Issuu on Google+

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

SENIN 20 JANUARI TAHUN 2014

Eceran Rp 5.750

29

Bersatu, Berkumpul, Semua Lebih Untung

OLEH:

R. Bayu Saksono

SATU kawasan di Jalan MH. Thamrin, Banyuwangi, tampak berderet penjual helm. Ada beberapa pedagang helm berjejer di kampung Gentengan tersebut. Ada yang berdampingan, ada pula toko helm yang berhadapan. Barang yang mereka jual bervariasi. Ada yang stoknya sama, ada pula yang menjual helm jenis tertentu. Yang jelas, mereka tetap eksis ber-

jualan helm bersama-sama di lokasi yang berdekatan, dan di jalan yang sama pula. Dalam bisnis apa pun, persaingan selalu ada. Yang membedakan hanya skala persaingan, serta wujudnya yang terbuka atau yang samar-samar. Tak dapat dimungkiri, dalam bisnis helm di kampung tersebut, n

TETAP EKSIS: Kios penjual helm yang berdiri di sepanjang jalan MH. Thamrin Banyuwangi.

 Baca Bersatu...Hal 39

Masih Ada Seribu Lebih Pemilih Fiktif

Terlihat Lebih Ramping dan Hijau BANYUWANGI – Kendati renovasi belum tuntas, namun wajah Pendapa Shaba Swagata Blambangan sudah jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Saat ini, bangunan pendapa terlihat lebih ramping dan lebih hijau karena dilengkapi taman rumput di sekelilingnya.

Pada APBD 2013 lalu, Pemkab Banyuwangi menggelontor dana Rp 1,6 miliar untuk mengembalikan bangunan pendapa pada arsitektur aslinya. Ada beberapa perubahan mendasar pada renovasi gedung pendapa. Pertama pada bangunan lantai. Jika semula lan-

tai pendapa menggunakan keramik, kini ganti menggunakan ubin klasik seperti awal pendapa itu dibangun. Selain itu, beberapa bangunan ruangan yang ada di pojok timur dan barat pada sisi utara pendapa juga dibongkar. Setelah dilakukan renovasi, hall pendapa terlihat lapang. Patung ular berkepala manusia yang terletak di atap pendapa juga dihilangkan. (afi/aif)

GALIH COKRO/RaBa

HABISKAN RP 1,6 MILIAR: Setelah direnovasi, wajah baru Pendapa Shaba Swagata Blambangan kini kembali pada bentuk arsitektur aslinya.

BANYUWANGI - Daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 9 April 2014 mengalami penyusutan hingga sekitar 1.060 orang. Sehingga aijumlah DPT hasil perbaikan berubah menjadi 1.253.294 orang dari DPT yang ditetapkan 30 November 2013 sebanyak 1.254.354 orang. Perubahan jumlah DPT hasil perbaikan itu disahkan dalam rapat pleno KPU yang dilaksanakan di Hotel Tanjung Asri kemarin malam (18/1). “Perbaikan DPT ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Bawaslu atas DPT yang ditetapkan 30 November 2013

lalu,” ungkap Ketua Pokja DPT KPU, Atim Hariyadi. Atim menjelaskan, setelah KPU m menetapkan jumlah DPT pada 30 November 2013 lalu, Bawaslu mengeluarkan rekomendasi agar DPT yang ditetapkan dilakukan penelitian ulang. Pengawas pemilu itu masih menemukan adanya n nama ganda, meningggal dunia, pindah domisili, dan nama fiktif dalam DPT itu. Atas rekomendasi itu, kata dia, KPU pusat menginstruksikan KPU Banyuwangi menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu n  Baca KPU...Hal 39

Protes Pengelolaan Pulau Merah Banyak Uang Masuk, Tidak Ada Kejelasan

POLITIK

Wiranto: Momentum Jaring Atlet Nasional PUTARAN final Piala Dunia 2014 sudah di depan mata. Namun sangat disayangkan, selama ini rakyat Indonesia hanya menjadi penonton setia dari kepiawaian pemain asing. Menurut Ketua Dewan Pembina Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (Basri) Wiranto, hal itu sangat dilematis ditengah ledakan penduduk Indonesia yang terus terjadi  tiap tahunnya. Untuk itu perlu dilakukan format ulang pencarian bibit hingga ke tingkat kampung atau desa n

PESANGGARAN - Puluhan warga pesisir Pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, melakukan aksi unjuk rasa, Sabtu kemarin. Mereka menolak pungutan tiket masuk kawasan wisata tersebut yang dilakukan oleh kelompok kerja (pokja) pariwisata setempat. Aksi massa ini dipicu ketidakjelasan pengelolaan taman wisata Pantai Pulau Merah yang dinilai tidak transparan. Misalkan pungutan tiket yang dilakukan oleh pokja senilai Rp 3.000. Namun, dalam praktiknya wisatawan yang ingin berkunjung membayar Rp 5.000. Gesekan antara Perhutani Banyuwangi Selatan selaku pihak yang membentuk pokja wisata dan warga kerap terjadi n  Baca Protes...Hal 39

Pengunjung Kurang Perhatikan Kebersihan

 Baca Wiranto...Hal 39

F

emal

E

ISTIMEWA

PROTES: Warga Desa Sumberagung melakukan aksi protes di Pantai Pulau Merah.

Tari Gandrung Nomor 1 SEBAGAI warga lokal Banyuwangi, Meita Primastuti, 21, merasa memiliki kewajiban menjadikan tari gandrung seb sebagai tuan rumah sendi Dia pun ingin di daerahnya sendiri. langsun dalam upaya terlibat langsung pelestarian ke kesenian lokal peninggalan lel leluhur masyarakat Bumi Blambangan Blam tersebut. Sejak u usia SD, cewek yang bertempat tin tinggal di jalan Ijen, kawasan Pabrik Kertas Basuki Rahmat (PKBR), Kelurahan Singotrunan, Banyuwangi, ini sudah mulai menggeluti les tari tradisional. Kegiatan itu dia lakoni sampai lulus SMP n  Baca Tari... Hal 39 GALIH COKRO/RaBa

http://www.radarbanyuwangi.co.id

SHULHAN HADI/RaBa

DIBANJIRI WISATAWAN: Pemandangan indah Pantai Pulau Merah kadang ternoda dengan ulah pengunjung yang membuang sampah sembarangan.

SEMENTARA itu, banyaknya wisatawan yang mengunjungi kawasan Pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran ternyata menyisakan persoalan. Beberapa wisatawan ternyata kurang meperhatikan kebersihan dan kesadaran dalam membuang sampah. Seperti yang terlihat kemarin seiring ramainya pengunjung yang

memadati Pulau Merah. Sampah berserakan di mana-mana. Meski tidak sampai menggunung, namun kondisi ini mengusik kenyamanan beberapa penunjung. Salah seorang pengunjung asal Jember Sari menuturkan, pemandangan di Pantai Pulau Merah sangat bagus. Namun, dia menyayang-

kan beberapa sampah yang tampak berserakan. Dibandingkan dengan objek wisata di daerahnya, Pantai Watu Ulo, Pantai Pulau Merah jauh lebih bagus. Namun dia menilai penanganan kebersiahan masih perlu dikembangakan. “Sampahnya Mas, kok mulai mengganggu,” keluhnya n  Baca Pengunjung...Hal 39

Choiri Zen, Politisi Senior Putuskan Pensiun dari Kursi DPRD

Konsentrasi Urus Pesantren dan KBIH Di antara delapan anggota DPRD Banyuwangi yang memutuskan hengkang dari gedung wakil rakyat salah satunya adalah, H.A. Choiri Zen. Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Nasional Ulama (FPKNU) itu memutuskan turun panggung politik dan kembali ke basic awal sebelum jadi politisi. AF.ICHSAN RASYID, Banyuwangi Choiri Zein tergolong politisi senior di kalangan di DPRD Banyuwangi. Tercatat sepuluh tahun lamanya, dia duduk sebagai anggota DPRD. Sekarang ini, periode kedua dia menjabat anggota DPRD yang berangkat dari kendaran PKNU. Periode sebelumnya (Pemilu

Januari, anggota KPU belum gajian

2004-2009), dia menjadi wakil rakyat dari PKB. Pada Pemilu 2014 nanti, Choiri Zein tak lagi maju sebagai caleg. Meski tidak nyaleg, dia menolak disebut sebagai periode pertama dan terakhirnya sebagai anggota DPRD. Politisi yang tinggal di Rogojampi itu belum menyatakan pensiun total dari aktivitas politik. “Untuk pemilu 2014 nanti, saya putuskan istirahat dulu. Kalau masih ada umur, Pemilu lagi insyallah aktif lagi,” ujarnya. Meski masih berniat maju lagi sebagai caleg, namun Choiri hingga kini masih istiqomah atau konsisten memilih PKNU sebagai rumah politiknya. PKNU sudah kandas menjadi peserta Pemilu 2014, namun Choiri sama sekali tidak tergoda untuk loncat partai seperti yang dilakukan rekanrekannya di PKNU n

Doc.RaBa

 Baca Konsentrasi...Hal 39

POLITISI SENIOR: Choiri Zein di kantor DPRD Banyuwangi.

Kerja dulu, baru ngomong soal duit!

Pendapa kini terlihat lebih ramping dan hijau Dan nggak angker lagi, hantu ular berkepala manusia sudah lenyap!

email: radarbwi@gmail.com/beritaraba@gmail.com


30

Senin 20 Januari 2014

ADA APA LAGI

Yayasan MAB Desak Pengurus PD Minta Maaf BANYUWANGI - Kalangan pengurus dan takmir Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi meradang. Mereka merasa kecolongan dengan adanya kegiatan politik yang dilakukan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Banyuwangi di tempat ibadah umat Islam terbesar di Bumi Blambangan tersebut. Pasalnya, masjid merupakan milik semua golongan dan tidak boleh dipolitisasi. Ketua Umum Yayasan MAB Banyuwangi, KH. Habib M Mahdi Hasan mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan kegiatan politik yang dilakukan di ruang utama MAB tersebut. Apalagi, beberapa perempuan yang mengikuti kegiatan di dalam masjid, itu tampak tidak mengenakan jilbab. “Ini sangat melukai perasaan seluruh jamaah masjid,” ujarnya melalui sambungan telepon kemarin (19/1). Menurut Mahdi Hasan, sebelum melakukan kegiatan politik yang dilakukan MAB, tersebut pihak penyelenggara kegiatan tidak lapor kepada yayasan maupun takmir masjid. “Jangan hanya lapor kepada satu orang, harus lapor kepada yayasan dan takmir secara kelembagaan, bahkan juga harus meminta persetujuan kepada seluruh jamaah masjid, karena ada warga yang melakukan kegiatan politik di tempat ibadah umat muslim. Itu pun belum tentu disetujui,” sesalnya. Habib Mahdi Hasan mendesak DPC Partai Demokrat, terutama ketua DPC partai berlambang Mercy itu untuk meminta maaf. “Sekali lagi, perasaan jamaah masjid sangat terluka,” jelasnya. Seperti diketahui, DPC PD Banyuwangi memberangkatkan rombongan peserta pelatihan garmen ke Jakarta di MAB Sabtu lalu (19/1). Acara pemberangkatan, itu dipimpin langsung ketua DPC PD Banyuwangi, Michael Edi Hariyanto. “Kami tidak ada masalah dengan partai mana pun. Masalahnya, kegiatan tersebut dilakukan di masjid. Masjid tidak boleh dipolitisasi” pungkas Mahdi Hasan. Sayang, hingga berita ini ditulis tadi malam, belum ada tanggapan dari DPC PD Banyuwangi. Saat wartawan koran ini mencoba menghubungi nomor ponsel ketua DPC PD Banyuwangi untuk meminta klarifikasi, nomor tersebut tidak aktif. (sgt/aif)

Disapu Angin, 8 Rumah Rusak KALIBARU - Angin kencang melanda wilayah selatan dan barat Banyuwangi Sabtu sore (18/1) kemarin. Fenomena alam itu mengakibatkan delapan rumah rusak tertimpa pohon. Beruntung, tidak ada korban jiwa pada peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 tersebut. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, satu rumah di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru rusak berat tertimpa pohon tumbang. Tidak hanya itu, enam rumah lain men-

tertimpa pohon,” ujarnya dikonfirmasi via sambungan telepon kemarin (19/1). Joko menambahkan, tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Pihaknya juga masih menghitung kerugian yang ditimbulkan. “Tadi (kemarin), tim dari kabupaten, yakni dari BPBD; Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), dan Palang Merah Indonesia (PMI) langsung turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan bahan makanan dan sejumlah bantuan lain,” cetusnya. (sgt/aif)

galami kerusakan ringan akibat terkena ranting pohon lain yang juga tumbang. Peristiwa serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Srono. Di kecamatan yang satu ini, satu rumah juga rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Joko Sugeng membenarkan peristiwa tersebut. “Di Srono, satu rumah rusak tertimpa pohon. Sedangkan di Kalibaru, enam rumah rusak ringan terkena ranting pohon, satu rumah lainnya rusak cukup parah akibat

PENCURIAN

Punya Utang Pacar, Curi Sepeda Pancal GENTENG – Sungguh mengenaskan nasib yang menimpa Afan Hansi,22, warga Dusun Tegal Pakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru. Malu karena punya utang Rp 50 ribu kepada pacarnya, dia nekat mencuri sebuah sepeda pancal kemarin. Apesnya, perbuatan tersebut diketahui oleh pemilik sepeda pancal, hingga akhirnya Afan harus berurusan dengan polisi dan dia dijebloskan ke ruang tahanan Mapolsek Genteng. Diperoleh keterangan, kasus tersebut bermula ketika Afan hendak menyusul pacarnya di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Pagi itu, dia berangkat dari rumahnya dengan naik bus dan turun di terminal Lama Genteng. Saat turun dari bus, Afan merasa kebingungan untuk menemui pacarnya. Sebab punya hutang Rp 50 ribu. “Meski pacar saya tidak menagih, tapi saya merasa tidak enak sendiri,” kata ABDUL AZIZ/RaBa Afan ditemui di Mapolsek Afan Hansi Genteng kemarin. Karena merasa bingung, Afan akhirnya mondar-mandir di sekitar Terminal Genteng, hingga akhirnya dia melihat sebuah sepeda pancal di parkir di depan Salon San-San barat terminal Lama Genteng. Karena melihat situasi sepi, tanpa pikir panjang Afan langsung membawa sepeda mancal tersebut dan menaikinya ke arah barat. Ketika sampai di pertigaan Desa Setail, barat jembatan Kalisetail Genteng, dia belok kearah Tegalsari. Namun, baru beberapa meter dia belok ke arah selatan, mendadak ada dua wanita naik motor berboncengan menghadang persis di depannya. “Ternyata perempuan yang dibonceng itu yang punya sepeda,” akunya dengan nada memelas. Setelah sempat cek cok selama beberapa menit di tepi jalan, Afan dan pemilik sepeda kemudian sepakat sama-sama melanjutkan pembocaraan di Salon San-San Genteng. “Saya maunya minta maaf dan saya selesaikan secara kekeluargaan, tapi nggak tahunya saya dilaporkan ke polisi,” keluhnya. (azi/aif)

ABDUL AZIZ/RABA

TIDAK STANDAR: Tujuh sepeda motor protolan yang terjaring razia kini diamankan di Mapolsek Genteng.

