Issuu on Google+

RABU 2 OKTOBER

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Menjual Banyuwangi Beach Jazz Festival Oleh A. CHOLIQ BAYA

PERHELATAN akbar Banyuwangi Jazz Festival yang pernah sukses di tahun awal penyelenggaraan, yakni 2012 lalu, tahun ini akan digelar kembali. Tepatnya pada November mendatang dengan tajuk Banyuwangi Beach Jazz Festival (BBJF). Sesuai branding-nya, perhelatan musik dengan penggemar rata-rata kelas menengah atas itu bakal digelar di pantai, yaitu Pantai Boom atau THR, sisi

barat Selat Bali. Meski baru digelar 16 November mendatang, tapi sudah banyak warga yang menanyakannya. Terutama terkait merebaknya kabar bahwa pertunjukan jazz tersebut nanti bakal dikarciskan alias harus bayar. Mengingat, festival jazz tahun lalu, meski tidak dikarciskan alias gratis, ternyata ada pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan dengan menjual

undangan demi mengeruk keuntungan pribadi. Pertanyaan atau keingintahuan masyarakat terhadap penampilan para musisi jazz dari ibu kota itu cukup wajar. Apalagi, hingga kini belum ada info resmi yang dirilis di media massa oleh panitia maupun Pemkab Banyuwangi selaku pihak penyelenggara. Termasuk, wartawan koran ini yang ngepos di Pemkab Banyuwangi ketika saya tanya

terkait kebenaran untuk menonton BBJF harus bayar juga belum tahu. Sekitar dua minggu lalu saya pernah menanyakan masalah ini ke Panitia Banyuwangi Festival, Khoirul Ustadi, tapi jawabannya masih mengambang. Katanya, ketentuan penonton harus membeli tiket masih dalam pembahasan karena masih menunggu kucuran dana dari sponsor n  Baca Menjual...Hal 35

Pegawai Pengadilan Bawa SS BANYUWANGI - Satuan Reserse Narkoba (Sat reskoba) Polres Banyuwangi kembali mendapat tangkapan besar. Kali ini petugas mengamankan dua tersangka pemakai dan pengedar sabu-sabu (SS), yakni Suhaili, 54, dan Bambang Untoro, 49. Keduanya berhasil ditangkap di tempat terpisah Senin lalu (30/9). Suhaili yang tinggal di Jalan Jagung Suprapto, Kelurahan Pe nganjuran, Banyuwangi, itu berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Dari

tangan Suhaili, polisi berhasil menyita satu paket hemat (pahe) sabu seberat 0,13 gram. Barang itu ditemukan oleh polisi di salah satu saku celananya. “Tersangka mendapatkan barang itu dari Bambang Untoro,” terang Kasatreskoba AKP Watiyo. Dari Bambang Untoto yang tinggal di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, itu polisi menemukan bukti berupa satu paket sabu dengan be rat kotor 13,74 gram atau berat bersih 12,95 gram n  Baca Pegawai...Hal 35

Kronologi

2

Setelah positif membeli, polisi menggerebek rumah Suhaili. Ditemukan SS 0,13 gram di sakunya.

GALIH COKRO/RaBa

SIDANG: Anggota DPRD Banyuwangi, Totok Sugiarto, di PN Banyuwangi kemarin.

Suhaili mengaku membeli dari Bambang Untoro. Polisi langsung menangkap Bambang dan menggeledah rumahnya.

Totok Berharap Dihukum Ringan

3 1

Polisi menerima info, Suhaili akan membeli SS.

Ditemukan SS 13,74 gram, peralatan nyabu,alat timbang, klip plastik, aluminium foil. GALIH COKRO/RaBa GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

PANCASILA SAKTI

GALOIH COKRO/RaBa

TNI: Peserta upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lapangan Taman Blambangan, Banyuwangi, kemarin.

Hari Ini Apel Relawan Nasional BANYUWANGI - Ribuan relawan dari seluruh Indonesia akan berkumpul di Banyuwangi. Mereka akan mengikuti apel relawan nasional di lapangan olahraga GOR Tawang Alun, Banyuwangi, sekitar pukul 07.00 hari ini (2/10). Dalam menyongsong apel besar tersebut, segala persiapan terus dimatangkan. Para peserta dari relawan sudah berdatangan ke GOR Tawang Alun sejak kemarin (1/10). Proses registrasi dimulai pukul 14.00 hingga 21.00 tadi malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi juga sudah menyebar undangan kepada para relawan agar ikut dalam apel yang akan dilaksanakan mulai 2 hingga 5 Oktober itu. Beberapa relawan lintas organisasi asal Bumi Blamba-

ngan diminta ikut ambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Relawan dari beberapa unsur itu meliputi organisasi kemahasiswaan, umum, SAR, pencinta alam, kalangan media, dan unsur lain seperti lintas agama dan organisasi kepemudaan. Sampai tadi malam, proses registrasi terus berlangsung. Namun, belum diketahui secara pasti berapa yang terdaftar ikut serta dalam apel tersebut. Sebab, proses pendaftaran belum selesai. Sementara itu, sejumlah fasilitas sudah mulai dipasang kemarin. Beberapa sarana pendukung juga sudah tiba di lokasi. Sejumlah tenda sudah terpasang di lapangan olahraga tempat acara itu berlangsung. (ton/c1/bay)

BANYUWANGI - Upacara Kesaktian Pancasila 1 Oktober 1965 kemarin (1/10) dipe ringati dalam upacara bendera secara sederhana di Taman Blambangan. Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko. Sedianya, Bupati Abdullah Azwar Anas akan menjadi Irup. Namun, karena ada acara yang tidak bisa diwakilkan di Jakarta, maka Irup diserahkan kepada Wabup Yusuf. Pada kesempatan itu, hadir Dandim 0825 Letkol Muslimin Fasyah, Danlanal Letkol Edi Eka Susanto, dan Wakapolres Kompol Agus Widodo. Peringatan kesaktian Pancasila itu ditandai dengan pembacaan teks oleh Wabup Yusuf. (afi/c1/bay)

BIROKRASI

JAKARTA - Sekretariat Nasional (Seknas) Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) merilis 10 kabupaten terbaik dalam keterbukaan informasi anggaran. Dari 10 daerah terbaik itu, Banyuwangi berada di posisi terbaik kedua dengan indeks keterbukaan 43,53 persen. Peringkat pertama ditempati Kabupaten Kebumen, Jateng, dengan indeks 48,25 persen. Sementara itu, terbaik ketiga ditempati Pemkab Lumajang dengan indeks 42,76 persen n  Baca BWI Terbaik...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

SIAP-SIAP: Bermacam peralatan penanggulangan bencana diturunkan dari kendaraan di lapangan GOR Tawang Alun, Banyuwangi, sore kemarin.

AGUS BAIHAQI/RaBa

BAGASI: Koper milik para CJH disimpan di aula kantor Kemenag Banyuwangi kemarin.

Hampir Semua Koper Terkumpul BANYUWANGI - Ratusan koper milik para calon jamaah haji (CJH) mulai dikirim ke kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi kemarin (1/10). Tas besar berisi peralatan haji yang akan dibawa ke Makkah itu sementara disimpan di aula Kemenag. Dari 793 CJH yang akan berangkat dari Banyuwangi, tampaknya masih belum semua mengirimkan koper. Namun demikian, seharian kemarin, para CJH yang berasal dari 24 kecamatan di Kota Gandrung terlihat berdatangan. “Untuk pengembalian koper, kita beri waktu dua hari,” kata kepala seksi (Kasi) Urusan Haji Kemenag Banyuwangi, H. Mukhlis. Demi kelancaran pemberangkatan CJH, terang dia, para calon haji diminta mengembalikan kopernya pada Selasa (1/10) dan Rabu (2/10). Semua koper akan dipilah berdasar kelompok terbang (kloter). “CJH Banyuwangi masuk kloter 53 dan 54,” ujarnya n  Baca Hampir...Hal 35

Melihat Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Banyuwangi

Anak Berkebutuhan Khusus Merangkai Puzzle Pancasila Momentum Hari Kesaktian Pancasila diperingati dengan cara berbeda oleh siswa-siswi PAUD Cerdas Banyuwangi. Guna memupuk rasa persatuan, siswa PAUD Inklusif tersebut diminta menyusun puzzle Garuda Pancasila secara berkelompok. SIGIT HARIYADI, Banyuwangi RATUSAN bocah berkerumun di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sayuwiwit, di depan kompleks Taman Ma kam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria, Banyuwangi, Senin pagi kemarin (1/10). Mereka begitu ceria

http://www.radarbanyuwangi.co.id

 Baca Totok...Hal 35

NARKOBA: Suhaili dan Bambang Untoro di Polres Banyuwangi kemarin.

