Page 1

JUMAT 22 NOVEMBER

33

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Paketan Roti Berisi 10 Gram Sabu Bisnis Sabu di Balik Jeruji Besi 1 Seorang bernama

Ambon yang kini mendekam di Lapas Narkoba Madiun menyuruh kurir untuk mengirim sabu-sabu kepada Afuk lewat jasa ekspedisi.

3

Paket sabu 10 gram 2 dikirim atas nama Lala Bakery, Jalan Pacuan Kuda, 69 Surabaya. Sedangkan alamat yang dituju Ny. Suprapto dengan alamat Jalan KH Wachid Hasyim (Amarale Brownis), Banyuwangi.

da

co

nt o

ke

h

pa

da

ri

:sa

p ei

ku e

:sa

n Dikendalikan Napi Lapas Narkoba Madiun

ke r

in

g

p ei

BANYUWANGI - Polres Banyuwangi dapat tangkapan kakap kasus narkoba. Kali ini polres meringkus Slamet Suk majaya alias Afuk, 47. Pria yang satu ini bukan pemain baru di Banyuwangi. Afuk sudah kerap berurusan dengan polisi dalam kasus narkoba. Itu dibuktikan dengan keluarnya Afuk dari Lapas Narkoba Madiun belum lama ini. Slamet disergap anggota Sat na rk o b a Polres Banyuwangi pukul 07.00 di depan rumahnya di Jalan Piere Te n d e a n 1 8 , Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi,

Rabu (20/11) pukul 07.00, Afuk dibekuk polisi usai mengambil paketan. Setelah dibuka, isi paketan itu berupa roti yang di dalamnya diselipkan sabu-sabu.

Rabu (20/1) kemarin. Ini setelah polisi menerima informasi bahwa pagi itu Afuk menerima paket sabu-sabu dari seorang kurir. Benar, setelah diringkus, di tangan Afuk ditemukan sabu-sabu dengan berat kotor 10,91 gram n  Baca Paketan... Hal 43

PEMAIN LAMA: Kapolres Yusuf menunjukkan barang bukti 10 gram sabu-sabu yang disita dari tangan tersangka Slamet Sukmajaya alais Afuk. FOTO-GRAFIS: GALIH COKRO - ZAKARIA/RaBa

Dokter Pasang Pita Hitam selama Tiga Hari Ramai-ramai Tolak Kriminalisasi Dokter Ayu BANYUWANGI - Aksi solidaritas menolak kriminalisasi dr. Dewa Ayu Sasiary Prawani Sp.OG yang ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara terkait kasus malapraktik juga merembet ke Banyuwangi. Kemarin, 10 pimpinan rumah sakit di Banyuwangi yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Rumah Sakit Banyuwangi (FSRSB) menolak kriminalisasi profesi dokter. “Para dokter dalam bertugas tidak pernah punya niat melakukan kejahatan,” tegas Ketua FSRSB dr. H. Taufiq Hidayat, Sp.And,M.Kes n

TOKOH FAVORIT

 Baca Pasang...Hal 43

ISTIMEWA

SOLIDARITAS: Pengurus IDI Banyuwangi menolak penahanan dr. Dewa Ayu Sasiary Prawani Sp.OG yang dianggap melakukan malapraktik.

UMK Banyuwangi Ditetapkan Rp 1,24 Juta ISTIMEWA

SANTAI: Fatchan Himami Hasan (dua dari kanan) di Faculty of Law,Thammasat University, Bangkok, Thailand, kemarin (20/11).

Mengagumi Gus Dur JUMLAH kandidat Tokoh Favorit 2013 versi pembaca Jawa Pos Radar Banyuwangi semakin mengerucut. Setelah melalui babak 100 terbaik, kini perjalanan Tokoh Favorit 2013 tengah memasuki babak 50 terbaik. Kejar-mengejar angka ballot pun terjadi. Semakin hari, perolehan ballot masing-masing kandidat semakin tinggi. Supporter alias simpatisan para kandidat seolah tidak ingin calon yang mereka unggulkan kalah dalam percaturan Tokoh Favorit 2013 n  Baca Mengagumi...Hal 43

BANYUWANGI - Usulan besaran upah minimum kabupaten (UMK) tahun 2014 yang disampaikan Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) diterima bulat Gubernur Jatim Soekarwo. Gubernur Jatim akhirnya menetapkan UMK Banyuwangi 2014 sebesar Rp 1.240.000 sesuai usulan DPK. Penetapan UMK tahun 2014 berbeda dengan proses penetapan UMK 2013. Kalau penetapan 2013, UMK yang ditetapkan gubernur lebih besar daripada angka yang disampaikan DPK. Rapat DPK memutuskan UMK Banyuwangi 2013 Rp 1,035 juta. Angka UMK yang ditetapkan Gubernur Jatim lebih besar daripada yang diusulkan, yakni Rp 1.086.400. Sedangkan 2014, DPK mengusulkan Rp 1,24 juta. Keputusan DPK itu diperkuat rekomendasi Bupati Abdullah Azwar Anas kepada Gubernur Jatim Soekarwo. “Besaran nilai UMK itu persis sesuai usulan DPK dan rekomendasi bupati,” tegas Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Syaiful Alam Sudrajat. Alam mengungkapkan, sebelum menetapkan UMK, tim gubernur telah menggelar rapat dengan kepala Dinsosnakertran se-Jatim di Surabaya n

Tentang Upah Buruh BWI Tahun 2013 Usulan DPK: Rp 1,035.000 Disetujui Gubernur: Rp 1.086.400

Tahun 2014 Usulan DPK: Rp 1.240.000 Disetujui Gubernur: Rp 1.240.000 Upah yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur Nomor: 78/2013 itu tidak ada pengurangan dan penambahan dari usulan DPK. Setelah UMK ditetapkan, secara otomatis gaji buruh dan karyawan swasta terhitung pada 1 Januari 2014 mengalami kenaikan. Terhitung mulai Januari 2014, semua perusahaan berkewajiban membayar upah karyawan sesuai UMK yang ditetapkan, yakni Rp 1,240 juta.

 Baca UMK...Hal 43

Paju Gandrung Sewu Diawali Istighotsah BANYUWANGI - Mengawali pergelaran Paju Gandrung Sewu, tadi malam (21/11) digelar istighotsah di Pantai Boom. Selain menggelar istighotsah, panitia juga menggelar santunan anak yatim dan tumpengan n  Baca Paju...Hal 43

BANYUWANGI - Sinyal positif yang diberikan Menteri BUMN Dahlan Iskan langsung direspons cepat pe merintah daerah. Kemarin (21/11), Bupati Abdullah Azwar Anas langsung menurunkan tim Badan Perencanaan Pem bangunan Daerah (Bappeda) untuk mengecek lokasi rencana pembangunan kawasan industri. Tim yang diturunkan Anas itu langsung dipimpin Kepala Bappeda Agus Siswanto. Tim itu mendapat tugas khusus untuk mengumpulkan data lapangan guna mempercepat re a lisasi pembangunan kawasan industri di Wongsorejo. Persetujuan Menteri BUMN atas ide pembangunan kawasan industri pada lahan milik PTPN menambah kepercayaan diri pemerintah daerah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi n  Baca Pemkab...Hal 43

DOK. RaBa

Pak Dahlan Iskan (Menteri BUMN) ingin ide kawasan industri cepat direalisasikan. Semoga cepat terwujud" ABDULLAH AZWAR ANAS Bupati Banyuwangi

Suka-duka Grup Musik Al-Mumtaz Usai Manggung

Bayaran Kerap Diutang, Pernah Dibayar Uang Palsu Pamor grup musik religi AlMumtaz Banyuwangi terus melejit. Grup musik yang personelnya digawangi anakanak berkebutuhan khusus itu tak pernah sepi dari undangan manggung. Seiring banyaknya tanggapan, grup tersebut juga kerap ketiban apes. ALI NURFATONI, Sempu SABTU malam lalu (16/11) Al-Mumtaz kembali manggung dalam sebuah acara pengajian. Kali ini Nurul Imam dkk tampildiDusunKrajan,Desa/Kecamatan Sempu. Kehadiran Imam cs itu mampu menyedot banyak pengunjung.

http://www.radarbanyuwangi.co.id

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Pemkab Turunkan Tim Bappeda ke Lahan PTPN

Para punggawa grup musik AlMumtaz itu terlihat sangat sederhana. Rombongan personel itu tiba di lokasi acara jelang isak dengan menumpang angkutan umum. Satu-per satu personel turun dari mobil mini warna kuning tersebut. Mereka pun disambut hangat oleh sejumlah warga yang sudah lama menunggu. Satu-per satu pentolan grup musik itu mendapatkan pertolongan warga. Bagi yang tunanetra, mereka harus dituntun. Bahkan, sebagian anggota grup musik itu terpaksa harus digendong hingga ke atas pentas. Sebab, ada yang menyandang tunadaksa (cacat fisik kaki dan tangan). Malam itu, sebanyak tujuh personel siap unjuk gigi menghibur warga sekaligus berdakwah n  Baca Bayaran...Hal 43

Tak puas tuntutan jaksa, warga demo kejaksaan Repot kalau sudah bilang, pokokna!

IDI ramairamai tolak kriminalisasi Dokter Ayu Boleh demo, tapi pasien jangan sampai telantar!

ALI NURFATONI/RaBa

SARAT RELIGI: Aksi panggung grup musik Al-Mumtaz saat tampil di depan jamaah pengajian Desa/Kecamatan Sempu. email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


34

Jumat 22 November 2013

12 Tahun untuk Pemerkosa Anak Kandung

OLAHRAGA

ALI NURFATONI/RaBa

SIAP ALL OUT: Imam Untung Sutikno (kiri) dan Abdul Hadi akan unjuk gigi dalam kejurnas di Solo.

Kirim Dua Binaragawan ke Solo BANYUWANGI - Persatuan Angkat Berat, Angkat Besi, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Cabang Banyuwangi memiliki agenda besar dalam waktu dekat. Salah satunya, menyiapkan binaragawan dalam kejuaraan nasional (Kejurnas) binaraga yang digelar di Solo. PABBSI Cabang Banyuwangi memastikan tampil di ajang bertajuk Piala Wali Kota Solo tahun 2013 itu. Untuk itu, sejumlah atlet binaragawan terbaik Bumi Blambangan sudah disiapkan dalam agenda yang digeber dua hari mulai 2 hingga 3 Desember mendatang itu. Beni Hiar, selaku pemegang komando PABBSI Banyuwangi periode 2013-2018 tampaknya ingin mengulang sukses pada periode sebelumnya saat masih ditangani Nurmansyah. Untuk itu, atlet binaragawan terus melakukan persiapan dalam menyongsong agenda nasional tersebut. Ketua terpilih PABBSI, Beni Hiar mengungkapkan, pihaknya memastikan akan ikut serta dalam kejurnas tersebut. Bukan hanya sekedar ikut tampil, tapi juga ingin membawa pulang medali. ‘’Kita yakin bisa dapat emas,” ungkapnya kemarin. Dia meyakini, binaragawan yang akan dikirim dalam kejurnas tersebut akan unjuk gigi dengan hasil manis. Pasalnya, binaragawan yang sudah disiapkan tersebut sudah beberapa kali berjaya di berbagai kejuaraan. ‘’Waktu kejurnas di Jember, atlet kita pernah juara II mengalahkan atlet nasional,” terangnya. Saat ini, dua atlet Binaragawan tersebut terus melakukan latihan rutin. Tujuannya jelas, ingin membawa nama harum Banyuwangi di kancah nasional. ‘’Sudah kita siapkan dua binaragawan terbaik,” tandasnya. Dua binaragawan itu adalah Imam Untung Sutikno yang berlaga di kelas 60 kilogram (Kg) dan Abdul Hadi yang akan tampil di kelas berat badan 65 Kg. (ton/c1/als)

GALIH COKRO/RaBa

Tidak Patut Dicontoh SEBAIKNYA, adegan dalam foto yang dijepret di Jalan A. Yani, Banyuwangi, kemarin (21/11) ini tidak ditiru oleh orang tua mana pun. Sebab, sang ibu membiarkan sang anak menghadap ke belakang saat dibonceng. Tentu, kondisi itu membahayakan si anak. Bagaimana ini?

