Issuu on Google+

RABU 4 SEPTEMBER

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013 3

Hari Ini Pilkades Masal di 41 Lokasi

All Out saat

Presentasi Akhir BANYUWANGI - Even budaya akbar Banyuwangi Ethno Carnival (BEC-3) siap menyuguhkan tontonan spektakuler. Gemerlap kostum, make up, dan koreografi memukau, akan dipadukan dengan rancak dan megahnya kolaborasi musik etnik dan musik modern yang dibawakan secara live di arena pertunjukan BEC yang kali ini bertema “The Legend of Kebokeboan Blambangan” itu Sabtu mendatang (7/9).

PENILAIAN: Presentasi salah satu peserta BEC di aula kampus Universitas PGRI Banyuwangi kemarin.

Setidaknya, itu tergambar dari presentasi tahap akhir yang dihelat di aula kampus Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) kemarin (3/9) n  Baca All...Hal 35

BANYUWANGI - Pemilihan kepala desa (pilkades) masal mulai digelar hari ini (4/9) hingga Kamis besok (5/9). Pilkades di 95 desa itu digelar dalam dua tahap di hari yang berbeda. Tahap pertama, ada sekitar 41 desa di sepuluh kecamatan yang akan menggelar pilkades secara bersamaan pada hari yang sama. Ratusan calon kepala desa (kades) akan memperebutkan jabatan 41 kades yang tersebar di sepuluh kecamatan wilayah Banyuwangi Selatan. Pilkades itu akan dilakukan secara serentak mulai pukul 07.00 dan akan berakhir pukul 14.00. “Selama enam jam, warga 41 desa di Banyuwangi Selatan itu diberi kesempatan menentukan pemimpin desa masingmasing,” ungkap Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Anacleto Dasilva, kemarin (3/9) n

ISTIMEWA

UNDANG: Bupati Anas bersama Konjen AS di Surabaya, Joaquin Monserrate, kemarin (3/9).

 Baca Hari...Hal 35

Konjen AS Bakal Hadir BUPATI Abdullah Azwar Anas all out menyukseskan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) tahun 2013. Kemarin siang (3/9), Bupati Anas menemui Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) di Surabaya, Joaquin Monserrate, untuk menyampaikan undangan khusus acara BEC itu. Dalam BEC yang akan digelar Sabtu mendatang (7/9), Konjen

Pilk Pilkades Masal di B Bumi Blambangan

AS Joaquin Monserrate sudah menyatakan akan datang ke Banyuwangi. Rencana kedatangan Joaquin itu disampaikan lagi saat menemui Bupati Anas kemarin. “Konjen AS di Surabaya sudah konfirmasi akan datang dan hadir di Banyuwangi bersama istri untuk melihat BEC,” kata Anas n

TAHAP I Tanggal : 4 September 2013 Waktu

: Pukul 07.00 hingga 14.00

Jumlah : 41 desa Wilayah : Banyuwangi Selatan

 Baca Konjen...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

TAHAP II Tanggal : 5 September 2013 Waktu

Yunus dkk Sidang Tanpa Pengacara KARI GEDIGU

Tiduri Pelajar 3 Kali, Dihukum 3 Tahun

BANYUWANGI - Sidang kasus illegal logging dengan terdakwa M. Yunus Wah yudi bersama enam terdakwa lain kembali digelar di ruang utama Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (3/9). Dalam sidang itu, para terdakwa tidak didampingi tiga pengacaranya. Tiga pengacara asal Surabaya yang selama ini mendampingi mereka, yakni Laurens A. Kudubun, SH; Damiaan Henan, SH; dan Darwin Hulalata, SH, ternyata belum hadir hingga persi-

dangan dimulai pukul 14.00 kemarin. Para pengacara itu juga tidak hadir dalam sidang pekan lalu. “Sidang dilanjutkan tidak apa-apa, Bapak Majelis Hakim,” cetus Yunus mewakili enam temannya. Mendengar permintaan terdakwa, majelis hakim yang dipimpin Siyoto SH dengan anggota Jamuji SH dan Imam Santoso SH itu akhirnya melanjutkan persidangan dengan agenda men dengarkan keterangan saksi. “Lima saksi yang akan kami hadirkan,

tapi yang datang cuma dua saksi,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Elsesus Salakory SH. Kedua saksi yang didatangkan jaksa itu adalah I Nyoman Sumantra dan Gede Dharmawangsa. Kedua saksi tersebut adalah anggota kepolisian yang datang saat para terdakwa ditangkap pasukan Polres Banyuwangi 21 Februari 2013 lalu. “Saya ada di lokasi saat penangkapan,” terang Nyoman Sumantra n  Baca Yunus...Hal 35

NAGUD, asal Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, sudah kebangetan. Meski baru berumur 16 tahun, remaja yang sudah tidak sekolah itu ternyata cukup nekat. Buktinya, dia berani merayu Sa3 kali saja ritem, 16, kena 3 tahun, pacarnya kalau 10 kali y a n g kena berapa masih ya? menjadi pelajar di sebuah SLTP itu, bermain kuda lumping. Saat akan diajak beradegan ala film khusus dewasa itu, Saritem sebenarnya sudah menolak. Tetapi, bukan Nagud namanya bila langsung  Baca Tiduri...Hal 35 menyerah n

TOKOH FAVORIT

Usulkan Tokoh Favorit Anda BANYUWANGI - Ayo dukung tokoh favorit Anda! Usulkan nama-nama tokoh yang Anda favoritkan! Caranya gampang, isi ballot dalam iklan Tokoh Favorit 2013 versi pembaca di surat kabar Jawa Pos Radar Banyuwangi. Selanjutnya, guntingan ballot itu dikirim ke kantor redaksi atau biro terdekat n  Baca Usulkan...Hal 35

AGUS BAIHAQI/RaBa

Wilayah : Banyuwangi Barat & Utara GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Satu Desa Dijaga 15 Personel SEMENTARA itu, Polres Banyuwangi menyiapkan anggota khusus dalam menghadapi pemilihan kepala desa (pilkades) yang digelar secara masal mulai hari ini (4/9). Selain personel dari polres, seratus personel dari Brimob Polda Jawa Timur juga akan diterjunkan. Dalam pengamanan pilkades itu, juga akan diterjunkan personel dari TNI dan anggota Satuan Polisi Pamong Pra ja (Satpol PP) Kabupaten Banyuwangi. “Polres akan me ngamankan secara maksimal bersama TNI dan Satpol PP,” cetus Kabag Ops Polres Banyuwangi Kompol Sujarwo. Pilkades hari ini akan dilaksanakan di 95 desa yang menyebar di 10 kecamatan di wilayah Banyuwangi Selatan. Dalam pengamanan pilkades tersebut, personel polisi, TNI, dan Satpol PP, akan disiagakan di setiap desa. “Di satu desa, kita tempatkan 15 personel,” katanya. Sujarwo menyebut, polres juga akan menyiagakan anggota Brimob dari Polda Jawa Timur. Saat ini, anggota Brimob sudah disebar ke semua kecamatan. “Anggota Brimob yang kita terjunkan sebanyak 100 personel,” cetusnya. Selain menempatkan anggota di tingkat desa dan Brimob di kecamatan, lanjut dia, pihaknya juga menyiapkan pasukan Dalmas. Pasukan itu disiagakan di Mapolres Banyuwangi. “Empat peleton Dalmas kita siagakan di polres,” ungkapnya. Dalam pengamanan pilkades yang dilakukan secara serentak itu, polisi telah mengidentifikasi desa yang dianggap rawan. Di daerah rawan itu, pengamanan ditingkatkan. “Di daerah rawan, seperti di Kecamatan Muncar, akan kita tambah personel,” sebutnya n  Baca Satu...Hal 35

KASUS KAYU: Suasana sidang lanjutan illegal logging dengan terdakwa Yunus dkk di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin.

Kisah Pasutri yang Menemukan Bayi di Glenmore

Adopsi Tebusan Mobil Ditolak, Kini Bayi Datang Sendiri Serka Imam Muslim, 52, dan istrinya, Ratna Duwi Sari Mintorini, 43, memang mendambakan anak perempuan. Mereka merasa kurang lengkap hanya memiliki seorang anak laki-laki. Setelah penantian selama 20 tahun, kini semua itu terbayar lunas. ALI NURFATONI, Glenmore Assalamualaikum Kepada Bapak Imam Muslim sekeluarga Nama anak ini Setia Bait Qur’any TTL 29-6-2013 Saya titipkan anak saya ini

http://www.radarbanyuwangi.co.id

: Pukul 07.00 hingga 14.00

Jumlah : 54 desa

kepada Bapak Imam Muslim dan Ibu Anak ini bukan anak haram Pak Anak ini punya ortu Cuma keadaan yang memaksa kita berbuat seperti ini. Bapak dan Ibu sangat mengenal saya, begitu juga sebaliknya Dan saya mohon jangan ganti nama anak saya ini Kenapa anak saya ini saya titipkan kepada Pak Imam dan Ibu? Karena saya percaya kepada bapak dan ibu mampu mendidik anak saya ini menjadi orang baik Jangan pernah hujat saya Pak Dan jika anak ini sudah besar, tolong jangan ceritakan kepadanya hal-hal yang buruk tentang saya, biar dia gak benci saya n

 Baca Adopsi...Hal 35

Hari ini pilkades masal di 41 lokasi Makin banyak makin bagus, biar petaruh bingung

Gunung Ijen dibuka kembali secara terbatas Danau kawahnya terbuka menganga selalu

ALI NURFATONI/RaBa

SAYANGI: Serka Imam Muslim menggendong bayi yang ditemukan di halaman rumahnya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Rabu 4 September 2013

Totok masih Dapat Gaji Rp 13 Juta per Bulan

CERMIN DIRI

Yang Menang Jangan Jemawa, yang Kalah Legowo PILKADES adalah suatu pemilihan kepala desa yang dilakukan secara langsung oleh warga desa setempat. Berbeda dengan lurah yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) dan melalui penunjukan langsung, kepala desa merupakan jabatan yang dapat diduduki warga biasa. Pilkades dilakukan dengan cara mencoblos gambar calon kepala desa atau gambar-gambar yang disepakati masing-masing calon. Pelaksanaan pilkades telah ada jauh sebelum era pilbup, pilgub, maupun pilpres secara langsung. Akhir-akhir ini ada kecenderungan pilkades di satu kabupaten dilakukan secara serentak yang difasilitasi oleh pemerintah kabupaten. Hal itu dilakukan agar pelaksanaannya lebih efektif, efisien, dan lebih terkoordinasi dari sisi keamanan. Di Banyuwangi, pelaksanaan pilkades akan dilakukan serentak hari ini (4/9) dan besok. Hari ini ada 41 desa di 10 kecamatan di wilayah Banyuwangi Selatan yang melaksanakan pilkades. Besok (5/9) akan digelar pilkades di 54 desa yang tersebar di 11 kecamatan di wilayah Banyuwangi Utara. Pilkades, seperti umumnya sebuah kompetisi, ada pihak yang menang ada juga yang kalah. Pihak yang kalah biasanya tidak serta merta dapat menerima kekalahan. Ada kalanya mereka menuntut penghitungan ulang hingga pemilihan ulang. Tuntutan-tuntutan semacam itu bisa saja menjadi penyebab timbulnya perselisihan, baik antar calon maupun antar pendukung calon. Karena itu, jangan heran jika di suatu daerah sering terjadi kisruh pasca pemilihan. Pendukung calon A bentrok dengan pendukung calon B, gedung panitia pemilihan dirusak, hingga kendaraan dibakar. Tentu saja keadaan seperti itu tidak kita inginkan. Siapa pun menghendaki pesta demokrasi di tingkat desa itu berjalan aman, tertib, dan lancar. Dari beberapa kasus kerusuhan pasca pemilihan, umumnya terjadi karena calon yang kalah tidak mau menerima kekalahan. Sehingga, kekecewaan itu merembet ke pendukungnya yang ujung-ujungnya terjadi gesekan antar pendukung. Karena itu, kunci suksesnya pilkades ada pada diri cakades. Mereka harus bisa menerima apa pun hasil dalam pilkades. Yang menang tidak jemawa, yang kalah harus legowo. Jika itu diterapkan, dapat dipastikan tidak akan terjadi persoalan apa pun pasca pemilihan. (*)

ADA APA LAGI

ABDUL AZIZ/RABA

DITAHAN: Pelaku pengeroyokan digiring menuju Mapolsek Siliragung kemarin.

Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan SILIRAGUNG - Tiga dari enam pelaku pengeroyokan Dana Bayu Permana, 20, warga Dusun Krajan, Desa Pesanggaran, Kecamatan Siliragung, berhasil ditangkap aparat kepolisian setempat kemarin. Ketiga pemuda yang saat ini mendekam di sel Mapolsek Siliragung itu adalah Erfan Santoso, 27, Rendi Setiawan, 21, dan Feri Amanda, 18. Semua tersangka tercatat sebagai warga Dusun Sumberbening, Desa Kesilir, Kecamatan Sanggar. Kapolsek Siliragung AKP Bakin melalui Kanitreskrim Aiptu Sutomo mengatakan, peristiwa itu bermula ketika Bayu Permana pulang setelah melihat pameran di lapangan Kecamatan Siliragung. Di tengah perjalanan, dia dihentikan enam pemuda yang kemudian menuduh korban melempari mereka batu. Merasa tidak melempar, Bayu Permana mengelak. Ujung-ujungnya, mereka melakukan pengeroyokan. Puas menghajar korban hingga tidak sadarkan diri, pelaku langsung kabur. “Korban mengalami luka robek di kepala atas sebelah kiri sepanjang 6 centimeter,“ kata Sutomo. Masih menurut Sutomo, pada tanggal (27/8), tepatnya tiga hari setelah malam pengeroyokan tersebut, korban mendatangi Polsek Siliragung untuk melaporkan kejadian yang menimpanya itu. Setelah menerima laporan, anggota Polsek Siliragung langsung menangkap para pelaku, “Dari enam pelaku pengeroyokan, tiga orang berhasil ditangkap di rumah masing-masing,” jelas Sutomo. Kapolsek Siliragung AKP Bakin mengatakan, pihaknya telah menetapkan mereka sebagai tersangka, “Mereka kita ancam Pasal 170 junto Pasal 351 KUHP. Tiga temannya yang lain kita tetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” pungkas Bakin. (azi/c1/aif)

POLITIK

BAYU SAKSONO/RaBa

VERTIKAL: Beberapa pendaki menyusuri tebing kawah Gunung Ijen.

Kawah Ijen Dibuka Terbatas BANYUWANGI - Kabar gembira bagi para pencinta wisata pegunungan. Sejak hari Minggu kemarin (1/9) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur membuka kembali secara terbatas kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen. Pembukaan aktivitas wisata di gunung yang dikenal dengan blue fire-nya yang memesona itu dilakukan menyusul penurunan status Gunung Ijen dari siaga (level III) menjadi waspada (level II). Hal itu ditegaskan dalam Surat Edaran Nomor: SE.384. BBKSDA.JAT-5/2013. Dalam surat tertanggal 30 Agustus yang dikirim ke redaksi Jawa Pos Radar Banyuwangi itu, pembukaan secara terbatas pariwisata Gunung Ijen dilakukan dengan memperhatikan Surat Kepala Badan Geologi Nomor 2090/45/ BGL.V/2013 tanggal 26 Agustus lalu. Surat Kepala Badan geologi itu menjelaskan penurunan kegiatan gunung yang berlokasi di perbatasan Banyuwangi dan

Bondowoso tersebut dari siaga (level III) ke waspada (level II) pada pukul 14.00 tanggal 26 Agustus. “Untuk mendukung kegiatan pariwisata secara nasional dan dengan tetap menjaga keamanan serta keselamatan pengunjung, maka kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen dibuka secara terbatas untuk kegiatan pariwisata alam,” demikian isi surat BBKSDA tersebut. Dalam surat yang ditandatangani Kepala Bidang KSDA Wilayah III BBKSDA Jatim, Ir. Sunandar Trigunajasa N., itu dijelaskan, pembukaan secara terbatas Taman Wisata Kawah Ijen yang dimaksud adalah kegiatan pariwisata alam dapat dilakukan sampai radius satu kilometer (Km) dari kawah aktif Gunung Ijen atau maksimal sampai tandatanda/rambu-rambu larangan di lapangan. “Pembukaan secara terbatas itu dimulai sejak 1 September 2013 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” ujarnya melalui surat kepada redaksi. (sgt/c1/bay)

BANYUWANGI - Meski tak pernah ngantor lantaran ditahan dalam kasus narkoba sejak 27 Juni 2013, anggota Fraksi Gerindra DPRD Banyuwangi, Totok Sugiharto, 43, masih sah menjadi anggota DPRD Banyuwangi. Karena itu, politisi yang tercatat sebagai warga Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah, itu tetap menerima fasilitas sebagai wakil rakyat sekitar Rp 13 juta per bulan. Hingga kasus tersebut disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Totok masih tetap menikmati fasilitas sebagai anggota dewan. “Saudara Totok masih sah menjadi anggota DPRD, dan berhak atas hak sebagai anggota dewan,” cetus Sekretaris DPRD Banyuwangi, H. Sudirman. Gaji yang diterima anggota Fraksi Partai Gerindra itu berupa gaji pokok dan sejumlah tunjangan. Gaji itu setiap bulan dikirim ke tempat penahanannya di Lapas Banyuwangi. “Gaji harus diterima langsung oleh yang bersangkutan, jadi ya kita antar,” katanya. Meski sudah tidak pernah ngantor dan tidak bertugas sebagai anggota dewan, Totok masih tetap mendapatkan gaji secara utuh. Gaji pokok dan tunjangan yang dia terima tidak beda dengan anggota dewan lain yang masih aktif bekerja. “Yang kita berikan itu gaji pokok dan tunjangannya,” sebutnya. Ditanya berapa gaji yang diterima Totok setiap bulan, Sudirman menolak menyebutkan. Hanya, gaji pokok anggota DPRD sekitar Rp 3 juta per bulan. Selain itu, masih ada tunjangan perumahan dan tunjangan komunikasi

intensif. “Tunjangan saya lupa nilainya,” ujarnya diplomatis. Dari dokumen yang ada di APBD 2013, tunjangan perumahan bagi 50 anggota DPRD Banyuwangi nilainya Rp 2.680.800.000 per tahun. Bila nilai itu dibagi 50 anggota dewan dan dibagi 12 bulan, maka setiap anggota dewan mendapatkan tunjangan perumahan sebesar Rp 4.468.000 per bulan. “Tunjangan perumahan itu semua anggota dewan nilainya sama,” jelas Sudirman. Tunjangan komunikasi intensif nilainya lebih tinggi lagi. Dalam APBD 2013 disebutkan, dana yang disediakan untuk tunjangan itu mencapai Rp 3.780.000.000. Bila jumlah itu dibagi 50 anggota dewan dan dibagi 12 bulan, maka setiap bulan anggota dewan akan mendapatkan Rp 6.300.000. “Nominal tunjangan komunikasi pimpinan dan anggota tidak sama,” ungkapnya. Melihat data di APBD, maka setiap bulan Totok yang sudah tidak pernah masuk kantor itu menerima gaji sebagai anggota dewan sebesar Rp 13,7 juta. “Gaji dikirim oleh staf ke lapas, karena harus ada tanda tangan langsung untuk laporan,” dalihnya. Sudirman mengaku, permohonan Pergantian Antar Waktu (PAW) Totok telah diajukan. Tetapi, proses pergantian itu masih belum selesai. Surat keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur yang telah mengangkat Totok sebagai anggota DPRD belum dicabut. “Selama SK Gubernur Jatim belum dicabut, Totok masih tetap menjadi anggota DPRD,” cetusnya. (abi/c1/bay)

Tahanan Menikah di Mapolsek CLURING - Keinginan membangun rumah tangga baru tampaknya sudah tidak terbendung bagi Sanyoto. Betapa tidak, meski tinggal di ruang tahanan, duda berusia 59 tahun itu tetap bisa melangsungkan pernikahan. Prosesi pernikahan berlangsung di musala Al-Ikhlas, Mapolsek Cluring. Warga Dusun Simbar II, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, itu menyunting pujaan hatinya, Leginem. Wanita yang dinikahi itu tercatat sebagai janda asal Dusun Simbar I, Desa Tampo. Keduanya sah menjadi pasangan suami istri (pasutri) setelah menjalani serangkaian ijab kabul yang dipandu lang-

sung pejabat Kantor Urusan Agama (KUA) setempat kemarin. Ijab kabul tersebut dihadiri kedua keluarga mempelai. Jajaran anggota kepolisian yang memfasilitasi juga ikut menjadi saksi dalam ikrar janji suci itu. Kapolsek Cluring AKP Agung Setyabudi mengungkapkan, pernikahan tersebut terpaksa dilaksanakan di mapolsek setempat. Sebab, mempelai pria merupakan tahanan. ‘’Yang lakilaki memang minta menikah, ya kita fasilitasi,” kata Agung. Menurut Agung, Sanyoto ditahan gara-gara mengancam perangkat desa menggunakan senjata tajam. Saat itu, Sanyoto ditegur perangkat desa kare-

na sering berduaan dengan Leginem. ‘’Ditegur, tersangka malah mengancam menggunakan celurit,” ungkapnya. Insiden tersebut terjadi dua pekan lalu. Kala itu, dia emosi gara-gara ditegur perangkat desa. ‘’Dia pulang ke rumah ambil celurit lalu mengancam perangkat desa. Karena itu, dia dilaporkan ke polisi,’’ terangnya. Setelah sah menjadi pasangan suami istri, keduanya harus berpisah sementara waktu. Sebab, Sanyoto harus menjalani proses hukum atas kasusnya itu. ‘’Setelah ijab, tersangka langsung kita titipkan ke Lapas Banyuwangi,” tandas Agung. (ton/c1/aif)

AGUS BAIHAQI/RaBa

TERDAKWA: Totok Sugiarto didampingi pengacara Sri Wuryanti di PN Banyuwangi Senin lalu (2/9).

Mediasi Gugatan PKNU Kandas SITUBONDO - Upaya mediasi yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Situbondo dalam perkara gugatan perdata Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) kubu Dadang Wigiarto-Ra Malung tak membuahkan hasil. Kedua belah pihak yang berseteru kemarin memutuskan sama-sama melanjutkan sidang pokok perkara. Pada sidang sebelumnya, hakim mediator telah memberikan waktu satu minggu kepada Reno Widigdyo, selaku kuasa hukum PKNU kubu Dadang-Ra Malung, untuk menyampaikan tawarannya sebagai syarat mediasi. Namun, dalam mediasi lanjutan kemarin (3/9), Reno Widigdyo menyampaikan bahwa keinginan kliennya sudah tertulis dalam materi gugatan. PKNU kubu Dadang-Ra Malung menginginkan surat keputusan DPP PKNU tentang kepengurusan baru DPC PKNU Situbondo dinyatakan tidak sah. Sehingga, DPC PKNU yang sah tetap PKNU kubu Dadang-Ra Malung. Namun, keinginan itu langsung ditolak para kuasa hukum tergugat. Mereka menyatakan bahwa keabsahan SK kepengurusan baru DPC PKNU Situbondo adalah harga mati. Akhirnya, kedua belah pihak sama-sama menandatangani berita acara tidak terpenuhi kesepakatan damai. Kemudian, hakim mediator menyerahkannya kepada majelis hakim. Direncanakan, sidang perdata gugatan PKNU itu akan digelar selama dua kali dalam sepekan. (pri/c1/als)

ALI NURFATONI/RaBa

DUDA DAPAT JANDA: Sanyoto dan Leginem menunjukkan buku nikah usai ijab kabul di musala Mapolsek Cluring kemarin.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Rabu 4 September 2013

Geliat Sumberloh masih Ramai

CEK LAPANGAN: Salah seorang PSK asal Jember berdialog dengan Kadinkes Banyuwangi dan Camat Singojuruh.

