Page 6

34

Rabu 6 November 2013

POR SD

GALIH COKRO/RaBa

TANJAKAN MAUT: Penonton membantu para pembalap melewati tanjakan Ijen (kiri). Pembalap asal UEA terkapar setelah mencapai finis (atas).

PERPANI FOR RaBa

GEMILANG: Tiga atlet Panahan Banyuwangi mampu meraih prestasi di arena alam POR SD di Gresik.

Banyuwangi Peringkat III

Etape Terakhir, Lare Mangir Berjaya BRCC Sapu Bersih Indonesian Rider

GRESIK - Kontingen Banyuwangi meraih hasil manis dalam Pekan Olahraga Sekolah Dasar (POR SD) yang digelar di Gresik. Bagaimana tidak, para atlet tampil gemilang dengan menyabet peringkat ketiga sebagai pengumpul medali terbanyak. Atlet Panahan Banyuwangi mendulang medali cukup signifikan dalam ajang multieven yang digeber tanggal 29-31 Oktober tersebut. Bayangkan, atlet binaan Perpani Banyuwangi menyapu bersih semua kategori yang dipertandingkan khusus putri. Atlet panahan Banyuwangi menyabet empat emas, tiga perak, dan satu perunggu. Rinciannya, di kelas individual compound putri kualifikasi 50 meter sesi pertama, atlet Panahan Banyuwangi mendulang satu emas, perak, dan perunggu. Sesi kedua, atlet panahan Banyuwangi tetap tampil konsisten dengan meraih satu emas dan satu perak. Perunggu direngkuh kontingen Lamongan. Satu emas lagi diraih di kelas compound beregu putri olympic round 50 meter. Perak diraih kontingen Surabaya. Lamongan menyabet juara ketiga dan berhak mendapatkan medali perunggu. Di kelas individual olympic round 50 meter putri, atlet panahan Banyuwangi sukses menyabet satu emas dan perak. Posisi ketiga direngkuh atlet Lamongan. ‘’Atlet kita sapu bersih semua kelas putri yang dipertandingkan,” ujar ketua Perpani Banyuwangi, Bonavita Wijayanto, kemarin. Menurut dia, anak didiknya sudah berusaha keras selama latihan, sehingga pasukannya tampil oke dan mampu menorehkan sejarah manis. ‘’Ini sejarah bagi Banyuwangi,’’ tandas pria yang biasa disapa Totok itu. Bagaimana dengan atlet pria? Dia mengakui jika atlet pria tampil melempem. Tiga atlet tersebut tidak bisa berbicara banyak dengan dipaksa mengikuti kelas round nasional putra. ‘’Medali putra memang nihil,’’ katanya. Sebenarnya, Perpani, kata dia, sudah menyiapkan tiga atlet panahan untuk mengikuti kelas compound putra. Tapi, ekspektasi untuk mendulang medali lebih banyak gagal terealisasi. ‘’Kita punya tiga atlet lagi, tapi terpaksa kita tidak bawa karena kuota dianggap sudah habis,’’ sesalnya.(ton/c1/als)

