Page 1

SELASA 11 FEBRUARI

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2014

Eceran Rp 5.750

29

ADA APA LAGI

GALIH COKRO/RaBa

BEROPERASI: Kapal LCT Trans Jawa 9 bongkar-muat di dermaga Pelabuhan LCM Ketapang Banyuwangi kemarin. SHULHAN HADI/RaBa

RINGSEK: Kondisi motor Honda Supra X bernopol P 6356 QV milik Syamsul Arifin setelah ber tabrakan di dekat Jembatan Tambong, Kecamatan Kabat, kemarin.

Jemput Anak Sekolah, Tabrakan, Patah Kaki KABAT - Kecelakaan terjadi di jalan raya dekat Jembatan Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, sekitar pukul 9.30 kemarin (10/2). Akibat kecelakaan tersebut, Hamidah, 30, warga Dusun Kawang, RT 1/RW 8, Desa Labanasem, Ke camatan Kabat, me ngalami patah kaki dan luka di kepala. Kecelakaan itu bermula saat Hamidah hendak menjemput anaknya pulang sekolah. Dia mengendarai Honda Kharisma bernomor P 5718 VE dari jalan jurusan petilasan Tawang Alun menuju jalan poros utama RogojampiBanyuwangi. Ketika tiba di tepi jalan poros sebelah selatan Jembatan Tambong, Hamidah hendak menyeberang ke timur jalan n  Baca Jemput...Hal 39

BENCANA

Pemilik Kapal Janji tak Ulangi n LCT Trans Jawa 9 Beroperasi, LCT Pancar Indah Tetap Stop Operasi Tujuh Hari KALIPURO - Revisi kesepakatan penu runan sanksi operasional kapal LCT Trans Jawa 9 diduga diwarnai tekanan yang kuat terhadap pengurus Gabungan

Pe ngusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Banyuwangi. Gapasdap ‘’ditekan’’ agar sepakat mengurangi sanksi terhadap armada

mi lik PT. Pelayaran Makmur Bersama (PMB). Sanksi awal, dua kapal harus stop beroperasi selama sepekan. Kini berubah hanya satu kapal yang disanksi penghentian operasional selama sepekan. Setelah mempertimbangkan banyak hal, Gapasdap berdiskusi dengan anggotanya. Akhirnya, Gapasdap sepakat me-

revisi kesepakatan sanksi terhadap dua kapal milik PT. PMB yang ketahuan melakukan pengondisian dan memberikan fee kepada sopir truk. Semula, kantor Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP) Gilimanuk memberikan sanksi operasional selama tujuh hari terhadap LCT Trans Jawa 9 dan LCT Pancar Indah n  Baca Pemilik...Hal 39

Minta Kaji Ulang NJOP

NGANTUK: Seorang kades tertidur saat mengikuti dialog Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi (Askab) dengan Asmin Kesra dan Kadispenda di aula Rempeg Jogopati kemarin.

BANYUWANGI - Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi (Askab) mendesak penyesuaian nilai jual objek pajak (NJOP) tahun 2014 dikaji ulang. Mereka mendesak dilibatkan dalam proses pengkajian NJOP. Setelah dikaji, penyesuaian NJOP tersebut bisa dilaksanakan tahun depan n  Baca Minta...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

KA Probowangi Langsung Surabaya Sebelumnya hanya Sampai Probolinggo

SHULHAN HADI/RaBa

BENCANA: Tembok di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, runtuh akibat disapu angin beberapa hari lalu.

BPBD Batal Cairkan Pos Biaya tak Terduga BANYUWANGI - Korban bencana puting beliung di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, tak akan mendapatkan bantuan lagi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi. Sebelumnya, Ketua Pelaksana BPBD Banyuwangi Kusiyadi menyatakan akan me ngajukan bantuan untuk para korban puting be li ung ba itu pada APBD melalui pos biaya tak terduga. Selain itu, juga mengajukan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Perbaikan sudah 90 persen,” cetus Ketua BPBD Banyuwangi, Kusiyadi. Bantuan dari Pemkab Banyuwangi sebenarnya masih ditunggu warga korban puting beliung di Kecamatan Gambiran. Apalagi, sampai saat ini perbaikan rumah warga belum tuntas. Selain itu, sejumlah warga yang menjadi korban banyak yang terlilit utang untuk memperbaiki rumahnya n  Baca BPDB...Hal 39

BANYUWANGI - Sarana trans portasi dari dan ke Banyuwangi bertambah. Pasalnya, Kereta Api (KA) Probowangi tidak hanya melayani penumpang jurusan Banyu wangi-Surabaya pergi pu lang (PP). Kemarin (10/2), PT. Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan launching rute baru KA Probowangi Banyuwangi-Surabaya PP. Humas PT. KAI Daerah Operasi (Daops) IX Jember, Sugeng Trianto mengatakan, pemberlakuan rute baru KA Probowangi itu untuk mengakomodasi penumpang yang hendak ke Surabaya siang hari. Sebab, selama ini keberangkatan KA dari Banyuwangi menuju ibu kota Provinsi Jatim tersebut berlangsung di pagi dan malam hari. “Pemberlakuan rute KA Probowangi Banyuwangi-Surabaya untuk menampung penumpang yang hendak ke Surabaya siang hari,” ujarnya dikonfirmasi via sambungan telepon. Kereta api jurusan Banyuwangi-Surabaya PP yang telah beroperasi selama ini, antara lain KA Sritanjung (tujuan akhir Stasiun Lempuyangan, Jogjakarta). KA Sritanjung berangkat dari Stasiun Banyuwangi Baru pukul 06.30. Selain itu, ada pula KA Mutaiara Timur siang (jurusan Banyuwangi-Surabaya Gubeng) yang berangkat dari Stasiun Banyuwangi Baru pukul 08.30, dan KA Mutiara Timur malam yang berangkat dari Banyuwangi pukul 22.00 n  Baca KA...Hal 39

DIMINATI: Penumpang antre membeli tiket KA kelas ekonomi di Stasiun Karangasem kemarin. GALIH COKRO/RaBa

Pemilik SS 12,9 gr Dituntut 3 Tahun BANYUWANGI - Gara-gara memiliki narkoba jenis sabu seberat 12,9 gram, Bambang Untoro, 49, terancam hukuman cukup lama di penjara. Dalam si dang di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (10/2), warga Jalan Ikan Cucut, Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi, itu dituntut tiga tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Dalam sidang lanjutan tersebut, jaksa Amir Nurrahman SH mengawali pembacaan tuntutan dengan membeber kronologi penangkapan Bambang Untoro pada 30 September 2013 lalu. Terdakwa Bambang ditangkap po lisi berdasar keterangan Su haili, warga Jalan Jagung Suprapto, Banyuwangi, yang di tangkap polisi lebih dulu. “Terdakwa terbukti memiliki narkoba,” terang Jaksa Amir. Saat polisi mendatangi rumah terdakwa, ditemukan sejumlah barang bukti (BB) berupa sabu dengan berat bersih 12,95 gram, 54 butir ekstasi warna cokelat, de lapan ekstasi warna pink,

timbangan elektrik, empat plas tik klip bekas bungkus sabu, dan dua buah alat isap atau bong. Bukti lain yang juga disebutkan dalam dakwaan jaksa adalah satu bendel plastik klip, dua gulungan aluminium foil, dua buah korek api gas, enam potongan pipet kaca, dan empat potongan kayu n  Baca Pemilik...Hal 39

Aprilia Manganang, Pemain Manokwari Valeria yang Berfisik Macho

Suka Olahraga Keras, Pernah Geluti Tinju Perhelatan bola voli Proliga seri kedua 2014 di Banyuwangi berakhir Minggu malam lalu (9/2). Di ajang tersebut ada seorang pemain yang jadi perhatian penonton. Dia adalah Aprilia Manganang, pemain putri yang berpostur garang mirip lelaki. ALI NURFATONI, Banyuwangi GALIH COKRO/RaBa

SELAMA tiga hari pertandingan Proliga GOR Tawang Alun nyaris tidak pernah sepi penonton. Suara sorak-sorak penonton menggema saat dua tim sedang bertanding. Apalagi, pertandingan bola voli kasta teratas http://www.radarbanyuwangi.co.id

AGUS BAIHAQI/RaBa

Bambang Untoro

BEROTOT: Aprilia Manganang menahan smash lawan di ajang Proliga di GOR Tawang Alun, Banyuwangi, Sabtu lalu (8/2).

di tanah air itu memang berkelas. Tensi tinggi ditunjukkan dua tim saat mereka berhadapan. Tujuannya je las, ingin meraih kemenangan.

Tak pelak, setiap pemain terus menunjukkan skill di atas lapangan. Smash keras menembus barikade blok lawan pun membuat penonton

seketika memberikan aplaus. Tidak sedikit penonton geleng-geleng menyaksikan penampilan luar biasa di atas lapangan itu. Para penonton tampaknya benar-benar menikmati laga demi laga. Bahkan, usai laga, para penonton banyak yang minta berfoto bersama pemain, baik pemain dalam maupun luar negeri. Salah satu perhatian penonton adalah pemain bernama Aprilia Manganang. Pemain kelahiran Tahuma, Sulawesi Utara, dalam Proliga kali ini memperkuat tim putri Manokwari Valeria Papua Barat. Secara fisik, jelas terlihat pemain kelahiran 27 April 1992 itu mirip laki-laki. Postur tubuhnya memang seperti laki-laki pada umumnya. Wajah dan organ tubuh lainnya nyaris sama dengan pria n

Asosiasi kades minta penyesuaian NJOP ditinjau ulang Yang paling tahu peta di lapangan

Lingkungan Cappore diserang ulat bulu Termasuk jenis ulat yang suka ikut campure

 Baca Suka...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


30

Selasa 11 Februari 2014

AGENDA KOTA

Bank BTN Gelar Fun Bike BANK BTN menggelar Fun Bike pada Minggu (23/2) di Alun-alun Jember pukul 06.00. Peserta yang ingin mendaftar bisa menghubungi seluruh kantor BTN se eks Karesidenan Besuki. Tiket Rp 25.000 free t-shirt dan snack untuk 2000 pendaftar pertama. Informasi 08124917618/082337607376. (adv)

BAGAIMANA INI

ABDUL AZIZ/RABA

UNJUK RASA: Puluhan warga saat mendatangi Balai Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, kemarin. Mereka menanyakan dana pengadaan tanah lapangan bola.

Warga Geruduk Balai Desa Ringintelu NIKLAAS ANDRIES/RaBa

WASPADA: Batang kayu yang dipasang warga di tengah jalan Desa Kebaman, Srono.

Tanam Kayu di Jalan Rusak SRONO - Kondisi sejumlah ruas jalan di Banyuwangi kian memprihatinkan. Banyak jalan berlubang di sejumlah wilayah, tidak terkecuali di jalan poros yang menghubungkan Desa Kebaman dan Kepundungan di Kecamatan Srono. Di jalan tersebut terlihat sebatang kayu yang dipasang persis di tengah jalan. Sebuah kresek warna merah dipasang di kayu tersebut sebagai tanda agar pengendara yang melintas di jalan tersebut mengetahui. Menurut pengguna jalan yang sering melintas di jalan tersebut, kayu di tengah jalan itu sudah cukup lama terpasang. Sebagian besar pengendara sudah terbiasa dengan kondisi itu. “Jalan lubang ditanami pisang atau apa, kan sudah banyak,” ujar Wawan, salah seorang pengguna jalan. Pria berkulit sawo matang itu menuturkan, sudah selayaknya jalan yang rusak tersebut dibenahi. Selain tidak memberikan kenyamanan berkendara, lubang di jalan juga membahayakan keselamatan. (nic/c1/aif)

Tanyakan Kejelasan Tanah Lapangan BANGOREJO - Puluhan warga Desa Ringin Telu, Kecamatan Bangorejo, mendatangi kantor kepala desa setempat kemarin pagi. Kedatangan puluhan warga tersebut untuk menanyakan dana pengadaan tanah lapangan sepak bola yang berasal dari iuran warga dan

swadaya desa sejak 2008 silam. Sebab, meski sudah lama iuran, tapi hingga kini pengadaan tanah lapangan sepak bola yang dimotori mantan Kepala Desa Ringintelu, Riyanto, belum ada kejelasan. Puluhan warga tersebut ditemui mantan Kepala Desa Ringintelu Riyanto; Kepala Desa Ringintelu Dodik, dan jajaran Forum Pimpinan Kecamatan Bangorejo. Sebelum warga menyampaikan unek-

nitia pengadaan lapangan, dan sisanya dibayar melalui swadaya SPPT tahun 2013. Namun, dana swadaya SPPT 2013 tetap belum memenuhi target, akhirnya diambilkan lagi dari dana P2JD. “Tapi setelah dana P2JD cair, ternyata masyarakat menghendaki dananya untuk perbaikan jalan, sehingga dana untuk membayar tanah lapangan masih kurang,” jelasnya n  Baca Warga...Hal 39

Butuh 1.000 Hektare Lahan Tembakau MUNCAR - Prospek tanaman dan pangsa pasar tembakau yang terbuka lebar mulai dimanfaatkan banyak petani di Banyuwangi. Selain menjalin kemitraan dengan pihak ketiga, upaya peningkatan produksi tembakau juga dilakukan dengan menyediakan lahan baru untuk budi daya tanaman yang merupakan bahan baku utama rokok itu.