Angka HIV/AIDS Turun Peringkat Akhir Bulan Agustus Jumlah Penderita Tembus 1.532 Orang SINGOJURUH - Penderita HIV/AIDS di Banyuwangi memang masih tergolong tinggi. Meski begitu, sebulan terakhir, penderita HIV/AIDS mengalami penurunan. Jika semula Banyuwangi berada di peringkat tiga se-Jatim, kini berada di bawah Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Jawa Timur, Dr. R. Otto Bambang Wahyudi mengungkapkan, jumlah penderita HIV/AIDS di Jawa Timur sudah pada taraf memprihatinkan. ‘’Penderita HIV di Jatim sudah mencapai 17.000 lebih, dan penderita AIDS mencapai tujuh ribu lebih,” beber Otto ketika mengunjungi Lokalisasi Sumberloh, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, kemarin. Dia menyebut, penderita HIV/IDS di Bumi Blambangan memang mengalami penurunan peringkat per-Juli lalu. Namun demikian, itu bukan berarti penderita yang terdeteksi mengalami penurunan. ‘’Tapi karena jumlah penderita di daerah lain meningkat,” imbuhnya. Menurut dia, penderita HIV/ AIDS didominasi kalangan ibu rumah tangga. Bahkan, kalangan anak-anak yang masih produktif juga sudah ada yang terkena virus mematikan tersebut. ‘’Jika ini sudah mewabah, bagaimana nasib masa depan mereka,” ujar Otto. Apakah tingginya jumlah penderita HIV/IDS itu merupakan dampak penutupan lokalisasi? Otto masih belum bisa memastikan tentang faktor itu. Sebab, jika dibandingkan para pekerja seks komersial (PSK), ibu rumah tangga lebih banyak. ‘’Kita tidak bisa menuduh itu dampak lokalisasi ditutup. Perlu kita selidiki dulu peredarannya,” terangnya. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono menyebut, warga Banyuwangi yang terdeteksi mengidap penyakit tersebut mencapai 1.532 orang. ‘’Itu berdasar pemeriksaan dan pendataan per akhir Agustus,” ungkapnya. Menurut dia, penyakit HIV/ AIDS diibaratkan gunung es. Karena itu, jika penderita HIV/

AIDS di Banyuwangi tinggi itu merupakan kesuksesan petugas dalam mendeteksi penyakit mematikan tersebut. ‘’Berarti kita bisa mengorek gunung es itu,” jelas Dokter Rio—panggilan akrabnya. Pemkab Banyuwangi terus berupaya agar penyebaran HIV/AIDS diminimalkan. Selain menggandeng sejumlah lembaga, pemerintah juga menggandeng masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menanggulangi HIV/AIDS. ‘’Kita mengajak masyarakat peduli AIDS,” tandasnya. (ton/c1/aif)

MASIH BUKA: Seorang PSK berada di salah satu wisma Lokalisasi Sumberloh.

ALI NURFATONI/RaBa

SEMENTARA itu, siapa bilang Lokalisasi Sumberloh sepi penghuni. Ternyata lokalisasi terbesar di Banyuwangi itu masih ramai para pekerja seks komersial (PSK). Di malam hari, populasi PSK mencapai 87 orang dan mucikarinya 56 orang. Anehnya, di siang hari, jumlah PSK berkurang hingga tinggal 47 orang. Angka itu berdasar pendataan yang dilakukan sejumlah relawan HIV/AIDS. Ternyata, Pemkab Banyuwangi menutup sejumlah lokalisasi, PSK dari luar Banyuwangi banyak yang indekos tak jauh dari Sumberloh. Cara itu dilakukan PSK semata-mata menghindari razia besar-besaran. Pada malam hari, mereka keluar kos-kosan dan mangkal kembali di Sumberloh. Masih tingginya populasi PSK itu terungkap dalam kunjungan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) dan KPAP Jatim di Sumberloh kemarin. Dari KPAN ada Setyo Warsono. Dia adalah wakil KPAN yang membidangi pembinaan HIV/ AIDS untuk Wilayah Jatim. Turut mendampingi Setyo, antara lain Sekretaris KPAP Jatim Otto Bambang Wahyudi; Plt. Kepala Dinkes Banyuwangi dr. Widji Lestariono; Sekretaris KPA Banyuwangi Waluyo, dan Muspika Singojuruh. Pantauan koran ini menye-

Sumberloh Masih Menggeliat Jumlah PSK: 87 orang (malam hari) 47 orang (siang hari) Jumlah mucikari: 56 orang Jumlah wisma: 80 unit Masing-masing wisma terdiri 4-5 kamar Populasi PSK masih ramai karena sebagian indekos dekat Sumberloh Jika malam hari mereka kembali ke Sumberloh

butkan, Lokalisasi Sumberloh memang masih ramai. Geliat PSK juga masih terlihat jelas di sana. Jumlah wisma di lokalisasi tersebut mencapai 80 unit. Tiap wisma memiliki 4 hingga 5 kamar . Camat Singojuruh Nanik Machrufi menyebut, para PSK yang mangkal di Lokalisasi Sumberloh itu didominasi warga luar Banyuwangi. ‘’A da yang

dari Jember dan ada pula dari daerah lain,” kata Nanik saat menyampaikan laporan tentang potret lokalisasi di depan rombongan KPAN dan KPAP Jatim. Selama ini pihaknya sudah melakukan pembinaan kepada para penghuni lokalisasi (mucikari dan PSK). ‘’Kita berikan pembinaan terus secara manusiawi. Kita sosialisasi agar mereka semua bertobat dan pulang ke rumah. Toh, pemerintah sudah menyiapkan kompensasi,” katanya. Dia menjelaskan, jumlah PSK yang masih beroperasi di tempat prostitusi tersebut memang sudah menurun jika dibandingkan beberapa tahun terakhir. Dia menyebut, pada tahun 2011 lalu jumlah PSK pernah mencapai 200 orang. ‘’Tapi, sekarang tinggal 43 orang,” ungkapnya. Dia mengaku kaget saat menerima laporan dari pengurus lokalisasi. Bagaimana tidak, ternyata banyak PSK yang memilih kos di tempat lain. ‘’Kalau malam bisa mencapai 87 orang yang datang. Itu yang perlu kita awasi terus,” tandasnya seraya geleng-geleng kepala. (ton/c1/aif)

Kini, Usia Penderita Diabetes Semakin Muda Penyakit diabetes banyak jenisnya. Tipe 1 bisa menyerang anak dan orang muda, disebabkan sel beta yang terletak di pankreas sehingga tubuh tak memproduksi insulin. Ini disebabkan faktor keturunan atau kesalahan tubuh membangun kekebalan. Penderitanya tergantung pada pasokan insulin seumur hidup. Tipe 2 diakibatkan sel tubuh tidak mampu merespons kerja insulin sebagaimana mestinya. Penyebabnya kekeliruan dalam mengurus tubuh. Jenis ini lebih mudah ditangani karena tubuh masih memproduksi insulin. Jenis ketiga sering dialami wanita hamil, disebut Gestational Diabetes Mellitus. Ini terjadi karena perubahan hormon, dan biasanya hilang sendiri begitu persalinan usai. Yang keempat disebabkan sindrom tertentu, menyebabkan pankreas terganggu. Penyebabnya alkohol, obat tertentu , i n f e k s i , dan lain-lain. Ini juga bisa di sem buhkan. Sekitar 90% kasus diabetes adalah Tipe 2. Awalnya tipe ini banyak menyerang mereka yang berusia di atas 40 dan lelaki. Tapi kini tak lagi mengenal usia dan kelamin. Orang yang punya silsilah keturunan menderita diabetes, orang gemuk, yang kurang gerak, ibu yang ketika melahirkan bayinya mempunyai berat di atas 4 kg, atau orang dengan tingkat ekonomi rendah lebih berpeluang terserang tipe ini. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, untuk kasus penyakit yang juga disebut kencing manis ini, Indonesia menduduki posisi ke-4 setelah Cina, India, dan AS. Penelitian Persatuan Diabetes Indonesia menyebutkan, tahun 2000 terdapat 8,5 juta penderita di Indonesia, akhir 2008 12 juta, dan diperkirakan 2030 mencapai 20 juta. Setiap sepuluh detik satu orang meninggal karena penyakit ini. Apa yang harus dilakukan? Selain minum obat, ada yang lebih aman: mengonsumsi senyawa

alami yang terdapat dalam kulit buah manggis, yang bernama xanthone. Senyawa ini dikenal sebagai antioksidan tingkat tinggi dan bahan aktif yang stabil di dalam tubuh manusia. Kandungan antioksidannya 17.000-20.000 orac per 100 ounce. Padahal, bahan lain yang terkenal berantioksidan tinggi, seperti wortel dan jeruk, hanya 300 dan 2.400. Karena itu, xanthone mampu menjadi pelindung sel pada proses oksidasi, penuaan, atau perusakan oleh radikal bebas. Bahkan, sifat antioksidannya itu melebihi vitamin E dan vitamin C. Itulah sebabnya xanthone dapat berperan sebagai antilelah, anti-inflamasi, antiaging, antiparkinson, antialergi, antialzheimer, dan membantu tubuh menururnkan kolesterol, tekanan darah, dan gula darah bagi penderita diabetes. Bila ingin tahu l e b i h b a n ya k tentang khasiat manggis itu, Anda bisa membacanya di buku berjudul K u l i t Mang g is Berkhas i a t Tinggi, y a n g tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu menggiling kulit manggis dulu? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul. Namanya Garcia, bukan xanthone karena xanthone adalah nama zat yang dikandungnya. Bila ingin tahu lebih banyak tentang ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi telepon bebas pulsa kami di 08001401430, email info@ manggisgarcia.com, atau website www. manggisgarcia.com. .Produk ini bisa didapatkan di Apotek dan toko obat terkemuka di kota anda atau segera Banyuwangi : 0333-7703239 & 081336445358.


28

Rabu 4 September 2013

Bebas Pilih Kapling, Angsuran Hingga 20 Tahun

Pasar Grand

Livina

Tembus 70 Persen n Evalia Tumbuh 15 Persen BANYUWANGI - Pasar Nissan mobil di Banyuwangi mencatat optimisme di tengah-tengah persaingannya yang ketat. Sejak dibuka pada bulan Juli lalu, sales Nissan secara all item mencapai 20 unit. Angka ini sekaligus menyalip proyeksi yang ditetapkan. Manager diler Nissan Banyuwangi, Yosea Kurnia mengatakan, pertumbuhan sales ini juga meningkat pada Agustus 2013 yang mencapai 32 unit. Sebenarnya, kata dia, pada bulan

TOHA/RaBa

MOBIL KELUARGA: Permintaan terhadap mobil Nissan masih tinggi meski ada kenaikan harga BBM.

Agustus lalu, sales Nissan bisa lebih tinggi lagi. Namun karena momen liburan lebaran, akhirnya angka sales ini hanya mencapai 32 unit. “Tapi angka ini sudah melebihi proyeksi dan sudah sangat bagus sebagai sebuah diler baru,” jelas pria kelahiran Malang itu. Yosea menjelaskan, secara total permintaan mobil Nissan di Banyuwangi sangat prospek. Oleh karena itu Nissan memutuskan untuk membangun

sebuah diler 3S (sales, servis, spare part) di Kabupaten Banyuwangi. Dari semua tipe Nissan itu, Grand Livina masih menjadi idaman keluarga. Sementara itu, tipe Evalia dan Juke menduduki urutan kedua dan ketiga. “Jika dibuat prosentase, kira-kira permintaan terhadap Grand Livina masih 70 persen, sementara Evalia 15 persen, sisanya dibagi untuk tipe lain Nissan,” ungkap dia. Tingginya permintaan dinilai cukup

luar biasa lantaran tetap tumbuh di tengah berbagai impitan kebijakan yang antipasar seperti penaikan uang muka dan harga baru BBM bersubsidi. Program yang dibuat diler untuk mengangkat sales di tengah-tengah kebijakan itu nampaknya juga ampuh. “Program seperti bunga ringan, tenor kredit hingga enam tahun, serta pemberian special price menjadi salah satu pemicu tumbuhnya Nissan,” cetus alumnus Unmer Malang itu. (*/als)

BILA Anda sedang merencanakan membeli rumah, tidak ada salahnya melihat tiga lokasi perumahan milik pengembang Bumi Arum Grup, H Sulistiyono. Tiga lokasi yang ditawarkan ini, selain cocok sebagai tempat hunian, juga cocok untuk investasi di masa depan. Nilai jual rumah yang terus merangkak naik, menjadi salah stau alasan mengapa Anda harus terlebih dahulu melihat penawaran yang ditawarkan Bumi Arum Grup (BAG) ini. Manager Marketing, Bumi Arum Group, Riyo mengatakan, ketiga lokasi perumahan ini ada di Perumahan Alam Pesona Asri Kertosari, Griya Pesona Karangrejo, dan Perumahan Pancoran Mas Griya Indah Rogojampi. Ketiga perumahan ini tidak hanya sudah terbentuk secara lingkungan, namun fasilitas di dalamnya juga sedang dalam tahap pembangunan. “Inilah mengapa ketiga lokasi ini menjadi rebutan masyarakat untuk sekedar tempat huni. Malahan, warga

dari luar Banyuwangi ada yang memborong empat rumah sekaligus,” ujar Riyo. Dikatakan, untuk mendapatkan rumah di BAG ini, Anda tidak perlu khawatir dengan uang mukanya. Sebab, saat ini, pengembang memberikan subsidi uang muka. Jadi Anda hanya membayar uang muka sebesar Rp 500 ribu sudah bisa memilih kapling yang diingingkan. Tenor atau masa kredit pun diberikan hingga 20 tahun lamanya. “Subdisi uang muka ini terbatas, hingga sekarang masih tinggal beberapa unit. Saat ini kami membuka pameran di Roxy Supermarket. Jadi jika Anda ingin melihat dari dekat profil BAG, silakan datang,” ujar Riyo. Selain itu, BAG memberikan hadiah langsung berupa satu televisi 21 inci, serta hadiah Xenia, Yamaha Jupiter, kulkas, dll. “Grand prize hadiah utama berupa uang senilai Rp 1 miliar,” ungkap Riyo. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Tanto di nomor 082143955993 dan 085236058438. (adv/als)

