Issuu on Google+

RABU 23 OKTOBER

29

Pendorong Perubahan dan Pembaru Pembaruan

TAHUN 2013 3

Waktu Mepet Tetap Diproses Empat Legislator segera Kena PAW GALIH COKRO/RaBa

SEPI: Becak gowes di arena car free day Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Becak Gowes Dilarang Masuk Jalan Umum BANYUWANGI - Ini peringatan bagi pemilik becak gowes yang biasa beroperasi di jalan raya. Pemerintah daerah melarang becak wisata itu me lintas di jalan raya. Sebagai gantinya, pe merintah menyediakan tem pat khu sus becak gowes agar tetap bisa beroperasi sebagai sarana wi sata kota. Tiga tempat yang disiapkan adalah sekitar Taman Blambangan, sekitar GOR Tawang Alun, dan sekitar Pantai Boom. “Di luar tiga lokasi itu, becak gowes tidak boleh beroperasi,” tegas Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Nur Agus Suharto n

Pembatasan Ruang Gerak Becak Gowes

Lokasi Operasi Seputar Taman Blambangan Seputar kawasan GOR Tawang Alun Seputar kawasan Pantai Boom.

Alasan Pembatasan Operasional

 Baca Becak...Hal 39

Konstruksi belum teruji

Seharusnya hanya beroperasi di ruang tertutup.

Keamanan belum teruji

Tidak memiliki izin operasi di jalan raya.

Sering digunakan anak-anak. GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Tetap Full Motor Parkir BANYUWANGI - Penertiban parkir di Jalan Satsuit Tubun, Banyuwangi, tampaknya belum berjalan maksimal. Puluhan motor milik warga yang sedang belanja di Pasar Banyuwangi masih menumpuk di badan jalan tersebut kemarin (22/10). Para pedagang kaki lima (PKL) tetap berjualan di atas badan jalan tersebut. Saking banyaknya para pe dagang, separo lebih badan ja lan dipenuhi motor dan PKL. “Kalau disuruh masuk pasar, da-

HAJI

gangan tidak laku,” dalih salah satu pedagang bumbu dapur di badan jalan kemarin. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, ruas Jalan Satsuit Tubun tetap dipenuhi motor war ga yang berbelanja di Pasar Banyuwangi. Jalan di pusat kota itu juga semakin sempit karena semakin banyak PKL yang berjualan di badan jalan. “Penertiban parkir jalan terus,” terang Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketenteraman

Masyarakat (Trantibbummas) Satpol PP Banyuwangi, Agus Wahyudi. Menurut Wahyudi, dalam penertiban parkir tersebut, Satpol PP hanya melaksanakan tugas. Kegi atan itu dilaksanakan atas kebijakan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi (Dishubkominfo) Ba nyu wangi. “Kami hanya mengabdi kepada Dispenda dan Dishubkominfo,” katanya n  Baca Tetap...Hal 39

Tawaf Relatif Lancar MASJIDILHARAM masih tetap dipadati jamaah. Apalagi menjelang salat Duhur, area tawaf dan sai dipenuhi jamaah meski tak sepadat menjelang puncak Laporan dari Makkah haji atau sehari seOleh telah jamaah melaksanakan mabit H. Latief Harun di Mina pekan lalu. Pembimbing KBIH Pada pukul 09.00, Sabilillah area tawaf dan sai relatif longgar. Jamaah pun tidak terlalu berdesakan di lantai dasar area tawaf asalkan tidak mendekat ke Kakbah. Kondisi yang lebih lengang terasa di area tawaf lantai dua. Namun, jamaah enggan memanfaatkan lantai dua karena jarak lintasannya lebih panjang ketimbang lantai dasar. Sementara itu, meski pembangunan dan renovasi Masjidilharam memang belum selesai. Namun, saat ini jamaah sudah bisa berjalan memutari Masjidilharam tanpa terhalang proyek pemugaran. Akses di depan Pintu Abdullah yang masih dalam proses pembangunan pun sudah dibuka. Jamaah bisa berjalan menyusuri masjid dari arah Marwah ke pelataran di bawah Tower Zamzam. (*/c1/bay)

ADA APA LAGI

SEMRAWUT: Motor dan PKL tetap memenuhi ruas Jalan Satsuit Tubun, Banyuwangi, kemarin.

AGUS BAIHAQI/RaBa

Demo Bawa Anak Ayam BANYUWANGI - Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar demonstrasi di depan kantor Pemkab Banyuwangi kemarin (22/10) n  Baca Demo...Hal 39

http://www.radarbanyuwangi.co.id

DOK. RaBa

Suminto

DOK. RaBa

Nur Moch. Ridwan

DOK. RaBa

 Baca Waktu...Hal 39

Totok Sugiharto

Dua Siswi SMP Kesurupan Lagi GAMBIRAN - Kesurupan masal yang menimpa para siswa SMPN I Gambiran dua hari lalu masih terjadi hingga kemarin (22/10). Kali ini ada dua siswa yang kesurupan, yakni Tasya dan Anisa. Dua siswi kelas VIII di SMPN I Gambiran tersebut mendadak kejang pada saat jam pelajaran pertama hendak dimulai. Seperti biasa, sebelum pelajaran dimulai, guru mengajak para murid berdoa. Baru saja berdoa dan pelajaran dimulai, mendadak dua siswi tersebut kesurupan. Kontan hal itu membuat teman-temannya di ruang kelas menjadi heboh. Sebagian siswa ketakutan dan

ABDUL AZIZ/RaBa

Efisius Sugiyanto

sebagian lagi berusaha menolong agar dua siswi tersebut segera sadar. “Tak lama setelah diberi minum air putih, dua siswi itu sadar,” kata Kepala SMPN I Gambiran, Efisius Sugiyanto n

Berhelm Sport, Rutin Gowes Puluhan Km

SHULHAN HADI, Rogojampi

UNJUK RASA: Anak ayam dilepas di ruas Jalan A. Yani Banyuwangi siang kemarin.

DOK. RaBa

Abdurrahman

 Baca Dua...Hal 39

Harjo, Juru Parkir Penggila Olahraga Bersepeda

Juru parkir yang satu ini termasuk pecandu olahraga bersepeda. Meski usianya sudah 60 tahun, Harjo rutin melahap rute puluhan kilometer setiap hari dengan sepeda pancal tua miliknya.

GALIH COKRO/RaBa

BANYUWANGI - Gelombang pergantian antar waktu (PAW) tiada henti menerpa internal DPRD Banyuwangi. Meski sudah menjelang akhir masa bakti 2009-2014, satu-per satu berkas PAW dikirim partai politik (parpol). Bahkan, kini ada empat anggota dewan yang PAW-nya tengah diproses. Yang terbaru, pengajuan proses PAW menimpa anggota DPRD Banyuwangi asal Partai Demokrat (PD), Abdurrahman. Ko misi Pemilihan Umum (KPU) yang sebelumnya menerima pengajuan DPRD Banyuwangi terkait PAW politikus yang menyeberang ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sudah mengirim surat balasan kepada DPRD kemarin (22/10). Komisioner Divisi Hukum KPU Banyuwangi, Irfan Hidayat, membenarkan pihaknya mengirim surat balasan terkait pengajuan PAW Abdurrahman kepada pimpinan DPRD Banyuwangi. “Hari ini (kemarin) KPU mengirim surat balasan tersebut kepada pimpinan DPRD Banyuwangi untuk ditindaklanjuti,” ujarnya. Irfan menjelaskan, KPU juga telah melakukan verifikasi untuk mengetahui siapa calon pengganti Abdurrahman berdasar perolehan suara pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2009 lalu. Hasilnya, calon anggota legislatif (caleg) yang berhak menggantikan Abdurrahman yang pada Pileg 2009 maju sebagai caleg PD di Daerah Pemilihan (Dapil) Banyuwangi III adalah Sunardi n

PERAWAKAN Harjo terbilang kurus. Warga Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, itu juga memakai kacamata minus. Namun perawakan Harjo masih terlihat tegap. Sehari-hari, dia bekerja sebagai juru parkir di kawasan pertokoan depan kantor Camat Rogojampi. Rupanya, kondisi fit Harjo tak lepas dari kebiasaannya berolahraga. Setiap hari dia rutin mancal puluhan kilometer dengan sepeda tua tapi unik. Sepeda tua milik Harjo itu sangat menarik perhatian. Secara umum, sepeda tersebut sama

dengan sepeda umumnya. Bedanya, sepeda milik Harjo dilengkapi peranti sound system. Ada dua unit loudspeaker yang menempel di bagian belakang sepeda pancal tua itu. Selama sepeda tersebut parkir di dekat kantor Camat Rogojampi, alunan musik kendang kempul khas Banyuwangi tak henti menggema dari loudspeaker tersebut. Hanya ada satu jenis musik yang disimpan di flash disk miliknya, yakni musik kendang kempul khas Banyuwangi. “Flash disk ini isinya full musik kendang kempul, agar I Love BWI,” kata kakek tujuh cucu tersebut. Sepeda tersebut juga dilengkapi kaca spion. Menurut sang pemilik, bersepeda pancal tetap harus memperhatikan faktor keamanan. Untuk menambah kesan artistik, bagian belakang sepeda miliknya dipasangi boks seperti yang sering dijumpai pada motor gede. Kotak tersebut digunakan untuk jaga-jaga apabila sewaktu-waktu ban kempis di jalan n  Baca Berhelm...Hal 39

Waktu mepet, PAW 4 anggota DPRD tetap diproses Sekian bulan dikalikan sekian juta rupiah, tetap saja lumayan, Bro!

Ruas Jalan Satsuit Tubun tetap full parkir motor Dulu full becak, kini motor, semoga nanti full mobil

SHULHAN HADI/RaBa

FULL VARIASI: Harjo dan sepeda pancal tua miliknya. email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


30

Rabu 23 Oktober 2013

Siapa pun Boleh Membaca di Boston Public Library Hj. Nihayatul Wafiroh, MA

SALAH satu tempat yang selalu saya usahakan untuk saya kunjungi bila berada di tempat baru adalah perpustakaan dan toko buku. Dua tempat itu seperti magnet bagi saya untuk datang. Bagi saya, kualitas sumber daya manusia sebuah tempat dapat dilihat dari perpustakaan, karena dari perpustakaan bisa dilihat bagaimana penduduk menghargai ilmu pengetahuan. Ketika melaksanakan haji tahun 2012 lalu, saya

tidak berkesempatan mengunjungi perpustakaan, tapi saya cukup puas dengan bisa menemukan banyak buku di toko buku Jarir Bookstore di Makkah. Ketika baru tiga hari sampai di kota Boston, yang saya search pertama kali adalah alamat Boston Public Library, dan Google langsung memberikan alamat, lengkap dengan peta dan jalur transportasi dari apartemen (Public transportasi di Boston dikenal dengan sebutan “T”). Setelah urusan administrasi di kampus selesai, saya dan teman saya

TENANG: Suasana ruang baca di Boston Public Library, Amerika Serikat.

memutuskan hari Kamis itu untuk ke mengunjungi Boston Public Library (BPL). Dari apartemen kami di Brighton, kami menggunakan bus menuju Kenmore Station yang jaraknya sekitar 3,2 miles atau sekitar 5 Km. Dari Kenmore station, kami naik kereta bawah tanah yang warna hijau atau disebut Greenline, kami menuju Copley Station yang berjarak 2,5 miles. Copley station ini letaknya pas di samping gedung BPL yang beralamat di 700 Boyston St, Boston, Massachusetts 02116. Pertama melihat

Radar Banyuwangi mengundang warga Banyuwangi dan Situbondo yang berada di perantauan untuk menulis pengalamannya. Tulisan kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan juga foto diri. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

bangunan BPL dari luar saya sudah menduga kalau gedung BPL ini pasti bagian dari situs bersejarah n  Baca Siapa...Hal 39

DOK. NIHAYATUL WAFIROH

MEREKAH: Kondisi persawahan di Dusun Padang Baru, Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin.

RILO GILANG/RaBa

Sawah Padang Baru Dilanda Kekeringan KALIPURO - Musim kemarau panjang mengakibatkan areal persawahan di Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, mengalami kekeringan. Kawasan yang paling mengalami kekeringan di desa tersebut adalah kawasan Dusun Padang Baru. Beberapa petak sawah milik warga di Dusun Padang Baru tampak merekah. Sawah di kampung tersebut sulit diair

dari saluran irigasi. Sebab, air di saluran irigasi mengering. “Kalaupun ada air, debit air yang mengalir sangat kecil. Sehingga, tidak bisa diguKEKERINGAN nakan mengairi sawah warga,” ujar Hamidah, seorang petani di Dusun Padang Baru, Desa Pesucen, kemarin (22/10).

