Issuu on Google+

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

SELASA 17 JUNI TAHUN 2014

Eceran Rp 5.750 HALAMAN 33

Sangat Kecil Kemungkinan Akibat Korsleting BANYUWANGI - Penyebab kebakaran Klenteng Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hoo Tong Bio, Banyuwangi, mulai ada titik terang. Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah (Labfor Polda) Jawa Timur yang dipimpin AKBP Sudi Haryono sudah memeriksa lokasi kejadian kemarin (16/6). Sementara tim Labfor menyimpulkan, kecil kemungkinan kebakaran itu disebabkan korsleting listrik. Itu berdasar hasil pemeriksaan bahwa kondisi listrik di bangunan berusia 230 tahun itu dalam keadaan baik. Selain memeriksa jaringan listrik di Klenteng Hoo Tong Bio kemarin, Tim Labfor Polda Jawa Timur juga memeriksa beberapa ruangan, di antaranya dapur, gudang, kamar penjaga klenteng, dan ruang upacara. Fokus pemeriksaan tim labfor adalah menyelidiki tingkat kerusakan kebakaran dan pola perambatan api yang menghanguskan bangunan tersebut. Polisi mengumpulkan sejumlah sampel untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium kepolisian di Surabaya ■  Baca Sangat...Hal 43

SAVE PENYU

GALIH COKRO/RABA

DITELITI: Petugas Labfor Polda Jawa Timur memeriksa puing kebakaran Klenteng Hoo Tong Bio, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, kemarin.

Air Laut Masuk Permukiman Pantai Waru Doyong Penuh Air

TERENDAM: Ombak besar mengakibatkan hamparan pasir sejauh 20 meter dari garis pantai di Pantai Waru Doyong, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, tergenang air kemarin.

KALIPURO - Ombak tinggi yang melanda perairan Selat Bali mengakibatkan air laut meluber ke permukiman di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin (16/6). Salah satu lokasi yang terdampak ombak adalah Dusun Krajan, RT 2/ RW 10, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Satu rumah terendam dan sedikitnya 12 rumah terancam terendam air laut ■  Baca Air...Hal 43

GERDA SUKARNO/RABA

MENETAS: Tukik keluar sarang semi alami di Pantai Boom Minggu malam lalu (15/6).

Mulai Masa Menetas BANYUWANGI - Telur-telur penyu yang dipindahkan ke sarang semi alami Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) di Pantai Boom mulai menetas Minggu malam lalu (15/6). Telur itu menetas setelah 46 hari berada di sarang tersebut. Sejak Minggu malam hingga Senin kemarin (16/6) sebanyak 96 tukik muncul dari pasir. Berdasar data BSTF, telur yang menetas BSTF menjadi tukik tersebut anak penyu yang bertelur di Pantai Boom 27 April lalu. “Dari 127 butir telur penyu jenis lekang itu, yang menetas sekitar 75 persen. Kalau di atas 70 persen yang menetas, itu sudah termasuk tinggi,” jelas Wiyanto Haditanojo, founder BSTF. (c1/bay)

HABIBUL ADNAN/RABA

AKBP Tri Bisono Kapolres Baru Cuaca Ekstrem, Pelabuhan Ketapang Buka-Tutup

BANYUWANGI - Polres Banyuwangi punya pimpinan baru, yakni AKBP Tri Bisono Soemiharso. Mantan Kapolres Jombang itu mengisi posisi yang ditinggalkan AKBP Yusuf yang kini mendapat promosi sebagai Wakil Direktur lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Jawa Timur. Seremoni pisah-sambut pucuk pimpinan Polres Banyuwangi itu diikuti seluruh personel. Upacara di halaman mapolres tersebut berlangsung khidmat. Dalam apel pagi tersebut, AKBP Yusuf dan AKBP Tri Bisono maju ke hadapan seluruh peserta apel. Keduanya memberikan arahan kepada seluruh jajaran. AKBP Yusuf dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan dedikasi seluruh personel Polres Banyuwangi. “Yang positif tingkatkan dan yang kurang tinggalkan,” pesannya. Senada dengan pendahulunya, AKBP Tri Bisono mengaku terkesan dengan Banyuwangi. Dia menilai, gagasan yang lahir di Banyuwangi, yakni Tiga Pilar, telah menjadi pelopor di Jawa Timur ■  Baca AKBP Tri...Hal 43

NIKLAAS ANDRIES/RABA

ESTAFET: AKBP Yusuf (kiri) menyerahkan tongkat komando kepada AKBP Tri Bisono Soemiharso di halaman Polres Banyuwangi kemarin.

SEMENTARA itu, dampak cuaca ekstrem di Selat Bali juga dirasakan operator dan pengguna jasa penyeberangan. Setelah menutup aktivitas pelayaran lintas Jawa-Bali pada Sabtu malam (14/6), otoritas penyeberangan kembali memberlakukan hal yang sama Minggu malam (15/6) hingga dini hari kemarin (16/6). Informasi yang berhasil dikumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, penutupan aktivitas pelayaran kali ini berlangsung mulai Minggu pukul 23.00 hingga 00.30 kemarin. Penutupan aktivitas penyeberangan dipicu gelombang tinggi di

perairan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali tersebut. Manager Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry (IF) Cabang Ketapang, Saharuddin Koto mengatakan, akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Selat Bali, pihaknya memberlakukan sistem buka-tutup penyeberangan. Saat gelombang tinggi, pihaknya langsung menunda pelayaran. Dikatakan, penundaan pelayaran dilakukan demi menjamin keselamatan penumpang. “Seperti yang kami lakukan dua malam terakhir (Sabtu dan Minggu) ■  Baca Cuaca...Hal 43

Mengunjungi Kota-Kota Tim Elite Sepak Bola Eropa (9)

Sempat Dikira Rombongan Pemain Kesebelasan Cordoba Selain Masjid Cordoba di Cordoba, monumen kejayaan Islam di Spanyol juga ada di kota Granada. Namanya Istana Alhambra. Alias Istana Merah.

Yang jelas penyebabnya adalah api

Air laut masuk permukiman

Laporan

CORDOBA dan Granada seperti saudara kembar. Dua kota berjarak ratusan kilometer itu sama-sama masuk dalam kawasan Andalusia. Secara geografis, keduanya sama-sama terletak di perbukitan. Sepanjang jalan yang membelah antara Cordoba dan Granada, yang terekam lensa mata hanyalah hamparan perbukitan dengan dua jenis tanaman: bunga matahari dan bunga zaitun.

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Kecil kemungkinan kebakaran klenteng akibat korsleting

SAMSUDIN ADLAWI

Itu kampungnya ‘’Deni Manusia Ikan’’

Dari Granada, Spanyol

Lanskap kota Cordoba dan Granada nyaris sama. Yang paling mencolok adalah layout kotanya. Baik di Cordoba maupun di Granada antara bahu jalan dengan pedestrian dan taman dibuat sama tinggi. Rata. Ketiga bagian itu hanya dibatasi tanaman ■  Baca Sempat...Hal 43

SAMSUDIN ADLAWI/JAWA POS

MENGAGUMKAN: Wisatawan mengamati seni kaligrafi di dinding dan tiang Istana Alhambra.

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


34

POLITIK & PEMERINTAHAN Syamsul Arifin Pimpin KPU Lagi

Jawa Pos

Selasa 17 Juni 2014

R A D A R

B A N Y U W A N G I

BANYUWANGI - Lima komisioner baru Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi menggelar rapat pleno pertama kemarin (16/6). Dalam rapat pleno tertutup itu, empat anggota komisioner secara aklamasi memilih Syamsul Arifin sebagai ketua KPU periode 2014-2019. Rapat pleno dipimpin komisioner paling senior, Suherman. Sebelum pemilihan dilakukan, Suherman menawarkan dua pilihan dalam menentukan ketua KPU. Tawaran pertama dilakukan musyawarah secara terbuka dan tawaran kedua dilakukan dengan cara pemilihan tertutup. Lima komisioner memilih dilakukan dengan cara musyawarah. Dalam musyawarah itu, empat komisioner memilih Syamsul Arifin sebagai ketua KPU periode 2014-2019. Sebelum menetapkan Syamsul sebagai ketua KPU, Suherman terlebih dahulu menan-

CHIN JULLIEN/RABA

SANTAI: Lima komisioner berbincang santai usai pleno pembentukan struktur baru KPU.

yakan apakah Syamsul bersedia dipilih menjadi ketua KPU baru. “Saya bersedia,” jawab Syamsul Arifin. Setelah Syamsul menyatakan bersedia, rapat pleno langsung mengesahkan Syamsul Arifin sebagai ketua KPU. Jabatan yang diemban Syamsul itu merupakan jabatan periode kedua. Pada periode sebelumnya, Syamsul juga mengemban jabatan yang sama. Selain memilih ketua, rapat

pleno juga menetapkan tugas komisioner. Divisi sosialisasi dipercayakan kepada Jamaludin, divisi keuangan dan logistik dipercayakan Dwi Anggraeni, divisi hukum dan pengawasan dipercayakan Edi Syaiful Anwar, dan divisi teknis penyelenggara dipercayakan Suherman. “Jabatan merupakan amanah. Kami berharap dapat menyelenggarakan pemilu yang lebih baik,” tambahnya. (mg2/c1/afi)

Kirim Lulusan Terbaik SMA ke Beijing SIGIT HARIYADI/RaBa

HINDARI PENYALAHGUNAAN: Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memeriksa kartu identitas penghuni rumah kos di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi, kemarin.

Ciduk Tiga Pasangan Bukan Suami Istri Satpol PP Razia Rumah Kos dan Tempat Hiburan BANYUWANGI - Menjelang bulan Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi intens melakukan razia. Guna menghindari penyalahgunaan, petugas menyasar tempat-tempat kos yang tersebar di seantero Bumi Blambangan kemarin (16/6). Dalam razia itu, petugas gabungan Satpol PP dibagi dalam dua tim. Tim pertama melakukan penyisiran di wilayah Kecamatan Banyuwangi, Giri, Glagah, dan Kalipuro. Satu tim lain melakukan penyisiran di wilayah Kecamatan Rogojampi, Gambiran, dan Genteng. Dalam razia itu, petugas menciduk tiga pasangan bukan suami istri yang

diindikasi berbuat mesum. Satu pasangan diciduk di wilayah Kecamatan Gambiran, dan dua pasangan lain diciduk di wilayah Kecamatan Banyuwangi. Satu perempuan di antara enam orang yang terjaring razia rumah kos kali ini ternyata masih bawah umur. Tidak hanya itu, petugas Satpol PP juga menemukan sembilan penghuni tempat kos yang kedapatan tidak membawa KTP. Kepala Seksi Penyidik dan Penindakan Satpol PP, Ripai mengatakan, razia tersebut digelar untuk menyambut bulan Ramadan. Dikatakan, razia itu juga bertujuan mengantisipasi penyalahgunaan tempat kos sebagai tempat mesum atau prostitusi terselubung. Menurut Ripai, razia digelar di seluruh rumah kos yang tersebar di seantero Banyuwangi. “Jelang Rama-

dan, kita melakukan razia penertiban rumah kos agar tidak digunakan sebagai tempat mesum,” ujarnya. Ripai menambahkan, tiga pasangan mesum yang terjaring razia digiring ke kantor Satpol PP Banyuwangi. Selain didata dan diberi pembinaan, Satpol PP juga memanggil orang tua orangorang yang terjaring razia tersebut. “Orang tuanya kita panggil ke kantor Satpol PP. Mereka kami beri tahu bahwa anaknya terjaring di kamar kos bersama pasangan yang bukan muhrim. Itu agar menimbulkan efek jera,” cetusnya. Razia serupa akan terus dilakukan. Tidak hanya di rumah kos, Satpol PP juga akan menggelar razia di hotel dan tempat hiburan. “Kami juga akan menggelar razia di hotel dan tempat hiburan,” pungkas Ripai. (sgt/c1/afi)

Pemkab Banyuwangi Kerja Sama dengan USTB Tiongkok BANYUWANGI - Sukses menjalin kerja sama dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Bupati Abdullah Azwar Anas terbang ke Beijing untuk menjalin kemitraan dengan University of Science and Technology Beijing (USTB) China. Kerja sama itu dilakukan guna mengembangkan sumber daya manusia (SDM) Bumi Blambangan. Bupati Anas bertemu Presiden University of Science a n d Te c h n o l o g y B e i j i n g (USTB) Prof. Xinxin Zhang yang didampingi Asisten Presiden Dr Ge Wang di Beijing, Tiongkok, Senin kemarin (16/6). “Kerja sama ini sebagai ikhtiar mengakselerasi pembangunan SDM di Banyuwangi. Sebelum ini, Universitas Airlangga sudah buka kampus di Banyuwangi,” jelas Bupati

ISTIMEWA

KERJA SAMA: Bupati Anas berbincang dengan Presiden University of Science and Technology Beijing, Xinxin Zhang, dan Asisten Presiden Ge Wang Senin kemarin.

Anas kemarin. Kerja sama dengan USTB akan dilakukan dalam rangka pengiriman siswa-siswi terbaik dari SMA dan SMK di Banyuwangi untuk belajar ke Beijing. Pembelajaran itu bisa short course, pendidikan sarjana, maupun pascasarjana. ”Guru-guru juga akan diberi wawasan keilmuan global. Ke depan, para pakar dari Beijing akan datang untuk tukar ilmu

dengan guru-guru serta insan pendidikan di Banyuwangi,” cetus Bupati Anas. Untuk pendidikan tinggi, Pemkab Banyuwangi memfasilitasi kerja sama Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) dengan USTB. Bentuk kerja sama tersebut adalah pengembangan kurikulum, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta penelitian terapan n  Baca Kirim...Hal 43

AGENDA KOTA

Hari Kesadaran Nasional HARI ini, Selasa (17/6) Bupati Abdullah Azwar Anas akan menjadi inspektur upacara hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Pemkab Banyuwangi. (*) INFO LINGKUNGAN

Lindungi Laut, Disperiklut Buat Dua Zona Hasil Sarasehan di Pantai Cemara Udang, Pakis, Muncul Ide Wisata Bahari BANYUWANGI—Dinas Perikanan dan Kelautan dan (Disperiklut) Kabupaten Banyuwangi menggelar pembinaan kelompok ekonomi masyarakat pesisir, Jumat (13/6). Kegiatan dengan tema Pengelolaan Pantai Cemara Pakis untuk Konservasi Penyu, digelar di Pantai Cemara, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi. Dalam pertemuan itu hadir Kepala Disperiklut Banyuwangi, Ir Pudjo Hartanto bersama kelompok masyarakat pesisir. Selain itu, hadir Lurah Pakis Joko Handoko, Lurah Kampung Mandar Bambang Puwanto, perwakilan Bappeda, perwakilan Badan Lingkungan Hidup (BLH). Ada pula dari kantor Konservasi Sumber Daya Alam Banyuwangi, Banyuwangi Sea Turtle Foundation, BPJS, Dinas Kesehatan, serta beberapa undangan lainnya. Dalam sambutannya, Kepala Disperiklut, Ir Pudjo Hartanto mengatakan, pertemuan ini didasarkan atas keprihatinan Disperiklut terhadap kondisi kelautan di sepanjang Kabupaten Banyuwangi. Padahal, terang dia, luas perairan di Banyuwangi dapat membantu pengem-

LESEHAN: Kadislperiklut Ir Pudjo Hartanto memberikan sambutan dalam pembinaan kelompok ekonomi masyarakat pesisir pada Jumat (13/6,) di Pantai Cemara, Pakis.

bangan ekonomi, khususnya di bidang perikanan. Dikatakan, sejak tahun 2011 hingga saat ini, produksi tangkap ikan tidak bertambah naik. Padahal Banyuwangi itu identik dengan Muncar, dan Muncar identik dengan ikan. Namun faktanya, jelas dia, kuantitas ikan yang dihasilkan Banyuwangi menurun drastis, khususnya ikan lemuru. “Dulu sebelum tahun 2002, hasil tangkapan ikan di Muncar itu 80 persen adalah ikan lemuru. Namun sekarang hanya menghasilkan tidak kurang dari 20 persen. Yang mengkhawatirkan, saat ini produksi ikan lemuru malah import,” terang Pudjo kemarin.

