Page 1

RABU 18 JULI

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2012

Cagar Budaya di Depan Mata Bupati Anas Surati KSAD, Danrem Tinjau Inggrisan GALIH COKRO/RaBa

SITUS: Danrem Baladika Jaya meninjau kawasan Inggrisan di Jalan Diponegoro, Banyuwangi, kemarin.

BANYUWANGI - Rencana Pemkab Banyuwangi menetapkan kompleks Inggrisan sebagai cagar budaya dan monumen sejarah

Banyuwangi tampaknya mendapat respons positif Mabes TNI AD. Komandan Korem (Danrem) 083 Baladika Jaya Malang, Kolonel (Armed) Muhammad Nakir, langsung meninjau kompleks bangunan kuno di Jalan Diponegoro yang masih digunakan sebagai asrama prajurit TNI itu kemarin (17/7).

Dalam RPJMD Banyuwangi 2010-2015, kompleks Inggrisan menjadi sasaran pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Untuk menindaklanjuti hal itu, Bupati Anas beberapa waktu lalu sudah menyampaikan langsung kepada KSAD Jenderal Pramono Edhi Wibowo ■  Baca Cagar...Hal 35

Diawali Miniatur Pesawat B ANYUWANGI - Rangkaian kegiatan HUT ke-67 Proklamasi Kemerdekaan RI di Banyuwangi diawali pawai sepeda hias tingkat SD/MI kemarin (17/ 7). Ada ribuan siswa SD/MI yang berasal dari 12 gugus sekolah yang mengikuti rangkaian kegiatan agustusan itu. Pawai sepeda hias itu dilepas Wakapolres Kompol Muhammad Aldian di depan kantor Pemkab Banyuwangi. Hadir dalam pembukaan kegiatan itu Plt Sekkab Slamet Karyono dan beberapa pejabat Pemkab dan Polres Banyuwangi ■  Baca Diawali...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

BARISAN PEMBUKA: Dua siswa SDN IV Penganjuran menaiki sepeda berbentuk miniatur pesawat terbang dalam pawai sepeda hias agustusan di Jalan A. Yani, Banyuwangi, kemarin.

Konflik MOST kian Meruncing BANYUWANGI - Konflik Pemkab

HUT RABA

Ingat, Nanti Malam Tembang Kenangan BANYUWANGI - Malam Tembang Kenangan akan diselenggarakan Jawa Pos Radar Banyuwangi di hall restoran Pondok Wina nanti malam (18/7). Semua undangan yang sudah mendaftar diharapkan mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Undangan bisa menyiapkan lagu yang akan dinyanyikan dan menjaga kualitas suara. Sebab, acara tersebut diperkirakan dihadiri seratus orang lebih ■  Baca Ingat,...Hal 35

Banyuwangi dan PT. Dian Graha Utama (DGU) selaku pengelola Mall of Sri Tanjung (MOST) kian meruncing. Tak hanya pemkab yang menggugat pengelola MOST tersebut. Kali ini, perusahaan pengelola mal tersebut juga menggugat balik pemkab. Pihak PT. DGU menganggap konflik itu berdampak pada calon karyawan Borobudur Departemen Store (BDS) yang menempati mal tersebut. Para karyawan yang sebagian besar warga Banyuwangi itu kini terancam di-

rumahkan setelah izin BDS tidak kunjung turun. “Izin Borobudur (BDS) tidak diturunkan pemkab, padahal punya izin nasional,” cetus Direktur Utama (Dirut) PT DGU, Slamet Agus Darminto, kemarin (17/7). Darminto menyebut, izin BDS yang tidak lekas turun itu karena ada miskomunikasi antara pemkab dan PT. DGU. Akhirnya, pemkab pun memilih jalur hukum untuk menyelesaikannya. “Kita juga sedang menggugat pemkab,” ungkapnya. BDS yang menempati MOST, jelas dia, sebenarnya salah satu investor

dan tidak ada hubungannya dengan persoalan yang sedang dihadapi pihak MOST dan pemkab. BDS akan mengembangkan usaha dan membuka lapangan pekerjaan baru. “Karyawan yang sudah direkrut sekitar 150 orang,” ujarnya. Di antara karyawan BDS yang dirumahkan, hampir setiap hari ada yang datang menanyakan pekerjaannya. Tetapi, karena izinnya belum ada, maka BDS belum bisa beroperasi. “Para karyawan ada yang akan demo segala,” paparnya ■  Baca Konflik...Hal 35

BAGAIMANA INI...

GALIH COKRO/RaBa

SUDAH KINCLONG: Interior di salah satu lantai Mall of Sri Tanjung, Banyuwangi kemarin.

Banyuwangi Lumbung Beras Produktivitas beras : 6,5 - 6,7 kw/ha Produktivitas nasional : 5,9 - 6,0 kw/ha Produksi Padi 2011 : 700 ribu ton GKG Produksi Padi 2012 : 360 ribu ton GKG (per April 2012) Prediksi akhir tahun 2012: 900 ribu ton GKG

Banyuwangi Dapat Penghargaan Presiden BANYUWANGI - Kerja keras Pemkab Banyuwangi di sektor pertanian mendapat apresiasi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Penghargaan peningkatan produksi beras nasional (P2BN) dari Presiden SBY itu diberikan, karena Banyuwangi dinilai berhasil memberikan kontribusi pada produksi beras nasional. Banyuwangi dinilai berhasil meningkatkan produktivitas beras. “Kontribusi kita pada produksi beras nasional lebih dari lima persen,” ungkap Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (PKP) Banyuwangi, Ikrori Hudanto, kemarin (17/7). Ikrori menjelaskan, Banyuwangi memberikan kontribusi cukup signifikan pada produksi beras nasional. Produktivitas beras Banyuwangi adalah 6,5

hingga 6,7 kuintal per hektare (kw/ha) sukses melampaui produktivitas nasional yang hanya 5,9 hingga 6,00 kw/ha. “Produktivitas Banyuwangi menyalip produktivitas tanaman padi nasional,” ujarnya. Pada tahun 2011, produksi tanaman padi menurun dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun itu, produksi gabah Banyuwangi hanya sekitar 700 ribu ton gabah kering giling (GKG). Penurunan produksi gabah itu disebabkan serangan hama secara besar-besaran di Bumi Blambangan. Akibatnya, ratusan ha tanaman padi gagal panen karena terserang hama. Walau pada tahun 2011 produksi beras Banyuwangi anjlok, tapi produktivitasnya tetap naik ■  Baca Banyuwangi...Hal 35

Desy Education Juara Jambore PTK-PAUDNI Nasional

Kemendiknas Sokong Penerbitan Buku Inovasi Desy GALIH COKRO/RaBa

Orgil Gepeng Muncul Lagi SETELAH sekian lama aman, kawasan jantung Kota Gandrung kembali didatangi gelandangan, pengemis, dan orang gila (gepeng orgil). Seperti yang tampak di kawasan parkir selatan Taman Sri Tanjung, Banyuwangi, kemarin. Seorang gepeng orgil tampak pulas tertidur di atas trotoar. Bagaimana ini? (gal/bay)

Direktur Desy Education Banyuwangi, Handoyo Saputro, menjuarai lomba karya nyata dalam jambore PTK-PAUDNI tingkat nasional. Dalam waktu dekat, karyanya akan diterbitkan menjadi buku. SIGIT HARIYADI, Banyuwangi

NAMA Handoyo Saputra memang sudah tidak asing lagi di dunia pendidikan informal di Banyuwangi. Lembaga kursus bahasa Inggris yang dia pimpin memiliki reputasi mentereng. Kursus bahasa Inggris yang dikelolanya http://www.radarbanyuwangi.co.id

telah “melahirkan” ribuan alumni. Selain itu, Handoyo juga berhasil menyabet juara I kategori pengelola lembaga kursus tingkat nasional belum lama ini. Dalam lomba yang diikuti wakil dari 33 provinsi se-Indonesia itu, karya nyata yang dia susun ditetapkan sebagai yang terbaik. “Yang diuji adalah karya nyata, bukan hanya teori. Semua kita paparkan di depan dewan juri dengan bukti-bukti nyata,” ujarnya. Dalam waktu dekat, karyanya berjudul “Inovasi Pemasaran dengan Metode Desy” itu rencananya akan diterbitkan dalam bentuk buku. Pembuatan buku tersebut mendapat sokongan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). “Karya saya itu sudah menjadi aset nasional. Setelah diterbitkan, saya akan melakukan sosialisasi,” kata dia.

Cagar budaya Inggrisan di depan mata

Asalkan Panglima bilang ‘‘ya’’

Konflik Mall of Sri Tanjung kian meruncing

Berarti bentuk konfliknya mirip pensil

SIGIT HARIYADI/RaBa

INOVATIF: Handoyo (kiri) dan penghargaan nasional PTK-PAUDNI.

Karya nyata yang disusun berdasar pengalaman langsung Handoyo sebagai pengelola lembaga kursus itu di-

harapkan dapat dijadikan contoh bagi para pengelola lembaga kursus lain ■  Baca Kemendiknas...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Rabu 18 Juli 2012

Mengibarkan Merah-Putih di Pulau Tersembunyi Hong Kong Oleh: Indira Margareta ADA banyak hal yang dapat aku lakukan selain menjadi Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong. Selain berkecimpung dalam pekerjaan, aku juga menggunakan kesempatan saat berada di Hong Kong untuk kegiatan positif. Berbagai hal aku lakukan. Termasuk hikking. Menjelajah Bumi Hong Kong hingga ke pelosok dan batas pulau, adalah hobi yang tak tertinggalkan hingga kini. Pada hari libur, biasanya aku dan temanteman melakukan perjalanan ke tempat-tempat terpencil. Menyusuri laut, gunung, dan hutan. Meski tak seindah Indonesia, paling tidak alam bebas ini sedikit mengendurkan ketegangan di sela-sela pekerjaan yang sangat menyita waktu dan tenaga, serta mengobati rindu pada indahnya alam Indonesia. Sangat bersyukur masih bisa refreshing melepas

penat bersama teman-teman sesama BMI dalam mengisi waktu libur yang kami dapatkan setiap pekannya. Beberapa waktu lalu, aku dan teman-teman melakukan trekking ke sebuah pulau tersembunyi yang jauh dari daratan Hong Kong perkotaan. Jauh dari hiruk-pikuk kesibukan kota, yang 24 nonstop tanpa tidur. Tung Ping Chau, begitu pulau tersebut dikenal. Tung Ping Chau atau Ping Chau dalam sebutan orang Tiongkok, adalah sebuah pulau lepas pantai yang berada di perbatasan. Antara wilayah Hong Kong dan Tiongkok daratan. Tepatnya Provinsi Guangdong. Pulau ini memiliki luas wilayah 1,16 km yang dikelilingi bebatuan indah hasil abrasi air laut ribuan tahun silam. Tebing yang tinggi menjulang curam dan bebatuan berundak yang mencapai kemiringan 30 derajat. Dulunya, pulau ini merupakan pulau berpenghuni yang memiliki beberapa desa.

