Issuu on Google+

SELASA 21 JANUARI

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2014

Eceran Rp 5.750

29

KA Anjlok di Kumitir n Jadwal Empat KA Penumpang Terhambat

ADA APA LAGI

BANYUWANGI - Pemberangkatan empat rangkaian kereta api (KA) dari dan menuju Ba nyuwangi terhambat kemarin (20/1). Penyebabnya, kereta barang pengangkut batu kricak (batu pecah yang ditempatkan di bawah, di antara, dan di sekitar rel KA)

Sopir Angkot Wajib Pakai Seragam BANYUWANGI - Untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada tamu yang berkunjung ke Banyuwangi, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Banyuwangi, melakukan pe nertiban sopir angkutan kota (angkot). Identitas sopir angkutan kota warna kuning dan biru didata satu per satu. Hasil pendataan tersebut, Dishubkominfo mendapatkan data jumlah sopir angkot yang beroperasi. Dari sekitar 190 unit angkot yang beroperasi, sopir yang terdata sebanyak 252 orang. “Jumlah sopir lebih banyak, karena mereka kerja bergantian selama 24 jam,” jelas Kepala Dishubkominfo Banyuwangi, Suprayogi, kemarin (20/1) n

anjlok di Kilometer (KM) 28+70 antara Garahan dan Mrawan, Jember. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, dua as roda gerbong KA jenis KKBW 306533 tersebut anjlok sekitar pukul 09.19 n

 Baca KA... Hal 39

 Baca Sopir...Hal 39

JUMAI/JAWA POS RADAR JEMBER

FemalE

NYANGKUT: Gerbong kereta api (KA) barang anjlok di antara Garahan-Mrawan di kawasan Gunung Kumitir, perbatasan Jember-Banyuwangi, kemarin. Gerbong KA tersebut sulit dievakuasi kerena posisi anjlok berada di tengah jembatan panjang (kanan).

Jaga Diri Jangan Sampai KO M E N YA N Y I d a n me ngikuti show dari sering dikota ke kota serin la koni penyanyi yang se dang naik daun, d E r w i n Ma r e t a . Aktivitas yang cu kup cu kup u p menguras meng naga ttee n a a itu ttentu ag haa rrus h u s dia jjalani us demi d de emi m sebuah sebuah proffeessionalitas. iio onalitas Agar aaksi ak k si s i panggung p ang muaskan, mem me mem uaska seg a laa persiapan ga persi maa najerial m n ajerial dan harus ditteknis ekn nis haru persiapkan p errsiapkan dengan ng g a n matang ma bersama ber be sama tim n

Dilarang Parkir di Sisi Barat A Yani BANYUWANGI - Arus lalu-lintas di Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, selama ini kerap tersendat. Bahkan, di jam-jam tertentu, tersendatnya arus lalu lintas ruas jalan utama pusat Kota Gandrung tersebut semakin parah. Salah satu penyebab tersendatnya arus lalu-lintas itu adalah parkir kendaraan yang tidak teratur. Apalagi, di sepanjang jalan padat kendaraan itu terdapat sekolah, supermarket, rumah makan, dan tempat praktik dokter. Nah, untuk mengantisipasi tersendatnya arus lalu-lintas di Jalan Ah mad Yani tersebut, Pemkab Banyuwangi bersama Polres Ba-

nyuwangi melakukan uji coba parkir satu sisi. Uji coba yang dilakukan sejak kemarin (20/1) itu dilakukan un tuk mengetahui lokasi parkir yang paling tepat, apakah di sisi barat, sisi timur, ataukah diperlukan kantong-kantong parkir khusus. Asisten Administrasi Pe me rintahan Pemkab Banyuwangi, Choiril Ustadi mengatakan, demi menjamin ketertiban lalu-lintas di Kota Banyuwangi, pemkab dan Polres Banyuwangi telah menjalin kesepakatan melakukan uji coba parkir satu sisi di Jalan Ahmad Yani. Sebab, selama ini di jam-jam khusus kerap terjadi kepadatan di ruas jalan

tersebut. “Selama ini parkir di Jalan Ahmad Yani tidak teratur, sehingga kita bersama Polres Banyuwangi me mutuskan melakukan kajian demi ketertiban lalu-lintas di ruas jalan tersebut,” ujarnya. Menurut Ustadi, uji coba yang dilakukan mulai kemarin akan berlangsung hingga dua pekan mendatang. Sementara parkir kendaraan ditempatkan di sisi ti mur Jalan Ahmad Yani. “Setelah ketemu mana yang terbaik, akan kita putuskan parkir di sisi timur ataukah barat. Tujuannya tentu untuk kepentingan masyarakat,” cetusnya n  Baca Dilarang...Hal 39

 Baca J Jaga... H 39 Hal

GALIH COKRO/RaBa SHULHAN HADI/RaBa

PADAT: Deretan kendaraan parkir di sisi timur Jalan A. Yani, Banyuwangi, kemarin.

GALIH COKRO/RaBa

MEMBAUR: Bupati Abdullah Azwar Anas berkunjung ke layanan Dispendukcapil Banyuwangi kemarin.

Proses Dipercepat, Akta Kelahiran Dikirim Pos BANYUWANGI - Pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi selama ini kerap menuai respons miring masyarakat. Pengurusan suratsurat kependudukan memakan waktu cukup lama. Itu masih diperparah ruang pelayanan yang kurang representatif. Berbagai terobosan pun dilakukan Pemkab Banyuwangi un tuk meningkatkan mutu pe layanan di instansi yang satu itu. Tujuannya satu, mempermudah masyarakat mendapatkan hak di bidang surat

administrasi kependudukan dan pencatatan sipil. Di awal tahun 2014 ini, Pemkab Banyuwangi langsung melakukan dua gebrakan sekaligus. Yang pertama adalah peresmian gedung pelayanan satu pintu di kantor Dispendukcapil di Jalan Letkol Istiqlah, Banyuwangi. Kedua, pemkab menandatangani kerja sama dengan PT. Pos In do nesia Banyuwangi untuk pengiriman akta bayi lahir procot ke seantero wilayah Bumi Blambangan n  Baca Proses...Hal 39

Mengunjungi Pantai Mustika, Primadona Wisata Baru di Banyuwangi Selatan

Kaya Biota Laut, Jadi Habitat Ular Laut Pantai Mustika tergolong pantai yang masih perawan. Warga setempat mengenal lokasi ini sebagai Mustaka (kepala) kawasan Teluk Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Seperti apa kondisinya?

Nekat memaku cabang pohon, caleg tidak konsisten Ayo kalau berani memaku pengurus cabang parpol?

Sopir angkot wajib pakai seragam Kerja sambil mengenang kembali masamasa sekolah

SHULHAN HADI, Pesanggaran FOTO-FOTO: ARDY WINANDI PUTRA FOR RaBa

PANTAI Mustika hingga kini masih jarang dijamah pengunjung. Meski begitu, warga setempat sudah berbenah untuk mengenalkan kawasan wi sata bahari Bumi Blambangan bagian selatan tersebut. http://www.radarbanyuwangi.co.id

SUNRISE: View matahari terbit di Pantai Mustika, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Kawasan Pantai Wedhi Ireng (kiri).

Menuju Pantai Mustika tidaklah sulit. Posisi pantai tersebut masih satu garis dengan pantai Pulau Merah yang sudah terkenal itu. Jarak pantai

tersebut hanya sekitar tiga hingga empat kilometer arah barat pantai Pulau Merah. Untuk menjangkau tempat tersebut, pengunjung bisa

melewati bibir pantai atau memutar menggunakan kendaraan melalui jalan desa n  Baca Kaya...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


30

Selasa 21 Januari 2014

KARYA BAKTI TNI

Mucikari Sumberloh Dituntut 4 Tahun

ABDUL AZIZ/RaBa

BATU PERTAMA: Komandan Korem 083 Baldhika Jaya Kolonel Infanteri Ardiansyah Triono didampingi Dandim 0825 Muslimin Fasya dan Sekkab Slamet Karyono.

TNI AD Bangun Jembatan Gantung SONGGON - Komandan Korem 083 Baladhika Jaya Kolonel Infanteri Ardiansyah Triono melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sumberbulu dan Desa Bayu, Kecamatan Songgon, kemarin pagi (20/1). Saat melakukan peletakan batu pertama dalam rangka karya bakti Kodim 0825 tersebut, Ardiansyah didampingi Dandim 0825 Muslimini Fasya dan Sekkab Banyuwangi Slamet Karyono. Selain itu, acara tersebut juga dihadiri jajaran Forum Pimpinan Kecamatan Songgon, para tokoh agama, dan tokoh masyarakat, serta kepala desa seKecamatan Songgon. Ratusan warga sekitar juga terlihat berbondong-bondong memenuhi lokasi peletakan batu pertama tersebut di tepi Kali Badeng yang selama ini dikenal dengan olahraga arung jeram. Komandan Korem 083 Baladhika Jaya, Kolonel Infanteri Ardiansyah Triono mengatakan, pembangunan jembatan itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap wilayah-wilayah terpencil di seluruh Indonesia, termasuk Banyuwangi. “TNI AD diperintahkan mencari desa-desa yang perlu dibantu. Kerja sama antara TNI, pemkab, dan masyarakat, sangat dibutuhkan dalam program ini,” katanya n  Baca TNI AD...Hal 39

BAGAIMANA INI

Abdul Aziz/RaBa

BEKAS ABU: Selo menunjukkan bekas abu yang masih tersisa di atas kap mobilnya.

Ada Hujan Abu, Bau Gas Menyengat

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

BAHAYA: Kondisi Jalan KH. Wahid Hasyim di Genteng yang tergenang pasca hujan kemarin.

Badan Jalan Selalu Tergenang GENTENG - Pengguna jalan raya di Kecamatan Genteng patut waspada. Pasalnya, seringnya hujan membuat sejumlah ruas jalan tergenang air. Seperti tampak di sekitar jalan di Desa Genteng Wetan ini. Air sisa hujan menggenang hampir di sepanjang jalan. Kondisi itu tentu patut diwaspadai oleh pengguna jalan, khususnya roda dua. Bila tidak hati-hati, dampaknya bisa fatal. Terpeleset akibat batas jalan yang tertutup air bisa menghantui setiap pengguna jalan. Sayang, hingga kini belum ada upaya memperbaiki jalan tersebut. Imbasnya, pengguna jalan yang melintas harus menggunakan jalur lain untuk melewati genangan air tersebut. “Ya, terpaksa daripada kena air, bisa-bisa terperosok,” ujar Wawan, salah satu pengguna jalan. Wawan menuturkan, genangan selalu muncul hampir di setiap hujan turun. Saat hujan deras, air kerap menutup seluruh badan jalan. Itu membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati dan lebih pelan. (nic/c1/als)

