Issuu on Google+

HAJI

Wukuf dan Katering Aman JAMAAH haji Banyuwangi menjalani wukuf di Padang Arafah dengan lancar dan aman. Suasana yang bersahabat sangat mendukung kesuksesan pelaksanaan salah satu rukun haji tersebut. Saat menginap semalam hingga wukuf selesai, para jamaah dilayani dengan baik. Mulai katering hingga fasilitas air, semua terpenuhi tanpa kendala. Terkait katering selama di Arafah, dalam sehari jamaah menerima tiga nasi kotak Oleh:: d e n g a n l a u kH. Said Haryanto p au k k ha s In Pembimbing KBIH donesia, seperti Al-Mabrur ayam, telur, sayur, dan buah. Pada tahun-tahun sebelumnya, sistem pembagian makanan kepada jamaah haji terkesan bermasalah. Namun, saat ini nasi yang diberikan kepada jamaah tergolong fresh. Saat wukuf, semua jamaah menempati tendatenda yang cukup memadai dan ber-AC. Mereka pun bisa melakukan sejumlah kegiatan, seperti ceramah, zikir, selawat, dan membaca Alquran, tanpa hambatan. Sementara itu, menjelang petang, setelah wukuf selesai, semua jamaah Banyuwangi bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit (bermalam sejenak) sambil mencari batu kerikil untuk melempar jumrah. Setelah itu, mereka langsung menuju Mina dan beristirahat sejenak untuk bersiap melempar jumrah Aqabah. (*/c1/bay)

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

SELASA 15 OKTOBER TAHUN 2013

Bongkar Taman di Gedung DPRD BANYUWANGI - Taman di halaman gedung DPRD Banyuwangi mulai dibongkar kemarin (14/10). Seluruh bangunan di taman kantor wakil rakyat itu direnovasi menjadi Ruang Taman Hijau (RTH). Dua pekerja tampak membon-

RENOVASI: Pekerja menghancurkan taman di halaman gedung DPRD Banyuwangi.

gkar sejumlah bangunan taman berbentuk segi empat di halaman tengah gedung DPRD itu. “Semua tempat bunga di gedung ini dibongkar. Katanya akan dibangun taman baru,” cetus salah satu pekerja itu n  Baca Bongkar...Hal 31

AGUS BAIHAQI/RaBa

Orok Tujuh Bulan Ngambang di Sungai Dikira Boneka, Sempat Buat Mainan

Geger Temuan Orok di Singojuruh Giri-ciri

Panjang Jenis kelamin Usia Lokasi penemuan

: 40 cm : perempuan : 7 bulan : Sungai Dusun Kuniran, Desa/Kec. Singojuruh

Kronologis

SINGOJURUH - Seonggok bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan mengambang tak bernyawa di sebuah sungai tidak jauh dari permukiman warga Dusun Kuniran, Desa/Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, kemarin. Kondisinya cukup mengenaskan. Di pusar orok tersebut di-

temukan ari-ari yang masih menempel. Penemuan bayi yang diperkirakan berusia tujuh bulan kandungan itu memantik keingintahuan warga. Mereka pun berbondong-bondong mendatangi lokasi penemuan orok tersebut. Belum diketahui secara pasti siapa pelaku dan ibu bayi malang tersebut. Demi keperluan penyelidikan, jasad orok tersebut dibawa ke rumah sakit. “Siapa ibu dan pelaku pembuangan bayi itu masih kita dalami. Sejumlah saksi dan warga akan kami mintai keterangan demi pengusutan kasus ini,” ujar AKP Maspud, Kapolsek Singojuruh, di ruang kerjanya kemarin. Penemuan orok tersebut terjadi

pukul 07.20. Kala itu, beberapa anak kecil tengah bermain air dan mandi di sungai. Tiba-tiba ada orok mengambang. Salah satu anak bernama Intan melihat benda bayi yang mengambang tidak jauh dari dia mandi itu. Namun, awalnya bocah berusia empat tahun itu mengira bayi tersebut sebuah boneka. Tanpa curiga, bocah itu memainkan tali pusat jasad malang tersebut. “Dia kira boneka. Malah sempat buat mainan dan dipegang tali pusarnya itu,” ujar Fatuhurozi, salah satu warga setempat. Sadar benda yang dipegangnya adalah jenazah bayi, seketika bayi itu langsung dilempar. Kabar penemuan benda asing di sungai itu menarik perhatian warga sekitar. Sejurus kemudian, mayat bayi itu diangkat ke daratan dan ditempatkan di sebuah tempayan n  Baca Orok...Hal 31

OBITUARI Pukul 07.00 Warga melihat dua pria mencurigakan menuju arah dam

Pukul 07.15: Intan dan anakanak lainnya bermain air dan mandi di sungai 100 meter dari dam.

Pukul 07.20: Orok bayi mengambang lengkap dengan tali pusat dan ariari yang

Pukul 07.50 Dibawa ke Puskesmas Singojuruh untuk divisum.

Pukul 07.30 Diangkat warga ke permukaan.

Pukul 10.00 Dibawa ke RSUD Blambangan untuk diotopsi.

ZAKARIA/RaBa

GALIH COKRO/RaBa

BERDUKA: Kerabat mengumpulkan abu jenazah I Made Rempet di lokasi ngaben di Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, kemarin.

Ngaben di Dekat Pulau Santen BANYUWANGI - Dunia pendidikan di Banyuwangi tengah berduka. I Made Rempet, salah satu tokoh sekaligus saksi perkembangan pendidikan di Bumi Blambangan, tutup usia Senin pekan lalu (7/10). Mantan kepala SMAN Banyuwangi (kini SMAN 1 Glagah) sekaligus kepala Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan (SMPP) yang menjadi cikal-bakal SMAN 1 Giri itu meninggal dunia pada usia 83 tahun n

Petani Diminta Hemat Air BANYUWANGI - Musim kemarau ekstrem yang berlangsung tiga bulan ini berdampak terhadap ketersediaan air di lahan pertanian warga. Demi menghindari krisis air, para petani diinstruksikan menghemat penggunaan air di lahan pertanian. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo mengungkapkan, air yang tersedia saat ini masih cukup untuk mengairi lahan pertanian dengan sistem suplai antar-wilayah. Suplai air antar-wilayah itu berasal dari beberapa daerah irigasi

(DI) beberapa sungai. Saat ini, jelas Guntur, ada tiga andalan DI yang masih memiliki debit air cukup besar. Tiga sungai itu adalah Sungai Stail, Sungai Baru, dan Baru Dam Karangdoro. “Jika mengacu Rencana Tata Tanam Global (RTTG), air yang tersedia saat ini insyaallah cukup untuk menyuplai seluruh tanaman di Banyuwangi,” ujar Guntur. Saat ini, beber Guntur, potensi air DI Sungai Stail tersisa sekitar 3,5 M3 (meter kubik) per detik, n

Target Luas Tanaman Pertanian 2013 ^ Padi sawah ^ Padi ladang ^ Jagung ^ Kedelai ^ Kacang tanah ^ Ubi kayu ^ Ubi jalar ^ Kacang hijau

= 120.412 ha = 1.440 ha = 31.715 ha = 38.104 ha = 2004 ha = 3.054 ha = 595 ha = 5.152 ha

 Baca Petani...Hal 31 SUMBER : DISPERTAHUTBUN BANYUWANGI

 Baca Ngaben...Hal 31

BAGAIMANA INI

GALIH COKRO/RaBa

SEDIKIT: Petani menyiram tanaman kangkung di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, siang kemarin.

Dilarang Pasang Bendera di Pucuk Pohon BANYUWANGI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi terus mematangkan persiapan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014. Setelah Sabtu malam melaksanakan rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), KPU Banyuwangi bersiap mengadakan rapat penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait pemasangan alat peraga kampanye. Seperti diketahui, penandatanganan MoU pemasangan alat peraga kampanye Pileg 2014 yang sedianya digelar akhir bulan lalu (25/9) gagal dilaksanakan. Kegagalan itu terjadi lantaran pengurus partai politik yang hadir di aula Hotel Tanjung Asri, Kecamatan Giri, kala itu menilai zona steril atribut kampanye belum jelas. Akibatnya, pihak KPU Banyuwangi terpaksa menunda penandatanganan MoU terkait zona steril atribut kampanye seperti yang diatur Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 dan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2012 tersebut.

Setelah penandatanganan MoU gagal dilaksanakan, KPU langsung melakukan dua langkah. Langkah pertama, mengirim surat kepada pemkab untuk meminta zona steril di setiap desa dan kelurahan. Langkah kedua, KPU menginstruksikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melakukan rapat di tingkat kecamatan untuk menentukan zona steril atribut kampanye. PPK wajib mengundang musyawarah pimpinan kecamatan (muspika), seluruh kepala desa dan lurah, n  Baca Dilarang...Hal 31

Idul Adha, Musim Panen Jagal Ternak di Muncar SHULHAN HADI/RaBa

Bingkai Baliho Copot BALIHO Banyuwangi Festival 2013 lepas bingkai sisi bawahnya di pertigaan lampu merah Sukowidi, Kecamatan Kalipuro, kemarin. Bingkai tersebut diperkirakan lepas sejak pagi kemarin. Warga sekitar mengaku sudah mengetahui kondisi tersebut sekitar pukul 08.00 pagi kemarin. Kapan diperbaiki? (mg1/c1/bay)

Sehari Bisa Sembelih Lima Ekor Ternak Idul Adha menjadi momentum sibuk bagi jagal ternak. Tidak terkecuali bagi Mohamad Ali, 38, dan kawan-kawan. Warga Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, itu kebanjiran order memotong ternak kurban. NIKLAAS ANDRIES, Muncar RUMAH milik Mohamad Ali tampak sepi siang kemarin. Berada di ruas jalan menuju Sumberberas, pintu rumah yang sebagian besar dindingnya belum dipoles semen itu terkunci rapat. Begitu juga pintu kecil di samping kediamannya yang langsung menuju dapur.