Oleh sebab itu, Disperiklut akan berupaya mencari solusi agar kondisi kelautan Banyuwangi kembali normal. Salah satunya, jelas dia, membuat peringatan agar tidak menangkap ikan dengan potas maupun bom. Langkah lain, membuat zona. Zona ini terbagi menjadi dua, yaitu zona pemanfaatan dan zona perlindungan. Zona pemanfaatan ini, terang dia, zona dimana nelayan boleh mencari ikan tertentu yang diizinkan. Sedang zona perlindungan wilayah yang tidak boleh dijamah oleh nelayan maupun pemancing. “Kita harapkan dengan adanya zona ini ada Bank Ikan. Konsep Bank ikan yaitu Laut lindung sebagai modal pokok dan

Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis (Koordinator), Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono Wakil Pemimpin Redaksi: Syaifuddin Mahmud Kepala Liputan: Agus Baihaqi Redaktur: Ali Sodiqin, A.F. Ichsan Rasyid Staf Redaksi Banyuwangi: Sigit Hariyadi, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni Redaksi Situbondo: Edy Supriyono (Kabiro), Nur Hariri Redaksi Genteng: Abdul Aziz (Kabiro), Shulhan Hadi Fotografer: Galih Cokro Buwono Editor Bahasa: Minhajul Qowim J

Direktur: Samsudin Adlawi Pemasaran dan Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, W. Nugroho (Genteng), Samsuri (Situbondo) Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah Administrasi Iklan: Fitria Arifiana Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan Event: Benny Siswanto Keuangan: Citra Puji Rahayu

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

laut sekitarnya adalah bunganya, jadi nelayan boleh mengambil bunganya jangan pokoknya,” katanya. Tidak hanya itu, Pantai Cemara yang ada di kawasan Pakis Rowo itu juga sangat pas untuk dijadikan destinasi wisata bahari baru. Sebab, disepanjang Pantai Cemara yang mencapai 2 kilometer itu sering menjadi tempat persinggahan penyu untuk bertelur. “Ada peningkatan sarang Penyu di wilayah Pantai Cemara, dari empat sarang permusiman, pada tahun ini terdapat 21 sarang peneluran penyu,” ungkapnya. Pernyataan Kepala Disperiklut itu diamini oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pantai Rejo, Muhyi. Menurut dia, Pantai Cemara sangat cocok dijadikan destinasi wisata bahari. Sebab pohon cemara udang yang dirintis sejak tahun 2011, memberikan keindahan tersendiri. Tahun 2011, ada sekitar 5.000 pohon cemara udang yang ditanam, dan hidup sekitar 75 persen. Sementara tahun 2012, ada sekitar 8.000 pohon yang ditanam, dan tahun 2013 ada 600 pohon dan hidup 98 persen. “Lokasi pantai ini sangat cocok untuk budi daya cemara udang, apalagi pantainya sering dijadikan tempat bertelur penyu,” terang Muhyi. Lurah Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Joko Handoko mendukung ide Disperiklut. Menurut Joko, pihaknya akan senang sekali jika Pantai Cemara di Pakis

FOTO-FOTO TOHA/RaBa

RINDANG: Pertemuan ini menghasilkan ide menjadikan Pantai Cemara sebagai destinasi wisata bahari di Banyuwangi (atas). Kawasan Pantai Cemara di Lingkungan Pakis Rowo dipasangi papan peringatan untuk tidak merusak tanaman di sepanjang Pantai (kiri).

Rowo itu menjadi destinasi bahari baru. “Oleh sebab itu, saya memberikan apresiasi terhadap ide tersebut,” ujar Joko. Sementara itu, perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Purwanto memberikan apresiasi terhadap pertemuan itu. Menurut dia, keberadaan masyarakat pesisir sangat membantu dalam melestarikan habitat yang ada di sekitar pantai. “Jangan sampai warga ada yang bermasalah dengan hukum gara-gara satwa yang dilindungi, penyu termasuk satwa

Kasir: Widi Ukiyanti Piutang: Anissa Windyah Sari Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti Perpajakan: Cici Irma Setyani Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982.

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

yang dilindungi,” katanya. Praktisi penyu dari Banyuwangi Sea Turtle Foundation, Kuswaya mengatakan di kawasan Pantai Cemara ada 21 sarang penyu. Ini berarti, menambah sarang penyu dari kawasan sebelumnya. Seperti kawasan Pantai Cacalan ada dua sarang, Pulau Santen dua sarang, dan Pantai Boom 11 sarang. “Total ada 36 sarang dengan jumlah telur 3.000 lebih. Mudah-mudahan 70 persen dari telur itu lahir tukik dan akan kembali menstabilkan laut,” ujarnya. (*/abi)

Website: www.radarbanyuwangi.co.id. Email: radarbwi@gmail.com, beritaraba@gmail.com, artikelradarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/ mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


SELASA 17 JUNI TAHUN 2014

35

Koranna Oreng Kota Santri

Sampan Fiber Beromzset Puluhan Juta MLANDINGAN – Perahu sampan yang digunakan nelayan untuk melaut banyak terdapat di tempat ini. Akan tetapi sampan yang dibuat oleh pekerja ini tidak terbuat dari kayu, melainkan dari bahan baku fiber. Salah seorang pekerja Sidik, 23, mengatakan, untuk menyelesaikan satu sampan fiber tidak perlu waktu yang cukup lama. Pengerjaannya dirasa sangat mudah. ”Untuk sampan yang kecil empat hari bisa selesai, tapi untuk yang

ukuran besar bisa sampai 1 minggu selesai,” ujarnya. Diah, 29, pemilik usaha sampan fiber mengaku omzetnya per bulan bisa mencapai Rp 10 juta. Itu sudah pendapatan bersih. Harga per sampan, menurut perempuan dua anak ini bervariasi. ”Kalau sampan yang kecil harganya 20 juta, kalau yang besar sampai Rp 50 juta,” ujarnya. Mengenai kelebihannya, menurut Diah, perahu fiber ini memiliki banyak kelebihan.

Selain ringan sampan dari fiber ini juga tahan lama. ”Laju sampan ini juga cepat kalau di laut, karena bebannya ringan dibandingan sampan kayu,” tambahnya. Pemesan sampan fiber ini tidak hanya dari Situbondo saja. Pemesan ada juga yang dari luar kota. ”Yang paling banyak pesan adalah nelayan Muncar, Banyuwangi. Selain itu ada juga yang dari Besuki dan Cilacap, Jawa Barat,” ujar Diah. (mg5/aif)

SYAMSURI

PEDULI LINGKUNGAN: Himpunan Mahasiswa Pecinta Lingkungan Unars menebar 10 ribu bibit ikan mas dan tawas di sejumlah titik Dam Sluice.

Himapali Unars Tebar 10 Ribu Bibit Ikan SITUBONDO – Universitas Abdurachman Saleh (Unars) Situbondo memiliki banyak cara untuk memberikan perhatian kepada kelestarian lingkungan hidup. Salah satunya adalah dengan menebar ribuan bibit ikan di sejumlah titik aliran Dam Sluice. Aksi sosial tersebut dilakukan

Himapali (Himpunan Mahasiswa Pecinta Lingkungan) Unars Situbondo, belum lama ini. Aksi ini merupakan rangkaian kegiatan mahasiswa Unars yang tergabung dalam Himapali dalam memperingati hari lingkungan hidup. Total bibit ikan yangsebar mencaoai 10 ribu ekor. Yakni,

5000 ekor bibit ikan Tawas dan 5000 ekor bibit ikan mas. Hardir dalam kegiatan ini, Rektor Unars Hadi Wijono dan Kabid Perikanan Kholil. Sejumlah pejabat di Dinas Bi na Marga dan Pengairan ju ga hadir. Sebelum pe lepasan ikan, dilakukan ramah tamah dan diskusi panel

TAUFIK FERDIANSYAH/RaBa

FINISHING: Pekerja sedang membuat sampan dari bahan baku fiber.

bersama Kabid Perikanan. Rektor Unars Hadi Wijono mengaku bangga dengan UKM Himapali nars. Dia berharap, aksi menebar bibit ikan di Dam Sluice juga akan dibarengi dengan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak potas saat menangkap ikan n Baca Himapali...Hal 41

Tiga Hari Digembleng Penanganan Bencana PANARUKAN - Sebanyak 60 aparat Perlindungan Masyarakat (Linmas) selama tiga hari akan berada di Hotel Asri, Kecamatan Panarukan. Mereka mengikuti kegiatan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam penanganan bencana yang digelar Bakesbangpol dan Linmas (Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Per lindungan Masyarakat) Pemkab Situbondo. Acara digelar untuk mewujudkan pemahaman dan keterampilan yang tangguh aparat Linmas guna memperkecil jumlah korban jiwa dan harta benda akibat bencana. Sebanyak 60 peserta aparat Linmas yang mengikuti kegiatan datang dari 17 kecamatan. Mereka terdiri dari 17 Kasi Trantib kecamatan; 34 Kepala Kasatgas Linmas desa seSitubondo dan sembilan staf Bakesbangpol dan Linmas. Materi yang diterima para peserta antara lain, pember dayaan potensi anggota linmas dan masyarakat dalam penangan bencana. Ini disampaikan Satpol PP dan Linmas Provinsi Jawa Timur. Ada juga materi peran Kodim dalam penanganan bencana disampaikan petugas Kodim 0823 Situbondo. Materi peran pokok tugas dan fungsi kepolisian saat terjadi bencana disampaikan anggota Polres Situbondo. Dinas Sosial memberikan materi peranan Dinas Sosial dalam penangan bencana. Materi sinergitas pengelolaan keamanan daerah dalam swakarsa disampaikan Bakesbangpol dan Linmas Situbondo. Sedangkan materi penenanganan darurat bencana dan pengetahuan P3K dan simulasi disampaikan petugas dari BPBD dan PMI Situbondo. Dalam sambutannya, Herry Suryanto, mengungkapkan, salah satu fungsi satuan Linmas adalah menanggulangi akibat bencana sosial serta memperkecil akibat bencana alam. Baik kerugian jiwa http://www.radarbanyuwangi.co.id

TINGKATKAN PEMAHAMAN: Sebanyak 60 aparat Linmas selama tiga hari akan digembleng untuk penanganan bencana.

SYAMSURI/RABA

maupun harta benda. Sehingga, Linmas dituntut punya kemampuan serta keterampilan memadai

dan siap siaga setiap saat. Selain itu, dapat bekerja sama secara terpadu dengan unsur dinas fungsional lain

terkait perlindungan dan penyelamatan masyarakat akibat bencana,” katanya n Baca Tiga...Hal 41

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


36

SITUBONDO SEKITAR R A D A R

Jawa Pos

Tanam Mangrove di Pecaron

PERTANIAN

Tanam Melon Jelang Bulan Ramadan SITUBONDO - Buah yang rasanya manis dan segar itu kerap diburu pembeli di bulan Puasa. Buah melon biasanya disajikan pada saat berbuka puasa. Kini Ramadan kurang satu bulan lagi. Di saat seperti inilah para petani Situbondo mulai menanam melon.Harapannya, melon itu siap panen di bulan Ramadan. Nuryanan, 52, petani melon, mengaku menanam melon dua bulan lalu. Harapannya, bisa panen saat bulan Ramadan. ”Di bulan Ramadan melon banyak yang nyari,” ujar Nuryanan. Mengenai harga melon, Nuryanan mengaku, pada waktu bulan Ramadan biasanya naik. ”Mudah-mudahan naik lagi seperti bulan Puasa tahun lalu. Tahun lalu penghasilan saya Rp 67 juta per satu hektare. Per kilogramnya Rp 6 ribu,” tambah petani kelahiran Tegaldlimo, Banyuwangi, itu. Pria yang sudah sepuluh tahun menanam buah melon itu memang sudah lama menjadi petani melon di Banyuwangi. Karena lahan di Tegaldlimo banyak ditanami jeruk, akhirnya Nuryanan hijrah ke Situbondo dan mencoba bertani melon. Cuaca Situbondo sangat cocok untuk tanaman melon. ”Mulai tahun 1997 saya ke Situbondo diajak adik,” tambah pria dua anak itu. (mg6/c1/aif)

TAUFIK FERDIANSYAH/RABA

SEMANGAT: Sejumlah pelajar menanam pohon mangrove di sepanjang pantai Pecaron, Kecamatan Kendit, kemarin.

TAUFIK FERDIANSYAH/RABA

DISEMPROT: Petani sedang menyemprot tanaman melon yang masih berumur satu bulan.

PAMERAN

Wahana Bermain Anak Cukup Ramai SITUBONDO - Situbondo Fair yang digelar di Alun-alun Situbondo tanggal 14-28 Juni 2014 disambut antusias masyarakat Kota Santri dan sekitar. Sayang, even akbar tersebut membuat sejumlah pengunjung kecewa. Pasalnya, dalam Situbondo Fair tersebut hanya wahana bermain anak yang paling ramai dikunjungi. Lokasi pameran masih sepi peminat. Pepeng, 23, salah seorang pengunjung, mengaku kecewa dengan Situbondo Fair tahun ini karena masih banyak stan pameran yang belum terisi. Tidak hanya itu, produk yang ditawarkan dalam pameran tersebut juga dinilai kurang greget. ”Saya tidak menemukan produk unggulan daerah dan kerajinan khas Situbondo di sini,” akunya. Pria asal Banyuwangi itu menilai, Situbondo Fair terkesan asal-asalan dan tidak digarap serius. Semestinya, penyelenggara menonjolkan sejumlah produk unggulan Situbondo, seperti kerajinan, kuliner, dan hiburan musik tradisional. “Kalau seperti ini di Banyuwangi namanya bukan pameran, tapi pasar malam,” kritik Pepeng. Sementara itu, Novi, 32, warga Situbondo, mengaku sengaja mengajak istri dan anaknya ke alun-alun untuk mencari hiburan daripada hanya berdiam diri di rumah. “Pamerannya lihat tadi cuma sebentar. Itu-itu saja nggak ada perubahan. Mending hibur anak saya naik kereta malam,” katanya. (mg4/c1/aif)

Selasa 17 Juni 2014

S I T U B O N D O

KENDIT - Mangrove sebagai tanaman penahan abrasi mulai ditanam kemarin (16/6). Penanaman dilakukan di sepanjang Pantai Pecaron dan melibatkan siswa. Kegiatan itu diharapkan bermanfaat bagi lingkungan hidup. Sujono Admojo, 49, ketua penyelenggara mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan agar anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah mengenal lingkungan sejak dini. Siswa-siswi yang ikut menanam mangrove itu adalah siswa SD, SMP, dan SMA. ”Tanpa mengenal lingkungan, mereka tidak akan mencintai lingkungan,” kata Sujono. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Situbondo Suradji berharap kegiatan itu bermanfaat bagi lingkungan. Dia juga berharap kegiatan itu tidak berhenti di situ saja. ”Mudahmudahan kegiatan ini berlanjut sampai pemeliharaannya,” imbuh pejabat asal Tengger itu. (mg5/c1/aif)

Suwarnam Polisikan Sayonara SITUBONDO - Suwarnam, caleg-jadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang dipolisikan karena diduga melakukan pemalsuan dokumen persyaratan pencalegan tidak tinggal diam. Politisi asal Desa Siliwung, Kecamatan Panji, itu sore kemarin melaporkan Sayonara. Suwarnam tidak sendirian. Dia didampingi kuasa hukumnya, Supriyono, dan Ketua LSM Reformasi, Suyono, ke Polres Situbondo. Sang suami, Suriwan, yang merupakan Kades Siliwung juga ikut mendampingi. “Terpaksa kita laporan, karena akibat Sayonara berkomentar di sejumlah media itu, nama baik klien kita tercemar. Nama baiknya terserang. Apalagi, apa yang dia laporkan kepada polisi dan disampaikan ke media itu sama sekali tidak tepat,” terang Supriyono.

