Page 1

7

HARI LAGI

PILEG 2014 RABU 2 APRIL PRIL

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2014 TAHU

Eceran Rp 5.750

25

Target Dua Hari Tuntas Mengganti Puluhan Ribu Surat Suara Bermasalah BANYUWANGI - Surat suara pemilu le gislatif (pileg) yang bermasalah di Daerah Pemilihan (Dapil) V Banyuwangi diperkirakan menembus puluhan ribu lembar. Surat suara ber-

BUDAYA

masalah itu tersebar di seluruh dapil V yang meliputi Kecamatan Sempu, Genteng, Glenmore, dan Kalibaru. Meski waktu sudah mepet, surat suara pengganti diperkirakan bisa tersedia sebelum hari ‘’H’’ coblosan. Pihak percetakan mengestimasi proses pencetakan dan pelipatan puluhan ribu lembar surat suara pengganti itu tidak

lama. Diperkirakan, proses cetak dan pelipatan surat suara itu hanya butuh dua hari. ’’Estimasinya 100 ribu lembar surat suara rampung dicetak dalam waktu lima jam. Di tam bah proses pelipatan, sudah tuntas dalam dua hari,” jelas Abdul Rohman, petugas PT. Temprina Media Grafika Jember tadi malam n  Baca Target...Hal 35

Surat Suara Bermasalah di Dapil V Banyuwangi n PPK Sempu n PPK Kalibaru n PPK Genteng n PPK Glenmore

: 11.100 lembar : 3.975 lembar : 11.500 lembar* : 5.000 lembar*

*) Catatan: Hasil penghitungan sementara hingga tadi malam.

SIGIT HARIYADI/RaBa

PAKAI UDENG: Pengurus Dewan Kesenian Blambangan dan Disbudpar menggelar rapat terbatas di ruang Kepala Disbudpar Banyuwangi sore kemarin.

Rumuskan Baju Khas Daerah BANYUWANGI - Demi memperkuat identitas Banyuwangi sebagai kota budaya, Dewan Kesenian Blambangan (DKB) dan Dinas Ke budayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi melakukan pertemuan terbatas kemarin (1/4) n  Baca Rumuskan...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

PADAT: Ratusan motor antre menuju dermaga hidrolis Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, siang kemarin.

Dibuka, Pelabuhan Langsung Padat KALIPURO - Setelah ditutup 24 jam lebih dalam rangka peringatan Nyepi Tahun Baru Saka 1936, aktivitas penyeberangan trans JawaBali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, resmi dibuka sejak pukul 05.30 kemarin (1/4). Akibatnya, kepadatan kendaraan yang akan menyeberang ke Bali tak bisa dihindarkan.

KUCUR

PADAT: Kendaraan roda empat menumpuk di halaman parkir pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pagi kemarin.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di la pangan, ribuan kendaraan berjejer di halaman parkir pe la buhan kebanggaan masyarakat Ba_ nyuwangi tersebut pagi kemarin. Sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk berukuran jumbo, antre untuk diseberangkan ke Pulau Dewata n  Baca Dibuka...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

Tebing 10 Meter Ambrol

NGOPAI

Tak Lagi Takut Mayat KETUA Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Dewata, Bambang Sutiyono, terangte rangan dulu mengaku sangat takut menyaksikan jenazah. Namun, sejak aktif memegang kendali ormas Ikawangi Dewata be berapa tahun terakhir, le laki asal Kecamatan Rogojampi itu menjadi ter biasa dengan urusan jenazah n  Baca Tak...Hal 35

GERDA SUKARNO/RaBa

n Jalan Pakel-Kluncing Tertutup Lima Jam GALIH COKRO/RaBa

RAWAN: Longsoran tanah yang menutup jalan sepanjang 8 meter di Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi, sudah dibersihkan siang kemarin.

 Baca Tebing...Hal 35

Kehidupan Pandai Besi di Kecamatan Muncar

Rela Bertahan saat Kondisi Sulit karena Hobi Ali Sutego, 49, memang bukan pandai besi biasa. Warga Sumberayu, Desa Tembokrejo ini, dikenal sebagai salah satu pandai besi andalan di Kecamatan Muncar. Selain bakat dan kemampuannya sebagai pengolah besi dan baja, dia juga memiliki bakat sebagai tenaga pengajar. NIKLAAS ANDRIES, Muncar TIDAK sulit mencari lokasi pandai besi milik Ali Sutego di Dusun Gumukkantong, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, ini. Meski tempatnya cukup nyelempit dan ada di jalan gang desa, warga setempat sudah cukup familiar dengan usaha yang dijalani secara turun temurun oleh pria yang satu ini.

http://www.radarbanyuwangi.co.id

LICIN- Hujan deras yang terjadi di wilayah Ke camatan Licin, Banyuwangi, Senin malam (31/3), menyebabkan lereng-lereng di tepi jalan antara Desa Pakel dan Desa Kluncing longsor. Lereng yang longsor ke

jalan itu menyebabkan arus lalu lintas yang menghubungkan dua desa tersebut macet selama lima jam. Tebing yang longsor setelah diguyur hujan deras itu masuk wilayah Desa Kluncing. Di tempat tersebut, tebing setinggi 10 meter longsor hingga tanahnya menutup jalan setinggi hampir satu meter n

Selain sudah punya nama dan konsumen setia, pandai besi yang satu ini juga menjadi sedikit dari sekian banyak pandai besi yang masih bertahan di tengah kesulitan yang dihadapi usaha olah logam tersebut. Jumlah pandai besi saat ini memang bisa dihitung dengan jari. Bahkan, apa yang dijalankan Ali Sutego boleh dibilang merupakan salah sat jenis usaha yang mulai langka di Kecamatan Muncar. Bengkel pandai besi milik Ali Sutego memang tidak buka setiap hari. Ali biasanya baru bekerja saat ada pesanan. Bisa dipastikan, dalam sepekan dia terkadang hanya bekerja dua hingga tiga hari. Bermodal tungku pengapian dan beberapa peralatan lainnya, dia bersama rekan sejawatnya, Jumain, mengerjakan pesanan berbagai alat dari bahan besi dan baja. Meski demikian hal ini tidak lantas membuat Mohamad Ali menjadi gusar n  Baca Rela...Hal 35

PANAS: Ali Sutego membentuk sebuah senjata tajam di bengkelnya.

Lokalisasi Sumberloh ditutup pasca-pemilu Semoga jadi coblosan yang terakhir di Sumberloh

Difabel boleh tunjuk pendamping Bebas coblos pendamping hidup

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Rabu 2 April 2014

AGENDA KOTA

Pantai Blibis Penuh Sampah

Wabup Yusuf Buka Halaqoh WAKIL Bupati Yusuf Widyatmoko hari ini Rabu (2/4) akan menghadiri halaqoh pukul 09.00 di Gedung Korpri Banyuwangi. (*)

PENDIDIKAN

DISPENDIK BWI FOR RaBa

INTEGRITAS: Lintas elemen berkumpul membahas persiapan Unas 2014 di aula SMKN 1 Glagah kemarin.

Besok Soal Unas Tiba GLAGAH - Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi terus mematangkan persiapan ujian nasional (unas) tingkat SMA/sederajat dan SMP/sederajat. Kemarin (1/4) Dispendik menggelar rapat koordinasi (rakor) pengamanan pelaksanaan Unas 2014 sekaligus penandatanganan pakta integritas bersama sejumlah instansi terkait. Rakor pengamanan pelaksanaan unas dan penandatanganan pakta integritas yang digelar di aula SMKN 1 Glagah itu dilakukan untuk menindaklanjuti rakor pengamanan pelaksanaan unas tingkat provinsi beberapa waktu lalu. Selain dari jajaran Dispendik, rakor kali ini juga diikuti jajaran kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, polres, dan unsur perguruan tinggi (PT). Dari jajaran Dispendik, hadir Pelaksana Tugas (Plt) kepala Dispendik Dwiyanto dan seluruh kepala sekolah (kasek) selaku ketua pelaksana unas di masing-masing satuan pendidikan, baik di tingkat SMP, SMA, dan SMK hadir dalam rakor tersebut. Dari jajaran Kemenag, hadir seluruh kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Sementara itu, dari unsur kepolisian hadir Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres Banyuwangi, Kompol Sujarwo, dan Kapolsek se-Banyuwangi. Dalam rakor kemarin terungkap, naskah soal unas tingkat SMA/sederajat akan dikirim dari Surabaya ke Banyuwangi Kamis besok (3/4). Pengiriman naskah Unas tersebut akan dikawal petugas kepolisian dan perguruan tinggi. Setiba di Bumi Blambangan, naskah Unas 2014 akan disimpan di Mapolres Banyuwangi. Selanjutnya, pada Sabtu (12/4) dilakukan pembagian naskah per sub rayon. Meski telah dibagi, naskah unas itu tetap disimpan di Mapolres. “Rakor kali ini kami selenggarakan untuk membahas pelaksanaan Unas 2014 mulai distribusi naskah, penyimpanan, hingga pelaksanaan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendik Banyuwangi, Dwi Yanto kemarin. Sekadar tahu, unas tingkat SMA/sederajat akan digeber 14 April hingga 16 April. Tiga pekan berselang, tepatnya 5 Mei hingga 8 Mei, giliran siswa SMP/sederajat menghadapi ujian yang sangat menentukan kelulusan tersebut. (sgt/c1/als)

AGUS BAIHAQI/RaBa

KOTOR: Sampah rumah tangga berserakan di sepanjang Pantai Blibis, Kecamatan Rogojampi. Setiap hari pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

ROGOJAMPI - Pantai Blibis di Desa Patoman, Kecamatan Rogojampi, kondisinya sangat memprihatinkan. Sepanjang pantai dipenuhi sampah rumah tangga. Padahal, lokasi wisata itu setiap hari didatangi banyak pengunjung. Pemkab Banyuwangi sudah membantu membangun plengsengan di bibir pantai yang abrasi karena diterjang ombak itu. Hanya, plengsengan yang tidak diberi tanah uruk itu membuat motor sulit melintas. “Pelaksana proyek banyak untungnya. Janji akan menguruk, tapi

tidak dilaksanakan,” terang Temon, 40, salah satu warga Desa Patoman. Temon mengaku senang dengan pemerintah yang memikirkan pantai yang mengalami abrasi. Tetapi, karena kurang koordinasi dengan warga sekitar, plengsengan itu dianggap kurang maksimal. “Membangun plengsengan hanya 10 hari. Selesai sekitar 20 hari lalu,” ungkapnya. Pantai Blibis, lanjut dia, selama ini dikelola masyarakat sekitrar. Pemerintah belum pernah membantu pemban-

J

Blibis itu mengungkapkan, sampah yang berserakan itu nanti akan hilang sendiri. Bila air laut pasang, semua sampah itu akan terbawa. “Nanti sampah-sampah itu akan hilang sendiri, kok,” cetusnya. Mengenai pengunjung yang datang ke Pantai Blibis, Fahrul mengakui masih kalah banyak dengan Pantai Blimbingsari. Tetapi, sebut dia, setiap hari warga yang datang ke pantai ini cukup banyak. “Pengunjung Pantai Blibis umumnya remaja,” sebutnya. (abi/c1/aif)

Pasca Pemilu Lokalisasi Sumberloh Ditutup GAMBIRAN - Meski berbagai upaya persuasif telah dilakukan, tapi aktivitas di lokalisasi Sumberloh, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, masih berjalan. Untuk itu, pasca pemilu legislatif, pemkab bakal mengambil langkah tegas dengan melakukan penutupan lokalisasi terbesar di Banyuwangi tersebut. Hal itu disampaikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menggelar dialog dengan para tokoh agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Vihara Jaya Manggala, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, kemarin siang. Selama ini beberapa lokalisasi di

ABDUL AZIZ/RaBa

DIALOG: Bupati Anas berdialog dengan para tokoh agama di Vihara Jaya Manggala.

