Issuu on Google+

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

SENIN 18 NOVEMBER TAHUN 2013

Bajunya Bekas Terbakar Identitas Kerangka Manusia di Kawasan Bandara masih Misterius BANYUWANGI - Identitas kerangka yang ditemukan di lahan sisi utara Bandara Blimbingsari, masuk Desa Badean, Kecamatan Kabat, masih belum diketahui hingga kemarin (17/11). Tulang belulang yang kini disimpan di ruang Instalasi Kedokteran Kehakiman (IKK) RSUD Blambangan masih belum tuntas diperiksa. Kepala IKK RSUD Blambangan, dr Solakudin mengaku, pihaknya belum bisa berkomentar mengenai kerangka manusia yang baru ditemukan di sekitar saluran drainase sisi utara runway Bandara Blimbingsari tersebut. “Saya malah belum tahu, belum ada laporan,” cetus Solakudin kemarin. Solakudin mengaku, dirinya masih berada di luar kota. Karena itu, pihak IKK RSUD Blambangan belum menyentuh tulang belulang tersebut hingga kemarin. “Saya masih berada di Surabaya, jadi belum bisa memeriksanya,” tuturnya. Tulang kerangka manusia yang baru ditemukan di lahan Bandara Blimbingsari itu dibungkus dan dimasukkan mesin pendingin ruang IKK RSUD n

PERTANIAN

GALIH COKRO/RaBa

 Baca Bajunya...Hal 35

AGUS BAIHAQI/RaBa

BELUM JELAS: Tengkorak yang ditemukan di kawasan bandara ternyata mengenakan pakaian seragam Linmas dan sarung yang sudah hangus terbakar saat pemeriksaan awal di fasilitas IKK RSUD Blambangan kemarin.

SUBUR: Tanaman tembakau di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Geladi Pertama di Taman Blambangan

Bukan Daerah Penghasil, Juara Intensifikasi Tembakau BANYUWANGI - Walau bukan sentra penghasil tembakau, namun petani tembakau Banyuwangi sukses mengukir prestasi tingkat provinsi Jatim. Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur mengukuhkan petani tembakau Banyuwangi sebagai juara satu dalam lomba intensifikasi tembakau kasturi tahun 2013 n  Baca Bukan Daerah...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

NGOPI GRATIS: Warga menyiapkan bungkusan kecil gula pasir di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, kemarin.

Sediakan 10 Ribu Cangkir Kopi Kemiren

F

emal

Belum 17 Tahun, ahun, Rilis Tiga Album lbum

E

GLAGAH - Promosi Banyuwangi sebagai Kota Kopi terus dilakukan masyarakat Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Setelah di tahun 2011 sukses memecahkan rekor menyangrai kopi dengan jumlah peserta terbanyak, dan tahun 2012 sukses menggelar ajang Miss Coffee Internasiona Internasional, tahun ini masyarakat Desa Adat A Banyuwangi itu, kembali me menggelar even akbar

seputar kopi. Tidak tanggung-tanggung, 10.000 cangkir kopi disiapkan bagi pengunjung di Desa Kemiren Selasa malam besok (19/11). Menariknya, acara tersebut rencananya akan dihadiri Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Menariknya lagi, kopi yang akan disuguhkan tersebut merupakan kopi khas Kemiren.

BANYUWANGI - Persiapan Paju Gandrung Sewu yang akan digelar di Pantai Boom Banyuwangi, sudah mulai dimatangkan sejak kemarin (17/11). Seribu pasang penari paju gandrung menggelar latihan bersama perdana di lapangan Taman Blambangan, Banyuwangi, kemarin. Seribu penari gandrung itu berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Mereka datang dari berbagai kecamatan di Banyuwangi. “Ini latihan perdana untuk kegiatan Paju Gandrung

Sewu,” cetus panitia pelaksana, Suko Prayitno. Menurut Suko, konsep Paju Gandrung Sewu yang akan digelar pada Sabtu (23/11) mendatang, sedikit berbeda dengan Gandrung Sewu tahun lalu. “Ini Paju Gandrung, jadi penari gandrungnya berpasangan. Kalau dulunya tidak berpasangan,” jelasnya n  Baca Geladi...Hal 35

Yakni kopi asli produk Banyuwangi yang disangrai secara tradisional. Tak heran, ajang yang rencananya dihelat mulai pukul 19.00 hingga 21.00 Selasa besok itu bertajuk 10.000 cangkir Kopai Kemiren Bersama Dahlan Iskan. Yang tak kalah uniknya, bentuk cangkir yang digunakan cukup seragam n  Baca Sediakan...Hal 35

AGUS BAIHAQI/RaBa

KOLOSAL: Peserta Paju Gandrung Sewu melakukan latihan bersama di lapangan Taman Blambangan, Banyuwangi, kemarin.

DILLY, begitu gadis is bernama asli Partika Dilly Ayu ini karib disapa. Di eusia yang masih beik lia, karir dunia musik aremaja berperawani kan semampai, ini esudah cukup menteja, reng. Bayangkan saja, um meski usianya belum emgenap 17 tahun, perempuan yang satu ini telah lbum “menelurkan” tiga album musik dangdut. uan yang Tak pelak, perempuan ajar kelas XI masih berstatus pelajar stus 1945 BaIPS 1 SMA 17 Agustus ercaya menjadi nyuwangi, kerap dipercaya pengisi acara pentas musik dangdut, n warga, maupun baik di acara hajatan an tempat wisata. di panggung hiburan taran Dilly masih Tidak hanya itu, lantaran berstatus pelajar, diaa kerap dipercaya iburan pada acara mengisi panggung hiburan yang digelar untuk kalangan pelajar. Salah satunya pada penutupan Pekan KP) 2013 di audiKreativitas Pelajar (PKP) ersitas 17 Agustus torium kampus Universitas alu (16/11) n Banyuwangi Sabtu lalu

Para Jawara Lomba Pekan Kreativitas Pelajar (PKP) 2013 (1)

Nama Resmi Istiqomah, Nama Panggung Kharisma B Berawal dari kegemaran m menyimak siaran berita t di televisi dan radio, Jejak Istiqo Istiqomah, 17, sukses tampil seba b gai ju sebagai juara Lomba Baca Berita dalam rangka ra Pekan Kreativitas Pe Pelajar (PKP) 2013. Tidak banyak ya yang tahu, ternyata gadis ini adalah ad seorang penyanyi dangdut Osing. SIGIT HARIYADI, Banyuwangi A Jejak Istiqomah mungkin masih NAMA kalah ngetop dibandingkan dengan Jejak Be Karisma. Betapa tidak, pemilik nama h pertama itu hanyalah pelajar layaknya reseusian Sedangkan nama kedua, maja seusianya. diken masyarakat luas, khususcukup dikenal ya para pa a pen pe nya pencinta musik di Banyuwangi.

 Baca Belum 17...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

SUARA EMAS: Jejak Istiqomah alias Jejak Kharisma tampil menyanyi usai menerima piala juara I Lomba Baca Berita PKP 2013.

Maklum, Jejak Karisma adalah pelantun lagu Osing berjudul “Suloyo” dalam album “Cinta Kates Gantung” yang cukup laris di pasaran. Selain piawai menyanyi lagu Osing, Jejak Karisma juga kerap didaulat mengisi panggung musik dangdut, kendang kempul, hingga musik beraliran pop. Tidak hanya itu, dia juga didaulat menjadi vokalis grup band. Sementara itu, Jejak Istiqomah baru saja dinobatkan sebagai juara I Lomba Baca Berita dalam rangka Pekan Kreativitas Pelajar (PKP) 2013 yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi. Bahkan bukan hanya pada PKP tahun ini, pada PKP 2012, pelajar kelas XII IPS 4, MAN Srono itu juga pernah meraih gelar juara II lomba Baca Berita. Sebelumnya, memang tidak banyak yang menjagokan putri bungsu pasangan Triatmojo dan Naomi Banawa tersebut n

Ganggu lalu lintas, konvoi pesilat diobrak polisi Gabungan dua cabor sekaligus, pencak silat merangkap road race

Aktivis Belanda ikut kembangkan Teluk Pangpang Napak tilas nenek moyang (VOC) di Blambangan

 Baca Nama Resmi...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

http://www.radarbanyuwangi.co.id

email: radarbwi@gmail.com/beritaraba@gmail.com


26

Senin 18 November 2013

Profesi Guru Perlu Perlindungan Hukum SHULHAN HADI/RaBa

SURVIVAL: Mahasiswa membentuk formasi dengan pelampung di Selat Bali kemarin.

Mahasiswa Diajari Bertahan Hidup di Laut KALIPURO - Sebanyak 18 mahasiswa anggota mahasiswa pencinta alam mengikuti latihan Search and Rescue (SAR) di Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyu-

wangi kemarin (17/11). Para mahasiswa tersebut dibekali pelatihan jungle survival (bertahan hidup di hutan), sea survival (bertahan hidup di laut),

dan materi kemampuan menyelamatkan korban. Penanggug jawab latihan SAR Lanal Banyuwangi, Peltu Laut Apang Suprahman mengatakan,

kegiatan ini sengaja dirancang santai. Meski begitu, materi yang disampaikan tetap fokus dan sesuai dengan prosedur n  Baca Mahasiswa...Hal 35

Ikrar Bersama di Bumi Perkemahan SEMPU – Maraknya tawuran pelajaran, marak pergaulan bebas menjadi inspirasi bagi forum wakil kepala sekolah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se Banyuwangi. Melalui kegiatan yang positif, diharapkan bisa mengurangi efek negatif di kalangan pelajar. Di bawah bimbingan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Banyuwangi, forum wakasek kesiswaan ini mengadakan kegiatan kabar yang diikuti oleh 47 sekolah kejuruan baik negeri dan swasta se Banyuwangi. Bertempat di bumi perkemahan Bendokerep, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, sebanyak 830 siswa yang merupakan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari masingmasing sekolah berkumpul dan berkemah sejak Jumat (14/11) hingga kemarin (16/11). Di perkemahan tersebut dilaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan Sekolah (LDKS). Kegiatan yang diresmikan perwakilan Dinas Pendidikan Banyuwangi, H Muklis itu bertujuan melatih pengurus OSIS untuk saling menghormati, memiliki jiwa kepemimpinan, kemandirian, hingga kepedulian. Contoh konkretnya, sesu-

BANYUWANGI - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mulai menyosialisasikan perlindungan hukum profesi guru. Pada Jumat (15/11) lalu, jajaran pengurus PGRI bertemu Bupati Abdullah Azwar Anas di ruang kerjanya. Mereka melaporkan rencana sosialisasi perlindungan hukum bagi kalangan pendidik. Bupati Anas menyambut baik pelaksanaan sosialisasi perlindungan hukum pada profesi guru tersebut. Dengan perlindungan hukum itu, Bupati Anas berharap para guru waktu dapat terkonsentrasi penuh mengajar anak didik. Selain itu, Bupati Anas juga berharap para guru untuk menghindari semua bentuk pelanggaran hukum dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Para guru juga diminta memberikan teladan yang baik kepada para siswa

dan anak didiknya. Ketua PGRI Banyuwangi, Husin Matamin mengatakan, pada Sabtu lalu, PGRI bersama dengan aparat kepolisian sudah menggelar sosialisasi perlindungan hukum profesi guru. Dalam kegiatan itu, hadir para kepala sekolah, UPTD serta Kapolsek se Kabupaten Banyuwangi. Husin mengatakan, sosialisasi ini dilakukan agar dalam menjalankan profesinya, para guru dapat terhindar dari kasus-kasus hukum. Baik pelanggaran hukum yang terkait masalah tindak pidana korupsi (tipikor) maupun kekerasan terhadap anak didik. “Kami ingin para guru paham tentang hukum yang berlaku atas setiap pelanggaran tersebut dan tidak tersangkut di dalamnya,” kata Husin. Jika sampai terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh guru, lanjut Husin, diharapkan

pihak kepolisian juga tidak serta merta mengambil tindakan hukum. Jika terjadi kekerasan terhadap murid, maka kepolisian bisa menjadi penengah antara guru dan pihak keluarga. Materi yang sosialisasikan tersebut, kata Husin, adalah isi Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan PB PGRI dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pada tanggal 5 Juli 2013. Di antara isi MoU itu adalah pedoman penanganan kasus-kasus guru yang tersangkut kasus hukum dalam menjalankan profesinya sebagai guru. Setelah mendapatkan sosialisasi, kata Husin, kepala sekolah juga akan mendapat asistensi lebih lanjut. “Setelah sosialisasi bagi kalangan kepala sekolah, kita akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” tambah Husin (afi/bay)

Workshop Motivasi di Al Azhar Muncar

TOMY SHILA/RaBa

DISPLIN : Pelajar peserta perkemahan mengikuti latihan baris berbaris di lapangan Bendokerep, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Jumat lalu (16/11).

dah acara pembukaan, peserta LDKS tersebut melalui kegiatan dinamika kelompok, berbaur menjadi satu, tidak membedakan asal sekolah, tidak membedakan asal daerah. “Dalam satu kelompok tidak ada anggota yang berasal dari satu sekolah selama berkemah, termasuk tidur dalam tenda,” ujar Paidi, Ketua MKKS SMK Banyuwangi. Sementara itu, peserta dibekali materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) dengan pelatih dari Pangkalan TNI AL Banyuwangi dan Koramil Sempu. Ada pula

pengenalan HIV/AIDS oleh PMI Banyuwangi, materi tentang Lingkungan Hidup, dan training motivasi. Peserta juga dibekali administrasi OSIS, penyusunan program kerja. Untuk meramaikan dan memberikan warna, kegiatan out bond menjadi selingan acara perkemahan tersebut. Sebelum penutupan, dibentuklah Forum Pengurus OSIS SMK se Banyuwangi. Mereka kemudian bersatu padu dan membuat ikrar yang dibacakan di depan seluruh peserta serta para guru pendamping.

