Issuu on Google+

RABU 22 JANUARI

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2014

Eceran Rp 5.750

25

Oknum Wartawan Tabloid Ditahan

ADA APA LAGI

n Diduga Memeras Warga Rp 25 Juta CLURING - Diduga akan memeras Muhamad Abdullah, 45, yang warga, Muha wartawan Tabloid mengaku sebagai seb ditangkap anggota Polsek Waspada, di Cluring Senin (20/1) lalu. Tersangka polisi saat akan mengambil diringkus poli uang di salah sala satu warung es degan Kecamatan Cluring. di Desa Sraten, Sr Untuk keperluan pemeriksaan, oknum wartawan tersebut langdibawa ke polsek setempat. sung di elanjutnya, pe na nganan S elan perkaranya dilakukan Satuan perka Reserse dan Kriminal (SatRese reskrim) Polres Banyuwangi. resk “Tersangka kita amankan di “Te polres,” terang Kapolres Bapol wangi AKBP Yusuf melalui nyuw satreskrim AKP Nandu DyaKasatr (21/1). nata kemarin k Dalam menangani dugaan Dala pemerasan yang dilakukan okme num wartawan itu, polisi mengamankan sejumlah barang nga ng a bukti buk bu k (BB) berupa ID Card, bukti bu b ukt kt transfer, buku rekening, dan da an foto korban yang sempat sebagai alat medijjadikan di j meras korban. “BB kita amankan juga,” kata AKP Nandu n

GALIH COKRO/RaBa RaBa

RUSAK: Kondisi bus Citra Dewi setelah menghantam truk Isuzu Elf di Desa Bangsring, Kecamatan an Wongsorejo, Banyuwangi, kemarin.

Tabrakan Hebat, Penumpang Selamat GALIH COKRO/RaBa

MUSIM: Pedagang menjual buah durian di trotoar Jalan HOS Cokroaminoto, Banyuwangi, kemarin.

Mulai Ramai tapi Masih Mahal BANYUWANGI - Pedagang musiman buah durian mulai ramai di Banyuwangi akhir-akhir ini. Meski begitu, harga jual buah beraroma menyengat itu masih relatif mahal. Salah satu pedagang durian, Slamet, 28, menuturkan, durian yang dia jual didatangkan dari kebun sekitar Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Selain lokasinya lebih dekat, harganya juga bisa bersaing. ‘’Jika mendatangkan buah dari daerah lain, harga yang dipatok lumayan tinggi,” ujar warga Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Banyuwangi, itu kemarin (21/1) n  Baca Mulai...Hal 35

FemalE

Menebus Rasa Penasaran PAMOR ekowisata Banyuwangi ternyata menyedot animo warga luar Bumi Blambangan. Salah satu yang penasaran terhadap keindahan objek wisata di daerah berjuluk Sunrise of Java ini adalah model bernama Nanda Puspitasari. Model yang merupakan purna Paskibra Kabupaten Jember 2013 itu mengaku penasaran dengan pantai Pulau Merah di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, yang pernah dijadikan venue kompetisi surfing tingkat internasional n  Baca Menebus... Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

RINGSEK: Kondisi truk Isuzu Elf bernopol K 1375 PA kemarin.

WONGSOREJO - Ke celakaan hebat antara bus pariwisata dan truk terjadi di jalan raya Dusun Paras Putih, Desa Bangsring, Ke camatan n Wongsorejo, Banyuwangi, pagi gi kemarin (21/1). Meski kondisii kedua kendaraan rusak parah, tapi tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut. Akibat tabrakan tersebut, bus pariwisata Citra Dewi bernopol H 1475 EC itu rusak parah dibagian depan n  Baca Tabrakan...Hal 35

 Baca Oknum...Hal 35

Semua Kendaraan Diperiksa Isinya BANYUWANGI - Tertangkapnya dua teroris yang membawa bom di dekat SPBU Kedung Cowek, Surabaya, Senin (20/1) malam langsung direspons jajaran Polres Banyuwangi. Me reka secara serentak menggelar razia semua kendaraan di Kota Gandrung pukul 00.00 hingga pukul 02.00 dini hari kemarin (21/1). Razia kali ini bukan hanya melibatkan petugas polres. Semua anggota polisi di polsek juga diterjunkan untuk memeriksa kendaraan yang melintas di jalan. “Razia ini dilakukan polres dan semua polsek,” cetus Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf melalui Kabag Ops Kompol Sujarwo. Kompol Sujarwo mengakui, razia yang dilakukan secara mendadak itu digelar karena empat jam sebelumnya tim Detasemen Khusus (Ditsus) 88 Antiteror Polri meringkus dua terduga teroris di Surabaya. “(Razia) untuk memburu teroris,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Untuk memburu jaringan teroris yang akan mengobokobok Jawa Timur, jelas Sujarwo, semua anggota di polsek dan polres diterjunkan ke lapangan n  Baca Semua...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

DITAHAN: Muhamad Abdullah di Polres Banyuwangi kemarin.

Rel Kumitir Bisa Dilalui dengan Speed Normal BANYUWANGI - Setelah kereta api (KA) barang anjlok di Kilometer (KM) 28+70 antara Garahan dan Mrawan, Jember, jadwal pemberangkatan kereta dari dan menuju Banyuwangi kembali berjalan normal kemarin (21/1). Sebelumnya, akibat anjloknya KA pengangkut batu Senin lalu (20/1) itu, jadwal pemberangkatan empat rangkaian KA sempat terhambat. Humas PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) IX Jember, Sugeng Trianto mengatakan, rel di lokasi

anjloknya dua as roda gerbong KA jenis KKBW 306533 tersebut tidak mengalami kerusakan. Itu artinya, setelah gerbong tersebut berhasil ditarik, lintasan tersebut sudah bisa dilalui secara normal. “Rel KA tersebut sudah bisa dilalui dengan kecepatan normal. Sebab, kereta barang itu hanya anjlok, tidak sampai merusak rel,” ujar pria yang baru mulai bertugas se bagai humas di Daops IX menggantikan Suprapto tersebut kemarin n  Baca Rel...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

JUMAI/JAWA POS RADAR JEMBER

ANTISIPASI TEROR: Petugas menggeledah isi mobil boks di jalan raya Kapuran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Senin malam (20/1) lalu.

DIBENAHI: Pekerja melakukan perbaikan rel di sekitar lokasi anjloknya KA barang di kawasan Gunung Kumitir, kemarin.

Suka-Duka Para Wasit Juri Kejurkab Pencak Silat Banyuwangi

Kostum Dicuci Setiap Malam, Pagi Langsung Disetrika SHULHAN HADI/RaBa

Kerja keras wasit juri mempunyai andil besar dalam suksesnya kejurkab pencak silat antar pelajar se-Banyuwangi. Betapa tidak, mereka datang pagi dan pulang malam setiap hari selama sepuluh hari terakhir.

Yang layak memeras hanya peternak sapi perah

Antisipasi teror, semua kendaraan diperiksa isinya Kalau antisipasi banjir, perlu juga razia semua awan dan mendung

ALI NURFATONI, Banyuwangi SUASANA kompleks GOR Tawang Alun, Banyuwangi, cukup ramai siang itu. Suara teriakan terdengar keras hingga menggema di dalam gedung pusat olahraga di Banyuwangi itu. Ya, suara teriakan itu berasal dari http://www.radarbanyuwangi.co.id

Diduga memeras, oknum wartawan tabloid ditahan

ALI NURFATONI/RaBa

TEGAS: Bangun Kurniawati memimpin pertandingan di GOR Tawang Alun kemarin.

penonton yang sedang menyaksikan pertandingan pencak silat. Beragam kalimat pun terdengar selama pertan dingan berlangsung. Meski mengganggu telinga, tapi suara lan-

tang nan kompak itu patut diacungi jempol. Sebab, nyaris tidak pernah terde ngar suara bernada tidak sopan maupun jorok. Setidaknya,

dukungan mereka di tribun penonton itu hanya ingin jagoannya menang. Tentu saja, apa pun hasil laga, mereka tetap sportif n  Baca Penonton...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Rabu 22 Januari 2014

AGENDA KOTA

Menperin Akan Hadiri Pemancangan Tiang LPG HARI ini, Rabu (22/1) Bupati Abdullah Azwar Anas bersama Menteri Perindustrian RI MS. Hidayat menghadiri pemancangan tiang pertama terminal LPG Bosowa di Terminal LPG Bosowa Bulusan Kalipuro pukul 09.00. Setelah itu, pukul 13.00, Bupati bersama Menperin meninjau lokasi kawasan Kampe Industrial Estate Banyawangi di Ds Kampe Wongsorejo. (*)

BAGAIMANA INI

Abdul Aziz/RaBa

SOSIALISASI: Petugas Satpol PP Banyuwangi saat mendata rumah di tepi Desa Pedotan/Kecamatan Bangorejo (kiri). Seorang pemilik rumah menunjukkan kuitansi pembayaran menempati lahan Rp 30 ribu dari petugas pengairan.

Tertibkan Rumah di Lahan Pengairan NIKLAAS ANDRIES/RaBa

RUSAK PARAH: Jalan di Desa Tapanrejo rusak dan berlubang.

Jalan Tapanrejo Dipermak Tahun Ini

BANGOREJO - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi melakukan penertiban bangunan di sepanjang tepi sungai di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, kemarin (21/1). Kedatangan petugas yang dipimpin Kasi Penyidik Pol PP Banyuwangi, Rifai, itu cukup mengejutkan para pemilik rumah di sepanjang tepi sungai besar tersebut. Apalagi, begitu tiba di lokasi, petugas Satpol PP langsung menanyakan dokumen tempat tinggal para pemilik bangunan di sepanjang tepi sungai itu. Kebanyakan para pemilik rumah tersebut hanya memiliki kuitansi pembayaran menempati lahan sebesar Rp 30 ribu yang dikeluarkan petugas pengairan.

MUNCAR - Jalan di Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, dipastikan akan diperbaiki tahun ini. Sejumlah ruas jalan di desa tersebut bakal dipermak menggunakan anggaran pemerintah. Perbaikan jalan di Desa Tapanrejo tersebut disampaikan kepala Desa Tapanrejo, Suryatmojo, di ruang kerjanya kemarin (21/1). Dia mengakui ada beberapa ruas jalan di desanya yang rusak parah. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum. “Ya, jalan rusak. Tapi tahun ini jalan itu akan diperbaiki,” ujarnya. Diakuinya, perbaikan jalan yang rusak itu merupakan kelanjutan perbaikan jalan sebelumnya. Sebab, perbaikan jalan dilakukan secara bertahap. Perbaikan jalan itu diharapkan mendukung segala kegiatan masyarakat. Sekadar diketahui, kondisi jalan di Desa Tapanrejo memang rusak parah. Lubang berukuran besar menganga terlihat di tengah jalan. Di musim kemarau, debu beterbangan dan sangat mengganggu. Di musim hujan, jalan tersebut berubah menjadi kubangan cukup besar. (nic/c1/als)

Salah satu penghuni yang menunjukkan kuitansi itu adalah Rukimini. Menurutnya, dirinya memang tidak memiliki dokumen apa pun atas lahan dan rumah di tepi sungai tersebut. “Saya dulu beli kepada seseorang di sini. Setiap tahun saya membayar tiga puluh ribu kepada petugas,” kata Rukmini, seorang pemilik rumah di tepi sungai. Karena hanya bisa menunjukkan kuitansi pembayaran menempati lahan setiap tahun, petugas Satpol PP langsung memasang tulisan bahwa bangunan itu melanggar peraturan. Hal sama juga dialami puluhan pemilik rumah di tepi sungai tersebut. Begitu tak bisa menunjukkan dokumen sah untuk menempati lokasi itu,

gunan tersebut melanggar peraturan. Usai didata, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk jajaran Forum Pimpinan Kecamatan Bangorejo. Rifai menuturkan, pendataan tersebut merupakan tindak lanjut permintaan Camat Bangorejo, Nuril Falah, agar dilakukan penertiban bangunan di sepanjang tepi sungai di wilayahnya. “Kita diminta melakukan pendataan, ya sekarang kita lakukan,” ujarnya. Apakah semua bangunan di tepi sungai di Banyuwangi juga bakal ditertibkan? Rifai hanya menjawab singkat. “Ya nanti kita lihat, kalau memang ada permintaan dari camat yang bersangkutan, ya kita lakukan,” tandasnya. (azi/c1/als)

Pemkab Segera Gandeng Perhutani Untuk Mengatasi Polemik Pengelolaan Pulau Merah

ABDUL AZIZ/RaBa

DIALOG: Suasana pertemuan di pendapa Kecamatan Pesanggaran kemarin.