Petani Padang Baru lain, Sutrisno, mengaku sawah miliknya dipastikan gagal panen. Selain terlalu kering, cuaca panas mengakibatkan lahan pertanian tersebut mengalami retak-retak. “Mudah-mudahan cepat turun hujan, biar nggak rugi lagi,” harapnya. Nasib serupa dialami Juanto, pemilik sawah di Dusun Padang Baru, Desa Pesucen. Sawah miliknya yang sudah

telanjur ditanami padi, kini mengalami kekeringan. Bermacam cara mendapatkan air sudah dilakukan. Walaupun jarak sungai dan sawah miliknya cukup jauh, Juanto tetap nekat menyedot air sungai tersebut menggunakan mesin disel. Namun, cara itu tidak banyak membantu. “Jelas sangat rugi, karena mengolah lahan ini butuh biaya besar,” ujarnya. (mg2/c1/bay)

CERMIN DIRI

Legislator ”Kutu Loncat” masih Terima Gaji TIDAK lama lagi proses pergantian antar waktu (PAW) empat wakil rakyat Banyuwangi bakal digelar. Mereka adalah Abdurrahman, Totok Sugiharto, Nur Moch. Ridwan, dan Suminto. Terkait memproses PAW tersebut, KPU sudah mengirimkan surat yang ditujukan kepada DPRD Banyuwangi. Proses PAW pun kini tinggal menunggu hari. Abdurrahman di-PAW karena ”lompat pagar” ke partai lain. Jika sebelumnya dia bergabung dengan Partai Demokrat, kini dia ”lompat” ke PKB. Totok diajukan partainya, Gerindra, karena tersangkut kasus narkoba. Proses hukum Totok sampai sekarang masih berlangsung di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Nur Moch. Ridwan di-PAW karena bergabung dengan PDI Perjuangan (PDI-P). Menantu mantan Bupati Banyuwangi Samsul Hadi itu sebelumnya masuk parpol Gerindra. Demikian halnya dengan Suminto dari Hanura, dia di-PAW lantaran pindah ke Gerindra. Hanura lebih getol menyoal keberadaan Suminto. Jauh hari sebelumnya, Ketua DPC Hanura Basuki Rachmat intens mendesak percepatan PAW Suminto. Rupanya Hanura lebih tegas dibanding parpol lain. Partai besutan Wiranto itu tidak ingin anggotanya yang sudah menjadi ”kutu loncat” tetap menikmati gaji sebagai anggota DPRD. Sampai urusan reses pun, Hanura terus menyoal dengan harapan dana reses tidak jatuh ke tangan Suminto. Sikap seperti itu sejatinya harus ditiru partai lain. Sebab, para legislator ”kutu loncat” itu sudah bukan lagi representasi partai yang mengantarkan dia duduk sebagai wakil rakyat. Seharusnya, anggota DPRD yang menjadi ”kutu loncat” itu malu menerima gaji DPRD. Mereka tidak lagi diakui, tapi tetap membawa bendera parpol pengusung di legislatif. Kami sepakat jika proses PAW bagi anggota DPRD itu dipercepat. Pimpinan DPRD harus peka dengan kondisi seperti ini. Bagi para legislator yang sudah telanjur bergabung dengan partai lain, sebaiknya dengan besar hati menolak gaji DPRD tersebut. (*)

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini: OPINI DAN REMBUGAN Naskah Opini panjang tulisan sekitar 850 kata. Sedangkan Rembugan maksimal 250 kata. Kirim ke artikelradarbwi@ gmail.com. Sertakan nama dan identitas penulis. Naskah yang sudah dua minggu berada di redaksi dan tidak termuat otomatis dianggap kembali ke pengirim.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Rabu 23 Oktober 2013

Berat Badan Kembar Siam Belum Sampai 10 Kg GAMBIRAN - Tim dokter RSUD dr. Soetomo Surabaya, tampaknya masih harus menunggu waktu yang tepat untuk melakukan operasi pemisahan kembar siam Anindya Vina Nurul Maulida dan Anindita Rahma Vany Maulida. Kabar terbaru, bayi kembar siam putri pasangan Yuda Winarno, 22, dan Sika Jayati, 22, asal Dusun Krajan, RT 003/RW 001 Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi, itu sampai kemarin masih belum menjalani operasi pemisahan. Alasannya, berat badan bayi tersebut masing-masing belum mencapai 5 kg. Padahal untuk bisa dilakukan operasi pemisahan badan, beratnya harus mencapai 5 kg. Humas Rumah Sakit Al-Huda, Kecamatan Gambiran, dr. Sugeng, mengatakan, informasi terakhir yang dia peroleh terkait perkembangan bayi kembar siam tersebut, bertanya masih 4 kg lebih. “Tapi masingmasing masih belum mencapai lima kilogram, sehingga belum

bisa dilakukan operasi,” tuturnya. Satu-satunya penyebab operasi pemisahan tersebut belum bisa dilakukan hanya karena masalah berat badan saja. Sedang kendala lain sama sekali tidak ada. Kelainan jantung yang sebelumnya sempat dikhawatirkan mengganggu kesehatan kedua bayi tersebut, ternyata juga bisa teratasi. “Jadi gangguan lain sudah nggak ada. Hanya tinggal nunggu berat badannya mencapai lima kilogram, dan kondisi kesehatan bayinya juga normal,” tandasnya. Seperti pernah diberitakan sebelumnya, setelah empat bulan enam hari menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Al-Huda, Kecamatan Gambiran, kondisi bayi kembar siam Anindya Vina Nurul Maulida dan Anindita Rahma Vany Maulida, terus mengalami perbaikan. Bayi kembar siam tersebut akhirnya dirujuk ke RS dr. Soetomo, Surabaya, karena berat badan kedua bayi tersebut saat itu mencapai 6,2 kilogram. (azi/c1/aif)

DOK/JAWA POS

TERUS MEMBAIK: Kembar siam Anindya Vina Nurul Maulida dan Anindita Rahma Vany Maulida dalam gendongan ibunya di RS dr. Soetomo Surabaya.

Pinjam Sepeda Motor malah Digadaikan GAMBIRAN - Diduga menggelapkan sepeda motor, Gunawan, 45, warga Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, ditangkap petugas Reskrim Polsek Gambiran kemarin. Dia diduga telah menggelapkan motor Supra X serta sejumlah uang Rp 3 juta milik Ropingi, 54, warga Dusun Setembel, Desa/Kecamatan Gambiran. Ceritanya, sepuluh hari yang lalu Gunawan datang ke rumah korban dan menawarkan kerja sama menggarap lahan Perhutani dengan cara ikut ke Lembaga Masyarakat Desa Hutan di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Karena janji yang diberikan manis, korban akhirnya tergiur. Dia menyerahkan uang Rp 3 juta kepada pelaku, untuk kebutuhan menggarap lahan di Jambewangi. Bukan hanya itu, Ropingi juga memin-

ABDUL AZIZ/RaBa

TERSANGKA PENGGELAPAN: Gunawan ditahan di Mapolsek Gambiran kemarin.

jamkan motornya kepada Gunawan untuk operasional. “Namun setelah sepuluh hari, janji motor yang dipinjamkan tidak dikembalikan,” kata Kapolsek Gambiran AKP Ibnu Mas’ud melalui Kanitreskrim Aiptu Agus Rahmat. Anehnya, setelah hal itu ditanyakan korban kepada pelaku, ternyata motor Supra X tersebut sudah digadaikan kepada orang lain. Sehingga korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Gambiran. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti polisi, dengan menangkap pelaku di rumahnya. “Ketika kita periksa, ternyata motornya memang digadaikan kepada orang lain. Sedangkan uang Rp 3 juta habis untuk kebutuhan sehari-hari pelaku,” ujarnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Gunawan dijebloskan ke ruang tahanan Mapolsek Gambiran. (azi/c1/aif)

Diskusi Migas demi Kesejahteraan Rakyat GENTENG - Seakan tak mau kalah dengan hiruk-pikuk tambang emas, kemarin sejumlah pemuda dan para mahasiswa menggelar diskusi di salah satu rumah makan di Kota Genteng. Diskusi yang diprakarsai LSM Satu Tumpah Darah (STD) itu membahas seputar migas (minyak dan gas) di Indonesia. Sebelum acara dibuka, para peserta disuguhi video sejarah migas di Indonesia sejak zaman kerajaan sampai masa industrialisasi migas. Dalam video tersebut juga tergambar kepemilikan saham asing yang dominan atas potensi migas di Indonesia. Perwakilan STD, Erik mengatakan, di Banyuwangi belum pernah ada perbincangan mengenai migas. Selama ini, hanya sebatas perbincangan mengenai sumber daya alam tertentu, seperti emas. ”Sebagai generasi muda, seharusnya kita tetap

SHULHAN HADI/RaBa

SERIUS: Peserta diskusi minyak dan gas menyimak paparan dari nara sumber.

menaruh perhatian yang besar terhadap kekayaan bangsa yang bernilai strategis,” ujar Erik. Diskusi migas rencananya menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Hermanto (ketua DPRD Banyuwangi), Ficky Septalinda (anggota DPRD Banyuwangi), dan mantan Rektor Untag 1945 Banyuwangi Sugihartoyo. Karena di DPRD ada

hearing (dengar pendapat), Hermanto dan Ficky tidak bisa hadir. Sementara itu, Sugihartoyo menyentil rumor kepemilikan saham pertambangan di Banyuwangi yang dikuasai salah satu parpol peserta pemilu. Dalam diskusi kemarin, tidak hanya dibahas tentang migas di tingkat

hulu, tapi juga tentang undang-undang negara yang dinilai terlalu menguntungkan pihak asing. Dalam sesi dialog yang dimoderatori Langlang Sitegar, beberapa peserta menyampaikan unek-unek seputar potensi migas, baik dalam skala nasional maupun lokal. (mg1/c1/aif )

Tak Perlu Repot Bangun Pagar dan Dapur BANYUWANGI - Dalam memilih rumah tinggal untuk ditempati oleh keluarga, tentunya ada beberapa hal mendasar yang pasti anda pertimbangkan. Keamanan dan kenyamanan tentu menjadi syarat utama yang masuk dalam daftar anda. Tentu saja semuanya itu didukung oleh lokasi dan fasilitas yang disediakan oleh para pengembang. Untuk memenuhi hal yang mendasar ini, anda tidak perlu repot memilih sebab perumahan Bunga Residence telah membantu Anda untuk memenuhi fasilitas tersebut. Lokasinya berada di Jalan Brawijaya, utara Mapolres Banyuwangi. Tempat tersebut merupakan kawasan hunian yang kini menjadi buruan semua orang. Kelak lokasi ini akan menjadi kawasan perkantoran dan tentunya akan menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan. Sekali lagi, membeli rumah di Bunga Residence tidak perlu lagi direpotkan dengan membangun taman, pagar dan dapur, sebab pengembang telah membangunnya menjadi satu paket sehingga Anda pun tidak perlu direpotkan lagi. “Tinggal masuk saja, tidak perlu menambah lagi. Bahkan Anda bisa memilih desain rumah yang

ASRI: Salah satu model rumah Bunga Residence yang dibuat sesuai selera penghuninya.

TOHA/RaBa

diinginkan, semuanya selera pembeli,”kata manager Bunga Residence, Ratno. Ratno menambahkan, Bunga Residence merupakan hunian yang memperhatikan estetika lingkungan. Jalan masuk yang sangat lebar memudahkan anda bersalipan dengan kendaraan lain, sistem keamanan satu pintu pun diterapkan untuk menjaga privasi penghuninya. Fasilitas umum dan khusus seperti taman bermain pun telah disediakan. “Luas

tanah yang kami berikan untuk hunian ini mencapai 5 hektar, rencana pengembangan 2,5 hektare lagi,” cetus Ratno kemarin. Untuk mendapat rumah di kawasan ini, bisa didapatkan secara tunai maupun melalui KPR dan anda dapat memilih bank yang diinginkan. Informasi silakan hubungi Kantor Pemasaran Bunga Residence Blok B-35 Jl Brawijaya Banyuwangi telepon 081358115020. (adv/aif)

Warga Tuntut Penyelesaian Sertifikat MUNCAR - Upaya masyarakat Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, memperoleh kejelasan terkait proses pembuatan sertifikat tanah miliknya dipastikan masih jauh panggang dari api. Upaya yang digagas kepala desa setempat, yakni dengan mempertemukan kepala dusun, sekretaris desa, dan masyarakat, ternyata gagal menghasilkan kesepakatan bersama. Perwakilan warga yang hadir dalam pertemuan yang digelar Senin (21/10) kemarin tetap menuntut agar sertifikat itu segera diselesaikan. Selain mereka sudah menyetor sejumlah uang, mereka juga sudah telanjur menunggu lama terbitnya sertifikat tersebut. Kepala Desa Kumendung, Husaini, saat dikonfirmasi terkait pertemuan dengan warga mengakui belum adanya kesepakatan tersebut. dalam per-

retaris desa tidak hadir,” ujarnya kemarin. Meski tidak dihadiri dua tokoh tersebut, Husaini sempat menawarkan solusi terkait masalah tersebut. Solusi pertama, NIKLAAS ANDRIES/RaBa CARI SOLUSI: Warga Kumendung ketika warga tetap bisa mendatangi balai desa setempat, Senin lalu menuntut agar (21/10). Mereka mempertanyakan kejelasan sertifikat itu cepat selesai asalkan pengurusan sertfikat tanah. memberikan temuan yang sedianya dihadiri tenggang waktu. Solusi kedua, kepala dusun, sekretaris desa, uang warga yang telah disetordan perwakilan masyarakat, kan dikembalikan. Namun, ternyata kedua opsi itu itu tidak ditemukan solusi yang diharapkan. Yang disayangkan, tidak diterima warga. Warga tetap kegiatan itu tidak dihadiri kepala meminta sertifikat tanahnya diselesaikan. Saat dikonfirmasi siang dusun dan sekretaris desa. “Pertemuan lanjutan sudah kemarin, Sekretaris Desa Sukarman dilaksanakan. Belum ada kepu- belum memberikan jawaban n Baca Warga...Hal 39 tusan lantaran kasun dan sek-


