Page 1

27 APRIL

TAHUN 2014

Eceran Rp 5.750 HALAMAN 29

Siswa SMK Bunuh Siswi KABAT - Kasus pembunuhan sadis yang melibatkan kalangan pelajar terkuak di Dusun Kabat Mantren, Desa/Kecamatan Kabat, Banyuwangi, kemarin (26/4). Seorang siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) diduga menghabisi nyawa pacarnya sendiri yang masih duduk di bangku madrasah tsanawiyah (MTs). Kasus tersebut te rungkap sete lah ada penemuan mayat perempuan tanpa kepala terapung di dam dekat lintasan KA Kabat Mantren pagi kemarin. Hasil pengembangan petugas, identitas mayat perempuan tanpa kepala itu berhasil diketahui. Korban diketahui bernama Eni Marfuah, berumur 14 tahun, dan tinggal di Dusun Bodean, Desa Kabat. Korban meninggal diduga kuat dibunuh pacarnya, Syaiful Hadi, 17. Dalam melancarkan aksinya menghabisi sang pacar, Syaiful dibantu temannya bernama Abdul Rasyid, 17. Kedua remaja itu tinggal satu kampung dengan korban. “Kedua tersangka sudah kita amankan,” cetus Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf melalui Kasatreskrim AKP Nandu Dyanata saat dihubungi Jawa Pos Radar Banyuwangi tadi malam (26/4). Syaiful yang diduga menjadi dalang pembunuhan itu ternyata masih berstatus pelajar kelas XI salah satu SMK swasta di Banyuwangi. Sementara itu, Eni Marfuah tercatat masih duduk di bangku salah satu MTs di Kecamatan Kabat. “Kalau Rasyid tidak sekolah,” ujarnya. Aparat kepolisian ternyata tidak butuh waktu lama untuk mengungkap kasus penemuan mayat yang tubuhnya sudah mulai membusuk itu. Kedua tersangka berhasil ditangkap sekitar pukul 14.00 atau enam jam setelah penemuan mayat tanpa kepala pada pukul 06.00 itu n  Baca Siswa...Hal 35

Heboh Gembung tanpa Sirah SEMENTARA itu, warga sempat heboh dengan ditemukannya sesosok mayat pe rempuan yang terapung di pintu dam dekat lintasan kereta api (KA) di Dusun Kabat Mantren, Desa/ Kecamatan Kabat, Banyuwangi, pagi kemarin (26/4). Penemuan mayat gembung tanpa sirah (badan tanpa kepala) yang tidak jauh dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kabat itu membuat warga sekitar geger. Selain belum dikenali identitasnya, kondisi jenazah pe rempuan muda tersebut cukup mengenaskan. Hingga berita ini ditulis sekitar pukul 19.00 tadi malam, kepala perempuan tersebut masih belum ditemukan. Sementara itu, jasad perempuan malang itu kali pertama di temukan warga setempat. Kebetulan warga tersebut akan

membersihkan pintu dam dari tumpukan sampah sekitar pukul 06.00. Hujan yang mengguyur beberapa hari belakangan memang menyebabkan sampah menumpuk. Saat mengais sampah tersebut, tampak sesosok mayat mengambang dalam posisi tertelungkup. Dia mengenakan hot pants warna putih dengan motif bunga warna ungu. Di sekelilingnya terdapat b eberapa sampah batang pisang dan dedaunan yang membaur dengan sampah plas tik dan styrofoam bungkus makanan. Air yang mengalir di dam tersebut sedang keruh berwarna cokelat. Selain tanpa kepala, tubuh kor ban sudah membengkak dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Diduga, korban sudah sekitar satu pekan berada di air n  Baca Heboh...Hal 35

Kronologi Siswa Habisi Pacar

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

TANPA KEPALA: Petugas mengevakuasi jenazah korban dari dam dekat lintasan kereta api (KA) di Dusun Kabat Mantren, Desa/Kecamatan Kabat, Banyuwangi, pagi kemarin.

1

PERSEWANGI

n Eni pamit beli bakso pukul 19.00 Sabtu pekan lalu (19/4) n Eni dijemput Syaiful menuju Lapangan Kabat. n Di lapangan, Syaiful mencekik Eni hingga tewas. n Syaiful dibantu Rasyid membawa mayat Eni. n Jenazah korban dikubur di lahan tepi sungai. n Karena hujan deras, tanah longsor, jenazah pun masuk sungai. n Jenazah Eni ditemukan tanpa kepala di dam Kabat kemarin (26/4).

PERSEKAM

0

Tertolong Penalti Injury Time BIROKRASI

Meraih Penghargaan Kinerja Sangat Tinggi JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI memberikan penghargaan kepada Bupati Ba nyuwangi atas prestasi se bagai bupati de ngan kinerja s a n gat t i n g g i . Penghargaan itu diserahkan Mendagri Gamawan Fa u z i k e p a d a Bupati Abdullah Azwar Anas dalam acara Malam Apresiasi Kinerja Penyelenggaraan PemerintahDaerah di Jakarta Jumat DOK. RaBa malam (25/4). Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi masuk peringkat 20 besar sebagai bupati dengan kinerja sangat tinggi. Dari total 511 kabupaten/kota se-Indonesia, hanya 35 kabupaten dan sepuluh kota yang mendapat penghargaan tersebut. Turut hadir dalam acara Malam Apresiasi tersebut, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto. Penghargaan tersebut mengacu hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) n  Baca Meraih...Hal 35

BANYUWANGI - Persewangi sa ngat beruntung memiliki Nel son Caparo. Gelandang asal Paraguay itu menjadi pahlawan The Lasblang (Las kar Blambangan), julukan Persewangi, kala meladeni Persekam Metro FC. Berkat golnya, tuan rumah menang dengan skor tipis 1-0. Kemenangan Tim MerahHitam itu berlangsung dramatis. Bagaimana tidak, gol semata wayang dalam pertandingan itu dicetak di masa kritis atau di masa injury time. Gol itu dicetak via tendangan penalti dalam laga yang digeber di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, kemarin sore (26/4). Dengan kemenangan itu, Nanda Pradana dkk berhasil merebut puncak klasemen grup 7 yang sebelumnya dipegang kubu lawan. Keberhasilan itu membuat tim kebanggaan rakyat Banyuwangi itu sukses mengemas 7 poin dengan rekor dua kali menang dan sekali seri n

HASIL KEMARIN Persebo v Persbul 2-0 Persewangi v Persekam 1-0 KLASEMEN SEMENTARA GRUP 7 1. (2) P.wangi 3 2 1 0 4-2 7 2. (6) Persebo 2 2 0 0 4-1 6 3. (1) Persekam 3 1 1 1 4-2 4 4. (3) Persigo 3 1 1 1 3-3 4 4. Persbul 3 1 0 2 4-4 3 5. Sumbawa 1 0 1 0 1-1 1 7. Persid * 3 0 0 3 0-7 -3 *) Nilai Persid dikurangi 3 karena tidak hadir melawan Persbul.

 Baca Tertolong...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

SELEBRASI: Nelson Caparo (kanan) merayakan gol yang dicetak ke gawang Persekam Metro FC di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, kemarin.

Pantai Timur Banyuwangi, Lokasi Penyu Bertelur yang Dilupakan (2)

Meski Dilindungi, Telur Penyu masih Dijual di Pasar Dari waktu ke waktu, populasi penyu di Banyuwangi semakin menyusut. Meski berstatus sebagai satwa liar dilindungi, tapi penyu belum sepenuhnya aman dari perburuan. Masih ada warga yang mengambil telur penyu untuk diperdagangkan.

Kalau mau tembus, ya harus bebas dulu

Banyuwangi raih penghargaan kinerja sangat tinggi Namanya penghargaan gas poll

SIGIT HARIYADI, Banyuwangi ENTAH karena ketidaktahuan, desakan ekonomi, ataukah sikap acuhtak acuh terhadap peraturan yang berlaku, yang pasti perdagangan telur penyu masih terjadi di Banyuwangi. Pengamatan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di lapangan beberapa bulan waktu lalu, sejumlah http://www.radarbanyuwangi.co.id

Pembebasan jalan tembus dimulai

GERDA SUKARNO/RaBa

SEPI: Pesisir Pantairejo di daerah Pakis Rowo, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, ini termasuk tempat pendaratan penyu setiap musim angin timur.

pedagang ikan di pasar tradisional Bumi Blambangan tampak masih menjajakan telur penyu. Tanpa tedeng aling-aling, telur berwarna putih kekuningan berkulit lentur itu

dipajang begitu saja bersama berbagai jenis ikan segar. Pedagang ikan itu mengaku telur penyu yang dia jual dipasok dari wilayah Bumi Blambangan sendiri.