BANYUWANGI - Majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi menyatakan Hadirin, 42, asal Dusun Balak Kidul, Desa Balak, Kecamatan Songgon, terbukti bersalah telah memerkosa Saritem (nama samara), putri kandungnya sendiri, kemarin (21/11). Dalam sidang lanjutan dengan agenda putusan, majelis hakim yang dipimpin Jamuji SH menyebut perbuatan terdakwa melanggar Pasal 81 ayat 2 Undang-Undang (UU) RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak (PA). “Dihukum 12 tahun penjara,” cetus Jamuji SH, dalam amar putusannya. Selain 12 tahun penjara itu, majelis hakim juga menghukum terdakwa dengan membayar denda sebesar Rp 60 juta subsider tiga bulan kurungan. “Denda Rp 60 juta bila tidak dibayar, bisa diganti dengan tiga bulan kurungan,” kata Jamuji kepada terdakwa Hadirin. Dalam amar putusannya itu, majelis hakim sempat membeberkan kelakuan terdakwa yang telah memaksa putri kandungnya sendiri untuk melayani nafsu bejatnya. Se-

jumlah saksi, termasuk korban sempat didatangkan untuk dimintai keterangan. Perbuatan bejat terdakwa ini kali pertama dilakukan saat korban masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Selanjutnya, terdakwa selalu minta jatah hingga dua tahun lamanya. Perbuatan tidak senonoh ini terakhir dilakukan sekitar pukul 14.00 pada 14 Juli 2013. “Berdasar fakta-fakta dalam persidangan, terdakwa terbukti telah melanggar Pasal 81 ayat 2 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang PA,” ungkapnya. Putusan majelis hakim 12 tahun penjara denda Rp 60 juta subsider tiga bulan kurungan ini lebih ringan tiga tahun tiga bulan kurungan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Ari Dewanto SH. Dalam tuntutannya, jaksa meminta pada majelis hakim untuk menghukum terdakwa 15 tahun penjara. Selain itu, jaksa menyebut terdakwa yang telah tega meniduri putri kandungnya sendiri itu melanggar Pasal 81 ayat 2 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang PA dan juga harus didenda Rp 60 juta subsider enam bulan kurungan. (abi/c1/als)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


35

Jumat 22 November 2013

Gunung Raung Erupsi Tiga Kali

PERJUDIAN

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

DIAMANKAN: MS dan Jatim saat diamankan di Mapolsek Muncar kemarin.

Rekap Togel di Kertas Obat Nyamuk MUNCAR - Kalau sudah hobi, tempat apa pun bisa digunakan ngeramal togel. Tidak terkecuali bungkus bekas obat nyamuk dan kertas rokok. Hal itu terungkap dalam penangkapan pelaku perjudian toto gelap (togel) yang dilakukan aparat Polsek Muncar. Dua pelaku berhasil diamankan, yakni MS, 70, dan M. Jatim, 63, warga Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Dari tangan pelaku diamankan potongan kupon dan bekas rekapan togel yang berasal dari kertas rokok dan potongan kardus obat nyamuk. Selain bukti tersebut, polisi mengamankan uang tunai sebesar Rp 60.000 n  Baca Rekap...Hal 43

ADA APA LAGI

ABDUL AZIZ/RaBa

DIPERCANTIK: Pembangunan taman di pertigaan Dusun Sukorejo, Desa Lemahbang Kulon, masih dalam proses.

Percantik Taman Kota Kecamatan SINGOJURUH - Pemkab Banyuwangi terus memperbaiki dan mempercantik semua taman di setiap kecamatan. Bahkan, beberapa taman di pertigaan dan perempatan jalan tak luput dari perbaikan n  Baca Percantik...Hal 43

SONGGON– Gunung Raung yang berbatasan dengan Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi kembali menunjukkan aktivitasnya. Rabu (20/11) malam, Gunung Raung sedikitnya tiga kali mengeluarkan letusan. Meski tidak terlalu besar, letusan terdengar sampai ke desa di lereng Gunung Raung. Dari daerah Songgon suara letusan sangat terasa sekali. Sukirno, relawan Jember Disaster Rescue (JDR), mengakui Gunung Raung belakangan sering mengeluarkan letusan. “Memang ada letusan tetapi tidak terlalu besar,” ungkap Sukirno. Karena itu, JDR menerjunkan tim untuk memantau Raung. Meski status Gunung Raung berada di level II (waspada), JDR selalu memantau perkembangan gunung tersebut. “Pantauan terus kami lakukan meski kondisi normal. Begitu ada peningkatan aktivitas akan dipantau lebih intensif,” ungkapnya. Ustad Muzamil, salah seorang tokoh masyarakat Gunung Malang, menambahkan, Ra ung memang beberapa kali mengeluarkan dentuman keras. “Kemarin malam saat salat Maghrib sempat terdengar suara keras dua kali,” ungkapnya. Letusan Raung terdengar hingga Dusun Gayasan, Gunung Malang. “Saat salat Subuh juga terdengar lagi, saat itu suara dentuman keras disertai gemuruh,” sambungnya. Akibat suara letusan itu, kata dia, warga Gunung Malang sem pat yang keluar rumah. Me reka mengawasi puncak Gunung Raung yang tidak jauh dari permukiman mereka. Muzamil menambahkan, banyak warga yang resah karena dentuman cukup keras disertai suara gemuruh. “Warga sempat

ALI NURFATONI/RaBa

STATUS WASPADA: Gunung Raung dipotret dari Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon.

resah dan kaget karena memang sudah lama Gunung Raung tidak berbunyi,” ungkapnya. Namun, keresahan ma syarakat tidak berlangsung lama. Sebab, petugas dari Badan Penanggulanga Bencana Daerah (BPBD) Jember dan relawan dari JDR datang. Mereka meredakan kepanikan masyarakat. “Untuk pe tugas BPBD dan relawan JDR menenangkan masyarakat. Setelah itu mereka tenang dan kembali ke rumah masingmasing,” kata Muzamil. Pada 22 Oktober 2012 sempat

Kaus Banyuwangi City of Gandrung SEBAGAI perpustakaan kekayaan bu daya Banyuwangi dalam bentuk kaus, KaOsing selalu berusaha mendokumentasikan event-event budaya Bumi Blambangan. Yang terbaru, menyambut event Sewu Paju Gandrung. Tim kreatif KaOsing jauh-jauh hari sudah menyiapkan kaus bertema gandrung dengan desain eksklusif. ’’Setelah mempertimbangkan aspek sejarah gandrung yang ada sejak zaman penjajahan dan masih lestari hingga kini, kami pun menjadikan gandrung sebagai tagline baru Banyuwangi. Yakni, Banyuwangi City of Gandrung,’’ papar Tasya Madina, pengelola outlet KaOsing. Ditambahkan, desain Banyuwangi City of Gandrung makin elegan dengan tambahan gambar beberapa penari Gandrung sedang beraksi. Tapi gambar itu bukan foto. Melainkan lukisan karya maestro pelukis Banyuwangi, S. Yadi K.. tulisan agak transparan Banyuwangi City of Gandrung dalam ukuran kecil berjajar ke bawah yang menjadi latar belakang gambar lukisan gandrung mempercantik desain kaus Banyuwangi City of Gandrung. Pelukis S. Yadi K., yang mengizinkan lukisannya dimasukkan dalam desain

NEW TAGLINE: Desain elegan kaus Banyuwangi City of Gandrung.

IST

kaus Banyuwangi City of Ganrdung mengaku sangat puas. ’’Saya yakin kaus ini akan laris diburu oleh para pembeli,’’ tandasnya setelah melihat langsung desain kaus Banyuwangi City of Ganrdung. Terutama, lanjutnya, bagi yang akan menyaksikan Sewu Paju Gandrung besok di pantai Boom.

Ya, agar tidak kehabisan, silakan hari ini berkunjung ke outlet KaOsing di Jalan Ahmad Yani 93C (50 meter arah selatan kantor pemkab Banyuwangi/ persis depan kantor Pengadilan Agama). Selain lengan pendek, juga tersedia lengan panjang. Namun, hanya teresdia satu warna: putih. (adv)

terjadi gempa tremor di Gunung Raung dengan amplitudo ratarata 14-15 mm. Karena itu, 22 Oktober 2012 status kegiatan Raung dinaikkan dari waspada (level II) menjadi siaga (level III). Namun, mulai 1 April 2013 Pusat

Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung menurunkan status Gunung Raung dari siaga ke waspada. Gunung Raung memiliki ketinggaian puncak 3.332 meter dari permukaan laut (dpl). Kali

terakhir Gunung Raung meyemburkan abu vulkanik pada Desember 2010. Tak heran, se lama cukup aktif, Gunung Raung mengeluarkan suara gemuruh berkali-kali n  Baca Gunung...Hal 43


36

Jumat 22 November 2013

Kembalikan 15 Ribu Kartu Jamkesmas Pemkab Validasi Ulang Data Warga Miskin

NUR HARIRI/RaBa

MENUNGGU: Vera Cahyani saat menunggu giliran persidangan di PN Situbondo.

Pencuri Cincin mulai Disidang SITUBONDO - Vera Cahyani, warga Kelurahan Dawuhan, Situbondo, mulai menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo kemarin (21/11). Ibu satu anak itu didakwa Pasal 362 KUHP atas pencurian yang dia lakukan. Sidang yang dipimpin Dewi Iswani SH itu berlangsung 20 menit. Selama mengikuti sidang, Vera hanya menunduk dan hanya beberapa kali

melihat hakim. Sebelumnya, terdakwa mencuri sebuah cincin dan dompet berisi surat-surat penting. Dalam sidang dakwaan tersebut, terungkap bahwa terdakwa melakukan pencurian tersebut dengan berpura-pura membasuh wajah di rumah korban. Setelah korban lengah, terdakwa mengambil sebuah cincin dan dompet milik korban. Karena itu, terdakwa Vera didakwa Pasal 362 KUHP.

“Ancaman hukumannya adalah lima tahun penjara,” terang jaksa penuntut umum (JPU) Bambang SH. Sidang perdana kasus pencurian itu akhirnya ditutup dan rencananya akan dilanjutkan pekan depan. Seperti diberitakan koran ini beberapa waktu lalu, Vera tertangkap basah saat mengambil sebuah cincin dan dompet di salon milik Idayati di belakang Rutan Situbondo. (rri/c1/als)

BANYUWANGI- Pemerintah daerah akan memvalidasi ulang jumlah warga miskin yang tercatat di Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Data warga miskin yang ada di TNP2K dinilai sudah tidak valid dan kedaluarsa. Saat ini, jumlah penduduk miskin Banyuwangi yang tercatat di TNP2K sebanyak 207.232 rumah tangga sasaran (RTS). Sedangkan jumlah individu warga miskin mencapai 611.908 orang. Jumlah warga miskin yang tercatat di TNP2K saat ini merupakan hasil dari pelaksanaan pendataan program perlindungan sosial (PPLS) tahun 2008 lalu. “Angka kemiskinan kita sudah turun jadi 10,48 persen dari sebelumnya tahun 2011 sebesar 11,25 persen,” ungkap Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), Yusuf Widyatmoko. Untuk memvalidasi data warga miskin itu, TKPKD menggelar rapat koordinasi (rakor) di Aula Rempeg Jogopati kemarin (21/11). Agenda tunggal rakor TKPKD yang melibatkan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan camat itu adalah untuk membahas pelaksanaan validasi data kemiskinan.

Angka kemiskinan kita sudah turun jadi 10,48 persen dari sebelumnya tahun 2011 sebesar 11,25 persen. Yusuf Widyatmoko Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD)

Data kemiskinan di Banyuwangi saat ini, kata Yusuf, sudah tidak valid lagi. Salah satu indikatornya, pada tahun 2013 ini ada kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dari pemerintah pusat yang dikembalikan. Jumlahnya cukup besar mencapai sekitar 15 ribu orang dari total penerima kartu Jamkesmas mencapai 552.737 jiwa. Selain kartu Jamkesmas, kartu

perlindungan sosial (KPS) yang dikembalikan ke pusat mencapai 3.365 orang. Kartu Jamkesmas dan KPS dikembalikan ke pusat karena pemiliknya sudah meninggal dunia, pindah alamat, dan warga tersebut tidak lagi menjadi warga miskin. “Data hasil PPLS tahun 2008, akan kita lakukan validasi ulang pada tahun 2013,” timpal Sekretaris TKPKD, Agus Siswanto. Menurut Agus, input dari pelaksanaan validasi data warga miskin akan digunakan pelaksanaan program bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), penyaluran Jamkesmas, penyaluran Raskin dan pelaksanaan program keluarga harapan (PKH). “Hasil validasi data itu akan kita gunakan sebagai data terpadu penanggulangan kemiskinan,” katanya. Validasi data kemiskinan itu, kata Agus, akan menggunakan basis nama dan alamat. Karena itu, validasi itu memerlukan keterlibatan berbagai pihak. “Target angka kemiskinan yang ditetapkan dalam RPJMD sebesar delapan persen,” ungkap Agus. Melalui program validasi data kemiskinan itu, diharapkan bisa mempercepat penanggulangan kemiskinan hingga angka delapan persen. “Kerja keras selama dua tahun, angka kemiskinan kita sudah turun ke angka 10,48 persen,” tambahnya. (afi/als)

Dewan Terancam Gagal Tuntaskan Program Legislasi Daerah BANYUWANGI - Pembah a s a n p ro g ra m l e g i s l a s i daerah (Prolegda), terancam gagal dituntaskan oleh anggota DPRD Banyuwangi. Dari 19 rancangan peraturan daerah (raperda) dalam Prolegda 2013 ini, hingga akhir Nov e m b e r 2 0 1 3 i n i b a r u tujuh raperda yang sudah disahkan. Empat raperda lagi, yakni Raperda tentang Pengelolaan Sampah, Penanggulangan Bencana, Usaha Kecil Mikro Menengah (UKMM), dan Raperda tentang Penyertaan

Modal, hari ini rencananya akan disahkan. “Besok (hari ini), ada empat raperda akan disahkan,” cetus ketua DPRD Banyuwangi, Hermanto kemarin (22/11). Selain pengesahan empat raperda itu, jelas dia, dalam sidang paripurna juga akan d i l a ku k a n p e n y a m p a i a n nota penjelasan dari Bupati Banyuwangi mengenai pengajuan dua raperda lagi yakni tentang Pengendalian Tempat Hiburan, dan Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil.

