Issuu on Google+

RABU 4 DESEMBER

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

1

2

3

Penemuan

BERHADAPAN: Pendemo dan polisi di jembatan Desa Ketapang.

Sandera Tangki, 7 Mahasiswa Diamankan

Penemuan

KONVOI: Pendemo membajak tangki di Jalan Lingkar Ketapang.

Penemuan

BLOKADE: Tangki diparkir menutup Jalan Gatot Subroto.

4

KALIPURO - Demonstrasi menolak konferensi Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) berakhir bentrok antara demonstran dengan aparat kemarin (3/12). Pemicunya, massa yang berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang tergabung dalam Forum Cipayung, tersebut menyandera truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina. Tidak hanya itu, truk tangki berkapasitas 32.000 liter itu dipaksa parkir melintang hingga menutup seluruh badan jalan yang merupakan akses menuju Pelabuhan Ketapang dan Depo Pertamina, yakni di Jalan Gatot Subroto, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Petugas semakin terprovokasi lantaran kunci truk tangki sepanjang 16 meter yang diparkir melintang tepat di pintu masuk Jalan Tembus Ketapang tersebut diambil mahasiswa n  Baca Sandera...Hal 39

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

DITINDAK: Petugas bergerak cepat membuka blokade Jalan Gatot Subroto dan mengamankan pendemo yang diduga sebagai pemicu gangguan ketertiban umum kemarin.

Pecatan Tentara Tewas Ditembak Diduga Terlibat Perampokan di Wilayah Kalimantan Barat

ADA APA LAGI

AGUS BAIHAQI/RaBa

AMBLES: Truk tronton bermuatan roti terjebak di bibir sungai Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat, kemarin.

Tronton Muatan Roti Terperosok Sungai KABAT - Gara-gara ingin memutar, truk tronton bernopol B 9141 KEU yang disopiri Ali, warga Jakarta, nyaris celaka di bibir sungai di Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, kemarin (3/12). Setelah ditarik truk Fuso, tronton tersebut akhirnya berhasil dievakuasi. Kecelakaan yang dialami tronton muatan roti itu terjadi sekitar pukul 10.00. Saat kejadian, truk yang mengangkut roti PT. Mayora itu akan menuju gudang di Desa Dadapan, Kecamatan Kabat. “Salah masuk jalan, lalu akan putar,” terang sopir truk, Ali. Ali mengaku baru kali ini mengantar roti dari Jakarta ke gudang di Banyuwangi. Dirinya mengaku tidak tahu pasti alamatnya, sehingga masuk ke jalan raya Desa Pendarungan n  Baca Tronton...Hal 39

http://www.radarbanyuwangi.co.id

BANYUWANGI - Diduga menjadi otak perampokan di sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), Didik alias Pak Budi, 50, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Siliragung, ditangkap di rumahnya siang kemarin (2/12). Petugas yang membekuknya merupakan tim gabungan anggota Buru Sergap (Buser) Polres Ketapang, Kalbar, dan Polres Banyuwangi. Karena melawan saat akan ditangkap, Didik yang dulu dipecat sebagai anggota TNI AU itu akhirnya diberi hadiah timah panas di kaki kiri. Tetapi, karena masih berusaha melawan, polisi kembali menembak dan mengenai pangkal paha kanan hingga Didik tewas seketika n  Baca Pecatan...Hal 39

Akhir Perjalanan Rampok Kalbar 1

Didik meronta hingga borgolnya putus. Dia menyerang petugas yang menangkap.

Petugas gabungan Polres Ketapang Kalbar dan Polres Banyuwangi menggerebek Didik di Dusun Krajan, Desa/ Kecamatan Siliragung.

2 3 Polisi terpaksa menembak hingga Didik meninggal seketika.

Setelah menunjukkan surat perintah penangkapan, empat petugas menangkap dan memborgol Didik. GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Kakak-Adik Menangi Kejurnas Karate di Maluku Utara

Tertarik Gara-gara Lihat Kakak Berlatih Kalau tenis dunia punya doa bersaudara Venus dan Serena Wiliams, maka Banyuwangi punya Izzul Ramadhan dan Aqidatul Izzah di bidang karate. Kakak-adik yang tinggal di Rogojampi itu baru meraup sukses dalam Kejuaraan Nasional Karate Piala Mendikbud 2013 di Ternate, Maluku Utara. ALI NURFATONI, Rogojampi TIDAK sedikit kakak-adik mampu mengukir prestasi di tingkat internasional. Sebut saja Venus dan Serena Williams

yang menjadi ratu tenis dunia. Bahkan, dua saudara kandung itu kerap kali saling jegal dalam laga final di berbagai kejuaraan. Tetapi, Serena lebih berprestasi dengan menyabet lebih banyak gelar daripada kakaknya, Venus. Contoh lain adalah Vitali dan Vladimir Klitschko. Dua saudara kembar itu adalah petinju yang berhasil menyandang juara dunia kelas berat mulai versi IBF, IBO, WBA, WBO, hingga WBC. Hingga kini dua petinju asal Ukraina itu masih aktif bertinju dengan menyandang gelar sebagai juara bertahan. Kakak-adik yang prestasinya sudah mulai moncer tampaknya juga ada di Banyuwangi. Yang istimewa, dua saudara kandung itu pria dan wanita. Tetapi, anak pasangan suami istri Eko Wahyudi dan Nur Hayati itu menggeluti

ALI NURFATONI/RaBa

BERPRESTASI : Izzul Ramadhan dan Aqidatul Izzah di rumahnya kemarin.

bidang olahraga yang sama, yaitu karate. Dua karetaka asal Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, itu sudah merengkuh banyak gelar di berbagai ajang, mulai lokal, regional, hingga nasional. Yang terbaru, dua karateka binaan Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) Cabang Banyuwangi itu berhasil melambungkan nama Banyuwangi dengan naik podium  sebagai juara dalam kejurnas karate yang digeber 20-22 November itu. Izzul Ramadan meraih juara  3 kumite perorangan pemula  kelas 45 Kg putra dan berhak membawa pulang medali perunggu. Sang adik, Aqidatul Izzah lebih moncer dengan meraih medali emas setelah menjadi juara 1 kumite perorangan usia dini kelas 25 kilogram (Kg) putri n

Budi Trenggiling masih buron Begitu terlihat polisi, trenggiling langsung tiarap

Sandera tangki, mahasiswa diamankan Ayo kalau berani menyandera panser tentara, mau coba?

 Baca Tertarik...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


31

Rabu 4 Desember 2013

SATWA LANGKA

Budi Trenggiling masih Buron GENTENG - Operasi hewan lindung jenis trenggiling di rumah Budi, warga Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya dihentikan petugas BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Timur kemarin. Sebab, petugas BKSDA Jatim didampingi aparat Polsek Genteng sudah tak menemukan barang bukti lagi di rumah Budi. Kemarin siang, empat petugas dari BKSDA Jawa Timur yang berkantor di Jember memutuskan pulang dan membawa semua barang bukti yang disita di rumah Budi. Rencananya, barang bukti tersebut akan diamankan di kantor BKSDA Jember sampai berkasnya masuk ke ranah penyidikan di Kejaksaan Banyuwangi. ”Jadi sementara kita amankan di kantor kami di Jember,” kata Syafi’udin, penyidik pegawai negeri sipil BKSDA Jawa Timur. Kapolsek Genteng Kompol Riamun melalui Kanitreskrim Iptu Abdul Jabar mengatakan, sampai kemarin petugas terus berusaha mencari Budi yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hingga kemarin, polisi dan petugas BKSDA Jatim belum berhasil mengendus keberadaan Budi. ”Orangnya masih kabur,” tandasnya. Jabar juga menyebutkan, selama ini polisi belum pernah mendengar bahwa Budi melakukan perdagangan hewan lindung jenis trenggiling di rumahnya, apalagi jika trenggiling itu diolah sendiri. Sehingga, aparat Polsek Genteng juga tidak tahu sejak kapan Budi melakukan bisnis tersebut. ”Nanti kalau Budi sudah tertangkap baru bisa diketahui,” tandasnya. Seperti diberitakan kemarin, petugas BKSDA berhasil mengungkap bisnis trenggiling di Bumi Blambangan Minggu malam (1/12) lalu. Bisnis satwa langka yang dilindungi tersebut diduga dilakukan Budi, warga Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng n

Pohon Tumbang, Jalur Gumitir Macet 6 Km

KALIBARU - Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon besar tumbang ke jalan raya, masuk kawasan Gunung Gumitir, perbatasan Banyuwangi dan Jember, kemarin pagi. Akibat tumbangnya pohon tersebut, arus lalu

lintas dari arah Banyuwangi dan Jember langsung macet. Antrean kendaraan mengular sampai enam kilometer. Beruntung, petugas Polsek Sempolan, Jember, bersama warga langsung memotong pohon yang melintang ke jalan tersebut dengan gergaji mesin.