Di pasaran, sebungkus telur penyu berisi lima butir sampai de lapan butir (tergantung ukuran), dipasarkan dengan harga cukup tinggi n  Baca Meski...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com / radarbwi@yahoo.com


BERITA UTAMA

30

R A D A R

Jalan Sehat Hardiknas DALAM rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), pagi ini akan digelar jalan sehat. Kegiatan ini dilepas oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pukul 06.00. Bupati Abdullah Azwar Anas dengan start di Taman Blambangan. (*)

TEGALSARI - Proses pembebasan lahan jalan tembus dari Terminal Wiroguno, Kecamatan Genteng, menuju Kecamatan Tegalsari dan Gambiran, mulai menemukan titik terang. Kemarin (25/4) Bagian Perlengkapan Pemkab Banyuwangi mulai meminta sejumlah dokumen untuk melengkapi kebutuhan administrasi proses pembebasan lahan tersebut. “SPPT dan kerawangan desa sudah diminta oleh bagian perlengkapan. Sore ini (kemarin) Kepala Desa Dasri, Bapak Djuandi, mengantarkannya ke bagian perlengkapan,” kata Camat Tegalsari, Hariono. Hariono menuturkan, di wilayah Kecamatan Tegalsari, lahan yang paling banyak terkena imbas pembebasan jalan tembus itu memang di Desa Dasri, yaitu sekitar 44.338 M2. Lahan seluas itu milik 188 kepala keluarga (KK) yang semua sudah menyatakan siap dibebaskan. “Para pemilik lahan sudah setuju dengan pembebasan dan sekarang masih menunggu proses dari Pemprov Jatim,” tandasnya. Lebih jauh mantan sekcam Genteng itu menambahkan, masyarakat setuju dengan harga yang nanti ditentukan juru taksir Pemprov Jatim. Warga juga sangat berharap segera dilakukan

Ngaji Bareng KH Samlawi PENGAJIAN Ad Dhuha Masjid Agung Baiturrahman, Banyuwangi, pagi ini akan dimulai pukul 07.00 dengan pembicara KH Samlawi Basuni dari Situbondo. (*)

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini: OPINI DAN REMBUGAN Naskah Opini panjang tulisan sekitar 850 kata. Sedangkan Rembugan maksimal 250 kata. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com. Sertakan nama dan identitas penulis. Naskah yang sudah dua minggu berada di redaksi dan tidak termuat otomatis dianggap kembali ke pengirim.

SUARA PEMBACA Tulis permasalahan yang Anda hadapi terkait layanan publik. Baik terhadap intansi swasta maupun pemerintah. Sertakan alamat yang lengkap disertai fotokopi identitas dan nomor telepon Anda. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com

DIGUSUR: Pagar dan perumahan warga di Desa Dasri terancam digusur untuk pelebaran jalan.

Foto: AGUS BAIHAQI/RaBa

pembebasan lahan tersebut agar jalan tembus dari Terminal Wiroguno yang melintasi Kecamatan Genteng, Tegalsari, dan Gambiran, segera terwujud. “Sampai sekarang warga banyak yang menunggu,” pungkasnya. Salah satu tokoh masyarakat Desa Dasri, Rahmat, 63, menyatakan warga memang telah menyetujui rencana pelebaran jalan. Mereka sudah siap menggusur lahan dan bangunan rumah. “Saya beberapa kali ikut rapat mengenai rencana pelebaran jalan ini,” katanya. Dalam pertemuan di kantor Desa

Mahasiswa Untag Juara 3 Trading JUARA LAGI: Husna (kiri) dan Dewi menunjukkan trofi dan hadiah juara 3 Accounting Challenge & Trading Competition 2014 di Galeri BEI Untag Banyuwangi, kemarin. Untag For RaBa

wangi, Yovita I. Vivianty, SE., M.Com, mengatakan prestasi ini merupakan salah satu target yang sudah dicanangkan oleh Galeri BEI Untag Banyuwangi, untuk aktif dalam kegiatan kompetisi pasar modal. “Selain juga aktif dalam melakukan sosialisasi pasar modal di Kabupaten Banyuwangi,” katanya. Pada penghujung tahun tahun lalu, terang dia, Galeri BEI Untag Banyuwangi mencatatkan transaksi signifikan sebesar Rp 20 miliar selama

2013. Galeri BEI Untag juga berhasil menyabet BEI Awards 2013, untuk kategori pengembangan dan inovasi. Meski baru genap berusia dua tahun pada 11 April 2014 lalu, terang dia, Galeri BEI Untag akan menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal 2014 untuk masyarakat umum. “Olimpiade Pasar Modal 2014 juga akan kami selenggarakan untuk siswa SMA/SMK se Kabupaten Banyuwangi pada Juni 2014 mendatang,” ungkapnya.(adv/abi)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

DIBUTUHKAN

• Jl. Ikan Kembangwaru •

• Vila Sukowidi • Djl Cpt Rmh Vila Sukowidi 2 MB14 Bwi L 113 m2 SHM Hub. 082335590555

Dibutuhkan GURU SDIT AL-QOMAR Kriteria: 1. S1 PGSD 2. Belum Menikah 3. Perempuan 4. Berakhlaqul Karimah 5. Usia Minim 22 Tahun 6. Berdaya Juang Tinggi Kirim CV Ke Jl. Simpang Gajah Mada No. 05, Giri, Banyuwangi. Telp. 411257

• Jl. MH. Thamrin • Djl Rmh Pingr Jln. Mh. Thamrin L 200 m2 Hub. Arya property 081336659258

• Konsultan Desain Rumah • Dijual 1,2 M, Dikontrakkan 20 Jt Minimal 2 Th, Rumah Joglo Tengah Kota Jl. Ikan Kembang Waru No. 6, Bwi LT 580m LB 300 m SHM Hub. 082140100111

Dasri dan kantor Kecamatan Genteng, jelas dia, jalan di depan rumahnya akan dilebarkan hingga 16 meter. Khusus dari Terminal Wiroguno ke Desa Dasri yang berjarak sekitar dua kilometer, lebar jalan sekitar 25 meter. “Sebab, dari terminal ke Desa Dasri akan dibuat double way terbaik se-Banyuwangi. Katanya begitu,” cetus mantan Kepala Dusun (Kadus) Krajan, Desa Dasri, itu. Akibat pelebaran jalan tersebut, jelas dia, selain sawah dan kebun, perumahan penduduk di sepanjang jalan raya Desa Dasri juga akan digusur. “Warga yang terdampak pelebaran jalan kat-

BANYUWANGI—Yamaha Vixion adalah salah satu motor sport yang digemari anak muda. Kali ini, untuk meningkatkan market share varian ini, Yamaha mengeluarkan edisi terbarunya, yaitu New Vixion. Supervisor Promotion PT. Rodasakti Suryaraya Jember, Yudi Ramadhani mengatakan banyak orang menilai jika motor ini memiliki keistimewaan performa dan tarikannya yang kencang. Menggunakan mesin dengan daya 150cc, motor ini diklaim mampu berlari sampai kecepatan 131km/jam, menggunakan mesin DOHC. “Tampilan dan body yang dimiliki Yamaha Vixion memang menarik dan sangat besar, tetapi hal ini tidak mengurangi kecepatan saat dijalankan,” kata Yudi Ramadhani. Kini, performance Vixion menjadi lebih sporty. Dengan mengusung konsep New Vixion, aksen simpel sporty menonjolkan sisi jantan pengendaranya. Apalagi sentuhan atraktif visor pada lampu depan baru berdesain sporty, beri aksen tampilan total dinamis. Handle belakang didesain menyatu dengan body, lebih garang saat berbaur dengan lampu bela-

ISTIMEWA

PEMBELIAN KHUSUS: Konsumen yang membeli New Vixion akan mendapatkan hadiah jaket. Stok jaket tidak terbatas

kang yang atraktif. Sementara untuk keamanan pengendara, Yamaha menyempurnakannya dengan sistem double disc break dengan kaki-kaki yang kuat memaksimalkan keamanan berkendara.”Dengan bentuk yang meruncing dan lebih kecil, memaksimalkan aerodinamis dan kesan sporty,” ujarnya. Dikatakan Rudi, lekukan desain tangki motor balap yang sporty melebur dengan Air Plane fuel tank cap

• Tanah Kapling •

• STNK •

• Toyota Yaris ‘12 •

• Katana-Jimni-Panther •

Jual Tanah Kapling, uk. 10x40m2 (2 kapling), SHM, Hrg 85 jt, H: 083847407631

Hlg STNK P 5771 VR an Sri Handayani Dsn. Lidah RT 01/02 Ds. Gambiran

Djl Yaris E AT Th 2012 Silver KM 13000 Hrg 176 Jt Nego Hub: 081336508363

Djl Katana Biru th ’93, Jimni 4x4 Pth th ’85, Panther Royal Biru th ’99 H: 08123461158

SITUBONDO

SITUBONDO

• Tanah Kapling •

• STNK •

• Suzuki APV •

• Daihatsu Xenia •

Djl Tanah 2 Kapling L 459m2 Alamat Jl. Anggrek Harga 170 Jt Hp. 08563639318

Hlg STNK P 6115 ER, an. Sumiyati Almt Banyuputih RT. 01/02, Stb

Dijual Suzuki GC415V Apv Dlx/Areo tahun 08/03 hitam mtl/T slv hrg 106/85 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Xenia 4x2 MT tahun 012/010 putih/slv hrg 138,5/106 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Nissan Grand Livina •

• Toyota Avanza •

Dijual Nissan Grand Livina SV tahun 010/07 abu2 mtl hrg 139,5/133,5 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual New Avanza 1.3E MT tahun 012/04/06 abu2 mtl/ijo/BR hrg 138,5/107,5/112,5 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Daihatsu Terios •

• Nissan Grand Livina •

Dijual Terios f700 RG IS TS tahun 010/09 TX hitam/merah hrg 146/149 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Saatnya Punya Nissan G. Livina DP Ringan & Harga Spesial Big Sale !!! Hub: Andi 081359944425

