Issuu on Google+

RABU 6 NOVEMBER

25

Pendorong Perubahan rubaahan ddan an Pem Pembaruan

TAHUN 2013

Panen Pujian ISSI Pusat BANYUWANGI - Even balap sepeda skala internasional bertajuk Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI) edisi kedua mendapat pujian berbagai pihak. Salah satu pujian dilontarkan Ketua Umum Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Pusat, Edmond Simorangkir, kemarin (5/11) n  Baca Panen...Hal 35

n Etape Terakhir, Lare Mangir Berjaya Baca Radar Sport Halaman 34 GALIH COKRO/RaBa

KECEPATAN TINGGI: Peloton rider peserta Banyuwangi Tour de Ijen melintas di depan Masjid Agung Baiturahman (MAB) Jalan Panglima Besar Sudirman Banyuwangi kemarin (5/11).

PEKAN PELAJAR

Pakai Kostum sesuai Tema BANYUWANGI - Pelaksanaan Pekan Kreativitas Pelajar (PKP) 2013 semakin dekat. Ajang adu kreatif antar-pelajar tingkat SMP dan SMA/sederajat itu akan dilaksanakan di auditorium Univerau ssitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi mulai Senin (11/11) h i n g ga Sab t u (16/11) pekan depan. d Selama PKP 2013 S berlangsung, panitia akan menggeber berbagai lomba yang mampu mengasah kete rampilan dan kreativitas para pelajar se-Banyuwangi. Salah satunya adalah lomba baca puisi untuk pelajar tingkat SMP dan SMA/ sederajat. Saat perform di hadapan dewan juri, peserta lomba baca puisi dipersilakan menggunakan kostum yang disesuaikan tema puisi. Para peserta juga diberi kebebasan memilih puisi yang akan dibacakan; bisa puisi karya sendiri, bisa pula puisi yang disediakan panitia. “Jika membaca puisi karya sendiri, peserta wajib menyerahkan naskah puisi kepada panitia sebanyak lima lembar,” ujar panitia PKP 2013, Benny Siswanto, kemarin (5/11) n  Baca Pakai...Hal 35

Kari Gedigu macemmacem sama anakku, tak bogem kau!

Ritual Suro Berujung Maut Puasa Pati Geni, Ditemukan Tewas di Rumah Kosong

Kronologi Tewasnya Senen

TEGALSARI - Sungguh tragis nasib Senen. Warga Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, itu ditemukan tak bernyawa saat menjalani ritual suroan kemarin pagi. Pria 60 tahun tersebut ditemukan saudaranya bernama Marsidi di sebuah rumah kosong di Dusun Sumberagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, pukul 06.30 kemarin. Kali pertama ditemukan, posisi korban dalam keadaan bersila tapi posisi kepala berada di lantai. Wajahnya tampak menghitam. Ada darah kering yang keluar dari mulut korban. Saat ditemukan, Senen hanya mengenakan kaus dalam dan celana pendek serta tubuhnya sudah mengeluarkan bau busuk n  Baca Ritual...Hal 35

1

Sabtu (2/11), Senen pamitan keluarganya meninggalkan rumah. Dia menjalani ritual puasa pati geni di sebuah rumah kosong di Desa Karangdoro, Tegalsari.

Merasa iba, Minggu sore (3/11), Marsidi datang sambil membawa masakan singkong rebus. Senen justru menolak. Marsidi malah disuruh pulang dan diminta menjenguk pada satu Suro.

2

3

Selasa pagi (5/1) Marsidi datang lagi. Saat dia mengetok pintu, sama sekali tak ada jawaban dari dalam rumah.

4

5

Begitu pintu dibuka, ternyata Senen sudah meninggal dunia dalam posisi tengkurap.

Khawatir terjadi apa-apa, Marsidi akhirnya mendobrak pintu dapur. GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Bersihkan Energi Negatif Pusaka

Pasangan Suami Istri Pulang Lebih Awal

BANYUWANGI - Memperingati tahun baru 1 Muharram 1435, Paguyuban Pelestari Tosan Aji Blambangan menggelar jamasan benda pusaka kemarin (5/11). Kegiatan yang dilaksanakan di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi itu akan berlangsung hingga Minggu (10/11) mendatang. Dalam kegiatan bertajuk Gelar Budaya Keris 2013 itu akan dilakukan jamasan benda pusaka, seperti keris, tombak, dan pusaka lain. “Kita juga adakan pamer benda pusaka, seperti keris peninggalan sejumlah kerajaan masa lalu,” cetus Koordinator Gelar Budaya Keris, KRT. H. Ilham Trihadinagoro. Dalam jamasan tersebut, Ilham membersihkan sejumlah keris dan tombak miliknya. Benda pusaka milik sejumlah tokoh di Kota Gandrung juga dimandikan kemarin. “Jamasan ini biasanya dilakukan pada 1 Suro (1 Muharram),” katanya. Sejumlah keris yang terlihat kotor dan karatan direndam dalam air kelapa. Beberapa menit kemudian, dibersihkan menggunakan jeruk yang dicampur sabun. “Terakhir disiram air sekar setaman, atau air bunga tujuh warna,” ungkapnya. Penggunaan air sekar setaman itu , jelas dia, bertujuan menghilangkan energi negatif di benda pusaka tersebut. Selama disimpan setahun, terang dia, benda pusaka akan banyak menyerap energi negatif pemiliknya. Ilham menyebut, benda pusaka itu ibaratnya anak yang perlu dirawat dengan baik. Benda itu perlu dirawat dengan baik dan diberi makan dengan cara diberi minyak. “Ada yang memberi makan dengan dupa, tapi juga ada yang memberi minyak khusus,” cetusnya. Menurut Ilham, dalam jamasan, ada pusaka yang diberi warangan. Tetapi, juga ada kolektor benda pusaka yang menolaknya. (abi/c1/bay)

MENJELANG keberangkatan ke Madinah, dua jamaah haji Banyuwangi kloter 53 dipulangkan lebih awal ke Tanah Air. Mereka adalah Bawon Santoso dan Sumiyar Winarti. Pasutri tersebut tinggal di Jalan Doho, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi. Mereka pulang lebih awal karena keduanya sakit dan direkomendasikan pulang lebih awal. Kedua jamaah haji Banyuwangi Laporan dari Makkah itu pulang pada Minggu (3/11) melalui kloter 28. Kloter 28 merupakan kelompok haji asal Blitar, Kediri, dan Trenggalek. Senin (4/11) kedua jamaah haji Banyuwangi itu telah tiba di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, dan langsung mendapat perawatan di Balai Pengobatan Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Kepulangan lebih awal kedua jamaah haji Banyuwangi itu diakui Kasi Haji Depag Banyuwangi, H. Mukhlis. Menurut dia, kedua jamaah haji itu sudah mengalami Oleh sakit sebelum berangkat ke Tanah H. Latief Harun Suci. “Keduanya adalah suami Pembimbing KBIH istri. Pagi tadi mereka sudah tiba di Sabilillah Asrama Haji Sukolilo dan langsung mendapat perawatan,” kata Mukhlis kemarin (5/11). Sementara itu, keberangkatan jamaah haji Banyuwangi ke Madinah berjalan sesuai jadwal. Sekitar pukul 10.00 waktu setempat, me reka menuju Madinah menggunakan bus. Makkah-Madinah yang berjarak 450 Km ditempuh selama enam jam. (*/c1/bay)

AGUS BAIHAQI/RaBa

PUSAKA: Ilham Trihadinagoro membersihkan keris di Pelinggihan Dinas Kebudayaan Pariwisata Banyuwangi kemarin.

Mengikuti Ritual Mencegah Kecelakaan Laut ala Syahbandar Ketapang

Larung Kepala Kerbau di Depan Gua Batu Licin ILUSTRASI: ROE-ZAKARIA/RaRa

Ajak Kencan ABG, Benjut Dihajar Massa BANYUWANGI - Bunarsah, 57, warga Lingkungan Karanganom, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, babak belur karena menjadi bulan-bulanan warga Senin kemarin (4/11). Gara-garanya, bapak dua anak itu mengajak kencan putri tetangganya yang masih berstatus pelajar SMP. Warga kampung menuding Bunarsah memiliki ilmu pelet dan sering menggoda anak gadis tetangga. Warga akhirnya membawa lelaki itu ke Polsek Blambangan dan mengusir dari kampungnya. “Warga marah karena orang ini (Bunarsah) dianggap sering menggoda anak tetangga,” terang Kapolsek Blambangan AKP Ketut Redana n  Baca Ajak...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Meskipun sempit, Selat Bali dikenal cukup berbahaya lantaran berarus kuat. Sejak tahun 1990-an, sudah tiga unit kapal yang tenggelam di selat tersebut. Demi mencegah kejadian serupa, pihak Syahbandar Ketapang menggelar ruwatan dengan cara melarung kepala kerbau. SIGIT HARIYADI, Kalipuro KAWASAN Pelabuhan Landing Craft Machine (LCM) Ketapang di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Ba nyuwangi, meriah Selasa pagi (5/11). Tenda berwarna biru berdiri

megah di pelataran pelabuhan penyeberangan kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut. Alunan musik dangdut plus ratusan warga yang bergerombol di sekitar tenda menambah meriah suasana. Tetapi, jangan salah. Tenda tersebut bukanlah tenda yang didirikan un tuk menggelar pernikahan maupun khitanan. Kegiatan yang dilangsungkan di pelataran pelabuhan LCM Ketapang itu adalah selamatan dalam rangka mempe ringati tahun baru Islam 1435 Hijriah. Menariknya, dalam selamatan tersebut juga digelar ritual melarung kepada kerbau ke tengah perairan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali tersebut n  Baca Larung...Hal 35

Pemkab Situbondo akan kosongkan warung remangremang Bakal jadi kawasan terang atau gelap, tergantung lampunya.

Pantai Boom lebih sepi di libur Muharram tahun ini Masih kalah dengan ledakan boom balap sepeda

SIGIT HARIYADI/RaBa

DI GELADAK: Kepala kerbau dibawa ke tengah Selat Bali menggunakan kapal LCT Jambo VI kemarin. email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Rabu 6 November 2013

Gulung Kabel, Tewas Kesetrum KAPONGAN - Suhaeri, warga Dusun Somor Anyar, Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, ditemukan tewas terkapar di areal pembuatan batu bata milik kakaknya, Us dan Sukron, warga setempat. Korban tewas akibat sengatan listrik saat menggulung kabel listrik. Ceritanya, Senin sore (4/11) sekitar pukul 17.00 Suhaeri selesai membuat batu bata. Setelah itu, korban merapikan peralatan kerjanya, termasuk kabel lampu penerangan.

Namun, saat menggulung kabel tersebut, korban lupa mematikan aliran listrik. Nahas, ternyata ada kabel yang terkelupas. Kabel itu mengenai dada korban. Korban pun tersengat listrik. Hal tersebut diperparah kondisi lokasi pembuatan batu bata yang becek. “Korban juga lupa memakai sandal, sedangkan kabel yang digulung itu masih dialiri arus listrik,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Akibat sengatan listrik terse-

but, korban langsung terjatuh. Korban mengalami luka bakar. Beberapa saat kemudian, Us dan Sukron mendatangi lokasi. Mereka sangat terkejut melihat adiknya terkapar. Tanpa banyak bicara, keduanya langsung mematikan aliran listrik yang kabelnya masih menempel di tubuh korban. Selanjutnya, mereka membawa korban ke Puskesmas Pembantu di Desa Kandang, Kecamatan Kapongan. Sayang, nyawa korban tidak bisa diselamatkan. (rri/c1/als)

AGUS BAIHAQI/RaBa

ATRAKSI: Kuda duduk menghibur pengunjung Pantai Boom, Banyuwangi, siang kemarin.

