Issuu on Google+

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

SENIN 5 MEI TAHUN 2014

Distribusi Soal Unas SMP

HALAMAN 25

Eceran Rp 5.750

Soal dikirim ke masingmasing polsek Minggu kemarin (4/5)

Soal dikirim dari polsek menuju lokasi ujian Senin hari ini (5/5). Pelaksanaan unas diawasi 3 petugas LPMP Jatim.

SOAL UNAS

Unas SMP/sederajat di Banyuwangi PESERTA SMP Negeri SMP terbuka SMP swasta MTs Negeri MTs swasta SMP LB SEKOLAH SMP Negeri SMP swasta SMP terbuka MTs Negeri MTs swasta

: 11.463 siswa : 49 siswa : 4.227 siswa : 2.606 siswa : 4.242 siswa : 17 siswa

: 73 : 87 : 2 : 12 : 78

- Jumlah ruang ujian: 1.239 - Jumlah sub rayon SMP: 22 - Jumlah sub rayon MTs: 12

Diawasi Petugas LPMP Jatim Hari Ini 22.587 Siswa SMP Jalani Unas KUCUR

NGOPAI

Teti A Argo

Puji Penataan RTH PARIWISATA di Banyuwangi saat ini dalam proses tumbuh. Nah, pada proses pertumbuhan pariwisata tersebut, menurut staf pengajar Program Studi (Prodi) Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Bandung (ITB), Teti A Argo, Ph.D. menilai Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berada pada jalur yang benar. Dia mengatakan, di banyak daerah di Indonesia, banyak investor luar yang masuk untuk menanamkan modal di bidang pariwisata n

BANYUWANGI - Sebanyak 22.587 siswa SMP/sederajat memulai pertarungan menuntaskan soal-soal Ujian Nasional (Unas) 2014 pagi ini (5/5). Untuk itu, soal ujian yang sejak beberapa hari lalu disimpan di ruangan khusus Mapolres Banyuwangi, didistribusikan ke masing-masing Polsek lokasi sub rayon penyelenggara unas pagi kemarin (4/5). Proses pendistribusian soal ujian tahunan yang sangat menentukan kelulusan siswa itu dilakukan di bawah pen-

gawalan ketat aparat kepolisian. Dua personel korps baju cokelat didaulat menumpang satu mobil pengangkut naskah soal unas yang didistribusikan ke masing-masing polsek tersebut. Kepala Satuan (Kasat) Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Banyuwangi, AKP Mahmud mengatakan, pengamanan soal unas dilakukan pihak kepolisian sejak tahap pengambilan naskah di tingkat provinsi ke Mapolres Banyuwangi. Pengamanan ketat juga dilakukan saat naskah disimpan di ruang khusus markas kepolisian yang berlokasi di jalan Brawijaya, Banyuwangi tersebut n

GALIH COKRO/RaBa

 Baca Diawasi...Hal 35

DIJAGA KETAT: Petugas masing-masing sub rayon mengambil soal unas SMP/sederajat di Mapolres Banyuwangi.

 Baca Puji...

Turis Kanada Takjub Kesenian BWI

Hal 35

Pentas Seni Ditonton 80 Dosen Unair BANYUWANGI - Pentas kesenian tradisional yang digeber rutin setiap Sabtu malam di Taman Blambangan, Banyuwangi, semakin mendapat tempat di hati masyarakat. LAKON LUTUNG KAMANDAKA: Salah satu adegan seni yang ditampilkan di Taman Blambangan Sabtu kemarin.

Seperti yang terlihat Sabtu malam kemarin (3/5). Meski di depan Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Blambangan digeber pentas musik populer, namun sekitar seribu warga memilih menyaksikan pentas seni yang kali ini menampilkan janger dan aneka tari tradisional yang dibawakan grup “Kharisma Dewata Banyuwangi” asal Kecamatan Muncar tersebut. Tua, muda, laki-laki dan perempuan tumplek-blek di depan panggung pertunjukan Sabtu malam itu n  Baca Turis...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

SIGIT HARIYADI/RaBa

SENI BUDAYA

Perbup Badan Sensor Lagu Osing Tinggal Finalisasi

Tim advokasi dan hukum DKB akan bertemu dengan Bagian Hukum pemkab untuk menyelaraskan kalimat-kalimat dalam perbup” Samsudin Adlawi Ketua DKB

BANYUWANGI Rencana Dewan Kesenian Blambangan (DKB) membentuk Badan Sensor Lagu Osing terus menunjukkan progress menggembirakan. Pembahasan peraturan bupati (perbup) sebagai landasan hukum badan sensor tersebut kini tinggal menunggu finalisasi antara tim advokasi dan hukum DKB dengan Bagian Hukum Pemkab Banyuwangi n  Baca Perbup...Hal 35

Pintu sudah Dibuka, Silakan Bawa Tamu Sebanyak-banyaknya CATATAN sejarah Banyuwangi tambah satu lagi: 1 Mei. Pekan lalu, tepatnya 1 Mei 2014, ada peristiwa penting di Bumi Blambangan. Garuda Indonesia resmi membuka rute penerbangan Banyuwangi-Surabaya PP. Kehadiran maskapai terbaik milik Indonesia itu secara otomatis mendongkrak image. Kini, kota berjuluk sunrise of Java sejajar dengan kota besar lainnya di tanah air.

Garuda masuk Banyuwangi. Selain pertumbuhan ekonomi, juga pariwisata Kota Gandrung yang tumbuh luar biasa. Dan, pilihan itu sangat tepat. Dalam tiga tahun terakhir Banyuwangi tidak hanya berbenah. Tapi berkembang pesat. Indikatornya jelas. Kasat mata. Berbagai penghargaan diraih. Antara lain daerah paling aman untuk invenstasi n  Baca Pintu Sudah...Hal 35

OLEH:

Samsudin Adlawi *

Tradisi Makan Nasi Golong Jelang Unas

Nasi Putih Jernihkan Jiwa, Telur Putihkan Hati Makan nasi golong merupakan tradisi warga Using yang sudah turun temurun. Tradisi ini dilakukan para siswa yang akan mengikuti ujian akhir. Santri pesantren biasanya juga melaksanakan tradisi ini. AGUS BAIHAQI, Banyuwangi Puluhan siswa SMP/MTs kelas IX terlihat duduk bersila di atas tikar yang dibeber di halaman salah satu lembaga pendidikan yang ada di Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan Banyuwangi. Dengan mengenakan pakaian busana muslim, mereka tampak berjejer rapi.

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Ya, Garuda Indonesia identik dengan image. Pesawat Garuda Indonesia tidak pernah mendarat di sembarang tempat. Sebagai perusahaan besar, Garuda Indonesia tidak akan mendaratkan burung besinya di kota/daerah yang biasa-biasa saja. Pasti ada ’sesuatu’ di daerah yang dibidik manajemen Garuda. Mengutip ucapan Faik Fahmi, Direktur Layanan PT Garuda Indonesia (Persero), ada dua alasan utama

Dengan dibimbing salah satu ustadz berpakaian serba putih, para siswa yang pagi ini akan mengikuti ujian nasional (unas), itu tampak khusu mengikuti setiap bacaan kalimah toyyibah yang dipandu oleh sang ustadz. “Mari kita berdoa bersama, semoga lulus dengan nilai baik dalam ujian nanti,” ajak ustadz Abdul Fatah. Sembari menundukkan wajah, puluhan siswa itu membaca kalimah toyyibah bersama sang ustadz hingga 30 menit lamanya. Selama doa bersama ini berlangsung, tidak terdengar ada celoteh dari mereka. “Mari kita pejamkan mata sambil berdoa,” seru ustadz Sidiq yang didaulat memimpin doa. Ustadz yang biasa disapa Gus Sidiq ini, mengajak pada para siswa untuk minta maaf pada sang Kholik, atas perbuatannya yang telah

Peras warga, tentara gadungan dibekuk Jangan-jangan tentara aslinya kecipratan hasil meras!

Innova disasak truk, Kasat Intelkam selamat Kalau yang ini Kasat Intelkam asli, bukan gadungan!

AGUS BAIHAQI/RaBa

ISTIGHOTSAH: Para siswa menangis di sela doa bersama jelang unas.

berani pada kedua orang tua. “Ibu telah mengandung kita, merawat kita dengan kasih sayang, tapi kita

sering berbohong dan berani,” kata Gus Sidiq n  Baca Nasi Putih...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@jawapos.co.id


RADAR GENTENG

26

R A D A R

INFRASTRUKTUR

Jawa Pos

Senin 5 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

Tambang Pasir Ilegal Tetap Beroperasi Empat Bulan Lalu Sudah Ditutup BANYUWANGI - Kenyataan cukup mengejutkan didapati petugas gabungan unsur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi kemarin (4/5). Saat menggelar inspeksi mendadak di sejumlah lo-

ABDUL AZIZ/RaBa

TUNTAS DUA BULAN LAGI: Jembatan Cawang menuju petilasan Macan Putih diperbaiki kemarin.

kasi galian “C” di wilayah Kecamatan Rogojampi, petugas mendapati satu lokasi tambang pasir ilegal yang sebelumnya sudah ditutup petugas kembali beroperasi. Tim Satpol PP bersama jajaran Disperindagtam mulai bergerak sekitar pukul 12.30 kemarin. Sesampai di salah satu lokasi tambang pasir di Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi, petugas yang terdiri dari Kepala Seksi (Kasi) Penyidik dan Penindakan Satpol PP Banyuwangi,

Ripai; Kepala Disperindagtam Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo; Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan, dan Kasi Pengelolaan Air Dalam Tanah (PADT), dan beberapa personel Satpol PP tersebut dibuat geram. Bagaimana tidak, meskipun di sekitar pintu masuk lokasi tambang pasir itu telah terpampang plang warna merah bertulis “Lokasi tambang ini ditutup karena tidak memiliki izin usaha pertambangan (IUP)”,

nyatanya aktivitas penambangan pasir di lokasi tersebut masih berjalan. Mesin back hoe pun masih berada di lokasi tersebut. Kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Kasi Penyidik dan Penindakan Satpol PP Ripai mengatakan, plang penutupan lokasi tambang pasir yang belum mengantongi izin tersebut sudah dipasang sejak empat bulan yang lalu n  Baca Tambang...Hal 39

Perbaiki Jembatan Menuju Petilasan Macan Putih KABAT – Sejak beberapa hari ini akses menuju petilasan Kerajaan Macan Putih, Kecamatan Kabat, ditutup. Sebab, jembatan di Dusun Kawang, Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, yang menghubungkan ke tempat bersejarah itu diperbaiki sejak sekitar dua pekan lalu. Perbaikan jembatan tersebut sampai kemarin masih belum tuntas. Pihak pelaksana masih melakukan pengecoran. Sehingga masih banyak material yang menumpuk di tepi jalan menuju jembatan. Sedangkan untuk akses jalan sendiri, untuk sementara warga yang hendak melintasi jalur tersebut, bula dari arah barat hendak menuju ke timur, mereka bisa melintasi jalan di Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat. Sedang bagi warga yang dari arah selatan bisa melintas di jalan kampung di Dusun Krajan, Desa Labanasem, Kecamatan Kabat. Camat Kabat Mohammad Luqman mengatakan, jembatan tersebut dibangun oleh pihak swasta melalui dana CSR. “Kebetulan di barat jembatan tersebut ada sebuah pabrik, dan pabrik sendiri juga membutuhkan akses jembatan itu,” ujarnya. Kapan selesainya? Menurut Luqman, berdasarkan pemberitahuan pihak pelaksana, pembangunan jembatan yang memakan biaya sekitar Rp 500 juta tersebut bakal selesai sekitar dua bulan lagi. (azi/aif)

SIGIT HARIYADI/RaBa

BELUM BERIZIN: Petugas Satpol PP dan Disperindagtam saat melakukan sidak di salah satu tambang pasir di Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi kemarin.

EKBIS

Pasar Kaget Imbangi Pasar Modern Diharapkan Bisa Mengangkat Perekonomian BANGOREJO - Untuk menghidupkan pasar tradisional yang semakin hari tergeser oleh banyaknya toko modern dan swalayan, pemuda Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, yang tergabung dalam Karang Taruna Aspirasi Pemuda Cerdas dan Kreatif (Aspegk) menggelar pasar kaget kemarin malam. Kegiatan pasar kaget tersebut dipusatkan di Dusun Sendangrejo, Desa Kebondalem, tepatnya di pertigaan jalan masuk ke Gunung Srawet. Bak gayung bersambut, pasar kaget ternyata banyak mengundang warga sekitar dan juga para pedagang yang ingin membuka stand. Ketua Karang Tarana Aspeck Sutikno mengtaakan, acara pasar kaget ini memang sengaja digelar di Dusun Sendangrejo dengan tujuan agar warga sekitar bisa kembali mengingat bahwa selama ini pasar tradisional seakan sudah

SHULHAN HADI/RABA

SUSUN: Pekerja menata tumpukan batu sebelum dibakar.

Andalkan Batu dari Puger PURWOHARJO – Bisnis usaha batu gamping di Dusun Curahjati, Desa Grajagan terus menggeliat. Ladiyanto, 50, salah satu pekerja yag bertugas menata tumpukan batu mengatakan, dalam setiap kali proses pembakaran, bisa menghasilkan 30 hingga 38 ton gamping. “Sekali bakar sampai 30 ton,” ujarnya. Tidak seperti saat awal-awal dulu, kini bahan baku pembuatan gamping berupa batu kapur harus didatangan dari Puger, Jember. “Ini batunya didatangkan dari jember,” ujarnya. Setiap kali produksi, Ludi mengaku harus membayar Rp 1,2 juta untuk satu truk batu. Kemudian dalam sekali proses pembakaran selama tiga hari dibutuhkan kayu bakar hampir 12 truk. “Tiga hari pembakaran, kayunya banyak,” tuturnya. Saat ini, gamping produksi lokal ini digunakan untuk memenuhi pasar lokal Banyuwangi. Selain permintaan untuk kebutuhan bangunan, sektor perikanan berupa tambak juga banyak yang membutuhkan kapur berwarna putih ini.” Yang beli orang Banyuwangi saja, selai bangunan juga tambak,” ungkap Ludi. (sli/aif)

tidak pernah ada lagi. Dengan adanya kegiatan ini, pihaknya berharap bisa menghidupkan lagi pasar tradisional. Bukan hanya ingin menghidupkan kembali pasar tradisional saja, kegiatan pasar kaget ini untuk kedepannya juga akan di gelar di setiap dusun yang ada di Desa Kebondalem. “Dalam waktu sebulan sekali dan dikemas seperti pasar modern,” kata Sutikno. Dengan adanya pasar kaget yang dipelopori oleh anak muda tersebut juga mengundang dukungan dari tokoh masyarakat desa setempat yaitu, Sugeng Widodo. Pria 64 tahun tersebut sangat bangga dengam kegiatan. Dia berharap nantinya bisa mengangkat ekonomi warga sekitar. Plt. Camat Bangorejo Supriyadi juga memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Dia berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin . “Saya juga berharap kegiatan ini bisa menjadi motivasi pemuda desa lain untuk berkreatif dengan kegiatan positif,” harapnya. (azi/aif)

RAMAI: Suasana Pasar Kaget di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, kemarin malam.

ABDUL AZIZ/RABA

PERTANIAN

SHULHAN HADI/RaBa

SUBUR:Tiang kelambu dipasang di lahan yang dipersiapkan sebagai tempat tanam tembakau.

