Page 1

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

JUMAT 16 MEI TAHUN 2014

Eceran Rp 5.750 HALAMAN 33

Pulau Merah Ditangani Pemkab BANYUWANGI - Satu lagi “pintu” pembangunan pariwisata di Banyuwangi terbuka. Itu menyusul penandatanganan kesepakatan bersama pengembangan pariwisata alam di kawasan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi Barat, Banyuwangi Utara, dan Banyuwangi Selatan, antara Pemkab Banyuwangi dan Perum Perhutani. Yang menarik, penandatanganan pengembangan pariwisata antara Pemkab Banyuwangi dan Perum Perhutani yang ditandatangani di Jakarta Senin pekan lalu (5/5) itu merupakan yang pertama kali di Indonesia. Perum Perhutani langsung menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan mengirim utusan ke Bumi Blambangan Rabu kemarin (14/5). Dia adalah Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perum Perhutani, Tedjo Rumekso. Seperti diketahui, beberapa objek wisata andalan Bumi Blambangan berada di area kerja Perum Perhutani. Beberapa objek wisata andalan yang berlokasi di kawasan Perum Perhutani itu, di antaranya pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran ■  Baca Pulau...Hal 43

Aset Wisata Perhutani di Banyuwangi Blok Mangrove Bedul

Lokasi: Desa Sumbersari, Kecamatan Purwoharjo Lingkup Kerja: KPH Perhutani Banyuwangi Selatan Status pengelolaan: prioritas ditangani pemkab

Wana Wisata Watudodol

Lokasi: Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro Lingkup Kerja: KPH Perhutani Banyuwangi Utara Status pengelolaan: ditangani Perhutani

Air Terjun Lider

ABDUL AZIZ/RABA

RAMAI: Pengunjung memadati kawasan pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, pada liburan Hari Raya Waisak kemarin (15/5).

Langsung Meninjau Batas Lokasi SEMENTARA itu, rencana kerja sama pengelolaan Pantai Pulau Merah antara Perum Perhutani dan Pemkab Banyuwangi kian mendekati kenyataan. Setelah penandatanganan pengembangan pariwisata di Jakarta Senin pekan lalu (5/50, Direktur Perencanaan Pengembangan Bisnis Perum Perhutani, Tejo Rumekso, langsung berkunjung ke Pantai Pulau Merah di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, kemarin (15/5) ■  Baca Langsung...Hal 43

Pantai Pulau Merah

Air Terjun Selendang Arum

Wana Wisata Rowo Bayu Lokasi : Dusun Dani/Bejong, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon Lingkup Kerja: KPH Perhutani Banyuwangi Barat Status pengelolaan: ditangani Perhutani

Wana Wisata Grajagan

Lokasi: Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Lingkup Kerja: KPH Perhutani Banyuwangi Selatan Status pengelolaan: prioritas ditangani pemkab

Lokasi: Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon Lokasi: Desa Bayu, Kecamatan Songgon Lingkup Kerja: KPH Perhutani Banyuwangi Barat Lingkup Kerja: KPH Perhutani Banyuwangi Barat Status pengelolaan: ditangani Perhutani Status pengelolaan: ditangani Perhutani

Lokasi : Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo Lingkup Kerja: KPH Perhutani Banyuwangi Selatan Status pengelolaan: ditangani Perhutani

Bacakan Paritta di Vihara Dhamma Mukti GAMBIRAN - Suasana meriah tampak di jalanan sekitar daerah Jeding, Desa Cemetuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, kemarin (15/5). Kiri-kanan jalan banyak berdiri umbul-umbul khas perayaan Waisak. Suasana khidmat terasa di dalam Vihara Dhamma Mukti di daerah tersebut. Umat Buddha dari Kecamatan Gambiran, Kecamatan Cluring, dan wilayah sekitarnya, melakukan sembahyang dalam rangka Waisak. Dalam kegiatan

PENYEBERANGAN

itu, seluruh umat yang hadir tampak khidmat membaca Parrita dipimpin Bikhu Samanera Dhira. Menurut Mardianto, salah seorang tokoh Buddha, perayaan Waisak kali ini mengusung tema “Kerukunan Dasar Keutuhan”. Melalui tema itu diharapkan seluruh umat bisa menjaga kerukunan, baik sesama umat Buddha maupun dengan umat agama lain. “Tahun ini kita mengangkat tema kerukunan,” terangnya ■  Baca Bacakan...Hal 43

GALIH COKRO/RABA

Syahbandar Tidak Temukan Kobaran Api

 Baca Syahbandar...Hal 43

BANYUWANGI - Upaya pelestarian penyu yang dilakukan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) alias Yayasan Penyu Banyuwangi mulai menarik perhatian kalangan mahasiswa. a. Sebanyak 21 mahasiswa asal Universitas itas Brawijaya (UB) Malang rela jauh-jauh datang tang ke Bumi Blambangan untuk melihat dari

a

dek lokasi penetasan penyu semi alami yang dekat dibangun BSTF di kawasan Pantai Boom, dib Banyuwangi, kemarin (15/4). Ban Rombongan mahasiswa UB Malang tersebut ditemui langsung dua pentolan BSTF, yakni Wiyanto Haditanojo (pembina BSTF) dan Ir. Kuswaya MSi (penasihat BSTF) ■

Tu r

 Baca Mahasiswa...Hal 43

SHULHAN HADI/RABA

KHIDMAT: Suasana perayaan Waisak di Vihara Dhamma Mukti, Desa Cemetuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, kemarin.

Kisah Para Penumpang KMP Reny II yang Terbakar di Selat Bali

Muncul Asap, ABK Sigap Gendong Penumpang Anak Masalah di kamar mesin KMP Reny II Rabu (14/5) lalu menjadi pengalaman tak terlupakan bagi 57 penumpang feri tersebut. Kejadian yang berlangsung cepat itu membuat penumpang perempuan dan anak-anak trauma. NIKLAAS ANDRIES, Kalipuro PEMANDANGAN tidak biasa terlihat di salah satu bagian kantor Kepala Cabang ASDP Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, siang itu. Puluhan orang berkerumun di ruang very important person (VIP) pela-

http://www.radarbanyuwangi.co.id

S AVE

Se

KALIPURO - Insiden yang dialami Kapal Motor Penumpang (KMP) Reny II di perairan Selat Bali Rabu (14/5) lalu menjadi perhatian serius berbagai pihak terkait. Penyelidikan mendalam pun dilakukan untuk mencari penyebab munculnya asap yang bersumber dari kamar mesin tersebut. Hasilnya, tim pemeriksa kapal KMP Reny II yang dari pihak Kesyahbandaran Pelabuhan Ketapang mulai menemukan titik terang. Kepala Syahbandar Ketapang, Sentot mengatakan, hasil pemeriksaan atas insiden di kapal feri itu disebabkan korsleting. “Itu masalah kecil dan setengah jam setelah kejadian sudah oke kembali,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (15/4). Sentot menambahkan, kejadian itu tidak sampai menimbulkan kobaran api. Namun, imbas dari korsleting itu hanya menimbulkan asap. Boleh jadi itu yang menyebabkan kapal seolah-olah dalam keadaan kebakaran ■

Mahasiswa UB Pelajari Penyu di Boom tle

NIKLAAS ANDRIES/RABA

DIPERIKSA: KMP Reny II di dekat Pelabuhan Ketapang.

STUDI LAPANGAN: Rombongan mahasiswa Universitas Brawijaya Malang melihat sarang penetasan penyu semi alami di Pantai Boom, Banyuwangi, kemarin.

buhan tersebut. Kebanyakan penampilan mereka kusut dan menampakkan ekspresi kelelahan. Tidak hanya didominasi suara orang dewasa, sesekali tangisan balita dan canda anak-anak menyeruak memecah keheningan ruangan yang dilengkapi pendingin udara itu. Seorang ibu tampak sibuk menenangkan bayinya yang menangis karena kehausan. Orang lain terlihat sedang me nyantap nasi bungkus yang disediakan pihak pengelola pelabuhan. Rupanya mereka para penumpang KMP Reny II yang terbakar Rabu (14/5) lalu. Para penumpang itu ditempatkan di ruang VIP Pelabuhan Ketapang selepas dievakuasi dari kapal. Di ruangan itu mereka diberi layanan tambahan dan didata, seperti diberi makan, pengobatan gratis bagi yang

Pulau Merah ditangani Pemkab Banyuwangi Harus ada merah di atas putih, upsss… hitam di atas putih

Pencairan gaji pemain Persewangi meleset Ini yang bisa bikin tendangan meleset

NIKLAAS ANDRIES/RABA

ISTIRAHAT: Para penumpang KMP Reny II makan nasi bungkus di kantor Pelabuhan ASDP Ketapang.

membutuhkan, pendataan kepemilikan kendaraan di kapal, dan kota tujuan. Kebanyakan penumpang itu mengaku

belum percaya atas kejadian yang menimpa mereka di atas kapal ■  Baca Muncul...Hal 43 email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


RADAR GENTENG Tewas Menggantung di Pohon

34

Jawa Pos

R A D A R

SHULHAN HADI/RaBa

BB: Tali plastik yang digunakan korban bunuh diri di pohon belakang rumahnya.

Jumat 16 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

GAMBIRAN - Warga Dusun Lidah, Desa/Kecamatan Gambiran, geger kemarin. Salah satu warganya, Sutomo, ditemukan meninggal dunia dengan tubuh menggantung di salah satu pohon tidak jauh dari rumahnya. Diduga kuat, korban yang hanya mengenakan celana hitam itu sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Hasil pemeriksaan petugas kese hatan, tidak ditemukan tandatanda bekas penganiayaan.

Aksi gantung diri yang dilakukan ayah tiga anak itu diketahui warga sekitar pukul 06.00. Orang yang kali pertama mengetahui adalah Tajwid, warga Desa Setail, Kecamatan Genteng. “Saya membersihkan saluran air di sawah,” terang Tajwid. Saat membersihkan saluran irigasi itu, tanpa sengaja Tajwid melongok ke atas dan melihat korban menggantung di salah satu pohon di gumuk (bukit). “Saya kaget sekali dan langsung memanggil warga,” katanya.

Sebelum melihat korban yang sudah tidak bernyawa dengan tubuh menggantung di pohon, Tajwid menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban. Barang yang ditemukan itu adalah hand phone (HP), dompet, dan cangkir. “Barang-barang itu mungkin milik orang yang gantung diri,” ujarnya. Salah satu kerabat korban, Adi, 45, menyatakan korban tidak berperilaku mencurigakan. Bahkan, sehari sebelumnya, korban ikut menyembelih

kambing. “Rabu (14/5) ikut menyembelih kambing bareng warga, tidak ada yang aneh,” ungkapnya. Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf melalui Kapolsek Gambiran AKP M. Ibnu Masud menyatakan, berdasar pemeriksaan yang dilakukan tim medis tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan. Diduga, korban sengaja bunuh diri. “Pihak keluarga tidak menghendaki korban otopsi. Jadi, jenazahnya langsung kita serahkan kepada keluarganya,” katanya. (sli/c1/abi)

JUDI

Pejudi Kartu Remi Digaruk MUNCAR - Diduga bermain judi, dua warga yang sedang bermain kartu remi di Terminal Muncar digerebek anggota polsek setempat Rabu (14/5). Guna pemeriksaan, kedua tersangka dan barang bukti (BB) langsung dibawa ke Mapolsek Muncar oleh polisi. Kedua tersangka yang kini masih menjalani pemeriksaan itu adalah Sujoko, 49, warga Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, dan Supeno 43, asal Dusun Krajan, Desa Kedungrejo. “Pelaku lain kabur saat kita datang,” cetus Kapolsek Muncar Kompol Ari Murtini melalui Kanitreskrim Ipda Sutarkam. Selain mengamankan tersangka, dalam penggerebekan itu, polisi juga menyita sejumlah barang yang digunakan bermain judi, seperti satu set kartu remi dan uang tunai Rp 75 ribu. “Tersangka dan BB sementara kita amankan di polsek,” katanya. Terbongkarnya permainan kartu remi sambil main judi di Terminal Muncar itu setelah polisi mendapat laporan dari warga sekitar. Laporan itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. “Positif main judi, langsung kita gerebek,” ungkapnya. Warga yang bermain judi, jelas dia, sebenarnya bukan hanya kedua tersangka itu. Hanya saja, beberapa pelaku lain kabur saat melihat polisi datang ke lokasi kejadian. “Pelaku yang kabur itu kita tetapkan sebagai buron,” cetusnya. Kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Sutarkam berharap partisipasi masyarakat dalam pencegahan kegiatan yang melanggar hukum dan meresahkan masyarakat itu. “Kami berharap bantuan masyarakat,” katanya. (sli/c1/abi)

SHULHAN HADI/RaBa

BAKSOS: Peserta Latsitarda melayani masyarakat yang mengikuti pengobatan gratis di kantor Desa Tembokrejo, Muncar.

Latsitarda Gelar Pengobatan Gratis MUNCAR - Memasuki hari kelima pelaksanaan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda) XXXIV kemarin, para peserta yang tergabung dalam Kompi B dan C di Kecamatan Muncar, menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis. Pengobatan gratis yang dipusatkan di kantor Desa Tembokrejo itu berlangsung sejak pagi hingga siang. Kegiatan sosial yang diikuti sekitar 150 orang itu terdiri atas tenaga kesehatan dari Akademi TNI dan petugas kesehatan dari sejumlah puskesmas di wilayah

SHULHAN HADI/RaBa

JUDI: Dua tersangka judi kartu remi diamankan di Polsek Muncar.

