Page 1

KAMIS 21 FEBRUARI

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Sepakat Try Out Digelar 11 April

SIGIT HARIYADI/RaBa

RAPAT: Pengurus MKKS SMP se-Kabupaten Banyuwangi membahas persiapan try out SMP di Seblang Room Jawa Pos Radar Banyuwangi sore kemarin (20/2).

BANYUWANGI - Jawa Pos Radar Banyuwangi kembali berkolaborasi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Kabupaten Banyuwangi dalam menggelar try out ujian nasional tingkat SMP 11 April 2013 mendatang. Untuk mematangkan persiapan try out tersebut, pengurus MKKS SMP se-Kabupaten Banyuwangi bertemu tim Jawa Pos Radar Banyuwangi di Seblang Room sore kemarin (20/2). Hadir dalam pertemuan

itu pengurus MKKS SMP se-Kabupaten Ba nyuwangi, di antaranya Supriyadi (ketua), H. Saroni (sekretaris), dan pengurus yang lain. Rom bongan MKKS SMP itu disambut Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Choliq Baya dan

didampingi manajer pengembangan usaha (PU) dan manajer pemasaran. Sekretaris MKKS SMP Banyuwangi, Sahroni mengatakan, try out unas bersama Jawa Pos Radar Banyuwangi merupakan bentuk kerja sama dan tindak lanjut try out yang lalu. “Semoga penyelenggaraan try out tahun ini lebih sukses dan bisa menjadi media berlatih dan mempersiapkan diri dalam menghadapi unas,“ harap Sahroni n  Baca Sepakat...Hal 35

Parkiran Jebol Dilempari Batu 1

Keributan di SMAN 1 Srono

Pukul 09.00 dengan mengendarai sepeda motor ratusan pelajar SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi berkumpul di lapangan sebelah utara SMAN 1 Srono. Sebagian pelajar membekali diri dengan pentungan.

Pelajar Dua Sekolah Nyaris Tawuran

3 Mendengar keributan, sejumlah personel Polsek Srono datang. Mereka berusaha meredam keributan. Polisi akhirnya membubarkan kerumunan pelajar tersebut.

SRONO - Tawuran antar-pelajar nyaris pecah di Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, kemarin. Tawuran tersebut melibatkan siswa SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi dan SMAN 1 Srono. Ratusan pelajar SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi melempari bangunan SMA 1 Srono menggunakan batu. Beruntung, aksi pelajar itu tidak berlanjut karena polisi cepat datang ke lokasi. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, awalnya pada pukul 09.00, ratusan pelajar SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi berkumpul di lapangan sebelah utara SMAN 1 Srono n  Baca Parkiran...Hal 35

Buntut Laga LPI

2 Mereka sempat melempari ba ngunan SMAN 1 Srono dengan batu. Aksi ini dipicu balas dendam lantaran seorang siswa SMK Mu hammadiyah 6 Rogojampi dipukuli.

SEMENTARA itu, siswa kedua sekolah tersebut sempat bersitegang dalam pertandingan sepak bola Liga Pendidikan Indonesia (LPI) yang dihelat di lapangan Srono Selasa sore kemarin (19/2). Gara-gara ketegangan itu, pertandingan pun ditunda n  Baca Buntut...Hal 35

4 Ratusan pelajar akhirnya bubar. Mereka balik kanan ke arah Rogojampi dengan berkonvoi naik sepeda motor. GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Setahun Muncul 127 Ruko Baru Winasa Meminta Ketemu

PENERBANGAN

BANYUWANGI - Pertumbuhan pembangunan rumah toko (ruko) di Banyuwangi meningkat tajam tahun 2012 lalu. Dalam setahun, izin mendirikan bangunan (IMB) yang dikeluarkan pemerintah daerah mencapai 127 lokasi. Pada tahun 2011, IMB ruko yang diterbitkan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Banyuwangi hanya 97 lokasi. Pada tahun 2010, izin pembangunan ruko lebih kecil lagi, yakni kurang dari 50 lokasi. Kepala BP2T Banyuwangi, Abdul

Kadir mengungkapkan, izin yang dikeluarkan BP2T ada dua jenis. Ada IMB yang diterbitkan tanpa menggunakan izin perubahan peruntukan tanah (IPPT), dan ada IMB ruko yang harus menggunakan IPPT. Luas bangunan ruko kurang dari 500 meter persegi, kata Kadir, IMB di terbitkan tanpa menggu nakan IPPT. Bangunan ruko yang luasnya melebihi 500 meter persegi, IMB bisa diterbitkan jika dilengkapi IPPT. “Kalau tidak me miliki IPPT, kita tidak akan

diterbitkan IMB,” ka tanya. Selama tahun 2012, pertumbuhan pembangunan ruko cukup pesat. Hampir di semua kecamatan ada pem bangunan ruko. Pengajuan IMB ruko itu pun bermacam-macam. Ada pembangunan ruko yang setelah selesai langsung ditempati, dan pula bangunan ruko yang selesai dibangun tidak digunakan n  Baca Setahun...Hal 35

Bisa Terbang Malam Hari ROGOJAMPI - Sejumlah fasilitas baru di Bandar Udara (Bandara) Blimbingsari, Keca matan Rogojampi, Banyuwangi, belum bisa dioperasikan hingga kemarin (20/1). Penyebabnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI tidak menuntaskan proses verifikasi fasilitas baru tersebut. Pada 2012 lalu, ada tiga fasilitas baru yang dibangun di Bandara Blimbingsari. Peranti anyar tersebut, antara lain pemasangan airfield lighting system (AFL, lampu bandara), penambahan runway (landasan pacu) sepanjang 400 meter, dan pelebaran apron (parkir pesawat) seluas 2.400 meter persegi n  Baca Bisa...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

CUACA

BERMUNCULAN: Kompleks ruko di dekat Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Langsung dengan Ratna BANYUWANGI - Proses sidang perceraian mantan bupati Banyuwangi, Ratna Ani Lestari, dan mantan bupati Jembrana, Bali, I Gede Winasa, yang sedang digelar di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Banyuwangi tampaknya akan berlangsung alot. Winasa yang digugat cerai Ratna itu menolak proses cerai menggunakan mediator. Dia bersikukuh agar istri yang telah memberikan satu anak itu hadir dalam persidangan. “Pak Winasa meminta Bu Ratna datang tanpa mediator,” cetus penasihat hukum I Gede Winasa, Siti Nurhayati SH, Selasa lalu (19/2). Sidang cerai pasangan mantan bupati itu sudah empat kali digelar di PA Banyuwangi. Selama empat kali sidang, Ratna Ani Lestari yang kini ditahan di LP Medaeng, Surabaya, terkait kasus korupsi pengadaan lahan La pangan Terbang (Lapter) Blimbingsari, itu belum pernah hadir. “Bu Ratna tidak dapat izin ke Banyuwangi,” terang penasihat hukumnya, Ribut Puryadi SH. Lantaran tidak bisa hadir, Ratna melalui pengacaranya

DOK. RaBa

Ratna Ani Lestari

menunjuk Sugiono sebagai mediator. Rencananya, proses mediasi dilakukan di LP Medaeng, Surabaya. “Karena Bu Ratna tidak bisa ke Banyuwangi, mediasinya mungkin di Surabaya (Medaeng),” jelas Ribut Puryadi. Proses mediasi menggunakan mediator tersebut ternyata ditolak keras Winasa. Winasa meminta semua proses persidangan dilaksanakan di PA Banyuwangi. “Kita tetap me nolak adanya mediator. Ini permintaan Pak Winasa,” tegas Siti Nurhayati SH. Atas penolakan itu, Siti Nurhayati tidak bisa menjamin kliennya mau datang ke LP Medaeng, Surabaya, untuk me la kukan mediasi. (abi/c1/bay)

Kondisi Terkini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Bulusan

Menggunung 7 Meter, Diprediksi Overload Tahun Depan

GALIH COKRO/RaBa

MENDUNG: Ada pengendara motor yang mengenakan raincoat, ada pula yang tidak, saat melintas di Simpang Lima, Banyuwangi, kemarin.

Februari Bulan Basah BANYUWANGI - Puncak musim hujan di wilayah Banyuwangi memang sudah berlalu. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi beberapa wilayah di Bumi Blambangan masih berpotensi diguyur hujan hingga beberapa hari ke depan n  Baca Februari...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Setelah beroperasi kembali tahun 2011, kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Bulusan, Kecamatan Kalipuro, cukup memprihatinkan. Jika tidak segera ada TPA pengganti, Banyuwangi akan berpeluang mendapat predikat kota terkotor.

Winasa minta ketemu langsung dengan Ratna Masih ada cinta di dada rupanya

Bandara Blimbingsari bisa digunakan terbang malam hari Merpati pergi, yang berani terbang malam hanya kelelawar asli

AF. ICHSAN RASYID, Kalipuro PADA 2010 lalu, kondisi TPA sampah Bulusan masih rata tanah. Belum terlihat ada tumpukan sampah dan yang terlihat hanya sampah berserakan di TPA seluas 1,5 hektare (ha) tersebut. Pemandangan dua tahun silam itu kontras dengan pemandangan saat ini.

GALIH COKRO/RaBa

JURANG: Tumpukan sampah yang dibiarkan selama puluhan tahun di TPA Bulusan akhirnya dikeruk.

Saat ini, TPA yang dioperasikan mulai 1 Juni 1988 itu sudah menjadi gunung sampah setinggi tujuh meter. Dua tahun silam, mata masih bisa menyaksikan sejumlah aktivitas

di area TPA. Kini, hal itu tidak bisa lagi. Jika Anda berada di sisi barat TPA, maka tidak akan bisa lagi melihat aktivitas di sisi timur dan begitu sebaliknya. Itu terjadi

karena pandangan terhalang tumpukan sampah. Untuk bisa melihat aktivitas di area TPA, kita harus rela naik ke atas gunung sampah itu n  Baca Menggunung...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Kamis 21 Februari 2013

CERMIN DIRI

Tetenger Baru Kota Gandrung MESKI agak terlambat, Pemkab Banyuwangi akan segera merevisi ketentuan perizinan bangunan bertingkat yang boleh berdiri. Selama ini, bangunan bertingkat yang diizinkan dibangun di Kota Gandrung maksimal tiga lantai. Mulai tahun ini, izin bangunan bertingkat akan dinaikkan menjadi delapan hingga sepuluh tingkat. Revisi izin tersebut mengucur setelah ada beberapa investor yang berminat membangun gedung bertingkat di Banyuwangi. Agar investor nyaman di Banyuwangi, pemerintah daerah akan mengakomodasi keinginan para penanam modal tersebut. Saat ini, tim pemerintah daerah sedang melakukan kajian dan memetakan lokasi yang akan diizinkan dibangun gedung berlantai delapan hingga sepuluh. Rencananya, ketentuan pembangunan gedung lebih dari tiga lantai akan diatur dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). RDTR itu merupakan penjabaran Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Payung hukumnya akan diatur dalam bentuk peraturan daerah (perda). Tentu saja, akan ada rambu yang mengatur tentang bangunan pencakar langit tersebut. Sebab, tidak semua lokasi boleh dibangun gedung melebihi tiga lantai. RDTR akan mengatur jelas lokasi mana saja yang boleh didirikan gedung sepuluh lantai. Revisi perizinan tersebut tentu tak hanya menjadi angin segar bagi kalangan investor, tapi juga pelaku usaha properti. Mereka yang sudah ngebet mengembangkan bisnis properti, tak jarang terkendala keterbatasan lahan. Solusi alternatifnya, investor harus melebarkan bangunan ke atas, yakni menambah lantai gedung. Di sisi lain, revisi regulasi jumlah lantai gedung tersebut memiliki prestise luar biasa. Lihat saja, wajah kota gandrung saat dilihat dari udara ternyata sama sekali tidak cantik. Yang terlihat hanya genting rumah-rumah di mana-mana. Tampak tidak teratur dan cenderung semrawut. Andai saja muncul satu gedung berlantai sepuluh di Kota Gandrung, tentu gedung tersebut akan menjadi landmark (tetenger) baru Banyuwangi. Wajah Kota Gandrung akan lebih cantik dengan munculnya tetenger baru tersebut. Yang paling penting, siapa yang pertama membangun gedung tetenger baru tersebut tentu akan paling diingat masyarakat Bumi Blambangan. Inilah yang akan jadi nilai plus untuk investor yang pertama kali membangun tetenger baru tersebut. Ya, kita tunggu saja bagaimana hasilnya. Ayo para investor berkompetisi menjadi yang pertama membangun gedung sepuluh lantai di Kota Gandrung. Jadilah investor yang dikenang warga Banyuwangi. (*)

