Page 1

RABU 26 SEPTEMBER

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2012

Pesawat Merpati Batal Landing Kembali ke Surabaya karena Ada Gangguan BANYUWANGI - Diduga karena ada trouble, pesawat Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang melayani penerbangan Surabaya-Banyuwangi batal mendarat di Bandara Blimbingsari, Kecamatan Rogo-

Segera Bangun Masjid Besar KALIPURO - Rapat koordinasi (rakor) tiga pilar, Pemkab Banyuwangi, TNI, dan Polri merekomendasikan Bupati Abdullah Azwar Anas segera membangun masjid besar. Rekomendasi itu dikeluarkan karena pemerintah daerah dianggap belum memiliki masjid yang representatif sebagai icon wisata religi. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Slamet Kariyono menjelaskan, dalam rakor tiga pilar bulan September 2012 ini ada beberapa rekomendasi yang dikeluarkan. Selain terkait pendirian masjid besar, peserta rakor juga merekomendasikan agar pemerintah daerah konsisten melakukan kebijakan penutupan lokalisasi pelacuran. Terkait rekomendasi pembangunan masjid, Slamet menjelaskan, sebagian besar pemerintah daerah di Jatim memiliki aset berupa masjid. Masjid tersebut dikelola secara penuh pemerintah daerah sebagai pusat kegiatan keagamaan umat Islam. Pemkab Banyuwangi, jelas dia, hanya memiliki masjid di lingkungan kompleks pemerintah daerah. Masjid tersebut tidak representatif dijadikan pusat kegiatan umat Islam. “Masjid Agung Baiturrahman itu bukan aset pemerintah daerah, tapi milik yayasan,” jelasnya. Rekomendasi rakor untuk membangun masjid itu, lanjut Slamet, akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Setelah keluarnya rekomendasi itu, pihaknya akan segera melakukan kajian mendalam agar rekomendasi itu bisa segera direalisasikan. “Pak Bupati sepakat atas rekomendasi itu. Kita segera action untuk menindaklanjuti rekomendasi itu,” tegasnya ■

jampi, sore kemarin (25/9). Pesawat yang membawa penumpang 31 orang itu berangkat dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya sekitar pukul 15.15. Ketika pesawat dalam perjalanan menuju Banyuwangi, tiba-tiba terjadi gangguan. Akhirnya, pesawat terpaksa kembali lagi ke Surabaya. “Pesawat ada yang trouble dan harus kembali ke Surabaya,” jelas manajer

MNA Banyuwangi, Dwi Hary Prasetyo. Sebelum pilot pesawat MA-60 memutuskan kembali ke Bandara Juanda, terang Hary, pesawat tersebut sudah terbang selama 30 menit. “Pesawat sudah take off, lalu memutar dan kembali ke Surabaya,” katanya saat dikonfirmasi melalui ponselnya sore kemarin. Hary menjelaskan, sesuai jadwal, pesawat

Merpati tersebut seharusnya take off dari Bandara Juanda pukul 13.40 dan tiba di Bandara Blimbingsari pukul 14.30. Tapi karena ada trouble, penerbangan sempat delay sekitar satu jam 30 menit. “Saya belum tahu yang trouble itu apanya,” cetusnya. Hary mengaku tidak tahu jenis gangguan yang dialami pesawat buatan Tiongkok tersebut ■  Baca Pesawat...Hal 35

Dicopot lalu Dipasang Lagi

RAMAI: Warga menyaksikan petugas Satpol PP memasang kembali baliho di Masjid Agung Baiturrahman Senin malam kemarin (24/9).

SEMENTARA itu, rencana anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi membongkar papan baliho dan pagar di depan Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi gagal dilaksanakan Senin malam kemarin (24/9). Pengurus Yayasan MAB menolak rencana penertiban tersebut. Baliho yang sempat diturunkan dan beberapa besi pada papan reklame yang sudah sempat dipotong, akhirnya dikembalikan seperti semula. “Masih dalam sengketa, kenapa harus dibongkar paksa,” ujar Sekretaris Yayasan MAB, Iwan Azis Siswanto ■  Baca Dicopot...Hal 35

 Baca Segera...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

HAJI

Menunggu Visa Turun BANYUWANGI - Para calon jamaah haji (CJH) dari Kabupaten Banyuwangi ternyata hingga kini belum selesai dalam pengurusan visa. Tetapi, panitia pemberangkatan haji dari Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi menjamin visa akan rampung beberapa hari lagi. Kepala Seksi (Kasi) Haji Kemenag Banyuwangi, H. Mukhlis mengatakan, semua paspor milik para CJH dari Banyuwangi sudah dikirim ke Kemenag di Jakarta untuk mendapatkan visa. “Saya baru sampai dari Surabaya untuk mengantar paspor lagi,” terang Mukhlis pada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (25/9) ■  Baca Menunggu...Hal 35

LEGISLATIF

Ingin Meniru Tata Kota Manado BANYUWANGI - Kekayaan taman laut Bunaken di Teluk Manado dikenal mampu menyedot animo wisatawan nasional dan mancanegara. Tidak terkecuali bagi anggota DPRD Banyuwangi. Nah, dalam kunjungan kerja (kunker) kali ini anggota DPRD Banyuwangi berniat melakukan lawatan ke Sulawesi Utara (Sulut) untuk belajar pengelolaan wisata. DOK. RaBa Ketua Komisi IV Zainal Arifin Salam DPRD Banyuwangi, Zainal Arifin Salam mengatakan, selain belajar mengelola wisata, pihaknya juga akan belajar tata kota Manado. “Tata kota Manado tergolong baru. Kita akan belajar ke sana,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon kemarin siang (25/9). Tidak hanya itu, kunker kali ini juga dimanfaatkan anggota dewan untuk belajar penanganan bencana, yakni meletusnya Gunung Tomohon, yang berlokasi di provinsi tersebut ■  Baca Ingin...Hal 35

Mengaku Diperintah Dirnarkoba BANYUWANGI - Dua penasihat hukum (PH) Brigadir Sigit Dwi Susanto, 28, oknum anggota Polres Banyuwangi yang menjadi terdakwa kasus peredaran narkoba, tampaknya serius membela kliennya itu agar terbebas dari semua tuduhan yang didakwakan jaksa. Dalam sidang lanjutan di ruang utama Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi dengan agenda pembacaan eksepsi, kedua PH terdakwa yaitu Kompol Sugiarto dan Aipda Bambang Purwanto secara bergantian membeberkan fakta hukum yang benar dan konkret yang dilakukan kliennya berdasar versi mereka. “Dakwaan yang disampaikan saudara jaksa penuntut umum (JPU) kabur,” cetus Kompol Sugiarto dari bidang hukum Polda Jatim itu. Jaksa yang menyebut terdakwa melanggar Pasal 112, 114, dan 127 Undang-Undang (UU) No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika, jelas Sugiarto, dianggap kabur karena tidak sesuai fakta hukum yang benar dan konkret. “Dakwaan tidak sesuai substansi pasal yang dituduhkan,” kata perwira polisi dengan logo satu melati di pundak itu ■  Baca Mengaku...Hal 35

PRESTASI: Bupati Anas (kiri) menerima penghargaan TCTA di aula TVRI Jakarta Senin malam lalu (24/9).

ISTIMEWA

Dinilai Konsisten Kembangkan Wisata

GALIH COKRO/RaBa

SIDANG: Brigadir Sigit Dwi Susanto di PN Banyuwangi kemarin.

JAKARTA - Penghargaan Travel Club Tourism Award (TCTA) 2012 diserahkan untuk Banyuwangi kemarin malam (26/9). Penghargaan itu diserahkan Deputi Menko Perekonomian Edy Putra Irawadi dan Dirjen Pengembangan Destinasi Kemenpar Firmansyah Rahim kepada Bupati Abdullah Azwar Anas di auditorium TVRI, Jakarta. Bupati Anas menjelaskan, TCTA 2012 memilih provinsi dan kabupaten/kota yang memiliki komitmen tinggi dalam mewujudkan tata ke-

 Baca Dinilai...Hal 35

Perjuangan Moukwelle Sylvain Mendapatkan Haknya di Persewangi

Junjung Spirit Profesional, Surati Bupati hingga FIFA Krisis keuangan yang dialami Persewangi berdampak psikis dan material terhadap Moukwelle Sylvain. Satu dari tiga legion asing Laskar Blambangan ini terbilang paling getol memperjuangkan haknya yang tersendat dari manajemen.

BERTAHAN: Moukwelle Sylvain kini kos di Jalan Airlangga, Banyuwangi.

NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi CAUACA cerah mengiringi kedatangan Moukwelle di rumah Ahmad Mustain di Lingkungan Stendo, Kelurahan Tukangkayu, Banyuhttp://www.radarbanyuwangi.co.id

lola kepariwisataan yang bermutu. Termasuk, melakukan pemberdayaan masyarakat melalui sektor pariwisata di daerah masing-masing. Setelah melalui seleksi ketat dari Universitas Sahid dan diaudit lembaga internasional, Deloitte, terpilih 25 pemenang yang terdiri atas 3 provinsi, 9 kota, dan 13 kabupaten. Banyuwangi memenangi kategori “The Most Improved” karena dinilai konsisten mengembangkan pariwisata dalam kurun waktu dua tahun terakhir ■

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

wangi, kemarin. Menggunakan sepeda onthel, pemain asal Prancis itu tampil sederhana dengan busana sport. Mengenakan jaket dan celana warna biru tua, dia tampak bersemangat datang ke rumah pentolan suporter Laros Jenggirat ini. Banyak obrolan yang berkembang saat bertemu Ahmad Mustain. Mulai kompetisi yang sudah dijalani bersama Persewangi hingga gajinya sampai saat ini yang belum dibayar lunas. Tidak terasa, Moukwelle ternyata sudah tiga bulan menetap di Banyuwangi. Selama ini, pemain yang memulai kiprah di Liga Indonesia bersama Deltras Sidoarjo tahun 2007 silam itu memilih ngekos di Jalan Airlangga, Banyuwangi. Dengan tarif sewa kamar Rp 400 ribu per bulan, dia mencoba bertahan hidup di Kota Gandrung ■  Baca Junjung...Hal 35

Pesawat Merpati batal landing di Bandara Blimbingsari

Semoga bukan garagara terhalang balap burung merpati

Dewan setuju tutup tambang pasir

Padahal banyak tumpukan pasir di gedung DPRD… dari mana itu ya?

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Rabu 26 September 2012

Merayakan Ulang Tahun ke-20 di Kamboja “GOOD bye teacher, see you tomorrow, thank you teacher, and good luck for you”. Begitulah salam dari anakanak yang kemudian saya kenal sebagai murid ketika usai pelajaran. Masih teringat jelas sekitar 2 bulan yang lalu saya berangkat ke Kamboja untuk exchange experience melalui salah satu organisasi internasional di 110 negara. Yaitu AIESEC, yang salah satunya berada di Universitas Brawijaya, Malang. Bersama 14 teman lainnya dari berbagai negara seperti Tiongkok, Taiwan, Belanda, Krosow, Spanyol, Bulgaria, dan Prancis; kami menjalani misi sosial

sebagai guru yang mengajar anakanak lokal di Kamboja. Dalam level internasional, Kamboja disebut Kingdom of Cambodia karena menggunakan sistem kerajaan monarki dalam pemerintahannya. Proyek saya berada di provinsi Siem Reap yang merupakan pusat pariwisata dunia dengan keberadaan Angkor Wat, yaitu situs candi dunia yang dilindungi UNESCO. Sehingga Siem Reap menjadi provinsi dengan biaya hidup termahal dibanding provinsi lain. Saya menemukan tantangan tersendiri karena tidak mudah untuk hidup

mandiri di Kamboja dengan budaya Budha Theravada yang sangat kental. Hal lainnya adalah makanan utama yang kebanyakan olahan mie dengan daging babi, tentu menjadi hal berbeda bagi saya dan menuntut saya untuk cepat beradaptasi. Negara jajahan Prancis ini, memiliki sejarah masa lalu, yang menurut saya, mengerikan. Rezim Poi Pot atau yang lebih dikenal dengan sebutan Khmer Rouge berimbas pada pendidikan di Kamboja. Masih terlalu banya kanak-anak yang belum mengenal pendidikan salah satunya karena tingkat pendapatan

masyarakat yang tergolong sangat rendah. Sehingga sulit bagi mereka untuk mengantarkan anak-anaknya ke bangku sekolah n Baca Merayakan...Hal 35

Radar Banyuwangi mengundang warga Banyuwangi dan Situbondo yang berada di perantauan untuk menulis pengalamannya. Tulisan kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan juga foto diri. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

Oleh: Virda Yasmin Ramizha

Setuju Tutup Tambang Pasir BANYUWANGI - Protes warga terhadap penambangan pasir di Desa Bedewang, Kecamatan Songgon, rupanya sudah sampai ke telinga para wakil rakyat. Untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan tersebut, Komisi III DPRD Banyuwangi menggelar rapat dengar pendapat dengan perwakilan warga dan Muspika Songgon kemarin (25/9). Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi III, Made Cahyana Negara itu, dewan meminta warga menyampaikan keluh

kesah terkait keberadaan tambang pasir di desanya. “Keberadaan tambang pasir sangat mengganggu warga. Jalan desa yang sudah diaspal oleh pemerintah jadi rusak karena lalu-lintas truk pengangkut pasir ,” ujar warga, Abron Alqohar. Ironisnya, saat ceceran pasir tersebut kering, kondisi jalan malah berdebu, sehingga sangat mengganggu kesehatan warga, terutama para pengguna jalan. “Warga juga kesulitan mendapat air bersih lantaran alat berat yang digunakan dalam proses penambangan pasir di daerah kami

kerap melintasi jalur irigasi yang sehari-hari dimanfaatkan warga untuk mandi dan mencuci,” imbuh Abron. Ketua Komisi III mengatakan, pihaknya sudah mendengar dampak negatif penambangan pasir di lahan produktif. Cahyana menambahkan, penambangan pasir harus jelas. Tidak boleh menambang di lahan produktif. Jika dikaitkan dengan Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah , wilayah Songgon merupakan wilayah pertanian. “Selain itu, karena izinnya belum ada, hendaknya ditutup dulu,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

WADUL: Warga Bedewang mengadukan tambang pasir di desanya ke DPRD kemarin.

