Issuu on Google+

JUMAT 3 JANUARI

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2014

Eceran Rp 5.750

25

Garuda Mendarat Mulus di Blimbingsari Bulan April Start Penerbangan Komersial

GALIH COKRO/RaBa

ROGOJAMPI - Maskapai penerbangan terbesar tanah air, PT. Garuda Indonesia (Persero), selangkah lagi akan merealisasikan penerbangan Surabaya-Banyuwangi pergi-pulang (PP). Di awal tahun ini maskapai pelat merah itu sudah melakukan ferry flight atau penerbangan tanpa penumpang umum JakartaBanyuwangi-Denpasar. Ferry flight dilakukan sebagai perkenalan pesawat Ga ruda Indonesia Explore yang akan melayani rute penerbangan di bandara kebanggaan masyarakat Bumi Blam bangan tersebut. Tidak tang gung-tanggung, pesawat ATR 72-600 yang digu nakan men jajal Bandara Blim bingsari, Ba nyuwangi, itu merupakan pesawat yang baru datang dari pabriknya di Prancis tiga hari lalu. Pesawat berkapasitas 72 seat itu adalah pesawat kedua yang dimiliki maskapai Garuda Indonesia n  Baca Garuda...Hal 35

BERKAPASITAS 72 SEAT: Pesawat Garuda berjenis ATR 72-600 buatan Prancis mendarat di Bandara Blimbingsari setelah ferry flight dari Bandara Soekarno-Hatta, siang kemarin.

Refleksi Kesehatan

DR. H. Soekardjo, S.Kep, M.Kep *

Jaminan Kesehatan Nasional Perlu Gandeng RT AWAL tahun 2014, masyarakat Indonesia mendapat kado istimewa dari pemerintah. Dua perusahaan asuransi yang kita kenal sebelumnya sebagai PT. Askes bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. Selain itu, PT. Jamsostek akan berganti men jadi BPJS Ketenagakerjaan. Kedua BPJS itu wajib menjalankan program yang dinamakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

JKN merupakan program pelayanan kesehatan terbaru yang sistemnya menggunakan sistem asuransi. Artinya, seluruh warga Indonesia nanti wajib menyisihkan sebagian kecil uangnya untuk jaminan kesehatan di masa depan. Bagaimana dengan rakyat miskin? Tidak perlu khawatir. Kesehatan semua rakyat miskin akan ditanggung pe merintah. Sehingga, tidak ada alasan bagi rakyat miskin takut me-

meriksakan penyakitnya ke fasilitas kesehatan. Yang terpenting adalah menyiapkan segala solusi atas kemungkinan permasalahan yang muncul. Misalnya, bila ada peserta BPJS kesehatan yang sudah terdaftar tapi saat datang ke fasilitas kesehatan mengalami permasalahan. Penyelesaian masalah itu sudah disiapkan. Penerapan JKN di seluruh Indonesia rawan terjadi permasalahan tersebut.

Oleh karena itu, stakeholder harus segera menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Salah satu solusinya adalah rajin sosialisasi tentang apa itu BPJS dan JKN, sehingga visi dan misi pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan diharapkan dapat diterima dengan baik. Sosialisasi yang lebih terintegrasi, misalnya menggandeng rukun tetangga (RT) n  Baca Jaminan...Hal 35

Rumah Dahlan SitubondoBanyuwangi Terbentuk

BURUH

Berkas PT Maya Belum Masuk Kejaksaan BANYUWANGI - Berkas pemeriksaan yang di lakukan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Banyuwangi kepada manajer personalia PT. Maya, Muncar, Sigit Pramudya, ternyata belum masuk Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi. Hasil pemeriksaan terkait laporan para buruh tentang pemberian upah di bawah upah minimum kabupaten (UMK) itu ternyata masih di Polres Banyuwangi n  Baca Berkas...Hal 35

AGUS BAIHAQI/RaBa

BESUKI - Pendidikan politik harus terus diberikan kepada masyarakat. Tujuannya, agar mereka menjadi pemilih yang cerdas saat pemilu. Atas dasar itu, para loyalis Dahlan Iskan di Situbondo mendirikan Rumah Dahlan Iskan (RDI). Kemarin (2/1), puluhan pengur us RDI Situbondo mendapat pelatihan di Pondok Pesantren Ibnu Kholdun AlHasyimi, Desa Widoro Payung, Kecamatan Besuki. “Pelatihan pengur us RDI kabupaten tersebut bertempat di kediaman

DOK. PRIBADI

Gempur Santoso

Kiai Agus Ali Fikri, Besuki,” terang Gempur Santoso, ketua RDI Jawa Timur n  Baca Rumah...Hal 35

BELUM DIAMBIL PEMILIKNYA: Ratusan motor hasil razia balap liar masih diamankan di Mapolres Banyuwangi.

Ambil Motor Wajib Tunjukkan STNK Sama-sama Klaim Pemilik Lahan

FemalE

Ngebet Datang Lagi ke Banyuwangi KUNJUNGAN pertama ke Banyu wangi menyisakan kesan men dalam bagi artis Maudy Koesnaedi n

BANYUWANGI - Ratusan motor hasil razia balap liar di depan Rumah Sakit Al-Huda, Gambiran, Sabtu (28/12) lalu masih diamankan di Mapolres Ba n y u w a n g i . Ke n d a raa n roda dua yang sebagian besar protolan itu mulai dikembalikan kepada pemiliknya kemarin. Hanya, pemilik motor yang ingin membawa pulang kendaraannya harus me nunjukkan Surat Tanda

No mor Kendaraan (STNK). “Hanya yang membawa suratsurat motor yang bisa membawa pulang motornya,” ujar Kasubag Humas Polres Banyuwangi, AKP Bambang SP. Menurut Bambang, motor yang diamankan di polres sejak Sabtu (28/12) lalu itu sengaja ditahan sementara agar tidak digunakan ugal-ugalan selama pergantian Tahun Baru 2014 n

kemarin menghadirkan dua saksi dan satu ahli. Satu saksi bernama Wawan, 54, diajukan jaksa penuntut umum (JPU) Heru Sandika, dan satu saksi meringankan bernama Khoirul Anam. “Kami juga menghadirkan satu ahli untuk didengar keterangannya,” terang Heru Sandika n  Baca Sama-sama...Hal 35

Duel Maut Dua Wanita Tomboi di Tengah Hutan

Diminta Tolong, Eh Motor malah Dibawa Kabur

 Baca Ngebet...Hal 35

Aksi perampasan motor yang te terjadi di kawasan Hutan Pinus RPH Sumbermanggis, Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, tiga hari lalu tergolong langka. Sebab, korban dan pelaku, yaitu Sutiani alias Dani, 18, dan Ida Purwanti alias Adi, 24, sama-sama perempuan tapi duel di tengah hutan. ABDUL AZIZ, Glenmore

GALIH COKRO/RaBa

http://www.radarbanyuwangi.co.id

AGUS BAIHAQI/RaBa

 Baca Ambil...Hal 35 TAK LENGKAP: Seorang warga mengambil motor.

BANYUWANGI - Sidang kasus penyerobotan lahan dengan terdakwa Sarniyanto dan Sutrisno semakin menarik. Saksi dari Balai Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) dan warga sama-sama mengklaim sebagai pemilik. Sidang lanjutan yang digelar di ruang utama Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi dengan majelis hakim dipimpin Jamuji

SEBAGIAN rambut di kepala Dani S dicukur. Tiga bekas luka masih terlihat lih kehitam-hitaman di kepala

plontos perempuan berkulit hitam tersebut. Lengan perempuan itu dipenuhi tato. Pagi itu ketika dimintai keterangan penyidik Reskrim Polsek Glenmore, Dani sesekali memegangi kepalanya yang plontos. Perempuan asal Dusun Tegalrejo, Desa Tulungrejo, Ke camatan Glenmore, itu masih menahan sakit akibat luka parah di kepalanya. Luka itu akibat dihantam batu oleh Adi. Dia juga masih terlihat kecewa dengan perbuatan Adi yang dikenalnya sekitar dua pekan sebelum duel maut di tengah hutan pinus tersebut. Sebelumnya, pelaku dan korban kenalan di trotoar Jalan Gajah Mada, Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, tepatnya depan kantor PT. Telkom n  Baca Diminta...Hal 35

Ambil sepeda motor wajib tunjukkan STNK Jangan lupa bawa sawer untuk 86!

Garuda mendarat mulus di Blimbingsari Mudah-mudahan bisa terbang untuk selamanya!

ABDUL AZIZ/RABA

PLONTOS: Sutiani alias Dani dengan luka di kepala (kiri). Ida Purwanti alias Adi saat menjalani proses penyidikan. email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Jumat 3 Januari 2014

CUKUP DITIPIRING: Empat pemuda yang hendak menggelar pesta miras diamankan di Mapolsek Sempu.

ABDUL AZIZ/RaBa

4 Pemuda Hendak Pesta Arak Oplosan

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

CERIA: Anak-anak di Gambiran mengisi liburan dengan bermain air di saluran irigasi di Desa Purwodadi, Gambiran.

Liburan, Mandi di Sungai

GAMBIRAN - Liburan sekolah tinggal menyisakan dua hari lagi. Sejumlah anak memanfaatkan waktu libur yang tersisa dengan bermain air. Seperti yang dilakukan anak-anak Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, ini. Anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu ramai-ramai mandi di sungai. Mereka memanfaatkan derasnya arus air. Anak-anak itu

menunjukkan kreasi loncatan terbaik masing-masing. Tidak ada perasaan takut atau cemas terkait derasnya air yang mengalir. Padahal, dua hari belakangan hujan selalu turun deras. Tentu banjir kiriman selalu mengancam setiap waktu. “Mumpung liburan, main dan mandi sepuasnya,” ujar salah seorang anak kepada koran ini. (nic/c1/aif)

SEMPU - Empat pemuda yang hendak menggelar pesta minuman keras (miras) diamankan aparat Polsek Sempu kemarin. Mereka adalah Andi, 26, Tegar, 17, Sandi, 18, dan Haris, 20. Semua warga Dusun Krajan, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu. Selain menggelandang

empat pemuda tersebut ke Mapolsek Sempu, polisi juga mengamankan 32 botol berisi arak bali. Bahkan, 10 botol di antaranya sudah dioplos soft drink. Kapolsek Sempu AKP Toha Choir i mengatakan, empat pemuda itu diamankan dalam Operasi Cipta Kondisi.

Saat melakukan operasi, pihaknya memergoki empat pemuda tersebut hendak menggelar pesta miras di kampungnya. ”Saat itu juga mereka kita bawa ke Mapolsek Sempu. Kami masih melakukan pemeriksaan. Mereka dikenakan tipiring,” tegas Toha Choiri. (azi/c1/aif)

Penyangga Jembatan Miring SEMENTARA itu, jembatan di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, kondisinya masih cukup baik. Hanya saja, bentuk dan posisi pengaman sisi kanan dan kiri jembatan tersebut sudah tidak utuh lagi. Lebih pas dua jembatan yang melintasi saluran irigasi itu disebut melar. Beton penyangga kanan dan kiri jembatan itu sudah renggang. Beruntung masih ada kawat pengaman agar bagian itu tidak jatuh ke saluran irigasi. Sayang, hingga kini belum ada upaya memperbaiki jembatan yang rusak tersebut. Padahal, setiap hari jem-

batan itu ramai dilalui kendaraan roda dua dan empat. Masyarakat cukup terbantu dengan keberadaan jembatan tersebut. Meski kini dalam keadaan rusak, tapi jembatan itu tetap dilewati masyarakat. Samsiran, salah satu pengguna jembatan, menuturkan kondisi jembatan itu sudah lama rusak. Hanya saja, dia tidak tahu persis kenapa bagian kanan dan kiri jembatan itu miring. “Rusaknya kayaknya sudah lama. Jembatan itu ramai digunakan kendaraan dan pejalan kaki melintas,” ujarnya. (nic/c1/aif)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

PERLU PERBAIKAN: Jembatan di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, miring.

Pasien Panti Rehabilitasi Tewas

SHULHAN HADI/RaBa

MEGAH: Gerbang panti rehabilitasi jiwa Kalijaga.

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 6

Andi Mulyo

NO.

