Page 1

SENIN 10 FEBRUARI TAHUN 2014

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

Eceran Rp 5.750

29

Pemain Keluhkan Suhu GOR

GALIH COKRO/RaBa

BANYUWANGI – Animo masyarakat Banyuwangi menyaksikan Proliga 2014 seri kedua yang berlangsung di GOR Tawang Alun cukup tinggi. Bayangkan, sejak pertama digulirkan pada Jumat lalu (7/2), penonton selalu memadati kawasan GOR Tawang Alun sebagai venue pertandingan. Penonton dengan tiket ekonomi selalu memadati tribun atas. Bahkan, tempat duduk VIP dengan tiket Rp 50 ribu per orang nyaris tidak pernah longgar. Apalagi, sejumlah tim mengerahkan suporter. Misalnya, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta Bank DKI, dan Jakarta Elektrik PLN. Teriakan keras suporter kerap menggema di dalam GOR Tawang Alun tersebut. Padatnya penonton tersebut membuat suhu udara di dalam GOR berubah menjadi panas n

SUMUK BRO!: Pemain Jakarta BNI 46, Jessica, menghadap ke kipas angin di sela-sela istirahat di GOR Tawang Alun, Banyuwangi kemarin.

 Baca Pemain...Hal 39

EKONOMI BISNIS

SIGIT HARIYADI/RaBa

JUMLAH BESAR: Pembeli memilih telur di salah satu toko agen sembako di Pasar Pujasera, Banyuwangi, kemarin.

Maulid Berlalu, Harga Telur Anjlok BANYUWANGI - Seiring tren penurunan pembelian telur oleh kalangan konsumen pasca berakhirnya bulan Maulid, harga komoditas tersebut langsung terjun bebas. Jika pada puncak perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut harga telur di tingkat pengecer mencapai Rp 19.500 per kilogram (kg), kemarin (9/2), pengecer memasarkan telur hanya seharga Rp 18.500 per kg n  Baca Maulid...Hal 39

PESANGGARAN – Hujan deras yang mengguyur selama hampir sehari membuat tebing di Dusun Sumberdadi, RT 01/ RW 02 ,Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran longsor Sabtu sore kemarin (8/1). Parahnya, longsoran tebing tersebut mengakibatkan dua rumah di bawahnya tertimpa lumpur hingga menyebabkan bangunan tempat tinggal milik warga setempat mengalami kerusakan. Dua rumah yang tertimpa longsoran tebing adalah milik Simin, 50, yang tinggal bersama tiga anggota keluarganya. Satunya lagi rumah milik Satiman, 27, yang tinggal bersama istrinya. Meski tak sampai menyebabkan korban jiwa, dapur rumah yang terbuat dari kayu itu berantakan karena tertimpa longsoran tebing. Bukan hanya itu, akibat dorongan longsoran tebing, tembok rumah keduanya juga sampai retak. “Tapi rumahnya tidak sampai tertimbun lumpur dan tidak ada korban jiwa sebagaimana kabar yang beredar,” kata Camat Pesanggaran, Didik Joko Suhono n  Baca Longsor...Hal 39

F

emal

Kena Sanksi, Trans Jawa Beroperasi

Longsor, 2 Rumah Tertimpa Lumpur

ISTIMEWA

KERJA BAKTI: Warga gotong royong memperbaiki rumah milik Simin di Desa Kandangan yang retak setelah terkena longsoran tebing.

KALIPURO - Kesepakatan operator pelayaran untuk menghapus praktik pengondisian tampaknya dilakukan setengah hati. Indikasinya, kapal Landing Craft Tank (LCT) Trans Jawa 9 yang mendapat sanksi kesepakatan tidak boleh berlayar selama tujuh hari, kemarin (9/2) sudah beroperasi lagi. Dalam kesepakatan yang dibuat bersama pada 16 Januari dan

direvisi pada 29 Januari, semua perusahaan pelayaran sepakat untuk memberikan sanksi jika ada kapal yang terbukti melakukan pengondisian penumpang. Semua pimpinan perusahaan pelayaran sepakat dengan sanksi itu dengan ketentuan untuk pelanggaran pertama dikeluarkan dari jadwal selama tujuh hari, n  Baca kena Sanksi...Hal 39

E

Cintai Bahasa Ibu PENGUASAAN bahasa dan pendidikan adalah dua hal untuk mengangkat daya saing suatu bangsa. Itulah salah satu prinsip yang dipegang oleh Ida Sova, mahasiswi semester 6 jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Banyuwangi ini. Pengalaman bertemu dengan perwakilan pemuda se- Indonesia dalam Sekolah Strategis Kementerian Pemuda Dan Olahraga, membuat Ida merasa keberadaan sebuah bahasa lokal (ibu) menjadi penting. Dia menambahkan, masuknya arus informasi yang terlalu bebas sangat mempengaruhi budaya dan kultur masyarakat, terutama generasi muda, termasuk dalam hal berbahasa. Saat ini, kebanyakan mahasiswa senang memakai istilah serapan maupun bahasa gaul dalam berkomunikasi sehari-hari. Terlebih dalam kehidupan berorganisasi n  Baca Cintai...Hal 39

SHULHAN HADI/RaBa

PERSIAPAN TERBANG: Penumpang menuju pesawat Wings Air di Bandara Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi kemarin.

Jadwal Berubah, Penumpang Tetap Ramai

ROGOJAMPI – Sejak awal Februari sampai tanggal 19 Februari mendatang, jadwal penerbangan di Bandar Udara Blimbingsari, Rogojampi berubah menjadi lebih siang. Menurut Kepala Bandara Blimbingsari Andy Hendra Suryaka, perubahan itu merupakan kebijakan maskapai penerbangan.

Perubahan jadwal ini tidak ada kaitannya dengan penumpang atau permasalahan di Banyuwangi. Sistem penjadwalan yang dipakai maskapai saling terhubung antar-jadwal bandara di Indonesia. “Perubahan ini datangnya dari maskapai,” kata Andy. Perubahan jadwal ini memang tidak

Jauh-jauh dari Jakarta, Dagangan Sepi Pembeli

SULTAN ANSHORI, Banyuwangi

http://www.radarbanyuwangi.co.id

 Baca Jadwal...Hal 39

Menengok Stand Penjualan Asesoris Olahraga di Arena Proliga

Animo masyarakat Banyuwangi menyaksikan pertandingan bola voli Proliga 2014 di GOR Tawang Alun cukup tinggi. Untuk memeriahkan perhelatan Proliga tersebut, stand-stand penjualan kostum olahraga berdiri di luar GOR.

SHULHAN HADI/RaBa

berpengaruh terhadap jumlah penumpang yang melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang. Bahkan, permintaan kursi penerbangan sering melebihi kuota yang disediakan. “Justru kita sering kewalahan jumlah penumpang yang banyak,” ujarnya n

HARI terakhir perhelatan Proliga m mendapat apresiasi dari warga Banyuwangi. Di hari ke- 3, jumlah p penonton yang datang semakain rramai. Penonton datang sejak pagi. A Ada yang dari Jember, Situbondo, dan warga Banyuwangi selatan. M Mereka datang jauh-jauh hanya

SULTAN ANSHORI/RaBa

SEPI PEMBELI: Stand asesoris di luar GOR Tawang Alun yang menjajakan ragam pakaian olahraga.

untuk menyaksikan tim jagoannya berlaga. Membeludaknya penonton ini dimanfaatkan oleh pedagang. Ada yang jualan asesoris olahraga, makanan, dan minuman. Seperti deretan stand yang berdiri di sebelah selatan GOR Tawang Alun. Stand ini menjajakan beragam asesories olahraga seperti tas, sepatu, dan kaus, serta atribut-atribut voli lainya. Ditempat ini, pengunjung bisa menemukan berbagai macam alat olahraga yang mereka butuhkan. Harganya pun relatif murah dengan kualitas barang yang bagus. Para pemilik stand tersebut bukan warga Banyuwangi. Mereka datang dari Jakarta yang kehadirannya memang bareng dengan tim Proliga. Seperti yang dituturkan oleh salah seorang pedagang Hj. Sondah n

Kena sanksi, LCT Trans Jawa 9 beroperasi lagi Kalau begini caranya, kapal lain bisa mogok!

Jadwal berubah, penumpang pesawat tetap ramai Naik pesawat tampaknya sudah jadi hobi di kota ini!

 Baca Jauh-jauh...Hal 39 email: radarbwi@gmail.com/beritaraba@gmail.com


30

Senin 10 Februari 2014

IRIGASI

Bangun Pipa untuk Aliri Sawah GLENMORE – Para petani di Dusun Sidoluhur, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, patut bernafas lega. Harapan mereka agar sawahnya bisa mendapat aliran air dengan mudah bakal terealisasi bulan ini. Kemarin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan, Guntur Priambodo meninjau lokasi yang akan dibangun agar bisa mengaliri sawah milik para petani setempat. Saat meninjau lokasi bersama para petani setempat, Guntur juga mengajak beberapa stafnya untuk menggambar secara langsung bentuk bangunan yang harus dilakukan. Sebab, lokasi sumber mata air tersebut berada di seberang sungai. Sehingga untuk bisa mendapatkannya harus menggunakan pipa. “Kalau ini harus pakai pipa, kasihan juga para petani selama ini mengaliri sawahnya dengan cara seadanya,” kata Guntur di lokasi. Dia memastikan dalam waktu dekat pelaksanaan proyek untuk aliran sawah tersebut segera terealisasi. Sehingga persoalan para petani yang selama ini mengalami kesulitan bisa teratasi. “Bulan ini segera dimulai pekerjaannya,’’ tandasnya. Sementara itu, Jaman, 50, juru pengairan setempat merasa sangat senang karena kesulitan air yang dihadapi para petani selama ini bisa segera teratasi. Selama ini para petani setempat sering mengeluhkan sulitnya mengaliri sawah mereka karena sumber mata airnya ada di seberang sungai. Sehingga para petani setempat hanya menggunakan alat dan cara seadanya untuk mengaliri sawah mereka. “Kalau sekarang dibangunkan oleh pemerintah, para petani senang, karena masalahnya selama ini terpecahkan,” tandasnya. (azi/aif)

SHULHAN HADI/RaBa

PEMANDANGAN INDAH: Deretan perahu nelayan yang sedang berjajar di Pantai Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, kemarin (9/2).

Rawan Jadi Jalur Imigran Gelap ABDUL AZIZ/RABA

SURVEI BANTUAN: Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo meninjau lokasi yang akan dibangun bulan ini.

ROGOJAMPI – Ramainya kunjungan wisata di Pantai Blimbingsari ternyata masih kurang mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Penerangan di pantai ini masih kurang. Sehingga pada malam hari sering dijadikan tempat untuk melakukan kegiatan mesum oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, kurangnya papan pemberitahuan juga dirasakan masih minim. Sehingga banyak wisatawan yang tidak mengerti area yang berbahaya atau yang aman. Hal ini diungkapkan

salah seorang petugas di Pos TNI Angkatan Laut Blimbingsari, Sertu Marinir Wastono. Menurut dia, papan pengumuman dan rambu keselamatan masih minim. Selain itu, kurangnya penerangan mengharuskan pihaknya rutin melakukan jam malam di lokasi tersebut. “Setelah pukul 22.00, kita sweeping anak-anak yang mangkal di sini,” ungkapnya. Komandan Pos TNI AL Blimbingsari Pelda Saproni membenarkan pernyataan anak buahnya tersebut.