Kecamatan Muncar. Komandan Resimen Taruna Latihan (Danmentarlat) selaku penanggung jawab kegiatan Latsitarda XXXIV, Kolonel Penerbang Gustaf Brugman, yang sedang memantau kegiatan anak asuhnya mengaku senang melihat kerja sama masyarakat dengan peserta Latsitarda. “Saya senang sekali, antusias masyarakat sangat bagus,” katanya. Menurut Kolonel Gustaf, melalui kegiatan itu diharapkan terjadi integrasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. “Integrasi antara TNI dan

masyarakat yang kami harapkan dalam Latsitarda ini,” ungkap alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1988 itu. Sementara itu, Lettu Dr. Budi Febrian dari AAU mengatakan, hasil pemeriksaan yang dilakukan, keluhan masyarakat sebagian besar sama, yakni pegal dan asam urat. “Yang dikeluhkan rata-rata pegal-pegal,” katanya. Peserta Latsitarda mengaku senang dengan kegiatan yang membaur bersama masyarakat itu. Selain bisa mempraktikkan ilmu, mereka juga bisa

menyatu dengan masyarakat. “Senang sekali kita bisa aplikasikan ilmu kepada masyarakat,” tutur Iqlima, mahasiswa STIKES yang bertugas di meja check up tensi darah. Sersan Mayor Satu Taruna Zulfahmi dari taruna AAU mengaku cukup senang bisa melakukan kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat tersebut. Taruna asal Sidoarjo itu sempat kewalahan mengatur pendaftar yang lumayan banyak. “Antrenya sempat kurang teratur, tapi kami senang,” katanya. (sli/c1/abi)

KRIMINALITAS

Maling iPad Dihajar Massa SEMPU - Sugeng Prayitno, 28, asal Dusun Terongan, Desa Kebunrejo, Kecamatan Kalibaru, dihajar warga hingga babak belur kemarin siang. Tersangka dipergoki mengambil iPad milik Rofiq, 26, di Dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu kemarin siang. Tersangka yang kini diamankan di ruang tahanan Polsek Sempu sambil menjalani pemeriksaan itu sempat diamankan anggota Polsek Genteng. “Kalau polisi tidak lekas datang, maling itu bisa remuk semua dihajar massa,” terang Syaifullah, warga sekitar lokasi kejadian. Aksi pencurian di pertokoan milik Rofik itu terjadi sekitar pukul 11.00. Saat kejadian, Rofik kebetulan sedang keluar. Yang jaga toko adalah Lina, istrinya. “Yang ada di toko itu istri saya. tapi saat maling itu masuk, dia sedang tidur,” kata Rofiq. Rofiq mengaku memergoki maling yang masuk ke tokonya itu saat pulang. Dia melihat ada orang yang berjalan di dalam tokonya. Saat ditanya, tersangka kebingungan. “Saya tanya ada apa, jawabnya tidak ada apa-apa,” ungkapnya. Melihat gelagat yang mencurigakan, korban melirik iPad miliknya yang ditaruh di atas etalase. Ipad warna putih merek Samsung kesayangannya itu ternyata sudah tidak ada. “Malingnya akan pergi, langsung saya tarik bajunya,” cetusnya. Dengan ketakutan, tersangka yang datang mengendarai Yamaha Jupiter bernopol P 6181 ZY itu menyerahkan iPad yang disembunyikan di balik bajunya. “Banyak warga yang tahu, di antara mereka langsung menghajarnya,” ujarnya. Semakin banyak warga yang main hakim sendiri, tersangka diamankan ke salah satu rumah warga. Di antara warga ada yang melapor ke Polsek Genteng karena jaraknya lebih dekat. “Oleh polisi dibawa ke polsek. Saat dibawa polisi, oleh warga masih dipukuli,” terang korban. (c1/abi)

SHULHAN HADI/RaBa

RUSAK: Tanaman cabai rusak akibat cacar dan hujan.

Petani Cabai Terancam Rugi GAMBIRAN – Hujan yang sering turun, membuat para petani cabai resah. Sebab, tanaman mereka terancam rusak. Padahal saat ini, tanaman cabe itu sedang diserang hama cacar.

Salah satu petani cabai Tadlio, 28, asal Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran mengatakan kondisi tanaman cabainya rusak karena serangan cacar n  Baca Petani...Hal 43

REKRUTMEN

WARTAWAN/FOTOGRAFER SYARAT-SYARAT -

Lulusan S1 semua jurusan Sehat jasmani dan rohani Usia max 25 tahun per Juni 2014 Sanggup bekerja keras Bisa bekerja secara tim Punya motor dan SIM C enuh Foto berwarna satu badan penuh Melampirkan CV (Riwayat hidup) Berkas B erkas L Lamaran amaran d dikirim ikirim ke: ke: Jawa Pos Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89-C Banyuwangi Atau email: beritaraba@gmail.com Paling lambat: 22 Mei 2014

SYAIFULLAH For RaBa

MALING: Tersangka saat akan dibawa ke Polsek Genteng.

Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis (Koordinator), Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono Wakil Pemimpin Redaksi: Syaifuddin Mahmud Kepala Liputan: Agus Baihaqi Redaktur: Ali Sodiqin, A.F. Ichsan Rasyid Staf Redaksi Banyuwangi: Sigit Hariyadi, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni Redaksi Situbondo: Edy Supriyono (Kabiro), Nur Hariri Redaksi Genteng: Abdul Aziz (Kabiro), Shulhan Hadi Fotografer: Galih Cokro Buwono Editor Bahasa: Minhajul Qowim J

Direktur: Samsudin Adlawi Pemasaran dan Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, W. Nugroho (Genteng), Samsuri (Situbondo) Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah Administrasi Iklan: Fitria Arifiana Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan Event: Benny Siswanto Keuangan: Citra Puji Rahayu

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Kasir: Widi Ukiyanti Piutang: Anissa Windyah Sari Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti Perpajakan: Cici Irma Setyani Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982.

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

Website: www.radarbanyuwangi.co.id. Email: radarbwi@gmail.com, beritaraba@gmail.com, artikelradarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/ mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


Banyuwangi Bersih & Ramah R A D A R

Pemkab Banyuwangi

PT. Suri Tani Pemuka

PT. Pabrik Kertas Basuki Rachmat

35 Jawa Pos

Jumat 16 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

PT. Banyuwangi Cannery Indonesia Ketapang

Badan Lingkungan Hidup Banyuwangi

PT. Surya Adikumala Abadi

Ekspedisi Sungai Kalilo dari Hulu hingga Hilir (7)

Berharap Kerja Sama Produsen Sabun dan Popok Sosialisasi saja memang tidak cukup ampuh membuat aliran sungai di Kota Banyuwangi steril dari sampah rumah tangga. Langkah konkret tampaknya lebih dibutuhkan agar kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai terbangun.

GERDA/RaBa

Sampah Plastik Bikin Kotor Pantai PANTAI kotor tidak hanya terlihat di Kelurahan Mandar. Pemandangan yang sama juga terlihat di ujung utara Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi. Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dan Kelurahan Lateng, yang bertugas membersihkan lokasi ini belum tuntas melakukan bersih-bersih. Sebelumnya, Dispenda dan BPKAD sudah ramai-ramai membersihkan perbatasan Kelurahan Lateng dan Kelurahan Mandar itu dengan cara mengurug tumpukan sampah itu dengan pasir dan batu (sirtu). Meski sudah diurug, tapi sampah plastik masih mengotori lokasi itu. (afi/c1/aif)

POLITIK & PEMERINTAHAN

Ketua DPD Nasdem Diminta Mundur Dinilai Gagal Raih Target Kursi DPRD SRONO - Pasca pemilu 9 April 2014 lalu internal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Banyuwangi bergolak. Puluhan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRT) menyatakan mosi tidak percaya dan mendesak Ketua DPD Partai Nasdem, Misbah Imam Sobari, mundur dari jabatannya. Pengurus DPC dan DPRT menilai Misbah sebagai biang kegagalan partai besutan Surya Paloh itu meraup suara maksimal di Banyuwangi. Desakan mundur kepada Misbah itu disampaikan dalam pertemuan para ketua DPC Nasdem se-Banyuwangi di Café Wonosobo, Kecamatan Srono, pada Rabu (14/5). Dalam pertemuan di Cafe Wanosobo itu, ada sekitar 20 ketua DPC Nasdem yang hadir. Empat ketua DPC Nasdem yang lain, yaitu Genteng, Pesanggaran, Tegalsari, dan Cluring, absen pada pertemuan itu. “Dua puluh DPC Nasdem sepakat dan kompak menyampaikan mosi tidak percaya kepada Misbah Imam Subari selaku ketua DPD Nasdem

ABDUL AZIZ/RaBa

BERGOLAK: Koordinator DPC Nasdem Banyuwangi, Sugiono, menunjukkan surat mosi tak percaya kepada Misbah.

Banyuwangi,” kata Koordinator DPC Nasdem Banyuwangi, Sugiono. Sugiono yang menjabat sebagai ketua DPC Nasdem Gambiran menegaskan, dalam pertemuan di Café Wonosobo tersebut, sebanyak 20 ketua DPC Nasdem menyimpulkan minimnya perolehan suara Nasdem murni karena persoalan kepemimpinan Misbah Imam Subari. Selama menjadi ketua DPD Nasdem, Misbah dinilai melakukan empat pelanggaran aturan partai, yakni tidak bisa mengemban amanah sebagai ketua partai dan sering menda-

hulukan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan partai. Pelanggaran ketiga, Misbah yang berprofesi sebagai notaris itu dinilai tidak transparan dalam mengelola keuangan partai. Melesetnya target perolehan kursi DPRD Banyuwangi, yakni 12 kursi, itu karena ketua DPD Nasdem tidak profesional mengurus partai. “Kami mendesak DPW

dan DPP menonaktifkan Misbah Imam Subari sebagai ketua DPD Partai Nasdem Banyuwangi,” pintanya. Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Misbah Imam Subari mengaku belum mengetahui terkait mosi tidak percaya dan desakan mundur itu. Yang pasti, kata Misbah, dirinya sudah bekerja keras membesarkan Partai Nasdem di Banyuwangi. Misbah mengaku akan mengumpulkan bukti apakah benar pertemuan yang dilakukan 20 DPC di Cafe Wanosobo itu benar-benar dilakukan 20 DPC ataukah hanya mengaku sebagai DPC. “Saya belum tahu. Saya dapat informasi ada pertemuan DPC itu dari sampean ini,” kata Misbah saat menghubungi koran ini. Menurut dia, dalam dunia politik, mosi tidak percaya dan desakan mundur sudah biasa terjadi. Hanya saja, tidak selamanya dalih mosi dan desakan mundur itu benar dan sesuai fakta. “Saya tidak kaget. Saya bersama pengurus partai yang lain sudah kerja keras memenangkan pemilu,” katanya. (azi/c1/afi)

DINAS Kebersihan dan Pertamanan (DKP) punya “jurus” jitu mengurangi sampah-sampah rumah tangga di sepanjang aliran sungai yang mengalir di Pusat Kota Kopi ini. Jurus jitu dimaksud adalah gerakan susur sungai. “Menurut kami, gerakan susur sungai

itu merupakan best practice mengurangi volume sampah di sungai,” ujar kepala DKP Banyuwangi, Arief Setiawan. Tidak hanya itu, DKP bersama instansi terkait lain, salah satunya Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuwangi telah menyalurkan seratus unit gerobak sampah di sepanjang daerah aliran sungai di Kota Banyuwangi. Tempat sampah berbahan bambu pun telah diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai. Dengan demikian, diharapkan tak lagi warga yang membuang sampah di aliran sungai. Arief menambahkan, pihaknya beberapa kali telah menjajaki kerja sama dengan produsen maupun

perwakilan produsen sabun, sampo, popok, pasta gigi, dan lain-lain. Sebab diakui atau tidak, sampah sisa sabun, sampo, popok, pasta gigi, dan sebagainya itu menjadi salah satu penyumbang sampah rumah tangga yang mengotori sungai-sungai di Bumi Blambangan. “Kami sudah mengirim surat kepada perwakilan produsen di Banyuwangi maupun di pusat, tetapi sampai saat ini belum ada respons,” sesalnya. Yang pasti, Arief bertekad, pihaknya akan terus melakukan pembersihan sungai sampai seluruh aliran sungai di Banyuwangi benar-benar bersih, bebas dari sampah, dan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai membudaya. (sgt/c1/aif)


BERITA UTAMA Hadi Wijono Ajukan Keberatan ke DK KPU

36

Jawa Pos

R A D A R

Mabuk, Embat Uang Teman PANARUKAN - Sungguh tega Johan Saimima, pemuda asal Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, ini. Pria 22 tahun itu mengembat uang Rp 2,9 juta milik Alwi yang tak lain teman akrabnya dan berasal dari desa yang sama. Munculnya niat jahat Johan kepada temannya yang berusia 22 tahun itu diduga karena pengaruh alkohol. Sebelumnya, kedua anak muda yang sudah saling kenal itu sama-sama bermain di rumah korban, tepatnya di Dusun Karangsari, Desa Kilensari. Beberapa saat kemudian, Alwi pamit keluar rumah kepada pelaku, hendak membeli nasi bungkus. Kondisi rumah korban yang kosong lagi sepi, ternyata dijadikan kesempatan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya. “Saya keluar rumah mau beli-beli,” kata Alwi kepada wartawan koran ini. Johan kemudian masuk ke dalam rumah korban untuk melakukan niat jahatnya. Johan sempat membongkar lemari jenis laci kecil, tetapi dirinya tidak menemukan apaapa. Pria yang saat diperiksa masih mabuk itu selanjutnya membuka sebuah lemari dan menemukan dompet berisi uang sebesar Rp 2,9 juta dan

NUR HARIRI/RaBa

PENGARUH ALKOHOL: Johan Saimima menghitung uang hasil curian di Mapolres Situbondo.

