Page 1

JUMAT 21 SEPTEMBER

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2012

Guru se-Banyuwangi Dikerahkan BANYUWANGI - Mlaku Bareng Pakde Karwo, Gu Ipul, Kang Anas, dan Kang Yusuf, kurang dua hari lagi. Semakin dekat, gereget even ini semakin semarak. Kemarin, sejumlah instansi kembali mematangkan persiapan mlaku bareng yang dihelat Minggu 23 September besok. Seperti yang dilakukan Dinas Pendidikan Banyuwangi kemarin. Bertempat di aula Dispendik, Kadispendik Sulihtiyono mengumpulkan elemen-elemen pendidikan seluruh Banyuwangi. Ada guru, humas sekolah, kepala

SIAP HADIR: Perwakilan guru SD, SMP, dan SMA mengikuti rapat persiapan Mlaku Bareng di kantor Dispendik Banyuwangi kemarin.

sekolah SD, SMP, hingga SMA. Intinya, Dispendik tak main-main terlibat dalam even mlaku bareng ini. Kadispendik Sulihtiyono meminta kepada guru-guru dan karyawan agar ikut mlaku bareng. “Kegiatan ini yang punya gawe pemprov, pemkab, dan bekerja sama dengan Radar Banyuwangi. Karena itu, mari kita sukseskan kegiatan ini,” imbau Sulihtiyono ■  Baca Guru...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

Wings Air Mendarat

Mulus

Terbang Perdana di Blimbingsari Mengangkut 72 Penumpang LEGISLATIF

Usai Sahkan P-APBD, Dewan Langsung Kunker

ROGOJAMPI - Pesawat ATR 72-500 milik maskapai penerbangan PT Wings Abadi Airlines kemarin siang (20/9) mendarat mulus di Bandar Udara Blimbingsari. Pesawat landing pukul 10.45 setelah terbang selama 42 menit dari Bandar Udara Juanda, Surabaya. Pada penerbangan perdana kemarin, pesawat Wing Air membawa sekitar 52 penumpang dari 72 seat yang tersedia. Di antara 52 penumpang

itu terdapat rombongan Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono. Ikut dalam penerbangan itu sejumlah wartawan dari Surabaya yang meliputi launching penerbangan perdana Wings Air. Sementara itu, penerbangan dari Banyuwangi-Surabaya, Wings Air mengangkut 72 penumpang dewasa dan satu bayi. Sebagian besar penumpang tersebut tujuan Jakarta dan transit di Surabaya. Launching perdana itu ditandai dengan pemukulan gong dan pemecahan kendi oleh Wamenhub Bambang Susantono dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ■  Baca Wings...Hal 39

BANYUWANGI - Kunjungan kerja (kunker) tampaknya benar-benar menjadi “primadona” anggota DPRD Banyuwangi. Bayangkan saja, baru beberapa hari setelah pengesahan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2012, para legislator Bumi Blambangan sudah ancang-ancang mengadakan kunker ke luar pulau. Tidak tanggung-tanggung, kunker kali ini rencananya akan diikuti seluruh anggota dewan, baik unsur pimpinan maupun mereka yang duduk di empat komisi di DPRD Banyuwangi. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan koran ini menyebutkan, daerah tujuan kunker yang ke-19 tahun ini adalah Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Manado, Sulawasi Utara (Sulut) ■

Kebakaran Hebat di Perkebunan Malangsari

 Baca Usai...Hal 39

SIDANG PEMBUNUHAN

Si Jago Merah Lalap 11 Rumah

GALIH COKRO/RaBa

GUYUR AIR KENDI: Wamenhub Bambang Susantono didampingi Bupati Anas menyiramkan air di moncong pesawat ATR 72-500 di Bandara Blimbingsari, kemarin.

KALIBARU - Diduga akibat anak kecil bermain api, sebelas rumah penduduk yang berdiri di areal PTPN XII Malangsari, masuk Dusun Malangsari, Desa Kebunrejo, Kecamatan Kalibaru, ludes terbakar. Meski tidak sampai menyebabkan korban jiwa, warga yang rumahnya terbakar kini hanya bisa pasrah. Mereka tak punya tempat tinggal lagi dan harus numpang di rumah kerabatnya.

Diperoleh informasi, kebakaran terjadi pukul 15.00 dan api baru bisa dipadamkan pukul 17.00. Rumah yang terbakar rata-rata berdinding gedhek (anyaman bambu). Selain melahap sebelas rumah, api juga meludeskan dua sepeda motor, dua sepeda pancal, sebuah mesin selep tepung, dan mesin jahit. Bukan hanya itu, sejumlah uang dan pakaian milik korban juga dilahap si jago merah. Diperkirakan, kerugian akibat kejadian tersebut mencapai sekitar Rp 200 juta ■  Baca Si Jago...Hal 39

Segera Naik Kelas III SEMENTARA itu, Bandar Udara Blimbingsari dalam waktu dekat ini akan naik kelas dari kelas V menjadi kelas III. Peningkatan kelas itu memungkinkan bandara yang berlokasi di Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, itu akan mendapat tambahan sejumlah fasilitas. Kabar gembira itu disampaikan Wamenhub Bambang Susantono saat meresmikan penerbangan perdana pesawat Wings kemarin. Wamenhub mengungkapkan, beberapa waktu lalu Bupati Abdullah Azwar Anas sudah mengajukan permohonan resmi untuk menaikkan kelas Bandara Blimbingsari. Saat ini, lanjut Bambang, permohonan itu sedang dalam kajian Kementerian Perhubungan. Kemungkinan besar permohonan yang diajukan Bupati Anas itu akan terkabul. Perkembangan Bandar Udara Blimbingsari dinilai cukup pesat. Untuk naik kelas menjadi kelas III, salah satu syaratnya setiap tahun minimal digunakan 10 ribu penumpang ■  Baca Segera...Hal 39

Terbang Bersama Wings Air - Pesawat yang akan dioperasikan Wings Air berjenis ATR-72 seri 500 dengan kapasitas 72 kursi. TUJUAN: Bandara Blimbingsari Banyuwangi (BWW) ke bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta (CGK) via Juanda Surabaya (SUB). JADWAL PENERBANGAN: - CGK-BWW pukul 06.50 WIB transit di Juanda Surabaya. - Dari SUB-BWW take off pukul 9.30 WIB. - Dari BWW-CKG berangkat pukul 10.45 transit di SUB kemudian dilanjut ke CKG. HARGA TIKET: - Masa promo BWW-SUB atau sebaliknya Rp 313 ribu dan tiket ekonomi Rp 379 ribu.

AGUS BAIHAQI/RaBa

DIKAWAL KETAT: Ali Hinduan alias Habib sesaat turun dari mobil tahanan.

Habib Dilempar Botol Minuman BANYUWANGI - Nasib Muhamad Ali Hinduan alias Habib, 44, warga Dusun Krajan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan dengan korban keluarga Rosan tampaknya selalu apes dalam setiap persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Bila dalam persidangan sebelumnya diburu ibu-ibu usai mengikuti persidangan, kemarin terdakwa yang sempat kabur dan menjadi buron polisi itu dilempar botol minuman kemasan oleh salah satu keluarga korban. “Cepat bawa ke dalam,” cetus salah satu polisi setelah pelemparan tersebut. Insiden yang sempat menjadi perhatian warga yang ada di PN Banyuwangi itu terjadi saat Habib turun dari mobil tahanan ■  Baca Habib...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

TERBANG PERDANA: Pesawat milik Lion Air landing di Bandara Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi.

Masha-Indah Divonis 4 Tahun BANYUWANGI - Dua cewek yang kesandung kasus narkoba akhirnya menerima vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin. Keduanya adalah Masliha alias Masha, 29, warga Dusun Sidorejo, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, dan Indah Sri Balini, 22, asal Jalan Batur, Lingkungan Tangkong, Kelurahan Singotru-

nan, Kecamatan Banyuwangi. Majelis hakim yang diketuai Made Sutrisna beranggota Bawono Effendi dan Unggul Tri Esthi Mulyana menganggap kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 132 (menggunakan narkoba secara bersamasama) jo Pasal 112 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika ■  Baca Masha...Hal 39

Derita Azriel Nur Hidayah, Siswa Keterbatasan Fisik dari SDN 1 Lateng

Bola Mata Sakit, Tetap Semangat Sekolah Keterbatasan fisik tidak menyurutkan langkah KGS Azriel Nur Hidayah, 12, untuk terus menimba ilmu guna meraih cita-cita. Ejekan teman sekolah tak membuatnya dendam. SIGIT HARIYADI, Banyuwangi PULUHAN siswa tampak serius menyimak pelajaran yang diterangkan seorang guru perempuan di ruang kelas VI B SD Negeri 1 Lateng, Banyuwangi, pagi itu (20/9). Jika dilihat sekilas, memang tidak ada yang istimewa dari para siswa tersebut. Namun, jika diteliti satu per satu,

http://www.radarbanyuwangi.co.id

ABDUL AZIS/RaBa

MERANA: Puluhan warga Malangsari terlihat bersedih melihat puing-puing rumahnya yang terbakar.

ternyata ada seorang siswa di kelas itu yang keterbatasan fisik. Dia adalah Azriel Nur Hidayah. Posisi kedua bola mata bocah yang satu ini tidak sejajar. Bola mata bagian kanan lebih rendah daripada bola mata bagian kiri. Bahkan, belakangan diketahui bahwa Azriel juga mengalami kekurangsempurnaan fisik lain. Tulang tengkorak bagian kanan depan dan kanan belakang bolong. Lantaran tidak terlindung tulang tengkorak, dua bagian itu terasa empuk jika diraba. Meski demikian, berdasar informasi dewan guru, Azriel termasuk siswa yang rajin. Dia tidak pernah bolos. Kalaupun tidak sekolah, pasti ada alasan kuat yang mendasari, misalnya sakit. Azriel juga termasuk siswa yang sangat percaya diri dan ak-

Pesawat latih TNI AD diisukan jatuh di Kalibaru

Yang pasti isunya masih kalah dengan launching Wings Air.

Jokowi-Ahok menang, kader PDIP cukur kumis

Ah kurang sportif, ngapain nggak gundul sekalian!

SIGIT HARIYADI/RaBa

BERSOSIALISASI: Azriel bercengkerama dengan rekan sekelasnya.

tif. Buktinya, sejak duduk di bangku kelas IV, Sulung dua bersaudara putra pasangan KGS Masrul dan Retno

Nawang Wulan itu aktif mengikuti ekstrakurikuler pencak silat ■

 Baca Bola...Hal 39 email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


30

Jumat 21 September 2012

Askab Bertekad Sukseskan Pendataan Rumah Gakin BANYUWANGI - Program bedah rumah 20 ribu bagi rumah tangga miskin (Gakin) disambut gembira Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (Askab). Askab bertekad untuk kerja keras guna memenuhi kouta 20 ribu yang diberikan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI itu. Ketua Askab, Agus Tarmidzi mengatakan, pada tahap pertama tahun 2012, Banyuwangi mendapat jatah rehab sekitar 3000 rumah Gakin. Pada APBN perubahan 2012, jatah itu ditambah menjadi 20 ribu rumah. Jatah itu, kata Agus, harus dituntaskan pada 2012. Karena itu, semua kades harus kerja keras untuk mendata dan mengusulkan warganya yang tergolong gakin untuk menda-

patkan program itu. Untuk mendapatkan program itu, lanjut Agus, syarat tidak terlalu sulit untuk dipenuhi. Sesuai juklaknya, jelas dia, calon penerima program itu cukup dengan menyerahkan foto kopi KTP dan menyerahkan foto rumah yang akan direhab. Foto rumah yang disyaratkan, jelas Agus, harus diambil dari tiga deminsi. Foto tampak depan, belakang dan serta tampak samping. Selain itu, lanjut Agus, calon penerima program ini juga harus tanah milik sendiri. Artinya, rumah gakin yang akan direhab harus berdiri di atas lahan milik sendiri. “Kita optimistis, pendataan warga miskin di masingmasing desa tidak akan banyak mengalami hambatan,” katanya.

DOK.RaBa

KERJA KERAS: Ketua Askab, Agus Tarmidzi (kiri) dan Kepala Dispora Ach. Khairullah (dua dari kiri) dalam sebuah acara.

Tidak hanya itu, Agus juga optimistis kouta 20 ribu akan akan terlampui. Karena itu, Agus Tarmidzi menyerukan semua kades untuk bersama-sama kerja keras mengusulkan data warga miskin guna mendapatkan program rehab rumah tersebut. “Kalau dikerjakan, insya Allah tidak sulit,” katanya. Beberapa waktu lalu, ungkap Agus, dirinya mendapat kontak dari Bupati Abdullah Azwar Anas. Intinya, Bupati Anas minta semua kades mensukseskan program bedah rumah 20 ribu warga gakin tersebut. Askab bertekad untuk menindaklanjuti arahan Bupati Anas. Kata dia, tidak mudah mendapatkan program bedah rumah sebanyak itu.

