Page 1

RABU 27 NOVEMBER

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Balita Yatim Positif AIDS n Tertular Ortu, Tinggal Serumah dengan Kakaknya BANYUWANGI - Pengidap HIV/AIDS tidak pandang umur. Penyakit yang menggerogoti ke-

Anak-anak pun kini rentan terserang HIV/AIDS. Seperti yang dialami DD, bocah berusia lima tahun yang tinggal di Banyuwangi Selatan. Bo cah yang masih duduk di bangku TK kelas nol kecil itu di vonis mengidap AIDS. Dia

kebalan tubuh manusia itu tidak hanya menyerang orang dewasa dan kalangan ibu rumah tangga.

Misteri Hilangnya Febiola

ter tular kedua orang tuanya yang dinyatakan positif AIDS. Kedua orang tuanya kini sudah meninggal dunia. Ibunya meninggal tiga bulan lalu di sebuah rumah sakit di Banyuwangi Selatan n  Baca Balita...Hal 39

Febiola dijemput pemuda dengan motor Yamaha Jupiter oranye. 3

Kepada ibunya, Febiola menyatakan ingin jadi model.

1

2

Berangkat jalan kaki dari rumah berseragam, mampir ke toko tetangganya pukul 06.30. Febiola ganti baju di toko milik Winarto.

Febiola sempat kirim SMS ke ibunya pukul 13.00. Dia berpesan, sengaja tak bawa motor ke sekolah karena nunut teman.

4

Febiola menghilang dan tidak jelas posisinya sejak pukul 15.00. GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Ingin Jadi Model, Siswi Menghilang BANYUWANGI - Seorang siswi SMA nekat kabur dari rumah bersama lelaki kenalannya Senin lalu (25/11). Hingga kemarin (26/11), posisi pelajar bernama Febiola Catur Samudera itu masih misterius.

Sebelum pergi dari rumah, gadis berusia 16 tahun asal Dusun Kedungringin, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, itu sempat melontarkan keinginannya menjadi model. Tentu hilangnya siswi kelas X SMA

PGRI Purwoharjo itu membuat orang tua nya kelabakan. Pihak keluarga siswi itu pun mendatangi Polres Banyuwangi untuk melapor. “Kita sudah mencari ke rumah saudara dan teman-temannya, tapi tidak ada,�

cetus Sriyanah, 40, ibu kandung Febiola Catur Samudera. Menurut Sriyanah, putrinya meninggalkan rumah sejak sekitar pukul 06.00 Senin lalu n

REPRO: AGUS BAIHAQI/RaBa

 Baca Ingin...Hal 39

Febiola Catur Samudera

Tetap Membeludak di Hari Kedua

LEGISLATIF

Tiga Anggota DPRD Tunggu Giliran PAW BANYUWANGI - Rapat paripurna istimewa DPRD Banyuwangi dengan agenda Pergantian Antar Waktu (PAW) Senin (25/11) lalu tampaknya bukan yang terakhir. Sebab, saat ini masih ada tiga anggota DPRD yang sedang diajukan partainya agar diganti. Pengajuan PAW ketiga anggota dewan tersebut sudah disetujui pimpinan DPRD. Selanjutnya, proses pergantian itu tinggal menunggu surat keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur n

BANYUWANGI - Di hari kedua pelak- bagian selatan dan utara. Itu bisa dimaklumi lantaran lapangan sanaan Banyuwangi Job Fair 2013, arena pameran bursa tenaga kerja itu terus kerja yang tersedia dalam ajang Banyuwangi Job Fair 2013 dibanjiri job seeker. KeBanyuwangi sangat besar. Sebanyak marin (26/11), ribuan 6.252 lowongan kerja pencari kerja datang sesiap menampung para cara bergelombang ke job seeker dengan kuarena pameran, yakni di ali fikasi pendidikan kompleks Gedung Olah yang beragam, mulai Raga (GOR) Tawang me reka yang tamatan Alun, Banyuwangi, untuk memanfaatkan peluang kerja tersebut. SD, SMP, SMA, diploma, hingga sarjana. Sambutan antusias bukan hanya berasal Sebab, lowongan kerja yang tersedia juga dari masyarakat yang tinggal di pusat Kota beragam, di antaranya office boy, satGandrung. Tidak sedikit pula pencari pam, pekerja pertambangan emas, markerja yang datang ke arena job fair ter- keting, perawat, dan pramugari maskapai sebut rela menempuh jarak puluhan Ki- penerbangan kelas atas tanah air n  Baca Tetap...Hal 39 lometer (Km) dari wilayah Banyuwangi

job

fair

2013

 Baca Tiga...Hal 39

KERETA API

GALIH COKRO/RaBa

ADU NASIB: Job seeker mengisi lamaran kerja di tribun GOR Tawang Alun, Banyuwangi, kemarin.

Para Tukang Becak setelah Kursus Bahasa Inggris

Dulu hanya Yes-No, Kini Pede Bilang Can I Help You

SIGIT HARIYADI/RaBa

SIBUK: Petugas memperbaiki rel KA di Desa/ Kecamatan Kabat, Banyuwangi, kemarin.

Rawan Banjir di 11 Titik KABAT - Setelah tersendat akibat kondisi rel kereta api (KA) terendam banjir Senin sore (25/11), jadwal keberangkatan dan kedatangan moda transportasi masal itu berangsur normal kemarin (26/11) n  Baca Rawan...Hal 39

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Tukang becak di Banyuwangi kini makin pede. Mereka tak lagi bilang yes dan no saat mengantar turis asing. Sebab, sebagian dari mereka telah dibekali bahasa Inggris untuk percakapan sehari-hari.

Kalau kagetan, jangan dipegang pistolnya

CITY TOUR: Rombongan turis asing naik becak keliling kota Banyuwangi.

SHULHAN HADI, Banyuwangi SELAMA ini para tukang becak di Banyuwangi sering dikeluhkan oleh para wisatawan mancanegara (wisman). Para bule merasa para penarik becak kurang ramah. Tak jarang, tukang becak memberlakukan tarif terlalu tinggi. Padahal, para turis telah meng-

Polisi pemegang pistol akan dites ulang

Ingin jadi model, siswi menghilang Semoga bukan model tabloid khusus supranatural

GALIH COKRO / RaBa

antongi daftar harga transportasi. Otomatis mereka tahu harga yang berlaku secara umum di Kota

Gandrung. Selain itu, kebanyakan tukang becak pasif saat mengantar wisman menuju lokasi yang dituju.

Namun, bermacam keluhan itu akan menjadi cerita lama n  Baca Dulu...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


30

Rabu 27 November 2013

CERMIN DIRI Runtuhnya Pasar Panji AMBRUKNYA Pasar Panji di Situbondo masih menjadi perbincangan hangat. Untuk memastikan apakah ada unsur pidananya ataukah tidak, polisi langsung turun tangan. Sejumlah saksi dimintai keterangan. Tidak menutup kemungkinan, pelaksana proyek akan dikorek keterangan. Petaka Pasar Panji yang masih dalam proses finishing itu menyita perhatian sejumlah kalangan. Selain polisi, Komisi III DPRD Situbondo juga turun ke lapangan. Mereka mengumpulkan sejumlah keterangan seputar runtuhnya pasar yang pembangunannya menelan anggaran Rp 1,1 miliar tersebut. Berdasar serangkaian penyelidikan, tampaknya kualitas pengerjaan menjadi pemicu kecelakaan. Ada dugaan, pihak pelaksana proyek asal-asalan membangun pasar tersebut. Kontraktor tidak tepat waktu dalam menuntaskan pekerjaan. Batas akhir pengerjaan 20 November 2013 lalu. Deadline itu ternyata tidak bisa dipenuhi rekanan. Pemkab Situbondo akhirnya memperpanjang 30 hari ke depan agar semua pengerjaan rampung. Kalau nanti dalam penyelidikan ditemukan unsur pidana, polisi jangan segan-segan memproses kasus tersebut ke ranah hukum. Pihak pelaksana proyek (CV. Hanura Jaya) juga harus ditindak tegas. Polisi jangan ewuh-pakewuh mengorek keterangan H. Hamid yang disebut-sebut sebagai kontraktor pembangunan Pasar Panji sekalipun dia sebagai ketua Gapensi. Kita mendukung langkah polisi memeriksa kontraktor dan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus robohnya Pasar Panji. Bila nanti ada pejabat pemkab yang terlibat rangkaian kejadian itu, polisi tidak boleh tebang pilih. Dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, semua harus diperiksa tanpa kecuali. Ketegasan itu semata demi memberikan warning kepada rekanan lain agar tidak asal-asalan mengerjakan proyek. Sebab, tidak menutup kemungkinan, kontraktor lain juga ”bermain curang” ketika mendapat garapan proyek, baik itu mengurangi kualitas material atau mengurangi volume pekerjaan. Di kalangan kontraktor, modus seperti itu bukan suatu yang baru. Khusus rekanan Pasar Panji, pemkab juga harus tegas. Kalau robohnya Pasar Panji semata karena kecerobohan pihak kontraktor, pemkab jangan segan-segan menjatuhkan sanksi. Kita serahkan sanksi administrasi sepenuhnya kepada Bupati Situbondo. Apakah harus menjatuhkan sanksi black list kepada rekanan ataukah tidak, menunggu hasil kerja tim yang diterjunkan pemkab. (*)

TAMU KITA

SHULHAN HADI/RaBa

ANTUSIAS: Siswa-siswi SMAN 1 Muncar mendengarkan penjelasan jurnalistik dari Redpel Syaifuddin Mahmud.

Pelajar SMAN 1 Muncar Belajar Ilmu Jurnalistik BANYUWANGI - Sebanyak 168 siswa siswi SMAN 1 Muncar kemarin memadati Seblang Room kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi. Mereka ingin melihat langsung proses pembuatan koran. Kunjungan kali kedua ini didampingi guru pembimbing dan komite sekolah. Mereka berkunjung ke Jawa Pos Radar Banyuwangi menggunakan tiga unit bus. Dalam kunjungan kemarin, rombongan diterima Redaktur Pelaksana Syaifuddin Mahmud dan layouter Ramada Kusuma. Syaifuddin menjelaskan kepada siswa-siswi seputar teknis mencari dan menulis berita. Salah seorang guru pendamping, Kasianto Idris mengatakan, kunjungan terebut merupakan program tahunan. Acara tersebut sengaja digelar agar siswasiswi mengenal jurnalistik tidak hanya melalui buku di sekolah. “Dengan begini siswa-siswi menjadi mengerti tentang dunia jurnalistik,” kata Kasianto. (mg1/c1/aif)

LUMPUH: Farid Maulana digendong ibunya di Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Hujan Datang, Waspada Diare

Camat Siap Bantu Bocah Lumpuh KALIPURO - Pemerintah Kecamatan Kalipuro siap membantu bocah lumpuh tangan dan kaki asal Dusun Kraja, Desa Telemung, bernama Farid Maulana. Pihak Kecamatan Kalipuro akan mengupayakan agar bocah berumur 11 tahun tersebut mendapat pengobatan layak. Camat Kalipuro, Nur Hadi, menyatakan akan membantu dan mencarikan dana untuk pengobatan Farid. “Pengobatan Farid Maulana akan kita bantu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (26/11) n  Baca Camat...Hal 39

BANYUWANGI - Yang perlu di waspadai di musim hujan bukan hanya banjir. Para orang tua juga harus mewaspadai ancaman penyakit diare. Di musim hujan, penyakit diare potensi menyerang anak-anak. Sebab, anak-anak biasanya kurang menjaga kebersihan. ‘’Kami mengimbau orang tua agar menjaga kebersihan anak-anak. Biasakan cuci tangan menggunakan sabun,” ujar Direktur RSUD Blambangan, dr. Taufiq Hidayat SPAnd, kemarin (26/11). Sementara itu, diare terjadi

AGUS BAIHAQI/RaBa

karena peradangan usus yang disebabkan bakteri, virus, dan parasit; seperti jamur, cacing, dan protozoa. Di musim hujan, pertumbuhan cacing, jamur, dan jasad renik, lebih mudah dan cepat berkembang biak. Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan diare. Faktor tersebut, antara lain kurang gizi, keracunan makanan, dan alergi susu. Hasil pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin, tampak dua pasien anak-anak yang dirawat di RSUD Blambangan karena sakit diare n  Baca Hujan...Hal 39

Pemegang Pistol Dites Ulang BANYUWANGI - Aksi bunuh diri anggota Polres Nganjuk, Briptu Bambang Setiawan, 31, dengan cara menembakkan senjata ke dadanya hingga tiga kali, ternyata menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Kejadian itu juga jadi atensi jajaran Polres Banyuwangi. Semua anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim), Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba), Satuan Lalu Lintas (Satlantas), dan anggota Satuan Sabhara, dikumpulkan dalam apel pembinaan sore kemarin (26/11). “Ini (kasus polisi bunuh diri) jadi perhatian,” cetus Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf. Dalam apel yang dilaksanakan di halaman depan Mapolres Banyuwangi itu, Kapolres Yusuf menyampaikan materi terkait aksi bunuh diri anggota Polres Nganjuk. “Kita tidak berharap kejadian itu terjadi di sini (Polres Banyuwangi),” katanya. Berkaitan dengan polisi yang bunuh diri itu, kapolres menyebut akan mengumpulkan semua perwira di jajaran Polres Banyuwangi. Perwira yang akan

Ditanya kapan para anggota akan dilakukan tes ulang psikologi, Kapolres Yusuf mengaku belum bisa me mastikan jadwalnya. Yang pasti, agenda itu akan dibahas dalam pertemuan dengan para perwira. “Kita tunggu hasil pertemuan dengan para perwira,” sebutnya. (abi/c1/bay)

SHULHAN HADI/RaBa

MEMBAIK: Dua pasien diare dirawat di Ruang Perawatan Anak RSUD Blambangan Banyuwangi kemarin.