CERMIN DIRI

Menunggu Kiprah Michael dkk MESKI belum dilantik, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC PD) Banyuwangi di bawah kepemimpinan Michael Edy Hariyanto agak sedikit plong. Pasalnya, surat keputusan (SK) kepengurusan dari DPP PD sudah turun. SK bernomor 56.22/SK/DPP.DP/DPC/VII/2012 tertanggal 5 Juli 2012 kini sudah ada di tangan Michael. Kepengurusan PD di bawah Michael kini tinggal menunggu pelantikan. Nama-nama pengurus sudah disusun, tinggal di-launching ke publik. Kapan waktunya masih menunggu kepastian dari pusat. Yang pasti, sebelum pelantikan, PD Banyuwangi sudah menyiapkan kantor baru yang cukup megah. Gerbong PD Banyuwangi di bawah Michael diharapkan benar-benar bisa mengakomodasi semua kepentingan dan golongan. Partai ini memang terbuka untuk siapa saja. Ada pengusaha, kiai, politikus, LSM, dan mantan birokrat. Yang patut dicatat, partai bergambar Mercy ini tidak mengenal etnis. Siapa saja bisa bergabung dengan partai ini. Dari bocoran yang berkembang, formasi kepengurusan PD Banyuwangi di bawah Michael ini memang cukup solid. Sejumlah tokoh yang sempat ngetop di Bumi Blambangan telah bergabung dengan partai tersebut. Bahkan, seorang pengusaha papan atas Banyuwangi yang tinggal di Muncar terang-terangan bergabung dengan Michael. Bergabungnya pengusaha, politisi, pengacara, dan kiai, tentu akan memberi warna tersendiri bagi PB Banyuwangi. Kepemimpinan Michael bakal diuji dalam Pemilu 2014 nanti. Melihat formasi kepengurusan yang begitu lengkap, setidaknya Michael dkk harus bisa mendongkrak perolehan suara PD di Banyuwangi. Minimal perolehan kursi di DPRD harus bertambah dibanding pemilu sebelumnya. Jelas ini merupakan tantangan berat bagi kabinet Michael. Oleh karena itu, sisa waktu dua tahun ini arus benarbenar dimanfaatkan. Kalau tak mau kalah dengan partai lain, mulai sekarang Michael dkk harus tancap gas. Peluang-peluang mendapatkan lumbung suara harus dibangun mulai sekarang. Pendekatan dengan konstituen harus digalang sedini mungkin. Kami yakin, pengalaman Michael memimpin Persewangi bisa menjadi modal dalam membawa gerbong PD Banyuwangi lebih eksis. Yang penting diperhatikan adalah menjaga kekompakan sesama pengurus dan tidak melupakan rakyat kecil. Semoga saja, Michael bisa memberikan warna bagi kelangsungan praktik demokrasi di Bumi Blambangan. Yang paling urgen adalah tampilnya owner Alam Indah Lestari (AIL) itu diharapkan bisa membawa perubahan ekonomi di bumi berjuluk Sunrise of Java ini. (*)

Namun, setelah mangan ini ada. sa revolusi dan kekaMenempuh perjacauan politik Tionglanan ke Tung Ping kok pada tahun 50Chau sangat sulit. an, pulau kecil ini seSelain transportasi karang hanya ditingyang hanya seminggali lima kepala kegu sekali. Yaitu pada luarga. Tanpa ada faMinggu pagi ke arah silitas umum, seperti pulau dan sore hari pasar, toko, sekolahan kembali ke Hong Koatau pun penging. Jadi, apabila kenapan. Hanya ada tinggalan kapal, berISTIMEWA satu kuil yang terlihat siap saja tinggal di Indira Margareta mewah di sana. pulau tersebut selKeindahan pulau yang masuk dalam ama satu Minggu, hingga kapal 8 pilihan nasional geo park Hong berikutnya datang ke pulau pekan Kong itu diresmikan pada 2009. berikutnya. Menempuh perjalaMerupakan tujuan favorit para pecinta nan selama satu setengah jam alam dan penyuka fotografi. Karena, menggunakan fery. Medan juga setibanya di sana, akan dihadapkan terbilang sulit. Jalan setapak yang pada alam bebas yang masih asli. Mu- licin harus ditempuh dengan lai bebatuan terjal, hutan alami, tebing ekstra hati-hati. curam, dan jalanan yang berliku nan Selain alam bebas, di sana juga sempit. Bentang alam yang sulit dite- bisa menyelam dan memancing mukan di daratan Kowloon maupun atau berburu kepiting. Aneka ragam daratan Hong Kong. Bahkan, konon, makhluk hayati laut pun terbilang hanya ada di Hong Kong pemanda- lain daripada yang lain. Terdapat

lebih dari 60 spesies karang dan 35 spesies alga bertebaran di sepanjang pantai berpasir putih yang lembut. Pulau ini terbilang unik. Memiliki ombak yang terpotongpotong memukau. Ombak yang ada tidak sama di setiap tempatnya. Gelombang lebih tinggi di sepanjang pantai barat, sedangkan di sebelah timur relatif datar. Tung Ping Chau memliki batu datar bernama Rocks Drum, atau Watchman di Menara Rocks. Sebuah batu tinggi besar yang memisahkan diri dari batu lainnya. Sehingga Rocks Drum terlihat seperti dua pulau terpisah bila dipandang dari kejauhan. Banyak yang mengatakan, pulau ini adalah pulau hantu. Hal ini terjadi, karena, di dalam pulau tersebut banyak ditemui rumah-rumah batu kuno yang tak terawat. Dibiarkan saja ditumbuhi semak belukar yang menjadi kesan mengerikan dan angker. Di balik itu semua, aku dan teman-teman mendapatkan ke-

puasan yang luar biasa. Keletihan kami terbayar lunas setelah mampu menaklukkan dan berkeliling pulau. Terlebih, mampu mengibarkan Sang Saka Merah Putih di sebuah batu tertinggi yang ada di pulau tersebut. Ada rasa bangga dan haru, kala lagu kebangsaan mampu kami lantunkan di tempattempat indah di Hong Kong, dan selalu membawa serta Merah Putih dalam setiap perjalanan yang kami lalui. (*) *) Penulis adalah warga Sempu. Kini menjadi buruh migran di Hong Kong.

Radar Banyuwangi mengundang warga Banyuwangi dan Situbondo yang berada di perantauan untuk menulis pengalamannya. Tulisan kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan juga foto diri. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

Berkelahi Divonis Dua Bulan 20 Hari BANYUWANGI - Makbullah binti Amri, 50, warga Dusun Kampung Tengah, Desa Sukojati, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, dihukum penjara selama 2 bulan 20 hari. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi yang dipimpin Afrizal Hadi SH menyatakan, perempuan itu bersalah dan terbukti melakukan penganiayaan terhadap Husnul Khotimah dan Usniyah, saudaranya yang tinggal sekampung. Afrizal menyidangkan kasus tersebut didampingi dua hakim anggota, yakni Widarti SH dan Bawono Effendi SH. Majelis hakim juga mewajibkan terdakwa membayar biaya sidang. “Membayar

biaya persidangan sebesar Rp 1.000,” cetus Afrizal sambil mengetuk palu. Ibu tersebut diajukan ke kursi pesakitan karena dilaporkan Umi Khulsum dan Usniyah dalam kasus penganiayaan pada 10 Februari 2012 lalu. Kedua korban mengaku telah dianiaya terdakwa di rumah Khusnul Khotimah. “Dua keterangan dari saksi korban itu menjadi pertimbangan dalam putusan,” kata Afrizal saat membacakan amar putusan. Vonis 2 bulan 20 hari itu lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Agus Taufiqurrahman. Dalam tun-

tutannya, JPU meminta majelis hakim menghukum terdakwa selama lima bulan penjara. “Ada beberapa hal yang meringankan terdakwa,” terang ketua majelis hakim. Afrizal menyebut, yang meringankan putusan itu adalah terdakwa mau berterus terang selama persidangan berlangsung. Selain itu, ibu tersebut juga memiliki anak yang menjadi tanggungannya. “Saya menerima putusan ini Bapak Hakim,” kata terdakwa dengan mata berkaca-kaca saat majelis hakim minta tanggapannya atas putusan tersebut. (abi/c1/bay)

MENANGIS: Makbullah berkaca-kaca mendengarkan vonis majelis hakim di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin. AGUS BAIHAQI/RaBa

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Rabu 18 Juli 2012

Jalan Utama dan Alternatif Ikut Macet ROGOJAMPI - Kegiatan agustusan di jalan raya identik dengan kemacetan. Seperti yang terjadi di Jalan Diponegoro, Rogojampi, kemarin. Jalan menuju Banyuwangi benar-benar padat hingga memicu kemacetan. Bahkan, kemacetan kendaraan mengular hingga satu kilometer. Penumpukan kendaraan tidak hanya terjadi di ruas Jalan Raya Rogojampi. Sepanjang jalan raya menuju Singojuruh juga mengalami hal yang sama. Kecametan juga terjadi di sepanjang jalan utama Kecamatan Srono. Kendaraan harus mau berbagi dengan regu gerak jalan yang melintas di jalur yang sama. Bukan hanya di jalan-jalan utama, gerak jalan juga memacetkan sejumlah jalan alternatif, baik di Kecamatan Sempu maupun Genteng. Akibatnya, banyak pengendara yang mengeluhkan dampak gerak jalan yang digelar dalam rangka memperingati HUT RI tersebut. (azi/c1/aif )

ABDUL AZIZ/RaBa

MENGULAR: Gerak jalan dalam rangka peringatan HUT RI ke-67 kemarin memicu kemacetan di sepanjang jalan Diponegoro, Kecamatan Rogojampi.

JELANG RAMADAN

Warga Malaysia Tewas di Bangorejo ABDUL AZIZ/RaBa

DIAMANKAN: Puluhan botol miras diamankan di Mapolsek Bangorejo kemarin.

Razia Pekat, Amankan Puluhan Botol Miras BANGOREJO - Menjelang Bulan Suci Ramadan, aparat Polsek Bangorejo semakin gencar melakukan Operasi Penyakit Masyarakat (pekat) di wilayah tugasnya kemarin. Hasilnya, sebanyak 60 botol berisi minuman keras (miras) berhasil diamankan dari rumah dua warga Kecamatan Bangorejo. Puluhan botol berisi miras tersebut terdiri atas Newport, Mansion dan arak bali. “Semua kita amankan dari dua rumah warga yang kita operasi,” kata Kapolsek Bangorejo, AKP Hery Purnomo Hery menuturkan, Operasi Pekat tersebut akan terus dilakukan di wilayah tugasnya. “Setiap hari kita operasi, tapi nggak setiap hari dapat,” katanya. (azi/c1/aif)

Sakit Sesak Napas, Rencana Pemakaman Tunggu Kedutaan SILIRAGUNG - Diduga sesak napas, Jumat bin Mail, 39, seorang warga  Malaysia, meninggal di sebuah rumah sakit di Bangorejo kemarin. Jumat tercatat sebagai warga Taman Gimauan No. 58, Lorong 4e, Papar Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.

Kapolsek Siliragung, AKP Subandi, melalui Kanitreskrim Aiptu Joko Mulyono mengatakan, berdasar keterangan yang diperoleh polisi, warga Malaysia itu tiba di rumah istrinya, Rosita, warga Dusun Silirsari, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, pada hari Senin kemarin (12/7). Ketika berada di negaranya, Jumat memang sudah mengalami sakit. Dia mengeluh badannya terasa lemas dan sesak napas. “Ketika sampai di rumah

mertuanya, Jumat kemarin masih mengeluh sakit,” ungkap Joko Mulyono. Lantaran terus-menerus mengeluh sakit, akhirnya Rosita (istri) langsung membawanya ke sebuah rumah sakit di Kecamatan Bangorejo. Rosita berharap sakit yang diderita suaminya cepat sembuh. Namun, takdir berbicara lain. Minggu pagi (15/7) pukul 06.00, yang bersangkutan mengembuskan napas terakhir. “Jadi, dia meninggal ketika sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit,” jelas kanitreskrim. Lantaran status kewarganegaraan Jumat adalah Malaysia, maka jenazahnya tidak bisa dimakamkan di Siliragung. Terkait pemakaman, masih menunggu kabar dari Kedutaan Malaysia di Jakarta. “Mayat almarhum saat ini sudah dibawa ke RSUD Blambangan sambil menunggu kabar lebih lanjut dari Kedutaan Malaysia di Jakarta,” tanads Joko Mulyono. (azi/c1/aif)

ABDUL AZIZ/RaBa

DITAHAN: Mama Wong menjalani pemeriksaan di ruang Reskrim Polsek Gambiran kemarin.