Ikrar tersebut salah satunya adalah menjaga persatuan dan kesatuan pelajar Banyuwangi, menjauhi pergaulan bebas, hingga ikrar kepedulian dalam lingkungan dan sosial sekitar pelajar. ‘’Kita datang dari arah yang sama, kita menuju tujuan yang sama, di sini kita satu misi belajar memperbaiki diri, berusaha mengubah kehidupan dalam kebersamaan, meraih kesempurnaan hari esok, itu pasti bersama kita menentukannya,’’ demikian bunyi ikrar yang mereka bacakan. (adv/bay)

MUNCAR –Pondok pesantren modern AL-Azhar Muncar mengadakan kegiatan Workshop Motivasi dengan tema I Have A Dream kemarin (17/11). Kegiatan yang digelar di masjid Ponpes modern AlAzhar, RT 01/RW IV, Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar itu diikuti para siswa dan guru. Tidak ketinggalan, para orang tua murid pun ikut dalam kegiatan motivasi tersebut. Nara sumber yang dihadirkan adalah Avin Nadhir CHI.MCHt dari Kota Malang. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menamakan keberanian dan kemauan untuk meraih impian. Dia juga mendorong agar anak-anak untuk berani memiliki impian. KH. Abdillah As’ad, Lc, pengasuh ponpes Modern Al-Azhar Muncar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan acara Minggu Kliwon. Kegiatan ini biasa disebut dengan Sinergi Tiga Doa, di mana kegiatan ini mempertemukan doa orang tua, guru, dan santri sendiri. Dengan harapan, apa yang diinginkan

THOMY SILA/RaBa

SEMANGAT : Siswa menyimak penjelasan motivator Avin Nadhir di Ponpes Modern Al Azhar Muncar kemarin.

santri, guru, dan orang tua murid bisa cepat terkabul. Kiai Abdillah As’ad menjelaskan, kelulusan sekolah di ponpes Modern Al-Azhar Muncar memang ada beberapa kategori. Misalnya untuk lulus SMP, santri harus hafal Alquran 3 juz. Sedang untuk lulus Madrasah Aliyah Unggulan (MA Ungulan), siswa harus hafal Alquran lima juz. Dia menambahkan, sekolah yang dibinanya telah meluluskan 12 orang tahun lalu. Salah satu lulusan tersebut diterima

di Yaman. Ada juga alumni yang diterima di STAIN Jember dan Lipiya Jakarta. As’ad menerangkan, kalau di ponpes Modern Al-Azhar Muncar ada kegiatan menghafal Alquran secara acak. Selain itu, siswa yang mau mondok harus tinggal di pesantren, tidak menerima siswa yang kos di luar. ‘’Saat ini, rata-rata santri yang belajar di sini berasal dari Bali atau luar kota Banyuwangi. Yang berasal dari daerah Banyuwangi tambah sedikit,’’ pungkasnya. (adv/bay)

CERMIN DIRI

KONI Kurang Bisa Jaga Etika KEPENGURUSAN Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi tinggal tunggu pelantikan. Kiprahnya juga belum dirasakan banyak pihak. Meski begitu, KONI yang dinakhkodai Nurmansyah tersebut sudah bikin ”meradang” sejumlah pihak. Beberapa pejabat struktural yang namanya dimasukkan dalam jajaran pengurus merasa tersinggung. Mereka belum dikonfirmasi, tapi namanya tiba-tiba masuk dalam formasi kepengurusan KONI periode 2013-2017. Nama-nama pejabat yang masuk pengurus KONI tersebut terang-terangan menyatakan belum dikonfirmasi. Bahkan, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko yang namanya ikut ”dicomot” sebagai penasihat KONI, ikut menyesalkan langkah tim formatur tersebut. Dengan kata lain, orang nomor dua di Pemkab Banyuwangi kurang sreg dengan langkah yang dilakukan tim formatur. Sebagai lembaga yang menaungi beberapa cabang olahraga (cabor), kurang elok rasanya jika KONI bertindak asal comot. Mestinya, sebelum memasukkan pejabat masuk dalam kepengurusan KONI, harus kulonuwun kepada atasan pejabat tersebut. Sebab, para pejabat yang namanya masuk dalam formasi kepengurusan tersebut punya tugas besar sebagai abdi negara, yakni melakukan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi, para pejabat tadi juga merangkap sebagai ketua cabor tertentu. Tanpa harus memperpanjang polemik ini, mestinya ketua KONI terpilih harus bisa menjaga etika. Apa sih salahnya kulonuwun kepada Bupati untuk menempatkan para pejabat tersebut dalam kepengurusan KONI. Soal disetujui atau tidak itu urusan lain. Yang penting ada good will dari ketua KONI terpilih untuk silaturahmi kepada orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Rupanya sikap KONI tersebut sudah mengusik ketenangan petinggi di kota ini. Kabarnya, Bupati Abdullah Azwar Anas ikut meradang dengan sikap KONI tersebut. Malahan, kasak-kusuk yang berkembang menyebutkan, dalam menghadapi Porprov 2015 nanti, KONI tidak bakal dilibatkan dalam penyelenggaraan. KONI hanya akan fokus dalam sukses prestasi. Sedangkan sukses penyelanggaraan bakal ditekel langsung Pemkab Banyuwangi. Dalam waktu dekat, pemkab juga akan membentuk pokja (kelompok kerja) kepanitiaan demi suksesnya Banyuwangi sebagai tuan rumah Porprov 2015 nanti. (*) Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti . Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Senin 18 November 2013

Banser Dilatih Penanggulangan Bencana Alam

ABDUL AZIZ/RaBa

DIKLATSAR: Sebanyak 110 banser dilatih baris-berbaris di Lapangan Sumberberas, Muncar kemarin. Mereka dilatih baris berbaris hingga penanggulangan bencana.

KESEHATAN

MUNCAR - Sebanyak 110 anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) mengikuti pendidikan kilat dasar (diklatsar) yang dipusatkan di Balai Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar kemarin. Para anggota banser tersebut berasal dari Satuan Koordinator Rayon Srono, Muncar, Cluring dan Tegaldlimo. Mereka digembleng disiplin berorganisasi, pelatihan baris berbaris, tertib berlalu lintas hingga pelatihan penanggulangan bencana alam. Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Banyuwangi Mashud mengatakan, kegiatan diklatsar angkatan pertama tersebut diharapkan mampu memberikan bekal bagi para anggota Banser untuk menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai benteng ulama. Usai melaksanakan diklatsar Banser angkatan pertama tersebut, kegiatan serupa bakal digelar di Kecamatan Kabat. Sedianya kegiatan ini akan diikuti oleh anggota Banser dari daerah pemilihan (dapil) satu, dua dan empat n  Baca Banser...Hal 35

Bomo Waluyo Resmi Ditutup Penutupan Ditandai dengan Pengajian Tahun Baru Islam

SHULHAN HADI/RaBa

SERIUS: Pemateri memeragakan alat kesehatan.

Perkuat Akses Pelayanan ODHA BANYUWANGI - Sejumlah tenaga kesehatan dari 5 kecamatan mengikuti pelatihan Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) di Hotel Berlian Abadi. Mereka adalah para tenaga kesehatan yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Singojuruh, Grajagan, Sobo, Genteng Kulon dan Kedungrejo. Selama pelatihan, peserta dilatih mengenai penanganan terhadap ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Setiap puskesmas mengirimkan lima orang tenaga. Mereka adalah dokter, promotor kesehatan (promes) laborat dan petugas administrasi. Saat pelatihan, tenaga penyelenggara menyediakan kelas khusus bagi tenaga administrasi. Tujuan pelatihan adalah agar puskesmas bisa memperkuat akses layanan, sistem layanan, dan penyediaan ARV bagi ODHA. Dengan demikian, ke depan diharapkan pelayanan untuk VCT bisa merata di setiap kecamatan. Selama ini akses bagi warga yang akan memeriksakan dirinya terhadap kemungkinan terjangkiti virus HIV/ AIDS masih sangat minim. Selain jumlah klinik VCT yang terbatas, informasi bagi warga juga masih terkesan eksklusif. Melalui pelatihan ini diharapkan persoalan itu bisa diselesaikan. Salah seorang peserta pelatihan dari Komisi Penanggulangan AIDS Banyuwangi Erna Agustina menuturkan, dengan adanya pelatihan ini dia optimistis keberadaan ODHA di Banyuwangi bisa semakin terkover. Penanggung jawab Global Fund Jatim dr. Yati berharap lima puskesmas percontohan itu bisa berjalan dengan baik. (mg1/aif)

SRONO – Satu persatu keberadaan lokalisasi di Banyuwangi terus ditutup. Setelah beberapa waktu lalu menutup Lokalisasi Klopoan di Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, kemarin malam giliran Lokalisasi Bomo Waluyo yang beralamat di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono. Menariknya, penutupan lokalisasi tersebut ditandai dengan acara pengajian peringatan tahun baru Islam di areal bekas lokalisasi tersebut. Acara itu dihadiri langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Selain itu hadir juga jajaran Forum Pimpinan Kecamatan Srono, kepala desa setempat, serta warga eks wanita pekerja seks (WPS). Acara itu juga menghadirkan, Achmad Wahyudi mantan ketua DPRD Banyuwangi yang juga mubaligh. Bupati Anas mengatakan, bahwa upaya penutupan tersebut tidak serta merta dilakukan. Namun sudah melalui proses panjang sejak akhir 2010

ABDUL AZIZ/RABA

PENGAJIAN: Peresmian penutupan lokalisasi Bomo Waluyo ditandai dengan acara pengajian dengan mubaligh Achmad Wahyudi.

lalu. Mulai dari pendataan WPS asli Banyuwangi dan luar daerah, hingga akhirnya diberi pembinaan, keterampilan hingga pemberian modal. “Jadi tidak serta merta kita lakukan penutupan,” ujarnya. Dia menegaskan, bahwa upaya tersebut akan terus dilakukan hingga pertengahaan tahun depan diharapkan seluruh penghuni lokalisasi asli Banyuwan-

gi tersebut, sudah hidup sebagaimana mestinya dengan bantuan ketrampilan dan modal dari pemerintah. Ketua panitia pengajian sekaligus tokoh pemuda setempat, Jos Rudi mengatakan, bahwa penutupan tersebut adalah kehendak pemerintah dan warga termasuk para penghuni lokalisasi. Ke depan, pihaknya berharap pemerintah terus intens

Minta Muhammadiyah Kawal Penutupan Lokalisasi

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini: OPINI DAN REMBUGAN Naskah Opini panjang tulisan sekitar 850 kata. Sedangkan Rembugan maksimal 250 kata. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com. Sertakan nama dan identitas penulis. Naskah yang sudah dua minggu berada di redaksi dan tidak termuat otomatis dianggap kembali ke pengirim.

SUARA PEMBACA Tulis permasalahan yang Anda hadapi terkait layanan publik. Baik terhadap intansi swasta maupun pemerintah. Sertakan alamat yang lengkap disertai fotokopi identitas dan nomor telepon Anda. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com

ABDUL AZIZ/RABA

HADIRI MILAD: Bupati Anas diapit Ketua PD Muhammadiyah Syuhadak Asy’ary (kanan) dan Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi Masykur Ali kemarin.