Sederhana tapi Khidmat

BWI Terbaik Kedua Keterbukaan Anggaran

SEMENTARA itu, sidang kasus narkoba dengan terdakwa anggota DPRD Banyuwangi, Totok Sugiharto, 43, kembali digelar di pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (1/10). Agenda sidang tersebut adalah tanggapan atas tuntutan jaksa. Tanggapan atas tuntutan jaksa itu disampaikan Sri Wuryanti SH selaku penasihat hukum terdakwa Totok n

n Dispendik Bantu PAUD Inklusif

BWI peringkat kedua terbaik keterbukaan informasi anggaran Buka-bukaan pun bisa berbuah prestasi

Baca Halaman 26

menikmati rindang dan sejuknya suasana di lokasi yang banyak ditumbuhi kelapa sawit tersebut. Sejurus kemudian, bocah-bocah tersebut berbaris. Salah satu siswi didaulat memimpin rekan-rekannya berdoa untuk para pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) n

Ganggu belajar SD, camat stop proyek pengurukan Nanti dilanjutkan lagi saat liburan sekolah

 Baca Anak...Hal 35

KERJA SAMA: Vika, salah satu siswa berkebutuhan khusus, merangkai puzzle Garuda Pancasila bersama teman-temannya di RTH Sayuwiwit, Banyuwangi, kemarin.

SIGIT HARIYADI/RaBa

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


27

Rabu 2 Oktober 2013

ADA APA LAGI

Sabung Ayam Wadung Dolah Diobrak Polisi

Sehari Temukan Dua Mayat ROGOJAMPI - Ketenangan warga Dusun Pecemengan, Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, terusik gara-gara penemuan mayat tanpa identitas. Mayat berkelamin laki-laki tersebut ditemukan di sekitar Pantai Pecemengan kemarin malam. Kapolsek Rogojampi Kompol Bagio SP mengatakan, mayat tersebut kali pertama ditemukan oleh Saiful, 38, salah seorang karyawan pabrik pembuatan kapal, PT. Fiberglass. Saat ditemukan, mayat tersebut dalam keadaan tidak mengenakan busana. Mayat tersebut sulit dikenali lantaran sudah membusuk dan sekujur tubuhnya bengkak serta mengeluarkan bau tidak sedap. ”Jenis kelaminnya laki-laki. Mungkin sudah meninggal lima hari lalu,” kata Bagio. Hingga kini polisi masih belum bisa mengidentifikasi jenazah tersebut. Senin malam (30/9) mayat tersebut langsung dibawa ke kamar Mayat RSUD Blambangan. Penemuan mayat juga menggegerkan warga yang tinggal di tepi sungai Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Malam itu, warga menemukan mayat laki-laki yang terseret arus sungai. Belakangan diketahui, mayat laki-laki tersebut bernama Agus Sujiono, 34, warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Malam itu Agus diduga terpeleset di sungai saat buang air besar, lalu jatuh ke sungai dan meninggal dunia. “Mayatnya ditemukan warga setempat yang kebetulan berada di sungai,” kata Kapolsek Genteng Kompol Riamun. Kemarin pagi mayat Agus dimakamkan di pemakaman umum setempat. (azi/c1/aif)

ABDUL AZIZ/RABA

TERTANGKAP TANGAN: Keempat tersangka judi sabung ayam diamankan di Mapolsek Genteng kemarin.

GENTENG - Arena judi sabung ayam di Dusun Wadung Dolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, digerebek aparat kepolisian setempat kemarin sore. Empat dari belasan pejudi berhasil ditangkap. Mereka adalah Sumawi, 40, warga Dusun Wadung Pal, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore; Sumarno, 34, dan Suwandi, 38 (keduanya warga Dusun Wadung Dolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng). Seorang lagi bernama Muhammad Ubaidillah, 40, warga Pasuruan yang kini tinggal di Dusun Wadung Dolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng. Selain menangkap keempat tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa seekor ayam jago, tiga unit sepeda motor, 15 pasang sandal, dan uang Rp 1.155.000. Kapolsek Genteng Kompol Riamun mengatakan, penggerebekan arena judi sabung ayam tersebut dilakukan secara spontan karena informasi yang diberikan warga sangat mendadak. (azi/c1/aif )

Tiga Pemancing Disapu Ombak Satu Selamat, Dua Dinyatakan Hilang

ABDUL AZIZ/RaBa

TAK DIKENAL: Mayat yang ditemukan di Pantai Pecemengan saat dievakuasi mobil ambulans.

PURWOHARJO - Ganasnya ombak laut di Pantai Ndogong, Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, makan korban. Tiga orang yang asyik memancing mendadak digulung ombak setinggi tiga meter. Sekadar tahu, Pantai Ndogong berjarak enam kilometer arah selatan dari Wanawisata Grajagan. Sepekan terakhir, ombak di kawasan tersebut cukup membahayakan nelayan dan pemancing. Ketinggian ombak mencapai tiga meter. Diperoleh keterangan, seorang pemanc-

ing ikan yang selamat adalah Wawan Wicaksono, 23, warga Dusun Tegalrejo, RT 01/RW 02, Desa Tugurejo, Kecamatan Tegalsari. Dua lainnya adalah Muklis, 22, warga Dusun/Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, dan Sumitro, 35, warga Dusun Bangosere, Desa/Kecamatan Bangorejo. Pagi itu, ketiganya memancing ikan di tepi pantai. Saat itu ombak laut rendah dan tidak membahayakan, sehingga mereka memancing dengan tenang. Di luar dugaan, mendadak ombak datang begitu cepat dan tingginya mencapai tiga

meter. Ombak itu menghantam tebing lalu menyeret tiga pemancing tersebut. Beruntung, satu di antaranya, yaitu Wawan, tidak sampai terbawa arus balik. Pria berusia 23 tahun itu selamat dari maut. Dua lainnya terseret arus balik. Sampai petang kemarin keberadaan Muklis dan Sumitro masih belum jelas. Kapolsek Purwoharjo AKP Tri Joko membenarkan adanya tiga pemancing disapu ombak itu. Dia mengaku menerima kabar tersebut dari warga. “Kami terima laporan warga jam tujuh pagi,” tuturnya.

Usai menerima laporan tersebut, kapolsek dan beberapa anggotanya langsung berkoordinasi dengan Kapolsek Siliragung AKP Bakin. Sebab, lokasi tempat kejadian perkara berbatasan dengan wilayah Kecamatan Siliragung. Selain itu, polisi juga melakukan patroli bersama TNI Angkatan Laut. ”Berhubung ombaknya terlalu besar, patroli tidak maksimal,” ujarnya. Sampai tadi malam polisi masih siaga di pantai. Mereka juga minta bantuan para nelayan yang sedang melaut agar ikut mencari kedua korban yang belum ditemukan itu. “Kalau sampai besok belum ditemukan, kita minta bantuan SAR,” tandasnya. (azi/c1/aif)


HEALTH

28

Rabu 2 Oktober 2013

Sehat Dimulai dari Kita

Kurangi Penggunaan Sabun Pada Miss V MISS V merupakan bagian wanita yang paling sensitif. Mudahnya terinfeksi jamur mengakibatkan wanita memberikan perhatian khusus pada daerah kewanitaannya itu. Tidak jarang, sabun merupakan pilihan untuk menjaga kebersihan Miss V. Bahkan sabun yang bukan merupakan sabun khusus pembersih vagina pun digunakan. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa Miss V sudah mempunyai pelindung alami dan memiliki pH normal berkisar antara 3,8-4,2. pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan, dan vagina memiliki pH yang asam, dengan kadar keasaman tersebut pada daerah vagina akan meningkatkan perkembangbiakan bakteri baik, dan penggunaan sabun sebagai pembersih vagina secara rutin dapat merusak pelindung alami vagina,

yaitu dengan mengubah kestabilan asam basa pada daerah kewanitaan. Jika pH kurang dari 3,8 maka dapat mengakibatkan infeksi jamur, dan jika lebih dari 4,2 dapat mengakibatkan infeksi bakteri. Sabun pembersih vagina dengan kandungan sirih yang banyak beredar di pasaran bersifat alkalis atau basa dan tidak baik bila digunakan secara rutin karena dapat menimbulkan keputihan yang tidak normal. Seperti yang diketahui, keputihan ada yang bersifat fisiologis atau normal, dan keputihan yang patologis atau tidak normal. Keputihan yang normal adalah keputihan yang bersifat encer tidak kental, tidak berwarna, tidak berbau dan dipengaruhi oleh kadar hormon. Sehingga jumlahnya akan meningkat pada pertengahan siklus haid. Sedangkan keputihan yang tidak normal adalah keputihan yang diakibatkan oleh infeksi jamur dimana keputihan bersifat

panas pada vagina, keputihan banyak seperti cream atau cair seperti susu pecah dan keputihan juga dapat diakibatkan oleh bakteri dengan gejala berupa keputihan yang berbau amis, cairan banyak dan dapat berwarna kehijauan dan berbusa. Penggunaan obat antiseptik pada vagina (iodine, povidon, sirih) memang dapat membunuh bakteri dan jamur yang terdapat pada vagina. Namun, bukan hanya bakteri yang bersifat patogen yang dimusnahkan, tetapi juga dapat membunuh bakteri baik seperti Lactobacillus. Lactobacillus adalah bakteri probiotik yang bertugas menghasilkan asam laktat dan menjaga kestabilan alami pH vagina. Sebenarnya Miss.V cukup dapat dibersihkan dengan air yang bersih. Tetapi beberapa dokter kini juga merekomendasikan penggunaan ekstrak susu berupa larutan asam laktat dan laktoserum yang kini banyak beredar di pasaran