Tahun Ini Pantai Boom Lebih Sepi BANYUWANGI - Tak seperti biasa, Pantai Boom, Banyuwangi, kurang begitu dipadati pengunjung pada libur 1 Muharram kemarin (5/11). Pengunjung pantai tersebut kemarin jauh lebih sedikit dibandingkan pengunjung hari Minggu pagi. Pa r a p e n g u n j u n g y a n g datang sebagian besar menikmati keindahan pantai sambil makan di warung. Selain itu, juga ada yang mandi di pantai dan duduk-duduk di sekitar

dermaga. Itu pun jumlah mereka tidak banyak. Padahal, pada libur tahun baru Hijriah tahun lalu, pengunjung Pantai Boom membeludak. “Mungkin karena bersamaan dengan balapan sepeda BTDI (Banyuwangi Tour De Ijen),” terang Ribut, salah satu pemilik warung di Pantai Boom. Menurut Ribut, hingga siang kemarin lokasi wisata di pusat Kota Gandrung itu masih sepi. Baru sekitar pukul 15.00, pen-

gunjung berdatangan. “Pengunjung malas karena banyak jalan yang ditutup,” ujarnya. Sepinya pengunjung Pantai Boom itu juga dirasakan pemilik kuda sewaan. Mereka menyebut pada tahun baru Hijriah ini pengunjung sepi. “Saya masih baru, tapi kata teman-teman memang sepi sekali,” terang Samin, warga Desa Sukojati, Kecamatan Kabat. Meski sepi pengunjung, Samin sempat menunjukkan

kebolehan kuda kebanggaannya. Kuda lokal yang biasanya disewakan kepada pengunjung Pantai Boom itu ternyata mampu duduk seperti manusia. “Kuda ini memang saya latih,” cetusnya. Kelebihan kuda milik Samin tersebut menjadi daya tarik bagi pengunjung tempat wisata tersebut. Apalagi, kuda berukuran kecil itu ternyata juga bisa duduk dalam waktu cukup lama. (abi/c1/bay)

Truk Dibawa Kabur, Sopir Dibuang di Hutan BANYUGLUGUR - Kawanan bajing loncat kembali berulah di Situbondo. Kali ini para bajing loncat menghadang dan merampas truk bernopol K 1961 BB yang dikemudikan Santoso, warga Desa Medini, Kecamatan Undakan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Truk Cold Diesel yang dikemudikan pria 54 tahun itu dipenuhi muatan jeruk sebanyak 5 sampai 6 ton. Rencananya, jeruk asal Bali tersebut akan dikirim Santoso kepada seorang pedagang di Jawa Tengah. Namun, sesampai jalan tanjakan perbatasan Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Probolinggo. Truk yang disopiri Santoso itu dihadang tiga orang yang mengendarai motor Yamaha Vixion. Khawatir menabrak motor yang menghadangnya. Korban pun menghentikan

kendaraan. Begitu truk muatan jeruk itu berhenti, dua orang itu naik ke dalam truk dan menyerang korban. Bahkan, korban yang saat itu sudah tidak berdaya, kedua mata dan mulutnya di lakban pelaku. Setelah berhasil menaklukkan korban, kawanan bajing loncat itu langsung mengambil alih kemudi. Korban dibuang di pinggir Jalur Pantura, tepatnya di hutan Tiris, Kabupaten Probolinggo. “Mata saya ditutup lakban. Ternyata saya diturunkan di tengah hutan,” kata Korban Santoso saat melapor kepada polisi. Dua pelaku perampasan yang menaiki truk dan satu penjahat yang naik motor Vixion tersebut melanjutkan perjalanan ke arah barat yang konon menuju Kota Anyar, Probolinggo. Sementara itu, korban baru berhasil keluar hutan Tiris setelah ditolong warga.

Mendapat laporan korban, petugas kepolisian Polres Situbondo langsung mendatangi TKP. Petugas juga sempat mengejar ketiga pelaku. Namun, kawanan penjahat dan truk hasil rampasannya belum ditemukan. Akibat perampasan yang dilakukan tiga bajing loncat tersebut, kerugian yang dialami korban ditaksir 270 juta. “Truk itu dihadang tiga orang pada KM 144 arah Surabaya, tepatnya di tanjakan perbatasan Banyuglugur dan Kabupaten Probolinggo,” kata AKP Wahyudi Kasubag Humas Polres Situbondo. Dikatakan, meski sudah dikejar hingga Kota Anyar, Probolinggo, ketiga pelaku belum ditemukan. “Saat ini korban sudah dimintai keterangan terkait kasus perampasan itu. Pelaku masih dalam pengejaran petugas,” terang AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

Kena Gendam, Motor dan Ponsel Melayang ASEMBAGUS - Nasib apes dialami Haerul Hasan, warga Kampung Barat, Desa/Kecamatan Asembagus. Diduga kena gendam, pemuda 21 tahun itu rela menyerahkan motor dan hand phone (HP)-nya. Kasus gendam yang menimpa Haerul itu terjadi di depan konter pulsa Dusun Kampung Tengah, Desa Trigonco, Keca-

matan Asembagus, Sabtu (2/11) lalu. Saat itu, korban dihampiri seseorang. Pelaku berpura-pura bertanya alamat rumah yang tidak diketahui korban. Setelah mereka berkomunikasi cukup lama, tiba-tiba korban seperti tak sadar. “Saya tidak sadar,” kata Haerul saat memberikan keterangan kepada polisi n  Baca Kena...Hal 35

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Rabu 6 November 2013

SAKRAL: Dua perempuan muda membawa sesaji ke tepi pantai Lampon, Dusun Ringinsari, Kecamatan Pesanggaran sebelum dilarung ke laut.

ABDUL AZIZ/RABA

Dua Perawan Usung Sesaji Petik Laut PESANGGARAN - Ritual petik laut yang dilakukan pada tahun baru Islam alias 1 Suro di Pantai Lampon, Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran, berlangsung meriah kemarin pagi. Sejak pagi warga dari berbagai kecamatan di Banyuwangi Selatan, baik tua maupun muda, berdatangan

ke pantai Laut Selatan tersebut untuk menyaksikan ritual tahunan itu. Selain ribuan warga, acara tersebut juga dihadiri Forum Pimpinan Kecamatan Pesanggaran dan Wakapolres Banyuwangi, Kompol Agus Widodo, yang sekaligus mendapat kehormatan memasang cincin kail emas di telinga

kepala sapi yang akan dilarung. Ritual petik laut tersebut diawali ruwatan wayang kulit di Pantai Lampon hingga pukul 12.00. Usai ruwatan, dilanjutkan mengarak sesaji dari pangkalan TNI Marinir menuju pantai. Sesaji tersebut dibawa dua perempuan muda yang masih perawan

dan diiringi puluhan pemuda yang berpakaian adat Jawa. Ketua panitia, Suharsono alias Paeno mengatakan, ritual tersebut adalah agenda tahunan yang dilakukan para nelayan secara turun-temurun. “Kami berharap ikan tangkapan para nelayan melimpah,” harapnya. (azi/c1/aif)

Berebut Tumpeng Raksasa SEMENTARA itu, ratusan warga Dusun Pekulo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, menggelar pergantian malam tahun baru Islam 1435 Hijriah. Mereka menggelar ritual arak-arakan tumpeng Gerebeg Suro kemarin siang. Tumpeng Grebeg Suro berukuran besar berisi hasil bumi, di antaranya buah-buahan dan palawija. Tumpeng itu diarak keliling menyusuri jalan-jalan kampung oleh warga setempat. Basori, salah seorang warga mengatakan, kegiatan itu merupakan perwujudan rasa syukur warga dalam rangka menyambut pergantian tahun baru Islam atau Suro dalam kalender Jawa. Dengan arak-arakan tumpeng Ge-

rebeg Suro, mereka berharap di tahun mendatang kampungnya diberi berkah dan rezeki yang melimpah. “ Ini wujud syukur kami atas limpahan rezeki selama setahun ini,” katanya. Usai diarak keliling kampung, tumpeng berukuran besar berisi hasil bumi itu langsung diperebutkan warga untuk dimakan dan dibawa pulang. Sementara itu, tak jauh berbeda dengan di Pekulo, warga Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, juga menyambut tahun baru Islam dengan menggelar tumpeng dan doa bersama di pertigaan kampung setempat. Mereka berharap selalu diberi kelancaran rezeki. “Tentu juga berharap selamat,” kata Hatta, warga setempat. (azi/mg1/c1/aif)

SHULHAN HADI/RaBa

TUMPENG RAKSASA: Warga Dusun Pekulo, Desa Kepundungan menyerbu tumpeng setelah diarak keliling kampung.

Berbuat Mesum karena Sering Nonton BF MUNCAR - Aparat Polsek Muncar kembali mengamankan satu tersangka dalam perkara dugaan pencabulan. Dia adalah Sareat (bukan nama sebenarnya), warga Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Remaja berusia 17 tahun itu dilaporkan telah mencabuli Saritem (bukan nama sebenarnya), 13, warga Dusun Krajan, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar. Protolan sekolah menengah pertama (SMP) ini pun digelandang petugas dari rumahnya. Dia ditangkap setelah kabur bersama tersangka lain, Nagud (nama samaran), 14, warga Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, yang sudah ditangkap polisi terlebih dulu. Sareat dan Nagud kini terancam Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang perlindungan anak. “Tersangka kini sudah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Kompol Ary Murtini, Kapolsek Muncar. Kasus yang melibatkan pasangan muda itu terjadi akhir Juli 2013. Kala itu Sareat bersama Saritem bertamu ke rumah Nagud. Lantaran sepi, kedua remaja tersebut memperdayai Saritem. Di tempat itulah korban diduga menerima perlakuan tidak senonoh dari Nagud dan Sareat. Korban dipaksa melakukan hubungan badan. Namun, hal itu ditolak Saritem. Meski gagal membujuk mangsanya, kedua remaja protolan SMP itu tetap tidak mau menyerah. Keduanya tetap melakukan tindakan asusila. Kasus itu terbongkar berkat kecurigaan keluarga korban. Saritem yang satu malam tidak pulang membuat orang tuanya curiga. Setelah didesak pihak keluarga, remaja 13 tahun itu akhirnya mengaku telah diperlakukan tidak senonoh oleh Nagud. Di hadapan petugas, Sareat dan Nagud

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

MALU: Tersangka Sareat saat di Mapolsek Muncar kemarin.

mengaku melakukan aksi mesum itu lantaran terdorong adegan film biru. “Pelaku melakukan itu karena sering nonton film porno,” imbuh Kompol Ary Murtini. Demi kepentingan penyidikan, Saritem harus dimintakan visum et repertum ke dokter. Polisi juga mengamankan sejumlah pakaian korban yang digunakan saat kejadian memilukan tersebut. Polisi masih mendalami kemungkinan ada pelaku lain selain Nagus dan Sareat. Keduanya kini terancam bui minimal tiga tahun. (nic/c1/aif)