Areal Sawah Jatirejo Ditanami Tembakau PURWOHARJO – Ada pemandangan berbeda di salah satu petak persawahan di Dusun Jatirejo Desa Glagah Agung. Ratusan bambu terpancang berderet dengan rapi. Selain itu, satu petak juga sedang berdiri rancang bangun yang mirip gudang. Menurut Heri Hermawan, 40, pria yang bertugas mengawasi tempat tersebut, n  Baca Areal...Hal 39

Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis (Koordinator), Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono Wakil Pemimpin Redaksi: Syaifuddin Mahmud Kepala Liputan: Agus Baihaqi Redaktur: Ali Sodiqin, A.F. Ichsan Rasyid Staf Redaksi Banyuwangi: Sigit Hariyadi, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni Redaksi Situbondo: Edy Supriyono (Kabiro), Nur Hariri Redaksi Genteng: Abdul Aziz (Kabiro), Shulhan Hadi Fotografer: Galih Cokro Buwono Editor Bahasa: Minhajul Qowim J

Direktur: Samsudin Adlawi Pemasaran dan Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, W. Nugroho (Genteng), Samsuri (Situbondo) Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah Administrasi Iklan: Fitria Arifiana Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan Event: Benny Siswanto Keuangan: Citra Puji Rahayu

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Kasir: Widi Ukiyanti Piutang: Anissa Windyah Sari Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti Perpajakan: Cici Irma Setyani Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982.

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

Website: www.radarbanyuwangi.co.id. Email: radarbwi@gmail.com, beritaraba@gmail.com, artikelradarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/ mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


28

$#0;79#0)+%'4&#5 R A D A R

Jawa Pos

Senin 5 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

Bina Vokalia dan Musika Buka Kelas Little Miss BANYUWANGI-Gebrakan baru kembali dilakukan Bina Vokalia dan Musika. Lembaga pendidikan vokal dan musik di Jalan Kapten I l ya s n o m o r 2 8 Ba n y u w a n g i , itu kini melebarkan sayap. Tak hanya melatih anak berolah vokal dan bermain musik, tetapi juga mengajarkan modern dance dan fashion sekaligus. Bina Vokalia dan Musika membuka program baru dengan sebutan kelas Little Miss dan Little Boy. Inne Soeherman, pengelola Bina Vokalia dan Musika mengakui bah-

wa kelas multi talenta tersebut sengaja dibuka untuk anak-anak usia 2,5 tahun hingga 5 tahun. Sebab, anakanak biasanya cepat bosan kalau hanya mempelajari salah satu bakat. Misalkan, menyanyi saja. Tetapi kalau diajarkan sekaligus bersama tari modern dan fashion, tutur Inne, maka anak-anak akan lebih antusias dan tidak mudah bosan. Apalagi, mereka belajar bersama anak-anak lain yang sebaya dalam satu komunitas. “Kelas Little Miss dan Little Boy ini mengasah tiga bakat sekaligus kepada anak sejak dini,” cetusnya

mantan vokalis Elfa’s Borobudur itu, anakSinger itu kepada koran anak bisa belajar modini, kemarin. ern dance dan fashion,” Bi na Vo k a l i a d a n jelasnya. Musika menyediakan Menurut Inne, anakdua studio, yang beranak yang diajari tiga fungsi sebagai kelas bakat sekaligus, yakni Little Miss dan Little menyanyi, menari, dan Boy. Selain studio vofashion, akan lebih terkal di Jalan Kapten asah bakatnya. KemamDOK.RaBa Ilyas nomor 28 Banyupuan mereka akan seInne Soeherman wangi, ada juga studio makin mudah diketahui di Jalan Borobudur depan koperasi perkembangannya. Sebab, metode Pemkab Banyuwangi. “Di studio mengajarkan tiga bakat sekaligus yang menempati ruko di Jalan itu, papar dia, bisa menyeimbang-

TOHA/RaBa

PRESENTASI: Salah satu tim UKS Jatim Agus Irianto saat memberikan pemaparan materi UKS kepada 150 peserta di Stikes, Sabtu (3/5) lalu.

Pemkab Harus Dorong UKS Lebih Kuat Stikes Jadi Promotor UKS Di Indonesia BANYUWANGI - Peran Stikes dalam meningkatkan program pembinaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) tidak perlu diragukan lagi. Sebagai pelopor perguruan tinggi di Indonesia, Stikes sudah diakui perannya dalam mendorong pembinaan UKS ini. Bahkan, Stikes boleh dibilang telah memelopori perguruan tinggi lain di Indonesia untuk mengikutinya. Hal itu dikatakan oleh Ketua Harian Sektap Tim Pembina UKS Provinsi Jatim, Drs Susanto, saat menjadi salah satu pembicara dalam pelatihan dan pengembangan UKS di Kampus Stikes Banyuwangi pada Sabtu (3/5) lalu. Menurut salah satu tokoh yang melahirkan UKS ini menjelaskan, UKS adalah sebuah investasi perilaku hidup sehat. Sehingga membutuhkan waktu yang panjang, lima tahun baru ada wujudnya. UKS ini adalah action investasi. “Oleh karena itu, kami sepakat untuk menunjuk Stikes menjadi promotor kesehatan sekolah.

Dan, kami berharap sekali kepada bupati, ketua DPRD, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Kemenag ikut ramai-ramai menyukseskan UKS ini,” kata pria 73 tahun ini. Susanto mengakui, Stikes menjadi inspirasi perguruan tinggi lain di Indonesia. Seperti Unair dan ITS yang mulai saat ini telah melakukan pembinaan UKS. Seharusnya, UKS terdapat di seluruh Indonesia. Namun, penyebaran UKS ini tergantung dukungan pada tingkatan kabupaten dan kota. Oleh sebab itu, dia memberikan apresiasi terhadap Bupati Abdullah Azwar Anas yang telah mendukung peran UKS ini berkembang. Namun Susanto juga berharap agar ada semacam grand design terhadap UKS untuk lima tahun ke depan. Diharapkan pada tahun 2019 nanti Banyuwangi harus menjadi UKS paripurna. “Grand design ini kuncinya adalah komitmen, kemauan, dan program. Jika grand design ini dibuat, maka bangsa ini akan berkualitas,” katanya. Sementara itu, Ketua Stikes Banyuwangi Dr H Soekardjo mengatakan, program pembinaan dan pengemban-

gan UKS yang digelar pada Sabtu (3/5) lalu adalah untuk melaksanakan perintah surat dari Tim Pembina UKS Jatim perihal penyebarluasan informasi program UKS di Banyuwangi. Dalam surat yang diteken oleh Ketua Harian Sektap TP UKS Jatim Drs Susanto ini juga diteken oleh staf khusus Menteri Kesehatan RI bidang Kebijakan dan politik, Bambang Sulistomo. Menurut Soekardjo UKS merupakan perwujudan untuk menjadikan generasi yang sehat. Diperlukan komitmen antar sektor guna menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan di sekolah dapat terwujud, karena kegiatan tersebut merupakan investasi jangka panjang. Program sekolah sehat memberi dampak investasi jangka panjang bagi anak juga akan memberi manfaat di kemudian hari. “UKS memberi dampak positif untuk jangka panjang tidak hanya bagi anak sehat, namun dewasa sehat, bahkan lansia sehat. Oleh sebab itu, Stikes akan bertekad untuk mengembangkan UKS di Banyuwangi sebagai wujud Tri Darma Perguruan Tinggi, ” cetusnya. (*/als)

kan kemampuan kerja otak kanan dengan otak kiri. “Cara ini sangat bagus untuk mengetahui, sekaligus mengasah bakat anak sejak dini,” imbuhnya. Program baru berupa kelas Little Miss dan Little Boy memiliki tujuan khusus, terang Inne, kenapa memberikan materi pembelajaran menyanyi, modern dance, dan fashion. Tujuannya untuk memperkenalkan seni kepada anak-anak sedini mungkin. “Tujuan lainnya adalah mengasah dan mengembangkan multi talenta anak-anak pada usia

emas,” tandasnya. Inne mengingatkan, pendaftaran program kelas baru Little Miss dan Little Boy bisa segera dilakukan. Waktu pendaftaran bagi siswa baru akan dibuka mulai tanggal 18 Mei 2014. Kelas Little Miss dan Little Boy itu sengaja dibuka eksklusif dengan peserta terbatas. “Terbatas hanya 25 anak saja. Jadi orang tua yang berminat memasukkan putraputrinya di kelas Little Miss dan Little Boy harus segera mendaftarkan diri pada 18 Mei nanti,” pesan Inne. (adv)

Himpaudi Giri Pamerkan Hasil Karya Siswa GIRI - Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Giri menggelar pameran pendidikan hasil karya siswa. Acara yang digelar Sabtu (3/5) di lapangan Giri itu dibuka langsung oleh Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Banyuwangi, Ny Dani Azwar Anas. Turut menyaksikan, Kasi PAUD Dispendik H Nasrudin, Kapolsek Giri, Camat Giri, Lurah Giri, serta beberapa undangan lain. Pameran yang berlangsung selama sehari itu diikuti 10 Kelompok Bermain/PAUD se-Kecamatan Giri dan menghadirkan berbagai hasil karya siswa KB/PAUD. Selain menampilkan hasil kreativitas siswa, pihak sekolah juga menontonkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Seperti drumband, tari-tarian, dll. Ketua panitia kegiatan, Rani Kurnia Puspita SE mengatakan, kegiatan ini ajang silaturahmi antar KB/PAUD se-Kecamatan Giri yang dikoordinir oleh Himpaudi. Tidak itu saja, pameran pendidikan hasil karya pendidik ini sekaligus untuk meningkatkan kreativitas guru. “Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan para

BUAH KREATIVITAS: Ny Dani Azwar Anas saat melihat pameran pendidikan di lapangan Giri pada Sabtu (3/5)

TOHA/RaBa

sponsor. Seperti XL Sawerigading, RS Yasmin, dan pendukung lainnya atas terlaksananya kegiatan ini,” kata Rani. Hal senada juga dikatakan Ketua Himpaudi Kecamatan Giri, Anisa, S.Pd.AUD. Menurut Anisa, pameran pendidikan ini sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan KB/ PAUD yang ada di Kecamatan Giri. Ada 10 peserta yang ikut. Yaitu KB Tunas Permata, KB Anggrek Bulan, KB Dahlia, KB Islam Al Qomar, KB Baitur Rois, PAUD Kenanga, PAUD Tunas Zaitun, TPA Nungky Daycare, KB Blambangan, KB Sriwijaya. Dikatakan, perkembangan PAUD di Kecamatan Giri sangat bagus. “Ini artinya, kesadaran

masyarakat yang menyekolahkan anaknya melalui kelas KB/ PAUD sudah sangat bagus di Kecamatan Giri,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Forum PAUD Banyuwangi, Ny Dani Azwar Anas mengatakan, PAUD memiliki peran signifikan. melalui program ini generasi penerus bangsa itu harus dididik menjadi manusia   kreatif, inovatif, dan berkepribadian mulia. “Akhir-akhir ini kita disuguhi berita asusila terhadap anak. Oleh sebab itu, peran pendidik selain memberikan pelayanan pendidikan yang baik, maka diperlukan pelayanan keamanan untuk anak-anak kita agar terhindar dari masalah ini,” ujarnya. (*/als)

Kemah Manfaatkan Barang Bekas Beri Reward Siswa Berprestasi BANYUWANGI – Saat ini Praja Muda Karana atau yang disingkat dengan Pramuka merupakan kegiatan yang diwajibkan di sekolah. Karena dengan Pramuka ini, para pendidik bisa menanamkan pendidikan yang berkarakter kepada para siswanya. Seperti diketahui, Pramuka dengan seragam cokelat-cokelat dan hasduk merah putih banyak sekali kegiatan dan kaedahnya. Maka dari itu, lambang dari Pramuka adalah tunas kelapa. Untuk mematangkan ilmu kepramukaan dan sudah menjadi agen tahunan, Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Kecamatan Banyuwangi melaksanakan perkemahan.

Tempat yang digunakan adalah Bumi Perkemahan Kertosari. Sedangkan pesertanya adalah Siaga untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah, Penggalang untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Madrasah Tsanawiah (MTs). Perkemahan

ini diikuti oleh 848 siswa dan 40 pembina. Banyak kegiatan dalam Lomba Tingkat (LT) II ini. Pemecahan sandi-sandi, mulai morse, sandi rumput, hingga semaphore. Kegiatan tali temali hingga kegiatan penanganan kecelakaan pertama. Tema perkemahan kali

ini adalah ramah lingkungan. Maksudnya, setiap kegiatan, setiap tenda peserta harus selalu terjaga kebersihannya. Kemudian pemanfaatan barang bekas juga dianjurkan dalam kemah ini. Salah satunya adalah pagar masing-masing tenda memanfaatkan hasil limbah. Bahkan, lomba kreativitas peserta juga harus memanfaatkan limbah barang bekas. Sementara Pembina Kwartir Ranting (Kwaran) Banyuwangi, Nurhamim menuturkan, kegiatan perkemahan akan ditingkatkan terus. Tidak hanya menjadi agenda rutin, namun kualitas perkemahan dan materinya juga turut ditingkatkan. (*/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Jl. Ikan Kembangwaru •

• Rumah Walet+Seriti •

• Tanah Kapling •

• Katana-Jimni-Panther •

Jual Tanah Kapling, uk. 10x40m2 (2 kapling), SHM, Hrg 85 jt, H: 083847407631

Djl Katana Biru th ’93, Jimni 4x4 Pth th ’85, Phanter Royal Biru th ’99 H: 08123651374

GERDA SUKARNO/RaBa

PENDIDIKAN KARAKTER: Salah satu kegiatan dalam kemah LT II di Bumi Kertosari kemarin (4/5).

Djl Cpt Rmh Walet + Seriti & Tanah SHM 460m di Rogojampi Telp. 081913900030

• Kebalenan Indah • Djl Cpt Rumah di Kebalenan Indah + R u m a h d i K a l i p u r o A s r i T l p. 081913900030 Dijual 1,2 M, Dikontrakkan 20 Jt Minimal 2 Th, Rumah Joglo Tengah Kota Jl. Ikan Kembang Waru No. 6, Bwi LT 580m LB 300 m SHM Hub. 082140100111

• Aliyan-Rogojampi • Djl Tanah Rumah Ds. Aliyan di Prmptan Str tgis SHM 466 m2 350 Jt Hp. 082301243434

SITUBONDO

SITUBONDO • Tanah 2 Kapling • Djl Tanah 2 Kapling L 459 m2 Alamat Jl. Anggrek Harga 170 Jt Hp. 08563639318

GLAGAH – Dunia pendidikan baru saja merayakan sebuah hari yang sangat disakralkan. Yaitu Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap tanggal 2 Mei. Beragam acara dan cara untuk memperingatinya. Mulai upacara bendera, tasyakuran, hingga beragam lomba. Di Kecamatan Glagah, kalangan Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) beserta Sekolah Dasar (SD) yang ada disana juga asyik merayakan Hardiknas. Puncaknya Sabtu (3/5) lalu, dipusatkan di kantor UPTD Glagah, Jalan Puncak Lijen Banyuwangi. Beragam bakat siswa ditampilkan. Mulai tari-tari daerah, puisi, menyanyi hingga qosidah secara bergiliran menaiki panggung. Sementara, di barisan kursi

undangan terdepan tampak Camat Glagah Sugiyo Dermawan, Kapolsek Glagah Jupriadi, serta Danramil Glagah. Suasana haru, saat namanama beliau disebut untuk naik ke panggung. Karena dari rekanrekan sejawat di Kecamatan Glagah memberikan tali asih dan kenang-kenangan kepada

guru purna tugas itu. Dipuncak acara, penyerahan lomba-lomba peringatan Hardiknas juga dilakukan dalam satu rangkaian acara. Seperti Lomba Mata Pelajaran (LMP) tingkat kecamatan Glagah, Siswa teladan, Peragaan Busana, Sinopsis Bahasa Osing dan lainnya. (*/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Kijang Innova •

• Honda Jazz •

• Nissan Evalia ‘12 •

Dijual Kjg Innova EXW41 tahun 05/08/010 silver mtl hrg 126/176/198 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Honda Jazz/strem GE8 1.5 SMT tahun 012/03 putih mutiara hrg 185/115 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Nissan Evalia 1.5 4x2 MT tahun 012 putih hrg 156 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Nissan Grand Livina •

• Toyota Avanza •

• Nissan Grand Livina •

Dijual Grand Livina SV tahun 013/08/011 putih/silver hrg 136/142,5/155 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual New Avanza 1.3E MT tahun 010/04 abu2 mtl hrg 107,5/111,5/137,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Saatnya Punya Nissan G. Livina DP Ringan & Harga Spesial Big Sale !!! Hub: Andi 081359944425

GERDA SUKARNO/RaBa

PERINGATI HARDIKNAS: Camat Glagah Sugiyo Dermawan menyerahkan piala kepada guru dan siswa berprestasi.