GERDA SUKARNO/RaBa

LATIHAN RUTIN: Personel Lanal Banyuwangi membidikkan senapan SS-1 di lapangan tembak Kumendung, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, siang kemarin.

Menjajal Senpi Baru MUNCAR - Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi mendapat kiriman 60 pucuk senjata api (senpi) baru. Senapan jenis SS1 buatan PT Pindad itu langsung dijajal di lapangan tembak Kumendung, Kecamatan Muncar, kemarin (25/9). Puluhan personel TNI AL tersebut bergantian mem-

bidik sasaran dengan senpi anyar tersebut. Setiap personel melakukan shooting dengan tiga gaya, yakni tiarap, duduk, dan berdiri. Setiap posisi diberi diwajibkan membidik sasaran dengan sepuluh peluru. Skor hasil bidikan mereka juga langsung dicatat dan dievaluasi.

Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) M. Nazif mengakui, latihan menembak tersebut memang rutin dilakukan. Namun, dalam latihan kali ini senpi yang digunakan adalah senpi baru. “Senpi ini baru keluar dari kotak, jadi masih perawan. Semua masih mulus,” jelasnya. (c1/bay)

Petani Tewas di Sawah BANGOREJO - Warga Dusun Plaosan, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, dibikin geger dengan penemuan sosok mayat di tengah sawah pagi kemarin. Usut punya usut, jasad tersebut adalah Saiman, 60, warga setempat. Kali pertama ditemukan, jasad korban dalam posisi tengkurap persis di bawah pohon jeruk. Orang yang pertama kali menemukan adalah Poniman, warga setempat. Pagi itu Poniman sedang menyemprot tanaman tersebut. Penemuan mayat tersebut sontak membuat warga berdatangan ke lokasi kejadian. Selain warga, polisi juga langsung menuju tempat kejadian perkara. Tidak ketinggalan, petugas medis dari puskesmas juga datang guna menangani jasad korban. Diduga kuat, korban meninggal lantaran mengidap hipertensi (tekanan darah

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN AKADEMI TEKNIK DAN KESELAMATAN PENERBANGAN JL. JEMUR ANDAYANI 1-NO. 73 SURABAYA Website: www.atkp_sby.ac.id Pengumuman Seleksi Non Diploma Taruna Penerbang ATKP Surabaya Gelombang II, 1.

Jadwal pendaftaran: Tanggal : 6 Agustus s/d 28 September 2012 Pukul : 08.00-15.00 WIB Tempat : ATKP Surabaya

2.

Persyaratan: a. Usia maksimum 23 tahun pada bulan September 2012 b. Jenis kelamin: Pria/Wanita c. Persyaratan ijasah/kelulusan: SMU/MA: IPA; SMK: Teknik Mesin, Teknik Listrik, Teknik Elektronika, Teknik Otomotif, Penerbangan, Telekomunikasi d. Belum menikah dan sanggup tidak menikah selama masa pendidikan dibuktikan dengan surat pernyataan e. Tinggi badan minimal: - Pria : 167 cm - wanita : 165 cm f. Pas Photo terbaru ukuran 4x6 sebanyak 2 lembar berwarna latar belakang merah, foto copy STTB (dilegalisir), nilai UN dan Akta Kelahiran g. Membawa bukti pembayaran uang pendaftaran dan difotocopy rangkap 2 (dua) h. Pembayaran dilaksanakan secara bertahap, dibayarkan melalui:Operasional BLU, BRI Kantor Cabang Surabaya Jemursari Nomor Rekening 0412-01-000006-30-6 (pada slip pembayaran dicantumkan nama Calon Taruna)

3.

Biaya Seleksi TAHAP SELEKSI Tahap I Tahap 2 Tahap 3

ALI NURFATONI/RaBa

KUMPULKAN SEDEKAH: Sejumlah warga menghitung uang hasil sedekah pengguna jalan di depan TPU Dusun Plaosan, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, kemarin.

tinggi). Berdasar keterangan keluarganya, korban kerap terjatuh karena penyakit tersebut. “Korban kerap jatuh kare-

na penyakit yang diderita,” ungkap Kapolsek Bangorejo, AKP Heri Purnomo, kemarin. (ton/c1/aif)

Cekcok, Tetangga Dipukul Pakai Sabit KALIBARU - Gara-gara cekcok masalah penebangan pohon mahoni di perbatasan lahan kebun, Mukwan, 56, warga Dusun Krajan, Desa Tegalpakis, Kecamatan Kalibaru, nekat memukul kening Sujawan, 40, dengan sebilah sabit kemarin. Akibat kejadian itu, Sujawan yang tak lain tetangga Mukwan menderita luka robek di kening. Dia sempat menjalani perawatan intensif di Puskesmas Kalibaru Kulon. Kapolsek Kalibaru AKP Suwanto melalui Kanitreskrim Aiptu Garus Elyas mengatakan, kejadian tersebut bermula dari niat korban memotong pohon mahoni di atas lahan yang berbatasan dengan kebun kopi milik Mukwan dan milik Sujawan. Ketika korban hendak memotong pohon tersebut, Mukwan protes. Dia khawatir bila dipotong, pohon mahoni tersebut bakal akan roboh mengenai tanaman kopi miliknya. Namun, hal itu tak diindahkan.

BARANG BUKTI: Sebilah sabit diamankan petugas di Mapolsek Kalibaru kemarin.

ABDUL AZIZ/RaBa

Sujawan tetap nekat memotong kayu mahoni di atas lahan yang berbatasan tersebut, sehingga mengundang emosi pelaku. “Begitu tahu korban hendak memotong pohon tersebut, pelaku langsung mendatangi korban, lalu memukulkan bagian belakang sabit ke kening korban,” cerita Garus Elyas. Beruntung kejadian tersebut

segera diketahui para tetangga korban dan pelaku, sehingga keduanya segera dilerai. “Korban sempat dirawat di puskesmas. Setelah itu dia lapor ke polsek,” tuturnya. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti berupa sebilah sabit yang digunakan untuk memukul korban. (azi/c1/aif)

4.

JENIS SELEKSI Biaya pendaftaran dan Tes Potensi akademik Tes kesehatan, psikotes kesamaptaan dan wawancara Tes kesehatan II dan Aptitude Test

Jadwal Seleksi NO. JADWAL 1 6 Agustus - 28 September 2012 2 1 Oktober 2012 3 4 Oktober 2012 4 8-11 Oktober 2012 5 22 Oktober 2012 6 29 Oktober-16 November 2012 7 19 November 2012 8 20 November 2012 9 21 November 2012

BIAYA Rp. 500.000 Rp. 1.000.000 Rp. 3.500.000

URAIAN KEGIATAN Pendaftaran Tes Tahap 1 (TPA) Pengumuman Hasil Tes Tahap 1 Tes Tahap II Pengumuman Hasil Tes Tahap II Tes Tahap III Pengumuman Hasil Tes Tahap III Lapor Diri Taruna Baruna Mulai Pendidikan Taruna Baru

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/ mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Rabu 26 September 2012

Siswi SMA Gugurkan Kandungan Aborsi Dilakukan Atas Petunjuk Bidan ABDUL AZIZ/RaBa

MENGELUPAS: Kondisi jalan hotmix di jalan raya Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, kemarin.

Baru Diaspal Banyak yang Mengelupas GAMBIRAN - Perbaikan jalan poros nasional di jalan raya Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, sungguh memprihatinkan. Baru beberapa hari diaspal, ternyata sudah banyak yang mengelupas. Seperti terlihat kemarin. Dalam jarak sekitar 500 meter sudah ada dua titik yang aspalnya mengelupas. Di sebelah selatan Yos Café mengelupas sekitar 30 meter. Ke arah selatan lagi ada yang mengelupas sampai 100 meter. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Sebab, membahayakan para pengemudi kendaraan yang melintasi jalur tersebut. “Bagaimanapun jalur ini adalah jalur ramai. Kalau motor yang

Mantan TKW Ngecer Togel SRONO - Siti Astutik, mantan tenaga kerja wanita (TKW) asal Dusun Sumbergroto Kidul, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, harus berurusan dengan polisi. Perempuan berusia 36 tahun tersebut kesandung perjudian toto gelap (togel). Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, sebuah ponsel merek Nokia, 4 lembar kertas kecil bertulisan nomor togel, dan sebuah buku tafsir mimpi n Baca Mantan...Hal 35

lewat, bisa-bisa berbahaya,” kata anggota DPRD Banyuwangi asal Kecamatan Gambiran, Zainal Arifin Salam. Zainal berharap, pihak pelaksana segera mungkin melakukan perbaikan terhadap jalan yang rusak tersebut. Apalagi di sejumlah jalur lain jalan nasional itu kemungkinan juga banyak terjadi hal sama. “Mumpung ini masih dalam masa perawatan, sebaiknya pelaksana segera memperbaiki,” harapnya. (azi/c1/aif)

SILIRAGUNG - Seorang pelajar setingkat SMA di Kecamatan Pesanggaran nekat menggugurkan kandungan hasil hubungan gelap dengan pacarnya. Dia adalah Saritem (nama samaran), 17, warga Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran. Akibat perbuatannya itu, siswi kelas XI itu harus berurusan dengan polisi. Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, awalnya Saritem sakit perut dan mengadukan hal itu kepada pacarnya, yakni Arif N., 22. Si pacar yang tinggal di Dusun Krajan, Desa/ Kecamatan Siliragung itu kaget bukan kepalang. Tanpa pikir panjang, anak baru gede (ABG) yang baru lulus SMA itu meminta agar janin dalam kandungan tersebut digugurkan. Kemudian, pasangan sejoli tersebut berangkat ke seorang bidan di Desa/Kecamatan Pesanggaran. Maksud dan tujuan dua pasangan sejoli tersebut berjalan mulus. Sebab, si bidan yang identitasnya dirahasiakan polisi itu memberikan resep. Hanya saja, resep tersebut tidak diberikan secara vulgar. Si bidan memberikan sebuah amplop kepada dua pasangan tersebut. Kemudian, si cowok diminta pergi ke bakul jamu.

POLSEK SILIRAGUNG FOR RaBa

MENYESAL: Dua pelaku aborsi dan barang bukti diamankan di Mapolsek Siliragung.

Lagi-lagi, penjual jamu tersebut mengembalikan amplop tersebut kepada Arif. Arif kemudian kembali lagi ke tempat praktik si bidan. Ternyata di dalam am-

plop tersebut berisi sejumlah pil warna putih. Dua butir pil tersebut dimasukkan dalam kelamin Saritem. Hanya beberapa menit, dua butir pil tersebut langsung

bereaksi. Gumpalan-gumpalan darah pun langsung keluar dari kemaluan Saritem. ’’Tidak berlangsung lama, gumpalangumpalan darah sebesar jempolan tangan langsung keluar,’’ ungkap Kapolsek Siliragung, AKP Subandi, kemarin. Sesaat setelah melakukan aborsi, kedua pasangan sejoli tersebut pulang ke rumah Arif. Di hari yang sama, polisi menerima informasi ada tindakan aborsi. Walhasil, polisi berhasil menangkap dua pelaku tersebut di rumah Arif. ’’Kita langsung bergerak dan menangkap kedua pelaku,’’ jelasnya. Kapolsek Subandi menjelaskan, berdasar pemeriksaan, kedua pelaku melakukan hubungan intim sejak beberapa bulan lalu. Mereka pacaran terhitung sejak bulan Juni hingga September. ’’Mereka berhubungan layaknya suami istri rutin seminggu tiga kali,” katanya. Selain mengamankan dua tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain sebuah kasur yang masih ada bercak darah, seprei, dan celana dalam. ’’Barang bukti itu sudah kami sita. Kita masih terus kembangkan kasus ini,” janjinya. Terkait kasus ini, polisi menerapkan Pasal 346 KUHP tentang aborsi dengan ancaman 4 tahun penjara. Selain itu, penyidik juga menjerat dua pelaku dengan Pasal 88-82 KUHP tentang persetubuhan di bawah umur. (ton/c1/aif)


KOMUNIKASI BISNIS

28

Jebeng Thulik Road Show Buka Pendaftaran Pemilihan 2012 BANYUWANGI-Sosialisasi dan penjaringan peserta pemilihan Jebeng Thulik Banyuwangi 2012 gencar dilakukan. Selama dua hari berturut-turut, panitia bersama Paguyuban Jebeng Thulik (PJT) serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyu-

wangi menggelar road show. Kemarin (25/9), road show diadakan di Kecamatan Cluring setelah sehari sebelumnya digelar di Kecamatan Genteng. Menurut Dariharto, ketua panitia, sosialisasi dan penjaringan peserta pemilihan Jebeng Thulik 2012 telah dilakukan sejak Senin (24/9). Start pertama dari Kota Genteng, selanjutnya road show ke Cluring, dan terakhir di Kota Banyuwangi, hari

ini (26/9). “Road show di tiga kecamatan tersebut sekaligus dalam rangka pendaftaran peserta,” terangnya kemarin. Peserta yang mendaftar harus memenuhi syarat, sebut Dariharto, yakni WNI yang berdomisili di Kabupaten Banyuwangi. Hal itu dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP). Peserta merupakan perwakilan dari kecamatan, sekolah, dan umum. “Syarat

lainnya adalah sehat jasmani, berpenampilan menarik, cakap, terampil, dan mampu berprestasi,” sebut kabid di Disbudpar itu. Ditambahkan, peserta berusia 17 sampai 23 tahun per Oktober 2012. Tentunya belum menikah. Tinggi badan Jebeng minimal 160 cm dan Thulik minimal 170 cm. Pendidikan serendah-rendahnya SLTA atau sederajat. “Peserta harus