Butuh Konsultan Desain Inter ior & Desain Rumah ? Arya Proper ty 081336659258

Direktur: Samsudin Adlawi Pemasaran dan Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, W. Nugroho (Genteng), Samsuri (Situbondo) Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah Administrasi Iklan: Fitria Arifiana Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan Event: Benny Siswanto Keuangan: Citra Puji Rahayu J

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis (Koordinator), Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

design dan double key shutter hasilkan aksen sport super modern. Dengan digital interaktif, memperlihatkan dengan jelas kecanggihan New Vixion. “Varian New Vixion ini hadir stiping baru dengan empat warna White Flash, Black Bolt, Red Lighting, Purple Strike. Khusus wilayah Banyuwangi, setiap pembelian New Vixion periode April 2014 akan mendapatkan jaket touring. Jadi silahkahkan membelinya di diler Yamaha,” cetusnya. (*/abi)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Hlg STNK N 8774 NY Merk Mitsubishi Colt Noka 4D56C7X1040 an. Suhawi Hasan Hlg STNK P 6637 EZ an Endi Nurhadi, Jl. Wirobroto Pecinan, Besuki, Stb

PEMBERITAHUAN

J

anya akan diberi ganti untung,” ungkapnya. Sekadar tahu, proyek jalan tembus dari Terminal Wiroguno menuju Kecamatan Gambiran itu sebenarnya digagas sejak era Bupati Samsul Hadi. Namun, baru dijalankan lagi pada era Bupati Abdullah Azwar Anas. Saat ini jembatan besar yang menghubungkan Kecamatan Gambiran dan Tegalsari menuju Terminal Wiroguno sudah dibangun dan tinggal menunggu pemasangan kerangka besi. Pembebasan lahan masih dalam proses. (azi/abi/c1/als)

Digandrungi Anak Muda, Yamaha Hadirkan New Vixion

Sehubungan dengan makin marak nya aksi penipuan yang meman faatkan iklan jitu di Koran Radar Banyu wa ngi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan ber hati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatas nama kan pe tugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak ber tang gung ja wab atas semua transaksi yang terjadi selain pema sa ngan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono Wakil Pemimpin Redaksi: Syaifuddin Mahmud Kepala Liputan: Agus Baihaqi Redaktur: Ali Sodiqin, A.F. Ichsan Rasyid Staf Redaksi Banyuwangi: Sigit Hariyadi, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni Redaksi Situbondo: Edy Supriyono (Kabiro), Nur Hariri Redaksi Genteng: Abdul Aziz (Kabiro), Shulhan Hadi Fotografer: Galih Cokro Buwono Editor Bahasa: Minhajul Qowim

Minggu 27 April 2014

Pembebasan Jalan Tembus Dimulai

AGENDA KOTA

BANYUWANGI-Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi kembali menorehkan prestasi. Dalam Accounting Challenge & Trading Competition 2014 di Malang, tim dari Untag berhasil menjadi juara 3. Accounting Challenge & Trading Competition 2014 yang digelar Universitas Ma Chung, Malang, pada 2 hingga 4 April 2014 lalu itu, tim Untag Banyuwangi yang di wakili Hidayatul Husna dan Dewi Andayani, mahasiswi Program Studi (Prodi) Akuntansi, Fakultas Ekonomi, semester VI, itu berhasil menyisihkan 26 tim dari seluruh Perguruan Tinggi (PT) se Jawa Timur. Kompetisi ini terdiri dua babak, yakni babak penyisihan dengan tes tulis. Untuk babak kedua atau final berupa trading dan presentasi. Setelah melalui kedua babak itu, tim binaan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Untag Banyuwangi berhasil lolos sebagai juara 3. Juara pertama diraih tim dari Universitas Brawijaya Malang, dan Universitas Ciputra Surabaya menjadi juara 2. Direktur Galeri BEI UNTAG Banyu-

Jawa Pos

B A N Y U W A N G I

Kasir: Widi Ukiyanti Piutang: Anissa Windyah Sari Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti Perpajakan: Cici Irma Setyani Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982.

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

Website: www.radarbanyuwangi.co.id. Email: radarbwi@gmail.com, beritaraba@gmail.com, artikelradarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 27.000/mmk, berwarna depan Rp 54.000/ mmk, berwarna belakang Rp 42.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 42.000/baris, Lowongan: Rp 53.500/baris, Sosial: Rp 24.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


Jawa Pos

Minggu 24 April 2014

HUKUM & PERISTIWA R A D A R

31

B A N Y U W A N G I

Hamili Siswa, Pengangguran Dipolisikan SITUBONDO – Orang tua siswa salah satu SMKN di Situbondo melaporkan pria berinisial KR, warga Kecamatan Situbondo. Laporan salah satu wali murid ke Mapolres Situbondo itu dilakukan setelah mengetahui putrinya sedang hamil empat bulan. Kasus hamilnya gadis berusia 16 tahun itu berawal dari hubun-

gan pacaran antar keduanya yang konon terjalin sudah cukup lama. Disebut-sebut, keduanya sudah melakukan hubungan badan layaknya suami istri sejak Desember 2013 lalu. Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi menjelaskan, sesuai keterangan orang tua korban, sekitar empat bu-

lan lalu anaknya melakukan hubungan layaknya suami istri dengan sang pacar, KR, sekitar pukul 10.00 di sebuah hotel yang ada di Situbondo. Lantaran hal itu, gadis 16 tahun tersebut hamil dengan pria 20 tahun yang bekerja serabutan n  Baca Hamili...Hal 35

SUARA SIAPA: Spanduk berisi tuntutan pelebaran jalan di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran.

SHULHAN HADI/RaBa

Tuntut Pelebaran Jalan GAMBIRAN - Spanduk yang membentang di jalan raya Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, tepatnya selatan SPBU Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, ini menjadi perhatian warga. Menggunakan

tinta merah, spanduk itu berisi tuntutan pelebaran jalan. Jalan raya yang menghubungkan Desa Jajag dan Kecamatan Pesanggaran dengan lebar sekitar empat meter itu memang cukup sempit. Padahal,

setiap hari arus lalu lintas sangat padat. Bus jurusan Banyuwangi-Pesanggaran dan bus jurusan Muncar-Pancer melewati jalur tersebut. Itu tugas baru bagi anggota DPRD yang baru. (sli/c1/abi)

NUR HARIRI/RaBa

MENDADAK: Jumadi, seorang pemborong yang tewas saat diperiksa tim medis di Desa Tanjung Pecinan, kemarin (26/4).

Tewas di Pangkuan Teman SITUBONDO – Puluhan warga Dusun Tangsi, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, dikejutkan dengan tewasnya seorang pemborong proyek kemarin (26/4). Pria yang tewas secara mendadak itu adalah Jumadi, warga asal Kecamatan Kencong, Kebupaten Jember. Sebelum tewas, pria 50 tahun ini diketahui sudah sebelas hari berada di Dusun Tangsi. Dia bekerja sebagai pengawas pengerjaan

Ngetril 24 Jam Lintasi Perkebunan BANYUWANGI - Back to Basic Survival (BTBS) resmi digeber Sabtu kemarin (26/4). Sebanyak 600 peserta dari komunitas Trail se-Indonesia meramaikan even akbar ini. Mereka ada yang berasal dari Medan, Jambi, Lombok, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Jateng, dan Jawa Barat. Selain diikuti oleh para komunitas pecinta berat Trail, adventure yang melewati rute-rute perkebunan ini juga diikuti oleh pembalap-pembalap nasional. Secara simbolis, BTBS ini dilepas oleh Wakapolres Banyuwangi Kompol Agus Widodo, S.H. dengan mengambil start di kawasan perumahan elit Djati Khayangan Residence. Rombongan dilepas secara bertahap. Merah Putih Project selaku event organizer, Ridho Faizal mengatakan, gelaran bertajuk Back to Basic Survival (BTBS) ini sebuah acara adventure menjelajah alam Banyuwangi dengan menggunakan motor

ADVENTURE: Salah seorang peserta trail saat melakukan free style kemarin (26/4) di area lintasan Djati Khayangan Residence Giri.