GENTENG - Sudah beberapa hari ini hujan abu terjadi di sebagian Kota Genteng dan sekitarnya. Meski tak begitu kentara, tapi abu itu terlihat jelas di beberapa tempat, seperti di atap rumah dan kap mobil. Seperti diakui Selo, warga Dusun Curahketangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng. Minggu (19/1) sore, dia menyaksikan sendiri hujan abu turun di daerahnya. Bahkan, hujan abu tersebut terlihat begitu jelas. “Sangat kelihatan sekali, Mas. Ini sisa abu masih ada di bodi mobil,” tutur Selo sambil menunjuk ke arah mobil di depan rumahnya. Selain hujan abu, beberapa hari ini tercium bau gas mirip karbit di sejumlah wilayah di Kecamatan Genteng, Glenmore, Singojuruh, dan Song-

gon. Belum jelas dari mana asal bau gas yang terkadang hilang dan kemudian muncul lagi itu. “Mungkin hujan abu dan bau gas ini pengaruh aktivitas Gunung Raung, Mas,” duga Selo dan beberapa warga lain. Sementara itu, kemarin siang (20/1) Jawa Pos Radar Banyuwangi berkunjung ke Pos Pantau Gunung Raung dan Kecamatan Songgon. “Statusnya masih waspada,” kata Yanto, seorang penjaga pos. Terkait bau gas mirip karbit yang belakangan cukup menyangat, Yanto dan beberapa warga di Pos Pantau menduga bau itu berasal dari Gunung Raung dan Ijen yang terbawa angin. Sebab, belakangan ini embusan angin dari Gunung Raung memang cukup ken-

cang. “Angin memang cukup kencang. Tapi nggak tau bau itu dari Gunung Raung ataukah Gunung Ijen,” ungkap Yanto. (azi/c1/als)

SINGOJURUH - Lisa Suparti, salah satu mucikari di Lokalisasi Sumberloh, Dusun Padang Bulan, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, dituntut empat tahun penjara karena dianggap terbukti melakukan trafficking kemarin (20/1). Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi dengan agenda pembacaan tuntutan, jaksa penuntut umum (JPU) Agus Suhairi SH dan Semu SH meminta majelis hakim agar terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp 120 juta atau subsider enam bulan kurungan. “Membayar denda Rp 120 juta,” tuntutnya. Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Jamuji SH dengan anggota Imam Santoso SH dan Ketut Sumanasa SH itu, jaksa menyebut terdakwa yang berprofesi sebagai mucikari di Lokalisasi Sumberloh, Desa Benelan Kidul, itu terbukti melakukan transaksi jual-beli manusia dengan korban DI, gadis asal Jepara. Berdasar fakta-fakta di persidangan, jaksa menyebut terdakwa membeli DI kepada Yoyok yang tidak lain pacar korban. Dalam transaksi itu, terdakwa membeli seharga Rp 6 juta. “Yoyok adalah kenalan terdakwa,” ungkapnya. Berdasar fakta dalam persidangan, masih kata jaksa, tindakan yang dilakukan terdakwa itu dianggap perbuatan pidana dan melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang (UU) RI No. 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Atas perbuatan terdakwa yang telah melanggar pidana

AGUS BAIHAQI/RaBa

KESANDUNG TRAFFICKING: Lisa dituntut 4 tahun penjara.

itu, jaksa meminta majelis hakim menghukum terdakwa empat tahun penjara dan denda Rp 120 juta atau subsider enam bulan kurungan. “Bila tidak bisa membayar denda bisa diganti enam bulan kurungan,” cetus Jamuji SH kepada terdakwa. Menanggapi tuntutan jaksa, penasihat hukum terdakwa, Tomi Yudianto SH, mengaku tuntutan itu terlalu tinggi. Yang pasti pihaknya akan melakukan pembelaan. “Kami akan melakukan pembelaan dalam siding lanjutan pekan depan,” katanya. (abi/c1/als)

ANDA punya artikel? Penjaga gawang rubrik Opini Radar Banyuwangi siap menerima. Tulisan Anda akan dibaca seluruh masyarakat Banyuwangi dan Situbondo. Silakan kirim ke email: artikelradarbwi@gmail.com

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti . Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


RADAR

Selasa 21 Januari 2014

POLITIK 31 DPT Fiktif Menimpa 14 Kecamatan

PANGGUNG PEMILU

BANYUWANGI - Daftar Pemilih Tetap (DPT) fiktif pemilu 9 April 2014 ditemukan KPU di 14 kecamatan. Sedangkan 10 kecamatan lain DPT-nya tidak mengalami perubahan karena tidak ditemukan pemilih fiktif. Empat belas kecamatan yang ditemukan DPT fiktif itu adalah Kecamatan Banyuwangi, Bangorejo, Cluring, Glagah, Glenmore, Licin, Muncar, dan Pesanggaran. Selain itu, Kecamatan Sempu, Srono, Tegaldlimo, Tegalsari, dan Wongsorejo, juga ditemukan DPT fiktif dan ganda. Sedangkan 10 Kecamatan

ISTIMEWA

TEMU KADER: Didiet Soebagio dialog dengan pengurus PAC, ranting, dan anak ranting PDI Perjuangan di Genteng, Minggu malam lalu (19/1).

Kader PDI Perjuangan Genteng Bulat Dukung Didiet BANYUWANGI - Acara temu kader pengurus PAC, ranting, dan anak ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Genteng, berlangsung hangat Minggu (19/1)lalu. Bertempat di posko pemenangan Dusun Krajan 2, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, mereka merapatkan barisan untuk mengusung Didiet Soebagio sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR-RI dari PDI Perjuangan bernomor urut 4 dari dapil III Jatim. Pertemuan yang terjadi di posko pemenangan Dusun Krajan 2, Desa Kembiritan, Genteng, tidak hanya dihadiri pengurus ranting PDI Perjuangan. Ratusan simpatisan Didiet juga tampak menunjukkan kompak hadir. “Untuk kali kesekian, pertemuan ini adalah untuk merapatkan barisan Caleg Didiet Soebagio,” ujar salah satu pengurus ranting Desa Kembiritan. Didiet menjelaskan, pihaknya terus menyosialisasikan visi dan misinya di tiga daerah pemilihan yang meliputi Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. Dari pertemuan itu, dia banyak mendapat masukan dari masyarakat. “Banyak sekali masukan dari masyarakat, jeritan-jeritan rakyat kecil ini memang harus didengarkan. Mohon doa dan dukungannya,” cetusnya. (adv/bay)

yang terbebas dari DPT fiktif meliputi Kecamatan Genteng, Giri, Kabat, Kalibaru, Kalipuro, Purwoharjo, Singojuruh, Siliragung, dan Songgon. “Total DPT fiktif dan ganda yang temukan mencapai 1.060 jiwa,” ungkap Ketua Pokja DPT KPU, Atim Hariyadi, kemarin (20/1). Dari 14 kecamatan yang ditemukan DPT fiktif, Kecamatan Cluring menyumbang DPT fiktif dan ganda hingga 335 jiwa. Sebelumnya, DPT Kecamatan Cluring tercatat 81.033 jiwa n  Baca DPT...Hal 39

Daerah yang Mengalami Perubahan DPT

GALIH COKRO/RaBa

MOKONG: Banner caleg dipaku pada pohon tepi jalan poros di Jalan Yos Sudarso, Banyuwangi, sore kemarin.

Nekat Memaku Pohon, Caleg Tidak Konsisten BANYUWANGI - Aksi politik para calon legislatif (caleg) dalam merebut simpati pemilih tampaknya kontraproduktif dengan kesepakatan dan aturan yang telah dibuat bersama. Berdasar kesepakatan, semua caleg tidak boleh memasang atribut kampanye di jalan poros protokol mulai Jalan S. Parman, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, hingga Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Fakta di lapangan, kesepakatan dan aturan bersama itu diabaikan begitu saja. Indikasinya, atribut kampanye caleg tetap menghiasi beberapa jalan protokol. Seperti yang terlihat di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin (20/1). Di beberapa pohon di jalan tersebut terpasang beberapa banner kampanye caleg PDIP dan PKS. Ironisnya, banner itu dipasang dengan cara dipaku di batang pohon. Selain dipasang di tempat terlarang, pemasangan atribut di pohon dengan cara dipaku juga termasuk pelanggaran hukum. Walau

kesepakatannya sudah diteken semua parpol peserta pemilu bersama KPU, Panwaslu, dan forpimda, tapi para caleg masih mengabaikan. Petugas Satpol PP bersama Panwaslu sudah beberapa kali membersihkan lokasi itu dari atribut kampanye caleg dan partai. Namun, tidak lama setelah ditertibkan, muncul lagi atribut serupa tapi beda caleg dan beda parpol. Sampai kapan para caleg memiliki kesadaran bersama dan memberikan teladan kepada rakyat agar taat hukum dan konsisten dengan kesepakatan yang telah dibuat. “Aturan main pemasangan atribut kampanye sudah tertuang jelas dalam kesepakatan bersama KPU, Panwas, dan parpol peserta pemilu,” ujar Ketua Pokja Kampanye KPU Banyuwangi, Irfan Hidayat. Jika parpol konsisten dengan kesepakatan, ruas jalan protokol akan bersih dari atribut kampanye. Harapan KPU, parpol memberikan pemahaman kepada semua caleg agar konsisten terhadap kesepakatan dan aturan yang berlaku. (afi/c1/bay)

Kecamatan DPT Lama Dapat Baru n Bangorejo 56.133 56.120 n Banyuwangi 58.513 58.464 n Cluring 81.033 80.698 n Glagah 55.725 55.638 n Glenmore 77.054 76.9 14 n Licin 97.004 96.961 n Muncar 60.394 60.374 n Pesanggaran 54.445 54.397 n Sempu 40.958 40.927 n Srono 71.026 71.004 n Tegaldlimo 55.980 55.856 n Tegalsari 49.458 49.370 n Wongsorejo 57.058 57.011 n Gambiran 22.003 21.990

Pemilu dan Pilpres Dijatah Rp 53 M Honor PPK, PPS, dan KPPS Rp 4,3 M

pengadaan alat tulis kantor (ATK) coblosan pemilu presiden n  Baca Pemilu...Hal 39

BANYUWANGI - Pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden (pilres) di Banyuwangi tahun 2014 mendapat jatah anggaran dari APBN sebesar Rp 53 miliar lebih. Dari anggaran Rp 53 miliar itu, Rp 2,5 miliar sebagai anggaran rutin KPU dan 5,05 miliar sebagai biaya pelaksanaan pemilu. Dari anggaran Rp 5,05 miliar itu, sebesar Rp 4,3 miliar untuk membayar honor anggota PPK, PPS, dan KPPS. Sisanya untuk

Demokrat-Andi Muljo All Out untuk Rakyat Jaring Aspirasi Warga Bomo ROGOJAMPI - Kunjungan Partai Demokrat bersama calon anggota legislatif (caleg) dapil II nomor urut 7, Andi Muljo, dimanfaatkan benar oleh masyarakat Dusun Kedunen, Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Minggu malam (19/1) lalu. Dalam pertemuan itu, ratusan warga yang menyambut kehadiran calon wakil rakyat ini berkesempatan menyampaikan aspirasi dan unek-unek di benak mereka selama ini. Acara itu juga dihadiri Ketua DPC Partai Demokrat Michael Edi Hariyanto, caleg Dapil I nomor urut 8 Wiwik Eko Lestari itu berlangsung gayeng. Warga secara spontanitas meminta perbaikan sejumlah sarana seperti jalan, penerangan lampu, hingga bantuan peralatan nelayan kepada partai bernomor urut tujuh dalam pemilu 2014 ini.

