Issuu on Google+

3

HARI LAGI

PILEG 2014 6 APRIL

TAHUN 2014

KUCUR

Eceran Rp 5.750

N NGOPAI

dr TAUFIK HIDAYAT SpAnd

Dilematis Alat Bantu Pernapasan BANYAK pihak terus mencari solusi agar Sihatul Alfiah alias Uul, TKI asal Banyuwangi yang koma selama enam bulan di Taiwan,, bisa pulang. Salah satu p yang sibuk memikirkan nasib perempuan pe Plamasal Desa Pl pang rejo, Kecamatan Cluring, adalah itu ada Direktur R S U D Blamban g a n d r. Ta u f i k Hidayat SpAnd n

25

Hari Ini Atribut Harus Bersih BANYUWANGI - Memasuki masa tenang, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Banyuwangi meminta semua partai politik (parpol), calon anggota legislatif (caleg), dan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, membersihkan atribut dan alat peraga mulai hari ini (6/4). Semua alat peraga yang digunakan sosi-

alisasi pada masa kampanye harus diturunkan pada masa tenang yang dimulai hari ini hingga Selasa (8/4) mendatang. “Selama masa tenang, tidak boleh ada atribut dan alat peraga milik parpol dan caleg,” cetus Ketua Panwaslu Kabupaten Banyuwangi Rorry Desrino Purnama, SH. Bukan hanya alat peraga, Rorry menye-

but selama masa tenang parpol dan para caleg juga tidak boleh melakukan kegiatan yang mengarah ke kepentingan kampanye. “Mohon semua parpol dan caleg menurunkan atribut dan alat peraga,” tegasnya. Rorry juga mengingatkan semua parpol dan caleg, selama masa tenang, mereka tidak menayangkan iklan kampanye berupa

rekam jejak parpol dan caleg di media cetak maupun media elektronik. “Segala kegiatan yang mengarah ke kepentingan kampanye tidak boleh pada masa tenang,” ungkapnya. Menurut Rorry, selama masa tenang, pihaknya akan terus memantau semua atribut dan alat peraga di lapangan n  Baca Hari Ini...Hal 31

 B Baca DilemaD le Di tis...Hal tiis . tis. 31

DOK. RaBa

ADA APA LAGI

Hendak Cabuli Bocah, Kakek Dihajar Massa WONGSOREJO - Diduga akan mencabuli anak di bawah umur, Husen, 60, warga Dusun Alasmalang, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, dihajar massa kemarin (5/4). Selanjutnya, warga yang emosional itu menyerahkan Husen ke polsek setempat. Guna menjalani pemeriksaan, polisi langsung mengirim Husen ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Banyuwangi. “Tersangka diantar warga ke polsek, terus kita kirim ke PPA polres,” terang Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf melalui Kapolsek Wongsorejo Iptu Edi Purwanto n  Baca Hendak...Hal 31

EKONOMI

GALIH COKRO/RaBa

PENGAMAN BERLAPIS: Ruang penyimpanan naskah ujian nasional tingkat SMA/SMK dikunci tiga buah gembok di Mapolres Banyuwangi kemarin.

Ruangan Dikunci Tiga Gembok BANYUWANGI - Dugaan kecurangan pada proses ujian nasional (unas) kerap kali mencuat ke permukaan. Mulai soal bocor, beredarnya kunci jawaban via layanan pesan singkat (SMS), hingga yang lain, kerap mengganggu konsentrasi para pelajar yang tengah mengikuti ujian yang sangat menentukan kelulusan tersebut. Nah, untuk menghindari kebocoran soal Unas 2014, pihak kepolisian menerapkan standar pengamanan ketat. Naskah soal unas tingkat SMA/sederajat yang sejak Kamis malam (3/4) lalu tiba di Bumi Blambangan langsung disimpan di ruang khusus Mapolres Banyuwangi n  Baca Ruangan...Hal 31

Pendaftar Try Out 19 April 2014 n SMPN 1 Banyuwangi (180 siswa) n SMPN 4 Banyuwangi (118 siswa) n SMPN 1 Kabat (200 siswa) swa) n SMPN 1 Rogojampi (224 siswa) n SMPK Rogojampi (34 siswa) n SMPN 2 Genteng (272 siswa)

n SMPN 1 Sempu (50 siswa) n SMP Bustanul BustanulMakmur Makmur (116 siswa) siswa n SMPN 2 Purwoharjo (184 siswa) n SMPN 2 Tegaldlimo (169 siswa) n SMP Al Irsyad (90 siswa) n SMPN 1 Wongsorejo (215 siswa)

Pendaftaran Try Out SMP Ditangani 5 Wilker GALIH COKRO/RaBa

HARI TERAKHIR: Suasana try out Unas tingkat SLTA di SMAN 1 Giri kemarin.

SEMENTATA itu, try out ujian nasional untuk SMP/MTs se-Kabupaten Banyuwangi akan digelar 19 April 2014 mendatang. Pendaftaran try out kali ini dikoordinasi langsung masing-masing ketua wilayah kerja (wilker) n  Baca Pendaftaran...Hal 31

Gendong Cucu, Nenek Dijambret hingga Terjatuh n Kalung Emas 20 Gram Amblas SHULHAN HADI/RaBa

CEMAS: Seorang karyawan percetakan di Kecamatan Genteng bersantai setelah menghitung tunggakan caleg.

Pelaku Bisnis Percetakan Waswas PURWOHARJO - Habisnya masa kampanye membuat sebagian pengusaha percetakan merasa khawatir. Sebab, masih banyak tagihan para caleg pemesan alat peraga pemilu yang belum dilunasi. Salah satu karyawan usaha percetakan Twin Grafika Purwoharjo, Aditya, mengakui ada beberapa caleg yang belum lunas membayar tanggungan di percetakan tempatnya bekerja. Meski belum lunas, tapi jika komunikasi lancar, baginya itu tidak terlalu masalah. Permasalahannya, jika para caleg yang memesan barang cetakan kepada mereka itu sulit dihubungi n  Baca Pengusaha...Hal 31

SITUBONDO - Kalung emas seberat 20 gram milik Andari, 65, warga Desa Tanjung Glugur, Kecamatan Mangaran, Situbondo, dijambret orang tak dikenal sekitar pukul 06.45 pagi kemarin (5/4). Yang bikin miris, penjambretan itu dilakukan di depan rumah korban saat perempuan tua tersebut menggendong cucunya. Sebelum kejadian, Andari yang merupakan

pemilik toko emas Ramayana, Kecamatan Mangaran, tersebut sedang asyik menggendong cucunya yang masih balita. Seperti biasa, korban mengajak cucunya jalan-jalan di depan rumahnya untuk mendapat sinar matahari. Namun, sewaktu dirinya berada di jalan, seorang pengendara motor Honda Beat menghampiri korban. Tidak disangka, pengendara motor warna putih itu berhenti di dekat korban. Dalam

sekejap, tangan jahatnya menarik kalung emas di leher korban. Karena ukuran kalungnya cukup besar, sang penjahat kesulitan. Kemudian, sang nenek terjatuh sehingga kalung yang dipakainya terputus. “Saya tidak me nyangka. Saya kira laki-laki itu mau tanya rumah orang. Tapi setelah dekat dia menarik kalung dan saya terjatuh. Sepedanya putih dan pakai helm teropong,” ucap nenek itu kemarin (5/4).

 Baca Gendong...Hal 31

Melihat Komunitas Pencinta Bebek Lang Ellangan di Situbondo

Rangka Motor Tua, Gunakan Mesin Muda Berbagai Komunitas penggemar motor muncul di Kabupaten Situbondo. Mereka pun berburu produk terbaru hingga produk jadul yang antik. Salah satunya adalah komunitas pencinta Honda Bebek C70.