Mio Raih Kartini Choice Brand Award 2013 YAMAHA meraih penghargaan Kartini Choice Brand Award tiga tahun beruntun. Mulai tahun 2011, 2012, dan 2013. Penghargaan tersebut diberikan untuk Mio di kategori motor matik persembahan Majalah Kartini. Seremoni acara ini digelar di area Senayan City, Kamis (29/8) malam. ”Tahun ini terasa istimewa karena bukti pengakuan dari award ini terhadap kualitas Mio diberikan di 10 tahun lahirnya legenda motor matik Indonesia itu. Dalam perjalanan satu dekade, sejak 2003 hingga Juli 2013, Mio telah terjual lebih dari tujuh juta unit. Kedigdayaan Mio saat ini ditopang varian-varian barunya seperti Mio J dan Mio GT yang menjadi motor terlaris Yamaha,” ujar Eko Prabowo, General Manager Marketing Communication & Community Development Yamaha Indonesia. Sebagai pionir yang sebelumnya diawali dengan Nouvo, Yamaha telah memberikan kontribusi terpenting di pasar motor Indonesia. Sampai

BANYUWANGI

ISTIMEWA

TIGA TAHUN BERURUTAN: Motor matik Yamaha Mio masih menjadi idaman para konsumen.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

masyarakat mengenal Mio adalah matik, dan matik adalah Mio. Sedalam itu kesan si Cantik, makna kata Mio. Di awal kemunculannya, Mio dikenal sebagai motor wanita. Identifikasi Mio dengan wanita, lambat laun surut di tahun 2006 setelah Yamaha merilis Mio Soul. Varian ini lebih mengerti kaum Adam dan mendukung hegemoni Yamaha di segmen matik. Tahun ini, dengan penghargaan Kartini Choice Brand Award, menjadi tolok ukur bagi konsumen mengenai merek-merek terbaik yang saat ini tersedia di pasar. Penilaian wanita dianggap jadi tolok ukur karena hampir semua produk kebutuhan sehari-hari, keputusan belinya ada di tangan wanita. Sementara, lelaki umumnya cenderung sebagai pengguna saja. Ada 96 produk yang menjadi obyek survei Kartini Choice Brand Award yang dikelompokkan dalam tiga kelompok besar. Yaitu produk-produk yang dibeli responden untuk dirinya sendiri (produk kebutuhan wanita), produk-produk yang dibeli responden untuk kebutuhan keluarga, produk-produk yang dibeli responden untuk anak-anaknya. (*/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

TOHA/RaBa

PENAWARAN KHUSUS: Seorang konsumen sedang mendapat penjelasan dari tim pemasaran Bumi Arum Grup.

BANYUWANGI

SITUBONDO

• Dikontrakkan •

• KIA Motor •

• Tanah di Bbrapa Lokasi •

• Bodi Kijang LGX •

• Honda Jazz rs ‘09 •

• L300 ‘09 •

• Grand Livina SV •

Dikontrakkan rumah +toko L:497m2, tmpt strtgis, dpn toko Mitra Rgjampi. Hub: 081913935209

Bth tng u/ otomotif R-4.Syrt Min SMAN, diutmkn prnh kuliah. Max P 35th, W 30th, pny kndraan sdr, SIM A/C. Diutmkn Dmisili Bwi. Krm ke CV Al Amin Semesta. d/a Prima Mobil Jl. Yos Sudarso 60 Bwi.Email: sdmtrijaya@gmail.com

Dijual rmh L.1485m2 dpn Bank R a n i Rgj; Tnh L.9600 m2; Kebalen L.23500m2; Pancoran L1150m2; Mendut, L.5000m2; Meneng, L.10650m2 Utara Meneng. Hub. 0811301322/0818341688

Dijual body kijang kapsul Lgx Hrg 25 jt nego Hub 082142194111

Djl Jazz RS 09 hitam pjk bru 182 jt nego cash/ krdt,tkrtmbh.H.082142194111-081335897888

Djl L300 2009 hrg 112juta nego cash&kredit, tukar tambah 082142194111.

Djl. G.LIvina SV”10" MT. Grey MTL. H.142,5 NG. tgn 1. Brg Istw. H. 087857628108

• Rumah+Toko Bangunan • Dijual cpt rumah+toko bangunan sdh berjalan. L 338M2, lokasi muncar. Harga Rp. 1 M nego. minat hub 081249679585

• Akeno Digital Printing • Akeno Digital Dibutuhkan cepat Desainer, Operator, Lamaran kirim ke Sudirman nomor 21.

Printing. Counter, Finishing. J l . P. B .

• Lingkar Ketapang • Djl tanah 2530 M2, Jl. Lingkar Ketapang Bwi, blh diambil sbagian. H. 082141046676.

• Kebun + Sawah 9780m2 • Kebun+sawah Simbar Cluring 9780m2 hrg 1,25M nego.T.085859713332, 085257089996

BANYUWANGI

• Tanah 2 Kapling •

• Facial Murah•

Dijual 2 tanah Kapling msg2 uk: 10x20 M2, Lokasi Kebalenan, SHM Harga : 75 Juta Hub: 082141060580/083847407631

APK Bwi Sehat Jl.P.Tendean 35.Facial murah pukul 14.30 - 15.00. Finda 081335368618.

BANYUWANGI

• Investasi Jati & Sengon •

• STNK •

Peluang emas investasi pohon jati & sengon 1 Ha 3000 pohon, RP. 88 jt langsung sertifikat SHM. Hub 085204556344

Hlg STNK P 3108 VH, an. Nyoman August Perum Villa Sukowidi B 07 01/04 Klatak Hlg STNK Nopol P 2918 Z, an. Suwarno, Grogol, Giri, Banyuwangi

Hlg STNK P 4655 VL, an. Hariyanto Dsn Gombol 02/01 Ds.Benelan Kidul, Bwi

• Lemahbang Kulon • Dijual rumah Lemahbang Kulon no,or 51, Luas Tanah 700m2, Luas bangunan 180m2. Hub: 081217106757 Boentoyo

• Great Corolla ‘93 •

• Panther PPL ‘99 •

• Chev PU & Suzuki Carry •

Dijual toyota great corolla 93, abu2, Nopol P Bwi, Ex. Dokter nego+bonus. 0817264615.

Panther PPL ‘99 hrg 80jt nego, biru met, no. W (Sidoarjo) H. 08123461158, 087755721823

DjlchevPU’84,SzkCary’88alexander.Tnh9000m2 @750Rbm.Argopuro15082333008871

• Innova ‘09 •

• L300 PU ‘10 •

• Promo Suzuki •

• Avanza ‘11 •

Djl Innova disel 09 silver/hitam 207,5 jt nego, pjk pjng bs kash/kredit atau tukar tambah hub 082142194111 - 081335897888

Jual L300 PU 2010 Colt Diesel FE71 Th 2008 4RD,TaftGT4X4th93ban33hub08123353223

Suzuki promo R3 Splash Swift apv pickup dp ringan+bonus hub: 085231223170

Bth uang cpt avanza S.1.5 T 2011 Istimewa, Putih, Silver 147 jt. Hub. 087822043316

• APV ‘05 •

• Honda Odysey ‘03 •

• Nissan •

• Panther New Royal ‘00 •

Dijual APV 2005,Plat DK, Hitam mulus, mesin ok, body list, sarung jok kulit, aki baru, pajak panjang, bemper, 104juta. hubungi 081357504037.

Dijual Honda Odysey Absolute Japan 2003 silver. Pajak panjang mobil sangat nyaman terrawat. Hrp 170 jt nego. Khsus yg cari mobil bagus & nyaman, Hub 081234587000

Nissan Banyuwangi Jl.S. Parman 147 salesservice-spare parts buka tiap hari jam 08.0017.00 telpon: 0333-4460222 promo setiap hari.

Dijual Isuzu Panther New Royal merah tahun 2000 istimewa dan antik , harga92 juta nego. Hubungi 085 859 015 720 atau 085 259 203 299

• Nissan •

• Nissan •

• Daihatsu Terios ‘07 •

• Nissan Terrano ‘00 •

Nissan Banyuwangi penawaran super gila diskon gede, free aksesoris ready stock all unit Nissan, penawaran terbaik. Hubungi: Indra 085238484999 / 0333-7621050

Gebyar promo Nissan Grand Livina DP 40 jt, Evalia DP 25jt, March DP 25jt, Juke DP 40 jt dan dapatkan bonus lainnya. Hub. Adwar Nissan Bwi 081259550876.

Dijual Daihatsu Terios F700 RG TS tahun 2007 hitam metalik, harga 136,5 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Nissan Terrano K. Road F1 tahun 2000 hitam silver, harga 115 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Toyota Innova ‘06 •

• Isuzu Panther ‘07 •

• Toyota Avanza ‘10 •

Dijual Toyota Kijang Innova G XW 42 tahun 2006 biru matalik, harga 146,5 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Isuzu Panther TBR 54F turbo LM tahun 2007 silver, harga 136,5 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60 IRM GMMFJJ tahun 2010 silver, harga 138,5 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

SITUBONDO

Hlg STNK P 6090 WJ, an. Sukandar. Jl. Kapten Sarpan Gg Darmo 9 3/I Tukangkayu

BANYUWANGI

• Innova ‘10 & Accord ‘01 • Djl Innova 010 tpe V,abu2 mtl, istw, 225jt ngo. New Accord01,bru,95jt,cash&credit.Tkrtmbh.082142194111

SITUBONDO

• Tanah Sangat Murah • Dijual sangat murah tnh Luas 4,5 Ha, lok Ds. Ketowan Arjasa, mobil bs langsung k lokasi. Per Ha 65 jt. Hub: 08179622454

PROBOLINGGO • Tanah L2300m2 • Dijual tanah Lt2300 m2 Jl. Raya Pajarakan dpn pabrik sasa gending probolinggo hub 087791344411 / 0333420858/ 081336618649

• STNK • Hlg STNK B P 8315 UE, an. Rukman Kp. Krajan01/02 Ds Sumber tengah, Stb

• BPKB • Hlg BPKB No 40093589 an Bupati RDH Tri 1 Jl PB Sudirman-Patokan,Stb

Mobil Anda Belum Laku? Hubungi: 0333-412224

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Rabu 4 September 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Golput Capai 46,9 Persen

PEMBUNUHAN

Rekapitulasi Kabupaten Dilaksanakan Hari Ini

RADAR JEMBER/JPNN

KORBAN MUTILASI: Polisi mengevakausi mayat Ngatiyani di pantai Bambang Desa Bago, Kecamatan Pasirian.

Telapak Tangan Mutilasi Ditemukan

JEMBER – Tingkat ketidakhadiran masyarakat dalam Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim di Jember cukup tinggi. Angka golput di Kota Tembakau ini tercatat 47 persen. Meski angka golput tergolong tinggi, namun jika dibandingkan dengan pemilukada gubernur dan wakil gubernur 2008, angka golput di Jember saat ini masih lebih rendah. Komisioner KPU Jember Gogot Cahyo Baskoro menjelaskan, Senin lalu reka-

pitulasi suara tingkat kecamatan sudah selesai. Meski perolehan suara sudah diketahui, KPU Jember baru akan merilis secara resmi usai rapat pleno terbuka penghitungan suara tingkat kabupaten pagi ini di GOR Garuda Jember. Berdasarkan laporan dari PPK , lanjut Gogot, tingkat kehadiran masyarakat mencapai 916.692 pemilih. Dengan dilihat dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang mencapai 1,726 juta, berarti angka golput ini mencapai 809.814. “Jadi golput dalam pilgub kali ini mencapai sekitar 46,9 persen,” ungkapnya. Selain itu, kata dia, berdasarkan hasil

rekap KPU, tercatat ada sekitar 16.390 suara tidak sah. “Sedangkan suara sah mencapai 900.234,” imbuhnya. Meskipun golput dalam pilgub kali ini cukup tinggi, angka tersebut lebih rendah dibandingkan pilgub 2008 yang mencapai hampir 50 persen. Gogot mengakui, tingginya golput di Jember tidak lepas dari minimnya sosialisasi yang dilakukan KPU. Sebab, anggaran yang tersedia di KPU kabupaten untuk sosialisasi pilgub hanya Rp 30 juta. Padahal, dalam pilkada bupati yang lalu, anggaran sosialisasi yang disediakan KPU Jember mencapai sekitar Rp 800 juta. Sehingga, sosialisasi

pilgub kali ini kurang maksimal. Selain itu, KPU Jember tidak terlibat dalam pengadaan alat peraga sosialisasi pilgub. “Semuanya dilakukan KPU Jatim. KPU Jember hanya bertugas untuk mendistribusikan alat peraga sosialisasi pilgub,” tandasnya. Gogot mengungkapkan, faktor lain yang mendorong rendahnya kehadiran warga ke TPS adalah kurang gregetnya tim sukses masing-masing calon untuk melakukan sosialisaisi. Dia menilai, tidak ada gebrakan dari para tim sukses untuk mengajak pemilih berbondongbondong ke TPS untuk memberikan hak suaranya. (ram/har/jpnn)