FUTSAL

Segera Seleksi Pemain BANYUWANGI - Dipertandingkannya cabang futsal dalam Pekan Olahraga Povinsi (Porprov) IV Madiun mendatang membuat Pengkab PSSI Banyuwangi mulai melirik cabang yang satu ini. Selain membentuk manajerial tim, induk pembina sepak bola yang juga menaungi futsal tersebut juga berencana menggelar seleksi pemain dalam waktu dekat. Ketua PSSI Banyuwangi hasil muscab Hotel Jajag, Mohamad Kayun Rosyid Sholeh mengatakan, seleksi akan digelar tiga hari mulai 26 hingga 28 Februari. Terkait lokasi, berdasar hasil komunikasi dengan jajaran manajerial tim, penjaringan pemain akan dilaksanakan di lapangan futsal Griya Dadapan Indah (GDI). “Seleksi ini terbuka untuk semua pemain futsal di bawah usia 21 tahun,” ujar ketua PSSI yang berafiliasi kepada PSSI-nya La Nyala Mattalitti tersebut. Keputusan PSSI mengikutsertakan futsal dalam porprov mendatang dinilai cukup bagus. Kayun menilai, prestasi klub futsal Banyuwangi cukup diperhitungkan di berbagai kejuaraan. Dengan pemain yang ada, dia yakin cabang futsal bisa memberikan hasil terbaik untuk Banyuwangi di porprov mendatang. Soal target, Kayun tidak ingin muluk-muluk dan membenani tim futsal. Dia hanya menargetkan tim futsal Banyuwangi lolos ke babak utama even dua tahunan itu. “Bukan sekadar tampil, kita optimistis mendapat prestasi,” tegasnya. Hal senada juga diungkapkan asisten manajer tim futsal Banyuwangi, Ary Tonang. Seleksi yang akan digelar lima hari lagi itu terbuka untuk semua klub futsal di Banyuwangi. Pemain kelahiran 1992 atau under 21 bisa mengikuti seleksi. (nic/c1/als)

GALIH COKRO/RaBa

SERI: Pemain Banyuwangi Ryan Hidayat melakukan shooting ke gawang Lumajang di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, kemarin.

Bondowoso Dampingi Banyuwangi Lolos Kualifikasi Porprov Grup D

Hasil Kemarin

BANYUWANGI - Bondowoso memastikan satu tiket yang tersisa di grup D pada babak kualifikasi Porprov 2013 adalah miliknya. Kepastian itu diperoleh setelah dalam laga penentuan di Lapangan Glagah, Banyuwangi, kemarin (20/2), anak asuh Baidowi itu unggul tipis 3-2 atas lawannya, Situbondo. Tambahan tiga poin membuat Samsul Arifin dkk finis di posisi kedua dengan torehan empat poin. Posisi teratas ditempati Banyuwangi dengan poin tujuh. Tambahan satu poin diperoleh tuan rumah setelah meladeni Lumajang pada pertandingan pemungkas di Stadion Diponegoro kemarin. Hasil tersebut mengubur ambisi Lumajang dan Situbondo melaju ke fase berikutnya. Manajer Banyuwangi, Mohamad Khairul Abbas, mengaku bersyukur timnya bisa menambah poin di laga pamungkas. Meladeni Lumajang, tuan rumah yang menurunkan

Klasemen Akhir Grup D

Langsung Diguyur Bonus

Banyuwangi v Lumajang 1-1 Bondowoso v Situbondo 3-2 1. Banyuwangi 3 2. Bondowoso 3 3. Lumajang 3 4. Situbondo 3 *Lolos ke babak kedua

2 1 0 0

sejumlah pemain lapis kedua tampil sedikit di bawah performa terbaik. “Kami bermain santai dan sedikit berhati-hati di pertandingan ini,” akunya. Saat tim Banyuwangi tampil di bawah peak permainan terbaik, Lumajang bisa memanfaatkan kondisi tersebut. Tim asal Kota Pisang itu unggul lebih dulu pada menit 23. Sepakan free kick Randa Andi Marta membuat tim tamu unggul satu gol. Kondisi itu membuat Banyuwangi meningkatkan tempo permainan. Namun, hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan Lumajang tidak berubah. Di babak kedua, arsitek Banyuwangi, Ribut Santoso, sedikit melakukan peruba-

1 1 3 1

0 1 0 2

6-1 3-3 1-1 2-7

7* 4* 3 1

han di lini depan. Imam Bandanidji digantikan Micheal Hollin Prasetyo. Masuknya pemain bernomor punggung 11 itu membuat serangan tuan rumah sedikit bertaji. Puncaknya, menit 67 Michael Hollin menjawab kepercayaan pelatih atas dirinya. Gol mendatarnya membuat kedudukan imbang: Banyuwangi satu dan Lumajang satu. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor imbang 1-1 tidak berubah. Hasil itu belum cukup mengatrol posisi Lumajang di klasemen akhir. Sebab, di pertandingan lain di Lapangan Glagah, Bondowoso berhasil menang 3-3 atas Situbondo. Banyuwangi dan Bondowoso pun memastikan diri sebagai wakil grup IV. (nic/c1/als)

KEBERHASILAN tim sepak bola Banyuwangi menembus babak kedua kualifikasi Porprov 2013 mendapat perhatian ekstra dari Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko. Orang nomor dua di Pemkab Banyuwangi itu langsung memberi reward atas kerja keras Mohamad Nizar dkk. Guyuran bonus pun langsung meluncur ke mes pemain yang bermarkas di Gedung Pramuka itu. Apa bonus yang diberikan wakil bupati? Bukan uang yang diberikan Yusuf. Pria asal Madiun itu secara khusus memberikan bonus berupa sepatu bola baru untuk skuad porprov Banyuwangi. “Ya, mudah-mudahan sepatu baru ini bisa memotivasi anak-anak agar tampil lebih baik,” pinta ketua KONI Banyuwangi itu. Yusuf menambahkan, bonus itu diberikan atas keberhasilan tim porprov dalam kualifikasi babak pertama. Dia berharap, tim sepak bola Banyuwangi

bisa tampil di babak utama Porprov IV yang akan digelar pertengahan tahun ini di Kota Madiun. Apresiasi wakil bupati itu rupanya disyukuri manajemen tim porprov Banyuwangi. Manajer tim, Mohamad Khairul Abbas mengatakan, sepatu baru dari wakil bupati itu diharapkan bisa menjadi penyemangat pemain agar mampu menembus fase utama even dua tahunan itu. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi bagi pemain,” harapnya. Sementara itu, bonus juga datang dari pengurus PSSI Banyuwangi versi PSSI-nya La Nyala Mattalitti. Tidak berbentuk barang, bonus yang diberikan adalah dalam bentuk uang tunai. “ D i p e r t a n d i n ga n s e b e l umnya kami juga rangsang pemain dengan bonus. Kini pun tetap ada bonus,” beber Agung Setyo Wibowo, bendahara PSSI. (nic/c1/als)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Kamis 21 Februari 2013

Suka Malak, diDO dari Sekolah ROGOJAMPI - Diduga sering meminta uang kepada adik kelasnya, RK, 17, siswa kelas XI salah satu SMA negeri di Kecamatan Rogojampi, merasakan pengapnya tahanan Mapolsek Rogojampi kemarin. RK adalah siswa pindahan dari Srono. Dia ditengarai kerap melanggar aturan sekolah. Baru beberapa bulan masuk SMA di Rogojampi, nakalnya kambuh lagi. RK ditengarai kerap meminta uang kepada adik kelasnya dengan cara memaksa. Pukul 09.00 kemarin RK malak adik kelasnya di kantin sekolah. Namun, karena tak punya uang, korban menolak. Lantaran kemauannya tak dituruti, RK langsung marah. Hal itu ternyata diketahui para siswa kelas XII. “Para kakak kelas itu pun jengkel. Anak baru kok berani malak-malak,” kata Kapolsek Rogojampi Kompol Bagio SP. Lantaran jengkel, beberapa kakak kelas RK akhirnya memberi peringatan. Namun, hal ini justru membuat yang ber-

ABDUL AZIZ/RABA

SISWA NAKAL: RK di Mapolsek Rogojampi kemarin.

sangkutan marah. RK berlari menuju sebuah laboratorium dan mengambil sebuah senjata tajam, lalu mengejar beberapa kakak kelasnya. Kontan, hal ini membuat situasi di sekolah memanas. Bahkan, lima siswi yang terlihat ketakutan melihat ulah pelaku sempat tak sadarkan diri. Beruntung, beberapa kakak kelasnya yang lain berhasil menghalau RK dan merebut sajam dari tangannya. “Begitu senjatanya berhasil direbut, RK langsung diamankan para siswa. Pihak sekolah langsung telepon polsek,” tuturnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut, RK diamankan di Mapolsek Rogojampi. Namun, kemarin sore pihak sekolah, korban, dan orang tua RK, datang ke Mapolsek Rogojampi. Kedatangan mereka untuk membuat kesepakatan. “Namun demikian, RK langsung drop out (dikeluarkan) oleh pihak sekolah,” tandas Bagio. (azi/c1/aif)

Warga Kendal Sere Diminta Tenang Jangan Termakan Isu Babi Ngepet SING OJURUH - Isu babi ngepet sudah beredar luas di Dusun Kendal Sere, Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh. Sampai-sampai mereka rela berjaga hingga larut malam demi menangkap babi jadi-jadian itu. Sampai kemarin, warga masih tetap berjaga di lingkungan masing-masing. Sebab, warga meyakini uang mereka yang hilang itu akibat ulah babi ngepet atau celeng kesreg itu. ‘’Tadi malam, orang-orang masih jaga,” ujar Hariyadi, warga setempat, kemarin. Camat Singojuruh Nanik Machrufi mengaku sudah mendengar isu itu. Setelah mengorek informasi di lapangan, pihaknya menyimpulkan hal itu tidak perlu dipercaya. ‘’Jaga tiap malam itu baik, tapi kalau niatnya salah maka menjadi tidak baik,” kata Nanik. Saat menghubungi koran ini,

Isu babi ngepet itu tidak perlu diperlebar. Dampaknya akan menjurus ke manamana. Mari kita berpikir jernih” Nanik Machrufi Camat Singojuruh

Nanik menyampaikan bahwa isu itu tidak perlu diperlebar. Sebab, dampaknya akan men-

jurus ke mana-mana. “Warga tidak perlu resah gara-gara isu miring itu,” pinta pejabat berkacamata itu. Pihaknya mengajak warga berpikir secara jernih. Artinya, dugaan adanya babi ngepet itu sudah di luar akal sehat. “Mari kita ciptakan kondisi lingkungan yang kondusif,” ajaknya. Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Kendal Sere, Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh, waswas. Sebab, di tengah malam mereka kerap mendengar suara aneh mirip babi. Bahkan, bukan sekadar mendengar suara, ada warga yang pernah melihat langsung babi itu. Katanya, babi tersebut bisa hilang dalam sekejap. Warga semakin takut karena banyak warga yang mengaku kehilangan sejumlah uang secara tiba-tiba. Warga pun menduga uang itu dicuri babi jadi-jadian. Munculnya dugaan babi ngepet itu membuat warga bertindak. Warga pun rela berjaga di lingkungan masing-masing hingga larut malam. (ton/c1/aif)