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Banyuwangi mencatat, guna memaksimalkan produksi tembakau dibutuhkan sedikitnya 1.000 hektare lahan. Diharapkan dengan lahan seluas itu, petani bisa mendapatkan lebih-kurang 1,8 ton tembakau. “Kami sudah punya lokasi percontohan,” ujar Suparno, ketua APTI Banyuwangi. Pria asal Desa Kumendung,

Seminarkan Hasil Study Tour CLURING - Demi pendewasaan terhadap siswanya, SMA Negeri 1 Cluring menggelar seminar sehari, Minggu (9/2) lalu. Acara yang bertempat di aula sekolah setempat itu digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan siswa didiknya. Me n u r u t k e t u a p a n i t i a seminar, Drs. Agus Supriyadi, seminar tersebut diikuti oleh ratusan siswa dan siswi SMA Negri 1 Cluring. Menurutnya, seminar sehari ini merupakan tindak lanjut hasil dari kegiatan karya ilmiah yang dilakukan oleh siswanya usai mengunjungi kota Jogjakarta dan Solo pada 9-11 bulan Desember tahun lalu. “Kegiatan seminar ini bertujuan untuk melatih siswa memiliki rasa tanggung jawab ilmiyah, rasa percaya diri, kreatif, disiplin, jujur, mampu bekerjasama, dan mampu menghargai pendapat orang lain. Serta berani meng-

uneknya, Riyanto memilih minta waktu untuk berbicara. Dia menyampaikan bahwa anggaran yang terkumpul selama dia menjabat sebagai kades totalnya Rp 116 juta. Untuk membeli lapangan nominalnya Rp 400 juta. “Karena dana masih kurang, akhirnya pemerintah desa menjual kayu jati milik desa dan laku Rp 60 juta,” sebutnya. Kemudian, dana Rp 176 juta dibayarkan kepada pemilik tanah melalui pa-

Kecamatan Muncar, itu menuturkan, dengan pola kemitraan bersama pihak ketiga, ada lahan yang bisa dimaksimalkan guna menanam tembakau. Sesuai hasil survei dan uji kelayakan, lokasinya berada di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro. Daerah tersebut dianggap layak karena memiliki tekstur tanah dan cuaca yang sangat mendukung. Hanya saja, permintaan atas 1.000 hektare lahan, APTI mengalami kendala. Dari target 1.000 hektare lahan, pihaknya baru bisa menyediakan 400 hektare. Itu disebabkan menanam tembakau diperlukan sebuah kepercayaan bagi sang petani yang bersangkutan. “Sejauh ini baru bisa 400 hek-

tare. Kalau sukses, mungkin dengan sendirinya petani akan membuka lahan untuk tanaman tembakau,” bebernya. Dia menyebut, potensi tembakau Banyuwangi cukup besar. Dibandingkan tembakau beberapa kota lain, kualitas tembakau Banyuwangi tidak kalah. Namun demikian, dalam mengolah tembakau terkadang ada kendala yang membuat kualitas tembakau drop, di antaranya tingginya kadar gula dalam tembakau. Selain itu, ada beberapa tembakau rajang yang cukup familiar di kalangan petani tapi belum bisa menembus pasar. “Tembakau rajang belum diakui di pasaran,” cetusnya. (nic/c1/aif)

GALIH/RABA

SIAP PANEN: Untuk memaksimalkan produksi tembakau dibutuhkan sedikitnya 1.000 hektare lahan.

LAPORAN: Salah satu kelompok siswa saat menyampaikan presentasi karya ilmiyahnya.

EKO BUDIYONO/RaBa

utarakan pendapat demi proses pendewasaan siswa,” tutur Agus. Dikatakan, dalam kegiatan seminar itu, seluruh siswa beradu argumen dan perdebatan antar kelompok. Setiap kelompok disesuaikan kelasnya masing-masing. “Mereka berdebat

dalam rangka mencari kebenaran ilmiyah,” tandasnya. Sementara itu, kepala SMAN 1 Cluring Drs. Suradi mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya untuk mengevaluasi hasil dari kegiatan karya ilmiah siswa. Dalam kompetisi antar

kelompok tersebut, keluar sebagai pemenangnya adalah kelas XI. IPA 3. Untuk kelas XI. IPS. 3 dan kelas XI. IPA.2 sebagai juara kedua serta ketiga. “Kepada pemenang pihak sekolah sudah menyiapkan penghargaan,” pungkasnya. (adv/als)

SDN Kepatihan Berjaya di Jember Borong Dua Piala di Ajang Basket se-Besuki BANYUWANGI - SDN Kepatihan berjaya di ajang kompetisi bola basket tingkat Karesidenan Besuki. Tim putra dan putri berjaya di pertandingan yang bertema Maria Fatima Competition III 2014 yang berlangung di Gedung SMPK Maria Fatima Jember, Sabtu (8/2) lalu. Kepala SDN Kepatihan Endah Wati M.Pd menyambut baik keberhasilan yang diraih anak didiknya. Pertandingan setingkat Karesidenan Besuki sangat tidak mudah. Apalagi beberapa sekolah ternama turut ikut dalam pertandingan tersebut. Namun, karena kesiapan dalam lomba ini sangat matang, maka SDN Kepatihan Banyuwangi mampu menjadi yang terbaik. Dalam pertandingan itu, tim

ISTIMEWA

SANG JUARA: Pemain basket SDN Kepatihan pose bersama usai menjuarai Maria Fatima Competition III 2014.

basket putri SDN Kepatihan berhasil memukul telak SDK Kartini Jember, dengan skor 53:07, sementara tim putra SDN Kepatihan juga berhasil mengalahkan SDK Santa Maria Banyuwangi dengan skor 20:16. “Ini pertandingan yang tidak mudah, tetapi kami memiliki semangat untuk menang, tim putra putri basket

kita tingkatkan porsi latihannya,” jelas Endah kemarin. Dalam pertandingan tersebut, kata Endah, tim putri basket SDN Kepatihan berhasil menyabet juara satu, sementara tim putra juga demikian. “Menang juara satu adalah sebuah prestasi, tentunya ini adalah hasil binaan yang begitu konsisten dari para pelatih,” cetusnya.

Dalam kesempatan itu, Endah juga mengucapkan terima kasih kepada para pelatih yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik. “Saya mengucapkan terima kasih untuk pelatih tim basket putri, Sukidi, S.Pd dan pelatih tim basket putra Heri Mulyanto, S.Pd yang berhasil membina anak-anak,” pungkasnya. (adv/als)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti . Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


Selasa 11 Februari 2014

RADAR 4 POLITIK 31 KPU Susun Format Kampanye

PANGGUNG PEMILU Bambang Prasetyo PS

Satu Hari Bisa Satu Parpol atau Dua Parpol

EKO BUDIYONO/RABA.

PEDULI SOSIAL: Bambang Prasetyo (baju putih) saat menyerahkan santunan anak yatim.

GAMBIRAN – Calon legislatif (caleg) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Bambang Prasetyo PS, kembali menyapa warga. Kali ini caleg dari dapil IV (Siliragung, Pesanggaran, Tegalsari, Gambiran, Purwoharjo, Bangorejo) dengan nomor urut 2 itu menggelar kegiatan santunan anak yatim. Santunan itu dibarengkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam kesempatan itu, Bambang melalui tim suksesnya Joko Sumo juga menyerahkan santunan kepada 19 anak yatim di Masjid Nurul Huda, Dusun Setembel, Desa/Kecamatan Gambiran. Ketua panitia Maulid Khoirudin Syam mengatakan, santunan anak yatim sudah menjadi acara rutin jamaah Masjid Nurul Huda. ”Kebetulan Pak Bambang selalu aktif mendukung kegiatan ini. Kalau santunan anak yatim itu sudah menjadi tradisi keluarga kami, Mas,” ucap Khoirudin. Hal ini diperkuat pula oleh Bambang. Dirinya kerap mengundang anak-anak yatim di rumahnya, “Kami ajak doa bersama,” tandas Bambang diamini oleh semua tim suksesnya. Sementara itu, Joko Sumo mengatakan, kegiatan sosial ini dilakukan bukan karena Bambang hendak maju sebagai calon legislative. “Kegiatan yang kami lakukan bersama kader-kader PKB murni sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” jelas Joko Sumo. Pada kesempatan itu, ketua panitia dan semua jamaah Masjid Nurul Huda mengucapkan banyak terima kasih kepada Bambang yang telah peduli terhadap anak-anak yatim. ”Semoga apa yang menjadi niat tulus Mas Bambang mendapat ridho Allah SWT. Kita semua mendukung Mas Bambang Prasetyo caleg dengan nomor urut 2 dan PKB,” tegasnya. (adv/aif)

Sonny T. Danaparamita

Abdullah Azwar Anas ISTIMEWA

SERAP ASPIRASI: Sonny usai berdiskusi dengan kaum perempuan yang tergabung dalam komunitas Gluteris di salah satu rumah makn di Gambiran, kemarin.

Diskusi dan Jaring Aspirasi Kaum Perempuan SONNY T. Danaparamita terus menggalang dukungan. Caleg DPR RI dari PDI Perjuangan yang berangkat dari dapil III Jatim (Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso) itu kemarin (10/2) menggelar diskusi dan serap aspirasi dengan komunitas ”Gluteris”. Sekadar tahu, anggota Glutteris ini sebagian besar ibuibu muda yang peduli terhadap persoalan-persoalan di masyarakat, khususnya di wilayah Banyuwangi. Sebagai penerus ajaran dan cita-cita Bung Karno, Sonny menilai bahwa berdialog dan melibatkan kaum perempuan dalam momentum politik seperti ini adalah hal yang penting. Dia pun mengutip apa yang pernah disampaikan oleh Bung Karno dalam buku Sarinah. ”Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya. Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali,’’ kata Sony menirukan ucapan Bung Karno. Dalam konteks itulah caleg nomor urut 2 itu menantang kepada para perempuan untuk terlibat dan berani tampil dalam panggung politik. Para wakil rakyat dan para pengambil kebijakan perlu intensif berdialog dengan kaum perempuan demi terwujudnya gender mainstreaming. Pada kesempatan itu, para anggota komunitas ”Gluteris” yang hadir mendokan dan mendukung Sonny yang saat ini maju sebagai caleg DPR RI dapat terpilih dan menjadi wakil rakyat yang amanah. Argumentasi yang paling kuat atas doa dan dukungan tersebut adalah gagasan dan komitmen Sony dalam perjuangan kaum perempuan di Indonesia. ”Jadilah perempuan yang cantik, cerdas, dan tentu saja bermanfaat bagi keluarga, nusa, bangsa, dan agama,’’ tandas Sonny menutup pembicaraan. (adv/aif)

BANYUWANGI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi kemarin (10/2) menuntaskan penyusunan simulasi dan format jadwal kampanye terbuka. Ada dua format jadwal kampanye partai politik (parpol) yang akan digunakan pada masa kampanye terbuka sejak 16 Maret hingga 5 April mendatang, yakni satu hari satu parpol dan satu hari dua parpol. Format pertama, dalam satu hari hanya ada satu parpol yang menggelar kampanye. Lima daerah pemilihan (dapil) menjadi milik parpol yang memiliki jadwal kampanye terbuka. “Contohnya begini, jika tanggal 16 Maret 2014 itu jadwal kampanye di dapil I partai A, maka empat dapil lain tidak boleh ada partai B atau C yang menggelar kampanye,” ungkap Ketua Divisi Kampanye KPU, Irfan Hidayat. Dalam format jadwal kampanye yang pertama itu, kata Irfan, 12 parpol peserta pemilu mendapat kesempatan menggelar kampanye terbuka sebanyak tiga kali. Hanya saja, tenggang waktu menggelar kampanye pertama dan kedua cukup lama, yakni 12 hari. Format kampanye kedua, jelas Irfan, setiap hari ada dua parpol yang menggelar kampanye. Contohnya, jika partai A menggelar kampanye di dapil I, maka partai B boleh menggelar kampanye yang sama di dapil V. “Dalam satu hari itu, kegiatan kampanye hanya milik partai A dan B. Partai lain nggak boleh menggelar kampanye,” jelasnya. Dalam format jadwal kampanye ke-

DOK/RaBa

KAMPANYE TERBUKA: Dalam penyusunan format kampanye terbuka 16 Maret hingga 5 April mendatang, satu hari bisa satu parpol atau satu hari bisa dua parpol mengadakan kampanye terbuka.

dua, masing-masing parpol mendapat kesempatan menggelar kampanye terbuka hanya dua kali. Tengang waktu kampanye pertama dan kedua relatif pendek, yakni hanya sekitar tujuh hari. Dua format jadwal kampanye yang disusun KPU menyisahkan waktu tiga hari dari 21 hari masa kampanye. Tiga hari itu tidak terpakai kegiatan kampanye. Pada hari pertama kegiatan kampanye, yakni 16 Maret 2014, KPU menjadwalkan kegiatan pawai kampanye damai. Pada hari pertama itu semua parpol menggelar pawai kampanye damai. Pimpinan parpol dan semua caleg akan

