Issuu on Google+

SABTU 17 AGUSTUS

33

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Pelantikan di Pemkab, Demo di Balai Desa BANYUWANGI - Kepala Desa (Kades) Banjar, Kecamatan Licin, Nur Hariri, resmi dilantik siang kemarin (16/8). Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan di lakukan Wakil Bupati Yusuf Wi dyatmoko di Aula Rempeg Jogopati. Pada saat hampir bersamaan, warga yang kontra berunjuk rasa di Balai Desa Banjar untuk menentang pelantikan kades tersebut.

Sementara itu, prosesi pelantikan ber langsung cukup sederhana, hanya dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Banyuwangi, Forum Pimpinan Kecamatan Licin, dan keluarga kades terpilih. Pelantikan Nur Hariri dilakukan setelah dia unggul dalam Pilkades Banjar beberapa waktu lalu. Dalam Pilkades Banjar, ada empat calon yang bertarung n  Baca Pelantikan...Hal 43

FOTO-FOTO: AGUS BAIHAQI/RaBa

PANAS: Wabup Yusuf Widyatmoko melantik Kades Banjar, Nur Hariri, di Aula Rempeg Jogopati kemarin (kiri). Warga berkerumun di depan kantor Desa Banjar kemarin (atas).

Paripurna Dihadiri 10 Anggota LEGISLATIF

Siap Bahas Raperda Sampah BANYUWANGI - Kegiatan politik pemilihan gubernur (pilgub) yang akan segera dilaksanakan di Jawa Timur ternyata berpengaruh dengan kegiatan wakil rakyat di DPRD Banyuwangi. Usai libur Idul Fitri, mereka hanya akan membahas tiga rancangan peraturan daerah (raperda). Keputusan terkait agenda kegiatan itu diputuskan dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Banyuwangi pada Kamis (15/8) lalu. “Banmus sudah memutuskan membahas tiga raperda,” cetus Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRD Banyuwangi, Handoko n

BANYUWANGI - Sidang Paripurna Istimewa yang digelar di ruang sidang utama DPRD Banyuwangi dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyo no ternyata kurang diminati para wakil rakyat. Anggota dewan yang terhormat itu banyak yang tidak hadir dalam acara menyaksikan siaran langsung pidato kenegaraan melalui layar lebar tersebut. Sidang Paripurna Istimewa yang pertama, dari 50 anggota DPRD Banyuwangi, yang hadir dan mengikuti kegiatan kenegaraan itu hanya 16 orang. Itu pun mereka tidak hadir tepat waktu. Tingkat kehadiran yang rendah itu

semakin parah saat Sidang Paripurna Istimewa yang kedua siang harinya. Dalam paripurna kedua pidato kenegaraan penyampaian nota keuangan RUU APBN yang dimulai pada pukul 14.30 kemarin itu, jumlah anggota DPRD yang hadir di gedung rakyat hanya 10 orang. Banyaknya anggota DPRD yang tidak ha dir membuat kursi ruang sidang utama banyak yang kosong. Kursi undangan kepala desa (kades), kepala kelurahan, dan para camat, juga banyak yang kosong. “Semua diundang, tapi aca ra ini (Paripurna Istimewa) yang mengundang eksekutif,” cetus Sekretaris DPRD Banyuwangi H. Sudirman n

SEPI: Deretan kursi kosong saat paripurna istimewa menyaksikan siaran langsung pidato kenegaraan Presiden RI dari gedung DPRD Banyuwangi kemarin.

AGUS BAIHAQI/RaBa

 Baca Paripurna...Hal 43

Kejadian Meningkat, Korban Tewas Turun

 Baca Siap...Hal 43

AGUSTUSAN

ICHSAN RASYID/RaBa

SYUKURAN: Kalangan pejabat, veteran, dan ratusan anak yatim, ikut selamatan Agustusan di Pendapa Sabha Swagata Blambangan sore kemarin (16/8).

Tahlil dan Tumpengan Bersama Anak Yatim BANYUWANGI - Sehari menjelang peringatan 17 Agustus 1945, Pemkab Banyuwangi menggelar acara tumpengan dan selamatan Agustusan di Pendapa Sabha Swagata Blambangan sore kemarin (16/8). Dalam acara kenduri itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menghadirkan sekitar 100 anak yatim untuk berdoa bersama n  Baca Tahlil...Hal 43

Pertama Bertemu sejak Muktamar BANYUWANGI - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini jarang bertemu akhirnya duduk berdampingan di Bumi Blambangan. Dua tokoh NU yang dikabarkan “berseberangan” sejak Muktamar NU di Makassar, yaitu KH. Hasyim Muzadi dan KH. Said Aqil Siradj, bertemu di Lapangan Watukebo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, kemarin (16/8). Hasyim Muzadi dan Said Aqil hadir dalam pengajian akbar dan halal bi halal yang diselenggarakan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Banyuwangi tersebut n  Baca Pertama...Hal 43

Angka Kecelakaan Masa Lebaran di Banyuwangi

 Baca Kejadian...Hal 43

2012 Kejadian Meninggal Luka berat Luka ringan Kerugian

: 8 kali : 10 orang : 5 orang : 7 orang : Rp 17 juta

2013 Kejadian Meninggal Luka berat Luka ringan Kerugian

: 11 kali : 9 orang : 7 orang : 4 orang : Rp 15 juta GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Menyaksikan Tradisi Gelar Pitu di Kopen Kidul, Glagah

Isi Ketupat Identik Nasib Tahun Depan Banyuwangi memang kaya tradisi. Salah satunya adalah ritual Gelar Pitu yang digelar masyarakat Dukuh Kopen Kidul, Dusun Kampungbaru, Desa/Kecamatan Glagah. SIGIT HARIYADI, Glagah RATUSAN ketupat yang disusun menyerupai gunung diarak keliling Dukuh Kopenkidul, Dusun Kampungbaru, Desa/Kecamatan Glagah, Banyuwangi, sore itu (14/8). Dengan cara ditandu, ketupat yang oleh warga dikenal dengan istilah kupat gunung itu dibawa ke makam leluhur warga setempat, yakni Buyut Saridin. Usai didoakan di makam

http://www.radarbanyuwangi.co.id

ABDUL AZIZ/RaBa

GUYUB: KH. Hasyim Muzadi dan KH. Said Aqil Siradj berdampingan dalam halal bi halal PKB di lapangan Watukebo,, Rogojampi, g j p , Banyuwangi, y g , kemarin.

BANYUWANGI - Angka kecelakaan selama mudik dan balik Idul Fitri tahun 2013 ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Namun,jumlahwargayangmenjadi korban dalam kecelakaan di jalan raya di Banyuwangi menurun. Berdasar data di unit kecelakaan Satuan Lalu Lintas (Unit Laka Satlantas) Polres Banyuwangi, selama arusmudikdanbalikLebaran tahun ini, tercatat 11 kali kecelakaan. “Sebelas kali kejadian di seluruh Banyuwangi,” terang Kanitlaka Satlantas Polres Banyuwangi Iptu Mujiono kemarin (16/8) n

yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman warga itu, kupat gunung itu dibawa kembali ke depan musala setempat. Sejurus kemudian, warga sekitar mengeluarkan ancak berisi kupat lodo (ketupat dengan lauk ayam yang dimasak bumbu hijau) dari rumah masing-masing. Kemudian, kupat lodo itu diletakkan berjajar di sepanjang jalan utama Dukuh Kopen Kidul. Lantas, seorang tokoh adat memimpin doa. Usai berdoa, warga sekitar dan seluruh pengunjung menyantap hidangan kupat lodo tersebut. Setelah itu, warga bergeser menuju satu titik, tepatnya di tengah jalan depan musala, tepatnya di lokasi kupat gunung diletakkan n  Baca Isi Ketupat...Hal 43

Paripurna pidato kenegaraan presiden dihadiri 10 anggota DPRD Ingat, rakyat pemilik suara terus mengawasi wakilnya

Dewan segera bahas raperda pengelolaan sampah Termasuk sampah masyarakat, Pak?

SIGIT HARIYADI/RaBa

RITUAL: Pengunjung memperebutkan ketupat berisi duit di Dukuh Kopen Kidul, Dusun Kampungbaru, Desa/Kecamatan Glagah.

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


34

Sabtu 17 Agustus 2013

Paskibra 2013 Dilantik Terharu Cium Sang Merah Putih BANYUWANGI - Upacara pengukuhan personel Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Banyuwangi 2013 berlangsung khidmat di Pendapa Sabha Swagata Blambangan Kamis malam (15/6). Diiringi lagu “Padamu Negeri”,satu per satu dari 75 personel Paskibra itu mencium bendera Merah Putih sebagai simbol cinta tanah air dan kesanggupan berbakti dan mengabdi kepada bangsa dan negara. Upacara pengukuhan Paskibra Banyuwangi 2013 itu diawali pengucapan Ikrar Putra Indonesia yang dipimpin inspektur upacara, Bupati Abdullah Azwar Anas dan diikuti seluruh personel Paskibra. Selanjutnya, Bupati Anas meminta per sonel Pas kibra yang did-

aulat sebagai komandan upacara menarik napas panjang dan men cium bendera Merah Putih sebanyak tiga kali. Setelah itu, Anas meminta koman dan upacara melepaskan bendera tersebut. “Ini (pelepasan bendera) sebagai kiasan bahwa anak-anakku (personel Paskibra) bersedia mengamalkan segala latihan yang telah diterima,” ujar Anas. Setelah bendera dilepaskan, Anas kembali meminta sang komandan upacara mencium duplikat bendera pusaka Merah Putih. Seluruh personel yang lain juga diberi kesempatan mencium bendera Merah Putih. Seketika itu, lampu penerangan di lokasi upacara dipadamkan.