Curi Motor, Orgil Nyaris Babak Belur SONGGON - Pencurian sepeda motor (curanmor) terjadi di Dusun Perangan, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, kemarin. Beruntung, pelakunya langsung berhasil ditangkap. Dia adalah MY, 45, warga Dusun Sumberasri, Desa/Kecamatan Songgon. Pria tersebut membawa kabur motor Honda Star yang diparkir di tepi jalan, tepatnya di depan salah satu sekolah dasar. Pencurian itu terjadi pukul 07.00. Saat kejadian, korban sedang buang air kecil. Pelaku membawa kabur motor curian itu ke arah

timur atau ke arah Desa Bedewang. Namun, usaha pelaku itu berhasil dihentikan warga. ‘’Pencurinya ditangkap di bekas galian C di Dusun Arjosari, Desa Bedewang,’’ cetus warga setempat, Hadi Yitno, kemarin. Menurut dia, motor itu milik pedagang mainan yang biasa mangkal di sekolah-sekolah. Saat dibawa kabur pencuri, motor itu masih terpasangi tobos. ‘’Pencurinya tidak bawa sepeda. Dia sedang jalan-jalan,” kata tokoh masyarakat tersebut. Setelah tertangkap, jelas dia,

pelaku berlagak gila. Padahal, warga yang sudah geram nyaris menghakimi pelaku. ‘’Warga resah karena kerap terjadi pencurian. Sayang, banyak korban yang tidak lapor polisi,” jelas bapak dua anak itu. Setelah diamankan, warga memilih lapor polisi. Tanpa menunggu lama, polisi datang dan membawa pelaku ke Mapolsek Songgon. “Saya sekarang naik mobil membawa pencurinya ke polsek,” terangnya. Berdasar pemeriksaan, polisi menyimpulkan bahwa pelaku

memang menderita gangguan jiwa. Polisi pun langsung membawa pelaku ke rumah sakit jiwa. “Daripada marah-marah nggak jelas, akhirnya kita bawa ke pusat rehabilitasi kejiwaan di Licin,” ungkap Kapolsek Songgon, AKP Ali Ashari, kemarin. Menurut dia, pelaku pernah melakukan hal serupa di Desa Sragi, Kecamatan Songgon, beberapa waktu lalu. Dia tertangkap di Pasar Sumberarum. ‘’Kita tidak ingin dia berulah lagi. Makanya kita bawa dia ke rumah sakit jiwa,” tandasnya. (ton/c1/aif)

Yamaha Motor Show Sajikan Fuel Injeksi

FOTO-FOTO ISTIMEWA

MERIAH:Lomba mewarnai diikuti oleh anak-anak TK Saneporejo.

YAMAHA tidak mau setengah-setengah dalam menyosialisasikan mesin injeksi pada semua produknya. Berbagai kegiatan digelar untuk mengenalkan sekaligus mengedukasi kepada masyarakat luas jika saat ini Yamaha telah menggunakan mesin injeksi pada semua produknya. Salah satu kegiatan yang digelar adalah Yamaha Motor Show yang digelar di tiga titik. Yakni di lapangan Siliragung pada Sabtu (9/2) lalu dilanjutkan di Saneporejo pada (16/2). Dua hari kemudian (18/2) Yamaha juga menyosialisasian Fuel Injection di SMAN 1 Banyuwangi. Selain di Banyuwangi, Yamaha Motor Show juga merambah di Kecamatan Kapongan, Situbondo yang digelar pada tanggal (23/2). “Yamaha Motor Show yang digelar dibeberapa titik ini merupakan kelanjutan dari beberapa event yang digelar di beberapa kota kecamatan di seluruh Banyuwangi dan Situbondo. Dulunya bertema pesta carnival Yamaha, sekarang berganti dengan Yamaha Motor Show. Tentunya dengan kemasan acara dan hiburan yang berbeda serta tidak meninggalkan rasa kebersamaan bersama masyarakat,” kata Branch Manager PT. Rodasakti Suryaraya Jember, Bambang Setiabudi. Acara yang digelar ini cukup meriah dengan beberapa pagelaran perlombaan serta diskon dan angsuran khusus yang diberikan di acara Yamaha Motor Show, dan hadiah langsung yang diberikan kepada konsumen yang melakukan pembelian motor pada saat acara berlangsung. Bambang menambahkan, acara ini digelar dengan tujuan memperkenalkan produk Yamaha terbaru, teknologi Yamaha terbaru dan membuktikan kesiapan Yamaha di era injeksi ini. “Kami akan terus melakukan kampanye Yamaha Fuel Injection dengan kemasan yang lebih menarik,” ujarnya. (adv)

JAJAL YANG BARU: Warga Saneporejo saat test ride dengan Xeon RC berhadiah uang tunai.

MELAJU TENANG: Siswi SMAN 1 Kota Banyuwangi turut menjajal Mio J yang begitu irit bahan bakar.

Kejutan Yamaha, Beli Mio J Dapat Avanza SELAIN rajin menggelar even, Yamaha juga memanjakan konsumen dengan hadiah-hadiah yang spektakuler. Kali ini, kejutan hadiah bagi Anda yang membeli motor Mio J series berupa hadiah langsung dan hadiah utama. Program ini mulai berlaku tanggal 1 Februari hingga 31 Maret 2012. Bambang Setiabudi mengatakan, program kejutan ini dinamakan semarak Mio J 3 in 1. Dimana setiap konsumen yang membeli motor Mio J series akan mendapatkan hadiah langsung, seperti 15 Galaxy Tab, 25 TV LCD 32 inc, 50 kamera pocket, 75 HP Samsung Champ, 2000 voucher 100K serta cash back. Bahkan, konsumen akan berkesempatan mendapatkan grand prize lima Avanza dan lima Mio J. “Program ini berlaku tanggal 1 Februari hingga 31 Maret 2013, jadi masih lama periodenya sehingga kesempatan mendapat hadiah sangat tinggi,” ungkap Bambang. Bambang menjelaskan program ini merupakan upaya Yamaha untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sepeda motor injeksi sudah

mulai di terapkan Yamaha. Keunggulannya di kategori skutik berkelas menjadikan generasi terbaru Mio itu memiliki slogan Semakin Cepat Semakin Irit...It’s Magic. Sejak kehadirannya, Mio J disambut pasar dan begitu populer. Penerimaan masyarakat atas pertimbangan kualitas tinggi teknologi Yamaha yang sudah dipercaya selama ini memimpin market otomotif roda dua nasional pun tinggi. Mio J menjawab semua keinginan konsumen yang menginginkan skutik berteknologi tinggi. Teknologi FI Yamaha yang disebut Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI) membuat Mio J begitu sempurna. Ketangguhannya mesinnya ditambah pengaplikasian mesin juara Yamaha, Diasil Cylinder dan Forged Piston. Penyatuan mesin juara Yamaha dan teknologi mutakhir YMJET-FI melahirkan motor matik performa tinggi “Uniknya, Mio J diambil dari teknologi FI Yamaha yang disebut Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI). Maknanya sangat dalam dan menjadi

YAKINKAN KONSUMEN: Service Advisor Yamaha memberikan keterangan tentang alat FI Yamaha yang sudah siap 100 persen ada di semua produk Yamaha.

DISEMUA KECAMATAN: Edukasi atau sosialisasi untuk produk FI Yamaha berlangsung di semua wilayah Banyuwangi, salah satunya, di Desa Saneporejo.

kesempurnaan Mio J dengan teknologi mutakhir Yamaha yang dapat meningkatkan performa mesin dan hemat

bahan bakar sampai 30 persen. Ini pula mengapa Mio J disebut It’s Magic,” ujar Bambang. (adv)

MENYENTUH PELAJAR: Penjelasan tentang fuel injeksi di SMAN 1 Banyuwangi.


KOMUNIKASI BISNIS

28

Kamis 21 Februari 2013

HPN

Forpimda Ramaikan Jalan Sehat Wartawan BANYUWANGI-Jalan sehat Hari Pers Nasional (HPN) yang akan digelar pada Minggu pagi (24/2) dipastikan meriah. Pasalnya, bakal diikuti seluruh jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) beserta istri. Ribuan peserta akan diberangkatkan tepat pukul 06.00 oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dari garis start di depan Wisma Blambangan Jalan Wahidin Sudirohusodo. Ribuan peserta akan menyusuri rute Jalan Piere Tendean. Kemudian melintasi Jalan Wahid Hasyim, simpang lima belok kanan menyusuri Jalan PB. Sudirman. Selanjutnya belok kiri melewati Jalan Satsuit Tubun, lalu finish di Jalan Wahidin Sudirohusodo atau depan Wisma Blambangan. Ketua Forum Komunikasi Majalah, Tabloid, dan Koran (Mahkota) Banyuwangi Imam Ashari Hadi mengatakan, panitia sudah melakukan audiensi dengan bupati yang diwakili Wakil DOK.RaBa Bupati (Wabup) Yusuf Yusuf Widyatmoko Widyatmoko dan Sekkab Selamet Karyono. Dalam kesempatan tersebut, kata Imam, wabup dan sekkab menyampaikan kesediaan Bupati Anas untuk hadir melepas peserta tepat pukul 06.00. Jajaran Forpimda beserta para istri juga sudah menyatakan siap ikut jalan. “Bapak Bupati Anas sudah menyatakan kesediaannya untuk hadir dan melepas peserta,” tegas Imam didampingi koordinator panitia Mbah Blegeng, kemarin. Sementara itu, kegiatan Mlaku Bareng Bupati itu mendapatkan apresiasi dari Wabup Yusuf. Menurutnya, jalan sehat yang melibatkan siswa itu sangat positif bagi anak didik untuk belajar bahwa olahraga sangat penting. “Kalau tubuh kita sehat pasti akal kita juga sehat,” cetus Yusuf. Imam menambahkan, acara yang disponsori Yamaha dan sejumlah sponsor pendukung itu bakal mengundi hadiah utama berupa satu unit Yamaha Mio J. Panitia juga menyiapkan ratusan door prize menarik bagi peserta. Dalam kegiatan yang menggandeng Dinas Pendidikan dengan mengerahkan siswa dari tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat itu juga akan dibagikan santunan bagi seratus anak yatim piatu dan jompo. “Kupon undian berhadiah masih bisa didapatkan di sekretariat panitia dan kantor Forum Komunikasi Mahkota di Jalan Progo depan Kelurahan Singonegaran, Banyuwangi,” kata Imam. Demi mendukung program bupati, Imam mengimbau agar peserta kompak mengenakan kaus bertuliskan “I Love BWI”. “Peserta diharapkan datang di lokasi start sebelum jam 06.00,” pesannya seraya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab maupun semua pihak yang telah membantu dan sponsor pendukung.(adv/irw)

BANYUWANGI • Rumah Sukowidi •

BANYUWANGI

Semen Holcim Bangun Pabrik Kedua Menjawab kebutuhan pasar industri semen di Indonesia yang terus meningkat, Holcim Indonesia merealisasikan percepatan rencana ekspansinya dengan menandatangani kontrak pembangunan pabrik keduanya di Tuban, Jawa Timur. (*)

Jamsostek Edukasi Perusahaan SITUBONDO - PT Jamsostek (Persero) begitu agresif dalam menyosialisasikan pentingnya perlindungan terhadap risiko yang dihadapi seluruh masyarakat pekerja, baik tenaga kerja formal maupun informal. Setelah sebelumnya menggelar dan memberikan santunan jaminan kematian (JK) di Banyuwangi, kali ini PT Jamsostek (Persero) menggelar edukasi di masyarakat Situbondo, pada Rabu (13/2). Kepala Kantor PT Jamsostek (Persero) wilayah Banyuwangi dan Situbondo, Nurdin Syah bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Situbondo Drs Edi Susilo, MSi memberikan edukasi pentingnya perlindungan terhadap risiko yang dihadapi seluruh masyarakat pekerja di wilayah Situbondo. Kerja sama itu dituangkan dalam bentuk MoU (memorandum of understanding) tentang kerja sama fungsional. Menurut Kepala Kantor PT Jamsostek (Persero) wilayah Banyuwangi

BANYUWANGI

YUSROH/RaBa

dan Situbondo Nurdin Syah, tujuan edukasi itu adalah upaya meningkatkan kesejahteraan dan memberikan perlindungan tenaga kerja. “Program Jamsostek memberi kontribusi bagi perlindungan tenaga kerja yang berdampak pada aspek stabilitas sosial sebagai modal dasar pembangunan.