LAPOR BALIK: Supriyono dan Suwarnam di SPK Mapolres Situbondo.

EDY SUPRIYONO/JPRS

Sekadar tahu, Sayonara merupakan kuasa hukum Asida Wahasni, caleg PPP dengan perolehan suara terbanyak kedua di dapil I (Situbondo, Panji) setelah

Suwarnam. Selain Sayonara, kuasa hukum Asida Wahasni adalah Khalili. Supriyono mengaku, dugaan penggunaan dokumen palsu yang

disampaikan Sayonara sama sekali tidak benar. “Kita sudah melakukan pengecekan. Ijazah klien kita asli, legal, dan diakui Dinas Pendidikan,” terang advokat asal Panarukan tersebut. Mengenai ketidaksamaan nama bapak di KK dan ijazah, itu karena sejak berumur dua tahun Suwarnam diasuh H. Madani. Akhirnya, nama H. Madani digunakan sebagai nama ayah di ijazah. Sementara itu, nama Maswa dicantumkan di KK. Tercatat, Maswa bercerai dengan ibu Suwarnam sejak Suwarnam berusia dua tahun. “Jadi hanya masalah seperti itu. Untuk menepis itu semua, agar laporan itu tidak dianggap benar oleh publik, maka perlu kita lawan agar ada keseimbangan,” tegas Supriyono n Baca Suwarnam...Hal 41

Pasar Panji Digarap setelah Lebaran

RENDRA DEZ KURNIA/RABA

TINGGAL PUING: Rangka bangunan Pasar Panji masih dibiarkan berantakan pasca-ambruk November 2013 lalu.

PANJI - Ambruknya Pasar Panji November 2013 lalu akhirnya menemui titik terang. Pemkab Situbondo segera membangun kembali pasar yang sudah menelan senilai Rp 1,1 miliar tersebut. Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Situbondo Tri Cahya Setianingsih mengatakan, hasil penyelidikan kepolisian, pembangunan pasar tersebut sudah diizinkan dibangun lagi. ”Kita sudah diizinkan pihak kepolisian. Tinggal melaksanakan lelang proyek,” kata Tri Cahya.

Diungkapkan Tri, jika lelang proyek berjalan normal dan tidak ada halangan, hampir bisa dipastikan Agustus mendatang proyek pasar tersebut sudah bisa dikerjakan. “Insyaallah setelah Lebaran sudah bisa dibangun kembali,” imbuhnya. Rencana dibangunnya kembali Pasar Panji tersebut disambut positif sejumlah pedagang pasar. Hariyoto, 51, salah seorang pedagang, mengaku senang dan gembira jika los pasar tersebut akan dibangun kembali. Sejak ambruk hampir 7 bulan lalu,

los pasar tersebut dibiarkan mangkrak. “Syukurlah kalau mau dibangun lagi, bisa untuk tempat jualan lagi,” imbuhnya. Sekadar diketahui, tanggal 23 November 2013 lalu, los Pasar Panji yang baru dibangun senilai Rp 1,1 miliar lebih tiba-tiba ambruk. Peristiwa itu terjadi saat puluhan pekerja sedang memasang genting dan mengecat los pasar tersebut. Akibatnya, lima pekerja terluka karena tertimpa reruntuhan bangunan. Kasus itu mengundang perhatian aparat kepolisian. (mg4/c1/aif)

Sembilan Kecamatan Rawan Kekeringan RENDRA KURNIA/RABA

CARI ANGIN: Pengunjung menikmati komedi putar dan wahana bermain anak di Alun-alun Situbondo.

SEMBAKO

Kebutuhan Pokok Naik SUMBERMALANG - Melonjaknya sejumlah harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan langsung disikapi Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM Situbondo dengan menggelar operasi pasar murah di 17 kecamatan. Agus Tiono, kepala Bidang Perdagangan kantor Disperindag ESDM mengatakan, meningkatnya harga kebutuhan pokok menjelang bulan Puasa sudah diantisipasi jauh-jauh hari dengan cara menggelar pasar murah bekerja sama dengan sejumlah distributor. Hasilnya cukup efektif. Masyarakat cukup antusias membeli sejumlah produk yang ditawarkan, mulai beras, minyak goreng curah, gula pasir, kacang, krupuk, mi instan, garam, dan kebutuhan pokok lain. “Harga yang kita tetapkan berdasar harga pokok,” katanya. Di pasar murah tersebut, beras yang di pasaran harganya Rp 8 ribu hanya dijual Rp 6.800/Kg. Gula pasir yang biasa dijual Rp 9 ribu/Kg dijual seharga Rp 8.500/Kg. “Harga ratarata seribu rupiah lebih murah dibanding harga pasar,” imbuhnya.Fokus pasar murah adalah desa-desa yang jauh dari pasar, seperti desa di Kecamatan Sumbermalang, Jati Banteng, dan Kendit. Pantauan wartawan koran ini, sejumlah harga kebutuhan pokok di Situbondo mulai merangkak naik. Harga telur yang semula dijual Rp 17 ribu/Kg naik menjadi Rp 18 ribu/Kg. Beras semula Rp 8.200/Kg naik menjadi Rp 8.500/Kg. Bawang merah dari Rp 12 ribu/Kg naik menjadi Rp 15 ribu/Kg. Cabai rawit juga mengalami kenaikan dari Rp 6 ribu/Kg naik menjadi Rp 7 ribu/Kg. (mg4/c1/aif)

SITUBONDO - Sejumlah sungai di Situbondo mulai kering dan tidak teraliri air. Pemandangan seperti itu terlihat hampir di seluruh kecamatan di Situbondo. Memasuki musim kemarau tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Situbondo mulai melakukan antisipasi. BPPD memetakan daerah-daerah yang dinilai rawan keke-

ringan dan sulit air bersih. Kepala BPPD Zainul Arifin mengatakan, dari 17 kecamatan di Situbondo, 9 di antaranya dinyatakan rawan kekeringan dan sulit air bersih. Sembilan kecamatan yang dinyatakan rawan kekeringan itu adalah Banyuputih, Asembagus, Jangkar, Arjasa, Kendit, Bungatan, Mlandingan, Suboh, Jatibanteng, Sumber Malang, dan

Banyuglugur. “Total keseluruhan 9 kecamatan, 15 desa, dan 30 dusun,” jelas Zainul. Sebagai bentuk antisipasi kekeringan, selain mengirim air bersih menggunakan mobil tangki air, pihaknya juga mengupayakan pipanisasi dan pembuatan sumur bor. “Kalau lokasinya tidak bisa dijangkau mobil, akan kita buatkan sumur bor,” tandasnya. (mg4/c1/aif)

RENDRA KURNIA/RABA

KERING KERONTANG: Sungai Banyuputih di Desa Sumberejo, Banyuputih mengering.

osang

Kehidupan Penambang Kapur di Desa Kotakan

Kerja sampai Sore hanya Dapat Rp 30 Ribu Di tengah kerasnya kehidupan, cara apa pun dilakukan demi menyambung hidup. Nyawa pun dipertaruhkan demi mendapatkan pundi-pundi uang. Inilah kisahnya. RENDRA KURNIA, Situbondo SAAT mentari pagi mulai muncul dari ufuk timur, terdengar langkah kaki manusia berjalan menuju pegunungan kapur. Dia Agus, 65, seorang penambang batu asal Desa Kotakan, Situbondo.

Pagi itu Agus bergegas menuju lereng gunung kapur yang berjarak cukup jauh dari tempat tinggalnya. Mengais rezeki dengan cara mencari batu itu dilakukan Agus setiap hari. Menambang batu merupakan mata pencarian Agus tiap hari. Hal itu dilakukan demi menopang kelangsungan hidup. Pria yang mempunyai satu anak dan satu cucu itu tak berhenti bekerja meski usianya sudah tua. Sejak kecil Agus sudah ditinggal mati kedua orang tuannya. Dia tidak punya kesempatan mengenyam pendidikan seperti layaknya teman-teman sebayanya. Menginjak dewasa, Agus memulai pekerjaan sebagai penambang batu

Sampan fiber beromzset puluhan juta Kalahkan omzet Gunung Sampan! Suwarnam polisikan balik Sayonara Sesama ”bakul kecap” dilarang mendahului!

RENDRA KURNIA/RABA

ABAIKAN KESELAMATAN: Agus mencari batu kapur di bawah tebing.

kapur di pegunungan Desa Kotakan. Sampai saat ini Agus masih bekerja sebagai penambang batu kapur

meski dia tahu risikonya sangat mengancam jiwa n Baca Kerja...Hal 41


KESEHATAN 37 15 Dokter Internsip Ditempatkan di Banyuwangi

Jawa Pos

Selasa 17 Juni 2014

R A D A R

JIKA Anda berobat ke RSUD Blambangan dan Puskesmas Singojuruh, Anda jumpai beberapa dokter yang masih kelihatan muda yang sebelumnya belum pernah kita lihat. Mulai 4 Juni 2014, sebanyak 15 dokter yang telah lulus dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Universitas Jember (Unej) bertugas sebagai dokter internsip di RSUD Blambangan dan di Puskesmas Singojuruh selama setahun ke depan. Yaitu delapan bulan di rumah sakit dan empat bulan di Puskesmas. Program Internsip Dokter di Kabupaten Banyuwangi tahun ini merupakan tindak lanjut angkatan sebelumnya yang berakhir masa baktinya selama satu tahun. Selain di RSUD Blambangan dan Puskesmas Singojuruh, dokter internsip angkatan sebelumnya saat

ini ada yang masih bertugas di RSUD Genteng dan Puskesmas Sempu. Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) menjadi harapan untuk perbaikan sistem kesehatan di Indonesia. Di samping bertujuan untuk menjaga kualitas kompetensi dokter, program dokter intership juga diproyeksikan untuk meratakan distribusi tenaga dokter hingga kedaerah-daerah terpencil dan daerah bermasalah kesehatan. Tujuannya dari program ini untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan, secara terintegrasi, komprehensif, mandiri serta  menggunakan pendekatan kedokteran keluarga dalam rangka pemahiran dan penyelarasan antara hasil pendidikan dengan praktik di lapangan. Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Widji

B A N Y U W A N G I

Lestariono atau yang akrab disapa dokter Rio dalam acara pembukaan pelaksanaan program internsip mengharapkan agar para dokter harus menunjukkan sikap sebagai dokter bukan lagi sebagai mahasiswa. Hal senada disampaikan oleh Direktur RSUD Blambangan pada kesempatan tersebut berharap dokter-dokter internsip bisa betah bertugas selama setahun di Banyuwangi untuk itu para dokter baru untuk dapat mengadaptasi dan bekerja sama dengan semua personil yang ada. Sehingga hubungan menjadi harmonis dan lancar. (*/als) FOTO BERSAMA: Para dokter muda lulusan Unej dan Unair bertugas sebagai dokter internsip di RSUD Blambangan dan di Puskesmas Singojuruh. ISTIMEWA

Duta JIMAD Kompak Ikuti Penyuluhan HIV/AIDS SEMPU - Kesungguhan dan semangat para DUTA JIMAD (Jihat Melawan HIV/AIDS) Puskesmas Sempu perlu diacungi jempol. “Di tengah kesibukan pada siang hari, para duta masih menyempatkan waktu pada malam hari untuk mengadakan penyuluhan HIV/AIDS dan sosialisasi terbentuknya Duta Jimad di wilayah kerja Puskesmas Sempu,” ujar Camat Sempu Drs. Lukman Hakim. M.Si. Dalam arahannya, Lukman juga menyampaikan tentang keberhasilan Banyuwangi meraih Piala Adipura, lahir procot, sedekah oksigen, jamban keluarga, dan program-program lain dari Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas Msi. Tidak ketinggalan, tentunya juga menyampaikan akibat dari seks bebas dengan segala resikonya. “Maklum aja, Camat

Sempu itu dulu kan penyuluh Keluarga Berencana. Jadi yo mesti paham tentang seks,” celetuk Hadi Kusairi, Kepala Puskesmas Sempu, sambil terkekeh disambut tertawa para hadirin. Acara sosialiasai digelar Minggu (15/6) sekitar pukul 19.00 di Dusun Purworejo, Desa Jambewangi. Sasarannya masyarakat di tengah hutan dan penduduknya banyak yang kerja di luar pulau (Bali, Batam dll), serta sudah 3 orang yang meninggal karena HIV/AIDS. Duta mampu mengumpulkan sekitar 100 orang terdiri dari pemuda, RT RW, Toga, dan Toma. “Tidak ketinggalan Camat Sempu dan Kepala Puskesmas serta tim Pemberantasan Penyakit menular Puskesmas Sempu juga nampak hadir,” kata Wahyuono. S.Pd, ketua Duta JIMAD sekaligus tokoh pemuda Desa

Jambewangi. Selain turun ke masyarakat Duta JIMAD, juga terjun langsung ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah Puskesmas Sempu. “Kebetulan, dari 13 Duta JIMAD, lima orang berprofesi guru,” kata Muh. Mondir. S.Pdi, yang juga berprofesi sebagai wasit sepak bola Persewangi. Sedangkan materi penyuluhan yang disampaikan ke masyarakat menyangkut pengertian, penyebab, cara penularannya, serta bagaimana menghadapi penderita ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Ditambah lagi cara memandikan jenazah ODHA. “Dengan sinergisitas dari semua elemen masyarakat yang ada di wilayah Sempu, diharapkan angka HIV/AIDS bisa ditekan seminimal mungkin pungkas,” Hadi Kusairi. (*/als)

ISTIMEWA

TEGAK DIAGNOSA: drg. Ronny Baehaqy, Sp. BM sedang memeriksa pasien impaksi gigi di Klinik Bedah Mulut RS Al Huda Genteng.