Amankan Tujuh Motor Protolan

GENTENG – Maraknya aksi balap liar belakangan ini membuat aparat kepolisian Genteng kian gencar melakukan operasi penertiban terhadap sepeda motor tak berstandar. Kemarin malam, anggota Satlantas Polsek Genteng di bawah komando Iptu Gunawan melakukan operasi penertiban motor protolan. Hasilnya, sebanyak tujuh motor tanpa pelat motor kena tilang. Sebagian dari kendaran yang diamankan itu juga dimodifikasi. Mereka terjaring razia sat

BANYUWANGI - Hujan yang kerap melanda wilayah Banyuwangi dan sekitarnya sejak beberapa pekan terakhir tampaknya belum berdampak pada penurunan produktivitas tanaman bumbu. Setidaknya itu

terbukti dengan melimpahnya stok bumbu milik pada pedagang di Pasar Banyuwangi. Konsumen pun bisa sedikit tersenyum. Pasalnya, stok yang melimpah tersebut mengakibatkan harga bumbu masak

di pasaran turun signifikan. Tidak tanggung-tanggung, penurunan harga bumbu di pasaran berkisar antara Rp 5 ribu per Kilogram (Kg) sampai Rp 10 ribu per Kg n  Baca Harga...Hal 39

SMAN 1 BANYUWANGI

Siap Menuju Adiwiyata Mandiri SIGIT HARIYADI/RaBa

TURUN HARGA: Pedagang bumbu menjajakan dagangan di lorong dalam Pasar Banyuwangi kemarin.

Peringati Maulid, Gelar Lomba Zikir

ISTIMEWA

NUANSA RELIGI: Salah satu penampilan peserta dalam lomba zikir Maulid di SDN Kepatihan.

berlokasi di jalan RA Kartini tersebut. Usai arak-arakan dilanujtkan siraman rohani. Dan pada puncak acara, sekitar 60 kelompok dari berbagai sekolah di bawah Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) kecamatan Banyuwangi memamerkan kepiawaiannya

helm, motornya diprotoli dan tidak membawa surat-surat kelengkapan sepeda motor,” tuturnya. Selain pelanggaran berupa motor yang dimodifikasi dan tidak membawa surat lengkap, banyak pengemudi kendaraan yang didominasi anak muda tersebut cenderung melanggar tertib lalu lintas. Karena maraknya konvoi kendaraan disertai dengan banyaknya pelanggaran itulah, dia dan jajarannya melakukan operasi setiap Sabtu malam Minggu. “Kita operasi terus,” tandasnya. (azi/aif)

Harga Bumbu Dapur Anjlok

SDN KEPATIHAN

BANYUWANGI – Ada banyak cara dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad. Di Banyuwangi, tradisi endog-endogan tampaknya sudah melekat dengan peringatan Maulid Nabi. Mulai tingkat RT, kecamatan, dan instansi pemerintah maupun sekolah-sekolah memperingati Maulid dengan endog-endogan. Seperti yang dilakukan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kepatihan ini. Selain endog-endogan, sekolah tersebut juga menggelar berbagai lomba. bernuansa religi, yakni lomba zikir bagi siswa SD dan Madrasah ibtidaiyah (MI) seKecamatan Banyuwangi. Acara diawali arak-arakan endog-endogan yang diikuti seluruh siswa SDN Kepatihan dan berakhir di halaman SD yang

melintas di Jalan Gajah Mada depan Terminal Lama Kota Genteng. Kapolsek Genteng Kompol Riamun melalui Kanitlantas Genteng Iptu Gunawan mengatakan, operasi penertiba sepeda motor tersebut sengaja dilakukan karena setiap Sabtu malam Minggu Kota Genteng selalu ramai dengan konvoi motor anak muda. Namun, ramainya konvoi kendaraan para anak muda tersebut ternyata juga dibarengi dengan banyaknya pelanggaran. “Banyak yang tak memakai

masing-masing. Ada yang hafal doa berzikir yang dikemas dengan musik rebana hingga nyanyian bernuansa Islami. Ketua UPTD Kecamatan Banyuwangi, Nurhamim mengatakan, peringatan hari besar agama Islam tentunya tidak

hanya melestarikan budaya lokal yang sudah ada. “ Lebih bijaksana memperingati hari kebesaran agama juga1 bernuansa agama,” terang Nurhamim yang duduk di kursi deretan depan sembari menyaksikan lomba zikir. (adv)

BANYUWANGI – Usai menerima piagam penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Nasional dari Bupati Banyuwangi pada upacara hari kesadaran nasional pada hari Jum’at lalu (17/1). SMAN 1 Banyuwangi langsung mengkirab piagam dan replika piala Adiwiyata Nasioanl dengan cara unik yakni berjalan kaki dari kantor Pemkab Banyuwangi menuju SMAN 1 Banyuwangi. Dalam kirab ini SMAN 1 Banyuwangi menampilkan monster sampah yang merupakan salah satu ikon SMAN 1 Banyuwangi dalam pemanfaatan limbah sampah. Tidak ketinggalan sloganslogan tentang lingkungan hidup beserta ajakan untuk melestarikan lingkungan agar tertata rapi, bersih dan sehat disampaikan lewat baner yang dibawa peserta kirab. Sukses SMAN 1 Banyuwangi meraih sekolah Adiwiyata Nasional merupakan bentuk komitmen bersama mulai dari kepala sekolah, guru, tim Adiwiyata SMAN 1 Banyuwangi, siswa didik, tenaga kependidikan, komite sekolah dan masyarakat sekitar. Kepala SMAN 1 Banyuwangi Drs. Istu Handono M.Pd mengatakan, mempertahankan dan mengembangkan kedepan agar lebih baik itulah target sekolah

BENNY SISWANTO/RABA

KOMPAK: Ketua tim Adiwiyata SMAN 1 Banyuwangi Agus Riyono, M.Pd (baju batik) bersama kader peduli lingkungan Baret Hijau SMAN 1 Banyuwangi memegang replika piala dan piagam penghargaan Adwiyata Nasional.

kami setelah meraih predikat sekolah Adiwiyata Nasional. Tim Adiwiyata SMAN 1 Banyuwangi segera melakukan sosialisasi Adiwiyata ke beberapa sekolah di Banyuwangi. “Sepuluh sekolah nanti akan kami pilih menjadi sekolah binaan Adiwiyata sekolah kami,’’ jelas Istu. Dalam kesempatan itu, Istu mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi, BLH Banyuwangi dan Dinas Pendidikan Banyuwangi atas

kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada SMAN 1 Banyuwangi. ”Tidak ketinggalan kepada seluruh keluarga besar SMAN 1 Banyuwangi, mitra kerja dan relasi yang turut membantu suksesnya sekolah kami menjadi sekolah Adiwiyata Nasional. Mohon doa restu dan dukungannya agar SMAN 1 Banyuwangi nanti menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri karena ini adalah kebanggaan bersama masyarakat Banyuwangi,’’ harap Istu. (adv)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti . Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


4#&#421.+6+-

Senin 20 Januari 2014

31

PANGGUNG PEMILU

ISTIMEWA

Perjuangkan Wong Cilik SONNY T. Danaparamita adalah salah satu calon anggota legislatif (caleg) DPR-RI asli Banyuwangi. Pria kelahiran Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng ini akan maju sebagai caleg DPR-RI dari daerah pemilihan (dapil) III Jatim yang meliputi Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. Dia berangkat dari partai PDI Perjuangan dengan nomor urut 2. Pengalaman dan kualifikasinya berorganisasi di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menjadikan sosok muda ini dikenal luas di dapil 3 Jatim. Komitmennya dalam memperjuangkan wong cilik serta kekonsistennya pada Marhaenisme memantapkan Sonny bergabung dalam PDI Perjuangan. “Semasa kuliah dulu, kami sering aktif mendampingi masyarakat yang merasa tertindas untuk mendapat keadilan. Oleh karena itu, dengan melihat langsung detak kehidupan rakyat maka kita akan semakin tahu arti kehidupan,” kata alumni Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember itu. Pria yang dipercaya menjadi Wakil Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Alumni GMNI ini memiliki prinsip hidup yang diajarkan kedua orang tuanya. Sonny mendapatkan banyak pelajaran dari kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai guru. “Saya dituntun untuk menjalankan apa yang disebut pengabdian kepada bangsa dan pengabdian kepada Tuhannya. Oleh karena itu, selama hidup saya hingga saat ini saya aktif berorganisasi. Dengan begitu saya bisa mengabdi untuk masyarakat,” pungkas pria yang pernah menjadi Sekjen Presidium GMNI itu. (*/aif)

KPU

Anggota Belum Gajian BANYUWANGI - Meski bulan Januari sudah berjalan 19 hari, namun komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi belum juga ngajian. Ngaji bulan Januari lima anggota komisi penyelenggara Pemilu tidak kunjung cair dari kas negara. Selain gaji anggota KPU, tunjangan sekretaris KPU Bambang Santoso juga masih ngadat. Sejatinya, gaji anggota dan tunjangan sekretaris KPU sudah cair pada tanggal tiga setiap bulan. Namun yang terjadi pada awal tahun ini, gaji mereka belum cair juga. Belum ada tanda-tanda kapan gaji penyelenggara pesta demokrasi itu akan cair. Untuk gaji sekretaris KPU dan beberapa pejabat KPU lainnya tidak ada persoalan karena tercatat sebagai pegawai negeri sipil daerah (PNSD) yang setiap bulan gajinya diterima langsung melalui rekening pribadi. Hal yang sama juga terjadi pada pegawai organik KPU yang status kepegawaiannya sebagai PNS pusat dibawa kendali sekretariat Jenderal KPU. “Hanya gaji anggota dan tunjangan sekretaris KPU saja yang belum cair,” ungkap Bambang Santoso. Menurut Bambang, gaji anggota KPU telat karena masih proses pencairan di Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN) Banyuwangi. Pada setiap awal tahun, proses pencairan gaji anggota KPU selalu molor beberapa hari karena prosesnya agak panjang. Proses pencairan itu dilakukan setelah pihaknya menerima daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dari pemerintah pusat. DIPA KPU tahun 2014 sudah diberikan melalui Bupati Abdullah Azwar Anas dan diterima anggota KPU Irfan Hidayat. Setelah DIPA diterima, kata Bambang, pihaknya langsung memproses pencairan anggaran dana operasional KPU Banyuwangi. Termasuk di dalamnya gaji dan beberapa honor anggota KPU dan sekretaris KPU. “Sekarang masih dalam proses pencairan di KPKN. Insyallah bulan ini prosesnya sudah selesai,” kata Bambang. Selain memproses pencairan anggaran rutin KPU, Bambang juga mengaku sedang memproses pencairan beberapa anggaran pelaksanaan Pemilu 2014. Pada tahun 2014 ini, DIPA KPU selain meng-cover anggaran rutin, juga meng-cover beberapa anggaran untuk kegiatan pelaksanaan Pemilu 9 April 2014. (afi/aif)

Abdullah Azwar Anas

EDY SUPRIYONO/RABA

BELUM MERATA: Satpol PP saat menertibkan atribut caleg di wilayah kota Situbondo, Jumat lalu (17/1). Sayang, penertiban belum merambah ke desa dan kecamatan.

Desa Belum Tersentuh Penertiban SITUBONDO - Penertiban alat peraga milik calon anggota legislatif (caleg) atau pun partai politik ternyata belum menyeluruh hingga ke desa-desa. Hingga kemarin, masih sangat mudah dijumpai alat peraga milik caleg atau pun parpol yang begitu kerap berjejer di sepanjang jalan-jalan desa. Dengan demikian, keadaan bersih dari alat peraga baru terlihat di wilayah kota. Saat koran ini kemarin melintas di Desa Peleyan hingga ke Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, di pinggir jalan

masih sangat banyak baliho atau poster calon anggota legislatif yang terpampang nyaman. Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten, Eko K Kusumo mengungkapkan, untuk pembersihan atau penertiban alat peraga di wilayah kecamatan atau desa, menyesuaikan dengan rakor muspika masing-masing. “Kalau di wilayah kota dan sekitarnya itu hanya sebagai permulaan, di kecamatan yang lain ya terserah kesepakatan masing-masing muspika,” terangnya.