Keberhasilan mendapatkan program bedah rumah hingga 20 ribu itu, lanjut Agus, berkat kerja keras Bupati Anas melakukan lobi kepada pemerintah pusat. “Kita menyampaikan apresisasi atas komitmen dan kerja keras bupati untuk mengentaskan kemiskinan,” tegasnya. Sebagai dukungan terhadap kerjas Bupati Anas itu, tambah Agus, semua kades harus kerja keras untuk melakukan pendataan agar semua warga gakin bisa mendapatkan program bedah rumah tersebut. “Eman kalau kerja keras bupati itu tidak diimbangi kerja keras kades. Kita tidak ingin program itu hangus begitu saja karena tidak termanfaatkan,” tambahnya. (afi/als)

Heboh Isu Pesawat Jatuh di Kalibaru KALIBARU - Sejak dua hari ini, warga yang berada di Kecamatan Kalibaru dihebohkan adanya kabar pesawat jatuh di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Jember. Entah dari mana kabar yang membuat heboh warga Banyuwangi dan Jember tersebut. Yang jelas, isu tersebut begitu cepat tersebar hingga ke wilayah Genteng dan sekitarnya. Sejak pagi kemarin, wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi berusaha mengecek kebenaran informasi tersebut di lapangan. Namun, hingga petang kemarin, sama sekali belum ada bukti kuat ada pesawat jatuh di daerah Kalibaru. Memang, hampir setiap warga Kalibaru baik yang tinggal di kota kecamatan maupun di pelosok desa, mayoritas mendengar adanya isu pesawat jatuh tersebut. Namun, setiap ditanya lokasi jatuhnya pesawat, mereka tidak tahu persis. Bahkan, ketika ditanya sumbernya dari mana, mereka juga mengaku tidak tahu. Siang sekitar pukul 12.00, koran ini mendapat informasi bahwa pesawat jatuh di Petak 10 Perhutani Banyuwangi Barat, masuk KRPH Kalibaru Manis, atau perbatasan Desa Kalibaru Wetan dan Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru. Setelah melakukan kroscek data ke beberapa pihak terkait, seperti Kapolsek Kalibaru AKP Suwanto Barri, Kades Kalibaru Manis Matsari, dan Kades Kalibaru Kulon Radiono, Danramil Kalibaru Kapten Jainuri, serta sejumlah pihak lain, informasi tersebut memang sedikit bisa dipercaya. Siang itu, koran ini langsung menuju lokasi dimaksud. Ternyata, di tengah perjalanan atau hutan pinus KRPH Kalibaru Manis, sejumlah Petugas Perhutani juga sedang menuju lokasi untuk mengecek kabar adanya pesawat jatuh tersebut. Namun, setelah sampai di Petak 10, ternyata kabar tersebut tak dapat dibuktikan. Sejumlah warga memang sempat mendengar adanya suara ledakan yang diyakini pesawat jatuh

ABDUL AZIZ/RaBa

HUTAN: Lokasi di Petak 10 yang diduga sebagai tempat jatuhnya pesawat.

pada pukul 10.00 di lokasi tersebut. Namun sampai petang hari, belum ditemukan tandatanda adanya pesawat jatuh. Sementara itu, informasi adanya pesawat jatuh itu sendiri diduga karena Rabu pagi (19/9) sampai siang kemarin (20/9), ada dua pesawat Hercules yang berputar-putar di Kecamatan Kalibaru dengan posisi sangat rendah. “Bahkan, kalau ada tower bisa-bisa menabrak tower,” kata Kades Kalibaru Kulon, Radiono. Pendapat serupa juga disampaikan Kapolsek Kalibaru AKP Suwanto Barri. Menurutnya, saat terbang di wilayah Kalibaru, pesawat tersebut memang sangat rendah. “Memang setelah memutar dua jam dengan sangat rendah, pesawat Hercules itu nggak terlihat lagi. Bisa jadi orang mengiranya jatuh di gunung,” duganya. Terkait kabar tersebut, kapolsek mengaku banyak menerima telepon dari berbagai pihak. “Teman polisi dari Jem-

ber juga sempat telepon dan menanyakan itu. Karena di

Jember kabarnya juga ramai,” tuturnya. (azi/als)

GERDA SUKARNO/RaBa

AKRAB: Rombongan UPTD Banyuwangi ditemui A. Choliq Baya (dua dari kanan) di seblang room Radar Banyuwangi kemarin.

Dikunjungi Rombongan UPTD Banyuwangi KEPALA Unit Pelayanan Teknik Daerah (UPTD) Pendidikan Kecamatan Banyuwangi, Nur Hamim, bersama tujuh kepala sekolah dasar yang tergabung dalam 7 gugus sekolah (guslah) berkunjung ke dapur redaksi Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP RaBa) kemarin (20/9). Rombongan para pendidik itu

ditemui direktur JP RaBa Abdul Choliq Baya. “Kedatangan kami untuk menjalin kerjasama lebih intens dengan Radar Banyuwangi,” ujar Nur Hamim, kepala UPTD Kecamatan Banyuwangi. Menurutnya, kerjasama tersebut demi peningkatan minat baca para pelajar. (*)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Jumat 21 September 2012

Tawuran Siswa Nyaris Pecah di Rogojampi

Omzet Besi Tua Tembus 200 Juta SRONO - Omzet penjualan barang bekas (rongsokan, red) khusus besi tua di Dusun Melik, Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, cukup besar. Bayangkan, setiap bulan pengepul rongsokan tersebut menerima pemasukan ratusan juta rupiah. Jika dikalkulasikan per bulan, rata-rata pengepul bernama Mulyadi, 28, itu mendapatkan Rp 150 juta hingga Rp 200 juta. Setiap tiga hari, pengepul tersebut mampu mengirim besi tua sekitar 10 ton. ’’Besi-besi tua ini dikirim ke pabrik peleburan besi di Surabaya,’’ ungkapnya saat ditemui di gudang rongsokan kemarin. Dia menjelaskan bahwa barang tersebut didapatkan dari para pengepul lain. Ada sekitar 10 pengepul yang rajin menjual barang bekas kepadanya. ‘’Kita terima pengepul-pengepul kecil dari sejumlah daerah di Banyuwangi,’’ katanya. Selain menerima pasokan lokal, pihaknya juga menerima pengepul dari luar daerah. ‘’Pengepul dari Bali yang mengirim ke sini juga ada. Usaha saya ini khusus menampung besi tua, yang lain tidak ada. Rongsokan sepeda motor saya tidak menerima,’’ paparnya.

Diduga Dipicu Masalah Asmara ROGOJAMPI - Tawuran antarpelajar SMA nyaris pecah di Rogojampi kemarin. Andai polisi tak cepat bertindak, perkelahian masal antarpelajar SMK 6 Muhamadiyah Rogojampi dan SMAN I Rogojampi bisa terjadi. Beruntung, polisi cepat datang dan tawuran bisa digagalkan. Belum diketahui secara pasti pemicu aksi brutal pelajar terse-

but. Yang pasti, siang itu kelompok pelajar SMK akan menyerang pelajar SMAN 1 Rogojampi. Namun, berdasar keterangan yang dihimpun wartawan koran ini, kuat dugaan bahwa ancaman penyerangan tersebut dipicu masalah asmara. Aparat kepolisian langsung bergerak cepat sesaat menerima laporan teror tersebut. Para personel Polsek Rogojampi pun berjaga-jaga di kawasan SMAN I Rogojampi. Selain itu, aparat TNI juga siaga di SMA yang bera-

lamat di Desa Gurit, Kecamatan Rogojampi, itu. Dengan penjagaan ketat aparat, pelajar SMK itu ciut nyali. Akibatnya, mereka yang dilaporkan bakal ngelurug SMA tersebut tidak terbukti. ’’Untung ada pak polisi, mana berani mereka datang ke sini,’’ ungkap salah satu siswa ditemui di warung tak jauh dari sekolah tersebut. Siswa asal Desa Patoman, Kecamatan Rogojampi, itu menjelaskan bahwa rencana penyerbuan itu lantaran ma-

salah asmara. Rencananya, penyerangan tersebut akan dilakukan sepulang sekolah. “Tadi anak-anak sini juga banyak berkumpul di halaman sekolah, setelah itu pulang,” terang siswa kelas XII itu. Kapolsek Rogojampi, Kompol Bagio SP, mengakui bahwa jajarannya bersiaga di SMAN I Rogojampi. Sebab, para siswa diteror pelajar sekolah lain. ’’Ada info ada siswa STM akan ngelurug siswa SMA n Baca Tawuran...Hal 39

Peserta Lomba Semakin Kreatif ALI NURFATONI/RaBa

DIPOTONG: Seorang pekerja sedang mengelas tumpukan besi di gudang Dusun Melik, Desa Parijatah Wetan, Srono, kemarin.

Beragam jenis besi menumpuk di sentra besi tua itu. Demi memudahkan pengiriman, besi-

TIM penilai lomba gerakan Banyuwangi Hijau dan Bersih Banyuwangi tahun 2012 mengunjungi Kecamatan Giri dan Rogojampi untuk melakukan tugas penilaian pada objek yang dilombakan mulai dari tingkat rukun tetangga (RT), sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA/Perguruan Tinggi dan pasar yang ada di titik pusat keramaian di wilayah kecamatan masing-masing.

besi tersebut dipotong-potong menggunakan alat semacam las listrik. (ton/c1/aif)

Rekap Togel di Depan Koramil ROGOJAMPI - Satu orang berhasil diringkus aparat Polsek Rogojampi dalam kasus perjudian. Dia adalah Jainal, 61, warga Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi. Pedagang semangka tersebut kini meringkuk di jeruji besi Polsek Rogojampi. Dalam kasus ini, polisi menjerat Jainal sebagai pengecer toto gelap (togel). Dari tangan Jainal, polisi menyita sejumlah barang bukti, sebuah ponsel merek Nokia yang berisi SMS nomor-nomor togel, lima lembar sobekan kertas bertuliskan angka-angka togel, dan uang tunai senilai Rp 28 ribu. Kapolsek Rogojampi, Kompol Bagio SP mengatakan, Jainal tertangkap berkat laporan warga. Kemudian, polisi melacak dan mendatangi tersangka yang sedang berjualan semangka di tepi jalan raya Dusun Sidomulyo, Desa

TK Dharma Wanita Mojopanggung

STIKES Banyuwangi

SDN Karangbendo Rogojampi

TK 157 Khotidjah Rogojampi

SMP Negeri 2 Rogojampi

RT 4 RW 6 Lingk Permata Giri Kel. Giri

ALI NURFATONI/RaBa

DIPERIKSA: Jainal (kiri) diperiksa di Mapolsek Rogojampi.

Gitik, Kecamatan Rogojampi. “Waktu kita geledah, tersangka tidak bisa mengelak,’’ katanya. Dikonfirmasi terkait kasus tersebut, Jainal mengakui bahwa dirinya sebagai pengecer dan belum lama menekuni bisnis tersebut. ’’Saya baru dua Minggu ini,’’ katanya saat diperiksa di

Mapolsek Rogojampi kemarin. Jainal ditangkap di depan Koramil Rogojampi. Sebab, sehariharinya dia merekap kupon togel di seberang jalan depan Koramil. ’’Saya lakukan itu karena memang hobi. Tapi saya sekarang benarbenar menyesal,” aku bapak satu anak itu. (ton/c1/aif)

Bupati Anas Kucurkan Bantuan Operasional Madin dan Guru Swasta

Enam Bulan, Guru Swasta Mendapat Bantuan Insentif Rp 1,8 Juta Untuk kali kedua, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengucurkan bantuan untuk operasional Madrasah Diniyah (Madin) dan insentif bagi guru madin, guru SD, SMP, dan SMPLB swasta. Total pundi-pundi bantuan yang di kucurkan sebesar Rp 9,087 Miliar lebih. PENCAIRAN bantuan APBD 2012 itu dilakukan secara bertahap. Pertama telah diserahkan pada Rabu (19/9) lalu di Lapangan Tenis Indoor GOR Tawang Alun. Pada tahap pertama, total bantuan yang diserahkan sebesar Rp 5,923 miliar. Sedangkan penyerahan tahap kedua senilai Rp 1,164 miliar akan dilakukan pada Desember mendatang. Bahtuan senilai Rp 5,923 miliar itu diberikan untuk biaya operasional sekitar 227 lembaga Madin ula (setingkat SD)

dengan jumlah siswa 11. 750. Sedangkan Madin wustho (setingkat SMP) mendapat kucuran bantuan senilai 1,305 miliar untuk 105 Madin dengan total siswa 7.250 orang. Bantuan operasional Madin itu diberikan berdasarkan jumlah murid. Untuk Madin Ula sebesar Rp 15 ribu setiap siswa dan Rp 25 ribu untuk setiap siswa Madin wustho. Sedangkan bantuan insentif guru Madin dan guru swasta diberikan kepada sekitar 2.099 orang. Untuk guru Madin ula yang berasal dari 227 lembaga, total bantuan yang diserahkan Rp 676 juta dan setiap orang menerima Rp 1,8 juta. Untuk guru Madin wustho jumlahnya mencapai sekitar 219 orang yang berasal 105 lembaga dengan total bantuan Rp 394 juta. Untuk 139 guru Salafiyah ula sebesar Rp 250 juta, salafiyah wustho sebanyak 503 orang sebesar Rp 905 juta. Sedangkan untuk bantuan insentif guru SD swasta 39 lembaga dengan jumlah guru 265 orang sebesar Rp 477 juta, guru 13 SDLB swata sebanyak 50 orang dengan total bantuan sebesar Rp 90 juta.