• Promo Daihatsu Ayla • R-STOCK AYLA hrg mli 81 Jt, All New Xenia DP mli 25 Jt. Krdt bs 5 thn. Hub sgr HADI 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

• Jl. Sudirman • BANYUWANGI • STNK • Hlg STNK P 5772 VD an Erwin Solehati, Krajan RT01/01 Blimbingsari, Rogojampi Hlg STNK P 6248 WF an Daniel, Dsn. Krajan RT. 01/05, Ketapang, Kalipuro

Djl Rmh LT 288 m2 LB 78 m2 L. Strategis Jl. Sudirman 250 Jt Hub. 085257887775

HOTLINE IKLAN HUBUNGI: 0333412224


27

Jawa Pos Senin 5 Mei 2014 R A D A R

B A N Y U W A N G I

169 Caleg Perempuan Gagal Masuk DPRD Hanya Sembilan Yang Lolos Jadi Wakil Rakyat

GALIH COKRO/RaBa

PELANGGARAN PEMILU: Beberapa warga menyampaikan laporan dugaan pelanggaran pemilu diterima staf Panwaslu beberapa waktu lalu.

Laporan Aminah tak Cukup Bukti Panwaslu Kaji Laporan Caleg PAN BANYUWANGI – Perjuangan keras caleg dari Partai Golkar, Aminah, Bsc untuk bisa lolos menjadi wakil rakyat tampaknya tinggal harapan belaka. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Banyuwangi tidak menemukan bukti terhadap laporan dugaan penggelembungan suara yang terjadi di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring seperti yang disampaikan Aminah ke Panwaslu beberapa waktu lalu. Dalam laporan yang disampaikan Aminah ke Panwaslu menyebutkan ada dugaan pengelembungan suara caleg tertentu di beberapa TPS Desa Benculuk. Indikasinya, pada proses penghitungan awal suara Aminah

tercatat paling besar. Namun setelah dilakukan rekapitulasi di tingkat PPS, suara Aminah berkurang besar-besaran. Atas laporan itu, Panwaslu langsung mengkroscek kepada Panitia Pengawas Lapangan (PPL) untuk membuktikan laporan Aminah tersebut. “Kita panggil semua PPL yang bertugas di TPS 1 hingga 25 Desa Benculuk untuk mendapatkan data dari formulir model C1 hasil perhitungan suara masingmasing TPS,” ungkap anggota Panwaslu, Totok Hariyanto. Hasil kroscek dengan PPK, ungkap Totok, ternyata laporan yang disampaikan Aminah tidak bisa dibuktikan. Dari hasil kroscek data fomulir model C1 yang dipegang PPL, ternyata laporan yang disampaikan Aminah tidak sesuai dengan C1.

Dalam laporan Aminah, dia unggul dan mendominasi di beberapa TPS. Namun setelah C1 dibuka, ternyata perolehan suara Aminah di Desa Benculuk hanya sekitar 25 suara saja. “Laporan Bu Aminah itu tidak cukup bukti, maka tidak dapat diproses lebih lanjut,” tegas Totok. Panwaslu sudah mengirimkan hasil kroscek laporan itu kepada pelapor. Karena tidak cukup bukti, maka Panwaslu menghentikan proses penyelidikan laporan yang disampaikan Aminah. Sedangkan untuk laporan caleg PAN Muhammad Kharir, Panwaslu belum mengambil kesimpulan. Untuk menindaklanjuti laporan Kharir, Panwaslu sudah meminta keterangan beberapa pihak, Panwascam, PPL Desa Genteng Kulon dan

Wetan. “Hari ini (kemarin, Red), kami sudah minta keterangan dari PPK Genteng,” kata Totok. Panwaslu fokus menindak lanjuti laporan dugaan perubahan suara milik Kharir dari 134 menjadi 13 suara yang disampaikan pelapor. Selain itu, Kharir melaporkan adanya dugaan permainan uang untuk mengatur perolehan suara. Hanya saja, belum ada bukti awal yang disampaikan pelapor. Semua pihak-pihak sudah diminta keterangan. Saat ini, Panwaslu tinggal melakukan kajian terhadap beberapa keterangan dan bukti yang dimiliki Panwas. “Insya-Allah, Rabu (7/4) hasil kajian laporan Kharir kita putuskan dalam rapat pleno Panwaslu,” pungkas Totok. (afi)

Ayo Daftar Jadi Pemilih Pilpres! BANYUWANGI - Proses tahap Pemilu legislatif (Pileg) belum tuntas 100 persen, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mulai melakukan persiapan Pemilu presiden (Pilpres). Tahapan awal yang dilakukan adalah pemutakhiran daftar pemilih Pilpres. Setelah coblosan 9 April 2014 lalu, KPU bersama PPK bergerak cepat untuk melakukan pendataan pemilih Pilpres. Data awal yang digunakan untuk pemilih Pilpres adalah DPT Pileg sebanyak 1.253.294 orang. “DPT pileg itu meliputi DPK dan DPKTb. DPK pemilih yang tidak masuk DPT, sedangkan DPKTb pemilih yang menggunakan KTP pada coblosan 9 April lalu,” ungkap Anggota KPU, Atim Hariyadi.

Proses pemutakhiran pemilih Pilpres itu, kata Atim, sudah berakhir pada 30 April 2014 lalu. Selain diambilkan dari DPT, DPK, dan DPKTb pileg, data pemilih Pilpres diambilkan dari pemilih pemula yang pada saat Pilpres 9 Juli 2014 sudah memiliki hak pilih. Pemilih pemula ini, pada saat Pileg 9 April lalu belum memiliki hak pilih karena usianya belum mencapai 17 tahun dan belum pernah kawin. Namun pada saat Pilpres mendatang, mereka sudah memasuki usia 17 tahun atau belum 17 tahun tapi sudah menikah bisa memiliki hak pilih. Anggota KPU Atim Hariyadi mengatakan, Saat ini proses pendataan pemilih Pilpres sudah memasuki tahap penyu-

sunan daftar pemilih sementara hasil perbaikan(DPS HP). Pross DPS HP ini akan berlangsung mulai 1 hingga 10 Mei 2014 mendatang. “Penetapan DPS HP akan kita lakukan pada 11 hingga 12 Mei mendatang,” ungkap Atim. Selama dalam tenggang waktu 1 hingga 10 Mei ini, warga yang belum masuk DPT pileg bisa mendaftar sebagai pemilih Pilpres. Dalam waktu beberapa kedepan, KPU akan mencetak DPS HP untuk diketahui publik. “Selasa KPU akan menggelar rapat koordinasi dengan PPK untuk proses pencetakan DPS HP,” katanya. Penetapan daftar pemilih tetap (DPT) Pilpres, lanjut Atim, akan dilakukan secara

bertahap dan berjenjang. Untuk tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) penetapan DPT Pilpres akan dilakukan pada 3 hingga 4 Juni mendatang, tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dilakukan pada 5 hingga 6 Juni. Sedangkan penetapan DPT untuk tingkat KPU kabupaten dilakukan pada 7 hingga 9 Juni, KPU Jatim 10 hingga 11 Juni. Sedangkan untuk tingkat KPU RI, penetapan DPT pilpres dilakukan 12 hingga 13 Juni mendatang. “KPU memberi kesempatan seluas-luasnya kepada warga negara Indonesia untuk mendaftar sebagai pemilih pilpres 2014. Ini hak politik warga negara, ayo gunakan hak pilihnya,” ajak Atim. (afi)

I N F O T O R I A L

Naik Ramayana Hemat 50 Persen BANYUWANGI - Ditengah munculnya banyak agen perjalanan wisata baru,PT. Ramayana Duta Wisata tour & travel (RDW) yang beroperasi sejak tahun 2000 memiliki komitmen untuk memberkani pelayanan terbaik dengan harga terjangkau. Bulan ini kesempatan bagus untuk melakukan perjalanan dan wisata bersama dengan RDW dengan diskon sampai 50 persen untuk setiap pembelian tiket jurusan Banyuwangi-Surabaya (PP) dan Banyuwangi-Malang (PP) periode 1 Mei hingga 1 Juli 2014. Selain itu, RDW juga memberikan promo hebat beli 1 Gratis 2 untuk setiap pembelian tiket pesawat segala jurusan khususnya dari Bandara Blimbingsari dengan fasilitas free shutle Bandara. Pilihan paket wisata hemat lengkap dengan harga terjangkau bisa di angsur memberi kemudahan berwisata domestic & internasional,harga paket Bangkok-Pattaya 4D/3N (hotel 3*) start USD 185++ (setara Rp 2jtan),Wisata Gunung Bromo+ Bukit teletubies mulai Rp750rban,Wisata Gunung Ijen sunrise & Blue Fire tour mulai Rp 500 ribuan dan masih banyak pilihan paket wisata menarik,yang tidak kalah seru setiap pembelian paket Wisata 10 Free dari PT.Ramayana Duta Wisata tour & travel, dengan melayani : antar-jemput travel segala jurusan (jawa-Bali-Madura),tiket on-line kereta api,kapal laut & pesawat (domestic & internasional),sewa kendaraan,jeep & bus wisata,titipan paket kilat barang & dokumen serta voucher hotel dengan harga termurah. Sony Sundoyo, CEO PT Ramayana Duta Wisata tour & travel menjelaskan, untuk diskon 50 persen mekanismenya, Pembelian tiket Travel antar-jemput pp jurusan Banyuwangi-Surabaya dan BanyuwangiMalang (PP) untuk nama yang sama. Bila ila tiket promo digunakan nama berbeda maka Tiket yang sudah terbayar sebelumnya hangus atau mengganti biaya administrasi sebesar Rp 55.000 sebagai pengganti tiket baru. Penumpang bisa konfirmasi melalui customer service RAMAYANA TRAVEL 081249008778 disertai kronologi via SMS. Bila driver,staf sengaja baik pribadi atau bekerjasama melakukan tindakan pidana yang dimaksud dengan penggelapan maka mengganti 10 kali lipat kerugian di akibatkannya dan menyelesaikan secara hukum yang berlaku

di Indonesia Bila penumpang yang secara sengaja menukar nama tidak sesuai tiket yang dipesan maka Pihak Ramayana Travel berhak untuk meng charge biaya Rp 55.000 sebagai ganti tiket baru atas nama yang berlaku. Selain pihak Ramayana Travel berhak menurunkan penumpang di Kantor Polisi terdekat untuk menyelesaikan atas kejadian pidana pemalsuan tiket tidak sesuai identitas yang tertera pada tiket yang sudah tercetak. Pembelian tiket tunai/tranfer disertai bukti transfer/pembayaran melalui sopir maka bukti pembayaran konsumen tiket penumpang kembali kantor tujuan sebagai bukti yang sudah di beri keterangan (Nama,Alamat jemput SBY-BWI,Telp,Nilai nominal uang tiket 50 persen serta tanda tangan nama terang pnp dan sopir yang menerima uang tiket promo pulang khusus Surabaya-Banyuwangi/MalangBanyuwangi Tiket kembali berlaku 1 k ali jalan PP max 2 hari setelah tanggal keberangkatan,melebihi batas waktu penumpang mengganti tiket baru Rp 55.000 sebagai administrasi untuk perjalanan berikutnya dengan melaporkan pada customer service Ramayana Travel 081249008778 disertai kronologi via SMS Buy back ticket other (mengumpulkan tiket bekas all merk travel untuk jurusan yang sama min 3bulan sebelum hari keberangkatan). Khusus rute BanyuwangiSurabaya dan Banyuwangi-Malang saja tidak berlaku sebaliknya Non service makan & snack hanya dapat mineral water 600ml untuk setiap keberangkatan. Tambahan makan bila di request di informasikan biaya Rp10.000/ porsi, dibayarkan di depan beserta tiket yang di beli, dan untuk melengkapi su-

rat jalan sopir khusus pemesan makanan driver disertai voucher makan yang sudah disiapkan administrasi Harga Travel Tarif dasar Rp110.000/ orang untuk 1 kali jalan,bila pp maka Rp165.000/orang Misal Konsumen A berangkat hari selasa maka ISTIMEWA tiket PP maksimal kamis sudah harus di gunakan.Bila melebihi dari batas waktu dua hari maka konsumen dikenakan surcharge Rp55.000 (Biaya tambahan rubah tiket baru) HOT SEATS kursi 3,4 dan 5 berlaku setiap hari untuk pemesanan khusus biaya administrasi Rp 10.000/seat 1 kali jalan tidak berlaku PP Beli 1 GRATIS 2 Khusus pembelian tiket pesawat segala jurusan : Gratis soft drink Big Cola 600ml atau Voucher Taxi Argometer Bandara Rp. 5000. Voucher TAXI dalam bentuk kwitansi Ramayana yang diberikan pada pelang-

gan untuk di tukarkan pada sopir Taksi yang di pesan Khusus pembelian tiket pesawat melalui bandara Blimbingsari Banyuwangi Gratis soft drink big cola, gratis shuttle bandara dari Banyuwangi kota menuju Bandara Blimbingsari (poin to point). Tempat sudah ditentukan dan jadwal penjemputan sesuai urutan pos yang dilewati kendaraan shuttle. tidak berlaku dari Bandara Blimbingsari ke Banyuwangi Kota. Paket wisata HEMAT,Bisa di Angsur dan 10 FREE 1 Paket wisata Hemat sesuai jenis paket yang di tawarkan dan masa berlaku di Brosur. Paket wisata bisa di Angsur dengan kartu kredit Mandiri / BCA, paket wisata 10 Free 1 sesuai program yang tertera di brosur. Informasi & pemesanan hubungi PT. RDW Jalan Raya Rogojampi No 97 Banyuwangi Telp/Fax : + 62 333 636410 / 421760 ext 122,e-mail : sony_ramayana@ yahoo.co.id atau Contact Person Lie Sony Sundoyo + 62 81 24900 8778. Buruan hubungi dan pastikan Anda berwisata sesuai pilihan keluarga. (*)

BANYUWANGI - Hasil Pemilu 2014 tidak merubah komposisi anggota DPRD dari unsur perempuan. Jumlah caleg yang lolos masuk gedung DPRD masih sama seperti dengan hasil Pemilu 2009 lalu, yakni sembilan orang. `Dari sembilan calon anggota legislatif (caleg) perempuan yang lolos menjadi wakil rakyat itu, didominasi caleg pendatang baru. Sedangkan empat orang lain berasal dari caleg incumbent. Lima caleg incumbent yang sukses mempertahakan kursi empuknya adalah, Hj Ana Annisa (PKB), Ummi Kulsum (Golkar), Marifatul Kamila (Golkar), dan Ficky Septa Linda (PDIP). Sedangkan caleg pendatan baru adalah, Hj Siti Mafrochatin Ni’mah (PKB), Neni Viantin Diyah Martiva (PKS), Sri Utami Faktuningsih (Partai Demokrat), Yusieni (Partai Demokrat) dan Atiqoh (PKB). Dari komposisi itu, hanya ada empat partai politik (parpol) saja yang memiliki politisi perepmpuan di DPRD. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tercatat sebagai parpol yang paling banyak memiliki perwakilan perempuan di DPRD, yakni tiga orang. Partai Demokrat (PD) dua

orang; Partai Golkar (PG) dua orang; Partai Keadilan Sejahtera (PKS) satu orang; dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) satu orang. Pada Pemilu 2009, PKB hanya memiliki satu orang kader perempuan yang lolos ke gedung DPRD, PD satu orang, dan PD dua orang. “Alhamadulillah, Pemilu 2014 ini PKB berhasil menambah unsur perempuan di lembaga perwakilan dari satu menjadi tiga orang,” ungkap Sekretaris DPC PKB, Khusnan Abadi. Sementara itu, politisi perempuan yang kandas masuk gedung DPRD lagi a d a l a h Sri Hartatik (Partai Gerindra), Masruroh (Partai Gerindra), Hj. Lismiyana (Partai Gerindra), Tituk Indar Isworowati (PD) dan Hj. Nasiroh (PKNU). Saat ini, Masruroh tercatat sebagai anggota DPRD dari Fraksi PKNU. Pada Pemilu 2014, berangkat lagi ke DPRD melalui Partai Gerindra karena PKNU tidak lolos sebagai peserta pemilu. Hanya saja, Masruroh gagal memperoleh tiket kursi DPRD. Sedangkan kolega Masruroh di Fraksi PKNU, Nasiroh juga gagal meraih jabatan wakil rakyat di DPRD Jatim melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) daerah pemilihan (dapil) III Jatim.