DOK. RaBa

AKBP Yusuf

dipanggil itu bukan hanya yang bertugas di lingkungan polres. “Perwira di polres dan polsek akan kita panggil nanti malam (tadi malam, Red),” cetusnya. Pertemuan dengan para perwira yang digelar di Mapolres Banyuwangi itu, jelas dia, berkaitan dengan aksi bunuh diri anggota Polres Nganjuk. “Saya juga ingin masukan dan mencari formula yang pas untuk menghindari aksi bunuh diri itu,” ujarnya. Yang pasti, kata dia, dalam waktu dekat akan dilakukan tes ulang psikologis bagi para anggota yang dipersenjatai. Tes itu, jelas dia, untuk mengetahui kondisi mentalnya. “Kita baru saja tes psikologis, tapi akan kita adakan (tes psikologi) lagi,” ungkapnya.

PENGUMUMAN

BADAN PERTANAHAN NASIONAL Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuwangi

(Tentang Sertipikat Hilang) No. 460/300.3.35-10/XI/2013

Jl. Dr. Sutomo No. 54 Telp. (0333) 421097, 416140, 413388 Banyuwangi Faximile (0333) 416140 Kode Pos 68411

Untuk mendapatkan Sertipikat baru sebagai pengganti sertipikat yang hilang berdasarkan ketentuan pasal 59 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, dengan ini diumumkan bahwa: No.

Nama / Alamat Pemohon

1

2

Jenis dan Nomor Hak

NIB

3

4

Terdaftar Atas Nama 5

Tanggal Pembukuan 6

1.

SARIYAH

Hak Milik No. 01922 01884

SARIYAH

10-05-2000

2.

BAMBANG MULYADI Berdasarkan Surat pernyataan Tgl. 02-09-2013 BAMBANG MULYADI Berdasarkan Surat pernyataan Tgl. 02-09-2013

Hak Milik No. 00654

-

SURJANI

01-11-1974

Hak Milik No. 00239

-

TEK LIEM MOY

1969

Letak Tanah : a) Jl / Lingk b) Desa / Kel c) Kecamatan

7

Keterangan

8

a. – · Surat Pernyataan b. Sukonatar sekarang dibawah sumpah dan Sukomaju janji Hari Rabu Tgl. 04c. Srono 09-2013 a. – · Surat Pernyataan b. Kedungrejo dibawah sumpah dan c. Muncar janji Hari Jumat Tgl. 08-11-2013 a. – b. Kedungrejo · Surat Pernyataan c. Cluring sekarang dibawah sumpah dan Muncar janji Hari Jumat Tgl. 08-11-2013

Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal ini , bagi mereka yang merasa berkeberatan dapat mengajukan keberatan-keberatan kepada kami dengan disertai alasan dan bukti yang kuat, Jika setelah 30 (tiga puluh) hari tidak ada keberatan terhadap permohonan penggantian sertipikat diatas, maka sertipikat pengganti akan diterbitkan dan berlaku sah menurut hukum dan sertipikat yang dinyatakan hilang tidak berlaku lagi. Banyuwangi, 26 November 2013 KEPALA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BANYUWANGI HARYONO SAROSO, SH, MH. NIP. 19591225 199103 1 001

PENGUMUMAN LELANG KEDUA EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Menunjuk Pengumuman Lelang Pertama tanggal 12 November 2013 dan berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan RI No. 4 Tahun 1996, Koperasi Serba Usaha Puri Niaga Jember dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember akan melaksanakan Penjualan di muka umum/lelang pada : Hari & Tanggal Pukul Tempat

: Rabu / 11 Desember 2013 : 09.00 WIB : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember, Jalan Slamet Riyadi 344 A – Jember

- Debitur : Zein Afifah Siyani, Dsn. Krajan, RT 2 RW 4 Tegalharjo, Kec. Glenmore, Kab. Banyuwangi, berupa : Sebidang tanah dan bangunan diatasnya, luas 428 M2 tersebut dalam SHM No.1038, atas nama Zein Afifah Siyani, terletak di Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Harga Limit : Rp 290.000.000,- dan Uang Jaminan : Rp 232.000.000,Syarat-syarat Lelang : 1. Peserta Lelang wajib menyetor uang jaminan sesuai tersebut diatas ke rekening atas nama : Penampungan Lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember No. 143.0009894476 pada PT Bank Mandiri Cabang Jember Alun-Alun, yang sudah efektif selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum pelaksanaan lelang dengan mencantumkan nama Penyetor/Peserta sesuai dengan KTP dan obyek lelang yang akan ditawar. 2. Tidak diperkenankan menyetor uang jaminan melalui ATM/SMS Banking, dll 3. Peserta Lelang wajib membawa NPWP. 4. Pemenang lelang wajib melunasi seluruh harga lelang dan bea lelang paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah lelang ke rekening tersebut diatas, apabila tidak dilunasi, maka pemenang lelang dianggap wanprestasi dan uang jaminan akan disetorkan ke kas negara. 5. Bagi peminat dapat melihat obyek yang akan lelang pada alamat tersebut diatas dan Semua obyek dijual dalam kondisi apa adanya dan semua cacat dan kekurangannya, peminat lelang diharapkan untuk memeriksa Obyek lelang sebelum mengikuti lelang, 6. Apabila karena suatu hal terjadi pembatalan/penundaan terhadap salah satu atau beberapa barang/obyek lelang tersebut diatas, pihakpihak yang berkepentingan/peminat lelang tidak diperkenankan untuk melakukan tuntutan dalam bentuk apapun kepada KPKNL Jember dan KSU. Puri Niaga Jember. 7. Syarat-syarat lain ditentukan pada saat lelang 8. Keterangan lebih lanjut dapat diperoleh di KSU. Puri Niaga Jember,Telp. 0331-489590 Jember. Jember, 27 November 2013 ttd. KPKNL Jember

KSU. Puri Niaga Jember

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Administrasi Biro Situbondo: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail. com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Rabu 27 November 2013

Menhut Ubah Status Hutan Lindung

INFRASTRUKTUR

Penambangan Emas Tumpang Pitu Dilakukan Terbuka

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

RUSAK BERAT: Kondisi jalan di Desa Blambangan, Muncar, setelah diguyur hujan.

Jalan Desa Mirip Kolam MUNCAR - Status Muncar sebagai salah satu kota penyokong perekonomian di Banyuwangi rupanya belum diimbangi dengan infrastruktur yang memadai. Salah satu yang mencolok adalah rusaknya jalan raya sebagai pendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Jalan rusak masih banyak ditemui di beberapa sudut Muncar. Seperti di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Kondisi jalan yang menghubungkan Desa Blambangan dan desa lain cukup memprihatinkan. Bila hujan mengguyur, jalan berubah menjadi kolam. Kondisi serupa juga terlihat di Dusun Sumbergroto, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono. Jalan di desa tersebut rusak dan penuh lubang hingga membentuk kolam di tengah jalan. Banyak warga yang melintasi jalan tersebut harus berhenti sejenak dan bergantian lewat karena seluruh badan jalan tergenang air. Hanya sedikit bagian yang bisa dilewati. Itu pun becek. Kasiani, warga Rejoagung mengatakan, jalan tersebut sudah lama rusak. “Yang lainsudah diperbaiki. Tinggal sekitar 300 meter ini belum diperbaiki,” cetusnya. Meski jalan tergenang air, warga terpaksa melewati jalan tersebut lantaran itu satu-satunya akses yang menghubungkan Desa Rejoagung dan Desa Sumbersewu. “Pemkab membangunnya nanggung, tinggal sedikit saja tidak diselesaikan” kata Joko, warga setempat. (nic/azi/c1/aif)

PESANGGARAN - Perubahan perusahaan pengelola pertambangan emas dari PT. Indo Multi Niaga (IMN) ke Bumi Suksesindo (BSI) di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, ternyata juga berdampak terhadap perubahan sistem penambangan di lokasi tersebut. Ketika masih dikelola IMN, penambangan di Gunung Tumpang Pitu dilakukan secara tertutup. Nah, saat ini BSI menggunakan sistem pertambangan secara terbuka. Hal itu mengemuka dalam sosialisasi dan konsultasi publik terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di aula Perkebunan Sungailembu, Kecamatan Pesanggaran, kemarin. Dalam kesempatan tersebut, tim BSI, konsultan dari Universitas Brawijaya Malang, dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, menyampaikan bahwa dalam melakukan penambangan emas, PT. BSI akan menggunakan sistem terbuka. “Karena penambangan emas dengan sistem terbuka dinilai lebih aman dan ramah lingkungan,“ Kata Arif Firman, direksi PT. BSI, dibenarkan konsultan dari Unibraw dan BLH Jatim. Kontan, penjelasan itu mengundang reaksi peserta sosialisasi, khususnya yang kontra penambangan. Sebab, berdasar

ABDUL AZIZ/RABA

studi AMDAL yang dilakukan PT. IMN, pengelolaan tambang emas dengan sistem tertutup justru lebih aman. Saat PT. IMN menyampaikan bahwa penambangan emas secara tertutup lebih aman, warga tetap menolak. “Kok sekarang justru dilakukan terbuka, apakah justru tidak semakin bahaya? Jelas-jelas hutan yang ditambang adalah kawasan hutan lindung,” tanya Budi, seorang warga. Menanggapi hal tersebut, tim konsultan dari Surabaya dan PT. BSI menje-

laskan, berdasar kajian tim konsultan, sistem penambangan secara terbuka lebih aman dan ramah lingkungan. Dulu PT. IMN melakukan penambangan secara tertutup karena waktu itu status lahan yang ditambang seluas 385 hektare tersebut masih hutan lindung. Namun, sejak 19 November 2013 Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan sudah mengubah status hutan tersebut berdasar Keputusan Menhut Nomor 826/Menhut/11/2013. “Sudah alih

fungsi dari hutan lindung menjadi hutan produksi. Jadi ini juga menjadi dasar mengapa penambangan dilakukan secara terbuka,” tandas Arif. Sosialisasi dan konsultasi publik yang dilakukan di Perkebunan Sungailembu kemarin menuai protes warga Sumberagung yang rumahnya berdekatan dengan area pertambangan. Sebab, warga yang rumahnya berdekatan langsung dengan area pertambangan justru tidak diundang. (azi/c1/aif)

Indikasi Human Error Semakin Kuat Penyebab Kecelakaan Tiga Bocah SD

BUTUH PERBAIKAN: Warga melintasi jalan di Dusun Sumbergroto yang kondisinya digenangi air.

ABDUL AZIZ/RaBa

DIALOG: Seorang peserta saat menyampaikan pertanyaan dalam dialog publik di Desa Sumberagung kemarin.

