Page 1

SABTU 18 JANUARI

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2014

Eceran Rp 5.750

33

Sehari Operasi

150 Pasien

BANYUWANGI - Ratusan warga kurang mampu penderita katarak dari Banyuwangi dan sekitarnya bisa tersenyum lega. Betapa tidak, melalui momentum Hari Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) kali ini, mereka berkesempatan menjalani operasi katarak gratis. Operasi katarak gratis itu dilaksanakan di kantor PMI Cabang Banyuwangi kemarin (17/1). Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di lokasi operasi, para penderita katarak yang mayoritas telah berusia lanjut itu tampak antusias menanti giliran menjalani operasi. Mereka juga mendengarkan arahan petugas tentang jenisjenis obat, aturan pakai, dan kiat-kiat menjaga kesehatan mata pascaoperasi n  Baca Sehari...Hal 43

Harus Bagaimana Setelah Operasi Katarak? n Pan da ngan n bu ram se lama beberapa hari itu biasa. n Berhati-hati agar tidak ter jatuh, atau melukai kepala, atau mata. n Pada bulan per tama, hin dari menggosok atau memegang mata. n Hindari debu atau air sabun agar tidak masuk ke dalam mata.

n Jangan berenang, jangan be rendam air panas, d sauna, atau spa. n Jangan dipaksa untuk membungkuk, membawa barang berat, atau olahraga berat. n Istirahat menggendong cucu untuk 2 - 3 minggu. n Hindari mengemudi mobil atau motor hingga penglihatan sudah jelas benar.

SIGIT HARIYADI/RaBa

BAJU STERIL: Para pasien katarak menunggu giliran operasi katarak di gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi kemarin.

Terancam Hukuman Mati Ririn dkk Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana UNTUK PELANGGAN

Pelanggan Berpeluang Pelesir ke Thailand BANYUWANGI - Sebagai ucapan terima kasih, Jawa Pos Radar Banyuwangi memberikan penghargaan kepada pelanggan setia. Semua pelanggan Jawa Pos Radar Banyuwangi di wilayah Kabupaten Banyuwangi maupun Situbondo punya kesempatan menikmati paket liburan wisata ke Thailand n  Baca Pelanggan...Hal 43

Pelanggan yang Dapat Kaus Cantik Ernawati (Sinar Baru) Faiz Marzuki Suhairi Midya W K Wawan Kurniadi Drg. Suniyah Mulyadi Lilik Mujiwarsih Gatot Oetomo Imam Syafi’i

Jl. Raya Petung 4 Rogojampi Dsn Karadangdoro Genteng Dsn Krajan Genteng Wetan Jl. Candi Plaosan 12 Bwi Desa KrajanYoso Mulyo Gambiran Ds Gitik Sidomulyo RT 1/I Rgj Jl. PB Sudirman 18A Stb Jl. Sucipto XII Situbondo Jl. Irian Jaya Situbondo Jl. Anggrek 109 Situbondo

Pelanggan yang Dapat Jas Hujan Samyo Ahmadi Agus N /Coca Cola Poernomo Winarto Sunoto Jauharin Kumala

Perumnas GBM M-11 Besuki Jl. Basuki Rahmat 40 Stb Jl. Basuki Rahmat RT 1/VII Stb Kebalenan Baru I/22 Bwi dr. Soetomo 112C Bwi

HUKUM

AGUS BAIHAQI/RaBa

INTERNAL:Yunus dimintai keterangan penyidik Kejati di Kejari Banyuwangi Kamis (16/1).

Laporan Yunus dkk Direspons Kejati BANYUWANGI - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur merespons laporan Muhamad Yunus Wahyudi bersama enam temannya. Mereka pernah mengadukan masalah penangkapan dan proses hukum kasus illegal logging di wilayah KPH Perhutani Banyuwangi Utara tahun lalu (21 Februari 2013) n  Baca Laporan...Hal 43

BANYUWANGI - Polisi tampaknya tidak memberi ampun tujuh tersangka kasus pembunuhan paranormal Hanipan alias Buang, 58, warga Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono. Dalam menjerat komplotan tersebut, penyidik Polres Banyuwangi memasang pasal berlapis. Untuk mengganjar para tersangka yang

telah membantai korban pada malam Natal (25/12) lalu itu, penyidik memasang Pasal 340 sub. Pasal 338 jo. Pasal 55 KUHP. Selain itu, mereka juga dijerat Pasal 363 KUHP. “Pembunuhan ini direncanakan,” terang Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf kemarin (17/1). Meski sudah memasang pasal yang akan dituduhkan, para penyidik polres masih terus memeriksa para pelaku pem bunuhan tersebut. Apalagi, satu pelaku berinisial MM berhasil kabur n

DALANG: Rindiawati alias Ririn (orange) dan Abdul Kamat Heriyanto di Polres Banyuwangi.

 Baca Terancam...Hal 43

AGUS BAIHAQI/RaBa

Cadangan Air Aman

Pembuang Bayi ke Kolam Lele Diperiksa Psikiater

BANYUWANGI - Cadangan air bersih dan irigasi di Bumi Blambangan dinyatakan aman dalam jangka waktu cu kup lama. Penegasan itu di sampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas dalam dialog publik Konfe rensi Cabang (Konfercab) XVII Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banyuwangi di aula Hotel Ikhtiar Surya, Banyuwangi, kemarin (17/1). Dalam dialog publik tersebut, panitia menghadirkan kalangan pemerhati sumber daya alam. Yang pertama adalah Bosman Batubara, master water resources engineering yang juga peneliti konflik sumber daya alam. Narasumber berikutnya adalah Rosdi Bahtiar Martadi, pemerhati yang konsen di bidang advokasi kelestarian alam di Banyuwangi. Dalam dialog publik tersebut, Bosman Batubara memaparkan wacana mengubah pengelolaan air dari BUMD (PDAM) ke da lam bentuk koperasi. Menurutnya, sudah saatnya pengelolaan air diserahkan kepada rakyat melalui koperasi. Apalagi, selama ini pengelolaan air justru dikuasai pihak asing n

KALIPURO - Pemeriksaan Sahwani, 27, warga Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Ke camatan Kalipuro, Banyuwangi, masih terus berlanjut. Perkembangan terakhir, ibu yang tega membuang bayinya ke kolam lele itu dibawa ke psi kiater RSUD Blambangan kemarin (17/1). Sahwani dibawa ke psikiater untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan. “Perbuatan ibu yang membuang anak kandungnya ke kolam ikan itu kurang lazim, ma kanya kejiwaannya perlu kita periksakan,” ujar Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf melalui Kapolsek Kalipuro AKP Sudarsono kemarin. Saat dibawa ke psikiater di RSUD Blambangan, jelas Sudarsono, kondisi kandungan tersangka juga diperiksakan. Pe meriksaan itu dilakukan guna memastikan bahwa ibu muda itu baru melahirkan. “Kita belum menerima hasil pemeriksaan psikiater. Biasanya satu minggu,” katanya. Untuk pemeriksaan kandungan, kata kapolsek, hasilnya sudah diketahui. Hasil pemeriksaan dokter, tersangka yang sudah memiliki dua anak itu memang baru melahirkan. “Dokter

 Baca Cadangan...Hal 43

BAYU SAKSONO/RaBa

BERSIH: Air mengalir deras di Sungai Kalibendo, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

Perbuatan ibu membuang anak kandungnya ke kolam ikan itu kurang lazim, makanya kejiwaannya perlu kita periksakan.” AKP SUDARSONO Kapolsek Kalipuro

kandungan yang me me riksa menyebut tersangka memang baru melahirkan,” ujarnya. Menurut Kapolsek Sudarsono, dalam menangani perkara itu, pihaknya juga berkoordinasi de ngan dokter kandungan terkait bayi yang dilahirkan. Hasil koordinasi dengan tim dokter, kandungan yang masih berumur enam bulan itu kemungkinan besar memang akan meninggal dunia bila bayi itu lahir. “Katanya itu jantungnya belum sempurna,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku pembuang bayi ke kolam lele sudah terkuak. Bayi itu ternyata baru dilahirkan Sahwani, warga Papring, Kalipuro. (abi/c1/bay)

Mengintip Menjangan Jungle and Resort di Buleleng, Bali

Menara Kayu Setinggi 15 Meter di Tengah Belantara Rencana pembangunan resort di kawasan Gunung Ijen sudah mengemuka. Namun, bentuk resort itu masih belum diketahui. Ternyata, desain resort tersebut bakal mirip Menjangan Jungle and Resort di Pajarakan, Buleleng, Bali. Berikut catatan SIGIT HARIYADI yang baru datang dari Buleleng.

Cadangan air Banyuwangi aman Musim hujan gini malah berlebihan, bahkan rawan banjir

Ratusan rumah di Kendit tergenang Air yang sedikit dibutuhkan, kebanyakan malah menyusahkan

R. TULUS HARJONO FOR RaBa

ASRI dan memesona. Itulah kesan pertama yang saya rasakan begitu menginjakkan kaki di Menjangan Jungle and Resort, Pajarakan, Buleleng, Bali, Kamis lalu (16/1). Mehttp://www.radarbanyuwangi.co.id

ALAMI: Panorama hutan, perbukitan, dan laut bisa dinikmati di Menjangan Jungle and Beach Resort di Desa Pajarakan, Kabupaten Buleleng, Bali. Konsep ini akan diterapkan untuk resort di lereng Gunung Ijen.

nara kayu setinggi lebih dari 15 meter berdiri megah di antara rimbun pepohonan di kawasan Taman

Nasional (TN) Bali Barat tersebut. Di sebelah barat menara yang lebih terkenal dengan sebutan Bali

Tower itu terdapat semacam teras di ketinggian n  Baca Menara...Hal 43

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


34

Sabtu 18 Januari 2014

PERJUDIAN

Pria Bertato Ditangkap Polisi saat Main Biliar ROGOJAMPI - Nasib apes menimpa Siswoyo, 35, asal Dusun Pekiwen, Desa Kaligung, Kecamatan Rogojampi. Kedapatan bermain biliar disertai unsur judi, dia ditangkap dan dijebloskan ke ruang tahanan Mapolsek Rogojampi kemarin. Selain menangkap pria yang tubuhnya penuh tato dari sebuah tempat biliar di Dusun Krajan, Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu set bola biliar, sebuah segitiga, empat stik, sebuah papan tulis, kapur tulis, dan uang tunai Rp 350 ribu. Kapolsek Rogojampi Kompol Bagio SP mengatakan, penggerebekan lokasi permainan bola biliar disertai unsur judi tersebut berawal dari laporan warga kepada aparat kepolisian setempat. Kemudian, laporan itu ditindaklanjuti polisi dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). “Saat kami sampai di TKP, ada empat orang yang bermain, tapi mereka langsung kabur,” tuturnya. Melihat buruannya kabur, polisi melakukan pengejaran hingga akhirnya salah satu dari mereka, yaitu Siswoyo, berhasil ditangkap. “Yang tiga kabur,” tandasnya. (azi/c1/aif)

HANGUS: Kondisi toko Sarwo Ono milik Heri Pribadi di Desa/ Kecamatan Tegalsari sesaat setelah dilalap si jago merah dini hari kemarin.

BAGAIMANA INI ABDUL AZIZ/RABA

Toko Sarwo Ono Terbakar NIKLAAS ANDRIES/RaBa

KOTOR: Sampah yang menumpuk di salah satu saluran di Tembokrejo, Muncar.

Dipenuhi Limbah Rumah Tangga MUNCAR - Hujan selain membuat debit sungai menjadi lebih tinggi daripada biasa, juga menimbulkan efek lain. Salah satunya adalah bertebarannya sampah di sepanjang aliran sungai. Apalagi, hujan deras kerap menyebabkan pendangkalan sungai. Seperti yang terlihat di saluran irigasi yang membelah Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Sampah tampak menumpuk di beberapa sudut sungai. Sekian banyak sampah yang terseret air tersebut, sebagian besar merupakan limbah rumah tangga. Bungkus minuman dan makanan berbahan plastik tersangkut di sungai yang dangkal. Berserakannya sampah tersebut tentu tidak enak dipandang. Apalagi, sampah tersebut berpotensi menyumbat saluran air, dan juga menimbulkan aroma tidak sedap. Sayang, belum ada upaya membersihkan dan mengangkat sampah tersebut. Padahal, musim penghujan masih cukup panjang. Bila dibiarkan, bukan mustahil akan menimbulkan dampak lain. “Air bisa saja meluber karena tersumbat sampah. Apalagi, salurannya dangkal,” ujar Didik, warga setempat. (nic/c1/aif)

TEGALSARI - Toko Sarwo Ono yang beralamat di Dusun Krajan Dua, Desa/ Kecamatan Tegalsari, mendadak terbakar pukul 02.00 dini hari kemarin. Meski tak sampai menelan korban jiwa, akibat kejadian tersebut, pemilik toko bernama Heri Pribadi, 38, mengalami kerugian material sekitar Rp 40 juta. Informasi yang berhasil dihimpun wartawan koran ini menyebutkan, kali pertama yang mengetahui kebakaran toko sembako dan burung tersebut adalah Heri. Pagi itu dia bangun tidur

karena mendengar ada benda jatuh di tokonya. Kontan, mendengar suara mencurigakan di dalam tokonya, Heri langsung berteriak kencang di tengah malam. “Maling…maling.. Sambil terus berteriak, dia melangkah keluar dari kamar menuju tokonya yang terletak di depan kantor Kecamatan Tegalsari itu. ‘’Ketika saya ke depan, ternyata api sudah membakar toko,” ujar Heri ditemui di rumahnya kemarin. Melihat itu, Heri pun panik. Dia lang-

sung balik ke kamar dan menggendong anak serta mengajak istrinya keluar rumah guna menghindari kobaran si jago merah. Heri juga terus berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Tak lama kemudian, para tetangganya berhamburan memberikan pertolongan dengan cara menyiramkan air. Kurang lebih satu jam api baru bisa dipadamkan warga, tapi sebagian toko sudah hangus terbakar. Barang-barang yang terbakar, antara lain satu unit komputer, sepuluh sangkar burung

berikut burung di dalamnya, dua speaker active, sebuah equalizer, dan sejumlah barang dagangan. Apa penyebab kebakaran tersebut? Heri mengaku tidak tahu. “Saya tahunya sudah dalam kondisi terbakar,” tuturnya. Kapolsek Tegalsari AKP Suhardi melalui Kanitreskrim Nanang ketika dikonfirmasi masalah tersebut enggan memberi keterangan. “Langsung ke Kabag Humas Polres saja, Mas. Saya nggak enak,” ungkapnya. (azi/c1/aif)

Petani Beralih Pupuk Nonsubsidi

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

MULAI TANAM: Petani di Muncar mulai bercocok tanam padi kemarin.