Penyerahan bantuan itu dilakukan langsung Bupati Abdullah Azwar Anas. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah perwakilan guru dari lembaga pendidikan swasta menerima langsung secara simbolis bantuan dari Bupati Anas. Bupati Anas mengatakan, dalam APBD GALIH COKRO/RaBa 2012 anggaran untuk SIMBOLIS: Bupati Anas menyerahkan insentif bagi guru swasta. operasional madrasah diniyah (Madin) sebeBantuan guru SMP swasta dari 81 lem- sar Rp 7,087 miliar. Selain operasional Madin, baga sebesar Rp 948 juta. Bantuan itu bantuan untuk guru swasta juga masuk diberikan kepada sekitar 527 orang. Guru dalam anggaran tersebut. “Hanya saja, penSMPLB swasta dari delapan lembaga cairan dilakukan secara bertahap dan tidak dengan jumlah guru 20 orang menerima cair 100 persen,” ungkap Bupati Anas. Bupati Anas menyampaikan, bantuan itu bantuan Rp 36 juta. “Untuk bantuan guru swasta sudah ditransfer ke rekening diberikan sebagai bentuk komitmen pemermasing-masing penerima,” ungkap Kepala intah terhadap kesejahteraan dunia pendidikan di Banyuwangi. “Mudah-mudahan ini Dinas Pendidikan, Sulihtiyono.

bisa memotivasti kinerja panjenengan dalam mendidik siswa- siswi maupun santri di pesantren. Pemberian insentif ini akan terus kita kuatkan,” ujar Bupati Anas. Kepala Dinas Pendidikan, Sulihtiyino mengatakan, untuk bantuan guru swasta setiap bulannya mendapatkan jatah Rp 300 ribu. Bantuan itu dicairkan dalam satu semester. “Untuk semester pertama, masing-masing guru menerima Rp 1,8 juta,” ungkap Sulihtiyono. Sedangkan beasiswa untuk siswa Madin ula, setiap siswa mendapat kucuran Rp 15 ribu setiap bulan. Sedangkan siswa Madin wustho, setiap bulannya mendapatkan jatah Rp 25 ribu. Beasiswa itu diberikan kepada masing-masing sekolah. Gunanya sebagai operasional kegiatan belajar mengajar di sekolah diniyah yang sebagian besar ada di beberapa pondok pesantren. Selama ini, operasional Madin ditanggung sendiri tanpa ada bantuan dari pemerintah. Sejak 2011 lalu, pemerintah mengucurkan bantuan untuk operasional Madin ula dan wustho. “Mudah-mudahan tahun depan bantuan itu meningkat dari tahun ini,” harap Sulihtiyon. (afi/adv/als)


KOMUNIKASI BISNIS

32

Jumat 21 September 2012

Gembleng Mahasiswa Lewat Media Out Bond Akademi Kesehatan Rustida Bantu Adaptasi Kampus KALIBARU-Suasana ceria dan menyenangkan terlihat begitu jelas pada setiap wajah peserta out bond dari Akademi Kesehatan “Rustida”. Acara yang diselenggarakan di cafe ’n rest area Gumitir, Kalibaru itu pun berlangsung seru. Out bond yang berlangsung pada 20 September 2012, itu merupakan rangkaian dari penyelenggaraan kegiatan PPS Akademi kesehatan “Rustida”. Kegiatan itu berdasarkan surat edaran dari Kementerian Pendidikan Nasional No. 1016/E/T/2011 tentang orientasi mahasiswa baru di perguruan tinggi. Perlahan tapi pasti, Akademi kesehatan Rustida semakin menunjukkan keunggulannya. Hal itu dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diperoleh. Di antaranya, Prestasi Kelembagaan & Tata kelola Kemahasiswaan, yang diperoleh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2012. Akademi Kesehatan Rustida juga menyabet juara II Lomba Cerdas Tangkas Jenjang D3 pada Nursing Scientist Festival 2011 di Unibraw Malang. Tujuan penyelenggaran PPS sangat jelas, yakni membantu mahasiswa baru Akademi Kesehatan “Rustida”. Tujuannya agar memiliki kemampuan beradaptasi dengan kehidupan kampus Akademi Kesehatan “Rustida” dan segala isi dan lingkungan-

nya. Menurut Anis Yulia Astutik, SkepNs, Mkes, yang juga menjabat sebagai direktur Akademi Kesehatan “Rustida”, kegiatan out bond itu memang hanya berlangsung selama satu hari. Sedangkan untuk dua hari berikutnya, kegiatan diisi dengan pengenalan akademik, sistem kelembagaan Akademi Kesehatan “Rustida”, dan program belajar- mengajar di Akademi Kesehatan “Rustida”. “Hal ini dilaksanakan adalah semata-mata, agar mahasiswa lancar dan sukses dalam menempuh studinya masing-masing, sekaligus agar para mahasiswa memiliki perasaan sebagai keluarga besar Akademi Kesehatan Rustida,” papar Anis. Dalam kegiatan out bond itu, ada beragam bentuk permainan dan tantangan untuk para peserta. Hal itu tidak terlepas dari tim kreatif sebagai join kerja sama dengan Akademi Kesehatan “Rustida”, yaitu Krista Outbond Provider. Own business dari Krista Outbond Provider, Krisyanto juga menjabat mentor lembaga kursus dan pendidikan Jarimatika. Di sela-sela kegiatan, pria yang akrab disama Mas Kris itu mengatakan, canggihnya teknologi menimbulkan fenomena yang membuat manusia semakin individualistis. “Dengan adanya out bond itu, diharapkan mampu menumbuhkan sikap kepekaan diri dan meningkatkan kedisiplinan, untuk nantinya para mahasiswa Akademi Kesehatan “Rustida” siap untuk menghadapi tantangan yang akan datang,” tuturnya. (adv/irw)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Jl. Raya Kalipuro •

• Bulusan + 2,4 Ha •

Jual tanah cepat butuh uang, sblh Jl. Raya Kalipuro 1265m2, Jl. Kec. Kalipuro 5345m2, tanah kebun Jati 5975m2, tanah kebun Jati 8610m2. Harga nego murah. Hub: ADE, 081334223999

Tanah di pnggir pantai L + 2,4 Ha, sebelah slatan MBP Bulusan 1jt/m2. 081353027992

• Rogojampi 740m2 • Dijual tanah LT 740m2 sebelah terminal Rogojampi harga 250 juta (nego) Hub. 081338333153, strtegis, mobil bs msuk

• Jajag 1500m2 • Tanah dijual daerah Jajag, L 1500m2 (30x50m), bisa untuk ternak ayam, sebelah sudah ada kandang, harga 80 juta nego. Hubungi: Edy 085 258 751 525

• Tanah SHM 2265m2 •

• Kalipuro 11x20m • D i j u a l t a n a h , 1 1 X 2 0 m K a l i p u r o, Banyuwangi. Harga jual 50 juta (nego). Lokasi strategis 50m dari Jln Raya (sebelah perum Kalipuro Asri). Hub Edi:081234989440/085859857994.

BANYUWANGI • Mutiara Blambangan •

• Jl. Agus Salim • • Warnet • Dijual Warnet siap pakai 14 PC dual core/ AMD Athlon, 40jt nego, hub 081336641321.

• Global CCTV • Ingin rumah Anda dipantau dari luar kota melalui handphone? Global CCTV menerima service dan pemasangan CCTV. Hubungi: 08121626627 (call/SMS)

• Terapi Doa • Dengan ridho Allah terapi doa membantu anda menyembuhkan penyakit Diabetes, hipertensi, stroke jantung koroner, dll. Tidak terbukti, tidak bayar. Insya Allah. Hub: 081336740396

ISTIMEWA

OUT BOND: Para mahasiswa Akademi Kesehatan “Rustida” mengikuti out bond dengan penuh semangat (atas). Para mahasiswa foto bersama di selasela out bond (kiri).

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Hotel Dikontrakkan •

• Rumah 2 Lantai •

Dikontrakkn HOTEL ANDA, Jl. Basuki Rahmat 34, cck utk usaha. H: 081233034703

Djl rmh 2Lantai Jl. Adi Sucipto LT 1742m2 LB 600m2 Strategis Hub. 08123461944

SITUBONDO • Rhm SHM 150m2 • BANYUWANGI

Djl Rmh SHM LT 750m2/LB 150m2. Jl. Gn Ringgit (300m dr alun2)/Rawan RT03/02 Besuki, hrg 600jt nego. H: 085259967973

• Staff Accounting/Admin • Butuh cepat: Staff Accounting/Admin. Syarat: L/P, min SMK (Akunt), usia 20-35th, jujur, suka kerja keras, sebut gaji dminta, diutamakan yg potensial. Lamaran ke PO BOX 153 Bwi.

• Penggilingan Padi •

Djl 2 Ruko gandeng di Mutiara Blambangan (Brt Bank Mandiri) Hub.03337751000

BANYUWANGI

Sudah Ambil Stan Situbondo Expo 2012

Jual tanah SHM, LT 2265m2, strategis pinggir jalan Pantura Stb-Bwi. Serius hubungi 087757973796

• Karangrejo 850m2 • BU Tanah dijual, lok Karangrejo Bwi, LT 850m2, hrg 230jt. Rmh Dkontrakkn d Kertosari Bwi, 2,5jt/thn. Hub.08813606165, 081353581017

Honda Jaya Terang 1 Ramaikan Pameran

Pnggilingan Padi bth krywn: Mrkting, Sales, Oprtor Prod (diutmkn lls STM jur Elktro/Listrik), Satpam. Lam ke CV Gracindo Centratama Jl. Raya Jember Bwi KM 7,5 Kedayuanan Kabat - Bwi, cantumkan no tlp&kode pkrjaan. Info: (0333) 635423 - 635424

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Avanza ‘10 •

• Mercy C180 ‘97 •

Djl Avanza ‘10 G, silver, no. msh panjang & P asli, istimewa sekali, hubungi 081336666171

Mercy C180 ‘97 terawat, htm metlik, plat L. Hub: 081237451527 / 085792151827

• Avanza ‘11 •

• Promo Daihatsu •

Avanza G ‘11, htm, plat P (Bdws), 146jt, DP 46,3 @3.252.000x47bln. 087806514066

Promo Daihatsu Disc. bsar2an, ready stock Xirion, disc 7jt, Terios, Grandmax disc 5jt, Luxio 8jt. Dptkn hdiah di bln Sept. Hub: Vira 081336244377

• Innova G ‘08 • Dijual Innova G tahun ‘08 bln 12, hitam, ban ring 18, Astra Recd, P Bwi, tangan 1, orisinil cat, harga 215 jt. 08123256347

• Daihatsu Promo •

BANYUWANGI • STNK • Hlg SIM C & STNK Nopol P 5250 TP, an. Sofyan Yunus,Jl.BasukiRahmat15703/03Singotrunan

SITUBONDO-Untuk meningkatkan omzet penjualan motor, dealer motor Honda Jaya Terang 1 Situbondo turut andil dalam Situbondo Expo 2012 pada bulan Oktober nanti. Jaya Terang nantinya memamerkan produk motor Honda, dengan layanan proses cepat. Baik pembelian motor secara cash atau kredit. Dealer motor Jaya Terang 1 yang beralamat di Jl. Irian Jaya 72 Situbondo ini merasa perlu untuk mengikuti pameran Situbondo Expo. Tujuannya, dalam memberikan stimulus untuk memasarkan produknya secara lebih luas pada even tersebut. Dalam memasarkan produknya selama ini, Honda Jaya Terang 1 Situbondo melayani pembelian tiap harinya. Bahkan, hari Minggu atau hari libur tetap buka, mulai jam 08.00-20.00. Dalam promonya, konsumen yang hendak membeli motor di Dealer Honda Jaya Terang bebas biaya administrasi dan biaya ongkos kirim. Hingga saat ini, sejumlah

