Issuu on Google+

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

JUMAT 20 JUNI TAHUN 2014

KUCUR

Eceran Rp 5.750 HALAMAN 37

NGOPAI

Besok, Jalan Ditutup mulai Pukul 06.00

LUSIYANA SRI HARIYANI

Lebih Merata Lebih Bangga KEBAHAGIAAN di saat pengumuman kelulusan tak hanya dirasakan para siswa yang lulus. Sebagai kepala sekolah, Lusiyana Sri Hariyani juga merasakan kebahagiaan di momen kelulusan siswanya. Apalagi, anak didiknya di SDN 4 Penganjuran Banyuwangi itu lulus dengan nilai memuaskan. Meski siswanya tidak meraih nilai ujian sekolah (US) tertinggi, dia tetap bangga kepada a anak diTernyata, diknya. Te delapan siswanya si mampu me menembus peringkat 2 20 besar nilai US tert tertinggi sekabupaten. “Mendomi“Me nasi di 20 besar lebih mantap dama ripada merip raih posisi ra nilai punn ccak tapi jjuga ada siswa dengan nilai terendah,” ujarnya. (*/c1/ n bay) b GERDA SUKARNO/RABA

SUGIYONO

Pelajaran dari Blimbingsari KAPTEN Pilot Sugiyono sudah memiliki jam terbang tinggi. Bahkan, lelaki yang kini bekerja di Surya Air itu sudah jadi langganan mengantar pejabat negara sejak era Presiden Soeharto. Mulai presiden, wakil presiden, hingga para menteri, sudah pernah diantarkan terbang. Namun, dia merasakan pengalaman baru saat mengantar Jusuf Kalla dengan helikopter di Bandara Blimbingsari, Rabu lalu (17/6). Sebab, saat itu ada dua helikopter beriringan dan mendarat bersama. “Jarang sekali kami membawa helikopter terbang secara berir i n g a n ,” u ja r n y a. (c1/bay)

GERDA SUKARNO/RABA

ADA APA LAGI

Bongkar Sisa Warung di Pantai Klopoan WONGSOREJO - Penertiban bangunan liar di kawasan Pantai Klopoan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, kembali dilakukan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi. Setelah dua pekan lalu (4/6) membongkar dua rumah di kawasan kebun kelapa milik pemkab tersebut, Satpol PP bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Muspika Wongsorejo kembali mendatangi lokasi itu kemarin (19/6) ■  Baca Bongkar...Hal 47

 Baca Besok...Hal 47

JAJAL LINTASAN: Beberapa pembalap melakukan simulasi rute Banyuwangi City Tour and Race di Jalan PB. Sudirman, Banyuwangi, sore kemarin.

GALIH COKRO/RABA

Jalan Bandara Dilebarkan 50 m Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur Vital Banyuwangi

BANYUWANGI - Komisi V DPR RI meninjau pembangunan infrastruktur di Kabupaten Banyuwangi kemarin (19/6). Perkembangan terbaru, Komisi V DPR mendukung akses pelebaran jalan menuju bandara yang akan dilebarkan 50 meter dengan panjang 3 Kilometer.

Komisi V DPR menganggap, Bandara Blimbingsari memiliki manfaat dan fungsi yang strategis sebagai penyangga bandara internasional Ngurah Rai, Bali; dan Bandara Internasional Juanda, Surabaya. “Dengan melihat fungsi dan manfaat bandara yang sangat stra-

tegis ini, kami akan membantu apa yang diperlukan di bandara ini. Intinya kehadiran kami ingin melihat sejauh mana pembiayaan yang telah dilakukan APBD,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Michael Watimena ■  Baca Jalan...Hal 47

Semua Murid SD Dinyatakan Lulus Besok Pengumuman Hasil Ujian

10 Besar Rata-Rata US Banyuwangi 2014

BANYUWANGI - Pengumuman kelulusan siswa sekolah dasar (SD) sederajat akan berlangsung besok (21/6). Data yang diperoleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, seluruh siswa kelas enam SD di Bumi Blambangan dinyatakan lulus tahun ini. Pelaksana Tugas (Plt) Kadispendik Banyuwangi, Dwi Yanto, melalui Kepala Bidang Taman Kanak-kanak/ Sekolah Dasar (Kabid TK/SD), Hamami mengakui, seluruh siswa SD sederajat di Banyuwangi lulus. Dari total peserta ujian sekolah 20.989 siswa SD negeri dan 1048 SD swasta, semua sukses melampaui nilai minimum yang ditetapkan sekolah. Sementara itu, hal serupa juga dialami peserta US dari madrasah ibtidaiah (MI) di Bumi Blambangan ■

SDN 4 Tulungrejo Glenmore B.indo: 9.23, Mtk: 9.98, IPA: 9.75 SDN 1 Bagorejo Srono B.indo: 9.20, Mtk: 9.93, IPA: 9.74 SDN 1 Parijatah Wetan Srono B.indo: 8.98, Mtk: 9.93, IPA: 9.75 SDN 1 Sokonatar Srono B.indo: 9.15, Mtk: 9.81, IPA: 9.66 SDN 2 Genteng Genteng B.indo: 8.19, Mtk: 8.50, IPA: 8.49 SDN 2 Bagorejo Srono B.indo: 9.07, Mtk: 9.88, IPA: 9.65 SDN 1 Parijatah Wetan Srono B.indo: 9.10, Mtk: 9.98, IPA: 9.41 SDN 6 Kebaman Srono B.indo: 8.99, Mtk: 9.70, IPA: 9.16 SDN 2 Kebaman Srono B.indo: 9.23, Mtk: 9.48, IPA: 9.68 SDN 1 Wonosobo Srono B.indo: 8.96, Mtk: 9.95, IPA: 9.47

 Baca Semua...Hal 47

Jumlah: 28.96 Jumlah: 28.87 Jumlah: 28.66 Jumlah: 28.62

SIGIT HARIYADI/RABA

BERDOA: Jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama masyarakat menggelar selamatan di lokasi Kemiren Art Performance, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, kemarin.

Kemiren Art Performance Siap Digeber Besok

Jumlah: 28.61 Jumlah: 28.60 Jumlah: 28.49

BANYUWANGI - Pernah mendengar legenda asal-usul nama Banyuwangi? Bagaimana jadinya jika cerita rakyat tersebut divisualisasikan secara live? Nah, dalam waktu dekat, Anda bisa menyaksikan cerita

Jumlah: 28.45 Jumlah: 28.39 Jumlah: 28.38

tersebut secara langsung. Ya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi bersama masyarakat Desa Adat Kemiren akan menggelar pertunjukan spektakuler ■  Baca Kemiren...Hal 47

Melihat Proses Persidangan Dua Jagal Mutilasi Kabat

Jaksa, Hakim, dan Pengacara Kompak Tanggalkan Toga

NIKLAAS ANDRIES/RABA

adilan yang biasa penuh pengunjung dan aktivitas persidangan, kali ini agak lengang dari biasa. Ruang tahanan yang biasanya diisi belasan hingga puluhan tahanan, siang itu hanya diisi dua orang. Ya, dua orang itu adalah Ahmad Rosyid dan Syaiful Hadi. Keduanya merupakan terdakwa kasus mutilasi siswi madrasah tsanawiyah, Eny Marfuah. Persidangan itu begitu istimewa. Sebab, baik korban maupun pelaku mutilasi sama-sama berstatus belum dewasa. Jalannya persidangan itu pun mendapat perhatian banyak pihak. Tidak terkecuali aparat keamanan. Sebelum dan sesudah persidangan, petugas kepolisian menerjunkan puluhan anggota untuk mengamankan jalannya persidangan ■

PERLAKUAN KHUSUS: Dua terdakwa mutilasi Kabat disidang lebih awal di PN Banyuwangi.

 Baca Jaksa...Hal 47

Sidang dua terdakwa pembunuh Eny Marfuah, yakni Ahmad Rosyid, 17, dan Syaiful Hadi, 17, di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi menarik animo masyarakat. Tidak mengherankan persidangan kasus itu jadi atensi khusus aparat kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. NIKLAAS ANDRIES, Kabat ADA yang berbeda di PN Banyuwangi beberapa hari terakhir. Suasana peng-

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Rute Balapan BCTR 2014

BANYUWANGI - City Tour and Race (BCTR) tahun 2014 tampaknya akan berlangsung semarak. Untuk itu, tim keamanan siap bersiaga dan mengawal selama perhelatan yang dimulai pukul 06.00 dan diprediksi bakal berakhir pukul 13.00 besok (21/6) ■

Semua siswa SD dinyatakan lulus Wajib belajar 9 tahun, harusnya juga berlaku untuk SMP

Jalan Bandara akan dilebarkan 50 meter Semoga lancar, tidak ada lagi tumbal bandara jilid 3

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


POLITIK & PEMERINTAHAN Di-PHK, Karyawan PT Lidjen Bergolak 38

Jawa Pos

Jumat 20 Juni 2014

R A D A R

B A N Y U W A N G I

LICIN - Tujuh mantan karyawan PT. Lidjen yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) mendatangi Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) kemarin (19/6). Mereka menuntut perusahaan perkebunan itu memberikan pesangon kepada karyawan yang di-PHK secara sepihak. Mediasi dihadiri tujuh buruh yang didampingi dua pengurus dari Dewan Pembina Cabang Serikat Pekerja Nasional (DPC SPN). Mediasi sudah berlangsung dua kali. Mediasi pertama dilakukan 19 Mei 2014 dan mediasi kedua digelar 14 Juni 2014. Hanya saja, pihak PT. Lidjen hanya hadir pada mediasi pertama. Mediasi dilakukan terkait PHK sepihak oleh PT. Lidjen terhadap 15 pegawai. Ahmad, 64, salah seorang korban PHK

menjelaskan, setelah dilakukan PHK, PT. Lidjen tidak memberikan hak pesangon dan penghargaan, hanya diberi tali asih saja Rp 2 juta hingga Rp 4 juta masingmasing karyawan. Sejatinya, para karyawan yang di-PHK mendapatkan pesangon yang layak sesuai UU yang berlaku. Apalagi, sebagian besar karyawan yang di-PHK masa kerjanya sudah 20 tahun. “Seharusnya kami mendapat pesangon yang layak sesuai masa kerja,” kata Ahmad. Dalam mediasi ketiga, Dinsosnakertrans memutuskan akan membuat anjuran yang akan disampaikan kepada ke dua belah pihak. Diharapkan, anjuran Dinsosnakertrans itu dikaji kedua pihak demi solusi yang saling menguntungkan. Apabila anjuran tidak berhasil, Dinsosnakertrans memberikan pilihan kepada TUNTUT PESANGON: Perwakilan karyawan kedua belah pihak untuk tetap melakukan PT. Lidjen yang di-PHK mendatangi mediasi atau melanjutkan kasus itu ke kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Pengadilan Hubungan Industri (PHI). (mg2/c1/afi) Transmigrasi kemarin.

GALIH COKRO/RABA

PILPRES

Untag Banyuwangi Ajukan Judicial Review

Mahfud MD dan Rhoma Kampanye Satu Panggung

BANYUWANGI - Kehadiran kampus Universitas Airlangga (Unair) tampaknya dianggap sebagai ancaman bagi sebagian perguruan tinggi swasta (PTS) di Banyuwangi. Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi yang sejak awal getol menentang pendirian program studi (prodi) di luar domisili Unair di Bumi Blambangan, kini menempuh upaya hukum untuk membatalkan keputusan pendirian kampus Unair di Banyuwangi itu.. Langkah hukum pertama, Untag mengajukan uji materiil (judicial review) terhadap Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) RI Nomor 20 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan prodi di luar domisili

BANYUWANGI - Semakin dekatnya waktu pelaksanaan pemilihan presiden membuat gerakan mencari dukungan ke lapisan masyarakat semakin gencar dilakukan. Salah satunya ditunjukkan dengan rencana kampanye akbar yang akan digelar calon presiden Prabowo-Hatta di Banyuwangi pada Sabtu (21/6) besok. Kampanye yang akan dilaksanakan di Lapangan Tembokrejo, Muncar, itu akan dihadiri langsung oleh Mahfud MD. Dia merupakan ketua tim pemenangan pasangan calon presiden nomor urut satu ini. Tidak hanya politisi PKB ini saja yang akan turun ke Banyuwangi dalam usahanya memenangkan pasangan Prabowo-Hatta. Dijadwalkan Rhoma Irama plus Soneta Grup akan diboyong ke Bumi Blambangan. Sekretaris koalisi Merah Putih Banyuwangi, Mandiri Warang Agung mengatakan kegiatan ini akan diisi dengan pemaparan visi dan misi pasangan Prabowo-Hatta. “Kegiatan itu juga akan diisi penyampaian deklarasi dukungan alim ulama, kyai, masyarakat petani dan nelayan, para tokoh masyarakat dan kelompok komunitas masyarakat,” bebernya kemarin. Selain diisi dengan kegiatan itu, masyarakat juga akan dihibur dengan penampilan Haji Rhoma Irama dan Soneta Grup. Lewat kegiatan ini diharapkan pilpres berlangsung lancar dan aman. Lebih dari itu pemimpin bangsa yang cinta tanah air dan berkepribadian bisa muncul nanti. Rencananya, acara ini akan melibatkan lebih kurang 30.000 massa. Sebagian besar dari massa yang hadir dari Banyuwangi, Jember, Situbondo, dan Bondowoso. Dipilihnya Banyuwangi karena dianggap kota ini memiliki jarak yang dekat dan strategis dari sisi pelaksanaan kampanye. (nic/c1/afi)

perguruan tinggi. Judicial review tersebut diajukan kepada Mahkamah Agung (MA) oleh rektor Untag Banyuwangi, Tutut Hariyadi melalui kuasa hukum yang sekaligus anggota Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Untag, Jaenuri. Rektor Tutut Hariyadi mengatakan, ada beberapa alasan yang mendasari pengajuan judicial review tersebut. Di antaranya, pada Pasal 1 angka 1 Permendiknas Nomor 20 Tahun 2011 dinyatakan, domisili perguruan tinggi adalah wilayah kabupaten/kota tempat penyelenggaraan perguruan tinggi yang ditetapkan dalam izin pendirian dan kabupaten kota yang berbatasan langsung dengan kabupaten/kota tempat penyelenggaraan

pendidikan tersebut. Nah, pasal 1 angka 1 tersebut menyebabkan kerugian hak dan materiil. Sebab, perguruan tinggi negeri (PTN) dapat menyelenggarakan prodi di daerah-daerah kabupaten/kota yang menyebabkan persaingan tidak sehat antara perguruan tinggi di daerah kabupaten/kota. Selain itu, Pasal 3 ayat (1) huruf e menyatakan, penyelenggaraan prodi di luar domisili dilakukan untuk memenuhi minat calon mahasiswa pada prodi yang belum dapat dipenuhi oleh perguruan tinggi setempat. Namun kenyataannya, terkait rencana penyelenggaraan prodi di luar domisili Unair di Banyuwangi, seperti prodi akuntansi dan budi daya perikanan,

telah ada di Untag dan beberapa perguruan tinggi lokal yang lain. Dikatakan, Pasal 3 ayat (1) huruf f menyatakan penyelenggaraan prodi di luar domisili didukung oleh pemerintah daerah kabupaten/kota setempat. Pasal ini menyebabkan kerugian hak dan materiil karena penyelenggaraan perguruan tinggi merupakan domain pemerintah pusat, bukan domain pemerintah daerah. “Sehingga ini bertentangan (conflict of norm) dengan asas Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2004 tentang otonomi daerah. Seharusnya pemerintah daerah lebih meningkatkan dan mengembangkan potensi di daerah, n  Baca Untag...Hal 47

AGENDA KOTA

Salurkan Bantuan ke YKPTI HARI ini, Jumat (20/6) Bupati Abdullah Azwar Anas menghadiri pembukaan penjangkauan dan family support terhadap penyandang disabilitas netra serta pemberian bantuan utk YKPTI dan LKSA di  Aula YKPTI. Setelah itu, Bupati menerima rombongan wisatawan promo garuda dan detik di Pendopo. Pukul 12.30 open house rakyat bertanya bupati menjawab,di Pendopo. Dan pukul 19.00  pisah sambut kapolres, di Aula Mapolres. (*)

Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis (Koordinator), Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono Wakil Pemimpin Redaksi: Syaifuddin Mahmud Kepala Liputan: Agus Baihaqi Redaktur: Ali Sodiqin, A.F. Ichsan Rasyid Staf Redaksi Banyuwangi: Sigit Hariyadi, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni Redaksi Situbondo: Edy Supriyono (Kabiro), Nur Hariri Redaksi Genteng: Abdul Aziz (Kabiro), Shulhan Hadi Fotografer: Galih Cokro Buwono Editor Bahasa: Minhajul Qowim J

Direktur: Samsudin Adlawi Pemasaran dan Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, W. Nugroho (Genteng), Samsuri (Situbondo) Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah Administrasi Iklan: Fitria Arifiana Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan Event: Benny Siswanto Keuangan: Citra Puji Rahayu

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Kasir: Widi Ukiyanti Piutang: Anissa Windyah Sari Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti Perpajakan: Cici Irma Setyani Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982.