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Dengan mengetuk pintu depan dan mengucapkan salam, tidak lama kemudian pria yang akrab disapa Ali itu membuka pintu. Mengenakan peci dan t-shirt kombinasi hitam dan putih, bapak tiga anak itu menyambut ramah koran ini. Saat koran ini datang, pria yang berprofesi sebagai tukang daging itu ternyata tengah mengasah belati. Belati panjang itu rupanya menjadi barang berharga bagi pria yang satu ini. Selain digunakan memotong daging saat berdagang, juga digunakan memotong hewan kurban. “Pas Lebaran Haji biasa dapat order potong hewan kurban,” bebernya. Berbekal pengalamannya sebagai jagal ternak di Muncar, Ali mendapat kepercayaan sejumlah masjid dan masyarakat untuk memotong hewan kurban n  Baca Sehari...Hal 31

Selamat

Hari Raya Idul Adha 1434 H NIKLAAS ANDRIES/RaBa

SIAP-SIAP: Ali mengasah pisau di rumahnya kemarin. email: radarbwi@gmail.com/beritaraba@gmail.com


26

Selasa 15 Oktober 2013

Jelang Tes, Nama Peserta Belum Jelas

Ketupat dan Janur Laris BANYUWANGI - Penjual janur dan ketupat mendapat berkah di Hari Raya Idul Adha kali ini. Sejumlah penjual yang mangkal di sekitar Pasar Banyuwangi mengaku mendapatkan hasil yang lumayan besar di momen Idul Adha seperti saat ini. Apalagi, penjual janur dan ketupat menjelang Hari Raya Idul Adha ini jumlahnya sangat terbatas. “Jumlah yang menjual janur dan ketupat tidak sebanyak Hari Raya Idul Fitri, jadi hasilnya lumayan,” cetus Sodiqin, salah satu penjual janur dan ketupat di Pasar Banyuwangi kemarin. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di sekitar Pasar Banyuwangi, jumlah penjual janur dan ketupat kurang dari 10 pedagang. Para pedagang itu pun dikerumuni pembeli. “Harga ketupat lebih mahal dibanding saat Hari Raya Idul Fitri,” jelas warga Keramat, Lingkungan Pakem, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, itu. Menurut Sodiqin, harga satu bendel ketupat berisi 10 buah dijual seharga Rp 5.000 hingga Rp 7.000. Sementara itu, janur dijual seharga Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per ikat. “Kalau Hari Raya Idul Fitri, harga ketupat paling mahal Rp 6.000, dan janur hanya Rp 4.000,” katanya. Meski harga janur dan ketupat lebih mahal, tapi penghasilan para pedagang lebih banyak Hari Raya Idul Fitri. Sebab, saat Lebaran, hampir semua orang mencari janur dan ketupat. “Di saat Idul Adha, memasak ketupat belum mentradisi,” cetusnya kemarin. Sodiqin menyebut, dirinya menjual janur dan ketupat sejak pukul 04.00. Hingga pukul 12.00 kemarin, ketupat yang berhasil dijual sekitar 1.000 buah, dan janur yang laku sekitar 500 buah. “Ketupat yang terjual itu harganya Rp 5.000 hingga Rp 6.000,” sebutnya. (abi/c1/bay)

AGUS BAIHAQI/RaBa

DICARI: Sodiqin menjajakan janur dan ketupat di Pasar Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI - Dua pekan menjelang tes calon pegawai ne geri sipil (CPNS) bagi honorer kategori (K2), belum diketahui jumlah honorer yang bisa mengikuti tes tahun 2013 ini. Badan Kepegawaian Negara (BKN) belum merilis daftar peserta tes CPNS yang akan dilaksanakan pada 3 November 2013 mendatang itu. Sekadar diketahui, jumlah honorer K2 di lingkungan Pemkab Banyuwangi mencapai 3.029 orang. Sebagian besar honorer K2 itu berasal dari guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Dinas Pendidikan. Walau 3.029 itu sudah masuk database BKN, tapi Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Ba nyuwangi belum berani memastikan apakah sejumlah 3.029 orang itu bisa mengikuti tes tahun 2013 ini. Sebab, pemerintah akan menggelar tes

CPNS honorer K2 pada tahun 2013 dan 2014 mendatang. “List peserta tes CPNS honorer K2 tahun 2013 sampai sekarang belum turun dari BKN,” ujar Kepala BKD Banyuwangi, Sih Wahyudi, kemarin. Dalam rapat koordinasi dengan BKN beberapa bulan lalu, kata Sih Wahyudi, namanama honorer K2 peserta tes CPNS 2013 akan dirilis pada minggu ketiga Oktober. Walau dijanjikan minggu ketiga, tapi Sih Wahyudi belum bisa memastikan. Sebab, lanjut dia, sampai saat ini belum ada konfirmasi terbaru dari BKN. Yang sudah pasti, tes CPNS akan digelar secara serentak pada 3 November 2013 mendatang. “Sampai sekarang, tanggal pelaksanaan tes tidak mengalami perubahan. Hanya nama-nama pesertanya saja yang belum jelas,” katanya n

BANYUWANGI

BANYUWANGI

 Baca Jelang...Hal 31

30 Pasien RS Al Huda dapat Santunan Soegeng menambahkan, tidak semua GENTENG - Kepedulian ditunjukkan korban laka lantas berhak mendapat Kepala PT. Jasa Raharja (Persero) Casantunan dari Jasa Raharja. “Ada kebang Banyuwangi, I Made Rusna S.Sos, tentuan-ketentuan dan persyaratan saat mengunjungi korban kecelakaan tertentu yang harus dipenuhi dan telah lalu lintas yang dirawat di RS Al Huda ditetapkan oleh Jasa Raharja tentang Genteng, Banyuwangi. Selain mejenis laka yang bisa dijamin oleh Jasa ngunjungi korban kecelakaan, PT Jasa Raharja,” jelasnya. Raharja juga memberikan santunan. Jika terjadi laka lantas yang melibatkan Memang, sejak tahun 2011 lalu, RS Al kendaraan bermotor atau menjadi korHuda sudah bekerja sama dengan PT. ban atas kecelakaan kendaraan berJasa Raharja (Persero). motor dan akan diklaimkan ke Jasa ”Sinergi sudah terjalin selama kurun Raharja, kata dia, korban laka lantas waktu hampir dua tahun. Hampir 30 harus segera melaporkan kepada pihak pasien dengan kasus kecelakaan yang kepolisian. “Hal ini penting untuk sedirawat di RS Al Huda sudah mendapat gera diproses surat keterangan lapor santunan dari Jasa Raharja, yang pekepolisiannya sebagai salah satu syarat ngurusannya dibantu oleh tim RS Al utama untuk mendapatkan santunan Huda,” ujar dr. Soegeng Hery Priyanto RSAH FOR RaBa dari Jasa Raharja,” paparnya. MMRS, Kepala Instalasi Rawat Inap II TUNTAS: Korban Laka Lantas mendapatkan perawatan di RS Al Huda dan kemudahan Diharapkan, dengan adanya sinergi RS Al Huda Genteng. ini, korban kecelakaan lalu lintas dapat Dijelaskan, tujuan kerja sama ini ada- pengurusan Jasa Raharja. masalah pembiayaan. Selain itu mempermudah dilayani dengan semakin baik tanpa lah untuk meningkatkan kualitas peproses pelayanan pemberian santunan bagi korban terbebani masalah biaya. “Sehingga proses perawatan layanan terhadap penanganan korban laka lantas dan laka yang dirawat di RS Al Huda. bisa dilakukan dengan optimal,” paparnya. (*/als) penumpang umum secara terpadu tanpa terbebani

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Jl. Lingkar Ketapang •

• STNK •

• STNK •

• S1 Sipil •

• Daihatsu Ayla •

• Suzuki Satria ‘12 •

• Avanza ‘09 •

Djl tnh 2530 M2 Jl. Lingkar Ketapang Bwi, blh diambil sbgian. H. 082141046676

Hlg STNK P 4584 ZD, an. Drs. Agus Gatot Jl. Mangga H-04 Ds Kalirejo 07/03, Kabat

Hlng STNK P 2623 YX, an. Nurwito, Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas

Dbthkan S1 Sipil Pengalaman Diutamakan Dtng Langsung VBM RF-16 Sby, 0315632882 di atas Jam 9 (Jam Kerja)

R-Stock Xenia UM 26 jt, Ayla hrga mulai 81 jt, krdit bs 6 thn, Hub. Hadi 08113541818 / 081559705555

Dijual Suzuki Satria th 2012, barang bagus terawat Hubungi 081358334934

Djl Avanza 09 htm G.L300.08. Apv,GA ptih, Yaris 08 E mrh, Inova 04 slr.Hb 082142194111

BANYUWANGI

• Nissan • Nissan Bwi year n promo dptkn undn 5 pkt trip ntn P.D Brazil,2 Nissan ElGrand, 3 Nisan Teana, 2 Grand Livina stp test drv/pmblan Nissan Hub Jl. Letj S Parman 147 Tlpon 0333-4460222

• Staff Accounting • • Oper Kredit Rumah • Jual rmh oper kredit Perum Mendut Hijau Blok H No.2 Bwi LT146 m2, LB 36m2 sdh ada tmbahanny H: 081234948529

Mobil Anda belum laku? Hubungi: 0333-412224

• Security • Butuh Security syarat berpengalaman, disiplin, Usia max 40 tahun, lamaran lengkap kirim ke Toko Moro Seneng Gendoh, Banyuwangi

Prshn manufacture bth Staff Accounting. Syrt P/W, max 30thn, min D3 Accounting, ulet, bisa Ms Office.Yg brminat, lgsg dtg jam 16.00-18.00. HRD PT. Timur Putra Sentosa Jl. Ry Jember KM 11 No.8, Pakistaji Kabat

• Honda Jazz ‘07 •

• Toyota Avanza ‘12 •

Hub: 082142194111 / 081335897888

Dijual Honda Jazz GD3 1.5 IDSI MT tahun 2007 merah, harga 135 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Toyota New Avanza 1.3E MT All New ac dbl tahun 2012 merah metalik, harga 145,5 juta nego, brg istmw, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Kijang Krista ‘03 •

• Nissan Terrano ‘00 •

• Mitsubishi T120 PU ‘11 •

Dijual Toyota Kijang Krista UF 81 Grand Lux tahun 2003 hitam metalik, harga 122,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Nissan Terrano K-Road FI tahun 2000 hitam silver, harga 115 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Mitsubisi T120 ss (Pick Up) PU 1.5 WDR tahun 2011 biru pasifki, harga 78,5 juta nego, brg istimw, bisa cash/kredit, hub. (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Honda CRV ‘05 Matic (Hitam) 146 Juta nego Cash / Credit Tukar Tambah

• Rumah Sempu •

BANYUWANGI • Tanah Dadapan • Dijual Rumah Luas Rumah + Tanah 600 M2. Paras Tembok RT02/02 Jambewangi, Sempu. H: 081 937 651 676 / 082 232 539 847 / 081 238 709 020. Hrga 600 Juta Nego

Dijual Tanah (Ada bangunan) Lok Secawan Dadapan; Ruko 2 Lt lok blkg UNTAG Bwi Hub Anugerah Fotocopy Jl Agus Salim Banyuwangi Tlp (0333) 427190/081233669969/085335115873

SITUBONDO

Anda ingin pasang iklan? Hubungi: 0333-412224

• Toko Strategis • Djl Toko Pst Kota strategis Jl A.Yani 106 A, STB H 081233770294/0338-671304

• Suzuki Baleno ‘00 •

DIJUAL Suzuki Baleno 1.5 tahun 2000 warna silver, ban baru, jarang pakai, barang istimewa harga 76.5 Nego TP 082334144656, 081336395725

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Administrasi Biro Situbondo: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail. com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Selasa 15 Oktober 2013

Sudah Kantongi Tiket, Dilarang Naik KA BANYUWANGI - Sejumlah penumpang kereta api (KA) menyesalkan pelayanan petugas Stasiun Kalisetail, Kecamatan Sempu. Adalah keluarga Ali Safi’i yang telanjur membeli tiket tapi dilarang naik KA. Karena ditolak, warga Kelurahan Kalirejo, Ungaran, Semarang, itu pun meradang. Rencana Ali bersama istri, kedua anaknya, dan keponakan, menumpang KA Mutiara Timur yang berangkat pukul 23.00 Minggu kemarin (13/10) gagal total. Ceritanya, Ali sekeluarga mem-

ABDUL AZIZ/RaBa

BARANG BUKTI: Sejumlah alat pertanian milik perambah diamankan petugas di Mapolsek Glenmore kemarin.