KTP milik korban Alwi. Sekitar satu jam, Alwi tiba dengan nasi yang dibelinya. Begitu korban membuka lemari di rumahnya. Korban sangat terkejut melihat dompetnya sudah tidak ada. “Saya langsung lapor, karena saat itu tidak ada orang lagi,” ujar Alwi saat berada di SPKT Polres Situbondo. Berdasar laporan dan keterangan korban, dengan cepat polisi bergerak dan meringkus pelaku Johan. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menemukan dompet korban yang berisi uang sebesar Rp 2,9 juta serta KTP atas nama korban. “Uangnya Rp 3 juta, tapi yang seratus ribu sudah saya pakai beli bensin,” kata Alwi. Setelah tertangkap basah disertai dengan barang bukti hasil curiannya, tersangka langsung di gelandang ke Mapolres Situbondo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka diminta petugas untuk mengangkat lemari laci mini yang sempat dibongkarnya. INFO

Begitu sampai di Polres, tersangka juga diminta untuk menghitung uang milik temannya yang dicuri. “Semuanya Rp 3 juta, Pak. Eh salah, Rp 2,9 juta,” kata Johan usai menghitung uang yang dicurinya. Apa kata Johan dengan aksi kejahatan itu? Dia mengaku hanya iseng. ”Saat teman saya keluar beli nasi, saya bongkar lemari kecil dan tidak menemukan apa-apa. Kemudian saya buka lemari dan mengambil dompet. Saya tidak niat ngambil uang. Saya cuma bercanda sama teman saya yang sudah akrab,” terang Johan saat diperiksa di Mapolres Situbondo. Meski pelaku mengaku hanya bercanda, polisi tidak percaya begitu saja. Hingga kini, pelaku yang pada saat ditangkap masih dalam pengaruh alkohol itu terus diperiksa aparat. “Petugas masih mendalami kasus pencurian ini, keduanya memang sama-sama kenal karena berteman,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. (rri/c1/aif)

PENDIDIKAN

Untag Tambah Satu Doktor Lagi BANYUWANGI - Satu lagi dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi berhasil meraih gelar doktor. Sebelumnya Dr Didik Suhariyanto, SH, MH memperoleh gelar doktor Bidang Ilmu Ketatanegaraan dan Dr. Ir. Erika Saraswati, MP di Bidang Ilmu Pertanian. Kali ini giliran Dr. Herdiana Dyah Susanti, ST, MT, menjadi doktor ketiga di kampus Untag. Perempuan yang akrab disapa Didin itu telah menyelesaikan program pendidikan doktornya di Program Pendidikan Doktor Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB). Didin dinyatakan lulus cumlaude dalam ujian terbuka di Aula Prof. Ir. Suryono Lantai 2 Gedung Dekanat FT-UB Senin (14/4) lalu. Ketua Program Studi Teknik Industri Untag itu menyusun disertasi dengan judul “Alternatif Model Extended Producer Responsibility (EPR) pada Pengelolaan Limbah Hasil Industri Pengalengan Ikan dengan Konsep Green Manufacturing dan Corporate Social Responsibility (CSR)”. Penyusunan disertasi ini dilatarbelakangi oleh keinginan ibu satu putra itu, untuk menerapkan EPR pada perusahaan pengalengan ikan di Banyuwangi untuk mempromosikan perbaikan lingkungan. Salah satu bentuk kebijakan program EPR dalam perbaikan lingkungan adalah memasukkan biaya EPR ke

ISTIMEWA

CUMLAUDE: Didin sedang mempertahankan disertasi dalam ujian terbuka di aula Prof. Ir. Suryono Lantai 2 Gedung Dekanat Fakultas Teknik Unibraw, Senin (14/4) lalu. dalam harga produk baru. Penerapan kebijakan tersebut menuntut perusahaan pengalengan ikan harus mempunyai kemampuan dalam melaksanakan green manufacturing dan CSR, sehingga perusahaan dapat memiliki kemampuan dalam mengeluarkan dan meminimalkan cost EPR. Dari hasil penelitian, menurut perempuan kelahiran 1 November 1982 itu, temuan model EPR pada pengelolaan limbah hasil industri pengalengan ikan dengan konsep green manufacturing dan CSR, itu dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mengeluarkan dan meminimalkan cost EPR. Selain itu, masukan bagi regulator dalam menentukan model EPR pada pengelolaan limbah hasil pengalengan ikan dengan pendekatan green

manufacturing dan CSR. “Juga menjadi bahan pertimbangan dalam memperoleh informasi mengenai aplikasi model EPR di perusahaan pengalengan ikan sebagai salah satu pedoman untuk memutuskan investasi bagi investor dan calon investor,” cetus putri Dra. Hj. Suhernik, MPd tersebut. Ketua Sidang Ujian Disertasi Terbuka sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Doktor Teknik Mesin, Prof. Ir. I Nyoman Gede Wardana, M.Eng., Ph.D, memuji peningkatan kemampuan akademis Didin. “Manusia cerdas itu tergolong dua, yaitu kecerdasan statik dan kecerdasan dinamik. Saya melihat promovenda (Didin, Red) ini termasuk dalam kategori kecerdasan yang kedua di mana kecerdasannya selalu meningkat,” puji guru besar FT-UB itu. (adv)

PROMO IKLAN LOWONGAN

Jumat 16 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

SITUBONDO – Penggantian Hadi Wijono sebagai anggota tim seleksi (timsel) pemilihan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo tampaknya akan berbuntut panjang. Pasalnya, pria yang juga rektor Universitas Abdurachman Saleh tersebut mengajukan keberatan terhadap Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu KPU Pusat. Lewat surat yang juga ditembuskan kepada Ketua KPU Pusat dan KPU Jawa Timur tersebut, Hadi mengungkapkan kekecewaannya karena sudah diganti secara sepihak. Hadi mengancam akan menempuh upaya hukum perdana maupun perdata jika kasus yang menimpanya ini tidak segera diselesaikan. “Jadi saya sudah meminta SK KPU tertanggal 17 April

Jadi saya sudah meminta SK KPU tertanggal 17 April 2014 no 89/Kpts/yang isinya mengganti saya dengan saudara Hamid Jauharul Fardly ditinjau ulang.” Hadi Wijono Rektor Unars

2014 no 89/Kpts/Tahun 2014 yang isinya mengganti saya dengan saudara Hamid Jauharul Fardly ditinjau ulang. Saya sangat keberatan,” terang Hadi Wijono kepada Jawa Pos Radar INFO

Banyuwangi, kemarin. Ada sejumlah alasan kenapa Hadi menempuh langkah tersebut. Di antaranya, terbuta SK KPU yang dinilai tibatiba tanpa alasan yang masuk akal. SK itu juga dibuat sepihak tanpa pemberitahuan atau teguran kepada dirinya jika dinilai melanggar. “Kalau memang saya dianggap tidak cakap dalam bertindak mengemban tugas-tugas sebagai timsell, apa bukti atas hal tersebut. Wong selama ini belum pernah dilakukan analisis dan penelitian secara mendalam,” tandasnya. Kata Hadi, dirinya diganti karena hanya tidak hadir dalam bimbingan teknis KPU Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Saat itu kebetulan dirinya sedang melaksanakan ibadah umrah. “Saya menunaikan

umrah tanggal 28 April, saat itu saya menerima SK penggantian saya,” kenangnya. Sekretaris KPU Imron Rosyadi mengakui jika Hadi Wijono merupakan anggota timsel KPU dengan SK tertanggal 2 April 2014 no 29/Kpts/KPU/Tahun 2014. “Hanya saja, karena Hadi Wijono melakukan umrah hingga, maka KPU Situbondo perlu melakukan rapat pleno untuk membentuk kepengurusan kembali,” terangnya. Langkah yang dilakukan KPU mengganti Hadi Wijono bukan dengan kemauan sendiri. Namun setelah melakukan konsultasi dan keputusan dari KPU Jawa Timur. “Saat itu kebetulan semua anggota timsel diharuskan hadir dalam acara bimbingan teknis. Pak Hadi tidak bisa hadir karena sedang umrah,” terangnya. (pri/aif)

PELABUHAN

Target Mencapai 150%, Pelindo III Syukuran K ALIPURO—PT Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Wangi menggelar puncak Hari Jadinya ke 19 pada Kamis (15/5). Bertempat di Halaman Pelindo III Tanjung Wangi, senam bersama, potong tumpeng dan santunan 19 anak yatim menjadi pembuka acara puncak hari jadi ini. Kegiatan lain yang sebelumnya digelar adalah lomba turnamen Badminton Pelindo Cup 2014, turnamen Bola Volly Pelindo Cup 2014. Acara yang sangat meriah ini juga diikuti oleh seluruh jajaran karyawan Pelindo III, mitra perbankan seperti Bank Jatim, Bank BNI, Administrator Pelabuhan Tanjung Wangi, Sri Sukesih, serta mitra Pelindo lainnya. Dalam sambutannya, GM PT Pelindo III (Persero) cabang Tanjung Wangi, Bangun Swastanto, SE, MT mengatakan peringatan hari jadi ke-19 ini dimaksudkan untuk menjaga kekompakan seluruh elemen Pelindo III Tanjung Wangi. Menurutnya, tujuan perusahaan dapat tercapai jika seluruh elemen perusahaan dapat bekerja dengan baik dan saling mendukung satu sama lain. “Dan ini dibuk-

BANYUWANGI

TOHA/RaBa

SIMBOLIS: GM Pelindo Bangun Swastanto memberikan potongan tumpeng kepada Administrator Pelabuhan Tanjung Wangi, Sri Sukesih disaksikan Asisten Administrasi dan Kesra Wiyono, kemarin (15/5).

tikannya dengan hasil kinerja Pelindo III Tanjung Wangi yang mencapai target lebih dari 150 persen,” ujar Bangun. Bangun mengungkapkan sebagai BUMN, pihaknya akan selalu mendukung program Pemkab Banyuwangi. Diantaranya adalah sinergi pengembangan pantai Boom menjadi kawasan hiburan rakyat yang lebih modern. Yang paling spektakuler adalah sinergi pro-

BANYUWANGI

gram pengembangan Kampe Industrial Estate Banyuwangi (KIEB) beberapa waktu lalu. “Program Bupati Abdullah Azwar Anas sangat brilian, oleh sebab itu Pelindo III Tanjungwangi akan selalu mendukungnya untuk kemajuan Banyuwangi,” ujarnya. Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Wiyono dalam sambutannya mengucapkan apre-

BANYUWANGI

• STNK •

• Salesman •

• Katana+Jimni+Panther •

Hlg STNK P 4762 XF an Cisca Maria Diharja, Jl. Ikan Waderpari No. 10 RT04/01 Karangrejo

Bth sgr. Salesman bangunan brpngalamn. Min SMU, pnya motor. Admn penjualan, min SMA/wanita. Bisa Komputer. Krm ke Toko Timur Jaya Jl .Yos Sudarso 40 BWI, T. 0333-424556 (Plg lambt 25/5)

Djl Katana Biru th ’93, Jimni 4x4 Pth th ’85, Phanter Royal Biru th ’99 H: 08123651374

• KSU Metro • Cbng Gladak Rgj Bth Accounting, Admin Kredit, Kasir Pend. SMA/SMK L/W Max 35 Th Pnmpln Mnrk Meng. Komputer, Bkrja Krs, Jjr; AO SMK (L) Bkrj dibwh Tkn, Cpt, Tlti, Jjr, Kend. Sndri, SIM C & OB (L) SMP Dmsli Rgj, Lmr: CV. KSU Metro Jl. Patimura No. 82 Spjg Glenmore Bwi Tlp. 0333-821381

siasi terhadap dukungan Pelindo III Tanjungwangi dalam mengembangkan pembangunan Banyuwangi, khususnya di area yang menjadi kawasan Pelindo III. Dikatakan, rintisan kerjasama antara Pemkab dan Pelindo III Tanjungwangi ini sangat signifikan. “Kawasan KIEB yang kelak menjadi kawasan industri ini juga dukungan penuh dari Pelindo III,” pungkasnya. (*)

BANYUWANGI • Kijang Innova •

• Honda Cielo 94/96 • Djl Honda Cielo 94/96 Hrg 64/76 Jt Nego Hub: 082141456178

• Fighter Th 96 • Dijual Fighter Th 96 165 Jt Rogojampi Pelangi Sakti 633439 / 088803266664

Dijual Kjg Innova G XS42 tahun 010/08 (solar) slvr/htm hrg 199,5/177,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Truck Mits FE •

• Daihatsu Xenia •

Dijual Truck MTS FE114 tahun 81/82/83 kning/mrh hrg 85,5/87,5/89,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia F650 RV tahun 012/010/09 hitam/mrh hrg 127,5/105/107,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Daihatsu Terios •

• Suzuki R3 •

Dijual Terios F700RG tahun 010/09 htm mtl/mrh hrg 147,5/ juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Suzuki R3/krmun tahun 012/05 abu2 mtl/krnm 143,5/87,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Avanza •

• Nissan •

Toyota Avanza Program Avanzanasian Pilih Salah Satu: Bunga 0% atau Free Asuransi atau Free Aksesoris. Dapatkan Harga Special HanyaDibulanIniHub:Mawan081336046319

Tukarkan mobil lama anda, lngsung bw plng Nissan. Dptkn: Hrg khusus, bns,hdih lgsung. Berlaku 23-25 Mei 2014 di Nissan BWI Jl. Letjen S. Parman 147 Bwi. Hub 03334460222

Terbit Hari Senin s/d Jumat 1kolom x 40mm; Rp. 88.000 Terbit Hari Sabtu 1kolom x 40mm; Rp. 165.000

HUBUNGI: 0333-412224 BANYUWANGI • Rumah Walet+Seriti • Djl Cpt Rmh Walet + Seriti & Tanah SHM 460m di Rogojampi Telp. 081913900030

• Kebalenan Indah • Djl Cpt Rumah di Kebalenan Indah + Rumah di Kalipuro Asri Tlp. 081913900030

HOTLINE IKLAN HUBUNGI: 0333412224


Jawa Pos

OPINI

Jumat 16 Mei 2014

R A D A R

DENPASAR

41

B A N Y U W A N G I

Memilih Pemimpin versi Bahtsul Masail Sukorejo ANDRE/BALI EXPRESS/JPNN

DISERBU: Tempat hiburan malam Center Point diobrakabrik sejumlah pria berbadan kekar, Selasa malam (13/5).