Eko menegaskan waktu penertiban yang dilakukan panwaslu bisa dikatakan berkala selama masa kampanye. “Artinya, sepanjang masa pengawasan sampai dengan April 2014 nanti, kita akan terus merekomendasikan kepada pemda untuk melakukan penertiban kepada alat peraga yang memang menyalahi aturan,” tegasnya. Menurut pengacara tersebut, khusus penempatan alat peraga, setiap caleg hanya diperbolehkan memasang satu spanduk dalam satu zona, atau satu kelurahan/desa. Partai pun diberi satu

kesempatan memamsang satu baliho/ bendera di tiap zona. “Jika lebih dari satu maka pasti kita lakukan penertiban,” tegas Eko. Sementara itu, Kasatpol PP Pemkab Situbondo, Agung Bintoro mengungkapkan, alat peraga yang telah diamankan bisa diambil kembali oleh caleg atau parpol yang bersangkutan. Yang terpenting mengisi berita acara penyerahan dan tidak dipasang lagi di tempat-tempat yang dilarang dalam SKB (surat kesepakatan bersama). (pri/aif)

23 Peserta Ikuti Seleksi PPL Sanggar

SIGIT HARIYADI/RaBa

SERIUS: Anggota PPK Banyuwangi menguji kesiapan calon anggota PPS kemarin.

PESANGGARAN – Sebanyak 23 orang kemarin mengikuti proses seleksi panitia pengawas lapangan (PPL) di Kantor Kecamatan Pesanggaran, kemarin. Seleksi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan PPL di Kecamatan Pesanggaran. Menurut ketua Panwascam Pesanggaran Marniadi, sebenarnya jumlah pendaftar mencapai 25 orang. Namun saat dilangsungkan proses seleksi dua orang menyatakan diri berhalangan karena sakit. Menyikapi hal itu pihaknya akan tetap menyeleksi dua orang yang kebetulan

sedang berhalangan. Kualitas PPL untuk saat ini cukup bagus. Dia berharap wajah-wajah baru ini bias mengisi dengan lebih baik. “Rata-rata masih muda dan latar belakang pendidikannya lumayan, semoga bisa diajak kerjasama dengan baik.”Harapnya. Adi menambahkan, persoalan pemilu di Kecamatan Pesanggaran selama ini bias dibilang tidak ada. Hal ini dikarenakan komunikasi antara panwas dengan pihak calon legislatif cukup baik. Apalagi jika mereka berasal dari dalam Kecamatan Pesanggaran. (mg1/aif)

PPS se-Banyuwangi Jalani Assessment BANYUWANGI - Dua hari pasca dilantik, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Banyuwangi langsung bergerak. Para anggota panitia penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) tingkat kecamatan, itu melakukan penilaian (assessment) terhadap para mantan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) Jatim 2013 se-Kecamatan Banyuwangi kemarin (19/1). Assessment dilakukan lantaran masa tugas PPS Pilgub telah berakhir Desember 2013. Nah, mereka menjalani penilaian sekaligus evaluasi kinerja sebelum diangkat menjadi PPS pada proses Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014 mendatang. Pada proses assessment yang dilaksanakan di kantor Kecamatan Banyuwangi, tersebut

PPK Banyuwangi menanyakan kesanggupan para mantan anggota PPS Pilgub, itu untuk kembali bertugas menjadi panitia penyelenggara Pemilu tingkat desa/kelurahan. Selain itu, PPK Banyuwangi melakukan evaluasi kinerja masing-masing anggota PPS selama bertugas “mengawal” Pilgub 2013 yang lalu. Ketua PPK Banyuwangi, Eko Luhur Pambudi mengatakan, proses assessment kemarin diikuti 54 mantan anggota PPS Pilgub Jatim se-Kecamatan Banyuwangi. “Materi utama yang kami tanyakan kepada para mantan anggota PPS adalah kesanggupan untuk menjadi anggota PPS kembali, termasuk kesediaan bekerja paro waktu. Artinya, kapan pun dibutuhkan, mereka harus siap,” ujarnya. Dikatakan, selain mempertanyakan kesanggupan kembali bertugas sebagai anggota PPS,

pada proses assessment kemarin PPK Banyuwangi juga melakukan evaluasi kinerja 54 mantan anggota PPS dari 18 kelurahan se-Banyuwangi. “Jika ada yang tidak bersedia kembali menjadi anggota PPS atau ada yang tidak memenuhi syarat, kita akan melakukan penggantian,” tegasnya. (sgt/aif)

SHULHAN HADI/RaBa

TELITI: Para peserta seleksi sedang menjawab ujian yang dilaksanakan di aula kantor kecamatan Pesanggaran kemarin (19/1).


EMAIL

RANTAU Tradisi Thariqat dan Pengembangan Peradaban Terima Kasih Kepada Pahlawan Banyuwangi

32

dari

Senin 20 Januari 2014

Wajah Persamaan Islam Indonesia-Maroko yang Saya Lihat

Maroko terletak di ujung utara benua Afrika dan langsung berbatasan dengan benua Eropa dipisah oleh selat Gibraltar. Letaknya yang strategis ini membuat Maroko seringkali dinobatkan sebagai tempat dialog peradaban barat dan timur.

BERAWAL dari program wajar (wajib belajar) 9 tahun yang diprogramkan oleh mantan Bupati Banyuwangi, Ibu Ratna Ani Lestari, Aku memulai sebuah cerita untuk penggapaian cita-citaku untuk menjadi seorang arsitek. Awalnya sempat patah semangat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, karena keterbatasan biaya. Dengan adanya Program Wajar 9 Tahun dan dukungan dari kedua orang tua, akhirnya Aku bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan SMK (jurusan Gambar Bangunan). Alhamdulillah Aku lulus dari SMKN 1 Glagah pada tanggal 26 Mei 2012. Lagi-lagi, karena keterbatasan biaya dan gagal mengi-

memutuskan untuk mencoba ke tanah perantauan. Alhamdulillah, hari Rabu tanggal 6 Maret 2013, Aku mendapat panggilan kerja dari PT Dede Putra Widyana di tanah rantau Singo Edan Kota Malang. Berawal dari menjadi seorang Drafter dan Ast. Supervisor selama delapan bulan di Kota Malang, dan menyelesaikan beberapa proyek swasta maupun pemerintah, alhamdulillah sekarang diberi kepercayaan menjadi Supervisor oleh Perusahaan untuk menangani Proyek Pembuatan Pabrik Baja PT. The Master Steel Manufactory di kawasan Industri Maspion V Gresik n

PESATNYA perkembangan peradaban Islam di Maroka pada abad pertengahan ternyata mempunyai korelasi sangat penting dengan proses transmisi Islam ke kawasan Nusantara. Sunan Maulana Malik Ibrahim sebagai penyiar Islam pertama di Indonesia, misalnya, tak lain adalah orang Maroko. Sehingga beliau dikenal pula dengan sebutan Syekh Maulana Maghribi (w. 1419 M). Dari kenyataan ini, tidak mengherankan jika banyak sekali wajah persamaan Islam di Indonesia dan Maroko. Pengembangan Islam dengan tetap menghargai tradisi lokal termasuk contoh persamaan yang sangat kental antar kedua negara. Bahkan, jika di tanah air kita mengenal dan mengenang Wali Sembilan sebagai icon penyebaran dan pengembangan Islam, maka di Maroko juga mengenal istilah Wali Tujuh yang dianggap sangat berjasa dalam merintis dan mengembangkan tradisi Sufisme. Tradisi Sufisme yang di Indonesia sering diejawantahkan ke dalam dunia thariqat ternyata juga berasal dari negeri matahari terbenam ini. Syekh Al-Jazuli (w. 1465 M) yang sangat terkenal di tanah air dengan karyanya, Dalailul Khairat, adalah termasuk salah satu wali tujuh yang sangat dikenang jasanya di Maroko. Bahkan, beliau juga dikenal sebagai mujaddid (pembaharu) thariqat Syadziliyah yang juga terkenal dan banyak pengikutnya di tanah air. Syekh Asy-Syadzili sendiri (w. 1258 M) sebagai pendiri thariqat Syadziliyah kurang kesohor di Maroko karena walaupun kelahiran negeri ini beliau banyak menghabiskan hayatnya di luar dan merantau ke kawasan afrika timur sebelum akhirnya wafat di Mesir. Dalam dunia thariqat, Syekh Al-Jazuli terbilang fenomenal dengan mempunyai 15 cabang thariqat, di antaranya thariqat Tijaniyah yang di tanah air juga banyak pengikutnya walaupun

masuk Indonesia belakangan (abad ke-20 M). Ulama Maroko lain yang banyak mewarnai perkembangan Islam di Nusantara adalah Syekh As-Shanhaji (w. 723 H). Ulama’ yang berasal dari Kota Fez ini mempunyai karya sangat monumental dalam bidang gramatikal bahasa arab (ilmu nahwu), yaitu kitab Ajrumiyyah. Menurut sejarah, kitab ini ditulis dalam perjalanan As-Shanhaji menuju Makkah alMukarramah. Sebelum sampai ke tanah suci, beliau sempat mampir di Kairo, Mesir, untuk memperdalam ilmu nahwu dan berguru pada seorang pakar di bidang ilmu ini. Di tanah air, kitab ini sangat populer, khususnya di pondok pesantren. Bisa dikatakan bahwa hampir semua santri dan alumni pondok pesantren di tanah air memulai belajar kitab kuning dari kitab Aljurumiyah ini. Alhasil, tradisi thariqat di Maroko berbanding lurus dengan pengembangan ilmu dan peradaban Islam. Hal ini juga didukung oleh keberadaan Universitas Al-Qarawiyyin sebagai perguruan tinggi Islam tertua di dunia. Al-Qarawiyyin yang berlokasi di kota Fez Maroko ini didirikan oleh kerajaan Murabithun pada abad ke-9 M. Ini lebih tua satu abad ketimbang Universitas Al-Azhar Mesir yang didirikan oleh dinasti Fathimiyah pada abad ke-10 M. Cikal bakal Universitas Al-Qarawiyyin bermula dari aktivitas diskusi masyarakat pendatang yang berasal dari Qairawan, Tunisia. Mereka secara rutin menggelar halqah di emper Masjid Al-Qarawiyyin yang kemudian menjadi embrio lahirnya sebuah perguruan tinggi.

Pada saat “rahim” peradaban Islam melahirkan Al-Qarawiyyin ini, tak ada satu pun peradaban di muka bumi yang mengenal sistem pendidikan tinggi. Eropa sendiri, misalnya, baru mengikutinya dua abad sesudahnya. Hal ini seperti ditunjukkan oleh berdirinya Universitas Bologna di Italia pada abad ke-11 M, kemudian diikuti oleh berdirinya Universitas Paris di Prancis dan Universitas Oxford di Inggris masing-masing pada abad ke12 M. Karenanya tidak mengherankan jika Guinness Book of World Records pada 1998 menempatkan Universitas AlQarawiyyin sebagai perguruan tinggi tertua dan pertama di seantero jagad yang menawarkan gelar kesarjanaan. Dari kurun ke kurun Al-Qarawiyyin terus mengalami perkembangan pesat menjadi menara ilmu dan pusat peradaban. Universitas ini telah tercatat meluluskan sederet sarjana dan ilmuwan Muslim terkemuka, seperti Ibnu Khaldun (pakar sejarah dan sosiologi), Ibnu Rusyd (pakar fiqh madzhab Maliki), Az-Zawawi (pakar matematika), Ibnu Bajah (pakar kedokteran) Ibnu Al-Haj Al-Fasi (pakar hukum ), dan lain-lain. Tidak sedikit juga tokoh non-Muslim yang menimba ilmu di Al-Qarawiyyin. Sebelum menjadi Paus, Gerbert of Aurillac (w. 1003 M) sempat menimba ilmu di universitas ini. Aurillac mempelajari matematika dan kemudian memperkenalkan penggunaan angka nol dan angka Arab ke Eropa. Pada tahun 1540 M, ilmuwan Belgia, Nichola Louvain, juga tercatat sempat belajar bahasa Arab di Universitas Al-Qarawiyyin.

Dalam konteks ini, peradaban barat patut berhutang budi kepada Universitas Al-Qarawiyyin. Betapa tidak, perguruan tinggi ini memegang peranan penting dalam pertukaran kebudayaan dan transfer pengetahuan dari dunia Muslim ke Eropa pada abad pertengahan. Transfer pengetahuan tersebut dilakukan melalui sejumlah ilmuwan Muslim yang mengajar atau belajar di perguruan tinggi ini. Universitas Al-Qarawiyyin secara tidak langsung memiliki peran penting dalam proses renaisans yang terjadi dalam peradaban Barat di abad ke-15 M. Melalui kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang ditransfer para ilmuwan Muslim, masyarakat Eropa mulai tercerahkan pada kurun-kurun tersebut. Eropa pun kemudian membebaskan dirinya dari kungkungan ‘kegelapan’. (*/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Pulau Santen •

• Pinang Indah •

• Grand Panji •

• Daihatsu GranMax ‘10 •

• Honda Jazz ‘09 •

• Nissan •

• Vellfire ‘10 •

Djl tanah sawah luas 10.715, cocok utk homestay, PP, wisata pulau santen, dll. Hrg Rp.200 ribu/meter. Hub: 0811354614

Djl Rmh Pinang Indah A-5 Jl Kertanegara LT 133m,LB 95,2 LT,4 KT,2 KM H 275 jt (Nego) 081336415562/08123352062 Tnp Prntra

NewLaunching,T100danT54,unittrbatas,Lok Strtgis, CCTV, Atap Galvalum, Genteng Beton, Drainase, Jln 8 m, One Gate System, Security, HrgPromo,H:085236828956,085234074222.