Faida Bedah Buku Bukan Perawat Biasa

dr. Ni Komang Sri Wersita Dewi

yang dikenal dengan nama Lactacyd. Lactacyd menyediakan makanan bagi bakteri baik dan memberikan suasana kondusif bagi Lactobacillus. Sehingga dapat menjaga kestabilan pH vagina. Menjaga kebersihan dan kondisi Miss V tidak hanya dengan cara membersihkan dengan sabun pembersih kewanitaan seperti yang

Seminar di RSI Fatimah

RSAH FOR RaBa

juga diulas panjang lebar tentang membangun body, mind, dan soul perawat. Sekaligus dipaparkan tentang karier perawat Indonesia yang telah mampu bersaing di dunia internasional. “Ini menunjukkan perawat Indonesia memiliki kemampuan yang tidak kalah dibanding perawat luar negeri,” papar dr Faida. Menurut Faida yang juga Direktur RS Bina Sehat Jember ini, RS Al Huda Genteng dan RS Bina Sehat Jember telah memberangkatkan sebanyak 146 tenaga perawat bersertifikat internasional ke beberapa negara selama kurun waktu tahun 2007-2013. Perawat tersebut diberangkatkan ke luar negeri dengan bekerja ke Arab Saudi, Kuwait, serta Dubai. Dalam kesempatan tersebut,

RS Al Huda Genteng (RSAH) dan Stikes Ngudia Husada Madura (NHM) melakukan penandatangan MoU (Memorandum of Understanding). Kerjasama yang ditandatangani kali ini tentang kerjasama rekruitmen alumni NHM sebagai calon karyawan RS Al Huda Genteng dan RS Bina Sehat Jember. Penandatangan MoU dilakukan antara CEO RS Al Huda Genteng dr. Faida MMR dan Ketua yayasan Stikes NHM Mustofa Haris SKp. M.Kes. Faida berharap, penandatanganan kesepakatan ini dapat menjadi jembatan yang memberikan peluang seluasluasnya bagi semua alumni NHM untuk mendapatkan tempat kerja selepas menjalankan studi dan lulus dari NHM Bangkalan.

BANYUWANGI

Sementara itu, Mustofa Haris menyampaikan, dengan kerjasama yang dibangun antara NHM Bangkalan dengan RS Al Huda Genteng ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi alumni untuk memberikan peluang kerja dengan memanfaatkan ilmu yang didapat selama mencari ilmu di NHM untuk kemaslahatan umat. Salah satunya bisa bekerja ke luar negeri sebagai perawat Indonesia berstandar internasional. “Ini yang ingin kita capai dalam kerjasama antara NHM Bangkalan dengan RS Al Huda Genteng Banyuwangi. Banyak peluang kerja yang dapat diraih perawat Indonesia. Salah satunya menjadi perawat di dunia internasional,” jelasnya. (*/als)

BANYUWANGI

celana dalam yang jarang diganti dapat digunakan oleh jamur sebagai media berkembangbiak. Minimal celana dalam diganti dua kali sehari. 5. Bersihkan Miss V dengan tissue setelah buang air kecil agar celana dalam tidak basah, karena dapat menjadi media perkembangbiakan jamur dan bakteri yang mengakibatkan keputihan. 6. Kurangi kebiasaan menggunakan celana ketat, karena dapat mengakibatkan daerah kewanitaan lembab. Daerah yang lembab adalah tempat yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme pathogen atau bakteri jahat. 7. Gunakan celana dalam yang menyerap keringat seperti katun, agar tidak mempermudah mikroorganisme jahat menempel pada Miss.V. (*) *) Dokter Internship di Puskesmas Sempu

Kupas Tuntas Pascapersalinan

BANGUN KERJASAMA: Penandatangan MoU dilakukan antara Chief Executive Officer (CEO) RS Al Huda Genteng Banyuwangi dr. Faida, MMR dan Ketua yayasan STIKES Ngudia Husada Madura (NHM), Mustofa Haris SKp. M.Kes.

n RS Al Huda-Stikes Madura Jalin Kerjasama GENTENG - Buku tulisan Chief Executive Officer (CEO) Rumah Sakit Al Huda (RSAH) Genteng Banyuwangi dr Faida berjudul Bukan Perawat Biasa telah menjadi magnet dan daya tarik tersendiri bagi Stikes Ngudia Husada Madura (NHM). Buku berisi perjuangan perawat menjadi perawat bertaraf internasional tersebut, dibedah secara khusus dengan mendatangkan langsung dr Faida dalam forum seminar yang dihadiri ratusan perawat di Bangkalan, Sabtu (28/9) lalu. Tujuan seminar ini adalah memberi motivasi kepada seluruh peserta baik itu karyawan, alumni, maupun mahasiswa NHM Bangkalan Madura, agar dapat memahami arti penting perawat serta peluang dan tantangannya di masa datang. Seminar ini diikuti ratusan peserta yang terdiri atas undangan, dosen, alumni, serta mahasiswa NHM Bangkalan. Menariknya, dalam seminar ini

OLEH:

banyak dipikirkan, tapi ada beberapa cara perawatan yang perlu diperhatikan sehari-hari, seperti: 1. Gunakan air bersih untuk membersihkan Miss V sehari-hari tanpa perlu menambahkan sabun pembersih vagina jika Miss.V tidak mengalami keluhan. Jika Miss V mengalami keputihan yang tidak normal gunakan Lactacyd dua kali sehari selama dua minggu. 2. Saat membersihkan Miss V siram air dari depan ke belakang agar bakteri yang berasal dari dubur/anus tidak masuk ke dalam Miss.V 3. Bagi wanita yang sudah menikah, sebaiknya Miss.V dibersihkan dengan air bersih setelah berhubungan seksual dengan suami. Karena sperma dapat mengganggu kestabilan asam-basa. Membersihkan Miss V cukup dengan air bersih tanpa menambahkan pewangi. 4. Hentikan kebiasaan yang malas mengganti celana dalam. Karena

BANYUWANGI - Menjelang hari jadinya ke-25 tahun, Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah Banyuwangi menggelar seminar dan workshop pada Sabtu dan Minggu (5-6/10) mendatang. Acara itu akan membahas obsgin dan penanganan perdarahan pascapersalinan. Seminar yang menurut rencana digelar di Aula RSI Fatimah Jl. Raya Jember 25 Banyuwangi itu lebih dikususkan kepada bidan, mahasiswa kebidanan, dokter umum, maupun dokter spesialis kandungan. Menurut panitia pelaksana, dr Selamet Widodo SPOg, di hari pertama, Sabtu (5/10 mendatang akan disampaikan secara teori mulai profil angka kematian ibu hami karena mengalami perdarahan pada proses persalinan. Kemudian, teori penanganan pertama pada perdarahan pascapersalinan. Berdasarkan deklarasai Millenium Development Goals (MDGs), pada salah satu butirnya adalah meningkatkan kesehatan ibu, termasuk mengurangi dua

BANYUWANGI

pertiga rasio kematian ibu dalam proses persalinan. Program tersebut ditargetkan berlangsung hingga 2015 mendatang. Sedangkan hari kedua (6/10), kata dr. Selamet, peserta dibatasi hanya untuk 60 orang saja. “Padahal, peserta seminar yang sudadh mendaftar sampai dengan 200 orang,” ujar Widodo. Workshop dilatih langsung oleh dr Risanto Siswosudarmo SPOg yang menjabat kepala staf divisi Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada/RSUP dr Sardjito Jogjakarta. Dia akan mempraktikkan penanganan persalinan, pencegahan perdarahan, hingga penanganan awal perdarahan pasca salin. “Dibatasinya peserta, agar narasumber bisa langsung berinteraksi dengan peserta dan lebih efesian,” lanjut Widodo. Diharapkan, dari seminar dan workshop ini, para peserta yang terdiri dari mahasiswa kebidanan, bidan, dokter umum, dan dokter spesialis kandungan, bisa merefresh kembali ilmu yang telah didapat. Bahkan diharapkan juga ada ilmu-ilmu baru di acara tersebut. (*/als)