Dalam paripurna yang akan dimulai sejak pagi, DPRD juga akan menggelar paripurna intern. Dalam paripurna ini akan diambil kesepakatan mengenai pengajuan dua raperda yakni mengenai Cagar Budaya dan corporate social responbility (CSR). “Ini raperda inisiatif, bila DPRD sepakat akan dibahas juga,” cetusnya. Bila mayoritas DPRD menyetujui pembahasan dua raperda inisiatif DPRD ini, maka setelah pengesahan empat raperda akan dilakukan pem-

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Kebalenan/Lugonto •

• Desa Balak •

bahasan lagi terhadap empat raperda. “Akan kita tuntaskan

pembasan raperda yang sudah disepakati dalam Prolegda 2013,” ungkapnya. Meski DPRD terkesan mengebut dalam pembahasan raperda ini, tapi 19 raperda yang ada di Prolegda 2013 terancam tidak bisa tuntas. Sebab, masih ada empat raperda lagi yang masih tersisa, termasuk pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) 2013. “Kita akan berupaya untuk menuntaskan pembahasan semua raperda,”

cetus ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRD Banyuwangi Handoko. Handoko mengakui dari 19 raperda yang ada pada Prolegda 2013, baru tujuh raperda yang sudah disahkan. Tapi, pada hari ini akan dilakukan pengesahan terhadap empat raperda lagi. “Empat raperda lagi juga akan siap untuk dibahas,” cetusnya. Bila hingga akhir Desember 2013 ini masih ada raperda yang belum terbahas, Handoko menyebut pembahasannya akan dilaksanakan

pada tahun anggaran 2014 mendatang. “Bila (raperda) tidak terbahas, otomatis akan masuk dalam Prolegda 2014,” katanya. Kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Politisi Partai Demokrat ini mengakui kalau sampai saat ini KUA PPAS 2014 belum terbahas oleh DPRD. Tapi, pihaknya akan tetap berupaya untuk menuntaskan semua pembahasan hingga akhir tahun. “Pembahasan KUA PPAS akan segera dimulai,” ujarnya. (abi/als)

JEMBER

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

dok.RaBa

Hermanto

• Pulau Santen •

• Telkomvision•

• STNK •

• Nissan •

• Toyota Yaris ‘12 •

Djl tanah sawah luas 10.715,cocok utk homestay, PP, wisata pulau santen, dll. Hrg Rp.200 ribu/meter. Hub: 0811354614

Telkomvision, 80+Chnel Pakai 3 Bln Free Selamanya Info Reza 085231300123

Hilang STNK P 2481 YM a/n Dino Randy Chuniawan Jl Kinilabu RT 02 RW III Bwi

Dptkn 5 pkt ntn PD Brazil, 3 Elgrand, 3 Teana U/ pmbln Nissan s/d tgl 31/12 ’13 & Dptkn bng mulai 0 %.3S tiap hari 08.0017.00 Nissan Banyuwangi Jln.S.Parman 147 Bwi 0333-4460222

Toyota Yaris Tipe E matic th 2012, silver, milik dokter, tangan pertama, Hub 081336654004

• Xenia XI (Plat W) •

Miliki All New Xenia UM 27 Jt bs krdt 5 thn, Ayla cm 80 Jt-an, Terios, Sirion Disc GEDE Hub Hadi 08113541818/081559705555

Hilang STNK P 6603 VM a/n Gimin Hariyono Dsn Gunung Remuk RT 003/ 004 Ds Ketapang,Kec Kalipuro,Bwi

• Tanah Sawah • Djl Tnh Swh L 14.000 M2 SHM Glenmore Tepi Jln propinsi, Dkt Kmpus,RS, cocok prumahan Hrg 200 rb/m2 0333-821443

BANYUWANGI

Hlng STNK P 3101 ZJ an Hariyanto Dsn Gumuk Batur RT 02/01 Ds Licin Kec Licin

• Jl. Ikan Kembangwaru •

Hlg STNK P 6228 ZG, an. Samuel, Perum Permata Giri Blok DA 01/06 Kel. Giri, Giri

• Kijang Innova ‘05 •

DjlrmhLT300mLT600m,5KT,3KM,halluas,Jl.Ikan Kmbangwaru5,Krangrejo,nego,TP,08122721575.

Hlg STNK P 1708 ZO, an. Achmad Wahyudi, Tegalpakis 2/6, Kalibaru Wetan

Dijual Kijang Innova G dsl 05 A/T htm (L) kon istw H:085330007053

• Honda Jazz•

• Xenia•

• Nissan •

Dijual Honda Jazz RS Th 2010 manual warna putih full variasi nopol P (bwi) harga nego hub 081332040783

Dijual Daihatsu xenia F601 RV-GMDFJJ tahun 2010 hitam mtl hrg 115 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Promo Nissan Akhir Tahun DP Murah Grand Livina 34 Jt & March 21 Jt Dapatkan Penawaran Khusus Utk Mobil Perusahaan Hub Adwar 081259550876/087851707706

• Isuzu Panther•

• Avanza•

Dijual Isuzu panther turbo LM TBR 54F (solar) tahun 2007 hitam hrg 137,5 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota new Avanza 1.3G MT tahun 2012 hitam mtl hrg 151 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Innova•

• Kijang LGX •

Dijual kjg Innova E XS41 (solar) tahun 2010 silver hrg 195 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual kjg LGX KF 80 grand tahun 1999 abuabu mtl hrg 99 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Tanah & Gudang • Dijual rmh lok Kebalenan/Lugonto di Jl raya Rogojampi/Genteng L 10 x15 = 150m2 SHM bs dbeli dgn cash/kredit & jg bs dsewa hrg nego. H: (0333) 631526-635176 , 0811351148

Dijual Tnh+bangunan L4x8=32M2 + 10x15=150M2 bsa dbeli dg cash/ kredit &jga bsa disewa, SHM Lok Ds Balak, hrg nego. H: (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Ruko Jajag •

TnhRgjL.9600m2Kebalen,L.23500m2,Pancoran Tnh L1150m2, Mendut, L.5000m2, Meneng L.10650m2, L.7000m2 dpn SG. Dswkn Gdg L.200m2+hlmBwiKota,GdgL.2100m2+hlm.3000m2 Srono.H:0811301322/081703130988.

SITUBONDO

• Daihatsu Promo •

Dijual Mobil Xenia XI Plat W (Sidoarjo) Hub Tlp 085336525043

Ingin pasang iklan? Hubungi: 0333-412224

• Rumah Gardenia • Dijual Rmh Gardenia Estate LT 96 LB 55 Semi Furnish Hrg Nego Hub 082141861312

• Jln Tembus Baru • SITUBONDO • Ruko Strategis • Djl Ruko Pusat Kota Jl. Ahmad Yani 106 A Stb Hub 081233770294/0338-671304 Dijual atau sewa ruko baru Jl Juanda (pasar subuh) harga nego jajag hub tlp 0333-396254 082230129393

Djl Cpt Tanah Tepi Jalan Almt Jln Tembus Baru 2300 m2 SHM Hub 085258796775

Jual Innova Solar G 2008 Abu2 Metalik, harga 187 juta nego Innova Bensin ‘08 G, Abu2 Metalik, 162 juta nego Cash & Kredit

Hub: 082142194111

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi


41

OPINI

Jumat 22 November 2013

Potret Guru Adalah Cermin Pendidikan

ASUSILA

HAFID ASNAN/RADAR JEMBER/JPNN

MEMBANTAH: Hendra Setyawan, guru SMK Mulia Tempeh mengelak jika pelaku video mesum tersebut melibatkan siswinya.

Heboh Video Mesum Siswi SMK LUMAJANG – Dunia pendidikan Lumajang tercoreng. Ini setelah beredar luas video mesum yang mempertontonkan adengan syur seorang siswi berseragam SMK Mulia Tempeh yang melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Yang membuat miris, hubungan tidak senonoh tersebut dilakukan ketika siswi tersebut masih berseragam sekolah dan mengenakan jilbab. Informasi yang dihimpun wartawan Koran ini, video mesum itu sudah beredar luas di tengah masyarakat, baik beredar melalui handphone, file softcopy, maupun lewat kiriman email. Video mesum yang diperankan seorang siswi dengan pemuda di sebuah rumah tersebut, berdurasi 8 menit 52 detik. Dalam video mesum terlihat jelas, siswi yang mengenakan seragam sekolah SMK Mulia Tempeh ini berhubungan badan dengan pemuda yang mengenakan kaus warna biru dan celana jeans sepanjang lutut. Sebelum berbuat mesum, lelaki tersebut rupanya sengaja mengabadikan perbuatan mereka dengan memasang kamera yang diarahkan di tempat mereka melakukan perbuatan tidak senonoh. Awal mulanya, siswi SMK tersebut duduk di atas kursi sofa warna oranye. Pada kursi yang diduduki, terlihat sarung warna biru bermotif bunga. Selanjutnya, saat pemuda meminta melakukan adegan seks, siswi SMK tersebut tidak menolak. Sesekali, di sela-sela berhubungan badan, sempat terjadi pembicaraan antar keduanya dalam bahasa Jawa. Yang memprihatinkan lagi, dalam video mesum tersebut ada kesengajaan untuk memperlihatkan wajah dan asal sekolah si perempuan. Tertera jelas, di atribut lengan baju siswi, tulisan SMK Mulia Tempeh. Mendapat informasi beredarnya video mesum tersebut, sejumlah wartawan langsung mendatangi SMK Mulia¸ siang kemarin. Sayangnya, kepala SMK Mulia ketika hendak dikonfirmasi sedang tidak ada di tempat. Hanya Hendra Setyawan, guru bahasa Inggris, yang bersedia menemui sejumlah wartawan. Hendra mengelak jika ada siswa SMK Mulia yang bertindak asusila, sebagaimana yang diceritakan wartawan. Apalagi sampai diabadikan dalam video. “Bukan murid kami. Tidak ada murid kami yang berperilaku seperti itu,” terangnya. Disinggung adanya seragam sekolah yang dikenakan mencantumkan tulisan SMK Mulia Tempeh, Hendra menegaskan jika dirinya tidak tahu hal itu. Untuk siswi berinisial P yang dikeluarkan dari sekolah beberapa bulan lalu, kata Hendra, karena memang sering membolos. (fid/wnp/jpnn)

PENGANIAYAAN

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

TERGELETAK: Edi, wartawan online Jember mendapatkan perawatan di Puskesmas Mumbulsari kemarin siang usai ditusuk oleh A. Kholil, yang diduga melakukan haji palsu.

Liput Dugaan Haji Palsu, Wartawan Ditusuk JEMBER – Kekerasan terhadap pekerja jurnalis terjadi di Kecamatan Mumbulsari, Jember, kemarin (21/11). Edi Winarko, warga Lingkungan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, itu mengalami penusukan yang cukup parah di kaki kirinya. Korban ditusuk pisau oleh Ahmad Kholil, 50, warga Dusun Angsana Desa/Kecamatan Mumbulsari kemarin siang (21/11) saat mengkonfirmasi isu dugaan haji palsu yang dilakukan oleh pelaku. Beruntung, mskipun mengalami luka parah di kakinya, nyawa korban masih bisa diselamatkan. Berdasarkan informasi yang berhasil digali di lokasi kejadian kemarin siang, peristiwa itu terjadi saat Edi bersama dengan rekan media dari televisi mendatangi dusun tersebut. Mereka mendapatkan kabar jika ada sekelompok warga yang hendak mendatangi rumah Halil, untuk mengkonfirmasi kebenaran status haji Halil dalam musim haji kemarin. Menurut Dhoni, warga sekitar ada dugaan di masyarakat jika Kholil tidak berangkat haji ke tanah suci Mekkah. Meskipun selama musim haji kemarin, pelaku sempat melakukan selamatan untuk keberangkatannya. Kepada warga, Kholil mengaku berangkat dari klotter 63 melalui KBIH Al Khoirot. Warga sempat curiga, karena KBIH Al Khoirot ini berada di klotter 61. Selain itu, saat mengantarkan ke Jember, pelaku hanya mau diantar hingga ke Alun-alun Jember. Namun ketika itu, di Alun-alun, tidak ada orang lain selain Kholil. Mengenai status hajinya, Kholil bersikukuh ia telah berhaji. Namun, keterangan laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bersihbersih di perkebunan itu berubah-ubah sehingga yang mendengarnya tersenyum. Dirinya menyebut pemberangkatan hajinya bergabung dengan KBIH di Jember. Namun ternyata namanya tidak tertera di KBIH itu. Dirinya mengaku masuk Kloter 63 dan tiba di Jember pukul 15.00 WIB Minggu (17/11). Tetapi, kloter 63 ternyata tiba di Kecamatan Tanggul (titik kedatangan kloter itu) malam hari sekitar pukul 19.00 WIB. Saat ditanya di maktab mana dirinya tinggal di Makkah, Kholil mengatakan di sekitar Jabal Qubis (Jabal Abi Qubais). Untuk berangkat haji, dirinya mengaku menabung Rp 20 juta ke sebuah bank. “Mau sampai tiba di sana (tanah suci), mau tidak sampai, kan tidak ada urusan sama orang lain. Itu uang saya sendiri,” tegasnya. (ram/jum/jpnn)