Mama Wong Jualan Kupon Toto Gelap GAMBIRAN - Anggota Reskrim Polsek Gambiran berhasil menangkap seorang wanita penjual kupon togel kemarin. Dia adalah Wong Tjing Soe, 68, warga Dusun Krajan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. Wanita tersebut tertangkap polisi saat menjual kupon togel di rumahnya. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 30.000 dan selembar kertas bertuliskan angka-angka togel. Mama Wong—sapaan akrab Wong Tjing Soe—mengaku berbisnis togel untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bisnis seperti ini sudah dia teku-

ni selama dua bulan terakhir. Dirinya hanya menerima titipan angka togel dari beberapa tetangga dekat dan teman akrab. ”Saya mendengar keluarnya nomor dari orang-orang,“ akunya kepada penyidik. Kapolsek Gambiran, AKP Ibnu Mas’ud, melalui Kanitreskrim Aiptu Subagyo mengatakan, penangkapan Mama Wong tersebut atas dasar laporan warga. Untuk kepentingan penyidikan, Mama Wong beserta barang bukti diamankan di Mapolsek Gambiran. ”Tersangka kita kenakan Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tandasnya. (azi/c1/aif)


KOMUNIKASI BISNIS

28

Rabu 18 Juli 2012

Desak Perda Kos GIRI-Masyarakat Kecamatan Giri mendesak Pemkab Banyuwangi segera merumuskan peraturan daerah (Perda) tentang rumah kos. Sebab, rumah kos telah menumbuhkan ekonomi, tetapi juga memiliki dampak negatif. Aspirasi itu disampaikan narasumber dan peserta seminar bertema “Potensi Tempat Hunian untuk Menunjang Kualitas Pendidikan dan Perekonomian Masyarakat di Kecamatan Giri”, kemarin sore (17/7). Seminar dan serap aspirasi itu digelar Forum Kajian Study Pembangunan (FKSP) Koordinator Kecamatan Giri. Acara tersebut mendapatkan dukungan dari Kantor Kecamatan Giri, Polsek Giri, Ansor, dan Tabloid Suksesi Memorandum. Narasumber yang diundang dalam kegiatan di Hall Hotel Tanjung Asri, Penataban, Giri, itu adalah Mandiri Ratu Warang Agung,

IRWAN/RaBa

SEMINAR:Agung paparan tentang kondisi rumah kos di Giri.

politikus, serta Moch. Ihrom, SPd, pengurus Ansor dan tokoh pemuda Kecamatan Giri. Kiai Mursidi, Ketua MWC NU Giri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Sirojut Tholibin, Penataban, Camat Giri Haqni, dan Kapolsek Giri AKP Adi Wiyanto juga jadi narasumber. Agung mengusulkan perlu dibuat perda rumah kos dan perda ketinggian pagar. Dalam perda tersebut diatur kewajiban pemilik rumah kos dan tanggung jawabnya. Termasuk aturan kos-kosan yang sesuai dan nyaman. Ketua DPC Partai

Keadilan Sejahtera Banyuwangi itu juga mengingatkan, dampak ekonomi dari rumah kos adalah banyak tumbuh warung makanan dan jajanan, mini market, warung internet, play game, dan hotel. Semua itu tumbuh berkat adanya pendidikan favorit, SMAN 1 Giri yang merupakan satu-satunya SMA RSBI, SMPN I Giri, dan Stikes di Kecamatan Giri. Ihrom, pengurus Ansor Giri menilai, perda akan menjadi payung hukum yang memberikan kenyamanan pada pengusaha rumah kos. (irw)

SMPN I Cluring Kompak Kerja Bakti C LU R I N G - Ke k o m p a k a n yang ditunjukkan kepala sekolah, guru, komite, serta wali murid SMPN I Cluring, patut dicontoh sekolah lain. Mereka melaksanakan kerja bakti meratakan lapangan sepak bola. Lusa kemarin pagi, sambil membawa peralatan pertanian seperti cangkul, mereka kompak kerja bakti. Mereka meratakan tanah lapangan sepak bola seluas seperempat hektare, yang baru dibeli tahun lalu. Kepala SMPN I Cluring Subiyantoro, MPd mengatakan, kekompakan yang ditunjukkan jajaran guru, komite, dan wali murid, khususnya wali murid kelas VII tersebut, memperlihatkan ada rasa saling memiliki. Begitu juga ada rasa kekeluargaan, kegotongroyongan, dan kebersamaan di antara para pihak. “Terlebih

setelah kerja bakti, kita sarapan bareng di sawah, sehingga rasa kekeluargaan dan kebersamaan benar-benar tumbuh,” tuturnya dalam kegiatan yang diikuti oleh sekitar 175 orang tersebut. Mantan Kepala SMPN 2 Srono itu menuturkan, setahun lalu, sekolah membeli lahan seluas seperempat hektare di belakang gedung sekolah. Nah

selama ini, lokasi yang akan digunakan untuk lapangan sepak bola tersebut masih berbentuk sawah, sehingga lahannya perlu diratakan. “Pengadaan lapangan tersebut dilakukan dalam rangka untuk memberikan pelayanan kepada siswa dalam pengembangan prestasi non akademis,” tandasnya. (azi/adv/irw)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Rumah SHM 625m2 •

• Bunga Residence •

Djl rmh SHM + IMB, LT 625m2, Jl. Raya Situbondo 12, PDAM, PLN 2200VA, dkt Psar Galekan Wongsorejo. 600jt nego. H: David Katili (0333) 463333 - 8937999, HP: 087755978999, 02141476999

SMPN I CLURING FOR RaBa

KOMPAK: Para guru dan komite SMPN I Cluring kerja bakti.

Dijual cpt rmh, stand toko A7-A8 di Pasar Sumberayu Mncr. H: 082334126869, TP.

• Jl. Dr. Soetomo • Dijual rumahpinggir jalan Jl. Dr. Soetomo 35 Bwi Luas 168m2. H: 081270281958

Jual rumah dan tanah lbr tnh 8,5m, pnjg 25m, SHM, di Jln Grajagan (dpn ktr P dan K) Purwoharjo. Hub 081333797797

• Mendut Regency • Dijual/dkntrakkn rumah di Mendut Regency A19 LT 11x19 LB130m2, hrg nego. H: 081249707879

CLURING- SMA Negeri I Cluring (Smaring) menyelenggarakan acara “Enjoy Fun Bike With Smaring 2012”. Acara tersebut dalam rangka memperingati HUT RI ke67 dan mensosialisasikan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Selain itu, juga menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Acara bersepeda itu diikuti 850 peserta. Mereka terdiri dari siswa dan keluarga besar Smaring. Setelah bersepeda sejauh 7 kilometer, peserta langsung dihibur oleh pentas seni yang diprakarsai pengurus OSIS. Acara dilanjutkan dengan pengundian kupon berhadiah. Melalui acara bersepeda itu, Kepala Sekolah Smaring Syuhada Nor Sodiq, MPdl bermaksud mengingatkan kepada seluruh siswa dan masyarakat sekitar akan pentingnya arti kemerdekaan.

BANYUWANGI

SMS Gateway). Dengan sarana itu, setiap orang tua akan mendapatkan laporan melalui SMS. “Jam be rapa anaknya masuk sekolah dan pulangnya. Dengan begitu, mereka akan mengetahui aktivitas anaknya,” tuturnya. Smaring juga sering berprestasi di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Semua itu diISTIMEWA SAMBUT RAMADAN: Keluarga besar SMAN 1 Cluring menggelar Enjoy capai dan lakukan Fun Bike With Smaring 2012. dalam rangka menjadi mitra masyaraTermasuk pentingnya bulan tegas kepala sekolah yang kat mewujudkan sekolah suci Ramadan. Apalagi, pada tinggal di kota Gambiran itu. unggul berstandar internasejarah bangsa Indonesia terDitambahkan oleh Syu- sional, yang menghasilkan tulis jelas tanggal 17 Agustus hada, SMA yang dia pimpin generasi bertakwa, berakhlak 1945 bertepatan dengan hari itu merupakan satu-satunya mulia, jujur, inisiatif, mandiri, Jumat , 9 Ramadan 1364 H. sekolah di Kabupaten Banyu- dan tangguh. “Itu visi dari “Ini hari penting yang jarang wangi yang menggunakan SMA Negeri I Cluring,” ungdiketahui oleh semua orang,” absen sidik jari (Finger Print kapnya bangga. (adv/irw)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

• STNK •

• STNK •

• Grand Civic ‘90 •

• Gebyar Ramadan •

• Honda Genio ‘92 •

Hlg STNK Nopol P 5974 VJ, an. Yoso Mulyanto, Gepuro RT01/02 Watukebo, Kec. Rogojampi

Hlg STNK Nopol P 5562 WF, an. Eko Priyono, Kesilir Pesanggaran

Hlg STNK Nopol P 6068 WT, an. H. Moch. Saleh Tanggah, Patemon Wetan RT02/03 Melayu

Dijual Grand Civic tahun 90 akhir, no. Bondowoso. Jl. Ciliwung 34, HP.087857246437

Persiapan Lebaran, Indent skr jg. All New Xenia, Terios, Luxio, Sirion, Gran Max. Bunga mrh+disc gede, Cash/ Kredit. Hub: HADI 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

Dijual Honda Genio tahun 92, kondisi istimewa, Plat P Situbondo, audio - jok kulit, MB tech - velg racing R17”, ban baru, warna biru metalik, pajak panjang. Hub: 081-2345-4599

Hlg STNK Nopol P 4708 XI, an. S. Ubud, Krajan RT01/08 Ketapang, Kalipuro

Hlg STNK Nopol P 3256 VJ, an. Jumadi, Tegalwero RT04/01 Blimbingsari Rogojampi

Djl Kijang ‘94 (P) abu2 metalik, body nusa, long sasis, Istimewa. Hrg Nego. Hub: (0333) 7750406 dan 0818319774 TP

Hlg STNK Nopol P 3738 UU, an. Agus Wirawan, Jl. Kartini no.17 Banyuwangi

• Kijang ‘95 •

Hlg STNK Nopol P 4208 YM, an. Sayuti, Lingk. Plampang RT03/01 Kel. Pakis

Dijual Kijang 95 (DK) merah metalik, lon sasis. Hrg nego Hub 081336925517

Avanza ‘07 ‘11, Panther LS ‘05, Grand Livina ‘08, Kjg Krista ‘03, Splash ‘11, Kuda GLS ‘02, APV ‘09, Innova ‘05, Escudo ‘98, PUL300 ‘09 ‘12, PU SS ‘09, PU Zebra ‘04, PU GrMax ‘12. cash/kredit. Hub.0333411655, 0811301676

SITUBONDO

• Grand Livina ‘07 •

• T120SS PU ‘08 •

• Toyota Yaris ‘08 •

Dijual cepat tanpa perantara Nissan Grand Livina 1.8 XV / MT tahun 2007, Silver metalik, harga 115 juta nego, hubungi 081358052200

Dijual Pick Up T120ss tahun 2008, hitam, harga 67,5 juta nego, bisa cash/ kredit, atau tukar tambah. Hubungi: 08123453975, 081335897888

Dijual Toyota Yaris E 08 hitam metalik, harga 145 juta nego, barang istimewa. Hubungi: 081234889111, depan Dinas Dispenda Banyuwangi/Cungking.