Dalam kondisi gelap, momentum paling “mengharukan” berlangsung. Satu per satu personel Paskibra mencium bendera Merah Pu tih sebagai tanda cinta tanah air. Rangkaian upacara itu lan tas dilanjutkan dengan pe nyematan tanda Paskibra kepada dua perwakilan Paski bra. Saat menyampaikan amanat upacara, Bupati Anas mengucapkan selamat kepada 75 pelajar asal SMA/SMK/MA

yang terpilih menjadi personel Pas kibra Banyuwangi 2013 tersebut. “Kalian adalah putraputri pilihan yang mendapat kepercayaan dan kehormatan mengemban tugas ini. Jaga kepercayaan yang telah diberikan ini dengan baik,” ujarnya. Menurut Anas, pelajar yang dipilih sebagai pengibar duplikat bendera pusaka di tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat, ke rap memunculkan ide-ide bri lian. “Siswa-siswi punya peran penting dalam transfer aspek-aspek historis n

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• L300 ‘09 •

• Dekat SMANTA •

• Jl. Singosari •

Dijual L300 th 09, harga 112 juta nego, cash/kredit, tukar tambah 082142194111

Djl cpt tnh 170m2 srfkat,dkt Smanta bwi, BNI, IKIP PGRI cck utk kos2an H: 08124985056 / 085231734398

Djl rmh Jl. Singosari No. 31 LT 550m2, LB + 350m2. SHM. Hub 0811300151

 Baca Paskibra...Hal 43

SIGIT HARIYADI/RaBa

KHIDMAT: Personel Paskibra mencium bendera Merah Putih saat upacara pengukuhan Paskibra Banyuwangi di Pendapa Sabha Swagata Blambangan Kamis malam lalu (15/8).

AGENDA KOTA

Bupati Anas Jadi Inspektur Upacara BUPATI Abdullah Azwar Anas melakukan ziarah nasional dan tabur bunga di TMP Wisma Raga Satria dan TMP 0032 pukul 06.30 hari ini (17/8). Pada pukul 09.00, Bupati Anas menjadi inspektur upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan di lapangan Taman Blambangan, dirangkai dengan pemberian remisi umum narapidana dan anak pidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi. Pada malam hari, Bupati Anas menghadiri resepsi kenegaraan HUT Kemerdekaan RI ke 68 di Pendapa Sabha Swagatha Blambangan. (*)

Puter Kayun ke Watudodol TRADISI Puter Kayun akan digelar pukul 11.30 siang ni (17/8). Acara tersebut akan diharidi Bupati Abdullah Azwar Anas di garis start di Jalan Mawar, Desa Boyolangu, Kecamatan Giri. Warga akan naik dokar menuju kawasan Pantai Wisata Watudodol, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. (*)

Halal Bihalal IKA PMII MENGHARAP kehadiran sahabat sahabati pada acara reuni dan halal bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  (IKA PMII) di Wisata Atlanta, Desa Kembiritan, Genteng, pukul 13.00 hari ini (17/8). Info lebih jelas bisa menghubungi Azi: 081336161357, Syamsul Arifin 081336449271, Abi 08123461165, Pornomo 0811361409, dan As’adi 082335504888. (*) LOWONGAN PEKERJAAN PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk. JL. BASUKI RAHMAT NO.128 SITUBONDO SYARAT ARO (ACCOUNT RECIEVABLE OFFICER)

1. Maksimal Usia 27 Tahun 2. Pendidikan Minimal D3 3. Jujur, Ulet, Mau Kerja Keras 4. Memiliki Kendaraan Sendiri (Sim C) SYARAT INTERNAL AGENCY 1. Maksimal Usia 27 Tahun 2. Pendidikan terakhir SLTA 3. Jujur, Ulet, Mau Kerja Keras 4. Memiliki Kendaraan Sendiri (Sim C) Bagi Pelamar bisa menghubungi HENDRA FERI UDANA - HP 082 332 573 366

BANYUWANGI • INVESTASI • ANDA mau 5% sebulan..?? Hub Pak Budi 08155155878 Kerjasama bagi hasil Hub Iwan 081335555394 Cara mudah dapat uang hub Ari 087836695572

MELAMAR hari ini bsk kerja buth 60 SPG/ SPB promo/event fas gaji + bonus + insentif min SMA max 26th lamrn ke Jl. Ikan Gurami 21 Karangrejo tlp 085648992256 DBUTHKAN operator & sales conter min SMU max 25 th, kirm lamrn ke Surya Abadi Jl Hasanudin no. 94 Genteng Wetan SGR

• Tanah Kebun 7790m2 •

SURABAYA

Dijual tanah kebun di Bwi kota, SHM a/n sendiri 7790m2 (120m x 70m) Rp 150.000/ m nego lokasi 150m timur Jln Raden Wijaya, selatan perum Djati Khayangan. Hub pemilik: 081239574908 /081999093869 / Bp Edy

• Jasa Pengiriman hewan • Jasa kirim hewan ke luar jawa hub 081351889407 di juanda surabaya.

BANYUWANGI

SITUBONDO

• STNK •

• Kebun Mangga 1,5Ha •

BANYUWANGI

Hlg STNK P 3973 YC an Devi Rinjang Feriani, Ling. Sukorojo 04/01 Glagah, Bwi.

• AJM Hotel •

P 3004 TC an Asmuri.Dsn Krajan RT 001/ 002 Ds Alasmalang Kec. Singojuruh

Djl kebun mangga dg kebun jati, fas rmh pnjaga, luas 1,5 hektar lok strategis, Ds. Battal, Kec. Panji, 250 jt, juga dijual kebun gamilina 3000 pohon luas +8000 m2, lok pigr jaln 150jt. H. 082333573999

Dbthkn karyw/ti SMU sdrjt. D3 Pria/ Wanita,utk New Suka-suka Karaoke keluarga Kirim ke Jl Raya Jember 55 Genteng. Kontak person JRD Manager 087857356102 (P. Yusuf)

P 6420 VH an Achmad Indra Prabowo Jl Simpang Singosari no 01 Tamanbaru. P 3413 ZB an Dra Hj Ermi Ross Ana Jl Ikan Pesut no 26, Sobo

• Jl. Raya Pantura • Jual tnh 9600m2, Jl. Ry Pantura KM 215 5B, Lmongan Arjasa @175rb/m2. 082333008871

• Rumah Tengah Kota • Dijual rumah murah tengah kota strategis L 400M2, LB 181M2 Hub 085230634123

• Sewa/Jual • Sewa rumah depan stasiun Rogojampi 15 jt per tahun/nego, cepat, hub 087823185909.

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

•Daihatsu Terios •

• Nissan •

DIJUAL Daihatsu Terios F700RG TX AT tahun 2007 hrg 126,5 juta nego brg istw Bisa, Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Promo Nissan ready stock, all type, dapatkan diskon terbesar + free aksesoris untuk penawaran terbaik. Hub. ADZAM 081232246632, Nissan Banyuwangi

• Grand Livina •

• Suzuki Katana •

DIJUAL Nissan Grand Livina xv 1.5 MT tahun2007 abu-abu mtl hrg 142,5 juta nego brg istw bisa, kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Suzuki SJ410 KTN SC GX 2WD (jeep) tahun 2005 biru mtl hrg 72,5 juta nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• toyota•

• Isuzu Panther •

Bulan merdeka beli Toyota!! Tunai/krdt ok. Menangkan undian 20 unit Tyt Etios.GrndPrize Tyt LandCruiser.Hub Auto 2000 (0333)422000

DIJUAL Isuzu panther TBR 541 LS25 MT tahun 2001 biru muda mtl hrg 116,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Innova ‘09 • DJL Innova disel 09 silver/hitam 207,5 jt nego, pjk pjng bs kash/kredit atau tukar tambah hub 082142194111 - 081335897888

• Truck Figher • Jual Truck Figther 2 thn 93&94 power, telp 0333-633439, jl. kebalen 35 rogojampi.

• Promo Suzuki • Suzuki promo R3 splash swift apv pickup dp ringan+bonus hub: 085231223170

• Panther • Station 1999 hrg 85jt nego. Panther pickup 2006 hrg 95 jt nego. Hub 08123461158, 087755721823

Ingin pasang iklan? Hubungi: 0333-412224

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Administrasi PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo. com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


35

Sabtu 17 Agustus 2013

Ribuan Massa Padati Pengajian Akbar PKB Hasyim Muzadi-Said Aqil Ajak Besarkan PKB ROGOJAMPI – Ribuan massa tumplek blek menghadiri kegiatan pengajian akbar dan halal bihalal yang diselenggarakan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Banyuwangi di Lapangan Watukebo, Kecamatan Rogojampi, kemarin sore. Sejak pukul 12.00, ribuan massa dari berbagai daerah di Banyuwangi, itu terus berdatangan dengan naik roda dua dan empat, untuk menghadiri kegiatan yang dihadiri dua tokoh nasional yaitu mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi dan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj. Selain dihadiri dua tokoh nasional tersebut, kegiatan kemarin juga dihadiri oleh Rais Syuriah PCNU KH. Hisyam Syafaat dan Ketua Tanfidziah KH. Masykur dan jajarannya, serta jajaran pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor, Pimpinan Cabang Muslimat NU dan Fatayat NU, dan tak ketinggalan Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas juga tampak hadir dan memberi kata sambutan dalam acara tersebut. Terlihat kompak dan bersemangat juga adalah jajaran DPC PKB, Pengurus Anak Cabang PKB dan Pengurus Ranting serta Anak Ranting PKB se-Banyuwangi serta Garda Bangsa. Ada juga para caleg DPRD Banyuwangi, DPRD Provinsi dan DPR RI dari PKB. Sementara itu, dalam cermahnya, KH. Said Aqil Siradj yang mendapat giliran pertama, seperti biasa lebih banyak me-

MEMBELUDAK: Ribuan massa menyemut di lapangan Watu Kebo, Kecamatan Rogojampi kemarin. FOTO-FOTO: ABDUL AZIZ/RaBa

nyampaikan tausiah mengenai ideologi ahlussunnah waljamaah serta nilai-nilai NU. Namun menjelang akhir tausiahnya, Kang Said-sapaan akrabnya-- meyakinkan kepada ribuan hadirin bahwa satu-satunya partai yang peduli dengan NU hanya PKB. “AD/ART PKB juga persis dengan NU, yang menyusun salah satunya termasuk saya. Maka kalau ditanya partai apa yang peduli dengan NU, ya PKB,” tandasnya. Lebih semangat lagi adalah KH. Hasyim Muzadi. Begitu naik ke atas mimbar mendapat giliran ceramah kedua, mantan Ketua Umum PBNU, itu langsung menegaskan pentingnya warga NU dan PKB memenangkan calon Gubernur Jawa Timur

KOMPAK: Para anggota Muslimat NU membawa surban keliling untuk menggalang dana.