HARI Guru Nasional (HGN) diperingati setiap 25 November bersamaan dengan HUT PGRI. Hal itu berdasar Kepres 78 Tahun 1994. Tema HGN dan HUT ke-68 PGRI tahun ini adalah “Mewujudkan Guru yang Kreatif Inspiratif dan Penegakkan Kode Etik untuk Penguatan Implementasi Kurikulum 2013”. Pertanyaannya adalah apakah guru Indonesia sudah kreatif dan inspiratif? Apakah guru Indonesia sudah kompeten guna mendukung implementasi kurikulum 2013? Agar memperoleh jawaban yang akurat, mari kita lihat potret guru, potret siswa, dan potret pendidikan Indonesia abad 21. Potret dan wajah bangsa di masa depan tecermin dari para guru masa kini. Gerak maju dinamika kehidupan bangsa berbanding lurus dengan keprofesionalan guru dalam mengelola pembelajaran di kelas dan ditentukan oleh baik-buruknya citra para guru di tengah-tengah masyarakat. Sementara itu, potret pelajar Indonesia tergambar pada hasil PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2009. Penilaian pelajar sedunia melalui program PISA diadakan setiap tiga tahun sejak tahun 2000 dengan mengikutsertakan siswa yang berusia 15 tahun. Program tersebut diiku-

ti 65 negara. Kriteria penilaian PISA mencakup kemampuan kognitif dan keahlian siswa di bidang reading, matematika, dan scientific literacy. Hasil PISA tahun 2009, Indonesia menduduki peringkat 10 besar terbawah dari 65 negara. Reading berada pada peringkat 57, matematika peringkat 61, dan sains peringkat 60. Yang paling mengejutkan, kemampuan kognitif hampir seluruh pelajar Indonesia berada di level 1, 2, dan 3 (mengingat, memahami, dan menerapkan). Kemampuan kognitif siswa negara-negara maju pemenang PISA (Shanghai, Korea, Japan, Finlandia, Singapore, Hongkong) menduduki level 4, 5, dan 6 (analisis, evaluasi, dan kreasi). Kemampuan analisis siswa Indonesia rendah dan kurang kreatif. Kemampuan siswa identik dengan potret guru Indonesia. Guru kita belum profesional meskipun sudah besertifikat pendidik. Kualitas pendidikan Indonesia juga masih rendah. Hal ini terbukti dari hasil survey United Nations Educational Scientific and Cultural organization (UNESCO) terhadap negara-negara berkembang di Asia Pasifik. Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Kualitas guru berada pada level 14 dari 14 negara berkembang. Sungguh sangat

O l e h

Drs. SISWAJI, MPd * memprihatinkan. Jika mutu pendidikan rendah, maka kualitas SDM juga rendah. United Nations for Development Programme (UNDP) mengumumkan hasil studi tentang kualitas manusia secara serentak di seluruh dunia melalui laporannya yang berjudul Human Development Report 2004. Disebutkan, Indonesia menduduki posisi ke111 dari 177 negara. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga, posisi Indonesia berada jauh di bawah. Lagi-lagi ini sungguh memprihatinkan. Bahkan, menurut survei The Political and Economic Risk Consultancy (PERC), kualitas pendidikan Indonesia berada pada peringkat 16 di tingkat Asia dan berada di urutan 160 di tingkat dunia. Ironisnya, posisi Indonesia berada di bawah Vietnam yang sering

mengalami kekacauan politik dan peperangan. Guna mengejar ketertinggalan pendidikan dan mewujudkan SDM yang berpendidikan (berpengetahuan dan berketerampilan) dan berbudaya (berkarakter kuat), maka Mendikbud memberlakukan kurikulum 2013 walaupun terkesan tergesa-gesa dan dipaksakan. Instrumen pendukung pelaksanaan kurikulum, baik guru maupun sarana pendukung lain, belum sepenuhnya siap. Semoga kurikulum 2013 berhasil, karena ada mitos angka 13 adalah angka sial. Yang paling substantif dalam pelaksanaan kurikulum 2013 adalah model pembelajaran yang dikembangkan guru harus berubah. Tidak lagi menggunakan metode ceramah saja, tapi wajib menggunakan pendekatan scientific (keilmuan) guna melatih kemampuan analisis dan kreativitas siswa. Diharapkan, siswa memiliki kepekaan terhadap permasalahan yang timbul baik gejala alam maupun gejala sosial. Guru harus terus-menerus belajar. Guru harus sering mengikuti penataran, workshop, pelatihan, penelitian, dan aktif dalam organisasi profesi, aktif bermasyarakat, mendengarkan radio, dan televisi. Hal ini penting demi mengembangkan pengalaman, pen-

getahuan, keterampilan, dan keprofesionalan. Di samping itu, guru wajib mematuhi norma-norma yang diatur dalam kode etik profesi guru. Dengan penegakan kode etik, diharapkan tidak ada lagi bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan guru. Dalam kode etik, guru wajib memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitar demi membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. Permasalahan antara guru dan guru, antara guru dan murid, antara guru dan orang tua atau anggota masyarakat, sedapat mungkin dipecahkan secara kekeluargaan. Yang tidak kalah penting, dalam kode etik, guru secara bersamasama wajib memelihara dan meningkatkan mutu organisasi profesi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Karena itu, bersatulah guruku, baik guru TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK negeri maupun swasta, baik yang berada di bawah naungan Kemendiknas maupun Kemenag. Mari bersatu padu membangun pendidikan berkualitas melalui guru yang profesional, sejahtera, bermartabat, dan terlindungi. Selamat Hari Guru dan HUT ke-68 PGRI. *) Sekretaris PGRI Banyuwangi.

Potensi Penyu di Kabupaten Banyuwangi BANYUWANGI memiliki keanekaragaman biota laut. Tentu hal ini sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Penyu merupakan salah satu jenis biota laut yang siklus hidupnya belum banyak diketahui manusia. Penyu betina yang mau bertelur, biasanya mendekati pantai tempat ia dilahirkan. Setelah mendapat tempat yang dipandang paling aman, penggalian diteruskan sampai mencapai kedalaman tertentu. Penyu bisa bertelur dalam jumlah banyak, antara 40-160 butir, tergantung jenis dan usianya. Setelah semua telur keluar, lubang ditutup dengan hati-hati menggunakan sirip belakang. Kemudian, lubang bekas tubuhnya akan ditutup pasir menggunakan sirip depan. Setelah dirasa cukup, penyu akan mengacak-acak permukaan pasir demi mengecoh pemangsa. Setelah itu, penyu akan kembali ke laut. Induk penyu tidak pernah menjaga telur, apalagi mebesarkan anak-anaknya. Nasib telur dan anak-anak penyu diserahkan sepenuhnya kepada Sang Pencipta. Penyu tidak bertelur tiap tahun. Ada kalanya 2 sampai 4 tahun baru bertelur. Namun, dalam satu periode bertelur, penyu bisa bertelur beberapa kali. Adakalanya juga penyu ke darat tapi tidak bertelur. Itu

bisa karena mendapat gangguan, sehingga merasa tidak aman, atau sekadar orientasi bertelur (memeti). Setelah masa inkubasi antara 45-72 hari, telur itu menetas menjadi tukik (anak penyu). Namun, tidak menetas secara bersamaan. Adakalanya terjadi selisih waktu satu sampai dua hari. Yang telah menetas dulu, dengan sabar menunggu saudaranya menetas. Kemudian bersama-sama merangkak menuju laut. Hal tersebut biasanya berlangsung malam hari, karena menghindari pasir yang panas dan pemangsa. Selanjutnya, tukik akan menghuni perairan dangkal. Setelah itu, secara bertahap tukik akan menuju perairan yang lebih dalam. Ancaman bagi penyu adalah perdagangan, baik dalam bentuk daging, telur, maupun bagian tubuhnya. Penyu yang sering diperdagangkan dagingnya adalah penyu hijau. Penyu yang sering diambil karapasnya untuk dibuat hiasan dan cenderamata adalah penyu sisik. Kondisi alam sekarang sudah tidak sama seperti dahulu. Pencemaran laut menjadi ancaman serius bagi kelestarian penyu. Di samping itu, banyak juga pantai yang sudah beralih fungsi. Sehingga, kesempatan penyu hidup semakin kecil dan dapat dikatakan sedang berada di

O l e h

Ir. KUSWAYA, BSc.F dan WIYANTO HADITANOJO * ambang kepunahan. Pemerintah Republik Indonesia menyatakan, penyu merupakan satwa liar dilindungi berdasar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. Diperjelas lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa. Itu berarti, segala bentuk perdagangan penyu, baik dalam keadaan hidup, mati, maupun bagian tubuhnya, merupakan kegiatan terlarang. Pelaku perdagangan satwa dilindungi diancam hukuman penjara setinggi-tingginya 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Pemanfaatan satwa dilindungi hanya diperbolehkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, dan penyelamatan jenis satwa yang bersangkutan. Di dunia ada tujuh jenis penyu. Enam jenis di antaranya ada di Indonesia. Di sepanjang pantai atau perairan Banyuwangi terdapat 4 jenis penyu, yaitu penyu belimbing, penyu hijau, penyu sisik, dan penyu lekang. Masyarakat Banyuwangi pat-

ut berbangga, karena di Pulau Jawa hanya ada tiga tempat utama pendaratan penyu, dua tempat di antaranya ada di Kabupaten Banyuwangi, yaitu Sukamade dan Pantai Ngagelan, Kecamatan Tegaldlimo. Satu tempat lain berada di pantai Ujung Genteng, Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Nasib penyu yang bertelur di Banyuwangi (masuk kawasan konservasi) lebih baik karena mendapat perlindungan dan pengamanan layak. Namun, penyu yang bertelur di luar kawasan konservasi, nasibnya kurang seberuntung. Konon, Pemerintah Hindia Belanda membangun perkebunan di Sukamade, juga dalam upaya menyelamatkan penyu dari para pemburu liar. Di Banyuwangi, selain di dua tempat tersebut, penyu juga ditemukan bertelur di Pulau Tabuhan, Kecamatan Wongsorejo, sampai Pantai Rajegwesi, Kecamatan Pesanggaran. Di sekitar Banyuwangi kota, secara terbatas penyu dijumpai bertelur di pantai Bulusan, Cacalan, Boom, Pulau Santen, Pakis Rowo, dan Bomo. Sekitar 25 tahun lalu masih banyak nelayan yang mendapati tukik tersangkut jaring. Kemudian, mereka menjualnya sebagai ikan hias. Itu sekarang jarang terjadi. Itu membuktikan bahwa populasi penyu memang

sudah sangat merosot. Atas kondisi tersebut, di Banyuwangi telah berdiri Yayasan Penyu Banyuwangi. Tujuannya, antara lain membantu pemerintah menyelamatkan penyu di luar kawasan konservasi. Yayasan tersebut bekerja sama dengan para pihak yang peduli dan mau memindahkan telur-telur penyu ke sarang penetasan semi alami di lokasi yang dipandang lebih aman, yaitu Pantai Boom. Telur yang berhasil menetas menjadi tukik, langsung dilepas ke laut dan sebagian kecil dipelihara sesuai kemampuan. Kemudian, dilepas bila sudah berumur 2 bulan. Pengelola yayasan berpendapat, tukik yang langsung dilepas ke laut merupakan hal terbaik. Namun, karena alam sudah tidak seperti dulu, mungkin tukik yang dipelihara lebih dulu memiliki peluang hidup lebih besar. Bila populasi penyu di Banyuwangi melimpah, maka itu bisa dimanfaatkan sebagai tujuan wisata, pendidikan, penelitian, menunjang budaya, dan ilmu pengetahuan. Bisa juga Banyuwangi menjadi pusat penyelamatan penyu untuk skala nasional dan international di Indonesia. *) Pengurus Yayasan Banyuwangi Sea Turtle Foundation.