Rambah Kebun, Tiga Warga Silo Masuk Bui GLENMORE - Aparat Polsek Glenmore mengamankan tiga orang yang diduga hendak merambah lahan Divisi Sumber Kerep, Areal HGU Hutan Cadangan, Petak Satu dan Dua Perkebunan Trebasala, Kecamatan Glenmore, kemarin. Tiga orang asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember, tersebut kini diamankan di Mapolsek Glenmore. Mereka

adalah Buniman, 50, Jarno, 35, dan Ibnu Mukti, 18. Selain mengamankan ketiga orang tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa tiga buah sabit, sebuah gergaji, satu kapak, dua parang, dan sebuah cangkul. Kapolsek Glenmore AKP Subardi melalui Kanitreskrim Iptu Abdullah Sajad mengatakan, terungkapnya dugaan perambahan

kebun oleh ketiga orang itu bermula dari laporan warga kepada pihak keamanan perkebunan. Kemudian, laporan tersebut diteruskan kepada pimpinan perkebunan. “Oleh pimpinan perkebunan disampaikan kepada jajaran Muspika Glenmore,” kata Sajad. Setelah menerima laporan dari pihak perkebunan, petugas Polsek Glenmore dan jajaran Muspika Glenmore serta keamanan

perkebunan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Di TKP, mereka melihat ketiga orang tersebut tengah membersihkan areal perkebunan dan mendirikan sebuah gubuk. “Saat itu juga mereka kita bawa ke polsek. Sejumlah barang bukti juga kita bawa,” tandas Sajad seraya menyebutkan bahwa ketiga pelaku diduga hendak tinggal di kebun tersebut. (azi/c1/aif)

Ubur-ubur Tidak Pengaruhi Ikan MUNCAR - Polemik seputar pencemaran perairan Muncar akibat limbah ubur-ubur mengundang perhatian nelayan setempat. Mereka menilai pengolahan ubur-ubur tidak menimbulkan masalah. Sebaliknya, pengolahan ubur-ubur bisa membantu menopang perekonomian masyarakat setempat. Salah seorang nelayan, Sujarno menuturkan, musim ubur-ubur tidak menimbulkan masalah. Jadi tidak perlu dipermasalahkan. Bahkan, musim ubur-ubur menjadi berkah tersendiri bagi nelayan demi dapurnya tetap mengepul. Terkait limbah ubur-ubur yang diduga sebagai biang pencemaran laut, menurutnya hal itu tidak benar. “Ada ubur-ubur ini

car. Ubur-ubur bisa menambah pendapatan masyarakat. Kalau ada yang khawatir terkait limbah dari bekas produksi ubur-ubur, hal itu dianggap wajar. ”Yang pasti limbah ubur-ubur tidak berbahaya,” tegas Suajrno. Kalaupun ada pencemaran, sebenarnya sejak tahun 1970-an perairan Muncar sudah tercemar. Sampai saat ini pengolahan

NIKLAAS/RaBa

Sujarno

nelayan malah senang,” tuturnya. Penyataan Sujarno itu diamini Asmuni, ketua KUD Mina Mun-

ABDUL AZIZ/RaBa

LATIHAN: Siswa TK Rogojampi saat praktik manasik haji kemarin.

Anak TK Diajari Manasik ROGOJAMPI - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1434 H yang jatuh hari ini, ratusan pelajar taman kanak-kanak (TK) di bawah naungan Muslimat NU diajari manasik haji di Lapangan Lugjag, Kecamatan Rogojampi, kemarin. Manasik haji itu disesuaikan ibadah haji sesungguhnya. Para siswa dikelompokkan dalam beberapa regu. Jumlah siswa tiap regu sekitar 20 siswa. Mereka mengenakan pakaian ihram berwarna putih. Uniknya, para siswa itu digambarkan berasal dari berbagai kloter dan dari negara yang berbeda. Perbedaan itu ditandai dengan perbedaan slayer yang dipakai. ”Kegiatan ini kami buat layaknya di Makkah dengan prinsip meny-

enangkan, tertib, dan khidmat,” kata Farida, kepala Sekolah TKM Khodijah 157 Rogojampi. Manasik haji yang diselenggarakan di Lapangan Lugjag, Rogojampi, itu menyedot antusias wali murid dan masyarakat sekitar. Maklum, di tempat manasik itu juga dilengkapi replika Kakbah dan tempat-tempat seperti di Arab, misalnya tempat melempar jumrah dan mabit (menginap) di Muzdhalifah. Beberapa wali murid juga ada yang berfoto di hadapan replika Kakbah. ”Kegiatan seperti ini penting untuk anak-anak, Alhamdulillah anak saya sudah bisa melantunkan doa-doanya,” kata Erni, salah seorang wali murid. (azi/c1/aif)

ubur-ubur masih dilakukan secara tradisional. Kalau ada yang mempermasalahkan, Asmuni menduga itu hanya terkait persaingan bisnis. Senada dengan Asmuni, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banyuwangi, Hasan Basri, menilai ubur-ubur bermanfaat bagi masyarakat n Baca Ubur-ubur...Hal 31

beli tiket di Stasiun Banyuwangi Baru pada Minggu siang. Saat membeli tiket itu, Ali hanya membawa fotokopi kartu keluarga (KK). Tiket yang dibeli adalah KA Mutiara Timur jurusan Surabaya, lalu dilanjutkan KA Sancaka jurusan Solo. Satu tiket jurusan Surabaya itu dibeli seharga Rp 120 ribu. Dari Surabaya jurusan Solo Rp 180 ribu. Total biaya sepuluh tiket yang dia beli adalah Rp 1,5 juta. Dia menggunakan fotokopi KK lantaran identitas istrinya

berupa KTP, SIM, dan dokumen yang ditaruh di dalam tas, hilang dalam perjalanan dari Semarang ke Banyuwangi Jumat lalu. Saat itu, Ali sekeluarga menumpang bus dan turun di Solo. Rencananya, dia ingin menumpang KA Sri Tanjung jurusan Banyuwangi dari Stasiun Jebres, Surakarta. Namun, setiba di stasiun itu, dia baru menyadari bahwa beberapa dokumen penting milik istrinya tertinggal di bus. Hanya identitas dia sendiri yang tidak hilang n Baca Sudah...Hal 31


BERITA UTAMA

Selasa 15 Oktober 2013

31

HALAMAN SAMBUNGAN

Warga Curigai Dua Pria Misterius n OROK... Sambungan dari Hal 25

Warga bersama petugas kesehatan Singojuruh membawa bayi malang itu ke puskesmas untuk divisum. Selanjutnya, bayi malang itu dikirim ke Rumah Sakit Umum Blambangan untuk diotopsi Warga menduga bayi tersebut bukan dilahirkan oleh warga setempat. Sebab, warga di sekitar tempat penemuan tidak ada yang hamil. “Saya kira bayi itu dari luar desa sini. Sebab, di sini tidak ada perempuan yang hamil,” imbuh Fatuhurozi. Kapolsek Singojuruh AKP Maspud mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Dia belum berani memastikan apakah orok tersebut hasil hubungan gelap ataukah aborsi murni. “Nanti kita bisa tahu apakah bayi itu meninggal setelah dilahirkan ataukah saat masih di dalam kandungan. Itu masih menunggu hasil otopsi,” tandas Maspud. Sementara itu, penemuan bayi di Dusun Kuniran, Desa/Kecamatan Singojuruh, menjadi perbincangan hangat warga. Warga setempat mencurigai orang asing sebagai pelaku pembuang orok tersebut. Kecurigaan itu diungkapkan warga menyusul kehadiran orang asing sebelum penemuan orok tersebut. Salah seorang warga, Fatuhurozi menuturkan, beberapa warga melihat dua pria misterius menuju dam. Jarak dam dengan lokasi penemuan itu hanya 100 meter. Yang membuat warga curiga adalah kedua orang tersebut membawa sebuah tas kresek. “Orang itu menuju ke arah dam sebelum orok itu ditemukan mengapung di sungai,” ujar Fatuhurozi. (nic/c1/aif)

DI Sungai Baru tersisa sekitar 6 M 3 per detik dan DI Dam Karangdoro tersisa 3,5 M 3 per detik. Walau air mengalami penyusutan, tapi Gun tur menjamin seluruh tanaman pertanian akan mendapatkan suplai air yang cukup. “Syaratnya, petani harus konsisten melaksanakan RTTG yang sudah ditetapkan Dinas PU Pengairan,” jelasnya. Jika semua petani konsisten de ngan RTTG, maka tidak akan ada tanaman yang mati karena kekurangan air. Karena itu, Guntur berpesan agar para petani benar-benar hemat dalam menggunakan air agar tanaman pertanian selamat hingga panen. “Dinas Pe-

ngairan akan mengatur lebih efisien pembagian air,” janjinya. Guntur mengatakan, karena po tensi air terus mengalami pe nyusutan, maka tanaman di luar RTTG tidak akan diberi tambahan suplai air. Tambahan suplai air diprioritaskan pada ta naman yang masuk dalam peta RTTG. Karena itu, sejak awal Dinas Pe ngairan sudah mewantiwanti petani agar konsisten melaksanakan RTTG. Jika RTTG itu dilaksanakan secara konsisten, maka semua tanaman di musim kemarau I (K1) dan kemarau 2 (K2) akan tetap terselamatkan. Sesuai RTTG tahun 2012 hingga 2013, ungkap Guntur, lahan pertanian pada musim K2 seluas 66.196 ha. Rinciannya, 63. 864 ha tanaman Palawija dan 2.332 ha tanaman jeruk.