Satu setengah jam kemudian, pohon yang melintang ke jalan tersebut berhasil dipotong dan disingkirkan. “Sekitar pukul setengah empat arus kendaraan perlahan mulai normal,” kata Kanitlantas Polsek Kalibaru Bripka Yulianto n Baca Pohon...Hal 39

Baca Budi...Hal 39

ADA APA LAGI YASIN SOEPARDI FOR RABA

BIKIN MACET: Warga menggergaji pohon yang melintang di jalan raya, masuk kawasan Gumitir, perbatasan Banyuwangi dan Jember, Selasa pagi kemarin (3/12).

Cium Pohon, Dua Pelajar Tewas NIKLAAS ANDRIES/RaBa

MENUNGGU DIISI: Jeriken nelayan menumpuk di sebuah SPBU di Muncar.

Stok Solar Menipis, Nelayan Serbu SPBU MUNCAR - Solar masih menjadi momok bagi nelayan di Muncar. Dalam dua hari belakangan, pasokan bahan bakar tersebut sedikit tersendat. Menipisnya ketersediaan bahan bakar tersebut membuat nelayan sedikit pusing untuk menjalankan kapal di laut. Meski pasokan solar menipis, secara umum kondisi di pelabuhan Muncar cukup lancar. Aktivitas nelayan berjalan seperti biasa. Kesibukan justru terlihat di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Di SPBU itu jeriken berbagai ukuran berjajar. Pemandangan itu berlangsung sejak dua hari belakangan. Tidak hanya nelayan Muncar, beberapa nelayan luar Muncar juga menyerbu tempat tersebut. Itu disebabkan banyak nelayan yang takut membeli bahan bakar solar di SPBU umum. Imbasnya, SPBU solar di pelabuhan Muncar itu diserbu pembeli dari berbagai tempat. Ahmad, salah seorang petugas SPBU setempat menuturkan, pasokan solar memang sedikit tersendat dalam dua hari belakangan. Biasanya tiap hari dipasok 32 kiloliter, tapi akhir-akhir ini yang datang hanya setengahnya. Tetapi, dalam waktu dekat pasokan akan kembali lancar. “Pasokan akan kembali lancar. Nelayan sudah akan mendapatkan solar seperti biasa,” kata Ahmad. (nic/c1/aif)

TEGALDLIMO - Jalan raya kian menunjukkan jati dirinya sebagai pencabut nyawa para pengguna kendaraan bermotor. Kemarin malam dua nyawa melayang setelah motor yang dikendarai menabrak pohon di jalan Dusun Kampunglimo, Kecamatan Tegaldlimo. Korban tewas adalah Mohamad Alfian, 17, warga Dusun Sumberdadi, Desa Kedungwungu, Tegaldimo, dan Karisma Yanuar Pratama, 16, warga Dusun Klimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Kasus kecelakaan itu kini ditangani petugas lalu lintas setempat. Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, kejadian nahas yang menimpa Alfian dan Yanuar itu terjadi pukul 23.00. Malam itu keduanya mengendarai Honda CB 150 R dengan kecepatan tinggi. Kondisi motor itu masih baru dan belum memiliki pelat nomor. Keduanya menjalankan kendaraan itu dengan kecepatan tinggi. Begitu melewati tikungan tajam dengan kondisi jalan bergelombang, Alfian yang menyetir motor itu tak bisa menguasai kendaraan. “Kecepatan tinggi dan kondisi jalan tidak rata,” ujar Ipda Kateno, Kanitlantas Polsek Muncar.

Motor yang masih kinyiskinyis itu pun menabrak pohon saman di pinggir jalan. Benturan itu menyebabkan tubuh dan motor korban terpental. Saking kerasnya benturan, korban terpental hingga membentur pohon nangka yang berdekatan dengan pohon saman. Kedua korban yang masih duduk di bangku sebuah SMA di Tegaldlimo itu terluka parah hingga menemui ajal di lokasi kejadian. Warga yang mengetahui kejadian itu segera melakukan upaya pertolongan. Sayang, korban tidak bisa diselamatkan. (nic/c1/aif)

Melaju Kencang, Nyawa Melayang 1

Pukul 23.00, Alfian dan Yanuar mengendarai Honda CB 150 R dengan kecepatan tinggi.

4

2

Sampai di tikungan jalan Dusun Kampunglimo, Kecamatan Tegaldlimo, Alfian tak bisa menguasai kendaraan.

3

Motor yang masih kinyiskinyis itu menabrak pohon saman di pinggir jalan. Benturan ini membuat tubuh dan motor korban terpental.

Kedua pelajar SMA itu langsung menemui ajalnya di lokasi kejadian.

ZAKARIA/RABA


32

Rabu 4 Desember 2013

Maroko: Pusat Dialog Peradaban dan Transmisi Islam Indonesia OLEH: Dr. H. Abu Yasid, M.A., LL.M

SECARA geogrfis, Maroko merupakan negara Islam paling barat yang terletak di benua Afrika utara dan lansung berbatasan dengan Spanyol dipisah oleh selat Gibraltar. Dengan letak gegrafis yang strategis ini, Maroko seringkali dinobatkan sebagai tempat dialog peradaban barat dan timur. Kenyataan ini juga didukung oleh keberadaan Universitas Al-Qarawiyyin sebagai perguruan tinggi Islam tertua di dunia. Al-Qarawiyyin yang berlokasi di kota Fez Maroko ini didirikan oleh kerajaan Murabithun pada abad ke-9 M. Ini lebih tua satu abad ketimbang Universitas Al-Azhar Mesir yang didirikan oleh dinasti Fathimiyah pada abad ke-10 M. Cikal bakal Universitas Al-Qarawiyyin bermula dari aktivitas diskusi masyarakat pendatang yang berasal dari Qairawan, Tunisia. Mereka secara rutin menggelar halqah di emper Masjid Al-Qarawiyyin yang kemudian menjadi embrio lahirnya sebuah perguruan tinggi. Pada saat “rahim” peradaban Islam mela-

hirkan Al-Qarawiyyin ini, tak ada satu pun peradaban di muka bumi yang mengenal sistem pendidikan tinggi. Eropa sendiri, misalnya, baru mengikutinya dua abad sesudahnya. Hal ini seperti ditunjukkan oleh berdirinya Universitas Bologna di Italia pada abad ke-11 M, kemudian diikuti oleh berdirinya Universitas Paris di Prancis dan Universitas Oxford di Inggris masing-masing pada abad ke-12 M. Karenanya tidak mengherankan jika Guinness Book of World Records pada 1998 menempatkan Universitas Al-Qarawiyyin sebagai perguruan tinggi tertua dan pertama di seantero jagad yang menawarkan gelar kesarjanaan. Dari kurun ke kurun Al-Qarawiyyin terus mengalami perkembangan pesat menjadi menara ilmu dan pusat peradaban. Universitas ini telah tercatat meluluskan sederet sarjana dan ilmuwan Muslim terkemuka, seperti Ibnu Khaldun (pakar sejarah dan sosiologi), Ibnu Rusyd (pakar fiqh madzhab Maliki), Az-Zawawi (pakar matematika), Ibnu Bajah (pakar kedokteran) Ibnu Al-Haj Al-Fasi (pakar hukum ), dan lain-lain. Tidak sedikit juga tokoh non-Muslim yang

ISTIMEWA

PENGEMBARA: Penulis (dua dari kanan) ketika ziarah ke makam Ibnu Batutah, tokoh pengembara Muslim yang sangat kesohor, di Kota Tanger, Maroko.

menimbah ilmu di Al-Qarawiyyin. Sebelum menjadi Paus, Gerbert of Aurillac (w. 1003 M) sempat menimba ilmu di universitas ini. Aurillac mempelajari matematika dan kemudian memperkenalkan penggunaan angka nol dan angka Arab ke Eropa. Pada tahun 1540 M, ilmuwan Belgia, Nichola Louvain pun tercatat sempat belajar bahasa Arab di Universitas Al-Qarawiyyin. Dalam konteks ini, peradaban

GONDOL DUA JUARA: Dua Siswi SMP BUMA berhasil meraih dua juara dalam lomba di SMAN 2 Genteng.