Dua Jempol Untuk Rakyat Banyuwangi SALAM olahraga. Hingarbingar even balap sepeda skala internasional Banyuwangi Tour de Ijen (BTdI) edisi kedua tuntas digelar. Secara umum, pelaksanaan ajang balap kelas dunia tersebut bisa dibilang sukses. Ekspektasi Pemkab Banyuwangi untuk mempromosikan pariwisata melalui media olahraga lebih khusus sepeda sport patut diapresiasi. Sebab, potensi wisata yang dimiliki kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu akan semakin populer di kancah nasional maupun internasional. Setidaknya, dalam ajang BTdI itu, para pembalap mengetahui rute curam namun mulus menuju finis di Paltuding, Gunung Ijen. Apalagi gunung berapi dengan ketinggian puncak 2.368 di atas permukaan laut (dpl) itu menjadi salah ikon pariwisata Bumi Blambangan dengan kawahnya yang indah. Kedua, ada pantai Pulau Merah yang elok juga bisa menjadi suguhan pembalap. Bagi pembalap yang menang, baik dalam dan luar negeri, mereka akan pulang ke kampung halaman dengan kepala tegak. Lantas bagaimana dengan yang kalah? Saya kira, mereka tetap memiliki kesan apik terutama terhadap rakyat Banyuwangi. Bagi rider mancanegara, rakyat Banyuwangi hebat, luar biasa dan mungkin sungguh luar biasa. Pujian dua jempol itu bukan tanpa alasan. Antu-

siasme masyarakat ketika para pembalap melintas di rute BTdI tampaknya akan sulit dilupakan bagi mereka. Ya, atmosfer pada dalam ajang BTdI yang digelar selama empat hari itu memang luar biasa. Bayangkan, masyarakat banyak berkumpul di tepi jalan untuk menunggu para pembalap melintas. Fenomena itu terlihat di sepanjang jalan rute yang dilalui. Saya kira, itu menandakan rakyat Banyuwangi welcome sekaligus bentuk penghormatan warga Banyuwangi terhadap ‘’orang luar’’. Masyarakat juga banyak yang menyambut para pembalap itu dengan berbagai cara. Seperti, kalangan pelajar mulai tingkat SD hingga SMA menyambut kehadiran pembalap dengan membawa bendera mini (baca: kecil) dengan warna merah putih dan warna yang melambangkan dari negara lain. Selain itu, ada yang menyambut dengan menyanyikan lagu Oseng yang menjadi lagu khas Banyuwangi. Ada juga warga yang menggelar kesenian hadrah maupun jaranan. Jauh sebelum kedatangan para pembalap melintas warga sudah banyak yang menunggu hingga berjam-jam. Beberapa teman dari media nasional pun terpukau dengan semangat warga untuk menyaksikan BTdI. Seorang wartawan dari Jakarta mengaku merinding ketika melihat

O l e h

ALI NURFATONI * banyak warga dengan sabar menunggu di tepi jalan hingga waktu yang cukup lama. ‘’Tubuh saya sampai gemetar. Suasana seperti ini baru kali ini saya temukan di sini,’’ gumam dia sembari geleng-geleng. Teman saya dari Surabaya juga memberikan kesan positif terhadap Banyuwangi. Meski baru pertama singgah, dia langsung betah tinggal di Banyuwangi. Menurut dia, suasana kota Banyuwangi menyenangkan. Dia pun semangat jika nanti bisa meliput BTdI untuk kedua kali pada tahun depan. Warga Banyuwangi itu pernah membuktikan pada BTdI tahun 2012 lalu. Sampai edisi kedua, sikap menaruh hormat itu tetap tidak berubah hingga pelaksanaan BTdI kedua yang digeber tanggal 2 hingga 5 November itu.

Dengan sikap yang ditunjukkan warga Banyuwangi itu, pelaksanaan balap sepeda yang menjadi kalender tahunan Union Cycling International (UCI) atau organisasi balap sepeda internasional itu sukses. Bahkan, ajang kedua ini memiliki saya rasa memiliki sukses ganda. Bagaimana tidak, jika pada edisi pertama, tim Banyuwangi tidak bisa berbuat banyak untuk mengejar prestasi. Namun, pada edisi kedua, tim Banyuwangi Road Cycling Community (BRCC) menorehkan tinta emas dengan masuk tiga besar general classification team by time. Yang menjadi pahlawan, tentu aksi heroik rider lokal Banyuwangi, Muhamad Taufik. Bayangkan, rider asal Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, itu berhasil menjadi pembalap terbaik Indonesia. Bahkan, catatan manis itu mampu dia ukir sejak etape pertama hingga keempat atau terakhir. Prestasi gemilang itu tidak diraih begitu saja. Pemuda yang kini bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan Banyuwangi berusaha mati-matian untuk memecahkan rekor itu. Cucuran keringat, air mata, hingga berdarahdarah dia lakukan demi nama harum Banyuwangi. Prestasi pemuda kelahiran Banyuwangi, 11 April 1987 itu bisa dijadikan teladan dan

membuka cakrawala bagi generasi muda Banyuwangi bahkan generasi bangsa se tanah air untuk masa depan lebih baik. Apa manfaat BtdI bagi rakyat Banyuwangi? Menurut hemat saya, dampak langsung adalah jalan yang mulus. Sebagaimana diketahui, rute yang dilalui peserta BTdI sepanjang 600 kilometer. Untuk itu, jalan yang rusak di sepanjang jalur itu diperbaiki demi kelancaran pembalap. Yang menarik, rute yang dilewati pada BTdI kali ini mencakup semua kecamatan yang ada di Banyuwangi yang terdiri dari 24 kecamatan. Pada BTdI edisi mendatang, kita sangat menghendaki ada rute baru. Misalnya, menuju ke Sukomade, Plengkung maupun tour de Raung. Kebetulan, sampai saat ini jalur itu masih rusak. Harapannya, supaya jalan-jalan itu bisa diperbaiki dan mulus. Dengan demikian, sekali mendayung tiga empat pulau terlampaui. Semoga. *) Wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi. ANDA punya artikel? Penjaga gawang rubrik Opini Radar Banyuwangi siap menerima. Tulisan Anda akan dibaca seluruh masyarakat Banyuwangi dan Situbondo. Silakan kirim ke email: artikelradarbwi@gmail.com


42

Jumat 22 November 2013

HEBAT: Diki Bastiar (kiri) disambut rekan-rekannya usai mencetak gol kedua kemarin. ALI NURFATONI/RaBa

Libas Putra Ijen Tiga Gol Tanpa Balas cak lini belakang lawan. Buntutnya, bek lawan harus mengganjal keras Diki Bastiar di luar kotak penalti. Wasit pun tanpa ampun memberikan kartu kuning. Kemudian, pengadil lapangan itu memberikan hadiah tendangan bebas untuk pasukan BU U-17 yang menggunakan jersey putih kombinasi merah itu. Diki Bastiar yang ditunjuk sebagai penendang tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan menggunakan kaki kanan, bola sepakannya menerobos pagar betis tim lawan dan menghunjam deras jala gawang tanpa bisa diantisipasi kiper. Para pemain BU U-17 tampaknya

Liga Remaja U-17 Jatim LUMAJANG - Banyuwangi United (BU) U-17 tampil gemilang di laga perdana Liga Remaja Jatim kemarin (21/11). Yoga Eka Yulianto dkk menang meyakinkan dengan skor 3-0 saat meladeni Putra Ijen Jember U-17 di Stadion Semeru, Lumajang. Diki Bahtiar menjadi bintang di laga tersebut. Pemain yang berposisi striker tersebut mencetak hattrick masing masing di menit 7, 28, dan 38. Pasukan Giman Abadi itu menerapkan strategi ofensif sejak awal laga. Duet di lini depan Diki BastiarSlamet ’Octo’ terus mengacak-nga-

TAEKWONDO

BANYUWANGI - Kejuaraan Basket bertajuk Harjaba CUP 2013 se-Jawa Bali masih berlangsung hingga kemarin (22/11). Sejumlah partai seru tersaji dalam ajang yang dihelat di Gor Sahabat Banyuwangi itu. Salah satunya duel final antara tim putri SDN Kepatihan versus tim putri SDN Penganjuran. Tensi tinggi mewarnai laga yang disaksikan puluhan pasang mata tersebut. Dua tim sama-sama tampil ngotot sepanjang pertandingan. Tak pelak, pertandingan berlangsung cukup alot. Mengingat, duel tersebut menentukan sebagai juara. Saling kejar mengejar poin terlihat dalam laga sarat emosi itu. Dua tim terus melakukan presing ketat sepanjang laga. Bahkan, di kuartet ketiga, dua pemain SDN Kepatihan menerima foul out dan harus keluar lapangan sebelum laga usai. Nah, kondisi tersebut tidak disiasiakan tim putri SDN Penganjuran un-

BANYUWANGI - Sebanyak 21 atlet Taekwondo Uti Pro Banyuwangi bakal tampil dalam Kejuaraan Taekwondo KONI Cup Pasuruan se-Jawa Timur. Semua atlet yang dikirim dalam ajang tersebut merupakan hasil seleksi ketat yang digelar selama sebulan. Para taekwondoin Bumi Blambangan itu akan tampil di kelas pra junior, junior, dan senior. Pelepasan kontingen Banyuwangi itu digelar di aula Kecamatan Genteng kemarin (22/11). Sejumlah pejabat hadir dalam acara pelepasan secara seremonial itu. Mereka adalah Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, Kasi Sarpras Bidang Olahraga Dispora Banyuwangi. Selain itu, para pelatih, ofisial Uti Pro Banyuwangi dan para orang tua taekwondoin terlihat berada di lokasi acara. Ketua Uti Pro Banyuwangi, Djajuli berharap semua taekwondoin bisa tampil maksimal dalam laga yang digelar selama beberapa hari itu. Dengan demikian, tentu saja ingin mengumpulkan medali sebanyak mungkin. ‘’Kita berharap agar kita bawa pulang medali,” ujarnya. Dia menjelaskan, atlet taekwondoin tersebut merupakan hasil penjaringan. Seleksi atlet itu diikuti hampir 375 taekwondoin binaan Uti Pro yang digeber selama sebulan. ‘’Mereka mengikuti pusdiklat dengan dilatih pelatih profesional Uti Pro Banyuwangi,” terangnya. (ton/c1/als) NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

NAMA

HASIL (%)

Dadang Wigiarto Muh Hidayat, drs. H. Sri Utami Faktuningsih Arvy Rizaldy, SE Mentik Rohimah Guntur Priambodo,DR. Ir. Taufik Hidayat, dr. Andriani, dr. Yoyok Mulyadi, Ir Toni Hartono

10,74 4,13 3,96 3,95 3,90 3,83 3,59 3,38 3,21 3,20

Abdullah Azwar Anas

Achmad Musta’in

Agung Setyo Wibowo

Andi Mulyo

Eko Susilo Nur Hidayat

Eva Hesty

Faida, dr

Fatchan Himami Hasan

Ira Damayanti

Ira Stephani Rawung

Irma Noervadila

Irwan Setiawan

Muslimin Fasyah Nanang Masbudi

Novita Ratnan- R Bomba Sugiarto ingtyas

Sumantri Soedomo Taufik Hidayat, dr. Teguh Sumarno

Dengan sekali sentuhan, dia merobek jala lawan dengan tendangan kerasnya. Keunggulan tersebut bertahan hingga babak pertama usai. Usai turun minum, tensi serangan masih terus gencar dilakukan BU. Namun, beberapa kali peluang manis tidak mampu dimanfaatkan merobek jala lawan untuk menambah keunggulan. Sebetulnya, Putra Ijen Jember juga berusaha menyerang. Namun, ancaman yang datang tidak terlalu berbahaya. Beberapa kali ancaman mampu digagalkan dengan apik duet lini belakang Yoga Eka Yulianto dan Feri Irawan. Sehingga, gawang

BU aman dari kebobolan hingga laga berakhir. Asisten pelatih BU U-17, Budi Santoso mengungkapkan, anak-anak mampu memanfaatkan beberapa peluang manis di babak pertama. Torehan tiga gol itu bisa mengangkat moral bertanding pada laga selanjutnya. ‘’Anak-anak sudah main bagus, tapi ada beberapa catatan yang perlu kita evaluasi,’’ ungkapnya usai laga. Asisten pelatih Putra Ijen U-17 Jember, Yongki mengakui permainan anak asuhnya buruk saat melawan BU. Karena itu, BU sudah pantas yang keluar sebagai pemenang. ‘’Tim BU main lebih bagus dari pada

kami. Selamat,’’ sanjungnya. Dengan hasil itu, BU U-17 menjadi pemuncak klasemen di grup A dengan menorehkan tiga poin. Tuan rumah PSIL Lumajang menjadi runner up setelah menang di match day pertama saat melawan Persipro U-17 dengan skor tipis 1-0. Untuk laga kedua, BU-17 harus berhadapan dengan PSIL U-17. Meski sebagai tim tamu, BU tetap optimistis bakal menorehkan kemenangan. ‘’Kita sudah melihat permainan PSIL, insyaallah besok kita menang. Mohon doanya masyarakat Banyuwangi,’’ harap manajer BU U-17, Miskawi. (ton/c1/als)

Bekuk SD Kepatihan, SD Penganjuran Juara

Kirim 21 Atlet ke Pasuruan

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOTTOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 4

masih belum puas dengan hanya mencetak satu gol. Mereka terus menekan pertahanan lawan. Dengan skema cukup apik, lagi-lagi Diki harus dilanggar tim lawan. Kali ini, wasit menunjuk titik putih mengingat pelanggaran terjadi di kotak terlarang. Diki kembali maju sebagai algojo. Striker yang rambutnya dicat kuning itu dengan dingin mengecoh kiper lawan dengan menempatkan bola mendatar di sisi kanan gawang. Tim BU pun bersorak dengan keunggulan 2-0. Skor kembali berubah, melalui skema apik. Menerima sodoran bola dari luar kotak penalti, Diki mengejar bola di sisi kiri pertahanan lawan.