Sebenarnya UU 8 Tahun 2012 sebagai payung hukum penyelenggaraan Pemilu 2014 sudah memberikan proteksi politik munculnya politisi perempuan dilembaga DPRD lebih banyak lagi. UU itu memberikan mandat kepada setiap parpol peserta pemilu untuk menampilkan 30 persen caleg perempuan disetiap dapil. Mandat UU itu sudah dilaksanakan parpol. Pada pemilu 9 April lalu, ada sekitar 178 orang caleg perempuan dari 12 parpol peserta pemilu. Hanya saja yang berhasil lolos masuk ke gedung DPRD hanya sembilan orang saja. Sedangkan 169 caleg lainnya gagal bersaing dengan caleg laki-laki. Beberapa parpol menempatkan caleg perempuan pada nomor strategis. Seperti yang dilakukan Partai Demokrat (PD), dari lima dapil partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menampilkan politisi perempuan. Dapil I Banyuwangi, PD menempatkan Titik Indar Isworowati di nomor urut satu; dapil II Hj. Anisatul Munadiroh; dapil II Julisetyo Puji Rahayu; dapil IV Yusieni; dan dapil V Yuni Arfita Sari. Hanya saja, dari lima dapil itu hanya Yusieni yang berhasil lolos ke gedung DPRD. (afi)


Jawa Pos

BALJEBOL

Senin 5 Mei 2014

BALI

KRIMINALITAS

Mau Nagih Utang Malah Kena Hajar TABANAN - Gara-gara ditagih utangnya, I Putu Darma Putra alias Sopia,31, menjadi gelap mata. Petani dari Banjar Galiukir, Desa Kebon Padangan, Pupuan ini bahkan nekat menghajar si penagih utang yakni I Gusti Ngurah Edy Muliarta,26, yang masih terhitung tetangga satu banjar sampai babak belur. Akibat perbuatannya itu, pelaku kini harus mendekam di ruang tahanan Polsek Pupuan. Informasi yang diperoleh Sabtu (3/5) lalu, perkara utang piutang ini yang berujung penganiayaan ini terjadi pada Kamis malam (1/5). Kebetulan pada malam itu, sekitar pukul 20.00, korban bertemu dengan pelaku di pasar yang berlokasi di Banjar Galiukir Kaja. Dalam pertemuan itu, korban bermaksud menagih utang penjualan kelapa terhadap pelaku. Tapi sayangnya, alih-alih mendapat pembayaran, korban saat itu justru mendapat omelan. Sambil memaki-maki, pelaku pergi meninggalkan korban dan pulang menuju rumahnya. Begitu juga dengan korban yang malam itu hanya mendapatkan omelan akhirnya memutuskan untuk pulang. Kebetulan rumah korban maupun pelaku sama-sama searah. Sehingga setelah pelaku pergi, korban menyusulnya dari belakang. Saat melewati depan rumah pelaku persoalan akhirnya muncul. Tiba-tiba saja pelaku mencegat korban yang saat itu masih dalam perjalanan menuju ke rumahnya. Tanpa babibu, pelaku langsung melancarkan serangkan ke wajah korban. Bogem mentah berulang kali dilepaskan pelaku hingga korban terjerembab di atas permukaan jalan. Dalam posisi masih terjatuh, korban berusaha menyelamatkan dirinya. Hingga akhirnya dia bisa melarikan diri sambil berteriak minta tolong. Untungnya beberapa warga yang mendengar kejadian itu segera menyelamatkannya. Dan, tak lama setelah kejadian itu, korban melaporkan peristiwa yang dialaminya ke kantor polisi.(hai/yes/JPNN/als)

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Satu Kursi Demokrat Melayang Penghitungan Ulang Dapil 1, PPP Unggul 6 Suara JEMBER - Partai Demokrat yang sebelumnya dipastikan mampu meraih satu kursi di daerah pemilihan (Dapil) 1 Jember terancam kehilangan jatah kursinya. Hal itu setelah KPU Jember melakukan perbaikan data hasil rekapitulasi di TPS 1 Jember Lor Patrang,

kemarin (4/5). Sebab, suara total PPP di Dapil 1 Jember yang semula 11.754, kini bertambah 13 suara sehingga menjadi 11.767. Sedangkan perolehan partai Demokrat, tetap dengan 11.761 suara. KPU Jember terpaksa melakukan perbaikan data perolehan suara hasil rekapitulasi, di sejumlah TPS yang ada di Dapil 1 dan 5 Jember, setelah menerima rekomendasi dari Panwaslu Jember. Bertempat di aula KPU Jember, hasil penghitungan di sejumlah TPS tersebut, diperbaiki dengan melibatkan

sejumlah penyelenggara dan partai politik peserta pemilu. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Jember di lokasi penghitungan ulang, hanya ada empat partai politik yang saling mempertahankan dan memperebutkan kursi di dapil yang dipermasalahkan itu. Seperti saat perbaikan hasil rekapitulasi di TPS 1 Kelurahan Jember Lor Patrang. Hanya tampak pengurus Demokrat dan PPP, yang saling beradu data hasil perhitungan di TPS tersebut. Meski pun akhirnya, KPU memastikan

Pidana Jalan Terus, Ogah Coblos Ulang

Heru Putranto/RJ

HITUNG ULANG: Penghitungan ulang suara di beberapa TPS oleh KPU sesuai rekomendasi panwaslu kemarin.

Terbukti Ada Penggelembungan Suara Caleg DPR

INFRASTRUKTUR

BAGUS SUPRIADI/RADAR JEMBER/JPNN

BERBAHAYA: Ini bagian Jl Mastrip, Sumbersari, yang amblas akibat plengsengan drainase yang ambrol.

Drainase Ambrol Ancam Jalan JEMBER – Plengsengan drainase di Jl Mastrip, tepatnya di timur kampus Politeknik Jember (Polije), sudah lebih dari sepekan ambrol. Namun, hingga kini belum ada perbaikan dari pihak berwenang. Plengsengan drainase yang ambrol itu sekitar 20 meter. Plengsengan drainase itu ambrol diduga akibat arus air yang cukup deras saat hujan deras. Maklum, tidak jauh dari plengsengan itu terdapat Sungai Antirogo yang membelah Jl Mastrip. Drainase di kawasan itu menjadi salah satu saluran utama pembuangan air dari kawasan kampus Polije permukiman di kawasan Mastrip. Ambrolnya plengsengan itu membuat sebagian sisi utara Jl Mastrip amblas. Hal itu terlihat dari aspal jalan yang retak. Amblasnya jalan itu diuga karena sebagian sisi jalan tidak ada plengsengan yang berfusngi sebagai penahan beban jalan. Sebagian bahu jalan amblas, terutama di sekitar drainase yang ambrol, karena tidak mampu menahan beban jalan. Sebab, kendaraan yang melintas di jalan tersebut sebagianya bertonase berat, terutama dump truck yang memuat tanah urukan. Menurut Hasan, warga Jl Mastrip, jalan yang runtuh tersebut sudah lebih dari sepekan. Tapi, sampai saat ini masih belum ada perbaikan dari instansi yang berwenang. Padahal, kondisi jalan tersebut sangat membahayakan pengguna jalan. Dia mengatakan, plengsengan drainase itu tidak ambrol karena tidak mampu menahan beban jalan, selain akibat derasnya arus air saat hujan deras beberapa waktu lalu. “Yang lewat sini truk dengan muatan cukup berat,” kata dia. Dikatakan dia, meskipun sampai saat ini belum ada korban kecelakaan, namun jalan yang amblas tersebut sangat membahayakan. Dikhawatirkan, jalan tersebuta akan ambrol saat ada kendaraan yang melintas di atasnya.(mg2/har/JPNN/als)

bahwa di TPS tersebut, perolehan PPP harus ditambah 13 suara seperti yang sebenarnya terjadi di TPS yang bersangkutan. “Setelah dikoreksi bersama, memang seharusnya suara PPP ada 13 di TPS itu,” kata ketua KPU Jember Ketty Tri Setyorini. Penambahan 13 suara di TPS tersebut membuat kursi kesembilan di dapil 1, yang awalnya milik Demokrat caleg Indah Wahyuni, akhirnya harus rela direbut PPP dengan perolehan caleg terbesar Sukarso. (rul/wah/JPNN/als)

BONDOWOSO – Tudingan adanya penggelembungan suara untuk salah satu caleg DPR RI dari PKB yang dilontarkan oleh relawan Gus Hamid ternyata bukan isapan jempol. Berdasarkan rekapitulasi ulang yang dilakukan oleh KPU Bondowoso di tiga TPS di Mengok, Pujer, tudingan itu benar-benar terbukti. Dari tiga TPS yang direkap ulang, yaitu TPS 2, 3 dan 4 desa Mengok, ada 127 perolehan suara baik dari caleg lain maupun suara partai yang digeser ke caleg nomor urut 4 atas nama Nasim Khan. Proses penggelembungan suara caleg nomor urut 4 tersebut hanya menggeser suara di internal PKB dan caleg PKB sendiri.

Di TPS 2, misalnya, dalam form CI yang sudah dipampang di website KPU, suara partai tertulis kosong. Padahal di CI plano ternyata tertulis 21 suara. Sebanyak 21 suara tersebut kemudian digeser ke caleg nomor urut 4. Hal yang sama juga terjadi di TPS 3 dan 4. Ironisnya, di TPS 4, ada 28 suara dari caleg nomor urut 2 (Nihayatul Wafiroh) yang juga digeser ke caleg nomor 4. Hadi Ismanto, ketua KPU Bondowoso mengungkapkan, setelah rekap ulang tersebut, memang terjadi perubahan. Hal itu setelah dicocokkan antara C1 Plano dengan C1 yang sudah dipampang di website KPU. “Memang hasilnya tidak sama,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember. Dia mengungkapkan, setelah di-

lakukan rekap ulang plano tersebut, maka pihaknya langsung melakukan perubahan dalam data-data, termasuk di form D, DA dan DB. “Kita tidak bisa menilai apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian terkait dengan adanya perbedaan data itu. Tugas kami hanya sebatas administrasi. Yaitu melakukan perintah KPU Jatim untuk melakukan rekap ulang,” ujarnya. Adnan Wijaya, relawan Gus Hamid Wahid, selaku pihak yang melaporkan adanya indikasi praktik kecurangan pemilu secara sitemik, terstruktur dan massif (STM) tersebut mengungkapkan bahwa adanya proses pergeseran suara itu bukanlah kelalaian. Tetapi sudah jelas ada unsur kesengajaan.(esb/sh/JPNN/als)

DENPASAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali merampungkan proses klarifikasi hingga kajian atas laporan dugaan mencoblos lebih dari sekali. Bawaslu menyimpulkan bahwa fakta hukum, pasutri Wayan Kodang dan Ni Nyoman Keli mencoblos lebih dari seklai di TPS 18 dan 24, Banjar Wana Giri, Desa Ungasan, Kuta Selatan. Walau demikian, Bawaslu ogah memberikan rekomendasi untuk pemungutan suara ulang (PSU) atau coblos ulang di dua TPS tersebut. ”PSU-nya bukan perkara mentok. Tapi, dari norma hukum, kami tidak merekomendasikan untuk PSU di dua TPS itu,” kata Ketua Bawaslu Bali Ketut Rudia. Ditanya alasannya, dia menjelaskan ada surat dari KPU RI yang memberikan batas waktu PSU pada 23 April lalu. Walau demikian, dia menyatakan bahwa kalau pihak pelapor masih ingin memasalahkan, masih bisa mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). ”Masih bisa ke MK. Kalau MK memutuskan PSU, ya harus dilaksanakan. Tapi, kami tidak merekomendasikan PSU,” tegasnya.(yor/yes/JPNN/als)

ADRIAN/RADAR BALI/JPNN

SUDAH SIAP: Anggota Bawaslu Bali, Rudia (kiri) mengecek surat suara yang dicetak di PT Temprina.