ROGOJAMPI - Kesulitan petani dalam mendapatkan pupuk urea bersubsidi rupanya mulai ada solusi. Agar tetap bisa mengolah lahan, petani mengalihkan perhatian ke pupuk nonsubsidi. Meski harganya lebih mahal daripada pupuk subsidi, hal itu tetap dianggap solusi untuk menyelamatkan tanaman. Penggunaan pupuk nonsubsidi itu tampak dari meningkatnya penjualan pupuk di beberapa kios. Harganya cukup bervariasi, mulai Rp 300 ribu per 50 kg. Bambang, salah satu petani asal Sempu, menuturkan, pada dasarnya stok pupuk masih tercukupi dan tidak langka.

Pengalaman sebelumnya, pupuk selalu disesuaikan kebutuhan petani. Oleh karena itu, bila saat ini pupuk susah didapat, bisa jadi disebabkan musim tanam yang tidak sama. Imbasnya, banyak petani yang tidak kebagian pupuk. “Pupuk urea ada. Tapi mungkin pas mereka beli, pupuk yang ada kios sudah dibeli petani lain,” bebernya. Mengatasi kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi itu, petani mulai mengalihkan sasaran ke pupuk nonsubsidi. Meski harus merogoh ongkos lebih dalam, tapi upaya itu dianggap sebagai solusi jitu agar tanaman mereka selamat. (nic/c1/aif)

Tikus Datang, Petani Berang Disperhutbun Kembangkan Burung Hantu ROGOJAMPI - Serangan hama tikus seolah tiada pernah berhenti. Setelah sempat menghilang selama beberapa bulan, kali ini hama perusak tanaman padi tersebut kembali menyerang. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, serangan hama tikus tersebut bisa dilihat di sawah di wilayah Rogojampi, Singojuruh, Sempu, dan Glenmore. Kebanyakan batang tanaman padi milik para petani tersebut sudah rusak meski baru saja ditanam. Bahkan, sebagian besar sudah kuning meski belum berbuah. Kondisi itu tentu membuat para petani semakin menderita. Sebab, sudah beberapa musim mereka tak menikmati jerih payah menanam padi. Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (Disperhutbun) Banyuwangi Ikrori Hudanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya pencegahan. Selain selalu menyiapkan obat tikus gratis untuk para petani, upaya mengajak petani melakukan tanam padi secara bersama juga telah dilakukan. “Gropyokan juga kita lakukan,” ujarnya. Selain berbagai upaya tersebut, Disperhutbun Banyuwangi sejak tahun kemarin juga mengembangbiakkan burung hantu di beberapa kecamatan yang dinilai endemis hama tikus. Beberapa kecamatan yang kini sedang dikembangkan adalah Kecamatan Glenmore, Genteng, Sempu, Singojuruh, dan Rogojampi. “Tahun 2014

GAGAL PANEN: Tanaman padi di Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, menguning sebelum waktu panen.

ABDUL AZIZ/RaBa

ini kita kembangkan lagi burung hantu. Ini adalah upaya kreatif di luar gropyokan dan pemberian obat-obatan,” tandasnya. Meski berbagai upaya sudah dilakukan dan ternyata serangan tikus masih terus datang,

Ikrori juga mengajak semua masyarakat, khususnya para petani, terus berdoa kepada Tuhan Yang Mahaesa. Melalui doa tersebut, diharapkan tanaman padi para petani dijauhkan dari serangan hama tikus. “Santunan kepada

BADAN PERTANAHAN NASIONAL Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuwangi

Jl. Dr. Sutomo No. 54 Telp. (0333) 421097, 416140, 413388 Banyuwangi Faximile (0333) 416140 Kode Pos 68411

anak yatim sebagaimana yang dilakukan Pak Bupati juga sebaiknya dilakukan. Sebab, ketika berbagai usaha pencegahan sudah dilakukan, tapi masih saja ada hama, tak ada lagi selain meminta kepada Allah,” ujarnya. (azi/c1/aif)

PENGUMUMAN (Tentang PembatalanSertipikat) No. 35/300.3.35-10/I/2014

Untuk memenuhi ketentuan pasal 52 ayat (1) huruf b Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997, yang menerangkan tentang pembatalan atau pencabutan Sertipikat hak atas tanah berdasarkan Keputusan Pejabat yang berwenang, dengan ini diumumkan bahwa Sertipikat Hak Milik sebagaimana tersebut dalam daftar dibawah ini dinyatakan dibatalkan/dicabut dan tidak berlaku lagi sebagai tanda bukti hak atas tanah yang sah, yaitu: No. Sertifikat a. Jenis b. No. Hak 1 2 1. a. Hak Milik b. 1521 2. a. Hak Milik b. 232 (sisa) 3

a. Hak Milik b. 255

4

a. Hak Milik b. 233

5

a. Hak Milik b. 237

NIB 3

Pemegang Hak a. Nama b. Alamat 4 a. SUTIKMAN b. Dsn. Parastembok Rt. 02 Rw. II Desa Jambeewangi, Kecamatan Sempu, kabupaten Banyuwangi a. SANDUNG b. Dsn. Yudomulyo Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi a. HAJI ANWAR b. Dsn. Yudomulyo Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi a. MARKABAN b. Dsn. Yudomulyo Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi a. SURJAT b. Dsn. Yudomulyo Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi

Letak Tanah: a) Jl/Lingk b) Desa / Kel c) Kecamatan

5 a. Jambewangi b. Sempu c. Banyuwangi

Pemohon/Pemenang Perkara a. Nama b. Alamat 6

Surat Keputusan Pejabat Berwenang 7

a. SUNARTI WANTI b. Dsn. Sepuran, Rt. 13 Rw. 5, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang a. KATIMAN TAKAT ARIYANTO b. Dsn. Blokagung, Rt. 3 Rw. 3, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi sda

SK Kakanwil Prov. Jatim No. 21/Pbt/BPN.35/2013 Tgl. 20-12-2013

a. Ringintelu b. Bangorejo c. Banyuwwangi

Sda

sda

a. Ringintelu b. Bangorejo c. Banyuwwangi

sda

sda

a. Ringintelu b. Bangorejo c. Banyuwwangi a. Ringintelu b. Bangorejo c. Banyuwwangi

Ket 8 -

SK Kakanwil Prov. Jatim No. 16/Pbt/BPN.35/2013 Tgl. 27-11-2013 sda

Dengan dibatalkannya sertipikat tersebut diatas, maka status tanahnya kembali ke keadaan semula. Demikian untuk menjadi maklum. Banyuwangi, 17 Januari 2014 An. KEPALA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BANYUWANGI Plt. Kepala Sub Bagian Tata Usaha EDDY SUWIGNYO, SH NIP. 19620313 1988111001

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti . Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


4#&#421.+6+-

Sabtu 18 Januari 2014

35

Distribusi Surat Suara mulai 1 Februari BANYUWANGI - Setelah proses validasi dari daftar calon tetap (DCT) ke specimen surat suara Pemilu 2014 rampung, kertas suara langsung dicetak. Saat ini, KPU pusat sedang mencetak surat suara yang bakal didistribusikan ke Banyuwangi. Proses cetak surat suara DPR RI, DPD, dan DPRD, menjadi kewenangan penuh KPU pusat. Selain itu, KPU pusat juga mencetak DCT DPR dan DPD RI. DCT DPRD Jatim dan DPRD Kabupaten/kota menjadi kewenangan KPU provinsi. “DCT itu akan dipasang di masing-masing TPS pada pelaksanaan pemungutan suara,” jelas anggota KPU, Suherman. Proses validasi surat suara, kata Suherman, sudah dilakukan akhir Desember 2013 lalu. Informasi yang diterima KPU Banyuwangi, surat suara untuk Banyuwangi sudah rampung dicetak tapi belum dikirimkan ke Kota Gandrung. Sesuai tahap-tahap pemilu, pengiriman logistik surat suara pemilu dilakukan secara berjenjang. Pengiriman dari KPU pusat ke KPU provinsi dan dari KPU provinsi ke KPU kabupaten/kota dilakukan mulai 1 Februari hingga 31 Maret 2014 mendatang. Pendistribusian surat suara dari KPU kabupaten menuju Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dilakukan mulai 1 Maret hingga 5 April 2014. Pendistribusian surat suara dari PPK ke PPS dilakukan 5 sampai 8 April. Sementara itu, pendistribusian surat suara dari PPS ke Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dilakukan sehari sebelum pemungutan suara, yakni pada 8 April 2014. “Sesuai tahap pemilu, distribusi kelengkapan pemungutan suara dilakukan 1 Februari hingga 31 Maret,” ungkap Suherman. Pihaknya belum bisa memastikan kapan distribusi surat suara ke Banyuwangi. KPU Banyuwangi mengaku terus mengintensifkan koordinasi dengan KPU Jatim dan KPU pusat demi kelancaran distribusi logistik pemilu. (afi/c1/aif)

PANGGUNG PEMILU

GALIH COKRO/RABA

SELESAI DICETAK: Anggota KPU Banyuwangi Atim Hariyadi (tengah) menunjukkan surat suara Pemilu 2014. Pendistribusian surat suara dimulai 1 Februari nanti.

Parpol Targetkan Naik 100 % P Ikrar Kembalikan PKB K Kejayaan Pemilu 1999

Abdullah Azwar Anas

BANYUWANGI - Partai politik (parpol) p peserta Pemilu 9 April 2014 tampaknya ccukup optimistis menatap pelaksanaan p pemilu tahun ini. Sebagian besar parpol ssudah pasang target tinggi (perolehan kkursi) untuk mendudukkan kadernya di kkursi empuk DPRD. Target perolehan kursi DPRD yang d dipatok partai-partai cukup tinggi. Terlihat m mereka cukup optimistis akan mendapat ssimpati para pemilih. Partai Demokrasi IIndonesia (PDI) Perjuangan mematok ttarget perolehan kursi DPRD 14 kursi. Target yang dipatok partai pemenang

m e n g a n t a r k a n 1 2 k a d e r n ya duduk di kursi empuk legislatif. “Target kita tidak muluk. Target kita tambah dua kursi dibanding p PDIP 14 kursi Pemilu 2009. Kalau lebih alhamp PKB 17 kursi dulillah,” ujar Ketua DPC PDIP p PKS 5 Kursi Yusuf Widyatmoko. p PD 20 kursi Partai Demokrat (PD) juga mep Gerindra 10 kursi matok target perolehan kursi cukup p PAN 5 Kursi optimistis, yakni 20 kursi. Meski p Hanura 8 kursi sedang diterpa kasus korupsi yang p Golkar 13 kursi p PPP 9 kursi melibatkan kader-kadernya, tapi PD Banyuwangi sangat optimistis perolehan suaranya akan naik 100 Pemilu 2009 di Banyuwangi itu lebih persen dibanding pemilu sebelumnya. banyak daripada perolehan kursi pada Pada Pemilu 2009, PD berhasil menjadi pemenang pemilu kedua di Banyuwangi Pemilu 2009 silam. Pada Pemilu 2009, PDIP berhasil dengan perolehan 10 kursi DPRD. “Tar-

Target perolehan kursi DPRD II

get kursi kita naik 100 persen daripada Pemilu 2009,” ungkap Sekretaris DPC PD, Julisetyo Puji Rahayu. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berikrar mengembalikan kejayaan PKB Banyuwangi pada Pemilu 1999 silam. Pada pemilu pertama di era reformasi itu, PKB sukses menjadi pemenang pemilu di Banyuwangi dengan memperoleh 17 kursi di DPRD. Pemilu 2014 akan dijadikan sebagai momen politik mengembalikan kejayaan PKB yang anjlok drastis pada Pemilu 2009 lalu. Target perolehan kursinya tidak hanya 17, tapi naik menjadi 20 kursi. “Pada Pemilu 1999, kursi DPRD hanya 45 dan kita berhasil memperoleh 17 kursi n Baca Parpol...Hal 43

