Issuu on Google+

SABTU 16 MARET

33

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Jalanan Banyuwangi Mirip Kali Warung Ambrol, Sepeda Motor Masuk Sungai

Bangunan Ambrol di Tepi Kalilo Hujan mengguyur Banyuwangi pukul 11.30. Kawasan barat Banyuwangi sudah hujan pukul 10.00

BANYUWANGI - Setelah dua jam diguyurhujanderas,hampirseluruh ruas jalan di Banyuwangi tergenang siang kemarin (15/3). Ketinggian air bervariasi hingga mencapai tinggi lutut orang dewasa. Ketinggian air dengan arus yang cukup deras itu membuat jalan raya banyak yang berubah menjadi sungai. Demi menghindari kecelakaan, jalur double way sisi barat di Jalan S. Parman, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, terpaksa ditutup. “Airnya sangat tinggi,” cetus Brigadir Partika Budi Santoso, polisi lalulintas yang mengatur kendaraan di lokasi itu siang kemarin n  Baca Jalanan...Hal 43

Debit air Kalilo naik.

Karena pondasi tergerus, warung ambrol ke sungai.

AGUS BAIHAQI/RaBa

TERPARAH: Banjir memaksa petugas menutup separo badan jalan di ruas double way Jalan S. Parman, Banyuwangi, siang kemarin.

Ujian Tengah Semester Terpaksa Ditunda

ISTIMEWA

BAYU SAKSONO/RaBa

BASAH: Soal ujian tengah semester SMKN PGRI 1 Banyuwangi tak bisa digunakan.

MERATA: Genangan setinggi lutut terjadi di Jalan MT. Haryono, Banyuwangi, siang kemarin.

SEMENTARA itu, dampak banjir yang melanda Banyuwangi sore kemarin (15/3) ternyata juga dirasakan kalangan pelajar. Proses belajar di SMKN PGRI 1 Banyuwangi terganggu. Bahkan, ujian tengah semester di sekolah yang beralamat di Jalan Kepiting, Banyuwangi, itu terpaksa ditunda. Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan di sekolah ter sebut, Sujihartono mengakui, ujian tengah semester di sekolah tersebut ditunda. Banjir yang melanda sekolah itu mengakibatkan naskah soal ujian midsemester menjadi rusak. ‘’Soalnya basah, kami akan mencetak soal kembali. Ujiannya terpaksa ditunda besok (hari ini, Red),” jelasnya. Sujihartono menambahkan, sekolah tersebut menggelar dua kali ujian kemarin n

Sepeda motor di dalam warung ikut terjungkal masuk kali.

RONTOK: Bagian belakang warung di tepi Sungai Kalilo ambrol kemarin.

 Baca Ujian...Hal 43

FOTO-GRAFIS: AGUS BAIHAQI-ZAKARIA/RaBa

Gudang RSI Fatimah Terbakar TRY OUT SD

Masuk Tiga Besar Dapat E-pad BANYUWANGI - Peserta try out ujian nasional tingkat SD-MI yang dihelat Jawa Pos Radar Banyuwangi bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kabupaten Banyuwangi dipastikan kian semangat berkompetisi. Mereka akan berusaha mengerjakan soal sebaik mungkin saat try out Kamis mendatang (21/3) agar mendapat nilai terbaik. Sebab, tiga peserta terbaik akan mendapat penghargaan khusus. ‘’Yang masuk tiga besar akan mendapat bingkisan berupa E-Pad,” ujar Iwan Setiono, salah satu panitia try out Jawa Pos Radar Banyuwangi. Iwan menambahkan, panitia akan berusaha agar pelaksanaan try out tahun ini berlangsung lancar. Berbagai persiapan dilakukan untuk mengantisipasi keterlambatan pelaksanaan try out tersebut. ‘’Lembar jawaban komputer (LJK) sudah ready di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi. Naskah soal dan LJK akan dikirim dari percetakan ke UPTD Pendidikan masing-masing kecamatan satu hari sebelum try out dilaksanakan,” jelasnya. Iwan menambahkan, panitia masih membuka peluang kepada SD maupun MI swasta untuk ikut dalam kegiatan ini. ‘’Ingat, pendaftaran sudah ditutup Senin mendatang (18/3),’’ ujarnya.. (*/c1/bay)

KABAT - Kebakaran terjadi di Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah di Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, siang kemarin (15/3). Api me lalap gudang penyimpanan barang serta ruang dokumen dan arsip nonaktif di rumah sakit tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Api yang sempat membesar di ruang dokumen dan ar sip nonaktif itu berhasil dipadamkan para karyawan. Hujan deras yang turun juga sangat membantu pemadaman. “Asapnya tercium sejak pagi,” cetus Masruyah, 42, asal Desa Rejosari, Kecamatan Glagah. Masruyah yang sedang menunggu ibunya dirawat di RSI Fatimah mengaku mencium bau asap sejak pukul 09.00. Tetapi, dia tidak menyangka bahwa bau asap itu berasal dari gudang yang terbakar. “Saya pikir ada orang yang sedang bakar-bakar,” katanya. Kebakaran di gudang RSI Fatimah itu baru diketahui sekitar pukul 11.30. Saat itu, Agus Fauzi, 39, yang rumahnya bersebelahan dengan gudang yang terbakar itu merasa tidak kuat menghirup asap yang masuk ke rumahnya. “Asapnya masuk ke rumah,” ujarnya n  Baca Gudang...Hal 43

Antrean Pelabuhan Ketapang Sudah Terurai

AGUS BAIHAQI/RaBa

EVAKUASI: Karyawan mengamankan barang di gudang RSI Fatimah kemarin.

KALIPURO - Antrean panjang kendaraan yang berlangsung selama dua hari berhasil terurai kemarin (15/3). Kendaraan penumpang tidak lagi meluber keluar pelabuhan seperti dua hari sebelumnya setelah penyeberangan ditutup. Antrean kendaraan mulai menyusut sejak Kamis (14/5) sekitar pukul 24.00. Saat itu, intensitas kendaraan yang datang mulai menurun. “Sekitar pukul 24.30 dini hari, semua kendaraan penumpang sudah masuk pe labuhan,” ujar Pemimpin Ca bang PT ASDP Waspada Heruwanto melalui Manager Operasi Saharuddin Koto. Sekitar pukul 01.00, lanjut Saharuddin, antrean kendaraan penumpang berhasil diseberangkan. Walau antrean sudah terurai, tapi penumpang masih terus mengalir. Hanya saja, lonjakan penumpang itu tidak menyebabkan antrean panjang dan berhasil dilokalisasi di da lam pelabuhan. Arus lalu-lintas di depan pelabuhan penyeberangan pun sudah dibuka

Dalam tiga tahun ini, tren penumpang pada hari-hari libur nasional terus meningkat.” SAHARUDDIN KOTO Manager Operasional PT ASDP IF Ketapang

untuk kendaraan umum. Kendaraan umum ke arah Situbondo sudah bisa melintas secara lancar. Hanya saja, kelancaran arus kendaraan itu terganggu kerusakan jalan di depan kantor cabang PT Jembatan Madura. Kendaraan yang melintas di ruas jalan itu harus mengurangi kecepatan karena kondisi jalan berlubang. Kerusakan jalan itu sudah berlangsung dua bulan. Pertengahan bulan lalu, jalan berlubang itu sudah ditutup tapi berlubang lagi setelah hujan terjadi terus-menerus n  Baca Antrean...Hal 43

Melihat Suporter Khusus Para WaGs Pemain Persewangi

Dukung Suami, Bawa Anak Tempuh Ratusan Km Tak hanya klub raksasa Premier League Inggris atau La Liga Spanyol yang punya Wife and Girlfriends (WaGs) yang selalu memberi support di setiap pertandingan. Pemain Persewangi pun punya suporter khusus layaknya WaGs. Seperti apa kiprah mereka? NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi TIGA laga sudah dimainkan Persewangi Banyuwangi di pentas Divisi Uta ma Indonesia Super League (ISL) musim ini. Tim berjuluk Laskar Blambangan itu sekali menang dan dua kali kalah. Kondisi tersebut membuat tim asuhan Bagong Is-

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Arus yang deras menggerus bagian bawah pondasi bangunan di tepi Kalilo.

wahyudi itu kini menghuni posisi lima di klasemen sementara grup V dengan poin tiga. Namun demikian, peluang Persewangi merangsek ke posisi teratas klasemen masih terbuka lebar. Soliditas dan kekompakan tim menjadi salah satu kunci. Selain itu, dukungan banyak pihak termasuk suporter bisa menjadi spirit tambahan bagi para pemain di lapangan. Umumnya, suporter bisa dikenali berdasar atribut yang dipakai. Pendukung Persewangi, Laros Jenggirat, dapat dilihat dengan ciri khas warna hitam yang juga identik dengan warna kebesaran tim kesayangannya. Namun, ada lagi suporter khusus yang keberadaan mereka cukup mensupport di lapangan hijau. Mereka boleh dibilang merupakan pendukung khusus. Tidak ada atribut sebagai identitas mereka. Namun, dukungan yang diberikan tidak ka-

Jalanan Banyuwangi Mirip Kali Ibarat anak, kota kecil akhirnya meniru ibu kota

Banjir, ujian tengah semester ditunda Di sekolah batal ujian, di rumah dapat ujian yang lebih sulit (rumah kebanjiran)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

SETIA: Istri, anak, serta teman pemain Persewangi menunggu di tepi lapangan.

lah kuat. Mereka adalah suporter khusus yang terdiri atas istri dan pacar para pemain yang bertanding. Di dunia sepak bola mancanegara,

suporter khusus tersebut dikenal dengan sebutan WaGs, yakni wife and girlfriends (istri dan kekasih) n  Baca Dukung...Hal 43

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


34

Sabtu 16 Maret 2013

Bangau Hibur Pengguna Jalan ROGOJAMPI - Jalan lintas Rogojampi yang digagas sejak era Samsul Hadi sampai sekarang belum kelar. Terkait kelanjutan proyek tersebut belum ada kejelasan. Sehingga, sampai sekarang jalan yang cukup lebar tersebut belum diaspal dan dipenuhi bebatuan terjal. Kurang nyaman memang dilalui kendaraan. Namun, siapa sangka di balik jeleknya jalan yang belum beraspal tersebut, ada pemandangan yang cukup menghibur ketika kita lewat di jalan tersebut. Ratusan burung putih yang oleh para petani disebut blekok itu terlihat berjajar di sepanjang pematang di jalur tersebut. Burung-burung itu tak takut saat ada manusia yang mendekat sekadar untuk mengabadikan gambar. Sehingga, meski jalannya rusak, tapi pengguna jalan cukup terhibur dengan banyaknya burung yang berjajar tersebut. Semoga saja banyaknya burung itu tak menggoda manusia untuk memburu dan memusnahkannya. (azi/c1/aif)

ABDUL AZIZ/RaBa

PEMANDANGAN INDAH: Ratusan burung bangau berjajar di sepanjang sawah di tepi jalur lintas Selatan Jatim di Kecamatan Rogojampi.