BANYUWANGI

SITUBONDO

SITUBONDO

BANYUWANGI

• Visa/Master Card •

• Jl. Lingkar Ketapang •

• Rumah & Tanah •

• Oper Kredit Rumah •

• Prima Mobil •

• Open Indent Avanza •

• Grand Livina ‘08 •

Djl tnh 2530 M2 Jl. Lingkar Ketapang Bwi, blh diambil sbgian. H. 082141046676

Jual Rmh L 1485M2 Dpn Bank Rani-Rgj dan Tnh L 9600m2 Kebalen, L 23500m2 Pancoran,L 1150m2 Mendut, L 5000m2 Meneng, L 10650m2 Utara Meneng, L 7000m2 Dpn SG Hub 081703130988

JualrmhoperkreditPerumMendutHijauBlokHNo.2Bwi LT146m2,LB36m2sdhadatmbahannyH:081234948529

PU T120SS, PU G.max, PUL300,PU futura, Xenia'06'011, Avanza '06'08'09, Espass'95'96'07, stw Futura'03, Kjg Krista'03, Inova dsl'08'12, Inova bnsn'08, Spark, Grandis'09, Merzy ne320'96, Escudo'98,Rush'08.H.0333-411655hp0811301676

OpenIndentAvanzaDPmin/prsaman&cpt/krdbs 5th/%ringan.Toni081336236483/081938221499

Djl Nissan Grand Livina XV/AT 2008 mulus, trwat, 145Jt, Nego Hub. 085258568953

Tarik Tunai & Pelunasan Visa/Master Card 0856 4529 7777 Situbondo

BANYUWANGI BANYUWANGI

• Rumah untuk Ruko •

• STNK •

Djl rumh utk Ruko SHM L365m2 PLN 1300 Jl. PB.Sudirman. H:081336596124 Hrg Nego

• Yaris Type E •

• Innova ‘04 •

DjlYaris tpe E Manual mrah, 135 jt ngo cash&/ crdt, tkar tmbh 082142194111/081335897888

Mobil Anda belum laku? Hubungi: 0333-412224

Djl Innova 2004 G Solar Silver,170 jt ngo csh &krdt tkr tbh 082142194111/081335897888

• Hyundai Trajet ‘04 •

• Suzuki Karimun ‘05 •

Dijual Hyundai Trajet G8 MT tahun 2004 abu-abu metalik, harga 88,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Suzuki R-Karimun SL 410 tahun 2005 hitam, harga 92,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Toyota Avanza ‘12 •

• Suzuki Katana ‘95 •

• Daihatsu Terios ‘07 •

Dijual Toyota Avanza 1.3E MT All New tahun 2012, merah metalik, harga 146,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Suzuki Katana SC 2WD (jeep) tahun 1995 hijau metalik, harga 46,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700 RG TS tahun 2007 hitam metalik, harga 136,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

HlgSTNKP5153WJ,an.Fatchurrohman,Sumber Kembang Barat 05/01 Karangmulyo,Tegalsari Hlg STNKB P 6093 ZJ, an. Hermanto, Perum Kalipuro Asri RT 06/01, Kalipuro Hlg STNK P 2298 WP, an. Latip, Lingk Cungking RT 03/03 Mojopanggung, Giri Hlg STNK P 6668 ZJ, an. Anida, Dsn Selogiri RT 02/01 Ketapang,Kalipuro Hlg STNK P 4672 ZH, an. Rama Genanda F. Selogiri RT 02/01 Ketapang, Kalipuro Hlg STNK P 4559 XO, an. Sapuan Dsn Krajan RT 01/II Ds Temuasri Kec Sempu

• BPKB • Hlg BPKB P 637 ZQ, an. Moch Afif Jauhari Syafaat, Blok Agung 04/02 Tegalsari, Bwi

SITUBONDO • BPKB • Hlg BPKB No A 3574111 J an Ahmad Taufik Jl Seroja 51 B, Situbondo

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

BANYUWANGI • Salesman & Supir • Ada bth bbrp salesman, supir utk perusahaan distribusi nasional di Bali diberikan gaji Rp. 1,4 jt & tmpt tinggl (mess) grts Hub Jl. Pulau Seribu No 4 Tabanan, Bali Telp 0361-9312557/081338415757

• Salesman • Dcr Salesman utk Bata Ringan diutamakn mmpunyai kendaraan Hub 0811352183

• Admin & Cashier • Pss:Workshop&waranty Admin, Wnta, max. 27 thn, min. SMA/SMK sdrjt. Cashier, Wnta, max. 27th, min D3 Akuntansi. Krm ke PT.Wahana Wirawan Indomobil Nissan Bwangi, Jl. S. Parman 147 Sumberrejo Bwi


33

Rabu 2 Oktober 2013

TAMAN KOTA

Sempat Diisukan Mandek, DPRD Cek Stadion JSG

NIKLAAS ANDRIES / RaBa

TIDAK STANDAR: RTH di Desa Blambangan Kecamatan Muncar dalam tahap pengerjaan.

Stadion Blambangan Jadi RTH MUNCAR - Alih fungsi stadion menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) menyentuh Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Proyek yang didanai APBD 2013 itu kini dalam tahap pengerjaan. Itu terlihat dengan ratanya dinding depan Stadion Blambangan tersebut. Beberapa pekerja tampak tengah membuat fondasi. Material proyek sudah siap untuk menyulap lapangan sepak bola tersebut menjadi RTH baru. Perubahan stadion menjadi RTH tersebut sekaligus melengkapi lapangan bola lain yang juga berubah fungsi menjadi taman, di antaranya Stadion Maron di Genteng. Menyikapi hal itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Blambangan, Joko Purnomo, menyatakan pada dasarnya dirinya tidak mempermasalahkan perubahan lahan tersebut menjadi RTH. Hanya saja, faktor historis lapangan itu yang perlu diperhatikan. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi, Arief Setiawan, mengakui bahwa panjang lapangan sepak bola tersebut dikurangi 15 meter. Sejak awal, lapangan tersebut memang tidak standar. ”RTH yang kita bangun bukan hanya untuk lapangan bola. Kita juga menyediakan fasilitas olahraga lain,’’ kata Arief. Terkait surat dari LPMD, pihaknya tidak bisa memberikan jawaban. Yang pasti, lanjut Arief, warga tidak boleh minta disediakan sedikit lahan untuk lapangan sepak bola. ”Tidak bisa begitu. Meski kita bangun RTH, lapangan tersebut masih memungkinan digunakan latihan sepak bola. Kalau untuk turnamen, memang tidak bisa,’’ tandas Arief. (nic/afi/c1/aif)

SENGKETA LAHAN

Papan Milik Pemkab Hilang GLENMORE - Konflik perebutan lahan seluas 2,5 hektare di Dusun Krajan, Dea Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, antara Budino dan Pemkab Banyuwangi tampaknya masih terus berlanjut. Setelah papan nama milik Budiyono dicabut orang tak dikenal, kini giliran papan milik Pemkab Banyuwangi yang raib. Bila dilihat dari sisa besi yang ada, papan nama tersebut tampaknya sengaja dipotong orang. Saat ini lahan sengketa tersebut tanpa papan nama. Kepala Desa Tegalharjo, Afifah Zein, membenarkan bahwa papan nama di lahan konflik tersebut sudah tak ada. “Papannya tidak hilang, tapi kita amankan,” kata Afifah kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Beberapa hari lalu dirinya menemukan papan nama tersebut dalam keadaan roboh. Tiang besi papan tersebut putus seperti digergaji. Hanya saja, dia belum bisa memastikan apakah tiang papan nama tersebut putus karena disengaja orang tertentu ataukah tidak. Sebab, saat dia menemukan papan nama tersebut, kondisi lahan tersebut seperti baru saja dibajak. “Mungkin saja terkena mesin bajak atau bagaimana, saya nggak tahu persis. Yang jelas, papannya sekarang kita amankan,” ujarnya. Afifah menyebutkan, tahun ini lahan yang berada di selatan jalan raya Jember tersebut bakal diberi pagar oleh Pemkab Banyuwangi. (azi/c1/aif)

JEMBER – Pembangunan proyek Jember Sport Garden (JSG) sempat diisukan mandek. Karena itu, kalangan DPRD Jember kemarin (1/10) mengecek langsung JSC di lapangan. Hasilnya, pembangunan proyek bernilai Rp 200 miliar itu masih berjalan. Sempat beredar rumor pembangunan JSC mandek karena kontraktor kehabisan bahan bangunan. “Kami mendengar katanya pengerjaan kok mandek. Padahal, ini kan deadline-nya sudah mepet. Makanya kami ingin tahu,” ujar Ayub Junaidi, ketua Komisi D DPRD Jember, yang datang ke lokasi JSG. Dengan turun ke lapangan, kata dia, dewan bisa mengetahui langsung perkembangan pembangunan JSG.