BANYUWANGI

ABDUL AZIZ/RaBa

KOMPAK: Petani, Muspika Singojuruh, dan DPKP, kemarin pagi.

meluasnya serangan hama wereng. Pada tahun 2011 serangan hama wereng mencapai 1.511,47 Hektare (Ha). Luasan itu meningkat 49 % dibanding tahun 2010 dengan luas serangan 1.011,33 Ha. Puncak serangan terjadi pada Oktober menjelang musim hujan. “Pada tahun 2012 ini sejak bulan Januari sampai Agustus dilaporkan serangan hama wereng menurun hanya 15,75 Ha,” sebutnya. Sebagai antisipasi terjadinya ledakan serangan wereng, maka dilakukan gerakan Spot-Stop, yaitu kelompok tani melakukan semprot masal untuk stop terhadap titik-titik (spot) se-

BANYUWANGI

rangan wereng. Kegiatan itu dilakukan dengan mengoptimalkan fasilitas bantuan dana APBN berupa mesin semprot dan agens hayati. Gerakan itu sebagai bentuk pendampingan terhadap petani dan sosialisasi peringatan dini (early warning system), agar petani dapat mengambil sikap antisipasi terhadap kemungkinan meluasnya wereng memasuki akhir tahun dan musim hujan 2013. Dia menjelaskan, selama ini petani sangat tergantung pada insektisida kimia dan dalam pengendalian hama belum menerapkan Pengendalian Hama Terpadu. Tujuan kegiatan tersebut adalah mengge-

BANYUWANGI

• Kijang Innova •

• Kijang Krista ‘04 •

• Mitsubishi Kuda ‘99 •

Dijual Toyota Kijang Innova, silver metalik, harga 162,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang Krista UF Grand Lux tahun 2004 silver metalik, harga 135,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Mitsubishi Kuda VB5w GLS tahun 1999 biru tua metalik, harga 80 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Geely MK2 ‘10 •

• Daihatsu Xenia ‘08 •

• Honda Jazz ‘08 •

Dijual Gelly mk2 GT MT tahun 2010 hitam metalik, harga 105juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia xi deluxe 08, bln 8, 1300cc, silver, tangan 1, TV, variasi, plat (L), barang istimewa, harga nego, hubungi: 0333-398903, 081358030303

Dijual Honda Jazz IDSI 2008 silver, manual. Istimewa, siap pakai. (Maaf tidak menerima SMS). Hubungi 085259872418

• Toyota Altis ‘11 •

• Toyota Innova ‘08 •

• Nissan X-Trail ‘06 •

Dijual Toyota Altis tahun 2011 G, automatic km 13.000-14000, mulus, harga 270 juta, nego (bisa oper kredit), hubungi: 08123473825 (sudah terjual)

Dijual Toyota Innova G Solar tahun ‘08, pemakaian 09, abu-abu metalik, harga 210juta nego, bisa cash/kredit, tukar tambah. Hubungi 082142194111, 081335897888

Dijual Nisan XTrail tahun 2006 silver stone, istimewa, type STT ful audio, jok kulit nopol cantik asli (P) BWI harga nego, hubungi: (0333) 393036 - 082140769069

• Rhm SHM 150m2 •

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

Djl Rmh SHM LT 750m2/LB 150m2. Jl. Gn Ringgit (300m dr alun2)/Rawan RT03/02 Besuki, hrg 600jt nego. H: 085259967973

• Avanza ‘10 •

• Mercy C180 ‘97 •

• Kia Picato‘07•

Djl Avanza ‘10 G, silver, no. msh panjang & P asli, istimewa sekali, hubungi 081336666171

Mercy C180 ‘97 terawat, htm metlik, plat L. Hub: 081237451527 / 085792151827

Djual mobil Kia picanto 2007 (P) srba bru,pjk mei,91jt,nego,tnp prntra hub:085259967973.

• Avanza ‘11 •

• Promo Daihatsu •

Avanza G ‘11, htm, plat P (Bdws), 146jt, DP 46,3 @3.252.000x47bln. 087806514066

Promo Daihatsu Disc. bsar2an, ready stock Xirion, disc 7jt, Terios, Grandmax disc 5jt, Luxio 8jt. Dptkn hdiah di bln Sept. Hub: Vira 081336244377

• Jajag 1500m2 •

• Mutiara Blambangan •

• Rumah 2 Lantai •

Tanah dijual daerah Jajag, L 1500m2 (30x50m), bisa untuk ternak ayam, sebelah sudah ada kandang, harga 80 juta nego. Hubungi: Edy 085 258 751 525

Djl 2 Ruko gandeng di Mutiara Blambangan (Brt Bank Mandiri) Hub.03337751000

Djl rmh 2Lantai Jl. Adi Sucipto LT 1742m2 LB 600m2 Strategis Hub. 08123461944

• Jl. Agus Salim •

• Rumah + Tanah• dijual jl. letnan sulaiman 57 bwi, luas tanah 233 M2, Luas bangunan 133 M2, sertifikat SHM IMB,garasi ada, hub : 0333-424720 atau 0331-422772.

• Karangrejo 850m2 •

Dijual Ruko 2Lt, lok Jl. KH. Agus Salim blkg Untag, Bwi. Hub: 081233669969

BU Tanah dijual, lok Karangrejo Bwi, LT 850m2, hrg 230jt. Rmh Dkontrakkn d Kertosari Bwi, 2,5jt/thn. Hub.08813606165, 081353581017

• Showroom & Rumah •

• Rogojampi 740m2 •

• Bulusan + 2,4 Ha •

Dijual tanah LT 740m2 sebelah terminal Rogojampi harga 250 juta (nego) Hub. 081338333153, strtegis, mobil bs msuk

Tanah di pnggir pantai L + 2,4 Ha, sebelah slatan MBP Bulusan 1jt/m2. 081353027992

BANYUWANGI

• Kalipuro 11x20m •

• Modal Kerja •

Dijual tanah,11X20m Kalipuro, Banyuwangi. Harga jual 50 juta (nego).Lokasi strategis 50m dari Jln Raya (sebelah perum Kalipuro Asri). Hub Edi:081234989440/085859857994.

Ingin mendpt kredit modal kerja?jaminan tabungan anda. tabungan bertmbah, mendpt kredit modal kerja hub.Permata Saving,Ruko Stendo kol.sugiono 3. 8926109

BANYUWANGI • Global CCTV •

BANYUWANGI • Penggilingan Padi • Pnggilingan Padi bth krywn: Mrkting, Sales, Oprtor Prod (diutmkn lls STM jur Elktro/ Listrik), Satpam. Lam ke CV Gracindo Centratama Jl. Raya Jember Bwi KM 7,5 Kedayuanan - Kabat - Bwi, cantumkan no tlp&kode pkrjaan. Info: (0333) 635423 - 635424

Ingin rumah Anda dipantau dari luar kota melalui handphone? Global CCTV menerima service dan pemasangan CCTV. Hubungi: 08121626627 (call/SMS)

• Terapi Doa • Dengan ridho Allah terapi doa membantu anda menyembuhkan penyakit Diabetes, hipertensi, stroke jantung koroner, dll. Tidak terbukti, tidak bayar. Insya Allah. Hub: 081336740396

• Tenaga Pendidik• Dibutuhkan segera, guru/tenaga pendidik bahsa inggris,tata boga,ekspor impor, Min D3, Pengalamn kerja, dtg lgsg k Desy Education, Jl. Hayam Wuruk 75 Giri - Bwi, Cp: 085258036777, 085232768999

• Butuh Segera• PT Arta Boga cri sales (Pria,SMU/ K,gj&bns mnrik,dpt mtr,tnp pglman,mau di bali) tes 27&28 sept 2012, jl. hasyim asari 75, gtg,bwi

BANYUWANGI • Hotel Dikontrakkan • Dikontrakkn HOTEL ANDA, Jl. Basuki Rahmat 34, cck utk usaha. H: 081233034703

BANYUWANGI • STNK • Hlg ijazah SD,SMP,SMK&Serttifikat kelautan, BST SCRB, AFF, ATT DSR,BK PLAUT, Pasport a/n Joko Dwi Hartono. Hub 081237924932 imbalan sepantasnya sbg ucpan terima kasih.

• STNK •

HlgSTNK Nopol P 4328 ZJ a/n Adip Purnomo. Jl. Belitung 03/02 Kel. Lateng Bwi.

HlgSTNKNopolP 5671 WJ an Ngadimin, Dsn Sumbergroto, RT1/1, Ds Rejoagung, Srono

Hlg STNK P 6808 WB a/n R. Wishnu Radjasa, S.H, almt Jl. Adi sucipto 69 Rt 01/03 sobo, bwi KTP, SIM C & STNK P 3820 YE a/n Iwan Darmawan. Kumbo RT 03 RW 01 Gumirih Singojuruh HilgSTNKP4486WHa/nDrs.H.BoediHoetomo, BSC, Jl. Borobudur 25 Rt 04/01 kel tamanbaru,bwi

SITUBONDO • STNK & BPKB • Hilg STNK P 2562 EC a/n Sugiyani, ds jangkar Rt 01/03, stbndo. Hilg STNK P 6379 EC a/n agus irianto, panji permai Rt 22/03 mimbaan, stbndo. Hilg STNK P 2102 EZ a/n trias adhi untiri, kp. Krajan Rt 02/03 dsn kalimas, besuki,stbndo.

• Butuh Segera • PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk, membuka lowongan untuk mengisi posisi karyawan di BFI CABANG BANYUWANGI. (1)Marketing, (2)Surveyor,(3)Collector,(4) Admin. Kualifikasi: Pria&Wanita (1&4), Pria (2&3), Usia max 30th,Min SMA (1) min D3 (2,3&4),Berpengalaman lbh disukai (1&3), Pny spd mtr (1,2,3), manguasai MS Office (4), Jujur & bertanggung jawab, Domisili di Banyuwangi dan sekitarnya. Kirim Lamaran ke: BFI Finance Cabang Denpasar. Jl Cokroaminoto no 43 Denpasar Bali. Contact persons: Fera 0361 427676 (paling lambat 14 Oktober 2012)

Dijual tanpa perantara LT –LB 455M2. SHM, jl raya asembagus, Situbondo .hub : 0811357345.

BANYUWANGI

• Warnet • Dijual Warnet siap pakai 14 PC dual core/ AMD Athlon, 40jt nego, hub 081336641321.

SITUBONDO

• Tanah SHM 2265m2 • Jual tanah SHM, LT 2265m2, strategis pinggir jalan Pantura Stb-Bwi. Serius hubungi 087757973796

• Toko + Rumah Genteng • Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto 081233499888, 03170338181

Hilg stnk P 4709 EZ a/n mohammad ali hofi cusrah kalak jl proyek Rt 01/01 jangkar, stb

• Suzuki APV Arena ‘08 •

SITUBONDO • Ruko & Tanah • Ruko + GD 3240 m2 Jl. Argopuro 15B Stb, Ruko 205 m2 & tnh 3360m2 dkt “ROYAL” Mrt. Tnh TG 25750m2 PNJKDL, samping sungai. Tnh 9600m2 Jl.Ry. Bwi KM 17 STB Arjasa. Tnh KP 10x20 (30jt) Jl. Ry Arjasa. H. 082333008871

ISTIMEWA

Kapten Suparman

BANYUWANGI

• Persada Regency•

Jual tanah cepat butuh uang, sblh Jl. Raya Kalipuro 1265m2, Jl. Kec. Kalipuro 5345m2, tanah kebun Jati 5975m2, tanah kebun Jati 8610m2. Harga nego murah. Hub: ADE, 081334223999

Grand Prize Sepeda Motor Yamaha Mio

syim Dept. Store, Telkomsel, Aquase, Pelayaran Banyuwangi Sejati, dan Jawa Pos Radar Banyuwangi. “Bagi masyarakat yang ingin bergabung bersama kami, silakan mendaftar ke Makodim,” serunya. (*/irw)

rakkan kelompok tani melakukan gerakan masal untuk stop terhadap spot-spot serangan wereng, sehingga menunjang keberhasilan panen petani. Selain itu, mengantisipasi perluasan serangan wereng, sehingga kumulatif luas serangan dapat turun terkendali di bawah 1 % dari luas total tanaman padi. Ke depan, Ikrori berharap, pengurus kelompok tani peserta kegiatan itu dapat menyebarluaskan hasilnya kepada masyarakat di sekitarnya. Pengurus kelompok tani dari desa lainnya dapat memahami pentingnya gerakan Spot-Stop dan melakukan tindak lanjut gerakan Spot-Stop di desa masing-masing melalui organisasi kelompok tani secara terpadu, swadaya, dan serentak. Semua petugas lapangan di setiap Kecamatan melalui Balai Penyuluhan Pertanian diminta melakukan antisipasi semacam itu, dengan memanfaatkan sarana dan prasarana pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman. Baik bantuan pemerintah, kerja sama dengan perusahaan insektisida dan stakeholder lainnya. (azi/adv/irw)

Pahe dijual tanah dpn Perum persada regency kertosari, jl ikan wader pari, hub 081217908788.