Sambungan dari Hal 25

Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL). Selanjutnya, zona steril tersebut di-listing dan dibawa ke forum tingkat kabupaten. Nah, belakangan KPU Banyu wangi telah menerima ketentuan zona steril di masing-masing kecamatan di Banyuwangi. Beberapa zona yang harus steril dari alat peraga kampanye adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH), jalan protokol, fasilitas umum, dan lain-lain. “KPU akan meng undanghadirkan parpol, Panwaslu, dan muspida pada Rabu (16/10) untuk melakukan

penandatanganan MoU zona steril alat peraga kampanye Pileg 2014,” ujar Divisi Hukum KPU Banyuwangi, Irfan Hidayat, kemarin (14/10). Dikatakan, pada pertemuan Rabu besok, KPU akan menindaklanjuti ketentuan zona steril di tingkat kecamatan dan desa tersebut. “Ketentuan tersebut akan kami bawa ke forum untuk dibahas bersama,” kata dia. Pa d a p e r t e m u a n t e r s e b u t, K P U ju ga a k a n m e nyam paikan ketentuan lain yang dimunculkan Pem kab Banyuwangi terkait pe masangan alat peraga kampanye. Ketentuan yang dimaksud adalah, alat peraga kampanye tidak boleh dipaku di pohon naungan tepi jalan. Selain itu, alat peraga kampanye tidak diperkenankan

Selain taman, dua kolam dan air mancur juga akan dibongkar. Padahal, dua kolam itu tergolong baru dibangun dan kondisinya masih baik. “Ini akan dibangun RTH. Ini akan dibongkar semua, lalu diuruk dan ditanami rumput dan bunga,” kata salah satu pegawai Sekretariat DPRD Banyuwangi seraya minta namanya tidak dikorankan. Dana pembangunan RTH di halaman gedung DPRD Ba-

Sambungan dari Hal 25

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

Pada musim K2 tidak ada lagi tanaman padi, tapi praktiknya petani masih ngotot menanam padi. “Kalau K2 masih ada tanaman padi, itu merupakan padi gogo yang tidak masuk dalam RTTG. Sesuai RTTG, musim K2 tidak ada tanaman padi. Semua harus menanam Palawija,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Per tanian, Kehutanan, dan Perkebunan (Dispertahutbun) Banyuwangi, Ikrori Hudanto me ngaku, pihaknya belum mendapat pengaduan terkait ta naman mati karena krisis air. Walau debit air menyusut tajam, tapi tanaman pertanian warga masih aman. Ikrori mendukung penuh instruksi Dinas Pengairan, agar petani melakukan penghe matan air. Penggunaan

air di musim kemarau, kata Ikror i, jangan disamakan de ngan musim hijau. “Demi ke pentingan bersama, semu a p e t a n i ha r u s h e mat menggunakan air pertanian,” katanya. Ikrori mengakui, pada tahun 2013 ini, Disperta memiliki target tanam beberapa komoditas pertanian. Dinas PKP menargetkan luas tanaman padisawah 120.412 hektare (ha), ta naman padi-ladang seluas 1.440 ha, dan tanaman jagung 31.715 ha. Tanaman kedelai ditargetkan se luas 38.104 ha, kacang tanah seluas 2004 ha, ubi kayu 3.054 ha, ubi jalar 595 ha, dan kacang hijau seluas 5.152 ha. “Agar target itu berhasil direalisasikan, petani harus hemat air,” pintanya. (afi/c1/bay)

Teken MoU yang Tertunda n DILARANG...

Sambungan dari Hal 25

n NGABEN...

Antisipasi Krisis di Masa Kemarau Sambungan dari Hal 25

n BONGKAR...

dipasang di pucuk pohon. “Ketentuan ini juga akan kami bahas pada pertemuan Rabu besok,” pungkasnya. Seperti diberitakan, KPU Banyuwangi menggelar rapat pleno penetapan DPT Pileg 2014 Sabtu malam lalu (12/10). Hasilnya, jumlah penduduk Banyuwangi yang terdaftar dalam DPT sejumlah 1.258.930 orang. Rinciannya, laki-laki sebanyak 6.24.741 orang dan perempuan sebanyak 634.189 orang. Jumlah DP T sebanyak 1.258.930 orang itu ternyata jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah DPT Pileg 2014 yang ditetapkan sebelumnya. Pasalnya, pada rapat pleno yang dilaksanakan 13 September lalu, jumlah DPT se-Banyuwangi mencapai 1.269.164 orang atau

selisih 10.234 orang. Selisih jumlah DPT yang mencapai 10 ribu lebih itu diperoleh dari hasil pengecekan kembali di lapangan. Saat melakukan pengecekan, ditemukan banyak pemilih yang terdaftar ganda dalam daftar pemilih. Meskipun jumlah DPT Pileg 2014 hasil perbaikan menyusut 10 ribu lebih dibandingkan DPT yang ditetapkan 13 September lalu, tapi jika dibandingkan DPT Pilgub Jatim 2013, jumlah DPT untuk pemilihan anggota legislatif tingkat pusat hingga tingkat kabupaten/kota kali ini masih lebih besar. Sebab, jumlah DP T Pilgub Jatim 2013 se-Banyuwangi “hanya” sebanyak 1.242.589 orang atau selisih 16.341 orang lebih banyak. (sgt/c1/bay)

Dapat Rp 18 Ribu dari Kulit Sapi

Kemarin (14/10) atau tepat sepekan setelah Made Rempet meninggal dunia dilaksanakan upacara ngaben. Pengabenan yang digelar di kawasan pemakaman Hindu di dekat kawasan Pulau Santen, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, itu dihadiri ratusan umat Hindu di Banyuwangi. Tidak ketinggalan, kalangan guru dan siswa juga hadir dalam prosesi ngaben tersebut. Banyaknya umat Hindu yang datang ke lokasi pengabenan bisa dimaklumi. Sebab, Rempet berperan besar di dunia pendidikan Banyuwangi, Rempet juga dikenal sebagai salah satu sesepuh warga Hindu di Bumi Blambangan. Se masa hidup, Rempet pernah men-

Sambungan dari Hal 25

Di momen Idul Adha seperti ini, order menyembelih hewan kurban cukup banyak. Rata-rata dalam sehari dia bisa memotong di tiga hingga lima tempat. Itu artinya, dalam sehari dia bisa memotong lima sampai tujuh hewan kurban. He wan yang dipotong hanya kambing dan sapi. Banyaknya order menyembelih he wan kurban tersebut ternyata tidak membuat dia kewalahan. Kemahirannya memainkan pisau cukup membantu dia dalam bekerja. Ditambah lagi, menyembelih hewan kurban dia lakukan dalam sebuah tim. Tim itu dibentuk demi memudahkan dan memperlancar kerja seorang jagal seperti dirinya saat Idul Adha. “Saat Lebaran Haji kerjanya bertim biar mudah,” katanya. Kerja dan komposisi tim itu disesuaikan hewan ternak yang akan dipotong. Kurban sapi, misalnya, biasanya dilakukan dua jagal. Kurban kambing bisa dilakukan satu jagal. Model kerja seperti itu rupanya ampuh dalam memangkas waktu pemotongan hewan, sehingga kerja lebih efisien. Menyembelih satu ekor sapi, misalnya, Ali

tersebut, Sudirman mengaku tidak ingat. Yang jelas, nilai proyek dengan dana dari sekretariat DPRD itu di atas Rp 200 juta. “Proyek RTH ini ditenderkan. Ini berarti nilainya di atas Rp 200 juta. Angka pastinya saya lupa,” jelasnya. Pembangunan RTH di DPRD ter sebut, lanjut Sudirman, untuk memperindah gedung DPRD. Apalagi, taman tersebut kurang terawat. “Kata Bapak Bupati dibangun RTH saja biar lebih bagus dan indah,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui ponsel kemarin. (abi/c1/bay)

dan kakaknya, Mohamad Rosyidi, bersama teman-temannya, membutuhkan waktu lebih kurang satu jam. Proses itu dimulai dari penyembelihan hingga pemotongan daging dan kulit. Menyembelih satu ekor kam bing membutuhkan waktu kurang dari 30 menit. Tidak sampai tiga jam, semua proses pemotongan hewan bisa diselesaikan. Meski sudah terbiasa memotong sapi dan kambing, Ali tidak gegabah dalam mengerjakan tugasnya tersebut. Ketelitian dan kehati-hatian menjadi prinsip terdepan setiap dia bekerja. Apalagi, meski karakteristik sapi dan kambing sepintas sama, tapi cara memotongnya berbeda. Tingkat kesulitan menguliti dua hewan ternak tersebut juga berbeda. Kulit sapi lebih lebar dan mengulitinya harus teratur dari depan atau dari belakang. Sementara itu, kambing, karena ukurannya lebih kecil, mengulitinya lebih sederhana. Seperti jagal lain yang sudah ber pengalaman, Ali juga bisa mengenal karakteristik daging setiap hewan. Meski kadang daging sapi dan kambing tercampur, Ali dapat membedakan. Daging kambing memiliki aroma kuat, dan daging sapi tidak. Di samping itu, teks-

tur daging kambing lebih halus, tekstur daging sapi lebih kasar. Itu disebabkan daging sapi memiliki serat lebih banyak dibanding dengan kambing. Lalu, saat ditanya terkait bayaran yang diterima setiap kali memotong he wan kurban, Ali hanya tersenyum. Kemudian, Ali menjawab, dibandingkan ong kos potong di rumah pemotongan he wan, ongkos yang dia terima cukup menggiurkan. Di rumah potong, jasanya dihargai Rp 80 ribu sekali potong. Di momen Idul Adha, ongkos didasarkan atas jenis hewan yang dipotong. Ongkos potong sapi yang diterima Ali adalah Rp 200 ribu per ekor. Potong kambing Rp 50 ribu per ekor. “Ya lumayanlah, pokoknya lebih tinggi daripada di rumah potong,” imbuhnya. Urusan kulit, biasanya jagal membeli kulit hewan ternak yang dia potong. Harganya pun lumayan. Kulit sapi dihargai Rp 14 ribu hingga Rp 18 ribu, tergantung kualitas dan jenis sapi. Kulit kambing dihargai Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu. Itu disesuaikan jenis kambing. “Kalau kambing gibas lebih mahal dibandingkan kambing kacang, tapi itu kalau bagus. Kalau jelek, harganya turun,” ujarnya. (c1/bay)

jabat pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyuwangi. Rempet juga dinilai sangat berperan dalam upaya peningkatan kualitas spiritual dan sumber daya manusia (SDM) umat Hindu Banyuwangi. “Almarhum (Rempet) dikenal sebagai sesepuh umat Hindu Banyuwangi. Sebagai ungkapan rasa terima kasih, banyak warga Hindu dari wilayah Banyuwangi Se latan yang hadir ke lokasi pengabenan,” ujar Wakil Ketua 1 PHDI Banyuwangi, I Wayan Mertha. Wayan mengatakan, rangkaian ngaben dilakukan sejak Minggu malam (13/10). Pertama-tama, jenazah diman di kan. Usai dimandikan, malam itu juga digelar upacara di rumah duka. Pagi harinya, ngaben dilaksanakan. Dikatakan, inti nga-

ben adalah mempercepat proses pengembalian manusia ke zat-zat alam yang terdiri atas lima unsur, yakni tanah, air, api, angin, dan sinar. Setelah ngaben, dilakukan upacara nganyut di laut Pulau Santen. “Nganyut bertujuan mengembalikan zatzat alam ke laut,” kata dia. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Giri, Mujiono, yang datang ke lokasi ngaben mengatakan, Rempet merupakan salah satu tokoh pendidikan di Banyuwangi. “Semasa hidup, beliau (Rempet) sudah mengabdi di dunia pendidikan Banyuwangi sejak tahun 1960-an. Selain pernah menjadi guru, beliau juga menjabat kepala sekolah. Bahkan, beliau pernah dipercaya menjadi pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Jatim,” tuturnya. (sgt/c1/bay)