Toni Hartono

NO. 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

NAMA

RAMADA KUSUMA/RaBa

tuk merebut kemenangan. Meskipun, tim putri SDN Kepatihan juga tidak ingin malu dalam laga itu. Dengan perlawanan sengit, tim SDN Penganjuran hanya menang dengan selisih poin hanya 1, yaitu 11-10. Dengan hasil itu, tim putri SDN Penganjuran berhak

HASIL (%)

Ficky Septa Linda Achmad Musta’in Bintari Wuryaningsih, dr. Ira Damayanti Muslimin Fasyah Teguh Sumarno Danny Farda M Eko Susilo Nur Hidayat Fatchan Himami Hasan Sofia Cholisa

Andriani, dr.

ALOT: Pemain SDN Penganjuran (depan) melewati SDN Kepatihan dalam final Harjaba Cup kemarin.

3,18 3,16 3,16 3,14 3,13 3,13 3,03 2,76 2,74 2,60

NO.

NAMA

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Hadi Wijono Irwan Setiawan Handoyo Saputro Nanang Masbudi Faida, dr Umi Kulsum Rusdi Dziban, dr. SPb Mahmudi, MPDi,drs Wendriawanto Wiwik Eko Lestari

Anton Sunartono

Arvy Rizaldy, SE

Bintari Wuryaningsih, dr.

Ficky Septa Linda

Guntur Priambodo, Dr. Ir. MM

Hadi Wijono

Handoyo Saputro

Iwan Aziz Siswanto, Ir.

Joko Triatni

Rusdi Dziban, dr. SPb

Samsul Hadi, Ir.

Soekardjo

Sofia Cholisa

Umi Kulsum

Virda Damayanti

Waridjan, drs

Wendriawanto

HASIL (%)

Kelik Dwi Kuncoro Mahmudi, MPdI, Drs

2,41 2,31 1,95 1,70 1,60 1,43 1,26 1,16 1,13 1,13

menggondol juara untuk memperebutkan piala bupati itu. Sementara itu, laga sengit juga terjadi saat tim putra Sahabat Muda Banyuwangi saat meladeni tantangan tim putra Genteng pada kategori umum. Namun, tim Sahabat Muda BanyuNO.

NAMA

31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Sumantri Soedomo Anton Sunartono Heru Pratista Virda Damayanti Agung Setyo Wibowo Kelik Dwi Kuncoro Joko Triatni Novita Ratnaningtyas Sri Suryani, SE Soekardjo

Dadang Wigiarto Danny Farda M

Heru Pratista

I Made Cahyana

Mentik Rohimah

Muh Hidayat, Drs. H.

Sri Suryani, SE

Sri Utami Faktuningsih

Wiwik Eko Lestari Yoyok Mulyadi, Ir

HASIL (%) 1,13 1,12 0,96 0,85 0,81 0,64 0,55 0,52 0,52 0,45

wangi tampil konsisten dan akhirnya merebut tiket ke final setelah menang 46-38. ‘’Semua sempat kedodoran, tapi pada kuartet ketiga, kita mengubah strategi dan itu berhasil. Kita pantas lolos ke final,’’ ujar Dadang, pelatih Sahabat Muda Banyuwangi. (ton/als) NO. 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

NAMA Samsul Hadi, Ir. Eva Hesty I Made Cahyana Iwan Aziz Siswanto, Ir. R Bomba Sugiarto Abdullah Azwar Anas Ira Stephani Rawung Irma Noervadila Andi Mulyo Waridjan, drs

HASIL (%) 0,44 0,44 0,39 0,37 0,26 0,23 0,20 0,16 0,00 0,00


BERITA UTAMA

Jumat 22 November 2013

43

HALAMAN SAMBUNGAN

Tangkap 3 Jaringan Pengedar Dextro n PAKETAN... Sambungan dari Hal 33

Setelah ditimbang, berat bersih sabu tersebut 10,66 gram. Untuk mengecoh polisi, sabusabu itu dimasukkan da lam paket roti yang sudah menjamur. “Barang bukti 10,91 gram itu tergolong besar untuk tangkapan di Banyuwangi,” kata Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf saat ekspose kasus narkoba di hadapan wartawan kemarin. Selain mengamankan sabu, dari rumah Afuk juga disita timbangan elektrik, botol berisi alkohol, hand phone (HP) merek Nokia, lakban, sedotan, dan empat bungkus roti. “Tersangka diduga kuat sebagai pe-

ngedar. Itu dibuktikan dengan banyaknya barang bukti yang kita sita,” imbuh Yusuf. Demi kepentingan penyidikan, tersangka Afuk kini diamankan di ruang tahanan Mapolres Banyuwangi. “Tersangka baru keluar dari penjara Madiun dalam kasus yang sama,” ungkap perwira polisi dengan dua melati di pundak itu. Afuk yang diduga sebagai pengedar itu sudah sebulan diintai anggotanya. Cukup lama pihaknya mendapat laporan dari warga bahwa tersangka melakukan bisnis haram, yakni mengedarkan sabu-sabu. “Hampir sebulan kita mengintai tersangka,” tandasnya. Setelah tersangka dinyatakan positif mendapat kiriman sabu, sejumlah anggota satnarkoba

langsung menyanggong di rumahnya. Sekitar pukul 07.00, Afuk ditangkap di depan rumahnya saat mengambil paket roti berisi sabusabu. Paket yang dikirim melalui Panila Transportasi, Banyuwangi, itu berisi empat roti yang sudah menjamur. Di paket itu, pengirim tertulis Lala Bakery, Jalan Pacuan Kuda 69, Surabaya. Paket itu dikirim kepada Ny. Suprapto dengan alamat Jalan KH. Wahid Hasyim (Amarale Brownis), Banyuwangi. Dalam keterangannya, Afuk mengaku mendapatkan barang itu dari Ambon, dari salah satu temannya yang kini masih menjadi narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba Madiun. “Sabu dari Ambon. Sekarang orangnya masih

di Lapas Madiun,” aku Afuk. Untuk mengirim paket roti berisi sabu itu, Ambon menyuruh seorang kurir. Sayang, identitas kurir itu tidak diketahui. “Saya beli sabu-sabu seharga Rp 13 juta. Uang saya transfer melalui bank,” ungkap Afuk. Selain ekspose hasil penangkapan sabu, kapolres juga menunjukkan hasil tangkapan obat-obatan daftar G jenis dextro. Tiga tersangka dan barang bukti 1.069 butir dextro dipamerkan kepada para wartawan di Mapolres Banyuwangi kemarin. “Tiga tersangka ini jaringan,” sebut Kapolres Yusuf. Ketiga tersangka yang masih menjalani pemeriksaan itu adalah Firman Rosadi, 31, warga Jalan Agus Salim, Kelurahan

Tidak Sampai Ada Aksi Mogok n PASANG... Sambungan dari Hal 33

Dengan mengenakan pita warna hitam di lengan kiri, Taufiq menyebut dr. Ayu yang ditahan ka rena dianggap melakukan malapraktik itu tidak benar. Berdasar hasil otopsi, Julia Fransiska Makatey, 25, yang meninggal itu karena emboli, sebuah kasus yang tidak bisa diprediksi sebelumnya. “Dan itu juga tidak bisa dicegah,” katanya. Taufiq menyebut, Majelis Kehormatan dan Etik Kedokteran (MKEK) sudah menyatakan bahwa dr. Ayu dianggap tidak me lakukan malapraktik. Sehingga, apa yang dilakukan

sudah benar dan tidak layak di hukum. “Itu akan menjadi introspeksi bagi rumah sakit dalam melaksanakan tindakan me dis,” ungkapnya di ruang per temuan lantai dua RSUD Blambangan kemarin. Sebagai tenaga medis, pihak nya khawatir penahanan yang dilakukan terhadap rekan sejawatnya itu akan membuat para dokter berpikir ulang un tuk melakukan tindakan emergency atau gawat darurat. “Nanti dokter tidak ada yang be rani melakukan tindakan emergency,” cetusnya. Aksi solidaritas juga disampaikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang

Banyuwangi. Mereka menolak penahanan terhadap dr. Dewa Ayu Sasiary Prawani Sp.OG yang dianggap melakukan ma lapraktik. “Dokter da lam melaksanakan tugas berorientasi keselamatan, bukan mencelakakan pasien,” cetus Ketua IDI Cabang Banyuwangi, dr. Nurani Anggraini. Menurut Nurani, setiap dokter terikat sumpah dokter yang diucapkan saat lulus fakultas kedokteran. Apa yang dilakukan dokter hanya kepentingan pasien, bukan kepentingan lain. “Kegagalan dalam suatu tindakan, belum tentu karena ke sengajaan atau kesalahan dokter,” cetusnya.

Meski merasa prihatin dengan kri minalisasi dokter, Nurani menyebut pernyataan sikap IDI Banyuwangi itu tidak diikuti aksi mogok seperti di daerah lain. “Kami lebih mengedepankan ke pentingan pasien, karena seorang dokter harus lebih me mentingkan kepentingan pasien dibandingkan kepentingan lain,” ungkapnya. Hanya saja, sebagai bentuk kepedulian terhadap kri minalisasi dokter, Nurani mengimbau seluruh anggota IDI Banyuwangi turut prihatin dengan memasang pita hitam di lengan kanan ketika bertugas. “Memakai pita hitam selama tiga hari,” katanya. (abi/aif)

Investor Jepang akan Investasi n PEMKAB... Sambungan dari Hal 33

Selama ini, ada banyak investor yang tertarik datang ke Banyuwangi untuk berinvestasi. Hanya saja, kata dia, banyak kalangan investor yang datang tidak bisa merealisasikan keinginannya berinvestasi karena terbentur pengadaan lahan. Selain proses pembebasan lahan sedikit njelimet, harga lahannya juga cukup mahal. Bayangkan, investor yang datang sering kali dihadapkan dengan harga tanah Rp 3 juta per meter. Saat ini harga tanah di sepanjang garis pantai di Kecamatan Wongsorejo sudah menyentuh harga Rp 3 juta per meter. Melihat mahalnya harga, investor banyak yang balik kucing dan mencari lokasi investasi di daerah lain. Banyuwangi, kata Bupati Anas, masih lebih unggul daripada daerah lain terkait ketertarikan investor. Banyuwangi diminati investor karena dua hal. Perta ma, Banyuwangi memiliki infrastruktur transportasi yang mendukung keberlangsungan ke giatan investasi. Salah satunya yang menjadi daya tarik adalah adanya Pelabuhan Tanjung Wangi. Pelabuhan tersebut memungkinkan kapal-ka pal besar bisa masuk karena memiliki kedalaman yang cukup.

Selain infrastruktur, lanjut dia, upah minimum kabupaten (UMK) masih relatif murah dibandingkan daerah-daerah yang memiliki basis industri. Hal itu, menjadi daya tarik bagi investor untuk berinvestasi di Banyuwangi. “Kalau kawasan industri bisa direalisasikan, maka persoalan kebutuhan lahan yang selama ini menjadi kendala akan terpecahkan,” katanya. Bupati Anas berharap daya dukung kawasan industri pada lahan milik PTPN segera direalisasikan dalam waktu dekat. Pada Februari 2014, Gubernur Osaka, Jepang, akan ber kunjung ke Jawa Timur. Kunjungan balasan Gubernur Osaka itu akan membawa rombongan besar investor ke Banyuwangi. Salah satu daerah yang direncanakan dikunjungi adalah Banyuwangi. “Itu kunjungan balasan dari kunjungan Gubernur Jatim ke Osaka beberapa waktu lalu,” ungkap Bupati Anas. Kalau kawasan industri Wongsorejo mulai direalisasikan, Anas optimistis investor Jepang akan berinvestasi di Ba nyuwangi. “Pak Dahlan Is kan ingin ide itu cepat direalisasikan. Semoga cepat terwujud,” harapnya. Kepala Bappeda Agus Siswanto mengatakan, kunjungan tim Bappeda ke lahan milik

PTPN itu guna memetakan kebutuhan kawasan industri dan Perda Tata Ruang yang telah ditetapkan. Dalam Perda RTRW, ada sekitar 600 hektare di Kecamatan Wongsorejo yang sudah ditetapkan sebagai kawasan industri. Tim Bappeda akan bekerja cepat untuk menindaklanjuti persetujuan Menteri BUMN. Peluang yang diberikan Menteri BUMN harus direspons cepat agar program kawasan industri cepat terwujud. “Pembangunan kawasan industri itu akan mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Banyuwangi,” tambahnya. Diberitakan sebelumnya, keinginan Pemkab Banyuwangi menjadikan Kecamatan Wongsorejo sebagai kawasan industri tampaknya tidak lama lagi akan terwujud. Selama ini, rencana pembangunan Kawasan Industri Wongsorejo (KIW) tidak kunjung terealisasi, karena terkendala pengadaan lahan khusus industri. Kedatangan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan di Banyuwangi Rabu kemarin (20/11) tampaknya menjadi solusi kebuntuan rencana program KIW itu. Saat bertemu Dahlan Iskan, Bupati Anas curhat terkait kebuntuan realisasi program kawasan industri yang dia gagas berapa

tahun silam. Bupati Anas menyampaikan kepada Dahlan, selama ini banyak investor yang berminat da tang ke Banyuwangi, tapi selalu bertanya perkembangan realisasi kawasan industri. Jika investor berminat investasi di Banyuwangi, kata Anas, pemerintah daerah siap menerima 24 jam. Selain menyampaikan ide yang disampaikan Bupati Anas, Dahlan juga mengeluarkan instruksi untuk menindaklanjuti ide menjadikan lahan PTPN sebagai daya dukung kawasan industri. Bupati Anas mengungkapkan, Menteri Dahlan juga meminta direksi PTPN segera melakukan studi banding ke PT. Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dan PT. Pasuruan In dustrial Estate Rembang (PIER). Kedua kawasan industri itu juga dikelola BUMN, tapi bukan BUMN Perkebunan. Berdasar penjelasan Menteri BUMN, di sepanjang garis pantai, PTPN memiliki luas lahan sekitar 400 hektare. Dari luas 400 ha itu, Menteri BUMN sepakat itu dijadikan daya dukung kawasan industri. Walau lahan PTPN di sepanjang garis pantai hanya 400 hektare, lanjut Bupati Anas, tapi menteri BUMN menjanjikan lahan sekitar 1.000 ha sebagai daya dukung kawasan industri di Banyuwangi. (afi/c1/aif)