DEMO

petugas Satpol PP langsung memasang tulisan bahwa bangunan itu melanggar peraturan. Kontan hal itu membuat para pemilik bangunan kaget. Bahkan, sebagian mengaku stres. “Kami bingung harus bagaimana, Pak. Kami sudah lama tinggal di sini,” teriak beberapa warga. Namun, teriakan warga tersebut tak dipedulikan petugas Satpol PP. Mereka terus melakukan pendataan semua bangunan di sepanjang tepi sungai tersebut. Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Banyuwangi, Rifai menuturkan, pendataan tersebut adalah bentuk sosialisasi kepada para pemilik rumah di sepanjang tepi sungai itu bahwa ban-

PESANGGARAN - Polemik pengelolaan pantai Pulau Merah di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, tampaknya segera berakhir. Sebab, Pemkab Banyuwangi segera merealisasikan MoU dengan Perhutani Banyuwangi Selatan terkait pengelolaan tempat wisata tersebut. Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, Yanuar Bramuda, dalam pertemuan dengan pihak Perhutani Banyuwangi Se-

latan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA), dan jajaran Forum Pimpinan Kecamatan Pesanggaran kemarin (21/10. Dalam pertemuan yang digelar di Pendapa Kecamatan Pesanggaran tersebut, Bramuda menyampaikan bahwa pemkab sudah melakukan MoU dengan para stakeholder pemangku kawasan wisata di Banyuwangi. Beberapa stakeholder tersebut adalah Perhutani, BKSDA, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Alas Purwo, dan Kawah Ijen n  Baca Pemkab...Hal 35

ABDUL AZIZ/RaBa

UNJUK RASA: Warga Desa Sumberagung berunjuk rasa di depan Kantor BSI kemarin (21/1).

Minta Kompensasi, Warga Mendatangi Kantor BSI PESANGGARAN - Ratusan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Desa Sumberagung kemarin pagi (21/1). Mereka hendak mengajak Kepala Desa Sumberagung, Murwanto, melakukan unjuk rasa ke Kantor Bumi Suksesindo (BSI) di Jalan Pulau Merah. Namun, karena Murwanto tidak ada di tempat, ratusan warga yang dikomando Budi Santoso itu akhirnya langsung melanjutkan aksi ke kantor BSI. Ketika sampai di halaman Kantor BSI, mereka melakukan orasi selama beberapa menit. Intinya, warga menuntut dana kompensasi sebesar Rp 3 miliar per kepala keluarga. “Dana kompensasi itu sebagai bentuk ganti rugi atas aktivitas penambangan di Gunung Tumpang Pitu,“ teriak seorang orator. Setelah beberapa lama menggelar orasi, akhirnya pihak kepolisian meminta agar perwakilan warga masuk ke kantor BSI guna melakukan dialog. Namun, dialog tersebut tak membuahkan hasil apa pun. Sebab, pihak yang berkompeten di PT. BSI ternyata tidak ada. Mereka ditemui kepala security. Sehingga, perwakilan warga memilih tidak melanjutkan dialog dan keluar ruangan. “Buat apa kita bicara dengan kepala security? Wong masalah yang kita sampaikan tidak berkaitan dengan dia,” kata Budi ditemui sesaat setelah keluar ruangan. Budi mengaku kecewa karena sampai kemarin tuntutan warga yang meminta dana kompensasi dan proposalnya sudah diajukan Kepala Desa Sumberagung, Murwanto, belum ada tanggapan. “Kalau memang tidak ada respons, masalah ini akan kami teruskan ke tingkat kabupaten,” tandasnya. Sementara itu, setelah mengetahui dialog tersebut tak membuahkan hasil apa pun, sekitar pukul 11.30 ratusan warga tersebut membubarkan diri. (azi/c1/als) Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti . Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


RADAR POLITIK 27 KPU Ganti Lima Personel PPS

Rabu 22 Januari 2014

PANGGUNG PEMILU

Pastikan Masuk DPT

SEHARI-hari bergelut dengan dunia kesenian, Anna Eka Rahayu terlihat luwes dan anggun. Kepribadiannya yang tenang dan murah senyum membuat orang yang mengenalnya selalu nyaman berada di sampingnya. Sejak setahun lalu, perempuan yang tinggal di Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, itu menghabiskan hari-harinya sebagai guru kesenian di SMAN 1 Genteng. Sebagai seorang guru kesenian, tentu dia piawai melakoni kegiatan yangg berkaitan dengan ajut dan melukis. seni, seperti merajut erempuan yang Tidak hanya itu, perempuan 990 itu mengaku lahir pada 22 Juli 1990 tertarik dengan perkembangan an di level lokal. politik tanah air dan ar Dee Lestari itu, Menurut penggemar politik merupakan salah satu media perubahan sebuah negara. ar sarjana Penyandang gelar dari Jurusan Senii Desain, Prodi Seni Rupa Fakultas Sastra Universitass Negeri Malang 2012 itu berharap asi pada warga berpartisipasi elain itu, kegiatan pemilu. Selain p Daftar dia juga berharap PT) bisa Pemilih Tetap (DPT) api dan tersusun dengan rapi benar. Sebab, konflik pemiwal dari lu sering kali berawal rsebut. ketidakberesan tersebut. ra DPT, “Biasanya gara-gara utkan,” hasil pemilu diributkan,” ujarnya. ebelum um Oleh karena itu, sebelum b , dia ba di a hari H pemilu tiba, rang-mewanti-wanti orange-orang yang dia kenall meterrmastikan namanya tertu cantum dalam DPT. It Itu esalah satu cara melancarkan pelaksa-naan pemilu. Kalau tidak lengkap, dipastikan akan ada masalah.“Semoga DPT tercatat secara benar dan semua yang sudah memiliki hak suara terdaftar,” ujarnya. (mg1/ SHULHAN HADI/RaBa c1/aif )

BANYUWANGI - Lima anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tiga kecamatan berbeda diusulkan diganti. Usul penggantian anggota PPS itu diajukan masingmasing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bukan tanpa alasan, berdasar penilaian (assessment) yang dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat, lima anggota PPS itu tidak memenuhi undangundang (UU) untuk menjadi anggota penyelenggara pemilihan umum (pemilu) di tingkat desa/kelurahan.

Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin mengatakan, pihaknya sudah menerima berkas hasil assessment yang dilakukan empat PPK di-Banyuwangi kemarin (21/1). PPK yang telah menyerahkan hasil assessment itu, antara lain PPK Srono, Kalipuro, Banyuwangi, dan Rogojampi.

Hasilnya, tiga dari empat PPK tersebut mengusulkan penggantian sejumlah anggota PPS di wilayah kerjanya. PPK Srono mengusulkan penggantian dua anggota PPS,dan PPK Kalipuro mengusulkan penggantian satu anggota PPS n  Baca KPU...Hal 35

Peringatan untuk Kalipuro dan Licin

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

PELOSOK: Salah satu alat peraga caleg di sudut desa wilayah Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kemarin.

Sudah Dirazia, Dipasang Lagi Pindah Lokasi ke Jalanan Kampung MUNCAR - Penertiban alat peraga kampanye calon anggota legislatif

(caleg) sepertinya harus mulai digiatkan kembali. Tindakan tegas merazia sejumlah baliho dan banner di jalan protokol ternyata tidak membuat calon wakil rakyat kapok. Kali ini tim sukses caleg kembali

memasang gambar peraga kampanye sembari kucing-kucingan dengan Panwascam. Contohnya, seperti yang terjadi di Kecamatan Muncar, Banyuwangi n  Baca Sudah...Hal 35

BANYUWANGI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Banyuwangi menjatuhkan warning keras kepada dua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Pasalnya, berdasar hasil penilaian (assessment), evaluasi, dan monitoring, yang dilakukan Desember lalu, kinerja dua Panwascam tersebut tidak optimal. Ketua Panwaslu Banyuwangi, Rorry Desrino Purnama mengatakan, pada proses assessment tersebut, pihaknya tidak menemukan penyimpangan Undang-Undang (UU) maupun kode etik yang dilakukan anggota Panwascam se-Banyuwangi. Namun demikian, Panwaslu memberikan surat peringatan terakhir kepada Panwascam Kalipuro dan Panwascam Licin agar memperbaiki kualitas kerja. Dijelaskan, surat peringatan terakhir itu dilayangkan kepada Panwascam Kalipuro dan Licin agar memperbaiki kualitas kerja. “Kualitas kerja Panwascam Kalipuro dan Licin kurang optimal. Salah satunya tingkat kehadiran mereka cenderung rendah,” ujarnya dikonfirmasi di kantor Panwaslu Banyuwangi kemarin (21/1) Meski demikian, Panwaslu Banyuwangi tidak sampai mengganti satu pun anggota Panwascam se-Banyuwangi n  Baca Peringatan...Hal 35

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 6 NO.

Andi Mulyo

Arvy Rizaldy

Dadang Wigiarto

Ficky Septa Linda

Guntur Priambodo Irwan Setiawan

BERLAKU 21-26 JANUARI 2014

Sri Utami Faktuningsih

Teguh Sumarno

Toni Hartono

Umi Kulsum

Wendriawanto

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

NAMA

HASIL (%)

Guntur Priambodo Sri Utami Faktuningsih Irwan setiawan Dadang Wigiarto Andi Mulyo Arvy Rizaldy Umi kulsum Toni Hartono Teguh Sumarno Wendriawanto Ficky Septa Linda

25.81 22.98 19.71 14.87 4.42 4.03 2.95 2.64 1.52 0.98 0.10


28

KOMUNIKASI BISNIS

Rabu 22 Januari 2014

Polres Siapkan Pasukan Tanggap Bencana

ISTIMEWA

HENING: Suasana di Aula SMKN 1 Glagah saat peserta uji sertifikasi berlangsung kemarin.

Ratusan Taruna Ikuti Sertifikasi Pelaut GLAGAH – Lulusan Akademi Kelautan tidak langsung bisa bekerja sebagai pelaut penangkap ikan. Mereka terlebih dahulu harus memperoleh sertifikat keahlian pelaut kapal penangkap ikan. Sertifikat tersebut harus melalui tahap ujian yang diselenggarakan oleh Dewan Penguji Keahlian Pelaut. Untuk itu, kemarin (21/1) bertempat di aula Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Glagah diselenggarakan ujian keahlian untuk para calon pelaut Ahli Nautika Kapal Penangkap Ikan (ANKAPIN) dan Ahli Teknika Kapal Penangkap Ikan (ATKAPIN) tinkat II.