• Chery QQ ‘08 •

• Suzuki APV ‘08 •

• Granmax PU ‘09/11 •

Dijual Chery QQ LX812L MT tahun 2008, merah muda, harga 59,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Suzuki GC 415V APV Arena DLX (ac dbl) tahun 2008, abu-abu metalik, harga 112,5 juta nego, brg istimw, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Gran Max (pick-up) tahun 09/011. 1.5cc/1.3cc, harga 76 jt / 83 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Kijang Innova ‘04 •

• Mitsubishi Kuda ‘99 •

• Mazda Surabaya •

Dijual Toyota KJG Innova E XW41 tahun 2004, silver metalik, harga 130 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Mitsubishi Kuda VB5W GLS (solar) tahun 1999 biru, tosca muat, harga 78,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Mazda Surabaya 100% New “ LEBARAN PROMO” Pilih hadiah langsung + Diskon Besar hub: OmLi 031-70778183 / 085230031483 pin :2388c09e

Dijual Rumah Type 62 Blok B 05, Perumahan Bunga Residence Jl. Brawijaya Banyuwangi. Hubungi. 081 233 827 114

• Jl. Grajagan •

Enjoy Fun Bike With Smaring 2012

Hlg STNK Nopol P 2765 YR, an. Nanuk Cipto Wibowo, Wadungdolah RT07/02 Kaligondo

BANYUWANGI • Rumah Stand Toko •

ISTIMEWA

BERPRESTASI: Syuhada Nor Sodiq (kanan) memberikan penghargaan kepada salah satu siswi SMAN 1 Cluring.

• Aneka Kue & Sirup •

• STNK •

Persiapan Lebaran Kesempatan jadi agen / penjual aneka macam kue dan sirup. Harga 1 Dos isi 6 Toples Rp 70 Ribu. Hubungi: 085258224500 / 08179622454

Hlg STNK Nopol P 2050 ER, an. Saha Rosi, Kotakan Tengah, Kotakan, Stb.

• Jual Cepat Usaha •

• Prlngkapan Air Isi Ulang •

BANYUWANGI • Jl. MT. Haryono •

• Cari Komik Cina •

Disewakan Ruko 2 Lantai L 225 m2, depan VIS FM, ada mess & dapur. Hub: (0333) 631190 / 08124985985

Dicari komik Cina lama (kojek) thn 50/60an harga tinggi, Kartono 085736001012

• Prima Mobil •

Hlg STNK Nopol P 444 JU, Supriyono SH, M.Hum. Pesisirtengah RT01/01 Kilensari, Panarukan.

Dijual cepat usagha sdh jalan, berpeng hasilan tetap, RP 360jt. Hub: 081336252629

Jual Perlngkapan air isi ulang, tutup gallon, tisue, catrage dll. OPER KONTRAK tempat usaha (Toko) lok Jl Citarum No. 18 Panderejo Bwi. Hub 085 339 493 191

• Kijang ‘94 •

BANYUWANGI • Staf Smart Marketing • Bth 100 staff smart marketing madu hutan, pia/wnt. energik, siap kerja target. target ringan, gaji 1-3 juta. Krm ke Manager Personalia Husada Alam, Susukan Kidul RT 3/1 Gladag Rogojampi Bwi. T. 7721798

• Toko + Rumah Genteng • Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto 081233499888, 03170338181

• Mutiara Blambangan • Djl 2 Ruko gandeng di Mutiara Blambangan (Brt Bank Mandiri). Hub: 03337751000

• Ruko Agus Salim • Dibangun/dijual Ruko 2 Lt (tinggal 1 unit) Jl. Agus Salim (blkg Untag) Banyuwangi Hubungi: 081233669969

SITUBONDO • Ruko + Rumah + Tanah • Jual ruko SHM 205m2, Jl. Argopuro 7B Stb. Gudang + rmh SHM 9000m2 Jl. Argopuro 15B Stb . Tnh SHM 9500m2 Jl. Raya Lamongan Arjasa KM 15 Stb. Tnh SHM 25720m2 Ds Panji Kidul dkt sungai. Hrg mrah nego. H: Leo Properti 082333008871

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak ber tanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Rabu 18 Juli 2012

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJ LUMAJANG LUMAJA JA J A ANG NG NG

ADA APA LAGI

Terancam Seumur Hidup

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

DIGARONG: Mobil boks yang dibajak pelaku diamankan di Mapolsek Tanggul.

Bajing Loncat Beraksi JEMBER – Para bajing loncat mulai beraksi di jalan raya Dusun Teko’an Timur, Desa Pondok Dalem, Tanggul. Sebuah mobil boks nopol F 8803 D yang memuat komputer dibajak para bajing loncat sekitar pukul 03.00 kemarin. Untuk menggarong muatan mobil boks, sopir dan rekannya disekap para pelaku yang berjumlah enam orang. Kendaraan itu mengangkut komuter dan komponen milik PT Sat Co Widya Ancara. Kendaraan itu mengirim barang dari Jakarta menuju Kelurahan Mangli, Kaliwates, Jember. Menurut Chodori, 59, sopir mobil boks yang tinggal di Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, saat itu dirinya ditemani sopir cadangan Hasbi Assahri, 38, warga Jl Almadaniah, Kelurahan Jati Cempaka, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi Barat. Saat di timur jembatan Pondok Dalem, mobil boks dipepet sebuah Avanza warna hitam. Lalu, Avanza tersebut menghentikan laju mobil boks. Lalu, seorang penumpang Avanza turun dan menghampiri Chodori. “Kemudian saya dipaksa turun dengan menarik lengan saya. Setelah itu, tiga pelaku lainnya turun dan memaksa teman saya ini turun juga,” kata Chodori kepada petugas Polsek Tanggul. Kedua kru mobil boks itu lalu dinaikkan ke Avanza. Di dalam Avanza, mata kedua korban ditutup. Sehingga, mereka tidak tahu dibawa pelaku ke mana. “Setelah itu kami ditodong celurit. Setelah itu mobil jalan nggak tahu ke mana,” sambung Chodori. (jum/c1/har/jpnn)

PENDIDIKAN

MIFTAHUDDIN/RADAR BALI/JPNN

DENGAR DAKWAAN: Penelur hasis asal Rusia, Alexander Simonov (kanan) dan penerjemahnya mengikuti sidang di PN Denpasar, kemarin.

DENPASAR - Satu lagi warga negara asing diseret ke kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar lantaran menyelundupkan narkoba. Kali ini, seorang bule Rusia, Alexander Simonov, 30, terancam hukuman seumur hidup setelah tertangkap basah menyelundupkan hasis seberat 786 gram dengan cara menelan dan menyimpan di dalam perutnya. Dalam sidang perdana yang mengagendakan pembacaan dakwaan kemarin, jaksa penuntut umum (JPU) I Ketut Sujaya menjerat terdakwa Simonov dengan dua pasal. Yakni Pasal 113 ayat 1 Undang-undang (UU) RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 111 ayat 1 undang-undang yang sama. “Terdakwa tanpa hak atau melawan hukum memproduksi, mengimpor, mengekspor, atau menyalurkan narkotika golongan I jenis hasis dengan berat keseluruhan 915 gram bruto atau 786 gram neto,” dakwa JPU Sujaya, sesuai dakwaan pertama. (aim/yes/jpnn)

Guru Ngaji Dihajar Massa Nikahi Santriwati tanpa Sepengetahuan Ortu JEMBER– Beruntung perangkat Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro bertindak cepat. Sebab jika tidak, mungkin Abdul Wahab, 37, warga Lingkungan Semenggu, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang ini, sudah tewas di massa warga. Pasalnya, pria yang juga seorang guru ngaji itu masuk rumah Nasuri, warga Pondok Joyo hendak meniduri Bunga (bukan nama sebenarnya), 15, santrinya sendiri yang dinikahinya secara siri. Namun pernikahan siri tersebut tanpa sepengetahuan orang tua Bunga. Saat perbuatan Wahab ini diketahui dan digerebek warga, tak pelak, dia menjadi bulan-bulanan warga. Peristiwa penggere-

bekan itu terjadi kemarin malam sekitar pukul 01.00. Namun Wahab baru tertangkap beberapa saat kemudian. Sebab saat digerebek, Abdul Wahab, berhasil melarikan diri. ‘’Dia (Abdul Wahab, Red) ditangkap di tepi sungai di Pondok Joyo, setelah dikepung warga,’’ ujar Hartono, salah seorang perangkat desa ketika ditemui, kemarin. Bunga saat ini tinggal bersama ibunya di Bintoro, Kecamatan Patrang. Bunga masih duduk di Bangku kelas III SMP dan Bunga tidak tinggal bersama ayahnya di Pondok Joyo. Ini lantaran ayah dan ibunya sudah lama cerai. Ayah Bunga pergi ke Malaysia menjadi TKI. Sedangkan Ibunya pulang ke Bintoro. ‘’Korban tinggal bersama ibunya,’’ kata Hartono lagi. Di Bintoro, korban mengaji kitab di rumah Abdul Wahab. Namun lama-kelamaan ru-

panya Abdul Wahab tertarik pada Bunga. Hingga akhirnya hendak menyetubuhi Bunga. Saat itu, Bunga tidak bisa menolak keinginan Abdul Wahab karena Abdul Wahab berjanji akan menikahinya. Dan ternyata memang dinikahi, namun tidak sepengetahuan orang tuanya. Bahkan ibu Bunga sendiri tidak pernah tahu. Apalagi ayahnya yang seharusnya menjadi wali dalam nikah, tidak juga mengetahui hal itu. ‘’Katanya nikahi korban dengan hukum Subhat. Aturan agama mana itu?’’ kata Sali, keluarga korban. Hubungan itu berjalan sudah sejak lama. Namun baru terungkap kemarin malam. Sehari sebelum kejadian, Bunga pamitan ke ibunya. Dia hendak pergi ke Pondok Joyo untuk menghadiri acara di rumah keluarga ayahnya. Si ibu pun tidak menaruh curiga

apa-apa dan dia menyetujui. Sampailah di rumah Nasuri, paman Bunga yang juga keluarga ayahnya. Bunga tidur di sebuah kamar di rumah Nasuri. Ternyata malam harinya, sekitar pukul 00.00, Abdul Wahab datang dan masuk kamar melalui pintu belakang. Aksi ini diketahui Sali, paman korban yang lain. Sali pun mengabarkan hal itu ke warga. Ternyata warga langsung berkumpul dan melakukan penggerebekan. Warga datang ke rumah Nasuri. Kedatangan warga ini rupanya diketahui Wahab. Wahab pun kabur lompat lewat jendela. Melihat Wahab kabur, warga berusaha mengejar. Dua jam kemudian Wahab berhasil ditangkap. Tanpa banyak cakap, Wahab langsung dihajar hingga babak belur. (rid/c1/wnp/jpnn)

Diduga Bocor, Razia Lokalisasi Nihil SENTOT PRAYOGI/RADAR BALI/JPNN

BELUM BISA BELAJAR: Sebagian siswa SDN 1 Melinggih Kelod pada hari pertama sekolah.