Dapat Tawaran Kerja, malah Disuruh Ngemis n BAYARAN... Sambungan dari Hal 33

Empat personel menyandang tunanetra, yakni Wahyu Nurrohman (gitaris), Hikmah Ju hairiyah (vokalis), Ahmad Hariyanto (kenong), Nurul Imam (drummer), dan Suliyono (keyboard). Dua punggawa lain yang menyandang tunadaksa adalah Ahmad Zulkarnain (tamborin) dan Mustaqbilal (ketipung). Hanya satu personel yang tidak berkebutuhan khusus tampil di atas panggung. Dia adalah Afif Khoiri (gitaris) yang notabene guru musik mereka. Meski dengan kondisi serba keterbatasan, tapi tidak berarti penampilan mereka jelek. Aksi mereka di atas panggung tidak kalah dengan grup musik lain. Setiap personel terlihat sudah piawai dengan tugasnya masing-masing. Selain memiliki keistimewaan tersendiri, masing-masing personel ternyata memiliki catatan prestasi yang gemilang sebelum grup musik Al-Mumtaz resmi terbentuk. Misalnya, Hikmah Juhairiyah alias Ima per nah menjadi juara pertama dalam lomba menyanyi solo tingkat nasional di Ban dung. Wahyu Nurrohman berhasil mewakili Jawa timur dalam lomba cerdas cermat MIPA tingkat nasional di Manado tahun 2010 lalu. Ada lagi, Suliyono lihai menirukan suara orang, mulai suara Rhoma Irama hingga KH. Zainudin MZ. Selain itu, dia juga lihai menirukan berbagai suara hewan. Sebagai bukti, dia

memeragakan kepiawaiannya itu melalui pengeras suara malam itu. Pria satu itu juga pandai mengarang lagu. Semua lagu karyanya akan masuk ke dapur rekaman yang dalam waktu dekat akan segera dirilis. Jadi, selain mengandalkan order manggung, grup musik yang beralamat di Jalan Wijaya Kusuma, dekat GOR Tawang Alun, Banyuwangi, itu juga akan mendapatkan pemasukan dari royalti penjualan VCD. Selain memiliki catatan prestasi, sebagian personel juga memiliki kisah pilu. Seperti yang dialami Mustaqbilal. Bagaimana tidak, dia pernah menjadi korban human trafficking (perdagangan orang). Ceritanya, saat itu dia dijanjikan seseorang bekerja di Kalimantan sebagai penjaga toko dengan gaji Rp 5 juta per bulan. Dengan iming-iming gaji besar, Mustaqbilal langsung menyanggupi. Yang terjadi justru sebaliknya, dia disuruh mengemis di tepi toko. Selama meminta-minta itu, dia diawasi preman. Pundi-pundi uang yang dia kumpulkan jauh lebih besar. Bayangkan, dia bisa mendapatkan uang Rp 1,2 juta setiap hari. Tetapi, akhirnya dia berhasil lolos dari pengawasan preman tersebut. Dia keluar dari kungkungan itu setelah mengemis selama sepekan. Dia lolos berkat bantuan seorang anggota TNI. Akhirnya, Mustaqbilal bisa kembali ke kampung halaman dengan selamat. Beragam kisah itu diceritakan di hadapan para pengunjung. Jelas, para pengunjung yang memadati lokasi merasa terharu. Bahkan, tidak sedikit para pengunjung

yang meneteskan air mata. Para pengunjung seolah-olah larut dalam kesedihan. Para pengunjung semakin geregetan setelah tahu grup musik tersebut setelah panggung kerap diutang. Bahkan, hingga kini ada utang yang belum dibayar lunas. Celakanya lagi, grup musik Al-Mumtaz pernah dibayar dengan uang palsu. Pentolan grup musik Al-Mumtaz sudah menanyakan berulang kali kepada yang bersangkutan. Tetapi, hingga kini belum ada respons positif. ‘’Yang uang palsu, saya SMS beberapa kali, tapi nggak dibalas. Utang yang belum terbayar masih dijanjikan. Entah kapan akan dibayar,” sesal Afif Khoiri, gitaris Al-Mumtaz sekaligus yang dituakan dalam grup musik tersebut. Padahal, grup musik Al-Mumtaz tidak menetapkan harga mahal setiap manggung. Setiap kali tampil, imbalan sebagai pengganti keringat itu kurang dari Rp 5 juta. Banderol itu sudah lengkap dengan biaya sewa sound system. Selama ini, hasil manggung banyak dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat, misalnya membayar biaya pendidikan, baik di sekolah maupun di jenjang perguruan tinggi. Sampai saat ini, Ahmad Zulkarnain tercatat sebagai mahasiswa jurusan hukum se mester III di Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi dan Wahyu Nurrohman sebagai siswa SMAN I Glagah. Sementara itu, Nurul Imam dan Hikmah Juhairiyah kini sama-sama kuliah di STAI Ibrahimy Genteng. (c1/aif)

Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi; Hadi Pratama, 30, dan Didik Sugiharto, 24, keduanya tinggal di Jalan Tru nojoyo, Banyuwangi. “Dextro kita sita dari tangan Firman,” jelasnya. Dalam jaringan dextro itu, Firman mendapatkan barang

dari seorang sales seharga Rp 1 juta per 1.000 butir dextro. Selanjutnya, pil itu dijual seharga Rp 190 ribu setiap 100 butir. “Saya dapatkan dextro dari sales,” aku Firman. Untuk mengedarkan dextro, Firman menjual kepada Hadi

yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Di antara dextro itu, oleh Hadi diberikan Didik untuk diedarkan. “Ketiga tersangka ini kita tangkap di tempat terpisah. Yang pertama ditangkap adalah Firman,” tandas Kapolres Yusuf. (abi/c1/aif)

Wajib Bayar Upah sesuai UMK n UMK... Sambungan dari Hal 33

Dalam rapat finalisasi besaran UMK itu, pembahasan usulan Banyuwangi tidak alot seperti pembahasan UMK daerah lain. “Se perti pembahasan UMK Mo jokerto. Pembahasannya sangat alot,” ungkap Alam. Upah yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur Nomor: 78/2013 itu tidak ada pengurangan dan penambahan dari usulan DPK. Karena UMK su dah ditetapkan gubernur, secara otomatis gaji buruh dan kar yawan swasta terhitung pada 1 Januari 2014 mendatang akan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2013, gaji buru

yang diberikan perusahaan swasta sesuai UMK hanya Rp 1,084 juta. Pada Januari 2014 mendatang, gaji buruh akan mengalami kenaikan menjadi Rp 1,240 juta. “UMK baru itu efektif berlaku mulai 1 Januari 2014 mendatang,” kata Alam. Terhitung mulai Januari 2014, lanjut Alam, semua perusahaan berkewajiban membayar upah karyawan sesuai UMK yang ditetapkan, yakni Rp 1,240 juta. “Setelah Pergub UMK 2014 turun, kita akan sosialisasikan kepada perusahaan yang ada” ungkapnya. Perusahaan yang memiliki kemampuan wajib membayar upah karyawan sesuai UMK baru. Perusahaan yang belum memiliki kemampuan, diberikan hak mengajukan permohonan

penundaan pembayaran upah sesuai UMK kepada gubernur. Permohonan penundaan pembayaran itu, tambah Alam, harus diajukan sebelum UMK itu diberlakukan pada Januari 2014. Perusahaan yang tidak mengajukan permohonan sebelum masa pemberlakuan UMK , dianggap sanggup membayar UMK baru. Perusahaan yang belum mampu membayar upah sesuai UMK baru, maka harus mengajukan permohonan sebelum Januari. Permohonan itu diajukan kepada gubernur melalui fasilitas pemerintah dae rah. “Mulai sekarang, kita sudah melayani p e r m o h o na n p e nu n d aa n pembayaran upah sesuai UMK baru,” tandas Alam. (afi/c1/aif)

Fatchan Layak Ditokohkan n MENGAGUMI... Sambungan dari Hal 33

Salah satu yang mendapat ba nyak kiriman ballot dari pembaca adalah Fatchan Himami Hasan. Tokoh muda yang kini sedang study di Bangkok, Thailand, tersebut tidak pernah diperkirakan mampu menembus babak 50 terbaik. Sebab, saingannya adalah orang-orang yang cukup terkenal dan sudah ditokohkan. Tetapi, tidak disangka, ballot kiriman pembaca untuk tokoh muda asal Kalibaru itu terus mengalir. Salah satu pengirim ballot untuk Fatchan adalah Taufiq Wr. Hidayat. Taufiq mengatakan, dirinya mendukung Fatchan

menjadi Tokoh Favorit 2013 karena Fatchan dianggap sebagai tokoh muda yang benarbenar muda. “Dia bukan orang tua yang mengaku muda. Dia benar-benar muda, ber pandangan luas, dan rendah hati,” kata Taufiq. Selain itu, Fatchan yang merupakan koordinator Gusdurian Banyuwangi tersebut juga dianggap sebagai tokoh muda plu ralis penerus perjuangan Gusdur. Namun demikian, Taufiq menyadari saat ini nama Fatchan belum begitu familiar di telinga masyarakat Banyuwangi. Tetapi, suatu saat masyarakat Banyuwangi akan akrab dengan namanya. “Sebab, pluralis itu kan sebuah tindakan, bukan pencitraan,” tegas Taufiq.

Selain pluralis, putra Haji Hasan, Kalibaru, tersebut juga dianggap sangat dekat dengan petani dan memiliki perhatian mendalam terhadap masalah publik. Di usianya yang masih 26 tahun, Fatchan telah mendirikan Yayasan Sosial Sawung Nusantara dan jurnal intelektual-pluralisme Nagabumi. Oleh karena itu, di tengah krisis peran pemuda di segala sendi kehidupan bangsa saat ini, Budi Sidarta (aktivis pemuda) menganggap Fatchan me mang layak ditokohkan. “Saya dan teman-teman juga mendukung Fatchan menjadi tokoh favorit. Dan yang masih waras, monggo kirim ballot untuk Fatchan,” tandas Budi sambil sedikit bercanda. (c1/aif)

Peserta Melepas 242 Tukik n PAJU... Sambungan dari Hal 33

Dalam istighotsah itu, panitia melibatkan sekitar 100 warga sekitar Kampung Mandar. “Kita ingin memulai kegiatan Paju Gandrung Sewu dengan tradisi baik agar acara berlangsung lancar,” tegas salah seorang panitia, Budianto. Dalam istighotsah itu, panitia dan warga berdoa bersama-sama agar acara Paju Gandrung Sewu berlangsung sesuai rencana. Setelah menggelar istighotsah dansantunan,acaradilanjutkanmemotongsekitartujuh

tumpeng yang telah disiapkan. Hari ini panitia akan menggelar geladi bersih di venue pergelaran Paju Gandrung Sewu. Setelah geladi bersih, panitia bersama perwakilan peserta akan melakukan aksi peduli lingkungan. Dalam aksi itu, perwakilan peserta Paju Gandrung Sewu akan melepas tukik di Pantai Boom. Dalam kegiatan itu, ada sekitar 242 tukik yang akan dilepas ke laut bebas. “Jumlah tukik yang kita lepas sesuai HUT Banyuwangi ke 242. Tukiknya sudah siap, sumbangan dari Taman Nasional Alas Purwo,” tandas Budianto. (afi/c1/aif)

Warga Masih Waspada n GUNUNG... Sambungan dari Hal 35

Warga yang tinggal di bawah puncak Gunung Raung bisa dengan jelas mendengar dentuman Gunung Raung. Antara lain, warga Dusun Gayasan, Desa Gunung Malang serta warga Desa Rowoasri dan

Jambearum, Kecamatan Sumberjambe. Masyarakat di tiga desa yang paling dekat dengan puncak Gunung Raung itu tetap beraktivitas seperti biasa meski ada peningkatan aktivitas gunung. Selama letusan hanya terjadi di puncak Gunung Raung. Itu ditandai dengan adanya guyuran abu yang tidak

terlalu tebal. Selain itu, tampak pula kepulan asap dari kawah Gunung Raung. Meski demikian, masyarakat di tiga desa tersebut masih waspada. Jika ada letusan besar mereka sudah siap-siap menuju ke titiktitik pengungsian yang sudah disiapkan pemerintah. (aro/ har/JPNN/aif)

Amankan Uang Tunai Rp 5 Ribu n REKAP... Sambungan dari Hal 35

Penangkapan diawali dari tertangkapnya MS di rumahnya pukul 10.00 kemarin. Dari penangkapan itu, polisi mengamankan potongan kardus dan kertas rokok bertulis nomor togel.