Odontektomi Atasi Nyeri Kepala Diakibatkan Impaksi Gigi GENTENG – Nyeri kepala yang diakibatkan impaksi gigi ternyata bisa diatasi dengan operasi odontektomi. Impaksi gigi atau gangguan tumbuh pada geraham bungsu ini sering menimbulkan keluhan yang sangat mengganggu aktivitas penderita. Seperti telinga berdenging, nyeri kepala berputar, bahkan disertai muntah-muntah. “Operasi Odontektomi bisa menjadi solusi keluhan ini,” ujar drg. Ronny Baehaqy, Sp.BM, dokter spesialis Bedah Mulut Rumah Sakit (RS) Al Huda Genteng. Dijelaskan, kesehatan gigi dan mulut tidak lepas dari kesehatan tubuh secara utuh. Kesehatan gigi dan jaringan penyangganya, kata dia, sangat mempengaruhi satu sama lain. “Salah satu yang sering menjadi masalah adalah gigi gera-

ham bungsu. Gigi ini pada umumnya tumbuh pada rentang usia 1622 tahun dan tidak semua geraham bungsu dapat tumbuh sempurna pada setiap orang,” jelasnya. Dia menambahkan, perbedaan (diskrepansi) panjang lengkung rahang dengan panjang lengkung gigi, akan terjadi kesulitan tumbuh (impaksi) pada geraham bungsu di rongga mulut. “Kesulitan tumbuh tersebut dapat menyebabkan beberapa keluhan ataupun kelainan pada organ-organ tubuh lainnya,” paparnya. Yang paling sering menyebabkan nyeri kepala berupa migrain, tension headache, vertigo. Bahkan bisa menyebabkan kejang yang akan sangat mengganggu penderita. Masih menurut spesialis Bedah Mulut lulusan Unair ini, penanganan tepat untuk penderita impaksi gigi adalah dengan operasi odontektomi. Prosedur ini bisa dikerjakan dengan pembiusan lo-

kal atau pembiusan total, terutama pada kasus yang sulit dan pada penderita dengan ambang rangsang nyeri rendah. “Karena banyaknya komplikasi yang dapat terjadi pasca tindakan. Selayaknya tindakan ini dikerjakan oleh dokter gigi spesialis bedah mulut,” tegasnya. Ronny menambahkan, perawatan pasca operasi relatif mudah, yakni dengan menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut serta mematuhi instruksi pasca tindakan operasi. Pada umumnya, kata dia, pasien sudah bebas rasa nyeri pada hari kedua dan pembengkakan pada daerah operasi akan mulai hilang pada hari keempat pasca operasi. “Sehingga pasien bisa segera beraktifitas dengan normal,” ujarnya. Untuk konsultasi lebih lanjut tentang operasi odontektomi dan impaksi gigi bisa langsung datang ke klinik bedah mulut RS Al Huda Genteng setiap hari Sabtu pukul 09.00. (*/als)

ISTIMEWA

BERANTAS HIV/AIDS: Ketua JIMAD Wahyuono, Camat Sempu, dan para duta JIMAD Sempu.

Cegah Ganggu Listrik, Bentuk Komunitas GENTENG – Hilir mudik orang membawa gulungan benang terlihat di Lapangan Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. Hampir setiap sore di beberapa titik terlihat kumpulan orang bermain layang-layang. S ore kemar in mereka sedang melakukan adu ketangkasan bermain layangan. Tidak hanya anak-anak, sejumlah pria dewasa pun juga banyak yang terlibat bermain layang-layang. Menurut Rudi, 22 salah seorang penerbang layang-layang, hampir setiap hari dia dan teman-temannya berkumpul di tanah lapang untuk mengadu ketangkasan. Khusus untuk beberapa hari

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Karimun Estillo ‘07

Nissan

LGX

APV ‘10

PT. BFI Finance 415959 Penawaran 1 Unit Suzuki Karimun Estilo MT ‘07 DK1314ZE

Nissan Banyuwangi Hadiri acara pesta jerok di Nissan BWI 20-22 Juni 2014, 09.00-17.00. Dptkn lucky dip Iphone, Samsung Tab, Handycam, V-Blj utk pemb Nissan slm acra. Jln. Letjend S. Parman 147.Ph. 0333-4460222

Dijual Lgx 03/01, Solar dan Bensin, Silver 127,5 Juta Nego Cash & Credit, Tukar Tambah Hub: 082142194111, 081335897888

Dijual APV 2010 Sgx Luxury Hitam Rp. 121 Juta Nego, Cash&Credit, Tukar Tambah Hub: 082142194111, 081335897888

Innova ‘10

Nissan

Isuzu Panther

Dijual Inova 2010 Tipe G Solar Silver Rp. 208 Juta Nego Cash & Credit Tukar Tambah Hub: 082123453975, 081335897888

Dijual Nissan Evalia-grn livina pmk th 013/012/08 pth/slvr hrg 153,5/146,5/133,5 juta nego barang istimewa bisa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Isuzu panther LS25 MT tahun 01/ 00 pmk bru/slv hrg 116,5/86,5 juta nego barang istimewa bisa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Aveo

Kijang Innova

Daihatsu Xenia

Dijual Aveo 1.5L MT tahun 2005 hitam mtl hrg 87,5 juta nego barang istimewa bisa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Tyt kjg Innova G tahun 07/09/011 pmk slr/bsn hrg 129/176/144/143,5 juta nego barang istimewa bisa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia tahun 014/011 pmk pth/slv hrg 141,5/103,5 juta nego barang istimewa bisa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Jl. KH. Agus Salim

Perum Kalipuro Asri

Perum Bukit Johar Jual Tanah 480 m2 SHM Perum Bukit Johar Brak Kalipuro Hub: 081236781489

Dijual Ruko Strategis Jl. KH. Agus Salim 1 E Hub. 085336156856

Dijual Cpt Rumah Perum Kalipuro Asri 140 M2 shm Tlp. 082232010444

4 Unit Ruko

Jl. Singosari

Carry Futura

Dijual Murah 4 Unit Ruko Semuanya 300 Jt Di Jl. Kepiting, SHM, PLN, Air Bor Siap Pakai Hub: 08179622454

Djl Rumah Jl. Singosari (Jati Rimba) LT. 550 m2 LB. ± 300 m2, 4 KT, 4 KM, Garasi 2 Mobil H: 081336450163

Djl Carry Futura Full BoxTh 2004 47 Jt Nego Hub: 082141509989/081331459509

BANYUWANGI HOTLINE IKLAN HUBUNGI: RADAR BANYUWANGI 0333412224; BIRO SITUBONDO 0338 671982; BIRO GENTENG 081336960391 THOMY 081336287999 EKO

CCTV Paket CCTV + Pasang = 4,5 Juta Hub: 085330883071/0817341291 ( P. Imam )

Dibutuhkan Satpam dan Office Boy (OB). Pria umur maksimal umur maksimal 27 tahun. Kirim lamaran ek BPC GapensI Jl Kol Sugiono 47 Banyuwangi

BANYUWANGI

Operator Penel

Hlg STNK P 5107 YD an Sugriwo, Lingk. Sukowidi RT. 1/3, Klatak, Kalipuro

Dibutuhkan Segera Operator Penel Syarat Wanita/Laki2 Min SMA Bisa Komputer Kirim CV Ke PT. Sarifeed Indojaya, Jl. Pelabuhan 35 Muncar Tlp. 0333 593325

Promo Lebaran Daihatsu R-STOCK mobil untuk LEBARAN. All New XENIA DP mli 26 Jt, AYLA angs mli 1,7 Jt. Sgr Hub HADI 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

Satpam & Office Boy BANYUWANGI

SHULHAN HADI/RaBa

LENGKAP: Rudi meneteng perbekalan dan perlengkapan sebelum menerbangkan layang-layangnya.

ini, mereka sedang lomba antar anggota komunitas. “Ini tiap orang dijatah empat layang-layang,” ujar anggota layang Asolole Jenisari ini. Terkait bahaya terhadap gangguan jaringan listrik, mereka mengaku tidak sembarangan dalam menerbangkan layang-layangnya. Mereka selalu menggunakan tanah lapang atau sawah. Hal ini dipertegas oleh Ades, 30, salah satu pegiat layangan bandetan dari Rogojampi, dia menuturkan, setiap kali bermain layang-layang anggotanya memilih lokasi yang jauh dari jaringan listrik. “Kita selalu di sawah atau di lapangan, tidak ngawur,” tegas. (sli/als)

STNK

Hlg STNK P 1019 TO an Miati Alfin, SH, Perum Mastrip RT. 03/06, Jember Hlg STNK P 5172 WI an Ghony Hasanudin, Jl. Ikan Putihan 73 RT02/02, Karangrejo


OLAHRAGA Pencairan Dana Hibah Cabor Belum Jelas

40

Jawa Pos

R A D A R

Sebagian Cabor Tidak Bisa Dapat Jatah APBD 2014

ALI NURFATONI/RaBa

HARUS KOMPAK: Sejumlah atlet Kodrat saat melakukan latihan rutin di halaman wisma atlet Banyuwangi untuk menyongsong even Porprov 2015.

Hasil Latgab, Kodrat Yakin Beri Kejutan BANYUWANGI – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V tahun 2015 di Banyuwangi sudah semakin dekat. Melihat jadwal yang sudah ditentukan, ajang multi even dua tahunan itu tinggal setahun lagi. Untuk itu, Kota Gandrung sebagai tuan rumah tidak bisa berleha-leha dalam menyongsong perhelatan akbar tersebut. Jika ingin sukses, tuan rumah harus mematangkan persiapan sejak dini. Jika tidak, maka Banyuwangi terancam tidak bisa mendulang prestasi seperti yang digembargemborkan. Tak ayal, ambisi untuk menjadi yang terbaik, setidaknya

masuk lima besar bisa meleset. Sampai saat ini, kalangan cabor terus bergeliat dalam menatap ajang yang digeber pada Juni tahun depan itu. Berbagai cara dilakukan kalangan cabor agar atlet bisa meraih sukses. Misalnya, dengan melakukan Training Center (TC) hingga menggelar kejuaraan dan mengikuti kejuaraan. TC jangka panjang dinilai paling ampuh. Sebab, para atlet bisa terus mengembangkan kemampuan. Sehingga, saat turun gelanggang, para atlet tersebut semakin matang. Selain itu, sebagian cabor cukup mengikuti kejuaraan untuk tolok ukur.

BANDARA

Selasa 17 Juni 2014

B A N Y U W A N G I

Tapi, sebagian cabor lain strategi khusus untuk menyiapkan atlet. Salah satunya yang dilakukan Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Banyuwangi. meski tergolong cabor baru, tapi Kodrat terus intens dalam mematangkan atlet. Selama ini, kalangan atlet kodrat terus digeber latihan. Selain latihan, kodrat yang bermarkas di wisma atlet itu beberapa kali mengagendakan kegiatan latihan gabungan (Latgab) bersama dengan daerah lain. ‘’Dengan latgab, kita bisa mengukur kemampuan atlet,’’ ujar ketua Kodrat Banyuwangi, Moch Dimyati kemarin.

Yang paling gres, kodrat menggelar latgab pada Minggu kemarin. Kali ini, ada tiga daerah lain yang dihadirkan dalam kegiatan rutin itu. Tiga daerah itu antara lain, Bondowoso, Jember dan Malang. ‘’Dalam adu tanding, atlet kita mendominasi,’’ jelas Dim, sapaan akrab Moch Dimyati. Dia menyebut, latgab tersebut diikuti 75 atlet. Tuan rumah menurunkan 25 atlet. Sedangkan, sisanya adalah atlet dari tiga daerah itu. ‘’Kita ini cabor baru. Tapi, kita yakin bisa mengejutkan dalam porprov nanti. Perkembangan atlet kita semakin terlihat jelas,’’ tukasnya. (ton/als)

BANYUWANGI – Semua cabang olahraga (Cabor) di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi masih menunggu realisasi pencairan dana. Dana pembinaan senilai Rp 3 miliar yang menyedot anggaran dari APBD tahun 2014 itu masih belum cair. Celakanya, waktu pencairan dana tersebut masih belum jelas. Ternyata, ada alasan kuat yang menimbulkan dana belum cair. Justru terhambatnya pencairan dana tersebut datang dari cabor itu sendiri. Sebab, sebagian cabor terlambat dalam mengajukan proposal. ‘’Ada beberapa cabor yang baru mengajukan proposal,’’ ujar Sekretaris KONI Banyuwangi, Bambang Wahyudi, kemarin (16/6). Dia menyebut, jika ada beberapa cabor yang telat dalam mengajukan proposal. Bahkan, pengajuan proposal itu baru diterima KONI beberapa hari ini. ‘’Terakhir hari Jumat kemarin (13/6) ini proposal yang baru masuk,’’ terangnya. Karena terlambat dalam pengajuan proposal tentu saja berdampak terhadap pencairan. Saat ini, semua proposal sudah ditangani Dinas Pemuda dan Olahraga (Dis-

pora) Banyuwangi. ‘’Semua proposal sudah ada di sana (Dispora),’’ terangnya. Mengenai kapan pencairan, Bambang Wahyudi berharap agar dana pembinaan itu bisa segera terealisasi. Apakah ada kemungkinan dana cair setelah Idul Fitri? ‘’Kami berharap secepatnya. Kasihan teman-teman cabor sudah menunggu,’’ papar Bambang Wahyudi. Seandainya dana sudah cair, ulas dia, tidak semua cabor bisa menerima dana kucuran dari pemerintah itu. Sebab, ada beberapa kriteria yang cabor tidak boleh bantuan dana tersebut. ‘’Ada beberapa cabor yang tidak dapat jatah,’’ bebernya,. Dia menjelaskan, sebagian cabor tidak berhak untuk menerima bantuan pada APBD tahun 2014 ini. Alasannya, cabor tersebut baru terbentuk pada akhir tahun 2013 dan pada tahun 2014. ‘’Cabor yang baru dibentuk di atas bulan November tahun 2013 dan tahun 2014 tidak dapat jatah. Tapi, kalau dibentuk sebelum bulan November ya cair,’’ ulasnya. Menurut Bambang, karena proposal harus sudah diajukan sebelum bulan November tahun 2013 untuk bisa mendapatkan anggaran dari APBD tahun 2014. Lantas, cabor mana saja yang tidak dapat jatah APBD tahun ini? ‘’Kira-kira ada tiga cabor yang tidak dapat. Yang jelas, cabor yang baru dibentuk tidak dapat anggaran,’’ pungkasnya. (ton/als)

10 Ribu Siswa Berebut Kursi PTN Unej Kerahkan 1.181 Pengawas SBMPTN

JUMAI/JPRJ/JPNN

SUDAH BERBENTUK: Para pekerja berupaya menyelesaikan perluasan apron Bandara Notohadinegoro pekan ini.