NIKLAAS ANDRIES / RaBa

JARING ASPIRASI: Andi Muljo menemui warga Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Permintaan itu pun dilengkapi dengan kesiapan warga untuk memenangkan Partai Demokrat bersama pemenangan Andi Muljo sebagai caleg dapil II nomor urut 7 di daerah tersebut. Lebih dari itu, Ketua PD Michael Edi Hariyanto menyatakan ada yang lebih penting dari permintaan yang diutarakan oleh warga tersebut. “Kalau bangun jalan itu bisa dan itu tugasnya kon-

traktor. Partai Demokrat bisa dan siap memberikan lebih dari itu yakni kesejahteraan rakyat, akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, hingga peningkatan taraf hidup serta kesehatan masyarakat,” bebernya. Semua permintaan tadi bisa diwujudkan dan dilaksanakan hanya dengan satu kata yakni kebersamaan. Michael menyebut sudah saatnya rakyat

mulai menentukan pilihannya untuk bisa memperjuangkan harapan dan keinginannya tersebut. Di antaranya berjuang bersama dengan Partai Demokrat dengan memilih dan memenangkan partai ini di pemilu 2014 nanti. Senada dengan Michael, Andi Muljo menyatakan dirinya bukan politisi murni. Latar belakangnya sebagai pengusaha, serta kepeduliannya terhadap nasib sesama, menjadi garansi bahwa dia akan berusaha mewujudkan keinginan dan harapan masyarakat tersebut. Di antaranya dengan memilih calon legislatif berkualitas dan kenal terhadap rakyat, diharapkannya masyarakat bisa memiliki gantungan dan akses untuk bisa mewujudkan keinginannya. Mengawal program yang pro dan untuk kesejahteraan rakyat, Andi Muljo menegaskan komitmennya untuk selalu dekat dan bisa mengabdi untuk kesejahteraan rakyat. (*/nic/bay)

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 6 NO.

Andi Mulyo

Arvy Rizaldy

Dadang Wigiarto

Ficky Septa Linda

Guntur Priambodo Irwan Setiawan

BERLAKU 21-26 JANUARI 2014

Sri Utami Faktuningsih

Teguh Sumarno

Toni Hartono

Umi Kulsum

Wendriawanto

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

NAMA

HASIL (%)

Guntur Priambodo Irwan setiawan Sri Utami Faktuningsih Dadang Wigiarto Andi Mulyo Toni Hartono Arvy Rizaldy Umi kulsum Teguh Sumarno Wendriawanto Ficky Septa Linda

28.27 21.67 19.86 16.35 3.28 2.90 2.81 2.30 1.36 1.08 0.11


32

HEALTH

Selasa 21 Januari 2014

Sehat Dimulai dari Kita

RS Al Huda Siap Layani Pasien BPJS Dukung Program Baru Pemerintah dalam Bidang Kesehatan GENTENG - RS Al Huda telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan Banyuwangi untuk siap melayani pasien peserta BPJS per 1 Januari 2014. Dr. H. Soegeng Hery P, MMRS, selaku HLO BPJS & Humas RS Al Huda menyampaikan, bahwa memasuki pekan ke tiga pelaksanaan program baru pemerintah, yaitu BPJS, RS Al Huda sudah melayani pasien peserta BPJS sebanyak 655 pasien. Kesiapan RS Al Huda dalam pelayanan peserta BPJS ini juga tampak pada penyediaan tempat khusus yang semula Askes Center, dirubah menjadi BPJS Kesehatan Center. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pasien peserta BPJS Kesehatan di RS Al Huda. Menurut Soegeng, pasien harus mengerti alur pelayanan BPJS. “RS adalah pelayanan kesehatan

rujukan lanjutan,” tuturnya. Untuk dapat dilayani sebagai pasien peserta BPJS di RS Al Huda, pasien harus sudah terdaftar pada database BPJS dan membawa surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang bekerja sama, seperti Puskesmas, klinik Pratama atau dokter keluarga. “Setelah peserta secara lengkap mampu menunjukkan beberapa persyaratan administrasi, di antaranya Surat Rujukan dan Kartu Peserta BPJS, maka akan dilakukan verifikasi oleh petugas BPJS center, untuk kemudian diterbitkan Surat Eligilibitas Peserta,” jelasnya. Lebih lanjut, Soegeng menyampaikan kepesertaan BPJS terdiri dari eks peserta Jamkesmas, Askes, Jamsostek, TNI/Polri, pensiunan, dan keluarganya. Di RS Alhuda Genteng, peserta BPJS Kesehatan akan mendapatkan berbagai pelayanan. Di antaranya pelayanan gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, persalinan, dan obat-obatan. Khusus untuk pelayanan Rawat Inap peserta BPJS ditempatkan pada ruang rawat sesuai dengan kelas perawatan yang menjadi hak peserta. (adv/als)

SIAP MELAYANI: Petugas BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan Rumah Sakit Al Huda (RSAH) memberikan pelayanan terkait program pemerintah mengenai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di BPJS center RS Al Huda.

ISTIMEWA

SUARA PEMBACA

Proyek Rabat Beton Ditipikorkan

Cipaganti, Mana Tanggung Jawabmu?

Desain VIP Resto Hotel Selamet

SITUBONDO - Pengerjaan proyek rabat beton sepanjang 616 meter dan pengerjaan drainase sepanjang 242 meter dinilai asal-asalan. Karena itu, proyek senilai sekitar Rp 250 juta di Dusun Tegal Cina, Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, tersebut dilaporkan ke Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Situbondo. Laporan tersebut dilakukan LSM Abunawas. Laporan itu awalnya didasari gejolak terkait penolakan oleh sejumlah warga. Itu karena dua proyek itu disinyalir dikerjakan tidak sesuai standar. Karena dinilai ada yang tidak beres dalam proses pengerjaannya, saat diserahterimakan oleh organisasi masyarakat setempat selaku pelaksana proyek, warga Dusun Tegal Cina, Desa Mlandingan Wetan, langsung menolak. “Puluhan warga Dusun Tegal Cina menolak penyerahan proyek drainase dan rabat beton tersebut. Warga menilai dua jenis proyek itu dikerjakan secara asal-asalan,” terang Suhartono, ketua LSM Abunawas, usai melaporkan ke Tipikor Polres Situbondo pekan lalu. Laporan proyek yang dananya berasal dari pemerintah pusat melalui Program Peningkatan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) itu juga disampaikan kepada Bupati dan Kejaksaan

BANYUWANGI—Hotel Selamet terus berbenah diri. Hotel yang terletak di tengah kota, tepatnya di Jalan Piere Tendean Banyuwangi, ini sedang giat mempercantik penampilannya. Gedung lantai dua yang sedang proses pembangunan ini bisa dijadikan alternatif penginapan yang representatif. Gedung lantai dua, selain berisi kamar, juga terdapat hall yang bisa digunakan untuk ruangan rapat maupun acara lainnya. Setiap kamar dilengkapi AC/kipas angin, kamar mandi di dalam, air panas/dingin, welcome drink, dan breakfast secara prasmanan. Selain perubahan kamar, perubahan yang mencolok lainnya adalah adanya resto. Resto yang

DIPERSOALKAN: Lokasi proyek PPIP yang dilaporkan LSM Abunawas ke Mapolres Situbondo.

SAYA penumpang travel Cipaganti jurusan SitubondoSurabaya berangkat pada hari Minggu tanggal 19 Januari 2014 pukul 15.00 WIB. Tetapi, setelah saya tunggu sampai pukul 16.00 WIB, saya belum dijemput juga. Saya konfirmasi kepada Kantor Cipaganti, menurut keterangannya saya sudah ditinggal. Sedangkan biayanya sudah saya bayar lunas. Bagaimana tanggung jawabmu Cipaganti? Sebagai konsumen saya tunggu! Imam Khanafi R. Alamat/tempat tinggal: Pengadilan Negeri Situbondo Jl. PB. Sudirman No.97 Situbondo Anda punya permasalahan terkait layanan di instansi swasta maupun pemerintah? Kirim uneguneg Anda ke radarbwi@gmail.com, sertakan foto kopi identitas diri yang masih berlaku.

MAB

Demokrat Klaim Sebatas Undangan BANYUWANGI - Keberatan pihak yayasan dan pengelola Masjid Agung Baiturahman (MAB) atas kegiatan yang terindikasi berbau politik yang digelar di MAB oleh Partai Demokrat mendapat respons petinggi partai berlambang mercy tersebut. Sebagai tamu dalam acara tersebut, Partai Demokrat melayangkan ucapan permintaan maaf bila ada yang tidak berkenan atas acara tersebut. “Secara pribadi dan kepartaian, saya mohon maaf atas kegiatan yang saya hadiri dalam acara yang digelar Sabtu (18/1) kemarin itu,” ujar Michael Edi Hariyanto, ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi. Dijelaskan Michael, kegiatan itu sejatinya bukan merupakan kegiatan politik. Kapasitas dirinya dalam kegiatan yang dihadiri lebih-kurang 100 orang di lantai dua MAB itu hanya sebagai undangan. Sebab, acara pemberangkatan peserta pelatihan garmen ke Jakarta itu merupakan agenda dan program kerja umum Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Fraksi Partai Demokrat DPR RI. Dia pun menyanggah bila di acara itu dirinya melakukan orasi politik. Michael menyebut, dirinya hanya memberi motivasi dan semangat agar para peserta pelatihan bisa mengambil nilai lebih dalam kegiatan yang diikutinya selama 20 hari di Jakarta itu. “Tidak ada orasi politik maupun arahan untuk memilih atau mengarahkan untuk kepentingan politik. Saya pidato murni untuk memberi motivasi peserta. Kapasitas saya dalam acara itu hanya sebatas undangan dari pemilik acara tersebut,” terangnya. Seperti diberitakan kemarin (20/1), pengurus MAB keberatan atas digelarnya acara pemberangkatan peserta pelatihan garmen ke Jakarta. Pihak MAB tidak ingin masjid dijadikan arena politik. (nic/c1/als)

BANYUWANGI • Pinang Indah •

ISTIMEWA

GAYA BARU: Salah satu sudut resto Hotel Selamet yang akan memberikan kenyamanan anda saat makan malam bersama keluarga maupun kolega.

SITUBONDO

BANYUWANGI

• Grand Panji •

• Ruko Glenmore •

sudah bisa digunakan ini cukup menampung 60 orang. Fasilitas resto ini, ruangannya ber-AC, dan live musik. Pilihan menunya pun akan menambah selera makan Anda. Lihat saja, desain resto yang VIP dirancang khusus untuk menyambut Anda bersama kolega saat menjamu makan malam maupun pertemuan lainnya. Beberapa menu khas yang bisa dicoba adalah Ginger Rice Claypot. Menu makanan ini diracik secara khusus oleh koki baru Hotel Selamet. Begitu pula dengan jenis minumannya yang begitu segar. Untuk mengolah racikan menjadikan makanan khas, Hotel Selamet mendatangkan koki berpengalaman. Dia pernah bekerja di hotel bintang lima di Malaysia. Jadi,

Djl Rmh Pinang Indah A-5 Jl Kertanegara LT 133m,LB 95,2 LT,4 KT,2 KM H 275 jt (Nego) 081336415562/08123352062 Tnp Prntra

HOTLINE IKLAN HUBUNGI: 0333412224

New Launching, T100 dan T54, unit trbatas, Lok Strtgis, CCTV, Atap Galvalum, Genteng Beton, Drainase, Jln 8 m, One Gate System, Security, Hrg Promo, H: 085 236 828 956, 085 234 074 222.