PT 3,5 % Tidak Berlaku untuk DPRD Kabupaten BANYUWANGI - Ketentuan parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen 3,5 persen yang tertuang UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang pemilu DPR, DPD, dan DPRD, tidak berlaku untuk daerah. Ketentuan PT 3,5 persen yang tertuang dalam Pasal 208 UU 8 Tahun 2012 itu hanya berlaku pada pemilu tingkat nasional. Pemilu DPRD provinsi dan pemilu DPRD kabupaten/ kota tidak dikenakan ketentuan PT 3,5 persen itu. ”Dalam rapat konsolidasi kemarin, KPU pusat menegaskan PT 3,5 persen hanya berlaku untuk pemilu tingkat nasional,” ungkap Ketua Divisi Teknis KPU Banyuwangi, Suherman. Awalnya, partai-partai yang memiliki wakil di DPR RI dalam pembahasan UU Pemilu sepakat PT 3,5 persen berlaku secara nasional dan berjenjang mulai tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Namun, Mahkamah Konstitusi (MK) menganulir ketentuan pemberlakuan PT 3,5 yang diatur dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 208 UU 8 Tahun 2012 itu. Dengan tidak berlakunya PT 3,5 persen secara nasional dan berjenjang itu, maka kesempatan parpol kecil memperoleh kursi DPRD terbuka lebar. Jika saja PT 3,5 persen itu berlaku secara nasional dan berjenjang, partai-partai kecil yang tidak lolos PT 3,5 persen secara nasional akan terlempar dari kursi DPRD walau mendapat suara signifikan di daerah. Dengan demikian, kursi anggota DPRD hanya akan diisi caleg-caleg parpol yang lolos PT 3,5 persen. Semua caleg parpol sekarang memiliki peluang yang sama untuk

Dalam rapat konsolidasi kemarin, KPU pusat menegaskan PT 3,5 persen hanya berlaku untuk pemilu tingkat nasional” Suherman Ketua Divisi Teknis KPU Banyuwangi

memperebutkan bilang pembagi pemilih (BPP) walau suara partai di tingkat nasional tidak lolos PT 3,5 persen. Suherman menjelaskan, untuk menetapkan caleg terpilih, ada dua pola yang akan dilakukan KPU. Pertama, menghitung perolehan suara caleg yang perolehan suaranya melebihi BPP dan caleg yang memperoleh suara dukungan BPP. Pola kedua, menghitung perolehan suara caleg yang mendekati BPP. Pola pertama, lanjut Suherman, secara otomatis caleg tersebut ditetapkan sebagai caleg terpilih karena suaranya melebihi BPP. Pola kedua, caleg yang mendapat suara terbanyak dari caleg lain akan ditetapkan sebagai caleg terpilih hasil penghitungan suara putaran kedua. (afi/c1/aif)

dikerahkan untuk menyapa dan menyerukan para pendukungnya menggelar kampanye damai. “Ada tiga hari selama masa kampanye menjadi hari bersama semua parpol,” tegas Irfan. Dua hari yang lain, KPU merancang sebagai hari pawai politik untuk semua parpol. Dalam kegiatan pawai itu, semua parpol dilibatkan tapi tidak boleh membawa massa seperti kampanye terbuka. “Ini baru sebatas rancangan KPU. Jika ada pendapat lain yang disepakati semua parpol, kita akan mengakomodasi,” kata Irfan. Dua format kampanye yang disusun KPU itu, tambah Irfan, sifatnya

sementara dan belum final. Pihaknya terbuka menerima tawaran format dari partai-partai. Jika ada format lain yang lebih baik, tentu KPU akan mengoreksi format simulasi jadwal kampanye yang sudah tersusun. Simulasi jadwal kampanye itu masih akan dibawa ke rapat pleno KPU. Dalam rapat pleno itu, pihaknya akan mengundang semua parpol, Panwaslu, pemerintah daerah, dan Polres Banyuwangi. “Secara internal, kita sedang membahas kapan waktu yang tepat untuk menggelar rapat pembahasan jadwal kampanye bersama parpolparpol,” tambah Irfan. (afi/c1/aif)


32

HEALTH

Selasa 11 Februari 2014

Sehat Dimulai dari Kita

Permasalahan Kesehatan di Banyuwangi

ISTIMEWA

FOKUS: Efrizal SH MM, Kepala PT. BNI 46 Cabang Banyuwangi sedang menguji tingkat kefokusan peserta dalam bentuk permainan pada Pelatihan Customer Service Excellent di RS Al Huda Genteng.

270 Karyawan RSAH Digembleng Khusus Sinergi dengan BNI 46 dalam Customer Service Excellent GENTENG   Keinginan masyarakat bisa mendapatkan layanan terbaik dari rumah sakit, direspons cepat oleh pihak Rumah Sakit Al Huda Genteng Banyuwangi. Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan, sebanyak 270 karyawan RS Al Huda digembleng pelatihan khusus Customer Service Excellent beberapa hari lalu (4/2). Menurut H. Sunantijo, Kabag Umum RS Al Huda mewakili dr. Hj. Faida MMR, Chief Executive Officer RS Al Huda, kegiatan ini sangat bermanfaat  terutama untuk meningkatkan mutu layanan rumah sakit. “Diharapkan dengan pelatihan ini dapat memberikan pelayanan sesuai dengan etika dan tata krama yang benar kepada customer,” jelasnya. Sunantijo menambahkan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan

seluruh karyawan RS Al Huda Genteng dapat lebih memahami dan mengerti tentang pentingnya pemberian pelayanan yang baik kepada pasien. “Semoga setelah pelatihan ini, kita semua dapat menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari terutama saat kita berinteraksi dengan pasien,” paparnya. Masih menurut Sunantijo, pelatihan yang dilaksanakan RS Al Huda   di Auditorium lantai 2 RS Al Huda Genteng ini menggandeng BNI 46 Cabang Banyuwangi. Hal senada diungkapkan Efrizal SH MM, Kepala PT. BNI 46 (Persero) Cabang Banyuwangi. Dijelaskan, pelatihan sangat diperlukan terutama bagi perusahaan/badan usaha pemberi jasa. “Hal ini jelas, karena apabila customer merasa nyaman dengan pelayanan kita, maka secara tidak langsung akan meningkatkan kepuasan customer. Kita harus mampu melayani dan membawa customer sesuai dengan standart pelayanan kita, tanpa terkesan mendikte,” papar Efrizal.  

Sukarno, Kepala Kantor Cabang Pembantu Genteng PT. BNI 46 (Persero) sebagai salah satu tim BNI yang mempresentasikan Customer Service Excellent menyampaikan beberapa hal, diantaranya tentang penampilan, standard layanan, misalnya sikap melayani customer baik mengawali, selama maupun mengakhiri pelayanan. Termasuk keterampilan Customer Service yang ada hubungannya dengan customer. “Seperti menerima pasien, info layanan RS Al Huda, serta menerima  keluhan pasien,” ujarnya. Untuk diketahui, dalam pelatihan ini   sempat diperagakan bagaimana sikap duduk, berdiri, hingga cara berbicara dengan customer. Bahkan, etika bertelepon juga disampaikan Fikawati Harsono, salah seorang Customer Service Officer PT. BNI 46 (Persero) Cabang Banyuwangi. “Ketika kita menerima telepon diharapkan sambil tersenyum. Jadi seolah-olah kita sedang bertatap muka dengan penelepon,” jelas Sukarno. (*/als)

MASALAH kesehatan adalah masalah kita bersama sebagai warga Negara Republik Indonesia yang membutuhkan penanganan sungguh-sungguh untuk mencapai Banyuwangi sehat tahun 2015. Sehat merupakan kondisi optimal fisik, mental, dan sosial seseorang. Sehingga dapat memiliki produktivitas. Bukan hanya terbebas dari bibit penyakit dan kelelahan (WHO). Kondisi sehat dapat dilihat dari dimensi produksi dan dimensi konsumsi. Dimensi produksi memandang keadaan sehat sebagai salah satu modal produksi atau prakondisi yang dibutuhkan seseorang sehingga dapat beraktivitas yang produktif. Sebenarnya, Pemerintah Indonesia sudah mengembangkan konsep Desa Siaga yang menggunakan pendekatan pengenalan dan pemecahan masalah kesehatan dari, oleh, dan untuk masyarakat sendiri. Peranan petugas kesehatan sebagai pelaksana melalui promosi kesehatan dilakukan dengan memberikan pelatihan penerapan Desa Siaga. Kegiatan diwujudkan melalui rangkaian pelatihan mengidentifikasi masalah kesehatan dengan mengenalkan masalah kesehatan dan penyakit yang banyak terjadi dalam lingkungan mereka dilanjutkan survey mawas diri dan aplikasi upaya mengatasi yang disepakati masyarakat berupa musyawarah masyarakat desa. Harapan pemerintah agar upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat lebih cepat dan lebih mudah karena masyarakat mampu mandiri untuk sehat sesuai visi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi “Terwujudnya Masyarakat Yang Mandiri Untuk Hidup Sehat. Tanpa pemahaman terhadap penyakit dan masalah kesehatan masyarakat oleh petugas kesehatan maka tidak akan memiliki dasar pemahaman yang kuat. Implikasinya akan terjadi     semakin jauh kesenjangan pemahaman konsep penyakit dan masalah kesehatan antara petugas kesehatan dan masyarakat sehingga gagal dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat apalagi ditunjang oleh: Pertama, perilaku kesehatan yang jelek. Perilaku kesehatan memiliki urutan kedua dari faktor yang mempengaruhi status kesehatan masyarakat setelah faktor lingkungan. Di Banyuwangi diduga faktor perilaku justru menjadi faktor utama masalah

OLEH: Hadi Sutoyo, S.Kep.Ns.MPH* kesehatan sebagai akibat masih rendahnya pendidikan kesehatan dan faktor kemiskinan. Masih menjadi kebiasaan masyarakat membuang air besar (BA) dan membuang air kecil (BAK) di sungai/ sembarang tempat selain masih bangga dengan budaya merokok sehingga menyumbang angka pembangunan manusia di Kabupaten Banyuwangi ketinggalan dengan kabupaten/kota di Jawa Timur. Kedua, penyehatan lingkungan secara khusus adalah rumah yang merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia. Pertumbuhan penduduk yang tidak diikuti pertambahan luas tanah cenderung menimbulkan masalah kepadatan populasi dan lingkungan tempat tinggal yang menyebabkan berbagai penyakit serta masalah kesehatan. Rumah sehat sebagai prasyarat berperilaku sehat memiliki kriteria yang sulit dapat dipenuhi akibat kepadatan populasi yang tidak diimbangi ketersediaan lahan perumahan. Kriteria tersebut antara lain luas bangunan rumah minimal 2,5 m 2  per penghuni, fasilitas air bersih yang cukup, pembuangan tinja, pembuangan sampah dan limbah, fasilitas dapur dan  ruang berkumpul keluarga serta gudang dan kandang ternak untuk rumah pedesaan. Tidak terpenuhi syarat rumah sehat dapat menimbulkan masalah kesehatan atau penyakit baik fisik, mental maupun sosial yang mempengaruhi produktivitas keluarga dan pada akhirnya mengarah pada kemiskinan dan masalah sosial. Ketiga, Penyediaan air bersih. Kebutuhan air bersih terutama meliputi air minum, mandi, memasak dan mencuci. Air minum yang dikonsumsi harus memenuhi syarat minimal sebagai air yang dikonsumsi. Syarat air minum yang sehat antara lain syarat fisik, syarat bakteriologis dan syarat kimia. Air minum sehat memiliki karakteristik tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, suhu di bawah suhu udara sekitar (syarat fisik), bebas dari bakteri patogen (syarat bakteriologis) dan mengandung zat-zat tertentu dalam jumlah yang dipersyaratkan (syarat kimia). Di Indonesia sumber-sumber air minum dapat dari air hujan, air sungai, air da-

nau, mata air, air sumur dangkal dan air sumur dalam. Sumbersumber air tersebut memiliki karakteristik masing-masing yang membutuhkan pengolahan sederhana sampai modern agar layak diminum. Tidak terpenuhi kebutuhan air bersih dapat menimbulkan masalah kesehatan atau penyakit seperti infeksi kulit, infeksi usus, penyakit gigi dan mulut dan lain-lain. Ada beberapa desa di Kabupaten Banyuwangi yang mengalami kesulitan air bersih dikarenakan sumber air tercemar sehingga menjadi payau dan ada yang asin karena banyak mengandung garam. Keempat, pengelolaan limbah. Sampah limbah merupakan hasil buangan kotoran manusia, rumah tangga, industri atau tempattempat umum lainnya. Sampah merupakan bahan atau benda padat yang dibuang karena sudah tidak digunakan dalam kegiatan manusia. Pengelolaan limbah dan sampah  yang tidak tepat akan menimbulkan polusi terhadap kesehatan lingkungan. Pengolahan kotoran manusia membutuhkan tempat yang memenuhi syarat agar tidak menimbulkan kontaminasi terhadap air dan tanah serta menimbulkan polusi bau dan mengganggu lingkungan. Tempat pembuangan dan pengolahan limbah kotoran manusia berupa jamban dan septic tank harus memenuhi syarat kesehatan karena beberapa penyakit disebarkan melalui perantaraan kotoran. Pengelolaan sampah meliputi sampah organik, anorganik serta bahan berbahaya, memiliki dua tahap pengelolaan yaitu pengumpulan dan pengangkutan sampah serta pemusnahan dan pengolahan sampah. Pengelolaan limbah ditujukan untuk menghindarkan pencemaran air dan tanah sehingga pengolahan limbah harus menghasilkan limbah yang tidak berbahaya. Syarat pengolahan limbah cair meliputi syarat fisik, bakteriologis dan kimia. Pengolahan air limbah dilakukan secara sederhana artinya pengolahan air limbah dilakukan dengan pengenceran (dilusi), kolam oksidasi dan irigasi, sedangkan secara modern menggunakan Sarana Instalasi Pemeliharaan Air dan Limbah. (*) *) Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi.