Dia menambahkan, keberadaan pantai dan perairan di Blimbingsari sangat strategis. Selain memiliki potensi wisata, perairan di sana juga berpotensi dijadikan jalur imigran ilegal. “Kita mengantisipasi adanya imigran gelap yang menyeberang lewat wilayah ini,” tegasnya. Saproni mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan untuk segera melaporkan kepada petugas jika menemui kapal atau kegiatan yang mencurigakan di laut. Selain imigran

gelap, penggunaan bahan peledak dan racun untuk mencari ikan juga menjadi sasaran operasinya. “Masyarakat untuk tidak segan melaporkan jika menemui hal-hal yang mencurigakan,” tandasnya. Dia berharap ada kerja sama yang lebih antara masyarakat, TNI AL dan pemerintah untuk memajukan kawasan dan keamanan kawasan wisata Blimbingsari tersebut. ”Seperti papan petunjuk informasi dan keselamatan pantai supaya juga dipikirkan,” cetusnya. (mg1/aif)

Ombak tak Bersahabat, Tangkapan Ikan Sepi PURWOHARJO – Sungguh memprihatinkan nasib para nelayan di Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Sejak beberapa pekan ini, tangkapan ikan sangat sepi. Parahnya, selain sepi tangkapan ikan, ombak laut Pantai Selatan ternyata juga kurang bersahabat. Hampir setiap hari ombaknya besar disertai angin kencang. Kondisi semacam ini tentu membuat para nelayan merasa kebingungan karena mereka juga butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus biaya anaknya sekolah. Rajimin, 50, seorang nelayan di Pantai Grajagan menuturkan, belakangan ini para nelayan di pantai tersebut banyak yang menganggur. Kalaupun harus melaut, para nelayan harus

ABDUL AZIZ/RABA

SEPI AKTIVITAS: Suasana di Pantai Grajagan, Purwoharjo.

rela menunggu ombak dan angin bersahabat, yang waktunya belum bisa diprediksi. Bukan hanya itu, ketika ombak dan angin bersahabat dan nelayan bisa melaut, mereka juga tidak bisa berharap

banyak. “Dapatnya ikan juga sangat sedikit. Paling tidak cukup untuk makan bersama keluarga,” tuturnya. Pria berbadan dempal itu menjelaskan, saat ini ketika nelayan melaut, mereka hanya

bisa mendapatkan ikan jenis layur dengan jumlah yang sangat sedikit. Musim sepi ikan dan ombak yang kurang bersahabat ini diperkirakan bakal berlangsung hingga bulan Oktober atau Nopember mendatang. “Sementara sambil menunggu musim ikan, kita ya begini, bekerja kalau ombaknya bersahabat meski hasil sedikit,” tandasnya. Pantauan wartawan koran ini menyebutkan, akibat sepinya tangkapan ikan tersebut, banyak nelayan yang menyandarkan perahu dan kapalnya di tepi pantai. Nyaris tak ada aktivitas di pantai yang bersebelahan dengan lokasi Wana Wisata Pantai Grajagan tersebut. Padahal biasanya, lokasi itu tak pernah sepi dari aktivitas perdagangan ikan. (azi/aif)

Pulau Santen Penuh Sampah BANYUWANGI - Pemandangan mengenaskan terlihat di kawasan Pulau Santen, Banyuwangi kemarin (9/2). Sampah tampak berserakan di bibir pantai sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer (km) tersebut. Ironisnya, di saat bersamaan, beberapa bocah tampak asyik mandi di tepi pantai tak jauh dari sampah-sampah yang berserakan di pantai berlokasi di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di lapangan menyebutkan, sampah-sampah yang berserakan di tempat itu bukan hanya sampah organik seperti ranting dan daun. Tidak sedikit pula sampah an-organik yang bertebaran di sepanjang garis pantai. Di antaranya, tas plastik, bekas bungkus mi instan, botol plastik bekas wadah air mineral, plastik bekas bungkus detergen, sandal, hingga tas pinggang putus. Fadilah, 45, nelayan setempat mengatakan, sampah-sampah tersebut terbawa pasang air laut.

TERKESAN KUMUH: Sampah berserakan di kawasan Pulau Santen, Kecamatan Banyuwangi kemarin.

SULTAN ANSHORI/RaBa

Saat air laut surut, sampah-sampah itu tertinggal di bibir pantai. Dikatakan, meskipun tidak sampai mengganggu aktivitas nelayan mencari ikan, sampah yang berserakan, itu membuat lokasi sekitar terkesan kumuh. “Padahal setiap hari libur seperti ini, pantai ini (Pulau Santen) banyak dikunjungi warga,” ujarnya. Sementara itu, Atun, pen-

gunjung asal Kelurahan/Kecamatan Giri mengatakan, dia sengaja mengajak dua cucunya berlibur di Pulau Santen. Selain untuk bermain di bibir pantai berpasir landai di lokasi itu, dia mempersilakan dua cucunya mandi di pantai. Menurut Atun, suasana di Pulau Santen sebenarnya lebih nyaman dibandingkan pantai lain di wilayah Kecamatan

Banyuwangi. Lokasi tersebut cenderung lebih sepi, pasirnya landai, pemandangan Selat Bali pun cukup memesona. Terlebih, ombak di lokasi tersebut cukup bersahabat, sehingga tidak berbahaya bagi anak-anak. “Tetapi sayang, ada banyak sampah di sekitar bibir pantai. Anak-anak jadi tidak leluasa bermain,” keluhnya. (sgt/mg2/aif)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti . Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


Senin 10 Februari 2014

4#&#421.+6+-

PANGGUNG PEMILU SONNY T DANAPARAMITA

Pegang Teguh Trisakti SONNY T DANAPARAMITA adalah salah satu pemuda yang begitu cinta dengan Bung Karno. Sampai-sampai pria kelahiran Dusun Kopen Desa Genteng Kulon ini memegang teguh ajaran Bung Karno yang dikenal dengan Trisakti. Menurut Caleg DPR RI dari PDI Perjuangan dapil III Jatim (Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso) nomor 2 itu, konsep Trisakti sangat baik diterapkan dalam berbagai segi kehidupan. Di situ ada mencakup, kehidupan berdaulat dalam politik; berdiri di atas kaki sendiri (berdikari atau mandiri) di bidang ekonomi; dan berkepribadian dalam kebudayaan. “Jika pola perilaku kita diselaraskan dengan konsep Trisakti ini maka Indonesia akan damai dan sejahtera,” kata Sonny, kemarin. Pria yang selama remaja aktif di organisasi GMNI ini menilai persoalan bangsa ini bisa diselesaikan dengan menerapkan konsep-konsep Bung Karno. Bahkan, Trisakti ini jika dipelajari dengan baik maka akan membentuk character building bangsa Indonesia. (*/aif)

ISTIMEWA

Marifatul Kamila

Didoakan Warga Benelan Lor KABAT - Kader Partai Golkar sekaligus caleg DPRD Banyuwangi dari daerah pemilihan (dapil) 2 nomor urut satu, Marifatul Kamila, SH menemui konstituennya di Desa Benelan Lor Krajan Kecamatan Kabat, Sabtu malam kemarin (8/2). Disana, perempuan yang kini tercatat sebagai anggota DPRD Banyuwangi ini langsung disambut oleh ibu-ibu pengajian yang sudah beberapa saat menunggu kedatangannya. Marifatul pun langsung membaur dengan ibu-ibu yang sedang ngaji bareng itu. “Saya sudah tidak asing dengan ibu-ibu pengajian di Desa Benelan Lor Krajan Kabat ini, Sejak menjadi anggota DPRD pun saya masih mengunjungi mereka,” tegas anak KH. Salimi Irfan itu. Marifatul menambahkan, kedekatan dengan warga Desa Benelan Lor ini memang sudah terjalin sangat lama. Sehingga tidak heran, ketika dia datang sambutan warga sekitar sangat antusias. Bahkan, usai pengajian ini, warga bareng-bareng memasak dan makan bersama Marifatul Kamila. “Saya dan warga di sini sudah seperti saudara sendiri,” kata Bendahara Umum Partai Golkar Banyuwangi itu. Sementara itu, Ketua pengajian Desa Benelan Lor Krajan Kabat, Hj. Marwiyah mengakui hubungan antara warga dan Marifatul Kamila memang sangat dekat seperti saudara. Layaknya saudara, warga Benelan Lor kini memberikan dukungan penuh kepada Marifatul yang sedang berjuang mencalonkan kembali menjadi anggota DPRD. “Mudah-mudahan Mbak Marifatul diberikan kemudahan dan kelancaran sehingga beliau terpilih kembali,” cetusnya. (adv/aif)

Abdullah Azwar Anas

ISTIMEWA

AKRAB: Marifatul Kamil bersama ibu-ibu pengajian di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Sabtu malam kemarin (8/2).

Didiet Soebagio

Bantu Pembangunan Musala UNTUK kesekian kalinya, Didiet Soebagio, caleg DPR-RI dari PDI Perjuangan dari dapil III Jatim nomor urut IV kembali memberikan bantuan kepada takmir musala Addarul Munawaroh, Dusun Resomulyo, RT 01/RW 03, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Pemberian bantuan dana berupa uang tunai ini diserahkan langsung oleh Didiet Soebagio kepada takmir musala, Mistok, 61, warga setempat kemarin. Menurut Didiet, apa dia lakukan sebagai bentuk kepedulian sosial keagamaan untuk tempat ibadah, utamanya musala dan masjid yang memang dalam proses pembangunan, “Kalau musala cepat selesai semua warga sekitar bisa langsung menggunakan untuk beribadah,’’ kata Didiet diamini warga. Sebisa mungkin, dirinya bersama tim akan siap membantu musala maupun masjid yang memang dalam proses pembanubungi tim saya, biar mereka nanti yang akan gunan. “Silakan hubungi ng dibutuhkan dalam pembangunan tempat mengatur apa yang ibadah tersebut,” pesannya. Takmir musalaa setempat, Misaya warga sebtok yang dipercaya agai penerima bantuan langpkan terima sung mengucapkan diet bersama kasih kepada Didiet tim yang telah memberikan bantuan dana untuk penybangunan elesaian pembangunan ma kasih musala. “Terima ya doPak Didiet, saya akan semoga bisa di terpilih menjadi R wakil kita di DPR RI,” harapnya. Terkait bantuan itu, ketua tim sukses Didiet berpesan kepada seluruh pengurus masjid dan warga sekitar agar Didiet erpilih Soebagio bisa terpilih sebagai anggota DPR RI. (adv/aif) EKO BUDIYONO/RaBa

31

Kotak Suara Surplus 2.364 Unit BANYUWANGI - Logistik kotak suara dan bilik suara Pemilu 2014 di Banyuwangi, mengalami surplus dari logistik yang tersedia. Kotak suara surplus sekitar 2.364 unit, sedangkan untuk bilik suara surplus 5.773 bilik suara. Ketua Divisi Logistik KPU Atim Hariyadi mengungkapkan, kebutuhan kotak suara setiap TPS sebanyak empat unit. Empat unit itu untuk keperluan kotak suara DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten. Jika dijumlah dengan kebutuhan kotak suara di TPS, maka kebutuhan kotak suara mencapai 13.636 unit. “Stok kotak suara yang tersimpan dan siap di distribusikan sebanyak 16 ribu unit,” ungkap Atim. Sedangkan kebutuhan untuk kotak suara, lanjut Atim, masing-masing TPS berbeda-benda tergantung dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Kebutuhan bilik suara berkisar antara dua hingga tiga unit, setiap TPS. Jika diambil rata-rata tiga kebutuhan bilik suara, maka kebutuhannya di 3.409 TPS mencapai 10.227. “Stok bilang suara, sama dengan kotak suara sekitar 16 ribu,” katanya. Dari 16 ribu kota suara dan bilik suara itu, ada yang sudah siap didistribusikan ada pula yang masih belum dirakit. Sebelum disebarkan ke PPK, pihaknya akan mengecek semua logistik yang ada di kirim ke PPK. “Yang kondisinya kurang baik dan tidak aman, akan kita ganti dengan stok kotak suara dan bilik suara yang belum dirakit,” kata Atim. Karena kotak suara dan bilik suara surplus, maka Banyuwangi tidak membutuhkan tambahan kotak suara dan