Dijual Daihatsu Granmax Thn 2010 Hrg 84,5 Jt 1.3DF AC/Power Window Interior Lux 10 Bisa Cash/Credit Hub: 085259992004 / 081934701313

Dijual Honda Jazz rs ’09 Hitam Rp 176 Juta Nego Bisa Cash,Credit & Bsa Tukar Tambah Hb. 082142194111

Promo Gila-Gilaan!Cuci Gudang Unit 2013 Diskon N Promo Besar2an Dan Unit 2014 Ready Stock Cash/Kredit,Penawaran Terbaik H: Indra Nissan Bwi 085238484999

Vellfire ’10 Z Platinum Htm km 9000 Asli Beli dr Baru Msh Plastikan 100% Ori 18 Speaker 3 cmr Built Up Jepang Hub Alex 085336849929 Jam 10-5 Sore

• Innova ‘08 •

• Honda City ‘04 •

• Innova ‘08/10 •

• Daihatsu Xenia ‘12 •

Dijual Inova 08 G Solar Abu2 metalik Rp 189 Jut Nego Bsa Cash,Credit&Tukar Tambah Hb.082142194111

Jual Cepat Honda City idsi mt 04,Plus Asuransi,Harga Nego Hubungi: 081235135030

Dijual Tyt KJG Innova AC/DBL tahun 2008/ 2010 bsn/slr hitam mtl hrg 147,5/195 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Xenia XI ALL New AC/DBL tahun 2012 hitam/silver hrg 137,5 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Homda Jazz ‘04 •

• Suzuki Splash ‘10 •

• APV ‘08 •

• Truk Fuso 81/82/83/95 •

Dijual Szk Splash MT YV4 1.2R tahun 2010 coklat mtl hrg 110 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual APV GC415V AC/DBL LX tahun 2008 hitam/merah hrg 112,5/115 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Truk fuso empat yunit tahun 81/82/ 83/95 hrg 87,5/90/92,5/125 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DOK Abu Yasid FOR RaBa

BANYAK PERSAMAAN: Dr. H. Abu Yasid, M.A., LL.M (paling kiri) ketika ziarah ke Makam Syekh Tijani (Pendiri Thariqat Tijaniyah) di Kota Fez, Maroko.

Penulis: Dr. H. Abu Yasid, M.A., LL.M Direktur Program Pascasarjana Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Situbondo. Sejak 27 Oktober 2013, menjadi Guest Lecturer (dosen tamu) selama dua bulan di beberapa perguruan tinggi Islam negara Maroko.

Radar Banyuwangi mengundang warga Banyuwangi dan Situbondo yang berada di perantauan untuk menulis pengalamannya. Tulisan kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan juga foto diri. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

OLEH Fendi Hartono

kuti Program Bidik Misi untuk seleksi SNMPTN, Aku memutuskan untuk bekerja. Selama tujuh bulan bekerja di Banyuwangi dan mendapat cukup pengalaman, akhirnya Aku

 Baca Terima...Hal 39

Guru BK Gelar Edu Fair se-Jawa Bali SITUBONDO – Sebanyak 58 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se Jawa dan Bali mengikuti acara Edu Fair atau pameran pendidikan yang digelar Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA, SMK, dan MA Situbondo. Kegiatan tersebut berjalan sukses berkat dukungan dari pemerintah dan Dinas Pendidikan, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK, dan MA se-Situbondo, Acara tersebut mengusung tema: Tingkatkan kualitas pendidikan siswa melalui program studi lanjut ke Perguruan Tinggi. Kegiatan pameran pendidikan yang ditempatkan di Aula Gedung Olahraga (GOR) Baluran ini mendapat respon positif dari orang nomor satu di Situbondo, H. Dadang Wigiarto. Sebab, dengan adanya kegiatan pameran yang diselenggaran oleh MGBK SMA, SMK dan MA ini dapat meningkatkan mutu pendidikan dan mengangkat motivasi dunia pendidikan masyarakat Situbondo agar tidak tertinggal. “Kami mengucapkan terima kasih atas segala jerih payah dan bantuan para panitia, yang dapat membantu pemerintah daerah Situbondo. Sehingga, kegiatan pameran pendidikan ini berjalan dengan sukses,” ungkap

ISTIMEWA

ANTUSIAS: Bupati Dadang Wigiarto didampingi Kadispendik Fathorrahman meninjau salah satu stan pameran pendidikan di GOR Baluran, Situbondo, Sabtu (18/1) lalu.

Bupati Dadang Wigiarto saat meninjau stan pameran pendidikan. Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto langsung meninjau stan pameran pendidikan PTN dan PTS yang ada di dalam dan di luar ruangan GOR Baluran. Bupati juga melakukan dialog dengan petugas stan secara bergiliran. Bupati Dadang berharap, pameran pendidikan yang digelar MGBK ini pada tahun-tahun berikutnya mendapat perhatian khusus dari MKKS SMA, SMK dan MA serta Dinas Pendidikan Situbondo. Selain itu, ribuan siswa dan siswi SMA, SMK, dan MA, khususnya kelas XI dan XII, merasa antusias dengan

adanya kegiatan Edu Fair ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya siswa SMA, SMK, dan MA, mulai dari Kecamatan Banyuglugur sampai Banyuputih berdatangan membanjiri GOR Baluran untuk mengunjungi dan berdialog langsung dengan petugas stan. Ketua Panitia Pameran, Abdul Rasyid mengatakan, Edu Fair pada dasarnya adalah suatu bursa yang mempertemukan antara siswa dan siswi kelas XI , XII, dan masyarakat yang membutuhkan informasi tentang seluk-beluk perguruan tinggi. “Semoga dengan adanya pameran ini dapat menambah wawasan baru tentang pendidikan lanjutan bagi peserta didik,” harap Abdul Rasyid. (adv/als)

• Tanah Kosong Muncar • Dijual cepat tanah kosong L 10X27 Depan Terminal Tembokrejo (Muncar), Hrg 450jt nego. Hub P.Edy: 085292016476

SITUBONDO

BANYUWANGI

• Paowan • Jl. Tnh 600 m2 Pgir Jln Ds Paowan (Srtfkt) Hrg 200jt Ng H.081233851430

• Jl. Argopuro • J.Tnh 9000m2 Jl. Argopuro 15B Slt Bank Mega Utr Royal 900 rb/m2 H. 082333008871

HOTLINE IKLAN HUBUNGI: 0333-412224

• Satpam • Dicari Segera: 1.Calon Anggota Satpam Pend Min SMA/Sdrjt Usia Min 20/Max 30 Th,Tinggi Min 167 cm/ Berat Proporsional Bersedia Ditempatkan di Bwi-Jember (Wilayah Kerja Perusahaan) 2.Tenaga Satpam BerGADA PRATAMA Ditempatkan di Perbankan Banyuwangi (Wilayah Kerja Perusahaan) Kirim Lamaran Ke PT Diana Abadi Santosa Jl Budiono No.42 Bwi Telp. (0333) 411000

• Accounting-Sipil • Dicari Wanita min SMEA,bisa akuntansi max 22 thn, Pria STM Bangunan, Listrik, Elektro Kirim Ke Travel Viona Jl Bengawan 21, Bwi

BANYUWANGI • Desy Education • Persiapan UAN / UNAS SMP /SMA, TOEFL utk umum.jaminan kualitas, segera dftr DESY EDUCATION ,Jl. Hayam Wuruk 75 Banyuwangi Telp. (0333) 424476, HP.085258036777

Jual Honda Jazz ’04 matic Kond Bgs lgsng pakai abu metalik H:087850075867

• Grand Livina ‘07 • Djl Grand Livina XV 1.5 MT ’07 Bln Des Htm P Bwi hrga 130 Jt Istmw H: 085235425966

• Honda Civic ‘91 • Dijual Honda Civic Th 1991 Sedan Hijau Muda Met Hub. 081358039153 Nego

• Body Kijang Kapsul • Dijual Body Kjg Capsul Hrg 15 Jt Nego Hb 082142194111

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Senin 20 Januari 2014

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

TANGKIS TANGGUL

Pengerjaan Sudah 89 Persen JEMBER - Pengerjaan pemasangan besi sheet pile pasca jebolnya tangkis Kali Tanggul, sudah mencapai 89 persen. Bahkan, Bupati Jember M.Z.A Djalal beserta jajaran SKPD menyempatkan melihat langsung lokasi pemasangan sheet pile (sitpel). Bupati didampingi Joko Santoso, Kepala Dinas Pengairan dan Susmiadi, Kepala UPT Pengairan Kencong. Joko Santoso menjelaskan, pihaknya sudah bekerjasama dengan Dinas Pengairan Jatim untuk melakukan penanganan pasca bencana. Akhirnya, pemasangan besi sheet pile bisa dilakukan dan sudah mencapai 89 persen. “Yang direncanakan 200 besi, ternyata tidak sampai 200 besi. Jadi tinggal sedikit lagi seluruh tangkis yang jebol sudah tertutup besi tersebut,” tegasnya. Sementara itu, menurut Suhanan, Kepala BPBD Pemkab Jember, saat kunjungan tersebut, Bupati Djalal meminta agar segera dilakukan perundingan dengan 16 warga yang belum mau melepaskan lahannya. “Segera dilakukan koordinasi agar pembangunan sudetan bisa segera dilakukan. Sebab, tidak hanya pembenahan tangkis yang jebol yang perlu dilakukan. Pembangunan sudetan juga sangat perlu diperlukan,” Suhanan. Dengan terpasangnya besi-besi sheet pile, kata Suhanan, ketika air datang dengan ketinggian 150 cm, warga sudah tidak akan khawatir lagi. Tidak hanya itu, bupati juga memerintahkan Dinas Kesehatan, PDAM Jember, dan PMI Jember untuk turun langsung memenuhi kebutuhan warga pasca bencana. Sementara itu, Susmiadi, Kepala UPT Pengairan Kencong menambahkan, hingga sore hari kemarin (18/1), para pekerja sudah berhasil memasang sebanyak 132 buah besi. Untuk menutup seluruh tangkis yang jebol, dimungkinkan hanya membutuhkan 150 besi. “Jadi memang sisa dan secepatnya segera selesai. Dikatakan, tiga alat berat longboom masih mengerjakan peninggian tangkis Sungai Tanggul yang rencananya sepanjang 7 Km. Hingga kemarin, petugas sudah mengerjakan peninggian sepanjang 2,2 Km. “Itu masih dipadatkan dan dirapikan. Jadi masih akan lama,” ujar Susmiadi. (hud/jum/wnp/jpnn)

LAKA LANTAS

Heru Putranto/radar jember/jpnn

NUANSA MERAH: Berbagai pusat perbelanjaan mulai berhias diri dengan pernak-pernik bernuansa perayaaan Imlek.

Berhias Diri Sambut Imlek

JEMBER – Perayaan tahun baru Imlek 2565 yang jatuh tanggal Jumat 31 Januari 2014 nanti sudah terasa mulai sekarang. Sejumlah mall dan pusat perbelanjaan telah memajang dan menawarkan beragam pernak pernik Imlek. Salah satunya terlihat di Matahari Department Store (MDS) yang sudah menghias diri dengan aneka

aksesori Imlek. “Sudah sejak seminggu lalu pernak-pernik terkait Imlek dipasang. Semua sudah mulai di pajang dari lantai I hingga lantai III,” ujar Naning, salah seorang petugas. Hal sama nampak di jalan Trunojoyo. Bahkan, salah satu pertokoan mengklaim menyediakan berbagai kebutuhan

Imlek terlengkap di Jember. Ada banyak item produk yang ditawarkan menyambut kemeriahan Imlek tahun ini. Mulai dari aksesori, beranekaragam pakaian, kartu ucapan, angpau, perlengkapan dekorasi, pajangan khas Imlek, hingga pernak-pernik dan kelengkapan lainya. (her/jpnn)

Tidak Berarti Jual Beli Batal Jumai/radar jember/jpnn

TANPA SOPIR: Tronton bermuatan semen 50 ton masuk selokan setelah berjalan sendiri setelah ditinggal sopir ngopi di warung.