Miliki All new Xenia DP mulai 25 jutaan, Terios, Sirion, Luxio, Gran max DP mulai 15 jutaan. Info Daihatsu terbaru hubungi: Hadi 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

stan pameran masih tersedia. Menurut Harry, MA dari Liwa Pratama, pihak penyelenggara pameran, kesempatan masih terbuka untuk ikut andil memasarkan produknya dalam pameran. Jadi, pengusaha, instansi maupun industri rumah tangga yang ada di Situbondo, masih bisa bergabung. Sebab, stan pameran masih tersedia. Ditambahkan, apa pun produk lokal yang ada di Kota Santri layak untuk dipamerkan. “Dengan begitu akan memberikan nilai tambah produknya. Sekaligus sebagai ajang promosi dan berjumpa langsung dengan pembeli di pameran tersebut,” katanya. Harry mengungkapkan, para pengusaha yang berniat untuk mengikuti pamer an b i s a m e n g hu b u n g i k o n t a k p e r s o n H e r i Ku m i s 085289855973 dan 03313099777, Soleh 082331553459 d a n 0 8 5 7 3 1 6 8 9 9 0 5 , s e rta Ria 082142423386, dan 03313060095. “Untuk pendaftar yang berasal dari Jember, bisa langsung mendaftar di kantor sekretariat Liwa Pratama Jl. Brawijaya No 1 TPK Perhutani Jubung, Jember, telp. 03313555557 dan 0331-9219777,” seru Harry. (adv/irw)

• Suzuki APV Arena ‘08 •

• Kijang Grand Extra ‘93 • Kijang Grand Extra ‘93 1,5CC, abu2, a/n sndiri, terawat mulus, H. 68jt. 081336351669

SITUBONDO • Honda Stream ‘02 • Djl Honda Stream ‘02 istimewa, 1700cc, hitam, plat N Problg, bln 6, Hub: 08124987000

Dijual Suzuki GC 415V APV Arena STD tahun 2008, abu-abu metalik, harga 92,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Kijang Innova •

• Kijang Krista ‘04 •

• Mitsubishi Kuda ‘99 •

Dijual Toyota Kijang Innova, silver metalik, harga 162,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang Krista UF Grand Lux tahun 2004 silver metalik, harga 135,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Mitsubishi Kuda VB5w GLS tahun 1999 biru tua metalik, harga 80 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Geely MK2 ‘10 •

• Daihatsu Xenia ‘08 •

• Honda Jazz ‘08 •

Dijual Gelly mk2 GT MT tahun 2010 hitam metalik, harga 105juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia xi deluxe 08, bln 8, 1300cc, silver, tangan 1, TV, variasi, plat (L), barang istimewa, harga nego, hubungi: 0333-398903, 081358030303

Dijual Honda Jazz IDSI 2008 silver, manual. Istimewa, siap pakai. (Maaf tidak menerima SMS). Hubungi 085259872418

• Toyota Altis ‘11 •

• Toyota Innova ‘08 •

• Nissan X-Trail ‘06 •

Dijual Toyota Altis tahun 2011 G, automatic km 13.000-14000, mulus, harga 270 juta, nego (bisa oper kredit), hubungi: 08123473825 (tidak terima sms)

Dijual Toyota Innova G Solar tahun ‘08, pemakaian 09, abu-abu metalik, harga 210juta nego, bisa cash/kredit, tukar tambah. Hubungi 082142194111, 081335897888

Dijual Nisan XTrail tahun 2006 silver stone, istimewa, type STT ful audio, jok kulit nopol cantik asli (P) BWI harga nego, hubungi: (0333) 393036 - 082140769069

Hlg STNK Nopol P 5886 X, an. Supardi, Jajang Surat RT03/05 Karangbendo, Rgjampi Hlg STNK Nopol P 8297 VO, an. Siami, Ringinmulyo, RT02/03 Ringintelu, Bngorejo

Dijual Ruko 2Lt, lok Jl. KH. Agus Salim blkg Untag, Bwi. Hub: 081233669969

• Toko + Rumah Genteng •

PEMBERITAHUAN

Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto 081233499888, 03170338181

Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak ber tanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.

SITUBONDO • Ruko & Tanah • Ruko + GD 3240 m2 Jl. Argopuro 15B Stb, Ruko 205 m2 & tnh 3360m2 dkt “ROYAL” Mrt. Tnh TG 25750m2 PNJKDL, samping sungai. Tnh 9600m2 Jl.Ry. Bwi KM 17 STB Arjasa. Tnh KP 10x20 (30jt) Jl. Ry Arjasa. H. 082333008871


OPINI

Jumat 21 September 2012

37

Museum Blambangan kok Gitu?

BAGAIMANA INI

ABDUL AZIZ/RaBa

TUMPUKAN MATERIAL: Gorong-gorong di Jalan Raya Wahid Hasyim Genteng, masih diperbaiki kemarin.

Perbaikan GorongGorong Ganggu Lalin GENTENG - Arus lalu lintas (lalin) di Jalan Raya Wahid Hasyim, Kecamatan Genteng sedikit terganggu menyusul perbaikan gorong-gorong yang melintang di jalur tersebut. Parahnya, gorong-gorong yang kini sedang dalam masa perbaikan tersebut melintang dari arah barat ke timur. Untung masih separonya yang sedang diperbaiki. Sehingga para pengemudi kendaraan yang melintasi jalan raya menuju arah Stasiun Setail, Kecamatan Sempu tersebut masih bisa lewat, meski harus bergantian baik dari arah utara maupun selatan. Semoga perbaikan lekas selesai dan arus lalu lintas kembali normal. (azi/aif)

ASUSILA

Keloni Cucu, Dibui 8 Tahun BANYUWANGI - Ini peringatan bagi orang yang suka berbuat tidak senonoh pada bocah yang masih di bawah umur. Sanusi yang tinggal di Dusun Blimbingsari, Desa/ Kecamatan Licin, oleh majelis hakim dihukum delapan tahun penjara karena terbukti menggagahi Saritem, cucunya sendiri, yang masih berumur delapan tahun. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, majelis hakim yang dipimpin hakim ketua Bawono Effendi SH menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 81 undang-undang (UU) No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak (PA). “Terbukti bersalah dan divonis delapan tahun penjara,” cetus Bawono Effendi. Selain harus menjalani hukuman 8 tahun penjara, dalam amar putusannya, majelis hakim juga meminta kepada terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp 60 juta subsider tiga bulan kurungan. “Ada beberapa yang memberatkan dalam pertimbangan keputusan ini,” katanya. Di antara yang memberatkan terdakwa dalam putusan ini, jelas Bawono, di antaranya korban masih di bawah umur, masih cucunya sendiri, dan ibu korban meninggal dunia (MD) akibat putrinya menjadi korban dalam kasus tersebut. Putusan majelis hakim ini sebenarnya lebih ringan dibanding tuntutan yang disampaikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Sadiaswati. Dalam tuntutannya, jaksa meminta kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan 10 tahun penjara. Selain itu, terdakwa harus membayar denda sebesar Rp 60 juta dengan subsider enam bulan penjara. (abi/als)

INFRASTRUKTUR

JIKA kita berkunjung ke Museum Blambangan, maka satu kata yang dapat kita lontarkan untuk menggambarkan keadaan museum tersebut. Memprihatinkan. Itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan keberadaan Museum Blambangan saat ini. Betapa tidak, seolah tak berpenghuni. Setiap hari pintu museum tertutup rapat. Terlebih pada hari Sabtu dan Minggu. Begitu juga hari libur lainnya. Bisa dipastikan pada hari-hari tersebut museum tutup. Kesan yang tersampaikan, Museum Blambangan enggan menerima kunjungan siapa pun. Museum yang diresmikan 25 Desember 1977 itu kini seolah tak terurus. Menjadi sebuah keberuntungan besar bagi para pengunjung jika dapat berkunjung ke museum tersebut dengan sambutan yang hangat dan menyenangkan dari para pegawai di sana. Jika kita ingin berkunjung ke museum, kita terlebih dahulu harus mencari petugasnya ke sana-kemari.

Ruwed pokoknya. Jika kita beruntung, maka dapat bertemu petugas museum tersebut. Kita pun dapat berkunjung ke dalam. Namun, jangan bersenang hati dulu. Jika kita memang beruntung, yaitu langsung bertemu petugas, dan masuk ke dalam museum, kita masih dihadapkan persoalan baru. Kita akan menemukan suasana pengap, berdebu, dan kurang nyaman. Jika tidak berhasil bertemu petugas museum, maka kita akan gigit jari dan harus rela memendam rasa kecewa karena kita harus segera pulang. Bagi yang sering berkunjung, kekecewaan itu tentu bukanlah hal baru. Berkunjung ke Museum Blambangan terkesan seperti hendak bertemu presiden. Sulit dan ribet prosedurnya. Pintu museum pun tidak selalu terbuka setiap hari. Terkadang kita harus memberitahukan terlebih dahulu ke pihak pengelola museum satu atau beberapa hari sebelum berkunjung. Nah, cara yang demikian ini benar-benar tidak lumrah

O l e h

EKO PRASETYO * bagi sebuah museum. Seharusnya museum dikelola dengan sangat baik. Sehingga, banyak masyarakat yang mau berkunjung. Berkunjung ke sana, berarti harus ada pelajaran berharga terkait barang koleksi museum. Seharusnya museum dibuka setiap hari dengan pelayanan yang ramah dan menyenangkan. Terlebih pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur lain. Dengan demikian, pengunjung bisa memanfaatkan hari libur untuk menikmati museum dengan berbagai pengetahuan yang ditawarkan. Tidak seperti Museum Blambangan saat ini; pintu museum lebih sering tutup. Begitu juga dengan petugas pelayanan museum yang sulit ditemui. Hal tersebut tentu semakin menjauhkan Museum Blambangan dengan masyarakat. Ujung-ujungnya, masyarakat malas dan akh-

irnya enggan berkunjung ke museum karena sakit hati. Kesan yang muncul; ada dan tidak ada museum sama-sama tidak memberikan manfaat apa pun bagi masyarakat. Museum Blambangan sebenarnya memiliki nilai strategis bagi pariwisata dan pewarisan nilai sejarah serta penanaman rasa cinta daerah dan tanah air. Museum juga dapat dijadikan sebagai media cagar budaya. Sudah diketahui bersama bahwa warisan budaya masa lalu dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dan pelajaran berharga bagi generasi sekarang dan yang aka datang. Sayang, tampaknya kesadaran tersebut kurang dimiliki oleh pengelola museum. Kesan yang muncul di benak para pengunjung museum, pengelolaan museum terkesan semaunya sendiri dan asal-asalan. Museum seolah terabaikan oleh pengelolanya sendiri. Nilai strategis museum hilang karena pengelolaan museum buruk. Jika dicermati, koleksi di Museum Blambangan tidaklah buruk. Ada 559 benda koleksi

yang tersimpan di Museum Blambangan. Koleksi Museum Blambangan tersebut diklasifikasi menjadi delapan kategori; etnografika (205 koleksi), arkeologika (152 koleksi), historika (14 koleksi), numismatika (16 koleksi), filologika (3 koleksi), keramologika (98 koleksi), seni rupa (10 koleksi), dan teknologika (11 koleksi). Penelitian yang dilakukan Agus Mursidi pada tahun 2011 tentang pemanfaatan Museum Blambangan sebagai sumber belajar sejarah menyimpulkan bahwa sebagian besar koleksi Museum Blambangan relevan dijadikan sebagai sumber belajar sejarah. Sayang, pemanfaatan museum sebagai sumber belajar sejarah tidak dilakukan secara optimal. Tentu hal itu membuat kita sedih dan prihatin; Museum Blambangan kok gitu? Semoga kondisi menyedihkan tersebut tidak terjadi selama-lamanya. Sekali lagi, tidak selama-lamanya.. *) Dosen Universitas Bakti Indonesia Banyuwangi.

Galau di Peringatan Harjakasi PERINGATAN Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) masih terus menyulut kontroversi. Sejumlah kelompok masyarakat, seperti kalangan seniman dan budayawan serta para sesepuh Kota Santri menentang keputusan pemerintah menjadikan 19 september 1972 sebagai hari lahir kabupaten yang kini memiliki julukan baru sebagai Bumi Selawat Nariyah ini. Sejumlah politisi di DPRD pun menyatakan ketidaksetujuannya dengan umur Situbondo yang masih 40 tahun. Rasa kecewa bahkan sakit hati mereka itu terus terpupuk karena menilai Pemkab Situbondo belum memiliki keseriusan atau iktikad baik untuk mengganti tanggal lahir Kabupaten Situbondo sebagaimana yang mereka harapkan. Padahal, aksi protes sudah dilakukan sejak beberapa tahun silam. Tidak hanya protes, aksi membantu meringankan langkah Pemkab Situbondo dalam mencari momentum yang tepat untuk digunakan sebagai penetapan Harjakasi sudah pernah dilakukan. Seperti yang pernah ditempuh para sesepuh Kabupaten Situbondo yang tergabung dalam Forum Peduli Aspirasi Masyarakat Kota Santri (Forpamaksi). Mereka sampai bela-belain melakukan pooling sendiri kepada masyarakat di wilayah timur, tengah dan barat Kabupaten Situbondo guna mempercepat pergantian penetapan Harjakasi. Hasilnya sudah diserahkan kepada Pemkab dan DPRD Situbondo.