DOK/RaBa

READY: Stok logistik untuk pelaksanaan Pemilu 9 April nanti sudah disiapkan oleh KPU Banyuwangi.

bilik suara. Sebenarnya, jika logistik kotak dan bilik suara kurang, KPU pusat sudah memiliki stok baru. Hanya saja, kotak dan bilik suara berbeda dengan yang dimiliki

KPU Banyuwangi. Kotak dan bilik suara pengadaan Pemilu 2014, terbuat dari bahan kerdus. Kotak dan bilik suara, hanya bisa dipakai satu

kali saja. “Kita tidak membutuhkan tambahan bilik dan kotak suara yang terbuat dari kardus, karena kebutuhan sudah cukup,” tambah Atim. (afi/aif)

Honor Linmas Rp 20 M Belum Ada Solusi BANYUWANGI - Krisis anggaran Pemilu 2014 untuk honor petugas pengamanan di tempat pemungutan suara (TPS) pada coblosan 9 April mendatang hingga saat ini belum ada penyelesaian. Harapan agar pemerintah daerah bisa membantu menyediakan honor tampaknya sulit direalisasikan karena terbentur aturan dalam undangundang (UU) Pemilu. Honor dua orang anggota perlindungan masyarakat (Linmas) yang akan bertugas di 3.409 TPS menjadi pembicaraan pada rapat konsolidasi KPU seIndonesia di Jakarta beberapa waktu lalu. Meski sudah jadi pembicaraan, namun belum ada solusi untuk mengatasi tidak ada anggaran honor petugas Linmas tersebut. Ketua KPU Syamsul Arifin mengatakan, dalam rapat konsolidasi KPU, anggaran honor Linmas itu menjadi pembicaraan serius antara KPU dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kendati dalam APBN 2014 tidak tersedia jatah anggaran petugas Linmas, namun tidak bisa langsung dibebankan kepada pemerintah daerah un-

tuk membantunya. Persoalannya, kata Syamsul, dalam UU, biaya pelaksanaan Pemilu ditanggung APBN. Pemerintah daerah, bisa memberikan bantuan untuk menyukseskan pemilu, namun bukan dalam bentuk anggaran honor tapi dalam bentuk fasilitas pendukung. “APBD tahun 2014 Banyuwangi sudah menyediakan anggaran pengadaan petugas Linmas,” tegasnya. Untuk menyelesaikan persoalan itu, KPU kabupaten/kota diminta untuk menunggu kebijakan lebih lanjut. KPU pusat sedang melakukan pembahasan dengan Kemdagri untuk mengatasi krisis

anggaran petugas Linmas. Yang jelas, tambah Syamsul, dalam APBN 2014, anggaran honor petugas Linmas TPS tidak tersedia. Dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) yang sudah diterima KPU kabupaten, hanya ada anggaran untuk honor petugas KPPS saja sedangkan honor petugas Linmas tidak tersedia. Jika mengacu pada jumlah TPS, pada coblosan 9 April mendatang Banyuwangi membutuhkan 6.818 orang petu-

gas Linmas. Masing-masing TPS akan mendapat pengamanan sebanyak dua orang di 3.409 TPS yang tersebar di Banyuwangi. Jika honor petugas Linmas mengacu pada Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim tahun 2013 lalus, maka honor Linmas sebesar Rp 300 ribu. Jika Rp 300 ribu dikalikan dengan 6.818 petugas Linmas yang akan disebar ke 3.409 TPS, maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp 20 miliar lebih. (afi/aif)


32

Senin 10 Februari 2014

SURAT PEMBACA

Kukuhkan Kader Peduli Bumi

Turis Asing Butuh Password WiFi SELAMAT siang. Tolong, melalui RaBa saya akan memberi saran dan aduan kepada Pemkab Bwi. Pertama-tama saya adalah praktisi di bidang pendidikan dan juga seorang pelaku dan pemerhati pariwisata dan pemerhati masalah sosial di Banyuwangi ini. Saya salut dan bangga atas pembangunan di BWI ini semakin maju dan dibarengi dengan teknologi dan akses informasi dan komunikasi bagi masyarakat BWI. Mengenai informasi dan akses komunikaasi ini, ada beberapa catatan dan kritik yang saya sampaikan. Pertama, adanya WIFI ID di RTH dan tempat publik lainya. Itu sudah bagus dan baik. Cuma ada kendalanya. Di situ, tidak tercantum No ID atau password untuk mengaktifkan freeWIFI ID. Ini kejadian yang saya alami di RTH Sri Tanjung. Beberapa hari yang lalu saya dan beberapa turis asing mencoba browsing, karena mereka akan ke Kawah ijen dan Pulau Merah bersama saya. Mereka browsing selama 20 menit tak ada sinyal (please enter Password Wifi). Karena tidak tahu, mereka bertanya ke pada saya. Saya pun juga tidak tahu no passwordnya. Kemudian kami juga bergeser Ke RTH TMP juga sama tidak ada sinyal. Mereka juga sempat kecewa tidak bisa browsing. Menurut mereka, di negara mereka WIFI di sana langsung connect. Tidak pakai password dan langsung on tidak seperti di Bwi. Terpaksa kami ke warnet. Dan, lucunya juga, POL PP yang berdinas di pendapa juga saya bertanya ke mereka, tak satupun yang tahu no password dan di RTH Taman Blambangan dan TMP, tak ada yang tahu satu pun. Bagaimana ini? Begitu juga telkom tidak mencantumkan No ID/Password di WIFI spot area. Mbok ya cantumkan biar tidak binggung. Apalagi yang mengakases warga luar kota atau wisatawan Asing. Aekali tolong kasih no ID / password di WIFI spot di seluruh publik area di Banyuwangi. Ini demi kelancaran akses dan juga perlu adanya WIFI di tempat wisata di BWI. Di Ijen masih belum ada WIFI. Begitu juga keberadaan Polisi Wisata tidak ada satu pun. Polisi Wisata yang stand by di tempattempat wisata di Bwi. Dan saya juga yakin, pasti mereka tak ada satu pun yang bisa Bahasa Asing. Kalau pun ada, pasti ala kadarnya. Bagaimana ini Bapak Bupati? SDM di pariwisata kurang greget. Ok, itu saja yang saya sampaikan kepada RaBa. Mohon ditindak lanjuti. Ini demi kemjuan kita di kemudian hari. Terima kasih. By: Billy Nugroho <nugrohobilly26@yahoo.com>

Thomy Sila/RaBa

BELAJAR SEJARAH: Puluhan siswa SMA Muh 2 Genteng mempelajari kekayaan budaya Osing di Kemiren kemarin.

Siswa SMA Muha 2 Mondok di Kemiren Napak Tilas Budaya dan Tradisi Osing GLAGAH – Bangsa yang besar adalah masyarakat yang mampu menghargai dan melestarikan khasanah tradisi dan leluhurnya. Semangat itulah yang coba diresapi dan dilaksanakan oleh keluarga besar SMA Muhammadiyah 2 (Muha) Genteng. Untuk lebih mendalami hakikat dan kekayaan budaya khas Suku Osing, sebanyak 22 siswa kelas bahasa bahasa plus tiga guru pembimbingnya menggelar napak tilas budaya di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Salah satu guru pembimbing, Siti Sriyati mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan sekolah. Sekaligus kegiatan ini memiliki tujuan sebagai perpaduan antara materi teori di kelas yang

BANYUWANGI

SITUBONDO

• Jl. Adi Sucipto •

• Grand Panji •

diberikan kepada siswa dengan kondisi riil yang ada di lapangan. “Kami ingin lebih kenal dan dalam terhadap budaya Osing langsung dari sumbernya,” katanya. Dalam kegiatan yang hampir mirip napak tilas ini siswa dikenalkan dengan beberapa adat dan istiadat masyarakat Osing di Kemiren. Beberapa peralatan dan peninggalan khas Suku Osing seperti rumah hingga barong Osing menjadi target pembelajaran para siswa. Tidak ketinggalan mereka juga mengunjungi situs budaya disana seperti situs buyut Chili. Tidak sekadar berkunjung ke tempat khas Osing dan bersejarah, siswa sekolah ini mendekatkan metode pembelajaran dengan berinteraksi langsung dengan penduduk asli Osing di sana. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok untuk kemudian tinggal dan

menetap sementara selama dua hari di rumah penduduk. Keinginan siswa untuk mendalami dan belajar mengenai suku Osing mendapat sambutan hangat masyarakat setempat. Penduduk setempat menerima siswa SMA Muha ini dengan tangan terbuka. Mereka memberikan apresiasi semangat muda-mudi tersebut untuk ikut belajar dan melestarikan kekayaan budaya masyarakat Osing. Dalam kesempatan itu masyarakat juga memberikan pemahaman serta penjelasan terkait tradisi dan budaya suku Osing. Di sini, siswa juga langsung berinteraksi dengan turut serta mempelajari membaca lontar, mengunjungi rumah adat, peninggalan suku Using, makam Buyut Chili, menelusuri legenda gandrung, dan mengikuti kegiatan keseharian penduduk setempat. (adv/als)

BANYUWANGI – Program Zakat Oksigen terus digalakkan di kalangan Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Banyuwangi. Setelah melakukan sidak di wilayah utara perkotaan, kali ini wilayah selatan kota menjadi pusat kegiatan zakat oksigen. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kebalenan didapuk menjadi tuan rumah dan pusat kegiatan yang dicanangkan Bupati Abdullah Azwar Anas itu. Jumat (7/2) lalu, di halaman SDN 1 Kebalenan sudah hilir mudik siswa siswi berkaus merah-merah bertuliskan I Love Bwi. Beberapa wali murid turut mendampingi. sementara guru pendamping menyiapkan segala sesuatunya. Begitu tepat pukul 07.00 WIB bel berbunyi dan seluruh siswa berbaris seperti saat upacara bendera. Di depan, berhadapan dengan barisan siswa, tampak kepala Plt Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Dwi Yanto, didampingi dengan kepala Plt Badan Lingkungan Hidup (BLH), Husnul, Camat Banyuwangi, Iskandar Aziz, Kepala UPTD Kecamatan Banyuwangi, Nurhamim, Lurah Kebalenan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Capung. Kegiatan pagi itu adalah untuk melantik kader peduli bumi yang terdiri dari siswasiswi SDN Kebalenan yang bertanggung jawab mengajak,

mengkampanyekan, hingga melestarikan program zakat oksigen. Selanjutnya masih dalam rangkaian tersebut penyerahan bibit pohon dari kepala Plt Dispendik Banyuwangi kepada Kepala SDN Kebalenan, Hj, Setyaningsih dan dilanjutkan penanaman pohon di lingkungan Sekolah yang berlokasi di Jalan Airlangga tersebut. Tidak hanya di lingkungan sekolah, di bawah komando Kepala Plt BLH Banyuwangi, anak asuh Setyaningsih ini melaksanakan jalan sehat di sekitar wilayah Kelurahan Kebalenan. Menariknya mereka tidak sekedar jalan memutari jalan kelurahan, sambil membawa kantong plastik yang dibagikan oleh paguyuban kelas, mereka juga memunguti sampah yang tercecer sepanjang jalan yang dilalui. Menurut Nurhamim, ini adalah cara efektif untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Bergembira, sehat dan lingkungan bersih,” ujar Nurhamim. Begitu sampai finish di halaman SDN Kebalenan, puncak acara adalah pengenalan capung kepada siswa oleh LSM Capung. Karena sebagai parameter ekosistem yang masih bagus ditandai oleh capung yang hidup disekitarnya. Semakin banyak capung yang dijumpa berarti ekosistem, lingkungan semakin bersih dan semakin bagus. (*/als)

GERDA S/RaBa

ZAKAT OKSIGEN: Plt Kepala Dispendik DwiYanto (kiri) menyerahkan bibit pohon kepada Kepala SDN Kebalenan, Hj, Setyaningsih disaksikan Kepala UPTD Banyuwangi Nurhamim (tengah).