8 Ribu Liter Pertamax untuk Nasabah Bank Mandiri BANYUWANGI - Salah satu SPBU milik nasabah Bank Mandiri Rogojampi yang bernama Johan Sucipto mendapat hadiah undian berupa satu tangki pertamax sebanyak 8 kilo liter (8000 liter). Sebab, SPBU tersebut selalu melakukan pembayaran SOPP (Sistem Online Pembayaran Pertamina) melalui Bank Mandiri. Secara simbolis, penyerahan hadiah undian satu tangki 8 kilo liter ini dilakukan oleh Edwin Dwidjajanto selaku Kepala Kantor Wilayah VIII Bank Mandiri Surabaya kepada pengusaha SPBU Mangir Johan Sucipto pada Jumat (15/11). Disaksikan oleh Area Manager Bank Mandiri Jember; Gunawan dan Ifan Effendi Kepala Cabang Bank Mandiri Rogojampi . Ifan Effendi mengatakan, undian SPBU gratis satu tangki pertamax periode 1 Juli-30 September 2013 merupakan program Nasional Bank Mandiri. “Tujuan program ini adalah wujud kepedulian dan apresiasi Bank Mandiri kepada pengusaha SPBU, sekaligus untuk memperkuat hubungan antara Bank Mandiri dan para pengusaha SPBU sehingga diharapkan dapat meningkatkan transaksi

Istimewa

SIMBOLIS: (dari kanan) Kakanwil VIII Bank Mandiri Surabaya Edwin Dwidjajanto; Ifan Effendi, Gunawan dan Johan Sucipto saat penyerahan hadiah undian, Jumat (15/11) lalu.

SOPP melalui Bank Mandiri,’’ jelas Ifan. Kepala Kantor Wilayah VIII Bank Mandiri Surabaya, Edwin Dwijadjanto menjelaskan, secara nasional transaksi pembayaran SOPP melalui Bank Mandiri mencapai kurang lebih Rp 6 trilyun. Tingginya pembayaran pemilik SPBU melalui Bank Mandiri membuktikan bahwa para pengusaha SPBU mem-

memberi bekal keterampilan sekaligus bantuan modal. “Mereka juga butuh ekonomi, tinggal bagaimana dibina dan diberi keterampilan,” ujarnya. Rudi menuturkan, dengan penutupan ini, maka eks lokalisasi Bomo sudah tak ubahnya perkampungan pada umumnya. “Sekarang sudah seperti kampung,” tandasnya. (azi/aif)

percayakan pembayarannya kepada Bank Mandiri dan untuk periode ini, salah satu SPBU yang beruntung mendapatkan undian gratis satu tangki 8 ribu liter adalah nasabah Bank Mandiri Rogojampi,’’ ungkap Edwin. Edwin menambahkan, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada konsumennya, Bank Mandiri memberikan fasilitas pembayaran secara

online. Bahkan jika seseorang sedang mengisi BBM maka tidak perlu membayar dengan uang tunai. “Cukup menggesek kartu debit Bank Mandiri maka semua transaksi pembelian itu akan selesai, jadi lebih aman,” katanya. Sementara itu, pengusaha SPBU Mangir Johan Sucipto mengucapkan terima kasih kepada Bank Mandiri atas hadiah undian ini. Menurut pengusaha muda itu, selama ini transaksi pembelian BBM (Bahan Bakar Minyak) ke Pertamina, dia lebih memilih melalui transaksi online Bank Mandiri. “Saya pilih Bank Mandiri karena bank milik BUMN, sehingga saya yakin sistemnya lebih baik dan terpercaya,” cetus Johan. Pada kesempatan yang sama, Gunawan selaku Area Manager Bank Mandiri Jember juga menyampaikan bahwa selain program gratis 8 ribu liter pertamax, masih banyak program Bank Mandiri buat nasabah setia. “Salah satunya adalah Mandiri Fiesta Poin sebuah program untuk mendapatkan hadiah langsung dari penambahan saldo dan transaksi di Bank Mandiri. Jadi apapun transaksinya gunakan Mandiri saja,” pungkasnya. (adv/aif)

SEMENTARA itu, Bupati Abdullah Azwar Anas minta kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk ikut serta mengawal penutupan semua lokalisasi yang saat ini gencar dilakukan Pemkab Banyuwangi. Orang nomor satu di jajaran Pemkab Banyuwangi itu juga berharap agar organisasi yang didirikan oleh almarhum KH. Ahmad Dahlan itu juga turut andil memberikan pembinaan kepada para eks wanita pekerja seks (WPS) dan mucikarinya. Harapan tersebut disampaikan Bupati Anas saat menghadiri milad ke-104 Muhammadiyah di Lapangan Ahmad Yani, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, kemarin. Bupati menuturkan, pihaknya terus berkomitmen untuk mengentaskan para WPS yang beroperasi di sejumlah lokalisasi di Banyuwangi dengan cara yang bermartabat. Selain melakukan upaya penutupan, pemkab juga memberikan pembinaan berupa keterampilan sekaligus memberikan modal untuk

bekerja setelah mereka keluar dari lokalisasi. “Kami berharap organisasi Muhammadiyah melalui Kokam Pemuda Muhammdiyah juga ikut mengawal program ini,” harap Anas. Selain minta agar ikut mengawal program pengentasan WPS dari lokalisasi, bupati juga mengingatkan kepada jajaran pengurus dan kader Muhammadiyah untuk mengambil peran yang lebih besar dalam memanfaatkan teknologi informasi (IT) khususnya dalam berdakwah dan senantiasa teguh dalam beramar makruf nahi munkar. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Syuhadak Asya’ari mengajak para kader dan simpatisan untuk menjaga komitmen moral dalam membangun bangsa. Selain itu, lanjut Syuhadak, tidak kalah pentingnya membangun kekuatan karakter atau akhlaq utama di tubuh bangsa, yang mengedepankan kejujuran, keadilan, kedamaian, keterpercayaan, persaudaraan, kemandirian, dan nilainilai moral yang dibangun di atas kebenaran dan kebaikan (azi/aif)


28

Senin 18 November 2013

Aktivis Belanda Ikut Kembangkan Teluk Pangpang BANYUWANGI - Pencemaran perairan Muncar oleh limbah pabrik mendapat perhatian kalangan aktivitas lingkungan hidup asal Belanda. Tiga aktivitas lingkungan hidup itu datang ke Banyuwangi untuk ikut rembug pengembangan ekosistem teluk pangpang. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Agus Siswanto mengatakan, tiga aktivis lingkungan hidup asal Belanda itu memberikan perhatian penuh terhadap kelestarian ekosistem teluk pangpang. Selama berada di Banyuwangi, tiga aktivis Belanda itu menjadi pendamping Forum Pengembangan Ekosistem Teluk Pangpang. Selain itu menjadi pendamping forum, kata Agus, tiga aktivis lingkungan itu melakukan

diskusi dengan tim Bappeda. Dalam waktu dekat ini, akan ada action untuk mengembangkan ekosistem teluk pangpang. “Action-nya sedang dalam penggodokan. Tiga aktivis asal Belanda sudah diskusi panjang dengan kita,” kata Agus. Tiga aktivis lingkungan itu akan memantau pelaksanaan action di lapangan. Hanya saja, Agus belum menyebutkan kapan pelaksanaan action itu. Untuk diketahui, hasil uji laboratorium Badan Lingkungan Hidup Jatim menunjukkan bahwa laut Muncar tercemar. Laut di perairan Selat Bali itu mengandung zat amonia dan padatan terlarut yang melebihi baku mutu. Jumlah padatan terlarut (total suspend solid/TSS) di laut Muncar lebih dari baku mutu 80 ppm. Tingginya TSS ini

Action-nya sedang dalam penggodokan. Tiga aktivis asal Belanda sudah diskusi panjang dengan kita Agus Siswanto Kepala Bappeda

menyebabkan air laut menjadi keruh. Selain TSS, kandungan amonia total (NH3-N) pada laut Muncar mencapai 0,974 ppm. Kandungan amonia tersebut melebihi baku mutu yang ditetapkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004, yakni 0,3 ppm..

Laut Muncar juga dicemari 10 zat kimia lainnya, seperti raksa (Hg), tembaga (Cu), kadmium (Cd), seng (Zn), timbal (Pb), phenol, sulfida, minyak dan lemak, serta detergen. Namun, kadarnya masih berada di bawah baku mutu. Sampel laut Muncar tersebut diambil pada radius 5 meter dari pantai pada 28 Mei 2013 lalu. Sampel kemudian diuji di laboratorium BLH Jatim, Air laut yang keruh menghalangi sinar matahari masuk ke laut sehingga kadar oksigen menjadi rendah. Sebaliknya, tingginya zat amonia dapat membunuh anak-anak ikan. Meski begitu, masyarakat masih aman mengkonsumsi ikan yang ditangkap di laut Muncar. Tingginya amonia dan TSS bisa disebabkan pembuangan isi perut dan darah ikan

dalam skala besar serta limbah rumah tangga. Selain rumah tangga, ind u s t r i p e n g o l a ha n i k a n ,

baik skala besar maupun kecil, diduga kuat menjadi biang pencemaran tersebut. Penyelamatan laut Muncar,

hanya bisa dilakukan bila seluruh industri yang berjumlah 65 unit mau membuat IPAL. (afi/als)

Sambangi Pasar, Yulyani Puji Hasil Bumi BANYUWANGI - Calon anggota DPD RI 2014-2019, Yulyani menyambangi kontituennya di Banyuwangi pada Minggu (17/11). Mantan anggota DPRD Kota Surabaya itu menyapa pedagang Pasar Blambangan. Kontan saja, kehadiran pengurus KONI Jatim ini langsung dikerubuti oleh pengunjung maupun pedagang pasar. Kunjungan pengurus Kamar Dagang Industri (Kadin) Jatim itu digunakan juga untuk menyerap aspirasi pedagang Pasar Blambangan. Bahkan, dia langsung berkomunikasi dengan pedagang dan pengunjung pasar. Dia pun memuji hasil bumi Banyuwangi dengan membeli beberapa komoditas pedagang. Seperti pepaya dan terong. “Wah, terongnya kecilkecil. Di Surabaya tidak ada seperti ini,” cetus Bendahara Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) itu. Selain memuji Banyuwangi dari segi komoditas, Founder LSM Gerakan Hati Indonesia itu juga memuji Banyuwangi sebagai sebuah kabupaten yang memiliki daya investasi yang sangat bagus. Sebagai anggota Kadin Jatim, Banyuwangi menjadi obyek pemberdayaan karena peluangpeluang bisnis usaha di Banyuwangi masih sangat bagus untuk mendukung

TOHA/RaBa

KOMUNIKASI: Calon anggota DPD RI, Yulyani (tiga dari kiri), menyapa pedagang dan pengujung Pasar Blambangan kemarin (17/11).

pertumbuhan Jatim. Terbukti dengan kehadiran bandara Bimbingsari, Rogojampi, yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Banyuwangi. Terkait pencalonannya sebagai anggota senator, Yulyani menjelaskan, jika seorang senator haruslah berani menjalankan

fungsinya sebagai seorang senator. “Senator dulu sama sekarang beda. Makanya pencalonan saya sebagai seorang anggota DPD RI akan membantu menyelesaikan masalah-masalah di Jatim ini,” tegas mantan Ketua Umum Gerakan Muslim Khadijah Jatim itu. (adv/als) • Honda Stream ‘02 •

BANYUWANGI • Tanah Sawah • Djl Tnh Swh L 14.000 M2 SHM Glenmore Tepi Jln propinsi, Dkt Kmpus,RS, cocok prumahan Hrg 200 rb/m2 0333-821443

• Tanah Kapling • Tnh kapling 135m, cash/krdt. 28jt-34jt, utr pabrik AvilaMuncar.H:085236058438,082143955993

BANYUWANGI

SITUBONDO

• Kebalenan/Lugonto •

• Wisma Anggrek •

TnhRgjL.9600m2Kebalen,L.23500m2,Pancoran Tnh L1150m2, Mendut, L.5000m2, Meneng L.10650m2, L.7000m2 dpn SG. Dswkn Gdg L.200m2+hlmBwiKota,GdgL.2100m2+hlm.3000m2 Srono.H:0811301322/081703130988.