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

Website: www.radarbanyuwangi.co.id. Email: radarbwi@gmail.com, beritaraba@gmail.com, artikelradarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/ mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


39

Koranna Oreng Kota Santri

JUMAT 20 JUNI TAHUN 2014

Cukup SMS untuk Melihat Hasil PPDB Online SITUBONDO - Dinas Pendidikan (Dispendik) Situbondo memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat atau siswa dalam melakukan pen daftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP, SMA, dan SMK. SKPD yang dikepalai Fathor Rakhman itu menggunakan sistem real time online. Penerapan sistem ini mengedepankan obyektifitas, transparansi, akuntabel, kompetitif, efisiensi dan tidak diskriminatif. “Sistem real time online ini bukan hal baru, sudah kita terapkan sejak lima tahun yang lalu,” ungkap Kepala Dinas

Pendidikan Situbondo melalui Kabid Dikmen, Agus HP. Untuk kepentingan itu, Dispendik telah melaksanakan sosialisasi dan petunjuk teknis tata cara memasukkan data secara objektif kepada seluruh petugas operator dari masing-masing SMP, SMK, dan SMA. Kegiatan ini menggandeng Telkom Situbondo dengan mendatangkan tenaga teknis dari Telkom Malang. “Sehingga pada saat siswa mendaftarkan diri ke sekolah dan Dinas Pendidikan, para petugas operator sudah dapat meng-update data

SYAMSURI/RaBa

DIGELAR DISPENDIK: Petugas operator masing-masing SMP, SMK, dan SMA mengikuti sosialisasi dan petunjuk teknis tata cara memasukkan data pendaftaran.

siswa yang telah mendaftar,” imbuh pria berkacamata itu. Dengan PBDB online siswa tinggal mendaftar langsung ke sekolah di mana saja yang melaksanakan PPDB online. Contohnya, siswa yang ingin mendaftarkan ke SMAN 2 Situbondo tidak perlu datang ke kota. Tapi, cukup mendaftarkan di sekolah terdekat. Saat mendaftar ke SMP, SMA, dan SMK pilihannya maksimal hanya tiga sekolah. “Untuk mengetahui hasil pendaftaran atau seleksi, siswa cukup mengirim SMS dengan mengetik

PPDB <spasi> nomor. kirim ke 3949 atau dilihat melalui smart phone android dengan men-download aplikasi pada play store “SIAP PPDB” di htpps://play.google.com/store/ apps/details?id= id.siap.ppdb,” papar Agus HP. Untuk calon peserta didik dari luar Situbondo yang lulus tahun ini dan tahun lalu, maka harus mendapatkan rekomendasi terlebih dahulu dari Dispendik Situbondo. Baru kemudian mendaftarkan diri ke sekolah yang dituju n Baca Cukup...Hal 45

Rem Blong, Truk Ayam Terguling

EKONOMI BISNIS

EDY SUPRIYONO/RaBa

TANDA TANGAN MOU: Sekda Syaifullah (dua dari kiri) bersama Ketua Pasesi, Fauzi Rahman (tiga dari kiri) dan Branch Manager PT. Indomarco Prismatama, Indra Gunawan (empat dari kiri)

Jajan Olahan Situbondo Masuk Indomart SITUBONDO – Langkah Bupati Situbondo Dadang Wigiarto membentuk Paguyuban Pasar Seni dan oleh-oleh Situbondo (Pasesi) mulai membuahkan hasil. Sejumlah produk pangan olahan khas Kota Santri mulai kemarin dipasarkan di seluruh Indomart se-Situbondo. Keputusan ini ditandai dengan penandatanganan Ketua Pasesi, Fauzi Rahman dengan Branch Manager PT. Indomarco Prismatama, Theopilos Indra Gunawan Martomo, sore kemarin. Sekretaris Daerah (Sekda) Syaifullah ikut membubuhkan tanda tangannya dalam acara yang ditempatkan di ruang kerjanya itu n Baca Jajan...Hal 45

PERTANIAN

RENDRA KURNIA/JPRS

DISKUSI: Para petani mendengarkan arahan dalam acara rembuk tani di Balai Penyuluhan Pertanian Panarukan kemarin (19/6).

Bupati Dialog dengan Petani

HABIBUL ADNAN/JPRS

DIRAWAT: Kondisi bus Zena bernopol N 7509 HA setelah menabrak pohon di kawasan Hutan Baluran kemarin.

Bus Hantam Truk BANYUPUTIH - Kecelakaan hebat terjadi di jalan raya Hutan Baluran, Kecamatan Banyuputih, dini hari kemarin (19/6). Sebuah bus Zena bernopol N 7509 HA yang dikemudikan Mariyadi, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Probolinggo, menabrak truk muatan kelapa bernopol DK 933 WJ, yang disopiri I Nengah Sila Sutarjana, Desa/Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Akibat kecelakaan itu, empat orang mengalami luka-luka. Dua orang luka ringan adalah sopir bus, Mariyadi dan seorang penumpang bus, Agustinus Febianto Fatul, 19,

warga Kabupaten Manggarai Barat. Kedua korban luka ringan ini hanya mengalami beberapa luka lecet di tubuhnya. Sedangkan untuk dua penumpang bus yang mengalami luka berat, yakni Roby Abdul Rahman, 31, warga asal Malang, yang terluka di bagian kening kanannya. Penumpang luka berat kedua adalah Milario Verdis Campos Letty, 21, warga Kabupaten Kupang. Saat kejadian, korban duduk di belakang sopir. Pada saat terjadi tabrakan, korban sempat terjepit di antara kursi bus yang mengakibatkan tulang paha kanannya patah dan luka robek di bagian

pundak dan leher. Kecelakaan di KM 236,8 arah Surabaya di hutan Baluran ini terjadi pada saat bus malam yang dikemudikan pria 54 tahun itu melaju dari arah barat ke timur. Pada saat bus jurusan Surabaya–Flores tersebut melintasi jalan raya yang mendekati Desa Wono Rejo, Kecamatan Banyuputih, ternyata berpapasan dengan truk DK 933 WJ yang melaju dari arah timur. Tidak disangka, laju bus yang cukup cepat tersebut tiba-tiba oleng ke kanan dan melewati markah jalan n Baca Bus...Hal 45

JALAN raya Baluran memang rawan laka lantas. Selain bus menghantam truk, kecelakaan juga dialami truk pengangkut ayam potong. Truk bernopol DK 9456 WJ yang dikemudikan Anom, warga Banyuwangi, itu membuat ratusan ayam potong tumpah ke jalan raya. Tak pelak, gara-gara ke celakaan itu, di sekitar T12 (sekitar lokasi latihan tempur TNI) sempat macet satu jam. Sopir truk berusia 40 tahun tersebut, terjepit kabin truk yang ringsek sehingga tubuhnya mengalami luka serius di bagian kepala dan kakinya. Sementara kernet truk hanya mengalami luka ringan. “Tidak ada korban, hanya luka saja. Mereka sudah dibawa ke Puskesmas Banyuputih,” terang Ipda Suratman, Kanit Pos Lantas Baluran. Kecelakaan tunggal truk pengangkut daging ayam potong ini terjadi pukul 10.30 saat truk melaju dari arah Banyuwangi menuju Surabaya. Begitu truk melintas di Jalur Pantura, Hutan Baluran, mendadak muncul kendaraan lain dari arah berlawanan. Tak ingin terjadi tabrakan, Anom langsung menginjak rem truk. Sayang, rem truk tidak berfungsi normal hingga sopir tersebut banting setir ke kiri. Truk pengangkut ayam potong itu selanjutnya menabrak pohon di pinggir jalan dan terguling n Baca Rem...Hal 45

PANARUKAN - Bupati Dadang Wigiarto kemarin bertemu sejumlah petani. Acara ini dikemas dalam rembuk tani yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian Selama bertemu bupati, petani bisa menyampaikan unek-unek perihal pertanian, termasuk keluhan selama di lapangan. Sebaliknya, bupati bisa mendapatkan masukan- masukan langsung terkait program-program yang dilaksanakan oleh petani. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Pe laksana Penyuluhan (BKP3 ) berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Dialog dihadiri pelaku usaha dan kelompok tani yang ada di seluruh Situbondo. ”Ada 300 orang yang kita undang dari seluruh Situbondo,” ujar Budi Priono, kepala dinas BKP3. Selain dari unsur tani, para camat se- Situbondo juga diundang. Hal ini bertujuan agar para camat yang hadir bisa menyampaikan apa saja yang telah dibahas dalam acara ini kepada masyarakat. (mg5/c1/aif )

http://www.radarbanyuwangi.co.id

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


40

SITUBONDO SEKITAR R A D A R

HONORER K2

DEDY JUMHARDIYANTO/JPRS

Jumat 20 Juni 2014

Wadul DPRD, PKL Tidak Ditemui

Ada Peserta yang Sertakan Saksi Hidup SITUBONDO - Sebanyak 49 honorer K2 yang tidak lolos dalam verifikasi masih bisa sedikit bernapas lega. Sebab, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara masih memberikan kesempatan untuk menunjukkan bukti-bukti penunjang. Bukti ini untuk diverifikasi dan di validasi kembali, melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat. Puluhan honorer K2 tersebut bisa menunjukkan bukti-bukti penunjang untuk divalidasi kembali oleh tim gabungan dari bagian hukum Pemkab, Inspektorat, Polres dan Kejaksaan Negeri Situbondo. Untuk memperkuat dan mendukung bukti-bukti tersebut, mereka juga tampak menenteng tas berisi sejumlah bukti penunjang seperti rapor, ijazah, dan bukti- bukti lainnya. Tidak sedikit juga di antara mereka mengikutsertakan saksi hidup, seperti orang tua, guru, dan kepala SKPD yang bersangkutan. Bahkan, untuk memperkuat pernyataannya, para saksi juga diberikan surat pernyataan bermeterai. Untuk verifikasi dan validasi satu peserta bisa memakan waktu sekitar 20-30 menit. Tak ayal kondisi itu juga membuat situasi di luar ruangan aula lantai 2 Pemkab Situbondo antre menunggu giliran masuk. “Jenuh juga menunggu, bisa sampai malam hari seperti ini, tapi demi masa depanlah” kata salah seorang honorer yang enggan disebutkan namanya. Kepala BKD Situbondo Ahmad Yulianto mengatakan, dalam verifikasi dan validasi kali ini hanya untuk 49 orang yang berkas data penunjang belum terpenuhi. “Data penunjang itu, misalnya absen karyawan sejak Januari 2005 silam, “ katanya. Sejumlah sumber tepercaya menyebutkan, bahwa ada sebagian honorer melakukan pemalsuan data masa kerja. Bahkan, ada honorer yang masa kerjanya sejak tahun 2008 namun bisa mengikuti tes CPNS. Padahal, sesuai ketentuan, honorer K2 harus memiliki masa kerja per 1 Januari 2005. Yulianto menegaskan, bagi honorer yang terbukti memalsukan data, selain akan langsung diproses hukum, otomatis juga akan berdampak langsung terhadap hasil tes CPNS kepada yang bersangkutan. Sesuai Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) diharapkan BKD melakukan verifikasi ulang data honorer yang lulus tes CPNS, sebelum berkas kembali diserahkan ke Menpan. (mg4/c1/aif)

Jawa Pos

S I T U B O N D O

RENDRA KURNI/JPRS

HIDUP SEHAT: Anak-anak diajari bagaimana menggosok gigi yang benar oleh petugas Puskesmas Panarukan.

Ajari Gosok Gigi yang Benar PANARUKAN - Gigi yang sehat adalah gigi yang terbebas dari bakteri dan sisa makanan. Untuk membersihkan gigi bisa dengan cara gosok gigi dan sikat lidah. Ada juga yang menggunakan tusuk gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang tersangkut di gigi. Seperti yang terlihat di Posyandu Anyilir, Kecamatan Panarukan, kemarin. Ibu-ibu hamil beserta anak-anak balita sedang berkumpul mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Puskesmas Panarukan. Tema kegiatan adalah

Gerakan Masyarakat Sadar Gigi (Gema Sagihat). Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Dadang Wigiarto. Secara simbolis Bupati Dadang didaulat melepas balon ke udara. Masyarakat yang datang terlihat antusias mengikuti acara ini sampai selesai. Selain diberi penyuluhan tentang pentingnya gosok gigi, ibu-ibu hamil dan anak-anak juga diajarkan langsung bagaimana cara menggosok gigi yang benar. ”Kegiatan ini sangat berguna bagi saya, dengan ini saya jadi

SITUBONDO - Sepuluh orang pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di sekitar AlunAlun Situbondo mendatangi kantor DPRD siang kemarin (19/6). Kedatangan PKL ingin mengadukan nasibnya kepada anggota dewan. Sayang, mereka tak bisa ketemu wakil rakyat karena sedang berlangsung rapat paripurna. PKL mengaku kecewa dan akan kembali datang hari ini atau Senin mendatang. “Katanya ada rapat di DPR. Padahal kami ingin segera ada solusi. Karena ini urusan perut rakyat kecil, kami harus tetap berjualan,” tegas Nizar, pedagang bubur ayam. Nizar dan beberapa temannya menceritakan, bahwa mereka datang ke kantor DPRD didampingi sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan HMI. Mereka menuntut akan nasib mereka sebagai pedagang dan meminta agar pemerintah mengembalikan

alat-alat dagang, seperti kursi, yang waktu lalu diamankan petugas Satpol PP. “Selain meminta agar alat-alat dagang penjual dikembalikan. Kami juga menuntut keadilan. Penjual di luar Alun-alun ada sekitar 10 orang dan sudah dilarang. Kami tidak bisa jualan di dalam karena tidak diberi tempat yang layak, apalagi ada orang-orang yang ngancam, sehingga jualan kami di dalam sangat sepi,” beber Nizar. Karena itulah, beberapa PKL yang saat ini tidak dapat berjualan meminta kepastian pemerintah agar memberikan solusi yang terbaik. Mereka juga menegaskan bahwa siap membayar retribusi sesuai dengan peraturan yang ada. “Kalau retribusi kami siap bayar, asalkan jualan kami jangan direcoki dan diberi tempat yang layak,” tegasnyan Baca Wadul...Hal 45

tahu pentingnya gosok gigi bagi kesehatan janin saya,” cetus Maya, 18, seorang ibu hamil tujuh bulan. Desi, 29, salah satu ibu yang datang bersama anaknya juga mengapresiasi kegiatan ini secara positif. Dengan mengikuti kegiatan ini harapannya, anak-anak bisa lebih rajin menggosok gigi agar tetap sehat nanti. ”Mudahmudahan setelah ikut acara ini, anak saya lebih rajin gosok gigi dan bisa gosok gigi sendiri di rumah tanpa harus saya suruh,” harap Desi n Baca Ajari...Hal 45

TEGANG: Salah seorang honorer saat diverifikasi dan divalidasi oleh tim di aula lantai dua Pemkab Situbondo, kemarin (19/6).

NUR HARIRI/JPRS

DITOLAK: PKL alun-alun ingin menyampaikan aspirasinya ke DPRD. Sayang, tak satu pun ada wakil rakyat yang menemui mereka karena sedang berlangsung rapat paripurna.

Sudah Melatih Ribuan Tenaga Terampil

YUSROH/JPRS

OPTIMISTIS: Ketua UPT Situbondo Ainul Yaqien (kanan) memeriksa sejumlah barang yang siap dipasarkan.

