Page 1

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

SELASA 20 MEI TAHUN 2014

KUCUR

Eceran Rp 5.750 HALAMAN 29

PSK Sumberloh Dipulangkan

Jembatan Bindung Rawan Ambrol

SETELAH resmi ditutup, ternyata masih ada PSK yang tinggal di lokalisasi Sumberloh, Kecamatan Singojuruh. Forpimka Singojuruh langsung memulangkan lima kupu-kupu malam di tempat tersebut kemarin. Baca Radar Genteng

PLENGSENGAN Jembatan Bindung yang menghubungkan Desa Sumberejo dan Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, ambrol. Agar kondisinya tak semakin parah, jembatan itu diperbaiki kemarin. Baca Radar Situbondo

Halaman 30

Halaman 40

NGOPAI

REFLI HARUN

Kagum Budaya Banyuwangi PAKAR hukum tata negara Refli Harun mengaku sangat terkesan dengan Banyuwangi. Selain kotanya dirasa bersih, daerah yang punya tagline Sun Rise of Java ini memiliki kepedulian yang tinggi terhadap budaya daerah. “Itu jarang sekali, pelestarian budaya daerah luar biasa,” kata pria asal Sumatera Selatan itu. Saat menghadiri sarasehan nasional di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Refli sempat berjalan-jalan dan melihat pementasan seni di lapangan Taman Blambangan. “Banyak tempat pentas seni. Kesenian daerah disuguhkan gratis. Itu bagus sekali,” pujinya. (abi/ c1/bay)

GALIH COKRO/RABA

PELAT MERAH: Para kepala desa menggelar konvoi dengan motor dinas menuju kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi di Jalan Jaksa Agung Suprapto Banyuwangi kemarin.

Ratusan Kades Konvoi Datangi Kejari, Minta Kades Purwanto Tahanan Kota

BANYUWANGI - Ratusan kepala desa (kades) yang tergabung dalam Asosiasi Kepala

Desa Kabupaten Banyuwangi (Askab) menggelar unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi kemarin (19/5). Mereka mendesak pihak kejaksaan mengalihkan status penahanan Kades Blambangan, Kecamatan Muncar, Purwanto, yang dije-

bloskan ke sel tahanan lantaran tersandung kasus Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) menjadi tahanan kota. Dalam aksinya, ratusan anggota Askab yang berasal dari seluruh penjuru Bumi Blambangan itu menggelar konvoi motor

dari depan kantor Pemkab Banyuwangi. Para kades itu bergerak ke Simpang Lima, Banyuwangi. Dari Simpang Lima, iringiringan peserta konvoi itu berbelok ke kiri melalui Jalan dr. Soetomo ■  Baca Ratusan...Hal 39

AGUS BAIHAQI/RABA

BIROKRASI

Semua PNS Pakai Batik Sepekan Penuh BANYUWANGI - Ada yang berbeda dalam peringatan hari Kebangkitan Nasional kali ini. Seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemkab Banyuwangi wajib memakai batik saat bekerja. Kabag Humas Pemkab Banyuwangi, A. Kholid Askandar mengatakan, seruan mengenakan baju batik saat bekerja itu merupakan seruan pemerintah pusat. Khusus di Banyuwangi, baju yang dikenakan disesuaikan kondisi lokal. ‘’Kami wajibkan pakai batik khas Banyuwangi. Ini juga daDOK. RABA lam rangka Pekan SwaA. Kholid Askandar desi Nasional,” ujarnya. Menurut Kholid, seruan mengenakan baju batik itu sudah berlangsung sejak kemarin (19/5). Selanjutnya, ketentuan itu berlaku hingga akhir pekan mendatang (24/5). ‘’Untuk upacara besok (hari ini, Red), pakaian yang dikenakan menyesuaikan. Selain batik, ada juga yang mengenakan jas. Yang tetap pakai seragam dinas juga ada, yakni Satpol PP dan Dishub,” ujarnya. Sementara itu, tak hanya kalangan PNS, kalangan profesional juga harus pakai baju batik, seperti yang dilakukan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Banyuwangi. Wadah pengacara di Banyuwangi itu sepakat mewajibkan seluruh anggotanya mengenakan busana batik. Ketua Peradi Banyuwangi, Misnadi mengatakan, seluruh anggota Peradi wajib mengenakan busana batik ■  Baca Semua...Hal 39

Pembobol Dana Nasabah Bank Mahkota Disidang

20 Siswa Absen di Hari Pertama

Pembela Anggap Penyidikan Tidak Sah

BANYUWANGI - Ujian sekolah/ madrasah (US/M) di Banyuwangi diselenggarakan secara serentak sejak kemarin (19/5). Sayang, dari 26.894 pelajar tingkat SD dan madrasah ibtidaiah (MI) yang terdaftar mengikuti US/M, 20 siswa berhalangan hadir di hari pertama kemarin ■

GALIH COKRO/RABA

 Baca 20 Siswa...Hal 39

KONSENTRASI: M. Adilla mengerjakan soal ujian di SDN 4 Penganjuran, Banyuwangi, kemarin.

Melihat Gandrung Semalam Suntuk di Balai Dusun Klatakan, Singojuruh

Ada Generasi 1955, Gandrung 1980, dan Penari 2010 Acara peresmian gedung balai desa/balai dusun itu sudah biasa. Yang tidak biasa adalah peresmian balai Dusun Klatakan di Kecamatan Singojuruh ini. Betapa tidak, acara tersebut dimeriahkan tradisi gandrung “unik” tiga generasi selama semalam suntuk. SHULHAN HADI, Singojuruh GAMELAN yang sudah tertata rapi sejak sore itu akhirnya berbunyi. Lengkingan

http://www.radarbanyuwangi.co.id

wulan menyampaikan keberatan atas sejumlah dakwaan yang disampaikan jaksa. Di antara yang menjadi keberatan terdakwa tersebut BANYUWANGI - Sidang atas mengenai proses hukum yang diterdakwa Kholis Nurwulan Pus- jalani terdakwa selama penyelidikan pitasari, 41, oknum kepolisian. karyawan Bank PerAkhmad beranggakreditan Rakyat Mapan, penyidik kepolihkota Reksa Guna sian salah dan berlebiArtha (Bank Mahkota) han dalam pemeriksakembali digelar di an saksi ahli Budi Pengadilan Negeri Walibroto. Alasannya, Banyuwangi kemarin penyidik telah mem(19/5). Sidang tersebut buat berita acara pengmengagendakan pemambilan sumpah terDOK.RABA bacaan eksepsi (kehadap saksi ahli. SeKholis Nurwulan beratan) KUBU termestinya, kata Akhmad, Puspitasari dakwa atas dakwaan saksi diperiksa dengan yang disampaikan jaksa tidak disumpah kecupenuntut umum sebelumnya. ali kemungkinan saksi tidak hadir Dalam eksepsi yang disampaikan dalam pemeriksaan persidangan ■  Baca Pembobol...Hal 39 pengacara Akhmad SH, kubu Nur-

khas mengawali atraksi jejer gandrung yang ditampilkan sepuluh pasang penari cilik. Gerak gemulai para penari cilik tersebut memukau para warga yang sudah lama menunggu mereka. Penampilan yang diiringi hentakan kendang itu merupakan prakegiatan warga Dusun Klatakan, Desa Singojuruh, malam itu. Malam itu merupakan malam yang istimewa bagi warga Dusun Kalatakan, Desa Singojuruh. Rasa gembira menyelimuti sebagian besar warga. Hal itu tidak berlebihan karena bangunan balai Dusun Klatakan berbentuk joglo itu bakal diresmikan. Bangunan itu menjadi simbol kebanggaan warga setempat. Bangunan hasil swadaya warga itu sengaja diresmikan bersamaan dengan pergelaran gandrung semalam suntuk di tempat tersebut. Meski di Banyuwangi sering dipentas-

PNS wajib pakai batik sepekan penuh Kecuali saat kerja nafkah batin

Ratusan kades konvoi Semoga tidak ditiru yang lulus SMA hari ini

AZHAR PRASETYO FOR RABA

TRADISI: Para penari gandrung tampil di Dusun Klatakan, Desa/Kecamatan Singojuruh.

kan tari gandrung, tapi gandrung yang dihelat secara utuh bisa dibilang sudah

sangat jarang ■  Baca Ada...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


30

RADAR GENTENG R A D A R

Jawa Pos Selasa 20 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

Nekat Beroperasi, 5 PSK Dipulangkan SINGOJURUH - Meski lokalisasi penjaja seks komersial (PSK) Sumberloh di Dusun Padang Bulan, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singiojuruh, telah ditutup Satpol PP Banyuwangi pada April 2014, ternyata masih banyak yang nekat beroperasi. Para pelacur yang masih beroperasi itu banyak yang dari luar Banyuwangi. Saat melakukan pemeriksaan di tempat pelacuran itu, Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Singojuruh menemukan lima PSK dari luar Banyuwangi masih beroperasi. “Lima PSK dari luar Banyuwangi itu kita pulangkan,” cetus Camat Singojuruh Nanik Machrufi. Berdasar identitas yang dimiliki, jelas dia, kelima PSK itu berasal dari Kabupaten Jember, Bondowoso, Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang. Selain itu, juga ada yang dari Kota Bandung, Jawa Barat. Nanik berjanji akan terus melakukan pembinaan para PSK, baik yang masih di lokalisasi maupun yang sudah dipulangkan.”Kita (forpimka) akan terus melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada mereka (PSK),” katanya. Pemulangan para PSK ke daerah asalnya itu, lanjut dia, dilakukan setelah melakukan sosialisasi dan pendekatan

SHULHAN HADI/RaBa

ANGKAT KOPER: PSK Sumberloh yang masih beroperasi dipulangkan.

serius, terutama setelah dilakukan penutupan akhir April 2014 lalu. “Mereka dipulangkan setelah kita lakukan pendekatan, jadi tidak ada pemaksaan,” cetusnya. Terkait pengawasan terhadap para PSK, lanjut dia, pihaknya telah bekerja sama dengan dinas sosial asal para PSK itu. Kerja sama itu dilakukan demi mencegah mereka tidak kembali. “Kampung Sumberloh banyak dihuni warga, jadi setiap hari terlihat ramai,” katanya. (sli/c1/abi)

AGENDA KOTA

Bupati Anas Ziarah ke Taman Makam Pahlawan DALAM rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Bupati Abdullah Azwar Anas pagi ini pukul 06.00, akan ziarah ke Taman Makam Pahlaman Wisma Raga Satria, Banyuwangi. Setelah itu, pada pukul 08.00, dilanjutkan upacara di Taman Blambangan, dan menghadiri rapat paripurna DPRD tentang keputusan rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati. (*) I N F O P E M E R I N TA H A N

Tahun 2015 Waspadai Peredaran Produk Non Halal Komunitas Ekonomi ASEAN mulai Berlaku TAHUN 2015 sejumlah produk yang diragukan kehalalannya bakal beredar bebas di Kabupaten Banyuwangi. Hal itu seiring dengan diberlakukannya ASEAN Economy Community (AEC) atau komunitas ekonomi ASEAN. Jangan heran apabila nantinya ASEAN dijadikan sebagai kawasan pasar tunggal, yang membebaskan lalu lintas arus barang keluar-masuk ke negaranegara ASEAN. Dalam rangka menyongsong AEC 2015 dan perluasan regulasi produk halal, maka Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Kabupaten Banyuwangi mengadakan sejumlah kegiatan. Menurut Kepala Disperindagtam Kabupaten Banyuwangi Ir. Hary Cahyo Purnomo, MSi, kegiatan tersebut berpedoman kepada Undang-Undang (UU) No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Selain itu mengacu kepada UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dan UU No. 12 Tahun 2012 tentang pangan. Yang terakhir berpedoman pada Peraturan

Menteri Perdagangan RI Nomor 44/MDAG/PER/9/2009 tentang pengadaan, distribusi, dan pengawasan bahan berbahaya. “Semuanya bermuara kepada kehalalan produk,” tegas Hary. Dijelaskan, perlindungan konsumen adalah segala upaya yang dilakukan untuk memberikan kepastian hukum terhadap produk yang diperoleh konsumen dari kegiatan perdagangan. Dalam pasal 8 ayat 1 huruf H UU No. 8 Tahun 1999 ditegaskan bahwa pelaku usaha dilarang mengabaikan ketentuan berproduksi secara halal sebagaimana tercantum dalam label produk. Label adalah keterangan yang berbentuk gambar, tulisan atau kombinasi keduanya dan bentuk lain yang memuat informasi tentang barang. “Ketentuan labelisasi berisi nama produk, nama dan alamat produsen, komposisi/daftar bahan, kode dan tanggal produksi, keterangan kadaluwarsa, berat bersih, serta nomor pendaftaran,” sebut Hary. Disperindagtam juga melakukan pengawasan peredaran produk pangan dalam kemasan. Sasarannya adalah minimarket, supermarket, department store, dan hypermarket. Sebab, konsumen dilindungi hakhaknya. Seperti memiliki hak atas kenyamanan dan keselamatan mengkonsumsi barang. Hak untuk memilih dan mendapatkan barang sesuai dengan nilai tukar. Hak untuk mendapatkan informasi dan jaminan barang. Hak untuk mendapatkan pembinaan dan pendidikan konsumen. H a k untuk