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Body Kijang LGX •

• Ertiga GX ‘13 •

• Avanza ‘13 •

• Hyundai ‘03 •

• L 300 ‘11 •

Dijual Ertiga GX 013 silver cash/kredit Hub Nusantara Mobil Srono (0333)3961423

Dijual Avanza 10, 11, 12, 13, putih manual cash/kredit Hub Nusantara Mobil Srono (0333)3961423

Dijual Hyundai Gets 03 hitam manual cash/ kredit Hub Nusantara Mobil Srono (0333)3961423

Dijual L300 th 011 cahs/kredit Hub Nusantara Mobil Srono (0333)3961423

• Honda Jazz ‘08 •

• Grand Livina •

• Panther ‘08 •

• LGX ‘02 •

Dibthkan Sgr Pengajar Semua Mapel Unt SD,SMP,SMA Penempatan Ganesha Operation Rogojampi,S1 PTN Lamkir Jl Brawijaya No 8 (0333) 410880 Bwi, Jl Wahid Hasim No.70 (0333) 873423 Genteng

Dijual Honda Jazz 08,10,12 putih manual cash/kredit Hub Nusantara Mobil Srono (0333)3961423

Dijual Grand Livina 012 putih manual cash/ kredit Hub Nusantara Mobil Srono (0333)3961423

Dijual Phanter LV 08 Turbo silver Rp 152 Jut & LV 03 Silver 117 Jut Nego Cash&Credit Tukar Tambah Hb 082142194111/ 081335897888

Dijual Lgx 02 silver solar Rp 130 Jut & Lgx 01 solar 125 Jut Nego cash&credit Tukar Tambah Hb 08123453975

• Industri Seafood •

• Honda Freed ‘09 •

• Daihatsu Xenia ‘12 •

• Honda Jazz ‘05/’13 •

• Daihatsu Terios ‘09/’07 •

Dijual honda freed th 2009 warna silver nopol L Harga 185 juta kondisi original hb. 081331162111-081336305473

Dijual Daihatsu Xenia F651 RV AL New 4x2 MT tahun 2012 silver-putih mtl hrg 138,5 juta nego barang istimewa bisa cash/ kredit (0333) 631526 – 635176,0811351148

Dijual Honda Jazz GD3 1.5 IDSI AT tahun 2005/2013 merah/putih hrg 110 jt/182,5 jt nego barang istimewa bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176,0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700RG TX MT tahun 2009/2007 merah hrg 149 jt/139 jt nego barang istimewa bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176,0811351148

• Nissan Evalia ‘12 •

• Avanza ‘12 •

• Nissan •

• Honda Jazz rs ‘12 •

Dijual Nissan Evalia/Livina tahun 2012/2008 putih/silver hrg 157,5 jt/140 jt nego barang istimewa bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176,0811351148

Dijual Toyota New Avanza 1.3E MT tahun 2012 putih hrg 139 juta nego barang istimewa bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176,0811351148

Promo Februari Valday Dng DP Rendah G.Livina 40 Jt&March 40 Jt Ready Stok NIK 2013 Info Lebih Lanjut Hub:Adwar Nissan Banyuwangi 081259550876

Dijual Jaz rs 2012 Putih Rp 210 Jut nego cash & credit Tukar Tambah Hb: 082142194111/081335897888

Dijual body kijang lgx Rp 12 Jut Nego. Hubungi 082142194111.

• Promo Daihatsu • Dgn 27jt bw plg All New Xenia bs krdt 5th. READY Terios Luxio Ayla. Sgr hub HADI 0815 5970 5555 / 081 233 432 555

• Grand Civic ‘91 • Dijual Ruko lok Jl. Adi Sucipto No. 104-B Bwi. SHM. Ls 5x25, Lb 5x20. Listrik 5500 W. PDAM, Telp 3 line. Hub 081804224192

NewLaunching,T100danT54,unittrbatas,Lok Strtgis, CCTV, Atap Galvalum, Genteng Beton, Drainase, Jln 8 m, One Gate System, Security, HrgPromo,H:085236828956,085234074222.

• Disewakan •

• Jl. A. Yani •

Disewakan Ruko 2 LT Dkt Sklh Kantor dp Stadion Diponegoro, H: 085235572345

Djl Tk pst kt L ±490 m2 Jl A.Yani 106 A Situbondo 081233770294/0338671304

Dijual Grand Civic 1991 Hijau Muda Harga Nego Hub: 081358039153

BANYUWANGI

MALANG

• Teknisi Cuci •

• Dijual/Disewakan •

Dicari teknisi cuci mbl&motor+ poles, Gaji+Bonus menarik hub (gas) Jln Piere Tendean 49 bwi 081803216312

BANYUWANGI • STNK • Hlg SIM C+STNK P 2246 ZF, an. Surana, Jl Banterang Lingk. Jajang Penatu 01/02 Hlg STNK P 3456 X, an. Hariyana, Prm Kebalenan Baru I Blok 1.7 RT 03/03 Kblnan Djl / Dswakn Ruko 3 LT utk usaha Sblh Kampus 2 IKIP Malang SHM,IMB Lngkp Lstrk,Air,PDAM Jl Raya Ki Ageng Gribig Madyopro Square Malang. H: 082233699063

SITUBONDO • STNK • Hilang STNK Nopol P 2034 EW an Nurkuat, Alasmalang timur Kec. Panarukan, Stb

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhatihati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

HOTLINE IKLAN HUBUNGI: 0333-412224

• Ganesha Operation •

Industri Seafood di Bwi Bth: Produksi, QC, PPIC, DOC, Control (25-35 Th, S1/ D3 Perikanan/Industr, Penglm Min 1 Th), Admin/Sektrs (ADM) (25-35 Th Wnta, Penampln Menarik S1/D3 Sektrs/Eknmi), Driver (Pria 25-35 Th Pend Min SMA/ Sdrjt, Bs Matic), Montir (Pria 25-35Th, SMK, Pnglm 2Th Mnguasai msn kend) Tulis Poss Jabatn d Pjk Amplop Krm PO BOX 155 Bwi, Email: hrd_banyuwangi@yahoo.com


EMAIL

Senin 10 Februari 2014

dari

RANTAU

37

Menikmati Tahun Kedua Kuliah di Negeri Gajah Putih; Sulitnya Belajar Bahasa Thai

Sulitnya Menghafal 44 Huruf dengan 47 Vokal G

ENAP 1 semester perkuliahan kami berada di Negri Gajah Putih Thailand. Masih terasa kali pertama kami naik pesawat saat itu. Sangat menyenangkan sekaligus mengesankan karena kami harus terbang selama kurang lebih 4 jam lamanya dari Bandara Juanda hingga Bandara Don Muang, Bangkok. Saya, Ilman Nafi, dan teman saya, Moch Syaiful Anwar adalah mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi yang mendapat kesempatan untuk study di Thailand dalam rangka join degree with Rajamanggala University of Technology Thanyaburi selama 2 semester (1 tahun). Dalam hal ini kami mendapat beasiswa unggulan dari Kemenetrian Pendidikan dan Kebudayaan Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN). Selama 4 bulan ini banyak hal yang dapat kami petik pelajaran. Beberapa informasi yang dapat kami sampaikan selama kami di Thailand, yakni mengenai bahasa dan budaya. Pertama adalah dalam hal bahasa Thailand “Phasa Thai”. Kosa kata yang yang pertama yang kami bisa ialah Sawasdee Khrab. Ini adalah sebuah salam yang harus kita ucapkan ketika kita bertemu seseorang yang umumnya lebih tua dari kita. Mungkin bahasa Thai sangat asing bagi kami yang notabene orang Indonesia dan tentunya Lare Osing yang tidak pernah belajar sama sekali. Dapat dibayangkan, huruf konsonannya saja ada 44 huruf, dengan beberapa huruf tersebut yang mempunyai pelafalan yang sama. Dan, juga terdapat 47 vokal yang tidak

ISTIMEWA

FOTO BERSAMA: Kunjungan dari pihak perwakilan BU Dikti Kemendikbud Jakarta.

sama dalam pelafalannya, di samping kita harus membedakan intonasi dari perkata yang diucapkan, tinggi rendahnya suatu intonasi dalam sebuah kata akan mempengaruhi arti dan makna yang berbeda pula walaupun tulisannya sama. Mungkin kami akan lebih memilih Aksoro Jowo yang lebih mudah dipahami. ^_^ Untuk itu kami mendapat mata kuliah Thai for Communication untuk semester ini. Mulai dari belajar menulis aksara Thai hingga pemahaman arti dalam sebuah kalimat. Beberapa huruf memiliki kesamaan arti. Contohnya huruf N , T dan K mempunyai huruf lebih dari 2 yang akan berbeda pemakaiannya ketika dirangkai menjadi sebuah kata dan kalimat. Suatu ketika saya bertanya kepada Ajarn “Dosen pengajar”, kenapa tidak memakai K atau T yang lain dalam penulisan Khun Thai “orang Thailand”, apakah sama saja atau akan berbeda makna dan artinya? Kemudian beliau sambil tersenyum dan menjawab “Just Remember”. Ooourgh,,, it makes me confused and complicated, Ajarn. Makin rumit ketika kami mencoba membaca sebuah kalimat Thai, karena

setiap kata dalam sebuah kalimat tidak terdapat jedah pemisahnya. Sehingga dapat kami simpulkan bahwasanya jangan belajar bahasa Thai, ha ha ha (guyon doeloer). Mulailah dari percakapan kecil dengan teman, Ajarn atau dengan orang Thailand itu sendiri. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan kita dalam berbahasa Thai. Ingat, jangan hafalkan huruf yang begitu banyak yang akan membuat kita tambah bingung, cukup pahami kalimat tersebut kata per kata dan keep learning also. Berbicara mengenai budaya, sedikit ulasan yang akan kami bisa sampaikan. Salah satu contoh, yaitu berjalan di sisi kanan ketika sedang menaiki dan menuruni tangga ataupun ketika kami berjalan di trotoar jalan “pedestrian”. Entah ini sebuah aturan dari pemerintah setempat atau memang sudah menjadi habit mereka sejak dulu. Karena kami pun sempat heran ketika kami selalu berjalan di sisi kiri, dan itu membuat kami selalu bertabrakan jalan dengan mereka. Atau, mungkin mereka sudah menerapkan aturan layaknya jalan tol, sisi sebelah kanan merupakan jalur cepat bebas hambatan. Bisa jadi. ^_^

Yang membuat kami kagum lagi yaitu mereka masih menjaga yang namanya keseimbangan alam “plasma nutfa”. Dengan mudahnya kami melihat burung bangau yang sedang mencari ikan di tepian kolam kampus. Setiap pagi kami juga selalu disuguhkan suara merdu burung perkutut dari atap balkon kamar kami. Mungkin sarang mereka berada di atas balkon tersebut. Beberapa kali sempat kami dekati hingga jaraknya kurang lebih 1 meter, dan mereka tidak langsung terbang menghilang. Hanya berjalan menghindari kami untuk sebatas menjaga jarak. Hal ini tterjadi pula dengan burung-burung yang lain seperti kacer dan beo. Sempat terlintas dalam hati, jikalau hal ini terjadi di Indonesia, mungkin sudah kita tangkap dan jual dengan harga yang lumayan tinggi. Namun hal itu tidak terjadi di sini. Bahkan beberapa masyarakat Thai dengan sengaja memberi makan mereka dengan padi/beras atau dengan makanan semacamnya. Sungguh sesuatu yang membuat kami interested selama berada di Thailand. Mungkin hanya ini yang bisa kami sampaikan dari negeri rantau saat ini dan semoga diizinkan untuk menulis kembali. Semoga dengan ini menjadi pembelajaran dan membawa manfaat bagi kita semua. Amiin. Salam Laros Jenggirat Blambangan. (*/als) Penulis: Ilman Nafi Saat ini sedang menempuh kuliah tahun kedua di University of Technology Thanyaburi sebagai mahasiswa penerima beasiswa unggulan Untag Banyuwangi di Thailand.