Berkas Kasus Korupsi Dilimpahkan ke Kejari

LUMAJANG - Potongan anggota tubuh korban mutilasi memang belum ditemukan semua. Hingga mayat dikebumikan potongan telapak tangan itu masih belum ketemu. Baru kemarin telapak tangan tersebut berhasil ditemukan di kawasan sekitar lokasi kejadian. Dari informasi yang berhasil dihimpun, pagi sekitar jam 09.00 telapak tangan tersebut ditemukan. Oleh petugas kepolisian yang sejak pertama kali penemuan mayat mutilasi melakukan penyisiran. Penyisiran yang dilakukan di kawasan pantai Bambang Desa Bago Kecamatan Pasirian itu menemukan telapak tangan yang diduga kuat milik korban mutilasi yakni Ngatiyani asal Curahjeruk, Gratis, Sumbersuko. Sumber kepolisian menyebutkan bahwa telapak tangan itu adalah milik Korban mutilasi. “Ya milik siapa lagi,” ungkap salah satu perwira Satreskrim Polres Lumajang yang turut mengevakuasi penemuan telapak tangan tersebut. Namun demikian, Kepolisian menurutnya masih melakukan penelitian. Yang sejak ditemukan telapak tangan tersebut, Kapolres Lumajang AKBP Singgamata segera melakukan penelitian intensif. “Masih diteliti dulu untuk memastikan secara medis,” ungkapnya. (fid/jpnn)

JEMBER - Berkas penyidikan dugaan korupsi Program Nasional Perbaikan Gedung Sekolah Dasar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jember yang ditangani penyidik Polres Jember dikirimkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Senin kemarin (2/9). Namun, tiga tersangka kasus itu tidak ditahan, sehingga bisa melakukan kegiatan seperti biasanya. Hal tersebut diungkapkan Kasatreskrim Polres Jember AKP Makung Ismoyojati saat ditemui kemarin. “Berkas sudah rampung, dan sudah dikirimkan ke Kejari,” jelas Makung. Usai diserahkan itu, nantinya berkas itu akan diteliti jaksa untuk diketahui apakah ada yang perlu diperbaiki lagi oleh pihak kepolisian. “Atau bisa dinyatakan lengkap,” ujar Makung. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus itu menyeret tiga orang di lingkungan Dispendik

KECELAKAAN

Jember menjadi tersangka. Ketiganya AY, Kepala Bidang Dispendik, HR, Kepala Seksi Bidang Pendidikan dan SG, seorang kepala sekolah dasar di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi. Polisi sendiri sudah menyelidiki kasus itu sejak Januari lalu dan akhirnya menetapkan adanya tersangka pada Agustus lalu. Ketiga orang itu diduga kuat bertanggung jawab dalam pemotongan dana program nasional perbaikan gedung sekolah tahun 2011. Menurut penyidik, dugaan pemotongan itu mencapai lebih dari Rp 1,1 miliar. Caranya, kepala sekolah menyetor sejumlah uang kepada ketiga orang itu sebesar 5 - 10 persen dari dana yang telah mereka terima. Setiap sekolah dasar menerima dana bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI itu mencapai antara Rp 200 juta - Rp 400 juta. (ram/hdi/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

APES: Motor korban yang akan digunakan untuk beli bensin diamankan di kantor polisi.

Nyari Bensin, Tewas Terlindas Truk AMBULU - Sungguh tragis nasib Suyono, 60, warga Dusun Krajan, Desa Sidodadi Ambulu. Saat dirinya berusaha mendahului dua truk yang melaju dari arah Ambulu ke Wuluhan, tepatnya di Desa Tegalsari, kendaraan Mio warna biru P5208 QA yang dikendarainya oleng. Nahasnya, saat jatuh, badannya tepat berada di bawah truk yang sedang melaju. Menurut keterangan Asgar, saksi, korban Suyono melaju ke arah barat. Korban mengendarai motor dengan dua jurigen di atasnya. Kemungkinan besar, korban hendak membeli bensin di SPBU Tegalsari. “Saat itu, korban membawa jurigen yang masih kosong,” terang Asgar, warga Kauman, Ambulu yang bekerja di laboratorium Tegalsari. Asgar melanjutkan, saat korban sampai di jalan Tegalsari, korban mencoba mendahului dua truk yang samasama melaju kea rah barat. Saat korban sampai pada truk yang paling depan, tiba-tiba saja oleng dan masuk kebawah ban truk bernopol tersebut. Sesaat setelah kejadian, anggota Polsek Ambulu langsung ke lokasi. Saat petugas datang, belum ada warga yang berani melakukan evakuasi. Mereka takut jika evakuasi yang dilakukan menyulitkan pihak kepolisian dalam mengidentifikasi korban. “Padahal saat itu banyak orang di sekitar, namun tidak ada yang mengevakuasi korban yang sudah hancur tersebut,” terangnya. Takut menjadi sasaran pelampiasan massa, sopir truk bernopol P 8569 UK, yang telah melindas korban langsung membawa truknya ke Polsek Wuluhan untuk mengamankan diri. (hud/jum/hdi/jpnn)

RULLY EFFENDI/RADAR JEMBER/JPNN

DIPERIKSA: Samsi, tersangka pemerkosaan mengaku khilaf di depan aparat kepolisian.

Pemerkosa Bocah Dibekuk RADAR JEMBER/JPNN

BLOKIR: Tulisan menolak tambang pasir besi masih dibiarkan terpasang di sekitar jembatan di belakang Kantor Balai Desa Cakru, Kencong.

Warga Masih Blokir Paseban JEMBER – Sikap Kapolres Jember AKBP Awang Joko Rumitro yang menyatakan siap mengawal aktivitas penambangan pasir besi di Desa Paseban, Kencong, membuat warga terus bersiaga. Hingga kemarin (3/9) akses masuk ke desa tersebut masih ditutup warga. Sikap warga itu juga tidak lepas dengan adanya puluhan anggota Brimob yang stand

by di Mapolsek Gumukmas. Warga menganggap, polisi benar-benar akan mengawal aktivitas tambang di Paseban. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember di lapangan, ada sekitar empat truk polisi yang siaga di Mapolsek Gumukmas. Anggota Brimob dengan bersenjata lengkap tampak di lokasi tersebut. Penempatan polisi di

wilayah selatan itu menuai kritik dari NU Jember. Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jember Abdul Qodim Manembojo mengatakan, penempatan polisi pasukan bersenjata lengkap itu terkesan sebagai intimidasi kepada masyarakat Pasebanyangmenolaktambang pasir besi. Dia menilai, penempatan pasukan bersenjata lengkap tersebut tidak relevan. (ram/hud/jum/har/jpnn)

JEMBER – Setelah melakukan penyidikan selama dua bulan, akhirnya tersangka kasus pemerkosaan Bunga (bukan nama sebenarnya, Red), bocah di bawah umur asal Dusun Kedung Sumur, Desa Bagon, Kecamatan Puger berhasil diungkap. Tim PPA Satreskrim Polres Jember berhasil membekuk Samsi, 51, pelaku yang juga tetangga korban, kemarin (3/9). Kini Samsi pun dijebloskan ke tahanan Mapolres Jember. Kasus yang menyeret Samsi berurusan dengan pihak yang berwajib ini, menyusul adanya laporan korban bersama orang tuanya. Dimana selama ini, Bunga selama tiga tahun mendapat kekerasan seksual. Dan pelakunya adalah Samsi tetangga sendiri.

Dalam laporan resmi, Bunga menyatakan, bahwa kekerasan seksual yang dilakukan Samsi itu berjalan sepanjang tiga tahun. Dimana, saat itu Bunga masih duduk di kelas satu sekolah dasar di Kecamatan Puger. Aksi itu pun berlanjut sampai kelas dua dan baru terungkap setelah dia sudah duduk di bangku kelas tiga. Menurut pengakuan korban yang tertuang dalam Berkas Acara Pidana (BAP), korban dan pelaku memang sudah kenal. Saat itu, korban di Jemput di rumahnya untuk diajak beli bakso. Ternyata ini hanya rayuan pelaku agar korban mau menuruti keinginannya. Setelah pulang dari beli bakso, korban diajak ke belakang sekolah. Di tempat itulah korban disetubuhi. (rid/hdi/jpnn)

Di Balik Kontroversi Eksploitasi Tambang Pasir Besi di Paseban

Ibu-Ibu Ikut Piket Jaga Akses Masuk Pantai eksploitasi tambang pasir besi di Pantai Paseban masih menuai kontroversi. Ketika pemerintah memberikan ijin penambangan bagi PT Agtika Dwi Sejahtera (ADS), warga masih menolak. Mereka berjaga, hingga para ibu rumah tangga ikut siaga. SHOLIKHUL HUDA, Jember TERIK matahari Selasa kemarin (2/9), seakan tidak menyurutkan semangat warga Paseban dalam memperjuangkan tanah tempat tinggalnya. Rencana pemerintah yang akan mewujudkan tambang pasir besi bagi PT Agtika Dwi Sejahtera (ADS), ternyata membakar emosi warga Paseban. Karena itulah, saat pemerintah berencana mendatangkan alat berat di tempat tersebut, seluruh warga siap menghadang. Menariknya, tidak hanya kaum lelaki saja, kaum hawa pun dengan gigihnya ikut dalam

penghadangan tersebut. Bahkan mereka rela meninggalkan pekerjaan sebagai petani dan nelayan, untuk menggagalkan rencana eksploitasi itu. Kecemasan adanya tambang, setiap saat selalu menghantui mereka. Sudah bertahuntahun mereka mendiami desa tersebut, tidak pernah ada yang mengusik kedamaian mereka. Namun, rencana pemerintah yang nyata-nyata akan merealisasikan tambang, malah menjadi penyulut api kemarahan warga. Sebab, menurut mereka, tambang adalah titik awal hancurnya Paseban. Mereka memilih untuk menyelamatkan anak-cucu mereka dari bahaya akibat adanya eksploitasi yang bisa membuat desanya hancur. Aminah, salah satu ibu asal Dusun Bulurejo, Desa Paseban yang ikut menghadang mengatakan, janji-janji manis pihak penambang tidak menggiurkan tekad mereka untuk tetap menolak. Adanya kompensasi yang besar, tidak lantas membuat mereka luluh dan mengijinkan adanya perusahaan. Mereka memilih hidup normal seperti biasa, dari pada alam lingkungan desanya rusak karena eksploitasi tambang itu. “Dengan keadaan seperti ini, seluruh war-

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

IKUT SIAGA: Kalangan ibu rumah tangga ikut jaga di jalur masuk Paseban, untuk mengantisipasi adanya penambang yang masuk ke lokasi.

ga sudah merasa bahagia. Jangan ditawari kesejahteraan hanya untuk mewujudkan adanya tambang. Bagi kami, tidak adanya penambangan adalah harga mati. Walau

ditawari uang sebesar apa pun, jika itu untuk terwujudnya tambang, warga sekitar tidak akan mau,” terang orang yang kesehariannya sebagai petani tersebut.