28

Rabu 6 November 2013

Impian yang Menjadi Kenyataan OLEH: Celin

AKU ingin sharing tentang pengalamanku di Amerika. Aku tiba di Amerika pada tanggal 6 Agustus 2012 bersama dengan Nadia, dia berasal dari Jakarta. Kami datang ke Amerika untuk meneruskan kuliah kami di Hesston College yang berada di kota Hesston, Kansas state. Aku diterima di sebuah perguruan tinggi yang bernama Hesston College. Perguruan tinggi ini adalah sebuah perguruan tinggi privat 2 tahun. Aku merasa bahwa ini ada rencana Tuhan buat aku untuk belajar di sini. Melanjutkan sekolah di luar negeri adalah angan-anganku sebelumnya hingga suatu hari temanku menawarkan aku tentang sekolah ini. Aku juga mendapat beasiswa dari sekolah tersebut. Singkat cerita inilah awal mula aku hingga sampai di Amerika. Perasaanku bercampur aduk saat aku datang ke sini. Bahagia, gugup, dan sedih semua bercampur men-

jadi satu. Aku merasa sedih karena aku harus tinggal sangat jauh dari keluarga dan teman-temanku di Indonesia. Perjalananku dari Indonesia ke Amerika memakan waktu lebih dari 24 jam. Itu adalah perjalanan yang sangat melelahkan bagiku untuk pertama kalinya. Ada empat orang dari Indonesia yang datang ke Hesston College. Dua orang berasal dari Jakarta (seorang cewek dan cowok), seorang cewek berasal dari Semarang, dan terakhir aku berasal dari Banyuwangi. Ada banyak pengalaman yang aku dapat dan pelajari selama sejak pertama kali aku datang ke Amerika hingga saat ini. Pada awalnya aku berpikir bahwa aku akan kesulitan untuk mendapatkan teman di sini. Hal pertama yang ada di pikiranku adalah tentang karakter orang Amerika yang individualis. Kedua, aku merasa tidak percaya diri dan takut untuk berbicara kepada mereka karena aku merasa kemampuan bahasa inggrisku masih belum bagus. Ketiga, Amerika

ISTIMEWA

TIMBA ILMU: Celin dan Nadia bersama teman kuliahnya di Hesston College.

adalah tempat baru yang mana aku tidak kenal siapapun dan aku tidak mengetahui apapun di sini. Ada sebuah cerita yang sangat lucu dan konyol saat aku dan Nadia pertama kali tiba di sini. Aku dan Nadia tiba di kota Hesston sekitar jam 11:00 malam. Kami menginap di sebuah penginapan yang disediakan dari pihak sekolah untuk tempat kami tinggal sementara. Hal ini dikarenakan asrama yang akan

kami tinggali masih belum dibuka untuk semua mahasiswa hingga satu minggu ke depan. Jadi, pada malam pertama kami sampai di penginapan tersebut, kami kehabisan air minum. Kami merasa haus namun kami bingung bagaimana kami mendapatkan minum. Nadia dan aku masih tidak tahu tentang di mana letak supermarket. Sebelumnya kami berpikir bila kami bisa meminum air dari westafel di dapur. Tapi karena

kami tidak yakin,kami tidak minum hingga keesokan harinya. Keesokan harinya, aku dan Nadia merasa sangat kehausan hingga akhirnya kami memutuskan untuk meminta minum dari tetangga. Dengan tampang polos dan tidak berdosa, kami mengetuk pintu rumah tetangga di seberang penginapan dan meminta air. Seorang anak laki-laki membuka pintu dan akhirnya dia memberikan air minum kepada kami. Setelah itu, barulah aku mendapat informasi dari saudaraku bahwa kami bisa minum air dari westafel di Amerika. Saat itulah kami tertawa terbahak-bahak dan merasa sangat malu mengingat kejadian sebelumnya. Aku pindah ke asrama pada tanggal 16 Agustus dan memulai kelas ku pada tanggal 20 Agustus. Saat pertama kali aku memasuki Hes ston College, aku disambut dengan beberapa mahasiswa yang ternyata mereka disebut sebagai RA (Resident Assisstant) dalam bahasa Inggris. RA adalah seorang senior

yang membawahi delapan hingga sepuluh mahasiswa dalam satu group di asrama. Group di asrama ini maksudnya adalah bagian-bagian dari asrama. Setiap mahasiswa yang tinggal di asrama akan tinggal bersama mahasiswa lain dalam satu kamar, atau kita menyebutnya roommate n Baca Impian...Hal 35

Radar Banyuwangi mengundang warga Banyuwangi dan Situbondo yang berada di perantauan untuk menulis pengalamannya. Tulisan kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan juga foto diri. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

Tekan Kecelakaan Kerja, Jamsostek Kenalkan K3

BANYUWANGI - Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Banyuwangi menggelar bakti sosial berupa pengobatan bekam dan medis Minggu (3/11) lalu. Acara tersebut bertempat di Yayasan Istiqomah Hidayatullah (YIH), Kluncing, Kecamatan Kalipuro. Ketua pelaksana bakti sosial, Agus Feriyanto menjelaskan, pengobatan bekam dan medis ini berhasil menjaring 100 pasien. Mereka mendapat pengobatan gratis dari tim Hidayatullah dan Jat BMH. “Keg-

iatan ini bertujuan membantu saudara-saudara kita yang mungkin sedang sakit, namun terkendala biaya,” ujar Agus. Menurut Agus, pengobatan bekam ini saat bagus. Hasilnya pun sangat bagus. Kalau ada rasa pusing-pusing akan langsung hilang setelah dibekam. Bekam adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah beku yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia. Berbekam dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah dari pasien. “Hasil penelitian modern telah mendapatkan bukti yang menakjubkan para

ahli, yaitu bahwa manfaat bekam ternyata hanya mengambil bagian darah rusak saja,” kata Agus. Dalam kesempatan tersebut, BMH Banyuwangi juga melaunching program satu (Sehat Untuk Semua). Program Satu ini adalah program baru BMH yang bertujuan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat untuk membantu mereka yang tidak mampu membayar biaya perawatan kesehatan. “Jadi jika Anda ingin menyalurkan sedekah maupun infak, silakan menyalurkannya ke BMH, Insyaallah akan tepat sasaran,” pungkasnya. (adv/als)

BANYUWANG I - Untuk meminimalisasi angka kecelakaan kerja, PT Jamsostek bersama Surveyor Indonesia (Persero) menggelar pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Hall Hotel Ketapang Indah, Kecamatan Kalipuro kemarin (4/11). Sedikitnya ada 50 peserta yang mengikuti pelatihan sehari ini. Mereka berasal dari perusahaan yang memiliki klaim tertinggi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) pada tahun 2012 dan perusahaan yang tidak pernah klaim JKK. Pembukaan pelatihan ini dilakukan Perwakilan Kepala Jamsostek Banyuwangi, H Sunali, didampingi perwakilan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, H Dodi Widodo, SH, PT Surveyor Indonesia (Persero) Dwi Hariyanto. Perwakilan Jamsostek Banyuwangi, H Sunali menjelaskan kegiatan pelatihan ini memberikan laporan bahwa pelatihan K3 ini merupakan tambahan manfaat bagi perusahaan peserta Jamsostek. Selama tahun 2012, angka JKK mencapai 239 orang. Sementara tahun 2013 hingga bulan Oktober terjadi kasus JKK sebanyak 390 orang. Tingginya angka JKK ini menjadi salah satu alasan mengapa pelatihan

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

ISTIMEWA

SEHAT JASMANI: Seorang pasien sedang mendapatkan perawatan bekam dari seorang ahli bekam Yayasan Istiqomah Hidayatullah, Kluncing.

Bekam Gratis di YIH Kluncing BMH Launching Program Satu

LINDUNGI PEKERJA: Peserta pelatihan K3 saat mendengarkan pemaparan tentang K3 di Hotel Ketapang Indah, kemarin (4/11).

TOHA/RaBa

keselamatan dan kesehatan kerja ini dilakukan. “Target kami adalah angka JKK itu menurun,” ujarnya. Selain itu, kata Sunali, dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat melakukan transfer knowledge atau berbagi ilmu dengan rekan kerja lainnya di perusahaan tempatnya bekerja. “Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Banyuwangi, atas kemitraan dan sinergitas dalam upaya terus memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dan keluarganya,” tandasnya. Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan

Transmigrasi H Dodi Widodo SH menjelaskan, kegiatan pelatihan ini menjelaskan bahwa K3 saat ini merupakan kebutuhan penting dalam meningkatkan produktivitas perusahaan. Perlindungan keselamatan dan kesehatan pekerja adalah tanggungjawab perusahaan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. Keselamatan kerja merupakan hak yang paling dasar bagi pekerja. “Karena keselamatan kerja tersebut merupakan hak asasi pekerja maka perlu dilindungi oleh Undang-Undang atau aturanaturan hukum,” jelasnya. Hal senada juga dikatakan perwakilan PT Surveyor Indo-

nesia, Dwi Hariyanto. Menurutnya, kegiatan pelatihan ini nantinya materi yang disampaikan adalah tentang dasardasar K3. Dasar-dasar meminimalkan kecelakaan kerja nantinya akan disampaikan kepada para peserta. Beberapa materi yang juga nantinya diajarkan kepada para peserta menyangkut tentang teori kecelakaan kerja, identifikasi bahaya dan penilaian resiko, serta pengenalan alat perlindungan diri. “Keselamatan dan kesehatan tenaga kerja sudah menjadi konsepsi internasional yang didasarkan pada Internasional Labour Organization conception,” katanya. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Tanah & Gudang •

• Jl. Yos Sudarso •

• BPKB •

• Rumah + Toko •

• Kredit Motor Honda •

• Civic Ferio •

• Grand Livina •

TnhRgjL.9600m2Kebalen,L.23500m2,Pancoran Tnh L1150m2, Mendut, L.5000m2, Meneng L.10650m2, L.7000m2 dpn SG. Dswkn Gdg L.200m2+hlmBwiKota,GdgL.2100m2+hlm.3000m2 Srono.H:0811301322/081703130988.

Djl cepat rumah Jl.Yos Sudarso Bwi SHM, LT 1082 m2, Hubungi 081330053988

Hlg BPKB P 637 ZQ, an. Moch Afif Jauhari Syafaat, Blok Agung 04/02 Tegalsari, Bwi

Djl Sgr Rmh+Toko Strgis Dpn SMK 17 Agst Clring uk 15x15 Ptok Hb 085649209607

Kredit Spd Motor Baru HONDA Proses Cpat,Bs Tukar Tambah. H: 085228657846

Civic Ferio 96, mulus, mesin sehat, suku cadang ori, kaki baru, AC dingin,plat bru ganti sept. Hub 081249975047

Dijual Grand livina 1.5 matic HWS 012 silver stone, mulus, jok kulit harga 180 jt nego hub 08113653169-0811301075

Jual Innova Solar G 2008 Abu2, harga 190 juta nego Innova Bensin G ‘08, 165 juta nego

• Nissan •

• Kebun Lingkar Ketapang •

ANDA MAU BELI MOBIL BARU ??? Hubungi TONI HP:081336236483 081938221499 BB: 22483BC4

Jual kebun luas 6269m ll Lingkar Ketapang Rp 600 ribu permeter. 085236058438

PROSES AMAN & MUDAH

• Tanah Sawah • Djl tanah sawah luas 10.715, cocok utk homestay, PP, wisata pulau santen,dll. Hrg Rp. 200 ribu/meter. Hub: 0811354614

• Rumah Genteng • Dijual Rumah Blkng TK Larasati Gtng L 105m2 SHM strtgs hub 081937689798.

• Taman Bougenville •

Cash & Kredit

Hub: Erwin 082142194111

• Tanah Dalam Kota • Djl L 553m2 600jt,372m2 300 jt Nego dlm Kota tepi jln bisa kredit Hub 085232205666

• Tanah Muncar • Djl cpt tnh L5.000m, tepi jln rya Brawijaya Muncar. Cck u ush/perum, H: 082330210657.

Mobil Anda belum laku? Hubungi: 0333-412224

Promo Tutup Thn Gr. Livina DP 39 Jt,March DP 24 Jt,Evalia DP 28 Jt+Free Aksesoris Dptkn undian 5 Tiket Ntn P.Dunia,2 Unit Elgrand,2 Unit G.Livina Hub Indra 085238484999 Nissan Bwi,BUKTIKAN!!!