MOTOR Honda Bebek C70 memi liki seribu nama di kalangan penggemarnya. Di setiap daerah, mo tor tersebut memiliki julukan berbeda. Ada yang menyebutnya cithul, ulung, ceketer, ceblok, bekjul, dan bektu (bebek 70). Di Kabupaten Situbondo, para penggemar C-70 menyebut motor itu dengan nama

Ruangan penyimpan soal unas dikunci tiga gembok Lebih kejam mengurung soal daripada mengurung tahanan

RETRO: Para pencinta motor lang ellangan berkumpul di Alun-alun Situbondo setiap Jumat malam.

EDY SUPRIYONO, Situbondo

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Perempuan sepuh itu saat menggendong cucunya. Kalung emas seberat 20 gram milik korban ditarik salah satu pengendara motor Honda Beat warna putih. Usai menggasak kalung emas milik korban, pengendara motor yang menggunakan jumper warna ungu itu langsung tancap gas ke arah timur melewati Desa Tanjung Glugur, Kecamatan Mangaran. Meski sempat berteriak minta tolong dan warga sekitar me lakukan pengejaran, penjambret itu tidak terkejar n

Hari ini atribut kampanye harus bersih Pasukan pemulung siap membantu

EDY SUPRIYONO/RaBa

lang ellangan. Para pencinta motor lang ellangan di Kabupaten Situbondo cukup ba-

nyak. Biasanya mereka berkumpul di kawasan Alun-alun Situbondo setiap Jumat malam. Kebetulan pada malam

itu sejumlah komunitas motor lain juga berkumpul di tempat yang sama n  Baca Rangka...Hal 31

email: radarbwi@gmail.com / radarbwi@yahoo.com


30

Minggu 6 April 2014

PSK Dibekali Rias Wajah

AGENDA KOTA

Pemasangan Payung Wisata Hari ini Minggu 6 April 2014, Bupati Abdullah azwar Anas direncanakan melakukan pemasangan payung wisata di pantai Boom pukul 15.00 wib

SINGOJURUH - Pekerja seks komersial (PSK) sering diidentikkan sebagai kaum marginal. Tidak heran, banyak orang yang tanpa sadar memandang sebelah mata profesi tersebut. Hal itu yang memantik perhatian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Lewat Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Banyuwangi (BPP dan KB), para PSK mendapatkan perhatian khusus. Salah satu bentuknya, menggelar pembekalan keterampilan yang dilaksanakan di lokalisasi Sumberloh, Kecamatan Singojuruh. “Mereka punya potensi dan itu harus dikembangkan,” ujar Sekretaris BPP dan KB Banyuwangi, Erni Sugiharti. Dia menambahkan, terkadang perempuan memiliki nilai pendidikan yang tidak terlalu tinggi. Itu menyebabkan pekerjaan yang disandangnya kerap dianggap rendah. Itu yang membuat banyak perempuan banting setir menjadi buruh migran hingga menjadi korban perdagangan manusia. Dalam hal itu, pemerintah ingin memberikan pembekalan kepada mereka dalam menggali potensi diri. Lewat pembekalan keterampilan merias wajah dan potong rambut,

BUDAYA

SIGIT HARIYADI/RaBa

BANGGA: Ketua DKB Samsudin Adlawi menyerahkan baju khas Osing kepada putra almarhum H. Sutejo.

Baju Khas Osing bagi Mendiang H Sutejo BANYUWANGI - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi bersama Dewan Kesenian Blambangan (DKB) menggelar pengajian memperingati 40 meninggalnya budayawan Banyuwangi, H. Sutejo Hanafi, kemarin (4/4). Dalam acara yang ditempatkan di pelinggihan Disbudpar tersebut, DKB menyerahkan baju khas Osing kepada putra almarhum. Penyerahan baju khas Osing itu dilakukan lantaran sebelum H. Tejo–sapaan karib Sutejo–wafat, beliau pesan dibuatkan baju khas Osing, dan yang akan mengambil baju khas dengan warna kebesaran hitam itu putranya n

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

ANTUSIAS: Puluhan PSK mengikuti pembekalan keterampilan oleh pemerintah daerah kemarin.

pemerintah berharap potensi yang dimiliki para perempuan bisa diasah dan bisa menjadi penopang kehidupan mereka kelak.

Acara yang diikuti puluhan PSK Sumberloh itu berlangsung selama dua hari mulai Jumat (4/4) hingga Sabtu kemarin (5/4). Erni Sugiharti

berharap ilmu yang diberikan lewat pelatihan itu mampu meningkatkan taraf hidup mereka agar lebih baik dan berkualitas. (nic/c1/als)

Wartawan Harus Paham Kode Etik Jurnalistik GLAGAH - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Banyuwangi menggelar rapat kerja (raker) kemarin. Kegiatan yang digelar di objek Wisata Osing, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, itu bertujuan menyusun program tiga tahun mendatang. Dalam raker yang digelar sehari itu, sejumlah program berhasil dirumuskan mulai penataan anggota hingga peningkatan kualitas wartawan dengan menggelar uji kompetensi. “Wartawan PWI Banyuwangi harus profesional,” cetus ketua PWI Cabang Banyuwangi Choliq Baya. Menurut Cho, sapaan Choliq Baya, uji kompetensi itu termasuk program prioritas yang akan dilaksanakan PWI Banyu-

 Baca Baju...Hal 34

ADA APA LAGI

Penjual Nasi Pecel Kena Tipu SITUBONDO - Pelaku penipuan tidak pernah memandang siapa calon korbannya. Baru-baru ini korbannya adalah pedagang nasi pecel. Korban penipuan itu bernama Ernawati, ibu rumah tangga asal Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan. Setiap pagi Ernawati membuka warung dan berjualan nasi pecel di Desa Kotakan, Situbondo. Sekitar pukul 10.00 siang, perempuan 51 tahun itu didatangi seseorang yang memesan nasi pecel. “Awalnya ada orang yang pesan nasi pecel 18 bungkus,” kata Ernawati saat melapor ke Mapolres Situbondo. Pada saat korban asyik membungkus nasi pecel, pria itu mengajak korban berbincang-bincang. Tidak lama kemudian, pria misterius yang masih dalam pengejaran polisi itu menawarkan beras kepada korban. Keduanya sepakat bertransaksi beras senilai Rp 650 ribu. korban pun menyerahkan uang tersebut kepada terlapor. Beralasan sebagai pelaris, tersangka meminta rokok 12 pak. Selanjutnya, terlapor meminta izin mengambil beras yang dibeli korban. Sebelum pergi, terlapor meminjam HP agar beras yang akan diambil disiapkan bosnya. Sayang, begitu pergi, orang tak dikenal itu tak kunjung kembali. Bahkan, hingga sore pria misterius itu tidak nongol. “Korban sudah menunggu seharian, tapi terlapor tidak datang. Akhirnya setelah jam 5 sore korban laporan,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Meski kerugiannya tidak terlalu banyak, tapi bagi korban kerugian akibat penipuan yang totalnya sekitar Rp 1,2 juta itu cukup besar. Apalagi, korban mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari hasil berjualan nasi pecel di pinggir jalan. Terkait kasus penipuan yang dialami pedagang nasi pecel itu, Wahyudi mengaku pihaknya sulit mengungkap siapa pelakunya. Meski begitu, pihaknya tetap berusaha melakukan pengejaran pelaku. “Kejadian yang demikian memang sulit. Pelaku sulit diidentifikasi, kecuali ada petunjuk yang bisa mengarah ke pelaku. Tetapi, kami tetap berusaha,” katanya. Pihaknya meminta masyarakat, khususnya pedagang, tidak membeli bahan-bahan pokok kepada orang yang tidak dikenal. “Lebih baik para pedagang nasi atau yang lain beli ke warung atau toko saja. Jangan kepada orang yang tidak dikenal,” imbaunya. (rri/c1/als)

wangi. Ke depan, jelas dia, wartawan yang berhak melakukan kegiatan jurnalistik hanya yang memiliki sertifikat kompetensi. “Kita juga akan mengajak

guatan para anggota. Program tersebut, lanjut dia, di antaranya para wartawan harus paham dan mengerti Kode Etik JuPROFESIONAL: rnalistik (KEJ) dan Undang-Undang (UU) RI Nomor 40 tentang pers. “Wartawan Para wartawan harus menaati kode etik dan UndangPWI raker di Wisata Osing, Undang Pers,” cetusnya. Desa Kemiren, Munculnya delik pers, masih kata kemarin. Cho, terjadi karena kurangnya pemahaman tentang UU Pers dan KEJ. Oleh karena itu, dalam raker tersebut juga diprogramkan sosialisasi mengenai GALIH COKRO BUWONO/RaBa UU Pers, KEJ, dan UU Keterbukaan wartawan di luar PWI melakukan uji Informasi Publik. “Pemahaman secara internal (PWI) dan eksternal, sepkompetensi ini,” katanya. Program lain yang berhasil dirumuskan erti forpimda (forum pimpinan daerah) PWI Banyuwangi, terang dia, adalah pen- dan instansi lain,” ungkapnya. (c1/abi)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Balak •