NAMA

1 2 3 4

Dadang Wigiarto Umi kulsum Andi Mulyo Arvy Rizaldy

Arvy Rizaldy

Dadang Wigiarto

BANGOREJO - Seorang pasien yayasan Pondok Pesantren Panti Rehabilitasi Jiwa Kalijaga dikabarkan meninggal dunia Rabu sore (1/1). Saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Banyuwangi, pengasuh pesantren bernama Ghufron Rasyid membenarkan kabar tersebut. Dia membenarkan bahwa salah seorang pasien yang dia rawat meninggal. Dia menambahkan, sejak awal kondisi pasien tersebut memang sudah parah. Pihaknya juga telah menyampaikan kepada pihak keluarga perihal itu. Saat itu, pihak keluarga tetap memasrahkan agar si pasien tetap

HASIL (%) NO. 80,00 20,00 0,00 0,00

5 6 7 8

NAMA

HASIL (%)

Ficky Septa Linda Guntur Priambodo Irwan setiawan Sri Utami Faktuningsih

Ficky Septa Linda

dirawat dan dibina di panti. Sebelum meninggal, pasien tersebut sempat lari keluar panti. Mengetahui hal itu, dia bersama warga melakukan pencarian. Tak lama setelah pencarian, pasien itu ditemukan beristirahat di ladang. Setelah berhasil diamankan, pasien itu dibersihkan dan rencananya akan diantar ke rumah sakit. Namun, kondisinya sudah terlalu parah. Sebelum dibawa ke rumah sakit, dia meninggal. Setelah itu, pihak panti dan pihak keluarga membawa jenazah ke rumah duka di Banyuwangi. “Kita sudah bermusyawarah dengan keluarga,” ujarnya. (mg1/c1/als)

0,00 0,00 0,00 0,00

NO.

NAMA

9 10 11

Teguh Sumarno Toni Hartono Wendriawanto

Guntur Priambodo Irwan Setiawan

HASIL (%)

Sri Utami Faktuningsih

0,00 0,00 0,00

Teguh Sumarno

Toni Hartono

Umi Kulsum

Wendriawanto

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti . Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


Jumat 3 Januari 2014

RADAR

POLITIK

27

PANGGUNG PEMILU

Dituntut Jujur dan Adil PEREMPUAN yang lahir 16 Desember 1981 ini memiliki tugas cukup berat. Bersama rekan-rekannya, dia harus memastikan pelaksanaan pemilu di Banyuwangi berjalan tertib dan sesuai aturan. Perempuan itu bernama Lilih Maslikah. Perempuan yang tinggal di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, itu adalah anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Banyuwangi. Menurut alumnus STAI Ibrahimy 2005 itu, dalam menjalankan tugas, Panwaslu dituntut bertindak adil dan jujur. Sebab, Panwaslu adalah wasit pemilu. Selain itu, dia juga mengaku harus sering berlapang j p komplain p dada jika mendapat dari p pihak yyangg merasa kepentingannya kurang terakomodasi. Sebag Sebagai seorang perempu- an di teng gah belantara politi tengah politik, Lilih mengaku har harus panda-pandai berkomunikasi dengan orang lai lain. Sebab, n niat baik terkadan terkadang disalahpaha lahpahami jika cara ber berkomunikasinya kurang dipahami masyarakat. Prins Prinsip yang dia pegang, selama tindakan ya yang disesu prolakukan sesuai sedur, dia yakin keberuntungan ak akan berpihak. K Kepada k rekan kerjanya ngk kecadi tingkat matan Lilih matan, berpesan aga tidak agar tergiur imingim iming dalam bentu apa tuk p n pun

Lilih Maslikah

 Baca Dituntut... D Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

KAPAN DITERTIBKAN?: Baliho gambar caleg masih terpasang di jalan-jalan protokoler Banyuwangi. Sampai sekarang belum ada tindakan tegas dari aparat berwenang.

Satpol PP tidak Bertaji Setengah Hati Tertibkan Atribut Kampanye Caleg BANYUWANGI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi tampaknya tidak memiliki nyali menindak tegas pelanggaran pemasangan atribut kampanye parpol dan calon legislatif (caleg). Indikasinya, puluhan atribut kampanye parpol dan caleg masih terpasang di beberapa area terlarang. Salah satu area terlarang pemasangan atribut kampanye parpol dan caleg adalah jalan protokol kota, yakni Jalan

S. Parman, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, dan Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Meski sudah disepakati sebagai daerah terlarang, tapi atribut kampanye caleg masih menjamur di tempat tersebut. Puluhan baliho bergambar caleg dengan berbagai bentuk masih menghiasi sepanjang Jalan S. Parman hingga Jalan Yos Sudarso tanpa tersentuh tangan Satpol PP. “UU dan kesepakatan pemasangan atribut kampanye sudah ada. Sekarang tinggal ketegasan aparat yang berwenang untuk menertibkan,” ungkap Ketua KPU Syamsul Arifin. Menurut Syamsul, kewenangan menertibkan atribut kampanye yang terpasang di area terlarang, terutama jalan

protokol, adalah Panwaslu dan Satpol PP. Panwaslu memiliki kewenangan melayangkan surat kepada parpol atau caleg pemilik atribut yang terpasang. Jika Panwaslu sudah melayangkan surat kepada yang bersangkutan dan tidak diindahkan, maka Panwaslu harus memberikan rekomendasi kepada Satpol PP agar menurunkan alat peraga itu secara paksa. Kemudian, Panwaslu dan aparat Satpol PP bersama-sama melakukan penertiban. Ketua Panwaslu Banyuwangi, Rorry Disrino Purnama mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan rekomendasi kepada Satpol PP agar menertibkan atribut kampanye yang terpasang di area terlarang. Pihaknya,

kata Rory, menunggu action Satpol PP. “Kapan pun kita siap melakukan penertiban bersama Satpol PP,” kata Rory. Sementara itu, Plt. Kepala Satpol PP Chairil Ustadi berjanji akan segera menertibkan sejumlah atribut kampanye parpol dan caleg yang terpasang di jalan protokol. Sebelum bertindak, Ustadi mengaku akan berkoordinasi dengan Panwaslu dulu. “Atribut yang terpasang di jalan protokol dan daerah terlarang akan langsung kita tertibkan,” janji Ustadi. Asisten Pemerintahan itu menambahkan, atribut yang terpasang tidak di area terlarang, kewenangannya ada di KPU dan Panwaslu. “Kita secepatnya akan berkoordinasi,” tambahnya. (afi/c1/aif)

Panwaslu Situbondo Surati Pemkab Lagi SEMENTARA itu, kendati sempat terkendala dana yang tidak dianggarkan pada APBD 2013, Panwaslu Situbondo terus berupaya melakukan penertiban alat peraga dalam waktu dekat. Lembaga ad hoc itu diam-diam kembali mengirim surat desakan agar Pemkab Situbondo segera melakukan penertiban alat peraga. Langkah Panwaslu itu menyusul kian banyaknya alat-alat peraga partai dan caleg yang dipasang melanggar aturan.

“Makanya perlu tindakan tegas dengan menertibkannya,” terang Murtapik Badaluddin Lopa kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi sore kemarin. Menurut dia, surat rekomendasi penertiban alat peraga sudah kirim ke pemkab 20 Desember 2013 lalu. Pemda pun sudah menyatakan kesiapan. “Kapan kepastiannya yang tahu pemkab atau Satpol PP sebagai pelaksana. Bisa jadi minggu-minggu awal Januari 2014 ini,” terang Lopa.

Dia mengakui, sangat mudah menemukan alat peraga yang terpasang tidak tertib aturan, salah satunya alat peraga yang diletakkan di atas pohon perindang jalan. “Intinya panwas sudah melakukan tugasnya, tinggal komitmen pemkab saat ini bagaimana?” tandasnya. Ketua KPU Situbondo, Baino Ali Imron mengungkapkan, ada empat jalan utama di Kota Santri yang harus steril dari alat peraga partai dan caleg.

Empat jalan tersebut adalah Jalan Ahmad Yani, Jalan Argopuro, Jalan PB. Sudirman, dan Jalan Diponegoro. Selain itu, kawasan alun-alun dan pertamanan, baik di wilayah kota maupun Besuki, juga dilarang. ”Radiusnya 500 meter. Selain tempat tersebut, tempat ibadah, tempat pelayanan kesehatan, dan kantor pemerintahan, juga terlarang. Berdasar undang-undang, tempat itu memang tak boleh,” tegas Baino. (pri/c1/aif)


28

Jumat 3 Januari 2014

PSGS Juara III Piala Rektor ITN

PENCAK SILAT

Peserta Silat Mentok 1.685 BANYUWANGI - Antusiasme peserta dalam kejuaraan kabupaten (kejurkab) pencak silat antarpelajar di Banyuwangi sangat luar biasa. Hingga kini, jumlah pendekar yang siap tanding sudah menembus angka 1.685. Dengan peserta yang melimpah itu, IPSI Cabang Banyuwangi, selaku penyelenggara, pun berpikir keras demi menyukseskan agenda tahunan itu. Situasi saat ini, induk organisasi semua perguruan silat di Bumi Blambangan itu sedang kesulitan pendanaan. Sekadar tahu, IPSI Cabang Banyuwangi hanya menerima dana dari DAK taDOK.RaBa hun 2013 senilai Mukayin Rp 30 juta. Dana tersebut habis untuk nemblongi ajang kejurprov silat beberapa waktu lalu. Meski terkendala dana, IPSI Banyuwangi tidak akan menunda ajang yang dijadwalkan digelar 15-25 Januari itu. Karena itu, IPSI berjuang keras mencari sponsor. “Kejurkab tidak bisa kita tunda. Tetap jalan terus,” tegas sekretaris IPSI Banyuwangi, Mukayin, dalam pertemuan lanjutan di aula SMKN Glagah Rabu malam (1/1). IPSI, jelas dia, tetap berkomitmen menggelar ajang tersebut. Menurut dia, ajang tersebut merupakan agenda rutin yang selalu ditunggu sekolah. ‘’Kita bertekad sukseskan acara tersebut seperti suksesnya kejurprov,” ujarnya. Mengenai waktu pelaksanaan yang tinggal sepuluh hari, secara normal rentang waktu itu tidak cukup untuk menuntaskan pertandingan. Namun demikian, IPSI Banyuwangi masih punya solusi agar rampung tepat waktu. ‘’Kita siasati agar tidak molor,” terangnya. Dia berharap agar ada pihak sponsor yang ikut andil dalam ajang yang dipusatkan di GOR Tawang Alun itu. Dengan banyaknya peserta, setiap hari venue pertandingan akan ramai. ‘’Karena ini antarpelajar, dukungan sekolah nanti juga banyak,” pungkasnya mantap. (ton/c1/als)

ISTIMEWA

GEMILANG: Para pemain PSGS memamerkan piala bersama Rektor ITN Malang.

SITUBONDO • Grand Panji •

Segera Membentuk Tim Persewangi BANYUWANGI - Persewangi masih dilanda krisis finansial. Hingga kemarin (2/1), problem tersebut masih belum teratasi. Padahal, klub kebanggaan rakyat Banyuwangi itu butuh persiapan matang untuk berkiprah dalam kompetisi Divisi Utama yang ditabuh mulai 11 Februari mendatang. Wajar jika berbagai kalangan pesimistis Persewangi bisa bersaing dengan tim-tim

lain. Proses seleksi pemain juga masih belum dilakukan. Belum ada kejelasan mengenai komposisi pemain dalam mengarungi kompetisi kasta kedua Liga Indonesia itu. Informasi dari internal Persewangi, jika dana yang dimiliki pas-pasan, maka tim berjuluk The Lasblang itu hanya akan diperkuat pemain lokal. Bahkan, manajemen Persewangi disinyalir akan menggunakan pemain under 19 tahun. Suporter Persewangi, Laros, pun angkat suara mengenai kesiapan Persewangi dalam menyongsong kompetisi. “Perse-

wangi kok adem ayem, padahal waktunya mepet,” cetus Ketua Umum Laros, Muhaimin, usai launching suporter Laros yang digelar di Hotel Ihtiar Surya, Banyuwangi. Menurut dia, manajemen Persewangi harus sudah menyiapkan pemain jauh-jauh hari. Namun, sampai saat ini belum ada kabar siapa pemain yang bakal direkrut. ‘’Kalau memang tidak mampu, kita siap ambil alih demi Persewangi,” terangnya. Dia mendesak agar manajemen Persewangi segera menyiapkan pemain. Dia memberikan deadline. ‘’Minimal sebulan pemain sudah harus siap,” tandas lelaki

yang biasa dipanggil Emen itu. Laros, kata dia, ada karena ada Persewangi. Menurut dia, Laros terbentuk untuk mendukung Persewangi. “Laros intinya ingin menyatukan dua elemen Laros. Ke depan, sudah tidak ada lagi Laros merah dan Laros hitam,” tegasnya. Dia menjelaskan, Laros memiliki beberapa divisi yang berjumlah 70. Sayap-sayap organisasi tersebut dibentuk demi menguatkan dukungan kepada Persewangi. ‘’Misalnya ada Divisi Santet. Target kita, Persewangi harus naik ke ISL” tandasnya. (ton/c1/als)

Greeting Customers, Kantor Pos Beri Layanan Plus

ISTIMEWA

UNTUK WARGA: Lurah Kebalenan, Betty Krisdiany, menyerahkan bingkisan sembako pada acara pentas kesenian.