Optimistis Pemilu Berjalan Aman KPU Lantik 120 Anggota PPK DOK.RaBa

Matangkan Desk Pemilu SELAIN menggelontor dukungan anggaran, Pemkab Banyuwangi juga akan mempersiapkan pembentukan desk Pemilu. Pembentukan desk Pemilu bertujuan membantu KPU dalam menyukseskan pelaksanaan Pemilu 9 April 2014 mendatang. Asisten Administrasi Pemerintahan Chairil Ustadi mengatakan, saat ini pemerintah daerah sedang menunggu aturan main pembentukan desak Pemilu dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta. Meski fokus dan konsentrasi kerja desk Pemilu mengurus pelaksanaan Pemilu, namun tugasnya berbeda dengan KPU. Kalau KPU sebagai lembaga yang diberi mandat undangundang untuk menyelenggarakan Pemilu. Sementara pemerintah daerah, melalui desk Pemilu sifatnya hanya membantu tugas-tugas KPU saja. “Pemilu sukses dan berkualitas menjadi tanggung kita bersama sebagai warga negara,” ujar Ustadi. Untuk diketahui, guna menyukseskan Pemilu, pemerintah darah dalam APBD 2014 menggelontor dana sebesar Rp 7,75 miliar. Dana itu ada di rekening Satpol PP untuk pengadaan seragam petugas Linmas yang mengamankan TPS sebesar Rp 5 miliar lebih. Selain itu, anggaran itu digunakan untuk membayar honor petugas Linmas. Sedangkan anggaran Rp 750 juta ada di rekening Bakesbangpol untuk kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Pemilu di Banyuwangi. (afi/aif)

BANYUWANGI - Sebanyak 120 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Banyuwangi resmi dilantik kemarin (17/12). Pelantikan anggota lembaga penyelenggara pemilu tingkat kecamatan hasil penilaian (assessment) dan evaluasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi itu dilaksanakan di aula Minakjinggo kantor Pemkab Banyuwangi. Dari 120 anggota PPK yang dilantik tersebut, terdapat tiga nama baru, yakni Suraidi (PPK Sempu), Darmaji (PPK Siliragung), dan Zaki (PPK Rogojampi). Mereka menggantikan tiga anggota PPK Pemilihan Umum

Gubernur (Pilgub) Jatim 2013, masing-masing adalah Al-Husni Husin (PPK Sempu), Syafaat (PPK Siliragung), dan Subandi Amak (PPK Rogojampi). Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin mengatakan, Surat Keputusan (SK) PPK Pilgub Jatim berakhir Desember 2013 lalu. Nah, PPK yang dilantik kemarin merupakan hasil assessment ulang yang dilakukan KPU Banyuwangi. “Assessment yang kita lakukan berguna. Buktinya, ada tiga wajah baru anggota PPK,” ujarnya. Dikatakan, tiga mantan anggota PPK di-PAW (pergantian antar waktu) lantaran tidak memenuhi syarat Undang-Undang (UU). Ada yang di-PAW lantaran sakit, tidak sanggup bekerja penuh waktu, dan ada

NUGROHO/RaBa

CALEG DPR RI: Didiet Soebagio (berpeci hitam) saat berdialog dengan pengurus PAC PDI Perjuangan Purwoharjo.

Didiet Temui Kader PDIP Purwoharjo PURWOHARJO – Calon anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Didiet Soebagio, menemui pengurus PAC PDIP di Purwoharjo, kemarin. Kedatangan caleg DPR RI dari dapil III Jatim (Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso) mendapat sambutan hangat dari puluhan pengurus partai moncong putih dalam lingkaran tersebut. Temu kader tersebut berlangsung di rumah Slamet Arik Harsono, warga Dusun Krajan, Desa Sidorejo, Kecamatan porwoharjo yang juga ketua PAC Purwoharjo. Pada kesempatan itu, Didiet menyampaikan tujuan serta program yang diusung olehnya jika nanti berhasil duduk sebagai anggota DPR RI. “Saya perhatikan kebutuhan para

ketua PAC, paling tidak akan ada inventaris buat mereka, sehingga kinerjanya sebagai mesin partai benar-benar berfungsi,” tegas politisi asal Situbondo tersebut. Di hadapan para kader PDI Perjuangan, Didiet banyak menjelaskan tentang program pendukung pemerintah daerah dalam pembangunan utamanya sarana umum, “Bapk-bapak bisa mengajukan permohonan melalui dewan, karena setiap anggota dewan dapat jasmas dan itu bisa diminta,’’ imbuhnya. Didiet meminta kepada semua kader PDI perjuangan yang datang pada malam itu untuk doa bersama agar semua harapan serta cita-citanya tercapai. “Sekaligus saya mohon dukungan,” pungkasnya. (adv/aif)

pula yang di-PAW lantaran kinerja yang bersangkutan kurang memuaskan, yakni lemah dalam koordinasi. Syamsul mengungkapkan, berdasar hasil evaluasi yang dilakukan KPU Banyuwangi, secara umum kinerja PPK baik. Hanya saja, ada dua PPK yang masuk kategori monitoring KPU lantaran lemah dalam koordinasi. Dua PPK yang dimaksud adalah PPK Kalibaru dan PPK Wongsorejo. “Kita minta koordinasi ditingkatkan, dan itu akan kita pantau terus,” tegasnya n Baca Optimistis...Hal 43

SIGIT HARIYADI/RaBa

KERJA KERAS: Ketua KPU Syamsul Arifin melantik anggota PPK di aula Minakjinggo kantor Pemkab Banyuwangi kemarin.


36

Sabtu 18 Januari 2014

Bobol Tambak, Sikat 1,2 Kuintal Udang BANYUWANGI - Dua karya wan tambak udang Samu dera Jaya di Lingkungan Kramat, Kelurahan Kertosari, Ke camatan Banyuwangi, ditangkap polisi kemarin (17/1). Kedua karyawan tambak itu lang sung diperiksa polsek untuk menjalani pemeriksaan di Polsek Blambangan. Kedua ter sangka itu adalah Agung Prasetyo, 19, dan Ha riyanto, 30. Keduanya warga Lingkungan Pakem Kramat, Kelurahan Kertosari. Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita 120 kilogram udang, uang tunai Rp 2,82 juta, dan sebuah jaring. “Tersangka dan BB (barang bukti) kita amankan di polsek,” terang Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf melalui Kapolsek Blambangan AKP I Ketut Redana SH. Menurut Kapolsek Redana, kedua tersangka adalah karyawan di tambak yang dijarah. Keduanya menjarahudangwindupadaKamis malam (16/1). “Dua tersangka masih karyawan tambak,” terang kapolsek kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Dalam aksinya, jelas Redana, kedua karyawan itu mengambil udang dengan menggunakan jaring. Selanjutnya, udang hasil tangkapan itu dimasukkan tiga boks di tambak udang tersebut. “Mengambil udang dengan cara menjaring. Udang yang berhasil ditangkap 120 kilogram,” jelasnya. Menurut Kapolsek Redana, udang hasil jarahan itu sebagian sudah dijual senilai Rp. 2,82 juta. Uang hasil penjualan itu masih utuh dan disita sebagai ba rang bukti. “Kita masih akan mengembangkan,” cetus kapolsek. Tertangkapnya kedua karyawan tambak yang menjarah udang itu setelah polisi melakukan penyelidikan. Berdasar keterangan sejumlah saksi dan bukti, polisi menangkap Agung Prasetyo. Berdasar pengakuan Agung, polisi membekuk Heriyanto. (abi/c1/bay)

BANYUWANGI

BENNY SISWANTO/RaBa

JUARA BERTAHAN: Plt Kepala BLH Banyuwangi, Husnul Chotimah memegang piala juara lomba Menuju Provinsi Hijau 2013 didampingi staf dan karyawan BLH Banyuwangi siang kemarin (17/1). adalah SDN Model Banyuwangi, SMPN 1 Kabat dan SMAN 1 Banyuwangi. Terkait hal tersebut, Pemkab Banyuwangi lewat Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuwangi akan memberikan reward kepada sekolah yang menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Nasional, yakni dengan memberikan uang pembinaan. Plt. Kepala BLH Banyuwangi, Husnul Chotimah mengatakan, ketiga sekolah yang meraih predikat

Adiwiyata Nasional, ke depan masih harus berjuang lagi untuk naik satu tingkat menuju sekolah Adiwiyata Mandiri. Syaratnya, sekolah tersebut wajib mempunyai 10 sekolah binaan yang harus dibina dan data wajib sudah diserahkan ke BLH Provinsi Jatim pada Februari mendatang. “Namun, terlebih dahulu akan dilaksanakan seleksi dan evaluasi oleh tim Adiwiyata Kabupaten Banyuwangi sebelum dikirim ke BLH Jatim,” jelas Husnul. (*/als)

ISTIMEWA

New Eagle Eye GT125 Diburu Pecinta Skutik

AGUS BAIHAQI/RaBa

BANYUWANGI - Sesuai statusnya sebagai raja matik Yamaha, New GT125 Eagle Eye langsung menunjukkan eksistensinya di market Tanah Air. Muncul perdana di publik pada Desember tahun lalu dan resmi diluncurkan 7 Januari 2014, New GT125 Eagle Eye total sudah terjual 2.172 unit. Angka penjualan nasional itu tercatat selama Desember 2013. Pada bulan itu, Yamaha mem produksi 2.000-an unit New GT125 Eagle Eye dan langsung terserap habis. Awal yang baik bagi Yamaha ini kian memperkuat penjualan segmen matiknya. ”Laris manisnya GT125 adalah tanda keberhasilan Yamaha menciptakan matik terbaru yang bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Apalagi ini adalah Raja Matik Yamaha dan Raja GT-Series (di antara Soul GT dan Mio GT) dengan desainnya paling keren dan performa paling dahsyat. Kami optimistis dalam

perjalanannya dapat memenuhi target penjualan GT125 per bulannya,” ujar Eko Prabowo, GM Promotion & Community Development Yamaha Indonesia. Tak heran New GT125 Eagle Eye langsung diburu konsumen se-Indonesia untuk jadi motor favoritnya dimulai dari awal tahun 2014 ini. Motor ini punya banyak kelebihan dari ciri khasnya, yakni lampu Eagle Eye dengan reflektor dan lensa berwarna biru, body kit sirip hiu, emblem 3D, body paling ramping, paling ringan, dan muat helm, mesin 125 cc fuel injection dengan radiator dan dilengkapi teknologi balap Yamaha yang menghasilkan tenaga paling besar di kelasnya (11,8 PS/9500 RPM) dan paling irit. “New GT125 Eagle Eye tersedia tiga warna pilihan Elegant Black, Luxury White, Premium Purple. Yamaha membanderol New GT125 Eagle Eye Rp 15,9 juta on the road Jakarta dan wilayah sekitarnya,” cetusnya. (*/als)

BUKTI: Tiga boks tempat udang diamankan di Mapolsek Blambangan kemarin.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Innova ‘08 •

• Honda Jazz ‘09 •

• Nissan •

• Vellfire ‘10 •

Dijual Inova 08 G Solar Abu2 metalik Rp 189 Jut Nego Bsa Cash,Credit&Tukar Tambah Hb.082142194111

Dijual Honda Jazz rs ’09 Hitam Rp 176 Juta Nego Bisa Cash,Credit & Bsa Tukar Tambah Hb. 082142194111

Promo Gila-Gilaan!Cuci Gudang Unit 2013 Diskon N Promo Besar2an Dan Unit 2014 Ready Stock Cash/Kredit,Penawaran Terbaik H: Indra Nissan Bwi 085238484999

Vellfire ’10 Z Platinum Htm km 9000 Asli Beli dr Baru Msh Plastikan 100% Ori 18 Speaker 3 cmr Built Up Jepang Hub Alex 085336849929 Jam 10-5 Sore

• Homda Jazz ‘04 •

• Honda City ‘04 •

• Innova ‘08/10 •

• Daihatsu Xenia ‘12 •

Jual Cepat Honda City idsi mt 04,Plus Asuransi,Harga Nego Hubungi: 081235135030

Dijual Tyt KJG Innova AC/DBL tahun 2008/ 2010 bsn/slr hitam mtl hrg 147,5/195 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Xenia XI ALL New AC/DBL tahun 2012 hitam/silver hrg 137,5 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Suzuki Splash ‘10 •

• APV ‘08 •

• Truk Fuso 81/82/83/95 •

Dijual Szk Splash MT YV4 1.2R tahun 2010 coklat mtl hrg 110 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual APV GC415V AC/DBL LX tahun 2008 hitam/merah hrg 112,5/115 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Truk fuso empat yunit tahun 81/82/ 83/95 hrg 87,5/90/92,5/125 juta nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Pulau Santen •

• Pinang Indah •

• Accounting •

Djl Rmh Pinang Indah A-5 Jl Kertanegara LT 133m,LB 95,2 LT,4 KT,2 KM H 275 jt (Nego) 081336415562/08123352062 Tnp Prntra

• Tanah Kosong Muncar •

SITUBONDO

Dijual cepat tanah kosong L 10X27 Depan Terminal Tembokrejo (Muncar), Hrg 450jt nego. Hub P.Edy: 085292016476

Pabrik Pengolahan Jagung Membutuhkan Accounting Wanita S1/D3 Akuntansi,IPK Min 3,Umur Mak 27 thn,Bersedia ditempatkan di Banyuwangi. Lam Dikirim Ke Pabrik Jagung JW Jl. Pasewaran, Karanganyar, Bajulmati, Wongsorejo, Bwi

• Grand Panji •

• Satpam • Dicari Segera: 1.Calon Anggota Satpam Pend Min SMA/Sdrjt Usia Min 20/Max 30 Th,Tinggi Min 167 cm/ Berat Proporsional Bersedia Ditempatkan di Bwi-Jember (Wilayah Kerja Perusahaan) 2.Tenaga Satpam BerGADA PRATAMA Ditempatkan di Perbankan Banyuwangi (Wilayah Kerja Perusahaan) Kirim Lamaran Ke PT Diana Abadi Santosa Jl Budiono No.42 Bwi Telp. (0333) 411000

SITUBONDO • Paowan • Jl. Tnh 600 m2 Pgir Jln Ds Paowan (Srtfkt) Hrg 200jt Ng H.081233851430

• Jl. Argopuro • J.Tnh 9000m2 Jl. Argopuro 15B Slt Bank Mega Utr Royal 900 rb/m2 H. 082333008871 NewLaunching,T100danT54,unittrbatas,Lok Strtgis, CCTV, Atap Galvalum, Genteng Beton, Drainase, Jln 8 m, One Gate System, Security, HrgPromo,H:085236828956,085234074222.