BANYUWANGI

SITUBONDO

SITUBONDO

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Jl. Adi Sucipto •

• Grand Panji •

• Ertiga ‘13 •

• Honda Jazz ‘08 •

• Ertiga ‘13 •

• Avanza 10, 11,12, 13 •

• L300 ‘11 •

Dijual Ruko lok Jl. Adi Sucipto No. 104-B Bwi. SHM. Ls 5x25, Lb 5x20. Listrik 5500 W. PDAM, Telp 3 line. Hub 081804224192

NewLaunching,T100danT54,unittrbatas,Lok Strtgis, CCTV, Atap Galvalum, Genteng Beton, Drainase, Jln 8 m, One Gate System, Security, HrgPromo,H:085236828956,085234074222.

Dijual, mitsubishi Triton Exsit double cabin full variasi th 2008, warna grey metallik barang jarang pakai. Berminat hub 082315151405. Tanpa Perantara.

Dijual Honda Jazz 08,10,12 putih manual cash/kredit Hub Nusantara Mobil Srono (0333)394423

Dijual Ertiga GX 013 silver cash/kredit Hub Nusantara Mobil Srono (0333)394423

Dijual Avanza 10, 11, 12, 13, putih manual cash/kredit Hub Nusantara Mobil Srono (0333)394423

Dijual L300 th 011 cahs/kredit Hub Nusantara Mobil Srono (0333)3961423

• Grand Livina ‘12 •

• Hyundai Gets ‘03 •

• Panther ‘08 •

• LGX ‘02 •

Dijual Grand Livina 012 putih manual cash/ kredit Hub Nusantara Mobil Srono (0333)394423

Dijual Hyundai Gets 03 hitam manual cash/ kredit Hub Nusantara Mobil Srono (0333)394423

Dijual Phanter LV 08 Turbo silver Rp 152 Jut & LV 03 Silver 117 Jut Nego Cash&Credit Tukar Tambah Hb 082142194111/ 081335897888

Dijual Lgx 02 silver solar Rp 130 Jut & Lgx 01 solar 125 Jut Nego cash&credit Tukar Tambah Hb 08123453975

• Honda Freed ‘09 •

• Honda Jazz ‘05/’13 •

• Daihatsu Terios ‘09/’07 •

• Daihatsu Xenia ‘12 •

Dijual honda freed th 2009 warna silver nopol L Harga 185 juta kondisi original hb. 081331162111-081336305473

Dijual Honda Jazz GD3 1.5 IDSI AT tahun 2005/2013 merah/putih hrg 110 jt/182,5 jt nego barang istimewa bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176,0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700RG TX MT tahun 2009/2007 merah hrg 149 jt/139 jt nego barang istimewa bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176,0811351148

Dijual Daihatsu Xenia F651 RV AL New 4x2 MT tahun 2012 silver-putih mtl hrg 138,5 juta nego barang istimewa bisa cash/ kredit (0333) 631526 – 635176,0811351148

BANYUWANGI

• Nissan Evalia ‘12 •

• Avanza ‘12 •

• Nissan •

Dijual Nissan Evalia/Livina tahun 2012/2008 putih/silver hrg 157,5 jt/140 jt nego barang istimewa bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176,0811351148

Dijual Toyota New Avanza 1.3E MT tahun 2012 putih hrg 139 juta nego barang istimewa bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176,0811351148

Promo Februari Valday Dng DP Rendah G.Livina 40 Jt&March 40 Jt Ready Stok NIK 2013 Info Lebih Lanjut Hub:Adwar Nissan Banyuwangi 081259550876

• Disewakan •

• Jl. A. Yani •

Disewakan Ruko 2 LT Dkt Sklh Kantor dp Stadion Diponegoro, H: 085235572345

Djl Tk pst kt L ±490 m2 Jl A.Yani 106 A Situbondo 081233770294/0338671304

BANYUWANGI

MALANG

• Teknisi Cuci •

• Dijual/Disewakan • BANYUWANGI • STNK • Hlg STNK P 4407 VQ, an. Suci Astuti, Krajan RT 02/07 Setail, Genteng Hlg STNK P 5441 VR, an. Harminingsih, Krajan RT02/02 Genteng Kulon, Genteng Djl / Dswakn Ruko 3 LT utk usaha Sblh Kampus 2 IKIP Malang SHM,IMB Lngkp Lstrk,Air,PDAM Jl Raya Ki Ageng Gribig Madyopro Square Malang. H: 082233699063

• Ganesha Operation • Dibthkan Sgr Pengajar Semua Mapel Unt SD,SMP,SMA Penempatan Ganesha Operation Rogojampi,S1 PTN Lamkir Jl Brawijaya No 8 (0333) 410880 Bwi, Jl Wahid Hasim No.70 (0333) 873423 Genteng

• Industri Seafood •

SITUBONDO • Agen Koran • BANYUWANGI

Dicari teknisi cuci mbl&motor+ poles, Gaji+Bonus menarik hub (gas) Jln Piere Tendean 49 bwi 081803216312

Famous B.Rach Stb 0338-671572 maj koran JP 121.000 Kp 100.000 Surya 30.000/bln

Industri Seafood di Bwi Bth: Produksi, QC, PPIC, DOC, Control (25-35 Th, S1/ D3 Perikanan/Industr, Penglm Min 1 Th), Admin/Sektrs (ADM) (25-35 Th Wnta, Penampln Menarik S1/D3 Sektrs/Eknmi), Driver (Pria 25-35 Th Pend Min SMA/ Sdrjt, Bs Matic), Montir (Pria 25-35Th, SMK, Pnglm 2Th Mnguasai msn kend) Tulis Poss Jabatn d Pjk Amplop Krm PO BOX 155 Bwi, Email: hrd_banyuwangi@yahoo.com

• Les Privat SD • Terima les privat utk SD kelas 4,5,6 dlm kota bwi Hub Abi 082232813139

HOTLINE IKLAN HUBUNGI: 0333-412224

LOWONGAN PT. Tri Sapta Jaya, sebuah perusahaan distribusi farmasi nasional, membuka cabang baru di Banyuwangi. Membutuhkan: 1. Apoteker Pen. Jawab PBF 2. Fin & Accounting Coord 3. Fin & Accounting Adm 4. Data Processing / IT 5. Cashier 6. Petugas Gudang 7. Ekspedisi / Driver 8. Salesman Usia max. 28 tahun, diutamakan yang telah berpengalaman salary, insentif dan jenjang karir menjanjikan. KIRIM LAMARAN KE: dany.artanto@tsj.co.id ATAU HUBUNGI : 08119501411

• Innova ‘05 • Oper Kredit Innova 2005 Tipe G Bensin + Asuransi All Rais H: 085206035666

• Body Kijang LGX • Dijual body kijang lgx Rp 12 Jut Nego. Hubungi 082142194111.

• Promo Daihatsu • Dgn 27jt bw plg All New Xenia bs krdt 5th. READY Terios Luxio Ayla. Sgr hub HADI 0815 5970 5555 / 081 233 432 555

• Grand Civic ‘91 • Dijual Grand Civic 1991 Hijau Muda Harga Nego Hub: 081358039153

MOBIL ANDA BELUM LAKU? HUBUNGI: 0333-412224


BALJEBOL

Selasa 11 Februari 2014

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Ditemukan Setelah Sembilan Jam Bocah 12 Tahun yang Tenggelam di Dam Bromo

RADAR JEMBER/JPNN

SUDAH DITEMUKAN: Tim SAR berusaha mencari keberadaan Adit yang tenggelam di Dam Bromo, Kelurahan Jember Lor, kemarin.

KASUS KOPERASI

Satu Nasabah Lapor Lagi GAMBIRAN – Satu lagi nasabah Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Mulya yang beralamat di Dusun Sidorejo Kulon, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, melaporkan pengurusnya ke Polsek Gambiran, kemarin (10/2). Nasabah tersebut bernama Eko Budiono, 35. Dia datang ke Polsek pukul 14,00 untuk melaporkan pengurus KUD Karya Mulya karena uang pribadinya yang ditabung tidak bisa diambil kembali. Eko menuturkan, dia pernah menjadi anggota KUD Karya Mulya dengan bukti memiliki buku tabungan yang di dalamnya tertera uang sebesar Rp 8 juta lebih. Pihaknya pernah mendatangi salah satu tim penyelesaian masalah KUD Karya Mulya untuk menanyakan uangnya tersebut. Saat itu dia dijanjikan uangnya bisa keluar pada November tahun lalu. “Tapi hingga saat ini tidak ada kejelasan sama sekali,” ungkapnya. ABDUL AZIZ/RABA Selain melaporkan apa yang dialamin- LAPORAN: Eko Budiono saat ya, Eko juga banyak datang ke Mapolsek Gambiran membawa bukti lain kemarin. dari beberapa keluarganya yang juga menjadi korban dugaan penipuan oleh pengurus KUD Karya Mulya . “Di dalam map ini banyak sekali bukti buku tabungan,” jelentrehnya tanpa mau menyebutkan salah satu nama yang dimaksud. Kapolsek Gambiran AKP Ibnu Masud melalui Kanit Reskrim Ipda Budi Hermawan membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan pengaduan dari warganya yang bernama Eko Budiono. Laporan itu akan disampaikan ke Polres Banyuwangi, “Kasus ini dulu sudah dilaporkan ke Polres, dan semua sudah ditangani oleh Polres, kita hanya menerima laporan warga tersebut,” ujarnya. (azi/aif)

Jambret Sikat Uang Rp 110 Juta JEMBER – Sungguh apes nasib Erfan Priyambodo, 41, warga Jl Wijaya Kusuma, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Setelah mengambil uang di Bank BRI Jember dengan Catur Indah, 40, istrinya, dibuntuti kawanan penjambret. Akhirnya uang Rp 110 juta tersebut amblas digondol pelaku. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Jawapos Radar Jember, pada Kamis kemarin, korban bersama sang istri tengah mengambil uang di Bank BRI yang berada di Alunalun Jember. Pada saat itu, korban mengambil uang sejumlah Rp 120 juta yang merupakan uang perusahaan tempat dia bekarja, yakni Advertising Dana Mulya Gemilang. Setelah uang tersebut diambil, bersama sang istri, Erfan hendak menuju rumahnya yang

berada di Jalan Wijaya Kusuma. Namun di dalam mobil, istrinya memasukkan uang Rp 10 juta ke dalam tasnya. Sementara sisanya yang berjumlah Rp 110 juta, dibungkusnya dalam balutan kertas dari Bank BRI. Sesampainya di gang sekitar rumahnya, Erfan dan istri yang saat itu membawa mobil Daihatsu Terios hitam Nopol P 1948 SJ, keluar dari mobil untuk turun menuju rumahnya. Begitu sang istri turun dari mobil, pelaku langsung menyergap dan merampas bungkusan uang di tangannya. Spontan sang istri langsung menjerit. “Jadi yang diambil justru uang yang ada di kertas. Yang jumlahnya lebih banyak,” tegas Aiptu Andi Suyudiyanto, kanit SPK Polres Jember. Kebetulan, siang itu, kondisi di sekitar TKP sedang sepi, se-

TANGGUL – Pembangunan pagar Stasiun Tanggul oleh PT KAI Daops IX Jember berjalan aman. Namun, di sela-sela pemagaran ada protes warga sekitar. Saat pagar hendak ditancapkan, warga yang rumahnya berada dalam kawasan PT KAI melakukan protes karena menganggap jarak batas pagar kurang luas. Sejak pagi hari ratusan personil kepolisian serta TNI bersiap-siaga melakukan pengamanan pemasangan pagar oleh

PT KAI Daops IX yang berada di sekitar makam Habib Sholeh, Tanggul. Pemagaran itu sempat dikhawatirkan muncul gejolak karena awalnya ada penolakan dari keluarga Habib Sholeh. Sekitar pukul 09.00, petugas dari PT KAI mulai melakukan pengukuran jarak batas halaman warga dengan jarak pemasangan pagar. Sebelum pagar dengan tinggi 2,5 meter itu dipasang, para petugas mengukur dengan mengambil jarak empat meter dari

Gotong Motor Selama Sungai Bisa Dilintasi Di musim hujan, warga bukan takut dengan banjir. Tetapi, lahar dingin Gunung Semeru di sepanjang aliran Sungai Curah Kobokan, Candipuro, yang ditakuti warga setempat. Ketika lahar dingin meningkat, ratusan warga terisolasi. ABDUL HAFID, Lumajang

ABDUL HAFID/RADAR JEMBER/JPNN

MENANTANG MAUT: Warga beramai-ramai menggotong motor milik seorang warga yang menerobos lahar dingin di Sungai Curah Kobokan, Candipuro.

tergenang. Sehingga, motor Nemo bisa diturunkan melintas di daratan berpasir itu. Kejadian semacam ini tidak hanya sekali ini. Menyusul di belakang Nemo ada belasan sepeda motor lainnya yang mengantri. Motor warga tersebut juga digotong seperti milik Nemo. Mengapa warga nekat menerobos lahar dingin Semeru? Karena satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk bisa keluar masuk ke Dusun Kajang Kosong memang harus melintasi sungai itu. “Tidak ada jalan lain,” ungkap Nemo. Siapa pun yang hendak melintas jika lahar dingin datang, akan bernasib seperti dirinya. Jika lahar dingin meninggi melebihi batas, warga hanya bisa ber-

hingga pelaku bisa kabur dengan leluasa. Pada sore harinya, Erfan melaporkan kejadian yang menimpanya ke Mapolres Jember. Di Mapolres, Erfan tidak banyak berkomentar. Dirinya hanya mengaku jika kejadian yang menimpanya merupakan sebuah musibah. “Sudah Mas, semuanya sudah saya laporkan ke polres”, kata Erfan kepada wartawan. Sebelum kejadian, warga sekitar memang menaruh curiga pada empat orang yang sudah ada di sekitar kawasan tersebut sejak pukul 09.00. Namun warga tidak menyangka jika orang tersebtu akan berbuat jahat. “Sejak pagi memang ada empat orang asing yang monda-mandir di sekitar sini,” kata Tutut, penjaga warung yang berada di sekitar Jalan Wijaya Kusuma. (hud/sh/JPNN/aif)

RADAR JEMBER/JPNN

KORBAN PENCURIAN: Erfan Priyambodo saat melapor kejadian yang menimpanya ke Polres Jember.