“Kami tidak ingin masyarakat resah dengan kabar mandeknya pembangunan JSG. Apalagi proyek ini dibangun dengan menggunakan anggaran dari rakyat,” tegasnya. Tetapi, dewan menyaksikan bahwa pembangunan proyek terus berjalan. Puluhan pekerja yang tengah sibuk melakukan  pengerjaan, terutama di bagian tribun barat dan timur. Mereka menggarap tribun penonton yang rencananya akan diberi penutup. Bahkan, di sejumlah titik tinggal tahap finishing. “Kalau lihat di lapangan, pengerjaanya sepertinya sudah 65 persen,” kata Ayub. Apalagi, kata dia, rumput stadion sudah terpasang di lapangan. Karena itu, mandeknya pembangunan JSG romor

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

A Choliq Baya A Suyono Abdullah Azwar Anas Drs, Achmad Dasuki Achmad Musta’in Achmad Sauqi Achmad Wahyudi, SH Agung Setio Wibowo Drs. Agus Achmadi Andi Mulyo Dr. Andriani Anie Indriastuti, SE Anton Sunartono Ari Pangesti Arvy Rizaldy, SE Bambang Prasetyo P Dr. Bintari Wuryaningsih Dadang Wigiarto Danny Farda M Diva Rosa Dodik Iwa Kusuma Eko Susilo Nur Hidayat Eko Wiyono Emi Hidayati

RADAR JEMBER/JPNN

Maling Sapi Di-KO Peluru LEDOKOMBO – Karena kabur saat akan diciduk, Kusno, 40, warga Desa Panduman Kecamatan Jelbuk ditembak kaki kanannya. Tersangka rupanya sudah lama menjadi Target Operasi (TO) anggota Polsek Ledokombo. Catatan polisi, pelaku memiliki beberapa TKP kasus pencurian sapi di wilayah Ledokombo. Namun Kusno selalu berhasil melarikan diri. Nah, saat ditangkap dan ditembak anggota Reskrim, tersangka berada di rumah istri simpanannya, di belakang Kantor Pegadaian Kalisat sekitar pukul 09.30 WIB. Selain mengamankan tersangka yang sudah ditembak, polisi juga mengamankan sebuah mobil Toyota Avanza DK 1904 AJ milik Hartono, 45, warga Desa/ Kecamatan Arjasa. Selain Kusno, petugas juga berhasil menangkap Misdar, 45, warga Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari, anggota sindikat Kusno. Penangkapan dipimpin langsung Aipda Irfan Ansori dan Bripka Ferry, anggota

HASIL (%) NO. NAMA

0,7

11,8

45 1,3

25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48

Ruang (CKTR) Jember Merwin Lusiani membantah jika proyek JSG mandek. Malah, pembanguan stadion di JSG terus dikebut. Termasuk, pembangunan rumah pompa yang juga memasuki tahap finishing. Merwin menduga, pihak yang menghembuskan isu mandeknya pembangunan JSG karena tidak melihat para pekerja. “Pas ke sini mungkin waktunya istirahat jam dua belas hingga jam satu siang. Apalagi, memang di luar pekerja tidak terlihat karena sebagian besar pekerja ada di dalam stadion,” tuturnya. Dia juga mengakui mendengar kabar mandeknya pembangunan JSG dari SMS salah seorang wartawan. (ram/ har/jpnn/aif)

DIISUKAN MANDEK: Angota DPRD ketika sidak pembangunan proyek Jember Sport Garden (JSG) yang menelan anggaran Rp 200 miliar.

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

DILUMPUHKAN: Dua tersangka maling sapi yang ditembak langsung dikeler ke Mapolsek Ledokombo, kemarin.

polsek dibantu dua kades yakni Kades Ledokombo dan Kades Lembengan. Penangkapan Kusno berawal dari penangkapan Misdar sekitar pukul 04.00

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 NO. NAMA

belaka. Ayub yakin JSG akan selesai pada 31 Desember 2013 nanti, walaupun waktu yang tersisa tinggal tiga bulan dari 16 bulan yang direncanakan. Dia mengapresiasi perkembangan pembangunan JSG. Sebab, kontraktor bisa melakukan efisiensi anggaran, sehingga proyek tersebut hanya menghabiskan sekitar Rp 193 miliar. Artinya, masih ada sisa anggaran sebesar Rp 7 miliar. Mengenai sisa anggaran itu, dia mengatakan, untuk sementara dikembalikan ke kas daerah. Namun, sisa anggaran itu tetap akan dikembalikan ke alokasi proyek JSG pada 2014. Sebab, angggaran Rp 200 miliar itu memang untuk pembangunan stadion di JSG. Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata

Endang Suliastuty Eva Hesty dr. Faida Faisol Azis Fajar Isnaini Fatchan Himami Hasan Fathurakhman Fery Wellya Ficky Septi Linda Foni Agustin, SE Gede Rado Sudarmanto Dr. Ir. Guntur Priambodo Hadi Widodo Hadi Wijono Handoyo Saputro Hapidi Hardiyono Hariyadji Sugito Dr. Haryanto Hendarto Heru Prastiono, SH Heru Pratista Hery Wijatmoko Romo Hudiono

HASIL (%)

2,6

8,8 5,3

NO. NAMA 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72

Hudori, ST Husin Matamim I Made Cahyana Ifuk Fiestiandani Imam Hudori Indah Purwantini Ipung Purwadi Ira Damayanti Ira Stephani Rawung Irawati Irma Noervadila Irwan Setiawan Ir. Iwan Aziz Siswanto Joko Sutrisno Joko Triatni Dr.Joseph Atmadja Kelik Dwi Kuncoro Dr. Kundofir Luqman Hakim M Hidayat M Sahlan M Said Mafrocatim Nikmah Maftuha Kiswah

HASIL (%) 0,5

1,9

1 1

0,8

WIB. Dari mulut Misdar inilah, nama Kusno muncul. Sehingga Misdar dipaksa untuk menunjukkan lokasi persembunyian Kusno yang sudah DPO. “Saat di-

NO. NAMA 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100

Drs. Mahmudi MPDi Drs. Mahmudi, MM Malik Eko Sujarno Maskur Ali Mentik Rohimah Mia Ms Michael Edy Hariyanto Mujiono Muslimin Fasya Nanang Masbudi Nanang Nur Ahmadi Nano Hermawan Dra. Niamilah Nihayatul Hafiroh Ning Sari Novita Ratnaningtyas Nurlia Viliana Paidi, ST Pitoyo R Bomba Sugiarto Rahmat, MHum Ratna Farida Retno Herlina Risano M Saleh Dr.Rusdi Dziban, SPb Samsuddin Adlawi Ir. Samsul Hadi Saroni, H

HASIL (%)

0,5

lakukan penangkapan, tersangka Kusno berusaha kabur,” jelas polisi. Takut buruannya kabur, anggota Reskrim Polsek Ledokombo langsung menembak dan mengenai bagian kaki kanannya. Selanjutnya kedua tersangka digelandang ke Mapolsek Ledokombo untuk dimintai keterangan. Pengakuan tersangka, untuk mengangkut sapi curian dia menggunakan mobil Toyota Avanza milik Hartono. “Mobilnya disewa Rp 225 ribu per hari,” ujar petugas. Sapi curian itu dimasukkan di bagian belakang jok mobil yang bisa dilipat. Untuk sapi yang tidak bisa dimasukkan mobil maka langsung dilepas. Sementara sapi yang lolos di dalam mobil dibawa ke rumah jagal sapi. Hartono, 45, pemilik mobil warga Desa/ Kecamatan Arjasa mengaku tidak tahu kalau mobilnya yang disewa selama dua hari ini untuk mengangkut sapi hasil curian. “Bahkan, ongkos untuk sewa mobilnya masih belum dibayar,” kata Hartono. (jum/ram/hdi/jpnn/aif)

NO. NAMA 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128

Slamet Subandi Soekardjo Soenarko Wijaya Sofia Cholisa Sri Suryani, SE Sri Utami F Sugihono H Sugirah, SPd Sumantri Soedomo Suminto Supriyanti, SE Syamsul Arifin Syukron M Hidayat Dr. Taufik Hidayat Drs. H Teguh Sumarno Toni Hartono Umi Kulsum Virda Damayanti Warang Agung, ST Waridjan Wendriawanto Wiwik Eko Lestari H Yayak Mulyadi Yus Kadarisman Yusieni Yustianus S Soetanto Dr. Zaenal Arifin Zubaidi, SC

HASIL (%)

6,5 10,3

0,9 15,5

9,8 3,2


BERITA UTAMA

Rabu 2 Oktober 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Bertugas sebagai Juru Sita Pengganti n PEGAWAI... Sambungan dari Hal 25