Hary Cahyo Purnomo

mendapatkan advokasi dan perlindungan jika terjadi sengketa. “Serta hak untuk mendapatkan ganti rugi jika barang tidak sesuai dengan perjanjian,” tandasnya. Nah, kewajiban pelaku usaha adalah beriktikad baik dalam berusaha. Ditambahkan, pengusaha harus memberikan informasi yang jujur tentang kondisi barangnya. Melayani konsumen tidak diskriminatif. “Dan memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji kualitas barang,” imbuhnya. Untuk barang dalam keadaan terbuka, Hary menyarankan agar diamati titik kritis kehalalannya. Titik kritis adalah bagian atau tahapan yang berpotensi menyebabkan produk menjadi tidak halal. “Meliputi penggunaan bahan baku, proses produksi, penyimpanan produk, dan pengangkutan produk,” rincinya. Dalam rangka pengawasan bahan berbahaya, lanjut Hary, Disperindagtam telah mengadakan kegiatan bimbingan teknis dan pelatihan. Seperti bimbingan teknis produksi aneka olahan buah-buahan dan pelatihan peningkatan kualitas produksi nata de coco. Sebagai tindak lanjut pelatihan peningkatan kualitas produksi produk pangan, Disperindagtam memberikan fasilitasi. Di antaranya, perolehan sertifikat halal produk pangan sebanyak 27 industri kecil dan menengah (IKM) tahun 2012 dan 24 IKM pada tahun 2013 lalu. Fasilitasi uji laboratorium bahan baku produk pangan juga dilakukan pada tahun 2012 untuk 17 IKM. “Pada tahun 2013, fasilitasi uji laboratorium diberikan kepada 20 IKM,” ungkapnya. Hary menegaskan bahwa jaminan kehalalan suatu produk pangan dapat diwujudkan di antaranya dalam bentuk sertifikat halal yang menyertainya. Produk halal adalah produk yang memenuhi syarat kehalalan sesuai dengan syariat Islam. Bahan-bahan tidak mengandung babi atau berasal dari babi. Semua bahan yang digunakan berasal dari hewan halal yang disembelih dengan syariat Islam. Produk tidak mengandung bahan-bahan yang diharamkan seperti bahan dari organ manusia, darah, dan kotorankotoran. Semua tempat penyimpanan, tempat penjualan, pengolahan, tempat pengelolaan, dan transportasi tidak digunakan untuk babi. Semua makanan dan minuman yang tidak mengandung khamar. “Menghadapi AEC 2015, kesadaran semua pihak untuk berperilaku jujur dalam perdagangan mutlak diperlukan guna memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan dalam berkonsumsi,” pintanya.(adv)

HENDRO HUMAS for RaBa

PEMBUKAAN: , Asisten Admin Wiyono membuka acara disaksikan Sekretaris LPPOM MUI Jatim Moch Khoiril Anwar, Kepala Disperindagtam Hary Cahyo Purnomo, dan Ketua MUI Banyuwangi KH. Yamin.

Sosialisasi dan Fasilitasi Sertifikat Halal DINAS Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Kabupaten Banyuwangi kembali mengadakan kegiatan sosialisasi dan fasilitasi sertifikasi halal bagi industri kecil dan menengah (IKM) makanan dan minuman. Tujuannya dalam rangka meningkatkan kualitas produksi dan jaminan kehalalan serta merupakan daya saing produk pangan. Untuk itu, disediakan ruang fasilitasi uji laboratorium bahan baku bagi pelaku IKM. Kepala Disperindagtam Kabupaten Banyuwangi Ir. Hary Cahyo Purnomo, MSi mengatakan maksud kegiatan itu untuk meningkatkan kualitas produksi, jaminan kehalalan, dan daya saing produk pangan IKM me-

lalui fasilitasi sertifikasi halal. “Tujuan untuk memperkuat upaya perlindungan konsumen, terutama konsumen berlatar belakang muslim dan persiapan menghadapi pasar bebas ASEAN tahun 2015,” terangnya. Kegiatan sosialisasi dan fasilitasi sertifikasi halal bagi IKM itu digelar pada hari Senin, 19 Mei 2014. Acara yang dipusatkan di Aula Palapa Hotel Ikhtiar Surya Jl. Gajah Mada No. 9 Banyuwangi itu dimulai pukul 08.00. Kegiatan dibuka oleh Asisten Administrasi, Pembangunan, dan Kesra Drs. Wiyono, MH. “Sasarannya pelaku usaha IKM produk makanan dan minuman, IKM jamu, dan rumah makan sebanyak 50 peserta,” sebut Hary. Dua narasumber dihadirkan dari

LPPOM MUI Provinsi Jawa Timur. Pemateri pertama Sekretaris LPPOM MUI Provinsi Jawa Timur Dr. Moch Khoiril Anwar, Sag, MEI, menyampaikan materi tentang “Tata Cara dan Sistem Jaminan Halal serta Keberadaan LPPOM MUI”. Sedangkan pemateri kedua Lilik Fatmawati, STP menjelaskan tata cara pengisian blangko formulir pengajuan halal. Sebagai tindak lanjut, imbuh Hary, dua IKM telah dibantu dalam proses pengurusan sertifikat halal 2013. Kedua IKM itu bergerak sebagai produsen kue yang dikelola Ny. Kurnia dan Ny. Subandiyah dari Rogojampi. “Untuk fasilitasi tahun 2014 ada sepuluh IKM yang kini masih dalam tahap seleksi,” ungkap Hary. (adv)

PESERTA: Ibu-ibu pengusaha IKM juga mengikuti sosialisasi produk halal di aula Palapa Hotel Ikhtiar Surya, kemarin (19/5). HENDRO HUMAS for RaBa

IRWAN/RaBa

Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis (Koordinator), Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono Wakil Pemimpin Redaksi: Syaifuddin Mahmud Kepala Liputan: Agus Baihaqi Redaktur: Ali Sodiqin, A.F. Ichsan Rasyid Staf Redaksi Banyuwangi: Sigit Hariyadi, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni Redaksi Situbondo: Edy Supriyono (Kabiro), Nur Hariri Redaksi Genteng: Abdul Aziz (Kabiro), Shulhan Hadi Fotografer: Galih Cokro Buwono Editor Bahasa: Minhajul Qowim J

Direktur: Samsudin Adlawi Pemasaran dan Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, W. Nugroho (Genteng), Samsuri (Situbondo) Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah Administrasi Iklan: Fitria Arifiana Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan Event: Benny Siswanto Keuangan: Citra Puji Rahayu

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Kasir: Widi Ukiyanti Piutang: Anissa Windyah Sari Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti Perpajakan: Cici Irma Setyani Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982.

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

Website: www.radarbanyuwangi.co.id. Email: radarbwi@gmail.com, beritaraba@gmail.com, artikelradarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/ mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


Banyuwangi Bersih & Ramah R A D A R

Pemkab Banyuwangi

PT. Suri Tani Pemuka

PT. Pabrik Kertas Basuki Rachmat

31 Jawa Pos

Selasa 16 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

PT. Banyuwangi Cannery Indonesia Ketapang

Badan Lingkungan Hidup Banyuwangi

PT. Surya Adikumala Abadi

Ekspedisi Sungai Kalilo dari Hulu hingga Hilir (10)

Air Sumber Dimanfaatkan untuk Konsumsi SUMBER mata air identik dengan kawasan hutan, perkebunan, atau lokasi yang di sekelilingnya banyak ditumbuhi pohon. Tetapi siapa sangka, di pusat Kota Banyuwangi, ternyata ada banyak sumber air yang hingga kini masih aktif. Bahkan beberapa di antara sumber-sumber tersebut mampu memancarkan air sepanjang tahun. Salah satunya sumber mata air di belakang musala Baitul Hosi’in, jalan Kopral Sanusi, Lingkungan Karangbaru, Kelurahan Panderejo ini. Sumber yang berlokasi beberapa meter dari tepi sungai Su’un (salah satu anak sungai Kalilo), tersebut oleh warga sekitar dijuluki sumber Guru Ja’id.

Selain digunakan untuk mandi dan mencuci pakaian, air sumber yang diyakini telah ada sejak zaman kolonial itu juga dimanfaatkan beberapa warga sekitar untuk air minum. Ya, air yang memancar dari sumber yang berjarak hanya sekitar 50 meter di sebelah timur jalan raya PB Sudirman, Banyuwangi, tersebut tampak begitu bersih. Bukan hanya airnya, kondisi kebersihan di sekeliling sumber juga tampak terawat dengan baik. Saat wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi mengunjungi sumber mata air tersebut, ada satu pemuda tengah berdiri di tepi kolam sumber air yang dikelilingi tembok

tersebut. Tubuh pemuda yang belakangan diketahui bernama Ahmad Humaidi, 15, hanya berbalut handuk. Rupanya santri Yayasan A’malul Muslimin tersebut baru saja selesai mandi. “Sebagian warga memang memanfaatkan air sumber ini untuk mandi dan mencuci pakaian,” ujarnya. Lebih dari itu, sumber air Guru Ja’id yang kebersihannya terjaga dengan baik itu ternyata juga dimanfaatkan sebagian warga untuk memenuhi kebutuhan air konsumsi. “Selain untuk mandi dan mencuci, ada juga warga yang menggunakan air sumber ini untuk air minum,” cetus Kiptiyah, 56, warga setempat. (sgt/*/bersambung)

JERNIH: Santri memakai sarung usai mandi di Sumber Guru Ja’id.

BAYU SAKSONO/RaBa

POLITIK & PEMERINTAHAN

10 Calon Komisioner KPU Ditetapkan Lima Calon Gugur Tidak Lolos Uji Publik

GERDA SUKARNO/RaBa

Bangunan Ilegal Bikin Kumuh BANGUNAN permanen yang berdiri di atas bantaran sungai ini dinilai melanggar aturan. Bangunan tersebut dianggap liar karena tidak mengantongi izin dari pihak terkait. Selain ilegal, keberadan bangunan yang berdiri dia atas bantaran sungai di Jalan Raden Wijaya Banyuwangi itu terkesan kumuh. Sekali-kali, Satpol PP perlu menertibkan bangunan ini. (aif )

BANYUWANGI - Sepuluh calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi ditetapkan kemarin (19/5). Penetapan sepuluh calon itu dilakukan tim seleksi (timsel) setelah menyaring 15 calon yang lolos tes tulis, kesehatan, dan psikologi, beberapa waktu lalu. Dari sepuluh nama calon yang ditetapkan, dua calon incumbent Syamsul Arifin dan Suherman dinyatakan lolos. Selain dua calon incumbent, dua anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panswalu) Rorry Desrino Purnama dan Lilik Maslikah juga lolos sepuluh terbaik. “Dengan ditetapkannya 10 calon itu, maka

tugas seleksi timsel tuntas,” ujar Ketua Timsel, dr. Taufiq Hidayat. Taufiq mengungkapkan, dari 15 calon yang mengikuti seleksi wawancara, sepuluh orang dinyatakan lolos. Timsel mencoret lima calon lain karena nilainya tidak memenuhi standar. Selain nilainya tidak memenuhi standar, juga ada yang tidak lolos uji publik. Dari sepuluh surat tanggapan yang dikirim warga, timsel sudah melakukan cross check kepada calon dan pihak-pihak lain yang berkompeten. “Surat tanggapan itu ada yang benar dan ada juga yang tidak bisa dibuktikan,” katanya. Taufiq secara jujur mengatakan, beberapa nama kandas karena surat tanggapan yang dikirim warga ternyata terbukti. Oleh karena itu, timsel tidak punya dasar meloloskan

10 Besar Calon Anggota KPU 1. A. Holili 2. Darma Setiawan 3. Dwi Anggraini R 4. Edi Saiful Anwar 5. Jamaluddin 6. Lilikh Maslikah 7. Moh. Firdaus Y 8. RorryDesrino Purnama 9. Suherman 10 .Syamsul Arifin

calon yang bersangkutan. Salah satu surat tanggapan yang disampaikan warga adalah terkait keterlibatan salah satu calon sebagai kader partai. Walau calon yang bersangkutan sudah mengantongi surat pernyataan dari pimpinan partai, tapi setelah di-cross check dengan beberapa data

pembanding, calon yang bersangkutan mundur dari partai kurang dari lima tahun. Berdasar UU, calon anggota KPU setidak-tidaknya telah mengundurkan diri dari partai minimal lima tahun. Ada calon yang ikut seleksi, tapi mundur dari partai politik belum genap lima tahun. “Sepuluh namanama yang lolos itu kita kirim ke KPU Jatim untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan,” jelas Taufiq. Sepuluh nama yang dikirim ke KPU Jatim, lanjut Taufiq, didasarkan abjad bukan ranking. Selain mengirim nama-nama, timsel juga mengirim nilai hasil seleksi 10 nama yang dilakukan timsel. “KPU Jatim akan menetapkan lima anggota KPU setelah melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap sepuluh nama itu,” katanya n  Baca 10 Calon...Hal 39


