Page 1

RABU 18 DESEMBER

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Eceran Rp 5.750

29

Penyedia DAK 2007 Ditahan

POLITIK

Berpotensi Merugikan Negara Rp 1,7 Miliar SIGIT HARIYADI/RaBa

DIBEBER: Suherman (paling kiri) beserta empat staf KPU Banyuwangi menunjukkan contoh surat suara Pileg 2014 di kantor KPU Banyuwangi kemarin.

Surat Suara Pileg tanpa Foto Caleg

BANYUWANGI - Salah satu karyawan PT. Bumi Asri, Achmad Taufiqul Hidayat, 42, warga Desa Genteng Wetan, Ke camatan Genteng, ditahan Polres Ba nyuwangi pekan lalu. Dia diduga melakukan penyimpangan dalam pengadaan barang berupa buku dan alat peraga multimedia yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2007 dengan anggaran Rp 5,2 miliar.

Polisi menyerahkan tersangka Taufiqul ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi kemarin (17/12). Kali ini dia menjalani pemeriksaan tahap dua. “Ini yang memproses kepolisian (Polres Banyuwangi),” terang Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Banyuwangi, Pau lus Agung Wi daryanto, SH. Menurut Paulus Agung, dugaan penyimpangan penggunaan anggaran pengadaan barang itu terjadi pada tahun anggaran 2007 lalu n

KASUS BUKU: Taufiqul Hidayat menjalani pemeriksaan di ruang Kasi Pidsus Kejari Banyuwangi kemarin.

 Baca Penyedia...Hal 39

GALIH COKRO /RaBa

BANYUWANGI - Persiapan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 memasuki babak baru. Setelah lama bergelut dengan daftar pemilih tetap (DPT), kini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi mulai melangkah lebih jauh. Lembaga pe nye lenggara pemilihan umum (pemilu) itu “me mamerkan” spesimen surat suara Pileg 2014 kepada pimpinan partai politik (parpol) di Bumi Blambangan kemarin (17/12). Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, spesimen surat suara yang dibeber pada sosialisasi yang dihadiri pimpinan 12 parpol peserta Pileg 2014 di kantor KPU Banyuwangi itu terdiri atas lima macam sesuai jumlah daerah pemilihan (dapil) di Bumi Blambangan n  Baca Surat...Hal 39

ADA APA LAGI

Dua Remaja Perusak Mobil Ditangkap BANYUWANGI - Aksi penganiayaan dan perusakan mobil sedan dalam arena balapan liar di jalan raya Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, pada Senin (16/12) dini hari lalu ternyata mendapat perhatian serius anggota Polres Banyuwangi. Dua remaja yang diduga sebagai pelaku berhasil ditangkap di tempat terpisah. Penonton balap liar itu berinisial ND, 18, dan BD, 15. Kedua remaja tersebut tinggal di Perumahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. “Dua tersangka kita tangkap di rumahnya masing-masing,” terang Kasubag Humas Polres Banyuwangi AKP Bambang SP n

GALIH COKRO/RaBa

PANAS: Petugas dan warga bahu-membahu memadamkan api di gudang penyewaan sound system di Lingkungan Tirtopuro, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, sore kemarin.

Gudang Sound System Dilalap Api

KALIPURO - Kebakaran hebat terjadi di Lingkungan Tirtopuro, RT 03/RW 01, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, sore kemarin (17/12). Gudang penyewaan sound system dan perlengkapan hajatan milik H. Hawandi, 39, tersebut ludes dilalap si jago merah.

Kebakaran yang terjadi di kawasan padat permukiman itu membuat warga geger. Mereka khawatir api merambat ke rumah lain yang lokasinya berimpitan dengan gudang milik Hawandi tersebut n  Baca Gudang...Hal 39

 Baca Dua...Hal 39

Tiket KA Sritanjung Ludes BANYUWANGI - Masa angkutan Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 PT. Kereta Api Indonesia (KAI) memang baru berlangsung 20 Desember 2013 hingga 5 Januari 2014 mendatang. Meski demikian, tiket sejumlah rangkaian kereta jurusan Banyuwangi telah penuh sejak kemarin (17/6). Salah satu rangkaian KA yang tiketnya

telah habis dipesan adalah KA Sritanjung jurusan BanyuwangiLempuyangan, Jogjakarta. Humas PT. KAI Daerah Operasi (Daops) IX Jember, Su prapto mengatakan, tiket KA Sritanjung jadwal ke be rangkatan 20 Desember hingga 30 Desember telah habis dipesan konsumen n  Baca Tiket...Hal 39

PELANGGAN BERUNTUNG

Bagi-bagi Bingkisan TERIMA kasih pelanggan karena Jawa Pos Radar Banyuwangi terus berkibar hingga sekarang. Sebagai tanda ungkapan terima kasih, Jawa Pos Radar Banyuwangi akan mengadakan program berlibur bagi pelanggan yang beruntung, yakni jack pot wisata ke negeri Gajah Putih. Bulan ini telah dipilih pelanggan yang beruntung mendapatkan 10 kaus cantik, 5 jas hujan, dan kalender 2014. Merchandise bisa diambil di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Jalan Yos Sudarso 89-C Banyuwangi, pada jam kerja mulai pukul 08.30 hingga 14.00. Jangan lupa membawa fotokopi KTP. Sementara itu, masih terbuka peluang bagi pelanggan setia Jawa Pos Radar Banyuwangi untuk mendapatkan PC Tablet, Blackberry, dan hand phone. Caranya, kirimkan kuitansi asli berlangganan koran Jawa Pos Radar Banyuwangi disertai ballot yang sudah terisi lengkap dan kirim ke Jawa Pos Radar Banyuwangi. (*/c1/bay)

10 Kaus Cantik + Kalender Indrana Tjahyono, Jl. PB Sudirman 189 Banyuwangi Budi Wijono, Jl. Sulaiman Gang Ipeda I/22 Banyuwangi M Mubron, Desa Setail Genteng Dewi Susilowati, Jl. Jaksa Agung Suprapto 41 Banyuwangi Sulastri Handayani, Perum Pengantigan Indah F-2 Rogojampi Hendro Sujatmiko, Jl.Jembrana Lingk Klatakan RT3/I Kalipuro Bambang Kuntadi, Jl Ikan Cumi-cumi 4, Sobo Banyuwangi Supeno, Jl. Tidar 99 Singotrunan, Banyuwangi Endang Satyawati, Jl. Kapten Ilyas 38 Banyuwangi Purwanto, Jl. Yos Sudarso 133 Banyuwangi

5 Jas Hujan + Kalender Herry Poernomo, Jl. Letjen S Haryono 21 Banyuwangi Muryo, Jl. Sritanjung Banyuwangi Mudhofar, Jl. MH Thamrin 23 Banyuwangi Mualif Sofyan, Jl. Musi 38 RT 2/II Banyuwangi Triana, Jl. Karimun Jawa Gg. Mangga 4 Banyuwangi

http://www.radarbanyuwangi.co.id

GALIH COKRO/RaBa

HANCUR: Kapolres AKBP Yusuf didampingi Forum Pimpinan Daerah Banyuwangi dan tokoh masyarakat menghancurkan botol miras di halaman Mapolres Banyuwangi pagi kemarin.

Gilas 5.345 Botol Minuman Keras BANYUWANGI - Sebanyak 5.345 botol minuman keras (miras) beraneka jenis dan 75 jeriken berisi arak dimusnahkan di halaman Mapolres Banyuwangi kemarin (17/12). Pemusnahan minuman beralkohol itu ditandai de-

ngan pemecahan botol miras beraneka jenis yang dilakukan anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Banyuwangi secara bergantian n  Baca Gilas...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

PENUH: Kereta api kelas ekonomi melaju di perlintasan Sasak Perot, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, pagi kemarin.

Geliat Bisnis Wisata di Kaki Gunung Ijen

Tahun Depan Bangun Resort Berkonsep Alam Gunung Ijen memikat banyak kalangan. Investor pun tak luput ingin menghangatkan ‘’hawa dingin’’ bisnis di kawasan kaki gunung tersebut. Bagaimana arah pertumbuhan bisnis wisata di kawasan tersebut?

Kini bergelut dengan buku BAP MEMBANGUN: Pekerja melakukan finishing guest house di Kawasan Paltuding, lereng Ijen, beberapa pekan lalu.

AF. ICHSAN RASYID, Licin SETELAH mengenalkan destinasi baru berbasis ecotourism di Perkebunan Kalibendo, Pemkab Banyuwangi segera me-launching pembangunan resort di kaki Ijen. Pemkab Banyuwangi sudah meneken kesepakatan dengan investor untuk membangun resort berkelas internasional itu.