Siswa SD Negeri 1 Melinggih Mengungsi GIANYAR - Berlarut-larutnya penyelesaian sengketa hak milik tanah di atas bangunan SDN 1 Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar berdiri berdampak buruk pada aktifitas belajar-mengajar siswa. Memasuki tahun ajaran baru, aktifitas belajar di sekolah tersebut terganggu, lantaran belum jelasnya titik temu antara pemerintah dengan para keluarga pemilik tanah. Akibatnya, pihak sekolah pun terpaksa mengungsikan aktifitas belajar-mengajar siswa ke sekolah lain. Diungsikannya para siswa dan guru SDN 1 Melinggih Kelod terungkap saat hari pertama tahun ajaran baru siswa, kemarin. Pantauan koran ini, kegiatan siswa dan guru di sekolah tersebut hanya berlangsung selama beberapa jam. Itu pun hanya diisi dengan kegiatan bersih-bersih sekolah yang hingga kini belum jelas nasibnya. “Sementara ini kami belum bisa lakukan kegiatan belajar mengajar secara normal. Para siswa hanya kami arahkan untuk melakukan gotong royong di sekolah,” kata Kepala SDN 1 Melinggih Kelod, IB Sulastra. Dia menjelaskan, para siswa didikannya baru akan secara aktif mengikuti kegiatan belajar-mengajar pada Kamis (19/7) mendatang. Itu pun, menurutnya terpaksa diungsikan di sekolah lain, yakni di gedung SDN 2 Melinggih Kelod yang kebetulan jaraknya tak berjauhan. “Kami dengan Komite sudah sepakat untuk memindahkan para siswa sementara waktu ke SDN 2 Melinggih Kelod,” papar Sulastra. Oleh SDN 2 Melinggih Kelod, jelas Sulastra, pihaknya dipersilakan memanfaatkan bangunan sekolah tersebut mulai siang hari pukul 12.00 sampai pukul 17.00. Pasalnya, gedung sekolah dipakai siswa SDN 2 Melinggih Kelod pagi harinya. “Sementara ini kami akan pindahkan siswa-siswa ke sana selama dua minggu ke depan sampai ada kejelasan pengerjaan perbaikan sekolah,” jelas Sulastra. Diungkit soal sengketa tanah yang sedang melanda sekolah tersebut, Sulastra ogah berkomentar banyak. Pihaknya hanya mengaku masih menunggu penyelesaian sengketa hak milik tanah yang saat ini masih diupayakan oleh Pemkab dan DPRD Gianyar. (yog/yes/jpnn)

Diganti Pasang Spanduk Penutupan Lokalisasi JEMBER – Razia Operasi Pekat menjelang Ramadan yang dilakukan tim gabungan Polres Jember dan Polsek Puger kemarin sore (17/7) di eks lokalisasi Besini, Puger tidak mendapatkan hasil. Diduga kuat, operasi yang dilakukan polisi ini bocor, sehingga para penghuni sudah ngacir saat petugas datang. Akhirnya, kegiatan hanya dilanjutkan dengan memasang spanduk bahwa tempat tersebut telah ditutup. Operasi gabungan menjelang Ramadan tersebut dipimpin langsung Kabag Ops Polres Jember Kompol Imam Fauzi dan AKP Mastur, Kapolsek Puger. Keduanya langsung memimpin operasi yang membawa dua kompi pasukan Binmas Polres Jember. Sekitar pukul 13.30, polisi yang berkumpul di Polsek Puger langsung menuju eks lokalisasi Besini. Dalam operasi ini, sebenarnya tim kepolisian sudah dibagi men-

jadi tiga tim yang menggerebek dari tiga penjuru timur, barat, dan tengah. Hal tersebut guna mengantisipasi jika ada penghuni yang hendak melarikan diri. Namun sayang, saat petugas datang, hampir semua rumah di eks lokalisasi itu sudah tutup dan dikunci dari luar. Yang terlihat buka hanyalah rumah yang dihuni rumah tangga biasa. Bahkan, petugas masih sempat mengitari sejumlah rumah yang ada di lokasi tersebut, namun tetap tidak membuahkan hasil karena lokasi tersebut sudah ditinggalkan penghuninya. Akhirnya, setelah sekitar 30 menit berputar dan tidak membuahkan hasil, petugas memilih pulang. Sebelum pulang, mereka memasang dua spanduk yang isinya memberitahukan jika eks lokalisasi ditutup selama Ramadan dan hari raya. Fauzi mengatakan, jika operasi tersebut dilakukan pihaknya bukan hanya untuk menghormati umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa. (ram/c1/wnp/jpnn)

RANGGA MAHARDIKA/RADAR JEMBER/JPNN

PASANG SPANDUK: Polisi memasang spanduk di eks lokalisasi Besini, sore kemarin.


34

Rabu 18 Juli 2012

Awas, Dana Minim Bisa Jadi Ganjalan Target Prestasi di Popda IX Mendatang BANYUWANGI - Minimnya dana yang dimiliki Pemkab Banyuwangi untuk membiayai keberangkatan kontingen Banyuwangi dalam Popda IX mendatang menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Selain duta Banyuwangi dibayangbayangi batal berangkat ke even dua tahunan tersebut, prestasi yang akan diraih kini juga menjadi pertanyaan. Sebab, kondisi itu bisa membuat sejumlah cabor yang dikirim ke Surabaya terancam tampil kurang maksimal. Dengan dana cekak, mereka dituntut melaksanakan perNIKLAAS ANDRIES/RaBa

KERAS: Meski kondisinya masih layak, tapi lapangan tenis GOR Tawang Alun diusulkan untuk diganti.

Pengurus Pelti Usulkan Lapangan Flexi Dalam BOY II 2012 Mendatang BANYUWANGI - Gagasan Pengkab Pelti Banyuwangi menggelar Banyuwangi Open Yunior (BOY) II tahun 2012 bukan sekadar isapan jempol. Meski masih tersisa waktu lebih-kurang empat bulan, tapi induk pembina olahraga tenis lapangan itu sudah mulai melakukan persiapan sejak dini. Itu tampak dengan keinginan Pengkab Pelti menggunakan lapangan jenis baru dalam even yang dijadwalkan dihelat November mendatang itu. Jenis lapangan

Giliran Gagas Kejurkab Pelajar BANYUWANGI - Rampungnya kejuaraan pencak silat antar perguruan dan pelajar SD pada 13 Juli lalu tidak membuat beban Pengkab IPSI Banyuwangi berkurang. Sebab, di pengujung tahun ini induk olahraga bela diri khas Nusantara itu akan menggelar satu even lagi. Even tersebut adalah kejuaraan pencak silat antar pelajar. Berbeda dengan kejuaraan yang sudah dilaksanakan, agenda di pengujung 2012 itu dikhususkan pelajar sekolah menengah atas (SMA) dan pelajar sekolah menengah pertama (SMP). “Jadi, kejurkab kemarin itu antara perguruan dan pelajar tingkat sekolah dasar,” beber Mukayin, sekretaris IPSI Banyuwangi. Mukayin menambahkan, ke jurkab tingkat SMP dan SMA akan dilaksanakan pada November atau Desember. Dilihat dari modelnya, kejurkab kali ini memang dibuat sedikit berbeda. IPSI sengaja memisah even pelajar SD, SMP, dan SMA. Tujuannya, memberi keleluasaan dan kesempatan bagi atlet untuk mempersiapkan diri agar lebih baik lagi. Dengan kesiapan yang cukup, diharapkan atlet dan perguruan dapat melakukan pembinaan kepada para pendekar agar lebih baik. “Bisa saja digabung, tapi kami lihat kurang efektif. Makanya pelaksanaannya kami pisah,” tandasnya. Dalam kejurkab lalu, IPSI juga menggelar kejuaraan antar perguruan. Adalah PSHT dan ASAD yang menjadi juara umum dalam even yang dilaksanakan 7-13 Juli tersebut. SDN Lateng keluar sebagai juara umum untuk kategori pelajar SD. (nic/c1/als)

yang diusulkan akan digunakan dalam kejuaraan tersebut adalah jenis flexi. Dibanding lapangan yang ada saat ini, lapangan jenis flexi memiliki keistimewaan dan kualitas yang bagus. Lapangan tidak keras dan lunak, sehingga membuat petenis nyaman saat berlaga. “Jenis lapangan ini sudah banyak digunakan di kejuaraan tingkat nasional,” beber Edi Santoso, pengurus Pelti Banyuwangi. Edi menambahkan, penggunaan lapangan flexi bisa menjadi daya tarik dalam hajatan BOY II nanti. Pasalnya, lapangan

yang dimiliki Banyuwangi saat ini masih terbuat dari granit. Artinya, meski lapangan yang ada saat ini cukup layak, tapi kondisinya cukup keras. Lalu, berapa harga lapangan tersebut? Edi belum bisa memastikan. Untuk bisa menggunakan lapangan jenis yang diharapkan tersebut, Pengkab Pelti berencana menggandeng Dinas Pemuda dan Olahraga untuk membuat lapangan tersebut. Sebab, keberadaannya sangat dibutuhkan, terutama untuk even tingkat nasional. (nic/c1/als)

siapan secara maksimal. Padahal, sudah menjadi rahasia umum, persiapan maksimal juga membutuhkan asupan dana yang maksimal. Saat ini, hal itu menjadi kekhawatiran tersendiri. Dana yang tersedia saat ini hanya Rp 100 juta. Dana sejumlah itu dipastikan kurang dari cukup. Bahkan, untuk melakoni fase kualifikasi yang baru saja diikuti tiga cabor, yakni sepak bola, bola voli, dan bola basket, dana yang tersimpan di Dinas Pemuda dan Olahraga sudah banyak tereduksi. Hal inilah yang dipertanyakan cabang bola basket. Pasca lolos ke Surabaya, tim tersebut dipastikan tetap terus menggelar pemusatan latihan. Nah, pemusatan latihan tersebut terancam tidak maksimal.