Mereka juga meminta, peringatan Harjakasi dihentikan, sebelum ada kepastian penetapan Harjakasi yang baru. Namun, apa yang mereka harapkan hingga kini juga belum terwujud. Peringatan Harjakasi tetap saja digelar oleh Pemkab Situbondo dengan segala bentuk kemeriahannya. Revisi Perda Harjakasi yang dijanjikan masuk tahun ini, hingga tahun 2012 tinggal tiga bulan lagi, belum juga masuk ke meja DPRD. Dari sekitar sembilan raperda yang dimasukkan ke lembaga para wakil rakyat itu, tidak ada perda Harjakasi di dalamnya. Mungkin saja, Pemkab Situbondo menilai permasalahan Harjakasi ini bukan permasalahan terlampau penting yang harus mendapatkan perhatian tingkat tinggi. Sehingga penyelesaiannya tidak masalah jika harus lamban alias lelet. Sebab, Harjakasi tidak ada kaitannya dengan PAD (pendapatan asli daerah) yang berpengaruh terhadap kewibawaan Pemkab. Atau, bisa saja Pemkab menilai perlu proses dan tahapan panjang nan matang untuk merevisi perda Harjakasi. Namun, apa pun alasannya, berlarut-larutnya polemik penetapan Harjakasi ini bukanlah hal yang baik untuk terus dipelihara. Siapa pun, akan berpendapat, peringatan Harjakasi seharusnya menjadi saat-saat paling membahagiakan bagi masyarakat Situbondo. Bergembira bersama-sama menyambut pertambahan umur Ka-

O l e h

EDY SUPRIYONO * bupaten ini, seraya berharap bertambah juga kemajuan dan kemakmurannya. Harjakasi seharusnya menjadi milik bersama untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap Situbondo. Rasa bangga inilah yang menjadi salah satu modal membangun dan berlombalomba memberikan yang terbaik untuk kemajuan Kabupaten tercinta ini. Keadaan inilah yang perlu segera diciptakan oleh Pemkab Situbondo. Tidak seperti sekarang, saat sebagian pihak bersuka cita merayakan Harjakasi, masih ada sebagian pihak lain justru merasa galau. Mereka kecewa dengan penetapan Harjakasi 19 September 1972 yang dinilai asal-asalan. Semakin besar perayaan Harjakasi dilakukan Pemkab, maka akan semakin bertambah galaulah mereka. Bahkan, tidak sedikit yang justru merasa terhina. Sehingga,

membuat mereka galau segalau-galaunya. Dengan demikian, harus segera ada langkah nyata dari Pemkab Situbondo agar penetapan Harjakasi bisa diterima semua kalangan, atau minimal mayoritas kalangan. Jangan dibiarkan cibiran penetapan Harjakasi ini. Sebab, hanya akan ikut andil dalam mengikis kebanggaan sebagai warga Situbondo. Apa lalu yang bisa diharapkan saat kita sudah tak bangga lagi menjadi warga Kabupaten Situbondo? Hancurnya suatu komunitas, golongan bahkan suatu negara sekali pun, salah satunya sering kali diawali dengan hilangnya perasaan bangga dalam diri, bahkan merasa hina saat menjadi bagian di dalamnya. Iya, kita sepakat Pemkab memang tidak bisa sembarangan, apalagi menggunakan jurus bim salabim dalam mengubah penetapan Harjakasi. Sebab, jika itu yang terjadi, maka juga berpotensi menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Bukankah, penetapan Harjakasi 19 September 1972 sebenarnya adalah upaya jalan tengah Pemkab dan DPRD Situbondo, kala itu untuk membuang segala kepentingan politis yang ingin menjadikan peristiwa sejarah di Besuki dan Panarukan sebagai landasan penetapan Harjakasi? Namun, ternyata keinginan baik itu tetap dipermasalahkan juga karena pilihan 19 September 1972 ini dinilai tidak tepat, bahkan terkesan sembarangan. Makanya, langkah Dinas

Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga yang dalam rangkaian Harjakasi tahun ini akan menggelar sarasehan Harjakasi kita harapkan akan menjadi langkah awal yang baik. Terutama membuktikan keseriusan untuk menelusuri dan menemukan penetapan Harjakasi yang tepat sehingga dapat diterima oleh mayoritas masyarakat. Semakin cepat menemukan penetapan Harjakasi yang dinilai tepat oleh banyak kalangan, maka akan semakin baik pula untuk kelangsungan dan kemanfaatan peringatan Harjakasi di masa mendatang. Sebab, kemeriahannya akan dirasakan semua pihak dan mampu meresap hingga ke jiwa mereka. Tepat sekali jika momentum peringatan Harjakasi tahun ini menekankan terhadap upaya bagaimana masyarakat Situbondo menumbuhkan kearifan lokal sehingga mampu menemukan identitas daerah. Bu p ati D a d a n g Wig i a rto dalam sambutannya di peringatan Harjakasi Rabu (19/09) lalu telah menekankan bagaimana Kabupaten Situbondo perlu sesegera mungkin menetapkan segala sesuatu yang terkait dengan identitas daerah. Mulai dari pakaian khas, makanan khas, tarian daerah hingga maskot flora dan fauna, termasuk mencari jalan keluar terhadap kontroversi penetapan harjakasi. Wallahu a’lam bisshowab. *) Kabiro Radar Banyuwangi di Situbondo.

Mengapa Yahudi Pintar? ALI NURFATONI/RaBa

DITUTUP SEPARO: Sejumlah pekerja tengah mengerjakan perbaikan jembatan Gading, di Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, kemarin (20/9).

Perbaikan Jembatan Ditarget Rampung Sebulan Lagi SINGOJURUH – Proses pembangunan jembatan Gading di Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, hingga kemarin masih belum rampung. Meski begitu, pengerjaan jembatan senilai Rp 380,3 juta tersebut masih terus berlangsung. Karena itu, kendaraan yang melalui jembatan tersebut terpaksa terganggu. Selama proses perbaikan itu, arus kendaraan terpaksa diberlakukan dengan sistem buka tutup. Diperkirakan, pengguna jalan di daerah tersebut akan terganggung selama beberapa pekan ke depan. Sebab, perbaikan jembatan di jalur provinsi ditergetkan baru selesai sebulan ke depan. Dari pengamatan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin, para pekerja terlihat sibuk mengerjakan proses pembangunan. Ada yang bertugas memperbaiki drainase, selain itu juga ada yang tampak memecah batu. ’’Jembatannya sudah dicor kemarin,’’ ungkap Utik, salah satu pekerja di sela-sela pengerjaan. Menurut Utik, perbaikan jembatan tersebut dijadwalkan selesai sebulan mendatang. Demi target tersebut, belasan pekerja juga terus mengebut pengerjaan. ’’Kita terus bekerja dari pagi sampai sore,’’ katanya. (ton/als)

DI ISRAEL, setelah tahu ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan beli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama. Mereka yakin kegiatan itu bisa melatih otak anak dalam kandungan agar kelak menjadi genius. Tanpa merasa jenuh, si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Sejak awal mengandung, si ibu suka sekali makan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari, makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur badam dan berbagai jenis kacang. Menurut wanita Yahudi, daging ikan baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandung kimia yang tidak baik. Itu dapat merusak pengembangan dan pertumbuhan otak anak dalam kandungan. Wajib bagi ibu hamil mengonsumsi pil minyak ikan (code oil lever). Orang Yahudi gemar sekali makan ikan (hanya isi atau filet). Biasanya kalau sudah ada

ikan, mereka tidak akan makan daging. Ikan dan daging tidak boleh ada secara bersama di satu meja. Menurut mereka, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan dalam waktu yang bersamaan. Salad dan kacang adalah suatu kemustian, terutama badam. Mereka pun memakan buahbuahan sebelum memakan hidangan. Menurut mereka, kalau makan karbohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah, maka akan menyebabkan kantuk dan lemah dalam memahami pelajaran di sekolah. Di Israel, merokok adalah tabu. Apabila Anda diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali-kali merokok. Jika Anda merokok, tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Mereka akan menyuruh Anda merokok di luar rumah. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, nikotin dapat merusak sel utama otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak alias bodoh. Suatu

O l e h

Dra. NINIEK FAIZAH * penemuan yang dahsyat juga ditemui oleh saintis yang mendalami bidang gen dan DNA. Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “goblok”? Kita sudah menemui beberapa bukti yang menyokong teori tersebut. Hasilnya? Lihat saja Indonesia, dengan penduduk berjumlah 240.000.000 lebih dan jumlah universitas yang super banyak, apa yang dapat dibanggakan? Adakah mereka dapat berbahasa selain ba-

hasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Berada di tangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika dunia? Apakah itu bukan akibat merokok? Anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata mereka memahami tiga bahasa, yaitu Hebrew, Arab, dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Bahkan itu menjadi suatu kewajiban. Menurut mereka, bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Di kelas 1-6, anak-Anak yahudi akan diajari matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Olahraga juga menjadi kewajiban. Olahraga yang diutamakan ialah memanah, menembak, dan berlari. Karena memanah dan menembak dapat melatih fokus otak terhadap suatu perkara. Ketika di sekolah tinggi, mahasiswa digodok dengan pela-

jaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk, baik berupa senjata, medis maupun teknik. Ide mereka akan dibawa ke jenjang yang lebih tinggi. Fakultas ekonomi diutamakan. Mereka begitu agresif dan serius belajar. Di akhir tahun, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka pun harus mempraktikkan. Anda hanya akan lulus jika tim Anda (10 pelajar setiap kelompok) dapat keuntungan sebanyak US$ 1 juta! Anda terperanjat? Itulah kenyataannya. Ini sekadar tukar pengalaman, silakan Anda menyikapinya. *) Penanggung jawab Posyandu Balita & Lansia Perumahan Kebalenan Indah, Banyuwangi.

ANDA punya artikel? Penjaga gawang rubrik Opini Radar Banyuwangi siap menerima. Tulisan Anda akan dibaca seluruh masyarakat Banyuwangi dan Situbondo. Silakan kirim ke email: artikelradarbwi@gmail.com


38

Jumat 21 September 2012

Yulis-Indah Bantu Gondol Perak PON

DOK.RaBa

ANTAR PESANTREN: Sebelum terjun ke arena Popda 2012 bulan depan, pesilat Banyuwangi akan bertanding di Jombang besok.

Pospeda Jadi Arena Pemanasan BANYUWANGI – Cabang pencak silat mendapat kesempatan emas mematangkan diri sebelum terjun ke arena Popda 2012 di Surabaya. Ajang Pospeda yang akan digelar di Jombang mulai 22 hingga 23 September nanti bisa menjadi even pemanasan. Sekaligus hasil dari kejuaraan itu bisa menjadi tolok ukur kemampuan pesilat Banyuwangi proyeksi Popda. Menurunkan 11 pendekar, skuad pencak silat Pospeda Banyuwangi didominasi oleh pendekar yang akan diproyeksikan tampil Popda bulan depan. Di bagian putra, kemampuan Warso akan diuji untuk ditandingkan di kelas A. Berikutnya di kelas C ada Sulistiono yang

juga akan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Di Kelas E ada Rekse Umum Romadon yang juga akan unjuk gigi. Di bagian putri, Rini Hermawati akan menjadi tumpuan di kelas B. Sedangkan di kelas C ada Diah Suryaning Putri. Dikelas F ada Arim Lailatul yang akan menjadi tumpuan mendulang medali di Jombang nanti. “Mereka tadi merupakan pesilat skuad Popda di Surabaya,” beber Bambang Wahyuono, pelatih silat

Pospeda Banyuwangi. Selebihnya, di kelas B putra akan diisi oleh Ramadan Buana Pambudi. Berikutnya di kelas D dan F akan ditempati Bagus Aulia Rahman dan Mohamad Faqih. Terakhir, di kelas G akan ditempati Ahmad Fandi. Sedangkan di bagian putri ada Leni Wulansari dikelas A dan Novita Arlan di kelas E. Bambang menambahkan, hadirnya ajang Pospeda bisa menambah nilai plus bagi persiapan atletnya. Selain memberikan pengalaman dan jam bertanding, kejuaraan silat tingkat pesantren itu juga akan bisa memberikan peta kekuatan untuk persaingan merebut medali di Popda mendatang. (nic/als)

BANYUWANGI – Dukungan atlet Banyuwangi dalam kontingen PON Jawa Timur tidak percuma. Setidaknya, itu tampak dengan sukses cabang bola voli merebut medali di ajang olahraga multi even empat tahunan tersebut. Dalam laga final kontra Jawa Barat, tim bola voli Jawa Timur duduk sebagai runner up sekaligus memastikan medali perak. Capaian prestasi itu tidak lepas dengan keberadaan dua pemain asal Banyuwangi, yakni Yulis Indah Yani dan Dhini Indah Sari. Keduanya yang menjadi tulang punggung tim Jawa Timur mengatrol penampilan tim asuhan Ayub Hidayat itu hingga ke babak final. Sayang, di laga final, Jawa Timur dipaksa mengakui keunggulan Jawa Barat dengan skor ketat 3-2. Sementara itu, di cabang olahraga bola basket, tim Jawa Timur dipastikan tidak membawa pulang medali. Tim putri terjegal di babak semifinal. Dan, pada perebutan medali perunggu, Jawa Timur kembali dipaksa mengakui keunggulan tim basket Maluku. Alhasil, tim putri yang diperkuat pebasket Banyuwangi, Balmar Morangelita Nuach harus puas finish di posisi kelima. Atas capaian tersebut, Ketua Perbasi Banyuwangi Edi Lukisanto menyebut prestasi cabang bola basket sudah cukup baik. Sebab, dari awal Pengprov Perbasi jawa Timur memang tidak membenani target tinggi untuk tim putri.