Center Point Diobrak-abrik TEMPAT hiburan malam, Center Point yang terletak di Jalan Teuku Umar, Denpasar diobrak-abrik sekelompok pemuda, Selasa malam (13/5). Kelompok ini diduga berasal dari salah satu ormas besar di Bali. Mereka mengamuk karena tak mendapatkan uang keamanan sebesar Rp 1 juta. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.00. Tiga unit mobil, 1 mobil APV hitam; 1 Kijang Inova hijau; dan 1 Feroza merah, langsung berhenti dan parkir di bagian jalan umum yang tepatnya di depan tempat hiburan tersebut. Beberapa menit kemudian sekitar 9 orang turun dari tiga mobil itu langsung melangkah ke arah tangga lalu menuju lantai dua. Tempat hiburan ini memang berada di lantai dua bangunan tersebut. Dari sembilan orang yang masuk, rata-rata berbadan kekar dan tinggi. Adapun yang menunggu di luar diperkirakan balasan orang. Terlihat mereka memiliki tubuh yang kekar dan beberapa di antaranya berambut panjang. Koran ini yang memantau dengan jarak tidak terlalu jauh dari TKP (tempat kejadian perkara), tiba-tiba mendengar bunyi pecahan botol. Bahkan, terdengar juga bunyi bantingan kursi. Setelah itu, dari lantai dua, salah seorang membuang kursi kayu dari atas ke halaman parkiran dan langsung patah. Setelah itu, para pemuda yang ada di dalam diskotek langsung keluar. Terlihat juga beberapa karyawan sempat berbicara dengan para penyerang setelah mereka keluar. Selanjutnya, mereka menaiki mobil lalu tancap gas meninggalkan TKP. (dre/adi/yes/JPNN/aif)

BONDOWOSO

244 Dusun Belum Teraliri Listrik BELUM semua masyarakat Bondowoso bisa menikmati aliran listrik dari PLN. Hingga saat ini, setidaknya ada 244 dusun di berbagai kecamatan di Bondowoso yang masih belum teraliri listrik PLN. Hal itu terungkap dalam penyampaian nota penjelasan bupati terhadap LKPJ tahun 2013 di Paripurna DPRD Bondowoso kemarin. Dalam laporannya tersebut, bupati menjelaskan selama 2013, penyediaan jaringan listrik pedesaan telah mencapai 72,20 persen dengan rumah tangga teraliri listrik sebesar 72.880 KK. “Jauh lebih tinggi disbanding dengan 2012 sebesar 29,50 persen,” ujar Bupati Amin Said Husni kemarin. Menurutnya, kenaikan rumah tangga yang menggunakan listrik tersebut merupakan dampak dari pelaksanaan kegiatan pembangunan jaringan listrik. Sumber-sumbernya adalah APBD kabupaten, ABPD Propinsi, APBN maupun dari BUMN. Kendati begitu, lanjut dia, meski telah dilakukan berbagai upaya pemenuhan kebutuhan energi kelistrikan tersebut, namun sejauh ini masih banyak daerah-daerah yang belum teraliri listrik. Totalny ada 244 dusun. “Sehingga ini memerlukan upaya yang lebih dalam pemenuhan kebutuhan listrik pedesaan baik melalui jaringan listrik PLN atau pun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)” ungkapnya. Dia mengakui, kawasan-kawasan yang sejauh ini masih belum teraliri listrik tersebut berada di pedalaman yang sulit mendapatkan jangkauan dari aliran PLN. Kendati begitu, pihaknya secara bertahap akan terus malakukan upaya-upaya agar berbagai kawasan tersebut segera mendapatkan aliran listrik. (esb/sh/JPNN/aif)

LUMAJANG

TAHUN 2014 dikenal sebagai tahun politik, karena memang tahun ini akan berlangsung pesta demokrasi lima tahunan. Tanggal 9 April lalu berlangsung pemilu legislatif. Sangat heboh. Yang tidak kalah heboh adalah pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan datang. Artinya, masyarakat Indonesia pada tahun ini dihadapkan pada kebingungan. Kebingungan itu sangat wajar, karena mereka harus memilih. Kita sebagai masyarakat Indonesia harus memilih pemimpin kita lima tahun ke depan. Di tangan mereka kita menyerahkan nasib bangsa ini. Pilihan yang sangat sulit tentu. Sebab, yang akan kita lakukan bukan sembarang memilih. Kita akan memilih orang yang akan menduduki tempat strategis di negara ini. Apakah kita bisa menentukan pilihan kita secara tepat dan cerdas ataukah malah melakukan kesalahan yang fatal dan akhirnya berdampak pada kemudlaratan rakyat dan negara. Mau tidak mau masyarakat harus memiliki kriteria dalam memilih, paling tidak memiliki standar penilaian pribadi. Jika saat ini masih bingung, mungkin hasil Bahtsul Masa’il Nasional yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo, pada Maret lalu bisa menjadi rujukan. Pada Bahstul Masa’il yang diikuti delegasi pondok pesantren salaf ala Ahlussunah Waljamaah se-

Indonesia itu, salah satunya membahas tentang “Indonesia Memilih”. Deskripsi dalam pembahasan topik tersebut adalah tentang banyaknya fenomena sosial yang kita saksikan dan temukan menjelang hari pemilihan, mulai persoalan serius hingga yang terkadang lucu. Salah satu di antara fenomena tersebut adalah spanduk partai, capres (calon presiden), dan wacapres (wakil calon presiden) yang bertebaran di mana-mana. Beragam motto disampaikan. Motto itu seolah menjelaskan mereka jujur, amanah, aspiratif, profesional, dan lain-lain. Lebih dari itu, mereka juga rela mengeluarkan biaya untuk melakukan gerakan sosial, seperti perbaikan jalan, bedah rumah, hingga bagi-bagi uang kepada sebagian kelompok masyarakat. Semua itu dilakukan dalam rangka mendapatkan simpati calon pemilih. Ke mu d i a n , mu n c u l b e berapa pertanyaan yang harus ditemukan jawabannya oleh peserta Bahtsul Masa’il. Pertama, apakah boleh para calon pemimpin itu mengklaim dirinya bersih, jujur, amanah, dan lain-lain, demi mendapatkan simpati orang lain? Kedua, bagaimanakah seharusnya sikap rakyat (calon pemilih) menghadapi fenomena tersebut? Ketiga, haruskah rakyat memilih calon yang telah memberinya bantuan? Keempat, bagaimana status

O l e h

HABIBUL ADNAN * pemberian seseorang calon, baik eksekutif maupun legislatif menjelang pemilu? Melalui perdebatan panjang disertai ma’khot dan maraji’ (kitab-kitab referensi), dihasilkan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jawaban-jawaban itu jelas bukan asal jawab. Sebab, berlandas kitab imam mazhab yang empat, terutama kitab Mazhab Syafi’iyah, seperti Tafsir Al-Jami’ Li Ahkami Al-Qur’an Abu Abdillah Al-Qurthubi, Al-Mausu’ah Al-Kutiyah, Syarah An-Nawawi Ala Muslim, At-Tafsir Al-Munir, Ihya’ Ulumuddin, Riyadus Shalihin, Ja’miu Al-Ahadist, Majmu’ Fatawa Ibn Baz. Berdasar kitab-kitab yang disebutkan itu, tanpa mengurangi substansi jawaban tersebut, kira-kira seperti inilah jawaban dari Bahstul Masa’il Naasional tersebut. Calon legislatif, calon eksekutif dan pejabat publik lainnya, pada dasarnya tidak boleh, bahkan haram mengklaim, menginformasikan, mengiklankan atau mengampanyekan dirinya sebagai orang yang jujur, amanah, bersih, dan memiliki kemampuan (capability) untuk mendapatkan simpati masyarakat, kecuali, sifat-sifat atau kelebihankelebihan dirinya yang diinformasikan dan dikampanyekan

kepada masyarakat itu sesuai fakta, sesuai kenyataan, dan realistis. Selain itu, juga harus memiliki tujuan suci yang secara syar’i dibenarkan. Kemudian, bagaimanakah seharusnya sikap rakyat (calon pemilih) dan haruskah rakyat memilih calon yang mengklaim dirinya jujur, bersih itu, dan haruskah memilih mereka yang telah memberinya bantuan? Masyarakat tetap wajib memilih calon-calon yang memiliki integritas dan kapabilitas, dan tidak wajib memilih orang yang memberi hadiah. Artinya, setiap orang yang memiliki hak pilih berkewajiban mengetahui kualitas, integritas, kapabilitas masing-masing figur. Sehingga, masyarakat bisa menentukan pilihan berdasar integritas dan kapabilitas tersebut, serta tidak terjebak dengan iklaniklan yang ada. Tentang status pemberian itu, dapat dipastikan bukan tabarru’ (non profit oriented). Pemberian tersebut adakalanya sebagai imbalan atas dukungan suara yang diharapkan. Itu disebut money politic. Adakalnya sebagai imbalan atas pekerjaan, seperti pemasangan spanduk atau banner. Ini disebut cost politic. Money politic termasuk risywah muharramah (suap yang diharamkan) karena posisi rakyat di sebuah negara demokrasi tidak kalah strategis dibanding hakim-hakim di pengadilan. Cost politic sebagai ujrat al-

‘amal adalah halal. Ulama salaf (klasik), melalui kitab-kitab klasiknya, ternyata sangat berhati-hati ketika berbicara masalah figur. Kualitas tetap menjadi perhatian penting mereka. Jadi, siapa saja boleh menjadi pemimpin dan memegang kebijakan. Namun, kualitas mereka harus diperhitungkan. Belakangan ini mayoritas figur-figur bangsa menjadikan jabatan sebagai lahan mencari nafkah. Sehingga, wajar kalau mereka akan melakukan segala cara untuk mendapatkan “lahan pencarian nafkah” itu. Padahal, seharusnya tidak boleh seperti itu. Nabi menyebutkan, pemimpin suatu kaum pada hakikatnya adalah pembantu kaum tersebut. Ketika mindset-nya seperti yang diungkapkan Nabi itu, maka para pemimpin akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada rakyat. Dia akan memberikan sesuatu yang bisa menyejahterakan masyarakat, bukan mengumpulkan pundi-pundi kekayaan pribadi. Pada kenyataannya, popularitas selalu mengalahkan integritas-kapabilitas. Yang lebih ironis, di tengah masyarakat materialistis ini, kekuatan finansial bisa mengalahkan segalanya. *) Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam IAI Ibrahimy, Sukorejo, Situbondo.

Korupsi, Bagaimana Menurut Anda? INDONESIA menduduki peringkat ke tiga sebagai negara terkorup di dunia. Saat ini jika kita mendengar kata korupsi, kita sudah tidak asing lagi mendengarnya. Sebab, kasus korupsi di negeri ini sering menghiasi layar kaca dan surat kabar, baik lokal maupun nasional. Seiring berjalannya waktu, korupsi di bidang-bidang lain, seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, mulai terbongkar. Itu membuktikan bahwa korupsi kian hari kian menjadi dan menjalar ke mana-mana. Mulai korupsi yang paling sederhana dan simpel sampai korupsi besar yang menyeret tokoh-tokoh penting, hampir tiap hari muncul di televisi dan surat kabar. Saat ini mungkin dapat dikatakan bahwa korupsi memang sudah menjadi budaya dan bukan suatu hal yang luar biasa lagi di negeri ini. Sebab, terlalu sering dan terlalu banyak kasus yang terungkap. Awalnya, pribadi seorang pejabat baik-baik saja. Kemudian, godaan akan meraih keuntungan pribadi yang besar menghasutnya. Seseorang yang semula tidak memiliki hasrat korupsi itu pun berbalik badan dan tergoda menyalahgunakan uang yang semestinya bukan miliknya. Tanpa merasa bersalah dan

berdosa, para pelaku korupsi memanipulasi dokumen dan melakukan cara-cara curang agar uang yang telah mereka gelapkan tidak terendus KPK (Komisi Pemberantas Korupsi). Yang masuk kategori korupsi bukan hanya menggendutkan rekening pribadi dengan uang negara. Tidak bisa mempertanggungjawabkan keuangan negara pun masuk kategori korupsi. Budaya malu yang rendah, sanksi hukum rendah, dan kurangnya pengawasan hukum, membuat korupsi sulit diberantas dan dikendalikan. Ironisnya, yang terjadi saat ini, para pelaku korupsi yang sudah masuk sel tahanan dan bertahun-tahun di dalam penjara justru tidak sadar diri dengan apa yang telah mereka perbuat. Dengan kata lain, mereka tetap tiadk merasa bersalah. Lemahnya sanksi dan kurang tegasnya pemerintah dalam penjatuhan vonis menyebabkan para pelaku korupsi tersebut seakan-akan dilindungi. Bagaimana tidak seakan-akan dilindungi; mereka yang terbukti korupsi hanya dijatuhi hukuman ringan. Bahkan, terkadang vonisnya tidak masuk akal, yaitu vonis bebas. Sudah mencuri uang negara miliaran rupiah, divonis tidak bersalah dan bebas. Itu salah satu hal yang me-

O l e h

DEVINA RACHMAWATI * nyebabkan para pelaku korupsi tidak takut dengan hukum. Toh pun pernah dipenjara, mereka tidak kapok mengulangi lagi kejahatan tersebut, karena memang hukuman yang diberikan ringan. Jika saja vonis yang berlaku bagi para koruptor di Indonesia sangat berat seperti yang diterapkan di Tiongkok, yakni hukuman mati, mungkin para koruptor akan takut. Mereka akan kapok dan berpikir seribu kali untuk melakukan korupsi. Korupsi memang perbuatan kotor dan merugikan negara. Para pelaku sebenarnya pasti sudah mengerti dan paham hal itu. Namun, keegoisan terhadap kepentingan pribadi menyebabkan mereka tidak pedulikan lagi mana yang kotor dan mana yang bersih. Dalam pikiran mereka hanyalah bagaimana cara meraup keuntungan yang melimpah. Di masyarakat, para tersangka korupsi mendapatkan banyak sebutan, salah satunya tikus. Melihat fakta yang terjadi di masyarakat, korupsi tidak hanya terjadi dalam skala besar dan serius. Korupsi juga sering terjadi dalam skala kecil dan kita sering menjumpainya

atau bahkan pernah melakukannya. Contoh yang simpel dan mungkin sering terjadi di kalangan pelajar, mahasiswa, siswa SMA, SMP, bahkan SD, adalah berbohong. Kerap seorang siswa mengatakan kepada orang tua butuh uang Rp 100.000 untuk membeli keperluan sekolah. Padahal harga asli keperluan sekolah tersebut adalah Rp 85.000. Ada kenaikan dari Rp 85.000 menjadi Rp 100.000. Ada selisih Rp 15.000. itu adalah ketidakjujuran dan modus mencari keuntungan pribadi. Tanpa kita sadari, kita telah belajar korupsi sejak dini. Bisa jadi korupsi yang besar berawal dari keberhasilan mengambil keuntungan kecil dan sedikit. Lantaran tidak tertangkap basah dan tidak ada yang mengetahui, maka kita akan terdorong mengulanginya dan dengan keuntungan yang lebih besar. Jika tidak segera dihentikan, ini akan menjadi suatu kebiasaan. Mungkin para pelaku korupsi di negeri ini hanya akan berhenti setelah mereka tertangkap basah dan terekspos media. Pemerintah pusat dan daerah seharusnya memperketat pengawasan dalam mengaudit data dan keuangan di setiap bidang. Tujuannya, agar penyelewengan dana tidak terjadi, sehingga rakyat dan

negara tidak dirugikan. Sudah cukup negara kita menderita akibat ulah para pelaku penyelewengan uang dan para pengumpul pundi-pundi untuk kepentingan pribadi. Silakan memperkaya diri asal tidak dengan cara penggelapan uang negara. Perkayalah diri dengan jerih payah dan usaha. Sesungguhnya itu akan lebih melahirkan rasa bangga dan nyaman. Sebab, jika kekayaan datang dari hasil jerih payah, bukan hasil merampok uang negara, hidup akan tenang dan nyaman. Berbeda jika kekayaan didapat dengan cara merampok negara. Hidup akan tidak nyaman karena selalu dihantui rasa ketakutan. Korupsi adalah masalah yang sampai saat sulit dituntaskan di negeri ini. Menurut Anda, bagaimanakah cara mengatasinya? Haruskah para koruptor itu diberi gelar “tikus” di depan nama mereka di KTP? Jika itu dirasa bisa mengendalikan budaya korupsi di negeri ini, apa salahnya dicoba bukan? Terkadang sesuatu yang kecil dan sepele adalah solusi jitu atas permasalahan yang besar dan pelik. *) Mahasiswi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang asal Banyuwangi.