Sejumlah program yang sudah disusun, seperti latihan rutin dan uji coba, bisa saja batal. “Padahal, semua agenda itu perlu. Latihan dan sparing semestinya ada,” beber Sujito, manajer bola basket Banyuwangi. Dia berharap, ada solusi atas persoalan tersebut. Sebab, Popda merupakan pertaruhan nama Banyuwangi di pentas Jawa Timur. Tentu, minimnya dana menjadi kekhawatiran tersendiri bagi kalangan cabor. Seperti pernah diberitakan, pihak Dispora akan mencari solusi atas persoalan tersebut. Satuan kerja berpelat merah itu berencana mengajukan tambahan dana lewat perubahan anggaran keuangan (PAK) pada APBD tahun 2012. (nic/c1/als)


BERITA UTAMA

Rabu 18 Juli 2012

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Layak Disebut Kota Perjuangan n CAGAR... Sambungan dari Hal 25

Selain menyampaikan langsung secara lisan, Bupati Anas juga melayangkan surat resmi pada 18 Juni 2012 lalu. Dalam surat itu, Bupati Anas menyampaikan permohonan atas pemanfaatan aset TNI AD sebagai cagar budaya di Banyuwangi. Dalam surat itu, Bupati Anas menyampaikan bahwa Banyuwangi memiliki potensi sejarah perjuangan dalam melawan penjajah yang perlu dilestarikan, yakni kompleks asrama Inggrisan yang merupakan aset TNI AD. Kompleks asrama Inggrisan itu merupakan eks Kantor Dagang Inggris yang didirikan pada tahun 1766. Saat itu, gedung ini menjadi pusat perdagangan di Bumi Blambangan dan hingga saat ini kondisi bangunannya masih utuh dan digunakan sebagai asrama prajurit TNI. Apabila diperkenankan, pemkab bermaksud menjadikan kompleks Inggrisan sebagai

cagar budaya, dan asrama TNI akan dicarikan solusi. Bupati Anas menyatakan siap bermusyawarah. Secara resmi, surat per mohonan Bupati Anas itu belum mendapat respons Mabes TNI AD. Tetapi, menurut Kolonel Nakir, kompleks Inggrisan itu me miliki nilai sejarah yang cukup bagus dan luar biasa. Oleh karena itu, kata Nakir, untuk menjadikan bangunan kuno itu sebagai cagar budaya, pihaknya akan tunduk pada proses dan prosedur hukum yang ada. Pihaknya sebagai pelaksana di lapangan siap melaksanakan keputusan apa pun yang diputuskan pimpinannya di Jakarta. Menurut Kolonel Nakir, bangunan kuno itu masih digunakan sebagai asrama prajurit TNI AD dari Kodim 0825 Banyuwangi. Karena itu, Nakir mendukung upaya Bupati Anas melakukan koordinasi dengan pimpinan di Jakarta. “Kita dorong Pak Bupati untuk koordinasi di tingkat atas. Apa pun hasilnya, kita siap me-

lak sanakan sesuai petunjuk pimpinan,” tegas Nakir. Saat meninjau Inggrisan, Kolonel Nakir tidak sendirian tapi didampingi Dandim 0825 Letkol Muslimin Fasyah; Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko; Asisten Pembangunan dan Kesra, Suhartoyo; Kabag Pemba ngunan Wawan Yadmadi, dan beberapa perwira Kodim 0825 Banyuwangi. Sebelum meninjau Inggrisan, Kolonel Nakir menggelar ramah ta mah bersama Forpimda Ba nyuwangi beserta jajaran Ko dim 0825 Banyuwangi di Ru mah Makan Plengkung, Ke camatan Kalipuro (16/7). Da lam pertemuan tersebut, Dan rem menyampaikan perintah Pangdam V Brawijaya kepada dirinya untuk meninjau Inggrisan yang masih menjadi aset TNI AD. Dalam sambutannya, Kolo nel Nakir menyampaikan bahwa Bupati Anas berkirim surat kepada Pangdam V Brawijaya untuk meminta Inggrisan sebagai bagian dari cagar budaya Kabupaten Ba-

nyuwangi. “Saya datang ke sini atas perintah Pangdam sebagai bentuk respons atas surat Bupati Banyuwangi dan dalam waktu dekat akan dibentuk tim khusus,” katanya. D a n re m m e n g h a r a p k a n pemkab terus melakukan penggalian situs dan peninggalan se jarah yang memiliki arti penting dalam perjalanan sejarah Banyuwangi. “Jika di suatu daerah banyak ditemukan peninggalan zaman perjuangan seperti Inggrisan, maka daerah itu bisa disebut kota perjuangan” kata Danrem. Kolonel Nakir dan Wabup Yusuf terlihat blusukan ke dalam bangunan kuno peninggalan penjajah itu. Saat ini, bangunan bersejarah itu terlihat tidak terawat dan terancam punah. Pantauan koran ini, bangunan itu sebenarnya sudah tidak layak ditempati sebagai asrama prajurit TNI. Kondisi lingkungan kumuh dan beberapa unit bangunan tidak terawat dengan baik. Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah me nyerahkan beberapa dokumen

GALIH COKRO/RaBa

KAYU TUA:Wakil BupatiYusuf Widyatmoko dan Danrem Kolonel Nakir di kompleks Inggrisan Banyuwangi.

kepada Danrem. Salah satu dokumen yang diserahkan adalah sejarah keberadaan bangunan

tersebut. “Bangunan ini kalau disetujui akan dijadikan cagar budaya. Perawatan gedung ini

membutuhkan biaya tinggi,” ujar Wabup Yusuf Widyatmoko. (afi/c1/bay)

Nasib Calon Karyawan Gak Jelas Hindari Macet, Lewat Pinggiran Kota n DIAWALI...

n KONFLIK... Sambungan dari Hal 25

Sambungan dari Hal 25

Para karyawan yang umumnya baru lulus SMA itu, jelas dia, pada 14 Mei 2012 lalu sudah sempat bekerja di BDS. Tetapi, pada 16 Juni 2012 mereka terpaksa diminta istirahat karena operasional BDS dihentikan. Sebab, izin dari Pemkab Banyuwangi tidak turun. “Hampir satu bulan Borobudur beroperasi,” ungkapnya. Gara-gara izin tidak kunjung turun, kata dia, semua barang yang dijual BDS diambil dan dipindahkan ke daerah Kediri. Tetapi, mereka juga siap mengisi MOST bila pe ri zinannya sudah selesai. “Karena tidak beroperasi, ratusan karyawan sementara di rumahkan,” bebernya. Menurut Darminto, untuk menyelesaikan persoalan ini, sudah beberapa kali pemerintah daerah diajak duduk bersama. Tetapi, permintaannya itu tidak digubris dan PT. DGU cenderung disudutkan. “Kita sudah memasang eskalator, tapi pejabat pemkab buat statemen katanya tidak ada. Kita ajak ke MOST untuk melihat langsung, mereka tidak mau, repot kan,” ungkapnya. Dengan nada serius, Darmin to membeberkan bahwa persoalan PT. DGU dan pemkab sebenarnya sudah lama terjadi. Pihaknya tidak bisa mengoperasikan MOST karena tidak ada listrik. “PLN tidak mau menyambung aliran listrik karena pemkab punya utang Rp 110 juta,” sebutnya. Sementara itu, pernah diberitakan sebelumnya, Pemkab Banyuwangi sudah me ngajukan gugatan perdata ter-

Pawai sepeda hias itu melewati beberapa ruas jalan di Kecamatan Banyuwangi. Peserta melintas di Jalan A. Yani hingga Jalan PB. Sudirman. Setelah itu, peserta berbelok ke Jalan DI Pandjaitan, Jalan Surati, dan Jalan Banterang. Dari bundaran PLN Banyuwangi, peserta melanjutkan perjalanan

Sambungan dari Hal 25

“Keberhasilan kita mempertahankan produktivitas beras di tengah serangan hama ganas itulah yang berbuah penghargaan presiden,” jelas Ikrori. Pada tahun 2012, produksi

Banyuwangi. Puluhan ribu warga Banyuwangi keluar rumah dan tumplek blek di jalan untuk menyaksikan tontonan gratis itu. Atas ramainya warga yang me nyaksikan pawai sepeda hias itu, sejumlah ruas jalan macet selama beberapa jam. Pengendara roda empat pun harus melewati ja lan di pinggiran kota demi menghindari kemacetan. (afi/c1/bay)

Diiringi Wina Galaxy Music n INGAT,... Sambungan dari Hal 25

GALIH COKRO/RaBa

MEGAH: Bagian luar kawasan Mall Of Sri Tanjung (MOST) Banyuwangi dipotret kemarin.

hadap PT. DGU. Gugatan pemkab itu sudah dimasukkan ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi 25 April 2012 silam. Pemerintah daerah menunjuk tiga pengacara, H. Oesnawi SH, H. Moch. Fahim SH, dan Rahmat Yudi Permana SH, sebagai kuasa hukum. Gugatan perdata itu di layang kan pemkab karena PT. DGU dianggap telah melanggar kesepakatan dalam perjanjian kerja sama yang diteken bersama. Perjanjian kerja sama yang dibuat Notaris Veronika Ratna Handayani SH pada 29 Juni 2009 itu adalah pengelolaan aset Pemkab Banyuwangi berupa bangunan tiga lantai di Jalan Lingkar Kawasan Taman Parkir Sri Tanjung. Dalam akta perjanjian kerja

sama disebut, PT. DGU memiliki kewajiban membayar kontribusi kepada pemerintah daerah. Kontribusi pemanfaatan mal se besar Rp 18 miliar dalam tempo 20 tahun dengan grace period satu tahun. Kewajiban kontribusi Rp 18 miliar itu dibayarkan setiap tahun mulai tahun kedua hingga tahun ke-20. Dalam satu tahun, PT. DGU berkewajiban setor Rp 833 juta lebih ke kas daerah. Dalam akta kerja sama itu, PT. DGU berkewajiban bayar kontribusi paling lambat Februari 2011 dan akan berakhir Februari 2030. “Sampai gugatan dimasukkan PN Banyuwangi, PT. DGU belum membayar kewajiban kontribusi pemanfaatan mal ke kas daerah,” ungkap Kabag Humas

dan Protokol Pemkab, Juang Pribadi, beberapa waktu lalu. Dalam gugatan itu, pemkab me minta PN menerima dan mengabulkan gugatan penggugat. Kedua, menyatakan tergugat telah ingkar janji atau wanprestasi karena tidak me laksanakan kewajiban yang diatur dalam Kesepakatan Kerja Sama Nomor 46 Tanggal 29 Juni 2009. Gugatan ketiga, menghukum tergugat agar membayar secara tunai dan sekaligus membayar uang kontribusi atas pemanfaatan mal selama dua tahun; setiap tahun sebesar Rp 833 juta. Selain itu, Pemkab Banyuwangi mohon pengadilan menyatakan batal dan tidak mempunyaikekuatanmengikatterhadap Akta Perjanjian Kerja Sama Nomor 46 Tahun 2009. (abi/c1/afi)

Produktivitas Padi Lampaui Nasional n BANYUWANGI...

ke Jalan RA. Kartini, Jalan Pierre Tendean, Jalan MT. Haryono, dan Jalan Brigjen Katamso. Setelah itu, mereka finis di depan kantor Kecamatan Banyuwangi. Ribuan peserta pawai sepeda hias itu akan dinilai untuk menentukan yang terbaik. “Tim juri sedang me milih peserta terbaik,” tegas ketua seksi pawai sepeda hias, Suprayogi. Pawai sepeda hias itu mendapat sambutan meriah warga

be ras Banyuwangi naik lagi. Hing ga April 2012, produksi padi Banyuwangi sudah mencapai 360 ribu ton GKG. “Kita optimistis produksi beras kita akan terlampaui hingga 900 ribu ton GKG,” kata Ikrori. Selain Bupati Banyuwangi, Bupati Situbondo juga mendapat

penghargaan yang sama. Hanya saja, Situbondo tergolong kabupaten kecil yang berhasil memberikan kontribusi pada produksi beras nasional. DiJatim,adasekitar16kabupaten/ kota yang menerima penghargaan yang sama. Rinciannya, 11 pemkab dan 5 pemkot. “Jumlah produksi

padi kita kalah dengan Jember. Namun, Jember tidak menerima penghargaan P2BN,” jelasnya. Penghargaan bergengsi tingkat nasional itu akan diberikan langsung Presiden SBY di Istana Negara hari ini (18/7). Bupati Anas sudah ada di Jakarta sejak kemarin. (afi/c1/bay)

Direktur Dijuluki sang Inovator n KEMENDIKNAS... Sambungan dari Hal 25

“Saya ingin berbagi kiat membesarkan lembaga pendidikan di Indonesia,” katanya. Menurut Handoyo, salah satu penilaian yang menjadi pertimbangan sehingga karya nyata yang dia susun menyabet juara I adalah program kursus yang ditawarkan Desy Education meliputi semua segmen, mulai tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai tingkat profesional. Akibatnya, program dan produk kursus yang ditawarkan semakin bervariasi.