MUNCAR - Penyebab kecelakaan di Desa Blambangan, Muncar, yang menewaskan dua bocah sekolah dasar (SD) mulai ada titik terang. Indikasi human error dalam kejadian yang merenggut nyawa Sofril dan Allen tersebut semakin kuat. Itu diperkuat dengan temuan

dan penyelidikan polisi dalam insiden laka lantas Minggu kemarin (24/11) tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, dua bocah bernama Sofril dan Alen meregang nyawa karena motor yang mereka kendarai menabrak pohon asam persis di depan Balai Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Minggu (24/11). Satu rekan korban, yaitu Anggi, selamat dari maut. Kejadian yang melibatkan bocah yang masih duduk di

bangku kelas enam SD itu terjadi saat ketiga korban mengendarai Yamaha Mio secara bersamaan. Mereka melaju dari Desa Tembokrejo menuju Desa Blambangan. Kapolsek Muncar Kompol Ary Murtini mengatakan, tidak ditemukan bekas rem di sekitar lokasi kejadian. Musibah itu besar kemungkinan juga disebabkan jalan yang menikung.

Selain itu, korban belum mahir mengendarai motor karena usianya masih anak-anak. Yang juga disayangkan, saat mengendarai kendaraan, korban tidak memakai helm pengaman. “Ketiganya tidak pakai helm,” beber Ary Murtini. Diduga, Alen menggeber motornya dengan kecepatan tinggi. Celakanya, saat mendekati lokasi kejadian, jalan sedikit

menikung. Itu menyebabkan korban tidak bisa menguasai kendaraan. Moncong motor pun menghantam pohon asam di pinggir jalan. Ketiga korban terpental. Selain motor mereka rusak berat, Alen dan Sofril mengalami luka serius. Sementara itu, Anggi hanya mengalami memar di wajah. (nic/c1/aif )


32

Rabu 27 November 2013

Kebanggaan Dalam Batas Kewajaran MASIH teringat secara jelas dalam pikiran ini ketika saya pulang ke kampung halaman tercinta, Banyuwangi. Rasa rindu ini terobati setelah melihat betapa pesatnya perkembangan yang ditunjukkan oleh Kota Gandrung. Kota berjuluk The Sunrise of Java telah menjadi buah bibir bagi masyarakat luas, baik masyarakat Jawa Timur, masyarakat nasional maupun masyarakat internasional. Berbagai media massa tidak hentihentinya memberikan suguhan hangat kepada khalayak umum tentang Banyuwangi. Saya yakin, putra-putri daerah yang saat ini berada di perantauan seperti saya merasakan hal yang sama. Ya, rasa haru, bangga dan rasa-rasa lain telah diulek menjadi satu menjadi racikan bumbu sedap yang dimiliki para perantau dari kota di ujung timur Pulau Jawa tersebut. Banyuwangi Festival (B-Fest) telah menjadi genjah arum bagi masyarakat Kota Gandrung yang terbentang dari Kecamatan Wongsorejo hingga Kecamatan Kalibaru. B-Fest me-

mang belum berakhir, tetapi wangine kembang wis semebyar ono ring kabeh penjuru bumi. Bulan September sampai dengan Desember dapat dikatakan bulannya masyarakat Banyuwangi. Meskipun tidak semua event dapat saya ikuti dalam B-Fest tahun ini (begitupun tahun lalu), saya masih bisa mengikuti seluruh informasi yang terkait dengan kemeriahan dan kemegahannya. Salah satu pergelaran terbaru yang sempat saya saksikan ketika pulkam adalah Banyuwangi Tour de Ijen (BTdI). Dua puluh tim peserta baik dari tim lokal, dalam negeri, maupun luar negeri yang ikut andil dalam acara tersebut telah menjadi bukti kepada kita semua betapa arumnya nama Banyuwangi. Rasa bangga saya semakin terasa ketika teman-teman di kota tempat saya menimba ilmu menanyakan pergelaran BTdI yang sangat mengagumkan. Layaknya Menpora, Bapak Roy Suryo, teman-teman yang berasal dari beberapa kabupaten di Jawa Timur maupun di luar Jawa Timur turut memberikan kebanggaannya atas prestasi yang

diraih Banyuwangi mai memakai kaos selama ini. olahraga maupun Saya sangat kaos I Love Banyut e rha r u d e n ga n wangi menuju antusiasme masekolah yang lesyarakat Banyutaknya tidak jauh wangi yang sangat dari rumah saya guyub dalam menberada. Ternyata dukung penuh mereka semua dipergelaran akbar wajibkan masuk tersebut. Antusias oleh pihak sekoyang dapat saya lah dengan tujuan saksikan secara untuk memberilangsung adalah kan sambutan dan tumpah ruahnya dukungan kepada OLEH: masyarakat di kepeserta BTdI. camatan tempat Dan ternyata M. Hidayat Dwi Oktara * saya berada, Kabenar, mendekati lipuro. Kecamatan ini termasuk pukul 11 siang saya pergi ke jalan ke dalam daerah yang dilewati besar yang akan dilalui oleh para peserta BTdI etape kedua dari Ke- riders peserta BTdI. Suara patrol camatan Wongsorejo sampai finish mengalun dengan gagahnya diikuti di Red Island. Ada hal berbeda kerlap-kerlip bendera merah putih yang saya temukan saat itu. “Eh dengan sieze kecil yang dikibarlek, apuwo minggu-minggu podo kibarkan oleh siswa-siwi SD mennong sekolahan?”. Pertanyaan itu jadi tanda betapa meriahnya hari saya lontarkan ketika adik-adik itu. Baik siswa-siswi, masyarakat usia SD di kampung beramai-ra- kampung, para pekerja maupun

seluruh masyarakat sekitar tumpah ruah di jalan double ways sepanjang jalan Yos Sudarso yang bisa dibilang baru itu. Dan….”tet tet tet” suara terompet tertiup kencang mengiringi kedatangan para peseta BTdI, tepat kira-kira pukul 11.15 WIB. Saya yakin, pemandangan serupa terjadi di seluruh kecamatan yang ada di Banyuwangi. Di sini saya dapat memetik pemahaman bahwa semangat mbangun Banyuwangi hang lebih apik selalu membara di setiap masyarakat Banyuwangi mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua. Saat ini saya semakin terbiasa mendengar gending Banyuwangian mengalun dengan merdunya dari mulut mungil anak-anak di kampungku. Semangat mencintai Banyuwangi sangat membara dalam diri mereka, apalagi Banyuwangi sudah seperti lagu yang dilantunkan oleh penyanyi cilik Tegar. Banyuwangi yang dulu bukanlah yang sekarang. Ada kebanggaan dan kecemasan dalam diri saya. Kebanggaan itu

pasti, karena melihat generasi penerus Banyuwangi saat ini begitu semangat dalam mencintai dan membangun daerahnya. Jadi kita semua tidak perlu takut, karena gending umbul-umbul Belambangan kembali terlantun dengan mantap oleh anak-anak asli daerah. Namun saya memiliki kecemasan ketika semangat yang membara itu tidak dibarengi dengan pengenalan budaya-budaya daerah lain dalam diri anak-anak Banyuwangi. n  Baca Kebanggaan...Hal 39

Radar Banyuwangi mengundang warga Banyuwangi dan Situbondo yang berada di perantauan untuk menulis pengalamannya. Tulisan kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan juga foto diri. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

Setahun Tanpa Gaji, malah Kena PHK SITUB OND O - Sungguh sial nasib Budiyanto, warga Kelurahan Dasabah, Kota Bondowoso, yang bekerja di Situbondo. Bagaimana t i d a k , s e t e l a h t a k d i g aj i selama dua belas bulan, tiba-tiba pria tersebut diPHK perusahaan tempatnya bekerja. Merasa ada yang kurang beres, lelaki 37 itu melapor kepada pihak berwajib. Budiyanto melaporkan dugaan penggelapan gajinya selama 12 bulan. Dalam laporannya, Budiyanto mengaku sudah bekerja di salah satu perusahaan di Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, itu sejak 2005. “Saya kerja di sana mulai tahun 2005,” kata Budiyanto saat melapor kepada polisi kemarin (26/11). Namun, mulai Mei 2012 ternyata gajinya per bulan sebesar Rp 5 juta tidak pernah dibayar. Kejadian itu berlangsung cukup lama

Terlapor pasti akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Jadi, kasus penggelapan ini masih diselidiki. Jika terbukti, pelaku akan kami dijerat Pasal 372 tentang penggelapan. AKP Wahyudi Kasubag Humas Polres Situbondo

hingga April 2013. “Jadi, gaji yang tidak dibayar 12 bulan,” imbuhnya. Ironisnya, tanpa peringatan sebelumnya, kini dia di-PHK. Budiyanto merasa akumulasi gaji sebesar Rp 60 juta itu digelapkan. Karena itu, dirinya melaporkan kasus penggelapan itu kepada polisi. “Saya sudah berusaha agar gaji itu dibayar, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” terang pria tersebut di hadapan polisi. Sayang, pihak perusahaan belum berhasil dihubungi koran ini. Yang jelas, kasus dugaan penggelapan tersebut

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Jl. Argopuro •

• Ruko Jajag •

J. Tnh 9000m, Jl. Argopuro 15B 750 rb/m, 9600m Ry Lmgn Asb 200 rb/m 082333008871

• Pulau Santen •

Djl Tnh Swh L 14.000 M2 SHM Glenmore Tepi Jln propinsi, Dkt Kmpus,RS, cocok prumahan Hrg 200 rb/m2 0333-821443

SEMPU - Sukses penyelenggaraan Paju Gandrung 1000 tidak lepas dari peran SMP Muhammadiyah 7 Sempu. Sekolah yang kini dipimpin Drs Haji Musa Alhady M.Pd itu turut serta dalam kegiatan yang menjadi sarana promosi wisata Banyuwangi tersebut. Dalam acara tersebut, sekolah ini mengirimkan empat siswa laki-laki dan empat siswa perempuan. Dukungan penuh terhadap kegiatan Paju Gandrung 1000 bukan tanpa alasan. Musa Alhady menuturkan, kegiatan itu sejalan dengan program sekolah yakni SMP Mutu Men-

cari Bakat. Di samping menyalurkan bakat siswa, kegiatan itu juga diharapkan menjadi media pelatihan untuk tampil di even lokal maupun nasional. Diutarakan oleh guru seni tari SMP Muhammadiyah 7 Sempu, persiapan matang sebelumnya juga dilakukan sebelum terjun ke acara itu. Beberapa hal dari peserta Paju Gandrung 1000 dari sekolah ini mendapat treatment khusus. Di antaranya menyamakan kekompakan gerakan, mempersiapkan tempat, hingga menyiapkan penari gandrung. Harapan lainnya dalam keikutsertaan di ajang ini tentu-

nya agar seni gandrung dapat meningkatkan minat turis asing untuk datang ke Banyuwangi. Dan untuk selalu mensukseskan dukungan tersebut, SMP Muhammadiyah 7 Sempu juga melaksanakan kegiatan intra secara rutin. Seni tari, misalnya. Dilaksanakan dua kali dalam seminggu. Kegiatan lainnya yang juga dilaksanakan secara berkelanjutan di antaranya sepak bola sekali dalam sepekan, futsal sekali dalam sepekan, dan bela diri lewat perguruan Tapak Suci sekali dalam seminggu. Untuk menilai semua itu, sekolah menggelar lomba

antar kelas setiap enam bulan. “Pemenangnya akan diumumkan dalam acara pentas seni di setelah ujian semester,” ujarnya. S e l a i n i t u , k e b e ra d a a n wakil SMP Muhammadiyah 7 Sempu dalam kegiatan Paju Gandrung 1000 sekaligus m e nu n ju k k a n k o m i t m e n sekolah. Di antaranya dewan guru dan keluarga besar sekolah siap mendukung penuh program Bupati Banyuwangi untuk memajukan potensi pariwisata dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia yang ada didalamnya. (nic/adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI • All New Civic ‘06 •

• Jl. JA. Suprapto •

• Body Kijang Kapsul •

• Toyota Hiace ‘82 •

• Xenia XI (Plat W) •

Dijual B.U Rmh Srtgs Jl. Jaksa Agung Suprapto 152 a, LT 450, LB 200 m Hrg 850 Jt Nego Lgs Pemilik 087738832093

Dijual Body Kijang Kapsul Lgx Hrg 20 Juta Nego Hb 082142194111

Djl Toyota HIACE Th 1982 20 Jt Nego Hub 03338939244-03337770552 /08174745225

Dijual Mobil Xenia XI Plat W (Sidoarjo) Hub Tlp 085336525043

Dijual Rmh Gardenia Estate LT 96 LB 55 Semi Furnish Hrg Nego Hub 082141861312

• Tanah Sawah • Dijual atau sewa ruko baru Jl Juanda (pasar subuh) harga nego jajag hub tlp 0333-396254 082230129393

Bangga Turut Sukseskan Paju Gandrung

telah dilaporkan ke Mapolres Situbondo. “Laporannya sudah kami terima, dan ini masih dilakukan penyelidikan,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Dikatakan, pihak kepolisian telah memintai keterangan pelapor seputar dugaan penggelapan gaji tersebut. Apabila nanti laporan tersebut dapat dibuktikan, maka pelaku akan dijerat Pasal 372 tentang penggelapan. “Terlapor pasti akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Jadi, kasus penggelapan ini masih diselidiki,” tegas AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

• Gardenia Estate •

Djl tanah sawah luas 10.715, cocok utk homestay, PP, wisata pulau santen, dll. Hrg Rp.200 ribu/meter. Hub: 0811354614

ISTIMEWA

PROMOSI WISATA: Siswa SMP Muhammadiyah 7 Sempu ikut ambil bagian dalam acara Paju Gandrung di Pantai Boom.