Keharmonisan Lingkungan Banyuwangi AKHMAD RIDWAN/RADAR JEMBER/JPNN

ANTISIPASI: Petugas BPBD Lumajang memasang ramburambu evakuasi kemarin.

Pasang Rambu Jalur Evakuasi BADAN Penanggulangan Bencana (BPBD) Lumajang melakukan pemasangan rambu jalur evakuasi erupsi Gunung Semeru. Setidaknya ada lima titik pemasangan rambu jalur evakuasi sebagai antisipasi jika sewaktuwaktu gunung tertinggi di Jawa tersebut erupsi. Kepala BPBD Lumajang Rochani mengatakan, pemasangan rambu jalur evakuasi tersebut penting sebagai antisipasi dini kepada masyarakat di lereng Gunung Semeru. “Ini sebagai antsipasi saja kalau sewaktu-waktu Semeru erupsi,” katanya. Dia menjelaskan, pemasangan rambu evakuasi tersebut sama sekali tidak terkait dengan status Semeru sekarang. Sebab, pemasangan itu merupakan program yang sudah lama dan baru kemarin direalisasikan. “Sekarang, status Semeru masih tetap waspada,” ungkapnya. Menurut dia, pihaknya memang mengagendakan pemasangan rambu-rambu jalur evakuasi setiap tahun. Diakuinya, rambu-rambu tentang kebencanaan di sejumlah titik di lereng Semeru masih kurang. Untuk itu, setiap tahun pemasangan rambu-rambu tersebut dicicil. Pemasangan rambu lalu lintas tersebut dilakukan oleh BPBD Lumajang di lima titik. Pemasangan itu dilakukan di Desa Oro-oro Ombo dan Supit Urang, Pronojiwo. Kedua desa tersebut merupakan desa yang paling dekat dengan puncak Gunung Semeru. Tidak hanya melakukan pemasangan jalur evakuasi. BPBD Lumajang juga melakukan pemasangan ramburambu peringatan tsunami. Peringatan tsunami itu dipasang di Dusun Kaliwelang, Desa Gondoruso, dan Dusun Watu Gedek, Desa Tempurejo. (wan/har/jpnn/aif)

BERDASAR cerita kaum tua, kesenjangan masa saat ini dan masa lampau memiliki perbedaan mencolok. Menurut pakar lingkungan Universitas Riau, Amri, saat ini berbagai bentuk hidrologi di muka bumi sudah tidak memiliki pola yang beraturan. Itu bisa terjadi karena alam tidak terjaga dengan baik dan mengalami kerusakan parah. Itu menunjukkan betapa besar perbedaan zaman sekarang dan zaman dulu. Masalah paling besar dampaknya adalah efek rumah kaca, yang berakibat banyaknya penyimpangan lingkungan, bahkan bencana. Dijelaskan Annenelistya dan Bratia, efek rumah kaca terjadi salah satunya karena zat polutan dari pembakaran sampah sebagai sarana penghancur sampah. Hal itu menyebabkan penebalan gas karbon di atmosfer. Melihat kondisi demikian, tentu memunculkan beragam reaksi. Berbagai aktivitas lingkungan dan beragam komunitas peduli lingkungan mulai tumbuh. Instansi pemerintah melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) melakukan berbagai kebijakan yang berpihak pada lingkungan. Salah satu program pemerintah

adalah pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Menurut Tim Departemen Arsitektur Lansekap, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (ARL Faperta IPB), manfaat RTH berdasar fungsinya dibagi atas manfaat langsung (dalam pengertian cepat dan bersifat tangible), seperti mendapatkan bahan-bahan untuk dijual (kayu, daun, bunga), kenyamanan fisik, dan manfaat tidak langsung (berjangka panjang dan bersifat intangible), seperti perlindungan tata air dan konservasi hayati atau keanekaragaman hayati. Banyak daerah yang berkonsep pada kelestarian lingkungan, salah satunya Kabupaten Banyuwangi. Di beberapa kecamatan telah dibangun RTH yang difungsikan dengan beragam tujuan. Menurut Setiawan, konsep penataan RTH memuat ruang parkir kendaraan bermotor, arena bermain, area publik untuk berinteraksi, beraktivitas, dan areal olahraga. Lapangan akan menjadi multifungsi, selain menjadi arena sepak bola, lapangan juga bisa digunakan kegiatan ekonomi, sosial, dan edukasi. Sejalan dengan itu, Kabupaten Banyuwangi banyak berbenah dalam melestarikan

O l e h

SAYYID MUHAMAD ALWI * lingkungan. Salah satu peningkatan signifikan terhadap lingkungan adalah mengenai kebersihan. Bidang ini menjadi tonggak awal kebangkitan Banyuwangi mendapat penghargaan Adipura sebagai kota terbersih. Seperti ungkapan Setiawan (2013), Adipura terasa begitu berarti karena tahun 2011 Banyuwangi dinobatkan sebagai kota terkotor. Sekarang predikat itu hilang. Hal itu bisa menjadi seteguk pemuas dahaga mengenai kelestarian lingkungan di Banyuwangi. Namun, saya yakin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak akan larut dalam euforia tersebut. Sebab, di banyak tempat masih terdapat keacuhan masyarakat terhadap lingkungan. Seperti yang dipublikasikan Jawa Pos Radar Banyuwangi (2013) bahwa di pinggir jalan Pasar Muncar ada limbah industri dan limbah rumah berserakan. Semoga itu sekarang tidak ada lagi. Menyikapi hal tersebut, pendirian bank sampah dan pengolahan sampah perlu kiranya dimaksimalkan demi menjaga keseimbangan eko-

sistem, sehingga terwujud keselarasan lingkungan. Ada beberapa konsep keselarasan lingkungan, diharapkan, Banyuwangi menjadi pioneer-nya. Pertama, memberikan pembelajaran langsung kepada masyarakat terkait penggunaan teknologi tepat guna yang efektif dan efisien. Perilaku tersebut ditujukan untuk melestarikan dan menjaga keharmonisan lingkungan dengan manusia. Praktiknya, penguatan komunitas peduli lingkungan, sosialisasi pemberdayaan lingkungan, dan memasarkan produk nyata hasil berbagai olahan sampah. Kedua, pendampingan pada masyarakat mengenai konsep permukiman yang ramah lingkungan. Pemkab harus lebih proaktif menangani masalah permukiman. Sebab, dengan semakin menyempitnya lahan permukiman, maka jarak antar rumah semakin dekat dan akan berdampak terhadap buangan akhir (grey water dan black water). Buangan akhir akan saling berimpitan, akhirnya dapat membawa penyakit. Solusi yang dapat diberikan, merencanakan kampung percontohan yang mengutamakan keselarasan lingkungan

dalam pembangunan permukiman, penerapan kampung percontohan, dan pembangunan posko konsultasi pembangunan permukiman untuk warga Banyuwangi. Ketiga, konsep dengan mengikutsertakan generasi muda Banyuwangi agar peduli terhadap lingkungan pada jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal. Ketiga jalur itu dapat dilakukan dengan mengadopsi dan penguatan program pemerintah bernama adiwiyata. Tujuannya, agar warga sekolah bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik demi mendukung pembangunan berkelanjutan. Pelestarian lingkungan bukan sekadar wacana, tapi harus dapat menjadi gaya hidup manusia sekarang dan mendatang. Tindakan manusia harus selaras dengan lingkungan agar timbul keharmonisan di bumi. Bumi ini cukup untuk kita semua, tapi tidak untuk satu orang yang serakah. Itu ucap Gandhi dalam Hildensyah. *) Alumni Teknik Sipil Universitas Negeri Malang (UM) 2013.


OLAHRAGA

42

R A D A R

Jawa Pos

Jumat 16 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

Pencairan Gaji Pemain Meleset BANYUWANG I - Je la ng menghadapi PS Sumbawa Barat, para pemain Persewangi masih diselimuti rasa cemas. Sebab, gaji yang bakal diterima mereka ternyata meleset. Padahal, sesuai kontrak, honor para pemain tersebut sudah harus terbayar kemarin (15/5). Tapi, hingga kemarin malam, skuad Persewangi masih belum mendapatkan kabar bagus terkait gaji. Hal itu bisa membuat hasrat dan motivasi para pemain The Lasblang (julukan Persewangi) dalam menghadapi PS Sumbawa Barat bisa melemah. Bahkan, Kapten Persewangi, Nanda Pradana tidak ikut

latihan bersama rekan-rekannya di Stadion Diponegoro, Banyuwangi sore kemarin. Sedangkan, pemain lain tetap mengikuti latihan yang dipandu langsung pelatih Bagong Iswahyudi. Sebelumnya, salah pengurus Persewangi, Eko Priyono mengatakan, jika gaji pemain akan dibayarkan pada tanggal 15 Mei. Menurut dia, tidak ada masalah meski pada hari H itu tanggal merah karena bertepatan dengan Hari Raya Waisak. Manajer Persewangi, Hari Wijaya, sebelum melawan Persid Jember menegaskan, jika gaji pemain akan dibayar pada tanggal 15 Mei. Waktu itu, dia meluruskan jika gaji

pemain bukan tanggal 10 Mei. ‘’Kontrak tanggal 15 Mei. Yang penting gaji tidak telat,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi saat itu. Sayangnya, janji untuk membayar pemain tepat pada waktunya masih meleset. Terkait hal itu, pria asal Desa Setail, Kecamatan Genteng, itu belum bisa memberikan tanggapan. Pesan singkat yang dikirim wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi juga belum dibalas hingga berita ini ditulis tadi malam. Tersiar kabar di kalangan pemain, mereka akan mengancam akan mogok latihan sebagai bentuk protes lantaran gaji telat terbayar. (ton/c1/bay)

RAMADA KUSUMA/RaBa

PENGALAMAN: Raul Setiawan berlatih bersama skuad Persewangi Muda (PM) di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, kemarin.

Raul Setiawan Gabung Persewangi Muda BANYUWANGI - Piala Nusantara dipastikan akan diputar serentak mulai tanggal 25 Mei mendatang. Tiga tim asal Banyuwangi masuk dalam satu grup di Jawa Timur wilayah timur. Tiga tim itu, antara lain Banyuwangi Putra (BP), Persewangi Muda (PM), dan Banyuwangi United. Tiga tim asal Bumi Blambangan itu terus mempersiapkan diri jelang kick off. Semua tim terus melanjutkan program latihan hingga kemarin (15/5).

Sebagaimana yang dilakukan Persewangi Muda. Pasukan yang diasuh duet pelatih Ribut Santoso-Giman Abadi itu menggelar latihan lanjutan di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, kemarin. Materi pemain PM memang mengandalkan pemain junior untuk bertarung dalam ajang tersebut. Meski diisi materi pemain muda, PM tidak boleh dianggap remeh. Sebab, secara mengejutkan, sejumlah pemain senior direkrut dan

bergabung bersama PM. Yang terbaru, manajemen PM menggaet Raul Setiawan. Sebelumnya, pemain satu ini diincar Banyuwangi United (BU). Namun, secara mengejutkan, pemain yang tampil moncer kala membela Persewangi menghadapi timnas U-19 itu memilih bergabung bersama PM. Selain dia, eks pilar Banyuwangi dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Madiun tahun lalu, Agus Dumbo juga mengikuti jejak langkah kom-

petitornya itu. Gofar juga masuk dalam rekrutan anyar PM. Tiga pemain rekrutan baru itu tampak berlatih bersama dengan rekan-rekannya kemarin. Manajer Persewangi Muda, Aliong, mengakui jika pihaknya sudah ada kesepakatan terhadap tiga pemain itu. PM, kata dia, memang berambisi untuk membawa tim bisa meraih prestasi tinggi dalam ajang tersebut. ‘’Raul sudah deal dan bergabung bersama kami,’’ ujarnya kemarin. (ton/c1/bay)

RAMADA KUSUMA/RaBa

KARTU: Decky Rolias (merah) saat berlaga melawan Persebo Bondowoso beberapa waktu lalu. Minggu depan, pemain andalan Persewangi ini tidak bisa tampil melawan PS Sumbawa Barat.