Polisi Waspadai Bocoran Kunci Jawaban Unas JEMBER – Jajaran Polres Jember tidak ingin kecolongan dengan beredarnya bocoran kunci jawaban soal ujian nasional (unas) SMP/MTs, yang akan dimulai hari ini (5/5) hingga 8 Mei mendatang. Polisi akan mengawasi sekolah penyelenggara unas dan aktivitas siswa sebelum pelaksanaan ujian. Tujuannya agar tidak ada peredaran kunci jawaban unas. Jika ditemukan bocoran kunci jawaban unas, polisi akan bertindak tegas. Polisi akan mengusut bocoran soal unas tersebut. Penegasan ini disampaikan Kabag Ops Polres Jember Kompol Imam Pauji yang memimpin pengamanan aparat Polres Jember yang bertugas mengamankan distribusi soal unas SMP dari gudang Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember ke tempat penyimpanan sementara di sub rayon yang adai masing-masing di polsek. “Tentu akan kami lakukan pengawasan lebih ketat terhadap peredaran bocoran kunci jawaban unas, termasuk melalui SMS. Terutama sebelum dan saat pelaksanaan unas,” ungkap Pauji. Pengawasan dilakukan lebih ketat, setelah muncul kasus bocoran jawaban soal unas di daerah lain saat unas SMA/ MA lalu. Pauji menjelaskan, Polres Jember akan proaktif mengamankan pelaksa-

RADAR JEMBER/JPNN

PROSES DISTRIBUSI: Hari ini siswa SMP dan MTs akan mengikuti ujian nasional. Dispendik dan Polres Jember terus memonitor jika terjadi kecurangan unas.

naan unas SMP. “Total ada 750 personel yang kami kerahkan untuk mengamankan unas SMP. Termasuk dalam distribusi soal unas hari ini (kemarin, Red). Itu termasuk beberapa personel yang mengamankan di penampungan sementara di polsek-polsek,” ungkap perwira dengan satu melati di pundak tersebut. Dia mengingatkan masyarakat dan peserta unas agar tidak pecaya dengan beredarnya bocoran kunci jawaban

unas. Diharapkan, masyarakat melapor atau menghapus bocoran jawaban unas bila menerimanya melalui SMS. “Jangan percaya, itu sangat menyesatkan. Jangan diedarakan ke teman, itu bisa berimplikasi hukum,” tegasnya. Kepala Dispendik Jember Bambang Hariono menjelaskan, unas SMP/ MTs digelar mulai 5-8 Mei 2014. Jumlah peserta mencapai 32.267 orang. Ditambah SMPLB 11 orang dan Paket B 762 orang. “Total peserta unas SMP

32.267 orang. Mereka sudah siap untuk mengerjakan soal unas pekan depan,” katanya. Gembok berlapis yang mengamankan gudang pnyimpanan soal unas SMP dibuka. Sebanyak 636 boks soal unas SMP dikirimkan ke sejumlah sub rayon penyelenggara unas di Jember. Selama berada di gudang dispendik, naskah soal unas dijaga aparat kepolisian. Hal ini dilakukan dengan pengawasan ketat dari aparat kepolisian untuk menghindari kebocoran dan kecurangan yang mungkin terjadi. Total, ada sekitar 33 sub rayon SMP dan 9 sub rayon MTs di Jember yang menyelenggarakan unas. Untuk sementara, naskah soal akan dititipkan ke polsekpolsek terdekat. Soal baru dikirim ke sekolah pada hari H unas. Bambang mengungkapkan, unas Kejar Paket B (kesetaraan) juga diselenggarakan pada 5-8 mei 2014 mendatang. “Ujian susulannya 12-16 Mei 2014,” ungkapnya. Pengumuman kelulusan paling lambat dilaksanakan pada 14 Juni 2014. Untuk Unas SMP  ada empat mata pelajaran yang diujikan, yakni bahasa Indonesia, matemaika, bahasa Inggris, dan IPA. “Sehari satu mata pelajaran,” kata Tatang Prijanggono, Kabid SMP/SMA/SMK Dispendik Jember. (aro/ram/har/JPNN/als)

Mengenal Lebih Dekat Lumajang Reptil Community

Kopi Darat Sering Dibuat Objek Foto Selfi Ular bagi komunitas Reptil Lumajang bukan hewan yang menakutkan. Bahkan, kecintaan terhadap binatang melata tersebut terus mereka tularkan kepada khalayak ramai. AKHMAD RIDWAN, Lumajang. SEPERTI biasa, car free day setiap Minggu pagi di sekitar Alunalun   Lumajang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menikmati udara sejuk tanpa asap kendaraan bermotor. Mereka ada yang datang berkelompok, bersama keluarga, atau datang sendiri sambil berlari kecil mengitari alun-alun. Car free day juga banyak dimanfaatkan oleh komunitas-komunitas di Lumajang. Mereka menggelar kopi darat sesama anggota komunitas, sekedar sharing, bertukar pengalaman masing-masing.

Diantara beberapa komunitas tersebut, di salah satu sudut alunalun, ada komunitas yang tak biasa. Sejumlah anggotanya memegang ular dari mulai ukuran, kecil, sedang, hingga berukuran besar. Mereka adalah Lumajang Reptil Community. Ya, kelompok ini adalah para penyayang binatang, khususnya ular. Mereka setiap pekannya memang menggelar kopi darat antara sesama komunitas. “Kadang minggu pagi, atau malam minggu,” kata Faigam, salah satu pentolan komunitas tersebut. Igam, nama panggilannya mengatakan komunitas tersebut sudah terbentuk sekitar 3 tahun silam. Sempat vakum gara-gara sejumlah reptil anggota komunitas pernah dicuri maling. “Sekarang, mulai menggeliat lagi,” ungkapnya. Mencintai binatang jenis ular diakui Igam memang tidak biasa. Sebab, kata dia memang masih sedikit masyarakat Lumajang yang

AKMAD RIDWAN/RADAR JEMBER/JPNN

BUKAN MUSUH: Anggota Komunitas reptil community bercengkerama dengan ular peliharaan mereka.

mencintai binatang melata tersebut. Masyarakat, masih takut atau bahkan jijik untuk memelihara ular. Belum lagi, stigma masyarakat yang menempatkan ular sebagai musuh dan harus dibunuh ketika berpapasan dengan ular jenis apapun.

Padahal, kata pengelola Meong Pet Shop tersebut, jika mengetahui jenis-jenis ular, maka rasa takut terhadap ular bisa diminimalisir. Sebab, tidak semua binatang melata itu berbisa. “Yang kita pelihara, bukan ular berbisa,” tegasnya.

Dia mencontohkan saat komunitasnya kongkow-kongkow di sekitar alun-alun. Ternyata, banyak masyarakat yang tertarik dengan binatang-binatang melata tersebut. Bahkan, ular-ular itu banyak yang dijadikan objek foto selfi oleh masyarakat. “Masyarakat, ternyata banyak yang senang megang dan foto sama ular,” ucapnya. Komunitas yang beranggotakan sekitar 20 orang tersebut, mau tidak mau harus menjelaskan jenis-jenis ular tersebut kepada masyarakat. Pengetahuan anggota komunitas tentang ular juga harus terus diasah. Sebab, banyak masyarakat yang tidak sekedar melihat dan memegang ular tersebut, tapi juga bertanya tentang jenis dan asal usul ular tersebut. “Yang banyak dipelihara temanteman jenis Piton,” imbuhnya. Bahkan, komunitas ini juga diundang ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi tentang ular. Intinya, mengenalkan kepada siswa tentang jenis-jenis ular dan

bagaimana menjaga dan merawatnya. “Intinya, ular itu bukan musuh,” ucapnya. Sosialisasi ke siswa tersebut, kata Igam dimanfaatkan oleh anggota komunitas untuk mengenalkan lebih dekat ular kepada siswa. Itu dilakukan agar masyarakat tidak apriori dulu terhadap ular. Jangan memburu ular untuk dibunuh ketika tiba-tiba berpapasan dengan ular. “Ular bukan musuh,” ungkapnya menegaskan kembali. Komunitas ini mengagendakan pertemuan sepekan sekali sesama anggota komunitas. Ajang tersebut dimanfaatkan oleh anggota komunitas untuk saling bertukar pengalaman merawat reptil terebut. Kadang, juga menjadi tempat saling bertukar informasi. Igam menambahkan, memelihara ular cukup mudah dan tidak perlu perawatan khusus. Di samping itu, dia mengatakan tidak perlu biaya besar. Ular, kata dia, cukup dikandangkan dan hanya sesekali aja memberi makan. (wah/JPNN/als)


OLAHRAGA

34

R A D A R

Jawa Pos

Senin 5 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

Dispora Segera Putar Liga Voli Pelajar BANYUWANGI – Turnamen sepak bola antarpelajar bertajuk Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Banyuwangi sukses digelar. Kali ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi menggagas Liga Bola Voli Pelajar (Livope) se-Banyuwangi. Peserta Livope direncakan diikuti tim SD, SMP dan SMA kategori putra dan putri. Sedianya, ajang tersebut mulai digeber pada mulai 12 Mei dan dijadwalkan berakhir 17 Mei mendatang. Venue pertandingan dipusatkan di satu titik, yaitu RTH Taman Blambangan Banyuwangi. Ada beberapa ketentuan yang menjadi kewajiban setiap tim. Setiap sekolah boleh mengirimkan lebih dari satu tim putra dan putri. Dengan catatan, jumlah maksimal 10 pemain dan 2 ofisial. Itu berlaku untuk tingkat SMP dan SMA. Sedangkan tingkat SD, peserta terbatas. Ketentuannya, setiap kecamatan hanya boleh mengeluarkan satu tim putra dan putri. Meski begitu, satu tim bisa menjaring pemain di sekolah-sekolah yang memiliki pemain potensial. Ketentuan itu jelas berbeda dengan kategori SMP dan SMA. Sebab, setiap tim hanya boleh diperkuat siswa dari sekolah tersebut. Artinya, sekolah dilarang keras untuk

merekrut pemain dari sekolah lain. Proses pendaftaran tampaknya sudah dibuka sejak beberapa waktu lalu. Hingga kemarin, sudah ada beberapa sekolah yang siap ambil bagian dalam ajang tersebut. ‘’Tanggal 8 Mei besok pendaftaan terakhir,’’ ungkap Plt Kepala Dispora Banyuwangi, Ahmad Khoirullah melalui Kepala Bidang Olahraga, Setio Utomo kemarin (4/5). Dia menjelaskan, even Livope ini digelar dalam rangka meningkatkan prestasi siswa, khususnya di bidang bola voli. Karena itulah, ajang tersebut sangat penting untuk diikuti. ‘’Pertandingan dimulai pukul 13.30,’’ terangnya. Dalam penentuan jadwal pertandingan, Dispora selaku panitia akan membahas lebih dulu bersama semua peserta. Sedianya, jadwal itu akan ditentukan melalui technical meeting yang digelar pukul 09.00 pada tanggal 8 Mei. ‘’Technical Meeting kita pusatkan di Aula kampus UNIBA Banyuwangi,’’ sebutnya. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada semua sekolah baik di lingkungan Dinas Pendidikan maupun Kementrian Agama untuk segera mendaftar. ‘’Ini kesempatan emas bagi sekolah untuk menunjukkan prestasi,’’ tandasnya. (ton/als)

KURAS ENERGI: Mantan pilar Banyuwangi Putra, Sinyo (dua dari kiri) mengikuti seleksi Persewangi Muda d i S t a d i o n D i p o n e g o ro , Banyuwangi, kemarin.

30 Pemain Lolos Seleksi

BANYUWANGI – Persewangi Muda (PM) menggelar seleksi pemain untuk disiapkan dalam Liga Nusantara. Seleksi untuk penjaringan pemain itu digeber di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, secara maraton sejak Sabtu (3/5) dan berakhir kemarin (4/5). Sekitar 100 pemain mengikuti seleksi sejak hari pertama. Namun, jumlah tersebut mengerucut menjadi 40 pemain pada hari kedua. Pada hari kedua atau terakhir, proses seleksi dilakukan selama sehari sejak pagi hingga sore.

Sore kemarin, Ribut Santoso sebagai kepala tim penyeleksi hanya memilih 30 pemain untuk masuk dalam skuad PM. Selebihnya, 10 pemain yang lolos dari tahap pertama akhirnya dipulangkan. Yang menarik, semua pemain yang mengikuti seleksi tersebut mayoritas pemain muda. Usia pemain rata-rata berusia 20 tahun, tepatnya kelahiran tahun 1994-1995. Bahkan, tidak sedikit pemain berusia 18 tahun juga mengikuti seleksi. Situasi itu jelas berbeda dengan sikap dua kontestan lain yaitu Banyu-

wangi United (BU) dan Banyuwangi Putra (BP). Dua tim asal Kota Penyu itu memilih untuk menggunakan pemain senior dan berpengalaman. Karena itulah, banyak pemain asal dua tim tersebut untuk menjajaki karir di PM. Bahkan, pemain asal dua tim itu paling mendominasi dan terjaring dalam skuad PM. Sebagian pemain juga jebolan dari tim luar daerah, namun asli Bumi Blambangan. Manajer Persewangi Muda, Aliong mengungkapkan, jika semua pemain yang terjaring itu akan segera dilakukan pembi-

caraan. Langkah tersebut agar status pemain tersebut jelas. ‘’Tidak usah menunggu lama, pemain yang kita rekrut akan kita panggil secepatnya,’’ tegasnya. Dia menjelaskan, pihaknya memang memilih pemain junior dalam skuad PM. Menurut dia, kualitas pemain junior itu dinilai tidak kalah dengan pemain senior. ‘’Mereka memang kalah pengalaman. Tapi, nanti tim pelatih akan memoles mereka agar menjadi pemain top di masa depan,’’ tandasnya. (ton/als)

RAMADA KUSUMA/RaBa

Muncul Tiga Calon Ketua PSSI Situbondo SITUBONDO – Hari terakhir pendaftaran calon Ketua Asosiasi Cabang (Ascab) PSSI Situbondo dimanfaatkan sejumlah orang untuk mendaftar. Ada tiga nama yang menyatakan siap memimpin organisasi tersebut. Mereka adalah Agus Pinayonangan, H Rahman dan Zainul Arifin. Diprediksi masih akan ada nama lagi yang akan meramaikan bursa pendaftaran calon

ketua Ascab PSSI Situbondo. Pasalnya, pendaftaran baru ditutup pukul 24.00 tadi malam. Sekretaris Panitia Muscab Dedy FY Katili membenarkan, saat ini sudah ada tiga orang yang menyatakan siap dan mengajukan diri s e b a ga i k e t u a. “ Na mu n itu belum sepenuhnya final masih tidak menutup kemungkinan ada calon lain yang akan menyusul,”

DOK.RaBa

Dedy FY Katili

terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, sore kemarin (4/5). Kata Dedy, ada sejumlah nama lain yang sudah mendaftar masih via lisan. Karena itulah, panitia masih menunggu hingga pukul 24.00 tadi malam. “Semakin banyak, semakin bagus agar ada kompetisi yang baik dan sehat. Nanti juga akan benar-benar terlihat siapa yang sebenarnya ingin me-

majukan dunia sepak bola Kota Santri,” kata Dedy. Siapa saja orang-orang yang mendaftar via lisan tersebut, Dedy masih enggan membocorkan. “Kepastiannya siapa saja akan kita ketahui bersama besok karena dengan alasan memudahkan dan menjaring calon potensial yang benar-benar bisa diajak memajukan sepak bola Situbondo ke depan,” pungkasnya. (pri/als)

IPSI Mulai TC Jangka Panjang Eks Atlet Berharap

RAMADA KUSUMA/RaBa

PULANG: Sukarno Andi Wijaya hanya sepekan mengikuti seleksi pemainTimnas U-19. Dia harus pulang karena mengalami cedera kaki.

Andik Kurang Beruntung BANYUWANG I – Kab a r mengejutkan datang dari striker Persewangi, Sukarno Andi Wijaya. Bagaimana tidak, bomber berusia 18 tahun yang sedang mengikuti seleksi Timnas U-19 itu terpaksa pulang lebih cepat. Remaja asal Dusun Sepanjang Kulon, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, itu selama sepekan mengikuti pemusatan latihan bersama Evan Dimas dkk di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH) Tangerang. Dia merupakan pemain baru yang dipanggil hasil tur Nusantara. Selain dia, ada dua muka baru yang dipanggil pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri. Dua pemain itu adalah Martinus Novianto dari tim Pra PON DIY, dan Muhammad Hamdan Zamzami dari PSS Sleman. Tapi, hanya Martinus Novianto yang diberi kesempatan bertahan dan mengikuti seleksi. Sebaliknya, Sukarno Andi Wijaya dan Muhamad Hamdan Zamzami dipulangkan. Satu nama lain, Reza Pahlevi Sitorus yang sudah lama bergabung juga dipulangkan.