Banyuwangi sudah ditutup setelah dilakukan langkah persuasif dan sejumlah solusi bagi para pekerja seks komersial (PSK) dan mucikari. Namun, khusus

Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis (Koordinator), Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono Wakil Pemimpin Redaksi: Syaifuddin Mahmud Kepala Liputan: Agus Baihaqi Redaktur: Ali Sodiqin, A.F. Ichsan Rasyid Staf Redaksi Banyuwangi: Sigit Hariyadi, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni Redaksi Situbondo: Edy Supriyono (Kabiro), Nur Hariri Redaksi Genteng: Abdul Aziz (Kabiro), Shulhan Hadi Fotografer: Galih Cokro Buwono Editor Bahasa: Minhajul Qowim

gunan sarana wisata di tempat tersebut. “Tidak ada yang membersihkan, pantainya ya kotor sekali,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Warga Desa Patoman yang lain, Fahrul menyampaikan, sampah yang berserakan di pantai itu berasal dari sungai di Pantai Blibis. Sampah itu berasal dari sampah rumah tangga yang sengaja dibuang ke sungai. “Pantai Blibis ini dikenal muara, jadi sampah menumpuk di sini,” terangnya. Pemilik warung lesehan di Pantai

Direktur: Samsudin Adlawi Pemasaran dan Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, W. Nugroho (Genteng), Samsuri (Situbondo) Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah Administrasi Iklan: Fitria Arifiana Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan Event: Benny Siswanto Keuangan: Citra Puji Rahayu

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

di Sumberloh, meski telah dilakukan pendekatan persuasif dan solusi, tetap saja beroperasi. “Sampai sekarang masih beroperasi dan ada sekitar seratus orang

Kasir: Widi Ukiyanti Piutang: Anissa Windyah Sari Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti Perpajakan: Cici Irma Setyani Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982.

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

ada di sana,” ujarnya. Untuk itu, pasca pelaksanaan pemilu legislatif, pemkab bakal mengambil langkah penutupan. “Sudah kita komunikasikan dengan jajaran forum pimpinan daerah dan para pihak terkait. Semua setuju dilakukan penutupan,” tandasnya. Selain melakukan penutupan, bupati berharap DPRD Banyuwangi sesegera mungkin membahas sekaligus mengesahkan peraturan daerah (perda) anti maksiat. Sebab, rancangan perda anti maksiat tersebut kini sudah berada di DPRD Banyuwangi. “Saya berharap DPRD juga bisa segera mengesahkan perda tersebut,” tandasnya. (azi/c1/aif)

Website: www.radarbanyuwangi.co.id. Email: radarbwi@gmail.com, beritaraba@gmail.com, artikelradarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/ mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


Rabu 2 April 2014

MENUJU

PANGGUNG PEMILU

Lima Tahun di DPRD Jatim, Bina 500 Kelompok SEJAK dilantik bulan Agustus 2009, Irwan Setiawan, anggota DPRD Jawa Timur sudah melaksanakan 13 kali masa reses. Setiap masa reses, ketua Bidang Kebijakan Publik DPW PKS Jawa Timur itu melakukan pertemuan dengan sejumlah 625 orang konstituen. Mereka tersebar di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. Selain itu, masa reses juga dimanfaatkan untuk menemui kelompok masyarakat binaan. Selama empat tahun sudah ada 500 kelompok masyarakat binaan yang berhasil dibina, baik dari kelompok tani, nelayan, perempuan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kelompok pemuda. Saat tu r b a ( t u r u n ke b a wah) dan masa reses, juga dimanfaatkan Irwan Setiawan untuk melihat secara langsung program pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Masukan paling banyak disampaikan masyarakat adalah pembangunan infrastruktur, pendidikan dan ekonomi. “Tugas sebagai dewan sejatinya mendengarkan aspirasi dan berusaha memperjuangkannya. Dekat dengan m a s y a r a k a t ,” tegas caleg DPRD Provinsi Jawa Timur dari daerah pemilihan (dapil) 3 Jatim Nomor 1 itu.(*/afi)

PARLEMEN

Difabel Boleh Tunjuk Pendamping KPU Sediakan Alat Bantu Surat Suara DPD BANYUWANGI- Pemilihan umum (pemilu) 9 April 2014 mendatang selain diikuti warga negara normal secara fisik, juga akan diikuti warga negara penyandang disabilitas (difabel). Jumlah pemilih penyandang disabilitas yang

sudah memiliki hak pilih dan masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 713 orang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi mencatat, penyandang disabilitas itu terdiri atas tunanetra sebanyak 227 orang, tunarungu 81 orang, tunagrahita 141 orang, tunadaksa sebanyak 192 orang, dan tunawicara 72 orang. “KPU akan menyediakan

alat bantu template untuk tunanetra. Namun, tidak semua, hanya surat suara calon anggota DPD,” ungkap Ketua Pokja DPT KPU, Atim Hariyadi, kemarin (31/3). KPU tidak menyediakan alat bantu surat suara DPRD, DPRD Jatim, dan DPRD. Setiap tempat pemungutan suara (TPS) yang ada pemilih tunanetranya, KPU menyediakan alat

bantu berupa satu template surat suara DPD. Tidak semua TPS, kata Atim, disediakan alat bantu template. Itu dilakukan karena tidak semua TPS ada pemilih penyandang disabilitas, terutama penyandang tunanetra. “Kita sudah mendata TPS yang ada tunanetaranya,” katanya n  Baca Difabel...Hal 35

KPSG Pameran Lukisan di Sun East Mall GENTENG-Untuk memberi peluang bagi pecinta seni lukis di wilayah Banyuwangi selatan, Komunitas Pelukis dan Seniman Genteng( KPSG) mulai hari ini menggelar pameran lukisan. Pameran yang digelar Sun East Mall, Genteng, ini akan berakhir pada 28 April 2014 mendatang. Dengan mengambil tema Exsotika Bumi Blambangan Part Two, pameran lukisan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini tidak hanya dikuti oleh seniman lukis yang ada di wilayah Kecamatan Genteng, tapi juga banyak diikuti oleh seniman di Bumi Blambangan. Ketua KPSG Faizin mengatakan, awal terbentuknya KPSG ini dari studi kelompok yang rutin digelar tiap dua minggu sekali dengan cara on the spot. Inti dari diskusi itu merekam sesuatu yang ada di wilayah Kabupaten Banyuwangi. “ Dalam pemeran lukisan

SENIMAN: Faizin bersama dua pelukis dalam diskusi di Genteng

EKO BUDIYONO/RaBa.

ini para seniman akan menampilkan karyanya dari aliran realisme, impresionis, dan abstrak. Juga ada pameran bonsai, dan fotografi,” katanya. Pameran lukisan yang diadakan di Sun East Mall, Genteng, ini bertujuan

menyatukan para seniman lukis, memberikan wadah, dan pendidikan tentang seni rupa yang ada di Banyuwangi. “Kita juga akan menggelar lelang lukisan,” terangnya. Untuk lelang lukisan ini, renca-

nanya akan dilaksanakan sekitar pukul 19.00, pada 12 April 2014 mendatang. Dalam lelang ini, akan hadir bintang tamu Awiki, pelukis dari Bali, dan Faktur Rohman dari Surabaya.(adv/abi)

KOMUNIKASI PENDIDIKAN

Gedung Lembaga Pendidikan dan Panti Asuhan TKI Diresmikan

Kekompakan Ikawangi Taiwan Patut Diapresiasi dan Diteladani Lembaga Pendidikan dan Panti Asuhan (LPPA) yang dibangun Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Banyuwangi di Taiwan, Senin malam (31/3) diresmikan. Bangunan LPPA yang dibangun di Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, senilai hampir Rp 1 miliar itu diresmikan langsung Bupati Abdullah Azwar Anas. KEKOMPAKAN TKI asal Banyuwangi yang terkumpul dalam organisasi Ikatan Keluarga Banyuwangi (IKAWANGI) Taiwan, tidak hanya saat berada di rantau saja. Mereka juga kompak membangun solidaritas guna menggalang dana untuk membiayai proyek pembangunan lembaga pendidikan dan

27

ISTIMEWA

DIRESMIKAN: Bupati Anas didampingi sejumlah tokoh menekan tombol peresmian gedung LPPA DesaTampo, Kecamatan Cluring .

panti asuhan di daerah asalnya. Pengasuh Pondok Pesantren Baitus-

salam dan Pengasuh LPPA KH. Soheh Mansyur mengungkapkan, gedung

yang bangun warga Banyuwangi yang bekerja di Taiwan dibangun di atas tanah wakaf seluas 3.080 M2. Bangunan LPPA itu menelan anggaran sekitar Rp 965 juta. Dari total Rp 965 juta itu, sebesar Rp 912 berasal dari TKI Banyuwangi di Taiwan. “Sedangkan sisanya sebesar Rp 52 juta lebih berasal dari partisipasi warga,” terang Soheh. Pembangunan gedung LPPA itu dimulai sejak bulan Mei tahun 2012. Bangunan yang terdiri fasilitas asrama putra dan asrama putri dua lantai, kantor panti, musala serta ruang belajar. Selain itu juga ada tiga fasilitas ruang kelas untuk belajar mengajar siswa/ siswi SLTP. Saat ini, jumlah siswa LPPA kelas VII sebanyak 38 orang. Kiai Soheh menyampaikan terima kasih pada IKAWANGI Taiwan dan warga masyarakat Banyuwangi lainnya yang terlibat dalam suksesnya pembangunan gedung LPPA.“Semoga gedung ini dapat bermanfaat dan membawa berkah bagi

p Kiai Soheh. kita semuanya,” harap mber mb erik ikan an aapresiasi pres pr esia iasi si Bupati Anas memberikan setinggi-tingginya atas jiwa sosial para gi yang bekerja di TKI asal Banyuwangi ela bekerja jauh dari Taiwan. Para TKI ini rela tanah air tidak hanya demi dirinya n mampu dan keluarga, namun ng lain. berbagi dengan orang n soliKekompakan dan ata daritas TKI Taiwan, kkata Bupati Anas, patut jadi teladan bagi para TKI ng Banyuwangi yang pa bekerja di beberapa enegara lain. “Ini merupakan suatu wu-jud kepedulian paraa TKI asal Banyuwangii p di Taiwan terhadap generasi penerus di erlu mendadaerah asalnya. Ini perlu kungan dari pat apresiasi dan dukungan gkap Bupati semua pihak,“ ungkap Anas. (c1/afi)