Penyedia buku DAK 2007 ditahan

Gudang sound system di Kalipuro dilalap api Suara kobaran apinya cetarrr membahana

BAYU SAKSONO/RaBa

Sebelum deal membangun resort di sekitar Paltuding, pihak investor dari Sustainable Management Group (SMG)

pimpinan David Makes melakukan paparan di depan Bupati Abdullah Azwar Anas dan tim pengembangan

wisata di Pendapa Shaba Swagata Blambangan pada Jumat (12/12) n  Baca Tahun...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


30

Rabu 18 Desember 2013

Warga Geruduk Kantor Pemkab

BAGAIMANA INI

ABDUL AZIZ/RABA

MELUAP: Jalan Ahmad Yani, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran dipenuhi luapan air, kemarin.

Selokan Kecil, Air Meluap GAMBIRAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Gambiran kemarin menyebabkan jalan raya Ahmad Yani, Desa Jajag tergenang air. Penyebabnya, selokan di kanan dan kiri jalan tersebut terlalu kecil dan tak mampu menampung curah air hujan yang deras. Akibat meluapnya air hujan ke jalan raya, arus lalu lintas kendaraan di jalan tersebut jadi terhambat. Apalagi banyak lubang jalan yang tak terlihat karena tertutup air. Sehingga banyak kendaraan yang berjalan tiba-tiba masuk ke lubang dan mengagetkan pengemudi serta penumpangnya. Bagaimana ini? (azi/aif)

AGENDA KOTA

Upacara HUT Banyuwangi di Taman Blambangan

SITUBONDO - Sedikitnya 25 warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, mendatangi Kantor Pemkab Situbondo kemarin (17/12). Mereka menolak pemberlakuan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 23 Tahun 2012 tentang pengelolaan aset dan kekayaan daerah. Pasalnya, Perda Nomor 23 Tahun 2012 tersebut dinilai sangat memberatkan puluhan warga yang menempati aset (lahan) milik Pemkab Situbondo tersebut. “Kami sangat keberatan dengan penarikan restribusi, karena nominalnya sangat tinggi. Kami menuntut keringanan dan Perda 23 direvisi,” terang Sutiyono, salah seorang warga. Disebutkan, selama ini ada sekitar 90 kepala keluarga (KK) yang menempati lahan milik pemkab. “Saat ini warga yang menempati lahan itu kebanyakan adalah janda dan mereka bekerja sebagai pengamen dan pemulung,” katanya. Data yang berhasil dikumpulkan, pada tahun 2011 lalu, warga hanya dikenai pajak retribusi sebesar Rp 33.900 pertahun. Namun, dengan diberlakukannya Perda nomor 23 tahun 2013, retribusi naik berlipat-lipat hingga dirasa sangat memberatkan warga. “Contohnya, warga yang sebelumnya hanya dikenai sebesar  Rp 33 ribu, ternyata sejak diperlakukan Perda no 23 itu menjadi Rp 1,6 juta pertahun,” kata Agus Ari, praktisi hukum yang mendampingi warga. Lantaran itu, sejak September lalu masyarakat sudah banyak yang melakukan komplain kepada pemerintah. Namun,

NUR HARIRI/RaBa

KEBERATAN: Puluhan warga saat mendatangi kantor Pemkab Situbondo kemarin (17/12).

keberatan warga belum juga ditanggapi. Bahkan disebutkan, petugas yang menagih agar warga membayar sesuai Perda itu juga dirasa warga sangat kasar. “Yang jelas, tuntutan warga meminta agar Perda 23 itu direvisi, sehingga tidak memberatkan warga,” ujar Jayadi, dari Lembaga Bantuan Hukum Nusantara. Puluhan warga tersebut, akhirnya ditemui Bupati Dadang Wigiarto di ruang rapat bupati Graha Wirapati Praja Pemkab Situbondo. Di hadapan warga,

Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Banyuwangi ke-242, hari ini Pemkab Banyuwangi menggelar upacara. Upcara dimulai pukul 07.00 di Lapangan Taman Blambangan. (*)

merubahnya, dulu begitu,” jelasnya. Menurutnya, pemerintah akan mempertimbangkan tuntutan itu, karena masyarakat yang kurang mampu jangan sampai terbebani. Pihaknya juga meminta agar warga tidak resah selama proses revisi perda 23 tersebut. “Intinya, tidak menimbulkan keresahan di masyarakat selama proses revisi. Apa yang menjadi keberatan masyarakat, maka ini akan disampaikan ke BPK untuk dijadikan bahan kajian,” pungkasnya. (rri/als)

Tinggal Serumah dengan WIL, Istri Polisikan Oknum PNS

Wisuda Mahasiswa UBI dan STIB Universitas Bhakti Indonesia (UBI) dan STIB Cluring menggelar wisuda hari ini, Rabu (18/12) di hall Hotel Baru Indah Jajag. (*)

Pelatihan Magnetic Mind Control & Reconnection Bangkitkan keajaiban spiritual dalam diri, psychomagnetic pengaruhi orang jarak jauh, menangkan tender, meningkatkan omzet, mengembalikan orang/barang hilang, proteksi diri & reconection, tanpa sentuh pasien efektif atasi stroke, patah tulang, saraf kejepit dan lainlain. Pelatihan tanggal 20 Desember pukul 19.00. Informasi lengkap kata hati (081358110511). (*)

bupati meminta masyarakat untuk tidak gelisah terkait persoalan ini. Pihaknya berjanji akan segera dicarikan solusi yang terbaik. “Kita kongkritkan apa yang keberatan masyarakat akan disampaikan ke BPK. Insyaallah ini ada solusinya,” kata Dadang. Pihaknya mengakui, saat itu sempat ada gejolak, sehingga penentuan harga diserahkan kepada BPK. “Pemerintah awalnya kesulitan. Sehingga BPK yang diminta membuat kajian. Jika angkanya dari BPK keluar, maka tidak berani

NUR HARIRI/RaBa

MELAPOR: Yani (kiri) ketika hendak melaporkan suaminya ke Mapolres Situbondo kemarin (17/12).

SITUBONDO - Dugaan kasus perselingkuhan antara oknum pegawai negeri sipil (PNS) berinisial AM dengan wanita lain berinisial S akhirnya masuk ke ranah hukum. Itu setelah dugaan perselingkuhan tersebut dilaporkan oleh istri oknum PNS tersebut, Yani, ke Mapolres Situbondo kemarin (17/12). Dalam laporannya, Yani yang tinggal di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, itu menduga ada kasus perzinaan yang dilakukan sang suami dengan perempuan lain. Ko-

non, hal itu terungkap setelah warga menggerebek rumah kontrakan AM dan S di Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus. “Waktu itu kepala Dusun Krajan (Desa Kedunglo) juga ikut nggerebek bersama warga,” kata Yani kepada sejumlah wartawan. Yani memasrahkan urusan tersebut kepada pihak berwajib. Apalagi, wanita yang sempat digerebek warga bersama suaminya di rumah kontrakan itu, konon saat ini hamil 3 bulan. “Saya ke sini, ya mau melaporkan kasus perzinaan

itu. Karena sudah keterlaluan,” terangnya. Data yang berhasil dikumpulkan, Yani dan beberapa warga sangat menyesalkan adanya pihak yang terkesan memberikan fasilitas kepada mereka. “Ada yang memfasilitasi. Itu sangat kami sesalkan,” terangnya. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi mengatakan, setelah mendapat laporan dugaan kasus perselingkuhan tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan. “Saat ini pelapor masih diperiksa.,” kata Wahyudi. (rri/c1/als)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


Rabu 18 Desember 2013

31


32

Rabu 18 Desember 2013

Dua Menang, Dua Tumbang

PELANTIKAN KONI

ALI NURFATONI/RaBa

CEK LAPANGAN: Para pengurus KONI sedang meninjau lapangan tenis indoor Gor Tawang Alun kemarin sore (17/12).

Semua Cabor Pastikan Kirim Atlet BANYUWANGI - Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi periode 2013-2017 terus menatap agenda pelantikan. Sedianya, pengukuhan pengurus induk organisasi semua cabang olahraga itu akan dilaksanakan di lapangan tenis indoor Gor Tawang Alun, pada tanggal 19 Desember nanti. Demi menyukseskan ajang tersebut, pengurus KONI di bawah komando Nurmansyah terus merapatkan barisan. Segala persiapan terus dimatangkan demi menyukseskan acara sakral yang akan dihadiri pengurus KONI Jawa Timur itu. Kabar terbaru, semua cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI akan mengerahkan atlet untuk meramaikan agenda tersebut. Setidaknya, setiap cabor mengirim sepuluh atlet dalam acara seremonial yang dimulai pukul 14.00 itu. Pada pertemuan lanjutan di sekretariat KONI Banyuwangi kemarin siang, selain pengurus KONI juga hadir pengurus cabor. Secara umum, mereka menyatakan kesiapannya menghadirkan atlet demi suksesnya acara. Meski begitu, atlet taekwondo belum bisa memastikan menyertakan atlet untuk memeriahkan acara tersebut. Mengingat, di waktu yang bersamaan, sejumlah atlet taekwondo berangkat ke Bondowoso untuk mengikuti kejuaraan provinsi. ‘’Tapi, nanti kita usahakan,’’ ungkap ketua Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Banyuwangi, Yanuar Pribadi. Ketua KONI Banyuwangi Nurmansyah mengungkapkan, semua pengurus terus bekerja keras. Sampai saat ini, kesiapan pelantikan sudah matang. ‘’Persiapan sudah 90 persen,’’ ujar anggota polisi yang bertugas di satuan provos Polres Banyuwangi itu. (ton/als)

RAMADA KUSUMA/RaBa

TIDAK SPORTIF: Sulaiman (kiri) menerima pukulan di wajah saat menghadapi Sulthoni di GOR Tawang Alun kemarin (17/12).