Sukarno Andi Wijaya sebetulnya bisa bersaing dengan tiga penyerang lain, yaitu Muhklis Hadi Ning Syaifullah, Dimas Drajad dan Martinus Novianto. Tapi, sial bagi Andik, dia mengalami cedera saat game terakhir Sabtu (3/5) lalu. Entah alasan cedera itulah, eks pilar Banyuwangi United itu dipulangkan. ‘’Kaki saya cedera, Mas. Gara-gara ditekel kiper saat latihan terakhir,’’ kata Andik kepada koran ini kemarin. Sampai saat ini, cedera yang dia alami cukup serius. Karena itulah, dia diminta pulang untuk pemulihan kondisi. ‘’Saya memang disuruh pulang karena engkel saya sakit. Tapi coach Indra masih butuh saya,’’ terangnya. Me sk i a k hirnya ku ra ng beruntung, dia mengaku banyak pelajaran yang dipetik selama beberapa hari mengikuti latihan bersama Garuda Jaya, julukan Timnas U-19. Dia mengatakan, semua pemain sangat disiplin baik di dalam maupun di luar lapangan. ‘’Saya masih diberi kesempatan untuk kembali lagi ke sana,’’ tandasnya. (ton/als)

BANYUWANGI – Pengkab IPSI Banyuwangi benar-benar serius dalam menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tahun 2015 mendatang. Demi meraih target maksimal dalam ajang multi even itu, induk organisasi semua perguruan pencak silat itu mulai menggelar training center atau pemusatan latihan terhadap puluhan para atlet. Pemusatan latihan itu digulirkan sejak kemarin (4/5). Ketua Pengkab IPSI Banyuwangi, Guntur Priambodo secara resmi membuka TC jangka panjang tersebut di RTH Taman Blambangan. Saat ini, atlet yang mengikuti TC berjumlah 44 orang. Setidaknya langkah IPSI patut ditiru bagi cabang olahraga (cabor) yang lain. Mengingat, cabor yang lain masih belum mengawali TC berjenjang. Padahal, atlet perlu digembleng secara serius dan kontinu agar bisa tampil maksimal dalam ajang dua tahunan itu.

TC atlet pencak silat tersebut dilakukan sistem degradasi. Tiap atlet harus bisa menunjukkan kualitasnya. Setidaknya, masing-masing atlet diminta untuk terus berkembang. Jika tidak ada perkembanga peningkatan, maka terpaksa atlet tersebut akan dicoret. Saat ini, setiap kelas diisi empat atlet. Tentu saja, empat atlet tersebut akan mengerucut menjadi satu di tiap-tiap kelas. Karena itu, semua atlet harus berjuang agar bisa lolos dan tampil dalam Porprov yang digelar pada Juni tahun depan itu. Program TC jangka panjang itu dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahap pertama dilakukan mulai bulan Mei hingga Juni. Selama dua bulan itu, akan terjadi pencoretan atlet di masing-masing kelas. Yang jelas, pencoretan atlet tersebut berdasarkan pengamatan dan evaluasi tim pelatih. Selanjutnya, TC tahap kedua dilanjutkan mulai Juli

hingga Desember. Selama masa TC itu, tim kepelatihan juga pada akhirnya akan memulangkan atlet yang dinilai kalah bersaing dengan atlet yang lain. Nah, komposisi atlet inti akhirnya melakukan pemusatan latihan mulai Januari hingga Mei. Ketua Pengkab IPSI Banyuwangi, Guntur Priambodo meminta semua atlet untuk fokus selama melakukan TC. Semua atlet harus bisa menyerap segala pelajaran yang diberikan tim kepelatihan. ‘’Harus bisa berkembang. Sebagai dasar, stamina fisik harus tahan banting,’’ ujarnya. Menurut dia, stamina yang bagus sangat diutamakan sebelum melangkah ke program teknik. Karena itulah, dia mengingatkan, agar semua atlet serius dan kerja keras dalam menjalani segala program dalam TC jangka panjang itu. ‘’Target kita juara umum. Kalau kita leha-leha, misi kita bisa meleset,’’ tandasnya. (ton/als)

ALI NURFATONI/RaBa

SIMBOLIS: Ketua Pengkab IPSI Banyuwangi, Guntur Priambodo menendang sansak sebagai simbol dimulainya TC jangka panjang di RTH Taman Blambangan kemarin.

Kisruh PTMSI Berakhir BANYUWANGI – Mesuk sudah mengantongi SK dari Pengprov PTMSI Jatim, namun pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Banyuwangi periode 2014-2018 masih baru merencanakan pelantikan. Namun, jelang proses pengukuhan tersebut, kepemimpinan KGS Abd Sakur sebagai ketua terpilih justru digoyang. Hingga kemarin (4/5), polemik di tubuh PTMSI Banyuwangi masih menjadi sorotan. Gara-garanya, penyusunan kepengurusan sesuai SK yang diteken ketua umum PTMSI Jawa Timur dinilai banyak kejanggalan dan tidak sesuai prosedur. Sebab, sebagian personel yang ditunjuk sebagai tim formatur hasil amanah musyawarah cabang (Muscab) tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Persoalan itu yang membuat sebagian tim formatur berteriak. Masalah kian meruncing setelah bendahara umum periode sebelumnya, Ajazul, tidak pernah ‘’dipakai’’. Isu tak sedap itu bisa menganggu persiapan Kota Penyu dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Juni tahun 2015 mendatang. Jika kisruh tersebut tidak segera klir, maka akan berdampak terhadap atlet. Mengingat, atlet membutuhkan konsentrasi penuh demi meraih hasil manis dalam even multi even tersebut. Kekawatiran itu yang disuarakan mantan atlet tenis meja, Galuh Priawan. Dia mengaku sangat prihatin terhadap kegaduhan yang melanda PTMSI Banyuwangi. Sebagai eks atlet, dirinya jelas prihatin atas polemik tersebut. ‘’Belum dilantik kok sudah

ALI NURFATONI/RaBa

Galuh Priawan

ramai. Jadi miris mendengarnya,’’ keluhnya. Menurut dia, dirinya ikut merasakan problem tersebut. Karena itu, dirinya sangat perlu untuk angkat bicara agar kisruh tersebut tidak berkepanjangan. ‘’Semua tahu, Banyuwangi menjadi tuan rumah porprov. Lha kok tiba-tiba ramai begini,’’ katanya. Dia yakin, jika para atlet di Bumi Blambangan menunggu kapan dilakukan seleksi dan segera melakukan pemusatan latihan. Sebab, untuk meraih banyak medali, dibutuhkan persiapan yang matang. ‘’Saya tidak yakin kalau persiapan mepet dapat medali banyak,’’ ujar pria yang kini masih aktif melatih tenis di klub PTM Genteng itu. Oleh karena itu, dia berharap agar polemik di tubuh PTMSI Banyuwangi segera selesai. Menurut hemat dia, semua pihak harus duduk bersama untuk mencari jalan keluar. ‘’Kalau bagi saya, teman-teman atlet seperti saya juga mengharap yang terbaik. Dan, kalau kepengurusan sekarang ini masih kurang bagus, harus diperbaiki,’’ pungkasnya. (ton/als)


BERITA UTAMA 35 340 Orang Ikuti Kejar Paket B

Jawa Pos

Senin 5 Mei 2014

R A D A R

n DIAWASI... Sambungan dari Hal 25

Saat distribusi soal dari Mapolres Banyuwangi ke masingmasing polsek, kata Mahmud, pihak kepolisian melakukan pengawalan secara bersamasama dalam satu kendaraan pengangkut naskah soal unas tersebut. “Jadi, polisi tidak menggunakan kendaraan sendiri, tetapi mengawal di dalam mobil pengangkut naskah unas,” ujarnya. Dikatakan, satu jam sebelum unas jenjang SMP/sederajat digelar mulai pagi ini, soal akan

didistribusikan ke masingmasing sekolah pelaksana Unas 2014. Setiap hari, setelah selesai ujian, petugas berpakaian preman yang berjaga di sekolah akan melakukan pengawalan kunci jawaban yang sudah dikerjakan untuk dikirim ke sub rayon. “Pengawalan juga akan dilakukan ketika lembar jawaban unas dikirim ke Surabaya setiap sore hari,” paparnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Dwi Yanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Dikmen Suratno mengatakan,

pendistribusian naskah unas dari Mapolres Banyuwangi ke masing-masing polsek merupakan tahap akhir persialan Unas jenjang SMP/sederajat. “Pada prinsipnya, mekanisme pengambilan soal dari polsek ke masing-masing sekolah pelaksana juga harus dikawal polisi,” cetusnya. Suratno menjelaskan, ada perbedaan pengawasan antara unas SMA/sederajat yang digeber 14 April sampai 16 April yang lalu dengan unas SMP/ sederajat yang dimulai pagi ini. Jika pada unas SMA/sederajat ada pengawas independen dari unsur perguruan tinggi

B A N Y U W A N G I

(PT), sedangkan pelaksanaan unas jenjang SMP/sederajat akan diawasi petugas Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jatim. “Ada tiga petugas LPMP yang akan mengawasi pelaksanaan unas di Banyuwangi,” pungkasnya. Seperti diberitakani, dari seantero wilayah Banyuwangi, tercatat ada 22.587 siswa yang terdaftar dalam Daftar Nominasi Tetap (DNT) Unas SMP/ sederajat 2014. Para pelajar tersebut berasal dari 250 satuan pendidikan. Rinciannya, 73 SMP negeri, 87 SMP swasta, 2 SMP terbuka, 12 MTs negeri, dan 78 MTs swasta.

Garuda Indonesia Patut Diacungi Jempol n PINTU SUDAH... Sambungan dari Hal 25

Daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi. terbaik dalam kelola pemerintahan. Terbaik dalam perencanaan tata kelola wilayah dan pembangunan. Juga, daerah dengan indeks pembangunan manusia yang tinggi. Indikator-indikator itulah yang membuat manajemen Garuda kepincut. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi menunjukkan adanya mobilitas yang tinggi. Mobilitas tinggi membutuhkan kendaraan yang cepat. Pertanyaan utama dan pertama investor ketika masuk ke suatu daerah adalah ini: berapa lama perjalanannya dan transportasinya apa. Kalau jawabannya enam jam perjalanan darat, hampir dipastikan 99,99 persen, si investor akan berpikir ulang 1000 kali. Beda kalau jawabannya begini: Anda dijamin tidak capek. Anda dijamin tidak tua di jalan. Sebab, ke Banyuwangi hanya butuh waktu 45 menit. Investor pasti akan langsung ’jatuh cinta’ pada kesan pertama itu. Jawaban yang menggembirakan. Melegakan. Umumnya, investor dan pebisnis super sibuk. Tidak mengenal istilah buang-buang waktu. Bagi mereka, waktu

adalah uang. Makin cepat sampai semakin baik. Makin lekas sampai tujuan makin menyenangkan. Selain itu, untuk mengetahui seberapa prospektif suatu daerah, beberapa investor dan pelaku punya trik khusus. Cukup mengajukan pertanyaan seperti ini: Garuda terbang ke sana ya? Ya, Garuda memang menjadi standar penerbangan untuk mengukur prospek dan kredibelitas suatu daerah. Itu masuk akal. Sebab, sebelum mendaratkan pesawatnya ke suatu daerah, Garuda melakukan kajian yang mendalam. Selain teknis penerbangan, yang dikaji pihak Garuda adalah prospek daerah. Bukan hanya pertumbuhan ekonominya saat ini. Namun juga perkembangan daearh itu di masa mendatang. Mangkanya, disadari atau tidak, secara langsung atau tidak langsung, Garuda sebenarnya sudah membantu investorpelaku usaha yang akan masuk ke suatu daerah. Mereka tidak perlu repot-repot lagi melakukan survei. He he... Selain koneksivitas, kehadiran Garuda Indonesia di Banyuwangi juga untuk mengembangkan networking. Maka tidak mengherankan jika pihak Garuda berani membuka rute Banyuwangi-Denpasar PP. Boleh dibilang, pembukaan

rute Banyuwangi-Denpasar itu keputusan yang berani. Nekad. Sebab, sebelumnya Sky Aviation pernah melakukannya. Awalnya pakai pesawat Carravan 9 penumpang. Lalu jenis Fokker 50 penumpang. Hasilnya, gagal total. Penumpangnya tidak signifikan. Sky Aviation tutup. Setelah itu, belum ada maskapai yang punya nyali membuka kembali rute keramat Banyuwangi-Denpasar. Termasuk Merpati. Juga Wings Air yang sekarang baru menerbangi rute BanyuwangiSurabaya PP. Tentu saja, manajemen Garuda tahu persis soal itu. Sejarah kelam itu. Tapi, Garuda tetap keukeuh. Membuka kembali rute Banyuwangi-Denpasar PP. Pasti Garuda sudah berhitung matang. Termasuk menanggung risiko: penumpangnya sedikit! Itu disadari benar oleh manajemen Garuda. Itu tersirat dari pernyataan Faik Fahmi, sang Direktur Layanan Garuda Indonesia dalam konferensi pers usai penerbangan perdana 1 Mei lalu. Dikatakan, pembukaan rute Banyuwangi-Denpasar PP tidak semata-mata ditujukan untuk profit oriented. Ada tujuan yang lebih besar. Yakni membangun networking. Garuda yakin, nama besarnya sebagai maskapai yang

sudah diakui dunia (dalam hal savety-nya) akan meyakinkan wisatawan manca negara untuk mengunjungi Banyuwangi tidak pakai jalur konvensional lagi. Melainkan terbang dengan Garuda. Perjalanan darat Denpasar ke Banyuwangi menghabiskan waktu empat sampai lima jam. Dengan Garuda hanya butuh 45 menit. Cocok sekali untuk memenuhi prinsip traveler: dengan waktu yang sedikit bisa kunjungi banyak destinasi. Keberanian Garuda Indonesia itu patut diacungi jempol. Bukan hanya dua. Tapi empat sekaligus. Garuda sudah membuka jalan. Terutama jalan perjalanan wisata. Sekarang momentum di tangan pegiat wisata. Hotel, restoran, dan terutama agen perjalanan. Kita tunggu kreativitas mereka. Dulu mereka cuap-cuap. Untuk menarik wisatawan dari ke Banyuwangi perlu ada penerbangan BanyuwangiDenpasar PP. Sekarang keinginan itu sudah terpenuhi. Kalau Garuda sudah membuka rute Banyuwangi-Denpasar tapi wisatawan yang naik pesawat dari Bali ke Banyuwangi tidak banyak, berarti yang salah siapa. Yang pasti bukan pihak Garuda. Tapi, .... Kita tunggu sambungan jawabannya! (kaosing93@gmail.com)

Beri Tempat Spesial Bagi Seniman n TURIS... Sambungan dari Hal 25

Bahkan bukan hanya warga lokal, turis mancanegara yang tengah pelesir di kabupaten ujung timur Pulau Jawa, ini pun lebih memilih menyaksikan pentas seni tradisional tersebut. Eric, turis asal Ontario, Kanada, yang datang ke Banyuwangi mengaku benar-benar terkesima dengan pertunjukan janger berjudul Luthung Kamandaka tersebut. Eric menonton pertunjukan seni tradisional di Taman Blambangan bersama sang istri yang juga pengajar Program Studi (Prodi) Perencanaan Wilayah dan Kota,

Institut Teknologi Bandung (ITB), Teti A. Argo. Menurut Eric, pertunjukan janger dan tari-tarian tradisional yang dia saksikan malam itu sangat spesial. Dia mengaku sangat suka dan menikmati tontonan tersebut. “I like it. It’s very entertaining. (Saya suka pertunjukan ini. Ini sangat menghibur, Red),” ujarnya. Bagi Eric, gerakan para penari sangat indah. Dia juga mengaku terkesan dengan antusiasme penonton. “It’s amazing. (Ini luar biasa),” cetusnya. Yang lebih membanggakan, pertunjukan seni tradisional malam itu juga ditonton oleh 80 dosen dan guru besar

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Sama halnya dengan Eric, para guru besar dan dosen Unair yang datang ke lokasi pertunjukan bersama Bupati Abdullah Azwar Anas, juga tampak sangat menikmati hiburan Sabtu malam tersebut. Sementara itu, saat didaulat memberikan sambutan, Bupati Anas mengaku bangga dengan kenyataan yang dia lihat di lapangan. “Di belakang (depan Gesibu Blambangan) ada pentas musik rock. Tetapi anak-anak kita masih senang melihat seni tradisional kita,” cetusnya. Menurut Bupati Anas, meskipun Pemkab Banyuwangi

gencar melakukan pembangunan daerah, tetapi pihaknya tetap memberi tempat spesial untuk para seniman lokal untuk menampilkan kreasinya. “Bandara kita bangun. Jalan kita bangun, tetapi kesenian kita tidak boleh tergusur dari kemajuan pembangunan tersebut,” tegasnya. Setelah menyampaikan sambutan, Bupati Anas menyematkan udeng khas Banyuwangi kepada salah satu penabuh alat musik tradisional grup Kharisma Dewata Banyuwangi. “Udeng yang kemarin-kemarin itu salah. Mulai malam ini (Sabtu), mari diganti dengan udeng khas Banyuwangi,” ajaknya. (sgt/aif)

Amankan Minyak Wangi dan Bulu Perindu n PERAS... Sambungan dari Hal 36

Dikatakan, pria itu memang sengaja mengaku sebagai anggota TNI dengan tujuan agar pistol yang dipegangnya aman. “Saya disuruh anggota TNI yang pinjam uang ke saya. Kalau bertemu polisi, saya disuruh menjawab dan mengaku anggota TNI. Dan, kalau bertemu TNI, saya disuruh mengaku sebagai anggota polisi. Jadi semua jawaban itu karena saya disuruh oleh teman saya yang TNI itu,” ujar

Yogi, meyakinkan berkali-kali. Dari tangan tersangka, petugas Resmob yang dipimpin Aiptu Parke berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa satu pistol jenis Airsoftgun yang lengkap dengan enam butir peluru asli. Selain itu, pistol mainan, minyak wangi dan bulu perindu, uang kuno bergambar Presiden RI 1 Ir Soekarno, dua keris kecil, juga diamankan polisi. “Katanya orang, bulu perindu dan uang ajaib itu bawa keberuntungan. Tapi gak tau juga,” katanya.