28

Rabu 2 April 2014

Hari Ini Distribusi Soal dan LJK BANYUWANGI - Try out untuk siswa SMA, MA, dan SMK, se-Banyuwangi akan digelar besok (3/4). Demi menyukseskan acara tersebut, hari ini (2/4) panitia try out akan mendistribusikan naskah soal dan lembar jawaban komputer (LJK) ke sejumlah titik penempatan naskah. Pendistribusian soal uji coba ujian nasional (unas) yang digagas Dinas Pendidikan, MKKS SMA Negeri dan Swasta, dan didukung penuh Jawa Pos Radar Banyuwangi ini dipusatkan

Legiun Asing The Lasblang Bertambah SEMENTARA itu, sejumlah pemain asing mulai berdatangan untuk mengikuti seleksi bersama Persewangi. Kali ini, dua pemain impor berminat bergabung bersama The Lasblang, julukan Persewangi. Mereka adalah Efosa Gift Obasuyi asal Nigeria, dan Umar Sakono asal Senegal. Kedua pemain tersebut terlihat berlatih bersama di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, kemarin sore. Yang menggembirakan, dua legiun asing itu dibutuhkan pasukan merah-hitam di jantung pertahanan. Posisi keduanya sama-sama sebagai stopper. Tentu saja, pelatih Bagong Iswahyudi menyambut positif rencana dua pemain tersebut untuk bergabung bersama timnya. Hanya saja, keduanya harus bisa menunjukkan kualitas di atas lapangan. Jika skill pemain yang bersangkutan itu bagus, Bagong Iswahyudi akan senang. Mengingat, dia masih mencari pemain yang menjaga central pertahanan. ‘’Akan kita lihat perkembangannya,’’ ungkap Bagong. Menurut dia, saat ini timnya memang masih mencari sosok yang tepat untuk menjaga area pertahanan. Kehadiran dua pemain tersebut bisa menjadi solusi barisan pertahanan. ‘’Kita butuh pemain tangguh,’’ terangnya. Dari kacamata dia, skill dua pemain itu sama-sama bagus. Hanya saja, jika dua-duanya dibandingkan saat bermain di atas lapangan, hanya satu yang memiliki kualitas lebih. ‘’Kedua pemain itu harus bisa bersaing. Kemungkinan besar, kita akan ambil satu,’’ tandasnya. Sementara itu, Ononino Paul Martial yang sebelumnya mengikuti seleksi Persewangi akhirnya dipulangkan. Sebab, kualitas pemain asal Kamerun itu masih di bawah standar. Pemain yang berposisi striker tersebut sudah tidak mengikuti latihan kemarin. (ton/c1/als)

di enam titik, yaitu di SMAN 1 Giri, SMAN 1 Rogojampi, SMAN 1 Cluring, SMAN Purwoharjo, SMAN 1 Genteng, dan SMAN 1 Glenmore (lihat grafis). Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri, Mujiono menuturkan, nomor peserta disamakan dengan nomor induk peserta unas yang sudah dikantongi sebelumnya. “Lebih banyak berlatih, maka kesalahan atau risiko tidak terbaca mesin scanner semakin kecil,“ ujar Mujiono. (*/c1/als)

DISTRIBUSI SOAL DAN LJK 1. TITIK DROP SMAN 1 GIRI A. SMAN GIRI B.SMAN 1 BANYUWANGI D. SMAN GLAGAH E. SMAN 1 WONGSOREJO F. SMA 17 AGUST ’45 BANYUWANGI G. SMA PGRI GIRI BANYUWANGI H. SMA NU GOMBENGSARI I. SMA IBRAHIMI WONGSOREJO 2. TITIK DROP SMAN 1 ROGOJAMPI A.SMAN ROGOJAMPI B.SMAN 1 SRONO C. SMAN 1 SINGOJURUH D. SMA SULTAN AGUNG ROGOJAMPI E. SMA PGRI ROGOJAMPI F. SMA MUH. 4 SONGGON 3. TITIK DROP SMAN 1 CLURING A. SMAN 1 CLURING B.SMAN 1 MUNCAR C. SMA AL KAUTSAR SRONO D. SMA AL HIKMAH MUNCAR E. SMA PGRI SRONO 4. TITIK DROP SMAN 1 PURWOHARJO A. SMAN 1 PURWOHARJO B. SMAN 1 TEGALDLIMO D. SMAN 1 BANGOREJO

D. PESANGGARAN E. SMA PGRI PURWOHARJO F. SMA BHAKTI NEGARA PURWOHARJO G. SMA PGRI TEGALDLIMO H. SMA FULLDAY SUNAN AMPEL BANGOREJO I. SMA PGRI SILIRAGUNG 5. TITIK DROP SMAN 1 GENTENG A. SMAN 1 GENTENG B. SMAN 2 GENTENG C. SMAN 1 GAMBIRAN D. SMA MUH. 2 GENTENG E. SMA PGRI GENTENG F. SMA DARUSSALAM TEGALSARI G. SMA TAMAN SISWA GENTENG H. SMA PLUS DARUL HIKMAH GAMBIRAN I. SMA MUH.3 GENTENG J. SMA NU GENTENG 6. TITIK DROP SMAN 1 GLENMORE A. SMAN 1 GLENMORE B. SMA NU KALIBARU C. SMA ROUDLOTUL SALAM GLENMORE D. SMA PGRI GLENMORE

JADWAL TRYOUT NO. HARI, TGL 1. KAMIS, 3 APRIL 2. JUMAT, 4 APRIL 3. SABTU 5 APRIL

JUR. IPA BHS.INDONESIA BIOLOGI MATEMATIKA KIMIA BHS.INGGRIS FISIKA

JUR. IPS

JUR. BHS

BHS.INDONESIA GEOGRAFI MATEMATIKA SOSIOLOGI BHS.INGGRIS EKONOMI

BHS.INDONESIA SASTRA INDONESIA MATEMATIKA ANTROPOLOGI BHS.INGGRIS BHS.JEPANG

ALI NURFATONI/RaBa

BISA JADI SOLUSI: Umar Sakono (depan) dengan Efosa Gift Obasuyi berlatih di Stadion Diponegoro, kemarin.

Belakang masih Lemah, Butuh Stoper Tangguh PERSEWANGI harus melakoni laga cukup berat dalam match day perdana kompetisi Divisi Utama musim ini. Bagaimana tidak, The Lasblang, julukan Persewangi akan menjalani laga away di Sulawesi dengan melawan Persigo Gorontalo 15 April mendatang. Meski laga tandang, tim besutan Bagong Iswahyudi itu tetap mengusung ambisi besar demi mencuri kemenangan di kandang lawan. Sebab, dengan mencuri tiga poin, laju Persewangi bakal lebih mudah kala menjamu di kandang sendiri, Stadion Diponegoro, pada putaran kedua. 13 hari jelang kick off, tim merah hitam masih mengevaluasi. Setidaknya, lini belakang masih menjadi pekerjaan rumah Bagong Iswahyudi. Sebab, tumpuan pertahanan dianggap masih

kurang greng demi menjaga asa dari kekalahan. Saat ini, barisan pertahanan masih diisi pemain lokal. Pada posisi centreback, masih ada tiga pemain, yaitu M. Nizar, M. Jakfar dan Feri ‘’Robot’’. Posisi sentral itu dinilai masih kurang demi mengarungi ketatnya kompetisi kasta kedua liga Indonesia. Sebab, barisan lini belakang itu masih belum cukup berpengalaman. Mengingat, usia para pemain tersebut masih muda. Berkaca pada laga melawan Timnas U-19, duet M Nizar-M. Jakfar memang oke. Duo pemain tersebut berhasil meredam serangan yang dilancarkan Garuda Jaya, julukan Timnas U-19 yang bertanding di Stadion Dipone-

goro, Banyuwangi, tanggal 3 Maret lalu. Sehingga, Persewangi hanya kalah tipis 0-1. Tetapi, Bagong masih tetap gusar terhadap timnya. Pasalnya, ada banyak pertandingan yang harus dilakoni Persewangi dalam kompetisi musim ini. Setidaknya, dia masih menginginkan ada tambahan pemain senior yang cukup berpengalaman. Untuk itu, dia masih mencari figur yang tepat untuk mencari pemain berkualitas. Pada musim lalu, dia mengandalkan Slamet Sampurno dan Mohamed Lamine Fafana di jantung pertahanan. Tapi, pada musim ini, Slamet Sampurno membela Persik Kendiri, sedangkan Fofana belum jelas.