GENTENG - Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulu Tangkis yang digulirkan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Cabang Banyuwangi tampaknya akan berlangsung semarak. Hingga kemarin (17/12), tercatat sudah 170 peserta yang memastikan tampil dalam ajang yang digelar di Graha Bakti Sport Center, Genteng, tanggal 26-30 Desember mendatang tersebut. Rinciannya, 120 pebulu tangkis di kategori anak dan 50 pebulu tangkis dewasa sudah mendaftar kepada panitia. Pendaftaran akan ditutup tang-

gal 22 Desember. Meski begitu, kuota terbatas, yaitu sekitar 300 atlet. Persaingan antar pebulu tangkis tampaknya akan berlangsung seru. Sebab, beberapa atlet bulu tangkis asli Banyuwangi yang selama ini besar di luar daerah bakal pulang kampung dan memastikan akan bertanding. Meski begitu, pebulu tangkis tersebut harus tampil asalkan kelasnya dinaikkan. Dengan begitu, pertandingan akan kompetitif. ‘’Pebulu tangkis yang membela klub-klub besar, seperti Djarum Kudus, boleh bertanding asal kelasnya

ABDUL AZIZ/RaBa

Gelar Karaoke Hingga Lomba Balap Karung GLENMORE – Pemerintah Kecamatan Glenmore menggelar berbagai macam kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-242 yang jatuh hari ini (18/12). Kali pertama yang digelar adalah lomba karaoke lagu Osing untuk pelajar mulai tingkat SD-SMA/ sederajat pada Senin (16/12) lalu.

Kegiatan ini diadakan di Pendapa Kantor Kecamatan Glenmore. Kemarin pagi (17/12) dilanjutkan lomba mewarnai untuk siswa Taman Kanak-Kanak/Raudlatul Athfal yang bertempat di lokasi wisata Umbul Bening, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore. Kegiatan mewarna ini dihadiri oleh ribuan pengunjung. Mulai wali murid TK/RA, para siswa SD/ MI/SLTP/SMA sederajat, serta masyarakat umum, juga ikut mengunjungi acara ini.

Sementara itu, setelah pagi hari melaksanakan lomba mewarnai, siang harinya, panitia masih menggelar berbagai lomba untuk memeriahkan Harjaba. Yaitu lomba balap karung, gobak sodor. Lomba yang digelar halaman Kantor Kecamatan Glenmore ini diikuti oleh jajaran Forum Pimpinan Kecamatan, dinas instansi, perkebunan, pemerintah desa, sekolah serta sejumlah lembaga yang ada di Glenmore. Camat Glenmore, Didik Joko

Suhono mengatakan, berbagai kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kecamatan Glenmore itu dilakukan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke 242 Banyuwangi. Didik menjelaskan, meski Pemkab Banyuwangi sudah menggelar berbagai macam kegiatan dalam rangka Harjaba, namun di daerah pihaknya tetap menyelenggarakan kegiatan untuk memeriahkan Harjaba. “Malam ini (tadi malam, Red) kita menggelar tasyakuran di pendapa kecamatan,” sebutnya. (adv/als)

Ribuan Peserta Sesaki Jalan Sehat Kemenag BANYUWANGI - Ribuan pelajar dan pegawai di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi tumplek-blek memadati sejumlah jalan utama di Kota Gandrung kemarin (17/12). Mereka tengah mengikuti jalan sehat dalam rangka Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag RI ke-68 tahun 2014. Start di depan kantor Kemenag Banyuwangi, sekitar 2.500 peserta jalan sehat kali ini menempuh rute Jalan Adi Sucipto, Jalan Ahmad Yani hingga simpang tiga SMPN 1 Banyuwangi. Selanjutnya, peserta jalan sehat menempuh perjalanan menuju kawasan pabrik Naga Bulan. Dari Naga Bulan, peserta merangsek ke arah selatan menuju simpang 4 kantor BNI, mereka lantas berjalan ke arah barat menuju simpang 3 DPRD Banyuwangi. Kemudian peserta kembali ke Jalan Adi Sucipto dan finis di kantor Kemenag Banyuwangi. Rangkaian peringatan HAB Kemenag ke-68 di Banyuwangi dilak-

dengan kekalahan setelah tiga peringatan tidak digubris. Sementara itu, Rini Hermawati mengukir hasil manis setelah menang meladeni Hanifah, kontingen asal Gresik. Pesilat tuan rumah itu menang dengan hasil memuaskan. Di kelas lain, dua pesilat tuan rumah tumbang. Dua pesilat yang akhirnya hanya menjadi penonton itu adalah Fathur Rohman yang turun di kelas B putra dan Irwan Tirta Saputra di kelas C putra. Fathur Rohman harus lebih banyak berlatih jika ingin meraih hasil manis pada even-even mendatang. Sebab, dia kalah telak saat menghadapi Indra Mahendra Saputra, kontingen Kabupaten Madiun, pada laga yang disaksikan banyak penonton itu. Sementara itu, faktor kekalahan Irwan Tirta Saputra adalah masalah stamina. Unggul perolehan poin di ronde pertama, tapi kondisi fisik dia habis pada ronde kedua dan ketiga. Kelemahan itu membuat dia harus mengakui keunggulan Aris Purnomo, kontingen Kabupaten Blitar, dengan skor 0-5. Ambisi meraih hasil positif demi melambungkan nama Banyuwangi pun terkubur. Pelatih silat Banyuwangi, Bambang Wahyuono, mengakui kekalahan dua anak didiknya itu. ‘’Satu memang kalah kualitas, sedangkan yang satu faktor stamina,” katanya. (ton/c1/als)

Undang Pebulu Tangkis dari Luar Daerah

MERIAH: Suasana lomba balap karung di halaman Kantor Kecamatan Glenmore kemarin.

Peringatan Harjaba 242 di Kecamatan Glenmore

BANYUWANGI - Antar pesilat dalam Kejuaraan Pencak Silat Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 2013 dimulai kemarin 17/12). Bertempat di GOR Tawang Alun, para pesilat dari berbagai daerah unjuk gigi dan tampil habis-habisan di atas matras. Dua pesilat kontingen tuan rumah Banyuwangi menang dari babak penyisihan dan melenggang menuju fase berikutnya. Dua pesilat itu adalah Sulaiman yang turun di kelas A putra dan Rini Hermawati yang bertanding di kelas B putri. Sulaiman tampil perkasa dengan mengandaskan Sulthoni, pesilat asal Tulungagung. Siswa kelas XII asal SMKN I Glagah itu menyudahi perlawanan lawan di ronde kedua dari tiga ronde yang ditentukan. Wasit terpaksa menghentikan pertarungan karena Sulthoni dianggap melakukan pelanggaran keras. Betapa tidak, dia memukul Sulaiman di bagian terlarang, yaitu kepala. Beberapa pelanggaran keras itu membuat bibir Sulaiman mengeluarkan darah segar. Dia pun harus mendapatkan perawatan tim medis dan pertandingan dihentikan sejenak. Meski mengalami cedera, tapi dia tetap tampil trengginas hingga banyak mendulang poin. Tetapi, dia kembali harus terkapar untuk kesekian kali setelah menerima pukulan telak di wajah. Kali ini wasit tanpa ampun menghukum Sulthoni

KEMENAG BANYUWANGI for RaBa

MERIAH: Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Santoso (bertopi, tengah) saat mengikuti jalan sehat HAB Kemenag ke-68 kemarin.