Menurut panitia pelaksana ujian, Sugeng Hariyadi yang didampingi Wakasek Kesiswaan SMKN 1 Glagah Suroto mengatakan, bahwa uji keahlian pelaut tahun ini dilaksanakan sejak kemarin (21/1) hingga 28 Januari mendatang. Jumlah peserta dari SMKN 1 Glagah sendiri adalah 120 taruna. Sedangkan dari luar daerah, yaitu SMKN 2 Turen Malang berjumlah 24 taruna, SMKN 5 Watu Trenggalek berjumlah 37 taruna, SMKN 4 Probolinggo berjumlah 15 taruna dan SMKN Perikanan dan Kelautan Jember berjumlah 2 taruna. Sehingga total keseluruhan peserta adalah 198 taruna.

Menurut Suroto, sejak 3 tahun lalu, SMKN 1 Glagah ditunjuk sebagai pelaksana sekaligus tempat uji keahlian pelaut bagi wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Adapun materi yang diujikan untuk ANKAPIN tingkat II berjumlah 15 materi. Di antaranya Navigasi, Dinas Jaga, Meteorologi, Kompas magnet dan Gasing hingga hokum maritim. Sedangkan untuk ATKAPIN II ada 17 materi yang diujikan. Diantaranya Mekanika, Motor Diesel, Ilmu Bahan Bakar, Termodinamika, hingga penangkapan ikan yang bertanggungjawab. Tahun demi tahun, peserta uji keahlian Pelaut ANKAPIN dan ATKAPIN semakin me-

ningkat. Hal ini disebabkan karena kebutuhan akan pelaut penangkap ikan masih tinggi. Dan lambat laun, pemahaman taruna maupun wali murid semakin meningkat terkait akan sertifikasi keahlian. “Karena sertifikat keahlian pelaut tersebut sebagai SIm untuk mencari kerja di kapal penangkap ikan,” ujar Suroto. SMKN 1 Glagah sendiri, setiap tahunnya secara rutin mengirimkan tarunanya untuk magang di perusahan penangkap ikan di Negara Jepang. Selain itu, kelulusan SMKN 1 Glagah lainnya juga meramaikan bursa kerja di bidang penangkapan ikan di wilayah Nusantara. (adv/als)

BANYUWANGI - Meningkatnya curah hujan disertai beberapa kejadian bencana banjir membuat Polres Banyuwangi ikut menyiagakan personelnya. Saat dijumpai Jawa Pos Radar Banyuwangi di sela apel sore Senin (20/1), Kepala Polres Banyuwangi AKBP Yusuf mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya banjir, pihaknya turut menyiagakan personel di tingkat Polres maupun Polsek. Selain bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) dan juga aparatur TNI, Polres menyiagakan satu kompi pasukan. Selain itu, di tingkat Polsek juga disiagakan satu regu pasukan yang bisa bergerak jika terjadi banjir. “Di Polres kita siagakan satu kompi, di Polsek satu regu,” ujar Kapolres Yusuf. Di samping kesiapan saat bencana terjadi, Polres juga mengintruksikan kepada para personelnya untuk sosialisasi mengenai kesiagaan banjir. “Kita juga membantu sosialisasi mengenagi banjir ke masyarakat,” ujarnya. Seperti pernah diberitakan, sebagian daerah di Banyuwangi saat ini berpotensi terkena dampak embusan angin. Hal itu disebabkan beberapa hal. Salah satunya pergerakan udara yang lumayan ekstrem menuju wilayah bertekanan rendah di Australia. Selain itu, berdasarkan data dari BPBD Banyuwangi, dalam kurun November 2013 hingga Maret 2014 nanti, Banyuwangi dalam status siaga banjir dan tanah longsor. (mg1/als)

SHULHAN HADI/RaBa

AKBP Yusuf

Rosana Layani Umroh Kualitas, Murah, Terjangkau BIRO Perjalanan Haji Plus dan Umroh PT. Rosana selalu memberikan pelayanan terbaiknya. Ribuan jamaahnya telah merasakan pelayanannya. Berbekal pengalaman, biro perjalanan ini mendapat apresiasi dari jamaahnya, mereka mengakui kualitas yang diberikan PT Rosana sudah sangat baik. Motto kerja Profesional, Kekeluargaan dan Kebersamaan menjadi solusi yang ditawarkan kepada calon jamaah yang hendak pergi ke tanah suci. Seperti saat ini, kurs mata uang dolar sangat tinggi. Meski nilai dolar naik turun namun tidak menjadikan kendala untuk tidak bisa berangkat ibadah umroh. PT. Rosana tetap mampu menyediakan paket umroh dengan kualitas dan harga yang murah serta terjangkau. Ada umroh hemat mulai dari Rp. 25 juta All In. Selain itu, ada umroh SVIP Hotel Grand Zam-zam dengan

jarak nol meter ke Masjid . selain itu Rosana juga ga menyediakan meny me nyed edi diak iakan k an harga heboh, yakni yakni hanya dengan USD 2.200. 200. Bahkan bagi yang g lunas sampai dengan an 30 Januari 2014 g graratis Airportaxx + Handling senilai ai Rp. 950.000,-. -. Juga tersediaa Paket 9 Hr / 10 Hr / 11 Hr / 12 Hr / 13 Hr / 16 Hr / 20 Hr. r. “Bagi yang ingin in dapat tarif ummroh murah, gratis atis Airportax+ HanH a ndling Rp. 950.000,-, 000,-, cepatlah Daftar. ar.. Ingat batas waktu hingga hingga tgl 30 Januari 2014,” Hj.j. 14,” kata kkat ataa Hj Rosana Hayati Pimpinan PT. Rosana Group di Juanda saat ikut pelepasan calon Jamaah Umroh tanggal 19 Januari 2014 lalu. Dikatakan, saat ini sangat banyak biro perjalanan wisata yang me-

miliki ijin dan yang tidak memiliki ijin. ijiji in Oleh in. Olleh h sebab seb bab b itu, it pilihlah yang Aman tepat Ama an – Amanah. InPT. Rosana amasyaallah hP sebab nah se eb memiliki ijin resmi: resm m SK Kemenag PPIU No. D/554 RI P PIHK No. D/76, &P IATA, IA AT ASITA, HIMPUH, ABACUS. P Memiliki banyak M kkantor cabang yyang menyebar di berbagai b kkota, sehingga memudahkan m pendaftar. Di PT. p e Rosana, semua Ro o tersedia : Umroh, ter rs Haji Plus, Pl Tour Domestik, Tour Tou ur Internasional, Resmi Agen Resm m Tiket Pesawat Domestik Dome Do mest stik ik & Internasional. IIn nte nt Untuk haji plus bersama PT. Rosana, memiliki dua keistimewaan paket Arbain & paket Pondok Pesantren Kilat”. Segera daftar, semakin ditunda nomor porsi akan lebih mundur lagi. Sedangkan untuk Tour Internasional, Rosana

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

• Pinang Indah •

• Grand Panji •

• Ruko Glenmore •

Djl Rmh Pinang Indah A-5 Jl Kertanegara LT 133m,LB 95,2 LT,4 KT,2 KM H 275 jt (Nego) 081336415562/08123352062 Tnp Prntra

BANYUWANGI • STNK •

NewLaunching,T100danT54,unittrbatas,Lok Strtgis, CCTV, Atap Galvalum, Genteng Beton, Drainase, Jln 8 m, One Gate System, Security, HrgPromo,H:085236828956,085234074222.

Hlg STNK P 2048WP, an.BP Pelatih Perikanan Bangsring KM 17 RT 00/00, Bangsring Hlg STNK P 4784 YX, an. Achmad Santoso, Tegalrejo 01/02 Bayu, Songgon Hlg STNK P 5172 VK, an. Handayani, Nusa Indah RW 02/02 Boyolangu,Giri

• BPKB • Hlg BPKB No 320031J, an. Indrana Tjahjono, Jl. PB.Sudirman No.180 rt 01/01 Tmenggungan

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Satpam •

• Honda Jazz ‘04 •

• Nissan •

• Panther ‘03/’08 •

Dicari Segera: 1.Calon Anggota Satpam Pend Min SMA/Sdrjt Usia Min 20/Max 30 Th,Tinggi Min 167 cm/ Berat Proporsional Bersedia Ditempatkan di Bwi-Jember (Wilayah Kerja Perusahaan) 2.Tenaga Satpam BerGADA PRATAMA Ditempatkan di Perbankan Banyuwangi (Wilayah Kerja Perusahaan) Kirim Lamaran Ke PT Diana Abadi Santosa Jl Budiono No.42 Bwi Telp. (0333) 411000

Jual Honda Jazz ’04 matic Kond Bgs lgsng pakai abu metalik H:087850075867

Dijual Ruko luas tanah 12 x 21 mtr. Luas bangunan 6'5 X 17,5 mtr. Alamat. Timur stasiun KAI Glenmore. Minat. Hub. 082131959539/087857352498

Hlg STNK P 6303 VE, an. Fitrin Andriadi Jl Kapten Waroka No.32 RT 05/05 T.Kayu Hlg STNK P 3608 ZN, an. Tri Sunu,Dsn Maron RT 01/01 Ds Genteng Kulon

bisa mewujudkan impian anda: Suka belanja Murah (Electronic, Cassual, T-Shirt, dll), futsal, Nonton F1, Touring, Permainan, Study Tour, Study Banding, dll. tersedia paket komplit dari Surabaya ke Surabaya. Atau beli protolan tiket saja, atau paket tour saja. Tour Internasional “Bagus – Murah”, pilihan antara lain: BATAM saja 3H/2M, BATAMSIN 3H/2M, SIN+KUL 4H/3M, Bangkok+Pattaya 4H/3M, Beijing 5H/3M, Korea 5H/3M, Turki 5H/3M, Eropa, Jepang, Australia, dsb. Untuk tiket pesawat, PT. Rosana sebagai agen resmi Pasti Murah – Harga Pas, antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Air Asia, Sriwijaya Air, Lion Air, Merpati, Tiger Airways, dll. Kebutuhan anda, semua ada di kami, PT. Rosana. Hubungi www. rosanatourtravel.com. Kantor Cabang Resmi : Pandaan • Malang • Surabaya • Gresik • Kediri • Madiun • Probolinggo • Lumajang • Jember • Situbondo • Bondowoso • Banyuwangi • Jakarta. Kantor Perwakilan Resmi: Kalimantan • Yogyakarta • Bali • Mataram.