Kebalenan, yang meliputi perbaikan lingkungan, penguatan modal ekonomi bergulir. “LKM Karya Bersama juga telah menyalurkan bantuan sembako untuk warga yang ekonominya lemah. Pemberian sembako diberikan pada (29/12) dengan menampilkan hiburan pentas seni barong,” ungkapnya. Sementara itu, PJOK Kecamatan

BANYUWANGI

Banyuwangi, Drs Bagus Sudartono dalam sambutannya mengatakan, tradisi RWT di Kebalenan ini sangat menarik dan model seperti ini perlu ditiru oleh kelurahan lain di wilayahnya. “Ini bentuk transparansi yang dibutuhkan oleh seluruh warga. Oleh karena itu, saya berharap kegiatan serupa bisa ditiru yang lain,” pungkasnya. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI—Kantor Pos Banyuwangi memulai awal kerja di tahun 2014 dengan tampil beda. Seperti terlihat Kamis (2/1) kemarin, beberapa pegawai Kantor Pos pria dan wanita berpakaian adat Jebeng dan Thulik. Dengan ramah, mereka menyapa setiap konsumen yang datang ke Kantor Pos. Bahkan, Kepala Kantor Kantor Pos Banyuwangi Eko Sumaryanto turut mempersilakan pengunjung yang pagi itu berkunjung ke Kantor Pos. Saat ditemui di sela-sela acara, Eko Sumaryanto mengatakan, acara ini adalah untuk menyambut tahun 2014 dimana pelanggan yang datang pada hari itu mendapat apresiasi khusus dari Kantor Pos. Dimana kantor pos memberikan makanan khas Banyuwangi, seperti cenil, ketan, klepon, dll. Makanan ringan ini diberikan kepada setiap pengunjung Kantor Pos kemarin. Eko menjelaskan, kegiatan serupa ini juga dilakukan oleh Kantor Pos seluruh Jawa Timur. Dimana masing-masing kantor Pos berdandan sesuai dengan baju adat di daerah masing-masing. “Kegiatan ini sebenarnya adalah Greeting Customers,” ujarnya kemarin. Ditambahkan, selama tahun 2013

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Toyota Avanza ‘12 •

• KIA Picanto ‘05•

• Toyota Kijang ‘02 •

Djl Mits Kuda ‘99 GLS Hijau Mutiara 85 Jt nego TP Perantara H:085330073888

Dijual Toyota New Avanza 1.3G MT tahun 2012 silver hrg 152,5 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526-635176, 0811351148

Dijual Kia Picanto MT tahun 2005 biru mtl hrg 72,5 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526635176, 0811351148

Dijual Toyota Kjg LSX LF 82 spr (solar tahun 2002 coklat mtl hrg 116 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526-635176, 0811351148

• Suzuki APV ‘09 •

• Daihatsu Xenia ‘12 •

• Innova ‘06 •

• Honda CRV ‘05 •

Dijual Suzuki APV GC415 tahun 2009 merah mtl hrg 113 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526-635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia F651RV AC dbl GMRFJ 4X2 MT tahun 2012 putih hrg 142,5 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526-635176, 0811351148

Dijual Toyota Innova tahun 2006 diesel type E siap pakai, AC dingin, audio, full var, harga Rp. 147,5 juta nego, BU. Hubungi: 087857422944

Dijual cepat Honda CRV Tahun 2005 Silver Matic, barang Istimewa, harga 165 juta nego, BU. bisa cash/kredit. Hubungi: 081231130245

• Pinang Indah •

• Tentor •

• Nissan X-Trail ‘05 •

Dibutuhkan segera Tentor di Ganesha Operation Unttuk MIPA dan IPS dengan syarat S1 PTN, Lam Kirim ke Jl. Brawijaya No.8 Banyuwangi 410880, Jl. Wahid Hasim No 70,Genteng 843273

Nissan X-Trail 2005 hitam, mulus, Plat P, pajak panjang, 145 juta nego 08123353502

• Kijang PU ‘01 • Jual Kijang PU Diesel 2001 Htm Tgn 1 Istmw Audio TV, VR, PWR STR, STNK, KIR, Terpal Baru 86 Jt Nego H: 081336666171

SITUBONDO • Mitsubishi Kuda ‘99 •

• Jl. Argopuro • J.Tnh 9000m2 Jl. Argopuro 15B Slt Bank Mega Utr Royal 900 rb/m2 H. 082333008871

malkan,” ujarnya. Di sisi lain, kata dia, Kantor Pos akan memberikan program-program yang akan menguntungkan customer. Seperti tahun 2013, Kantor Pos meluncurkan program uber Rp 2 Milyar. Dimana dua customer Banyuwangi dari Genteng mendapat Rp 5 juta dan customer Kalibaru ISTIMEWA mendapat Rp. 2 LAYANAN PLUS: Eko Sumaryanto (kanan) memper- juta. silahkan customer Kantor Pos,Kamis (2/1) kemarin. Eko mengatakan, saat ini Kantor Pos kinerja Kantor Pos Banyuwangi selalu menjadi pilihan solusi pensurplus. Oleh karena itu, di tahun giriman barang, surat domestik, 2014 ini, pihaknya akan mem- dan international yang lengkap pertahankan kinerja yang sudah dengan harga kompetitif. Kantor Pos baik di tahun 2013 lalu. Salah satu memang memiliki jaringan pengiricaranya adalah ekspansi dengan man surat dan pos domestik terluas menambah tiga titik pelayanan. dibanding perusahaan pengiriman Tiga titik itu untuk melengkapi 23 barang lain di Indonesia. Sistem titik pelayanan yang sudah ada komputerisasi telah digunakan unsebelumnya. “Ada tiga titip penam- tuk setiap transaksi. Termasuk slip bahan pelayanan, termasuk pelay- pengiriman barang. Hal ini untuk anan mobile yang akan kita maksi- menghemat waktu. (adv/als)

BANYUWANGI

Djl Rmh Pinang Indah A-5 Jl Kertanegara LT 133m,LB 95,2 LT,4 KT,2 KM H 275 jt (Nego) 081336415562/08123352062 Tnp Prntra

SITUBONDO New Launching, T100 dan T54, unit trbatas, Lok Strtgis, CCTV, Atap Galvalum, Genteng Beton, Drainase, Jln 8 m, One Gate System, Security, Hrg Promo, H: 085 236 828 956, 085 234 074 222.

Baca PSGS...Hal 35

Laros Deadline Manajemen

LKM Karya Bersama Gelar Rembug Warga BANYUWANGI - Untuk kali ketiga, LKM Karya Bersama Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, membuktikan kesungguhannya mewujudkan masyarakat Kebalenan dalam mengatasi permasalahan pembangunan. Seperti yang dilakukan LKM Karya Bersama pada (27/12) lalu dengan mengadakan Rembug Warga Tahunan (RWT) sebagai bentuk pertanggungjawaban tahun 2013 kepada masyarakat. Koordinator LKM Karya Bersama, Onggeng Suharto mengatakan, RWT adalah upaya PNPM Mandiri Perkotaan untuk media kontrol masyarakat tentang pelaksanaan program, aktivitas kelembagaan, dan pelayanan pengguliran modal usaha kecil. “Secara umum, RWT ini telah diterima oleh masyarakat yang hadir,” jelas Onggeng. Onggeng mengatakan, momen RWT sangat dinanti. Sebab, dari hasil pertanggungjawaban akan dikembalikan lagi untuk kepentingan warga

MALANG - Tim junior PSGS Genting, Sraten, Cluring, meraih hasil gemilang dalam turnamen sepak bola khusus pemain kelahiran tahun 2000. Dalam even yang memperebutkan Piala Rektor ITN Malang itu, anak asuh Ribut Santoso tersebut meraih juara ketiga di ajang yang digeber tanggal 29-31 Desember itu. Ajang itu merupakan agenda rutin setiap tahun yang diikuti tim-tim seJawa. Meski persaingan sangat ketat, tapi Alfian Dhani dkk tampil oke sejak babak penyisihan hingga semifinal. Padahal, pilar PSGS yang diturunkan dalam laga itu rata-rata kelahiran 2002. Meski begitu, kualitas individu mereka tidak kalah dengan pemain lawan. Ditunjang kekompakan tim, mereka bisa pulang dengan kepala tegak dan mengharumkan nama Banyuwangi. Dalam babak penyisihan, PSGS menjadi juara grup. Pada fase knock out itu, PSGS melaju ke babak delapan besar setelah mengalahkan Internal Mojokerto dengan skor tipis 2-1. Pada babak perempat final, PSGS meladeni tantangan IM Bojonegoro. Di laga itu, PSGS menang via adu penalti dengan skor 5-4 n

BANYUWANGI • Bahan Bangunan • UD.WW Sedia Bahan Bangunan Hub. 082141840559 Juga Sedia Desain Rumah

• Paket Liburan • Kursus Bhs Ingg intensif. Conversation, TOEFL/TOEIC& uji kompetensi,msk stp hr, srtifkt nasional/interns, cpt bisa, hub. Wichita Internasional.Jl. J.A Suprapto 39B-7 Bwi , HP. 085232768999, PINBB 2939D6E2

HOTLINE IKLAN HUBUNGI: 0333412224


33

OPINI

Jumat 3 Januari 2014

KRIMINALITAS

Rumah Pelaut Dirampok JANGKAR - Kawanan perampokan beraksi di rumah seorang anak buah kapal (ABK) bernama Endro Purwanto, warga Dusun Gedang, Desa Pesangrahan, Kecamatan Jangkar. Akibatnya, sejumlah barang senilai jutaan rupiah dibawa kabur perampok dini hari kemarin (2/1). Perampokan di rumah pria 34 tahun itu terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari. Kawanan perampok yang diketahui berjumlah empat orang itu masuk ke rumah korban dengan cara memanjat tembok pagar. Setelah berada di pekarangan rumah korban, kawanan perampok yang semua bercadar itu melumpuhkan penjaga. Kemudian, kawanan perampok ini menggedor pintu rumah korban dan berpura-pura sebagai penjaga malam. Saat menggedor pintu rumah korban, perampok itu mengancam akan melukai penjaga jika pemilik rumah tidak membukakan pintu. Begitu pintu terbuka, dengan sangat cepat mereka menodongkan senjata tajam di leher korban. “Keterangan saksi, mereka sempat diancam,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Data yang berhasil dikumpulkan, kawanan perampok itu tampaknya sudah berbagi peran. Sebab, setelah salah seorang pelaku menyandera korban, tiga pelaku lain langsung bergerak dan mengambil barang-barang berharga di rumah korban. “Di rumah ABK tersebut, para perampok menggasak tiga unit HP dan sejumlah perhiasan. Total kerugian 3 juta rupiah,” kata Wahyudi. Wahyudi menjelaskan, berdasar hasil olah TKP petugas kepolisian dan keterangan sejumlah saksi, pelaku masuk dan kabur dengan cara meloncat tembok pagar. “Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku. Pelaku belum diketahui jelas siapa, karena mereka mengenakan cadar,” pungkas Wahyudi. (rri/c1/als)

PENCURIAN

Rawan Maling, Jaga Bawa Pentungan GLENMORE – Sejak beberapa hari ini, warga di Dusun Sidodadi, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, harus jaga malam sambil bawa pentungan dan senjata tajam. Seperti terlihat Rabu malam (1/1), ketika wartawan koran melintas di perkampungan setempat, banyak warga yang berjaga malam sambil membawa pentungan dan senjata tajam. Mereka berkeliling kampung menjaga wilayahnya agar tetap aman. Beberapa warga setempat mengatakan, jaga malam dengan jumlah orang cukup banyak sambil membawa pentungan dan senjata tajam tersebut dilakukan karena belakangan banyak maling masuk ke kampungnya. Hal ini diketahui setelah beberapa warga setempat beberapakali kehilangan barang berharga di rumahnya, termasuk ada yang kehilangan motor. “Mulai kapan hari banyak yang kehilangan barang,” kata Arpaima, warga setempat. Anehnya, meski warga sudah sering berjaga malam, namun sampai kemarin malam ada satupun pencuri yang berhasil ditangkap. Kapolsek Glenmore AKP. Subardi ketika dikonfirmasi terkait hal ini mengaku belum tahu dengan adanya aktivitas warga yang berjaga malam sambil membawa pentungan dan sajam tersebut. Sebab, sampai kemarin, belum ada laporan dari warga setempat yang menyebutkan, bahwa telah terjadi kasus pencurian. “Belum ada laporan sama kita, mungkin itu orang ronda malam. Tapi akan kita cek ke lokasi dulu memastikan informasinya,” tuturnya. (azi/als)

DIFABELITAS

NUR HARIRI/RaBa

AJANG KREASI: Sejumlah anjal dan penyandang cacat ngeband di pertigaan Jalan Merak, Situbondo.