sanakan mulai 2 Desember 2013 hingga 3 Januari 2014 mendatang. Selain menggelar berbagai perlombaan untuk siswa tingkat RA, MIN, MTsN, MAN, hingga pegawai PNS maupun non PNS Kemenang, perin-

gatan HAB kali ini juga dilaksanakan dengan bakti sosial berupa donor darah dan santunan warga miskin. Panitia Peringatan HAB Kemenag RI ke-68 Banyuwangi, H Mukhlis mengatakan, jalan sehat yang dii-

kuti seluruh karyawan Kemenag, baik mereka yang berstatus PNS maupun non-PNS serta keluarga maupun siswa tingkat MIN, MTsN, dan MAN di wilayah Kota Banyuwangi, itu digelar dengan tujuan mempererat tali silaturahmi. “Seluruh pegawai Kemenag Banyuwangi kami libatkan dalam kegiatan kali ini. Jalan sehat, ini juga kami gelar untuk memeriahkan HAB Kemenang RI ke-68,” ujarnya. Menurut Mukhlis, melalui momentum HAB ke-68, tujuan ke dalam adalah, diharapkan seluruh karyawan di lingkungan kemenag diharapkan mengetahui sejarah terbentuknya Kemenag. Karyawan diharapkan selalu bersyukur serta ikhlas beramal dalam menjalankan tugas yang berkaitan dengan agama maupun tugas di bidang pembangunan. “Ke luar, melalui momentum HAB kali ini, kami ingin menunjukkan Kemenag cukup besar,” pungkasnya. (sgt/adv/als)

dinaikkan satu atau dua tingkat,” ungkap Jainul Arifin, salah satu panitia. Dalam ajang tersebut, kata dia, beberapa daerah juga akan diundang guna meramaikan ajang tersebut. ‘’Ini sekaligus untuk menambah jam terbang pebulu tangkis Banyuwangi,’’ terangnya. Seperti diketahui, ada beberapa kategori yang dipertandingkan dalam ajang yang digelar rutin setiap tahun itu. Kelas yang dipertandingkan, antara lain tunggal usia dini putra-putri (usia maksimal 10 tahun). Selain itu, ada tunggal dan ganda anak putra-putri (usia maksimal 12 tahun) dan

tunggal dan ganda pemula putra-putri (usia maksimal 14 tahun). Kelas lain yang akan dipertandingkan dalam kejuaraan itu adalah tunggal dan ganda remaja putra-putri usia maksimal 16 tahun. Dalam ajang itu juga ada kelas dewasa, yaitu tunggal dewasa putra dan ganda putra. Pebulu tangkis kelas dewasa tidak ada klasifikasi khusus mengenai usia alias umur bebas. Masih ada kelas lain yang menjadi suguhan seru, yaitu ganda veteran putra. Khusus kelas veteran, usia pebulu tangkis yang ingin menjadi peserta minimal 47 tahun. (ton/c1/als)

SMKN 1 Launching Sekolah Sobat Bumi BANYUWANGI - Status SMKN 1 Banyuwangi yang menjadi jawara dalam Adiwiyata tingkat nasional menjadikan sekolah ini terus eksis dalam berbagai inovasinya. Salah satunya, seperti yang dilakukannya pada Selasa kemarin (17/12). Ratusan siswa-siswi SMKN 1 Banyuwangi bertekad menjadi Sekolah Sobat Bumi. Launching Sekolah Sobat Bumi ini adalah yang pertama dilakukan oleh sekolah yang ada di Banyuwangi. Bahkan di Indonesia baru ada tiga sekolah yang menggelar ini. “Seluruh Indonesia yang menggelar sekolah Sobat Bumi ini baru tiga sekolah, yaitu Jakarta, Probolinggo, dan Banyuwangi,” kata Kepala Sekolah SMKN 1 Banyuwangi, Drs H Karimullah, saat ditemui di sela-sela acara launching. Karimullah mengatakan, untuk me-launching gerakan Sekolah Sobat Bumi ini, sekolahnya bebas asap kemarin. Untuk memeriahkannya pun, pihaknya menggelar beberapa kegiatan. Seperti senam jasmani yang dibimbing oleh Persani dan jalan sehat antar kelas. “Selama kegiatan itu, siswa diperkenankan membawa simbol-simbol lingkungan bersih dan sehat,” ujarnya. Karimullah menambahkan, Sekolah Sobat Bumi (SSB) merupakan inisiatif Pertamina Foundation bersama mitra kerjanya untuk menciptakan generasi muda yang peduli pada lingkungan

hidup dan alam sekitar. Program Sekolah Sobat Bumi akan memfasilitasi 17 sekolah Adiwiyata Mandiri yang terpilih menjadi model sekolah umum berbudaya ramah lingkungan sosial, alam dan ekonomi yang mampu membina sekolah dan lingkungan sekitarnya. Sekolah-sekolah ini akan melakukan program tematik, yakni pengelolaan sampah dan sumberdaya hayati sekolah, energi terbarukan, dan transportasi ramah lingkungan. “Dengan pelibatan warga sekolah dan komunitas, diharapkan terjadi perubahan paradigma dan kondisi lingkungan di sekolah,” ujarnya. Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dra Husnul, turut hadir dan memberikan support pada seluruh keluarga besar SMKN 1 Banyuwangi. Menurut Husnul, SMKN 1 Banyuwangi adalah sekolah yang sangat maju. Gerakan sekolah Sobat Bumi ini menjadi bukti jika sekolah ini sudah sangat hijau, dan perilaku di dalamnya sudah sangat peduli pada lingkungannya. “Gerakan Sekolah Sobat Bumi ini selaras dengan gerakan Bupati Abdullah Azwar Anas, yaitu gerakan sedekah oksigen. Dalam gerakan ini, Bupati Anas ingin Banyuwangi lebih hijau. Saya sambut baik program ini, kami dukung karena perubahan dimulai dari pendidikan terutama anak-anak,” jelas Husnul. (adv/als)

TOHA/RaBa

SEMANGAT: Kepala Sekolah SMKN 1 Banyuwangi, Drs H Karimullah bersama siswa-siswi sesaat sebelum jalan sehat dimulai dalam rangka gerakan sekolah sobat bumi, kemarin.


37

Rabu 18 Desember 2013

PENYULUHAN HUKUM

Harga Rumah Siap-siap Naik

Santri Protes Jalan Rawan Laka Tanpa Rambu PANJI - Bagi sejumlah orang, kehidupan santri dinilai terkungkung karena sebagian besar waktunya dihabiskan di balik tembok pesantren. Namun demikian, bukan berarti mereka tidak peka terhadap keadaan sekitar. Itu terbukti dalam penyuluhan hukum dan pemasyarakatan sejumlah peraturan daerah (perda) di Pesantren Wali Songo, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, siang kemarin (17/12). Sejumlah santri mengungkapkan banyaknya jalan-jalan yang rawan kecelakaan tapi tidak dipasangi rambu-rambu lalu lintas. Bukan itu saja, santri lain juga mempertanyakan tentang maraknya peredaran narkoba di kota bahkan sampai desa. Dia mempertanyakan peran kepolisian dalam menghadapi keadaan tersebut. Para santri KHR. Mohammad Kholil As’ad itu bukan hanya diberi penyuluhan tentang hukum dan perda, tapi juga diberi materi seputar etika berlalu lintas, bahaya AIDS, dan obat-obatan terlarang. Acara kemarin dihadiri Kasubag Bantuan Hukum Bagian Hukum Pemkab Situbondo, Anton Sujarwo. Dari BNK Situbondo dan Polres Situbondo diwakili Taufiqurahman dan Supoyo. Dari Komisi Penananggulangan Aids diwakili Heryawan. “Acara ini merupakan hasil kerja sama kita di Bagian Hukum dengan Polres Situbondo, BNK, dan KPA Kabupaten Situbondo. Selain lembaga-lembaga pendidikan, yang menjadi sasaran adalah masyarakat umum,” terang Anton Sujarwo. (pri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

OLAH TKP: Petugas saat melakukan olah TKP di lokasi tenggelamnya korban di Desa Paowan kemarin (17/12).

Pencarian Korban masih Nihil PANARUKAN - Kasus hanyutnya Mega Iryanti, 18, ke Sungai Sampean Baru, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, terus ditangani pihak kepolisian. Kemarin (17/12) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Situbondo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Sungai Sampean Baru, Situbondo. Dalam olah TKP di lokasi kejadian, petugas Satreskrim Polres Situbondo mengungkap sejumlah bukti terkait hanyutnya Mega Iryanti di sungai tersebut. “Saat korban menceburkan diri ke sungai itu, tidak ada yang melihat secara langsung. Karena itu, kami belum dapat memastikan motifnya. Apakah korban menceburkan diri ataukah sengaja didorong orang lain belum diketahui. Kami akan menggelar kasus ini,” terang AKP Sunarto,

EDY SUPRIYONO/RaBa

SERIUS: Sejumlah santri Pesantren Wali Songo menyimak materi penyuluhan hukum siang kemarin (17/12).