AGENDA KOTA

Ngaji Bareng Habib Al Mukhdor PENGAJIAN Ad Dhuha Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi akan diisi oleh Habib Muhammad Al Mukhdor, S.Ag dari Situbondo Minggu besok (17/3). Pengajian ini juga diisi kegiatan santunan yatim piatu kepada siswa SDN 2 Karangrejo. (*/bay)

BAGAIMANA INI...

Darmansyah Siap Buka-bukaan BANYUWANGI - Eksekusi yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi terhadap direktur PT Muji Rahayu, Darmansyah, selaku produsen dua unit kapal landing craft tank (LCT) Sri Tanjung tampaknya akan menjadi bola panas. Darmansyah yang ditahan karena terlibat mark up pembelian dua unit kapal LCT Sri Tanjung itu kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi. “Demi keadilan, semua yang terlibat dan menikmati kasus ini harus

diusut,” cetus mantan wakil ketua DPRD Banyuwangi Eko Sukartono. Dalam perkara mark up pembelian dua unit kapal dengan dana sebesar Rp 15 miliar dari APBD tahun 2001 lalu itu, Eko Sukartono termasuk wakil ketua DPRD yang menjadi terdakwa dan telah menjalani setahun penjara. “Wakil ketua DPRD yang belum diproses sebenarnya masih ada,” sebutnya. Menurut Eko, dari empat pimpinan DPRD, yang diproses dan harus men-

jalani hidup di penjara hanya dirinya dan Yadi Yatok Pramono. Satu pimpinan dewan tidak diproses karena sudah meninggal dunia. “Ada satu pimpinan dewan yang tidak diproses sampai saat ini,” cetusnya. Jelas dia, dana pembelian dua unit kapal LCT Sri Tanjung itu telah disetujui panitia anggaran (pangan) DPRD. Seharusnya para anggota pangan juga diperiksa. “Anggota juga ada yang menikmati. Demi keadilan, mereka harus di-

proses,” pintanya. Sementara itu, Darmansyah yang kini sedang ditahan di Lapas Banyuwangi kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi mengaku dirinya tidak bersalah. Dirinya hanya menjadi korban Pemkab Banyuwangi. “Saya ini hanya korban,” katanya kemarin. Darmansyah menyebut, pembelian dua unit kapal LCT Sri Tanjung itu sebenarnya bisnis murni ■  Baca Darmansyah...Hal 43

Kena Gendam, Motor Amblas ABDUL AZIZ/RaBa

MELUAP: Warga berusaha menyingkirkan sampah yang menyumbat selokan kemarin.

Hujan Deras, Air Menggenang ROGOJAMPI - Hujan deras yang melanda Kecamatan Rogojampi membuat beberapa ruas jalan tergenang air, termasuk di sepanjang jalan Candian. Penyebabnya, drainase atau selokan yang ada di kiri dan kanan jalan tak mampu menampung debit air. Apalagi, selokan tersebut buntu karena banyak sampah. “Kalau tidak disingkirkan, air bisa terus-terusan meluap dari selokan,” cetus Bayu 26, pemuda setempat. Warga Kampung Candian berharap jalan Candian yang merupakan akses jalan alternatif menuju pasar dan Stasiun Rogojampi itu segera diperbaiki karena kondisinya rusak parah. “Warga selalu menyodet selokan yang buntu jika ada genangan air,” pungkas Suroto, salah satu tokoh masyarakat. (azi/c1/aif)

SRONO - Diduga menjadi korban gendam, Ahmad Ainul, pelajar sebuah SMP di Kecamatan Srono, kehilangan sepeda motor Jupiter Z. Penggendaman itu terjadi ketika korban dalam perjalanan pulang dari sekolah pagi kemarin. Ceritanya, pukul 10.30, Ainul pulang dari sekolah. Ketika dia sampai di jembatan utara Mapolsek Srono, mendadak dia dihentikan orang tak dikenal. Anehnya, meski tak kenal, korban tetap menghentikan kendaraannya. Saat itu pelaku meminta tolong diantar ke sebuah toko onderdil motor di utara Pasar Srono. Celakanya, sampai di lokasi, ternyata toko yang dimaksud tutup. Setelah itu, pelaku minta diantar ke rumah

saudaranya di Rogojampi. Ketika sampai di sebuah bulak (sawah) di Rogojampi, pelaku minta berhenti. Saat itu, dia minta korban turun dan menunggu di tepi jalan. Motor Jupiter milik korban dibawa pergi. Selang beberapa menit kemudian, korban sadar bahwa dirinya ditipu. Sebab, pelaku tidak kembali lagi. Sadar telah ditipu, korban menelepon orang tuanya di rumah dan minta dijemput. Namun, sebelum pulang, korban dan ibunya mampir ke Mapolsek Srono untuk melaporkan kejadian tersebut. “Kasusnya masih kita selidiki, Mas. Dugaan sementara, korban kena gendam,” kata Kapolsek Srono AKP Jodana Gunadi melalui Kanitreskrim Bripka Sunarto. (azi/c1/aif)

ABDUL AZIZ/RaBa

KORBAN: Achmad Ainul didampingi ibunya melapor ke Mapolsek Srono kemarin.

ADA APA LAGI

ABDUL AZIZ/RaBa

KOMPAK: Jajaran anggota polsek dan koramil serta staf Kecamatan Genteng bergandengan tangan usai acara kemarin.

TNI-Polri Saling Gandeng Tangan GENTENG - Kasus pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu mengundang keprihatinan anggota Polsek dan Koramil Genteng. Menurut mereka, dua institusi tersebut harus benar-benar solid dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemarin, jajaran Polsek Genteng dan Koramil Genteng pun menggelar senam bersama di halaman kantor Kecamatan Genteng. Acara yang juga dihadiri Camat Genteng Yusdi Irawan dan stafnya itu sekaligus me-launching Backbone NKRI. Kapolsek Genteng Kompol Riamun mengatakan, acara ini merupakan inovasi bentuk kemitraan, persaudaraan, kerukunan, kerja sama pemerintah daerah, TNI, dan Polri, sebagai tulang punggung (backbone) NKRI. “Kita menyebutnya dengan istilah Backbone NKRI,” jelas Riamun. Selain launching Backbone NKRI, masih menurut Riamun, pihaknya juga ikut menjalankan program Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, I love Banyuwangi dan Zero Narkoba. Caranya, melakukan sosialisasi melalui stiker, baliho, spanduk, dan penyuluhan langsung kepada warga. “Sudah 20 spanduk kami pasang di tempat-tempat hiburan dan keramaian,” tambahnya. (azi/c1/aif) Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


35

Sabtu 16 Maret 2013

Kades Sumberarum Akhirnya Minta Maaf ALI NURFATONI/RaBa

DINGIN DAN JERNIH: Seorang konsultan bersama warga mengecek sumber air di Dusun Sumberasih, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, kemarin.

Tunggu Keputusan PU SEMENTARA itu, polemik terkait rencana proyek air bersih yang akan dimanfaatkan warga Desa Sragi, Kecamatan Songgon, menemui titik terang. Pasalnya, warga Desa Sumberarum kini sudah tidak lagi menolak proyek tersebut dengan pertimbangan air yang diambil berasal dari lokasi lain. Pernyataan itu diungkapkan dua mantan kades, M. Isyak dan Agus Malik. Selain itu, pernyataan senada juga disampaikan sejumlah petani di hadapan muspika dan petugas Dinas Pekerjaan Umum, Binamarga, dan Cipta Karya (DPUBCK) Banyuwangi, di kantor Desa Sumberarum kemarin. Dalam keterangannya, Isyak mengulas sejarah penggunaan air bersih sejak dia menjabat. Tahun 1998, sumber air di desanya memang dimanfaatkan warga Desa Sragi dan Sumberarum. “Sebab, dua desa itu masih jadi satu, yakni Desa Sragi,” jelasnya. Dia sepakat proyek itu mengambil sumber air di lokasi lain. Sebab, sumber air di lokasi lain juga jernih. ‘’Ada sumber air Delik dan Kali Badeng di Sempol (Dusun Sumberasih, red),” tuturnya.