BLK Buka Swalayan untuk Umum Diresmikan Bupati, Sediakan Produk Khas Situbondo SITUBONDO - Hari ini Bupati Dadang Wigiarto dan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim, DR. Edi Purwinarto, MSi, meresmikan pusat perbelajaan Karya Mandiri, milik Unit Pelaksana Tugas Pelatihan Kerja (UPT PK) Situbondo. Pusat perbelanjaan yang berlokasi di depan Ponpes Walisongo, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, itu diharapkan ikut menunjang roda ekonomi rakyat kecil dan menengah. Karya Mandiri adalah sebuah bentuk usaha yang diciptakan oleh UPT. Pelatihan Kerja Situbondo untuk memberdayakan para alumni pelatihan kerja, UPT. Pelatihan Kerja Situbondo dan seluruh UKM dalam wilayah kerja UPT. Pelatihan Kerja Situbondo. Pemberdayaan yang dimaksud disini adalah penguatan akses pemasaran, peningkatan kualitas produksi dan penyerapan angka pengangguran. Menurut Kepala UPT PK Situbondo, Drs. H. Ainul Yaqien, MM, jika selama ini pihaknya bergerak di bidang pelatihan kerja (PK), kini mulai mencoba merambah ke dunia usaha mikro ekonomi. Yakni, membangun pusat perbelanjaan produk-produk UMKM (usaha mikro kecil menengah) dan Wira Usaha, guna menampung dan ikut memasarkan karya warga Situbondo. Dengan menempati lantai bawah perkantoran

UPT PK , pusat perbelanjaan “Karya Mandiri” itu kini telah menampung sekitar 5000 item jenis barang, dengan omzet senilai Rp 800 juta. “Sebagian besar adalah produk yang diciptakan mantan siswa latihan kerja yang kami bina,” ujar Drs. Ainul Yaqien, MM, kepala UPT PK Situbondo. Menurut Inung - panggilan akrabnya- dengan dibukanya pusat perbelanjaan baru ini, produk yang dihasilkan siswa maupun mantan siswa KLK (dulu bernama BLK-balai latihan kerja) tersebut bisa dipasarkan di tempat ini. Dengan demikian, instansi di bawah Disnakertransduk Provinsi Jatim ini, kata Inung, tidak hanya bisa melatih dan mencetak siswa terampil, namun sekaligus ikut membantu memasarkan karyanya. Di Jatim, lanjut pria kelahiran Lumajang ini, terdapat 16 UPT PK, termasuk Situbndo yang berlokasi di Jl Basuki Rahmat 357, persis depan Pondok Pesantren Walisongo tersebut. Namun, yang membuka usaha swalayan perbelanjaan untuk umum, kata Inung, baru di Situbondo. “ Ini memang proyek percontohan, dan insya Allah akan dikembangkan di UPT PK yang lain,” jelasnya. Untuk sementara, kata Inung, pihaknya melayani berbagai kebutuhan masyarakat sehari-hari, seperti yang terdedia di minimarkert pada umumnya. Namun, dalam waktu dekat, Swalayan Karya Mandiri ini ini juga membuka kantin atau warung lesehan, yang juga ditangani tenaga profesional “alumni” LK Situ-

bondo. “Kami sudah menyiapkan tempat dan lahan parkir yang menampung ratusan kendaraan,” imbuhynya. Selain menyediakan kebutuhan umum seharihari, Swalayan Karya Mandiri ini, kata Inung, juga menyediakan berbagai produk dan makanan khas Situbondo. Termasuk kain batik yang dihasilkan warga Situbondo sendiri. Harganya pun, kata dia, relatif kompetitif dan lebih murah dibanding swalayan dan minimarket lainnya. “Tujuan kami memang ikut menampung dan memasarkan produk warga yang belum dilirik pusat perbelanjaan lain,” tandasnya. Menurut alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang ini, di Situbondo terdapat sekitar 156.700-an UMKM, yang tersebar di 27 kecamatan. Selain itu, kata dia, jumlah pondok pesantren (ponpes) di kota ini mencapai 170 lebih, dengan jumlah santri cukup signifikan. Bahkan, kalau ditotal keseluruhan, lanjut dia, jumlah pesantren di Situbondo mencapai 300-an lebih. Dengan angka-angka tersebut, kata Inung, pihaknya optimistis pengembangan swalayan mandiri di pondok-pondok pesantren bisa tergarap dengan baik. Tentu saja, bagi sejumlah pesantren yang telah memiliki swalayan dan koperasi, tidak akan disentuh. “Kami akan mengajak bermitra dengan pesantren yang belum memiliki usaha atau perbelajaan. Kami berkewajiban melatih dan membina mereka,” jelasnya lagi. (adv)

UNIT Pelaksana Tugas Pelatihan Kerja (UPT PK) Situbondo di Jl Basuki Rahmat 357, (depan Ponpes Walisongo), merupakan satu dari 16 UPT milik Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jatim. UPT yang membawai Situbondo, Banyuwangi, Bondowoso, dan Probolinggo ini, memiliki 7 kejuruan pelatihan, antara lain Otomotif, Elektronik, Bangunan, Tata Niaga, Pertanian, dan Teknologi Mekanik. Menurut Kepala UPT PK Situbondo, H Ainul Yaqien, MM lembaga yang dulu bernama BLK (Balai Latihan Kerja) ini meliputi dua jenis pelatihan, yani berbasis masyarakat dan yang berbasis kompetsnsi. Yang berbasis masyarakat, biasanya bekerjasama dengan kelompok masyarakat, LSM dan elemen lain. Sedang yang berbasis kompetensi, dilakukan berdasarkan testing sesuai keahlian yang dimiliki peserta. Setiap tahun, lanjut Inung, jumlah paket pelatihan tidak sama, tergantung anggaran yang tersedia. Tahun 2013 lalu, jumlah paket mencapai 70, se-

dangkan tahun ini hanya 56 paket saja. Masing-masing paket diikuti oleh 16 peserta. Mereka dilatih dan dibina oleh 14 instruktur selama satu bulan. Setelah pelatihan selesai, mereka dikomunikasikan dengan beberapa instansi/SKPD terkait. “Biasannya instansi itulah yang menindaklanjuti hasil pelatihannya,” ujar Inung. Nah, bagi mantan siswa yang mampu membuat produk karya hasil pelatihan ‘ lanjut Inung, kini telah disiapkan tempat pemasaran di Swalayan Karya Mandiri, yang diresmikan oleh Bupati Dadang Wigiarto dan Kadisnakertransduk Jatim, DR Edi Purwinarto, MSi. Di tempat inilah, lanjut Inung, produk-produk mereka bisa dipampangkan, sehingga bisa langsung dilihat, disentuh, bahkan dirasakan oleh konsumen yang datang. Selain swalayan yang menempati lantai bawah, kantor UPT Situbondo juga akan membuka usaha lain, termasuk kantin atau warung lesehan, gedung pelatihan untuk komersial umum, dan lain-lain.“Kami punya lahan dua hektar. Jadi, masih banyak yang bisa dikembangkan,” pungkas Inung. (adv)

YUSROH/JPRS

MENARIK: Batik khas Situbondo juga mewarnai swalayan Karya Mandiri.

YUSROH/JPRS

DISULAP: Kantor UPT Pelatihan Kerja yang difungsikan menjadi swalayan untuk umum.


Jawa Pos

BERITA UTAMA

Jumat 20 Juni 2014

R A D A R

JALIN SINERGI

41

B A N Y U W A N G I

Kalbar Tertarik Durian Merah Banyuwangi

BIBIT DURIAN: Ketua Tim Pemprov Kalbar, Jefri (jaket hitam), bersama Saipullah dan Eko Mulyanto di lokasi pembibitan durian merah Jalan Brawijaya Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI - Perkembangan bisnis hortikultura Banyuwangi mengundang ketertarikan daerah lain. Banyuwangi sebagai kabupaten yang memiliki komoditas buah unik menjadi salah satu tujuan untuk penelitian dan pengembangan tanaman beberapa kabupaten/kota lain. Tim Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar), kemarin (19/6) datang ke Banyuwangi untuk mempelajari secara khusus tanaman durian merah n  Baca Kalbar...Hal 47 FREDY RIZKI/RABA

Belanja Rp 1,9 Triliun Diterima DPRD

PEMASARAN/JPRB

KERJA SAMA: Manajer PU dan Pemasaran JPRB Elly Irwan Suryanto (kiri) menyerahkan berkas MoU kepada Pelaksana Tugas Kepala Disbudpar M. Yanuarto Bramuda, kemarin.

Publikasikan Program Disbudpar

Paripurna Sahkan Raperda Pertangungjawaban APBD 2013

JALIN sinergi Jawa Pos Radar Banyuwangi (JPRB) dengan sejumlah instansi terus berkembang. Kali ini nota kesepakatan dan kesepahaman kerja sama ditandatangani bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi. Berkas memorandum of understanding (MoU) diserahterimakan antara Manajer Pengembangan Usaha dan Pemasaran JPRB Elly Irwan Suryanto dengan Pelaksana Tugas Kepala Disbudpar Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda di ruang kerja Disbudpar. Kedua belah melakukan kerja sama jalin sinergi dalam bentuk peliputan dan ekspose setiap kegiatan maupun program pengembangan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi. (*/afi)

BANYUWANGI - Rapat paripura DPRD menerima pertanggungjawaban Bupati Abdullah Azwar Anas atas pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2013 kemarin (18/6). Persetujuan DPRD itu dituangkan dalam bentuk perda pertanggungjawaban APBD 2013. Dokumen pengesahan Perda Pertanggungjawaban APBD itu diserahkan

Ketua DPRD Hermanto kepada Bupati Anas dalam rapat paripurna kemarin. Ikut menyaksikan penyerahan dokumen itu tiga Wakil Ketua DRPD Ruliyono, HM. Joni Subagio, dan H. Adil Ahmadiyono. Persetujuan Raperda itu tertuang dalam Surat Keputusan DPRD Nomor 188/KPTS/DRPD/429.050/2014 tentang persetujuan DRPD Kabupaten Banyuwangi terhadap raperda pertanggungjawaban APBD Banyuwangi tahun Anggaran 2013. Dalam SK itu disebutkan laporan realisasi anggaran,

neraca, laporan arus kas dan catatan berhasil menetapkan produk hukum atas laporan keuangan Tahun Anggaran daerah yang menjadi acuan kita dalam 2013. Komposisinya realisasi belanja melaksanakan APBD yang lebih baik,” daerah, sekitar Rp 1,9 triliun, belanja ungkap Bupati Anas. dan transfer sekitar Rp 1,8 triliun sur- Meskipun, raperda tentang pertangplus atau defisit, sekitar Rp 30, 7 miliar.    gungjawaban pelaksanaan APBD tahun Bupati Anas menyampaikan terima anggaran 2013 telah mendapatkan kasih kepada DPRD Banyuwangi atas persetujuan dewan, namun raperda kerja sama yang telah dibangun den- tersebut masih harus evaluasi gubernur gan disetujuinya raperda ini. “Den- Jatim. Setelah disahkan, perda akan gan persetujuan dewan atas raperda dilakukan evaluasi dan rekomendasi. Kabupaten Banyuwangi tentang per- “Mudah-mudahan hasil evaluasi gutanggungjawaban pelaksanaan APBD bernur dapat kita peroleh secepatnya,” tahun anggaran 2013, berarti kita telah harap Bupati Anas. (c1/afi)

INFO LINGKUNGAN HIDUP

BLH BANYUWANGI For RaBa

TEMPAT TERBUKA: Tim melakukan sampling pengujian kualitas udara di sekitar pasar Rogojampi.

CANGGIH: Tim menyiapkan alat High Volume Air Sampler (HVAS) untuk mencatat kualitas udara di Banyuwangi.

BLH Gelar Pengujian Udara Ambien Pantau Pecemaran dan Kualitas Udara BANYUWANGI-Salah satu aspek penting dalam konsep pengelolaan kualitas dan pengendalian pencemaran udara adalah pelaksanaan pemantauan kualitas udara ambien secara kontinyu. Hasil pemantauan kualitas udara ambien sangat bermanfaat dalam upaya pengelolaan kualitas lingkungan. Undang–undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup menyebutkan, udara ambien adalah udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfir yang berada di dalam wilayah yurisdiksi Republik Indonesia. Udara ambien merupakan udara bebas yang di hirup manusia sehari-hari. Udara ini sangat dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya.

BANYUWANGI

Dalam keadaan normal, udara ambien terdiri dari gas nitrogen (78%), oksigen (20%), argon (0,93%) dan gas karbondioksida (0,03%). Sedangkan kualitas udara ambien ditentukan  beberapa faktor  yakni faktor  meteorology, demografi, cuaca dan sumber emisi. Baku mutu kualitas udara lingkungan atau udara ambien yang tercemar ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara yang meliputi  O3 (ozon), CO (karbon monoksida), NOX (nitrogen oksida), SO2 (sulfur oksida), hidrokarbon non-metana, dan partikulat. Pemantauan kualitas udara ambien secara periodik dilaksanakan secara roadside di Banyuwangi. Untuk bulan Juni ini, pemantaian dilakukan selama dua hari pada tanggal 18 hingga 19 Juni 2014 di 10 titik sampling point pengujian kualitas udara ambien. Sepuluh titik uji sampling tersebut lokasinya adalah pelabuhan Ketapang,

BANYUWANGI

Pasar Blambangan, Pasar Banyuwangi, simpang empat Cungking, simpang lima Banyuwangi, Pasar Pujasera, Taman Patung Kuda, Terminal Brawijaya, Terminal Rogojampi dan Pasar Rogojampi. Kegiatan pengujian kualitas ambien ini dilaksanakan Sub Bidang Pemantauan dan Pengkajian Kualitas Lingkungan dan Tim Teknis dari Unit Pelaksana Teknis (UPTB) Laboratorium Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Banyuwangi yang bekerja sama dengan laboratorium terakreditasi. Plt Kepala BLH Banyuwangi, Husnul Chotimah mengatakan kegiatan pengujian kualitas udara ambien ini rutin digelar tiap tahun BLH Banyuwangi. Kegiatan ini sebagai bentuk control dan monitoring terhadap kualitas udara di Banyuwangi. “Dengan pengujian ini kita dapat mengetahui adanya perubahan atau tingkat pencemaran udara yang diakibatkan gas tertentu serta suspen particulate atau debu diudara “ Jelas Husnul. (*/afi)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO Corolla Twincam ‘90

BANYUWANGI

4 Unit Ruko

Mesin Kolter

STNK

Mendut Regency

Satpam & Office Boy

Dijual Murah 4 Unit Ruko Semuanya 300 Jt Di Jl. Kepiting, SHM, PLN, Air Bor Siap Pakai Hub: 08179622454

Dijual Mesin Kolter & Poles Automatic, Berminat H: 085239577395 Rogojampi

Hlg STNK P 4558 YD an Ismanto, Dsn. Krajan RT. 02/03 Rejosari, Glagah

Djl/dikntrakkn Mendut Regency H-2 Plus Barang LT 146, 4 KM, 2 KM 082143942893

Dibutuhkan Satpam dan Office Boy (OB). Pria umur maksimal umur maksimal 27 tahun. Kirim lamaran ek BPC GapensI Jl Kol Sugiono 47 Banyuwangi

Djl Jimny 4X4 Th’95 Pth DK, Audio, AC, Modif, Panther Ryl Biru H: 08123651374

Operator Penel

Djl Honda Fit/Jazz Built Up 03 1,3 AT Silver Plat L 92 Jt Net 082143942893

Hlg STNK P 5578 VD an Sandy Young Jl. Prabuloro RT. 1/1 Bajungan, Glagah

Perum Kalipuro Asri

Hlg STNK P 2210 XI an Muhlisin, Sepan jang Kulon RT02/20 Sepanjang, Glenmore

Dijual Cpt Rumah Perum Kalipuro Asri 140 M2 shm Tlp. 082232010444

Hlg STNK P 2522 YE an Hartono, Dsn. Gumuk Candi RT03/03 Ds. Songgon

Jl. Singosari

Hlg STNK P 5291 YL an Erick Estrada, Wadungollah RT06/02 Kaligondo, Genteng

Djl Rumah Jl. Singosari (Jati Rimba) LT. 550 m2 LB. ± 300 m2, 4 KT, 4 KM, Garasi 2 Mobil H: 081336450163

SITUBONDO STNK Hlg STNK P 2788 FF an Tri Retno W. Ds. Kayu Putih RT. 02/02, Panji, Stb

HOTLINE IKLAN HUBUNGI: RADAR BANYUWANGI 0333412224; BIRO SITUBONDO 0338671982; BIRO GENTENG 081336161357 THOMY 081336287999 EKO

Dibutuhkan Segera Operator Penel Syarat Wanita/Laki2 Min SMA Bisa Komputer Kirim CV Ke PT. Sarifeed Indojaya, Jl. Pelabuhan 35 Muncar Tlp. 0333 593325

Jimny ‘95

Honda Fit/Jazz ‘03

Djl hnya utk pmakai, Corolla Twincam’90 SE Limited Abu2 Mtlk, cat istmw, body tdk kropos, msin kering. Hrg Nego. Serius? T. 087857750239 (xl) 081332998704 (simpati) (No SMS)

MOBIL ANDA BELUM LAKU? HUBUNGI: 0333412224

Nissan Nissan Banyuwangi Hadiri acara pesta jerok di Nissan BWI 20-22 Juni 2014, 09.00-17.00. Dptkn lucky dip Iphone, Samsung Tab, Handycam, V-Blj utk pemb Nissan slm acra. Jln. Letjend S. Parman 147.Ph. 0333-4460222


Jawa Pos

OPINI

Jumat 20 Juni 2014

R A D A R

TABANAN

Baru Lulus, Dua ABG Curi Motor BARU saja lulus SMP, dua orang anak baru gede (ABG) masing-masing AS, 15, dan AA, 15, yang sama-sama berasal dari Desa Samsam, Kerambitan, harus berurusan dengan polisi. Ini menyusul ulah mereka sendiri yang nekat mencuri sepeda motor di seputaran Pasar Dauh Pala. Tapi sialnya, aksi pencurian yang dilakukan pada Minggu (15/6) lalu itu dengan cepat terendus. Walhasil, kemarin Senin siang (16/6) AS ditangkap saat berada di depan Rumah Sakit Kasih Ibu, Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan. Disusul kemudian dengan AA. Terungkapnya aksi pencurian yang dilakukan anak-anak di bawah umur ini berawal dari laporan Ni wayan Muriasih yang menjadi korbannya. Warga Perum Surya Graha Lestari Blok N/8 Tabanan, ini mengaku kehilangan motornya saat berbelanja di Pasar Dauh Pada pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00. (hai/gup/jpnn)

KALIWATES

44

B A N Y U W A N G I

Khittah 1926 NU dalam Ancaman? PADA Muktamar Ke-27 tahun 1984 secara resmi NU kembali ke Khittah NU 1926. Itu ditandai keluarnya NU dari PPP yang sebelumnya sebagai wadah penyaluran resmi aspirasi politik bersama partai-partai Islam lain (Parmusi, Perti, dan PSII). Dalam muktamar di Pesantren Salafiyyah Syafi’iyyah Sukorejo itu para pengurus NU ijma agar kembali ke Khittah NU 1926 yang berarti NU sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Khittah NU 1926 mencakup tujuan pendirian NU, gerakan-gerakan NU, dan lainlain. Memang ada pihak yang menganggap khittah terkait urusan politik. Tetapi, hal itu segera diluruskan salah satu sesepuh NU. Menurut Kyai Muchit Muzadi, salah seorang sesepuh NU, Khittah NU 1926 merupakan dasar agama warga NU; akidahnya, syariatnya, tasawufnya, paham kenegaraannya, dan lain-lain.