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 4

NO. 1 2 3 4

Andi Mulyo

Andriani

Irwan Setiawan

Mentik Rohimah

NAMA

HASIL (%)

Dadang Wigiarto Arvy Rizaldy Guntur Priambodo Muslimin Fasyah

Arvy Rizaldy, SE

Muh Hidayat

20,39 9,84 9,66 9,26

NO. 5 6 7 8

NAMA

HASIL (%)

Toni Hartono Ficky Septa Linda Muhammad Hidayat Hadi Wijono

9,05 9,03 8,61 7,48

NO. 9 10 11 12

NAMA Umi Kulsum Wendriawanto Sri Utami Faktuningsih Teguh Sumarno

Ira Damayanti

Muslimin Fasyah

Sri Utami Faktuningsih

Teguh Sumarno

Toni Hartono

Umi Kulsum

Wiwik Eko Lestari

Wendriawanto

• Grand Panji •

• Bwi Sehat •

• STNK •

Jrwt Flek Kutil Vaginal Ozone Facial Mrh BWI SEHAT Jm 14.00-17.00 H:Finda 082337342698

17 18 19 20

NAMA Wiwik Eko Lestari Andi Mulyo Danny Farda M I Made Cahyana

HASIL (%) 0,15 0,10 0,07 0,03

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Perum Sobo Asri •

• Toyota Rush ‘08 •

• Nissan •

• Toyota Avanza ‘04 •

Djl Perum Sobo Asri 2 Blok D10 Bwi LT 168 LB 45 Posisi Dpn H: 081235323199

Djl Toyota Rush 2008 type S Manual,160 jt tnp prantara, pajak bln 8, H: 08122721575

Hub: 082142194111, 081335897888

Promo Nissan Akhir Tahun,DP Grand Livina 34 Juta&March 21 Juta,Diskon Besar untuk Semua Produk Nissan Hub Adzam 081232246632&087806542223

Dijual Toyota Avanza 1.3 F60 IRM-GMMEJ tahun 2004 hijau mtl hrg 110 juta nego barang istimewa. Bisa cash/kredit hub (0333) 631526-63176,0811351148

• Daihatsu Terios ‘11 •

• Daihatsu Xenia ‘11 •

• Honda Stream ‘02 •

• Isuzu Panther ‘07 •

Dijual Daihatsu Terios F700 RG TS Tahun 2011 hitam mtl hrg 145,5 juta nego barang istimewa. Bisa cash/kredit hub (0333) 631526-63176,0811351148

Dijual Daihatsu Xenia ALL New GMDFJ 4x2 MT tahun 2011 silver mtl hrg 125 juta nego barang istimewa. Bisa cash/kredit hub (0333) 631526-63176,0811351148

Dijual Honda Stream S7A 1.7 AT tahun 2002 hitam hrg 135 juta nego, barang istimewa. Bisa cash/kredit hub (0333) 631526-63176,0811351148

Dijual Isuzu Panther TBR 54F Turbo LM tahun 2007 hitam hrg 132,5 juta nego barang istimewa. Bisa cash/kredit hub (0333) 631526-63176,0811351148

• Jual Rumah Kos • Djl Rmh Kost&Isi LT/LB:178,9 kmr terisi 8.Hrg 325 Jt Ng Hub 082231281892

Ibu2 Mau Bisnis Tanpa Resiko Rugi? H: 085238015470 (Dunia Tas/No SMS)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

4,81 3,01 1,81 0,90

NO.

SITUBONDO

• Dunia Tas •

NewLaunching,T100danT54,unittrbatas,Lok Strtgis, CCTV, Atap Galvalum, Genteng Beton, Drainase, Jln 8 m, One Gate System, Security, HrgPromo,H:085236828956,085234074222.

ANDA INGIN PASANG IKLAN? HUBUNGI: 0333-412224

Hlg STNK P 6480 XC+SIM C, an. Okky Christian Adiputra, Jl Mahakam II 03/03 Mojopanggung

• STNK •

Mentik Rohimah Irwan Setiawan Andriani Ira Damayanti

I Made Cahyana

• Paket Liburan •

Hlg KTP, SIM A, C, ATM BCA, Mandiri, BRI, Hendro Tedjokoesoemo, Argopuro 03/06 Stbndo yg mngmbalikan diberikan imbln pantas

HASIL (%)

Hadi Wijono

Kursus Bhs Ingg intensif. Conversation, TOEFL/TOEIC& uji kompetensi,msk stp hr, srtifkt nasional/interns, cpt bisa, hub. Wichita Internasional.Jl. J.A Suprapto 39B-7 Bwi , HP. 085232768999, PINBB 2939D6E2

SITUBONDO

13 14 15 16

NAMA

Guntur Priambodo

• Pulau Santen •

Hlg STNK P 5922 XD, an. Saiful Muniri, Joyosari RT05/01 Olehsari, Kec Glagah

7,36 7,04 6,35 5,43

NO.

Ficky Septa Linda

Djl tanah sawah luas 10.715, cocok utk homestay, PP, wisata pulau santen, dll. Hrg Rp.200 ribu/meter. Hub: 0811354614

Hlg STNK P 4462 VN, an. Margiati, Petahunan RT 02/01 Jajag,Gambiran

HASIL (%)

Danny Farda M

SITUBONDO

HlgSTNKP5097VH,an.HariyantoBudiSantoso, Prm Kalirejo Permai M5 02/03 Kalirejo Kabat

kejadian kemarin, upaya pencarian terhadap jasad Mega Iryanti terus dilakukan Tim SAR gabungan, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Situbondo dan SAR Basarnas Jember. “Kami masih terus mencari jasad korban,” terang Letkol Inf. Sugeng Riyadi selaku ketua Tim SAR. Pria yang menjabat sebagai Dandim 0823 Situbondo itu menambahkan, penyisiran jasad Mega Iryanti akan terus dilakukan sampai pantai Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. “Penyisiran dilakukan di lokasi kejadian, sepanjang Sungai Sampeyan Baru, hingga sekitar pantai Desa Kilensari,” terangnya. Sayang, hingga kemarin tidak ada tanda-tanda ditemukannya jasad Mega Iryanti. (rri/c1/als)

Dadang Wigiarto

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Kasatreskrim Polres Situbondo. Menurut Sunarto, ada seorang saksi yang melihat Mega Iryanti bersama pacarnya, Rendi, 20, sedang duduk-duduk di bibir sungai dengan jarak sekitar 14 meter dari Nurhasanah. “Yang melihat mereka berdua hanya satu saksi, Nurhasanah, 27,” imbuhnya. Mengetahui di sekitar sungai ada dua pemuda yang asyik berpacaran, Nurhasanah langsung balik kanan. “Rencananya saya mau lihat air sungai yang agak besar, tapi karena ada anak muda yang pacaran, saya tidak jadi. Saat itu saya dengan anak saya yang berusia 2 tahun,” kata Nurhasanah memberikan keterangan kepada penyidik Satreskrim Polres Situbondo. Pantauan koran ini, selain petugas melakukan olah TKP di lokasi

ROGOJAMPI - Keinginan masyarakat memiliki rumah idaman dan murah tampaknya bakal semakin sulit terwujud. Harga Rumah Sejahtera Tapak (RST) tipe 36 diprediksi bakal mengalami penyesuaian harga mulai awal tahun depan. Harga rumah diprediksi mengalami kenaikan 25 hingga 30 persen. Kenaikan harga rumah tersebut tentu bukan tanpa sebab. Beberapa faktor yang dianggap menjadi penyebab pun mengemuka. Yang paling pokok adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu. Kenaikan harga BBM memicu kenaikan harga bahan baku perumahan, seperti bahan bangunan dan upah buruh. Rencana penyesuaian harga RST itu diungkapkan salah seorang developer asal Rogojampi, Rindar Suhardiansyah, kemarin. Dia menuturkan, kenaikan BBM juga berimbas ke beberapa komoditas lain. upah minimum kabupaten juga ikut naik. Hal itu menjadi pemicu harga rumah tipe 36 harus disesuaikan. Rencananya, kenaikan harga rumah seluas 84 meter persegi itu berkisar 25 hingga 30 persen. Sebelumnya, harga rumah tipe 36 sekitar Rp 77 juta per unit. Nanti harganya bisa mencapai Rp 100 juta per unit. “Ada tiga zona secara nasional. Itu yang rencananya akan diterapkan,” beber Rindar. Kenaikan harga rumah tersebut memang membuat developer cenat-cenut. Kenaikan harga tersebut dipastikan akan berimbas pada margin keuntungan mereka. Ditambah lagi dengan naiknya suku bunga perbankan di kisaran 7,5 persen, membuat pengembang seperti makan buah simalakama. Rindar mengungkapkan, saat ini secara nasional ada 21,7 juta orang Indonesia belum memiliki rumah. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah setiap tahun seiring pertumbuhan penduduk. Diperkirakan, sampai saat ini angka penyediaan perumahan di Jatim kurang 600.000 unit lebih. (nic/c1/aif)

Jual Grand Livina ‘12 XV 1.5 abuabu metalik Rp 162 Jt nego Phanter LV ‘03 Silver Rp 121 juta nego Cash & Kredit, Tukar Tambah