Sejak dia masih menjabat kades, dua sumber air tersebut pernah diteliti petugas Dinas Kesehatan Banyuwangi. Hasilnya, air tersebut sangat layak dimanfaatkan warga. ‘’Karena itu, kami mohon dengan sangat proyek itu dialihkan ke dua sumber air itu,” pintanya. Menerima permintaan itu, Kasi Air Bersih DPUBCK Banyuwangi, Ahmad Sodik, belum bisa memberikan keputusan. Sebab, dia harus melapor kepada pimpinan. ‘’Nanti kami akan sampaikan kepada Pak Kadis. Jadi, mohon maaf belum bisa memberikan keputusan,” terangnya. Sodik menerangkan, jika air yang diambil adalah sumber air Sungai Kumbo, maka hanya bisa mengambil 6 liter air per detik. Ukuran pipa yang digunakan bervolume 8 dim dan 6 dim. ‘’Delapan dim nanti hanya sebagai tekanan air,” terangnya. Dia menjelaskan, proyek tersebut merupakan usul warga Desa Sragi, Kecamatan Songgon. Sebab, warga desa tersebut sangat membutuhkan air bersih. ‘’Jadi, bapakbapak, proyek pipa air bersih ini usul masyarakat,” tandasnya. Dia mengatakan, jika proyek tersebut benar-benar berjalan,

tidak boleh dikomersialkan. Selain itu, tidak boleh dijadikan BUM-Des. ‘’Jadi, sifatnya dari anggota untuk anggota,” paparnya. (ton/c1/aif )

SONGGON - Pertemuan terkait polemik proyek air bersih kembali dilanjutkan di balai Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, kemarin. Hasil pertemuan itu tak jauh beda dengan pertemuan dua hari sebelumnya, yaitu sumber air yang akan dimanfaatkan warga Desa Sragi sepakat dialihkan. Hanya saja, pembahasan proyek yang menyedot anggaran senilai Rp 2,8 miliar itu dimanfaatkan betul oleh Kepala Desa (Kades) Sumberarum, Supriyono, untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas pernyataan kontroversial terhadap wartawan koran ini, Ali Nurfatoni, Rabu lalu (13/3). Permohonan maaf itu juga ditujukan kepada keluarga besar Ali Nurfatoni yang hadir. Disaksikan

muspika dan puluhan warga, kades menyampaikan khilaf atas peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu. “Kami minta maaf kepada Saudara Ali Nurfatoni dan keluarga besarnya,” ujar Supriyono gentle. Dia beralasan, bahwa sikap bernada ancaman yang ditujukan kepada koran ini lantaran dirinya tertekan. Sebab, tersiar kabar bahwa dirinya sudah menerima fee terkait proyek tersebut. ‘’Kami ikhlas dan mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Supriyono melalui pengeras suara. Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Sumberarum, Kecamatan Songgon, Supriyono, yang mengancam wartawan di hadapan publik dikecam berbagai kalangan. Kecamatan itu datang dari anggota DPRD Banyuwan-

gi. Wakil Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Khusnan Abadi mengatakan, sikap kepala desa itu berlebihan. Sebagai pejabat publik, tindakan tersebut sangat konyol. ‘’Pernyataan kades itu sangat tidak sopan,” tegas politisi PKB asal Kecamatan Genteng itu.

Seharusnya, kata dia, sebagai seorang pemimpin harus bisa menjaga etika. Pernyataan kades tersebut sangat mendiskreditkan kalangan jurnalis. ‘’Kami sangat menyayangkan apa yang dilakukan kepala desa terhadap wartawan itu,” sesal Khusnan. (ton/c1/aif)


EKONOMI BISNIS

36 I LOVE BANYUWANGI

Selalu Ada Desain Baru UNTUK mengungkapkan rasa cinta kepada Banyuwangi yang membuncah, bisa dilakukan dengan berbagai ekspresi dan kata-kata. Salah satunya dengan mengenakan kaus bertuliskan “I Love Banyuwangi”. Hal itu bisa membuktikan bahwa kita bangga kepada Banyuwangi tercinta ini. Nah, saat ini sudah bermunculan banyak desain kaus I Love Banyuwangi. Hampir semua kaus yang beredar menunjukkan kreativitas cukup tinggi. Baik dar i desain gambarnya ISTIMEWA KOLEKTOR: Janik, petu- maupun katagas Kelurahan Klatak, Ke- kata yang dicamatan Kalipuro memiliki tuliskannya. Tak koleksi lengkap kaus I Love sekadar menyeBanyuwangi keluaran Jawa butkan “I Love Pos Radar Banyuwangi. B a n y u w a n g i ”. Tetapi semakin berkembang variasi kata-katanya. Semuanya bertujuan menunjukkan rasa cinta yang luar biasa kepada Banyuwangi. Tak sedikit yang menyelipkan kata dalam bahasa Using, seperti “Byalak I Love Banyuwangi”. Ada juga yang memakai kata hiperbola dalam bahasa Inggris, seperti “Damn I Love Banyuwangi”. Kedua bahasa itu berarti sama, yakni menggambarkan betapa cintanya kepada Banyuwangi. Kaus-kaus kreatif tersebut kini tersedia di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89C Banyuwangi. Ada tiga pilihan warna, yakni hitam, putih, dan merah fanta. Ada bermacam ukuran, yakni S, M, L, XL, dan XXL, baik lengan pendek maupun panjang. Bahan dijamin nyaman dipakai, karena menggunakan katun berkualitas. Apakah Anda belum memiliki kaus I Love Banyuwangi? Segera beli sekarang juga! (*/irw)

BNI Gandeng BPR ADY Untuk Layanan BNI Smart Remittance GENTENG-Dalam rangka perluasan jaringan dan jangkauan, BNI melakukan penambahan agen atau mitra BNI. Salah satunya adalah bekerja sama dengan BPR-BPR. Kerja sama tersebut dilakukan untuk memperkenalkan produk BNI Smart Remittance, yaitu produk kiriman uang BNI yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna. BNI Smart Remittance merupakan jasa layanan untuk memfasilitasi kiriman uang dari luar negeri ke penerima di BNI maupun bank lainnya di seluruh Indonesia. Mansyur, ketua Perbarindo Banyuwangi, dalam sambutannya menuturkan bahwa Banyuwangi merupakan wilayah dengan potensi tenaga kerja luar negeri yang lumayan besar. Nah, Wisnu, pimpinan KTU dari BNI Jakarta menambahkan, untuk memberikan layanan terbaik bagi TKI, BNI telah melayani transaksi kiriman uang dari TKI ke tanah air melalui layanan BNI Smart Remittance. Baik yang langsung masuk rekening bank maupun diambil tunai, imbuh dia, hanya dengan

“Ada juga perwakilan di beberapa negara di Timur Tengah dan Asia Tenggara,” ungkapnya. Hingga 30 November 2012, sebut dia, untuk jaringan elektronik BNI memiliki 8106 ATM yang terebar di seluruh Indonesia. BNI juga memiliki fasilitas phonebanking 24 jam BNI Call 500046 atau melalui ponsel (021) 500046 dan di call center khusus BNI Smart Remittance (021) 29946099, serta SMS Banking dan BNI Internet Banking www. bni.co.id untuk kebutuhan transaksi perbankan denNUGROHO/RaBa JABAT TANGAN: Dari kanan Mansyur, ketua Perbapindo; Rudi dari BPR ADY; Kepala BNI Banyuwangi gan ratusan fitur transaksi. “Bagi nasabah institusi F. Rijal; Wisnu dari BNI Pusat; serta wakil Alfamart. bisnis, BNI memberikan menunjukkan PIN melalui cabang BNI, Wisnu menandaskan, BNI merupakan layanan cash manag ement secara BPR, Alfamart, Kantor Pos, dan agen salah satu bank terbesar di Indonesia. online, trade finance, perdagangan inlainnya, yang telah bekerja sama den- BNI memiliki 1670 outlet cabang dan ternasional (ekspor/ impor), dan remitgan BNI. “Sehingga pengiriman uang sentra kredit yang terbesar di seluruh tance/ pengiriman uang yang didukung untuk keluarga tercinta di Indonesia Indonesia. Bahkan, punya lima cabang oleh jaringan cabang luar negeri dan akan semakin mudah, aman, nyaman luar negeri, yakni di Singapura, Hong ± 1600 bank koresponden di seluruh dan cepat,” jelasnya. Kong, Tokyo, New York, dan London. dunia,” terangnya. (adv/irw)

Wallpaper Center Terlengkap di Banyuwangi

TOHA/RaBa

BANYAK DESAIN: Fendi menunjukkan beberapa koleksi wallpaper vertical blind.

BANYUWANGI • Puri Mendut •

BANYUWANGI

JEMBER

BANYUWANGI

• Lemahbangdewo •

• STNK •

• Perush. Jasa Keuangan •

• Promo Daihatsu •

Dijual tanah di Lemahbangdewo Rogojampi, LT 920m2. H: 081235320800

Hlg STNK Mobil Nopol P 540 VO, an. Widodo. Awu Awu 04/01 Temuasri, Sempu

Prsh Jasa Keuangan mcr Pria max 33 th, SMU, kend sdr. CV Jl. Basuki Rahmat 159 Bwi

R-Stock Xenia, Terios, Luxio, Sirion, Gran Max, Cash/Kredit, Disc Gede. hub: HADI 081559705555 / 081233432555

Hlg STNK Nopol P 9542 VA, an. Rosifa Liesdiana. Ternate 10 RT 02/03 Kel. Lateng

BANYUWANGI

• Belakang Pemda • Dijual rumah murah siap huni tngah kota belakang Pemda, L+400, H: 085236168779

• Tanah & Rumah • Djl tanah & rumah 355m2, Geladag Rgojampi, sblh Bimantara, tnp prntra 08133633898

BANYUWANGI-Beberapa orang lebih memilih untuk menggunakan wallpaper daripada cat dinding sebagai hiasan rumahnya. Penggunaan wallpaper dinilai lebih eksklusif dan bisa menghasilkan gaya tersendiri di berbagai sudut rumah. Seiring dengan maraknya penggunaan wallpaper, saat ini lahir berbagai gaya, warna, motif, dan corak wallpaper yang ada di pasaran. Jangan bingung dalam menentukan mana yang tepat bagi Anda. Gunakan lima tips memilih wallpaper cantik, yakni pilih warna favorit Anda. Jika Anda menyukai warna hijau, mulailah dari warna hijau. Begitu juga kalau lebih suka warna krem. Dengan menyeleksi warna, setidaknya Anda bisa lebih fokus dalam menentukan wallpaper untuk dinding rumah. “Perhatikan motif yang Anda sukai,” kata pemilik Wallpaper Center Fendi Triawan. Fendi mengatakan, toko Wallpaper Center yang ada di Ruko Kepit-

BANYUWANGI

Hlg STNK Nopol P 5767 XE, an. Sulis Setyowati. Jl Kalimosodo Dlm, Gurit 01/03 Pengatigan Rogojampi

Rumah siap huni di Puri Mendut, Jl. Mendut 88 Banyuwangi (100m dari Kantor Pemda), cash/kredit, bunga ringan. 081336143490, cepetan sisa hanya 5 unit.

