Page 1

17 HARI LAGI

PILEG 2014 23 MARET

TAHUN 20 2014

Eceran Rp 5.750

Siswa SDLB Dipasung

HONORER

Gerah Dicatut Pungli Rp 50 Ribu BANYUWANGI - Asisten Sosial, Ekonomi, dan Kesejahteraan (Sosek) Pemkab Banyuwangi Wiyono, diterpa isu kurang sedap. Mantan ketua pelaksana BPBD Banyuwangi itu dikabarkan minta imbalan Rp 50 ribu setiap menandatangani berkas milik para guru di Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi. Wiyono mengaku kini tengah me ne lusuri kabar miring yang telah menyudut kan dirinya itu. “Kepala Dis pendik Ba nyu wangi masih berstatus Plt (peDOK. RaBa lak sana tu gas), Wiyono untuk penandatanganan berkas milik para guru itu memang saya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Hingga kemarin (22/3) Wiyono mengaku be lum tahu siapa orang yang telah mengembuskan kabar itu. Pihaknya juga belum tahu pasti kebenaran ada atau tidaknya pungutan uang Rp 50 ribu tersebut. “Kalau ada penarikan Rp 50 ribu bisa jadi memang benar, tapi itu bukan perintah saya,” tegasnya n  Baca Gerah...Hal 35

ADA APA LAGI

29

Kaki Diikat pada Tiang Bangunan CLURING - Nasib tragis me nimpa Adi Purwanto, 14. Sis wa kelas 1 Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri (SDLBN) Ta ma nagu ng, Ke ca mat a n Cluring, Banyuwangi, itu dikirim keluarganya ke salah satu yayasan yang melayani rehabilitasi jiwa di Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo. Dalam proses pengobatan, kaki Adi dipasung. Kaki bocah yang mengalami keterbelakangan mental itu diikat ke se buah tiang menggunakan rantai. Padahal, selama ini korban tidak mengidap kelainan jiwa. “Adi hanya tuna grahita (keterbelakangan mental) dan anaknya pendiam,” cetus Kepala SDLBN Tamanagung, Sulistiyo, kemarin (22/3). Selama menjadi siswanya, terang Sulistyo, Adi tidak menunjukkan tanda-tanda kelainan jiwa. Siswa tersebut bisa mengikuti pelajaran seperti siswa lain. “Adi itu pindahan, sebelumnya sekolah di madrasah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Kasek Sulistyo bersama istrinya sempat melihat kondisi

Penyeberangan Tutup 25 Menit

REPRO: AGUS BAIHAQI/RaBa

Adi Purwanto

Adi di tempat rehabilitasi jiwa di Kecamatan Bangorejo itu kemarin. Saat dilihat, kedua kakinya dirantai ke salah satu tiang bangunan. “Katanya pengurus (Adi) diikat dengan rantai itu karena dia akan lari,” sebutnya. Adi dibawa ke rehabilitasi jiwa di wilayah Kecamatan Bangorejo oleh keluarganya sejak Se lasa (18/3) lalu. Langkah tersebut dilakukan, alasannya karena Adi sering menunjukkan tindakan aneh, yakni marahmarah di rumah. “Biasanya itu gak suka marah-marah,” cetus Hariyono, ayah kandung Adi n  Baca Siswa...Hal 35

n Kali ini Gara-gara Kabut Tebal

GALIH COKRO/RaBa

KALIPURO - Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang kembali tersendat kemarin (22/3). Menyusul kabut tebal yang me landa perairan Selat Bali sekitar pukul 11.40, lalu-lintas kapal Ferry rute Banyuwangi-Bali sempat ter sendat. Beruntung,

penundaan aktivitas pelayaran itu tidak menimbulkan antrean panjang kendaraan. Diperoleh keterangan, kabut tebal terjadi ketika hujan deras melanda perairan Selat Bali kemarin siang n Baca Penyeberangan...Hal 35

TENANG: Kapal dari Bali menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sekitar pukul 16.00 kemarin (22/3).

GAYENG: Direktur Eksekutif Organisasi Positive Movement Inayah Wulandari menjadi pembicara diskusi agen perubahan di Wisma Atlet Banyuwangi kemarin (22/3).

Kampanye Kebahagiaan ala Putri Gus Dur

KOBANGDIKAL FOR RaBa

UNDER WATER: Personel TNI AL melakukan latihan penyelaman di perairan Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo, kemarin.

BANYUWANGI - Putri bungsu Presiden RI keempat, Almarhum KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yakni Inayah Wulandari, berkunjung ke Banyuwangi kemarin (22/3). Dia sengaja datang jauh-jauh dari Jakarta untuk mengajak generasi muda menjadi agen perubahan. Perempuan yang juga pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Organisasi Positive Movement itu mengatakan, perubahan harus diawali dari diri sendiri. Menurut dia, berdasar banyak kajian, untuk menjadi agen perubahan tidak harus menunggu seseorang menggenggam jabatan tertentu, misalnya kepala desa (kades) atau gubernur n

Suplai Udara Lewat Selang

 Baca Kampanye...Hal 35

FLU BURUNG GALIH COKRO/RaBa

Kena Jengger Biru, Peternakan Terancam Tutup SRONO - Matinya puluhan ekor ayam milik warga Dusun Kertosono, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Banyuwangi, terus berlanjut. Akibat serangan penyakit dengan ciri-ciri jengger membiru itu, pemilik peternakan tersebut, Agustinus Purwanto, terancam menutup usahanya. Hingga kemarin (22/3) masih ada unggas yang mati di peternakan tersebut. Pemilik peternakan unggas itu kini di ambang bangkrut n  Baca Kena...Hal 35

terdiri atas sepuluh tamtama, tiga bintara, dan tujuh perwira. Mereka disokong 40 instruktur selam untuk melancarkan kegiatan tersebut. Selain itu, Komando Pengembangan Pendidikan TNI Angkatan Laut (Kobangdikal) juga membawa mobile chamber untuk antisipasi adanya kecelakaan di dalam air n  Baca Suplai...Hal 35

Mengunjungi Perajin Akar Pohon Jati di Panarukan

Paling Sulit Buat Rantang dan Gentong Air Kayu jati terkenal kuat dan elegan sebagai bahan mebel perabotan. Namun, jarang yang mampu mengolah akar pohon tersebut menjadi peralatan yang bernilai estetika tinggi. Seperti yang dilakukan para perajin akar di Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Situbondo, ini. NUR HARIRI, Panarukan MEMBUAT perkakas unik berbahan akar pohon jati memang gampang-gampang susah. Bila melihat langsung proses pembuatannya, suara bising kerap tak pernah berhenti terdengar di telinga. Maklum, pemotongan akar pohon jati hingga

http://www.radarbanyuwangi.co.id

BUNGATAN - Sebanyak 20 personel TNI AL menggelar latihan penyelaman di perairan Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo, kemarin (22/3). Selain berlatih menyelam dengan tabung SCUBA, mereka juga menjajal pasokan oksigen dari udara melalui selang dengan metode surface supply birthing apparatus (SSBA). Peserta latihan selam kali ini

dibentuk menjadi barang antik harus melibatkan banyak alat yang berisik. Alat yang digunakan mulai berbagai bentuk gergaji hingga gerinda. Kebisingan suara mesin dan suara tumbukan palu bertubi-tubi seakan menjadi teman bagi kerja para perajin akar jati di Desa Paowan. Tidak heran, percakapan sesama perajin akar kayu itu terbilang sangat minim. Bila ada sesuatu yang penting, mereka bicara ibarat orang berteriak-teriak karena harus mengalahkan suara mesin. Sore itu (22/3) setidaknya ada belasan orang yang terlihat merangkai berbagai bentuk akar pohon jati. Mereka bekerja di pekarangan rumah Hafifi, pemilik usaha kerajinan barang antik di Dusun Kesambian, Desa Paowan, Ke camatan Panarukan, Situbondo. Kerajinan akar pohon jati yang digeluti pria yang akrab disapa Penyon

Asosek Sekkab Banyuwangi gerah dicatut pungli 50 ribu Kalau ketahuan pelakunya, tarik saja telinganya pakai catut 50 kali

Siswa SDLB dipasung Tugas yang lagi kampanye untuk membebaskannya

NUR HARIRI/RaBa

RUMIT: Pekerja membuat meja dan kursi berbahan akar pohon jati di Desa Paowan kemarin (22/3).

itu ternyata masih tergolong baru. Dirinya mulai merintis sejak akhir tahun 2012 lalu. “Belum lama, baru

satu tahun lebih sedikit,” kata bapak dua anak tersebut n

 Baca Paling...Hal 35 mail.com / radarbwi@yahoo.com email: radarbwi@gmail.com


30

Minggu 23 Maret 2014

Wajib Berantas Mafia Hukum Peradi Gelar Rakercab Perdana

SULTAN ANSHORI/RaBa

MERATAKAN: Petani saat mengeringkan jagung mereka di bawah terik matahari kemarin (22/3).