TOHA/RaBa

trail. Panitia sengaja menggelar acara ini agar misi pemerintah Banyuwangi dalam mempromosikan pariwisata Banyuwangi bisa terwujud. Dari 600 peserta itu, sebanyak 75 persen berasal dari luar provinsi. Mereka akan melewati rute-rute yang menjadi ikon pariwisata Banyuwangi. Misalnya, dari Djati Khayangan menuju Sumber Nanas terus ke Desa Telemung, lalu menuju kaki Gunung Ijen,

lanjut menuju Rawa Bayu. Setelah itu, rombongan akan menuju air terjun Lider di Songgon, lalu dilanjutkan menuju Kendeng Lembu dan finish di Margo Utomo Resort. “Trail adventure ini akan dilakukan 24 jam non stop dengan menempuh jarak 250 km,” ujar Ridho kemarin. Hal senada juga dikatakan oleh salah satu panitia BTBS, H Rudi Santoso. Menurut dia, even ini adalah salah satu upaya

yang tepat untuk mempromosikan Banyuwangi. Terbukti, sebagian besar peserta Trail Adventure berasal dari luar provinsi. Salah satunya adalah Ketua DPRD Kutai Kartanegara, Ketua DPRD Lumajang, Walikota Batu, dll. “Peserta yang mendaftar sangat membeludak namun kita batasi. Ini menandakan even ini sangat diminati, maka kami usulkan kepada Bupati Anas agar even ini menjadi even tahunan,” katanya. (*/als)

perumahan mercusuar. Di tempat kerjanya ada sekitar delapan pekerja yang dia awasi. “Dia kerja sebagai pengawas, di sini sudah sebelas hari,” ujar Davin, salah seorang kuli bangunan asal Probolinggo. Pada hari kesebelas, pria 50 tahun itu tiba-tiba memasang keramik di salah satu ruangan perumahan mercusur. Baru memasang sebanyak delapan buah keramik, korban beristirahat dilantai. Pada waktu

itu, tubuh korban kejang-kejang dan diketahui Suyitno teman kerjanya. Melihat itu, Suyitno meminta tolong kepada teman kerjanya yang lain. Suyitno selanjutnya mengambilkan segelas air untuk korban. Tetapi saat korban berada di pangkuan Sutomo teman kerja yang lain, korban dengan cepat menghembuskan nafas terakhirnya n  Baca Tewas...Hal 35


BUDAYA

34

R A D A R

Jawa Pos

Minggu 27 April 2014

B A N Y U W A N G I

K SAJAK SAJA

DARI ATAS PERAHU wajah itu gelap tampaknya tak pernah disapakan pada butir-butir thoharoh tapi fatwanya mengatasnamakan: Penganut hakikat terima kasih saudara banyak kubaca tulisanmu tapi tak kurasa maknanya sebab aku sambil sibuk menambal perahu bocor sementara kemudi seakan lumpur dipermainkan arus dan gelombang hampir-hampir labuh ini tak temukan arah kudengar kau masih semangat dongengkan indahnya dasar lautan bukan ku tak rindu terumbu bukan ku tak tertarik warna-warni ikan hias yang menari lincah keluar masuk karang berkilau-kilau di atas perahu ini pasti aku sedang bergoyang di atas gelombang lautan pasti di bawah sana ada kehidupan aku sudah yakin tanpa harus menyelam inilah makrifatku dalam syariat

BURUNG DALAM SANGKAR KACA HIJAUKAN BUMI KITA Karunia Yuniar Puspita - Siswa SDN Model

Jagung Bakar Asmoro Oleh Ida Rahma Fitriyani & Fatah Abdul Majid*

A

bdul Rajak adalah namaku. Aku mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darullulum, Banyuwangi. Selain menjadi seorang mahasiswa, aku juga belajar bisnis makanan kecil yaitu jagung bakar. Aku menggelar lapak menjelang sore hari, karena makanan seperti itu diburu orang pada saat malam hari. Aku pun terkadang minder dengan pekerjaan yang aku geluti ini, karena dari sekian gadis yang aku taksir hampir semua tak mau dekat denganku. Tapi kali ini aku benar-benar ingin mempunyai pasangan karena sudah sekian tahun aku lalui harihariku dengan teman-teman. Saat ini sedang mengincar gadis satu kelasku, dia bernama Ani Rianti. Anaknya sopan dan kelihatannya sangat mudah akrab dengan sekitarnya. Kini aku sedang berusaha mendekatinya tepi entah harus mulai dan dengan cara apa. Hingga pada suatu malam, kulangkahkan kaki dengan niat mendapat rezeki. Bassmalah, menata beberapa keperluan dagang. Selang beberapa waktu saat aku usai menata lapak. Beberapa orang pelangganku mampir membeli jagung bakar. “Mas, dua ya?” Kata seorang pembeli. “Oh ya, tunggu sebentar. Silakan duduk dulu.” Jawabku. “Iya Mas.” Selang beberapa menit jagung yang aku bakar matang. “Mb, ini mau rasa apa? ada manis, pedas, dan gurih. Mau yang mana?” Tanyaku. “Hmm, pedas gurih Mas!” “Ok, ini sudah siap.” “Barapa, Mas?” “Rp 6.000 saja.” Langit semakin tampak memerah, dengan lantunan suara adzan yang berkumandang di mana-mana. Kini aku langkahkan kaki menuju rumah Allah dengan hati yang gembira. Setelah usai, menunaikan ibadah ternyata sudah ada pelanggan yang menunggu di depan lapak. Aku pun bergegas menuju lapak. “Maaf Mbk lama menunggu” kata ku “Oh ya gak apa-apa Mas. Lima batang, Mas.” Jawabnya. “Ok. Ini mau rasa apa, Mbak? “Semua rasa pedas manis, Mas. Beberapa menit hidangan siap. “Ini Mbak. Semua Rp 15.000.” “Terima kasih, selamat menikmati dan jangan lupa kembali.” Tiba-tiba saat aku sedang istirahat, ada seorang  gadis cantik, dia berperawakan tidak terlalu tinggi dan sedikit gendut. Ternyata dia Ani, teman sekelasku di kampus. “Mas, berapaan jagungnya?” “Rp 3.000, Dek.” Jawabku. “Aku pesan satu ya,” ujarnya. “Mau rasa apa ini?” Tanya ku lagi. “Hmm, gurih saja, Mas.” Aku panaskan panggangan, lalu mangupas dan meletakkan jagung pada panggangan. “Silakan duduk sambil menunggu jagungnya matang.” “Iya Mas. Satu jagung rasa gurih sudah siap, namun Ani hanya termenung.” “Maaf Mbak, ini jagungnya sudah siap.” Dengan suara keras hingga Ani kaget dan sontak menjawab, “Nggeh Mas!” Ani pun memakan jagung bakarnya, “Lho, kok manis to?” “Apanya yang manis?”

“Jagungnya to lah!” “Oh, memang kan itu jagung manis Dek, jadi ya manis, kayak yang mbakar ini, hehehe.” Gurauku. Namun, Ani tak menampakkan senyumnya. Ia hanya melamun sambil makan jagung. Lalu aku mulai penasaran dan aku beranikan untuk bertanya kembali. “Kenapa to Dek. Dari tadi kok diam dan melamun saja. Liat tu jagungnya ke manamana sampai belepotan gitu.” “Masak sih. Ih jadi malu aku. Maaf ya, hemm aku gak kenapa-kenapa kok.” “Yang benar? Kok kelihatannya galau gitu?” “Hah? Apa ya kelihatan to kalau lagi galau?” “La iya makanya aku tanya?” “Hemm, ya sebenarnya ada sedikit problem!” “Kalau boleh tahu, apa?” “Ya biasa Mas, problem putus pacaran, hehe.” “Oh, diputus to, ya cari yang baru lagi. Sampean lo ayu?” “Gak tahu lah Mas, aku tu dah terlanjur sayang!” Aku pun hanya terdiam dan berpikir harus aku kasih solusi apa, toh aku juga masih belum bisa melupakan mantanku yang pergi tak kembali. Kemudian aku teringat arti dari sebuah ayat yang pernah dikatakan oleh teman ku. “Tuhan akan memberi ganti yang baik jika kamu ikhlas meninggalkannya”.

Itulah awal mula pertemananku dengan Ani. Setelah kejadian kemarin Ani semakin sering mampir ke lapak jagung bakarku. Tak bosannya ia memesan jagung bakar dan semakin sering bercerita tentang diri dan keluarganya. Begitupun denganku, gak adil rasanya bila dia menceritakan keluh kesahnya padaku sedangkan aku hanya memendam keluh kesahku. Kemudian aku mulai membiasakan diri dengannya bercerita, bercanda tawa, dan mulai sedikit demi sedikit melupakan masalaluku. Suatu ketika, lapak jagungku tampak sepi dan waktu sudah mulai beranjak larut. Tak biasanya Rahma gak datang. Aku pun mulai merapikan sedikit barangbarang ku, namun tiba-tiba terdengar suara yang gak asing di telingaku. “Mas, jagungnya masih? Ah ternyata itu suara Ani dalam hatiku merasa gembira mendengarnya. Ku bertanya dalam hati sebenarnya ada apa denganku. Tak bertemu dengannya beberapa jam saja sudah rindu. Aku pun tersadar pada lamunanku dan menjawab pertanyaan Ani yang belum sempat kujawab. “Oh, masih kok. Apa mau beli?” “Iya Mas!” Aku pun mulai memanggang jagung sambil bercakap-cakap denganya. “Kok tumben malam-malam ke sini. Kenapa belum tidur?” “Gak bisa tidur, Mas,”