AKRAB: Penulis Bersama Ajarn Wissete dalam mata kuliah Thai for Communication.

BANYUWANGI & SEKITARNYA

Sebulan Bebas, Pengedar Trex Ditangkap Lagi

SIGIT HARIYADI/RaBa

NAIK: Pedagang cabai dan tomat menawarkan daganganya kepada pembeli di Pasar Banyuwangi kemarin (9/2).

Cabai Meroket, Tomat Terjun Bebas BANYUWANGI - Diam-diam, banjir yang terjadi di Jakarta ternyata berdampak langsung terhadap harga sejumlah komoditas pertanian di Banyuwangi. Cabai rawit dan cabai merah, misalnya. Saat banjir mengepung ibu kota beberapa hari yang lalu, harga dua komoditas tersebut di Pasar Banyuwangi cenderung murah. Kini, ketika cakupan wilayah banjir sudah mulai berkurang, harga cabai rawit dan cabai merah di Bumi Blambangan langsung meroket. Samsul, 36, pedagang bumbu di Pasar Banyuwangi mengatakan, cabai rawit dan cabai merah kompak naik harga sejak beberapa hari terakhir. Harga cabai rawit meroket dari

Rp 28 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 36 ribu per kg. Sedangkan harga cabai merah naik signifikan dari Rp 24 ribu per kg menjadi Rp 28 ribu per kg. Samsul menjelaskan, harga kedua jenis bumbu tersebut naik lantaran banyak cabai rawit dan cabai merah Banyuwangi yang dikirim ke Jakarta dan sejumlah kota besar lain. “Saat Jakarta banjir, stok di pasar lokal melimpah. Akibatnya harga cabai rawit dan cabai merah cukup murah. Kini, setelah banjir berlalu, banyak cabai rawit dan cabai merah hasil produksi petani yang dikirim ke Jakarta. Akibatnya stok menipis dan harga cabai naik,” jelasnya. Meski tidak sebesar cabai rawit

dan cabai merah, tren kenaikan harga juga terjadi pada bawang putih. Sejak tiga hari terakhir, harga bawang putih di Pasar Banyuwangi turun dari Rp 8 ribu per kg menjadi Rp 7.700 per kg. Meski demikian, konsumen masih bisa sedikit lega. Pasalnya, di saat nyaris bersamaan, harga tomat dan ranti justru “terjun bebas”. Sebelumnya, harga tomat di pasaran mencapai Rp 8 ribu per kg. Kini, harga tomat turun menjadi Rp 4 ribu per kg. Penurunan harga ranti justru lebih signifikan, yakni dari Rp 15 ribu per kg menjadi Rp 6 ribu per kg. “Berbeda dengan cabai rawit dan cabai merah, stok tomat dan ranti kini melimpah,” pungkas Samsul. (sgt/als)

PANJI – Jajaran Reskoba Polres Situbondo berhasil menggagalkan peredaran barang haram jenis pil trex kemarin (9/2). Pelaku tak lain adalah seorang residivis yang sudah pernah dipenjara dan baru keluar sekitar satu bulan yang lalu. Dia bernama Fahrudi, warga Jalan Basuki Rahmat, Situbondo Penangkapan terhadap pria 21 tahun itu dilakukan petugas setelah mendapat informasi terkait dugaan peredaran pil trex. Mendapat informasi itu, petugas Reskoba meluncur ke lokasi dan melakukan penyelidikan. “Ada informasi dari masyarakat, katanya ada pil trex dan itu sangat meresahkan masyarakat,” kata AKP Priyo Purwandito, Kasat Reskoba Polres Situbondo. Benar saja, sekitar satu jam kemudian, petugas memergoki Fahrudi yang siap mengedarkan beberapa pil trex di Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji. Melihat petugas, tersangka ini sempat berusaha melarikan diri. Beruntung, beberapa petugas yang tiba di lokasi sudah menutup sejumlah jalan tikus dan berhasil menangkap tersangka. Setelah digeledah, tersangka kedapatan memiliki 10 butir pil trex. Pria ini pun beralasan macam-macam sebagai pembenar bahwa dirinya tidak memiliki pil trex. Tetapi karena barang buktinya sudah jelas, pemuda tersebut langsung ditangkap. “Penangkapan tersangka dilakukan petugas di

NUR HARIRI/RaBa

DITANGKAP: Fahrudi menunjukkan pil trex miliknya di Mapolres Situbondo kemarin (9/2).

timurnya Klinik Sehat Desa Curah Jeru,” imbuh Priyo. Pria pengangguran ini kontan digelandang ke Mapolres Situbondo untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Kepada polisi, pria ini mengaku mendapatkan barang haram kepada seseorang yang tidak dia kenal. “Saya beli pada orang dan saya tidak kenal dia,” kata tersangka memberikan keterangan kepada penyidik. Data yang berhasil dikumpulkan, setelah berkas di Mapolres diperiksa, ternyata pemuda yang tinggal di Jalan Basuki Rahmat ini sudah pernah masuk penjara. Bahkan dirinya baru saja keluar dari balik jeruji sekitar satu bulan yang lalu. “Tersangka belum jera. Padahal baru keluar dari penjara. Ini sangat disayang-

kan dan petugas akan terus memproses hukumnya,” kata AKP Priyo. Dikatakan, dengan tertangkapnya pria yang memiliki 10 butir pil trex itu. Pihak kepolisian akan menjerat tersangka dengan pasal 197 sub pasal 98 jo 196 Undang-Undang nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. “Ancamannya 5 tahun penjara,” tegasnya. Pihaknya menghimbau kepada masyarakat, termasuk anakanak muda agar menghindari dan menjauhi barang-barang haram. Bila tidak pihaknya berjanji akan melakukan penangkapan dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. “Saya harap masyarakat menjauhi obat-obat terlarang. Kami pastu akan menangkapnya,” pungkas Priyo. (rri/als)

Demi Keselamatan, Pohon Rapuh Dipotong BANYUPUTIH – Cuaca buruk berupa angin besar dan hujan deras berangsurangsur membaik. Tetapi, bukan berarti tidak ada ancaman yang membahayakan. Karena itu, Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur masih melakukan pemotongan terhadap pohon besar yang dinilai membahayakan masyarakat. Seperti yang terjadi di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, ini. Beberapa orang terlihat melakukan pemugaran demi keselamatan para pengendara di Jalan Pantura atas ancaman pohon tum-

bang. “Biar gak roboh, makanya ditebang,” kata Suhab, petugas Bina Marga Jawa Timur yang berada di lokasi penebangan. Dikatakan, untuk saat ini kondisi angin memang sudah mulai berkurang. Namun akibat guyuran hujan dan angun kencang beberapa waktu lalu membuat beberapa pohon, khususnya di pinggir Jalan Pantura, rapuh dan cukup membahayakan pengendara. “Ada yang rapuh, jadi pemotongan ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak inginkan,” kata Suhab. Menurutnya, pemotongan sejumlah

pohon yang ada di pinggir Pantura, hampir seluruhnya dirobohkan di halan raya. Sebab, tidak ada lokasi lain yang dapat digunakan untuk merobohkan pohon besar seperti itu. “Kalau robohnya ke pekarangan, warga pasti ada yang rusak,” imbuhnya. Salah seorang pengendara, Asnapun warga asal Probolinggo, mengatakan dirinya tidak merasa terganggu dengan adanya penebangan pohon tersebut. “Ya untuk kebaikan bersama,” kata Asnapun. (rri/als)

BERBAHAYA: Pohon besar yang mulai rapuh di Kecamatan Banyuputih ini ditebang.

NUR HARIRI/RaBa


38

Senin 10 Februari 2014

Juara Bertahan Sua SMK Taruna

ALI NURFATONI/RaBa

KERAS: Dua pemain Jakarta BNI 46, Chika dan Kalebi, berusaha mengeblok smash pemain Jakarta Pertamina Energi di GOR Tawang Alun kemarin.

Gresik Petrokimia Gagal Lolos BANYUWANGI – Proliga seri kedua tahun 2014 di Banyuwangi berakhir tadi malam (9/2). Liga voli kasta tertinggi di tanah air itu berlangsung seru. Hasil pertandingan membuat tim gagal untuk menembus final four. Tim putri Gresik Petrokimia kembali menelan kekalahan selama melakoni laga di Banyuwangi. Pada pertandingan pertama Jumat lalu (7/2), Aprilia Maharani dkk harus tunduk saat bersua dengan tim putri Jakarta Pertamina Energi tiga set langsung. Dalam laga kedua kemarin, pasukan Mashudi tersebut kembali tunduk bertemu tim putri Jakarta Elektrik PLN juga dengan set langsung (20-25, 22-25,13-25).

Dengan derita itu, Gresik Petrokimia mengukir hasil buruk dengan mencatat 8 kalah dari 10 kali laga sejak putaran pertama. Kini, mereka hanya mengantongi 7 poin. Itu artinya, selama di Banyuwangi, tim asal Jawa timur sama sekali tidak pernah mendulang poin karena kalah masing-masing dengan 3-0. Menilik poin saat ini, peluang mereka untuk lolos empat besar pun tertutup. Sedangkan, bagi Jakarta Elektrik PLN, memastikan lolos ke empat besar. Sebab, poin yang diraih saat ini tidak bakal mampu dikejar oleh tiga tim lain. Meski masih ada dua laga lagi di seri ketiga yang digeber di Gresik beberapa pekan mendatang. Saat ini, anak asuhan Tian

Mei itu mendulang 20 poin dari 10 kali menjalani laga. Rinciannya, 6 kali menang dan sisanya kalah. ‘’Usaha untuk masuk empat besar tercapai,’’ kata asisten pelatih Jakarta Elektrik PLN, Markoji. Sementara itu, kekalahan juga diderita tim putri Jakarta BNI 46. Sebelumnya, pasukan Nur Hariri itu kalah tiga set langsung saat berjumpa Jakarta Elektrik PLN pada Sabtu lalu. Kemarin, mereka menuai hasil buruk saat berhadapan dengan Jakarta Pertamina Energi. Derita itu membuat Eris Septia Wulandari dkk semakin terbenam di posisi kedua terbawah dalam klasemen dengan hanya meraup 6 poin. Dari 10 kali bertanding, mereka hanya menang 2 kali dan sisanya kalah.