Dengan demikian, jelaslah bahwa cakupan khittah 1926 tidak sekadar urusan politik, seperti bagaimana hubungan NU dengan partai politik peserta pemilu. Te t a p i m e m a n g h a r u s diakui, realitas politik di tanah air memang sedang mengundang perhatian. Euforia reformasi yang diikuti euforia politik dan diikuti pula euforia pendirian parpol, mau tidak mau menjadikan panggung politik menjadi tontonan yang paling menarik dibanding urusan lain bangsa Indonesia ini. NU sebagai ormas keagamaan terbesar tidak saja menjadi rebutan banyak kalangan. Tetapi, juga tidak mau ketinggalan untuk ikut ambil bagian bermain di panggung politik. Para elite NU yang sebelumnya banyak terlibat politik praktis, tampaknya hanya sedikit yang bisa mengekang syahwat politik mereka. Kembali ke khittah 1926 yang

O l e h

H. ASMU’I SYARKOWI * dikumandangkan pada tahun 1984 pada era Orde Baru di Pesantren Kyai As’ad seolah tidak pernah ada. Dengan berbagai dalih, mereka tetap melakukan aksi dukung-mendukung partai tertentu. Pada tahap pemilihan presiden lebih seru lagi. Para capres-cawapres tidak mau menyia-nyiakan massa NU. Alasannya jelas, massa NU sangat besar, maka menguasai NU sama halnya menguasai kunci kemenangan. Sistem paternalistik dengan nuansa feodalistik hubungan kaum Nahdliyin dengan tokoh (kiai) menyebabkan para tokoh tersebut sering menjadi sasaran kampanye tidak resmi para calon. Dengan alasan meminta doa dan restu, para calon tidak mengenal lelah bersafari dari tokoh satu ke tokoh lain.

Mereka pun disambut gegap gempita karena tamu. Dalam ajaran Islam, menghormati tamu wajib hukumnya. Kondisi seperti itu tampaknya yang menjadi sebab perbedaan sikap politik para tokoh. Mau mendukung siapa, tergantung siapa yang lebih pandai mendekati. Pada saat yang sama, janji-janji para calon tampaknya juga ada yang bisa “menyihir” sebagian tokoh NU. Dengan dalih atas nama pribadi, para tokoh itu tidak segan-segan secara vulgar mendukung calon tertentu. Para tokoh itu lupa bahwa dalam dirinya juga melekat pengurus aktif NU. Selanjutnya, mudah ditebak. Suara NU terpecah. Tidak jarang pada skala tertentu, polarisasi sikap politik para tokoh NU membingungkan kaum Nahdliyin pada tataran akar rumput. Bahkan, tidak jarang pada skala tertentu menimbulkan ketegangan antar sesama kaum Nahdliyin atau antar

pesantren. Pada pemilihan presiden (pilpres) kali ini memang hanya ada dua calon. Ibarat gadis, dua calon itu sama-sama cantik dan seksi. Dua calon itu sama-sama bernafsu menguasai massa NU. Salah satu pihak sudah ada yang berhasil mendekati para tokoh NU. Sejumlah nama beken di NU pun dengan tidak sungkansungkan telah menunjukkan keberpihakan politik. Pertanyaan kita, apakah sikap mereka itu sudah mempertimbangkan dampaknya bagi umat Nahdliyin pada tataran akar rumput? Yang lebih penting, dari sudut khittah 1926, apakah sikap dan tindakan tersebut tidak bertentangan? Orang sekelas mantan ketua PBNU, pengurus Muslimat NU, dan ketua GP Ansor, pasti sudah sangat memahami arti Khittah NU 1926. Jadi, hati nurani mereka yang bisa menjawab. *) warga NU.

Kecelakaan Meningkat Siapa yang Salah? JUMAI/JAWA POS RADAR JEMBER

PENGEDAR: Dua tersangka pengedar uang palsu diamankan di Polsek Kaliwates.

Pengedar Uang Palsu Berkeliaran di Kaliwates MENJELANG Ramadan dan Lebaran, pengedar uang palsu (upal) mulai berkeliaran di Jember dan sekitarnya. Jika sebelumnya polisi menangkap sindikat pengedar upal di Kecamatan Tanggul, kali ini Polsek Kaliwates menangkap dua pengedar upal. Dua tersangka pengedar itu adalah Hermanto,30, dan Hermansyah, 25, semuanya warga Dusun Sumuran, Desa/ Kecamatan Ajung. Awalnya mereka beraksi di Pasar Tanjung Jember. Awalnya hanya Hermanto yang tertangkap basah. Sedangkan Hermansyah menyerahkan diri pada pihak yang berwajib. “Hermansyah diantarkan keluarganya menyerahkan diri,” ungkap salah seorang petugas Polsek Kaliwates. Hermansyah mengaku dikasih upal sejumlah Rp 3 juta oleh Awi, tetangganya. “Dia (Awi,Red) meminta semua uang palsu itu untuk dibelanjakan. Sasarannya ketokotoko kelontong. Harapannya memperoleh kembalian uang asli,” katanya. Bahkan diakuinya, dia bakal diberi komisi Rp 50 ribu dalam setiap Rp 1 juta. Hermansyah pun kemudian mengajak temannya yang lain, seperti Hermanto dan Mad. Mereka diajak membelanjakan uang tersebut ke Pasar Tanjung. Saat itu, Hermansyah menyerahkan upal sebesar Rp 1 juta kepada Hermanto. Sementara yang Rp 2 juta yang lain di pegang sendiri. Aksi Hermanto membelanjakan upal Rp 100 ribuan, di toko kelontong berjalan mulus. Kemudian, Hermanto pindah ke toko berikutnya, untuk membeli sebungkus rokok. Namun sayang, pemilik toko berikutnya rupanya mengetahui uang palsu tersebut. Pemilik toko itu pun langsung memanggil Hermanto, yang saat itu sudah meninggalkan tokonya. Selanjutnya, korban berteriak hingga memancing perhatian pedagang yang lain. Hermanto pun diamankan dan dibawa ke Polsek Kaliwates. Setelah menjalani pemeriksaan, Hermanto mengaku bahwa uang itu dia peroleh dari Hermansyah. Kapolsek Kaliwates Kompol Nurmala, melalui Perwira Unit (Panit Reskrim) Ipda Prayitno, mengatakan dua orang lainnya yang diduga terlibat dalam kasus ini masih dalam pengejaran. Polisi juga mengamankan 6 lembar upal Rp 100 ribuan, sebungkus rokok, serta uang asli hasil kembalian transaksi senilai Rp 147 ribu. (jum/rul/wah)

JEMBER

326 Peserta Mundur dari SNMPTN SEBANYAK 326 orang calon mahasiswa yang diterima dari jalur seleksi nasional perguruan tinggi negeri (SNMPTN) di Universitas Jember (Unej), dinyatakan mengundurkan diri. Sebab, mereka tidak menjalani proses verifikasi data secara daring atau online, verifikasi final, dan daftar ulang. “Secara otomatis peserta yang tidak melakukan verifikasi online dan verifikasi final dinyatakan gugur sebagai calon mahasiswa baru,” tutur Agung Purwanto, kepala Humas dan Protokoler Unej, kemarin (19/6). Tahun ini, sebanyak 2.560 orang peserta dinyatakan lolos di jalur SNMPTN Unej. Sebanyak 860 peserta di antaranya diterima di jalur bidik misi untuk calon mahasiswa dari kalangan keluarga kurang mampu. Menurut Agung, jumlah peserta yang melakukan verifikasi secara online sebanyak 2.285 orang. Sedangkan peserta yang melakukan verifikasi final diperpanjang hingga 18 Juni 2014 sebanyak 2.234 orang. “Sehingga sebagian peserta yang sudah melakukan verifikasi online dan tidak melakukan verifikasi final dianggap gugur,” tegasnya. Dengan demikian, peserta yang sudah melakukan verifikasi online dan verifikasi final yang dinyatakan sebagai calon mahasiswa baru Unej sebanyak 2.234 orang. “Mereka harus melakukan registrasi di Gedung Soetardjo pada 19-21 Juni 2014,” ungkap Agung. (ram/jpnn/bay)

SEPERTI diketahui bersama, di negeri ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Tiap tahun jumlahnya selalu bertambah. Kecelakaan itu tidak sedikit menelan korban jiwa. Dalam dua tahun terakhir, misalnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dinilai kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi pembunuh terbesar ketiga setelah jantung koroner dan TBC. Sementara itu, data WHO tahun 2011 menyebutkan bahwa 67 persen korban kecelakaan lalu lintas di dunia ini berada pada usia produktif antara 22 hingga 25 tahun. Dengan persentase segitu, maka di dunia ini ada sekitar 400.000 jiwa usia di bawah 25 tahun yang meninggal di jalan raya tiap tahun. Berarti, rata-rata angka kematian anak-anak dan remaja setiap hari mencapai 1.000 jiwa akibat kecelakaan lalu lintas. Bahkan, menurut WHO kecelakaan lalu lintas juga menjadi penyebab utama kematian anak-anak dengan rentang usia 10-24 tahun.

Motor sumbang paling besar Di Indonesia, setiap tahun jumlah kendaraan semakin banyak, terlebih lagi motor. Tetapi, peningkatan jumlah kendaraan itu tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang ada. Akibatnya, peningkatan jumlah kendaraan menjadi salah satu faktor pemicu kecelakaan. Sebagian besar kecelakaan lalu lintas melibatkan pengguna sepeda motor. Berdasar data Kementerian Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), jumlah kecelakaan yang melibatkan pengendara motor dalam setahun mencapai 120.226 kali. Jumlah itu merupakan 72 persen dari seluruh kecelakaan lalu lintas dalam setahun yang terjadi di negeri ini.

Masyarakat remehkan nyawa Terlalu seringnya terjadi ke celakaan, lama-kelamaan masyarakat terkesan meremehkan. Kecelakaan lalu lintas yang kerap menelan korban jiwa seringkali dianggap hal yang biasa oleh masyarakat. Padahal, data Kepolisian RI

O l e h

DIANA TERESA * menyebutkan pada tahun 2012 terjadi 109.038 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 18.441 orang dengan kerugian material sekitar Rp 203 triliun hingga Rp 217 triliun per tahun. Sementara itu, pada tahun 2013 sejak bulan Januari hingga Agustus tingkat kecelakaan di Indonesia mengalami kenaikan cukup pesat. Diperkirakan selama 8 bulan itu 20.978 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

Penyebab laka lantas Secara umum kecelakaan lalu lintas disebabkan beberapa faktor, seperti kondisi jalan kurang baik, kelalaian manusia, penggunaan alat komunikasi saat berkendara, berkendara dengan kecepatan tinggi tanpa sabuk pengaman, dan belum optimalnya penegakan hukum lalu lintas. Na-

mun, dai beberapa faktor yang kerap menjadi biang kerok kecelakaan lalu lintas tersebut, kelalaian manusia menjadi faktor utama tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Banyak masyarakat mengira bahwa pemerintah tidak melakukan apa-apa dalam menurunkan angka kecelakaan. Padahal, pemerintah telah berupaya menurunkan tingginya angka kecelakaan di Indonesia dengan berbagai cara. Di antaranya, melalui program Dekade Keselamatan Jalan 2011-2020 yang diresmikan wakil presiden di Jakarta pada 20 Juni 2011 lalu. Pemerintah menargetkan penurunan angka kecelakaan lalu lintas hingga 50 persen pada 2020. Namun demikian, Diperlukan langkah nyata pihak yang terlibat dalam mewujudkan UU lalu lintas, juga masyarakat. Tanpa peran serta masyarakat, sepertinya target itu sulit direalisasikan.

di jalan, siapakah yang salah? Tidak ada yang perlu disalahkan. Sebab, semua tergantung masing-masing pengguna jalan. Kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam tertib berlalu lintas menjadi langkah utama dalam menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas. Namun demikian, pemerintah sebaiknya juga memangkas tangkai-tangkai pohon yang dianggap berbahaya dan menutupi rambu-rambu lalu lintas. Jika rambu tertutup, maka pengguna jalan tidak akan dapat melihat rambu-rambu tersebut. Itu bisa meningkatkan potensi kecelakaan. Selain itu, pemerintah juga harus melakukan pelebaran jalan dan membatasi jumlah kendaraan yang beredar di masyarakat, khususnya motor. Langkah nyata para penegak hukum juga dapat membantu pemerintah dalam mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.

Solusi Oleh karena itu, semakin meningkatnya angka kecelakaan

*) Siswa SMAN 1 Giri Banyuwangi.

Dari Using dan Banyuwangi Kembali ke Blambangan SAYA tak hendak memutar jarum jam sejarah. Seperti membuat setback soal perdebatan apakah using, yang oleh peneliti Belanda bernama Ben Arps dianggap direkayasa dari sebuah bahasa Jawa pedesaan menjadi sebuah identitas kesukuan, atau using dikatakan sebagai istilah yang melumpuhkan jiwa guna menghancurkan moral masyarakat Blambangan. Saya hanya ingin mengusulkan agar kita kembali ke istilah Blambangan untuk mengganti kata Using, Banyuwangen atau Banyuwangi, dalam menyebut suku Using, bahasa Using atau Banyuwangen, atau Kabupaten Banyuwangi. Mengapa? Bahasa Menunjukkan Bangsa. Orang Indonesia menyebut bahasa Indonesia, bukan bahasa Melayu. Meski cikalbakalnya adalah bahasa Melayu. Mungkin saja, kalau bahasa Melayu yang dijadikan bahasa nasional akan muncul persoalan, yakni soal rasa memiliki. Juga bisa timbul masalah, bahasa mana yang lebih baku, bahasa Melayu di Riau ataukah Melayu yang berkembang di tempat lain di Indonesia ini? Dengan disebut Bahasa Indonesia, ternyata orang Melayu tak banyak pertanyaan terkait bahasa mereka yang diacakacak oleh etnis lain. Kata Using merujuk pada suku, bahasa, dan orangnya, tercatat pertama kali dikemukakan oleh Joh Scholte pada sebuah penerbitan tahun 1926. Katanya itu merupakan julukan orang luar kepada penduduk asli Blambangan. Yang menarik adalah, pada salah satu naskah Serat Sri Tanjung (yang versinya berpuluh-puluh), dan selalu di-

kaitkan dengan asal mula kota Banyuwangi, kata sing atau using, sama sekali tidak muncul. Yang muncul dalam naskah tersebut adalah kata nora dan tan yang artinya menegasikan, seperti kata sing dan using. Naskah yang selesai ditulis 6 Maret 1898 itu menceritakan bahwa Sidopekso dan Sri Tanjung akhirnya bersanding di pelaminan. Guna merayakannya, mereka menanggap wayang, ludruk Pak Waluh, gandrung laki-laki Marsan Suwarno, dan pertunjukan barong. Sangat Blambangan. Dalam peribahasa Indonesia disebutkan bahwa bahasa menunjukkan bangsa. Ternyata itu merupakan sebuah filsafat Jerman abad 18, yang mengerucut pada sebuah ideologi nasionalisme yang menjadi pertimbangan mengangkat bahasa—yang disebut belakangan sebagai bahasa Using—menjadi bahasa resmi. Bahasa Using dianggap sebagai identitas Kabupaten Banyuwangi karena etnis lokal yang menggunakan bahasa Using dianggap sebagai penduduk asli Banyuwangi dan memang jumlahnya mayoritas. Tetapi, banyak etnis lain, seperti Jawa, Madura, Arab, Tiongkok, Mandar, Bugis, Bali, peranakan Belanda, dan lainlain di Banyuwangi. Itu akibat posisi Banyuwangi berada di daerah pelabuhan maritim. Etnis non-Using itu jumlahnya signifikan. Tanpa penyebutan wilayah sebagai identitas bahasa, mereka tidak akan punya sense of belonging. Kalau disebut bahasa Using, etnis lain itu tidak punya “kewajiban” menggunakan bahasa tersebut, karena mereka merasa bukan etnisnya.