Hingga kemarin (1/4), dia masih terus mencari pemain terutama di lini pertahanan. Rekomendasinya, pemain tersebut sudah mempunyai jam terbang tinggi. Solusi kedua, posisi bek itu adalah pemain asing yang biasa merumput di liga Indonesia. Dia mengungkapkan, jika barisan pertahanan saat ini memang sudah bagus. Namun demikian, timnya tetap masih membutuhkan stok pemain belakang. ‘’Hasil evaluasi, kita masih butuh stopper yang tangguh,’’ ungkapnya kemarin. Pada bagian full back, kehadiran Decky Rolias di sisi kanan pertahanan merah hitam masih bagus. Hal itu berkaca pada musim lalu. Sedangkan, di posisi kiri ada Anis Mujiono yang cukup apik dalam skema permainan 4-4-2. (ton/c1/als) INFO PENDIDIKAN

INFO PENDIDIKAN

Siapkan Wakil di Ajang Olimpiade Science BANYUWANGI – Tahun lalu, Banyuwangi berhasil membawa medali perak untuk kategori astronomi dalam Olimpiade Science hingga tingkat dunia yang dilaksanakan di Rusia. Sebelumnya, kategori fisika Banyuwangi juga menorehkan medali emas tingkat dunia. Untuk mempersiapkan generasi berikutnya, Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi melakukan penjaringan sejak awal. Mulai kemarin (1/4) hingga besok (3/4) digelar Olimpiade Science Nasional (OSN) tingkat kabupaten. Ada 17 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan 16 SMA Swasta yang mengikuti olimpiade ini. Total peserta 1.396 siswa yang akan berkompetinsi menyelesaikan 9 mata pelajaran yang dilombakan. Pada hari pertama, peserta diuji matematika, fisika, dan kimia menjadi santapan siswa yang berotak cemerlang. Di hari kedua biologi, astronomi, Teknik Informatika Komputer (TIK). Dan hari terakhir, mata pelajaran ekonomi, kebumian, dan geografi. Dispendik Banyuwangi, selaku pelaksana, dan bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang membuat bobot soalnya. Tim koreksi sendiri terdiri 4 guru yang mengajar di SMAN 1 Genteng, dua orang lagi dari SMAN 1 Glagah dan SMAN 1

PROMO IKLAN LOWONGAN

ISTIMEWA

OTAK ENCER: Peserta Olimpiade Science tingkat kabuapten menyelesaikan soal-soal. Giri. Mereka yang mengkoreksi sudah teruji hingga tingkat provinsi. Menurut Ketua Panitia OSN, Drs. M Nawawi, nantinya, setelah semua dikoreksi, akan didapat tiga besar dari masing-masing mapel yang akan mewakili Banyuwangi di tingkat provinsi. Masih menurut Nawawi pelaksanakan tingkat provinsi pada tanggal 12-14 Juni mendatang. “Sehingga masih ada waktu, untuk peserta yang lolos digodok lebih matang lagi,” ujar guru SMAN 1 Genteng ini. Sementara itu, selaku tuan rumah

BANYUWANGI Hlg STNK P 5801 WA an Erni Fitria Jl. Progo No. 26 B RT 03/02 Singonegaran, Bwi Hlg STNK P 4953 YC an Muliyat Dsn. Curah User RT 03/01 Ds. Sumberanyar Hlg SIM C + STNK P 4429 YC an Ahmad Budi Irawan, Dsn Kejoyo RW 04/2, Kaba

pelaksana kegiatan OSN ini, SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Anton Sunartono merasa bangga, kampusnya berkesempatan sebagai pelaksanaan OSN. Karena itu, Smatag mengirimkan 96 siswanya untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut. Harapan ke depan, untuk peserta OSN tahun ini dan kedepannya supaya ada perhatian lebih kepada peserta OSN terutama bagi yang sudah mengharumkan nama Banyuwangi, tingkat provinsi, nasional hingga kancah dunia. (*/als)

BANYUWANGI • Tanah Kapling •

GENTENG – SMP Bustanul Makmur (BUMA) Kecamatan Genteng kembali membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun akademik 2014-2015. PPDB dibuka mulai 6 Maret hingga 6 Juni. Sedangkan pelaksanaan tes dilaksanakan Sabtu, 7 Juni 2014. Penentuan tanggal tes itu mempertimbangkan pelaksanaan ujian sekolah (US) siswa Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Di samping itu, juga melihat animo para pendaftar PPDB di SMP BUMA yang luas. Yaitu meliputi seluruh wilayah di Kabupaten Banyuwangi, beberapa wilayah sekitar Banyuwangi dan Bali. Penentuan hari dan tanggal tes masuk harus mampu memberikan kesempatan bagi calon orang tua wali murid dan siswa untuk datang ke SMP BUMA. “Tercatat, kurang lebih 45 % siswa yang mendaftar di SMP BUMA adalah siswa SD/MI yang berdomisili di luar Kecamatan Genteng. Sehingga perlu adanya perhatian khusus dalam penentuan tanggal tem Masuk,” demikian ungkap Drs. H. Moh. Hasyim,M.M, M.Pd. selaku su-

pervisor. “Syukur Alhadulillah, selangkah demi selangkah SMP BUMA telah memastikan dan menempatkan diri sebagai salah satu sekolah pilihan masyarakat Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya,” imbuhnya. Pernyataan ini tidak berlebihan kiranya karena setelah berkiprah di dunia pendidikan selama 12 tahun SMP BUMA telah sekian kali menorehkan prestasi cukup gemilang sebagai sekolah baru, terutama dari prestasi akademik. “Sekali lagi SMP BUMA sebenarnya tidak hanya ingin menitikberatkan prestasi di akademiknya saja, akan tetapi juga menjadikan sekolah yang berkarakter dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di dunia pendidikan,” ujar Hasyim. Keberhasilan SMP BUMA mewarnai prestasi-prestasi akademik selama ini adalah sebuah pembuktian keberhasilan penyatuan dan perwujudan visi dan misi dari berbagai unsure seperti yayasan, supervisor, guru, orangtua wali murid, dan tentunya Dinas Pendidikan. (*/als)

Daftar Prestasi Siswa SMP Buma 1. Juara 2 tingkat Olimpiade Fisika di UNAIR 2. Juara 1 Lomba Baca Puisi Putra Radar Banyuwangi 3. Juara 3 Lomba Baca Puisi Putri Radar Banyuwangi 4. Juara 1 English Speech di SMADA Genteng 5. Juara 1 Olimpiade 3 in 1 di SMA Genteng 6. Juara 3 Story Telling di SMAN 1 Glagah 7. Juara 2 Liga Bahasa Inggris di SMAN 1 Genteng 8. Juara 2 Speech Arabic di SMA Nuris Jember 9. Juara 3 Olimpiade MIPA di SMA Nuris Jember 10. Harapan 1 Pidato Bahasa Indonesia di SMA Nuris Jember 11. Harapan 2 Arabic Speech di SMA PP Paiton Probolinggo 12. Haraan 2 Olimpiade Bahasa Inggris di SMAN 1 Jember 13. Harapan 2 Olimpiade MIPA di SMAN 1 Jember 14. Juara 1 English Speech di SMAN 1 Glenmore 15. Juara 3 Olimpiade MIPA di SMAN 1 Gambiran 16. Harapan 2 Olimpiade MIPA di SMAN 1 Gambiran

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Nissan •

• Auto 2000 •

• Isuzu NHR 55 ‘03/’04 •

• Toyota Avanza •

Promo Nissan Banyuwangi, DP March 32 Jtan, Grand Livina 39 Jtan, Evalia 28 Jutaan, Juke 60 Jtan & Dapatkan Hadiah Lang yg Menarik. Info: Adzam 081232246632/087806542223

Dijual Toyota Agya angsuran mulai Rp 77 ribuan, New Avanza Rp 120 ribuan. Hubungi Bagus AUTO 2000 081252732000

Dijual 3 Unit Isuzu NHR55 Th ’03 & ’04 Putih, Kondisi Bagus Harga Nego Hub: 08123454191

Dijual Toyota Avanza 1.3G tahun 06/04 biru met hrg 114,5/108 juta nego barang istimewa bisa cash/krdt hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Daihatsu Terios ‘12 •

• Honda Jazz •

• Daihatsu Xenia •

• Suzuki Ertiga ‘10 •

Dijual Daihatsu Terios F700RG tahun 012 hitam mtl hrg 149 juta nego barang istimewa bisa cash/krdt hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Honda Jazz GD3 1.5 IDSI tahun 05/012 merah/putih hrg 107/183,5 juta nego barang istimewa bisa cash/krdt hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia F650 RV all new tahun 012/010 hitam hrg 129/107 juta nego barang istimewa bisa cash/krdt hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Suzuki Ertiga/apv tahun 012/010 biru muda met hrg 142,5/109 juta nego barang istimewa bisa cash/krdt hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Jual Tanah Kapling, uk. 10x40m2 (2 kapling), SHM, Hrg 85 jt, H: 083847407631

• Jalan Lingkar Ketapang• Dijual Tanah 2530M2 Jl. Lingkar Utama Ketapang Bwi Hub. 0821 4104 6676

Terbit Hari Senin s/d Jumat 1kolom x 40mm; Rp. 88.000 Terbit Hari Sabtu 1kolom x 40mm; Rp. 165.000

HUBUNGI: 0333-412224

SMP BUMA Genteng Buka PPDB

HOTLINE IKLAN HUBUNGI: 0333412224


BALJEBOL

Rabu 2 April 2014

BALI

INFRASTRUKTUR

HAFID ASNAN/RADAR JEMBER/JPNN

BAHAYA: Plengsengan di Sungai Besuk Sat, Pasrujambe, jebol diterjang lahar dingin.

Jalan Desa Terancam Ambles LUMAJANG - Potensi lahar hujan di sungai aliran Gunung Semeru berdampak mengkhawatirkan. Seperti yang terjadi di kawasan Sungai Besuk Sat Desa/Kecamatan Pasrujambe. Jalan desa di pinggir sungai terancam ambles digerus aliran lahar dingin. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di pinggir Sungai Besuk Sat tepatnya di jembatan limpas Besuk Sat sudah dibangun plengsengan. Tetapi, plengsengan yang baru digarap tahun 2013 itu jebol diterjang lahar dingin. Tidak tanggung-tanggung, jebolan itu mencapai panjang sekitar 30 meter. Bahkan jebolan terus menggerus tanah tebing yang jadi penyangga jalan desa setempat. Sunaryo, salah seorang warga setempat mengaku jebolan plengsengan ini memang masih baru-baru ini. Kisarannya dalam waktu akhir tahun 2013. Namun, dari jebolan saat ini, lebih cepat menggerus dibanding sebelum-sebelumnya. “Karena dulu lahar dingin tidak seperti sekarang. Sekarang lebih besar,” katanya. Tidak menutup kemungkinan, jika kondisi ini dibiarkan, maka tebing penyangga jalan akan cepat terkikis. Yang membuat jalan satu-satunya penghubung desa tersebut ambles oleh terjangan lahar dingin. Padahal kawasan sungai besuk sat ini merupakan arus utama lintasan lahar dingin. Ketika puncak semeru menggelontorkan air hujan, maka air bah itu otomatis terkumpul dan tertampung dalam aliran sungai ini. (fid/sh/jpnn/aif)