“La kenapa? “Pingin maem jagung bakar sampean Mas. Masio cuma jagung bakar tapi ngangenin lo.” “Hemm, masak sih? La sama orangnya gak?” Dia hanya mengangguk sambil meringis. Lalu aku duduk di sampingnya dan bertanya, “Ada cerita apa hari ini, Dek?” Dan secara spontan tanpa ada sepatah kata pun dia melayangkan kecupan secepat kilat yang mendarat di pipiku. Wajahku memerah dan sontak kaget dengan hal itu, lalu aku tanyakan pada Rahma, apa arti dari kecupan tadi. “Aku sayang kamu! Aku benar-benar heran pada diriku sendiri, karena baru kali ini aku ditembak seorang cewek cantik. Padahal di luar sana banyak yang antre untuk mendapatkan cintanya. Hanya Tuhan yang tahu apa sebab dan alasan mengapa aku dipertemukan olehnya. “Sejak kapan sempean suka sama aku? Padahal aku tak seperti laki-laki yang selama ini mengejar hati sampean.” “Sejak semester II kemarin, Mas. Dari pandangan dan rasa nyamanku saat berada di sampingmu, maka aku beranikan diri mengungkapkan.” “Apa sampean gak suka dengan cara dan perasaanku?” “Hemm, jujur aku pun punya perasaan yang sama dengan sampean, Dek. Bahkan dari awal kita kenal tapi aku tahu sampean sudah punya pacar, jadi aku lebih memilih diam dan menunggu seorang yang pas dan cocok untukku, Dek. Dan kini terjawab sudah penantianku yang akhirnya dipersatukan dengan sampen Dek.” Selang beberapa bulan saat kami sedang jalan-jalan berdua di sebuah taman kota  tak jauh dari tempat tinggal kami.  “Mas, aku ingin bicara sesuatu. Dan terserah sampean setelah mendengar ceritaku akan meninggalkan aku atau tetap bertahan menyayangiku. Itu hak sampean.” “Memangnya tentang apa kok sampai begitu serius?” “Ini tentang diriku. Aku yang sudah tak seperti bunga yang indah di sana! Aku telah layu karena madu yang kupunya telah diisap kumbang atau lebah atau kupu-kupu. Apa sampean masih mau menerima aku yang begini?” tanya Ani. Aku hanya terdiam sambil memegang tangan Ani. Hatiku terasa hancur. Jantungku terasa mau copot mendengar hal itu. Ingin rasanya marah dan berteriak. Namun, jika aku marah, bunga itu tak akan kembali segar dia akan layu dan akhirnya mati. Akhirnya kuputuskan mengambil sisi positif. Ku tarik napas dalamdalam kukecup kening dan kupeluk erat tubuhnya. Isak tangisnya membuat aku semakin ingin marah namun kuyakin ini tak semua salahnya pastilah ada sebab yang membuatnya terjepit dalam lembah curam itu. “Aku tak akan meninggalkanmu sayang. Aku yakin bunga itu akan tumbuh kembali seraya hal positif berada dalam dirimu.” Aku hanya bisa memeluknya dan diam di antara bisingnya jalanan kota. Itulah kisah Jagung Bakar Asmoro, jagung yang telah dirasa oleh api sebelum dicicipi oleh yang membeli.   *) Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam, Banyuwangi.

lewat sayap burung ku kumpulkan jutaan bintang dan kubingkai di sisi purnama persis di tengah gapura perbatasan waktu malam dan pagi esok tatkala mentari geser purnama di belahan bumi sana burung-burung tak lagi berkicau mungkin tenaga dan jiwanya telah terkuras tadi malam namun burung yang satu itu tetap mendekam dalam sangkar kaca tetap memainkan sayapnya tetap berlompatan mengukir angan aku berusaha menghalau dengan menutup seluruh celah rupanya waktu terus berputar bersamanya semoga yang di sebelahku tetap tak mengerti tentang burung dalam sangkar kaca itu Puisi-puisi Abdullah Fauzi. Anggota DKB komisi sastra.

Sedhekah Oksigen Hongwilahing sekaring bawana sekaring jagad Mobat mabit angin dharat semburat, mobar mabur angin dhuwur kesaut digawa mabur Ana jabang bayi nggugat biyung, ana biyung nggugat simbah Sapa kang paring palilah nebang alas pakune jagat Sapa kang paring palilah nebang wana kang ndadhekake tempuke bawana karo bagaskara Bumi gonjang-ganjing langit cat katon cat ora Awan ilang panase bengi ilang atise Kali mili lali dalane banyu segara nglurug donya brana Dhuh lae dhuh atiku sapa biyung sapa simbah Kang paring palilah ngrubah tatanan jangkane mangsa Sing dhuwur polah sing ngisor kepradhah Mburu kasenengan sakedhepe netra saklebate wewatonan akeh kang kelangan gondhelane ati Ing tembe buri dadekake bubrahe tatanan Jabang bayi nggugat sora biyung simbah Balekna alas gung liwang liwung kang misahke bawana karo bagaskara Nandura wit-witan kang dadi pakune jagat Aja nganti bayi lair tanpa swara wedi kentekan hawa Oe oe oe oe oe biyung biyung simbah simbah Aja lali sedhekah bumi sedhekah oksigen oe oe oe

Pertiwi Jenengku dudu Olga Dudu Siti Nurbaya Uga dudu nyi Dasima Aku mung saderma wong wadon lumrah Pertiwi karanku Buyutku uga karan Pertiwi Bung Karno, bung Hata, bung Sharir Bung Tomo kabeh mijil saka guwagarbane Pertiwi aku nyebut ngarani jenenge biyungku Tumungkul lingsem kebak penelangsa Nglimprek tan kwasa ngadek Ndelok lan meruhi akeh putra-putrane Nerak paugeraning urip Awit amplop-amplop wus nggubet lakune Kang pungkasane mlebu pakunjaran Biyungku asring nangis nelangsa dhewekan Meruhi kahanan kang putra katebas gulune ing nagri sebrang Lan akeh wong wadon karudapeksa nggletak ana ing pojoke metromini Ora bisa polah kang maedahi awit nagri wus kagubet kahanan Biyung asring nangis keranta-ranta Suweking ati suweke pakurmataning awak ndeleng wong wadon sadermo pangganep pametune birahi lan aku mung saderma wong wadon lumrah Pertiwi karanku Jur kepriye aku bisa nampani kasmaranmu Sing kokobral sapinggire emper toko lan pojokpojoke etalase Leterganjeh murah renyah koyo sak lembare cek bebana Pertiwi karanku aku mung saderma wong wadon lumrah Kepriye aku biso nampani panggodhamu Puisi-puisi Hadi Supranoto. Pembina Teater Kasih SMPN I Genteng


Jawa Pos

Minggu 27 April 2014

BERITA UTAMA R A D A R

6 Jam, Tertangkap n SISWA... Sambungan dari Hal 29

“Kedua tersangka kita tangkap di tempat terpisah,” katanya. Saat mayat remaja itu ditemukan warga, belum diketahui identitas korban. Apalagi, kepala mayat dengan tubuh sudah mulai membesar itu juga tidak ada. Identitas korban baru diketahui setelah Anwar, 66, kakek korban, datang ke kamar mayat RSUD Blambangan. “Kakek ini melihat korban, karena cucunya sudah sepekan tidak pulang,” terangnya. Meski tanpa kepala, Anwar mengenali mayat perempuan itu cucunya, Eni Marfuah, yang sudah sepekan terakhir tidak pulang. “Pak Anwar mengenali korban dari pakaian

yang dikenakan saat terakhir bertemu Sabtu (19/4) lalu,” ujar Kasatreskrim Nandu. Dengan terkuaknya identitas korban tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan. Dari sejumlah keterangan saksi, polisi akhirnya menduga bahwa korban meninggal karena dibunuh. “Kita segera melacak dan berhasil menangkap pelaku,” cetusnya. Kedua tersangka, kata kasat reskrim, yang pertama di tangkap adalah Abdul Rasyid. Remaja pengangguran itu ditangkap di jalan raya Dusun Ba bakan, Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat. “Rasyid kita tangkap saat naik motor di jalan,” jelasnya. Dari keterangan Rasyid, polisi mengetahui ada pelaku lain

bernama Syaiful Hadi. Bahkan, tersangka terakhir ini memiliki hubungan khusus dengan korban. Syaiful ditangkap polisi di tempat persembunyiannya di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. “Kedua tersangka langsung kita bawa ke polres,” katanya. Ditanya motif pembunuhan, kasatreskrim masih belum bisa menyampaikan. Sebab, kedua tersangka sedang menjalani pemeriksaan secara intensif di polres. “Diduga masalah asmara, karena Syaiful itu pacar korban,” cetusnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Banyuwangi tadi malam. Berdasar keterangan tersangka, lanjut dia, dugaan pembunuhan itu dilakukan pada Sabtu (19/4) di Lapangan Desa Kabat.

Sekitar pukul 19.00, korban yang pamit membeli bakso pada kakeknya itu ternyata diajak jalan-jalan Syaiful. “Mereka main di lapangan Desa Kabat,” jelasnya. Belum diketahui apa yang terjadi di lapangan Desa Kabat itu, korban yang diduga sudah tidak bernyawa itu dibawa pulang Syaiful bersama Rasyid naik motor. “Katanya hanya dicekik. Soal kepala yang hilang, tersangka tidak mengetahui,” urainya. Sebelum sampai di rumah, kedua remaja itu menghentikan motornya di tepi sungai. Mulanya, mereka akan mengubur korban di lahan di pinggir sungai tersebut. Tetapi, karena hujan deras, tanahnya longsor dan mayat korban terjatuh ke sungai. (abi/c1/bay)

Mengapung di Dam Dekat Lintasan KA n HEBOH... Sambungan dari Hal 29

Polisi yang turun ke lapangan segera mengevakuasi perempuan tersebut. Kemudian, jasad korban dibawa ke kamar mayat RSUD Blambangan untuk kepentingan penyelidikan. Ciri-ciri mayat itu mengarah ke dugaan

pembunuhan. Meski demikian, ada yang menduga mayat itu adalah korban tenggelam. “Penyebab pastinya, kami belum berani simpulkan,” ujar Kapolsek Kabat AKP Imron. Kapolsek Imron menambahkan, pihaknya langsung memintai keterangan masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Ter masuk kemungkinan lain adanya laporan ma-

syarakat yang anggota keluarganya hilang. Sementara itu, mayat tersebut memiliki ciri-ciri fisik tinggi badan sekitar 150 cm. Usianya masih mudah, diperkirakan kurang dari 18 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus putih bergambar Hello Kitty, bra warna biru, hot pants putih motif bunga warna ungu, dan celana dalam warna putih berenda. (nic/c1/bay)