Jual Innova Solar G 2008 Abu2 Metalik, harga 187 juta nego Innova Bensin ‘08 G, Abu2 Metalik, 162 juta nego Cash & Kredit

Hub: 082142194111

• Tanah Kapling• Tnh kapling 135m,cash/krdt 28 jt-34 jt utk pabrik Avila Muncar H:085236058438,082143955993

• Rumah Mendut •

• Kijang Innova ‘05 •

• Toyota Yaris ‘12 •

Dijual Kijang Innova G dsl 05 A/T htm (L) kon istw H:085330007053

Toyota Yaris Tipe E matic th 2012, silver, milik dokter, tangan pertama, Hub 081336654004

• Nissan •

• Daihatsu Promo •

Dptkn 5 pkt ntn PD Brazil, 3 Elgrand, 3 Teana U/ pmbln Nissan s/d tgl 31/12 ’13 & Dptkn bng mulai 0 %.3S tiap hari 08.0017.00 Nissan Banyuwangi Jln.S.Parman 147 Bwi 0333-4460222

Miliki All New Xenia UM 27 Jt bs krdt 5 thn, Ayla cm 80 Jt-an, Terios, Sirion Disc GEDE Hub Hadi 08113541818/081559705555

Dijual Honda All New Civic FD-1 ’06 Silver Full Variasi Km 56000 Hrg 175 Jt Nego HP 08123545349

• Honda Jazz ‘10 •

• Daihatsu Xenia ‘10 •

• Nissan •

Dijual Honda Jazz RS Th 2010 manual warna putih full variasi nopol P (bwi) harga nego hub 081332040783

Dijual Daihatsu xenia F601 RV-GMDFJJ tahun 2010 hitam mtl hrg 115 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Promo Nissan Akhir Tahun DP Murah Grand Livina 34 Jt & March 21 Jt Dapatkan Penawaran Khusus Utk Mobil Perusahaan Hub Adwar 081259550876/087851707706

• Suzuki APV ‘09 •

• Isuzu Panther ‘07 •

• Toyota Avanza ‘12 •

APV Arena SGX ‘09 akhir, abu2 met, istmw, trwat,tangan1,platN(Malangkota)samsatonline jatim,bankondisi75%,sarungjok90%,40.000KM, Rp.122jt.H.082334353676-081234893389

Dijual Isuzu panther turbo LM TBR 54F (solar) tahun 2007 hitam hrg 137,5 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota new Avanza 1.3G MT tahun 2012 hitam mtl hrg 151 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Yaris ‘09 •

• Kijang Innova ‘10 •

• Kijang LGX ‘99 •

Yaris E ‘09 akhir, hitam, istmw, tangan 1, plat P (Bwi kota),variasi, full audio,sarung jok baru,TV-DVD/CD/MP3 asli, 50.000 KM,Rp.155jt.H.082334353676-081234893389

Dijual Kjg Innova E XS41 (solar) tahun 2010 silver hrg 195 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Kjg LGX KF 80 Grand tahun 1999 abu-abu mtl hrg 99 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

SITUBONDO • Jln Tembus Baru • BANYUWANGI

Djl Cpt Tanah Tepi Jalan Almt Jln Tembus Baru 2300 m2 SHM Hub 085258796775

• STNK • Hlg STNK P 5073 VI an Usman Hadi Jl Ikan Wijinongko No.30, Bwi

BANYUWANGI

Dijual Rumah SHM Jl Mendut No.54 Banyuwangi LT 283 m2, LB 246 m2, Lbr 13 m2, Panjang 24 m2 2 Lantai Hub 08123263885/081913902555

• Dikontrakkan •

Hlg STNK P 2080 XP, an.Suriyadi, Karangrejo Selatan 04/01 Wongsorejo, Wongsorejo

• Rumah & Ruko •

SITUBONDO

Hlg STNK P 6672 YD, an. Wiwik Sulistiyowati, Krajan 04/II Kemiren Glagah Hlg STNK P 2080 XP, an. Suriyadi, Karangrejo Selatan 04/01 Ds. Wongsorejo

Dikontrakn 1 Toko, Bs utk Dealer, Sprmrkt, Gudang Lok.Sumberayu H:081231457220

Djl rmh di Bwi L+350m msk gang 100m SHM hrg 130jt. Ruko kuat+kokoh L+350m2 lok Benculuk msk gang 100m hrg 400jt Hb 087755630534

Hlg STNK P 6514 WL, an. Miftahul Munir, Klatakan RT 02/02 Klatak, Kalipuro

JEMBER

BANYUWANGI

• Telkomvision •

• BPKB •

Telkomvision, 80+Chnel, gmbr jernih,one day service, info Reza 085231300123

Hlg BPKB P 6401 YS, an. Istiyani, Krajan RT 01/03 Ds Wringinputih, Kec Muncar

• Ruko Strategis • Djl Ruko Pusat Kota Jl. Ahmad Yani 106 A Stb Hub 081233770294/0338-671304

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Rabu 27 November 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Tujuh Kios Pasar Kreongan Ludes Pedagang Rugi Ratusan Juta JEMBER – Sebanyak tujuh kios di Pasar Kreongan, Patrang, Senin (25/11) malam, terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tetapi, kerugian yang diderita pedagang diduga mencapai ratusan juta rupiah. Pasar yang terletak bersebalahan dengan mess Persid itu terbakar sekitar pukul 22.00. Sekitar 15 menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Saat terbakar, pasar dalam keadaan kosong. Karena itu, tidak ada yang tahu persis kapan api tersulut. Warga yang tinggal di sekitar pasar

tiba-tiba mengetahui bahwa api sudah membesar. Saat warga mengetahui kebakaran itu, api sudah menghabiskan kios sembako milik Turmudi dan kios milik Sukarma yang digunakan berjualan nasi. Hujan deras yang mengguyur lokasi tidak mampu memadamkan api. “Api sudah membesar, warga yang mengetahui langsung berusaha memadamkan,” ujar Suharno, petugas jaga Pasar Kreongan. Dalam tempo sekejap, api sudah merembet ke kios milik Koesminingsih alias Bu Elvi. Kios yang penuh dengan snack itu ludes dilalap si jago merah. Ketika petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi, api sudah menjalar ke kios barang pecah belah milik Siti Mulyani.

Setiba di lokasi, petugas pemadam kebakaran dengan dibantu masyarakat berupaya menjinakkan api. Api yang sudah melahap kios membuat petugas kesulitan untuk mengolor selang air. Lalu, petugas mendobrak kios tersebut agar semprotan air bisa menjangkau titik api yang membara di dalam kios. Sekitar 45 menit kemudian petugas baru berhasil memadamkan api. Para pedagang terlihat lemas setelah mengetahui kios miliknya ludes dilumat api. Koesminarsih hanya tertegun saat mengetahui kiosnya hangus terbakar. Yang membuatnya sedih, pagi sebelum kejadian, dirinya baru belanja barang. “Jadi kios itu penuh karena baru tadi kulakan,” ujarnya.(hud/ jum/har/JPNN/aif)

BARID ISHOM/RADAR JEMBER/JPNN

SERING MENGAMUK: Warga yang mengalami sakit dipasung. Perlakuan tidak manusiawi ini dialami oleh lima warga Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji.

Sakit Jiwa, Warga Rambi Dipasung RAMBIPUJI – Tradisi pemasungan karena korban mengalami gangguan mental, ternyata masih terjadi. Lima warga desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji hidup dalam pemasungan, gara-gara sakit jiwa dan sering mengamuk. Kelimanya dipasung oleh keluarganya sendiri. Lima orang terpasung itu tiga diantaranya adalah Mursidi, 26, warga Dusun Kebonan, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Kemudian Ahmad Toli, 35, dan Mohamad Yasin, 23, keduanya warga Dusun Kandangan, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Mursidi, salah satu korban pemasungan sudah berada dalam jepitan katu pasung itu selama lima tahun lamanya. Menurut Suryani, ibu kandungnya, Mursidi mengalami tekanan batin (depresi hebat). Korban sering bicara sendiri, bahkan kadang me-

labrak orang yang melintas di depan rumah. Karena dianggap menganggu ketentraman warga lain, dia dipasung di belakang rumahnya. Setiap hari Mursidi pun harus menghabiskan waktunya dalam pasungan. Untuk mandi dan buang air, terpaksa juga dilakukan di tempat dia dipasung. “Kalau lepas kami takut jika mengamuk di lingkungan,” ujar Suryani. Menurutnya, beberapa tahun lalu (sebelum mengalami gangguan jiwa) Mursidi pernah menikah namun tak dikaruniai anak. Kemudian sang istri meninggalkan Mursidi. ”Istrinya keluar dari rumah sudah sejak pisah. Kabarnya pulang ke rumahnya di wilayah Bangsalsari,” tutur Suryani. Sejak saat itulah, Mursidi mengalami gangguan jiwa. Sementara Muhammad Yasin, 23, kakinya diikat dengan rantai besi. Dia ditempatkan di sebelah rumahnya. Yang

ngenes, tak ada alas untuk tempat tidur menahan dingin. Tubuh Muh Yasin kian kurus, dan sehari-hari lebih sering memakai baju lusuh dan sarung kumal. Muhammad Yasin ini mengalami gangguan jiwa sejak 10 tahun lalu. Namun kondisi terparah muncul sejak 7 tahun lalu. Dia sering ngomel dan mengamuk. ‘’Jika di dekatnya ada batu, diambilnya lalu dilempar pada orang lain. Saya pernah akan dibunuh. Untungnya, waktu itu ada keluarga lain yang mencegah,” ujar Misti, ibu kandung Muhammad Yasin. Misti sendiri mengaku sudah berusaha mencarikan obat untuk menyembuhkan Yasin ke medis. Keluarganya juga pernah mendatangi orang pintar dan paranormal. Namun hasilnya nihil. “Saya sudah carikan obat, bahkan datang ke orang pintar, namun Yasin tetap seperti ini,’’ katanya. (rid/hdi/JPNN/aif)

Balai Desa Suci Dibakar Orang Misterius Diduga Buntut Konflik Pilkades PANTI – Warga Desa Suci Kecamatan Panti geger, malam kemarin. Ini menyusul terbakarnya balai desa di kecamatan tersebut. Kebakaran itu sengaja dilakukan oleh orang tak dikenal. Dan diduga kuat, merupakan buntut dari konflik Pilkades yang terjadi beberapa waktu lalu. Kini kasus tersebut masih ditangani aparat kepolisian Polsek Panti. Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Informasi dihimpun menyebutkan, sumber api tak banyak yang tahu. Sebab, saat kejadian kebetulan banyak orang yang berada di rumah masing-masing karena hujan deras yang terus mengguyur seluruh wilayah Jember. Bahkan penjaga balai desa pun tidak mengetahui dari mana sumber api. ‘’Saya kaget. Tidak tahu tiba-tiba muncul api,” kata Abdul Kholik, penjaga keamanan di Balai Desa Panti. Yang dia tahu, tiba-tiba muncul kepulan asap hitam tebal yang disusul kobaran api.

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

BERSIH-BERSIH : Dua bocah terlihat sewdang membersihkan ruangan setelah terbakar.