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke


38

Rabu 18 Desember 2013


BERITA UTAMA

Rabu 18 Desember 2013

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Minta Transfer Dana dari 18 Kasek n PENYEDIA... Sambungan dari Hal 29

Kasus tersebut pernah mencuat pada 2009 setelah ada LSM dan para kepala sekolah (kasek) SD yang menjadi korban melapor ke polres. “Dilaporkan ke polisi pada 2009, dan selama ini tersangka

tidak ditahan,” katanya. Pengadaan barang berupa buku dan alat peraga mul time dia dengan anggaran Rp 5,2 miliar dari DAK 2007, jelas dia, diperuntukkan 52 sekolah dasar di Kabupaten Banyuwangi. Dalam pengadaan itu, pelaksana yang ditunjuk

me ngadakan barang adalah PT. Pustaka Sarana Media. “Tersangka dari PT Bumi Asri yang mengerjakan,” ujarnya. Dari anggaran sebesar Rp 5,2 miliar dari DAK 2007 itu, je las Agung, setiap sekolah mendapat bantuan sama. Nilai pengadaan barang dan alat pe-

raga multimedia itu Rp 100 juta setiap sekolah. “Anggaran Rp 5,2 miliar itu yang dikerjakan oleh tersangka,” sebutnya. Kasipidsus Paulus Agung menyebut, untuk me laksanakan proyek tersebut, Taufiqul mendapat surat tugas yang diterbitkan Muhamad Faisol.

Kerugian Materi Rp 100 Juta Lebih n GUDANG... Sambungan dari Hal 29

Guna mengantisipasi kebakaran meluas, warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Jawa Pos Ra dar Banyuwangi di lokasi kejadian, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30. Tidak jelas dari mana api berasal. Yang jelas, kobaran api membumbung hingga ketinggian 15 meter di atas permukaan tanah. Sekitar 30 menit berselang, satu per satu mobil pemadam ke bakaran (damkar) tiba di lokasi kejadian. Total tiga unit mo bil damkar diterjunkan untuk menjinakkan kobaran

api. Setelah bekerja keras memadamkan api selama kuranglebih 30 menit, api berhasil dijinakkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah barang peralatan hajatan warga, seperti dua unit salon jaringan sound system, kur si plastik, meja, dan tiga unit genset ludes terbakar. Kerugian material yang diderita Hawandi ditaksir mencapai Rp 100 juta lebih. Turkan, 35, salah satu warga yang ikut membantu memadamkan api mengatakan, dirinya tidak tahu dari mana api berasal. Menurut dia, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 14.30 kemarin. “Tahu-tahu api sudah membumbung sekitar 15 meter. Saya dan beberapa war-

ga sekitar langsung berusaha memadamkan api dengan memanfaatkan saluran PDAM dan timba,” ujarnya. Sementara itu, Hawandi mengatakan, api pertama kali diketahui dari bagian belakang gudang, tepatnya di sebelah kamar mandi. Dia mengaku tidak tahu pemicu kobaran api tersebut. Sebab, kata dia, saat kejadian kondisi kompor dan seluruh lampu dalam keadaan mati. Begitu pun dengan mesin genset, imbuhnya. Saat kejadian, tidak ada satu pun mesin genset yang beroperasi. “Bahkan, saat itu gudang dalam keadaan kosong. Tidak ada orang di dalam gudang. Makanya saya bingung api dari mana?” jlentrehnya. Hawandi yang tampak tegar

meng hadapi kenyataan itu mengatakan, akibat kebakaran tersebut, dirinya menanggung kerugian materi mencapai Rp 100 juta lebih. Sebab, beberapa pe ralatan sound system, 200 unit kursi plastik, 20 meja, 3 unit genset, dan sepuluh lembar terpal, terbakar. Sekadar tahu, gudang tersebut berjarak sekitar 20 meter sebelah timur rumah Hawandi. Gudang yang berlokasi tepat di tepi Jalan Denpasar, Kelurahan Kalipuro, itu diapit dua ru mah penduduk. Bahkan, dapur rumah yang berlokasi di sebelah timur gudang itu ber impitan dengan tembok gudang. Beruntung, sebelum menjalar, api sudah berhasil dipadamkan. (sgt/c1/bay)

Miras Jadi Pemicu Tindak Pidana n GILAS... Sambungan dari Hal 29

Selanjutnya, ribuan botol mi ras itu dimusnahkan dengan cara digilas. “Miras ini hasil Operasi Pekat Semeru selama 2013,” terang Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf. Seluruh miras yang dimusnahkan itu, jelas Yusuf, hasil kerja anggota Polres Banyuwangi dan seluruh polsek. Para pelaku peredaran miras juga sudah mendapat penetapan hukum dari Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. “Operasi miras akan terus kita lakukan,” kata kapolres. Kapolres Yusuf menyebut,

miras yang dimusnahkan itu jumlahnya 5.345 botol dengan merek Anggur, Topi Miring (TM), Vodka, New Port, Mansion, Asoka, Jenever, Iceland, Drum, Anggur, dan Arak. “Yang kita musnahkan ini juga 75 jeriken berisi arak,” ungkapnya. Dari sejumlah jenis miras itu, yang paling banyak disita adalah Arak sejumlah 3820 botol, Anggur 1.053 botol, TM sebanyak 138 botol, Asoka dan Iceland masing-masing 108 botol. “Miras jenis arak, selain jeriken juga ada yang kemasan botol,” jelasnya. Operasi miras yang dilakukan tersebut, jelas dia, bertujuan me nekan peredaran miras di Kabupaten Banyuwangi.

Selain itu, juga bertujuan menanggulangi tindakan kriminal. “Mari kita bersatu memberantas peredaran miras dan narkoba. Ini demi menciptakan Banyuwangi yang aman dan kondusif,” cetusnya. Menurut kapolres, tindakan pidana di Kabupaten Banyuwangi, seperti pencurian, pemer kosaan, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sebagian besar pelakunya minum miras sebelum beraksi. “Pelaku kejahatan banyak yang pesta miras sebelum beraksi,” sebutnya. Pemusnahan miras tersebut dihadiri anggota lengkap Forpimda Banyuwangi. Selain Ka-

polres AKBP Yusuf, juga hadir Dandim 0825 Letkol Muslimin Fahsyah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) I Made Parma, dan Ketua DPRD Hermanto. Bupati Banyuwangi Abdullah Az war Anas diwakili Asisten Sekkab Bidang Pemerintahan, Choirul Ustadi. Selain itu, juga hadir Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Siyoto SH, Palaksa Lanal Mayor Agus Sariyanto, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi H. M. Yamin. Juga ha dir perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), DPD LDII, dan PD Muhammadiyah Banyuwangi. (abi/c1/bay)

Periksa Tiket dan Identitas n TIKET... Sambungan dari Hal 29

“Okupansi KA Sritanjung jadwal keberangkatan tersebut telah mencapai seratus persen,” ujarnya kemarin. Fenomena nyaris serupa juga terjadi pada pemesanan tiket KA Tawang Alun. Khusus jadwal keberangkatan 22 Desember, pemesanan tiket KA jurusan Ba nyuwangi-Malang telah mencapai 95 persen kemarin. Tiket KA Tawang Alun untuk jadwal pemberangkatan hari

lain selama masa angkutan Na tal 2013 dan Tahun Baru 2014 berkisar 50 persen hingga 70 persen. Pemesanan tiket KA Mutiara Timur siang dan KA Mutiara malam jurusan BanyuwangiSurabaya hingga kemarin telah men capai 50 persen hingga 80 persen. “Okupansi maksimum setiap kereta ditetapkan seratus persen untuk semua kelas. Pada saat kapasitas angkut su dah terpenuhi, PT. KAI tidak menge luarkan tiket tambahan

untuk KA tersebut,” cetus Suprapto. Sementara itu, demi menjaga ketertiban di stasiun selama masa angkutan Natal 2013 dan Tahun Baru 2014, im buh Suprapto, pihak yang diperbolehkan masuk ke peron stasiun hanya mereka yang mengantongi tiket resmi. Nama yang tercantum dalam tiket harus sesuai nama di kartu identitas resmi pe num pang. “Penumpang di per bolehkan masuk ke area stasiun (boarding) satu jam sebelum keberangkatan kereta,” imbuhnya.