DOK.RaBa

RUNNER UP: Yulis Indah Yani (kiri) dan Dhini Indah Sari mengantarkan Jatim merebut perak.

“Tidak ada target khusus bagi bola basket di PON ini,” katanya. Sekadar diketahui, di pentas PON XVIII tahun ini, Banyuwangi mengirimkan enam atletnya untuk memperkuat kontingen Jawa Timur. Di cabang pencak silat, ada Dita Amalia Ramadani dan Dinda Maulidya. Di cabang bola basket, Banyuwangi menyertakan Balmar Morangelita

Nuach di tim putri. Untuk atletik, ada Yudi Dwi Nugroho yang sudah menyumbangkan medali emas dan perunggu. Di bola voli, Banyuwangi mengirimkan dua pemainnya di bagian p u t r i , ya k n i Yu l i s In d a h Yani dan Dhini Indah Sari. Terakhir, di cabang karate, ada Ivan Adi Baskoro yang menyumbangkan medali perunggu. (nic/als)


BERITA UTAMA

Jumat 21 September 2012

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Wamenhub Apresiasi Bandara Blimbingsari n WINGS... Sambungan dari Hal 29

Sebelum launching penerbangan resmi dilakukan, Wamen Bambang dan Bupati Anas menggelar santunan puluhan anak yatim dan fakir miskin. Launching penerbangan perdana berlangsung meriah. Puluhan pengusaha, perbankan, dan masyarakat umum, menyaksikan terbang pertama pesawat milik anak perusahaan PT Lion Air tersebut. Tidak hanya pesawat Wings Air yang pe nuh, hal yang sama juga terjadi pada pesawat Merpati Nusantara Airlines (MNA). Dari Surabaya, MNA mengang kut 50 penumpang dan dari Banyuwangi membawa

44 penumpang. Direktur Operasional PT Wings Air, Kapten Redy Irawan, mengaku terharu dengan launching perdana di Ba nyuwangi. “Saya jujur, ini sambutan paling meriah dalam penerbangan perdana pesawat Wings Air,” ungkap Redy. Dia mengaku bangga dengan sambutan dan antusias warga Banyuwangi menyambut kedatangan pesawat Wings Air. Dengan sambutan yang cukup meriah ini, dia optimistis penerbangan pesawat Wings Air di Bandara Blimbingsari akan berkembang pesat. Saat ini, ungkap Redy, Wings Air baru memiliki 17 unit pesawat. Salah satu dari 17 pesawat itu dioperasikan di rute Banyuwangi-Surabaya. “Hingga

2016, kita menargetkan membeli pesawat 60 unit. Ke depan, di Banyuwangi tidak hanya satu pesawat, tapi lebih dari dua pesawat,” janjinya. Wamenhub Bambang mengapresiasi perkembangan Bandar Udara Blimbingsari. Menurut dia, Bandar Udara Blimbing sa ri ber kembang cukup pesat da lam jang ka waktu yang re latif singkat. Pada tahun 2010, dirinya juga datang ke Banyuwangi bersama Gu bernur Jatim Soekarwo un tuk meresmikan Bandara Blimbingsari sebagai bandara komersial. Saat itu, pesawat pertama yang beroperasi adalah Cessna Grand Caravan dengan penumpang sembilan orang. Dalam waktu

yang tidak terlalu lama, pesawat berganti jenis Fokker 50 dengan kapasitas 50 penumpang. Setelah pesawat Fokker beroperasi, kemudian disusul pesawat MA60 milik PT Merpati Nusantara Airlines dengan kapasitas 60 penumpang. Saat ini, giliran pesawat ATR 72-500 milik PT Wings Air yang menyusul beroperasi pada rute penerbangan SurabayaBa nyuwangi. “Trennya terus me ningkat. Pertumbuhan eko nomi Banyuwangi juga meningkat tajam melampaui pertumbuhan nasional,” bebernya. Berkembangnya industri penerbangan merupakan sinyal positif bagi kemajuan ekonomi Ba nyuwangi. “Penerbangan

Pertumbuhan Ekonomi Meningkat Tajam n SEGERA... Sambungan dari Hal 29

Selain itu, kata Bambang, bandara kelas III juga harus digunakan terbang minimal 100 kali. Beberapa syarat itu kemungkinan besar bisa dipenuhi Bandara Blimbingsari. Tidak hanya itu, Bandara Blimbingsari juga diusulkan menjadi bandara penyangga Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Jika resmi menjadi bandara penyangga, maka aktivitas akan semakin padat dan sejumlah fasilitas akan ditambah. Anggaran untuk penambahan sejumlah fasilitas di Bandara Blimbingsari sudah diusulkan dalam APBN 2013. Salah satunya, anggaran penambahan run way bandara se-

panjang 500 meter dan beberapa fasilitas lain. Bupati Anas menyambut baik penambahan sejumlah fasilitas Bandara Blimbingsari itu. Sejak awal, pemerintah daerah berikhtiar keras agar Bandara Blimbingsari bisa beroperasi. Sebab, letak geo grafis Banyuwangi sangat juah dari pusat pemerintahan nasional maupun provinsi. Untuk mendekatkan jarak yang jauh itu, solusinya membangun infrastruktur. Salah satu infrastruktur yang harus segera dioperasikan adalah bandar udara. “Dengan infrastruktur yang memadai, akan mendekatkan Banyuwangi dengan pusat pertumbuhan ekonomi nasional dan dunia,” kata Bupati Anas. Manfaat bandara sudah mulai dirasakan ma syarakat Banyuwangi. Dalam waktu

yang relatif singkat, pertumbuhan ekonomi meningkat tajam menjadi 722,8 persen dari sebelumnya yang hanya 68 persen. Sebelumnya, Banyuwangi tidak pernah diminati investor sebagai lokasi investasi. Saat ini, Banyuwangi sudah masuk tiga besar sebagai daerah yang diminati investor. “Sampai bulan ini, realisasi investasi asing di Banyuwangi sudah rangking kedua di Jatim,” katanya. Karena itu, langkah Lion Air mengoperasikan pesawat Wings Air merupakan keputusan yang tepat. Meski sudah ada pesawat Merpati yang beroperasi lebih dulu, kedatangan Wings Air tidak akan mengurangi jumlah penumpang Merpati. “Penumpang akan terus tumbuh seiring pertumbuhan ekonomi yang terus naik,” tegasnya. (afi/c1/aif)

Korban Dapat Bantuan Makanan n SI JAGO... Sambungan dari Hal 29

Kapolsek Kalibaru, AKP Suwanto Barri mengatakan, berdasar keterangan yang diperoleh di lapangan, kejadian tersebut diduga bermula dari beberapa anak kecil yang menyalakan api

di dekat rumah warga. “Nah, tanpa disadari apinya mengenai rumah warga. Pertama kali yang tahu api mengenai rumah warga namanya Pak Anang,” ungkap Suwanto. Kapolsek juga menyebutkan, sebelas rumah tersebut tidak semua milik pribadi. Enam unit

adalah perumahan perkebunan yang ditempati karyawan. “Yang lima milik pribadi warga,” tuturnya. Bagaimana dengan nasib korban kebakaran? Menurut kapolsek, sejak kejadian tersebut se jumlah bantuan makanan dan pakaian bekas sudah da-

tang dari pihak perkebunan. Para korban yang untuk sementara tinggal di rumah para saudaranya tersebut juga akan ditempatkan di sebuah bangunan milik kebun. “Katanya ada dua bangunan kosong yang bisa ditempati,” tandas Suwanto. (azi/c1/aif)

Gelombang Dua Tujuan Manado n USAI... Sambungan dari Hal 29

Nah, agar tidak terkesan mencolok, keberangkatan para peserta kunker akan dibagi dua gelombang. Gelombang pertama dijadwalkan berangkat Minggu (23/9), dan gelombang kedua mulai bertolak ke tempat tujuan pada Rabu pekan depan (26/9). Dikonfirmasi kemarin (20/9), Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ru liyono, tidak menampik kabar tersebut. Menurutnya, kunker merupakan salah satu kegiatan yang dilegalkan dalam rangka menambah kapasitas anggota dewan. “Jangan malu belajar pada keberhasilan daerah lain. Kalau itu demi kebaikan daerah (Banyuwangi), kenapa tidak,” ujarnya. Politikus asal Partai Golkar tersebut berani menjamin kun-

ker yang akan dilakukan para wakil rakyat tidak akan sia-sia. Dikatakan, hasil kunker akan disampaikan kepada mitra kerja masing-masing komisi. Dengan begitu, segala keberhasilan di daerah kunjungan bisa dicontoh dan diterapkan di Banyuwangi. “Kami jamin hasil kunker tidak akan muspro,” tegasnya. Masih menurut Ruliyono, kunker yang dilakukan komisi I dan II dijadwalkan berlangsung Minggu (23/9) sampai Rabu (26/9) dengan tujuan Palangkaraya. Rombongan komisi I yang membidangi pemerintahan, hukum, dan pertanahan, akan dipimpin Ketua DPRD, Hermanto. Wakil Ketua DPRD, Adil Achmadiono, akan memimpin rombongan komisi yang membidangi pertanian, perkebunan, dan pariwisata, yakni komisi II. Daerah kunker anggota de-

wan yang tergabung dalam gelombang kedua adalah Manado. Rombongan kedua yang terdiri atas anggota komisi III dan komisi IV dijadwalkan melakukan kunker mulai Rabu (26/9) sampai Sabtu (29/9). Ruliyono akan memimpin rombongan komisi III, sedangkan wakil ketua DPRD yang lain, Djoni Subagyo, akan memimpin rombongan komisi IV. Sementara itu, sebelum berangkat kunker, komisi I dan komisi II akan melakukan rapat kerja dengan instansi yang merupakan mitra kerja masingmasing hari ini (21/9). Sama seperti rombongan pertama, komisi III dan komisi IV juga akan melakukan rapat bersama mitra kerja sebelum berangkat kunker. Rapat kerja dua komisi tersebut dijadwalkan berlangsung Senin (24/9) dan Selasa (25/0).

Ruliyono memaparkan, rapat kerja dengan mitra kerja DPRD dilakukan untuk mengetahui program-program yang tidak berjalan optimal di suatu instansi. Program yang tidak berjalan optimal akan dijadikan acuan untuk menimba ilmu di daerah tujuan. “Selain itu, dewan juga akan belajar keberhasilankeberhasilan yang dipresentasikan pemerintah daerah tujuan. Sekali lagi, kita tidak usah malu belajar pada keberhasilan daerah lain,” pungkasnya. Seperti diketahui, sejak Januari hingga Agustus 2012, anggota dewan sudah melakukan 18 kali kunker. “Kegemaran” mengadakan kunker itu sempat rehat akibat dewan sibuk membahas P-APBD 2012. Kini, setelah P-APBD didok Rabu (19/9), agenda kunker anggota dewan tersebut kembali berlanjut. (sgt/c1/aif)

Kedua Terdakwa Mengaku Salah n MASHA... Sambungan dari Hal 29

Atas perbuatannya, majelis hakim memvonis kedua cewek itu dengan hukuman masingma sing 4 tahun penjara dan dipotong masa tahanan. Selain itu, dalam amar putusannya, hakim juga meminta setiap terdakwa membayar denda sebesar Rp 800 juta subsider satu bulan kurungan. “Jadi, Saudara dihukum empat tahun penjara

dan denda Rp 800 juta,” tegas Made Sutrisna saat membacakan putusan. Putusan hakim itu lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Eka Sabana. Sebelumnya, JPU meminta majelis hakim menghukum terdakwa dengan hukuman 4,5 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider dua bulan kurungan. “Kami menerima putusan itu,” ucap Masha dan Indah saat dimintai tanggapan majelis

hakim terkait putusan itu. Sebelum vonis dibacakan, penasihat hukum terdakwa, Tommy Yudianto, sempat membacakan pembelaan. “Klien kami selama ini mengakui bersalah,” kata Tommy. Sampai saat ini, kliennya belum pernah dihukum. Dalam memberikan keterangan juga tidak pernah berbelit, sehingga memperlancar proses per sidangan. “Karena klien kami kooperatif, kami mohon

majelis hakim menjadikan itu pertimbangan dalam memberi putusan,” pinta Tommy. Pembelaan itu ternyata menda pat pertimbangan positif dari majelis hakim. Sebelum membacakan putusan, majelis hakim menyebut pembelaan penasihat hukum itu menjadi pertimbangan yang meringankan. “Pembelaan dari penasihat hukum itu kita pertimbangkan sebagai hal yang meringankan,” ungkap Made Sutrisna. (abi/c1/aif)