BANYUWANGI

• Krim Pemutih Wajah •

• STNK •

• Timor ‘99 SOHC •

Lemesa Krim pb mutih wjh & tbh dlm 3hri ptih, kncng, brchya. Hlgkn flek, jrwt, kriput, tnp efk smpg,amn,grns100%uangkmbl.081229491717

Hlg STNK Nopol P 5828 ZI, an. Abd. Haris. Jl. Dr. Rasad RT1/03 Kel. Rogojampi

Dijual 1 unit Timor ‘99 SOHC & 1 unit Maestro 90. Hub: 081336666171

• Bingung Cari Kerja? • Bingung cr krj?ingin jenjang karir?sgr hub Smart Developing People 7742121, 087755804284.Djamin kerja,karir naik

Inilah yang harus dipahami oleh perusahaan/instansi, dan ini adalah perintah undang-undang,” kata Nurdin. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Situbondo Edi Susilo menyambut baik hasil penandatanganan MoU dengan Jamsostek. Menurut dia, MoU itu bertujuan me-

madukan fungsi yang terkait dan saling mendukung untuk menyelesaikan masalah-masalah ketenagakerjaan. “Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Situbondo akan memberikan instruksi kepada perusahaan agar bertanggung jawab mendaftarkan pekerjanya dalam program Jamsostek,” tegasnya. (adv/irw)

• Toyota Innova ‘09 •

• Honda CRV ‘05 •

• Honda Maestro •

Dijual Toyota Innova ‘09 akhir, solar, warna hitam, BPKB/pajak atas nama pembeli, Rp. 212,5 juta, cash&kredit, tukar tambah, hubungi 082142194111, 081335897888

Dijual Honda CRV Tahun 2005, warna hitam, harga 155 juta nego, kredit/cash. Hubungi 081216866602/087857311088

Dijual Honda Maestro warna putih tahun 1990, harga 48 juta nego, istimewa, tangan pertama, kredit/cash. Hubungi 081216866602/087857311088

• Toyota Avanza ‘07 •

• Toyota Avanza ‘04 •

• Grand Livina ‘08 •

DIJUAL Toyota Avansa1.3G tahun 2007 akhir silver metalik, harga 132 juta nego, barang istimewa hubungi 085331072175

DIJUAL Avanza 1.3 F60IRM tahun 2004 hijau mtl hrg 115 jt nego istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Gren livina XV 1.5 MT tahun 2008 hitam mtl hrg 145 jt nego istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Kijang LX ‘04 •

• Grand Max ‘10 •

• Suzuki Splash ‘10 •

DIJUAL kijang LX KF80 STD tahun 2004 hitam mtl hrg 110 jt nego brg istw , Bisa cash/ kredithub(0333)631526–635176,0811351148

DIJUALGrandMaxS40IRVZMDEJJHJtahun 2010 hitam hrg 95 jt nego brg istw , Bisa cash/ kredithub(0333)631526–635176,0811351148

DIJUAL Suzuki YV4 1.2 RHD splash GL 2010 abu-abumtlhrg117,5jtnegobrgistw,Bisacash/ kredithub(0333)631526–635176,0811351148

Hlg STNK Nopol P 5436 YJ, an. Subowo. Kebaman RT01/02 Kebaman Srono Hlg STNK Nopol P 6414 YC, an. Ahmad Muhlasin. Krajan RT03/03 Kemiren, Glagah

• Pengepul Karet Alam •

Hlg STNK Nopol P 2046 ZG, an.Hilma Maulana jl. Brantas 16 RT04/02 Pengantigan Banyuwangi

Dijual rumah, LT 170m2, LB 100m2, Jl. Tidore 3 Sukowidi, SHM, harga nego, hubungi 081249708539, 081934726317

Dicari Petani/Pengepul karet alam. Hubungi 085230809933/0321 513700

Hilang STNK Nopol P 6931YW a/n Abdul Karim.Dsn Krajan RT 03/03 Ds. Kedayunan Kec. Kabat Bwi

• Griya Mahkota •

PeluangUsaha:BagiAndaketua/penyelenggara Arisan. 1 th bonus ke LN. H: 03337611387

• Peluang Usaha • Hunian elit harga irit, type 36/80, Griya Mahkota Jl. Ikan Wader Pari. Hub: Hadi 081336611511. Hanya 3 unit.

POSE BERSAMA: Nurdin Syah (kanan) bersama Edi Susilo serta karyawan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Situbondo usai penekenan MoU.

BANYUWANGI • Tanah Kebun • Jual tanah kebun LT: 3530m2, hrg 25rb/m2, Grogol-Kopenbayah. Ady: 081-2323-99110

• Gladag - Rogojampi • BANYUWANGI

Dijual tanah 355m2 (Geladag sebelah Bimantara Rogojampi). H: 081336333898

• Karyawan • (1). Adm Keuangan, Pr, pend. D3 sgl jrsn, usia max 28 thn. (2). Spv Satpam, Lk/Pr, pend. SMA/sdrjat, bisa komputer, usia max 35 thn. (3). Satpam, Lk/Pr, pend. min SMA/sdrjt, siap ditempatkan dmna saja. (4). Satpam Carier, Lk/Pr, pend. min SMA/sedrjat, usia 20-30 thn siap dtmpatkan dimana saja. Krm lam ke: PT. DAS Jl. Boediono No.42 Basuki Rahmat-Bwi. Tlp. 0333411000.

BANYUWANGI • Toko + Rumah Genteng • Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto, 081233499888, 03170338181

• Jl. Agus Salim • Dijual sgr Ruko 2lt lok. Jl. Agus Salim belakang Untag Banyuwangi. Hubungi: 081233669969, 0333427190

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua


33

Kamis 21 Februari 2013

AGENDA KOTA

Hayono Isman akan Kunjungi Banyuwangi KETUA Umum Yayasan Bhakti Tridharma Kosgoro Pusat Jakarta Hayono Isman akan melakukan serangkaian acara dan kunjungan di Banyuwangi pada Jumat (22/2), besok. Bersama Ketua PDK Kosgoro Jatim Tjahyo dan Ketua Wanita Kosgoro Sukini, Hayono akan menghadiri acara di Gedung Juang’45. Yayasan akan menyerahkan penghargaan kepada tokoh pendidikan Kosgoro Banyuwangi Almarhum Syuhadak. Hayono juga akan bertemu Bupati Abdullah Azwar Anas dan menjenguk pendiri Kosgoro Banyuwangi I Ketut Sidre dan Leo Passandaran. SMP Kosgoro Kalipuro juga akan dia kunjungi. (*)

Seminar Inspirasi di RS Al-Huda dan RS Fatimah KHUSUS bagi Anda yang ingin memprogram hidup, kini telah hadir program pembelajaran praktis. Sehingga bisnis dan karir Anda akan melejit, penghasilan meningkat drastis, keluarga bahagia dan harmonis setiap hari. Acara seminar inspirasi itu akan digelar pada 23 Februari nanti di Aula RS Al-Huda Gambiran, dan tanggal 24 Februari di aula RS Fatimah Banyuwangi pukul 12.00. Informasi lebih lanjut hubungi: H. Eko Susilo Nurhidayat, SE. MM. (081231130234081937687234), Joko Setiono, S. Kep (081336222181), Budianto (082143434079), Febri Eko W (085859700297), dan Mashudi El Basyar (081336312797). (*)

BAGAIMANA INI

Jembatan Jagalan Segera Diperbaiki Belum Tersentuh Perbaikan Sejak Zaman Belanda GLENMORE – Kondisi jembatan Sungai Jagalan di Kampung Madiunan, Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore yang belum pernah tersentuh perbaikan sejak masa Belanda mendapat perhatian dari Pemkab Banyuwangi. Kemarin siang, Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Banyuwangi, Danang H meninjau langsung lokasi jembatan yang memiliki tikungan cukup tajam tersebut. Selama ini jembatan tersebut menjadi satu-satunya jalur penghubung menuju Kampung Madiunan. Sehinga bila sewaktu-waktu jembatan rusak, ribuan warga di daerah tersebut bisa terisolasi. “Sebab satu-satunya jembatan yang bisa dilewati kendaraan roda dua maupun empat ya hanya jembatan ini,” kata Mahrus Baidawi, tokoh pemuda setempat. Mahrus menuturkan, jembatan Sungai Jagalan tersebut dibangun sejak masa penjajahan Belanda. Selama itu pula jembatan tersebut belum pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah. Saking lamanya bangunan tersebut membuat jembatan tak lagi mampu menahan beban di atasnya. “Bagian bawah jembatan sudah terlihat gerowong, kalau terus tergerus banjir bisa membahayakan, ” kata Mahrus dibenarkan ketua RW setempat Heru Supriyadi. Menanggapi keluhan warga tersebut, Kabid Bina Marga pada Dinas PU, Danang, mengaku kaget dengan kondisi jembatan di Sungai Jagalan di Kampung Madiunan tersebut. Selain

ABDUL AZIZ/RaBa

TINJAU LOKASI : Kabid Bina Marga Dinas PU Danang dan beberapa stafnya melihat kondisi jembatan Sungai Jagalan, kemarin.

tikungannya cukup tajam, tanjakannya juga sangat tinggi. “Saya juga baru tau kalau ada jembatan kayak gini,” tuturnya. Danang menuturkan, dilihat dari besarnya sungai, sebenarnya jem-

batan tersebut kurang lebar dan harus memangkas lahan untuk mengurangi tajamnya tikungan. Untuk itu, pihaknya berjanji bila sewaktu-waktu ada anggaran dari APBN dan APBD Propinsi Jawa Timur, untuk membangun dan

memperbaiki jembatan di sungai besar akan dialokasikan ke Sungai Jagalan.. “Mudah-mudahan besok kalau adalagi anggaran dari APBN, akan kita alokasikan kesini, karena memang layak untuk segera diperbaiki,” janjinya. (azi/aif)

Biebie Risoles Crispy Dijamin Higienis ABDUL AZIZ/RaBa

BAHAYA: Tiang LPJU di dekat kantor PLN Genteng terlihat miring kemarin.

Tiang LPJU Depan PLN Miring GENTENG - Kondisi tiang lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Jalan Raya Diponegoro, Desa Genteng Kulon, Kecamatanm Genteng, terlihat miring sejak beberapa hari lalu. Miringnya tiang LPJU yang jaraknya dekat kantor PLN Genteng tersebut karena fondasi tiang itu menganga alias jebol. Bila tak segera diperbaiki, LPJU yang berada di barat jalan raya tersebut tentu akan roboh dan membahayakan warga. Bagaimana ini? (azi/c1/aif)

MEGA/RABA

DISAJIKAN HANGAT: Penggorengan risoles di Biebie Risoles Crispy di Sobo, Banyuwangi.