Cuaca tak Menentu, Pengeringan Jagung Terhambat BANYUWANGI - Peralihan musim (pancaroba) saat ini membuat sebagian para petani jagung di Kecamatan Wongserejo, Banyuwangi kerepotan. Pasalnya, seringkali saat cuaca sedang terik, secara tiba-tiba turun hujan. Tentu saja, kondisi cuaca yang cepat berubah-ubah ini membuat proses pengeringan jagung

mereka tidak maksimal. Tutik, 40, salah seorang petani jagung asal Wongsorejo mengatakan, akibat cuaca tak menentu ini, dia terpaksa harus bolak alik menjemur jagung miliknya. Jika cuaca panas terjadi terus menerus dia hanya membutuhkan waktu dua hari untuk mengeringkan jagung, namun

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Promo Nissan •

• Jl. Lingkar Ketapang •

Promo Nissan Bwi. Hdh lgs Iphone 5S,Ipad Mini, Camera Canon, voucher belanja 500rb utk pmblian nissan di bln Maret. Showroom buka 08.30-19.00. Bengkel 08.30-16.30(SeninJumat).08.30-15.00(Sabtu). 03334460222

Dijual Tanah 2530 m2 Jl Lingkar Utama Ketapang Bwi Hub 082141046676

akibat hujan yang mengguyur secara tiba-tiba, dia terpaksa menjemur hingga lima hari. ”Cuacanya hujan terus,” ucap perempuan yang tinggal di Curah Putih, Desa Bangsring, tersebut. Tutik menambahkan, selain membutuhkan waktu yang lumayan agak lama, cuaca tersebut juga mengakibatkan

proses penjemuran jagung membutuhkan biaya tambahan. Karena harus menggaji pekerja selama lima hari. Tutik berharap, cuaca di Banyuwangi segera normal. Agar jagungnya cepat kering dan bisa segera dikirim ke pengepul. ”Mudah-mudahan cepat kering, Mas,” imbuh ibu satu anak tersebut. (mg2/c1/als)

BANYUWANGI - Digelarnya rapat kerja cabang (rakercab) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di hall Mendut Regency Banyuwangi kemarin (22/3) seolah menegaskan jika organisasi tersebut sebagai satu-satunya wadah profesi advokat di Indonesia. Ketua bidang organisasi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi pusat, Sutrisno mengatakan, berdasar putusan Mahkamah Konstitusi No. 14 Tahun 2006 tentang advokat ditegaskan bahwa Peradi merupakan satusatunya lembaga advokat yang

merupakan organ negara yang bersifat mandiri. Selain itu, Peradi juga memiliki fungsi yang sama dengan lembaga penegak hukum lain seperti polisi dan jaksa. ”Peradi fungsinya juga sama dengan polisi dan jaksa, namun tidak bisa diintervensi oleh kedua lembaga tersebut,” ucap Sutrisno. Sutrisno menambahkan, dalam menjalankan setiap tugasnya, anggota Peradi harus mengacu kode etik. Selain itu, Sutrisno menekankan kepada setiap anggota Peradi untuk turut serta dalam memerangi mafia hukum. “Dengan cara itu, diharapkan dapat meningkatkan integritas, profesionalitas, dan menempatkan kembali

profesi advokat sebagai profesi terhormat.” imbuh Sutrisno. Ketua Peradi Banyuwangi, Misnadi mengatakan, rakercab tersebut merupakan agenda perdana organisasinya. Sebelumnya, Peradi Banyuwangi dilantik di Surabaya pada 11 Desember tahun lalu. “Ini merupakan rapat kerja perdana,” ucap Misnadi. Misnadi menambahkan, dalam rakercab tersebut, anggota Peradi menyusun program kerja yang selanjutnya akan menjadi acuan lembaganya dalam empat tahun ke depan. Dengan cara itu, diharapkan Peradi bisa menjadi lembaga hukum yang benar-benar profesional. (mg2/c1/als)

Motor Diservis, Konsumen Bisa Jajal Motor Baru Yamaha BANYUWANGI – Tiga kecamatan di Banyuwangi Selatan masih mendapat prioritas utama Yamaha dalam menyapa konsumennya dengan Servis Keliling Yamaha (SKY). Tiga kecamatan itu adalah, Pesanggaran, Bangorejo, dan Tegaldlimo. Supervisor Promotion PT Rodasakti Suryaraya wilayah Jember, Yudi Ramadhani menjelaskan, program ini digelar adalah untuk mempermudah seluruh konsumen Yamaha yang ada di tiga kecamatan tersebut. Sehingga, para konsumen bisa men-service kendaraannya tidak jauh dari rumah mereka. Konsep jemput bola ini juga bentuk kesungguhan Yamaha dalam mengemban motto kendaraan Fuel Injection-nya, yaitu mudah dan murah perawatannya. “Kegiatan ini akan digelar Yamaha di setiap bulan di tiga kecamatan tersebut,” katanya. Di Pesanggaran, SKY digelar pada tanggal 24-25 Maret 2014. Bangorejo digelar pada 26-27 Maret

ISTIMEWA

KONSEP BARU: Program Servis Keliling Yamaha bertujuan mendekatkan dan mempermudah konsumen dalam melakukan servis motor Yamaha.

2014, dan Tegaldlimo tanggal 28-29 Maret 2014. “Acara SKY ini dibagi menjadi dua. Hari pertama dibuka mulai pukul 15.00-22.00, sementara hari kedua dimulai pukul 09.00-15.00, promo diskon sparepart sebesar 15 persen untuk konsumen Yamaha, dan yang tak kalah menarik ada test ride berhadiah pulsa. Jadi sambil nunggu motor di-service, konsumen bisa mencoba motor terbaru dari Yamaha GT 125,” jelasnya. Yudi menambahkan, servis

keliling Yamaha ini juga dimaksudkan memberikan informasi bagi seluruh masyarakat tentang keunggulan produk-produk Yamaha. Seperti X-Ride and Force, di mana dua motor baru Yamaha ini sudah berteknologi mesin fuel injection dan sudah terbukti semakin irit serta murah dan mudah perawatannya. “Dua produk terbaru ini bisa sangat mudah didapatkan di 20 dealer resmi Yamaha yang tersebar di seluruh wilayah Banyuwangi,” jelasnya. (*/als)

• Tanah Kapling • Jual Tanah Kapling, uk. 10x40m2 (2 kapling), SHM, Hrg 85 jt, H: 083847407631

• Nissan •

BANYUWANGI • STNK • Hlg STNK P 2711 VA an R.Ismail Jl Ikan Mungsing 2 RT 01/III,Karangrejo,Bwi Promo diskon heboh,Promo Bonus Hanya di bln ini Untk Setiap Pembelian Mobil Nissan Info Lebih Lanjut Hub: Frengki Setiawan 081333210583/087857733083