Sabtu 16 Maret 2013

• Cak Rudy STMJ • Cak Rudy STMJ siap tempur, Jl. Gajah Mada 71 Penataban Banyuwangi

Hlg STNK Nopol P 2503 ZC, an. Alimil Goibi, Dsn Krajan 01/02 Macanputih, Kabat

• Pengasuh Pesantren • Dcr Pngasuh Pesantren Yatim, lk2 + 35th, min SMA llsan Psntren/S1 Univ Islam. Jl. Imam Bonjol 35 Bwi, 7775555 segera

• Diklat Pramugari • Lowongan Diklat Pramugari & Staf Bandara Mei 2013 BAP Jember, info: 081234651768

ing, Jalan Kepiting (selatan Bank BNI Banyuwangi) itu adalah yang pertama sekaligus terlengkap dan terbesar yang ada di Banyuwangi. Hal ini ditunjukkan dengan ratusan koleksi wallpaper yang disediakan untuk Anda, yang ingin memperbaiki view dinding rumah. Selain wallpaper, pihaknya juga menyediakan promo vertical blind, yang saat ini memberikan diskon 20 persen. Sementara itu, kasa nyamuk diskon 20 persen. “Promo khusus di bulan Maret ini, untuk pembelian wallpaper per 15 meter harga hanya Rp 600 ribu plus ongkos pasang,” jelasnya. Bagi Anda yang tertarik untuk menggeluti usaha ini, Wallpaper Center juga memberikan kesempatan untuk menjadi agennya. “Harga wallpaper yang ada di sini bersaing dengan kota besar, seperti Surabaya dan Jakarta,” ungkapnya. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi telepon 081330260897, 03334460171 atau 0818595320. (adv/irw)

BANYUWANGI

SITUBONDO

• Toyota Innova ‘09 •

• Suzuki Baleno ‘02 •

Djl Kijang Innova Diesel 2010 hitam type G, super istmw, km23000. H:08123268826

Dijual Toyota Innova akhir 2009, hitam, solar, STNK & BPKB terima atas nama pmbeli, hrg 210 jt nego, cash & kredit, tukar tambah, hub: 082142194111, 081335897888

Dijual Suzuki Baleno DX tahun 2002, silver Metalik, harga 83,5 juta nego, barang istimewa, full audio, velg R16, yang serius hubungi: 081336471111, no SMS

• GrandMax ‘11 •

• Kijang KF 80 ‘04 •

• Toyota Avanza ‘04 •

Dijual Daihatsu Grand Max S40 I RP (pickup) tahun 2011,hitam, harga 85 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang KF 80 STD tahun 2004, hitam metalik, harga 110 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3 F60 1RM tahun 2004, hijau metalik, harga 115 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Chevrolet Aveo ‘03 •

• Kijang Innova ‘05 •

• Kijang Krista ‘03 •

Dijual Chevrolet Aveo 1.5L MT tahun 2003, hitam metalik, harga 86,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual T Kijang Innova GXW 42 tahun 2005, silver mtl AC DBL harga 143,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Kijang Krista 03 Diesel, hitam metalik, P Banyuwangi, pajak 1 tahun utuh, istimewa, yang serius, hubungi 081336109999, no SMS

• Kijang LGX ‘98 • Dijual Kijang LGX tahun 1998, bensin, lat DK, biru, siap pakai. Harga Rp. 87.5juta. H: 08123353502

• Kijang Innova ‘10 •

• Lovebird • Grosir / eceran Lovebird, Jl. Ciliwung 5 Banyuwangi, 085334845244

• Pengepul Karet Alam • Dicari Petani/Pengepul karet alam. Hubungi 082338833778/0321 513700

• Rumah Tengah Kota • Jual cepat murah rumah tengah kota Jl.letjen Sutoyo 087851295602


BALJEBOL

Sabtu 16 Maret 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

41

LUMAJANG

KRIMINALITAS

Betulkan Rantai Motor Putus, Tas Dirampas AJUNG – Aksi perampasan kembali terjadi. Kali ini korbannya Muslih Adnan, 29, karyawan sebuah perusahaan swasta asal Dusun Darungan, Desa Jambearum, Kecamatan Puger. Tas berisi barang berharga lengkap dengan data penting di rampas dua orang tak dikenal. Perampasan itu sendiri terjadi saat korban memperbaiki rantai sepeda motornya yang putus. Peristiwa itu sendiri terjadi kemarin sekitar pukul 11.00 di Jalan Wolter Munginsidi, Kranjingan, Kecamatan Ajung. Menurut keterangan korban, siang sebelum kejadian dia mengendarai sepeda motor. Saat itu dia sedang menjalankan tugas dari kantor tempat dimana dia bekerja. Seluruh perlengkapan dibawa dan dimasukkan dalam tas. Kemudian tas itu di saandang di punggung. Kemudian dia pun melintas dengan motor kesayangan. ‘’Saya naik motor pak, tas saya taruh di punggung,’’ katanya saat melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jember. Sungguh apes melanda korban. Tiba-tiba rantai motornya putus. Korban pun berhenti di tepi jalan. Memeriksa kerusakan sepeda motornya. ‘’Sampai di lokasi rantai motor putus. Akhirnya saya berhenti,’’ katanya. Korban pun memeriksa kerusakan motornya. Karena jauh dari bengkel. Korban pun mencoba memperbaiki sendiri kerusakan itu. Tas dilepas dari punggung dan ditaruh di atas tempat duduk motornya. (rid/hdi/jpnn)

WISUDA

Jumai/RADAR JEMBER/JPNN

ASPAL: Wakapolres Jember Kompol Cecep Susatiya memperlihatkan 499 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribuan yang berhasil diamankan dari dua tersangka kemarin.

Amankan Upal Rp 49,9 Juta Pengedarnya Warga Sumberberas, Muncar

RADAR JEMBER/JPNN

SANDANG GELAR MM: Mahasiswa asal Kamboja ketika mengikuti gladi bersih di Gedung Soetardjo, Unej kemarin.

Unej Luluskan Lima Mahasiswa Asing JEMBER – Universitas Jember (Unej) akan membuat sejarah dalam wisuda sarjana dan pascasarajana dan ahli madya hari ini. Sebab, ada lima mahasiswa asing yang akan diwisuda oleh Rektor Moh. Hasan. Kelimanya adalah mahasiswa magister manajemen Unej asal Kamboja yang masing-masing bernama Kang Channy, Ek Chanpiseth, Ken Bunthavy, Tith Sideth, dan Lim Chantou. Mereka akan diwisuda bersama 30 mahasiswa pascasarjana, 826 sarjana, dan 46 ahli madya di Gedung Soetardjo. Setelah lebih dari dua tahun kuliah di pascasarjana di Fakultas Ekonomi Unej, kelimanya akan resmi menyandang gelar magister manajemen (MM). Ek Chanpiseth yang ditemui Jawa Pos Radar Jember di sela-sela acara gladi bersih wisuda di Gedung Soetardjo mengaku senang bisa lulus. Chanpiseth bersama empat temannya asal Kamboja menyatakan, gembira bisa menimba ilmu manajemen di Kampus Tegalboto. Setelah diwisuda mereka akan kembali ke Kamboja. “Saya akan segera pulang ke Kamboja,” ungkap Chanpiseth dengan bahasa Indonesia cukup lancar. Chanpiseth dan teman-temannya akan kembali ke keluarganya di Kamboja. (aro/har/jpnn)

JEMBER – Tim gabungan Polres Jember berhasil membekuk dua orang pengedar uang palsu (upal). Petugas berhasil mengamankan dua pelaku pengedar yang membawa 499 lembar upal pecahan Rp 100 ribu senilai hampir Rp 50 juta kemarin (13/3). Kedua pelaku yang berhasil diamankan yakni Samingan, 54, warga Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi dan Rohaimen alias Roy, 34, warga Kecamatan Wanasaba,

EKO SAPUTRO/RADAR JEMBER/JPNN

PROTES: Beberapa tim sukses Soma saat berdialog dengan Ketua Panwaslu Kabupaten Bondowoso, kemarin.

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

Tewas Disantap Mobil Kijang piyaningsih, 26, warga Dusun Curahrejo Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung. Menurut sumber di lapangan kemarin, korban yang tercatat sebagai karyawan Alfamart di Mangli itu mengendarai motor Yamaha Vixion warna hitam dari arah selatan cukup kencang. Tiba di lokasi, korban yang naik motor sendirian itu, berusaha mendahului mobil sedan Toyota Twin Cam yang ada di depannya. Sayang, motor korban sebelum sempat mendahului malah membentur bagian bodi bemper belakang sedan yang di kemudikan Supiyaningsih. Akibat menyenggol itu, motor korban oleng dan terjatuh ke arah kanan. “Jadi, korban sempat terjatuh ke arah yang berlawanan,” ujar Sundari, salah satu warga kemarin. Saat terjatuh itulah, muncul kendaraan Toyota Kijang dari arah utara

karena karena mobil Roy yang dipinjam oleh Mujib digadaikan ke orang lain. Oleh karena itu, Roy ke Jawa untuk mengurus mobilnya tersebut . “Mobilnya Toyota Avanza, digadaikan Rp 30 juta,” ungkapnya. Dia mengaku sudah menstransfer sejumlah uang ke Mujib untuk menebus mobil tersebut. Dengan berbagai alasan, hingga kini Mujib belum juga mengembalikan mobil yang telah dipakainya selama tiga bulan itu. Keduanya sepakat bertemu di Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo, untuk menyelesaikan masalah tersebut. Untuk melancarkan komunikasi, Roy mengajak temannya Samingan, warga

Muncar, Banyuwangi. Samingan diajak serta karena berasal dari Jawa. “Kami sempat menginap dua hari di sekitar Bungurasih,” jelas Roy. Begitu bertemu Mujib di Bungurasih, Roy menagih mobil yang sebelumnya sudah dia tebus. Namun, Mujib berdalih masih ada persoalan. Mujib lalu menawari Roy upal pecahan Rp 100 ribu sebanyak lima bendel. “Satu bendel berisi 100 lembar. Seharusnya jumlahnya 500 lembar,” tambah Samingan. Setelah dihitung, ternyata ada satu bendel yang isinya 99 lembar, sehingga tidak sampai Rp 50 juta, melainkan Rp 49,9 juta. (ram/jum/har/jpnn)

Kubu Soma Ngluruk Panwaslu-KPU

RUSAK BERAT: Motor Vixion milik korban rusak berat menjadi tontonan warga setelah tertabrak mobil Kijang.