• Jl. Raya Kalipuro •

TNI Fun Bike Wisata, Buruan Mendaftar BANYUWANGI—Rangkaian HUT TNI ke-67 dimeriahkan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah digelarnya Fun Bike Wisata 2012. Rencananya, acara fun bike itu digelar Minggu (7/10), dengan start-finish di Markas Kodim Jalan RA. Kartini No. 02, Banyuwangi. Ketua panitia Kapten Suparman mengatakan, Fun Bike Wisata 2012 ini memberikan bermacam door prize dan grand prize Yamaha Mio. Biaya pendaftaran hanya Rp 10.000. Namun, peserta akan berkesempatan mendapatkan hadiah Yamaha Mio dan ratusan door prize, seperti hand phone, televisi, setrika, kipas angin, dan kompor gas. Kegiatan itu didukung berbagai perusahaan. Seperti Gen Art, Yamaha, Bang Ha-

Gerakan Masal Antisipasi Hama SINGOJURUH- Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (DPKP) terus menggalakkan gerakan semprot masal Spot-Stop menggunakan agens hayati, yaitu musuh alami hama wereng. Gerakan itu mengurangi ketergantungan petani terhadap insektisida kimia yang berdampak negatif terhadap agroekosistem. Kemarin, secara serentak DPKP di bawah komando Kadis Ir. H. Ikrori Hudanto menggelar kegiatan tersebut di tiga kecamatan sekaligus. Kali ini di Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh; Desa Balak, Kecamatan Songgon, dan Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng. Pencanangan dilakukan Kadis Ikrori Hudanto, yang diwakili Sekretaris DPKP Djati Loekito, SP di Desa Gumirih, Singojuruh. Acara itu dihadiri Camat Singojuruh Nanik Mahrufi, SP, MSi. “Dalam kegiatan semprot masal Spot-Stop tersebut, petani dibantu 1000 liter agens hayati dan 100 tangki handsprayer,” terang Ikrori. Ikrori menuturkan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi pada tahun 2011 terjadi penurunan produksi/panen padi akibat

mengisi formulir pendaftaran, lalu menyerahkan pas foto berwarna ukuran 4x6 cm sebanyak empat lembar dan foto 4R berwarna dua lembar. Bukan foto dari HP,” paparnya. Rencana, lanjut dia, seleksi peserta dilakukan pada 2930 September 2012. Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat). Diklat pertama digelar pada 4 dan 6 Oktober 2012. Sedangkan diklat kedua pada 7 dan 13 Oktober 2012. “Grand final dihelat pada 13 Oktober 2012. Peserta yang lolos akan memperebutkan trofi Bupati Banyuwangi, Tabanas, dan hadiah menarik lainnya,” jelasnya. Dariharto mengimbau para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk berbondong-bondong mendaftarkan diri. Pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis. “Jebeng Thulik 2012 cemeng kopine, Jebeng Thulik 2012 seneng atine,” pungkasnya. (irw/*)

Rabu 26 September 2012

Dijual Suzuki GC 415V APV Arena STD tahun 2008, abu-abu metalik, harga 92,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Innova G ‘08 • Dijual Innova G tahun ‘08 bln 12, hitam, ban ring 18, Astra Recd, P Bwi, tangan 1, orisinil cat, harga 215 jt. 08123256347

• Daihatsu Promo • Miliki All new Xenia DP mulai 25 jutaan, Terios, Sirion, Luxio, Gran max DP mulai 15 jutaan. Info Daihatsu terbaru hubungi: Hadi 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

• Honda Jazz ‘06 •

• Kijang Grand Extra ‘93 • Kijang Grand Extra ‘93 1,5CC, abu2, a/n sndiri, terawat mulus, H. 68jt. 081336351669

SITUBONDO • Honda Stream ‘02 • Djl Honda Stream ‘02 istimewa, 1700cc, hitam, plat N Problg, bln 6, Hub: 08124987000

Honda jazz 2006 IDSI, Hitam Plat bwi,jarang pakai,eksterior&interioer orsi utuh mesin bersih siiip.STNK panjang harga 137 jt (nego). Penawaransaatbaragdilihat.hub081235321719


BALJEBOL

Rabu 26 September 2012

BALI

BERSIH SUNGAI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Kelas Disegel, Murid Telantar Buntut Konflik Internal MI Nurul Azhar

HERU PUTRANTO/RADAR JEMBER/JPNN

KUALITAS SUNGAI JELEK: Personel TNI bersama tim gabungan saat melakukan bersihbersih Sungai Bedadung, kemarin.

Sampah Numpuk, Ikan Mati Dipotas JEMBER – Kualitas Sungai Bedadung benarbenar sudah mengkhawatirkan. Selain banyak ditemukan sampah menumpuk di sepanjang sungai, ternyata banyak ikan mati gara-gara dipotas warga. Belum lagi, ditambah kebiasaan warga yang tinggal di sepanjang pinggir sungai yang membuang sampah ke sungai. Kondisi ini terlihat saat dilakukan bersihbersih Sungai Bedadung dengan melibatkan ribuan personel gabungan. Sedikitnya ada 600 personel TNI yang dikerahkan, ditambah ratusan personel dari pencinta alam, Pramuka Saka Taruna Bumi, Ikatan Pengusaha Jember (IPJ), Rumah Sakit Bina Sehat Jember, Pemuda Panca Marga (PPM), polisi, Satgana, serta Raung Off Road Jember. “Kita bersih-bersih Sungai Bedadung karena ini menjadi sungai Bedadung telah menjadi icon Jember,” ujar Tri Rana Subekti, Komandan Kodim 0824 Jember, yang kemarin turun langsung. Tri Rana menjelaskan, kondisi Sungai Bedadung yang kotor, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus dilakukan pembersihan yang simultan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. (wnp/c1/jpnn)

KEBAKARAN

DRIAN SUWANTO/RADAR BALI

TERBAKAR: Kantor eks Capilduk di Jalan Surapati, Denpasar, ini nyaris habis terbakar, kemarin. Diduga karena ulah orang gila.

Orgil Berulah, Kantor Capilduk Nyaris Jadi Abu DENPASAR - Warga Banjar Kayu Mas Kaja di Jalan Surapati kemarin sore gempar. Ini lantaran gedung eks Kantor Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Capilduk) Badung di Jalan Surapati Nomor 2 hampir terbakar. Apalagi yang diduga sebagai penyebab kebakarannya adalah semak belukar yang dibakar orgil alias orang gila. Kebakaran tersebut pertama kali disadari beberapa warga sekitarpukul 15.00. Titik awal api terlihat di belakang garasi kepala dinas yang kebetulan ditumbuhi semak belukar. Saat itu api dalam keadaan sudah membesar. Bahkan, sudah hinggap pada sebagian langitlangit garasi. Salah satu warga yang menyadari kebakaran itu saat dijumpai di lokasi kejadian. Dugaan bahwa kebakaran itu ulah orang gila bukannya tanpa sebab. Saat Made Ari menyadari kebakaran di gedung yang kinitak terawat itu, dia mendapati orang gila keluar dari areal gedung sambil melompati pagar. “Begitu saya lihat api sudah gede. Saya juga lihat nak buduh (orgil) itu lompat pagar,” imbuh Made Ari. Tak hanya seorang warga yang mencurigai kebakaran itu ulah orgil. Beberapa warga lainnya juga menuturkan yang sama. Karena orgil yang disebut-sebut sebagai penyebab kebakaran itu memang sering tidur di depan fotokopi sebelah timur gedung bekas Dinas Capilduk itu. (hai/rab/pit/jpnn)

TANGGUL – Konfli di internal Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Azhar, Desa Tanggul Kulon, Tanggul, berimbas kepada para murid kemarin (25/9). Para murid sempat telantar karena sejumlah ruang kelas dan ruang guru tersegel. Penyegelan ruang kelas dan guru itu merupakan buntut dari konflik internal di madrasah tersebut. Karena tak kunjung bisa masuk ke kelas, para murid memutuskan untuk pulang. Penyegelan itu diketahui sekitar pukul 06.30 saat para murid hendak masuk di mdrasah tersebut. Para murid tidak bisa masuk ke kelas karena beberapa ruang kelas tergembok. Demikian pula dengan ruang guru. Padahal, biasanya saat murid datang, ruang kelas sudah dibuka. Karena tidak kunjung dibuka, para murid bingung. Mereka meminta para guru yang sudah datang untuk memulangkan mereka ke rumah. Awalnya, pihak guru berusaha

Informasi yang dihimpun, penyegelan ruang itu dilakukan oleh Jupri dan keluarganya. Jupri dan keluarganya adalah ahli waris tanah wakaf MI tersebut. Aksi itu terpaksa dilakukan Jupri karena dia menilai banyak kebijakan MI yang melenceng dari tujuan awal pendiriannya. “Sebetulnya ini sudah lama terjadi. Tapi, baru sekarang bisa terungkap. Kalau tidak disegel maka tidak akan tahu,” tandasnya. Jupri menjelaskan, sejumlah kebijakan MI juga merugikan keluarganya. Salah satu anaknya, Fatimah, mendapat perlakukan kurang baik dari pengelola MI. “Saat itu anak saya hamil. Dia izin cuti, tapi tidak diperbolehkan oleh kepala sekolah,” tuturnya. Akhirnya, posisi Fatimah sebagai guru digantikan oleh Umar, adik Fatimah. Setelah beberapa hari bekerja, tibalah waktu gajian. “Anak saya Umar protes ke kepala sekolah yang saat itu dipegang oleh Bu Sri. Umar menanyakan besaran gaji yang diterima. Jika gaji yang diterima itu miliknya, dianggap terlalu besar. Namun, jika gaji itu milik kakaknya yang digantikannya, termasuk kurang besar,” papar Jupri. (rid/har/jpnn)

RADAR JEMBER/JPNN

MEDIASI: Pertemuan wali murid dengan pengelola MI Nurul Azhar.

mencegah agar para murid tidak pulang dulu. Tetapi, para murid akhirnya memutuskan untuk pulang setelah tidak ada kepastian kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai. Para murid yang pulang awal itu membuat sejumlah wali murid yang tinggal tidak jauh dari MI terkejut. Sehingga, mereka mendatangi sekolah dan mencari tahu pe-

nyebab mengapa anaknya sudah pulang. “Saat itu saya bertanya kenapa kok pulang awal,” kata Andi, salah seorang warga yang mengaku sebagai wali murid di MI tersebut. Kedatangan Andi disambut beberapa guru. Para guru juga tidak bisa masuk ke ruang guru karena pintu tersegel. Akhirnya guru ikut pulang bersama Andi.

Ombak Ganas, Jukung Karam PUGER - Cuaca buruk disertai hembusan angin kencang masih menjadi ancaman bagi nelayan di pantai selatan. Jika di Lumajang ada kapal karam dan nelayan hilang, di Pantai Pancer satu jukung perahu milik nelayan karam dihempas ombak kemarin pagi (25/9). Beruntung, kecelakaan laut tersebut tidak sampai memakan korban jiwa karena awak kapal berhasil menyelamatkan diri. Perahu jukung yang karam bernama Mafia, yang dikemudikan Anak Buah Kapal tunggal, Imam, 23, warga Dusun Watu Ireng, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger. “Kejadiannya sekitar pukul 09.00, saat banyak perahu pulang melaut,” ujar Sutrisno, salah seorang nelayan saat ditemui di pinggir pantai Pancer Plawangan Puger, kemarin. Perahu yang pulang melaut tersebut nekat merapat ke Plawangan Puger. Namun, saat masuk Plawangan, tiba-tiba ombak besar dengan ketinggian sekitar tiga meter datang. (ram/jum/wnp/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

TETAP MELAUT: Salah seorang nelayan menggunakan jukung nekat melaut, meskipun ombak masih besar pagi kemarin (25/9).

Spesialis Pencuri Burung Keok

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

AHLI CURI BURUNG: Dua pelaku pencurian burung diamankan tim Resmob Polres Jember.

JEMBER - Tim Resmob Selatan Polres Jember kemarin malam (25/9) berhasil menangkap dua pelaku pencurian burung di berbagai wilayah Jember Selatan. Dalam sekali aksi, mereka bisa menguras hingga 30 burung bernilai puluhan juta rupiah. Ini mengingat, burung yang dicuri harganya mahal. Nekatnya lagi, ada anggota kepolisian yang turut menjadi korban kenekatan pelaku. Pelaku yang kemarin berhasil dilumpuhkan masing-masing Bangkit Wibisono, 35, warga Dusun Krajan Desa Wonosari, Puger. Dia ditembak kaki kanannya karena berusaha melarikan diri saat ditangkap. Termasuk Ponari, 23, warga Karanganyar, Desa Balunglor, Kecamatan Balung. Selain menangkap dua pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti sisa sembilan burung yang belum sempat dijual. Antara lain jenis Kacer, Kenari, Murai Hijau, dan Love Bird. Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka sudah beberapa kali beraksi di wilayah Jember selatan. Meliputi wilayah Gumukmas, Balung, Ambulu, dan seki-

tarnya. Satu korbannya adalah anggota Dalmas Mapolres Jember Briptu Boma, warga Dusun Ampeldento, Desa Bagorejo, Gumukmas yang notabene adalah peternak burung. Dalam aksinya, mereka mengintai para peternak burungburung mahal yang biasanya ditaruh pemiliknya di halaman rumah. “Biasanya memanjat lewat pagar malam hari,” ujar Ponari, salah satu pelaku. Setelah berada di dalam, pelaku langsung mengambil burung-burung berikut sangkarnya. Saat beraksi di Ambulu, mereka sempat dipergoki korban. Saat itu, pelaku tidak segan-segan melukai korban. Burung hasil kejahatan kemudian dijual di pasar burung dan di jalanan. Kasatreskrim AKP Makung Ismoyojati mengatakan, para pelaku terkenal memang sadis. “Mereka beraksi berempat, dua masih dalam pengejaran kami,” jelas Makung. Dua pelaku lainnya yang masuk dalam DPO petugas berinisial AD dan ST. Saat ini, pihaknya masih berkonsentrasi untuk mengumpulkan barang yang dicuri pelaku. (jum/ram/wnp/jpnn)