Hlg STNK P 6254 VD an Ramdan Hermawan. Pakis RT 02/03 Songgon,Bwi

HOTLINE IKLAN HUBUNGI: 0333412224

Hlg STNK P 4656 EV an Maryanto Jl Madura Gang 8 RT 02/06,Panji Stb

SITUBONDO • STNK •

PROMO IKLAN LOWONGAN Terbit Hari Senin s/d Jumat 1kolom x 40mm; Rp. 88.000 Terbit Hari Sabtu 1kolom x 40mm; Rp. 165.000

HUBUNGI: 0333-412224 Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Event: Benny Siswanto. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/ mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


Minggu 23 Maret 2014

INSPIRASI

31

Kecil Dulu Besar Kemudian Nugroho Camat Terbaik Jawa Timur

Terapkan Layanan Tujuh Menit Selesai Tidak mudah meraih gelar camat terbaik tingkat Provinsi Jawa Timur. Perlu perjuangan dan kerja keras. Seperti yang dialami Camat Panji, Kabupaten Situbondo, Nugroho. Belum lama ini dia dinobatkan sebagai camat terbaik Provinsi Jawa Timur 2014. SEBELUM dinobatkan sebagai camat terbaik Jatim, Nugroho harus berkompetesi terlebih dahulu dengan 17 camat yang ada di Kota Santri. Setelah itu dia dikirim ke provinsi untuk bersaing dengan para camat di 38 kabupaten/kota se-Jatim. Dari 38 camat itu kemudian ditetapkan seuluh camat untuk mempresentasikan makalah yang telah disusunnya di Surabaya. Dari sepuluh orang dikerucutkan lagi menjadi lima camat untuk dilakukan tinjau lapangan. “Alhamdulillah setelah peninjauan lapangan, Tim Juri Provinsi Jawa Timur kian yakin untuk mengukuhkan Kecamatan Panji sebagai juara pertama,” kata Nugroho kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (22/3). Tropi dan piala sebagai juara Camat Terbaik Jatim 2014 akan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur pada tanggal 25 April 2014 bersamaan dengan upacara hari otonomi daerah Menurut Nugroho, untuk menjadi camat terbaik harus membuktikan inovasi kerjanya. Khususnya dalam bidang pelayanan masyarakat. Sejumlah inovasi kerja yang menjadi gebrakannya di Kecamatan Panji. Di antaranya adalah pelayanan terpadu administrasi kecamatan (PATEN). Di kantor Kecamatan Panji, ada ruangan khusus yang sudah disiapkan untuk

KEBERSAMAAN: Nugroho bersama para staf Kecamatan Panji memberikan kejuatan kue ulang tahun kepada Sekcam.

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

kepentingan pelayanan ini. Ruang tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas yang membuat nyaman warga yang mengurus pelayanan. Di dalamnya ada AC (air conditioner), telivisi, kursi tunggu, koran, air mineral, dan permen. Tidak cukup itu, sarana PATEN juga dilengkapi call and SMS center yang bisa digunakan untuk meminta informasi, pengaduan, hingga menyampaikan kritikan. Ada juga meja khusus yang melayani informasi tentang seputar pelayanan di Kecamatan Panji. “Di ruangan itu sudah kita lengkapi dengan petugas khusus yang melayani masyarakat baik urusan perizinan maupun non perizinan. Kita memiliki slogan pelayanan CERIA (Cepat, Efesien, Ramah, Inovatif dan akuntable),” terang bapak tiga anak tersebut. Yang lebih menarik, khusus pelayanan non perizinan, Nugroho memastikan hanya butuh tujuh menit untuk menyelesaikannya. Yang terpenting, semua persyaratan harus sudah lengkap. “Selain mempresentasikan tentang inovasi kerja, saya juga harus mampu menunjukkan

prestasi yang telah diraih di Kecamatan Panji. Salah satunya dengan adanya bukti sertifikat dan sejumlah dokumentasi yang itu juga langsung dipertanyakan oleh tim juri,” papar Nugroho. Sejumlah prestasi yang diraih Kecamatan Panji selama dipimpin oleh Nugroho memang cukup membanggakan. Bayangkan saja, dari sebagian besar lomba yang digelar oleh Pemkab Situbondo, Kecamatan Panji mampu memposisikan dirinya di urutan teratas alias juara pertama. Di antara lomba yang diikuti Kecamatan Panji adalah lomba kecamatan berprestasi dan sinergitas kecamatan, lomba desa, lomba PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), lomba kesehatan lingkungan, lomba KB kesehatan, lomba pelaksana terbaik 10 program pokok PKK, juara umum lomba dalam rangka kesatuan gerak PKK, dan KB kesehatan. Bagi Nugroho, berkecimpung di KB kesehatan memang bukan hal yang baru. Sebab, hal itu sudah dilakoninya sejak menjadi Camat Kapongan pada tahun 2009-2011. Kala itu, Kecamatan Kapon-

gan menjadi pelopor dalam bidang KB MOP (medis operasi pria). Keberhasilannya ini berbuah penghargaan dari Presiden RI berupa penghargaan Wira Karya Kencana. a Khusus lomba simulasi bela negara dan lomba P2WKSS (program pemberdayaan wanita menuju keluarga sehat dan sejahtera), Kecamatan Panji mewakili i. Situbondo ke tingkat provinsi. Hasilnya masing-masing n menyabet juara harapan I dan juara III. AB Dalam pelaksanaan PORKAB etapSitubondo, Nugroho juga ditetapkan sebagai patriot olahraga. Sebab, mengirimkan kontingen denampu gan jumlah terbanyak dan mampu meraih sebagai juara umum kedua. “Yang tak kalah pentingnya, prestasi kompakan ini sebenarnya juga berkat kekompakan pala desa/ Muspika Panji dan jajaran kepala at Panji,” lurah serta seluruh masyarakat pungkas Nugroho. (pri/als)

Nugroho

Demokrat Tekankan Penegakan Supremasi Hukum ROGOJAMPI - Partai Demokrat menitikberatkan isu penegakan supremasi hukum dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam kampanye di Dapil II kemarin (22/3). Dalam kegiatan yang diikuti ribuan massa tersebut, partai berlambang mercy itu menekankan persamaan setiap warga negara dalam hukum. Di samping itu, partai dengan nomor urut tujuh ini juga menyikapi perlunya upaya sinergisitas demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Simpatisan Partai Demokrat, Ahmad Wahyudi, menyebut Partai Demokrat layak menjadi imam atau pemimpin yang baik di Banyuwangi. Dia menilai partai yang kini dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono itu telah memberikan contoh dan keteladanan yang baik dalam kehidupan bernegara dan berbangsa yang baik. “Partai Demokrat layak dicontoh dalam

pemberantasan korupsi. Tidak peduli pejabat, kerabat, maupun keluarga, semuanya diperlakukan sama dalam hukum. Tidak ada yang dilindungi semuanya diproses secara hukum,” tegasnya. Selain memberikan keteladanan terhadap penegakan hukum, Partai Demokrat juga telah menunjukkan keseriusannya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal ini diperlihatkan dengan rangkaian beberapa program yang telah dikeluarkan banyak yang pro terhadap rakyat. Kebijakan itu, di antaranya terkait Jampersal untuk ibu melahirkan, asuransi kesehatan lewat BPJS, bantuan langsung tunai mandiri (BLT) dan masih banyak lagi. Ini menunjukkan bahwa Partai Demokrat tidak sekadar memberikan janji tetapi bukti secara langsung kepada masyarakat. Hal senada juga ditegaskan Ketua DPC

Partai Demokrat Michael Edi Hariyanto. Di hadapan massa yang memenuhi lapangan Pengatigan kemarin, dia menegaskan komitmen partainya untuk memberikan bukti nyata kepada masyarakat. “Saya bukan caleg maka jangan pilih saya. Saya sudah siapkan caleg Partai Demokrat yang siap mengawal program dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Kegiatan kampanye kemarin dihadiri oleh seluruh calon anggota DPRD Banyuwangi Dapil II, Dapil III Jawa Timur, dan DPR RI. Selain diisi orasi politik, kegiatan kemarin juga dimeriahkan oleh kehadiran sejumlah artis papan atas Banyuwangi seperti Demy, Suliyana, dan Lilis Darawangi. Tidak ketinggalan kesenian jaranan turut menghibur masyarakat di sana. Ini merupakan kampanye paling meriah dan massa paling besar yang pernah digelar partai ini sejauh ini. (nic/*/c1/als)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

DUET DADAKAN: Ketua PD Banyuwangi Michael Edi Hariyanto bernyanyi bersama Suliyana di Lapangan Pengatigan kemarin.