BP Final Turnamen Tanggul

Akumulasi, Decky Absen Siap Mengirim Lulusan ke Jepang Menjamu Sumbawa Barat

TANGGUL - Salah satu kontestan Piala Nusantara, Banyuwangi Putra (BP), terus menebar ancaman. Hal itu dibuktikan dalam kiprah mereka di turnamen open se-Jawa timur. Yang terbaru, Imam Banda Nidji Cs memastikan diri menembus partai final. Kepastian itu menyusul kemenangan dramatis kala bersua tuan rumah, Tanggul Putra, via adu tendangan penalti. Skor akhir dalam laga itu 5-4 untuk kemenangan BP. Yang menggembirakan, Imam Banda Nidji menjadi top skor sementara dengan koleksi 8 gol. Tidak menutup kemungkinan, putra Nursyamsi itu mampu menambah gol di partai puncak kala bersua Tanggul Putra. Manajer BP, Abdul Muin, mengaku gembira dengan kemenangan itu. Menurut dia, kemenangan yang diraih tersebut bukti kerja keras timnya dalam berlatih. ‘’Anak-anak bermain disiplin sepanjang laga,’’ katanya kemarin. Jelas, timnya akan sekuat tenaga untuk bisa menggondol juara dalam turnamen pramusim jelang perhelatan Piala Nusantara itu. Menurut dia, ajang tersebut bisa menambah jam terbang sebelum benar-benar tampil dalam gelaran Piala Nusantara yang diputar tanggal 25 Mei mendatang itu. ‘’Kita sangat optimistis bisa juara,’’ katanya. (ton/c1/bay)

ROGOJAMPI – Slogan ‘’SMK Bisa!’’ memang layak diberikan kepada SMK Muhammadiyah Rogojampi. Penyerapan lulusan siswanya ke dunia kerja adalah bukti sukses sekolah ini, dalam membangun keterampilan dan keahlian anak didiknya. Dalam acara pelepasan siswa kelas XII tahun ajaran 2013-2014 kemarin (15/5), kepala SMK Muhammadiyah Rogojampi, Inonu Thaimya MPd mengatakan, beberapa tahun terakhir pihak sekolah banyak melakukan kerjasama dengan perusahaan nasional maupun luar negeri. Kerja sama tersebut untuk pelatihan dan penyerapan tenaga kerja. Karena itu, pihak sekolah tidak hanya berpikir bagaimana meluluskan siswanya. Lebih dari itu, bagaimana upaya sekolah untuk mengantarkan siswanya ke dunia kerja. ‘’Oleh karena itu, kami bekerja keras agar siswa yang lulus mempunyai kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja,’’ ujarnya. Sementara itu, acara pelepasan siswa dihadiri Richard, 39, owner Central Motor Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang bengkel dan spare parts. Dihadapan para siswa dan wali murid, Richard menjelaskan maksud kedatangannya adalah melakukan tes langsung kepada siswa kelas XII. Kali ini, yang akan diambil 20 siswa terbaik untuk bekerja di perusahaan miliknya. Diapun berencana akan melakukan investasi dengan membuka bengkel di Banyuwangi. “Dalam waktu dekat saya akan membuka bengkel disini bekerja sama dengan SMK Muhammadiyah, ” ujarnya. Selain itu, SMK Muhammadiyah Rogojampi juga menjalin kerjasama

SMK Muhammadiyah Rogojampi

MERIAH: Grup Rolas dan penyanyi Demy ikut meramaikan pelepasan siswa SMK Muhammadiyah Rogojampi kemarin.

DIAN EFENDI/RaBa

UNDANGAN:Rahmat Erlambang,Richard (owner Central Motor),dan Kepala SMK Muhammadiyah Rogojampi, Inonu Thaimya kemarin. dengan Mitsubishi Mayangsari Motors, Ahass Honda, dan perusahaan Jepang. “Banyak lulusan dari sini yang bekerja di Mitsubishi dan Honda. Lulusan tahun kemarin ada dua puluh anak yang kita kirim kerja di Jepang” ujar Rahmat Erlambang, 46, Humas SMK Muhammadiyah Rogojampi. Erlambang menambahkan, kerja sama tersebut membawa manfaat yang baik terhadap sekolah. Setidaknya ada tiga keuntungan yaitu siswa bisa diterima kerja, meningkatkan keahlian tenaga pengajar, dan membangun kemandirian finansial sekolah. Tahun ini, perusahaan Jepang kembali meminta kepada SMK Muhammadiyah Rogojampi untuk menyiapkan sedikitnya 40 sampai

100 siswa. “Insyaallah kami optimis memenuhi target dari Mr. Tachiaki Jepang” kata Erlambang. Untuk tahun ajaran baru nanti, selain jurusan TKR (Teknis Kendaraan Ringan) dan TKJ (Teknis Komputer dan Jaringan) SMK Muhammadiyah Rogojampi akan membuka jurusan baru yaitu Otomatisasi Industri (Program Pengaturan Listrik Industri Otomatis). Sementara itu, Acara pelepasan siswa kelas XII kemarin dihibur oleh group musik Rolas bersama penyanyi Demy. Group musik binaan SMK Muhammadiyah Rogojampi yang pernah mengorbitkan artis Adistya Mayasari tersebut membawakan tembang-tembang Banyuwangen dengan kolaborasi musik tradisional dan modern.(adv/bay)

SEMENTARA itu, Persewangi tinggal menyisakan satu pertandingan di putaran pertama kompetisi Divisi Utama pada musim ini. The Lasblang, julukan Persewangi, akan menjamu PS Sumbawa Barat di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Minggu besok (18/5). Hingga jornada ke-5, Tim Merah-Hitam masih bertengger di posisi puncak klasemen grup 7 dengan raihan 11 poin. Tim pujaan warga Bumi Blambangan itu unggul satu poin dari Persekam Metro FC dan Persebo Bondowo. Sebagai catatan, Persewangi masih belum tersentuh kekalahan selama mengikuti ajang kompetisi kasta kedua Liga Indonesia pada musim ini. Rinciannya, tim besutan Bagong Iswahyudi itu menang tiga kali dan dua kali seri. Nanda Pradana dkk juga selalu menyabu bersih ketika bermain di kandang sendiri. Hanya saja, produktivitas gol Persewangi masih belum oke. Lini depan mereka masih melempem. Sehingga, pada pertandingan nanti, masih menjadi ujian berat bagi para striker dalam membobol jala lawan. Selain itu, dalam tiga laga terakhir, Persewangi selalu mencatat clean sheet alias tidak kebobolan. Termasuk laga away melawan Persid Jember yang berakhir imbang kosong-kosong. Dengan fakta itu, lini pertahanan the Lasblang, masih kuat.

Hasil Kemarin Persid 1 v Sumbawa Barat 0

Klasemen Sementara 1. Persewangi 2. Persekam

5 5

3. Persebo 4. Persbul 5. Sumbawa Barat

6 5 5

6. Persigo 7. Persid *

6 6

Zona 16 Besar 3 2 3 1 Zona Bertahan 3 1 1 2 1 2 Zona Degradasi 1 2 1 2

0 1

5-2 8-2

11 10

2 2 2

6-5 5-5 2-3

10 5 5

3 3

4-8 2-8

5 2

*) Dikurangi 3 poin dan dikalahkan 3-0 karena WO.

Namun, kekuatan lini belakang Persewangi bakal berkurang saat menghadapi PS Sumbawa Barat. Sebab, satu pilar di posisi belakang mereka, Decky Rolias absen dalam laga kontra tim asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. Mengingat, full back kanan itu dilarang tampil karena akumulasi kartu. Pemain satu ini memang tidak tergantikan sejak laga perdana. Dia selalu mengisi posisi starting eleven dalam empat laga terakhir. Khusus lawan Persid, pelatih Persewangi, Bagong Iswahyudi, menyimpan dia di bangku cadangan. Tapi, pada babak kedua, Persewangi terus digempur habis-habisan. Tak ayal, pelatih berlisensi B itu terpaksa menurunkan dia di babak kedua. Tapi, sial, dia dihadiahi kartu kuning

oleh wasit. Akibatnya, dia harus absen sekali pada laga berikutnya setelah mengantongi tiga kartu kuning. Sesuai regulasi, kompetisi Divisi Utama pada musim ini memberlakukan pemain tidak boleh tampil sekali setelah menerima tiga kartu kuning. Tentu saja, Persewangi sangat kehilangan sosok Decky Rolias. ‘’Saya harus absen,” ujar Decky Rolias. Meski begitu, The Lasblang masih pemain yang memiliki kualitas sepadan untuk menggantikan posisi Decky Rolias. M. Nizar salah satu pemain yang diharapkan tampil oke. Apalagi, pemain muda satu ini juga moncer kala menghadapi timnas U-19 Maret lalu. ‘’Kita masih percaya dengan pemain kami,’’ ujar pelatih Persewangi, Bagong Iswahyudi. (ton/c1/bay)


Jawa Pos

BERITA UTAMA

Jumat 16 Mei 2014

H A L A M A N

43

S A M B U N G A N

Minta Pengelolaan Watudodol dan Lider ■ PULAU...

Sambungan dari Hal 33

Ada juga wisata mangrove Bedul, Desa Sumbersari, Kecamatan Purwoharjo.

Kesepakatan bersama antara Direktur Utama (Dirut) Perum Perhutani, Bambang Sukmananto, dan Bupati Abdullah Azwar Anas itu dimaksudkan untuk menyelaraskan program bersama dalam

upaya pengembangan potensi pariwisata di dalam dan luar kawasan hutan. Tujuannya, kawasan tersebut menjadi kawasan yang lestari guna mendukung pembangunan pariwisata Banyu-

wangi yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi. Ruang lingkup kesepakatan bersama itu meliputi perlindungan dan konservasi sumber

Persiapan Teknis dan Batas Lokasi ■ LANGSUNG...

Sambungan dari Hal 33

Tejo didampingi Administratur KPH Perhutani Banyuwangi Selatan Agus dan Wakil Adm Ketut Sukantawiyasa. Peninjauan lokasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan pelaksanaan perjanjian kontrak kerja sama. “Jadi, hari ini (kemarin) Pak Direktur memang meninjau Pulau Merah sebagai

kawasan yang jadi objek kerja sama,” kata Ketut Sukantawiyasa. Saat meninjau lokasi tersebut, Perhutani bukan hanya melihat lokasi wisata pantai itu. Dia juga ingin memastikan batas-batas wilayah yang akan dijadikan objek wisata. Dengan begitu, ketika kerja sama dilaksanakan, secara teknis tidak ada perselisihan terkait lokasi yang masuk kawasan wisata. “Sehingga, batasbatas wilayahnya jelas,” tandas Ketut.

Sementara itu, bersamaan dengan datangnya Hari Raya Waisak, kunjungan wisatawan ke PM sangat membeludak. Ribuan orang silih berganti datang ke Pantai Selatan tersebut mulai pagi hingga sore. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, puluhan payung pantai yang berjajar di sepanjang PM dipenuhi pengunjung. Selain itu, banyak juga wisatawan yang bermain selancar di tengah gulungan ombak. (azi/c1/bay)

Dipindah agar Peluang Menetas Lebih Tinggi ■ MAHASISWA...

Sambungan dari Hal 33

Selain mengajak mahasiswa melihat langsung kandang penetasan penyu semi alami di kawasan Pantai Boom, Kuswaya juga mengadakan sesi tanya-jawab tentang penyu dengan para mahasiswa. Pertanyaan-pertanyaan kritis pun diberikan mahasiswa tersebut, salah satunya mengapa telur penyu yang mendarat di Pantai Boom harus dipindah ke lokasi penetasan semi alami, mengapa tidak dibiarkan menetas di tempatnya semula. Mendapat pertanyaan tersebut, Kuswaya menjelaskan, memang akan lebih baik jika telur penyu dibiarkan menetas secara alami. Namun, pemindahan dilakukan guna mencegah telur penyu tersebut menjadi mangsa predator alami dan mencegah diburu oknum tidak bertanggung jawab. Pertimbangan lain, normalnya penyu hanya mau bertelur di pasir pantai yang benar-benar kering dan tidak terdampak pasang surut air laut. Tetapi, yang terjadi di

Pantai Boom, penyu bertelur hanya beberapa meter dari bibir pantai dengan kedalaman hanya sekitar 35 centimeter (cm). “Jika tidak dipindah ke lokasi penetasan semi alami yang kita sediakan, telur tersebut akan terkena pengaruh pasang-surut air laut. Telur dikhawatirkan tidak menetas karena terlalu lembab,” jelas Kuswaya. Dia menambahkan, meski sederhana dan tidak digembok, kandang penetasan telur penyu semi alami itu relatif aman. Sebab, kepala kelurahan setempat bersama masyarakat sekitar secara sukarela ikut memantau dan membantu pengamanan kandang tersebut. “Kesadaran masyarakat sekitar untuk ikut melestarikan penyu sudah terbangun. Mereka secara suka rela mengawasi lokasi penetasan semi alami ini,” cetusnya. Sementara itu, kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Fazar Rasyidi, 21, mahasiswa semester enam Program Studi (Prodi) Pariwisata, Fakultas Ilmu Administrasi, UB mengatakan, mereka tertarik melihat lokasi penetasan

penyu semi alami di Pantai Boom setelah membaca berita yang dimuat di “Halaman Jatim” Jawa Pos beberapa hari lalu. Dia mengaku tidak menyangka ada penyu yang mau mendarat di pantai yang berlokasi tidak jauh dari pusat Kota Kopi ini. Sebab, berdasar informasi yang dia terima sebelumnya, Pantai Boom dinyatakan kotor. “Kami baca di koran Jawa Pos, ternyata pantai yang cukup ramai dikunjungi masyarakat ini (Pantai Boom) merupakan salah satu lokasi penyu mendarat di Banyuwangi,” ujarnya. Fazar menambahkan, dia dan teman-temannya semakin tertarik melihat secara langsung sepak terjang BSTF melestarikan penyu lantaran beberapa teori tentang pendaratan penyu berhasil dijungkirbalikkan. Dikatakan, beberapa teori menyebutkan, penyu hanya mau mendarat di tempat yang sepi pada tengah malam atau dini hari. Tetapi, kenyataannya, penyu di Pantai Boom mulai mendarat pukul 19.30. Bahkan, penyu tersebut tetap

mendarat meski kondisi Pantai Boom belum benar-benar sepi. Pemuda yang juga ketua rombongan mahasiswa UB itu menambahkan, dirinya sangat mengapresiasi langkah BSTF melestarikan satwa liar dilindungi tersebut. Sebab, di tingkat nasional pun tidak banyak orang yang peduli dengan pelestarian lingkungan. “Kami mengapresiasi apa yang dilakukan BSTF. Di kampus, kami dididik menjadi tour operator yang bertanggung jawab, baik terhadap lingkungan maupun budaya, karena itu yang menjadi daya tarik utama pariwisata di Indonesia,” terangnya. Imam Ahmad Adhi, 21, mahasiswa lain menambahkan, sebagai mahasiswa yang mempelajari wisata, dirinya menganggap kelestarian lingkungan merupakan daya tarik utama pariwisata. Jika alam sudah tidak lagi terjaga dengan baik, maka tidak ada lagi daya tarik wisata yang bisa “dijual”. “Kami juga ingin tahu Pantai Boom lebih jauh. Sebab, kami dapat informasi, pantai ini akan dikemas seperti Pantai Jimbaran, Bali,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Sempat Jadi Tontonan Warga ■ SYAHBANDAR...