Kebakaran itu lumayan mengkhawatirkan, karena meski hujan tetap tak mampu menahan kobaran api. Abdul Kholik sebagai penjaga balai desa pun berteriak minta tolong, sampai warga yang ada di sekitar balai desa berdatangan ke lokasi kejadian. Warga pun mencoba memadamkan api dengan menggunakan timba dan alat seadanya. Mereka berjuang memadamkan api yang ada. ‘’Beruntung ada

genangan air tak jauh dari lokasi. Kemudian di depan balai desa juga ada aliran air hujan,’’ kata Budiono warga yang lain. Jika tidak ada air yang dekat lokasi, mungkin saja efek kebakaran jauh lebih besar. Air itu kemudian disiramkan ke salah satu bagian kantor yang terbakar. Sebagian yang lain melaporkan kejadian itu ke Polsek setempat. Dalam waktu tak lama api pun berhasil dipadamkan. Berun-

tung, hanya bagian aula saja yang terbakar. ”Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Polisi melakukan penyelidikan motif kebakaran itu sendiri,” kata salah satu polisi, kemarin. Dari hasil penyelidikan sementara, kebakaran rupanya sudah disiapkan secara matang. Seperti, adanya lubang menganga di tembok bagian belakang aula tersebut. Lubang itu rupanya masih baru. (rid/ jum/hdi/JPNN/aif)

Polisi Razia Motor Protolan Pelajar LUMAJANG – Sebanyak 23 sepeda motor diamankan polisi saat dilakukan operasi, kemarin. Polisi melakukan razia sepeda protol di kalangan pelajar dengan memanfaatkan kegiatan pameran atau unjuk karya SMK di halaman Stadion Semeru. Kanit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Lumajang, Aiptu Maryanto mengatakan, pihaknya bersama sejumlah petugas melakukan penyisiran, utamanya di kawasan stadion semeru. Sejumlah sepeda motor yang terparkir di kawasan stadion diperiksa kelengkapan suratnya dan standar keamanan pengendara. “Terutama standar keamanan kendaraan,” kata Maryanto. Menurut Maryanto, belakangan ini banyak pelajar yang menggunakan sepeda motor protolan. Pelajar beralasan, kendaraan yang diprotoli hanya untuk seni modifikasi. Maryanto menerangkan, tidak ada larang melakukan modifikasi kendaraan. Tetapi tidak boleh melanggar aturan di kawasan tertib berlalu lintas. “Jadi kalau dimodifikasi, jangan dibawa ke kawasan tertib berlalu lintas,” ucapnya saat merazia salah satu pelajar yang mengendarai sepeda motor protolan.

HAFID ASNAN/RADAR JEMBER/JPNN

DIPERIKSA: Polisi merazia sepeda motor protolan milik pelajar tanpa kelengkapan surat berkendara.

Pantauan Koran ini, banyak pelajar dan pengendara lain yang terkejut ketika petugas merazia kendaraan. Sepeda yang terjaring oleh polisi diminta untuk mengurus di Mapolres Lumajang. “Sebanyak 23 kendaraan pelajar lang-

sung diangkut mobil patroli petugas kepolisian ke Mapolres Lumajang,” ujarnya. Dijelaskan, polisi juga sempat mengamankan sepeda motor milik seorang guru karena tidak dilengkapi surat-surat kendaraan. (fid/wnp/JPNN/aif)

RADAR JEMBER

SEMPROTKAN AIR: Warga berusaha memandamkan kobaran api yang melalap Pasar Kreongan.

Polres Datangkan Labfor Polda KEBAKARAN Pasar Kreongan, di Kelurahan Jember Kidul, Patrang, mendapat atensi tinggi Polres Jember. Karena masih minim bukti saat olah tempat kejadian perkara (TKP), Polres Jember berencana untuk mendatangkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran tujuh kios tersebut. Polisi telah memasang police line di sekeliling kios yang mengalami kebakaran. Hal ini dilakukan agar warga tidak sampai merusak TKP karena kebakaran Pasar Kreongan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sejumlah barang yang terbakar pun masih tergeletak di lokasi kebakaran. Satreskrim Polres Jember telah melakukan pemeriksaan dan mendatangi TKP keba-

karan untuk mengumpulkan sejumlah data tambahaan. Kasatreskrim Polres Jember AKP Teguh Priyo Wasono mengatakan, pihaknya masih melakukan pengumpulan data dan penyelidikan terkait dengan terbakarnya pasar itu. Teguh belum berani memberikan kesimpulan terkait penyebab terjadinya peristiwa kebakaraan tersebut. ”Kami lakukan olah TKP untuk ketahui penyebab kebakaran dan asal usul api. Jadi masih belum diketahui,” ujarnya kemarin (26/11). Yang menyulitkan petugas, aku dia, saat kebakaran semua kios tutup, sehingga tidak ada saksi yang tahu darimana api tersebut berasal. Namun, dari hasil pemeriksaan awal dan olah TKP, polisi banyak menemukan instalasi listrik yang mengaliri sejumlah kios pedagang.

Sejumlah instalasi listrik tersebut dinilai polisi tidak sesuai standar. Tetapi, pihak Polres Jember tetap belum berani memberikan kesimpulan. Untuk memastikan terkait penyebab pasti kebakaran, Labfor Cabang Surabaya akan mencari sumber penyebab kebakaran tersebut. “Hari ini (kemarin, Red) kami sudah meminta tim labfor untuk datang. Mungkin besok (hari ini, Red) akan datang ke Jember,” terang Teguh. Dengan adanya penelitian oleh labfor, diharapkan penyebab kebakaran diketahui dengan jelas. Tetapi, Polsek Patrang menduga, kebakaran di Pasar K re o n ga n d i d u ga a k i b at hubungan arus pendek listrik. “Asal api berasal dari dalam dan hanya ada satu titik api. (ram/hud/har)


38

Rabu 27 November 2013

Dua Karateka Rebut Emas dan Perunggu Kejurnas Piala Mendikbud di Ternate BANYUWANGI - Atlet olahraga berprestasi di Banyuwangi semakin bersinar di level nasional. Itu menyusul hasil manis d a l a m Ke j u a ra a n Na s i o n a l (Kejurnas) Karate Usia Dini, Prapemula, dan Pemula Piala Mendikbud VI di Ternate, Maluku Utara. Dua karateka terbaik asal Bumi Blambangan berhasil naik podium sebagai juara. Yang membanggakan, dua atlet binaan Forki Cabang Banyuwangi itu tercatat sebagai kakak-adik. Keduanya adalah Izzul Ramadan dan Aqidatul Izzah. Aqidatul Izzah menorehkan tinta emas dengan menjadi juara I kumite perorangan usia dini -25 kilogram (kg) putri. Kakak dia, Izzul Ramadan, meraih juara III kumite perorangan pemula

ALI NURFATONI/RaBa

BERPRESTASI: Aqidatul Izzah dan Izzul Ramadan membawa nama harum Banyuwangi.

-45 kg putra dalam ajang yang digeber mulai tanggal 20-22 November itu.

Dengan hasil itu, berarti A’iz— sapaan Aqidatul Izzah—berhasil mempertahankan gelar.

Pasalnya, siswa kelas IV SDN I Rogojampi itu pernah merebut medali emas di ajang serupa yang digelar di Samarinda November 2012 lalu. Dalam kejurnas tersebut, karateka putri  termuda Banyuwangi itu mewakili Inkai Pusat. Sementara itu, Izzul Ramadan menjadi salah satu kontingen Pengrov Inkai Jawa Timur. Sebab, siswa SMPN I Rogojampi itu meraih juara pertama dalam Kejurda Karate Pengprov FORKI Jawa Timur yang memperebutkan Piala Pangdam V/Brawijaya I yang digelar di Surabaya 16-18 Agustus lalu. Kabar baik lagi, A’iz akan mewakili Indonesia dalam kejuaraan karate internasional di Malaysia. “Awal tahun 2014 nanti, anak saya mewakili Indonesia di Malaysia,” ungkap Eko Wahyudi, orang tua A’iz, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (26/11). (ton/c1/als)

PSSI Lirik Lapangan Scudetto Host Futsal Pada Porprov 2015 BANYUWANGI - Status yang disandang Banyuwangi sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) edisi kelima tahun 2015 mendatang membuat pengkab PSSI Banyuwangi bersibuk diri. Memaksimalkan peran sebagai penyelenggara, induk olahraga sepak bola itu pun mulai melakukan sejumlah persiapan. Di antaranya cabang futsal. PSSI rupanya melakukan monitoring terhadap keberadaan beberapa venue futsal yang ada di Banyuwangi. Dan, hasil pemantauan itu, organisasi yang kini dipimpin Mohamad Kayun Rasyid Sholeh itu melirik Scudetto Futsal sebagai calon penyelenggara cabang futsal di Porprov 2015 mendatang. Diliriknya Scudetto Futsal bukan tanpa alasan. Berada di lokasi strategis yang ada di tengah Banyuwangi. Tempat ini memiliki sarana dan fasilitas yang memadai. Diantaranya lapangan yang berstandar internasional dengan jenis hard court. “Di samping itu ukurannya 20x40 juga sudah cukup memenuhi

kriteria,” beber Kayun. Di samping itu, Scudetto Futsal juga memiliki sarana pendukung lain yang memadai. Selain ruang dan tribun untuk penonton yang menyaksikan pertandingan. Tempat ini juga dilengkapi dengan kamar ganti dan kamar mandi dengan fasilitas air hangat. Di sini juga menyediakan kafetaria dan lahan parkir yang luas serta aman sekaligus menjadi bagian kelengkapan sarana yang ada di Scudetto Futsal. “Secara prinsip, Scudetto Futsal siap untuk mendukung pelaksanaan Porprov 2015 mendatang. Lapangan standar internasional dan fasilitas lainnya juga sudah lengkap tersedia disini,” ujar Soetrisno, pengelola Scudetto Futsal. Sejauh ini, Scudetto futsal juga sudah cukup familiar bagi pelaku olahraga futsal di Banyuwangi. Untuk itu, manajemen pun memberlakukan harga promo bagi masyarakat yang ingin bermain futsal. Promo pagi hari dapat dinikmati mulai harga Rp 100 ribu, sore Rp 125 ribu, dan malam Rp 150 ribu. “Ini bagian dari sosialisasi futsal dan Porprov di Banyuwangi nanti,” imbuhnya. (nic/adv/als)

86 Climber Adu Ketangkasan

FTPI FOR RaBa

MENANTANG: Seorang climber sedang berusaha memanjang wall climbing di Bagorejo.

0% Andi Mulyo

17,2% Irwan Setiawan

0% Andriani, dr.

0% Mentik Rohimah

0%

BANYUWANGI - Geliat semangat cabang olahraga tampaknya terus menggelora setelah Banyuwangi memastikan diri menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2015 mendatang. Pencarian bibit-bibit atlet terus dilakukan demi menyongsong ajang tersebut. Salah satunya dengan menggelar kejuaraan, yakni kejuaraan panjat tebing yang digelar di MD Climbing Bangorejo. Puluhan climber antusias mengikuti ajang yang digeber selama dua hari mulai 23 hingga 24 November itu. Setidaknya 86 peserta yang terdiri atas 44 putra dan 42 putri ikut dalam kejuaraan tersebut. Para peserta tersebut beradu ketangkasan menaklukkan wall climbing. Mereka bersaing ketat demi meraih hasil manis dalam kejuaraan itu. Setelah me-

68,9%

Arvy Rizaldy, SE Dadang Wigiarto

0% Muhamad Hidayat, Drs. H.

0% Muslimin Fasyah

0%

lalui pertarungan ketat, akhirnya enam nama keluar sebagai juara. Di kategori putra, juara pertama diraih Adi Nugroho dari SMA Cluring; juara kedua Erico Yoga dari SMP Bangorejo, kemudian Akbar Felayati dari SMA Cluring. Di kategori putri, juara pertama diraih Nila Nur Azizah dari SMK Muhammadiyah 8 Siliragung, lalu Elok Dwi dari SMA Cluring, dan Ratna Dyah dari SMA I Banyuwangi. Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FTPI) Cabang Banyuwangi, Awiyono, mengungkapkan bahwa ajang tersebut bertujuan menjaring bibit atlet demi menyongsong Porprov 2015. ‘’Ini untuk membangkitkan semangat para climber muda Banyuwangi,” ujar pria yang tercatat sebagai pengurus KONI Banyuwangi itu. (ton/c1/als)

0%

0%

Danny Farda M

Ficky Septa Linda

Guntur Priambodo, Dr. Ir. MM

0% Sri Utami Faktuningsih

0% Teguh Sumarno

0% Toni Hartono

13,7%

THOMY SILA/RaBa

INTERNASIONAL: Dengan lapangan memadai dan fasilitas lengkap, Scudetto Futsal siap menjadi host Porprov 2015.