Curhat YR, Remaja Jepang yang Nahas Terjerat Kasus Ganja

Tak Kuat Nasi Lapas, Stres Kumpul Napi Dewasa Belum lama ditahan di Lapas Kerobokan, bocah asal Jepang, YR, 17, yang jadi pesakitan di PN Denpasar untuk kasus kepemilikan ganja, ini mengeluh. Dia mengaku sudah tidak betah lagi tinggal di lapas yang penuh sesak itu. HAKIM DWI SAPUTRA, Denpasar SURATAN nasib ini memang sama sekali tak diduganya. Saat dijumpai di sel tahanan sementara PN Denpasar kemarin, YR terlihat acak-acakan. Sedikitpun tak ada senyum di wajahnya. Begitu melihat kamera, remaja yang sudah sejak kecil tinggal di Bali ini pun buru-buru menyembunyikan wajahnya. Terlihat jika remaja yang baru duduk di bangku kelas II di salah satu SMA swasta terkemuka itu cukup stres atas masalah yang dialaminya. Hal itu pun diakuinya sendiri yang sudah merasa tidak betah tinggal di Lapas Kerobokan. Pasalnya, selama ditahan di Blok K lapas terbesar di Bali itu, dia mengaku penahanannya digabung dengan

tahanan orang dewasa. Meski demikian YR mengakui semua teman-temannya tersebut bersikap baik terhadap dirinya. “Semuanya baik-baik, Pak. Saya sering diajak jalan-jalan keliling lapas,” kata YR, saat ditemui di ruang tahanan sementara PN Denpasar kemarin. YR sendiri sebenarnya tidak pernah keberatan dengan penahanan terhadap dirinya di Blok K. Namun yang dia keluhkan adalah masalah konsumsi di Lapas Kerobokan. Menurut YR, dirinya tidak bisa makan menu yang disajikan petugas lapas. Bahkan, dari penuturan pemuda kurus tinggi itu, dirinya selama dua hari ini rela tidak makan karena nasi yang disuguhkan petugas. Ini karena menurut dia nasinya masih mentah dan keras serta lauknya hanya sebutir telur sisa yang tidak dimakan oleh tahanan lain. “Saya benar-benar tidak kuat makan nasi seperti itu. Maka saya terpaksa tidak makan selama dua hari. Dan, baru tadi makan nasi yang dibawakan oleh pengacara saya,” ungkapYR dengan wajah lesu. Saking tidak kuatnya hidup di Lapas Kerobokan, YR pun berharap agar bisa secepatnya dilayar ke Rutan anak Karangasem. Dia berharap di tempat barunya nanti dir-

MIFTAHUDDIN/ RADAR BALI/JPNN

MALU : YR Menutup wajah saat sidang di PN Denpasar kemarin. Dia belum bisa menyantap hidangan nasi lapas.

inya mendapatkan perlakuan yang baik dari petugas. Apalagi YR sendiri masih tergolong anak di bawah umur. “Menurut informasi setelah putusan nanti, saya akan dilayar ke

Karangasem,” kata YR. Sementara itu, dalam sidang lanjutan kemarin, jaksa penuntutumum (JPU) I Wayan Widana kembali menggiring YR ke muka

sidang untuk mendengarkan keterangan dua saksi umum. Namun sayang, kedua saksi tersebut tidak satupun yang hadir memenuhi panggilan jaksa. Alasannya karena para saksi tersebut sudah pindah alamat. Untuk itu, jaksa pun meminta izin kepada hakim tunggal Gunawan Tri Budiono untukmembacakan keterangan saksi yang ada dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Salah satu saksi yang keterangannya dibacakan adalah Ruslan. Dalam kesaksiannya sebagaimana dibacakan jaksa, Ruslan membenarkan dirinya pernah diminta polisi menyaksikan penangkapan YR pada 8 Agustus yang lalu di Jalan Teuku Umar Barat atau kawasan Marlboro,Denpasar, itu. Saat itu saksi melihat polisi mengamankan ganja dengan berat bersih 2,61 gram dari tangan anak baru gede (ABG) kelahiran kota Nara, Jepang tersebut. Saat diinterogasi, YR mengakui bahwa cimeng yang terlarang itu miliknya sendiri yang akan dikonsumsi sendiri. “Saksi me nerangkan barang tersebut miliknya yang akan dikonsumsi sendiri,” kata jaksa Widana usai sidang. Mendengar keterangan saksi tersebut, YR yang didampingi kuasa hukumnya Ahmad Hadiana membenarkannya. (*/pit/jpnn)


34

Rabu 26 September 2012

Tembus Babak Semifinal Pospeda BANYUWANGI - Sepak terjang pendekar Banyuwangi di pentas Pospeda yang digelar di Jombang mulai 22 September lalu belum terbendung. Kegemilangan anak asuh Bambang Wahyuono itu babak pertama lalu berlanjut hingga babak semifinal. Di sejumlah kategori yang dipertandingkan, kontingen Kota Gandrung berhasil melaju hingga final four. Di kelas A putri, Leni Wulansari melaju hingga semifinal. Kepastian itu diperoleh setelah dia menumbangkan pesilat asal Kabupaten Pasuruan,

Lailatul Fitria, dengan skor 5-0. Sayang, di kelas A putra, Warso, dipaksa mengakui keunggulan Ahmad Kurniawan (Jember) dengan skor 0-5. Namun, kegagalan Warso berhasil ditebus Sulistyono yang main di kelas C putra. Menghadapi Arif Abdurahman asal Nganjuk, Sulistyono menang tipis 3-2. Di bagian putri, Diah Suryaning berhasil mengatasi perlawanan Khairiyah asal Kabupaten Pasuruan dengan skor 4-1. Di kelas B putri, Rini Hermawati menang mutlak atas Kalvia asal Kota Batu dengan skor 5-0. Di kelas D putra, Bagus Aulia

berhasil menjinakkan Arif Syamsudin asal Kota Kediri dengan skor 5-0. Di kelas E putri, Novita Arlan tidak perlu memeras keringat saat berjumpa Rahayu asal Kabupaten Kediri. Novita dinyatakan menang karena lawannya positif kelebihan berat badan. Di kelas F putri, Arim Lailatul mencatatkan kemenangan impresif 5-0. Korbannya adalah Binti Lailatul asal Kabupaten Kediri. “Ini hasil bagus. Selangkah lagi target memperoleh medali bisa diraih. Kami mohon doanya,” tutur Bambang Wahyuono. (nic/c1/als)

JADWAL PENILAIAN BABAK FINAL LOMBA GERAKAN BANYUWANGI HIJAU & BERSIH TAHUN 2012 NO

HARI DAN TANGGAL

KECAMATAN

1

SENIN, 8 OKTOBER 2012

BANYUWANGI

GIRI GLAGAH

DOK.RaBa

BELUM DIBAYAR: Moukwelle saat membela Persewangi dalam kompetisi Divisi Utama 2011/2012

Terancam Sanksi FIFA Giliran Pemain Asing Persewangi Tuntut Hak BANYUWANGI - Ketidakmampuan manajemen Persewangi dalam memenuhi hak pemainnya berpotensi memunculkan dampak multidimensional bagi tim berjuluk Laskar Blambangan tersebut. Bukan tidak mungkin, akibat rentetan kasus tersebut, tim yang bersusah payah merangkak dari Divisi I hingga Divisi Utama PSSI ini harus kembali tersungkur di kompetisi sepak bola amatir. Kemungkinan ini cukup besar dengan langkah salah satu pilar asingnya asal Prancis, Moukwelle Sylvain. Dia melaporkan kasus tertunggaknya gaji pemain Persewangi ke FIFA dan PSSI. Bahkan, laporan itu sudah menerima respons dari dua otoritas pengelola sepak bola di Indonesia dan internasional tersebut. “Sudah ada surat balasan

dari FIFA terkait laporan itu,” katanya. Moukwelle menambahkan, dalam surat balasan dari FIFA tersebut, manajemen Persewangi diminta untuk menyelesaikan persoalan kontrak dan gaji pemain. Bahkan, organisasi pimpinan Joseph Blatter itu memberikan deadline bagi manajemen untuk menyelesaikan persoalan itu hingga 27 Agustus 2012 lalu. Nyatanya, hingga saat ini persoalan yang menjadi masalah kronis Persewangi di pentas Divisi Utama itu belum diselesaikan. Pria asal Prancis itu bahkan sudah melakukan koordinasi dengan pihak manajemen. Namun, hingga kini belum adanya respons positif dari manajemen tim. Hal inilah yang kemudian memaksa Moukwelle membawa masalah tersebut ke PSSI dan FIFA. “Aku sudah ketemu pengurus di sana. Dan, Persewangi dalam bahaya,” cetusnya. Bahaya? Moukwelle menuturkan, persoalan akut terkait ketidakmampuan manajemen

membayar gaji dan kontrak pemainnya bisa berdampak multidimensional. Bila tidak ada penyelesaian, maka eksistensi Persewangi di pentas Divisi Utama bisa tamat. Sanksi sudah dipersiapkan bila nyata-nyata manajemen tidak memberikan hak pemain. Sanksi yang terancam diberikan bila kasus ini tidak diselesaikan di antaranya Laskar Blambangan terancam tidak menerima subsidi untuk memulai kompetisi baru musim depan. Dan, paling fatal, tim berkostum merah-hitam itu dipastikan tidak boleh mengikuti kompetisi pada musim depan. Imbas dari sanksi kedua tadi, otomatis Persewangi akan dipastikan turun kasta di musim berikutnya. “Aku sudah sampaikan semua ini ke manajemen. Tapi manajemen bilang tidak ada uang dan melemparkannya (masalah ini) ke bupati dan Dispora,” ujar pemain yang pernah membela PSBI Blitar, Persis Solo, dan Deltras Sidoarjo itu. (nic/c1/als)

2

SELASA, 9 OKTOBER 2012

KALIPURO WONGSOREJO

3

RABU, 10 OKTOBER 2012

KABAT

ROGOJAMPI

SONGGON 4

KAMIS, 11 OKTOBER 2012

SRONO

MUNCAR

5

SENIN, 15 OKTOBER 2012

CLURING

PURWOHARJO TEGALDLIMO 6

SELASA, 16 OKTOBER2012

BANGOREJO SILIRAGUNG PESANGGARAN

7

RABU, 17 OKTOBER 2012

SINGOJURUH

GENTENG

TEGALSARI

8

KAMIS, 18 OKTOBER 2012

SEMPU KALIBARU GLENMORE

LOKASI 1.SD TAMAN BARU BANYUWANGI 2. SMAN 1 BANYUWANGI3. 3. PASAR BANYUWANGI 1. TK. DHARMA WANITA MOJOPANGGUNG GIRI 2. RT.04 RW 01 LINGK. PERMATA GIRI 1. SMPN 1 GLAGAH 2. SMKN 1 GLAGAH 3. RT. 04 RW 01 LINGKUNGAN SUKOROJO KELURAHAN BANJARSARI 1. SDN 2 KETAPANGAN 1. TK TUNAS HARAPAN WONGSOREJO 2. SMAN WONGSOREJO 3. RT 03 RW 01 DUSUN PASEWARAN DESA WATUKEBO WONGSOREJO 1. SDN 2 DADAPAN KABAT 2. SMPN 1 KABAT 3. PERUMAHAN KALIREJO RT 01 RW 3 KRAJAN 1. TK. KHOTIJAH 157 ROGOJAMPI 2. SMPN 2 ROGOJAMPI 3.PERUMAHAN GPI RT 03 RW 2 DESA PENGANTIGAN ROGOJAMPI 4. PASAR ROGOJAMPI 1.RT 02 RW 03DUSUN KRAJAN DESA BEDEWANG 2.PASAR SONGGON 1. SDN BAGOREJO 2. SMPN 2 SRONO 3. PASAR SRONO 1. TK. KHOTIJAH 14 SUMBERBERAS MUNCAR 2. SDN 4 SUMBERBERAS MUNCAR 3. SMAN 1 MUNCAR 4. RT. 02 RW 01 DUSUN SIDOMULYO DESA SUMBERBERAS 5. PASAR MUNCAR 1. SDN 1 CLURING 2.PERUMAHAN SRATEN PERMAI DESA SARIMULYO RT 01 RW O5 CLURING 1. TK. PERTIWI 3 SIDOREJO PURWOHARJO 2. SMAN 1 PURWOHARJO 3. DSN JATIREJO RT. 09 RW 1 DESA GLAGAH AGUNG 1. SMK 17 AGUSTUS 1945 TEGALDLIMO 2.RT. 01 RW 01 DUSUN SUMBERLUHUR TEGALDLIMO 1. SDN 1 BANGOREJO 1. MTSN BULUAGUNG SILIRAGUNG 1. TK. TUNAS SUMBERJAMBE PESANGGARAN 2. SMAN 1 PESANGGARAN 3. PERUMAHAN PERKEBUNAN SUMBERJAMBE 1. SDN 1 GAMBOR 2. SMKN IHIYA HULUMUDIN SINGOJURUH 3. SMP MANBAUL FALAH SINGOJURUH 4. RT. 04 RW 02 DS CANTUK KIDUL SINGOJURUH 1. SMPN 2 GENTENG 2. SMK MUHAMADIYAH 1 GENTENG 3. PASAR GENTENG 2 1. SMPN 2 TEGALSARI 2. SMKN TEGALSARI 3. TK. ALAM DASRI TEGALSARI 1. RT 02 RW 01 JAMBEWANGI SEMPU 1. PASAR KALIBARU 1. TK. TUNAS MULIYA TEGALREJO GLENMORE 2. RT. 01 RW 03 DUSUN SALREJO DESA SUBERGONDO GLENMORE 3. PERKEBUNAN RT 01/RW 01 DUSUN SIDODADI DESA KARANGHARJO GLENMORE