• Accounting-Sipil • Dicari Wanita min SMEA,bisa akuntansi max 22 thn, Pria STM Bangunan, Listrik, Elektro Kirim Ke Travel Viona Jl Bengawan 21, Bwi

• Kepala Gudang •

BANYUWANGI

Persiapan UAN / UNAS SMP /SMA, TOEFL utk umum.jaminan kualitas, segera dftr DESY EDUCATION ,Jl. Hayam Wuruk 75 Banyuwangi Telp. (0333) 424476, HP.085258036777

BANYUWANGI - Upacara Hari Kesadaran Nasional yang digelar di halaman Pemkab Banyuwangi pagi kemarin (16/1) terasa istimewa. Bupati Abdullah Azwar Anas yang bertindak selaku inspektur upacara menyampaikan berbagai prestasi yang diraih Kabupaten Banyuwangi. Penghargaan demi penghargaan diraih Banyuwangi sepanjang 2013, khususnya di bidang lingkungan hidup. Baik yang datang dari Kementerian Lingkungan Hidup, maupun Kementerian Pendidikan Nasional. Salah satunya adalah Banyuwangi meraih juara pertama lomba Menuju Provinsi Hijau (MPH) tahun 2013, dan ada tiga sekolah mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA, yang dinobatkan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional. Penyerahan penghargaan lomba Menuju Provinsi Hijau telah dilaksanakan pada saat puncak acara Hari Cinta Puspa dan Satwa yang dilaksanakan di lapangan Grompol, Desa Wringinanom, Gresik, 7 Desember 2013 lalu. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo. Sedangkan sekolah yang mendapatkan predikat sebagai sekolah Adiwiyata Nasional

BARU: Model berpose dalam acara Press Conference New Eagle Eye GT125 di Jakarta.

Djl tanah sawah luas 10.715, cocok utk homestay, PP, wisata pulau santen, dll. Hrg Rp.200 ribu/meter. Hub: 0811354614

• Desy Education •

Banyuwangi Sabet Juara Lomba MPH

BANYUWANGI • STNK • Hlg STNK P 2510 V, an. Ponidi, Jl. By Pass Ngr Rai Gg Patas 54747 Densel

Dicari Kepala Gudang / Operator / Mandor Usia Max 40 Tahun Pendidikan Min SMA / Sederajat. Lokasi : GlowongBanyuwangi. Hubungi. 0816536088

Jual Honda Jazz ’04 matic Kond Bgs lgsng pakai abu metalik H:087850075867

• Grand Livina ‘07 • Djl Grand Livina XV 1.5 MT ’07 Bln Des Htm P Bwi hrga 130 Jt Istmw H: 085235425966

• Honda Civic ‘91 • Dijual Honda Civic Th 1991 Sedan Hijau Muda Met Hub. 081358039153 Nego

• Body Kijang Kapsul • Dijual Body Kjg Capsul Hrg 15 Jt Nego Hb 082142194111

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Sabtu 18 Januari 2014

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

41

LUMAJANG

SIAGA RAUNG

Kepala sekolah Ikut Keracunan

Petugas Kesehatan Bagikan Masker BONDOWOSO - Kondisi Gunung Raung yang terus menerus mengeluarkan abu vulkanik membuat petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur dan Dinkes Bondowoso turun lapangan. Kemarin, petugas mendatangi warga Dusun Legen Desa/Kecamatan Sumberwringin, (17/1). Ratusan warga yang tinggal di dusun itu mulai terkena dampak kesehatannya karena secara tidak sengaja menghirup udara yang mengandung debu vulkanik. “Oleh sebab itu, kami membagi-bagikan masker kepada ratusan warga dusun itu,” ungkap Satuhu, salah seorang tim kesehatan dari Bondowoso. Apabila warga yang terkena dampak Gunung Raung menghirup debu vulkanik dalam waktu cukup lama maka akan menyebabkan gangguan pernafasan. Bahkan, warga akan terserang penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut).”Sebagai bentuk pencegahan, kami membagikan masker kepada warga agar terlindungi dari debu vulkanik,” katanya. Selain itu, tim kesehatan dari Jawa Timur yang tergabung dalam Tim PPK atau Pusat Penanggulangan Krisis juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada sejumlah warga. Juga, melakukan pendataan terhadap warga resiko tinggi (resti) jika gunung Raung meletus.”Kami mendata jumlah warga masuk resti, yakni balita, lansia, ibu hamil atau menyusui. Sebab, jika gunung Raung erupsi maka warga resti wajib untuk dievakuasi pertamakali,” katanya. Tim PPK yang dipimpin oleh dr Evi berharap agar warga yang tinggal di 6 desa terdampak, yakni Desa Sumberwringin, Desa Tegaljati, Desa Rejoagung, Desa Jebungkidul, Desa Kembang, Desa Sulek, untuk tetap tenang. “Namun, mereka wajib untuk waspada. Khususnya, menjaga kesehatannya,” kata dr Evi. Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Hari Patriantono mengapresiasi kedatangan tim kesehatan dari Pemprov Jatim. Sebab, petugas kesehatan dari Pemprov Jatim peduli terhadap keselamatan dan kesehatan warga yang tinggal disekitar Gunung Raung. “Apalagi, asap yang dikeluarkan Raung itu merupakan debu vulkanik. Jika dihirup warga, maka warga akan kena penyakit ISPA,” katanya. Namun begitu, BPBD sudah siap melakukan penyelamatan kepada warga yang tinggal di 6 desa terdampak itu. “Apalagi, kami sudah melakukan antisipasi dan melakukan sosialisasi kepada warga jika terjadi erupsi, maka mereka akan diungsikan,” katanya. (eko/wah/JPNN/aif)

AKMAD RIDWAN/RADAR JEMBER/JPNN

TERGOLEK : Para siswa yang kondisinya parah dirawat intensif di RS dr Haryoto dan di Puskesmas Padang. Sedangkan yang tidak terlalu parah menjalani rawat jalan.

TAK hanya para siswa, Kepala Sekolah SMPN 2 Padang Lilik Sulistyawati juga mengalami keracunan makanan. Bahkan kasek tersebut harus dirawat inap di RS dr Haryoto garagara mengalami keluhan mual dan pusing. Lilik yang ditemui di salah ruang Asparaga RS Haryoto mengatakan, mula-mula dia mengalami mual, muntah dan pusing. Khawatir kadar gulanya naik, dia lalu memilih untuk langsung ke RS Haryoto. Dia mengaku tidak tahu bahwa dia mengalami keracunan makanan. Hanya saja, kata dia sebelum jam sekolah berakhir, dua siswanya mengalami gejala serupa. Kedua siswa tersebut sempat mendapatkan perawatan di UKS. Namun, karena sudah waktunya pulang, dia meminta kepada guru untuk diantarakan pulang. “Saya tidak tahu kalau ternyata keracunan,” ungkapnya. Sebelumnya, dia mengaku mengkonsumi mie dan wafer yang dijual di kantin yang dikelola oleh salah satu guru di sekolah tersebut. Ketika di rumah, dia mengkonsumsi makanan yang tersedia di rumah. “Wafernya baru kadaluarsa Juli, di rumah, cuma makan nasi dan lauk,” ungkapnya. Jika dirunut dari yang dia konsumsi, Lilik mengaku bisa saja dia keracunan mie yang dia konsumsi di kantin sekolah. (wan/wah/JPNN/aif)

40 Siswa Keracunan Mie PADANG - Sekitar 40 siswa SMPN 2 Padang mengalami keracunan massal, lusa kemarin. Kuat dugaan, mereka mengalami keracunan massal karena mengkonsumsi makanan yang dijual di kantin sekolah tersebut. Setidaknya 27 siswa orang harus dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertawatan intensif karena kasus tersebut. Pantaun koran ini di Puskesmas Padang, sejumlah siswa mulai berdatagan sejak sore. Mereka rata-rata mengalami mual, muntah-muntah dan pusing. Ternyata, pasien yang berdatangan tersebut sama-sama siswa SMPN Padang.

Aprilia Citra Wangsa, siswa kelas satu yang juga menjadi korban keracunan mengaku, dirinya makan mie yang dijual di kantin sekolah tersebut saat istirahat pertama. Dia lalu mengaku baru merasa mual dan pusing sekira jam 12.00. “Selain itu, kaki juga kesemutan,” ungkapnya saat ditemui koran ini di Puskesmas Padang, Kamis Malam. Citra mengaku tidak sadar bahwa mual dan pusing akibat keracunan makanan. Dia baru mengira-ngira dia keracunan setelah dijemput orang tuanya saat hendak pulang. “Sering beli mie di kantin, dan tidak apa-apa,” kata Citra yang mengaku mie dibungkus

plastik tersebut dijual Rp 1.000. Ibu Citra, Azizah mengaku curiga anaknya keracunan saat menjemput buah hatinya tersebut di sekolah. Ternyata, kata dia wajah anaknya kehitam-hitaman. “Saya langsung curiga anak saya keracunan,” ungkapnya, Kamis malam. Dia lalu menanyakan anaknya tersebut makan apa saja selama di sekolah. Dari keterangan anaknya, diketahui bahwa Citra mengkonsumsi mie instan yang sudah diolah dan dijual di kantin tersebut. Azizah lalu buru-buru bawa anaknya pulang ke rumah. Sampai di rumah,

Citra lalu diberi minum air kelapa muda. Selang dua jam kemudian Citra muntah. “Habis dua degan kemduian muntah empat kali,” terangnya. Habis muntah, kata dia anaknya mulai lemas. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, dia lalu membawa anaknya ke puskesmas. Sampai di Puskesmas, ternyata sudah ada beberapa orang yang sudah dirawat karena keluhan serupa. Menurut salah satu petugas puskesmas, sejak petang pasien dengan keluhan mual dan dan pusing datang ke Puskemas. Semula, ada delapan pasien, bertambah lima dan disusul pasien yang lain. (wan/wah/JPNN/aif)

Molotov Gegerkan Pedagang Kencong Dekat dengan Lokasi Kunjungan Menteri

FOTO EKO SAPUTRO/RADAR JEMBER/JPNN

BAHAYA ABU : Petugas kesehatan membagikan masker ke warga sekitar Gunung Raung. Enam desa yang paling dekat dengan Raung diminta tetap tenang dan waspada.

KENCONG – Kunjungan Menteri Perumahan Rakyat (menpera) Djan Faridz ke Kencong ternoda oleh pelemparan bom molotov di pasar penampungan di Kencong. Jarak antara pasar penampungan dengan lokasi kunjungan Menpera hanya beberapa ratus meter. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, terbakarnya kios milik Oyong, penjual krupuk di pasar penampungan, terjadi sekitar pukul 12.00. Saat itu Menpera sedang melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Falah Kencong. Waraswati, seorang pedagang di pasar penampungan, menjelaskan, yang mengetahui terbakarnya kios Oyong adalah Lilik Sumarti, adiknya. Lilik mengetahui ada asap mengepul yang berasal dari sebuah kios di pasar penampungan. “Setelah mengetahui api, dia berteriak dan para pedagang berusaha memadamkan,” katanya. Dia mengatakan, kios yang terbakar itu merupakan kios kosong milik Oyong. Sedangkan te-

pat di sebelah kios yang terbakar itu merupakan kios yang penuh dengan dagangan krupuknya. Tidak ingin dagangannya ludes, Oyong langsung berusaha mencari air dan memanjat ke atas atap. Kayu atap yang saat itu sudah terbakar langsung disiram. “Saya panik, saya tidak mau dagangan saya terbakar,” tegasnya. Setelah salat Jumat selesai, banyak pedagang yang melihat lokasi kejadian. Demikian pula dengan pengurus Persatuan Pedagang Pasar Kencong (P3K). Mengetahui hal tersebut, Oyong langsung bersama pedagang pasar lainnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Kencong. Seluruh barang bukti di lokasi dikumpulkan oleh para pedagang. Dari tempat kejadian perkara (TKP), para pedagang menemukan barang bukti berupa dua botol kaca literan dan satu botol air mineral 500 ml yang semuanya berisi minyak tanah dan terdepat sumbu. Begitu tiba di mapolsek, mereka langsung menyerahkan barang bukti tersebut kepada petugas jaga Polsek Kencong. Para pedagang ingin petugas kepolisian untuk segera menyelidiki dan menangkap pelaku teror tersebut. (hud/jum/JPNN/aif)