Diminta Waspadai Penipuan n JELANG... Sambungan dari Hal 26

Apakah semua 3.029 honorer K2 bisa mengikuti tes tahun 2013 ataukah tidak belum ada kepastian. Kepastiannya akan diketahui setelah BKN menurunkan daftar nama-nama peserta tes CPNS tahun 2013. “Kita masih menunggu, setelah turun langsung kita umumkan,” katanya. Sih Wahyudi menegaskan, secara umum, semua honorer

K2 yang sudah masuk database BKN bisa mengikuti tes CPNS. Selama yang bersangkutan memenuhi ketentuan yang ada, pasti bisa mengikuti tes. Terkait kepastiannya, Sih Wahyudi minta honorer K2 menunggu daftar dari BKN. “Karena tes CPNS honorer K2 tidak secara otomatis lolos, maka semua honorer harus be nar-benar mempersiapkan diri,” ujarnya. Selain itu, Sih Wahyudi mengi ngatkan para honorer K2 agar tidak percaya dengan janji-

janji manis calo. Saat ini sudah banyak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menebar janji dan iming-iming palsu. Jika ada yang menjanjikan akan meloloskan dalam tes CPNS dengan timbal balik uang, jelas itu penipuan. Sebab, pelaksanaan tes CPNS honorer K2 dilaksanakan murni tanpa biaya. “Honorer K2 kita minta was pada dan tidak tergiur janji-janji palsu calo agar tidak menjadi korban penipuan,” harapnya. (afi/c1/bay)

Pertimbangkan dalam Rapat n SUDAH... Sambungan dari Hal 27

Ali menceritakan, meski identitas milik istrinya hilang, masih ada harapan menumpang KA bisa membeli tiket. Hanya saja, petugas di stasiun tersebut menyarankan agar dia melaporkan kehilangan itu kepada pihak kepolisian terdekat. Tanpa pikir panjang, dia pun melapor ke Polsek Jebres menggunakan jasa tukang ojek. Namun, setelah kembali ke stasiun, ternyata KA sudah berangkat. ‘’Saya sudah beli lima tiket, tapi saya dan keluarga ketinggalan KA sepulang dari melapor di polsek,’’ kenangnya. Tak pelak, tiket yang sudah dibeli seharga total Rp 300 ribu itu hangus. Selanjutnya, dia memilih menggunakan jasa travel menuju Bumi Blambangan untuk bersilaturahmi kepada saudara. Nah, dia ingin menumpang KA saat perjalanan pulang ke Semarang. Untuk itu, dia meminta sau-

daranya mengirimkan fotokopi KK miliknya melalui email. Setelah dikirim, lalu KK tersebut digunakan untuk membeli tiket. ‘’Pakai fotokopi itu, saya dapat tiket,” terangnya. Namun, betapa terkejutnya saat dia ditolak petugas saat naik di Stasiun Kalisetail, Sempu. Sebab, dia dilarang naik gara-gara tidak mengantongi identitas asli. ‘’Saya ditolak. Kenapa kok saat saya beli tetap dilayani dan nggak dilarang,” sesalnya. Dia sudah menunjukkan bukti surat kehilangan dari kepolisian. Namun, petugas tidak menggubris bukti laporan itu. Alasannya, surat laporan kepolisian tidak berlaku. ‘’Masak nggak percaya kepada polisi. Saya ini sudah kena musibah, dilarang naik kereta lagi. Saya sangat dirugikan,” terangnya. Karena gagal berangkat, terpaksa lima lembar tiket jurusan Su rabaya itu hangus. Untuk mengurangi kerugian lagi, pagi hari dia mendatangi Stasiun BanyuwangiBaruuntukmembatalkan

perjalanan dari Surabaya ke Solo satujamsebelumpemberangkatan. ‘’Tapi, keponakan saya tidak bisa. Karena tidak ada di KK, ini benarbenar penipuan,” sesalnya. Gatra Gudiono, petugas yang melarang Ali Safii, mengakui bahwa penumpang tersebut ter tahan di stasiun. Sebab, lima penumpang itu tidak membawa identitas asli. “Saya hanya menjalankan prosedur. Memang seperti itu. Kalau saya loloskan, saya yang akan dimarahi,” jelas Gatra. Humas Daerah Operasional IX, Jember, Suprapto, dikonfirmasi terkait masalah itu mengaku akan mempertimbangkan hal itu dalam rapat manajemen. Sebab, memang ketentuan berlaku seperti itu. ‘’Mohon maaf, memang prosedurnya seperti itu,” katanya. Kenapa petugas tiket melayani pembelian tiket meski menggunakan fotokopi KK? Dia tidak mau berandai-andai. Namun, yang jelas kejadian itu akan dijadikan evaluasi terkait prosedur yang sudah berlaku. (ton/c1/aif)

Gunakan Bahan yang Aman n UBUR-UBUR... Sambungan dari Hal 27

n SEHARI...

nyuwangi tersebut sekitar Rp 400 juta. Dana tersebut berasal dari Perubahan APBD Banyuwangi 2013. “Dananya di atas Rp 400 juta,” sebut pegawai tersebut. Sementara itu, Sekretaris DPRD Banyuwangi H. Sudirman saat dikonfirmasi mengakui, taman itu akan dibangun menjadi RTH. Pembangunan taman tersebut, jelas dia, permintaan Bupati Abdullah Azwar Anas. “Bapak Bupati minta taman diperbaiki,” terangnya. Ditanya terkait anggaran yang digunakan membangun RTH

Tokoh Penting Pendidikan

TAK BERNYAWA: Orok berkelamin perempuan setelah dientaskan dari sungai di Dusun Kuniran, Desa/ Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, kemarin.

n PETANI...

Nilai Proyek di Atas Rp 200 Juta

Itu bisa dilihat dari tidak adanya gejolak di masyarakat. Menurutnya, produksi uburubur di Muncar sudah berizin. ”Sudah ada fasilitas pengendalian limbah dan lain-lain,” imbuhnya. Sugeng Prasetyo sebagai pengolah ubur-ubur menegaskan,

pro duksi ubur-ubur sudah meng gunakan bahan yang aman. Garam menjadi bahan utama dalam mengolah hewan lunak tersebut. Kalaupun ada ba han lain, jumlahnya tidak banyak. “Bahan utamanya garam. Kalaupun pakai tawas, jenisnya sama seperti yang dipakai PDAM, jadi aman,” tegasnya. Terkait limbah sisa produksi ubur-ubur, Sugeng memastikan

aman bagi lingkungan. Sisa produksi itu bisa terurai dengan baik. Seperti diberitakan sebelumnya, musim ubur-ubur memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi warga Muncar. Mereka menilai produksi uburubur itu tidak mengantongi izin dan membahayakan lingkungan, karena limbah produksi tidak diolah dengan baik. (nic/c1/aif)

Oknum Sales Jadi Pengepul n SPESIALIS... Sambungan dari Hal 32

Begitu menemukan barang yang dicari, barang itu langsung dimasukkan ke saku celana. Sebelum keluar dari Alfamart, tersangka juga membayar layaknya pembeli lain. Namun, ba rang yang dibayar bukan pem bersih wajah. “Di Al famart lebih mudah, karena rak barangnya tinggi,” kata Supriyanto kepada Jawa Pos Ra-

dar Banyuwangi. Informasi yang dihimpun koran ini, beberapa Alfamart yang sempat kehilangan Ponds, antara lain Alfamart di dekat Stadion GMS, Jalan Anggrek, dan Alfamart di Jalan Basuki Rah mat. “Setelah kami cek CCTV-nya, ternyata dia juga pelakunya. Dia membawa motor Supra,” kata Hasan, salah satu karyawan Alfamart. Menurut Supriyanto, barang hasil curiannya itu dijual kepada

seorang sales yang beroperasi di wilayah Situbondo. Konon sales itu berinisial AG. Dialah yang menjadi pengepul barangbarang curiannya. Kini kasus pencurian spesialis Alfamart itu masih dalam penanganan petugas Reskrim Situbondo. “Masih dalam penyelidikan petugas. Selain memeriksa tersangka, kami juga melakukan pe ngem bangan,” tegas AKP Sunarto, Kasatreskrim Polres Situbondo. (rri/c1/als)


BERITA UTAMA

Selasa 15 Oktober 2013

31

HALAMAN SAMBUNGAN

Warga Curigai Dua Pria Misterius n OROK... Sambungan dari Hal 25

Warga bersama petugas kesehatan Singojuruh membawa bayi malang itu ke puskesmas untuk divisum. Selanjutnya, bayi malang itu dikirim ke Rumah Sakit Umum Blambangan untuk diotopsi Warga menduga bayi tersebut bukan dilahirkan oleh warga setempat. Sebab, warga di sekitar tempat penemuan tidak ada yang hamil. “Saya kira bayi itu dari luar desa sini. Sebab, di sini tidak ada perempuan yang hamil,” imbuh Fatuhurozi. Kapolsek Singojuruh AKP Maspud mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Dia belum berani memastikan apakah orok tersebut hasil hubungan gelap ataukah aborsi murni. “Nanti kita bisa tahu apakah bayi itu meninggal setelah dilahirkan ataukah saat masih di dalam kandungan. Itu masih menunggu hasil otopsi,” tandas Maspud. Sementara itu, penemuan bayi di Dusun Kuniran, Desa/Kecamatan Singojuruh, menjadi perbincangan hangat warga. Warga setempat mencurigai orang asing sebagai pelaku pembuang orok tersebut. Kecurigaan itu diungkapkan warga menyusul kehadiran orang asing sebelum penemuan orok tersebut. Salah seorang warga, Fatuhurozi menuturkan, beberapa warga melihat dua pria misterius menuju dam. Jarak dam dengan lokasi penemuan itu hanya 100 meter. Yang membuat warga curiga adalah kedua orang tersebut membawa sebuah tas kresek. “Orang itu menuju ke arah dam sebelum orok itu ditemukan mengapung di sungai,” ujar Fatuhurozi. (nic/c1/aif)

DI Sungai Baru tersisa sekitar 6 M 3 per detik dan DI Dam Karangdoro tersisa 3,5 M 3 per detik. Walau air mengalami penyusutan, tapi Gun tur menjamin seluruh tanaman pertanian akan mendapatkan suplai air yang cukup. “Syaratnya, petani harus konsisten melaksanakan RTTG yang sudah ditetapkan Dinas PU Pengairan,” jelasnya. Jika semua petani konsisten de ngan RTTG, maka tidak akan ada tanaman yang mati karena kekurangan air. Karena itu, Guntur berpesan agar para petani benar-benar hemat dalam menggunakan air agar tanaman pertanian selamat hingga panen. “Dinas Pe-

ngairan akan mengatur lebih efisien pembagian air,” janjinya. Guntur mengatakan, karena po tensi air terus mengalami pe nyusutan, maka tanaman di luar RTTG tidak akan diberi tambahan suplai air. Tambahan suplai air diprioritaskan pada ta naman yang masuk dalam peta RTTG. Karena itu, sejak awal Dinas Pe ngairan sudah mewantiwanti petani agar konsisten melaksanakan RTTG. Jika RTTG itu dilaksanakan secara konsisten, maka semua tanaman di musim kemarau I (K1) dan kemarau 2 (K2) akan tetap terselamatkan. Sesuai RTTG tahun 2012 hingga 2013, ungkap Guntur, lahan pertanian pada musim K2 seluas 66.196 ha. Rinciannya, 63. 864 ha tanaman Palawija dan 2.332 ha tanaman jeruk.