32

Rabu 23 Oktober 2013

LKP Wajib Miliki Standar Kualitas BANYUWANGI - Diklat permagangan penguatan manajemen dan pembelajaran kursus dan pelatihan resmi digelar Selasa (22/10). Bertempat di Hotel Berlian Abadi Banyuwangi, peserta permagangan yang berasal dari berbagai daerah itu dibuka oleh Ketua PNFI Banyuwangi, Drs Suhud. Hadir pula perwakilan Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan (Ditbinsuslat) David H, dan beberapa undangan lainnya. Dalam sambutannya, ketua panitia Bernadette Francesca mengatakan, peserta dalam diklat ini adalah Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Bahasa Inggris se-Provinsi Jawa Timur. Leader pelaksana kegiatan ini adalah LKP Desy Education Banyuwangi. Penilaian kinerja PK-LKP ini merupakan program utama pemerintah. Dalam hal ini

Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan (binsuslat) kepada LKP dalam rangka meningkatkan kapasitas manajemen dan pembelajaran serta mutu pelayanan kepada masyarakat karena selain untuk mengetahui tingkat produktivitas lembaganya, namun juga untuk memenuhi standar kinerja LKP yang dipersyaratkan sebagai jaminan kualitas (Quality Assurance). Sementara itu, Direktur LKP Desy Education Handoyo Saputro M.Si, M.M mengatakan, berdasarkan data dari Direktorat Binsuslat tentang hasil penilaian kinerja sejak 2009 hingga 2012 terdapat 4.483 LKP se-Indonesia yang telah dinilai kinerjanya. Dengan hasil seperti LKP yang berkinerja A sebanyak 43 LKP, Kinerja B : 485 LKP, Kinerja C: 2.049 LKP Kinerja: D : 1.825 LKP dan tidak terklasifikasikan: 87

LKP. Ini Artinya, bahwa tidak lebih dari satu persen (1%) LKP di Indonesia yang mampu memperoleh Kinerja ‘A ‘. “Oleh karena itu diklat penguatan manajemen dan pembelajaran kursus dan pelatihan melalui permagangan ini merupakan upaya percepatan dalam rangka pembinaan terhadapa LKP yang kinerja C atau D dan yang belum dinilai kinerjanya agar kualitas pelayanan terhadap masyarakat lebih baik, bermutu,” jelas Handoyo. Hal senada juga dikatakan Ketua PNFI Banyuwangi, Drs Suhud. Menurut dia, pelatihan penguatan managemen dan pembelajaran kursus dan pelatihan melalui permagangan ini sangat baik untuk dilakukan. “Maka gunakan sebaiknya pelatihan ini,” kata Suhud. (adv/als)

TOHA/RaBa

SAMBUTAN: Bernadette Francesca saat memaparkan tujuan diklat permagangan di Hotel Berlian Abadi, Jalan Yos Sudarso Banyuwangi kemarin (22/10).

Siswa Menangi OMI, Siswi Juara Basket

TOHA/RaBa

MAKANAN BERGIZI: Ketua Stikes Dr H Soekardjo bersama mahasiswa menunjukkan pemberian hadiah secara simbolis dalam ajang lomba kreasi dan inovasi.

Stikes Juara Satu Lomba Kreasi Inovasi BANYUWANGI - Melalui produk olahan yang diberi nama Ziyadah, Stikes akhirnya meraih juara satu dalam lomba kreasi dan inovasi yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi beberapa hari lalu di Gesibu Blambangan. Produk olahan Ziyadah hasil kreativitas para mahasiswa Stikes ini terdiri dari nugget, pentol, dan risoles. Ketiga jenis makanan ini mampu meraih juara satu karena cara pengelolaannya yang sehat, cara pemasarannya melalui online, dan telah memiliki pelanggan yang tersebar di beberapa daerah lain. Seperti Banyuwangi, Malang, dll. Koordinator Entreprenur Stikes, Badrul Munif menjelaskan, selain

BANYUWANGI • Jl. Yos Sudarso • Djl cepat rumah Jl.Yos Sudarso Bwi SHM, LT 1082 m2, Hubungi 081330053988

meraih juara satu, tim UKM Entrepreneur Stikes juga meraih juara dua lomba membuat website. Selain itu, baru-baru ini timnya juga menjadi salah satu pemenang lomba PMW dari Kopertis wilayah VII. “Kami membuat produk Ziyadah ini tanpa bahan pengawet dan MSG. Sehingga sangat sehat dimakan oleh siapapun termasuk keluarga,” jelas Badrul. Sementara itu, Ketua Stikes Banyuwangi Dr H Soekardjo mengatakan, rektorat selalu mendukung dan memfasilitasi kegiatan para mahasiswa. Salah satunya adalah UKM BEM ini dalam mengenal entrepreneur ini. Salah satu wujud kepedulian Stikes, adalah pihaknya memberikan pela-

BANYUWANGI • Tanah & Ruko •

• Perum AA Regency • Djl rmh di Perum AA Regency Blok F no 14-15 Kedungrejo Muncar, TP. Hub. 081336722345.

tihan kewirausahaan kepada semua mahasiswa. Pelatihan kewirausahaan ini, kata dia, rupanya sudah ada hasilnya. Hal ini dibuktikannya dengan keberhasilan para mahasiswa membuat produk olahan pangan yang diberi nama Ziyadah. Hasil produknya berupa nugget, pentol, dan risoles. Dalam mengolahnya pun dijamin sehat. Bahkan, Stikes akan diajak kerjasama dengan Dinas Pendidikan Banyuwangi untuk mengisi jajanan sehat untuk sekolah. “Ini sebuah pengabdian masyarakat bagi Stikes. Dan kami akan senang sekali menjalankan misi tersebut,” cetus pria yang hobi bermain badminton itu. (adv/als)

BANYUWANGI - Memberikan apresiasi terhadap siswa adalah hal yang wajib dilakukan oleh semua sekolah. Sebab, dengan apresiasi itu para siswa akan merasa diperhatikan oleh sekolah. Nah, SMPN 1 Giri begitu memahami pentingnya pemberian apresiasi ini kepada para siswa-siswinya. Khususnya yang memiliki prestasi. Hasilnya, para siswa-siswi itu akan terdorong untuk menjadi yang terbaik dalam setiap kompetisi. SMPN 1 Giri adalah salah satu sekolah yang TOHA/RaBa dikenal memiliki peser- FOTO BARENG: Siswa-siswi SMPN 1 Giri berprestasi bersama kepala Sekolah ta didik yang berbakat. Subianto dan dewan guru. Baik bakat di bidang akademik maupun ekstrakurikuler. 2013 lalu. 2013 lalu. Yang terbaru, salah satu siswanya “Faisal Farris ini selalu kami “Kala itu masih bersama Serly, yang bernama Faisal Farris Sety- dorong untuk mengikuti berbagai namun sekarang Serly telah lulus awan kelas VII berhasil menjadi kompetisi matematika. Dia me- dan digantikan oleh Riza. Tandem juara pertama dalam lomba mang suka matematika sejak SD,” baru ini pun lebih jos, dengan Olimpiade Matematika Integral jelas Kepala Sekolah SMPN 1 Giri, dibuktikannya saat Kejuaraan (OMI) 2013 se-Karesidenan Subianto, kemarin (22/10). Wilayah di Lumajang wilayah Besuki yang digelar di Kampus Subianto mengatakan, selain Timur langsung menyabet juara Uniba pada (20/10) lalu. Selain mencatat prestasi di bidang aka- satu. Rencananya, tanggal 4-6 merebut juara satu, siswa yang demik, siswi SMPN 1 Giri juga tak November akan bertanding lagi berpenampilan kalem itu pernah kalah mentereng. Adalah Devy untuk kelompok umum 18, mermeraih juara harapan dua lomba Kartika Putri, siswa kelas 9, dan eka menargetkan juara satu,” liga Matematika tingkat Jatim, Serly, bersama timnya meraih jelas kasek yang sudah 1,5 tahun serta juara tiga dalam ajang juara tiga dalam Kejuaraan Na- membawa SMPN 1 Giri dalam Olimpiade Sains Nasional tahun sional Basket di Surabaya, Mei gemilang prestasi itu. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Tanah Dadapan •

• Body Kijang Kapsul •

Dijual Tanah (Ada bangunan) Lok Secawan Dadapan; Ruko 2 Lt lok blkg UNTAG Bwi Hub Anugerah Fotocopy Jl Agus Salim Banyuwangi Tlp (0333) 42 7190/081233669969/085335115873

Dijual body kijang kapsul 22 juta nego Hubungi 08242194111

SITUBONDO

• Grand Livina • Dijual Grand livina 1.5 matic HWS 012 silver stone, mulus, jok kulit harga 180 jt nego hub 08113653169-0811301075

• Toko Strategis •

BANYUWANGI • Kebun Lingkar Ketapang • Jual kebun luas 6269m ll Lingkar Ketapang Rp 600 ribu permeter. 085236058438

Dijual tanah & ruko, LT 300 M2, luas ruko 8x18 m, 2 lantai, SHM & IMB, lok di jantung kota Pesanggaran, sblh Bbank mandiri, HP 081216418633, iinsetyowati44@yahoo.com

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Avanza ‘09 •

• Toyota Avanza ‘10 •

• Isuzu Panther ‘05 •

Dijual Toyota Avanza 1.3 G F601 RM GMMFJJ tahun 2010 silver metalik, harga 133,5 juta nego, brg istimw, bisa cash/kredit, hub: (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Isuzu Panther TBR 541 LS25 MT tahun 2005 hitam, harga 149 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Djl Avanza 09 htm G.L300.08. Apv,GA ptih, Yaris 08 E mrh, Inova 04 slr. Hb 082142194111

• Nissan • Nissan Bwi year ‘n promo dptkn undn 5 pkt trip ntn P.D Brazil,2 Nissan ElGrand, 3 Nisan Teana, 2 Grand Livina stp test drv/pmblan Nissan Hub Jl. Letj S Parman 147 Tlpon 0333-4460222

Djl Toko Pst Kota strategis Jl A.Yani 106 A, STB H 081233770294/0338-671304

• Daihatsu Ayla •

Pasang iklan di wilayah Situbondo dan sekitarnya, Hub: 0338 - 671982

R-Stock Xenia UM 26 jt, Ayla hrga mulai 81 jt, krdit bs 6 thn, Hub. Hadi 08113541818 / 081559705555

BANYUWANGI • BPKB • Hlg BPKB P 1057 VA, an. Dr Chairul Ma’arif, Jl Raya Lijen Banjarsari, Glagah

• Suzuki Satria ‘12 • Dijual Suzuki Satria th 2012, barang bagus terawat Hubungi 081358334934

Anda ingin pasang iklan? Hubungi: 0333-412224

• Toyota Kijang LGX ‘02 •

• STNK • Hlg STNK W 3005 ZO, an. Luluk Suciati, Perum Griya Wage Asri Blok K no.5 Taman, Sidoarjo

BANYUWANGI • Marketing • Dcr Satpam Lk/Pr Bersertifikat Gada Pratama Ditempatkan di Perbankan Kirim Lamaran Ke PT.DAS Jl Budiono No. 42 Banyuwangi Telfon (0333) 411000

Hlg STNK P 6405 VJ, an. Imam Jumali Jl. Surabaya RT 01/01 Kec Kalipuro, Bwi Hlg STNK P 4249 VD, an. Ismail Yati, Jl. Ikan Sadar Gg Venus 34 02/01 Karangrejo Hlg STNK P 5923 VG, an. Amarudin, Lingk Krobokjan RT/RW 003/02 Kmp Mandar

Jual Kijang LGX 2000 Diesel, Silver, harga 120 juta nego

Innova 2008 abu-abu metalik, 167 juta nego

Erwin 082142194111

Jual Xenia 05li, harga 97,5 juta nego Yaris 08 merah harga 132 juta nego

Dijual Toyota Kijang LGX LF 80 STD (solar) tahun 2002, merah metalik, harga 122,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Erwin 082142194111 • Nissan X-Trail ‘05 •

Dijual Nissan Xtrail 2.5 ST AT tahun 2005 abu-abu metalik, harga 132,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Innova ‘10 •

Dijual Toyota Kijang Innova E XS41 ( solar) tahun 2010 silver, harga 197,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148


BALJEBOL

Rabu 23 Oktober 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOS BONDOWOSO SO

37

LU L LUMAJANG UM MA AJANG J NG JA

SMPN 1 ROGOJAMPI

THOMY/RABA

RANCAK: Penampilan siswi SMP 1 Rogojampi dalam unjuk bakat dan kreasi kemarin.