Overlay Tuntas, Apron Selesai Pekan Ini JEMBER – Janji Dinas Perhubungan (Dsihub) Jember untuk mengoperasionalkan Bandara Notohadinegoro sebelum puasa naga-naganya bakal terealisasi. Dari seluruh tanggungan sarana fisik yang harus diselesaikan, dishub tinggal menunggu penyelesaian apron (tempat parkir pesawat, Red). Sebab, hampir seluruh pekerjaan fisik di bandara sudah selesai. Misalnya, pembuatan pagar keliling yang mengitari kawasan bandara seluas 120 hektare itu sudah selesai sekitar sepekan lalu. Demikian pula dengan overlay (penebalan) landasan pacu (run way) sepanjang 1.560 meter sudah selesai sejak beberapa hari lalu. Selain itu, seluruh perangkat komunikasi dan navigasi sudah mendapat sertifikat kelaikan dari pihak berwenang. Hampir seluruh perizinan, termasuk lalu lintas udara dan frekuensi komunikasi, juga telah dikantongi. Dishub menargetkan, pekan ini perluasan apron sudah selesai. Saat Jawa Pos Radar Jember memantau bandara kemarin (16/6), sejumlah alat berat tampak mengebut perluasan apron. Sebuah truk tangki air terlihat menyiram lahan yang sudah diuruk dan diratakan. Bila seluruf persiapan fisik bandara sudah selesai, dishub akan segera menjadwalkan verfikasi akhir oleh pihakpihak berwenang, termasuk maskapai Garuda Indonesia. Jika Bandara Notohadinegoro sudah dinyatakan layak, Garuda segera melakukan ujicoba atau semacam joy flight dengan pesawat ATR 72-600 yang akan menerbangi Surabaya – Jember pp. Kepala Dishub Jember Isman Sutomo mengatakan, jika apron sudah selesai, maka tinggal pekerjaan “kecil” yang harus diselesaikan. “Setelah ini akan dilakukan pengerjaan pemberian marka. Diperkirakan sehari dua hari selesai,” katanya. (ram/ jum/har/jpnn/als)

JEMBER – Sebanyak 10.772 orang akan berebut bangku perguruan tinggi negeri (PTN) di Panlok 58 Universitas Jember (Unej). Mereka akan menjalani ujian tulis seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) hari ini. Mereka akan menjalani ujian di 419 ruangan yang tersebar di kawasan kampus. Bukan hanya dilaksanakan di Unej, ujian juga digelar di beberapa sekolah dan kampus di sekitar Unej. Untuk kelancaran ujian, panlok 58 mengerahkan 1.181 orang pengawas. “Jumlah peserta tahun ini memang jauh lebih banyak dibandingkan dengan peserta SBMPTN tahun lalu yang

hanya 8.866 peserta,” ujar dr. Hairrudin, ketua Pelaksana Harian SBMPTN Panitia Lokal 58 Unej. Peserta kelompok sains dan teknologi (saintek) menjalani ujian di 162 ruangan, sosial humaniora (soshum) di 157 ruangan, dan campuran di 100 ruangan. “Mereka tersebar di 13 lokasi, selain yang di Unej,” ungkapnya. Diantaranya, di SMPN 3 Jember, SMPN 4 Jember, SMA Muhammadiyah 3 Jember, SMAN 2 Jember, SMKN 4 Jember, SMK Trunojoyo, SMK Yappeni, dan SMA Pahlawan. Selain itu, ada di STIPPER Patrang, STIE Mandala Jember, Universitas Muhammadiyah, STIE Dharma Nasional, dan Akbid Bina Husada Jember. “Lokasi ujian sudah siap. Untuk nomor ujian, siang ini (kemarin siang, Red) sudah dipasang

di semua meja,” katanya. Diakui dia, ada sejumlah lokasi yang baru pagi kemarin yang masih disiapkan, sehingga tempat baru siap pada siangnya. Tetapi, hal itu secara umum tidak mengganggu persiapan SBMPTN. Ujian tulis SBMPTN tahun ini, lanjut Hairrudin, berbeda dengan tahun lalu, yang biasanya dikerjakan selama dua hari. Tahun ini SBMPTN hanya dilaksanakan satu hari. Ujian jam pertama dimulai pukul 07.00, yang diikuti oleh kelompok saintek dan campuran. Sedangkan pada jam kedua dengan materi tes potensi akademik (TPA) untuk semua kelompok. “Baru kemudian pada jam ketiga merupakan ujian tulis untuk kelompok soshum dan campuran,” ujarnya. Dalam ujian kali ini, dia menjelaskan, pihaknya akan berupaya mencegah

ruang terjadinya kecurangan. Salah satunya dengan menyiapakan 1.181 pengawas. “Satu pengawas akan mengawasi sekitar 10 peserta ujian,” tandas pria yang juga Pembantu Dekan (PD) I Fakultas Kedokteran Unej ini. Pengawas tersebut berasal dari dosen dan karyawan Unej yang memenuhi syarat sebagai pengawas. Lalu, masih ditambah dengan guru yang sekolahnya digunakan sebagai tempat ujian tulis SBMPTN Unej. Setiap ruangan, kata dia, diisi oleh 20 peserta dan diawasi oleh dua pengawas dengan empat jenis soal SBMPTN yang berbeda. Bahkan untuk SBMPTN kali ini, pengawas SBMPTN di Jember mendapatkan bekal agar dalam pelaksanaan ujian nanti bisa bertugas lebih maksimal. (ram/har/jpnn/als)


42

EDUCATION

EXPO 2014

Jawa Pos Selasa 17 Juni 2014

Ikut Little Miss Bisa Syuting

SMK Al-Azhar Sempu

ISTIMEWA

REKREASI: Siswa jurusan akuntansi SMK Al-Azhar Sempu saat rekreasi setelah ujian sekolah. ISTIMEWA

Peluang Kerja untuk Jurusan Akuntansi

DEBAT: Para siswa SMA 17 Agustus Banyuwangi melakukan diskusi menggunakan Bahasa Inggris.

SEMPU – SMK Al-Azhar Sempu juga memiliki jurusan Bisnis Manajemen (Akuntansi) yang menjadi salah satu jurusan yang banyak dipilih siswa karena bisa memberikan peluang kerja yang cukup besar. Keahlian yang dimiliki siswa jurusan akuntansi adalah mengusai pembukuan keuangan perusahaan baik secara manual maupun dengan menggunakan sistem komputer/ MYOB. Selain itu, siswa juga ahli dalam menerapkan sistem perpajakan. Agar siswa dapat beradaptasi dan merasakan dunia kerja sebenarnya, maka di kelas XI siswa jurusan Akuntansi akan dikirim ke perusahaan-perusahaan yang telah menjalin kerjasama dengan SMK Al-Azhar untuk pelaksanaan Prakerin (Praktek Kerja Industri). Dengan keahlian pembukuan keuangan, lulusan jurusan akuntansi SMK A-Azhar dapat berkerja bank, koperasi, perusahaan perdagangan, dan di instansi pemerintahan. Jurusan Akuntansi SMK Al-Azhar menerima pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2014-2015. Pendaftaran dibuka pada tanggal 9 Juni sampai 8 Juli 2014. Untuk persyaratan pendaftaran, melampirkan foto kopi ijazah sebanyak dua lembar dan menyerahkan SKHUN SMP/MTs. Tempat pendaftaran di kampus SMK Al-Azhar Jl. Imam Syafi’i No.45 Sempu, Telp. 0333-844388 / 846484. (*/als)

Lucurkan English Days

SMA 17 AGUSTUS 1945

BANYUWANGI – Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris, SMA 17 Agustus Banyuwangi mempunyai program English Days. Program ini membiasakan para siswa menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Walau sudah ada pelajaran bahasa Inggris di kelas, tapi program ini bertujuan untuk menambah keberanian dan melatih kecakapan siswa berbicara dengan bahasa Inggris. Salah satu metode yang dilakukan adalah dengan melakukan debat berbahasa Inggris, dalam debat tersebut para siswa diberi materi

untuk di bahas bersama, dan setelah dilakukan pembahasan maka akan muncul perdebatan untuk mempertahankan pendapat masingmasing. Selain debat, setiap hari Senin semua siswa diwajibkan berbahasa Inggris untuk berkomunikasi di sekolah. Baik sesama siswa, dengan guru ataupun dengan orang lain. Guru bahasa inggris SMA 17 Agustus Banyuwangi, Norman Pamungkas SS, 31,mengatakan bahwa dengan program English Day siswa semakin lancar berbahasa Inggris. “selain itu, program ini juga mampu me-

ningkatkan prestasi akademik siswa dalam pelajaran Bahasa Inggris,” ujar Norman. Drs H Anton Sunartono MPd, menambahkan bahwa dirinya dibantu oleh dewan guru memang sering melakukan terobosan-terobosan untuk mengangkat prestasi siswa, salah satunya adalah dengan program English Day ini. “Ini tuntutan, bahasa Inggris adalah bahasa dunia, apalagi sekarang Banyuwangi ramai di kunjungi Tourist asing. Siswa harus mampu berbahasa Inggris,” pungkas Ketua Bidang Organisasi KONI Banyuwangi ini. (*/als)

KONI Blusukan ke Sekolah

MAN BANYUWANGI

Cari Potensi Atlet, Hari Ini Kunjungi Kampus Untag

ISTIMEWA

PEDULI: Siswa MAN Banyuwangi mengolah sampah menjadi kompos. Hal ini adalah wujud dukungan terhadap program Pemkab Banyuwangi.

Dukung Program Pemkab BANYUWANGI – Kiprah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Banyuwangi ternyata tidak hanya berfokus ke pendidikan saja. Melainkan juga sering memberi dukungan terhadap kegiatan Pemkab Banyuwangi. Dukungan ini dilakukan semata-mata karena kepedulian dan rasa memiliki terhadap kabupaten yang mendapat julukan The Sunrise of Java ini. Sehingga MAN Banyuwangi sering mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan pemkab. Kegiatan paling nyata yang dilakukan oleh sekolah ini adalah mendukung program Green & Clean yang dicanangkan oleh Bupati Abdullah Azwar Anas. Di sekolah tampak berjajar beraneka tanaman bunga dan pepohonan yang rindang, ketersediaan tempat sampah sampai ke pelaksanaan sosialisasi sadar kebersihan kepada seluruh siswa. Dalam beberapa tahun terakhir MAN Banyuwangi menjelma menjadi Sekolah Adiwiyata, karena melibatkan seluruh siswa untuk menjaga kebersihan, dan yang terbaru sekolah ini juga memiliki green house/rumah hijau. MAN Banyuwangi juga mempunyai andil atas keberhasilan pemkab mempertahankan Piala Adipura tahun ini, yaitu sebagai salah satu sekolah yang masuk kategori terbersih dan terindah. Selain itu, dewan guru juga mendukung kegiatan pemberantasan buta aksara yang dilakukan pemkab. Dengan menjadi tutor, guru MAN Banyuwangi bertugas memberantas buta aksara di Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi.(*/als)

BANYUWANGI - Pengurus KONI Banyuwangi tak pernah lelah menyosialisasikan persiapan Pekan Olahraga Propinsi (Porpov) 2015. Setelah sebelumnya melakukan sosialisasi di Kampus Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba), kemarin (16/6) sejumlah pengurus teras KONI melakukan hal serupa. Kali ini SMAN 1 Glagah menjadi tempat sosialisasi tersebut. Ketua KONI Banyuwangi, H Nurmansyah menjelaskan, kunjungannya ini adalah bagian dari road show yang sudah diprogramkan pengurus. Ada hal yang paling penting dalam sosialisasi ini, yaitu KONI berharap di setiap sekolah maupun perguruan tinggi di Banyuwangi ada mata pelajar olah raga yang menjadi

BANYUWANGI-Kelas Little Miss dan Little Boy kini telah dibuka di Bina Vokalia dan Musika Banyuwangi. Lembaga pendidikan talenta asuhan Inne Soeherman itu mengajarkan semua talenta kepada anak usia 2,5 hingga 6 tahun. Tidak tanggung-tanggung, semua program mengasah talenta seni diajarkan, baik itu menyanyi, tari modern, fashion, presenter maupun akting. Inne Soeherman, pengelola Bina Vokalia dan Musika mengatakan, tidak hanya pelajaran seni secara komplit yang diberikan kepada anak-anak di kelas Little Miss dan Little Boy. Setelah enam bulan mengasah talenta, kata Inne, mereka akan diberi kesempatan tampil dalam gebyar panggung dunia anak. Penampilan anak-anak Little Miss dan Little Boy akan ditonton anak-anak dari berbagai Taman Kanak-Kanak (TK). Mereka diundang untuk menonton bareng para Little Miss dan Little Boy. “Semua bakat seni bakal ditampilkan oleh semua Little Miss dan Little Boy, baik itu menyanyi, menari modern, akting, fashion, dan presenter,” imbuhnya. Tujuan dari penampilan tersebut, cetus Inne, supaya putraputri Little Miss dan Little Boy terpacu dan semakin serius. Sedangkan, para siswa TK yang menyaksikan akan tertarik di bidang seni. Apalagi, panggungnya akan disetting menarik sesuai tema lagu yang dibawakan si anak. “Penampilan Little Miss dan Little Boy ini bisa ditonton bareng oleh siswa dari TK-TK yang diundang secara gratis,” tandas mantan vokalis Elfa’s Singer tersebut. Nah, untuk program enam bulan berikutnya, lanjut Inne, siswa kelas Little Miss dan Little

DOK.JPRB

Inne Soeherman

Boy akan dibuatkan rekaman. Mereka akan diajak syuting di tempat-tempat indah. Seperti di Kalikotak, Kalibendo, atau tempat indah lainnya. Semua siswa ikut syuting, baik itu penampilan menyanyi, presenter, akting, menari, dan tentunya fashionable. Hasil rekaman akan ditonton bareng dengan mengundang siswa dari TK-TK. “Jadi, semua siswa kelas Little Miss dan Little Boy terlibat dalam syuting dengan berbagai talenta yang ditampilkan untuk ditonton bareng hasil rekamannya,” jelasnya. Dalam acara nonton bareng rekaman syuting tersebut, imbuh Inne, presenternya adalah anak-anak Little Miss dan Little Boy. Supaya tidak bosan, ada selingan iklan layaknya program televisi. Nah, bintang iklannya adalah anak-anak yang memerankan. namun, iklannya tidak menampakkan branding tertentu. Misalkan, iklan minum susu, popoknya bocor, atau produk anak-anak lainnya. “Dengan begitu, orang tua tidak merasa bosan menunggu setelah anaknya telah tampil di awal. Karena iklan yang diperankan anaknya akan ditampilkan di akhir acara,” tuturnya.(adv)

ISTIMEWA

ROAD SHOW: Ketua KONI Nurmansyah saat mensosialisasikan kegiatan Porprov 2015.

unggulan. “Bisa dikatakan, kunjungan kami ke sekolahsekolah maupun Perguruan Tinggi untuk menjaring minat dan bakat atlet masa depan,” jelas Nurmansyah kemarin (16/6). Oleh karena itu, ke depan KONI Banyuwangi ingin menggandeng Dinas Pendidikan Banyuwangi untuk mewujudkan olahraga unggulan di setiap sekolah itu. Yang jelas banyak atlet-atlet

berbakat yang ada di sekolah dan perguruan tinggi yang masih terpendam. “Harus kita angkat bakat mereka dengan pembinaan yang baik,” tegas perwira polisi itu. Nurmansyah menambahkan, saat ini pembinaan atlet menjelang Porprov terus digalakan, berbagai porsi latihan terus ditambah. “Jika Porprov lalu kita masuk 11 besar, maka tahun depan target kita masuk enam besar,” katanya. (*/als)

Dok/RaBa

BERPRESTASI: Wisudawan terbaik Uniba mendapat apresiasi dari Rektor Uniba H. Teguh Sumarno.

UNIBA Terapkan Standar Mutu SISTEM Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dipandang sebagai salah satu cara untuk menjawab berbagai permasalahan pendidikan tinggi. Selain itu, SPMI dianggap mampu untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi. Rektor Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA) Drs H Teguh Sumarno mengatakan, penjaminan mutu pendidikan tinggi memiliki tujuan penting dalam proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pendidikan secara konsisten dan berkelanjutan. Sehingga warga perguruan tinggi mahasiswa memperoleh kepuasan. Oleh karena itu, UNIBA terus berupaya untuk melakukan proses penjaminan mutu agar lulusan sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan sehingga mutu dapat dipertahankan secara konsisten dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

UNIBA mempunyai misi untuk menghasilkan tenaga kependidikan terutama tenaga guru. Setidaknya ada 13 program studi yang bisa dipilih oleh calon mahasiswa baru, seperti Pendidikan Sejarah, Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan, Bimbingan & Konseling, Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi, Pendididkan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Biologi, Kimia, Teknik Elektro, Teknik Mesin Konsentrasi Otomotif, Pengolahan Hasil Pertanian, Pengolahan Hasil Perikanan, dan Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan. “Selama ini alumni Uniba banyak yang terjun menjadi pendidik profesional di bidangnya baik di pemerintahan maupun instansi lainnya,” katanya. Informasi pendaftaran mahasiswa baru Jalan Ikan Tongkol No. 22 Kertosari Telepon 0333421593. (*/als)


Jawa Pos

BERITA UTAMA

Selasa 17 Juni 2014

H A L A M A N

43

S A M B U N G A N

Pagu Kelas Akselerasi 20, yang Diterima 14 Siswa GLAGAH - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kelas akselerasi sudah tuntas kemarin (16/6). Dari pagu 20 kursi yang ditetapkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, ternyata yang lolos hanya 14 siswa. Pendaftar kelas akselerasi tahun ini mencapai 400 orang lebih. Manajer Kelas Akselerasi SMAN 1 Glagah,

Sucahyo Pinardi, siswa yang terjaring di kelas tersebut hanya siswa yang sesuai kriteria. Peserta yang diterima hanya yang sesuai kriteria hasil tes psikologi dan tes potensi akademik (TPA). Salah satu syarat dalam penerimaan siswa kelas akselerasi adalah nilai IQ (intelligence quotient)

harus di atas 130. Sucahyo menambahkan, siswa yang diterima akan melakukan tes kesehatan. Tes kesehatan itu akan digunakan sebagai patokan dalam pendidikan. Menurut Sucahyo, di kelas akselerasi ada sistem parenting.