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

• Grand Livina ‘07 • Djl Grand Livina XV 1.5 MT ’07 Bln Des Htm P Bwi hrga 130 Jt Istmw H: 085235425966

• Body Kijang Kapsul • Dijual Body Kjg Capsul Hrg 15 Jt Nego Hb 082142194111

BANYUWANGI • Desy Education • Persiapan UAN / UNAS SMP /SMA, TOEFL utk umum.jaminan kualitas, segera dftr DESY EDUCATION ,Jl. Hayam Wuruk 75 Banyuwangi Telp. (0333) 424476, HP.085258036777

Dptkn undian hdih lgs 1 Emas Btngn 10gram, 2 Samsung Note 3, 3 Garuda Travel Voucher @ Rp.500.000. 48 Shpping Voucher @ Rp.500.000. U/ pmblian all type Nissan bln Januari. Nissan Bwi: Jl. Letjend S.Parman 147 telp. 4460222, Gtg 7612727

Dijual Dua Unit Phanter LV 03/08 Trbo Pwr Silver Hrg 117,5/152,5 Jt Nego Bsa Tukar Tambah Hb 082142194111

• Daihatsu GranMax ‘10 •

• Nissan •

Dijual Daihatsu Granmax Thn 2010 Hrg 84,5 Jt 1.3DF AC/Power Window Interior Lux 10 Bisa Cash/Credit Hub: 085259992004 / 081934701313

Promo Gila-Gilaan!Cuci Gudang Unit 2013 Diskon N Promo Besar2an Dan Unit 2014 Ready Stock Cash/Kredit,Penawaran Terbaik H: Indra Nissan Bwi 085238484999

BANYUWANGI • Pulau Santen • Djl tanah sawah luas 10.715, cocok utk homestay, PP, wisata pulau santen, dll. Hrg Rp.200 ribu/meter. Hub: 0811354614

HOTLINE IKLAN HUBUNGI: 0333-412224


BALJEBOL

Rabu 22 Januari 2014

BALI

BAGAIMANA INI

MIFTAHUDIN/RADAR BALI/JPNN

Toilet Penuh Coretan BANGUNAN toilet umum di bagian timur taman kota Lumintang, Denpasar, Bali, terlihat dipenuhi tulisantulisan cat semprot, seperti terlihat dalam foto. Kesadaran sebagian warga kota yang tak bertanggungjawab dengan corat-coret ini, membuat bangunan ini tidak enak dipandang mata. (mif/yes/JPNN)

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Jelang Pemilu, Dewan Rajin Bolos JEMBER – Pemilu legislatif sekitar dua bulan lagi digelar. Hajat politik lima tahunan itu rupanya mempengaruhi kehadiran anggota DPRD Jember ke kantor dewan. Indikasinya, selama beberapa pekan terakhir, banyak legislator yang bolos. Padahal, sejumlah agenda legislasi sampai sekarang masih belum beres. Antara lain, Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Raperda Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). Dua regulasi terkait pembangunan daerah itu hingga kini tidak jelas ujung penyelesaiannya. Pengamatan koran ini dalam beberapa pekan terakhir, kantor dewan sering terlihat lengang. Setiap hari hanya sekitar empat sampai lima anggota DPRD Jember yang masih aktif ngantor. Sesekali, saat ada rapat komisi, anggota

dewan yang hadir cukup banyak. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, hanya komisi A dan komisi D yang memiliki agenda rapat dengar pendapat. Selebihnya, jarang terlihat di kantor dewan. Kondisi ini dikritisi pula oleh Wakil Ketua DPRD Jember Miftahul Ulum. Politisi yang biasa disapa Cak Ulum ini merupakan satu-satunya pimpinan dari empat pimpinan DPRD yang masih rajin ngantor. Dia mengakui, beberapa bulan terkahir dirinya merasakan terjadi penurunan kinerja anggota dewan. “Cukup banyak anggota DPRD Jember yang tidak ngantor. Kami rasakan sekali dalam beberapa bulan ini,” akunya kepada wartawan kemarin. Menurut dia, anggota DPRD Jember yang jarang ngantor karena kesibukan sebagai calon anggota legislatif yang

akan bertarung dalam pemilu 9 April 2014. “Boleh sibuk dengan pencalonan, tapi seharusnya jangan sampai tugas dan kewajibannya (sebagai wakil rakyat, Red) terabaikan,” sesalnya. Seharusnya, kata dia, anggota DPRD Jember bisa membagi waktu dengan baik. Misalnya, pagi sampai siang ke kantor DPRD Jember sebagai wakil rakyat. Selebihnya bisa digunakan persiapan menghadapi pemilu. Apa pun alasannya, legislator masih tercatat sebagai wakil rakyat yang mestinya mengutamakan tugas-tugas sebagai anggota dewan. Ulum tidak hanya mengkritis anggotanya, melainkan juga pimpinan DPRD Jember lain yang jarang ngantor pula, terutama Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf. Selama hampir dua pekan Saptono tidak terlihat ngantor. “Saya harap ketua bisa pegang kendali. Meskipun

sebenarnya pimpinan termasuk kolektif kolegial,” tandasnya. Meski demikian, tidak semua persoalan bisa diserahkan kepada masing-masing wakil ketua. Sementara itu, Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf yang disebut-sebut jarang ngantor saat dikonfirmasi melalui telepon menanggapi santai masalah ini. Dia mengatakan, pihaknya tidak hadir di kantor karena sering mendapatkan undangan dari masyarakat. Dia tidak merasa meninggalkan pekerjaan karena sejauh ini koordinasi antar pimpinan DPRD sama sekali tidak ada masalah. “Masih sering berkoordinasi melalui telepon dan sebagainya,” akunya. Meski tidak berada di kantor, dia mengatakan, urusan surat-menyurat bisa diselesaikan karena pimpinan memiliki ajudan yang mengantarkan surat-surat yang akan ditandatangani. (ram/har/jpnn)

PARIWISATA

Masih Perlu Sentuhan BONDOWOSO – Pariwisata sejauh ini masih menjadi salah satu sektor andalan Bondowoso, selain pertanian. Kendati begitu, sektor ini masih perlu terus mendapatkan sentuhan-sentuhan lagi sehingga bisa lebih cepat berkembang. Salah satu yang perlu dilakukan adalah konsep pariwisata sehat. Hal itu mengemuka dalam diskusi publik Forum Bondowoso Sehat (FBS) di aula Bappeda kemarin. Dalam kesempatan tersebut, salah satu sektor yang perlu mendapatkan perhatian serius adalah pengembangan pariwisata sehat. Iswahyudi, pegiat wisata Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) mengungkapkan, kesehatan memang menjadi salah satu hal yang mesti ditonjolkan dalam industri pariwisata. Kesehatan menurutnya bisa diartikan secara luas, termasuk dalam hal kebersihan. Dia menyontohkan terminal, sebagai etalase Bondowoso bagi kedatangan wisatawan, harus menonjolkan sisi kebersihan. “Bayangkan ketika turis sampai di terminal lalu ke toilet, dan ternyata toiletnya tidak bersih, maka kesan pertama yang muncul adalah kesan tidak sehat,” ungkapnya. Hal itu menurutnya memang sepele, namun dalam sektor pariwisata menjadi sangat penting. Untuk itulah, kampanye pariwisata sehat memang menjadi salah satu hal yang mesti dilakukan sebagai salah satu upaya percepatan pengembangan wisata di Bondowoso. Sementara itu, Murti Jasmani, sekretaris FBS menjelaskan, pariwisata sehat memang manjadi salah satu dari tiga program utama FBS dalam rangka mewujudkan kabupaten sehat. Pihaknya akan menggandeng SKPD terkait untuk merealisasikan program tersebut. Menurutnya, keberadaan sarana dan prasaran umum yang sehat dan representatif memang harus terus didorong. “Kami sudah mengendakan untuk duduk bersama dengan pemerintah daerah,” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Fricas Abdillah, wakil ketua FBS. Kendati begitu, perbaikan sarana dan prasarana yang menunjang kesehatan harus juga diimbangi dengan pola pikir dan perilaku di masyarakat. “Jadi bukan hanya sehat pada sarana dan prasarana yang dikejar, tetapi juga pada perilaku. Kalau pun fasilitas sudah sehat tapi kalau perilaku tidak sehat, pasti sia-sia,” ujarnya. Kalau perlu, lanjut dia, harus ada regulasi yang bisa memaksa masyarakat untuk berperilaku sehat. Misalnya dengan mengatur denda bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan. ““Kalau tidak ada regulasinya ya dibikin,” ujarnya. (esb/wah/jpnn)

JSC

RADAR JEMBER/JPNN

MANGKRAK: Gudang komoditi sistem resi gudang milik Kementerian Perdagangan senilai Rp 5,6 miliar hingga kini belum berjalan semestinya.

Gudang SRG Rp 5,6 M Belum Difungsikan JEMBER –Gudang komoditi sistem resi gudang (SRG) Kementerian Perdagangan senilai Rp 5,6 miliar hingga kemarin (21/1) masih mangkrak. Padahal, gudang itu sudah berdiri sejak setahun silam. Hampir setahun lamanya tidak aktivitas dari gudang yang dibangun dengan dana alokasi khusus (DAK) ini. Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Jember berjanji dalam waktu dekat segera mengoperasikan gudang tersebut. Kegiatan SRG di Jember nanti-

nya dikelola disperindag ESDM. Gudang yang cukup megah itu terletak di Dusun Lebak, Desa Wirowongso, Ajung. Hampir tidak pernah ada aktivitas di lokasi tersebut, kecuali penjagaan oleh petugas keamanan gudang yang jumlahnya dua orang. “Ya seperti ini kondisinya, sepi sejak dibangun setahun lalu,” ujar Herman, waker (penjaga) yang ditugasi menjaga keamanan gudang kemarin. Akibat tidak ada aktivitas di lokasi tersebut, sejumlah sudut gudang mulai

Lelang BRI Dinilai Fiktif Terkait Gugatan P.O Kenongo V BRI Lumajang

HERU PUTRANTO/RADAR JEMBER/JPNN

MEGAH: Maket Stadion utama di kawasan Jember Sport Garden (JSG). Saat ini, pengerjaan proyek prestisius tersebut memasuki tahap finishing.

Bakal Jadi Icon Jember JEMBER – Keberadaan stadion utama Jember Sport Garden (JSG) di wilayah Kecamatan Ajung yang dibangun dengan anggaran APBD sekitar Rp 200 miliar ini bakal menjadi salah satu icon Jember nantinya. Selain bentuk tribun stadion merupakan satu-satunya di Indonesia, stadion ini berkelas internasional yang dilengkapi dengan berbagai sarana olah raga yang memadai. Bahkan, bentuk stadion utama JSG tersebut hanya ada beberapa saja di dunia. Sayangnya, pembangunan stadion utama JSG yang seharusnya selesai dikerjakan PT Pembangunan Perumahan (PP) akhir Desember 2013 lalu, mbeleset dari target pengerjaan. Pihak kontraktor masih meminta perpanjangan waktu penyelesaian hingga 50 hari. Konskuensinya, pihak kontraktor harus dikenakan denda sekitar Rp 775 juta selama keterlambatan 50 hari. Pantauan koran ini di lapangan, pihak kontraktor berusaha mengebut pengerjaan. Ini agar target waktu perpanjangan yang tinggal sekitar sebulan ini, bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Apalagi, masih banyak pekerjaan yang masih membutuhkan finishing. Kemarin, penyambungan bando terlihat sudah selesai dikerjakan. “Penyambungan bando sudah selesai dikerjakan,” ujar Rahman Anda ST, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan stadion utama dari DPU Cipta Karya. Hampir tiap hari, kata dia, pihaknya memantau kondisi pengerjaan stadion yang harus rampung akhir Februari 2014 mendatang. Menurut dia, pemasangan bando dan tribun stadion ini memang membutuhkan waktu yang lama. Untuk itu, pihaknya berharap agar pihak kontraktor segera menyelesaikan pekerjaan, sesuai dengan batas perpanjangan waktu yang diminta. (wnp/jpnn)