KESEHATAN

32

R A D A R

Jawa Pos

Selasa 20 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

Transformasi Layanan Komprehensif HIV Secara Berkesinambungan

OLEH

Supriyanto, S. Kep. CWCCA

SUATU pagi di bulan Maret tahun 2012, seorang ibu umur 47 tahun datang konseling ke saya. Dia bercerita hanya bekerja sebagai buruh tani. Mulai tampak jamur di rongga mulutnya. Dan saat saya tawarkan test HIV, dia terpaksa menggunakan cap jempol karena tidak bisa tanda tangan. Trenyuh. Hasil test-nya reaktif. Ternyata HIV sudah ada di sekitar kita. Bahkan pada ibu rumah tangga yang tinggal di pelosok desa. Reputasi Kabupaten Banyuwangi sebagai penyumbang jumlah penderita HIV tidak perlu diragukan lagi. Menempati peringkat ketiga Provinsi Jawa Timur dan peringkat sepuluh

secara nasional cukup menjadi bukti. Puskesmas Singojuruh, sebagai salah satu layanan konseling dan testing sukarela HIV, tahun 2013 menemukan 25 kasus baru. Dan sekitar 36 persen di antaranya adalah ibu rumah tangga. Artinya saat ini HIV tidak lagi hanya terkonsentrasi pada kelompok resiko tinggi saja. Hal ini harus mendorong kita untuk lebih banyak bertindak dari pada hanya merenungi angka penderita HIV yang semakin membengkak dari waktu ke waktu. Perjalanan klinis HIV berbeda dengan penyakit yang lain, ada Window Period dimana seseorang telah terinfeksi HIV namun belum cukup

terdeteksi melalui test antibodi yang ada. Padahal penderita HIV stadium ini sangat infeksius, karena viral load nya sangat tinggi. Selain itu ada juga fase asimtomatik, penderita tidak mengalami keluhan kesehatan meskipun tubuhnya telah terinfeksi HIV. Tidak mengherankan jika ada Wanita Pekerja Seksual dengan HIV yang sehari masih mendapatkan tamu sampai 10 orang. Karena memang secara fisik tidak ada yang berubah. Hal ini menjadikan kenapa HIV relatif rumit penanganannya. Penanganan HIV harus bersifat komprehensif. Yaitu upaya yang dilakukan harus meliputi promosi,

pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi. Disamping itu layanan yang diberikan juga harus berkesinambungan, artinya layanan HIV secara paripurna, yaitu sejak dari rumah atau komunitas ke fasilitas layanan kesehatan (puskesmas, rumah sakit, klinik) sampai kembali ke rumah atau komunitas lagi. Dan juga selama perjalanan infeksi HIV, dari mulai belum tertular sampai stadium terminal. Kegiatan ini membutuhkan dukungan seluruh pihak terkait ; baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat (kader, LSM, Kelompok Dukungan Sebaya, ODHA, keluarga, PKK, toga/toma).

Puskesmas Singojuruh sebagai puskesmas rujukan HIV melakukan inovasi melalui program R3 (Raih, Rawat, Rangkul). Hal pertama yang ingin diraih adalah advokasi dan dukungan dari para pembuat kebijakan. Untuk lingkup wilayah kerja hal ini dilaksanakan melalui sosialisasi HIV dan paparan program kepada camat, kepala desa, PKK, dan Istitusi yang lain. Dampaknya mulai terasa, inisiatif dan kegiatan penyuluhan HIV banyak di organisir oleh desa maupun PKK. Puskesmas memfasiltasi dengan menyediakan peralatan dan pemateri n  Baca Transformasi...Hal 39

130 Pasien Jalani Program KB Steril Sinergisitas Pemkab, RS Al Huda, PPPKB, dan TNI dalam MOW PUSKESMAS WONOSOBO FOR RaBa

TERJUN LANGSUNG: Kepala Puskesmas foto bersama para taruna dan Mahasiswa IKIP Banyuwangi, dan siswa PAUD/TK Mawar.

Siapkan Door Prize Bagi Pengunjung Posyandu SRONO - Puskesmas Wonosobo kembali menorehkan prestasi. Kali ini, prestasi diraih Posyandu Anggrek 3 Dusun Plampangrejo, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. Posyanyu Anggrek meraih gelar juara 1 Lomba Posyandu Kategori strata Madya tingkat kabupaten yang di selenggarakan bulan lalu. Prestasi ini mer upakan kebanggaan tersendiri bagi Puskesmas Wonosobo dengan bertambahnya deretan prestasi yang dicapai. Puskesmas Wonosobo membawahi 3 desa memiliki 34 Posyandu di wilayah kerjanya dan Posyandu Anggrek 3 Desa Wonosobo merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh

Puskesmas Wonosobo yang mewakili Lomba Posyandu Strata Madya Tingkat Kabupaten Banyuwangi. Dengan latar belakang tersebut pada Hari Sabtu, Tanggal 17 Mei 2014, yang lalu Posyandu Anggrek 3 Dusun Plembangrejo, Desa Wonosobo mendapat kunjungan dari peserta LATSITARDA (Latihan Gabungan Integrasi Taruna Dewasa Nusantara) dan KKN IKIP PGRI Banyuwangi. Apresiasi positif ditunjukkan oleh masyarakat sekitar dengan berbondong-bondong datang ke Posyandu yang rutin dibuka tiap bulannya. Dalam kunjungannya taruna LATSITARDA dan mahasiswa IKIP PGRI Kabupaten Banyuwangi

ikut andil, mereka sangat antusias terjun langsung dalam kegiatan posyandu yang memiliki kegiatan lima meja. Yaitu mulai dari pendaftaran, penimbangan, pencatatan, pengobatan dan penyuluhan. Dalam kegiatan tersebut juga diberikan penyuluhan tentang Pentingnya ASI eksklusif. Pada kegiatan Posyandu kali ini, ada yang sedikit berbeda dari kegiatan rutin, yaitu diberikannya door prize pada ibu-ibu yang datang berkunjung ke Posyandu. Ini merupakan salah satu bentuk inovasi puskesmas untuk lebih memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berkunjung ke Posyandu n

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

 Baca Siapkan...Hal 39

GENTENG - Untuk yang keempat kalinya, RS Al Huda Genteng, Banyuwangi, kembali sukses menjadi tuan rumah dalam gelaran MOW (Medis Operasi Wanita) pada Sabtu (17/5). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan yang diberikan RS Al Huda Genteng terhadap program pemerintah pusat melalui BPPKB, khususnya akseptor baru MOW atau steril. Sebanyak 130 akseptor peserta MOW menjalani operasi di RS Al Huda Genteng sebagai sentral MOW untuk Kabupaten Banyuwangi bagian Barat-Selatan. Kesuksesan pelaksanaan MOW ini adalah berkat support dari Pemkab Banyuwangi dan sinergisitas yang baik dari pimpinan 3 pilar penting. Yaitu Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana (BPPKB) Banyuwangi Drs. H. Muh. Pua Jiwa, M.Si, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol CZI Arief Novianto dan Chief Executive Officer RS Al Huda dr. Hj. Faida, MMR. Dalam sambutannya, Pua

BANYUWANGI

RS ALHUDA FOR RaBa

SINERGISITAS: Sekkab Banyuwangi, BPPKB, RS Al Huda dan Dandim 0825 Kabupaten Banyuwangi dalam kegiatan MOW bertempat di RS Al Huda.

Jiwa menyampaikan kegiatan ini merupakan program rutin BPPKB yang terselenggara atas dukungan TNI dan swasta. Arief menyampaikan antusiasme masyarakat Banyuwangi terutama kalangan ibu-ibu untuk mendukung program KB sangat tinggi. Bahkan ada salah satu peserta yang sudah memiliki cucu. Arief berharap agar peserta yang saat ini ikut MOW dapat mengajak masyarakat sekitarnya termasuk keluarga untuk mengikuti langkahnya dalam men-support program MOW ini. Dalam kesempatan ini pula, CEO RS Al Huda pun mengungkapkan bahwa RS Al Huda selalu men-support program pemerintah dalam mengatasi ledakan penduduk dan berharap acara ini bisa berjalan dengan baik, aman,

dan lancar. Di tempat yang sama, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi Drs. H. Slamet Kariyono, M.Si mewakili Bupati Drs. H. Abdullah Azwar Anas, M.Si menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini, Bupati Anas memberikan support dan apresiasi yang luar biasa. Slamet juga memaparkan bahwa program KB ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Erni, salah seorang anggota Petugas Pembantu KB Desa (PPKBD) asal Kelurahan Kepatihan Banyuwangi, pada MOW kali ini membawa 2 orang peserta. Yaitu Sismiati (43) dan Hotimah (38). Menurut Ribut, suami Hotimah, dia sangat mendukung keinginan

istrinya untuk mengikuti MOW ini karena sudah memiliki 3 orang anak. Menariknya, salah seorang peserta MOW kali ini adalah seorang tenaga paramedis yaitu Kisworowati (43) bidan PKM Karangsari. Menurutnya alasan utama ikut MOW ini adalah dia ingin nantinya keikutsertaannya ini bisa memotivasi ibu-ibu lain untuk mengikuti program ini disamping karena dia sudah memiliki 3 orang anak. “Alhamdulillah suami saya setuju dengan keinginan saya ikut MOW ini,” ucapnya. Di akhir acara, Pua Jiwa berharap kegiatan ini dapat tetap berjalan dengan baik di masamasa yang akan datang serta dapat tetap bersinergi mendukung program pemerintah. (*/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Daihatsu Espass ‘04 • Djl D. Espas 1.3 2004 VR, TP, AC an. Sdri 55 Jt Nego Hub: 081230800863 Bwi Kota

• Fighter Th 96 • Dijual Fighter Th 96 165 Jt Rogojampi Pelangi Sakti 633439 / 088803266664

BANYUWANGI • STNK • Hlg SIM C+STNK P 5380 ZD an Diana Yuni P. Jl. Hos Cokroaminoto 97 B RT01/02, Glagah Hlng STNK P 6740 ZC an Syamsul Hariri, Lingk. Sukorojo RT. 01/03, Banjarsari Hlg STNK P 4436 WQ an IR. Basuki Rachmad, Jl. Ikan Belanak H.07 RT06/3, Sobo

PRIMA MOBIL Avanza’09’10’11, Xenia’09’10’11, EScudo’98, Panther (hgrd’95, LS’05), Espass’95. Krista’03 (dsl), Inova’08’11(diesel), Bs cash/krdt. Hub (0333)411655, 0811301676

PRIMA MOBIL

PRIMA MOBIL PU G. Max (1.3) ’10 ’11 ’12, (1.5) ’11 ’12, 1.5AC/PS) ’10 ’11, PU G. Max Box’10, PU Futura’11’12, PU L300’11’12, Bs Cash/krdt. Hub (0333) 411655/0811301676

PRIMA MOBIL

NEW CAR (Toyota) All New Avanza, Veloz, Agya; Honda) All New Jazz, Brio, Mobilio, (Suzuki); Ertiga, APV, (Daihatsu) Xenia, Terios, Ayla, Luxio. Bs Cash/Krdt. Hub(0333) 411655/0811301676

NEW CAR. (Mitsubihsi) PU T120 SS, PU L300; Truk FE74 (Suzuki) PU Futura, PU Megacarry (Daihatsu); PU G. Max 1.3’1.5’1.5 ACPS (Ready), Bs Cash/ kredit. Hub (0333) 411655/0811301676

• Truck Mits FE •

• Kijang Innova •

Dijual Truck MTS FE114 tahun 81/82/83 kning/mrh hrg 85,5/87,5/89,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Kjg Innova G XS42 tahun 010/08 (solar) slvr/htm hrg 199,5/177,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Daihatsu Xenia •

• Suzuki R3 •

Dijual Daihatsu Xenia F650 RV tahun 012/010/09 hitam/mrh hrg 127,5/105/107,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Suzuki R3/krmun tahun 012/05 abu2 mtl/krnm 143,5/87,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Daihatsu Terios •

• Nissan •

Dijual Terios F700RG tahun 010/09 htm mtl/mrh hrg 147,5/ juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Tukarkan mobil lama anda, lngsung bw plng Nissan. Dptkn: Hrg khusus, bns,hdih lgsung. Berlaku 23-25 Mei 2014 di Nissan BWI Jl. Letjen S. Parman 147 Bwi. Hub 03334460222

Hlg STNK P 2126 XD an Hotipin, Jl. Ikan Paus RT. 03/03 Kel. Karangrejo

SITUBONDO • BPKB • Hlg BPKB P 305 J an Ishak Shaphir Tjasmanto, Ds. Bungatan RT. 04/08, Stb