Unjuk Bakat dan Kreasi ROGOJAMPI – Keseimbangan kemampuan akademis dan non-akademis menjadi perhatian keluarga besar SMPN 1 Rogojampi. Hal ini diwujudkan dengan gelaran unjuk bakat dan kreasi yang digelar selama empat hari di sekolah ini. Seluruh kemampuan siswa diperlihatkan lewat sebuah pertunjukkan yang dilaksanakan di sekolah mulai 16 hingga 19 Oktober kemarin. Kegiatan itu dimulai dengan pemotongan hewan kurban dalam momentum Idul Adha di hari pertama. Berikutnya serangkaian acara seperti lomba kebersihan antar kelas hingga lomba senam cesar juga turut ditampilkan dalam ajang tersebut. Terakhir kegiatan diisi dengan menunjukkan kemampuan lewat pentas seni. Kepala Sekolah SMPN 1 Rogojampi Ahmad Khairi mengatakan, unjuk bakat dan kreasi ini ditujukan untuk mengasah kemampuan siswa dibidang non-akademik. Acara ini merupakan kelanjutan dari kegiatan tengah semester ganjil. Ada sembilan bidang yang ditampilkan dari sembilan ektra kurikuler di sekolah ini. Mereka umumnya sudah mampu berbicara banyak di berbagai even. Tidak hanya tingkat regional kabupaten tetapi juga tingkat Provinsi Jawa Timur bahkan nasional. Sebagai gambarannya, sekolah ini telah menjuarai Trajaba empat kali beruntun hinga edisi 2013 kemarin. “Prestasi lainnya, duta SMPN 1 Rogojampi juga mampu menjuarai kejuaraan ketembangan hingga tampil di level Jawa Timur. Di bidang olahraga, wakil sekolah ini juga menggondol medali emas di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), juara ketiga paduan suara, juara pertama MTQ Kabupaten Banyuwangi dan tim putra berjaya di Liga Bola Basket Piala Hardiknas. (adv/aif)

NGEBUT – Bupati Jember MZA Djalal bersama dengan Forpimda saat memantau lokasi pembangunan JSG beberapa waktu lalu.

HERU PUTRANTO/RADAR JEMBER/JPNN

Kebut Pembangunan Stadion Rp 200 M JEMBER – Datangnya musim hujan ternyata juga menjadi halangan tersendiri bagi pembangunan stadion Jember Sport Garden (JSG). Bahkan, proyek yang dikebut pengerjaannya harus selesai akhir tahun 2013 itu terancam molor. Karena itu, pihak kontruktor pun melakukan kebijakan untuk menerapkan lembur bagi pekerja agar proyek senilai Rp 200

miliar itu bisa digarap dan sesuai tepat waktu. Seperti diungkapkan Sri Hutomo Contraction Manager pembangunan JSG saat ditemui di sela-sela kunjungan Bupati dan Forpimda ke JSG lusa lalu (21/10). Mulai datangnya musim hujan ini, imbuh Hutomo, pihaknya memang juga menjadi kendala tersendiri. Ketika hujan, tentu saja sangat beresiko tinggi

jika melakukan pekerjaan kontruski yang bisa membahayakan pekerja. “Salah satunya disiasati dengan melaksanakan pekerjaan secara lembur,” ujar Hutomo. Apalagi sejumlah material sudah tersedia dan tinggal melakukan pemasangan saja sehingga pihaknya tetap optimis pekerjaan yang hanya tinggal 30 persen tersebut akan dapat tersele-

saikan dalam kurun waktu dua bulan. Apalagi, pengerjaan JSG saat ini telah mencapai 70 persen. Para pekerja juga tengah melakukan finishing dan pengerjaan lintasan serta atap. Pada dasarnya lanjut dia sudah on going alias lancar semua. “Semuanya sudah oke, tinggal melakukan finishing saja,” ungkapnya. (ram/jpnn/aif) 

KASUS TUKAR GULING

Mantan Sekkab Divonis 6 Tahun JEMBER – Mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jember Djoewito harus menghadapi kenyataan pahit. Sekkab di era Bupati Samsul Hadi Siswoyo dan Bupati M.Z.A. Djalal itu divonis bersalah atas perkara tukar guling tanah eks Brigif K2/9 Jember dengan PT Surya Teguh Milenia (STM). Dalam putusan kasasi, Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan pidana enam tahun penjara kepada Djoewito. Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Muhammad Hambaliyanto mengakui telah menerima petikan putusan Djoewito tersebut. “Benar (divonis enam tehun, Red). Kami baru terima petikan putusan saja,” katanya melalui ponselnya kemarin (22/10). Sedangkan petikan putusan untuk tiga terdakwa lain, yaitu mantan Asisten I Pemkab Jember yang menjadi panitia penaksir harga Hasi Madani, mantan Kabag Tapem Pemkab Jember Soediyanto, dan Direktrur PT STM Moch. Gozi, belum turun. “Kami belum terima (petikan putusan MA untuk tiga terdakwa lain, Red),” ungkap jaksa yang biasa disapa Hambali itu. Kepala Kejari Jember Aries Surya saat ditemui kemarin juga mengaku sudah mendengar kabar terkait vonis Djoewito. “Iya saya sudah mendengar. Tapi, saya belum tahu isinya,” ungkapnya. Karena itu, Aries tidak terlalu banyak memberikan keterangan terkait putusan kasasi kasus tersebut. Putusan MA tersebut sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) saat sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. Saat itu JPU menuntut terdakwa Djoewito enam tahun penjara. Namun, terkait dengan tuntutan JPU yang meminta terdakwa mengganti kerugian negara masing-masing Rp 3 miliar serta denda masing-masing Rp 500 juta rupiah subsider 6 bulan penjara masih belum diperoleh informasi resmi. (aro/ram/har/jpnn/aif)

Dua Konsumen Yamaha ke Malaysia Nonton Langsung Motorcyle Grand Prix PENCERAHAN: Sekda Slamet Karyono memberikan wejangan kepada peserta rapat koordinasi di BPM-PD.

ISTIMEWA

Infrastruktur Duduki Posisi Pertama BANYUWANGI – Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Perdesaan terus bergulir. Hingga tahun saat ini program pemerintah pusat itu masih berjalan. Di tingkat kabupaten, Badan Pemberdayaan M asyarak at Pemerintahan Desa (BPM-PD) merupakan kantor yang turut menangani dan mengawasi PNPM. Tercatat ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam PNPM Perdesaan di tahun 2013 ini. Kepala BPM-PD Penny Handayani mengatakan, kegiatan prasarana

atau infrastruktur menduduki posisi tertinggi. Dalam rapat kemarin (22/10) yang juga dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Slamet Karyono, Penny menambahkan, kegiatan tersebut atas dasar kebutuhan masyarakat yang terlebih dahulu diajukan melalui serangkaian tahapan. Kegiatan prasarana dan infrastruktur tersebut meliputi jalan, jembatan, irigasi, saluran air bersih, jaringan pipa, fasilitas MCK hingga gedung kesehatan. Dalam rapat yang dihadiri oleh 19 camat serta stakeholder, termasuk Bank Ja-

tim, Slamet Karyono memberikan pencerahan bahwa dalam melaksanakan PNPM Mandiri Perdesaan ada empat hal yang perlu ditekankan. Pertama adalah melihat dan menginventarisasi potensi desa. Apa saja yang ada di desa tersebut, mulai sumberdaya alam, manusia dan sebagainya. Selanjutnya yang kedua adalah mentransfer potensi dari luar desa yang kemudian bisa dicontoh ataupun berkolaborasi. Contoh sederhana, sebuah desa mempunyai potensi membuat kerajinan sejenis

manik-manik. Sedangkan desa sebelah merupakan penghasil kelapa. Dengan mentransfer dan berkolaborasi, maka bisa mengambil tempurung kelapa untuk dibuat kerajinan. Setelah menginvetaris potensi desa, maka mengolah sumberdaya atau potensi desa tersebut. Dan yang keempat, mengetahui jumlah nilai kemiskinan di desa. ”Dengan begitu, setelah dilaksanakan PNPM Mandiri Perdesaan, nilai kemiskinan di suatu desa tersebut berkurang. Kalau berkurang hingga berapa persen,’’ jelas Slamet Karyono. (adv)

BANYUWANGI - Dua konsumen Yamaha asal Banyuwangi mendapat kesempatan berangkat ke Malaysia. Keberangkatan mereka adalah untuk melihat langsung Malaysian Motorcyle Grand Prix tanggal 12 - 14 Oktober 2013. Kesempatan langka yang tidak datang dua kali itu dipergunakan sebaik-baiknya oleh dua konsumen yang beruntung tersebut. Branch Manager PT. Rodasakti Suryaraya Bambang Setiabudi mengatakan, konsumen yang beruntung pergi ke Malaysia untuk melihat langsung Grand Prix itu adalah program keberuntungan konsumen untuk pembelian motor Xeon RC dan Jupiter Z1 periode April - Agustus 2013.

Dari hasil undian program ini ada empat orang, dua orang adalah konsumen Banyuwangi. “Mereka adalah Gatot Subiyakto yang diwakilkan anaknya atas nama Fikran Cholid dan Muntejaya Ginting, Perum Eden Park blok R No 12B, Taman Baloi Batam Kopta,” kata Bambang. Dijelaskan, selain melihat siaran langsung Malaysian Motorcyle Grand Prix, konsumen ini juga diajak ke menuju Genting Highland Resort, mereka mengunjungi batu caves, kuil Hindu dengan 272 anak tangga curam yang menuju sebuah gua di atas bukit kapur yang berfungsi sebagai kuil. Selanjutnya, menuju Genting Skyway. Konsumen juga menikmati permainan seperti di First World Indoor Theme Park (Gondola, 4D motion master, snow world, museum Ripley’s, X-pedition wall,

genting sky venture, dll). “Selain juga Casino terdapat shopping Galore dimana 70 outlet tempat berbelanja menjadi pilihan,” jelasnya. Sementara itu, salah satu konsumen Fikran Cholid mengaku senang bisa berjalan-jalan ke Malaysia. Melihat langsung even Malaysian Motorcyle Grand Prix adalah sebuah keinginan yang terkabul. “Saya sangat menikmati perjalanan ini, program sales Yamaha memang benar-benar bisa dinikmati lahir batin,” ungkapnya. Hal senada juga dikatakan oleh Muntejaya Ginting. Pergi ke Malaysia sangat menyenangkan dan berkesan. Semua biaya perjalanan dan akomodasi selama tiga hari dua malam di Malaysia ditanggung Yamaha. “Saya mengesankan, terima kasih Yamaha, saya benar-benar menikmatinya,” cetusnya. (*/aif)

TOHA/RABA

POSE BERSAMA: Dua konsumen Yamaha menjadi pemenang nonton bareng Moto GP di Malaysia.


38

Rabu 23 Oktober 2013

Rindu Hendro Kartiko SALAM Olahraga! Prestasi sepak bola di Banyuwangi saat ini masih belum menunjukkan prestasi moncer. Padahal, jika digali lebih cermat, banyak bibit-bibit unggul bisa berpotensi menjadi pemain handal di masa depan. Sayang, tidak sedikit bakat pemain muda yang berkualitas itu tidak terasah dengan baik. Kemampuan skill atau olah bola mereka di atas lapangan memang banyak yang tidak terpantau. Keberadaan bibit-bibit unggul itu seolah-olah tersembunyi dan hilang ditelan bumi. Kondisi itu memang yang sedang terjadi di Banyuwangi saat ini. Bisa dibilang, masalah untuk memunculkan pemain jempolan sudah lama tidak terdengar dalam beberapa tahun terakhir. Hanya segelintir pemain lokal yang berkiprah di kancah persepakbolaan tanah air. Saya yakin, masih banyak pemain berkelas, namun tidak muncul ke permukaan. Mereka memilih gantung sepatu lebih cepat dengan pertimbangan menggeluti sepak bola tidak menjanjikan untuk masa depan yang lebih baik. Padahal, jika kita menengok ke belakang. Banyuwangi pernah melahirkan pemain handal. Seperti Hendro KarOLEH: tiko yang mampu menunAli Nur Fatoni jukkan kualitasnya di atas lapangan. Dengan kegigihannya menjalani latihan, dia bisa menunjukkan prestasi mentereng hingga dipercaya menjadi kiper timnas. Saya yakin, masyarakat Banyuwangi masih rindu kehadiran pemain seperti Hendro. Saat ini, peluang untuk mendapatkan penerus Hendro memang masih belum tertutup. Tapi, menantikan generasi penerus yang bisa membawa nama harum daerah itu sedikit mengalami hambatan. Seperti diketahui bersama, di beberapa daerah proses regenerasi belum maksimal. Tim-tim sepak bola mulai di pelosok desa masih belum dikelola dengan baik. Pemain yang bergabung di klub kampung sebagian hanya ingin berlatih ala kadarnya hanya untuk mencari keringat di sore hari. Mereka bermain sepak bola hanya untuk mengisi waktu luang. Sebenarnya, saya punya bakat untuk menekuni sepak bola. Maaf, tidak untuk bermaksud sombong. Tapi, saya gagal untuk melanjutkan kiprah untuk menjadi pemain profesional. Sebab, saya akui tidak punya akses untuk mewujudkan harapan itu. Sebab, saya tidak punya klub yang benar-benar oke dengan dilatih pelatih genius. Dulu, lagi-lagi dulu, saya pernah bermain satu tim dengan Raul, Nur Cahyo, Trubus Gunawan, dan Heri Viandoyo. Tentu, nama-nama itu sudah populer di telinga masyarakat Banyuwangi. Hanya saja, kala itu saya bermain bersama mereka hanya dalam turnamen antar kampung (tarkam). Saat bersama mereka itulah, klub di desa saya meraih sukses dengan menyabet juara. Bagaimanapun juga, sepak bola adalah olahraga yang paling populer se-jagat. Mulai dari kalangan anak-anak hingga para tua, paling banyak disukai ya sepak bola. Sepak bola memang menghibur. Penonton bakal bersuka cita saat timnya menang. Sebaliknya, rasa ikut sedih dan bahkan marah saat melihat hasil pertandingan tim pujaannya menelan kekalahan. Seperti yang terjadi baru-baru ini, rakyat Indonesia masih diselimuti euforia dengan kemenangan timnas U-19 yang meraih juara dalam ajang AFF U-19 tahun 2013. Rakyat Indonesia semakin bangga setelah skuad asuhan Indra Sjafri kembali tampil perkasa setelah menang 3-2 atas Korea Selatan dalam ajang kualifikasi Piala Asia (AFC). Kemenangan itu membuat Garuda Jaya, sebutan timnas U-19, lolos otomatis ke putaran final AFC di Myanmar tahun 2014 mendatang. Prestasi yang ditorehkan Evan Dimas Darmono dkk. layak diapresiasi. Sebab, Indonesia memang sudah rindu akan trofi juara. Atas raihan prestasi itu, pemain skuad Garuda Jaya dielu-elukan. Ketika pulang kampung, mereka mendapatkan sambutan hangat. Beberapa pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada si pemain. Misalnya, Maldini Pali dihadiahi sebuah rumah senilai Rp 600 juta oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. n