AJUNG – Ini akibat kurang hati-hati bagi pengendara jalan, terutama jika mendahului kendraan yang ada di depannya. Seperti kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan bermotor, di Jalan Raya Dusun Kresek Desa Pancakarya, Ajung Jumat (15/3) pukul 07.10 WIB. Satu orang pengendara sepeda motor yakni Muhammad Sugianto, 24 warga Desa Sukamakmur Kecamatan Ajung tewas di lokasi kejadian. Korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion P 2153 NV, tewas seketika di lokasi kejadian setelah terseret mobil Kijang P1957 SR yang dikemudikan Cahyadi Ulum, 54, warga Jalan Sentot Prawirodirjo 29A Kaliwates. Sebelum korban terseret mobil Kijang dari arah depan, korban sebelumnya berusaha mendahuli mobil Toyata Twin Cam P 1520 MI yang disopiri Su-

Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keduanya berhasil diamankan petugas setelah turun dari bus di Terminal Tawangalun, Jember. Saat ditemui di ruang Kapolres Jember kemarin, keduanya mengaku mendapatkan upal tersebut dari kenalannya saat bertemu di Surabaya. “Uang itu saya dapat dari rekan saya yang bernama Mujib asal Jogjakarta,” kata Roy. Dia mengatakan, dirinya sudah cukup lama mengenal Mujib. Mujib adalah seorang rekan bisnisnya dalam jual beli mobil. Namun, dirinya mengaku sempat memiliki masalah dengan Mujib

yang dikemudikan Cahyadi Ulum, Kepala Unit BRI Jenggawah. Karena jarak yang terlalu dekat, korban yang sudah terjatuh langsung terseret beberapa meter di bagian bemper depan Kijang. Kerasnya benturan membuat, bagian depan kijang mengalami r usak parah. Demikian juga dengan motor milik korban juga rusak berat di bagian tangkinya. Sementara korban yang terseret beberapa meter mengalami patah tulang di kaki dan meninggal di TKP. Warga yang mengetahui terjadinya kecelakaan, langsung membawa korban ke Puskesmas Ajung. Kanitlaka Polres Jember Iptu Made Tedja saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan, terjadinya kecelakaan yang menewaskan pengendara sepeda motor ini karena kurang hati hatinya saat mendahuli kendaraan di depannya. (jum/ram/hdi/jpnn)

BONDOWOSO - Tim sukses pasangan cabup - cawabup Soeroso-Darmaji (Soma) kemarin mendatangi Kantor Panwaslu dan Kantor KPU Bondowoso (15/3). Mereka menyampaikan laporan pelanggaran tahapan pilkada yang dilakukan para petugas PPS dan PPK yang bertugas di wilayah Kecamatan Grujugan. Sebab, petugas PPS Kecamatan Grujugan dianggap tak melakukan proses verifikasi dukungan KTP untuk wilayah Grujugan. Khususnya, yang terjadi di Desa Taman Kecamatan Grujugan. “Bukti dukungan KTP untuk Soma di Kecamatan Grujugan yang

berjumlah sekitar 10 ribu, dicoreti semua. Hanya tinggal 700-an yang dianggap sah oleh PPS dan PPK Grujugan,” ungkap Sayonara, penasehat hukum pasangan Soma saat berdialog dengan ketua Panwaslu Aji Ahmad Prasetyo di Kantor Panwaslu Kabupaten, kemarin. Oleh sebab itu, dia meminta panwaslu untuk segera turun tangan menyikapi kejadian pelanggaran pemilu tersebut.” Karena, sebagai calon peserta pilkada, pasangan Soma ini dirugikan oleh tindakan PPS dan PPK Grujugan,” katanya. Selain itu, dia juga meminta Panwaslu

untuk segera membuat rekomendasi kepada KPU Bondowoso untuk menunda jadwal penetapan calon pasangan bupati dan wakil bupati. ”Karena, masih ada kasus pelanggaran yang justru dilakukan petugas PPS dan PPK di Kecamatan Grujugan, khusunya di Desa Taman” katanya. Usai mendatangi Panwaslu, para pendukung Soma, melanjutkan aksinya ke kantor KPU Bondowoso. Namun, mereka tidak bisa menemui para komisioner KPU karena sudah pulang kantor. Tetapi, tim sukses Soma ditemui oleh Sekretaris KPU Adam. (eko/ wah/jpnn)


42

Sabtu 16 Maret 2013

Ujian, Skuad Porprov Urung Tampil BANYUWANGI - Keinginan Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Banyuwangi menjadikan kejuaraan taekwondo tingkat provinsi (kejurprov) sebagai arena pemanasan jelang porprov batal. Dari delapan atlet yang dipersiapkan mengikuti kegiatan tersebut dipastikan tidak bisa berangkat. Alasannya, jadwal kejuaraan tersebut me-

pet dengan ujian yang akan diikuti sejumlah atlet. Karena itu, kejurprov prajunior dan junior itu pun diisi atlet yang berbeda. Meski demikian, pentolan induk olahraga taekwondo Banyuwangi itu tidak langsung mengibarkan bendera putih. “Targetnya tetap jelas, yakni medali,” tegas Arif Supriyanto, ketua harian TI Banyuwangi.

TI akan menurunkan atlet di 13 kelas yang dipertandingkan. Menurut Arif, pihaknya siap menjadi yang terbaik di ajang tersebut. Absennya para atlet porprov memang disayangkan. Namun, menilik kategori kejurprov yang hanya mempertandingkan kategori junior dan prajunior, itu bisa dimaklumi. (nic/c1/als)

Rematik Dapat Menyebabkan Gangguan Jantung dan Paru-paru

GALIH COKRO/RaBa

LAGA PEMBUKA: Pemain Gresik Petrokimia (kanan) menghadang smash pemain Jakarta TNI AU. Di laga tersebut, Gresik menang 3-1.

Kesempatan Menuju Puncak BANYUWANGI - Tuan rumah Surabaya Samator akan memulai laga kandang di hari kedua gelaran Pro Liga 2013 sore ini. Bertanding di hadapan publik sendiri, tim yang dimanajeri Hadi Sampurno itu menargetkan kemenangan saat melawan Jakarta Electric PLN di GOR Tawang Alun. Kemenangan membuat tim tersebut berpeluang menyodok ke papan atas klasemen sementara. Mengemas poin 10 dan bertengger di posisi runner up, membuat anak asuh Li Qiujiang itu harus bisa memenangi game ini agar bisa menjadi pemuncak klasemen. “Tentu kami tidak ingin kecolongan di laga ini. Selain itu, kami juga tidak ingin mengecewakan pendukung,” ujar Hadi Sampurno. Kemenangan atas Jakarta Electric PLN akan menjadi spirit bagi Samator. Sebab,

pasca melawan tim asal Jakarta itu, tuan rumah akan menjalani laga kedua pada Minggu (17/3) melawan Palembang Bank Sumsel Babel. Laga tersebut sekaligus akan menjadi pertandingan tombo ati bagi Samator. Sebab, dua pekan lalu di Solo, Samator bertekuk lutut 3-1 atas Palembang Bank Sumsel Babel. Tentu hal itu tidak ingin diulangi dalam laga home kali ini. “Bank Sumsel Babel memang tim bagus. Apalagi, Mashudi, sebagai taktikan, pernah menukangi Samator. Namun, pihaknya sudah mempelajari kekalahan yang dialami Bagus Aryanto dkk di putaran pertama lalu,” cetus Hadi Sampurno. Jakarta Electric PLN juga tengah mempersiapkan laga melawan Surabaya Samator sore ini. Pelatih Jakarta Electric PLN,

Viktor Laiyan menuturkan, timnya akan memaksimalkan kekuatan pemain lokal. Dalam laga tersebut, dia hanya berharap kepada satu pemain asing. Absennya Edinho Edison Candido memaksa tim tersebut hanya bisa mengandalkan Dioego Capolari Chiapetti. “Tentu tidak mudah melawan tim tuan rumah. Menghadapi Samator, emosi akan menjadi kunci utama,” ujarnya. Sementara itu, pada pertandingan perdana Proliga di GOR Tawang Alun kemarin, Gresik Petrokimia mencatatkan kemenangan atas lawannya, Jakarta TNI AU, dengan skor 3-1. “Anak-anak sempat tampil berhati-hati di babak pertama, sehingga kehilangan set awal. Namun, hal itu bisa diatasi di babak berikutnya,” ujar Sudarto, pelatih Gresik Petrokimia. (nic/c1/als)

Dua PSSI Sama-sama Ngotot Ikut Kongres BANYUWANGI - Dualisme kepengurusan PSSI Banyuwangi dan Persewangi bisa saja bakal mencapai klimaks dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta 17 Maret mendatang. Hal itu menyusul keberangkatan dua kubu organisasi yang menangani cabang sepak bola di Banyuwangi itu dalam musyawarah yang akan menentukan nasib PSSI ke depan tersebut. PSSI Banyuwangi hasil muscab Atlanta mengirim dua utusan, yakni Ahmad Taufik dan Fauzi. Sementara itu, PSSI hasil muscab Hotel Jajag mengirim dua utusan, yakni Hari Wijaya dan Andik Purwanto. Dihubungi koran ini kemarin, Ketua Persewangi sekaligus penasihat PSSI hasil

muscab Atlanta, Nanang Nur Ahmadi menyatakan, sudah ada utusan yang berangkat ke Jakarta. Mereka adalah Ahmad Taufik dan Fauzi. “Saya berikan mandat sebagai voter kepada Taufik,” katanya. Nanang mengaku tidak bisa bertolak menuju Ibu Kota karena alasan keluarga. Ketua MWCNU Rogojampi itu menyatakan dirinya terhadang acara keluarga, yakni selamatan 40 hari almarhum ayahnya hari ini (16/3). Sementara itu, Hari Wijaya dan Andik dari kubu PSSI hasil muscab Hotel Surya Jajag diutus ketuanya, Mohamad Kayun Rosyid Sholeh. Kayun menuturkan, keduanya diputuskan menjadi wakil PSSI