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak ber tanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

PROMO IKLAN LOWONGAN Terbit Hari Senin s/d Jumat 1kolom x 40mm; Rp. 88.000 Terbit Hari Sabtu 1kolom x 40mm; Rp. 165.000

HUBUNGI: 0333-412224

LOWONGAN Dibutuhkan

KARYAWATI PETSHOP Gaji UMK Minimal SMA Hub: 08123544000


Jawa Pos

Selasa 20 Mei 2014

BALJEBOL 37 Isolasi Satu Pasien Lagi R A D A R

BONDOWOSO

Dewan Soroti Program Intranet TIDAK berfungsinya jaringan Intranet yang menelan anggaran lebih dari setengah miliar rupiah dalam APBD 2013 menjadi sorotan kalangan DPRD. Bahkan Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan (FDIP) dengan tegas meminta penjelasan secara detil pengelolaan anggaran intranet tersebut. Hal itu dituangkan dalam pandangan umum (PU) FDIP dalam paripurna LKPJ Bupati dalam pelaksanaan APBD 2013 di gedung DPRD kemarin. Dalam PU-nya tersebut, FDIP meminta dengan jelas bagaimana anggaran intranet sebesar Rp 535 juta itu dijalankan. Apalagi, sebagian besar anggaran untuk program yang melekat di Bagian Humas Pemkab tersebut terserap untuk kegiatan pelatihan. Untuk itulah, FDIP meminta jawaban data mengenai pelatiahn tersebut secara by name by address serta tempat pelaksanaan pelatihan. Sementara itu, Tohari, ketua Komisi III yang salah satunya membidangi Bagian Humas juga menyoroti secara serius program intranet yang sampai saat ini belum berjalan tersebut. “Program intranet itu merupakan program yang masuk dalam APBD 2013. Menjadi aneh ketika sampai saat ini belum berfungsi. Kalau anggaran 2013 terus kontraknya sampai kapan. Lucu kalau sampai saat ini tidak berjalan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember kemarin. Karena program tersebut masuk dalam APBD 2013, lanjut dia, harusnya jaringan intranet itu harus sudah berfungsi sebelum tahun anggaran 2013 berakhir. Ironisnya, lanjut dia, komisi III selama ini saat mengkonfirmasi program tersebut sudah berjalan. Meski faktanya sampai saat ini belum berfuingsi. (esb/sh/jpnn/aif)

SILO

B A N Y U W A N G I

Diduga Terjangkit Virus MERS CoV JEMBER – RSD dr Soebandi Jember kembali mengisolasi seorang pasien yang diduga terkena Middle East Respiratory Sindrome Corona Viruse (MERS CoV). Pasien laki-laki ini merupakan rujukan dari Wuluhan. Sedangkan seorang pasien yang sebelumnya menjalani isolasi sudah dipulangkan karena kondisinya membaik dan negatif MERS CoV. Satu pasien yang ditempatkan di ruang isolasi ini kemarin (19/5) menjalani perawatan intensif dalam ruangan tertutup. Perawat masuk ruang isolasi juga memakai pakaian tertutup semua layaknya astronot. Pasien tersebut juga mendapatkan pengawasan ketat dari petugas medis dengan memantaunya dari monitor di luar ruangan. Perawat yang menangani pasin tersebut harus memakai pakaian steril agar tidak tertular. “Memang harus dilakukan penjagaan ketat,” jelas Humas RSD dr Soebandi Jember dr Justina Evy Tyaswati. Pasien baru ini, lanjut Evy, masuk ke RSD dr Soebandi Jember pada Minggu (18/5) siang. “Pasien ini dari Kecamatan Wuluhan,” ungkapnya. Pihak rumah sakit menerima pasien dengan kondisi yuang sudah memburuk. Pasien tersebut mengalami batuk, pilek, dan sesak napas berat. Awalnya, terang Evy, karena khawatir dengan kondisinya, keluarga membawa pasien tersebut ke Puskesmas Wuluhan untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, karena puskesmas tidak mampu menangani, pasien dirujuk ke RSD dr Soebandi Jember. Pihak rumah sakit langsung melakukan observasi terhadap kondisi dan riwayat pasien yang baru datang itu. “Kabarnya pasien ini baru pulang dari ibadah umrah 13 hari yang lalu,” ungkap Evy. Karena ada riwayat baru pulang dari tanah suci,

HERU PUTRANTO/RADAR JEMBER/JPNN

DIISOLASI: Pasien baru yang diduga menderita MERS CoV menjalani perawatan di ruang isolasi RSD dr Soebandi Jember.

rumah sakit tidak mau mengambil resiko lebih buruk, sehingga menempatkannya di ruang isolasi. Evy menjelaskan, pihaknya khawatir jika pasien tersebut tertular virus MERS CoV yang masih belum ditemukan vaksin pencegahannya itu. Kondisi pasien sendiri hingga kemarin masih seperti saat awal datang ke rumah sakit. Nantinya, pasien tersebut akan menjalani pemeriksaan spesimen. Spesimen tersebut, terang Evy, nantinya

akan diteliti di laboratorium Kementerian Kesehatan di Jakarta. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah pasien tersebut terjangkit MERS CoV atau tidak, sehingga bisa diketahui penanganan lebih lanjut terhadap pasien tersebut. Dalam kesempatan itu, Evy mengungkapkan bahwa pasien yang masuk sempat masuk ruang isolasi di RSD dr Soebandi sudah diperbolehkan pulang. “Hasil lab pasien itu sudah datang dari Kementerian Kesehatan dan din-

yatakan negatif,” katanya. Selain itu, pihaknya menganggap kondisi pasien dari Tanggul yang diisolasi sudah membaik. Tim medis sudah melakukan penanganan serius terhadap pasien itu, meliputi pengobatan serta perawatan dan pengamatan secara serius. Hasil dari perawatan itu, menurut dia, pada Jumat lalu pasien sudah bisa duduk dan makan sendiri serta tidak menggunakan bantuan oksigen. (ram/har/jpnn/aif)

RADAR JEMBER/JPNN

KEHILANGAN PEKERJAAN: Beberapa karyawan pabrik rokok PT Sampoerna di Lumajang menunjukan pengumuman penutupan pabrik.

Teken Pemberhentian Kerja SILO – Sejumlah karyawan PT HM Sampoerna Tbk mendatangi pabrik yang berlokasi di jalan raya Jember – Banyuwangi Km 24, Desa Garahan, Silo, kemarin (19/5). Kedatangan mereka untuk menandatangi kesepakatan pemberhentian kerja, pemberian pesangon, dan tunjangan hari raya (THR). Seorang karyawan yang menolak disebut namanya mengatakan, kedatangannya bersama beberapa temannya yang lain untuk menandatangani perjanjian bersama pemberhentian hubungan kerja dan pelepasan secara umum. “Namun, yang datang tidak semuanya karena bergantian,” katanya. Dia menjelaskan, perjanjian pemberhentian kerja tersebut dimulai sejak kemarin sampai hingga Kamis (22/5) yang akan datang. “Ada yang tanda tangan besok hingga Kamis,” ungkapnya. Menurut dia, selain perjanjian pelepasan kerja, juga ada kesepakatan pemberian pesangon dan THR dari manajemen Sampoerna. Pembayaran pesangon akan akan dimulai pada 5 Juni melalui transfer bank. Selain itu, kata dia, sebelum pembayaran pesangon maupun THR, karyawan masih mendapat gaji mingguan sebesar Rp 400 ribu. Karena, penggajian karyawan di pabrik rokok tersebut mingguan. “Jadi gaji itu untuk yang minggu ketiga,” imbuhnya. (mg2/har/jpnn/aif)

Lulusan SLTA Dilarang Konvoi Polres Surati Sekolah dan Dispendik JEMBER – Sekitar 21 ribu siswa kelas XII sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA, yang meliputi SMA, MA, SMK) se-Jember hari ini harap-harap cemas menunggu hasil pengumuman kelulusan ujian nasional (unas). Pengumuman kelulusan unas SLTA pun identik dengan coretcoreta baju dan konvoi. Namun, jajaran Polres Jember sudah melarang para pelajar itu untuk berkonvoi. Peringatan keras ini disampaikan langsung oleh Satlantas Polres Jember. “Kami melarang adanya lulusan sekolah dengan berkonvoi,” tegas AKP Akmal, Kasatlantas Polres Jember saat dihubungi Jawa Pos Radar Jember kemarin (19/5). Dia mengatakan, merayakan kelulusan dengan berkonvoi

mengganggu ketertiban lalu lintas. Selain itu, bisa membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Satlantas sendiri sudah mengirimkan surat larangan ini kepada para kepala SMA/ MA/SMK se- Jember. “Juga tembusannya kepada Dispendik (Dinas Pendidikan) Jember agar lulusan pelajar tidak berkonvoi di jalan raya,” tuturnya. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pratoli rutin di sejumlah titik di Jember untuk mencegah konvoi pelajar. “Terutama untuk mencari gerombolan pelajar yang hendak konvoi,” kata Akmal. Larangan tersebut, lanjut dia, tidak hanya berlaku di kota, melainkan juga di kecamatankecamatan. Pihaknya sudah koordinasi dengan jajaran unit satlantas di seluruh polsek. Jika nanti masih ditemukan pelanggaran di jalan raya, polisi akan menindak tegas.

Nasib Para Pemilik Rumah Kos Setelah PT Sampoerna Tutup

Ada yang Gadaikan Tanah dan Jual Kebun SAAT dibangun pabrik rokok di Desa Garahan Silo, warga sekitar berinisiatif menambah penghasilan dengan membangun rumah kos untuk para karyawan. Namun, belum genap setahun berjalan, rumah kos yang dibangunnya kini ditinggalkan oleh penghuninya karena tutupnya pabrik rokok PT Sampoerna. BAGUS SUPRIADI, Jember BAGUS SUPRIADI/RADAR JEMEBR/jpnn

RIBUAN wajah-wajah sedih dan mata memerah akhir pekan kemarin keluar dari pabrik PT HM sampoerna di Desa Garahan Silo. Mereka menangis karena perusahaan tempatnya mencari penghasilan selama kurang lebih satu tahun gulung tikar. Dengan langkah seperti kehilangan semangat, mereka pulang ke rumah kos mereka masing-masing. Setiba di rumah kos, mereka menceritakan soal pemutusan hubungan kerja (PHK) ke pemilik kos mereka. Air matapun berlinang karena tak siap menerima kenyataan itu. Mendengar kabar penutupan pabrik milik Philip Morris International tersebut, para pemilik rumah kos seperti sedang bermimpi. Sebab, sangat tidak disangka, bila pabrik rokok

PASRAH: Rumah kos milik Fadli di depan PT Sampoerna yang belum lama di bangun. Beberapa pemilik kos mengaku pasrah dan berharap rezeki lain dari yang di Atas.

terbesar di Indonesia itu akan ditutup. “Saya kaget mendengar kabar itu,” kata Eliana, pemilik rumah kos Babus Salam. Selain itu, Fadli, pemilik rumah kos di depan pabrik tersebut juga merasakan hal yang serupa, terkejut dan tak percaya. Ketika didatangi Jawa Pos Radar Jember kerumahnya, Fadli pun menceritakan awal mula membangun rumah kos yang kini ditinggalkan penyewanya. Fadli masih ingat dengan jelas kapan rumah kos di depan rumahnya itu dibangun, yakni Januari dan selesai akhir Februari 2013 lalu. Awalnya, dia memiliki uang sebesar Rp 7 juta. Namun uang tersebut tidak cukup untuk membangun rumah kos.