0%

0%

Hadi Wijono

I Made Cahyana

Ira Damayanti

0% Umi Kulsum

0% Wiwik Eko Lestari

0% Wendriawanto


BERITA UTAMA

Rabu 27 November 2013

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Terungkap Lewat Rapat Tiga Bulan n BALITA... Sambungan dari Hal 29

Infeksi HIV-nya sudah stadium empat. Itu artinya, virus HIV masuk ke tubuh wanita itu sudah 5-10 tahun lalu. ayahnya me ninggal ketika DD masih berusia delapan bulan dalam kandungan. Sang ayah seharihari bekerja sebagai sopir. Yang

bikin trenyuh, bocah tersebut kini tinggal bersama DI, kakak perempuannya yang masih berusia 11 tahun. Praktis, kakak-beradik itu tiap hari harus mandiri. Nenek dan kerabatnya sebatas memberikan makanan dan minuman. Setelah makanan diberikan, sang nenek dan kerabat lain meninggalkan rumah mereka. Sang nenek be-

ralasan kedua cucunya itu tidak mau meninggalkan rumah peninggalan orang tuanya tersebut. Temuan balita ODHA (orang dengan HIV/AIDS) itu sudah terendus Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi. Kemarin (26/11) petugas Dinkes bersama Dinas Sosial, dan Komisi Penanggulangan HIV/ AIDS (KPA) mengunjungi

DD dan DI. ”Kalau DD sudah dinyatakan positif. DI masih menunggu ha sil tes VCT (voluntary counseling testing/ tes darah untuk memastikan apakah seseorang sudah positif terinfeksi HIV ataukah tidak),” ujar salah seorang petugas yang ikut dalam kunjungan ke rumah DD kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin.

Ganti Baju di Toko Tetangga Sambungan dari Hal 29

n TETAP... Sambungan dari Hal 29

Bahkan, lowongan kerja bagi Anda yang berniat bekerja di luar negeri juga tersedia di arena job fair yang kali pertama digelar di Banyuwangi tersebut. Andi, salah satu pencari kerja asal Kecamatan Tegaldlimo, mengaku sangat terbantu dengan adanya bursa lowongan kerja tersebut. “Setelah lulus SMA, saya menganggur sela ma beberapa bulan. Mudah-mudahan dengan meAGUS BAIHAQI/RaBa

LAPORAN: Sriyanah melaporkan hilangnya Febiola ke Polres Banyuwangi kemarin.

me ngirim pesan singkat ke telepon seluler (ponsel) Febiola. “Saya SMS, kenapa ke sekolah gak pakai motor. Dijawab ke sekolah bersama teman,” jelasnya. Rasa curiga semakin tinggi se telah pukul 15.00, Febiola ternyata belum sampai rumah. Padahal, biasanya satu-satunya anak perempuan pasangan Sur yanto-Sriyanah itu sudah sampai di rumah pada pukul 13.00. “Saya hubungi sudah tidak bisa. HP-nya tidak aktif,”

ujar Sriyanah. Sriyanah mengaku sudah mencari ke beberapa saudara dan sejumlah temannya. Te tapi, hasil pencarian tersebut masih nihil. Keterangan salah satu temannya, Febiola tidak masuk sekolah pada hari Senin tersebut. “Sampai sekarang saya tidak tahu keberadaannya,” cetusnya. Sriyanah mengaku tidak tahu penyebab putrinya nekat pergi tanpa pamit. Selama ini juga ti dak ada masalah. Namun, se belumnya, Febiola pernah

menyampaikan keinginannya men jadi model. “Saya tanya model itu apa, katanya yang biasa difoto-foto itu,” ujarnya. Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf melalui Kasubag Humas Polres AKP Bambang SP menyampaikan, pihaknya te lah menerima laporan dari Sriyanah. Laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan me lakukan pe nyelidikan. “Menghilang setelah dijemput se orang pemuda,” kata AKB Bambang. (abi/c1/bay)

Sudah Delapan Kali Pergantian n TIGA... Sambungan dari Hal 29

“Proses PAW tiga anggota sudah jalan,” cetus Ketua DPRD Banyuwangi, Hermanto, kemarin (26/11). Ketiga anggota DPRD yang me nunggu proses PAW itu adalah Totok Sugiharto (Partai Gerindra), Muhamad Ridwan (Partai Gerindra), dan Ahmad Turmudzi (PKNU). “Ketiga ang-

gota dewan ini diajukan partainya agar di-PAW,” katanya. Hermanto mengakui, proses PAW ketiga anggota legislatif tersebut sudah selesai di tingkat DPRD. Saat ini, berkasnya tinggal menunggu pengesahan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. “Berkas sudah kita limpahkan kepada gubernur melalui Bupati Banyuwangi,” katanya. PAW dengan jadwal terpisah untuk anggota DPRD Banyuwa-

ngi periode 2009-2014, termasuk yang paling banyak dalam sejarah. Sebelum PAW terhadap anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) H. Abdurahman pada Senin (25/11) lalu, sebelumnya sudah ada tujuh anggota DPRD Banyuwangi yang diganti di tengah jalan. Tujuh anggota DPRD periode 2009-2014 yang di-PAW atas permintaan partainya itu adalah Indra Purnama (Partai

Gerindra), Pebdi Arisdiawan (Partai Golkar), Muhamad Syau qi (PKNU), dan Surya Dar lianta Brahmana (Partai Demokrat). Tiga anggota lain yang juga di-PAW partainya adalah Julies Setyo Pujirahayu (Partai Golkar), I Made Bagus Sudarmaja (PDIP), dan Suminto (Partai Hanura). “PAW merupakan hak partai, bukan pimpinan DPRD,” tegas Hermanto. (abi/c1/bay)

Kirim Alat Material untuk Siaga n RAWAN... Sambungan dari Hal 29

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) IX Jember telah menyiapkan sejumlah perangkat yang diperlukan. Seperti diketahui, akibat rel KA di antara Stasiun Rogojampi dan Stasiun Karangasem terendam, perjalanan KA Mutiara Timur terhambat. KA jurusan Surabaya-Banyuwangi tersebut tertahan di Stasiun Rogojampi sekitar pukul 15.36. KA Mutiara Timur siang yang seharusnya sudah sampai Stasiun Karangasem pukul 15.49 itu baru bisa melanjutkan perjalanan pukul

DI, Dinsos akan menanggung biaya sekolahnya sampai lulus. Tentu DI harus tinggal di Panti Sosial Dinsos,” ujar petugas Dinsos, Gatot. Sebagai bentuk keprihatinan, kemarin petugas Dinkes dan KPA memberi mereka mi instan, kebutuhan pokok, dan uang. Petugas KPA Erna Agustina mengatakan, terungkapnya balita ODHA itu berawal dari rapat koordinasi tiga bulanan yang digelar Dinkes, KPA, PKK, dan pemberdayaan perempuan.

Dalam rapat itu terungkap bahwa di Banyuwangi Selatan ada seorang balita positif HIV. Anak itu tinggal serumah bersama kakaknya. ”Mereka butuh bantuan. Akhirnya kami datang untuk melihat langsung kondisi bocah itu. Kasihan anak itu. Dia tertular orang tuanya yang positif,” kata Erna. Pihaknya berharap tidak ada diskriminasi terhadap balita ODHA tersebut. ”Masyarakat jangan sampai memberikan stigma negatif,” serunya. (c1/aif)

Ditutup Pukul 16.00 Sore Ini

n INGIN... Febiola berangkat me ngenakan seragam sekolah. “Saat Febiola berangkat sekolah, saya dan bapaknya (H. Suryanto) berada di dapur,” kata Sriyanah. Tanpa diketahui Sriyanah, Febiola diduga tidak ke sekolah. De ngan jalan kaki, putri keempat dari lima bersaudara itu mampir ke toko milik Winarto di sebelah rumahnya. “Awalnya, saya tidak tahu dia mampir di toko milik Winarto,” terangnya. Keterangan Winarto kepada Sriyanah, Febiola mampir ke toko milik tetangganya tersebut untuk ganti pakaian. Pakaian seragam sekolah dicopot, kemudian ganti pakaian bebas. “Pak Winarto tidak bilang kalau anak saya mampir ke tokonya ganti pakaian,” ungkapnya. Setelah ganti pakaian, sebut Sri yanah, Febiola dijemput seorang pemuda yang belum di ketahui identitasnya. Pria yang bertubuh agak kurus itu mengendarai Yamaha Yupiter warna oranye. “Pergi bersama yang menjemput itu,” sebut Sriyanah. Sriyanah mengaku tidak punya firasat apa pun tentang ke pergian putrinya. Karena perasaan tiba-tiba tidak enak, sekitar pukul 13.00, Sriyanah

Dalam kunjungan kemarin, Dinkes diwakili Sudarto selaku kasi pemberantasan penyakit; Dinsos diwakili Gatot, dan KPA diwakili Erna Agustina. Mereka benarbenar trenyuh setelah melihat kondisi DD. Meski masih anakanak, dia sudah menunjukkan gejala positif terinfeksi HIV. Tangannya gatal-gatal dan rambutnya banyak yang rontok. Yang memilukan lagi, sejak ditinggal mati kedua orang tuanya, DD dan DI hidup sendiri layaknya orang dewasa. ”Khusus

18:40. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sejumlah petugas sibuk memperbaiki jalur KA yang sempat terendam banjir tersebut hingga siang kemarin. Jalur yang diperbaiki itu berada di Dusun Mantren, Desa/Kecamatan Kabat. Humas PT. KAI Daops IX Jember, Suprapto mengatakan, jalur KA mulai Stasiun Kalibaru, Ke camatan Kalibaru, hingga Stasiun Banyuwangi Baru, Kecamatan Kalipuro, terdapat sebelas titik rawan banjir. “Untuk mengantisipasi banjir, PT. KAI Daops IX Jember telah menyi_apkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS),” ujarnya kemarin (26/11). Dijelaskan, AMUS yang telah disiapkan PT. KAI Daops IX Jem-

ber tersebut terdiri atas karung pasir, bantalan, balas kricak, dan lori inspeksi. Selain itu, juru penilik jalan yang sebelumnya hanya dua orang per hari, kini ditambah menjadi empat orang per hari. “PT. KAI Daops IX Jember telah siap siaga dalam menghadapi musim hujan. Itu terbukti dengan cepatnya mengamankan rel,” paparnya. Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Banyuwangi dan sekitarnya Senin siang mengakibatkan perjalanan KA Mutiara Timur siang terhambat. Akibat rel kereta api tergenang air, KA jurusan Surabaya-Banyuwangi ter sebut tertahan di Stasiun Rogojampi sekitar pukul 15.36.