Data yang berhasil dikumpulkan, selain melakukan pemerasan kepada warga menggunakan pistol tersebut, TNI gadungan ini pernah dilaporkan karena diduga terlibat kasus penggelapan mobil Daihatsu Xenia Nopol BG 1014 NP di Sempolan, Jember. “Kasus mobil yang dilaporkan itu sudah damai dengan pemiliknya,” aku Yogi. Dikonfirmasi, Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pengembangan terkait kasus

pemerasan yang diduga kuat tidak hanya dilakukan tersangka Yogi Prasetyo. Berdasar pengakuan tersangka yang ceplasceplos tersebut, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan. “Kami masih mendalami kasus pemerasan ini. Proses selanjutnya dilakukan penyidikan, serta pengembangan kasus karena diduga ada pelaku lain. Saat ini pelaku kami tahan di sel Mapolres dan beberapa barang bukti kejahatan juga sudah diamankan,” tegas AKP Wahyudi. (rri/als)

Siswa Diimbau untuk Tetap Belajar n NASI PUTIH... Sambungan dari Hal 25

Kata-kata sentuhan yang meluncur dari Gus Sidiq, ternyata membuat para siswa tersentuh. Tetesan air mata mengucur dari kedua mata mereka. Saling berangkulan dan minta maaf pada sesama, dilakukan pada akhir doa bersama ini. “Mari kita berangkulan dan saling minta maaf pada teman,” pinta Gus Sidiq. Puncak doa bersama dalam tradisi ini adalah membagi nasi golong. Setiap siswa yang hadir, mendapat sebungkus nasi yang di dalamnya ada

telur godog. Selanjutnya, mereka makan bersama bungkusan itu sembari duduk melingkar. “Makan nasi golong ini merupakan tradisi turun temurun,” cetus ustadz Abdul Fatah. Nasi golong itu berupa bungkusan nasi yang di dalamnya ada telur rebus. Untuk makan, menggunakan sayur daun kelor yang dilengkapi dengan sambal. “Semuanya itu memiliki makna sendiri,” cetus tokoh masyarakat yang tinggal di Kelurahan Tukang Kayu itu. Nasi putih yang disuguhkan dalam tradisi ini, bagi warga Using bermakna menjernihkan

jiwa. Sedang putih telur, dipercaya bisa memutihkan hati. “Kalau sayur kelor itu untuk melunturkan hal yang gaib dan menangkal gangguan dari luar,” bebernya. Pada tradisi nasi golong juga disuguhkan jenang abang (merah). Makanan ini, untuk menjaga keselamatan bagi semua, terutama yang akan mengikuti ujian. “Orang dulu, itu sering melaksanakan makan nasi golong ini. Akan masuk sekolah atau masuk pesantren, juga melaksanakan makan nasi golong,” cetusnya. Meski sudah melaksanakan tradisi nasi golong, Ustadz

Fatah tetap menekankan pada para siswa untuk tidak lupa belajar. Sebab, belajar itu yang paling penting dalam menghadapi ujian. “Jangan lupa belajarnya,” cetusnya. (aif)

INFO ARTIKEL Artikel yang termuat mendapat kaus menarik. Silakan ambil di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi Jl. Yos Sudarso 98C selama jam kerja dengan menunjukkan identitas yang berlaku selambat-lambatnya seminggu setelah pemuatan. artikelradar@gmail.com

Plt Kepala Dispendik Dwi Yanto mengatakan, SMP negeri dan swasta akan dibagi menjadi 22 sub rayon, sedangkan MTs negeri dan swasta terbagi dalam 12 sub rayon. “Jadi satuan pendidikan penyelenggara unas SMP/sederajat

terbagi menjadi 34 sub rayon,” cetusnya. Sementara itu, selain puluhan ribu siswa tingkat SMP dan MTs, ada 340 orang yang akan mengikuti ujian Kejar Paket B. Dwi Yanto menambahkan, ujian kejar paket “B”

itu akan digelar di delapan titik, di antaranya di Kecamatan Kalipuro, Glagah, Rogojampi, dan Songgon. Selain itu, ujian Kejar Paket B juga diselenggarakan di wilayah Kecamatan Sempu, Tegalsari, Siliragung, dan Muncar. (sgt/aif)

PKL Sudah Pada Tempatnya n PUJI... Sambungan dari Hal 25

Akibatnya, orang luarlah yang menginisiasi kegiatan wisata di daerah tersebut. “Saya pikir Bupati Banyuwangi berada pada jalur yang benar untuk mengajak masyarakat lokal menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” ujarnya. Perempuan yang baru saja mengunjungi sejumlah objek wisata di Bumi Blambangan,

di antaranya Pulau Merah, Pulau Pancer, Kawah Ijen, dan beberapa destinasi wisata lain ini mengatakan, upaya memberdayakan masyarakat lokal untuk menginisiasi kegiatan wisata yang pantas di lakukan di daerahnya cukup tepat. “Ini memang kerja berat di awal. Karena masyarakat lokal belum berorientasi untuk mengundang “tamu” dengan profesionalitas tertentu,” terangnya. Teti juga memuji penataan ru-

ang terbuka hijau (RTH) di Banyuwangi. Dia menambahkan, pihak yang seharusnya paling menikmati ruang terbuka hijau tersebut adalah masyarakat kota itu sendiri, bukan pedagang kaki lima (PKL) dan lain-lain. “PKL memang perlu ada, tetapi harus diatur. Jangan sampai menghalangi pemandangan pengunjung. Saya kira di Banyuwangi (keberadaan PKL) sudah pada tempatnya,” pungkasnya. (sgt/aif)

Syair Kurang Elok Bisa Dicoret n PERBUP... Sambungan dari Hal 25

Ketua DKB, Samsudin Adlawi mengatakan, perbup yang menjadi landasan hukum Badan Sensor Lagu Osing sudah 95 persen rampung. “(Perbup) tinggal finalisasi. Tim advokasi dan hukum DKB akan bertemu dengan Bagian Hukum pemkab untuk menyelaraskan kalimat-kalimat dalam perbup tersebut,” ujarnya kepada sejumlah wartawan Sabtu (3/5). Samsudin menegaskan, rencana pembentukan Badan Sensor Lagu Osing, itu dilatarbelakangi semangat untuk “memagari” nilai-nilai luhur budaya Banyuwangi, termasuk lagu Osing. Sebab menurut dia, dahulu lagu-lagu Banyuwangi sangat disukai masyarakat. Tidak hanya orang Banyuwangi, tetapi juga disukai orang luar Banyuwangi. Namun belakangan, karena tuntutan pasar, ada beberapa

pencipta lagu yang menciptakan lagu-lagu yang merusak nilainilai luhur tersebut. “Ini yang ingin kami cegah,” cetusnya. Dikatakan, DKB tidak ingin membatasi orang berkreasi. Hanya saja, menurut Samsudin, karya seni yang baik adalah karya seni yang tidak mengganggu orang lain. “Perbup tersebut rujukannya pada Undang-Undang (UU) pornografi. Kalau ada masyarakat mengeluhkan lagu yang meresahkan. Tim advokasi dan hukum DKB yang akan menindaklanjuti,” kata dia. Samsudin menambahkan, anggota tim Badan Sensor Lagu Osing itu terdiri dari unsur musisi, pengarang lagu senior, Majelis Ulama Indonesia (MUI), pendidik, dan tokoh masyarakat. Anggota tim tersebut berjumlah sembilan orang. “Begitu kita lontarkan ide membentuk badan sensor lagu Osing, tanggapan masyarakat sangat luar biasa. Bukan

hanya kalangan agamis dan tokoh masyarakat, masyarakat luas juga sangat mendukung,” bebernya. Dijelaskan, mekanisme sensor lagu Osing itu adalah, lirik lagu yang akan direkam disetor ke DKB. Selanjutnya, tim Badan Sensor Lagu Osing, di antaranya pencipta lagu senior Andang CY dan Yons DD akan meneliti syair lagu tersebut. Jika ada syair yang kurang elok, kata Samsudin, akan diberi masukan untuk diganti. “Jika lirik lagu tersebut sronok, bisa dicoret,” pungkasnya. Sebagaimana diketahui, akhir-akhir ini lagu-lagu Osing dengan lirik sronok banyak beredar di pasaran. Bahkan tak jarang, baik lirik maupun tarian lagu-lagu Osing mengandung unsur pornografi. Meski tidak sedikit masyarakat yang cuek dengan fenomena tersebut, tetapi banyak juga warga yang prihatin dengan kenyataan tersebut. (sgt/aif)

Penanaman Bersifat Uji Coba n AREAL... Sambungan dari Hal 26

areal persawahan ini sengaja dipasangi bambu untuk persiapan tanam tembakau. Penanaman tembakau in merupakan upaya PTPN XII Jember. Alasan penggunaan lahan di tempat ini adalah karena beberapa waktu sebelumnya pimpinan PTPN di jember tanpa sengaja melihat tanama di sekitar sini tumbuh subur. “Pak General

Manager pas lewat sini melihat kok bagus, terus ini kita tanami,” ungkap Heri. Dia menambahkan, bambubambu itu nantinya akan dijadikan tiang waring (kelambu) agar tanaman tidak terserang hama dan serangga. Kemudian, banguanan mirip gudang di samping timur natinya akan digunakan sebagai tempat oven tembakau setelah dipetik. “Bambu-bambu itu untuk tiang waring Mas,” ujarnya.

Lahan seluas dua setengah hektare ini nantinya rencananya akan ditanami Tembakau Bawah Naungan (TBN). Jika sesuai rencana, penanaman akan dimulai pada tanggal 16 Mei. “Tanggal 16 besok kita mulai penanamana,” tegasnya. Sementara untuk hasil panen dirinya belum berani memprediksi. Karena penanaman kali ini masih bersifat uji coba. “Belum berani menebak, ini mash uji coba,” cetusnya. (sli/aif)

Kedalaman Hanya Satu Meter n TAMBANG... Sambungan dari Hal 26

“Tetapi saat kita sidak, ternyata tambang pasir ini masih beroperasi,” ujarnya. Ripai menegaskan, jika plang penutupan lokasi tambang pasir sudah dipasang namun pihak pengelola tetap melakukan aktivitas penambangan pasir, maka Satpol PP menyerahkan penindakan kepada aparat berwajib. “Sampai saat ini Satpol PP bersama Disperindagtam sudah memasang plang penutupan di 25 lokasi tambang pasir belum berizin,” bebernya. Kadisperindagtam Har y Cahyo menambahkan, ada dua poin pelanggaran yang dilakukan pihak pengelola tambang pasir di Desa Watukeboo tersebut. Poin pertama, meski IUP operasi produksi belum dikantongi, namun kegiatan produksi sudah dilakukan. Poin selanjutnya, bekas lahan yang telah ditambang tidak

dilakukan reklamasi dengan baik. Hary menegaskan, pihaknya akan terus melakukan sidak serupa di seantero wilayah Banyuwangi. Sebab, diindikasi praktik serupa juga terjadi di lokasi tambang pasir ilegal yang lain. “Diharapkan semua pihak melaksanakan aturan Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara,” harapnya. Hary berharap, seluruh camat, lurah, maupun kepala desa (kades) segera melapor jika di wilayahnya terdapat lokasi pertambangan pasir tanpa izin alias peti. “Sesuai Surat Edaran Bupati Tahun 2011, semua camat, lurah, maupun kades harus segera lapor jika menemukan peti,” tegasnya. Dikonfirmasi di lokasi yang sama, Musa, 29, pengawas lapangan tambang salah satu lokasi tambang pasir di Desa Watukebo, mengatakan, pihaknya siap menaati peraturan

yang berlaku. “Prinsipnya kita sudah mengurus perizinan tambang pasir ini. mulai advice planning (AP), wilayah izin pertambangan (WIP), dokumen eksplorasi, dan lain-lain. Kami sudah pro aktif mengurus IUP eksplorasi,” paparnya. Musa menambahkan, kedalaman bekas galian tambang pasir tersebut hanya sekitar satu meter. Pertimbangannya, agar air irigasi di sekitar lokasi tambang tetap lancar. “Kalau yang Anda lihat memang galian cukup dalam. Tetapi nantinya bekas lubang tersebut akan kami urug. Jika tanaman padi yang ada di area penambangan ini sudah dipanen, urugannya kita ambil dari situ,” jlentrehnya. Musa berharap, jika ketentuan tambang yang belum berizin tidak boleh melakukan aktivitas penambangan, harapannya semua tambang pasir di Banyuwangi diperlakukan sama. “Harapan kami semua disidak,” pungkasnya. (sgt/aif)

Juara Lomba Lukis se-Jawa n EMPAT... Sambungan dari Hal 36

Adapun sejumlah prestasi akademik lainnya yang sudah diperoleh siswa-siswi SMPN 1 Panji periode Desember 2013 hingga April 2014, di antaranya adalah Febi Gustami Ilahi, Balqia Syifa Prastisina. Keduanya juara I dan IV lomba pidato Bahasa Inggris tingkat Jawa Timur. Feby juga menjuarai lomba pidato bahasa inggris tingkat Karisdenan

dengan bertengger di nomor dua. Sedangkan juara satunya diraih siswa SMPN 1 Panji juga, Dimas Wibisono. Selain itu ada juga Alivinda juara olimpiade matematikan di posisi ke sembilan tingkat Provinsi Jawa Timur. Ada juga Siska Dwi Nova dan Balqis Syifa yang juara olimpiade matematika tingkat Kabupaten yang berada di urutan kedua. Sedangkan Prestasi non akademik Siswa SMPN 1 Panji di tingkat provinsi sedikitnya ada

tujuh momentum. Di antaranya lomba lukis se-Jawa dan Bali, taekwondo under 55 kg, 49 kg, dan 45 kg, serta karate. Semuanya berada di posisi ketiga. Selain itu, juara keempat siswa berprestasi seni dan juara pertama lomba yel-yel terbaik PPST. “Mudah-mudahan prestasi yang diperoleh ini dapat memicu dan memacu siswa yang lainnya, khususnya siswa kelas sembilan yang hari ini mulai mengikuti ujian Nasional.” Imbuh Herry. (pri/*/als)


RADAR SITUBONDO

36

R A D A R

Jawa Pos

Senin 5 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

Jatah Kios Pupuk Berkurang 2000 Ton Pupuk Langka, Petani Kelimpungan MLANDINGAN – Sudah hampir sebulan ini para petani di Kecamatan Mlandingan dan Kecamatan Suboh kebingungan. Penyebabnya, keberadaan pupuk bersubsidi yang kian sulit ditemukan di kios-kios di daerah tersebut. Adit, 35, salah seorang petani di Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan, mengaku terpaksa mencari pupuk di Pasar Besuki. Karena di tempat biasa dia membeli, pupuk sudah habis. Dari saking sulitnya ketersediaan pupuk, pupuk yang dia cari di Besuki pun belum tentu ada. ”Kami kesulitan pupuk,” ujar Adit.