Pemagaran Stasiun Kereta Api Tanggul Lancar

Derita Warga Kajang Kosong Ketika Lahar Dingin Semeru Melanda

MATA Senemo sepintas terbelalak. Penyebabnya karena air di Sungai Leprak Desa Sumberwuluh, Candipuro, meninggi. Sembari memarkir sepeda motornya di pinggir sungai, dia menoleh ke sekeliling untuk mencari bantuan. Karena siang itu sepi, dia harus berjalan beberapa puluh meter mencari bantuan. Baik dari penambang pasir, maupun dari warga yang ada di sekitar lokasi sungai. Tak butuh waktu lama, beberapa menit kemudian Nemo, sapaan akrabnya, sudah menemukan bantuan. Ada tujuh orang langsung menggiring sepeda motor Nemo. Mereka diantaranya adalah Qoyyum, Nanang, Sutris, Supri, Zaeni, Marzuki, dan Misran mengangkat sepeda motor Nemo melintasi air bah Gunung Semeru. Beruntungnya air tidak terlalu tinggi, membuat kawasan sungai yang lebarnya sekitar 500 meter dengan tiga cabang anak sungai itu masih tersisa beberapa bagian yang tidak

JEMBER – Setelah sembilan jam melakukan pencarian, tim SAR akhirnya menemukan Ahmad Hamdan Al Adib, 12, yang tenggelam di Dam Bromo, Kelurahan Jember Lor, Patrang. Lokasi penemuan tidak jauh dari lokasi korban tenggelam, pada Minggu (9/2) sore. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Awalnya warga dan tim SAR menyangka korban telah hanyut menjauhi dam. Tetapi, korban ditemukan tidak jauh dari dam. “Jadi sangat dimungkinkan korban tergilas air di bawah yang membentuk pusaran. Sehingga masih tetap di sekitar wilayah tersebut. Namun, bisa juga saat korban tergilas, kemudian tersangkut sesuatu yang ada di dasar sungai,” tegas Yuyud, salah seorang warga di lokasi kejadian kemarin (10/2) Stefanus, salah seorang relawan dari pecinta alam menjelaskan, pihaknya sudah berjam-jam melakukan pencarian bersama tim SAR Jember. Berbagai sudut sungai telah diselami. Namun, jasad korban belum ditemukan. “Akhirnya jasad korban terlihat muncul ke permukaan. Akhirnya kami ber-

sama tim yang lain langsung berjuang melakukan evauasi,” ungkapnya. Proses evakuasi berlangsung menegangkan. Sebab, tim SAR dan relawan nekad menceburkan diri menerobos aliran sungai yang cukup deras agar dapat mengangkat jasad korban ke permukaan. Selain menyelami pusaran air tesebut, puluhan warga membuat barikade di depan titik lokasi korban ditemukan. Bila jasad korban hanyut, bisa langsung diselamatkan warga. Saat jasad korban muncul, warga yang membuat barikade langsung menyelamatkan jasad bocah tersebut. Saat ditemukan, jasad korban sudah kaku. Isak tangis pecah saat korban ditemukan. Tidak hanya dari anggota keluarga korban yang menangis, melainkan juga warga yang ikut memberikan pertolongan. “Setelah ditemukan jasad korban langsung dibawa ke rumah duka di Jl Cempedak, Kelurahan Jember Lor, Patrang,” terang Yuyud. Kemarin pagi jenazah korban dimakamkam di tempat pemakaman umum (TPU) di sekitar kediaman korban. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, teman-teman sekolah korban ikut mengiringi pemakaman korban. (hud/ har/JPNN/aif)

sabar menunggu surut. Karena secara otomatis air bah dari Gunung Semeru itu mengisolasi dusun tersebut. Maka, bagi warga setempat, masih beruntung jika kondisi air masih tidak melebihi ambang batas. Meski harus bertaruh nyawa dan menerobos banjir, mereka masih bisa melintas. “Daripada tidak sampai rumah, ya nekat menerobos mumpung belum tambah naik,” tambahnya sambil mengecek sepeda motornya karena khawatir kemasukan air dan mogok. Memang tidak banyak warga yang tinggal di Dusun Kajang Kosong. Hanya sekitar 107 kepala keluarga (KK). Tetapi, untuk urusan melawan arus lahar dingin dan melawan

waktu ketika melintasi sungai, mereka sudah terbiasa. Perkampungan yang berada di selatan jalur Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan, Candipuro, itu seolah memiliki budaya melawan air bah Semeru. Bukan hanya mereka, para tamu mereka yang hendak masuk kampung tersebut juga harus melintasi sungai dengan menerobos lahar dingin. Kawasan ini berbeda dengan Dusun Bondeli yang terletak di utaranya. Ataupun di lokasi lain yang berada di pinggiran sungai terusan Curah Kobokan. Karena dusun-dusun tersebut masih memiliki jalur alternatif yang tidak mengharuskan menerjang lahar dingin. (aif/JPNN)

batas tanah warga. Pada saat itu, ternyata warga yang rumahnya berada di tanah milik PT KAI melakukan protes. H. Yusuf, salah seorang pemilik rumah di sekitar stasiun, meminta agar jarak penanaman pagar sedikit lebih luas. Sebab, warga membutuhkan akses jalan yang sedikit lebih lebar. “Kalau hanya seperti ini, mana bisa mobil masuk di gang ini,” katanya saat protes ke Kapolres Jember yang turun langsung memimpin pengamanan.

Tidak hanya satu orang yang melakukan protes. Hj. Umamah, warga sekitar melakukan hal serupa. Dia meminta seluruh warga sadar bahwa rumah yang mereka tempati berada di lahan milik PT KAI. Yang disesalkan warga, selama ini warga yang menempati tanah tersebut sudah membayarkan retribusi sebesar Rp 500 ribu pe rumah per tahun. Namun, mengapa ketika warga meminta akses jalan yang lebih luas, PT KAI tidak mengabulkan. (hud/jum/har/JPNN/aif)


38

Selasa 11 Februari 2014

Hadapi Timnas U-19, Persewangi Jajal Stadion

ALI NURFATONI/RaBa

SEMANGAT: Putut Waringin Jati (dua dari kiri) mengikuti latihan game di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, kemarin (10/2).

Kick LDII Khataman Hadist Off LPI Sunan Ibnu Maajah Ditabuh Besok BANYUWANGI - Kick off Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Banyuwangi akan dimulai besok sore (12/2). Duel SMK PGRI 1 Banyuwangi dengan SMK Gajah Mada, Banyuwangi, bakal menjadi laga pembuka dalam ajang yang memperebutkan Piala Bupati Banyuwangi itu. Dijadwalkan, Bupati Abdullah Azwar Anas bakal membuka resmi turnamen sepak bola antar pelajar itu. Rencananya, semua tim dari zona 1 akan dikerahkan ke Lapangan Pinang, Kecamatan Glagah, untuk meramaikan upacara pembukaan itu. Selain menampilkan duel SMK PGRI 1 Banyuwangi melawan SMK Gajah Mada, dalam drawing yang digelar Sabtu (8/2) lalu, pertandingan hari pertama juga akan diwarnai SMKN Wongsorejo versus SMAN 1 Giri. Selanjutnya, tim SMK PGRI 1 Giri akan adu taktik dengan tim MAN Banyuwangi. Para kontestan lain menerima undian cukup menguntungkan. Pasalnya, mereka mendapatkan bye di fase penyisihan. Tim-tim itu, antara lain SMAN 1 Wongosrejo, SMK PGRI Giri, SMAN 1 Banyuwangi, SMKN Kalipuro, dan SMAN 1 Glagah. Di tingkat SMP tidak ada satu pun tim yang mendapatkan jatah bye. Setiap tim akan saling berjuang sejak awal. Tim SMP Muhammadiyah 3 Banyuwangi versus tim SMPN 1 Licin mendapatkan nomor undian teratas. Tim MTsN Banyuwangi bertemu tim SMPN 2 Kalipuro. Duel seru lain adalah tim SMPN 1 Wongsorejo dengan tim SMPN 2 Glagah. Selanjutnya, tim SMPN 1 Banyuwangi berhadapan dengan tim SMPN 1 Glagah. Tim MTs Darul Huda Giri dan tim MTsN Wongsorejo harus saling mengalahkan di laga berikutnya. Tim SMPN 3 Banyuwangi dengan tim SMP PGRI Banyuwangi bakal bertanding. Masih di zona 1, tim SMP Ma’arif akan melawan tim SMPN 1 Giri dan tim SMPN 5 Banyuwangi versus tim SMP Al-Irsyad Banyuwangi. Di tingkat SD, duel tim SDN 1 Kebalenan dengan tim SDN 1 Kepatihan merupakan satu-satunya partai di babak penyisihan. Sebab, tim lain mendapatkan bye. Tim-tim tersebut adalah SDN 4 Penganjuran, SDN Glagah, SDN Lateng, SDN 3 Panderejo, SDN 4 Singotrunan, SD Model, dan SD Al-Irsyad. Dengan demikian, kontestan tim SD di zona 1 adalah 9 sekolah. Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Setyo Utomo menjelaskan, pembukaan LPI akan dimulai pukul 15.00. “Waktu pertandingan nanti 2x35 menit,” tandasnya kemarin. (ton/c1/als)

KABAT-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Banyuwangi menggelar khataman Hadist Sunan Ibnu Maajah. Khataman yang digelar di Aula Masjid Al Ihsan Hamdan, Kecamatan Kabat, itu digelar pada Senin (10/2) dan dihadiri Camat Kabat, HM Lukman Hakim, dan diikuti lebih kurang 250 peserta. Ketua Dewan Pembina DPD LDII Banyuwangi H. Hariadji Sugito mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pembekalan kepada para da’i/da’iyat dan ustadz/ ustadzah serta para ulama agar bisa lebih mantap dan tegas dalam menyampaikan hukum-hukum agama. “Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW, bahwa ketika Allah menghendaki suatu kaum menjadi lebih baik, Allah akan menjadikan pada kaum tersebut pengatur/pemimpin yang bijak (Hulama’),” ujar mantan Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi itu. Sementara itu, Camat Kabat HM Lukman Hakim, S.Sos, MBA, MM mengucapkan terima kasihnya kepada DPD LDII atas perannya dalam membantu program pemerintah, termasuk dalam aca-

ISTIMEWA

PEMBUKAAN: Keluarga besar DPD LDII Banyuwangi dan Camat Kabat HM Lukman Hakim saat pembukaan khataman Hadist Sunan Ibnu Maajah di Aula Masjid Al Ihsan Hamdan, Kabat.

ra khataman ini. Kegiatan seperti ini, kata Lukman, merupakan salah satu upaya guna membentuk karakter bangsa, yang diperlukan untuk melanjutkan pembangunan. “Terima kasih kepada DPD LDII atas perannya membantu program Pemkab Banyuwangi,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Camat Lukman juga menyampaikan beberapa program pemerintah. Di antaranya JKN, NJOP, akta kelahiran, IPM, dll. “Program ini bisa berjalan jika ada dukungan dari masyarakat,” cetus Lukman. Di tempat yang sama, Ketua Takmir Masjid Ihsan Hamdan Kabat, H. Mahbub Juanaidi menuturkan, bahwa kegiatan

khataman ini diselenggarakan secara serentak oleh DPD LDII Kabupaten Banyuwangi yang dibagi menjadi tiga wilayah. Yaitu wilayah utara dipusatkan di Kecamatan Kabat, wilayah tengah dipusatkan di Jajag Kecamatan Gambiran, dan wilayah selatan dipusatkan di Sukorejo, Kecamatan Bangorejo. “Dibagi tiga wilayah agar memudahkan transportasi peserta dan mengurangi kepadatan peserta di masingmasing wilayah. Pelaksanaan khataman di Kabat diselenggarakan selama 10 hari dengan jadwal waktu tiap harinya ba’da salat Subuh hingga pukul 21.00. Kegiatan ini terbuka untuk umum,” pungkas Mahbub Juanidi. (adv/als)