• Kebalenan •

• Banyuwangi •

• Auto 2000 •

• Nissan •

Dijual Tanah + bagunan L 4x8 =32M2 + 10x15=150M2 bs dibeli dgn cash/ kredit & jga bs disewa, SHM Lok DS Balak hrg nego hub(0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Rumah lok kebalenan di JL raya Rogojampi/Genteng L 10 x15 = 150m2 SHM bs dibeli dgn cash/ kredit & jga bs disewa, hrg nego, (0333)631526–635176, 0811351148

Dijual Rumah L 10X15 = 150M2 lok Banyuwangi utara pbrik ES bs dibeli dgn cash/ kredit & jga bs disewa, hrg nego hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Agya angsuran mulai Rp 77 ribuan, New Avanza Rp 120 ribuan. Hubungi Bagus AUTO 2000 081252732000

Promo Nissan Banyuwangi, DP March 32 Jtan, Grand Livina 39 Jtan, Evalia 28 Jutaan, Juke 60 Jtan & Dapatkan Hadiah Lang yg Menarik. Info: Adzam 081232246632/087806542223

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Ketapang •

• STNK •

Djl Tnh 2 Lksi 320 m SHM Blkg Ktr Pos Ktpng & 245 m Dpn Lanal H: 081336528447

Hlg STNK P 3569 Y an Slamet Narjul Dsn. Pasinan Timur RT 02/1, Singojuruh

• Tanah Kapling •

Hlg STNK P 4548 Y an Slamet Narjul Dsn. Pasinan Timur RT 02/1, Singojuruh

Jual Tanah Kapling, uk. 10x40m2 (2 kapling), SHM, Hrg 85 jt, H: 083847407631

Hlg STNK P 2137 ZJ an Dwi Sri Wahyuni Kebunrejo 01/01, Alasrejo, Wongsorejo

• Jalan Lingkar Ketapang•

PROMO IKLAN LOWONGAN Terbit Hari Senin s/d Jumat 1kolom x 40mm; Rp. 88.000 Terbit Hari Sabtu 1kolom x 40mm; Rp. 165.000

HUBUNGI: 0333-412224

Dijual Tanah 2530M2 Jl. Lingkar Utama Ketapang Bwi Hub. 0821 4104 6676

Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis (Koordinator), Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono Wakil Pemimpin Redaksi: Syaifuddin Mahmud Kepala Liputan: Agus Baihaqi Redaktur: Ali Sodiqin, A.F. Ichsan Rasyid Staf Redaksi Banyuwangi: Sigit Hariyadi, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni Redaksi Situbondo: Edy Supriyono (Kabiro), Nur Hariri Redaksi Genteng: Abdul Aziz (Kabiro), Shulhan Hadi Fotografer: Galih Cokro Buwono Editor Bahasa: Minhajul Qowim J

Direktur: Samsudin Adlawi Pemasaran dan Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, W. Nugroho (Genteng), Samsuri (Situbondo) Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah Administrasi Iklan: Fitria Arifiana Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan Event: Benny Siswanto Keuangan: Citra Puji Rahayu

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Kasir: Widi Ukiyanti Piutang: Anissa Windyah Sari Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti Perpajakan: Cici Irma Setyani Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982.

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

Website: www.radarbanyuwangi.co.id. Email: radarbwi@gmail.com, beritaraba@gmail.com, artikelradarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/ mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


Minggu 6 April 2014

INFOTORIAL

31

SERBA BIRU: Michael Edi Hariyanto melakukan orasi di depan massa Partai Demokrat yang mengikuti kampanye terakhir kemarin.

Partai Demokrat Kampanye Terakhir di Lapangan Maron Genteng

Dihadiri Puluhan Ribu Massa, Tetap Aman dan Tertib Kampanye terakhir Partai Demokrat di Dapil V yang digelar di Lapangan Maron, Kecamatan Genteng, seolah membuat Banyuwangi membiru secara keseluruhan.

FOTO-FOTO: NIKLAAS ANDRIES/RaBa

IKUT PAWAI: Ketua DPC Partai Demokrat Michael Edi Hariyanto (kanan) dan Wakil Bendahara Arvy Rizaldi di atas mobil.

BERBAGAI sudut jalan yang tersebar di sejumlah sudut kota dipenuhi ratusan bahkan ribuan pendukung partai berlambang mercy ini. Dengan mempergunakan sepeda motor, massa bergerak menuju lokasi kampanye. Mereka terkosentrasi di beberapa titik sebelum bertolak menuju area lokasi kampanye. Seperti massa Dapil I yang berangkat dari kantor DPC Partai Demokrat. Disambung kemudian massa semakin bertambah di beberapa titik yang menjadi basis kekuatan calon anggota legislatif (caleg) partai ini. Bahkan, di Rogojampi, iring-iringan massa memanjang dari pertigaan

Lincing hingga jalan poros utama Desa Gitik. Atribut dan baju yang serba biru membuat Banyuwangi berubah menjadi lautan biru kemarin (5/4). Kondisi ini semakin kental saat iring-iringan massa memasuki kawasan Dapil III persisnya di Srono dan Cluring. Pertemuan massa Partai Demokrat dari Muncar dan Srono membuat rombongan ini semakin memanjang. Tidak hanya sepeda motor, sekitar 20 truk yang sarat muatan pendukung Partai Demokrat semakin membuat rombongan bertambah panjang. Puncaknya, massa semakin membeludak saat bertemu beberapa kelompok pendukung Partai Demokrat lainnya di Gambiran dan Genteng. Mereka memadati ruas jalan menuju lokasi kampanye. Di Lapangan Maron sendiri, kegiatan ini dihadiri sejumlah pengurus Partai Demokrat, artis Banyuwangi, dan sejumlah pengusaha. Ini sekaligus menjadi partai terakbar yang

pernah di gelar partai ini di beberapa dapil yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Tidak kurang dari 12.000 pengendara motor dan 20.000 massa membirukan Lapangan Maron Genteng. ”Ini terakhir kita kampanye. Demokrat all out untuk mensukseskan acara ini dan pemilu nanti,” tegas Michael Edi Hariyanto, ketua DPC Partai Demokrat. Mirip kampanye sebelumnya, kegiatan ini juga diisi hiburan dari artis ternama Banyuwangi. Seperti Demy, Reny Farida, dan banyak lagi lainnya. Kampanye ini juga memperkenalkan sederet caleg Partai Demokrat dari Dapil V, DPRD Jawa Timur, hingga DPR RI. Meski diikuti puluhan ribu massa, kegiatan ini berjalan dengan aman dan lancar. Usai berkampanye, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. “Ya semua aman dan lancar. Itu yang kami harapkan,” pungkas Michael. (nic/*/als)

MILITAN: Ribuan pengendara sepeda motor berkonvoi menuju lokasi kampanye terakhir Partai Demokrat.

SIMPATISAN: Berbagai elemen masyarakat beriringiringan menuju Lapangan Maron Genteng.

TUMPLEK BLEK: Puluhan pengendara truk tak ketinggalan ikut berkonvoi menuju Lapangan Maron Genteng.

BERGOYANG: Sejumlah artis lokal ikut memeriahkan kampanye terakhir Partai Demokrat di Lapangan Maron.