Lebih jauh dikatakan, petu gas porter akan mengecek kesesuaian nama di tiket dan kar tu identitas penumpang. Se lanjutnya, pengecekan dilanjutkan petugas yang bertugas di atas kereta. “Selain penumpang bertiket resmi, yang diperbolehkan masuk ke area peron stasiun, antara lain pegawai PT. KAI dan petugas lain yang berkepentingan dengan PT. KAI dengan bukti surat tugas atau surat undangan atau surat tamu,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Demi memuluskan pekerjaannya, dia membuat perjanjian di depan PPAT Syaiful Rahman, SH pada 8 September 2007. “Muhamad Faisol menghilang dan sekarang masuk DPO (daftar pencarian orang),” terangnya. Ditanya terkait dugaan penyimpangan, Kasipidsus Kejari menyebut, PT. Bumi Asri yang melaksanakan pengadaan barang berupa buku dan alat peraga multimedia itu ter-

nyata bergerak dalam bidang developer dan kontraktor. “PT. Bumi Asri tidak bergerak pada pengadaan barang, tapi dibidang kontraktor,” sebutnya. Dalam pengadaan barang tersebut, jelas dia, tersangka diduga tidak melaksanakan secara kese luruhan. Dari 52 sekolah yang menjadi kewajibannya, ter nyata pengadaan barang hanya dilaksanakan 65 persen. “Pengadaan barang berupa

buku dan alat peraga tidak dilakukan 100 persen, tapi hanya 65 persen,” ungkapnya. Bukan hanya itu, sedikitnya 18 kepala sekolah SD yang men dapat bantuan berupa pe ngadaan barang itu, oleh tersangka diminta mentranfer uang ke rekening pribadinya sebesar Rp 100 juta. “Kerugian negara akibat perbuatan tersangka sebesar Rp 1,7 miliar,” sebutnya. (abi/c1/bay)

Dicetak Awal Tahun 2014 n SURAT... Sambungan dari Hal 29

Sementara itu, jumlah calon anggota legislatif (caleg) yang terpampang di lima spesimen surat suara tersebut mencapai 524 orang. Rinciannya, 333 caleg laki-laki dan 191 caleg perempuan. Komisioner Divisi Teknis KPU Banyuwangi, Suherman mengatakan, spesimen surat suara yang disosialisasikan di hadapan pimpinan parpol kemarin sesuai surat suara yang akan digunakan pada coblosan Pileg 9 April 2014 mendatang. Contohnya, ukuran spesimen disesuaikan surat suara asli, yakni 42 centimeter (cm) kali 52 cm. Menurut Suherman, pada surat suara Pileg 2014 hanya terdapat nomor urut dan gambar par tai serta nomor urut dan nama caleg. Jadi, pada surat suara yang digunakan dalam proses memilih anggota dewan itu tidak terdapat foto caleg. Format surat suara Pileg 2014

berbentuk vertikal. Baris paling atas diisi parpol nomor urut 1 sampai 4 beserta masingmasing caleg sesuai dapil, baris kedua ditempati parpol nomor urut 5 sampai 8, dan baris ketiga ditempati parpol nomor urut 9, 10, 14, dan 15. Sebab, nomor urut 11, 12, dan 13 ditempati parpol lokal Aceh. Kabar baiknya, calon pemilih tetap bisa mengamati foto caleg di setiap dapil. Sebab, di setiap TPS akan dipampang kertas ukuran plano yang memuat nomor urut dan gambar parpol, serta nomor urut, foto, dan nama setiap caleg sesuai de ngan Daftar Caleg Tetap (DCT) yang telah ditetapkan KPU Banyuwangi pada 24 September lalu. Masih kata Suherman, sosialisasi spesimen surat su ara kemarin digelar untuk memberikan ruang kepada pimpinan parpol agar secepatnya menyampaikan contoh surat suara itu kepada caleg. “Dengan harapan, informasi mengenai

surat suara itu dapat diteruskan kepada pemilih agar mereka memperoleh kepastian bentuk surat suara yang digunakan pada Pileg 2014. Sebab, sel a ma i n i b a n ya k w a c a na yang berkembang mengenai bentuk surat suara Pileg 2014,” paparnya. Lebih jauh dikatakan, berdasar informasi yang dia peroleh dari Biro Logistik KPU RI, percetakan surat suara akan dilakukan mulai awal 2014 mendatang. “Insya Allah awal Januari proses percetakan surat suara dimulai,” cetusnya. Karena itu, imbuh Suherman, KPU tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia serentak mengumpulkan pimpinan parpol untuk sosialisasi spesimen surat suara kemarin. “Dalam pekan ini juga hasil sosialisasi harus dilaporkan kepada KPU provinsi. Selanjutnya, KPU RI akan mengambil contoh surat suara tersebut untuk dicetak guna keperluan proses pemungutan suara,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Tunjangan Beras Naik n BELANJA... Dalam pembacaan nota keuangan APBD 2014 yang digelar pada Senin (16/12) lalu Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, m e n ya m p a i k a n k e na i k a n belanja pegawai di pos belanja tidak langsung karena memperhitungkan kenaikan gaji pokok sebesar enam persen. “Demikian juga dengan kenaikan tunjangan beras sesuai pe raturan Direktur Jenderal Per bendaharaan nomor Per 33/PB/2013. Masih terdapat kekurangan tunjangan beras pada akhir tahun anggaran 2013,” jelas Bupati Dadang yang disampaikan di depan para anggota DPRD dan pejabat SKPD di lingkungan Pemkab Situbondo. Kenaikan anggaran belanja kepegawaian juga mem perhitungkan asuransi kesehatan sebesar Rp 3 persen dari gaji pokok dan tunjangan keluarga PNS yang terhitung sejak 1 Januari 2014 serta pemberian gaji ke-13.

“Selain itu juga untuk kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, tunjangan keluarga, dan mutasi pegawai dengan memperhitungkan accres 2,5 persen dari jumlah belanja pegawai de ngan memperhitungkan accres,” paparnya. Belanja pegawai di pos belanja langsung yang digunakan menganggarkan honorarium atau upah dan uang lembur, Bu pati Dadang menegaskan akan memperhatikan asas kepatutan, kewajaran, dan rasionalitas dalam pencapaian sasaran program dan kegiatan sesuai kebutuhan dan waktu pelaksanaan kegiatan. Anggaran untuk belanja hibah dan bantuan sosial justru mengalami penurunan cukup signifikan. Padahal, 2014 adalah tahun politik bagi bupati dan wakil bupati. Belanja hibah turun sebesar Rp 34,10 persen atau Rp 3.725.440.000. Pada 2013 anggaran dana hibah Rp 38.559.524.400, sedangkan di 2014 turun menjadi Rp 25.441.925.000.

Belanja bantuan sosial pada 2013 dianggarkan 9.048.900.000. Pada 2014 turun menjadi 5.323.460.000. mengalami penurunan sekitar 41,17 persen atau setara dengan Rp 3.725.440.000. Demikian juga anggaran belanja pegawai d i p o s b e l a n ja l a n g s u n g yang digunakan membayar h o n o r d a n u a n g l e m b u r. Pada 2013 teranggarkan Rp 51.008.536.240. Pada 2014 turun men jadi Rp 49.124.556.590. Berarti mengalami penurunan sekitar 3,69 persen atau setara dengan Rp 1,883.979.650. Dalam pembacaan nota keuangan di sidang paripurna itu, Bupati Dadang Wigiarto juga menyampaikanpermasalahanumum belanja daerah. Di se butkan, pada rancangan APBD 2014 pendapatan daerah diperkirakan Rp 1.222.382.487.066,50. Angka tersebut dari kebutuhan belanja daerah yang diperkirakan mencapai Rp 1.281.247.736.501,17. Sehingga, ada defisit sebesar hampir 59 miliar. (pri/c1/als)

BANYUWANGI - Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) merupakan kejahatan peradaban yang paling berbahaya. Karena itu, demi mencegah terjadinya pelanggaran HAM, diperlukan ke bijakan pemerintah yang mengadopsi isu HAM tersebut. Setiap kebijakan pemerintah, ter masuk peraturan daerah (perda), harus mampu menjembatani berbagai kepentingan, baik kepentingan individu maupun kepentingan ko munal (umum) dan tidak diskriminatif. Nah, untuk mewujudkan kebijakan yang pro per lindungan HAM tersebut di Banyuwangi telah terbentuk panitia Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM). Bahkan, tepat pada peringatan Hari HAM Sedunia yang jatuh pada 10 Desember lalu, panitia dan sekretariat RANHAM Banyuwangi meng gelar sarasehan bertajuk “Meningkatkan Kapasitas Panitia dan Sekretariat RANHAM dengan Dukungan Kepala Badan/ Dinas dan Camat Se-Banyuwangi dalam Menangani HAM di Banyuwangi”. Ketua Pusat Studi Hak Asasi