BALJEBOL

BALI

PANWASCAM

JEMBER

LUMAJANG

JEMBER – Penyelidikan dugaan penyimpangan dana alokasi khusus (DAK) 2011 oleh penyidik Tipikor Satreskrim Polres Jember terus dilakukan. Namun, pihak Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember belum memberikan pernyataan apa pun kepada pers mengenai kasus tersebut. Kepala Bidang TK/SD Dispendik Jember Ahmad Yasin saat dihubungi melalui telepon oleh Jawa Pos Radar Jember kemarin (20/2) sore tidak bersedia memberikan komentar banyak. “Mohon maaf, Mas, itu bukan wewenang kami,” katanya. Dia mengaku tidak berani untuk memberikan keterangan terkait DAK

2011 yang telah diselidiki pihak kepolisian. Yasin mengaku takut melanggar pimpinannya. Yasin meminta kepada wartawan untuk mengonfirmasi kasus tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan Bambang Hariono. Sementara itu, Bambang saat hendak dikonfirmasi di ruang kerjanya belum bersedia menemui wartawan. Menurut stafnya, atasannya itu sedang sibuk dan belum bisa menemui sejumlah media yang akan mewawancarainya. Sebanyak 136 orang kasek penerima DAK pendidikan 2011 bakal berurusan dengan penyidik Tipikor Satreskrim Polres Jember. Sebab, Korps Bhayangkara itu menemukan indikasi penyimpangan dalam realisasi DAK 2011, khususnya yang dialokasikan untuk

rehab gedung sekolah. Penyidik tipikor bergerak mengusut dugaan penyimpangan DAK 2011 setelah mememperoleh laporan dari masyarakat. Tetapi, pihak polres merahasiakan pelapor kasus ini. Sumber Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, penyidik akan memanggil secara bergiliran ratusan kasek tersebut. Dalam sehari, penyidik akan meminta keterangan antara lima sampai tujuh kasek. Kasus yang ditangani penyidik tipikor ini adalah realisasi DAK 2011 senilai sekitar Rp 3 miliar. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan gedung SD. “Masih tetap penyelidikan. Makanya kami panggil pihak sekolah untuk terus dimintai keterangan,” ujar Kasatreskrim Polres Jember AKP Makung Ismoyojati. Untuk tahap awal, lanjut dia, penyidik masih mendalami prosedur pelaksanaan

DINILAI MASIH MINIM: Puluhan anggota panwascam mendatangi Pemkab Lumajang menuntut kenaikan honor.

proyek tersebut. Namun, Makung belum bisa mengungkapkan secara detail terkait indikasi penyelewengan DAK 2011 itu. Kasus DAK pendidikan yang ditangani polres ini merupakan kasus kedua setelah DAK 2010 juga menggelinding ke meja penegak hukum. Kasus DAK 2010 ditangani oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Tak tanggung-tanggung, kasus dugaan korupsi DAK 2010 itu menyeret pucuk pimpinan dinas pendidikan (dispendik). Mantan Kepala Dispendik Jember Achmad Sudiyono menjadi terdakwa dalam kasus tersebut bersama beberapa pejabat dan staf dispendik. Achmad menjadi pesakitan karena diduga terlibat dalam penyimpangan DAK 2010 dalam pengadaan buku dan alat peraga. (ram/har/jpnn)

Operasi Minak Koncar Amankan Pilkada Lumajang

Honor Minta Dinaikkan LUMAJANG - Anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) meminta adanya kenaikan honor yang mereka terima. Untuk merealisasikan tuntutan tersebut, anggota panwascam sempat nglurug kantor Pemkab Lumajang. Awalnya, anggota panwascam yang tergabung dalam Forum Komunikasi Panwaslu Kecamatan mendatangi Pemkab Lumajang guna bertemu dengan Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar di kantornya. Namun karena bupati sedang tidak ada di tempat, mereka menemui Wakil Bupati Lumajang As’at Malik. Forum Komunikasi Panwaslu Kecamatan mengeluhkan honor panwascam yang diterima saat ini. Ini mengingat, Panwascam hanya diberi honor Rp 500 ribu untuk posisi ketua. Sedangkan dua anggota masing-masing hanya menerima honor Rp 400 ribu. Sementara, honor PPL hanya diberi Rp 120 ribu setiap bulannya. Angka tersebut dinilai terlalu rendah, sehingga menyulitkan Panwascam merekrut PPL. Atas kenyataan itulah, mereka meminta adanya perubahan atas besarnya honorarium panwascam dan PPL agar lebih layak. “Kami sangat berharap pemerintah meningkatkan honorarium kami,” kata Umar, sekretaris Forum Komunikasi Panwaslu Kecamatan. (wan/wnp/jpnn)

Sekaligus Anda bisa memesan minuman menyehatkan, yaitu sari bunga rosel. Mei, pemilik toko Biebie Risoles mengatakan, sari bunga rosel disajiakan dengan cara direbus ke dalam air yang sudah mendidih dan setelah itu ditiriskan dan dicampur gula asli lokal. Minuman ini memang menyehatkan yang berkhasiat untuk menurunkan darah tinggi, panas dalam dan asam urat. ”Penyajiannya sangat bekualitas, tanpa bahan pengawet. Begitu juga kue risoles crispy yang beralamatkan di Jalan Adi sucipto No. 133, Sobo, Banyuwangi dengan nomor telepon 0818510408,’’ kata Mie. (adv)

Dispendik Masih Bungkam Terkait Kasus Dugaan Penyimpangan DAK

RIDWAN/RADAR JEMBER/JPNN

BONDOWOSO

BANYUWANGI - Salah satu tempat jajanan yang ada di Banyuwangi, yaitu Biebie Risoles Crispy memberikan penawaran kapada Anda yang ingin mengadakan acara yang berhubungan dengan sosialisasi. Bagi Anda yang tidak mau repot di dapur, Bisa saja memesan kue di tempat ini. Untuk satu harga bisa diskon apabila memesan lebih dari 100 kue. ”Bisa langsung diantar ke alamat rumah Anda. Jadi untuk harga per kue Rp 2.500. Jajanan ini penyajiannya digoreng dengan minyak yang higienis. Setelah itu Anda bisa memadukan kue risoles dengan saus sambal dan saus mayones.

RADAR JEMBER/JPNN

RUTIN LATIHAN: Kapolres Lumajang AKBP Susanto saat memantau latihan pasukan pengamanan di alun-alun Lumajang.

LUMAJANG – Polres Lumajang rupanya tak mau kecolongan terkait kemungkinan terjadinya konflik ketika tahapan pilkada berlangsung. Maka dari itu, Polres Lumajang telah menyiapkan pasukan khusus untuk mengamankan jalannya pilkada Lumajang yang berlangsung 29 Mei mendatang. Setiap hari, polisi menggelar latihan yang dipantau langsung Kapolres Lumajang AKBP Susanto. Latihan pengamanan pilkada tersebut berupa Operasi Minak Koncar. Salah satunya bertugas mengamankan dan menangani ketika konflik pilkada terjadi. Latihan melibatkan pasukan dari Satuan Sabhara dan anggota di masing-masing polsek. Mereka menggelar latihan di lapangan alun-alun Lumajang. (fid/wnp/jpnn)


Ingin Tampil di Koran?

34

MLAKU

MANGAN

Caranya gampang! Cukup kirim ke ir_radarbwi@yahoo.com tentang pengalaman Anda pergi ke tempat-tempat wisata bersama keluarga, teman, atau si Dia. Anda juga bisa mengirim tips masakan, kue, maupun minuman. Maksimal tulisan satu halaman kuarto. Jangan lupa, sertakan juga foto-foto plus keterangannya. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

MEJENG

Kamis 21 Februari 2013

FOTO-FOTO: ARDY WP. FOR RaBa

EKSOTIS: View Teluk Hijau difoto dari sisi barat tampak menawan.

Eksotisme

Pantai Batu &

Teluk Hijau GREEN Bay atau Teluk Hijau dan Pantai Batu berlokasi di Kecamatan Pesanggaran, tepatnya di Desa Sarongan. Berjarak sekitar 90 Kilometer (Km) arah selatan dari Kota Banyuwangi. Untuk menuju pantai ini, kita tidak perlu takut nyasar, karena rambu-rambu arah menuju lokasi sudah sangat jelas. Dari Banyuwangi, kita tinggal mengikuti petunjuk arah menuju Pesanggaran-Sarongan, Sukamade, yang masih satu jalur dengan rute menuju Pantai Sukamade, Taman Nasional Meru Betiri. Selama menuju lokasi, kita akan disuguhi pemandangan khas perkebunan karet dan perkebunan cokelat hingga tiba di Desa Sarongan. Dari Desa Sarongan itulah, kita mulai menghadapi jalan makadam. Sekitar 10-15 menit mengendarai sepeda motor dari Desa Sarongan, kita akan sampai di sebuah pondok dengan plang warna hijau bertuliskan arah menuju Goa Jepang. Nah di situlah kendaraan diparkir. Dari lokasi parkir, kita perlu berjalan lagi sekitar 50 meter ke atas menyusuri jalan makadam hingga menemukan sebuah gazebo dan anak tangga di sisi kiri. Sebenarnya, kendaraan bisa diparkir di tempat ini,namun lokasinya terlalu sempit. Kita langsung menyusuri jalan setapak dari anak tangga tersebut sekitar 15-20 menit mendaki dan menuruni bukit. Saat menyusuri jalan setapak, akan tampak view Teluk Damai di sisi kiri berupa tebing karang yang menjulang tinggi dihiasi deburan ombak di bawahnya. Sesekali suara burung berkicau menemani perjalanan menuju lokasi. Di kejauhan juga tampak elang laut terbang mencari mangsa. Selepas mendaki dan menuruni bukit, kita akan menjumpai pantai pertama, yaitu Pantai Batu. Jika melanjutkan perjalanan di jalan setapak itu atau berjalan menyusuri Pantai Batu

Oleh:Ardy WP Backpacker asal Banyuwangi

ke arah barat, kita akan sampai di Teluk Hijau. Deburan ombak menjadi nyanyian alam yang setia menemani. Kita juga bisa menanyakan kepada masyarakat sekitar mengenai arah menuju pantai tersebut. Selama ini, beberapa turis mancanegara biasanya menyempatkan mengunjungi pantai Teluk Hijau sebelum menuju tempat penangkaran penyu semi alami di Sukamade. Pantai Batu memiliki ciri khas banyak bebatuan besar dan kecil yang terhampar sepanjang bibir pantai. Air lautnya berwarna kebiruan. Di ujung barat dan timur pantai terdapat batu karang yang tampak kokoh berdiri. Tepat di sisi barat, ada sebuah bukit. Di balik bukit itu terdapat sebuah pantai Teluk Hijau. Lokasi ini kurang cocok untuk berenang, karena banyak batuan yang terbawa ombak, yang tentunya sangat membahayakan. Jika berlari di hamparan Pantai Batu akan terdengar bunyi nyaring yang berasal dari benturan batu-batu pantai. Sedangkan pantai di Teluk Hijau atau dikenal dengan sebutan Green Bay sangat berbeda keadaannya dengan pantai sebelumnya. Teluk Hijau memiliki keunikan pasir putih yang halus dan mudah melekat di kulit. Di ujung barat dan timur juga terdapat batuan karang. Memiliki air laut yang jernih dan berwarna kehijauan dan suasana yang asri membuat siapa pun yang melihatnya merasa kagum. Di sini, kita bisa berenang atau sekadar bermain air di pantai. Namun perlu diwaspadai ketika berenang, ada beberapa batu karang di tepi pantai yang tak terlihat ketika air laut pasang. Kalau tidak waspada, kepala kita bisa terbentur. Di sisi timur, ada sebuah air terjun air