Dia bersama puluhan ibu rumah tangga lain terlihat berjaga dengan membawa bekal makanan dari rumahnya masing-masing. Mereka juga memasang kayu sebagai penghalang masuknya orang asing ke arah Pantai Paseban. Untuk menuju lokasi tersebut, para ibu rumah tangga yang kesehariannya bekerja sebagai petani tersebut banyak yang berjalan kaki. Mereka membawa payung untuk mengurangi sengatan terik matahari. Peluh yang mengalir dari pori-porinya, justru melecut semangatnya untuk bertahan. Adanya isu penambangan, membuat mereka wira-wiri menuju lokasi penghadangan untuk melakukan antisipasi. “Kadang saat kita bekerja di lading, ikut ngamati sambil melakukan antisipasi adanya gerak-gerik orang asing,” terang salah seorang dari mereka. Sambil menunjukkan bentangan lahan sawah di sekitar area tersebut, Aminah menjelaskan, bahwa saat terjadi pasang, air laut naik hingga meluber ke sawah-sawah warga. Hingga tanaman yang tadinya subur pun banyak yang mati. “Seperti itu jika kondisi biasa. Apalagi nanti setelah dilakukan penambangan. Anak-cucu kita mau tinggal dimana,” terangnya. (*/hdi/jpnn)


34

Rabu 4 September 2013

Terus Gerilya Calon Manajer BANYUWANGI - Penjaringan calon skuad Persewangi proyeksi Piala Gubernur dan Divisi Utama akan digelar mulai Kamis (5/9) besok. Namun, menatap dua kompetisi itu, tim berjuluk Laskar Blambangan masih gamang. Sebab, belum ada manajer yang bersedia berkorban untuk Persewangi. Sejauh ini, pengurus Persewangi belum mengumumkan siapa yang masuk dalam jajaran tim manajer. Hal itu disebabkan tim yang kini bermarkas di Kecamatan Genteng itu masih menunggu dan mencari figur manajer yang pas. “Kita masih mencari manajer ideal untuk Piala Gubernur dan Divisi Utama,” ujar Hari Wijaya, ketua Persewangi Banyuwangi. Hari menuturkan, pihaknya masih melakukan pendekatan dengan beberapa calon manajer Persewangi. Dia melihat masih banyak pihak yang berpotensi membawa tim tersebut berprestasi lebih baik. Tidak hanya dari segi administrasi, tapi juga pendanaan. Hanya saja, pengusaha asal Genteng itu belum membeberkan siapa saja calon manajer yang sudah didekati. Dia menegaskan, bila nanti ada orang yang

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

BELUM PENANGGUNG JAWAB: Pengurus Persewangi akan menggeber seleksi khusus pemain lokal di Stadion Diponegoro mulai besok (5/9).

pas dan sesuai harapan, pihaknya akan mengumumkan ke publik. “Sejauh ini kita masih melakukan penjajakan dan pendekatan,” bebernya. Dia menargetkan, sebelum atau sesudah seleksi digelar, manajer baru Las-

kar Blambangan sudah bisa diketahui. Seleksi akan dikendalikan tim kecil yang menjadi embrio manajemen ke depan. Seleksi pemain akan dilaksanakan selama dua hari, 5 dan 6 September, di Stadion Diponegoro. (nic/c1/als)

Lagi, Kick Off Divisi III Jatim Diundur BANYUWANGI - Manajemen dan punggawa Banyuwangi United (BU) tampaknya harus bersabar menunggu penampilan perdana dalam kompetisi Divisi III regional Jawa Timur musim ini. Hal itu karena kembali molornya kompetisi paling buncit di Liga Indonesia tersebut. Sekadar diketahui, kompetisi Divisi III regional Jawa Timur sedianya digelar September ini. Namun, kabar terbaru,

GALIH COKRO/RaBa

SEGERA CAIR: Cabang olahraga sepatu roda mendapat jatah anggaran pembinaan dari APBD sebesar Rp 30 juta.

Jatah Anggaran Sepatu Roda dan Berkuda Paling Kecil Pembagian Dana APBD untuk Cabor Karate Panjat Tebing Pencak Silat Sepeda Sport Angkat Berat Atletik Bulutangkis Bola Voli Drum Band Tenis Lapangan Bola Basket Catur Panahan Senam Tinju Judo Selam Renang Sepak Bola Sepak Takraw Tenis Meja Taekwondo Wushu Berkuda Sepatu Roda Sekretariat KONI

Rp 100 juta Rp 40 juta Rp 150 juta Rp 75 juta Rp 60 juta Rp 125 juta Rp 100 juta Rp 225 juta Rp 100 juta Rp 75 juta Rp 180 juta Rp 100 juta Rp 40 juta Rp 75 juta Rp 100 juta Rp 75 juta Rp 60 juta Rp 100 juta Rp 300 juta Rp 35 juta Rp 75 juta Rp 75 juta Rp 75 juta Rp 30 juta Rp 30 juta Rp 600 juta

Distribusi Dana Pembinaan Cabor BANYUWANGI - Cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Banyuwangi rupanya mulai bisa bernapas lega. Setidaknya, dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2013 lalu ada penambahan dana alokasi untuk pembinaan cabor. Nilainya mencapai Rp 1,7 miliar. Jumlah itu sama dengan dana yang digunakan kontingen Banyuwangi pada Porprov IV di Madiun lalu. Jumlah dana yang diterima setiap cabor berbeda. Alokasi dana terbesar diterima cabang sepak bola. Induk olahraga sepak bola, PSSI Banyuwangi, akan menerima dana sebesar Rp 300 juta. Sekretariat KONI dianggarkan Rp 600 juta. Anggaran paling kecil diterima cabor sepatu roda dan berkuda. Kedua cabor

itu masing-masing menerima Rp 30 juta. Bendahara KONI Banyuwangi Mandiri Warang Agung menuturkan, dana tersebut menjadi bagian dalam upaya menjalankan roda pembinaan di setiap cabor. Diharapkan, lewat suntikan dana itu, cabor lebih giat melaksanakan pembinaan. Terlebih lagi, pada 2015 mendatang, cabor punya gawe besar, yakni Porprov Jatim yang akan digelar di Banyuwangi. Lalu, kapan dana akan dicairkan? Agung menuturkan, pada tahap awal, cabor akan menerima tiga puluh persen lebih. Dana itu diambil dari dana awal pembinaan cabor senilai Rp 800 juta. Dana tambahan lewat PAK akan dicairkan kemudian hari. “Jadi, tahap awal secara proporsional akan d i c a i rk a n k e p a d a c a b o r. Setelah itu, dana yang dialokasikan lewat PAK tadi,” ujarnya. (nic/c1/als)

Muscablub IPSI Ditentukan Pekan Ini BANYUWANGI - Jadwal pelaksanaan kocok pilih pengurus baru Pengkab Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Banyuwangi ditentukan pekan ini. Setelah sempat terkatung-katung terkait kapan waktu pasti gelaran musyawarah cabang luar biasa (muscablub) mendatang, keputusan dipastikan akan diambil dalam waktu dekat. Sekretaris IPSI Banyuwangi Mukayin mengatakan, pelaksanaan agenda muscablub masih akan dibicarakan dengan pengurus lain. Termasuk, waktu pelaksanaan agenda tertinggi dalam wadah pendekar Banyuwangi tersebut. “Segera kita akan kumpulkan pengurus untuk bahas masalah ini,” katanya. Mukayin menegaskan, dalam pertemuan itu, salah satu agenda yang akan dibahas

adalah muscablub. Diharapkan, dengan pengurus lain ikut urun rembuk, prosesi suksesi di tubuh IPSI Banyuwangi itu bisa berjalan lancar. Terkait kapan waktunya, Mukayin menyerahkan kepada forum. Namun, dia memprediksi, bila tidak ada halangan, akhir bulan ini muscablub IPSI bisa dilaksanakan. “Ya, mungkin 22 September atau maksimal 29 September bisa digelar,” ujarnya. Sekadar diketahui, gagasan menggelar muscablub didasari beberapa alasan, di antaranya vakumnya sejumlah pengurus di tubuh IPSI. Selain itu, organisasi itu juga membutuhkan figur yang mampu mengembalikan kejayaan pencak silat yang pernah diraih beberapa tahun lalu. Rencana muscablub itu sudah memunculkan sejumlah nama. Tidak hanya dari inter-

nal IPSI, sejumlah nama dari luar IPSI juga sudah mulai muncul dan hangat dibicarakan. (nic/c1/als)

kompetisi tersebut akan diputar dua bulan lagi, tepatnya Oktober. Kini ada kemungkinan lagi pertandingan molor dari jadwal. Ketua PSSI Banyuwangi Mohamad Kayun Rasyid Sholeh menuturkan, kompetisi Divisi III berpeluang molor kembali. Belum adanya petunjuk dan arahan itulah yang membuat kompetisi Divisi III regional Jawa Timur meleset dari jadwal semula. “Jadi, masih ada potensi molor

lagi,” ujar Kayun. Hanya saja, Kayun menegaskan, kompetisi di Jawa Timur besar kemungkinan akan dilaksanakan lebih awal dibanding daerah lain. Kebijakan khusus kemungkinan akan diambil mengingat banyaknya peserta kompetisi Divisi III dari Jawa Timur. Bila tidak ada halangan, kata Kayun, November atau Desember kompetisi sudah diputar.(nic/c1/als)


BERITA UTAMA

Rabu 4 September 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Minimal Dua, Maksimal Tujuh Calon n HARI... Sambungan dari Hal 25

Setelah selesai pencoblosan, kata Anacleto, akan di lanjutkan penghitungan hasil pe mungutan suara. Kepada

semua warga desa yang menggelar pilkades, Anacleto berharap agar mendukung pelaksanaan pilkades secara tertib, damai, dan aman. Perbedaan pilihan jangan sampai merusak kekompakan

antarwarga. Pilkades diminta dimanfaatkan sebagai even demokrasi untuk menentukan masa depan desa yang lebih baik. Sementara itu, pilkades masal tahap dua akan dilaksanakan pada Kamis besok (5/9). Pada

pil kades tahap dua itu ada sekitar 54 desa yang tersebar di sebelas kecamatan yang meng gelar pilkades secara bersamaan. Pada tahap dua, pil kades terfokus di wilayah Banyuwangi Barat dan sebagian

Diambil 15 Performer Terbaik n ALL... Sambungan dari Hal 25

Sebanyak 150 talent BEC-3 yang terdiri atas masing-masing 50 performer kelompok kebo geni, kebo bayu tirta, dan kebo bumi, memamerkan kostum hasil kreasi mereka sendiri di hadapan 11 anggota dewan juri. Tidak hanya itu, 50 best per former BEC-2 yang akan kembali tampil pada perhelatan BEC tahun 2013 ini juga menunjukkan kebolehannya di hadapan dewan juri yang berasal dari unsur budayawan, se-

niman, instruktur, dan praktisi model tersebut. Ada lima kriteria yang menjadi poin penting penilaian dewan juri, di antaranya orisinalitas, kreativitas, daya pakai kostum, make up, dan aksesori. “Peserta boleh berkreasi dengan catatan tidak melenceng dari tema, yakni kebo-keboan,” cetus ketua dewan juri, Samsudin Adlawi. Samsudin mengaku terkesan dengan penampilan para calon talent BEC saat menjalani presentasi sekaligus grand juri kemarin. “Penampilan peserta

sangat dahsyat dan sesuai harapan kita. Baik kostum, make up, maupun ekspresi, sudah oke dan siap ditampilkan,” ujarnya. Dikatakan, masing-masing kategori akan dipilih sepuluh sampai 15 performer terbaik. Sebagai bentuk reward kepada penampil terbaik, saat perform 7 September mendatang, mere ka mendapat kesempatan tampil di hadapan tamu VVIP. Selain Samsudin, dewan juri lain yang berasal dari kalangan budayawan adalah H. Andang CY, H. Tejo, dan Hasnan

Singodimayan. Dari unsur seniman, ada nama-nama beken seperti S. Yadi K (pelukis) dan Fatah Yasin Noor (sastrawan). Dewan juri dari unsur praktisi mode adalah Tanti. Juri dari unsur instruktur ada nama Ayi, Ocha, dan Wandi. Ayi mengatakan, penampilan para peserta BEC pada presentasi kemarin luar biasa. Menurut dia, para talent bisa mengeksplorasi tema dengan baik. “Kreativitas peserta muncul, tapi tidak melenceng dari kebo-keboan,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Memantau Pertumbuhan Ekonomi BWI n KONJEN... Sambungan dari Hal 25

Bupati Anas mengatakan, dalam beberapa bulan ini, dia mengaku sudah dua kali mendapat undangan acara Konjen AS. Hanya, Bupati Anas belum bisa menghadiri kegiatan perwakilan negara adidaya di Jatim itu. Karena beberapa kali tidak datang, kata Bupati Anas, Konjen akan datang ke Banyuwangi untuk bertemu dirinya

dan menyaksikan BEC. “Saya mendengar rencana kedatangan Konjen di Banyuwangi. Saya memutuskan menemui beliau di kantornya,” ujarnya. Dalam pertemuan itu, Bupati Anas didampingi Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo, Kepala BP2T Abdul Kadir, dan Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Ahmad Khoirullah. Dalam kesempatan itu, Konjen Joaquinmenyampaikan,negaranya mengamati perkembangan pem-

bangunan Banyuwangi setiap saat. Pemerintahan AS mengaku me ngamati perkembangan pembangunan beberapa dae rah di Indonesia, salah satu nya Banyuwangi. Pe merin tah AS mengaku senang me lihat perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang cukup pesat. Konjen Joaquin berpesan agar pertumbuhan eko nomi Banyuwangi ter us dikembangkan demi kemajuan

dan kesejahteraan rakyat Banyuwangi. Pemerintah AS berjanji akan terus mengikuti perkembangan pembangunan Banyuwangi di masa mendatang. Sementara itu, sehari sebelumnya (2/9), Bupati Anas menggelar konferensi pers di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Bupati Anas menjelaskan pan jang lebar tentang Banyuwangi Festival (B-Fest) dan BEC di depan ratusan awak media nasional dan internasional. (afi/c1/bay)