Akhirnya, dia mengadaikan tanah yang dimilikinya untuk menambah kekurangan uang tersebut. Dalam satu bulan, rumah kos tersebut selesai dengan jumlah uang yang dipakai sebesar Rp 23 juta. “Itu bukan termasuk kayu dan atapnya. Karena kami pakai milik sendiri, tidak beli,” kata pria 60 tahun tersebut. Dua kamar yang telah dibangunnya selesai, para karyawan yang bekerja di pabrik sigaret kretek tangan (SKT) tersebut mulai berdatangan. Karena dua kamar tersebut tidak cukup, akhirnya dia menjadikan kamar di rumahnya untuk dijadikan kamar kos juga. “Saya waktu itu terpaksa tidur di ka-

mar sebelah dapur,” terangnya. Karyawan PT Sampoerna yang tinggal di rumah kosnya berjumlah 10 orang. Sedangkan setiap bulannya, sewa kamar kos tersebut dipatok dengan harga Rp 200 ribu per orang. Namun karena empat orang diantara mereka ada yang kawin, akhirnya tinggal empat. “Awalnya sepuluh, tapi sekarang tinggal enam. Ada yang dari Patrang, bahkan dari Panarukan, Situbondo,” katanya. Beberapa bulan berjalan, Fadli bisa menikmati hasil dari rumah kos yang dibuatnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, untuk mengelola pertanian yang dimilikinya, dia menggunakan uang dari rumah kos tersebut. Namun, tanah yang digadaikannya masih belum terpikirkan, karena uang hasil rumah kos tersebut untuk kebutuhan pokok. Setelah teringat dengan tanah yang digadaikannya, Fadli menjual tanaman sengon yang dimilikinya untuk menebus tanahnya. Melihat pabrik rokok tersebut sudah tutup, Fadli masih sempat mengembalikan separuh uang kos kepada karyawan tersebut. Sebab anak kos tersebut hanya memakai rumah kosnya selama setengah bulan. “Saya berikan lagi separuhnya, Rp 100 ribu, kasihan,” katanya. Bahkan, kata pria ramah itu, Eliana, tetangganya yang juga membangun rumah kos sempat menjual kebunnya Rp 300 juta. Rumah kos yang dibangun sebanyak 30 kamar, namun yang selesai dan digunakan sebanyak 17 kamar. (wah/jpnn/JPNN/aif)

Terutama, kata Akmal, terhadap pelajar yang nekat berkonvoi dan melanggar peraturan lalu lintas. “Terutama yang melanggar dan mengganggu ketertiban berlalu lintas,” tegasnya. Dia meminta kerjasama pihak sekolah untuk mencegah aksi konvoi dan kebut-kebutan yang dilakukan pelajar hari ini. Secara terpisah, Tatang Prijanggono, Kabid SMP/SMA Dispendik Jember, mewanti-wanti para pelajar untuk tidak konvoi dalam merayakan kelulusan. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” katanya. Pihaknya sudah melakukan rapat dengan seluruh sekolah SMA/MA/ SMK se- Jember untuk membicarakan masalah lulusan itu. “Ada enam rekomendasi kepada kepala sekolah untuk pengumuman kelulusan siswa SMA besok (hari ini, Red),” ungkap Tatang. (ram/har/jpnn/aif)

REKRUTMEN WARTAWAN/FOTOGRAFER SYARAT-SYARAT -

Lulusan S1 semua jurusan Sehat jasmani dan rohani Usia max 25 tahun per Juni 2014 Sanggup bekerja keras Bisa bekerja secara tim Punya motor dan SIM C enuh Foto berwarna satu badan penuh Melampirkan CV (Riwayat hidup) Berkas B erkas L Lamaran amaran d dikirim ikirim ke: ke: Jawa Pos Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89-C Banyuwangi Atau email: beritaraba@gmail.com Paling lambat: 22 Mei 2014


OLAHRAGA

38

R A D A R

Jawa Pos

Selasa 20 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

Gaji Dipotong, Budi Mundur BANYUWANGI - Persewangi memang berhasil memuncaki klasemen sementara grup 7 pada putaran pertama Divisi Utama musim ini. Tetapi, kekuatan The Lasblang, julukan Persewangi, tampaknya berkurang pada putaran kedua yang dimulai 28 Mei mendatang. Sebab, secara mengejutkan, ada pemain yang mengundurkan diri. Salah satu penggawa yang memilih out dari Tim Merah-Hitam itu adalah Budi Hartono. Pemain yang beroperasi di lini pertahanan itu keluar dari Persewangi pasca laga melawan PS Sumbawa Barat Minggu lalu (18/5). Bahkan, dia langsung berkemas dari mes Persewangi di Jalan Gajah Mada, Banyuwangi, saat itu juga. Pemain satu itu memang tidak menjadi pil-

ihan utama pelatih Persewangi, Bagong Iswahyudi, dalam mengisi lini belakang. Bahkan, pemain asal Watukebo, Kecamatan Rogojampi, itu tidak pernah sekalipun tampil selama melakoni laga di putaran pertama atau enam pertandingan. Dia juga tidak disertakan dalam lawatan ke Sulawesi melawan Persigo Gorontalo dan Persbul Buol April lalu. Padahal, dia tampil apik saat Persewangi menjamu timnas U-19 tanggal 3 Maret lalu. Meskipun tuan rumah kalah, tapi kekalahan yang diderita hanya tipis, yakni 0-1. Tetapi, sangat mengejutkan karena dia belum diberi kepercayaan turun lapangan selama kompetisi kasta kedua Liga Indonesia musim 2014 bergulir. Budi Hartono memiliki alasan kuat mengapa memilih pulang kampung. Dia mengaku, ada beberapa pertimbangan yang membuat dirinya hengkang dari tim yang dibelanya sejak beberapa bulan lalu itu. Saat ini, kata dia, situasi di Persewangi jauh dari harapan. ‘’Aku merasa gak nyaman, Mas,” ujarnya saat ditanya terkait alasan mengundurkan diri kemarin. Alasan lain, niat mengundurkan diri itu ternyata terkait gaji. Dia mengatakan, gaji yang dia terima ternyata dipotong secara sepihak.

Padahal, honor yang diterima sudah jauh lebih kecil daripada pemain lain. ‘’Gaji saya dipotong. Saya pilih mundur,’’ terang Budi kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Lantas, bagaimana langkahnya ke depan? Dia mengaku akan menenangkan diri di rumah. Tetapi, dia tetap mencari klub lain. ‘’Sementara ini di rumah dulu,” katanya. Terkait langkah mundur yang dilakukan Budi Hartono, Pelatih Persewangi Bagong Iswahyudi mengaku terkejut. Dia mengatakan, pemain tersebut dipertahankan hingga sisa musim ini. ‘’Kami tetap mempertahankan dia dalam tim,” tegasnya. Dia mengatakan, anak buahnya itu memang sudah pamit setelah laga melawan PS Sumbawa Barat. Dia berusaha meyakinkannya agar tetap bergabung bersama Persewangi. ‘’Jujur, saya menginginkan dia berada di sini. Tapi, semua keputusan ada di tangan dia,” paparnya. Pelatih berlisensi B itu akan melakukan evaluasi terkait pengunduran diri Budi Hartono. Menurut dia, dia akan kembali membicarakan masalah itu dalam waktu dekat. “Nanti akan saya kontak lagi agar keputusan itu bisa berubah,” tandasnya. (ton/c1/ als)

ALI NURFATONI/RaBa

Atlet Banyuwangi Sabet Medali Perak JAKARTA - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pencak silat tahun 2014 sudah tuntas digelar 18 Mei lalu. pesilat asal Banyuwangi yang menjadi bagian dari kontingen Jawa Timur mampu menorehkan sejarah manis dalam ajang yang digeber di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta itu. Pesilat itu adalah Dita Amalia Ramadani. Turun di kelas A putri, Dita mampu menembus partai final. Sayang, dia harus mengakui keunggulan lawan dan terpaksa meraih juara kedua alias medali perak. Kontingen Jawa Timur tampaknya memang harus berbenah. Sebab, wakil Jatim tidak bisa berbuat banyak dalam ajang yang dibuka ketua umum PB IPSI, Prabowo Subianto itu. Kontingen Jatim kalah bersaing dengan kontingen lain.

tapi IPSI Banyuwangi patut berbangga karena pesilat kita mampu meraih medali perak,’’ ujar salah satu pengurus IPSI Banyuwangi, Bambang Wahyuono, kemarin (19/5). Dengan prestasi itu, IPSI Banyuwangi semakin optimistis dalam mengikuti berbagai

DOK.RaBa

Dita Amalia

Kontingen Jawa Barat berhak menjadi juara umum dengan pengumpulan enam medali emas, empat perak, dan lima perunggu. Sedangkan juara kedua diperoleh tuan rumah, DKI yang mengumpulkan enam emas, empat perak, dan dua perunggu. Sedangkan Jawa Tengah membuntuti di urutan ketiga dengan tiga emas, satu perak, dan empat perunggu. ‘’Meski Jatim tidak masuk tiga besar,

Bantu Jatim Juara Ketiga Kejuaraan Nasional Atletik Junior B A N Y U WA N G I - A t l e t Banyuwangi berhasil menjadi bagian sukses kontingen Jawa Timur dalam kejuaraan nasional atletik junior dan remaja. Setidaknya, sejumlah atlet Kota Gandrung bisa membantu Jawa Timur meraih juara umum ketiga dalam ajang yang digeber di Stadion Rawamangun, Jakarta Timur, tanggal 14 hingga 17 Mei lalu itu. Kontingen Jawa Timur berhasil meraih 9 emas, 13 perak, dan 8 perunggu. Juara umum pertama direbut Jawa Barat dengan koleksi medali sebanyak 18 emas, 11 perak dan 13 perunggu. Juara umum kedua direbut tuan rumah DKI dengan pengumpulan medali 18 emas, 8 perak, dan 5 perunggu.

KECEWA: Budi Hartono (meloncat) saat berlatih di Stadion Maron, Genteng, beberapa waktu lalu. Karena gajinya dipotong, Budi memilih mundur dari Persewangi.

Gabung Jatim, Kejurnas Pencak Silat di Jakarta

NIKLAAS ANDRIES/JP-RaBa

BIKIN BANGGA: Nikmatul Nafiah (depan) berhasil merebut medali emas di kelas 4x100 meter dan medali perunggu dari kelas 400 meter.

kejuaraan. Yang paling mendesak, IPSI Banyuwangi terus mematangkan persiapan untuk menerjunkan atlet dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2015 mendatang. ‘’TC sudah kita gelar, kita yakin bisa juara umum,’’ tandasnya. (ton/c1/als)

Atlet asal Banyuwangi mampu mengoleksi 6 medali untuk Jawa Timur. Rinciannya, 2 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Enam medali tersebut disumbangkan tiga atlet yang berlaga di kelas berbeda. Atlet berprestasi itu, antara lain Nikmatul Nafiah yang menyabet medali emas yang turun di kelas 4x100 meter. Atlet yang turun di kelas junior putri itu juga berhasil menambah medali di kelas 400 meter. Untuk kelas yang terakhir, dia finis di posisi ketiga dan berhak mendapatkan medali perunggu. Satu medali emas lain ditorehkan Prila Satwati Nanda. Turun di kelas remaja putri, dia berhasil menjadi yang terbaik setelah finis di posisi terdepan di kelas estafet 4x200 meter. Atlet lain yaitu Dafit Ali. Atlet satu ini

mendapatkan dua medali sekaligus. Pertama, dia berhasil menyabet medali perak di kelas estafet 4 x 100 meter dan medali perunggu di kelas estafet 4X400 meter. Keberhasilan atlet Banyuwangi itu juga tidak lepas dari peran aktor di pinggir lapangan. Apalagi, pelatih dan bahkan manajer diambil dari Banyuwangi. Salah satu pelatih itu adalah Agus Sujiono. Sedangkan, manajer yaitu Ayub Hidayat yang . Pelatih PASI Banyuwangi, Agus Sujiyono mengatakan jika keberhasilan Jawa timur memang buah kerja keras. Sebab, prestasi tidak bisa diraih tanpa latihan keras dan penuh pengorbanan. ‘’Kita sangat bersyukur atlet Banyuwangi bisa menyumbangkan medali untuk Jawa Timur,’’ ungkapnya kemarin. (ton/c1/als)


Jawa Pos

BERITA UTAMA

Selasa 20 Mei 2014

H A L A M A N

39

S A M B U N G A N

Askab Siap Jadi Penjamin ■ RATUSAN...