Khofifah Indar Parawansa. Sebab majunya Khofifah sebagai Cagub Jatim, bukan untuk kepentingan pribadinya. “Tapi untuk kepentingan NU, untuk kepentingan masyarakat banyak,” tandasnya. Dia menegaskan, menangnya Khofifah dalam pemilihan gubernur 29 Agutus nanti, diharapkan menjadi titik awal terhadap semakin majunya NU di Jawa Timur dan Indonesia. “”Untuk mengawali kebangkitan NU dan PKB, titik awalnya ya di Jawa Timur ini,” tandasnya. Hasyim berjanji, setelah Khofifah menang dalam pilgub nanti, dirinya akan keliling ke Jawa Tengah, Jawa Barat dan selutruh Indonesia, untuk membesarkan NU dan

SWADAYA: KH. Hasyim Muzadi merogoh kocek pribadi untuk kemenangan Khofifah.

Tiga Tersangka masih Ditahan Pelepasan Tunggu Perbaikan Rumah SINGOJURUH - Tawuran masal yang melibatkan dua kelompok pemuda desa bertetangga, yaitu Desa Padang dan Singolatren, Kecamatan Singojuruh, yang meletus menjelang Lebaran sudah berakhir damai Rabu lalu (14/8). Namun demikian, tiga tersangka tidak serta merta menghirup udara bebas. Buktinya, ketiga tersangka hingga kemarin masih mendekam di sel tahanan Mapolsek Singojuruh. Kapolsek Singojuruh, AKP Maspud, mengakui bahwa ketiga tersangka masih ditahan. Alasannya, polisi masih menunggu selesainya perbaikan rumah, mobil, dan motor yang rusak warga. ‘’Masih kita tahan. Kita menunggu tuntas dulu,” kata Maspud. Dia menjelaskan, berdasar kesepakatan bersama, masyarakat dua desa bakal membereskan kembali semua yang rusak akibat kerusuhan tersebut. Untuk

DI ATAS PODIUM: Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan kata sambutan.

ALI NURFATONI/RaBa

SELESAI: Puluhan pemuda berpose bareng dengan aparat jelang ikrar damai di Dusun Krajan, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, pada Rabu lalu (14/8).

menuntaskan hal itu, sudah dibentuk dua tim dari dua desa itu yang masing-masing 10 orang. “Proses perbaikan masih berlangsung,” tuturnya. Kapan proses perbaikan tuntas? Menurut kapolsek, dalam

waktu tidak lama lagi masyarakat akan gotong-royong. Sesuai rencana, masyarakat akan gotongroyong hingga awal pekan ini. ‘’Senin besok ditargetkan selesai,’’ terangnya n Baca Tiga...Hal 43

PKB. “Saya sudah sepuh, saya ingin sebelum ajal menjemput, saya bisa melihat NU dan PKB besar,” tandasnya. Sementara itu, dalam acara kemarin, ribuan hadirin juga tampak antrusias melakukan penggalangan dana spontan untuk memenangkan Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur Jawa Timur. Mereka menyumbangkan uang swadaya tersebut melalui serban keliling yang dibawa oleh para aktifis Fatayat dan Muslimat NU. “Terus terang Bu Khofifah ini tidak punya uang untuk nyalon gubernur, ayo kita swadaya iuran untuk kemenangan Bu Khofifah,” ajak Ketua Tanfidziah DPC PKB HM. Joni Subagio. (azi/adv/aif)

PILIH NOMOR EMPAT: Tiga Caleg DPRD Banyuwangi, Zainal Arifin Salam, Khusnan Abadi dan Didik mengajak warga memilih nomor empat.

SIAP BESARKAN PKB: (dari kanan) KH. Hisyam Syafaat, KH. Said Aqil Siradj, KH. Hasyim Muzadi dan KH. Masykur Ali kompak hadir dalam acara PKB kemarin.

SUARA PEREMPUAN: Caleg DPRD Banyuwangi Mafruhatun Nikmah dan Caleg DPR RI dari PKB Nihayatul Wafiroh.


36

Sabtu 17 Agustus 2013

DIVISI III JATIM

GALIH COKRO/RaBa

GANTI BAJU: Pemain Persewangi Muda saat berlaga melawan Persekap pada kompetisi Divisi III Jatim musim lalu. Musim ini nama “Muda” diganti Blambangan.

Persewangi Muda Jadi Persewangi Blambangan BANYUWANGI - Rencana Pengkab PSSI Banyuwangi mengikuti kompetisi Divisi III regional Jawa Timur terus dimatangkan. Selain segera menggelar seleksi calon pemain, induk sepak bola di Banyuwangi itu pun melakukan terobosan dengan modifikasi identitas tim yang akan disertakan dalam kompetisi mendatang. Modifikasi itu adalah pergantian nama tim yang sebelumnya bernama Persewangi Muda (PM). Tim yang dibentuk pada 2012 itu diubah namanya menjadi Persewangi Blambangan. Itu merujuk petunjuk Pengrov PSSI Jawa Timur sebagai kelengkapan calon peserta kompetisi Divisi III regional Jawa Timur. “Kalau dikatakan mengubah sih nggak. Kita bentuk baru namanya Persewangi Blambangan dan tim yang lama masih ada. Tetapi, besar kemungkinan tidak akan diikutkan dan didaftarkan sebagai peserta kompetisi,” beber Mohamad Kayun Rasyid Sholeh, ketua PSSI Banyuwangi. Perubahan nama ini merupakan petunjuk langsung Pengprov PSSI Jawa Timur. Perubahan itu dilakukan dengan tetap mengusung kebanggaan sebagai tim asli masyarakat Banyuwangi. Seleksi calon skuad Blambangan akan dimulai Minggu (18/8) besok. Kegiatan itu akan disentralkan di Stadion Diponegoro. Ada 22 pemain yang akan dipersiapkan dalam kompetisi Divisi III mendatang itu. Terkait target dalam kompetisi Divisi III, Kayun berharap Banyuwangi bisa berbicara banyak. Kompetisi tersebut dijadwalkan dimulai pertengahan September mendatang. (nic/c1/als)

KOMPETISI LOKAL

AGUS BAIHAQI/RaBa

BERGAYA DAVIL: Salah satu penampilan peserta Trajaba kelompok 45 kilometer tahun lalu. Acara ini akan digelar pada 31 Agustus mendatang.

Dispora Target Peserta Trajaba Lebih Banyak

BANYUWANGI - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi rupanya all out dalam menggelar Gerak Jalan Tradisional JajagBanyuwangi (Trajaba) mendatang. Selain mematangkan pembagian kategori yang akan dilombakan dalam agenda tersebut, penyelenggara juga menargetkan jumlah peserta yang akan ikut lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Sekadar diketahui, kegiatan tersebut akan dilaksanakan 31 Agustus mendatang. Kegiatan itu terbagi dalam

tiga kategori. Tiga kategori tersebut meliputi kelompok 8 km, 17 km, dan 45 km. “Formatnya nyaris tidak ada perubahan,” ujar Ahmad Khairullah, Plt Kepala Dispora Banyuwangi, kepada koran ini kemarin (16/8). Menurut Khairullah, gerak jalan tradisional 8 km akan diberangkatkan dari kawasan GOR Tawang Alun. Kategori kelompok 17 km akan dimulai dari Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi. Kategori 45 km, peserta akan dilepas dari depan kantor Camat Gambiran.

Garis finish seluruh peserta akan dipusatkan di depan Gesibu Blambangan, Banyuwangi. Pihaknya menargetkan jumlah peserta akan melampaui peserta tahun lalu. Kegiatan tersebut tahun lalu diikuti sekitar 2.000 peserta, kini Dispora menargetkan angka lebih dari itu. Alasannya, Agustusan yang digelar usai Lebaran setidaknya membuat peserta bisa lebih leluasa berpartisipasi. Hal itu berbeda dengan tahun lalu yang pelaksanaannya mepet dengan Lebaran. (nic/c1/als)

PASI Target Sapu Bersih Medali BANYUWANGI - Dua bulan belakangan adalah waktu yang super sibuk bagi Pengkab PASI Banyuwangi. Selain bersiap mengikuti kejuaraan antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang dilaksanakan pertengahan Agustus ini, sprinter Banyuwangi juga sudah ditunggu dua kejuaraan lain yang tidak kalah mentereng. Dua even tersebut adalah kejuaraan nasional atletik (kejurnas) dan pekan olahraga pelajar nasional (popnas) yang juga sama-sama digelar di Jakarta. Hal ini menyebabkan induk olahraga adu cepat lari itu dituntut mampu membagi tenaga anak asuhnya yang akan diturunkan di tiga agenda kejuaraan yang nyaris berbarengan itu. Pelatih PASI Banyuwangi, Agus Sujiono menuturkan, pasca Lebaran para sprinter memang sudah ditunggu tiga agenda besar. Pertama, kejuaraan antar PPLP yang akan

digelar di Semarang pada 19 hingga 21 Agustus mendatang. “Agenda itu merupakan yang paling awal setelah Lebaran,” tuturnya. Setelah itu, punggawa atletik Banyuwangi ditunggu kejurnas dan popnas akhir bulan ini. Agus optimistis anak asuhnya bisa tampil prima di ajang tersebut. Dalam kejurnas di bawah bendera Jawa Timur, Banyuwangi akan menyertakan Yudi Dwi Nugroho, Slamet Rizki, dan Nikmatul Nafiah. Di Popnas, Banyuwangi akan mengirim Rendiyana Putra, David Ali, dan Nikmatul Nafiah. Dengan segudang pengalaman dan prestasi yang diukir mereka, Agus optimistis mereka bisa berbicara banyak di tiga kejuaraan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Agus berani mematok target anak asuhnya bisa mencuri medali di tiga helatan akbar atletik tersebut. “Melihat potensi dan prestasi anak-anak, kami yakin mereka bisa bersaing,” tegasnya. (nic/c1/als)

GABUNG TIM JATIM: Yudi Dwi Nugroho disiapkan berlaga dalam kejurnas atletik akhir bulan ini.

NIKLAAS ANDRIES/RaBa NIKLAAS ANDRIES/RaBa

ENDING KOMPETISI: Pemain Bintang Timur berebut bola dengan pemain Perintis (kiri) di Lapangan Karangsari Sempu.