Penyerahan piala dan penghargaan peme nang diagendakan akan diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Is tana Negara 17 Agustus mendatang. “Penghargaan ini akan semakin melecut semangat saya untuk terus membesarkan Desy Education,” papar alumnus Universitas Teknologi Surabaya (UTS) itu. Uniknya, terobosan-terobosan yang dilakukan Handoyo dalam membesarkan lembaga kursus yang dia pimpin mendapat apresiasi rekan-rekannya sesama pengelola lembaga pendidikan informal. Sampaisampai mereka menyematkan julukan sang

inovator kepada Handoyo. Untuk menciptakan lembaga kursus yang andal, Handoyo berbagi kiat. Menurutnya butuh tiga modal dasar, yakni reputasi, produk, dan prestasi. Di Banyuwangi, masyarakat sudah begitu kenal dengan Desy karena reputasinya cukup bagus. Berbekal reputasi, maka akan mudah menjual sebuah produk. Makanya tak heran, sejak berdiri tahun 1997, Desy punya tempat di hati masyarakat Banyuwangi. “Selain membuka tiga cabang di Banyuwangi, Desy Education juga membuka cabang di Kota Blitar dan satu cabang lagi di Surabaya,” tuturnya. (c1/bay)

Yang hadir bukan hanya insan seni, tapi juga jajaran Forpimda Banyuwangi dan Situbondo. Hadir pula para kolega dan agen koran Jawa Pos Radar Banyuwangi. Bahkan, Wakil Bupati, Humas dan Ketua DPRD Situbondo sudah menyatakan diri siap hadir dalam puncak HUT ke-13 Jawa Pos Radar Banyuwangi yang dimulai pukul 18.00 malam nanti. “Siapkan diri Anda sebaik-baiknya, agar penampilan Anda memukau para undangan,” pesan Minhajul Qowim, ketua panitia Malam Tembang Kenangan Jawa Pos Radar Banyuwangi. Untuk memeriahkan acara tersebut, panitia menyediakan aneka door prize mulai alat

elektronik hingga voucher persembahan Grand Diamond. “Ada TV, DVD, dispenser, dan masih banyak lagi,” tambahnya. Semua door prize tersebut akan dibagikan panitia kepada peserta dengan cara diundi di sela-sela acara. Malam nanti, panitia akan menghadirkan Wina Galaxy Music yang siap menghibur dan mengiringi para peserta secara live. “Apa pun lagu yang diminta, kami siap mengiringi; baik menggunakan band maupun elekton,” pesan H. Heru Baskoro, owner Pondok Wina Restaurant sekaligus manajer Wina Galaxy Music. Selain menghadirkan Wina Ga laxy Music, panitia juga meng hadirkan penyanyi-penyanyi berbakat binaan Bina

Vokalia dan Musika. Dijamin meriah, dan peserta bisa tampil di pentas hingga acara selesai. Selain menyediakan berbagai hiburan dan hadiah, panitia juga menyiapkan gala dinner yang spektakuler racikan resto ran Pondok Wina. “Semua disajikan secara prasmanan,” tambahnya. Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Jawa Pos Radar Banyuwangi ke-13 ini didukung Pondok Wina Restaurant, Wina Galaxy Music, PT. IMN, PT. PLN, Grand Diamond, Desy Education, Disperindagtam Banyuwangi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, VZ Skin Care, Gen Art, Senyum Agmadina, Vis FM, JTV, Bina Vokalia dan Musika, dan BPC Gapensi Banyuwangi, serta AMC Skin Care. (*/c1/bay)

Berharap Segera Terungkap n BUPATI... Sambungan dari Hal 36

Dadang juga mengaku belum mengetahui secara pasti terkait bentuk dokumen dan tanda tangan dirinya yang dipalsu untuk mencairkan dana hibah tersebut.

“Saya baru tahu setelah mereka berdua dipanggil Polda Jatim. Saya juga belum tahu bagaimana bentuk dokumen itu,” ujar Dadang saat ditemui Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (17/7). Ditambahkannya, dengan adanya panggilan Tim Piter Polda Jatim

terhadap dua pejabatnya tersebut, dia berharap kasus pembobolan bank sebesar Rp 58 miliar dengan modus tanda tangan palsu itu segera terungkap. “Saat ini dua orang itu kan dipanggil Polda Jatim. Jadi, semoga saja kasus ini cepat terungkap,” tegas Dadang Wigiarto. (mg1/c1/als)

“DENGAN SUSU KAMBING MILKUMA SEKARANG FLU TIDAK MUDAH MENYERANG” SUSU adalah minuman kesehatan yang sebagian besar praktisi kesehatan menganjurkan kita mengkonsumsinya agar tubuh mendapat asupan kesehatan selain makanan yang kita makan sehari-hari. Namun saat ini, susu yang banyak dikenal dan beredar di masyarakat kita adalah susu sapi. Tapi ternyata, berbagai penelitian menyebutkan, dibandingkan dengan susu sapi, sesungguhnya susu kambing memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Sayangnya, belum banyak masyarakat yang mengetahui manfaat susu kambing Milkuma. Selain jarang menimbulkan alergi, susu kambing Milkuma pun merupakan sumber Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi. Riboflavin (vitamin B2) memainkan sedikitnya dua peran penting dalam produksi energi tubuh. Satu gelas susu kambing Milkuma memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Manfaat susu kambing ini kini bisa diperoleh dalam Milkuma, minuman serbuk susu kambing yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu kambing peranakan ettawa segar dan Gula Aren. Antoni adalah salah seorang yang kini memilih Milkuma untuk mengatasi keluhan kesehatan yang sering dialaminya. Ia menuturkan, mudah sekali terserang flu. Kondisi ini, tentunya sangat mengganggu aktifitasnya sebagai seorang pegawai swasta, “1 tahun lamanya aktifitas saya terganggu karena terserang flu, badan pun jadi cepat lelah dan letih. Untunglah sekarang

saya minum Milkuma. Setelah minum selama 2 bulan, sekarang saya tidak mudah terserang flu lagi, badan pun jadi terasa segar.” Terang warga Madiun, Jawa Timur tersebut. Ia yang telah merasakan manfaat susu kambing Milkuma ini secara langsung, kini tergerak untuk mengajak orang lain untuk merasakan manfaatnya, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajak pria berusia 28 tahun tersebut. Milkuma bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing Milkuma bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, terapkan pola hidup sehat seperti disiplin dalam pola makan, dan berolahraga, serta mengkonsumsi air putih paling sedikit 8 gelas/ hari. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www.milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim : 082120862055, Banyuwangi : 082141345607, Bangkalan: 082120862055, Sumenep: 082120862055, Situbondo : 082120862055. Depkes RI No.PIRT. 6.09.3328.01.395.


36

Rabu 18 Juli 2012

Dua Pasangan Mesum Terjaring

PEMBOBOLAN BANK

Bupati Mengaku Belum Tahu SITUBONDO - Pembobolan dana hibah sebesar Rp 58 miliar yang diduga dilakukan salah satu rekanan asal Surabaya itu ternyata baru diketahui Bupati Dadang Wigiarto setelah Achmad Sugiarto dan Fathorrachman dipanggil Tim Penyidik Pidana Tertentu (Piter) Polda Jatim kemarin (17/7). Pemanggilan dua orang itu untuk dimintai keterangan terkait hilangnya dana hibah peningkatan mutu pendidikan dari pemerintah pusat. Achmad Sugiarto dipanggil Piter Polda Jatim dengan kapasitas selaku Kabag Hukum Pemkab Situbondo, sedangkan Fathorrachman dipanggil selaku Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Dispendik). Seperti diberitakan kemaDOK.RaBa rin, Situbondo tercatat sebaDadang Wigiarto gai salah satu daerah dari empat kabupaten se-Jatim yang menjadi bidikan pelaku pembobolan dana sebesar Rp 58 miliar. Pada tahun 2011, Kabupaten Situbondo bersama tiga kabupaten lain di Jatim menerima dana hibah peningkatan mutu pendidikan dari pemerintah pusat. Diduga, berawal dari kabar cairnya bantuan dana hibah tersebut, kemudian rekanan asal Surabaya itu melancarkan aksinya membobol dana tersebut melalui bank penerima yang telah ditunjuk pemerintah. Oknum rekanan tersebut mencairkan dana hibah dengan membawa dokumen yang sudah ditandatangani Bupati Dadang. Namun, tanda tangan itu diduga palsu. Bupati Dadang mengatakan, pihaknya baru mengetahui kasus pembobolan tersebut setelah Piter Polda Jatim memanggil Sugiarto dan Fathorrachman ■ Baca Bupati...Hal 35

KUNJUNGAN

NUR HARIRI/RaBa

OPERASI PEKAT: Dua pasangan mesum yang terjaring razia diperiksa di Mapolres Situbondo kemarin.

SITUBONDO - Menyambut bulan Puasa, aparat kepolisian terus melancarkan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat). Kemarin (17/7), sekitar pukul 09.30 aparat Polres Situbondo merazia sejumlah hotel di kawasan Kota Santri. Dalam razia yang dilakukan Satuan Reskoba itu, polisi berhasil mengamankan dua pasangan mesum di sebuah hotel di jalan Desa Panji Lor, Kecamatan Panji. Pasangan mesum pertama bernama SN, 65, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, dan LS, 43, warga Tanjung Glugur, Kecamatan Mangaran. Pasangan kedua bernama Haryono, 43, dan Sumiyati, 31. Keduanya sama-sama berasal dari Kecamatan Klabang, Bondowoso. “Kami akan terus melakukan Operasi Pekat ini sampai puasa,” ujar Kasatreskoba, AKP Priyo Purwandito. Menurut Priyo, dari dua pasangan mesum yang terjaring, salah satu pasangan tercatat sebagai pensiunan pegawai negeri sipil (PNS). Dua pasangan mesum tersebut langsung dibawa ke Polres Situbondo. “Dua pasangan itu langsung kami amankan untuk menerima pembinaan. Sekaligus kami beri surat pernyataan yang harus ditandatangani mereka,” ujar AKP Priyo. (mg1/c1/als)

Ditinggal Cari Rumput, Sapi Hilang SITUBONDO - Aksi pencurian sapi yang dilakukan Arwi, 37, tergolong berani. Sebab, dirinya melancarkan aksi itu di siang bolong. Warga asal Desa Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, itu nekat mencuri dua ekor sapi sekaligus. Beruntung, aksinya berhasil digagalkan sang pemilik saat sapi tersebut sudah berada di Pasar Hewan Besuki. Data yang dikumpulkan koran ini, sapi itu sebenarnya sudah berpindah tangan kepada dua belantik. Setelah dilacak, ternyata yang menjual sapisapi itu bernama Arwi. Satu sapi milik H. Damanhuri, warga Desa Wonokoyo,

Kecamatan Kapongan. Satu ekor sapi lagi milik Jamhari, warga Desa Peleyan. Kedua sapi tersebut dipelihara Jamhuri. Ceritanya, pagi itu seperti biasa Jamhuri mengeluarkan kedua sapinya dari kandang. Setelah itu, dirinya langsung bergegas mencari rumput. Saat Jamhuri merumput, Arwi datang dan langsung membawa dua ekor sapi itu. Sebelum aksinya dijalankan, Arwi sudah menghubungi pembeli terlebih dahulu, yaitu Didik dan Santono. Dia mengatakan bahwa sapinya yang berada di Desa Peleyan hendak dijual. Kontan, kedua pembeli sapi yang ber-

asal dari Desa/Kecamatan Tapen, Bondowoso, itu langsung menuju tempat yang ditunjukkan pelaku. Tiba di tempat, tawar-menawar harga pun disepakati. Kemudian, sapi itu dibeli seharga Rp 4.750.000, dan seekor sapi lagi dijual seharga Rp 7 juta. Selanjutnya, sapi langsung diangkut menuju pasar Hewan Besuki. Didik dan Santono mengaku tidak tahu bahwa sapi yang dijual Arwi itu adalah sapi curian. Keduanya percaya saja lantaran transaksi jual-beli itu dilakukan pada siang hari. “Kalau malam saya curiga, tapi ini siang. Saya

pikir memang sapinya,” kata Didik kepada polisi kemarin (16/7). Sementara itu, Arwi sempat membantah tuduhan polisi. Dia baru mengaku setelah dipertemukan dengan dua pembeli tersebut. “Saya terdesak kebutuhan ekonomi, Pak. Maaf,” kata Arwi di hadapan polisi. Dua sapi itu akhirnya diamankan di Mapolres Situbondo. pelaku langsung dijebloskan ke sel tahanan. “Kami sudah menangkap pelaku dan kasus ini akan terus didalami,” tegas Kasatreskrim AKP Sunarto, kemarin di dampingi Kasubag Humas, AKP Wahyudi. (mg1/c1/als)

Pengendara Patuh Dapat Souvenir NUR HARIRI/RaBa

BERKUNJUNG: Danrem Kolonel Armed Muhammad Nakir saat berkunjung ke Kodim 0823 Situbondo kemarin.