34

kisan? Kirim ke , puisi, atau lu Punya cerpen . Kami akan mewi@gmail.com budayaradarb aaf, kami tidak M . ini an halam nerbitkannya di lan bagi naskah yang dimuat. ba menyediakan im

BUDAYA

Senja di Bawah Nyiur Oleh Anis Nur Azizah

TAMPAK siluet jingga di ujung-ujung langit yang mengambang. Bayu berhembus pelan. Menyelami jejak-jejak rumput liar. Beliau masih denga tatapan kosongnya. Kucoba menatapnya, tapi beliau tak membalas tatapanku. Di bawah nyiur hijau ini aku duduk bersama beliau. Seorang wanita baya yang teramat kucintai. Yang selalu mencintaiku dalam diam. Pipinya telah membentuk alur-alur yang tak terungkap maknanya. Matanya. Ya, mata itu terlalu kekal dengan kepedihan dan keperihan dalam mengarungi samudra kehidupan ini. “Bu..” panggilku dalam hati. Ingin sekali aku memanggil beliau secara gamblang dan penuh cinta. Tapi, aku tak kuasa. Ketika kusebut namanya. Ketika kulihat sorot matanya. Ketika kulihat keringkihan tubuhnya. Ketika dan ketika. Ketika itu pula bulir mutiara ini mengintip dan membuat anak sungai di kedua pipiku. Saat itulah aku hanya bisa terdiam. “Run, tolong belikan minyak goreng di toko Bu Salma, Nduk!” Perintah Ibu kepadaku. “Aduh, Bu, Runi itu baru pulang sekolah, capek. Malah disuruh beli minyak goreng. Runi mau tidur.” Jawabku dengan nada kesal. “Ya Allah, Nduk, Ibu hanya minta tolong sekali ini saja. Kalau pun Ibu bisa, Ibu pasti beli sendiri. Ibu sibuk masak, Nduk.” Keluh Ibu. “Ya, ya. Ya sudah Runi mau.” Jawabku penuh keterpaksaan. Siang itu. Terukir jelas katakata kasar yang kulontarkan untuk Ibu. Salah satu potongan masa lalu yang mungkin membuat luka di hati Ibu. Air mataku kembali menetes. Ingin kupeluk tubuhnya yang kini masih terduduk di atas rumput segar itu. Mencium pipinya yang menyisakan bekas air mata. Mungkin untukku. Maksudnya karena kelakuanku. Setengah jam telah berl a l u . Ibu ma s i h b e r g e l u t dalam diamnya. Pun tidak menanyakan mengapa aku menangis. Terisak hingga tak ada suara. Bola jingga itu semakin tampak. Jelas tak tertutup awan. Sesekali daun melayang dan terjatuh dengan pelan. Dramatis. Mungkin. “Bu..” dengan gemetar aku memanggil beliau. Kemudian menatapnya. “Iya, kenapa?” Ucapnya singkat. Namun, membuatku tak mampu berkata-kata.

“Oh, tidak. Tidak ada apaapa. Hanya saja Runi rindu memanggil Ibu.” Jawabku. “Apa kamu tidak bahagia, Nduk, bisa bekerja di instansi pemerintahan? Apa Ibu terlalu memaksakan kehendak?” Ujar Ibu sambil menatapku penuh tanya. “Oh, bukan itu maksud Runi, Bu. Runi bahagia bisa jadi DPR di Samarinda. Maafkan kata-kata Runi ya, Bu.” Ucapku sambil mencoba meraih tangan Ibu dan menciumnya. Lagi-lagi air mata ini mengalir. Membasahi tangan Ibu. Yang kini tanpa diminta sudah penuh dengan lipatan. Tapi, itulah yang ditunggu beliau. Aku berusaha sekuat batinku. Menahan kekalutan ini. Sebenarnya aku tak hendak jadi DPR. Tapi, Ibu punya mimpi cantik dan harapan pada pekerjaan di pemerintahan. Beliau berharap aku bisa menyalurkan aspirasi rakyat, mengayomi dan adil terhadap rakyat. Karena kini demokrasi bukanlah demokrasi yang dahulu pernah dikatakan oleh Abraham Lincoln. Apalagi sekarang pekerjaanku di Samarinda. Jauh dari Ibu yang tinggal di Banyuwangi. Tak ada lagi orang yang selalu memarahiku, memanjakanku, dan mencintaiku dalam diam. Pergolakan batin ini seakan mengoyak-koyak ulu hati. Namun, tak pernah kuungkapkan kepada beliau tentang hal ini. Dukanya adalah dukaku. Senyumnya adalah senyumku. Tapi, deritanya kadang bukan deritaku. Karena itulah diriku. Runi gadis kecil Ibu yang tak pernah mau mengerti tentang kekekalan derita Ibu. Kini telah tumbuh menjadi wanita berusia tiga puluh tiga tahun dengan satu orang anak laki-laki. Meski demikian, aku tetap manja dengan Ibu. Sama seperti aku kecil dulu. Idem. Kerlap-kerlip lampu menghiasi hajatan milik teman Ba p a k . D i s e p a n ja n g ja lan dipadati pedagang kaki lima yang menjual beraneka ma c a m ma i na n , p e r m e n maupun makanan ringan. Mataku membelalak berbinar-binar melihat begitu banyak mainan di sepanjang jalan. Aku meraih tangan Ibu dan menarik-tariknya. Berharap beliau mau melihat mimikku. “Ibu, Ibu, Luni mau itu. Luni mau.” Rengekku kepada Ibu sambil menunjuk mainan masak-masakan. “Ayo, masuk dulu, Nduk. Nanti pulangnya saja kita beli.” Ucap Ibu lembut.

“Nggak mau! Pokoknya beli sekalang. Nanti masak-masakannya hilang, Bu.” Aku merengek lagi. Namun, kali ini lebih memaksa. “Endak, endak. Sudah ayo! Nanti Bapakmu marah.” Perintah Ibu sambil menarik tanganku. Sontak aku menangis keras. Mengguling-gulingkan tubuh di atas tanah. Aku tak peduli dengan semua orang yang ada di sekelilingku. Melihatku penuh tanda tanya. Ibu terlihat kebingungan melihat tingkahku. Beliau lalu menggendong dan membelikanku mainan masak-masakan. Baru kami masuk tempat undangan dan aku telah berhenti dari tangisku. Diakhiri tawa-tawa kecil karena mainan baru. Ibu sama sekali tak memperhatikan tingkahku. Beliau asyik ngobrol bersama istri teman Bapak yang hari ini mengkhitankan anaknya yang pertama. Bayu bertiup mesra. Mengiringi dedaunan kering yang berlari-lari kecil. Menghadirkan nostalgia yang mengundang senyum, getir, haru, lucu bahkan air mata. Si raja siang mulai menyelinap di ujung laut yang membiru. Menyisakan siluet mega. Menghadirkan sang dewi malam yang penuh keheningan dan kepekatan. Namun, tetap menyisakan cercah-cercah cahaya yang menembus rimbunnya dedaunan hutan. Begitu pula Ibu. Sang dewi malam dalam hidupku. Oh, bukan. Bukan. Sang belahan jiwaku. Penuh cinta. Kutatap mata beliau yang kini mulai cekung. Menyelami masa-masa bersama o ra n g y a n g t e rk a s i h i n i . Sungguh, aku tak kuasa berdiam diri saja. Memandangi dan hanya menatap beliau sedari tadi. Kupeluk tubuhnya. Kusandarkan kepalaku di bahunya. Aku ingin menc i u m a ro m a p e r j u a n g a n beliau yang telah membesarkan putrinya ini. Kurasakan kehangatan menye-