Divisi I dan II Rampung, Fokus Divisi Utama SEMPU - Perjalanan panjang kompetisi internal Pengkab PSSI Banyuwangi mencapai ending. Rampungnya kompetisi itu ditandai dengan partai final di level Divisi I Sabtu (3/8) pekan lalu di Lapangan Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Pertarungan dua tim, yakni PS Bintang Timur Kedungrejo Muncar dan PS Perintis Srono menjadi penutup. Dalam laga yang disaksikan ratusan pasang mata itu, tim asal Muncar, PS Bintang Timur, memastikan diri menjadi kampiun Divisi I. Kepastian itu diperoleh usai menundukkan rival utamanya, PS Perintis Srono, dengan skor tipis 1-0. Hasil itu juga bermakna ganda bagi kedua tim. Musim depan, mereka akan menggenggam tiket promosi berlaga di Divisi Utama PSSI Banyuwangi. Sementara itu, rampungnya kompetisi Divisi I juga dilengkapi dengan level di bawahnya, Divisi II. Dalam pertandingan final Divisi II, PS Argen Genteng menjadi kampiun usai menundukkan PS Porwing Wringinpitu. Hasil itu membuat kedua tim tersebut memastikan tiket promosi ke level Divisi I musim depan. Ketua PSSI Banyuwangi, Mohamad Kayun Rosyid Sholeh menuturkan, kompetisi internal tersebut akan dijadikan ajang pemantauan pemain sepak bola Banyuwangi. Para pemain pantauan itu akan diproyeksikan ke Liga Remaja dan kompetisi Divisi III yang diikuti Persewangi Blambangan. Kayun menambahkan, dengan rampungnya kompetisi Divisi I dan II, dalam waktu dekat pihaknya akan mempersiapkan kompetisi level pemungkas, yakni Divisi Utama. “Insya-Allah Oktober mendatang Divisi Utama digelar,” ujarnya. (nic/c1/als)


41

Sabtu 17 Agustus 2013

KRIMINALITAS

Keberadaan Bambang masih Misterius

Tak Dijaga, Mesin ATM Dibobol SRONO - Aksi kejahatan dengan sasaran mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) perlu diwaspadai. Sebagaimana yang terjadi di ATM Mandiri yang berlokasi di jalan raya Muncar, tepatnya di Desa Kebaman, Kecamatan Srono. Dalam kasus itu, pelaku berhasil membobol mesin ATM tersebut. Para pelaku yang diprediksi berjumlah lebih dari satu orang itu beraksi saat situasi sepi. Pelaku beraksi dini hari menjelang subuh Kamis lalu (15/8). Pelaku semakin leluasa, karena saat itu tidak ada satpam yang berjaga. Kapolsek Srono AKP Heri Subagyo membenarkan kabar terkait kejadian itu. Hanya saja, dia menyebutkan tidak ada kerugian akibat peristiwa tersebut. ‘’Sama sekali nggak ada kerugian. Hanya mesinnya saja yang dirusak,” terang Heri kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Polisi menyayangkan tindakan kriminal itu tidak segera dilaporkan. Kejadian menjelang subuh, tapi polisi baru menerima laporan beberapa jam kemudian. ‘’Laporannya jam 11.00,” kata mantan Wakapolsek Rogojampi itu. Hasil pengecekan di lapangan, pelaku hanya merusak mesin ATM. Menurut dia, saat kejadian memang tidak ada satpam yang berjaga. ‘’Nggak ada satpamnya. Beruntung, pelaku tidak bisa mengambil uang.” katanya. (ton/c1/aif)

Buron Kasus Asusila di Hotel Nusantara

LEBARAN ALI NURFATONI/RaBa

BARANG BUKTI: Seorang banpol sedang menunjukkan motor yang mengalami kecelakaan di jalan raya Pedotan, Kebondalem, Kecamatan Bangorejo.

Ngebut, 3 Pengendara Sepeda Motor Tewas ALI NURFATONI/RaBa

SALING MEMAAFKAN: Kapolsek Gambiran, AKP Ibnu Mas’ud, bersama istri bersalaman dengan keluarga besar Polsek Gambiran kemarin.

Jaga Kekompakan, Polisi Halal bi Halal GAMBIRAN - Momen Lebaran memang biasa dimanfaatkan untuk saling maaf memaafkan antar sesama. Tidak terkecuali, institusi Polri juga menggelar acara serupa. Seperti yang dilakukan keluarga besar Polsek Gambiran kemarin. Halal bi halal yang dilangsungkan di aula Mapolsek Gambiran itu berlangsung meriah. Semua jajaran Polri dan Bhayangkari di lingkungan mapolsek tersebut kompak hadir. Kapolsek Gambiran AKP Ibnu Mas’ud mengungkapkan, acara tersebut setiap tahun digelar. Tujuannya, semua personel dan istri bisa menjalin hubungan silaturahmi. ‘’Kami atas nama pimpinan mohon maaf lahir batin,” ungkapnya.(ton/c1/aif)

Kecelakaan Selama Lebaran di Gambiran GAMBIRAN - Kecelakaan di jalan raya pada arus mudik dan balik Lebaran masih terjadi di sejumlah daerah di Banyuwangi. Sejumlah pengemudi terpaksa harus dirawat di rumah sakit setelah mengalami petaka di jalan. Bahkan, tidak sedikit pengemudi yang meregang nyawa setelah mengalami musibah. Selama arus mudik hingga H-7, jumlah kecelakaan yang ditangani Polsek Gambiran melalui satuan unit lalu lintas tercatat tiga orang tewas. Dua orang kehilangan nyawa di jalan raya Pedotan, Desa Kebun-

tersebut, yaitu meninggal dunia. Dia mengimbau masyarakat agar mengedepankan keselamatan daripada cepat sampai tapi celaka. ‘’Risiko akan ditanggung sendiri,” tuturnya. Dia mengaku bangga terhadap kinerja jajarannya. Pasalnya, penanganan cepat selalu diutamakan setelah menerima laporan. ‘’Penanganan cepat itu penting. Tidak sedikit korban kecelakaan selamat setelah kita bawa ke rumah sakit,” jelasnya. Khusus di Kecamatan Gambiran, meskipun ada kecelakaan, tapi tidak tercatat ada pengemudi yang tewas selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. “Semua hanya luka ringan,” tandasnya. (ton/c1/aif)

BALJEBOL

BALI

TRANSPORTASI

dalem, Kecamatan Bangorejo. Dua nyawa tersebut melayang setelah ditabrak sebuah mobil pada Rabu malam lalu (14/8). Satu orang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan hebat di daerah Kecamatan Siliragung. Pengendara motor itu mengalami musibah menjelang Lebaran. ‘’Total ada tiga yang meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Gambiran, AKP Ibnu Mas’ud, didampingi Kanitlantas Aiptu Ketut. Menurut dia, ketiga kecelakaan itu dipicu pengemudi kurang hati-hati dalam berkendara di jalan, misalnya ngebut. ‘’Pengemudi lalai tidak mengindahkan keselamatan,” terang perwira dengan tiga balok di pundak itu. Tentu saja, risiko berat bisa menghinggapi pengemudi

JEMBER

BONDOWOSO

GAMBIRAN - Kasus dugaan asusila dengan korban seorang pelajar SMP yang digilir dua pemuda di Hotel Nusantara, Desa/Kecamatan Gambiran, masih belum sepenuhnya tuntas. Pasalnya, masih ada satu pelaku yang belum berhasil ditangkap. Hingga kemarin, pelaku tersebut masih buron. Polisi terus menyelidiki keberadaan pelaku atas nama Bambang, 24. Sebab, pria tersebut juga menyetubuhi Saritem (nama samaran), 13, bersama Solikin, 23, pada H+4 Lebaran lalu. Pemuda yang tinggal satu dusun dengan korban itu juga hilang dari rumah. Kapolsek Gambiran AKP Ibnu Mas’ud menjelaskan, pelaku memang belum berhasil ditangkap. Tetapi, pihaknya optimistis akan segera menangkap Bambang yang menyetubuhi korban sekali itu. “Kita kejar terus sampai ketemu,” janji Ibnu kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Hasil penyelidikan, po lisi belum tahu pelaku kabur ke mana. Meski begitu, tim Buru Sergap terus melacak jejak pelaku yang masih belum menikah itu. ‘’Kita lacak terus di sekitar Banyuwangi, tapi masih nihil,” terangnya. Apakah ada kemungkinan pelaku melarikan diri ke luar daerah atau bahkan luar Jawa? Kapolsek Ibnu menjelaskan, tidak menutup kemungkinan pelaku melarikan diri ke daerah lain. ‘’Tapi, itu masih kemungkinan. Kita belum bisa pastikan. Yang terpenting, kita berupaya menangkapnya,’’ katanya. Sementara itu, satu tersangka yang sudah berhasil ditangkap tampaknya tidak lama mendekam di sel tahanan Mapolsek Gambiran. Pasalnya, polisi setempat sudah membawa mereka ke Lapas Banyuwangi. “Sudah kita bawa

ke Banyuwangi,” terang Ibnu. Dalam kasus yang menghebohkan itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain pakaian korban dan pakaian tersangka. ‘’Selain itu, hasil visum et repertum korban juga kita sertakan,’’ tandasnya. Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar di Banyuwangi menjadi korban asusila. Sebut saja korbannya Saritem (nama samaran), 13. Perempuan yang masih duduk di bangku SMP itu digilir dua pemuda di Hotel Nusantara, Desa/Kecamatan Gambiran. Perbuatan asusila itu berlangsung pada Lebaran H+4, Sabtu malam (10/8), lalu. Lagi-lagi yang menjadi pemicunya adalah minuman keras (miras). Dalam kondisi mabuk miras jenis arak, korban yang masih kelas VIII tersebut menjadi budak nafsu para pelaku. Diperoleh keterangan, petaka terjadi saat Saritem yang tinggal di Dusun Semalang, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, itu pesta miras bersama tiga pemuda di sebuah sekolah di desa setempat pukul 19.00. Tiga pemuda itu adalah M. Solikin, 23, Bambang, 24, dan Rizki, 23. Ketiga pemuda tersebut masih satu desa dengan Saritem. Mereka berempat pesta miras dua botol berisi arak dan bir. Selepas mabuk-mabukan, Bambang dan Solikin mengajak Saritem meluncur ke Hotel Nusantara mengendarai dua motor. Solikin membonceng Saritem menggunakan Yamaha Mio. Sementara itu, Bambang naik Honda Vario seorang diri. Rizki tidak ikut dan dia memilih pulang. Dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol, akhirnya dua pemuda tersebut berhasil menyetubuhi Saritem di salah satu kamar hotel. Dalam kasus tersebut, Solikin menyetubuhi Saritem sebanyak tiga kali. Bambang melampiaskan hawa nafsunya hanya sekali. (ton/c1/aif)

LUMAJANG

Tiga Ribu Pendaki Sesaki Semeru RADAR JEMBER/JPNN

TEROBOSOAN BARU: Perubahan operasi perjalann kereta api diharapkan bisa meningkatkan pelayanan.