SITUBONDO

• Daihatsu Promo •

• Nissan •

• Grand Livina ‘07 •

Promo Nissan Akhir Tahun DP Murah Grand Livina 34 Jt & March 21 Jt Dapatkan Penawaran Khusus Utk Mobil Perusahaan Hub Adwar 081259550876/087851707706

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007 abu-abu tua metalik, harga 142,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Djual tanah SHM. L 485 m2. lok strategis,jl. Borobudur (sebelah pemda bwi). ats nama send.hub 082141079801/085332798284

• Panter Turbo ‘07 •

• Toyota Avanza ‘10 •

• Daihatsu Xenia ‘10 •

Dijual Isuzu Panther Turbo TBR 54F LM tahun 2007 hitam, harga 137,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3 G F60IRM GMMFJJ tahun 2010 silver metalik, harga 135 juta nego, brg istimwa, bisa cash /redit, hub (0333) 631526, 635176, 0811351148

• TANAH•

• Toyota Yaris ‘12 •

• Kredit Motor Honda • Dijual rmh lok Kebalenan/Lugonto di Jl raya Rogojampi/Genteng L 10 x15 = 150m2 SHM bs dbeli dgn cash/kredit & jg bs dsewa hrg nego. H: (0333) 631526-635176 , 0811351148

Dijual rumah perum wisma anggrek mas B1 LT 120 LB 95,Stb hub andika 082140814554

Kredit Spd Motor Baru HONDA Proses Cpat,Bs Tukar Tambah. H: 085228657846

• Jl. Basuki Rahmat •

Civic Ferio 96, mulus, mesin sehat, suku cadang ori, kaki baru, AC dingin,plat bru ganti sept. Hub 081249975047

• Civic Ferio •

• Jln Tembus Baru • Djl Cpt Tanah Tepi Jalan Almt Jln Tembus Baru 2300 m2 SHM Hub 085258796775

BANYUWANGI

Toyota Yaris Tipe E matic th 2012, silver, milik dokter, tangan pertama, Hub 081336654004

• Tanah Dalam Kota • Djl L 553m2 600jt,372m2 300 jt Nego dlm Kota tepi jln bisa kredit Hub 085232205666

BANYUWANGI

Miliki All New Xenia UM 27 Jt bs krdt 5 thn, Ayla cm 80 Jt-an, Terios, Sirion Disc GEDE Hub Hadi 08113541818/081559705555

• Tanah & Gudang •

Dijual Honda Stream S7A 1.7 AT tahun 2002 hitam, harga 135 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

BANYUWANGI

• Desa Balak •

• Kijang Innova ‘05 • • Tanah Sawah •

Dijual Kijang Innova G dsl 05 A/T htm (L) kon istw H:085330007053

Djl tanah sawah luas 10.715, cocok utk homestay, PP, wisata pulau santen,dll. Hrg Rp. 200 ribu/meter. Hub: 0811354614

• NISSAN PROMO• Dptkn 5 pkt ntn PD Brazil, 3 Elgrand, 3 Teana. U/ pmbln Nissan s/d tgl 31/12'13& Dptkn bng mulai 0%. 3S tiap hari 08.0017.00.Nissan Banyuwangi Jln. S.Parman 147 Bwi 0333-4460222

Dijual Tnh+bangunan L4x8=32M2 + 10x15=150M2 bsa dbeli dg cash/ kredit &jga bsa disewa, SHM Lok Ds Balak, hrg nego. H: (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Rmh Djl L600m2, LB 400m2, 2 Lt, 9 KT, 3 KM, Listrik, PDAM, SHM, Lok Jl Basuki Rahmat Stb (Blkg Kntor Kejaksaan Baru STB) Hub. 081 358 057 388. Tanpa Perantara

SITUBONDO • Ruko Strategis • Djl Ruko Pusat Kota Jl. Ahmad Yani 106 A Stb Hub 081233770294/0338-671304

Dijual Daihatsu Xenia F60IRV-GMDFJJ tahun 2010, silver metalik, harga 117,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148


BALJEBOL

Senin 18 November 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Perampok Gondol Uang Rp 48 Juta Tangan Diikat, Mulut Dilakban

HAFID/RADAR JEMBER/JPNN

LESTARIKAN BUDAYA JAWA: Satu persatu peserta ruwatan disiram oleh dalang dalam siraman jamas, lalu diarak keliling.

Ratusan Anak Diruwat Masal LUMAJANG – Sebagai warisan budaya leluhur, budaya ruwatan masih terus dipertahankan di Kabupaten Lumajang. Kemarin, ratusan anak diruwat secara massal dengan tujuan bisa mengurangi hal-hal negatif dalam diri anak. Rangkaian ruwatan itu sendiri diawali dengan pemasangan pakaian serba putih kepada peserta yang diruwat. Setelah itu, ratusan anak-anak yang bakal diruwat ini putih diarak keliling. Mereka diarak dari sekretariat Sabdoaji dan Seno Walit jalan Batanghari, Jogotrunan Lumajang menuju lokasi ruwatan di selatan perempatan MT Hariyono Lumajang. Setelah berkumpul, satu persatu peserta disiram oleh dalang dalam siraman jamas. Sementara sungkeman dilakukan oleh peserta kepada orang tuanya

masing-masing. Dalam siraman dan sungkeman itu para peserta dan orang tua saling berdoa terhadap apa yang diinginkan. Sarwo Darmono ketua panitia menjelaskan bahwa ruwatan ini adalah adat budaya jawa. “Yang bertujuan meminimalkan hal-hal negatif yang ada pada diri manusia,” katanya. Dalam ruwatan ini memiliki nilai sosial karena diselipkan agenda pemberian santunan. Dalam ruwatan ini, Darmono menjelaskan juga untuk membersihkan dari balak musibah yang ada pada diri anak. Sehingga, sebanyak ratusan anak dari 36 Kepala Keluarga (KK) dari berbagai latar belakang agama, turut serta melakukan ruwatan secaara bergiliran. Mereka melewati berbagai jenis ruwatan. Mulai dari untang-anting

(terdiri dari satu anak laki-laki), unting-unting (satu anak perempuan), kedono-kedini (anak laki dan perempuan) maupun sendang gapit pancuran (anak perempuan, laki-laki, dan perempuan). Sementara itu, Krishna Susatyo, salah satu peserta yang meruwat putrinya mengatakan ruwatan ini juga merupakan bagian untuk mensyukuri budaya leluhur. Dengan tujuan, anak yang diruwat dan orang tua, memiliki harapan yang sesuai dan segera terkabul. Budaya ini menurut dia sudah lama berjalan. Dia berharap ruwatan ini bisa berjalan dengan rutin setiap tahun sekali. “Kalau bisa setiap tahun ada,” ungkapnya. Tujuannya menurut dia, agar semakin rutin melestarikan budaya Jawa. (fid/hdi/JPNN/aif)

Kematian Bayi Jember Tertinggi di Jatim JEMBER – Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Jember termasuk tertinggi di Jatim selama beberapa tahun terakhir. Bahkan, jumlah AKI di Jember termasuk tertinggi kedua di Jatim, atau hanya lebih baik dari Kota Surabaya. Tren Jember sebagai daerah penyumbang angka kematian bayi dan ibu tertinggi di Jatim diperkirakan tidak akan menurun hingga akhir 2013. Hal ini disampaikan Avianto Nooriswahjudi, dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, yang menjadi narasumber Simposium Nasional Upaya Peningkatan Kesejahteraan Bangsa Melalui Revolusi Penurunan AKI dan ABI Sebagai Langkah Percepatan Menuju MDG’S 2015, di Gedung Soerachman Universitas Jember (Unej), kemarin (17/11). Avianto menjelaskan, pada 2012, jumlah kematian bayi dibawah usia 11 bulan di Jatim mencapai 5.904 jiwa. Jember

sebagai kabupaten penyumbang angka kematian bayi tertinggi di Jatim dengan mencapai angka kematian bayi hingga 424 bayi. Sementara, angka kematian ibu di Jember di posisi kedua dengan jumlah 43 kasus, selisih 17 kasus dari Kota Surabaya. Menurut dia, dari laporan sementara, jumlah kematian bayi di Jember tahun ini berjumlah 357 kasus, dari total kematian anak se-Jatim yang berjumlah 4.418. “Jember sebagai juara bertahan, penyumbang angka kematian anak yang tinggi di Jatim,” sindirnya. Tingginya angka kematian bayi di Jember itu, kata dia, disebabkan ada kencenderungan seorang ibu kurang memahami tentang pentingnya kesehatan. Sebab, banyak ibu dan anak yang mengalami kekurangan asupan gizi. Penyebab lain, Avianto menjelaskan, karena masih banyak ibu hamil yang mempercayakan proses persalinannya

pada dukun bayi. “Jika para ibu hamil masih enggan berkonsultasi dengan bidan atau dokter spesialis kandungan, angka kematian ibu dan bayi yang begitu tinggi itu tidak akan menurun sedikit pun,” tegasnya. Menurut Yuli Priyanto, sekretaris Komisi D DPRD Jember, yang menjadi narasumber lain dalam simposium itu, adanya komitmen tinggi dari Pemkab Jember untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi yang cukup tinggi. “Untuk menjawab solusi tersebut, pertama harus ada komitmen pemkab,” ujarnya. Selain harus menyediakan infrastruktur dan sarana pendukung kesehatan yang memadai, dia mengatakan, pemkab perlu menyediakan alokasi dana yang cukup untuk mengatasi tingginya angka kematian ibu dan bayi itu. Tidak hanya itu, Yuli mengatakan, dukungan masyarakat juga harus terus ditumbuhkan. “Meski pemerintahnya sudah

komitmen, tapi masyarakatnya tidak mendukung, maka hal tersebut akan menjadi percuma,” kata legislator yang berprofesi sebagai dokter itu. Sementara itu, ketua Pengda Ikatan Alumni Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Jatim Prijono Satyabakti, menilai, tingginya AKI dan AKB bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. Melainkan, seluruh mahasiswa maupun alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) juga memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dia mengatakan, penyadaran kepada masyarakat yang masih enggan memilih cara medis dalam proses persalinannya wajib menjadi perhatian berbagai pihak. Upaya intervensi kepada pemerintah sebagai pemangku kebijakan perlu dilakukan untuk menciptakan kebijakan yang berpihak pada penuntasan AKI dan AKB itu. (rul/JPNN/aif )

GUMUKMAS – Belum terungkap perampokan di rumah Dekan Universitas Islam Jember (UIJ) di Mayang, Polres Jember mendapat tambahan pekerjaan rumah (PR) perampokan lain. Kali ini yang menjadi korban adalah pasangan suami istri Maksum dan Siti Mutrofiah, warga Desa Bendorejo, Desa Karangrejo, Gumukmas, kemarin (17/11) sekitar pukul 01.00. Pelaku yang berjumlah tiga orang itu berhasil menggondol uang tunai Rp 48 juta, perhiasan, dan tiga buah hand phone (HP) milik korban. Saat itu, korban hanya bersama suaminya karena seorang anaknya mondok. Ketiga pelaku yang mengenakan cadar itu masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela. Menurut Siti Mutrofiah, dirinya terbangun dengan posisi kedua tangan terikat rafia. “Sedangkan mulut dilakban bersama Pak Maksum,” katanya. Dalam kondisi tersekap, korban melihat bahwa semua pelaku mengenakan cadar dan membawa celurit. Para pelaku meminta korban menunjukkan tempat penyimpanan uang. Korban tidak berkutik apa-apa saat para pelaku mengacak-acak lemarinya.

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

ACAK-ACAKAN: Siti Mutrofiah menunjukkan kamar dan lemari yang diobrak-abrik pelaku kemarin.

Seorang pelaku yang bertubuh gemuk masuk ke kamar kosong dan langsung membuka lemari. Di dalam laci lemari itu pelaku berhasil membawa uang Rp 48 juta. Masih belum puas dengan jarahannya, pelaku lain masuk ke kamar yang lain pula untuk mencari barang-barang berharga milik korban. Para pelaku juga sempat masuk ke dapur dan mengobrak-abrik lemari yang ada di ruang makan. Pelaku sempat mengambil dua dompet yang di dalamnya ada uang belanja. Setelah setengah jam beraksi, para pelaku langsung kabur melewati pintu depan karena kunci masih tergantung di pintu. Menurut Siti, pelaku sempat

menghidupkan semua lampu di dalam kamar sebelum keluar rumah. Beberapa menit kemudian, korban dan istrinya yang masih tersekap ngesot mencari HP yang ada didapur. Ternyata, kata dia, saat itu masih ada sebuah HP yang ditinggal oleh pelaku. HP tersebut dipegang Maksum, lalu istrinya disuruh mencari nomor tetangga yang bisa dihubungi. Sekitar 20 menit setelah pelaku kabur, seorang tetangga berhasil ditelpon. Akhirnya, warga sekitar berdatangan ke rumah korban untuk melepaskan korban dari sekapan. “Sekitar ada enam orang (tetangga) langsung langsung membuka tali rafia dan lakban yang digunakan untuk menutup mulut,” kata Siti. (jum/har/JPNN/aif)

Korban Bakal Mendapat Bantuan LUMAJANG – Amukan angin puting beliung di kawasan Senduro dan Pasrujambe langsung ditindaklanjuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang. Pihak BPBD menegaskan akan segera memberikan bantuan kepada semua korban bencana. Dari data yang dihimpun BPBD, tercatat ada 15 rumah di desa/kecamatan Senduro yang rusak. Sepuluh di ataranya mengalami rusak berat karena atap rumah jebol. Selain bangunan rumah warga, angin juga menerjang bangunan gedung sekolah. Yakni SMPN 1 Senduro kecamatan Senduro. Dari 20 lokal ruang sekolah 11 di antaranya atapnya hancur. Bahkan tiga kantin sekolah juga disasak. Salah satunya dinding di samping kantin ambruk. Selain itu, terjangan puting beliung juga terjadi di Kecamatan Pasrujambe. Tepatnya di RT 15 RW 8 Desa Sukorejo. Dari catatan tim pendata BPBD, disebutkan ada 31 rumah yang 10 rusak berat. Kerusakan itu menurut Ahmad Fauzi, staf BPBD rata-rata terjadi pada atap rumah jebol. Sementara lainnya yang rusak sedang dan ringan hanya terjadi pada genting rumah yang melayang disambar puting beliung. Dengan kejadian ini, Rochani mengatakan, pihaknya memang masih belum selesai melakukan pendataan korban. Namun sejauh ini sudah ada gambaran terhadap kondisi pasca bencana angin puting beliung yang memporak-po-

HAFID ASNAN/RADAR JEMBER/JPNN

PORAK PORANDA: Bangunan rumah dan gedung sekolah yang dihajar angin puting beliung.

randakan bangunan dan menumbangkan puluhan pohon. Untuk itu, pihaknya segera m e n gaju k a n p e n ya l u ra n bantuan. “Kami akan segera memberikan bantuan kepada korban puting beliung,” terang Rochani kepala BPBD ketika dikonfirmasi kemarin.