SMP BUMA FOR RaBa

Siswa SMP Buma Berjaya di SMAN 2 Genteng GENTENG - Setelah sehari sebelumnya, Sabtu (30/11/) nama siswi SMP Bustanul Makmur (Buma) dinobatkan sebagai Juara I English Speech Interactive di SMAN 2 Genteng, atas nama Tengku Redita Zalzabilla, keesokan harinya giliran prestasi yang lain dalam olimpiade Three In One (IPA, Matematika, Bahasa Inggris) di tempat yang sama. Siswa SMP Buma, Amalia Izzatul Isma, berhasil memenangkan juara pertama. “Memupuk prestasi dan kemampuan siswa adalah tugas kami tapi kami juga menanamkan sikap-sikap mentalitas yang berkharakter,” kata Ketua Tim Olimpiade Ustadz Mushofa, S.Pd, di sela-sela mengajar. Tampak jelas kegembiraan ini tidak hanya milik dua siswa berprestasi tersebut tapi juga milik semua warga SMP Bustanul Makmur. Ucapan selamat pun mengalir. “Guru dan teman senantiasa mengucap kan selamat dan motivasi kepada setiap siswa yang berhasil dalam olimpiade dan berprestasi,” ungkapKhaidir Ak-

BANYUWANGI

bar Ketua Student Council (SC/OSIS). Kedua prestasi yang diraih dua siswi ini sebenarnya adalah wujud dari sebuah proses pembelajaran dengan memberikan segenap kesempatan kepada semua siswa untuk berkembang dan mewujudkan mimpi-mimpi mereka sebagai siswa. Pada Olimpiade 3 in One tersebut, Amalia harus berjuang menyisihkan rekan-rekan yang lain dari sekolah lain yang jumlahnya mencapai sekitar 750 peserta. Sementara, Tengku Redita Salsabila atau yang biasa dipanggil Asya ini juga harus bekerja keras dengan mengungguli 78 peserta, di tempat lain selang empat hari sebelum olimpiade di SMADA Genteng, Asya juga menjadi juara tiga dalam lomba Telling Story di SMAN 1 Glagah. “Selamat dan sukses selalu buat semua siswa SMP Buma, tetap semangat dan tingkatkan terus prestasimu,” demikian senantiasa motivasi dari KH Muwafiq Amir, salah satu Pembina di Yayasan Pendidikan Islam Pesantren

BANYUWANGI

Bustanul Makmur Genteng. SMP Buma Genteng bertekad menegakkan visi sekolah, yaitu; terwujudnya kualitas lulusan yang unggul dalam Imtaq, handal dalam Iptek, tangguh dalam kepribadian dan berwawasan keunggulan. Serta tentunya dengan membawa misi sekolah yang salah satunya adalah meningkatkan layanan pendidikan atas dasar kesetaraan, keadilan, multikultur, multi intelegensi dan belajar tuntas. Ditambah dengan ditunjuknya SMP Buma sebagai sekolah sasaran pelaksanaan Kurikulum 2013, jelas bahwa layanan pendidikan di SMP Buma harus mencapai tiga ranah tujuan yang dicapai dalam kurikulum 2013 yaitu; sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Jadi, bukan hal yang tidak mungkin bahwa proses pembelajaran di SMP Buma tidak hanya berorientasi pada tekstual (buku dan literatur) tetapi juga pada sikap, mental dan kharakter siswa dan melalui lomba-lomba ini siswa bisa mengambil hikmah dari kegiatan tersebut. (adv/als)

BANYUWANGI

barat patut berhutang budi kepada Universitas Al-Qarawiyyin. Betapa tidak, perguruan tinggi ini memegang peranan penting dalam pertukaran kebudayaan dan transfer pengetahuan dari dunia Muslim ke Eropa pada abad pertengahan. Transfer pengetahuan tersebut dilakukan melalui sejumlah ilmuwan Muslim yang mengajar atau belajar di perguruan tinggi ini. Universitas Al-Qarawiyyin secara tidak

langsung memiliki peran penting dalam proses renaisans yang terjadi dalam peradaban Barat di abad ke-15 M. Melalui kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang ditransfer para ilmuwan Muslim, masyarakat Eropa mulai tercerahkan pada kurun-kurun tersebut. Eropa pun kemudian membebaskan dirinya dari kungkungan ‘kegelapan’. Pesatnya perkembangan peradaban Islam di Maroka pada abad pertengahan ini mempunyai korelasi sangat penting dengan proses transmisi Islam ke kawasan nusantara. Sunan Maulana Malik Ibrahim sebagai penyiar Islam pertama di Indonesia tak lain adalah orang Maroko sehingga beliau dikenal pula dengan sebutan Syekh Maulana Maghribi (w. 1419 M). Karenanya tidak mengherankan jika banyak sekali wajah persamaan Islam di Indonesia dan Maroko. Pengembangan Islam dengan tetap menghargai tradisi lokal termasuk contoh persamaan yang sangat kental. Bahkan, jika di tanah air kita mengenal dan mengenang wali sembilan sebagai icon penyebaran dan pengembangan Islam, maka di Maroko juga mengenal istilah wali

tuhuh yang dianggap sangat berjasa dalam merintis dan mengembangkan tradisi sufisme. Tradisi sufisme yang di Indonesia sering diejawantahkan ke dalam dunia thariqat ternyata juga berasal dari negeri matahari terbenam ini. Syekh Al-Jazuli (w. 1465 M) yang sangat terkenal di tanah air dengan karyanya, dalailul khairat, adalah termasuk salah satu wali tujuh yang sangat dikenang di Maroko n Baca Maroko...Hal 39

Radar Banyuwangi mengundang warga Banyuwangi dan Situbondo yang berada di perantauan untuk menulis pengalamannya. Tulisan kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan juga foto diri. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

Siapkan Petisi ke Sejumlah Lembaga BANYUWANGI - Menyongsong Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh setiap 9 Desember, Panitia Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2013 Banyuwangi, bersiap menggelar Seminar Anti Korupsi. Tidak tanggung-tanggung, narasumber dari unsur komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap dihadirkan dalam seminar yang rencananya dihelat 15 Desember nanti di kantor DPRD Banyuwangi tersebut. Ketua Panitia Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2013, Imam Soejono mengatakan, untuk memastikan kehadiran KPK dalam seminar tersebut, pihaknya datang ke Jakarta, tepatnya ke kantor lembaga anti rasuah tersebut, besok (5/12). “Kami juga mengundang lintas elemen untuk menghadiri seminar anti korupsi tersebut, mulai pejabat birokrasi, unsur perguruan tinggi, insan pers, mahasiswa, hingga pelajar,” ujarnya, didampingi sejumlah anggota panitia Hari Anti Korupsi Sedunia 2013 Banyuwangi yang lain kemarin (3/12). Sementara itu, sebelum pelaksanaan seminar, Panitia Hari Anti Korupsi Sedunia Banyuwangi yang diprakarsai tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun mahasiswa, itu akan turun ke jalan pada 9 Desember mendatang. Dalam aksinya, mereka akan menggelar konvoi sekitar

BANYUWANGI

SIGIT HARIYADI/RaBa

SIAPKAN AKSI: (Dari kiri) Heru Pratista, Yudianto, dan Imam Soejono.

seratus sepeda motor menuju ke kantor sejumlah instansi di Banyuwangi untuk menyampaikan petisi. Pertama, massa akan menuju ke depan kantor Pemkab Banyuwangi. tujuannya, mengajak segenap elemen masyarakat, termasuk PNS dan kepala daerah untuk tidak melakukan korupsi. Selanjutnya, massa menuju depan kantor Kejaksaan negeri Banyuwangi untuk menyampaikan harapan tak ada jual beli kasus di lembaga tersebut. Belum berhenti sampai di situ, iring-iringan konvoi sepeda motor itu lantas bergerak menuju depan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi guna mengajak aparat

BANYUWANGI

Lapas tidak melakukan praktik jual beli kamar dan berbagai fasilitas lainnya. Dari Lapas, massa akan menyampaikan petisi ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi dengan harapan para hakim mampu menjadikan hukum sebagai panglima, sehingga masyarakat terayomi. Yang terakhir, penyampaian petisi dilakukan di kantor DPRD Banyuwangi. Di kantor wakil rakyat, mereka akan mengimbau anggota dewan tidak bermain proyek. “Kami juga akan mengimbau anggota DPRD memaksimalkan fungsi pengawasan terutama pada kebijakan anggaran yang terkait hajat hidup orang banyak,” pungkasnya. (sgt/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Dikontrakkan •