Sambungan dari Hal 33

Sementara itu, posisi kapal yang dikelola PT Djembatan Nusantara itu sudah berpindah kemarin. Kapal itu kini berlabuh di pelabuhan tidak jauh dari Pelabuhan

ASDP Ketapang. Terkait kapan kapal itu kembali beroperasi, Sentot belum bisa memastikan. Pihak Kesyahbandaran Ketapang berencana melakukan cek ulang kondisi kapal. Bila memang dinyatakan laik dan aman, tentu pihak Syahbanbandar akan segera

memberikan izin berlayar. “Besok (hari ini) kapal akan kembali dicek. Bila oke tentu bisa berlayar dan tidak perlu docking,” cetusnya. Seperti diberitakan kemarin, kepanikan menyelimuti penumpang KMP Reny II yang akan bersandar di Pelabuhan

Ketapang kemarin. Asap pekat berwarna putih kehitaman tibatiba muncul dari lambung kapal yang mengangkut 57 penumpang dan 18 ABK itu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang sempat menjadi tontonan warga pesisir pantai Ketapang itu. (nic/c1/bay)

Saling Mengunjungi setelah Berdoa ■ BACAKAN...

Sambungan dari Hal 33

Mardiyanto menambahkan, dini hari sebelumnya, peringatan detikdetik Waisak dilakukan dengan khidmat melalui meditasi. Hal itu guna mengenang jasa-jasa baik. “Meditasi ini untuk mengenang budi luhur kita,” ujarnya. Usai acara, para umat Buddha saling mengunjungi sanak saudara dan tetangga. Selain itu, sanak keluarga dari daerah lain juga banyak yang datang ke rumah mereka. Salah satunya terlihat di rumah Budi, seharian kemarin banyak teman dan kerabat yang berkunjung ke rumahnya guna menyambung tali silaturahmi. “Banyak yang berkunjung, saudara, teman adik, dan tetangga,” ujarnya. (sli/c1/bay)

SHULHAN HADI/RABA

RAMAI: Umat Buddha memadati teras hingga gerbang depan Vihara Dhamma Mukti di Desa Cemetuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, kemarin.

Tas dan Motor Tertinggal di Kapal ■ MUNCUL...

Sambungan dari Hal 33

Saat kapal akan bersandar di Pelabuhan Ketapang, feri milik PT. Djembatan Nusantara itu mengeluarkan suara ledakan. Tak lama kemudian, asap mengepul dari salah satu kamar mesin. “Setelah suara letupan itu asap muncul dan memenuhi kapal,” ujar Edi Purwanto, salah satu penumpang asal Pengambengan, Bali. Asap itu menyebabkan sirine kapal berbunyi. Sirine tanda bahaya itu membuat sejumlah penumpang panik. Tangis pun pecah dari sejumlah penumpang perempuan. Sementara itu, anak buah kapal (ABK) berupaya mematikan sirine tersebut. Keadaan semakin terasa mencekam setelah mesin dan listrik di kapal padam. Ketakutan penumpang semakin menjadi dengan posisi kapal yang sempat miring ke kanan dan ke kiri. Upaya penyelamatan yang dilakukan awak kapal seolah berlomba dengan asap yang semakin memenuhi beberapa ruangan. Mereka tidak henti-henti meminta seluruh penumpang tidak panik dan tetap tenang. Sikap tenang dan terampil ABK itulah yang membuat kecemasan penumpang sedikit

terobati. Mereka menyisir ruangan demi ruangan untuk mengevakuasi penumpang dari kepungan asap. “Ketika asap banyak, ada ABK yang langsung menggendong anak saya ke atas. Dia minta saya dan suami cepat naik ke atas,” kenang Mega Ratnasari, penumpang asal Sempolan, Kabupaten Jember. Saat kejadian, Mega Ratnasari sedang menggendong anaknya yang berusia empat bulan. Kepanikan penumpang akibat asap itu sempat membuatnya kehabisan akal untuk menyelamatkan diri. Dalam pikirannya sempat terbayang maut sudah dekat. Beberapa kapal terbakar dan tenggelam yang pernah ditayangkan di TV langsung mengisi pikiran perempuan itu selama proses evakuasi. Tak lama kemudian, ibu muda itu shock. Namun, kesigapan ABK akhirnya membuat cerita kapal terbakar itu menjadi berbeda. Mega bersama anak dan suaminya akhirnya selamat dari bayang-bayang buruk. “Ya shock pas kejadian itu. Kan sudah banyak kejadian kayak gini di tempat lain. Tapi syukur, kami selamat,” ujarnya. Hal yang sama juga dirasakan Siti Rahmawati. Bocah kelas empat SD di Singapadu, Gianyar, itu juga tidak menyangka kapal yang dia

tumpangi akan terbakar. Saat asap muncul, dia langsung membangunkan orang tuanya agar segera menuju tempat yang aman. Suasana mencekam juga dirasakan penumpang lain, Irwan, asal Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Dia masih ingat betul kondisi kapal setelah terdengar letupan kecil yang diikuti asap. “Asapnya pekat. Mata panas dan tenggorokan terasa serak,” tuturnya. Irwan naik kapal bersama istri dan anaknya dari Gilimanuk. Dia tidak merasakan firasat apa pun. Saat peristiwa itu terjadi, dirinya hanya berusaha bersikap tenang dan mengikuti arahan ABK. Bahkan, saat memakai baju pelampung dan ada kapal penyelamat, dirinya dan keluarganya yakin keadaan akan teratasi dengan aman. Tidak ada barang yang bisa dibawa saat evakuasi. Tas berisi baju dan motor yang ditunggangi masih berada di kapal. Baginya itu tidak masalah, karena keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Dia belum bisa melupakan kejadian itu. Baginya itu merupakan pengalaman berharga. Selebihnya, dia hanya bisa pasrah atas kejadian yang dialaminya itu. (c1/bay)

daya hutan, pembangunan sistem informasi, dan promosi pengembangan wisata. Tidak hanya itu, pembangunan sarana dan prasarana pendukung kepariwisataan serta pemberdayaan masyarakat juga menjadi “cakupan” kerja sama tersebut. Direktur Perencanaan dan pengembangan Bisnis Perhutani, Tedjo Rumekso mengatakan, kesepakatan bersama itu dilakukan untuk menyatukan kegiatan Pemkab Banyuwangi dan Perum Perhutani, khususnya di daerah yang menjadi prioritas, yakni Pulau Merah dan Bedul. “Namun, selanjutnya tidak tertutup kemungkinan hal yang sama

dilakukan di daerah-daerah wisata lain di wilayah Perhutani untuk disinergikan dengan Pemkab Banyuwangi,” ujarnya. Tedjo menambahkan, kesepakatan bersama telah diteken Dirut Perhutani dan Bupati Banyuwangi. Karena itu, maksud kedatangannya ke Banyuwangi adalah menjajaki lebih detail apa yang perlu dilakukan kedua belah pihak. “Sampai saat ini baru Pemkab Banyuwangi yang sudah konkret bekerja sama dengan Perum Perhutani,” paparnya. Sebelumnya, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, kesepakatan bersama Perum Perhutani dan Pemkab Banyuwangi

menjadi terobosan penting dalam upaya pengelolaan pariwisata di Bumi Blambangan. “Pemerintah pusat, terutama Perum Perhutani, mengapresiasi langkah Pemkab Banyuwangi karena dianggap punya inovasi dalam memanfaatkan aspek-aspek alam di wilayah kehutanan yang tidak dimanfaatkan kehutanan itu sendiri,” cetusnya Sabtu (10/5). Bupati Anas menambahkan, terkait perluasan destinasi wisata baru, pihaknya akan meminta objek wisata Watudodol dan Air Terjun Lider dikelola Pemkab Banyuwangi. “Potensi Watudodol dan Lider sangat luar biasa,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Cuaca Tidak Mendukung ■ PETANI... Sambungan dari Hal 34

“Cuaca yang sering hujan, ini memperparah,” katanya. Tadlio mengaku sudah berupaya mengatasi serangan cacar ini. Tapi karena cuaca tidak mendukung, dirinya hanya bisa pasrah. “Kalau tanaman sampai

njebug (keriting), susah sekali ngatasinya,” ungkapnya. Menurut Tadlio, para petani cabai ini sekarang lagi apes. Selain serangan hama dan cuaca, harga cabai turun drastis di pasaran. Saat ini, harga cabai di tingkat pedagang berkisar Rp 5000 perkilogram. “Harganya sekarang cuma lima ribu rupiah perkilonya, mas,” ujarnya. (sli/c1/abi)

Setelah Sehat akan Dilepas ■ ULAR... Sambungan dari Hal 44

Penemuan ular piton yang ditaruh di salah satu halaman rumah warga itu, kontan mengundang perhatian warga. Dari cerita-mulut ke mulut, warga yang penasaran akhirnya melihat dan sesekali mencoba

memegang ular raksasa itu. Selain warga, para siswa yang kebetulan sedang libur sekolah, menjadikan mainan ular tersebut. Salah seorang siswa SD, Ridwan, terlihat mengalungkan ular sebesar paha itu ke lehernya. Tanpa ragu dirinya memegang ular yang telah dijinakkan itu. “Kan mulutnya

sudah diikat isolasi, jadi tidak takut, cuma berat sekali,” kata Ridwan. Sabarmengakuakanberusahamemelihara ular yang kondisinya sangat lemas tersebut. Setelah benar-benar sehat,dirinyaberencanaakanmelepas sangularkehabitatnya.“Maudipelihara dulu, setelah sehat benar dilepaskan lagi,” pungkas Sabar. (rri/c1/aif)

Tersangka Prona Desa Blambangan Bisa Bertambah BANYUWANGI - Kejaksaan dana itu, ada yang mengembalikannya. “Uang Negeri (Kejari) Banyuwangi masih terus mengembangkan sebesar Rp 20,5 juta yang kami dugaan pungutan liar (pungli) amankan di kejaksaan itu hasil pelaksanaan Proyek Operasi pengembalian,” katanya. Nasional Agrarian (Prona) di Ditanya apakah para penerima Desa Blambangan, Kecamatan aliran dana itu sedang diincar, Muncar. Sejumlah saksi akan kasi pidsus menolak membeberkan. Yang pasti, pihak kembali diperiksa untuk dimintai keterangan. kejaksaan akan kembali meKepala Desa (Kades) Blammeriksa tersangka agar dia mau bangan, Purwanto, 49, yang menyebut orang yang ikut sudah ditetapkan sebagai termenikmati uang pungli tersebut. DOK. RABA sangka dan kini ditahan, ren“Kepala desa (kades) masih becananya oleh kejaksaan akan lum mau membuka semua,” diperiksa lagi. “Masih banyak ujar Agung. keterangan yang akan kita gali Yang pasti, lanjut dia, pihaknya dari tersangka,” terang Kepala Bila memang terbukti akan memperdalam perkara Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidtersebut. Siapa pun yang terindikasi terlibat kasus Prona, mendapat bagian dari dana Prona sus) Kejari Banyuwangi Paulus Agung Widaryanto. itu akan diperiksa dan ditetapkan akan kita tetapkan Keterangan saksi dan tersangka, sebagai tersangka. “Bila memang sebagai tersangka. terang dia, dugaan pungli dalam terbukti terlibat dalam Prona, akan kita tetapkan sebagai pelaksanaan Prona di Desa Kemungkinan ada tersangka. Kemungkinan ada Blambangan, layak diduga tersangka lagi, tersangka lagi, kayaknya ada,” dilakukan secara berjamaah. kayaknya ada.” Atau setidaknya, jelas dia, ada cetusnya. pihak lain yang membantu dan Seperti diberitakan sebelumPAULUS AGUNG WIDARYANTO ikut menikmati hasilnya. “Ini nya, diduga melakukan pungutan Kasi Pidsus Kejari Banyuwangi yang sedang kita perdalam,” liar (pungli) dalam program cetusnya. Prona, Kades Blambangan, Kecamatan Muncar, Kasi Pidsus Paulus Agung menyebut, pelaksanaan Purwanto, 49, akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri Prona di Desa Blambangan itu ada panitianya. (Kejari) Banyuwangi. Kepanitiaan tersebut, terang dia, melibatkan Kejaksaan menahan kades tersebut setelah sejumlah perangkat desa, seperti sekretaris desa mendapatkan laporan dari warga. Sebanyak 17 dan bendahara desa. “Tersangka sebagai kepala saksi sudah dipanggil kejaksaan untuk dimintai desa berperan dalam Prona ini,” ungkapnya. keterangan. “Kepala Desa Blambangan (Purwanto) Dugaan pungli senilai Rp 600 ribu dalam kasus memang sudah kita tahan,” cetus Kepala Seksi Prona itu, kata dia, ternyata mengalir ke mana- Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Banyuwangi mana. Sejumlah panitia yang mendapat aliran Paulus Agung Widaryanto SH. (abi/c1/bay)