CATATAN

Etape I dan II 90 Persen Siap Dilewati BANYUWANGI - Pelaksanaan Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI) jilid II semakin dekat. Panitia pun terus melakukan persiapan demi menyukseskan ajang yang digeber tanggal 2- 5 November tersebut. Salah satunya, melakukan survei rute yang akan dilewati para pembalap kemarin (22/10). Survei rute tersebut melibatkan jajaran Polres Banyuwangi, Kodim 0825, dan panitia BTDI 2013, serta pimpinan SKPD yang terlibat penyelenggaraan BTDI. Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf memimpin langsung survei jalan tersebut. Ketua Panitia BTDI, Guntur Priambodo, juga memantau lintasan. Selain itu, ada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Banyuwangi, Mujiono; Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, Ahmad Khairullah; dan beberapa personel Union Cycliste International (UCI) atau badan balap sepeda internasional. Survei rute diawali di stage (etape) pertama, yaitu di circuit race. Diawali di start Jl. A. Yani, tepat di depan kantor pemkab, menuju Jl. Dr. Soetomo, Jl. Kartini, Jl. Banterang, Jl. Surati, dan Jl. DI. Panjaitan. Kemudian, dilanjutkan ke Jl. MH. Thamrin, Jl. Raden Wijaya, Jl. Gajah Mada, Jl. Brawijaya, Jl. Adi Soecipto, dan finis di Jl. A. Yani. Usai mengecek etape pertama, Kapolres Banyuwangi bisa menyimpulkan bahwa kondisi jalan yang bakal dilalui peserta BTDI sudah bagus. “Kondisi jalan di etape pertama sudah bagus 99 persen alias siap dilewati. Demi kesiapan di lapangan, nanti kita akan siapkan segala kebutuhan pendukung.

ALI NURFATONI/RaBa

CEK KESIAPAN: Tim survei berdiskusi di jalan Desa/Kecamatan Wongsorejo kemarin.

Kalau perlu kita akan siapkan mobil derek,” ujarnya. Kemudian, survei diteruskan di etape kedua yang dimulai dari Lapangan Garuda, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo. Dalam survei etape kedua, Wakapolres Kompol Agus Widodo yang memimpin rombongan. Sesuai rencana, rute etape kedua adalah dari Wongsorejo menuju Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Jarak etape kedua adalah 189,6 kilometer (Km). Etape kedua dianggap sebagai lintasan neraka karena medan yang dilewati cukup berat, di antaranya tanjakan di perkebunan Ijen dan turunan di Desa Pakel, Kecamatan Licin.

Wakapolres Kompol Agus Widodo menegaskan, tujuan survei tersebut adalah menentukan titik-titik yang harus diamankan. “Bersama tim BTDI, kecamatan, koramil, polsek, babinkamtibmas, dan babinsa, kita sinkronkan keamanan demi suksesnya balap sepeda internasional tersebut,” ujar wakapolres. Terkait keamanan, imbuh wakapolres, pihak kepolisian siap mengerahkan seluruh jajaran ke titik-titik yang perlu pengamanan. “Bahkan, demi mendukung ini, kami juga akan melibatkan Brimob Polda sebanyak dua kompi,” kata wakapolres. Ketua BTDI Guntur Priambodo menambahkan, survei rute akan dilaku-

kan dua tahap. Tahap pertama yang sudah disurvei adalah etape pertama dan kedua. ‘’Hari berikutnya, tim akan survei etape tiga dan etape empat. Hasil survei tahap pertama ini, kondisi jalan sudah siap 90 persen,’’ tegasnya. Meskipun demikian, ada beberapa bagian jalan yang kurang bagus, seperti kurang halus dan bolong sedikit. Tetapi, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga sudah memperbaiki secara maraton jalan yang bolong itu menggunakan hotmix. “Terkait persiapan lain sudah beres semua, termasuk perlengkapan yang dibutuhkan peserta sudah 90 persen,” tandas ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Banyuwangi itu. (ton/c1/als)

Banyuwangi Tuan Rumah Divisi III BANYUWANGI - Usaha Pengcab PSSI Banyuwangi untuk menjadi tuan rumah dalam kompetisi divisi III Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) tahun 2013 akhirnya benar-benar terwujud. Kepastian tersebut menyusul turunnya surat rekomendasi dari Pengprov PSSI Jawa Timur yang diterima Pengcab PSSI Banyuwangi kemarin 922/10). Keputusan Pengprov PSSI Jatim yang memilih Bumi Blambangan NIKLAAS ANDRIES/RaBa TARGET TINGGI: Pemain BU (merah) saat beruji coba sebagai salah satu venue pertandingan kompetisi yang diikuti melawan Perst Tabanan 21 September lalu.

pemain U-19 itu tidak lepas dari tekad PSSI Banyuwangi. Apalagi, Banyuwangi merupakan satusatunya yang mengajukan tuan rumah di zona timur. Sedangkan, daerah tetangga, seperti Jember dan Situbondo memilih golput. Ketua Pengcab PSSI Banyuwangi, Muhamad Kayun mengungkapkan, perjuangan untuk menjadi tuan rumah berujung manis. Menurut dia, sejak awal pihaknya sangat optimistis jika keinginan itu bakal terealisasi.

‘’Surat dari Pengprov PSSI Jatim sudah turun. Kita sudah pasti menjadi tuan rumah,’’ tegasnya. Lalu, siapa yang menjadi tuan rumah? Banyuwangi Putra (BP) ataukah Banyuwangi United (BU)? Kayun menegaskan, yang menjadi adalah BU. Setelah sukses menjadi tuan rumah, jelas dia, BU masih membidik target besar. Tidak tanggung-tanggung, target yang bakal diusung adalah menjadi juara Divisi III Jatim.(ton/c1/als)

 Baca Rindu...Hal 39

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 3 NO. NAMA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Dadang Wigiarto Yoyok Mulyadi, Ir Faida, dr Muh Hidayat, drs. H. Sri Utami Faktuningsih Sofia Cholisa Kelik Dwi Kuncoro Ficky Septi Linda Ira Damayanti Mentik Rohimah Umi Kulsum Guntur Priambodo,DR. Ir. Wiwik Eko Lestari Hadi Widodo Arvy Rizaldy, SE Irwan Setiawan Fatchan Himami Hasan Agung Setyo Wibowo Nanang Masbudi Iwan Aziz Siswanto, Ir.

HASIL (%) 17.5 14.8 9.3 8.1 5.1 4.7 3.6 3.5 3.1 3.0 2.7 2.5 2.5 2.3 2.0 1.9 1.5 1.4 1.2 1.2

NO. NAMA 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Bintari Wuryaningsih, dr. Sumantri Soedomo Hery Wijatmoko Muslimin Fasyah Mafrochatin Nikmah Eko Susilo Nur Hidayat Soekardjo R Bomba Sugiarto I Made Cahyana Hudori, ST Imam Hudori A Choliq Baya Abdullah Azwar Anas Achmad Dasuki, Drs. Achmad Musta’in Achmad Wahyudi, SH Agus Achmadi, Drs. Andi Mulyo Andriani, dr. Anie Indriastuti, SE

HASIL (%) 1.0 1.0 1.0 0.9 0.8 0.7 0.7 0.7 0.5 0.4 0.1 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0

NO. NAMA 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60

Anton Sunartono Ari Pangesti Danny Farda M Diva Rosa Dodik Iwa Kusuma Emi Hidayati Endang Suliastuty Eva Hesty Faisol Azis Fajar Isnaini Fathurakhman Ferdianto Wellya Hadi Wijono Handoyo Saputro Hapidi Haryanto,dr Heru Pratista Husin Matamim Ifuk Fiestiandani Indah Purwantini

HASIL (%) 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0

NO. NAMA 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 74 76 77 78 79 80

Ipung Purwadi Ira Stephani Rawung Irma Noervadila Joko Sutrisno Joko Triatni Kundofir, dr Luqman Hakim Maftuha Kiswah Mahmudi, MPDi,drs Maskur Ali Mia Ms Michael Edy Hariyanto Nanang Nur Ahmadi Ni’amilah,drs Ning Sari Novita Ratnaningtyas Nurlia Viliana Pitoyo Risano M Saleh Rusdi Dziban, dr. SPb

HASIL (%) NO. NAMA 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0

81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100

Samsul Hadi, Ir. Slamet Subandi Soenarko Wijaya Sri Suryani, SE Sugirah, H, SPd Suminto Supriyanti, SE Syamsul Arifin Syukron M Hidayat Taufik Hidayat, dr. Teguh Sumarno Toni Hartono Virda Damayanti Warang Agung, ST Waridjan, drs Wendriawanto Yayak Mulyadi, H Yusieni Yustianus S Soetanto Zaenal Arifin, dr.

HASIL (%) 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0


BERITA UTAMA

Rabu 23 Oktober 2013

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Tunggu Rekom Gubernur n WAKTU... Sambungan dari Hal 29

Sebab, di dapil yang me liputi wilayah Kecamatan Srono, Muncar, Cluring, dan Tegaldlimo, Sunardi mem pe roleh suara terbanyak berikutnya. “Berdasar aturan, caleg yang berhak menggantikan posisi anggota DPRD yang di-PAW adalah caleg yang men dapat suara terbanyak setelah anggota yang di-PAW tersebut,” terangnya. Irfan menambahkan, hingga kini KPU sudah mengirim empat surat PAW kepada DPRD Banyuwangi. Selain Abdurrahman, tiga anggota dewan lain yang juga menghadapi proses PAW adalah Totok Sugiharto, Nur Moch. Ridwan, dan Suminto. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan In donesia Raya (Gerindra) Banyuwangi mengajukan proses PAW terhadap Totok lanta ran dia tersandung kasus ke pemilikan narkotika jenis

sabu-sabu (SS). Hingga kini, rangkaian persidangan anggota dewan asal Kecamatan Glagah tersebut masih berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) B anyuwangi. Berbeda de ngan Totok, DPC Gerindra Banyuwangi mengajukan proses PAW Ridwan dengan alasan pria tersebut menyeberang ke parpol lain. Ya, dalam bertarung memperebutkan kursi DPRD Jatim pada Pileg 2014 mendatang, Ridwan memilih bergabung dengan Par tai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sementara itu, beberapa waktu sebelumnya, KPU juga telah mengirim surat balasan pengajuan PAW Suminto. Bahkan, kini Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim terhadap anggota dewan asal Partai Hati Nurani Rakyat yang kini pindah ke Partai Gerindra itu sudah turun. Dalam SK Nomor 171.424/453/011/2013 tanggal 16 Oktober 2013 dijelaskan,

pe resmian pemberhentian dan pengangkatan pengganti antar waktu anggota DPRD Banyuwangi asal Partai Hanura Suminto kepada Sujarwo. “Setelah kami mengirim surat balasan ter kait PAW Abdurrahman ke pada DPRD Banyuwangi, berarti KPU sudah mengirim empat surat PAW kepada DPRD Banyuwangi agar secepatnya dikirim kepada bupati dan diteruskan ke gubernur. Sampai saat ini, baru Suminto yang SK-nya sudah turun, sedangkan yang lain (Abdurrahman, Totok, dan Ridwan) belum,” paparnya. Masih menurut Irfan, berdasar peraturan, PAW bisa dilakukan maksimal enam bulan sebelum masa bakti DPRD habis. Sementara itu, akhir masa bakti anggota dewan periode 2009-2014 akan berakhir sekitar Juli 2014. “Artinya, saat ini masih ada waktu untuk melakukan PAW,” jlentrehnya. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Fraksi PD (F-PD) DPRD Banyuwangi Handoko mene-

gas kan, sejak awal pihaknya te rus mengawal proses PAW terhadap Abdurrahman. “Ini (PAW Abdurrahman) menjadi concern (perhatian) DPC PD Banyuwangi. Ka rena ba gaimanapun yang bersangkutan (Abdurrahman) sudah pindah ke parpol lain,” tuturnya. Sadar jangka waktu melakukan PAW cenderung mepet dengan batas maksimal PAW, Handoko mengaku siap mengawal PAW tersebut. “Hari ini (kemarin) pihak KPU Banyuwangi sudah menandatangani berkas PAW Abdurrahman dan berkas tersebut telah dikembalikan ke DPRD Banyuwangi untuk ditandatangani pimpinan dewan. Kami siap mengawal PAW Saudara Abdurrahman agar cepat mendapat rekomendasi gubernur. Mudah-mudahan pelantikan pengganti antar waktu Abdurrahman bisa dilakukan bersamaan dengan pelantikan pengganti antar waktu (PAW) Suminto,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Dibatasi di Seputar Blambangan n BECAK... Sambungan dari Hal 29

Di pusat kota, becak gowes hanya boleh beroperasi di sekitar Taman Blambangan. Jika keluar area Blambangan, aparat akan memberikan tindakan tegas. Di sekitar Pantai Boom dan GOR Tawang Alun, gowes juga di perbolehkan beroperasi. “Kebijakan larangan itu demi keselamatan pengguna kendaraan umum dan becak gowes itu,” jelas Agus. Sebenarnya, kendaraan ter-

sebut sama sekali tidak boleh beroperasi di jalan raya. Becak gowes hanya boleh beroperasi di ruang tertutup. Selain tidak memiliki izin beroperasi di jalan raya, konstruksi becak gowes juga belum teruji keamanannya. Karena belum teruji, pemerintah kabupaten melokalisasi daerah operasi becak gowes tersebut. Agus mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir, populasi becak gowes meningkat tajam. Konsumen transportasi alternatif itu pun tidak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak.