limuti tubuhku. Ibu masih tak mengucapkan apa-apa. Tapi pelukan darinya sudah mampu melukiskan betapa rindunya Ibu dengan diriku. Yang telah bertahun-tahun b e r p i s a h d e n ga n b e l i au . Tak terasa hujan telah membasahi pundak Ibu. Lagi-lagi aku menangis dan kali ini kulihat matanya berkacakaca. Dan ternyata beliau membendung anak sungai itu. Ya, aku tahu. Begitulah Ibuku yang sejati. Ibu paling kuat di dunia. “Sebentar lagi maghrib, ayo kita pulang, Run.” Ajaka Ibu kepadaku. Deg!! Aku tersontak. Sejak kami duduk-duduk di bawah nyiur, beliau sama sekali tidak memanggil namaku. Tapi kali ini beliau benar-benar mengucapkannya. Memanggilku. Runi. Aku berlari menjajari langkahnya dan meraih tangannya. Menggenggam erat. Dalam batinku menangis. Mengaduh-aduh. Menghadapi beribu polemik yang menggunung yang harus ditimpakan wakil rakyat sepertiku. Dan sungguh aku merasa sudah tak sanggup dengan bebab-beban ini. Ditambah kerinduan kepada Ibuku. Mulutku selalu terkunci untuk topik yang satu ini. Ini bukanlah mimpiku. Bukan mimpi gadis kecil yang bernama Runi. Namun, kebahagiaan Ibu adalah mimpiku. Maka cita-cita beliau yang begitu luhur akan kuperjuangkan sampai akhir. Bila kuteteskan sepuluh peluh Engkau berikan seratus peluh. Tanpa diminta tanpa ditanya, Tentang keikhlasan, Semua tentang dirimu selalu Berharga bagiku, Ibu. *) Siswa Madrasah Aliyah Negeri Srono.

Minggu 6 April 2014

SAJAK-SAJAK

Tempayan teringat janji manis bibirmu kau pulang dari kejahuan matamu tampak berkedip sinar tubuhmu tampak semu depan kaca hantu rindu bergelayut dalam lamunan angan-angan yang kutorehkan lewat angin seakan kembali dengan perasaan duka gelisah, gundah, resah hati memikirkanmu, mak bayanganmu selalu muncul di dapur tepat di atas tempayan yang kau buat dengan rajutan rotan perpisahan Indana Maulana. Penyuka puisi.

Bunga di Taman Embun pagi menghiasi setiap sudut Angin sepoi-sepoi menjadi daya tarik Hujan rintik-rintik membasahimu Harum wangi yang kau sebarkan Bilamana waktu malam Kau dihiasi gemerlap cahaya lampu Jikalau pagi, kau mulai bermekaran Bahkan panas terik matahari Bukan penghalang untukmu Bunga... Dimas Aji Bimantara. Penyuka puisi.


BERITA UTAMA

Minggu 6 April 2014

31

HALAMAN SAMBUNGAN

Dilarang Membawa Kartu Pintar ke TPS Bentuk Tim Dokter Spesialis Pemilik Kalung Belum Lapor Polisi

n GENDONG...

Sambungan dari Hal 25

Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi mengatakan, pihaknya memang mendengar informasi terkait penjambretan yang dialami seorang nenek di Jalan Raya Desa Tanjung Glu-

n HARI INI...

Sambungan dari Hal 25

“Kita berharap parpol dan caleg akan mencopot sendiri alat peraga dan atributnya,” cetusnya. Bila ditemukan ada parpol dan caleg tidak membersihkan alat peraga dan atributnya, maka pada Senin (7/4) akan dilakukan evaluasi. Selanjutnya, Panwaslu bersama Satpol PP Kabupaten Banyuwangi akan melakukan pembersihan. “Kita akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk membersihkan,” katanya. Meski Panwaslu dan Satpol PP akan membersihkan, Rorry menyebut pemasangan atribut parpol dan alat peraga hingga H-1 coblosan itu ter masuk perbuatan pidana. “Bila ditemukan di lapangan, kita

SHULHAN HADI/RaBa

MUNGIL: Warga menunjukkan kartu pintar milik caleg yang berukuran kecil.

akan menindaklanjuti perbuatan pidana itu,” cetusnya. Sementara itu, Panwaslu juga menggelar bimbingan teknik

(bimtek) bagi pengawas pemilu lapangan (PPL) di hotel AJM Genteng kemarin. Kali ini Panwas menyampaikan beberapa perubahan terbaru. Dalam kesempatan itu, Lilikh Maslikhah, salah satu anggota Panwaslu mengatakan, terkait gejolak di tengah masyarakat mengenai penggunaan kar tu pintar saat di tempat pe mungutan suara (TPS). Dia menegaskan kartu pintar pada saat hari H pencoblosan tidak boleh dibawa masuk ke TPS. Apabila diketahui ada salah satu warga yang kedapatan membawa kartu pintar atau sejenisnya, maka sanksi akan dikenakan kepada parpol atau caleg yang namanya tertera dalam kartu tersebut. “Itu tidak boleh,” tegas Lilikh. Karena itu, Lilikh mengimbau

kepada PPL, parpol, dan caleg, bekerja sama dengan baik agar kejadian seperti itu tidak terjadi. “Kita imbau PPL, parpol, dan caleg untuk bekerja sama agar semua lancar,” ajaknya. Lilikh menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menyamakan persepsi dengan KPU Banyuwangi terkait hal itu. Harapannya, pada saat pelaksanaan nanti tidak ada perbedaan pendapat mengenai hal yang bersifat teknis. “ Kita akan bermusyawarah dengan KPU untuk menyamakan persepsi,” cetusnya. Untuk diketahui, saat ini banyak beredar kartu pintar yang dianjurkan dibawa saat pencoblosan. Hal itu menyebabkan pro-kontra di antara tim sukses di lapangan. (abi/sli/c1/bay)

Kunci Dipegang Polisi, Dispendik, dan PT n RUANGAN... Sambungan dari Hal 25

Tidak tanggung-tanggung, ruang khusus tersebut dikunci tiga gembok berbeda. Masingmasing kunci gembok beserta kunci cadangannya dibawa tiga petugas dari unsur berbeda. Kunci pertama dipegang petugas kepolisian, kunci kedua diamankan petugas Dinas Pendidikan (Dispendik), dan kunci ketiga diamankan petugas perguruan tinggi (PT) selaku pe-

ngawas pendidikan. Dengan demikian, pintu ruang khusus tersebut baru bisa dibuka jika ketiga unsur tersebut membuka gembok secara bersamaan. Jika hanya dibuka oleh salah satu pihak, maka pin tu ruang khusus tempat menyimpan soal Unas 2014 itu tetap terkunci. Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf melalui Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Kompol Sujar wo mengatakan, pi haknya menjamin sela ma

berada di Mapolres Ba nyuwangi, soal Unas 2014 aman dan steril dari kebocoran. “Soal Unas 2014 kami tempatkan di ruang khusus dan digembok do bel tiga. Masing-masing kun ci gembok beserta kunci ca dangannya dipegang kepolisian, Dispendik, dan PT,” ujarnya kemarin (5/4). Sujarwo menambahkan, penga manan soal Unas tidak hanya akan berhenti sampai tahap soal berada di Mapolres Banyuwangi. Dikatakan, penga-

walan ketat juga akan dilakukan hingga proses pendistribusian soal Unas 2014 dari tingkat kabupaten ke masing-masing rayon dan distribusi dari tingkat rayon ke sub rayon. Tidak hanya itu, pengamanan serupa juga akan dilaksanakan pada proses pendistribusian soal unas dari tingkat sub rayon ke masing-masing sekolah penyelenggara Unas 2014. “Setiap sekolah akan dijaga satu personel kepolisian,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

n DILEMATIS... Sambungan dari Hal 25

Taufik membentuk tim yang beranggota enam dokter spesialis dan beberapa perawat untuk menyambut kepulangan Uul. Prinsipnya, RSUD Blambangan akan meneruskan perawatan yang telah dilakukan RS di Taiwan. Uul nanti

gur. Meski begitu, Wahyudi menyebutkan bahwa sampai saat ini pihak korban belum melaporkan kasus penjambretan tersebut. “Di polres atau di polsek belum ada laporan. Kami imbau masyarakat selalu berhati-hati kapan pun dan di mana pun,” kata AKP Wahyudi. (rri/c1/bay)

harus terus disokong alat bantu pernapasan. Itu yang membuat tim RSUD Blambangan merasa dilematis. ‘’Kami hanya punya satu unit respirator. Nanti kalau tiba-tiba ada pasien yang mendadak butuh alat tersebut, apakah dirujuk ke RS lain atau bagaimana? Nanti kita pikirkan bersama,” ujarnya. (abi/c1/bay)