O l e h

ANTARIKSAWAN JUSUF * Jadi, bisa muncul pembicaraan seperti: “Saya etnis Mandar, tapi tinggal di Banyuwangi. Saya tetap berbahasa Mandar. Saya bukan orang Using.” Akan berbeda kalau disebut bahasa Blambangan. “Saya tinggal di Blambangan. Meski dari Mandar, saya harus bisa berbahasa Blambangan karena saya tinggal di sini.” Keadaan itu layaknya bahasa Melayu yang dijadikan cikal-bakal bahasa Indonesia. Bahasa Blambangan harus dikembangkan dan tidak mundur ke belakang. Sebagian penutur bahasa Using, dari kelompok etnik Using ada yang merasa bahwa bahasa di kampung merekalah yang paling asli, paling orisinal. Mestinya bahasa Blambangan dibawa bergerak maju, bahwa sebuah bahasa tidak ada yang berdiri sendiri. Demi pengembangannya, jumlah kosa kata harus ditambah, bisa digali dari dalam maupun menyerap bahasa lain. Kosa kata bahasa Using agak terbatas. Sebab, bahasa Using tidak diberi kesempatan mengembangkan dirinya dalam bahasa tulis. Boleh dibilang tidak sampai hitungan sepuluh buku yang ditulis dalam bahasa tersebut saat ini. Sastra yang berkembang lebih pada tutur lisan dan lagu-lagu. Sehingga terasa tergagapgagap ketika dijadikan bahasa tulis. Nama Banyuwangi minus latar belakang sejarah kental. Sampai saat ini belum ditemukan rujukan tertulis bagaimana nama Banyuwangi

itu muncul. Sebelum ditetapkan sebagai ibu kota Blambangan baru, dan kemudian jadi nama kabupaten, tidak banyak yang bisa diceritakan tentang daerah ini. Bahkan, dalam arsip VOC sekalipun. Kita punya kebanggaan dengan sesuatu yang mempunyai sandaran sejarah yang panjang, yang membanggakan, yang bisa diceritakan dan diagul-agulkan menjadi sebuah identitas. Tidak seperti Banyuwangi, Blambangan merujuk pada kerajaan yang orangorangnya keras kepala dan selalu menentang kekuasaan asing. Yang terkait dengan Banyuwangi hanyalah legenda Sidopekso-Sri Tanjung dan Banterang-Surati. Semangat tak pernah padam. Diceritakan oleh Scholte, semangat suku bangsa Blambangan tak pernah padam meski dilanda berbagai kekuatan luar yang menggerusnya. “Keturunannya yang ada sekarang merupakan suku-suku bangsa yang gagah fisiknya dan berkepribadian serta berkembang dengan cepat, berpegang kuat pada adat istiadat, tetapi juga mudah menerima peradaban baru.” Itu menurut Scholte. Blambangan adalah negeri yang rakyatnya gagah berani menentang penjajahan. Dan diakui oleh Belanda sendiri, Perang Bayu sebagai perang yang paling banyak menghabiskan biaya dan nyawa selama Belanda menduduki Nusantara sampai saat itu. Apakah karena hal itu Belanda mengganti nama Blambangan menjadi Banyuwangi yang tak punya asal-usul? Sehingga lepas seluruh kekuatan yang menyertai nama Blambangan? Sehingga rakyatnya tak

lagi diasosiasikan dengan semangat membara menentang penjajah? Sehingga anak cucunya pun segera melupakan kedigdayaan kakek buyutnya? Sehingga lupa air susu berwarna indigo para wanitanya yang membuat anak cucunya kebal senjata? Upaya melumpuhkan semangat orang Blambangan tak hanya unsur fisik, tapi juga lewat kampanye bawah sadar, pada kesenian. Kelompok seni janger yang dipimpin Madardji, mulanya menggunakan cerita yang penuh semangat Blambangan berjudul “Bhre Wirabumi Mbalelo”. Belakangan wedana kolonial Banyuwangi tahun 1930 menggantinya dengan cerita yang menjelek-jelekkan raja Blambangan, yaitu Damarwulan Ngenger. Sangat mendelegitimasi Blambangan. Apakah karena tekanan dari pihak penjajah? Achmad Aksoro, budayawan Banyuwangi, perubahan itu bermuatan politis. Jadi sekarang, marilah kita kembali pada bahasa Blambangan, etnis Blambangan, dan Kabupaten Blambangan. *) Penulis novel dwibahasa Nawi BKL Inah.

INFO ARTIKEL Artikel yang termuat mendapat kaus menarik. Silakan ambil di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi Jl. Yos Sudarso 98C selama jam kerja dengan menunjukkan identitas yang berlaku selambat-lambatnya seminggu setelah pemuatan. artikelradarbwi@gmail.com


SAMBUNGAN Prioritaskan Pendaftar Awal

Jawa Pos

45

Jumat 20 Juni 2014

n CUKUP...

Sambungan dari Hal 39

“Bagi siswa yang mempunyai prestasi akademik dan nonakademik juga harus mendaftarkan terlebih dahulu hasil prestasinya ke Dispendik, baru mendaftarkan di sekolah yang dituju. Jika siswa itu sudah mendaftarkan tetapi melakukan pendataan di Dispendik,

R A D A R

maka pendataan prestasi tidak bisa dilakukan atau tidak diakui,” terang Agus. Seleksi penerimaan peserta didik baru yang masuk dalam PPDB online untuk jenjang SMP, SMA dan SMK berdasarkan jumlah nilai ujian nasional. Yakni, SMP NA = (NUN MAT + NUN. IND + NUN IPA + Nilai Prestasi. Untuk seleksi penerimaan peserta didik baru tingka SMA dan SMK berda-

sarkan NA = NUN.MAT + NUN. IND + NUN .BIG + NUN .IPA + Nilai Prestasi. “Untuk nilai prestasi khusus bagi peserta yang memiliki tambahan nilai prestasi. Dan, jika terdapat kesamaan nilai hasil seleksi, maka penentuan peringkat berdasarkan pada prioritas urutan pilihan sekolah. Diprioritaskan calon peserta didik lulusan asal Si-

S I T U B O N D 0

tubondo,” ungkapnya. Selain itu, juga perbandingan SKHUN yang lebih besar. Untuk masuk SMP urutannya nilai UN Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Untuk masuk SMA dan SMK nilai SKHUN Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Selain itu diprioritaskan bagi pendaftar awal dan umur yang lebih tua. (pri/*/aif )

KEJASAMA: Sejak kemarin tiga produk pangan olahan khas Situbondo dapat dibeli di Indomart.

Total Outlet Ada 31 Unit n JAJAN... Sambungan dari Hal 39

“Pembentukan Pasesi ini dalam upaya pemberdayaan usaha ekonomi rakyat. Beberapa diantaranya menghasilkan snack produk khas Situbondo. Nah, untuk tahap awal ini, hanya ada tiga snack yang kita pasarkan melalui Indomart,” terang Sekda Syaifullah kepada Jawa Pos Radar Situbondo (JPRS) usai penandatanganan. Sejak siang kemarin, sejumlah produk tersebut sudah dapat dibeli di seluruh Indomart se- Situbondo. “Kita berharap semua bisa berjalan lancar dan menguntungkan,

sehingga ke depan kerjasama ini bisa terus ditingkatkan dan akan menguntungkan bagi para pelaku usaha ekonomi rakyat,” harap Sekda. Perjanjian dilakukan untuk menjalin kerjasama dalam jual beli dan pemasaran hasil produksi Pasesi. Caranya, memanfaatkan outlet-outlet milik Indomart dalam wilayah Kabupaten Situbondo sebagai media penjualan. Branch Manager PT. Indomarco Prismatama, Theopilos Indra Gunawan Martomo mengungkapkan, total outlet Indomart di seluruh Situbondo ada 31 unit. “Produk pangan olahan khas Situbondo itu akan di

pajang di rak khusus. Sejak hari ini, sudah kita sebar ke seluruh otlet-otlet yang ada,” terangnya. Ketua Pasesi, Fauzi Rahman, mengatakan, Pasesi merupakan gabungan dari sejumlah produsen atau penghasil produk makanan khas daerah Situbondo. Organisasi ini memiliki fungsi salah satunya, mengkoordinasikan dan menghimpun dalam upaya menjalin kerjasama dengan mitra kerjanya. “Kita sudah sepakat bersama Indomart untuk melakukan kerjasama dalam pemasaran sejumlah snack produk khas Situbondo. Minimal hingga setahun ke depan,’ terang Fauzi Rahman. (pri/*/aif)

Kerugian Ditaksir Rp 20 Juta n BUS... Sambungan dari Hal 39

NUR HARIRI/JPRS

TERGULING: Ayam potong yang dibekukan dengan es berserakan di Hutan Baluran kemarin (19/6).

Diduga Sopir Truk Ngantuk n REM... Sambungan dari Hal 39

“Rem truk tidak berfungsi, setelah sopirnya banting stir truk nabrak pohon dan terbalik,” imbuh Ipda Suratman. Akibat kecelakaan tunggal tersebut, tubuh korban Anom sempat terjepit. Sopir truk

baru bisa dievakuasi setelah moncong truk ditarik oleh truk lain. Setelah evakuasi korban dilakukan dan pembersihan daging ayam potong di jalan raya selesai, kondisi lalu lintas di Hutan Baluran kembali normal. “Untuk penyebab pastinya masih diselidiki petugas. Jadi kami masih focus

menolong korban dan mengevakuasi kendaraannya,” ujar Suratman. Seorang pengendara bernama Idris menduga kecelakaan dipicu karena sopir truk mengantuk. Sebab sebelum kecelakaan terjadi laju truk seperti oleng beberapa kali. Meski begitu penye-

bab pastinya masih dalam penyelidikan polisi. “Saya melaju di belakang truk itu. Saya lihat sepertinya sopir truk ngantuk, karena sempat oleng,” kata Idris pria asal Banyuwangi yang melaju di belakang truk yang mengalami kecelakaan tunggal tersebut. (rri/c1/aif )

Warga Panji Lor Protes Proyek JUT PANJI - Pengerjaan proyek pengerasan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Panji Lor, Kecamatan Panji, sempat dihentikan puluhan warga. Warga meminta agar proyek pengerasan jalan di areal persawahan tersebut tidak dikerjakan secara asal-asalan. Selum proyek senilai Rp 184 juta lebih itu dihentikan, Kepala Desa (Kades) Panji Lor Ahmad Buhari sempat menegur pengawas proyek. Sebab, pengerasan jalan dilakukan secara asal-asalan. Akhirnya warga dan kepala desa tersebut menghentikan pengerjaannya. “Kami dan warga sudah mengingatkan agar pengerjaan jalan usaha tani tersebut dilakukan sesuai standar, jangan dilakukan secara asal-asalan. Akhirnya kami dan warga sempat menghentikan pengerjaan proyek pengerasan jalan di persawahan itu,” terang Kades Ahmad Buhari. Penghentian proses pengerjaan proyek tersebut diakui oleh beberapa petani yang sawahnya berada di sekitar lokasi proyek. Salah satunya adalah Jamali. Dia mengeluhkan jeleknya pengerjaan proyek. “Sempat dihentikan sama warga dan kepala desa selama tiga kali. Penghentian proyek dilakukan warga karena pengerjaannya je-

NUR HARIRI/JPRS

DIDUGA KUALITAS JELEK: Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Panji Lor sempat dihentikan warga.

lek,” terang Jamali saat berada di sawahnya. Warga terpaksa menghentikan pengerjaan pengerasan jalan sepanjang sekitar 900 meter tersebut karena dinilai tidak memenuhi standar. Salah satunya yakni pemasangan pecahan batu makadam tidak dipasang dengan cara berdiri, melainkan ditidurkan. “Ini sudah ditutup jalannya, kalau sebelumnya terlihat pasangan batu yang dilakukan CV. Nabawi

ditidurkan,” papar Jamali. Kades Ahmad Buhari menjelaskan, sebelum pengerjaan proyek JUT yang dilaksanakan CV Nabawi dihentikan, papan nama juga dipasang telat. Setelah ada protes dari warga dan menghentikan pengerjaan proyek tersebut, barulah papan nama dipasang. “Setelah ada protes baru di pasang papannya,” kata Buhari. (rri/c1/aif)

RENDRA KURNIA/JPRS

SERIUS: Gabungan koalisi partai pengusung capres-cawapres menyimak penjelasan komisioner KPU kemarin.

tahap pilpres. “Karena banyak yang harus dikoordinasikan seperti jadwal dan zona kampanye, penandatanganan SKB (surat keputusan bersama) serta penentuan zona pemasangan atribut dan alat peraga kampanye,” cetusnya. Dini menegaskan, penyetoran rekening dana kampanye tersebut sangat penting karena telah diatur dan tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2014, tentang dana kampanye pemilihan pre-

siden dan wakil presiden tahun 2014. Dalam Pasal 13 disebutkan, pasangan calon dan atau tim kampanye tingkat nasional, provinsi, dan atau kabupaten/kota wajib menyampaikan laporan dana kampanye kepada KPU, yaitu laporan rekening khusus dana kampanye, dan laporan penerimaan dana kampanye. “Kalau penyetoran rekening dana kampanye masih bisa kita toleransi hingga hari Jumat besok (20/6),” tegasnya. (mg4/c1/aif)

dugaan sementara, kecelakaan diduga karena sopir bus mengantuk hingga membuat bus oleng dan melewati markah jalan raya. “Sementara sopir bus diduga mengantuk. Tetapi penyebab pasti kecelakaan itu masih diselidiki petugas,” terang Wahyudi. Selain membuat empat orang terluka, kecelakaan itu juga mengakibatkan kerugian materi pada kedua kendaraan. Bus malam rusak di bagian depan bus dan kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 20 juta. Truk rusak di bagian bak kanan dan kerugian ditaksir Rp 10 juta. (rri/mg3/c1/aif)

Kesadaran Ibu Hamil masih Rendah n AJARI... Sambungan dari Hal 40

Kepala Dinas Kesehatan Si tubondo Abu Bakar Abdi me nuturkan, kegiatan ini bertujuan agar tercipta masyarakat Situbondo yang sehat. Dengan menggosok gigi merupakan langkah awal menuju kehidupan yang sehat. Pen tingnya menggosok gigi un tuk ibu-ibu hamil bertujuan untuk kesehatan janin

KPU Tunggu Rekening Dana Kampanye SITUBONDO - Tim gabungan koalisi parpol pengusung capres–cawapres, Panwaslu, Kesbangpolinmas, kepolisian dan kodim bertemu dalam satu ruangan di kantor KPU Situbondo Rabu malam (18/6) kemarin. Mereka membahas sejumlah agenda pilpres. Salah satunya soal penyetoran rekening dana kampanye dan data nama tim kampanye masing-masing tim sukses capres-cawapres kepada KPU Situbondo. Dini Noor Aini, Divisi Sosialisasi KPU Situbondo mengatakan, gabungan partai koalisi pengusung capres dan cawapres harus segera membentuk tim sukses. Kemudian data nama berikut rekening dana kampanyenya disetorkan ke KPU. “Data nama tim kampanye itu kami tunggu hari ini,” katanya. Data nama tim sukses tersebut sangat diperlukan untuk mengetahui siapa dan dari mana saja tim sukses tersebut berasal. Yang tak kalah penting, yakni untuk lebih memudahkan koordinasi dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan

Karena jaraknya sudah dekat dengan truk yang disopiri pria 56 tahun asal Jembrana, Bali, itu moncong bus langsung menghantam bak truk sebelah kanan dengan sangat keras. Bus Zena tersebut sempat terpental keras nyaris masuk ke areal Hutan Baluran. “Saya sudah berusaha menghindar dan roda kiri truk sampai turun dari jalan raya. Tapi bus itu te rus berjalan lurus dan menghantam bak kanan truk. Saya yakin sopir bus itu mengantuk,” terang I Nengah

Sila Sutarjana, sopir truk. Dari kerasnya benturan itu, empat korban terluka dan dua orang di antaranya mengalami luka parah. Korban patah tulang dan korban luka-luka dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Banyuputih. “Tidak ada kemacetan karena kondisi Jalur Pantura sepi. Setelah keempat korban luka berhasil dievakuasi, mereka langsung dilarikan ke rumah sakit. Dan kedua kendaraan sudah kita amankan,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Kecelakaan bus dan truk tersebut belum diketahui penyebab pastinya. Hanya saja,

yang di kandungnya. Sebab, lanjut Abu Bakar, banyak ibu-ibu hamil yang tidak tahu akan hal ini. Masih banyak anggapan bahwa gigi tidak berpengaruh terhadap kesehatan kandungan. Pa da hal kesehatan gigi ini me rupakan langkah awal untuk mewujudkan bayi yang dilahirkan menjadi sehat. ”Makanan yang masuk melalui gigi yang sakit dapat mengakibatkan kesehatan bayi

yang dilahirkan kelak menjadi kurang sehat,” jelasnya. Abu Bakar menambahkan, ada 480 kasus di Situbondo dengan berat badan bayi lahir ren dah kurang dari 2,5 Kg. Hal ini bisa dikatakan kurangnya ke sadaran masyarakat Si tubondo khususnya ibu-ibu hamil untuk menjaga kesehatan giginya. ”Kalau bisa gosok gigi minimal dua kali sehari, mengapa tidak dilakukan,” pungkasnya. (mg5/c1/aif)

Belum Ada Tindakan Satpol PP n WADUL... Sambungan dari Hal 40

Syaiful Bahri, Ketua HMI Situbondo mengatakan, sebelum ada tindakan oleh petugas Satpol PP, seharusnya harus ada solusi bagi para pedagang. Misalnya, bila mereka harus

masuk ke dalam Alun-Alun maka harus ada jaminan untuk para pedagang agar tidak ada yang mengancam. “Sebelum di usir dari sekitar Alun-alun harus ada solusinya dulu, PKL yang 10 orang ini tidak laku jualan di dalam karena tidak diberi tempat yang layak,” kata Syaiful. (rri/c1/aif )

Panwaslu Sita Tabloid Obor Rakyat PROBOLINGGO – Gonjangganjing atas beredarnya tabloid ‘Obor Rakyat’ akhirnya sampai di Kota Probolinggo. Kemarin, Panwaslu setempat menyita 9 eksemplar tabloid yang menyerang capres nomor urut 2, Joko Widodo ini. “Kami dapat informasi itu kemarin (Selasa, 17/6),” ujar Ketua Panwaslu Muhammad Ilman pada sejumlah wartawan, kemarin (18/6). Sembilan eksemplar tabloid tersebut terdiri atas dua edisi. Yakni, edisi ketiga yang memajang headline ‘1001 Topeng Pencitraan’ terbitan 19 sampai 25 Mei. Edisi tersebut diterima sebuah pondok pesantren di Kecamatan Kedopok. Dalam amplop yang diterima ponpes via pos tersebut ada 10 eksemplar. Namun, yang tersisa hanya 8. Dua eksemplar lainnya kini masih dicari oleh Panwaslu. Diduga dua eksemplar tersebut

sudah berpindah tangan sebelum disita Panwaslu. Sementara, satu eksemplar lainnya adalah edisi kedua terbitan 12 sampai 18 Mei dengan headline ‘PDIP Partai Salib’.Edisi kedua ini didapat Panwaslu dari seorang warga Kecamatan Mayangan. “Kalau yang 8 eksemplar itu kami dapatkan dengan amplopnya di sebuah pondok pesantren. Kalau yang satu eksemplar itu kami dapat dari warga,” jelasnya. Panwaslu sejatinya juga mendapat informasi peredaran tabloid serupa di Kecamatan Wonoasih. Namun, sampai kemarin, pihaknya belum mendapatkan kepastiannya. Untuk menelusuri peredaran tabloid itu, Panwaslu sudah menginstruksikan jajarannya untuk mencari tahu. “Kami juga menginstruksikan pada Panwascam untuk aktif bergerak ke pesantren-pesantren, sebab selama ini pesantren

menjadi sasaran penyebaran tabloid tersebut,” ujar Putut Gunawarman, anggota Panwaslu saat hearing dengan komisi A kemarin. Ia berharap pesantren tidak menyebarluaskan tabloid tersebut. Pasalnya, peredaran tabloid yang isinya diduga bentuk black campaign pada capres yang akrab disapa Jokowi tersebut melanggar UU Nomor 42/2008 tentang Pemilu Presiden pasal 214 juncto Pasal 41. Mulai ayat 1 poin c yang berisi penghinaan berbentuk SARA dan poin d berisi penghasutan dan adu domba. Juga pasal 47 ayat 4 terkait media massa yang memberitakan unsur yang ada di pasal 41 tersebut. Putut mengatakan, tidak hanya media, bahkan orang yang sengaja menyebarluaskan dan menunjukkan tabloid tersebut pada orang lain juga bisa dikenakan pidana. (rf/aad/jpnn/aif)


46

EDUCATION

EXPO 2014

Jawa Pos Jumat 20 Juni 2014

Perkuat Pola Karakter, Unisma Sediakan Rusunawa UNISMA (Universitas Islam Malang) memberikan pelayanan khusus terhadap mahasiswa barunya. Melalui pola pendidikan berkarakter, mahasiswa baru yang memilih belajar di salah satu Kampus Islam terbesar di Malang itu akan mendapat pembekalan pendidikan karakter. Pembantu Rektor III Unisma, Prof Dr H Masykuri Bakri, M.Si mengatakan ada tiga hal yang akan diberikan kepada mahasiswa baru ketika masuk di Unisma. Pertama pola penerapan Halaqoh Diniyah. Dengan kegiatan ini, mahasiswa baru tidak hanya mendapat kajian Islam dari sisi normatif

seperti akidah, syariah, dan akhlak. Namun juga mengkaji Islam secara konstekstual, seperti cara berpakaian yang syariah maupun etika pergaulan. Selain itu, Unisma juga memberi jaminan terhadap mahasiswanya bisa membaca Alquran. Dalam masa pembinaan itu, ada semacam pemetaan terhadap mahasiswa yang belum bisa membaca, belum lancar membaca, dan lancar membaca Alquran. Bagi yang belum bisa membaca, akan dibantu mahasiswa yang sudah lancar membaca dengan didampingi mahasiswa senior dan dipantau oleh dosen agama. “Unisma juga merekrut mahasiswa

yang masuk di pondok pesantren Unisma, karena keterbatasan tempat yang hanya 100 kuota, maka untuk masuk di pesantren Unisma itu dilakukan tes yang sangat selektif. Nantinya diharapkan mahasiswa yang lulus di pesantren Unisma itu akan lebih siap dalam membangun pioner kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikulernya,” tegas Prof Masykuri. Tidak hanya itu, terang dia, Unisma juga menyediakan rumah susun asrama mahasiswa (Rusunawa). Penyediaan Rusun itu langkah awal untuk pembinaan mental dan spiritual, serta memberikan dorongan kepada maha-

siswa dan mahasiswi agar sepenuhnya berkonsentrasi dalam proses belajar. “Setelah adanya Rusunawa, di Unisma diharapkan mahasiswa baru  dapat membangun karakter positif untuk bekal mereka sebelum terjun ke masyarakat,” pungkasnya. Info pendaftaran Kampus Unisma Jalan MT Haryono No. 193 Telepon 0341551932. (*/abi) MEGAH: Gedung Ar Razi ini pondok pesantren mahasiswa Fakultas Kedokteran di komplek Unisma yang dilengkapi rumah susun untuk mahasiswa

ISTIMEWA

Untag Terapkan ISO 9000

SMKN 1 GLAGAH

STANDAR Mutu Internasional yang didapatkan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, tidak hanya sebatas pengakuan terhadap pemenuhan kualitas pendidikan bagi sebuah Perguruan Tinggi (PT). Namun lebih dari itu, ISO (International Organization for Standardization) 9000 merupakan serangkaian standar universal yang mengartikan sistem jaminan kualitas yang diterapkan pada Untag, telah konsisten memenuhi standar kualitas internasional. U n t u k b i s a m e l a ku k a n pendaftaran ISO 9000, sebuah Perguruan Tinggi wajib memenuhi beberapa standar jaminan kualitas tertentu dalam operasinya, dan sistem jaminan kualitas itu sendiri. Sehingga, dengan sistem yang terdapat di ISO itu, diharapkan warga yang ada di dalam kampus menjadi lebih tenang dan nyaman dalam belajar. Oleh sebab itu, Untag sebagai

GERDA SUKARNO/RaBa

TEGAP : Taruna SMKN 1 Glagah melaksanakan PBB untuk meningkatkan kedisiplinan

Isi Waktu Kosong dengan Pendidikan Berkarakter GLAGAH – Ujian Sekolah maupun Ujian Nasional, sudah selesai ditempuh. Sebentar lagi, siswa akan menunggu hasil selama mereka belajar. Saat ini ada masa kosong bagi para siswa, mereka tetap masuk sekolah namun proses pembelajaran telah selesai. Hal itu karena proses pengolahan nilai rapor masih berjalan. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Glagah, memiliki kiat jitu untuk mengisi waktu kosong tersebut . Pelatihan Baris-berbaris (PBB), sudah biasa didengar di kalangan pelajar. Biasanya, memasuki tahun ajaran baru ada materi PBB. Namun sedikit berbeda dengan PBB yang dilaksanakan di SMKN 1 Glagah ini. Pelatih inti tetap didatangkan dari kesatuan Angkatan Laut (AL), Angkatan Darat (AD), dan kepolisian, karena mereka memang ahlinya dalam baris berbaris. Tidak hanya pelatihan PBB saja, kegiatan itu dilombakan antar masing-masing Forum Program Studi yang ada di SMKN 1 Glagah. Dan yang mendampingi, mengevaluasi, sampai menilai adalah teman mereka sendiri. Para Peserta akan memperebutkan piala Kepala SMKN 1 Glagah. Kepala SMKN 1 Glagah, Paidi menjelaskan kalau selama ini untuk mengisi waktu kosong biasanya ada perlombaan bola voly, futsal, dan sebagainya. Namun setelah dievaluasi, akhir dari perlombaan tersebut sering terjadi perselisihan hingga bentrok fisik. “Sekarang metode itu kami rubah. PBB ini salah satu metode pembentukan pendidikan berkarakter,” terang Paidi didampingi Nur Aminoto dan Suroto sebagai tim pelaksana kegiatan. (*/abi)

SMK GAJAH MADA

ISTIMEWA

BEBAS BIAYA: Kepala SMK Gajah Mada Banyuwangi, Drs Jamhari MPd saat memberikan reward kepada siswa berprestasi.

Beri Beasiswa untuk Siswa Berprestasi BANYUWANGI – Untuk merangsang siswa agar rajin belajar dan menjaga prestasi sekolah, SMK Gajah Mada Banyuwangi memberikan beasiswa kepada siswa yang meraih peringkat tiga besar dalam setiap pelaksanaan ujian semester. Masing-masing kelas, akan diambil tiga siswa dengan nilai tertinggi. Siswa itu mendapat beasiswa berupa bebas biaya pendidikan selama satu semester. Beasiswa juga diberikan kepada siswa yang mampu berprestasi di bidang non akademik yang mewakili SMK Gajah Mada dalam kompetisi atau kejuaraan antar sekolah. Kepala SMK Gajah Mada, Drs Jamhari MPd mengatakan pemberian reward kepada siswa berprestasi itu bertujuan memberi semangat kepada siswa untuk saling bersaing demi meraih prestasi. Dengan pemberian beasiswa itu, siswa secara otomatis dapat menjaga dan meningkatkan nilai akademik siswa. SMK Gajah Mada memiliki lima jurusan unggulan, yaitu TKR (Teknik Kendaraan Ringan), Teknik Audio Video/Elektronika, TKJ (Teknik Komputer & Jaringan), Akuntansi, dan Multimedia. Saat ini, SMK Gajah Mada telah berhasil menjadi sekolah berstandar ISO 9001:2008 dengan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan (siswa, wali murid, dan dunia industri). (*abi)

salah satu Perguruan Tinggi pioner di Banyuwangi, menyadari pentingnya memberikan kepuasan terhadap mahasiswanya. Dengan menerapkan sungguhsungguh ISO 9000, enam program studi yang ada di Untag diharapkan bisa bersaing dengan Perguruan Tinggi lainnya. Enam program studi itu Fakultas Hukum, FISIP, Ekonomi, Pertanian, FKIP, dan Teknik. Keenam fakultas itu telah terakreditasi BAN-PT.  Untag juga pernah menjadi Perguruan Tinggi berprestasi  di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat  di Kopertis Wilayah VII Jawa Timur; Perguruan Tinggi berprestasi di bidang tata kelola  di Kopertis Wilayah VII Jawa  Timur; dan Perguruan Tinggi yang mendapatkan beasiswa  TPSDP, BBM, PPA, dan lain-lain.  Informasi pendaftaran mahasiswa baru, Jalan Adi Sucipto No. 26 Banyuwangi.(*/abi)

GERDA/RaBa

PEDULI: ABK akan mendapatkan pelayanan dalam belajar melalui pendidikan inklusif

Pendidikan Inklusif yang Ramah dan Tidak Diskriminatif PEMERATAAN akses dan peningkatan mutu pendidikan, menjadi prioritas wajib dalam pembangunan daerah di Kabupaten Banyuwangi. Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan hidup (life skill), dalam RPJMD Kabupaten Banyuwangi telah mengamanatkan pendidikan yang bermoral dan berakhlak yang mengintegrasi ilmu pengetahuan, kreativitas, inovasi keterampilan, dan sikap dalam satu kesatuan. Kemajuan pendidikan di Kabupaten Banyuwangi, dalam beberapa tahun terakhir dapat dirasakan banyak peningkatan yang signifikan. Itu dapat dilihat dari beberapa indikator, antara lain naiknya index pendidikan, angka melek huruf, dan lama sekolah. Index pendidikan di tahun 2013 di kisaran 74 lebih, angka melek huruf di tahun 2012 pada 86,6, dan di tahun 2013 naik menjadi 87,8. Angka rata-rata lama sekolah di tahun 2012 pada 6,9. Tahun 2013 sudah menjadi 7,2 tahun, masih setara dengan SMP kelas 7 (BPS 2013). Indikator lainnya, APK dan APM naik secara signifikan, APK pen-

didikan dasar sebesar 102,91, dan APM 98,4 persen. Di jenjang pendidikan menengah APK berkisar 76,68 dan APM sebesar 60,81 persen. Selisih APM untuk pendidikan dasar sebesar 1, 6 persen diprediksi masih ada anak usia sekolah 7-12 tahun dari kelompok yang termarjinalkan baik dari anak yang berkebutuhan khusus (ABK), yakni anak yang mengalami hambatan secara fisik, mental, sosial, emosional maupun anak korban trafficking, HIV/Aids, daerah terasing, anak dari keluarga miskin, untuk Banyuwangi dari affirmasi 0,07 persen usia sekolah sekitar 3.000 anak yang belum menikmati pendidikan (Bappeda Banyuwangi) Jumlah sekolah khusus (SLB) di Banyuwangi sebanyak 41 lembaga. Ini dirasa masih belum bisa menjangkau anak –anak yang berkebutuhan khusus yang tersebar di Bumi Blambangan. Kehadiran sekolah inklusif, dirasakan pas untuk menaikkan APM. Sehingga penyandang ABK tidakperlu jauh-jauh ke sekolah khusus, cukup di sekolah inklusif yang ditunjuk Dinas Pendidikan kabupaten Banyuwangi, mulai Paud, SD/MI, SMP/MTs, SMA/

SMK/MA. Pada tahun pelajaran 2013/2014, sekolah penyelenggara pendidikan inklusif di Banyuwangi jumlah PAUD ada 29, SD/MI sebanyak 44, SMP/ MTs 26 unit, dan tingkat SMA/MA sebanyak 17 unit, dan jumlah total 116 lembaga dengan menangani sekitar 188 anak ABK. Dalam mempersiapkan pendidikan inklusif di Banyuwangi, Dinas Pendidikan telah menyiapkan menunjuk sekolah penyelenggara pendidikan inklusif, pemberdayaan Guru Pembimbing Khusus(GPK) di setiap sekolah, penunjukan sekolah sumber, pilot proyek sekolah inklusif, pemberian insentif untuk GPK, pemberian bantuan operasional, dan beasiswa untuk ABK dengan menyiapkan sarana prasarana yang aksesibel yang ramah dengan ABK. Bahkan, Pemkab Banyuwangi sudah membuat trotoar, fasilitas umum yang peduli bagi penyandang disfabel atau anak berkebutuhan khusus.(*/abi)

Istimewa

STANDAR KUALITAS: Mahasiswa UNTAG saat wisuda sarjana beberapa waktu lalu


Jawa Pos

BERITA UTAMA

Jumat 20 Juni 2014

H A L A M A N

Jadi Penyangga Dua Bandara Internasional ■ JALAN...