LUMAJANG – Gugatan perdata owner Perusahaan Otobus (P.O) Kenongo pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Lumajang berlanjut. Kemarin, sidang memasuki tahap pemeriksaan saksi terkait lelang aset penggugat. Dalam tahapan ini, lelang yang dilakukan BRI dinilai Fiktif. Sidang dimulai jam 14.15, dipimpin hakim ketua Subai, SH. Didampingi dua hakim anggota Masykur Hidayat SH dan Dian Arimbi SH. Sementara dari pihak BRI selaku tergugat I diwakili Nanang Susilo. Hadir juga owner P.O Kenongo Tony Suratman bersama kuasa hukumnya Gedeyanto SH. Sementara tergugat II dari pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara (KPKN) Malang tidak hadir. Dalam sidang itu, saksi menyebutkan proses lelang yang dimuat dalam pengumuman lelang di Radar Lumajang Jawapos pada 2 November 2011 itu tidak ada. “Pada 16 November 2011, Saya sejak jam 08.00 pagi sampai jam 17.00 ada di kantor KPKN. Tidak ada lelang, lelang itu fiktif,” beber Ahmad Dasuki salah satu dari dua saksi yang diperiksa kemarin. Dia menjelaskan, tidak hanya dia yang tahu. Melainkan bersama dua rekan dan pemilik aset P.O Kenongo. Dalam seharian selama berada di lokasi lelang yang berada di kantor KPKN Malang, semua saksi menurut dia tidak melihat ada lelang. Bahkan tidak ada tamu lain selain dirinya. Tahu-tahu muncul risalah

lelang nomor 1259/2011 16 November 2011 di kantor KPKN Malang. Gedeyanto, kuasa hukum penggugat menegaskan kerancuan dalam proses lelang. “Kami simpulkan tidak ada lelang dan juga tidak benar lelang itu dilaksanakan di Malang,” tambahnya kepada wartawan kemarin. Dari kesaksian itu, pihak BRI yang diwakili Nanang Susilo mengelak. Dalam sidang itu BRI menyanggah dengan menyodorkan bukti lelang pada majelis hakim. Juga mempertanyakan kebenaran dua saksi dan owner P.O Kenongo yang datang ke kantor KPKN Malang. Secara garis besar, Nanang menjelaskan pihak BRI tetap pada jawaban semula bahwa lelang itu dilaksanakan. “Lelang resmi dilaksanakan di kantor KPKN Malang,” jawabnya.Bahkan, lanjut dia, buktibukti sudah dilampiri daftar hadir peserta lelang di KPKN Malang. Dia juga menyebutkan bahwa KPKN adalah lembaga negara besar yang tidak mungkin melakukan manipulasi. Untuk diketahui, gugatan perdata owner PO Kenongo pada BRI terjadi disebabkan hutang piutang. Berawal dari hutang PO Kenongo senilai 750 juta tahun 2005, dan tambahan tahun 2007 senilai Rp 325 juta. Total Rp 1,07 miliar. Karena dinilai terlambat mengangsur, maka sebanyak sembilan aset owner PO Kenongo dilelang pada 16 November 2011. Lelang itulah yang membuat PO Kenongo membawa masalah ini ke jalur hukum. Apalagi, Tony Suratman mengaku dirugikan. Alasannya, karena total angsuran sudah dibayar senilai Rp 550 juta. (fid/wah/jpnn)

tampak kumuh. Sebagian bangunan mulai ditumbuhi lumut. Rumput ilalang tumbuh subur di sekitar halaman samping dan belakang. Saat Jawa Pos Radar Jember masuk ke dalam gudang, kondisi di bagian dalam tampak kotor seperti bagian luar. Namun, di dalam gudang sudah banyak barang dan mesin. Tetapi, sejumlah mesin penggilingan dan alat penyimpanan barang masih teronggok dengan bungkus plastik yang masih menempel. Herman menjelaskan, barang-barang

yang terlihat canggih itu baru saja datang ke gudang. ”Mungkin baru datang sekitar sebulan yang lalu,” ungkap pria yang mengaku ditunjuk kontraktor pembangunan gudang untuk menjadi waker. Sejak baru datang, dia memastikan, peralatan di dalam gudang itu sama sekali belum digunakan. Mesin penggiling dan alat penyimpan berupa kotak plastik berwarna jingga dikirim oleh perusahaan jasa pengiriman dengan menggunakan truk besar. (ram/har/jpnn)


34

Rabu 22 Januari 2014

Beregu Putra Milik SMPN 4 Genteng

ALI NURFATONI/RaBa

TERBAIK: Tiga pesilat kontingen SMPN 4 Genteng sedang beraksi di kategori regu putra di GOR Tawang Alun kemarin.

BANYUWANGI - Kemeriahan Kejurkab Pencak Silat Antarpelajar masih terus berlangsung hingga kemarin (21/1). Khusus kategori TGR atau seni, sebagian sudah menyelesaikan babak final. Partai puncak kategori lain akan digeber hari ini (22/1). Kategori ganda putra tingkat SD, KGS Rizky Dawaamah dan KGS Ach renafi keluar sebagai pemenang. Pesilat asal SDN 1 Lateng itu mampu mengungguli duet Andika Raga dan KGS Adam Dwi Anada yang juga berasal dari sekolah yang sama. Posisi ketiga diraih duet Dafis Prabu Arta dan Debby Aditya dari SDN Kepatihan. Di kategori ganda putri, duet Nayu Pramesti dan Salsabila Najma semakin menunjukkan dominasi SDN 1 Lateng. Duet tersebut tampil cemerlang menjadi juara pertama setelah mengalahkan duet Kadek Widayanti dan Septian Chintia delegasi SDN Kampung Mandar dan Nanda Khoirina yang berpasangan dengan Ervilian Suci dari SDN I Lateng. Di tingkat SMP, kontingen SMPN 4 Genteng keluar sebagai juara kategori regu putra. Trio, Fahmi Syaifullah, Hafid Dikky Maulana, dan Husen Surya, mendapatkan poin tertinggi dari wasit juri dan berhak menjadi pemenang kategori tersebut. Posisi kedua menjadi milik kontingen SMPN 2 Gambiran. Trio Moh. Dichy Agus, Adi Pratama, dan Riki Ulya, menjadi runner up setelah mempecundangi delegasi SMPN

1 Rogojampi, Hendraman, Muh. Adi Kumara, dan Fahmi Syaifullah. Di kategori beregu putri SMP, kontingen SMPN 2 Gambiran menampilkan atraksi oke. Tiga pesilat, Elya Rindi, Kurnia Candra, dan Diah Ayu Ratih, membuat wasit juri memberikan penilaian terbaik. Sehingga, kontingen tersebut berhak menjadi juara pertama. Posisi runner up diduduki delegasi SMPN 2 Genteng bernama Vrisca Cindy, Dina Nur, dan Ernawati Dewi, lalu disusul SMPN 1 Giri diposisi ketiga. Juara ketiga itu diraih Mega Nur Royani, Riska Puspita Dewi, dan Septimike Yourintan. Kat e g o r i t u n g ga l p u t ra tingkat SMA, Moh. Riski Nur dari SMAN 1 Glagah dinobatkan menjadi juara satu. Posisi kedua direngkuh kontingen SMAN 2 Genteng atas nama Hasan Arga. Sementara itu, juara ketiga menjadi milik Aditya Kurniawan dari SMK 17 Genteng. Kategori tunggal putri, Yuni Andika dari SMAN 1 Glagah meraih predikat terbaik. Disusul Desy Tri Wahyuni dari SMAN 1 Genteng. Sheila Chaisar dari SMA 17 Banyuwangi menjadi pelengkap sebagai juara ketiga. Kategori ganda putra, SMAN 1 Wongsorejo, SMA PGRI Purwoharjo, dan SMAN 1 Banyuwangi, menjadi juara satu, dua, dan tiga. Ganda putri, SMAN I Genteng menjadi juara satu. SMA Al-Hikmah Muncar dan SMKN Wongsorejo menjadi juara dua dan tiga. (ton/c1/als)

Trio Eks Persewangi Gabung Persid BANYUWANGI - Kondisi pendanaan Persewangi hingga kini masih buram. Situasi itu yang memaksa sejumlah pemain cepat mengambil keputusan. Setidaknya, sejumlah pilar pemain The Lasblang pada musim lalu memilih hengkang ke klub lain. Setelah Novan Charis memilih memperkuat klub tetangga, Persid Jember, dua mantan pemain Persewangi juga menyusul. Keduanya adalah Boy Filanosa dan Nelson Caparo Aguero. Boy merupakan kiper utama Persewangi musim lalu. Satu

pemain asal Paraguay, Caparo Aguero, itu juga memperkuat Persewangi dalam rentang waktu setengah kompetisi kemarin. Sebenarnya, Boy masih mengikuti seleksi Persewangi beberapa waktu lalu. Hanya saja, tersiar kabar pemain tersebut tidak lolos seleksi karena kalah bersaing dengan Nanda Pradana. Selain itu, stopper Persewangi musim lalu, Slamet Sampurno, berlabuh ke Persik Kediri. Dia mengikat kontrak selama satu musim kompetisi Indonesian

Super League (ISL). ‘’Alhamdulillah, Mas. Saya sudah deal dengan Persik,” kata Slamet kepada koran ini. Sementara itu, tiga pemain yang bergabung ke Persid itu ditegaskan salah satu pengurus Persid kemarin. ‘’Ketigatiganya (Novan, Boy, Nelson, red) sekarang sudah teken kontrak bersama kita,’’ ungkap M. Iqbal, ketua bidang Humas Persid Jember kemarin (21/1). Selain mereka, dua mantan pemain Persewangi lain, Decky Rolias dan Arif Wicaksono, juga sudah membuat

keputusan dengan teken kontrak bersama PPSM Magelang. Keduanya akan bermain di level yang sama dengan Persewangi, yakni Divisi Utama. Sementara itu, Sunjoyo, salah satu pengurus Persewangi, mengaku masih belum mengetahui informasi terkait bergabungnya Slamet Sampurno ke Persik Kediri. Sebab, yang bersangkutan masih mengikuti seleksi di Persewangi. ‘’Tapi, kalau memang diterima, kita akan cari pemain asing untuk memperkuat lini belakang,” tandasnya. (ton/c1/als)

Pengurus Kodrat Dilantik Siang Ini BANYUWANGI - Kepengurusan Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Banyuwangi akan segera dikukuhkan. Rencananya, pengurus salah satu cabang olahraga (cabor) baru di Bumi Blambangan itu akan dilantik siang ini (22/1). Prosesi pelantikan pengurus masa bakti 2013-2017 itu akan dilangsungkan di Wisma Atlet Gelora. Sejumlah pengurus besar (PB) dan Provinsi Jawa Timur (Jatim) memastikan hadir dalam prosesi sakral itu. Ketua Umum Kodrat Jatim, Bambang Haryo, akan datang langsung melantik pengurus kodrat Banyuwangi di bawah komando Moch. Dimyati itu. ‘’Beliau besok datang melantik kita,” ungkap Ketua Umum Pengcab Kodrat Banyuwangi, Moch, Dimyati. Sejumlah pengurus Kodrat Jatim lebih dulu hadir kemarin. Selain pengurus, sejumlah atlet juga sudah tiba di Bumi Blambangan. Para atlet tersebut akan menampilkan beragam adegan guna memeriahkan acara pelantikan tersebut. ‘’Mereka (atlet, red) ingin menampilkan atraksi besok,’’ kata Moch. Dimyati. Sampai saat ini persiapan menyongsong pelantikan tersebut terus dikebut. Kalangan pengurus KONI dan semua cabor juga diundang dalam agenda tersebut. ‘’Forpimda juga kita undang. Insyallah besok pelantikan akan sukses,’’ harapnya. (ton/c1/als)

ALI NURFATONI/RaBa

SERIUS: Dua petarung sedang memeragakan atraksi di halamanWisma Atlet Gelora kemarin (21/1).

MENYEBERANG: Nelson Caparo Aguero (dua dari kiri) kini berlabuh ke Persid Jember.