Tronton Masuk Selokan JEMBER – Kendaraan tronton Nopol H 1990 BA yang dikemudikan Ach Sabiq Ridwan, 32, warga Maron Banyakan RT 002/RW 002 Kediri melintang di tengah Jalan Teuku Umar, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, sekitar pukul 06.30 Sabtu (18/1), kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas terganggu. Tronton yang mengangkut semen seberat 50 ton itu meluncur sendiri dari halaman SPBU Tegalbesar. Saat itu, tronton diparkir di halaman SPBU, tepatnya di pintu keluar sebelah timur. Sementara, sopir truk bermaksud istrirahat dengan mencari kopi di salah satu warung dekat SPBU. Sopir tronton tidak menyadari kalau tronton yang sedang diparkir mendadak berjalan sendiri. “Baru tahu setelah diberitahu kalau tronton penuh muatan semen itu sudah masuk selokan,” kata Sabiq, sopir tronton kepada petugas. Dikatakan, rencananya semen 50 ton itu mau dibongkar di gudang Fajar, tidak jauh dari lokasi kejadian. Saat tronton yang diparkir menghadap ke selatan itu, handrem sudah dipasang. “Sehingga saya tenang dan mencari warung,” katanya. Untungnya, saat tron melaju sendiri keluar halaman SPBU, tidak ada kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi. “Memang ada beberapa kendaraan dari arah timur yang melintas, tapi sempat berhenti karena mengira tronton akan keluar dan mau belok ke kanan dari SPBU,” kata Suyitno, warga Gladak Pakem yang saat itu naik sepeda motor mengantar anaknya sekolah. Ternyata, kata dia, setelah ditunggu, tronton langsung nyelonong dan masuk selokan. Untuk mengurangi kemacetan di jalan tersebut, anggota Satlantas Polres Jember turun ke lokasi. Apalagi, tronton yang lumayan panjang itu, melintang di jalan dan membuat pengguna jalan lainnya terganggu. (jum/hud/wnp/jpnn)

Status Tanah Eks Brigif yang Bakal Dibangun Grup Lippo JEMBER – Pernyataan menarik disampaikan M. Affandi Iif Ardi, Wakil Ketua Bidang III SDM DPC Gapensi Jember terkait status tanah eks Brigif di Jalan Gajah Mada 175 yang hendak dibangun oleh Grup Lippo untuk pusat bisnis besar. Menurut dia, taksiran harga jual tanah eks Brigif yang dianggap lebih rendah dari harga pasar, tidak berarti membuat akte jual beli yang telah ditandatangi menjadi batal.  Maka dari itu, kata M. Affandi Iif Ardi yang akrab disapa Iif ini, kalau ada yang mengatakan status tanah eks Brigif sudah selesai dan sudah tidak ada masalah, itu bisa jadi ada benarnya. Apalagi jika mengacu Peraturan Menteri Dalam  Negeri Heru Putranto/RADAR JEMBER/JPNN No, 17 Tahun 2007 Tentang Pedoman INVESTASI TRILIUNAN: Lahan eks Brigif inilah yang bakal didirikan bangunan Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah, tujuh lantai untuk rumah sakit, pendidikan, dan pusat bisnis oleh Grup Lippo. khususnya Pasal 58. yang tidak diragukan baik likuiditas, “Yang rugi adalah masyarakat Jember Dalam peraturan tersebut diatur solvabilitas, maupun rentabilitasnya. secara keseluruhan,” paparnya. tentang Pemindahan Tanah dan/atau Pasti sudah membuat feasible study pada Maka dari itulah, Iif memandang, Bangunan yang tidak memerlukan setiap investasi yang akan dilakukan. Ter- masyarakat Jember harus diberikan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat masuk soal status tanah dan investasi di pemahaman yang benar, bukan malah Daerah (DPRD). Ini karena tanah/bantanah eks Brigif Jember,” tegasnya.  nantinya disesatkan oleh berbagai gunan eks Brigif dipandang sudah tidak Iif yakin, semua aspek sudah diperhi- opini yang tidak benar. Apalagi, hal sesuai dengan penataan kota. tungkan, baik aspek economic financial, tersebut akan mempengaruhi iklim “Ibaratnya kalau kita beli tanah/ mulai profit margin, earning power, investasi yang masuk ke Jember. bangunan, setelah akte jual beli diturn over, sampai pada aspek khusus, “Semestinya, sebagai warga Jember tandatangani, setelah sertifkat dibaltermasuk aspek hukum. “Grup Lippo merasa senang jika ada investor mau iknamakan, meskipun jika kemudian bukan perusahaan abal abal, bukan menanamkan modalnya. Kita harus hari diketahui ternyata harganya lebih perusahaan he rehe,” tegasnya. Sangat bangga sebagai masyarakat Jember rendah dari harga pasar, sertifikat tanah disayangkan jika kemudian Grup Lippo jika ada yang menanamkan modalnya yang dibalik nama tersebut tetap sah,” mengalihkan investasinya ke kabupat- sampai sekitar satu triliun,” ujarnya.  ujarnya . Yang keliru, kata Iif, hanya en lain karena polemik berkepanjangan Masih menurut Iif, tidak gampang menwaktu menaksir harga jualnya saja. yang secara hukum sebenarnya sudah datangkan dan menyakinkan investor “Lippo merupakan perusahaan besar dipertimbangkan dengan matang. masuk ke Jember. “Kalau ada investor

yang mau, sudah semestinya didukung. Dan semestinya tidak dipersulit,” paparnya. Apalagi, selama ini banyak keluhan dari investor yang hendak masuk ke Jember seringkali dipersoalkan dengan alasan-alasan tertentu. Dikatakan, masyarakat Jember bisa membayangkan jika tanah eks Brigif nantinya dibangun gedung dengan 7 lantai, dengan berbagai kegiatan ekonomi, banyak tambahan penghasilan yang akan diterima masyarakat Jember. “Berapa ribu kesempatan kerja yang akan tercipta untuk mengurangi pengangguran di Jember,” ujarnya. Bila melihat data BPS (Badan Pusat Statistik), pengangguran di Jember termasuk tertinggi dibandingkan dengan kabupatan lain. Belum lagi pertumbuhan angkatan kerja setiap tahun, yang jumlahnya ribuan dari lulusan SLTA dan perguruan tinggi. “Pengangguran ini hanya bisa diatasi jika pertumbuhan ekonomi Jember bisa mencapai dua digit. Dan itu memerlukan investasi penanaman modal yang besar untuk percepatannya,” ujarnya. Atas kondisi itulah, kata Iif, sudah waktunya seluruh komponen masyarakat Jember maju bersama, meningkatkan investasi, memajukan UKM dan pedagang kecil, serta menumbuhkan kesempatan kerja.  Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bagian depan tanah eks Brigif sudah ditutup dengan pagar seng beberapa hari lalu. Genting bangunan juga sudah mulai diturunkan oleh para pekerja. Oleh Lippo Group, lahan tersebut akan dijadikan gedung jangkung yang terdiri dari mall, hotel, rumah sakit, lembaga pendidikan, dan sejumlah fasilitas lainnya. (ram/wnp/jpnn)

Nasib Pasangan Ami-Asmat Menanggung Keluarga Besar

Satu Rumah 22 Orang, Dagtar Kartu Keluarga Tidak Cukup Inilah akibatnya jika memiliki banyak anak, namun secara ekonomi tidak mencukupi. Ini pula dialami pasangan AmiAsmat, warga Dusun Besuk, Desa Wirowongso. Dia harus menghidupi 11 anaknya dan menanggung kehidupan cucu dan menantunya. Dalam satu rumah harus didiami 22 anggota keluarga. SHOLIKHUL HUDA, Jember LALULALANG kendaraan di jalan raya menuju Bandara Notohadinegoro, tepatnya di sekitar lapangan Dusun Besuk, Desa Wirowongso terlihat ramai. Para pemuda berjubel ingin melihat turnamen sepakbola yang kemarin sudah memasuki empat besar. Namun pemandangan lain terlihat pada warung rujak milik Ami, istri Asmat. Hingga sore, ibu dari 11 anak itu masih menjaga warungnya dan

menunggu para pembeli. Jika keceriaan mewarnai para penonton sepakbola, ibu penjual rujak ini terlihat kecemasan menunggu para pembeli. Sebab, hasil jualannya sudah ditunggu anak-anaknya yang menanti di rumah. Hanya berjarak sekitar 50 meter dari tempat jualannya di warung bambu pinggir jalan itu, pasangan Asmat dan Ami harus menghidupi 22 keluarganya yang hidup bersamanya dalam satu rumah. Pasangan ini menikah umur 29 tahun lalu. Anak terbesar umur 28 tahun dan terkecil umur 5 tahun. Ami sekarang umur 45 tahun, sedangkan suaminya, Asmat umur 50 tahun. Jika pepatah mengatakan ‘banyak anak banyak reziki, tidak demikian nasib keluarga Asmad, 50, ini. Gara-gara istrinya takut KB, saat ini rumahnya dihuni 22 orang. Bahkan, kartu KK keluarga ini hingga tidak cukup untuk menuliskan jumlah keluarga ini. Selain Ami dan Asmat, rumah tersebut dihuni 11 anaknya dan 5 cucu ditambah menantu dan neneknya. Padahal rumahnya

SHOLIKHUL HUDA/RADAR JEMBER/JPNN

BERJUBEL: Keluarga Asmat satu rumah dipakai untuk tempat tinggal 22 keluarganya.

hanya ada tiga kamar. Setiap kamar diisi hingga lima dan tujuh orang. Sedangkan lainnya, terkadang tidur di kursi rumah. Tentu saja, penghasilan jualan rujak ditambah penghasilan Asmat sebagai pegawai pemungut sampah di Perumahan Bangka 3 Sumbersari ini, sangat jauh dari kecukupan.

Satu bulan penghasilannya hanya Rp 300 ribu. “Mau bagaimana lagi, sebenarnya tidak cukup. Tapi usaha saya juga hanya kuat segitu,” terang Asmat meratap. Dalam bangunan rumah dengan desain depan berupa tembok dan belakang berupa bambu hasil bedah rumah itu, Asmat dan Ami ha-

rus berjuang keras mengumpulkan uang setiap harinya. “Karena takut untuk melakukan KB, istri saya mempunyai anak 11 orang. Saat ini saya tinggal dengan anak dan cucu saya sehingga jumlahnya 22 orang dalam satu rumah,” jelas Asmat. Kehidupan dengan beban seperti itu sebenarnya jauh dari kemauan dan kemampuannya. Namun dirinya hanya bisa pasrah. Saat sang istri takut untuk melakukan KB, dirinya tidak bisa apa-apa. “Mulai awal sebenarnya sudah saya suruh KB. Namun dia takut. Jadi setiap tahun punya anak,” tegasnya. Akibat banyaknya anak tersebut, hingga terdapat anaknya yang seharusnya sudah bersekolah kelas 2 SD, harus putus sekolah. Hal tersebut bukan karena biaya untuk sekolah. Melainkan dirinya tidak punya biaya untuk membeli alat-alat sekolah seperti tas, seragam, dan buku. Saat wartawan Jawapos Radar Jember berkunjung ke rumahnya, anak-anaknya sedang membungkus lontong di ruangan tengah. Sementara, adik-adiknya yang masih usia

sekolah, sedang keluar mencari belut di sawah sekitar rumahnya. Sumiati, anak kedua dari Asmat dan Ani menjelaskan, saking banyaknya saudara kandungnya tersebut, setiap harinya seluruh ruangan rumah menjadi tempat tidur. “Satu kamar diisi lima orang. Itupun masih ada yang tidur di kursi depan dan belakang,” ujar Ibu yang sudah mempunyai tiga anak tersebut. Dari sebelas saudaranya, yang hidup terpisah hanya saudaranya yang pertama. Sementara sisa saudaranya hidup di rumah tersebut dan jadi satu dengan orang tua. Karena keterbatasan itu, keluarga tersebut hingga tidak mampu lagi membenahi rumahnya yang sudah rusak berat. Saat hujan turun, air masuk melalui genteng yang bocor. Dia berharap ada uluran tangan dari dermawan agar tanggungannya yang berat tersebut bisa agak ringan. Apalagi, tiap kali makan untuk kebutuhan keluarga memerlukan beras sekitar 3 kilogram. Tak jarang sore harinya harus makan mie instan dan menu seadanya. (*/wnp/jpnn)


38

Senin 20 Januari 2014

Raker KONI Bahas Porprov BANYUWANGI – Pelaksanaan rapat kerja (raker) pengurus KONI Banyuwangi yang sedianya digelar di Perkebunan Malangsari, Kalibaru, batal. Akhirnya, rapat pengurus induk semua cabang olahraga (cabor) di Banyuwangi itu dialihkan di Wisma Atlet Gelora Banyuwangi. Selain raker, acara tersebut juga dirangkai dengan rapat koordinasi (rakor) dengan para pengurus cabor. Pelaksanaan raker dan rakor dilakukan dalam waktu sehari. Dalam acara raker itu, tidak semua pengurus KONI datang dan mengikuti rencana untuk menentukan program kerja itu. Bahkan, Sekretaris Umum (Sekum) KONI Banyuwangi, M Khoirul Abas, berhalangan hadir karena sedang berada di luar kota. Selain itu, sejumlah pengurus inti juga tidak tampak di lokasi acara yang bertempat di aula lantai dua Wisma Atlet itu. Antara lain, Mereka yang tidak hadir adalah Pebdi Arisdiawan, Suyanto Tondo Waspo, dan Mujiono. Dua nama terakhir sejauh ini tidak pernah terlihat aktif. Bahkan, saat pelantikan pun keduanya tidak datang. Dalam pembahasan raker itu, masing-masing bidang m e n ya m p a i k a n p ro g ra m kerjanya. Setidaknya, program kerja tersebut harus didukung dengan kesiapan finansial. Jika tidak, maka program kerja yang menjadi keputusan bersama itu tidak akan berjalan mulus. Sedangkan dalam rakor, Ahmad Khoirullah yang menjadi

ALI NURFATONI/RaBa

TERJATUH: Wasit menghitung Adelia Pramesti yang terjatuh saat menghadapi Ayu Anggraini di GOR Tawang Alun, Sabtu malam (18/1).

Ayu Paksa Adelia Menyerah BANYUWANGI – Kejurkab Pencak Silat antar Pelajar se-Banyuwangi masih terus berlangsung. Pertarungan antar kontingen sudah memasuki babak baru. Hingga kemarin (19/1), laga yang dipusatkan di GOR Tawang Alun itu masih mempertandingkan partai perempat final. Persaingan antar pesilat pun semakin seru. Mengingat, para pesilat mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA merupakan pesilat yang lolos dari babak penyisihan. Sehingga, pertarungan antar pesilat semakin ketat. Pada hari ini (20/1), sedianya semua pesilat kategori tanding yang bertanding di berbagai kelas sudah menembus babak semifinal. Selain kategori tanding, persaingan ketat juga terjadi pada ada kategori TGR atau seni baik tunggal, ganda maupun beregu. Kategori tanding tingkat SD, Elok Didin dari SDN I Kedungrejo, Muncar tampil maksimal sebelum masuk ke babak perempat final pada laga Sabtu malam (18/1). Bermain di kelas A putri, dia tampil cemerlang dengan mengandaskan perlawanan Peti Melisa dari SDN 2 Ketapang dengan skor 5-0. Masih di kelas yang sama, Ayu Anggraini dari SDN Kepatihan juga tampil trengginas dengan mengalahkan Adelia Pramesti dari SDN 2 Gitik. Dari dua babak yang direncanakan,

PERKUAT MENTAL: Sejumlah suporter terus memberikan dukungan kepada pesilat yang tampil di GOR Tawang Alun.