• STNK •

• Jl. JA. Suprapto •

• Pulau Santen •

• Nissan •

• Body Kijang Kapsul •

• Xenia XI (Plat W) •

Dikontrakn 1 Toko, Bs utk Dealer, Sprmrkt, Gudang Lok.Sumberayu H:081231457220

Hlg STNK P 6463 XD, an. Sumedi, Krajan RT 01/01 Desa Singolatren, Singojuruh

Djl tanah sawah luas 10.715, cocok utk homestay, PP, wisata pulau santen, dll. Hrg Rp.200 ribu/meter. Hub: 0811354614

Dijual Mobil Xenia XI Plat W (Sidoarjo) Hub Tlp 085336525043

• Rumah & Ruko • Djl rmh di Bwi L+350m msk gang 100m SHM hrg 130jt. Ruko kuat+kokoh L+350m2 lok Benculuk msk gang 100m hrg 400jt Hb 087755630534

• Gardenia Estate •

SITUBONDO

Dptkn 5 pkt ntn PD Brazil, 3 Elgrand, 3 Teana U/ pmbln Nissan s/d tgl 31/12 ’13 & Dptkn bng mulai 0 %.3S tiap hari 08.0017.00 Nissan Banyuwangi Jln.S.Parman 147 Bwi 0333-4460222

Dijual Body Kijang Kapsul Lgx Hrg 20 Juta Nego Hb 082142194111

Hlg STNK P 3712 VK, an. Ariko, Lingk.Krajan RT 01/02 Banjarsari, Glagah

Dijual B.U Rmh Srtgs Jl. Jaksa Agung Suprapto 152 a, LT 450, LB 200 m Hrg 850 Jt Nego Lgs Pemilik 087738832093

Hlg STNK P 3293 VW, an. Maladi Adi Susanto, Krajan 05/01 Wringinputih Muncar

• Ruko Jajag •

Dijual Rmh Gardenia Estate LT 96 LB 55 Semi Furnish Hrg Nego Hub 082141861312

• Jl. Argopuro •

• Toyota Hiace ‘82 •

SITUBONDO

SITUBONDO

J. Tnh 9000m, Jl. Argopuro 15B 750 rb/m, 9600m Ry Lmgn Asb 200 rb/m 082333008871

Djl Toyota HIACE Th 1982 20 Jt Nego Hub 03338939244-03337770552 /08174745225

• STNK •

• Jual Rumah Kos •

Hlg STNK P 4354 EN, an. Mihan W, Dsn Dam RT 02/01 Smbr Kolak, Stb

Djl Rmh Kost&Isi LT/LB:178,9 kmr terisi 8.Hrg 325 Jt Ng Hub 082231281892

• Jln Tembus Baru •

• Kijang Innova ‘05 •

Djl Cpt Tanah Tepi Jalan Almt Jln Tembus Baru 2300 m2 SHM Hub 085258796775

Dijual Kijang Innova G dsl 05 A/T htm (L) kon istw H:085330007053

Honda Jazz ‘09 vs harga 179 juta, Panther lv ‘03 harga 125 juta Harga Nego. Cash, kredit, tukar tambah.

Hub: 082142194111

MOBIL ANDA BELUM LAKU? HUBUNGI: 0333-412224 Dijual atau sewa ruko baru Jl Juanda (pasar subuh) harga nego jajag hub tlp 0333-396254 082230129393

• Nissan •

Promo Nissan Akhir Tahun,DP Grand Livina 34 Juta&March 21 Juta,Diskon Besar untuk Semua Produk Nissan Hub Adzam 081232246632&087806542223

• Grand Livina ‘07 •

• Hyundai Trajet ‘04 •

• Toyota Kijang LGX ‘02 •

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007, abu-abu tua metalik, harga 141 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Hyundai Trajet G8 MT tahun 2004, abu-abu metalik, harga 91,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang LGX LF 80 STD (solar) tahun 2002, merah metalik, harga 121,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Avanza ‘10 •

• GranMax PU ‘12 •

• Toyota Innova ‘10 •

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60 IRM tahun 2010, silver metalik, harga 131,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Gran Max pick-up S40 IRP tahun 2012, putih, harga 82,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Inova 2010 Type G Diesel Matic warna abu2, pemakaian 70 Km-an,kondisi barang bagus, pemakaian tangan pertama Hrg 215 Juta Hb 082265599989

JEMBER • Telkomvision • Telkomvision, 80+Chnel, gmbr jernih,one day service, info Reza 085231300123

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Rabu 4 Desember 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Dua Pemuda Tewas usai Tenggak Miras

ADA APA LAGI

ABDUL AZIZ/RABA

TAK DIKENAL: Mayat Mr. X ditemukan warga di Dusun Sumberjati, Kecamatan Tegalsari, kemarin.

Ditemukan Meninggal, Pemulung Membawa Uang Tunai Rp 2,4 Juta TEGALSARI - Warga Dusun Sumberjati, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, kemarin digegerkan dengan temuan mayat lelaki tak dikenal kemarin sore. Sosok mayat tak dikenal tersebut meninggal dunia dengan membawa karung berisi barang bekas. Diduga, dia seorang pemulung. Saat ditemukan warga, mayat Mr. X yang diperkirakan berusia 80 tahun tersebut mengenakan kaus putih dan celana pendek warna biru. Yang mengejutkan, di saku celana korban ditemukan uang yang totalnya Rp 2,4 juta. Kapolsek Tegalsari AKP Suhardi melalui Kanitreskrim Bripka Nanang mengatakan, meninggalnya sosok mayat tak dikenal tersebut cukup mengagetkan warga. Sebab, pukul 13.00 warga melihat Mr. X tersebut masih hidup. Tetapi, sekitar pukul 14.30 dia ditemukan sudah meninggal dunia. “Mayatnya tanpa identitas, dan sekarang kami bawa ke RSUD Genteng,” kata Nanang. (azi/c1/aif)

LUMAJANG – Kejadian ini adalah peringatan bagi penggila minuman keras. Gara-gara pesta miras oplosan, dua pemuda tewas. Sementara seorang lagi masih dinyatakan sekarat di RSd Haryoto Lumajang. Dua pemuda yang tewas itu adalah Riyanto, 23, Anas,24, yang samasama warga Dusun Kampung Baru, Yosowilangun Lor, Yosowilangun. Satu temannya lagi bernama Samuri, 40, yang juga tetangga kedua korban hanya mengalami muntah-muntah dan sekarat. Kejadian itu bermula pada siang kemarin sekitar jam 14.00. Dari keterangan Yuliana, kakak kandung Riyanto, pada Minggu (1/12) sore, korban dijemput Samuri dengan mengendarai sepeda motor.

Rekanan Dikejar Target Waktu

Sepulangnya, Riyanto langsung tidur di r umahnya bersama Samuri. Selama dua hari, Riyanto mengeluh tenggorokannya panas dan minta dibelikan minuman es. Dia mengaku kalau telah minum minuman keras oplosan. “Mengakunya sudah minum oplosan,” katanya. Yuliana mengaku, adiknya telah minum arak yang dicampur dengan minuman lain. Karena korban kondisinya sudah lemas dan pucat, akhirnya kakak korban dilarikan ke Puskesmas Yosowilangun. Karena kondisinya semakin mengkhawatirkan, akhirnya