Dijual Rumah LB 92 m,LT 221m di taman Bougenville Blok B1+B2 Hubungi Riza 085233343535

JUAL BAKSO IKAN MAKAREL, TAHU IKAN TUNA, Olahan Bermacam-

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

• Hyundai Trajet ‘04 •

• Innova ‘10 •

• Kijang Krista ‘03 •

Dijual Hyundai Trajet 68 MT tahun 2004 abu-abu metalik, harga 90 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang Innova EXS41 tahun 2010 silver (solar), harga 195 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang Krista UF 81 Grand Lux tahun 2003, hitam metalik, harga 121 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Suzuki Karimun ‘05 •

• Grand Livina ‘10 •

• Nissan •

Dijual Suzuki SL410 R-Karimun tahun 2005 hitam, harga 91,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Nissan Grand Livina SV tahun 2010 hitam, harga 139,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dapatkan Harga Promo Nissan Banyuwangi DP 40 Jt utk Grand Livina,30 Jt utk Evalia dan 25 Jt utk March Info Lebih Lanjut Hub Adwar 081259550876 Spesial.

macam Udang, Sambel Pecel Rahma Sari. Juga jual Jus Kulit Manggis untuk Kesehatan. Rp. 1.000.000 (member) Rp. 1.200.000 (Non Member) Temu Putih Kapsul, Teh Murbei, Kopi Kesehatan dan Madu Herbal.

Hub: Sari Agency Stokist

082331100616/ 085646275275

XAMTHONE


BALJEBOL

Rabu 6 November 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

ADA APA LAGI

Sekdes Sumbersuko Nyabu LUMAJANG - Sekretaris Desa (Sekdes) Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko Saiful Bin Mustaka ditangkap polisi setelah menggelar pesta sabu-sabu sekitar pukul 19.00. Penangkapan ini dilakukan Satuan Reskoba (Satreskoba) Polres Lumajang, setelah dua bulan melakukan pengintaian. Menurut AKP Amin Sujandono, Kasatreskoba Polres Lumajang, penangkapan dilakukan polisi kemarin karena berbagai bukti telah kuat. “Kami tangkap di rumahnya setelah mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu,” terang Amin Sujandono kepada sejumlah wartawan. Amin menjelaskan, petugas mendatangi rumah tersangka di Dusun Suko I, RT 05, RW 01 Desa/Kecamatan Sumbersuko secara diam-diam. Baru ketika bukti-buktinya kuat dan waktunya tepat, Sekdes tersebut langsung diciduk. Hasilnya, sejumlah barang bukti ditemukan di dekat Sekdes kelahiran 20 Oktober 1965 itu. Diantaranya seperangkat alat hisap sabu-sabu dalam bentuk botol obat formula 44 berisi air yang ujungnya ada dua sedotan. Polisi juga mengamankan satu bungkus rokok berisi 2 dua buah pipet yang diduga berisi sisa sabu-sabu. Barang bukti lain yang disertakan adalah ada lima buah plastik klip yang diduga masih berisi sisa sabu, sebuah skop sabu yang terbuat dari sedotan warna putih, sebuah sedotan warna putih, dan sebuah korek api jenis gas. Atas penangkapan itu, petugas kepolisian segera melakukan pemeriksaan. Sejak kemarin, petugas langsung menahan tersangka di Mapolres Lumajang. “Langsung kami tahan,” tegas Amin. Dari hasil pemeriksaan sementara, Amin mengungkapkan, sekdes ini juga melibatkan seorang temannya berinisial AB, dalam mengonsumsi sabu-sabu. (fid/wnp/JPNN/aif) JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

NAHAS: Truk bermuatan kayu sengon ini berjalan mundur akibat tidak bisa melewati tanjakan di Jl Merak, Patrang, Senin malam.

EKONOMI BISNIS

Rem Blong, Truk Muatan Sengon Tabrak Tebing JEMBER – Akibat rem yang tidak berfungsi saat melewati tanjakan, sebuah truk Fuso bernopol P 8634 UM yang disopiri Syafi’i, 55, warga Desa/Kecamatan Bangsalsari, menabrak tebing jalan. Bahkan, sebelumnya truk tersebut menabrak tiang telepon dan penerangan jalan umum (PJU) di Jl Merak, Lingkungan Poreng, Kelurahan Slawu, Kecamatan, Senin (4/11) pukul 22.00. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya, setengah badan truk yang sarat dengan muatan

kayu sengon itu terperosok ke lubang dan berhenti setelah bak belakang menabrak tebing di sisi utara jalan. Kedua ban belakang masuk ke selokan yang cukup dalam. Akibat beratnya muatan kayu membuat roda depan terangkat. Menurut Syafi’i, kecelakaan itu terjadi karena rem truk yang tidak berfungsi saat dirinya melewati jalan yang menanjak. Dia mengungkapkan, menjelang tanjakan di depan MTs Negeri 2 Jember, dirinya sudah memindah perseneling truk gigi 1. Baru berjalan 200 meter, truk

berhenti di jalan yang cukup menanjak. “Saat mau jalankan dengan pelanpelan, ternyata tidak kuat dan akhirnya berjalan mundur,” ungkapnya. Truk yang sarat dengan muatan kayu sengon ini akhirnya berjalan mundur. “Saat berjalan mundur sudah coba saya rem. Ternyata rem sama sekali tidak berfungsi,” akunya. Ketika rem tidak berfungsi, Syafi’i sempat panik karena di utara jalan banyak rumah. Sedangkan di sisi selatan ada jurang yang cukup dalam. Untuk mencegah jatuhnya korban,

Syafi’i mengarahkan laju truknya yang berjalan mundur itu ke sisi kanan. Truk akhirnya langsung menabrak tiang PJU. Truk baru berhenti setelah roda belakang masuk selokan dan menabrak tiang telepon dan tebing jalan. Dirinya memilih banting setir ke kiri karena di sisi kanan ada jurang dan kolam pancing. “Saya masih bersyukur truk masuk ke selokan, daripada masuk jurang atau menabrak rumah warga,” ujar Syafi’i. Kayu sengon yang diangkutnya berasal dari Arjasa. (jum/ram/har/JPNN/aif)

NUR HARIRI/RaBa

PASCA IDUL ADHA: Salah seorang pedagang saat melayani pembeli di Pasar Mimbaan.

Harga Cabai Kembali Normal SITUBONDO - Dua pekan pasca Idul Adha, harga sejumlah kebutuhan dapur mulai turun. Bahkan, di Pasar Mimbaan, Panji, penurunan harga hampir terjadi pada semua bumbu masak. “Sekarang harganya turun semua. Cabai, ranti, bawang, dan yang lain juga turun. Harganya hampir sama dengan sebelum Lebaran lalu,” kata Kikin, salah seorang pedagang di Pasar Mimbaan. Data yang diperoleh koran ini, beberapa harga bumbu masak yang harganya naik-turun dan saat ini kembali normal adalah cabai, ranti, dan bawang. Menurut Kikin, cabai rawit per kilogram saat ini Rp 18 ribu. Sebelumnya, harga cabai rawit Rp 37 ribu per kilogram. “Sebelum Lebaran, harga cabai kecil juga Rp 18 ribu. Kini harga cabai besar juga turun dari Rp 40 ribu ke Rp 15 ribu,” kata Kikin. Normalnya harga juga terjadi pada ranti dan bawang. Saat Idul Adha lalu harga ranti Rp 12 ribu, dan harga tomat Rp 40 ribu. “Seminggu ini harga satu kilo ranti tiga ribu, dan tomat enam ribu,” terangnya. Salah seorang pembeli, Maryam, 38, mengaku senang dengan normalnya harga sejumlah kebutuhan dapur tersebut. Dia berharap hal itu bertahan lama dan tidak melejit naik secara tiba-tiba. “Ya senang. Semoga harga seperti ini terus. Kalau naik, jangan mengejutkan,” katanya. (rri/c1/als)

Pesta Miras, Lalu Bunuh Diri JEMBER - Warga yang tinggal di komplek perumahan Bumi Tegal Besar, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, kemarin (5/11) sekitar pukul 11.00 WIB dibuat geger. Pasalnya Roni Dwi Prasetyo, 27, warga yang tinggal di Blok BS 18, perumahan setempat, ditemukan tewas tergantung dengan seutas tali kabel di kamar rumahnya. Padahal, malam sebelumnya korban sempat berpesta miras dengan temantemannya. Dugaan sementara, korban yang berprofesi sebagai instalatir listrik itu tewas karena bunuh diri. Belum diketahui secara pasti, apa motif korban mengakhiri hidupnya. Namun tak jauh dari jasad korban, polisi menyita secarik kertas yang berisi tulisan kekecewaan korban kepada istrinya. Berdasarkan informasi yang di-

NUR HARIRI/RaBa

HORMATI LELUHUR: Muhammad Guntur (kiri) saat memandikan keris miliknya kemarin (5/11).

Suroan, Warga Kalibagor Cuci Keris SITUBONDO - Berbagai cara dilakukan untuk menghormati leluhur. Di Desa Kalibagor, Kecamatan Situbondo, seorang kolektor benda pusaka memanfaatkan bulan Suro untuk mencuci keris pusaka (jamasan). Seperti yang dilakukan Muhammad Guntur kemarin. Dirinya memanfaatkan tahun baru Islam untuk mengelurkan sejumlah benda pusaka miliknya. Benda pusaka berupa keris itu dibersihkan kemudian dimandikan menggunakan kembang setaman. “Pakai kembang setaman,” kata Guntur singkat. Menurut seorang kakek itu,

salah satu keris yang dibersihkan bernama Kala Monyeng. Keris tersebut konon memiliki khasiat bisa menawarkan bisa alias racun. “Seperti namanya, keris ini memiliki simbol kalajengking. Keris ini memiliki khasiat mengobati gigitan hewan berbisa, seperti ular dan lain,” terang Guntur. Saat ini, tradisi mencuci keris banyak ditinggalkan orang. Tetapi, bagi Guntur, mencuci keris tidak hanya bertujuan menghormati para leluhur, tapi juga bisa membuat bendabenda kuno tersebut bertahan lama dan tidak rusak. “Agar tetap bagus walaupun anakanak sekarang jarang suka,”

katanya sambil tersenyum. Pantauan koran ini, selain mencuci keris koleksinya, Guntur juga membersihkan benda pusaka lain, seperti tanduk macan. Benda pusaka yang satu ini tergolong unik. Karena terdiri atas sejumlah organ harimau. “Ini ada gigi, taring, dan mata harimau. Ini dibungkus menggunakan kulit harimau,” terangnya. Menurutnya, setiap tanggal 1 Suro semua pusaka miliknya itu dibersihkan dengan air kembang. “Tidak semua saya keluarkan, tidak boleh. Jadi, setiap 1 Suro itu dimandikan demi menghormati peninggalan para leluhur,” pungkas Guntur. (rri/c1/als)

himpun, Senin (4/11) korban sempat merayakan ulang tahun yang ke-27. Malam harinya, korban merayakan ultahnya dengan temantemannya di kawasan Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, dengan menggelar pesta minuman keras. “Tapi nggak tahu yang diminum miras jenis apa,” kata Ali, salah satu warga di lokasi kejadian. Usai pesta miras, korban pun pulang ke rumahnya sekitar pukul 04.00 WIB. Setibanya di rumah, korban yang dikaruniai satu orang anak ini tidur di kamar belakang. Beberapa jam kemudian, Diah, 21, istri korban, menuju kamar itu untuk membangunkan korban.