Caleg Bisa Dongkrak Popularitas n USULKAN... Sambungan dari Hal 25

Semakin banyak ballot yang dikirim, maka semakin besar dukungan kepada tokoh favorit Anda. Gerda Sukarno Prayuda, ketua panitia polling Tokoh Favorit 2013 Versi Pembaca Jawa Pos Radar Banyuwangi mengatakan, acara itu boleh diikuti siapa saja. Baik politikus, seperti calon anggota legislatif (caleg) atau calon bupati (cabup), mau pun tokoh masyarakat dan pejabat, boleh ikut. “Siapa

saja boleh diusulkan maupun me ngusulkan dirinya untuk mengikuti polling ini. Barang kali mau menguji tingkat popularitas dan elektabilitas dirinya me lalui polling masyarakat,” terang Gerda kemarin. Dijelaskan, pada tahap pertama Jawa Pos Radar Banyuwangi akan menjaring usul dari pembaca melalui guntingan ballot. Calon tokoh favorit juga boleh mengusulkan dirinya sendiri atau mendaftar sebagai peserta polling. “Silakan gunting ballot sebanyakbanyaknya dan usulkan siapa

calon tokoh favorit An da. Semakin banyak mengirimkan ballot, maka peluang mendapatkan door prize menarik bagi si pengirim akan semakin besar,” serunya. Polling itu, lanjut Gerda, akan berlangsung cukup lama. Tahap pertama, berupa usul, dimulai 1 September 2013 lalu. Selanjutnya, selama lima bulan ke depan, akan dilakukan tahap-tahap berikutnya, seperti penjaringan nama dan pengerucutan namanama menjadi 100 besar, 50 besar, 20 besar, dan 10 besar. “Selama peserta polling lolos

terus, maka fotonya akan selalu termuat di koran,” imbuhnya. Gerda menyerukan kepada para caleg agar memanfaatkan even polling tersebut. Sebab, even bergengsi itu bisa menjadi tolok ukur popularitas. Bah kan, bisa mendongkrak pen citraan si tokoh. “Tokoh yang terpilih akan menerima peng hargaan dan trofi dari Jawa Pos Radar Banyuwangi. Pengirim ballot yang beruntung akan mendapatkan door prize menarik, seperti barang elektronik dan merchandise,” tegasnya. (*/c1/bay)

Kena Denda Rp 60 Juta n TIDURI... Sambungan dari Hal 25

Dia kerahkan semua rayuan maut demi meluluhkan hati sang pujaan hati. “Ayo, Say, saya siap bertanggung jawab kok,” rayu Nagud kepada pacarnya. Rayuan itu ternyata tidak mem pan. Saritem tetap berge ming. Ber dasar kacamata Na gud, Sa ritem masih ragu. Saat itu Sa ritem berada di sekolahnya di wi layah Kecamatan Rogojampi. Ti dak mau menyerah, Nagud terus memberondong Saritem dengan rayuan gombal. “Percaya sama saya, Say. Kalau sampai hamil, kita langsung menikah,” kata Nagud.

Berondongan rayuan yang bertubi-tubi itu akhirnya membuat pertahanan Saritem jebol. De ngan gandengan mesra, Nagud akhirnya mengajak pacarnya itu ke kamar mandi di be lakang sekolah. Di kamar mandi itulah Nagud melakukan agresi terlarang yang pertama. Jeritan Saritem tidak dihiraukan lagi oleh Nagud. Entah kerasukan jin ataukah setan, Nagud terus melakukan serangan bertubi-tubi kepada pacarnya yang sudah mulai pasrah itu. Lagi-lagi Nagud benar-benar keterlaluan. Setelah sukses dalam agresi pertamanya itu, dia kembali melakukan agresi kedua kepada Saritem. Agresi yang kedua itu dilakukan di Pantai Pecemengan,

Kecamatan Rogojampi, pada Mei 2013 lalu. Agresi Nagud yang kedua itu tidak berbeda dengan agresinya yang pertama. Saritem yang awalnya menolak, terus diberondong dengan jutaan rayuan yang membuat Saritem lupa daratan. Nagud kembali berjanji akan menikahi Saritem bila hamil. Bukan Nagud jika tidak mampu memorakporandakan hati Saritem. Rayuan itu membuat Saritem keblinger dan hanya pasrah saat tubuhnya ditaklukkan di pantai. Pendek cerita, siapa yang menanam maka dialah yang akan memanen. Ungkapan itu tampaknya berlaku terhadap Nagud. Setelah mengetahui putri kesayangannya dijadikan sa-

saran agresi oleh Nagud, orang tua Saritem langsung melapor ke kantor polisi. Nagud yang mengaku telah tiga kali meniduri Saritem itu akhirnya harus menerima akibatnya, yakni nelangsa di balik jeruji besi. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin, Ketua Majelis Ha kim Bawono Effendi SH menyebut Nagud bersalah karena mengajak Saritem, yang ma sih di bawah umur, main kuda lumping. Hakim pun menghadiahi Nagud dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 60 juta. “Kalau tidak bisa membayar denda, bisa diganti kurungan sebulan,” terang Bawono. (abi/c1/bay)

Tidak Temukan Tas Berisi Ari-ari n ADOPSI... Sambungan dari Hal 25

Dan ceritakan padanya bahwa ibu dan bapaknya mengadu nasib. Maafkan saya Bu/Pak atas semua Dan dalam tas ini ada tanah ari-ari anak saya Bukan saya gak sayang sama anak saya Tapi keadaan yang memaksa. Demikian KALIMAT-kalimat tersebut tertulis dalam secarik kertas yang diletakkan di selimut bayi yang ditemukan di halaman rumah Serka Imam Muslim, anggota TNI yang bertugas di Koramil Glenmore, sekitar pukul 03.30 Sabtu lalu (1/9). Surat wasiat itu menegaskan, orang tua bayi berbobot 5.200 gram tersebut sudah mengenal betul keluarga Imam Muslim. Bahkan, orang tua bayi tersebut juga menyebut, mereka juga dikenal baik oleh Serka Imam Muslim sekeluarga. Serka Imam Muslim selama ini memang tidak mempunyai anak perempuan. Sejak menikahi Ratna Duwi Sari Mintorini, 43, tahun 1988 silam, pasangan suami istri (Pasutri) tersebut hanya dikaruniai satu anak laki-laki bernama Faris Yuda Pratama. Buah cinta pasutri tersebut dilahirkan pada tahun 1992 silam. Sejak anak itu lahir, pasutri tersebut mendambakan anak perempuan. Tetapi, harapan itu tidak pernah terwujud hingga kini.

Padahal, mereka sudah berusaha keras mewujudkan mimpi itu. Tetapi, Tuhan masih berkehendak lain. Namun demikian, usaha terus dilakukan agar mendapatkan momongan dengan cara mengadopsi anak. Diceritakan kemarin, Serka Imam Muslim pernah berniat mengadopsi seorang bayi perempuan yang orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan. Saat itu, Serka Imam Muslim masih bertugas di Koramil Kalibaru. Tetapi, usaha keras tersebut hanya bertepuk sebelah tangan. Pasalnya, keluarga bayi enggan menyerahkan bayi tersebut kepada Serka Imam Muslim. Padahal, waktu itu Serka Imam Muslim siap mengganti bayi tersebut dengan sebuah mobil baru. Dia menceritakan, saat itu dirinya sudah menyiapkan mobil demi mendapatkan bayi yang ditinggal orang tuanya itu. Tetapi, sulitnya minta ampun. ‘’Saya ganti dengan mobil T 120 SS, tapi keluarganya tidak mau. Waktu itu sekitar tahun 1999,” katanya. Penolakan itu dianggap masih wajar. ‘’Akhirnya, saya merawat anak saudara saya. Tapi itu laki-laki. Itu anaknya sudah besar,” katanya sambil menunjuk anak yang berbadan tambun di rumahnya. Nah, ternyata harapan mendapatkan momongan perempuan itu terkabul juga. Menurut dia, bayi yang ditemukan di halaman rumahnya, persis di samping mobil tersebut, memang sengaja diberikan kepada dirinya. ‘’Saya yakin memang sudah

diberikan kepada saya. Saya memang gak punya anak perempuan,” bebernya. Bayi tersebut dianggap sebagai rezeki dari Tuhan kepada dirinya. Karena itu, dia berjanji akan merawat dengan baik anggota keluarga baru itu. ‘’Pasti akan saya rawat dengan baik,” tegasnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Dia mengatakan, sebelum menemukan bayi tersebut, dia mendapat firasat mimpi. Ma lam sebelum menemukan bayi, dia bermimpi mobil yang diparkir di depan rumahnya itu penuh bunga. ‘’Lha ternyata bunga-bunga dalam mimpi itu bayi,” terangnya. Terkait orang tua bayi yang mengenal dirinya, Serka Imam Muslim menegaskan masih belum tahu siapa orang tua bayi tersebut. dia mengaku tidak punya feeling orang tua bayi yang berusia dua bulan itu. ‘’Saya tidak tahu. Dalam surat itu tidak ada namanya,” ujarnya. Dia masih bingung dengan isi surat tersebut. Disebutkan bahwa ada tanah ari-ari yang ditaruh di tas, tapi dicari tidak ketemu. ‘’Apa mungkin orangnya keburu-keburu, sehingga lupa. Saya kira sekarang orang tuanya tidak ada di daerah sini,” katanya. Dia tidak serta merta menuruti keinginan orang tua bayi sesuai dalam surat wasiat itu. Salah satunya, dia akan mengganti nama bayi tersebut. ‘’Namanya saya ganti. Sekarang namanya Naila Putri Afinda,” tandasnya. (c1/bay)

Banyuwangi Utara. Dalam pilkades tahap pertama hari ini, Bupati Abdullah Azwar Anas dan beberapa pejabat akan memantau langsung ke giatan demokrasi tingkat

desa tersebut. Bupati Anas di rencanakan akan keliling untuk memantau pelaksanaan pilkades di beberapa desa. Jumlah calon kades di tiap desa variatif. Jumlah calon di

masing-masing desa berkisar antara dua hingga tujuh calon. Jika tiap desa memiliki dua calon kades, maka jumlah calon yang bersaing hari ini sedikitnya 82 orang. (afi/c1/bay)

Kantor KPU Dijaga Brimob n SATU... Sambungan dari Hal 25

Personel pengamanan pilkades hari ini juga akan diterjunkan untuk pengamanan pil kades pada Kamis (5/9). Se mua anggota yang telah

disebar ke sejumlah desa itu akan dipindah ke desa lain yang sedang melaksanakan pilkades pada Kamis. “Pengamanan sama,” katanya. Selain pengamanan pilkades, hari ini polisi juga akan mengerahkan pasukan ke KPU Ba-

nyuwangi di Jalan Agus Salim, Banyuwangi. Sebab, secara bersamaan akan dilaksanakan penghitungan hasil pemilihan gu bernur (pilgub). “Di KPU ini kita terjunkan satu peleton anggota Brimob dan 10 anggota polres,” cetusnya. (abi/c1/bay)

Hadirkan Dua Orang Saksi n YUNUS... Sambungan dari Hal 25

Kepada majelis hakim, anggota Polsek Kalipuro itu mengaku, sebelum dilakukan penangkapan, dia pernah menda tangi lokasi penumpukan kayu jati di RPH Selogiri, BKPH Ketapang, KPH Perhutani Banyuwangi Utara. “Saya datang bersama pimpinan,” katanya. Nyoman mengaku beberapa

kali datang ke lokasi tumpukan kayu jati di hutan. Saat berada di lokasi, dirinya melihat ada Yunus, Suyanto, dan Lulut. “Kalau yang lain, saya tidak melihat. Yang jelas orangnya cukup banyak,” jelasnya. Dalam persidangan itu, para terdakwa yang diberi kesempatan bertanya kepada saksi ternyata menyangsikan hasil pemeriksaan yang ada di berkas. “Hasil pemeriksaan ini aneh. Semua sama. keterangan

dalam berkas ini seperti copy paste saja,” kata Yunus. Selain itu, Yunus juga menyangsikan kebenaran saksi dalam memberikan keterangan kepada penyidik polres. Dalam berkas tertulis bahwa pemeriksaan dilakukan pada 21 Februari 2013 pukul 14.00. “Kami pada jam 17.00 masih ada di Ketapang. Masak saksi sudah dimintai keterangan, gak masuk akal,” katanya. (abi/c1/bay)