Kuncinya Partisipasi Semua Elemen n MERAIH... Sambungan dari Hal 29

Penyelenggaraan peng hargaan tersebut didukung Australia-Indonesia Partnership for Decentralisation (AIPD) dan Australian Aid. Mendagri Gamawan Fauzi memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang berhasil meraih penghargaan tersebut. Dia berharap penghargaan itu bisa meningkatkan kinerja dae rah dalam memberikan pelayanan publik di berbagai bidang. “Saya ucapkan selamat kepada daerah yang memperoleh penghargaan. Semoga bisa semakin baik dalam mendorong pelayanan bagi publik,” ujarnya. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, penghargaan ini menjadi pelecut semangat untuk memacu kinerja menjadi lebih baik lagi. “Meraih penghargaan tentu

saja bukan tujuan utama program pembangunan. Tapi apresiasi ini mendonorkan semangat bagi kami untuk lebih terpacu meningkatkan kinerja,” kata bupati yang pernah menempuh studi singkat ilmu kepemerintahan di Har vard Kennedy School of Government, Amerika Serikat, tersebut. Anas mengatakan, kunci keberhasilan pembangunan adalah partisipasi semua elemen, baik di lingkungan pemerintahan maupun publik secara umum. Saat kali pertama menjabat, Anas membangun kepercayaan di internal birokrasi dan publik luas. “Kepercayaan ini penting karena akan mendorong partisipasi. Saya bilang ke semuanya di Banyuwangi, perubahan tidak menjamin keadaan lebih baik, tapi keadaan lebih baik tidak akan ada tanpa perubahan. Akhirnya semua tergugah. Sekarang Banyuwangi semakin baik, birokrasi dan publik kom-

pak, meski saya akui masih ada beberapa yang perlu diperbaiki,” tuturnya. Perbaikan itu, kata Anas, di antaranya penurunan kemiskinan dari level 20 persen se belum dirinya menjabat menjadi level 9,93 persen se lama tiga tahun. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun dari posisi 3,92 persen menjadi 3,4 persen dalam tiga tahun terakhir. Tingkat pengangguran di Banyuwangi lebih rendah dibanding Jatim yang sebesar 4,12 persen. Di bidang penanaman modal, pada 2013, investasi yang masuk di Banyuwangi mencapai Rp 3,2 triliun, meningkat hingga 175 persen dibanding investasi tahun 2012 sebesar Rp 1,1 triliun. Jika dibandingkan dengan 2010 yang total investasinya “hanya” Rp 272 miliar, investasi di Banyuwangi melonjak drastis hampir 1.100 persen. Tingkat pertumbuhan eko-

nomi Banyuwangi dalam tiga tahun terakhir selalu di atas ratarata nasional. Pendapatan per kapita per tahun di Banyuwangi pada 2013 mencapai Rp 21,84 juta, meningkat dari posisi 2010 sebesar Rp15,14 juta. Pendapatan per kapita di Banyuwangi termasuk yang tertinggi di Jatim. “Laju inflasi kami juga terkelola dengan baik, tahun lalu 6,12 persen, di bawah Jatim yang sebesar 7,59 persen. Tingkat inflasi yang rendah ini menunjukkan pengelolaan harga barang yang baik,” beber Anas. Ke depan, lanjut Anas, pihaknya akan mendorong beberapa sektor unggulan seperti pertanian dan pariwisata secara lebih intensif. “Kami ingin mengintegrasikan antar-sektor yang ada, sehingga tidak saling memakan, tapi saling menghidupi, seperti pertanian yang disinergikan dengan pariwisata bisa menjadi agro-tourism. Dan ini sudah jalan di Banyuwangi,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Biaya Pakan Habis Rp 10.000 Seminggu n SERING... Sambungan dari Hal 36

Tidak usah pakai kalkulator, dengan hitungan jari pun nutrisi hewan ini cukup mudah

diperoleh dan ada di mana saja. Makanan untuk mereka bisa berupa daging maupun binatang hidup seperti tikus maupun hamster. Tapi, kalau soal gizi, makanan hewan hidup

untuk reptil dianggap lebih bermanfaat karena kandungan gizinya lebih lengkap. Apalagi soal makanan misalnya, jenis binatang reptil tidak rewel. Malahan cukup diberi makan

sekali dalam hitungan seminggu sudah cukup untuk mendukung kehidupan mereka. “Kalau dikalkulasi kisaran Rp 10.000 sampai Rp 20.000 segitulah,” ujar Yogas. (nic/c1/als)

Rentan Diserang Predator, Dilepas Bersama-sama n MESKI... Sambungan dari Hal 29

Mungkin Anda menduga bahwa telur penyu itu diambil dari pantai Se latan Banyuwangi yang notabene merupakan kawasan pendaratan penyu, khususnya di Pantai Nagelan dan Pantai Sukamade. Siapa sangka telur penyu tersebut ter nyata diambil dari kawasan pantai ti mur kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini. Ya, tak banyak warga yang tahu pantai timur Banyuwangi, mulai Kecamatan Wongsorejo, Kecamatan Ka lipuro, Kecamatan Banyuwangi, hingga Kecamatan Kabat, ternyata menjadi lokasi pendaratan penyu untuk berkembang biak. Sayang, telur penyu justru dijadikan ladang pekerjaan sambilan oleh oknumoknum nelayan dan warga pesisir. Sama halnya dengan pedagang, para pencari telur penyu itu mungkin tidak tahu bahwa penyu adalah hewan dilindungi. Secercah harapan kelestarian penyu di Banyuwangi mulai terpancar sejak tahun 2011 lalu. Adalah Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) atau Yayasan Penyu Ba nyuwangi intens memelopori upaya pelestarian penyu di Bumi Blambangan. Bukan sekadar dengan gembar-gembor mengajak warga melestarikan hewan yang diyakini telah hidup sejak sekitar 200 juta tahun lalu tersebut, para anggota lembaga nonprofit tersebut juga memberikan contoh nyata kepada masyarakat. Beberapa kali yayasan yang satu itu melepas penyu hasil penangkaran ke alam liar. Belum berhenti sampai di situ, BSTF juga terus berupaya memberi pengertian bahwa jika telur penyu terus-menerus diambil dan diperjualbelikan, maka sea turtle tersebut

akan punah. “Apalagi, saat ini polusi laut dan bangunan di sekitar pantai semakin marak,” ujar Pembina BSTF, Wiyanto Haditanojo alias Wiwit. Terobosan lain, BSTF mengajak kerja sama para nelayan dan warga pesisir yang biasa menemukan telur penyu. Jika me nemukan telur penyu, warga diajak me mindahkan telur penyu tersebut ke lokasi semi alami yang telah disediakan khusus untuk penetasan penyu. “Warga kami bekerja sama memindah-sarangkan telur penyu dari lokasi yang kurang aman ke lokasi penetasan semi alami yang sudah terawasi,” terang Wiwit. Kini setidaknya sudah satu lokasi penetasan semi alami yang berhasil dibangun BSTF bekerja sama dengan masyarakat sekitar pesisir di kawasan Pantai Boom, Kecamatan Banyuwangi. Hebatnya, masyarakat sekitar yang menjadi “penjaga” lokasi penetasan penyu semi alami yang dibangun sederhana tersebut. Mengajak warga ikut melestarikan penyu bukanlah pekerjaan mudah. Wiwit pun mengakui hal itu. Bahkan, di sekitar Pantai Lingkungan Pantairejo, Desa Pakis, Kecamatan Banyuwangi, yang dia ketahui menjadi salah satu lokasi penyu mendarat untuk bertelur, Wiwit telah mencoba melakukan pendekatan kepada masyarakat sekitar dua tahun lalu. Sayang, kala itu upaya Wiwit mendekati warga untuk bekerja sama melestarikan penyu ditolak. Cara lain pun dilakukan. Wiwit menggan deng orang “luar” yang dipercaya masyarakat setempat untuk memberi pengertian pentingnya melestarikan penyu. Hasilnya? Sukses. Kini warga di salah satu lokasi favorit penyu bertelur di pantai timur Pulau Jawa itu siap bekerja sama melestarikan penyu bersama BSTF.