Rochani menjelaskan, pihaknya sudah memiliki data korban bencana puting beliung itu. Dari data dan laporan kejadian itu, kemudian diajukan kepada Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar untuk dimintakan persetujuan penyaluran bantuan.(fid/sh/JPNN/aif)

Kisah Hilangnya Aziz Fuadhi dan Muhammad Rifki Perdana di Gunung Semeru

Bertahan Dengan Minum Air Comberan, Tak Percaya Bisa Selamat Dua survival, Aziz Fuadhi, dan Muhammad Rifki Perdana yang sempat dinyatakan hilang di Semeru sudah dievakuasi dengan selamat. Selama lima hari, keduanya bertahan dengan minum sisa-sisa air hujan di antara celah gunung. Berikut sepenggal kisahnya. AKHMAD RIDWAN, Lumajang MALAM itu, jam sudah menunjuk angka 21.00 WIB. Royke Supardi, terlihat tergopoh-gopoh menuju Pos Ranu Pane. Ada berita penting yang hendak dia sampaikan. Setiba di Pos Ranu Pane, Royke yang juga ketua rombongan Aziz Fuadhi, dan Muhammad Rifki Perdana menyampaikan berita “duka”. Dua orang diantara 12 orang rombongan yang dipimpinnya hilang

atau tersesat saat turun dari Puncak Semeru. Kepada petugas Pos Ranu Pane, Royke menyampaikan bahwa dua temannya, yang berasal dari Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dan Cipayung Jakarta Timur hilang atau tersesat sejak Rabu, 6 Nopember. Sekira pukul 06.00 WIB, keduanya tidak kunjung turun dari Puncak Mahameru. 12 orang pendaki dari Jakarta tersebut mulai melakukan pendakian pada 4 Nopember. Datang siang hari, mereka langsung melapor kepada petugas pos jaga. Mereka hanya diperbolehkan untuk melakukan pendakian sampai Kalimati saja. Hari itu juga, terhitung mulai pukul 14.00 WIB, rombongan mulai bergerak melakukan pendakian. Dari laporan Royke, rombongan sampai di Ranu Kumbolo pada pukul 20.00 WIB. Semalam di Ranu Kumbolo, Rombongan kembali bergerak pada Selasa

RADAR JEMBER/JPNN

DIRAWAT: Salah satu pendaki dievakuasi dengan mobil ambulans.

pagi. Sekira pukul 09.00 WIB, semua rombongan melanjutkan perjalanan melewati Tanjakan Cinta menuju Kalimati. Pukul 16.00 WIB, semua rombongan sampai di Pos Kalimati.

Sebanyak 12 orang pendaki tersebut lalu membulatkan tekadnya untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak Mahameru. Meski sebenarnya tidak boleh melakukan penda-

kian ke Puncak, namun jauh-jauh dari Jakarta tanpa menginjakkan kaki di Puncak Semeru sepertinya sia-sia. Pukul 23.00 WIB, rombongan bergerak dari Kalimati menuju puncak semeru. Di sinilah petaka mulai terjadi. Rombongan mulai tercecer karena tidak semua pendaki memiliki kekuatan fisik dan tekad yang sama. Sejak di Cemoro Tunggal, mereka mulai terpecah menjadi rombongan kecil-kecil. Aziz Fuadhi, yang sampai ke puncak terlebih dahulu, kemudian cepat-cepat turun. Ternyata, di Watu Gede, Aziz mendapati Muhammad Rifki Pedana tidak mampu melanjutkan perjalanan ke Puncak. Aziz pun mendampingi Rifki di salah satu jalur menuju Puncak tersebut. Rabu, 08.00 WIB kedua korban berpapasan dengan Royke Supardi yang sedang menuju puncak bersama dengan sebagian rombongan yang lain. Pada moment tersebut, Royje sempat meminjam kamera

dan handy camp milik Aziz. Lalu, Royke melanjutkan perjalanan ke puncak, sedangkan Aziz dan Rifki menuruni bebatuan yang terjal menuju Kalimati. Rombongan yang lebih besar, sudah turun lebih dulu dan menunggu di Kalimati. Esoknya, kedua korban juga belum muncul. 7 Nopember, pukul 12.00 WIB, semua rombongan turun ke Ranu Kumbolo. Sesampai di Ranu Kombolo, Royke bersama dengan satu teman lainnya, Alif langsung turun Ranu Pane dan melaprokan kedua temannya hilang atau tersesat. Proses pencarian pun dilakukan dengan melibatkan pihak TNBTS, SAR Kabupaten Lumajang, Bazarnas, Relawan dari kelompok pecinta Alam, pihak kepolisian, Kodim 0821, dan pihak-pihak terkait lainnya. Kedua korban akhrinya ditemukan dengan selamat. Aziz ditemukan terlebih dahulu, sedangkan Rifki sehari setelahnya. (*/hdi/JPNN/aif)


34

Senin 18 November 2013

ATLETIK

7 Pelari Tembus Grand Final BANYUWANGI - Tujuh sprinter memastikan tampil dalam grand final Jatim Sprint 60 meter yang akan digeber di Gresik, Desember mendatang. Menyusul hasil manis dalam lomba serupa tingkat rayon VIII zona timur yang diikuti peserta se-Tapal Kuda. Lomba sekaligus seleksi tersebut dihelat di Lapangan Tawang Alun, Banyuwangi, Sabtu (16/11) lalu. Tujuh atlet Banyuwangi yang berhak lolos ke grand final itu terdiri dari tiga pria dan empat atlet putri. Sekedar tahu, hasil dari lomba rayon VIII itu diambil total 20 atlet untuk lolos ke grand final. Masing-masing 10 atlet pria dan 10 lainnya dari putri. Mereka menjadi perwakilan setelah masuk dalam 10 besar tingkat rayon. Capaian terbaik PASI Banyuwangi adalah menjadi juara pertama setelah finis di garis terdepan. Sedangkan, pada kelompok putri, pelari Banyuwangi harus puas menjadi runner up setelah finis di posisi kedua. Ketua PASI Banyuwangi, Ayub Hidayat menargetkan juara dalam grand final yang digelar bulan depan. Sebab, capaian selama di even tingkat rayon VIII membuktikan bahwa atlet mencatat waktu apik dibanding dengan di rayon lain yang tersebar di berbagai daerah di Jawa timur. ‘’Kita optimistis juara,’’ ungkapnya. (ton/als)

MENEMBAK

GALIH COKRO/RaBa

AGENDA TAHUNAN: Para pembalap saat melewati jembatan Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, 4 November lalu.

BTdI Terbaik Kategori Kabupaten BANYUWANGI - Pelaksanaan Banyuwangi Tour de Ijen (BTdI) edisi kedua yang digeber 2-5 November lalu itu berlangsung lancar dan sukses. Bahkan, even balap sepeda skala internasional semakin lebih baik dari perhelatan setahun sebelumnya. Hal itu berdasarkan dengan hasil penilaian akhir badan balap sepeda internasional atau Union Cycling Internationale (UCI). Jika pada edisi pertama BTdI mendapatkan 8,5 poin. Tapi, pada BTdI kedua kali ini, UCI memberikan penilaian menjadi 9,2 poin. Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih kepada

ALI NURFATONI/RaBa

PEMBUKA: Ketua KONI Nurmansyah (tengah) sedang membidik target di Wisma Atlit, Sabtu (16/11) lalu.

Jaring Atlet Lewat Lomba BANYUWANGI - Sejumlah cabang olahraga (cabor) terus bergeliat menyongsong gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2015 yang digeber di Banyuwangi. Salah satunya, Perbakin Cabang Banyuwangi yang mengadakan lomba menembak senapan angin se-eks Karesidenan Besuki. Ajang memperebutkan Piala Bupati itu dipusatkan di kawasan Wisma Atlit, Jalan Simpang Gajahmada nomor 1, Banyuwangi. Agenda tersebut dilaksanakan selama dua hari, mulai Sabtu (16/11) hingga kemarin (17/11). Ketua KONI Banyuwangi Nurmansyah membuka langsung opening ceremony ajang lomba yang sekaligus dalam rangka hari jadi Banyuwangi ke-242 itu. Sebagai tanda dimulainya acara, dia diberikan penghormatan untuk melakukan penembakan pertama. Pelaksana lomba, Moch Dimiyati mengungkapkan, ajang tersebut untuk menjaring bibit-bibit penembak potensial. Tujuannya jelas, agar Perbakin Banyuwangi bisa menorehkan hasil manis dalam Porprov tahun 2015 mendatang. ‘’Nanti porprov akan dipertandingkan secara eksibisi. Makanya, kita persiapkan mulai sekarang,’’ terangnya. Dia menjelaskan, ada dua kategori yang dipertandingkan dalam ajang tersebut. Yaitu air rafting hunting dan metal silhouette. Air rafting hunting diikuti dari kalangan pelajar under 12 dan usia di atas 13-19 tahun. ‘’Sedangkan, metal silhouette diikuti peserta umum,’’ paparnya. (ton/als)

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOTTOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 4

NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

NAMA

HASIL (%)

Dadang Wigiarto Yoyok Mulyadi, Ir Guntur Priambodo,DR. Ir. Eko Susilo Nur Hidayat Muh Hidayat, drs. H. Muslimin Fasyah Arvy Rizaldy, SE Ficky Septa Linda Fatchan Himami Hasan Ira Damayanti

22,19 7,27 6,26 6,19 5,22 4,26 3,86 2,89 2,70 2,70

Abdullah Azwar Anas

Achmad Musta’in

Agung Setyo Wibowo

Andi Mulyo

Eko Susilo Nur Hidayat

Eva Hesty

Faida, dr

Fatchan Himami Hasan

Ira Damayanti

Ira Stephani Rawung

Irma Noervadila

Irwan Setiawan

Muslimin Fasyah Nanang Masbudi

Novita Ratnan- R Bomba Sugiarto ingtyas

Sumantri Soedomo Taufik Hidayat, dr. Teguh Sumarno

Toni Hartono

NO. 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

NAMA

HASIL (%)

Irwan Setiawan Wendriawanto Wiwik Eko Lestari Umi Kulsum Anton Sunartono Handoyo Saputro Faida, dr Sofia Cholisa Mentik Rohimah Hadi Wijono

Andriani, dr.

semua pihak yang ikut menyukseskan ajang BTdI kedua itu. Sebab, pelaksanaan balap sepeda kelas dunia tersebut mendapatkan apresiasi dunia internasional. ‘’Bahkan, sisi keamanan kita dinilai bukan 100 persen, tapi 150 persen,’’ katanya. Anas mengaku, penilaian 9,2 itu di luar prediksinya. Awalnya, dia hanya menduga jika poin yang akan diraih hanya meningkat dari 8,5 menjadi 8,7 hingga 8,8. ‘’Tapi, kita ternyata poin yang kita raih di atas 9. Tentu, ini patut untuk kita pertahankan,’’ tuturnya usai menghadiri acara awarding Pekan Kreativitas Pelajar (PKP) di Universitas

2,70 2,70 2,70 2,58 2,33 2,31 2,26 2,08 2,02 1,91

NO. 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

NAMA

HASIL (%)

Teguh Sumarno Taufik Hidayat, dr. Kelik Dwi Kuncoro Achmad Musta’in Andriani, dr. Bintari Wuryaningsih, dr. Nanang Masbudi Novita Ratnaningtyas Rusdi Dziban, dr. SPb Samsul Hadi, Ir.

Anton Sunartono

Arvy Rizaldy, SE

Bintari Wuryaningsih, dr.

Ficky Septa Linda

Guntur Priambodo, Dr. Ir. MM

Hadi Wijono

Handoyo Saputro

Iwan Aziz Siswanto, Ir.