BUDAYA

34

Minggu 23 Maret 2014

SAJAK-SAJAK

Dua Pintu Gerbang Sesungguhnya aku telah rasakan aroma pada dua pintu gerbang tubuh dengan wewangi kemenyan tubuh dengan keringat perawan setelah senja menyiram dan kota jadi hitam Berikan aku isyarat rahasia seperti mimpi datangnya anak pertama tak pernah kuketuk pada aorta rahim seruncing penting (lewat suara mantra–mantra mataku lelap sekejap) Dengan langkahmu ingin mengajakku agar waktu yang terdiam, tidak menjadi kilang kesedihan tidak memusimkan gerai air mata kudapan rasa duka biar tebing pusara tak rapi lagi tapi kupilih untuk memulai Betapa perjalanan – aku lupa nama – nama hari langkah? kuhitung dengan centimeter tak pasti Lalu, kapan lagi? Wiryadi Hendra. Siswa SMA PGRI Purwoharjo.

Kamboja Merah kisan? Kirim ke , puisi, atau lu Punya cerpen . Kami akan mewi@gmail.com budayaradarb aaf, kami tidak M . ini an halam nerbitkannya di lan bagi naskah yang dimuat. ba menyediakan im

PEMILU NURAINI, Siswa SDN Kepatihan Banyuwangi

Seberkas Doa di Sepertiga Malam Oleh Mutiara Aprilia*

P

AGI ini cuaca begitu cerah. Kicauan burung tak henti-hentinya menambah rasa syukur ini pada Sang Pencipta. Aku masih diberikan nikmat yang begitu luar biasa. Menikmati segala bentuk ciptaan-Nya adalah anugerah yang tak bisa ditukar oleh apa pun. Begitu pula sosok bidadari berwujud manusia yang dikirim Tuhan untukku. Ibu, begitulah aku memanggilnya. Sudah lebih dari 15 tahun Ibu membesarkanku dengan keringatnya. Keringat yang tak pernah sekalipun menuntut untuk dibayar. Ibu, lewat tulisan ini aku ingin bercerita. Mungkin ini hanya goresan tak bermakna bila dibandingkan dengan segala pengorbananmu. Namun percayalah jika kelak aku dewasa dan tumbuh besar, engkau adalah orang pertama yang ingin aku bahagiakan. Berangkat ke tanah suci Makkah dan membangunkan istana mungkin adalah sedikit mimpiku untuk membahagiakanmu. Mimpi besar seorang putri kecil nan lugu yang dilahirkan 17 tahun yang lalu. “Nak, ayo makan! Ibu sudah siapkan makanan kesukaanmu,” panggil Ibuku. Aku segera menghampirinya. Duduk di meja makan dan melahap satu demi satu makanan kesukaanku. Tetapi kemudian aku berhenti. “Mengapa Ibu tidak makan?”, tanyaku. “Sudahlah, makan saja nak. Ibu masih belum lapar.”, sahut Ibuku. Kalimat ini sering kali aku dengar dari mulut Ibuku. Aku tak yakin Ibuku belum lapar. Sedangkan yang kutahu, ia belum makan sejak pagi. Ya Tuhan… Inikah yang disebut salah satu perjuangan ibu dalam membesarkan anak-anaknya. Rela mengandung sembilan bulan, menahan mual, tak tidur semalaman, hingga menjadi pendidik gratis. Aku tahu setiap orang pasti membanggakan Ibu mereka. Demikian pula aku. Sering aku menangis dalam lamunan. Begitu banyak dosa yang aku perbuat pada Ibu. Hingga pada suatu malam. Aku terbangun pukul tiga dini hari. Aku baru ingat, aku belum menunaikan salat isya. Aku pun langsung bergegas menuju kamar mandi. Mengambil air wudu dan menyelesaikan kewajibanku. Namun, ketika hendak kembali tidur, aku mendengar suara seseorang sedang menangis. Kucari sumber suara itu. Tak kusangka, suara itu berasal dari kamar Ibuku. “Ya Allah, ya Tuhanku. Hamba-Mu Tahu Engkau Maha Segalanya. Hamba hanya manusia biasa yang ingin menjadi istri dan ibu yang baik bagi suami dan anak hamba serta menjadi penerang di setiap langkah mereka. Ya Allah, Yang Maha Pemurah, jika hamba boleh meminta, jadikanlah keluarga hamba sebagai keluarga yang selalu diberkati kasih-Mu. Tetap menjadi rendah hati di kala mendapat kesenangan dan tetap sabar ketika mendapat cobaan dari-Mu.”, Ibuku berdoa penuh harap. “Ya Allah ya Tuhanku jadikanlah anak hamba sebagai pribadi yang tetap berjalan lurus di jalan-Mu. Mudahkanlah dalam menggapai cita-cita-Nya, sukseskanlah kehidupannya hingga hamba-Mu ini tak mampu lagi membimbingnya. Ya Allah ya Tuhanku, jika hamba-Mu ini terlalu banyak meminta,

maka kabulkanlah satu permintaan hamba. Bimbinglah anak hamba menuju cita-cita mulianya menjadi seorang dokter.”, Ibu berucap sambil meneteskan air mata tulusnya. Tak kusangka, butiran air mata kini menempel pada kedua pipiku. Begitu naifnya diri ini hingga seringkali mengeluh, begitu bodohnya diri ini hingga sering kali menuntut. Ibu memang sosok bidadari itu. Bidadari yang kerap aku impikan. Bidadari yang selalu ada di saat aku merasa sendiri. Bidadari yang selalu berdoa untuk malaikat kecil yang keluar dari rahim terbaiknya. Pagi itu aku tak tenang. Besok adalah hari penentuan kelulusan bagi tiap siswa yang ingin meneruskan ke jenjang Perguruan Tinggi Negeri. Aku hanya bisa pasrah. Tak diterima pun aku juga sudah angkat tangan. Namun, ibu tetap memberiku semangat untuk yakin akan Kuasa-Nya. Ibu tau kegelisahanku, dan mungkin hanya Ibu satu-satunya orang yang mau mendengar keluh kesahku setiap hari. Andai saja waktu dapat diulang, aku ingin tetap menjadi anak kecil. Aku ingin lebih lama menghabiskan waktu dengan Ibu. Keesokan harinya… Hatiku berdegup tak karuan. Ku kayuh sepeda onthel menuju warnet (warung internet) untuk melihat hasil pengumuman tes masuk Perguruan Tinggi. Kuisi password dan nomor identitas dengan perlahan-lahan. Ketika kubuka…Alhamdulillah aku diterima di jurusan kedokteran gigi. Ingatanku langsung teringat pada sosok Ibu di rumah. Langsung kuambil sepeda dan kukayuh sepedaku kencang-kencang agar aku cepat sampai di rumah. “Mengapa begitu banyak orang bergerombol di depan rumahku?”, tanyaku dalam hati. Aku langsung menerobos barisan orang menghalangi jalanku. Kulihat bidadari itu telah terbujur kaku di depan mataku. Aku menangis dan