Sambungan dari Hal 29

Selanjutnya, iring-iringan kendaraan yang didominasi motor pelat merah itu menuju Jalan Banterang hingga depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Setelah itu, rombongan demonstran menuju Jalan PB. Sudirman dan kembali ke Simpang Lima, Banyuwangi. Dari Simpang Lima, peserta konvoi berbondongbondong melaju ke Jalan Jaksa Agung Suprapto dan finish di depan kantor Kejari di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi. Di kantor Kejari, perwakilan massa yang dipimpin Ketua Askab Agus Tarmidi ditemui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Banyuwangi, Paulus Agung Widaryanto. “Kami menyampaikan aspirasi ang-

gota Askab. Kami meminta status penahanan Saudara Purwanto dialihkan menjadi tahanan kota,” ujar Agus Tarmidi. Tarmidi menambahkan, ada beberapa pertimbangan yang mendasari Askab meminta hal itu. Salah satunya, Purwanto terpilih menjadi kades Blambangan selama dua periode. Itu artinya, kepercayaan masyarakat terhadap Purwanto cukup tinggi. “Masyarakat menanti Pak Purwanto memberikan pelayanan. Hukum biarkan tetap berjalan. Tetapi, jika kades ditahan di luar sel, yang bersangkutan bisa melayani masyarakat. Artinya, masyarakat diuntungkan, pemerintah pun diuntungkan,” kata dia. Pertimbangan lain, Purwanto adalah satu-satunya tulang punggung keluarga. Selain itu, pria

yang ditahan sejak Kamis (8/5) lalu itu tidak akan melarikan diri dan tidak akan mempersulit pemeriksaan. Purwanto juga tidak akan menghilangkan barang bukti karena barang bukti kasus yang menjeratnya sudah disita pihak Kejari Banyuwangi. “Seluruh pengurus Askab siap menjamin,” tegasnya. Tarmidi memaparkan, Prona melibatkan tiga komponen yang masing-masing memiliki tanggung jawab berbeda. Tiga komponen itu adalah Badan Pertanahan Nasional (BPN), pemerintah desa, dan pemohon. Sayang, imbuhnya, pemerintah setengah hati membiayai program tersebut. Menurut Tarmidi, seluruh anggaran kegiatan Prona yang menjadi domain BPN, misalnya pengadaan formulir, pendaftaran, pengukuran, dan lain-lain, digra-

tiskan karena telah dibiayai APBN. “Kita senang, tapi pemerintah setengah hati. Seharusnya desa juga dibantu,” cetusnya. Sebab, imbuh Tarmidi, di tingkat desa ada beberapa persyaratan yang dibutuhkan untuk pengurusan Prona, misalnya legalisasi, tanda tangan kades, dan beberapa persyaratan lain. “Di leges ada biaya, misalnya satu lembar legalisasi senilai Rp 10 ribu. Itu sah karena ada dalam peraturan desa (perdes),” paparnya. Kemudian, komponen pemohon, dalam ketentuan ada empat kewajiban yang harus dipenuhi, di antaranya berkas permohonan Prona, meterai, patok, dan dua saksi. “Nyatanya, orang tidak mau menjadi saksi kalau tidak dibayar,” terangnya. Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Banyuwangi, Paulus Agung

Seni Pelajar tersebut akan mengikuti US/M susulan. “Sebanyak 20 siswa akan mengikuti ujian susulan karena saat ini tengah mengikuti Pekan Seni Pelajar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta,” ujarnya. Berbeda dengan ujian nasional (unas) jenjang SMP dan SMA/ sederajat, dalam US/M hanya ada satu tipe soal ujian. Artinya, soal yang dikerjakan siswa di setiap ruang ujian seragam. Meski begitu, pengawasan US/M sama dengan pengawasan unas SMP dan SMA/sederajat. Pada ujian akhir tingkat SD dan MI

tersebut, setiap ruang ujian diawasi dua pengawas ruangan. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di lapangan, pelaksanaan US/M tahun ini berjalan kondusif. Para siswa mengerjakan soal ujian mulai pukul 08.00 hingga pukul 10.00. “Alhamdulillah ujian tingkat SD/ sederajat berjalan kondusif,” kata Hamami. Sementara itu, selain 20 siswa yang berhalangan hadir di hari pertama US/M karena tengah mengikuti Pekan Seni Pelajar di Jakarta, ada satu siswa SDN 4

Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, yang terpaksa tidak hadir ke sekolah karena tengah sakit. “Dari 144 peserta ujian di sekolah kami, hari ini (kemarin) ada satu siswa yang berhalangan karena tengah sakit tifus,” kata Kepala SDN 4 Penganjuran, Lusiana Sri Hariyani. Senada dengan Hamami, Kasek Lusiana mengatakan secara umum US/M kali ini berjalan lancar dan kondusif. “Seperti yang Anda saksikan, siswa mengerjakan soal dengan tenang,” pungkasnya. (sgt/ c1/bay)

mengatakan, Kades Blambangan, Kecamatan Muncar, Purwanto, memungut biaya Rp 600 ribu kepada setiap pemohon. Padahal, setelah dihitung pihak Kejari, biaya yang bisa dipertanggungjawabkan hanya Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu per berkas. “Sisanya tidak bisa dipertanggungjawabkan kades yang bersangkutan,” paparnya. Menurut Kasi Pidsus Agung, total kerugian masyarakat dalam kasus tersebut mencapai kuranglebih Rp 90 juta. “Soal permintaan pengalihan status penahanan Purwanto masih kami kaji. Akan kami beri jawaban Kamis mendatang (22/5),” tuturnya. Seperti diberitakan, diduga melakukan pungutan liar (pungli) dalam program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), Kades Blambangan,

Kecamatan Muncar, Purwanto, 49, akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi. Kejaksaan menahan kades itu dilakukan setelah pihak kejaksaan mendapat laporan dari warga. Kejaksaan juga sudah memanggil 17 saksi untuk dimintai keterangan. “Kepala Desa Blambangan (Purwanto) memang sudah kita tahan,” cetus Kasi Pidsus Kejari Banyuwangi Paulus Agung Widaryanto Selasa pekan lalu (13/5). Agung menyebut, Purwanto sebenarnya sudah ditahan Kejari sejak Kamis (8/5). Penahanan itu dilakukan setelah 17 saksi yang terdiri atas perangkat desa, masyarakat, dan peserta Prona, dimintai keterangan mengenai dugaan pungli Prona 2011. “Berdasar keterangan saksi, unsurnya sudah memenuhi dan tersangka kita tahan. Berdasar

keterangan para saksi itu pula, dana yang dikumpulkan senilai Rp 120 juta,” katanya. Ditanya bentuk dugaan pungli yang dilakukan Purwanto, Agung menyebut program Prona itu sebenarnya gratis. Dalam program tersebut, pungutan yang bisa dilakukan hanya untuk membeli patok dan biaya pengukuran senilai Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. “Biaya patok dan pengukuran ditanggung peserta Prona,” katanya. Berdasar keterangan sejumlah saksi, kata Kasi Pidsus, tersangka dalam melaksanakan program Prona di desanya pada tahun anggaran 2011 meminta dana kepada peserta Prona senilai Rp 600 ribu. “Biaya patok dan pengukuran hanya Rp 250 ribu, tapi tersangka minta Rp 600 ribu,” jelasnya. (sgt/c1/bay)

Izin Ikut Pekan Seni Pelajar di Jakarta Abaikan Intervensi Pimpinan Parpol

■ 20 SISWA...

Sambungan dari Hal 29

Diperoleh keterangan, sebanyak 20 pelajar SD di Banyuwangi tidak dapat mengikuti US/M hari pertama lantaran tengah menjadi wakil Banyuwangi dalam Pekan Seni Pelajar 2014. Pekan Seni Pelajar tersebut digeber di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Hamami mengatakan, 20 siswa yang tengah mengikuti Pekan

Diancam Minimal 5 Tahun Penjara ■ PEMBOBOL...

Sambungan dari Hal 29

Itu di antaranya berlaku untuk transmigran, duta negara, atau perwakilan diplomatik. Saksi ahli itu justru berasal dari Bank Indonesia (BI) Jember. Selain itu, Akhmadi juga menyatakan kerugian yang ditanggung BPR tidak mungkin dilakukan terdakwa seorang diri. “Ada sistem. Bisa dipastikan terdakwa bersamasama dengan saksi lain,” terangnya. Akhmad juga menyoroti aliran dana transaksi tabungan atas nama nasabah HS, pemilik sebuah toko di Kecamatan Glenmore. Dia menuturkan, tidak mungkin tabungan nasabah tersebut tidak sampai belasan miliar. itu disebabkan data pada terdakwa atas pegawai lain ada dugaan bekerja sama dengan pimpinan BPR. Ada indikasi dana lain yang dimasukkan pada rekening HS yang seharusnya dana milik nasabah itu diberi nomor rekening oleh pegawai lain. Atas penjelasan tersebut, Akhmad berpendapat dan berkesimpulan bahwa hasil penyidikan di kepolisian tidak sah. “Selain itu surat dakwaan jaksa juga tidak

menurut hukum,” terangnya. Sekadar mengingatkan dalam persidangan sebelumnya, terdakwa didakwa melanggar Pasal 49 ayat 1 UURI Nomor 10 Tahun 1998 dan UURi Nomor 7 Tahun 1992 junto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Terdakwa diduga telah menggelapkan dana nasabah pada BPR senilai Rp 2,07 miliar. Ancaman hukumannya sekurang-kurangnya 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Seperti diberitakan sebelumnya, karyawan Bank Mahkota Genteng, Kholis Nurwulan Puspitasari, 41, ditangkap polisi. Perempuan itu dilaporkan ke polisi oleh pimpinan bank tersebut, karena diduga menggelapkan dana nasabah. Tidak tanggung-tanggung, dana nasabah yang raib diperkirakan mencapai Rp 3 miliar. Sambil menjalani pemeriksaan, karyawan bagian administrasi Bank Mahkota itu harus menginap di ruang tahanan Polres Banyuwangi. “Tersangka kita titipkan di ruang tahanan Polsek Kota (Polsek Blambangan),” cetus Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf melalui Kasatreskrim AKP Nandu Dyanata akhir Februari (28/2). Nurwulan ditangkap setelah ada

laporan Direktur Utama Bank Mahkota Genteng, Siti Komariah. Berdasar laporan itu, polisi menindaklanjuti dengan memeriksa sejumlah saksi. “Dalam laporannya, jumlah dana nasabah yang hilang sekitar Rp 3.063.000.000,” katanya. Dana nasabah sebesar Rp 3 miliar lebih yang tidak jelas keberadaannya itu diduga diurus tersangka sejak 2008 hingga 2013. Di antara dana itu diduga kuat digunakan untuk kepentingan sendiri. Sementara itu, Kholis Nurwulan Putpitasari kepada petugas mengaku kaget terkait hilangnya dana nasabah Bank Mahkota senilai Rp 3,5 miliar itu. “Yang pernah disampaikan ke saya, uang nasabah yang hilang Rp 3,5 miliar. Padahal tidak sebesar itu,” sebutnya saat itu. Nurwulan mengaku menggunakan sebagian dana tersebut. Dana bank yang digunakan untuk kepentingannya sekitar Rp 500 juta. “Uang yang saya gunakan sendiri sekitar Rp 500 juta,” katanya. Dana sebesar itu, kata Nurwulan, digunakan untuk membeli mobil. Selain itu, dana itu juga digunakan untuk merenovasi rumahnya di Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Dia meny-

ampaikan dana Rp 500 juta itu diambil tidak secara langsung. Uang itu diambil secara bertahap sejak 2008 hingga 2013. “Kalau ada nasabah yang membayar angsuran Rp 100 ribu, biasanya saya tulis Rp 90 ribu,” terangnya saat itu. Pada pemeriksaan selanjutnya, Nurwulan juga sempat mencokot dua rekannya sesama karyawan Bank Mahkota. Sebab, dua karyawan berinisial S dan L juga sangat berperan dalam pencairan dana nasabah. Ahmad menyebut, kliennya sebenarnya sudah kooperatif. Sebelum dilaporkan ke polisi, Kholis Nurwulan sudah mengembalikan sejumlah barang berupa tiga sertifikat dengan nilai Rp 496.500.000, uang tunai sebesar Rp 238.400.000, dan mobil Toyota New Avanza dengan nilai Rp 157 juta. Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Bank Mahkota, Genteng, Siti Komariah SE menyatakan, perkara itu diserahkan sepenuhnya kepada aparat yang berwajib. Dia juga mempersilakan, bila aparat kepolisian menemukan ada pimpinan yang terindikasi terlibat dalam perkara ini. “Pokoknya saya serahkan sepenuhnya pada polisi,” ujarnya saat itu. (nic/abi/c1/bay)

Peradi Wajibkan Anggota Berbatik ■ SEMUA...

Sambungan dari Hal 29

Kebijakan itu dimaksudkan untuk mengisi dan memperingati momentum kebangkitan nasional. “Semua wajib pakai busana batik pada momen itu,” katanya.

Misnadi menuturkan, tidak hanya mewajibkan mengenakan busana batik pada Hari Kebangkitan Nasional, tapi mewajibkan pakai batik selama seminggu penuh. Kenapa harus batik, Misnadi punya alasan sendiri. Bagi pengacara asal Desa Wono-

sobo, Kecamatan Srono, itu batik merupakan ciri khas dan kebanggaan budaya nasional. Memakainya merupakan kebanggaan tersendiri sebagai sebuah identitas bangsa. Busana itu nanti akan dipakai selama menjalankan tugas sebagai advokat.

Peradi Banyuwangi kini memiliki sekitar 65 anggota. Mereka termasuk beberapa advokat baru yang akan segera disahkan keanggotaannya. “Saat sidang tentu akan pakai toga. Untuk menghormati momen kebangkitan nasional, semua wajib pakaibatik,”tegasnya.(sgt/nic/c1/bay)

Diacungi Jempol Disbudpar dan DKB ■ ADA...

Sambungan dari Hal 29

Bagi para pemerhati seni Banyuwangi, malam itu merupakan malam yang tidak akan dilupakan. Pergelaran yang diprakarsai akademisi yang juga Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Profesor Doctor Sri Hastanto, S. Ker dengan masyarakat Singojuruh itu tidak tanggung-tanggung. Para punggawa gandrung Banyuwangi dari tiga generasi tampil bersama malam itu. Temu dan Darti mewakili generasi 1955. Generasi yang mewakili angkatan 1980 adalah Supinah, Sunasih, dan Lilik. Yang paling muda adalah generasi gandrung 2010, yakni Mia dan Een. Penonton pementasan malam itu bisa menyaksikan urutan pergelaran gandrung secara utuh sejak awal hingga akhir. Terlebih ada penampilan tari topengan, sebuah tari asli Banyuwangi yang kini mungkin sangat sulit disaksikan. Belum hilang rasa terkesima dengan suguhan pertama, Sudarti tampil luwes membawakan “Jejer Ukir Kawin”. Penampilan penari gandrung pro itu disusul aksi yang tak kalah menghibur “Jejer Gandrung” oleh Sunasih. Disusul menampilkan gandrung kreasi 2010. Malam itu juga dilangsungkan sesi “Godog”, yakni sebuah bagian dari pergelaran gandrung.