BANYUWANGI - Persewangi terus mempersiapkan diri untuk menjamu Tim Nasional Indonesia (Timnas) U-19. Para pemain The Lasblang untuk kali pertama mengikuti program latihan di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, kemarin (10/2). Rencana kehadiran Evan Dimas dkk di Banyuwangi memang menjadi pelecut semangat para penggawa Persewangi. Tentu, semua pemain akan memberikan perlawanan sengit dalam pertandingan yang digelar 2 Maret itu. Meski hanya laga ekshibisi, tapi skuad The Lasblang sudah tidak sabar menantikan laga dalam rangkaian Tur Nusantara Timnas U-19 itu. Publik Bumi Blambangan tentu sangat berhasrat menyaksikan pasukan Indra Sjafri bermain secara langsung di atas lapangan. Dalam melakoni laga tersebut, tim dengan jersey merah-hitam itu akan diperkuat banyak pemain dengan kualitas mumpuni. Putut Waringin Jati, eks pemain Arema IPL musim lalu, tampak mengikuti latihan yang dipandu Bagong Iswahyudi-Nasrul Hariyono. Kualitas pemain satu itu memang tidak diragukan lagi. Pemain asal Solo, Jawa Tengah, itu sudah malang melintang di dunia persepakbolaan tanah air,

antara lain menjadi pilar PSMS Medan, Semen Padang, dan Deltras Sidoarjo. Kehadiran pemain 28 tahun tersebut akan menambah kekuatan tim. Melihat fakta itu, Persewangi benar-benar siap mengikuti kompetisi Divisi Utama musim ini. Ka r t e k e r P e l a t i h P e r s e w a n g i , Bagong Iswahyudi menjelaskan, komposisi pemain yang dipersiapkan dalam laga melawan Timnas U-19 itu adalah pemain U-23. Namun demikian, ada pemain senior yang diturunkan untuk meladeni tim yang lolos Piala AFC di Myanmar itu. “Kita sudah siapkan strategi khusus untuk meredam kreativitas pemain Timnas U-19,” tandasnya. Sampai saat ini kedatangan juara AFF tahun 2013 itu memang masih belum bisa dipastikan. Sampai saat ini Persewangi masih menunggu surat resmi dari PSSI. ‘’Kita masih menunggu surat dari PSSI,’’ ungkapnya Bendahara Persewangi, M. Iqbal Lutfi, kemarin. PSSI, kata dia, sudah mengindikasikan bersedia melakoni laga melawan Persewangi. Tetapi, tentu saja ada beberapa ketentuan agar pertandingan tersebut berjalan mulus. “PSSI sudah mengonsep. Kita masih menunggu. Besok (hari ini, 11/2) sudah kita terima konsepnya,” pungkasnya. (ton/c1/als)


BERITA UTAMA

Selasa 11 Februari 2014

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Membuat Pernyataan Tertulis saat Pertemuan n PEMILIK... Sambungan dari Hal 29

Setelah ada tekanan, sanksi tersebut akhirnya diturunkan menjadi satu kapal saja yang disanksi operasional, yakni LCT Pancar Indah. Sanksi LCT Trans Jawa 9 diturunkan menjadi tiga hari dari tujuh hari yang ditetapkan. Dispensasi pengurangan sanksi operasional itu tertuang dalam pertemuan terbatas Gapasdap cabang Ba nyu wangi yang diwakili Helmi Abdullah (ketua), Kantor OPP Gilimanuk, PT. ASDP Indonesia Ferry Ketapang, dan Polsek Ka wasan Pelabuhan Tanjung Wangi, pada Sabtu (8/2) lalu. Dalam pertemuan terbatas itu, hadir Direktur PT. PMB, Ny. Subariyono, bersama pengacaranya. Sebelum sepakat ada pengurangan sanksi operasional,

Ga pasdap meminta pemilik kapal LCT Trans Jawa dan LCT Pancar Indah tersebut membuat surat kesepakatan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya; mengondisikan penumpang dengan cara memberikan fee kepada sopir truk. Setelah melakukan negosiasi, pemilik kapal bersedia buat pernyataan itu. “Direktur PT. PMB dalam pertemuan itu membuat surat pernyataan tidak mengulangi dan mengondisikan penumpang,” ungkap Ketua Gapasdap Helmi Abdullah. Lantaran bersedia buat pernyataan tertulis, pihak Gapasdap mau memberikan dispensasi. Setelah ada deal baru, pada 9 Februari 2014 LCT Trans Jawa 9 boleh beroperasi lagi dan masuk jadwal pelayaran penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. LCT Pancar Indah melanjutkan sanksi operasional selama

tujuh hari sembari menjalani docking perawatan rutin. Pantauan koran ini, LCT Trans Jawa kemarin (10/2) sudah normal melayani pengguna jasa penyeberangan. Direktur PT. PMB, Ny. Subariyono, ketika dikonfirmasi kemarin belum memberikan penjelasan detail. Saat dihubungi Jawa Pos Radar Banyuwangi melalui telepon seluler, dia mengaku sedang berada di Jepang untuk menjalani liburan. “Apa benar ibu bikin surat pernyataan tidak akan me ngulangi perbuatannya?” tanya koran ini. “SMS saja, nanti saya jawab. Kalau telepon saya kena roaming mahal,” tutur Ny. Subariyono sembari menutup telepon selulernya. Koran ini sudah mengirim konfirmasi melalui pesan singkat seperti yang disarankan. Namun, hingga berita ini ditulis pukul 17.00 tadi malam, Ny. Su-

bariyono belum memberikan jawaban atas pertanyaan yang dikirimkan Jawa Pos Radar Banyuwangi. Tekanan terhadap pengurus Ga pasdap tampaknya be ralasan. Sebab, sanksi ope rasional selama tujuh hari akan b e r d a m p a k c u ku p b e s a r terhadap pendapatan perusahaan kapal tersebut. Beberapa data yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, pendapatan opera sional kapal di pelabuhan LCM mencapai Rp 20 juta per hari. Pendapatan Rp 20 juta per hari itu jika pemilik kapal tidak melakukan pengondisian. Bila perusahaan melakukan pengondisian, pendapatan akan jauh lebih besar, yakni Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per hari. Jika off berlayar tiga hari, maka pendapatan yang melayang bisa mencapai Rp 150 juta. (afi/c1/bay)

Kades Tahu Peta di Lapangan n MINTA... Sambungan dari Hal 29

Ketua Askab Banyuwangi, Agus Tarmidi mengatakan, penyesuaian NJOP yang ni lainya berkisar antara 100 persen sampai 300 persen itu belum disosialisasikan kepada ma syarakat. Selain itu, para kades yang notabene lebih tahu “peta” lapangan tidak dilibatkan dalam perencanaan pe nyesuaian NJOP tersebut. “Kalau dipaksa dilaksanakan tahun ini, saya tidak yakin sukses. Karena dengan NJOP yang lama saja, tidak semua desa sukses menarik pajak bumi dan bangunan (PBB),” ujarnya usai mengikuti sosialisasi penyesuaian NJOP di aula Rempeg Jogopati kantor Pemkab Banyuwangi kemarin (10/2). Tarmidi menambahkan, berdasar hasil pertemuan seluruh pengurus Askab Sabtu lalu (8/2), para anggota aso si asi kades se-Banyuwangi itu menolak penyesuaian NJOP diberlakukan tahun 2014. Dia menambahkan, As kab mendesak dilibatkan dalam menentukan berapa besaran penyesuaian NJOP. “Penyesuaian NJOP tanah di wilayah industri dan di daerah terpencil jangan disamakan. Begitu juga NJOP tanah di jalan protokol dan bukan jalan protokol jangan disamakan,” desaknya. Agus mengaku, pada dasarnya pihaknya welcome dengan penyesuaian NJOP yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Sebab, pe nyesuaian NJOP itu akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak bumi dan ba ngunan (PBB). Terlebih, se puluh persen pendapatan pajak dan retribusi akan dikembalikan ke desa. “Kalau sisi (peningkatan PAD) itu positif. Tetapi, persoalan teknis perlu dikaji ulang. Alhamdulillah pemkab siap ketemu dan dikaji bersama (Askab). Kalau siap mengkaji bersama, berarti jika dilaksanakan tahun ini ter lalu terburu-buru. Butuh

waktu untuk mengkaji dan perlu sosialisasi ke desa-desa,” paparnya. Dikonfirmasi terpisah, Asisten Sekkab bidang Administrasi Pem bangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asmin Kesra) Pemkab Banyuwangi, Wiyono me ngatakan, pihaknya tidak me rasa para kades menolak kebijakan penyesuaian NJOP ter sebut. Menurut Wiyono, para kades berharap ada harmonisasi antara pemkab yang memiliki kewenangan menentukan kebijakan dengan desa yang punya kewajiban melaksanakan kebijakan tersebut. Wiyono menambahkan, setiap kebijakan memang kerap diawali penolakan karena masyarakat curiga, cemburu, atau belum memahami kebijakan tersebut. Tetapi, se lan jutnya masyarakat akan ter biasa. Setelah itu, mereka menganggap kebijakan tersebut sebagai sesuatu yang wajar. “Selanjutnya, masyarakat akan melaksanakan kebijakan terse but,” tuturnya didampingi Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono. Dijelaskan, secara teknis, sebenarnya sudah ada perbedaan antara penyesuaian NJOP tanah produktif, tanah tidak produktif, tanah yang berlokasi di jalan protokol, dan tanah di wilayah terpencil. Meski begitu, pemkab siap melakukan harmonisasi dengan para kades. “Kami akan menempuh upaya harmonisasi. Hasilnya kita tunggu saja,” jelas Wiyono. Masih menurut Wiyono, jika berdasar kajian ditemukan bahwa penyesuaian NJOP di suatu kawasan tidak wajar, maka bisa ditinjau ulang khusus di wilayah tersebut. “Tetapi, tidak harus meninjau ulang peraturan bupati (perbup)-nya,” terangnya. Lebih jauh dikatakan, NJOP atas tanah dan bangunan di Ba nyuwangi sudah sepuluh tahun lebih tidak disesuaikan. Karena itu, terjadi ketimpangan

yang cukup mencolok antara kondisi (harga tanah) riil di lapangan dan NJOP yang berlaku saat ini. “Sekali lagi kami tidak merasa para kades menolak. Mereka sendir i masih merumuskan usul agar perbup (tentang penyesuaian NJOP) tetap dilaksanakan. Teguh dalam prinsip dan luwes dalam pelaksanaan; prinsipnya perbup tersebut, penerapannya dijabarkan melalui keputusan bupati,” pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, Pemkab Banyuwangi segera menyesuaikan klasifikasi NJOP di seantero Bumi Blambangan. Penyesuaian itu dilakukan setelah NJOP kali terakhir disesuaikan sebelas tahun silam, tepatnya tahun 2003. Sementara itu, kenyataan di lapangan, harga jual tanah di kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini terus meningkat dari waktu ke waktu. Kepala Dispenda Suyanto Waspotondo Wicaksono me ngatakan, dibandingkan harga jual tanah secara riil, klasifikasi NJOP di Banyuwangi sangat rendah. Kenyataan tersebut diketahui berdasar laporan transaksi jualbeli tanah dan pajak tanah yang dilaporkan notaris dan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) seBanyuwangi. Laporan dari notaris dan PPAT itu dibandingkan dengan NJOP di Banyuwangi. Hasilnya, antara laporan notaris dan PPAT dengan NJOP terjadi selisih kelas tanah antara tiga kelas sampai 18 kelas. “Misalnya tanah dijual seharga Rp 100 ribu per meter persegi, tapi NJOP tanah tersebut “hanya” Rp 5 ribu per me ter persegi,” ujar Suyanto Jumat (7/2) lalu. Dijelaskan, berdasar UndangUndang (UU) Nomor 12 Tahun 1994, NJOP diklasifikasikan dalam seratus kelas. Tanah kelas 100 berharga Rp 140 per meter persegi, dan kelas tanah tertinggi atau kelas satu seharga Rp 68.545.000 per meter persegi. “Pada praktiknya, sebidang ta nah di Banyuwangi yang NJOP-nya sebesar Rp 1.000 per

meter persegi dijual seharga Rp 400 ribu per meter persegi,” cetusnya. Setelah dikaji, imbuh pejabat yang karib disapa Yayan ter sebut, harga NJOP di Banyuwangi tidak sesuai harga di pasaran. Konsekuensinya, masyarakat dirugikan karena harga tanah di Bumi Blambangan sangat rendah. Sebab, sebelum membeli tanah, investor berpedoman kepada NJOP. Hingga akhirnya, kata Yayan, terbitlah Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 1 Tahun 2014 tentang penyesuaian NJOP dengan harga di pasaran. Konsekuensi perbup tersebut, masyarakat diuntungkan karena ketika jualbeli dilakukan, NJOP tersebut bisa dijadikan salah satu pedoman. “Konsekuensi lain, penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) Banyuwangi meningkat,” tuturnya. Sementara itu, penyesuaian NJOP tanah yang segera diberlakukan di seantero Banyuwangi dipastikan berdampak positif bagi masyarakat. Se lain dapat terhindar dari “per mainan” spekulan tanah, penyesuaian NJOP tersebut dapat meningkatkan kemampuan permodalan masyarakat dalam menjalankan usaha. Penyesuaian NJOP dilakukan sebagai salah satu sarana meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menjalankan usaha. Contohnya, di tengah geliat industri kecil menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akhirakhir ini, pengusaha kecil yang butuh modal bisa mengajukan kredit lebih besar di perbankan. “Sebab, patokan kredit yang disalurkan bank adalah NJOP. Nah, di tengah perkembangan IKM dan UMKM yang begitu pesat, banyak masyarakat yang butuh modal. Penyesuaian NJOP itu akan memperluas gerak masyarakat mendapatkan modal,” papar Asisten Ad mi nis trasi Pembangunan dan kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, Wiyono Sabtu (8/2). (sgt/c1/bay)