Rel yang tergenang air tersebut berada di antara Stasiun Rogojampi dan Stasiun Karangasem. Tidak tanggung-tanggung, ketinggian genangan air di wilayah Kecamatan Kabat itu mencapai 30 cm hingga 35 cm. Ironisnya, lantaran hingga sore kemarin hujan deras masih mengguyur wilayah Kecamatan Rogojampi dan sekitarnya, rencana overstappen (mengalihkan penumpang dengan moda transportasi lain) juga terkendala. Akibatnya, sebanyak 112 penumpang KA Mu tiara Timur yang hendak dialihkan menggunakan bus harus rela menunggu lebih lama untuk melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan. (sgt/c1/bay)

Paling Senang saat Diberi Uang Tip n DULU... Sambungan dari Hal 29

Sebab, kini para penarik becak, kusir dokar, dan sopir angkot di Banyuwangi telah dibekali bahasa Inggris. Sebelumnya, mereka hanya sebatas tahu kata yes dan no. Kini, selain bisa mengantar para wisman ke objek wisata di Banyuwangi, mereka juga akan menawarkan beberapa tempat menarik di Banyuwangi kepada para turis asing yang mereka antar. Setidaknya itu hasil pelatihan bahasa Inggris selama empat hari. Selama pelatihan, mereka diajari praktik-praktik khusus bahasa Inggris. Disebut khusus karena materi yang mereka terima akan membantu mereka saat melayani turis di Banyuwangi. Diharapkan, melalui para tukang becak, sopir angkot, dan kusir dokar tersebut, keberadaan tempat wisata dan lokasi penting di Banyuwangi bisa dipromosikan kepada para wisman. Dengan demikian, konsep city tour yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bisa berjalan di Banyuwangi. Kemampuan yang ditargetkan kepada me reka sebenarnya cukup sederhana. Selain say hello kepada para turis, mereka

juga diajari percakapan dasar untuk menunjukkan letak-letak objek wisata di Banyuwangi, terlebih lokasi kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Selain dibekali bahasa asing, mereka juga dibekali pemahaman mengenai etika dalam berkomunikasi dengan orang asing. Salah satu tukang becak yang mengikuti pelatihan adalah Suharyanto, warga Kelurahan Tukangkayu. Dia mengaku makin percaya diri mengantar turis. Dulu dia cenderung pasif saat melihat wisman melintas di jalanan Banyuwangi. Setidaknya, Suharyanto sekarang sudah memiliki niat mencari penumpang turis asing. Laki-laki yang genap berusia 33 tahun pada satu Januari 2014 mendatang itu merasa kemampuannya bertambah setelah mengikuti pelatihan bahasa Inggris. Bersama para tukang becak lain, dia berkesempatan mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di ELC di Kelurahan Kampung Mandar. Berkat kesungguhannya, dia merasakan manfaat pelatihan yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi itu. Sebelum mengikuti pelatihan tersebut, Suharyanto hanya mengandalkan pemasukan dari orang-orang yang berbelanja di pasar. Kalaupun ada turis yang naik becaknya, itu

karena ada guide. Uang yang diperolehnya pun pas. Setiap hari, Suharyanto mulai mangkal sejak sekitar pukul 07.00 sampai pukul 21.00. Beberapa kali Suharyanto mengantar turis asing ke Klenteng Hoo Tong Bio di Kelurahan Karangrejo. Atas jasa mengantar turis itu, dia mengaku diupah Rp 15 ribu. Yang dia sukai adalah ketika turis yang dia antar itu memberi tips. “Sebelum pelatihan ini, saya sesekali mengantar bule. Kini saya lebih semangat jika ada turis asing,” ujarnya. Usai mengikuti pelatihan, kini sulung empat bersaudara itu mulai fasih mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Inggris. Saat Jawa Pos Radar Banyuwangi men coba menyapa, laki-laki yang mengidolakan Akshay Kumar itu dengan percaya diri menjawab, ”Can I help you?”. Meski terdengar masih kaku, tapi pelafalannya benar. Penggemar nasi goreng itu berkeinginan terus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris-nya. Dia mengakui, berbekal kemampuan berbahasa asing, selain menambah kepercayaan diri, dia juga yakin rezeki akan lebih mudah didapat. “Saya semakin percaya diri dan akan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris,” katanya. (c1/bay)

ngajukan lamaran pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang membuka stan di ajang Banyuwangi Job Fair ini saya bisa memperoleh pekerjaan,” ujarnya. Berbeda dengan Andi, seorang pencari kerja asal Genteng, yakni Wiwin, mengaku me manfaatkan Banyuwangi Job Fair 2013 untuk mencari pekerjaan yang menawarkan upah lebih menjanjikan. Perempuan yang telah menuntaskan pendidikan SMA dua tahun silam tersebut mengaku sejak beberapa bulan terakhir sudah

bekerja. Namun, dia ingin mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan lebih tinggi. “Saat ini saya sudah bekerja, tapi saya ingin cari pekerjaan yang lebih menjanjikan,” ujarnya tanpa menyebut jenis pekerjaan yang dilakoni saat ini. Sementara itu, kesempatan emas bagi para pencari kerja un tuk mengakses lowongan kerja tersebut masih akan berlanjut. Lokasi pameran bursa kerja Banyuwangi Job Fair 2013 baru akan ditutup tepat pukul 16.00 hari ini. (sgt/c1/bay)

Diimbangi Belajar dari Daerah Lain n KEBANGGAAN... Sambungan dari Hal 32

Saya khawatir muncul sifat primordial masa mendatang yang akan dimiliki anak-anak Ba nyuwangi. Saya takut kelak karena kebanggaan yang berlebihan, kita akan dengan mudah merendahkan budaya-budaya daerah lain. Semoga ketakutan yang saya rasakan ha nyalah se batas mimpi di siang bolong yang ti dak pernah menjadi kenyataan. Kecintaan ter hadap Ba nyuwangi har us diimbangi de ngan pengenalan budaya-budaya dari dae rah lain yang ada di nusantara agar panda ngan anak-anak Banyuwangi tidak hanya se batas katak dalam tem purung. Dengan pem bekalan mengenai keragaman budaya yang ada di Indonesia, maka kita memiliki pe doman adanya daerah-daerah lain yang ek sistensinya harus kita akui. Anak-anak Banyuwangi harus mengenal pula

daerah lain agar mereka semua mempunyai pandangan yang luas tentang pluralitas. Ya Banyuwangi tetaplah Banyuwangi dengan sejuta potensi di berbagai bidangnya. Banyuwangi merupakan bagian dari Indonesia. Isun seru demene lahir nong Blambangan, tapi ojo sampek keblinger ambi paran hang wis dadi kemajuane Banyuwangi. Majuo jejeg Banyuwangi, Maju, adil lan makmur nusantara. (muhidayat_dwi_oktara@yahoo.com) *) Penulis adalah Lare Osing yang saat ini menempuh pendidikan lanjutan di perguruan tinggi Malang (UM Malang). Penulis aktif sebagai pemerhati perkembangan daerah Banyuwangi dan daerah sekitarnya. Sebagai perantau, penulis saat ini gencar-gencarnya mempromosikan all about Banyuwangi baik promosi lisan, gambar, video, maupun tulisan-tulisan. Penulis juga aktif di berbagai kegiatan organisasi kampus.

Cuci Tangan Pakai Sabun n HUJAN... Sambungan dari Hal 30

Namun, kondisi kedua pasien anak-anak tersebut terlihat semakin membaik. ‘’Satu pasien sudah beberapa hari dirawat,

satu lagi pasien diare itu baru masuk ruang perawatan anak dari UGD,’’ jelas Yulia Erna, wakil kepala Ruang Perawatan Anak RSUD Blambangan. Sementara itu, di musim hujan ini ancaman demam berdarah juga

perlu diwaspadai. Penyakit tersebut ditularkan nyamuk aedes aegypti yang membawa virus dengue. Karenaitu,kebersihanlingkunganjuga harus dijaga demi mengantisipasi per kem bangbiakan nyamuk tersebut. (mg1/c1/bay)

Dua Kali Dibuatkan SPM n CAMAT... Sambungan dari Hal 30

Camat Nur Hadi mengaku, pihaknya sudah menghubungi kepala Desa Telemung Asrudi agar menemui orang tua Farid dan menyampaikan ren cana pemeriksaan Farid. “Pak Asrudi sudah datang ke rumah orang tua anak itu, dan menanyakan ingin periksa di mana,” cetusnya. Menurut Camat Nur Hadi,

Farid hanya tinggal bersama ibu kandungnya, Buhani. Sebenarnya sudah dua kali diupayakan mendapat surat pengantar miskin (SPM). Hanya, SPM yang diberikan itu tidak digunakan berobat. “Kita sudah dua kali memberi SPM,” sebutnya. Namun, kata Nur Hadi, SPM yang diberikan itu tidak digunakan untuk berobat. Sebab, orang tuanya merasa tidak punya dana transportasi dan

biaya operasional selama menunggu Farid dirawat. “Biaya transportasi dan menunggu perawatan di rumah sakit katanya tidak punya,” ujarnya. Camat Nur Hadi pun berjanji akan kembali memberi Farid SPM. Biaya transportasi dan biaya menunggu selama perawatan juga akan dibantu. “Ka lau orang tuanya mau membawa Farid ke rumah sakit, nanti akan kita bantu,” katanya. (abi/c1/bay)

Dana Proyek dari Alokasi Khusus n PEMKAB... Sambungan dari Hal 40

Sambil jalan kita akan membentuk tim teknis yang terdiri atas sejumlah pakar untuk menilai dan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi sore kemarin (26/11). Meski demikian, mantan Kabag Pembangunan itu mengaku tidak yakin apakah tim teknis tersebut nanti akan bisa bekerja maksimal. Sebab, sekadar masuk ke lokasi, mereka kesulitan karena masih dalam pe nyelidikan kepolisian. “Tahapnya memang begitu.

Selama masih dalam penyelidikan kepolisian, kita tidak bisa memaksa. Bukan kita tidak mau berbuat lebih jauh, tapi kondisinya memang begitu,” terang perempuan asal Kalibaru, Banyuwangi, itu. Tri menerangkan, pem bangu nan Pasar Panji dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikucurkan Pemerintah Pusat melalui APBD Situbondo. Besarnya sekitar Rp 1,1 miliar. “Ka lau DAK itu kan dikirim pusat ke daerah, lalu dikerjakan daerah melalui mekanisme APBD,” jlentrehnya. Dana sebesar itu digunakan untuk membangun tiga unit los

pasar. Konstruksi Pasar Panji dirancang sendiri oleh pemkab menyesuaikan bangunan yang sudah ada. Itu agar bangunan terlihat lebih rapi. Tentang rekomendasi Komisi II DPRD Situbondo yang meminta pembangunan Pasar Panji dimulai dari awal dan dengan konstruksi baru, Tri mengatakan belum bisa berkomentar banyak. Dia mengaku akan melihat perkembangan hasil penyelidikan kepolisian. “Belum berani kita mengambil langkah sejauh itu (pembangunan dari nol). Hanya saja yang namanya rekomendasi, ya tetap kita tampung,” tegasnya. (pri/c1/als)

Dinilai Tidak Loyal ke Partai n DIUSULKAN... Sambungan dari Hal 40

“Akibat pengusulan PAW itu, reputasi klien kami rusak, dan merasa tidak tenang. Itu sangat mahal, makanya kita menuntut ganti rugi Rp 1 miliar,” tandas Supriyono. Kata pengacara asal Panarukan tersebut, gugatan tersebut juga

bertujuan mengingatkan bahwa memberhentikan Imam Hadi Wijaya adalah perbuatan melawan hukum. Sebab, dasardasar yang digunakan untuk melakukan PAW dinilai mengada-ada. “Misalnya, klien kami dinilai tidak loyal hanya karena tidak membayar iuran partai selama beberapa bulan. Padahal, su-

dah diketahui bahwa yang bersangkutan sedang sakit mata dan membutuhkan biaya pengobatan. Saat ini sudah bayar iuran dan kekurangannya akan dilunasi,” terangnya. Karena itu, Supriyono berharap ketua DPRD Situbondo tidak gegabah menindaklanjuti PAW yang diusulkan DPD PAN Situbondo itu. (pri/c1/als)


40

Rabu 27 November 2013

Satu Suspect HIV/AIDS Meninggal

INFRASTRUKTUR

EDY SUPRIYONO/RaBa

GANGGU PEDAGANG: Pemkab Situbondo akan membentuk tim teknis untuk mengevaluasi pembangunan Pasar Panji.