Banyuwangi, 24 September 2012 Plt. KEPALA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BANYUWANGI Dra. HUSNUL CHOTIMAH, MSi Pembina NIP. 109640101 199202 2 002


BERITA UTAMA

Rabu 26 September 2012

Diusulkan APBD 2013 n SEGERA... Sambungan dari Hal 25

Rekomendasi rakor tiga pilar itu, kata Slamet, tidak hanya membangun masjid biasa. Namun, bangunan masjid harus didesain secara modern dan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung kegiatan keagamaan. “Selain membangun masjid, kita juga akan membangun gedung pertemuan yang bisa menampung banyak orang,” tegasnya. Saat ini, Banyuwangi juga belum memiliki ruang pertemuan yang ideal untuk kegiatan umat Islam

yang melibatkan banyak orang. “Gedung pertemuan itu akan dibangun dalam satu area dengan masjid besar itu,” tegasnya. Dalam pembangunan masjid itu, pemerintah daerah akan me libatkan sejumlah arsitek na sional untuk mendesain masjid. “Jika hasil kajian memungkinkan, anggaran pemba ngunan masjid akan kita usul kan dalam APBD 2013,” katanya. Selama ini, pemerintah daerah sudah mengucurkan bantuan pembangunan di beberapa tempat. Salah satu yang mendapat

kucuran bantuan adalah Masjid Agung Baiturrahman (MAB). Hingga saat ini, dana APBD yang mengucur ke panitia pem bangunan MAB sudah mencapai Rp 14 miliar lebih. Bantuan pembangunan masjid itu untuk sementara waktu dihentikan karena jumlahnya sudah melebihi ketentuan. “Kalau anggaran terus kita kucurkan, nanti kita yang bermasalah secara hukum,” jelasnya. Bantuan tidak bisa terus dikucurkan, karena jumlah yang terserap sudah cukup besar. “Anggaran APBD itu tidak bisa

te rus-menerus dikucurkan kepada panitia pembangunan MAB, karena masjid itu bukan aset pemerintah,” katanya. Di beberapa daerah, jelas Slamet, pemerintah daerah mengucurkan anggaran APBD untuk pembangunan mas jid daerah. Anggaran yang dikucurkan tidak dibatasi karena masjid itu merupakan aset pemerintah daerah. “Contohnya Pemkab Malang. Masjid Besar Malang itu merupakan aset pemerintah, karena itu ang garannya tidak dibatasi,” katanya. (afi/c1/bay)

Sudah Lama Jadi Jalan Nasional n DICOPOT... Sambungan dari Hal 25

Pembongkaran papan reklame ini dimulai sekitar pukul 21.00. Dengan pengawalan anggota Polres Banyuwangi dan TNI, sejumlah anggota Satpol PP naik ke puncak papan reklame dan menurunkan dua spanduk. Selanjutnya, beberapa besi di papan reklame itu dipotong menggunakan las. Ketika petugas penertiban me nurunkan spanduk dan memotong besi papan reklame, pengurus Yayasan MAB datang. Pengurus masjid meminta pembongkaran papan reklame itu dihentikan dan spanduk yang sudah diturunkan itu dipasang lagi.

Pengurus masjid dan warga yang mengaku jamaah masjid sempat bersitegang de ngan petugas penertiban, bahkan nyaris baku hantam. Beruntung, Wakapolres Banyuwangi Kompol M. Aldian segera bertindak cepat dengan melerai dua kelompok yang sudah bersitegang tersebut. “Kami Wakapolres Banyuwangi meminta semua menahan diri,” tegasnya. Untuk menuntaskan masalah tersebut, dilaksanakanlah pertemuan di dalam masjid. Dalam pertemuan yang cukup alot itu, pengurus masjid meminta papan reklame itu di kembalikan seperti semula. Selain itu, dua spanduk yang telanjur diturunkan itu harus dipasang lagi. “Dua spanduk dipasang lagi oleh Satpol PP,” cetus Iwan

Azis Siswanto. Iwan menyebut, Satpol PP membongkar paksa pa pan reklame itu tanpa pemberitahuan. Beberapa jam sebelum petugas penertiban datang, mereka hanya mengirim surat yang berisi papan reklame itu akan dibongkar. “Tidak ada waktu membongkar. Surat kita terima magrib, habis isak datang dan akan membongkar itu,” terangnya. Sementaraitu,BupatiBanyuwangi melalui Asisten Setkab bidang Administrasi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, Suhartoyo, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi menyampaikan bahwa pemerintah sudah lama mengingatkan pengurus masjid agar membuka akses jalan di depan MAB. “Pemerintah sudah lama

menegur,” katanya. Sesuai data yang dimiliki, jelas Suhartoyo, jalan di depan MAB itu sejak 1935 sudah menjadi jalur utama dan menjadi jalan nasional. Bila jalan itu ditutup, maka akan mengganggu koneksitas dan rawan gangguan dan kemacetan. “Untuk menghindari kemacetan, maka jalan harus dibuka,” ujarnya. Suhartoyo menampik bila selama ini tidak pernah memberi peringatan kepada pengurus MAB untuk membongkar papan reklame dan membuka jalan itu. Bahkan, surat yang dikirim sebelum dilakukan penertiban itu sudah yang kedua kali. “Tapi demi menjaga kondisi, rencana pembongkaran itu kita tunda,” cetusnya. (abi/c1/bay)

Perbaiki Jalan Menuju Plengkung n DINILAI... Sambungan dari Hal 25

“Kami akan terus mengoptimalkan potensi wisata. Sektor pariwisata mempunyai banyak sektor turunan yang bisa mendongkrak perekonomian lokal,” ujar Bupati Anas. Saat ini, Banyuwangi melakukan tiga konsolidasi untuk mem perkuat pembangunan kepariwisataan. Pertama, perbaikan infrastruktur menuju des tinasi wisata unggulan, seperti Kawah Ijen dan Pantai Plengkung. Khusus Plengkung,

perbaikan infrastruktur akan membuat wisatawan mancanegara tidak lagi menuju pantai dengan ombak terindah tersebut dari Bali. “Akhir tahun ini kami targetkan tuntas, sehingga wisatawan bisa semakin nyaman,” jelasnya. Kedua, konsolidasi kekayaan budaya lokal. Khazanah kebudayaan lokal Banyuwangi yang sangat beragam akan dikemas semenarik mungkin untuk menarik minat wisatawan. “Perpaduan modernitas dan lokalitas akan menjadi kekayaan budaya yang diminati wisatawan,” katanya.

Ketiga, konsolidasi masyarakat pariwisata, termasuk menyiapkan masyarakat agar ramah ke pada wisatawan. “Semua stakeholders pariwisata di Banyuwangi harus kompak agar sektor ini tumbuh dan memberi multiplier effect yang luas bagi kesejahteraan rakyat,” kata Anas. Tidak hanya itu, pihaknya juga mengincar wisatawan yang selama ini hanya berkunjung ke Bali. Hingga semester pertama tahun 2012, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai sekitar 1,4 juta, naik 7,73 persen dibandingkan

periode yang sama tahun lalu. “Kalau kita bisa gaet 20 persen saja untuk membawa mereka ke Banyuwangi, dampaknya cukup signifikan,” kata Bupati Anas. Dalam ajang penganugerahan Senin malam, Bupati Anas menjadi pusat perhatian. Saat ramah tamah dan jumpa pers setelah acara bersama gubernur/wali kota/bupati dari daerah lain, Anas mengumumkan berbagai ke majuan Banyuwangi yang sa ngat progresif. Antara lain aktivitas bandara yang padat, perbaikan infrastruktur, dan derasnya investasi. (afi/c1/bay)

Hasil Tes Urine Ternyata Negatif n MENGAKU... Sambungan dari Hal 25

Dalam eksepsinya, Aipda Bambang selaku PH terdakwa membeberkan perjalanan kliennya sejak kliennya memburu Mukhlas, salah satu bandar narkoba yang banyak mengedarkan narkoba di Banyuwangi. “Terdakwa mengenal dan mendekati Mukhlas agar bisa mengetahui jaringannya,” dalihnya. Bambang menyebut, kliennya memang sempat melakukan

transaksi dengan Mukhlas. Apa yang dilakukan itu dalam rangka menangkap bos narkoba itu. Apa yang dilakukan terdakwa, terang dia, atas perintah Direktur Narkoba (Dirnarkoba) Polda Jatim. “Terdakwa melakukan transaksi dalam rangka melaksanakan tugas,” ungkapnya. Ditambahkan Bambang, saat dilakukan tes urine di Rumah Sa kit (RS) Yasmin, kliennya ternyata juga negatif. Artinya, kliennya tidak mengonsumsi narkoba. “Saat rumahnya di-

geledah juga tidak ditemukan barang bukti (BB), baik narkoba maupun peralatannya,” bebernya. Berdasar fakta hukum tersebut, lanjut Kompol Sugiarto, dakwaan yang disampaikan JPU tidak benar. Dakwaan harus cermat, teliti, dan jelas dengan perbuatan. “Dakwaan itu seharusnya lengkap dengan unsur-unsur,” ungkapnya. Berdasar itu semua, PH terdakwa meminta majelis hakim membatalkan surat dakwaan yang disampaikan JPU. Selain

itu, dalam putusan sela menerima eksepsi yang telah disampaikan oleh PH. “Surat JPU itu batal demi hukum,” katanya. Untuk JPU Djoko Susanto yang menangani perkara tersebut, kedua PH terdakwa meminta agar kliennya dikeluarkan dari rumah tahanan negara. Bukan itu saja, kliennya juga ha rus dibebaskan dari segala tuduhan. “Sidang kita lanjutkan pada 2 Oktober dengan agenda JPU menyatakan pendapat,” cetus hakim ketua Elly Istianawati SH. (abi/c1/bay)

Dipegang CJH Jelang Naik Pesawat n MENUNGGU... Sambungan dari Hal 25

Dari 879 CJH asal Banyuwangi, jelas dia, sebenarnya sudah lama dikirim ke Kantor Kemenag Jawa Timur, dan selanjutnya dikirim

ke Kemenag di Jakarta. Tetapi, ada 32 paspor yang tersisa dan baru diantarkan. “32 paspor yang tersisa itu juga sudah dikirim ke Jakarta,” katanya. Sesuai mekanisme yang ada, paspor milik CJH tersebut di-

kumpulkan di Kemenag Banyuwangi. Paspor tersebut selanjutnya dikirim ke Jakarta oleh petugas haji di Kemenag Su rabaya. “Setelah visanya keluar, kembali dikirim ke Surabaya,” katanya.

Menurut Mukhlis, paspor dan visa tersebut nanti akan diserahkan kepada CJH saat akan berangkat ke Makkah. “Kalau sudah mau naik pesawat, paspor dan visa diserahkan kepada para CJH,” cetusnya. (abi/c1/bay)

Gara-gara Sepak Bola Dicampur Politik n JUNJUNG... Sambungan dari Hal 25

Semua dijalani dengan fasilitas seadanya. Dia juga mencoba menyelesaikan persoalan yang belum diselesaikan pengurus Persewangi, yaitu pembayaran gaji dan kontrak. Moukwelle tidak tahu sampai kapan dia akan berada di Banyuwangi. Baginya, persoalan Persewangi saat ini menjadi penting. Bila haknya keluar, dia berencana mudik ke Prancis. Dia cukup kangen dengan keluarganya di negeri mode tersebut. Dengan uang sisa di tabungan, dia mencoba bertahan di Bumi Blambangan. Beragam upaya sudah dilakukan Moukwelle demi mendapatkan haknya yang macet di tim berjuluk Laskar Blambangan. Maklum, dari total Rp 297 juta sebagai kontrak semusim, ternyata dia hanya menerima tidak sampai separo. “Aku ingin hak-hak saya di Persewangi dibayar,” cetusnya. Inilah yang menjadi alasan baginya untuk terus bertahan di Banyuwangi. Untuk merealisasikan haknya segera dibayarkan oleh manajemen, dia pun sudah menempuh sejumlah langkah. Di kalangan internal tim, Moukwelle sudah melakukan pembicaraan intensif dengan manajemen. Sayang hasilnya dianggapnya kurang memuaskan.