Tergolong Siswa yang Rajin Belajar n BOLA... Sambungan dari Hal 29

Wartawan koran ini benar-benar dibuat terkesan terhadap sosok Azriel. Bagaimana tidak, saat ditanya seputar kesehariannya di rumah dan di sekolah, dia mengaku tetap menjalani hari-hari layaknya bocah seusianya. “Senin sampai Sabtu saya sekolah. Sepulang sekolah saya istirahat siang. Malamnya belajar. Hari Minggu saya manfaatkan untuk bermain bersama teman-teman. Biasanya kami berpetualang seperti Si Bolang (sosok bocah yang suka berpetualang yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi nasional, Red),” ujarnya lugas. Azriel yang tinggal di Perum Asri Suko widi Blok C2, Lingkungan Sukowidi, Ke lurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, ini mengungkapkan, dirinya bercita-

c i t a m e n ja d i s e o ra n g g u r u . U nt u k menggapai cita-citanya itu, dia akan giat bersekolah. Ditanya alasan mengikuti ekstrakurikuler pencak silat, Azriel mengatakan bahwa keterampilan pencak silat akan dia gunakan untuk membela diri. Sebab, beberapa tahun yang lalu dia pernah mendapat perlakuan kasar dari kakak kelasnya. “Saya harus bisa membela diri agar tidak ada yang memukul kepala saya. Sebab, tengkorak saya yang sebelah kanan bolong dan kata dokter kulit kepala di bagian tersebut tipis. Jadi, sedikit saja terluka, otak saya bisa keluar,” kata dia. Azriel mengaku tidak menyimpan dendam terhadap kakak kelas yang pernah berbuat kasar kepadanya. “Saya ti dak dendam. Dendam itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kalau ada yang mengejek, saya biarkan saja,” ungkapnya.

Bocah berkulit sawo matang itu menambahkan, dia baru tahu tulang tengkoraknya berlubang saat berobat ke salah satu rumah sakit (RS) di Surabaya sekitar dua atau tiga tahun yang lalu. “Ada kok fotonya (foto hasil rontgent). Kata dokter, kepala saya tidak bisa dioperasi karena risikonya besar,” paparnya. Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Lateng, Suci Nuryanti, membenarkan bahwa Azriel merupakan siswa yang rajin sekolah. Itu bisa dilihat dari catatan absensi siswa di sekolah tersebut. Menurut Suci, Azriel merupakan inspirator sekaligus motivator teman-temannya. “Dari Azriel kita bisa mengerti bahwa keterbatasan fisik tidak boleh dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Sebaliknya, kita harus rajin belajar untuk menggenggam prestasi dan meraih citacita,” pungkasnya. (c1/aif)

sebagai jembatan udara untuk semakin mendekatkan jarak,” ujar Bambang.

Karena itu, Wamen Bambang minta semua pihak mendukung ke selamatan penerbangan.

“Keselamatan merupakan faktor utama dalam dunia penerbangan,” tegasnya. (afi/c1/aif)

Tempuh Jarak Tiga Kilometer n GURU... Sambungan dari Hal 29

Dalam rapat yang berakhir pukul 15.00 kemarin, mereka yang hadir siap menyukseskan mlaku bareng. “Dengan cukup menggunting iklan mlaku bareng di Radar Ba nyuwangi, bapak-bapak dan ibu-ibu bisa langsung menukarkan dengan kupon di kantor Radar, Dispora, dan Biro Radar Genteng,” kata Syaifuddin Mahmud, ketua panitia mlaku bareng. Bukan hanya Dispendik yang merapatkan barisan, kantor Dinas Kesehatan Banyuwangi juga tak mau kalah. Sebagai bukti keseriusan, kema rin Dinkes mengimbau se luruh kepala Puskesmas se-Banyuwangi mengikuti kegiatan mlaku bareng tersebut. Staf puskesmas dan ke luarganya juga dikerahkan. Mereka

akan mengenakan kaus Anak TOKCer, HarGa PAS, dan MP3. “Dinkes mendukung penuh acara ini,” tegas Kadinkes Hariadji Sugito. Seperti diketahui, tak kurang 50 ribu peserta dari berbagai penjuru Banyuwangi akan memadati jalanjalan protokoler Banyuwangi. Jarak tempuh mlaku bareng ini 3 km. Start di depan Gedung Wanita Paramitha Kencana dan finis depan Gesibu. Sebelum diberangkatkan, peserta akan dihibur atraksi petugas keamanan sekolah (PKS) SDN Kepatihan. “Mereka merupakan duta Banyuwangi di lomba PKS se-Jatim 25 September mendatang,” beber Sumadi, guru SDN Kepatihan. Sementara itu, selain menyediakan hadiah utama dua sepeda motor Honda Revo Fit, pe serta juga berkesempatan men dapatkan ragam hadiah lain, di antaranya E-toll Card Ma n diri persembahan Bank

Mandiri. Dengan kartu tersebut, pengguna jalan tol dapat lebih mudah dalam beraktivitas di jalan bebas hambatan. Selain Bank Mandiri, acara ini juga didukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkab Banyuwangi, PT. Mitra Pinasthika Mulia, Dispora Banyuwangi, Bank Jatim, Intrafood, Diler Banyuwangi Motor, Diler Garuda Motor Banyuwangi, Diler MPM Motor Banyuwangi, Diler Garuda Motor Rogojampi, Diler Garuda Jaya Motor Srono, Diler Sumber Jaya Maha Sakti, dan UD. Kencono Elektronik Rogojampi. Selain itu, juga FIF Spektra, Teh Pucuk Harum, Percetakan Tirto Arum, SPBU Banterang, Bank Mandiri Banyuwangi, PT. Temprina Media Grafika, BRI Cabang Banyuwangi, Gapensi Banyuwangi, JTv Banyuwangi, dan 101,5 Mhz Radio VIS FM Banyuwangi. (nic/c1/aif)

Pengacara tak Datang, Sidang Ditunda n HABIB... Sambungan dari Hal 29

Baru beberapa langkah, terdakwa yang sudah dikawal ketat petugas kepolisian dan petugas ke jaksaan negeri (kejari) itu dilempar dari belakang. “Tadi (lemparan) itu hampir kena,” terang Totok, petugas kejaksaan yang ikut mengawal terdakwa. Sidang lanjutan dengan terdakwa Habib yang digelar di ruang utama PN Banyuwangi

itu agendanya adalah mende ngarkan keterangan saksi me ringankan yang diajukan terdakwa. Tetapi, sidang ditunda karena penasihat hukum terdakwa, Siti Nur Hayati, tidak datang. “Karena penasihat saya tidak bisa datang karena sakit, saya mohon sidang ditunda,” pinta Habib dalam persidangan itu. Permintaan terdakwa itu diterima majelis hakim yang dipimpin ketua majelis hakim Siyoto beranggota Afrizal Hadi dan

Widarti. “Penasihat hukum juga mengirim surat keterangan dokter bahwa dia sakit,” cetus Siyoto SH. Sesuai aturan, lanjut Siyoto, ka rena ancaman hukuman dalam kasus ini di atas 15 tahun, maka permintaan terdakwa dikabulkan. “Dalam pemeriksaan dan persidangan harus didampingi penasihat hukum, karena ancamannya di atas 15 tahun,” jelas hakim yang juga menjabat sebagai wakil ketua PN Banyuwangi itu. (abi/c1/aif)

Polisi Jaga Ketat Sekolah n TAWURAN... Sambungan dari Hal 31

Langsung kita datangi sekolah sebagai upaya antisipasi,” katanya. Menurut Kapolsek, belum ada titik terang mengenai motif di balik isu penyerangan itu. Yang jelas, beredar short message service (SMS) bahwa siswa SMK akan ngelurug siswa Gurit. “Apakah masalah cewek

ataukah yang lain belum ada kejelasan,” papar perwira dengan satu melati di pundak itu. Kata kapolsek, tahun sebelumnya memang pernah terjadi konflik antarsekolah gara-gara asmara. Yang terlibat juga sama, yakni pelajar SMK dan SMA. ”Dulu memang pernah rebutan cewek,” tandasnya. Agar teror-teror tersebut tidak terulang, masih kata dia, polisi akan memantau para pelajar. Selain itu,

usaha pembinaan dan bimbingan akan terus dilakukan. “Kita terus intens lakukan pendekatan di sekolah,” janjinya. Sementara itu, meski jarum jam sudah menunjuk pu kul 14.00, sebagian siswa SMAN 1 R o g o ja m p i b e l u m m e ninggalkan sekolah. Meski begitu, sampai sore kemarin, tidak ada laporan adanya tawuran. Para pelajar pun pulang sekolah dengan aman. (ton/c1/aif)

Diduga Tahu Situasi Rumah n CONGKEL... Sambungan dari Hal 40

Saat kejadian, anak dan menantu guru tersebut juga tidak berada di rumah. Mereka sedang check up kesehatan untuk persiapan naik haji. “Anak dan menantu saya juga tidak di rumah. Mereka sedang periksa kesehatan,” imbuhnya. Data yang berhasil dikumpulkan, pelaku pencurian masuk rumah korban dengan cara

merusak jendela samping kanan. Setelah itu, pelaku mengacak-acak seluruh isi kamar di rumah tersebut. Menurut Maryam, uang sebe sar Rp 12, 9 juta tersebut sengaja tidak ditabung ke bank. Lantaran korban hendak menyelenggarakan selamatan haji anaknya. “Uang itu untuk selamatan haji. Jadi, tidak ditabung,” kata Maryam. Kasatreskrim Polres Si tubondo, AKP Sunarto membe-

narkan adanya laporan pencurian itu. “Pelaku diduga sudah mengetahui situasi rumah korban, dan kuat dugaan juga tahu jam berapa rumah itu tidak berpenghuni,” ujar AKP Sunarto. Atas kejadian itu, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan demi menangkap pelaku. “Kami masih menyelidiki kasus pencurian ini. Mudahmudahan segera ter ungkap,” tegas Sunarto. (mg1/c1/als)

DENGAN SUSU KAMBING MILKUMA BADAN SEGAR BEBAS GANGGUAN KOLESTEROL BANYAK masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu kambing Milkuma. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu kambing memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Lemak yang dikandung susu sapi mencapai 4,0-7,3, se dangkan susu kambing Milkuma hanya 3,7 sehingga aman bagi penderita kolesterol. Sejak ribuan tahun yang lalu, susu kambing sudah sering digunakan sebagai pengobatan dan pencegah penyakit. Salah satu manfaatnya adalah untuk mengatasi kolesterol, penyakit yang timbul akibat konsumsi produk hewani yang berlebih. Salah seorang yang telah merasakan manfaatnya adalah Siti Marfuah yang telah bertahun-tahun merasakan aktifitasnya terganggu karena men derita kolesterol. “Sudah 9 tahun saya menderita kolesterol. Ka dar kolesterol saya mencapai 253 mg/ dL. Akibatnya, dada sering terasa sakit dan tangan jadi kaku.” Ujar wanita berusia 37 tahun tersebut, “Untunglah sekarang saya minum Milkuma. Setelah minum selama 3 bulan, kini badan saya terasa segar.” Terang ibu 3 orang anak tersebut. Dengan tubuh yang sehat, ibu rumah tangga tersebut dapat menjalani aktifitasnya dengan nyaman. Ia pun mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu kambing Milkuma ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajak warga Perum kebon Candi Permai, Pasuruan, Jawa Timur tersebut. Tanpa kita sadari, semakin tingginya usia se-

seorang, imunitas tubuh pun menjadi berkurang se hingga rentan terserang penyakit. Oleh karenanya, mulailah dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik, salah satunya adalah minum susu Milkuma 3 gelas sehari. Milkuma adalah minuman ser buk susu kambing yang diproses secara alami, tanpa pemanis bu atan dan ba han pengawet. Ba han da sar nya adalah susu kam bing pe ranakan ettawa segar dan Gula Aren. Milkuma ber manfaat un tuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing Milkuma bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, terapkan pola hidup sehat seperti disiplin dalam pola makan, dan berolahraga, serta mengkonsumsi air putih paling sedikit 8 gelas/ hari. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www.milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim: 082120862055, Banyuwangi: 082141354607, Bangkalan: 082120862055, Sumenep: 082120862055, Situbondo: 082120862055. Depkes RI No.PIRT. 6.09.3328.01.395.