Cakupan wilayah operasi becak gowes juga semakin luas. Saat ini becak gowes bisa ditemukan di beberapa titik. “Anak-anak pun bisa dengan bebas mengoperasikan becak gowes di jalan raya. Ini cukup mengerikandanmencemaskankita semua,” katanya. Karena itu, sebelum ada kejadian yang tidak diinginkan, pemerintah daerah membatasi ruang gerak operasi becak gowes. Untuk menertibkan becak gowes, kata Agus, pihaknya su dah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian dan Satpol PP.

Intinya, semua instansi sepakat membatasi ruang gerak operasi becak gowes itu. “Kita belum mengetahui secara jelas bagaimana sistem kerja rem becak gowes itu,” katanya. Karena itu, Agus mengimbau pemilik becak gowes hanya mengoperasikan armadanya itu di lokasi yang ditetapkan. Di Taman Blambangan disediakan lokasi parkir di depan kantor pos. “Ingat, wilayah operasinya hanya di sekitar Taman Blambangan. Jangan sampai ke jalan lain,” pesan Agus. (afi/c1/aif)

Belum Ada Perintah Penundaan n TETAP... Sambungan dari Hal 29

Wahyudi menyebut, sampai saat ini masih belum ada permintaan dari dua SKPD itu untuk menunda penertiban parkir motor di sepanjang Jalan Satsuit Tubun. Itu artinya, penertiban parkir kendaraan di lokasi tersebut masih tetap berjalan. “Kami masih

belum bisa melakukan penertiban karena sedang ikut Jambore Satpol PP di Malang,” ungkapnya. Selama ini, lanjut dia, pihak Satpol PP sudah berusaha melakukan penertiban PKL dan parkir kendaraan di Jalan Satsuit Tubun. PKL yang biasanya mangkal di jalan tersebut sudah banyak yang kembali masuk ke pasar. “Para PKL sudah mulai tertib, kok,” cetusnya.

Penertiban parkir di Jalan Satsuit Tubun, imbuh Wahyudi, memang sempat di tolak para pedagang pasar. Bahkan, para pedagang mengadu ke DPRD Banyuwangi. “Dalam rapat koordinasi di DPRD, Hermanto selaku ketua DPRD minta penertiban parkir ditunda. Tapi kami tidak dapat surat penundaan penertiban parkir,” katanya. (abi/c1/bay)

Wabup Ajak Mahasiswa Duduk Bersama n DEMO... Sambungan dari Hal 29

Dalam aksi yang digelar sebagai refleksi tiga tahun kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar AnasWabup Yusuf Widyatmoko itu, para demonstran mem bawa kambing dan anak ayam. Tidak hanya itu, sekitar 30 aktivis PMII tersebut juga menggelar orasi berisi kecaman terhadap program pemerintah yang dinilai hanya pencitraan. Para aktivis mahasiswa itu juga membentangkan beragam spanduk bernada kekecewaan terhadap pemerintah. Belum puas hanya berorasi dan membentangkan spanduk, demonstran melepaskan puluhan ekor anak ayam di tengah demonstran yang membentuk se tengah lingkaran. Kontan, anak ayam tersebut berlari berhamburan. Anak ayam tersebut sengaja disebar sebagai simbol rakyat Banyuwangi yang ditinggal dan tidak dipedulikan sang pemimpin. Salah satu orator, Hamdan Atto’illah mengatakan, programprogram pembangunan yang

dilaksanakan pemkab di bawah ke pemimpinan Bupati Anas “hanya” meneruskan program bupati sebelumnya. Misalnya pembangunan Bandar Udara (Bandara) Blimbingsari yang kini menjadi ikon Banyuwangi. “Bandara Blimbingsari bukan program Bupati Anas. Bandara tersebut dibangun sejak era kepemimpinan Bupati Samsul Hadi,” ujarnya. Program yang digagas Bupati Anas, misalnya, aspalisasi dan wacana menjadikan Ba nyuwangi sebagai lumbung pangan justru mandul. Bahkan, even budaya Banyuwangi Eth no Carnival (BEC) dinilai hanya pencitraan dan meng hamburkan uang rakyat. “BEC hanya menghamburkan uang rakyat. Yang dilibatkan dan diundang pencinta seni luar Banyuwangi, sementara warga Desa Kemiren yang melestarikan budaya asli Banyuwangi malah tidak tersentuh,” papar pemuda yang karib disapa Atok tersebut. Atok menambahkan, anak ayam sengaja dilepaskan di lo kasi demonstrasi sebagai

sim bol masyarakat yang ditinggalkan pemimpin. “Aksi ini sebagai refleksi tiga tahun kepemimpinan Bupati Anas. Kami ingin program yang sudah dicanangkan itu di jalankan dengan sebaikbaiknya. Mana bukti program aspalisasi? Buktinya di daerah Ba nyuwangi Selatan masih banyak jalan yang belum tersentuh aspalisasi. Mana bukti program swasembada pangan, sementara saat ini banyak lahan pertanian di wilayah selatan mengalami kekeringan dan belum ada langkah untuk mengatasi,” paparnya. Sementara itu, dikonfirmasi via sambungan telepon, Wakil Bupati (Wabup) Yusuf Widyatmoko menyatakan, memang benar Bandara Blimbingsar i yang kini su dah beroperasi itu sudah mu lai dibangun sejak era kepemimpinan Bupati Samsul Hadi. “Soal bandara, memang benar kami me neruskan pembangunan bupati terdahulu. Tetapi, kami berupaya agar pengoperasian ban dara tersebut benar dan

membawa manfaat sebesarbesarnya bagi rakyat,” cetusnya. Wabup Yusuf menambahkan, Bandara Blimbingsari kini menjadi salah satu penopang kemajuan Banyuwangi. Perekonomian Banyuwangi pun bisa tumbuh dengan pesat. “Kalau pembangunan Bandara Blimbingsari itu tidak kita teruskan, kan repot juga,” kata dia. Wabup menjelaskan, tudingan demonstran yang menyatakan BEC tidak melibatkan masyarakat lokal tidak benar. Sebab, pada penyelenggaraan karnaval budaya tersebut, seniman lokal Banyuwangi memegang peran yang sangat vital. Bahkan, instruktur para talent BEC tersebut adalah warga Banyuwangi. Namun, Wabup Yusuf legawa menyikapi aksi demonstrasi tersebut. Dia justru berterima kasih karena ada pihak yang me ngingatkan pemerintah agar pemerintah tidak terlena. “Tetapi, sebaiknya tidak perlu demonstrasi. Mari duduk bersama. Sampaikan masukan kepada pemerintah. Itu justru lebih baik,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Terbiasa Tidur hanya Dua Jam n BERHELM... Sambungan dari Hal 29

Dia juga menyiapkan pompa portabel yang terpasang rapi di rangka sepedanya. Tak lupa, bendera Merah Putih ukuran kecil selalu berkibar menemani ke mana pun sepeda itu melaju bersama pemiliknya. Yang tak kalah menarik, sepeda itu juga dilengkapi pelat nomor. Pelat nomor itu dipasang di bagian depan dan belakang. Namun, pelat tersebut tidak berisi nomor polisi sebagaimana kendaraan bermotor. Pelat tersebut tertulis H 4 RJO (dibaca: Harjo). Seakan telah menjadi sepasang kekasih, ke mana pun dia pergi, sepeda itulah yang menemani. Saking sayangnya kepada sepeda itu, Harjo menolak saat diminta anaknya menggunakan motor dalam beraktivitas sehari-hari. Harjo juga tidak mau berkompromi terkait keamanan.

Dia selalu memakai helm sport setiap kali bersepeda. Alasannya, jalanan semakin padat dan banyak pengguna jalan yang kurang memperhatikan rambu lalu lintas. Karena itu, dia harus lebih berhatihati dalam berkendara meski dengan sepeda pancal. Sementara itu, kecintaan Harjo terhadap sepeda dimulai sejak tujuh tahun lalu. Sebelumnya, dia menarik becak dan mangkal di depan toko di barat jalan kantor Camat Rogojampi. Ketika sedang tidak ada penumpang, dia sering diminta pemilik toko menjaga sepeda motor para pembeli. Kian lama, Harjo memutuskan alih profesi menjadi juru parkir di tempat tersebut. Namun, saat itu statusnya sebagai juru parkir belum resmi. Baru pada 2008 lalu dia menjadi juru parkir resmi di lokasi tersebut. Karena toko tersebut buka agak siang, Harjo memanfaatkan waktu luang untuk bersepeda

di pagi hari. Awalnya, dia menggunakan sepeda mini. Pada perkembangan selanjutnya, dia memperoleh sepeda pancal tua yang dia pakai hingga kini. Saat pertama berpindah tangan kepadanya, sepeda tua itu masih standar. Belum banyak aksesori tambahan yang menempel. Untuk menambah aksesori di sepedanya itu, suami Srimunah tersebut dengan telaten menabung Rp 1.000 setiap hari selama lima bulan. Setelah uang tabungannya dirasa cukup, dia memodifikasi sepeda pancal itu dengan menambah sound system di bagian belakang. Setiap ada perubahan di sepedanya, sang istri kerap kali bertanya asal biaya modifikasi tersebut. “Ya mungkin istri saya dari mana saya dapat barang itu. Dia tahu saya tidak punya banyak uang. Padahal, saya selalu menabung untuk keperluan itu,” ujarnya.

Sementara itu, rute gowes Harjo diawali dari rumah. Biasanya dia bersepeda dari Rogojampi menuju Kecamatan Genteng, lalu balik lagi ke Rogojampi. Terkadang, dia memilih rute Rogojampi menuju Banyuwangi, lalu balik lagi ke Rogojampi. Setelah itu, dia menjalani tugas sebagai juru parkir sepanjang hari. Harjo mengaku hanya menghabiskan dua jam dalam sehari untuk tidur. “Saya pulang kerja sekitar pukul 21.00. Pukul 12 malam harus tidur, nanti pukul 02.00 harus bangun,” jelas lelaki yang mengaku belum bergabung dengan komunitas sepeda mana pun itu. Sementara itu, ada resep khusus Harjo agar tetap sehat dengan aktivitas padat seharian itu. Dia mengaku resep sehatnya adalah senyum dan membiasakan diri merasa senang. “Kalau pikiran kita se nang, pasti kita akan sehat,” ujarnya. (c1/bay)

Setelah Sadar Diizinkan Pulang n DUA... Sambungan dari Hal 29

Efisius menuturkan, dua siswi yang kesurupan kemarin itu, sebelumnya juga mengalami kesurupan. “Tadi masuk kok kesurupan lagi. Tapi se te lah sadar, keduanya kita perbolehkan pulang,” ujarnya. Kasek Efisius juga me nyebutkan bahwa para siswa yang sebelumnya mengalami kesurupan sudah masuk lagi sebagaimana biasa. Kecuali dua siswi yang kesurupan kali ini diperbolehkan pulang.

Efisius menambahkan, dia dan para guru SMPN I Gambiran terus berusaha agar kesurupan siswa di sekolahnya tak terulang lagi. Salah satu cara yang dilakukan adalah minta bantuan paranormal yang dianggap memiliki kemampuan dan bisa mengatasi gangguan tersebut. “Intinya kita semua berusaha agar kejadian ini segera teratasi,” tuturnya. Seperti diberitakan se belumnya, tanpa sebab yang jelas, sejumlah siswa SMPN 1 Gambiran tiba-tiba kesurupan saat mengikuti upacara

ben dera. Kali pertama yang mengalami kesurupan adalah seorang siswi bernama Halimah. Saat pembina upacara menyampaikan pengarahan, mendadak dia hendak mencekik leher teman di sampingnya. Kejadian itu membuat rekanre kannya histeris. Mereka pun berusaha mencegah aksi tersebut. Bukannya berhenti, kesurupan tersebut justru menular kepada beberapa siswa lain. Semakin lama, jumlah siswa yang kesurupan ber tam bah banyak. Upacara bendera itu pun segera diakhiri. (azi/c1/bay)

Dilengkapi WiFi Koneksi Cepat n SIAPA... Sambungan dari Hal 30

Dugaan saya ini berdasar bentuk bangunan dengan arsitektur Eropa kuno, dan tempatnya berada di Copley Square yang berupa lapangan luas dan dikelilingi oleh gereja bersejarah yakni Trinity Church, serta gedung-gedung bersejarah lainnya. Ketika masuk, saya langsung diberi senyum ramah oleh petugas BPL. Petugas BPL menawarkan tour guide selama satu jam dengan gratis. Karena kami rencana awal mau belajar di BPL, akhirnya kami mengelilingi BPL sendiri dengan membawa brosur. Kami langsung naik ke lantai dua. Saya langsung teriak “Wauuuuw”. Bangunan bergaya Eropa kuno bukan hanya dari eksteriornya, tapi juga interiornya. Hampir semua tembok dan langit-langit dipenuhi oleh graffiti. Bentuk ruangannya yang bundar dan bertingkat-tingkat, semakin asyik karena di tengahtengahnya ada ruangan terbuka dan ada air man cur dengan patung bayi dan anaknya.