Sambungan dari Hal 25

Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL). Selanjutnya, zona steril tersebut di-listing dan dibawa ke forum tingkat kabupaten. Nah, belakangan KPU Banyu wangi telah menerima ketentuan zona steril di masing-masing kecamatan di Banyuwangi. Beberapa zona yang harus steril dari alat peraga kampanye adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH), jalan protokol, fasilitas umum, dan lain-lain. “KPU akan meng undanghadirkan parpol, Panwaslu, dan muspida pada Rabu (16/10) untuk melakukan

penandatanganan MoU zona steril alat peraga kampanye Pileg 2014,” ujar Divisi Hukum KPU Banyuwangi, Irfan Hidayat, kemarin (14/10). Dikatakan, pada pertemuan Rabu besok, KPU akan menindaklanjuti ketentuan zona steril di tingkat kecamatan dan desa tersebut. “Ketentuan tersebut akan kami bawa ke forum untuk dibahas bersama,” kata dia. Pa d a p e r t e m u a n t e r s e b u t, K P U ju ga a k a n m e nyam paikan ketentuan lain yang dimunculkan Pem kab Banyuwangi terkait pe masangan alat peraga kampanye. Ketentuan yang dimaksud adalah, alat peraga kampanye tidak boleh dipaku di pohon naungan tepi jalan. Selain itu, alat peraga kampanye tidak diperkenankan

Selain taman, dua kolam dan air mancur juga akan dibongkar. Padahal, dua kolam itu tergolong baru dibangun dan kondisinya masih baik. “Ini akan dibangun RTH. Ini akan dibongkar semua, lalu diuruk dan ditanami rumput dan bunga,” kata salah satu pegawai Sekretariat DPRD Banyuwangi seraya minta namanya tidak dikorankan. Dana pembangunan RTH di halaman gedung DPRD Ba-

Sambungan dari Hal 25

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

Pada musim K2 tidak ada lagi tanaman padi, tapi praktiknya petani masih ngotot menanam padi. “Kalau K2 masih ada tanaman padi, itu merupakan padi gogo yang tidak masuk dalam RTTG. Sesuai RTTG, musim K2 tidak ada tanaman padi. Semua harus menanam Palawija,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Per tanian, Kehutanan, dan Perkebunan (Dispertahutbun) Banyuwangi, Ikrori Hudanto me ngaku, pihaknya belum mendapat pengaduan terkait ta naman mati karena krisis air. Walau debit air menyusut tajam, tapi tanaman pertanian warga masih aman. Ikrori mendukung penuh instruksi Dinas Pengairan, agar petani melakukan penghe matan air. Penggunaan

air di musim kemarau, kata Ikror i, jangan disamakan de ngan musim hijau. “Demi ke pentingan bersama, semu a p e t a n i ha r u s h e mat menggunakan air pertanian,” katanya. Ikrori mengakui, pada tahun 2013 ini, Disperta memiliki target tanam beberapa komoditas pertanian. Dinas PKP menargetkan luas tanaman padisawah 120.412 hektare (ha), ta naman padi-ladang seluas 1.440 ha, dan tanaman jagung 31.715 ha. Tanaman kedelai ditargetkan se luas 38.104 ha, kacang tanah seluas 2004 ha, ubi kayu 3.054 ha, ubi jalar 595 ha, dan kacang hijau seluas 5.152 ha. “Agar target itu berhasil direalisasikan, petani harus hemat air,” pintanya. (afi/c1/bay)

Teken MoU yang Tertunda n DILARANG...

Sambungan dari Hal 25

n NGABEN...

Antisipasi Krisis di Masa Kemarau Sambungan dari Hal 25

n BONGKAR...

dipasang di pucuk pohon. “Ketentuan ini juga akan kami bahas pada pertemuan Rabu besok,” pungkasnya. Seperti diberitakan, KPU Banyuwangi menggelar rapat pleno penetapan DPT Pileg 2014 Sabtu malam lalu (12/10). Hasilnya, jumlah penduduk Banyuwangi yang terdaftar dalam DPT sejumlah 1.258.930 orang. Rinciannya, laki-laki sebanyak 6.24.741 orang dan perempuan sebanyak 634.189 orang. Jumlah DP T sebanyak 1.258.930 orang itu ternyata jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah DPT Pileg 2014 yang ditetapkan sebelumnya. Pasalnya, pada rapat pleno yang dilaksanakan 13 September lalu, jumlah DPT se-Banyuwangi mencapai 1.269.164 orang atau

selisih 10.234 orang. Selisih jumlah DPT yang mencapai 10 ribu lebih itu diperoleh dari hasil pengecekan kembali di lapangan. Saat melakukan pengecekan, ditemukan banyak pemilih yang terdaftar ganda dalam daftar pemilih. Meskipun jumlah DPT Pileg 2014 hasil perbaikan menyusut 10 ribu lebih dibandingkan DPT yang ditetapkan 13 September lalu, tapi jika dibandingkan DPT Pilgub Jatim 2013, jumlah DPT untuk pemilihan anggota legislatif tingkat pusat hingga tingkat kabupaten/kota kali ini masih lebih besar. Sebab, jumlah DP T Pilgub Jatim 2013 se-Banyuwangi “hanya” sebanyak 1.242.589 orang atau selisih 16.341 orang lebih banyak. (sgt/c1/bay)

Dapat Rp 18 Ribu dari Kulit Sapi

Kemarin (14/10) atau tepat sepekan setelah Made Rempet meninggal dunia dilaksanakan upacara ngaben. Pengabenan yang digelar di kawasan pemakaman Hindu di dekat kawasan Pulau Santen, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, itu dihadiri ratusan umat Hindu di Banyuwangi. Tidak ketinggalan, kalangan guru dan siswa juga hadir dalam prosesi ngaben tersebut. Banyaknya umat Hindu yang datang ke lokasi pengabenan bisa dimaklumi. Sebab, Rempet berperan besar di dunia pendidikan Banyuwangi, Rempet juga dikenal sebagai salah satu sesepuh warga Hindu di Bumi Blambangan. Se masa hidup, Rempet pernah men-

Sambungan dari Hal 25

Di momen Idul Adha seperti ini, order menyembelih hewan kurban cukup banyak. Rata-rata dalam sehari dia bisa memotong di tiga hingga lima tempat. Itu artinya, dalam sehari dia bisa memotong lima sampai tujuh hewan kurban. He wan yang dipotong hanya kambing dan sapi. Banyaknya order menyembelih he wan kurban tersebut ternyata tidak membuat dia kewalahan. Kemahirannya memainkan pisau cukup membantu dia dalam bekerja. Ditambah lagi, menyembelih hewan kurban dia lakukan dalam sebuah tim. Tim itu dibentuk demi memudahkan dan memperlancar kerja seorang jagal seperti dirinya saat Idul Adha. “Saat Lebaran Haji kerjanya bertim biar mudah,” katanya. Kerja dan komposisi tim itu disesuaikan hewan ternak yang akan dipotong. Kurban sapi, misalnya, biasanya dilakukan dua jagal. Kurban kambing bisa dilakukan satu jagal. Model kerja seperti itu rupanya ampuh dalam memangkas waktu pemotongan hewan, sehingga kerja lebih efisien. Menyembelih satu ekor sapi, misalnya, Ali

tersebut, Sudirman mengaku tidak ingat. Yang jelas, nilai proyek dengan dana dari sekretariat DPRD itu di atas Rp 200 juta. “Proyek RTH ini ditenderkan. Ini berarti nilainya di atas Rp 200 juta. Angka pastinya saya lupa,” jelasnya. Pembangunan RTH di DPRD ter sebut, lanjut Sudirman, untuk memperindah gedung DPRD. Apalagi, taman tersebut kurang terawat. “Kata Bapak Bupati dibangun RTH saja biar lebih bagus dan indah,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui ponsel kemarin. (abi/c1/bay)

dan kakaknya, Mohamad Rosyidi, bersama teman-temannya, membutuhkan waktu lebih kurang satu jam. Proses itu dimulai dari penyembelihan hingga pemotongan daging dan kulit. Menyembelih satu ekor kam bing membutuhkan waktu kurang dari 30 menit. Tidak sampai tiga jam, semua proses pemotongan hewan bisa diselesaikan. Meski sudah terbiasa memotong sapi dan kambing, Ali tidak gegabah dalam mengerjakan tugasnya tersebut. Ketelitian dan kehati-hatian menjadi prinsip terdepan setiap dia bekerja. Apalagi, meski karakteristik sapi dan kambing sepintas sama, tapi cara memotongnya berbeda. Tingkat kesulitan menguliti dua hewan ternak tersebut juga berbeda. Kulit sapi lebih lebar dan mengulitinya harus teratur dari depan atau dari belakang. Sementara itu, kambing, karena ukurannya lebih kecil, mengulitinya lebih sederhana. Seperti jagal lain yang sudah ber pengalaman, Ali juga bisa mengenal karakteristik daging setiap hewan. Meski kadang daging sapi dan kambing tercampur, Ali dapat membedakan. Daging kambing memiliki aroma kuat, dan daging sapi tidak. Di samping itu, teks-

tur daging kambing lebih halus, tekstur daging sapi lebih kasar. Itu disebabkan daging sapi memiliki serat lebih banyak dibanding dengan kambing. Lalu, saat ditanya terkait bayaran yang diterima setiap kali memotong he wan kurban, Ali hanya tersenyum. Kemudian, Ali menjawab, dibandingkan ong kos potong di rumah pemotongan he wan, ongkos yang dia terima cukup menggiurkan. Di rumah potong, jasanya dihargai Rp 80 ribu sekali potong. Di momen Idul Adha, ongkos didasarkan atas jenis hewan yang dipotong. Ongkos potong sapi yang diterima Ali adalah Rp 200 ribu per ekor. Potong kambing Rp 50 ribu per ekor. “Ya lumayanlah, pokoknya lebih tinggi daripada di rumah potong,” imbuhnya. Urusan kulit, biasanya jagal membeli kulit hewan ternak yang dia potong. Harganya pun lumayan. Kulit sapi dihargai Rp 14 ribu hingga Rp 18 ribu, tergantung kualitas dan jenis sapi. Kulit kambing dihargai Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu. Itu disesuaikan jenis kambing. “Kalau kambing gibas lebih mahal dibandingkan kambing kacang, tapi itu kalau bagus. Kalau jelek, harganya turun,” ujarnya. (c1/bay)