Livope SMP Masuk Partai Final BANYUWANGI - Pertandingan Liga Bola Voli Pelajar (Livope) Banyuwangi semakin seru. Hingga kemarin sejumlah partai laga masih berlangsung. Bahkan, even yang dipusatkan di Taman Blambangan, Banyuwangi, itu memasuki babak baru. Di tingkat SMP kategori putra sudah ada empat tim yang bakal bersaing memperebutkan posisi puncak. Pada pool A, tim SMPN 1 Wongsorejo memastikan diri menjadi juara grup setelah mengalahkan tim SMPN 2 Purwoharjo. Sedangkan, di grup B sudah terisi tim SMPN 1 Cluring sebagai juara grup. Kepastian itu menyusul kemenangan saat menghadapi tim SMPN 2 Kalipuro. Atas hasil itu, tim SMPN 2 Kalipuro menjadi runner up. Berdasar regulasi, maka tim SMPN 1 Wongsorejo akan menantang tim SMPN 2 Kalipuro. Duel lainnya adalah tim SMPN 2 Purwoharjo melawan SMPN 1 Cluring. Pemenang akan bertemu di partai puncak. Sebaliknya, tim yang kalah akan memperebutkan juara tiga dan empat. Tim putri, SMPN 1 Giri menjadi juara grup A setelah mengandaskan SMPN 1 Tegaldlimo. Juara bertahan tersebut akan menghadapi SMPN 1 Wongsorejo sebagai runner up grup B. Sedangkan, SMPN 1 Tegaldlimo akan menghadapi MTsN Genteng sebagai penentuan untuk menembus partai final. Pada bagian lain, persaingan untuk tim tingkat SMA masih sengit. Pada pertandingan kemarin, tim

putra SMKN 1 Wongsorejo berhasil menang saat menghadapi SMAK Hikmah Mandala Banyuwangi. Tim SMAN 1 Giri harus tunduk di tangan SMKN Kalipuro. Dua partai lain, SMA Favorit Tegaldlimo keluar sebagai pemenang saat bersua dengan SMA Ibrahimy Wongsorejo. Satu partai lainnya adalah duel antara tim SMAN 2 Genteng dengan SMKN 1 Glagah. Bentrok kedua tim ini berlangsung seru. Pada akhirnya, SMAN 2 Genteng menang dramatis dengan skor tipis 3-2. Sementara itu, pada kategori putri. SMAN 1 Banyuwangi menjadi ancaman bagi kontestan yang lain setelah mengandaskan SMKN 1 Banyuwangi. Partai lain, SMAN 1 Giri harus mengakui keunggulan SMKN Wongsorejo. Tim putri SMAN 2 Genteng juga mengikuti jejak langkah tim putra. Hal itu menyusul kemenangan saat menghadapi SMA Ibrahimy Wongsorejo. Juara bertahan pada musim lalu, SMAN 1 Gambiran juga berhasil lolos ke babak selanjutnya setelah mengandaskan SMKN 1 Giri. Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Setio Utomo mengungkapkan, jika persaingan antar tim semakin menarik. Sejauh ini, peluang tim untuk lolos juga masih terbuka. ‘’Yang sudah terlihat tingkat SMP. Sedangkan, tingkat SMA masih belum diketahui juara grupnya,’’ ujarnya kemarin. (ton/c1/bay)


RADAR SITUBONDO

44

R A D A R

Konser Ricuh, 3 Sepeda Motor Raib Penonton Tawuran, Seorang Terluka SITUBONDO - Konser musik artis papan atas Momo Geisha di Stadion Abdurachman Saleh berlangsung ricuh. Para penonton terlibat tawuran. Mereka saling jotos hingga mengakibatkan kepala seorang penonton terluka. Tak seberapa lama, keributan antar penonton itu bisa diatasi aparat polres dan anggota Kodim 0823 Situbondo. Konser Geisha pun berjalan aman hingga lagu terakhir berjudul “Lumpuhkan Ingatanku” membius ribuan penonton. Keributan sudah terasa sejak awal konser. Sekitar pukul 16.00, lapangan sudah penuh sesak dengan ribuan penonton. Menginjak malam (pukul 20.00), keributan mulai terjadi. Saling desak antar penonton memicu

perkelahian. Pukul 21.00, seorang pria terlihat berlari keluar lapangan stadion dengan kondisi kepala berdarah. Konser Momo Geisha tidak hanya diwarnai keributan. Penjahat juga leluasa menggasak tiga sepeda motor milik penonton. Belum diketahui secara pasti siapa penjahat yang menggondol tiga motor tersebut. Yang pasti, korban pencurian memarkir kendaraannya tanpa karcis, tepatnya di sebelah utara Stadion Muhammad Saleh, jalan raya Kenangan, Situbondo. “Tiga korban yang kehilangan sepeda motor saat konser berlangsung. Itu memarkir sepedanya kepada petugas parkir ilegal di jalan raya Kenanga, depan Kantor Gerindra,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo, saat dihubungi wartawan koran ini kemarin (15/5). Korban yang kehilangan sepeda motor adalah Abdul Halik, warga Desa Kayuputih, Kecamatan Panji.

Jawa Pos

Jumat 16 Mei 2014

B A N Y U W A N G I

Dia kehilangan sepeda motor Yupiter bernopol P 6096 EN. Kedua, sepeda motor yang hilang adalah Kawasaki Ninja warna oranye, milik Adi Wanda, 21, warga Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo. Korban ketiga kehilangan motor Mio warna merah bernopol P5011 EY. Korban yang satu ini belum diketahui identitasnya karena memilih langsung pulang ke rumahnya. “Korban yang satu akan melapor secara resmi ke mapolres pagi harinya,” terang Wahyudi. Begitu menerima laporan kehilangan motor, pihaknya langsung memburu para penjahat yang diduga kuat lebih dari tiga pelaku itu. “Belum ada yang ketemu, tetapi kami akan terus lakukan pengejaran,” terangnya. (rri/c1/aif)

DIWARNAI KERIBUTAN: Penonton membanjiri Stadion Abudrurachman Saleh saat berlangsung konser Momo Geisha Rabu malam kemarin (14/5).

Siswi SMA Digilir Enam Pemuda Dicekoki Miras, Digarap di Rumah Kosong SITUBONDO - Gadis berusia 17 tahun yang duduk di bangku SMA di Situbondo menjadi bulan-bulanan enam pemuda. Gadis itu diperkosa secara bergiliran oleh enam pemuda di sebuah rumah kosong di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Korban kekerasan seksual itu adalah Saritem (nama samaran), warga Arjasa. Insiden memilukan itu sebenarnya terjadi pada Sabtu malam Minggu (27/4) lalu. Saritem tidak mau bercerita karena takut ancaman pelaku. Sebelum digilir enam pemuda, Saritem lebih dulu dicekoki minuman keras (miras) sampai mabuk berat. Begitu teler, para pelaku yang mayoritas adalah siswa SMA itu melakukan aksinya

Keenam pelaku dalam pengejaran polisi. Kasus ini masih kami dalami dan ditangani oleh Unit Perlindungan perempuan dan Anak (PPA) Polres,” AKP Wahyudi Kasubbag Humas Polres Situbondo

secara bergantian. Setelah mengalami pelecehan seks d e n ga n d i p e rk o s a e na m pemuda. Siswi ini kemudian sering diketahui tidak masuk sekolah. Korban mengaku takut menceritakan hal itu, karena diancam para pelaku untuk disebarluaskan kepada teman-teman sekolahnya.

“Anak saya sering bolos, akhirnya saya dihubungi gurunya di sekolah. Dari situ kemudian saya tahu apa yang dialami oleh anak saya,” ungkap ibu korban saat memberikan keterangan ke Mapolres Situbondo, kemarin (15/5). Kasus pemerkosaan itu bermula saat seorang pelaku datang dan menjemput Saritem di rumahnya Kecamatan Arjasa, Situbondo. Pemuda berusia 17 tahun itu mengaku disuruh pacar korban. Dalihnya, sang pacar ingin bertemu. Tanpa banyak pertimbangan, sang ibu dan korban mempercayainya. Tak disangka, korban dibawa pemuda yang menjemputnya itu ke rumah kosong di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Sang gadis dicekoki miras selanjutnya digilir enam pemuda. Sejak itu korban jarang masuk sekolah. Saritem diancam agar tidak bercerita kepada siapa pun. (rri/c1/aif)

Di Asembagus, Anak SD Dicabuli SEMENTARA itu, aksi kejahatan seksual juga menimpa seorang bocah SD yang masih berusia 8 tahun. Bocah asal Asembagus itu dicabuli pria tua berinisial S yang rumahnya berjarak sekitar 25 meter dari rumah korban. Kasus pencabulan itu terjadi malam hari saat hujan deras mengguyur wilayah Asembagus. Pria tua berusia 50-an tahun itu memanggil bocah SD itu dengan alasan minta dipijat dengan upah Rp 5 ribu. Tak disangka, pria yang saat ini tidak diketahui keberadaannya itu, melakukan aksi bejat kepada anak tetangganya itu. NUR HARIRI/RaBa

Ular Piton Jadi Tontonan Warga SITUBONDO - Seekor ular piton ditemukan warga di anak Sungai Sampeyan Baru, Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. Penemuan ular sepanjang empat meter itu kontan menjadi tontonan puluhan warga siang kemarin (15/5). Ular piton tersebut kali pertama ditemukan Sabar, warga setempat. Pagi itu, Sabar pergi ke sungai dan dikejutkan dengan ular piton besar yang memanjang di permukaan sungai. “Sewaktu ke sungai, saya lihat ada ular besar,” kata Sabar. Kali pertama ditemukan, ular terlihat tengah kelelahan dan tak berdaya. Diduga ular piton itu terseret arus banjir pada malam harinya. “Hanya gerak sedikit-sedikit, jadi saya tidak takut,” ujar Sabar. Sabar pun langsung menangkap ular tersebut. Kemudian, dirinya memanggil beberapa warga sekitar dan membawa ular

NUR HARIRI/RaBa

SUDAH JINAK: Seorang anak kecil memegang ular piton di Desa Kotakan kemarin (15/5).

piton tangkapannya ke halaman rumah warga. Ular itu diakuinya cukup berat karena minimal harus dibawa tiga orang laki-laki. Begitu sampai ke darat, ternyata ular piton itu agresif dan menunjukkan perlawa-

nan. Tidak ingin ada korban yang gigitan sang ular, Sabar kemudian membungkam mulut ular piton dengan lakban. “Sudah dijinakkan, pegang tidak apa-apa,” kata Sabar n  Baca Ular...Hal 43

Ciptakan Pilpres yang Adil dan Demokratis Bakesbangpol Gelar Peningkatan Partisipasi Politik PANARUKAN – Badan Kesatuan Bangsa, Politik Dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol dan Linmas) Pemkab Situbondo menggelar acara Peningkatan Partisipasi Politik Masyarakat di Rumah Makan Asri Panarukan, Rabu (14/5) lalu. Acara ini diikuti seratus peserta terdiri dari kepala desa, perangkat desa dan tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Panarukan dan Kendit. Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Syaifullah ini bertujuan menciptakan iklim politik yang kondusif bagi berkembangnya kualitas kebebasan sipil dan hakhak politik masyarakat yang seimbang. Indikatornya, meningkatnya kepatuhan terhadap pranata hukum. Dalam sambutannya Sekda Syaifullah, mengungkapkan, untuk memantapkan eksistensi dan peran serta masyarakat dalam kegiatan pemilihan presiden 9 Juli 2014 mendatang, Pemkab Situbondo melalui Bakesbangpol dan Linmas telah melakukan sos-

SYAMSURI/RaBa

PEMBUKAAN: Sekda, Syaifullah (tengah) didampingi Kepala Bakesbangpol Herry Suryanto (kiri) dalam acara peningkatan partisipasi politik masyarakat di Aula RM Asri Panarukan, Rabu kemarin (14/05).

ialisasi secara maksimal. Harapannya, pelaksaan pilpres semakin baik dan berkualitas. Dia berharap seluruh masyarakat Situbondo menggunakan hak pilih pada Pilpres 9 Juli nanti. Seluruh partai politik diimbau memberikan pendidikan politik kepada masyarakat melalui program dan kader-kadernya. Termasuk juga media massa dapat memberikan pengawasan penyelenggaraan pemilu. Sehingga, Pilpres berjalan bersih, adil, transparan, dan professional. Kepala Bakesbangpol dan Linmas, Herry Suryanto berharap kegiatan peningkatan partisipasi politik masyarakat bisa meningkatkan kinerja lembaga-lembaga demokrasi, terlaksananya pilpres yang adil, dan demokratis serta mening-

katkan partisipasi masyarakat. Yang tak kalah pentingnya adalah meminimalisasi diskriminasi pemenuhan hak untuk memilih dan dipilih. “Kita harapkan pemahaman tentang hak dan kewajiban politik masyarakat serta menggugah kesadaran masyarakat tentang pelaksanaan pemilihan presiden yang demokratis kian meningkat,” harap Herry. Kabid IB dan HAL Achmad Munir berharap dengan adanya kegiatan peningkatan partisipasi politik masyarakat berdampak positif terhadap terselenggaranya pelaksanaan pilpres. Nara sumber yang mengisi acara adalah Kabid Budaya Politik Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Edi Supriyanto. (pri/*/adv/aif)

Terungkapnya kasus pencabulan itu berawal saat korban mengeluh sakit setiap buang air kecil. Setelah diperiksa orang tuanya, sang anak menceritakan perlakuan tak senonoh yang menimpanya. “Selain waktu mau pipis, anak saya juga mengaku perutnya sakit,” kata orang tua korban yang enggan disebutkan namanya. Mendengar cerita sang anak, orang tua korban pencabulan itu langsung mendatangi rumah pelaku berinisial S. Setelah terjadi cekcok, konon pelaku sempat dihajar orang tua korban. Kegaduhan itu mengundang perhatian warga

sekitar, kemudian mereka dipisah. Usai cekcok, pelaku langsung kabur dan saat ini tidak diketahui keberadaannya. “Semua warga sekarang memburu pelaku,” katanya. Kasus pencabulan anak ini selanjutnya dilaporkan ke Mapolres Situbondo siang kemarin (15/5). Mendapat laporan itu, penyidik Unit Perlindungan Anak (PPA) Polres langsung menyelidiki kasus dan mencari pelaku. “Untuk laporan kasus pencabulan juga sudah kami terima. Petugas akan melakukan lidik dan memburu pelaku,” pungkas Wahyudi. (rri/c1/aif)

Radar Banyuwangi | 16 Mei 2014  

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you