BANYUWANGI - Ekspektasi Muhamad Taufik, rider lokal Banyuwangi, mempertahankan red dan white jersey hingga etape terakhir dalam even balap sepeda internasional Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI) benarbenar terwujud kemarin (5/11). Dia kembali dinobatkan menjadi the best Indonesian rider. Pembalap asal Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, itu tampil gemilang dalam stag e terakhir yang finis di Paltuding, Gunung Ijen, itu. Pada stage penentuan itu, pembalap berusia 26 tahun itu finis di posisi sembilan dalam stage individual classification. Rider kelahiran Banyuwangi 11 April 1987 itu merengkuh penghargaan lantaran tercatat sebagai juara ketiga dalam stage mountain points. Capaian itu dia raih pada kilometer 39,1 dengan ketinggian 420 meter cat 2 di Genteng. Yang lebih membanggakan, tim BRCC Banyuwangi menyapu bersih penghargaan pembalap terbaik Indonesia. Sebab, teman setim dia, Tonton Susanto dan Warseno, sama-sama merengkuh juara 2 dan 3 sebagai the best Indonesian rider. Aksi para rider tuan rumah tersebut mendongkrak perolehan poin tim mereka. BRCC Banyuwangi pun menjadi tim terbaik ketiga dalam team general classification by time. Catatan waktu yang di rengkuh tim BRCC Sepanjang empat etape adalah 48 jam 57 menit 17 detik. Catatan waktu tim binaan Guntur Priambodo tersebut hanya kalah selisih 09 menit 55 detik dari tim Tabriz Petrochemical Team di posisi pertama dan RTS Santic Racing Team yang nangkring di posisi dua. Mengawali start di depan Stasiun Kalibaru, lima rider BRCC (Muhamad Taufik, Warseno, Eko, Kurniawan, dan Tonton Susanto) menerapkan strategi beriringan sepanjang balapan yang dimulai pukul 08.00 itu. Di awal balapan, mereka berada di nomor 20-an. Meski begitu, Muhamad Taufik dkk masih dalam rombongan besar terdepan. Sebab, rombongan pembalap sudah terbelah ketika mereka baru saja menempuh rute belasan kilometer. Keputusan bertahan dalam rombongan awal tersebut tampaknya membuahkan hasil. Sebab, rombongan besar itu mulai tercecer saat memasuki lintasan Ijen yang curam. Rombongan besar itu mulai berpisah di 15 kilometer terakhir. Situasi itu dimanfaatkan betul Muhamad Taufik dkk. Hasilnya, dia bisa finis di posisi sembilan. Teman setimnya, Tonton Susanto, membuntuti di posisi sepuluh. Selanjutnya, Kurniawan di posisi sebelas. Muhamad Taufik mengaku puas dengan kerja sama tim pada etape terakhir

TENIS

Cari Bibit, Pelti Geber Banyuwangi Open BANYUWANGI - Demi mencari bibit yang andal, Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Cabang Banyuwangi menggelar Kejuaraan Nasional Tenis Lapangan bertajuk Banyuwangi Open Junior 2013. Even tersebut akan digeber 6-10 November di lapangan tenis Gor Tawang Alung. Ada beberapa kategori yang dipertandingkan, antara lain tunggal putra/putri dan ganda putra/putri kelompok usia (KU) mulai 10, 12, 14, 16, hingga 18 tahun. Khusus KU 10 dan 12 tahun akan dimulai pukul 07.00 tanggal 6 November. KU 14, 16, dan 18, akan digeber mulai tanggal 7 November. Ketua umum Pelti Banyuwangi, Slamet Karyono mengungkapkan, ajang tersebut bertujuan menjaring atlet muda yang berprestasi. Sehingga, petenis junior tersebut bisa menapakkan kaki hingga level profesional. “Kejuaraan ini bisa meningkatkan jam terbang petenis muda,” ungkapnya. Menurut dia, Pelti Banyuwangi tetap konsisten mengembangkan olahraga tenis lapangan di Bumi Blambangan. Ajang tersebut akan meningkatkan semangat berlatih dan meningkatkan mental bertanding. ‘’Bisa meningkatkan kemantapan mental, fisik, dan kepercayaan diri,” tutur pria yang menjabat sebagai Sekkab Banyuwangi itu. Ketua panitia, Bramuda menambahkan, peserta yang akan mengikuti even tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia. ‘’Even ini bisa menambah jam terbang petenis junior Banyuwangi,’’ kata Bramuda. (ton/c1/als)