jabat pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyuwangi. Rempet juga dinilai sangat berperan dalam upaya peningkatan kualitas spiritual dan sumber daya manusia (SDM) umat Hindu Banyuwangi. “Almarhum (Rempet) dikenal sebagai sesepuh umat Hindu Banyuwangi. Sebagai ungkapan rasa terima kasih, banyak warga Hindu dari wilayah Banyuwangi Se latan yang hadir ke lokasi pengabenan,” ujar Wakil Ketua 1 PHDI Banyuwangi, I Wayan Mertha. Wayan mengatakan, rangkaian ngaben dilakukan sejak Minggu malam (13/10). Pertama-tama, jenazah diman di kan. Usai dimandikan, malam itu juga digelar upacara di rumah duka. Pagi harinya, ngaben dilaksanakan. Dikatakan, inti nga-

ben adalah mempercepat proses pengembalian manusia ke zat-zat alam yang terdiri atas lima unsur, yakni tanah, air, api, angin, dan sinar. Setelah ngaben, dilakukan upacara nganyut di laut Pulau Santen. “Nganyut bertujuan mengembalikan zatzat alam ke laut,” kata dia. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Giri, Mujiono, yang datang ke lokasi ngaben mengatakan, Rempet merupakan salah satu tokoh pendidikan di Banyuwangi. “Semasa hidup, beliau (Rempet) sudah mengabdi di dunia pendidikan Banyuwangi sejak tahun 1960-an. Selain pernah menjadi guru, beliau juga menjabat kepala sekolah. Bahkan, beliau pernah dipercaya menjadi pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Jatim,” tuturnya. (sgt/c1/bay)

Diminta Waspadai Penipuan n JELANG... Sambungan dari Hal 26

Apakah semua 3.029 honorer K2 bisa mengikuti tes tahun 2013 ataukah tidak belum ada kepastian. Kepastiannya akan diketahui setelah BKN menurunkan daftar nama-nama peserta tes CPNS tahun 2013. “Kita masih menunggu, setelah turun langsung kita umumkan,” katanya. Sih Wahyudi menegaskan, secara umum, semua honorer

K2 yang sudah masuk database BKN bisa mengikuti tes CPNS. Selama yang bersangkutan memenuhi ketentuan yang ada, pasti bisa mengikuti tes. Terkait kepastiannya, Sih Wahyudi minta honorer K2 menunggu daftar dari BKN. “Karena tes CPNS honorer K2 tidak secara otomatis lolos, maka semua honorer harus be nar-benar mempersiapkan diri,” ujarnya. Selain itu, Sih Wahyudi mengi ngatkan para honorer K2 agar tidak percaya dengan janji-

janji manis calo. Saat ini sudah banyak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menebar janji dan iming-iming palsu. Jika ada yang menjanjikan akan meloloskan dalam tes CPNS dengan timbal balik uang, jelas itu penipuan. Sebab, pelaksanaan tes CPNS honorer K2 dilaksanakan murni tanpa biaya. “Honorer K2 kita minta was pada dan tidak tergiur janji-janji palsu calo agar tidak menjadi korban penipuan,” harapnya. (afi/c1/bay)

Pertimbangkan dalam Rapat n SUDAH... Sambungan dari Hal 27

Ali menceritakan, meski identitas milik istrinya hilang, masih ada harapan menumpang KA bisa membeli tiket. Hanya saja, petugas di stasiun tersebut menyarankan agar dia melaporkan kehilangan itu kepada pihak kepolisian terdekat. Tanpa pikir panjang, dia pun melapor ke Polsek Jebres menggunakan jasa tukang ojek. Namun, setelah kembali ke stasiun, ternyata KA sudah berangkat. ‘’Saya sudah beli lima tiket, tapi saya dan keluarga ketinggalan KA sepulang dari melapor di polsek,’’ kenangnya. Tak pelak, tiket yang sudah dibeli seharga total Rp 300 ribu itu hangus. Selanjutnya, dia memilih menggunakan jasa travel menuju Bumi Blambangan untuk bersilaturahmi kepada saudara. Nah, dia ingin menumpang KA saat perjalanan pulang ke Semarang. Untuk itu, dia meminta sau-

daranya mengirimkan fotokopi KK miliknya melalui email. Setelah dikirim, lalu KK tersebut digunakan untuk membeli tiket. ‘’Pakai fotokopi itu, saya dapat tiket,” terangnya. Namun, betapa terkejutnya saat dia ditolak petugas saat naik di Stasiun Kalisetail, Sempu. Sebab, dia dilarang naik gara-gara tidak mengantongi identitas asli. ‘’Saya ditolak. Kenapa kok saat saya beli tetap dilayani dan nggak dilarang,” sesalnya. Dia sudah menunjukkan bukti surat kehilangan dari kepolisian. Namun, petugas tidak menggubris bukti laporan itu. Alasannya, surat laporan kepolisian tidak berlaku. ‘’Masak nggak percaya kepada polisi. Saya ini sudah kena musibah, dilarang naik kereta lagi. Saya sangat dirugikan,” terangnya. Karena gagal berangkat, terpaksa lima lembar tiket jurusan Su rabaya itu hangus. Untuk mengurangi kerugian lagi, pagi hari dia mendatangi Stasiun BanyuwangiBaruuntukmembatalkan

perjalanan dari Surabaya ke Solo satujamsebelumpemberangkatan. ‘’Tapi, keponakan saya tidak bisa. Karena tidak ada di KK, ini benarbenar penipuan,” sesalnya. Gatra Gudiono, petugas yang melarang Ali Safii, mengakui bahwa penumpang tersebut ter tahan di stasiun. Sebab, lima penumpang itu tidak membawa identitas asli. “Saya hanya menjalankan prosedur. Memang seperti itu. Kalau saya loloskan, saya yang akan dimarahi,” jelas Gatra. Humas Daerah Operasional IX, Jember, Suprapto, dikonfirmasi terkait masalah itu mengaku akan mempertimbangkan hal itu dalam rapat manajemen. Sebab, memang ketentuan berlaku seperti itu. ‘’Mohon maaf, memang prosedurnya seperti itu,” katanya. Kenapa petugas tiket melayani pembelian tiket meski menggunakan fotokopi KK? Dia tidak mau berandai-andai. Namun, yang jelas kejadian itu akan dijadikan evaluasi terkait prosedur yang sudah berlaku. (ton/c1/aif)

Gunakan Bahan yang Aman n UBUR-UBUR... Sambungan dari Hal 27

n SEHARI...

nyuwangi tersebut sekitar Rp 400 juta. Dana tersebut berasal dari Perubahan APBD Banyuwangi 2013. “Dananya di atas Rp 400 juta,” sebut pegawai tersebut. Sementara itu, Sekretaris DPRD Banyuwangi H. Sudirman saat dikonfirmasi mengakui, taman itu akan dibangun menjadi RTH. Pembangunan taman tersebut, jelas dia, permintaan Bupati Abdullah Azwar Anas. “Bapak Bupati minta taman diperbaiki,” terangnya. Ditanya terkait anggaran yang digunakan membangun RTH

Tokoh Penting Pendidikan

TAK BERNYAWA: Orok berkelamin perempuan setelah dientaskan dari sungai di Dusun Kuniran, Desa/ Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, kemarin.

n PETANI...

Nilai Proyek di Atas Rp 200 Juta

Itu bisa dilihat dari tidak adanya gejolak di masyarakat. Menurutnya, produksi uburubur di Muncar sudah berizin. ”Sudah ada fasilitas pengendalian limbah dan lain-lain,” imbuhnya. Sugeng Prasetyo sebagai pengolah ubur-ubur menegaskan,

pro duksi ubur-ubur sudah meng gunakan bahan yang aman. Garam menjadi bahan utama dalam mengolah hewan lunak tersebut. Kalaupun ada ba han lain, jumlahnya tidak banyak. “Bahan utamanya garam. Kalaupun pakai tawas, jenisnya sama seperti yang dipakai PDAM, jadi aman,” tegasnya. Terkait limbah sisa produksi ubur-ubur, Sugeng memastikan

aman bagi lingkungan. Sisa produksi itu bisa terurai dengan baik. Seperti diberitakan sebelumnya, musim ubur-ubur memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi warga Muncar. Mereka menilai produksi uburubur itu tidak mengantongi izin dan membahayakan lingkungan, karena limbah produksi tidak diolah dengan baik. (nic/c1/aif)

Oknum Sales Jadi Pengepul n SPESIALIS... Sambungan dari Hal 32

Begitu menemukan barang yang dicari, barang itu langsung dimasukkan ke saku celana. Sebelum keluar dari Alfamart, tersangka juga membayar layaknya pembeli lain. Namun, ba rang yang dibayar bukan pem bersih wajah. “Di Al famart lebih mudah, karena rak barangnya tinggi,” kata Supriyanto kepada Jawa Pos Ra-

dar Banyuwangi. Informasi yang dihimpun koran ini, beberapa Alfamart yang sempat kehilangan Ponds, antara lain Alfamart di dekat Stadion GMS, Jalan Anggrek, dan Alfamart di Jalan Basuki Rah mat. “Setelah kami cek CCTV-nya, ternyata dia juga pelakunya. Dia membawa motor Supra,” kata Hasan, salah satu karyawan Alfamart. Menurut Supriyanto, barang hasil curiannya itu dijual kepada

seorang sales yang beroperasi di wilayah Situbondo. Konon sales itu berinisial AG. Dialah yang menjadi pengepul barangbarang curiannya. Kini kasus pencurian spesialis Alfamart itu masih dalam penanganan petugas Reskrim Situbondo. “Masih dalam penyelidikan petugas. Selain memeriksa tersangka, kami juga melakukan pe ngem bangan,” tegas AKP Sunarto, Kasatreskrim Polres Situbondo. (rri/c1/als)


32

Selasa 15 Oktober 2013

Pulang Ziarah, Dua Tewas

PENCURIAN

NUR HARIRI/RaBa

DIGELANDANG: Supriyanto (kanan) digelandang ke Mapolres Situbondo kemarin (14/10).

