakan kontak kami di:

radarbwi@gmail.com Bisa pula melalui nomor telepon (0333) 416647. Atau, hubungi Gerda (085859687870), Iwan (081559555572)

Itu sebagai bentuk rasa tanggung jawab melindungi istri,” ungkapnya. Rumah tabing tongkok memang bisa dibongkar pasang. Sehingga, rumah tersebut bisa dibawa ke mana saja jika sang anak

keluar dari desa asalnya. Jika tetap tinggal di desanya, kata Damanhuri, maka sang anak tinggal menempati saja. “Kalau saya bangun rumah gedung, tentu tak bisa dibongkar dan dibawa pindah,” paparnya. (c1/bay)


Radar Banyuwangi | 7 Oktober 2012