Sambungan dari Hal 37

Selain meninjau bandara, legislator itu juga mengecek pembangunan terminal antar-moda di Pelabuhan Ketapang. Terminal antarmoda ini akan menghubungkan Stasiun Kereta Api (KA) Banyuwangi Baru, Pelabuhan Ketapang, dan Terminal Sritanjung di Desa Ketapang. “Selain bandara, kami juga ingin melihat dan memastikan pembangunan infrastruktur apa sudah ada manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Watimena.

Sementara itu, saat mendarat di Bandara Blimbingsari, rombongan DPR RI itu langsung disambut Bupati Abdullah Azwar Anas, Wabup Yusuf Widiyatmoko, dan pejabat komponen Pemkab Banyuwangi. Sebelum melakukan kunjungan ke beberapa titik lokasi, rombongan Komisi V yang terdiri atas Michael Watimena bersama Abdul Hakim (F-PKS), Bambang Sutrisna dari (F-PG), Sadarestuwati (F-PDIP) sempat mendengarkan paparan Bupati Anas tentang progress pembangunan infrastruktur di Banyuwangi.

Sebut saja, master plan Bandara Blimbingsari dengan konsep green building, pembangunan pendapa, gelanggang olah raga, stadion Diponegoro, perpustakaan, hingga dormitory tourism. Sekadar diketahui, kunker Komisi V DPR RI ini dalam rangka masa reses Persidangan III Tahun Sidang 2013-2014. Mereka akan berada di Bumi Blambangan selama dua hari. Kedatangan komisi yang membidangi Perhubungan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal ini, ingin

mengetahui beberapa permasalahan pembangunan infrastruktur di Banyuwangi, terutama pembangunan Bandara Blimbingsari. Selain itu, rombongan juga meninjau pembangunan gedung Loka Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Banyuwangi (LP3B). Mereka juga dijadwalkan meninjau Pelabuhan Ketapang. Ikut dalam rombongan Komisi V ini, Kepala PPSDM, Yudisari MM, Kadishub Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi; Kepala Balai Besar Jalan Nasional Wilayah V, Hedy Rahadian. (sgt/c1/bay)

Siagakan Ratusan Personel Keamanan ■ BESOK...

Sambungan dari Hal 37

Polres Banyuwangi menyadari betul kegiatan itu menyedot banyak pengunjung. Karena itu, petugas di bawah komando Kapolres Banyuwangi AKBP Tri Bisono Soemiharso itu akan menjaga ketat sepanjang jalur yang dilalui.

Rute yang dilalui peserta BCTR memang harus steril. Karena itu, arus lalu lintas terpaksa dialihkan. Selain dialihkan, selama balapan berlangsung, di simpang-simpang tertentu harus ditutup. Penutupan jalan itu dimulai sebelum pukul 06.00 besok. Kabag Pps Polres Banyuwangi, Kompol Sujarwo mengatakan, pihaknya berkomitmen meny-

ukseskan ajang yang memperebutkan Piala Bupati Banyuwangi itu. Untuk itu, ada beberapa langkah yang menjadi patokan agar kegiatan itu berjalan lancar dan sukses. Mengetahui peserta cukup besar, petugas kepolisian menerjunkan ratusan personel. Semua personel itu akan disebar di berbagai titik. Personel Polres Banyuwangi yang diterjunkan menca-

pai 360 orang. ‘’Kami sudah siap menyukseskan kegiatan nanti,’’ tegas Kompol Sujarwo. Menurut dia, selain melibatkan aparat kepolisian, pihaknya juga melibatkan pihak lain, yakni TNI, Satpol PP, Dishub, dan Denpom. ‘’Semua personel gabungan mencapai 575,” terangnya di sela-sela memimpin simulasi rute kemarin. (ton/c1/bay)

Rute City Tour Lebih Panjang SEMENTARA Itu, Banyuwangi City Tour dan Race (BCTR) tahun 2014 akan menempuh rute di jalanan perkotaan. Praktis, kawasan tersebut harus steril dari aktivitas. Demi suksesnya kegiatan, simulasi rute dilangsungkan kemarin. Para peserta mengawali start di depan Pendapa Shaba Swagata Blambangan. Khusus balapan, rombongan pembalap akan menempuh rute dari Jalan PB. Sudirman. Sampai Perliman, peserta akan belok kiri

melintasi Jalan KH. Wahid Hasyim. Selanjutnya, peserta akan menuju ke Jalan Pierre Tendean. Dengan demikian, rute tersebut tak sama dengan arus jalan biasanya. Setelah itu, pembalap melaju di Jalan RA Kartini, Jalan Banterang, Jalan Sritanjung. Setelah putaran terakhir pembalap akan belok ke arah Pantai Boom, Banyuwangi. Sementara itu, khusus kategori city tour, para peserta fun bike tersebut akan menem-

puh rute lebih panjang. Dengan mengawali start yang sama dan melintasi PB. Sudirman, peserta akan terus melaju ke arah Pemkab Banyuwangi melewati Jalan A. Yani. Mereka terus menempuh rute ke selatan melintasi Jalan Adi Sucipto. Setelah itu, belok ke kiri dan balik arah melintasi Jalan Kepiting. Kemudian, lurus hingga Jalan Kolonel Sugiono, Jalan MT. Hariono, dan belok ke kanan ke Jalan Piere Tendean. (ton/c1/bay)

PPDB Serentak Dimulai 1 Juli ■ SEMUA...

Sambungan dari Hal 37

Semua peserta US dari MI juga dinyatakan lulus. Rinciannya, sebanyak 105 siswa dari MI negeri dan 4752 siswa dari MI swasta. Karena itu, kata Hamami, semua siswa lulusan SD dan MI tersebut

dapat melanjutkan pendidikan ke tahap selanjutnya. Dia menambahkan, pengumuman kelulusan SD sejatinya digunakan untuk mengetahui hasil nilai ujian yang diperoleh. Nilai tersebut dapat digunakan sebagai patokan mempersiapkan sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP)

yang dituju. Menurut Hamami, penilaian skor di SLTP diambil dari 50 persen nilai ujian Nasional, 30 persen nilai ujian sekolah, dan 20 persen dari rata-rata nilai rapor semester VII sampai semester XI. Dia menjelaskan, pendaftaran SMP secara reguler dilakukan

bersamaan dengan masa pendaftaran reguler SMA. Masa pendaftaran SMP dimulai tanggal 1 Juli mendatang dengan cara online. Sekadar diketahui, Dispendik juga mulai merekap sepuluh besar rata-rata nilai ujian nasional SDN di Banyuwangi (selengkapnya lihat gambar). (mg1/c1/bay)

Selamatan di Tepi Sungai Gulung ■ KEMIREN...

Sambungan dari Hal 37

Pertunjukan ini mengangkat tema asal-usul nama Banyuwangi. Even bertajuk Kemiren Art Performance itu akan dihelat Sabtu malam (21/6) mendatang. Uniknya lagi, pertunjukan kali ini akan digelar di alam terbuka. Agar mirip cerita aslinya, pertunjukan akan digelar di tepi sungai. Sungai inilah yang digambarkan air (banyu)nya beraroma harum atau wangi setelah bercampur darah putri Sri Tanjung yang tewas ditikam suaminya, Patih Sidopekso.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, M. Yanuarto Bramuda mengatakan, melalui ajang Kemiren Art Performance kali ini, pihaknya ingin menggali ceria rakyat Banyuwangi dan menggabungkannya dengan seni dan budaya. Even tersebut akan menghadirkan nilai jual yang selanjutnya akan bermanfaat bagi masyarakat setempat. Dikatakan, untuk menyaksikan pergelaran tersebut pengunjung akan dikenakan tarif sebesar Rp 100 ribu per orang. Tanpa dinyana, dari kapasitas sekitar 200 tempat

duduk, saat ini tiket yang telah dipesan mencapai 160 lembar. Bahkan, pemesan tiket tersebut bukan hanya berasal dari Banyuwangi, jajaran Dinas Pariwisata Kediri, dan wisatawan asal Jakarta juga telah memesan tiket pergelaran tersebut. “Ini sebagai wujud apresiasi dan kepedulian pada budaya Banyuwangi,” ujar pria yang karib disapa Bram tersebut. Menurut Bram, hasil penjualan tiket pergelaran Kemiren Art Performance itu akan dikembalikan kepada masyarakat setempat. Sebagian uang itu akan dimasukkan kas masyarakat

Kemiren untuk menyukseskan kegiatan selanjutnya. Sementara itu, sebelum pergelaran cerita rakyat yang dibawakan secara live digelar, persiapan terus digeber. Bahkan kemarin (19/6), masyarakat menggelar selamatan di dua tempat berbeda untuk memohon kepada Tuhan Yang Mahaesa agar Kemiren Art Festival berjalan lancar. Selain digelar di tepi Sungai Gulung yang menjadi lokasi pertunjukan, selamatan serupa juga dilaksanakan di makam leluhur masyarakat Desa Kemiren, yakni Buyut Cili. (sgt/c1/bay)

Jadwal Sidang Lainnya Terpaksa Molor ■ JAKSA...

Sambungan dari Hal 37

Mereka terbagi di beberapa pos, mulai ruang sidang, ruang tahanan, hingga penjaga mobil tahanan. Pemetaan pengamanan itu sudah teruji. Setidaknya dalam persidangan kedua pekan lalu, aparat mampu membuat persidangan tetap berjalan aman dan lancar. Meski di luar panas, sidang tetap lancar hingga rampung. Bahkan sebelum dan sesudah sidang, terdakwa yang biasanya rawan menjadi sasaran teror itu masih bisa dikendalikan. Penjagaan petugas dengan mengawal terdakwa membuat Ahmad Rosyid dan Syaiful Hadi aman dari gangguan massa. Perhatian yang sama juga diberikan pihak kejaksaan atas keberadaan dua terdakwa. Demi keamanan terdakwa dan kelancaran sidang, kejaksaan memberlakukan pengangkutan tahanan dari lapas ke pengadilan dengan model berbeda. Bila biasanya terdakwa diangkut dari Lapas menuju pengadilan hanya sekali angkut, kini keberadaan dua tahanan remaja itu dipisah dengan tahanan lainnya. Bahkan saat tiba di PN Banyuwangi, keduanya sengaja dilewatkan pintu khusus. Mobil tahanan kejaksaan tidak menurunkan muatannya di depan gedung PN, melainkan langsung masuk di halaman belakang PN Banyuwangi.

Kondisi ini pun bulan tanpa alasan. Pengalaman-pengalaman sebelumnya, persidangan dalam kasus pembunuhan biasanya memiliki kerawanan yang tinggi. Tidak heran, banyak pihak yang ingin sidang kasus ini berjalan aman dan lancar dari awal hingga akhir. “Saya masih ingat, dulu kami pernah disandera menangani kasus pembunuhan seperti ini. Ada pihak yang tidak puas dengan hasil sidang,” kenang Eko Sutrisno, pengacara Syaiful Hadi dan Ahmad Rosyid. Imbasnya pun sudah bisa ditebak. Beberapa persidangan yang biasanya bisa berjalan beriringan pun akhirnya molor. Perubahan jadwal sidang ini, tentu membuat pelaksanaan sidang berjalan hingga sore bahkan larut malam. Situasi ini tentu saja berimbas kepada sejumlah komponen sidang lainnya seperti jaksa dan saksi. Di antara para jaksa harus rela menjalani sidang hingga sore atau malam hari. Saksi pun yang sudah datang merunut surat panggilan, tidak jarang dibuat kecele. Kesaksian yang semestinya diberikan siang di pengadilan, terpaksa ada yang bergeser sore bahkan ditunda di lain waktu. Sedangkan persidangan jagal mutilasi dengan terdakwa Abdul Rosyid dan Syaiful Hadi akhirnya harus digelar lebih dahulu. Di persidangan sendiri pun, berbeda dari persidangan umum-

nya. Lantaran terdakwa dinyatakan masih belum dewasa, persidangan berlangsung tertutup. Selain itu, beberapa komponen persidangan seperti jaksa, pengacara, dan hakim juga tampak berbeda di ruang sidang. Bila dalam persidangan umumnya komponen persidangan mengenakan toga, kini mereka hanya mengenakan busana lebih santai tanpa toga. Ketentuan berkostum tanpa toga itu memang merupakan ketentuan dalam perundangan pengadilan anak nomor 5 tahun 1997. Dalam persidangan terdakwa yang belum dewasa, hakim, pengacara, dan jaksa diperbolehkan untuk tidak mengenakan toga. Ini dimaksudkan untuk melindungi aspek psikologis anak dari rasa takut atau pun cemas. “Tujuannya agar psikis anak tetap bisa dilindungi selama persidangan,” ujar Kasipidum Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Fahmi SH. Pihak kejaksaan sudah melakukan aturan tersebut sejak terdakwa dilimpahkan. Jaksa yang menerima perkara keduanya pun sempat bertanya adanya keberatan atau adanya rasa takut dari terdakwa dengan seragam yang dikenakan saat menerima berkas perkaranya. Namun karena terdakwa tidak mempersoalkan, maka berkas itu pun diterima hingga kemudian berlanjut ke persidangan. (c1/bay)

Warga akan Mengadu ke PLN Rogojampi ■ WARGA... Sambungan dari Hal 48

“Saya mau tanya tidak berani,” katanya. Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, LPJU yang diputus aliran listriknya oleh petugas PLN di Jalan KH Sujari, Dusun Kopen, Desa Kradenan, itu jum-

lahnya sekitar 17 unit. “Sekarang akan ke masjid jadi gelap,” ujar Siti Nafiah, 54, warga lainnya. Salah satu tokoh pemuda, Heri Dwi Kurniawan, 26, mengungkapkan warga bingung atas pemutusan LPJU itu. Karena selama ini, tidak pernah ada pemberitahuan. Anehnya, jelas dia, tidak semua LPJU diputus. “Ada

yang bisa menyala, tapi banyak yang diputus,” ungkapnya. Heri menyampaikan, beberapa warga akan kembali menyambung kabel yang telah diputus oleh petugas PLN agar lampu menyala. “Orang-orang itu bingung, kalau memang salah, salahnya itu apa, kita akan manut, kok” cetusnya.

47

S A M B U N G A N

Sementara Kepala Dusun Kopen, Desa Kradenan, Adnan Rum mengaku tidak tahu menahu mengenai penyebab pemutusan aliran listrik pada LPJU yang ada di Jalan KH. Sujari itu. Rencananya, besok warga akan mengadukan kepada PLN agar diketahui penyebabnya. (sli/c1/abi)

Dilarang Menarik Jasa Parkir ■ BONGKAR...