Kisah Pilu Suami Tuna Netra dan Istri Lumpuh

Tiap Hari Bopong Istri ke Kamar Mandi Teramat berat garis hidup yang harus dijalani pasangan suami istri Asmo Musafir dan Aminatun ini. Tinggal di rumah sempit, tanpa sanak kaluarga dan sama-sama cacat secara fisik, hidup mereka penuh keterbatasan. EKO SETIA BUDI, Bondowoso GANG menuju rumah Asmo di Jl Imam Bonjol RT 12 kelurahan Kademangan Kecamatan kota itu cukup sempit. Jika mengendarai motor dan berpapasan di gang tersebut, salah satunya harus mengalah. Di gang itu, Asmo dan istrinya yang lumpuh tinggal tepat di samping rel kereta yang tak lagi berfungsi. Asmo tinggal di rumah yang cukup sempit yang terbagi menjadi tiga petak. Yaitu ruang tamu, kamar tidur dan dapur. “Saya aslinya dari desa Sekarputih. Tanah ini milik pemerintah. Oleh Dinsos, saya diperbolehkan tinggal di sini,” ujar pria berusia 65 tahun ini. Di usianya yang sudah renta dengan kondisi tuna netra, Asmo relatif energik. Setiap ada tamu, dia antusias menyambut. Asmo seakan sudah hafal dengan setiap sudut rumah sempitnya itu. Sehingga dia tak lagi

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

TABAH: Meski memiliki keterbatasan fisik Asmo Musafir tetap setia menemani dan merawat istrinya yang lumpuh.

perlu meminta bantuan ketika berjalan di rumahnya. Pada 1980-an, ASmo sempat mengenyam pendidikan pijat di Malang. Asmo lebih mengingatnya sebagai sekolah massage. Itu menjadi pendidikan formal satu-satunya yang dia pelajar. Dari sekolah itulah, Asmo memiliki kemampuan memijat yang dia jadikan mata pencaharian. Pada era 80-90an itulah, Asmo merasakan rejekinya mengalir deras. “Waktu jaman pak Harto itu, banyak pejabat yang pijat sama saya,” ujarnya. Di kenangan Asmo, jaman pak HArto berkuasa merupakan

yang paling nyaman baginya. Karena saat itulah, setiap hari bisa sampai empat orang yang dia pijat. Sebagian hasilnya untuk makan sehari-hari. Sebagian lainnya ditabung oleh Aminatun. “Saya membangun rumah ini juga hasil tabungan istri saya,” kenangnya. Namun beberapa tahun belakangan ini, roda keberuntungan seakan berputar dan tak lagi berpihak kepadanya. Pasien pijatnya tak lagi sebanyak dulu. Dalam sehari biasanya hanya dua orang. Bahkan empat hari terakhir hingga kemarin, tak ada pasien

yang dating ke rumahnya. Masa-masa sulit itu mulai dia alami sejak istrinya Aminatun lumpuh sejak 2004. kini Aminatun hanya menghabiskan waktu dengan berbaring di kasur. Tugas Asmo pun bertambah, selain harus mencari penghasilan, dia harus merawat Aminatun setiap hari. Mulai dari membopong untuk mandi hingga menyiapkan sarapan. Setiap hari, Asmo yang tak memiliki keturuan ini sudah terbiasa memasak nasi sendiri. Dengan menggunakan magic jar, dia tak terlalu sulit untuk sekedar memasak nasi. Asmo sudah hafal di mana colokan listrik dan tempat menyimpan beras. Sedangkan untuk lauk pauk, ada tetangga baik hati yang biasa memasakkannya. Biasanya si tetangga tersebut yang juga membelikan lauk-pauk menggunakan uang dari hasil memijat yang Asmo lakukan. Asmo paling senang memesan ikan cakalang. Lalu digoreng garing. Makanan serba sederhana kemudian dia nikmati bersama dengan sang istri tercinta. Selain menjalani rutinitas sehari-hari seperti memasak, mencuci dan merawat istrinya, tak banyak hal lain yang bisa dilakukan Asmo. Hari-harinya banyak dia habiskan untuk mendekatkan diri pada Sang Khaliq. Semakin hari, masa tidurnya juga semakin sedikit. Saat istrirahat malam, Asmo bahkan sudah terbiasa bangun jam dua dinihari. (JPNN/aif)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

PERIKSA: Wakapolres Jember Kompol Cecep Susatya memeriksa barang bukti bom molotov di Mapolsek Kencong, kemarin.


42

Sabtu 18 Januari 2014

Pemkab Pantau Perkembangan Persewangi BANYUWANGI - Persewangi masih mengalami krisis finansial. Hingga kemarin (17/1) belum ada perkembangan positif mengenai pasokan dana dari investor ke tim berjuluk The Lasblang (Laskar Blambangan) itu. Tentu kondisi tersebut membuat berbagai pihak ketar-ketir, mengingat dana segar sangat dibutuhkan agar pemain bisa lebih fokus. Apalagi, jadwal kompetisi Divisi Utama sudah semakin dekat. Jika jadwal tidak berubah, kompetisi kasta kedua Liga Indonesia itu akan ditabuh 14 Fe bruari mendatang. Dengan demikian, semua persiapan, terutama masalah dana, harus sudah klir. Selain terkendala masalah dana, pengurus Persewangi juga masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR), antara lain masih belum menyusun manajemen. Padahal, itu merupakan kebutuhan mendesak. Tugas lain yang masih menjadi tanda tanya besar adalah tentang siapa yang bakal ditunjuk sebagai pelatih. Apakah pelatih bakal diisi coach asal Banyuwangi ataukah pelatih dari luar daerah, sampai saat ini belum ada kepastian. Meski begitu, pengurus Persewangi di bawah komando Hari Wijaya sudah melakukan beberapa langkah. Salah satunya, menggelar seleksi pemain yang digeber selama beberapa hari di Stadion Maron, Gen-

TUNGGU KEPASTIAN: Para pemain saat mengikuti seleksi di Stadion Maron, Genteng, beberapa waktu lalu.

ALI NURFATONI/RaBa

tersebut belum dipanggil lagi. Meski begitu, para pemain masih menunggu kabar positif untuk negosiasi bersama pengurus tentang gaji tersebut. Yang jelas, pengurus Persewangi tidak diam dan terus berusaha menggaet investor. Terkait kondisi Persewangi saat ini, Pemkab Banyuwangi memang harus turun tangan.

teng. Dalam penjaringan tersebut, ada 20 pemain yang lolos. Bagi pemain yang sudah lolos, pengurus Persewangi sudah melakukan pranegosiasi gaji pemain. Pemain meminta gaji paling be sar Rp 17 juta per-bulan. Permintaan terendah dengan nominal Rp 7 juta. Tetapi, sampai saat ini para pemain

Sayang, ditemui usai menjadi pembicara dalam dialog publik yang digagas PC PMII Banyuwangi di arena Konfercab PMII Banyuwangi kemarin sore (17/1), Bupati Abdullah Azwar Anas enggan berkomentar saat ditanya mengenai kemelut Persewangi. Malah, Bupati Anas menunjuk Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Ba-

nyuwangi, Ahmad Khoirullah, yang juga berada di lokasi untuk berkomentar. Menurut Khoirullah, pemkab masih optimistis Persewangi bisa mengikuti kompetisi musim depan. Hal itu mengacu kesiapan pengurus Persewangi. Pihaknya terus memantau perkembangan Persewangi. ‘’Tapi, kami yakin Persewangi bisa ikut kompetisi,” katanya. (ton/c1/als)

PROFIL TOKOH FAVORIT Mengenal Arvy Rizaldy SE, Kandidat Tokoh Favorit 2014

Anggap Keuntungan sebagai Akibat Prinsip Hidup Sukses tidak bisa dibangun sekedipan mata. Keberhasilan seseorang bukan pula hanya menyandarkan dan mengandalkan faktor keturunan. CAPAIAN yang menjadi harapan setiap manusia ini hanya bisa diraih dengan kerja keras dan pengorbanan. Di samping itu, diperlukan ketekunan dan spirit pantang menyerah dalam mengejar dan mewujudkan apa yang menjadi sebuah impian dan cita-cita. Salah satu bukti kerja keras, pengorbanan, ketekunan, dan spirit pantang menyerah itu menjadi bagian dari hidup Arvy Rizaldy. Pengusaha muda asal Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi, ini sukses mengukir sejumlah prestasi di dunia usaha. Di usianya yang baru me nginjak 26 tahun, suami dr Astrid Deasy Y ini mampu mengantarkan namanya menjadi salah satu pengusaha ber pengaruh di kalangan pengusaha Banyuwangi lainnnya. Bagi penggemar motor klasik ini, kesuksesan yang diraihnya saat ini memang telah memberikan berkah dengan limpahan materi. Akan tetapi kelebihan materi tak seharusnya membuat seseorang menjadi besar kepala. Baginya, bukan materi dan gelimang kekayaan yang membuat manusia mulia. Kemuliaan itu dirasakannya saat dirinya bisa berbuat kebaikan dengan sesama, bertindak dengan akhlak, dan budi pekerti, serta kesalihan. Termasuk, dalam menjalankan usaha dan amanat yang kini dijabat oleh Arvy Rizaldy. Arvy tidak semata-mata menjadikan keuntungan sebagai tujuan akhir. Keuntungan harus dipandang sebagai akibat tatkala seseorang mampu mengaplikasikan prinsip dan konsep hidup secara benar di dalam lingkup perusahaannya. Oleh karena itu, pria yang dikenal supel ini berpandangan bahwa, “Entepreneur sejati harus selalu berpikir kesinambungan ke pentingan jangka panjang. Bukan mengedepankan kepentingan sesaat dan keuntungan materi,” bebernya. Kunci sukses lainnya adalah terletak pada keberanian mengambil resiko dan ke mampuan memperhitungkannya. Prinsip inilah yang rupanya membuat Arvy Rizaldy mampu memikul sederet tanggung jawab dan tugas-tugas profesional di beberapa badan usaha yang digelutinya. Termasuk dalam ka pasitasnya sebagai manajer Agrinda Rogojampi dan divisi pembenihan “Padi

KADER DEMOKRAT: Arvy Rizaldy menyambut kedatangan Gubernur Jatim Soekarwo dalam sebuah acara.

Terjun ke Politik, Belum Berhasrat Nyaleg

TENTANG ARVY Nama Lahir Alamat Istri Anak Orang tua

: : : : : :

Arvy Rizaldy SE Malang, 6 Juni 1987 Desa Watukebo Kecamatan Rogojampi dr Astrid Deasy Yulianti Ayrina Zevania Rizaldy H Achmad Kusyairi, SE Hj Elviana Rustika Pendidikan : 1. SDN Watukebo 2. SMPN 1 Banyuwangi 3. SMAN 1 Glagah 4. Universitas Brawijaya Fakultas Ekonomi FOTO-FOTO: GERDA SUKARNO/RaBa

Nusantara” yang kini diembannya. Berbekal ilmu manajemen yang diperoleh selama kuliah dan pengalamannya dalam mengelola organisasi perusahaan, kini pria yang lahir di Malang, 6 Juni 1987 ini, saat ini juga dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Ketua Koperasi Syariah Padi Nusantara dan sebagai komisaris dari Vega Farm. Selain bergerak di sektor pertanian, pu tra pasangan H. Achmad Khusairi dan Hj. Elvniana Rustika itu juga menggeluti sektor bisnis lain di property dan pelayanan umum. Di sektor property (perumahan), dia juga dipercaya memegang

kendali PT Niaga Prospekta dengan Wakil Direktur. Di bagian pelayanan umum, jabatan sebagai komisaris Tirta Grup yang bergerak di layanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) turut disandangnya. Segala kesuksesan dengan ragam amanah yang disandangnya membuatnya tidak lupa akan misi sosialnya sebagai mahluk Tuhan yang hidup bermasyarakat. Wujud peran yang dilakukan cucu pengusaha senior H. Achmad Ridwan ini, beliau kini aktif dan dipercaya sebagai pengurus Yayasan Bina Insah Sejahtera (Yabisa). (nic/als)

CERITA sukses dan menjalankan kegiatan usaha dan sosial, Arvy Rizaldy seolah ingin terus mematangkan dirinya. Hal itu setidaknya tampak dengan keputusannya terjun ke dunia politik. Hal itu ditandai dengan kiprahnya di Partai Demokrat. Di partai yang kini dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono ini, bapak satu anak ini dipercaya menduduki pos sebagai bendahara di partai berlambang mercy tersebut. Berkiprahnya ek sekutif muda dalam dunia politik tentu menjadi awal keikutsertaannya dalam hingar bingar dunia politik Banyuwangi. Sebetulnya, apa yang dicari dalam politik? Arvy Rizaldy menyatakan, keikutsertaannya di dunia politik merupakan upaya dirinya me nambah ilmu dan wawasan. Baginya, du nia politik memiliki dinamika dan tanta ngan tersendiri. “Kajian teoritis politik me rupakan salah satu cara mendapatkan kekuasaan. Di dalamnya juga terkandung mekanisme pengambilan kebijakan. Di sinilah tantangannya bagaimana sebuah kebijakan dihasilkan yang bertujuan untuk manfaatnya bagi masyarakat,” bebernya. Dipilihnya Partai Demokrat bukan tanpa alasan. Dia melihat partai ini tidak hanya sematamata mengedepankan ambisi kekuasaan belaka.