DITEMPEL: Pendaftar melihat pengumuman kelas akselerasi SMAN 1 Glagah kemarin.

Sistem itu akan menjembatani siswa, orang tua, dan guru, yang difasilitasi seorang psikolog. Sucahyo menambahkan, siswa yang lolos kelas akselerasi harus segera melakukan daftar ulang mulai hari ini dan besok (18/6). Mereka yang daftar ulang wajib membawa semua persyaratan dan meterai Rp 6.000. (mg1/c1/bay)

GALIH COKRO/RABA

Diprediksi Terjadi selama Beberapa Hari ■ AIR...

Sambungan dari Hal 33

Guna mengantisipasi dampak lebih buruk, puluhan warga kerja bakti membetulkan plengsengan tepi pantai dekat pelabuhan landing craft machine (LCM), Desa Ketapang sore kemarin (16/6). Warga ramai-ramai mengangkat kembali batu bekas

plengsengan yang telah ambrol diterjang ombak. Agar batubatu itu tidak jatuh kembali ke laut, warga memasang pasak kayu di plengsengan yang berjarak sekitar 50 meter sebelah utara pelabuhan LCM Ketapang tersebut. Ketua RT 2/RW 10, Suwanto mengatakan, ombak tinggi melanda Selat Bali sejak sekitar empat hari terakhir. Akibatnya,

air laut masuk hingga permukiman warga. “Air laut menggenangi satu rumah warga dan 12 rumah terancam mengalami hal serupa,” ujarnya. Karena itu, warga setempat bergotong royong membetulkan plengsengan kemarin. Puluhan warga mencebur ke laut untuk mengangkat kembali batu bekas plengsengan. Beberapa warga lain membuat dan memasang

pasak kayu. “Selain untuk mencegah air laut kembali masuk perumahan warga, juga untuk mengantisipasi abrasi akibat gelombang tinggi,” kata ketua RT 2, Suwanto. Suwanto memprediksi, gelombang tinggi di Selat Bali akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan. “Biasanya gelombang tinggi berlangsung pertengahan bulan seperti ini. om-

Kecepatan Arus Laut 8 Knot ■ CUACA...

Sambungan dari Hal 33

Pada saat gelombang tinggi, penyeberangan langsung kami tunda. Itu demi keselamatan bersama,” ujarnya. Hal senada dilontarkan pihak Syahbandar Ketapang. Dikatakan, akhir-akhir ini gelombang di Selat Bali cukup tinggi. Begitu keadaan kurang memungkinkan dilakukan bongkar-muat, aktivitas penyeberangan langsung ditunda. “Demi keselamatan penyeberangan, kami memberlakukan sistem buka-tutup,” ujar salah satu perwira jaga Syahban-

dar lintasan landing craft machine (LCM) Ketapang. Seperti diberitakan kemarin, lalu-lintas penyeberangan lintas Jawa-Bali tersendat Sabtu malam (14/6). Gara-gara gelombang tinggi dan arus kencang, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, ditutup selama sekitar 45 menit. Kejadian itu memicu kendaraan yang hendak diseberangkan ke Bali memenuhi pelataran parkir Pelabuhan LCM Ketapang. Beruntung, sebelum antrean kendaraan meluber ke jalan raya, cuaca mem-

baik, sehingga aktivitas penyeberangan kembali dibuka. Penundaan penyeberangan di pelabuhan movable bridge (MB)ponton dan LCM dilakukan mulai pukul 21.45. Penutupan dipicu ombak pantai mencapai sekitar satu meter. Selain itu, kecepatan arus di Selat Bali berkisar enam knot sampai delapan knot. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, otoritas penyeberangan memutuskan menunda penyeberangan. “Pihak Syahbandar berkoordinasi dengan ASDP. Disepakati menunda penyeberangan sampai kondisi membaik,” ujar

perwira jaga Syahbandar lintasan LCM Ketapang, Andry Laksana. Dikatakan, penundaan aktivitas penyeberangan didasari beberapa pertimbangan, salah satunya gelombang pantai cukup tinggi yang dipicu gerak pasang arus laut. Kala itu, ketinggian gelombang di Pantai Ketapang mencapai sekitar satu meter. Pada saat nyaris bersamaan, arus laut cukup kencang, yakni berkisar enam knot sampai delapan knot. Bandingkan kecepatan standar kapal yang melayani rute penyeberangan di Selat Bali yang “hanya” sekitar lima knot. (sgt/c1/bay)

Ada Kolam yang Diapit Dua Istana ■ SEMPAT...

GALIH COKRO/RABA

TERENDAM: Warga bekerja bakti untuk mengantisipasi abrasi di perkampungan pesisir dekat pelabuhan LCM Ketapang, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin.

besok,” ujar Gede Agus. Gelombang di Laut Selatan akan relatif aman mulai Minggu mendatang. Pada hari itu, gelombang maksimum di Laut Selatan akan

turun sampai 1,5 meter hingga 2,0 meter. ”Kalau gelombang di Laut Selatan menurun, otomatis di Selat Bali juga akan turun,” ujar Gede. (sgt/mg3/c1/bay)

Sumber Utama Api dari Gudang

Sambungan dari Hal 33

Tanaman keras ditanam di bawah aspal. Sedangkan tanaman hias ditanam di pot-pot ukuran besar. Seperti umumnya kota di Eropa. Yang membedakan Cordoba dan Granada, rasanya, hanya satu: sepak bola. Nasib Cordoba CF tidak sebaik Granada CF. Cordoba CF masih berjuang keras mentas dari Segunda Divison (Divisi Dua). Sementara Granada sudah tampil di La Liga BBVA. Kasta tertinggi kompetisi sepak di Spanyol yang juga populer dengan sebutan Liga Primiera. Bahkan, prestasi Granada cukup lumayan. Nangkring di posisi papan tengah kompetisi yang tahun ini dijuarai Atletico Madrid. Meski hanya klub divisi dua, Cordoba CF sangat populer di Cordoba. Bahkan, popularitasnya sampai di kota tetangga, Granada. Itu bisa dilihat dari perhatian warga Cordoba dan Granada. Tidak hanya kepada para pemain, tapi terhadap semua hal yang berbau Cordoba FC. Kebetulan selama tur di Cordoba sampai Granada, saya dan rombongan naik bus bertulisan “Cordoba CF”. Orang yang berdiri di pinggir jalan dan di dalam mobil terus memandangi bus kami. Bahkan, sebagian ada yang melambaikan tangan. Kami bingung. Kenapa menjadi pusat perhatian orang mulai dari Cordoba hingga Granada. Seperti artis saja! Begitu sampai kota Granada kami baru tersadar. ‘’Ternyata kita naik bus milik klub Cordoba,” kata Budiono, bagian grafis Jawa Pos. Ya, di body samping kanan-kiri dan belakang bus memang ada tulisan ini: Cordoba Club de Futbol lengkap dengan alamat website-nya. Saat kami tiba di Granada, jarum jam sudah condong ke 17.00 waktu setempat (22.00 WIB). Matahari masih sangat terik. Bahkan sangat galak. Membakar kulit. Di papan elektronik yang menempel di tiang salah satu perempatan kota tertulis suhu udara mencapai 40 derajat Celcius. Luar biasa panasnya. Lebih ganas dari Cordoba (38 derajat celcius) dan Madrid (36 derajat celcius). Sengatan panas itu masih terasa sampai pukul 21.00. Kami pun memilih mengurung diri di kamar hotel. Pagi-pagi sekali baru kami berangkat menuju Istana Alhambra. Mendahului matahari benar-benar pecah. Sebab, Istana Alhambra terletak di atas bukit La Sabica, Granada. Mirip seperti Selecta di Kota Batu, Jatim. Perjalanan jauh dari Cordoba dan sengatan panas mentari terbayar lunas begitu kaki menginjak tanah Istana Alhambra. Ternyata ia bukan sekadar istana. Tapi buah karya seni yang spektakuler. Sangat mengagumkan. Benteng setinggi 15 meteran berdiri kokoh mengelilingi Istana Alhambra. Bentangan benteng naik dan turun perbukitan sepanjang 2 km. Itu yang menyebabkan, di zamannya, Istana Alhambra sulit diserang musuh. Dari area parkir, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 300 meter menuju gerbang utama. Letaknya di benteng sebelah utara. Meski cukup panjang dan menanjak jalannya, kaki sama sekali tidak terasa lelah. Keringat tidak sempat mengucur. Sebab, pepohonan besar di sepanjang pinggir jalan setapak menuju gerbang utama menjadi payung alami. Tidak hanya menolak panas sinar matahari. Tapi juga menyejukkan. Selepas pintu gerbang, pengunjung disambut enam meriam kuno yang gagah mengin-

bak akan kembali tenang menjelang akhir bulan,” pungkasnya. Sementara itu, ombak tinggi juga menghajar Pantai Waru Doyong. Saking tingginya ombak, air laut sampai menggenang di lokasi sekitar 15-20 meter dari garis pantai. Tempat yang biasanya digunakan sebagai lokasi duduk-duduk pengunjung Pantai Waru Doyong itu digenangi air kemarin. Khaerudin, warga sekitar Pantai Waru Doyong mengaku, ombak besar itu menghajar kawasan tersebut sejak tiga hari lalu. ”Air naik sampai ke sini mulai Sabtu lalu. Itu tidak biasa terjadi,” ujarnya. Hantaman ombak terlihat masih sangat keras kemarin. Tiang dermaga kayu di Pantai Waru Doyong sampai roboh. Akhirnya, tempat duduk berbentuk pondokan di dermaga kayu itu dipindah warga ke lokasi yang lebih aman. Sementara itu, informasi yang diterima Jawa Pos Radar Banyuwangi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gelombang tinggi itu disebabkan gelombang di Laut Selatan Jawa tinggi. Prakirawan di Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Gede Agus mengatakan, gelombang maksimum di Laut Selatan tercatat 3 meter hingga 4 meter. ”Tinggi gelombang itu akan turun Rabu

■ SANGAT...

Sambungan dari Hal 33

SAMSUDIN ADLAWI/JAWA POS

KALIGRAFI: Hampir semua sudut Istana Alhambra terdapat kalimat ini.

tai musuh di luar benteng. Begitu masuk ke area Istana Alhambra, sulit membendung rasa kagum yang membuncah. Lebih sulit lagi mengungkapkannya dengan kata-kata. Semua dinding, tiang, dan atap istana dihiasi seni kaligrafi kelas tinggi. Didominasi jenis kaligrafi diwani dan khufi. Indah sekali. Tulisan kaligrafinya bermacam-macam. Tapi, ada kalimat yang seragam di semua ruangan. Ditulis lebih menonjol dari yang lain. Selain ukurannya besar, bentuk tulisannya sama di semua tempat dalam istana. Bunyinya: walaa ghaaliba illa Allah. Artinya kurang lebih: tiada pemenang (sejati) selain (dari) Allah. Melihat banyaknya pahatan kalimat agung itu, bisa ditebak para raja yang membangun dan menghuni Istana Alhambra adalah para pemimpin yang taat beragama. Atau setidaknya mengerti agama Islam. Adanya sejumlah mihrab di beberapa bagian bangunan memperkuat argumen itu. Menurut catatan sejarah, nama Alhambra berasal dari bahasa Arab: hamra’. Bentuk jamak dari ahmar yang artinya merah. Istana Alhambra berarti Istana Merah. Dinamakan demikian, karena bangunannya banyak dihiasi ubin-ubin dan bata-bata berwarna merah. Penghias dinding juga tampak agak kemerah-merahan dengan keramik bernuansa seni Islami. Dipadu lantai marmer yang putih, jadilah Istana Alhambra bangunan yang sempurna keindahannya. Pasti ia dikerjakan seniman pahat yang mumpuni. Pendapat lain menyebutkan, nama Alhambra diambil dari nama Sultan Muhammad bin AlAhmar. Pendiri kerajaan Islam Bani Ahmar. Kerajaan Islam terakhir yang berkuasa di Spanyol pada 1232-1492 M. Mana yang benar, itu tidak penting. Faktanya, Istana Alhambra menjadi bukti kejayaan Islam. Istana yang bernilai seni arsitektur tinggi itu juga memperlihatkan peradaban tinggi umat Islam zaman dulu. Istana Alhambra didirikan kerajaan Bani Ahmar. Merupakan bangsa Moor (Moria) dari daerah Afrika Utara. Bangsa Moor adalah penguasa kerajaan Islam terakhir yang berkuasa di Andalusia. Pembangunan Istana Alhambra dilakukan secara bertahap. Menghabiskan waktu 120 tahun. Dimulai tahun 1238 dan selesai 1358 M. Dilengkapi beberapa taman yang ditumbuhi bunga-bunga indah nan harum. Salah satu tamannya bernama Hausyus Sibb (Taman Singa), dikelilingi 128 tiang yang terbuat dari marmer. Taman itu makin indah dengan kolam air mancur yang dihiasi 12 patung singa berbaris melingkar. Dari mulut patung singa-singa itu memancar

air jernih. Di dalam Istana Alhambra terdapat berbagai ruangan. Semua indah, antara lain Ruang al-Hukmi (Baitul Hukmi). Ruangan pengadilan itu berukuran 15 m x 15 m. Dibangun Sultan Yusuf I (1334-1354). Juga ada Ruang Bani Siraj (Baitul Bani Siraj). Bentuknya bujur sangkar. Bangunan seluas 6,25 meter x 6,25 meter tersebut dipenuhi hiasan-hiasan kaligrafi Arab. Mulai dinding, kusen pintu, hingga atapnya. Ruangan lain adalah kamar mandi (Hausy ar-Raihan). Ukurannya 36,6 meter x 6,25 meter. Selain itu masih ada al-Birkah atau kolam yang diapit dua bangunan istana. Lantainya terbuat dari marmer putih. Luasnya 33,50 m x 4,40 m dengan kedalaman 1,5 m. Di ujungnya terdapat teras dan deretan tiang dari marmer. Yang tak kalah indah adalah Ruang Dua Perempuan Bersaudara (Baitul al-Ukhtain). Yakni, ruangan khusus untuk dua perempuan bersaudara Sultan Al-Ahmar. Dan masih banyak lagi ruang yang megah: Ruang Sultan (Baitul al-Mulk), ruangan duta negara dan ruangan peristirahatan sultan dan permaisuri. Di sebelah utara ruangan yang terakhir itu terdapat sebuah masjid kecil tapi sangat indah bernama Masjid Al-Mulk. Singkat cerita, kerajaan Bani Ahmar akhirnya tumbang. Penyebabnya adalah kerapuhan dari dalam. Sengketa dalam kerajaan sendiri. Sultan Muhammad XII Abu Abdillah an Nashriyyah, raja terakhir Bani Ahmar, tidak berhasil mempertahankan kerukunan keluarga kerajaan. Energi mereka terkuras. Akibatnya sangat fatal. Kerajaan tidak dapat bertahan ketika datang serangan dari dua kerajaan Kristen yang bersatu: Raja Ferdinand V dan Ratu Isabella. Pada pertengahan 1491, Raja Ferdinand V mengepung Granada selama tujuh bulan. Setelah menguasai Malaga, Guadix, Almunicar, Baranicar, dan Almeria, Raja Ferdinand V akhirnya berhasil menaklukkan kerajaan Bani Ahmar di Granada. Tapi setiap zaman ada eranya. Lain dulu lain sekarang. Nasib Istana Alhambra pun kini menyusul Masjid Cordoba. Kalau Masjid Cordoba kini beralih fungsi menjadi Gereja Santa Maria de la Sede atau katedral “Virgin of Assumption’’, Istana Alhambra berubah menjadi Istana Kristen. Kini, kedua jejak peradaban Islam di Spanyol itu secara fisik masih utuh. Namun, tidak untuk fungsinya. Tapi, keduanya tetap menarik dikunjungi. Dengan menziaharinya, mata kita akan terbuka. Bahwa Islam telah meninggalkan karya seni dan arsitektur adiluhung. (c1/bersambung)