ALI NURFATONI/RaBa


BERITA UTAMA

Rabu 22 Januari 2014

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Polisi Amankan Bukti Transfer n OKNUM... Sambungan dari Hal 25

Tertangkapnya Abdullah bermula saat korban berinisial SR asal Desa Jajag, Kecamatan Gam biran, ngamar bersama pacarnya berinisial Y di salah satu hotel di Desa/Kecamatan Gambiran Kamis (16/1) lalu. Saat pasangan itu keluar hotel, Abdullah membuntuti sampai Desa/Kecamatan Bangorejo. Saat berhenti di Desa Bangorejo, oknum wartawan itu menunjukkan foto SR dan Y yang baru keluar dari hotel dan akan ditulis di medianya. “SR minta

jangan ditulis,” terang salah satu sumber di Polsek Cluring. Untuk membahas perkara tersebut, mereka sepakat membicarakannya di sebuah warung bakso di Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Dalam pertemuan itu, Y yang sudah pulang dipanggil lagi. “Wartawan mau tidak menulis asal korban mengganti biaya cetak sebesar Rp 35 juta,” ungkap sumber tadi. Merasa keberatan dengan uang sebesar itu, korban mena war. Akhirnya disepakati “uang damai” sebesar Rp 25 juta. “Wartawan minta uangnya segera diberikan, tapi korban

tidak punya uang,” cetusnya. Karena takut dengan oknum wartawan itu, korban langsung transfer uang sebesar Rp 10 juta Kamis malam (16/1). Jumat pagi (17/1), korban kem bali transfer uang Rp 5 juta. “Kekurangannya akan dibayar pada Senin (20/1),” katanya. Rupanya, korban tidak kehilangan akal. Sebelum melunasi uangnya sebesar Rp 10 juta, dia terlebih dahulu menghubungi Polsek Cluring. Selanjutnya, mereka menemui tersangka di depan KUD Tri Jaya Sraten. “Janjian di depan KUD Sraten,” sebutnya. Sebelum bertemu di depan

KUD Tri Jaya Sraten, ternyata tersangka menghubungi korban dan mengajak bertemu di sebuah warung es degan di selatan KUD tersebut. “Saat korban akan menyerahkan uang, langsung kita gerebek,” beber sumber tersebut. Saat datang ke lokasi, oknum wartawan itu sebenarnya tidak sendirian. Abdullah ditemani dua rekannya. Tetapi, kedua teman tersangka berhasil kabur saat polisi meringkus Abdullah. “Bukti transfer dan rekening di BCA kita amankan,” cetus Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Nandu Dyanata kemarin sore. (abi/c1/bay)

Tidak Ada yang Luka Serius n TABRAKAN... Sambungan dari Hal 25

Meski begitu, sopir bus tersebut, Sachroni asal Kelurahan Berokan, Ke camatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tidak terluka serius. Kondisi yang sama juga dialami truk Isuzu Elf bernopol K 1375 PA yang disopiri Syaifudin Arif, 47, warga Desa Bawu, Kecamatan Batu Alit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Bagian kanan bak truk

warna putih itu hancur setelah diseruduk bus. “Bus dan truk dari arah berlawanan,” cetus Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf melalui Kanitlaka Satlantas Iptu Sumono kemarin. Tabrakan yang sempat mengganggu arus lalu lintas jurusan Ba nyuwangi-Situbondo itu terjadi sekitar pukul 03.00. Saat kejadian, bus pariwisata yang akan menuju Bali itu meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah utara. “Bus pariwisata itu

mengangkut penumpang yang akan ke Bali,” jelasnya. Setiba di tikungan tajam di Dusun Paras Putih, Desa Bangsring, bus yang disopiri Sachroni itu melaju terlalu ke kanan hingga melewati markah jalan. Bersamaan dengan itu, dari arah selatan meluncur truk Isuzu yang disopiri Syaifudin. “Bus jalannya terlalu ke tengah saat melintas di tikungan,” katanya. Karena jarak bus dan truk sudah dekat, tabrakan pun tidak

bisa dihindari. Moncong bus pariwisata itu menabrak bak ka nan truk. Akibat tabrakan itu, bagian depan bus rusak. “Bak truk bagian kanan yang ditabrak bus hancur,” cetusnya. Meski mengalami kerusakan cukup parah akibat, beruntung tidak ada korban jiwa. Sopir bus dan truk selamat tanpa mengalami luka serius. “Hanya kendaraan yang rusak. Semua penumpang bus juga selamat,” sebut Iptu Sumono. (abi/c1/bay)

Belum Ada yang Terlibat Parpol n KPU... Sambungan dari Hal 27

Sedangkan PPK Banyuwangi me ngusulkan penggantian dua anggota PPS. “Di Kecamatan Rogojampi tidak ada PPS yang diganti,” ujarnya. Syamsul menambahkan, hingga kemarin siang pihaknya masih menunggu berkas hasil assessment yang dilakukan 20

PPK lain asal seluruh wilayah Banyuwangi. “Kalau semua sudah selesai, akan kita buatkan SK (surat keputusan). Setelah itu, akan dilakukan pelantikan per daerah pemilihan (dapil),” ujar mantan wartawan tersebut. Kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Syamsul, membe ber alasan penggantian lima anggota PPS tersebut. Dijelaskan, berdasar hasil as-

sessment yang dilakukan PPK, para anggota PPS yang diganti itu tidak memenuhi syarat UU menjadi anggota penyelenggara pemilu. “Mereka tidak bisa bekerja penuh waktu karena bekerja dobel. Saya kira itu sikap yang gentleman. Daripada dipaksakan, pekerjaan sebagai anggota PPS terganggu, pekerjaan lain juga akan terganggu,” cetusnya.

Di sisi lain, Syamsul mengatakan, dari lima anggota PPS yang diusulkan PPK untuk diganti tersebut, tidak seorang pun yang terlibat dengan salah satu partai politik (parpol). “Sam pai saat ini (kemarin) tidak ada anggota PPS yang diberhentikan karena keterli batan dengan salah satu par pol,” pungkasnya. (sgt/ c1/bay)

Tingkat Kehadiran Cukup Rendah n PERINGATAN... Sambungan dari Hal 27

Sebab, meskipun ada dua Pan wascam yang kinerjanya kurang optimal, tidak ada satu pun anggota Panwascam yang melakukan pelanggaran UU dan kode etik. “Berdasar hasil assessment, evaluasi, dan monitoring yang kami lakukan, tidak ada anggota Panwascam yang diganti,” ungkapnya.

Sementara itu, usai menjalani assessment oleh Panwaslu Banyuwangi, seluruh Panwascam langsung disibukkan dengan proses assessment, evaluasi, dan monitoring terhadap mantan anggota Panitia Pengawas Lapangan (PPL) Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) Jatim 2013 di masing-masing wilayah kerjanya. Pasalnya, masa tugas PPL Pilgub telah habis Desember lalu.

Dikatakan, proses assessment tersebut dilakukan sesuai instruksi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim. “PPL Pilgub Jatim telah habis masa kerjanya pada Desember 2013. Kita instruksikan Panwascam membuat surat keputusan (SK) pemberhentian seluruh PPL. Setelah itu, Panwaslu menginstruksikan Panwascam melakukan assessment atau rekrutmen ulang PPL,” jelasnya.

Rorry berharap, assessment dan perekrutan PPL itu tuntas dilakukan Januari ini. Dengan de mikian, masing-masing PPL bisa segera dilantik untuk menjalankan tugas mengawasi proses Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014. “Sesuai eda ran Bawaslu, masa kerja PPL terhitung mulai Januari sampai Mei 2014. Karena PPL bertugas mengawasi proses pileg,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Kucing-kucingan dengan Panwascam n SUDAH... Sambungan dari Hal 27

Razia alat peraga kampanye di jalan utama Muncar itu membuat para tim sukses ca leg mengalihkan lokasi pe masangan. Kini pemasangan alat peraga dialihkan ke pinggiran dan pedalaman kampung atau pedesaan. Imbasnya, beberapa

sudut desa berubah menjadi hutan banner. Anggota Panwascam Muncar, Dodik Wahyudi, mengatakan pihaknya sudah mendapat la poran dan sudah turun ke lapangan. Hingga kini pihaknya masih melakukan pengumpulan data dan pengawa san langsung terkait marak nya alat peraga caleg di

wi layah pedalaman Muncar tersebut. “Sudah kita data dan inventarisasi. Selanjutnya, akan kita lakukan tindakan bersama pihak terkait,” katanya. Terkait fenomena tersebut, Dodik melihat ada pergeseran pola caleg dalam memasang alat peraga. Bila sebelumnya target operasi mereka jalan protokol, kini kecenderungannya adalah

wilayah terpencil dan langsung ke objek kehidupan masyarakat. Cara itu dinilai lebih manjur dalam menggaet simpati masyarakat. “Kita akan kooperatif memperingatkan bila ada pelanggaran. Tindakan akhirnya tentu razia seperti yang dilaksanakan beberapa waktu lalu bersama Satpol PP,” ujarnya. (nic/c1/bay)

Jumlah Peserta Mencapai 1.685 Pesilat n PENONTON... Sambungan dari Hal 25

Ratusan pasang mata tampak tertuju ke dua pesilat yang sedang bertarung di atas gelanggang. Suara riuh penonton menyebabkan pertandingan semakin hidup. Namun demikian, apa pun hasilnya, wasit sebagai pengadil lapangan dan lima tim juri tidak bisa diintervensi untuk mengubah keputusan. Siapa pun pesilat yang lebih baik, pesilat tersebut akan menang. Dengan demikian, dukungan suporter tidak bisa mengubah hasil pertandingan jika pesilat yang didukung ternyata bermain jelek. Sejauh ini tidak ada komplain dari salah satu ofisial terhadap keputusan wasit juri. Sebab, keputusan pengadil lapangan maupun lima tim juri yang bertugas dinilai sudah sportif dan fair. Kerja keras para wasit itu memang layak diacungi jempol. Pengorbanan dan kerja keras mereka tidak terbantahkan. Bayangkan, para wasit tersebut bertugas penuh mulai pagi hingga larut malam. Bayangkan, para wasit dan tim juri itu datang ke lokasi pukul 07.00. Apa pun alasannya, para wasit tersebut harus menggelar pertandingan mulai pukul 08.00, baik kategori tanding maupun TGR atau seni harus digeber tepat waktu sesuai jadwal. Jika sampai ditunda, maka bisa jadi waktu pelaksanaan kejurkab pencak silat

antarpelajar mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, itu meleset. Sesuai jadwal, ajang tahunan itu akan berakhir tanggal 22 Januari atau malam ini. Tugas wasit memang cukup berat. Selain harus memberikan penilaian yang tepat, pengorbanan mereka dalam menyukseskan agenda menjaring atlet potensial itu patut diacungi dua jempol. Adu fisik dan strategi antar pesilat sudah berlangsung sejak tanggal 12 Januari lalu. Nah, menilik perhe latan yang cukup panjang itu, maka wasit juri harus kerja ekstra sejak tanggal tersebut. Selama perhelatan akbar itu dihelat, mereka selalu menjalankan tugas dengan baik. Artinya, para wasit juri tersebut tidak pernah libur. Karena itu, mereka harus pintar-pintar mengatur waktu. Mereka harus menjaga kebugaran fisik, dan harus bisa merawat seragam dengan baik. Sebab, selama bertugas, para wasit juri itu harus menggunakan seragam putih. Di tengah intensitas kegiatan yang cukup padat itu, mereka tetap dituntut tampil oke. Datang pagi dan pulang malam menjadi rutinitas setiap hari. Karena itu, sebagian wasit juri memiliki beragam cara agar seragam yang dipakai setiap hari itu tidak terlihat kotor. Apalagi, warna seragam yang dipakai itu sangat rentan terhadap kotoran. Yang menarik, sebagian wasit juri tidak pernah ganti sejak

ajang tersebut digulirkan. ‘’Ya gak ganti,’’ ungkap I Wayan Widya Eka, salah satu wasit juri kejurkab pencak silat. Sebab, wasit juri satu ini memang tidak memiliki seragam ganda. Untuk itu, dia terpaksa mencuci seragam tersebut pada malam hari usai pertandingan. ‘’Terpaksa cuci malam hari, soalnya saya tidak punya seragam dua,” kata guru SMPN 5 Banyuwangi itu. Agar bisa dipakai lagi pada pagi hari, dia tidak punya cara lain selain langsung me nyetrikanya. Sebab, dijemur tidak akan kering selama semalam. ‘’Seragam masih basah tetap disetrika, mau gimana lagi,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Kasus yang sama juga melanda sebagian wasit juri yang lain. Meski begitu, tidak sedikit wasit juri yang mempunyai seragam cadangan. “Mayoritas mempunyai seragam dua,” kata Setyo Agung, salah satu wasit juri. Ketua pertandingan dan wasit juri, Winarno mengungkapkan, semua wasit juri kerja ekstra demi menyukseskan agenda IPSI Ba nyuwangi itu. Apalagi, jumlah peserta melimpah hingga mencapai 1.685 pesilat. ‘’Se lama sehari, ada tiga sesi, pagi, siang, dan malam. Kalau malam sampai pukul 22.00. Makanya, kita kerja keras agar jadwal tepat waktu selama sepuluh hari,” katanya. (c1/bay)