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Jawaban yang diterima justru membuatnya terkesan seperti di-pingpong. Manajemen memberikan jawaban bahwa tidak ada uang saat ini. Di sisi lain, pengurus juga menyerahkan bahwa urusan Persewangi saat ini menjadi urusan bupati. Respons inilah yang kemudian membuat Moukwelle kemudian mulai nyambangi kantor bupati. Dia beberapa kali ingin bertemu langsung dengan bupati untuk menanyakan kejelasan terkait haknya yang tersendat di Persewangi. Namun usahanya itu nihil, lebih dari lima kali berkunjung, dia belum pernah bertemu bupati. Usaha lain untuk mencari jawaban itu pun dilakukan dengan berkirim surat langsung kepada bupati. “Aku ke sana tidak pernah ditemui. Kirim surat lebih dari lima kali, tapi belum ada respons atau balasan sampai saat ini,” beber Moukwelle. Terkesan dipingpong juga dirasakannya saat dirinya berusaha menemui pejabat pemkab lainnya. Merunut penjelasan pejabat lainnya, persoalan Persewangi kini menjadi tanggungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi. Namun nyatanya saat di-crosscheck ke Dispora, persoalan itu ternyata kembali dilempar ke manajemen. Perlakuan inilah yang membuat Moukwelle kemudian mengambil sikap tegas. Dia memutuskan untuk melaporkan Persewangi ke FIFA. Tak dinyana, laporan

pemain asal Prancis ini pun direspons. Dalam surat balasan yang dikirim otoritas sepak bola internasional itu, manajemen Persewangi diwajibkan untuk menyelesaikan persoalan gaji pemain yang tertunggak. Alasan yang sama memaksanya untuk melaporkan kondisi yang dialaminya ke PSSI. Beberapa pejabat PSSI pun mulai menaruh apresiasi atas nasib yang dialami oleh pemain yang seangkatan dengan Samuel Eto’o ini. “Bila tidak dibayarkan, Persewangi dalam bahaya. Tim ini bisa disanksi PSSI,” katanya. Dalam pandangan Moukwelle, Persewangi memiliki potensi menjadi tim besar. Animo penonton dan jumlah stok pe main yang melimpah bisa menjadi modal untuk menjadi sebuah tim yang disegani. Hanya saja, kini persoalannya tim ini butuh sentuhan tangan profesional yang cakap dalam menjalankan roda tim. Kasus yang terjadi di Persewangi, politik telah merusak profesionalitas sepak bola. Di negara yang sepak bolanya maju, olahraga ini dipegang oleh tangan yang ahlinya. Ka laupun ada dampak secara politik, dia menjawab hanya imbasnya saja yang akan dirasakan oleh penguasa. “Banyak bupati yang bertahan karena sepak bola,” bebernya. (nic/c1/bay)

Sudah Mengudara selama 30 Menit n PESAWAT... Sambungan dari Hal 25

Tapi yang pasti, jelas dia, saat kembali dan landing di Bandara Juanda tetap dalam keadaan lancar tanpa gangguan. “Insya Allah besok (hari ini) pesawat su dah bisa beroperasi lagi,” katanya. Hary menyebut, dalam penerbangan tersebut, Merpa ti sedang mengangkut 31 penumpang. Semua penum-

pang yang dibawa itu dalam kondisi selamat. “Saya sampaikan, pesawat tidak mengalami kecelakaan, cuma ada yang trouble,” tegasnya. Dari data yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, dari 31 penumpang di pesawat Merpati tersebut, di dalamnya ada Ketua DPRD Banyuwangi Her manto dan Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi. “Saya dan Bapak Kapolres ikut naik,” terang Hermanto saat

dikonfirmasi melalui ponselnya tadi malam. Hermanto yang baru pulang dari kunjungan kerja (kunker) ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, itu menyebut, pesawat yang dia tumpangi memang sempat terbang. Tetapi, di tengah penerbangan tiba-tiba pe sawatnya kembali lagi ke Surabaya. “Saya tidak tahu kenapa pesawat harus kembali ke Surabaya lagi,” katanya. (abi/ c1/bay)

Belajar Penanganan Bencana n INGIN... Sambungan dari Hal 25

“Ini terkait BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Red). Kita ada kesamaan (Banyuwangi dekat gunung berapi aktif, yakni Gunung Ijen, Red)” terangnya. Arifin menambahkan, dalam waktu dekat DPRD Banyuwangi akan membentuk tim untuk melakukan fit and proper test (penilaiankemampuandankepatutan) dalam rangka pembentukan Tim Pengarah BPBD. “Kita tidak

boleh malu be lajar kepada daerah lain,” pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, Agenda kunjungan kerja (kunker) anggota dewan kembali berlanjut. Pasca pengesahan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD), seluruh wakil rakyat yang tergabung di empat komisi di DPRD Banyuwangi langsung “boyongan” ke luar pulau. Agar tidak terlihat mencolok, kepergian kalangan legislator yang terhormat tersebut dibagi dalam dua rombongan.

Rom bongan pertama yang terdiri atas anggota komisi I dan komisi II sudah bertolak ke Kalimantan Tengah (Kalteng) sejak Minggu (23/9). Anggota komisi III dan IV dijadwalkan baru berangkat kemarin (25/9). Dikonfirmasi via telepon Senin (24/9), anggota Komisi I DPRD Banyuwangi, Suminto, membenarkan pihaknya melakukan kunker. Hari itu, anggota komisi I dan II mencari tahu perbandingan pe nanganan prostitusi di Kapingan dan Banyuwangi. (sgt/c1/bay)

Putar Video Tari Jejer Gandrung n MERAYAKAN... Sambungan dari Hal 26

Menyadari hal tersebut, beberapa masyarakat lokal berinisiatif untuk membangun organisasi sosial. Saat ini terdapat banyak organisasi lokal yang fokus terhadap pengembangan dan masa depan anak-anak Kamboja yang hidup di bawah garis kemiskinan. Memiliki jadwal mengajar yang cukup padat, yaitu pukul 8 pagi hingga 6 sore yang terbagi dalam 4 kelas, tidak membuat saya jenuh. Kalaupun lelah karena saya harus mengendarai sepeda sejauh kurang lebih 4 kilometer yang notabene tidak pernah saya lakukan di Indonesia. Semangat mereka untuk belajar bahasa Inggris sangat saya acungi jempol. Mengajar selama kurang lebih 1,5 jam untuk tiap kelas, murid-murid sangat antusias dan aktif mengikuti pelajaran. Saya merasa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.

Pengalaman berharga lainnya adalah ketika saya mempresentasikan budaya Indonesia dan Banyuwangi. Sadar sebagai mahasiswa hubungan internasional, maka saya berperan sebagai duta Indonesia dan Banyuwangi. Terkesima ketika ada beberapa murid yang secara khusus ingin mempelajari bahasa Indonesia, dengan senang hati saya mengajarkannya. Saya pun memperagakkan beberapa gerakan tari saman di hadapan mereka. Kemudian saya memper tunjukkan beberapa tarian daerah Indonesia ter masuk Tari Jejer Gandrung melalui video. “That is good and beautiful girls,” ujar mereka. Me reka sangat tertarik dengan budaya Indonesia, dan pada akhirnya saya mengatakan, “You should come to my country especially my hometown which is Banyuwangi!.” (*) *) Penulis adalah alumni SMAN 1 Giri.

Baru Pulang dari Taiwan n MANTAN... Sambungan dari Hal 27

Selain itu, polisi juga mengamankan uang tunai senilai Rp 83 ribu. Sejak tangkap Senin sore lalu (24/9), hingga kemarin ibu be ranak dua tersebut masih mendekam di sel tahanan Ma-

polsek Srono. ‘’Tersangka kita amankan dari rumahnya sejak Senin sore,’’ ungkap Kapolsek Srono, AKP Jodana Gunadi. Peran tersangka dalam kasus ini adalah sebagai pengecer. Terungkapnya aksi perjudian tersebut bermula informasi warga. “Dari laporan itu kita langsung bergerak dan berhasil menangkap tersangka.

Kita akan terus kembangkan kasus ini,’’ tegas Kapolsek. Siti Astutik mengelak jika dituduh terlibat dalam aksi perjudian tersebut. Sebab, ponsel yang disita itu adalah milik saudaranya. “Itu milik kakak saya,” aku perempuan yang baru pulang kerja dari Taiwan dua tahun lalu itu. (ton/c1/aif)

Semoga Tidak Bertambah Keruh n HARUSKAH... Sambungan dari Hal 36

Bagi saya, sepanjang bisa dipertanggungjawabkan secara de jure dan de facto, keputusan Bupati Dadang membentuk tim pengaman investasi ini tak jadi masalah. Sebab, hanya salah satu strategi saja untuk menghadapi sejumlah pihak yang dinilai tidak pernah welcome terhadap segala kebijakan yang dilakukan Pemkab Situbondo. Ter masuk, dalam upayanya mendatangkan investor. Tim ini, bisa saja diharapkan memberikan sumbangan pikiran dan tenaga, khususnya menghadapi pihak-pihak oposisi tadi. Tim tersebut, bisa jadi dianggap lebih pas untuk melakukan penyelesaian sejumlah permasalahan, karena dinilai tidak ada hambatan da lam menggunakan bahasa komunikasi antar mereka. Kalau bupati harus menghadapi sendiri, tentu waktu, pikiran dan tenaga orang nomor satu di

lingkungan Pemkab Situbondo itu akan tersita dan habis hanya untuk hal-hal demikian. Padahal, tugas bupati seabrek dan banyak yang jauh lebih penting dari hanya sekadar menanggapi isu-isu panas. Penting menekankan bahwa tim yang dibentuk bupati itu harus memiliki ke mampuan atau menguasai jurus ‘menghadapi secara khusus’. Maksudnya, tim harus punya kemampuan untuk melakukan pola komunikasi persuasif yang baik dan tepat dengan pihak yang selama ini selalu menilai langkah Pemkab Situbondo tak pernah benar. Se hingga, tak sampai terjadi letupan dalam ruang lingkup sosial yang sedikit atau banyak, langsung atau tidak lang sung akan berpengaruh bahkan mengganggu jalannya pemerintahan. Jika tim tidak mampu mela kukan komunikasi secara khu sus, apalagi sampai mengedepankan pola-pola fighting, maka yang terjadi adalah

“pe rang saudara” bahkan “banjir darah”. Para pendekar yang sama-sama putra daerah, mereka yang tentu sama-sama memiliki ilmu tidak rendah itu akan bertarung mati-matian mempertahankan gengsi dan egonya masing-masing. Sehingga, bertambah keruh dan runyamlah keadaan. Masyarakat hanya akan disuguhkan tontotan yang sama sekali tidak menghibur bagi mereka. Selain itu, dibentuknya tim yang beranggota LPBH NU dan GP Ansor ini justru hanya akan menjadi media yang mempertajam gesekan-gesekan antara kaum oposisi dan pemerintah. Yang lebih ironis, itu nanti juga akan mele gitimasi bentrokan kedua belah pihak yang sama-sama mengatasnamakan rakyat. Masalah bukannya berkurang, tapi justru bertambah. Wallahua’lam bisshowab. (*) *) Kabiro Radar Banyuwangi di Situbondo.

Terkesan tak Percaya Orang Birokrasi n TIM... Sambungan dari Hal 36

Sebab, sampai diberi kewenangan untuk menyelidiki dan me ngantisipasi kecurangan para pejabat dalam mengawasi tugas. Itu sangat terkesan tidak percaya dengan orang-orang yang ada di birokrasi, terutama kinerja inspektorat Pemkab Situbondo. “Kita juga mempertanyakan, apa dasar bupati mengatakan bahwa ada indikasi atau rongrongan yang sengaja akan menghambat adanya pembangunan di Kabupaten Situbondo, terutama investor yang mau masuk ke Situbondo. Kalau selama ini ada gerakan yang legal, apa itu yang disebut rongrongan. Ini sangat disesalkan, karena seperti zaman Orde Baru lagi,” tandasnya. Kata Zainuri, sejumlah PNS

merasa terhina dengan pembentukan tim tersebut. Sebab, mereka kini tak bisa lagi leluasa menjalankan tugasnya. “Yang pa tut kita waspadai adalah, jangan-jangan pembentukan tim ini adalah upaya membenturkan masyarakat dengan masyarakat,” terang pria asal Jangkar itu. Ketua LSM Gerakan Peduli Aspirasi Rakyat, Sayonara berpendapat, apa yang dilakukan bu pati dengan membentuk tim pengamanan investasi terlalu berlebihan. Seolah-olah di Situbondo ada gerakan yang ingin menggulingkan pe merintahan. “Saya kira bupati tak perlu terlalu berlebihan seperti itu menyikapi aksi-aksi dari sekelompok masyarakat. Dikritik atau dicaci adalah bagian dari kepemimpinan,” ungkapnya. Kata dia, bupati sebenarnya tinggal menunjukkan hasil

kerjanya yang dianggap membanggakan selama ini. Jika masyarakat menganggap banyak kemajuan, maka masyarakat akan terus mendukungnya dan akan menjadi pelindung terhadap segala macam bentuk gerakan. “Masih ada waktu dua tahun lebih, saya kira lebih baik berkonsentrasi terhadap apa yang bisa diberikan kepada masyarakat Situbondo,” imbuhnya. Diberitakan kemarin, untuk mengamankan investasi di Kabupaten Situbondo, Bupati Dadang Wigiarto, membentuk tim khusus. Tim yang dibentuk oleh orang nomor satu di Kota Santri itu melibatkan pengurus Ansor dan Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBH NU). Pembentukan tim oleh bupati itu didasari isu gerakan yang bertujuan membuat Situbondo tidak kondusif. (pri/c1/als)


36

Rabu 26 September 2012

Haruskah Para Pendekar Itu Bertarung? MEMBACA koran Jawa Pos Radar Banyuwangi edisi kemarin (25/9), berita berjudul “Amankan Investasi, Bupati Bentuk Tim” menarik perhatian saya. Sebagian berita di halaman Radar Situbondo memang tulisan saya. Namun, yang ini ditulis oleh rekan saya yang berinisial MG1. Meski saya ngepos di bidang pemerintahan dan politik, saya tidak tahu informasi tersebut. Makanya saya tertarik membacanya sampai habis. Membaca berita tersebut, entah mengapa otak saya tiba-tiba jauh menerawang kembali ke masa lampau. Bahkan, teramat lampau.