Ayu dinyatakan menang teknik setelah lawan tidak mampu melanjutkan laga memasuki babak kedua. Pada tingkat SMP, Tegar Argo asal SMPN 2 Banyuwangi, sedikit menemui kendala saat meladeni Tri Agum S dari SMPN 2 Genteng. Namun, dia cukup dominan dalam laga yang bertading di kelas J putra. Lima tim juri memberikan kemenangan untuk dia dengan skor 4-1. Laga paling seru di tingkat SMA adalah pertemuan Rekse Umu R dari SMAN I Gambiran versus Moh Ali Mustofa dari SMK Muhamadiyah 2 Genteng. Jual beli serangan pun mewarnai laga yang bertanding di kelas F putra itu. Tapi, Rekse tampil perkasa sepanjang tiga babak dan ke-

menangan menjadi miliknya dengan kemenangan mutlak. Ketua pertandingan, Winarno mengungkapkan, jika pertandingan antar kontingen akan semakin seru. Menurut dia, pesilat yang lolos dari babak penyisihan terbukti mampu menunjukkan kualitasnya. ‘’Pertandingan akan semakin menarik,’’ ungkapnya. Dikatakannya, semua pesilat sudah memasuki fase baru. Laga semi final dari semua kelas akan digeber pada hari Senin. ‘’Besok sudah memasuki babak penentuan untuk memasuki partai puncak. Jelas, pesilat yang akan bertanding sudah menyiapkan strategi khusus untuk menang,’’ tandasnya. (ton/als)

ALI NURFATONI/RaBa

BELUM DIPANGGIL: Pemain yang lolos seleksi skuad Persewangi proyeksi Divisi Utama kini masih belum mendapat kejelasan status.

Marzuki Boros, Trubus Gunawan, Heri Viandoyo, ketiganya memperkuat Deltras Sidoarjo pada musim lalu. Selain itu, ada Yusuf Efendi yang membela Pro Duta FC pada kompetisi Divisi Utama musim lalu. Penggawa sekaligus kapten tim The Lasblang pada musim lalu, Zainal Ikhwan, yang mempunyai kualitas tak perlu diragukan lagi. Meski begitu, beberapa penggawa Persewangi musim lalu memilih bergabung ke klub lain. Sebut saja, Decky Rolias dan Arif Wicaksono yang akhirnya teken kontrak di PPSM Magelang untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama tahun ini. Selain itu, Slamet Sampurno yang bakal dipertahankan Persewangi juga terancam lepas. Sebab, pemain yang

berposisi sebagai stoper itu sedang mengikuti seleksi di Persik Kediri untuk berkip-

pimpinan sidang memaparkan tentang venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2015 mendatang. Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi itu memberikan gambaran mengenai lokasi venue untuk semua cabor. Setelah paparan, sejumlah pengurus cabor mengusulkan beragam pendapat. Setidaknya, venue pertandingan dalam porprov tersebut dipindah. Seperti Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Banyuwangi yang menginginkan venue dipindah ke Gedung Tri Darma

Banyuwangi. Selain itu, Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Banyuwangi yang masih belum sepakat dengan venue di Sasana Mirah. Mengingat, ada sejumlah pilihan yang dianggap lebih cocok untuk menggelar pertandingan tinju tersebut. Berbagai usulan tetap diakomodir. Karena itu, semua p e n g u r u s c a b o r d i m i nt a mendokumentasikan venue. ‘’Silakan difoto. Nanti, semua pengurus cabor rapat di kantor KONI pada Selasa besok (21/1),’’ ungkap Ahmad Khoirullah. (ton/als)

Gembleng Wasit Sepak Takraw

Arif dan Decky Pilih Gabung PPSM BANYUWANGI – Pendanaan Persewangi masih menjadi problem serius. Hingga kini, kendala finansial tersebut masih belum sepenuhnya teratasi. Kondisi tersebut membuat pemain diselimuti rasa cemas. Padahal, kompetisi Divisi Utama semakin mepet. Jika tidak ada halangan, kompetisi kasta kedua Liga Indonesia itu akan ditabuh mulai 14 Februari mendatang. Dengan kondisi tim saat ini, wajar jika para pemain merasa waswas. Sampai saat ini, para pemain yang lolos seleksi beberapa waktu lalu juga masih belum dipanggil lagi untuk negosiasi masalah kontrak maupun gaji. Sebelumnya, para pemain sudah menyodorkan permintaan gaji dalam pra negosiasi dengan pengurus. Meski pemain lokal, para pemain tetap meminta mendapatkan gaji besar. Seperti diketahui, gaji yang disodorkan pemain paling besar senilai Rp 17 juta, sedangkan yang terendah Rp 7 juta. Meski pemain lokal, kualitas mereka dianggap sepadan dengan pemain luar daerah. Mengingat, pemain asli daerah itu juga sebelumnya berkiprah di tim-tim luar daerah. Antara lain Nanda Pradana yang sebelumnya di PSIR Rembang,

ALI NURFATONI/RaBa

TANPA DIHADIRI SEKUM: Sejumlah pengurus KONI dan Cabor saat mengikuti raker dan rakor di aula lantai dua Wisma Atlet Gelora, Sabtu (19/1) lalu.

rah pada kompetisi ISL pada musim depan. ‘’Mohon doanya, Mas,’’ pinta Slamet saat dihubungi koran ini. Salah satu pengurus Persewangi, Sunjoyo mengakui, beberapa pemain lokal yang musim memperkuat Persewangi bakal dipertahankan. Karena itu, pihaknya harapharap cemas menunggu kabar terkait kepastian lolos tidaknya pemain incaran tersebut. ‘’Kita masih nunggu lolos dan tidaknya mereka dalam seleksi di klub lain,’’ terangnya. (ton/als)

BANYUWANGI – Menyongsong perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2015 mendatang, Banyuwangi sebagai tuan rumah terus menyiapkan diri. Salah satunya dari Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Banyuwangi. Setidaknya, berbagai cara terus digenjot demi mematangkan persiapan demi menjaga peluang tuan rumah masuk dalam lima besar perolehan medali. Selain menyiapkan atlet, persiapan lain yang terus digalakkan adalah pematangan tenaga wasit. Kesiapan wasit juga sangat penting demi suksesnya agenda besar itu. Untuk itu, Pengkab PSTI Banyuwangi akan melakukan serangkaian acara bertajuk penataran wasit tingkat kabupaten. Sedianya, penataran wasit tersebut akan dilaksanakan

ALI NURFATONI/RaBa

Edy Purdiyanto

pada tanggal 7-8 Februari mendatang. Sekitar 50 peserta yang tersebar di berbagai daerah di Banyuwangi akan digembleng secara inten. ‘’Ini dalam usaha untuk memberikan kepada para wasit,’’ ungkap Edy Purdiyanto salah satu panitia. Dia menjelaskan, jika para

wasit akan terus dibekali secara periodic. Sehingga, pada pelaksanaan di lapangan, keputusan wasit akan tepat dan tidak melenceng. ‘’Kita juga akomodir tentang penugasan untuk menjadi wasit di tingkat lokal hingga ke level atas,’’ terangnya. Pada penataran wasit itu, papar dia, para peserta akan menerima banyak pemahaman tentang pengaturan pertandingan. ‘’Nanti, ada penyebarluasan dalam peraturan pertandingan,’’ tandas dia yang juga selaku bendahara Pengkab PSTI Banyuwangi itu. Sekretaris PSTI Banyuwangi, Slamet Mulyo menambahkan, jika wasit tersebut juga dipersiapkan dalam ajang kejurkab antar pelajar tingkat SMP, SMA, Umum dan Mahasiswa. ‘’Kejurkab nanti kita gelar tanggal 21-22 Februari di kampus Uniba,’’ sebutnya. (ton/als)

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 6 NO.

Andi Mulyo

Arvy Rizaldy

Dadang Wigiarto

Ficky Septa Linda

Guntur Priambodo Irwan Setiawan

BERLAKU 13-20 JANUARI 2014

Sri Utami Faktuningsih

Teguh Sumarno

Toni Hartono

Umi Kulsum

Wendriawanto

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

NAMA

HASIL (%)

Guntur Priambodo Dadang Wigiarto Sri Utami Faktuningsih Irwan setiawan Andi Mulyo Toni Hartono Umi kulsum Teguh Sumarno Wendriawanto Arvy Rizaldy Ficky Septa Linda

34,93 19,38 17,85 13,41 4,05 3,58 2,85 1,68 1,34 0,80 0,13


Senin 20 Januari 2014

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Pemilih Perempuan Susut Jadi 631.258 Orang n KPU... Sambungan dari Hal 29

Berbekal surat instruksi pusat itu, KPU Banyuwangi memerintahkan panitia pemilihan kecamatan (PPK) untuk melakukan penelitian dan cross check ulang terhadap jumlah DPT. Setelah dilakukan penelitian dan cross check ulang terhadap DPT yang ditetapkan, benar ditemukan adanya nama ganda, meninggalkan dunia, pindah alamat dan nama tidak dikenal atau fiktif. Jumlah nama ganda, meninggalkan dunia, pindah alamat dan nama tidak dikenal atau fiktif yang ditemukan itu sebanyak 1.060 orang. “KPU menjadwalkan penetapan ulang DPT hasil perbaikan

pada 17 dan 18 Januari 2014. Kita pilih yang 18 Januari kemarin ,” ungkap Atim. Dalam DPT sebelumnya, jumlah pemilih laki-laki tercatat sekitar 622.584 orang dan pemilih perempuan tercatat 631.770 orang. Setelah dilakukan penelitian dan cross check ulang pemilih laki-laki menyusut menjadi 622.036 jiwa dan pemilih perempuan menyusut menjadi 631.258 jiwa. “Penelitian ulang itu, kita lakukan di 24 kecamatan dan hasilnya ada penyusutan 1.060 orang,” katanya. Dengan ditetapkan hasil perbaikan DPT ini, maka jumlah DPT yang ditetapkan pada 30 November 2013 dinyatakan tidak berlaku. Selanjutnya, KPU

Jumlah DPT Banyuwangi HASIL PLENO KPU 30 NOVEMBER 2013 Pemilih Laki-laki Pemilih Perempuan Jumlah DPT

= = =

622.584 Jiwa 631.770 Jiwa 1.254.354 Jiwa

HASIL PLENO KPU 18 JANUARI 2014 Pemilih Laki-laki Pemilih Perempuan Jumlah DPT

akan melakukan pendaftaran pemilih terhadap warga yang belum masuk dalam DPT yang telah ditetapkan. Pendaftaran pemilih baru itu, tambah Atim, tidak akan dimasukkan dalam DPT yang telah ditetapkan, melainkan akan

= = =

622.036 Jiwa 631.258 Jiwa 1. 253.294 Jiwa

dimasukkan dalam daftar pemilih khusus (DPK). Pendaftar DPK ini dibuka sejak 7 Januari dan akan ditutup pada 27 Maret 2014 mendatang. “Warga yang belum tercatat dalam DPT akan dimasukkan dalam DPK,” tambahnya. (afi/aif)