Merasa Banyuwangi Seolah Tiada Taksi n SUKA... Sambungan dari Hal 29

Bahkan, pemain berpostur 171 centimeter itu memiliki kumis tipis. Rambut ikal yang dipotong pendek semakin menambah kesan bahwa dia adalah laki-laki. Ciri-ciri lain yang menguatkan bahwa dia adalah pria adalah otot di kedua tangan dan kakinya yang tampak keras dan berisi. Pada bagian dada, sama sekali tidak ada tandatanda sebagai seorang wanita. Payudaranya tidak menonjol dan nyaris rata. Bicaranya yang keras juga menguatkan bahwa dia adalah laki-laki. Tetapi, siapa sangka bahwa mahasiswa Universitas Bandung Raya itu wanita. Saat dia bertanding, tidak sedikit penonton yang curiga bahwa pemain tersebut bukan wanita. Publik Banyuwangi banyak yang menganggap saudara Amasya Manganang itu

adalah lelaki. Tetapi, dugaan itu salah besar. Hal itu diakui dia kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. “Ya iyalah, saya wanita,” selorohnya lantas tertawa. Bodinya memang seperti laki-laki. Dia menjelaskan, sebelum ke terjun ke dunia voli, dia menggeluti dunia tinju. ‘’Saya pernah main tinju. Tapi, saya gak nerusin, karena takut wajah penyok,” terangnya. Pada masa sekolah, dia terjun ke dunia bola basket. Menurut dia, dirinya memang sangat gemar menekuni dunia olahraga sejak kanak-kanak. ‘’Memang saya multi talent, begitu,’’ katanya. Dengan penampilannya yang mirip lakilaki, dia mengaku cuek saat banyak pihak yang mencurigai bahwa dirinya bukan wanita. Apalagi, setiap kali bertanding, banyak penonton yang tidak percaya dirinya wanita. ‘’Saya biasa saja kok. Cuek saja,” terangnya. Bahkan, kakak dia juga mempunyai fisik

seperti laki-laki. Saat ini kakak dia memperkuat Jakarta Elektrik PLN. “Kakak saya lebih besar lagi. Sekarang dia juga main di sini. Tapi, saya gak pernah satu tim dengan kakak saya itu,” bebernya. Dalam kesempatan sore itu, Kabagren Pol res Banyuwangi, Kompol Agus Dwi Jatmiko, merapat. Perwira dengan satu melati di pundaknya itu juga curiga dengan Aprilia Manganang. “Kalau gak percaya, apa bapak mau coba dulu agar percaya,” selorohnya yang membuat perbincangan semakin akrab. Sebetulnya, dia sudah beberapa kali singgah di Banyuwangi dalam ajang serupa. Selama di Bumi Blambangan, dia merasa terkesan. ‘’Di sini kayak gak ada tak si. Bingung kalau jalan-jalan, mau menghubungi nomor mana gak tahu,” katanya sambil menutup perbincangan menjelang petang itu. (c1/bay)

Tiba di Surabaya Pukul 21.30 n KA... Sambungan dari Hal 29

Sugeng mengaku optimistis KA Probowangi jurusan Banyuwangi-Surabaya diminati penumpang. Apalagi, tarif KA ter sebut cukup murah. Tarif penumpang dari Banyuwangi ke Surabaya “hanya” Rp 38 ribu per orang. Penumpang yang berangkat dari Jember menuju Kota Pahlawan hanya Rp 35 ribu per orang. Penumpang yang be rangkat dari Probolinggo menuju Surabaya lebih murah lagi, yakni Rp 20 ribu per orang. Tarif penumpang jurusan Ba-

nyuwangi-Jember sebesar Rp 15 ribu per orang. Tarif penumpang jurusan Banyuwangi-Probolinggo Rp 18 ribu per orang. “Kami optimistis ke depan pe numpang KA Probowangi semakin banyak,” kata dia. Launching rute baru KA Probowangi tersebut dilakukan di Stasiun Probolinggo tadi malam. Hanya saja, penumpang dari Stasiun Banyuwangi Baru, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, sudah bisa memanfaatkan rute baru tersebut mulai kemarin. KA Probowangi berangkat dari Stasiun Banyuwangi Baru pukul 12.40.

Kereta kelas ekonomi tersebut dijadwalkan tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 21.30 tadi malam. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di Stasiun Ka rangasem, Banyuwangi, me nyebutkan, hari pertama pemberlakuan KA Probowangi rute Banyuwangi-Surabaya tersebut dimanfaatkan empat penumpang menuju Surabaya. “Jumlah penumpang ke berbagai jurusan mencapai 196 orang dewasa dan 23 anak-anak,” cetus petugas loket Stasiun Karangasem, Eko Susanto. (sgt/ c1/bay)

Butuh Sepekan untuk Pembelaan n PEMILIK... Sambungan dari Hal 29

Berdasar fakta-fakta per sidangan dengan memperhatikan keterangan sejumlah saksidan keterangan terdakwa, jaksa menyebut terdakwa terbukti bersalah dan melakukan pelanggaran pidana. Perbuatan terdakwa itu melanggar Pasal 127 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. “Mohon pada majelis hakim agar terdakwa dihukum tiga tahun penjara,” tuntutnya. Terhadap tuntutan jaksa itu, majelis hakim yang di-

pimpin Siyoto SH dengan anggota Jamuji SH dan Imam Santososempatmengulangtuntutanyangdisampaikan jaksa kepada terdakwa. “Apakah Saudara Terdakwa sudah paham dengan tuntutan? Saudara Terdakwa dituntut tiga tahun penjara,” katanya. Menanggapi tuntutan jaksa itu, terdakwa melalui penasihat hukumnya, H. Tomi Yudianto SH, menyatakan akan melakukan pembelaan. Hanya, untuk menyiapkan pembelaan secara tertulis, terang dia, pihaknya butuh waktu. “Kami mohon waktu seminggu, Yang Mulia,” cetus Tomi Yudianto kepada majelis hakim. (abi/c1/bay)

Menyulut Antrean Panjang Kendaraan n JEMPUT... Sambungan dari Hal 29

Dari arah se latan, melaju ken cang motor Honda Supra X bernomor polisi P 6356 QV yang dikendarai Syamsul Arifin, warga Jalan Sentot Prawirodirjo Nomor 10, Lingkungan Telengsari, Desa Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Karena jarak sudah dekat, motor Syamsul menghajar motor yang memotong jalan yang dikendarai Hamidah itu. Kedua motor pun bertabrakan keras. Syamsul langsung dilarikan ke Puskesmas Kabat karena menderita luka ringan. Sementara itu, Hamidah lang-

sung dirujuk ke RS Fati mah Banyuwangi. Sebab, pe rempuan tersebut mengalami luka di kepala. Selain itu, kaki kanan Hamidah patah. Kakak ipar Hamidah, Jainul mengatakan, pagi itu korban hendak menjemput anaknya di sekolah. “Untung masih pakai helm. Kalau tidak pakai helm, tentu lukanya akan lebih parah,” ujarnya dengan nada cemas. Sementara itu, salah satu saksi mata, Saipul menuturkan, motor yang dikendarai Syamsul me laju dari arah Rogojampi dan Hamidah muncul dari arah barat memotong jalan. Karena kondisi jalan cukup sepi, motor dari arah selatan melaju ken cang. “Yang dari selatan

kencang, sementara satunya seperti tidak memberi isyarat,” ujar Saipul yang kebetulan melintas di sisi timur jalan menuju ke arah selatan. Polisi yang datang ke tempat kejadian perkara segera menga mankan kendaraan dan mengatur arus lalu lintas. Akibat kecelakaan tersebut, terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang. Kapolsek Kabat AKP Imron menuturkan, pengendara diminta lebih hati-hati dalam berkendara. Kasus kecelakaan tersebut akan ditangani Unit Lalu Lintas Polsek Rogojampi. “Kejadian ini ditangani langsung Unit Lalu Lintas Polsek Rogojampi,” tegasnya. (mg1/c1/bay)

Bantuan BNPB Butuh Waktu Lama n BPDB... Sambungan dari Hal 29

Kusiyadi menyebut, pencairan dana untuk para korban bencana alam melalui APBD belum ada dasar yang jelas. Sehingga, semua itu belum bisa dilaksanakan. “Soal bantuan dari APBD ini sudah dijelaskan Bapak Bupati saat berkunjung,” katanya. Untuk bantuan dari BNPB, jelas dia, permohonan juga tidak

bisa disampaikan karena perbaikan perumahan warga yang menjadi korban sudah hampir selesai. “Bantuan dari BNPB itu tidak bisa langsung, biasanya harus menunggu hingga beberapa bulan,” jelasnya. Bantuan dari BNPB, sebut dia, itu tidak berbentuk uang tunai. Bantuan itu berupa barang. Bila harus menunggu hingga beberapa bulan, maka kondisi warga yang akan menerima bantuan sudah berubah. “Ban-

tuan datang, perumahan warga sudah selesai diperbaiki semua,” dalihnya. Terkait korban bencana alam di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, pihaknya sudah banyak menyalurkan bantuan. Selain bahan makanan dan bantuan material saat tanggap darurat, juga disalurkan uang tunai yang diberikan langsung Bupati Anas. “Bantuan sudah banyak diberikan,” cetusnya. (abi/c1/bay)

Warga Sanggup Melunasi n WARGA... Sambungan dari Hal 30

Karena dana P2JD untuk perbaikan jalan, akhirnya panitia pengadaan lapangan mencari jalan keluar dengan meminjam uang ke sebuah koperasi simpan-pinjam. Namun, secara terus terang, Riyanto mengaku uang pinjaman dari KSP tersebut sebagian dia pakai, sehingga pembayaran untuk pelunasan tanah lapangan belum bisa lunas. Tetapi, dalam kesempatan tersebut, Riyanto berjanji akan mengembalikan uang yang dia

pinjam. “Saya sanggup membayar sekarang, tapi setelah itu kembalikan lagi ke saya, karena tanah lapangan yang dijual itu milik saya,” ungkapnya. Riyanto juga menjelaskan, meski uang yang dia pinjam dibayar, tapi panitia pengadaan tanah lapangan masih memiliki tanggungan sekitar Rp 78 juta untuk melunasinya. Mendengar penyampaian Riyanto, warga melalui juru bicaranya, Sujiono, 41, menegaskan bahwa dalam waktu dua bulan ke depan warga sanggup melunasinya. “Terhitung mulai sekarang,” tandasnya. (azi/c1/aif)

Perusak Mobil Dituntut Enam Bulan BA N Y U WA N G I - Ma s i h ingat kasus pengeroyokan dan perusakan mobil sedan Timor bernopol DK 147 BH pertengahan Desember 2013 lalu? Satu dari dua terdakwa yang telah ditangkap aparat kepolisian, oleh jaksa penuntut umum dituntut enam bulan penjara kemarin (10/2). Terdakwa yang sudah dituntut itu berinisial FA, 17, warga Perumahan Griya Giri Mulya (GGM) Kelurahan Klatak, Kecamatan Banyuwangi. Terdakwa lain berinisial HF, 16, masih dalam proses pemeriksaan saksi. “HF masih mendengar keterangan saksi,” terang Jaksa Amir Nurrahman SH. Untuk terdakwa FA, Jaksa I Wayan Wahyudistira SH menyebut terbukti bersalah melakukan pengeroyokan dan pe rusakan dengan korban berinisial RT dan PD. Kedua korban, oleh terdakwa sempat

dikeroyok dan kaca mobilnya bagian depan dipecah. “Korban RT sempat dipukul hingga jatuh,” jelas jaksa Wayan. Saat kedua terdakwa menghajar korban di tepi jalan raya Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, datang rombongan pengendara motor yang baru melihat balapan liar. Diantara rombongan itu ada yang ikut menghajar korban dan memecah kaca mobil. “Memukul kaca mobil menggunakan helm hingga pecah,” ungkapnya kepada hakim tunggal Bawono Effendi SH. Berdasar fakta-fakta dalam persidangan, Jaksa Wayan menyebut terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 170 ayat 2 ke 1 KUHP. Hukuman atas pelanggaran pidana itu, jaksa meminta majelis hakim menghukum terdakwa enam bulan kurungan. “Mohon majelis hakim menghukum enam bulan

kurungan,” cetusnya. Seperti pernah diberitakan harian ini sebelumnya, aksi penganiayaan dan perusakan mobil sedan di arena balapan liar di jalan raya Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, pada Senin (16/12) dini hari lalu, itu ternyata mendapat perhatian serius anggota Polres Banyuwangi. Dua bocah yang diduga sebagai pelaku berhasil ditangkap di tempat terpisah. Tersangka adalah berinisial FA, 17, dan HF, 15, keduanya tinggal di Perumahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. “Dua tersangka kita tangkap di rumahnya masing-masing,” terang Kasubag Humas Polres Banyuwangi AKP Bambang SP. Menurut Bambang, kedua tersangka ditangkap anggota Buru Sergap (Buser) polres setelah korbanberinisialRT,15,melaporkan kekerasan dan perusakan mobil sedan miliknya. (abi/c1/bay)


40

Selasa 11 Februari 2014

Lokasi Relokasi Mungkin Dipecah

APA POLEH

EDY SUPRIYONo/RaBa

MERESAHKAN: Salah satu warga Cappore menunjukkan punggungnya yang gatal akibat serangan ulat bulu.