Dijual Ruko luas tanah 12 x 21 mtr. Luas bangunan 6’5 X 17,5 mtr. Alamat. Timur stasiun KAI Glenmore. Minat. Hub. 082131959539/087857352498

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Satpam •

• Honda Jazz ‘04 •

Dicari Segera: 1.Calon Anggota Satpam Pend Min SMA/Sdrjt Usia Min 20/ Max 30 Th,Tinggi Min 167 cm/ Berat Proporsional Bersedia Ditempatkan di Bwi-Jember (Wilayah Kerja Perusahaan) 2.Tenaga Satpam BerGADA PRATAMA Ditempatkan di Perbankan Banyuwangi (Wilayah Kerja Perusahaan) Kirim Lamaran Ke PT Diana Abadi Santosa Jl Budiono No.42 Bwi Telp. (0333) 411000

Jual Honda Jazz ’04 matic Kond Bgs lgsng pakai abu metalik H:087850075867

NUR HARIRI/RaBa

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Nissan •

• Panther ‘03/’08 •

• Grand Livina ‘07 • Djl Grand Livina XV 1.5 MT ’07 Bln Des Htm P Bwi hrga 130 Jt Istmw H: 085235425966

• Body Kijang Kapsul • Dijual Body Kjg Capsul Hrg 15 Jt Nego Hb 082142194111

• Accounting-Sipil • Dicari Wanita min SMEA,bisa akuntansi max 22 thn, Pria STM Bangunan, Listrik, Elektro Kirim Ke Travel Viona Jl Bengawan 21, Bwi

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak ber tanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

menu makanannya dijamin akan menggugah selera makan Anda. Menu lainnya adalah aneka milk shake menyajikan menu vanilla shake, chocolate shake, dan strawberry shake. Aneka squase memberikan alternatif squase orange dan lime. Begitu juga aneka float, di antaranya avocado, strawberry, dan banana strawberry float. Yang menarik aneka sparkling, yang terdiri dari sparkling summer dengan perpaduan orange, guava, dan apple juice dicampur soda water. Selain itu, ada cocopandan, melon, dan strawberry sparkling. Ada pula single expresso, double expresso, cappuccino, dan coffee latte (hot or ice). Ada juga cappuccino dan coffee latte blender. (adv/als)

Negeri (Kejari) Situbondo. Bahkan, laporan tersebut juga sampai kepada DPRD. Selain tidak mau menerima penyerahan proyek PPIP itu, sebagian warga juga mempersoalkan banyaknya para pekerja proyek PPIP yang diketahui berasal dari luar Desa Mlandingan Wetan. Padahal, proyek PPIP itu seharusnya dikerjakan secara swakelola. Namun, di lapangan, proyek PPIP Desa Mlandingan Wetan tersebut dikerjakan pihak ketiga alias dikontraktualkan. “Seharusnya program PPIP ini dikerjakan secara swakelola dengan cara memanfaatkan tenaga dari masyarakat sekitar. Tetapi, kenyataannya PPIP di Desa Mlandingan Wetan menggunakan pihak ketiga. Masyarakat sekitar tidak dilibatkan dalam pengerjaan proyek PPIP tersebut,” terang Suhartono. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi, membenarkan adanya laporan terkait dugaan ketidakberesan proyek PPIP di Desa Mlandingan Wetan yang dilaporkan ke Tipikor Polres Situbondo. “Yang melaporkan adalah LSM Abunawas. Untuk menindaklanjuti laporan itu, penyidik Satreskrim Polres Situbondo akan segera memanggil OMS Desa Mlandingan Wetan untuk dimintai keterangan,” ujar AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

Dptkn undian hdih lgs 1 Emas Btngn 10gram, 2 Samsung Note 3, 3 Garuda Travel Voucher @ Rp.500.000. 48 Shpping Voucher @ Rp.500.000. U/ pmblian all type Nissan bln Januari. Nissan Bwi: Jl. Letjend S.Parman 147 telp. 4460222, Gtg 7612727

Dijual Dua Unit Phanter LV 03/08 Trbo Pwr Silver Hrg 117,5/152,5 Jt Nego Bsa Tukar Tambah Hb 082142194111

• Daihatsu GranMax ‘10 •

• Nissan •

Dijual Daihatsu Granmax Thn 2010 Hrg 84,5 Jt 1.3DF AC/Power Window Interior Lux 10 Bisa Cash/Credit Hub: 085259992004 / 081934701313

Promo Gila-Gilaan!Cuci Gudang Unit 2013 Diskon N Promo Besar2an Dan Unit 2014 Ready Stock Cash/Kredit,Penawaran Terbaik H: Indra Nissan Bwi 085238484999

BANYUWANGI • STNK •

BANYUWANGI • Pulau Santen • Djl tanah sawah luas 10.715, cocok utk homestay, PP, wisata pulau santen, dll. Hrg Rp.200 ribu/meter. Hub: 0811354614

• Tanah Kosong Muncar • Dijual cepat tanah kosong L 10X27 Depan Terminal Tembokrejo (Muncar), Hrg 450jt nego. Hub P.Edy: 085292016476

BANYUWANGI • Desy Education • Persiapan UAN / UNAS SMP /SMA, TOEFL utk umum.jaminan kualitas, segera dftr DESY EDUCATION ,Jl. Hayam Wuruk 75 Banyuwangi Telp. (0333) 424476, HP.085258036777

Hlg STNK P 5415 VM, an. Gusti Putu Suparni, Krajan 10/01 Alasbuluh, Wongsorejo Hlg STNK P 6415 VH, an. Tristin Herawati, Tunggul Ametung RW 03/02, Kebalenan Hlg STNK P 6303 VE, an. Fitrin Andriadi Jl Kapten Waroka No.32 RT 05/05 T.Kayu Hlg STNK P 2048 WP, an. BP Pelatih Perikanan Bangsring KM 17 RT 00/00, Bangsring


BALJEBOL

Selasa 21 Januari 2014

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Banyuwangi– Jember Macet 8,5 Jam

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

MACET TOTAL: Sebuah truk tronton mengangkut 50 ton pupuk tidak kuat berjalan di tanjakan yang menikung di Km 36 Dusun Gumitir, Desa Mrawan, Silo, Senin (20/1) sekitar pukul 01.00.

PEMERINTAHAN

Warga Tolak Plt Kepala Desa Pilihan Camat BONDOWOSO – Warga Desa Pengarang Kecamatan Jambesari Darussholah kemarin nglurug kantor DPRD Bondowoso. Mereka menolak Plt Kades yang direncanakan ditunjuk oleh camat setempat. Warga meminta agar hal tersebut mendapat sikap serius dari anggota dewan. Dalam kesempatan tersebut, warga melakukan orasi penolakannya terhadap Plt Kades yang bukan merupakan pilihan rakyat Desa Pengarang. “Kami tidak setuju dengan rencana camat yang akan menunjuk Plt Kades. Karena pilihan tersebut tidak sesuai harapan warga,” ujar Mukhlas, koordinator warga. Menurutnya, warga Desa Pengarang sudah sepakat untuk menjadikan salah satu tokoh warga setempat yang terpilih menjadi Plt. Sehingga mereka menolak penunjukan yang akan dilakukan pihak kecamatan.     Aksi nglurug warga tersebut merupakan buntut dari buntunya komunikasi antara warga dengan camat setempat. Langkah koordinasi telah dilakukan perwakilan warga kekantor kecamatan, namun pada saat itu camat tidak ada dan hanya ditemui oleh Kasi Pemerintahan. Imam Tahir, Wakil Ketua DPRD yang menemui para pendemo mengatakan bahwa dalam urusan PLH adalah wewenang camat untuk mengarahkan warganya. Setelah aspirasi ditampung lalu dikordinasikan, kemudian disampaikan pada Bupati. “Ini soal komunikasi yang mengalami kebuntuan. Kami akan segera turun tangan untuk mempertemukan camat dan warga. Masalahnya hanya pada keinginan warga yang meminta tokoh untuk menjadi Plt,” tukasnya. Seperti diketahui, mekanisme aturan apabila kades telah habis masa jabatannya, akan segera dipilih Plt sesuai harapan masyarakat yang telah diatur oleh perda. Dalam perda tahun 2006 No. 8 jika sekdes tidak bersedia, maka bisa dari kepala urusan (Kaur) pemerintahan. Seandainya belum ada yang bersedia, bisa dipilih dari kepala dusun (Kasun), alternatif berikutnya bisa dari staf kecamatan. Jika belum juga ada yang bersedia, maka dikembalikan lagi dengan memilih tokoh masyarakat. (esb/wah/jpnn)

BAGAIMANA INI

Istri Ajak Polisi Gerebek Suami JEMBER - Diduga selingkuh dengan wanita idaman lain (WIL), Sjt, 56, pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), digerebek istrinya, Ani, 47, di sebuah rumah di Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi. Saat penggerebekan, Ani didampingi polisi Polsek Sukorambi, Jember. Namun sayangnya, Ani dan polisi tidak menemukan aksi perselingkuhan suaminya. Karena, wanita berinisal Yyk yang kabarnya PNS dan diduga selingkuhan Sjt, lebih dulu meninggalkan rumah tersebut. Ani hanya mendapatkan suaminya, Sjt, seorang

Pantai Petitenget pun Digerus Abrasi BANYAK pantai di Bali yang digerus abrasi. Buktinya, sepajang 88,3 kilometer dari 437,70 kilometer garis pantai Pulau Bali sudah terkenda abrasi. Pembangunan hotel di pinggir pantai juga turut memperparah kondisi. seperti yang terpotret di pantai Petitenget, Kerobokan, ini. Seorang wisatawan sedang melihat keindahan pantai yang sudah sumbing akibat gerusan abrasi. (bay/rid/jpnn)

diri. ”Saat saya dan polisi mendatang rumah, wanitanya sudah lari dan yang ada hanya suami saya,” kata Ani. Peristiwa penggerebekan oleh Ani terhadap suaminya yang diduga berselingkuh, ini terjadi pada Minggu (19/1) sore sekitar pukul 16.30. Penggerebekan dilakukan Ani menyusul laporan warga desa setempat yang resah melihat ulah Sjt, suami Ani yang sering memasukan wanita kerumahnya. Tapi, warga tidak berani menegur, karena Sjt dikenal temperamental. Sehingga, warga melaporkan Sjt kepada istrinya Ani. ”Sebetulnya warga sudah lama men-

gaku risih dengan sikapnya. Tapi, mereka sungkan mau menegur,’’ ujar Ani. Lantaran malu dengan laporan warga, Ani pun bersikap tegas. Dia mendatangi Polsek Sukorambi untuk meminta bantuan menggerebek suaminya. ”Saya bersama polisi mengerebek. Karena, saya malu dengan laporan para tetangga,”’ katanya. Dalam penggerebekan, Ani menemukan sejumlah barang bukti di dalam kamar yang diduga tempat selingkuh. Diantaranya celana dan baju suaminya di atas ranjang. Selain, itu celana dalam dan baju daster milik Yyk yang diduga

wanita selingkuhan Sjt. ”Saat itu baju wanita dan baju suami saya, hendak saya ambil dan masukkan ke dalam mobil patroli polisi. Tapi, direbut suami saya dan sempat tarik-tarikan,’’ ujar Ani.. Tak pelak, perang mulut pun terjadi. Hingga akhirnya Ani dan Sjt menyelesaikan secara kekeluargaan dengan membuat pernyataan. Sjt membubuhkan pernyataan tidak akan berhubungan lagi dengan wanita selingkuhannya Yyk. Bahkan, dia menuruti kemauan Ani yang meminta cerai. Yyk sendiri juga berjanji tidak melakukan hubungan lagi dengan Sjt. (hud/ido/jpnn)

Jadi Buron Sabu, Sekdes Dinas Lagi

AKMAD RIDWAN/RADAR JEMBER/JPNN

STOP DULU: Pertemuan wakil warga dan pengusaha di gedung pemkab kemarin (20/1). Mereka sepakat tronton pasir tidak masuk dulu sebelum jalan benar-benar diperbaiki.