Joko Triatni

Rusdi Dziban, dr. SPb

Samsul Hadi, Ir.

Soekardjo

Sofia Cholisa

Umi Kulsum

Virda Damayanti

Waridjan, drs

Wendriawanto

Kelik Dwi Kuncoro Mahmudi, MPdI, Drs

1,66 1,62 1,54 1,46 1,08 0,81 0,69 0,56 0,50 0,48

17 Banyuwangi, Sabtu (16/11) lalu. Dengan nilai yang bertambah cukup signifikan itu, BTdI bisa bersaing dengan Tour de Langkawi yang mendapatkan poin 9,5. Padahal, Tour de Langkawi itu digeber selama bertahun-tahun. ‘’Tapi, kategori kabupaten, kita terbaik se-Indonesia,’’ jelas Anas. Secara umum, jelas dia, pemkab bangga kepada masyarakat Banyuwangi yang telah ikut menyukseskan BTdI. Sebab, masyarakat tertib dan ikut berpartisipasi dalam menyukseskan ajang tersebut. ‘’Saya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, keamanan, Satpol PP, dan Linmas yang ikut

NO. 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

NAMA Joko Triatni Ira Stephani Rawung Toni Hartono Iwan Aziz Siswanto, Ir. Eva Hesty I Made Cahyana Soekardjo Irma Noervadila Abdullah Azwar Anas Danny Farda M

Dadang Wigiarto Danny Farda M

Heru Pratista

I Made Cahyana

Mentik Rohimah

Muh Hidayat, Drs. H.

Sri Suryani, SE

Sri Utami Faktuningsih

Wiwik Eko Lestari Yoyok Mulyadi, Ir

HASIL (%) 0,48 0,48 0,48 0,27 0,19 0,19 0,17 0,12 0,06 0,02

menyukseskan BTdI,’’ ucapnya. Untuk itu, masih kata Anas, BTdI sudah menjadi trade mark masyarakat Banyuwangi. Sehingga, ajang tersebut akan terus digeber sebagai agenda rutin tahunan. ‘’Karena masyarakat Banyuwangi sudah siap dan cepat beradaptasi, Insyaallah tahun depan kita gelar lagi,’’ janjinya. Apakah ada penambahan etape? Anas belum bisa memastikan. Namun, tetap akan mempertimbangkan tentang wacana penambahan rute itu. ‘’Faktor jalan agak berat kalau ada penambahan 200 kilometer lagi. Tapi, tergantung nanti ya,’’ tandasnya. (ton/als)

NO. 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

NAMA Andi Mulyo Agung Setyo Wibowo Heru Pratista Mahmudi, MPDi,drs R Bomba Sugiarto Sri Suryani, SE Sri Utami Faktuningsih Sumantri Soedomo Virda Damayanti Waridjan, drs

HASIL (%) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00


Senin 18 November 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Pasang Traffic Light Tenaga Surya

Kabel Putus, Tiga Kali Meledak BANYUWANGI - Hujan deras yang mengguyur Banyuwangi sore kemarin, sempat mengakibatkan rusaknya instalasi listrik PLN. Kabel listrik di sekitar Puskesmas Kertosari mengalami korsleting sekitar pukul 18.30 tadi malam. Menurut warga setempat, percikan api terlihat di kabel listrik tersebut saat hujan reda malam itu. Tak lama kemudian, warga mendengar suara ledakan sebanyak tiga kali di tiang listrik tersebut. Mengetahui ledakan dan percikan api tersebut, warga segera melapor kepada petugas PLN. Setelah diperiksa petugas, kabel Tegangan Rendah (TR) di lokasi tersebut terputus. Akibatnya, pasokan listrik di lokasi tersebut langsung padam. Petugas gangguan PLN, Yudi mengatakan, hubungan arus pendek listrik itu terjadi karena ada lost kontak. Sambungan antara kabel mengalami aus, ditambah kondisi sedang hujan. Hingga berita ini ditulis tadi malam, petugas PLN masih terlihat memperbaiki jaringan listrik di lokasi tersebut. (mg1/bay)

SHULHAN HADI/RaBa

AKIBAT HUJAN: Petugas menyambung kabel yang putus di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, tadi malam.

BANYUWANGI - Untuk mengurai pergerakan kendaraan bermotor di Kota Gandrung, Pemkab Banyuwangi akan menambah traffic light di beberapa titik. Tahun 2013 ini, pemkab akan memasang satu titik traffic light di Pertigaan ujung Jalan Adi Sucipto dan Jalan A. Yani. Pemasangan lampu merah itu untuk mengurai kendaraan yang datang dari tiga arah. Tiga titik itu yakni arah selatan Jalan Adi Sucipto, dari utara Jalan A.Yani, dan kendaraan yang datang dari arah timur Jalan Brigjen Katamso. Proses pemasangan lampu merah itu kini masih dalam proses pemasangan fondasi. “Pemasangan traffic light di simpang

tiga Jalan A.Yani dan Jalan Adi Sucipto menggunakan dana sharing APBN dan APBD,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Suprayogi melalui Kabid Perhubungan Darat Hendra Lesmana kemarin (17/11). Hendra mengungkapkan, lampu merah di pertigaan ujung Jalan A. Yani berbeda dengan traffic light di tempat lain. Kalau traffic light lainnya menggunakan setrum dari PLN, namun lampu merah di simpang tiga Jalan A.Yani ini akan menggunakan tenaga surya. Traffic light di pertigaan Jalan A.Yani merupakan satusatunya lampu merah yang menggunakan setrum dari

tenaga surya. Ke depan, beberapa titik traffic light yang akan dipasang akan menggunakan tenaga surya. “Traffic light solar sel harganya memang lebih mahal dari traffic light biasa,” jelas Hendra. Menurut Hendra, anggaran pengadaannya lampu merah biasa sebesar Rp 150 juta lebih. Sedangkan pengadaan traffic light solar sel bisa menyedot anggaran Rp 200 juta lebih. Walau pengadaannya mahal, namun anggaran operasional traffic light solar sel lebih murah dari operasional traffic lainnya. Walau jumlah traffic light bertambah, namun beban rekening listrik pemkab tidak akan bertambah karena tidak menggunakan listrik PLN. (afi/bay)

Tak Dikubur, Ditemukan Tertutup Rerumputan n BAJUNYA... Sambungan dari Hal 25

Selain itu, pakaian yang dikenakan korban juga ikut disimpan dengan dibungkus tas kresek. “Bajunya bekas terbakar,” cetus petugas kamar

mayat Agus Wahyudi. Pakaian yang ikut disimpan di kamar mayat RSUD Blambangan itu berupa baju seragam Linmas dengan sebagian hangus kondisi bekas terbakar. Kaus oblong bergambar Calon Bupati (Cabup) dan Calon

Wakil Bupati (Cawabup) Soesanto-Abdul Kadir, juga bekas terbakar. “Sarung warna oranye kotak-kotak motif hitam juta bekas terbakar,” terangnya. Kondisi pakaian yang diduga dipakai korban itu, sebenarnya masih cukup bagus. Baju war-

na hijau seragam Linmas dan sarung, terlihat masih cukup bagus. Bila ada yang bolong, itu bekas terbakar dan rusak karena terlalu lama terpendam dalam tanah. “Saya pernah bongkar kuburan yang sudah berumur dua tahun, tulangnya

Sekali Menyangrai Butuh 15 Menit n SEDIAKAN... Sambungan dari Hal 25

Ya, penduduk Kemiren memang memiliki beberapa perabot rumah tangga yang seragam. Selain cangkir, setiap rumah tangga di desa adat tersebut juga memiliki kasur seragam, yakni berwarna kombinasi merah dan hitam. Sejak beberapa hari terakhir, warga Desa Kemiren terlihat

sibuk mempersiapkan keperluan ajang 10.000 Cangkir Kopai Kemiren Bersama Dahlan Iskan tersebut. “Untuk menyukseskan acara tersebut, kami menyiapkan kopi sebanyak satu kuintal dan 50 Kilogram (Kg) gula pasir,” ujar pembina Paguyuban Thulik Kemiren (Pathok), Nur Mochamad Ridwan. Ridwan mengatakan, proses menyangrai satu kuintal kopi

itu dilakukan sejak pekan lalu (10/11). Panjangnya jangka waktu yang dibutuhkan untuk menyangrai kopi, itu terjadi lantaran pada proses kopi sangrai tradisional ala Kemiren, satu kali sangrai di satu tungku hanya sebanyak 600 gram atau enam ons. Dalam sekali sangrai, waktu yang dibutuhkan mencapai 15 menit. “Satu kali proses sangrai hanya 600 gram. Itu dilakukan agar kematangan

kopi merata. Masyarakat lokal kami libatkan selama proses sangrai hingga puncak acara Selasa mendatang,” bebernya. Ridwan menambahkan, tujuan kegiatan 10.000 Cangkir Kopai Kemiren Bersama Dahlan Iskan itu, untuk mempertegas status Desa Kemiren sebagai Desa Kopi. “Kegiatan ini direncanakan rutin digelar setiap tahun,” pungkasnya. (sgt/bay)

Tak Mudah Mengatur Seribu Penari n GELADI... Sambungan dari Hal 25

Dengan Paju Gandrung Sewu ini, Suko menyatakan bahwa acara tersebut akan lebih meriah dibanding setahun lalu. Apalagi, penarinya itu sebenarnya lebih dari seribu orang. “Antusias masyarakat yang ingin ikut sangat tinggi, kalau dihitung lebih dari seribu gandrung,” cetusnya. Suko menyebut, dalam ran-

gkaian acara Paju Gandrung Sewu ini, diperkirakan akan berlangsung selama 45 menit. Waktu ini, jelas dia, dimulai dengan tampilnya Marsam atau penari gandrung laki-laki. “Penari gandrung itu, dulunya memang laki-laki,” urainya. Usai penampilan Marsam, akan dilanjutkan dengan acara Seblang yang menjadi tradisi bagi masyarakat di Kecamatan Glagah. Seblang akan ditam-

pilkan karena menjadi cikal bakal dari tarian gandrung di Banyuwangi. “Ini sejarah gandrung,” kata lelaki asal Kecamatan Cluring itu. Penampilan perdana dalam latihan bersama yang dilaksanakan di Taman Blambangan kemarin, tampak cukup semarak. Sejumlah pelatih yang menangani kegiatan akbar ini, tampak sibuk mengarahkan para penari yang memenuhi

Taman Blambangan ini. “Ini latihan bersama yang pertama,” sebut Suko. Dalam latihan perdana, setiap peserta bukan hanya latihan menari bersama dengan pasangannya. Tapi, mereka juga berlatih membentuk sejumlah kelompok berikut dengan arah masuknya menuju lokasi. “Mengatur 1000 penari memang tidak gampang,” ujar Suko sambil tertawa.(abi/bay)

Jawara Program Satu Miliar Pohon n BUKAN DAERAH... Sambungan dari Hal 25

Dalam lomba intensifikasi tembakau kasturi tahun 2013, Banyuwangi diwakili kelompok tani tembakau harapan, Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo. Kelompok tani harapan itu, berhasil menumbangkan ambisi kelompok tani dari daerah-daerah yang menjadi sentra tembakau kasturi. Penghargaan sebagai kelompok tani dalam kategori intensifikasi tembakau kasturi telah diserahkan di Kota Batu Sabtu lalu (16/11). Saat menerima penghargaan itu, kelompok tani tembakau harapan didampingi Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Banyuwangi, Ikrori Hudanto. Ikrori mengatakan, dibanding dengan Jember dan Lu-

majang, dalam hal jumlah produksi, Banyuwangi masih kalah jauh. Walau kalah dalam jumlah produksi, namun bukan berarti petani Banyuwangi tidak berprestasi. Dalam beberapa tahun ini, kata Ikrori, pihaknya cukup serius mendampingi petani tembakau. Salah satu yang menjadi perhatian pemkab adalah kelompok tani harapan Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo. “Untuk mendorong intensifikasi tanaman tembakau, petani kita beri bekal pengetahuan yang memadai,” kata Ikrori. Pendampingan Dinas PKP terhadap petani tembakau, bukan semata-mata untuk mendapat penghargaan dari Pemprov Jatim. Lebih dari itu, kata Ikrori, petani didorong untuk menghasilkan tanaman tembakau yang

berkualitas dan dapat meningkatkan produksi. Jika petani mampu meningkatkan kualitas dan produksi, lanjut Ikrori, maka petani akan mendapat kesejahteraan yang lebih. Bertani tembakau, berbeda dengan bertani jenis tanaman lainnya. “Bertani tembakau bisa mengangkat petani jadi kaya raya dalam waktu cepat. Sebaliknya, tanaman tembakau juga bisa membuat petani miskin mendadak,” katanya. Karena itu, bertani tembakau harus dilakukan secara cermat dan teliti. Cermat dalam membaca peluang pasar, dan cermat serta teliti memprediksi cuaca sebelum memutuskan untuk menanam tembakau. “Penghargaan ini, kita harapkan dapat memotivasi petani tembakau lain untuk menghasilkan tembakau berkualitas,”

harapnya. Penghargaan yang diterima Banyuwangi tidak hanya itu saja. Dalam waktu dekat ini, Bupati Abdullah Azwar Anas juga akan mendapat penghargaan tingkat nasional dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam sektor kehutanan. Ikrori mengungkapkan, pemerintah pusat sudah menetapkan Banyuwangi sebagai juara satu dalam program penanaman pohon satu miliar pada tahun 2012 lalu. Penghargaan itu akan diserahkan Presiden SBY pada 26 November 2013 mendatang dari Desa Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. “Insyaallah Pak Bupati akan menerima langsung penghargaan dari Presiden,” tambah Ikrori. (afi/bay)