Stasiun Pemberhentian Dikurangi JEMBER – PT KAI Daerah Operasi (Daops) IX Jember kembali membuat terobosan untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang kereta api (KA). Khususnya, penumpang KA Sritanjung jurusan Banyuwangi - Jogjakarta, KA Tawangalun jurusan Banyuwangi – Malang, dan KA Probowangi jurusan Probolinggo - Banyuwangi. Mulai hari ini, KA Sritanjung dan KA Tawang Alun tidak berhenti di Stasiun Klakah, Lumajang. KA Probowangi juga tidak berhenti di Stasiun Klakah. “KA Probowangi dari Probolinggo ke Banyuwangi tidak berhenti di Staisun Klakah, Randuagung, Bangsalsari, Rambipuji, dan Mangli. Juga berjalan langsung di Stasiun Leces. Tetapi, KA Probowangi dari Banyuwangi ke Probolinggo berhenti (di Leces, Red),” ungkap Manajer Humas dan Hukum PT KAI Daops IX Jember Gatut Sutiyatmoko. Sedangkan untuk KA Sritanjung dari Banyuwangi, kata dia, tidak berhenti di Stasiun Klakah dan Jatiroto. “KA Tawang Alun jurusan Banyuwangi - Malang PP juga tidak berhenti di Stasiun Klakah dan Jatiroto (Lumajang) dan Stasiun Kalisat (Jember),” katanya. Dia menjelaskan, perubahan operasi perjalanan KA tersebut untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen. “Untuk kelancaran perjalanan kerata api dan meningkatkan pelayanan serta kenyamanan penumpang KA ekonomi, mulai 17 Agutus dilakukan perubahan operasi perjalanan KA ekonomi,” ujarnya. Meski demikian, lanjut dia, KA Sritanjung dan KA Tawang Alun akan berhenti di staisun-stasiun yang melayani pemesanan tiket. “Mengingat pemesanan tiket bsia dilakukan 90 H sebelum keberangkatan, maka KA Sritanjung dan KA Tawang Alun tersebut tetap akan diberhentikan di stasiun-stasiun yang terdapat penumpang yang sudah pesan tiket. Bila tidak ada pemesanan tiket, maka KA akan langsung, tidak berhenti di stasiun tersebut,” tuturnya. Gatut penambahkan, perubahan operasi perjalanan KA tersebut bisa mengurangi waktu tempuh KA Probowangi. (aro/har/jpnn)

LUMAJANG - Upacara bendera dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) di Gunung Semeru menjadi magnet tersendiri. Lebih dari 3 ribu pendaki menyesaki Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Dewi Ayu Utari mengatakan, tahun ini jumlah pendaki yang ingin merayakan HUT RI di Semeru membludak. Bahkan, ada peningkatan hingga 100 persen dibandingkan tahun lalu. Pada HUT RI lalu, Ayu mengaku pendaki yang melakukan pendakian ke Gunung Semeru berada kisaran 1.300 hingga 1.500 pendaki. Kali ini, terhitung hingga 15 Agustus 2013 sekitar pukul 18.00, sudah terdata 3.050 pendaki. “Jumlahnya meningkat dibandingkan

tahun lalu,” ucapnya. Dijelaskan, Kamis menjadi puncak bagi pendaki ke Semeru. Pada hari itu saja, tercatat 2.513 pendaki ke Semeru. Kamis dipilih oleh para pendaki dengan pertimbangan agar bisa sampai ke Kali Mati tepat pada tanggal 17 Agustus. Kemarin, jumlah pendaki diperkirakan sudah tidak banyak lagi karena mereka mengejar Agustusan di Semeru. Para pendaki Semeru masih tetap didominasi pendaki lokal. Pada Kamis saja, lanjut dia, jumlah pendaki lokal mencapai 2.509 pendaki. Sisanya, sebanyak 4 pendaki asing yang berasal dari Belgia. Melonjaknya para pendaki tersebut disikapi oleh TNBTS dengan meningkatkan pengawasan dan pengamanan. Setidaknya, 30 personel dari TNBTS diturunkan. Jumlah tersebut belum

termasuk dari TNI/Polri sebanyak 10 personel. Juga, ada relawan yang terdiri dari para Pencinta Alam (PA) sebanyak 40 orang. Search and Rescue (SAR) Kabupaten Lumajang juga menerjunkan 7 personelnya untuk melakukan pengawasan selama pendakian 17 Agustus. Dia menambahkan, upacara pengibaran Bendera Merah Putih akan digelar di Kali Mati. “Kita batasi pendakian sampai Kali Mati,” terang pe re mpuan berjilbab tersebut. Mes ki pendakian hanya dibatasi di Kali Mati saja, namun tidak sedikit para pendaki yang menerobos hingga puncak Semeru. Soal itu, Ayu tidak mengelak. “Bukan orang Indonesia kalau patuh sama peraturan,” kritik Ayu. Untuk mengantisipasi para pendaki menuju puncak, Ayu mengaku sudah

menyiapkan personel. Salah satu titik yang dijaga adalah di Kali Mati. “Sudah kita antisipasi,” imbuhnya. Namun, dia mengaku tidak mungkin untuk memblokir para pendaki menuju puncak. Semua pendaki, tambah dia, sudah menandatangani surat pernyataan untuk tidak menuju puncak. “Sudah di luar tanggung jawab kami,” tambahnya. Dia juga meminta agar pendaki untuk memenuhi ketentuan yang ada. Sebab, puncak Semeru sudah akan terasa sesak jika 100 pendaki saja berkumpul di sana. Belum lagi, ketentuan dari BMKG soal larangan menuju puncak karena status Gunung Semeru. “Tolong, (larangan menuju puncak, Red) benar-benar dipatuhi,” pungkasnya. (wan/wnp/jpnn)

Pengunjung Nekat Bermain di Laut

RADAR JEMBER/JPNN

TETAP RAMAI: Pengunjung memadati Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Jember, kemarin.

KENCONG – Serangan uburubur yang menyerang pengunjung beberapa pantai selatan di Jember tidak menyurutkan minat untuk bermain di pantai. Sehari setelah serangan uburubur yang menyerang ratusan pengunjung Pantai Paseban, Kencong, kemarin (16/8) sejumlah pengunjung masih tampak bermain air laut di pantai. Jumat kemarin (16/8), merupakan puncak hiburan bagi pengunjung pantai paseban. Sebelumnya, tercatat 110 pengunjung telah diefakuasi oleh petugas Puskesmas Pembantu di wilayah Kencong. “Saat saya kesana kemarin, di Pustu sudah penuh pengunjung yang terkena sengatan. Sehingga, petugas mengarahkan pasien untuk dibawa ke Puskesmas Kencong,” kata Yuyun, pengunjung asal Jombang. Sementara, hingga sore

hari, Puskesmas Kencong men catat telah menerima pa sien sebanyak 86 orang. Namun kesemuanya bisa tertangani dengan baik. Pihak panitia penyelenggara hiburan sudah memasang papan pengumuman di pintu masuk ke kawasan pantai yang berisi imbauan agar pengunjung tidak bermain air laut. “Himbauan untuk tidak mandi di laut sudah kami pasang di pintu masuk. Hal tersebut untuk mencegah pengunjung yang tersengat ubur-ubur,” kata Saniman, ketua panitia di Pantai Paseban. Namun, kata dia, imbauan tersebut tidak membuat pengunjung mengurungkan niat untuk bermain air laut. Meski pengunjung tidak sampai mandi di laut, banyak pengunjung yang masih bermain di tepi pantai.(hud/har/jpnn)


42

Sabtu 17 Agustus 2013


BERITA UTAMA

Sabtu 17 Agustus 2013

43

HALAMAN SAMBUNGAN

Badan Kehormatan Akan Bertindak n PARIPURNA... Sambungan dari Hal 33

Wakil Ketua DPRD Ba nyuwangi, Ruliono, saat di konfirmasi mengaku tidak tahu apa alasan para anggota DPRD tidak hadir dalam Sidang Paripurna Istimewa tersebut. “Ini kan urusan pribadi, kami ya tidak tahu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin.

Ru l i o n o m e n d u ga, p a ra wa kil rakyat itu tidak hadir dalam Paripurna Istimewa Kenegaraan karena ada kegiatan lain. Apalagi, saat ini masih bernuansa Idul Fitri. “Mungkin karena ada kegiatan partai atau masih Lebaran,” cetusnya. Banyaknya anggota dewan yang tidak hadir dalam paripurna istimewa itu mengundang reaksi keras Ketua Ba-

dan Kehormatan (BK) DPRD Banyuwangi, Sudjarwo Arkat. “Ang gota dewan sebenarnya wajib hadir dalam kegiatan ini, karena paripurna ini acara kenegaraan,” ujarnya. Sudjarwo mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan para ketua fraksi terkait ang gota DPRD banyak yang bolos dalam Sidang Paripurna Istimewa tersebut. “Kami ingin

tahu apa alasan tidak datang, karena ini acara kenegaraan,” cetus politisi FPDIP asal Desa Ta ma nagu ng, Ke ca mat a n Cluring, itu. Sudjarwo menyebut, para anggota dewan banyak yang sering tidak hadir dalam kegiatan paripurna. “(Anggota DPRD) ada yang sering tidak hadir. Kalau namanya, ya janganlah,” ujarnya. (abi/c1/bay)

Angka Kerugian Materi Menurun n KEJADIAN... Sambungan dari Hal 33

Menurut Mujiono, 11 kali kecelakaan itu menyebabkan sembilan orang meninggal dunia, tujuh orang mengalami luka berat, dan empat orang mengalami luka ringan. “Jumlah korban laka ini semua 20 orang,” jelasnya. Dilihat dari jumlah kejadian, lanjut dia, Mujiono, memang

naik dibanding arus mudik dan balik Idul Fitri tahun 2012 lalu. Karena pada tahun lalu, terang dia, hanya ada delapan kejadian. “Tahun lalu (2012), kecelakaan selama arus mudik dan balik hanya delapan kali,” katanya. Hanya saja, masih kata dia, bila dilihat dari jumlah korban, kecelakaan tahun ini menurun dibanding tahun lalu. Pada Le baran tahun lalu, jumlah warga yang menjadi korban 22

orang. “Tahun lalu korban 22 orang, tahun ini menurun jadi 20 orang,” ungkapnya. Dari 22 orang yang menjadi korban pada mudik Lebaran tahun lalu, jelas dia, yang meninggal dunia sepuluh orang, luka berat lima orang, dan luka ri ngan tujuh orang. “Jumlah korban yang meninggal juga menurun,” sebutnya. Kerugian materi akibat kecelakaan, terang dia, ternyata

juga menurun dibanding tahun lalu. Pada Lebaran 2012 lalu, ke rugian akibat kecelakaan mencapai Rp 17 juta. Tahun ini kerugian kecelakaan hanya Rp 15 juta. “Kerugian menurun Rp 2 juta,” katanya. Mujiono menyampaikan, data angka kecelakaan dan korban yang ada ini itu terhitung sejak H-7 hingga H+7 Lebaran. “Ini angka kecelakaan yang tercatat di kami,” katanya. (abi/c1/bay)