35

B A N Y U W A N G I

Wiwit mengatakan, BSTF adalah lembaga nonprofit. Ditegaskan, tujuan utama BSTF ada lah pelestarian penyu. Karena itu, lembaga tersebut tidak akan melepaskan penyu satu per satu ke alam liar. BSTF akan melepas penyu kembali ke alam liar sebanyak telur yang menetas di satu sarang. Pertimbangannya, imbuh Wiwit, jika hanya satu ekor penyu yang dilepas ke alam bebas, maka jika penyu tersebut bertemu predator alami, maka akan terus dikejar. “Tetapi, kalau dilepas dalam jumlah banyak, satu penyu dimangsa predator alami, yang lain masih bisa lolos. Artinya, peluang hidup penyu tersebut semakin besar,” papar pria yang tinggal di Jalan Wahid Hasyim 42 Banyuwangi itu. Pria kelahiran Banyuwangi tersebut menambahkan, pihaknya lebih berharap ada anggota BSTF yang intens memberi dana pelestarian penyu secara kontinu di bandingkan pemberian dana dalam jumlah besar tapi hanya sekali. “Sebab, pelestarian penyu ini harus dilakukan secara berkesinambungan,” tuturnya. Masih kata Wiwit, pendirian BSTF didasari impian dirinya bahwa kelak orang-orang yang ingin melakukan penelitian tentang penyu bisa datang ke kota Banyuwangi. Wisatawan atau turis yang ingin melihat penyu juga tidak perlu jauh-jauh ke Pantai Sukamade, karena bisa melihat di sekitar ibu kota Kabupaten Banyuwangi. “Tidak hanya soal konservasi. Ini (pelestarian penyu) juga akan berdampak luar biasa terhadap devisa negara dan perekonomian warga sekitar,” pungkasnya. Bagaimana cerita para mantan pencari telur penyu di Lingkungan Pantairejo yang kini telah insaf dan siap melestarikan penyu? Tunggu kelanjutan ceritanya di Jawa Pos Radar Banyuwangi besok. (bay/bersambung)

Babak Pertama Sama Kuat n TERTOLONG... Sambungan dari Hal 29

Duel itu berlangsung dengan tensi tinggi. Persewangi gencar melakukan serangan sejak menit-menit awal. Persewangi mendapatkan peluang ketika pertandingan berjalan satu menit melalui tendangan bebas. Namun, tendangan Putut Waringin Jati dari luar kotak penalti itu melambung tipis di atas mistar. Persewangi terus berambisi mencetak gol. M. Ikrom Syafi’i mendapatkan peluang manis di area pertahanan lawan. Sayang, dia kurang sigap dan pemain lawan berhasil melakukan intersave. Nova Hermawan juga memiliki peluang emas untuk mencetak gol di menit ke-16. Tapi, tendangan mendatar yang dia lepaskan lemah dan berhasil ditangkap Rohanda M., penjaga gawang Persekam Metro FC. Pemain nomor 7 itu juga berusaha memecah kebuntuan di menit ke-22. Kali ini melalui heading. Sial, sundulan hasil passing sisi kiri itu masih jauh dari sasaran. Skor tetap kosong-kosong. Tim tamu juga berusaha membungkam publik tuan rumah. Striker mereka, Andriyanto, melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Tetapi, arah bola melebar jauh dari gawang tuan rumah. Usaha itu terjadi melalui skema serangan balik. Persewangi terus menekan lawan sepanjang pertandingan. Peter Lipede juga mengancam gawang Persekam pada menit ke25. Namun, tendangan sudut itu melambung tipis di atas mistar.

Pada menit ke-45, Nova Hermawan kembali mengancam. Tapi, lagi-lagi tendangan salto yang dia lepaskan tidak sempurna. Pasca itu kedua tim nyaris tanpa peluang. Hingga pertandingan babak pertama berakhir skor masih sama kuat. Usai turun minum, pelatih Persewangi, Bagong Iswahyudi, mengganti sejumlah pemain. Sukarno Andi Wijaya ditarik keluar dan Rebby Cahyadi masuk. Selain itu, Febrian Sofyandi, sebagai gelandang juga ditarik keluar dan digantikan Trubus Gunawan. Dua pergantian itu mengisyaratkan bahwa Persewangi akan tampil menyerang. Sepanjang laga, Persewangi terus gencar melancarkan serangan. Sebaliknya, kubu tamu terliat bertahan. Sehingga, Persewangi lebih banyak menekan. Meski gencar menyerang, tapi lini pertahanan lawan cukup disiplin dalam menjaga area. Setiap kali diserang, tim tamu menumpuk banyak pemain di area sendiri. Beberapa peluang Persewangi melaluikakiM.IkromSyafi’i,Trubus Gunawan, dan Putut Waringin Jati, pun gagal. Khusus M. Ikrom Syafi’i menyia-nyiakan kesempatan manis. Tinggal berhadapan dengan kiper, tendangan dia lemah dan berhasil ditepis. Trubus Gunawan juga memiliki dua kesempatan mencetak gol. Pertama, tendangan kaki kanan dia melayang di atas mistar. Kedua, sepakan pojoknya hanya menerpa mistar gawang. Kubu tamu juga sempat mengancam gawang tuan rumah.

Dedik Setyawan melepaskan tend angan lop dari tengah lapangan. Beruntung, Nanda Pradana tampil gemilang dan berhasil menepis bola. Publik tuan rumah diselimuti rasa cemas. Sebab, hingga menit ke-90 Persewangi be lum mencetak gol. Tetapi, Trubus Gunawan melakukan pergerakan di area terlarang dalam usaha mencetak gol. Tetapi, pergerakan dia dilanggar pemain lawan. Wasit tidak memberikan hadiah penalti terhadap pelanggaran tersebut, tapi hakim ga ris mengangkat bendera tan da terjadi pelanggaran. Pelanggaran itu terjadi pada menit ke-91. Nelson Caparo yang ditunjuk sebagai algojo tidak menyianyiakan kesempatan itu. Dia berhasil mengecoh kiper dan gol. Publik tuan rumah pun bersorak. Beberapa saa kemudian, wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Dengan itu, Persewangi menang. Pelatih Persewangi, Bagong iswahyudi, sangat emosional menyambut kemenangan timnya. Namun, dia sedikit menyesalkan keputusan wasit yang dinilai tidak fair play dan kerap kali merugikan timnya.’’Untuk evaluasi, kami memang pantas menang,’’ tandasnya. Di lain pihak, pelatih Persekam Metro FC tidak banyak komentar. Saat dimintai tanggapan mengenai laga itu, dia enggan menanggapi. “Seperti yang Anda saksikan,” katanya singkat. (ton/ c1/als)

Diduga Akibat Serangan Jantung n TEWAS... Sambungan dari Hal 31

“Pak Jumadi masih bernafas dan meninggal saat dipangku,” ujar Sutomo, teman kerja yang merupakan tetangga korban asal Kencong. Data yang berhasil dikumpulkan, pengawas proyek pembangunan

di perumahan mercusuar itu meninggal dunia akibat penyakit jantung yang dideritanya. Selama ini, korban memang dikenal memiliki penyakit dan sering kontrol ke dokter. Namun akhirakhir ini tidak pernah mengeluh dan giat mengawasi para pekerja. “Tiap minggu, korban selalu memeriksakan penyakitnya ke

dokter,” katanya. Bidan desa setempat, Lori Sukmawati mengatakan, dari hasil pemeriksaan, korban meninggal karena disebabkan penyakait jantung. Dirinya juga menegaskan tidak ada indikasi kekerasan sedikitpun. “Tubuh korban sudah terlihat membiru,” kata Lori, usai memeriksa tubuh korban. (rri/als)

Baru Terbongkar setelah Pendarahan n HAMILI... Sambungan dari Hal 31

“Kasus ini sudah ditangani Unit PPA Polres. Petugas masih akan memintai keterangan sejumlah saksi. Setelah pihak korban, petugas pastinya akan memanggil terlapor untuk dimintai keteranggannya,”

terang AKP Wahyudi. Adanya isi janin dalam perut sang gadis, sebelumnya disembunyikan dari kedua orang tuanya. Tetapi setelah kehamilannya menginjak usia empat bulan, ternyata sang gadis tidak dapat menyembunyikannya lagi. Karena mengalami pendarahan Jumat (25/4) lalu. Mengetahui hal tersebut, orang

tua korban membawanya ke rumah sakit untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Setelah diperiksakan kepada dokter dan diketahui bahwa korban sedang hamil empat bulan. “Setelah orang tua korban mengetahuinya, mereka langsung melapor kepada petugas,” kata Wahyudi. (rri/als)

Ingin Sosialisasi ke Pelajar n ANGGOTA... Sambungan dari Hal 36

Lewat BRC ini, Aries ingin ada wadah yang bisa me ngaktualisasi kecintaan akan reptil dan keinginan melestarikan. Di samping itu, lembaga ini bisa menjadi semacam media curhat. Tentunya curhatnya berisi sharing informasi dan ilmu terkait reptil. Begitu bro. Target lainnya, komunitas ini juga ingin mengubah pandang

terkait keberadaan reptil itu sendiri. Setidaknya pandangan reptil sebagai hewan ganas dan menjijikkan bisa dikurangi. Susah sih. Tapi itu yang terus dikampanyekan oleh seluruh anggota komunitas ini. Bahkan, untuk lebih memper kenalkan persahabatan reptil dan manusia, BRC banyak menggelar acara di luar ruangan. Tempat umum menjadi bidikan. Terlebih lagi, komu nitas ini juga berencana

ba kal masuk ke sekolah. Bidikannya sebagai sarana edukasi dan pengenalan kepada siswa guys. Sejauh ini BRC memiliki lebih kurang 50 anggota. Mereka tersebar di dua kutub Banyuwangi, utara dan selatan. Yak ni Kota Banyuwangi dan Genteng. “Kegiatan untuk di luar ruangan ini sengaja dibuat per wilayah bergantian antara Banyuwangi dan Genteng,” tuturnya. (nic/c1/als)

Waspadai Kibasan Ekor n PERLU... Sambungan dari Hal 36

Untuk bisa memiliki hewan piaraan yang klop, setidaknya kenali dulu jenis reptilnya. Sebab, meski sama-sama reptil tentunya memiliki sifat yang berbeda. Ini untuk mengetahui nanti risiko yang akan muncul saat pemeliharaan hewan tersebut. Termasuk di antaranya cara memegangnya Sama seperti manusia, hewan jenis reptil juga memiliki titik sensitif. Wow, apa saja ya? Untuk jenis biawak, mi sal nya.