Saat masih zaman penjajahan dulu. Saat ilmu kanuragan masih menempati strata sosial cukup tinggi di masyarakat. Saat para pemilik ilmu kanuragan begitu diagungkan dan disegani oleh teman apalagi lawan. Saat dunia ini masih dikuasai oleh orang-orang sakti mandraguna. Entah kenapa saya membayangkan para anggota tim yang dibentuk Bupati Dadang Wigiarto itu berpakaian ala pendekar. Sorot matanya tajam, berdiri dengan kaki mengangkang, melipatkan kedua tangan di dada dengan badan kekar tinggi besar. Terlihat

sangat gagah. Mereka selalu siap han ketika yang saya maksudkan memberikan pengamanan kapan adalah sudut pandang cara atau saja dibutuhkan. Dan, strategi yang dilakukan tentunya selalu tampil Bupati Dadang Wigiarto sebagai pemenang pada dalam menghadapi pihakakhirnya. pihak yang dianggap akan Pikiran saya ini munmengacaukan keadaan gkin terlalu subjektif. yang sedang dibangunnya Saya sendiri memang untuk kebaikan Kabupapencinta cerita-cerita ten Situbondo. action yang berlatar Lihatlah, strategi kaum belakang zaman kuno, kolonial Belanda (maaf CATATAN termasuk zaman penbukan bermaksud hendak jajahan. Sehingga wajar EDY SUPRIYONO* menyamakan dengan pekalau kemudian angan merintahan penjajahan) saya diwarnai keadaan itu. Tapi, di zaman lampau. Mereka sering saya kira juga tak terlalu berlebi- tak perlu turun tangan sendiri

untuk menumpas para pendekarpendekar yang memberontak. Penjajah cukup membayar para pendekar juga. Bahkan, tidak jarang adalah pendekar seperguruan, yang tentu satu ilmu dan satu guru. Karena memiliki kemampuan yang sama bahkan lebih tinggi itulah, para pemberontak kemudian dengan mudah ditaklukkan. Cara ini memang cukup ampuh dan efektif. Tentu kita sudah tahu bagaimana kisah tragis nasib pahlawan-pahlawan daerah, misalnya Si Pitung dari Betawi dan Sakera dari Madura. Keduanya yang sangat gagah berani

PASAR MODERN

plus tidak mempan ditembak itu tewas di ujung senjata penjajah karena penghianatan saudara seperguruan. Meski demikian, tentu kita tidak pernah berharap, keadaan semacam itu terjadi di Kota Santri. Artinya, jangan sampai ada bentrokan masyarakat dengan masyarakat. Sebab, jika sampai terjadi, dibentuknya Tim Pengaman Investasi ini akan jauh dari tujuan awal yang sebenarnya ingin menciptakan keadaan Situbondo yang kondusif. Sehingga aman dan nyaman untuk iklim investasi.  Baca Haruskah...Hal 35

Bunuh Mantan Istri, Diganjar 15 Tahun

EDY SUPRIYONO/RaBa

SEGERA DIBONGKAR: Salah satu bagian bangunan eks Karesidenan Asembagus.

Ditunda karena Waktu Mepet SITUBONDO - Penundaan pembangunan pasar tradisional modern dihubung-hubungkan dengan gencarnya pihak-pihak yang memprotes pembangunan aset second city yang bertempat di tanah eks Karesidenan Asembagus itu. Padahal, penundaan itu karena waktu yang tersisa untuk melakukan pembangunan tidak cukup. Kepala Badan Pembangunan Daerah (Bapeda), Syaifullah mengungkapkan, awalnya pembangunan pasar tradisional modern di Kecamatan Asembagus akan dilaksanakan pada 2013. Namun, karena cukup panjangnya tahap pelaksanaan administrasi yang harus dilalui, membuat waktu yang tersisa tinggal sedikit. “Karena mepetnya waktu yang ada, pelaksanaannya nanti masih akan dilaksanakan pada 2013. Untuk dilaksanakan tahun ini tidak mungkin karena pembangunannya sampai dua lantai,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Kata dia, eks Kawedanan Asembagus tidak termasuk dalam kategori kawasan strategis sosiokultur budaya sebagaimana ada dalam Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Situbondo. “Gedung eks Kawedanan Asembagus adalah bangunan-bangunan aset pemkab saja. Sama dengan gedung sekretariat Pemda, misalnya,” tegasnya. Menurut dia, berdasar Perda RTRW hanya ada beberapa tempat yang masuk dalam kategori kawasan strategis sosiokultur, di antaranya Stasiun Kereta Api Panarukan, menara Masjid Besuki, bangunan eks Karisidenan Besuki, Mercusuar, dan Pelabuhan Besuki dan Panarukan. “Makanya, pembangunan pasar modern akan terus dilakukan. Meski demikian kita tidak akan meninggalkan peristiwa-peristiwa sejarah di tempat itu. Misalnya, nama pasar nanti diambilkan dari nama tokoh atau pahlawan,” papar Syaiful. (pri/c1/als)

PAUD EDY SUPRIYONO/RaBa

MENENANGKAN: Polisi mengamankan salah satu pengunjung sidang agar tidak berbuat anarkis.

SITUBONDO - Sidang pemungkas kasus pembunuhan dengan terdakwa Abdusssalam, 30, di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo berakhir ricuh siang kemarin (25/9). Keluarga korban tidak terima karena terdakwa hanya diganjar 15 tahun penjara. Vonis yang diberikan majelis hakim PN Situbondo sebanding dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menginginkan pelaku pembunuhan Yulinda, 28, itu dihukum selama 15 tahun. Abdussalam terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan terhadap mantan istrinya, Yulinda. Menurut majelis hakim, ada beberapa hal yang meringankan terdakwa. Di antaranya, selama persidangan t e rd a kw a   b e r s i k a p b a i k . Selain itu, Abdussalam juga m e n g a ku i p e r b u a t a n n y a d a n m e n g a ku   m e n y e s a l . Yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, dan menghilangkan nyawa orang lain. Tanda-tanda bahwa sidang tidak akan berjalan mulus

sudah terlihat saat majelis hakim membacakan vonis hukuman untuk Abdussalam. Begitu mengetahui warga Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, itu hanya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, salah seorang keluarga korban langsung berteriak histeris. Tidak sampai di situ, begitu Hakim Ketua I Made Yuliada SH mengetuk palu sebagai tanda berakhirnya sidang, keluarga korban langsung mengejar terdakwa yang diamankan petugas kejaksaan dan kepolisian keluar dari ruang sidang. Sejumlah polisi juga harus mengamankan keluarga korban yang emosi agar tak bertindak beringas. Keadaan bertambah kacau saat tiba-tiba saja ibu korban, Hariyati, 48, ambruk di ruang sidang. Dia tak sadarkan diri beberapa kali. “Sidang ini tidak adil, terdakwa telah  terbukti melakukan pembunuhan berencana hanya divonis 15 tahun. Seharusnya Abdussalam  divonis seumur hidup,” teriak salah satu keluarga korban dengan penuh emosi. (pri/c1/als)

Tim Pengaman Investasi Bisa Sulut Kontroversi SYAMSURI/RaBa

BERI SEMANGAT : Ketua Forum PAUD Umi Kulsum didampingi Kadispendik . Fathorrahman dan Kabid PNF, Buridin membuka workshop APE Kreatif kemarin.

Tingkatkan Kreativitas Guru KENDIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo, melalui bidang pendidikan non formal (PNF) menggelar workshop alat permainan edukatif (APE) kreatif selama dua hari (25-26/9). Acara yang diikuti 100 pendidik PAUD di 17 kecamatan itu digelar di RM Bumi Sari 2 Kecamatan Kendit. Kegiatan ini dibuka Ketua Forum PAUD Kabupaten Situbondo, Hj. Umi Kulsum Dadang Wigiarto Hadir pada acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo, H, Fathorrahman, Kepala UPTD pendidikan, penilik PLS se Kabupaten Situbondo, Pengurus HIMPAUDI kabupaten dan kecamatan se-Situbondo. Kepala Bidang PNF, H. Buridin mengucapkan banyak terima kasih kepada Ketua Forum PAUD yang selama ini telah ikut mermperjuangklan peningkatan kesejahteraan pendidik PAUD. Sehingga insentif pendidik PAUD naik 50 % pada tahun 2013 mendatang. Yaitu dari Rp. 100.000,menjadi Rp. 150.000 perbulan. “Semoga dengan kenaikan ini dapat menambah semangat kerja para pendidik PAUD. Walaupun kita akui kenaikan ini masih jauh dari cukup. Tapi jangan kawatir Allah SWT akan memberikan rezeki lain selain pahala yang besar,” ungkap Buridin. Kegiatan worshop APE kreatif pendidik PAUD bertujuan meningkatkan kreativitas dan kemampuan para pendidik dalam membuat alat permainan edukatif. Hal itu demi mengurangi ketergantungan lembaga PAUD terhadap bantuan APE dari pemerintah. “Meski sampai saat ini perhatian pemerintah semakin besar terhadap lembaga PAUD, namun anggaran untuk APE PAUD masih belum memadai,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan H. Fathorrahman berharap kepada para pendidik PAUD agar dalam memberikan pelajaran menyenangkan anak didiknya. Sehingga kesenangan yang anak terima dari seorang pendidik dapat bermanfaat terhadap orang tua, agama, nusa dan bangsa serta masyarakat. “Sebab kita ketahui yang diajari guru-guru PAUD ini adalah anak yang sangat lugu. Untuk itu jangan sekali-kali anak yang lugu tersebut diberi bekal yang salah. Sehingga anak tersebut tidak meniru karakter yang salah,” harap Fathorrahman(adv/*/als)

SITUBONDO - Pembentukan tim oleh Bupati Dadang Wigiarto yang bertujuan mengamankan iklim investasi di Situbondo menyulut prokontra sejumlah pihak. Ada yang mempertanyakan landasan yuridis pembentukan tim, hingga menilai langkah bupati tersebut terlalu berlebihan. Di antaranya disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Syaiful Bahri. Dia menilai pembentukan tim sebagai langkah mubazir. Sebab, di pemkab sendiri sudah memiliki tim investasi yang

anggotanya dari SKPD terkait di lingkungan Pemkab Situbondo. “Jangan-jangan ini bentuk ketidakpercayaan bupati terhadap tim yang sudah ada karena tidak berhasil untuk mendatangkan investor,” katanya, kemarin (25/9). Karena itulah, dia berpendapat bupati akan lebih tepat untuk memaksimalkan tim investasi yang sudah ada. “Kalau mau bicara pengamanan, investasi apa yang mau diamankan di Situbondo. Sampai sekarang belum ada investasi. Saya pesimistis tim itu dapat

bekerja efektif, nanti justru malah menambah permasalahan,” ungkap Syaiful. Ketua Ikadin Situbondo, Zainuri Ghazali, mempertanyakan landasan yuridis terbentuknya tim investasi. “Sebab, tim itu dibentuk bupati. Apalagi orang-orang yang dilibatkan adalah orang-orang di luar sistem. Kenapa tidak membentuk LSM saja sekalian. Saya kira itu jauh lebih elegan,” tandasnya. Mantan anggota DPRD Jawa Timur itu juga mempertanyakan arah kerja tim.  Baca Tim...Hal 35

Tengarai Keterlibatan Orang Dalam SEMENTARA itu, Bupati Dadang Wigiarto menjelaskan, pembentukan tim investigasi dan investasi yang dilakukannya sifatnya tidak permanen. Namun hanya untuk sementara waktu dalam rangka mendapatkan sumber data yang objektif. Menurut mantan pengacara tersebut, dirinya sengaja membentuk tim dari ekternal pemkab. Agar benturan yang terjadi tidak lebih berat. Apalagi, medan kerjanya adalah di lapangan. “Yang pasti tidak perlu khawatir, tim ini tidak akan blusukan ke pemkab, di pemkab sudah ada aparaturnya sendiri,” katanya melalui telepon seluler sore kemarin. Menurut dia, tim yang dibentuknya dilatarbelakangi adanya dugaan kuat keterlibatan orang dalam pemkab. Oknum tersebut

DOK.RaBa

Dadang Wigiarto

ditengarai ikut bermain-main dalam melakukan gerakan secara sistematis untuk merusak program pemerintahan yang menyangkut kepentingan hajat orang banyak. “Makanya saya menggunakan orang luar, karena kalau menggunakan orang dalam justru tidak kondusif,” terang Bupati. Kata dia, dirinya sebenar-

nya tidak terlalu merisaukan cemoohan orang terhadap kinerjanya jika itu menyangkut urusan pribadi. Namun, dirinya tak bisa tinggal diam jika sudah menyangkut kepentingan orang banyak yang akan diganggu. “Kita memiliki bukti, rentetannya sangat nyata dan banyak. Mulai dari masalah Masjid Jamik, Pasar Asembagus, hingga Pengelolaan Pasir Putih,” ungkap Bupati Dadang. Dadang menegaskan, selaku bupati secara pribadi dirinya berhak untuk melakukan monitoring. Tim yang dibentuk tak ada kaitannya dengan struktur di pemerintahan Pemkab Situbondo. Honornya pun tidak diambilkan dari APBD. “Sekali Lagi tim ini tak akan masuk ke kantor-kantor pemkab. Ranahnya bukan di sana,” tegasnya. (pri/c1/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

DIPOLICE LINE: Kantor KPRI SMEA di Jl Basuki Rahmat sore kemarin.

Sita Dua Komputer KPRI SITUBONDO - Polres Situbondo mengambil langkah baru dalam penanganan kasus dugaan penggelapan dana miliaran rupiah milik nasabah di KPRI SMEA. Lembaga hukum yang dikomandani AKBP Erthel Stephen itu menyita sejumlah komputer dan dokumen pembukuan milik KPRI SMEA. Informasi yang dikumpulkan koran ini menyebutkan, langkah menyita sejumlah komputer dan dokumen pembukuan tersebut menyusul selesainya pemeriksaan sejumlah saksi penting yang dimintai keterangan penyidik. Perangkat komputer dan dokumen pembukuan itu sangat berarti untuk mengetahui lalu lintas keuangan di KPRI

yang berkantor di Jalan Basuki Rahmat tersebut. Kuasa hukum KPRI SMEA, Supriyono, membenarkan adanya penyitaan yang dilakukan penyidik Polres Situbondo itu. “Iya, yang disita dua unit komputer dan sejumlah dokumen pembukuan. Ya kita persilakan, kita sangat menghormati itu,” terangnya kemarin. Kata dia, penyitaan oleh kepolisian itu tak bisa dihalangi siapa pun. Sebab, itu menjadi hak penyidik. Supriyono justru mengaku mendukung adanya langkah penyitaan itu. Sebab, akan segera diketahui dan dapat dipastikan apakah memang ada penggelapan dan penyelewengan di KPRI SMEA. (pri/c1/als)

Radar Banyuwangi | 26 September 2012  

radar, banyuwangi, situbondo

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you