Polisi juga menyita empat klip yang terdapat sisa sabu, 62 butir ekstasi, sebuah timbangan elektrik, dua bong, dan satu bendel klip plastik. Bukti lain yang ditemukan di rumah tersangka adalah dua gulung kecil aluminium foil, dua korek api gas, enam buah potongan pipet kaca, em pat buah potongan kayu kecil, sebuah bekas bungkus timbangan elektrik, sebuah sedotan putih, sebuah bekas tempat lampu senter, dan sebuah tempat bekas tape mobil warna hitam. “Kedua tersangka di-

tangkap di rumahnya masingma sing,” cetus Kasatreskoba AKP Watiyo kemarin (1/10). Terbongkarnya jaringan pengedar narkoba itu bermula saat polisi mendapat informasi bahwa Suhaili baru belanja SS. Atas laporan itu, anggota Satreskoba segera melakukan penyelidikan. “Setelah positif Su haili baru membeli SS, ru mah nya kita gerebek,” terang AKP Watiyo. Pegawai di PN Banyuwangi itu sempat mengelak bahwa dirinya baru membeli narkoba jenis sabu. Tetapi, setelah digeledah, tersangka yang bertugas sebagai juru sita di PN itu tidak bisa mengelak karena di saku celananya ditemukan

satu paket SS seberat 0,13 gram. “Tersangka kita bawa ke polres untuk pengembangan,” cetusnya. Keterangannya kepada polisi, tersangka mengaku mendapatkan barang dari Bambang Untoro, salah satu pengusaha yang tinggal di Kampung Mandar, Kelurahan Mandar. Sabu itu dibeli seharga Rp 950 ribu. “Dari keterangan tersangka ini, anggota langsung menangkap Bambang Untoro di rumahnya,” katanya. Di rumah Bambang Untoro, sejumlah barang bukti berupa sabu seberat kotor 13,74 berhasil ditemukan. Selain itu, polisi juga menemukan peralatan nyabu dan alat timbang be serta klip plastik dan dua

gulung kecil aluminium foil. “Bambang mengaku mendapatkan barang itu dari warga Surabaya,” jelasnya. Kepada penyidik, Bambang mengaku membeli sabu kepada kenalannya di Surabaya itu 20 gram seharga Rp 30 juta. Tetapi, dari harga sebesar itu, baru dibayar Rp 20 juta. “Barang dikirim melalui jasa paket travel, dan uangnya dikirim melalui transfer,” ungkapnya. Sementara itu, Wakil Panitera PN Banyuwangi Sukarman SH. MH saat dikonfirmasi mengakui Suhaili merupakan pegawai PN Banyuwangi. “Suhaili itu bertugas sebagai juru sita pengganti,” katanya.

Kenapa Harus Bersifat Komersial? n MENJUAL... Sambungan dari Hal 25

Bila sudah ada kejelasan, ujarnya, panitia akan menginformasikan lewat Radar Banyuwangi. Tetapi, hingga sekarang belum ada kabar beritanya. Beberapa hari lalu, seorang kolega saya memastikan bahwa tiket nonton BBJF sudah bisa dibeli di kantor Pemkab Banyuwangi. Seorang pengusaha ada yang menyampaikan, dirinya memang diminta membeli tiket. Seorang pengusaha satunya nyeletuk, ‘’Kalau saya tidak berniat membeli, Mas, tapi ditodong harus beli dan nonton jazz,” sindirnya sambil tertawa. Saat bertemu Bupati Azwar Anas sekitar seminggu lalu, saya sempat menanyakan terkait kepastian penonton harus beli tiket. Jawabannya, penonton pergelaran jazz memang harus membeli tiket. Bahkan, katanya, sudah ada sekitar 200 orang yang inden untuk menonton BBJF. Sebagian besar minta kelas VVIP yang tiketnya dibanderol Rp 1 juta. Info festival jazz dikomersialkan semakin nyata saya ketahui dari internet. Terbukti, dengan adanya website khusus yang diluncurkan panitia. Di website itu diinfokan harga tiket dan tempat penjualannya, termasuk artis papan atas yang akan tampil dalam pergelaran itu, yaitu Trio Lestari yang terdiri atas Glenn Fredly, Tompi, dan Sandhy Sandoro, dengan pembawa acara Gading Martin. Harga tiket; kelas VVIP dipatok Rp 1 juta (250 kursi), kelas VIP Rp 500 ribu (550 kursi), dan kelas festival Rp 300 ribu (1.200 kursi). Menurut bupati, alasan pergelaran BBJF di karciskan karena sama sekali tidak menggunakan dana APBD. Padahal, untuk menyelenggarakan acara itu, bupati memperkirakan anggarannya Rp 1 miliar. Karena itu, panitia mengandalkan partisipasi dari sponsor untuk menyokong biaya yang cukup besar itu. Bahkan, bupati berharap, acara tersebut bisa menghasilkan

keuntungan yang nanti bisa disumbangkan kepada anak yatim. Meski demikian, bupati berjanji akan memberi kesempatan kepada masyarakat umum agar bisa menyaksikan BBJF tanpa dipungut biaya alias gratis. Tetapi, kesempatan itu akan diberikan saat pertunjukan siang. Itu pun melihatnya dari luar area yang tidak dikavling untuk kursi penonton yang bayar. Selain itu, di siang hari tidak semua artis ditampilkan, alias hanya artis papan bawah. Perkembangan selanjutnya saya kurang tahu, apakah niat menggratiskan se bagian penonton itu masih berlaku ataukah sudah berubah. Sebab, ada yang menginformasikan bahwa seluruh penonton BBJF sudah harus menunjukkan tiket sejak masuk pintu gerbang Pantai Boom atau setelah melewati jembatan. Yang tidak bisa menunjukkan tiket masuk, kemungkinan besar tidak boleh masuk. Semula saya sempat kagum dengan te robosan bupati yang bisa menggelar even akbar tanpa menggunakan APBD itu. Manajemen yang digunakan dalam me ng organisasi acara itu saya anggap profesional, sudah seperti event organizer (EO) kelas atas. Apalagi, berharap ada keuntungan yang didapat dari acara itu. Beberapa terobosan yang pernah dilakukan bupati dalam ‘’menjual’’ Banyuwangi, memang saya akui cukup cerdas dan banyak menghasilkan. Khususnya, kelihaiannya dalam strategi marketing komunikasi, yaitu kemampuan memasarkan dan meyakinkan pihak luar terkait potensi yang dimiliki dan bisa dikembangkan daerah ini. Apalagi, juga ditunjang banyaknya relasi ketika dia dulu menjadi anggota DPR, tentu hasilnya lebih bisa diandalkan. Namun, terkait pergelaran BBJF yang tidak bisa dinikmati masyarakat umum karena harus merogoh kocek yang nilainya terbilang besar, cukup menggelitik hati saya. Mungkin juga mengusik perasaan

sebagian warga Banyuwangi. Sebab, misi Fes tival Banyuwangi yang seharusnya bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat akhirnya hanya bisa dinikmati lapisan masyarakat tertentu alias warga berduit. Kalau yang dijadikan alasan penggemar jazz hanya kalangan tertentu sehingga dianggap wajar kalau dijual kepada kalangan tertentu, sepertinya di Banyuwangi tidak bisa dijadikan ukuran. Buktinya, pada Banyuwangi Jazz Festival tahun lalu di Gesibu Blambangan, penontonnya dari ber bagai kalangan, bukan murni jazz mania. Bahkan, bisa jadi mereka adalah para penikmat baru musik jazz yang cukup haus hiburan atau ingin tahu jazz dikolaborasikan dengan musik etnik Banyuwangi. Selanjutnya, bila panitia menganggap wajar pementasan itu diberlakukan tiket masuk karena tidak menggunakan APBD, tentu masih bisa dipertanyakan. Sebab, para penggagas dan pelaku yang mengendalikan even itu sebagian besar adalah para PNS yang digaji dari uang rakyat. Selain itu, agenda acaranya masuk dalam rangkaian kegiatan Festival Banyuwangi yang memang dipersiapkan Pemkab Banyuwangi untuk pesta seluruh rakyat. Pertanyaannya, kenapa harus menggelar acara yang bersifat komersial? Kalau tujuannya berharap ada pemasukan yang bisa digunakan untuk misi sosial, kenapa tidak dibuat pergelaran amal sekalian? Itu lebih logis daripada mengorbankan rasa penasaran masyarakat. Apalagi, bila akhirnya sampai menimbulkan kekecewaan, cacian, bahkan gugatan hukum. Baik dari masyarakat kebanyakan maupun dari kalangan pengusaha yang merasa ‘’ditodong’’. Semoga suara-suara sumbang tentang BBJF yang kini menjadi fenomena liar da lam pusaran opini massa mendapat tanggapan yang arif dan bijaksana serta melegakan semua pihak. Wallahu a’lam bissawab. (@cho_baya)

Kemenag Sediakan Tiga Truk n HAMPIR... Sambungan dari Hal 25

Pada hari pertama pengembalian koper, terang dia, koper milik para CJH yang sudah masuk ke Kemenag ku-

rang dari separo. Bagi yang belum mengembalikan, di be ri kesempatan satu hari lagi. “Besok (hari ini) semua CJH diminta mengembalikan kopernya ke Kemenag lagi,” pintanya. Menurut Mukhlis, koper milik

para CJH itu akan langsung dipilah berdasar kloter. Selain itu, panitia juga akan melakukan pe meriksaan agar tidak ada yang tercecer. “Dua kloter CJH asal Banyuwangi ini pesawatnya tidak sama,” cetusnya.