Belum Temukan Barang yang Mencurigakan n SEMUA... Sambungan dari Hal 25

“Kita akan meningkatkan kewaspadaan, baik di polsek maupun di polres,” ujarnya. Menurut Sujarwo, razia yang digelar dini hari itu sasarannya adalah senjata api (senpi), bahan peledak (handak), senjata tajam (sajam), dan narkotika

dan obat terlarang (narkoba). “Semua kendaraan yang melin tas, kita periksa dengan teliti,” katanya. Razia yang digelar tersebut, jelas dia, akan terus dilakukan anggota polres dan polsek. Setiap malam, sebut dia, semua akan memeriksa ken daraan pribadi dan umum. “Razia ini se tiap hari, ha nya waktunya

yang tidak sama,” sebutnya. Pada razia malam pertama kemarin, anggota polres dan pol sek belum menemukan ba rang yang mencurigakan. Mes ki sudah diperiksa, tapi tidak ada satu pun kendaraan yang membawa barang mencurigakan. “Tidak menemukan barang yang mencurigakan,” ungkapnya. (abi/c1/bay)

Beruntung Rel Tidak Rusak n REL... Sambungan dari Hal 25

Sehari sebelumnya, tepatnya Senin (20/1), anjloknya kereta barang itu mengakibatkan per jalanan empat rangkaian KA terhambat. Perjalanan dua rangkaian KA dari arah Ba nyuwangi, yakni KA Mutiara Timur siang jurusan Banyuwangi-Surabaya Gubeng dan KA Pandanwangi jurusan Banyuwangi-Jember, terhambat. Dari arah sebaliknya, dua rang kaian KA lain juga terham bat, yakni KA Mutiara Timur siang jurusan Surabaya Gubeng-Banyuwangi dan KA Probowangi jurusan Pro bolinggo Banyuwangi. “Pada Se-

nin, baik dari arah Jember maupun dari arah Banyuwangi, masing-masing ada dua rangkaian KA yang terhambat. Tetapi, hari ini (kemarin, Red) seluruh pem berangkatan KA sudah berjalan normal,” kata Sugeng. Seperti diberitakan sebelumnya, pemberangkatan empat rang kaian kereta api (KA) dari dan menuju Banyuwangi terhambat Senin (20/1). Penyebabnya, kereta barang pengangkut batu kricak (batu pecah yang ditempatkan di bawah, di antara, dan di sekitar rel KA) anjlok di Kilometer (KM) 28+70 antara Garahan dan Mrawan, Jember. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa

Pos Radar Banyuwangi, dua as roda gerbong KA jenis KKBW 306533 tersebut anjlok sekitar pukul 09.19. Akibatnya, pemberangkatan dan perjalanan empat rangkaian KA jurusan Banyuwangi itu terganggu. Bahkan, KA Mutiara Timur siang sempat tertahan di Stasiun Kalibaru. Selanjutnya, penumpang KA jurusan Banyuwangi-Surabaya Gubeng itu dioverstappen (dialihkan) dengan bus menuju Stasiun Jember. P T. K e r e t a A p i D a e r a h Operasi (Daops) IX Jember menerjunkan empat unit bus plus satu bus cadangan untuk mengangkut 230 penumpang K A Mu t i a ra Ti m u r s i a n g tersebut. (sgt/c1/bay)

Lewat Dua Hari, Kualitas Menurun n MULAI... Sambungan dari Hal 25

Sejak setahun lalu, Slamet berdagang di sekitar pertigaan SMAN 1 Giri. Hingga kemarin, kata dia, jumlah pembeli belum terlalu banyak. Selain itu, harga jual durian musim ini relatif tinggi. Hal itu disebabkan saat ini belum masa panen raya. ‘’Durian belum membanjir di pasaran,’’ tuturnya. Harga durian rata-rata Rp 20 ribu hingga Rp 50

ribu per biji. Para pedagang harus siap menanggung risiko, karena durian hanya bertahan sampai dua hari. Jika lewat dari dua hari, kata dia, kualitas buah akan menurun. “Kalau sudah dua malam belum terjual, harganya pasti turun,” ujar Slamet. Selain durian, pedagang di tempat tersebut juga menjajakan rambutan. Harga rambutan jenis rapiah rata-rata sekitar Rp 10 ribu per kilogram. Harga rambutan jenis lain di bawah harga jenis rapiah. (mg1/c1/bay)

Hampir Mirip dengan Bali n MENEBUS... Sambungan dari Hal 25

Rasa penasaran siswi kelas XI SMAN Arjasa, Jember, itu terbayar saat menyaksikan keindahan pantai Pulau Merah be berapa hari lalu. Bersama beberapa teman, Nanda sengaja datang ke Banyuwangi khusus me ngunjungi pantai dengan land mark bukit yang eksotik itu. Dia mengaku, meski di Jember ada pantai yang indah, tapi

pantai Pulau Merah me nurutnya lebih menarik. Selain pasirnya putih, deretan payung yang berjejer di bibir pantai terlihat sangat unik. “Tak jauh beda dengan pantai di Bali,” ujar gadis yang tinggal di Jalan Ka limantan VIII Nomor 20, Jember, itu. Putri pasangan Usman dan Lusiana itu menuturkan, tidak hanya pantainya yang indah, akses menuju lokasi juga mudah. ”Selain jalannya mulus,

penunjuk jalan menuju lokasi juga banyak,” ucap gadis yang berulang tahun setiap tanggal 19 Januari itu. Nanda berjanji akan berkunjung lagi ke Banyuwangi untuk mengunjungi objek wisata lain. Kini rasa penasarannya beralih ke pesona blue fire Kawah Gunung Ijen. Dia berjanji akan ber kunjung ke Banyuwangi setiap ada liburan. “Agenda selanjutnya mengunjungi Kawah Ijen,” cetusnya. (mg1/c1/bay)

Sudah Ada Kerja Sama Makro n PEMKAB... Sambungan dari Hal 26

“Jadi, secara makro kita sudah ada kerja sama mengelola kawasan wisata di Banyuwangi,” ujar pria yang akrab disapa Bram itu. Namun, sampai kemarin (21/1) tindak lanjut dari kesepakatan tersebut belum direalisasikan. Karena pemkab, dalam hal ini Dinas Pariwisata, masih melakukan konsolidasi. Nah, di tengah Dinas Pariwisata melakukan konsolidasi dengan para pihak terkait tersebut,

persoalan pengelolaan tempat wi sata pantai Pulau Merah muncul. “Tapi nggak apa-apa lah. Namanya juga demokrasi,” ujar Bram. Namun, dia berharap, setelah tindak lanjut kesepakatan bersama tersebut direalisasikan, polemik pengelolaan tempat wisata tertentu tidak lagi menimbulkan persoalan. Bram menjelaskan, saat ini pemkab sedang menyusun dan mengkaji isi MoU yang akan direalisasikan tersebut. “Misalnya, bagaimana bentuk pengelolaannya, siapa saja yang dilibatkan, termasuk

berapa yang harus masuk ke PAD, hal itu masih kita godok,” pungkasnya. Seperti diberitakan sebelumnya (19/1), puluhan warga pesisir pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, melakukan unjuk rasa menolak pungutan tiket masuk ke kawasan wisata yang di lakukan Kelompok Kerja (Pokja) Wisata setempat pada Sabtu (18/1). Aksi massa itu dipicu ketidakjelasan pengelolaan taman wisata pantai Pulau Merah yang dinilai tidak transparan. (azi/c1/als)

Ditemukan oleh Pencari Kroto n NENEK... Sambungan dari Hal 36

Tanpa disangka, pencari semut itu bertemu sang nenek di pegunungan tersebut. Saat ditemukan, nenek tersebut dalam kondisi terkapar dan tubuhnya sangat lemah. Karena sang pencari te lur semut tidak mungkin menggendong nenek tersebut me-

le wati tiga gunung, dia pun kembali ke permukiman warga dan mengabarkan perihal pene muan nenek tua di Curah Kopo tersebut. “Agar tidak hilang jejak, jalan menuju tiga gunung itu ditandai oleh pencari semut itu,” terang AKP Wah yudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Mendapat kabar menghebohkan itu, warga langsung men-

jemput sang nenek bersama Tim SAR TRC BPBD, Kodim 0823, dan Tagana Situbondo. Ne nek asal Dusun Ardiwilis, Desa Paowan, itu berhasil dievakuasi ke rumahnya pada Senin (20/1) malam. “Sampai saat ini nenek itu masih dirawat di puskesmas karena kondisinya sangat lemah,” terang Basuki, kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo. (rri/c1/als)

Sembunyikan SS di Belakang Lukisan BANYUWANGI - Sidang kasus sabu-sabu (SS) dengan ter dakwa Bambang Untoro, 49, warga Jalan Ikan Cucut, Banyuwangi, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (20/1). Dalam sidang kali ini, dua anggota Satreskoba Polres Banyuwangi dihadirkan sebagai saksi yang membeberkan kronologi penangkapan. Kedua anggota polisi yang bersaksi itu adalah Iwan Sugiyanto dan Abdul Gofur. Keduanya ikut menangkap terdakwa saat penggerebekan 30 September 2013 lalu. “Kami menangkap di rumahnya pada pukul 15.00,”

terang Iwan dan Gofur. Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Siyoto SH tersebut, Iwan dan Gofur mengaku sebelumnya meringkus Suhaili, oknum pengadilan negeri (PN) Banyuwangi. “Pak Suhaili mengaku mendapatkan sabu dari terdakwa Bambang,” jelas Iwan. Atas pengakuan Suhaili, polisi langsung meluncur ke rumah Bambang Untoro di Jalan Ikan Cucut, Kelurahan Mandar, Kecamatan Banyuwangi. Saat tiba di rumah tersebut, Bambang sedang santai di ruang tamu. “Dari raut wajahnya seperti habis nyabu,” ungkap Iwan. Iwan dan Gofur mem be-

berkan, setiba di rumah terdakwa, mereka langsung mengge ledah rumahnya. Dalam peng geledahan itu, berhasil di temukan satu kotak berisi sabu dengan berat bersih 12,95 gram. “Kotak berisi sabu itu disembunyikan di tembok dan ditutupi pigura,” cetusnya. Selain sabu, lanjut dia, saat penggerebekan itu juga ditemukan 54 butir ekstasi warna cokelat, delapan ekstasi warna pink, timbangan elektrik, empat plastik klip bekas bungkus sabu, dan dua buah alat isap atau bong. “Beli dengan cara transfer di BCA, lalu barang dikirim,” sebutnya. (abi/c1/bay)


36

Rabu 22 Januari 2014

Nelayan Sidoarjo Terdampar di Laut Panarukan

NUR HARIRI/RaBa

DIGENDONG: Kondisi Sudiya setelah tersesat di pegunungan Curah Kopo, Kecamatan Kendit, selama tiga hari.