Truk Angkut Pasir Dilarang Masuk Non Pasir Bebas Melintas

AGUNG BAYU/BALI EKSPRESS/JPNN

KALIBARU - Diduga kelebihan muatan, truk bermuatan pupuk urea seberat 60 ton yang dikemudikan Agus, 40, warga Kecamatan Kabat, macet di tikungan tajam kilometer 36 Gunung Gumitir, perbatasan Kabupaten Jember dan Banyuwangi, pukul 00.00 dini hari kemarin. Akibat macetnya truk di tikungan berbentuk huruf “S” tersebut, arus kendaraan dari arah Jember dan Banyuwangi langsung macet total hingga pukul 08.30 kemarin. “Antrean kendaraan dari arah Jember mencapai 5 kilometer dan dari arah Banyuwangi mencapai 6 kilometer,” kata Kanitlantas Kalibaru Ipda Yulianto kemarin. Yuli menuturkan, meski macetnya truk pengangkut pupuk tersebut masuk wilayah Jember, tapi kejadian itu juga menyebabkan kemacetan hingga wilayah Kabupaten Banyuwangi. Akibat macetnya kendaraan tersebut, petugas Pos Lantas Kalibaru akhirnya ikut mengatur kendaraan di atas Gunung Gumitir, sehingga tidak sampai terjadi kemacetan yang lebih parah lagi. Sekitar pukul 08.30 kemarin pagi, antrean kendaraan mulai terurai. Hal itu setelah muatan pupuk diturunkan dari truk. “Setelah muatannya dikurangi, kendaraan bisa melaju,” ujarnya. (azi/c1/bay)

LUMAJANG - Sosialisasi dan koordinasi kelas jalan yang dilakukan Pemkab Lumajang kepada pengusaha dan masyarakat membuahkan keputusan penting. Truk jenis tronton yang bermuatan pasir dilarang masuk Jalur Tempeh. Namun untuk tronton maupun truk non pasir tetap diperbolehkan melintas. Pemerintah sebenarnya sudah memutuskan semua jenis kendaraan boleh masuk dan bebas melintas di jalur Lumajang--Tempeh. Sejak kemarin (20/01), mestinya sudah berlaku, namun keputusan sosialisasi terakhir memutuskan hal berbeda. Sejumlah perwakilan pengusaha dan warga kemarin datang dalam sosialisasi di lantai III gedung Pemkab Lumajang. Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Lumajang, Slamet Supriyono mengatakan, ini kali ketiga sosialisasi dan koordinasi dilakukan. Pertama sosialisasi di internal, dan dilanjutkan dengan melibatkan perusahaan. “Sekarang (libatkan) semuanya,” ungkapnya saat memimpin rapat. Sejumlah instansi terkait, seperti dinas pekerjaan umum (PU), dinas perhubungan (dishub), bagian ekonomi, dan Satlantas Polres Lumajang memberikan paparan satu persatu. Intinya, terkait dengan kelas jalan

Lumajang, Tempeh. Dari paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa jalur Lumajang-Tempeh masuk jalan Nasional dan katagori jalan kelas I. “Tapi, kami tidak bisa lepas tangan,” kata Nugroho Dwi Atmoko, Kepala Dinas PU. Sosialisasi dan koordinasi kelas jalan tersebut akhirnya memutuskan tronton pasir dilarang masuk dan melintasi kawasan tersebut. Itu berdasarkan desakan perwakilan masyarakat dan perwakilan pengusaha yang datang pada pertemuan tersebut. Mereka sama-sama bersepakat untuk tidak memperbolehkan truk tronton bermuatan pasir melintas di kawasan tersebut. Namun, untuk truk tronton non muatan pasir, masih dibolehkan untuk melintas. Tujuannya agar tidak menggangu proses produksi sejumlah perusahaan yang berada sepanjang jalur Lumajang—Tempeh. Pasokan BBM, pupuk, dan makanan juga dipastikan tidak terganggu. Sebab, memang ada pengecualian untuk tronton yang bermuatan kebutuhan masyarakat tersebut. “Hanya tronton pasir yang dilarang,” kata Slamet Supriyono. Didik, per wakilan warga mengatakan, selama ini dirinya menjadi korban kerusakan jalan. Sebab, jalan rusak parah akibat truk tronton yang melintas di kawasan tersebut. Dia juga mengatakan bahwa, jembatan Ka-

limujur juga mau ambruk. Jika tronton terus dibiarkan masuk, maka jembatan itu dikhawatirkan akan ambruk. Jika seperti itu, maka yang akan dirugikan masyarakat. “Saya minta bapak-bapak peka,” ungkapnya. Didik bersama dengan teman-temannya setuju ada pembatasan kendaraan tronton pasir hingga jalan tersebut benar-benar mulus. Hal yang sama juga disampaikan Gus Arsyad, ketua asosiasi pengusaha stock file tersebut mengaku jika tronton pasir masih dibiarkan masuk, maka jalan akan kembali rusak. Apalagi, kata dia, jalan yang ada sekarang hanya ditembel ala kadarnya. Dadut, pengusaha stock file yang lain mengatakan, dirinya bersama-sama dengan masyarakat memang ikut aksi demo. Secara ekonomi, kata dia itu sangat merugikan dirinya sebagai pengusaha pasir. Jangankan satu minggu ditutup, tiga hari saja sudah membuat pengusaha kecil seperti dirinya ampun-ampun. Penutupan jalur Lumajang—Tempeh untuk tronton Pasir minimal hingga Maret. Sebab, pengerjaan jalur tersebut baru dikerjakan pada bulan tersebut oleh Kementerian PU RI. “Baru awal Maret,” kata Nugroho. Informasi dari Kementarian PU kata dia, saat ini proyek tersebut tersebut masih dalam proses lelang. (wan/wah/jpnn)

LUMAJANG – Jika pada November tahun lalu Satuan Tim Reskoba Polres Lumajang menggebu-gebu memburu sekdes yang terlibat penggunaan sabusabu, kini situasi itu berbalik. Ceritanya, pada 16 November lalu, Saiful, Sekdes Desa/Kecamatan Sumbersuko ditangkap di rumahnya saat setelah pesta sabu bersama rekan sekdes lainnya. Tersangka juga menyebutkan rekan sekdes yang terlibat dalam pesta barang haram itu. Yakni bernisial AB. Sekdes dari kecamatan yang sama itu menurutnya mengajak dia melakukan pesta sabu. “Saya ditangkap, tapi dia (AB,Red) tidak, padahal saya hanya diajak,” katanya ketika diperiksa penyidik reskoba Polres Lumajang kala itu. Selang beberapa saat setelah tertangkap, AB langsung menghilang. Saat itulah polisi Reskoba menggebu memburu AB. Sampai-sampai menyebar informasi ini kepada wartawan untuk turut membantu mencari. Namun, saat ini kondisinya berbeda. Bahkan berbanding terbalik dari sebelumnya. Ketika Sekdes AB kembali berdinas, Reskoba seakan enggan memproses keterlibatan AB dalam kasus penggunaan sabu-sabu bersama Syaiful. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, sejak Januari ini, AB mulai kembali berdinas. Dia dipindah dari Sekdes di wilayah kecamatan Sumbersuko menjadi staf di kecamatan tersebut. Sikap Reskoba yang tak menggebugebu seperti saat AB belum kembali berdinas karena AB tidak memenuhi unsur untuk diperiksa. “Kalau orang asal ngomong aja bisa. Termasuk tersangka lain yang sudah ditangkap. Tetapi kami butuh bukti sebelum memproses seseorang,” kata kasat reskoba AKP Amin Sudjandono ketika dikonfirmasi kemarin. Sehingga, meskipun AB sudah kembali berdinas di tempat yang baru, proses pemeriksaan tidak bisa dilakukan. Selain alasan belum cukup bukti, Amin khawatir ketika dilakukan tes urine ternyata negatif. Jika itu yang terjadi, maka akan berpotensi menjadi masalah baru bagi kepolisian yakni salah tangkap. Hal itu menurut dia sangat dihindari dalam proses pemeriksaan yang selama ini dilakukan. Amin juga menjelaskan, jika seseorang itu mengalami kecanduan dengan sabu-sabu, maka ada kemungkinan mengkonsumsi kembali. Maka, yang bisa dilakukan sejauh ini menurut dia melakukan pengintaian. “AB juga kami intai terus, jika ada kabar posiif menggunakan sabu-sabu, maka akan langsung kami tangkap,” katanya. (fid/wah/jpnn)


38

Selasa 21 Januari 2014

Aswinda Lolos ke Semifinal BANYUWANGI - Pertarungan antar pesilat dalam kejurkab pencak silat tingkat pelajar se-Banyuwangi masih terus berlangsung. Mendekati partai puncak yang sedianya akan digeber pada Rabu mendatang (22/1), jumlah pesilat semakin sedikit. Khusus kategori tanding, pertarungan antar pesilat semakin seru. Sampai kemarin (20/1) laga antar kontingen mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA, masih terus berlangsung di GOR Tawang Alun. Pada tingkat SD, Aswindana Yulia dari MI Al-Anshoriyah berhasil melenggang ke semifinal setelah mengandaskan Vica Teti dari SDN Kampung Mandar. Turun di kelas F putri, Aswindana menang mutlak dengan skor 5-0. Di laga lain, Nivita Tri harus mengubur ambisi lolos ke ba-

bak semifinal. Pesilat asal SMN 2 Banyuwangi itu ditaklukkan Aprilia Dwi dari SMPN 2 Giri. Bertanding di kelas H putri, Nivita kalah dengan skor 1-4. Di tingkat SMA masih kategori tanding, Moh. Anshori dari SMKN I Glagah tampil prima. Berlaga di kelas A putra, dia menang saat berhadapan dengan Anggi Maulana dari SMA PGRI Purwoharjo dengan skor akhir 4-1. Sementara itu, di gelanggang satu, pertandingan ketat terjadi antara Husnul Sari dari SMPN 2 Purwoharjo dengan Desy Ayu Susilowati asal SMPN 5 Banyuwangi. Bertemu di kelas G putri, dua pesilat tersebut saling menyerang sejak awal laga. Namun, Husnul yang berada di sudut merah akhirnya menjadi pemenang. Lima tim juri memberikan nilai cukup tipis dengan skor 3-2. Dengan hasil itu, dia

melenggang ke babak semifinal. Di laga lain, Muh. Khotib berhak maju ke partai selanjutnya. Pesilat asal SMK Muhamadiyah 6 Rogojampi itu menang saat meladeni Riski Ramadan dari SMK Bina Mandiri dalam laga kemarin sore. Pada kategori TGR atau seni tunggal putri tingkat SD, Nayu Pramesti keluar sebagai juara. Pesilat asal SDN I Lateng itu unggul atas Mayang Ulin Lufinda dari SDN I Banjarsari dan Septiani Chintia dari SDN Kampung Mandar yang berada di posisi kedua dan ketiga. Ketua pertandingan, Winarno mengatakan, laga semifinal kategori tanding akan dilaksanakan sehari jelang hari penutupan. ‘’Besok semifinal untuk kategori tanding, sedangkan kategori TGR sudah memasuki babak final,” ungkapnya. (ton/c1/als)

ISTIMEWA

PEMANASAN: Janitra Kosyimabel, peraih medali emas untuk Banyuwangi saat menjalani pemanasan bersama pelatihnya.