Praktiknya, seorang penari laki-laki membawa para penari ke meja tamu. Sesi itu dilanjutkan dengan ngrepen. Saat ngrepen berlangsung, penonton boleh request lagu yang dinyanyikan gandrung. Sesi itu berlangsung cukup lama. Pada sesi inilah para tamu berkesempatan menari bersama gandrung. Umumnya satu gandrung akan menari bersama empat tamu. Kades Singojuruh, Sahuni, yang juga alumnus ISI Surakarta mengaku senang dengan hajatan malam itu. Selain senang dengan bergotong-royong warga membangun balai dusun hingga rampung, sebagai seorang seniman dirinya merasa senang karena bisa menyaksikan gandrung Banyuwangi yang utuh. Gandrung merupakan akar kesenian di Banyuwangi, khususnya tari. Dari pertunjukan itu, generasi muda bisa mengerti selukbeluk dan pakem gandrung yang sebenarnya. Kades Sahuni menilai, saat ini pementasan gandrung kurang memperhatikan unsur yang menjadi esensi gandrung. “Gandrung banyak dibatasi paguyuban,” keluh pria berkumis tebal itu. Sahuni berharap, para gandrung yang sudah waktunya pensiun bisa segera diwakili para generasi muda. ”Penari gandrung itu harus yang punya daya tarik,” cetusnya. Profesor Dr. Sri Hastanto sebagai salah satu pemrakarsa acara malam itu mengaku, ada yang sedikit beda dengan gandrung yang di-

lihat pada era awal. Menurutnya, perkembangan gandrung secara teknis saat ini lebih bagus. Namun, banyak penari yang kurang memahami esensi gandrung tersebut. Hal itu perlu segera disikapi para pemerhati gandrung.”Agar gandrung muda mengerti gandrung,” ujarnya. Kecintaannya terhadap seni tradisi juga dilontarkan dengan obsesinya menggelar pergelaran serupa tahun depan.”Obsesi saya menyelenggarakan gandrung semalam suntuk. Masak tidak ada yang bisa,” harapnya. Keinginan itu nanti bila terwujud nanti akan dilangsungkan di Banyuwangi. Hal itu mengacu pada akar kesenian gandrung yang lahir di Banyuwangi. “Kesenian itu bisa tumbuh jika punya akar. Akarnya gandrung ya di Banyuwangi,” tuturnya. Sementara itu, para tamu undangan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan juga Dewan Kesenian Blambangan (DKB) menyampaikan apresiasinya. “Acara malam ini sungguh dahsyat. Benar-benar lengkap,” ujar Azhar, salah satu anggota DKB. Sementara itu, Dariharto selaku Kabid Kebudayaan pada Disbudpar Banyuwangi menyambut baik acara malam itu. Dia berharap muncul para penari muda yang benarbenar profesional. Terkait keinginan Profesor Sri Hastanto, pihaknya menyambut baik dan berharap itu bisa terwujud. “Acara ini luar biasa. Kita dukung beliau,” pungkasnya. (c1/bay)

■ 10 CALON...

Sambungan dari Hal 31

dr. Taufiq membeberkan, selama proses seleksi, timsel mendapat tekanan dari sejumlah pihak agar meloloskan calon tertentu. Bahkan, ada pimpinan partai politik tertentu yang ikut melakukan intervensi agar jagoannya diloloskan menjadi

anggota komisioner KPU. “Tapi intervensi itu kita abaikan. Sejak awal, semua anggota timsel sudah bertekad kerja profesional,” tegasnya. Direktur RSUD Blambangan itu mengaku menyesal dan sedih karena tidak bisa meloloskan teman dan saudara-saudaranya. Taufiq secara jujur mengaku, dalam seleksi anggota KPU ada banyak teman

dan saudaranya yang ikut. Hanya saja, karena teman dan saudaranya itu tidak memenuhi ketentuan, pihaknya harus mencoretnya. “Mereka banyak yang berharap kepada saya. Tapi saya mohon maaf tidak bisa meloloskan karena tidak punya dasar meloloskan. Teman dan saudarasaudara saya itu tidak memenuhi ketentuan,” pungkasnya. (c1/afi)

Jadi Motivasi bagi Semua Posyandu ■ SIAPKAN... Sambungan dari Hal 32

Kegiatan inipun mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Di antaranya Desa Wonosobo beserta Tim Penggerak PKK desa Wonosobo. Selain mengunjungi Posyandu berprestasi, taruna LATSITARDA dan mahasiswa IKIP PGRI Banyuwangi juga berkunjung

ke PAUD/TK Mawar yang letaknya tidak jauh dari Posyandu Anggrek 3 Wonosobo. Para murid-murid PAUD/TK sangat antusias mendapat kunjungan kali ini. Merupakan pengalaman yang tidak terlupakan bagi mereka “Dengan berprestasinya Posyandu Anggrek 3 ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi semua posyandu yang ada di wi-

layah Puskesmas Wonosobo,” ujar Kepala Puskesmas Wonosobo, H Tusiana SKM,M.Kes. “Mudah-mudahan prestasi Puskesmas Wonosobo akan terus berlanjut dengan dukungan penuh dari semua pihak. Baik dari lintas program maupun lintas sektor sehingga Puskesmas Wonosobo mampu menjadi tolak ukur bagi instasi lain,” imbuh Tusiana. (*/als)

Terpenting Upaya Pencegahan dan Perawatan ■ TRANSFORMASI... Sambungan dari Hal 32

Hal kedua yang ingin diraih adalah pemahaman komprehensif masyarakat tentang HIV melalui berbagai kegiatan penyuluhan yang terstruktur sampai ke tingkat posyandu. Karena dengan pemahaman yang baik masyarakat akan bisa melindungi dirinya dari resiko penularan HIV. Selain itu dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan mampu memperlakukan penderita HIV secara manusiawi. Sehingga tidak akan ada lagi kejadian penderita HIV yang ditolak oleh lingkungan atau cerita penderita HIV yang dirawat di puskesmas sampai seminggu tanpa ditunggui oleh keluarganya Temuan kasus HIV dan perawatannya menjadi hal yang harus kita raih selanjutnya. Adanya periode tanpa gejala yang panjang membuat penderita HIV tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi HIV, jumlah penderita HIV yang selama ini dilaporkan masih gambaran dari puncak ice berg Saja. Masih banyak penderita HIV yang belum terperiksa dan mendapatkan perawatan karena tidak merasakan keluhan masalah kesehatan. Dengan adanya layanan Konseling Testing Sukarela di puskesmas dan layanan Konseling Testing Inisiatip Petugas, terutama bagi ibu hamil dan penderita TB diharapkan HIV ditemukan dan dirawat sedini mungkin. Sehingga kejadian Infeksi Oportunistik maupun Immune Reconstitution Inflammatory Syndrome ( Sindrom Pulih Imun ) bisa dicegah. Sehingga target Zero Kematian akibat HIV bukan lagi sekedar mimpi. Banyak orang pasti akan mempertanyakan, apa yang bisa puskesmas lakukan dalam perawatan

HIV. Pada saat ini mulai dilakukan desentralisasi perawatan dan pengobatan HIV. Pencegahan Pengobatan Kotrimoksazol maupun Isoniazid Profilaksis Therapi dapat dilakukan di puskesmas. Selain itu Obat Anti Tuberculosis juga tersedia. Semua itu akan menjadikan layanan HIV semakin dekat dan murah. Tidak perlu antri berjam-jam di rumah sakit untuk mendapatkan obat yang sebenarnya tersedia di puskesmas dan gratis. Melalui program Strategic Use For ARV, pada bulan Juli nanti ARV bisa di dapatkan di Puskesmas Grajagan dan Singojuruh sebagai puskesmas satelit ARV. Puskesmas rawat inap juga bisa melakukan perawatan dan pengobatan penderita HIV sesuai dengan gejala klinis yang muncul. Rangkul, selain upaya pencegahan dan perawatan, yang tidak kalah penting adalah dukungan. Masalah psikososial dan sosioekonomi sering kali tidak hanya dihadapi oleh ODHA, namun juga oleh keluarga dan kerabat dekatnya. Mudah dipahami, secara ekonomi kebanyakan penderita HIV lemah. Rumah sakit ibarat hutan belatara bagi mereka. Memberikan akses informasi pembiayaan melalui BPJS akan sangat membantu mereka. Konselor dan Manajer kasus di puskesmas harus terus memupuk semangat altruistic nya. Sekedar memberikan surat rujukan ke rumah sakit tidak akan efektif bagi sebagian penderita. Perlu upaya mengantar dan menunjukkan cara mendapatkan akses layanan secara di rumah sakit. Hal ini tidak akan menimbulkan ketergantungan bagi pasien, namun sebaliknya akan membuat mereka semakin berdaya untuk kunjungan dan akses layanan selanjutnya. Untuk efektifitas bisa dimulai dengan sosialisasi pada ODHA sebagai

saudara senasib, sehingga bisa melakukan rujukan beberapa penderita HIV sekaligus. Hal ini telah terbukti efektif meningkatkan jumlah rujukan ke PDP bagi Puskesmas Singojuruh. Pengobatan HIV memiliki keunikan yang perlu mendapatkan perhatian, selain merupakan pengobatan seumur hidup dan memerlukan pendekatan perawatan kronik juga ada tuntutan kepatuhan pengobatan yang sangat tinggi (>95%). Manajer kasus dapat menjadi solusi. Melalui kegiatan kunjungan rumah, kondisi dan pengobatan penderita HIV akan termonitor. Bantuan Operasional Kesehatan memberikan ruang untuk kegiatan ini. Disamping hal tersebut, dukungan juga bisa berikan melalui bantuan susu formula bagi penderita HIV yang ikut program Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak. Termasuk juga layanan konseling gizi bagi penderita HIV yang memerlukan. Akhirnya, dengan fasilitas layanan HIV di Kabupaten Banyuwangi yang termasuk sangat lengkap termasuk bertambahnya jumlah layanan VCT di puskesmas yang telah mencapai belasan, tujuan Zero angka kesakitan HIV baru dan Zero diskriminasi dapat kita capai. Kalimat dr. R. Sunaryadi Tejawinata di Surabaya Tahun 2008.“To cure sometimes, To relief often, To comfort always.” Semoga makin mendorong kita semua untuk memberikan yang terbaik dalam mengendalikan penyebaran HIV dan perawatannya. Banyuwangi Bisa. (*) * Pengelola Program HIV Puskesmas Singojuruh. Nominator Tenaga Kesehatan Teladan Propinsi Jawa Timur Tahun 2014.

Menguatkan keputusan PN Situbondo ■ BAKESBANGPOL... Sambungan dari Hal 40

“Jadi mohon maaf, selama masih ada persoalan hukum, kami juga belum berani untuk mencairkan,” imbuh Herry. Terkait dengan ancaman kuasa hukum PKNU kubu Toha Barisyi, Herry tidak menanggapinya langsung. Dia hanya menegaskan, pencairan dana parpol akan dilakukan secara prosedural. Sementara itu, kuasa hukum PKNU Toha Barisyi, Supriyono, mengaku dalam waktu dekat akan mendatangi Mahkamah Agung RI. Ini dilakukan untuk

menjemput salinan putusan terkait perkara kasasi yang memenangkan kliennya. Salinan keputusan itu akan dijadikan sandaran meminta bantuan banpol 2014. “Termasuk juga dan banpol 2013. karena sangat nyata dana itu hak PKNU kubu Toha Barisyi. Kalau masih tetap ngeyel tetap tidak diberikan, Kesbanglinmas akan kita laporkan ke polisi. Silakan tanggung akibatnya,” ancam Supriyono. Kata dia, sebelum pencairan dana banpol PKNU yang 2013, PKNU kubu Toha Barisyi sudah mengantongi SK resmi menggan-

tikan PKNU kepengurusan Ra Malung. Namun, Bakesbangpol dan Linmas tetap menyerahkan dana Banpol ke kubu Ra Malung. Diberitakan sebelumnya, gugatan yang dilayangkan DPC PKNU Situbondo kubu Ra Malung terhadap DPP dan DPW PKNU Jawa Timur atas pemecatannya yang dinilai tidak prosedural ditolak Mahkamah Agung (RI) RI. Sebab, seharusnya gugatan dilakukan melalui mekanisme Mahkamah Partai. Keputusan MA itu menguatkan keputusan Pengadilan Negeri (PN) Situbondo yang juga memberikan keputusan serupa. (pri/c1/als)


RADAR SITUBONDO

40

R A D A R

Jawa Pos

Selasa 20 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

Ditangkap, Abang Becak Cabul Digebuki Mengaku Terangsang Setelah Dipijiti

NUR HARIRI/RaBa

GARA-GARA HUJAN: Kondisi plengsengan Jembatan Bindung setelah diterjang banjir beberapa waktu lalu. Tampak sejumlah warga bahu-membahu memperbaiki.