Pembangunan Stadion JSG Dideadline Desember Tuntas JEMBER – Rekanan yang mengerjakan stadion utama di kawasan Jember Sport Garden (JSG) benar-benar dikejar waktu. Pihak rekanan harus mengebut penyelesaian agar stadion berstandar internasional tersebut tuntas dikerjakan akhir Desember tahun 2013. Padahal, bila melihat pengerjaan fisik, pembangunan stadion yang dianggarkan senilai Rp 200

dibawa ke RSU Haryoto Lumajang. Sayangnya, setiba di rumah sakit, nyawa korban sudah tidak tertolong. Kondisi yang sama juga dialami oleh Anas yang malam sebelumnya juga diketahui terlibat dalam pesta miras oplosan. Diketahui, Anas juga mengalami muntah-muntah disertai darah yang keluar dari mulutnya. Siang kemarin, sekitar jam 14.00 Anas dan Riyanto dalam waktu yang hampir bersamaan sama-sama tewas. Sementara itu, Samuri yang diketahui sebagai orang yang mengajak kedua korban itu, hanya mengalami muntah-

miliar tersebut, masih ada beberapa pekerjaan yang belum rampung dikerjakan. Padahal waktu yang tersisa hanya sekitar sebulan saja. Kendati begitu, Kepala DPU Cipta Karya Merwin Lusiani optimistis, pihak rekanan mampu merampungkan pekerjaan sesuai batas waktu yang disepakati. “Sampai saat ini kita masih optimistis pihak rekanan yang mengerjakan stadion mampu menyelesaikan pekerjaannya,” ujarnya. Pihaknya juga terus memantau tahapan-tahapan pekerjaan yang dikerjakan. “Ada konsultan

muntah dan sekarat. “Samuri kuat. Dia hanya sekarat,” tambah kerabat Riyanto lainnya. Kejadian ini membuat Polsek Yosowilangun segera bertindak. Setelah mendapat laporan jika ada warganya yang meninggal dunia karena over dosis miras oplosan, petugas langsung mendatangi rumah keduanya. Selanjutnya, petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tujuannya adalah untuk mengetahui penyebab pasti dari kematian itu. Selain itu, petugas juga mengamankan Samuri yang diketahui menjadi dalang pesta miras ini. “Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap Samuri yang terlibat langsung dalam aksi pesta miras ini,” tegas Kapolsek Yosowilangun, AKP Budi Setiyono. (fid/c1/sh/JPNN/aif)

pengawas dan tim teknis yang melakukan pengawasan. Dari pemkab juga membentuk tim pemantau pekerjaan juga,” tambahnya. Bahkan, kata Merwin, pantauan di lapangan, agar pembangunan stadion tuntas dikerjakan sesuai kontrak, pihak rekanan telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya menambah jumlah tenaga kerja dari 600 tenaga kerja menjadi 1.020 lebih tenaga kerja. “Ada penambahan hampir dua kali lipat tenaga kerja,” ujarnya. (ram/ wnp/JPNN/aif)

NIKAH MASAL

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

PROSESI ISBAT: Salah satu prosesi sidang isbat di kantor Kecamatan Pakusari.

Harapkan Program Isbat Nikah Berkelanjutan PAKUSARI – Sebanyak 92 pasangan suami-istri menjalani sidang isbat nikah masal di Kecamatan Pakusari, kemarin (3/12). Program sidang isbat nikah massal gratis itu merupakan program Dispendukcapil untuk melakukan penertiban administrasi kependudukan di Kabupaten Jember. Setelah dilaksanakan di Kecamatan Puger Senin kemarin (2/12), giliran sidang isbat diselenggarakan di Kecamatan Pakusari. Perinciannya, sebanyak 55 pasutri berasal dari Kecamatan Pakusari dan 37 pasutri dari Kecamatan tempurejo. Dalam pelaksanaan sidang isbat kemarin, M. Ali Muksin, petugas P3M dari Dusun Karanganyar, Desa/Kecamatan Tempurejo mengungapkan, dirinya menyambut baik adanya program Dispendukcapil Pemkab Jember ini . Orang yang kesehariannya membantu calon pengantin yang hendak melangsungkan pernikahan itu menilai, program isbat nikah harus digalakkan secara berkelanjutan. “Karena masih banyak warga di desa yang masih belum mempunyai akta perkawinan. Sedangkan saat ini dibutuhkan,” ujarnya. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak pasangan yang berdandan sangat rapi saat melangsungkan isbat nikah. “Kami menganggap seperti melakukan nikah baru lagi,” terang salah seorang pasangan dari Dusun Gumuksada, Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari. Di sela pelaksanaan sidang isbat nikah, Haidori, Camat Pakusari mengatakan, masih banyak warga Pakusari yang melakukan nikah di bawah tangan. Hal itu karena kultur masyarakat yang masih menganut kultur agama yang sangat kental. (hud/wnp/JPNN/aif)

HERU PUTRANTO/RADAR JEMBER/JPNN

MEPET: Waktu tinggal sebulan, namun pembangunan stadion di kawasan Jember Sport Garden (JSG) masih belum rampung.

Mangkir, Tiga Oknum Polisi Diamankan JEMBER – Tiga oknum anggota polisi harus berurusan dengan hukum. Gara-garanya oknum polisi tersebut tidak masuk kerja dan diketahui oleh Propam Polres Jember. Kini mereka tengah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif. Informasi yang dihimpun Koran ini menyebutkan, dua di antara tiga oknum polisi tersebut adalah anggota Polres Jember berinisial AL dan IF. Keduanya sebelumnya pernah bertugas di Satuan Reserse Narkoba. Sedangkan seorang lagi berinisial SM, anggota Polda Jatim. Ketiganya diperiksa karena mang-

kir dari tugas sebagai anggota kepolisian. Mereka lama tidak masuk kerja tanpa laporan jelas. Selain itu, mereka juga meminjam mobil dari sebuah rental dan sudah melampaui perjanjian sewa menyewa. Kondisi ini diketahui oleh pimpinan Polres Jember kemudian diinstruksikan untuk mencari keberadaan AL dan IF. Sampai kemudian diketahui keberadaan IF dan AL. Sampai kemudian Jumat malam akhir pekan kemarin, diketahui mobil yang dibawa oknum polisi tersebut berada di wilayah Jember barat. Akhirnya dihentikan di wilayah Polsek Tanggul dan

seluruh penumpang diturunkan. Diketahui di dalam mobil ada AL, IF, dan SM. AL dan IF merupakan anggota Polres Jember. Sedangkan SM anggota Polda Jatim. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan diketahui ada beberapa warga sipil lainnya. Ketiga oknum polisi itupun dibawa ke Mapolres Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut. AKP Edy Sudarto, Humas Polres Jember ketika dikonfirmasi menyatakan, saat ini pihaknya memang tengah memproses dua anggota Polres Jember. Mereka diproses atas kesalahan tidak masuk kerja selama 29 hari. (rid/c1/wnp/JPNN/aif)

POLISI NAKAL

Mangkir, Tiga Oknum Polisi Diamankan JEMBER – Tiga oknum anggota polisi harus berurusan dengan hukum. Gara-garanya oknum polisi tersebut tidak masuk kerja dan diketahui oleh Propam Polres Jember. Kini mereka tengah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif. Informasi yang dihimpun Koran ini menyebutkan, dua di antara tiga oknum polisi tersebut adalah anggota Polres Jember berinisial AL dan IF. Keduanya sebelumnya pernah bertugas di Satuan Reserse Narkoba. Sedangkan seorang lagi berinisial SM, anggota Polda Jatim. Ketiganya diperiksa karena mangkir dari tugas sebagai anggota kepolisian. Mereka lama tidak masuk kerja tanpa laporan jelas. Selain itu, mereka juga meminjam mobil dari sebuah rental dan sudah melampaui perjanjian sewa menyewa. Kondisi ini diketahui oleh pimpinan Polres Jember kemudian diinstruksikan untuk mencari keberadaan AL dan IF. Sampai kemudian diketahui keberadaan IF dan AL. Sampai kemudian Jumat malam akhir pekan kemarin, diketahui mobil yang dibawa oknum polisi tersebut berada di wilayah Jember barat. Akhirnya dihentikan di wilayah Polsek Tanggul dan seluruh penumpang diturunkan. Diketahui di dalam mobil ada AL, IF, dan SM. AL dan IF merupakan anggota Polres Jember. Sedangkan SM anggota Polda Jatim. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan diketahui ada beberapa warga sipil lainnya. Ketiga oknum polisi itupun dibawa ke Mapolres Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut. AKP Edy Sudarto, Humas Polres Jember ketika dikonfirmasi menyatakan, saat ini pihaknya memang tengah memproses dua anggota Polres Jember. Mereka diproses atas kesalahan tidak masuk kerja selama 29 hari. ‘’Hal ini diketahui pimpinan, kemudian meminta untuk mencari keberadaan dua anggota ini,’’ katanya. (rid/c1/wnp/JPNN/aif)

RADAR JEMBER/JPNN

BERBUNTUT PANJANG: Manajemen RSD dr Soebandi menggelar konferensi pers terkait meninggalnya Wagiman.