Namun saat akan dibuka, ternyata pintu itu dalam kondisi terkunci dari dalam. Diah semakin curiga, karena beberapa kali kamar diketuk, korban sama sekali tidak menjawab. Karena curiga, Diah kemudian memanggil Sugito, tetangganya. Tanpa buang waktu lagi, Sugito langsung mendobrak pintu itu. Begitu pintu terbuka, korban sudah ditemukan menggantung dengan seutas tali kabel yang diikatkan ke atap kamarnya. Melihat pemandangan itu, Diah langsung berteriak histeris. Puluhan warga sekitar berdatangan dan berusaha menenangkan istri korban. Sementara tubuh korban yang saat itu

masih tergantung, langsung diturunkan. Petugas dari Polres Jember yang mendapatkan laporan kejadian segera turun ke lokasi kejadian. Dari lokasi, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa kabel dengan panjang 1,5 meter yang digunakan korban mengakhiri hidupnya. Selain itu, petugas juga menyita surat wasiat korban yang diduga ditulis sebelum korban bunuh diri. “Inti surat wasiat itu adalah korban mengaku kecewa pada istrinya. Karena pas hari ulang tahun korban, istri korban menolak diajak berhubungan badan,” ungkap polisi yang memeriksa. Istri korban sendiri, menurut polisi, mengaku menolak ajakan suaminya itu karena saat itu anak korban yang masih berumur sekitar tiga tahun sedang sakit. (jum/ram/hdi/JPNN/aif)


34

Rabu 6 November 2013

POR SD

GALIH COKRO/RaBa

TANJAKAN MAUT: Penonton membantu para pembalap melewati tanjakan Ijen (kiri). Pembalap asal UEA terkapar setelah mencapai finis (atas).

PERPANI FOR RaBa

GEMILANG: Tiga atlet Panahan Banyuwangi mampu meraih prestasi di arena alam POR SD di Gresik.

Banyuwangi Peringkat III

Etape Terakhir, Lare Mangir Berjaya BRCC Sapu Bersih Indonesian Rider

GRESIK - Kontingen Banyuwangi meraih hasil manis dalam Pekan Olahraga Sekolah Dasar (POR SD) yang digelar di Gresik. Bagaimana tidak, para atlet tampil gemilang dengan menyabet peringkat ketiga sebagai pengumpul medali terbanyak. Atlet Panahan Banyuwangi mendulang medali cukup signifikan dalam ajang multieven yang digeber tanggal 29-31 Oktober tersebut. Bayangkan, atlet binaan Perpani Banyuwangi menyapu bersih semua kategori yang dipertandingkan khusus putri. Atlet panahan Banyuwangi menyabet empat emas, tiga perak, dan satu perunggu. Rinciannya, di kelas individual compound putri kualifikasi 50 meter sesi pertama, atlet Panahan Banyuwangi mendulang satu emas, perak, dan perunggu. Sesi kedua, atlet panahan Banyuwangi tetap tampil konsisten dengan meraih satu emas dan satu perak. Perunggu direngkuh kontingen Lamongan. Satu emas lagi diraih di kelas compound beregu putri olympic round 50 meter. Perak diraih kontingen Surabaya. Lamongan menyabet juara ketiga dan berhak mendapatkan medali perunggu. Di kelas individual olympic round 50 meter putri, atlet panahan Banyuwangi sukses menyabet satu emas dan perak. Posisi ketiga direngkuh atlet Lamongan. ‘’Atlet kita sapu bersih semua kelas putri yang dipertandingkan,” ujar ketua Perpani Banyuwangi, Bonavita Wijayanto, kemarin. Menurut dia, anak didiknya sudah berusaha keras selama latihan, sehingga pasukannya tampil oke dan mampu menorehkan sejarah manis. ‘’Ini sejarah bagi Banyuwangi,’’ tandas pria yang biasa disapa Totok itu. Bagaimana dengan atlet pria? Dia mengakui jika atlet pria tampil melempem. Tiga atlet tersebut tidak bisa berbicara banyak dengan dipaksa mengikuti kelas round nasional putra. ‘’Medali putra memang nihil,’’ katanya. Sebenarnya, Perpani, kata dia, sudah menyiapkan tiga atlet panahan untuk mengikuti kelas compound putra. Tapi, ekspektasi untuk mendulang medali lebih banyak gagal terealisasi. ‘’Kita punya tiga atlet lagi, tapi terpaksa kita tidak bawa karena kuota dianggap sudah habis,’’ sesalnya.(ton/c1/als)

BANYUWANGI - Ekspektasi Muhamad Taufik, rider lokal Banyuwangi, mempertahankan red dan white jersey hingga etape terakhir dalam even balap sepeda internasional Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI) benarbenar terwujud kemarin (5/11). Dia kembali dinobatkan menjadi the best Indonesian rider. Pembalap asal Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, itu tampil gemilang dalam stag e terakhir yang finis di Paltuding, Gunung Ijen, itu. Pada stage penentuan itu, pembalap berusia 26 tahun itu finis di posisi sembilan dalam stage individual classification. Rider kelahiran Banyuwangi 11 April 1987 itu merengkuh penghargaan lantaran tercatat sebagai juara ketiga dalam stage mountain points. Capaian itu dia raih pada kilometer 39,1 dengan ketinggian 420 meter cat 2 di Genteng. Yang lebih membanggakan, tim BRCC Banyuwangi menyapu bersih penghargaan pembalap terbaik Indonesia. Sebab, teman setim dia, Tonton Susanto dan Warseno, sama-sama merengkuh juara 2 dan 3 sebagai the best Indonesian rider. Aksi para rider tuan rumah tersebut mendongkrak perolehan poin tim mereka. BRCC Banyuwangi pun menjadi tim terbaik ketiga dalam team general classification by time. Catatan waktu yang di rengkuh tim BRCC Sepanjang empat etape adalah 48 jam 57 menit 17 detik. Catatan waktu tim binaan Guntur Priambodo tersebut hanya kalah selisih 09 menit 55 detik dari tim Tabriz Petrochemical Team di posisi pertama dan RTS Santic Racing Team yang nangkring di posisi dua. Mengawali start di depan Stasiun Kalibaru, lima rider BRCC (Muhamad Taufik, Warseno, Eko, Kurniawan, dan Tonton Susanto) menerapkan strategi beriringan sepanjang balapan yang dimulai pukul 08.00 itu. Di awal balapan, mereka berada di nomor 20-an. Meski begitu, Muhamad Taufik dkk masih dalam rombongan besar terdepan. Sebab, rombongan pembalap sudah terbelah ketika mereka baru saja menempuh rute belasan kilometer. Keputusan bertahan dalam rombongan awal tersebut tampaknya membuahkan hasil. Sebab, rombongan besar itu mulai tercecer saat memasuki lintasan Ijen yang curam. Rombongan besar itu mulai berpisah di 15 kilometer terakhir. Situasi itu dimanfaatkan betul Muhamad Taufik dkk. Hasilnya, dia bisa finis di posisi sembilan. Teman setimnya, Tonton Susanto, membuntuti di posisi sepuluh. Selanjutnya, Kurniawan di posisi sebelas. Muhamad Taufik mengaku puas dengan kerja sama tim pada etape terakhir

TENIS

Cari Bibit, Pelti Geber Banyuwangi Open BANYUWANGI - Demi mencari bibit yang andal, Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Cabang Banyuwangi menggelar Kejuaraan Nasional Tenis Lapangan bertajuk Banyuwangi Open Junior 2013. Even tersebut akan digeber 6-10 November di lapangan tenis Gor Tawang Alung. Ada beberapa kategori yang dipertandingkan, antara lain tunggal putra/putri dan ganda putra/putri kelompok usia (KU) mulai 10, 12, 14, 16, hingga 18 tahun. Khusus KU 10 dan 12 tahun akan dimulai pukul 07.00 tanggal 6 November. KU 14, 16, dan 18, akan digeber mulai tanggal 7 November. Ketua umum Pelti Banyuwangi, Slamet Karyono mengungkapkan, ajang tersebut bertujuan menjaring atlet muda yang berprestasi. Sehingga, petenis junior tersebut bisa menapakkan kaki hingga level profesional. “Kejuaraan ini bisa meningkatkan jam terbang petenis muda,” ungkapnya. Menurut dia, Pelti Banyuwangi tetap konsisten mengembangkan olahraga tenis lapangan di Bumi Blambangan. Ajang tersebut akan meningkatkan semangat berlatih dan meningkatkan mental bertanding. ‘’Bisa meningkatkan kemantapan mental, fisik, dan kepercayaan diri,” tutur pria yang menjabat sebagai Sekkab Banyuwangi itu. Ketua panitia, Bramuda menambahkan, peserta yang akan mengikuti even tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia. ‘’Even ini bisa menambah jam terbang petenis junior Banyuwangi,’’ kata Bramuda. (ton/c1/als)

HASIL ETAPE IV Stage Individual Classification 1. Rahim Emami (RTS) 2. Hideto Nakane (JPN) 3. Cin Chih Wang (CCN) Stage Best Indonesian Rider 1. Muhamad Taufik (BRCC) 2. Tonton Susanto (BRCC) 3. Warseno (BRCC) Stage Team Classification 1. RTS Santic Racing Team 2. Tabriz Petrochemical Team 3. BRCC Stage Sprint Poins Intermediate sprint at 20,8 Km (Jalan Gajahmada Genteng) 1. Mohd Sahrul Mat Amin (TSG) 2. Hasan Suhardi (MAS) 3. Mohd Nor Umardi Rosdi (TSG) Intermediate sprint at 90,9 Km (Muncar) 1. Suhardi Hasan (MAS) 2. Projo Waseso (JTY) 3. Budi Santoso (JTM) Intermediate sprint at 127,6 Km (Banyuwangi) 1. Muhamad Saufi Mat Senan (TSG) 2. Mohd Sahrul Mat Amin (TSG) 3. Waseso Projo (JTY) Stage Mountain Points Kom at 39,1 km, 420 m, cat, 2, (Genteng) 1. Pourseyedigolakhair (TPS) 2. Amir Zargari (RTS) 3. Muhamad Taufik (BRCC) Kom at 139,5 km, 198 m, cat, 4 (Glagah) 1. Firman Hidayat (SID) 2. Agung Riyanto (PSN) 3. Pourseyedigolakhair (TPS) Kom at 166,3 km, 1876 m, cat, 1 (Paltuding) 1. Rahim Emami (RTS) 2. Hideto Nakane (JPN) 3. Yin Chih Wang (CC) General Clasiffication Best Indonesian Rider (Red And White Jersey) 1. Muhamad Taufik (BRCC) 2. Tonton Susanto (BRCC) 3. Warseno (BRCC) Best Climbers Classification Com (Red Jersey) 1. Rahim Emami (RTS) 2. Amir Zargari (RTS) 3. Pourseyedigolakhair (TPS) Points Classification (Green Jersey) 1. Mohd Sahrul Mat Amin (TSG) 2. Hasan Suhardi (MAS) 3. Aldi Afriani (CCC) Individual General Classification by time (Yellow Jersey) 1. Pourseyedigolakhair (TPS) 2. John Kronborg Ebsen (DDT) 3. Rahim Emami (RTS) Team General Classification by time 1. Tabriz Petrochemical team 2. Rts Santic Racing Team 3. BRCC

tersebut. Sebab, timnya sudah bekerja keras hingga meraih hasil manis dalam ajang BTDI kedua itu. ‘’Ini hasil yang luar biasa,’’ kata Taufik. (ton/c1/als)

DIVISI III

Sama-Sama Kalah PASURUAN - Kiprah Banyuwangi United (BU) dan Banyuwangi Putra (BP) dalam mengarungi kompetisi divisi III Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) regional Jawa Timur tahun 2013 menemui hambatan. Dua tim asal Bumi Blambangan tersebut sama-sama menelan kekalahan pada matchday pertama putaran kedua kemarin (5/11). BU kalah tipis dengan skor 1-0 saat melawan tim Assyabab, Bangil. Gol tunggal itu dicetak tim lawan saat memasuki injury time babak pertama. Meski sempat mengejar ketertinggalan, namun pasukan Budi Hariyanto tersebut tidak membuahkan hasil hingga babak kedua berakhir. Nasib lebih menyakitkan lagi dialami skuad BP. Iman Banda Nidji dkk menelan pil pahit dengan kebobolan dua gol tanpa balas saat berhadapan tim Parabola, Pandaan. Meski sama-sama menelan kekalahan, tapi dua kubu masih optimistisbisabangkitpadalagaselanjutnya.Kekalahanpadalaga perdana itu dijadikan evaluasi demi menorehkan kemenangan. Asisten pelatih BU, Nanang mengatakan, timnya menelan kekalahan karena keputusan wasit tidak tepat. Gol yang membobol timnya itu diberikan wasit melalui hadiah pinalti. Wasit menganggap jika pemainnya melakukan pelanggaran di kotak terlarang. ‘Tidak ada pelanggaran, tapi wasit menunjuk titik putih,’’ sesalnya. Coach BP, Abdul Karim mengatakan, jika pasukannya sudah bermain maksimal. Hanya saja, dewi fortuna masih belum berpihak kepada timnya. ‘’Tapi, besok kita akan bangkit saat melawan Sindo Jember. Kami optimistis bisa menang,’’ tandasnya. (ton/als)

GALIH COKRO/RaBa

ALI NURFATONI/RaBa

KURAS TENAGA: Pembalap dari Team Matrix berusaha menaklukkan tanjangan maut di lereng Gunung Ijen kemarin (5/11).