berteriak sekencang-kencangnya. Lalu hening. Aku berbisik di telinga Ibu, “Ibu……Aku berhasil menjadi calon dokter kebanggaanmu.” Hari berganti hari bulan pun demikian. Sekarang satu tahun berlalu sejak kematian Ibu. Sepi, sunyi, sendiri itulah yang aku rasakan saat ini. Ayahku menikah lagi. Entahlah, aku harus hidup dengan siapa. Tak ada yang mau peduli. Cabut saja nyawaku Tuhan, sungguh hilang separo jiwa ini. Jika saja surga dan dunia berdekatan. Aku ingin setiap hari tidur bersama Ibu. Ayahku kerap kali bersifat tak adil padaku. Terutama jika berkaitan dengan anak tiri dan istri mudanya. Bak sampah berbau busuk, Ayahku tak pernah mendekatiku. Jangankan mendekat, melihat wajahku saja sangat jarang. Bentakan, tamparan, dan pukulan kerap kali kuterima mentah-mentah dari Ayah. Aku tak tau apa salah ku. Mungkinkah aku harus pergi menjauh dari kehidupan Ayah dan keluarga barunya. Di sepertiga malam, aku membentangkan sajadah. Berharap akan ada jawaban dari-Nya. Aku menengadahkan kedua tangan. Meminta pada Sang Pemberi. Melalui doa dari bibir kecil ini, aku berharap akan ada keajaiban besar untuk ku. Aku memang bukan sosok religius seperti ibu. Tapi, aku tahu Tuhan Maha mengabulkan doa. Tak banyak yang aku pinta. Aku hanya ingin bahagia. Melewati semua ini tanpa bidadari penolongku. Hanya satu, ya hanya satu. Menjadi dokter kebanggaan Ibu. Aku janji! Selesai salat tiba-tiba seberkas sinar muncul di hadapanku seolah memberi jawaban atas semua yang terjadi. Aku menunduk dan langsung bersujud. Inikah yang aku tunggu. Aku putuskan dengan segera malam itu juga. Esok aku akan pergi menemui Nenek. Kubuka celenganku dengan cepat. Meski uangku tak seberapa, aku yakin aku akan lebih

tenang menempuh studiku jika aku hidup dengan Nenek. Pagi harinya…… “Ayah, aku ingin pergi ke rumah Nenek”, izinku pada Ayah. Namun Ayah tak memperdulikanku. Ia sibuk dengan burung-burung koleksinya. Aku tidak ingin jadi anak durhaka. Jika Ayah tak mengizinkanku sudah barang tentu aku tak akan pergi. Namun ketika perkataanku kuulangi, Ayah tetap tak memperhatikanku. Aku melangkahkan kaki dengan perlahan, berharap Ayah akan mencegahku. Harapanku ternyata salah. Tak ada sepatah kata pun yang diucapkan ayah. Aku menangis dalam hati, “Benarkah dia Ayahku?”.Tapi sudahlah, jika aku terus menyesali nasibku, bagaimana mungkin aku bisa mewujudkan keinginan Ibu. Menjadi wanita tegar dan tangguh adalah ajaran Ibu sejak aku masih kecil. Meskipun aku kerap kali dimanjanya, Ibu juga tak segansegan membiarkanku berpikir keras untuk menyelesaikan soal matematika. Ibu tak ingin aku menjadi anak cengeng dan manja. Didikan Ibuku memang luar biasa. Sejak masih dalam kandungan Ibu kerap kali mengajakku mengaji. Bahkan, Ibu juga kerap membacakan dongeng untukku ketika usia kehamilannya menginjak empat bulan. Cerita demi cerita yang pernah diurai Ibu ketika masih hidup adalah penyemangat bagiku. Penyemangat yang tak boleh luntur ditelan masa. “Mbak, sudah sampai.”, ujar Pak Sopir Angkot. Seketika itu pula buyar lamunanku. Aku berjalan melewati ganggang sempit menuju rumah nenekku. “Assalamualaikum”, ucapku. Nenek segera membukakan pintu dan langsung memelukku. “Di mana Ayahmu Nak?”, tanya nenek. Aku hanya terdiam membisu. Mulutku seakan terkunci dan tak mampu berucap sepatah kata pun. “Nek, bolehkan aku tinggal di sini bersama Nenek dan Kakek?”, ujarku perlahan. “Tentu saja putriku”, jawab nenek dengan tegas.“Lalu bagaimana dengan Ayahmu? Sudahkah kau mendapatkan izin darinya?”, ucap Nenek. Lantas, apa yang harus kujawab. Akankah aku jujur pada Nenek tentang semua perlakuan Ayah terhadapku. Tidak! Aku tidak boleh menceritakannya. Aku tidak ingin menambah beban pikiran nenek dan kakekku yang sudah tua dan kurus kerontang. Aku ingin mereka baik-baik saja dengan kehadiranku.“Ayah sudah memberiku izin Nek. Nenek dan Kakek tak perlu khawatir. Aku sudah izin pada ayah untuk seterusnya tinggal di rumah Nenek. Aku ingin merata Nenek dan Kakek di sini”, kataku. Nenek hanya tersenyum simpul lalu berkata, “Cucuku, sudahlah jangan berbohong pada Nenek. Ceritakan saja apa yang terjadi padamu. Matamu tak bisa berbohong.” Ya Tuhan, Nenek benar-benar seperti Ibu. Bahkan ia tau apa yang aku rasakan saat ini. “Inikah bidadari pengganti yang kau kirimkan untukku Tuhan. Jangan biarkan bidadari ini meninggalkanku Tuhan. Sama seperti Ibu meninggalkanku dulu. Aku ingin hidup seratus tahun lagi. Bersama orang-orang yang kucintai.”, jawabku dalam hati. *) Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang asal Situbondo.

Sekelompok muda kamboja merah berbaris Di tepi sungai yang menyegarkan Dijaga pagar agar tak jatuh Walau tumbuh liar namun sedap dipandang Bambu yang tumbuh di sekitar Seakan tak rela kau terbawa angin Ataupun menangis di tengah hujan Atau mungkin kebersihanmu diterpa panas Karena itulah awan selalu menjagamu Sampai tiba malam kau bermimpi indah Tristansha Noor Andini. Siswa SMP 1 Genteng.

Hujan Sepercik air membasahi dedaunan berlari bersama tiupan angin dingin menggelapkan awan menggenangi jalan pedesaan Gemuruh petir teriak lantang gemerlap kilat bersahut terang para petani bernyanyi riang tanaman hias memekar kembang kacang menjalar panjang mencari ujung pengikat akar sudah lama kami dambakan hujan turun pembawa senang Asy’ari. Penikmat puisi.

Papan Hitam menggelegar terdengar bunyi petir menyelarat-larat kilat putih mengilau langit biru putih, berubah abu-abu kehitaman ada apakah gerangan? apakah kau akan menurunkan hujan deras kubirakan hati gelisah perasaan labil mencengkamku aku tak bisa menduga apakah gerangan yang akan terjadi tak sanggup terpikirkan terselubung ukiran manis menghiasi dirimu napak tilas garis putih melekat di tubuhmu coretan demi coretan dilontarkan memahamkan otak pudar bersinar kadang terseret..... kadang terjatuh..... kadang dibasahi percikan air biru langit kau sangat berjasa akan kutanamkan dalam jati diri Indana Maulana. Aktif di teater Saklar.

Misteri Perpustakaan Lembaran demi lembaran bertumpuk tulisan bersaing menduduki setiap tubuh saling datang untuk membaca tulisan kursi dan meja begitu rapi lantai demi lantai mengilap tak ada debu yang menempel mantra-mantra menyeruak Terbang meniti udara Begitu nyaman suasana ini Fika Rizky Ayunisafitri. Penikmat puisi.

Malam Hening Jankrik mengerik bertasbih Adakah denganku? Aku malu… Pada hewan, pada tumbuhan Mata durjana ini terpejam Gelap, gelap Di mana ayah? Di mana ibu? Di mana orang-orang Dan siapa kau? Muka-muka mengerikan   Husni Rofiqoh. Penikmat puisi.