Sumber tepercaya Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, di antara barang yang diambil sebagai sampel tim labfor adalah dua batang korek api di dapur, kain merah bekas terbakar, dan abu. Setelah bekerja lebih-kurang empat jam, tim Labfor Polda Jawa Timur menyampaikan hasil pemeriksaan. AKBP Sudi Haryono menyebutkan, sumber api utama diduga berasal dari bagian gudang tempat penyimpanan peralatan sembahyang. Di gudang tersebut ada beberapa peralatan sembahyang, seperti lilin. “Api diduga berasal dari gudang itu, kemudian menjalar dari belakang ke bagian depan dan menghanguskan bagian lain,” bebernya. Polisi mengambil sampel abu untuk diteliti. Itu untuk mengetahui kandungan abu tersebut. Bila ditemukan kandungan lain dalam abu tersebut, bukan mustahil ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. Disinggung terkait bagian lain yang juga terbakar, seperti kamar penjaga klenteng dan wisma, AKBP Sudi Haryono mengatakan, hal itu bukan berasal dari api utama. Api di ruangan itu tidak terkoneksi dengan api di bangu-

nan utama. Artinya, ada sumber api lain yang menyebabkan ruangan itu juga terbakar. Guna memastikan hasil pemeriksaan tim labfor, AKBP Sudi Haryono mengatakan, hasilnya paling cepat bisa diketahui satu minggu ke depan. Namun, kesimpulan pastinya menunggu berkas administrasi dari kepolisian, dalam hal ini polres. “Kesimpulan akhir nanti ada di penyidik,” bebernya. Seperti diberitakan sebelumnya, Klenteng Hoo Tong Bio terbakar Jumat (13/6) lalu. Api yang berkobar mulai pukul 06.00 itu menghanguskan hampir seluruh bangunan utama klenteng. Total kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp 6 miliar. Pemeriksaan terkait penyebab kebakaran, Polsek dan Polres Banyuwangi sudah memintai keterangan saksi mata. Sementara itu, klenteng tersebut berdiri sejak tahun 1784. Klenteng tersebut merupakan klenteng tertua di Banyuwangi. Mantan ketua pengurus TITD Hoo Tong Bio, Bambang Witarsa mengatakan, semua pengurus dan umat syok atas kejadian tersebut. Mereka syok karena kebakaran itu dianggap tidak masuk akal. Selama lebih-kurang 230 tahun tidak pernah terjadi hal demikian.

Bahkan, saat ada even besar dengan peralatan yang lebih besar dan lebih panas, semua bisa berjalan lancar dan tidak terjadi apa-apa. Namun, dirinya mengakui, sebelum terbakar, di klenteng itu memang ada upacara. Tetapi, selesai kegiatan, semua ruang selalu diperiksa. “Mei Giok (juru kunci) sudah yakin api padam semua,” bebernya. Tetapi, pagi hari tiba-tiba terjadi kebakaran. Bambang Witarsa mengemukakan sejumlah keganjilan, misalnya kamar tamu yang isinya terbakar semua. Padahal ruang itu dengan bangunan yang terbakar dipisahkan tembok. Terlebih lagi, plafon ruang itu tidak terbakar. Keganjilan lain, kata Bambang, kamar tempat istirahat petugas juru kunci yang berada di sebelah selatan dan terpisah sekitar empat meter dari aula utama yang terbakar ternyata juga terbakar. Melihat keganjilan itu, Bambang menduga ada unsur kesengajaan. Namun demikian, untuk memastikan penyebabnya, dia mengundang tim Labfor Polda Jawa Timur untuk melakukan penyelidikan. “Ini bentuk tanggung jawab kami kepada umat. Sebab, klenteng ini bukan milik pribadi atau pengurus, tapi milik umat,” ujar Bambang Witarsa. (nic/c1/bay)

Lepas AKBP Yusuf dengan Dokar ■ AKBP TRI...

Sambungan dari Hal 33

Secara khusus, dia sangat mengapresiasi Tiga Pilar tersebut. “Gagasan itu sangat positif dan menjadi kebanggaan tersendiri,” ujarnya. Setelah menggelar apel bersama, kedua perwira itu menggelar rapat khusus bersama kesatuan dan jajaran. Kegiatan itu dihadiri Kapolsek-

kapolsek se-Banyuwangi. Usai pertemuan di Ruang Rupatama, seluruh jajaran termasuk AKBP Tri Bisono mengikuti prosesi pelepasan AKBP Yusuf. Dengan prosesi pedang pora, AKBP Yusuf diantar menuju dokar wisata yang telah disiapkan. Setelah dikalungi bunga, pejabat baru Wadirlantas Polda Jawa Timur itu diarak menuju wisma dikawal personel menunggang motor trail. (nic/c1/bay)

USTB Memiliki 30 Program Studi ■ KIRIM... Sambungan dari Hal 34

“September 2014 Presiden USTB dan timnya akan ke Banyuwangi untuk berkunjung ke Poliwangi dan sejumlah SMA/SMK,” katanya. Bupati Anas menuturkan, kerja sama global menjadi keharusan di era modern seperti saat ini. Kunci kemajuan daerah sangat ditentukan kekuatan jaringan. Apalagi, kata Anas, Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 sudah di depan mata. “Saya sering bilang, jembatan sudah dirobohkan, sudah tidak boleh ada kata mundur. Hadapi persaingan global dengan peningkatan daya saing,” tuturnya. Peningkatan daya saing dengan memajukan kualitas SDM meru-

pakan kerja-kerja jangka panjang. Hasilnya baru bisa dilihat empat atau lima tahun mendatang. “Karena itu, pengembangan SDM tidak boleh tergantung rezim. Di Banyuwangi, siapa pun bupatinya kelak, upaya-upaya memacu kualitas SDM dengan kerja sama seperti ini harus terus dijalankan,” harapnya. Presiden USTB Xinxin Zhang menyambut baik kerja sama tersebut. Bahkan, dia bersama tim akan berkunjung ke Banyuwangi September mendatang. Dia berharap, kerja sama dengan Pemkab Banyuwangi tersebut bermanfaat bagi kedua belah pihak, terutama bagi mengembangkan SDM Banyuwangi. USTB adalah salah satu universitas unggulan di Tiongkok. Ber-

diri tahun 1952, universitas tersebut telah memiliki kerja sama dengan 130 universitas ternama di dunia. “Kerja sama dengan Banyuwangi akan menjadi kemitraan pertama kami dengan pihak dari Indonesia. Kami berharap semua berjalan lancar,” imbuh pakar kimia yang sekaligus Asisten Presiden USTB Dr. Ge Wang. USTB memiliki 30 program studi, di antaranya metalurgi, teknik mesin, teknik lingkungan, teknik kimia, teknik sipil, matematika, dan kimia. USTB mempunyai 65 program pascasarjana, 26 program doktor, dan 7 program postdoktoral. Sejak 1978, 776 proyek riset yang dikerjakan USTB telah mendapat penghargaan dari berbagai pihak. (sgt/c1/afi)


Banyuwangi Bersih & Ramah

44 Jawa Pos

Selasa 17 Juni 2014

R A D A R

PT. Suri Tani Pemuka

Pemkab Banyuwangi

PT. Pabrik Kertas Basuki Rachmat

PT. Banyuwangi Cannery Indonesia Ketapang

B A N Y U W A N G I

Badan Lingkungan Hidup Banyuwangi

PT. Surya Adikumala Abadi

PT IROHA SIDAT INDONESIA

Ekspedisi Kalilo dari Hulu hingga Hilir (31)

Pernah Asat Hampir Satu Tahun BANYAK yang tidak tahu bahwa Sungai Kalilo pernah kering alias asat. Sebab, peristiwa itu terjadi sudah cukup lama, yakni medio 80an. Tentu orang-orang yang saat itu belum lahir tidak mengetahuinya. Meskipun sebetulnya tidak sedikit yang mengetahui peristiwa itu, tapi mungkin jarang mereka menceritakannya. Akibatnya, tidak banyak yang tahu bahwa sungai yang membelah kota Banyuwangi itu pernah astol alias asat total. Menurut Abdullah Fauzi, Sungai Kalilo kering pada tahun 1982. Sungai Kalilo kering akibat kemarau panjang yang terjadi saat itu. Tidak hanya Sungai Kalilo, sungai-sungai lain di Kabupaten

Banyuwangi juga kering. Budayawan yang tinggal di Jalan Kalilo, Lingkungan Kalilo, Kelurahan Pengantigan, tersebut mengatakan, Sungai Kalilo tidak kering seketika. Sungai Kalilo kering secara berangsur-angsur hingga akhirnya kering total. Kalau kekeringan itu terjadi saat ini, mungkin tidak dianggap aneh. Sebab, setiap hari aliran Sungai Kalilo memang sudah kecil. Tetapi, karena terjadi di awal 80-an, itu menjadi peristiwa yang sulit dilupakan bagi yang mengetahuinya. Sebab, saat itu aliran Sungai Kalilo masih cukup besar. “Waktu itu kemarau panjang. Orang-orang juga mengakui bahwa itu kemarau sangat panjang. Kurang-lebih dua tahun

BAYU SAKSONO/RABA

SEPARO TANAH: Kondisi aliran Kalilo di daerah Singonegaran.

tidak ada hujan,” kata Kang Uzik, panggilan akrab Abdullah Fauzi. Akibat kemarau dan kekeringan

itu, bukan hanya petani yang bingung, orang-orang yang bukan petani pun bingung. Umumnya

mereka bingung mandi. Selain itu, karena waktu itu masih sangat jarang orang yang punya PDAM di rumah, maka banyak juga yang kesulitan mendapat air bersih untuk masak dan minum. Ditambah lagi, saat itu air mineral dalam kemasan masih sangat jarang, bahkan bisa dikatakan belum ada yang jual. “Wah, waktu itu sangat bingung. Banyak yang jarang mandi, karena untuk minum saja sulit,” tambah Kang Uzik. Sungai Kalilo kering terjadi hampir setahun. Selama itu penduduk yang menggantungkan mandi dan mencuci di sungai tersebut pontangpanting. Itu merupakan kejadian yang sulit dilupakan bagi orangorang yang mengalaminya.

Mengingat Banyuwangi sebagai kota “banyu”, maka sangat riskan jika terjadi sungai kering. Akibat kemarau panjang dan Sungai Kalilo kering, batu-batu sungai yang mulanya terlihat tidak terlalu hitam berubah menjadi sangat hitam dan mengilap. “Bisa dibayangkan betapa panasnya waktu itu,” kata Kang Uzik. Kekeringan yang dialami Sungai Kalilo itu menyebabkan warga dan petani kebingungan, karena petani mereka gagal panen. “Tapi waktu itu tidak hanya Kalilo yang kering. Kalau Kalilo saja kering, apalagi sungai lain. Tapi di zaman sekarang rasanya tiap hari Kalilo itu kering,” pungkas Kang Uzik sambil tersenyum. (c1/abi)

RADAR GENTENG Polisi Amankan Puluhan Botol Miras Cipta Kondisi Jelang Pilpres dan Ramadan

CHIN JULLIEN/RABA

KOSONG: Etalase di Toko Mbak Ida, Rogojampi, tampak kosong setelah dijarah maling kemarin malam.

Toko Pakaian Dijarah Maling ROGOJAMPI - Aksi pencurian kembali terjadi di sebuah toko di Pasar Rogojampi. Kali ini toko pakaian Mbak Ida milik Nur Ana Hidayah, w a r ga Du s u n P re j e n ga n , Desa/Kecamatan Rogojampi, yang dibobol maling. Pencurian itu diduga terjadi Senin (16/6) pagi. Dalam aksi itu, pelaku menjarah sejumlah pakaian. Pakaian anak-anak dan orang dewasa di etalase bersih disikat. “Dalam etalase banyak pakaian. Semua dibawa maling,” cetus Nur Ana Hidayah. Pencurian di toko pakaian

itu baru diketahui sekitar pukul 07.00. Saat itu, Nur Ana Hidayah bersama suaminya, Syaiful Mualim, datang ke pasar untuk membuka toko. “Saya kaget karena pintu rolling door setengah terbuka,” katanya. Kabar toko dibobol maling itu langsung menyebar. Warga dan para pedagang pasar pun berbondong-bondong mendekati lokasi. Syaiful langsung mendatangi polsek untuk melapor. “Pakaian yang hilang hanya di etalase. Kerugian sekitar Rp 10 juta,” ungkapnya. Salah satu petugas keamanan

Pasar Rogojampi, Sariyanto, saat dikonfirmasi mengatakan semalaman petugas keamanan telah melakukan patroli di sekitar pasar. Hingga sekitar pukul 03.30 situasi terlihat aman. “Kita patroli hingga ke toko-toko di dalam pasar,” ungkapnya. Sariyanto mengaku, petugas keamanan pasar pulang pukul 03.30. Sebab, jelas dia, pada saat itu suasana pasar sudah ramai dan pedagang banyak yang sudah datang. “Petugas keamanan memang kurang. Mungkin pencuri beraksi setelah kita pulang,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Rogojampi AKP Toha Choiri melalui Kanitreskrim Ipda Winardi mengaku belum bisa berkomentar banyak. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). “Kita masih melakukan olah TKP,” katanya. Hasil penyelidikan, jelas dia, gembok yang biasanya digunakan mengunci pintu hilang. Di rolling door terdapat bekas cukitan. “Korban belum resmi melapor, masih melapor secara lisan,” cetusnya. (mg2/c1/abi)

Wisuda 11 Santri Hafidz Alquran SRONO-Pondok Pesantren Darul Maghfur Al Khotiby, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, menggelar serangkaian kegiatan tasyakur 40 tahun pesantren, khotmil Qur’an ke-7, khotmil Ihya Ulumuddin ke-10, haul KH Muhtar Syafaat, dan haul umum. Puncak acara dari rangkaian itu dilaksanakan Minggu (15/6), dengan mengadakan pengajian akbar yang dihadiri Al Habib Umar Al Muhtador dari Semarang, Jawa Tengah. Pengajian yang dihadiri ribuan pengunjung itu, sekaligus wisuda khotimin khotiman Alquran. Untuk tahun ini, Pesantren Darul Maghfur Al Khotiby mewisuda 11 santri hafidz Alquran. Mereka itu adalah Hilmi Furqon (Magetan, Jawa Tengah), Ainur Rofiq (Kendal, Jawa Tengah), Muh Ishaq (Lampung Tengah), Moh Abdur Rohim (Purwodadi, Jawa Tengah), Khanif (Magelang, Jawa Tengah), dan Muhammad Faruq Najib (Ngawi, Jawa Timur). Santri lain yang juga ikut diwisuda itu Ummarotul Khoiriyah (Srono), Indah Nur Cahyo (Rogojampi), Anisatul Khoiriyah (Cluring),

DIAN EFFENDI/JPRB

WISUDA : Pengasuh Pesantren Darul Maghfur Al Khotiby, KH Hasan Thoha Hasyim mengukuhkan santri Hafidz dan Hafidzoh.