Kirim 10 Atlet, Sabet Tujuh Medali SIDOARJO - Kontingen Taekwondo Banyuwangi berhasil meraih hasil manis dalam Kejurda Taekwondo Smatarda Cup 2014. Atlet taekwondo Bumi Blambangan membawa tujuh medali dalam ajang yang digeber di Sidoarjo 18-19 Januari itu. Tujuh medali itu terdiri atas tiga medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Sejumlah medali itu direngkuh dari berbagai kelas yang dipertandingkan. Semua medali diraih dengan perjuangan ekstra. Sebab, kontingen lain yang tersebar di Jawa Timur juga memiliki kualitas di atas rata-rata. Sehingga, persaingan antar kontin-

gen sangat ketat. Akhirnya, sejumlah atlet taekwondo Banyuwangi menjadi yang terbaik dan berhak atas medali emas. Tiga medali emas itu ditorehkan Janitra Kosyimabel, Mas Ayu Alya, dan Tasya Nabiela. Sebenarnya, kontingen Banyuwangi berpeluang menambah satu medali emas. Sayang, satu atlet kandas di partai final. Dia adalah Sefti Nurul yang harus puas menerima medali perak. Masih ada yang lain, kontingen Banyuwangi menambah medali setelah mendapatkan tiga medali perunggu. Tiga medali untuk juara

ketiga itu diukir Yudhistira Ryananda, Ahmad Arif Zulfan, dan Rafael Ekky Ramadan. Mengenai keberhasilan mendulang tujuh medali itu, Ketua Pengkab TI Banyuwangi, Yanuar Pribadi, mengaku puas. Sebab, pihaknya mengirim 10 atlet dalam agenda level regional itu. ‘’Tujuh atlet dapat medali. Itu sudah bagus,’’ terangnya. Menurut dia, pihaknya akan terus melakukan pembinaan atlet, mengingat atlet taekwondo di Banyuwangi luas biasa. ‘’Kita akan terus kejar dan meningkatkan prestasi, baik di tingkat lokal maupun nasional,” tandasnya. (ton/c1/als) ALI NURFATONI/RaBa

SERU: Dua pesilat terlibat pertarungan sengit di GOR Tawang Alun kemarin (20/1).

Hadapi Porprov, Pemkab Bentuk Pokja BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi tampaknya mempunyai cara khusus untuk menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan digelar tahun 2015 mendatang. Hal itu mengacu terbentuknya kelompok kerja (pokja) penyelenggaraan ajang multieven dua tahunan itu. Terbentuknya pokja tersebut diungkapkan Bupati Abdullah Azwar Anas saat menemui sejumlah pengurus KONI Banyuwangi di ruang kerjanya kemarin (20/1). ‘’Ketua Pokja adalah Bapak Sekda (Slamet Karyono, Red),” ungkap Anas. Menurut Anas, pembentukan pokja tersebut memang khusus dalam menyongsong Porprov yang akan digelar di Banyuwangi 2015 nanti. Para pengurus pokja, kata dia, adalah orang-orang Pemkab Banyuwangi. ‘’Pokja itu diben-

ALI NURFATONI/RaBa

GAYENG: Bupati Abdullah Azwar Anas (tengah) menemui sejumlah pengurus KONI di ruang kerjanya kemarin.

tuk terkait penggunaan dana APBD,” terangnya. Dalam audiensi tersebut, Anas menyampaikan pesan tersirat kepada para pengurus KONI. Dia meminta agar pengurus induk organisasi semua cabang olahraga itu terus berbenah. ‘’Perbaiki organisasi di internal,” saran dia. KONI harus bekerja dengan team work yang solid. Selain itu, KONI juga harus mengede-

pankan kolektivitas dalam tugas kepengurusan. ‘’Tugas KONI juga harus menyehatkan cabor-cabor. Membina cabor agar sehat,” ulasnya. Jika sudah sehat, lanjut bupati, maka tidak ada riakriak kecil di belakang tentang KONI. ‘’Kalau semua sehat, maka prestasi nanti juga akan muncul dengan sendirinya,” papar bupati di hadapan para pengurus KONI.(ton/c1/als)


BERITA UTAMA

Selasa 21 Januari 2014

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Penumpang Diangkut Bus ke Jember n KA... Sambungan dari Hal 29

Peristiwa itu terjadi setelah kereta barang tersebut menurun kan kricak tak jauh dari lokasi kejadian. Akibatnya, pemberangkatan dan perjalanan empat rangkaian KA jurusan Banyuwangi itu terganggu. Bahkan, KA Muti-

ara Timur siang sempat tertahan di Stasiun Kalibaru. Selanjutnya, penumpang KA jurusan Banyuwangi-Surabaya Gubeng itu di-overstappen (mengalihkan penumpang dengan moda transportasi lain) ke Stasiun Jember menggunakan bus. PT. Kereta Api Daerah Operasi (Daops) IX Jember menerjunkan empat unit bus plus satu bus

cadangan untuk mengangkut 230 penumpang KA Mutiara Timur siang tersebut. “Dari Stasiun Jember, penumpang diangkut kereta lain menuju Stasiun Surabaya Gubeng,” ujarnya. Selain KA Mutiara Timur siang jurusan Banyuwangi-Surabaya, kejadian serupa juga ter jadi pada KA Mutiara Timur siang jurusan sebaliknya, yakni ju-

rusan Surabaya Banyuwangi. Bukan itu saja, pemberangkatan KA Pandanwangi jurusan Banyuwangi-Jember dibatalkan. PT. KAI Daops IX Jember pun terpaksa mengembalikan uang tiket penumpang. Satu rangkaian KA lain yang perjalanannya terhambat adalah KA Probowangi jurusan Banyuwangi-Probolinggo.

Tingkatkan Layanan Satu Pintu n PROSES... Sambungan dari Hal 29

Peresmian Gedung Pelayanan Administrasi Kependudukan itu dilakukan Bupati Abdullah Azwar Anas pagi kemarin (20/1). Gedung baru tersebut berfungsi sebagai tempat pelayanan pembuatan seluruh surat kependudukan. Sebelumnya, ruang pengurusan surat-su rat kependudukan, mulai pe la yanan pembuatan akta lahir, surat pindah, akta kawin/cerai, kartu keluarga, dan lain-lain, terpisah. Gedung baru berukuran 6 meter kali 15 meter itu dilengkapi kursi tunggu berlapis spons dan pendingin ruangan. Sehingga, masyarakat yang mengantre untuk mengurus akta kelahiran dan

sebagainya tidak lagi berdesakan. “Kalau ruang tunggu nyaman seperti ini, lama me nunggu pelayanan tidak akan terasa,” kata Siti Haironi, salah seorang pemohon akta kelahiran. Bupati Anas mengatakan, penerapan layanan satu pintu di Banyuwangi bukan se ka dar dalam bentuk sistem, tapi juga dalam bentuk fisik. “Dengan gedung baru ini, kami berharap bisa meningkatkan one stop service di kantor Dispendukcapil. Dulu tempatnya belum standar dan kotor, sekarang sudah lebih bersih, lebih tertata, dan lebih nyaman. Harapan kami di tahun 2014 ini, peningkatan servis pelayanan menjadi kebutuhan primer bagi pemerintah,” ujarnya. Sementara itu, pada kesem-

patan yang sama, Bupati Anas dan Kepala Kantor Pos Banyu wangi, Eko Sumaryanto, me nandatangani kerja sama pelayanan akta “Lahir Procot Pulang Bawa Akta” lewat jasa Pos. Melalui kerja sama tersebut, orang tua bayi, petugas puskesmas, rumah sakit (RS), atau petugas kecamatan, tidak harus datang ke kantor Dispendukcapil. Pengiriman akta akan dilakukan petugas Pos ke puskesmas, RS, atau kantor kecamatan, dalam tempo satu hari. Menurut Bupati Anas, program “Lahir Procot Pulang Bawa Akta” merupakan percontohan na sional. Bahkan, oleh Kemen terian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB), salah satu program unggulan

Pemkab Banyuwangi itu sudah diikutkan sebagai nominasi penghargaan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). “Karena ini sudah dapat apresiasi tingkat nasional, kita harus antisipasi kendalanya apa? Kita akan terus cari cara baru untuk mempermudah masyarakat mendapatkan haknya. Salah satunya kerja sama dengan PT. Pos ini,” tuturnya. Kepala Kantor Pos Ba nyuwangi, Eko Sumaryanto, mengaku bangga bisa menjadi bagian dalam menyukseskan program Pemkab Banyuwangi tersebut. “Ini kebanggaan bagi kami bisa andil menyukseskan Banyuwangi. Kami siap dengan motto delivery service akta kelahiran sampai tujuan,” pungkasnya Eko. (sgt/c1/bay)

Tertera Nama Sopir, Kerja Wajib Dipakai n SOPIR... Sambungan dari Hal 29

Setelah dilakukan pendataan, 252 sopir itu diberi bantuan seragam. Seragam bantuan APBD 2013 itu wajib digunakan selama melakukan aktivitas kerja sebagai sopir. Di seragam itu tercantum nama sopir secara jelas. Bantuan senilai Rp 49 juta itu secara simbolis diserahkan ke pada perwakilan sopir di Kantor Dishubkominfo kemarin (20/1). Sebelum penyerahan seragam dilakukan, Suprayogi mem berikan brifing singkat kepada para sopir. Dalam brifing singkat tersebut, Suprayogi menyampaikan, dalam dua tahun terakhir kunjungan wisata mancanegara dan domestik ke Banyuwangi meningkat pesat. Agar kunju-

ICHSAN RASYID/RaBa

RAPI: Kepala Dishubkominfo Banyuwangi Suprayogi menyerahkan seragam kepada perwakilan sopir angkot kemarin.

ngan wisata itu terus berkembang, dibutuhkan dukungan semua elemen masyarakat Ba-

nyuwangi. “Peran sopir angkot untuk mendongkrak kunjungan wi sata cukup besar. Berikan

pelayanan terbaik kepada semua tamu yang datang,” pinta Suprayogi. Suprayogi mengatakan, tidak semua tamu yang datang menggunakan kendaraan pri badi. Sebagian besar turis mancanegara datang menggunakan ken daraan umum. Se lama berada di Banyuwangi, mereka juga membutuhkan kendaraan umum yang nyaman dan aman. Agar para tamu itu betah di Banyuwangi, kata Suprayogi, sopir angkut dituntut memberikan pelayanan terbaik. Para sopir dituntut mampu membangun citra dan kesan positif kepada setiap tamu agar mereka tidak kapok datang lagi ke Banyuwangi lagi. “Kita bantu seragam agar para sopir angkot terlihat rapi dan tamu nyaman naik angkot,” tegasnya. (afi/c1/bay)

Ingatkan Bahaya Kosmetik Sembarangan n JAGA... Sambungan dari Hal 29

Selain modal suara merdu, me nurut Erwin, seorang penyanyi harus memiliki stamina yang prima. Sebab, stamina atau kesehatan itu kebutuhan mutlak dan tidak bisa ditawar. Dia berprinsip, kesehatan lebih utama daripada suara emas.