TNI Diimbau Turut Jaga Keamanan SITUBONDO - Jelang bulan Puasa, Danrem 083 Baladika Jaya Malang Kolonel Artileri Medan (Armed) Muhammad Nakir berkunjung ke sejumlah kabupaten di Jawa Timur. Salah satu yang dikunjungi adalah Situbondo. Dalam kunjungan ke kantor Kodim 0823 Situbondo kemarin, Danrem Nasir mengatakan, selama bulan Puasa mendatang pihaknya mengimbau seluruh anggota TNI terlibat dalam membantu menciptakan keamanan di masyarakat. “Saya imbau agar membantu menciptakan kondisi kondusif selama bulan suci,” ujar Muhammad Nakir saat ditemui Jawa Pos Radar Banyuwangi. Menurut dia, ada beberapa hal yang ditekankan dalam pertemuan tersebut, terutama terkait pendekatan komandan dan anggota. Sehingga, anggota dapat menjalankan tugas sesuai aturan dan kesejahteraan anggota meningkat. “Intinya ada beberapa hal yang kami bicarakan. Yang paling utama, semua anggota TNI harus bisa melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan baik dan bisa menjalankan perintah sesuai rantai komando,” pungkasnya. Dalam pertemuan tersebut, hadir juga Bupati Dadang Wigiarto, Komandan Distrik Militer 0823, dan Komandan Armed Soegeng Riadi. (mg1/c1/als)

SITUBONDO - Operasi Patuh Lalu-Lintas yang dilakukan Polres Situbondo terus digalakkan kemarin. Operasi terhadap kelengkapan pengendara lalu-lintas dan surat-surat motor itu dilakukan dalam rangka menyambut bulan Ramadan. Dalam Operasi Patuh tersebut, polisi langsung menilang dan memberi peringatan kepada para pengendara motor dan mobil yang melanggar. “Hari ini kami sengaja mengadakan operasi gabungan. Siapa saja yang melanggar, langsung kami tilang dan kami beri peringatan,” ujar Kabag Ops Polres Situbondo, Kompol Fathul Azmi. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, selain warga sipil dan PNS, kalangan militer juga tidak luput dari bidikan razia. “Dalam Razia kali ini kita periksa semua, baik warga sipil, PNS, maupun militer. Makanya kami lakukan operasi bersama Polisi Militer,” imbuh Fathul Azmi. Diketahui, dalam operasi gabungan itu banyak pengendara yang kedapatan melanggar. Banyak pengendara yang hanya memasang satu spion,

ADVERTORIAL

Permendagri 33/2012 Atur Aktivitas Ormas PANARUKAN – Badan kesatuan bangsa politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol dan Linmas) Kabupaten Situbondo menggelar sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 33 tahun 2012 di Rumah Makan Asri, Panarukan, kemarin (17/7). Kegiatan itu digelar melalui forum komunikasi dan konsolidasi ormas dan LSM. Kegiatan yang dibuka Kepala Bakesbangpol dan Linmas Herry Suryanto itu untuk mewujudkan kerjasama antara aparat pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan. Termasuk dalam mendukung dan mensukseskan program pembangunan di Kota Santri. Hery Suryanto mengungkapkan betapa rumitnya mengatur lalu lintas aktivitas jumlah ormas/LSM di ruang publik. Ini agar tidak saling bersinggungan baik dalam konteks relasinya dengan negara, swasta, sesama ormas/LSM, maupun relasinya dengan elemen masyarakat lainnya. Sosialisasi Permendagri Nomer 33 tahun 2012 di antaranya berisi pendaftaran organisasi kemasyarakatan. Itu merupakan sosialisasi tindak lanjut dari kegiatan Kesbangpol dan Linmas Provinsi Jawa Timur,

SYAMSURI/RaBa

SOSIALISASI: Kepala Bakesbangpol dan Linmas, Herry Suryanto, di dampingi Ketua Panitia Munir, dan Ketua MUI, KH. Syaiful Muhyi.

22 Mei 2012 lalu. “Permendagri nomor 33 tahun 2012 adalah inovasi dan terobosan baru jajaran kesbangpol untuk meningkatkan kinerja dalam pendaftaran organisasi kemasyarakatan,” terang Herry. Sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman aparat jajaran kesbangpol di daerah khususnya mengenai subtansi dan teknis dalam pelayanan pendaftran organisasi kemasyarakatan. Di samping itu, ormas dan LSM dan elemen masyarakat lainnya dapat memahami dan menyadari pentingnya keberadaan Permendagri Nomor 33 tahun 2012. “Permendagri Nomer 33 tahun 2012 merupakan pengganti Permendagri Nomor 5 tahun 1985 tentang ruang lingkup, tata cara pemberitahuan kepada pemerintah serta papan nama dan lambang organisasi kemasya-

rakatan,” imbuh Herry. Kehadiran Permendagri 33/ 2012 diharapkan memperkaya subtansi pengaturan dalam RUU ormas yang sedang dibahas. Subtansinya nanti bisa langsung diangkat menjadi subtansi peraturan pemerintah atau peraturan tekhnis sebagai tindak lanjut RUU ormas yang baru. Dalam kurun waktu empat bulan ke depan merupakan waktu-waktu yang menentukan, apakah tim pemerintah bersama DPR RI berhasil atau tidak membentuk RUU ormas yang baru. Ketua Panitia Penyelenggaran, H. Achmad Munir menambahkan, kegiatan diikuti 50 organisasi kemasyarakatan (orkemas) yang terdiri ormas dan LSM. Narasumbernya Kepala Bakesbangpol dan Linmas, Herry Suryanto, Notaris dan PPAT Lukman Hakim Gusti, dan Dosen Fisip Unars, Hari Susanto. (pri/adv/als)

tidak memakai helm, plat nomor tidak asli, tidak membawa SIM, dan sebagainya. Yang menarik, pengendara yang tidak melanggar lalu-lintas diberi souvenir. “Menjelang puasa ini kami coba terapkan ini. yang melanggar pasti kita tindak tegas. Tetapi, bagi yang tidak

TILANG: Polres Situbondo saat memeriksa kelengkapan motor anggota TNI kemarin (17/7).

melanggar, kami beri hadiah,” ujar Fathul Azmi. Tidak hanya itu, dalam operasi tersebut polisi juga menyebarkan pamflet yang berisi peraturan lalu-lintas dan imbauan agar masyarakat sadar dan patuh dalam berkendara. (mg1/c1/als) NUR HARIRI/RaBa

KOMUNIKASI PEMERINTAHAN

EDY SUPRIYONO/RaBa

KOMPAK: (ka-ki) Bupati Dadang, KH Zainuri Sufyan, KH Zakki Abdullah, Habib Husain, Wabup Rachmad, dan Habib Abu Bakar.

Pengajian dan Salawat Nariyah Sambut Ramadan SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten Situbondo yang dimotori Keluarga Besar Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) menggelar pengajian dan Salawat Nariyah kemarin (17/ 7). Kegiatan yang ditempatkan di halaman belakang Sekretariat Pemkab Situbondo itu digelar untuk menyambut Ramadan 1433 Hijriah. Kegiatan religi tersebut untuk meningkatkan ketakwaan dan optimalisasi kenerja untuk membantu mewujudkan visi-misi Bupati Situbondo. Hadir pada acara ini, KH Zakki Abdullah, KH. Zainuri Sufyan, Habib Husain, Habib Abu Bakar; Bupati Dadang Wigiarto, Wabup Rachmad; Sekda Hadi Wijono, serta pimpinan SKPD dan staf dan karyawan di lingkungan Pemkab Situbondo. Dalam sambutannya, Bupati Dadang mengungkapkan, kedatangan Ramadan harus disambut dengan kegembiraan dan penuh rasa syukur. Sehingga, niat yang tulus itu akan mampu

menambah ketakwaan kepada Allah. “Sekaligus mudah-mudahan ini menjadi perantara bagi kita untuk terus menambah mahabbah kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” ungkap Dadang Wigiarto. Menurut bupati, hanya dengan dua cara itulah, seseorang akan mampu mengantarkan diri kepada Bulan Ramadan sebulan penuh nantinya. Itu juga menjadi modal yang cukup untuk melaksanakan puasa di Bulan Ramadan dengan baik. “Mudah-mudahan juga seluruh ibadah kita, rangkaian ibadah kita di Bulan Ramadan nanti membawa kita kepada kebaikan-kebaikan dan ridho Allah,” terangnya. Acara Pengajian dan Salawat Nariyah merupakan pertama kali digelar secara khusus oleh Korpri. Sebelumnya, memang ada beberapa kali acara yang digelar secara umum yang juga sebagian besar dihadiri keluarga besar Pemkab Situbondo. Momentum semacam itu sangat dibutuhkan untuk

menyambung silaturrahmi. “Kegiatan semacam ini, lebih-lebih niatnya adalah untuk mendapat sambutan Ilahi saat memasuki bulan suci Ramadan, perlu dijadikan kegiatan rutin,” imbuh bupati. Kata Dadang, hampir setiap hari kebanyakan manusia tenggelam dalam kesibukan-kesibukan rutinitas. Dengan penyelenggaraan kegiatan pengajian dan Salawat Nariyah maka tali silaturrahmi dan rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar pemkab akan terus terjaga dan terjalin. Termasuk menggugah rasa untuk saling tologmenolong dan nasehat menasehati. “Jadi, bagaimana di antara kita terbangun semangat membangun kesadaran bahwa apa yang kita kerjakan selaku aparatur pemerintah harus bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat. Sehingga, kita tidak hanya menyelesaiakan tugas dengan kewajibankewajiban secara serampangan,” imbuh Bupati Dadang. (pri/als)

MENYIMAK: Pengajian dan Salawat Nariyah yang digelar Korpri juga dihadiri muslimat.

Radar Banyuwangi | 18 Juli 2012  

radar, banyuwangi, situbondo