Catatan buruk itu membuat mereka gagal total pada musim ini. Meski masih ada sisa seri ketiga di Gresik, namun mereka tidak bisa masuk empat besar. Sebab, perolehan poin mereka tidak cukup. Hasil buruk juga menimpa tim putra Jakarta BNI 46. Untuk kali kedua bertanding di Banyuwangi, mereka tidak pernah menang. Kemarin, mereka kalah saat berhadapan dengan Solo Bank Jateng dengan skor tipis 2-3. Dengan hasil itu, Rudi Tirtana dkk bisa meraup satu poin. Namun demikian, pasukan Gordon Mayforth tersebut masih menduduki posisi juri kunci dengan modal 6 poin. Sedangkan, Solo Bank Jateng mengantongi 9 poin. (ton/als)

Pelantikan Sekaligus Penataran Wasit BANYUWANGI – Semua cabang olahraga (cabor) di Banyuwangi tampaknya semakin bergeliat dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2015 mendatang. Salah satunya Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Banyuwangi. Demi meraih hasil manis dalam ajang multi even dua tahunan itu, PSTI Banyuwangi menggelar penataran wasit. Pelatihan untuk para pengadil lapangan dan tim penilai itu berlangsung selama dua hari

ALI NURFATONI/RaBa

RESMI: Para pengurus cabang PSTI Banyuwangi sesaat dikukuhkan menjadi pengurus definitif Sabtu (8/2) lalu.

dan berakhir kemarin (9/2). Sejumlah Pengurus Provinsi (Pengprov) PSTI Jawa timur hadir langsung sebagai narasumber dalam acara yang digelar di kampus Uniba

Banyuwangi itu. Setidaknya ada sekitar 50 wasit mengikuti penataran tersebut. Acara penataran itu sekaligus dirangkai dengan pelantikan pengurus cabang PSTI Banyu-

wangi masa bakti 2013-2017. Surtiono, sebagai ketua umum Pengcab PSTI Banyuwangi, bersama jajaran pengurus lain dilantik langsung oleh Sekretaris Umum Pengprov PSTI Jawa timur, Edi Susanto. Usai pelantikan, Edi Susanto mendorong agar PSTI Banyuwangi bisa mendulang banyak medali dalam porprov. Sebab, tuan rumah menjadi prestisius demi mengangkat pamor daerah. ‘’Kita harus optimistis untuk bisa meraih prestasi nanti,” ungkapnya n  Baca Pelantikan...Hal 39

BANYUWANGI - Kick off Liga Pendidikan Indonesia (LPI) semakin dekat. Semua kontestan mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA tampaknya sudah siap dalam menghadapi pertandingan untuk memperebutkan Piala Bupati Banyuwangi itu. Setiap tim juga sudah tahu calon lawan yang dihadapi. Hal itu merujuk dari hasil drawing yang berlangsung di kampus Uniba Banyuwangi, Sabtu (8/2) lalu. Undian itu berlangsung dalam temu teknik yang dihadiri semua kontestan dari empat zona yang ditentukan. Juara tingkat SMA musim lalu, tim SMAN 1 Rogojampi harus berhadapan dengan tim SMK Taruna Mandiri Srono di

ALI NURFATONI/RaBa

PENENTUAN: Plt Kadispora Ahmad Khoirullah saat menyampaikan paparan di hadapan kontingen LPI.

laga awal. Duel tersebut akan tersaji di Lapangan Concrong, Rogojampi, sebagai venue pertandingan zona II. Tentu saja, kedua tim ingin memenangkan pertandingan demi lolos dari fase penyisihan. Namun demikian, tim yang kalah masih ada

kesempatan untuk melakoni pertandingan kedua. Pasalnya, kompetisi sepak bola antar pelajar tersebut menggunakan format gugur ganda Bentrok dua tim tersebut merupakan satu-satunya yang harus berjibaku sejak awal n  Baca Juara...Hal 39


Senin 10 Februari 2014

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Bos PT PMB Berada di Singapura n KENA SANKSI... Sambungan dari Hal 29

14 hari untuk pelanggaran kedua, dan satu bulan untuk pelanggaran ketiga. Kesepakatan yang dibuat bersama itu mulai diingkari oleh perusahaan pelayaran. Meski belum tujuh hari, namun kapal Trans Jawa 9 sudah mulai operasi melayani jasa penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Sejatinya, Trans Jawa 9 dan LCT Pancar Indah baru bisa beroperasi lagi pada 12 Januari mendatang. Nyatanya, satu dari dua armada milik PT. Pelayaran Makmur Bersama (PMB) yang terkena sanksi

dikeluarkan dari jadwal itu sudah masuk lintasan pelayaran lagi. Sedangkan Pancar Indah belum beroperasi, namun tidak ada di sekitar pelabuhan Ketapang. Kabarnya, kapal itu masuk docking untuk menjalani proses perawatan rutin. Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi Helmi Abdullah membenarkan beroperasinya kapal Trans Jawa 9. Menurut Helmi, Trans Jawa 9 boleh beroperasi lagi setelah ada revisi kesepakatan antara Gapasdap, operator pelayaran, Otoritas Pelabuhan Penyeberangan ( OPP) dan Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi (KP3). Menurut Helmi, sanksi dike-

luarkan dari jadwal pelayaran, tetap diberlakukan pada PT. PMB. Hanya saja, tidak dua kapal milik PT. PMB, namun hanya satu kapal saja yang menjalani sanksi selama tujuh hari. Sedangkan satu kapal, lanjut dia, sanksinya disepakati hanya tiga hari saja. Karena sudah menjalani sanksi tiga hari, maka Trans Jawa 9 boleh beroperasi lagi. Sedangkan untuk Pancar Indah, harus menjalani sanksi selama tujuh hari sesuai kesepakatan dan sanksi yang dikeluarkan OPP. “Benar pak, kapal LCT Trans Jawa 9 sudah boleh beroperasi,” tegas Helmi. Kepala Kantor OPP Gilima-

nuk Ir. Kasman belum memberikan penjelasan soal tidak konsistensinya Trans Jawa 9 menjalani proses sanksi. Saat di konfirmasi melalui telepon selulernya, hand phone sedang off. Koran ini sudah mengirim pesan singkat, namun belum ada jawaban. Sementara itu, Direktur PT. PMB Ny. Subariyono ketika di konfirmasi koran ini, mengaku belum mengetahui kapal satu armada kapalnya sudah beroperasi lagi. “Saya belum tahu. Saya sekarang di Singapora, sedang dalam perjalanan mau ke Jepang,” ujarnya dihubungi via ponselnya, kemarin. (afi/aif) GALIH COKRO/RaBa

Naik Pesawat Lebih Cepat dan Efisien n JADWAL... Sambungan dari Hal 29

Andy mengimbau kepada masyarakat untuk percaya menggunakan transportasi udara. Menurutnya, naik pesawat terbang itu aman. “Menggunakan pesawat terbang lebih cepat dan efisien,” ujarnya. Diberitakan sebelumnya, jad-

wal penerbangan maskapai Wings Abadi Airlines (Wings Air) rute Surabaya-Banyuwangi pergi pulang (PP) mengalami perubahan sementara. Perubahan jadwal penerbangan Wings Air di Banyuwangi berlaku tanggal 3 Februari, 6 Februari, 10 Februari, 13 Februari, dan 17 Februari sampai 19 Februari. Sesuai jadwal yang telah di-

tentukan tersebut, pesawat Wings Air berangkat dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, pukul 10.00. Pesawat berkapasitas 72 tempat duduk tersebut dijadwalkan tiba di Banyuwangi pukul 10.50. Dari Banyuwangi, pesawat tersebut kembali bertolak ke Bandara Juanda pukul 11.15. Pesawat tersebut sampai di Bandara

Juanda pukul 12.05. Pada hari-hari normal, pesawat Wings Air yang melayani rute Surabaya-Banyuwangi berangkat dari Bandara Juanda pukul 09.30 dan tiba di Bandara Blimbingsari pukul 10.20. Selanjutnya, dari Banyuwangi, pesawat berangkat pukul 10.45 dan sampai di Surabaya pukul 11.35. (mg1/aif)

Butuh Sambungan Pipa 1,5 Kilometer n PANGDAM... Sambungan dari Hal 40

Sedangkan yang bertahan di tempat tinggal (di Dusun Kidul Gunung) sebanyak 66 KK atau sebanyak 165 jiwa. Alasannya macam-macam. Namun kami tetap menyarankan agar mengungsi kepada tempat yang sudah disiapkan,” papar Zainul Arifin. Lebih jauh mantan Sekretaris KPU itu menjelaskan, untuk persediaan bahan makanan para pengungsi masih bisa tercukupi hingga lima bulan ke depan. Ini karena banyaknya penyumbang. “Untuk kebutuhan nasi, warga yang di peng-

ungsian bisa ambil sendiri sedangkan yang tinggal bersama penduduk dikirim,” paparnya. Kebutuhan mendesak oleh para pengungsi saat ini, kata Zainul adalah sarana MCK (mandi, cuci, kakus). Sarana tersebut belum bisa dibuat kerana terkendala dengan peralatan yang ada. Kebutuhan mendesak lainnya adalah air bersih. “Selama ini kebutuhan air bersih untuk masak dan minum menggunakan truk tangki BPBD dan PDAM,” imbuhnya. Diungkapkan, di atas gunung pengungsian sebenarnya ada sumbermata air yang bisa diandalkan. Caranya hanya tinggal menyambung pipa

sepanjang sekitar 1,5 km untuk bisa sampai ke lokasi penampungan warga. Inilah yang saat ini memang direncanakan untuk bisa menyuplai kebutuhan air bersih. Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI R Ediwan Prabowo mengaku bersyukur karena warga Dusun Kidul Gunung, Desa Mojodungkol tidak mengalami hal yang buruk sebagaimana yang terjadi di Kabupaten Jombang. “Makanya sekarang tinggal memikirkan solusi-solusinya. Misalnya relokasi tempat tinggal yang lebih aman dan lebih baik,” tegasnya. Dia menjelaskan, kedatan-

gan dirinya untuk memastikan apakah mekanisme penaggulangan bencana daerah sudah berjalan dengan baik. Jika ada kesulitan, apa yang bisa diperbuat oleh Kodam V Brawijaya. “Kami secara prinsip siap memberikan dukungan sepenuhnya untuk menghadapi kesulitan-kesulitan. Kami bekerja sama dengan Pemprov Jatim maupun Pemda Situbondo untuk bisa mengupayakan apa yang terbaik yang bisa kami lakukan, saya hadir juga bersama pimpinan PT semen Indonesia. Untuk pemasangan pipa air bisa kita lakukan satu dua hari ini,” paparnya. (pri/als)

Bayar Biaya Sewa Tenda Rp 50 Ribu n JAUH-JAUH... Sambungan dari Hal 29

Dia sengaja datang jauhjauh dari Jakarta hanya untuk berjualan asesoris olahraga. Perempuan yang mengaku dua kali jualan selama event Proliga ini mengaku hasil penjualan tidak seramai di tempat-tempat lain, bahkan bisa dibilang sepi pengunjung. Akibatnya, selama dia berada di Banyuwangi tidak mendapatkan target penjualan yang sudah ditetapkan. ”Kami hanya menjual beberapa potong kain, sepatu dan asesoris selama di sini, “ ujar wanita paruh baya tersebut. Hal ini disebabkan karena tempat yang disediakan tidak strategis. Biasanya stand pe-

dagang disediakan tepat di depan pintu masuk. Namun, selama di Banyuwangi, standstand berdiri di samping GOR Tawang Alun. Hal tersebut tentu mengakibatkan kurangnya minat penonton untuk membeli barang-barang yang dijual. Sebab, stand pedagang yang berdiri lumayan jauh dari pintu masuk maupun tempat strategis lainnya. Selain itu, faktor yang menyebabkan sepinya pembeli karena penonton yang datang umumnya dari kalangan menengah ke bawah. Mereka hanya sebatas ingin menonton pertandingan bola voli. ” Kebanyakan yang membeli barang berasal dari kalangan pemain dan kru tim yang sedang bertanding,’’ kata Ny. Sondah.