PEMAKAI JERSEY: (Ki-ka) M Taufik (BRCC), Sahrul Mat Amin (TSG), Pourseyedigolakhair (TPS), dan Rahim Emami (RTS)


BERITA UTAMA

Rabu 6 November 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Diduga Meninggal Tiga Hari Lalu n RITUAL... Sambungan dari Hal 25

Diduga, dia meninggal dunia dua hari lalu. Selain korban, di dalam rumah milik Supri yang kini merantau ke luar negeri tersebut juga ditemukan sejumlah peralatan ritual, seperti keris, dupa, dan beberapa barang lain. Kapolsek Tegalsari AKP Suhar di melalui Kanitreskrim Bripka Nanang mengatakan, berdasar keterangan beberapa saksi di lapangan diketahui bahwa korban meninggalkan

rumah sejak Sabtu lalu (2/11). Kepada pihak keluarga, korban mengaku akan menjalani ritual ngebleng dan minta agar tidak dikirim makanan dan tak dijenguk hingga 1 Suro. Senen mengaku ingin melakukan pati geni dan puasa ngerowot. Karena merasa iba, pada Minggu sore (3/11) Marsidi datang ke tempat kejadian perkara sambil membawa singkong rebus. Namun, saat Marsidi mengetuk pintu dapur dan memberi tahu bahwa dirinya membawa singkong rebus, Senen justru menolak. “Marsidi di suruh

pulang dan diminta menjenguk pada 1 Suro,” tutur Nanang. Karena menolak dikirimi makanan, Marsidi pun pulang dan kembali lagi kemarin pagi pukul 06.30 atau tepat 1 Suro sebagaimana permintaan korban. Tetapi, saat Marsidi mengutok pintu, sama sekali tak ada jawaban dari dalam rumah. Bahkan, beberapa kali pintu diketok, Senen tetap tak memberi jawaban. Karena khawatir, Marsidi akhirnya mendobrak pintu dapur. “Begitu pintu dibuka, ternyata korban sudah meninggal dunia dalam

posisi tengkurap,” terangnya. Kaget melihat saudaranya meninggal dunia, Marsidi langsung melapor ke Mapolsek Tegalsari. Tak lama kemudian aparat datang ke TKP bersama petugas medis Puskesmas Tegalsari. Hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis, korban diperkirakan meninggal tiga hari lalu. “Penyebabnya, diduga karena yang bersangkutan lemas,” ungkap Nanang. Terkait darah yang diduga keluar dari mulut korban, itu karena saat meninggal dunia posisinya dalam keadaan bersila

Health Corner Dinilai Terbaik n PANEN... Sambungan dari Hal 25

Edmond mengungkapkan, ajang yang digagas Pemkab Banyuwangi tersebut sukses luar biasa. Meskipun baru digeber dua kali, tapi gaungnya sudah mendunia. ‘’Even ini menjadi angin segar bagi pembalap dunia,’’ ujarnya saat ditemui di Paltuding, Gunung Ijen, sore kemarin.

Menurut Edmond, rute yang dilalui para pembalap cukup menantang. Namun, yang paling berat adalah lintasan menuju Gunung Ijen pada etape keempat atau terakhir. ‘’Medan cukup berat,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Dia sempat ketar-ketir dengan kondisi fisik para pembalap. Terutama saat para rider menempuh tanjakan curam hing-

ga finis. ‘’Saya sempat khawa tir dengan pembalap. Jangan sampai terjadi apa-apa dengan mereka,” terang pria berkacamata itu. Meski tidak sedikit pembalap yang harus mendapat pe rawatan, jelas dia, tapi tidak sampai berisiko fatal terhadap mereka. Apalagi, penanganan tim medis terhadap para pembalap pada BTDI sangat bagus. ‘’Kerja tim

medis di Banyuwangi pada ajang ini bagus sekali. Saya nilai, di sini health corner terbaik yang saya temui di Indonesia,” sanjungnya. Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku puas dengan BTDI edisi kedua tersebut. Menurut dia, BTDI kali ini lancar dan sukses. ‘’Saya sampaikan banyak terima kasih,” katanya dalam sambutannya. (ton/c1/bay)

Penampilan Dibatasi Lima Menit n PAKAI... Sambungan dari Hal 25

Benny menambahkan, saat tampil di hadapan dewan juri, peserta lomba baca puisi boleh membawa teks atau menghafal. “Saat membaca puisi, peserta tidak boleh diiringi musik atau suara latar,” tambahnya. Durasi masing-masing peserta di ba-

tasi mak simal lima menit. Penilaian meliputi penghayatan, intonasi, dan pe lafalan. “Lomba baca puisi ini mempe rebutkan ju ara I, juara II, dan juara III,” cetusnya. PKP 2013 diprakarsai Jawa Pos Radar Banyuwangi dan didukung Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Untag Banyuwangi, MPM Honda, Bank Muamalat,

Bank Mandiri, PDAM Banyuwangi, dan Desy Education. Selain lomba baca puisi, dalam PKP juga akan digelar beberapa lomba lain, di antaranya lomba baca berita dan telling story. “Pendaftaran peserta lom ba baca puisi, lomba baca berita, dan telling story masih kami buka hingga menjelang pelaksanaan PKP pekan depan,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Diusir dari Kampung Karanganom n AJAK... Sambungan dari Hal 25

Aksi warga yang menghajar Bunarsah itu bermula saat pria itu menghubungi Saritem (nama samaran), putri tetangganya, melalui short message service (SMS). Dalam SMS itu, pria itu mengajak Saritem bertemu

di sekitar Gedung Olah Raga (GOR). “SMS itu dijawab oleh ibunya Saritem,” katanya. Melalui SMS itu, Saritem oleh ibunya diminta menemui Bunarsah di GOR Tawang Alun. Akan tetapi, kedua orang tua remaja putri itu bersama sejumlah warga membuntuti mereka dari belakang.

“Tahu ada banyak warga, orang ini (Bu narsah) kabur tapi terus dikejar warga,” jelas Kapolsek Ketut. Ternyata, Bunarsah itu pulang. Di rumahnya, sejumlah warga lang sung menggerebek dan meng hajarnya. Oleh warga, bapak dua anak itu dibawa ke Mapolsek Blambangan.

“Warga sudah tidak mau dengan Bunarsah dan mengusirnya,” cetusnya. Menurut Kapolsek Ketut, Bunarsah sudah tidak disenangi warga di kampungnya. Saat dibawa ke polsek, warga minta Bunarsah membuat surat pernyataan pindah dari kampung tersebut. (abi/c1/bay)

Individualistis, tapi Tetap Baik n IMPIAN... Sambungan dari Hal 28

Pada waktu itu aku sangat penasaran siapa yang akan menjadi teman satu kamarku. Untuk ta hun pertama, mahasiswa baru tidak bisa memilih teman sekamarnya sendiri, jadi pihak sekolah yang memilih teman sekamar setiap mahasiswa. Hari berikutnya,aku bisa bertemu dengan teman sekamarku. Dia adalah cewek yang sangat humoris dan terkadang manja. Aku berteman baik dengannya bahkan kami bersepakat untuk sa ling mengajarkan bahasa kami masing-masing. Aku akan mengajarkannya tentang bahasa Indonesia dan dia akan me ngajariku bahasa Inggris. Dia bahkan membenarkan pengucapan bahasa Inggrisku yang terkadang salah. Orangorang di Hesston sangat baik dan ramah. Apa yang aku pikirkan tentang orang Amerika salah. Walaupun karakter me-

reka individualis, mereka tetap baik hati terutama bagi aku dan te man-teman internasional lainnya. Setiap liburan natal (3 minggu) dan liburan musim panas (3 bulan) semua mahasiswa di asrama tidak diperbolehkan untuk tinggal di dalam asrama. Oleh karena itu, biasanya mahasiswa Amerika akan pulang berlibur ke kota tempat tinggal mereka masing-masing. Untuk mu rid-murid internasional yang tidak pulang ke Negara asal nya, pihak sekolah akan me nyediakan “host family”. Host family adalah keluarga Amerika yang berada di Hesston dimana kami akan tinggal dengan mereka selama liburan. Untuk libur natal tahun lalu, aku tinggal bersama dua mahasiswa internasional yang berasal dari Indonesia dan Korea. Mereka adalah Nadia dan Christine. Dengan tinggal bersama keluarga Amerika, aku menda-

patkan pengalaman baru yang lain. Aku bisa mengetahui bagaimana kebiasaan keluarga Amerika. Orang sini biasanya sarapan cereal, susu, roti, atau kentang, dan lain-lain. Mereka tidak makan nasi seperti kita orang Indonesia. Makanan pokok mereka biasanya adalah kentang. U nt u k s a rap a n , m e re k a makan makanan yang tidak terlalu berat. Sayuran mereka pun biasanya adalah salad. Jam makan malam mereka termasuk lebih awal daripada kita. Kebanyakan orang-orang di sini makan malam sebelum jam 7, bahkan ada keluarga yang biasa makan malam jam 5:30. Hal itu sudah biasa bagi mereka. Tidak terasa aku sudah tinggal di Amerika selama hampir satu tahun. Meneruskan sekolah di Amerika adalah sebuah mimpiku yang menjadi kenyataan. Aku bukan berasal dari keluarga yang bisa dengan

seenaknya pergi ke negeri mana saja yang aku mau. Tetapi aku percaya bahwa setiap orang bisa bermimpi tentang apapun. Salah satunya adalah dari pengalamanku sendiri. Aku berdoa setiap hari dan bercerita kepada Tuhan bahwa aku ingin meneruskan sekolah di luar negeri suatu hari. Dan hing ga akhirnya mimpi itu terwujud. Oleh karena itu, aku mau berpesan kepada semua anak bahwa tiada sesuatu yang mustahil dapat kita capai. Selama kita berusaha, berdoa kepada Tuhan dan Dia mem berikan jalanNya maka apa yang kita impikan bisa terwujud. Semoga cerita yang aku bagi kepada kalian semua bisa menjadi motivasi bagi kita semua dalam menggapai sebuah mimpi. (*) *) Warga Banyuwangi yang saat ini menempuh kuliah di Hesston College, Kota Hesston, Kansas State, USA.