Gita menyarankan untuk memegang bagian pangkal ekornya. Selanjutnya memegang bagian bawah perut. Bila ini sudah dilakukan boleh dibilang aman karena telah membuat hewan ini dalam kondisi nyaman. Meski demikian, dia juga meminta agar saat memegang tetap ekstra waspada. Sebab, selain rawan digigit, biawak juga memiliki senjata lain yang ada di bagian ekor. “Awas kena gigit dan kibasan ekornya,” sarannya. Sedangkan untuk ular, bagian ekor menjadi titik fokus tang-

kapan. Setelah ekor terpegang, ular biasanya akan melawan. Setelah perlawanan usai, barulah pegang bagian kepala dari arah belakang. Kepala menjadi bagian terlemah dari ular. Sepintas mudah ya. Tapi untuk bisa melakukan itu dibutuhkan latihan dan pendamping dari ahlinya yo. Dan, yang terpenting jangan mudah menyerah dalam berlatih mengenali hewan reptil yang akan dijadikan piaraan. Semua tentunya ada risikonya termasuk gigitan dari hewan itu sendiri. (nic/c1/als)

Kaya Ekosistem Reptil n ADA... Sambungan dari Hal 36

Motifnya yang khas membuat hewan ini berbeda dengan sanca lainnya yang ada di habitat lainnya. Malahan, kebanyakan justru orang banyak tahu keberadaan sanca kembang saat sudah dibudidayakan dan dikawin silang

dengan ular dari tempat lain. Ternyata tidak kalah ya, Banyuwangi juga kaya akan ekosistem reptilnya. Apalagi dengan perawatan dan murah tentunya memelihara reptil bisa menjadi hobi sekaligus upaya kon servasi yang tidak kalah mon cer. Tidak perlu tempat luas, cukup dengan aquarium

reptil ini sudah bisa dipelihara. Salah satunya, menurut Gita, sedikit memodifikasi kandang hewan piaraannya berjenis tokek paskitan ini dengan mempergunakan kotak makanan. Dengan pemberian lampu, reptil ini diharapkan bisa memberikan kesan nyaman seperti di alam terbuka. (nic/c1/als)


MINGGU l 27 APRIL 2014 l HALAMAN MAN 36

Sering Digigit semakin Sayang Coba bayangkan, bila tiba-tiba ada ular yang berjalan merayap di teras halaman rumah. Atau, mungkin seekor biawak yang kebetulan lewat di pekarangan. Kalau binatang tadi benar-benar ada dan nyata ada di depan mata, kira-kira seperti apa sikap yang akan diambil terhadap keberadaan hewan tadi?

FOTO-FOTO: GERDA SUKARNO/RaBa

MAKIN SAYANG: Konon, semakin sering digigit, sang pemilik akan lebih menyayangi ularnya.

Anggota Tersebar di Dua Kutub SEL AIN misi me nuntaskan hobi akan reptil, BRC ter nyata juga mengemban misi sosial. Tidak sekadar kumpul dan sa ling unjuk kebolehan ber main bersama hewan ke sayangannya. Anggota komunitas ini juga mematri misi pelestarian lingkungan dan konservasi sebagai basis gerakannya. Luar biasa. Aries Budi Setiawan, salah satu member komunitas ini me ngatakan, dirinya cukup trenyuh dengan maraknya perdagangan reptil di masyarakat saat ini.

Ma salahnya bu kan pada jual belinya, tetapi pada tu juannya. Banyak yang membeli ini bukan untuk tu juan budi daya, tetapi malah mengeruk rupiah. Binatang yang semestinya dilindungi dan dilestarikaan malah dieksploitasi. Tengok saja semacam ular piton maupun sanca. Dua jenis ular ini sering diburu karena kulitnya. Dari kulit reptil inilah ada nilai ekonomis yang terkadang membuat hewan ini untuk diburu dan bukannya dilindungi n  Baca Anggota...Hal 35

JINAK: Meski terkes an menyeramkan, na mun ular juga bisa dibawa ke mana -mana.

Perlu Berlatih Kesabaran

SERAM: Seekor iguana juga bisa menjadi hewan piaraan.

Ada yang Habitat Asli Banyuwangi TAU nggak? Ternyata Banyuwangi juga merupakan habitat bagi sejumlah spesies reptil, lho. Malah beberapa di antaranya menjadi ikon Bumi Blambangan karena merupakan asal asli dari keberadaan reptil itu sendiri. Maka tidak heran, binatang asli Banyuwangi ini perlu diketahui dan dipertahankan coy. Mau tau jenis reptil apa saja yang asli Banyuwangi? Gita punya jawabannya. Salah satunya adalah biawak. Reptil asli Banyuwangi ini memiliki corak kuning dan keabu-abuan. Hewan ini menjadi ikon biawak yang merupakan asli berhabitat di Banyuwangi. Terus apa lagi coba? Nih, ular sanca kembang ternyata juga merupakan hewan melata made in Banyuwangi, lho n  Baca Ada...Hal 35

BERMAIN dengan rep til memang terlihat mengasyikkan. Interaksi hewan dengan manusia ini ternyata juga bisa menjadi kebanggaan tersendiri. Tidak sedikit orang kemudian ber lomba-lomba untuk memiliki piaraan dari berbagai jenis hewan reptil yang ada. Tapi awas lho ya, untuk bisa

ber interaksi dengan reptil juga membutuhkan kesabaran dan kemampuan khusus. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar hewan piaraan benar-benar bisa men jadi teman dan sahabat bagi manusia. Penasaran? Gita Anjani Putri punya kiat jitunya n  Baca Perlu...Hal 35

BAGI yang ketakutan, gagang sapu atau pentungan bisa menjadi solusinya. Ada juga yang mengambil sikap pasrah sambil membiarkan hewan tadi lewat sampai menghilang. Atau malah seketika itu juga muncul jiwa dan semangat pemberani untuk segera menghampiri binatang tadi dan kemudian memegangnya. So, pilih yang mana? Tentunya mungkin ada yang pilih opsi yang pertama. Pilihan amannya mungkin memilih sikap nomor dua. Diam sambil mengamati binatang tadi pergi sambil menahan napas dan bercucuran keringat dingin. Tapi ada juga lho yang malah gemes saat hewan jenis ini tadi muncul. Bukannya ambil pentungan atau mematung sambil melotot, mereka justru secara spontanitas muncul jiwa pencinta binatangnya. Hap, hewan ini langsung dipegang. Aneh ya, siapa mereka ini kira-kira yang memiliki keberanian rangkap untuk berinteraksi dengan hewan reptil seperti itu. Ealah, mereka ini tidak lain merupakan anggota komunitas reptil yang diberi titel Banyuwangi Reptil Community atau BRC. Kalau dihitung sampai sekarang, komunitas ini memang belum genap setahun berdiri. Tapi wadah penggemar reptil Banyuwangi yang dideklarasikan sejak 17 September 2013 ini sudah punya lebih kurang 50

anggota. Wow, lumayan banyak, ya. Wadah ini memiliki tujuan yang sangat mulia sekali. Selain menyalurkan hobi dan kecintaan terhadap hewan ini, rangkaian ini juga menjadi sarana dan kesempatan untuk ikut melestarikan alam dan isinya. Konservasi dan pelestarian. Begitulah kira-kira brother and sister. Koleksi anggota BRC sebetulnya tidak hanya sebatas binatang jenis reptil. Ada juga sih yang memelihara binatang jenis mamalia dan lainnya. Tapi, kebanyakan hewan melata ini memang menjadi primadona. Tengok saja piaraan Teguh Prasojo ini yang berupa biawak. Keren banget sobat. Hewan yang sepintas mirip anak buaya atau kadal ini, sepintas memang menyeramkan. Sebagian orang yang belum familiar terhadap binatang ini memang membuat bulu roma merinding. Tapi siapa nyana hewan ini di tangan Teguh malah seolah asyik dan kehilangan sifat alamiahnya. Kok bisa ya apa nggak pernah takut digigit. Eit, soal gigit menggigit binatang piaraan, Teguh seolah sudah kenyang. Beberapa kali hewan piaraannya itu menggigit tangannya. Bu kan malah kapok, gigitan demi gigitan seolah menjadi semacam sinyal hubungan emosional antara keduanya. Pengalaman gigitan dari reptil juga diceritakan rekan Teguh, Astra Yogas. Kali ini jenisnya piarannya lebih membuat kulit serasa merinding, hiiii, ular. Masyaallah, ular dengan badan lumayan panjang ini menjadi piaraan yang ada di rumahnya. Nggak ada rasa takut, justru yang ada semakin suka dan sayang sama ular jenis piton ini. “Semakin sering digigit semakin sayang pokoknya,� serunya. Bagi Astra dan Teguh Prasojo, merawat reptil memang memiliki keuntungan tersendiri. Dibandingkan hewan mamalia, ongkos perawatannya cukup murah n  Baca Sering...Hal 35

Radar Banyuwangi | 27 April 2014  

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you