TUMPAH RUAH:Pengunjung membilas badan di air terjun Teluk Hijau. INDAH: Hamparan batu membentang sepanjang pantai.

tawar dengan debit yang sedang dan biasa dipakai untuk membilas badan selepas berenang di pantai. Namun air terjun itu akan mulai surut ketika musim kemarau tiba. Sesekali di ujung karang tampak beberapa pemancing, karena dikenal juga sebagai spot memancing yang bagus. Untuk yang suka camping, lokasi itu juga cukup bagus untuk mendirikan tenda. Sayangnya, akses angkutan umum menuju kedua pantai itu dan lokasi wisata sekitarnya, agak sulit. Dari Terminal Karangente, Kota Banyuwangi kita bisa naik bus jurusan Pesanggaran, lalu turun di pasar Pesanggaran. Dari Pesanggaran jarang ada kendaraan umum menuju Desa Sarongan, yang letaknya terpencil. Tetapi terkadang ada juga kendaraan umum berupa mobil Suzuki Carry atau Mitsubishi Colt menuju Desa Sarongan, tepatnya berhenti di Pasar Sarongan. Dari Pasar Sarongan sudah agak dekat sekitar 5 km lagi. Tetapi lumayan jauh jika berjalan kaki. Dari sini, kita bisa memilih berjalan kaki jika memiliki waktu yang banyak. Opsi lain kita, bisa juga menyewa ojek. Tentunya, caranya dengan pintar-pintar menawar harga. Tips jika ingin berkunjung ke Pantai Batu dan Teluk Hijau adalah selalu siapkan perbekalan sesuai kebutuhan untuk wisata pantai. Selain itu, gunakan sepatu atau sandal trekking, karena jalan setapak agak licin di musim hujan. Gunakan pula sunscreen dan kacamata hitam, karena sangat terik ketika hari cerah. Jangan lupa membawa kacamata renang. Diharapkan pengujung yang berwisata agar selalu menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Minimal sampah pribadi dibawa pulang saja. Meski pun ada beberapa volunteer (relawan, Red) di sana, agar kebersihan tetap terjaga.(*/irw)


BERITA UTAMA

Kamis 21 Februari 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Seorang Pelajar Terluka n PARKIRAN... Sambungan dari Hal 25

Sebagian pelajar itu membekali diri dengan pentungan. Saat itu, polisi belum tiba di lokasi kejadian. Tidak menunggu lama, mayoritas pelajar yang masih berseragam itu melemparkan batu ke SMAN 1 Srono. Akibat aksi itu, atap tempat parkir sekolah itu jebol. Beberapa saat kemudian, sejumlah polisi dari Polsek Srono datang. Mereka langsung meredam dan membubarkan gerombolan pelajar SMK tersebut. Tanpa dikomando, ratusan pelajar itu pun balik kanan ke arah Rogojampi mengendarai motor. Rombongan siswa itu ada yang memakai helm pengaman dan ada pula yang tidak.

Diperoleh keterangan, aksi pelajar SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi ngeluruk SMAN 1 Srono itu sebagai aksi balas dendam. Sebab, konon salah seorang siswa SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi baru saja dikeroyok sejumlah siswa SMAN 1 Srono. ‘’Ini temante man mau balas dendam. Tadi anak kelas satu dipukul saat berangkat sekolah,” cetus salah satu siswa SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi kepada koran ini. Lantaran beberapa waktu lalu temanya dipukuli, siswa Muhammadiyah 6 Rogojampi merasa tidak terima. Mereka pun mendatangi SMAN 1 Srono kemarin. Namun, niat balas dendam itu tidak kesampaian. Sebab, polisi cepat datang ke lokasi. “Mereka (siswa SMAN 1

Srono) takut. Beraninya sama anak kelas satu,” tandas siswa tersebut. Pasca aksi tersebut, sejumlah po lisi berjaga-jaga di SMAN 1 Srono. Selain itu, petugas juga menyisir sejumlah ruas jalan tak jauh dari sekolah tersebut. Hasilnya, petugas mendapati sejumlah siswa yang bergerombol. Mereka langsung diminta bubar. Kapolsek Srono AKP Jodana Gunadi mengatakan, satu pelajar menderita sejumlah luka di beberapa bagian tubuh. Pelajar itu dilarikan ke Puskesmas Kebaman, Kecamatan Srono. ‘’Dia mengalami luka di hidung. Kita belum tahu apakah kena benda tumpul ataukah bukan,” kata Jodana. Dia menjelaskan, sepeda motor pelajar itu juga rusak. Ber-

dasar penyelidikan di lapangan, kendaraan roda dua itu rusak bukan akibat ulah siswa SMAN I Srono. “Tempat kejadian perkaranya di jalan masuk menuju sekolah,” jelasnya. Pihaknya mengaku tidak mengetahui identitas korban. Meski demikian, pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan itu. “Karena masalah ini melibatkan pelajar, yang terlibat cukup diberi pembinaan,” tandas Jodana. Kepala Sekolah (Kasek) SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, Inonu Taimya, mengaku tidak mengetahui persis kronologi keributan tersebut. Dia mengaku hanya menerima informasi ada anak didiknya di SMAN 1 Srono. ‘’Saya tidak paham ba gaimana ceritanya,” ujar Inonu Taimya usai menggelar

pertemuan tertutup di SMAN 1 Srono kemarin. Dia menegaskan, per masa lahan itu sudah ada titik temu. Kedua pihak sama-sama berkomitmen akan meredam emosi siswa masing-masing. “Su dah sepakat masalah ini

tidak boleh merembet ke manamana,” kata Inonu. Hal senada diungkapkan Kasek SMAN I Srono, Yaseni. Dia mengatakan, persoalan yang menyangkut dua sekolah itu sudah dianggap selesai. ‘’Ke depan, kita tingkatkan

silaturahmi agar masalah ini tidak terulang lagi,” janjinya. Ditanya mengenai kerusakan se kolah, Yaseni tidak akan mempermasalahkan. “Sudah nggak ada masalah lagi,” tandas mantan Kasek SMAN Darusholah Singojuruh itu. (ton/c1/aif)

Pertandingan Tanpa Disaksikan Suporter n BUNTUT... Sambungan dari Hal 25

Ketegangan dipicu ulah wasit yang mengesahkan gol untuk tim SMAN 1 Srono. Skor pun menjadi 1- 0 untuk keunggulan SMAN 1 Srono. Padahal, hakim

garis sudah mengangkat bendera tanda offside. Keputusan wasit itu membuat kubu SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi protes. Per tandingan terpaksa di-pending dan dilanjutkan keesokan harinya. Namun, skor itu tidak

berubah. Dengan demikian, tim SMAN I Srono berhak maju ke pertandingan se lan jutnya karena unggul 1 gol. Pertandingan kedua itu dilaksanakan tanpa disaksikan suporter kedua tim. Keputusan itu di-

ambil sebagai antisipasi agar tidak terjadi tawuran. Tetapi, di luar dugaan, satu pelajar di luar lapangan justru menjadi korban penganiayaan. Penganiayaan itu terjadi saat pertandingan hanya menyisakan waktu 11 menit. (ton/c1/aif)

Begitu Selesai Belum Laku Dijual n SETAHUN...

ALI NURFATONI/RaBa

SIAGA: Sejumlah polisi berjaga-jaga di SMAN I Srono kemarin.

Peringkat Seratus Besar Diumumkan di Koran

n SEPAKAT...

Sambungan dari Hal 25

Selain itu, di Jalan Borobudur atau belakang kantor Pemkab Banyuwangi hingga kini masih ada proses pembangunan ruko. IMB ruko itu dikeluarkan tahun 2012 dan sampai sekarang belum rampung dibangun. (afi/c1/bay)

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Choliq Baya menyambut baik kerja sama Radar Banyuwangi dan

Menunggu Verifikasi Runway dan Apron

BANYUWANGI - Para wakil rakyat di DPRD Ba nyuwangi semakin giat me lakukan pembahasan ran cangan peraturan daerah (raperda) inisiatif tentang penyelenggaraan rumah kos. Harapannya, begitu perda tersebut diundangkan, penyalahgunaan tempat kos bisa diminimalkan. Untuk mematangkan draf raperda tersebut, Panitia Khusus (Pansus) Raperda P enyelenggaraan Usaha Rumah Kos DPRD Banyuwangi mengadakan rapat tertutup dengan eksekutif kemarin (20/2). Kali ini, legislatif mengundang petugas Bagian Hukum Pemkab, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Perizinan dan Penanaman Modal, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dikonfirmasi usai memimpin ra pat, ketua Panitia Khu sus (Pansus) Raperda Penyelenggaraan Usaha Rumah Kos, Ismoko mengatakan, pembatasan jumlah kamar kos menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan kemarin. “Pembahasan hari ini (kemarin) belum final. Ini masih akan kita konsultasikan agar

Sambungan dari Hal 25

Saat ini, banyak bangunan ruko yang belum ditempati, se perti di Desa Ketapang, Ke ca matan Kalipuro. Ruko yang berada di pinggir jalan

n BISA... Sambungan dari Hal 25

Dari tiga fasilitas baru itu, tim Kemenhub baru merampungkan verifikasi lampu bandara alias AFL. Runway dan apron belum selesai diverifikasi hingga kemarin. Akibat verifikasi belum tuntas, dua unit fa silitas baru itu belum bisa digunakan. “Verifikasi runway dan apron belum ada kepastian. Kabarnya memang minggu ini, tapi belum ada kabar terbaru,” jelas Kepala Satuan Kerja Ban dara Blimbingsari, Andy Hendra Suryaka. Lalu, bagaimana hasil ve-

itu sam pai saat ini belum diminati kon sumen alias mangkrak. Ruko di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, juga belum terisi penuh. Sebagian ada yang sudah terisi, dan sebagian lagi ada

ri fikasi AFL? Hasil verifikasi AFL, kata Andy, secara teknis di nyatakan layak dan baik. Dengan rampungnya verifikasi lampu bandara tersebut, Bandara Blimbingsari sudah bisa melayani aktivitas penerbangan malam hari. Selama ini, Bandara Blimbingsari tidak melayani penerbangan malam hari karena belum dilengkapi AFL. Walau sudah dilengkapi AFL, tapi belum ada aktivitas penerbangan yang dilakukan pada malam hari. Hingga saat ini, belum ada maskapai penerbangan yang membuka penerbangan pada malam hari. “Prinsipnya, kalau ada maskapai penerbangan yang

be lum terisi. Di Kecamatan Banyuwangi ada beberapa ruko yang di bangun tahun 2012. Di Jalan Kepiting, misalnya, ada be berapa ruko yang belum terisi penuh, padahal proses pembangunan sudah selesai 2012 lalu.

punya izin terbang malam ke Bandara Blimbingsari, kita sudah siap,” katanya. Sementara itu, pengoperasian runway tambahan dan apron m e nu n g g u v e r i f i k a s i t i m selesai. Selama belum diverifikasi, pihaknya tidak berani mengoperasikan fasilitas tersebut. “Selesai diverifikasi, bisa langsung dioperasikan,” katanya. Lalu, bagaimana tren penumpang di awal 2013 ini? Sejak Januari hingga Februari, kata Andy, tren penumpang terus naik. Bertambahnya frekuensi penerbangan Wings Air menambah tingkat isian penumpang. “Tren awal tahun

cukup bagus. Semoga berlangsung sepanjang tahun,” katanya. Saat ini, Bandara Blimbingsari hanya dilayani satu pesawat, yakni Wings Air. Pesawat Merpati Nusantara Airlines sudah off terbang sejak sepekan lalu. Surat pemberitahuan kepada ban dara, Merpati Nusantara Airlines akan off terbang hingga 28 Februari 2013. “Kita belum tahu penyebabnya,” cetus Andy. Sekadar diketahui, penumpang pesawat dalam dua tahun belakang naik terus. Pada tahun 20 11, jumlah pe numpang hanya 7.000 orang. Pada 2012 naik drastis menjadi 25 ribu orang. (afi/c1/bay)