Keluarga Siap Lapor Polisi JEMBER – Meninggalnya Wagiman Riyanto, 60, warga Jl Manggis, Dusun Pondok Jeruk, Desa Wringin Agung, Jombang, sepertinya bakal berbuntut panjang. Pihak keluarga siap melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Upaya hukum ini akan diambil keluarga bila tidak ada tindak lanjut dari RSD dr Soebandi terkait kematian Wagiman yang dianggap tidak wajar. “Besok (hari ini, Red) kami akan datang lagi ke direksi rumah sakit untuk meminta penjelasan,” ujar Asmani, adik Wagiman saat dihubungi melalui telepon kemarin (3/12). Asmani menyatakan, pihak keluarga masih belum puas dengan sikap rumah sakit. Apalagi, kelu-

arga belum sempat bertemu dengan pimpinan RSD dr Soebandi Jember saat datang ke rumah sakit, Senin (2/12). Pihak keluarga menginginkan penjelasan detail mengenai kematian Wagiman. Jika tidak ada tanggapan memuaskan dari RSD dr Soebandi, As mani menyatakan, pihak keluarga siap membawa kasus ini ke ranah hukum. “Jika tidak ada penjelasan lagi, kami akan laporkan ke kepolisian,” tegasnya. Menurut dia, sejak semula pihak keluarga tidak ingin ada masalah hukum dan laporan kepada pihak kepolisian, selama ada penjelasan memuaskan dari pihak rumah sakit. Sejauh ini keluarga Wagiman menganggap tidak ada iktikad baik dari rumah sakit men-

genai kematian Wagiman. “Selama ini, setelah meninggal ya tidak ada apa-apa lagi,” tandasnya. Padahal, lanjut Asmani, Wagiman merupakan tulang punggung keluarga. Namun, gara-gara hendak dioperasi, malah mengakibatkan meninggal dunia. Wagiman sendiri belum sempat dioperasi, melainkan hanya dibius lokal oleh tim dokter. Yang disesalkan keluarga, saat datang ke rumah sakit, Wagiman tampak sehat. Tetapi, setelah ditangani dokter malah meninggal dunia. Di lain pihak, Komisi D DPRD Jember kemarin (3/12) mendatangi RSD dr Soebandi Jember untuk meminta penjelasan pimpinan rumah sakit mengenai laporan keluarga Wagiman. (ram/c1/har/JPNN/aif)

Unmuh Kalah di PTUN JEMBER – Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali diuji. Salah satu kampus swasta di Jember ini kalah dalam gugatan PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) yang diajukan Prof Dr Muljono Hendrosiswojo, salah seorang pendiri Unmuh Jember. Akibat kekalahan dalam PTUN tersebut, Unmuh harus menyerahkan sebagian lahan yang telanjur dijadikan gedung kampus tersebut. Namun, Muljono masih memberi kesempatan untuk “berdamai”, dengan catatan Unmuh bersedia mengganti rugi tanah yang disengketakan itu. Sidang putusan PTUN tersebut sebenarnya sudah berlangsung pertengahan Oktober 2013. Tetapi, salinan putusan baru diterima Muljono akhir pekan lalu. Unmuh sendiri bersama kepala BPN Jember telah mengajukan banding. Dalam sidang di PTUN Surabaya itu, Muljono melalui tim pengacaranya menggugat pengalihan status kepemilikan sejumlah lahan milik dirinya ke Persyarikatan Muhammadiyah. Jumlahnya mencapai lima sertifikat dengan luas hampir 20 ribu meter persegi. “Kami tak merasa menghibahkan ke Unmuh Jember,” tegas Muljono. Pengalihan status tanah tersebut, kata Muljono, dilakukan oleh H Baharudin Rosjid (mantan ketua PD Muhammadiyah Jember), di depan seorang notaris di Jember. Selanjutnya, muncul akta hibah No 20 Tahun 1994. Lalu, akta itu diajukan ke BPN Jember untuk mendapatkan sertifikat. Karena menganggap syarat-syarat pengajuan sertifikat sudah lengkap, BPN pun akhirnya mengesahkan perubahan status kepemilikan lahan tersebut menjadi milik Unmuh Jember. Padahal, kata Muljono, meski dirinya pernah menghibahkan tanah di Sumbersari itu, namun sudah dibatalkan. Pembatalan itu, lanjut mantan dekan FKIP Unej itu, karena prosesnya memang salah. Sebab, saat itu sertifikat kelima tanah itu sedang dijaminkan ke bank. Ternyata, oleh pihak bank dianggap salah dan merugikan, sehingga dibatalkan sepihak oleh Muljono. Tanpa berkonsultasi dengan dirinya, lanjut Muljono, ketua PDM Jember saat itu KH Baharudin Rosjid langsung mengubah status kepemilikannya ke Unmuh. Alasannya, Muljono sudah pernah membuat surat pernyataan tentang penyerahan lima bidang tanah itu ke Unmuh. Rektor Unmuh Jember Dr Aminullah Elhadi membenarkan pihaknya kalah dalam gugatan di PTUN oleh mantan ketua Yayasan Unmuh tersebut. “Iya, kami dikalahkan. Namun saya berusaha untuk mencari kebenaran dengan mengajukan banding,” kata Aminullah. (sh/c1/har/JPNN)


BERITA UTAMA

Rabu 4 Desember 2013

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Menjarah Duit Bank Rp 800 Juta n PECATAN... Sambungan dari Hal 29

Untuk keperluan pe me riksaan, jenazah tersangka langsung dibawa petugas kepolisian ke Instalasi Kedokteran Keha kiman (IKK) RSUD Blambangan untuk diotopsi. “Tersangka melawan petugas saat akan ditangkap,” terang Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf melalui Kasubag Humas AKP Bambang SP. Proses penangkapan Didik yang terjadi pukul 15.30 itu cukup dramatis. Sebelum rumah kontrakannya di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Siliragung, digerebek, polisi sempat melakukan penyelidikan hingga beberapa hari. “Tersangka ini pelaku dan otak perampokan di Kalimantan Barat,” katanya. Setelah dinyatakan positif bu ron itu berada di rumah, sejumlah anggota Buser Polres Ketapang, Kalbar dibantu Buser Polres Banyuwangi langsung me ngepung. Selanjutnya, empat anggota Buser Polres Ketapang masuk ke rumah tersangka. “Kalau beroperasi, tersangka selalu membawa senpi (senjata api),” terangnya. Saat polisi mengepung rumahnya, Didik yang tinggal ber-

AGUS BAIHAQI/RaBa

MELOMPONG : Kursi parlemen banyak yang kosong dalam rapat paripurna kemarin.

Rapat Paripurna Sepi Anggota GALIH COKRO/RaBa

DITEMBAK: Petugas memeriksa jenazah Didik di kamar mayat RSUD Blambangan.

sama istrinya itu sedang menemui dua tamu. Melihat ada empat anggota polisi masuk rumahnya, tersangka langsung berdiri dengan wajah merah. Permintaan polisi agar Didik duduk kembali ditolak oleh Didik. Setelah menunjukkan surat perintah penangkapan, empat anggota Buser Polres Ketapang itu langsung menangkap dan memborgol Didik secara paksa. “Dengan tangan terborgol, tersangka dibawa ke luar rumah,” kata Kasubag Humas AKP Bambang. Saat berada di luar rumah, ter sangka meronta hingga borgolnya putus. Dengan ga-

nas, pecatan TNI AU itu menyerang aparat kepolisian yang akan menangkapnya. “Karena melawan saat akan ditangkap, terpaksa ditembak hing ga meninggal seketika,” ungkapnya. Menurut AKP Bambang, tersangka merupakan pelaku perampokan yang sering beraksi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalbar. Yang menjadi sasan adalah bank, SPBU, dan perkebunan sawit. “Kelompok ini terkenal sadis dan membawa senpi,” sebutnya. Terakhir, Didik bersama kom plotannya beraksi pada 2 November 2013. Waktu itu

Didik merampok kantor Sinar Mas (Salim Grup). Dalam aksinya itu, kawanan perampok ter sebut berhasil menjarah uang Rp 800 juta lebih. “Saat me rampok SPBU, salah satu karyawan ditembak,” jelasnya. Dengan tertangkapnya Didik, jelas dia, komplotan Didik yang tertangkap sudah tujuh orang. Sebelumnya, enam anak buah Didik sudah berhasil di tangkap. “Dari pengakuan anak buahnya itu, terutama yang berasal dari Temanggung, po lisi berhasil menemukan tempat persembunyian Didik,” bebernya. (abi/c1/bay)