Banyuwangi dan Persewangi. Kubu Kayun menyatakan optimistis bahwa delegasinya akan memberikan kontribusi dalam kongres tersebut. Apalagi, dia menyatakan sudah mengantongi mandat dan restu dari PSSI Jawa Timur. “Kita siap bawa misi perubahan di sana. Mandat dan administrasi lain sudah dikantongi sebagai bekal dalam kongres nanti,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Bidang Organisasi PSSI Jawa Timur, Amir Burhanudin mengatakan, hasil verifikasi yang dilakukan Exco dan pengurus PSSI pusat menyatakan bahwa kepengurusan PSSI Jawa Timur versi dirinya yang diakui dalam kongres n  Baca Dua...Hal 43

Sebuah situs di internet menulis, penyakit rematik banyak jenisnya, salah satunya adalah rheumatoid arthritis (RA). Ini adalah peradangan sendi kronis yang disebabkan oleh gangguan autoimun. Gangguan autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyusup seperti virus, bakteri, dan jamur keliru menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri. Pada penyakit ini, sistem imun gagal membedakan jaringan sendiri dengan benda asing, sehingga menyerang jaringan tubuh sendiri, khususnya jaringan sinovium yaitu selaput tipis yang melapisi sendi. Hasilnya dapat menyebabkan sendi bengkak, rusak, nyeri, meradang, kehilangan fungsi dan bahkan cacat. Rematik dapat menyerang hampir semua sendi, tetapi yang paling sering diserang adalah sendi di pergelangan tangan, bukubuku jari, lutut, dan engkel kaki. Sendi-sendi lain yang bisa diserangnya adalah sendi di tulang belakang, pinggul, leher, bahu, rahang, dan sambungan antartulang di telinga bagian dalam. Rematik ini juga dapat memengaruhi jantung, pembuluh darah, kulit, dan paru-paru. Serangan rematik biasanya simetris, yaitu menyerang sendi yang sama di kedua sisi tubuh. Berbeda dengan osteoartritis, yang biasanya terbatas pada salah satu sendi. Mereka yang belum mengalami nyeri rematik sebaiknya mulai menjaga asupan makanan dan memperbanyak minum. Selain itu, juga bisa dilakukan dengan mengurangi asupan purin. Semua produk makanan yang mengandung protein pasti mengandung purin. Jika kurang mengonsumsi protein, tubuh akan terasa lemas dan kurang sehat. Tapi jika terlalu banyak mengonsumsi protein, asam urat akan meningkat dalam darah, dan ini meningkatkan risiko terserang rematik, khususnya jenis asam urat. Saat usia muda, hal

itu tidak mengganggu. Tapi, di saat usia sudah lanjut, itu tentu sangat mengganggu. Untuk menghindari asam urat berlebih itu, yang lebih baik dikonsumsi adalah antioksidan alami dari tanaman. Antioksidan terbagi dua: larut dalam air (hidrofilik) dan larut dalam lipid (hidrofobik). Vitamin C adalah contoh yang larut dalam air, dan vitamin E yang larut dalam lemak. Keduanya selama ini dikenal sebagai antioksidan sangat ampuh. Namun, belakangan ini para ahli menemukan senyawa nabati yang efektivitas dan tingkat antioksidannya lebih tinggi daripada vitamin C dan vitamin E. Senyawa itu bernama xanthone, yang diperoleh dari kulit buah manggis. Xanthone itu bersifat mudah teroksidasi sehingga radikal bebas akan mengoksidasinya. Mekanisme reaksi itu dapat menghambat kerja radikal bebas, sehingga zat yang bermanfaat bagi tubuh dapat berfungsi dengan baik untuk memelihara kesehatan, termasuk mencegah naiknya kadar asam urat. Untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang khasiat manggis tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia seluruh Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul. Namanya Garcia. Bila ingin tahu lebih banyak tentang ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi telepon bebas pulsa kami di 08001401430, email info@manggisgarcia.com, atau website www.manggisgarcia.com. Produk ini bisa didapatkan di Apotek dan toko obat terkemuka di kota anda atau segera hubungi Banyuwangi : 0333-7703239 & 081336445358.


BERITA UTAMA

Sabtu 16 Maret 2013

43

HALAMAN SAMBUNGAN

Air Sempat Masuk Perumahan Warga n JALANAN... Sambungan dari Hal 33

Penutupan sisi barat double way itu sempat membuat arus lalu-lintas di jalur utama itu sem pat macet. Pengendara motor dan mobil dari arah utara dan selatan, harus berhati-hati karena jalur di sisi timur juga digenangi air. “Kurangi kecepatan dan hati-hati,” pinta Partika kepada setiap sopir yang melintas. Banjir di jalan raya karena hujan deras ini ternyata hampir merata terjadi di seluruh pusat Kota Gandrung. Jalan di pusat kota yang banjir adalah mulai Perempatan Karangente, Jalan Adi Sucipto, Jalan A. Yani, dan

Jalan Basuki Rahmat. Genangan di sekitar Jalan A. Yani sempat menyebabkan kemacetan cukup panjang sejak depan kantor pemkab hingga Roxy Su permarket. Selain jalan di pusat kota itu, jalan raya lain yang tergenang air cukup tinggi adalah Jalan Kepiting, Jalan Kolonel Sugiono, dan Jalan MT. Haryono di Kelurahan Tukangkayu. “Jalan di Kolonel Sugiono sering banjir bila hujan deras,” sebut Hariyadi, warga sekitar lokasi, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Jalan yang banjir bukan hanya di kawasan tersebut. Hujan deras yang turun mulai sekitar pukul 11.30 itu mem-

buat Jalan Brawijaya di Kelurahan Kebalenan hingga Jalan Gajah Mada di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, juga berubah menjadi sungai. Hujan deras bukan hanya menggenangi jalan, air hujan ternyata juga masuk ke perumahan warga. Itu terlihat di Jalan S. Parman, Kelurahan Sobo, dan Jalan A. Yani. Agar air tidak masuk ke rumah, warga banyak yang menutup bagian bawah pintu menggunakan kayu dan batang pohon pisang. Akibat hujan deras siang itu, sebuah warung kosong milik Hamzawi di dekat Jem batan Suazana, Kelurahan Si ngonegaran, ambrol. Sepeda motor Honda Astrea Grand yang

sedang diparkir di warung tepi Kalilo itu pun hanyut. “Motornya rusak berat,” sebut Andi, warga sekitar Kalilo. Menurut Andi, saat warung di tepi sungai itu ambrol, terdengar suara yang cukup keras. Separo lebih bangunannya ambruk dan hanyut. “Motor jatuh bagian depan dulu. Rusak berat karena menghantam bebatuan di sungai,” jelasnya. Andi mengaku langsung turun ke sungai untuk menyelamatkan motor tersebut. Bersama beberapa warga, motor milik Hanzawi yang sudah hancur itu diangkat ke atas. “Kalau tidak cepat diangkat, motornya bisa hanyut karena sungai besar,” ungkapnya. (abi/c1/bay)

Mencetak Naskah Soal Baru n UJIAN... Sambungan dari Hal 33

Siswa kelas XII masih bisa mengikuti ujian mulai pukul 07.00 hingga pukul 11.00. Siswa kelas X dan kelas XI mengikuti ujian

tengah semester mata pelajaran matematika mulai pukul 13.00 hingga sore. ‘’Karena sekolah banjir, siswa kelas X dan XI dipulangkan. Selain itu, naskah soalnya sudah rusak,” tuturnya. Dia mengakui, sekolah terse-

but kerap menjadi langganan ban jir akhir-akhir ini. Salah satu penyebabnya, posisi saluran air di tepi Jalan Kepiting ku rang menguntungkan. Air yang mengalir dari arah selatan menumpuk di sekitar se-

kolah itu. Demikian juga air yang datang dari arah utara. ‘’Akhirnya air meluber ke sekolah sini. Seandainya got (saluran drainase, Red) itu bagus, air bisa mengalir ke selatan me nu ju Sungai Sobo,” katanya. (c1/bay)

Ikut Panas-Dingin saat Pertandingan n DUKUNG... Sambungan dari Hal 33

Kehadiran mereka terasa dalam tiga pertandingan yang telah dilakoni Perse wangi. Padahal, tiga laga yang telah dimainkan tersebut, dua di antaranya merupakan pertandingan away (di kandang lawan). Namun demikian, mereka tetap hadir dan memberikan dukungan khusus kepada pemain yang notabene suami maupun pacarnya. Salah satu WaGs yang dimiliki Persewangi adalah Aylina Ciderawati. Dia cukup getol da lam memberikan dukungan kepada sa lah satu pemain Persewangi, Nelson Chap paro Aguero. Tidak hanya dalam pertandingan resmi, perempuan asal Kecamatan Rogojampi itu juga kerap hadir saat skuad Laskar Blambangan berlatih.