40

Jumat 21 September 2012

Congkel Jendela, Sikat Rp 12,9 Juta Rencananya Digunakan Selamatan Haji SITUBONDO - Sungguh nahas nasib Hj. Maryam Kholifah, 59. Betapa tidak, warga yang tinggal di Jalan Irian Jaya Nomor 24, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, itu kehilangan uang sebesar Rp 12, 9 juta setelah rumahnya dibobol maling siang kemarin (20/9). Atas kejadian itu, dirinya

langsung melapor ke Mapolres Situbondo. “Saya lapor ke sini karena rumah saya dibobol maling. Jadi, saya minta tolong agar petugas menangkap pelaku. Saya berharap uang saya kembali,” ujar Maryam Kholifah. Ceritanya, pembobolan terhadap rumah seorang pegawai negeri sipil (PNS) itu terjadi sekitar pukul 10.00 kemarin (20/9). Saat kejadian, kondisi rumah korban dalam keadaan kosong. “Saat itu saya mengajar di SDN 4

Mimbaan,” imbuhnya. Sepulang sekolah, korban sangat terkejut saat melihat perabotan rumahnya acakacakan. Korban pun langsung curiga ada orang yang tidak dikenal masuk ke rumahnya. Seketika itu, korban memeriksa lemari kamar yang diketahui menjadi tempat menyimpan uang. Sial, uangnya sebesar Rp 12, 9 juta hilang. “Saya baru tahu setelah saya pulang dari sekolah,” terangnya kepada polisi  Baca Congkel...Hal 39

Curi 6 Ayam Dipenjara 3 Bulan NUR HARIRI/RaBa

WUJUD SYUKUR: Salah seorang kader PDIP Situbondo merayakan kemenangan Jokowi-Ahok kemarin (20/9).

Jokowi Menang, Ramai-Ramai Cukur Kumis SITUBONDO - Hasil perhitungan cepat atau quick count sejumlah lembaga survei menempatkan pasangan calon Gubenur DKI Jakarta Jokowi-Ahok unggul atas pasangan Foke-Nara. Kontan, kemenangan itu disambut meriah puluhan Kader PDIP Situbondo kemarin (20/9). Yang menarik, “pesta” kemenangan itu dilakukan dengan cara mencukur kumis kader yang berkumis. Menurut sekretaris DPC PDIP Kabupaten Situbondo, Narwiyoto, aksi

cukur kumis puluhan kader dan simpatisan itu tidak lain sebagai ungkapan rasa syukur atas kemenangan Jokowi-Ahok. “Ini adalah ungkapan rasa syukur atas kemenangan kawankawan di Jakarta,” ujar Narwiyoto. Ditambahkannya, sejumlah kader PDIP Situbondo sudah bernadzar akan mencukur kumisnya bila pasangan Jokowi-Ahok unggul atas pasangan Foke-Nara. “Aksi cukur kumis itu dilakukan karena kami sudah lama bernadzar. Selain itu, aksi cukur ku-

mis ini juga sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kepada teman seperjuangan,” terang Narwiyoto. Data yang berhasil dikumpulkan, sejumlah kader dan simpatisan partai berlogo kepala banteng moncong putih itu langsung mencukur habis kumisnya. “Meski quick count itu masih sementara, tapi kami sudah yakin pasangan Jokowi-Ahok akan menang. Makanya kami mencukur kumis ini,” kata salah seorang kader PDIP. (mg1/c1/als)

SITUBONDO - Dua pencuri 6 ekor ayam bernama Rokifur Rahman dan Didit Herwanto, warga asal Desa Trebungan, Kecamatan Mlandingan, Situbondo, divonis tiga bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Situbondo kemarin (20/9). Vonis yang dijatuhkan terhadap kedua terdakwa itu karena mereka terbukti melakukan pencurian enam ekor ayam milik tetangganya sendiri bernama Abdul Muis, 36. Pencurian itu terjadi pada 28 Juni lalu. Saat membacakan putusan, majelis hakim PN Situbondo mengungkapkan kedua terdakwa terbukti secara sah

dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana termaktub dalam Pasal 363 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). “Karena dua pemuda itu terbukti secara sah dan meyakinkan, kami menjatuhkan vonis terhadap dua terdakwa pelaku pencurian enam ekor ayam itu 3 bulan penjara,” kata Dewi Iswani SH, ketua majelis hakim, saat membacakan vonis dua terdakwa. Menurut Dewi, ada beberapa hal yang meringankan kedua terdakwa, di antaranya selama persidangan kedua pemuda itu bersikap baik, merasa menyesal, dan mengakui perbuatan-

nya. Selain itu, kedua pemuda itu tidak pernah dihukum. Yang memberatkan mereka adalah perbuatan mereka meresahkan masyarakat. Vonis yang dijatuhkan ketua majelis hakim Dewi Iswani SH itu lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebab, dalam sidang sebelumnya yang dilaksanakan di PN Situbondo, JPU Suryani SH menuntut kedua terdakwa dengan tuntutan lima bulan penjara. Saat pembacaan vonis kemarin, kedua terdakwa terlihat tegang dan tertunduk lesu. Meski demikian, keduanya menerima putusan hakim tersebut. (mg1/c1/als)

Marak Penambangan Batu Liar KENDIT - Sumber daya alam (SDA) di Kabupaten Situbondo masih sangat melimpah. Salah satunya adalah tambang batu yang terletak di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit. Banyak penambang yang mengambil batu di wilayah tersebut. Sayang, para penambang batu itu banyak yang tidak memiliki izin usaha pertambangan. Rata-rata para penambang mengaku mengambil batu di gunung tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Saya tidak punya pekerjaan lain. Jadi, saya kerja ambil batu saja. Tapi kami memang tidak punya izin,” terang salah seorang penambang batu yang tidak mau disebut namanya. Pantauan koran ini kemarin (20/9), pengambilan batu di Desa Klatakan itu dilakukan menggunakan alat seadanya, seperti palu besar, linggis, dan sekop. Para penambang itu hanya mengambil batu-batu yang bermunculan dan tidak sampai mengeruk ke dalam tanah. “Kami hanya mengambil batu di permukaan tanah. Jadi, batu yang bisa dicongkel itulah yang kami ambil,” imbuhnya. Namun, warga tidak setiap hari menambang. Warga baru mengambil batu jika ada seseorang yang pesan batu kepada mereka. “Tidak setiap hari ngambil batu. Saat ada yang pesan, baru kami ambil,” katanya. Menurut salah seorang warga sekitar, Hasan, 36, mengaku hanya bisa melihat aktivitas tersebut tanpa bisa melarang. Pihaknya

NUR HARIRI/RaBa

ILEGAL:Truk pengangkut batu di penambangan liar di Desa Klatakan, Kendit, kemarin (20/9).

berharap, daripada batu-batu itu diambil dengan tidak jelas hasil dan peruntukannya, selayaknya pemerintah atau investor membuat usaha tambang batu untuk membuka lapangan pekerjaan yang lebih besar. “Coba pemerintah membuka lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan banyaknya batu di sini, atau di wilayah Situbondo lain. Pasti dapat menyerap tenaga kerja yang banyak,” kata Hasan. Ditambahkannya, hampir semua gunung

di Bumi Rengganis ini mengandung kekayaan alam berupa batu, pasir, dan kapur. Penambangan batu di Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, misalnya. Di desa tersebut setiap hari ada aktivitas penambangan batu dan pasir. “Pemerintah sudah harus mulai memprioritaskan kekayaan alam. Kita tahu bersama, kabupaten ini penuh batu, pasir, dan kapur. Itu harus mendapat perhatian penuh dan harus dikelola dengan baik,” pinta Hasan. (mg1/c1/als)

FKUB Terus Tumbuhkan Sikap Toleransi

SYAMSURI/RaBa

ZIARAH: KHR. Azaim Ibrahimy (tengah) bersama Bupati Dadang Wigiarto (dua dari kiri), Wabup Rachmad (kiri), di makam pendiri dan pengasuh Ponpes Sukorejo kemarin (20/9).

Bupati Ziarah ke Makam Tokoh Situbondo Rangkaian Peringatan Harjakasi ke-40 SITUBONDO – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke40, selain dirayakan denga upacara, juga diisi dengan ziarah ke makam leluhur dan tokoh Situbondo. Kemarin, para pejabat teras Kota Santri berziarah ke makam alm. KHR Syamsul Arifin, KHR. As’ad Syamsul Arifin, dan KHR. Faw a i d A s’a d Sya m s u l A r i f i n di komplek Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo,

Banyuputih, Situbondo. Para pejabat tersebut adalah Bupati Dadang Wigiarto, Wabup Rahmad, sejumlah pejabat pemkab, Forum Pimpinan Daerah, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo, dan Ketua Majelis Ulama’ Indonesia (MUI). “Rombongan bertolak dari Pendapa Kabupaten sekitar pukul 06.15, dan langsung menuju Sukorejo,” ungkap Kadisparbudpora, Sugiyono. Di Pesantren Sukorejo, Bupati Dadang bersama rombongan ditemui langsung oleh pengasuh keempat KHR Azaim Ibrahimy. Cucu Kiai

As’ad itu juga memimpin pembacaan tahlil di makam pendiri dan pengasuh Ponpes Sukorejo. Selepas tahlil, rombongan bupati beramah tamah di kediaman Kiai Azaim. Selain ziarah ke Sukorejo, bupati bersama rombongan juga berziarah ke makam tokoh lain. Yakni ke makam Pateh Saleh yang berlokasi di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota, dan Pasarean bupati-bupati Besuki  di Desa Bloro, Kecamaran Besuki. Yang terakhir, bupati bersama rombongan ziarah ke Pasarean Ki Pate Alos Kecamatan Besuki. (adv/als)

SITUBONDO – Untuk mengantisipasi munculnya aliran-aliran sesat, yang ujung-ujungnya menimbulkan konflik SARA, Kesbangpol dan Linmas bersama Forum Komunikasi antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Situbondo menggelar sosialisasi kemarin. Kegiatan itu digelar untuk meningkatkan kerukunan umat beragama yang berwawasan multikultural itu digelar di Aula RM Asri Kecamatan Panarukan. Acara sosialisasi dalam rangka memberikan pemahaman dan mewujudkan kesadaran secara hakiki antara umat beragama itu dibuka Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto. Dalam sambutannya, Bupati Dadang menekankan kepada seluruh peserta agar pertemuan yang digelar Bakesbangpol dan Linmas bersama FKUB ini jangan hanya bersifat serimonial saja. “Akan tetapi memberikan manfaat yang cukup besar terhadap masyarakat Kabupaten Situbondo, dengan cara mempunyai pemahaman yang sama di antara umat beragama,” ungkap Bupati Dadang Wigiarto ketika membuka acara. Sebab, kata Dadang, di era globalisasi sekarang ini kerukunan umat beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Tapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Untuk itu, intensitas hubungan kerukunan antar umat beragama harus terus ditingkatkan. Sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara pemeluk agama satu dengan pemeluk agama lainnya.

SYAMSURI/RaBa

BERI WAWASAN: Bupati Dadang Wigiarto, Ketua FKUB KH. Syaiful Islam, Wakil Ketua FKUB Jawa Timur, Abdul Hadi, dan Kepala Bakesbangpol dan Linmas di Aula RM Asri, Panarukan.

“Sehingga masyarakat di Kabupaten Situbondo ini tidak mudah dipengaruhi oleh budaya-budaya luar yang menyesatkan,” harap Bupati Dadang. Sementara itu, Ketua FKUB Situbondo, KH. Syaiful Islam mengatakan, kegiatan-kegiatan yang selama ini dilakukan Bakesbangpol dan Linmas bersama FKUB dapat memberikan inspirasi dan dorongan untuk menyatukan umat dalam tatanan kehidupan kerukunan umat beragama yang mengacu kepada tiga pilar penting. Pertama, rukun intern umat beragama. Kedua, rukun antar umat beragama, dan ketiga rukun pemerintah dengan umat beragama. “Kalau ini kita pegang teguh, insya Allah keharmonisan kerukunan antar etnis, suku dan antar umat beragama tidak mudah goyah,” tandas Syaiful Islam.

Selain sosialisasi, FKUB bersama Bakesbangpol dan Linmas juga selalu memberikan pembinaan-pembinaan ke kecamatan-kecamatan melalui tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman dalam peningkatan toleransi dan kerukunan umat beragama. “Sehingga, tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Situbondo aman, damai, makmur, sejahtera dan berkeadilan,” imbuh Syaiful. Acara sosialisasi tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama Islam, Budha, Hindu, Kristen, Katolik, Konghucu, Ormas NU, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Muslimat NU, Aisyah, dan Fatayat NU. Selain mendengarkan materi dan ceramah dari nara sumber, para peserta juga diberi kesempatan berdialog. (adv/als)


Radar Banyuwangi | 21 September 2012  

radar, banyuwangi, situbondo

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you