Kondisi yang sama juga dirasakan oleh rekan seprofesinya sebagai pedagang baju dan asesoris lainnya, Andi, 27. Warga Bintaro Jakarta tersebut kerap berjualan di Kota Banyuwangi ketika ada event bola voli yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah setempat. Menurutnya, setiap ada event bola voli, pedagang selalu tidak mendapatkan tempat layak. ”Mau gimana lagi, kami di sini hanya sebagai pedagang,’’ cetus Andi sambil merapikan barang dagangannya. Dirinya masih sedikit beruntung dibanding dengan yang dialami Ny Sondah. Sebab, dalam kondisi seperti ini, dagangannya masih laku terjual, Sejak dibuka ajang bergengsi di cabang olah raga bola voli

tersebut, setidaknya sudah menjual sekitar 10 persen barang dagangannya. ”Kebanyakan yang dicari oleh pembeli adalah kostum tim andalan mereka,’’ ujar Andi. Meski sepi, para pedagang masih merasa terbantu oleh pelayanan yang diberikan panitia. Pasalnya, mereka sama sekali tidak ditarik retribusi sewa tempat yang disediakan oleh pihak peyelenggara. Pedagang hanya membayar sewa tenda sebesar Rp. 50.000 per hari. Mereka berharap, pada event selanjutnya para pedagang diberi tempat yang lebih strategis. ”Sehingga bisa berpengaruh terhadap omset penjualan barang dagangan kami,’’ harap Andi. (aif)

NJOP Naik Bisa Kredit Lebih Besar BANYUWANGI - Penyesuaian klasifikasi nilai jual objek pajak (NJOP) tanah yang segera diberlakukan di seantero Banyuwangi, dipastikan berdampak positif bagi masyarakat. Selain dapat terhindar dari “permainan” spekulan tanah, penyesuaian NJOP tersebut justru dapat meningkatkan kemampuan permodalan masyarakat dalam menjalankan usaha. Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, Wiyono mengatakan, ada empat tujuan yang ingin dicapai pemkab dengan menaikkan NJOP mulai 2014 ini. Tujuan pertama, pemkab ingin memproteksi masyarakat agar tidak terombangambing spekulan tanah. Kedua, dengan penyesuaian NJOP, bargaining position masyarakat akan semakin kuat. Ketika akan menjual tanah, masyarakat punya kekuatan yang kokoh. “Kalau perlu NJOP dijadikan batas minimal nilai jual tanah,” ujarnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (8/2). Tidak hanya itu, penyesuaian NJOP dilakukan sebagai salah satu sarana meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menjalankan usaha. Contohnya, di tengah geliat industri kecil menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akhir-akhir ini, pengusaha kecil yang butuh

modal bisa mengajukan kredit lebih besar di perbankan. “Sebab, patokan kredit yang disalurkan bank adalah NJOP. Nah, di tengah perkembangan IKM dan UMKM yang begitu pesat, banyak masyarakat yang butuh modal. Penyesuaian NJOP itu akan memperluas gerak masyarakat mendapatkan modal,” papar Wiyono. Tujuan keempat, imbuh Wiyono, penyesuaian NJOP kali ini akan meningkatkan kemampuan pelayanan pemerintah mulai tingkat kabupaten hingga tingkat desa. Termasuk peningkatan kemampuan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Dijelaskan, peningkatan kemampuan pemerintah meningkatkan pelayanan merupakan imbas peningkatan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang diterima pemkab setelah NJOP disesuaikan. Ya, meskipun tarif PBB yang dikenakan tidak berubah, yakni sebesar 0,1 persen untuk NJOP senilai Rp 1 miliar dan 0,2 persen untuk NJOP di atas Rp 2 miliar, tapi dengan kenaikan NJOP secara otomatis besarnya PBB ikut terkerek naik. Meski demikian, imbuh Wiyono, masyarakat yang merasa penyesuaian NJOP yang membawa konsekuensi naiknya PBB yang harus dibayar, itu tidak sesuai kondisi riil di lapangan, bisa mengajukan permohonan

keringanan kepada pemerintah. “(Permohonan keringanan PBB) itu hak rakyat. Kalau memang tidak sesuai kondisi riil, ya akan diberi keringanan,” cetus mantan kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi tersebut. Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Banyuwangi, Suyanto Waspotondo Wicaksono menambahkan, konsekuensi lain penyesuaian NJOP kali ini adalah meningkatnya bantuan keuangan yang diterima pemerintah desa seBanyuwangi. Dikatakan, pada tahun 2013 atau sebelum penyesuaian NJOP diberlakukan, dari Rp 129 miliar pendapatan pajak dan retribusi daerah, dana yang “dikembalikan” ke desa mencapai sepuluh persen atau Rp 12,9 miliar. Dana senilai Rp 12,9 miliar tersebut dibagi rata kepada 127 pemerintah desa se-Banyuwangi. Jika dikalkulasi, masing-masing desa mendapat bagian sebesar Rp 101,57 juta lebih. Setelah NJOP disesuaikan tahun ini, pendapatan pajak dan retribusi di Banyuwangi nyaris dapat dipastikan meningkat. Jika pendapatan pajak dan retribusi daerah meningkat, besarnya dana yang dikembalikan ke desa melalui bantuan keuangan desa juga meningkat. “Selebihnya, sisa 90 persen pendapatan pajak dan retribusi, itu juga akan

kembali ke masyarakat melalui program-program pembangunan prorakyat dan perbaikan infrastruktur,” terangnya. Seperti diberitakan kemarin, Pemkab Banyuwangi segera menyesuaikan klasifikasi nilai jual objek pajak (NJOP) di seantero Bumi Blambangan. Penyesuaian itu dilakukan setelah NJOP kali terakhir disesuaikan sebelas tahun silam, tepatnya tahun 2003. Sementara itu, kenyataan di lapangan, harga jual tanah di kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini terus meningkat dari waktu ke waktu. Kepala Dispenda Banyuwangi, Suyanto Waspotondo Wicaksono mengatakan, bila dibandingkan harga jual tanah secara riil, klasifikasi NJOP di Banyuwangi sangat rendah. Kenyataan tersebut diketahui berdasar hasil laporan transaksi jual beli tanah dan pajak tanah yang dilaporkan notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) se-Banyuwangi. Laporan dari notaris dan PPAT, itu lantas dibandingkan dengan NJOP di Banyuwangi. Hasilnya, antara laporan notaris dan PPAT dengan NJOP, terjadi selisih kelas tanah antara tiga kelas sampai 18 kelas. “Misalnya tanah dijual dengan harga Rp 100 ribu per meter persegi, tetapi NJOP tanah tersebut “hanya” Rp 5 ribu per meter persegi,” ujarnya Jumat (7/2). (sgt/c1/bay)

PICU KEMARAHAN PERUSAHAAN KAPAL: Sejak Minggu pagi kemarin (9/2) LCT Trans Jawa 9 sudah boleh berlayar rute Ketapang-Gilimanuk.

Terganggu Penonton yang Merokok n PEMAIN... Sambungan dari Hal 29

Ventilasi yang ada di dalam gedung tersebut tidak bisa menjadi solusi. Beberapa kipas angin (blower) yang dipasang di beberapa sudut dirasa belum cukup mengatasi prolem tersebut. Yang lebih parah lagi, penonton

ada yang merokok di dalam gedung tersebut. Hawa panas itu dikeluhkan para pemain yang sedang bertanding. Dengan pendingin yang kurang, energi mereka terbuang sia-sia. Pada pertandingan pertama, para pemain baik putra dan putri terkejut dengan kondisi di GOR. Hawa panas tersebut justru semakin

parah mendekati partai terakhir. ‘’Cuacanya panas sekali,’’ kata Novi Merliyana, pemain Jakarta Elektrik PLN usai laga kemarin. Dia mengaku puas dengan hasil pertandingan. Pasalnya, Novi dan rekan-rekannya berjuang hingga bisa memenangkan pertandingan dan meraup tiga poin. (ton/aif)

Kerugian Diperkirakan Rp 17 Juta n LONGSOR... Sambungan dari Hal 29

Didik menuturkan, warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) memang sudah paham jika hujan deras, lokasi tersebut rawan longsor. Sehingga begitu cuaca kurang bersahabat mereka sudah me-

lakukan antisipasi sebelumnya. “Warga sudah waspada sehingga tidak sampai ada korban jiwa,” tandasnya. Mantan Camat Glenmore itu menambahkan, kemarin pagi (9/1), jajaran Forum Pimpinan Kecamatan Pesanggaran bersama ratusan warga melakukan kerja bakti membersihkan puing

dan longsoran tebing. Sejumlah bantuan dari Forpimka Pesanggaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial berdatangan. Bantuan itu berupa uang, pakaian, maupun makanan. “Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 17 juta,” pungkasnya. (azi/aif)

Hari Biasa 1 Ton per Hari n MAULID... Sambungan dari Hal 29

Penurunan harga telur lebih ekstrem terjadi di tingkat agen. Sebelumnya, tepatnya beberapa hari sebelum hingga sesudah puncak perayaan Maulid Nabi, harga telur mencapai Rp 18.500 per kg. Namun kini, ketika bulan Maulid telah berlalu, harga telur di tingkat agen hanya sebesar Rp 16.500 per kg. Amaniyah, 70, pedagang sembako di Pasar Banyuwangi mengatakan, harga telur berangsur turun pasca puncak peringatan Maulid Nabi. Setelah sempat menyentuh harga

sebesar Rp 19.500 per kg, perlahan namun pasti harga telur terus bergerak turun menjadi Rp 19.000 per kg dan berlanjut menjadi Rp 18.800 per kg. “Mulai kemarin (Sabtu 8/2), harga telur kembali turun menjadi Rp 18.500 per kg,” ujarnya. Sementara itu, di tingkat agen, harga telur berangsur turun dari Rp 18.500 per kg pada pertengahan Januari lalu menjadi Rp 16.800 sekitar sepekan terakhir. Nah, sejak kemarin, harga telur di tingkat agen mencapai Rp 16.500 per kg. “Harga Rp 16.500 per kg, itu khusus untuk harga eceran,” ujar Davina, agen sembako di Pasar Pujasera, Banyuwangi.

Dijelaskan, harga eceran yang dimaksud adalah pembelian telur per kg. Sedangkan konsumen yang melakukan pembelian per peti (isi 15 kg), harganya lebih murah lagi, yakni sebesar Rp 15.800 per kg. Menurut Davina, dibandingkan pada puncak peringatan Maulid Nabi pada pertengahan Januari yang lalu, tingkat pembelian telur oleh konsumen turun sekitar 50 persen. “Pada puncak peringatan Maulid Nabi, telur yang terjual per hari bisa mencapai 1,5 ton. Namun, pada hari-hari biasa seperti saat ini, penjualan telur hanya sekitar 1 ton per hari,” pungkasnya. (sgt/aif)

Bahasa Ibu bisa Bentengi Budaya n CINTAI... Sambungan dari Hal 29

“Mereka kalau sudah memakai bahasa serapan asing sepertinya sangat bangga,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi HMI Banyuwangi ini. Menurut gadis berzodiak Pisces yang lahir 22 tahun lalu

ini, yang harus diperhatikan oleh generasi muda saat ini adalah bahasa ibu. Penggunaan bahasa ibu selain sebagai benteng budaya juga merupakan salah satu cara menjaga etika berbicara kepada orang atau orang tua. “Bahasa ibu itu penting. yang Jawa ya jangan lupa dengan bahasa Jawa. Begitu juga Using,

Madura dan bahasa ibu lainnya,” ujarnya. Di luar kegiatannya mengajar bahasa Inggris di MTs Arroby, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, cewek yang hobi renang ini mengaku membiasakan berbahasa Jawa. “ Berhubung saya Jawa, ya sebisa mungkin saya ngomong Jawa,” ungkapnya. (mg1/aif)

Dispora: Junjung Tinggi Sportivitas n JUARA... Sambungan dari Hal 38

Pasalnya, semua tim lain di zona II sama-sama mendapatkan bye. Antara lain, tim SMAN 1 Muncar, tim SMAN 1 Singojuruh, tim SMKN Singojuruh dan tim SMAN 1 Srono. Selain itu, ada tim SMKN Muncar, tim SMK Muhamadiyah Rogojampi dan tim SMA Al-Hikmah Muncar. Dengan demikian, peserta di zona II tingkat SMA hanya ada 9 peserta. Sedangkan untuk tingkat SMP, juara tahun lalu, tim SMPN 1 Srono akan meladeni tantangan tim SMPN 1 Songgon. Sesuai catatan, dua tim tersebut tidak pernah bertemu pada musim lalu. Sehingga, kekuatan kedua tim juga tidak bisa diprediksi dalam laga satu grup di zona II.