Geluti Dunia Tarik Suara dan Presenter n NAMA RESMI... Sambungan dari Hal 25

Maklum, dengan perawakan mungil dan pembawaan yang begitu kalem, plus seragam putih abu-abu yang dikenakan, dia seolah akan kalah bersaing dengan peserta lain posturnya lebih oke. Apalagi beberapa saat tampil di hadapan dewan juri, beberapa peserta mengenakan pakaian layaknya yang dikenakan presenter televisi. Namun siapa sangka, di balik sosok mungil nan kalem, itu tersimpan talenta presenter berita yang luar biasa besar. Suara Jejak Istiqomah cenderung serak dan berat. Itu masih didukung dengan intonasi dan pelafalan yang jelas. Tak heran,

para dewan juri dan penonton yang memadati arena lomba, yakni di auditorium kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, seolah terbius saat mendengar dia membaca berita. Gadis yang bertempat tinggal di Dusun Sumberluhur, Desa Damlimo, Kecamatan Tegaldlimo, ini mengaku mulai tertarik presenter berita lantaran kerap menyimak siaran berita di radio dan televisi. Lama kelamaan, niat untuk belajar baca berita pun timbul dalam diri gadis yang karib disapa Jejak tersebut. “Saya lantas belajar membaca berita di Kreatif Center Purwoharjo,” ujarnya. Gadis yang mengaku hingga kini masih betah men-jomblo,

ini menambahkan, meski sudah dua kali berhasil merengkuh gelar juara pada lomba baca berita ajang PKP, dirinya masih ingin terus mengembangkan kemampuan yang dia miliki tersebut. “Saya masih belum puas dengan kemampuan (membaca berita) yang saya miliki. Saya masih ingin terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Belum terpikir di benak saya untuk pacaran,” cetusnya. Jejak memendam hasrat menjadi presenter berita profesional. Dia berharap, Tuhan memberi jalan bagi dirinya untuk bergelut di bidang presenter berita tersebut. “Mudah-mudahan dikasih jalan ke situ,” harapnya.

Lantas, apa hubungan antara Jejak Istiqomah dengan Jejak Karisma? Usut punya usut, penyandang dua nama itu ternyata satu orang. Ya, Jejak Karisma merupakan nama panggung Jejak Istiqomah. Saat ditanya apakah konsentrasinya tidak terbelah antara mengembangkan potensi sebagai presenter berita dengan menyanyi, dia menjawab pertanyaan itu dengan santai. Dikatakan, baik membaca berita maupun menyanyi, sama-sama membutuhkan suara yang enak didengar. “Saya sama-sama tertarik antara menjadi presenter profesional dan penyanyi profesional. Saya rasa, keduanya masih satu bidang,” jlentrehnya. (bay/bersambung)

tidak seperti ini, ini lebih dari dua tahun,” katanya. Sementara itu, Kapolsek Kabat Iptu A. Imron saat dikonfirmasi mengaku, polisi belum bisa memastikan penyebab meninggalnya korban. Bahkan, pihaknya juga belum berani memastikan jenis kelaminnya. “Jenis kelaminnya apa, kita belum berani menentukan,” ujarnya. Untuk menyelidiki kerangka itu, Kapolsek Imron mengaku

masih akan menunggu hasil pemeriksaan forensik di RSUD Blambangan. Saat ini, tulang belulang yang ditemukan di lahan sisi utara Bandara Blimbingsari itu masih disimpan di kamar mayat RSUD Blambangan. “Kita tunggu hasil pemeriksaan forensik,” cetusnya. Ditanya pakaian yang dikenakan korban bekas terbakar, kapolsek mengakui. Hanya, pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab me-

ninggalnya korban tersebut. “Pakaian itu terbakar atau sengaja dibakar, kita juga belum berani memastikan,” katanya. Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, jelas Imron, kerangka yang ditemukan saat pengerukan oleh backhoe itu, diduga tidak ditanam. Tapi, tulang-belulang berada di atas tanah yang kebetulan banyak dipenuhi oleh rerumputan. “Diduga tidak dikubur,” jelasnya. (abi/bay)

Langganan Juara Menyanyi n BELUM 17... Sambungan dari Hal 25

Putri pasangan Partika Budi Santoso dan Wahyu Wonowati itu mengatakan, dirinya memang hobi menyanyi sejak kecil. Dia pun kerap mengikuti lomba nyanyi sejak kelas V SD. Predikat juara II lomba nyanyi

tingkat kabupaten mampu direngkuhnya sebanyak dua kali, yakni saat dia duduk di kelas IX SMP dan kelas X SMA. Dikatakan, pilihan untuk terjun di dunia tarik suara, tersebut bukan sekadar penyaluran hobi. Lebih dari itu, cewek yang tinggal di Asrama Polsek Giri itu mengaku,

ingin memanfaatkan suara merdu yang telah dianugerahkan Tuhan dengan sebaik mungkin. “Sayang kalau kelebihan di bidang tarik suara, ini tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar penyanyi yang baru saja merilis album “Paralon Buka Sitik Joss” tersebut. (sgt/bay)

Empat Mahasiswa Mengundurkan Diri n MAHASISWA... Sambungan dari Hal 26

“Meski peserta tak terlalu banyak, tapi semangatnya ada. Dan niat mereka belajar juga besar,” katanya. Sementara itu, empat peserta tidak bisa mengikuti pelatihan hingga tuntas. Mereka tidak bisa melanjutkan kegiatan karena sakit dan ada penye-

bab lain. Selama menjalani kegiatan, para mahasiswa ini menginap di tenda besar di lapangan bawah Lanal Banyuwangi. ”Kegiatan berlangsung selama dua hari, diikuti tiga mahasiswi dan 15 mahasiswa. Empat mahasiswa mengundurkan diri di hari kedua,” kata Yan, koordinator peserta yang juga mahasiswa jurusan teknik informatika.

Salah seorang peserta, Ady Adot mengaku sangat senang mengikuti pelatihan tersebut. Karena selama ini, dirinya mengalami phobia terhadap laut. Namun setelah mengikuti acara pelatihan SAR tersebut, dia mengaku tidak lagi takut dengan laut. “Alhamdulillah, sekarang mulai jatuh cinta dengan laut,” kata mahasiswa yang hobi fotografi itu. (mg1/bay)

Targetkan 1000 Banser Ikut Diklat n MAHASISWA... Sambungan dari Hal 27

Sedang khusus untuk Banser dari Genteng, Glenmore, Kalibaru dan Sempu, rencananya bakal digelar pada akhir tahun

atau Desember. “Kita laksanakan setelah apel akbar di Surabaya,” tandasnya. Lebih jauh Mashud menyebutkan, ke depan Pimpinan Cabang GP Ansor akan terus melakukan perekrutan dan

penggemblengan Banser pada setiap tingkatan. “Target kita tahun depan mi nimal sudah ada seribu ban ser yang kita gembleng melalui diklat semacam ini,” tandasnya. (azi/aif )

Pengendara Vixion Pingsan n VIAR... Sambungan dari Hal 36

Dirinya mengalami sejumlah luka di badannya hingga kemudian terkapar dan pingsan di jalan Desa Wringin Anom. Pada saat korban dievakuasi petugas kepolisian, korban Suwardi juga diketahui mengalami patah tulang kaki. Sementara, kondisi motor Viar juga terbalik setelah dihantam Vixion. Beberapa tabung gas juga terlempar

berserakan. “Petugas langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban ke rumah sakit,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Selain memberikan pertolongan, polisi juga mengamankan dua kendaraan yang terlibat kecelakaan. Hingga berita ini ditulis, Suwardi masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan pengendara motor roda tiga dimintai keterangan seputar kecelakaan.

Wahyudi mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab terjadinya kecelakaan. Hanya saja, dari keterangan sejumlah saksi, diduga akibat pengendara Viar yang kurang memperhatikan laju kendaraan dari arah timur. “Belum bisa menyimpulkan, masih diselidiki petugas Lantas. Sementara ini memang diduga karena salah satu pengendara kurang memperhatikan laju kendaraan,” kata AKP Wahyudi. (rri/als)

Mengungsi ke Rumah Tetangga n PRIA... Sambungan dari Hal 36

Begitu petugas kepo lisian tiba di lokasi, akhirnya mereka diamankan ke Mapolsek Banyuputih, setelah mendapat perawatan dari puskesmas setempat. Data yang berhasil dikumpulkan, pengrusakan yang dilakukan pria yang baru tiba dari Malaysia dan dua temannya itu sangat disesalkan warga setempat. Warga mengaku cukup resah dengan ulah para pemabuk yang sering

membuat onar. “Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Padahal salah satu dari mereka baru datang dari Malaysia. Belum genap seminggu sudah buat onar dan merusak rumah warga,” terang Sugianto, Kepala Dusun Nyamplong. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang. Karena itu, bila petugas menemukan siapapun yang pesta miras apalagi mengganggu ketenangan warga, hendaknya harus mendapat tindakan yang tegas. “Kebayakan penyebab utamanya adalah minuman keras,” imbuhnya.

Sementara itu, usai insiden pengrusakan tersebut, Narto dan keluarganya terpaksa bermalam di rumah tetangganya. “Khawatir saja. Jadi terpaksa tidur di rumah tetangga,” kata korban. Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi mengatakan, pelaku pengrusakan di Dusun Nyamplong tersebut saat ini masih dalam penangangan Polsek Banyuputih. “Ketiganya sudah diamankan di mapolsek. Kasusnya masih dalam penyelidikan petugas,” terang AKP Wahyudi. (rri/als)


36

Senin 18 November 2013

Berkas PAW Dwi Dikirim ke Gubernur NUR HARIRI/RaBa

TERGULING: Kondisi motor Viar usai mengalami kecelakaan di Jalan Desa Wringin Anom kemarin (17/11).

Viar versus Vixion, Satu Patah Tulang PANARUKAN - Pengendara motor Vixion nopol P 2130 AT, Suwardi, menabrak motor Viar roda tiga P 8874 G yang diduga memotong jalan di Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan. Akibatnya, pria asal Paiton, Probolinggo, ini harus dirawat di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo. Sebelum kecelakaan terjadi, korban ini hendak pulang ke Paiton dengan mengendarai Vixion dari arah timur ke barat. Dirinya melaju cukup cepat di Jalan Raya Karang Asem tersebut. Sementara, dari arah barat, Sumaji, 50, mengendarai motor roda tiganya ke timur. Sesampainya di

SITUBONDO -DPRD Situbondo segera memiliki anggota baru. Menyusul telah dilakukannya proses pergantian antar waktu (PAW) kepada Hj. Widyawati, wakil rakyat yang kini menjadi Kepala Desa Buduan, Kecamatan Suboh. Saat ini, proses PAW perempuan yang akrab dipanggil Dwi itu sedang dalam pengajuan ke Gubernur Jawa Timur. “Semoga saja tidak ada kendala. Sehingga minggu depan kita sudah bisa melakukan pelantikan kepada pengganti Hj Dwi,” terang Ketua DPRD Zeiniye kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Orang yang akan menggantikan posisi adalah Abu Yazid. “Sebenarnya yang akan menggantikan itu KH Abdul Basyid. Namun karena beliau tidak bersedia

untuk menggantikan posisi Hj Dwi, sehingga mengundurkan diri. Akhirnya, yang maju (menggantikan) nomor urut berikutnya, saudara Abu Yazid. Penggantinya tidak harus perempuan,” imbuh Zainiye. Menurut politisi perempuan it, Dwi diberhentikan DPC PPP karena telah menjabat sebagai Kades Buduan, Kecamatan Suboh. Dwi menggantikan posisi suaminya sebagai Kades Buduan yang pada 2014 nanti masuk dalam bursa pencalegan PPP. “Untuk surat pemberhentian Hj Widyawati sebagai anggota DPRD kami sudah menerimanya. Jadi, (Dwi) bukan mengundurkan diri, tapi diberhentikan oleh partai. Termasuk surat pengusulan

penggantinya atas nama Abu Yazid,” jlentreh Zeiniye. Kata dia, pimpinan DPRD sudah menyampaikan seluruh berkas kepentingan PAW ke Komisi Pemilihan Uum (KPU). Ini untuk kepentingan memohon klarifikasi validasi data dari pengganti. “Ternyata tidak ada masalah (validitas pengganti Dwi). Untuk tingkat pimpinan DPRD sendiri semuanya sudah melakukan tanda tangan untuk kepentingan pengajuan PAW. Besok (hari ini) akan disampaikan ke gubernur melalui bupati. Semoga dalam sepekan proses di provinsi sudah usai, sehingga minggu depan kita sudah bisa melakukan paripurna PAW,” tegasnya. (pri/als)

Jadi, bukan mengundurkan diri, tapi diberhentikan partai. Zeiniye Ketua DPRD Situbondo

lokasi, pria asal Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan ini diduga kurang memperhatikan laju kendaraan dari arah timur saat dirinya hendak berbelok ke arah selatan. Nahas, begitu pengemudi motor yang menganggkut gas Elpiji ini memotong jalan, kontan membuat Suwardi terkejut. Suwardi sempat berusaha menghentikan laju Vixionnya. Namun karena kondisinya sangat dekat, Suwardi pun menabrak motor roda tiga yang dikemudikan Sumaji. Akibat kerasnya benturan, Suwardi sempat terlempar ke aspal dan terseret beberapa meter n  Baca Viar...Hal 35

MERIAH: Ratusan warga Kabupaten Situbondo melakukan Goyang Caisar di arena Car Free Day kemarin (17/11). EDY SUPRIYONO/RaBa

NUR HARIRI/RaBa

TERLUKA: Narto menjadi sasaran amukan para pemabuk Sabtu malam (16/11) lalu.