Adit menambahkan, pupuk yang sulit dicari terdiri dari semua jenis. Yaitu pupuk jenis Za, Urea dan Ponska. Padahal saat ini, dirinya sangat membutuhkan pupuk untuk menggarap sawahnya. ”Entah kami harus mencari dimana lagi, Mas,” imbuh pria satu anak tersebut. Hal serupa juga di alami oleh Titin, 49, petani asal Desa Gunung Puteri, Kecamatan Suboh. Dia kesulitan mendapatkan pupuk jenis Urea dan Za. ”Pupuk sekarang semakin langka,” ucap Titin. Titin berharap, ke depan kelangkaan pupuk ini bisa saja teratasi. Agar tidak membuat dirinya dan petani lainnya sedih akibat tidak bisa menggarap sawahnya. ”Semoga pupuknya tidak g lagi, g Mas,” kata Titin. langka

Sementara itu, menurut Hasan, 46, petugas pertanian untuk wilayah Kecamatan Mlandingan dan Kecamatan Suboh, kelangkaan tersebut disebabkan pengurangan anggaran untuk subsidi yang diberikan pemerintah pada tahun 2014 ini. Situbondo yang pada tahun 2013 menerima jatah pupuk dari pusat sebesar 3.9000 ton per tahun, untuk saat ini berkurang menjadi 3.1000 ton pertahun. “Jadi pengurangannya lumayan banyak. Dan, itu untuk satu kabupaten saja,” ujar Hasan. Hasan menambahkan, jatah yang diberikan kepada kios yang sebelumnya mencapai 6000 ton, sekarang hanya 4000 ton. Untuk menghindari kecemasan di tingkat petani, maka pihak terkait dari Dinas Pertanian dan Badan

Ketahanan dan Penyuluhan Pertanian (BKPP) Situbondo melakukan sosialisasi terkait masalah kelangkaan pupuk tersebut. Salah satunya digelar di kantor BPP Mlandingan Sabtu lalu (3/5). Menurut Hasan, tujuan sosialisasi tersebut untuk memberikan penjelasan kepada para petani terkait masalah kelangkaan pupuk yang terjadi. Hal itu agar tidak terjadi kesalahpahaman.”Kami sudah sepakat untuk pemerataan penjualan pupuk. Maka kami berlakukan penjualan sistem tertutup. Maksudnya adalah, petani bisa membeli pupuk di kios, dengan syarat membawa surat rekomendasi dari kelompok tani setempat,” imbuh Hasan yang juga memiliki kios p p tersebut. (mg2/als) g pupuk

DAMPAK SUBSIDI DIKURANGI: Pupuk yang dijual oleh kios di Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan, kemarin (4/5). Setiap kios hanya mendapat jatah 4000 ton dari jatah. SULTAN ANSHORI/RaBa

Pakde Karwo-Gus Ipul Hadiri Haul Kiai Sufyan SITUBONDO – Gubenur Jawa Timur Soekarwo dan wakilnya, Saifullah Yusuf, tiba di Situbondo sore kemarin (3/5). Kedatangan mereka kali ini tidak untuk kunjungan kerja, melainkan menghadiri Haul KH Ahmad Sufyan Miftahul A r i f i , p e n g a s u h Po n d o k Pesantren Sumberbunga, di Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan. Hal itu disampaikan langsung oleh Pakde Karwo saat tiba di Stadion Abdurrahman Saleh. “Tidak ada agenda apa-apa. Ini mau menghadiri pengajian. Paling cuma satu dua jam saja,” kata Pakde Karwo, usai disambut sejumlah jajaran Muspida di lapangan stadion. Pakde Karwo dan Gus Ipul tiba di Situbondo menggunakan helikopter. Keduanya kompak mengenakan pakaian hitam putih, serta mengenakan songkok nasional. Setibanya

di stadion, dengan cepat Soekarwo bersalaman dengan puluhan orang yang menyambut. Pakde Karwo selanjutnya menaiki mobil hitam dan menuju ke Pesantren Sumberbunga. Kepada wartawan koran ini, Pakde Karwo mengaku terus menjalin silaturrahmi untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah. Selain itu, kunjungan ke Kabupaten Situbondo kepada sejumlah pondok pesantren juga menjadi agenda rutin. “Sudah rutin dari dulu, hampir setiap bulan,” katanya. Selain bahasa silaturrrahmi dan pengajian, pakde tidak mengomentari sejumlah pertanyaan mengenai pemerintahan. Itu karena agendanya ke Situbondo hanya untuk mengaji pada Haul Almarhum KH Sufyan. “C u m a n g a j i . S a l a m y a sama teman-teman semua,” pungkasnya. (rri/als)

NUR HARIRI/RaBa

DIBEBER: Tersangka pemerasan berserta pistol dan barang-barang lain diamankan di Mapolres Situbondo.

Peras Warga, TNI Gadungan Dibekuk Takuti Korban dengan Airsoftgun SITUBONDO – Seorang warga asal Desa/Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, mengaku sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk melancarkan aksi jahatnya. TNI gadungan ini bernama Ahmad Yogi Prasetyo yang ditangkap Tim Resmob Polres Situbondo usai melakukan pemerasan kepada sejumlah warga di Situbondo. Pria  yang juga mengaku sebagai anggota Kodim 0825 Banyuwangi

itu ditangkap polisi di sekitar SPBU Dusun Sukorejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih. Saat itu dirinya baru saja berhasil memeras Abdul Adim, warga Desa Curahkalak, Kecamatan Jangkar. Saat dibekuk tim Resmob, Ahmad Yogi Prasetyo alias Wagimin Wahono bersikeras mengaku sebagai anggota TNI. Dia mengaku kartu anggotanya masih belum jadi. Di hadapan polisi pula, pria ini juga sempat menunjukkan dua pistol untuk meyakinkan bahwa dirinya adalah anggota TNI. Tetapi, kedok dari semua aksi

jahatnya terbongkar dan petugas langsung mengamankannya ke Mapolres Situbondo. Saat berada di Mapolres, ada sejumlah pengakuan tersangka yang cukup mengejutkan. Tetapi untuk membuktikan pengakuannya, petugas masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait pemerasan uang sebesar Rp 12 juta terhadap korban Abdul Adim. “Rumah saya di Tegaldlimo. Saya hanya ikut-ikutan saja, yang melakukan itu teman. Semuanya dapat uang Rp 12 juta dan saya dapat bagian uang Rp 2,5 juta,” kata

pria kelahiran 1987 yang tubuhnya banyak dilukis alias bertato. Dalam menjalankan aksi pemerasan, pria ini diduga selalu membawa pistol. Dengan senjata mematikan itu, dirinya menakut-nakuti calon korban termasuk korban Abdul Adim. “Pistol ini bukan milik saya, tapi milik anggota TNI. Saya hanya dititipi saja karena anggota TNI yang bertugas di Bali itu pinjam uang kepada saya Rp 4 juta. Jadi pistol dititipkan sebagai jaminannya,” kata Yogi, kepada wartawan koran ini n  Baca Peras...Hal 35

SMPN 1 PANJI RINGSEK: Kondisi mobil Innova yang dikemudikan Kasat Intelkam Polres Banyuwangi AKP Sofwan usai mengalami kecelakaan di Panarukan. Kecelakaan diduga karena mengantuk.

Syamsuri/RaBa

BIKIN BANGGA: Kepala SMPN 1 Panji Herry Sofjan bersama para siswa berprestasi.

Empat Bulan Raih 27 Prestasi PANJI – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2014 menjadi momentum spesial bagi SMPN 1 Panji. Sebab, di hari penting tersebut, salah satu siswa lembaga pendidikan yang dipimpin Herry Sofjan ini mampu menorehkan prestasi bergengsi. Yakni juara harapan satu dalam lomba siswa berprestasi 2014. Siswa yang telah mengharumkan nama Kota santri itu adalah Agustin. Penyerahan tropi kepada siswi kelas VIII.A SMPN 1 Panji diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada upacara Hardiknas di Grahadi Surabaya, 2 Mei lalu. Prestasi Agustin ini merupakan salah satunya saja. Selain itu, masih banyak prestasi lainnya yang diraih oleh siswa SMPN 1 Panji baik di bidang akademik maupun non akademik selama Desember 2013 hingga April 2014. Kepala SMPN 1 Panji, Herry Sofjan mengungkapkan, sedikitnya 27 pretsasi akademik dan non akademik diraih oleh siswa SMPN 1 Panji selama kurun waktu empat bulan terakhir. Itu meliputi prestasi tingkat Jawa Timur, se-eks Karisidenan Besuki, dan tingkat kabupaten. “Semua itu tergapai atas kerja keras semua pihak antara guru, siswa, orang tua wali murid, serta komite sekolah di tahun 2014 dengan perencanaan yang matang,” terang Herry Sofjan, kemarin (4/5). Perencanaan yang matang itu kemudian ditindaklanjuti dengan pembinaan dan latihan yang dilakukan di luar jam efektif sekolah, baik yang dilakukan guru, maupun pelatih dari luar. “Kerja sama dengan Universitas Jember (Unej) telah membuahkan hasil yang sudah kita peroleh beberapa tahun terakhir ini,” imbuh Sofjan n  Baca Empat...Hal 35

NUR HARIRI/RaBa

Innova Remuk, Kasat Intelkam Selamat PA NA RU K A N – D i d u ga karena sopir mengantuk, sebuah mobil Toyota Innova Nopol L 1546 HD yang dike mudikan Kasat Intelkam Polres Banyuwangi AKP Sofwan, menabrak truk di Jalan Raya Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan. Beruntung, insiden kecelakaan itu tidak memakan korban jiwa atau korban luka. Kecelakaan yang terjadi Sabtu (3/5) dini hari itu bermula saat mobil Innova hitam yang dikemudikan perwira 51 tahun itu melaju dari arah timur ke barat. Karena diduga mengantuk, laju mobil Innova tersebut terlalu ke kanan saat melintas di jalan raya yang

menikung, tepatnya di timur jembatan Panarukan. Sayang, di waktu bersamaan, muncul sebuah truk Nopol N 9062 GD dari arah berlawanan. T r u k y a n g d i k e mu d i k a n Sudarmanto, 28, warga Bergas, Semarang, Jawa Tengah, sudah tak dapat menghindar dan karena jarak yang sangta dekat akhirnya terjadi tabrakan. Mobil hitam yang dikendarai AKP Sofwan rusak pada bagian depan mobil. Begitu pula dengan kondisi truk, juga ringsek di bagian depan kanan truk. “Hanya kerugian materi saja. Tidak ada korban jiwa atau yang luka. Untuk pe nyebab kecelakaan itu, sementara diduga karena pe-

ngemudi Innova mengantuk dan kurang konsentrasi,” te rang Iptu Baktiar Teguh, Ka nit Laka Satlantas Polres Situbondo. Pihaknya menegaskan, pe tugas kepolisian masih mendalami kasus kecelakaan di tikungan tajam timur Jembatan Panarukan. Se lain melakukan oleh TKP, pihaknya juga akan memintai ke terangan dari sejumlah saksi. “Saksi-saksi juga akan dimintai keterangannya untuk memastikan penyebab kecelakaan,” tegas Iptu Bahtiar. Petugas laka lantas yang tiba di lokasi pun langsung mengevakuasi dua kendaraan yang terlibat kecelakaan. (rri/als)

NUR HARIRI/RaBa

HITAM PUTIH: Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan wakilnya Saifullah Yusuf tiba di Situbondo.

Kebut-kebutan, Tiga Santri Terpental MLANDINGAN – Ini peringatan bagi pengendara agar lebih berhati-hati saat mengendari motor di jalan raya. Sebuah kecelakaan motor terjadi di jalan raya Mlandingan-Situbondo, tepatnya di tikungan Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Mlandingan, Minggu pagi kemarin (4/5). Kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor tersebut menimpa tiga santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kraksaan, Paiton, Probolinggo. Tiga santri tersebut bernama Ahmad Irwani, 17, warga Pondok Swingor, Kota Probolinggo; Saiful Nizal, 17, warga Desa Temanggung, Kecamatan Krenjingan, Probolinggo; dan Sultan Akbar, 16, warga Karanganyar, Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan. Informasi yang dikumpulkan koran ini, ketiga santri tersebut hendak kembali ke pondoknya di Kraksaan dengan mengendarai dua sepeda motor. Yaitu Vixion ernopol P 4535 FE, dan Honda CB nopol N 4131 NL. Ketiganya berangkat dari rumah Sultan di Dusun Karanganyar, Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan, sekitar pukul 07.45 pagi. Namun nahas, ketika sampai di tikungan jalan raya Mlandingan, ketiganya mengalami kecelakaan lalu lintas. Menurut saksi mata, kecelakaan itu bermula saat dua sepeda motor melaju kencang dari arah Situbondo menuju Surabaya. Saat mendekati tikungan, Honda CB yang dikemudikan Sultan hendak menyalip sepeda Vixion milik Ahmad Irwani yang saat itu sedang berboncengan dengan Saiful Nizal. Bahkan, saat di tikungan tersebut, Sultan Akbar tetap melaju dengan kecepatan lebih tinggi. Mungkin faktor ketahanan, akh-

SULTAN ANSHORI/RaBa

LUKA-LUKA: Salah satu korban saat ditangani petugas medis RS Titian Medical Center (TMC), Bungatan, kemarin (4/5).

irnya Sultan tidak bisa mengendalikan CB miliknya, dan menabrak akar kayu yang berada di pinggir jalan tersebut. Setelah menabrak kayu, Sultan bersama sepeda motornya terpental kembali ke aspal. Sedangkan Ahmad yang posisinya berada di belakang Sultan, sontak kaget. Seketika itu juga Ahmad menabrak motor Sultan. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun ketiganya harus dirawat di RS Titian Medical Centel (TMC) Bungatan. Ketiga korban mengalami sejumlah luka di kaki dan kepala. Menurut Evita, dokter yang menangani korban kecelakaan tersebut mengatakan, dua di antara ketinga korban harus dirujuk ke RSUD Besuki akibat mengalami benturan di bagian dan dan kepala. ”Mereka terkena benturan saat kecelakaan terjadi,” ujar Dokter berkerudung itu.(mg2/als)


Radar Banyuwangi | 5 Mei 2014