Nenek 78 Tahun Lewati 3 Gunung 3 Hari Tersesat, hanya Minum Air Hujan SITUBONDO - Sudiya, nenek berusia 78 tahun asal Dusun Ardiwilis, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, berhasil diselamatkan setelah tersesat di pegunungan di Curah Kopo, Kecamatan Kendit. Nenek renta itu mengaku melewati tiga gunung karena dibawa arwah suaminya. Ceritanya, Sudiya keluar rumahnya pada Sabtu (18/1) lalu. Dia pergi ke sebuah hutan milik Perhutani untuk mencari kayu bakar yang akan digunakan memasak. Berdasar pengakuan sang nenek, setelah berada di lahan milik Perhutani itu, dirinya bertemu almarhum suaminya, Pak War, yang sudah lama meninggal dunia. Berawal dari pertemuan itu, dirinya pun ikut tanpa menyadari bahwa suaminya telah tiada. Selanjutnya, Sudiya diajak naik gunung oleh orang yang konon arwah suaminya itu. Dia pun naik-turun tiga gunung hingga tersesat di pegunungan Curah Kopo, Kecamatan Kendit. Nenek tersebut tersesat selama tiga hari. Sejak 18 Januari hingga kemarin, Sudiya mengaku tidak makan. Dia hanya meminum air hujan. “Yang muda dan badannya sehat saja belum tentu bisa naik gunung sampai

NUR HARIRI/RaBa

M. Budi Sewanto

saya tidak bisa menyala,” terang Budi kepada koran ini. Angin kencang dan ombak besar terus membawa perahu yang ditumpanginya ke arah timur. Sehari, dua hari, dan tepat pada hari ketiga, nelayan tersebut sampai di sekitar Panarukan. Beruntung, begitu kapal pria itu berada di laut Situbondo, ada seorang nelayan yang sedang mengontrol kapalnya yang sandar. Dia mengetahui ada kapal nelayan berputarputar di lautan sejak pagi. Begitu diamati, perahu tersebut tetap berputar hingga siang. Lantaran curiga ada yang tidak beres, nelayan terse-

but langsung memberi tahu warga lain. Dia juga lapor ke Polsek Panarukan dan petugas BPBD Situbondo. Selanjutnya, mereka bersama-sama menghampiri dan menolong korban beserta kapalnya ke pinggir pantai. Kini, korban yang tidak makan selama dua hari itu berada di salah rumah warga. Alamatnya di Gang 7, Dusun Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Perahu mesinnya dievakuasi dan diamankan warga setempat di sungai Dusun Pesisir. “Alhamdulillah, sudah bisa kontak dengan keluarga. Jadi, saya sementara di sini dan menunggu keluarga dari Sidoarjo. Kapalnya sementara saya titipkan dulu,” terang Budi saat berada di salah satu rumah warga. Data yang berhasil dikumpulkan, karena biasanya pria tersebut setiap hari pulang, keluarganya sudah menggelar selametan untuk Budi lantaran menghilang selama tiga hari. Namun, begitu keluarganya dihubungi, mereka senang dan menangis haru. “Sempat diselameti oleh keluarga karena disangka sudah hilang,” pungkas Budi. (rri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

LEMAH: Sudiya diberi minum setelah tiba di rumahnya Paowan, Panarukan.

ke sana. Menuju Curah Kopo harus melewati tiga gunung. Kata mbak saya, dia dibawa suaminya sampai di situ. Suaminya sudah meninggal,” terang Sahma, 65, adik kandung nenek 78 tahun itu. Data yang berhasil dikumpulkan, pada 18 Januari lalu Sahma sudah mengumumkan kepada warga Dusun Ardiwilis bahwa mbaknya menghilang. Pada saat itu pihak keluarga

dan warga sekitar berusaha melakukan pencarian. Namun, hasilnya nihil. “Saya lihat lampu rumah Mbak (Sudiya) tidak dimatikan. Setelah saya ke rumahnya, ternyata dia tidak ada dan saya kabarkan kepada warga. Tapi tidak ketemu,” kata Sahma. Tiga hari kemudian, ada seorang pencari kroto (telur semut) yang singgah di pegunungan Curah Kopo. n  Baca Nenek...Hal 35

Ditinggal 15 Menit, Motor Mahasiswa Raib SITUBONDO - Hati-hati bila memarkir motor di tempat umum. Meski hanya ditinggal sebentar, motor Anda bisa disikat pencuri. Seperti yang dialami Triyono, warga Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Senin malam (20/1). Motor pria berusia 22 tahun yang hilang itu bernopol P 3472 EH bermerek Yamaha. Sebelum motornya raib, sekitar pukul 20.45 pria tersebut tengah menunggu seorang temannya di Alun-alun kota Situbondo.

SITUBONDO - Selama cuaca buruk sering terjadi, sebaiknya berpikir dua kali jika ingin melaut. Bila memaksa, nyawa menjadi taruhan. Toh, jika selamat, bisa juga terdampar seperti yang dialami M. Budi Sewanto, warga Dusun Jabon, Desa Tambak Sawah, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Pria kelahiran 30 tahun silam ini itu selamat setelah perahu miliknya terdampar dan berputar-putar di laut utara Kecamatan Panarukan, Situbondo, kemarin (21/1). Ceritanya, Minggu (19/1) lalu pria yang tinggal di RT 7 RW 2 Desa Tambak Sawah itu bermaksud mencari kepiting di pinggiran pantai Sidoarjo. Setiap hari, dia pulang ke rumah ketika hari menjelang malam. Nah, pada saat asyik menjaring kepiting dan hendak pindah ke lokasi lain, ternyata mesin perahunya mati. Dia pun mengurungkan niatnya mencari kepiting dan bermaksud pulang. Sayang, kondisi angin dan ombak Minggu lalu cukup besar. Hal itu membuat nelayan asal Kota Udang itu tidak dapat membawa perahunya ke pinggir. “Saya mau ke pinggir tidak bisa. Mesin kapal

Pria yang masih berstatus mahasiswa itu memarkir motornya di Jalan Kartini atau di depan pendapa kabupaten. “Sudah dikunci setir, Pak,” kata Triyono saat melaporkan kasus pencurian motor ke Mapolres Situbondo. Usai memarkir motornya, pria tersebut menyempatkan diri bermain di alun-alun sambil menunggu temannya. Nahas, pada saat pria tersebut meninggalkan motornya yang diparkir di pinggir jalan depan pendapa, ternyata ada pencuri yang menggasak motornya.

“Sesuai keterangan korban, diduga kuat pelaku pencurian merusak kunci setir. Dugaan kami, pencurian dilakukan pada saat korban lengah,” terang AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Data yang berhasil dikumpulkan, sekitar 15 menit kemudian, setelah mahasiswa itu bertemu temannya yang ditunggu, dia berniat pulang. Namun, begitu sampai di tempat parkir yang merupakan jalan umum, ternyata motor Yamaha bernopol P 3472 EH itu sudah hilang. Dia pun beru-

saha melakukan pencarian, tapi hasilnya tetap nihil. Satu jam kemudian, korban melaporkan kasus kehilangan motor tersebut ke Mapolres Situbondo. “Setelah dicari tidak ada, korban langsung melapor ke sini,” kata Wahyudi. Menurut Wahyudi, hingga kini motor warna hitam itu belum diketahui keberadaannya. Meski begitu, pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap pelaku pencurian. “Terus diselidiki dan petugas melakukan pengejaran,” pungkas Wahyudi. (rri/c1/als)

MESIN MATI: Perahu milik M. Budi Sewanto dievakuasi ke Sungai Panarukan.

Tinggal Surat Suara Belum Datang SITUBONDO - Sejumlah kelengkapan alat pemilu legislatif dan DPD pada 9 April 2014 mulai datang. Kemarin (21/1) ribuan logistik pemilu itu ditata secara rapi di kantor KPUD Situbondo. Pantauan koran ini, beberapa logistik yang telah tiba di kantor KPU adalah alat coblos, bantalan, dan kalkulator untuk menghitung hasil perhitungan suara. “Logistik itu sudah datang mulai kemarin, dan sekarang masih diamankan di kantor KPU. Pada saatnya nanti akan didistribusikan,” terang Baino Ali Imron, ketua KPUD Situbondo. Selain itu, logistik pemilu berupa tinta sebagai tanda bukti bahwa pemilih telah menggunakan hak pilihnya juga telah tiba di KPU. Selain itu,logistik khusus penyelenggara itu berupa ID Card. “ID Card ini untuk penyelenggara pemilu, seperti anggota PPK, PPS, dan KPPS yang akan bertugas di TPS masing-

NUR HARIRI/RaBa

RAPI: Ribuan bantalan ditata rapi di kantor KPUD Situbondo kemarin (21/1).

masing,” terang Baino. Dengan datangnya sejumlah logistik pemilu tersebut, pihaknya optimistis pemilu legislatif dan DPD tanggal 9 April nanti akan berjalan dengan baik. “Kami juga berharap tidak ada halangan pada saat pendistribusian logistik ini,” harapnya.

Sementara itu, Baino mengakui ada sejumlah logistik pemilu yang belum datang. Logistik tersebut adalah surat suara pemilu dan surat model C yang akan digunakan merekap hasil pemilu. “Jadi, saat ini tinggal surat suara dan surat model C yang belum datang,” terangnya. (rri/c1/als)

Peduli Matematika, Ausei Gelar Seminar AUSEI Situbondo, bekerja sama dengan BRI Cabang Situbondo menggelar seminar Matematika yang digelar di Aula SMA Negeri I Situbondo, Minggu (19/1) lalu. Seminar ini digelar sebagai sebuah terobosan dan revolusi belajar Matematika dengan cepat dan menyenangkan. Selama ini, Matematika dianggap sebagai momok. Terutama bagi siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Sedangkan pendidikan Matematika untuk SD sangat penting. Hal ini yang menjadi dasar utama Ausei English Institute Situbondo menggelar seminar. Seminar yang bertema Revolusi Matematika Dahsyat ini dihadiri oleh kurang lebih 250 siswa dari seluruh SD di Kabupaten Situbondo. Dengan harapan, akan membantu

PENTI: Tak hanya menjanjikan basic pelajaran Bahasa Inggris, Ausei juga peduli terhadap mata pelajaran Matematika. ISTIMEWA

para siswa dalam memahami Matematika dengan cara yang lebih simpel dan lebih menyenangkan. Manager Ausei Situbondo, Syaiful Bahri M.Pd mengatakan, Ausei selama ini fokus pada pelajaran Bahasa Inggris. “Namun kita juga peduli dengan matematika. Karena mata pelajaran ini cukup penting bagi sekolah dasar. Sejauh ini, Ausei menjanjikan basic pelajaran Matematika dan Bahasa In-

ggris yang lebih optimal,” ujarnya. Lebih jauh, Syaiful Bahri mengatakan, output dari pelaksanaan menggelar seminar adalah siswa yang sudah bisa mengikuti seminar kemarin bisa meneruskan belajar di Ausei. “Bagi yang belum mengikuti seminar kemarin, bisa mendaftar langsung di Ausei English Institute di Jl. WR Supratman No 31 Situbondo, Telp 081233851430,” paparnya. (adv/als)


Radar Banyuwangi | 22 Januari 2014