Di dalamnya ada suasana persahabatan dan kekeluargaan. Manakala turut serta di dalamnya, maka nuansa yang ada di partai ini saat ini jauh dari kesan dan image politik pada umumnya. Di mana, dalam kamus umumnya politik, kehidupan yang ada didasari atas kepentingan belaka. Tidak jarang hal itu menimbulkan sikap saling jegal dan berebut kekuasaan. “Saya terkesan dengan partai ini lantaran mampu menghapus paradigma politik lama tersebut,” cetusnya. Meski menjadi salah satu pengurus penting dalam struktur DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Arvy belum memiliki hasrat untuk meniti karir di dunia yang baru saja digelutinya itu. Bahkan, dia membuang jauh-jauh keinginan untuk menjadi anggota DPRD atau jabatan lainnya dalam politik. Selain ingin belajar dan mendalami di dunia politik, dia melihat politik memberikan tantangan baginya untuk bisa masuk di dalamnya. Salah satunya yang kesamaan yang ada dalam politik dan dunia usaha adalah strategi untuk bisa memikat hati pemilih atau konsumen untuk menentukan pilihan. “Ini benar-benar menjadi dunia baru bagi saya. Di dalamnya saya ingin belajar dan tidak ada pikiran untuk menjadi atau merebut untuk jadi apa,” tegasnya. (nic/als)

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 6 NO.

Andi Mulyo

Arvy Rizaldy

Dadang Wigiarto

Ficky Septa Linda

Guntur Priambodo Irwan Setiawan

BERLAKU 13-20 JANUARI 2014

Sri Utami Faktuningsih

Teguh Sumarno

Toni Hartono

Umi Kulsum

Wendriawanto

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

NAMA

HASIL (%)

Guntur Priambodo Dadang Wigiarto Sri Utami Faktuningsih Irwan setiawan Andi Mulyo Toni Hartono Umi kulsum Teguh Sumarno Wendriawanto Arvy Rizaldy Ficky Septa Linda

34.93 19.38 17.85 13.41 4.05 3.58 2.85 1.68 1.34 0.80 0.13


BERITA UTAMA

Sabtu 18 Januari 2014

43

HALAMAN SAMBUNGAN

Tersangka MM Terus Diburu n TERANCAM... Sambungan dari Hal 33

“Kita ingin menangkap semua pelaku, nyatanya ada yang lolos,” katanya. Kapolres Yusuf menyebut, tersangka berinisial MM yang berhasil kabur itu akan tetap diburu hingga tertangkap. Sejumlah anggotanya hingga kini masih terus mencari tempat persembunyiannya. “Kita akan berupaya menangkap MM yang menghilang itu,” cetusnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, tujuh dari delapan

pelaku pembunuhan dan perampokan dengan korban Ha nipan berhasil ditangkap Buru Sergab (Buser) Polres Banyuwangi. Para tersangka, di antaranya Rindiawati alias Ririn, istri korban sendiri. Selain Ririn, enam tersangka lain yang juga ditangkap adalah Abdul Kamat Heriyono, 41; Tomas Triyantoro, 19; Satuman, 36; dan Nur Wahid, 23. Semua warga Kabupaten Jember. Dua tersangka lain bernama Asin, 35, dan Romli, 55. Keduanya tinggal di Kabupaten Lumajang. “Otak pembunuhan ini Ririn

dan Kamat,” ujar kapolres. Kapolres Yusuf menyebut, berdasar keterangan para saksi, tersangka, dan hasil penyelidikan yang dilakukan, para tersangka itu akan dijerat Pasal 340 sub. Pasal 338 jo. 55 KUHP. “Pembunuhan perencanaan yang dilakukan bersama-sama,” cetusnya. Penerapan pasal pembunuhan dan perencanaan untuk para tersangka itu, kata dia, di anggap sudah pas. Sebab, se belum beraksi, sudah ada persiapan sebelumnya. Ririn dan Kamat juga sudah sering melakukan pembicaraan. “Ri-

rin dan Kamat beberapa kali bertemu,” kata Kapolres Yusuf. Selain itu, para eksekutor yang telah menghabisi korban ternyata juga diiming-imingi uang sebesar Rp 20 juta oleh Kamat. Meski sampai saat ini janji itu belum dibayar oleh Kamat. “Uang Rp 20 juta akan diberikan setelah 40 hari,” sebutnya. Bila dalam persidangan nanti para tersangka terbukti melakukan pembunuhan dengan perencanaan, maka mereka bisa terjerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. Atau

Mengurangi Angka Kebutaan n SEHARI... Sambungan dari Hal 33

Menariknya, pasien operasi mata gratis bagi warga tidak mampu itu tidak hanya berasal dari wilayah Banyuwangi. Beberapa penderita katarak yang dioperasi di kantor PMI Banyuwangi itu juga ada yang berasal dari Bondowoso. Sementara itu, selain memberikan layanan operasi katarak gratis, PMI Banyuwangi yang bekerja sama dengan pemkab Banyuwangi, Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI), The John Fawcett Foundation, dan Anfiled Bunker, itu juga meng-

gelar pemeriksaan mata dan kacamata gratis. “Saya sangat senang dengan adanya operasi katarak gratis ini. Semoga penglihatan saya bisa kembali normal,” ujar Pak Nurul, salah satu peserta operasi gratis. Bupati Abdullah Azwar Anas yang kemarin menyempatkan diri memantau pelaksanaan operasi katarak gratis di kantor PMI Banyuwangi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program yang bagus lantaran dapat membantu masyarakat miskin penderita katarak. “Hari ini (kemarin) saya ketemu penderita katarak, rata-rata mereka berharap kegiatan seperti ini

dilakukan lagi,” ujarnya. Bupati Anas menambahkan, ope rasi katarak gratis bagi warga miskin bukan kali ini saja dilakukan. Kegiatan serupa telah beberapa kali dilaksanakan, di antaranya operasi katarak yang dilakukan dengan menggandeng Ikawangi Sura baya beberapa bulan lalu. “Kami sedang merancang kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan setahun sekali. Kalau perlu beberapa kali dalam setahun,” cetusnya. Dikonfirmasi di lokasi yang sama, Senior Manager YKI dr. Wayan Sukajaya mengatakan, pemeriksaan mata, kacamata,

dan operasi katarak gratis, tersebut diikuti sekitar 850 orang. Di hari pertama yang berlangsung Rabu lalu (15/1), pemeriksaan mata dan kacamata diikuti 500 pasien. Di hari kedua, pemeriksaan dilakukan 200 pasien. Pasien operasi katarak yang dilakukan di hari pertama sampai kemarin mencapai 150 pasien. Dia berharap, melalui kegiatan ter sebut dapat mengurangi angka penderita kebutaan di Banyuwangi. “Tetapi, pemberantasan kebutaan belum tentu bisa kita tuntaskan, karena itu perlu dilakukan secara berkesinambungan,” kata dia. (sgt/c1/bay)

Kegiatan Tambang Butuh Banyak Air n CADANGAN... Sambungan dari Hal 33

Contohnya, pengelolaan air di Jakarta yang ditangani pihak asing. “Di Jakarta justru penyediaan air ditangani perusahaan Prancis,” ujar alumnus KU Leuven & VU Brussel itu. Sementara itu, Rosdi Bahtiar

Martadi menguraikan dampak eksploitasi tambang terhadap ketersediaan air. Dia menegaskan, kebutuhan air dalam sebuah kegiatan eksploitasi pertambangan sangat besar. Kondisi itu, berdasar penghitungannya, akan menyebabkan ketersediaan air untuk pertanian dan rakyat terancam. Selain itu, dia juga menyampaikan

dampak buruk limbah mercury (air raksa) dalam pertambangan emas. Setelah menyimak paparan Cosman dan Rosdi, Bupati Abdullah Azwar Anas memberikan tanggapan. Menurut Anas, posisi pemerintah saat ini relatif sulit. Secara umum posisi pemerintah ada di pihak yang kurang diuntungkan. Karena itu, dia ha-

rus mengambil satu keputusan yang terbaik. Selain itu, Bupati Anas juga menegaskan bahwa cadangan air di Banyuwangi akan tetap terjaga. Perhitungan itu didasarkan pada luasnya hutan di Banyuwangi, meliputi hutan produksi, perkebunan, dan lain-lain. “Cadangan air kita tetap aman,” tegasnya. (mg1/c1/bay)

Surat Pengaduan Dikirim ke Presiden n LAPORAN... Sambungan dari Hal 33

Kali ini, tiga penyidik Kejati me manggil Yunus bersama enam temannya untuk dimintai keterangan di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi, Kamis lalu (16/1). “Ini masih intern, kok,” cetus ketua tim pe nyidik Kejati Jawa Timur, Budiman SH. Budiman menyebut, kedatangannya ke Banyuwangi untuk menindaklanjuti laporan yang

diterima. Sebab, pada dasarnya, semua laporan yang masuk ke Kejati akan ditindaklanjuti. “Kita minta keterangan dari pihak pelapor dulu,” katanya. Hasil pemeriksaan pelapor, jelas Budiman, nanti akan dibahas di Kejati. Selanjutnya, akan ditindaklanjuti dengan me manggil sejumlah pihak yang akan dipanggil untuk diperiksa. “Kita akan melihat hasil pemeriksaan dari pihak pelapor dulu,” ujarnya. Menurut Budiman, pemeriksaan kali ini terkait laporan pe-

nangkapan dan proses hukum tujuh tersangka dalam kasus illegal logging. “Kita masih akan mengumpulkan data,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Sementara itu, Yunus Wahyudi mengaku, penangkapan dan proses hukum dirinya bersama enam temannya diduga penuh rekayasa. Menurutnya, penangkapan itu tidak punya dasar hukum jelas. “Kita menebang pohon jati di lahan milik John Robert,” katanya. Yunus mengaku punya 15

bukti kepemilikan lahan tersebut. Semua bukti itu ternyata tidak dilihat majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, hingga akhirnya dirinya divonis bersalah. “Kami tidak terima, dan lapor ke Kejati,” jelasnya. Yunus mengaku, laporan itu juga dikirimkan ke Presiden RI, Mahkamah Agung (MA), Kejaksaan Agung (Kejagung), dan Mabes Polri. Yang dilaporkan adalah Kejari Banyuwangi, PN Banyuwangi, dan Polres Banyuwangi. (abi/c1/bay)

Tarif Kamar Rp 3,6 Juta Semalam n MENARA... Sambungan dari Hal 33

Saat berada di teras tersebut, kami terkesima dengan hamparan dedaunan hijau lengkap kicau burung yang seolah tengah menyanyi riang. Saat mengarahkan pandangan ke utara, mata saya dimanja dengan eloknya Laut Bali. Saya berkesempatan mengunjungi tempat itu bersama rombongan Pemkab Banyuwangi. Bukan melulu untuk berse nang-senang. Kedatangan kami ke lokasi tersebut dalam rangka mengikuti launching Standar Kredit Karbon Hutan Hujan di TN Bali Barat. Standar hutan hujan yang mengintegrasikan secara penuh persyaratan penghitungan karbon, dampak sosial budaya, sosial ekonomi, dan keanekaragaman hayati, tersebut merupakan yang pertama kali di Asia. Usai mengikuti launching standar hutan hujan hasil kerja sama USAID; Pusat Riset Perubahan Iklim UI; Pusat Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat Columbia University; dan Sustainable Management Group (SMG), di Bali Tower, kesempatan emas kembali saya dapat. Ya, saya diajak me nengok indahnya ruang kamar Menjangan Resort yang berlokasi tak jauh dari Bali Tower. Dinding kamar-kamar di resort megah yang dikelola SMG itu tidak menggunakan tembok melainkan kayu. Ranjang, meja, kursi, dan lantai juga berbahan kayu. Di setiap kamar terdapat kamar mandi luks lengkap shower, toilet duduk, dan fasilitas-fasilitas mewah lain. Atap kamar dibuat dengan bahan sema cam ilalang. Masing-masing kamar menghadap ke kolam renang berukuran se dang tepat di tengah resort tersebut. Keberadaan kolam itu membuat suasana sekitar semakin sejuk dan asri. Mengingat betapa mewahnya, saya pun mem bayangkan betapa mahalnya tarif menginap di resort tersebut. Sesuai prediksi, tarif menginap di tempat itu mencapai jutaan rupiah per hari, yakni sekitar 300 dolar AS atau sekitar Rp 3.675.000 per malam (jika kurs USD = Rp 12.250). Sementara itu, usai bersantai sejenak di

kamar, kami diajak menikmati suasana sore hari di tepi pantai. Untuk menuju pantai, rombongan diangkut mobil bertingkat dengan kap terbuka menyusuri jalanan tak beraspal. Di tengah perjalanan, kami bisa melihat sekawanan monyet yang tengah bermain di atas pohon. Sesampai di tepi pantai berpasir putih di kawasan hutan mangrove (bakau), kami benar-benar takjub. Betapa tidak, di lokasi itu terdapat beberapa set meja dan kursi yang berdiri di ujung jembatan kayu. Tidak hanya itu, tidak jauh dari beberapa set meja dan kursi, ada semacam kantin yang menyediakan beragam menu makanan dan minuman, mulai kentang goreng, pisang goreng, air mineral, minuman ringan, dan sebagainya. Kenyamanan pengunjung semakin optimal dengan adanya semacam kasur untuk berjemur di tepi pantai. Namun, hebatnya kompleks resort mewah itu tetap bisa berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Keasrian hutan tetap terjaga. Burung-burung pun bisa tetap bernyanyi riang. Usut-punya usut, investor Menjangan Resort itulah yang nanti akan melakukan investasi di kawasan Gunung Ijen. Dia adalah CEO SMG, David Makesh. “Kita sudah sepakat bahwa pembangunan di Gunung Ijen bukan sekadar pembangunan pariwisata seperti umumnya. Peluncuran standar hutan hujan merupakan jiwa proyek di sini (Menjangan Jungle and Resort). Hal yang sama akan kita lakukan di Ijen,” ujarnya. Menurut David, pembangunan resort di Ijen harus memiliki masa depan yang panjang. Sebab, banyak resort dibangun, tapi lima tahun kemudian sudah terkesan kuno dan ditinggalkan pengunjung. “Pembangunan fisik harus dilakukan secara extraordinary. Selain itu, jiwa pembangunannya harus jangka panjang. Kita harus berpikir Ijen sebagai sesuatu yang berkelanjutan,” kata dia. David menganggap Ijen sebagai suatu keajaiban alam yang sulit ditemukan di daerah lain. Karena itu, dari segi “penjualan”, kawasan Ijen tidak bisa dijual murah agar dapat memberikan keuntungan