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Bekuk Maling Spesialis Rumah Kosong LUMAJANG – Komplotan pelaku pencurian spesialis rumah kosong kemarin dibekuk polisi. Mereka dijebloskan ke ruang tahanan Mapolsek Tekung, setelah sebelumnya sempat digerebek warga. Keduanya adalah Samsul Bawon alias Samsul Arifin, warga Desa Jarit, Candipuro; dan Ahmad Junaedi, warga Desa Sumberanyar, Rowokangkung. Mereka terpergok korban saat beraksi di rumah Tatin Budi Rahayu, yang tinggal di depan Balai Desa Tukum, Tekung. Menurut korban, saat itu dirinya diantar suaminya hendak berbelanja di salah satu supermarket dengan mengendari sepeda motor. Sebelum berangkat, korban mengunci pintu rumahnya lebih dahulu. Ketika sedang dalam perjalanan, korban teringat bahwa HP-nya tertinggal di rumah. Lalu, korban minta kepada suaminya untuk pulang mengambil HP yang tertinggal. “Khawatir ada telepon dari anak-anak, jadi saya balik,” ungkap Tatin. Begitu tiba di rumahnya, korban heran. Sebab, pintu rumah yang dikuncinya sudah dalam kondisi terbuka dan ada bekas cungkilan. Dia makin heran ketika ada sepasang sandal yang tidak dikenalnya berada di atas keset depan pintu masuk. Melihat kejanggalan itu, korban memanggil suaminya yang menunggu di atas sepeda motor. Kemudian, sumainya turun dari atas kendaraan dan mencari tahu kejadian sebenarnya. Pada saat korban bersama suaminya masuk rumah, mereka mendengar benda jatuh bersamaan sekelebat orang berjalan di dalam rumahnya yang kemudian lari keluar lewat pintu belakang rumah. Mengetahui hal itu, korban berteriak maling. Dalam hitungan menit, warga sekitar langsung berdatangan untuk mencari tahu asal-muasal teriakan itu. Pada saat warga berdatangan, ada salah seorang pemuda yang diketahui bernama Ahmad Junaedi yang tak lain adalah pelaku hendak kabur dengan sepeda motornya. Berutung, warga yang datang itu tanggap lalu segera menangkap pemuda tersebut dan mengamankannya. Takut dihakimi massa, pelaku mengaku bahwa masih ada temannya yang masuk ke dalam rumah korban. Selanjutnya, warga menghubungi polsek setempat untuk melaporkan pencurian itu. Petugas bersama warga lalu melakukan pengejaran terhadap pelaku yang kabur. Hasilnya, warga bersama petugas berhasil menangkap pelaku di Pasar Hewan Lumajang yang

RADAR JEMBER/JPNN

SUDAH EMPAT KALI: Dua tersangka pencurian ini ditahan di Mapolsek Tekung, Lumajang.

berjarak sekitar 2 km dari tempat kejadian. “Tadi kami terus mengejar pelaku hingga ke persawahan,” ungkap Suradi tetangga korban. Setelah berhasil menangkap pelaku yang kabur itu, keduanya lalu digelandang ke Mapolsek Tekung. Kepada penyidik, pelaku mengaku jika aksi pencurian itu merupakan yang keempat kalinya. Sasarannya

adalah rumah kosong yang ditinggal penghuninya. ”Saya baru empat kali ini mencuri,” ungkap pelaku. Kapolsek Tekung AKP Khusnul Khotimah mengatakan, penangkapan para pelaku dilakukan anggotanya dibantu warga setempat. “Untuk sementara, kedua pelaku masih kami tahan,” pungkas Kapolsek perempuan ini. (fid/har/jpnn/aif)

GIZI BURUK Keyakinan kepada Allah SWT Mengantarkan Sabar Iman ke Makkah

Berangkat ke Tanah Suci Berbekal Rp 100 Ribu

SHOLIKHUL HUDA/RADAR JEMBER/JPNN

BUTUH ULURAN TANGAN: Engga Saputra yang kondisinya terus mengering.

Balita, Tubuh Kurus Kering WULUHAN – Usianya baru 5 tahun, namun Engga Saputra, warga Dusun Krajan Glundengan, Desa Glundengan, Wuluhan harus menderita penyakit yang terus menggerogoti tubuhnya. Setahun terakhir, kondisi fisik, terus memburuk dan terlihat kurus kering. Kondisi ini diperparah, kondisi keluarganya yang tidak mampu sehingga membuat kedua orang tuanya hanya bisa pasrah. Semenjak sakit, anak pasangan Muliyanto dan Lusiana ini, hanya bisa terbaring. Ayahnya yang hanya sebagai pekerja bangunan dan ibunya sebagai ibu rumah tangga, membuat keluarga tersebut tidak banyak berbuat. Bahkan, rumah tempat keluarga tersebut bernaung juga rusak parah sehingga membuat kondisi makin tak terurus. “Kami ngampung di rumah tetangga. Kalau rumah kami bisa ditempati, pastinya kami sedikit lega sebenarnya,” tegas Lusiana, sang ibu. Kini beban keluarga tersebut sangat berat sebab, untuk nafkah setiap harinya saja mereka masih sangat kekurangan. Menurut Lusiana, Engga Saputra, anak semata wayangnya tiba-tiba mengalami sakit sejak setahun lalu. Sempat saat itu dia mengusahakan kesembuhan sang anak, dengan membawanya berobat ke RSD dr Soebandi Jember. Di rumah sakit tersebut dirinya sempat dirawat. Tak adanya jaminan kesehatan, membuatnya tidak bisa terus bertahan di rumah sakit. Akhirnya pihak keluarga meneruskan perawatan jalan di rumah. “Hasil pemeriksaan kala itu, katanya ada gangguan lambung,” tegasnya. Karena ketiadaan biaya, keluarga memutuskan untuk merawatnya di rumah. Dapat beberapa bulan kemudian, Engga sakit. Karena saat itu ada keluarga di Banyuwangi, akhirnya Engga diperiksakan ke RS Al Huda Genteng. Di rumah sakit tersebut dirinya sempat menjalani pemeriksaan selama 4 hari. Pada sa saat itu, dokter menyatakan ada gangguan paru-paru. Semenjak itu, kondisi fisiknya semakin menurun hingga saat ini, keadaannya ibarat tulang dan kulit. Keluarga terus berdoa untuk kesembuhannya dan berharap ada upaya dari pihak luar untuk meringankan beban yang ditanggungnya. (hud/wah/JPNN/aif)

Berkat kepercayaan Sabar Iman, difabel yang sejak lahir tidak dikaruniai kesempurnaan pada kedua kakinya ini akhirnya bisa umrah ke tanah suci. Uniknya, keberangkatannya tidak dibekali dengan harta yang banyak, melainkan mengandalkan kepercayaan pada Allah SWT. SHOLIKHUL HUDA, Jember SIANG kemarin udara sangat menyengat. Lalu-lalang siswa terlihat sesak depan SMPN 1 Rambipuji. Letak sekolah yang tidak jauh dari jalan kota membuat lalu-lalang siswa dan beberapa orang tua yang menjemputnya semakin terasa padat. Tidak jauh dari sekolah itu, tepat-

ARIMACS WILANDER/RADAR JEMBER/JPNN

SESABAR NAMANYA: Sabar Iman akhirnya bisa umrah ke tanah suci.

nya di Gang 6 No 2 Jl dr Soetomo Rambipuji, terlihat sepeda motor Mio yang dirakit khusus untuk difabel terparkir di depan rumah. Itulah rumah Sabar Iman. Tutur sapa dan tata karma yang selalu sopan, menyambut siapa pun yang bertamu di rumah itu. “Selamat siang, mari silakan masuk,” katanya, menyambut, siang itu. Semenjak kedatangannya dari ibadah umrah pada 24 Maret lalu, setiap harinya banyak teman-temannya datang ke rumahnya untuk sekedar memberikan selamat dan meminta doa. Sebab, menurut keyakinan sebagian orang, doa orang yang baru menjalankan ibadah dari tanah suci Makkah akan mudah dikabulkan karena masih diiringi ribuan malaikat. Yang menarik, lelaki difabel berumur 37 tahun itu berangkat ke Makkah hanya dengan modal kepercayaan. Cita-citanya yang kuat untuk berizarah ke Haramain (Makkah dan Madinah) semenjak kecil membuatnya terus

berdoa kepada Sang Maha Kuasa. Ternyata, kekuatan doa yang selalu dipanjatkan itu mewujudkan citacitanya sejak kecil. Sekitar setengah tahun lalu, secara kebetulan temantemannya mengenalkannya pada seseorang yang memiliki perusahaan travel. “Saya tidak menyangka bisa diberi kepercayaan umrah. Saat itu saya kira tidak beneran, namun ternyata terwujud juga,” ungkapnya. Pengalaman unik lain yang dialami anak keenam dari tujuh bersaudara ini adalah saat dirinya ingin beribadah di Raudah. Tiba-tiba dirinya dikawal oleh beberapa tentara yang ada di tempat tersebut. Hal tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga, mengingat dirinya hanya rakyat kecil yang sedang melakuka umrah. Gratis pula. Pria yang hanya berbekal uang Rp 100 ribu saat berangkat ke tanah suci itu menjelaskan, keberhasilannya untuk menginjakkan kaki di tanah suci berkat dukungan temantemannya. (har/JPNN/aif)


34

Rabu 2 April 2014

Mari bersatu padu bergabung dan berjuang bersama memenangkan Partai Demokrat . Coblos Partai Demokrat nomor tujuh pada Pemilu 9 April 2014 mendatang. Partai Demokrat berkomitmen untuk terus mensejahterakan rakyat lewat pelaksanaan berbagai program pro masyarakat. Komitmen itu telah diakui dan teruji dengan bergabungnya beberapa tokoh masyarakat dari kalangan pengusaha, seniman, budayawan, ulama, hingga lainnya. Mereka tidak nyaleg, tetapi komitmen untuk bergabung dan berjuang bersama Partai Demokrat menjadi bukti partai ini memiliki komitmen yang kuat untuk kesejahteraan rakyat. DEWAN PEMBINA