BERITA UTAMA

Minggu 23 Maret 2014

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Sehari sebelumnya Tutup 5 Jam n PENYEBERANGAN... Sambungan dari Hal 29

Beruntung, tak lama berselang, kabut tebal ter se but berlalu. Aktivitas pe nye bera ngan pun kembali dibuka setelah 25 menit atau sekitar pukul 12.05. Manager Operasional PT. ADSP Indonesia Ferry Cabang Ke tapang, Saharuddin Koto, membenarkan kabar penundaan pelayaran tersebut. “Penundaan penyeberangan dilakukan akibat kabut tebal. Itu

kami lakukan demi menjaga keselamatan bersama,” ujarnya kemarin. Dia menambahkan, lantaran pe nundaan penyeberangan berlangsung cukup singkat, antrean panjang kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Bali pun berhasil dihindari. Se lain itu, meski akhir pekan, kondisi penumpang yang menggunakan jasa penye berangan di Pelabuhan Ke tapang berada di kategori normal. “Tidak sampai terjadi an trean panjang kendaraan

akibat penundaan aktivitas penyeberangan tersebut,” kata dia. Sementara itu, sehari sebelumnya, tepatnya Jumat (21/3), aktivitas penyeberangan trans Jawa-Bali melalui Pelabuhan Ketapang ditunda lima jam lebih. Itu disebabkan angin kencang melanda kawasan perairan Selat Bali hingga memicu gelombang tinggi. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, penundaan aktivitas penyeberangan itu dilakukan

sejak pukul 09.45. Aktivitas pelayaran sempat dibuka kembali pada pukul 10.45. Namun, tak lama berselang, yakni sekitar pu kul 11.00, angin kencang kembali menerjang. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, otoritas setempat kembali mem berlakukan penundaan pelayaran. Kendaraan dan penumpang yang sudah berada di atas kapal pun diturunkan kembali. Hingga akhirnya, ketika angin kencang benar-benar reda pukul 14:50, aktivitas

pe nyeberangan kembali dibuka. Artinya, penundaan penyeberangan tersebut berlangsung lima jam lebih. Manager Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ke tapang, Saharuddin Koto, membenarkan kabar pen undaan aktivitas pe nye-

berangan di pelabuhan kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut. “Saat ini (Jumat) angin di Pelabuhan Ketapang memang cukup kencang, yakni berkisar 14 knot sampai 20 knot,” ujarnya kala itu. Dikatakan, angin kencang sa ngat berbahaya, terutama

pada saat kapal bergerak keluar atau masuk dermaga. Sebab, gelombang tinggi berpotensi me ngakibatkan benturan keras badan kapal dan derma ga. “Kami berkoordinasi dengan pihak Syahbandar. Diputuskan pelayaran ditunda,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Dituduh Membakar Dua Mobil n SISWA... Sambungan dari Hal 29

Hariyono dan istrinya, Lilik, menolak berkomentar panjang tentang kondisi anak sulungnya. Yang jelas, bapak empat anak itu mengaku tidak tega melihat anaknya menjalani rehabilitasi jiwa tersebut. “Saya tidak tega, maaf saya tidak bisa mengungkapkan,” ujarnya. Sikap Adi berubah setelah di-

tuduh membakar dua mobil di Dusun Lidah, Desa/Kecamatan Gambiran, pada Minggu (16/3). Saat itu bocah malang itu sedang main di rumah kakek nya di Desa/Kecamatan Tegalsari. “Katanya membakar mo bil dengan korek,” cetus Mustofa, ketua RT 02/7, Dusun Krajan, Desa Tamanagung. Gara-gara dituduh membakar dua mobil jenis Fuso dan pikap, pemilik mobil datang ke

rumah orang tua Adi di Desa Tamanagung. Mereka menuntut ganti rugi sebesar Rp 11,5 juta. “Pemilik Fuso minta Rp 7,5 juta, sedang pemilik pikap min ta ganti rugi Rp 4 juta,” ungkapnya. Mustofa mengaku ikut mendampingi keluarga Adi saat menemui para pemilik mobil. Bahkan, saat itu Kepala Dusun (Kadus) Krajan, Desa Tamanagung, Beni Afid, juga ikut

menyaksikan. “Kami sempat ditunjukkan foto mobilnya, lalu minta ganti rugi,” cetusnya. Ditanya kondisi Adi yang dipasung, Mustofa mengaku tidak tahu. Tetapi, Kadus Krajan Beni Afid mengakui, dirinya telah dilapori orang tua bocah itu bahwa di lokasi rehabilitasi jiwa, kedua tangan bocah itu diikat tali. “Ibunya tidak tega melihat anaknya seperti itu,” terang Kadus Beni Afid. (abi/c1/bay)

Latihan Peledakan di Banongan n SUPLAI... Sambungan dari Hal 29

Komandan Sekolah Selam Kobangdikal Surabaya, Mayor Laut Ahmad Fauzi mengatakan, latihan kali ini dimaksudkan membina sekaligus mempersiapkan prajurit penyelam yang andal. “Latihan kali ini sebagai pembinaan penyelam TNI AL,” ujarnya.

Mayor Fauzi menambahkan, latihan kali ini tetap mengutamakan faktor keselamatan. Mobile chamber digunakan jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Penyelam itu rentan terkena dekompresi. Antisipasinya kita sediakan chamber,” ujarnya. Dalam latihan kali ini, metode penyelaman dengan metode

tabung SCUBA (self contained underwater breathing apparatus) yangsudahumumtetapdilakukan. Selain itu, dipraktikkan metode selam surface supply birthing apparatus (SSBA), yakni penyelam mendapat suplai udara dari permukaan. SSBA merupakan metode penyelaman yang hanya dipakai kalangan militer. “Kalau SCUBA masyarakat umum bisa,

tapi kalau SSBA hanya militer yang menggunakan,” jelas Mayor Fauzi. Selain penyelaman, peserta pe latihan juga melakukan praktik peledakan di daerah Banongan, Kecamatan Asemba gus, Situbondo. Latihan militer ter sebut digelar sejak 17 Maret dan akan berakhir 28 Maret 2014 mendatang. (mg1/c1/bay)

Telusuri Oknum yang Tarik Pungutan n GERAH... Sambungan dari Hal 29

Bila ada guru yang me rasa ditarik uang untuk mendapatkan tanda tangannya, Wiyono meminta melapor kepada dirinya. Nanti oknum itu akan diberi sangsi. “Uang tarikan itu harus

dikembalikan. Para guru tolong sampaikan pada saya,” ujarnya. Sampai saat ini Wiyono mengaku belum tahu oknum yang telah mencatut namanya untuk mendapatkan uang itu. Tetapi, dirinya akan terus menelusuri pejabat yang berperilaku tidak benar itu. “Tidak mungkin saya

melakukannya,” cetusnya. Selama kepala Dispendik masih berstatusplt,jelasdia,tidakmemiliki kewenangan menandatangani berkas milik para guru seperti K2. Tugas itu menjadi kewenangannya. “Kalau tidak membayar Rp 50 ribu, katanya saya tidak akan mau tanda tangan,” sebutnya.