Hibur Warga, Anjal dan Difabel Konser Keliling SITUBONDO - Bakat anak jalanan (anjal) dan para penyandang cacat (difabel) di Situbondo mulai terlihat. Seperti Minggu (29/12) lalu, dengan difasilitasi Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, mereka melakukan konser keliling menghibur pengguna jalan. Dalam konser mini yang dilakukan di atas mobil itu, mereka tampak cukup mahir menyanyikan lagu-lagu artis ternama. Namun demikian, untuk bergoyang di atas pentas, gerakan mereka cukup terbatas karena pentas di atas mobil hanya 3 kali 1,5 meter. “Mobilnya sengaja didesain seperti pentas mini,” terang Basuki, kepala Dinas Sosial. Dikatakan, selain bertujuan menghibur warga Situbondo, konser mini di atas mobil itu juga bertujuan menggenjot kreativitas anak jalanan dan para difabel. “Kegiatan ini yang pertama. Ini dilakukan untuk menumbuhkembangkan kreativitas anak jalanan dan difabel,” terang Basuki saat di Jalan Merak, Situbondo. Pantauan koran ini, selama melakukan konser keliling, para anjal dan difabel tersebut mendapat pengawalan petugas kepolisian. Apalagi, konser yang mereka lakukan tergolong unik, yakni tetap di atas mobil dan bertempat di pertigaan Jalan Merak, sejumlah perempatan di Situbondo, dan di Wisata Pantai Pathek, Kecamatan Panarukan. Demi memudahkan transportasi, para anjal dan difabel yang masih berusia muda itu disediakan dua kendaraan. Satu kendaraan untuk mengangkut alat musik dan satu kendaraan lagi untuk mengangkut para anjal dan difabel. “Sementara ini ada dua grup band. Nanti kita juga akan ke Pantai Pathek,” terang Basuki. Saat konser mini di atas mobil itu berlangsung, beberapa penyandang cacat terlihat bergoyang dengan goyangan khasnya, yakni pantomime. Beberapa warga yang melihat merasa senang. “Bagus juga sebagai pemberdayaan,” kata Warni, 45, seorang warga asal Panji, yang menyempatkan diri menyaksikan konser di Jalan Merak. Basuki berharap, dengan adanya kegiatan itu, para anjal dan difabel semakin kreatif guna menunjang kehidupan mereka di masa mendatang agar lebih baik. “Kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi agar mereka terus berkembang. Bagaimanapun mereka harus hidup lebih baik,” pungkasnya. (rri/c1/als)

Menyiasati Masa Depan TIDAK satu pun makhluk di bumi ini tanpa masa lalu. Manusia, binatang, dan tumbuhan yang ada sekarang, itu berkat jasa masa lalu. Gunung, lembah, danau, sungai, batu semua ada, karena masa lalu pula. Tuhan mengadakan segala yang nyata di bumi ini melalui perhitungan waktu. Masa lalu dan masa yang akan datang, khususnya yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia, memang menarik diperbincangkan. Sebab, masa lalu (pengalaman) akan menimbulkan berbagai efek psikologis bagi si pengingat. Efek psikologis itu bisa berupa trauma, phobia, stres jika yang diingat adalah masa lalu yang mengerikan, menyakitkan, atau tidak mengenakkan. Sebaliknya, seseorang akan merasa bahagia, bangga dan ingin kembali ke masa lalu, jika dalam ingatannya adalah hal-hal yang menyenangkan, mengenakkan hati, dan memesona. Dalam skala kecil, hari ini adalah masa lalu untuk besok. Dalam skala yang relatif besar, tahun 2013 adalah masa lalu. Begitu seterusnya, kemarin, sekarang, dan besok, akan terus beriringan. Durasi masa lalu untuk masing-masing orang berbeda-beda, bergantung berapa usia orang itu sekarang. Kalau usianya sekarang 17 tahun atau 25 tahun atau 41 tahun, berarti sudah 17 atau 25 atau 41 tahun masa lalu dilewatinya. Selama waktu itu berlalu, banyak sudah

yang direncanakan, diperbuat, dan diraih. Di samping itu, ada pula pengalaman atau kejadian yang di luar rencana. Hal yang terakhir ini biasanya berupa pengalaman yang menyedihkan, menyakitkan, dan tidak menguntungkan. Kalaupun ada kebahagiaan yang tidak direncanakan, itu semata-mata karena keberuntungan. Sekarang bagaimanakah kita menyikapi kedua versi masa lalu itu? Adalah X (nama rekaan), di tengah malam buta tiba-tiba terjaga dan berteriak histeris, sehingga membangunkan seisi rumah. Gejala seperti itu dalam istilah psikologi disebut neurosa traumatis, yaitu suatu gejala yang muncul karena seseorang terlalu terbawa arus pengalaman masa lalu yang luar biasa menyakitkan hati. Bila hal itu dimanjakan, artinya terus dituruti ke mana perasaan dan pikiran melayang, kemungkinan akan terjadi hal yang paling buruk, yakni gila. Sementara itu, Y (juga nama rekaan) tiba-tiba tersenyum simpul dan kadang tertawa gelak dengan tatapan mata kosong. Ternyata dia teringat masa lalu yang indah dan membahagiakan, kemudian berakhir tragis. Gejala itu oleh para psikolog dinamai disorganized behavior, yaitu tingkah laku tanpa harmoni atau menunjukkan relasirelasi tanpa pengertian dengan kondisi lingkungan. Dua kasus tersebut adalah wujud ketidakseimbangan emosional. Jika itu terjadi dan

O l e h

MASHUDI * berlarut-larut, kemungkinan besar akan membawa penderita pada kerugian yang fatal. Setiap orang harus belajar dari kesalahan di masa lalu. Itu tampaknya sesuai yang selama ini kita yakini bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik. Jadi, alangkah bijaksana bila kita dapat mengambil hikmah masa lalu. Setelah hikmah kita dapatkan, segeralah kita lupakan masa lalu itu untuk mengantisipasi kemungkinan efek psikologis negatif yang akan muncul. Yang menjadi masalah sekarang, bagaimana kita bisa segera melupakan masa lalu? Tidak mudah memang melupakan masa lalu, apalagi yang membawa dampak psiko-fisik. Tim Peneliti Universitas Virginia AS pernah menemukan cara efektif agar kita segera dapat melupakan masa lalu. Hasil penelitian tim itu menunjukkan bahwa cara terbaik agar segera melupakan masa lalu adalah dengan banyak membicarakan, menulis, dan berpikir tentang masa lalu. Sebaliknya, dengan menekan ingatan masa lalu, ternyata masa lalu justru lebih sulit dilupakan. Belajar kepada masa lalu, kita dapat menyiasati masa depan dengan beberapa alternatif. Pertama, menganut doktrin prinsip kesenangan (pleasure principle). Segala

yang kita lakukan semata-mata demi mencari kesenangan dan sedapat mungkin menghindari kepedihan atau ketegangan. Dengan demikian, kita akan terhindar dari stres. Khusus pertama ini kita bisa mencontoh pola hidup orangorang “kalah” yang terimpit modernisasi. Bagi mereka, tidak ada waktu untuk memikirkan masa lalu, apalagi terbayang tentang masa yang akan datang. Golongan ini hanya berpikir tentang yang ada di sini dan sekarang (here and now). Mereka lebih menerapkan prinsip berpikir praktis daripada yang berbau teoretis. Mereka akan segera melupakan kejadian kemarin dan tidak pula memikirkan bahwa besok mereka akan ditangkap “pembersih” kota (satpol PP) dan “dibina” di tempat karantina (lembagalembaga sosial). Pendek kata, orang-orang ini hanya menganut falsafah “sekarang makan dan besok cari lagi”. Kedua, beralih dari profesionalisme ke amatiran. Kaum profesional menghadapi persoalan hidup hanya didasarkan pada disiplin ilmu saja dan bekerja secara rutin sesuai jam kerja. Sebaliknya, kaum amatir lebih luwes dalam menghadapi persoalan hidup. Mereka tidak terbelenggu spesialisasi keilmuan yang sempit dan tidak terikat rutinitas profesional. Jika sebagian besar orang bersedia menjadi orang-orang amatir dengan segala konsekuensi, seperti mendapat picingan mata, menjadi buah

bibir, atau menjadi bahan ledekan para tetangga hanya karena predikat sarjananya ditukar dengan sebutan “tukang bakso” atau “tukang mainan anak”, tentu persoalan klasik bernama pengangguran akan segera teratasi. Selain itu, masalah-masalah yang tren sekarang, korupsi dan kolusi, tidak akan berkepanjangan karena segala kebutuhan (lahir dan batin) terpenuhi dengan amatirisme. Ketiga, berbuat seperti divinator, peramal masa depan yang menggunakan kekuatan magis atau supernatural. Dengan sikap tersebut, kita kembangkan optimisme dengan harapan masa depan akan lebih baik dan lebih cerah daripada masa kini. Senantiasa berpikir positif (positive thinking). Khusus pilihan yang ketiga, kita bisa menirukan kata-kata Stephen Leacock, “Saya benarbenar percaya pada nasib. Saya mendapati bahwa semakin keras saya bekerja, semakin baik nasib saya.” Dan, kita semua percaya bahwa setiap ada keinginan pasti terbuka jalan. Sebaliknya, jalan akan tertutup jika kita sama sekali tidak memiliki keinginan. Tampaknya saat ini waktu yang tepat untuk introspeksi, mengilas balik pengalaman setahun lalu untuk menyiasati masa yang akan datang. Hasil akhir kita serahkan kepada kekuasaan Tuhan Yang Mahakuasa. Semoga sukses! *) Guru SMPN 2 Srono.