Tjipta Soedjarwo Tjoek

MAJELIS PARTAI CABANG

Ketua KH Ahmad Burhan

DEWAN PENGAWAS CABANG

DEWAN KEHORMATAN CABANG

Ketua KH Sobhan Malawi

Sekretaris Edi Suryanto

Sekretaris Abdul Cholid

Ketua KH Jalaludin

Sekretaris KH Imam Thobroni

PENGURUS HARIAN

Wakil Ketua Sunarko Wijaya

Wakil Sekretaris I As’ad M Naqib

Bendahara Supriyadi

Wakil Bendahara I Arvy Rizaldy

Wakil bendahara II Ida Ayu Kade T


BERITA UTAMA

Rabu 2 April 2014

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Jadwal Molor, Garuda Terbang Awal Mei BANYUWANGI - Rencana mas kapai penerbangan terbe sar tanah air, PT. Garuda Indonesia (Persero), terbang di Banyuwangi awal April 2014 ini dipastikan tertunda. Rencananya, Garuda Indonesia akan merealisasikan rute penerbangan Banyuwangi-Surabaya pergi-pulang (PP) awal Mei 2014 mendatang. Kabar baiknya, penundaan tersebut bukan disebabkan ketidaklayakan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi. Penundaan terpaksa dilakukan lanta ran armada pesawat yang akan digunakan melayani rute anyar di Banyuwangi belum siap. Sebab, pesawat baru jenis ATR-72-600 yang dijadwalkan datang dari pabriknya di Prancis 27 Maret ternyata terlambat tiba di tanah air. Selain itu, rencana Garuda In donesia menerbangi langit Banyuwangi harus ditunda lantaran pilot yang bertugas menerbangkan pesawat kinyis-kinyis itu harus melakukan simulator training di pabrik pesawat ATR di Prancis. Informasi terbaru itu disampaikan Vice President Domestic Region 3 wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara PT. Ga ruda Indonesia, Ari Suryanta, kemarin (1/4). “Kami ber sama tim datang ke Banyu wangi untuk sowan ke-

pada bupati. Kami meminta maaf kepada bupati dan masyarakat Banyuwangi karena pe nerbangan BanyuwangiSu rabaya mengalami penundaan. Insya-Allah penerbangan Banyuwangi-Surabaya bisa dilakukan awal Mei mendatang,” ujarnya di konfirmasi usai bertemu Bupati Abdullah Azwar Anas di kantor Pemkab Banyuwangi kemarin. Selain sejumlah pejabat Garuda Indonesia Region 3, Ari mengatakan, pihak Garuda Indonesia sebenarnya sudah mematangkan persiapan menerbangi rute Banyuwangi-Surabaya. Juga sudah membuka kantor di Bumi Blambangan. Pemasangan sistem yang diperlukan juga sudah dilakukan, baik di kantor Garuda Indonesia Banyuwangi maupun di Bandara Blimbingsari. “Tetapi, penundaan terpaksa dilakukan karena pesawat datang dari pabriknya di Prancis terlambat. Seharusnya pesawat tiba di tanah air 27 Maret, ternyata baru hari ini (kemarin) diterbangkan dari Prancis,” kata dia. Menurut Ari, pesawat yang datang itu tidak bisa langsung dioperasikan melayani penerbangan komersial. Setiba di tanah air, pesawat tersebut harus dicek dan diregistrasi oleh Kementerian Perhubungan. Selain itu, untuk memenuhi

standar tinggi Garuda Indonesia, pilot yang akan menerbangkan pesawat ATR itu juga harus melakukan training. “Kita (Garuda Indonesia) belum punya simulator training. Adanya hanya di pabriknya di Prancis. Jadi, tentu butuh waktu, karena pilot harus antre mengikuti training itu,” tandasnya. Ari mengatakan, selain dua hal tersebut, segala persiapan Garuda Indonesia menerbangi rute Banyuwangi-Surabaya sudah oke. Mulai kantor, karyawan yang memberikan pelayanan di kantor, hingga perizinan, su dah siap. Hasil survei tim Garuda Indonesia di Bandara Blimbingsari sekitar dua pekan lalu menyatakan bandara yang berlokasi di Desa Blimbingsari, Ke camatan Rogojampi, itu me menuhi syarat diterbangi pesawat ATR-72-600. Sementara itu, jadwal keberangkatan pesawat Garuda Indonesia dari Banyuwangi ke Surabaya direncanakan lebih pagi dibandingkan maskapai lain yang selama ini sudah melayani rute yang sama. Menurut Ari, penerbangan dari Banyuwangi dijadwalkan berlangsung pukul 07.00 dan penerbangan dari Surabaya menuju Banyuwangi pukul 08.20. “Pesawat berangkat dari home base di Bali pagi hari. Setelah melayani rute

Banyuwangi-Surabaya dan Surabaya-Banyuwangi, pesawat tersebut akan kembali ke Bali untuk melayani rute lain, termasuk rute Bali-Labuhanbajo,” terangnya. Disinggung harga tiket penerbangan Banyuwangi-Surabaya, Ari mengaku pihaknya masih menghitung berapa harga yang layak. “Soal harga tiket masih dihitung,” ucapnya. Dikonfirmasi di lokasi yang sama, kepala Dinas Per hubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Ba nyuwangi, Suprayogi menga takan, dari sisi kesiapan bandara, dipastikan Bandara Blimbingsari sudah siap diterbangi Garuda Indonesia. Pihak maskapai pelat merah itu juga sudah menggunakan gedung VVIP di Bandara Blimbingsari sebagai kantor di area bandara. “Secara teknis, Bandara Blimbingsari sudah siap,” kata dia. Suprayogi mengaku, penundaan pembukaan rute Banyuwangi-Surabaya oleh Garuda Indonesia berasal dari internal maskapai tersebut. “Penundaan ini persoalan internal Garuda. Kami tidak bisa masuk ke sana. Pada prinsipnya, masyarakat Banyuwangi menyambut antusias penerbangan Garuda Indonesia di Banyuwangi,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Cetak 100 Ribu hanya Lima Jam n TARGET... Sambungan dari Hal 25

Sementara itu, empat Panitia Pe milihan Kecamatan (PPK) te rus melakukan pemilahan ulang surat suara dapil lima DPRD Banyuwangi kemarin (1/4). Sebab, kop surat suara tersebut sudah benar tertulis Dapil V Banyuwangi. Namun, isi surat suara tersebut ternyata caleg DPRD Provinsi dapil IV

Jawa Timur yang meliputi Kabupaten Jember dan Lumajang. Nah, hasil verifikasi surat suara bermasalah di PPK Sempu sebanyak 11.100 lembar. Surat suara bermasalah di PPK Kalibaru sebanyak 3.975 lembar. Peng hitungan sementara di PPK Genteng ditemukan 11.500 lembar surat suara bermasalah dan PPK Glenmore sebanyak 5.000 lembar. “Itu data sementara. Sampai sekarang masih di-

lakukan pengecekan dan belum selesai,” kata Taufiq, anggota PPK Glenmore. Ketua PPK Genteng, Abdul Malik mengatakan, di lima desa di Kecamatan Genteng, masih ada tiga panitia pemungutan suara (PPS) yang belum menyelesaikan pengecekan, yakni Desa Setail, Genteng Kulon, dan Genteng Wetan. “Dari tiga desa tersebut, ditemukan 11.500 surat suara rusak. Dua desa

lainnya, yaitu Desa Kembiritan dan Desa Kaligondo, masih dilakukan pengecekan,” tuturnya. Sementara itu, pengecekan surat suara bermasalah di PPK Sempu dan PPK Kalibaru sudah selesai sore kemarin. “Data terakhir ada 11.100 surat suara yang ditemukan rusak di Sempu. Tadi pihak percetakan sudah datang ke sini, dan katanya siap mengganti segera,” kata Ketua PPK Sempu, As’adi. (azi/c1/bay)

Pendamping Tidak Boleh Petugas TPS n DIFABEL... Sambungan dari Hal 27

Saat memilih caleg DPR RI, DPRD Jatim, dan DPRD Banyu wangi, penyandang tunanetra bisa menggunakan pendamping. Pendamping pe-

nyandang tunanetra itu harus anggota keluarga tunanetra yang dipercaya. Pendamping itu sebagai ganti alat bantu template surat suara DPR RI, DPRD Jatim, dan DPRD Banyuwangi. Pendamping tunanetra tidak boleh petugas

TPS, tapi anggota keluarga yang dipercaya. Selain tunanetra, penyandang disabilitas lain yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya secara mandiri, juga bisa menggunakan pendamping. Prinsipnya, penyandang disabilitas

harus tetap bisa menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara. Lantaran tidak bisa menggunakan haknya secara mandiri, maka KPU memberikan kesempatan mereka menunjuk pendamping. (c1/afi)

Mengalir Tidak sampai Antre Panjang n DIBUKA... Sambungan dari Hal 25

Beruntung, kepadatan kendaraan di pelabuhan kebanggaan masyarakat Banyuwangi itu tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang di jalan raya Banyuwangi-Situbondo. Pasalnya, PT. ASDP Indonesia Ferry (IF) Cabang Ke tapang telah menyiapkan empat kantong parkir dengan kapasitas total mencapai 3.600 unit kendaraan roda empat. Selain itu, untuk mengurai penumpukan antrean kendaraan, PT. ASDP (IF) Cabang Ke tapang juga memberlakukan percepatan pelayaran. Sebape nyak 32 armada kapal feri diny terjunkan melayani jasa pete nyeberangan di Selat Bali itu. ny

Setelah menurunkan seluruh pe numpang dan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, masing-masing kapal langsung berbalik arah kembali ke Pelabuhan Ketapang tanpa menunggu muatan dari Bali. Manager Operasional PT. ASDP IF Cabang Ketapang, Saharuddin Koto, tidak menampik terjadinya kepadatan kendaraan di pelabuhan yang berlokasi di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, tersebut. “Terjadi kepadatan di Pelabuhan Ketapang. Tetapi, ini tergolong padat lancar. Kepadatan terjadi karena kendaraan datang secara bersamaan. Sebab, hari ini masyarakat di Bali mulai beraktivitas,” ujarnya. Dibanding penutupan aktivitas penyeberangan selama Nyepi

tahun-tahun sebelumnya, antrean kendaraan kali ini jauh lebih terkendali. Menurut Saharuddin, selain sudah menyiapkan empat kantong parkir dan mempercepat pe layanan, pihaknya sudah me nyosialisasikan rencana pe nutupan aktivitas penyeberangan dalam rangka Nyepi mulai 1 Maret lalu. “Kami sosialisasi kepada para penumpang dan masyarakat terkait rencana penutupan selama Nyepi sejak 1 Maret lalu, baik melalui selebaran maupun media massa,” cetusnya. Saharuddin menambahkan, jumlah kendaraan yang telah dan akan diseberangkan ke Bali sejak pembukaan Pelabuhan Ketapang hingga sekitar pukul 09.00 kemarin mencapai 2.000an unit. “Data pasti belum ter-

update. Data sementara yang kami terima dari petugas loket, ada 2000-an kendaraan yang telah dan akan menyeberang. Kami targetkan penumpukan kendaraan ini rampung diurai nanti (kemarin) siang,” cetusnya. Sementara itu, Johan, salah satu calon penumpang, mengaku sudah antre di Pe labuhan Ketapang sejak pukul 04.00 kemarin. Dia mengaku rela antre agar segera diseberangkan ke Bali. “Sebab hari ini (kemarin) saya sudah kembali masuk kerja,” kata dia. Seperti diberitakan, untuk menghormati umat Hindu yang tengah merayakan Nyepi, aktivitas penyeberangan trans Jawa-Bali melalui Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk ditutup selama 24 jam. (sgt/c1/bay)