Untuk memperjelas masalah itu, Wiyono sudah minta klarifikasi kepada Plt Kepala Dispendik Banyuwangi Dwi Yanto. Bila memang ada penarikan uang sebesar Rp 50 ribu, harus segera dikembalikan. “Uang itu harus dikembalikan,” katanya dengan suara tinggi. (abi/c1/bay)

Tak Masalah Nanti Terjun ke Politik n KAMPANYE... Sambungan dari Hal 29

Se baliknya, orang biasalah yang berhasil melakukan perubahan positif dalam hidupnya. Menurut Inayah, setiap orang bisa melakukan perubahan hanya dengan cara simpel, yakni meningkatkan kualitas ke bahagiaannya. “Berdasar banyak penelitian, banyak perubahan yang terjadi dalam diri seseorang jika kualitas ke bahagiaannya meningkat. Bahkan, bukan hanya dalam dirinya sendiri, perubahan positif itu juga akan menular ke kiri-

ka nan (lingkungan sekitar)nya,” ujarnya dikonfirmasi di sela workshop kepemudaan Positive Movement di Wisma Atlet, Banyuwangi, kemarin. Inayah menambahkan, bahagia adalah ketika apa yang dilakukan seseorang selaras, baik dengan pikiran maupun dengan alam dan lingkungan sekitar. Bagi Inayah, kebahagiaan bukan diukur berdasar harta yang dimiliki dan jabatan yang digenggam se seorang. Yang membedakan seseorang bahagia ataukah tidak adalah kebiasaannya. “Orang yang bahagia memilih ber syukur daripada komplain. Mereka

memilih menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari problem (masalah),” cetusnya. Inayah mengaku capai melihat kondisi lingkungan yang tidak sesuai harapan dirinya, misalnya kondisi Indonesia yang sangat korup dan penuh kekerasan. “Tetapi, saya tidak mau jadi bagian dari orang-orang yang cuma bisa komplain. Saya harus jadi bagian dari orang-orang yang punya solusi. Paling tidak, saya sudah melakukan sesuatu (mengampanyekan kebahagiaan untuk menjadi agen perubahan),” kata dia. Meski demikian, perempuan

yang karib disapa Nay tersebut me negaskan pihaknya tidak ingin muluk-muluk mengubah Indonesia. Dia mengatakan hanya ingin mengampanyekan agar masyarakat menggeser sudut pandang kebahagiaan. Ditanya mengapa tidak terjun ke dunia politik untuk mengampanyekan perubahan tersebut? Inayah menjawab diplomatis. Menurut dia, kampanye soal kebahagiaan atau politik sama-sama berfungsi sebagai alat, bukan tujuan. “Kalau nanti saya harus nyemplung ke politik, tidak masalah. Itu hanya alat. Yang penting tujuan saya jelas,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Hitungan Bisnis Sudah Rugi n KENA... Sambungan dari Hal 29

Seperti diberitakan se belumnya, puluhan ekor unggas milik Agustinus mati mendadak. Ayam miliknya diduga mati karena virus flu burung. Itu ditunjukkan dengan gejala ayam yang menggigil ke di-

nginan. Tidak hanya itu, jengger ayam yang mati itu membiru disertai lendir keluar dari bagian paruh. Malah, beberapa ekor ayam yang mati terlihat mengeluarkan darah. Matinya puluhan ekor ayam milik Agustinus itu bukan kali ini saja terjadi. Lima hari terakhir sedikitnya 81 ekor ayam

mati dengan kondisi sama. Bahkan, dua hari terakhir, ayam yang mati dalam tempo satu hari mencapai 21 ekor. Praktis, usaha peternakan Agus tinus terancam bubar. Jumlah ayamnya yang sempat menembus angka 200 ekor kini hanya sekitar 150 ekor. “Ya ka lau dihitung secara bisnis

memang rugi,” ujarnya. Agustinus mengaku tidak bisa berbuat banyak. Kini dia hanya pasrah bila dia harus menutup usaha yang digeluti bersama sang istri itu. Pencegahan sedang diupayakan dengan cara membersihkan dan memperbaiki kandang. (nic/ c1/bay)

Suara Bising, Percakapan Minim n PALING... Sambungan dari Hal 29

Pembuatan barang kerajinan unik tidak semudah membuat mebeler, seperti tukangtukang biasanya. Meski begitu, membuat barang antik dengan bentuk apa pun bisa saja dilakukan asalkan material atau akar pohon jati yang dimaksud tersedia. “Kalau membuat dengan bentuk apa pun, bisa saja. Tetapi, yang paling sulit adalah mencari akar pohon jati yang sesuai. Apalagi, pencarian akarnya juga harus dengan membeli pohon jati sekalian. Jadi yang dipakai akarnya, kalau pohon jatinya tidak bisa, pecah,” terang Penyon. Banyaknya perajin yang bekerja di halaman rumah pria itu memang dibutuhkan karena

pembuatan barang antik dilakukan secara bergantian. Misalnya, pembuatan barang antik berupa meja dan kursi perlu melalui beberapa tahap dan membutuhkan tangan yang berganti-ganti. Ada yang bertugas memotong akar, menghaluskan, dan merangkai akar tersebut menjadi barang jadi. Tingkat kesulitan dalam proses pembuatan bergantung rumitnya barang yang dibentuk. Selama setahun terakhir ada beberapa barang yang pembuatannya relatif lama dan membutuhkan banyak tangan. Seperti rantang, meski kecil namun pembuatannya membutuhkan waktu cukup lama. “Membuat gentong juga sulit dan lama seperti rantang. Akarnya harus besar dan banyak sekali membuang akar,” katanya.

Asyiknya, nyaris tidak ada hasil kerajinan yang tidak laku. Masyarakat umum memang tidak banyak memburu produksi kerajinan, tapi barang antik dari akar pohon jati itu masih sangat minim di pasaran. “Paling banyak dijual ke Bali. Warga Situbondo ada, tapi masih minim,” kaya Yadi, salah seorang perajin yang mengaku buat rantang cukup sulit. Menjadi perajin akar pohon jati diakuinya sering kalah dengan pesanan yang ada. Hal itu karena pencarian material akar pohon jati masih sangat sulit, sehingga membuat pengusaha tidak mampu bertahan lama. “Saat ini yang terus produksi hanya dari Situbondo dan Bojonegoro, itu di Jawa Timur. Kalau yang Kediri kebanyakan mebeler bukan barang antik,” pungkas Penyon. (c1/bay)

SIGIT HARIYADI/RaBa

REHAT: Para penumpang yang akan ke Bali beristirahat sejenak di sekitar areal parkir Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat lalu.

Penumpang Pilih Leyeh-leyeh SEMENTARA itu, penundaan aktivitas penye berangan hingga sekitar lima jam Jumat lalu (21/3), membuat penumpang keleleran. Beruntung, penundaan karena faktor cuaca tersebut tak memantik protes para penumpang. Sebaliknya, banyak penumpang yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk duduk santai (leyeh-leyeh) di dalam area Pelabuhan Ketapang. Bahkan, sebagian penumpang justru tertidur di teras terminal penumpang. Tidak hanya warga lokal, sejumlah turis asal Prancis juga memanfaatkan penutupan aktivitas penyeberangan itu untuk sekadar duduk melepas capai. “Rencana kami ingin melanjutkan perjalanan ke Bali. Tetapi, ternyata pelabuhan ditutup akibat badai. Jadi, kami pilih beristirahat,” ujar Sylvain, turis asal Prancis. Pernyataan senada dilontarkan Bandi, 64, sopir truk asal Kecamatan Takeran, Magetan. Pria yang satu ini mengaku “terjebak” di Pelabuhan Ketapang sejak pukul 10:00 kemarin. “Ya mau ba gaimana lagi. Pelabuhan ditutup karena angin kencang,” kata dia seraya duduk di kabin truk yang tengah parkir di depan dermaga MB I Pelabuhan Ketapang.

Bandi mengungkapkan, saat Pelabuhan Ketapang sempat dibuka sekitar pukul 10.45, truk yang dia bawa itu sebenarnya sempat masuk kapal. Namun, tak lama kemudian, aktivitas penyeberangan kembali ditutup. “Jadi truk ini terpaksa saya keluarkan lagi dari dalam kapal,” terangnya. Beruntung, kata Bandi, truk yang dia kendarai bermuatan jeruk seberat 6 ton. Menurutnya, jeruk tergolong buah yang tahan lama, sehingga potensi buah tersebut busuk sangat kecil. “Kalau hanya terlambat sehari, jeruk tidak akan busuk,” pungkasnya. Manager Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Saharuddin Kotto menjelaskan, pihaknya telah mengumumkan kepada para pengguna jasa bahwa penundaan aktivitas pelayaran dilakukan lantaran angin kencang. “Ini demi keselamatan,” cetusnya. Saharuddin menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah lokasi yang bisa dimanfaatkan calon penumpang untuk beristirahat seraya menunggu aktivitas penyeberangan kembali dibuka. “Jadi, penumpang tidak telantar, mereka kami siapkan tempat untuk beristirahat,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Buang Kotoran di Tempat Khusus n CUKUP... Sambungan dari Hal 36

Aris mengatakan, untuk dapat menikmati sensasi berku da, pengunjung ha nya perlu mengeluarkan budget sebesar Rp 10 ribu per orang. Dengan tarif yang cukup terjangkau, pengunjung sudah bisa berkeliling tepi pantai dengan jarak sekitar 600 meter.