Pilih Menjauh dari Politik n PELANGI... Sambungan dari Hal 36

Sejak saat itu pulalah tempat basis massa dua ke kuatan kultural ini selalu menunjukkan eksistensinya da lam memberikan dukungan terhadap partai atau calon yang didukungnya. Dua kekuatan kultural itu selalu mampu memberikan dukungan suara yang signifikan. Namun, ada satu hal baru cukup menarik yang terjadi dalam pemilihan gubernur dan wakil Gu bernur Jawa timur barubaru ini saja. Wilayah timur Situbondo yang identik dengan pengaruh Pesantren Sukorejo memang masih memimpin dalam perolehan suara pasangan Kho fifah–Herman (Berkah) yang didukungnya. Namun, ter nyata hanya mampu di Ke camatan Banyuputih dan Asembagus. Sedangkan di Kecamatan Jangkar, malah perolehan suara malah direbut oleh pasangan Kar-Sa (Soekarwo-Syaifullah). Di kecamatan Banyuputih, Berkah mampu membuat malu para pesaingnya. Rekapitulasi hasil perhitungan sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo menyebutkan, Berkah mendapatkan 18.303 suara. Kar-Sa, 6.476 suara. Namun, di

Asem bagus, pasangan Karsa nyaris mampu mengimbangi perolehan suara Berkah dengan perbandingan 11.725:9.760. Sedangkan di Kecamatan Jangkar Karsa memimpin dengan 9.307 dan Berkah 7886 suara. Membaca keadaan tersebut, setiap orang pasti memiliki cara pandang sendiri-sendiri. Namun, saya lebih tertarik untuk melihatnya dari sisi Pesantren Sukorejo pasca wafatnya KHR Ahmad Fawaid As’ad. Su dah bukan rahasia, jika sang pengganti, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy berbeda 180 derajat tentang sikapnya terhadap dunia politik. Jika Kiai Fawaid memilih terjun dalam politik praktis, maka Kiai Azaim memilih menjauh dari kehidupan politik praktis. Dia lebih berkonsentrasi untuk membenahi dan terus me ngembangkan pesantren Sa lafiyah-Syafi’iyah. Jika harus berbicara politik atau aksi politik, dia tak pernah membawa pesantren, namun hanya dalam tataran pribadinya sebagai warga negara yang memang memiliki hak politik. Ribuan santri dan alumni kini dibebaskan untuk menentukan hak politiknya masing-masing. Mereka hanya diharapkan bagaimana bisa seperti zaman Nabi Muhammad. Meski para

sahabat dari berbagai go longan kala itu membawa panjipanjinya sendiri, namun mereka satu tujuan. Yakni untuk kebesaran Islam dan tegaknya agama Allah. Nah, Kiai Azaim tampaknya lebih tertarik terhadap indahnya kebersamaan di tengah tajamnya perbedaan itu. Dia tampaknya muak dengan sekat-sekat yang timbul akibat perbedaan politik. Kiai Azaim le bih menginginkan melihat banyak warna menghiasi pesantren yang diasuhnya dari pada hanya dominasi satu warna. Suami Ning Sari ini lebih menyukai keindahan warnawar ni pelangi. Bahkan dia ingin, indahnya pelangi terus bergelantung di bumi Sukorejo, lebih-lebih di Kabupaten Situbondo. Sebab itulah, sejak lama dia mu lai menata, menata dan terus menatanya agar fondasi kebersamaan itu benar-benar ko koh. Konsekuensinya sepin tas Kiai Azaim memang seperti kehilangan basis massa di wilayah tertentu, namun sesungguhnya dia sedang membangun basis massa yang jauh lebih luas, lebih besar, lebih hebat, lebih dahsyat dan lebih berarti. Yakni basis massa persatuan dan kebersamaan. Wallahua’lam Bisshowab. (*)

Tertantang Keragaman Budaya n COBLOS... Sambungan dari Hal 36

Dia mengakui tidak banyak hal yang dijanjikan sebagai calon kepala desa. Meski demikian, satu hal yang pasti, bahwa jika dirinya terpilih sebagai kepala Desa Besuki periode 2013-2018, maka akan permudah segala urusan administrasi warga. “Kita tidak akan memandang siapapun. Sehingga, warga Besuki tidak merasa dipersulit

dalam mengurus segala bentuk perizinan di tingkat desa. Apalagi yang terkait perizinan akti vitas usaha perekonomian warga dan pengusaha yang akan berinvestasi di Desa Besuki,” tegasnya. Menurut Syamsul, ma nanam kan rasa kebersamaan da lam menyambut program Besuki sebagai Secound City (kota kedua) sangatlah penting. Dengan kebersamaan, koordinasi berkesinambungan

akan sangat mudah dilakukan untuk membangun Besuki. “Kalau masalah keragaman budaya, adat istiadat, serta keyakinan dalam beragama, justru membuat saya antusias memimpin warga Besuki. Ini tantangan bagaimana membuat Desa Besuki yang berkeadilan, rukun, aman, serta menjamin terciptanya Desa Besuki yang gemah ripah loh jenawi, toto tentrem karto raharjo,” pungkas Syamsul. (pri/adv/als)

GALIH COKRO/RaBa

Tabrakan Beruntun Empat Motor KECELAKAAN lalu lintas terjadi di Jalan A. Yani, Banyuwangi, sekitar pukul 07.00 pagi kemarin. Empat motor terlibat tabrakan karambol di jalan depan Kantor NU Banyuwangi tersebut. Kendaraan tersebut terdiri atas Honda Blade, Honda Vario, Yamaha Jupiter, dan satu motor gede Yamaha kendaraan operasional Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, tapi semua motor yang terlibat mengalami kerusakan. (c1/bay)


36

Rabu 4 September 2013

PILKADES

Coblos Nomor 5 untuk Desa Besuki Lebih Sejahtera BESUKI - Dibutuhkan figur pemimpin yang rasional dan profesional untuk menciptakan Desa/Kecamatan Besuki yang makmur, sejahtera, adil dan bermartabat. Karena itulah, masyarakat jangan sampai salah memilih dalam pemilihan kepala Desa Besuki yang akan digelar Rabu (11/9) mendatang. Adalah H Syamsul Arifin, putra daerah asli Desa Besuki, yang meneguhkan niat mulianya untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa. Niat mulianya dilandasi keinginan untuk memakmurkan dan mensejahterakan kehidupan warga Desa Besuki. Demikian juga dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). “Itu semua di antara visi dan misi yang saya usung. Selain ISTIMEWA itu, kita akan mempermudah Syamsul Arifin akses bidang pendidikan dengan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Satu lagi kuncinya jika Desa Besuki ingin maju yakni pengelolaan aset, potensi desa, dan pengalokasian anggaran secara profesional,” ujar Syamsul Arifin, cakades nomor urut lima tersebut. Menciptakan kesejahteraan masyarakat Desa Besuki, kata dia, salah satunya dengan mengurangi kesenjangan sosial antar warga. keamanan desa harus ditingkatkan dengan mengaktifkan pelaksanaan Poskamling. “Tentu kita juga akan bersinergi dengan TNI dan Polri dalam urusan keamanan. Ini juga agar kehidupan lebih tertib, aman, dan bermartabat,” tegas Syamsul n  Baca Coblos...Hal 35

Karsa 56 Persen, Berkah 33 Persen Hari Ini KPU Lakukan Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten SITUBONDO - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 17 kecamatan se-Kabupaten Situbondo akhirnya menyelesaikan rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) yang digelar 29 Agustus lalu. Hasilnya, pasangan Soekarwo–Syaifullah Yusuf (Karsa) mampu memperoleh dukungan 56 persen dari total suara. Dalam rekapitulasi hasil perhitungan suara sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo, pasangan nomor urut satu itu meraup dukungan 186.097 suara. Rival beratnya, pasangan Khofifah Indar Perawansyah-Herman Kusumawiredja (Berkah), mampu mengantongi dukungan 33 persen atau 111.524 suara. Pasangan Karsa unggul di 15 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Situbondo. Tiga kecamatan yang paling banyak menjadi donatur suara pasangan Karsa adalah Kecamatan Panji 24.911 suara, Kecamatan Situbondo 14.169 suara, dan Kecamatan Besuki 17.431 suara. Pasangan Berkah hanya unggul di dua kecamatan, yakni di Kecamatan

EDY SUPRIYONO/RaBa

CEK SEGEL: Tumpukan kotak suara dari 17 PPK se-Kabupaten Situbondo di kantor KPUD Situbondo.

Banyuputih dan Kecamatan Asembagus, dengan perolehan masing-masing 18.303 suara dan 11.725 suara. Total suara sah yang diperebutkan empat pasangan cagub-cawagub Jawa Timur di Kabupaten Situbondo sebanyak 334.824 suara. Dua pasangan cagub-cawagub lain hanya mampu mendapat dukungan 11 persen. Rinciannya, pasangan nomor urut dua, Eggi

Sudjana-Muhammad Sihat, hanya mendapatkan dukungan dua persen atau 5.828 suara. Pasangan Bambang DH-Said Abdullah mendulang dukungan sembilan persen atau 31.375 suara. Kasubag Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat (Hupmas) KPU Situbondo, Zainuddin Anis mengungkapkan, rekapitulasi tingkat kecamatan sudah masuk semua ke kantor KPU

Situbondo pada Senin (2/9). Penghitungan suara secara manual di tingkat kabupaten akan dilakukan KPU hari ini (4/9). “Waktunya tanggal 3 dan 4 September. Kita memilih tanggal 4 pukul 10.00 di Gedung Bahayangkara. Penghitungan di KPU provinsi akan dilakukan antara tanggal 5-7 September,” pungkas Anis. (pri/c1/als)

Pelangi di Sukorejo (1) ADA satu hal menarik yang bisa diperhatikan dalam setiap pelaksanaan pesta demokrasi di Kabupaten Situbondo, yakni terkait perolehan suara. Ada dua tempat yang biasanya menjadi arena pembantaian pasangan calon atau calon tertentu. Pembataian yang saya maksud adalah di tempat-tempat itu perolehan suara calon yang satu dan yang lain njomplang. Bahkan, teramat njomplang karena didominasi pihak tertentu, sehingga ada kalanya muncul perasaan dipermalukan. Dua tempat tersebut ada di Kecamatan Banyuputih (bisa melebar ke Kecamatan Asembagus dan Jangkar) dan Kecamatan Panji (bisa melebar ke kecamatan Kota dan Kapon-

gan). Di dua tempat ini ada dua pesantren yang selama ini, langsung atau tidak langsung telah menjadi mesin suara bahkan mesin politik calon atau partai tertentu. Di Kecamatan Banyuputih ada Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, Sukorejo, yang dulu diasuh (alm) KHR. Ahmad Fawaid As’ad dan kini diasuh KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy. Di Kecamatan Panji ada Pondok Pesantren Mambaul Hikam yang dulu diasuh KH. Sufyan Miftahul Arifin sekarang dilanjutkan KH. Zakki Abdullah. Di Kecamatan Panji juga ada Pondok Pesantren Wali Songo yang diasuh oleh KH Mohammad Kholil As’ad. Keberadaan mereka sangat berpengaruh

CATATAN EDY SUPRIYONO*

terhadap warna-warni bidang kehidupan masyarakat Kota Santri, tak terkecuali di bidang politik. Ada satu ungkapan yang cukup ekstrem yang menggambarkan betapa dahsyatnya kekuatan politik tokoh-tokoh kultural tersebut. “Jangan

mencoba-coba maju mencalonkan bupati atau wabup di Situbondo jika tanpa restu barat atau timur, karena hanya akan berakhir dengan kekecewaan. Istilah barat ditujukan kepada Pesantren Wali Songo dan Mambaul Hikam. Istilah timur ditujukan kepada Pesantren Sukorejo. Selama ini, bupati yang memimpin Situbondo pasca reformasi, mulai Bupati Dia’aman, Ismunarso, hingga Dadang Wigiarto, adalah bupati-bupati yang memang diberangkatkan oleh kelompok barat dan timur. Saat masih belum terpecah, kekuatan politik tokoh-tokoh kultural di Kabupaten Situbondo ini memang luar

biasa. Mereka yang pasca reformasi tergabung dalam Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mampu memperoleh kursi di DPRD hingga 21 kursi. Hampir 50 persen dari total kursi yang ada di gedung para wakil rakyat tersebut. Kala itu, mereka juga dengan mudahnya mendudukkan Bupati Dia’aman sebagai bupati pertama Situbondo dari kalangan masyarakat sipil. Nah, saat berada di puncak kekuasaan inilah tarik menarik terjadi. Singkatnya, kemudian terjadi perpecahan. Dan, sejak saat itulah mulai popular istilah barat dan timur untuk membedakan dua kekuatan kultur tersebut n  Baca Pelangi...Hal 35


Radar Banyuwangi | 4 September 2013