Jembatan Itu Bernama Samsudin SELAMA ini, Dewan Kesenian Blambangan (DKB) di Banyuwangi dianggap beberapa budayawan “luar” DKB sebagai lembaga “imajinatif ” untuk sekadar memberikan penilaian bahwa keberadaannya sama dengan ketidakberadaannya. DKB dianggap tidak cukup memberikan sumbangan berharga bagi kebudayaan Banyuwangi dan sejarah lokal. Juga tidak menjadi media transformasi bagi eksistensi kesenian daerah yang dijalankan kelompok-kelompok kecil di tengah masyarakat Banyuwangi dan insan kesenian pada umumnya. Anggapan dan penilaian itu tidak dapat disalahkan dan jangan ditanggapi dengan sikap sinis yang fatalistik. Cara kerja dewan kesenian di Banyuwangi selama ini sangat bergantung pada jalinan sistem pemerintahan. Membincang pemerintahan, sama halnya bersentuhan dengan birokrasi sebagai perangkatnya. Dalam hal ini, DKB menjadi kepanjangan tangan Dinas Pariwisata. Dengan demikian, setiap aktivitas DKB yang berkaitan dengan seni-budaya Banyuwangi semata tercurah pada penguatan promosi. Sehingga, peran penjagaan dan media penghubung atau

jembatan antara pelaku senibudaya di satu pihak dengan pemegang kebijakan formal di pihak lain dalam menyuguhkan nilai-nilai seni-budaya secara sinambung, tidak tercapai. Penerbitan buku-buku budaya dan sejarah lokal banyak dilakukan kelompok kecil dengan dana swadaya seadanya, sehingga hasil dan target yang dicapai terasa kurang maksimal, bahkan nyaris percuma. Sementara itu, DKB hanya sibuk diri menyelenggarakan even-even yang merupakan suatu kegiatan yang lebih bersifat promotif, dangkal, dan merupakan “pesanan” perangkat pemerintah. DKB tidak bisa berdiri secara kokoh sebagai fasilitator seni-budaya Banyuwangi dalam menyampaikan nilai-nilai orisinal seni-budaya rakyat secara aplikatif dan bersifat pemberdayaan. Hal itu disebabkan beberapa hal, di antaranya yang pokok adalah lemahnya keorganisasian DKB dan kecemasan orang-orang DKB jika tidak mampu memenuhi pesanan. Sebab, jika tidak memenuhi “pesanan”, khawatir “tidak diberi jatah” atau “jatah dikurangi”. Kecemasan yang ganjil. Kemudian, beberapa waktu lalu DKB yang selama ini

O l e h

TAUFIQ Wr. HIDAYAT * “mati suri” telah mengadakan semacam musyawarah. Di dalam musyawarah itu dibahaslah AD/ART. Beruntunglah seorang sekaliber Samsudin Adlawi terpilih sebagai ketua DKB secara aklamasi. Saya menaruh harapan cukup besar kepada ketua DKB yang baru itu. Paling tidak, DKB akan berubah warna menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Siapa tidak kenal Samsudin Adlawi? Aktivis sastra yang militan. Dia seorang jurnalis yang baik, penulis sastra yang konsisten. Puisi-puisi pendeknya “menjaran-goyangkan” jagat. Di samping itu, pergaulannya luas dan ideidenya segar. Dia dekat dengan banyak kalangan. Sejauh ini, Samsudin dapat berkomunikasi intens dengan sejumlah seniman Banyuwangi, baik seniman yang berpelat merah, pelat kuning, maupun plat hitam. Kemudian, di luar dugaan, sosok berambut gondrong dengan tawa yang renyah itu terpilih menjadi ketua DKB. Padahal, bayangan saya, ketua DKB biasanya adalah pen-

siunan pejabat atau pejabat aktif. Maklumlah berada di bawah sistem kekuasaan. DKB di bawah Samsudin Adlawi, saya rasa, akan menuju pada wilayah garapan yang lebih tepat dan efektif. Inilah harapan orang biasa seperti saya. Saya bermimpi DKB akan menjadi seperti DKJ di masa gubernur Ali Sadikin. Menyediakan ruang kreatif yang tidak “nanggung”, menerbitkan buku-buku, membuka galeri, perpustakaan, tempat cangkruk seniman, dan mewadahi aspirasi serta keluhan senimanseniman kecil yang menghidupi kesenian dengan segala keterbatasan yang rawan. Saya kira pikiran-pikiran sederhana ini sudah dapat ditangkap dengan tepat oleh Samsudin. Dan dia akan mewujudkannya dengan upaya maksimal. Sebab, jauh sebelum dia terpilih sebagai ketua DKB yang baru, dia pernah mengutarakan hal itu kepada saya di kediamannya. Dia berharap agar para seniman kreatif, sanggar-sanggar seni yang kecil, dan para creator, memunculkan masterpiecemasterpiece karyanya tanpa terlampau dibayang-bayangi keterbatasan uang dan fasilitas. “DKB harus mengambil peran

itu,” tuturnya waktu itu. Semoga dia tidak lupa. Sebab, memang pemerintah yang punya uang. Anggaran untuk kesenian daerah terhitung cukup besar jika dikelola secara jujur dan tepat guna. Begitulah seyogianya. Yang jelas, Samsudin Adlawi bukan sosok sembarangan. Gayanya yang santai dan elegan, pikirannya yang cemerlang, tulisan-tulisannya yang menggelitik kesadaran, dan pergaulannya yang cair, akan menciptakan atmosfer yang dinamis di dalam tubuh DKB dan perhelatan kesenian Banyuwangi. Sastrawan nasional itu mempunyai tangan dingin yang dapat kita andalkan. Saya memiliki kepercayaan itu; Samsudin akan mampu membangun komunikasi yang baik antara seniman dan penguasa. Sebab, tentu saja kita semua tahu tidak semua creator di Banyuwangi ini dapat bercakapcakap dengan kekuasaan. Kenapa? Tak lain karena “tidak ada sangkut-pautnya dengan karya”. Oleh karena itu, ia memerlukan jembatan yang elegan, cerdas, dan mengerti. Dan jembatan itu kini adalah Samsudin Adlawi. Semoga. *) Sastrawan paradoks Banyuwangi.


Big alam ngi: a ung D rgab (Banyuw do e B on gin gi: da In n Hubun 02), Situb a An a Usah i? Silahk 81233535 0 ,0 in 18 Sale 36960391 85730686 0 0813

34

Jumat 3 Januari 2014

BANYUWANGI - SITUBONDO

Toko Alkes Jual Nebulizer TOKO Alat Kesehatan (Alkes) Genteng menjual Nebulizer. Alat ini adalah mesin yang berguna untuk mengubah zat cair menjadi uap atau gas. Sehingga bisa dihirup melalui hidung atau mulut. Alat ini biasanya digunakan oleh pasien terapi asma, serta untuk pasien bayi dan anak kecil yang tidak dapat meminum obat dengan cara diminum seperti biasa. Dengan alat ini, obat yang diresepkan oleh dokter kemudian dilarutkan dengan air. Larutan ini kemudian dimasukkan ke dalam tempat obat pada mesin Nebulizer.

Larutan obat tadi akan diubah menjadi uap yang bisa dihirup oleh pasien melalu masker yang dihubungakan dengan selang ke mesin Nebulizer. Nebulizer juga bermanfaat mengatasi masalah saluran pernafasan. Seperti batuk, pilek, atau asma, serta berfungsi untuk keluarkan lendir/dahak. Alat kesehatan ini bisa diperoleh di Toko Alkes Barat RSUD Genteng. Atau hubungi nomor handphone 082330216000 atau Pin BB 25936879. Toko Alkes juga melayani servis segala macam alat kesehatan. (adv/als)

ISTIMEWA

ATASI ASMA: alat Nebulizer ini bisa juga digunakan oleh anak yang sulit minum obat

Bunga Residance Ideal untuk Tempat Tinggal BANYUWANGI - Bunga Residence, hunian rumah yang berada di Jalan Brawijaya Banyuwangi ini telah menjadi ikon rumah mewah di Kota Gandrung. Meski baru beberapa tahun dibangun, namun lahan sebesar 5 hektare (ha) itu separuhnya telah terisi. Ada hal yang menarik mengapa Bunga Residence dipilih masyarakat. Lokasinya dekat dengan akses vital di Kota Banyuwangi, seperti Polres Banyuwangi, dekat dengan sekolah, dan mall. Apalagi ke depannya, kawasan Brawijaya ini menjadi tatanan kota kawasan perkantoran. Sehingga tidak heran jika masyarakat melihat Brawijaya Residence menjadi kawasan yang ideal untuk dihuni. Manajer Bunga Residence, Ratno mengatakan, penghuni Brawijaya Residence didominasi anak muda yang baru be-

TOHA/RaBa

FASILITAS UMUM: Sebuah masjid dengan kubah bundar akan menjadi ikon Bunga Residence.

rumah tangga. Setidaknya 95 persen penghuninya anak muda berlatar belakang profesi berbeda. Ada pegawai negeri, perbankan, pengusaha, dll. “Saya memperhatikan, sepertinya baru Brawijaya Regency yang isi penghuninya didominasi anak muda,” kata Ratno. Selain itu, desain rumah yang lebih fleksibel juga menjadi

salah satu alasan. Pengembang sengaja memberikan kebebasan penghuninya untuk mendesain sendiri rumahnya. Bahkan, pihaknya juga mendampingi konsumennya dalam memilih desain rumah yang disukai. “Ini sebuah pilihan untuk menemukan tempat yang diinginkan, jangan sampai ketika mereka menghuni

lalu ada kekecewaan. Kami tidak inginkan itu,” jelas Ratno. Tidak hanya itu, konsumen tidak perlu lagi direpotkan dengan membangun taman, pagar, dan dapur. Sebab pengembang telah membangunnya menjadi satu paket. Sehingga pembeli tidak perlu direpotkan lagi. “Tinggal masuk saja, tidak perlu menambah-nambah lagi. Fasilitas umum dan khusus pun sudah kita buatkan. Sebuah masjid dengan desain modern pun sedang kami bangun,” cetusnya. Untuk mendapatkan rumah di kawasan ini, bisa secara tunai maupun melalui KPR tanpa bunga. Dan, Anda dapat memilih bank yang diinginkan. Informasi silakan hubungi kantor Pemasaran Bunga Residence Blok B-35 Jl Brawijaya Banyuwangi telepon 081358115020, 087755567593. (adv/als)

Serunya Bermain Paintball di Café Gumitir PAINTBALL adalah salah satu permainan simulasi tempur yang menantang. Café and Rest Area Gumitir mulai tanggal 1 Januari 2014 menyediakan paket wahana baru paintball. Dengan diselimuti udara sejuk dan pemandangan perkebunan kopi robusta, pemain dimanjakan dengan permainan ini. Banyak peserta yang awalnya menganggap permainan ini mahal, akan tetapi di Café Gumitir memberikan spesial harga yang murah dengan Rp. 50.000 sudah bisa bermain. Pemain akan sangat tertantang dan ingin bermain lagi. Selama ini, permaianan paintball ini hanya dilakukan dengan menggunakan komputer secara online. Kini, wahana paintball bisa Anda nikmati setiap hari minggu (grup/perorangan) sambil menikmati

ISTIMEWA

GAMES: Salah satu pemula yang mencoba permainan paintball di Café Gumitir.

pemandangan perkebunan kopi robusta.. Tahun baru 2014, Café Gumitir banyak digunakan tujuan wisata keluarga dan kawula muda. Ini terbukti dari pagi pukul 09.00 pagi, lahan parkir

sampai tidak muat untuk menampung kendaraan mobil dan sepeda motor. Mereka banyak dari luar kota dan sekitar Jember dan Banyuwangi. Paling banyak diminati adalah paket Safari Tour Agrowisata

dan wahana outbound. Tidak sedikit mereka rela untuk antre sekian waktu untuk menunggu giliran kereta wisata yang akan membawa ke terowongan Kereta Api Mrawan dan pabrik pengolahan kopi PTPN XII. Manajer PTPN XII Gumitir, Ir. Ignatius Purwo Yuliantoko mengatakan, pihaknya sudah berusaha maksimal dalam pelayanan menghadapi lonjakan pengunjung. Baik di sisi café dan wahana yang lain dan tahun 2014 segera akan ada penambahan fasilitas baru. “Semuannya itu untuk melengkapi kebutuhan pengunjung,” katanya. Bilamana Anda ingin membawa grup/kelompok/ rekanan kantor Anda, bisa hubungi C o n t a c t Pe r s o n 085749331400/ 085232277400 atau di marketing Café Gumitir 082331276141. (adv/als)

Bursa Hand Phone NOKIA

N100 262,5 N101 311 N105 233,5 N108 390 N109 384 N110 435 N112 477 N205SS 575 N205DS 600 N206 625 N208 765 N210 730 N301 925 N305 770 N310 865 N311 1190 N501 880 X2-02 720 LUM520 1730 LUM620 2280 LUM720 3270 LUM920 5120 LUM925 5800

SAMSUNG

1205 185 LAKOTA 450 NEODUOS 445 GAL-STAR 725 GAL-Y 845 GAL-CHAT 1060 GAL-YNEW 1160 GAL-MINI 2550 GAL-ACE2 2000 GAL-ACE3 2145 GAL-CORE 2550 GAL-FAME 2235 GAL-MEGA 3650 GAL-GRAND 3275 GAL-TAB3-7” 3100 GAL-TAB3-8” 3810 GAL-NOTE2 XXXX GAL-NOTE3 XXXX GAL-NOTE10 XXXX GAL-S3 XXXX GAL-S3MINI XXXX GAL-S4 XXXX GAL-S4MINI XXXX GAL-S4ZOME XXXX