Salah Satu Master Angklung n BAJU... Sambungan dari Hal 26

“Rupanya itu firasat beliau (Sutejo),” ujar Ketua DKB Samsudin Adlawi sebelum pengajian dan doa bersama untuk almarhum H. Sutejo. Masyarakat Banyuwangi, terang dia, perlu meneladani dan meneruskan perjuangan H. Sutejo Hanafi, terutama di bidang seni angklung. “Beliau merupakan master angklung. Semoga ada penerusnya,” harapnya. Pelaksana Tugas (Plt) kepala Disbudpar M. Yanuarto Bramuda mengatakan, baju khas Osing yang diserahkan kepada ahli waris H. Sutejo itu bukan sekadar hadiah bagi almarhum, melainkan hadiah bagi seluruh

masyarakat Banyuwangi. “Ini baju khas Banyuwangi,” ujarnya. Bramuda berharap, baju khas Banyuwangi itu menjadi ikon Bumi Blambangan seperti halnya tari gandrung. “Baju khas Banyuwangi bebas dibuat dan diperjualbelikan masyarakat, sehingga bisa menjadi salah satu sumber pendapatan rakyat Banyuwangi,” terangnya. Acara yang ditempatkan di pelinggihan Disbudpar Banyuwangi itu berjalan khidmat dalam suasana kekeluargaan. Sekretaris DKB Bambang Lukito yang menjadi pembawa acara dalam pengajian tersebut mengatakan H. Sutejo Hanafi merupakan orang baik dan berpengaruh di Banyuwangi. Jasa-jasanya di bidang seni

sangat besar dan tidak bisa dinilai dengan uang. “Semoga itu menjadi amal ibadah dan diterima Tuhan Yang Mahaesa,” kata dia. Acara yang diselenggarakan mulai pukul 13.00 itu dihadiri lebih dari 50 seniman dan birokrat. Dari kalangan sastrawan hadir Fatah Yasin Noor dan Abdullah Fauzi. Dari kalangan seni lukis hadir pelukis gaek Ba nyuwangi S Yadi K. Dari kalangan fotografer hadir John Rahmatullaoh. Dari kalangan seni musik hadir Kenong dan Ribut. Selain itu, hadir pula pemilik Sanggar Genjah Arum Desa Kemiren Setiawan Subekti. Mereka membaur menjadi satu dan membaca tah lil dengan khusyuk. (sgt/c1/abi)

Membantu Distribusi LJK dan Soal n PENDAFTARAN... Sambungan dari Hal 25

Setiap ketua Wilker membawahi beberapa kecamatan. Lima wilker tersebut adalah Wil ker Blambangan, Wilker Genteng, Wilker Rogojampi, Wilker Bangorejo, dan Wilker Banyuwangi. Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)SMPBanyuwangi,Sahroni,menjelaskan tugas para ketua wilker dalam perhelatan try

out kali ini adalah mengoordinasikan dan bertanggung jawab pada saat pendaftaran. “Jika adasekolahSMP/MTsyangbelummendaftarkan diri, bisa segera berkoordinasi dengan para ketua wilker” tutur Sahroni. Sahroni menambahkan, lima wilker itu sa ngat membantu proses pendaftaran hingga pendistribusian lembar jawaban komputer (LJK) dan soal try out ke sekolah masing-masing. “Meski pelaksanaan try out SMP masih dua pekan lagi, tapi kami

ingatkan kepada para wilker agar segera berkoordinasi dengan pihak sekolah di wilayah masing-masing,” jelas Sahroni. Try out tersebut merupakan kerja bareng Jawa Pos Radar Banyuwangi dan Dispendik Banyuwangi bersama MKKS SMP se-Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan itu di dukung Lembaga Bimbingan Belajar Sony Sugema College (SSC) Banyuwangi, Bank Muamalat Banyuwangi, Treq, dan Murahkom Genteng. (*/c1/bay)

Diduga Pencabulan Sering Terjadi n HENDAK... Sambungan dari Hal 25

Dugaan pencabulan terhadap Sa ritem (nama samaran) itu terjadi sekitar pukul 13.00 kemarin (5/4). Saat kejadian, bocah berusia delapan tahun itu diajak jalan-jalan Husen ke salah satu lahan tidak jauh dari rumahnya. “Tersangka di du ga sedang

merayu korban,” terangnya. Di lahan pekarangan itu, terang Kapolsek Edi, tersangka mencoba membuka pakaian yang dikenakan korban. Rupanya, aksi sang kakek itu diketahui salah satu warga sekitar. “Warga itu melapor ke warga lain. Lalu, mereka bareng-bareng datang ke lokasi kejadian,” cetusnya. Melihat korban sudah tidak

me makai pakaian, warga langsung emosional. Di antara war ga, ada yang menghajar ter sangka karena dianggap keterlaluan. “Keluarga korban dan warga membawa tersangka ke polsek,” katanya. Salah satu sumber di polsek me nyampaikan, korban mengaku tidak hanya kali ini dicabuli tersangka. Perbuatan

tidak patut itu diduga sudah sering kali dilakukan. Hingga sore kemarin tersangka masih menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Banyuwangi. “Tersangka masih kita periksa di PPA, dan selanjutnya akan kami tahan,” cetus Kasatreskrim AKP Nandu Dyanata kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. (abi/c1/bay)

Total Tunggakan Rp 100 Juta n PENGUSAHA... Sambungan dari Hal 25

Itu sering terjadi. “Sebenarnya kalau ada omongannya, kita lega. Kita optimistis akan dilunasi,” ujarnya. Sementara itu, pemilik percetakan Mitra Abadi Genteng, Heri, mengakui ada beberapa caleg yang sulit dan terkesan ku ra n g k o m i t m e n d a l a m mem bayar tanggungan. Hal

itu membuat dirinya cemas. “Ada yang memang perjanjian, ada pula yang memang punya iktikad tidak tepat waktu,” ujarnya. Kondisi seperti itu memang serba menyulitkan pelaku usaha percetakan. Sementara ba nyaknya order dari caleg juga merupakan kesempatan emas meraup untung. Namun, pembayaran yang molor menyulitkan mereka. “Kita

serba repot. Ini kan peluang, tapi kalau kebetulan pelanggannya ada masalah, kita bisa kena imbasnya,” tegas Aditya. Heri dan Aditya mengakui, tunggakan semacam itu bisa menimpa caleg semua partai. Ada yang punya tunggakan Rp 3 juta, ada pula yang nilai tunggakannya besar. Jika dikumpulkan, tunggakan para caleg bisa mencapai angka seratus juta rupiah. “Per orang

ada yang tiga juta rupiah. Semua totalnya kurang-lebih seratus juta,” ujar Heri. Dia menambahkan, langkah antisipasi yang dilakukan agar tidak sampai merugi adalah sering berkomunikasi. Selain itu, senjata terakhir yang digunakan adalah keyakinan. “Sebelum meyakinkan hati rakyat, tolong jangan mengecewakan pe laku bisnis percetakan,” pungkasnya. (sli/c1/bay)