SITUBONDO - Seorang pria yang diduga penderita HIV/AIDS dinyatakan meninggal di Unit Perawatan Fisik (UPF) RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo kemarin (26/11). Sebelum meninggal, pria berusia sekitar 35 tahunan itu diketahui suspect atau reaktif terjangkit virus HIV/AIDS. Sehingga, proses pemandian hingga pemakaman jasad korban ditangani langsung petugas Komisi Penanggulangan HIV/ AIDS (KPA) Kabupaten Situbondo. Menurut salah seorang petugas KPA Situbondo, Heryawan, pria tersebut baru dilakukan pemeriksaan awal, yakni

dengan mengambil sampel darahnya. Dalam pemeriksaan perdana itu, korban diketahui reaktif terjangkit virus mematikan tersebut. Mengetahui hal itu, KPA Situbondo dan petugas Konselor Dinas Kesehatan langsung melakukan pendampingan terhadap pria yang berprofesi sebagai sopir truk itu. Sayang, begitu observasi lanjutan akan dilakukan, ternyata pria tersebut meninggal dunia. “Sebelum meninggal dunia, pria tersebut menjalani perawatan secara khusus di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Namun. sebelum dilakukan pemeriksaan

lebih lanjut, ternyata meninggal dunia,” terang Heryawan kemarin (26/11). Data yang berhasil dikumpulkan, masih ada empat warga Kota Santri yang juga ditengarai terjangkit HIV/ AIDS. Saat ini keempat warga itu masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. “Saat ini tiga orang yang diduga suspect HIV/AIDS itu masih diobservasi dan sedang dirawat di rumah sakit,” imbuh pria yang juga konselor tersebut. Dengan meninggalnya satu warga Situbondo yang suspect HIV/AIDS, maka total penderita HIV/AIDS di

Situbondo yang meninggal tahun ini menjadi 7 penderita. Sebelumnya, penderita HIV/AIDS hingga 2013 sebanyak 174 penderita. Untuk menekan penularan virus mematikan itu, KPA Situbondo bekerja sama dengan MUI dan sejumlah tokoh masyarakat kota Situbondo. Pihaknya juga gencar menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS di kalangan pelajar. “Kami juga mengimbau masyarakat yang pernah melakukan penyimpangan seks (termasuk pekerja seks) dan pemakai narkoba segera mendatangi kami guna mengecek kesehatannya,” pungkasnya. (rri/c1/als)

Pemkab Bakal Bentuk Tim Teknis SITUBONDO - Pemkab Situbondo mulai menentukan langkah untuk menyikapi ambruknya Pasar Panji yang sedang dalam proses pembangunan. Lembaga pemerintahan yang berkantor di Jalan PB. Sudirman nomor satu itu akan membentuk tim teknis yang bertugas menilai dan mengevaluasi pembangunan yang dilakukan CV. Hanura Jaya tersebut. Langkah itu dipilih setelah sejumlah SKPD terkait di lingkungan Pemkab Situbondo melakukan rapat kerja untuk menyikapi Pasar Panji yang ambruk. Sejumlah SKPD terkait itu, di antaranya Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan Inspektorat. Kepala DPKD, Tri Cahya Ningsih mengungkapkan, pada dasarnya pemkab belum bisa melangkah jauh dalam menyikapi ambruknya Pasar Panji. Itu karena pasar yang tepat berada di sebelah timur Kelurahaan Mimbaan tersebut masih di-police line. “Kita menyerahkan semua ini kepada proses penyidikan karena memang masih di-police line. Sementara kita tidak bisa ngapa-ngapain terkait objek tersebut n

HARUS DIJAGA: Petugas saat membersihkan jembatan limpas yang menghubungkan Desa Siliwung dan Desa Kotakan kemarin (26/11).

 Baca Pemkab...Hal 39

POLITIK

NUR HARIRI/RaBa

Diterjang Air, Jembatan Limpas Disangka Hilang

EDY SUPRIYONO/RaBa

DAFTAR GUGATAN: Anggota DPRD Situbondo, Imam Hadi Wijaya (kiri) di PN Situbondo Senin (25/11) lalu.

Diusulkan PAW, Minta Ganti Rugi Rp 1 M

PANJI - Hujan besar perdana yang mengguyur Situbondo dan Bondowoso kemarin (26/11) membuat jembatan limpas di Desa Siliwung, Kecamatan Panji, diterjang air bah. Akibatnya, jembatan yang pembangunannya masih mencapai 97 persen itu dipenuhi bebatuan, kayu-kayu besar, dan tumpukan sampah. Meski begitu, jembatan yang belum selesai 100 persen itu mampu menahan terjangan air yang tingginya mencapai 1,5 meter dari lantai jembatan itu. “Jembatan limpas itu menggunakan beton bertulang. Sehingga,

terjangan air diprediksi tidak akan merusak jembatan,” terang Yoyok Mulyadi, kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Situbondo. Sewaktu sungai besar, beberapa warga sekitar yang hendak melintas di jembatan tersebut terkejut. Sebab, jembatannya tidak terlihat karena air terlalu tinggi. Namun, beberapa jam setelah sungai mengecil, ternyata jembatan yang baru dibangun itu masih berdiri kokoh. Pantauan koran ini, usai diguyur hujan lebat, jembatan limpas yang menghubungkan Desa Siliwung, Keca-

matan Panji, dan Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, itu dipenuhi sampah, kayu-kayu besar, dan bebatuan. Hal itu yang harus selalu diperhatikan agar jembatan limpas tersebut bertahan lama. “Saat hujan besar pertama, sudah kami prediksi akan banyak sampah dan kayukayu besar yang hanyut. Karena itu, harus segera dibersihkan. Makanya kami menyiapkan petugas untuk menjaga dan membersihkannya,” terang Yoyok. Lebih jauh, pihaknya menjelaskan bahwa jembatan yang menahan beban hanya sepanjang 42 meter. “Panjang

keseluruhan jembatan 125 meter. Tetapi, yang menahan beban secara langsung hanya 42 meter. Tetapi, bangunan beton-tulangnya satu kesatuan (menyambung),” kata Yoyok. Pihaknya berharap masyarakat membantu menjaga kebersihan jembatan limpas tersebut. Sebab, bila ada kayu atau sampah yang tersangkut di bawah jembatan, maka akan menyebabkan daya dorong air sungai semakin besar. “Kepada warga yang melintas di jembatan itu, kami harap juga ikut membantu membersihkan jembatan,” pungkasnya. (rri/c1/als)

SITUBONDO - Imam Hadi Wijaya, anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN), mendaftarkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Situbondo Senin (25/11) lalu. Langkah itu sebagai bentuk perlawanan dirinya karena telah diusulkan akan di- PAW (pergantian antar waktu). Imam datang ke PN Situbondo tidak sendirian. Dia didampingi kuasa hukumnya, Supriyono dan Ide. Nomor gugatannya adalah 54/pdt.G/2013/PN.STB. Yang digugat adalah DPP PAN di Jakarta, DPW Pan Jawa Timur, dan DPD PAN Situbondo. Yang menarik, selain agar pengusulan PAW itu dibatalkan, dia juga menuntut PAN membayar ganti rugi Rp 1 miliar atas kerugian immaterial yang ditanggung Imam Hadi Wijaya n  Baca Diusulkan...Hal 39

Guru dan Kasek Ikuti Pelatihan Kurikulum 2013

EDY SUPRIYONO/RaBa

HUT PRAMUKA: Salah satu penampilan peserta lomba Drum Band Pramuka Cup 2013 23-24/11 di Alun-alun Situbondo.

Lomba Drum Band Pramuka Diikuti 33 Tim SITUBONDO - Sebagai gerakan pendidikan luar sekolah yang berkeinginan menumbuhkembangkan tunas bangsa menjadi generasi yang lebih baik, Gerakan Pramuka Situbondo berupaya menyediakan sarana untuk mewujudkan itu. Salah satunya, dilakukan dengan melaksanakan lomba Drum Band Pramuka Cup 2013 tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA, SMK/MA negeri maupun swasta. Kegiatan yang ditempatkan di Alun-alun Kota Santri ini telah digelar Sabtu 23/11 – Minggu 24/12, lalu. Pesertanya 33 tim dengan berlaga di tiga klasmen. Yakni klasmen elektrik, klasmen non bras dan klasmen brass. Semua klasemen dilombakan dalam bentuk unjuk gelar (display). Peserta harus menampilkan satu lagu wajib dan satu lagu bebas. Di klasemen elektrik, juara pertama MI NU Al Khoiriyah; juara kedua, SDN 1

Mangaran dan juara III SDN 1 Kapongan. Di klasemen non bras juara I, SDN 1 Asembagus; Juara II, SMPN 1 Jangkar; juara III, SDN 1 Arjasa. Klasemen SD Brass juara I, SD Islam Nurul Anshor, juara II, SD Muhammadiyah Panarukan dan juara III SDN 1 Gudang. Selanjutnya, di klasemen SMP/MTs, juara I, SMPN 2 Situbondo, juara II, SMPN 1 Panji dan juara III SMPN 1 Panarukan. Sedangkan di klasemen SMA/MA/Umum, juara pertama diraih SMAN 1 Asembagus, juara kedua SMK Islam Nurul Falah dan juara ketiga SMAN 2 Situbondo. Acara lomba yang sudah memasuki tahun kedua ini dibuka oleh Wabup Rachmad selaku Ketua Kwarcab. Sebenarnya, Bupati Dadang Wigiarto yang direncanakan membuka acara. Namun, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Situbondo itu berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Rachmad mengungkapkan, maksud dan tujuan Lomba Drum Band Pramuka Cup 2013 untuk menyalurkan bakat dan minat peserta didik khususnya di bidang kreasi dan kreativitas drum band di Situbondo. Lomba ini juga diharapkan sebagai wahana ajang kreatifitas pramuka penggalang dan penegak pendega se-Situbondo. “Lomba Drum Band Pramuka Cup 2013 juga dalam rangka hari ulang tahun gerakan pramuka ke-52 tahun 2013. Kita harapkan gerakan Pramuka di Situbondo khususnya, memapu menumbuhkembangkan tunas bangsa menjadi generasi yang lebih baik, khususnya dalam menumbuhkan semangat kebangsaan cinta tanah air, kesetiakawanan yang sanggup bertanggungjawab serta memupuk rasa persaudaraan,” papar Rachmad. (pri/adv/als)

SITUBONDO - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP bekerja sama dengan LPMP Surabaya menggelar pelatihan Kurikulum 2013. Kegiatan yang digelar selama empat hari (26-29 November 2013) ini diikuti 660 guru mata pelajaran dan kepala sekolah dari 66 lembaga pendidikan negeri maupun swasta. Karena banyaknya jumlah peserta, panitia memutuskan membaginya menjadi dua tempat. Yakni, di aula SMPN 1 Situbondo dan aula SMPN 5 Situbondo. Di Aula SMPN 1 Situbondo pesertanya terdiri dari kepala sekolah, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan IPA. Sedangkan di aula SMPN 5 Situbondo, pesertanya meliputi guru matematika, PKM, IPS, olahraga, prakarya dan guru seni budaya. Ketua panitia penyelenggara, Herry Sopyan mengungkapkan, Situbondo merupakan sebagian kecil dari kabupaten/ kota di Provinsi Jawa Timur yang melaksanakan Kurikulum 2013 secara keseluruhan. “Kegiatan ini kita bagi menjadi sepuluh kelompok.Yaitu kepala sekolah SMP Negeri dan swasta, guru mata pelajaran PKM, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS, Matematika, Olahraga, prakarya dan seni budaya,” terangnya. Kegiatan pelatihan kurikulum 2013 bertujuan menyamakan persepsi diantara semua lembaga SMP negeri dan swasta terhadap mata pelajaran kurikulum 2013 dan perubahan pola pikir terhadap pembelajaran. Sebab, pendekatan di kurikulum 2013 ini adalah pendekatan ilmiah yang sangat berbeda dengan KTSP.

YUSROH ABDILLAH/RaBa

MENDUKUNG: Kasi SMP Dispendik, Sukarnadi memantau pelatihan kurikulum 2013 di Aula SMPN 5 Situbondo, kemarin (26/11). “Setelah kegiatan pelatihan kurikulum 2013, para guru mapel dan kepala sekolah dapat mengimplementasikan hasil dari pelatihan di sekolahnya masing-masing. Dan, dalam waktu tertentu para guru mapel dan kepala sekolah yang mengikuti pelatihan ini akan dipanggil lagi untuk melaporkan hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan,” Imbuh Herry Sopyan. Selain itu, para peserta juga akan diberi tugas di sekolahnya masing-masing untuk mengimplementasi kurikulumnya. Setelah itu, melaporkan kegiatannya. Sehingga, dalam waktu yang tidak terlalu lama hasilnya akan dilaporkan secara online ke jakarta. Kegiatan pelatihan kurikulum 2013 untuk kegiatan awal meliputi free test dengan waktu 90 menit. Di sesi ini peserta mengerjakan 60 soal dan hasilnya dikirim langsung ke pusat, termasuk hasil akhir sebelum penutupan. Tujuannya, untuk

mengetahui pemahaman awal kurikulum 2013 serta penyerapan materi yang sudah disajikan oleh 20 nara sumber dari LPMP. “Hasilnya tentu harus lebih baik daripada free test di hari pertama,” imbuhnya. Diterangkan, Kurikulum 2013 lebih banyak pada pendekatan ilmiah. kegiatan siswa lebih bersifat aktif untuk membaca dan mencari ilmu-ilmu di luar. Setelah itu dapat memaparkan sendiri di hadapan para guru dan teman-temanya. Siswa harus lebih banyak bertanya. “Kalau di kurikulum sebelumnya yang bertanya hanya didominasi siswa-siswa yang pandai saja. Namun untuk kurikulum 2013 semua siswa baik yang pinter maupun yang sedang, harus aktif. Sedangkan dalam penilaian terhadap siswa meliputi, K1 yakni spritual, K2 atau mental, kejujuran, K3 atau pengetahuan dan K4 atau keterampilan,” pungkas Herry. (pri/adv/als)

Radar Banyuwangi 27 November 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi, Radar Genteng, Radar SItubondo

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you