Ajari Ngaji untuk Obati Rindu Mengajar n RELA... Sambungan dari Hal 25

Dia bertekad terus menjaga eksistensi pandai besi yang digelutinya secara turun temurun. Impitan kesulitan yang menggencet usahanya, tidak lantas membuatnya patah semangat. “Ya kalau bisa selamanya dibuka dan dipertahankan,” tekadnya. Berbagai hasil pandai besi yang dikerjakannya mulai celurit, pisau, hingga peralatan nelayan mampu dikerjakannya. Perjalanan Ali Sutego menjadi seorang pandai besi baru dimulai di awal tahun 1990-an. Pilihannya jatuh pada profesi sebagai seorang pandai besi, memang bukan tanpa perenungan. Padahal di darahnya juga mengalir jiwa seorang pendidik alias guru. Sebelumnya terjun ke dunia pandai besi, Ali sempat mengabdikan kemampuannya sebagai seorang tenaga guru. Tidak tanggung-tanggung, setelah lulus dari bangku se kolah menengah atas tahun 1985 di Jember, dia hijrah ke Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Di kota ikan ini, Ali sempat menimba ilmu dengan menjadi santri di salah satu pondok pesantren. Di pondok pesantren itulah, bakat se-

bagai guru yang dimiliki Ali Sutego mulai diasah. Dalam perjalanannya, dia justru dipercaya sebagai guru agama. Dengan pengetahuan agamanya yang dimiliki, Ali sempat mengajari siswa yang letaknya ada tidak jauh dari tempatnya menjadi santri. “Sambil nyantri, ya sekalian mengajar,” kenangnya. Namun baru lima tahun mengabdikan menjadi guru di sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Muncar, Ali Sutego mulai gelisah. Penghasilan yang diperolehnya kala itu memang tidak mencukupi untuk keperluan hidup sehari-hari. Lewat pergulatan pemikiran yang matang, dia kemudian memantapkan diri untuk putus dari dunia pendidikan. Sejak saat itu, dia beralih ke dunia pandai besi hingga sekarang. Dipilihnya pandai besi sebagai pegangan hidupnya juga bukan tanpa alasan. Berbekal kemampuan mengolah besi dan baja yang diperoleh dari kakeknya. Ali Sutego memulai hidup barunya sebagai perajin. Ditambah lagi, booming pesanan alat besi membuat usahanya terus berkibar. Meski dalam perjalanan waktu, usaha pandai besi kian meredup saat ini. Ali Sutego pun tidak pernah menyesal atas keputusannya meninggalkan dunia mengajar.

Bahkan, beberapa rekan sejawatnya kini sudah menduduki jabatan kepala sekolah. Namun dia tetap pada keputusannya. “Saya tetap bangga menjadi pandai besi,” tegasnya. Baginya, pandai besi merupakan pekerjaan yang unik dan tidak gampang ditiru. Pe kerjaan ini juga membutuhkan skill khusus, ketelitian, ketekunan, dan usaha keras untuk bisa bertahan. Maka kalau banyak pandai besi yang gulung tikar, baginya itu bukan lantaran usaha ini mulai ditinggalkan. Tetapi lebih disebabkan tidak banyak betah dengan pekerjaan ini. Dibalik ketegarannya menekuni usaha ini, Ali Sutego rupanya tidak menampik memendam kangen untuk kembali mendedikasikan kemampuannya mengajar. Di waktu luang, dia menyempatkan untuk ber bagi ilmu. Rumahnya yang ada di Sum berayu pun menjadi saksi pria ini menularkan ilmunya. Meski bukan formal, belajar ilmu mengaji dan agama sudah cukup mengobati kerinduan Ali Sutego akan jalur pendidikan yang pernah ditekuninya. “Kalau suruh full ya nggak bisa. Sebisanya mengajarkan anak-anak mengaji dan baca Alquran,” ujarnya. (c1/bay)

Tujuh Tahun untuk Pemerkosa Anak BANYUWANGI - Fendi Ar dian tertunduk lesu di kursi pesakitan ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi siang ke marin. Remaja berusia 19 tahun itu dinyatakan terbukti bersalah oleh majelis hakim. Warga Dusun Darungan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, itu terbukti memerkosa Saritem (nama samaran), 12. Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin Siyoto beranggota Jamuji dan Imam Santoso menyebut bahwa perbuatan Fendi melanggar Pasal 81 ayat 1 Undang-Undang (UU) RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak (PA). Karena itu, majelis hakim men jatuhkan hukuman tujuh tahun penjara. Selain itu, Fendi juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 60 juta (subsider enam bulan kurungan). “Terdakwa secara sah dan meyakinkan me lakukan tindakan pidana,” tegas Imam Santoso yang ditunjuk membacakan amar putusan. Putusan tujuh tahun penjara

AGUS BAIHAQI/RaBa

PASRAH: Fendi mendengarkan pembacaan putusan di PN Banyuwangi kemarin.

itu sesuai tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) Ari Dewanto. Dalam tuntutannya, JPU menyebut terdakwa terbukti secara sah memerkosa perempuan yang tinggal di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu tersebut. Perbuatan Fendi yang telah menggauli anak di bawah umur itu dianggap melanggar Pasal 81 ayat 1 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang PA. “Mohon majelis hakim menghukum terdakwa tujuh tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider enam bulan kurungan,” pinta Ari Dewanto dalam tuntutannya. Putusan tujuh tahun penjara itu berdasar fakta-fakta da lam persidangan yang mengungkap terdakwa ter-

bukti memaksa korban berhubungan badan. “Putusan itu juga berdasar keterangan delapan saksi yang diajukan jaksa,” ujar hakim anggota, Imam Santoso. Pertimbangan memberatkan lain, pasca kejadian, korban mengalami trauma berat. Selain itu, korban juga mengalami guncangan jiwa. “Kami tidak sependapat dengan penasihat hukum terdakwa yang minta keringanan hukuman,” kata Imam Santoso. Apa reaksi terdakwa dengan putusan tujuh tahun penjara itu? Penasihat hukum terdakwa, Tomi Yudianto, menyatakan menerima putusan itu. Hal serupa juga dilakukan JPU Ari Dewanto. “Kami menerima putusanini,”tandasAri.(abi/c1/aif)

Jalur Wisata Ijen Rawan Longsor n TEBING... Sambungan dari Hal 25

“Longsornya tadi malam, hujannya deras sekali,” terang Hariono, warga Desa Segobang, Kecamatan Licin. Saat tebing ambrol, pohon jabon berukuran besar juga tumbang dan terseret tanah yang longsor. “Sebelum dibersihkan, jalan raya ini penuh tanah, dan warga tidak bisa melintas,” kata Hariono sambil menyebut bahwa jalan tersebut menjadi pembatas Desa Kluncing dan Desa Segubang. Menurut Hariono, hujan de-

ras mulai turun sekitar pukul 22.00. Guyuran hujan baru reda sekitar pukul 02.00 dini hari. Diperkirakan, longsor terjadi saat hujan deras malam itu. “Jalan mulai bisa dilewati sekitar pukul 08.00 setelah tanah dibersihkan warga,” cetus Gimin, warga Desa Segobang, Kecamatan Licin. Longsor yang terjadi di Desa Kluncing itu menyebabkan arus lalu lintas antara Desa Licin dan Desa Pakel terganggu. Apalagi, di sepanjang jalan raya yang penuh lereng itu juga banyak yang longsor. Sementara itu, tanah longsor menutup jalan raya juga terjadi di Desa Banjar,

Kecamatan Licin. Di tempat tersebut sedang berlangsung proyek pengerukan lahan tebing. Akhirnya, tanah yang dikeruk tersebut menutup selokan di pinggir jalan. “Air meluber ke jalan raya, tanah juga menutup jalan,” sebut Plt. Camat Licin, Muhamad Lutfi, kemarin (1/4). Lutfi menyebut, wilayah Kecamatan Licin memiliki banyak bukit dan termasuk rawan longsor bila turun hujan. Bahkan, jalan di Desa Banjar yang menjadi jalur ke lokasi wisata Gunung Ijen juga rawan longsor. “Lereng di tepi jalan raya di Desa Banjar itu dikeruk,” ujarnya. (abi/c1/bay)

Acara Resmi Wajib Pakai Udeng n RUMUSKAN... Sambungan dari Hal 25

Dalam pertemuan di ruang Plt Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi Yanuarto Bramuda itu, dibahas beberapa hal menyangkut identitas Banyuwangi di ranah pakaian, seperti baju dan udeng. Pertemuan yang sangat gayeng tersebut dihadiri budayawan Has nan Singodimayan dan pencipta lagu gaek Andang CY. Hadir pula beberapa pengurus inti DKB, yakni Samsudin Adlawi, Pramu Sukarno, Bambang Lukito, Kang Pur, Hasan Basri, MH. Qowim, dan Iwan Subekti. Dalam pertemuan tersebut, Ketua DKB Samsudin Adlwi menyampaikan, Banyuwangi harus segera menemukan baju khas sebagai identitas. Sebagai daerah berbudaya, Banyuwangi dituntut memiliki baju khas resmi dan baju khas santai. Baju khas yang resmi itu nanti digunakan di acara-acara resmi, dan baju khas yang santai dipakai sehari-hari. Setelah melalui perdebatan pan jang, disepakati bahwa baju khas Banyuwangi ada dua kategori, yakni baju khas untuk orang tua dan baju khas untuk para muda. Baju khas orang tua dibagi menjadi dua, yakni baju khas laki-laki dan baju khas perempuan. Baju khas untuk para muda pun sama, yakni khas laki-laki dan khas perempuan. “Itu baju khas, bukan baju adat. Kalau baju khas boleh berdasar kesepakatan,” kata MH. Qowim. Pakar kopi dan pencinta adat Desa Kemiren, Iwan Subekti, yang hadir dalam pertemuan tersebut menegaskan, baju khas Banyuwangi sangat penting dan

harus segera disosialisasikan. Na mun demikian, baju khas ter sebut sifatnya tidak kaku. Ma syarakat boleh berkreasi asal kan kekhasannya tidak berubah. Iwan Subekti mempersilakan generasi muda berkreasi, siapa tahu hasilnya jus tru lebih bagus, asalkan tidak ngawur. “Detailnya akan segera kami ekspose kepada masyarakat agar semua tahu,” cetus Yanuarto Bramuda. Harapannya, selain menguatkan citra Banyuwangi sebagai kota budaya, penentuan baju khas tersebut diharapkan dapat menggairahkan sektor usaha kerajinan dan suvenir. Para pelaku usaha bisa membuatnya secara masal lalu menjualnya kepada para pelancong atau wisatawan yang datang ke Banyuwangi. “Apalagi pariwisata Banyuwangi kini menggeliat. Baju khas itu bisa menjadi oleh-oleh atau suvenir,” kata Bambang Lukito. Dalam pertemuan yang dimulai pukul 14.00 itu juga disepakati, masyarakat diminta membiasakan diri menggunakan udeng khas Banyuwangi dalam acara-acara resmi. Sebagai awalan, terlebih dahulu para birokrat diwajibkan meng gunakan udeng setiap rapat dan acara-acara resmi. “Itu akan saya usulkan kepada bupati secepatnya. Sebab, aturan pakai batik sudah ada, cuma belum ada aturan pakai udeng,” tambah Yanuarto Bramuda. Selain merumuskan udeng dan baju khas Banyuwangi, pertemuan tersebut juga berhasil merumuskan model peringatan Harjaba yang dianggap lebih khas dibanding peringatan Harjaba tahun-tahun lalu. Karena