Uang tunai sebesar Rp 5.000 turut diamankan se ba gai bukti di persidangan nanti. “Kemudian, polisi mengembangkan ke tersangka lain,” beber Kompol Ary Murtini Kapolsek Muncar. Lewat pengakuan MS, petugas meringkus M Jatim, 63, yang disebut sebagai pengepul nomor

togel. Dari penangkapan itu, polisi mengamankan uang tunai Rp 55.000. Selain itu, bukti lain juga turut diamankan, yakni buku rekap togel, buku tafsir mimpi, dan hand phone. Kedua tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Muncar untuk proses hukum selanjutnya. (nic/c1/aif)

Materialan Menggunung n PERCANTIK... Sambungan dari Hal 35

Seperti di perempatan jalan raya Desa Yosomulyo, Ke camatan Gambiran, tepatnya di sebelah utara Yos Café. Sejak be berapa waktu lalu, taman yang sebelumnya tak terawat sama sekali itu kini disulap menjadi indah dan bersih. Sehingga, enak dipandang mata.

Selain di Gambiran, pada tahun ini taman di pertigaan Dusun Sukorejo, Desa Lemahbangkulon, Kecamatan Singojuruh, tepatnya di barat Gudang Bulog, juga dalam proses pembangunan. Namun, sampai kemarin pembangunan taman tersebut belum selesai seratus persen. Tetapi, kemarin di lokasi tak ada kegiatan pembangunan. “Kenapa berhenti,

kami tidak tahu karena tidak ada pemberitahuan dengan pemerintah desa,” kata Sekretaris Desa Lemahbang Kulon, Yahmadi. Meski tak ada kegiatan, tapi tanah dan material bangunan masih menggunung dan berserakan di tepi jalan raya. ”Kami sebagai warga senang jika ini dibangun dan dijadikan RTH,” kata Kepala Desa Lemahbang Kulon, Agin Sunyoto. (azi/c1/aif)


44

Jumat 22 November 2013

Peraturan KPU No 15 tak Bergigi SITUBONDO - Ribuan alat peraga partai politik dan baliho calon legislatif seakan tak tersentuh. Bahkan, jumlahnya semakin banyak dan bertebaran di setiap sudut jalan raya. Padahal, pemasangan bendera partai dan baliho caleg tersebut sudah nyata-nyata menabrak Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 Tahun 2013. Padahal, beberapa waktu lalu

zona pemasangan dan larangan pemasangan alat peraga juga sudah disepakati dalam surat kesepakatan bersama yang diadakan di KPUD Situbodo. Namun, PKPU No. 15 dan SKB tersebut tak bergigi. Sampai sekarang belum ada tindakan tegas terhadap bendera partai dan spanduk caleg yang melanggar peraturan. Data yang diperoleh koran ini, bendera partai politik dan alat per-

aga caleg yang menabrak peraturan jumlahnya mencapai ribuan. Hal itu disampaikan Eko Kintoko, Divisi Penindakan Panwas Situbondo. “Sudah direkomendasikan agar dilakukan penertiban. Di 17 kecamatan itu ada ribuan bendera dan baliho caleg yang melanggar PKPU 15,” terang Eko kemarin (21/11). Menurutnya, panwas tidak berwenang melakukan penertiban

terhadap ribuan bendera dan baliho caleg. Pihaknya hanya merekomendasikannya kepada pemerintah. Selanjutnya, akan ditindak Satpol PP dan Trantib. “Saat ini panwas hanya rekomendator dan pelaksananya adalah pemerintah melalui Satpol PP dan Trantib,” katanya. Lebih jauh, setelah pihaknya merekomendasi agar bendera partai dan baliho caleg ditertibkan, pihak

pemerintah beralasan tidak ada anggaran penertiban di sisa tahun 2013 ini. “Alasan mereka tidak ada anggaran, dan akan dianggarkan pada tahun 2014 mendatang,” terang Eko. Sementara itu, pihaknya juga meminta seluruh pihak menaati PKPU 15. Pihaknya juga meminta para caleg yang akan melakukan kampanye hendaknya memberi tahu polisi. “Ada juga kampanye terselubung

yang dilakukan para caleg. Dalam berkampanye, baik tatap muka maupun melakukan pertemuan dengan banyak orang, mereka harus izin kepada polisi,” terangnya. Karena itu, pihak kepolisian harus aktif menindak para caleg yang tidak memberitahukan kampanyenya. “Sampai saat ini hanya pelanggaran administrasi, kira-kira ada sembilan kegiatan,” pungkasnya. (rri/c1/als)

Tingkatkan Profesionalisme Guru, PKP Gelar Seminar

NUR HARIRI/RaBa

TUNTUT KEADILAN: Massa memasang banner di pintu gerbang Kejari Situbondo kemarin (21/11).

Tak Puas Tuntutan Jaksa, Demo Kajari SITUBONDO - Sekitar 200 massa melakukan demonstrasi menuntut keadilan dan penegakan hukum di Situbondo kemarin (21/11). Massa dari berbagai elemen itu menilai ada diskriminasi dan rekayasa tuntutan terhadap pelaku pengeroyokan. Koordinator aksi, Amir Mahmud mengatakan, kasus pengeroyokan dengan Pasal 170 KUHP ancaman hukumannya adalah tujuh tahun penjara. Namun, fakta di persidangan, ternyata pelaku pengeroyokan bernama Hanipun hanya dituntut satu bulan oleh jaksa penuntut umum. “Itu tidak layak. Makanya, kami menuntut keadilan dan hukum jangan direkayasa,” ujar Amir Mahmud kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Pantauan koran ini, aksi menuntut penegakan hukum itu diawali berorasi di depan

Kantor DPRD Situbondo. Tidak lama kemudian, massa yang membawa puluhan banner dan ratusan lembar pamflet itu melanjutkan aksi di PN Situbondo. “Tidak ada ceritanya kasus pengeroyokan Pasal 170 dituntut satu bulan. Kepada siapa keadilan sebenarnya?” teriak massa di depan PN Situbondo. Setelah lima orang perwakilan ditemui ketua PN Situbondo, mereka yang menaiki 10 mobil pikap dan puluhan sepeda motor bergeser ke depan mapolres, pemkab, dan Kejari Situbondo. Di sela-sela orasi, massa memasang banner di pintu gerbang kejari. Di Depan kantor kejari itu, massa juga menuntut agar Kajari Susanto dicopot dari jabatannya. “Sepertinya Kajari Situbondo tidak berpihak kepada hukum. Tuntutan satu bulan dalam

Tersangka Korupsi PNPM Dijebloskan Penjara SITUBONDO - Setelah ditangkap paksa polisi karena tiga kali mangkir atas panggilan penyidik kejaksaan, Sudarto, tersangka kasus dugaan korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, langsung dijebloskan penjara. Sebelumnya, pria 49 tahun itu sempat ditetapkan sebagai buronan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo pun meminta bantuan polisi untuk menangkapnya. “Berhasil ditangkap pada Senin (18/11) lalu, dan sekarang ditahan,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Situbondo, Sugeng Riyadi. Dalam kasus dugaan korupsi tersebut, Sudarto ditetapkan menjadi tersangka tunggal. Dia diduga mengorupsi dana PNPM senilai Rp 90 juta. Meski tersangka dugaan kasus korupsi PNPM itu sudah ditahan, tapi tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat. Namun, hal itu belum bisa dipastikan karena harus ada bukti keterlibatan orang lain. Dalam pemeriksaan terungkap, dana PNPM di Desa Paowan yang diduga dikorupsi tersangka merupakan dana pinjaman ke masyarakat sejak 2008 hingga 2010. Namun, kasus tersebut baru terungkap setelah terjadi pergantian kepengurusan PNPM.

DOK. RaBa

Sudarto

Menurut Sugeng Riyadi, pihaknya langsung menahan tersangka. Sebab, selama ini dia dinilai tidak kooperatif. “Setelah tertangkap polisi, tersangka langsung ditahan karena tidak kooperatif. Sudah dipanggil tiga kali, tapi tidak memenuhi panggilan,” terang Sugeng kemarin (21/11). Data yang berhasil dikumpulkan, dalam kasus dugaan korupsi PNPM Desa Paowan, kejaksaan baru menetapkan satu tersangka. “Masih satu tersangka,” tegasnya. Meski demikian, kata dia, tidak menutup kemungkinan akan ada beberapa tersangka lain. “Bila ada bukti keterlibatan orang lain, bisa ada tersangka lain,” pungkasnya. (rri/c1/als)

kasus pengeroyokan sangat tidak adil. Kami minta Kajari Situbondo dicopot karena tidak layak,” terang Amir. Menindaklanjuti aksi tersebut, mereka berencana melaporkan dugaan diskriminasi dan rekayasa kasus pengeroyokan tersebut kepada Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Agung, dan Jamwas, yang tujuannya untuk mengklarifikasi perkara. “Kami akan laporkan bahwa ada pelanggaran yang dilakukan penyidik kejaksaan, agar Kajari Situbondo itu ditindak,” kata Mahmud. Dikonfirmasi, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Situbondo Andy Sasongko membantah adanya rekayasa dan kongkalikong tuntutan terhadap terdakwa. Menurutnya, tuntutan yang dijatuhkan terhadap pelaku pengeroyokan tersebut berdasar fakta-fakta persidangan. “Tolok ukur kita kan fakta

persidangan. Yang jelas kita melakukan tuntutan tersebut tidak sembarangan. Artinya, kita tetap berdasar fakta di persidangan. Dalam persidangan tersebut terdakwa sudah melakukan perdamaian dan salam-salaman. Terdakwa juga mengakui kesalahannya. Artinya, hal yang meringankan itu sudah ada. Kemudian, aktivitas korban juga masih berjalan,” terang Andy. Seperti pernah diberitakan, salah seorang pendemo yang mendesak pengusutan kasus dugaan korupsi P2SEM di PN Situbondo pada 25 Juni 3013, Heriyanto, menjadi korban pengeroyokan. Setelah kasus pengeroyokan tersebut disidangkan, ternyata terdakwa atau pelaku pengeroyokan hanya dituntut satu bulan penjara. Tuntutan itu yang diprotes puluhan massa kemarin. (rri/c1/als)

SITUBONDO - Ribuan guru sertifikasi mengikuti seminar akbar pengembangan profesi guru yang bertema learning metamorphosis Hebat Gurunya, Dahsyat Muridnya di Alun-alun Situbondo kemarin (21/11). Acara yang digelar Pengembangan Karier dan Profesi (PKP) dan dimotori pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Situbondo itu menghadirkan nara sumber Prof. HD Iriyanto (inspirator metamortosis). Saat membuka acara, Bupati Dadang Wigiarto mengungkapkan, manfaat seminar ini jauh lebih penting ketika bisa dimaknai sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme guru. “Maka, tidak berkelebihan kalau nara sumber menyebutkan hebat gurunya maka akan dahsyat muridnya ini, menunjukkan bahwa para guru pada hakekatnya adalah orang-orang hebat. Karena tanpa orang hebat tidak akan muncul muridmurid hebat. Untuk itu kami berharap kepada semua guru agar lebih semangat memberikan ilmunya dengan cara mengasah metodologi-metodologi untuk kepentingan meningkat-

SYAMSURI/RaBa

SAMBUTAN: Bupati Dadang Wigiarto memberikan motivasi kepada ribuan guru di Alun-alun Situbondo kemarin (21/11).

kan profesionalisme,” ungkap Bupati Dadang. Menurut Dadang, negara akan hebat, negara akan besar ketika para guru ini bisa menoreh kehebatan untuk murid-muridnya. “Sebenarnya ini bukan pekerjaan mudah, tetapi bukan juga pekerjaan sulit. Kenapa saya katakan demikian, karena sesungguhnya yang sulit itu adalah membangun kesadaran kita sebagai insan manusia yang diberi amanah,” ungkapnya. Sementara itu, ketua penyelenggara seminar Hj. Fita Anggraeni menambahkan, bidang Pengembangan Karier dan Profesi (PKP) ini merupakan bagian dari anak lembaga

organisasi PGRI Situbondo. Anggotanya terdiri dari guruguru dan kepala sekolah TK dan SD seluruh Situbondo yang sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi. “Tujuan dari seminar akbar ini juga untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) PGRI ke-68 dan Hari Guru Nasional (HGN) ke -20. Sedangk an k husus anggota PKP yang notabene adalah guru-guru yang menyandang guru profesional dan mendapat sertifikasi, juga merupakan upaya pengembangan diri yang salah satunya dibutuhkan dalam kenaikan pangkat,” pungkas Fita Anggraeni. (adv/als)

Radar Banyuwangi 22 November 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi, Radar Situbondo, Radar Genteng

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you