Selain memiliki bangunan yang luar biasa, BPL ini memiliki sejarah tersendiri di Amerika. BPL memiliki 24 ca bang di banyak tempat di Boston. Perpustakaan yang peletakan batu pertamanya tahun 1888, dan baru selesai pembangunannya pada tahun 1895 itu, merupakan pioneer dalam beberapa hal. Pertama, BPL tercatat sebagai perpustakaan komunitas pertama di Amerika. Kedua, BPL juga menjadi perpustakaan komunitas pertama yang disupport oleh pemerintah. Ketiga, sebagai perpustakaan pertama yang memiliki cabang dan meminjamkan buku. Yang terakhir, tentu yang paling menarik yakni BPL merupakan perpustakaan yang memiliki ide pertama untuk menyediakan ruangan untuk anak-anak. Karena kelebihan-kelebihan dari BPL ini, jadi tidak heran bila tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata. Ba nyak wisata lokal maupun in ternasional yang datang ke BPL. Untuk pelayanan bukunya juga sangat luar biasa. Saya

bukan penduduk asli Boston, dan saya tidak memiliki kartu perpustakaan, tapi tidak ada se orang pun yang bertanya tentang ID card itu. Jadi saya tetap bisa masuk dan membaca di situ. Siapa pun bisa datang dan membaca, bahkan homeless (orang yang tidak punya rumah) pun bisa duduk di pojok ruangan sambil memegang buku dan terkantuk-kantuk, dan petugas keamanan pun tidak mengusirnya. Ruangan baca yang sangat nya man, dengan kursi-kursi kayu, udara yang hangat (kontras dengan udara di luar yang mulai drop menjadi di bawah 10 Celcius), koleksi perpustakaan yang lengkap, WiFi yang koneksinya cepat, serta café yang menyediakan kopi dan cokelat hangat, menjadikan BPL jadi tempat favorit saya untuk membaca dan menulis. Setiap kali saya datang dan meninggalkan Boston Public Library ini ada pertanyaan yang selalu muncul, “Kapan Indonesia memiliki perpustakaan komunitas yang “Wauuuuw”. (c1/bay)

Sudah Setor Rp 4 Juta n WARGA... Sambungan dari Hal 31

Saat wartawan koran ini menghubunginya, teleponnya tidak aktif. Seperti diberitakan ke marin, puluhan warga Desa Ku_ mendung, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, mendatangi balai desa setempat. Mereka minta

kejelasan terkait pengurusan sertifikat tanah yang dilakukan Sekretaris Desa Kumendung, Sukarman. Kedatangan warga secara bergelombang itu diterima Kepala Desa Husaini dan Sekdes Sukarman. Dalam pertemuan di balai Desa Kumendung itu, warga mempertanyakan kejelasan pengurusan sertifikat ta-

nah yang dilakukan Sukarman. Warga telanjur menyerahkan uang, tapi sertifikat yang dijanjikan tak kunjung selesai. Nominal uang yang dikeluarkan untuk mengurus sertifikat bervariasi. Rata-rata mereka telah menyetor Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Waktu pembayarannya sudah lama. Ada yang dua tahun lalu, bahkan ada yang lima tahun lalu. (nic/c1/aif)

Rakyat Dahaga Prestasi n RINDU... Sambungan dari Hal 38

I Putu Gede mendapatkan menerima bonus dari Pemerintah Pro vinsi Bali. Dua Pemprov tersebut memang merasa ikut kecipratan nama harum karena prestasi si pemain. Lantas, bagaimana dengan di Banyuwangi? Saya rasa kerinduan masyarakat Kota Gandrung harus ditahan lebih lama. Sebab, sepak bola di kabupaten ujung timur pulau Jawa itu saat ini masih redup. Apalagi, banyak lapangan sepak bola dirubah menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Seperti RTH Maron Genteng. Kita tidak bisa menafikan, jika RTH Maron belakangan juga ramai pengunjung. Bagaimana dengan yang lain, saat ini lapangan yang bakal berubah ada di beberapa titik. Seperti di lapangan Desa Blambangan Muncar, Desa/Kecamatan Singojuruh, dan Desa Gendoh, Kecamatan Sempu. Fasilitas pembangunan RTH itu sebagian lahan untuk lapangan dikorbankan. Sampai saat ini, tiga pembangunan RTH itu masih terus berlangsung. Entah lapangan mana lagi yang bakal didesain menjadi RTH. Prestasi sepak bola tidak boleh

mati. Tetap harus ditata dengan baik. Kita akan menantikan dua tim asal Bumi Blambangan yang berkiprah di kancah divisi III regional Jawa Timur. Se lain itu, publik pasti akan menunggu kiprah Persewangi dalam kompetisi Divisi Utama musim depan. Saya yakin, masyarakat Banyuwangi ingin klub tersebut mampu tampil apik dan menggondol juara. Pengcab PSSI Banyuwangi serius untuk memajukan sepak bola Banyuwangi. Salah satunya menjadi tuan rumah dalam ajang kompetisi Divisi III BLAI regional Jawa Timur tahun 2013. Menjadi tuan rumah memang memiliki poin plus. Tapi, sekali lagi, jangan dilupakan regenerasi pemain. Kompetisi internal penting untuk digulirkan. Kompetisi usia dini lebih diutamakan dulu untuk mencari bibit-bit unggul. Jika sudah begitu, saya yakin Evan Dimas dkk. akan lahir di Banyuwangi. Dukungan pemerintah dalam dunia sepak bola sangat penting. Di kota/kabupaten lain, sepak bola maju karena dukungan sig nifikan dari pemerintah. Jika tidak ada peran pemerintah, prestasi sepak bola biasa-biasa saja bahkan bisa mati suri. Bu-

pati saat ini tampaknya masih belum terlihat senang dengan kiprah sepak bola di Ba nyuwangi. Tapi, juga aneh. Kalau tidak senang, Stadion Diponegoro kok direhab. Saat ini, proses pembangunan tribun sisi selatan masih terus berlangsung. Even akbar di olahraga lain Kang Anas sangat mendukung. Sebagaimana tentang even Banyuwangi Tour de Ijen dan beberapa even kelas skala internasional. Duet Kang Anas dan Kang Yusuf masa jabatannya berakhir tahun 2015 mendatang. Semoga saja, selama dua tahun ini ada ide jitu untuk memajukan sepak bola Banyuwangi. Sebab, rakyat sudah dahaga akan prestasi sepak bola. Un tuk mewujudkan itu tidak gampang. Butuh perjuangan keras. Pantang menyerah. Tidak mudah putus asa hingga keluar keringat hingga berdarah-darah. Mulai sekarang, jangan lupakan sepak bola. Ayo, kita ber sama-sama membangun sepak bola Banyuwangi dengan prestasi hebat. Tunggu apa lagi. Semangat! Bravo sepak bola! (nurfatoni.raba@gmail.com) *) Wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi

Rentut Yunus dkk Belum Turun BANYUWANGI - Sidang lanjutan kasus illegal logging dengan terdakwa M. Yunus Wahyudi, 40, bersama enam terdakwa lain hari ini (23/10) terancam ditunda. Karena, sampai kemarin (22/10) rencana tuntutan (rentut) kasus tersebut belum turun dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Agenda sidang yang akan digelar hari ini adalah pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elsesus Salakory SH dan Karimudin SH. “Untuk kasus ini (illegal logging), dalam tuntutan harus disahkan Kejati,” cetus Elseus Salakory SH. Namun, kata Elseus, rentut yang sudah diajukan kepada Ke-

jati Jawa Timur belum mendapat jawaban. Saat ini dirinya sedang menunggu rentut tersebut. “Kita lihat besok (hari ini), tapi persidangan akan tetap jalan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Bila rentut dari Kejati Jawa Timur turun, lanjut dia, maka persidangan akan dilanjutkan dengan pembacaan tuntutan. Tetapi, bila rentut itu belum tu run, terpaksa sidang akan ditunda. “Kalau rentut belum tu run, sidang tetap ada tapi berupa penundaan,” ujarnya. Sidang kasus illegal logging dengan terdakwa Yunus dkk itu sudah dimulai sejak pertengahan Juli 2013 lalu. Karena banyak

saksi yang diajukan jaksa dan penasihat hu kum terdakwa, hingga kini persidangan tersebut belum rampung. Yunus bersama 19 kawanannya ditangkap polisi 21 Februari 2013 di Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Me reka diamankan karena di duga terlibat kasus illegal logging di hutan Petak 66h, RPH Selogiri, BKPH Ketapang, KPH Perhutani Banyuwangi Utara. Selain 20 tersangka itu, polisi ju ga m e n ga ma n k a n s at u tersangka lain, yakni Imam Gozali. Sehingga, dalam kasus tersebut, ada 21 tersangka. Berita acara pemeriksaan (BAP) mereka pun dipisah menjadi tiga. (abi/c1/bay)


40

Rabu 23 Oktober 2013

Belanja Hibah dan Bansos Meroket Wabup Minta Kenaikan Tidak Signifikan SITUBONDO - Komitmen Pemkab Situbondo untuk memperkecil belanja hibah dan bantuan sosial (bansos) guna menekan angka defisit APBD yang diproyeksikan terjadi pada 2014, harus benar-benar dibuktikan. Pasalnya, dalam rancangan APBD 2014, belanja hibah dan bansos masih terus meroket dibandingkan dua tahun sebelumnya. Informasi yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, dalam rancangan APBD 2014 yang kini sedang dalam pembahasan Tim Anggaran

Pemkab Situbondo dan Badan Anggaran DPR, terungkap belanja hibah sebesar Rp 52.840.129.145. Sedangkan bansos dianggarkan Rp 2.491.015.556. Padahal, pada tahun 2012, belanja hibah sebesar Rp 33.127.088.250. Sedangkan bansos Rp 5.707.720.000. Di tahun 2013, belanja hibah menghabiskan anggaran hingga Rp 32.326.390. Sedangkan belanja bansos Rp 9.143.900.000. Wakil Bupati Situbondo, Rachmad mengakui masih melejitnya anggaran untuk belanja hibah dan bantuan sosial tersebut. “Besarnya hibah tahun 2012 dan 2013 itu belum termasuk hibah barang yang ada di kegiatan-kegiatan SKPD (satun kerja

RINCIAN Belanja HIBAH DAN BANSOS TAHUN

HIBAH

BANSOS

2012

Rp 33.127.088.250

Rp 5.707.720.000

2013

Rp 32.326.390.000

Rp 9.143.900.000

RAPBD 2014

Rp 52.840.129.145

Rp 2.491.015.556 GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

perangkat daerah),” terang Rachmad kemarin. Menurut dia, untuk tahun 2014 dana hibah sebaiknya tidak naik signifikan. Sebab, tahun 2014 merupakan tahun politik. Dia menyebutkan pada April 2014 ada pemilihan anggota legislatif (pileg) dan Agustus 2014 ada pemilihan presiden (pil-

pres). “Jadi perlu evaluasi bersama antara pemkab dan DPRD. Terutama memastikan apakah selama ini hibah dan bansos sudah tepat sasaran atau tidak,” terang pria yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Situbondo tersebut. Yang tak kalah pentingnya, lanjut Rachmad, perlu sikap lebih tegas

dari para kepala desa (kades). Sebab, kades adalah pejabat pemerintah pertama yang merekomendasikan pengusulan berupa proposal dari masyarakat atau lembaga calon penerima hibah. “Artinya, pengusul penerima hibah kalau tidak jelas struktur organisasi, peruntukan, dan alamat organisasinya jangan diberikan rekomendasi. Harapan kita bersama tentu sama. Jangan sampai hibah dan bansos di Kabupaten Situbondo ini jadi wajah lain dari P2SEM Jawa Timur,” tandasnya. Diberitakan kemarin, Pemkab Situbondo tidak tinggal diam dengan proyeksi defisit sebesar Rp

68 miliar dalam rancangan APBD 2014. Pemkab sudah melakukan sejumlah langkah untuk menekan terjadinya defisit dalam APBD 2014. Di antaranya adalah memperkecil belanja hibah dan bantuan sosial (bansos). Saat ini jumlahnya sudah diupayakan tidak melampaui angka Rp 50 miliar. Sebelumnya, dalam KUA-PPAS APBD 2014 angkanya mencapai sekitar Rp 83 miliar. “Jadi, kita perkecil hibah dan bansos untuk kita arahkan pada kegiatan peningkatan infrastruktur. Apalagi sudah ada rekomendasi DPRD (untuk memperkecil belanja hibah) kemarin,” imbuh Syaifullah, Sekkab Situbondo. (pri/c1/als)

Cegah Balapan Liar, Polres Terapkan Edukasi

Edy Supriyono/RaBa

FASILITAS JALAN: Sejumlah pekerja mengeraskan jalan program ekowisata di Perusda Banongan kemarin (22/10).