Bangga karena Jadul, Antik, dan Bersahaja n RANGKA... Sambungan dari Hal 25

Komunitas lang ellangan memang menonjolkan kesan klasik dan antik. Sehingga, mereka tetap percaya meski berdampingan dengan motor-motor produksi terbaru. “Rasa bangga memang ada pada kesan jadul-nya itu,” terang Slanky Ambon, salah satu penggemar motor lang ellangan di Situbondo. Menurut Slanky Ambon, mencari motor produksi terbaru tidaklah sulit asalkan punya uang. Cukup mendatangi diler motor, mereka bisa memilih jenis motor yang disukai. Namun, memiliki motor antik semacam lang ellangan, banyak uang tidak menjamin bisa memilikinya. “Karena barangnya semakin langka, kecuali kalau memodifikasi sendiri. Artinya, motor lain yang memiliki bodi dasar tak terlalu jauh berbeda dengan lang ellangan dipermak menjadi lang ellangan, ya bisa juga,” terang bapak satu anak itu. Lelaki yang akrab disapa Slank tersebut mengakui dirinya sudah sekitar 15 kali gonta-ganti motor lang ellangan. “Gontaganti karena saya jual jika ada yang ber-

minat. Sekarang ini peminat motor lang ellangan di Kabupaten Situbondo memang terus tumbuh,” terang pria yang juga bekerja sebagai modifikator lang ellangan tersebut. Pria asal Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, itu menyebutkan, perkenalannya dengan motor lang ellangan berawal sekitar awal 2000-an. Saat itu dia dibelikan sang kakak. “Sebenarnya ingin motor yang baru sih. Tapi setelah lama bersama, didandani, kok asyik juga, akhirnya bertahan sampai sekarang,” imbuhnya. Fathor Rahman, penggemar motor lang ellangan lain mengungkapkan, dirinya jatuh cinta kepada motor yang diproduksi ta hun 1970-an itu karena kesan jadul dan antik. Bapak satu anak itu menilai, motor tersebut sangat lekat dengan kesederhanaan dan bersahaja. Sebab itu, Fathor berjuang keras agar mendapatkan motor lang-ellangan yang se karang dimilikinya. Dia hunting ke mana-mana, mulai minta bantuan temante mannya hingga mencarinya di toko online. “Alhamdulillah saya mendapatkan milik salah satu warga di Kecamatan Situbondo. Yang membuat saya bangga, semua barangnya masih orisinal, tidak ada

modifikasi. Hanya catnya saja yang sudah lusuh. Makanya saya cat lagi. Yang lain saya pertahankan,” terangnya. Menggunakan motor lang-ellangan, sebetulnya Fahor ditentang keluarganya. Se bab, motor tersebut sudah telanjur melekat dengan image kumuh dan kotor. Akhirnya, Fathor berjuang menghilangkan kesan tersebut. “Makanya begitu mendapatkannya, tidak langsung saya bawa pulang ke rumah. Langsung saya serahkan ke bengkel agar dicat dan ditambahi sejumlah aksesori agar cantik. Sekarang keluarga bisa menerima setelah melihat barangnya bagus,” jlentrehnya. Denis Herliansyah, penggemar lain, mengaku lebih tertarik kepada lang ellangan karena performa jadul-nya. Terkait mesin, dia lebih memilih menggantinya dengan mesin motor baru. “Artinya, rangka tua tapi mesin muda,” katanya seraya tertawa terbahak. Dari dua motor lang ellangan yang dimiliki Denis, semua memang hasil modifikasi Honda Astrea Grand dan Honda Supra Fit. “Kalau dihitung-hitung, memodifikasi memang lebih mahal. Tapi gak masalah yang penting puas,” tandas remaja kelahiran 1993 itu. (c1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

UNIVERSAL: Kopi tak hanya dinikmati kalangan tua, kaum muda juga menyukainya.

Dikipasi supaya Cepat Dingin n MENYANGRAI... Sambungan dari Hal 32

Wajan berbahan tanah liat itu terlebih dahulu dipanaskan selama 30 menit sampai satu jam hingga temperature mencapai kurang-lebih 250 derajat celcius. Cara sederhana bisa dilakukan untuk mengetahui apakah suhu wajan sudah tinggi atau belum. Caranya, wajan tersebut ditetesi air. Jika dalam sekejap tetesan air tersebut mengering, berarti suhu wajan sudah tinggi, di atas 200 derajat celcius. Setelah suhu wajan mencapai se kitar 250 derajat celcius,

masukkan kopi sebanyak ¾ kilogram (kg). Sejak menit pertama kopi dituang ke wajan hingga menit ke sepuluh, kata Setiawan, perubahan warna kopi tersebut berlangsung cukup lambat. “Sebab, kadar air dalam biji kopi masih tinggi. Hingga menit kesepuluh, kadar air tersebut menurun secara perlahan,” ujarnya. Setelah menit ke sepuluh, perubahan warna kopi akan ber langsung cepat. Karena itu, kopi harus diaduk dengan ce pat agar kematangannya merata. Pada menit ke sepuluh tersebut, imbuh Setiawan, akan terdengar suara biji kopi pecah.

Setelah bunyi tersebut hilang, akan terdengar bunyi serupa pada menit ke 12. Saat itu, warna biji kopi sudah mendekati cokelat. “Sebelum biji kopi mengeluarkan minyak, kopi tersebut harus segera diangkat,” kata dia. Pria yang karib disapa Iwan ini menambahkan, setelah diangkat, kopi tersebut harus segera didinginkan dengan cara dikipasi. “Kopi harus cepat dingin agar tidak gosong,” tuturnya. Setelah matang, sebaiknya kopi tersebut disimpan beberapa saat dalam wadah tertutup selama beberapa saat. “Setelah itu baru digiling,” kata dia. (sgt/c1/als)


MINGGU l 6 APRIL 2014 l HALAMAN MAN 32

TRADISIONAL: Biji kopi yang disangrai harus terus menerus diaduk.

Menyangrai Pakai Wajan Tanah Liat dan Kayu Bakar MENYANGRAI kopi yang benar ternyata tak sesulit seperti yang dibayangkan. Hanya bermodal ketelatenan dan peralatan-peralatan tradisional, kita sudah bisa menghasilkan kopi dengan cita rasa yang “benar-benar kopi”. Pakar kopi internasional asal Banyuwangi, Setiawan Subekti mengatakan, wajan yang digunakan menyangrai kopi sebaiknya terbuat dari tanah liat, bukan wajan berbahan logam. Proses penyangraian kopi disarankan dilakukan di atas tungku dengan bahan bakar kayu n  Baca Menyangrai...Hal 31

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

KHAS: Penikmat kopi menjajal kopi Made In Kemiren. Rasa kopi Banyuwangi tidak kalah dengan kopi produksi kota-kota lain di dunia.

Banyuwangi Kota Kopi PREDIKAT Kota Kopi sangat patut di sandang Kota Banyuwangi. Bukan tanpa alasan, sejumlah fakta dapat menjadi dasar julukan keren baru bagi kota yang juga dikenal dengan sebutan Kota Gandrung ini. Salah satunya, luas kebun kopi yang tersebar di seantero Banyuwangi merupakan yang terluas di antara kota dan kabupaten lain di Jatim, bahkan mungkin terluas se-Pulau Jawa. Tidak sedikit kebun kopi di Bumi Blambangan merupakan kebun kopi yang telah berdiri sejak masa kolonial Belanda dan Inggris. Kini, kebun-kebun kopi di Banyuwangi tidak hanya dikelola perusahaan negara (PT. Perkebunan Nusantara/PTPN), banyak pula kebun kopi yang dikelola pe rusahaan perkebunan swasta dan perkebunan rakyat. Bentang alam Banyuwangi pun menjadi salah satu faktor pembeda antara

kopi Banyuwangi dan kopi asal daerah lain. Sebagian besar kebun kopi di Bumi Blambangan ini “menghadap” ke arah timur. Kebetulan, di arah timur Kota Ba nyuwangi ini membentang Selat Bali. Akibatnya, selain mendapat sinar matahari pagi, kebun kopi di wilayah Banyuwangi mendapat kiriman uap air laut dari embusan angin laut. Bukan itu saja, tanaman kopi di wilayah Banyuwangi juga mendapat kiriman uap belerang dari Gunung Ijen. “Faktor-faktor tersebut mampu memberikan cita rasa tersendiri terhadap kopi Banyuwangi,” ujar pakar kopi internasional asal Banyuwangi, Setiawan Subekti. Dan yang tidak kalah penting, minum kopi sudah membudaya di kalangan masyarakat kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Bahkan ada idiom di kalangan masyarakat yang menyatakan, “Kalau orang sehat minumnya kopi. Kalau