Spesialis Pencuri Alfamart Dibekuk SITUBONDO - Setelah sekian lama bebas menjalankan aksi pencurian di beberapa Alfamart, Supriyanto, warga Lingkungan Dam, Kelurahan Dawuhan, Situbondo, akhirnya berhasil dibekuk polisi pagi kemarin (14/10). Tersangka yang dijuluki spesialis Alfamart ini ditangkap saat beroperasi di sebuah Alfamart, Kecamatan Panji. Ceritanya, sekitar pukul 08.00, salah seorang karyawan toko mencurigai Supriyanto karena dia berputar-putar di dalam toko. Tidak mau kecolongan, karyawan tersebut langsung menginformasikan kepada petugas kepolisian. Begitu Satuan Reskrim Polres Situbondo meringkusnya, petugas berhasil menemukan barang bukti sejumlah pembersih wajah yang disembunyikan di dalam saku. Petugas reskrim pun langsung menggelandang tersangka ke Mapolres Situbondo untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kepada petugas, Supriyanto mengaku sudah beberapa kali mencuri pembersih wajah di beberapa Alfamart. Data yang berhasil dikumpulkan, sebelum ditangkap, pria tersebut secara kontinu melakukan aksi di sejumlah Alfamart. Modus yang digunakan sama, yakni berpura-pura sebagai pembeli. Anehnya, sasaran pencurian tersangka hanya satu jenis barang, yakni pembersih wajah bermerek Ponds. Pria yang tinggal di Lingkungan Dam itu mengaku beraksi di Alfamart berbeda-beda. Tersangka masuk ke toko dan berlagak sebagai pembeli. Selanjutnya, tersangka mencari target pencurian, yakni pembersih wajah n  Baca Spesialis...Hal 35

PILEG 2014

BANYUPUTIH - Sepulang ziarah Wali Limo, rombongan peziarah asal Banyuwangi mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalur Pantura, Kecamatan Asembagus, Situbondo, dini hari kemarin (14/10). Insiden tersebut merenggut nyawa satu orang bernama Khuzaini, warga Dusun Banjarwaru, Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Ceritanya, sekitar pukul 02.00 dini hari kemarin (14/10), rombongan peziarah Wali Limo itu mengendarai mobil Panther bernopol P 1149 VA dari arah barat ke timur. Karena kelelahan, Khoirul Umam (sopir), warga Dusun Banjarwaru, Desa Kelir, memarkir mobilnya di pinggir jalan di Kecamatan Asembagus. Usai beristirahat di KM 219 arah Surabaya itu, mereka pun hendak melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Nahas, begitu sang sopir melajukan Panther, tiba-tiba dari arah barat muncul truk bernopol L 8005 UV yang melaju dengan kecepatan tinggi. Sang sopir diduga kurang memperhatikan arus

RUSAK PARAH: Kondisi mobil Panther yang ditumpangi peziarah saat diamankan di Unit Laka Polres Situbondo kemarin (14/10).

NUR HARIRI/RaBa

kendaraan yang melintas. Akibatnya, Panther terlempar beberapa meter hingga rusak parah. “Itu diduga karena sopir Panther kurang hati-hati. Tetapi, penyebab pastinya masih diselidiki,” kata Iptu Bahtiar,

Panther v Truk

Tabrakan pun tak bisa dihindari. Satu korban bernama Khuzaini meninggal di lokasi kejadian, satu korban lagi Samsiadi menghembuskan nafas terakhir saat dirawat di rumah sakit.

3

Usai beristirahat, rombongan bermaksud pulang ke Banyuwangi. Saat kondisi Panther berada di bahu jalan, tibatiba dari arah barat muncul sebuah truk berkecepatan tinggi.

Usai menabrak 4 Panther, truk langsung kabur ke arah timur.

Dikatakan, mesin ATM yang diprioritaskan adalah mesin ATM yang jauh dari keramaian. Selain mesin ATM di tempat sepi, beberapa mesin ATM yang jarang dikunjungi warga juga menjadi perhatian. “Tidak semua mesin ATM terletak di tempat ramai. Selama 24 jam, biasanya ada yang sepi. Lebih-lebih tengah malam hingga dini hari,” kata Wahyudi. Karena itu, pihaknya mengagendakan agar petugas patrol yang keliling desa juga mengontrol situasi di sekitar mesin ATM. Hal tersebut demi menghindari kemungkinan jelek yang dilakukan penjahat.

Usai Dianiaya, Istri Ditinggal di Pinggir Jalan

EDY SUPRIYONO/RaBa

Panwaslu Temukan 1.879 Alat Peraga PENERTIBAN alat peraga (alper) kampanye caleg dan partai di Kabupaten Situbondo tampaknya perlu disegerakan. Pasalnya, alat peraga kampanye itu sudah bertebaran di mana-mana. Dalam catatan rekapitulasi yang dimiliki Panwaslu Kabupaten Situbondo, sedikitnya ada 1.879 alper kampanye yang tersebar di 17 kecamatan se-Situbondo. “Ini berdasar laporan Panwascam yang kita himpun di masingmasing kecamatan,” terang anggota Panwaslu Situbondo, Imam Nawawi. Alat peraga kampanye tersebut berupa baliho parpol, caleg DPR RI, DPR provinsi, dan caleg DPRD kabupaten. Kecamatan paling banyak terdapat baliho caleg dan partai adalah Kecamatan Mangaran, yakni mencapai 355 baliho. Selanjutnya, di Kecamatan Mlandingan sebanyak 351 baliho, Kecamatan Kapongan sebanyak 285 baliho, dan Kecamatan Situbondo sebanyak 124 baliho. Kecamatan yang paling sedikit adalah Kecamatan Sumbermalang, yakni cuma 7 baliho. Sementara itu, di Kecamatan Banyuputih ada 44 baliho dan Kecamatan Asembagus ada 23 baliho. Menurut Imam, baliho yang paling mendominasi adalah baliho calon anggota DPRD kabupaten, kemudian baliho caleg provinsi dan DPR RI. Partai yang paling banyak memasang baliho adalah Partai Golkar sebanyak 664 baliho dan PPP sebanyak 442 baliho. (pri/c1/als)

mengalami luka berat akhirnya juga meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit. Sementara itu, sopir truk bernopol L 8005 UV yang menabrak mobil rombongan peziarah Wali Limo itu langsung kabur sesaat setelah kecelakaan. Hingga berita ini ditulis, truk tersebut masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Iptu Bahtiar mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus kecelakaan tersebut. “Masih dalam penyelidikan petugas. Saat di TKP petugas fokus menyelamatkan korban. Selanjutnya, mengamankan kendaraan untuk penyelidikan,” pungkas Bahtiar. (rri/c1/als)

GRA

FIS:

1

ZAK

ARIA

/RaB

a

Rombongan peziarah yang mengendari Panther baru saja pulang dari Wali Limo. Sesampainya di KM 219 arah Surabaya, sopir Panther, Khoirul Umam, memutuskan beristirahat karena kecapekan.

Antisipasi Pembobolan, Polisi Kontrol Mesin ATM BANYUPUTIH - Salah satu jujugan petugas kepolisian dalam berpatroli kali ini adalah mesin ATM. Itu demi mengantisipasi pembobolan mesin ATM seperti yang terjadi di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, beberapa waktu lalu. Meski kasus pembobolan mesin ATM masih tergolong baru di Situbondo, tapi petugas kepolisian tetap mengantisipasinya demi menghindari kejadian serupa. “Petugas patroli juga mendatangi dan mengontrol mesin ATM di beberapa tempat di Situbondo,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo, kemarin (13/10).

DI ATAS POHON: Salah satu alat peraga kampanye yang diletakkan di atas pohon. Panwaslu mendesak agar segera dilakukan penertiban.

Kanitlaka Lantas Polres Situbondo. Akibat kecelakaan itu, beberapa penumpang Panther yang semua berasal dari Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, itu mengalami luka berat. Mereka yang luka berat adalah Samsiadi, Abdulloh, Imam Mahdi, dan satu warga luka ringan bernama Mukhlas. Bahkan, kecelakaan yang terjadi di jalan raya Asembagus itu merenggut satu korban jiwa. Dia adalah Khuzaini yang juga berasal dari Desa Kelir. Selain itu, Samsiadi 2 y a n g

SITUBONDO - Sungguh malang nasib Khoirunnisa, warga Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan. Bagaimana tidak, setelah dipukul suaminya yang berinisial S, korban yang menderita lebam di mata itu ditinggal begitu saja di pinggir jalan. Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami ibu satu anak tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 Sabtu malam (12/10). Sebelum kejadian, korban dan keluarganya mengadakan pengajian di rumahnya untuk mendoakan kedua orang tua korban yang sedang menunaikan ibadah haji. Setelah pengajian usai dan warga sekitar pulang, entah apa penyebabnya tiba-tiba korban dan suaminya adu mulut. Emosi pria pengangguran tersebut diduga memuncak. Khoirunnisa pun menjadi korban. Akibat pemukulan tersebut, korban yang terlihat lesu itu mengalami luka cukup parah di mata. Malam itu juga korban diantar suaminya ke Puskesmas Prajekan, Bondowoso. Nahas, sepulang dari puskesmas tersebut, sang suami kembali melakukan tindak kekerasan kepada Khoirunnisa. Ironisnya, usai dipukul, korban ditinggal begitu saja di sebuah perempatan Kecamatan Panji, Situbondo. “Setelah dari Prejekan, saya dipukul lagi. Kemudian, saya ditinggal di pinggir jalan. Jadi saya pulang sendiri,” kata Khoirunnisa saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Situbondo. Pantauan koran ini, begitu korban melapor ke SPKT Polres Situbondo, beberapa petugas kepolisian berinisiatif membawa korban ke RSUD dr. Abdoer Rahem, Situbondo, untuk divisum. Usai visum, korban menjalani pemeriksaan terkait dugaan KDRT yang di-

NUR HARIRI/RaBa

LESU: Khoirunnisa (kanan) didampingi keluarganya melapor ke Polres Situbondo kemarin (14/10).

lakukan suaminya. “Korban sudah dimintakan visum. Saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh Unit PPA sambil menunggu hasil visum,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Menurut Wahyudi, apabila terlapor terbukti melakukan KDRT, pihaknya akan menjerat terlapor dengan UU 23 Tahun 2002 tentang kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara. (rri/c1/als)

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat mengambil uang di mesin ATM. “Kasus pembobolan ATM di SPBU Sukorejo itu penjahatnya datang ke mesin ATM. Tetapi, ada juga yang modusnya menipu,” terangnya. Beberapa modus penipuan yang digunakan penjahat adalah melalui telepon seluler yang menyebutkan bahwa nomor rekening nasabah menang undian. Bila itu menimpa warga, pihaknya meminta agar warga tersebut langsung mendatangi bank terdekat dan meminta penjelasan

kepada petugas bank. “Modusnya banyak, misalnya penipuan bermodus ketiban rezeki dan sebagainya. Jika itu yang terjadi, maka warga tersebut jangan langsung mendatangi mesin ATM, tapi konsultasi dulu dengan petugas bank,” pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, mesin ATM BNI 46 di SPBU Sukorejo, Banyuputih, dibobol kawanan penjahat. Mereka merusak kamera CCTV dan berusaha mengambil uang di dalam mesin ATM menggunakan kartu ATM salah satu nasabah. (rri/c1/als)


Radar Banyuwangi 15 Oktober 2013