itu, Harjaba tahun ini disepakati digelar secara berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni dengan mengarak seribu ancak. “Tahun ini Ngarak Sewu Ancak,” ungkap Samsudin Adlawi. Ancak dipilih sebagai ikon Harjaba karena ancak dianggap lebih khas. Meskipun demikian, tumpeng tetap dihadirkan dalam arak-arakan ancak tersebut. Minimal satu tumpeng akan diposisikan di barisan paling depan. Kemudian, di belakangnya diikuti iring-iringan ancak. Seperti halnya pawaipawai yang lain, Ngarak Sewu An cak tersebut dimulai dari depan kantor pemkab dan berakhir di Taman Blambangan. Kemudian, makanan yang tersaji di dalam ancak itu dinikmati para undangan dan masyarakat yang hadir. “Bahasa yang digunakan, baik saat doa maupun protokoler adalah bahasa Oseng,” tambah Kang Pur. Di bidang seni, DKB memutuskan akan memproduksi musik instrumen khas Oseng, yakni angklung dan baulo (biola). Rencananya, setelah diperbanyak nanti, kepingan musik (CD) itu akan di distribusikan ke hotel-hotel dan res toran-restoran di se lu ruh pelosok Banyuwangi. Mereka diminta memutar musik tersebut dalam berbagai kesempatan. Selain itu, kepingan musik tersebut juga akan dijual secara umum alias dikomersialkan. Dariharto, pembesut musik instrumental tersebut, mengaku bangga musik besutannya akan diproduksi DKB. “Ini sebagai awalan hanya 15 lagu. Masih banyak sebetulnya. Semoga yang lain terpancing untuk ikut berkreasi,” katanya. (c1/bay)

Dapat Bantuan Ambulans n TAK... Sambungan dari Hal 25

‘’Jujur, saya dulu takut melihat mayat. Tapi sekarang sudah terbiasa,” ujar pemilik Bali Ratu Spa tersebut. Pengalaman Bambang tersebut bermula dari kegiatan sosial yang dilakukan Ikawangi Dewata. Selama ini setiap anggota Ikawangi dibekali kartu

anggota yang juga berfungsi mirip kartu asuransi jaminan kematian. Bila ada anggota yang meninggal dunia, Ikawangi siap menyediakan ambulans untuk mengantar jenazah ke kampung halaman secara gratis. Selain itu, anggota yang meninggal juga mendapat santunan kematian. ‘’Alhamdulillah, sekarang Ikawangi sudah dapat bantuan ambulans dari Bupati Anas,” ujarnya. (c1/bay)


36

Rabu 2 April 2014

Tolong Bocah Tenggelam, Tewas

Edy supriyono/RaBa

DIJARAH: Meskipun belum ada instruksi pembongkaran, tapi kondisi Pasar Lama Asembagus sudah berantakan. Pedagang yang menempatinya mengaku tidak tahu-menahu dengan keadaan tersebut.

Bongkaran Aset Pasar Asembagus Dijarah Warga SITUBONDO - Sejumlah aset Pemkab Situbondo di lokasi Pasar Asembagus lama hilang entah ke mana. Diduga kuat, barang-barang berharga yang akan dibongkar dalam waktu dekat itu dijarah orang. Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) mengaku akan segera menempuh jalur hukum untuk menghadapi kasus tersebut. Sebab, para pedagang yang menempati bangunan pasar mengaku tidak tahumenahu terkait raibnya aset tersebut. Peristiwa yang membuat DPKD kelabakan itu berawal dari akan ditempatinya Pasar Baru Asembagus. Entah siapa yang mengomando, para pedagang memilih mengosongkan, bahkan ada yang membongkar bangunan mereka. Padahal, hingga kini belum ada perintah melakukan pembongkaran. Seandainya pun dilakukan pembongkaran, maka langkah itu akan dilakukan sendiri Pemkab Situbondo. Pantauan koran ini, di bagian depan pasar lama Asembagus semuanya sudah dalam keadaan kosong melompong. Sebagian hanya tersisa kusen. Tidak ada lagi bagian penutup bangunan sebelah depan. Bahkan, ada juga yang hanya tinggal bangunan tembok. Kusen kayu juga ikut lenyap. Dikonfirmasi, Kepala DPKD, Tri Cahya Ningsih membenarkan aksi para pedagang yang melakukan pembongkaran. Namun, pedagang mengaku tidak tahu menahu dengan lenyapnya sejumlah aset tersebut. “Iya, sudah dibongkar padahal belum ada instruksi dari pemda.

Makanya kepala pasar (Asembagus) saya suruh buat laporan. Karena aturannya tidak boleh membongkar sendiri seperti itu. Sejumlah aset yang hilang itu laporan dari kepala pasar,” terang Tri Cahya melalui telepon seluler kemarin. Menurut dia, pada saat pelaksanaan sosialisasi, DPKD sudah menginformasikan kepada para pedagang bahwa mereka tidak boleh mengubah atau membongkar sedikit pun pasar lama Asembagus yang ditinggalkan. Termasuk ancaman pidana bagi yang melakukan. “Walaupun pedagang berdalih menambahi sendiri, membenahi sendiri dalam perjalanannya menempati Pasar Asembagus, tetap tidak boleh. Sudah ada pernyataan, bahwa seberapa besar membenahi atau memperbaiki, walaupun diubah seperti apa, itu tetap menjadi aset pemkab bukan aset pedagang. Apalagi sampai kini memang masih belum ada rekomendasi untuk membongkar,” paparnya. Kata dia, proses pembongkaran masih menunggu proses administrasi di DPRD, yakni pengajuan persetujuan penghapusan gedung dari para wakil rakyat. “Kepastian jumlah yang hilang hingga kini masih proses inventarisasi yang sekaligus akan kita jadikan bahan membuat laporan,” terang perempuan berjilbab tersebut. Terkait dugaan para penjarah aset pemkab, kepala DPKD mengaku akan menindaklanjuti berdasar hukum. “Laporan ke kepolisian masih belum. Kita menunggu laporan kepala pasar dulu,” imbuhnya. (pri/c1/als)

Peserta Unas SMP/SMA Tembus 17.833 Siswa SITUBONDO - Tahun ini peserta ujian nasional (unas) di Situbondo mencapai 17.883 orang. Jumlah itu terdiri atas siswa SMP/MTs, SMPLB, SMA/ MA, SMA LB, SMK dan siswa Paket B dan paket C. Peserta unas tahun ini didominasi siswa sekolah swasta dengan jumlah 9.313. Peserta dari sekolah negeri sebanyak 8.570 siswa. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Situbondo, Fathor Rakhman mengungkapkan, dibanding dengan tahun sebelumnya, jumlah peserta unas tahun ini lebih banyak. Dia mencontohkan, peserta unas siswa SMA tahun ini lebih banyak 36 orang. Demikian juga untuk SMP, lebih banyak 42 orang dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Tahun ini jumlah peserta unas tingkat SMP sebanyak 6.507. Rinciannya, 4.887 siswa SMP negeri dan 1.620 siswa SMP swasta,” ujar Fathor kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (1/4). Siswa MTs Negeri yang mengikuti Unas 2014 hanya 187 orang, dari swasta 2.474 orang. SMP dan SMA LB masing-masing hanya satu orang dari swasta. Untuk siswa Paket B 708 orang. “Kalau siswa SMA totalnya 2.581 orang. Rinciannya, 1.673 siswa dari SMA Negeri dan 908 siswa dari SMA swasta. Sedangkan siswa MA dari negeri 458 orang dan 1.568 dari MA swasta. Dari Paket C 659 siswa,” rinci Fathor Rakhman. Untuk siswa SMK total peserta Unas 2014 mencapai 2.739 orang. Rinciannya, 1.365 dari SMK negeri dan 1.374 dari

SMK swasta. “Jumlah lembaga penyelenggara unas 298 lembaga,” sebut kadispendik. (pri/c1/als)

PANARUKAN - Niat baik Wahyudi, warga asal Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, berakhir tragis. Bagaimana tidak, pria tersebut tewas tenggelam setelah berusaha menolong seorang bocah asal desa setempat yang kecebur sungai. Tragedi yang dialami Wahyudi berawal ketika dirinya buang hajat di sungai Desa Kilensari. Pada waktu bersamaan, ada seorang bocah berusia 10 tahun yang berlari di semak-semak untuk mengejar layang-layang putus. Bocah yang belakangan dik-

etahui bernama Fanis itu berlari tanpa memperhatikan jalan setapak yang dilewatinya. Matanya terus melototi layang-layang di atas. “Bocah itu mengejar layang-layang,” kata AKP Wahyudi Kasubag, Humas Polres Situbondo. Sesampai di sungai yang tak jauh dari lokasi korban buang hajat, sang anak yang mengejar layang-layang tersebut terperosok hingga tubuhnya tercebur ke sungai. Mengetahui hal itu, pria 30 tahun itu bergegas menolong Fanis. Sayang, setelah korban Wahyudi masuk ke sungai, sang

bocah diketahui bisa berenang dan berusaha menepi ke pinggir sungai. Sementara itu, Wahyudi justru sebaliknya. Dia tidak dapat berenang hingga tubuhnya terseret arus sungai dan tewas tenggelam. “Korban berniat baik menolong sang bocah. Namun, diduga kuat tidak dapat berenang. Sehingga korban terseret arus sungai dan tenggelam,” kata Wahyudi. Tenggelamnya pria itu membuat sang bocah berteriak ketakutan. Beberapa warga yang mendengarnya kontan mendatangi lokasi kejadian dan menolong korban Wa-

hyudi yang tenggelam. “Saat korban ditolong, kondisinya sudah meninggal,” kata AKP Wahyudi. Berhasil dientas dari dalam sungai, korban selanjutnya dibawa oleh warga ke rumah sakit terdekat. Tetapi usaha itu sia-sia karena korban sudah meninggal dunia saat di dalam sungai. Korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. “Murni tenggelam karena tidak bisa berenang. Sesuai permintaan keluarga, jenazah korban langsung diserahkan ke rumah duka,” kata Wahyudi. (rri/c1/als)

Radar Banyuwangi | 2 April 2014  

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you