bagi investor, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan peningkatan kualitas masyarakat dari segi kesadaran lingkungan yang berkelanjutan. “Saya tidak munafik. Investor menanamkan investasi tentu ingin mendapat keuntungan dari investasi yang ditanamkan,” tegasnya. Masih kata David, Menjangan Jungle dan Resort diharapkan menjadi contoh kerja sama antara privat, pemerintah, dan masyarakat sekitar. Dia mengaku beberapa pekan lalu mengunjungi Gunung Ijen. Kala itu, dia mendapati penambang yang sibuk mengangkut belerang menuju tempat penimbangan. Nah, aktivitas penambang itu bisa dijadikan “atraksi” untuk menarik minat pengunjung. Meskipun menjadi daya tarik plus bagi pengunjung, aktivitas penambangan belerang di Gunung Ijen harus ditata. Itu perlu dilakukan agar penambangan ter sebut tidak merusak alam. “Jangan sampai karena penambangan yang tidak ditata, blue fire di Ijen hilang. Kalau blue fire hilang, Ijen Resort tidak akan ada artinya,” paparnya. David berani memberikan garansi, pembangunan resort di Ijen akan lebih baik dibandingkan pembangunan Menjangan Resort. Sebab, menurut dia, saat membangun Menjangan Resort, pihaknya melakukan beberapa kesalahan. Nah, kesalahan itu dijadikan pengalaman agar tidak terulang di Ijen. “Diharapkan, Februari 2014 mendatang mulai eksplorasi di Ijen, mu lai penandaan batas, penyusunan UKL-UPL (upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup), dan penyusunan RKPPA (rencana kar ya pengusahaan pariwisata alam). Awal Maret 2014 diresmikan dimulainya pembangunan di lapangan,” harapnya. Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas yang bersama rombongan mengatakan, dalam kunjungan ke Menjangan Resort, pihaknya melihat rancang bangun resort di sekitar Gunung Ijen yang sustainable development. “Peluncuran standar hutan hujan ini menandakan kawasan ini diakui baik oleh dunia. Ke depan, diharapkan pembangunan di Ijen lebih baik,” pungkasnya. (c1/bay)

melakukan pembunuhan seperti yang diatur dalam Pasal 338 KUHP, maka mereka terancam hukuman 15 tahun penjara. Selain pasal pembunuhan,

para tersangka yang sempat membawa kabur motor Honda CBR 250 warna hitam bernopol P 4088 XE milik korban itu juga dijerat Pasal 363 KUHP

dengan hukuman paling lama tujuh tahun penjara. “(Para tersangka) kita jerat pasal pembunuhan dan pencurian,” cetus kapolres. (abi/c1/bay)

Sertakan Kuitansi Berlangganan Asli n PELANGGAN... Sambungan dari Hal 33

Agar berpeluang pelesir ke Negeri Gajah Putih, caranya cu kup mudah. Kirim saja ballot yang tercetak di harian Jawa Pos Radar Banyuwangi. Ja ngan lupa, isi data yang benar, lalu sertakan kuitansi ber langganan asli dari Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Kuitansi ber langganan yang berlaku adalah kui tansi mulai bulan November 2013. Se lanjutnya, kirim kui tansi berlangganan asli dan ballot ter sebut ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Jl. Yos Sudarso 89C Banyuwangi, atau kantor biro Genteng Jl. Raya Jember 36 Genteng, dan biro Situbondo Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo.

Sementara itu, pada Januari 2014 ini ada beberapa pengirim ballot yang beruntung menda patkan merchandise cantik dari Jawa Pos Radar Banyu wangi. Bingkisan dapat di ambil di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi mulai Sabtu besok pada jam kerja, mulai pukul 09.00-14.00. Jangan lupa membawa fotokopi KTP yang masih berlaku. (*/c1/bay)

Gerindra Pasang Target 10 Kursi n PARPOL... Sambungan dari Hal 35

Pemilu 2014, jumlah kursi DPRD 50 dan kita targetkan 20 kursi menjadi milik PKB,” kata Sekretaris DPC PKB, Khusnan Abadi. Partai Gerindra juga tidak mau kalah dengan partai lain. Partai yang didirikan mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Prabowo Subianto itu memasang target 10 kursi. Pada Pemilu 2009 silam, Gerindra sukses mendudukkan empat kadernya di DPRD. Target yang dipatok Gerindra naik 100 persen lebih dari yang sudah diraih dalam pemilu sebelumnya. Partai Golkar (PG) pada pemilu mendatang menargetkan 13 kursi atau 25 persen peroleh suara. Target yang ditetapkan partai peninggalan Orde Baru itu jauh

lebih besar daripada perolehan kursi Pemilu 2009. Pada pemilu se belumnya, Golkar sukses mendudukkan lima kadernya sebagai anggota DPRD. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga cukup optimistis akan sukses mendulang suara pada pemilu tahun ini. Di pemilu sebelumnya, PPP hanya berhasil mendudukkan dua kader sebagai anggota DPRD. Tahun ini PPP menargetkan perolehan kursi DPRD hingga sembilan kursi atau tiga kali lipat daripada kursi PPP saat ini. Begitu juga dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang hanya memperoleh satu kursi pada pemilu lalu, kini menargetkan lima kursi. “Target kita, setiap dapil memperoleh satu kursi,” ungkap Ketua DPD PAN Banyuwangi, Juwaini.

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) juga cukup percaya diri akan mendapat simpati besar dari pemilih. Di pemilu tahun ini, Hanura menargetkan perolehan delapan kursi. Pada pemilu lalu, Hanura hanya berhasil memperoleh dua kursi. Walau badai politik yang menimpa mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum berlalu, tapi partai tersebut cukup percaya diri. Pada Pemilu 2009, PKS kandas mendapatkan kursi DPRD. Namun, tahun ini PKS menargetkan lima kursi. Pada Pemilu 2009 lalu, PKS nyaris mendapatkan satu kursi. Namun perolehan suara caleg PKS kalah satu suara dengan perolehan caleg Hanura. Sehingga, KPU menetapkan sisa satu kursi itu menjadi milik Hanura. (afi/c1/aif)

Tugas Berat Menanti PPK n OPTIMISTIS... Sambungan dari Hal 35

Sementara itu, usai dilantik, tugas berat langsung menghampiri para 120 anggota PPK asal 24 kecamatan di Bumi Blambangan tersebut. Mereka harus melakukan assessment terhadap para anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 217 desa seBanyuwangi. “Ketentuannya sama, kalau ada yang tidak memenuhi syarat UU, kita minta diusulkan untuk diganti,” kata pria yang juga mantan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi tersebut. Dikonfirmasi usai menghadiri pelantikan ang-

gota PPK kemarin, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, 120 anggota PPK yang mayoritas sudah berpengalaman menjadi penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan itu bisa menjalankan tugas dengan baik. “Harapan saya, Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemulihan Presiden (Pilpres) di Banyuwangi berjalan tertib, lancar, dan demokratis,” harapnya. Menurut Anas, jika pemilu berjalan demokratis, seluruh pihak akan menerima hasil pemilu tersebut dengan baik dan nyaman. “Saya optimistis pileg di Banyuwangi berjalan baik dan nyaman,” pungkasnya. (sgt/c1/aif)

Terparah Setinggi 70 cm n RATUSAN... Sambungan dari Hal 44

“Sebagian warga mulai mengungsi ke tempat aman dan lebih tinggi, karena kondisi air semakin tinggi. Mereka ada yang juga membawa barang-barang berharga,” terang Yoyok, kepala Desa Klatakan. Ratusan rumah yang tergenang air di tiga dusun itu, di Du sun Gundil sebanyak 102 rumah, Dusun Pesisir Barat sebanyak 81 rumah, dan Dusun Pe sisir Timur sebanyak 115 rumah. “Seluruhnya dimasuki air. Yang terparah setinggi 70

centimeter,” kata Yoyok. Beruntung, bencana alam itu tidak sampai menelan korban jiwa. Namun, sejumlah perabotan milik warga banyak yang rusak setelah terendam air hujan semalaman. “Dugaan sementara, ban jir terjadi karena banyak pembalakan liar hingga bukit-bukit gundul. Selain itu, juga diduga karena ada penambangan batu liar yang dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab di perbukitan Desa Klatakan,” terang Zainul Arifin, ke pala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo.

Pantauan koran ini, ratusan rumah di hilir perbukitan Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, digenangi air hujan. “Sementara jumlah rumah yang tergenang air 298 rumah. Tetapi, jumlah rumah yang dilewati air itu bisa saja bertambah, karena petugas masih mengumpulkan data rumah yang tergenang,” katanya. Sementara itu, hujan deras yang disertai angin kencang tersebut juga mengakibatkan satu perahu nelayan hilang. Tiga perahu lain di sepanjang pantai Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, kondisinya terbalik. (rri/c1/als)

Pertanyakan Saham Radio SS n TATA KELOLA... Sambungan dari Hal 44

Asida mencontohkan, Radio Suara Situbondo (SS) yang akan ditutup, DPRD menginginkan kejelasan penutupan aset tersebut seperti apa. Asida tidak menginginkan ada penutupan namun tidak dilakukan diaudit. Apalagi menyangkut dana pendirian Radio SS yang harus dikembalikan ke kasda. “Sekitar Rp 3 miliar sekian. Itu ada di mana? Sahamnya itu ada di siapa? Kemudian dimasukkan ke mana? Saham itu paling tidak dimasukkan kembali ke kas daerah untuk mungkin sebentar lagi kan ada BUMD

Aneka Usaha, kenapa kalau asetnya yang ada di Radio SS itu dialihkan untuk itu. Karena saya ingin kejelasan itu lebih penting. Selama ini tidak jelas, Radio SS itu,” tegasnya. Dia mengaku perlu bersuara keras karena untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab, jika nanti ada kucuran dana untuk aset-aset misalnya BUMD, padahal aset yang ada saja belum ditata dengan baik, maka kucuran dana tersebut tidak jelas mau lari ke mana. “Kalau menurut saya, sistem tata kelola aset itu masih sama seperti tahun-tahun kemarin. Selama ini kan hanya mengadakan pelatihanpelatihan, tapi ujung-ujung dari

pelatihan itu tetap tidak tersistem. Artinya tetap mengacu kepada pusat,” tandasnya. Padahal, yang diharapkan, kata ibu dua anak tersebut, tata kelola aset-aset tersebut yang ada di masing-masing SKPD. Mereka memiliki database atau bank data. Sehingga, jika nanti ada penganggaran sudah terklarifikasi, dan tidak tumpang tindih antar SKPD dan Tim Anggaran. Sementara itu, kepala DPKD, Tri Cahya Ningsih dihubungi beberapa kali oleh koran ini tidak ada respons. Meski nada sambung telepon seluler terus menerus berbunyi, tapi tidak ada tanggapan. (edy supriyono/c1/als/habis)

Siapkan Gugatan ke PTUN n TENAGA... Sambungan dari Hal 44

Yang cukup ironis terjadi di salah satu SD di Kecamatan Jangkar. Sebab, di tempat tersebut kolom absen tenaga honorer sudah disilang. “Jadi, sekarang honorer akan dibuang tanpa ada solusi,” tandas bapak dua anak itu.

Irwan mengaku tak habis pikir dengan langkah yang kini sedang dilakukan pemkab melalui Dinas Pendidikan. Padahal, jika alasan menghabisi honorer tersebut karena re gulasi pelarangan merekrut tenaga honorer, maka alasan itu sangat lucu. “Karena pembiaran bertambahnya jumlah honorer berlangsung sejak 2005

hingga sekarang. Artinya, ada oknum pejabat tertentu yang ikut menciptakan kondisi tersebut, yakni terus melakukan perekrutan (sukwan). Sekarang malah honorer akan dibuang tanpa solusi. Padahal, UU ASN (Aparatur Sipil Negara) yang menghapus honorer belum diteken presiden,” lanjut Irwan. (pri/c1/als)


44

Sabtu 18 Januari 2014

TENGGELAM

Cuaca Ekstrem, Tiga Nelayan Hilang SITUBONDO - Cuaca buruk berupa angin kencang yang disertai hujan deras terjadi beberapa hari terakhir di perairan laut utara Situbondo. Akibat cuaca ekstrem itu, tiga warga hilang dan hingga kini belum diketahui nasibnya. Ketiga orang yang hilang itu semua nelayan. Diduga kuat, mereka hilang saat memancing ikan. “Laporan yang masuk terkait orang hilang di laut ada tiga orang. Saat ini petugas terus melakukan pencarian,” terang Yahya Maziun, sekretaris BPBD Situbondo. Data yang berhasil dikumpulkan, orang yang dilaporkan hilang kali pertama adalah Masu, warga Desa Gelung, Kecamatan Panarukan. Sebelum hilang, pria 60 tahun itu berangkat melaut 14 Januari pukul 05.00 pagi. Diduga pada saat memancing, perahu yang ditumpanginya dihantam ombak besar hingga terguling. Hingga kini keberadaan nelayan tersebut belum diketahui. Dua nelayan lain yang juga hilang adalah Alwi, 51, dan M. Hasim Ashari, 22. Keduanya warga Dusun Nyamplung RT 2 RW 2, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih. Sebelum hilang, mereka juga diketahui melaut dan berangkat sekitar pukul 05.00 pagi tanggal 15 Januari. Dua nelayan itu berangkat memancing menggunakan satu perahu fiber. Mereka biasanya memancing dengan jarak sekitar 3 mil dari bibir pantai. Hingga kemarin (17/1) kedua nelayan tersebut belum kembali. Pihak keluarga, para nelayan, petugas BPBD, dan Polair Polres Situbondo, terus melakukan penyisiran. Hingga berita ini ditulis tadi malam, belum ada pihak yang bisa memastikan keberadaan atau kabar ditemukannya ketiga nelayan hilang itu. “Yang jelas, ketiga warga itu dilaporkan hilang di laut saat mereka memancing,” kata Yahya Maziun. Pihaknya mengimbau, selama cuaca masih ekstrem, para nelayan diharap bersabar dan mengutamakan keselamatan. “Kami imbau para nelayan agar lebih berhati-hati, karena cuaca masih belum mendukung,” pungkasnya. (rri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

TINGGAL SISA-SISA: Kondisi dua rumah warga di Desa Jatisari usai dilalap si jago merah pagi kemarin (17/1).