Manusia (PUSHAM) Uni versitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, DR. Didik Suha riyanto, SH. MH di daulat menjadi narasumber seminar yang digelar di kampus “merah putih” tersebut. Sarasehan kali ini diikuti segenap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Camat se-Banyuwangi. Wa kil Bupati (Wabup) Yusuf Widyatmoko hadir pula dalam sarasehan tersebut. Melalui momentum Hari HAM Sedunia, Didik memberikan penekanan kepada seluruh SKPD dan camat agar m e ningkatkan kepedulian dan perlindungan terhadap HAM. “Karena pelanggaran HAM merupakan kejahatan peradaban yang paling berbahaya,” ujarnya. Didik menambahkan, kebijakan pemerintah, termasuk perda, harus mengadopsi isu HAM. Sebab, dari waktu ke waktu perkembangan masya rakat semakin cepat sehing ga perlu proteksi atas perlindungan HAM tersebut. “Ti dak boleh ada kebijakan yang diskriminatif. Kebijakan pemerintah dan perda harus menjembatani berbagai ke-

pentingan, baik kepentingan individu maupun kepentingan komunal masyarakat,” tegasnya. Lebih dari itu, Didik mengatakan panitia RANHAM Banyuwangi tidak hanya melibatkan SKPD dan camat melainkan harus diteruskan hingga tingkat desa dan kelurahan. Itu perlu dilakukan lantaran se luruh lapisan masyarakat sampai level terbawah rentan terhadap pelanggaran HAM. Masih kata Didik, contoh nyata belum maksimalnya per lindungan HAM di Bumi Blambangan adalah masih ada masyarakat yang depresi hingga m e mu t u s k a n m e n ga k h i r i hidup dengan cara gantung diri. Bukan itu saja, ada pula sebagian anggota masyarakat yang depresi karena hak-hak da sarnya belum terpenuhi me milih jalan menjual diri (baca menjadi pekerja seks komersial/PSK). “Menjual diri me rupakan bentuk bunuh diri secara psikis. Tidak sedikit me reka terjerumus menjadi PSK akibat depresi lantaran ha k- ha k d a s a r n ya b e l u m terpenuhi. Itu merupakan bentuk pelanggaran HAM,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Sambungan dari Hal 40

Tinggal Satu Perumahan dengan Korban Banyuwangi Bentuk Panitia RANHAM

n DUA...

Sambungan dari Hal 29

Menurut Bambang, kedua tersangka ditangkap anggota Buru Sergap (Buser) Polres setelah korban berinisial RT, 15, melaporkan kekerasan dan perusakan mobil sedan miliknya. “Korban ini tinggal satu

perumahan dengan kedua pelaku,” ungkapnya. Sayang, Kasubag Humas Bambang menolak mengungkap hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap kedua tersangka. Yang jelas, keduanya masih menjalani pemeriksaan dan diamankan di ruang tahanan Mapolres Banyuwangi.

“Kedua tersangka masih kita amankan di polres,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan kekerasan dan perusakan mobil terjadi sekitar pukul 02.00 pada Senin (16/12) lalu. Saat melihat balapan liar, korban yang mengendarai mobil sedan bernopol DK 147 DH dihadang para pelaku. “Pelaku

ini penonton dalam balapan liar tersebut,” jelasnya. Dalam laporannya, jelas dia, pelaku mengaku dikeroyok para pelaku hingga mengalami luka. Selain itu, mobil yang dikendarai juga dirusak dan kaca depan dipecah. “Korban dikeroyok para tersangka dan mobilnya dirusak,” sebutnya. (abi/c1/bay)

Investor Butuh Rekom Dua Bupati dan Gubernur n TAHUN... Sambungan dari Hal 29

Dalam paparan itu, David memaparkan secara detail rencana pembangunan resort itu. David Makes merupakan investor yang selama ini mengembangkan kawasan wisata di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) yang terkenal dengan resort Menjangan Jungle dan Beach Resort (MJBR). David mengembangkan sebagian kecil lahan di Taman Nasional Bali Barat sebagai resort yang sangat ramah lingkungan. Setelah paparan, Bupati Anas langsung deal dengan David agar membangun resort di kaki Gunung Ijen. Dalam kesepakatan itu, pembangunan resort akan ground breaking Januari 2014 mendatang. “Kehadiran resort ini akan meneguhkan Ijen sebagai destinasi wisata unggulan, kebanggaan nasional, dan internasional,” ujar Bupati Anas Kesepakatan lain, resort itu akan dibangun dengan prinsip lingkungan yang ketat. Aspek sosial-budaya akan mendapat perhatian serius, sehingga resort itu akan menjadi representasi kekayaan budaya Banyuwangi yang berpadu dengan keindahan alam. David Makes selama ini dikenal sebagai investor dan ahli pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). David menghabiskan waktunya untuk mengembangkan pari-

wisata berbasis alam di kawasan konservasi. Dalam paparannya, David Makes mengatakan, Banyuwangi merupakan kabupaten yang unik dan potensial dibandingkan kabupaten lain. Di Banyuwangi ada beberapa Taman Nasional (TN), seperti TN Meru Betiri, TN Alas Purwo, dan Gunung Ijen. Tidak banyak kabupaten yang memiliki kawasan seperti itu. Karena itu, saya bersama Bupati Anas sekitar dua tahun lalu berupaya Banyuwangi harus dikenal. Sebagai daerah yang punya potensi alam yang luar biasa, wisata Ijen harus dibangun secara serius. “Kami ingin mengenalkan Banyuwangi dengan Gunung Ijen sebagai tujuan pariwisata nature based tourism yang iconic, bukan pariwisata yang biasa-biasa saja,” kata David. David bertekad menjadikan Ijen sebagai kebanggaan nasional dan internasional. “Kebetulan saya memiliki usaha yang berpuluh-puluh tahun bergerak di kegiatan pariwisata di kawasan konservasi, bisa di taman nasional dan cagar alam,” katanya. Dalam membangun Ijen, kata David, konsepnya membangun dengan merangkul masyarakat yang ada, memberdayakan, dan menciptakan hal baru, sehingga bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Terkait resort Ijen, David mengaku memiliki fondasi yang kuat. “Kita akan bangun resort Ijen selama 1,5

tahun lebih. Rohnya sama dengan Bali Barat, tapi beda konsep fisik,” ujarnya. David mengatakan, vision conceptual pembangunan resort Ijen sudah jadi. “Tinggal bikin badannya. Kita akan mengundang arsitek, ahli planologi (tata wilayah), konservasi, forester ahli kehutanan, dan geologi untuk merumuskannya,” jelasnya. Agar hasilnya sempurna, tidak bisa berpikir semalam lalu besok dikerjakan. Harus dengan perencanaan yang baik. Persiapan pembangunan resort tersebut sudah 70 persen. Izin dari Kementerian Kehutanan sudah dikantonginya meski sempat berliku. “Karena Ijen ada di dua kabupaten. Jadi, saya harus mendapat rekomendasi Bupati Banyuwangi, Bupati Bondowoso, dan Gubernur Jatim sebelum mengajukan izin ke Kemenhut,” kata David. David menyatakan, resort tersebut akan dibangun di kawasan Pos Paltuding yang tepat berada di kaki Gunung Ijen. Pos Paltuding adalah gerbang pendakian ke Gunung Ijen. Sejumlah pakar dilibatkan dalam pembangunan resort tersebut, termasuk pakar yang memahami karakteristik alam pegunungan. “Kami lakukan persiapan matang. Aspek lingkungan dan sosial menjadi perhatian utama. Resort ini akan menyatu dengan alam dan berharmoni dengan Ijen,” katanya. (c1/bay)


40

Rabu 18 Desember 2013

Belanja Pegawai Naik, Hibah dan Bansos Turun SITUBONDO - Anggaran belanja daerah pada APBD 2014 Pemkab Situbondo mengalami kenaikan sebesar Rp 4,80 persen atau Rp 58.677.840.287,65. Pada 2013, total belanja daerah sebesar Rp 1.222.569.896.213,52. Pada 2014 dianggarkan Rp 1.281.247.736.501,17. Semua pos belanja hampir mengalami kenaikan, kecuali belanja hibah, bantuan sosial, dan belanja pegawai di

pos belanja langsung. Belanja pegawai masih menjadi kegiatan yang paling banyak menyedot anggaran di APBD Pemkab Situbondo 2014. Jumlahnya pun terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total belanja daerah pada 2014 yang mencapai Rp 1.281.247.736.501,12, belanja untuk pegawai di pos belanja langsung dan tidak langsung mencapai Rp 683.927.528.054.

Rinciannya, anggaran untuk b e l a n ja p e g aw a i d i p o s b e l a n ja tidak langsung mencapai Rp 634.802.971.464,82. Angka itu lebih besar 5,16 persen dibandingkan tahun 2013 yang dianggarkan Rp 603.653.871.105,67. Ada penambahan anggaran sekitar Rp 31.149.100.359,15 untuk kepentingan penganggaran gaji dan tunjangan para PNS tersebut.

Belanja pegawai di pos belanja langsung mengalami penurunan sekitar 3,69 persen dibandingkan 2013. Pemkab Situbondo mengurangi Rp 1.883.979.650 untuk kepentingan penganggaran honorarium atau upah dan uang lembur PNS itu. Tahun 2013, belanja pegawai di pos belanja langsung teranggarkan 51.008.536.240.00 n  Baca Belanja...Hal 39

Radar Banyuwangi | 18 Desember 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi, Radar Genteng, Radar Situbondo

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you