Lingkungan Cappore diserang Ulat Bulu SITUBONDO - Puluhan warga di Lingkungan Cappore, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, Situbondo, resah sepekan terakhir.  Penyebabnya, lingkungan mereka dipenuhi ulat bulu yang menyebabkan gatal di kulit. Ulat-ulat bulu tersebut tidak hanya memenuhi tanamantanaman mereka, tapi juga masuk ke rumah dan sering berada di pakaian warga yang sedang dijemur. Jika seperti itu, rasa gatal terjadi di sekujur badan. “Saking banyaknya ulat, kami sampai merinding dan jijik. Kalau sudah kena pakaian, apalagi handuk, dijamin gatal setelah dipakai. Kalau kena (ulat) malam hari, ya gak bisa tidur,” ujar salah seorang warga. Menurut dia, warga cukup kesulitan membasmi binatang berbulu tersebut. Sebab, selain jumlahnya banyak, juga sangat sulit terhindar dari serangan bulunya yang sangat gatal tersebut. “Kalau dibunuh sembarangan, bulunya terbang terbawa angin ke mana-mana. Cara pembasmian yang cukup efektif adalah membakarnya. Kebanyakan warga memang memilih membakar menggunakan obor,” terang Mawarni, warga lain. Dia berharap Pemkab Situbondo membantu mengatasi serangan ulat bulu tersebut. Sebab,  jika hanya warga, dikhawatirkan ulat bulu justru akan bertambah banyak. “Pemerintah barangkali punya cara tepat untuk mengatasi serangan ulat bulu ini,” ungkapnya. (pri/c1/als)

SITUBONDO - Pemkab Situbondo mengalami kesulitan menemukan lahan luas yang akan digunakan sebagai merelokasi warga Dusun Gunung Kidul, Desa Mojodungkol, Kecamatan Suboh, di satu kawasan. Kemungkinan besar, pemkab akan menyediakan tempat relokasi tidak di satu tempat. Bupati Dadang Wigiarto mengatakan, pihaknya sudah merencanakan tempat relokasi untuk warga Dusun Gunung Kidul. Itu sudah dibicarakan dengan Kepala Desa Mojodungkol. “Sebenarnya keputusan apakah warga akan benar-benar direlokasi ataukah tidak masih menunggu hasil kajian tim ahli geologi yang saat ini masih melakukan penelitian,” terangnya kepada sejumlah wartawan. Meski demikian, menurut orang nomor satu di Pemkab Situbondo itu, demi percepatan penanganan para pengungsi, pemkab sudah membicarakan relokasi kepada Kepala Desa Mojodungkol terkait lokasi relokasi. “Nanti akan kita laporkan kepada Gubernur Jawa Timur untuk dilakukan penanganan bersama-sama antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah,” terang Bupati Dadang. Relokasi perlu segera dilakukan demi memberikan kenyamanan kepada warga agar tidak terus-menerus berada di penampungan. Dengan relokasi segera, warga tidak akan kembali ke rumahnya yang tanahnya sudah mengalami keretakan dan diprediksi akan ambrol. Bupati mengakui, pihak desa sangat kesulitan menemukan tanah luas yang

EDY SUPRIYONO/RaBa

TUNGGU KEPASTIAN: Warga Dusun Gunung Kidul yang berada di lokasi pengungsian mencapai 232 KK. Sulitnya mencari lahan luas sebagai tempat relokasi menyebabkan pemkab merencanakan memecah tempat relokasi mereka.

bisa menampung semua warga Dusun Gunung Kidul di satu lokasi. Sehingga, solusi yang akan dipilih kemungkinan adalah mencari tanah-tanah yang minimal bisa menampung 10 hingga20 rumah. Sebab, jumlah KK yang akan direlokasi mencapai 200 KK lebih. “Jadi nanti tempat relokasi kita buat terpisah, yang penting masih dalam satu desa. Sebab, kalau direlokasi ke luar desa, warga bisa dipastikan akan menolak keras. Sebab, masyarakat tidak ingin keluar dari desa ini,” papar bupati.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Pemkab Situbondo, Zainul Arifin, menambahkan Kades Mojodungkol sudah mulai melakukan pengecekan sejumlah tanah di desanya. Namun, belum menemukan lokasi. “Apalagi, itu juga terkait pembelian lahan. Sebab, (lahan) itu milik masyarakat. Semua tanah kas Desa Mojodungkul berada di luar desa. Warga akan menolak kalau direlokasi ke luar desa. Jadi, pemerintah memang harus membeli,” papar Zainul. Diberitakan kemarin (9/2), jumlah

pengungsi saat ini mencapai 232 KK atau 574 jiwa. Sebagian besar tertampung di pengungsian SDN 1 Mojodungkol dan sejumlah rumah-rumah warga sekitar sebanyak 216 KK atau 535 jiwa. Ada juga warga yang mengungsi ke luar desa tapi masih di Kecamatan Suboh, yakni di Desa Cemara sebanyak 14 KK atau 32 jiwa. Warga yang mengungsi di luar Kecamatan Sumbermalang sebanyak satu KK yang terdiri atas tiga jiwa. Yang bertahan di Dusun Kidul Gunung sebanyak 66 KK atau sebanyak 165 jiwa. (pri/c1/als)

Desak Administrasi BSM Disederhanakan JATIBANTENG – Administrasi untuk pencairan bantuan siswa miskin (BSM) dinilai masih terlalu ruwet. Karena itulah, ke depan administrasi program yang bertujuan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada siswa miskin itu benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh penerima. Seperti yang terjadi di Kecamatan Jatibanteng, kemarin (10/2). Para siswa penerima BSM dikumpulkan di kantor UPTD Kecamatan Jatibanteng untuk kepentingan mendapatkan buku rekening BSM dari Bank Jatim kantor pembantu Kecamatan Besuki. “Acara disentralkan di kantor UPTD Pendidikan Jatibanteng. Ada 742 siswa yang akan menerima BSM. Mereka berasal dari 26 lembaga sekolah dasar negeri se-Kecamatan Jatibanteng. Per siswa menerima Rp 425 ribu,” terang Kepala UPTD Pendidikan Jatibanteng, Marzuki kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Menurut Marzuki, jika caran-

EDY SUPRIYONO/RaBa

DINILAI RUWET: Sebanyak 742 siswa penerima BSM dikumpulkan di Kantor UPTD Jatibanteng, kemarin.

ya semacam itu, maka dana Rp 425 ribu tersebut tidak akan pernah dirasakan manfaatnya oleh para penerima. Sehingga, tujuan pemerintah untuk membantu biaya pendidikan siswa miskin tidak akan pernah tercapai. “Artinya, BSM hanya akan habis untuk biaya transportasi dan konsumsi siswa dari sekolah ke kantor UPTD Pendidikan Jatibanteng. Makanya, ke depan penyelesaian administrasi BSM ini tahun depan lebih disederhanakan, agar

tidak ruwet,” tandas Marzuki. Keruwetan yang dimaksud Marzuki adalah, jika seluruh penerima BSM, yang sebanyak 742 siswa, dikumpul di aula kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Jatibanteng. Padahal letak geografis lembagalembaga pendidikan di Kecamatan Jatibanteng berada di kaki Gunung Argopuro. “Kalau belum disederhanakan jangan harap tujuan pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dalam program BSM ini akan terlaksana,” pungkasnya. (pri/adv/als)

Bermaulid Nabi dengan Para Relawan SITUBONDO – Jainur Ridho, Caleg Partai Gerindra untuk DPRD Kabupaten Situbondo, menggelar acara Maulid Nabi Muhammad bersama 250 orang relawannya. Hadir juga dalam kesempatan ini, Caleg Partai Gerindra untuk DPR RI, Sumail Abdullah. Kegiatan yang ditempatkan di kediaman Jainur Ridho di Jalan Hasan Asegaf, Dawuhan, Kecamatan Kota, ini menghadirkan penceramah Kiai Ahmad Nur MA. Dalam ceramahnya, dia mengajak hadirin untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad dalam berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Sumail Abdullah dalam sambutannya menyampaikan pesan dan amanat Prabowo Subianto. Dia menegaskan pentingnya terus menjaga Partai Gerindra sebagai partai yang bersih. “Kita harus terus bersemangat dalam berjuang memenangkan Partai Gerindra,” tandasnya. Dia meminta semua kader Gerindra, khususnya yang menjadi anggota DPR, tidak main-main dalam menjalankan amanah rakyat. Jika terbukti melakukan kesalahan merusak citra partai, korupsi, maka pas-

CALEG GERINDRA: Jainur Ridho (kiri) dan Sumail Abdullah dalam acara maulid Nabi bersama relawan, Minggu sore (9/2). ISTIMEWA

ti akan dilakukan pemecatan. “Makanya sampai sekarang kader Gerindra tidak ada yang terlibat korupsi,” tegasnya. Sementara itu, Jainur Rudho meminta agar para relawan senantiasa mendukung pencalonan Sumail Abdullah sebagai caleg DPR RI dan Achmad Hadinuddin untuk pencalegan DPRD Jatim. “Keduanya merupakan tandem saya dengan nomor urut yang sama, yakni nomor satu,” terang Jainur. Kata dia, dirinya sengaja menggandeng dua orang tersebut sama-sama putra daerah. Sumail Abdullah merupakan warga Wongsorejo, Banyuwangi, dan Achmad Hadinuddin merupakan warga

Bondowoso. “Jadi kita bersama sudah memiliki komitmen untuk bersinergi memajukan daerah yang menjadi daerah pemilihan kita,” tegasnya. Kata dia, dengan semakin dekatnya waktu pemilu, tidak ada waktu lagi untuk mencoba-coba. Relawan yang ada akan terus dibina. Para caleg akan melakukan kunjungan ke berbagai tempat untuk melakukan kegiatan sosial. “Sebelum maulid nabi kita melakukan pertemuan dengan relawan. Kita membangun pagar untuk kuburan di Desa Kalibagor. Jadi ini bukti nyata. Sudah teruji dan terbukti berbuat kebaikan untuk masyarakat,” tandas Jainur. (pri/adv/als)

PEDULI: Ketua TP PKK Situbondo Ny Hj Ummi Kulsum menyerahkan bantuan kepada korban banjir

Pemkab Gerojok 10 Ribu Paket Bantuan Gunakan Dana Tidak Terduga Rp 468 Juta SITUBONDO – Pemkab Situbondo terus menggerojok bantuan untuk warga yang menjadi korban bencana banjir maupun tanah longsor. Untuk memaksimalkan pemberian bantuan kepada mereka, pemkab menggunakan dana tidak terduga sebesar Rp 468 juta. Dana sebesar itu salah satunya digunakan untuk memberikan paket bantuan yang terdiri dari beras dan lauk pauk di dalamnya. “Dana tidak terduga ini diantaranya untuk membeli kebutuhan barang-barang untuk paket bantuan tersebut,” terang Bupati Dadang Wigiarto melalui Sekkab Syaifullah tadi malam (10/2). Menurut dia, Dinas Sosial saat ini telah membungkus paket bantuan tersebut. Sedikitnya 10 ribu paket bantuan yang nantinya akan didistribusikan kepada warga yang terkena dampak bencana. “Tiap orang akan terima 4 kg untuk digunakan sepuluh hari. Jadi kalau dalam satu KK ada tiga orang, dia akan terima 12 kg, termasuk nantinya lauk pauknya,” terang Syaifullah. Dia mengungkapkan, bantuan 10 ribu paket sembako ini murni diambilkan dari dana APBD. “Artinya, bantuan dari pihak lain tetap kita sampaikan kepada

MEMBAUR: Bupati Dadang Wigiarto dan istri Ny Hj Umi Kulsum menemui warga korban banjir di Kecamatan Kapongan. EDY SUPRIYONO/RaBa

warga. Makanya, agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan, BPBD kita tugaskan untuk mendata atau menginverntarisir pendistribusian bantuan,” tegasnya. Sementara itu, bantuan untuk korban bencana alam di Kabupaten Situbondo terus berdatangan. Sabtu (8/2) lalu, ribuan paket sembako telah tiba di Pusat Posko Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo. Itu datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu juga ada sejumlah bantuan dari BPBD Jawa Timur. “Sebanyak 2000 paket sembako dari BNPB dan bantuan BPBD Jatim berupa selimut, makanan siap saji, kelengkapan bayi, tenda, dan sebagainya. Yang jelas

ini akan didistribusikan sesuai dengan data yang ada,” kata Ika Budi Cahyono, petugas Pusdalops BPBD Situbondo. Dari sejumlah bantuan tersebut ada yang ditampung sementara di Posko Bencana. Tetapi ada juga yang mulai disalurkan kepada sejumlah korban banjir dan ancaman tanah longsor. “Bantuan sudah ada yang diberikan kepada korban dan ada yang belum,” katanya. Menurutnya, ribuan paket sembako yang baru tiba itu akan diberikan kepada korban bencana sesuai dengan data yang ada di BPBD. Karena itu lah, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap supaya pembagiannya merata. (pri/rri/adv/als)


Radar Banyuwangi | 11 Februari 2014  

Jawa Pos, Radar Banyuwangi, Genteng, Situbondo

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you