Pria Mabuk Rusak Rumah Warga BANYUPUTIH - Diduga karena pengaruh alkohol, Suparman, warga Dusun Nyamplong, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, merusak rumah Narto, warga setempat. Pria 30 tahun ini akhirnya digelandang ke Mapolsek Banyuputih untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain mengamankan pria tersebut, petugas juga membawa dua teman Suparman, yakni Arif, 29, dan Rit, 27. Ketiganya diduga melakukan pengrusakan terhadap rumah Narto, sekitar pukul 19.30 Sabtu malam (16/11). Insiden perusakan rumah ini bermula saat mereka berpesta minuman keras di salah satu tempat dekat pemukiman warga Nyamplong. Tidak diketahui jelas penyebabnya apa, mereka terlibat adu mulut dan nyaris adu fisik. Kontan keja-

dian itu membuat beberapa warga sekitar resah. Melihat kondisi yang demikian, Narto yang kebetulan lewat di lokasi berusaha melerai mereka. Nahas, pria 30 tahun yang bermaksud baik ini justru menjadi sasaran amukan mereka. Beberapa saat kemudian, Narto didorong pelaku hingga kakinya terkilir dan membengkak. Bahkan, beberapa pria mabuk ini juga merusak rumah Narto dengan tangan kosong memecahkan rumah korban. Usai pengrusakan, tangan kanan Suparman diketahui mengalami luka dan jari jempol temannya, Arif harus mendapat jahitan akibat tergores pecahan kaca. Beruntung, warga sekitar yang mengetahui hal itu segera membantu meredam amukan pelaku n  Baca Pria...Hal 35

SITUBONDO - Demam Goyang Caisar juga merambah Kabupaten Situbondo. Ratusan warga tak mau ketinggalan untuk unjuk kebolehan dalam lomba Goyang Caisar yang dilegar di arena car free day di Jalan PB Sudirman pagi kemarin (17/11). Kegiatan yang digelar Perwosi Situbondo ini berlangsung meriah. Canda tawa riang terus menghiasi sepanjang acara. Pesertanya membeludak karena panitia tidak memungut uang pendaftaran sepeser pun. Pesertanya beragam. Mulai siswa taman kanak-kanak hingga orang tua.

tetap tersenyum, tidak boleh merengut. Soalnya juga akan menentukan penilaian,” teriak MC lomba, Sasa Natasya. Ketua Perwosi Situbondo, Ny Dian Rachmad mengungkapkan, ada 150 peserta yang mengikuti lomba Goyang Caisar. “Tujuan kita untuk kian memasyarakatkan senam di tengah-tengah masyarakat. Goyang Caisar ini bisa dikategorikan senam. Karena sekarang lagi booming, ini kesempatan untuk mengajak masyarakat bersenam dengan Goyang Caisar,” terangnya. (pri/als)

Ratusan Warga Goyang Caisar Ganggu Lalu Lintas, Konvoi Pesilat Diobrak Polisi SITUBONDO - Sedikitnya sembilan sepeda motor milik anggota komunitas pencak silat diamankan petugas Lantas Polres Situbondo Sabtu malam (16/11) lalu. Pengamanan sepeda motor tersebut karena mereka membuat resah dan mengganggu masyarakat Kota Santri. Ceritanya, rombongan yang berpakaian pencak silat ini sebelumnya berkumpul di salah satu warung. Mereka selanjutnya berkonvoi menuju Alun-alun Kota Situbondo dan mengibar-ngibarkan bendera dengan sikap arogan. Bahkan, sewaktu petugas lantas mengingatkan agar tidak konvoi di jalanan karena sangat meresahkan masyarakat, mereka tidak menghiraukan. Bahkan, mereka sempat memepet petugas polisi. “Saya juga sempat dipepet saat melakukan pengejaran, ini sangat membahayakan pengguna jalan lain,” terang Aiptu Harsono, salah seorang petugas Lantas yang saat itu ikut mela-

NUR HARIRI/RaBa

BIKIN RESAH: Petugas kepolisian terpaksa mengobrak konvoi pesilat yang membuat resah warga Sabtu malam (16/11) lalu.

kukan pengejaran. Begitu peringatan yang disampaikan polisi tidak mempan, petugas pun mengambil tindakan tegas dan melakukan pengejaran kepada gerom-

Bank Mandiri Beri Bantuan Pesantren SITUBONDO - Sejalan dengan motto ulang tahun Bank Mandiri ke-15 tahun ini, yakni Spirit Memakmurkan Negeri menjadikan Bank Mandiri selalu memberikan hal terbaik bagi Bangsa Indonesia, dengan semangat untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), Bank Mandiri Cabang Situbondo memberikan bantuan sebesar Rp. 50.000.000,- kepada Pondok Pesantren Darul Mubtadi’in di Desa Bletok, Bungatan, Situbondo, Sabtu (16/11). Bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian Bank Mandiri dengan harapan semoga bisa bermanfaat dalam pembangunan Pondok Pesantren Darul Mubtadi’in untuk menjadi lebih maju dan berkembang di masa yang akan datang. Hadir dalam acara tersebut, pengurus pondok Darul Mubtadi’in, para santri, Kepala Cabang Bank Mandiri R. Sonny Wijosena beserta staff, serta anggota dewan DPR RI, Zainul Rahman. Di luar sektor bisnis, Bank Mandiri juga turut berperan aktif dalam hal peningkatan pendidikan bagi masyarakat Indonesia. Pada Oktober 2013 lalu, dalam rangka ulang tahun ke-15, Bank Mandiri menggelar program edukasi di 210 sekolah serta 12 Perguruan tinggi di seluruh Indonesia dengan diikuti oleh 31.500 Siswa SD, SMP, dan SMA serta 6.000 Mahasiswa.

Para peserta tidak hanya meniru gerakan Caisar. Tidak sedikit di antara mereka yang juga meniru kostum Caisar yang ala Raja Romawi itu. Namun, ada juga yang memodifikasinya ala Situbondo. Mahkotanya terbuat dari daun mangga, buah khas Kota Santri. Dibutuhkan kekuatan fisik dalam ikut lomba Goyang Caisar di arena Car Free Day Situbondo ini. Pasalnya, peserta harus melakukan goyangan Caisar hingga 17 menit. “Harus bisa mengatur nafas jangan sampai ngos-ngosan, wajah harus

DARI DANA CSR: R Sonny Wijosena (kiri) secara simbolis memberikan bantuan kepada pengurus pondok (kanan) yang disaksikan anggota dewan Zainur Rahman (tengah).

ISTIMEWA

Selain itu, Bank Mandiri juga membantu pengadaan perpustakaan untuk 210 sekolah dan 12 perguruan tinggi senilai total Rp. 2,04 Miliar. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk keseriusan Bank Mandiri dalam meningkatkan pengetahuan dan membangun karakter generasi penerus bangsa. Bank Mandiri memiliki tiga pilar kegiatan CSR, yakni kemandirian komunitas, kemandirian edukasi, dan kewirausahaan, serta fasilitas ramah lingkungan. Kepala Cabang Bank Mandiri, R. Sonny Wijosena pada acara tersebut mengatakan, melalui berbagai program CSR ini, diharapkan dapat memberikan manfaat

yang maksimal bagi masyarakat Indonesia sesuai dengan motto Spirit Memakmurkan Negeri. Dalam hal layanan, Bank Mandiri terus mengembangkan jaringan untuk melayani nasabahnya, dan sampai saat ini Bank Mandiri telah mempunyai 1.909 kantor cabang dan 7 kantor cabang/perwakilan/ perusahaan anak di luar negeri, dilengkapi dengan 11.454 ATM yang tersambung dalam jaringan ATM Link, ATM Prima dan ATM Bersama dengan jumlah total 38.342 ATM, ditambah EDC sebanyak 209.249 unit serta layanan Electronic Channel yang meliputi Internet Banking, SMS Banking dan Mandiri Call. (adv/als)

bolan pencak silat tersebut. “Karena meresahkan dan sangat mengganggu pengguna jalan, petugas akhirnya mengambil tindakan tegas,” ujar AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres

Situbondo. Meski sempat kesulitan melakukan pengejaran, akhirnya petugas berhasil menangkap sembilan sepeda motor milik gerombolan yang berpakaian hitam itu. Kesembilan motor tersebut akhirnya diamankan di Pos 90 untuk ditindak lebih lanjut. Dari sembilan motor yang diamankan petugas, satu di antaranya diketahui tanpa plat nomor polisi. Data yang berhasil dikumpulkan, rombongan konvoi para pesilat ini berasal dari salah satu perguruan silat yang hendak mengadakan pertemuan atau latihan silat di salah satu sekolah di Situbondo. Namun, tidak diketahui jelas mengapa perkumpulan silat ini tiba-tiba melakukan konvoi. Karena tidak satu pun dari mereka yang memberikan komentar. “Penertiban lalu lintas tidak memandang siapapun, kelompok atau perorangan tetap ditindak tegas,” pungkas Wahyudi. (rri/als)

Gairahkan Iklim Investasi, Forkopimda Rapatkan Barisan SITUBONDO - Untuk menggairahkan para investor menanamkan modalnya di Situbondo, Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungn Masyarakat (Bakesbangpol dan Linmas) rencananya akan menggelar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada 26 November mendatang. Pertemuan tersebut ditempatkan di Wisma Bayangkara Pantai Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo. Kegiatan Forkopimda ini akan dihadiri sebanyak 100 peserta yang terdiri dari para Muspida dan Pimpinan SKPD se Kabupaten Situbondo. Acara ini untuk membahas hal-hal yang terkait dengan bagaimana Kabupaten Situbondo ke depan lebih mengembangkan investasi di berbagai sektor. “Harapannya, pembangunan di Bumi Selawat Nariyah ini semakin maju. Jumlah masyarakat miskin semakin berkurang, dan lowongan pe-

ISTIMEWA

Herry Suryanto

kerjaan terbuka luas, sehingga pengangguran berkurang,” ungkap Kepala Bakesbangpol dan Linmas, Herry Suryanto. Diharapkan, dengan pertemuan Forkopimda ini ada sinergitas dari berbagai komponen instansi pemerintah dan swasta dalam mendukung kegiatan-kegiatan yang akan diselenggaran ini. Terutama yang terkait dengan bagai-

mana mengembangkan investor di berbagai sektor. “Hal ini tidak mudah, apabila tanpa ada dukungan dari semua pihak. Baik itu masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, pers, legislatif, dan eksekutif, serta unsur-unsur yang terkait lainnya. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini akan dapat menggali dan menemukan aspek-aspek yang terkait dengan bagaimana kita mengundang dan menghadirkan para investor,” imbuh Herry Suryanto. Selain Fokus pada pembahasan investasi, kegiatan ini juga memberi kesempatan kepada peserta untuk berdialog dan berdiskusi. “Peserta juga bisa memberikan saran, pendapat, serta solusi terkait masalah-masalah yang berhubungan dengan kemajuan, kemakmuran, keamanan, kedamaian dan kesejahteraan masyarakat Situbondo,” pungkas Herry. (adv/als)


Radar Banyuwangi 18 November 2013