CROSS

LENOVO

PD1ER 350 A5B 560 G7T 290 C900A 320 C900 240 Q6 390 C15 245 F10 300 C1X 190 Q3 238 C5 235 C1 200 PD15 345 A66-B 1780 A66-W 1800 A88-B 1090 A88-W 1110 A7S 990 A7S-HK 1060 A7 890 A26B-B 1050 A26B-W 1070 L3C 165 V1155 C6 208 S5 350 F11-HK 330 C2 240 V7 190 AT1G 1100 A22 890 PD2 270 XPERIA-C 3275 XPERIA-E-S/C1505 1495 XPERIA-E-D/C1605 1600 XPERIA-L/C2105 2825 XPERIA-M/C1905 2455 XPERIA-M-D/C2003 2555 XPERIA-J/ST26 1995 XPERIA-GO/ST27 2350 XPERIA-SP/C5302 3750 XPERIA-ZL/C6502 4800 XPERIA-ZR/C5502 5585 XPERIA-ZLTE/C6603 5585 XPERIA-Z-ULTRA/C6802 6500 XPERIA-Z-1/C6903 7750 XPERIA- MIRO/ST23i 1765 XPERIA-S/LT26i 32XX SONY-SMARTWATCH2RUBBER 2275 SONY-SMART-WATCH2METAL 2375 A390 940 A516 1480 A690+4GB 8XX A706 1875 P770 18XX P780 2825 K860 3125 K900 4450 S720 1750 S820 2725 S890 2200 S920 2225

TABLET-IDEAPAD

A1000 1325 A3000 2195 A6000 3095

ADVAN

T2 590 T2A 595 T2C 625 T1E 121X T1H 1115 T1F 1585 T1J 1160 T3B 1890 T3C 1990 T5A 1450 T5B 1450 T5D 1450 S5D 1610 S5E 1070 S5F 2010 S5G 3325 E1B 985 E1C 910 O1A 960

SONY

BLACKBERRY

-SCM/COMTECH 9220 1420 9300 1495 9320 1865 9360 2175 9380 2175 9720 2425 9790 2725 9810 2585 9860 2925 9900 4175 Q5 3475 Q10 5625 Z10 3925

OPPO MUSE-R821 1899 CLOVER-R815 2999 MIRROR-R819 3999 FIVE-X909-16GB 5500 FIVE-X909-32GB 5999 U707-WAY-S 4999 N1 6999

Hubungi: Dian Kencana Jl PB Sudirman 127 Jajag Banyuwangi (Samping Puskesmas Jajag) (0333) 392932 Free asuransi s/d 4bulan, free perdana, free aplikasi life time, free perawatan life time, kupon undian (TV, lemari Es, Hp, dll), free screen guard, free CD album band indiebanyuwangi, dll.

TOHA/RaBa

BERAGAM WARNA: Kaca film Excellent memberi perlindungan yang aman saat berkendara.

Kaca Film Excellent Redam Panas SUHU udara yang sangat panas akibat global warming mendorong pengguna mobil selektif memilih kaca film atau lapisan kaca yang tahan panas dan mampu meredam cahaya matahari. Kebutuhan tersebut dijawab oleh produk kaca film asal Amerika Serikat, Excellent. “Excellent adalah window film protection atau lapisan kaca yang terbukti mampu meredam panas maupun cahaya hingga sangat minim yang masuk dalam kabin. Ini yang membuat Excellent sangat laris di toko kami,” kata Sales window film Excellent, Adi. Adi menjelaskan, lapisan anti peredam panas dan cahaya ini tersedia dalam dua warna, yakni silver dan hitam. Untuk silver, ada lima pilihan, dan hitam tiga pilihan. Dia mengakui, kaca film Excellent ini terbuat dari metal dan keramik. Untuk keramik,

setelah diuji dengan alat tolak panas hanya 1 persen panas yang masuk dan cahaya hanya 7 persen. Sementara, Excellent berbahan metal hanya menyisakan panas 8 persen  ke dalam kabin. Sedangkan, cahaya yang masuk sekitar 7 persen. Kaca film Excellent ini menggunakan proses sputtered technology dengan multilayer by DuPont material. Sehingga memberikan perlindungan maksimum dengan kemampuannya untuk menahan sinar UV matahari yang membahayakan. Selain itu, Anda akan mampu menghemat energi, baik di rumah, mobil, dan gedung kantor. Sebab, kaca film Excellent hadir dengan ragam warna dan tingkat kegelapan yang harmonis dengan mobil, bangunan hunian atau gedung Anda. Kaca film Excellent mempunyai banyak varian tipe, kegelapan, dan warna. Tipe EX 50 memiliki kegelapan 20

persen, EX 35 kegelapan 40 persen, dan EX 20 kegelapan 60 persen. Ada juga tipe EX 10 kegelapan 80 persen, EX black 40 kegelapan 40 persen, EX black 60 kegelapan 60 persen, dan EX black 80 dengan kegelapan 80 persen. Untuk mendapatkannya, Anda bisa membelinya di Aguung Var iasi, Jalan A . Yani Nomor 84, telp. (0333) 413226, Banyuwangi. Ganti kaca film lama Anda dengan kaca film Excellent. Buktikan dengan alat tes digital dari Amerika. Selain menyediakan kaca film, Aguung audio dan variasi mobil juga bisa menerima spooring & balancing, oli & vet, pasang dan servis audio/ variasi mobil, pasang dan servis AC mobil, audio merk Braxton, lampu HID bergaransi, dll. Aguung variasi juga menerima segala macam servis mobil. (adv/als)


BERITA UTAMA

Jumat 3 Januari 2014

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Connectivity Garuda Bantu Sektor Wisata n GARUDA... Sambungan dari Hal 25

Ikut dalam ferry flight adalah Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas; Director and Executive Vice President Marketing and Sales PT Garuda Indonesia, Erik Meijer; Ge neral Manager (GM) Garuda Indonesia Perwakilan Surabaya, Ari Suryanta; beserta sejumlah pejabat Garuda. Menurut Erik Meijer, rencana pengoperasian rute penerbangan Banyuwangi-Surabaya itu didasari berbagai pertimbangan. Selain panjang landasan bandara kebanggaan ma syarakat Banyuwangi itu sudah cukup dilandasi pesawat ATR 72-600, jumlah pen-

duduk yang cukup besar merupakan pasar yang sangat potensial. ”Jarak dengan bandara terdekat juga menjadi pertimbangan pengoperasian rute penerbangan SurabayaBanyuwangi,” ujar suami artis Maudy Koesnaedi itu. Meskipun selama ini sudah ada maskapai penerbangan lain yang melayani rute penerbangan Surabaya-Banyuwangi, tapi dengan adanya Garuda Indonesia diharapkan masyarakat seluruh dunia semakin mudah berkunjung ke kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini. “Penerbangan komersial akan dimulai April tahun ini,” ujarnya. Masih kata Erik, maskapai tanah air yang sukses meraih predikat World Best Economy

Class dan Best Economy Class Airline Seat 2013 versi Sky Trax (lembaga pemeringkat penerbangan independen yang berbasis di London, Inggris), itu juga akan membuka penerbangan langsung SurabayaJeddah, Arab Saudi. Dengan demikian, masyarakat Banyuwangi yang hendak melaksanakan umrah, bisa naik pe sawat Garuda Indonesia dari Banyuwangi ke Surabaya dan langsung memanfaatkan penerbangan maskapai yang sama menuju Tanah Suci. Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, ferry flight Garuda Indonesia kemarin menjadi tanda-tanda maskapai tersebut akan benarbenar terbang di Banyuwangi.

Dengan masuknya Garuda Indonesia di Bumi Blambangan, maka instrumen yang dimiliki Banyuwangi untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia Timur akan semakin lengkap. Dijelaskan, Banyuwangi akan terus melakukan pembangunan sektor pariwisata berbasis keelokan alam. Bukan hanya itu, lantaran Banyuwangi me m iliki kekayaan budaya, pemkab berinisiatif mengemas kekayaan budaya itu dalam Banyuwangi Festival. Dengan demikian, budaya Banyuwangi semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional. Belum cukup sampai di situ, lahan seluas 2.200 meter persegi di wilayah utara kabupaten

ujung timur Pulau Jawa ini sudah disiapkan menjadi kawasan industri. “Kami juga terus mendorong ekonomi kreatif. Mudah-mudahan dengan masuknya Garuda Indonesia, ekonomi kreatif terus tumbuh dan berkembang,” harapnya. Anas menambahkan, per-

tumbuhan ekonomi Banyuwangi melesat dari 6,23 persen menjadi 7,27 persen. Sektor pertanian dan perikanan menjadi penyumbang terbesar produk domestik regional bruto (PDRB), yakni 45 persen. Selain itu, sektor perdagangan dan perhotelan menyumbang se-

kitar 27 persen. “Peningkatan sektor perdagangan dan perhotelan lebih besar daripada perkembangan sektor pertanian dan perikanan. Connectivity Garuda Indonesia akan sangat membantu sektor pariwisata dan perhotelan di Banyuwangi,” pungkasnya. (sgt/c1/aif)

Bisa Libatkan Organisasi Profesi n JAMINAN... Sambungan dari Hal 25

Sesuai tugas dan fungsinya, RT membantu menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat yang menjadi tanggung jawab pemerintah. RT juga sebagai pelaksana dalam menjembatani hubungan sesama anggota masyarakat dengan pemerintah daerah, serta penanganan masalah-masalah kema-

syarakatan yang dihadapi warga. Dengan menggandeng RT, diharapkan sosialisasi BPJS dan JKN berjalan baik dan bisa meminimalkan permasalahan di lapangan. Selain itu, peningkatan mutu fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan harus berjalan siner gi dengan program JKN agar pelayanan kesehatan adil, merata, efisien, dan terjangkau. Tidak mungkin JKN bisa suk-

ses jika fasilitas pelayanan kesehatan tidak standar dan tenaga kesehatan belum merata. Untuk melaksanakan JKN, rumah sakit harus terakreditasi se suai tingkat rujukan. Jika ingin sukses, pemerintah bisa melibatkan organisasi profesi, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Per himpunan Rumah Sakit In donesia (PERSI), Asosiasi

Klinik Indonesia (ASKLIN), dan organisasi sosial masyarakat. Keterlibatan organisasi profesi juga bisa memberikan pemahaman tentang pelaksanaan JKN. Organisasi profesi juga harus berjuang demi kepenti ngan hak-hak rakyat untuk kesehatan. Pemerintah dan organisasi profesi harus bekerja sama demi kesehatan rakyat. (*) *) Ketua Stikes Banyuwangi

Waktu Pengambilan Pukul 09.00 n AMBIL... Sambungan dari Hal 25

“Motor-motor itu yang sering digunakan ugal-ugalan di jalan,” imbuh Bambang kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Selain harus menunjukkan dokumen motor, para pemilik juga harus memasang kelengkapan kendaraan, seperti spion dan plat nomor. “Spion dan pelat nomor banyak yang dicopot. Itu harus dipasang,” tandasnya. Yang lebih penting lagi, jelas

dia, onderdil motor yang tidak stan dar harus dikembalikan ke bentuk aslinya. Bila tidak dilakukan, maka motor akan tetap ditahan di Mapolres Banyuwangi. “Mengganti onderdil yang standar harus dilakukan di polres,” katanya. Motor yang diamankan saat ada balapan liar di depan RS Al-Huda, Desa Gambiran, berjumlah 160 motor. Motor itu sebagian besar protolan dan onderdil standar diganti tidak standar. “Mengambil harus tunjukkan dokumen dan

mengganti onderdil yang standar,” cetusnya. Pantauan koran ini, sejumlah pemilik motor sudah ada yang mengambil motornya kemarin. Sebagian besar mereka tidak bisa membawa pulang motornya karena tidak membawa onderdil motor yang standar. “Tadi sudah ada yang akan mengambil, karena tidak membawa onderdil motor aslinya, ya tidak boleh,” terangnya. Pengambilan hari pertama kemarin khusus kendaraan yang standar. Syarat pengambilan

motor protolan lebih ketat. Syarat-syaratnya adalah membawa map warna merah, surat tanda penerimaan, fotokopi BPKB, fotokopi STNK, fotokopi SIM/ KTP/kartu pelajar, surat pernyataan bermeterai, pelanggar hadir bersama orang tua/wali, dan kendaraan dalam kondisi lengkap. ”Waktu pengambilan pukul 09.00 sampai 14.00. Kendaraan yang belum standar, pengambilan menunggu pengumuman lebih lanjut,” tegas Kasatsabhara AKP Sudarmaji. (abi/c1/aif)