Gelombang Selat Bali Aman n FEBRUARI... Sambungan dari Hal 25

Kepala Stasiun Meteorologi Ba nyuwangi, Atmaji Putro mengatakan, meski tidak seekstrem Januari lalu, frekuensi dan curah hujan di wilayah Banyuwangi pada Februari ini masih cukup tinggi. “Februari

masih termasuk bulan basah,” ujarnya kemarin (20/2). Menurut Atmaji, sejumlah wi layah di Banyuwangi berpotensi diguyur hujan dalam dua hingga tiga hari ke depan. “Sifatnya hujan lokal. Intensitasnya pun tidak setinggi Januari lalu,” paparnya. Kondisi cuaca yang cenderung

membaik itu juga berdampak pada ketinggian gelombang di perairan Banyuwangi. Atmaji memprediksi tinggi gelombang signifikan di Selat Bali dalam dua hingga tiga hari mendatang di bawah satu meter, sedangkan tinggi gelombang signifikan di Pantai Selatan tidak sampai dua meter. “Gelombang di Selat

Bali cukup aman untuk penyeberangan,” cetusnya. Atmaji menambahkan, saat ini terjadi pertumbuhan low pressure area (wilayah bertekanan udara rendah) arah barat daya laut Banyuwangi Selatan. “DampaknyaterhadapkondisicuacadiBanyuwangi masih harus kita kaji lebih dalam,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

80 Persen Masuk Kategori Sampah Plastik n MENGGUNUNG... Sambungan dari Hal 25

Hampir semua area di TPA menjadi gunung sampah setinggi tujuh meter. Tumpukan sampah setinggi tujuh meter itu merupakan produksi sampah mulai 2010 hingga 2012. Tumpukan sampah itu akan terus naik karena TPA itu masih aktif menerima sampah. Setiap hari TPA itu menerima sekitar 163 meter kubik sampah dari delapan kecamatan di Banyuwangi. Jika sampah terus menumpuk di lokasi yang sama, maka dalam satu tahun tumpukan akan bertambah tinggi sekitar 3,5 meter. Itu dengan asumsi selama dua tahun menghasilkan tujuh meter sampah. Jika satu tahun sampah yang datang mencapai 3,5 meter, maka tahun 2014 ketinggian sampah di TPA Bulusan akan mencapai 10 meter lebih. “Usia maksimal TPA Bulusan hanya bisa menampung sampah satu tahun lagi,” ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi, Arief Setiawan. Untuk memperpanjang usia TPA itu, ba-

nyak cara yang telah dilakukan DKP. Salah satunya, mengeruk sampah lama hingga kedalaman delapan meter dari kedalaman sepuluh meter TPA. Sampah yang usianya sekitar 26 tahun itu diangkat untuk dipilah dan diolah menjadi pupuk organik. Sejak tahun 2011, DKP sudah menggali empat lubang besar. Dari empat lubang itu, tiga lubang sudah penuh sampah dan menggunung hingga 15 meter. Hanya satu lubang yang belum dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah. Jika satu lubang itu penuh, maka tidak ada pilihan lain kecuali mencari lokasi lain yang lebih representatif. Selain menggali sampah lama, DKP juga merekrut dasawisma (dawis) sebanyak-banyaknya, kerja sama dengan sekolah-sekolah. Selain itu, DKP juga melakukan kerja sama dengan pasukan kebersihan dengan cara memberikan reward melalui lomba memilah dan mengolah sampah. DKP juga menyebar composter di berbagai lokasi. Sejumlah langkah itu dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

Beberapa langkah itu terbukti ampuh dan bisa mengurangi pasokan sampah ke TPA. Selama ini, truk pembuang sampah selalu penuh sampah berbagai macam. Tetapi, sejak digelar lomba memilah dan mengolah sampah oleh petugas kebersihan, muatan truk berkurang hingga 25 persen. “Kita harapkan sampah yang dibuang ke TPA benar-benar yang tidak bisa diolah,” tuturnya. Tiga kubangan yang sudah penuh dengan sampah ditetapkan sebagai zona tidak aktif. Sejatinya, zona tidak aktif tidak boleh dibuangi sampah lagi. Tetapi, karena tidak ada pilihan lain, sampah tetap ditumpuk di beberapa zona yang sudah tidak aktif itu. “Sekitar 80 persen sampah di TPA Bulusan merupakan sampah plastik,” jelas Arief. Agar TPA sampah berusia panjang, maka perlu dukungan masyarakat untuk memilah sampah sejak di rumah. Jika warga me miliki kesadaran memilah sampah, maka produksi sampah bisa dikendalikan. “TPA Bulusan menggunung karena budaya memilah sampah organik dan anorganik tidak ditradisikan,” katanya. (c1/bay)

pengurus MKKS SMP se-Kabupaten Banyuwangi tersebut. Teknis try out tahun ini sama dengan tahun lalu, yakni soal dan pembahasan akan dimuat di halaman koran Jawa Pos Radar Banyuwangi. “Bagi se-

ratus peringkat terbaik try out SMP se-Kabupaten Ba nyuwangi akan diumumkan di Jawa Pos Radar Banyuwangi. Juaranya akan mendapatkan ha diah dari sponsor, “ jelas Choliq Baya. (*/c1/bay)

Kebut Pembahasan Raperda Rumah Kos se telah perda diundangkan, tidak menimbulkan masalah,” ujarnya. Dijelaskan, pem batasan kamar kos masih terbentur Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2012 tentang pajak dan retribusi daerah. Dikatakan, dalam UU tersebut, rumah singgah yang ter diri dari sepuluh kamar atau lebih, dikategorikan hotel. “Makanya, jumlah kamar rumah kos harus ada batasan maksimalnya. Tetapi, praktik di lapangan, banyak rumah kos yang jumlah kamarnya lebih dari sepuluh,” jelas Ismoko. Selain jumlah kamar, rencana penarikan retribusi rumah kos juga masih menjadi pembahasan serius antara eksekutif dan legislatif. Sebab, berdasar amanat UU Nomo 28 Tahun 2012, pemilik rumah singgah dengan jumlah kamar di atas sepuluh sudah berkewajiban membayar pajak daerah. “Masih kita cari alternatif terbaik. Misalnya, perda ini nanti mengatur pemilik rumah kos dengan kamar kurang dari sepuluh unit membayar kontribusi untuk lingkungan sekitar atau ada alternatif lain,” cetusnya. Kecenderungan penghuni rumah kos yang berasal dari masyarakat golongan ekonomi

menengah ke bawah juga menjadi pertimbangan tersendiri. “Kami tidak ingin setelah perda ini disahkan, malah memberatkan masyarakat,” papar pria yang juga menjabat ketua Komisi II DPRD Banyuwangi tersebut. Masih menurut Ismoko, dalam raperda tersebut akan mengatur rumah kos yang terdiri dari satu atau dua kamar juga harus memiliki izin. Nah, agar tidak memberatkan ma syarakat, pengajuan izin usaha rumah kos, itu diupayakan gratis. “Rumah kos yang memiliki satu atau dua ka mar juga harus memiliki izin. Ini penting sebagai antisi pasi penyalahgunaan rumah kos menjadi tempat prostitusi terselubung dan lain se bagainya,” tegas politikus Partai Golkar tersebut. Ismoko mengaku akan menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan para pemilik usaha rumah kos dalam waktu dekat. DPRD juga berencana melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam hearing tersebut. “Hal itu perlu dilakukan untuk mendengar masukan dari orang-orang yang bersinggungan langsung dengan keberadaan rumah kos,” ujar Ismoko. (sgt/c1/bay)

Kekuatan Satpol PP Bertambah BANYUWANGI - Kekuatan anggota satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Banyuwangi bertambah menjadi 221 orang. Tahun lalu, personel Satpol PP Banyuwangi hanya 171 orang. Bertambahnya jumlah personel itu seiring aktifnya anggota baru Satpol PP hasil rekrutmen tahun 2013. Dari total jumlah anggota Satpol PP itu, 74 orang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan 147 orang berstatus tenaga lepas harian (THL). Untuk yang status THL, 97 orang hasil seleksi tahun 2012 dan 50 orang hasil seleksi tahun 2013 ini. Pada tahun 2013, Satpol PP berhasil menjaring 50 orang dari 224 pendaftar yang lolos syarat administrasi. “Anggota baru Satpol PP itu aktif sejak Februari 2013 ini,” ungkap Kepala Satpol PP, Chairil Ustadi Yudawanto, melalui Kasubbag TU Satpol PP, Agus Wahyudi. Sementara itu, personel Satpol PP perempuan tidak bertambah,

yakni tetap 23 orang. Dari 23 Satpol PP perempuan itu, 15 di antaranya berstatus PNS dan sembilan orang berstatus THL. “2013 ini tidak ada pengangkatan Satpol PP perempuan. THL perempuan yang ada adalah hasil seleksi tahun 2012,” kata Agus. Dia menambahkan, seleksi THL tahun 2013 di fokuskan pada dua bidang, yakni bidang teknik sipil dan listrik. Perekrutan dua bidang itu dalam rangka pemenuhan kebutuhan dua sumber daya manusia da lam penegakan peraturan daerah (perda). Sementara itu, jumlah personel Satpol PP Banyuwangi ternyata belum memenuhi standar yang ditetapkan Pemprov Jatim. Standar jumlah anggota Satpol PP berkisar 250 hingga 300 orang. “Jika mengacu luas wilayah dan jumlah penduduk, standar anggota Satpol PP Banyuwangi 300 orang,” kata Agus. Tetapi, standar itu belum bisa dipenuhi. Jumlah standar 300

itu apabila kantor Satpol PP naik eselon menjadi eselon II. Saat ini, kantor Satpol PP masih berstatus satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan eselon III. Perubahan eselon kantor satpol PP itu, kata Agus, tinggal menunggu waktu. Sebab, payung hukum perubahan eselon itu sudah rampung. “Perubahan Satpol PP menjadi eselon II diatur dalam Perda 17/2011 tentang Satpol PP dan Perbup 32/2012 tentang rincian tugas pokok dan fungsi Satpol PP,” katanya. Setelah berubah menjadi eselon II, maka jumlah personel harus mengacu standar yang ditetapkan provinsi. Selain membidangi Satpol PP, setelah menjadi eselon II, tugasnya bertambah menjadi PerlindunganMasyarakat(Linmas). Selama ini, Linmas bergabung dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Sejak Perda 17/2011 disahkan, Linmas akan berada di kantor Satpol PP. (afi/c1/bay)


36

Kamis 21 Februari 2013

Pom Bensin Wringinanom Nyaris Ludes

NARKOBA

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Dextro SUBOH - Ali Wafa, pria 29 tahun asal Desa Buduan, Kecamatan Suboh, diciduk Satuan Reskoba Polres Situbondo saat melakukan transaksi ribuan butir pil dextro di rumahnya kemarin (20/2). Saat dibekuk, pengangguran itu sempat melakukan perlawanan dengan cara mengajak petugas berkelahi. Namun, karena jumlah petugas cukup banyak, pelaku pun mudah dilumpuhkan dan langsung digelandang ke Mapolres Situbondo. Data yang berhasil dikumpulkan, pil haram yang jumlahnya mencapai 1.600 butir tersebut rencananya akan dijual kepada para pelajar. Diketahui, satu paket yang berisi 20 butir pil dextro itu akan dijual seharga Rp 5 ribu. “Satu paket berisi 20 NUR HARIRI/RaBa butir. Itu akan saya jual Rp Ali Wafa 5 ribu,” kata Ali Wafa saat memberikan keterangan kepada polisi. Kasatreskoba Polres Situbondo, AKP Priyo Purwandinto mengatakan, pihaknya berhasil menangkap pelaku setelah menyaru sebagai pembeli. “Sementara waktu pelaku harus mendekam di Polres Situbondo. Pelaku dijerat Pasal 197 sub 98 ayat 2 jo 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman kurungan penjara minimal 4 tahun,” tegas AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

Diduga karena Las Listrik

PASIR PUTIH

ISTIMEWA

KEGIATAN SOSIAL: Perusda Pasir Putih menggelar donor darah, Selasa (19/2) lalu.