Bubar karena Takut Difoto n PELANTIKAN... Sambungan dari Hal 33

Dari empat calon itu, Nur Hariri berhasil unggul dari tiga calon lain. “Proses pemilihan berlangsung fair dan demokratis,” ujar Plt Camat Licin, Muhammad Lutfi. Pada saat melantik Nur Hariri, Wakil Bupati Yu suf menyampaikan agar ka des terpilih membangun kekompakan dan merangkul semua ele men untuk membangun desa. Calon yang tidak terpilih hendaknya dirangkul agar bersama-sama membangun Desa Banjar yang lebih baik. Wabup Yusuf juga mengingatkan, sejak resmi dilantik menjadi kades, Nur Hariri merupakan pemimpin semua warga Desa Banjar. Karena itu, kades baru harus memberikan pelayanan dan mengayomi seluruh warga Desa Banjar, baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung pada pilkades lalu. “Rangkul semua potensi untuk bersama-sama mem bangun desa,” pesan Wabup Yusuf. Sementara itu, di balai desa, war ga yang diduga berasal dari para pendukung calon kepala desa (cakades) yang kalah berunjuk rasa. Dengan membawa pentungan, massa yang sebagian besar lelaki itu mulai mendatangi kantor desa sekitar pukul 14.00.

Mereka menduga, pelantikan kades akan dilaksanakan di kantor desa. “Gagalkan pelantikan,” teriak seorang warga. Warga sempat melakukan orasi menggunakan megaphone. Dalam orasinya, warga menyebut pemilihan kepala desa (pilkades) yang dilaksanakan Mei 2013 lalu cacat. “Warga belum menerima hasil pilkades,” cetus koordinator warga, Anwar. Dalam orasinya, Anwar menyebut aksi warga itu terjadi karena mereka kecewa dengan pelantikan Nur Hariri sebagai Kades Banjar. “Warga menolak pelantikan,” katanya. Sementara itu, menurut seorang warga yang menolak menyebutkan identitasnya, penolakan pelantikan itu karena mereka menemukan dugaan penggelembungan suara di salah satu tempat pemungutan suara (TPS). “Kita minta di TPS itu dilakukan pemilihan ulang,” ujarnya. Tetapi, sebut dia, panitia pilkades tidak mau menggubris permintaan warga itu. Panitia pil kades justru mengajukan pelantikan ke Pemkab Banyuwangi. “Kalau dilakukan pemilihan ulang di TPS itu, apa pun hasilnya, akan kita terima,” sebutnya. Aksi warga semakin panas saat beberapa orang membakar ban mobil di jalan menuju kantor

desa. Saat melihat ada pengendara motor Suzuki pelat merah yang tidak dikenal, warga langsung menghadang. Untungnya, aparat kepolisian dari Polres Banyuwangi berhasil mengamankan aksi tersebut. “Tolong sita semua pentungan yang dibawa warga,” perintah Wakapolres Banyuwangi Kompol Agus Widodo kepada anak buahnya. Demi mengantisipasi keamanan, Wakapolres Agus mulanya membujuk warga agar segera bubar. Tetapi, permintaan wakapolres itu tidak dihiraukan warga. “Tolong semua warga yang ada di sekitar sini didata dan diambil fotonya,” pinta Kompol Agus. Rupanya, perintah wakapolres memotret warga itu cukup manjur. Saat anggota polisi mencoba mendekati warga dan mengambil gambarnya, kerumunan warga yang bertahan di sekitar kantor desa itu akhirnya bubar. Aksi yang dilakukan warga itu ternyata menyebabkan Kades Nur Hariri yang baru dilantik tidak mau ambil risiko. Usai pengambilan sumpah di Aula Rempeg Jogopati Pem kab Banyuwangi, Hariri tidak langsung pulang. Kades memilih bertahan di Mapolsek Licin. Baru sekitar pukul 18.00, kades pulang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. (afi/abi/c1/bay)

Salat Jumat di Masjid Pemkab Ingin Meniru Cara Probolinggo n PERTAMA...

n SIAP... Sambungan dari Hal 33

Tiga raperda yang akan dibahas usai Lebaran ini adalah raperda tentang pengelolaan sampah, raperda tentang pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, serta raperda tentang pe nanggulangan bencana. “Hanya tiga raperda ini yang akan diagendakan,” jelasnya.

Dari ketiga raperda itu, lanjut dia, raperda tentang pengelolaan sampah merupakan inisiatif DPRD. Dua raperda lain hasil pengajuan eksekutif. “Kami menganggap pe ngelolaan sampah sudah sangat penting,” katanya. Pengelolaan sampah di Banyuwangi, jelas Handoko, selama ini belum dikelola secara maksimal. Dengan adanya raperda,

diharapkan sampah akan lebih bermanfaat bagi masyarakat. “Di Probolinggo sampah bisa dibuat kebutuhan para petani,” sebutnya. Para petani di Probolinggo, lanjut dia, ternyata juga mendukung upaya pengelolaan sampah. Bahkan, pemerintah Probolinggo sampai mendatangkan sampah dari daerah lain. “Di Banyuwangi sampah se ring kelebihan dan menjadi masalah

bagi masyarakat,” cetusnya. Selain membahas ketiga raperda itu, dalam rapat Banmus juga telah dijadwalkan dua ke giatan lagi. Dua kegiatan itu, jelas dia, pengambilan keputusan raperda tentang bantuan hukum untuk masyarakat miskin dan penyerahan utility sarana dan prasarana dari pihak pengembang ke Pemkab Banyuwangi. (abi/c1/bay)

Diminta Waspadai Miras-Narkoba n PASKIBRA... Sambungan dari Hal 34

Para founding fathers kita, Soekarno–Hatta, dan juga pendiri bangsa yang lain, juga ditempa di usia pelajar,” cetusnya. Bupati Anas berharap, setelah menjadi anggota Paskibra, me reka bisa menerapkan se lu ruh ilmu tentang etika dan nasionalismenya di tengah masyarakat. Selain itu, bupati mengingatkan per sonel Paskibra mewaspadai maraknya minuman keras, narkotika, dan sisi negatif yang timbul dari kemudahan akses internet dan WiFi di era infor-

masi seperti saat ini. Anas juga meminta para p e r s o n a l Pa s k i b r a t e r u s me matangkan latihan dan mem perkuat dir i dengan doa. Harapannya, para pelajar pilihan asal seantero Banyuwangi itu mampu mengemban tugas berat pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-68. “Perkuat mental, matangkan se mua latihan, dan perkuat dengan doa untuk menghadapi tugas yang diemban pada 17 Agustus nanti,” pinta Anas. Sekadar tahu, 75 personel Pas kibra tersebut tersaring dari 619 siswa SMA/SMK/

MA se-Banyuwangi yang m e n g i ku t i s e l e k s i . S i s w a terpilih itu lantas ditempa 17 pelatih gabungan asal TNI/ Polri dan Pemkab Banyuwangi. Pelatihan yang di ber ikan meliputi materi praktik pengenalan lingkungan, olahraga, pelatihan baris-berbaris (PBB) dan pengabdian pada masyarakat (PPM). PBB dan PPM dilakukan pada 29 Juli sampai 8 Agustus di GOR Tawang Alun, Banyuwangi. Selain itu, mereka juga dibekali pendidikan bela negara, kebaharian/kelautan, tugas pokok dan fungsi Polri, serta materi kepemimpinan dan wawasan

ke bangsaan. Pembekalan materi itu dilakukan mulai 3 Agustus hingga 14 Agustus di Wisma Atlet, Kecamatan Giri. Menu latihan lain adalah pe mantapan, yakni berupa materi formasi pengibaran bendera. Latihan pemantapan dilaksanakan di Taman Blambangan 9 sampai 16 Agustus. Pada hari H pelaksanaan, anggota Paskibra tersebut bertugas mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara peringatan De tik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Mereka juga didaulat menurunkan bendera pada upacara penurunan bendera sore hari. (sgt/c1/bay)

Pengunjung dari Bogor Ikut Berebut Kupat n ISI KETUPAT... Sambungan dari Hal 33

Beberapa menit berselang, ketua adat Dukuh Kopen Kidul, Sanusi, memberi abaaba agar warga siap memperebutkan kupat gunung tersebut. “Allahumma Solliala Muhammad,” kata Sanusi yang seketika disambut warga dengan “serbuan” ke arah kupat gunung tersebut. Nah, di sinilah uniknya. Betapa tidak, ketupat yang awalnya diisi seragam uang seribu rupiah, tapi sesampai di tangan warga, isi ketupat hasil rebutan itu bervariasi. Ada yang mendapat ketupat berisi uang Rp 10 ribu, ada yang dapat ketupat berisi Rp 5 ribu, ada juga ketupat yang isinya tetap seribu rupiah. Warga setempat percaya, isi ketupat tersebut merupakan ramalan nasib mereka selama setahun ke depan. Semakin besar jumlah uang yang didapat, semakin lancar rezeki mereka. Sebaliknya, mereka yang men dapat ketupat berisi uang dengan nominal kecil, diprediksi selama setahun rezekinya akan seret. Namun, menurut Sanusi, isi ketupat yang didapat warga itu bukanlah ramalan. Menurut ketua adat tersebut, isi ketupat tersebut menunjukkan hal yang sebenarnya terjadi. “Sebenarnya bukan meramal, tapi menunjukkan yang sebenarnya. Ada yang dapat Rp 5 ribu, ada juga yang dapat Rp 1.000. Rp 5 ribu kan lebih banyak dari Rp 1.000. Jelas yang dapat Rp 5 ribu itu rezekinya lebih melimpah daripada yang hanya dapat Rp 1.000,” jelasnya. Ritual Gelar Pitu yang dilaksanakan warga Dukuh Kopen Kidul secara turun-temurun sejak awal abad IX itu rupanya menarik perhatian warga seantero Bumi Blambangan. Bahkan, tidak sedikit warga asal luar daerah yang rela menempuh perjalanan ratusan hingga ribuan kilometer (Km) hanya sekadar menyaksikan ritual tersebut dari dekat dan ikut berebut kupat gunung. Salah satunya Putri, remaja asal Bogor, Jawa Barat. Perempuan yang satu itu mengaku sengaja jauh-jauh datang ke Banyuwangi