orang sakit, minumnya teh”. Ditambah lagi, akhir-akhir ini kedai kopi semakin menjamur di Banyuwangi. Minum kopi pun semakin digemari masyarakat. Namun sayang, meski stok kopi di Banyuwangi yang notabene memiliki kualitas prima melimpah, ternyata masih banyak kedai kopi maupun hotel yang menyajikan kopi instan kepada para konsumen. Akibatnya, konsumen yang meminum kopi tersebut sama sekali tidak terkesan. Sebab di mana pun kita mengonsumsi kopi instan tersebut, rasanya akan sama. “Harapan kami, siapa saja yang datang di Banyuwangi dan minum kopi di mana saja di seantero Bumi Blambangan ini, maka orang tersebut akan mendapatkan cita rasa kopi yang benar,” cetus Setiawan. Nah, untuk semakin menggaungkan predikat Banyuwangi sebagai Kota Kopi tersebut diperlukan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan me-

minimalkan penggunaan kopi instan di hotel maupun kedai-kedai kopi. Mindset warga bahwa kopi harus hitam dan pahit pun harus diubah. Sebab jika kopi disangrai hingga berwarna hitam, berarti kopi tersebut telah hangus. Akibatnya, apa pun yang disangrai, rasanya sama, pahit. “Cara penyangraian yang benar akan menghasilkan kualitas aroma dan cita rasa yang optimal,” kata lelaki yang karib disapa Iwan tersebut. Iwan menambahkan, untuk mendapatkan cita rasa yang optimal, penyangraian kopi tidak harus menggunakan peralatan canggih dan mahal. Asal caranya benar, penyangraian tra disional juga bisa menghasilkan setara dengan kopi yang disangrai dengan mesin modern tersebut. “Karena sudah ter-branding Banyuwangi sebagai Kota Kopi, maka kita harus mampu menyajikan kopi yang benar dan disukai banyak orang,” pungkasnya. (sgt/c1/als)

Simpan Kopi dalam Bentuk Biji

PLUNGER: Alat penyeduh kopi yang dapat memisahkan ekstrak kopi dengan ampas kopi.

DRIPPER: Alat ini digunakan untuk meneteskan kopi secara perlahan, sehingga dihasilkan cairan kopi yang kental dan aromatik.

GRINDER: Alat penggiling biji kopi yang sudah disangrai.

ISTILAH kopi tubruk mungkin sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Banyuwangi. Tetapi, siapa sangka istilah keren itu ditengarai merupakan istilah serapan dari Bahasa Inggris, yakni true brewing (benar-benar diseduh). Nah, kali ini pakar kopi Banyuwangi, Setiawan Subekti, berbagi tips menyeduh dan menyajikan kopi yang benar. Dikatakan, satu sendok makan penuh bubuk kopi (sekitar 10 gram) diseduh 200 mililiter dengan temperature 90 derajat celcius. Air tersebut sebaiknya bukan air yang dipanaskan dengan mesin dis penser dan yang telah disimpan di dalam termos. Air yang digunakan menyeduh kopi sebaiknya benar-benar air yang baru dimasak hingga mendidih. “Setelah air mendidih, kompor langsung dimatikan. Tunggu sebentar hingga air tersebut “tenang” (tidak ada gelembung-gelembung udara). Jika air sudah tenang, berarti suhu air itu sudah sekitar 90 derajat celcius,” tukasnya. Sementara itu, tips menyimpan kopi yang baik adalah sebagai berikut. Kopi

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

KENTAL: Buih kopi berwarna kecoklatan saat diseduh.

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

TUTUP RAPAT: Kopi yang telah disangrai hendaknya disimpan dalam bentuk biji.

yang telah disangrai sebaiknya disimpan dalam bentuk biji yang belum ditumbuk.

“Itu akan membuat kopi lebih tahan lama jika dibandingkan kopi yang disimpan dalam bentuk bubuk,” kata Iwan. Biji kopi yang telah disangrai hendaknya disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. Wadah tersebut juga harus dijauhkan dari bumbu-bumbu masak atau pun benda-benda berbau tajam. “Sebab, kopi bersifat hidroskopis. Kadar air biji kopi yang telah disangrai sangat rendah sehingga akan menyerap aroma benda-benda di sekitarnya,” pungkasnya. (sgt/c1/als)

KOTA-KOTA KOPI DI DUNIA Pencinta kopi zaman sekarang, terutama yang ada di kota-kota besar, sudah semakin cerdas dan peduli terhadap keberadaan kopi. Mereka tidak hanya tahu di mana ada kopi enak, tapi juga mereka ingin tahu bagaimana caranya kopi diproduksi. Seperti dilansir kopikeliling.com, ada beberapa kota besar di dunia yang penduduknya sangat peduli sama kopi. Konon, di kota-kota ini kopinya tidak hanya enak, tapi memang ini kota-kota kopi terbaik di dunia. Berikut beberapa “kota kopi” di dunia, versi CNN. LONDON Coffee shop yang memfokuskan diri pada espresso pertama kali di kota ini dibuka oleh orang-orang Australia dan orang New Zealand. Sejak saat itu, coffee shop semakin menjamur di kota London yang cantik ini – terlebih selama 5 tahun terakhir. Yang banyak diminati oleh orang-orang London adalah flat white, tapi nggak sedikit juga di antara mereka yang menggemari cappuccino.

MELBOURNE Kopi sudah menjadi bagian dari masyarakat Melbourne, dan bahkan setahun sekali diadakan coffee expo di sini. Yang paling banyak dipesan adalah latte, cappuccino, dan flat white, tapi nggak sebanyak piccolo. REYKJAVIK, ISLANDIA Orang Islandia adalah penggila kopi. Dulu cafe-cafe di Reykjavik hanya menjual makanan, baru sekitar 25 tahun lalu orang mulai peduli gimana caranya supaya ada kopi enak di dalam coffee shop. Kalau dulu orang hanya peduli pada kue yang enak, mereka sekarang menuntut supaya kopi dan kuenya sama-sama enak. Orang Islandia paling suka minum latte atau cappuccino. Drip coffee hanya dibuat di rumah-rumah.

ROMA Kopi adalah bagian dari budaya Italia, karenanya jarang banget ada orang Italia yang nggak minum kopi. Tapi, percaya nggak percaya, ternyata agak susah menemukan espresso yang pas di Italia. Kalau mau ngopi di Italia, kota yang terbaik adalah Roma. Orang Italia hanya minum kopi yang mengandung susu saat sarapan pagi, dan ketika mereka ke coffee shop, biasa yang mereka order adalah espresso. SINGAPURA Orang-orang Singapura saat ini sudah sangat terobsesi dengan latte art, jadi menurut mereka, coffee shop yang baik itu yang latte art-nya keren. Mereka sendiri adalah penggemar latte, mocha, dan cappuccino.

SEATTLE Kopi adalah matahari terbit bagi penduduk Seattle, dan si duyung hijau itu sebenarnya hanyalah bagian kecil dari pemandangan kota Seattle yang sangat gila kopi. Orang-orang setempat bisa memesan espresso, cappuccino, dan single-origin pour. VIENNA, AUSTRIA Pada tahun 2011, rumah-rumah kopi di Vienna dimasukkan oleh UNESCO ke dalam daftar Intangible Heritage. Sejak tahun 2012, setelah kota ini menjadi tuan rumah Worl Barista Championships, lebih banyak lagi coffee shop baru bermunculan. Orang Vienna sendiri adalah penggemar espresso dan cappuccino. WELLINGTON, NEW ZEALAND Hubungan antara pemilik coffee shop dan para pelanggannya di kota kecil ini sangat hangat, dan orang Wellington hanya mau minum flat white. Rata-rata kopi di New Zealand memang sangat enak. (sgt/c1/als)


Radar Banyuwangi | 6 April 2014