“Kalau suara masih bisa didubbing, tapi kalau sudah tubuh KO, siapa yang bisa ganti?” ujarnya. Mengenai resep menjaga stamina, artis yang populer lewat lagu berjudul “Anoman Obong” itu mengaku sederhana. Resep mujarab yang selama ini dia terapkan adalah rajin olahraga dan minum air putih. Er win

juga tidak senang meng onsumsi suplemen atau obat penambah stamina. Selain berisiko, menurutnya itu boros. Dia menambahkan, daripada uang habis untuk beli suplemen lebih baik beli baju untuk keperluan manggung. “Harus rutin minum air putih dan aerobic,” ungkapnya. Artis yang masih lajang itu

juga berpesan agar para perempuan berhati-hati dalam memilih kosmetik, baik yang ber bentuk bedak maupun obat kecantikan. Karena jika salah memilih, bukannya cantik yang didapat justru penyakit dan kulit rusak yang diperoleh. “Pakai kosmetik standar saja, toh cantik itu tidak hanya dilihat dari wajah,” tegasnya. (mg1/c1/bay)

Mendengarkan Suara Dentuman di Pulau Mbedil n KAYA... Sambungan dari Hal 29

Lokasinya tepat berada di sisi timur tempat perahu nelayan bersandar di Teluk Pancer. Meski lokasinya masih satu garis dengan pantai Pulau Merah, tempat tersebut menawarkan sesuatu yang berbeda. Selain hamparan pasir putih yang bersih, kontur pantai yang landai juga sangat baik di jadikan lokasi olahraga. Itu suguhan per tama yang bisa dinikmati. Kawasan sekitarnya cukup rindang dengan ratusan pohon kelapa. Itu seakan kanopi alami di Pantai Mustika. Kesejukan pantai bisa dirasakan begitu memasuki kawasan tersebut. Beberapa meja dan kursi sudah tertata rapi di sana. Meja tersebut berderet di sepanjang garis pantai dan cukup nyaman dijadikan tempat bersantai sambil menikmati view sunrise. Seperti namanya, ikon andalan kawasan wisata itu adalah Pulau Mustika. Pulau yang berjarak sekitar empat mil laut dari bibir pantai itu menawarkan panorama alam yang luar biasa. Selain bisa menjadi lokasi pemancingan, air yang jernih di sisi timur pulau itu juga bisa dijadikan lokasi snorkeling. Saking jernihnya air di sana, pengunjung bisa melihat isi laut hingga kedalaman empat meter. Terumbu karang dan biota laut bisa dilihat secara jelas dengan mata telanjang. Menurut warga setempat, Pulau Mustika terkenal dengan terumbu karang yang indah dan juga menjadi habitat dan berkumpulnya berbagai jenis ular laut. Meski terdengar berbahaya, tapi hingga saat ini belum pernah ada kejadian ular menggigit pengunjung. Warga setempat, Sugeng Mulyono mengatakan, keberadaan ular laut di sekitar

Pulau Mustika sudah seperti brand. Meski banyak ular, sejauh ini tidak ada kecelakaan yang melibatkan manusia. Tentu saja, asalkan pengunjung tidak mengganggu ular laut tersebut. ‘’Selama pengunjung tidak mengganggu, ular itu juga tidak akan menyerang,” ujar lelaki yang akrab disapa Nanang itu. Menurut Nanang, ular-ular laut itu justru menjadi daya tarik Pulau Mustika. ”Selama kita anggap mereka teman, saya yakin aman,” ujarnya. Menuju Pulau Mustika, pengunjung bisa memanfaatkan perahu nelayan yang bersandar di Pantai Pancer. Tidak hanya itu, tak jauh dari Pulau Mustika terdapat satu pulau yang disebut Pulau Mbedil. Pengunjung bisa mendengar suara dentuman yang menyerupai suara letusan senjata. Suara dentuman itu bisa didengar setiap hari di Pulau Mbedil. Namun bila pengunjung masih belum cukup nyali ke sana, masih ada beberapa lokasi yang tidak kalah menarik. Di sebelah barat Pantai Mustika terdapat lokasi yang dinamakan Wedhi Ireng (pasir hitam). Di lokasi itu ada pantai dengan dua macam pasir; berwarna putih bersih dan berwarna hitam. Dua warna itu tidak menyatu, sehingga sangat sedap dipandang mata. Waktu yang dibutuhkan menuju Wedhi Ireng tidaklah lama. Jika tenaga masih prima, cukup 30 menit dengan berjalan kaki dari Pantai Mustika. Perjalanan menuju Wedhi Ireng akan memberikan pengalaman seru. Kita akan disambut hijau dan rimbunnya pepohonan. Suasana itu menjadi pelengkap liburan dan petualangan setelah puas menikmati indahnya pantai. Untuk mengisi tenaga yang hilang selama perjalanan, pengunjung bisa membeli ikan segar langsung kepada ne layan. Menikmati

lezatnya ikan bakar di bawah teduh pepohonan sepertinya menjadi agenda liburan yang harus dicoba. Keindahan kawasan tersebut sebenarnya sudah tersiar ke mana-mana, tapi pengunjung baru sebatas komunitas traveler. Rata-rata mereka memperoleh informasi dari mulut ke mulut. Jika tidak demikian, mereka bisa mengetahui kawasan itu dari catatan-catatan para traveler yang diunggah di beberapa blog dan situs wisata. Daya tarik Pantai Mustika tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, keguyuban warga setempat juga menjadi objek menarik. Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan layak diacungi jempol. Sekali dalam sepekan, tua-muda membersihkan kawasan pantai. Dalam waktu dekat, persoalan sampah akan ditangani secara khusus. Tidak lama lagi manajemen pengolahan sam pah akan dilakukan layaknya di kota besar. Pemisahan sampah organik dan nonorganik akan diterapkan di kawasan tersebut. Menurut Nanang, pengelolaan tempat tersebut nanti akan menggunakan sistem koperasi yang benar-benar koperasi. Dengan demikian, pemilik sekaligus pengelola kawasan tersebut adalah warga lokal. Dia juga akan mengandalkan para pemuda setempat. Menurutnya, kawasan tersebut siap bersaing dengan pantai-pantai lain. “Segmentasi sudah kita tentukan,” ujarnya. Nanang menambahkan, pembukaan tempat itu secara “grand launching” akan dilakukan setelah segenap masyarakat setempat benar-benar siap. Sementara ini pengunjung yang ke sana belum dikenakan biaya karcis. Ke depan, biaya tiket akan diberlakukan. “Kita akan buka setelah benar-benar siap, mulai kebersihan dan tata kelolanya,” tegasnya. (c1/bay)

“Total ada empat rangkaian KA yang terhambat, yakni KA Mutiara Timur siang jurusan Banyuwangi-Surabaya Gubeng, KA Mutiara Timur siang jurusan Surabaya Gubeng-Banyuwangi, KA Pandanwangi, dan KA Probowangi,” papar Suprapto. Suprapto menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan

pe nyebab anjloknya kereta barang tersebut. Menurut dia, PT. KAI masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian. “Penyebab mengapa anjlok masih kami selidiki,” cetusnya. Beruntung, gerbong kereta yang anjlok sudah berhasil dievakuasi ke Stasiun Mrawan sore kemarin.

Gerbong tersebut diangkat tepat pukul 15.55 dan ditarik sampai Stasiun Mrawan pukul 16.15. “Gerbong sudah beres diangkat dan ditarik ke Mrawan. Jalur sudah aman dan bisa dilalui. KA per tama yang berangkat adalah KA Probowangi jurusan Banyuwangi-Probolinggo,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Posisi Kantor dan Sekolah Berdekatan Supermarket n DILARANG... Sambungan dari Hal 29

Masih kata Ustadi, petugas gabungan dari unsur kepolisian; Di nas Perhubungan, Ko munikasi, dan Informatika (Dishubkominfo); dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diterjunkan untuk mengawal uji coba parkir satu sisi di Jalan Ahmad Yani tersebut. Selain itu, petugas Dishubkominfo

dan Polres Banyuwangi juga dikerahkan untuk melakukan sosialisasi kepada pengelola rumah makan, supermarket, dan pihak sekolah tentang program parkir satu sisi itu. Dijelaskan, dalam uji coba kali ini, sisi timur dipilih sebagai lokasi parkir kendaraan. Sebab, berdasar kajian selama ini, arus lalu-lintas dari arah selatan di Jalan Ahmad Yani lebih padat dibandingkan arus lalu-lintas

dari arah utara. “Guna memudahkan arus lalu-lintas, parkir sisi barat kita kosongkan,” terangnya. Meski demikian, Ustadi berjanji akan terus melakukan kajian untuk menentukan lokasi parkir terbaik di Jalan Ahmad Yani itu. “Kalau ternyata diperlukan tempat parkir khusus, maka akan kita carikan tempat parkir khusus,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Waspada Debit Air Meningkat n TNI AD... Sambungan dari Hal 30

Ardiansyah berharap, dibangunnya jembatan gantung itu akan meningkatkan kerja sama antar desa, memudahkan akses bagi anak-anak sekolah, dan para pekerja yang menye berang. Harapannya, ke depan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi, Muslimin Fasya menambahkan, selain pembangunan jembatan gantung tersebut, juga ada satu bantuan lagi dari pemerintah pusat, yaitu satu unit mobil tangki untuk mengangkut air bersih. “Nanti mobil tersebut akan dimanfaatkan salah satu desa

di Kecamatan Genteng, karena kerap kekeringan dan kesulitan air bersih,” tuturnya.  Sementaraitu,karyabaktiTNIAD kemarin disambut warga dengan antusias. Mereka bersyukur sekali ada pembangunan jembatan tersebut. “Biasanya kalau mau menyeberang ke desa sebelah (Desa Bayu), warga menggunakan jembatan kayu yang kami bangun sendiri. Tapi, kalau banjir datang, jembatan itu sering hanyut terbawa air, sehingga kami tidak bisa menyeberang,” ujar Bonadi, warga Desa Sumberbulu, itu. Setelah debit air menurun, tutur Bonadi, warga membangun jembatan kayu pengganti jembatan lama yang tersapu banjir. Warga kedua desa tersebut yang terbilang se-

ring menyeberangi Kali Badeng adalah anak-anak sekolah dan warga yang bekerja sebagai buruh tanam di tepi hutan. Perlu diketahui, jembatan gantung yang menghabiskan ang garan Rp 300 juta itu dibangun di lahan milik Perhutani dan menyeberangi sungai di bawah pengawasan Dinas PU Pengairan. Pengerjaan jembatan penghubung dua desa itu ditargetkan rampung dalam jangka waktu tiga bulan ke depan. Nanti akan dibangun tiangtiang pancang di ke dua sisi jembatan untuk meng hubungkan jembatan tersebut. Jalan menuju jembatan juga akan diplengseng secara bertahap agar tidak mudah longsor. (azi/ c1/als)

Langsung Dilakukan Perubahan n DPT... Sambungan dari Hal 31

Setelah dilakukan penilitian ulang, jumlah itu menyusut menjadi 80.698 jiwa. Pe n y u m b a n g D P T f i kt i f ter besar kedua datang dari Kecamatan Glenmore dengan jumlah 140 jiwa. DPT Kecamatan Glenmore pun berubah dari 77.054 jiwa menjadi 76.914 jiwa.

Terbesar ketiga DPT fiktif be rasal dari Kecamatan Tegaldlimo dengan jumlah 124 jiwa. Setelah ditemukan DPT fiktif, jumlah DPT Kecamatan Tegaldlimo menyusut menjadi 55.856 dari sebelumnya 55.980 jiwa. “Sedangkan 11 kecamatan lain DPT fiktifnya berada di bawah angka 100 jiwa,” tegas Atim. Di Kecamatan Bangorejo ditemukan 13 jiwa, Banyuwangi 49 jiwa, Gambiran 13 jiwa, Glagah

87 jiwa, Licin 43 jiwa, Muncar 20 jiwa, dan Pesanggaran 48 jiwa. Kecamatan Sempu 31 jiwa, Srono 22 jiwa, Tegalsari 88 jiwa, dan Wongsorejo 47 jiwa. (hasil perbaikan DPT lihat grafis, red). Kecamatan yang ditemukan DPT fiktif itu langsung dilakukan perubahan sesuai hasil penelitian ulang. “Hasil pleno perbaikan DPT langsung kita bawa pada rapat pleno KPU provinsi,” tambah Atim. (afi/c1/bay)

KPU Sudah Menerima DIPA n PEMILU... Sambungan dari Hal 31

“ATK pemilu legislatif sudah masuk dalam anggaran 2013,” ungkap Sekretaris KPU Bambang Santoso kemarin (20/1). Bambang menyebutkan, dalam APBN 2013 lalu, anggota PPK mendapat gaji Rp 1,250 juta (ketua) dan Rp 1 juta (anggota). PPS mendapat gaji Rp 750 ribu untuk ketua dan Rp 600 ribu untuk anggota. Honor Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), kata Bam bang, belum mendapat

kepastian berapa besarannya. Pada pemilu gubernur Jatim lalu, anggota KPPS mendapat honor Rp 300 ribu. Pada Pemilu 2014 ini, Bambang mengaku mendapat in formasi honor KPPS akan mengalami peningkatan dari honor pemilu gubernur Jatim. Na mun, Bambang mengaku be lum mendapat info resmi dari KPU pusat terkait kenaikan honor KPPS itu. Tidak hanya KPPS, kata Bambang, gaji PPK dan PPS juga akan mengalami peningkatan di banding tahun 2013 lalu.