Warga Dihibur Lawak dan Musik Dangdut n LARUNG... Sambungan dari Hal 25

Itu dilakukan sebagai media permohonan ke pada Tuhan agar aktivitas pelayaran trans Jawa-Bali senantiasa berjalan lancar dan selamat. Apalagi, peristiwa kapal tenggelam sudah beberapa kali terjadi di perairan Selat Bali. Ironisnya lagi, bangkai kapal yang tenggelam tersebut hingga kini tidak ditemukan. Peristiwa pertama terjadi tanggal 19 April 1994 silam. Kala itu, peristiwa memilukan menimpa kapal landing craft tank (LCT) Kaltim Mas II. Setahun kemudian, tepatnya 29 Agustus 1995, kapal tenggelam di Selat Bali kembali terjadi. Waktu itu kapal LCT Trisila Pratama yang tenggelam. Kapal motor penumpang (KMP) Citra Mandala Bakti juga tenggelam di perairan yang dikenal berarus luar biasa tersebut. Peristiwa ketiga itu terjadi 7 Juli 2000. Selain menimbulkan kerugian materi yang sangat besar, peristiwa kapal tenggelam itu juga menimbulkan korban jiwa. Ironisnya lagi, bangkai kapal yang tenggelam di Selat Bali itu tidak satu pun yang ditemukan. Pertanyaannya adalah, apakah hilangnya bangkai kapal itu disebabkan arus bawah yang kuat, sehingga menyeret bangkai kapal itu entah ke mana. Ataukah, bangkai kapal

itu tidak ditarik dengan alasan biaya yang luar biasa mahal? Biarlah itu menjadi misteri. Yang pasti, salah satu tujuan selamatan melarung kepala kerbau ke tengah Selat Bali kali ini adalah mencegah kapal tenggelam kembali terjadi. Tujuan lain, agar ombak selalu bersahabat sehingga aktivitas penyeberangan Jawa-Bali berjalan lancar. Tidak hanya itu, semoga ombak ekstrem yang beberapa tahun lalu kerap membuat rumah warga tergenang tidak lagi terjadi. Singkat cerita, setelah disembelih, daging kerbau itu dibagikan kepada masyarakat sekitar Pelabuhan LCM Ketapang. Sementara itu, kepala kerbau dilarung ke tengah laut menggunakan kapal LCT Jambo VI. Larung kepala kerbau itu dilakukan di sekitar dua mil dari bibir pantai Ketapang. Jika ditarik garis lurus, lokasi larung kepala kerbau itu tepat berada di depan Goa Batu Licin, Bali. Pemilihan lokasi larung itu dilandasi pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu titik paling rawan di Selat Bali. Kepala Syahbandar Ketapang, Kapten Sentot Boedi Santoso mengatakan, ritual larung kepala kerbau itu dilakukan dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1435 Hijriah. “Harapannya, aktivitas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk selalu selamat,” ujarnya. Menurut Sentot, larung kerbau kali ini

merupakan yang kali kedua dilakukan. Kegiatan pertama dilaksanakan tahun lalu. Sentot bertekad, larung kepala kerbau itu dilakukan rutin setiap tahun. “Selamatan ini juga kami gelar demi kepentingan masyarakat. Beberapa tahun lalu ombak ekstrem kerap terjadi dan menggenangi rumah warga. Sekarang itu tidak pernah terjadi lagi. Jadi, masyarakat nyaman menjalankan aktivitas,” kata dia. Masih menurut Sentot, larung kepala kerbau ke laut itu dilakukan untuk melanjutkan tradisi masyarakat yang beberapa tahun terakhir sempat mandek. “Jika di darat ada selamatan ider bumi, di laut ada selamatan larung kepala sapi atau kepala kerbau seperti ini. Ini adalah media untuk memohon perlindungan kepada Tuhan dan kami harap tradisi ini tidak ditinggalkan,” paparnya. Sementara itu, saat sebagian masyarakat ikut serta melakukan pelarungan kepala kerbau ke tengah laut, sebagian masyarakat yang lain memilih menikmati hiburan lawak Bodos dkk di pelataran pelabuhan LCM. Setelah prosesi larung kepala kerbau selesai dilakukan, pihak Syahbandar dan seluruh stakeholder pelayaran Selat Bali membaur bersama masyarakat dan dihibur musik dangdut dengan penyanyi papan atas Banyuwangi, seperti Reny Farida dan Demy. (c1/bay)

dan posisi kepala di bawah. Hasil pe meriksaan tim kesehatan, darah banyak mengalir ke kepala

sehingga wajahnya menghitam. “Keterangan pihak kesehatan seperti itu. Di tubuh korban tidak

ada tanda-tanda penganiayaan,” tandas Ka nitreskrim Bripka Nanang. (azi/c1/aif)

Pelaku Lebih dari Satu Orang n KENA... Sambungan dari Hal 26

Melihat calon korban sudah mu lai mumet, pelaku yang diduga lebih dari satu orang itu langsung meminta dua telepon genggam milik korban. Tidak hanya itu, penjahat itu juga meminta barang yang lebih besar, yakni motor Ninja bernopol P 2150 O. Berhasil menggasak dua HP dan motor, pelaku langsung kabur menaiki motor korban. Be-

berapa saat kemudian, korban tersadar bahwa dirinya telah me nyerahkan dua HP dan motornya kepada seseorang. Sayang, saat korban tersadar, pelaku sudah menghilang. Sebelum melaporkan kasus gen dam yang dialaminya ke pihak kepolisian, korban sudah ber tanya kepada sejumlah orang di sekitar konter pulsa itu. Namun, beberapa warga di lokasi kejadian tidak ada yang mengetahui. Selain itu, korban juga sempat

melakukan pengejaran. Tetapi, usahanya itu tidak membuahkan hasil. Selanjutnya, korban melaporkan kasus gendam tersebut ke Mapolsek Asembagus. “Setelah digendam, korban melapor kepada petugas,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat menghadapi orang asing dan belum dikenal. Sebab, pelaku gendam sering beraksi di Situbondo. (rri/c1/als)

Tidak Ada Tanda-tanda Penganiayaan n BARU... Sambungan dari Hal 36

Warga yang saat itu berkerumun tidak berani me nurun kan korban. Salah satu dari mereka memilih melapor kepada pihak desa dan polsek setempat. Mendapat laporan ada warga yang gantung diri, Kapol-

sek Banyuputih dan beberapa anggota langsung ke lokasi. Selanjutnya, petugas dan beberapa warga sekitar me nurunkan korban dengan cara memotong tali gantungan. “Kapolsek Banyuputih langsung ke lokasi untuk mengevakuasi korban,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Setelah berhasil diturunkan,

kondisi korban sudah tidak ber nyawa. Setelah itu, jasad korban dibawa ke Puskesmas Asem bagus untuk diotopsi. “Me nurut keterangan saksi, di duga karena impitan ekonomi. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Itu murni bunuh diri. Tetapi, kasus ini masih dalam penyelidikan petugas,” terang AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

Diikuti 575 Lembaga Pendidikan n 521... Sambungan dari Hal 36

Nah, guru-guru, pengawas dan kepala sekolah yang ada di 521 lembaga itulah, yang di antaranya akan menjadi peserta kegiatan yang bekerja sama dengan LPMP Jawa Timur tersebut. Diharapkan, dengan mengikuti sosialisasi itu, seluruh sekolah nanti sudah memiliki bekal untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 bersama sekolah-sekolah lainnya se-Kabupaten Situbondo. Terkait dengan pembiayaan mandiri, pria asal Ke ca matan Besuki tersebut mengungkapkan, pemerintah pusat mengakui hingga kini masih belum mampu memberikan ku ota

secara menyeluruh untuk biaya pelaksanaan kurikulum 2013. Ini sesuai Surat Edaran Kemendikbud No. 0128/MPK/ KR/2013 tertanggal 05 Juni 2013. “Maka bagi sekolah-sekolah yang ingin melaksanakan kurikulum 2013, bisa dilakukan secara mandiri. Namun, harus tetap di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota. Untuk segala pembiayaan saranaprasarana harus dicukupi oleh pemerintah Kabupaten/Kota yang dianggarkan melalui BOS (bantuan operasional sekolah) atau APBD masing-masing,” ungkap Fathor Rakhman. Sementara itu, Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto mengaku sangat apresiatif dan

mendukung terhadap segala upaya meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di Kabupaten Situbondo. Sebab itulah, untuk segera mewujudkannya, Pemkab Situbondo sudah menganggarkan sejumlah kebutuhan penerapan kurikulum 2013 lewat perubahan APBD 2013. Di antaranya pemenuhan ke butuhan buku pegangan guru dan siswa. “Sebagai program lanjutan dari itu semua di tahun selanjutnya, kita telah menganggarkan segala keperluan pelaksanaan kurikulum 2013 di rancangan APBD 2014,” pungkas Bupati Dadang Wigiarto. (pri/*/c1/als)

Yunus Tolak Hadiri Sidang BANYUWANGI - Tuntutan dua tahun penjara membuat Muhamad Yunus Wahyudi bersama tiga temannya kecewa. Jak sa penuntut umum (JPU) Ka rimudin SH menyatakan Yunus dkk terbukti bersalah dalam kasus illegal logging. Yunus yang tercatat sebagai warga Dusun Kaliboyo, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, itu kini masih ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi. Kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Yunus menyebut tidak akan hadir dalam sidang lanjutan yang digelar hari ini (6/11). “Katanya besok (hari ini) sidangnya, tapi kami tidak mau,” kata Yunus kemarin (5/11). Menurut Yunus, tuntutan dua tahun penjara itu dianggap tidak benar. Apalagi, ada beberapa bukti yang ditunjukkan dalam persidangan ternyata tidak diperhatikan. “Kami punya bukti, tapi tidak dilihat sama sekali,” ungkapnya. Sesuai jadwal, Yunus menyebut sidang lanjutan dengan agenda pembelaan seharusnya dilaksanakan Senin (4/11) lalu. Tetapi, persidangan itu tidak dilaksanakan. “Saya diberi tahu akan dilaksanakan Rabu besok

(hari ini, Red), tapi saya tidak mau,” cetusnya. Ditanya kapan persidangannya akan dilaksanakan, Yunus mengaku masih akan berkonsultasi dengan para penasihat hukumnya. Saat ini, pe ngacaranya asal Surabaya itu sedang sakit. “Kita masih koordinasi dengan penasihat hukum kami,” ujarnya. Seperti diberitakan se belumnya, tujuh terdakwa yang terlibat kasus illegal logging di hutan wilayah Petak 66 H, RPH Selogiri, BKPH Ketapang, KPH Perhutani Banyuwangi Utara, memiliki peran yang tidak sama. Tuntutannya juga berbeda.”Peran dan tugas berbeda,” sebut Jaksa Karimudin SH dalam membacakan tuntutannya. Dalam tuntutannya itu, Jaksa Karimudin menyebut berdasar fakta-fakta di persidangan, Muhamad Imron dan Lutut Widi Hardiyanto terbukti tidak melakukan tindak pidana sesuai Pasal 50 ( 3) huruf e Jo. Pasal 78 (7) Undang-Undang (UU) RI No 41 Tahun 1999 yang diubah UU No. 19 Tahun 2004 tentang kehutanan, jo. Pasal 55 (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 (1) KUHP. Jaksa Karimudin SH menyebut, M. Imron dan Lutut Widi Har-

diyanto bersama Sulaeman dan Suyanto dianggap ikut mengawasi para pekerja saat menurunkan kayu dan melanggar Pasal 50 (3) huruf h Jo. Pasal 78 (7) UndangUndang (UU) RI No. 41 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 19 Tahun 2004 tentang kehutanan, jo. Pasal 55 (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 (1) KUHP. Karena perbuatannya yang melanggar itu, jaksa meminta majelis hakim menghukum empat terdakwa tersebut satu tahun enam bulan (1,5 tahun) penjara. “Empat terdakwa membayar denda Rp 500 ribu subsider dua bulan kurungan,” tuntutnya. Tiga terdakwa lain, Muhamad Yunus Wahyudi, Muhamad Gading Setiawan, dan Sudiyono yang dianggap telah terbukti mengawasi dan melakukan penebangan hutan tanpa dilengkapi dengan surat sah, jaksa menyebut melanggar Pasal 50 ( 3) huruf e jo. Pasal 78 (7) Undang-Undang (UU) RI No. 41 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 19 Tahun 2004 tentang kehutanan, jo. Pasal 55 (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 (1) KUHP. “Mohon majelis hakim menghukum dua tahun penjara dan denda Rp 1 juta subsider tiga bulan kurungan,” pintanya. (abi/c1/bay)

Swadaya Membangun Aula KALIPURO - Jajaran Koramil 0825/21 Kalipuro segera memiliki fasilitas baru. Bermodal dana swadaya, jajaran Koramil Kalipuro kini tengah membangun aula Persatuan Istri Prajurit (Persit). Peletakan batu pertama pembangunan aula Persit itu dilakukan Senin pagi (4/11). Pembangunan aula Persit itu diharapkan mampu meningkatkan kinerja TNI di lingkungan Koramil Kalipuro. Komandan Koramil (Danramil) Kalipuro, Kapten Inf. Mustohir mengatakan, pembangunan gedung tersebut bertujuan agar kinerja satuan yang dipimpinnya menjadi lebih baik. “Keberadaan gedung aula ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja para Babinsa dan Persitnya,” ujarnya. Sekadar tahu, pembangunan aula tersebut dibiayai dana swadaya anggota, masyarakat, rekanan, dan instansi terkait se-Kecamatan Kalipuro. Gedung seluas enam meter kali 10 meter itu didirikan di kompleks Mapolsek Kalipuro. (sgt/c1/bay)

ISTIMEWA

BEKERJA: Kapten Inf. Mustohir bersama anggota mencangkul fondasi aula Persit di Kompleks Koramil Kalipuro.