Fahmi: Semua Tergantung Polres n BERKAS... Sambungan dari Hal 25

Padahal, sebelumnya, Kepala Dinsosnakertrans Syaiful Alam Sudrajat berjanji akan menyerahkan ke kejaksaan. “Belum ada penyerahan berkas pe meriksaan tentang pabrik PT. Maya,” terang Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Banyuwangi, Fahmi. Menurut Fahmi, hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) tidak bisa langsung ke kejaksaan. Tetapi, terang dia,

ber kasnya harus dikirim ke polres. “Berkas pemeriksaan di polres. Di kita (kejaksaan) belum ada, kok,” kata Fahmi saat dikonfirmasi di gedung Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin. Ditanya kapan kejaksaan akan menerima berkas mengenai du gaan pelanggaran pidana karena memberi upah di bawah UMK itu, Fahmi mengaku belum tahu. Sebab, semua tergantung polres. “Berkasnya masih ada di polres,” cetusnya. Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Banyuwangi Syaiful

Alam Sudrajat saat dikonfirmasi mengakui bahwa berkas hasil pemeriksaan yang dilakukan belum masuk kejaksaan. “Kita memang tidak mengirim berkas itu ke kejaksaan,” ujarnya. Sesuai mekanisme, masih kata dia, berkas hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap manajer personalia PT. Maya, Sigit Pramudya, tidak bisa langsung dikirim ke kejaksaan. Berkas itu harus diserahkan ke polres untuk diproses hukum. “Berkas sudah kita kirim ke polres,” sebutnya. Sebelum dikirim ke kejaksaan,

ma sih kata dia, berkas hasil pe meriksaan PPNS itu akan diteliti polres. Bila sudah dianggap lengkap, terang dia, maka oleh polres berkas itu akan diserahkan ke kejaksaan. “Yang mengirim ke kejaksaan ya pihak polres,” jelasnya. Seperti diberitakan se belumnya, ratusan buruh PT. Maya kembali menggelar aksi turun jalan pada Senin (30/12) lalu. Dalam aksi itu, para buruh menuntut laporan tindakan pidana pabrik ikan PT. Maya yang memberi upah di bawah UMK segera dituntaskan. (abi/c1/aif)

Ingin ke Ijen dan Pulau Merah n NGEBET... Sambungan dari Hal 25

Ketika melihat view Banyuwangi dari udara, pemeran Zaenab dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu mengaku kagum dengan keelokan Bumi Blambangan. Ya, bersama sang suami yang juga Director and Executive Vice President Marketing and

Sales PT. Garuda Indonesia, Erik Meijer, Maudy mengikuti ferry flight pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta-Banyuwangi-Denpasar kemarin (2/12). “Ini perjalanan pertama saya ke Banyuwangi. Saya lihat dari udara, Banyuwangi bagus, masih asri, dan indah,” ujarnya. Maudy mengaku mendengar banyak hal tentang Banyuwangi dari Bupati Abdullah Azwar

Anas. Mendengar promosi yang disampaikan Bupati Anas, dirinya sangat berharap bisa datang lagi ke Banyuwangi. “Ada banyak hal yang kita bisa lihat di sini (Banyuwangi). Saya ingin ke Ijen dan Pulau Merah. Saya juga ingin mencicipi kuliner khas Banyuwangi,” kata dia saat berada di Bandara Blimbingsari kemarin. Artis yang berulang tahun setiap 8 April itu menambahkan, selain

keindahan alam, ada banyak hal lain yang bisa di-explore di kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini, termasuk kekayaan budaya Banyuwangi. “Saya sangat cinta budaya. Saya berharap, penerbangan Garuda Indonesia ke Banyuwangi bisa membuka akses masyarakat luas untuk datang ke Banyuwangi dan menikmati keindahan alam dan budayanya,” pungkasnya. (sgt/c1/aif)

Di Depan Penyidik Adi Mengaku Salah n DIMINTA... Sambungan dari Hal 25

Dani patut kecewa karena Adi, warga Dusun Jatirono, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, yang baru dikenalnya dua pekan tersebut sebelum kejadian sudah dianggap sebagai teman dekat. Pagi itu Dani diminta tolong menjemput Adi di kota Genteng. Dani sama sekali tak curiga. Bahkan, karena ingin menjemput temannya yang mengaku minta diantar ke rumah neneknya di Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, Dani menolak mengantarkan ayah kandungnya ke suatu tempat. Namun, siapa sangka niat tulus Dani itu justru berbuah petaka. Saat mengantar Adi, di tengah hutan pinus, dia ditodong pisau oleh Adi. Adi meminta Dani menyerahkan kendaraannya. Saat Dani berusaha melakukan perlawanan, Adi yang juga tomboi itu semakin kalap. Pelaku berhasil menindih tubuh korban lalu mengambil sebuah batu dan memukulkan ke kepala korban dua kali. Puas menghajar korban sampai darah segar keluar dari kepala, pelaku me-

ninggalkan Dani begitu saja di tengah hutan. Beruntung, korban ditemukan Misdi, 45, seorang penyadap getah pinus. Begitu melihat korban, Misdi langsung membawanya ke rumah ketua RT setempat. Kemudian, kasus tersebut dilaporkan ke Mapolsek Glenmore. Sehari kemudian, pelaku yang bersembunyi di tempat kosnya di Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, berhasil ditangkap petugas. Setelah dijebloskan ke ruang tahanan Mapolsek Glenmore, Adi terlihat tenang menjalani proses hukum. Bahkan, saat ditemui di Mapolsek Glenmore, perempuan berambut pendek itu terlihat sangat santai. Sambil terus mengisap rokok, Adi tampak te nang ketika seorang saudara korban terus menghujatnya. “Kamu itu ditolong tapi justru mentung. Gitu kok masih nggak merasa bersalah,” teriak seorang perempuan yang pagi itu mendampingi Dani. Meski demikian, ketika ditanya apakah menyesal atas perbutannya, Adi mengaku menyesal. Namun, dia sangat tenang dan tidak menunjukkan penyesalan. “Ya saya menyesal,” tuturnya sambil terus mengisap rokok.

Yang aneh, Adi justru banyak menceritakan kehidupannya. Dia mengaku sudah lama ditinggal kedua orang tuanya ke Luar Jawa dan akhirnya hidup bersama sang nenek di Kalibaru. Namun, sejak beberapa tahun lalu dia pergi ke Genteng dan bekerja di sebuah rumah makan. Tetapi, beberapa bulan lalu Adi berhenti kerja. “Sekarang saya kerja di toko di Genteng,” pungkasnya. Duel hebat antara pelaku pencurian motor dan korban yang sama-sama perempuan itu terjadi di Hutan Pinus RPH Sumbermanggis, Perhutani Banyuwangi, masuk Dusun Sumbermulyo, Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore. Akibat duel tersebut, korban atas nama Sutiani alias Dani, 18, warga Dusun Tegalrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, mengalami luka parah di kepala. Tiga luka di kepala tersebut akibat dipukul menggunakan batu. Pelaku bernama Ida Purwanti alias Adi, 24, warga Dusun Jatirono, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru. Pelaku sempat melarikan diri, tapi akhirnya berhasil ditangkap petugas lalu dijebloskan ke ruang tahanan Mapolsek Glenmore. (c1/aif)

GALIH COKRO/RaBa

SEDEKAH OKSIGEN: Director and Executive Vice President Marketing and Sales PT. Garuda Indonesia, Erik Meijer, didampingi Bupati Anas menanam pohon trembesi di area Bandara Blimbingsari.

Godok Terbentuknya RDI Tingkat Desa n RUMAH... Sambungan dari Hal 25

Menurut Gempur, pelatihan pengurus di Situbondo tersebut bertujuan mendirikan RDI di tingkat kecamatan. “Juga akan dibentuk RDI di setiap kecamatan di Situbondo,” imbuh Gempur. Pendirian RDI tidak lain guna mengedukasi masyarakat. RDI pun dapat dijadikan tempat memecahkan persoalan. “Untuk edu kasi, sehingga persoalan apa pun bisa terbantu,” katanya. Selain menjadi tempat edukasi, RDI diharapkan membantu masyarakat yang selama ini berjuang sendiri tanpa ada yang memperhatikan. Dengan adanya RDI, masyarakat dapat menyalurkan aspirasi demi perbaikan kabupaten dan perbaikan bangsa. Dengan begitu, harapan agar masyarakat sejahtera akan mudah tercapai. Kuncinya, jiwa bergotong royong harus terus dilestarikan. “Semua orang paham jika tidak kerja, maka akan sulit memperbaiki nasib. Makanya harus kita yakinkan bahwa tahun ini adalah tahun

kerja untuk memperbaiki keterpurukan bangsa,” pungkasnya. RDI di semua kecamatan di Situbondo diharapkan dapat memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat. Sehingga, nanti masyarakat tidak asal-asalan memilih pemimpin saat pemilu. Masyarakat harus mengetahui integritas pemimpin yang dipilih. Bagaimana dengan Ba nyuwangi? Pendirian RDI Banyuwangi dilakukan sejumlah pendukung fanatik Dahlan Iskan 29 Desember 2013 lalu. Tidak hanya RDI tingkat kabupaten, RDI ting kat kecamatan juga sudah ter bentuk. “RDI 24 kecamatan di Banyuwangi sudah terbentuk tahun lalu,” ungkap Gempur Santoso. Pembentukan RDI tingkat kecamatan dilakukan secara bersamaan dengan RDI ting kat kabupaten. Hanya saja, pembekalan pengurus RDI tingkat kabupaten sudah di lakukan di Surabaya. Pem be kalan pengurus RDI tingkat kecamatan dilakukan 29 Desember 2013 di Banyuwangi. ”RDI dirancang menjadi ru mah masyarakat

untuk bisa menginspirasikan berbagai gagasan,” tegas Gempur. Ke t u a R D I B a n y u w a n g i Agus Sugianto mengatakan, pembentukan RDI di Banyuwangi dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat menjelang pemilu pre siden (pilpres). RDI akan memberikan pencerahan kepada masyarakat agar menjadi pemilih cerdas dalam pilpres. “Kita akan mengedukasi pemilih dalam menentukan pilihan,” katanya. Masyarakat pemilih, kata Agus, sudah waktunya diberi pilihan-pilihan cerdas dalam menentukan hak pilihnya. Demi memudahkan edukasi pilihan cerdas kepada para pemilih, kata Agus, RDI tidak hanya berdiri di tingkat kecamatan tapi juga akan dikembangkan hingga tingkat desa. Saat ini, lanjut Agus, RDI kabupaten dan RDI kecamatan sedang menggodok pembentukan RDI tingkat desa dan kelurahan. “Kita sedang menunggu masuknya nama-nama kepengurusan RDI tingkat desa,” tandas Agus. (rri/afi/c1/aif)

Lahan untuk Makam 30 Hektare n SAMA-SAMA... Sambungan dari Hal 25

Ahli yang didatangkan untuk dimintai pendapatnya itu adalah Ngadiman, 51, dari Balai Pemetaan Konservasi Hutan (BPKH) XI wilayah JawaMadura. “Saya dua kali melakukan pemetaan di wilayah Balai TNAP,” terang Ngadiman di hadapan majelis hakim. Dia menyebut, pertama datang ke wilayah Balai TNAP pada 2010 lalu dan kali kedua pada 2011 hingga 2012 lalu. Selama berada di TNAP, dirinya melakukan pemetaan, di anta ranya di daerah Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. “Kami hanya melakukan rekontruksi pal patok,” jelasnya. Dalam pemetaan itu, dirinya

tidak pernah mengubah pal patok yang sudah ada. Tetapi, jelas dia, dirinya hanya mengganti pal patok lama di tempat yang sama. “Batas TNAP itu sudah ada sejak dulu. Kami hanya melakukan rekonstruksi patok,” ungkapnya. Sementara itu, Wawan, saksi yang dihadirkan jaksa, menyebut selama bertugas di TNAP sejak 1990 hingga 2011 lalu pernah mendampingi petugas pemetaan dalam merekonstruksi patok. “Saat masih bertugas di TNAP, saya pernah ikut memasang patok lagi pada 1996,” cetusnya. Saat memasang patok pada 1996 lalu, Wawan tidak melihat perumahan penduduk. Lahan yang dikuasai warga itu masuk kawasan Balai TNAP. “Warga di

lokasi itu pada 1935 direlokasi Belanda karena ada wabah malaria,” ungkapnya. Sementara itu, saksi me ringankan bernama Khoirul Anam menyebut lahan yang dijadikan tempat garapan warga itu adalah tanah pusaka milik leluhurnya. Di lahan itu ada makam Karso Wono Samudero dan Rekso Wono Samudero. Keduanya kepala desa pertama dan kedua Desa Grajagan. “Luas lahan yang digunakan makam itu 30 hektare,” klaimnya. Anam yang mengaku masih ke turunan kepala Desa Grajagan itu menyebut, lahan di sekitar makam itu dulu milik leluhurnya, termasuk yang ditanami kedua terdakwa. Bahkan, luas lahan pusaka itu hingga wilayah Tegaldlimo. (abi/c1/aif)