Khawatir Pasokan BBM Terhambat n SANDERA... Sambungan dari Hal 29

Tak ayal, sopir truk tak bisa melanjutkan perjalanan hingga mengakibatkan jalan utama jurusan Banyuwangi-Situbondo tersebut macet. Aksi demonstrasi kali ini sudah memanas ketika demonstran berupaya menerobos barikade polisi yang berbaris di tengah jalan, tepatnya 200 meter sebelah selatan Pelabuhan Ketapang. Langkah itu dilakukan aparat demi mencegah mahasiswa menuju pelabuhan kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut. Aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi pun tidak bisa dihindarkan. Gagal menembus barikade aparat, mahasiswa memilih balik kanan. Massa bergeser menuju Jalan Tembus Ketapang. Di tengah perjalanan, rombongan mahasiswa berpapasan dengan truk tangki yang hendak mengantar premium ke SPBU Karangsari, Kecamatan Sempu, dan SPBU Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh. Spontan, sejumlah mahasiswa menghadang truk pengangkut BBM tersebut. Massa lantas menyandera truk dan memaksa so pir mengangkut mereka. Selanjutnya, para aktivis mahasiswa itu memerintah sang so pir memarkir truk tangki yang tengah mengangkut 16

ribu liter premium itu di tengah Jalan Gatot Subroto, tepat di de pan jalan masuk menuju Jalan tembus Ketapang. Belum ber henti di situ, salah satu mahasiswa mengambil kunci kontak truk tangki tersebut. Hal inilah yang memicu bentrok antara polisi dan mahasiswa. Sebab, saat po lisi memaksa mahasiswa me ngem balikan kunci, tidak satu pun mahasiswa yang mengaku mengambil kunci tersebut. Sejumlah mahasiswa justru terlibat adu fisik dengan polisi. Akibatnya, tujuh mahasiswa yang ditengarai memicu bentrok dan yang diduga kuat mengambil kunci truk tangki diamankan petugas. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, tujuh ma hasiswa yang diamankan petugas tersebut adalah Bekti Ari Kuswanto, Trias Hanas, Abdul Haris, dan Umro (PMII); Yoyok dan Nuril (HMI); dan Wahyu (GMNI). Sementara itu, akibat penyan deraan truk tangki itu, arus lalu-lintas di ruas jalan utama Banyuwangi-Situbondo yang juga merupakan akses menuju Pelabuhan Ketapang dan Depo Pertamina macet total selama sekitar 20 menit. Aksi itu sempat memancing amarah warga setempat dan pengguna jalan. Bahkan, salah satu warga langsung me-

layangkan protes kepada demonstran yang dianggap telah menghalangi jalan tersebut. “Kalau demonstrasi membela rakyat, jangan seperti ini caranya. Kalau memblokade jalan seperti ini, rakyat kecil seperti kami yang dirugikan,” ujar warga kepada para demonstran. Koordinator aksi, Romi Syahroni mengatakan, rencana awal pi haknya berniat menggelar aksi damai menolak konferensi WTO di depan Pelabuhan Ketapang. Namun, sekitar 200 meter sebelum Pelabuhan Ketapang, aparat menutup jalan. Romi mengaku, pihaknya su dah melakukan negosiasi dengan aparat agar diizinkan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang. Sa yang, negosiasi itu gagal. Mahasiswa tetap dilarang menuju pelabuhan tersebut. “Karena itu, kami balik kanan dan berniat putar arah menuju Pelabuhan Ketapang melalui Jalan Lingkar. Di tengah perjalanan, kami berpapasan dengan truk tangki. Teman-teman berniat menjadikan truk tangki itu sebagai panggung orasi. “Tetapi, ke nyataannya terjadi ricuh seperti ini. Mungkin ini akibat miskomunikasi antara masa aksi dan aparat,” jlentrehnya. Menurut Romi, akibat kejadian tersebut, tujuh rekannya diamankan polisi. Rinciannya, empat mahasiswa asal PMII, dua

mahasiswa asal HMI, dan seorang asal GMNI. “Ada tujuh rekan kami yang diamankan aparat,” kata dia. Romi mengutarakan, penolakan terhadap konferensi WTO yang berlangsung di Bali itu dilakukan lantaran Indonesia be lum siap menghadapi era pasar bebas. Sementara itu, dikonfirmasi saat memimpin pasukannya mengamankan demonstrasi kemarin, Wakapolres Banyuwangi Kompol Agus Widodo mengatakan, berdasar laporan awal, polisi mengamankan tiga mahasiswa yang ditengarai mengambil kunci truk tangki dan yang menjadi pemicu bentrok fisik. “Kita akan cek di mana kunci tersebut. Sebab, kunci kontak yang digunakan sopir melanjutkan perjalanan adalah kunci serep,” cetusnya. Wakapolres Agus me nambahkan, pihaknya sebenarnya su dah memberi massa kesem patan berorasi di jalan se kitar 200 meter sebelum Pe labuhan Ketapang. Polisi memberi kesempatan massa berorasi lantaran saat itu arus kendaraan masih bisa dialihkan melalui Jalan Lingkar. “Tetapi aksi malah dilanjutkan di simpul jalan. Sehingga, kendaraan dari arah mana pun tidak bisa bergerak. Yang kami khawatirkan, distribusi BBM ke Jember terhambat,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Dipengaruhi Karya Para Ulama n MAROKO... Sambungan dari Hal 32

Bahkan, beliau juga dikenal sebagai mujaddid (pembaharu) thariqat Syadziliyah yang juga terkenal dan banyak pengikutnya di tanah air. Syekh Asy-Syadzili sendiri (w. 1258 M) sebagai pendiri thariqat ini kurang kesohor di Maroko karena walaupun kelahiran negeri ini beliau banyak menghabiskan hayatnya di luar dan me rantau ke kawasan afrika

timur sebelum akhirnya wafat di Mesir. Dalam dunia thariqat, Syekh Al-Jazuli terbilang fenomenal dengan mempunyai 15 cabang thariqat, di antaranya thariqat Tijaniyah yang di tanah air juga banyak pengikutnya walaupun masuk Indonesia belakangan (abad ke-20 M). Ulama’ Maroko lain yang banyak mewarnai perkembangan Islam di nusantara adalah Syekh As-Shanhaji (w. 723 H). Ulama’ yang berasal dari kota Fez ini mempunyai karya sa-

ngat monumental dalam bidang gramatikal bahasa arab (ilmu nahwu), yaitu ki tab Ajrumiyyah. Menurut sejarah, kitab ini ditulis dalam perjalanan As-Shanhaji menuju Makkah al-Mukarramah. Sebelum sampai ke tanah suci, beliau sempat mampir di kairo Me sir untuk memperdalam ilmu nahwu dan berguru pada seorang pakar di bidang ilmu ini. Di tanah air, kitab ini sangat populer, khususnya di pondok pesantren. Bisa dikatakan bah-

wa hampir semua santri dan alumni pondok pesantren di tanah air memulai belajar kitab kuning dari kitab Aljurumiyah ini. (*) *) Penulis adalah Direktur Program Pascasarjana Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Situbondo. Sejak 27 Oktober 2013 lalu menjadi Guest Lecturer (dosen tamu) selama 6 pekan di beberapa perguruan tinggi Islam negara Maroko.

Meretas Jalan Menuju Dunia Internasional n TERTARIK... Sambungan dari Hal 29

Dengan demikian, berarti A’iz—sapaan Aqidatul Izzah—berhasil mempertahankan gelar. Pasalnya, siswa kelas IV SDN I  Rogojampi itu pernah merebut  medali emas di ajang serupa  yang digelar di Samarinda November 2012 lalu.  Padaedisisebelumnya,karateka putritermuda Banyuwangi itu juara, sehingga didapuk Inkai Pusat agar terjun ke gelanggang pada edisi tahun 2013 ini. Sementara itu, Izzul Ramadan menjadi salah satu kontingen Pengprov Inkai Jawa Timur. Sebab, sebelumnya, siswa SMPN I Rogojampi  itu meraih juara pertama dalam Kejurda Karate Pengprov FORKI Jawa Timur yang memperebutkan Piala Pangdam