Punya Niat Sama, Menguras Duit Pelancong n BERSATU... Sambungan dari Hal 29

kemungkinan munculnya persaingan antara pemilik toko yang satu dan yang lain masih berpeluang terjadi. Namun, dengan mereka berjualan di satu kawasan yang sama, akan meningkatkan peluang datangnya pembeli. Coba bayangkan bila para pedagang helm itu terpisah di berbagai penjuru Kota Gandrung. Ketika Anda berniat membeli helm, dalam benak kita akan muncul pertanyaan, enaknya beli di mana ya? Tetapi, dengan keberadaan kampung helm di Gentengan, tentu akan lain ceritanya. Begitu kita berniat akan membeli helm, pikiran kita akan langsung me-refresh dan memunculkan memori tentang kampung helm di Gentengan. Begitu ingat membeli helm, kita langsung ingat kampung helm di Gentengan. Kondisi yang sama juga terjadi untuk kampung onderdil kendaraan bermotor di Dusun Canga’an, Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Puluhan atau mungkin ratusan pedagang spare part sepeda motor berkumpul dan berjualan di pinggir jalan sebelah barat RSUD Genteng tersebut. Karena itu, pasar loak onderdil motor di Canga’an itu begitu

populer. Hampir semua onderdil bekas tersedia di tempat tersebut. Bahkan, kalau barang yang kita cari belum tersedia di sana, pedagangnya akan bilang, tunggu saja sebentar, akan kita carikan. Hehehe... Benar-benar layanan yang prima kepada konsumen. Itu patut ditiru para trader di bidang lain. Kalau produk kita sejenis, kenapa tidak berkumpul, bersatu, dan berserikat. Bukankah dengan bersatu, posisi kita akan semakin kuat. Posisi tawar kita pun otomatis akan semakin tinggi. Tak hanya para pelaku bisnis yang diuntungkan dengan adanya perserikatan pedagang semacam itu, konsumen pun ikut terbantu. Pembeli akan lebih mudah mencari dan mendapatkan barang yang diinginkan di satu lokasi. Konsumen juga akan memiliki lebih banyak opsi dan pilihan barang yang dicari. Nah, meningkatnya kunjungan ke Banyuwangi saat ini sebenarnya menjadi satu peluang besar bagi kalangan produsen dan penyedia oleh-oleh khas Bumi Blambangan. Mereka bisa berkumpul, berserikat, dan bersatu, agar konsumen lebih mudah mendapatkan suvenir yang diinginkan. Lihat saja di Jogjakarta, cukup datang ke Malioboro, semua sudah tersedia. Berbagai jenis

oleh-oleh tersedia mulai yang kelas ecek-ecek, kelas menengah, hingga cenderamata eksklusif yang mahal. Selain itu, coba kunjungi Bali. Datang saja ke Pasar Seni Sukawati di Gianyar, semua jenis oleh-oleh tersedia di sana. Minta kaus ‘’saringan tahu’’ dengan banderol Rp 12.000 per potong, hingga lukisan seharga jutaan rupiah tersedia. Nah, kalau datang ke Banyuwangi, pengunjung mau menghabiskan duitnya untuk beli oleh-oleh di mana? Ini yang beberapa kali dilontarkan turis lokal dan tour operator. Mereka ingin mendapat kemudahan dalam mendapatkan buah tangan dari Banyuwangi. Mereka juga butuh mendapatkan banyak pilihan barang tanpa harus mondar-mandir ke beberapa lokasi yang berjauhan. Lantas, peluang itu harus diapakan? Semua berulang pada kemauan para pemain souvenir untuk berkumpul, bersatu, berserikat, dan menyamakan visi agar semua menjadi lebih berdaya. Lihat saja, saat ini banyak produsen dan penjual sale pisang. Namun, mereka belum berjualan dalam satu kawasan. Saat ini banyak pembuat kue bagiak, tapi mereka belum menyatu dalam satu lokasi jualan. Kini juga banyak pembuat kerajinan khas, tapi

belum bisa berkumpul seperti pedagang helm di Gentengan. Banyak pula para pemain kaus (T-shit) Banyuwangi, tapi showroom-nya belum menyatu di satu kawasan. Bayangkan bila semua itu kompak bersatu dalam satu kawasan. Tentu peluang agar pembeli datang akan jauh lebih besar. Tour operator juga senang, karena setelah membawa turis berkeliling tempat wisata, mereka akan “dimampirkan” ke kawasan “pasar oleh-oleh” tersebut. Bahkan, bila kawasan itu berkembang, bukan mustahil akan menjadi destinasi belanja bagi para pelancong yang berkunjung ke Banyuwangi. Harus kita akui, setiap pedagang tentu memiliki keraguan bila nanti berkumpul akan kalah bersaing. Tapi yakinlah, bahwa setiap kemauan dan kerja keras itu pada akhirnya akan membuahkan hasil yang manis. Kalau urusan rezeki, itu sudah ada yang mengatur. Yang jelas, dengan bersatu dan berserikat, posisi kita akan semakin kuat. Apalagi, bila semuanya memiliki satu niat yang sama, yakni ‘’Ayo bersama-sama secara pelan-pelan dan halus, kita bikin pelancong yang datang ke Banyuwangi menguras habis duitnya hingga ke akar-akarnya.” (bay11saksono@gmail.com)

Massa Ancam Akan Unjuk Rasa Lagi n PROTES... Sambungan dari Hal 29

Warga menuding, selama tiga tahun dibentuk, pokja wisata bentukan Perhutani Banyuwangi Selatan ini hanya dijadikan alat adu domba dan mengeruk keuntungan sepihak. Massa mengancam akan turun lagi dengan kekuatan lebih besar jika desakannya tak digubris. Mereka juga berharap masuk ke wisata Pulau Merah tak dipungut biaya alias gratis. Kepala Desa Sumberagung

Murwanto ketika dikonfirmasi masalah ini mengatakan, bahwa apa yang dilakukan para pemuda desa tersebut adalah bentuk pelurusan terhadap persoalan selama ini. Selama ini pokja wisata bentukan Perhutani Banyuwangi Selatan dinilai tidak transparan dalam mengelola wisata bahari itu. “Selama ini tidak ada pengembangan apa-apa, dan tidak transparan, padahal uang Pemkab Banyuwangi banyak masuk ke situ,” tandasnya. Dia menuturkan, Pemkab

Banyuwangi selama ini sudah mengucurkan uang untuk sambungan listrik, pembangunan toilet serta melakukan promosi besar-besaran untuk mengenalkan potensi Pantai Pulau Merah. Namun di sisi lain, pokja wisata sama sekali tidak ada upaya mengembangkan potensi wisata tersebut, apalagi memberi kontribusi yang jelas untuk warga sekitar dan pemerintah desa. Sebaliknya, dengan berbagai fasilitas yang diberikan oleh

Pemda Banyuwangi, pokja wisata justru terus mengambil manfaat, misal menarik uang tiket masuk, memungut upeti ke pemilik warung di tepi pantai dan penyewa payung pantai. “Inilah yang ingin diluruskan oleh para pemuda desa,” tuturnya. Wakil Administratur Perhutani Banyuwangi Selatan, I Ketut Sukantawiyas, belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Ketika dihubungi melalui nomor HP-nya, tidak diangkat meski nada sambung terdengar masuk. (azi/aif)

Pentingnya Menempuh Pendidikan n TERIMA... Sambungan dari Hal 32

Tiga bulan sampai hari ini, di Gresik aku lalui dengan penuh semangat agar proyek ini bisa berjalan dengan lancar, dan aku bisa memberikan kepuasan kepada perusahaan. Meskipun terkadang terdapat kerikil kecil yang membuatku tersandung, Aku akan berusaha untuk memindahkannya

agar bisa mendapatkan sesuap nasi dan sekantong uang untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi. Dari sinilah, Aku merasakan betapa pentingnya sebuah pendidikan. Jadi, aku sangat berterima kasih kepada mantan Bupati Ibu Ratna Ani Lestari, meskipun beliau sempat mendapat ujian saat pembangunan proyek Bandara Blimbingsari. Tetapi, Banyuwangi tetaplah

Banyuwangi. Bagai kerajaan besar yang tetap berdiri kokoh walaupun diserang oleh banyak lawan. Kehadiran Bapak Bupati Abdullah Azwar Anas membuat Banyuwangi berkembang sangat pesat. Aku sangat bahagia saat membaca berita-berita begitu pesatnya kemajuan Banyuwangi yang terpampar di Jawa Pos di era kepemimpinan Bapak Abdullah Azwar Anas ini.

Sekali lagi, terima kasih kepada para pahlawan Banyuwangi, Ibu Ratna Ani Lestari dan Bapak Abdullah Azwar Anas. (*/als) *) Lare Osing asli. Kini menjadi supervisor yang menangani Proyek Pembuatan Pabrik Baja PT. The Master Steel Manufactory di kawasan Industri Maspion V Gresik. <fendi_hartono47@ yahoo.com>

Langganan Duduk di Komisi Hukum n KONSENTRASI... Sambungan dari Hal 29

Setelah tidak menjadi wakil rakyat lagi, dia mengaku akan konsentrasi penuh mengurus kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) yang telah dibina sejak puluhan tahun silam. Selain itu, Choiri juga akan menghabiskan waktunya untuk mengurus pondok pesantren yang dipimpinnya. “Saya memi-

lih berjuang langsung bersamasama ummat,” cetusnya. Tidak hanya konsisten dalam berpartai, dia juga konsisten dalam menjalankan tugasnya di komisi hukum dan pemerintahan DPRD. Sejak dilantik menjadi wakil rakyat pada 21 Agustus 2009 silam, Choiri dipercaya menjalankan tugas di komisi hukum hingga saat ini. Di komisi hukum ini, Choiri juga pernah berkiprah sebagai

unsur pimpinan. Meski terpilih sebagai unsur pimpinan komisi, namun Choiri tidak memiliki niat untuk pindah ke komisi lain. Dia konsisten menjalankan tugas di komisi hukum sesuai dengan latar belakang pendidikannya sebagai sarjana hukum. Konsistensi yang ditunjukkan Choiri Zen itu tampaknya patut menjadi teladan bagi politisi lainnya. Beberapa rekan

Choiri di DPRD banyak yang hengkang dari gedung DPRD sebelum jabatannya habis karena di-recall gara-gara loncat partai. Mereka loncat partai karena ingin mengejar jabatan wakil rakyat yang lebih tinggi melalui partai lain. Walau belum ada jaminan akan terpilih lagi, namun mereka rela meninggalkan fasilitas empuk sebagai anggota DPRD. (aif)

SHULHAN/RaBa

KELELAHAN: Pengunjung Pantai Pulau Merah tidur di sela-sela pohon pandan.

Karung Jadi Tempat Sampah n PENGUNJUNG... Sambungan dari Hal 29

Menanggapi keluhan beberapa pengunjung, ketua Pokja Wisata Pulau Merah, Rakih mengatakan, pihaknya sebenarnya telah mengupayakan kebersihan di kawasan pantai. Salah satu cara yang dia tempuh selama ini adalah dengan mengerahkan enam petugas

kebersihan. Setiap hari petugas melakukan pembersihan di pantai. Selain itu, tempat sampah yang ada di sana dirasa telah cukup. Rakih berdalih, selain faktor angin, masalah sampah yang ada di Pantai Pulau Merah justru disebabkan oleh kesadaran pengunjung yang kurang. Apalagi pengunjung lokal masih sangat kurang memperhatikan

mengenai kebersihan. “Yang datang dari lokal malah kurang perhatian,” ujarnya. Ke depan, dia akan lebih mengoptimalkan kebersihan kawasan. Salah satu cara yang akan dilakukan adalah dengan memanfaatkan karung-karung untuk dijadikan tempat sampah. “Karung akan kita pasang di samping pohon untuk tempat sampah,’’ tandas Rakih. (mg1/aif)

Kerap Didaulat Menari n TARI... Sambungan dari Hal 29

Kini, saat dia sudah bekerja, sulung dua bersaudara putri pasangan Suyadi dan Sri Wulan, ini masih terus menggeluti dunia tari. Memang tidak terlalu intens seperti saat dia masih aktif di sanggar tari, namun

pada beberapa even kantor tempatnya bekerja, dia kerap didaulat menari. “Kebetulan rekan-rekan kantor mendukung. Karena itu, saat ada even, termasuk even kantor, saya didaulat menari,” ujar perempuan yang bekerja di Bank BNI Banyuwangi tersebut.

Ditanya apa yang mendasari ketertarikan menggeluti dunia tari, Meita mengaku dirinya ingin tari gandrung menjadi tuan rumah di daerah sendiri. “Pokoknya tari gandrung harus selalu jadi yang nomor satu di Banyuwangi,” pungkas perempuan yang juga hobi modeling tersebut. (sgt/aif)

ISTIMEWA

PEDULI SEPAKBOLA: Wiranto membuka liga dengan ditandai pelepasan balon dan menendang bola ditengah lapangan hijau

Berharap Muncul Messi Indonesia n WIRANTO... Sambungan dari Hal 29

“Sepakbola Indonesia dulu bibitnya dari perserikatan, waktu PSSI didirikan oleh Pak Suratin dkk. Dan kini hal itu harus kembali dilakukan dengan melirik potensi atlet desa untuk memperkuat Indonesia dalam menyusun kesebalasan berlaga di tingkat internasional,” kata Wiranto dalam membuka Kick Off Liga Desa Indonesia (LIDI) di Desa Wiragati, Majalengka, Jawa Barat, kemarin (18/1). Sehingga, kata Wiranto, PSSI dituntut untuk jeli dalam mencari bibit. “Masa dari 240 juta penduduk Indonesia, mencari sebelas orang aja sulit,” cetusnya. Mantan Panglima ABRI ini pun berharap dengan Liga Desa itu bisa bermunculan talenta-talenta handal sekelas Messi ataupun Ronaldo yang saat ini menjadi salah satu pemain termahal dunia. Selain berbicara pencarian bibit, pria yang digadang-gadang menjadi capres di 2014 ini menerangkan bahwa selain menciptakan prestasi, dengan olahraga se-

pakbola dapat tercipta sportifitas dan kebersamaan di masyarakat terutama disaat negeri ini sedang dihadapi berbagai musibah alam, dan pesta politik nasional 2014. “Dengan liga ini, antardesa diharapkan bisa rukun dan saling membantu.  Paling tidak dapat mensikapi   perbedaan dikala semua rakyat diangkat dalam berpolitik praktis dengan intrik-intrik tertentu,” terangnya. Wiranto pun mengaku bangga,  ditengah curah hujan yang tinggi di wilayah Jawa Barat, namun antusiasme ribuan warga dan suporter sangat tinggi   untuk melihat secara langsung jalannya pertandingan. Bahkan,   Wiranto yang membuka liga tersebut dengan ditandai pelepasan balon dan menendang bola ditengah lapangan hijau harus ikut berbasah-basahan. “Di desa Wiragati ini kita mulai kick off Liga Desa Indonesia. Dengan alasan tempat ini masuk dalam desa tauladan dan fasilitas olahraga yang baik serta reputasi yang membanggakan di tingkat propinsi dan

nasional. Nanti di setiap propinsi juga akan dipilih. Hingga akhirnya laga final akan kami upayakan bertanding di Gelora Senayan Jakarta,” katanya Di tempat yang sama, Ketua Umum Basri Edi Sofyan menerangkan bahwa LIDI ini diikuti oleh 40 ribu klub yang ada di seloroh pelosok negeri. “Ini LIDI yang pertama di gelar Basri. Dan terbesar di Indonesia. Dari 40 ribu klub sedikitnya sudah siap berlaga dari 110 ribu desa yang ada di negeri ini,” kata Edi. Edi pun menjelaskan bahwa Basri berupaya untuk ikut andil dalam mengisi kekosongan pemain nasional. “Saya harapkan dengan liga desa  ini dapat muncul bibit-bibit berkualitas. Lalu, nantinya, pemain terbaik yang ada di liga ini akan masuk dalam pembinaan Basri untuk kemudian masuk dalam diklat. Setelah itu, kami akan sumbangkan para pemain terbaik dari desa ke PSSI. Setelah itu, terserah dari mereka (PSSI) apakah pemain dari liga ini nantinya ikut atau tidaknya di dalam tim nasional,” demikian Edi Basri menerangkan. (adv)