Plengsengan Jembatan Bindung Ambrol BANYUPUTIH - Curah hujan yang mengguyur wilayah Situbondo beberapa hari terakhir membuat plengsengan di Jembatan Bindung yang menghubungkan Desa Sumberejo dan Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, ambrol. Masyarakat sekitar khawatir kerusakan jembatan itu akan lebih parah. Jembatan yang juga menghubungkan dua pondok pesantren, Salafiyah Safi’iyah dan Assalam, itu ambrol sekitar lima hari lalu. Saat itu hujan deras mengguyur wilayah hulu sungai. Akibat aliran sungai deras, plengsengan jembatan itu ambrol. Selain jembatan, beberapa tebing di pinggir sungai juga longsor. “Ambrol saat hujan. Waktu kejadian, warga sini banyak yang nonton,”

terang Tohari, kepala Dusun Bindung, Desa Sumberanyar. Warga yang melihat plengsengan jembatan itu ambrol langsung melapor ke pihak desa. Tetapi, karena belum ada dana dari pemerintah, beberapa warga berupaya membangun jembatan itu dengan dana swadaya. Dana itu didapat dengan cara meminta dari rumah ke rumah. “Upaya pembangunan sementara ini hanya agar kerusakan jembatan ini tidak meluas. Saya bersama tokoh masyarakat menggalang dana agar bisa membangun kembali jembatan ini,” kata Tohari. Selain menyawer ke rumah-rumah warga, masyarakat sekitar terpaksa meminta-minta kepada para pengguna jalan yang melintas di

jembatan itu. “Tujuannya, agar perbaikan terus berjalan,” kata Tohari kepada wartawan. Warga berharap, pemerintah melakukan penanganan cepat. Alasan warga meminta perbaikan itu tidak lain agar jembatan yang dibangun pengasuh dua pesantren itu pada 1951 lalu tidak lebih parah. “Harapan kami sebagai warga, perbaikan jembatan Bindung juga dibantu pemerintah,” ungkapnya. Data yang berhasil dikumpulkan, sekitar satu bulan lalu plengsengan jembatan itu diketahui berlubang. Tetapi, karena tidak segera diperbaiki, plengsengan jembatan yang usianya lebih dari setengah abad itu ambrol saat aliran sungai besar. (rri/c1/als)

POLITIK

ISTIMEWA

KOALISI: Pengurus Partai Hanura dan Nasdem usai penandatanganan kesepakatan membentuk fraksi Hanas di DPRD Situbondo.

Edy Supriyono/RaBa

MENGADU: Munigi EP (memperlihatkan pengaduan) bersama warga Desa Bugeman di sekretariat Pemkab Situbondo.

Protes Drainase, Datangi Pemkab KENDIT - Pembangunan saluran drainase Dusun Padegan, Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, disoal warga sekitar. Penyebabnya, pembangunan sarana pengairan itu dinilai menimbulkan masalah baru. Sedikitnya empat perwakilan warga datang ke Pemkab Situbondo mengadukan permasalahan tersebut. “Tadi kita sudah menghadap asisten dan staf ahli bupati untuk menyampaikan keberatan warga,” terang Munigi EP, koordinator warga, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi usai menyampaikan pengaduan belum lama ini. Mantan anggota DPRD tersebut menilai, tujuan pembangunan saluran drainase itu tidak jelas. Sebab, kondisi lingkungan tempat pembangunan drainase cukup stabil dan bagus. “Itu kalau dibandingkan dengan tempat lain yang

lebih memerlukan perbaikan,” tandas Munigi. Yang lebih membuat warga keberatan, lanjut dia, tempat pembuangan akhir yang terkesan dipaksakan, sehingga merugikan SMPN 2 Kendit dan sejumlah sawah produktif block accenan dan sekitarnya yang luasnya sekitar 8.400 hektare. “Tadi kita minta pembuangan akhir tidak ke sawah produktif. Makanya, sembari mencari solusi, pelaksanaan pembangunan drainase itu ditangguhkan dulu sampai ada solusi terbaik yang tidak merugikan warga,” papar Munigi. Selain pengaduan lisan, Munigi dkk kemarin juga menyampaikan pengaduan secara ter tulis. Surat itu dilengkapi gambar lokasi, t e r ma s u k k e a d aa n p e m buangan akhir yang dinilai dipaksakan. (pri/c1/als)

Bakesbangpol Tunggu Persetujuan Bupati Kubu Toha Barisyi Akan Jemput Salinan Putusan ke MA SITUBONDO - Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol dan Linmas) mengambil jalan aman menyikapi tuntutan pencairan dana parpol Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Terkait hal tersebut, SKPD yang dikepalai Herry Suryanto itu memutuskan akan melaku-

NUR HARIRI/RaBa

KENA BATUNYA: Terduga pencabulan siswa-siswa SD, Sarwi (tengah), menjadi bulan-bulanan warga sebelum ditangkap polisi.

gaku aksi bejat yang dilakukan terhadap bocah SD itu karena tidak tahan menduda sekitar 7 tahun. Pelaku juga mengaku, selama menduda, biasa menyalurkan hasrat berahinya kepada PSK jalanan. Malam itu Sarwi mengaku terangsang setelah dipijat sang bocah. “Saya khilaf, Pak. Saya beri dia uang Rp 5 ribu,” kata Sarwi di hadapan polisi. Data yang berhasil dikumpulkan, usai melakukan pencabulan terhadap bocah kelas 4 SD itu, kakek itu bersembunyi di rumah beberapa kerabatnya. Dirinya sengaja kabur karena sempat diamuk orang tua korban. Tetapi, pelaku berhasil kabur lalu bersembunyi. Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi mengatakan, tersangka pencabulan

itu ditangkap setelah empat hari bersembunyi. Modus yang digunakan adalah meminta dipijat. Kakek yang sehari-hari mengayuh becak itu memanggil korban ke rumahnya agar memijatnya. “Penangkapan pelaku dilakukan pada malam hari. Dia ditangkap di Asembagus dan berusaha kabur. Sekarang pelaku masih menjalani pemeriksaan,” ujar AKP Wahyudi, Kasubbag Humas Polres Situbondo. Diberitakan sebelumnya, korban dan keluarganya mengadu dan meminta pendampingan hukum ke kantor KPPT PPA yang ada di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Korban pencabulan yang masih duduk di bangku SD itu masih trauma dan tidak banyak bicara. (rri/c1/als)

Gempa Menurun, Alat Pendeteksi Dicabut

Hanura-Nasdem Bentuk Fraksi Hanas SITUBONDO - Satu lagi koalisi partai pemilik kursi di DPRD Situbondo terbentuk. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) berkoalisi membentuk fraksi gabungan di gedung DPRD periode 2014-2019. Langkah Partai Hanura dan Nasdem itu menyusul langkah Partai Gerindra dan PKS yang lebih dulu membentuk fraksi. Fraksi gabungan dua partai tersebut diberi nama Hanas (Hanura-Nasdem). Dengan demikian, dipastikan akan ada tujuh fraksi di DPRD Situbondo, yakni fraksi PKB, fraksi PPP, fraksi Golkar, fraksi PDI Perjuangan, fraksi Demokrat, fraksi GIS (Gerindra-PKS), dan fraksi Hanas. Ada tambahan dua fraksi dibandingkan DPRD periode 2009-2014. Kian bertambahnya jumlah fraksi di gedung para wakil rakyat ini mendapat respons positif banyak kalangan. Sebab, itu menjadi salah satu indikator tidak adanya lagi dominasi fraksi partai tertentu yang sering kali membuat proses demokrasi tak berjalan sebagaimana mestinya. Dengan banyaknya fraksi, tentu kebijakan DPRD lebih dinamis dan berwarna. “Jadi tadi siang sekitar pukul 11.00, kita sudah resmi mendeklarasikan koalisi pembentukan fraksi Hanas yang langsung dihadiri Ketua DPC Hanura, Bapak Pudjiantoro dan Ketua Nasdem, dr. Herman,” terang Mohammad Nizar, anggota DPRD Partai Hanura, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi petang kemarin (19/5). Koalisi dua parpol yang sama-sama memiliki dua kursi ini dibingkai dalam sebuah memorandum of understanding (MoU). Salah satu isi MoU tersebut adalah pengaturan jabatan di fraksi secara adil. Misalnya, masa jabatan ketua fraksi dibagi secara bergantian masing-masing 2,5 tahun atau setengah periode.(pri/c1/als)

SITUBONDO - Setelah menghilang selama empat hari, seorang kakek bernama Sarwi, 60, warga Desa Awar-awar, Kecamatan Asembagus, ditangkap tim Resmob Polres Situbondo di tempat persembunyiannya. Kakek yang diduga melakukan pencabulan terhadap bocah SD itu ditangkap di areal tanaman tebu, Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus. Saat hendak dilakukan penangkapan kemarin (19/5), petugas Resmob yang dipimpin Aiptu I Wayan Parke sempat kerepotan. Sang tukang becak itu berusaha kabur ke tengah areal perkebunan tebu. Petugas yang hendak menangkapnya pun mengalami kesulitan. Khawatir pelaku pencabulan bocah SD itu lolos dan kabur lebih jauh, petugas dan warga terus mengejarnya. Beberapa saat kemudian, sang kakek tersebut berhasil ditangkap. Puluhan warga yang ikut mengejar pun geram dengan kelakuan kakek yang sudah lama menduda itu. Amarah warga tak dapat dibendung, sehingga mereka sempat menghakimi Sarwi di lokasi penangkapan. Akibat amukan massa, wajah pelaku nyonyor dan becaknya rusak dihajar warga. Beruntung, tim Resmob yang berada di lokasi segera mengamankan Sarwi ke Mapolres Situbondo. Kepada polisi, Sarwi men-

kan pencairan setelah ada perintah Bupati Dadang Wigiarto. Herry mengungkapkan, persetujuan bupati merupakan pintu terakhir pencairan dana parpol. Sebelum itu, harus ada surat rekomendasi dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) untuk pertanggungjawaban dana parpol tahun sebelumnya. Itu juga sebagai persyaratan pencairan dana parpol tahun berjalan. “Jadi, ada persoalan atau tidak ada memang harus diajukan ke bupati dulu untuk

mendapat persetujuan beliau. Kita tunggu saja dalam kasus kepengurusan PKNU ini sudah benar-benar tidak ada persoalan lagi,” terang Herry kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi sore kemarin (19/5). Dia menegaskan, anggaran bantuan dana parpol untuk PKNU sudah disediakan di APBD. Namun pencairannya di-pending karena masih ada sengketa hukum. Jumlahnya disesuaikan dengan perolehan suara di DPRD Situbondo n  Baca Bakesbangpol...Hal 39

ASEMBAGUS - Alat pendeteksi gempa atau portable digital seismograph yang dipasang di lokasi gempa, Dusun Beto Kedung, Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, Situbondo, telah dicabut Badan meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Tretes, Pasuruan. Pencabutan alat pendeteksi tersebut karena tensi gempa yang terjadi di Dusun Beto Kodung berangsur-angsur menurun. Selain itu, di lokasi gempa juga tidak ada gempa hebat yang menyebabkan kerusakan berat. “Potensi gempa di lokasi kejadian sudah mulai berkurang,” kata Zainul Arifin, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, kepada wartawan. Data yang berhasil dikumpulkan, hingga kemarin (19/5) di Dusun Beto Kodung masih terjadi gempa. Tetapi, kekuatan gempa itu di bawah 3 skala Richter. Meski alat pendeteksi dicabut, BPBD Situbondo menegaskan akan terus memantau lokasi gempa setiap hari. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi sesuatu. “Sampai tidak ada gempa. Sampai kemarin gempa masih dirasakan masyarakat tapi kecil,” kata Zainul.

NUR HARIRI/RaBa

MEREDA: Petugas BMKG Tretes dan BPBD Situbondo saat memasang alat pendeteksi gempa di Dusun Beto Kedung, Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, beberapa waktu lalu.

Meski sudah tidak darurat, beberapa masyarakat sekitar masih ada yang tidur di luar rumah. Mereka bersama keluarga tidur di halaman rumah. “Sebagian warga yang takut, ya masih tidur di luar rumahnya,” pungkasnya. Seperti pernah diberitakan, ratusan Kepala Keluarga (KK)

di Dusun Beto Kodung, Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, resah karena gempa terjadi terus-menerus. Beberapa waktu lalu BPBD mendatangkan tim dari Badan meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Tretes, Pasuruan, untuk meneliti gempa yang terjadi. (rri/c1/als)

Radar Banyuwangi | 20 Mei 2014  

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you