Masih di zona II, tim SMPN 2 Singojuruh harus bersua dengan tim SMPN 3 Rogojampi. Tim SMPN 2 Rogojampi versus tim MTs Muhtadiin Muncar. Selanjutnya tim SMPN 2 Srono bertemu dengan tim SMP Muhamadiyah Muncar. Dalam fase penyisihan itu, tim MTsN Rogojampi harus melakoni laga derby. Sebab, anak didik Salman tersebut akan berjibaku lebih awal dengan menghadapi MTs Rogojampi. Sedangkan, tim SMPN 4 Rogojampi satu atap akan bersua dengan tim SMP Muhamadiyah Rogojampi. Tim terakhir yang bakal bentrok di zona II adalah tim SMPN 3 Rogojampi dengan tim SMPN 1 Kabat. Hanya satu tim yang mendapatkan drawing menguntungkan karena mendapatkan hasil by. Tim tersebut

adalah SMPN 1 Rogojampi. Jumlah peserta tingkat SD di zona II hanya berisi 5 tim. Dua tim harus saling bentrok di laga awal, yaitu SDN I Watukebo, Rogojampi yang berhadapan dengan SDN 4 Tembokrejo, Muncar. Sedangkan, tiga tim lain mendapatkan bye dalam drawing tersebut. Empat tim beruntung itu antara lain, SDN 1 Rogojampi; SDN 1 Tembokrejo, Muncar dan SDN Gambor, Singojuruh. Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi mengingatkan semua tim tetap menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding. Jika timnya dinyatakan kalah, maka tim tersebut harus legowo. ‘’Semua pertandingan nanti harus fair play,’’ ungkapnya. (ton/als)

Rekrut dari Kalangan Mahasiswa n PELANTIKAN... Sambungan dari Hal 38

Menurut dia, Banyuwangi cukup potensial untuk bisa mencapai prestasi tinggi. Untuk itu, hal itu yang perlu digarap lebih serius lagi agar prestasi bisa tercapai. ‘’Dengan

prestasi, daerah juga akan berkembang,’’ tandasnya. Sekretaris Pengcab PSTI Banyuwangi, Slamet Mulyo bertekad ingin mengukir prestasi dalam Porprov 2015 mendatang. Selain menyiapkan atlet, wasit juga dipersiapkan. ‘’Ini digelar penataran untuk menambah

kompetensi wasit,’’ katanya. Peserta wasit tersebut terdiri dari masing-masing perwakilan dari UPTD se-Banyuwangi, MGMP SMP dan MGMP SMA. ‘’kalangan mahasiswa juga kita rekrut untuk mengikuti penataran,’’ tambah ketua panitia, Haris Nusantoro. (ton/als)


44

Senin 10 Februari 2014

Satu Pengungsi Meninggal BUKIT RETAK

Edy Supriyono/RaBa

SAKIT: Sejumlah pengungsi di SDN 1 Mojodungkol, khususnya anak-anak, kondisi kesehatannya mulai terganggu.

MINTA PULANG: Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R Ediwan Prabowo hadir ke lokasi pengungsian warga Dusun Kidul Gunung, Desa Mojodungkol, Kecamatan Suboh, kemarin (9/2)

Pangdam Tinjau Lokasi Pengungsian Warga SUBOH – Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI R Ediwan Prabowo, hadir ke lokasi pengungsian warga Dusun Kidul Gunung, Desa Mojodungkol, Kecamatan Suboh, kemarin (9/2). Pengganti Mayjen TNI Mardjito itu juga meninjau langsung retakan tanah di atas gunung dengan mengendarai motor sendiri. Selain memberikan bantuan, pangdam juga berjanji mengupayakan sejumlah kebutuhan pokok pengungsi seperti MCK dan air bersih cepat terealisasi. Saat berdialog dengan warga yang mengungsi dia meminta agar warga terus bersabar karena pemerintah terus berusaha yang terbaik untuk masyarakat. “Pak, ebileh nikah bisa paleman?(Pak, kapan kita bisa pulang?),” cetus salah seorang pengungsi. Pangdam V Brawijaya dan rombongan sampai di lokasi pengungsian di SDN 1 Mojodungkol sekitar pukul 09.00. Dia disambut langsung Bupati Dadang Wigiarto; Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Zainul Arifin, dan sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Situbondo. Dalam laporannya di depan Pangdam V Brawijaya, Kepala BPBD Zainul Arifin menerangkan, jumlah pengungsi pada saat ini mencapai 232 KK atau 574 jiwa. Sebagian besar tertampung di pengungsian dan di sejumlah rumahrumah warga sekitar, sebanyak 216 KK atau 535 jiwa. Ada juga warga yang mengungsi ke luar desa namun masih di Kecamatan Suboh, yakni di Desa Cemara sebanyak 14 KK atau 32 jiwa. “Warga yang mengungsi di luar Kecamatan Sumbermalang sebanyak satu KK terdiri dari tiga jiwa n  Baca Pangdam...Hal 39

BANJIR

NUR HARIRI/RaBa

UNTUK TANGKIS: Material berupa kawat bronjong tiba di kator DBMP Situbondo kemarin (9/2).

Material Perbaikan Berdatangan SITUBONDO – Pasca banjir tiga hari yang menggenangi ribuan rumah warga dan mengakibatkan puluhan infrastruktur rusak berat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mulai berbenah. Tak hanya mendatangkan sejumlah logistik bagi masyarakat, pemkab juga mulai memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak. Perbaikan infrastruktur tersebut berupa jalan raya, jembatan, tangkis sungai, dan tangkis laut. “Banyak jembatan yang putus. Makanya itu diusahakan secepat mungkin dibangun kembali,” kata Yoyok Mulyadi, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Situbondo. Sejumlah perbaikan infrasturktur terus dilakukan, senyampang ancaman bencana susulan masih waspada. Hal itu sesuai dengan data pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo yang menjelaskan bahwa darurat bencana hingga 18 Maret mendatang. “Darurat bencana disesuaikan dengan Jawa Timur. Yakni sampai 18 Maret,” kata Zainul Arifin, saat berada di posko pusat bencana alam Situbondo. Pantauan koran ini, di tengah darurat bencana, pemkab terus melakukan pembenahan-pembenahan. Salah satu yang siap dilakukan yakni pembangunan tangkis sungai. “Kawat bronjong ada sebanyak 260 dan baru tiba dari pemerintah provinsi,” kata Yoyok. Kawat bronjong tersebut rencananya akan langsung didistribusikan untuk membangun plengsengan atau tangkis yang ambrol. “Tinggal menunggu batu dan sudah siap dibangun. Sementara, yang ada 260 bronjong dari Jatim,” terangnya. Selain kawat bronjong, pihaknya juga sudah mamasok karung untuk pembangunan sementara. Untuk saat ini karung yang tersedia setidaknya masih tersisa sekitar 3800 karung dan siap dipakai. “Totalnya 3800. Karena ada yang baru dikirim sekitar 600,” katanya. Ditegaskan, untuk jembatan yang kondisinya putus dan rusak berat, maka sementara ini hanya dapat dibangun jembatan yang bukan permanen. “Untuk pembangunan yang permanen masih diusulkan,” pungkas Yoyok. (rri/als)

Edy Supriyono/RaBa

Dorong Masyarakat Terlibat Musrembang SITUBONDO – Hari ini (10/2) hingga 24 Februari mendatang (musyawarah perencanaan pembangunan daerah) akan dilaksanakan di tingkat kecamatan se-Kabupaten Situbondo. Untuk mengawal proses perencanaan tersebut agar taat regulasi, Forum Studi Anggaran Daerah Situbondo (FOSADS) akan melakukan monitoring. Hasilnya akan dijadikan rujukan dalam pelaksanaan musrembangcam di tahun-tahun berikutnya. Selain itu, FOSADS juga mendorong masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses perencanaan pembangunan. Ini karena setiap warga mempunyai hak yang seluasluasnya untuk menyampaikan masukan/usulan dalam forum tersebut. “Sehingga, Forum Musrembang tidak lagi dianggap sebagai forum milik pemerintah saja, tetapi masyarakat secara sadar mampu berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan dan hasilnya bisa dinikmati secara langsung oleh masyarakat,” terang, Syaiful Bahri, Bidang Akses Informasi dan Dokumentasi FOSADS. Dia menjelaskan, pelaksa-

naan musrembang digelar sejak pertengahan Januari 2014. Ini dimulai dari musrenbang desa yang berakhir pada tanggal 31 Januari 2014. “Di bulan Februari ini dari tanggal 10 sampai 24 musrembang kecamatan akan dilaksanakan di 17 kecamatan di Kabupaten Situbondo,” terangnya. Kata Syaiful, musrembang merupakan proses perencanaan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Karena proses ini merupakan perencanaan partisipatif yang membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Segala kebutuhan atau usulan masyarakat harus disampaikan secara langsung agar terakomodasi. “Untuk saat ini ada tiga sektor klasifikasi prioritas usulan. Yaitu infrastruktur sarana dan prasarana sebesar 50 persen, infrastruktur ekonomi 20 persen dan infrastruktur sosial budaya 30 persen. Ini sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 1 tahun 2014 tentang Petunjuk Tekhnis Penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa/ Kelurahan dan kecamatan di Kabupaten Situbondo tahun 2014,” tegasnya. (pri/als)

SUBOH – Supandi alias Pak Ris, salah satu pengungsi ancaman bencana tanah longsor yang ada di pengungsian SDN 1 Mojodungkol, Kecamatan Suboh, mengalami nasib tragis. Pria berumur 45 tahun itu meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya. Supandi meninggal Sabtu (8/2) sore sekitar pukul 13.00 di Rumah Sakit dr Abdoer Rahem, Situbondo. Sebelumnya, dia mengalami kejangkejang dan pingsan. Diduga kuat, pria dengan tiga anak itu mengalami darah tinggi. Informasi yang dikumpulkan koran ini menyebutkan, saat masuk ke lokasi relokasi di SDN 1 Mojodungkol beberapa hari yang lalu, kondisi Supandi sehat. Dua hari menjelang meninggal, kondisinya drop. “Namun, setelah dibawa ke dokter kondisinya sempat membaik. Puncaknya, pada Sabtu siang, Supandi mengalami kejang-kejang, sehingga membuat panik keluarga dan warga yang ada di pengungsian,” terang salah satu warga kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (9/2). Dia mengungkapkan, diduga Supandi terkejut dan tertekan selama kabar tanah retak dan ancaman tanah longsor mencuat. Di pengungsian, dirinya tak bisa beristirahat maksimal karena berdampingan dengan ratusan pengungsi lainnya. “Mungkin karena seperti itu, sehingga penyakit darah tingginya kambuh,” imbuh warga tadi. Pertolongan kepada Supandi sebenarnya sudah dilakukan. Awalnya dia dilarikan ke Puskesmas Suboh. Namun, karena tidak membuahkan hasil, Supandi dibawa ke RS Besuki. Di rumah sakit wilayah barat ini pun, tidak ada tanda-tanda menggembirakan dari Supandi setelah ditangani petugas medis. Supandi akhirnya dirujuk ke RS dr Abdoer Rahem pada hari Jumat (7/2). “Riwayat pasien memamng memiliki hipertensi dan stroke. Saat pasien datang kedaannya sudah tidak sadar. Pasien di rumah sakit satu hari, kemudian masuk ke ICU karena keadaanya tambah parah. Jadi, meninggalnya di ICU. Penyebab meninggal, hipertensi yang menyebabkan stroke berat dan tidak sadar. Meninggal Sabtu sekitar pukul 13.00,” terang Kabag TU RS dr Abdoer Rahem, Imam Hidayat. Kepala Desa Mojodungkol, Suapi membenarkan, meninggalnya salah satu warganya yang ada di pengungsian tersebut. “Orangnya memang sakit dua hari sebelumnya. Kemarin (Sabtu sore, 8/2) meninggal setelah sempat dirawat di RSUD,” terangnya. Dia mengakui, jika sejumlah kesehatan pengungsi terganggu. Namun, selama masih sakitnya ringan, itu masih bisa diatasi oleh petugas medis. “Terutama anak kecil, ada yang panas, batuk hingga gatal-gatal,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. (pri/als)

Radar Banyuwangi | 10 Februari 2014  

Jawa Pos, Radar, banyuwangi, Situbondo, Genteng

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you