Sambungan dari Hal 33

Bertemunya dua tokoh yang selama ini dikesankan berseberangan itu membuat kaget sekaligus haru para kiai yang hadir dalam acara tersebut. Tanpa terasa, Ketua Tan fidziah Pengurus Cabang NU Banyuwangi, H. Masykur Ali, menitikkan air mata. “Awalnya saya khawatir dan serba salah, tapi melihat beliau berdua duduk berdampingan dan akrab, kekhawatiran saya hilang. Saya jadi terharu,” tutur Masykur. Hal senada disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas. Dia juga mengaku bersyukur bisa ha dir dalam acara tersebut, ka rena dihadiri KH. Hasyim Muzadi dan KH. Said Aqil Siradj. “Terus saya bersyukur, karena sudah lama saya tidak

me lihat beliau berdua hadir dalam satu acara. Beliau berdua adalah guru-guru kita semua,” tan dasnya disambut aplaus ribuan hadirin. Sementara itu, Kiai Hasyim Muzadi juga mampir ke masjid Babussalam kompleks kantor Pemkab Banyuwangi untuk menunaikan salat Jumat kemarin. Dia hadir bersama Bupati Abdullah Azwar Anas dan beberapa rombongan. Kehadiran kiai kelahiran Tuban itu dimanfaatkan pengurus takmir untuk memberikan tausiyah kepada jamaah. Pihak takmir langsung mendaulat Kiai Hasyim menyampaikan khotbah Jumat. Dalam khotbahnya, Hasyim me nyampaikan tema iman dan takwa. Perilaku pejabat yang menyimpang melakukan ko rupsi disinggung dalam khot bah yang berlangsung

selama 30 menit itu. Tidak hanya itu, Kiai Hasyim juga menyampaikan perkembangan terakhir beberapa negara Islam di Timur Tengah. Menurut dia, konflik yang sedang bergejolak di beberapa negara Timur Tengah penyebabnya ada dua. Penyebab pertama, konflik tersebut didasarkan pada persoalan internal negara tersebut. penyebab kedua, dipicu masalah pihak eksternal yang tidak senang melihat negara-negara Islam kompak. Untuk menyelesaikan konflik itu kembali pada internal negara masing-masing. Negara-negara Islam harus bersatu menolak adu domba pihak lain. “Sekarang beberapa negara nonmuslim banyak menerapkan prinsip Islam, tapi negara Islam justru tidak banyak menerapkan prinsip-prinsip Islam,” jelasnya. (azi/c1/bay)

Nanti Malam Pesta Kembang Api n TAHLIL... Sambungan dari Hal 33

Sebelum digelar doa bersama, seratus anak yatim itu me nerima santunan. Selain anak yatim, beberapa warga tidak mampu juga menerima bingkisan kemerdekaan dari pemerintah daerah. Selain santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, juga khataman Alquran dan tahlil ber sama untuk arwah para pahlawan nasional dan lokal Banyuwangi. Tahlil dan khataman Alqur an itu digelar di tempat ber beda. Khataman Alquran di laksanakan di Masjid Babussalam, kantor Pemkab Banyuwangi, pagi kemarin. Tahlilan digelar di Pendapa Sabha Swagata Blambangan sore kemarin. “Acara ini kita gelar untuk mengirim doa kepada para pahlawan kemerdekaan yang telah mendahului kita semua,” ucap Bupati Anas. Dalam selamatan sore itu,

seluruh pejabat di lingkungan pem kab hadir untuk mendoa kan para pahlawan kemerdekaan. Tradisi selamatan Agustusan itu merupakan tradisi baru yang dilakukan pemerintah daerah. Selamatan itu dihadiri Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Sradj. Dia menyampaikan tausyiah tentang makna kemerdekaan. Salah satunya, menyerukan agar Indonesia menjadi negara yang damai. Sama dengan keinginan Rasullah Muhammad SAW yang telah menegakkan negara yang damai, yakni Madinah. “Sama seperti Indonesia yang beragam suku, tapi ukhuwah sebangsa setanah air harus nomor satu,” terang Said Aqil. Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, termasuk Banyuwangi, yang harus dijaga. “Keberagaman di Indonesia merupakan anugerah. Karena Islam diturunkan untuk menghargai martabat dan kehormatan manusia. Mudah-mudahan kita tetap menjadi bangsa yang besar

dan bermartabat. Ayo kita pertahankan budaya kita,” ujarnya. Selama ini, selamatan Agustus tidak pernah digelar. Yang rutin digelar hanya resepsi HUT kemerdekaan yang digelar setelah upacara peringatan kemerdekaan. Tahun ini, resepsi peringatan HUT kemerdekaan digelar lebih luas dan melibatkan masyarakat umum. Dalam resepsi HUT kemerdekaan nanti ma lam, panitia mengundang masyarakat umum agar hadir dalam resepsi di halaman Pen dapa Sabha Swagata Blambangan. Selama bertahun-tahun, gelar resepsi hanya dihadiri kalangan terbatas, seperti tokoh masyarakat, pejabat sipil, militer, dan para veteran. Dalam resepsi nanti malam, pemerintah daerah akan menampilkan beberapa artis lokal Banyuwangi untuk me meriahkan acara. Pelawak lokal Banyuwangi, Bodos dkk, juga dilibatkan dalam acara itu. Acara resepsi akan ditutup dengan pesta kembang api. (afi/c1/bay)

Versi Polisi, Enam Rumah Rusak n TIGA... Sambungan dari Hal 35 SIGIT HARIYADI/RaBa

MAKAN BERSAMA: Warga selamatan di jalan Dukuh Kopen Kidul, Dusun Kampungbaru, Desa/Kecamatan Glagah.

hanya menyaksikan ritual tersebut. “Katanya pengunjung yang datang akan mendapatkan sesuatu dari desa ini (Dukuh Kopen Kidul), misalnya rezeki yang melimpah, hama yang menyerang kebun-kebun bisa lenyap, dan dapat jodoh. Makanya saya tertarik datang ke sini,” kelasnya. Sama seperti pengunjung lain, Putri juga ikut berebut kupat gunung. Sayang, dia tidak bersedia membeber berapa nominal uang yang didapat dalam ketupat yang berhasil dia raih. “Saya dapat dua ketupat,” ujarnya tanpa menyebut berapa nominal uang isi masing-masing ketupat tersebut. Sementara itu, ritual Gelar Pitu tersebut sebenarnya dimulai sejak pagi hari. Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara mendak tirta (mengambil air suci) di sumber air yang berlokasi di tepi sungai. Air tersebut digunakan untuk menyucikan barong, omprog (mahkota) seblang, dan kupat gunung sebelum diarak keliling dukuh.

Sanusi mengatakan, ritual Gelar Pitu dilaksanakan dengan tujuan melestarikan tradisi leluhur. Dijelaskan, kata gelar berarti menata atau menggelar, sedangkan kata pitu berarti pitutur alias perkataan atau wejangan. Jadi, ritual Gelar Pitu bermakna menata ucapan Buyut Saridin yang telah memberikan tujuh wejangan kepada keturunannya. Salah satu wejangan itu adalah agar keturunan Buyut Saridin melaksanakan sedekah bumi yang dilaksanakan di halaman rumah atau di tengah jalan. Menurut Sanusi, ritual mendak tirta, kirab kupat gunung sampai ke makam Buyut Saridin, dan sedekah bumi di tengah jalan, memiliki makna yang cukup dalam. “Maknanya, jika kita punya kelebihan rezeki, bisa dibagikan kepada orang yang lewat di jalan. Itulah nilai sosialnya. Apabila ada kekurangan, mintalah kepada orang yang lewat. Itulah nilai kejujuran,” pungkasnya. (c1/bay)

Mengenai jumlah kerugian akibat kerusuhan itu, Kapolsek Maspud menyebut, berdasar analisis dua tim itu, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. ‘’Kerugian sekitar Rp 22 juta,” terang perwira dengan tiga balok di pundak itu. Jika proses perbaikan tuntas, kata dia, masih ada

prosedur yang harus dilakukan masyarakat agar ketiga tersangka bernama Nofal Habibi, 28; Mas Herman Fauzi, 26; dan Tri Handoko, 21, bisa keluar dari sel tahanan. ‘’Masyarakat harus mengajukan surat penangguhan penahanan,” jelas kapolsek. Sementara itu, hasil rilis polisi berdasar laporan masyarakat, jumlah rumah yang rusak ber tambah. ‘’Ada enam rumah yang rusak,” tandasnya. (ton/c1/aif)

Realisasi Dana Hibal Nol Persen n TIGA... Sambungan dari Hal 44

Sebab, jika sampai tidak terserap dalam waktu tiga bulan, itu akan menjadi dana SILPA (sisa lebih penggunaan anggaran) di APBD 2014. “Jadi, penekanan APBD peru bahan adalah bagaimana caranya tidak ada hibah bansos baru. Karena realisasi hibah bansos di induk hingga PAPBD

masih nol persen. Jadi, kita lebih fokus pada anggaran-anggaran yang di bawah Rp 200 juta,” beber Zeiniye. Selain penekanan realisasi hibah bansos, program-program tambahan dalam PAPBD 2013 lebih banyak pada penyesuaian gaji, program pendukung second city, dan infrastruktur jalan pedesaan. “Tapi, sekali lagi yang nominalnya di bawah Rp 200 juta.