Rumah Kakak-Adik Ludes Dilalap si Jago Merah Gara-gara Lupa Matikan Obat Nyamuk

BANJIR

SITUBONDO - Dua rumah warga di Dusun Campalok, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, ludes terbakar pagi kemarin (17/1). Pemiliknya diketahui masih bersaudara, yakni Nawiyah, 55, dan adiknya bernama Kadi, 35. Kebakaran yang menghanguskan dua rumah itu terjadi sekitar pukul 07.00 kemarin (17/1). Sebelum kebakaran, seluruh penghuni rumah sudah keluar

saat petang untuk bekerja. Namun, sebelum keluar rumah, mereka lupa mematikan obat nyamuk bakar di salah satu rumah tersebut. Konon, sisa obat nyamuk itu dinyalakan di dekat lencak (tempat tidur). Begitu dua rumah tersebut kosong, sisa obat nyamuk itu diduga membakar barang-barang di sekitarnya dan menyebabkan kebakaran hebat. Kebakaran itu terjadi begitu cepat. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut berusaha memadamkan api yang kondisinya saat itu sudah membesar.

Saat warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, penghuni rumah Nawiyah dan adiknya, Kadi, tiba di lokasi. Namun, usaha warga memadamkan api itu tidak berhasil. Dua rumah yang terbuat dari gedek (anyaman bambu) itu terus dilalap si jago merah. “Saya baru tahu setelah ada tetangga yang bilang. Waktu itu saya keluar rumah cari rumput untuk pakan sapi,” terang Nawiyah, salah seorang korban yang rumahnya terbakar, sambil menangis. Akibat kejadian itu, korban ditaksir mengalami kerugian jutaan rupiah.

Meski begitu, insiden kebakaran tersebut tidak memakan korban jiwa, karena saat kebakaran terjadi tidak ada orang di dalam rumah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Zainul Arifin mengatakan, pihaknya menerjunkan tim TRC untuk membantu membersihkan sisa-sisa kebakaran. “Dinas Sosial langsung menyalurkan bantuan sembako, sejumlah peralatan rumah tangga, dan pakaian layak pakai, untuk meringankan beban korban,” kata Zainul Arifin. (rri/c1/als)

Tenaga Sukwan mulai Tak Diberi Absensi NUR HARIRI/RaBa

MENGUNGSI: Kondisi jalan Desa Klatakan dini hari kemarin (17/1). Sejumlah warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

SITUBONDO - Posisi tenaga sukwan atau honorer di lingkungan Pemkab Situbondo kian tersisih. Sudah beberapa bulan ini absensi mereka sudah dipisahkan dengan absensi para PNS (pegawai negeri sipil). Bahkan, ada sekolah yang sudah menyilang kolom absen tenaga sukwan.

Ratusan Rumah Warga Tergenang Air KENDIT - Sedikitnya 298 rumah warga di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, digenangi air setinggi 60 hingga 70 centimeter sejak Kamis malam (16/1) hingga Jumat dini hari kemarin (17/1). Air menggenangi ratusan rumah warga setelah hujan lebat mengguyur sejumlah wilayah Situbondo sejak Kamis (16/1) sore. Selain mengakibatkan ratusan rumah warga tergenang air bercampur lumpur, hujan yang disertai angin kencang itu juga menyebabkan Jalur Pantura Situbondo digenangi air. Akibatnya, banyak kendaraan mogok dan membuat jalan raya macet. Sekitar pukul 01.30 dini hari kemarin, ratusan rumah di tiga dusun di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, semakin terendam. Demi menghindari kemungkinan terjelek, sebagian warga langsung menyelamatkan sejumlah perabot rumah tangga dan mengungsi ke tempat yang tinggi n

Proporsionalkan Kebutuhan Guru

Baca Ratusan...Hal 43

Meneropong Pemerintahan Dadang Wigiarto-Rachmad selama 2013 (7-habis)

Tata Kelola Aset Belum Ada Perkembangan Target Pemkab Situbondo untuk memperoleh opini WTP (wajar tanpa pengecualian) hingga kini belum tercapai. Tata pengelolaan aset yang belum sesuai harapan menjadi salah satu penyebabnya. TATA pengelolaan aset di Pemkab Situbondo yang masih perlu banyak pembenahan benar-benar mendapat perhatian DPRD Situbondo. Lembaga para wakil rakyat itu pernah membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki amburadulnya pengelolaan aset. Meski demikian, hingga kini, tata kelola aset dinilai belum ada pergerakan yang signifikan. Padahal, kata mantan Ketua Pansus Aset, Asida Wahasni, tata kelola aset selama ini selalu didengung-dengungkan, khususnya untuk meraih WTP. “Kenapa saya berkomentar seperti itu? Karena saya melihat pemkab sudah dua kali mendapatkan WDP (wajar dengan pengecualian). Nah, untuk tahun ke-3 ini setidaknya sudah harus WTP. Meskipun saya sendiri pe-

Keadaan itu tentu saja membuat merana para tenaga honorer/ sukwan, khususnya kalangan guru. Harapan mereka diangkat menjadi PNS pun kian tertutup rapat. Kini mereka hanya bisa pasrah sambil terus berharap kebijakan baru pemerintah yang memihak kepada dirinya.

DOK.RaBa

Asida Wahasni

simistis pemkab akan mampu meraihnya,” ujar Asida kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (17/1). Asida berpendapat, apa yang menjadi rekomendasi pansus untuk perbaikan tata kelola aset seperti tidak ada artinya. Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKD) selama ini tidak pernah melaporkan tentang kondisi aset yang riil. “Hasil rekomendasi pansus itu salah satu seharusnya melaporkan paling tidak sebulan sekali, atau satu semester sekali melaporkan, tapi ya tidak ada realisasi,” ungkapnya n Baca Tata Kelola...Hal 43

SEMENTARA itu, Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan (Dispendik) Situbondo, Syamsul Arifin mengungkapkan, sama sekali tidak ada upaya menghabisi tenaga sukwan atau guru tidak tetap (GTT). Yang dilakukan saat ini adalah pendataan guru tenaga sukwan, khususnya kategori yang direkomendasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD). “Saya data, karena kita memang tidak punya data guru K.2. Itu karena BKD memang tidak melaporkan kepada kami. Akhirnya kami ngecek dengan cara mengirimkan data K.2 untuk dimasukkan ke dalam absen guru,” papar Syamsul Arifin kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi sore kemarin. Pria asal Besuki itu menegaskan, jika ada GTT yang tidak masuk dalam K.2 dan keberadaannya dibutuhkan secara proporsional oleh sekolah, itu juga harus dimasukkan dalam daftar absen guru. “Jadi hanya seperti itu kok. Tidak ada maksud apa-apa,” tegasnya. Syamsul menerangkan, Dinas Pendidikan merasa perlu melakukan langkah semacam itu. Salah satunya untuk melakukan penertiban agar pro-

porsional. “Masak sih sekolah yang butuh enam guru, tapi yang sukwan sampai 20 orang. Kan itu tidak logis. Ini kan cara kepala sekolah menerima sukwan secara arogan,” paparnya. Karena itu, lanjut Syamsul, sesuai saran DPRD dan Kepala Dinas Pendidikan, dirinya melakukan pendataan secara proporsional. “Makanya kami mendata secara proporsional sesuai kebutuhan,” imbuh Syamsul. Pendataan tersebut disampaikan kepada semua kepala UPTD se-Situbondo. Itu guna mengantisipasi di kemudian hari dengan pemberlakuan UU ASN. Di sana tidak menutup kemungkinan akan dijaring guru pegawai tidak tetap negara. Jika itu benar-benar diberlakukan, maka Dispendik sudah memiliki data yang proporsional. “Untuk menjadi proporsional, yang tahu kepala sekolah dan UPTD di tingkat bawah. Kami di kabupaten tidak pernah memerintahkan kepada kepala UPTD maupun kasek untuk menerima GTT. Yang ada tiba-tiba sudah terdata. Jumlah GTT sebanyak itu tanpa ada perintah dari mana pun. Itu maunya kasek sendiri,” pungkasnya. (pri/c1/als)

Ketua Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Korwil Jawa Timur, Irwan Rahday mengungkapkan, perlakuan diskriminasi pemkab kepada para tenaga honorer/sukwan kian bertubi-tubi. Mulai banyaknya tenaga sukwan yang

tidak bisa ikut tes CPNS pada 3 November 2013 silam hingga upaya sistematis untuk menyingkirkan tenaga sukwan. “Perlakuan masih beda-beda, tidak semua dipecah. Di kalangan kepala sekolah juga masih pro-kontra. Di wilayah barat,

absen sebagian besar sukwan nonkategori dan PNS memang sudah mulai dipisah. Sukwan K.2 (kategori dua) tetap digandeng dengan absen PNS,” ungkap Irwan kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin n Baca Tenaga...Hal 43

SDN Model Raih Adiwiyata Nasional BANYUWANGI - Predikat sekolah Adiwiyata Nasional kini diraih SDN Model Banyuwangi. SDN Model merupakan satu-satunya sekolah dasar (SD) di Banyuwangi yang meraih predikat tersebut. Penghargaan itu telah diserahkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Jakarta pada tanggal 20 Desember 2013 lalu. Sukses meraih sekolah Adiwiyata Nasional ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Keberhasilan tersebut berkat hasil kerjasama yang kompak antara semua elemen di SDN Model Banyuwangi. Mulai kepala sekolah, guru, tim Adiwiyata SDN Model Banyuwangi, komite sekolah, siswa didik, dan wali murid dalam kepeduliannya terhadap lingkungan. Menyongsong penilaian Adiwiyata Mandiri yang akan dilaksanakan April mendatang, SDN Model Banyuwangi akan melakukan pembenahan dan menampilkan program unggulan dengan melibatkan komite, paguyuban kelas, wali murid, pengawas sekolah, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuwangi, dan Dinas Pendidikan Banyuwangi. Program unggulan tersebut, di antaranya adalah pembuatan tanaman hydroponic, pembibitan berbagai jenis pohon, kegiatan sedekah oksigen dengan penanaman pohon trembesi, pembenahan gorong-gorong, memanen air hujan untuk penyiraman tanaman, serta santunan

PEMKAB BWI FOR RaBa

DISAKSIKAN BUPATI ANAS: Wabup Yusuf Widiyatmoko (kiri) menyerahkan piagam penghargaan Adiwiyata Nasional kepada Kepala SDN Model Dra Hj. Suhernik M.Pd (kanan). kepada anak yatim. Tidak ketinggalan pemanfaatan limbah sampah menjadi barang bermanfaat dengan mengggunakan metode 3R, serta kantin sekolah yang ramah lingkungan dan higienis. Kepala SD Model Banyuwangi, Dra Hj. Suhernik M.Pd mengatakan, tim Adiwiyata SDN Model Banyuwangi melakukan sosialisasi adiwiyata di beberapa sekolah di Banyuwangi yang dihadiri oleh kepala sekolah, ketua Adiwiyata SD, dan satu operator. “Ada 10 sekolah di luar Kecamatan Banyuwangi dan 40 SD/MI negeri/swasta di Kecamatan Banyuwangi yang nanti akan dipilih 10 plasma sekolah terbaik yang menjadi sekolah binaan Adiwiyata SDN Model Banyuwangi,” jelas Suhernik.

Suhernik mengungkapkan, adiwiyata adalah gerbang menuju sekolah yang peduli berbudaya lingkungan yang bertanggung jawab. “Marilah kita awali mulai dari diri kita sendiri. Semoga adiwiyata ini dapat menginspirasi sekolah lain di Kabupaten Banyuwangi. Sehingga sejalan dengan program Bupati Banyuwangi Green and Clean dan sedekah oksigen,” kata Suhernik. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BLH Banyuwangi, Dinas Pendidikan Banyuwangi, dan UPTD Pendidikan Kecamatan Banyuwangi, serta seluruh warga keluarga besar SDN Model Banyuwangi yang telah mendukung sekolah kami tercinta ini maju ke Adiwiyata Mandiri,“ imbuh Suhernik. (adv/als)

Radar Banyuwangi | 18 Januari 2014  

Jawa Pos, Radar, Banyuwangi, SItubondo, Genteng, Besuki

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you