Juwita Indah (Srono), dan Kuni Khoiro Dzirif’ah (Srono). Pengasuh Ponantren Darul Maghfur Al Khotiby Srono, KH Hasan Thoha Hasyim, 65, dalam wisuda itu memberikan penghargaan kepada 11 Hafidz dan Hafidzoh tersebut. Diiringi doa dari para ulama, acara penghargaan tersebut berlangsung sangat khidmat. Selain mewisuda 11 santri yang telah menghafal Alquran, pesantren ini juga mewisuda

39 santri peserta kataman Bin Nadzri (program membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar), dan empat santri peserta kataman kitab Ihya Ulumuddin. Sementara dalam ceramahnya Al Habib Umar Al Muthohar berpesan agar santri yang telah diwisuda, mengingat tanggung jawab besar atas ilmu dan anugerah sebagai Hafidz dan Hafidzoh. “ Amalkan dan berjuang lah untuk Islam, dan harus bermanfaat

bagi masyarakat,” pesannya. Selain itu, Habib juga menyerukan pada pengunjung agar senantiasa mencintai Rasulullah Muhammad SAW dan gemar membaca Al-Qur’an. Perlu di ketahui, Pon Pes Darul Maghfur Al Khotiby selain mendidik santrinya untuk hafidz Alquran, juga melaksanakan pendidikan pesantren salaf (tradisional) pada umumnya seperti tarbiyah dan diniyah.(*/abi)

GAMBIRAN - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Wakil Presiden (Wapres) serta menyambut datangnya bulan Ramadan, aparat Polsek Gambiran menggelar Operasi Cipta Kondisi yang dipimpin Kanitreskrim Ipda Budi Hermawan kemarin. Dalam operasi itu, anggota kepolisian menyisir sejumlah toko yang dicurigai sering menjual minuman berkadar alkohol tinggi tersebut. Hasilnya, puluhan botol berisi miras diamankan. Puluhan botol berisi miras berbagai merek itu disita polisi di toko milik Suprihatin di Dusun Jatisari, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran. “Semua botol miras beraneka merek itu kita sita,” cetus Kapolsek Gambiran AKP Ibnu Masud melalui Kanitreskrim Ipda Budi Hermawan. Selain mengamankan puluhan botol miras berbagai merek, pemilik toko diminta datang ke polsek untuk diberi pembinaan. “Kalau menjual miras lagi akan kita tindak sesuai undang-undang yang berlaku,” ancamnya. Kanitreskrim menyebut, operasi miras itu Cipta Kondisi dalam rangka mengantisipasi keamanan menjelang pilpres dan Ramadan. “Operasi akan kita lakukan terus di tempattempat yang sering menjual miras,” cetusnya. (azi/c1/abi)

ABDUL AZIZ/RaBa

ALKOHOL: Anggota Polsek Gambiran mengamankan puluhan botol berisi miras di Toko Suprihatin kemarin.


Jawa Pos

Selasa 17 Juni 2014

SAMBUNGAN R A D A R

41

S I T U B O N D 0

Sayonara Mengaku Geli n SUWARNAM... Sambungan dari Hal 36

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Banyuwangi, Sayonara mengaku geli dengan laporan yang dilakukan Supriyono. “Saya kira Supriyono itu perlu menuntut ilmu lebih banyak lagi. Harus bersekolah lagi,” tandasnya.

Sayonara meminta Supriyono mengoreksi lagi laporannya jika benar-benar ingin memolisikan dirinya. Sebab, dalam Pasal 18/2003 tentang advokat disebutkan, advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan iktikad baik membela

klien dalam sidang di pengadilan. “Dalam ayat 2 Pasal 18 disebutkan, advokat tidak dapat diidentikkan dengan kliennya dalam membela perkara klien oleh pihak yang berwenang dan atau masyarakat. Undang-undang itu masih berlaku. Sampai sekarang belum dicabut. Makanya Supriyono itu kebablasan, terlalu

over,” tandas Sayonara. Yang lebih menggelikan, kata dia, kenapa hanya dirinya yang dipolisikan ke Polres Situbondo. Khalili yang juga kuasa hukum Asida Wahasni tidak dilaporkan. “Saya hanya asisten Pak Khalili. Jadi, sangat jelas ada tendensi di balik laporan itu,” pungkas Sayonara. (pri/c1/aif)

SYAMSURI/RaBa

PEMBUKAAN: (dari kiri) Kabid Linmas Wahyudi, Kepala Kesbangpol dan Linmas Herry Suryanto, dan Sekretaris Ferry Herlambang.

Berharap SDM Satlinmas akan Bertambah n TIGA... Sambungan dari Hal 35

Diakui, penanganan bencana di Situbondo masih kurang maksimal. Ini akibat masih kurangnya pemahaman dan keterampilan yang dimiliki anggota Linmas. Sehingga, kinerja satlinmas dalam penanggulangan bencana tidak akan berjalan dengan baik. “Makanya dengan kegiatan ini, kita harapkan SDM Satlinmas akan bertambah,” harap Herry.

Kabid Linmas, Drs. Ec. Wahyudi, M.Si menambahkan, peningkatan SDM anggota Linmas menjadi hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi dewasa ini. Ini agar dapat mecapai hasil guna dan daya guna. Sehingga, anggota linmas juga memiliki ilmu tentang perlindungan masyarakat. “Makanya, perlu adanya sosialisasi dan bekal terhadap petugas Linmas di Kabupaten Situbondo untuk dapat meningkatkan pemahaman dan

keterampilan aparat linmas dalam penanganan bencana,” teragnya. Wahyudi berharap, peningkatan pemahaman dan keterampilan aparat Linmas nantinya mampu membekali aparat satuan linmas untuk menjadi tenaga terlatih dan terampil dalam menanggulangi bencana. Yang tak kalah pentingnya adalah terwujudnya koordinasi potensi linmas dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. (pri/*/aif)

Lengan Tangan Sempat Patah n KERJA... YUSROH ABDILLAH/RaBa

DISKUSI: Rektor Unars Hadi Wijono (kiri) bersama mahasiswa Himapali dan pejabat dari Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab sebelum acara pelepasan benih ikan.

Gunakan Konsep Blue Economy n HIMAPALI... Sambungan dari Hal 35

“Silakan menggunakan alat pancing saja, syukur-syukur kalau warga sudah memiliki kesadaran,” terangnya. Dia juga berharap, kegiatan semacam tebar benih ikan terus berlanjut. Sehingga, lingkungan akan terus terjaga, sehingga akan mampu meminimalisir bencana banjir dan longsor. “Semoga juga Dinas Pengairan bisa memanfaatkan sebaik-baiknya dari hasil proses pembaruan di DAM ini, terutama untuk penanggulangan banjir yang kerap terjadi di Situbondo,” paparnya.

Kata mantan Sekda Pemkab Situbondo itu, dengan melakukan aksi, maka mahasiswa telah belajar menjalankan kurikulum. Sejauh ini, sudah banyak kegiatan yang dilakukan mahasiswa Unars melalui organisasi kemahasiswaannyayang dipilihnya. Harapan yang tak kalah pentingnya, kata Hadi, sungai tidak hanya untuk MCK (mandi, cuci, kakus). Namun, perlahan-lahan juga akan difungsikan sebagai kerambah meski jumlahnya harus tetap dibatasi agar tidak mengganggu aliran air. Dengan begitu sungai akan lebih banyak manfaatnya. Termasuk dikembangkan menjadi objek wisata.

“Di bagian atas dam, ada genangan yg bisa dimanfaatkan untuk mancing, mainan anak untuk ski air juga bisa. Yang paling penting, agar masyarakat tidak banyak yang mengambil jalan pintas dengan menggunakan potas untuk mengambil ikan,” tegas Hadi. Kabid Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Situbondo, Kholil mengaku sangat mendukung kegiatan Himapali Unars. Pemilihan bibit ikan mas dan tawas bivoral untuk ditebar sangat tepat, karena lebih mudah hidup dan punya kemampuan untuk recovery limbah organik yang ada di sungai.

“Masukan kami, sebaiknya ikan Nila juga dijadikan satu spesies yang khusus digunakan untuk memperbaiki pencemaran-pencemaran di sungai seperti halnya yang dilakukan Universitas Brawijaya, maupun ITS yang melakukan perbaikan sungai Kalimas di Surabaya,” saran Kholil. Dia mengungkapkan, konsep pembangunan perikanan saat ini menggunakan dasar blue economy yang dijabarkan dalam industri perikanan. Potensi industrisasi perikanan meliputi usaha-usaha perikanan serta mengelola seluruh limbah yang ditimbulkan. (pri/*/aif )

Sambungan dari Hal 36

Tiap hari di bawah lereng bebatuan, Agus mengayunkan selaras besi ke lempengan batu kapur. “Kalau takut, ya takut. Dulu saya pernah tertimbun longsoran sampai lengan tangan kanan patah,” ucap Agus sambil

menunjukkan bekas luka di tangannya. Untungnya kala itu dia tidak bekerja sendirian, sehingga bisa ditolong teman-temannya. ”Kalau tidak ditolong teman, saya sudah tidak ada lagi,’’ kenang Agus. Setiap hari Agus menguras tenaganya untuk menambang batu kapur. Dari pagi hingga sore,

Agus hanya mampu mengumpulkan satu pikap batu kapur. Satu pikap hanya dapat Rp 30.000. “Kalau masih muda dulu saya bisa kumpulkan tiga pikap. Namun, dengan usia dan tenaga yang tidak sekuat dulu, saya hanya mampu mengumpulkan satu pikap sehari,” terangnya. (c1/aif)

SINERGI Proyek Fisik Terancam Molor SEMPAT MACETKAN JALAN: Truk bemuatan kertas terbalik di Desa Raci, Kecamatan Bangil.

RADAR BROMO/JPNN

Truk Muatan Kertas Terbalik BANGIL–Rencana Sukandar, 55, warga Desa Ciro, Kecamatan Balungbendo, Kabupaten Sidoarjo, untuk mengantar ratusan boks berisi kertas HVS ke Probolinggo, kemarin (16/6) berantakan. Pasalnya, ia mengalami kecelakaan kala melintas di Desa Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Truk pengangkut kertas HVS yang dikemudikannya, terbalik. Meski tak ada korban jiwa, kertas-kertas boks yang hendak diantarnya berceceran di jalan. Akibat kejadian tersebut, arus Bangil-Pasuruan tersendat. Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo di lapan-

gan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 13.30. Sukandar sendiri tak sendirian saat mengantar kertas-kertas HVS ke salah satu toko di Probolinggo. Ia didampingi kernetnya Fery, warga Mojokerto, dengan mengendarai truk bernopol S 8265 UN. Awal perjalanannya, mereka tak menemukan hambatan berarti. Saat melintas di depan kantor DPRD Kabupaten Pasuruan di Raci, petaka menimpa keduanya. Tanpa disangka roda truk sisi kanan belakang meletus. Situasi tersebut membuat kendaraan yang dikemudikan Sukandar, oleng. Sukandar pun sulit menguasai kenda-

raannya. Sampai beberapa meter kemudian, truk yang dikemudikannya terbalik. “Ban kendaraan saya meletus. Saya berusaha menguasai kendaraan, tapi susah. Tiba-tiba, kendaraan terbalik,” ungkap Sukandar. Akibat kejadian ini, ratusan boks berisi ribuan lembar kertas HVS yang dibawanya dari Mojokerto, berceceran. Bahkan, keduanya pun sempat terjepit di dalam truk. Beruntung, keduanya tidak sampai mengalami cedera berarti imbas kejadian tersebut. Kecelakaan itu, sempat membuat arus Bangil-Pasuruan terhambat. Polisi yang men-

dapat informasi kejadian itu, langsung bergerak ke lokasi. Sebuah kendaraan derek pun dikerahkan untuk mengevakuasi bangkai truk. Salah satu petugas Pos Lantas PIER, Aiptu Baidhowi yang ditemui di lokasi menyampaikan, kecelakaan itu dipicu beratnya muatan truk. Sehingga, ban belakang pecah. Kondisi ini, akhirnya membuat truk terbalik. “Dugaan sementara, karena muatannya terlalu berat, sehingga memicu ban pecah. Imbas ban pecah itu, truk pun terbalik,” katanya sambil mengatur arus lalu lintas yang sempat macet kemarin. (one/ mie/jpnn/aif)

KRAKSAAN - Pengerjaan s e j u m l a h p ro y e k i n f r a s truktur atau fisik dengan pagu anggaran di atas Rp 200 juta di Kabupaten Probolinggo, terancam molor. Sebab, sampai pertengahan tahun ini belum satu pun proyek yang tergarap. Kendalanya, aturan baru dari kementerian pekerjaan umum yang mengharuskan setiap rekanan memiliki sertifikat badan usaha (SBU). Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pekerjaan Umum Nomor IK.0201-KK/978 dan berlaku mulai tahun ini. Isinya, tentang

pemberlakuan klasifikasi dan kualifikasi usaha jasa kontruksi pada pelaksanaan pengadaan pengerjaan jasa konstruksi untuk tahun 2014. Yakni, seluruh rekanan atau pihak ketiga untuk dapat mengerjakan kegiatan fisik, harus memperbarui SBU-nya. SBU konversi baru itu diajukan oleh rekanan ke Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Jawa Timur. Tujuannya, meningkatkan kualitas jasa konstruksi para rekanan. Tapi, kemudian adanya peraturan ini disebut-sebut menjadi penghambat ter-

laksananya sejumlah proyek di Kabupaten Probolinggo. “Sebenarnya semua rekanan sudah memiliki SBU. Tapi dengan adanya Peraturan Kementerian PU Nomor 8/2011 yang ditegaskan dalam surat edaran di atas, tentang klasifikasi dan subklasifikasi dalam pengadaan jasa konstruksi semua SBU rekanan harus diperbaharui. Sebelum SBU konversi baru itu keluar, tidak bisa melaksanakan kegiatan konstruksi (fisik),” ujar Kabag Penyusunan Program Pemkab Probolinggo, Roby Siswanto.(mas/rud/ JPNN/aif )

Temukan Empat Pasangan Mesum BONDOWOSO-Menjelang Bulan Ramadan yang tinggal dua mingguan, petugas Polres Bondowoso menggelar rasia di hotel-hotel yang ada di Bondowoso setiap malam Minggu. Hasilnya, polisi yang menggeledah salah satu hotel kelas melati di jantung kota Bondowoso, menemukan empat pasangan mesum yang lagi kasmaran. Mereka berada di

dalam empat kamar berbeda. ”Saat itu juga, petugas menyuruh mereka keluar kamar,” ujar Kapolres AKBP Sabilul Alif, melalui Kabag Ops Kompol Budi Sulistiyanto. Ternyata, keempat pasangan itu bukan suami istri. Mereka berasal dari Bondowoso dan Jember. “Saat keluar dari kamar masing-masing, mereka berpakaian lengkap,” katanya. Se-

lanjutnya, keempat pasangan itu dibawa ke Mapolres Bondowoso untuk dimintai keterangan. “Tentu saja, kami melakukan pembinaan kepada keempat pasangan itu,” ujarnya. Diingkatkan oleh polisi, bahwa jangan sekali-sekali mengulangi perbuatan mesum. Apalagi, menjelang memasuki bulan Ramadan. (eko/ sh/JPNN/aif)


Radar Banyuwangi | 17 Juni 2014