Jalankan Amanah Adalah Ibadah n DITUNTUT... Sambungan dari Hal 27

Menjadi pan was merupakan ke sempatan menjadi manusia yang adil di tengah masyarakat. ”Menjalankan amanat adalah ibadah. Kalau ibadah ternodai iming-iming, bisa dosa nanti,” ucapnya. Dia juga mewanti-wanti agar perekrutan anggota PPL dilakukan dengan benar. Kepada para

panitia yang mengadakan perekrutan, dia mewanti-wanti agar memperhatikan kapabilitas dan kualitas calon. Dia menyadari, dalam sebuah perekrutan sering ditemui sistem “bolo dewe”. Oleh karena itu, dia berharap para panwas di kecamatan bertindak sesuai aturan dan mengedepankan akal sehat. “Kalau bisa menjadi orang baik dan mampu memilih yang baik, kenapa harus asal dalam bertindak?” katanya. (mg1/c1/aif)

Kalah Adu Penalti dari Blitar n PSGS... Sambungan dari Hal 28

Adu penalti itu terpaksa dilakukan setelah kedua tim sama kuat sepanjang 90 menit dengan skor 1-1. Namun, kiprah PSGS harus terhenti di babak semifinal. Kali ini, PSGS dipaksa menyerah saat menghadapi Putra Gemilang, Blitar. Kekalahan itu lahir dari adu penalti dengan skor akhir 4-5. Meski demikian, Manajer PSGS Irawan Suyanto

mengaku puas dengan hasil tersebut. Menurut dia, perjuangan anak asuhnya sudah maksimal. ‘’Ini menjadi kebanggaan kita dan Banyuwangi secara umum,” katanya kemarin. Perlu dicatat, persaingan tim-tim sangat ketat. Screening pemain menggunakan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional). Sehingga, tidak ada pemain yang mencuri umur. ‘’Banyak tim-tim yang gugur saat proses screening,” tandasnya. (ton/ c1/als)


36

Jumat 3 Januari 2014

2 Sapi Jantan Digasak Maling SITUBONDO - Pencurian hewan (curwan) sapi kembali terjadi di wilayah hukum Polres Situbondo. Korbannya adalah Arsan, warga Dusun Bukolan RT 1 RW 1, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan. Tidak tanggung-tanggung, kawanan maling menggasak dua sapi jantan sekaligus. Curwan dua sapi jantan tersebut baru diketahui pemiliknya, Arsan, sekitar pukul 03.00 dini hari kemarin (2/1). Saat itu, pria 50 tersebut dibangunkan istrinya, Yati, yang hendak memasak nasi dan akan melaksanakan salat subuh. Begitu Arsan menyempatkan diri memberi pakan dua sapinya, kontan pria itu terkejut karena dua sapi miliknya tidak ada di kandang. Dia pun berteriak maling dan berusaha melakukan pengejaran. Namun, usahanya itu tidak membuahkan hasil dan kawanan pencuri sapi berhasil kabur. NUR HARIRI/RaBa

RATA: Empat rumah warga di Desa Trebungan hangus terbakar dini hari kemarin (2/1).

Listrik Padam, Colok Lilin, Empat Rumah Ludes MLANDINGAN - Kebakaran hebat menghanguskan empat rumah warga di Dusun Karang Tengah, Desa Trebungan, Mlandingan, Situbondo, dini hari kemarin (2/1). Dalam kebakaran itu, seluruh perabotan rumah nyaris tidak ada yang dapat diselamatkan, termasuk satu unit motor. Keempat rumah yang terbakar itu milik empat kepala keluarga yang masih memiliki ikatan saudara. Keempat rumah yang terbakar itu, dua rumah milik Hosniyati, 35, dan Riyan, 35. Kedua rumah itu rata tanah. Dua rumah lain yang juga hangus terbakar adalah milik Misris, 55, Busro, 34. Kedua rumah tersebut terbakar sebagian. Beruntung, kebakaran yang menghanguskan empat rumah tersebut tidak memakan korban jiwa. “Tidak ada korban

jiwa dalam kebakaran itu,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Data yang berhasil dikumpulkan, kebakaran hebat itu berawal dari pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Mlandingan. Karena Khosniyati memiliki anak balita dan butuh penerangan, perempuan yang baru bercerai dengan suaminya itu pun menyalakan lilin di dekat tempat tidur balita perempuannya yang berusia 2 bulan. Namun, lilin yang dijadikan alat penerangan saat listrik padam itu tiba-tiba jatuh ke tempat tidur. Dalam hitungan detik, api membesar dan membakar kasur Khosniyati. Mengetahui hal itu, perempuan tersebut panik dan berusaha keluar rumah. “Saya hanya kepikiran menyelamat-

kan anak saya. Saya sudah teriak-teriak minta tolong, dan api dari lilin bertambah besar,” terang Khosniyati kepada wartawan. Api mengembang dan membakar rumah korban. Api itu juga merambah ke rumah yang berdekatan dengan rumah Khosniyati. Mengetahui ada kebakaran, pemilik empat rumah itu kontan keluar rumah. Kemudian, puluhan warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. “Apinya sangat besar, jadi sulit dipadamkan,” kata warga sekitar. Lantaran lokasi jauh dari kota, bantuan lama datang. Api pun melalap empat rumah tersebut hingga nyaris habis. Satu unit motor dan TV milik Khosniyati juga tak dapat diselamatkan. Beberapa saat kemudian, satu unit kenda-

raan pemadam kebakaran tiba di lokasi. Api baru berhasil dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran itu menyemprotkan air. Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. “Sebelum satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi, puluhan warga memadamkan api dengan alat seadanya,” terang Ipung, salah seorang petugas TRC BPBD Pemkab Situbondo. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi mengatakan, berdasar keterangan saksi di lokasi kejadian, penyebab kebakaran itu diduga kuat lilin. “Dugaan sementara kebakaran dipicu lilin. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan, termasuk menghitung kerugian,” pungkas Wahyudi. (rri/c1/als)

11 PNS Dipecat selama 2013

REFLEKSI 2013

Kekerasan Anak Meningkat SITUBONDO - Meski Situbondo ditetapkan sebagai Kabupaten Layak Anak, tapi kekerasan terhadap anak di bawah umur sepanjang 2013 meningkat drastis. Hal itu terungkap dalam laporan akhir tahun Unit Perlindungan Anak dan Perempuan Polres Situbondo. Dalam jumpa pers yang dipimpin langsung Kapolres AKBP Erthel Stephan itu menyebutkan, selama 2013 jumlah laporan kekerasan terhadap anak mencapai 45 kasus. Jumlah itu meningkat 82 persen dibanding tahun sebelumnya. “Tahun 2012 jumlah laporan kekerasan terhadap anak hanya 8 kasus,” terang AKBP Erthel Stephan. Tidak hanya itu, kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur juga meningkat. DOK. RaBa Pada 2012 Polres Situbondo Erthel Stephan menangani 8 kasus pencabulan. Pada 2013 meningkat menjadi 9 kasus. “Banyak korban yang ayan (epilepsi). Makanya kami terus mencari apa penyebab sebenarnya,” terangnya. Sementara itu, tahun 2012 polres hanya menangani 24 Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Namun, tahun 2013 kasus KDRT meningkat menjadi 63 kasus, atau meningkat sebesar 61 persen. “Kasus KDRT paling banyak disebabkan cemburu dan persoalan ekonomi,” imbuhnya. Kasus tindak pidana umum lain, selama 2013 Polres Situbondo menangani 1.390 kasus. Jumlah itu juga meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 1.130 kasus atau meningkat 23 persen. Menurut Erthel Stepan, pihaknya akan mengevaluasi penyebab meningkatnya sejumlah kasus tersebut, terutama kasus kriminalitas dan kekerasan terhadap anak. “Banyak korban kekerasan anak itu yang ditinggal orang tuanya. Sehingga, mereka sendirian dan seakan tidak dilindungi,” terang Erthel didampingi sejumlah pejabat kepolisian. (rri/c1/als)

SITUBONDO - Meski berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS), jangan sampai bertindak semaunya. Bila tidak, Anda bisa dipecat. Seperti yang dialami beberapa PNS yang melakukan pelanggaran dinas dan pelanggaran hukum selama tahun 2013. S e p a n ja n g t a hu n 2 0 1 3 , sebanyak 17 PNS di lingkungan Pemkab Situbondo mendapat sanksi berat akibat melakukan pelanggaran disiplin. Bahkan, 11 dari 17 PNS tersebut dipecat secara tidak hormat. “Enam PNS dijatuhi sanksi berupa penurunan pangkat dan pembebasan jabatan,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Situbondo, Lutfi Joko Prihatin. Meski begitu, pelanggaran disiplin yang dilakukan PNS di lingkungan Pemkab Situbondo mengalami penurunan jumlah dibandingkan tahun 2012. Pada tahun 2012, ada 22 PNS yang melakukan pelanggaran disiplin dan tahun 2013 menurun menjadi 17 PNS. Lutfi menegaskan, punishment atau hukuman bagi PNS yang nakal itu bertujuan meningkatkan kedisiplinan mereka. “Ini merupakan bagian dari tindakan tegas Pemkab Situbondo kepada PNS yang melanggar,” kata Lutfi. Lutfi menambahkan, 11 PNS

dikenakan hukuman disiplin berat dan diberhentikan secara tidak hormat karena mereka telah melakukan tindak kejahatan dan disanksi ancaman hukuman di atas 4 tahun. Karena itu, mereka diberhentikan. “Sebelas PNS terpaksa disanksi berat berupa pemberhentian tidak hormat. Mereka ada yang golongan II, III, dan golongan IV. Pelanggaran yang dilakukan para PNS itu bervariatif, di antaranya tidak masuk kerja tanpa alasan, nikah siri, kejahatan narkoba, kejahatan korupsi, perceraian tanpa izin, dan terbukti menjadi calo PNS,” beber Lutfi. Selain pemberian sanksi berat, juga ada beberapa PNS yang mendapat sanksi sedang dan ringan. Sanksi sedang dan ringan tidak lebih dari jumlah PNS yang mendapat sanksi berat. “Yang disanksi sedang ada satu orang. Hukumannya penurunan pangkat 1 tahun. Saat ini ada 5 PNS yang masih dalam proses,” terangnya. K h u s u s p a ra P N S y a n g mendapat sanksi ringan, mereka hanya mendapat hukuman berupa teguran lisan dan surat pernyataan tidak puas dari pimpinan masingmasing. Sanksi ringan diberikan kepada mereka yang biasa tidak mengikuti apel atau upacara dan yang sering terlambat.(rri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

TINGGAL KANDANG: Beberapa warga melihat kandang sapi milik Arsan di Desa Paowan pagi kemarin (2/1).

“Saya tidur jam sembilan malam. Biasanya setiap jam saya bangun, tapi ini tidak. Setelah saya dibangunkan istri jam tiga subuh, saya hendak memberi pakan, ternyata sapinya sudah tidak ada,” terang Arsan saat dikerumuni tetangganya di dekat kandang sapi

sebelah kanan rumahnya. Kabar hilangnya dua sapi jantan milik petani itu langsung menyebar luas di desa setempat. Beberapa saat kemudian, petugas Polsek Panarukan tiba di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. (rri/c1/als)


Radar Banyuwangi | 3 Januari 2014