V/Brawijaya I yang digelar di Surabaya 1618 Agustus lalu. Kabar baik lagi, Aiz akan me wa kili  Indonesia dalam kejuaraan  karate internasional di Malaysia.  Pada tahun lalu, karateka yang meniti karir di Dojo Bushido  Ranting Inkai Rogojampi itu sebenarnya berangkat ke Vietnam. Namun, dengan beberapa alasan, dia tidak ikut. Sebenarnya, karateka terbaik Bumi Blambangan itu belum lama menggeluti dunia bela diri asal Jepang itu. Keduanya baru rajin berlatih selama 2,5 tahun di bawah arahan Sinpai Nanang Wahyudi. Keduanya memang memiliki bakat potensial. Awalnya, sang kakak, Izzul Ramadhan, yang lebih dulu berlatih. Aiz yang menyaksikan latihan kakaknya itu akhirnya

tertarik. Karena itu, Aiz juga didaftarkan orang tuanya agar ikut berlatih. Dalam sepekan, keduanya mengikuti latihan dua kali. Tetapi, bagi mereka, latihan dua kali itu masih dianggap tidak cukup. Mereka pun sering berlatih sendiri di rumah. Tanpa disangka, ternyata prestasi Aiz justru lebih moncer dibandingkan sang kakak. Hal itu sesuai raihan positif di kejuaraan karate tingkat  Kabupaten Banyuwangi, eks-Karesidenan Besuki, dan tingkat Provinsi Jatim. Dengan segudang prestasi itu, dua karateka tersebut bertekad terus menggeluti dunia olahraga. Keduanya ingin mengharumkan nama orang tua, sekolah, daerah, dan Indonesia di mata dunia. ‘’Saya dan kakak ingin terus ikut (kejuaraan, Red) sampai bisa terkenal di dunia,” kata Aiz. (c1/bay)

BANYUWANGI – Banyak anggota DPRD Banyuwangi yang absen dalam rapat paripurna kemarin (3/12). Rapat paripurna tersebut membahas jawaban fraksi terhadap pendapat bu pati atas pengajuan dua raperda inisiatif DPRD. Dari 50 anggota DPRD yang ada, yang terlihat hadir hanya sekitar 25 orang anggota. Sebelum rapat paripurna selesai, beberapa anggota DPRD keluar dari ruang utama. Banyaknya anggota dewan yang tidak hadir itu membuat kursi di gedung parlemen itu te r lihat kosong. Selain itu, para kepala dinas, camat, dan lurah yang diundang juga

banyak yang tidak hadir. Meski begitu, hampir semua fraksi menyetujui usulan dari eksekutif. Mereka menyetujui beberapa perubahan dua raperda inisiatif DPRD yakni raperda tentang tanggung jawab sosial perusahaan, dan raperda pelestarian benda bangunan dan lingkungan cagar budaya. Fraksi G er indra dengan juru bicara Abdul Cholik menyampaikan setuju penyempurnaan judul raperda menjadi raperda tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. “Fraksi Gerindra juga menyetujui usulan eksekutif untuk pe nambahan dasar hukum,” cetus Cholik.

Dalam pandangannya, Fraksi Gerindra juga menyetujui usulan eksekutif mengenai judul raperda pelestarian benda bangunan dan lingkungan cagar budaya menjadi raperda tentang pelestarian cagar budaya dan adat istiadat. “Fraksi Gerindra menyetujui,” katanya. Fraksi yang mendukung perubahan judul kedua raperda ini, bukan hanya Fraksi Gerindra, fraksi lainnya seperti Fraksi Kebangkitan Bangsa, Frak si Peran, Fraksi partai Demokrat, dan Fraksi PDIP juga menyetujui. “Perubahan dasar hokum juga kami per tim bangkan,” cetus juru bicara Fraksi PDIP Made Swastika.(abi/bay)

Truk Penarik sempat Macet n TRONTON... Sambungan dari Hal 29

“Karena salah jalan, saya berusaha berputar di lapangan sepak bola,” jelasnya. Tetapi apes, saat truk yang mengangkut sekitar tujuh ton roti itu mundur, rodanya terperosok ke bibir sungai. Meski sudah berusaha melaju, roda belakang

truk itu malah menancap lebih dalam. “Untung tertahan. Kalau sampai masuk sungai, bisa parah,” sebut anggota Polsek Kabat, Aiptu Nanang S. Gara-gara truk tronton terperosok, jalur lalu lintas di jalan Desa Pendarungan sempat terganggu. Sebab, kendaraan besar itu menutup badan jalan. Truk penarik juga sempat macet, karena rodanya terperosok kubangan. (abi/c1/bay)

Kendaraan Disarankan Lewat Pantura n POHON... Sambungan dari Hal 31

Yuli mengingatkan pengendara agar lebih berhati-hati pada musim hujan seperti sekarang. Selain kondisi jalan licin, jalur Gunung Gumitir penuh tikungan dan tanjakan.

”Kejadian serupa sewaktuwaktu bisa terjadi. Karena itu pengendara harus ekstra hatihati,” imbau Yuli. Menurut Yuli, longsornya te bing di tikungan Gunung Gumitir yang terjadi beberapa hari lalu itu sampai kemarin masih dalam proses perbaikan.

Pihaknya menyarankan para pengemudi kendaraan besar yang hendak menuju arah barat maupun timur tidak lewat Gumitir. ”Kita imbau agar lewat Jalur Pantura saja. Kalau dipaksakan lewat Gumitir, bisa mengganggu arus kendaraan. (azi/c1/aif)

Temukan Sisik Trenggiling Basah n BUDI... Sambungan dari Hal 31

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menemukan 14 ekor trenggiling yang kulitnya sudah dikupas. Belasan ekor trenggiling tersebut disimpan rapi di tempat cucian. Petugas BKSDA yang didampingi apa-

rat Polsek Genteng juga mene mukan seekor ular sanca kem bang yang masih liar di rumah Budi. Di rumah budi, petugas juga menemukan sisik trenggiling basah seberat 4,2 kilogram (Kg). Ada juga sisik trenggiling yang sudah kering seberat 2,73 Kg. Tidak ketinggalan, usus satwa

tersebut juga ditemukan seberat 2,29 Kg, dan organ tubuh lain seberat 2,83 Kg. Selain itu, petugas juga menemukan barang bukti berupa satu unit timbangan digital, satu unit alat freezer, 42 jaring warna hijau, sebuah pipet sabu, dan satu timba berwarna merah. (azi/c1/aif)

Pencairan Masih Mungkin Dilakukan n SISA... Sambungan dari Hal 40

Sehingga nanti akan menjadi SILPA (Sisa Lebih Peng gunaan Anggaran) untuk menutupi difisit anggaran yang kini dialami pemkab. “Kalau itu yang terjadi berarti ada kebohongan. Padahal, para

penerima sebagian ada yang sudah dipanggil ke pendapa untuk mengabarkan pen cairan,” terangnya Bupati diminta tidak lepas ta ngan dengan keadaan itu. Jika hanya alasan ada surat edaran yang mengatakan batas akhir pengumpulan dispo sisi dari SKPD tanggal 18

November, bupati sebenarnya bisa mencabutnya. Kemudian, membuat surat edaran baru. Sebab, pencairan masih sangat mungkin dilakukan. “Ada sekian banyak masyarakat yang dikecewakan oleh kebijakan ini. Kita tetap menuntut itu harus tetap dicairkan,” pungkasnya. (pri/c1/als)

Wakili Situbondo ke Provinsi n BANGUN... Sambungan dari Hal 40

Bahkan, pada 2012 dinobatkan menjadi juara umum. Sehingga mewakili Situbondo untuk berlaga di tingkat provinsi. “Kami merintis prestasi sekolah dengan membangun rasa percaya diri di kalangan siswa dengan menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap almamater. Jika para siswa bangga dan cinta terhadap sekolah maka semangat mereka untuk me ngupayakan keunggulan sekolah pasti dapat terlaksana secara bertahap,” terang Agus Triono, kepala SMPN 2 Kendit.

Di samping itu, sekolah juga menjalin kemitraan dengan instansi-instansi di tingkat kecamatan dan kabupaten untuk memberikan pembinaan dan motivasi terhadap siswa dengan sistem pembinaan terpadu. Di antaranya, para anggota muspika dan beberapa instansi seperti puskesmas dan kantor urusan agama dan beberapa komponen lain dilibatkan untuk menjadi pembina upacara di sekolah atau mengisi ekstrakurikuler remaja masjid sekolah dan yang relevan. “Untuk mendukung beberapa kegiatan strategis yang menjadi andalan di sekolah, Komite SMPN 2 Kendit juga secara aktif turut

memantau dan memberikan saran-saran pertimbangan serta bertindak sebagai katalisator untuk semakin merekatkan hubungan sekolah dengan masyarakat,” ujar pria berkacamata itu. Yang lebih menggembirakan, tiga orang siswa SMPN 2 Kendit tahun ini dikirim mengikuti final lomba LKIR tingkat nasional yang pada September kemarin digelar di Bali. “Dengan keterpaduan dan kerjasama yang baik dan tentu dengan kuasa Allah, SMPN 2 Kendit terus berbenah dan berharap agar kehadiran sekolah bisa memberi makna bagi masyarakat Kendit,” imbuhnya. (pri/*/c1/als)


Radar Banyuwangi 4 Desember 2013