NUR HARIRI/RaBa

BARANG BUKTI: Kapolsek AKP Subakri menunjukkan miras di Polsek Kapongan kemarin (20/2).

Rayakan Anniversary ke-28 SITUBONDO - Perusda Pasir Putih Situbondo merayakan hari ulang tahunnya ke-28. Sejumlah kegiatan sosial, keagamaan, perlombaan hingga hiburan digelar untuk memeriahkan perayaan anniversary Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dipimpin Danial Maulana, ini. Seperti yang dilakukan Selasa (19/2) lalu. Perusda Pasir Putih menggelar donor darah yang diikuti direktur, seluruh pegawai, dan masyarakat sekitar. Kegiatan sosial ini bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Situbondo. Tak kurang seratus kantong darah terkumpul. Direktur Perusda Pasir Putih, Danial Maulana mengungkapkan, kegiatan donor darah merupakan salah satu kegiatan wajib dalam rangkaian kegiatan untuk memeriahkan perayaan Anniversary Perusda Pasir Putih. “Kalau ulang tahunnya tanggal 23 Februari nanti,” ungkap Danial. Selain kegiatan yang sifatnya internal juga dilakukan kegiatan yang dilakukan secara umum yang bersifat sosial. Di antaranya, santunan anak yatim, dan khitanan masal. Kegiatan itu dilaksanakan siang kemarin (20/2) di kompleks Perusda Pasir Putih. “Kegiatan seperti ini sebagai bentuk bakti kepada masyarakat,” imbuhnya. Kata Danial, pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah agenda besar untuk kian memeriahkan HUT BUMD yang dipimpinnya. Itu diberi tema ‘Festival Pasir Putih’. Sudah mulai berjalan sejak awal Februari dan akan berakhir Juni 2013. Sejumlah acara yang akan mengisi Festival Pasir Putih adalah lomba ayam sap-sap, dan lomba perahu. Puncaknya, akan digelar gerak jalan Siput (SitubondoPasir Putih) dan Kipas (Besuki-Pasir Putih). “Acara-acara itu sebagai salah sayu media untuk kian mendekatkan dengan masyarakat. Kita percaya kegiatankegiatan tersebut juga mampu menjadi media promo wisata yang efektif. Makanya setiap tahun selalu kita gelar dengan lebih baik,” papar Danial. (pri/adv/als)

Polisi Sita Puluhan Botol Miras SITUBONDO - Jajaran Polsek Kapongan berhasil menyita puluhan botol minuman keras (miras) di beberapa toko di wilayah Kecamatan Kapongan kemarin (20/2). Operasi miras yang dipimpin langsung Kapolsek Kapongan AKP Subakri itu dilakukan sekitar pukul 09.00. Operasi itu bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu menyebutkan bahwa sejumlah toko di wilayah Kecamatan Kapongan banyak yang menjual miras. Berdasar informasi tersebut, pihak Polsek Ka-

pongan langsung melakukan penyisiran. Memang benar, saat beberapa toko didatangi, toko itu benar-benar menyimpan dan menjual miras. Menurut AKP Subakri, salah satu toko yang menjual miras adalah milik seorang berinisial SG. Toko itu berlokasi di Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan. “Banyak anak muda yang sering membeli minuman di toko tersebut,” ujar AKP Subakri. Ditambahkan, lantaran banyak pemuda yang bergadang sambil meneguk miras, warga

pun merasa resah. “Setelah ada laporan, kami langsung bertindak. Sebab, warga mengaku resah,” imbuhnya. Dikatakan, beberapa botol miras yang disita berjenis arak, Anggur Kolesom, dan Barbara, yang merupakan titipan distributor. Pihaknya berharap agar para pemilik toko tidak lagi menjual miras karena itu melanggar Pasal 9 jo 5, dan Perda Nomor 14 Tahun 2008 tentang peredaran minuman keras. “Kami langsung menyita sejumlah miras,” tegas AKP Subakri. (rri/c1/als)

Tambah 4 Dokter Spesialis dan Endoskopi SITUBONDO - Slogan peningkatan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang didengung-dengungkan Rumah Sakit dr Abdoer Rahem, Situbondo selama ini bukan sekedar isapan jempol. Salah satunya, itu bisa dibuktikan dengan terus dilengkapinya fasilitas di RS milik Pemkab Situbondo ini. Belum lama ini, RS dr Abdoer Rahem menambah tenaga empat dokter spesialis. Mereka terdiri dari dokter spesialis bedah mulut, dokter spesialis anak, radiologi (UGD) dan dokter spesialis fisidiater (dokter spesialis penyakit jiwa). Ada juga penambahan 16 ruang kamar, yang terdiri dari delapan kamar kelas satu dan delapan kamar kelas tiga. Selain itu, RS yang kini dikepalai dr Tony Wahyudi itu kini telah memiliki Unit Endoskopi. Yaitu, pelayanan khusus untuk melakukan tindakan pemeriksaan secara langsung ke dalam tubuh dengan menggunakan

ISTIMEWA

MENINJAU: Bupati Dadang dan Direktur RS dr Abdoer Rahem, dr Tony Wahyudi di ruang endoskopi.

alat fiberskop (serat optik). Direktur RS Abdoer Rahem Situbondo, dr Tony Wahyudi mengungkapkan, tindakan endoskopi dilakukan oleh tim yang terdiri dari dokter dan perawat. “Ini bertujuan memberikan perawatan optimal yang berarti meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani prose-

dur endoskopi diagnostic maupun terapeutik,” terangnya. Tindakan endoskopi yang lazim dilakukan antara lain, Esofago-Gastro- Duodenoskopi/Gastroskopi, Skleroterapi Endiskopik, Endoskopi RetrogradeCholangio Pancreatoghapy (ERCP), Kolonoskopi, dan Polepektomi Kolonoskopik.(pri/adv/als)

Migrasi ke Prabayar dapat Bonus Rp 50 Ribu Nangkring Bareng PLN di Panarukan MENINDAK lanjuti program dan sekaligus sosialisasi program listrik pra bayar, PLN APJ Situbondo menggelar acara Nangkring Bareng PLN yang dilaksanakan Rabu kemarin (20/2) di pelabuhan lama Panarukan, Desa Kilensari, Situbondo. Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolsek Panarukan Supadi, Kepala Desa Kilensari, dan warga masyarakat. Nangkring Bareng PLN ini digelar di wilayah Panarukan. Karena hingga sampai saat ini masih banyak masyarakat yang menunggak pembayaran rekening PLN. Bahkan area ini masih dikenal dengan area beraport merah. Terjalin komunikasi yang apik dalam acara Nangkring Bareng PLN kemarin. Banyak hal yang berkaitan uneg-uneg dari masyarakat bisa disampaikan dan ditanggapi oleh PLN APJ Situbondo. Termasuk, program bonus pulsa prabayar sebesar Rp 50 ribu untuk masyarakat yang langsung migrasi ke

ISTIMEWA

GAYENG: Manager Rayon Panarukan, Nariyadi (dua dari kanan) memberikan jawaban atas pertanyaan dari masyarakat. listrik prabayar pada hari itu. Dalam kesempatan tersebut, Manager PLN Rayon Panarukan, Nariyadi mengatakan, kegiatan ini adalah sebagai bentuk sosialisasi. Sekaligus pendekatan persuasif PLN kepada masyarakat di area ini. “PLN hingga saat ini tetap berusaha yang terbaik dalam menangani konsumen. Termasuk kepada pelanggan yang seringkali bermasalah dalam hal pembayaran

rekening. Kita tetap berusaha sebaik mungkin, agar tetap terjalin kondisi yang saling menguntungkan antara PLN dan pelanggan,” kata Nariyadi. Lebih jauh, Nariyadi menambahkan, pihaknya memberikan alternatif solusi kepada pelanggan. Yakni berupa migrasi dari pasca bayar ke pra bayar. Migrasi ke prabayar banyak manfaatnya. Karena pelanggan bisa mengontrol sendiri pemakaian listriknya. (adv/als)

SITUBONDO - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Raya Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Situbondo, nyaris terbakar api Selasa malam (19/2). Beruntung, api berhasil dipadamkan oleh beberapa orang dengan cara menyemprotkan tabung pemadam kebakaran. Kebakaran SPBU yang terjadi sekitar pukul 20.00 itu diduga akibat percikan api yang berasal dari las listrik. Tukang las bernama Satria melakukan aktivitas pengelasan sejak pukul 15.00. Pekerja yang tinggal di Jalan PB. Soedirman, Situbondo, itu sedang mengelas besi penutup saluran pembuangan. Namun, sekitar pukul 19.45 tiba-tiba ada percikan api muncul dan melewati saluran pembuangan. Nah, api tersebut mengarah ke tangki pendam SPBU. “Dari tadi tidak apa-apa. Setelah mau selesai, tiba-tiba muncul api. Padahal, saya tinggal ngelas satu besi. Pada waktu saya tahu ada api, saya langsung lari,” papar Satria. Api yang diduga dipicu percikan api las tersebut langsung merambat ke tangki pendam yang berisi ribuan liter bahan bakar jenis premium dan pertamax. Asap pun langsung membumbung dari tangki pendam SPBU. Melihat hal tersebut, sejumlah karyawan SPBU langsung

berlari menjauhi SPBU. “Waktu itu, api yang dari selokan menuju tangki pendam. Saat kejadian, ada pengisian premium ke truk. Beruntung truknya cepat lari. Jadi, hanya selangnya yang terbakar,” ujar Rudi, 22, salah satu karyawan SPBU, yang juga lari setelah mematikan mesin pompa. Puluhan warga sekitar serta pengguna jalan yang memadati jalan raya depan S P BU l a n g s u n g d i i m b a u menjauhi SPBU. Beberapa saat kemudian, beberapa karyawan SPBU milik Kun Heru, warga asal Bondowoso, itu memberanikan diri memadamkan api yang mulai membesar itu dengan cara menyemprotkan tabung pemadam. Upaya darurat yang dilakukan sejumlah karyawan dan dibantu beberapa warga tersebut ternyata berhasil. Setelah itu, kepulan asap yang berasal dari tangki pendam dipadamkan dua unit tangki pemadam kebakaran (PMK) Situbondo yang datang ke lokasi kejadian. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab api yang nyaris menghabiskan SPBU Wringinanom itu. Kuat dugaan, api berasal dari las listrik atau akibat korsleting kabel las listrik tersebut. “Di depan memang ada tukang las. Tetapi, penyebab pasti kebakaran itu kami belum tahu. Kami masih melakukan penyelidikan,” ujar AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. (rri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

SUDAH PADAM: Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran.

Radar Banyuwangi | 21 Februari 2013  

radar banyuwangi, genteng, situbondo

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you