Semua koper milik para CJH ini, masih kata dia, akan dikirim pada Kamis (3/10) siang. Koper tersebut akan diangkut tiga truk. “Kitasediakantigatrukuntukmengangkutkoper.KitakirimKamishabis duhur,” sebutnya. (abi/c1/bay)

Berbaur dengan Anak yang Normal

Sukarman menyebut Suhaili itu sudah hampir memasuki masa pensiun. Selama ini, te-

Sambungan dari Hal 25

Usai berdoa, ratusan siswa tersebut menyanyikan lagu Garuda Pancasila. Kegiatan pagi itu diselenggarakan pihak sekolah, yakni PAUD Cerdas, untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober. Setelah berdoa dan bernyanyi, siswasiswi tersebut dibagi dalam kelompokke lompok kecil. Satu kelompok terdiri atas empat sampai lima anak. Kemudian, masing-masing anggota kelompok duduk mengelilingi sebuah meja kecil. Nah, di sini nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila diperkenalkan kepada para siswa PAUD tersebut. Guna memupuk rasa persatuan, setiap kelompok ditugasi me nyusun puzzle bergambar Garuda Pancasila. Bukan hanya itu, Hari Kesaktian Pancasila itu juga dimanfaatkan pengelola PAUD Cerdas untuk menanamkan rasa saling menghormati di kalangan peserta didik. Caranya; tidak mengistimewakan siswa berkebutuhan khusus. Ya, dari jumlah siswa sekitar 187 siswa, PAUD yang satu ini menampung 18 siswa berkebutuhan khusus. Ada yang menderita autis, ada yang tuna rungu, cerebral palsy, ada juga yang gangguan mental emosional. Para siswa berkebutuhan khusus tersebut dibebaskan mau bergabung dengan kelompok mana pun saat menyusun puzzle. Acungan jempol layak diberikan kepada bocah-bocah tersebut. Pasalnya, mereka dengan senang hati menerima rekannya yang menderita kekurangan itu. Kapala PAUD Cerdas Banyuwangi, Fatmawati mengatakan, sebagai pendidik anak usia dini, pihaknya berkewajiban memperkenalkan Pancasila sebagai lambang negara kepada para peserta didik. Agar lambang negara tersebut mudah diingat anak usia dini, pengenalan itu dikemas de-

ngan cara yang menyenangkan. “Anak-anak kami beri tugas menyusun puzzle gambar Pancasila,” ujarnya. Fatmawati menambahkan, lewat pengenalan tersebut, pihaknya berharap para siswa akan mencintai Pancasila. Dengan demikian, pada jenjang pendidikan selanjutnya, mereka akan terus belajar lebih detail tentang sumber dari segala sumber hukum di Indonesia tersebut. “Setelah memahami nilai-nilai luhur Pancasila, mereka diharapkan bisa mengamalkannya,” harapnya. Perempuan berjilbab itu menambahkan, pesan yang ingin disampaikan pada lomba menyusun puzzle kemarin adalah anak-anak harus mencintai persatuan dan kesatuan. “Karena itu, mereka diberi tugas kelompok. Dalam satu kelompok, ada anak berkebutuhan khusus. Tidak ada sekat antara anak berkebutuhan khusus dan anak-anak lain,” paparnya. Fatmawati mengaku, setelah mengamati selama lima tahun terakhir, ada perbedaan mencolok antara perkembangan anak berkebutuhan khusus yang mengenyam pendidikan sejak usia dini dengan yang tidak. Anak berkebutuhan khusus yang mengenyam pendidikan sejak usia dini, perkembangan sosialnya lebih baik. Sekadar tahu, siswa PAUD yang berlokasi di jalan Kolonel Sugiyono, Banyuwangi, itu tidak hanya berasal dari Kota Gandrung dan sekitarnya. Ada pula warga yang jarak rumahnya mencapai puluhan kilometer (Km) dari pusat Kota Gandrung yang menyekolahkan putranya di PAUD tersebut, misalnya warga Kecamatan Muncar. Dari 18 anak berkebutuhan khusus yang mengenyam pendidikan di PAUD tersebut, delapan di antaranya menderita autis, yakni kelainan perkembangan sistem saraf. Karakteristik yang menonjol pada anak yang mengidap autis adalah kesulitan membina hubungan sosial, berkomunikasi

secara normal, dan memahami emosi serta perasaan orang lain. Selain penderita autis, dua siswa PAUD Cerdas menderita cerebral palsy (CP atau kelainan fungsi motorik). Selain itu, ada dua siswa yang menderita kelainan traumatis, dan dua siswa menderita tuna grahita (keterbelakangan mental). Tidak hanya itu, ada pula siswa yang menderita tunarungu, low vision (gangguan penglihatan), dan jantung bocor. Hebatnya lagi, warga kurang mampu yang memiliki anak berkebutuhan khusus dapat menyekolahkan buah hatinya di sekolah tersebut tanpa pusing memikirkan biaya. Ya, PAUD Cerdas memang menggratiskan biaya pendidikan bagi semua siswa. Kalaupun ada wali murid yang bersedia membayar biaya pendidikan anaknya, pihak sekolah tidak mematok tarif alias sukarela. Yang tidak kalah menarik, di saat buah hatinya tengah sibuk menyusun puzzle, ibu-ibu wali murid diminta menyusun lima macam buah dengan bentuk semenarik mungkin. Pihak yang didaulat menjadi “juri” adalah perwakilan siswa PAUD itu sendiri. Tak ayal, masing-masing kelompok berupaya menyajikan susunan buah dengan bentuk-bentuk menarik. Ada yang bertema dunia laut dengan menyusun buah menyerupai ikan dan karang. Ada pula yang bertema keep smile, yakni menyajikan agaragar dan buah warna warni di atas papan. Belakangan diketahui, lomba untuk ibu-ibu wali murid itu digelar dengan tu juan agar para siswa semakin gemar me nyantap buah. Sebab, kandungan gizi dalam buah sangat dibutuhkan anak demi menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak. “Buah yang disusun lima jenis. Itu sesuai jumlah sila Pancasila. Tujuannya, menarik minat anak agar mengonsumsi buah, karena gizi buah sangat bermanfaat bagi anak-anak,” pungkas Fatmawati. (c1/bay)

tunya lebih banyak dihabiskan di luar. “Kerjanya sangat bagus, kok,” ungkapnya. (abi/c1/bay)

Mengaku Salah dan Tak Mengulangi n TOTOK... Sambungan dari Hal 25

“Mohon majelis hakim menghu kum seringan-ringannya,” pinta Sri Wuryanti SH. Kepada majelis hakim yang dipimpin Widarti SH dengan anggota Jamuji SH dan Imam Santoso itu, penasihat hukum terdakwa menyampaikan berdasar fakta-fakta dalam persida ngan, terdakwa ditangkap sendirian saat mengonsumsi sabu-sabu (SS). “Terdakwa hanya sendiri tanpa ada teman,” kata pengacara yang akrab disapa Mbak Yanti itu. Berdasar fakta persidangan, terdakwa Totok mengakui SS dengan berat kotor 0,33 gram atau berat bersih 0,13 gram itu miliknya sendiri. Saat dilakukan pemeriksaan tes urine, ternyata positif. “Terdakwa mengakui barang

itu miliknya,” cetus Sri Wuryanti. Mbak Yanti juga menyebut, Totok telah menyadari semua kesalahannya. Selain itu, Totok menyesali perbuatannya yang telah melanggar hukum tersebut. “Kami berharap semua ini bisa menjadi pertimbangan majelis hakim,” harapnya. Dalam persidangan itu, Yanti juga membeber perbuatan terdakwa yang dianggap baik, seperti berlaku sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. “ Terdakwa belum pernah dihukum,” ujarnya. Dengan pertimbangan itu, Yanti kembali memohon kepada majelis hakim agar menghukum kliennya dengan hukuman yang seringan-ringannya. “Kami tetap pada tuntutan,” cetus jaksa penuntut umum (JPU)