Hanya saja, berapa kenaikan gaji PPK dan PPS belum ada surat res mi dari sekretariat jenderal KPU. “Kita masih menunggu berapa besar nilai kenaikan ho nor KPPS, dan gaji anggota PPK dan PPS,” tegasnya. ATK pelaksanaan coblosan pemilu presiden di TPS diserahkan kepada KPU kabupaten. ATK itu meliputi kartu petugas KPPS, spidol, dan beberapa alat lain. “Daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) APBN untuk KPU Banyuwangi sudah kita terima,” tambahnya. (afi/c1/bay)

Cuaca Buruk Berakhir Februari n OMBAK... Sambungan dari Hal 40

Sebab, mata pencarian mereka yang paling utama hanya di lautan. “Jelas tidak ada penghasilan. Makanya kami harap cuacanya tidak tambah buruk dan cepat selesai,” harap Iskandar, nelayan lain. Petugas Kantor UPP Kelas III

Pelabuhan Kalbut, Azis Syamy mengatakan, pihaknya te lah mengimbau seluruh nelayan dan pemilik kapal jasa angkutan agar tidak memaksa melaut karena cuaca masih buruk. “Demi keselamatan, kami sudah mengimbau nelayan, perusahaan, atau pemilik kapal angkutan jasa, agar tidak melaut. Karena saat ini angin

sangat kencang dan ombak cukup besar,” kata Azis ditemui di kantornya kemarin (20/1). Dijelaskan, informasi dari BMKG Pusat membenarkan bahwa cuaca di laut masih buruk. Hal itu tidak hanya terjadi di Situbondo, tapi juga di perairan lain. “Ombak besar dan ini biasanya akan berlangsung hingga Februari mendatang,” pungkasnya. (rri/c1/als)

DBMP Janji Bangun Jembatan Baru n DESAK... Sambungan dari Hal 40

Menanggapi tuntutan massa tersebut, Kepala DBMP Situbondo Yoyok Mulyadi langsung menemui massa. Di hadapan para pendemo, disampaikan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab terkait jembatan limpas yang jebol dan akan segera memperbaikinya. “Saya orang Situbondo, la-

hir dan besar di Situbondo. Se lain itu, saya juga bekerja di Situbondo. Karena itu, saya bertanggung jawab. Saya akan bangun lagi jembatan sebagai gantinya. Tolong dicatat, saya tidak akan menggunakan dana APBD untuk membangun jembatan baru. Pembangunan akan dilakukan setelah debit air normal. Jika tidak, saya akan mundur sebagai PNS,” terang Yoyok Mulyadi disambut teriakan

massa “Hidup Haji Yoyok!” Puas mendengar jawaban lang sung dari kepala DBMP, mas sa bergeser ke depan kan tor Pemkab Situbondo dan berorasi menyampaikan aspirasi mereka. Di halaman pemkab, salah seorang orator sempat pingsan karena luka di kepalanya. Konon, kepalanya ter sebut sengaja dilukai dengan cara disilet hingga berdarah. (rri/c1/als)


40

Selasa 21 Januari 2014

Cari Dukun, Balita Diculik

NUR HARIRI/RaBa

BAWA POCONG: Puluhan massa saat berada di halaman kantor DBMP Situbondo kemarin (20/1).

Desak Manipulasi Honorer Diusut Proyek Pasar Panji dan Jembatan Limpas juga Disoal SITUBONDO - Puluhan tenaga honorer yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) dan LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (PENJARA) mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo kemarin (20/1). Mereka mendesak agar Kejari mengusut tuntas dugaan manipulasi data honorer kategori dua (K-2) di Situbondo. Dalam aksi yang dilakukan sejak pukul 10.00 itu, massa membawa serta pocong hidup yang juga berorasi menyampaikan aspirasi dan mendesak Kejari. “Ingat, umur kita tidak lama. Kami minta dugaandugaan korupsi di Situbondo dituntaskan,” orasi pocong hidup yang berbaring itu. Desakan massa aksi itu terfokus pada tiga persoalan. Pertama, menuntut Kajari Situbondo mengusut dugaan penyalahgunaan wewenang Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Situbondo terkait penerimaan CPNS K-2. Mereka mengklaim, dari sekitar 1.030 honorer yang masuk database K-2 itu banyak yang tidak layak. “Saya sudah 26 tahun jadi guru, tapi tidak diangkat sampai sekarang. Teman saya ada yang 18 tahun. Tapi, ada honorer yang belum sampai lima tahun sudah bisa ikut tes. Makanya kami minta dugaan manipulasi data itu diusut tuntas,” terang Setia Ningsih, guru honorer yang juga ikut aksi. Kaitannya dengan honorer, per-

SITUBONDO - Kasus penculikan anak terjadi di Terminal Situbondo kemarin (20/1). Korban penculikan adalah Alfiandi, bocah berusia satu tahun yang merupakan anak kandung Dewi Kurniasih, warga asal Bandung. Kasus tersebut berawal saat Dewi Kurniasih mempekerjakan seorang kuli bangunan untuk mengecat rumahnya di Bandung. Tukang cat itu, menurut Dewi, bernama Suudi, 35, warga Bondowoso. Setelah ngecat selama dua hari, perempuan itu bercerita kepada Suudi bahwa dirinya merupakan istri kedua seorang pengusaha di Bandung. Konon perempuan 34 tahun tersebut meminta tolong kepada Suudi agar mencarikan orang pintar (dukun) agar seorang pengusaha tersebut semakin cinta. Mendengar cerita dan permintaan Dewi, Suudi pun memberi tahu bahwa ada seorang dukun hebat yang mampu membuat pengusaha itu tambah cinta kepada Dewi. Konon, pria asal Bondowoso tersebut menyebut salah seorang dukun di Banyuwangi. Karena percaya, Dewi akhirnya meminta tolong Suu-

REPRO NUR HARIRI/RaBa

DICULIK: Alfiandi, balita berusia satu tahun ini diduga diculik saat berada di Terminal Situbondo kemarin (20/1).

di mengantarkan dirinya ke Banyuwangi menemui dukun hebat itu. Dewi mengajak anaknya bernama Alfiandi bersama Suudi naik bus umum menuju Kota Gandrung. Sayang, begitu sampai di Terminal Situbondo, ternyata anak Dewi itu menangis. Melihat itu, Suudi berpura-pura membantu dan menggendong anak tersebut. Karena sang balita terus menangis, pria itu pun beralasan hendak mem-

beli buah-buahan. Namun, meski ditunggu beberapa lama, Suudi dan balita yang digendong itu tak datang. Khawatir ada yang tidak beres, sang ibu berusaha mencarinya dan pergi ke pasar buah di sebelah barat terminal bus. Namun, pria dan balita itu sudah menghilang. Dewi berharap putra kesayangannya itu segera ditemukan dan bisa kembali ke pelukannya. “Sudah saya cari tapi tidak ada. Saya sudah muter-muter. Semoga cepat ketemu,” kata Dewi saat melapor ke Mapolres Situbondo. Perempuan itu menyebut, ciri-ciri Suudi berbadan kurus. Selain itu, dia juga menyebut bahwa pria yang sempat mengecat rumahnya itu kaki kirinya pincang. Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi membenarkan kabar penculikan balita yang terjadi di Terminal Situbondo tersebut. Dikatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung melakukan pencarian dan mengejar pelaku. “Begitu menerima laporan, petugas langsung melakukan pengejaran. Kasus ini terus diselidiki,” terang AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

CUACA BURUK: Ratusan perahu nelayan berjejer di sekitar Pelabuhan Kalbut kemarin (20/1).

BERDARAH: Kepala salah seorang orator berdarah karena disilet.

wakilan massa FPHI menyerahkan berkas tentang dugaan manipulasi data honorer yang diduga dilakukan oknum pegawai BKD. “Kami menolak pemberlakuan Undang-Undang Aparatur Negara (UU ASN) karena UU ASN secara otomatis menghapus kerja honorer yang telah bertahuntahun mengabdi,” teriak Irwan Rachday, koordinator aksi, di depan kantor Kejaksaan Situbondo. Massa juga menyoal sejumlah proyek rusak di Kabupaten Situbondo. Mereka menyinggung ambruknya Pasar Panji dan jebolnya jembatan limpas di Desa Siliwung, Kecamatan Panji, yang disampaikan secara langsung dan dalam bentuk selebaran. Setelah puas berorasi di

depan kejaksaan, lima orang perwakilan menyerahkan data dugaan manipulasi kepada Kasiintel Kajari Situbondo. Sekitar pukul 11.00, massa bergeser menuju kantor Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Situbondo. Di depan pintu gerbang, mereka kembali orasi, membentangkan spanduk, dan poster. Massa menuntut ambrolnya dua proyek besar (Pasar Panji dan jembatan limpas) diusut tuntas. “Kami minta Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) segera memperbaiki jembatan Siliwung yang jebol,” kata Rudi Hartono, koordinator aksi dari LSM Penjara n  Baca Desak...Hal 39

NUR HARIRI/RaBa

Ombak Mencapai Empat Meter Sudah Dua Pekan Nelayan tak Melaut MANGARAN - Cuaca ekstrem yang menyebabkan ombak besar masih menghantui nelayan Kota Santri. Akibatnya, dua pekan terakhir ratusan nelayan tidak melaut karena trauma dengan angin kencang dan hujan deras. Seperti pemandangan di Pelabuhan Kalbut, Desa Pecinan, Kecamatan Mangaran, ini. Ratusan perahu milik nelayan disandarkan. Hanya

satu-dua nelayan yang sesekali datang ke pelabuhan untuk mengontrol perahu mereka. “Sejak Rabu atau sepuluh hari lebih, warga sudah tidak melaut. Para nelayan takut karena angin sangat besar dan kadangkadang terjadi hujan lebat yang datang tiba-tiba,” kata Rosidi, salah satu nelayan asal Kalbut. Menurut Rosidi, cuaca ekstrem kali ini sudah cukup parah. Menurut para nelayan, di tengah laut utara Situbondo, ombak mencapai ketinggian hingga empat meter. Hal itu

yang menyebabkan nelayan memilih tidak melaut. “Kalau di pinggir, ombaknya memang dua meteran. Tapi kalau di tengah laut sampai empat meter,” imbuhnya. Kekhawatiran para nelayan itu juga berdasar atas hilangnya tiga nelayan pekan lalu. Sehingga, selama cuaca buruk berlangsung, mereka akan tetap menyandarkan perahu. Para nelayan berharap cuaca buruk yang terjadi selama dua pekan itu tidak semakin parah n  Baca Ombak...Hal 39


Radar Banyuwangi | 21 Januari 2014