Pembeli Pilih Belanja di Jalan n HARGA... Sambungan dari Hal 30

Asmuni, 44, salah satu pedagang di Pasar Banyuwangi mengatakan, beragam jenis bumbu mengalami penurunan harga sejak beberapa hari terakhir. Itu terjadi lantaran stok dari pemasok melimpah. “Harga beragam jenis bumbu turun karena stok cukup melimpah,” ujarnya kemarin (19/1). Dikatakan, penurunan harga paling besar terjadi pada bawang merah, yakni dari sebelumnya Rp 30 ribu per Kg

menjadi Rp 20 ribu per Kg. Disusul kemudian dengan harga cabai rawit yang turun dari Rp 26 ribu per Kg menjadi Rp 20 ribu per Kg. Demikian halnya dengan cabai merah dan tomat. Harga kedua jenis bumbu masakan tersebut kompak turun sebesar Rp 5 ribu per Kg. Cabai merah yang sebelumnya dipasarkan dengan harga Rp 32 ribu per Kg kini turun menjadi Rp 27 ribu per Kg. Sedangkan harga tomat yang sebelumnya mencapai Rp 14 ribu per Kg kini dijual ke tangan konsumen dengan

harga Rp 9 ribu per Kg. Namun sayang, penurunan harga yang cukup signifikan, itu ternyata tidak diimbangi dengan peningkatan pembelian konsumen. Meskipun harga bumbu cenderung murah, imbuh Asmuni, nyatanya konsumen yang membeli dagangannya tetap sepi. “Sejak pemasangan pagar di depan Pasar Banyuwangi, lapak pedagang yang berjualan di dalam pasar semakin sepi pembeli karena pembeli lebih leluasa berbelanja di jalan,” sesalnya. (sgt/aif)


40

Senin 20 Januari 2014

Sopir Kejang, Panther Tabrak Becak, Satu Tewas SITUBONDO – Kecelakaan hebat terjadi di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, siang kemarin (19/1). Kecelakaan yang melibatkan mobil Panther Nopol DK 1337 DZ dan sebuah becak ini, membuat satu korban tewas. Meski sebelumnya sempat mendapat perawatan medis. Korban tewas tak lain adalah sopir Panther yang diketahui bernama Johan Bahtiar, warga Desa Prajekan Kidul, Kecamatan Prajekan, Bondowoso. Sementara korban lainnya, yakni Sumarto alias Pak Iyas, warga Desa Siliwung, Kecamatan Panji, mengalami luka-luka setelah terlempar dari becak yang ditumpanginya. Kecelakaan maut yang terjadi sekitar pukul 10.30 ini bermula saat Johan Bahtiar bersama istrinya, Heryanti, 41, hendak ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Johan rencananya akan berobat karena dirinya menderita penyakit darah tinggi. Begitu sampai di jalan raya Desa Kotakan, korban berusia 44 tahun itu melajukan kendaraannya dari arah selatan. Saat itu, Johan sudah melihat bahwa di depannya ada tukang becak yang juga melaju ke arah urata. Karena laju becak tidak begitu cepat, dia pun berusaha menyalip becak tersebut dari sebelah kanan. Nahas, beberapa meter berada di belakang becak, penyakit darah tinggi yang diderita Johan tiba-tiba kumat. Kontan saja, Johan mengalami kejangkejang. Dia tidak bisa mengontrol kemudinya. Tanpa disadari, kaki Johan menginjak gas mobil dan menabrak becak yang ditumpangi Sumarto. “Mau ke rumah sakit. Suami saya punya penyakit darah tinggi. Tapi, waktu nyupir dia kejang-kejang dan menabrak,” terang Heriyanti, istri korban, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi ini.

Akibat ditabrak dari belakang, penumpang becak langsung terlempar dan jatuh di pinggir jalan. Sementara, mobil Panther yang di moncongnya masih tersangkut becak terus melaju tanpa kontrol. Mobil akhirnya berhenti setelah menabrak sebuah pohon di pinggir jalan Desa Kotakan. Melihat kejadian itu, warga sekitar pun membantu proses evakuasi korban. Setelah petugas Laka Lantas Polres Situbondo tiba di lokasi kejadian, ketiga korban yakni Johan Bahtiar dan istrinya Heriyanti, serta tukang becak Sumarto langsung dievakuasi menuju RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Sayang, meski sempat mendapat perawatan medis, namun nyawa Johan Bahtiar tidak dapat tertolong dan meninggal dunia di rumah sakit. Sementara, tukang becak yang mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Hingga kini masih menjalani perawatan medis. Pantauan koran ini, kondisi becak remuk total setelah tergencet di antara Panther dan sebuah pohon. Warga sekitar dan petugas lantas selanjutnya mengevakuasi bangkai becak dan mobil yang konon baru beli pada hari Sabtu (18/1) lalu. Petugas yang berada di lokasi kejadian, belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan yang terjadi di dekat SD Kotakan tersebut. Meski begitu dugaan kuat terjadinya kecelakaan karena sang pengemudi Panther mengalami kejang-kejang hingga menabrak becak. “Keterangan dari istri sopir Panther, sebelum menabrak suaminya kejang-kejang karena darah tinggi. Tetapi untuk pastinya masih diselidiki,” terang Bripka Roni, petugas Lantas Polres Situbondo yang berada di lokasi kejadian. (rri/als)

APA POLEH

Bawa Kabur Gadis, Duda Dipolisikan SITUBONDO – Seorang duda berinisial SF, asal Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Situbondo. Dia diduga melanggar Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, karena membawa kabur seorang anak yang berusia di bawah umur. Gadis yang dibawa kabur pria tersebut berinisial HM, 14,  warga Dusun Dempas, Desa Jatisari. Dalam laporannya yang disampaikan Miswandi, 40, orang tua sang HM ke Mapolres Situbondo. Menurut pihak keluarga, gadis tersebut dibawa lari oleh pria 45 tahun tersebut sejak Desember 2013 lalu. Terbongkarnya dugaan kasus perlindungan anak ini, terungkap setelah salah seorang mudin (penghulu) mendatangi rumah korban di rumahnya. Saat itu, seorang penghulu menyampaikan perihal permintaan izin dan restu kepada orang tua korban, bahwa HM, akan segera dinikahkan dengan terlapor, SF. Karena tidak terima bahwa anak gadisnya akan dinikahi oleh duda yang usianya lebih tua dari ayah HM sendiri, maka pihak keluarga memilih melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Situbondo. Apalagi, sebelum hendak dinikahi, HM lebih dulu dibawa kabur oleh terlapor SF. Menurut AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo, karena korbannya adalah anak di bawah umur, maka pihaknya akan menjerat pelaku dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Meski begitu, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus tersebut. (rri/als)

NUR HARIRI/RaBa

RINGSEK: Bangkai becak dan mobil Panther saat dievakuasi warga dan petugas Lantas di Desa Kotakan kemarin (19/1).

Pencarian Nelayan Hilang Terkendala Cuaca SITUBONDO – Cuaca tidak bersahabat terus melanda sebagian wilayah di Kabupaten Situbondo. Kencangnya angin dan hujan yang datang secara tiba-tiba, seringkali membuat ombak besar. Sehingga menyulitkan proses pencarian terhadap tiga nelayan yang hilang sejak pekan lalu. Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo terus berupaya mencari tahu keberadaan tiga nelayan yang hilang tersebut. “Pencarian tetap dilakukan. Kami tetap berupaya untuk mengetahui dimana nelayan yang hilang itu,” terang Zainul Arifin, Kepala BPBD Situbondo. Dikatakan, sewaktu mendapat kabar terkait hilangnya nelayan yang hilang saat memancing, pihak BPBD langsung menerjunkan sejumlah petugas untuk melakukan pencarian. Namun, cuaca buruk serta ombak besar membuat pencarian lebih sulit dari biasanya. “Tim Basarnas juga sudah kami hubungi untuk ikut melakukan pencarian,” katanya. Di sisi lain, pihak BPBD juga berupaya menyebar kabar hilangnya nelayan asal Situbondo. Beberapa pihak yang dilibatkan, di antaranya Pol Air Polres Situbondo, BPBD Sumenep, dan para

NIHIL: Upaya pencarian terhadap nelayan yang hilang beberapa waktu lalu terus dilakukan anggota BPPD Situbondo.

NUR HARIRI/RaBa

nelayan yang ada di Sapudi, Sumenep, dan sebagainya. Namun, upaya pencarian hingga beberapa kemarin (19/1) belum menemukan hasil. “Informasi yang disampaikan pihak keluarga korban memang telat. Sehingga pencarian yang dilakukan petugas tidak mengetahui kira-

kira di mana titik koordinatnya saat hilang. Makanya, kami terus berupaya berkoordinasi dengan sejumlah pihak,” terang Zainul. Diberitakan sebelumnya, tiga nelayan dilaporkan hilang saat memancing menggunakan sampan di lautan Kabupaten Situbondo. Mereka adalah Masu,

60, warga Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, yang hilang pada 14 Januari 2014. Sedangkan dua nelayan lain, yakni Alwi, 51, dan M Hasim Ashari, 22, warga Dusun Nyamplung RT 2 RW 2, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, yang hilang sejak 15 Januari 2014. (rri/als)

Pemkab Situbondo Gelar Musrembang untuk Pemerataan dan Pengesahan APBD Tepat Waktu

Pemkab Siapkan Rp 70 Miliar untuk Kecamatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo memulai pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) untuk penyusunan APBD 2015. Hal ini dilakukan untuk kepentingan pemerataan prioritas pembangunan dan pengesahan APBD tepat waktu. TAHAPAN musrembang diawali dengan pra musrenbang yang telah digelar Senin 13 Januari 2014 hingga Kamis, 16 Januari 2014 lalu. Pelaksanaan pra musrenbang dibagi menjadi tiga wilayah. Wilayah tengah meliputi Kecamatan Situbondo, Panarukan, Bungatan, Kendit, Panji, dan Mangaran. Pra musrenbang untuk wilayah timur meliputi Kecamatan Arjasa, Kapongan, Asembagus, Banyuputih, dan Jangkar. Sedangkan pra musrenbang wilayah barat meliputi Kecamatan Mlandingan, Suboh, Besuki, Banyuglugur, Besuki, Jatibanteng, dan Sumbermalang Selanjutnya, dilakukan mus-

renbang desa yang digelar di masing-masing desa yang akan dimulai Senin (20/1) hingga Kamis (30/1). Kemudian musrenbang kecamatan pada 10-24 Februari 2014 di masing-masing kecamatan. Hasilnya, akan dibawa ke forum SKPD yang direncakan digelar pada minggu kedua bulan Maret. Dalam kesempatan ini, pemkab akan mengundang pihak kecamatan dan desa untuk mensinkronkan hasil perencanaan di tahapan yang telah dilalui. Namun, sebelum sampai di forum SKPD, pemkab terlebih dahulu menggelar Koordinasi, Integrasi, Sinkroniosasi, dan Sinergitas (KISS). Baru selanjutnya akan melakukan musrenbang kabupaten yang direncanakan akan digelar minggu keempat bulan Maret 2014. Bupati Dadang Wigiarto mengungkapkan, pelaksanaan pra musrenbang merupakan awal dari penyusunan perencanaan pembangunan untuk menuju tepat waktu. Sehingga, jika nantinya tiap-tiap desa mampu menyelesaikan musrenbangdes sesuai dengan skedul, maka RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) bisa selesai akhir Mei 2014. “Sehingga kita tetap bisa melakukan tertib penyusunan

siklus anggaran,” terang Bupati Dadang. Bupati kedua hasil pemilihan langsung ini berharap, programprogram yang diusulkan di musrenbang agar mengacu kepada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 20112015. Termasuk juga mengacu kepada peraturan bupati (perbup) no 01 tahun 2014 tentang juknis penyelenggaran msurembang desa dan kecamatan. Menurut Bupati Dadang, pemkab sudah menyediakan anggaran Rp 70 miliar untuk kuota kecamatan. Komposisi alokasinya meliputi, 50 persen dana untuk pembangunan prasarana wilayah dasar, 20 persen untuk infrastruktur bidang ekonomi, dan 30 persen untuk bidang sosial, budaya, dan pemerintahan. Kepala Bapekab, Tejo Haryadi mengungkapkan, komposisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang meliputi 60 persen untuk infrastruktur, 20 persen untuk bidang sosial ekonomi pemerintahan, 20 persen untun bidang ekonomi. “Sekarang ini dana untuk infrastruktur semua, sehingga butuh dana yang lebih besar sehingga komposisinya berubah juga,” terang Haryadi. (pri/adv/als)

SAMBUTAN: Bupati Dadang Wigiarto membuka pelaksanaan pra musrenbang yang digelar 13-16 Januari 2014 lalu.

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

TAHAP AWAL: Pelaksanaan pra musrenbang merupakan awal dari penyusunan perencanaan pembangunan agar tepat waktu.


Radar Banyuwangi | 20 Januari 2014