Bahkan, saat partai tandang, dia juga hadir. Pengorbanan besar itu juga dilakukan salah satu istri pemain Persewangi, Avi. Istri Heru Santoso itu bahkan memberikan dukungan langsung di lapangan. Bersama sang buah hati tercinta, jarak ratusan kilometer pun akan ditempuh demi menyaksikan suaminya berlaga di lapangan hijau. Pengorbanan serupa juga diperlihatkan Yuni. Perempuan yang satu ini juga selalu hadir di setiap pertandingan yang dilakoni Per sewangi. Secara khusus, dukungan untuk Mahsun Bukhori diberikan sebagai penambah semangat. Saat pertandingan berlangsung, ketiganya selalu tampak serius. Ekspresi mereka tegang, cemas, dan terkadang juga senang. “Rasanya campur aduk pas pertandingan. Deg-degan. Sedih kalau kalah dan senang kalau menang. Namanya juga per tan-

dingan,” ujar Aylina. Tidak cuma hadir ke stadion, para WaGs juga memberikan doa dan tak jarang menjanjikan bonus khusus kepada sang pujaan. Apa bentuknya? Beragam. Yang banyak dilakukan adalah memberikan menu makanan spesial sebagai bonus. Namun, tidak semua pemain bisa mendapatkan dukungan WaGs secara langsung. Jarak yang cukup jauh membuat dukungan yang diberikan hanya bisa dilakukan lewat sambungan telepon, juga via pesan singkat dan Black Berry Messenger (BBM). Meski hanya berupa suara dan pesan singkat, hal itu sudah cukup memberikan spirit tambahan jelang pertandingan. Setidaknya penampilan akan lebih bersemangat dan prima dalam bertanding. Kemenangan akan menjadi bonus yang luar biasa bagi seorang pemain. (c1/bay)

BEC Tahun Ini Dipercepat BANYUWANGI - Pelaksanaan Ba nyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2013 dimajukan dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu, BEC digelar pada bulan November dan tahun ini akan di majukan menjadi bulan September. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Su prayogi mengatakan, ada

beberapa pertimbangan kenapa per gelaran BEC dimajukan. Pertimbangan pertama, karena September merupakan puncak kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Menurut Suprayogi, wisatawan dari berbagai benua da tang ke Indonesia paling ba nyak September. Selain wisatawan dari Eropa dan Asia, juga banyak

wisatawan dari Timur Tengah yang datang ke Indonesia. Agar tidak kehilangan momen itu, maka pelaksanaan BEC di percepatan. Jika September jadi puncak kunjungan wisata ke Indonesia, diharapkan BEC bisa menjadi magnet agar turis asing mau berkunjung ke Banyuwangi. Pada November, turis asing yang datang ke Indonesia bu-

kan tidak ada, tapi jumlah kecil dibanding September. “Pada November, sebagian be sar wisatawan asing sudah kembali ke negara asalnya,” katanya. Pertimbangan kedua, kata Suprayogi, adalah faktor cuaca. Pada November, musim hujan mulai turun. Dua tahun lalu, BEC terganggu hujan lebat. (afi/c1/bay)

Yang Terbakar Barang Afkiran n GUDANG... Sambungan dari Hal 33

Curiga ada yang terbakar di rumah sakit, Fauzi menemui petugas keamanan di pos depan. Mulanya, petugas keamanan tidak tahu ada kebakaran. Bersama Fauzi, akhirnya petugas tersebut melihat gudang yang lo kasinya di sebelah timur. “Kita lihat asap hitam dan api sudah besar,” jelasnya. Sejumlah karyawan rumah sakit dan beberapa keluarga pasien bersama-sama memadamkan

api yang mulai membesar itu. Beruntung, hujan turun deras sehingga proses pemadaman lebih mudah. “Api itu diduga akibat korsleting listrik,” terang Humas RSI Fatimah, Ainurrofiq. Menurut Ainurrofiq, api yang telah membakar gudang itu berasal dari ruang dokumen dan arsip nonaktif. Api yang sempat membesar itu membakar dokumen, seperti data rekam medis milik pasien sejak 10 tahun lalu. “Tidak semua rekam medis terbakar,” cetusnya. Gudang yang juga terbakar, sebut

dia,berisibarang-barangafkirandari ruang perawatan. Semua barang di gudang berhasil diselamatkan dan tidak ada yang terbakar. “Barangbarang di gudang itu sudah tidak terpakai, tapi belum sempat kita lelang,” katanya. Ditanya terkait kerugian akibat kebakaran tersebut, Ainurrofiq mengaku belum tahu. Tetapi, dilihat dari dampak kebakaran yang cukup kecil itu, diperkirakan kerugian ti dak terlalu besar. “Kerugian belum jelas, tapi sepertinya tidak banyak,” sebutnya. (abi/c1/bay)

Total Penyeberang 107.100 Orang n ANTREAN... Sambungan dari Hal 33

Tahun ini pemerintah pusat akan melakukan perbaikan total atas kerusakan itu dengan cara meninggikan jalan. Pasca penutupan Hari Raya Nyepi, jumlah penumpang me ningkat sekitar 23 persen

dibanding 2012 lalu. Selama dua hari pasca penutupan pelabuhan, penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Ke tapang mencapai 107.100 orang, penumpang kendaraan roda dua (R2) mencapai 16.390 unit, dan kendaraan R4 mencapai 15.636 unit. Penumpang yang datang dari

Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang jumlahnya 131.524 orang, penumpang kendaraan R2 sebanyak 26.279 unit dan penumpang kendaraan R4 sekitar 15.539 unit. “Dalam tiga tahun ini, tren penumpang pada hari-hari libur nasional terus meningkat,” tambah Saharuddin. (afi/c1/bay)

Perusahaan Jual Kapal ke Koperasi n DARMANSYAH... Sambungan dari Hal 34

Dua unit kapalnya dibeli Koperasi Bangkit Bersama yang diketuai Masduki Suud yang saat itu menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi. “Saya

pengusaha swasta menjual kapal kepada koperasi yang notabene swasta, tidak ada hu bungan dengan pemkab,” cetusnya. Dalam kasus ini, pria asal Samarinda, Kalimantan Timur, itu mengaku siap membeber semua pihak yang berperan

dalam jual-beli dua unit kapal itu. Semua ini, sebut dia, dilakukan agar dirinya tidak dipersalahkan terus. “Beritaberita yang ada memojokkan kita terus. Saya siap membuka semua,” ungkapnya. (abi/c1/ bay)

Diawali Pencabutan Mandat Klub n DUA... Sambungan dari Hal 42

Itu sekaligus mengukuhkan kembali proses dan legitimasi yang pernah dilakukan PSSI Jawa Timur di bawah La Nyalla Mattaliti. Amir juga menyebut, SK pembekuan dan penetapan pengurus sudah dinyatakan legal.

Itu seolah mempertegas bahwa perwakilan yang sah adalah yang SK-nya ditandatangani La Nyalla Mattaliti. Sekadar diketahui, dualisme kepengurusan PSSI Banyuwangi diawali pencabutan mandat oleh klub terhadap kepengurusan PSSI kubu Ahmad Taufik. Mosi itu di respons Pengprov PSSI Jawa Timur dengan menurunkan

SK pembekuan dan menunjuk karteker. Kemudian, muscab di Hotel Surya Jajag memutuskan Mohamad Kayun Rasyid sebagai ketua. Hal itu ditolak PSSI kubu Ahmad Taufik. Dia menganggap proses tersebut ilegal. Sebab, kepengurusan PSSI Jawa Timur sudah dibekukan PSSI-nya Djohar Arifin. (nic/c1/als)

Tidak Hanya Terjadi di Arjasa n MINIM... Sambungan dari Hal 44

Itu kan bertentangan dengan aturan,” terang Janur. Selain itu, para tenaga magang tersebut juga tidak mendapat honor. Jika terjadi dugaan mala praktik, yang bertanggung jawab tetap harus puskesmas. Komisi IV berharap Dinas Kesehatan Situbondo segera mengisi kekurangan tenaga medis

itu dengan PNS. “Jangan mengeksploitasi tenaga magang,” tandasnya. Sekretaris Dinas Kesehatan, Abu Bakar Abdi mengungkapkan, kekurangan PNS tidak hanya terjadi di Puskesmas Arjasa. Di hampir semua puskesmas di Kabupaten Situbondo juga sama. “Namanya pemerataan, kita tidak hanya perhatikan Puskesmas Arjasa. Daerah lain juga kita perhatikan,” kata Bakar

kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Kata Bakar, apa yang dilakukan Dinas Kesehatan hanya memaksimalkan pemerataan tenaga PNS yang ada. Sebab, pengadaan PNS secara nasional hingga saat ini belum ada. “Timpang kalau dipaksakan. Nanti Puskesmas Arjasa saja yang bagus, puskesmas yang lain merana. Tahun lalu PNS di Dinkes yang pensiun 30 orang,” imbuhnya. (pri/c1/als)

Hampir Punah, Pentaskan Wayang Topeng BANYUWANGI- Masyarakat Ba nyuwangi keturunan Madura nanti malam akan menampilkan kesenian Madura. Pentas seni Madura itu akan digelar dalam malam aktualisasi seni di Taman Blambangan. Dalam pentas seni itu ada tiga kesenian Madura yang akan ditampilkan. Pertama, kesenian mamacah. Kesenian ini merupakan seni olah vokal Madura yang tempo dulu dijadikan media dakwah dan pendidikan serta menjadi media kontemplasi dan pemahaman filsafat. Kesenian mamacah menggunakan media buka ber ba-

hasa Arab dan bahasa Jawa. Membaca buku atau kitab tersebut dilagukan dan disertai penerjemah, juga diiringi seruling dan gamelan. Yang kedua adalah kesenian seronen. Kesenian seronen merupakan kesenian menggunakan media terompet yang terbuat dari kayu dengan suara khas. Masyarakat Madura bisa menyebut kesenian itu dengan sebutan kesenian thetet. Kesenian ini akan dilengkapi alat musik ken dang, bonang, gong dan kecrek. “Kesenian ini biasanya digunakan pada saat kerapan serati, tarian tradisional, dan

mengiringi kuda kencak,” ujar Sadiono, salah seorang tokoh masyarakat Madura di Banyuwangi. Kesenian wayang topeng Madura juga akan ambil bagian dalam pentas seni yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata itu. Kesenian wayang topeng Madura memiliki ciri khas, yakni ghungseng (krincing) di pergelangan kaki penari. Pemakaian gungseng tersebut bukan hanya sekadar hiasan. Bunyi krincing yang selalu terdengar setiap kaki penari bergerak itu menjadi alat bantu yang ekspresif. Juga menjadi

media komunikasi para penari dan dalang karena para penari tak boleh berdialog. Dalang dan seluruh pemainnya adalah laki-laki. Dalam aktualisasi nanti malam akan di tampilkan cerita lahirnya Gatotkaca putra Bima dan Dewi Arimbi. Namun, ketika terlahir, tali pusarnya tidak bisa dipotong. Akhirnya, dicarilah pusaka para dewa di kayangan yang bisa memutus tali pusar itu. “Kesenian ini sudah hampir punah. Cerita orang tua, kesenian ini ditampilkan terakhir sebelum G-30 S/PKI,” ungkap Sadiono. (afi/c1/bay)

AGUS BAIHAQI/RaBa

Senam JP RaBa Makin Diminati BEGITU digiatkan kembali sejak pekan lalu, kegiatan senam sehat bersama keluarga besar Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP RaBa) semakin diminati. Kalau pekan sebelumnya senam gratisan ini hanya diikuti karyawan, sore kemarin (15/3) pesertanya semakin bertambah. ‘’Alhamdulillah warga sekitar juga ikut kegiatan Jumat sore ini. Masyarakat umum silakan bergabung,” jelas Iwan Setiono, koordinator senam sehat JP RaBa. (c1/bay)


44

Sabtu 16 Maret 2013

KAKANG KHR. ACH. AZAIM IBRAHIMY

& EMBUG

Masih Emoh Bicara Pilgub MULAI munculnya bursa calon gubernur Jawa Timur membuat sejumlah tokoh agama terjebak dalam upaya dukung-mendukung. Namun, hal itu tidak dilakukan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (P2S2) Sukorejo, Banyuputih, Situbondo, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy. Saat ditanya perihal tersebut, cucu Kiai As’ad Syamsul Arifin itu mengatakan bahwa pemilihan gubernur masih jauh. Sehingga, jika dibicarakan sejak saat ini bisa menimbulkan multitafsir dan miss persepsi. “Saya kira masih cukup jauh (pilgub),” katanya.