36

Rabu 6 November 2013

1 MUHARRAM

Baru 4 Bulan Menikah, Gantung Diri

KKM Asembagus Pawai Ta’aruf ASEMBAGUS - Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKM) Kecamatan Asembagus menggelar Pawai Ta’aruf dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1435 H Senin (4/11). Pawai yang melibatkan siswa siswi SD/MI, MTS/ SMP, SMA/MA/SMK se-Kecamatan Asembagus ini diikuti lebih dari seribu peserta. Pawai yang mengambil start di depan Kantor Kecamatan Asembagus dan finish di depan kantor Balai Pertemuan Pabrik Gula (PG) Asembagus. Acara ini diramaikan parade drum band, di antaranya grup drum band dari MI Miftahul Ulum Bantal, MI Muhammadiyah Perante, MIN Mojosari, MI Alhidayah Wringin Anom, SDN Gudang, dan SDN 2 Asembagus. Selain parade drum band, ikut meramaikan pula sejumlah penampilan tari kreasi Islam dari MI/MTS Islamiyah, SMP, dan SMK Nurul Ansor, SMAN Asembagus dan penampilan musik hadrah modern dari MI/MTS Darurrahmah Awar-awar, MI Salafiyah Syafiiyah Kertosari, dan MI Al-Azhar Mojosari. Hadir dalam acara tersebut, Kepala kantor Kemenag Situbondo, Camat Asembagus, Kapolsek, Kepala KUA, dan Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Asembagus. “Momentum tahun baru Islam harus kita rayakan, agar masyarakat muslim tahu bahwa Islam juga punya kalender, Islam juga punya tahun baru. Tentu saja penyambutan tahun baru Islam harus diisi dengan kegiatan yang bernilai positif,” terang Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Situbondo, Mohammad Bakri, dalam sambutannya. Ketua panitia Pawai Ta’aruf 1 Muharram Rasyid Hamidi mengatakan, kegiatan yang digelarnya merupakan agenda rutin dari KKM Asembagus. Rasyid mengaku bangga dengan antusiasme peserta untuk menyukseskan acara. Padahal, persiapannya mendadak. “Tujuan acara ini untuk syiar Islam, makanya semua kompak,” terangnya. Respons masyarakat juga luar biasa. Masyarakat Asembagus memadati pinggir jalan raya sepanjang rute kegiatan. “Atas nama seluruh panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada semua lembaga maupun organisasi yang telah berpartisipasi mengikuti acara ini,” imbuh Rasyid Hamidi. (pri/*/c1/als)

Diduga karena Impitan Ekonomi

NUR HARIRI/RaBa

GANTUNG DIRI: Mayat korban ketika hendak dibawa ke Puskesmas Asembagus.

ISTIMEWA

MERIAH: Pawai Ta’aruf 1 Muharram yang digelar KKM Asembagus diikuti ribuan orang Senin (4/11) lalu.

Ribuan Guru Ikuti Workshop di Gor Baluran

EDY SUPRIYONO/RaBa

PENUH TATO: Rahmad Subandi menutup wajahnya di depan penyidik Reskoba, Polres Situbondo.

grebek,” terangnya Rahmad dijerat dengan pasal 111 ayat 1 jo 131 yo 127 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya empat tahun penjara. ”Saat digerebek tersangka masih dalam pengaruh narkoba. Dia mengaku sering menkonsumsi SS sehari sebelum mengemudikan mobil travelnya,” ungkap kasat Reskoba. Polisi membawa sejumlah barang bukti (BB) dari rumah istri muda Rahmad S u b a n d i y a n g m e n g u a tkan indikasi perbuatannya. Rinciannya, dua buah pipet, seperangkat alat hisap yang terdiri dari botol bekas parfum dan sedotan plastik.

Abdullah Azwar Anas

Achmad Musta’in

Andi Mulyo

Andriani, dr.

Anton Sunartono

Arvy Rizaldy, SE

Eva Hesty

Faida, dr

Fatchan Himami Hasan

Ficky Septi Linda

Guntur Priambodo,Dr. Ir.

Hadi Wijono

Handoyo Saputro

Ira Damayanti

Ira Stephani Rawung

Irma Noervadila

Irwan Setiawan

Iwan Aziz Siswanto, Ir.

Joko Triatni

Kelik Dwi Kuncoro

Muslimin Fahsyah

Nanang Masbudi

Novita Ratnaningtyas

R Bomba Sugiarto

Rusdi Dziban, dr. SPb

Samsul Hadi, Ir.

Toni Hartono

Umi Kulsum

Virda Damayanti

Sri Suryani, SE Taufik Hidayat, dr. Teguh Sumarno

 Baca Baru...Hal 35

521 Sekolah Diminta Terapkan Kurikulum 2013

Ditangkap Nyabu di Rumah Istri Muda BANYUPUTIH - Rahmad Subandi, 40, warga Desa/Kecamatan Asembagus, ditangkap petugas Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Situbondo, Senin (4/11) lalu. Dari tangan pria yang tubuhnya dipenuhi tato tersebut, polisi mengamankan satu paket sabu-sabu seberat 0,32 gram, serta sejumlah peralatan untuk menghisap  serbuk putih tersebut. Yang menarik, pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai sopir travel Jawa-Bali tersebut ditangkap di rumah istri mudanya di Perumahan Banyuputih, sekitar pukul 02.00 dini hari. Tersangka mengaku terpaksa mengkonsumsi barang haram tersebut dengan alasan ingin kuat saat  mengemudikan kendaraan dalam jarak tempuh yang jauh. Kasat Reskoba Polres Situbondo AKP Priyo Purwandito mengatakan, Rahmad Subandi sudah lama menjadi target operasi (TO). “Kita awalnya mendapat informasi dari warga setempat. Saat tersangka mengkonsumsi narkoba, kita

BANYUPUTIH - Puluhan warga Dusun Bendera, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, dikejutkan dengan sesosok mayat yang menggantung di dalam rumah. Warga yang nekat gantung diri tersebut adalah Wiwik, warga yang tinggal di RT2/RW12, dusun setempat. Konon, perempuan 30 tahun itu mengakhiri hidup dengan cara gantung diri lantaran tidak kuat dengan impitan ekonomi. Berdasar keterangan sejumlah pihak, perempuan tersebut tidak pernah terlibat masalah atau cekcok dengan Kacung, 39, suaminya yang baru dinikahi sekitar empat bulan lalu. Data yang berhasil dikumpulkan, wanita asal Desa Bayeman, Kecamatan Arjasa, itu pada malam harinya menerima uang dari suaminya Rp 40 ribu. Namun, Wiwik mengem-

balikan separo uang itu dengan alasan terlalu banyak. Hal tersebut disampaikan langsung Kacung yang hanya memiliki rumah berdinding anyaman bambu tersebut. “Semalam saya kasi uang belanja, Pak. Besarnya Rp 40 ribu. Tapi ternyata dikembalikan Rp 20 ribu. Dia bilang terlalu banyak,” kata Kacung kepada wartawan. Keesokan harinya, Kacung yang bekerja sebagai buruh penebang tebu itu kembali bekerja seperti hari biasa. Nah, saat pulang ke rumahnya, Kacung sangat terkejut karena melihat istrinya menggantung di pojok rumah. Korban gantung diri menggunakan tampar dan mengaitkannya ke kayu atap rumah. Melihat hal itu, korban langsung menangis dan berteriak minta tolong. Mendengar permintaan tolong seorang buruh tersebut, warga sekitar kontan mendatangi rumah korban n

Bintari Wuryaningsih, dr.

“Ada juga dua buah skop plastik yang terbuat dari bekas sedotan, dua buah besi kecil, dua buah korek gas, serta enam plastik kosong bekas penyimpanan Sabu-sabu, dan  satu buah jarum,” terang Kasat Reskoba. Di depan penyidik, Rahmad mengungkapkan, dirinya terpaksa menkonsumsi sabusabu untuk menambah tenaga saat mengendarai mobil travel. Sebab, dengan mengkonsumsi sabu-sabu dirinya mampu tidak tidur selama satu malam. Mengenai asal-usul satu paket SS itu, diakuinya dibeli dari seseorang di Bali dengan harga Rp 1 juta setiap paketnya. (pri/als)

SITUBONDO - Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan menyukseskan implementasi kurikulum 2013. Salah satunya diwujudkan dalam bentuk Sosialisasi Kurikulum 2013 kepada ribuan guru di Gedung Serba Guna Baluran, Jalan PB. Sudirman, yang akan digelar hari ini (6/11). Tidak tanggung-tanggung, narasumber yang dihadirkan adalah Wakil Mendikbud RI Bidang Pendidikan, Prof. Dr. Ir. H. Muliar Kasim, MS. Dia akan menyampaikan esensi kebijakan nasional tentang Kurikulum 2013. Nara sumber lainnya, Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jawa Timur, Salamun P.hD yang akan menyampaikan materi tentang strategi pembelajaran kurikulum 2013. Ada sekitar 1.800 peserta yang akan menjadi peserta dalam acara yang akan dimulai pukul 08.00 ini. Mereka terdiri dari pengawas, kepala sekolah, dan guru-guru yang

Dadang Wigiarto

Danny Farda M

Eko Susilo Nur Hidayat

Heru Pratista

Hery Wijatmoko

I Made Cahyana

Mahmudi, MPDi,drs

Mentik Rohimah

Muh Hidayat, drs. H.

Soekardjo

Sofia Cholisa

Sumantri Soedomo

Sri Utami Faktuningsih

Waridjan, drs

Wendriawanto

Wiwik Eko Lestari Yoyok Mulyadi, Ir

dok/RaBa

Fathor Rakhman

sekolahnya tidak ter-cover dalam program sekolah sasaran kurikulum 2013. Kadispendik Situbondo, Dr. Fathor Rakhman, M.Pd mengungkapkan, total lembaga pendidikan jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK berjumlah 575 lembaga. Namun, yang mendapatkan program sekolah sasaran kurikulum 2013 dari Kemendikbud RI baru 54 lembaga. Rinciannya, 33 SD, 16 SMP, 3 SMA dan dua SMK. “Jadi, masih ada sekitar 521 lembaga pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK di Situbondo yang perlu segera menerapkan kurikulum 2013 secara mandiri dan pembiayaan yang mandiri pula,” terang Kadispendik Situbondo, Fathor Rakhman n  Baca 521...Hal 35


Radar Banyuwangi 6 November 2013