HASIL ETAPE IV Stage Individual Classification 1. Rahim Emami (RTS) 2. Hideto Nakane (JPN) 3. Cin Chih Wang (CCN) Stage Best Indonesian Rider 1. Muhamad Taufik (BRCC) 2. Tonton Susanto (BRCC) 3. Warseno (BRCC) Stage Team Classification 1. RTS Santic Racing Team 2. Tabriz Petrochemical Team 3. BRCC Stage Sprint Poins Intermediate sprint at 20,8 Km (Jalan Gajahmada Genteng) 1. Mohd Sahrul Mat Amin (TSG) 2. Hasan Suhardi (MAS) 3. Mohd Nor Umardi Rosdi (TSG) Intermediate sprint at 90,9 Km (Muncar) 1. Suhardi Hasan (MAS) 2. Projo Waseso (JTY) 3. Budi Santoso (JTM) Intermediate sprint at 127,6 Km (Banyuwangi) 1. Muhamad Saufi Mat Senan (TSG) 2. Mohd Sahrul Mat Amin (TSG) 3. Waseso Projo (JTY) Stage Mountain Points Kom at 39,1 km, 420 m, cat, 2, (Genteng) 1. Pourseyedigolakhair (TPS) 2. Amir Zargari (RTS) 3. Muhamad Taufik (BRCC) Kom at 139,5 km, 198 m, cat, 4 (Glagah) 1. Firman Hidayat (SID) 2. Agung Riyanto (PSN) 3. Pourseyedigolakhair (TPS) Kom at 166,3 km, 1876 m, cat, 1 (Paltuding) 1. Rahim Emami (RTS) 2. Hideto Nakane (JPN) 3. Yin Chih Wang (CC) General Clasiffication Best Indonesian Rider (Red And White Jersey) 1. Muhamad Taufik (BRCC) 2. Tonton Susanto (BRCC) 3. Warseno (BRCC) Best Climbers Classification Com (Red Jersey) 1. Rahim Emami (RTS) 2. Amir Zargari (RTS) 3. Pourseyedigolakhair (TPS) Points Classification (Green Jersey) 1. Mohd Sahrul Mat Amin (TSG) 2. Hasan Suhardi (MAS) 3. Aldi Afriani (CCC) Individual General Classification by time (Yellow Jersey) 1. Pourseyedigolakhair (TPS) 2. John Kronborg Ebsen (DDT) 3. Rahim Emami (RTS) Team General Classification by time 1. Tabriz Petrochemical team 2. Rts Santic Racing Team 3. BRCC

tersebut. Sebab, timnya sudah bekerja keras hingga meraih hasil manis dalam ajang BTDI kedua itu. ‘’Ini hasil yang luar biasa,’’ kata Taufik. (ton/c1/als)

DIVISI III

Sama-Sama Kalah PASURUAN - Kiprah Banyuwangi United (BU) dan Banyuwangi Putra (BP) dalam mengarungi kompetisi divisi III Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) regional Jawa Timur tahun 2013 menemui hambatan. Dua tim asal Bumi Blambangan tersebut sama-sama menelan kekalahan pada matchday pertama putaran kedua kemarin (5/11). BU kalah tipis dengan skor 1-0 saat melawan tim Assyabab, Bangil. Gol tunggal itu dicetak tim lawan saat memasuki injury time babak pertama. Meski sempat mengejar ketertinggalan, namun pasukan Budi Hariyanto tersebut tidak membuahkan hasil hingga babak kedua berakhir. Nasib lebih menyakitkan lagi dialami skuad BP. Iman Banda Nidji dkk menelan pil pahit dengan kebobolan dua gol tanpa balas saat berhadapan tim Parabola, Pandaan. Meski sama-sama menelan kekalahan, tapi dua kubu masih optimistisbisabangkitpadalagaselanjutnya.Kekalahanpadalaga perdana itu dijadikan evaluasi demi menorehkan kemenangan. Asisten pelatih BU, Nanang mengatakan, timnya menelan kekalahan karena keputusan wasit tidak tepat. Gol yang membobol timnya itu diberikan wasit melalui hadiah pinalti. Wasit menganggap jika pemainnya melakukan pelanggaran di kotak terlarang. ‘Tidak ada pelanggaran, tapi wasit menunjuk titik putih,’’ sesalnya. Coach BP, Abdul Karim mengatakan, jika pasukannya sudah bermain maksimal. Hanya saja, dewi fortuna masih belum berpihak kepada timnya. ‘’Tapi, besok kita akan bangkit saat melawan Sindo Jember. Kami optimistis bisa menang,’’ tandasnya. (ton/als)

GALIH COKRO/RaBa

ALI NURFATONI/RaBa

KURAS TENAGA: Pembalap dari Team Matrix berusaha menaklukkan tanjangan maut di lereng Gunung Ijen kemarin (5/11).

PEMAKAI JERSEY: (Ki-ka) M Taufik (BRCC), Sahrul Mat Amin (TSG), Pourseyedigolakhair (TPS), dan Rahim Emami (RTS)

Radar Banyuwangi 6 November 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi

Radar Banyuwangi 6 November 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi

Advertisement