Perda Perusda Banongan Sudah Usang JANGKAR - Langkah DPRD Situbondo menginisiasi rancangan peraturan daerah (raperda) Perusahaan Daerah (Perusda) Perkebunan Banongan dinilai terlambat. Sebab, langkah itu seharusnya sudah dilakukan sejak lama. Pasalnya, perda yang dijadikan dasar sudah sangat usang. Yakni, Perda No 14 tahun 1985. Banyak pasal-pasal di dalamnya yang sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Khususnya semangat otonomi daerah. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Direktur Perusda Banongan, Fatah Yasin. “Tapi bagaimanapun juga saya tetap sangat apresiatif dengan raperda inisiatif tentang Perusda Banongan yang diajukan Komisi II DPRD,” terang Fatah kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (22/10). Menurut Fatah, undang-undang yang menjadi dasar perda lama sudah banyak yang berubah. Misalnya undang-undang perkebunan. “Kalau bicara perkebunan kan tidak hanya satu tanaman. Tapi sudah menyangkut aneka tanaman,” imbuhnya. Namun, itu tak bisa dilakukan oleh Pe-

rusda Banongan. Sebab, dalam Perda No. 14/1985 klasifikasi lapangan usaha hanya pada tanaman tebu dan kelapa. “Ketika kita mau melangkah menanam tanaman yang lain, sangat gamang. Makanya hak inisiasi raperda tersebut harus mampu mengakomodasi semua problem-problem Perusda Banongan,” ungkapnya. Sebab, Perusda Banongan sebagai salah satu aset daerah terus dipacu meningkatkan PAD. Namun, satu sisi tidak bisa banyak melakukan terobosan-terobosan karena terbelenggu perda. Masalah lainnya yang juga harus ter-cover dalam raperda Perusda Banongan adalah sejumlah regulasi yang bersifat ambigu. Perusda Banongan masuk dalam perusahaan kena pajak. Tetapi, kata Yasin, dalam pemberlakuannya disamakan dengan petani tebu rakyat. “Kita mengalami disparitas pemberlakuan. PPN sampai terkena tiga kali tahap. Saat di PG, saat dilelang, maupun kita sendiri. Ini juga harus diputuskan di perda tersebut,” tambah pria asal Desa Curahka-

lak, Kecamatan Jangkar, tersebut. Tentang program ekowisata yang disoal Fraksi Karya Nurani, Fatah Yasin tak menampiknya. Diakui, Situbondo termasuk kabupaten di Jawa Timur yang mendapatkan program ekowisata selama lima tahun ke depan. “Satu bulan ini kita fokus kepada konservasi alam dan sedikit teknis untuk menata fasilitas. Yang kedua, nanti baru tahap pemenuhan sarana-prasarana seperti out bond dan sebagainya,” ungkapnya. Kegiatan tersebut, berbasis masyarakat dan lingkungan. Yang paling pokok adalah menjembatani lapangan pekerjaan. Diberitakan kemarin, sidang paripurna pengusulan raperda inisiatif DPRD Situbondo tidak berlangsung mulus. Fraksi Karya Nurani memilih menolak pengusulan. Ada sejumlah alasan kenapa Fraksi koalisi Partai Golkar-Partai Hanura ini memilih jalan berbeda dengan fraksi-fraksi lainnya yang ada di DPRD. Di antaranya, mencurigai adanya konspirasi antara Komisi II sebagai pengusul raperda inisiatif dengan Perusda Banongan. (pri/c1/als)

SITUBONDO - Banyaknya kasus balap liar yang terjadi di sejumlah jalan raya di Situbondo membuat Polres Situbondo mengambil langkah terobosan. Tindakan tersebut adalah edukasi yang langsung diberikan petugas kepolisian di sekolah-sekolah. Pernyataan itu disampaikan langsung Kapolres Situbondo AKBP Erthel Stephan siang kemarin (22/10). Dikatakan, untuk menindak para remaja yang kerap melakukan balap liar itu, pihaknya akan terus memberikan pembinaan. “Kami utamakan edukasi. Karena kebanyakan adalah pelajar, jadi petugas melakukan pembinaan di masing-masing sekolah,” kata AKBP Erthel Stephan. Alasan dilakukan pembinaan tersebut, karena para pelajar masih rentan terhadap pergaulan yang kurang tepat dan mudah terpengaruh. Sehingga mereka butuh pembinaan serta pendidikan, yang kaitannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman, kepada masyarakat yang selama ini merasa resah. Dengan demikian, para pelajar juga mempunyai rasa tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. “Edukasi itu penting, tidak serta merta hanya ditilang. Tetapi membina agar mereka disiplin juga penting,” katanya. Karena itulah, selain memberikan pembinaan bagi pelajar yang tertang-

kap, pihaknya juga mengagendakan kunjungan ke sekolah-sekolah dan mengimbau agar para pelajar ikut menjaga keamanan dan tidak meresahkan masyarakat. Dikatakan, selain petugas kepolisian yang dapat memberikan pembinaan dan pencegahan. Menurutnya, masyarakat juga memahami siapa-siapa yang hendak balapan. Sebelum mereka adu balap, para orang tua, serta tetangganya pasti mengetahui terlebih dahulu. “Saat para remaja keluar dari rumahnya, pasti orang tua dan tetangganya tahu. Model sepeda yang tidak standar, dan kebanyakan suara knalpot keras. Jadi para orang tua dan tetangganya kami harap juga memberi pembinaan,” katanya. Meski demikian, pihaknya tetap akan menindak tegas bagi siapa pun yang tertangkap saat adu balap. Pihaknya juga mengingatkan, agar kondisi kendaraan selalu standar. “Kami akan tetap menindak bagi siapa pun yang melakukan balapan liar. Selain itu, apabila kondisi sepeda tidak standar, maka akan kami amankan,” terangnya. Diberitakan sebelumnya, hampir setiap Sabtu malam hingga Minggu dini hari banyak remaja di Situbondo yang adu balap liar. Bahkan, sepeda motor yang mereka gunakan hampir semuanya protolan. Dan tidak sedikit yang tanpa plat nomor polisi. (rri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

EDUKASI: Motor tak standar diamankan di Mapolres Situbondo beberapa waktu lalu.

LAKA LANTAS

Ditipu Kontraktor, RSUD Besuki Kian Dipercaya Masyarakat Lapor ke Polres

NUR HARIRI/RaBa

TEMUKAN BUKTI: Petugas Laka Lantas Polres Situbondo saat melakukan olahTKP di jalan raya Desa Kalibagor kemarin (22/10).

Sopir Pikap Jadi Tersangka SITUBONDO - Usai olah TKP atas kecelakaan tunggal yang menewaskan tiga orang, petugas kepolisian menetapkan sopir pikap sebagai tersangka. Hasil olah TKP, ternyata ban pikap yang dikatakan meletus itu hanya kurang angin. Disebutkan, pikap yang disopiri Tolak Saifullah, warga Desa Jirek, Kecamatan Cermee, Bondowoso, itu memang melaju sangat kencang. Sehingga, sang sopir tidak mampu menguasai kemudi saat pikap tersebut oleng. “Sebelum pikap itu terbalik, pikap melaju sangat kencang. Sehingga, sopir tidak bisa menguasai kemudi. Itu terungkap dalam olah TKP. Sebab, ditemukan ban depan kendaraan hanya kurang angin, bukan meletus,” terang AKP Endro Abriyanto, Kasatlantas Polres Situbondo. Selain itu, juga ditemukan indikasi pikap tersebut kelebihan muatan. Berdasar sejumlah temuan baru tersebut, pihaknya langsung menetapkan sang sopir sebagai tersangka. “Sopirnya langsung ditetapkan sebagai tersangka,” imbuh AKP Endro. Data yang diperoleh, saat olah TKP dilakukan pada Senin (21/10) lalu, petugas juga menghadirkan dua saksi. Mereka adalah saksi korban Tolak Jaja dan Samianto yang meyakinkan bahwa sebelum kejadian tidak ada suara ledakan.(rri/c1/als)

SITUBONDO - Merasa ditipu mentah-mentah, seorang kontraktor bernama Suwartin, warga Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, mendatangi Mapolres Situbondo kemarin (22/10). Kedatangan perempuan 67 tahun tersebut adalah untuk melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan KJ, rekan kerjanya asal Kota Kediri. Dugaan kasus penipuan tersebut terjadi saat terlapor KJ mendapatkan sebuah proyek di utara PG Wringinanom, Kecamatan Panarukan, beberapa waktu lalu. Terlapor pun meminta Suwartin mengirim material bangunan untuk proyek yang dia kerjakan itu. Setelah keduanya mengadakan kerja sama, Suwartin pun mengirim material sesuai permintaan KJ. Klaim Suwartin, nominal bahan yang dikirim ke proyek yang dikerjakan KJ tersebut sekitar Rp 67 juta. “Saya mengirim bahan sudah banyak. Mencapai Rp 67 jutaan,” terang Suwartin saat melaporkan dugaan penipuan tersebut kepada polisi. Sebelum melapor, Suwartin telah berulang kali menagih agar material yang dia kirim itu segera dibayar. Karena tidak ada kejelasan, dirinya pun memilih menyerahkan penyelesaian dugaan penipuan tersebut kepada penegak hukum.

NUR HARIRI/RaBa

AKP Wahyudi

Data yang berhasil dikumpulkan, untuk menguatkan laporan dugaan penipuan itu, Suwartin membawa sejumlah bukti-bukti pengiriman barang. Dia berharap, laporan yang dilakukannya itu membuahkan hasil. “Dia juga menyerahkan beberapa bukti,” terang AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo, kemarin (22/10). Menurutnya, dugaan pen i p u a n d e n ga n t e r l a p o r seorang kontraktor tersebut masih dalam penyelidikan pihaknya. Saat ini kasus penipuan itu masih ditangani penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Situbondo. “Saat ini ditangani petugas Reskrim. Selain memeriksa terlapor, kami juga akan memintai keterangan terlapor,” tegas Wahyudi. (rri/c1/als)

BESUKI - RSUD Besuki terus memaksimalkan jasa pelayanan kesehatannya. Meski usinya masih seumur jagung, namun rumah sakit plat merah di wilayah barat Situbondo yang kini dikomando dr Budiono ini sudah mendapat kepercayaan dari masyarakat. Salah satu indikatornya dapat dilihat dari Bed Occupancy Rate (BOR). Angka penggunaan tempat tidur ini mencapai 78 persen tiap bulan. Padahal, angka maksimalnya 80 persen. “Kalau dari populasi jumlah pasien sekitar 90 persen dari kemampuan daya tampung,” terang dr Budiono, kemarin (22/10). RSUD Besuki menjadi tempat rujukan masyarakat di tujuh kecamatan yang ada di wilayah barat Situbondo. Bahkan sejumlah warga di luar tujuh kecamatan tersebut juga ada yang memanfaatkan jasa pelayanan RSUD Besuki. Kepercayaan dari masyarakat ini tidak datang begitu saja. Tapi, karena kerja keras manajemen pengelola RSUD Besuki untuk mewujudkannya. “Sejumlah layanan kesehatan kita berikan full 24 jam. Karena orang sakit tidak mengenal waktu,” imbuh Budiono. Layanan 24 jam diberikan pada layanan dokter jaga, ambulans, apotek, laboratorium dan radiologi. RSUD Besuki

ISTIMEWA

LAYANAN 24 JAM: Bupati Dadang Wigiarto berbincang dengan keluarga pasien RSUD Besuki beberapa waktu lalu.

juga telah memiliki dua dokter spesialis kandungan, dan seorang dokter spesialis penyakit dalam. “Yang sekarang sedang kita upayakan adalah bagaimana segera ada dokter spesialis bedah, termasuk dokter spesialis anak,” kata Budiono. Dari sisi sarana, RSUD Besuki juga terus berbenah. Saat ini, sudah ada tujuh kamar VIP, kamar untuk pasien kelas I dan kamar pelayanan gratis khusus untuk pasien Jamkesmasda. “Jadi untuk masyarakat yang memiliki kartu jamkesmasda tidak perlu ragu-ragu lagi untuk datang ke RSUD Besuki. Semua akan ditangani secara prosedural,” ungkapnya. Komunikasi yang baik dengan masyarakat menjadi langkah utama RSUD Besuki dalam

tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar. Pada tanggal 16 November mendatang, akan digelar operasi bibir sumbing gratis di RS Besuki bekerjasama. Kegiatan ini bekerjasama dengan bagian bedah mulut RS dr Soetomo. “Jadi ini sekaligus juga imbauan kepada masyarakat yang punya putra atau tetangga yang memiiliki bibir sumbing. Silahkan datang ke rumah sakit Besuki pada 16 November,” katanya. Hingga kini, kata Budiono, sedikitnya sudah sekitar 20 orang mendaftar. Meski demikian, Budiono menjamin berapa pun jumlah pasien bibir sumbing, maka akan diterima. “Karena kuotanya sebanyak-banyaknya,’’terang Budiono tersenyum. (pri/adv/als)


Radar Banyuwangi 23 Oktober 2013