Elseus Salakory SH saat diminta menanggapi per mintaan penasihat terdakwa. Seperti diberitakan sebelumnya, JPU Elsesus Salakory menuntut Totok satu tahun penjara. Saat membaca tun tu tannya, jaksa menyebut terdakwa yang ditangkap polisi pada Kamis (27/6) di salah satu gudang gabah di Desa Grogol, Kecamatan Giri, itu melanggar Pasal 127 (1) huruf a Undang-Undang (UU) RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Berdasar fakta dalam persidangan, sabu yang ada di gudang gabah itu milik terdakwa. Terdakwa mendapatkan barang haram tersebut dari Fandi, salah satu temannya yang tinggal di wilayah Kecamatan Singojuruh. “Terdakwa membeli sabu dengan berat bersih 0,13 gram seharga Rp 500 ribu,” ungkapnya. (abi/c1/bay)

Memeriksa 12 Jenis Dokumen n BWI TERBAIK... Sambungan dari Hal 25

“Berdasar hasil penelusuran anggaran di 193 pemerintah daerah di Indonesia, Banyuwangi berada di posisi terbaik kedua untuk kategori pemerintah kabupaten dalam hal keterbukaan informasi anggaran,” ujar Direktur Investigasi dan Advokasi Seknas Fitra, Ucok Sky Khadafi Untuk kategori pemerintah kabupaten, di Jatim hanya ada lima kabupaten yang dinilai cukup terbuka terkait informasi. Selain Banyuwangi, juga ada Kabupaten Lumajang peringkat ketiga, Kabupaten Malang di peringkat lima, Kabupaten Magetan di peringkat sembilan, dan Kabupaten Pamekasan di peringkat paling buntut. Di kategori pemerintah kota (pem kot), di Jatim ada lima pemkot, yakni Pemkot Blitar diperingkat terbaik pertama, Pemkot Probolinggo peringkat kedua, Pemkot Surabaya peringkat ketiga, dan Pemkot Kediri diperingkat keempat. Ucok mengungkapkan, penyu sun indeks keterbukaan itu mengacu Instruksi Kementerian Dalam Negeri Nomor: 188.52/1797/SJ Tahun 2012 tentang peningkatan transparansi pengelolaan anggaran daerah. Selain itu, Fitra juga

mengacu Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Nomor: 01 Tahun 2010. Dalam penyusunan indeks keterbukaan, kata dia, ada 12 dokumen yang dipelototi tim Fitra. Kedua belas dokumen itu meliputi, ringkasan RKA SKPD, ringkasan RKA PPKD, rancangan perda APBD, rancangan perda perubahan APBD, Perda APBD, Perda Perubahan APBD. Selain itu, beber Ucok, tim Fitra juga melakukan penelusuran terhadap ringkasan DPA SKPD, ringkasan DPA PPKD, laporan realisasi anggaran (LRA) seluruh SKPD, LRA PPKD, dokumen LKPD, dan opini BPK RI atas pelaksanaan LKPD. Selain 12 dokumen itu, Fi tra juga me neliti dokumen pu bli kasi ke giatan pengadaan ba rang dan jasa dan informasi profil pemerintah daerah. Penelusuran beberapa dokumen informasi publik itu dilakukan selama September terhadap 193 website pemerintah daerah di sembilan provinsi. Berdasar penelusuran itu, mayoritas pemda masih menganggap tabu informasi anggaran. “Pemerintah daerah yang mempublikasi dokumen anggaran masih di bawah 25 persen,” kata Ucok. Koordinator Advokasi Seknas FITRA Mulana menambahkan, hasil penelusuran yang dila-

kukan tim FITRA, informasi anggaran daerah tidak dipublikasi se cara berkala setiap tahun. Mayoritas daerah di Indonesia hanya mempublikasi dokumen anggaran tahun tertentu saja. “Misalnya, satu daerah hanya mempublikasi anggaran 2012, tapi tidak mempublikasi kembali anggaran tahun 2013,” katanya. Selain itu, Fitra juga menemu kan pemerintah daerah yang pilih-pilih dokumen angga ran yang dipublikasikan. “Misalnya, Perda APBD yang sudah ditetapkan lebih terbuka dibandingkan dengan rancangan perda APBD,” jelas Maulana. Berdasar beberapa temuan itu, Seknas Fitra memberikan be berapa rekomendasi. Perta ma, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta mem berikan reward kepada pemda yang mempublikasikan informasi anggaran dan memberikan punishment kepada pem da yang menutup akses informasi anggaran. Selain itu, DPRD di re ko mendasikan mendorong pemda mempublikasikan in formasi anggaran kepada publik melalui media informasi yang muda diakses publik. “Anggaran merupakan bagian dari informasi publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala,” tambah Maulana. (afi/c1/bay)

Tinggalkan Gengsi, Semua Berawal dari Mimpi n SURAT... Sambungan dari Hal 26

n ANAK...

rang dia, kinerjanya dikenal sangat baik. Tetapi, karena tugasnya sebagai juru sita, wak-

Dari situ saya sedikit tahu mengenai budaya dan bahasa teman-teman Thailand, dan juga saya belajar adat dan tata krama masyarakat Jogja. Ini sangat menarik. Kota pendidikan tidak asing lagi dengan banyaknya acara seminar-seminar dari tingkat kampus bahkan sampai Internasional. Apalagi sangat banyak seminar-seminar gratis. Bagi sebagian mahasiswa ran tau yang menimba ilmu di Jog ja, seminar gratis dijadikan momen untuk mencari ilmu sekaligus makan gratis. Seperti pada umumnya, yang namanya seminar pasti ada konsumsinya. Yah... bagi saya ini menjadi jurus untuk ngirit uang jajan. Dan, kegiatan yang paling asyik dan sangat bermanfaat, yai tu mengikuti acara rutin Mocopat Syafa’at yang diadakan setiap bulan pada malam 17. Acara ini diprakarsai oleh Ehma Ainun Najib alias Cak Nun, budayawan muslim. Acara yang bertempat di kediaman Cak Nun di Desa Kasihan, Bantul, ini dimulai jam delapan

malam dan berakhir jam tiga pagi. Kebanyakan, pengunjung acara ini adalah kaum mudamudi. Acara ini sangat menarik, selain diskusi dan pengajian, iringan musik dari Kyai Kanjeng dan grup band Letto yang di-punggawahi oleh Sabrang  Mowo Damar Panuluh, atau biasa dikenal Noe Letto yang tak lain adalah anak Cak Nun. Belajar berwirausaha itulah yang saya dalami di sela-sela perkuliahan. Meski masih dikasih uang dari orang tua keba nyakan mahasiswa rantau se perti saya, memilih untuk ber wira usaha kecil-kecilan, seperti teman sekelas saya yang jualan nasi rames di kampus, juga ada yang jualan donat, baju dan masih banyak lagi. Saya pun tidak mau kalah dengan mahasiswa rantau lain. Bermodal ilmu desain grafis, saya dan teman saya membuat produk stiker dan souvenir yang ber bau kampus UIN dengan cara door to door di kelas kampus. Tinggalkan gengsi, Hidup berawal dari mimpi. Itu motivasi saya dan teman-teman mahasiswa rantau untuk ber wirausaha. Yah... itung-

itung kuliah sambil belajar berwirausaha. Dan, seperti biasa, setiap hari minggu saya dan teman-teman ma hasiswa asal Banyuwangi melepas penat kegiatan kuliah dengan keliling Kota Jogja. Cukup dengan Rp 3000, saya bisa menggunakan trans Jogja untuk berkeliling di Kota Gudeg ini. Tempat yang biasa saya kunjungi adalah kawasan Can di Prambanan. Karena jarak tempat kos dengan candi hanya sekitar tiga kilometer. Selain itu, kawasan Malioboro dan Gunung Kidul tidak luput dari jadwal tempat untuk jalan-jalan pada setiap weekend. Ya, itulah sedikit kelebihan ketika kuliah di Jogja. Dengan biaya hidup yang murah dan juga kaya akan wisata dan budaya, menjadikan Kota Jogja menjadi pilihan anak bang sa ini untuk menuntut ilmu. (*) *) Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Dakwah, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, semester I UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Alumni SMA Darussalam Blokagung Banyuwangi.

Siap Ditindaklanjuti n ANTUSIAS... Sambungan dari Hal 26

‘’Sebagai kompensasi dari kerjasama selama ini, kami juga menyediakan rubrik ‘Health’ yang tayang setiap hari Selasa,’’ tambahnya. Tawaran itu langsung disambut antusias

Ketua UPTD Banyuwangi Nur Hamim dan para kepala SD. ‘’Tawaran diklat penulisan Ini pasti kami tindaklanjuti, tinggal mencarikan waktu pelaksanaan yang tepat,’’ papar Hamim. ‘’Kalau bisa, sekolah-sekolah yang siswanya banyak, bisa mengirimkan guru lebih dari satu,’’ tambah Emmy Triastuti, kepala SDN 1 Pakis. (afi/*)


Radar Banyuwangi | 2 Oktober 2013