“Kuda-kuda ini benar-benar kuda tunggang yang sudah ter latih. Pengunjung bebas memilih apakah mengendarai sendiri atau didampingi sang pemilik kuda,” ungkap pria asal Dusun Krajan, Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat, tersebut. Gisman, 58, pemilik kuda lain menambahkan, para pemilik kuda wisata di kawasan Pantai Boom telah sepakat menjaga kebersihan

kawasan pantai tersebut. Karena itu, masing-masing pemilik kuda menyiapkan timba khusus untuk membuang kotoran kuda miliknya yang tercecer di kawasan Pantai Boom. “Kotoran kuda, itu lantas kami buang di tempat khusus yang telah tersedia tak jauh dari Pantai Boom. Dengan demikian, kebersihan kawasan pantai tetap terjaga,” cetusnya. (sgt/c1/als)

Penertiban Segera Dilakukan n MENJUAL... Sambungan dari Hal 36

Dikatakan, meskipun penertiban dilakukan, para pedagang yang selama ini memiliki kios di kawasan Pantai Boom akan tetap bisa berjualan di kawasan Pantai Boom. “Hanya saja kiosnya ditata. Harapannya, pengunjung bisa me-

mandang Selat Bali lebih leluasa,” cetusnya. Menurut Aziz, Pemkab Banyuwangi melakukan kerja sama operasional dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III selaku pemilik lahan kawasan Pantai Boom tersebut. “Intinya, kami ingin kawasan Pantai Boom menjadi destinasi wisata yang semakin diminati masyarakat,” pungkasnya. (sgt/c1/als)

Dijatah Tiga Putaran n BISA... Sambungan dari Hal 36

Krisna, salah seorang pemilik penyewaan ATV menuturkan, setiap sore, rata-rata ada sepuluh pengunjung yang tertarik mencoba merasakan sensasi mengendarai ATV yang dia sewakan. “Kalau

akhir pekan, pengunjung yang menyewa ATV jauh lebih banyak,” cetusnya beberapa waktu lalu. Dikatakan, hanya dengan mengeluarkan biaya sewa Rp 15 ribu, pengunjung sudah bisa merasakan nikmatnya mengendarai ATV sebanyak tiga kali putaran. “Tarif Rp 15 ribu, itu untuk tiga kali putaran,” ujar Krisna. (sgt/c1/als)


MINGGU l 23 MARET 2014 l HALAMAN MAN 36

YUYUNG ABDI/JAWA POS

SUN SET: Suasana senja saat mentari tenggelam di Pantai Boom, dengan latar belakang deretan gunung yang berderet di sebelah barat Banyuwangi.

Bisa Gagah-gagahan dengan Menunggang ATV SEJAK beberapa tahun terakhir, kawasan Pantai Boom seolah kian meneguhkan predikat sebagai jujugan wisata favorit warga Kota Banyuwangi. Sebab, berbagai alternatif hiburan tersedia di lokasi tersebut. Salah satu cukup “menonjol” adalah penyewaan all terrain vehicle (ATV atau kendaraan segala medan). Tarif sewa kendaraan sejenis sepeda motor namun beroda empat, itu cukup terjangkau. Cukup dengan merogoh kocek Rp 15 ribu per orang, warga bisa gagah-gagahan keliling kawasan Pantai Boom dengan kendaraan tersebut n  Baca Bisa...Hal 35

Menjual Panorama Selat Bali TAK dapat dimungkiri, panorama Selat Bali yang begitu memukau menjadi daya tarik utama kawasan wisata Pantai Boom, Banyuwangi. Terlebih di pagi dan sore hari, tepatnya saat matahari terbit (sunrise) maupun saat sang mentari terbenam (sunset), panorama di tempat wisata yang berlokasi tak jauh dari pusat Kota Gandrung itu tampak semakin menawan. Namun bukan tanpa celah. Keberadaan kios-kios pedagang yang berjajar di se-

HIBURAN: Pengunjung menunggang kuda di hamparan pasir Pantai Boom Banyuwangi. GALIH COKRO/RaBa

Cukup Rp 10 Ribu untuk Rasakan Sensasi Berkuda SELAIN view menawan Selat Bali, keberadaan rental kuda wisata di kawasan Pantai Boom tak bisa dipandang sebelah mata dalam menarik animo masyarakat mengunjungi destinasi wisata yang satu ini. Sensasi berkuda mengelilingi bibir pantai yang landai nan me mesona, itu menjadi salah satu alternatif hiburan untuk menghilangkan penat setelah berkutat dengan aktivitas rutin sehari-hari. Tidak tanggung-tanggung, jumlah kuda sewaan yang tersedia untuk memanjakan pengunjung pantai yang tak jauh dari pusat Kota Gandrung ini men capai 30-an ekor. Pada akhir pekan atau hari libur nasional, nyaris seluruh kuda

“diturunkan” untuk memanjakan wisatawan. Namun di hari-hari normal, kuda-kuda yang diterjunkan melayani wisatawan digilir, dalam sehari “hanya” ada delapan sampai sepuluh kuda yang stand by. Bahkan bukan hanya warga asal seantero Banyuwangi, kuda wisata di Pantai Boom yang dirintis sejak sekitar empat tahun lalu, itu juga telah cukup dikenal di kalangan wisatawan asal sejumlah daerah tetangga, seperti Jember, Situbondo, Bon dowoso, dan Lumajang. “Maklum, di wilayah eks Karesidenan Besuki, kuda wisata hanya ada di kawasan Pantai Boom ini,” klaim Aris, 36, salah satu pemilik kuda sewaan n  Baca Cukup...Hal 35

SHULHAN HADI/RaBa

RODA EMPAT: Warga bisa adu nyali dengan mengendarai ATV sewaan di Pantai Boom Banyuwangi.

panjang tepi jalan sebelah timur Pantai Boom membuat pengunjung tak leluasa menikmati “lukisan” alam yang memesona tersebut. Jika ingin bebas memandang ke laut, pengunjung harus turun ke pasir pantai di belakang deretan kios-kios pedagang tersebut. Nah, kini, Pemkab Banyuwangi mulai berancang-ancang melakukan langkah optimalisasi potensi kawasan Pantai Boom. Kios-kios yang semula berjejer di

tepi jalan dan menghalangi pemandangan ke arah pantai akan dialihkan ke sisi barat jalan. Dengan demikian, pengunjung bisa semakin leluasa menikmati panorama Selat Bali yang memesona itu. Selain eksotisme Selat Bali, jika memandang ke arah utara, pengunjung bisa melihat lalu-lintas kapal penyeberangan di selat yang menghubungkan Banyuwangi-Bali tersebut. Camat Banyuwangi, Aziz Hamidi me-

ngatakan, berdasar pengamatan, datang ke Pantai Boom seolah sudah menjadi “kebutuhan wajib” warga Banyuwangi. Karena itu, penataan perlu dilakukan agar destinasi wisata yang satu ini semakin baik. “Penataan juga dilakukan untuk menjaga kebersihan dan keindahan,” ujarnya saat meninjau kawasan Pantai Boom bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Banyuwangi, Jumat siang (21/3) n  Baca Menjual...Hal 35

Radar Banyuwangi | 23 Maret 2014  

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you