NINGSIH

Bercita-cita Jadi Guru

Selain itu, Kiai Azaim berdalih, pilihan seseorang sebenarnya adalah bagian dari yang tidak boleh dipublikasikan. Sebab, itu hak paling pribadi dalam pemilu. “Kalau pada zaman Orde Baru itu dikenal dengan istilah Luber (langsung, umum, bebas, dan rahasia,” terang putra Alm. KH Dhofir Munawar itu. Menurut suami Ning Sari itu, sejumlah pihak memang menilai asas Luber sudah tidak efisien diterapkan pada pemilu saat ini. Sebab, ada dugaan kuat asas Luber itu disusun sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan pada masa orde baru. (pri/c1/als)

MENJADI seorang wakil rakyat tak pernah ada dalam kamus hidup Ningsih. Awalnya, anggota DPRD Kabupaten Situbondo asal Asembagus itu sebetulnya justru bercitacita ingin menjadi seorang pendidik. Meski demikian, dunia politik baginya bukanlah hal yang baru. Sebab, sejak lulus dari bangku SMA dia sudah aktif dalam kegiatan partai politik meski masih sebatas tingkat desa dan kecamatan di mana dia tinggal. Selain itu, Ningsih pernah menjadi guru ekstrakurikuler di sebuah SMA di tempat asalnya. Sayang, saat menjadi guru saat itu tak bisa EDY SUPRIYONO/RaBa

menenteramkan hati karena kurang menyejahterakan kehidupannya. “Saya ya hanya bisa bertanyatanya dalam hati. Mengadu kepada Tuhan,” kata Ningsih mengenang masa lalunya. Pada 2009 silam, sang ayah yang merupakan pengurus PDI Perjuangan di Kecamatan Asembagus meminta Ningsih mendaftar sebagai calon anggota legislatif. Itu untuk memenuhi kuota perempuan dari partai berlambang Banteng moncong putih tersebut. Akhirnya dia menjadi salah satu srikandi yang berhasil duduk di kursi legislatif. (pri/c1/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

Beli Cengkih, Tertipu Rp 210 Juta MANGARAN - Aksi penipuan lewat jejaring internet kembali terjadi. Kali ini dialami Saefudin, 40, warga RT 07/04 Desa Mandiraja, Kecamatan Moga, Pemalang, Jawa Tengah. Dia diduga tertipu warga berinisial AD, 30, asal Dusun Sekar Putih, Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Situbondo. Akibat penipuan tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp 210 juta. Karena itu, korban pun melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Situbondo kemarin (15/3). Ceritanya, beberapa waktu lalu kedua orang tersebut tawar-menawar cengkih

via internet. Dalam kesepakatan tersebut, terlapor meminta agar pria asal Jawa Tengah itu membayar cengkih secara tunai dan harus diantar langsung ke rumah terlapor di Kecamatan Mangaran. Setelah sepakat, Kamis (14/3) lalu korban datang ke rumah terlapor membawa uang tunai Rp 210 juta. “Dia minta dibayar tunai dan meminta agar saya datang langsung ke rumahnya,” kata Saefudin saat melapor kepada polisi kemarin (15/3). Sesampai di rumah terlapor, korban pun menyerahkan uang tunai Rp 210 juta itu.

Setelah menerima uang tersebut, terlapor masuk ke dalam rumah membawa uang tersebut. Setelah lama menunggu, ternyata terlapor tidak keluar lagi. Usut punya usut, dia keluar lewat pintu belakang dan membawa kabur uang Rp 210 juta tersebut. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi mengatakan, setelah mendapat laporan korban, pihaknya langsung memeriksa sejumlah saksi. Selain itu, pihak kepolisian juga langsung melakukan penyelidikan terlapor. “Masih ditangani petugas. Terlapor kabur dan petugas masih mengejarnya,” kata Wahyudi. (rri/c1/als)

Minim SDM dan Tembok Gedung Retak Temuan Sidak DPRD di Puskesmas Arjasa

EDY SUPRIYONO/RaBa

HARGA JATUH: Nelayan Panarukan menimbang Ikan tongkol hasil tangkapannya.

Dambakan seperti Bawang Putih PANARUKAN - Melambungnya harga bawang putih yang sangat fantastis membuat iri para nelayan. Mereka juga ingin harga ikan tangkapan mereka sekali waktu seperti harga bawang putih yang tembus hingga Rp 100 ribu perkilogram. Namun, keinginan itu tampaknya hanya akan menjadi impian entah sampai kapan. Pasalnya, sejak zaman lampau, melambungnya harga ikan tak pernah terjadi. “Makanya para nelayan itu sangat sulit untuk sejahtera,” kata Supriyono, juragan perahu di Desa Kilen-

sari, Kecamatan Panarukan. Dia mencontohkan, saat ini saja tangkapan ikan nelayan melimpah. Namun sayang, itu tak disertai dengan melambungnya harga ikan. Ikan tongkol saja harganya hanya Rp 2.700 perkg. “Kita kan jadi pusing sendiri. Saat tidak ada ikan nelayan sengsara. Saat ada ikan, bahkan melimpah, namun tak cukup untuk menghilangkan kesengsaraan apalagi menggantikannya menjadi sejahtera,” ungkap bapak empat anak tersebut. Kata dia, pemerintah seharusnya mampu memberikan per-

Ditinggal Masuk Kelas, Vixion Digondol Maling PANJI - Sial dialami pelajar Madrasah Aliyah Negeri 2 (MAN 2) Situbondo bernama Hendra Rakasiwi, 16. Bagaimana tidak, saat remaja asal Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, itu tengah asyik sekolah, ternyata sepeda motor miliknya bermerek Yamaha Vixion P 5222 ES hilang dicuri seseorang. Insiden pencurian yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 itu terjadi saat sepeda motor berwarna merah tersebut diparkir di halaman rumah temannya. Selanjutnya, korban masuk sekolah seperti biasa di MAN 2 di Jalan Argopuro. Diduga kuat, sang pencuri beraksi saat korban mengikuti pelajaran di sekolah. Korban baru tahu saat hendak pulang sekolah. Motor mi-

liknya yang mulanya diparkir di halaman rumah temannya ternyata hilang. Mengetahui motornya hilang, korban langsung melakukan pencarian. Namun, usaha itu tidak membuahkan hasil. Selanjutnya, korban menghubungi keluarganya dan langsung melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Situbondo. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 21 juta. Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi membenarkan adanya laporan korban. Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memarkir kendaraan. “Warga diharapkan tidak memarkir sepeda sembarangan agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Wahyudi. (rri/c1/als)

hatian lebih kepada nelayan. Sebab, produksi ikan nelayan tidak bisa direncanakan sebagaimana pertanian. “Kalau pertanian enak. Menanam satu hektare padi bisa diprediksi mendapat beras sekian ton. Kalau di laut mana mungkin?” tegasnya. (pri/als)

SITUBONDO - Ada sejumlah temuan menarik yang didapatkan Komisi IV dan Komisi III DPRD Situbondo saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Arjasa siang kemarin. Ada gedung yang retak meski baru dibangun setahun lalu. Selain itu, pelayanan kurang maksimal karena kekurangan SDM (sumber daya manusia). Anggota Komisi III DPRD Situbondo, Abu Zairi mengungkapkan, retaknya tembok gedung yang dibiayai dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) tersebut tidak hanya di satu titik, melainkan di sejumlah titik. “Kalau yang retak itu tak jauh dari langit-langit biasanya ada pergeseran kayu. Kalau dibiarkan, bisa-bisa suatu saat jatuh. Makanya, itu perlu menjadi perhatian. Secepatnya harus ada perbaikan agar tak menjadi masalah di kemudian hari,” terangnya. Komisi IV kemarin mengaku sangat miris melihat fasilitas kesehatan masyarakat. Sebab, ruangan kecil dihuni dua sampai tiga pasien. “Menurut kita, itu sangat tidak layak,” terang Janur Sasra Ananda, anggota komisi IV. Temuan yang sangat menonjol di Puskesmas Arjasa, kata

dia, adalah kurangnya SDM. Itu menyusul ditariknya tiga pegawai negeri sipil (PNS ) oleh Dinas Kesehatan. Karyawan yang ada saat ini kebanyakan tenaga magang. Mereka terdiri atas sembilan perawat, seorang bidan, dan seorang pegawai tidak tetap (PTT). “Keadaan itu menyebabkan layanan di Puskesmas Arjasa pincang. Misalnya, kalau ada pasien yang butuh UGD, tidak ada yang stand bye. Paling hanya ditangani tenaga magang n  Baca Minim...Hal 43

EDY SUPRIYONO/RaBa

DENGAR PENDAPAT: Anggota Komisi III dan IV DPRD Situbondo melakukan sidak ke Puskesmas Arjasa kemarin.


Radar Banyuwangi | 16 Maret 2013