Sebab, limit waktunya pendek. Kalau yang di atas Rp 200 juta, kita harus melalui proses lelang dan sebagainya,” paparnya. Menurut Zeiniye, pemkab dan DPRD sudah melakukan pengesahan APBD 2013 tepat waktu, yakni pada 14 Desember 2012. Harapannya, anggaran pelayanan kepada publik yang sangat mendesak bisa di realisasikan tepat waktu. (pri/ c1/als)


44

Sabtu 17 Agustus 2013

Tiga Bulan Fokus Habiskan Rp 85 M DPRD Setujui KUAPPAS P-APBD 2013 SITUBONDO - DPRD Situbondo akhirnya menyetujui Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perhitungan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk Perubahan APBD (P-APBD) 2013. Keputusan itu dilakukan dalam sidang paripurna yang digelar Kamis (15/8) lalu. Selanjutnya, eksekutif diminta menyelesaikan rancangan P-APBD dalam waktu sepekan. Sebab, Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Situbondo sudah mengagendakan pelaksanaan paripurna pengesahan PAPBD 2013 akhir Agustus ini. “Makanya, apakah benarbenar bisa (paripurna pengesahan) akhir Agustus ini? Saya menyerahkan kepada kesiapan eksekutif menyelesaikan perubahan RAPBD-nya,” ujar Ketua DPRD Zeiniye kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi

EDY SUPRIYONO/RaBa

DISETUJUI: Bupati Dadang (kiri) dan Ketua DPRD Zeiniye menandatangani dokumen persetujuan P-APBD 2013.

sore kemarin (16/8). Dikatakan, dalam P-APBD 2013 tidak ada hibah bansos (bantuan sosial). Sebab, disepakati fokus merealisasikan hibah bansos sekitar Rp 85 miliar di APBD induk 2013. “Jadi, hibah bansos sekitar Rp 85 miliar untuk APBD 2013 hingga kini belum ada satu pun yang terealisasi. Itu karena ada masalah dalam proses administrasi, sehingga

tidak bisa direalisasikan. Itu yang menjadi penekanan ka-

Anak Kecelakaan, Motor Bapak Hilang SITUBONDO - Nasib Hariono benar-benar apes. Betapa tidak, saat hendak menolong anaknya yang mengalami kecelakaan, warga Jalan Anggrek, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, itu justru kehilangan motor kesayangannya. Peristiwa itu terjadi di sekitar Pasar Senggol kemarin (16/8). Saat itu, Hariono mendapat telepon dari Dinar Hakim, putranya. Pemuda 19 tahun itu memberi tahu bapaknya bahwa dirinya mengalami musibah. Motor yang dikendarai Dinar kecelakaan dengan pengendara lain di Jalan Pemuda, Situbondo. Kontan, pegawai negeri sipil (PNS) berusia 53 tahun itu bergegas menuju lokasi kejadian mengendarai Yamaha Mio. Begitu sampai di lokasi kejadian, Hariono memarkir motornya di pinggir Jalan Pemuda. Lantas, dia ikut mengevakuasi anaknya menuju RSUD dr. Abdoer Rahem, Situbondo. Dinar Hakim harus mendapat

perawatan intensif karena mengalami luka cukup serius. Sialnya, saat kembali ke lokasi kejadian, Yamaha Mio miliknya sudah raib dari tempatnya diparkir. Korban sempat bertanya kepada beberapa orang yang di lokasi kejadian. Namun, semua warga menggelengkan kepala. Korban pun langsung melaporkan peristiwa tersebut ke kantor polisi. “Saat ini pelaku masih dalam pengejaran petugas. Dari cerita korban saat melapor, pencuri mengambil motor itu saat korban berada di rumah sakit,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo, kemarin (16/8). Wahyudi menegaskan, pencurian motor milik PNS itu masih dalam penyelidikan. Ditambahkan, pencurian bisa terjadi kapan pun dan di mana saja. Karena itu, warga di harap lebih hati-hati. “Diduga, karena panik, korban memarkir kendaraan di pinggir jalan lalu ikut ke rumah sakit,” kata Wahyudi. (rri/c1/als)

INFOKEMERDEKAAN

HUT RI KE-68

Diisi Khotmil Qur’an Syukuran

BENTUK SYUKUR: Bupati Dadang (kanan) dan Sekkab Syaifullah membuka Khotmil Quran.

SITUBONDO - Pemkab Situbondo memiliki cara tersendiri untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) RI ke-68. Di antaranya adalah menggelar khataman Alquran dan tasyakuran. Dua acara ini digelar Kamis (15/ 8) lalu. Dimulai dengan Khotmil Quran yang diikuti kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Situbondo. Hadir juga dalam acara yang ditempatkan di pendapa kabupaten tersebut, Bupati Dadang Wigiarto dan Sekkab Syaifullah. Khotmil Quran dilakukan tujuh orang hafidz (sebutan bagi penghafal Alquran). Dalam waktu sehari mereka mampu mengkhatamkan 30 juz. Khusus juz 30 yang berisi surat-surat pendek

pembacaannya dilanjutkan saat pelaksanaan tasyakuran pada Kamis malam ba’da Maghrib. Acara tersebut ditempatkan di Masjid Agung Baiturahman. Selain Bupati Dadang Wigiarto, hadir dalam acara ini Wabup Rachmad; Kajari Susanto dan jajaran kepala SKPD serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. Dalam kesempatan ini juga dilakukan pembacaan istigotsah. Selanjutnya tasyakuran kemudian dilanjutkan salat Isyak berjamaah. “Rangkaian kegiatan yang kita lakukan ini sebagai bentuk wujud syukur atas anugerah kemerdekaan yang telah diberikan Allah,” terang Kabag Humas Pemkab Situbondo, Sugeng Yuwono.

&

EDY SUPRIYONO/RaBa

Rangkaian acara HUT RI ke68 lainnya di Kabupaten Situbondo, di antaranya mendengarkan pidato Presiden SBY pagi dan sore kemarin (16/8) yang ditempatkan di gedung DPRD Situbondo. “Termasuk pemberian remisi untuk para napi di Rutan Situbondo dan pengukuhan Paskibraka pukul 18.30 Jumat malam (16/8), ditutup dengan apel kehormatan pukul 24.00,” imbuhnya. Acara puncak peringatan HUT RI ke-68 adalah pelaksanaan upacara bendera Kemerdekaan RI dan upacara detik-detk proklamasi. “Ada juga upacara penurunan bendera dan resepsi ultah proklamasi di pendapa pada Sabtu (17/8) malam,” imbuh Sugeng. (pri/adv/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

RELIGIUS: Acara tasyakuran HUT RI ke-68 di Masjid Agung Baiturahman Kamis malam (15/8).

mi,” tegas Zeiniye. Dengan pengesahan PAPBD 2013 yang dijadwalkan akhir Agustus ini, diharapkan eksekutif mempercepat kinerjanya. Sehingga, hibah dana bansos yang seharusnya sudah terealisasi di APBD induk, secara maraton bisa dipersiapkan proses realisasinya dalam waktu yang tidak lama. Dengan demikian, lanjut Zeiniye, dalam limit waktu tiga bulan menjelang akhir tahun, seluruh realisasi anggaran sudah bisa terserap dengan baik ; baik yang di APBD induk maupun yang di P-APBD n  Baca Tiga...Hal 43

Penyakit TBC Ditandai dengan Batuk yang tanpa Henti Penyakit TBC membuat penderitanya terbatuk-batuk tanpa henti, dan makin lama makin parah. Penelitian membuktikan, penyakit ini dapat meyerang siapa saja, tapi paling sering menyerang mereka yang bertubuh lemah, kurang gizi, atau tinggal serumah dengan penderita TBC. Meski demikian, kini penyakit ini sudah bisa disembuhkan. Sebab, sejak beberapa dekade ini, sejumlah ahli telah bekerja keras meneliti penyakit ini serta cara menanggulanginya. Cukup banyak nama besar yang berjasa di bidang ini, dan salah satunya Wilhelm Rontgen, yang tahun 1895 menemukan sinar X, yang dapat melengkapi sarana untuk mendiagnosis TBC. Dengan demikian, di awal abad XX ini semua sarana diagnostik TBC sebenarnya sudah tersedia lengkap. Dan hebatnya, alat-alat tersebut telah terus-menerus dipakai hingga hari ini. Lalu, di tahun 1950an, bukan hanya sarana yang telah dimiliki, melainkan juga obat. Saat itulah ditemukan obat yang dapat membunuh basil TBC. Dengan penemuan obat ini, orang mulai bisa bernapas lega, karena dengan demikian penyakit ini mulai dapat benar-benar disembuhkan secara medis. Ada lima penyebab yang membuat penanggulangan penyakit ini sering gagal. 1) Penderita kurang memahami lamanya pengobatan, yang biasanya memakan waktu satu hingga dua tahun. 2) Rasa sakit waktu disuntik dan seringnya penyuntikan membuat penderita mundur. 3) Penderita sering sudah merasa sembuh, padahal pengobatannya belum tuntas. 4) Penderita merasa jarak antara rumahnya dan rumah sakit jauh. 5) Biaya pengobatan kurang terjangkau. Juga terdapat lima fakta tentang TBC. 1) Ini adalah penyakit serius yang menyerang paru-paru; karena itu harus segera ditangani. 2) Penyakit ini menular secara langsung melalui udara. 3) Ada dua macam TBC: karena infeksi dan karena terjangkiti. 4) TBC merupakan permasalahan dunia,

sehingga WHO bekerja sama dengan seluruh negara memerangi penyakit ini. 5) Penyakit ini sering menyerang orang yang tak punya tempat tinggal layak, seperti narapidana, pemakai narkoba, dan penderita HIV. Dengan majunya teknologi, makin lama orang makin memahami penyakit ini, termasuk penanggulangannya. Dan salah satu cara menanggulangi penyakit ini adalah rutin mengonsumsi antioksidan tingkat tinggi yang bersifat alami dan berasal dari bahan nabati alias tumbuhan. Contohnya? Xanthone, yang terdapat dalam kulit buah manggis. Sebagai antimikrobial, keampuhan xanthone telah diuji oleh Suksamrarn dan kawan-kawan tahun 2003. Pemberian 6,25 mikrogram/ ml derivat xanthone (alpha-mangostin, beta-mangostin, dan B-garcinone) dapat menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TBC. Bila ingin tahu lebih banyak tentang khasiat kulit manggis tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul. Namanya Garcia. Sedangkan xanthone adalah nama zat yang dikandungnya. Bila ingin tahu lebih banyak tentang ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi telepon bebas pulsa kami di 08001401430, email info@manggisgarcia.com, atau website www.manggisgarcia.com. .Produk ini bisa didapatkan di Apotek dan toko obat terkemuka di kota anda atau segera Banyuwangi : 03337703239 & 081336445358.


17 agustus web