Sambungan dari Hal 37

Ya, pada pembongkaran sebelumnya, Satpol PP memberi toleransi kepada pemilik rumah untuk membongkar sendiri kamar mandi dan musala yang berdiri di kawasan Pantai Klopoan tersebut. Nah, saat tenggat waktu pembongkaran itu berakhir kemarin, Satpol PP bersama BPKAD dan muspika setempat datang untuk melakukan pembongkaran paksa. Namun ternyata, saat petugas datang, pihak pemilik rumah tengah membongkar sendiri sisa bangunan miliknya. Lantaran pembongkaran paksa

urung dilakukan, Satpol PP memilih melakukan sosialisasi kepada para pedagang nomaden yang mangkal di sekitar Klopoan. “Kami menyosialisasikan kepada pedagang insidental itu untuk tidak mendirikan lapak di areal Klopoan,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penyidik dan Penindakan Satpol PP Banyuwangi, Ripai. Dikatakan, sejumlah pedagang yang mendirikan lapak semi permanen berukuran kecil siap membongkar sendiri lapak dagangannya. Selanjutnya, para pedagang itu akan menjajakan dagangan secara lesehan. “Pengunjung juga tetap boleh masuk kawasan Klopoan. Tetapi, kendaraan mereka, baik roda dua

maupun roda empat, tidak boleh diparkir di dalam kawasan yang akan dijadikan lokasi wisata tersebut,” cetusnya. Seperti diberitakan sebelumnya, aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bertindak tegas atas keberadaan bangunan liar di kawasan Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, kemarin. Dua rumah yang berada di areal kebun kelapa tepi pantai milik Pemkab Banyuwangi itu dibongkar paksa. Pembongkaran bangunan liar tersebut merupakan tindak lanjut rekomendasi pertemuan lintas elemen pemerintah dan masyarakat yang digelar sebelumnya. (sgt/c1/bay)

Targetkan 5 Tahun Unair Jadi UNB ■ UNTAG... Sambungan dari Hal 38

Yakni perguruan tinggi swasta (PTS) di daerah, bukan malah mematikan PTS sebagai potensi yang ada di daerah,” ujarnya didampingi ketua Persatuan Pendidikan Nasional (Perpenas) Waridjan. Menurut Tutut, Pasal 4 ayat (1) menyatakan, dalam hal terdapat kebutuhan untuk menyelenggarakan prodi di luar domisili dalam bidang dan kondisi tertentu, menteri dapat menetapkan perguruan tinggi untuk menyelenggarakan prodi tersebut. Tutut mengatakan, Pasal 4 ayat (1) tersebut merupakan pasal multitafsir (value of norm). Tidak ada kejelasan tentang prodi di luar domisili dalam bidang dan kondisi tertentu. “Ini jua bertentangan dengan fakta hukum bahwa di Banyuwangi telah lama ada PTS yang mampu menyediakan prodi sesuai kebutuhan masyarakat Banyuwangi. Lulusan PTS Banyuwangi juga telah berperan dalam dunia kerja dan membantu pembangunan di Banyuwangi,” katanya. Masih menurut Rektor Tutut, Pasal 4 ayat (1) merupakan pasal represif bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Pemaksaan pasal tersebut mengakibatkan dan berpotensi mematikan pendidikan PTS di kabupaten/ kota. “Dalam Pasal 4 ayat (2) dinyatakan ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan prodi di luar domisili dalam bidang dan kondisi tertentu sebagaimana dimaksud ayat (1), diatur oleh direktur jenderal (dirjen). Pasal 4 ayat (2) merupakan pasal multi tafsir dan bertentangan dengan fakta hukum. Peraturan dari dirjen dalam penyelenggaraan prodi Unair di Banyuwangi belum dibuat, bahkan bisa dibuat setelah penyelenggaraan prodi Unair di Banyuwangi dilakukan,” paparnya. Kesimpulannya, imbuh Tutut, Permendiknas Nomor 20 Tahun 2011 bertentangan dengan Pasal 6 ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 2004 tentang pembentukan perundang-undangan. Permendiknas itu juga bertentangan dengan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang hak asasi manusia (HAM), bertentangan dengan prinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan yang diatur Pasal 4 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. “Selain itu, Permendiknas Nomor 20 Tahun 2011 bertentangan dengan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah,” cetusnya didampingi pakar hukum tata negara Untag, Dr Didik Suhariyanto, SH.MH. Sementara itu, terkait gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), pihak Untang mengajukan gugatan terhadap Kemendikbud sebagai tergugat I, rektor Uniar sebagai tergugat II, dan Bupati Banyuwangi sebagai tergugat III. Alasan-alasan yang menjadi dasar diajukannya gugatan tata usaha negara itu antara lain, pada 21 Maret 2014, dikeluarkan surat mandat

atau surat keputusan (SK) Mendikbud 3- mengenai penyelenggaraan prodi Unair di Banyuwangi. Tutut mengaku Untag telah berusaha meminta turunan mandat atau SK itu untuk bahan kajian hukum. Namun sayang, surat mandat atau SK Mendikbud tersebut sulit diperoleh, padahal pihak Untag telah meminta kepada pihak Kemendikbud. Penyelenggaraan prodi Unair Banyuwangi, khususnya prodi akuntansi dan budidaya perikanan juga menjadi salah satu materi gugatan. Sebab, dua prodi tersebut dapat dipenuhi PTS lokal Banyuwangi. “Kami memohon PTUN menyatakan batal atau tidak sah surat mandat atau SK Mendikbud mengenai penyelenggaraan prodi di luar domisili Unair di Banyuwangi,” pintanya. Salah satu dosen Untag Banyuwangi, Bambang Basuki mengatakan, gugatan yang dilayangkan ke PTUN itu bukan soal menang atau kalah. Lebih dari itu, upaya hukum tersebut dilakukan untuk mencari keadilan. Sementara itu, berdirinya kampus Universitas Airlangga (Unair) di Banyuwangi, tampaknya bukan menjadi target akhir bagi Pemkab Banyuwangi. Setelah sukses menghadirkan kampus Unair di Kota Gandrung, Pemkab Banyuwangi ternyata masih memiliki target lain untuk menghadirkan Universitas Negeri Banyuwangi (UNB) dalam beberapa tahun ke depan. Pelaksana tugas (Plt) Kadis Pendidikan Dwi Yanto mengatakan, Pemkab Banyuwangi akan terus berikhtiar untuk terus mengembangkan kemajuan pendidikan Banyuwangi. Karena itu, Pemkab Banyuwangi akan berupaya menjadikan kehadiran kampus Unair Banyuwangi menjadi jembatan berdirinya universitas negeri mandiri dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan. “Dengan kemampuan bupati yang sangat luar biasa, kami optimistis dalam lima tahun ke depan Unair kampus Banyuwangi akan berdiri sendiri, menjadi Universitas Negeri Banyuwangi (UNB) atau nama lain yang mengandung unsur lokal Banyuwangi,” katanya. Karena itu, Pemkab Banyuwangi menyikapi secara dingin hukum yang dilakukan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi terhadap pendirian Kampus Universitas Airlangga (Unair) di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini ditanggapi dingin Pemkab Banyuwangi. Pihak pemkab menyatakan, perbedaan pendapat soal pendirian kampus Unair tersebut merupakan hal yang wajar dan harus dihormati. Dwi Yanto mengatakan, penolakan pendirian kampus Unair di Banyuwangi terjadi akibat perbedaan persepsi dalam melihat Permendiknas RI Nomor 20 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan prodi di luar domisili perguruan tinggi. Pihak Untag cenderung berpedoman pada

Pasal 3 sedangkan pihak Kemendikbud, Unair, dan Pemkab Banyuwangi berpedoman pada pasal 4 Permendiknas tersebut. Pasal 3 mengatur persyaratanpersyaratan penyelenggaraan prodi jarak jauh. Misalnya untuk memenuhi minat calon mahasiswa yang belum dapat dipenuhi perguruan tinggi setempat. Sedangkan Pasal 4 menyatakan dalam kondisi tertentu, Kemendikbud dapat menetapkan perguruan tinggi untuk menyelenggarakan prodi jarak jauh. “Jika Pasal 4 sudah dieksekusi, maka secara otomatis Pasal 3 gugur. Nah, jika Mendikbud melakukan pasal 4 sesuai peraturan yang dibuat Kemendikbud, kesalahannya yang mana?” tanya dia. Dikatakan, beberapa kenyataan yang menjadi dasar Unair layak menyelenggarakan prodi di Banyuwangi adalah, secara geografis, kondisi Banyuwangi sangat jauh dari kota lain yang memiliki PTN. Selain itu, setiap tahun rata-rata terdapat 16 ribu siswa yang lulus SMA/SMK/atau MA asal Bumi Blambangan ini. Menurut Dwi, pihak Kemendikbud, Unair, dan Pemkab Banyuwangi tidak akan gegabah hingga melakukan pelanggaran hukum. Karena itu, rencana pendirian kampus Uniar di Banyuwangi tersebut sudah melalui kajian mendalam tim hukum Kemendikbud dan para pakar hukum Unair. “Penyelenggaraan prodi Unair di Banyuwangi sudah matang. Bahkan pendaftaran online sudah dilaksanakan,” kata dia. Berdasar data calon mahasiswa yang mendaftar secara online, imbuh Dwi Yanto, diketahui minat masyarakat kuliah di Uniar Kampus Banyuwangi sangat tinggi. Terbukti, dari pagu 200 mahasiswa dari empat prodi, ternyata jumlah pendaftar mencapai 964 orang. Rinciannya, pendaftar prodi Kesehatan Masyarakat sebanyak 324 orang, kedokteran hewan 226 orang, akuntansi 234 orang, dan budi daya perairan 180 orang. “Para calon mahasiswa yang mendaftar secara online itu berasal dari seluruh Indonesia,” terangnya. Sekretaris Dispendik itu menambahkan, Pemkab Banyuwangi tidak ingin menghadirkan kompetitor bagi PTS lokal. Sebaliknya, pemkab ingin menjadi katalisator yang menggerakkan kemajuan pendidikan di Bumi Blambangan. Sebagai contoh, di PTS yang berdiri di kota-kota lain yang memiliki perguruan tinggi negeri (PTN) justru semakin berkembang. Justru PTS bisa menjalin kerja sama dengan PTN untuk meningkatkan mutu pendidikannya. Lebih jauh dikatakan, jika PTN berdiri di Banyuwangi, maka perekonomian warga Bumi Blambangan akan terdongkrak. Warga bisa membuka usaha warung, cuci pakaian, tempat kos, dan lain-lain. (sgt/c1/afi)

Beri Hadiah Lima Bibit Durian ■ KALBAR... Sambungan dari Hal 41

Tim dipimpin Jefri ini membawa beberapa anggota dari Balai Benih Induk Hortikultura dan Dinas Tanaman Pangan Dan hortikultura Provinsi Kalbar. Kedatangan tim Pemprov Kalbar itu diterima Kepala Bidang (Kabid) Hortikultura Dispertahutbun, Saipullah, untuk mengunjungi lokasi pembibitan durian merah di Jalan Brawijaya Banyuwangi. Mereka ingin belajar sistem pengembangan durian merah. Jefri menjelaskan bahwa pemerintah Kalbar ingin mengembangkan sentra kawasan hortikultura di tempatnya. “Durian merah ini memiliki ciri khas tersendiri, sehingga kita belajar sis-

tem tanaman ini,” Jelasnya. Saipullah mengatakan, durian merah akan dijadikan penunjang pariwisata di Banyuwangi. Buah ini menurutnya memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Saat ini sedang dalam proses agar Banyuwangi memiliki hak atas varietas ini. Pemerintah Banyuwangi sedang merancang makalah untuk mendukung perizinannya agar durian merah menjadi ciri khas Banyuwangi. Saipul mengungkapkan, ada beberapa buah lokal Indonesia yang kemudian diakui oleh negara lain. Hal itu terjadi karena sebelumnya pemilik pohon induk tidak mendaftarkan di Kementerian Pertanian untuk mendapat hak paten. “Pohon induknya yang berusia 270 tahun,” kata Siapullah.

Kepala Dispertahutbun Ikrori Hudanto, menyampaikan tim dari Kalbar memperoleh manfaat dari kunjungan ini. Dia menyatakan ikut senang dengan adanya dinas pertanian daerah lain yang tertarik dengan hortikultura di Banyuwangi. Ikrori menyatakan bahwa akan semakin baik jika banyak daerah yang mengembangkan tanaman lokal. “Hortikultura sendiri memiliki prospek yang baik jika bisa membaca peluang pasar,” ujarnya. Pakar taman durian merah Banyuwangi Eko Mulyanto mengatakan, pemerintah Kabupaten Banyuwangi menghadiahkan lima bibit durian merah untuk tim dari Kalbar. Dalam kunjungan itu, tim Kalbar mendapat penjelasan panjang lebar soal pengembangan durian merah. (mg1/c1/afi)

Polsek Tangkap Pengedar Togel ■ POLISI... Sambungan dari Hal 48

Tetapi karena ada unsur judi kami tangkap,” kata Kapolsek Rogojampi, AKP Toha Choiri melalui kanitreskrim, Iptu Winardi. Sementara di Polsek Muncar, polisi mengaman-

kan pelaku judi togel. Tersangka itu Makrub, 38, warga Dusun Muncar, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. “Kita tangkap di rumahnya dengan barang bukti uang Rp 161 ribu, pulpen, dan satu lembar kertas rekapan togel,” terang Kapolsek Muncar, Kompol Ary Murtini, melalui Kanitreskrim Ipda Sutarkam. (nic/c1/abi)


48

RADAR GENTENG R A D A R

Jawa Pos

Jumat 20 Juni 2014

B A N Y U W A N G I

Warga Keluhkan Pemutusan LPJU ABDUL AZIZ/RaBa

JUMBO: Warga ramai-ramai mengangkat replika kapal perang ke Sungai Tanjungrejo, Desa Kebondalem, kemarin.

Replika Kapal Perang Diarak ke Sungai BANGOREJO - Belasan replika kapal laut bakal dipastikan memeriahkan pesta perahu hias Arung Kanal 2014 yang akan di laksanakan di aliran sungai Pekalen Sampean di Dusun Tanjungrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, pada Sabtu malam (21/14). Sejumlah replika kapal pe-

rang dan penumpang dengan ukuran besar, sebagian sudah di tempatkan di sepanjang aliran sungai tersebut. Warga secara gotong royong, mengangkat replika kapal laut tersebut. “Untuk membuat kapal berukuran besar, biayanya sampai puluhan juta rupiah,” terang ketua panitia lomba perahu

hias Arung Kanal 2014, Syaman. Sebelum replika kapal di tempatkan di aliran sungai, warga mengikuti tradisi arung kanal berupa selamatan agar perayaan Arung Kanal kali ini berjalan lancar. “Kita juga menggelar ritual balang apem, ” kata Kepala Desa (Kades) Kebondalem, Iksan.

Menurut kades, perayaan perahu hias Arung Kanal kali ini akan di ikuti 15 replika kapal mulai ukuran besar, sedang, dan kecil. “Semua biaya kegiatan ini murni dari swadaya masyarakat Desa Kebondalem, itu demi melestarikan peninggalan budaya dan akan terus di lestarikan,” ungkapnya. (azi/c1/abi)

Polisi Garuk Judi Domino dan Togel ROGOJAMPI - Mendekati Ramadan, aparat kepolisian semakin gencar menggelar razia penyakit masyarakat (pekat). Ini seperti yang dilakukan Polsek Rogojampi dan Polsek Muncar dengan menggaruk pelaku judi . Anggota Polsek Rogojampi berhasil mengamankan tiga pejudi karena diduga main judi domino di tempat hajatan warga di Dusun Sumbersari, Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi. Ketiga pelaku itu Sumardi, 48, warga Sumbersari, Desa

Mangir; Yadi Sutrisno, 20, dan Sukirman 44, warga Dusun Pekiwen, Desa Kaligung, Kecamatan Rogojampi. Dari tangan para tersangka itu, polisi menyita dua set kartu domino, uang tunai Rp 104 ribu. Dalam keterangannya pada polisi, ketiga tersangka berdalih menggelar permainan domino yang disertai taruhan uang karena iseng. Itu dilakukan di sela-sela bergadang di acara pesta hajatan warga. “Mereka mengaku iseng n  Baca Polisi...Hal 47

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

BUAH ISENG: Keempat tersangka judi domino saat berada di Mapolsek Rogojampi kemarin.

PURWOHARJO - Warga di Dusun Kopen, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, terutama yang tinggal di sepanjang Jalan KH. Sujari kini resah. Lampu penerangan jalan umum (LPJU) di kampungnya sudah tiga hari terakhir tidak menyala. LPJU di jalur desa itu, mati karena ada pemutusan aliran listrik yang dilakukan oleh petugas PLN. Warga di kampung itu tidak tahu penyebab pemutusan tersebut. “Sekarang kalau malam jadi gelap, lampu jalan (LPJU) mati semua,” cetus salah satu warga setempat Masrikatin, 55. Menurut Masrikatin, petugas yang telah memutus aliran listrik pada LPJU itu berjumlah sekitar lima orang. Mereka datang dengan mengendarai mobil Mitsubishi L300. Tanpa memberitahukan pada warga, mereka itu langsung melakukan pemutusan n

SHULHAN HADI/RaBa

 Baca Warga...Hal 47

PADAM: Warga menunjukkan LPJU yang kini tidak lagi menyala


Radar Banyuwangi | 20 Juni 2014